P. 1
Makalah Negara Hukum

Makalah Negara Hukum

|Views: 88|Likes:
Published by Chairun Filhayani
pengertian negara hukum
pengertian negara hukum

More info:

Published by: Chairun Filhayani on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2013

pdf

text

original

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Negara Hukum
Negara hukum adalah Negara yang berdiri di atas hukum yang menjamin keadilan kepada warga negaranya yang mana keadilan tersebut merupakan syarat bagi tercapainya kebahagiaan hidup untuk warga Negara dan sifat keadilan itu perlu diajarkan rasa susila kepada setiap manusia agar dapat membuat warganegara suatu bangsa menjadi baik. Negara Hukum bersandar pada keyakinan bahwa kekuasaan negara harus dijalankan atas dasar hukum yang adil dan baik. Ada dua unsur dalam negara hukum, yaitu pertama: hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah tidak berdasarkan kekuasaan melainkan berdasarkan suatu norma objektif, yang juga mengikat pihak yang memerintah; kedua: norma objektif itu harus memenuhi syarat bahwa tidak hanya secara formal, melainkan dapat dipertahankan berhadapan dengan idea hukum. Hukum menjadi landasan tindakan setiap negara. Ada empat alasan mengapa negara menyelenggarakan dan menjalankan tugasnya berdasarkan hukum: 1.Demi kepastian hukum 2.Tuntutan perlakuan yang sama 3.Legitimasi demokrasi 4.Tuntutan akal budi Negara hukum berarti alat-alat negara mempergunakan kekuasaannya hanya sejauh berdasarkan hukum yang berlaku dan dengan cara yang ditentukan dalam hukum itu. Dalam negara hukum, tujuan suatu perkara adalah agar dijatuhi putusan sesuai dengan kebenaran. Tujuan suatu perkara adalah untuk memastikan kebenaran, maka semua pihak berhak atas pembelaan atau bantuan hukum.

6

yakni pemerintah berfungsi mengatur dan rakyat yang diatur.Berdasarkan sebuah undang-undang yang menjamin HAM 4. kemerdekaan diskusi. kekuasaan harus tunduk pada hukum bukan sebaliknya hukum tunduk pada kekuasaan.Menuntut pembagian kekuasaan 7 .Adanya pemisahan atau pembagian kekuasaan untuk menjamin hak-hak itu. yaitu undang-undang.Pemerintahan dijalankan berdasarkan peraturan perundang-undangan. dan kemerdekaan mengadakan rapat. seperti kemerdekaan pribadi.Adanya peradilan administrasi dalam perselisihan antara rakyat dengan pemerintahannya. 2) Equality Before The Law (Persamaan dalam hukum) Dalam Negara hukum kedudukan penguasa dengan rakyat dimata hukum adalah sama (sederajat).V.Kekuasaan dijalankan sesuai dengan hukum positif yang berlaku 2.Hak asasi manusia dihargai sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai manusia.Kegiatan negara berada dibawah kontrol kekuasaan kehakiman yang efektif 3. C. 2. 4. Baik yang mengatur maupun yang diatur pedomannya satu. Dengan kata lain hukum harus menjadi tujuan untuk melindungi kepentingan rakyat. 3. yang membedakan hanyalah fungsinya.B. Unsur-unsur Negara Hukum 1. 3) Human Rights (Kebenaran hukum) Human rights lebih menekankan pada seorang warga negara untuk dapat melakukan kebebasan atau kemerdekaan dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan A.Dicey berpendapat bahwa Negara hukum harus mempunyai 3 unsur pokok. Ciri-ciri Negara Hukum 1. yakni : 1) Supremacy Of Law (Supremasi hukum) Kedudukan hukum merupakan posisi tertinggi.

Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak 3. baik bagi rakyat biasa maupum bagi pejabat 3. 2. yaitu : 1.Perlindungan konstitusional.Fredrich Julius Stahl dari kalangan ahli hukum Eropa Kontinental memberikan ciri-ciri Rechtsstaat sebagai berikut: 1.Pemisahan antara pembagian kekuasaan untuk menjamin HAM yang biasa dikenal sebagai Trias Politika 3. dalam arti bahwa konstitusi selain menjamin hak-hak indvidu harus menentukan pula cara procedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin 2. dalam arti tidak boleh ada kesewenang-wenangan.Pemilihan umum yang bebas 5.Supremasi hukum.Kebebasan untuk menyatakan pendapat 4. Sebuah komisi para juris yang tergabung dalam International Commision of Jurits pada konferensinya di Bangkok tahun 1965 merumuskan ciriciri pemerintahan yang demokratis di bawah Rule of Law yang dinamis. Ciri-ciri tersebut adalah: 1. adanya perlindungan terhadap Hak Azasi Manusia adanya pemisahan kekuasaan 8 .Pendidikan civics (kewarganegaraan) Menurut Stahl.Terjaminnya hak-hak manusia dalam undang-undang atau keputusan pengadilan Ciri-ciri Rechsstaat dan Rule of Law di atas masih dipengaruhi oleh konsep Negara hukum formal atau Negara hukum dalam arti sempit. sehingga seseorang hanya boleh dihukum jika melanggar hukum 2.Pemerintahan berdasarkan peraturan-peraturan 4.Kedudukan yang sama di depan hukum. Peradilan administrasi Dalam perselisihan AV Dicey dari kalangan ahli hukum Anglo Saxon memberikan ciri-ciri Rule of Law sebagai berikut : 1.Kebebasan untuk berorganisasi dan beroposisi 6.Hak asasi manusia 2. model negara hukum ada empat.

3. konstitusi harus pula menentukan cara prosedural untuk memperoleh perlindungan atas hak-hak yang dijamin 2. Menurutnya dalam negara hukum pada arti yang sebenarnya. Badan-badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak 3. Perlindungan hak asasi manusia 2. artinya. Peradilan Tata Usaha Negara. harus memuat dua belas prinsip. Pemilihan umum yang bebas 4. Prinsip Negara Hukum Para Sarjana Eropa Kontinental yang diwakili oleh Julius Stahl menuliskan prinsip negara hukum (Rechtsstaat) dengan mengimplementasikan: 1. Pendidikan kewarganegaraan Jimly Ashshiddiqie menuliskan kembali prinsip-prinsip negara hukum dengan menggabungkan pendapat dari sarjana-sarjana Anglo-Saxon dengan sarjana-sarjana Eropa Kontinental. Kebebasan menyatakan pendapat 5. Pemerintahan berdasarkan undang-undang 4. International Comission of Jurists pada konfrensinya di Bangkok (1965) juga menekankan prinsip-prinsip negara hukum yang seharusnya dianut oleh sebuah negara hukum. 4. selain menjamin hak-hak individu. pada hakekatnya pemimpin tertinggi negara yang sesungguhnya bukanlah manusia. yaitu: 1. yakni: 1. The Rule of Law and not of man. Kebebasan berserikat/berorganisasi dan beroposisi 6. 9 . Perlindungan konstitusional. pemerintah haruslah berdasarkan peraturan-peraturan hukum adanya peradilan administrasi D. tetapi konstitusi yang mencerminkan hukum yang tertinggi. Supremasi Hukum (Suprermacy of Law) Dalam perspektif supremasi hukum. Pembagian kekuasaan 3.

Akhirnya falsafah power tends to corrupt. Organ-organ eksekutif independen Independensi lembaga atau organ-organ dianggap penting untuk menjamin demokrasi. 3. Namun. Persamaan dalam hukum (Equality before the Law) Setiap orang berkedudukan sama dalam hukum dan pemerintahan. karena fungsinya dapat disalahgunakan oleh pemerintah untuk melanggengkan kekuasaannya. kecuali tindakan-tindakan yang bersifat khusus dan sementara yang disebut affirmative action. Dapat juga dilakukan pembatasan dengan cara membagikan kekuasaan negara secara vertikal. Sikap diskrimatif dilarang. tentara harus independen agar fungsinya sebagai pemegang senjata tidak disalahgunakan untuk menumpas aspirasi pro-demokrasi. sehingga mencapai perkembangan yang lebih maju dan setara dengan kelompok masyarakat kebanyakan yang telah lebih maju.2. dengan begitu kekuasaan negara tidak tersentralisasi dan terkonsentrasi yang bisa menimbulkan kesewenang-wenangan. Setiap perbuatan administrasi harus didasarkan atas aturan atau rules and procedurs (regels). Kekuasaan harus selalu dibatasi dengan cara memisahkan kekuasaan ke cabang-cabang yang bersifat checks and balances dalam kedudukan yang sederajat dan saling mengimbangi serta mengendalikan satu sama lain. Asas Legalitas (Due Process of Law) Segala tindakan pemerintahan harus didasarkan atas peraturan perundang-undangan yang sah dan tertulis. and absolut power corrupts absolutly bisa dihindari. disamping prinsip ini ada asas frijsermessen yang memungkinkan para pejabat administrasi negara mengembangkan dan menetapkan sendiri beleid-regels atau policy rules yang berlaku secara bebas dan mandiri dalam rangka menjalankan tugas jabatan yang dibebankan oleh peraturan yang sah. Misalnya. 4. 10 . 5. Pembatasan kekuasaan Adanya pembatasan kekuasaan negara dan organ-organ negara dengan cara menerapkan prinsip pembagian secara vertikal atau pemisahan kekuasaan secara horizontal. yakni tindakan yang mendorong dan mempercepat kelompok warga masyarakat tertentu untuk mengejar kemajuan.

Jadi negara hukum (rechtsstaat) yang dikembangkan bukanlah negara hukum yang absolut (absolute rechtsstaat) melainkan negara hukum yang demokratis (democratische rechtsstaat). 8. Peradilan Tata Usaha Negara Dalam setiap negara hukum. Perlindungan hak asasi manusia Perlindungan terhadap hak asasi manusia dimasyarakatkan secara luas dalam rangka mempromosikan penghormatan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia sebagai ciri yang penting suatu negara hukum yang demokratis. 11 . tidak diperkenankan adanya intervensi ke dalam proses pengambilan putusan keadilan oleh hakim. Namun demikian. Bersifat demokratis (democratische rechtsstaat) Negara hukum yang bersifat nomokratis harus dijamin adanya demokrasi. Untuk menjamin keadilan dan kebenaran. 10. hakim harus tetap terbuka dalam pemeriksaan perkara dan menghayati nilai-nilai keadilan dalam menjatuhkan putusan. sebagaimana di dalam setiap negara demokratis harus dijamin penyelenggaraannya berdasar atas hukum. Pengadilan administrasi negara ini juga menjadi penjamin bagi rakyat agar tidak di zalimi oleh negara melalui keputusan pejabat administrasi negara. 7. Peradilan Tata Negara (Constitutional Court) Pentingnya Constitutional Court adalah dalam upaya untuk memperkuat sistem checks and balances antara cabang-cabang kekuasaan yang sengaja dipisahkan untuk menjamin demokrasi. Peradilan bebas dan tidak memihak (independent and impartial judiciary) Dalam menjalankan tugas yudisialnya. baik intervensi dari lingkungan kekuasaan eksekutif maupun legislatif ataupun dari kalangan masyarakat dan media massa.6. harus terbuka kesempatan bagi setiap warga negara untuk menggugat keputusan pejabat administrasi negara dan dijalankannya putusan hakim tata usaha negara (administrative court) oleh pejabat administrasi negara. 9. hakim tidak boleh dipengaruhi oleh siapapun juga. baik karena kepentingan jabatan (politik) maupun kepentingan uang (ekonomi).

Sistem hukum Eropa Kontinental Sistem hukum Eropa Kontinental adalah suatu sistem hukum dengan ciri-ciri adanya berbagai ketentuan-ketentuan hukum dikodifikasi (dihimpun) secara sistematis yang akan ditafsirkan lebih lanjut oleh hakim dalam penerapannya. memajukan kesejahteraan umum. melainkan mission driven. sehingga kelemahan dan kekurangan yang terdapat dalam mekanisme kelembagaan resmi dapat dilengkapi secara komplementer oleh peran serta masyarakat secara langsung. tetapi mission driven yang didasarkan atas aturan. common law system. Transparansi dan kontrol sosial Adanya transparansi dan kontrol sosial yang terbuka terhadap setiap proses pembuatan dan penegakan hukum. 12 . 12. Sistem hukum di dunia Ada berbagai jenis sistem hukum yang berbeda yang dianut oleh negara-negara di dunia pada saat ini. sistem hukum Anglo-Saxon. mencerdaskan kehidupan bangsa. tujuan bernegara Indonesia dalam rangka melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia. E.11. sistem hukum agama. Berfungsi sebagai sarana mewujudkan tujuan bernegara (Welfare Rechtsstaat) Sebagaimana cita-cita nasional Indonesia yang dirumuskan dalam pembukaan UUD 1945. Dengan demikian. antara lain sistem hukum Eropa Kontinental. sistem hukum adat. perdamaian abadi dan keadilan sosial. dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan. pembangunan negara Indonesia tidak terjebak pada rule-driven. Negara hukum berfungsi sebagai sarana untuk mewujudkan dan mencapai keempat tujuan negara Indonesia tersebut. Hampir 60% dari populasi dunia tinggal di negara yang menganut sistem hukum ini.

Sistem hukum agama Sistem hukum agama adalah sistem hukum yang berdasarkan ketentuan agama tertentu. India dan Nigeria yang menerapkan sebagian besar sistem hukum Anglo-Saxon. Afrika Selatan. 13 . Sistem hukum anglo saxon. Sistem hukum agama biasanya terdapat dalam Kitab Suci. Sistem hukum Anglo-Saxon Sistem Anglo-Saxon adalah suatu sistem hukum yang didasarkan pada yurisprudensi. Inggris. Selain negara-negara tersebut. yaitu keputusan-keputusan hakim terdahulu yang kemudian menjadi dasar putusan hakim-hakim selanjutnya. misalnya Pakistan. Kanada (kecuali Provinsi Quebec) dan Amerika Serikat (walaupun negara bagian Louisiana mempergunakan sistem hukum ini bersamaan dengan sistem hukum Eropa Kontinental Napoleon). Sistem hukum ini diterapkan di Irlandia.Common Law System Common law system adalah suatu sistem hukum yang digunakan di Inggris yang mana di dalamnya menganut aliran frele recht lehre yaitu dimana hukum tidak dibatasi oleh undangundang tetapi hakim diberikan kebebasan untuk melaksanakan undang-undang atau mengabaikannya. Australia.Pendapat para ahli dan prakitisi hukum lebih menonjol digunakan oleh hakim. sebenarnya penerapannya lebih mudah terutama pada masyarakat pada negara-negara berkembang karena sesuai dengan perkembangan zaman. namun juga memberlakukan hukum adat dan hukum agama. dalam memutus perkara. Sistem hukum adat/kebiasaan Hukum Adat adalah seperangkat norma dan aturan adat/kebiasaan yang berlaku di suatu wilayah. beberapa negara lain juga menerapkan sistem hukum Anglo-Saxon campuran. misalnya di perkampungan pedesaan terpencil yang masih mengikuti hukum adat dan memiliki sanksi sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di wilayah tertentu. Selandia Baru.

Unsur-unsur yang berlaku umum bagi setiap negara hukum yakni sebagai berikut: 1) Adanya suatu sistem pemerintahan negara yang didasarkan atas kedaulatan rakyat 2) Bahwa pemerintah dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya harus berdasar atas hukum atau perundang-undangan 3) Adanya jaminan terhadap hak-hak asasi manusia (warga negara) 14 .Pemerintah berdasar atas sistem konstitusi (hukumdasar). Negara Hukum Indonesia 1. setiap aspek tindakan pemerintahan baik dalam lapangan pengaturan maupun dalam lapangan pelayanan harus didasarkan pada peraturan perundangundangan atau berdasarkan pada legalitas. Selain itu. dalam Penjelasan Umum UUD 1945 tentang Sistem Pemerintahan Negara. Sistem konstitusional.F. yang berarti pemerintah berperan aktif membangun kesejahteraan umum di berbagai lapangan kehidupan. dijelaskan bahwa :   Indonesia adalah negara yang berdasar atas hukum (Rechtstaat) tidak berdasar atas kekuasaan belaka (Machtstaat ). bukan berdasarkan kekuasaan semata b)Pemerintah negara berdasar atas suatu konstitusi dengan kekuasaan pemerintah terbatas. Rumusan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa: a)Negara Indonesia berdasar atas hukum.Artinya. pemerintah tidak dapat melakukan tindakan pemerintahan tanpa dasar kewenangan. 2. tidak bersifat absolutisme (kekuasaan yang tidak terbatas). tidak absolut Konsepsi negara hukum Indonesia adalah konsep negara hukum materiil atau negara hukum arti luas. Perwujudan Negara Hukum Indonesia Di dalam negara hukum. Landasan Yuridis Negara Hukum Indonesia Konstitusi kita UUD 1945 secara nyata menyatakan Indonesia sebagai negara hukum yaitu padapasal 1 ayat (3) UUD 1945 berbunyi : Negara Indonesia negara hukum.

hukum islam. hukum agraria.Unsur-unsur negara hukum ini biasanya terdapat dalam konstitusi. Namun akan dijelaskan 3 bidang hukum yang popular di Indonesia. yaitu : hukum pidana. Macam-macam Bidang Hukum di Indonesia Hukum dapat dibagi dalam berbagai bidang. hukum perdata/hukum pribadi. dan hukum lingkungan. contohnya mencuri.Hukum pidana adalah hukum yang mengatur hubungan antar subjek hukum dalam hal perbuatan – perbuatan yang diharuskan dan dilarang oleh peraturan perundang – undangan dan berakibat diterapkannya sanksi berupa pemidanaan dan/atau denda bagi para pelanggarnya. hukum administrasi negara/hukum tata usaha negara. G.4) Adanya pembagian kekuasaan dalam negara 5) Adanya pengawasan dari badan-badan peradilan yang bebas dan mandiri. Sedangkan pelanggaran ialah perbuatan yang hanya dilarang oleh peraturan perundangan namun tidak memberikan efek yang tidak berpengaruh secara 15 . nilai agama dan rasa keadilan masyarakat. hukum adat. memperkosa dan sebagainya. hukum tata negara. antara lain hukum pidana/hukum publik. dan hukum acara. 1. dalam arti lembaga peradilan tersebut benar-benar tidak memihak dan tidak berada di bawah pengaruh eksekutif 6) Adanya peran nyata dari anggota-anggota masyarakat atau warga Negara untuk turut serta mengawasi perbuatan dan pelaksanaan yang dilakukan oleh pemerintah 7) Adanya sistem perekonomian yang menjamin pembagian yang merata sumberdaya yang diperlukan bagi kemakmuran warga negara. hukum internasional.Kejahatan ialah perbuatan yang tidak hanya bertentangan dengan peraturan perundang – undangan tetapi juga bertentangan dengan nilai moral. hukum acara. hukum perdata. membunuh. hukum bisnis. berzina.Hukum Pidana Hukum pidana termasuk pada ranah hukum publik. Oleh karena itu.Dalam hukum pidana dikenal 2 jenis perbuatan yaitu kejahatan dan pelanggaran.Pelaku pelanggaran berupa kejahatan mendapatkan sanksi berupa pemidanaan. perwujudan secara operasional dari konsep nagara hukum adalah konstitusi negara tersebut.

Hukum perdata dapat digolongkan antara lain menjadi: 1. 2.Hukum Perdata Salah satu bidang hukum yang mengatur hubungan-hubungan antara individu-individu dalam masyarakat dengan saluran tertentu. dan sebagainya.Hukum Acara Untuk tegaknya hukum materiil diperlukan hukum acara atau sering juga disebut hukum formil. 2. Hukum keluarga Hukum harta kekayaan Hukum benda Hukum Perikatan Hukum Waris 3. yaitu nyawa dibalas dengan nyawa. tangan dengan tangan. 5.Hukum perdata disebut juga hukum privat atau hukum sipil. jika mendapat pengampunan dari si keluarga korban maka tidak akan terkena hukuman. Di Indonesia. seperti tidak menggunakan helm. hukum pidana diatur secara umum dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Hukum acara merupakan ketentuan yang mengatur bagaimana cara dan siapa yang 16 .langsung kepada orang lain. sebelumnya bernama Wetboek van Straafrecht (WvS). 4. jika tidak ada membayar dengan 100 onta. Salah satu contoh hukum perdata dalam masyarakat adalah jual beli rumah atau kendaraan . KUHP merupakan lex generalis bagi pengaturan hukum pidana di Indonesia dimana asasasas umum termuat dan menjadi dasar bagi semua ketentuan pidana yang diatur di luar KUHP (lex specialis) Hukum pidana dalam Islam dinamakan qisas. 3. jika sengaja jelas hukumannya adalah dibunuh jika tidak disengaja wajib membayar di dalam Islam wajib memerdekakan budak yang selamat. karena harus melalui proses pemeriksaan apakah yang membunuh itu sengaja atau tidak disengaja. tetapi di dalam Islam ketika ada orang yang membunuh tidak langsung dibunuh. yang merupakan peninggalan dari zaman penjajahan Belanda. tidak menggunakan sabuk pengaman dalam berkendaraan.

Para penegak hukum itu adalah hakim. jaksa.Sedangkan. 17 . baik polisi maupun jaksa (penuntut umum) tidak diberi peran seperti halnya dalam hukum acara pidana.Sedangkan yang harus menguasai hukum acara perdata. polisi.Advokat lah yang mewakili seseorang untuk memajukan gugatan. maka ada hukum acara perdata. jaksa. Dengan semakin tingginya respek itu. Jika kelima pilar penegak hukum ini benarbenar menegakkan hukum itu dengan menjunjung tinggi nilai-nilai yang telah disebutkan di atas. untuk hukum materiil tata usaha negara. dan kejujuran. untuk hukum materiil perdata. Gugatan itu akan diperiksa dan diputus oleh hakim. terhadap suatu pihak yang dipandang merugikan kliennya.berwenang menegakkan hukum materiil dalam hal terjadi pelanggaran terhadap hukum materiil. baik gugatan perdata maupun gugatan tata usaha negara. dan petugas Lembaga Pemasyarakatan.Yang menjadi tugas jaksa adalah penuntutan dan pelaksanaan putusan hakim pidana. oleh karena tugas pokok polisi menurut hukum acara pidana (KUHAP) adalah terutama melaksanakan tugas penyelidikan dan penyidikan. keadilan. diperlukan hukum acara tata usaha negara. maka masyarakat akan menaruh respek yang tinggi terhadap para penegak hukum. advokat. Hal ini disebabkan di dalam hukum acara perdata dan juga hukum acara tata usaha negara. Hukum acara pidana yang harus dikuasai oleh polisi terutama hukum acara pidana yang mengatur soal penyelidikan dan penyidikan.Oleh karena itu. jaksa wajib menguasai terutama hukum acara yang terkait dengan tugasnya tersebut. Tanpa hukum acara yang jelas dan memadai. dan petugas Lembaga Pemasyarakatan. advokat. Untuk menegakkan ketentuan hukum materiil pidana diperlukan hukum acara pidana. Tegaknya supremasi hukum itu sangat tergantung pada kejujuran para penegak hukum itu sendiri yang dalam menegakkan hukum diharapkan benar-benar dapat menjunjung tinggi kebenaran.termasuk hukum acara tata usaha negara terutama adalah advokat dan hakim.Hukum acara pidana harus dikuasai terutama oleh para polisi. Pihak yang digugat dapat pula menunjuk seorang advokat mewakilinya untuk menangkis gugatan tersebut. maka pihak yang berwenang menegakkan hukum materiil akan mengalami kesulitan menegakkan hukum materiil. maka masyarakat akan terpacu untuk menaati hukum. hakim.

