3.

Kawasan Pertumbuhan merupakan daerah yang tingkat produktivitasnya masih di bawah ratarata produktivitas Provinsi (daerah-daerah suboptimal), pemanfaatan lahan belum optimal, tingkat kehilangan hasil masih tinggi. 4. Kawasan Pengembangan merupakan daerah yang tingkat produktivitasnya sama dengan ratarata produktivitas Provinsi, pemanfaatan lahan hampir optimal, tingkat kehilangan hasil sedang tetapi mutu hasil belum optimal. 5. Kawasan Pemantapan merupakan daerah yang tingkat produktivitasnya di atas rata-rata produktivitas provinsi dan atau nasional, mutu hasil belum optimal, efisiensi usaha belum berkembang dan optimalisasi pendapatan melalui produksi subsektor tanaman sudah maksimal (kecuali ada introduksi teknologi baru).

Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi LL dan SL dalam rangka pemberdayaan kelompoktani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok dalam penerapan teknologi. Penyuluh diharapkan hadir pada setiap pertemuan kelompoktani di lapangan. Pada kawasan pertumbuhan, pertemuan kelompok minimal 8 kali selama satu musim tanam, pada kawasan pengembangan minimal 6 kali, sedangkan pada kawasan pemantapan minimal 4 kali selama satu musim tanam.

.

Kriteria Kawasan. Untuk itu saprodi pada areal tersebut diharapkan dapat disediakan melalui swadana dan/atau dari sumbersumber lainnya. herbisida dan kapur pertanian). dan pemantapan mendapatkan bantuan saprodi (urea. Apabila kawasan 1. pupuk organik. maka kekurangannya dapat ditambah/dipenuhi dari desa terdekat. dan seterusnya hingga kawasan seluas 1. NPK.000 ha belum dapat dipenuhi dari satu kecamatan. Halaman 71 . Untuk lebih jelasnya dikemukakan pada Gambar 2 berikut. Luas 1 (satu) kawasan 1. Areal Laboratorium Lapangan (LL) pada kawasan pertumbuhan.000 ha dapat terpenuhi. pengembangan. 2.Areal SL di luar LL pada kawasan pertumbuhan dan pengembangan mendapatkan bantuan saprodi yang volume dan jenisnya tidak sebesar pada lokasi LL. dan seterusnya hingga kawasan seluas 1. 3. Kekurangan saprodi agar dapat dipenuhi secara swadana. maka kekurangannya dapat dipenuhi dari kecamatan terdekat.000 ha diutamakan dalam 1 desa dalam satu kecamatan dan penuhi terlebih dahulu areal dalam satu desa dalam satu kecamatan.000 ha terpenuhi. Areal SL di luar LL pada kawasan pemantapan tidak mendapatkan bantuan saprodi. Namun apabila areal di desa tersebut belum mencukupi. Adapun plafon bantuan saprodi secara rinci sebagai berikut : 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful