HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN TOGOK TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA KUPU

-KUPU PADA ATLET RENANG KOTA MAKASSAR PROPOSAL PENELITIAN

Diajukan Dalam Rangka Penyusunan Skripsi Pada Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar

VERY FADLY

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR 2011

HALAMAN PERSETUJUAN

ELITIAN

:

HUBUNGAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI, KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN TOGOK TERHADAP KECEPATAN RENANG GAYA KUPU-KUPU PADA ATLET RENANG KOTA MAKASSAR JENIS PENELITIAN : DESKRIPTIF NAMA : VERY FADLY NIM : 083204031 FAKULTAS : ILMU KEOLAHRAGAAN

Makassar,

2011 Mahasiswa

Pembimbing Akademik

Dr.Ahmad Rum Bismar, M.Pd NIP. 19661030 199203 1 003

Very Fadly NIM. 083204031

Diketahui Oleh, Ketua Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga

Drs.Nadwi Syam, M.Kes NIP. 195 412 311 988031 002

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah

Dalam kehidupan manusia olahraga mempunyai arti dan makna sangat penting, karena olahraga dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya dalam kehidupan. Salah satu tujuan mereka berolahraga adalah untuk meningkatkan kesegaran jasmani menjadi lebih baik. Olahraga pada hakikatnya adalah setiap aktifitas fisik dimana dilandasi semangat perjuangan melawan diri sendiri orang lain maupun lingkungan. Olahraga adalah gerak manusia yang dilakukan secara sadar, dengan cara-cara efektif yang berkaitan dengan usaha-usaha untuk memelihara serta meningkatkan kualitas manusia, dengan memandang manusia sebagai salah satu kesatuan psiko fisik yang komplek. Olahraga renang adalah olahraga yang komplek. Dalam gerakan renang harus selalu menggerakkan seluruh tubuh kita terutama kepala, tangan dan kaki.

Gerakan renang dilakukan dengan koordinasi gerakan antara anggota tubuh harus optimal agar mencapai hasil yang optimal pula. Renang merupakan cabang olahraga yang berbeda jika di bandingkan dengan cabang olahraga lain pada umumnya. Renang di lakukan di air, sehingga factor gravitasi bumi di pengaruhi oleh daya tekan air ke atas. Kegunaan olahraga dewasa ini semakin hari semakin bertambah penting bagi kehidupan setiap manusia, baik olahraga itu dilihat dari segi pendidikan (paedagogis), segi kejiwaan (psycologis), segi fisik (physiologis) maupun dari segi hubungan sosial. Hal tersebut mengingat peranan olahraga terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia sangat besar. Dengan melakukan olahraga secara teratur otot akan menjadi kuat dan berkembang serta membuat organ-organ tubuh berfungsi dengan baik. Renang merupakan salah satu cabang olahraga yang cukup dikenal diseluruh lapisan masyarakat, baik dari kalangan anak-anak sampai orang tua. Indikasi ini diperkuat dengan dikenalnya bangsa Indonesia sebagai Negara kepulauan, karena hampir separuh wilayah Negara kita adalah laut. Berbicara tentang olahraga renang, maka terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan tidak optimalnya kemampuan seseorang dalam renang, diantaranya adalah karena tidak didukung dengan keadaan struktur tubuh yang dimiliki, tidak ditunjang dengan kemampuan fisik yang memadai, kurangnya dorongan/ motivasi dalam berenang dan sebagainya. Berdasarkan observasi saya sebagai peneliti saya melihat bahwa dalam renang prestasi atlet banyak yang surut karna komponen kondisi fisik yang tidak sesuai dengan harapan, khususnya komponen-komponen kondisi fisik yang harus diperhatikan di

agar lebih terkoordinirnya pengembangan dalam ilmu olahraga itu sendiri. kekuatan otot lengan dan kelentukan togo adalah merupakan salah satu potensi yang baik untuk mendapatkan kecepatan dalam renang. maka permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini sebagai berikut: . daya tahan dan lain-lain. kekuatan otot lengan dan kelentukan togo ratarata memiliki kemampuan fisik yang baik seperi kekuatan. Karena di nomor ini atlet renang kota Makassar jarang meraih prestasi optimal di tingkat nasional. Oleh karena itu. Atlet yang memiliki struktur tubuh yang baik yakni menyangkut tentang kekuatan otot tungkai. Rumusan masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan. Olehnya itu dapat dikatakan bahwa struktur tubuh merupakan prakondisi yang dapat menunjang kecepatan renang pada atlet untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam bertanding. Dengan demikian. kecepatan. Kekuatan Otot Lengan Dan Kelentukan Togok Terhadap Kecepatan Renang Gaya Kupu-Kupu Pada Atlet Renang Kota Makassar”. orang yang mempunyai kekuatan otot tungkai. dan bagi mereka yang mengikuti strudi pada program Strata 1 perlu adanya persyaratan untuk melakukan penelitian untuk itu peneliti mengangkat judul penelitian ini sebagai berikut: “Hubungan Kekuatan Otot Tungkai. B. Dari hasil analisis di atas dapat di simpulkan bahwa dalam pengembangan cabang olahraga renang khususnya perlu ada penelitian yang ilmiah dalam mencapai prestasi yang optimal.nomor kupu-kupu.

1. Untuk mengetahui apakah ada hubungan kekuatan otot lengan terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. Apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai. Apakah ada hubungan kelentukan togok terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu pada atlet renang kota makassar? 4. 2. Untuk mengetahui apakah ada hubungan kelentukan togok terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. Untuk mengetahui apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. 3. . Apakah ada hubungan kekuatan otot lengan terhadap kecepatan renang gaya kupukupu pada atlet renang kota makassar? 3. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini sesuai dengan permasalahan yang di angkat adalah sebagai berikut: 1. Apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai terhadap kecepatan renang gaya kupukupu pada atlet renang kota makassar? 2. kekuatan otot lengan dan kelentukan togok terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu pada atlet renang kota makassar? C.

2. 3. Manfaat Hasil Penelitian Hasil penelitian ini akan memberikan manfaat sebagai berikut: 1. . kekuatan otot lengan dan kelentukan togok terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. Berguna bagi usaha penelitian yang lebih luas dalam rangka pengembangan prestasi khususnya prestasi renang agar dapat diketahui berbagai struktur tubuh yang dapat menunjang kecepatan renang gaya kupu-kupu. 4. Sebagai sumbangan yang berarti bagi perkembangan olahraga terutama dalam peningkatan kecepatan renang gaya kupu-kupu.4. Berguna bagi pelatih bahwa komponen fisik khusunya kekuatan otot tungkai. D. kekuatan otot lengan dan kelentukan togok terhadap kecepatan gaya kupu-kupu. Menambah ilmu pengetahuan dalam perkembangan renang pada penulis khususnya. Untuk mengetahui apakah ada hubungan kekuatan otot tungkai.

Renang gaya kupu-kupu yang dimaksud dalam penelitian ini adalah gaya kupu-kupu dolphin. Teori-teori yang dikemukakan diharapkan dapat menunjang penyusunan kerangka pikir yang merupakan dasar dalam merumuskan hipotesis sebagai jawaban sementara terhadap masalah dalam penelitian ini.BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN A. . Tinjauan pustaka Tinjauan pustaka merupakan kerangka acuan atau sebagai landasan teori dalam melakukan suatu penelitian. 1980 : 15). yaitu gaya kupu-kupu yang menggunakan gerakan tungkai menirukan lecutan ekor ikan dolphin. artinya para perenang untuk merenangkan gaya ini telah dapat melakukan gaya yang lain (gaya crawl atau gaya dada). Gaya ini biasa disebut gaya dolphin kick atau The Dolphin Butterfly Stroke (Kasiyo. Renang gaya kupu-kupu Renang gaya kupu-kupu adalah sebagai gaya lanjutan.

Perkembangan berikutnya gerakan tungkai gaya kupu-kupu menggunakan gerakan meniru gerakan ekor ikan dolphin. Hingga sekarang setiap perlombaan renang gaya kupu-kupu selalu menggunakan gaya dolphin kick. Dalam membicarakan gaya kupu-kupu. Recovery lengan dilakukan di luar air.Pada awalnya gaya kupu-kupu merupakan modifikasi dari gaya dada. Dengan gerakan tungkai ikan dolphin ternyata hasilnya lebih cepat dibandingkan dengan menggunakan gerakan tungkai gaya dada. Gaya kupu-kupu ini disebut juga gaya dada modern. sedangkan gerakan lengannya (sapuan) berlawanan arah dengan gaya dada. tidak seperti gaya dada dimana recovery lengan dilakukan di dalam air. yang terdiri dari: 1) Posisi Badan 2) Gerakan Kaki 3) Gerakan Lengan 4) Pernapasan 5) Koordinasi Gerakan 1. sehingga gaya ini disebut gaya dolphin. sehingga gaya kupu-kupu ini dapat bergerak lebih cepat dibanding dengan gaya dada. nadwi syam membagi menjadi 5 (lima) bagian. dimana gerakan kakinya sama dengan gaya dada. Posisi Badan .

sehingga untuk membentuk posisi badan yang datar seperti pada gaya bebas dan gaya punggung tidak mungkin.bila bengkokan sendi lutut terlalu dalam.maka tendangan kaki tersebut tidak .dengan gerakan naik turun dalam renang tersebut maka tahanan depan akan bertambah.haruslah di usahakan tidak terlalu dalam sebab pukulan yang terlalu dalam hanya akan menambah tahanan depan saja.gerakan tubuh yang naik turun ini tidak di jumpai pada gaya renang yang lain.kepala tunduk kembali untuk menjaga posisi badan yang streamline.secepatnya setelah pengambilan nafas selesai. Ada 2 hal yang perlu diperhatikan pada gaya kupu-kupu yang dapat menghasilkan posisi badan yang streamline.menekuknya kedua kaki haruslah diusahakan sedikit saja jangan terlalu dalam.pada gaya kupu-kupu terjadi gerakan dari tubuh yang naik turun secara vertikal sesuai dengan irama gerakan dari kaki dan pukulan dolphin.dengan usaha agar posisi badan sedatar mungkin.Dalam setiap renangan kita harus ingat bahwa posisi badan harus di usahakan sedatar mungkin dengan permukaan air.tendangan kedua kaki dilakukan dengan cara menekuk kedua kaki pada persendian lutut untuk kemudian diluruskan lagi dengan keras.Namun demikian haruslah dijaga agar tahanan depan yang dihasilkan gaya kupu-kupu ini sekecil mungkin. 1) Pada waktu bernafas kepala di usahakan naik serendah mungkin asalkan mulut telah keluar dari permukaan air dan cukup untuk mengambil nafas. 2) Gerakan menendang dari kedua kaki yang merupakan pukulan kaki ikan dolphin.

tetapi hanya sebagian dari telapak kaki yaitu jari-jari kaki saja yang keluar dari permukaan air. 2.terlalu efisien dan tahanan depan akan besar dengan demikian akan menghasilkan sikap badan yang tidak streamline.yaitu bergerak naik turun secara vertikal.penekukan kaki atau gerakan kaki keatas dilakukan dengan rileks dan pelan sedangkan gerakan kaki kebawah atau meluruskan kaki dengan kekuatan yang besar.sedang tendangan kaki pada gaya bebas dilakukan dengan naik turun secara bergantian antara kaki kanan dengan kaki kiri.dimana punggung kaki menendang dengan keras kearah bawah. Tendangan kaki pada gaya kupu-kupu dimulai pada pangkal paha dengan cara menekuk kaki pada persendian lutut . sedangkan pada waktu . Tendangan kaki ke bawah yang keras ini akan mengakibatkan bagian badan terutama pantat bergerak ke atas. Gerakan Kaki Tendangan kaki gaya kupu-kupu sebenarnya hampir sama dengan gerakan kaki pada gaya bebas.bedanya yaitu pada gaya kupu-kupu tendangan kaki naik turun tersebut dilakukan secara bersama-sama (serentak) dan semetris antara kaki kanan dan kaki kiri.sedangkan pada waktu tendangan ke bawah yang keras. Pada waktu kaki bergerak ke atas telapak kaki dari keadaan bertekuk berubah kekeadaan lurus. telapak kaki dari keadaan lurus berubah menjadi keadaan bertekuk.penekukan kaki dilakukan kecil saja sehingga telapak kaki tidak keluar pada permukaan air. gerakan telapak kaki menekuk ini merupakan dorongan yang besar.

sehingga mengakibatkan pantat naik cukup tinggi sedangkan tendangan kaki yang kedua pelan dan tidak dalam. terlihat sikap kaki yang lurus dari sikap bengkok. kedua tendangan tersebut tidaklah sama. 5) Setelah tendangan kaki ke bawah berakhir.kaki bergerak ke atas. maka kaki di gerakkan ke atas dari sikap kaki yang lurus untuk kemudian di tekuk pada persendian lutut.fungsi dari tendangan kaki yang kedua adalah untuk menormalkan gerakan pertama yang keras tadi sehingga pantat tidak meloncat tinggi ke atas. hal ini akan sangat mengurangi tahanan depan. Urutan gerakan kaki pada gaya kupu-kupu: 1) Kaki dalam keadaan lurus sampai dengan telapak kaki.pada satu kali putaran lengan tendangan kaki pada gaya kupu-kupu ini dilakukan dua kali.bengkoknya kaki ini tidak terlalu besar sehingga hanya sebagian jari-jari kaki saja yang keluar dari permukaan air.melainkan sedikit berbeda. Sedangkan Menurut Soejoko ( 1992:49-50 ) Gerakan kaki terdiri dari: . maka bagian badan terutama pantat akan bergerak turun. 3) Tendangan kedua kaki kearah bawah dilakukan dengan keras terutama punggung kaki. Perbedaan tersebut terletak pada keras atau dalamnya tendangan kaki. Tendangan ini dengan cara meluruskan kedua kaki dari sikap membengkok. 4) Tendangan kaki ini masih berjalan.pada tendangan yang pertama dilakukan dengan kuat dan dalam. 2) Gerakan kaki keatas dilakukan dengan cara kaki membengkokkan kaki pada persendian lutut (articulatio genu).

) naik turun dengan 2 pukulan kaki (the two beat kick) . 2. kedua tangan masuk kedalam air pada titik sedikit diluar garis bahu.40°. Gerakan ini dilakukan dengan rileks. 3) Kedalaman paha ketika melakukan gerakan ke bawah atau saat memukul atau melecut adalah 25 – 30 cm dari permukaan air. dengan kedalaman kaki di bawah permukaan air ketika naik turun dari atas permukaan air berkisar 25 – 30 cm. 3. membentuk sudut untuk memukul dan melecut) mempunyai sudut berkisar antara 30° . Gerakan recovery ini sebagai berikut: Setelah kedua tangan keluar dari air tangan mulai dilemparkan ke depan pada posisi yang rendah dalam bentuk parabola yang datar.) Naik turun dengan 6 pukulan kaki (the six beat kick).) naik turun dengan 4 pukulan kaki (the four beat kick atau broken tempo kick). 3.1) Irama gerakan kaki yang terdiri dari:1.) naik turun dengan 2 pukulan kaki menyilang (the two beat crossover kick) 2) Pada fase istirahat (disaat lutut membengkok. 4. 5. Gerakan Lengan Pada gaya kupu-kupu kedua lengan haruslah di gerakkan secara serentak dan sometris antara lengan kiri dan lengan kanan.gerakan . Gerakan lengan pada gaya kupu-kupu terbagi atas 2 (dua)bagian yaitu: 1) Gerakan Recovery Gerakan Recovery lengan adalah gerakan lengan pada saat akhir dayungan sampai dengan pada saat permulaan dayungan. 4) Kedalaman tungkai kaki bagian bawah atau telapak kaki dari permukaan air ketika melakukan pukulan dan lecutan sekitar 30-35 cm.) Naik turun mengarah lurus.