dapat dikatakan bahwa: Pertama. Karena hukum yang baik kita perlukan dalam rangka pembuatan kebijakan (policy making) yang diperlukan merekayasa. Dari segi materinya dapat dikatakan bahwa UUD 1945 telah mengalami perubahan 300 persen dari isi aslinya sebagaimana diwarisi dari tahun 1945.H. Sebenarnya. baik dalam konteks pembuatan kebijakan (policy making) maupun dalam konteks pelaksanaan kebijakan (policy executing). mendinamisasi. upaya pembaruan hukum itu sendiri tentu dapat dikatakan sudah berjalan selama 11 tahun terakhir ini. Kondisi Negara Hukum di Indonesia Kondisi Negara Hukum Indonesia kita dewasa ini sangat memprihatinkan. Dari segi sistem norma. hukum juga harus difungsikan sebagai sarana pengendali dan sebagai sumber rujukan yang mengikat dalam menjalankan segala roda pemerintahan dan kegiatan penyelenggaraan negara. Hukum diperlukan agar kebijakan-kebijakan kenegaraan dan pemerintahan dapat memperoleh bentuk resmi yang bersifat mengikat dan dapat dipaksakan berlakunya untuk umum. Namun demikian. Di samping itu. Akibatnya. pembentukan berbagai peraturan perundang-undang baru telah sangat banyak menghasil norma-norma hukum baru yang mengikat untuk umum. dan bahkan mengarahkan guna mencapai tujuan hidup bersama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. perubahan-perubahan telah terjadi dimulai dari norma-norma dasar dalam konstitusi negara yang mengalami perubahan mendasar. Kedua. perubahanperubahan tersebut cenderung dilakukan secara cicilan sepotong-sepotong tanpa peta jalan (road-map) yang jelas. perubahan sistem norma hukum kita selama 11 tahun masa reformasi ini belum menghasilkan kinerja Negara Hukum yang kita diidealkan. Sebagai akibat lanjutannya maka keseluruhan sistem norma hukum sebagaimana tercermin dalam berbagai peraturan perundang-undangan harus pula diubah dan diperbarui. Namun dalam kenyataan praktik. dalam rangka pelaksanaan kebijakan-kebijakan tersebut (policy executing). mendorong. masih terlihat adanya gejala anomi dan anomali yang belum dapat diselesaikan dengan baik selama 11 tahun pasca reformasi ini. Akan tetapi norma-norma baru itu belum secara cepat tersosialisasikan secara umum sehingga pelaksanaannya di lapangan 18 .

19 . sedangkan keadaan anomali menegaskan adanya kekacauan structural dan fungsional dalam hubungan antara lembaga dan badan-badan penyelenggara fungsi kekuasaan negara. di masa reformasi ini banyak sekali lembaga baru yang kita bentuk untuk maksud yang mulia. timbul gejala tumpang tindih akibat banyaknya lembaga yang menangani satu fungsi yang sama. sementara lembaga-lembaga yang lama sudah lumpuh dan tidak lagi menjalankan fungsi yang diambil alih oleh lembaga baru. melainkan hanya berdasarkan kebutuhan dadakan dan didasarkan atas pesanan ataupun perintah yang bersifat sesaat dan seperlunya. yaitu agar kebutuhan dan kepentingan masyarakat yang sudah berubah sebagai masyarakat demokratis dapat lebih efisien dan efektif dilayani oleh fungsi-fungsi kekuasaan negara. norma-norma hukum yang lama. yang menentukan justru adalah atasan atau pejabat yang berwenang mengambil keputusan. Sebaliknya. Ketiga. dapat dikatakan bahwa sesudah 11 tahun masa reformasi ini. Akibatnya. sementara di pihak lain banyak fungsi yang ada lembaga yang menanganinya sama sekali. perhatikanlah bagaimana kinerja lembaga-lembaga legislasi dan regulasi kita. biro-biro hukum berbagai instansi pemerintahan masih bekerja secara serabutan dan tanpa arah yang jelas. Keadaan anomi mencerminkan keadaan yang seolah-olah ketiadaan norma (a-nomous). kita menghadapi keadaan anomi dan anomali. belum melembaga secara kuat. DPD. Karena itu. DPRD. Baik DPR.banyak menghadapi kendala dan kegagalan. Kinerjanya sebagian terbesar masih belum professional dan mengarah kepada upaya perbaikan sistem hukum kita secara keseluruhan. Pembentukan lembaga-lembaga baru itu dilakukan sekaligus dengan mengubah fungsi-fungsi lembaga-lembaga yang ada sebelumnya. Dalam konteks pembuatan aturan. tentu sudah tidak lagi dijadikan rujukan dalam praktik. Demikian pula di bidang pelaksanaan kebijakan (policy executing). Akan tetapi dalam kenyataan praktik sampai sekarang ternyata banyak sekali lembaga-lembaga baru yang kinerjanya belum berhasil menempatkan diri secara tepat dalam sistem kenegaraan baru berdasarkan UUD 1945. baik di tingkat pusat maupun daerah. sebagai akibat sudah terbentuknya norma hukum yang baru. dan masih sangat tergantung kepada keteladanan pimpinan. Sistem birokrasi penerapan hukum kita masih sangat personal.

