P. 1
Nasionalisme, Islamisme Dan Marxisme

Nasionalisme, Islamisme Dan Marxisme

|Views: 4|Likes:

More info:

Published by: Ardhitya Adi Pratama Kukuh on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

Nasionalisme, Islamisme dan Marxisme

Oleh: Sukarno Sebagai Aria Bimaputra, yang lahirnya dalam zaman perjuangan maka INDONESIA-MUDA inilah melihat cahaya hari pertama-tama dalam zaman yang rakyat-rakyat Asia, lagi berada dalam perasaan tak senang dengan nasibnya. Tak senang dengan nasib-ekonominya, tak senang dengan nasib-politiknya, tak senang dengan segala nasib yang lain-lainnya. Zaman ―senang dengan apa adanya‖, sudahlah lalu. Zaman baru: zaman m u d a, sudahlah datang sebagai fajar yang terang cuaca. Zaman teori kaum kuno, yang mengatakan., bahwa ―siapa yang ada di bawah, harus terimasenang, yang ia anggap cukup-harga duduk dalam perbendaharaan riwayat, yang barang kemas-kemasnya berguna untuk memelihara siapa yang lagi berdiri dalam hidup‖, kini sudahlah tak mendapat penganggapan lagi oleh rakyat-rakyat Asia itu. Pun makin lama makin tipislah kepercayaan rakyat2 itu, bahwa rakyat-rakyat yang mempertuankannya itu, adalah sebagai ―voogd‖ yang kelak kemudian hari akan ―ontvoogden‖ mereka; makin lama makin tipislah kepercayaannya, bahwa rakyat-rakyat yang mempertuankannya itu ada sebagai ―saudara-tua‖ yang dengan kemauan sendiri akan melepaskan mereka, bilamana mereka sudah ―dewasa‖, ―akil-balig‖, atau ―masak‖. Sebab tipisnya kepercayaan itu adalah bersendir pengetahuan, bersendi keyakinan, bahwa yang menyebabkan kolonisasi itu bukanlah keinginan pada kemasyuran, bukan keinginan melihat dunia-asing, bukan keinginan merdeka, dan bukan pula oleh karena negeri rakyat yang menjalankan kolonisasi itu ada terlampau sesak oleh banyaknya penduduk, — sebagai yang telah diajarkan oleh Gustav Klemm —, akan tetapi asalnya kolonisasi ialah teristimewa soal rezeki. ―Yang pertama-tama menyebabkan kolonisasi ialah hampir selamanya kekurangan bekalhidup dalam tanah-airnya sendiri‖, begitulah Dietrich Schafer berkata. Kekurangan rezeki, itulah yang menjadi sebab rakyat Eropa mencari rezeki di negeri lain! Itulah pula yang menjadi sebab rakyat2 itu menjajah negeri-negeri, di mana mereka bisa mendapat rezeki itu. Itulah pula yang membikin ―ontvoogding‖-nya negeri-negeri jajahan oleh negeri-negeri yang menjajahnya itu, sebagai suatu barang yang sukar dipercayainya. Orang tak akan gampanggampang melepaskan bakul-nasinya, jika pelepasan bakul itu mendatangkan matinya!… Begitulah bertahun-tahun, berwindu-windu, rakyat-rakyat Eropa itu mempertuankan negerinegeri Asia. Berwindu-windu rezeki-rezeki Asia masuk ke negerinya. Teristimewa EropaBaratlah yang bukan main tambah kekayaannya. Begitulah tragisnya riwayat-riwayat negeri-negeri jajahan! Dan keinsyafan akan tragis inilah yang menyadarkan rakyat-rakyat jajahan itu; sebab, walaupun lahirnya sudah alah dan takluk, maka Spirit of Asia masihlah kekal. Roh Asia masih hidup sebagai api yang tiada padamnya! Keinsyafan akan tragis inilah pula yang sekarang menjadi nyawa pergerakan rakyat di Indonesia-kita, yang walaupun dalam maksudnya sama, ada mempunyai tiga sifat: NASIONALISTIS, ISLAMISTIS dan MARXISTIS-lah adanya.

Perserikatan Minahasa. tidak boleh habishabis ichtiar menjalankan kewajiban ikut mempersatukan gelombang2 tahadi itu! Sebab kita yakin. bukanlah kita yang menentukan. Itulah maksudnya tulisan yang pendek ini. Dapatkah roh-roh ini dalam politik jajahan bekerja bersama-sama menjadi satu Roh yang Besar. dengan Partai Komunis Indonesia yang begitu keras sepaknya. kita tidak boleh putus2 berdaya-upaya. Akan hasil atau tidaknya kita menjalankan kewajiban yang seberat dan semulia itu. dan partai Komunis Indonesia. atau roh Marxisme adanya. yang walaupun kecil sekali. oleh sebab ruparupanya musuh-musuh itu yakin akan peringatan AL Carthill. dan masih banyak partaipartai lain … itu masing-masing mempunyai r o h Nasionalisme. Partai Komunis Indonesia. dengan materialismenya Marxisme yang mengajar perbendaan? Akan hasilkah usaha kita merapatkan Boedi Oetomo yang begitu sabar-halus (gematigd). Partai Boedi Oetomo. mencari hubungan antara ketiga sifat itu. roh Islamisme. akan tetapi yakinlah kita pula. Partai Sarekat Islam.Mempelajari. begitu radikal-militan terjangnya? Boedi Oetomo yang begitu revolusioner. bahwa ketiga gelombang ini bisa bekerja bersama-sama menjadi satu gelombang yang maha-besar dan maha-kuat. bahwa p e r s a t u a n l a h yang kelak kemudian hari membawa kita kea rah terkabulnya impian kita: Indonesia-Merdeka! Entah bagaimana tercapainya persatuan itu. dengan pergerakan Marxisme yang bersifat perjuangan internasional? Dapatkah Islamisme itu. akan tetapi t e t a p l a h. membuktikan pula. oleh musuh-musuhnya begitu didesak dan dirintangi. yang Sang Mahatma itu berdiri di tengah kita!… Itulah sebabnya kita dengan besar hati mempelajari dan ikut meratakan jalan yang menuju persatuan itu. bahwa kelak kemudian hari m u s t i l a h datang saatnya. dan bagian-bagian yang terkecil sekali‖? . jurumudi yang akan membuat dan mengemudikan KapalPersatuan itu kini barangkali belum ada. Akan tetapi. Nasionalisme. ialah sesuatu agama. membuktikan. Inilah faham-f aham yang menjadi r o h n y a pergerakan-pergerakan di Asia itu. bahwa tiga haluan ini dalam suatu negeri jajahan tak guna berseteruan satu sama lain. itulah kewajiban yang kita semua harus memikulnya. Islamisme dan Marxisme! Inilah azas-azas yang dipeluk oleh pergerakan-pergerakan rakyat di seluruh Asia. bahwa ―yang mendatangkan pemberontakan-pemborantakan itu biasanya bagian-bagian yang terkecil. dalam politik jajahan bekerja bersama-sama dengan nasionalisme yang mementingkan bangsa. bahwa kapal yang membawa kita ke-Indonesia-Merdeka itu. ialah KapalPersatuan adanya! Mahatma. entah pula bagaiman rupanya persatuan itu. ―marhum‖ Nationaal Indische Partij yang kini masih ―hidup‖. satu ombak-taufan yang tak dapat ditahan terjangnya. Roh Persatuan? Roh Persatuan yang akan membawa kita ke-lapang keBesaran? Dapatkah dalam tanah jajahan pergerakan Nasionalisme itu dirapatkan dengan pergerakan Islamisme yang pada hakekatnya tiada bangsa. R o h n y a pula pergerakan-pergerakan di Indonesia-kita ini.