Pada saat berputar kedalam lengan di tekuk ±135º pada sudut siku.gerakan kedalam ini masih dalam gerakan tarikan. pada saat putaran kedalam telapak tangan yang menghadap keluar menjadi menghadap kedalam dan pada gerakan memutar keluar maka telapak tangan memutar dari menghadap kedalam menjadi menghadap keluar.selama dayungan telapak tangan menyesuaikan dengan gerakannya.sehingga pada saat dorongan harus dilakukan sekeras-kerasnya.pada gerakan keluar telapak tangan menghadap keluar. 2) Dayungan Lengan Gerakan menarik (pull) dan gerakan mendorong (push).kecepatan gerakan dari arah pelan keaarah keras.akhir dari dorongan apabila kita perhatikan gerakan dari telapak tangan gaya kupu-kupu pada saat mendayung adalah sebagai berikut: Setelah telapak tangan masuk kedalam air mulailah gerakan kearah luar kemudian kedalam dan selanjutnya keluar lagi sampai selesai gerakan mendayung. maka mulailah dengan lengan kea rah lurus kemudian gerakan berubah arah dengan memutar ke arah dalam.gerakan lengan memutar keluar ini merupakan gerakan dorongan dari lengan.kedua telapak tangan akan membuat gerakan seperti bentuk lubang kunci (key hole).bedanya pada gaya kupu-kupu dilakukan secara serempak dan simetris antara lengan kanan dan . Bila kita perhatikan gerakan lengan dari gaya kupu-kupu sebenarnya hamper sama dengan gerakan lengan pada gaya bebas baik pada gerakan recovery maupun pada gerakan mendayung.setelah tangan masuk kedalam air.recovery lengan ini dilakukan secara serempak dan simetris antara lengan kiri dan lengan kanan.gerakan selanjutnya tangan berubah arah yaitu memutar keluar.

e. Kedua lengan masuk kedalam air dengan sikap tunduk. Pernapasan Pernapasan pada gaya kupu-kupu dilakukan dengan mengangkat kepala kedepan seperti pada gaya dada. d. g. Kedua lengan mulai melakukan tarikan kearah luar Kedua lengan mulai bergerak kea rah dalam masih dalam tarikan menekuk lengan pada persendian siku. c.pengambilan napas dilakukan dengan cepat.dengan cara menarik napas lewat mulut secara meledak(cepat). dimana kedua ibu jari menyentuh paha.pengankatan kepala di lakukan pada saat akhir dari tarikan dan memulai dari dorongan lengan.lengan kiri sedangkan gaya bebas gerakan lengan dilakukan secara bergantian antara lengan kanan dan lengan kiri.secepatnya setelah mengambil napas kepala segera diturunkan lagi untuk menghindari bertambahnya tahanan . Lengan pada saat akhir dayungan untuk persiapan recovery.naiknya kepala dari permukaan air diusahakan sedikit mungkin asal mulut telah keluar dari permukaan air dan dapat melaksanakan pernapasan. f. 4. b. Urutan gerakan lengan pada gaya kupu-kupu: a. Lengan pada kahir recovery dimana kedua tangan masuk ke dalam air di depan kepala pada garis bahu. h. Lengan pada saat pelaksanaan recovery dengan melemparkan lengan kearah samping permukaan air. Kedua lengan mulai dengan dorongan kea rah dalam Kedua lengan pada akhir dayungan.

Sajoto. Persesuaian tersebut terutama dalam hubungan sikap badan yang naik turun secara vertikal lengan.depan. Jadi kekuatan otot tungkai adalah kemampuan otot-otot tungkai untuk menahan beban sewaktu bekerja. 1995:8).pengeluaran udara dilakukan dalam air di saat kepala akan keluar dari permukaan air.pengeluaran udara dilakukan lewat hidung secara meledak(cepat).keras dan lemah. Kekuatan otot tungkai Kekuatan (strength) adalah komponen kondisi fisik seseoarang tentang kemampuanya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu bekerja (M. Koordinasi gerakan Pada gaya kupu-kupu harus ada persesuain gerakan antara gerakan lengan dan gerakan kaki.pada satu kali putaran lengan terjadi putaran kaki dua kali. . 2. Hampir semua penampilan prestasi gerak yang giat bersemangat tergantung pada kemampuan dalam menerapkan besarnya force melawan resistance. dan mungkin kekuatan merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam penampilan prestasi gerak. 5. Menurut Jensen (1983 : 154) kekuatan dasar untuk penampilan gerak.meliuk-liuk seperti halnya ikan dolphin yang sedang berenang. Pada saat permulaan tarikan dilakukan tendangan kaki yang pertama (keras) pada saat dorongan lengan dilakukan tendangan kaki yang kedua (lemah). peningkatan kekuatan sering memberi kontribusi terhadap prestasi performance gerak menjadi lebih baik.

ketiga tersebut saling mempunyai hubungan dengan faktor dominannya yaitu strength. terbebas dari power dan daya tahan otot. Otot-otot ini terlibat pada waktu seorang melakukan renang gaya kupu-kupu dan berperan untuk dorongan kedepan (Soejoko H. gastrocnomius. dan vastus medilalis.Strength menurut Wilmore (1986:113) ialah dapat didefinisikan sebagai kemampuan maksimum yangdiaplikasikan atau untuk resistance force. vastus lateralis. dan gluteus maximus. 1992:15). quadriceps extensor tediri dari empat macam otot yaitu rectus femoris. power dan daya tahan otot atau endurance otot. vastus intermedialis. Kekuatan otot merupakan komponen yang sangat penting atau kalau bukan yang paling penting guna meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan. 3. yaitu tergantung dari tingkat kekuatan otot dari masing-masing perenang. Bertolak dari pengertian diatas maka kemampuan fisik khususnya strength dalam menunjang kecepatan renang gaya kupu-kupu hubungannya dengan kekuatan otot tungkai terhadap prestasi atlet renang gaya kupu-kupu adalah sebagai berikut: Untuk mengerakkan otot tungkai. Kemudian Menurut Harsono ( 1988 : 177 ) menyatakan sebenarnya strength. Kekuatan otot lengan . dan strength sebenarnya merupakan komponen fisik yang paling dasar. otot pergelangan kaki yang meliputi : Musculus Quadriceps extensor. Strength tetap merupakan dasar atau basis dari power daya tahan otot. Strength yaitu kemampuan otot untuk membangkitkan tegangan terhadap suatu tahanan.

Untuk menggambarkan gerakan ini dengan meluruskan lengan kedepan secara mendatar. sub scapularis. Kemampuan lengan dalam melakukan suatu gerakan hentakan harus optimal. Menurut Soejoko H (1992 : 14 -15 ) ada beberapa fungsi kekuatan otot lengan dalam olahraga renang antara lain: 1.Dalam cabang olahraga renang khususnya pada gaya kupu-kupu kekuatan otot lengan sangat menentukan tercapainya suatu hasil yang maksimal. dan triceps otot-otot ini penting untuk menariklengan ke dalam air dan menjadi tenaga dorong untuk ke empat gaya renang yang di perlombakan. Untuk menggerakkan lengan memutar kedalam: teres major. Untuk menggerakkan lengan sebagai pendayung: latisimusdorsi pectoralis major. teres major. latisimus dorsi. selanjutnya angkat siku tersebut dan turunkan tangan. Kontraksi otot ini menghasilkan tenaga eksternal untuk menggerakkan anggota tubuh. jika lengan kurang memiliki kemampuan fisik seperti kekuatan maka kemampuan dalam melakukan gerakan-gerakan yang baik tidak akan tercapai. siku bengkokkan sehingga membentuk sudut 450. Pada ke empat gaya renang yang diperlombakan otot-otot ini digunakan untuk memutar lengan bila perenang melakukan gaya dengan benar. 2. dalam hal ini lengan adalah alat penggerak dalam melakukan ayunan menghambat tahanan didalam air guna membawa tubuh didalam menyikapi teknik-teknik yang ada pada gaya kupu-kupu itu sendiri. dan pectoralis major. . Kekuatan lengan berkaitan atau berhubungan erat dengan kemampuan renang pada gaya kupu-kupu dengan menggunakan kekuatan dinamis karena dalam melakukan gaya tersebut atlit berusaha untuk memindahkan posisi badan dari ujung kolam ke ujung kolam.

karena kelentukan menunjukkan kualitas yang memungkinkan suatu sekmen bergerak semaksimal menurut kemungkinan gerak.dan kupu-kupu akan menggunakan otot extensor. Untuk menggerakkan extensor siku: triseps. Kualitas iti kemungkinan otot-otot atau sekelompok otot untuk memanjang dan memendek serta memanfaatkan sendi-sendi secara maksimal.. (1988:163) memberikan definisi sebagai berikut: ”kelentukan adalah kemampuan untuk melakukan gerakan . sikunya untuk menyibakkan air ke belakang (Soejoko H. Banyak di antara perenang yang otot-ototnya ini kurang kuat menahan air. dan palmaris longus.3. sehingga waktu lengannya ditarik jari-jarinya terbuka. Berdasarkan hal tersebut. 4. Tentunya tidak lepas dari hal di atas maka kondisi fisik utama yang menunjang sebagai penopang agar mampu melakukan gerakan kupu-kupu yang baik dan maksimum karena kekuatan itu sendiri merupakan basis dari semua komponen kondisi fisik yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan 4. Kelentukan togok Pada dasarnya semua cabang olahraga membutuhkan unsur kelentukan (fleksibilitas). maka setiap cabang olahraga mempunyai persamaan mengenai pentingnnya unsur fleksibilitas dalam penampilan yang optimal. Untuk cabang olahraga renang. kelentukan sangat di butuhkan utamanya pada saat melakukan gerakan-gerakan teknik dasar tersebut. Pada saat orang perenang akan mengakhiri tarikan lengannya dalam gaya crawl. Harsono. 1992 : 14-15). dada. ulnaris. Untuk menggerakkan pergelangan tangan dan fleksor jari-jari: fleksor carpi.

Ada yang berpendapat bahwa dengan lebih banyak melakukan peregangan otot dan menjadi lebih kuat”. dan struktur kerangka tulang. kelentukan juga dipengaruhi oleh usia. Sadoso sumosardjono (198 6:58) mengemukakan bahwa: Latihan peregangan dapat memperbaiki dan membuat badan terasa enak” Dari sisi lain kegunaan latihan kelentukan adalah untuk mempertahankan kekuatan bahkan dapat meningkatkan kekuatan. Hal ini dapat di perkuat oleh Paul Uram (1986: 7) yaitu: ”latihan kelentukan dapat bermanfaat untuk memelihara kekuatan bahkan menabah kekuatan. ligamen. Kemampuan fisik ini dipengaruhi oleh elastisitas jaringan otot. kelentukan juga ditentukan oleh elastisitas tidaknya otot-otot. Begitu juga halnya dalam melakukan tehnik dasar renang. volume penampang otot dan aspek psokologis dalam bekerja (berolahraga). tendo. kecepatan dan ketahanan”. Jadi perlu di sadari bahwa tanpa pertimbangan yang memadai terhadap kelentukan. kelentukan memiliki peran besar dimana pada saat melakukan gerakan tersebut kelentukan otot-otot pada . atau latihan kelentukan dapat bermanfaat bagi kelentukan. Juga mengatakan bahwa: ”Menambah kelentukan dan peregangan ada pula hubungannya dengan kenaikan kekuatan. tendo dan ligamen”. Kelentukan merupakan tingkat kemampuan maksimal dalam ruang gerak sendinya. jenis kelamin. sebagaimana di kemukakan oleh Paul Uram (1986:14) bahwa: ”latihan dalam program atlet tanpa pertimbangan yang memadai bagi perkembangan kelentukan cenderung untuk mengurangi jangkauan normal dari gerakan dan membatasi responden otot”.dalam ruang gerak sendi. cenderung akan mengurangi kemampuan otot dalam amplitudo gerakan responden otot. Selain itu. kecuali oleh ruang gerak sendi. Kemudian Sadoso Sumosardjono (1986:61).