Lihatlah bagaimana kasus Bibit dan Chandra memberi tahu kepada kita semua mengenaki kebobrokan dunia penegakan hukum kita. Untuk itu. penuntut. aparat penyelidik. Namun demikian. penyidik. solusi yang diambil kemudian adalah penghentian perkaranya oleh Kejaksaan atas tekanan publik. Dengan perkataan lain. dari kasus Bibit dan Chandra. Sebaliknya. Akan tetapi. telah menyedot perhatian publik yang sangat luas selama berbulan-bulan. apa boleh buat. maka pada saat yang lain jangan salahkan jika ada orang yang menilai bahwa aparat yang sama akan tunduk dan takluk pula kepada tekanan politik (state) yang datang dari atas ataupun dari samping (market). dan aparatur pemasyarakatan masih bekerja dengan kultur kerja yang tradisional dan cenderung primitif. pembela. yaitu bahwa kita harus melangkah ke depan untuk memperbaiki sistem hukum dan peradilan di tanah air kita sebagaimana mestinya dengan cetak biru dan peta jalan (road-map) yang jelas berdasarkan UUD 1945. Dari kasus ini jelas tergambar betapa buruknya cara kerja lembaga penyidik di Negara kita. dan kita harus siap menutup buku mengenai hal ini. kita mesti memperbaiki kondisi-kondisi untuk menjamin independensi peradilan secara benar dan memperbaiki sistem peradilan yang menjamin mutu putusan seperti dengan 20 . kita menghadapi banyak masalah mulai dari lembaga penyidik sampai ke lembaga pemasyarakatan. Misalnya. Mengenai kasus Bibit dan Chandra. Namun. hakim pemutus. serta kasus-kasus lainnya. semua sudah menjadi bubur. kasus Bibit dan Chandra sudah berakhir. kasus Istana Artalyta di LP. kita dapat berkaca mengenai bobroknya sistem penegakan hukum di Negara kita. Solusi demikian juga mencatatkan preseden yang sangat buruk dalam penegakan hukum yang tunduk kepada tekanan politik. seperti kasus Bank Century dan sebagainya. Jalan yang tersedia di hadapan kita hanya satu. Sekali aparat penegak hukum takluk kepada tekanan politik yang datang dari bawah (civil society).Begitu pula dalam proses penegakan hukum (law enforcement). kita dapat mengusulkan kiranya sistem peradilan kita dievalusasi dan diadakan perubahan mendasar agar proses peradilan dan produk putusan pengadilan dapat ditingkatkan menjadi lebih bermutu dan benar-benar menjamin keadilan daripada yang ada sekarang. lihat pula kasus terungkapnya kasus istana dalam penjara yang melibatkan Artalyta Suryani yang menikmati kamar tidur mewah yang jelas tidak adil bagi narapidana lain yang tidak berpunya. misalnya.