begitulah katanya. suatu azas-akal. yang mau mengalahkan kita. yang terjadi dari dua hal: pertama-tama rakyat itu dulunya harus bersama-sama menjadi satu riwayat. dan dalam lahirnya dipeluk oleh bermacam-macam bangsa dan bermacam-macam ras.— bahwa segala pihak dari pergerakan kita ini. maka selainnya penulis-penulis lain sebagai Karl Kautsky dan Karl Radek. kedua. satu bangsa‖ dengan rakyat itu.— yang.maka tetaplah. suatu keinsafan rakyat. teristimewa Otto Bauer-lah yang mempelajari soal ―bangsa‖ itu. oleh karena ras itu ada suatu faham biologis. maupun pula Marxis. walaupun kebangsaan itu dalam azasnya menolak segala perangai yang terjadinya tidak ‖ dari persatuan hal-ikhwal yang telah dijalani oleh rakyat itu‖. walaupun faham ras (jenis) ada setinggi langit bedanya dengan faham bangsa. begitu gampang menjadi kesombongan-bangsa. bukannya bahasa. bukannya agama. Rasa percaya akan diri sendiri inilah yang memberi keteguhan hati pada kaum Boedi Oetomo dalam usahanya mencari Djawa-besar. sedang nationaliteit itu suatu faham sosiologis (ilmu pergaulan hidup). bahwa rasa nasionalistis itu menimbulkan suaut rasa percaya akan diri sendiri. satu bangsa‖ . bukannya pula batas-batas negeri yang menjadikan ―bangsa‖ itu. baik Nasionalis maupun Islamis. rasa yang mana adalah perlu sekali untuk mempertahan diri didalam perjuangan menempuh keadaan-keadaan. ―banga itu adalah suatu persatuan perangai yang terjadi dari persatuan hal-ikhwal yang telah dijalani oleh rakyat itu‖. interracial itu? Dengan ketetapan hati kita menjawab: bisa! Sebab walaupun Nasionalisme itu dalam hakekatnya mengecualikan segala pihak yang tak ikut mempunyai ‖ keinginan hidup menjadi satu‖ dengan rakyat itu.Nasionalisme! Kebangsaan! Dalam tahun 1882 Ernest Renan telah membuka pendapatnya tentang faham ―bangsa‖ itu. dengan manusia-manusia yang menjalankan pergerakan Nasionalisme itu semuanya mempunyai ―keinginan hidup menjadi satu‖.— bahwa mereka dengan kaum nasionalis itu merasa ―satu golongan.—maka tak boleh kita lupa. oleh kepercayaan akan diri sendiri itu. satu ―bangsa‖! Bagaimana juga bunyinya keterangan-keterangan yang telah diajarkan oleh pendekarpendekar ilmu yang kita sebutkan diatas tadi. ―bangsa‖ itu menurut pujangga ini ada suatu nyawa. rakyat itu sekarang harus mempunyai kemauan. bukannya persamaan butuh. Apakah rasa nasionlisme. Nasionalisme itu ialah suatu iktikad. ialah kesombongan-ras. dan begitu gampang mendapat tingkatnya yang kedua. keinginan hidup menjadi satu. . Bukannya jenis (ras). rasa percaya akan diri sendiri inilah yang menimbulkan ketetapan hati pada kaum revolusioner-nasionalis dalam perjuangannya mencari Hindia-Besar atau Indonesia-Merdeka adanya. Dari tempo-tempo belakangan. walaupun Nasionalisme itu sesungguhnya mengecilkan segala golongan yang tak merasa ―satu golongan. — apakah nasionalisme itu dalam perjuangan-jajahan bisa bergandengan dengan Islamisme yang dalam hakekatnya tiada bangsa. bahwa rakyat itu ada satu golongan.— apakah Nasionalisme itu dalam politik colonial bisa rapat-diri dengan Marxisme yang internasional. bahwa manusia-manusia yang menjadikan pergerakan islamisme dan pergerakan Marxisme di Indonesia-kita ini.

yang nasionalismenya itu bukan semata-mata suatu copy atau tiruan dari nasionalisme barat. asal mau sahadja…tak kuranglah jalan kearah persatuan. tak boleh tidak. belum pernah ada persahabatan yang kokoh diantara pihak-pihak pergerakan di Indonesia-kita ini. Lihatlah geraknya Partai Nasionalis Kuomintang di Tiongkok. tak setuju pada kemodalan! Bukannya kita mengharap. Lihatlah kekalnya perhubungan antara Nasionalis Gandhi dengan PanIslamis Maulana Mohammad Ali. hampir tiada pisahnya satu sama lainnya. yang cintanya pada tanah-air itu bersendi pada pengetahuan atas susunan ekonomi-dunia dan riwayat. inilah yang menimbulkan rasa ―segolongan‖ itu. Kemauan. Jikalau kita sekarang mau berselisih. tak setuju pada imperialisme. hampir seperlima dari jumlah manusia yang ada dimuka bumi ini! Tidak adalah halangannya nasionalis itu dalam geraknya bekerja bersama-sama dengan kaum Islamis dan Marxis. persatuan antara tiga golongan itu. dan Pihak Sikh yang jumlahnya lebih dari tigaratus juta itu. bahwa persahabatan bisa tercapai Hendaklah kaum Nasionalis yang mengecualikan dan mengecilkan segala pergerakan yang tak terbatas pada Nasionalisme. mengambil teladan akan sabda Karamchand Gandhi: ―buat saja. betul sampai kini. Nasionalis yang sejati. akan tetapi impian kita ialah kerukunan. adalah terhindar dari segala faham kekecilan dan kesempitan. oleh karena saya manusia dan bercara manusia. Kita ulangi lagi: tidak adalah halangannya Nasionalis itu dalam geraknya. dan bukan semata-mata timbul dari kesombongan bangsa belaka. —nasionalis yang menerima rasa nasionalismenya itu sebagai suatu wahyu dan melaksanakan rasa itu sebagai suatu bakti. lebih dari enam kali jumlah putera Indonesia. Saya ini seorang patriot. amboi. percaya akan ketulusan hati satu sama lain. bekerja bersamasama dengan Islamis dan Marxis. masuklah dalam tjinta pada segala manusia. Baginya. pihak Parsi. yang waktu pergerakan non-cooperation India sedang menghaibat. Bahwa sesungguhnya.‖ inilah rahasianya. Betul rasa-golongan ini masih membuka kesempatan untuk perselisihan satu sama lain.— nasionalis yang bukan chauvinis. cukup kuatnya untuk melangkahi segala perbedaan dan keseganan antara segala pihak-pihak dalam pergerakan kita ini. keinsafan akan pepatah ―rukun membikin sentausa‖ (itulah sebaik-baiknya jembatan kearah persatuan). bahwa teristimewa ―persatuan hal-ichwal‖. tak sukarlah mendatangkan perselisihan itu sekarang pula! Maksud tulisan ini ialah membuktikan. persatuan nasib. bukannya maksud kita menyuruh marxis dan islamis itu berbalik menjadi nasionalis. Nasionalis yang sejati. Saya tidak mengecualikan siapa juga. maka rasa cinta-bangsa itu adalah lebar dan . bahwa perselisihan itu tidak bisa terjadi. maka tjinta saja pada tanah-air itu.— akan tetapi bukanlah pula maksud tulisan ini membuktikan. yang Nasionalis itu supaya berubah faham jadi Islamis atau Marxis. dengan Pan-Islamis Sjaukat Ali.beratus-ratus tahun lamanya ada ―persatuan hal-ichwal‖. haruslah menolak segala faham pengecualian yang sempit-budi itu. pihak Jain. akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan. yang dengan ridla hati menerima faham-faham Marxis: tak setuju pada kemiliteran. beratus-ratus tahun lamanya samasama bernasib tak merdeka! Kita tak boleh lalai. yang Gandhi cukup kekuatan mempersatukan pihak Islam dengan pihak Hindu.

T. hanya nasionalisme-ke-Timur-an yang sejatilah yang pantas dipeluk oleh nasionalis-Timur yang sejati. Vaswani. buat geraknya kebangsaan? Banyak nasionalis-nasionalis diantara kita yang sama lupa bahwa pergerakan-nasionalisme dan Islamisme di Indonesia ini—ja. baik orang Arab maupun orang India. bahwa orang islam. melawan kapitalisme dan imperialisme barat. dengan memberi tempat pada lain-lain sesuatu. diseluruh Asia— ada sama asalnya. suatu nasionalisme perdagangan yang untung atau rugi. Wahai. melainkan kawannyalah adanya.luas. disitulah ia harus mencintai dan bekerja untuk keperluan negeri itu dan rakyatnya‖. Dimana-mana orang Islam bertempat. Mahatma Gandhi. Nasionalis-nasionalis itu lupa. Islam adalah internasional.‖ Dan bukan itu sahadja. wajib bekerja untuk keselamatan orang negeri yang ditempatinya. maka nasionalisme kita itu adalah diperkuat oleh segenap kekuatannya iktikad international itu. atau lebih tegas. jikalau dihadapkan pada orang-orang Indonesia yang berkeyakinan Islamistis? Apakah sebabnya kecintaan itu lalu berbalik menjadi permusuhan. diseluruh ―Darul-Islam‖. saya percaya bahwa rohnya masih akan menang. sebab mungkin sangatnya negeri-negeri muslim kehilangan kemerdekaannya. Nasionalisme-Eropah. didalam negeri yang baru itu ia masih menjadi satu bahagian dari pada rakyat Islam. sebagai lebar dan luasnya udara yang memberi tempat pada segenap sesuatu yang perlu untuk hidupnya segala hal yang hidup. Bahwasannya. menurut agamanya. sebagai jingonationalismnya Arya-Samaj di India pembelah dan pemecah persatuan Hindu-Muslim. maka Roch kemerdekaan Timur tentulah sakit juga. Banyak nasionalis-nasionalis kita yang sama lupa. Batapa lebih luhurnyalah sikap nasionalis Prof. yang menulis: ―Jikalau Islam menderita sakit. Tetapi. bagaimanapun juga jauhnya dari negeri tempat kelahirannya. . apakah sebabnya kecintaan-bangsa dari banyak nasionalis Indonesia lalu menjadi kebencian. dimanapun juga ia adanya. sebab jingo-nationalism yang semacam itu ―akhirnya pastilah binasa‖. Pastilah binasa. jikalau dihadapkan pada orang-orang Indonesia yang bergerak Marxistis? Tiadakah tempat dalam sanubarinya untuk nasionalismenya Gopala Krishna Gokhate. bahwa orang Islam yang sungguh-sungguh menjalankan ke-Islam-annya. jikalau berdiam di Indonesia. olah karena ―nasionalisme hanyalah dapat mencapai apa yang dimaksudkannya. —nasionalisme yang semacam itu akhirnya pastilah alah. daripada Persatuan Islam. baik orang Mesir maupun orang manapun juga. L. Adakah keberatan untuk kaum Nasionalis yang sejati. seoarang yang bukan islam. wajib pula bekerja untuk keselamatan Indonesia itu. buat bekerja bersama-sama dengan kaum islam. dan jikalau Islam merdeka. makin lebih sangat pula imperialisme Eropah mencekek Roh Asia. ialah suatu nasionalisme yang bersifat serang-menyerang. suatu nasionalisme yang mengejar keperluan sendiri. sehingga sebenarnya bukan lawan. atau Chita Ranjam Das? Janganlah hendaknya kaum kita sampai hati memeluk jingo-nationalism. bilamana bersendi atas azas-azas yang lebih sutji‖. sebagai yang telah kita uraikan diawal tulisan ini: dua-duanya berasal nafsu melawan ―barat‖. oleh karena Islam itu melebihi kebangsaan dan melebihi batas-negeri ialah super-nasional super-teritorial? Adakah internationaliteit Islam suatu rintangan buat geraknya nasionalisme. saya percaya pada Asia-sediakala. ―Dimana-mana orang Islam bertempat.