Lentuk seseorang ditentukan besar kecilnya dipengaruhi oleh elastisitas otot-otot sendi-sendi tendon tubuh dalam bergerak dan ligamen. Dengan demikian seseorang dikatakan memiliki kelentukan togok yang baik apabila orang tersebut mempunyai luas gerak bagian togok yang sangat luas dalam sendi-sendinya dan . (M. Hal ini akan sangat mudah ditandai dengan tingkat (flexibility). Renang gaya kupu-kupu dengan kelentukan togok sebagai upaya persiapan pelaksanaan renang dalam gaya ini dimana kelentukan akan memberikan sudut gerakan badan dalam ayunan.togok harus lentur agar peregangan yang dilakukan tidak terasa. Kelentukan merupakan salah satu aspek fisik yang sangat penting dalam pencapaian prestasi yang optimal. kaku dan tegang yang akan mengakibatkan fatal bagi yang melakukannya.persendian pada seluruh tubuh. Berkaitan dengan kelentukan dan fleksibilitas togok. Kelentukan di perlukan sekali hampir di setiap olahraga yang membutuhkan ruang gerak sendi seperti renang. 1995:17). pada dasarnya tidaknya dan bertumpu pada luas tidaknya ruang gerak sendi-sendi tubuh.Satojo. Kelentukan atau daya lentur adalah efektifitas seseorang dalam menyesuaikan diri dalam segala aktifitas dengan penguluran tubuh yang luas. Berdasarkan pengertian kelentukan otot togokdalam penelitian ini adalah kemempuan melentukan togok atau batang tubuh sedemikian rupa sehingga berbeda dalam sikap anatomis yaitu lurus antara batang tubuh dengan tungkai. Kedua aspek tersebut merupakan satu kesatuan gerak yang penting dalam menunjang pelaksanaan gaya kupu-kupu sehingga menghasilkan unjuk kerja yang optimal.

Bertolak dari pengertian tersebut kelentukan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kelentukan togok kebelakang. Dengan memiliki kelentukan togok belakang yang lebih luas dan maksimum maka akan menghasilkan kecepatan renang gaya kupu-kupu yang lebih efisien. Kelentukan adalah efektifitas seseorang dengan pengukuran tubuh dengan pengukuran tubuh yang luas dan bahkan ada yang mengidentifikasikan kelentukan sebagai suatu kemampua seseorang dalam melaksanakan gerakan dengan amplitude yang luas. Dalam hal ini menyangkut kemampuan seseorang melalui gerakan-gerakan jasmani atau usaha kelentukan.Kelentukan merupakan salah satu aspek kondisi fisik yang sangat penting dalam pencapaian prestasi yang optimal. Kelentukan togok belakang merupakan unsur fisik yang juga sangat berperan dalam proses gerak renang gaya kupu-kupu. maka kerangka berpikir yang dapat dikemukakan oleh peneliti adalah Jika seseorang memiliki kekuatan otot tungkai yang baik maka akan memberikan hubungan yang lebih besar . Pada proses pola gerak ini di butuhkan kelentukan pada daerah togok. B. Kerangka Berfikir Kekuatan otot tungkai Kekuatan Otot lengan Kelentukan Togok Kecepatan renang gaya kupu-kupu Atlet Renang Kota makassar Gambar 1: Bagan kerangka berfikir Atas dasar tinjauan pustaka yang telah dikemukakan sebelumnya.elastisitas otot perut serta otot punggung yang baik.

Dan Jika seseorang memiliki kekuatan otot tungkai.terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. Ada hubungan kekuatan otot tungkai. Hipotesis II . Jika seseorang memiliki kelentukan togok yang baik maka akan memberikan hubungan yang lebih besar terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. kekuatan otot lengan dan kelentukan togok maka akan memberikan hubungan yang lebih besar terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. Ada hubungan kekuatan otot lengan terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu pada atlet renang kota makaasar 3. Jika seseorang memiliki kekuatan otot lengan yang baik maka akan memberikan hubungan yang lebih besar terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu. maka hipotesis penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. 1. 2. kekuatan otot lengan dan kelentukan togok terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu pada atlet renang kota Makassar. Ada hubungan kelentukan togok terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu pada atlet renang kota Makassar. Ada hubungan kekuatan otot tungkai terhadap kecepatan renang gaya kupu-kupu pada atlet renang kota Makassar. Hipotesis penelitian Atas dasar kerangka berpikir. 4. C. Hipotesisi I Ho: r1 = 0 H1: r1 ≠ 0 2.

A.2. Dalam bab ini akan dikemukakan hal-hal yang menyangkut identifikasi variabel dan desain penelitian. Jadi metode penelitian berarti cara-cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan operasional suatu penelitian. Hipotesisi IV Ho: R1. definisi operasional variabel.3 ≠ 0 BAB III METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian perlu diterapkan sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang sebenarnyaa untuk memperoleh data yang mempunyai tingkat validitas dan reliabilitas. Informasi yang diharapkan hendaklah melalui prosedur yang sistematis serta terarah dan bersifa ilmiah.2.3 = 0 H1: R1. Variabel dan desain penelitian .Ho: r2 = 0 H1: r2 ≠ 0 3. dan teknik analisis data. teknik pengumpulan data. Pelaksanaan penelitian pada dasarnya adalah ingin memperoleh informasi atau data guna memecahkan masalah yang diteliti. populasi dan sampel. Hipotesis III Ho: r3 = 0 H1: r3 ≠ 0 4. Penggunaan metode yang tepat akan menghasilkan jawaban terhadap masalah yang diteliti.

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi variabel terikat . 2. Variabel terikatnya yaitu: 1) Kecepatan Renang gaya kupu-kupu (Y). 2) kekuatan otot lengan (X2). Desain penelitian Desain penelitian sebagai rancangan atau gambaran yang dijadikan sebagai acuan dalam melakukan suatu penelitian. Ada dua macam variabel dalam penelitian ini yaitu variabel bebas dan variabel terikat. sedangkan variabel terikat adalah variabel yang di pengaruhi variabel bebas. . Penelitian ini adalah jenis penelitian yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengtahui ada tidaknya Hubungan Kekuatan Otot Tungkai. Sedangkan variabel yang terkait dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : a.1. Variabel bebasnya ada tiga yaitu: 1) Kekuatan otot tungkai (X1). Variabel penelitian Variabel adalah objek penelitian. Kekuatan Otot Lengan Dan Kelentukan Togok Terhadap Kecepatan Renang Gaya Kupu-Kupu Pada Atlet Renang Kota Makassar. atau apa yang akan menjadi titik perhatian suatu penelitian. 3) kelentukan togok (X3) b.

Dengan demikian model desai penelitian yang di gunakan secara sederhana dapat dilihat pada gambar sebagai berikut: Gambar 2: desain penelitian Keterangan: X1 = Kekuatan otot tungkai X2 = Kekuatan otot lengan X3 = Kelentukan togok Y = Kecepatan renang gaya kupu-kupu B. Kekuatan otot tungkai yang dimaksud adalah komponen kondisi fisik seseorang tentang kemampuannya dalam mempergunakan otot untuk menerima beban sewaktu . Definisi Operasional Variabel Untuk menghindari terjadinya pengertian yang keliru tentang konsep variabel yang terlibat dalam penelitian ini. maka variabel-variabel tersebut perlu didefinisikan secara operasional sebagai berikut: 1.

1995:8). Populasi Dan Sampel 1. 3. Kekuatan otot lengan yang dimaksud adalah Kemampuan lengan dalam melakukan suatu gerakan hentakan ayunan yang menghambat tahanan didalam air guna membawa tubuh didalam menyikapi teknik-teknik yang ada pada gaya kupu-kupu itu sendiri. Dengan memiliki kelentukan togok belakang yang lebih luas dan maksimum maka akan menghasilkan kecepatan renang gaya kupu-kupu yang lebih efisien. 4. Populasi Populasi adalah seluruh penduduk yang dimaksud untuk diselidiki.Sajoto. yang juga sangat berperan dalam proses gerak renang gaya kupu-kupu. Pada proses pola gerak ini di butuhkan kelentukan pada daerah togok. Kelentukan togok yang dimaksud adalah Kelentukan togok belakang yang merupakan unsur fisik. C.bekerja (M. Populasi dibatasi oleh sejumlah penduduk atau individu yang paling sedikit mempunyai sifat yang . Kelentukan togok belakakang seseorang dapat di ketahui melalui satuan ukuran ekstention dynamometer. Kecepatan renang gaya kupu-kupu yang di maksud adalah kemampuan seseorang untuk mengerjakan gerakan berkesinambungan secara maksimal dalam bentuk yang sama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dengan jarak 50 meter.jadi kekuatan otot tungkai adalah kemampuan otot-otot tungkai untuk menahan beban sewaktu bekerja. Kekuatan otot lengan seseorang dapat di ketahui melalui satuan ukuran pushup. 2. Kekuatan otot tungkai seseorang dapat di ketahui melalui satuan ukuran leg dynamometer.

Data yang perlu dikumpulkan ini adalah survey tes dengan tekhnik korelasi. Teknik pengumpulan data Data yang perlu dikumpulkan in adalah data dari berbagi unsure kondisi fisik yaitu kekuatan otot tungkai. 1988:220).yaitu peneliti mengamati secara langsung pelaksanaan tes dan pengukuran dilapangan.sama (Sutrisno Hadi. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto populasi adalah keseluruhan obyek penelitian. Berdasarkan pengertian tersebut maka sampel yang diambil atau digunakan dalam penelitian ini berjumlah 30 orang atlet renang putra kota Makassar.pengambilan data dilakukan dengan pemberian tes dan pengukuran melalui metode survey. Besar kecilnya sampel dari jumlah populasi sebenarnya tidak ada ketentuan yang mutlak berapa persen sampel yang harus diambil dari populasi (Sutrisno Hadi. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan sampel adalah sebagian individu yang memiliki karakter sama untuk diselidiki dan dapat mewakili seluruh populasi.tes dan pengukuran yang dilakukan meliputi: . D. kekuatan otot lengan. Sampel Sebagian populasi yang diselidiki disebut sampel atau contoh (Sutrisno Hadi. 2. 1988:221). Olehnya itu Populasi dalam penelitian ini adalah atlet renang putra kota Makassar. kelentukan togok dan kecepatan renang 50 meter gaya kupu-kupu. 1988:74).