21 . perkara-perkara (i) pidana. Yang tidak kalah peliknya juga adalah profesi advokat yang masih jauh dari idealitas profesionalnya sebagai penegak hukum. dan pemasyarakatan juga perlu segera direformasi secara mendasar. jika para advokat justru tidak dapat menyelesaikan sendiri masalah internal mereka. tidak lagi sistem majelis seperti yang dipraktikkan selama ini. persatuan para advokat dalam wadah tunggal sampai sekarang juga terus menghadapi kendala yang para advokat sendiri tidak juga kunjung dapat menyelesaikannya sendiri. Demikian pula dengan aparat dan aparatur penyelidikan. yaitu KPK juga harus lah bertindak professional sebagai lembaga penegak keadilan. Namun. (iv) agama. Polisi.menerapkan kebijakan pembatasan perkara di Mahkamah Agung sambil memperkuat kedudukan dan peranan Pengadilan Tinggi di setiap ibukota provinsi. (v) tatausaha Negara. sebaiknya segera diadakan sistem kamar dalam penanganan perkara. di lingkungan peradilan. (iii) bisnis. (ii) perdata umum. penyidikan. pembelaaan. penuntutan. apa alasannya untuk mencegah agar fungsi-fungsi Negara yang relevan ikut berperan jikalau kepentingan rakyat dan negara justru menuntut berfungsinya organisasi tunggal para advokat yang oleh UU Advokat telah dikukuhkan sebagai aparat penegak hukum. Kejaksaan dan lembaga-lembaga penuntut khusus lain. Pendekatannya jangan lagi militeristik. Polisi adalah pengayom masyarakat bukan bermusuhan dengan masyarakat. sejak berpisah dari TNI (ABRI) tentu harus mengubah wataknya menjadi organisasi sipil. Apalagi sampai sekarang. Padahal para advokat mengimpikan watak independensi yang kokoh bagi kedudukan professional mereka. Dengan sistem kamar itu. bukan sekedar merupakan lembaga penegak peraturan. dan (vi) militer dapat ditangani secara professional oleh hakim yang memang menguasai bidang hukum terkait. Dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Konsepsi negara hukum Indonesia adalah konsep negara hukum materiil atau negara hukum arti luas. ciri-ciri.berdasarkan kekuasaan belaka. Ada dua unsur dalam negara hukum. yang berarti pemerintah berperan aktif membangun kesejahteraan umum di berbagai lapangan kehidupan. common law system. sistem hukum agama. antara lain sistem hukum Eropa Kontinental. Negara indonesia adalah negara yang berdasarkan atas hukum . Ada berbagai jenis sistem hukum yang berbeda yang dianut oleh negara-negara di dunia pada saat ini. sistem hukum Anglo-Saxon.Kesimpulan negara adalah suatu organisasi dari kelompok yang bersama-sama mendiami suatu wilayah tertentu dan mengakui adanya pemerintahan yang mengurus tata tertib dan keselamatan kelompok atau beberapa kelompok tersebut. yaitu pertama: hubungan antara yang memerintah dan yang diperintah kedua: norma objektif yang harus memenuhi syarat bahwa tidak hanya secara formal.hukum tidak boleh di buat.dibangun dan ditegakkan menurut prinsip-prinsip demokrasi.Namun demikian sering pada pelaksanaannya mengalami kendala yaitu dilema antara menegakkan hukum.di tetapkan. 22 . Negara hukum adalah Negara yang berdiri di atas hukum yang menjamin keadilan kepada warga negaranya.ditafsirkan. Negara hukum memiliki unsur-unsur.di tegakkan dengan tangan besi. sistem hukum adat.prinsip negara hukum tidak boleh ditegakkan dengan mengabaikan prinsip-prinsip demokrasi yang di atur dalam uud 45. melainkan dapat dipertahankan berhadapan dengan idea hukum.BAB III PENUTUP A. dan prinsip yang mendasar.sehingga kalau tidak konsisten maka akan menyiksa bangsa indonesia sendiri.

agar demikian masyarakat yang ada didalam dapat terlindungi hukum dari hal-hal yang meresahkan dan tidak mengenakkan.nyaman. maka Indonesia bisa menjadi negara yang aman. oleh karena itu sudah seharusnya pemerintah juga turut turun langsung meninjau apakah seluruh masyarakat sudah mendapatkan hak-nya dilindungi oleh hukum tanpa pandang bulu apa dia masyarakat yang mampu ataukah tidak mampu. karena itulah. 23 . Saran Sebagai Negara hukum sudah sepatutnya hukum itu harus dipatuhi dan ditaati agar terciptalah Negara yang sejahtera. Karena hukum itu adalah bagian dari masyarakat juga dan masyarakatlah yang berhak dijamin atas hukum. hendaknya seluruh warga negara. sebagai Negara hukum Indonesia adalah salah satu Negara yang menjunjung hukum agar ketentraman dinegara Indonesia senantiasa terjaga dan terpelihara agar terciptalah kesejahteraan dan ketentraman dalam bermasyarakat. patuh dan taat terhadap hukum yang ada serta mampu menegakkannya sehingga harapan agar Negara indonesia yang taat hukum serta harmonis dapat dicapai.B. Dengan teraplikasnya konsepsi negara hukum di Inionesia. dan terkondisi seperti sebagaimana mestinya.

com/2009/01/hukum-administrasi-negara.com/doc/58730825/Makalah-Kelompok-3-Negara-Hukum-Finish http://ericktecno.html http://hifdzil.com/contoh-makalah-hukum/ 2010.Pendidikan Kewarganegaraan Republik Indonesia.wordpress.com/category/artikel-politik-dan-hukum/ http://www. PT.Refika Aditama sumber :http://makalahdanskripsi. Bandung: 24 .scribd.DAFTAR PUSTAKA Erwin.blogspot.Muhammad.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->