untuk merekalah terutama tulisan ini kita adakan. juga merupakan tempat asal pergerakan mereka. Oleh karena dinegeri Tiongkok itu tidak ada syarat-syaratnya yang cukup-masak untuk mengadakan peraturan Marxis itu. bahwa Nasionalisme itu. mencintai dan bekerja untuk keperluan Indonesia dan rakyat Indonesia juga adanya! Adakah pula keberatan untuk kaum nasionalis sejati. yang. Kita percaya. bekerja bersama-sama dengan kaum Marxis. umpamanya almarhum Dr. bahwa memusuhi bangsanya yang Marxistis itu. atas pengetahuan tentang berputarnya roda-politik dunia dan riwayat. Pada mereka itulah terutama tulisan ini kita hadapkan. bahwa asal pergerakan Marxis di Indonesia atau Asia itu. mewajibkan pada segenap pemeluknya yang ada di Indonesia. Ia lupa. baik sebagai suatu azas yang timbulnya dari rasa ingin hidup menjadi satu. panglima Nasinalis yang besar itu. asal sahadja yang memeluknya mau. Ia lupa. bahwa peraturan Marxis pada saat itu belum bisa diadakan di negeri Tiongkok. hanyalah kebimbangan mereka akan kekalnya persatuan itulah yang mengecilkan hatinya untuk mengikhtiarkan persatuan itu. samalah artinya dengan menolak kawan-sejalan dan menambah adanya musuh. satu bangsa.— Nasionalis yang semacam itu menunjukkan ketiadaan yang sangat. Ia lupa dan tak mengerti akan arti sikapnya saudara-saudaranya dilain-lain negeri Asia. sudahlah cukup jelas untuk nasionalis-nasionalis kita yang mau bersatu. Ia lupa. oleh karena ia memusuhi suatu azas. maupun sebagai suatu persatuan perangai yang terjadi dari persatuan hal-ikhwal yang telah dijalani oleh rakyat itu. Kita tidak menuliskan rencana ini untuk Nasionalis-nasionalis yang tidak mau bersatu. walaupun internasional dan interracial. bangsa apa merekapun juga. baik sebagai suatu keinsafan rakyat. bahwa semua nasionalis-nasionalis-muda adalah berdiri disamping kita. kita serahkan pada putusannya mahkamah histori . walaupun pendek dan jauh kurang sempurna. bahwa arah pergerakannya sendiri itu acap kali sesuai dengan arah pergerakan bangsanya yang Marxistis tadi.Inilah Nasionalisme Islam! Sempit-budi dan sempit-pikiranlah nasionalis yang memusuhi Islamisme serupa ini. bahwa masih banyaklah nasionalis-nasionali kolot yang mau akan persatuan. bisa dirapatkan dengan Islamisme dan Marxisme? Perlukah kita lebih lanjut mengambil contoh-contoh sikapnya pendekar-pendeka Nasionalis dilain-lain negeri. Sun Yat Sen.— perlukah kita membuktikan lebih lanjut bahwa Nasionalisme itu. oleh karena Marxisme itu internasional juga? Nasionalis yang segan berdekatan dan bekerja bersama-sama dengan kaum Marxis. Nasionalis-nasionalis yang demikian itu kita serahkan pada pengadilan riwayat. Kita percaya pula. yang sama bergandengan tangan dengan kaum-kaum Islamis dan rapat-diri dengan kaum-kaum Marxis? Kita rasa tidak! Sebab kita percaya bahwa tulisan ini. bahwa rakyat itu ada satu golongan. Sempit-budi dan sempit-pikiranlah ia. yang dengan segala kesenangan hati bekerja bersama-sama dengan kaum Marxis walaupun beliau itu yakin. Perlukah kita membuktikan lebih lanjut.

Karenanya. Walaupun dalam sikapnya dua pahlawan ini ada perbedaan sedikit satu sama lain—Seyid Djamaluddin El Afghani ada lebih radikal dari Sheikh Mohammad Abdouh— maka merekalah yang membangunkan lagi kenyataan-kenyataan islam tentang politik. sebagai gelombang yang makin lamaa makin tinggi dan besar. terutama Seyid Djamaluddin. dan makin kemukanya sifat internasional itulah oleh kaum nasionalis ―kolot‖ dipandang tersesat. guna melawan bahaya imperialisme barat itu. Bukankah tujuannya telah terjadi? Pergerakan Islam di Indonesia telah ikut menjadi cabangnya Mu‘tamar-ul ‗Alamil Islami di Mekkah. ke-Islam-an! Sebagai fajar sehabis malam yang gelap-gulita. rektor sekolah-tinggi Azhar. dan Seyid Djamaluddin El Afghani — dua panglima Pan-Islamisme yang telah membangunkan dan menjunjung rakyat-rakyat islam di seluruh benua Asia dari pada kegelapan dan kemunduran. bekerja dengan tiada berhentinya.(Bagian Kedua) Islamisme. pergerakan Islam Indonesia telah menceburkan diri dalam laut perjuangan Islam Asia! Makin mendalamnya pendirian atas keagamaan pergerakan Islam inilah yang menyebabkan keseganan kaum Marxis untuk merapatkan diri dengan pergerakan Islam itu. Sampai pada wafatnya dalam tahun 1896. mulut mengaji la haula wala kauwata illa billah dan Billahi fisabilil ilahi ! Mula-mula masih perlahan-lahan. kalau seorang professor Amerika. makin lama makin banyaklah hubungannya dengan pergerakan-pergerakan Islam dinegeri-negeri lain. makin mendalamkah pula pendiriannya atas hukum-hukum agama. sebagai penutup abad-abad kegelapan. sampai ke Marocco dan Kongo. Afghanistan…membanjir ke India. Seyid Djamaluddin El Afghani. sebagian sama bernaung dibawah bendera hijau . yang namanya tak akan hilang tertulis dalam buku-riwayat Muslim. ke Persia. Benih-benih itu tertanam! Sebagai ombak makin lama makin hebat. harimau PanIslamisme yang gagah berani itu. dan mempelajari rahasia-rahasianya kekuasaan Barat‖. tak heranlah kita. makin teranglah ia menunjukkan perangainya yang internasional. dan belum begitu terang benderang-lah jalan yang harus diinjaknya . Ralston Hayden. bahwa pergerakan Sarekat Islam ini ―akan berpengaruh besar atas kejadiannya politik dikelak kemudian hari. tetapi di seluruh dunia Timur jua adanya‖! Ralston havden dengan ini menunjukkan keyakinannya akan perangai Internasional dari pergerakan Sarekat Islam itu. maka makin lama makin nyata dan tentulah arah-arah yang diambilnya. Sheikh Mohammad Abdouh. merekalah terutama Seyid Djamaluddin pula. yang mula-mula mengkhotbahkan suatu barisan rakyat Islam yang kokoh. ia menunjukkan pula suatu penglihatan yang jernih didalam kejadian-kejadian yang belum terjadi pada saat ia menulis itu. bahwa untuk perlawanan itu kaum Islam harus ―mengambil tekniknya kemajuan barat. maka didalam abad kesembilanbelas berkilau-kilaulanlah didalam dunia ke-Islam-an sinarnya dua pendekar. bukan sahadja di Indonesia. sedang hampir semua nasionalis. insaf akan tragis nasibnya. dengan muka kearah Qiblah. yang pertama-tama membangunkan rasa-perlawanan dihati sanubari rakyat-rakyat Muslim terhadap pada bahaya imperialisme barat. menanam benih keIslam-an dimana-mana menanam rasa-pahlawanan terhadap pada ketamaan Barat. terus ke Indonesia…gelombang Pan-Islamisme melimpah kemana-mana! Begitulah rakyat Indonesia kita ini. baik evolusioner maupun . maka diseluruh dunia muslim tentara-tentara Pan-Islamisme sama bangun dan bergerak dari Turki dan Mesir. menulis. menanam keyakinan. baik ―kolot‖ maupun ―muda‖.

Mereka kusut-faham! Bukan islam. sudah satu ―historische Notwendingkeit‖. . sebagai yang sudah kita terangkan. bahwa Islam yang sejati itu mengandung tabiat2 yang sosialistis dan menetapkan kewajiban2 yang menjadi kewajiban nasionalis pula. sesudahnya ―khalifah2 itu menjadi raja‖. terutama Mesir. Pendek kata. mengkhotbahkan rasa luhur-diri. rusaknya islam itu ialah karena rusaknya budi-pekerti orang-orang yang menjalankannya. rusaknya sosialisme islam. tidakkah islam telah menunjukkan contoh2 kebesaran yang mencengankan bagi siapa yang mempelajari riwayat-kultur? Islam telah dirusak. hampir semuanya di bawah pemerintahan negeri2 barat. begitu rendah derajatnya. melainkan yang memeluknyalah yang salah! Sebab dipandang dari pendirian nasional dan pendirian sosialistis. Kita hanya mengatakan. Islam yang sejati mewajibkan kepada pada pemeluknya mencintai dan bekerja untuk negeri yang ia diami. Maka Sayid Jamaluddin menanam benih nasionalisme itu. Selama kaum Islamis memusuhi faham-faham Nasionalisme yang luas budi dan Marxisme yang benar. dipandang dari pendirian nasional. maka padamlah tabiat islam yang sebenarnya. selama negeri dan rakyat itu masuk darul islam? Sayid Jamaluddin Al-Afghani dimana-mana mengkhotbahkan nasionalisme dan patriotism. Rusaknya kebenaran nasional. selama itu kaum islamis tidak berdiri di atas Sirothol Mustaqim. sama berkeyakinan bahwa agama itu tidak boleh dibawa-bawa kedalam politik adanya. dan oleh karena menurut wet evolusi dan susunan pergaulan hidup bersama. Dimana-mana. sudah ―sempurna‖-lah adanya perselisihan faham! Nasionalis-nasionalis dan marxis-marxis tadi sama menuduh pada agama islam. islam yang sejati tidaklah bertabiat anti-sosialistis. selama itu tidaklah ia bisa mengangkat islam dari kenistaan dan kerusakan tadi! Kita tidak sama sekali mengatakan yang islam itu setuju pada materialisme atau perbendaan. oleh karena yang menjalankannya rusak budi-pekertinya. Dan. sama sekali tidak melupakan yang islam melebihi bangsa. super-nasional. dan mengatakan politik kerezekian itu sebagai kasar. Islam yang sejati tidaklah mengandung asas anti-nasionalis. Bukankah. mengkhotbahkan rasa kehormatan bangsa. Sesudah Amir Muawiyah mengutamakan azas dinastis-keduniawian untuk aturan khalifah. suatu keharusan riwayat yang negeri2 barat itu menjalankan perampasan tadi. begitulah Umar Said Tjokroaminoto berkata. sama menghina politik kebangsaan dari kaum Nasionalis.revolusioner. maka tinggi derajat dunia islam pada mulanya sukarlah dicari bandingannya. ―Amir Muawiyah-lah yang harus memiku pertanggungan jawab atas rusaknya tabiat islam yang bersifat sosialistis dengan sebenar-benarnya‖. yang oleh musuhnya lantas saja dinamakan ―chauvinism‖ adanya. bukanlah disebabkan oleh islam itu sendiri. dimana-mana pendekar pan islamisme ini mengkhotbahkan hormat akan diri sediri. mencintai dan bekerja untuk rakyat diantara mana ia hidup. mereka memandang politik kebangsaan itu sebagai sempit. yang oleh musuh-musuhnya lantas saja disebut ―fanatisme‖. yang negerinegeri islam itu kini begitu rusak keadaannya. kaum Islam yang ―fanatic‖. Sayid Jamaluddin-lah yang menjadi ―bapak nasionalisme Mesir di dalam segenap bagian-bagiannya‖. menghina politik kerezekian dari kaum Marxis. Tebalnya tauhid itulah yang member keteguhan kepada bangsa Riff menentang imperialisme Spanyol dan Perancis yang bermeriam dan lengkap bersenjata. Sebaliknya. Negeri-negeri barat telah merampas negeri2 islam oleh karena pada saat perampasan itu kaum islam kurang tebal tauhidnya.

bahwa Islamisme yang sejati itu mengandung tabiat2 yang sosialistis. Mustafa Kamil. Ahmed Bey Agayeff. tatkala beberapa tahun yang lalu kita menjadi saksi atas suatu perkelahian saudara. Pertarungan inilah isinya halaman-halaman yang paling suram dari buku-riawayat kita! Pertarungan saudara inilah yang membuang sia-sia segala kekuatan pergerakan kita. Walaupun sosialistis itu masih belum tentu bermakna marxistis. menjadi saksi percahnya permusuhan antara kaum Marxist dan Islamis. Hendaklah Islamis-islamis yang demikian itu ingat. Pedih hati kita. semuanya adalah propogandis nasionalisme di masing2 negerinya! Hendaklah pemimpin2 ini menjadi teladan islamis-islamis kita yang fanatic dan sempit-budi. bahwa kapitalisme. musuh Marxisme itu. Mohammad Farid Bey. Di atas kita sudah terangkan. Arabi Pasha. Meerwaarde. Aduhai! Alangkah kuatnya pergerakan kita sekarang umpama pertarungan saudara itu tidak terjadi. pastilah menimbulkan rasa nasionalisme. bahwa kaum Islamis itu bisalah kita rapatkan dengan kaum Marxist. adalah amat berguna bagi mereka! Kaum Islamis tidak boleh lupa. Islamisme yang tidak mengerti aliran zaman! Demikian pula kita yakin. Islamisme yang demikian itu adalah Islamisme yang kolot.Dan. ingat akan gelap-gulitanya udara Indonesia.semuanya adalah panglimanya islam yang mengajarkan cinta-bangsa. tidak memberikan bahagian keuntungan yang seharusnya menjadi bahagian kaum buruh yang bekerja mengeluarkan uang itu. Mohammad Ali. niscaya pergerakan kita maju. walaupun begitu. ialah teori. Meerwaarde inilah yang menjadi nyawa segala peraturan yang bersifat kapitalistis. Ali Pasha. oleh karena sosialisme islam itu berazas spiritualisme. bahwa tiadalah halangan yang penting bagi persahabatan Muslim-Marxist itu. mereka tak boleh lupa. dan yang tidak suka mengetahui akan wajibnya merapatkan diri dengan gerakan bangsanya yang nasionalistis. menjadi saksi bagaimana tentara kaum pergerakan kita telah terbelah jadi dua bahagian yang memerangi satu sama lainnya. adalah caranya menunjukkan kejadian2 yang akan datang. maka kaum marxisme sampai pada akar-akarnya! . memakan hasil pekerjaan lain orang. oleh karena golongan-golongan yang disebutkan kafir itu adalah kebanyakan dari lain bangsa. dengan memerangi meerwaarde inilah. dan sosialismenya Marxist itu berazaskan materialism(perbendaan).–teori meerwaarde itu disusun oleh Karl Marx dan Friedrich Engels untuk menerangkan asal-asalnya kapitalisme terjadi. dan Shaukat Ali…. bahwa pemandangan marxisme tentang riwayat menurut azasperbendaan (materialistische historie opvatting) inilah yang seringkali penunjuk-jalan bagi mereka tentang soal-soal ekonomi dan politik-dunia yang sukar dan sulit. Kita yakin. walaupun pada hakekatnya dua pihak ini berbeda azas yang lebar sekali. walaupun kita mengetahui bahwa sosialisme islam itu tidak bersamaan dengan azas Marxisme. Kaum islam tidak boleh lupa. walaupun rintangan yang bagaimanapun juga. pertarungan inilah yang mengundurkan pergerakan kita puluhan tahun adanya. bahwa caranya (method) Histotis-Materialisme (ilmu perbendaan berhubungan dengan riwayat) menerangkan kejadian2 yang telah terjadi di muka bumi ini. Niscaya kita tidak rusak-susunan sebagai sekarang ini. ialah musuh Islamisme pula! Sebab meerwaarde sepanjang faham marxisme. bukan Sayid Jamaluddin sajalah yang menjadi penanam benih nasionalisme dan cintabangsa. bahwa pergerakannya yang anti-kafir itu. maka untuk keperluan kita cukuplah agaknya jikalau kita membuktikan bahwa islam sejati itu sosialistis adanya. dalam hakekatnya tidak lainlah daripada riba sepanjang faham Islam. bukan bangsa Indonesia! Islamisme yang memusuhi pergerakan rakyat yang layak bukanlah Islamisme yang sejati. yang mestinya makin lama makin kuat itu.

Kabarkanlah akan mendapat satu hukuma yang celaka!‖ ia mengetahui. persamaan. Hai. Hendaknya kaum itu sama ingat. makin lama makin pahit rumah tangganya. dan oleh orang-orang yang bukan islam diakui pula adanya? Tidakkah sayang beberapa kaum islamis memusuhi suatu pergerakan. Dan masih banyaklah kewajiban2 dan ketentuan2 dalam agama islam yang bersamaan dengan tujuan2 dan maksud2 marxisme itu! Sebab tidakkah pada hakekatnya faham kewajiban zakat dalam agama islam.–tentu saja dengan cara marxisme itu sendiri? Tidakkah islam bercocokan dengan anasir-anaisir ―kemerdekaan. ia insyaf. Ia insyaf. Islamis yang demikian itu tak mengetahui. dengan pengakuannya atas Kerajaan Tuhan. bahwa islam yang sejati juga memerangi peraturan itu. Islam pula. suatu perbuatan yang haram. aku ini hanyalah seorang manusia sebagai kamu. menurut agamanya adalah suatu perbuatan yang terlarang. sebagai pergerakan marxis. riba ini sama dengan meerwaarde yang menjadi nyawanya kapitalisme itu. pembagian-rezeki mana dikehendaki pula oleh Marxisme. maka dengan lekas saja teranglah baginya. adalah suatu gaung atau kumandangnya jerit dan tangis rakyat Indonesia yang makin lama makin sempit kehidupannya. Islamis yang mengerti akan kebutuhan-kebutuhan perlawanan kita. sama ingat. surah Al‘Imran. melarang penimbunan harta-benda untuk keperluan sendiri. ia tak lupa. dan persaudaraan‖? Hendaklah kaum islam yang tak mau merapatkan diri dengan kaum Marxist. bahwa tak layaklah ia memusuhi faham marxisme yang melawan peraturan meerwaarde itu. Islamis yang ―fanatik‖ dan memerangi pergerakan marxisme adalah islamis yang tak kenal akan larangan-larangan agamanya sendiri. adalah suatu protes terhadap kejahatan kapitalisme‖.Untuk islam sejati. persamaan. oleh sebab ia insyaf bahwa memakan riba dan pemungutan bunga. sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan. Ia tak ingat akan ayat Al-Qur‘an: ―Tetapi kepada barang siapa menumpuk-numpuk emas dan perak dan membelanjakannya dia tidak menurut jalannya Allah. bahwa Tuhanmu ialah Tuhan yang sat?‖ bukankah persaudaraan ini diperintahkan pula oleh ayat 13 Surah Al-Hujarat. sebagai yang sudah kita terangkan di muka. oleh karena. pastilah setuju akan kebutuhan persahabatan dengan kaum Marxist. manusia. dan kami jadikan padamu suku-suku dan cabang-cabang keluarga. bahwa sebagai marxisme yan dimusuhi itu agama islam dengan jalan yang demikian itu memerangi wujudnya kapitalisme dengan seterang-terangnya. suatu kewajiban si kaya membagikan rejekinya kepada si miskin. persamaan dan persaudahaan‖ Tidakkah nabi-nabi Islam itu sendiri telah mengajarkan persamaan itu dengan sabda. yang anasir-anasirnya juga berbunyi ―kemerdekaan. begitulah tertulis dalam Al-qur‘an. bahwa islam yang sejati melarang keras akan perbuatan memakan riba dan memungut bunga. ayat 129! Islamis yang luas pemandangan. bahwa. Mogamoga kamu beruntung!‖. sudahlah dilahirkan padaku. ―dengan kepercayaan kepada Allah. sebab ia tak lupa. bahwa pergerakannya itu. bahwa sebagai marxisme. Islamisme yang sejati melarang penumpukan uang secara kapitalistis. dan persaudaraan‖ dengan marxisme yang dimusuhi oleh banyak kaum islamis itu? Tidakkah islam yang sejati membawa ―segenap perikemanusiaan di atas lapangan kemerdekaan. bahwa riba ini pada hakekatnya tiada lain daripada meerwaardenya faham marxisme itu. sebagai marxisme. bahwa inilah caranya Islam memerangi kapitalisme sampai sampai pada akar dan benihnya. supaya kamu berkenalkenalan satu sama lain?‖ Bukankah persaudaraan ini ―tidak tinggal sebagai persaudaraan di dalam teori saja‖. Ia mengerti. ―Janganlah makan riba berlipat-ganda dan perhatikanlah kewajibanmu terhadap Allah. . yang bunyinya: ―Hai.

yang sesungguh-sungguhnya merupakan pergerakan rakyat. dan yang mengira bahwa sikapnya yang demikian itulah sikap yang benar. yang tatkala ia ditanyai oleh surat kabar Marxist telah menerangkan. Bahagialah mereka. sayanglah jikalau pergerakan Islam di Indonesia-kita ini bermusuhan dengan pergerakan Marxist itu! Belum pernahlah di Indonesia-kita ini ada pergerakan. oleh karena merekalah yang sesungguh-sungguhnya menjalankan perintah2 agamanya! Kaum Islam yang tidak mau akan persatuan.–wahai. oleh karena beliau adalah suatu musuh yang hebat dari kapitalisme Eropa di Asia. banyaklah persamaan tuntutan-tuntutan.bahwa pergerakannya itu dengan pergerakan marxis. walaupun beliau bukan seorang marxis beliau mengaku menjadi ―sahabat yang sesungguh-sesungguhnya‖ dari kaum Marxist. moga-mogalah mereka itu bisa mempertanggungkan sikapnya yang demikian itu dihadapan tuhannya! . Sayang. sebagai pergerakan islam dan pergerakan marxis itu! Belum pernahlah di negeri-kita ini ada pergerakan yang begitu menggetarkan sampai ke dalam urat-sungsumnya rakyat. banyaklah persesuaian cita-cita. sebagai pergerakan yang dua itu! Alangkah hebatnya jikalau kedua pergerakan ini. bersatu menjadi satu banjir yang sekuasa-kuasanya! Bahagialah kaum pergerakan-Islam yang insyaf dan mau akan persatuan. dengan nama rakyat itu tidur dan dengan nama rakyat itu bangun. bahwa. Hendaklah kaum itu mengambil teladan akan utusan kerajaan Islam di Afghanistan.

bahwa lepasnya buruh dari nasibnya itu. jutaan……. Dari muda sampai wafatnya. Sebab. kaum buruh dari semua negeri.begitulah jumlah pengikutnya bertambah-tambah. maka tampak sebagai suatu bayang-bayangan di penglihatan kita gambarnya berduyun-duyun kaum yang melarat dari segala bangsa dan negeri. kaum melarat yang berkeluh-kesah itu‖. pucakmukanya dan kurus-badannya. seorang ahli-fikir yang ketetapan hatinya dan keinsyafan akan kebisaannya ―mengingatkan kita pada pahlawan-pahlawan dari dongendongen kuno Germania yang sakti dan tiada terkalahkan itu‖. walaupun teori-teorinya ada sangat sukar dan berat untuk kaum yang pandai dan terang-fikiran. suatu manusia yang ―geweldig‖ (hebat) yang dengan sesungguh-sungguhnya bernama ―grootmeester‖ (maha-guru) pergerakan kaum buruh. dan mengajarkan pula. tetapi ―amatlah‖ ia gampang dimengerti oleh kaum yang tertindas dan sengsara. dari ribuan menjadi laksaan. dari ratusan menjadi ribuan.(Bagian Terakhir) Marxisme! Mendengar perkataan ini. tetapi sebaliknya keadaannya berhubung dengan pergaulan hiduplah yang menentukan budi akalnya‖ (materialistische geschiedenisopvatting). pakaian berkoyak-koyak. -ia membeberkan teori. yang mengira bahwa cita-cita mereka itu dapat tercapai dengan jalan persahabatan antara buruh dan majikan. -ia mengadakan suatu pelajaran gerakan pikiran yang bersandar pada perbedaan (Materialistische Dialektiek). bahwa jasanya ahli pikir ini lah. begitulah ia dalam tahun 1883 menghembuskan nafasnya yang penghabisan. bahwa oleh karena . tampak pada angan-angan kita dirinya pembela dan kampiun si melarat tadi. Berlainan dengan sosialis-sosialis lain. faham klassenstrijd. -ia membentangkan teori. berlainan dengan umpamanya. bahwa harganya barang-barang itu ditentukan oleh banyaknya ―kerja‖ untuk membikin barang-barang itu sehingga ―kerja‖ ini ialah ―wertbildende substanz‖. Seolah-olah mendengarlah kita di mana-mana negeri suaranya mendengun sebagai Guntur. -ia mengadakan suatu pelajaran riwayat yang berdasar perikebendaan. ialah oleh perlawanan-zonder-damai terhadap pada kaum borjuasi. yang teriaknya itu ada suatu teriak-perdamaian. sebagai pendapat kaumpiun kaum buruh ini. yang mengajarkan. Daru puluhan menjadi ratusan. suatu perlawanan yang tidak boleh tidak. bagaimana mereka itu sudah menjadi sengsara dan bagaimana mereka itu pasti akan mendapatkan kemenangan. bahwa hasil pekerjaan kaum buruh dalam pembikinan barang itu adalah lebih besar harganya dari pada yang ia terima sebagai upah (meerwaarde). kumpullah menjadi satu!‖ dan sesungguhnya! Riwayat-dunia belumlah pernah menceritakan pendapat dari seorang manusia. Walaupun pembaca tentunya semua sudah sedikit-sedikit mengetahui apa yang telah diajarkan oleh Karl Marx itu. bahwa ―bukan budi akal manusialah yang menentukan keadaannya. ketiaan. yakni: Heinrich Karl Marx. jikalau kita di sini mengingatkan. yang tulisan-tulisannya tidak satu kali mempersoalkan kata asih atau kata cinta. yang begitu cepat masuknya dalam keyakinan satu golongan pergaulan-hidup. manusia yang hebat ini tiada berhenti-hentinya membela dan memberi penerangan pada si miskin. di muka meja tulisnya. mesti terjadi oleh karena peraturan yang kapitalistis itu adanya. membeberkan pula faham pertentangan golongan. tatkala ia dalam tahun 1847 menulis seruannya. dari barang-barang itu (arbeids-waade-leer). Ferdinand Lassalle. maka Karl Marx. ia mengadakan teori. maka berguna pula lah agaknya. tiada kesal dan capek ia berusaha dan bekerja untuk pembelaan itu: duduk di atas kursi.

yang meski ―bahasa‖nya itu untuk kaum merasakan sangat berat dansukarnya. oleh karena persaingan. mereka lalu saja mengerti. kita tidak bisa menerangkan lebih lanjut paa pembaca2 yang belum begitu mengetahuinya. mereka lantas saja mengerti. bahwa. sama menyangkal jasa-jasanya Marx yang kita sebutkan di atas ini. Adolphe Blanqui dengan cara historis-materialistis sudah mengatakan. maka tetaplah. dan lain-lain.) pula. maka kaum ―burjuasi‖ sama menyiapkan diri dan berusaha membasmi tumbuh-tumbuhan ―bahaya proletar‖ yang makin lama makin subur itu. bahwa kapitalisme itu akhirnya binasa. terus ke Timur. sehingga oleh desak-desakan ini akhirnya Cuma tinggal beberapa perusahaan saja yang amat besarnya(capitaalsconcentratie). Tetaplah pula. akal. bahwa kepercayaan ini telah masuk dalam berjuta-juta hati dan tiada suatu kekuasaan juapun dimuka bumi ini yang dapat mencabut lagi dari padanya‖. bahwa kaum ―borjuasi‖ itu ―teristimewa mengadakan tukang-tukang penggali liang kuburnya‖. sebagian telah diterbangkan oleh taufan-jaman kearah khatulistiwa. lalu mengerti. masuk pula tulang-sungsumnya kaum buruh di Amerika. — bahwa manusia itu: er ist was er ist. mereka lantas saja mengerti. Meskipun musuh-musuhnya.–meskipun begitu. agama . pastilah lenyap diganti oleh susunan pergaulanhidup yang lebih adil. sebagai suatu soal yang ―sudah mestinya begitu‖. lalu mengerti. sehingga mengerti dengan terang benderang. dan tumbuh pula dimana-mana ia jatuh.meewaarde itu dijadikan kapital (modal. Benih yang ditebarkan-tebarkan di Eropa itu. bahwa keadaan dan susunan ekonomilah yang menetapkan keadaan manusia itu: erist wa er iszt. Dengan gampang saja. dan lainlainnya. bahwa si majikan itu lekas menjadi kaya oleh karena ia tidak memberikan semua hasil-pekerdjaan padanya. dirinya Marx lah. dengan terang benderang menguraikan teori-teori itu bagi kaum ―tertindas dan sengsara yang melarat pikiran‖ itu dengan pahlawan-pahlawannya.—dan ia mendirikan teori.–teori-teori mana. maka kapital-kapital yang kecil sama mempersatukan diri jadi modal yang besar (kapitaalscentralisatie). mereka lalu saja mengerti. berhubungan dengan kekurangan tempat. sama lebih dulu. bahwa kapitalisme itu akhirnya pastilah binasa. bahwa stelselnya Karl Marx itu mempunyai pengertian yang tidak kecil dalam sifatnya umum. ed. meskipun pula teori konsentrasi-modal atau arbeidswaardeleer itu ada bagian-bagiannya yang tak bisa mempertahankan diri terhadap kritik musuhnya yang tak jemu-jemu mencari-cari salahnya. diantara mana kaum anarchis. mereka lalu mengerti teorinya atas meerwaarde. perusahaan-perusahaan yang kecil sama mati terdesak oleh perusahaanperusahaan yang besar. Thompson. Begitulah teori-teori yang dalam dan berat itu masuk tulang-sumsumnya kaum buruh di Eropa. Dengan gampang saja. sebagai suatu soal yang ―sudah-mustinya-begitu‖. pastilah lenyap diganti dengan susunan pergaulan -hidup yang lebih adil-. hingga jatuh dan tumbuh diantara bukit-bukit dan gunung-gunung yang tersebar di segenap kepulauan ―sabuk- . maka benih Marxisme ini berakar dan bersulur. — bahwa kaum ―burjuasi‖ itu ―teristimewa mengadakan tukangtukang penggali liang kuburnya‖. bahwa riwayat itu ―menetapkan kejadian-kejadiannya‖ sedang ilmu ekonomi ―menerangkan sebab-apa kejadian-kejadian itu terjadi‖. mereka lalu mengerti teorinya atas meewaarde. yang dalam aturan kemodalan ini nasibnya kaum buruh makin lama makin tak menyenangkan dan menimbulkan dendam-hati yang makin lama makin sangat (Verelendungstheorie). bahwa si majikan itu lekas menjadi kaya oleh karena itu tidak memberikan semua hasil pekerjaan padanya. walaupun teori-teori itu sudah lebih dahulu dilahirkan oleh ahli pikir lain. meskipun teori meerwaarde itu sudah lebih dulu dilahirkan oleh ahli-fikir sebagai Sismondi. dan mempunyai pengertian yang pentin dalam sifat bagian-bagiannya. dan bahwa. bahwa keadaan dan susunan ekonomilah yang menetapkan keadaan manusia tentang budi. dalam tahun 1825. dimana-mana pula. Dan ―tidaklah sebagai suatu hal yang ajaib. Sebagai tebaran benih yang ditiup angin kemana-mana tempat.

. Kuburkanlah nasionalisme. . Pergerakan Marxistis di Indonesia ini.zamrud‖. bahwa sosialisme itu hanya bisa tercapai dengan sungguh-sungguh bilamana negeri-negeri yang besar-besar itu semuanja di-‖sosialis‖-kan? Bukankah ―kejadian‖ sekarang ini jauh berlainan dari pada ―voorwaarde‖ (syarat) untuk terkabulnya maksud Marxisme itu? . — mereka menunjukkan tak mengertinya atas paham Marxisme. Marxis yang masih saja bermusuhan dengan pergerakan-pergerakan Nasionalis dan Islamis yang keras di Asia. malahan menyokong pergerakan-pergerakan Nasionalis dan Islamis yang sungguh-sungguh. Taktik Marxisme yang baru. tidaklah menolak pekerjaan-bersama-sama dengan Nasionalis dan Islamis di Asia. Malah beberapa tahun yang lalu. Nasionalis dan Islamis yang menunjuk-nunjuk akan ―faillietnya‖ Marxisme itu. Demikian dengan bertambahnya tuduh-menuduh atas dirinya masing-masing pemimpin. Sebab taktik Marxisme yang baru. Mencaci pergerakan yang mengambil teladan akan negeri Rusia yang menurut pendapatnya: asasnya sudah palit dan terbukti tak dapat melaksanakan cita-citanya yang memang suatu utopi. Marxis yang demikian itu tak mengikuti aliran jaman. menyuramkan dan menggelapkan hati siapa saja yang mengerti. kuburkanlah politik cinta tanah-air. Sebab tidaklah Marxisme sendiri mengajarkan. keingkaran ini sudah mendjadi suatu pertengkaran perselisihan paham dan pertengkaran sikap. bahkan mendatangkan ―kalang kabutnja negeri‖ dan bahaya-kelaparan dan hawar-penyakit yang mengorbankan nyawa kurang-lebih limabelas juta manusia. suatu jumlah yang lebih besar dari pada jumlahnya sekalian manusia yang binasa dalam peperangan besar yang akhir itu. bahwa ―kaum buruh itu tak mempunjai tanah-air‖? Katanja: Bukankah dalam ―Manifes Komunis‖ ada tertulis. sampai-kuatlah hebatnya bergaung dan berkumandang di udara Timur. dan mencacimaki pergerakan yang ―mungkir‖ akan Tuhan. bahwa dalam pertengkaran yang demikian itulah letaknya kekalahan kita. bahwa ―komunisme itu melepaskan agama‖? Katanya: Bukankah Bebel telah mengatakan. sebagai yang sudah kita terangkan dimuka. dan tak mengerti akan taktik Marxisme yang sudah berobah. mencaci-maki pergerakan yang ―bersekutuan‖ dengan orang asing itu. tetapi manusialah yang membikin-bikin Tuhan‖? Dan sebaliknya! Pihak Nasionalis dan Islamis tak berhenti-henti pula mencaci-maki pihak Marxis. bahwa ―bukanlah Allah yang membikin manusia. yang. Dengungnya nyanyian ―Internasionale‖. dan yang menunjuk-nunjuk akan bencana kekalang-kabutan dan bencana-kelaparan yang telah terjadi oleh ―practijknya‖ paham Marxisme itu. ingkarlah kepada pergerakan yang berasas ke-Islam-an. duduknya perselisihan beberapa tahun yang lalu: satu sama lain sudah salah mengerti dan saling tidak mengindahkan. — begitulah seakan-akan lagu-perjuangan yang kita dengar. Sebaliknya. dan lenyapkanlah politik-keagamaan. menyuramkan dan menggelapkan hati siapa yang mengutamakan perdamaian. ingkarlah sifatnya kepada pergerakan yang berhaluan Nasionalistis. yang bernama Indonesia. menjadi suatu pertengkaran saudara. Sebab katanya: Bukankah Marx dan Engels telah mengatakan. yang dari seharikesehari menggetarkan udara Barat. dan tak mengertinya atas sebab terpelesetnya ―practijknya‖ tadi.

penulis Inggeris yang masyhur itu. Kita kini melihat persahabatan kaum Marxis dengan kaum Nasionalis di negeri Tiongkok. Didalam pemandangan kita. yang bisa mengadakan aturan-aturan yang bisa terpakai untuk segala jaman. maka sekarang. Teori-teorinya haruslah diubah. kalau tidak mau menjadi bangkrut. Bandingkanlah pendapat-pendapatnya sampai tahun 1847. akan tetapi dengan Marx dan Engels adanya‖. bahwa. yang membuang-buang berjuta-juta rupiah untuk menyokong penjerangan-penjerangan atas diri sahabatnya yang dulu itu. maka musuh-musuhnya itu pula harus ikut bertanggung-jawab atas matinya limabelas juta orang yang sakit dan kelaparan itu. hingga kesengitan ―anti‖ ini sudah berbalik menjadi persahabatan dan penyokongan. sedang di negeri Rusia orang-orang didistrik Samara makan daging anakanaknya sendiri oleh karena laparnya. dan kita melihat persahabatan kaum Marxis dengan kaum Islamis di negeri Afganistan. — maka segeralah tampak pada kita perubahan paham atau perubahan perindahan itu. Kita yang bukan komunis pula. maka haruslah kita ingat. Perantjis.Untuk adilnya kita punya hukuman terhadap pada ―practijknya‖ paham Marxisme itu. dimana mereka menyokong penyerangan Koltchak. kalau jaman itu berubah. mereka sendiripun dalam tulisan-tulisannya sering menunjukkan perubahan paham atau perubahan tentang kejadian-kejadian pada jaman mereka masih hidup. Memang seharusnja begitu! Marx dan Engels bukanlah nabi-nabi. seorang yang bukan Komunis. bandingkanlah pendapatnya tentang arti ―Verelendung‖ sebagai yang dimaksudkan dalam ―Manifes Komunis‖ dengan pendapat tentang arti perkataan itu dalam ―Das Kapital‖. Denikin. di Rumania. Taktik Marxisme. dipercepat pula oleh antipropaganda yang dilakukan oleh hampir semua surat kabar diseluruh dunia. orang sudah memakai gandum untuk kayu-bakar. Denikin. Yudenitch dan Wrangel itu dengan harta dan benda. telah ―mengotorkan nama Inggeris didunia dengan menolak memberi tiap-tiap bantuan pada kerja-penolongan‖ si sakit dan si lapar itu. dan jendral-jendral Koltchak. teori-teorinya haruslah diikutkan pada perubahannya dunia. karena terlalu banyaknya gandum. Bahwasannya: benarlah pendapat sosial-demokrat Emile Vandervelde. umpamanya kaum bolshevik itu ―tidak dirintang-rintangi mereka barangkali bisa menyelesaikan suatu experiment (percobaan) yang maha-besar faedahnya bagi perikemanusiaan. Wells. bahwa ―failliet‖ dan ―kalang-kabut‖-nya negeri Rusia adalah dipercepat pula oleh penutupan atau blokkade oleh semua negeri-negeri musuhnya. Yudenitch dan Wrangel. yang dulu sikapnya begitu sengit anti-kaumkebangsaan dan anti-kaum-keagamaan. dimana di Amerika. kepada persahabatan pergerakan kita semua! Kita diatas menulis. dimana ia dengan tak memihak siapa juga. Marx dan Engels sendiripun mengerti akan hal ini. maka kaum Marxis yang ―muda‖ baik ―sabar‖ maupun yang ―keras‖. . Perubahan taktik dan perubahan teori itulah yang menjadi sebab. terutama di Asia. sama menyokong pergerakan . Tetapi mereka dirintang-rintangi‖. Bahwa sesungguhnya. bahwa taktik Marxisme yang sekarang adalah berlainan dengan taktik Marxisme yang dulu. bahwa ―revisionisme itu tidak mulai dengan Bernstein. G. kita pun tak memihak siapa juga! Kita hanyalah memihak Persatuan-persatuan-Indonesia. dimana ia mengatakan. Adapun teori Marxisme sudah berubah pula. dimana umpamanya negeri Inggeris. luhurlah sikapnya H. terutama di Asia. menulis. . dipercepat pula oleh hantaman dan serangan empatbelas tempat oleh musuh-musuhnya sebagai Inggeris. dan di Hongaria pada saat terjadinya bencana itu pula. sudahlah begitu berubah. .

dengan tidak menghitung-hitung. yang dengan ridho hati sama menyokong usahanya kaum Nasionalis. maka perlu sekali negeri-negeri itu merdeka. Mereka mengerti. Niscaya mereka ingat pula akan teladan pemimpin-pemimpin Marxis dinegeri Tiongkok. untuk mencari kerja dilain-lain negeri. dan tak pantas mereka memerangi suatu pergerakan yang dengan seterang-terangnya mengejar kemerdekaan. belum banyak yang nekat meninggalkan Indonesia. Itulah sebabnya. Itulah sebabnya. Itulah sebabnya. dengan seterang-terangnya bersikap anti-kapitalisme. maka mereka niscaya ingat pula akan salahnya memerangi pergerakan bangsanya yang nasionalistis adanja. oleh karena kaum buruh di Indonesia ini menerima paham internasionalisme itu pertama-tama ialah sebagai taktik. oleh karena ia ada suatu upaya yang perlu sekali bagi politiknya‖. yang sama bekerja bersamasama dengan kaum-kaum nasionalis atau kebangsaan. dan pula oleh kekurangan bekal. bahwa rasa-internasionalisme itu di Indonesia niscaya tidak begitu tebal sebagai di Eropa. begitulah Otto Bauer berkata. maka otonomi nasional ini menjadi suatu hal yang pertama-tama harus diusahakan oleh pergerakan pergerakan buruh di Asia itu. ―Nationale autonomie adalah suatu tujuan yang harus dituju oleh perjuangan proletar. yang sebagaimana sudah kita uraikan diatas. oleh sebab mereka insaf bahwa negeri Tiongkok itu pertama-tama butuh persatuan nasional dan kemerdekaan nasional adanya. Niscaya mereka ingat pula akan teladan-teladan pemimpin-pemimpin Marxis dilain-lain negeri. dan haruslah ―bekerja bersama-sama dengan partai-partai yang ―kleinburgerlijk‖. Tak pantas mereka bersikap demikian itu. Supaya kaum buruh di negeri-negeri Asia dengan leluasa bisa menjadi pergerakan yang sosialistis sesungguh-sungguhnya. dan oleh karena budi perlawanan itu menumbuhkan suatu rasa tak senang dalam sanubari kaum-buruhnya Rakyat di-‖bawah‖ terhadap pada Rakyat yang di-‖atas‖-nya. tak pantaslah kaum Marxis itu bermusuhan dan berbentusan dengan pergerakan Islam yang sungguh-sungguh. tak boleh tidak. oleh karena disini yang pertama-tama perlu bukanlah kekuasaan tetapi ialah perlawanan terhadap pada feodalisme‖. asas apakah pergerakan-pergerakan itu mempunyainya. perlu sekali kaum itu mempunyai nationale autonomie (otonomi nasional). dimana belum ada kaum proletar dalam arti sebagai di Eropa atau Amerika itu. — sebagai kaum buruh di Eropa yang menjadi tidak tetap-rumah dan tidak tetap tanah-air oleh karenanya. Demikian pula. maka kaum buruh di Asia itu wajib bekerja bersama-sama dan menyokong segala pergerakan yang merebut otonomi nasion itu juga. Tak pantas mereka memerangi pergerakan. oleh karena modal di Indonesia itu kebanyakannya ialah modal asing. oleh karena taktik Marxisme-baru terhadap agama adalah berlainan dengan taktik Marxisme-dulu. dengan seterang-terangnya mengejar nationale autonomie. dan oleh karena bangsa Indonesia itu oleh ―gehechtheid‖ pada negerinya. dengan itikad: ―ubi bene. dan menumbuhkan suatu keinginan nationale machtspolitiek dari Rakjat sendiri. tak pantas mereka memerangi suatu pergerakan yang dengan sikapnya anti-riba dan antibunga dengan seterang-terangnya ialah anti-meerwaarde pula. Kaum Marxis harus ingat. Mereka mengerti. Marxisme-baru adalah berlainan dengan . persamaan dan persaudaraan. Mereka harus ingat. disitulah tanah air saya‖. ibi patria: dimana aturan-kerja bagus. bahwa pergerakannya itu. Dan jikalau ingat akan hal-hal ini semuanya. bahwa di negeri-negeri Asia. pastilah menumbuhkan rasa Nasionalisme dihati-sanubari kaum buruh Indonesia.nasional yang sungguh-sungguh. pergerakannya harus diubah sifatnya menurut pergaulan hidup di Asia itu pula. maka pergerakan-pergerakan kita yang Nasionalistis dan Islamistis yang mengambil otonomi itu sebagai maksudnya pula. bahwa pergerakan Marxistis di Asia haruslah berlainan taktik dengan pergerakan Marxis di Eropa atau Amerika.

historismaterialisme adalah historis. marilah kita bersatu. Dua paham ini oleh musuh-musuhnya Marxisme di Eropa. dan pastilah menimbulkan suatu perjuangan yang dalam beberapa bagian sesuai dengan perjuoangan Marxisme itu. disini agama Islam adalah agama kaum yang di‖bawah‖. bertambah kebenciannya. dengan menjalankan segala perubahan taktik pergerakannya . Disini agama Islam adalah agama kaum yang tak merdeka. Dan jikalau mereka dalam pada itu juga bekerja bersama-sama dengan kaum Nasionalis atau kaum kebangsaan. bahwa kaum Marxisme itu ialah kaum yang mempelajarkan. Sedang kaum yang memeluk agama Kristen adalah kaum yang bebas. historis-materialisme menanyakan sebab-sebabnya pikiran itu berubah. memaka-makai agamanya untuk membela keperluan kaum atasan. sebagai ludah dari mulut dan sebagai empedu dari limpa. dengan memperlihatkan segala perubahan teori asasnya. sambil berkata: saudara. suatu agama yang antikapitalisme. Dalam propagandanya antiMarxisme mereka tak berhenti-henti mengusahakan kekeliruan paham itu. wijsgerig-materialisme menanyakan adanya (wezen) pikiran itu. agama yang menyuruh mencari kebebasan.Marxisme dari tahun 1847. terutama kaum gereja. Wijsgerig-Materialisme memberi jawaban atas pertanyaan: bagaimanakah hubungannya antara pikiran (denken) dengan benda (materie). sedang Historis-Materialisme memberi jawaban atas soal: sebab apakah pikiran itu dalam suatu jaman ada begitu atau begini. yang berlainan sekali sikapnya dan berlainan sekali sifatnya dengan kaum gereja di Eropa itu. dimana kaum gereja itu memakai-makai agama untuk melindung-lindungi kapitalisme. sudah dijatuhkan pula oleh kaum Marxis kepada kaum agama Islam. Itulah asalnya kebencian kaum Marxis Eropa terhadap kaum gereja. bahwa maksudnya Historis-Materialisme itu berlainan dari pada maksudnja Wijsgerig-Materialisme tadi. wijsgerig-materialisme adalah wijsgerig. yang dalam ―Manifes Komunis‖ mengatakan. senantiasa ditukar-tukarkan. Dan dengan memenuhi segala kewajiban Marxis-muda tadi itu. agama yang melarang menjadi kaum ―bawahan‖. kita harus memperingatkan. agama kaum yang tak merdeka. historis-materialisme mempelajari tumbuhnya pikiran. maka niscaya mereka mengajukan tangannya. — agama yang demikian itu pastilah menimbulkan sikap yang tidak reaksioner. bahwa pikiran itu hanyalah suatu pengeluaran saja dari otak. Dan perlawanan ini bertambah sengitnya. asalnya sikap perlawanan kaum Marxis Eropa terhadap kaum agama. maka niscayalah mereka mengikuti contoh-contoh itu pula. disana agama Kristen adalah agama kaum yang di-‖atas‖. memakai-makai agamanya untuk menjalankan politik yang reaksioner sekali. sebagai yang terjadi dilain-lain negeri. Adapun kebencian pada kaum agama yang timbulnya dari kaum gereja yang reaksioner itu. agama kaum yang di-‖bawah‖ ini. Kita harus membedakan Historis-Materialisme itu dari pada Wijsgerijg-Materialisme. wijsgerig-materialisme mencari asalnya pikiran. maka mereka dengan tenteram-hati boleh berkata: kewajiban kita sudah kita penuhi. Tak boleh tidak. jikalau kaum Marxisme ingat akan perbedaan kaum gereja di Eropa dengan kaum Islam di Indonesia ini. bahwa agama itu harus di-‖abschaffen‖ atau dilepaskan adanya. Jikalau mereka menghargai akan contoh-contoh saudara-saudaranyaseasas yang sama bekerja bersama-sama dengan kaum Islam. tak berhenti-henti mereka menuduh-nuduh. Karenanya. tak berhenti-henti mereka menamakan kaum Marxis suatu kaum yang menyembah benda. dan senantiasa dikelirukan satu sama lain. bagaimanakah pikiran itu terjadi. suatu kaum yang bertuhankan materi.

itu. bahwa persatuanlah yang membawa kita kea rah kebesaran dan kemerdekaan. jikalau kita semua insyaf. dan pastilah Sinar itu terjadi juga. Tetapi Marxis yang ingkar akan persatuan. Dengan jalan yang jauh kurang sempurna kita menunjukkan teladan pemimpin-pemimpin di lain negeri. Persatuan tak bisa terjadi. kita memcoba membuktikan. — Marxis yang demikian itu janganlah merasa terlanggar kehormatannya jikalau dinamakan racun Rakyat adanya! Tulisan kita hampir habis. –maka pastilah Persatuan itu terjadi. bahwa. walaupun fikiran kita itu tidak mencekoki semua kemauan dari masing-masing fihak. tinggal mencari organisatornya saja. bahwa faham Nasionalisme. Islamisme. mereka boleh menyebutkan diri garamnya Rakyat. Marxis yang kolot-teori dan kuno-taktiknya. 1926 . tetapi dalam member. Tjipto Mangunkusumoh. Tetapi kita yakin. bahwa pemimpin-pemimpin Indonesia semuanya insyaf. bahwa kekuatan hidup itu letaknya tidak dalam menerima. Apakah ibuIndonesia yang mempunyai putera-puteri sebagai Umar Said Tjokroaminoto. tetapi kita juga harus bisa member. Sekarang tinggal menetapkan saja organisasinya. yang menjadi mahatma persatuan itu. dan Semaun. jikalau kita semua insyaf. jikalau kita insyaf. Dan jikalau kita semua insyaf. mereka boleh menyebutkan diri pembela Rakyat yang tulus-hati. Dan kita yakin pula. Ia menunjukkan bahwa persatuan itu bisa tercapai. Kita yakin. kalau masing-masing fihak tak mau member sedikit-sedikit pula. Inilah rahasianya persatuan itu. bahwa Rohnya Rakyat Kita masih penuh kekuatan untuk menjunjung diri menuju sinar yang satu yang berada di tengah-tengah kegelapan-gumpita yang mengelilingi kita ini.—-apakah Ibu-Indonesia itu tak mempunyai pula Putera yang bisa menjadi Kampiun Persatuan itu? Kita harus bisa menerima. Marxis yang memusuhi pergerakan kita Nasionalis dan Islamis yang sungguh-sungguh. dan Marxisme itu dalam negeri jajahan pada beberapa bagian menutupi satu sama lain. bagaimana persatuan itu bisa berdiri. Sebab sinar itu dekat! ―Suluh Indonesia Muda‖. bahwa permusuhan itulah yang menjadi asal kita punya ―via dolorosa‖. Dengan jalan yang jauh kurang sempurna. bahwa kita dengan terang-benderang menunjukkan kemampuan kita menjadi satu. bahwa dalam percerai-beraian itu letaknya benih perbudakan kita.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->