2. kemudian alat pengikat pinggang tersebut dikaitkan pada leg dynamometer.Untuk Mengukur kekuatan otot tungkai Alat/fasilatas Leg Dynamometer Formulir tes dan alat tulis Pelaksanaan Teste memakai pengikat pinggang. Angka tersebut menyatakan besarnya kekuatan otot tungkai teste. kemudian berdiri dengan membengkokkan kedua lututnya hingga membentuk sudut ± 450. lalu kita lihat jarum alat-alat tersebut menunjukkan angka berapa. Penilaian Skor terbaik dari tiga kali percobaan dicatat sebagai skor dalam satuan kg. Tes kekuatan otot lengan Tujuan .1. Setelah itu teste berusaha sekuat-kuatnya meluruskan kedua tungkainya.Untuk mengukur kekuatan otot lengan Alat/fasilitas Lantai rata Stopwatch Formulir tes dan alat tulis Pelaksanaan . Setelah teste itu meluruskan kedua tungkainya dengan maksimum. dengan tingkat ketelitian 0.5 kg. Tes kekuatan otot tungkai Tujuan .

Kesempatan di berikan sebanyak 1 kali. 3.- Sampel menempatkan kedua tangan pada lantai dengan posisi telungkup. Penilaian - Pelaksanaan push up dilakukan selama 30 detik. diperlukan seseorang duduk di tungkai sampel. Hasil yang di catat adalah beberapa banyak phus-up yang dapat dilakukan selama 30 detik. Selanjudnya sampel mengankat badan dengan kedua lengan lurus ke atas dan turun kembali seperti semula.Kedua lengan dibelakang pinggul. Sampel mengankat badan da kepalanya ke atas sejauh mungkin. Kesempatan diberikan dua kali berturut-turut. Tes kelentukan togok belakang Tujuan . Yang di ukur adalah jarak (tinggi) dari lantai ke dagu. .Dagu rapat dilantai sedangkan tungkai lurus dan tetap kontak pada lantai.Untuk mengukur kelentukan togok belakang Alat/Fasilitas Ekstention Dynamometer Formulir tes Alat tulis Pelaksanaan Sampel telungkup. Untuk menjaga kestabilan badan sampel.

Penilaian E.Dengan posisi siap untuk mendengarkan abaaba dari peneliti. Teknik Analisis Data Bentuk data dalam penelitian ini adalah bentuk angka yaitu data hasil pengukuran panjang lengan. kesempatan diberikan 1 kali kesempatan. Alat/fasilitas Kolam renang Sepanjang 50 M Stopwach Formulir tes dan alat tulis.Untuk mengukur kecepatan renang gaya kupu-kupu sejauh 50 meter. Secara teknik cara pengukurannya ada empat yang dilakukan terhadap semua sampel. Data yang melalui tes ini masih merupakan data kasar.4. : Hasil yang diambil adalah waktu yang ditempuh sejauh 50 M oleh sampel dan dicatat oleh peneliti. Hubungan yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah hubungan korelasi. kekuatan otot perut dan kecepatan renang 50 meter gaya kupu-kupu. kekuatan otot tungkai. Pelaksanan : Sampel berdiri dipinggir kolam renang. Sedangkan analisis inferensial untuk menguji hipotesis dengan menggunakan analisis . Tujuan Tes kecepatan renang gaya kupu-kupu . Data tersebut selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji statistik korelasional dengan paket spss 16. Kemudian sampel melakukan renangan sejauh 50 M.

Renang Perkembangan Pengajaran Teknik dan taktik. 2.korelasi sederhana dan korelasi ganda. Sutrisno. Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olah Raga. Dari keseluruhan langkah-langkah analisis data tersebut diatas semuanya akan dianalisis dengan menggunakan komputer program spss 16 dengan taraf signifikan 95%. Jensen. New Jersey: Prentice – Hall Inc. DAFTAR PUSTAKA Councilman. Harsono. 1980. Harsono. 1995. James S. . New York: Mc. Uji persyaratan analisis. 3. Yogyakarta : Andi Offset. Analisis statistik deskriptif menggambarkan data secara umum tentang data yang meliputi rata-rata dan standar deviasi. Inc Book Company. Hadi. Applied kinesiology and Biomechanices. 1995. Langkah-langkah dalam analisis data penelitian sebagai berikut: 1. Djeman. 1983. Jakarta:Tambak Kusuma. Kasiyo Dwijowinoto. 1983.Sajoto. Coaching dan Aspek – aspek Psikologis dalam Coaching. 1968. Coaching dan Aspek – aspek Psikologis dalam Coaching. Metodologi Research Jilid 1-4. Semarang: IKIP Semarang. Semarang: Dahara Prize. 1988. Graw Hill. Penataran Pelatih Renang Guru Olahraga SeKodia Semarang. M. Kasiyo Dwijowinoto. 1988. Sugiharto. Jakarta:Tambak Kusuma. Semarang. Science Of swimming. Analisis koefisien korelasi dan analisis koefisien korelasi ganda person.

Inc .Jakarta : Gramedia Sugiono. Penerbit Akademi Presindo. 1986. Motor learning and human performance an application to motor skill and movement behaviors. N. Bandung. 1980.Robert. 1986. Nadwi. 2008. Singer. Paul. Boston : Allyn and Bacon. New York: Macmillan Publising Co Inc. Uram. 1986. 2009. 1992.. Olahraga Pilihan Renang. Pedoman Mengajar Renang Dan Melatih Renang . Alfabeta Soejoko Hendromartono. Pengetahuan Praktis Kesehatan Dalam Olahraga. Jakarta. Training For Sport and Physical Aktivity. Jakarta : Depdikbud. Makassar. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Wilmore. Syam. Statistik Untuk Penelitian. Latihan Peregangan Untuk Pelatih Guru Olahraga Mahasiswa FPOK dan Atlet.Sadoso Sumosardjuno.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful