1 Jelaskan keterkaitan antara pengajaran dan pendidikan ???

Para ahli pendidikan menemui kesultan dalam merumuskan definisi pendidikan. Kesulitan itu antara lain disebabkan oleh banyaknya jenis kegiatan serta aspek kepribadian yang dibina dalam kegiatan itu, masing-masing kegiatan tersebut disebut pendidikan 1. menurut Rupert C. Lodge dalam philosophiy of education menyatakan bahwa dalam pegertian yang luas pendidikan itu menyangkut seluruh pengalaman. 2. joe park merumuskan pendidikan sebagai the art or process of importing or acquiring knowledge and habit through instructional as strudy. Dalam definisi ini ditekankan kegiatan pendidikan diletakkan pada pengajaran ( instruction ) sedangkan segi kepribadian yang dibina adalah aspek kognitif dan kebiasaan. 3. Theodore mayor greene mengajukan definisi yang sangat umum pendidikan adalah usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk suatu kehidupan yang bermakna. Dalam definisi ini aspek pendidikan luas sekali 4. alfed nort whitehead menyusun definisi pandidikan yang menekankan segi keterampilan menggunakan pengetahuan sehingga cakupan pendidika sempit. Konperensi international tentang pendidikan islam yang pertama ( 1977) tenyata tidak juga berhasil menyusun suatu definisi pendidikan yang dapat mereka sepakati ( al-athas, 1979 : 157 ). Kesulitan yang mereka hadapi pada dasarnya sama dengan kesulitan yang dihadapi para ahli yang disebutkan tadi : banyaknya segi kepribadian yang dibina. Jadi, sanagt tidak mengkin mmbuat definisi pendidikan yang sangat singkat tetapi mencakupdaerah binaan yang luas itu. Seandainya definisi pendidikan yang ,encakup itu diperlikan agaknya rumusan ini dapat ditawarka. Pendidika adalah meningkatkan diri dalam sega;la aspeknya. Definisi ini mencakup kgioatan penidika yang melibatakan guru aupun yag tidak melibatkan guru (pendidk). Mencakup pendidikan formal mau[un non formal sta informal. Segi yang dibina oleh pendidikan dalam definisi ini adalah selurh aspek kepribadian. B. Pengertian Pengajaran Para ahli berpendapat bahwa pendidikan tidk sana dengan pengajaran. Ada yang berpendpat bahwa pendidika lebih luas dari pada pengarajaran ada juga yang menagtkan pendidikan adalah uasaha pengembangan aspek rohani manusia, sedangkan pengajaran aspek jasmani dan akal saja. Bagaimana duduk persoalannya? Sikun pribadi, guru besar IKIp BAndung, pernah menjelaskan msalah ini dalam tulisannya. Mneurut pendapatnya, mendiidk dalam arti pedagogis tidak dapt disamakan denganpengertian mengajar. Pengajaran meurut pendapatnya adalah suatu kegiatan yang menyangkut pembinaan anak, mengenai segi kognitif dan psikomotor semata-mata, yait supaya anak lebih banyak pengetahuaany, lebih cakap berpikir kritis, sistematis da obyektif serta trampil dalam mengerjakan sesuatu. Tujuan pengajaran lebih mudah dari pada tujuan pendidikan.

b. c. guru. Orang yang membimbing (pendidik) Yang dimaksud pendidik adalah orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pendidikan dengan sasaran peserta didik. Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif) Interaksi edukatif pada dasarnya adalah komunikasi timbal balik antara peserta didik dengan pendidik yang terarah kepada tujuan pendidikan. latihan. dan masyarakat. Peserta Didik Peserta didik berstatus sebagai subjek didik. dan lingkungan masayarakat. Subjek yang dibimbing (peserta didik). Individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan manusiawi.unsurdalam system pendidikan ???  UNSUR-UNSUR PENDIDIKAN Proses pendidikan melibatkan banyak hal yaitu: 1. Ciri khas peserta didik yang perlu dipahami oleh pendidik ialah: a. 7. yang ingin diakui keberadaannya. sehingga merupakan insan yang unik. Orang yang membimbing (pendidik) Interaksi antara peserta didik dengan pendidik (interaksi edukatif) Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan) Pengaruh yang diberikan dalam bimbingan (materi pendidikan) Cara yang digunakan dalam bimbingan (alat dan metode) Tempat dimana peristiwa bimbingan berlangsung (lingkungan pendidikan) Penjelasan: 1. Sebab itu yang bertanggung jawab terhadap pendidikan ialah orang tua. . lingkungan sekolah. serta alat-alat pendidikan. pemimpin program pembelajaran. Individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas. Individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri. d. metode. 5. 2. 4. Pandangan modern cenderung menyebutkan demikian oleh karena peserta didik adalah subjek atau pribadi yang otonom. Pencapaian tujuan pendidikan secara optimal ditempuh melalui proses berkomunikasi intensif dengan manipulasi isi. Peserta didik mengalami pendidikannya dalam tiga lingkunga yaitu lingkungankeluarga. 2.2 Tuliskan apa saja yang menjadi unsur . 6. 3. Individu yang sedang berkembang. 3.

isi. KEPMENDIKNAS NO. Alat pendidikan dibedakan atas alat yang preventif dan yang kuratif. Sementara itu. kurikulum pendidikan sampai pada tujuan pendidikan nasional ???? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan. Ke arah mana bimbingan ditujukan (tujuan pendidikan) Alat dan Metode Alat dan metode diartikan sebagai segala sesuatu yang dilakukan ataupun diadakan dengan sengaja untuk mencapai tujuan pendidikan.20 Tahun 2003.045/U/2002 menambah rambu-rambu penyusunan kurikulum inti sebagaimana diaturdalam KEPMENDIKNAS no. sekolah dan masyarakat. Keputusan tersebut dikenal sebagai tonggak diberlakukannya kurikulum berbasis kompetensi (KBK). a. dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (UU SISDIKNAS No. 3. KEPUTUSAN MENDIKNAS nomor 232/U/2000 tentang Pedoman Penyusunan Kurikulum Pendidikan Tinggi dan Penilaian Hasil belajar Mahasiswa menjabarkan kurikulum pendidikan tinggi sebagai berikut: seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi maupun bahan kajian dan pelajaran serta cara penyampaian dan penilaiannya yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan belajar-mengajar di perguruan tinggi. Gambarkan peta kensep hubungan mulai dari tiap tiap landasan pendidikan . Sementara itu.232/U/2000. . b. Tempat Peristiwa Bimbingan Berlangsung (lingkungan pendidikan) Lingkungan pendidikan biasanya disebut tri pusat pendidikan yaitu keluarga.4. Pasal 1 butir 19). Secara khusus alat melihat jenisnya sedangkan metode melihat efisiensi dan efektifitasnya.

4 . tertib. luhur. sedangkan manusia belajar berarti merupakan rangkaian kegiatan menuju pendewasaan guna menuju kehidupan yang lebih berarti. tujuan pokok bahasan dan sub pokok bahasan disebut tujuan instruksional. Umumnya ada 4 jenjang tujuan di dalamnya terdapat tujuan antara . tenaga. yaitu penguasaan materi pokok bahasan/sub pokok bahasan. dan waktu yang dipakai serta komponen- . Hewan juga “belajar” tetapi lebih ditentukan oleh instinknya. para siswa dan mahasiswa diajar oleh guru dan dosen. Dalam hal ini. pantas. Pendidikan luar sekolah yang dilembagakan (non formal) adalah semua bentuk pendidikan yang diselenggarakan dengan sengaja. jelaskan tiap tiap alur hubungan dari peta konsep yang telah anda gambarkan pada no 3 . tujuan instruksional.Tujuan pendidikan nasional .  Tujuan institusional yaitu tujuan yang menjadi tugas dari lembaga pendidikan tertentu untuk mencapainya. pengajar. Choombs ialah pendidikan luar sekolah yang dilembagakan dan istilah ini yang digunakan dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. Didalam praktek pendidikan khususnya pada sistem persekolahan.  Tujuan instruksional . Anak-anak menerima pendidikan dari orang tuanya dan manakala anak-anak ini sudah dewasa dan berkeluarga mereka akan mendidik anak-anaknya. dan indah untuk kehidupan. cara penyampaian.. begitu juga di sekolah dan perguruan tinggi. yaitu tujuan umum. Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik. Tujuan antara berfungsi untuk menjembatani pencapaian tujuan umum dari sejumlah tujuan rincian khusus.??? Pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. di dalam rentangan antara tujuan umum dan tujuan yang sangat khusus terdapat sejumlah tujuan antara.  Tujuan kurikuler. dan berencana di luar kegiatan persekolahan. dan tujuan instruksional. 5 . Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu memberikan arah kepada segenap kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.. terarah. yaitu tujuan bidang studi atau tujuan mata pelajaran. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 10 ayat 1. Perbedaan pelanggaraan scara pendidikan formal dan pendidikan non formal ???? A SISTEM PENDIDIKAN NON FORMAL Pendidikan non formal menurut Philip H. fasilitas. benar.  Tujuan umum pendidikan nasional Indonesia adalah Pancasila. tujuan kurikuler.

Pendidikan luar sekolah yang dilembagakan bersifat fungsional dan praktis serta pendekatannya lebih fleksibel. tetapi ingin menambah keterampilan lain.Bahan pelajaran. Dengan kata lain. c.Metode mengajar.Pendidikan Luar Sekolah yang Dilembagakan (non formal. d. dan pendidikan tinggi. pekerjaan. tetangga. seperti dalam keluarga. Serta mengisi segala kekuangan yang menghambat usaha mereka ke arah hidup yang lebih baik. Orang yang telah bekerja.Usia yang menjalani. PERBEDAAN SISTEM PENDIDIKAN NON FORMAL DAN INFORMAL Perbedaan sistem antara pendidikan non formal dan informal dapat dilihat dari tabel di bawah ini: Keterangan. masyarakat. Seseorang lebih banyak berada dalam rumah tangga dibandingkan dengan di tempat-tempat lain.Tenaga pengajar.Pendidikan Luar Sekolah yang Tidak Dilembagakan (informal): Tempat berlangsung.Administrasi. menengah.Syarat untuk mengikuti. cara seperti ini lebih mudah dalam daya tangkap masyarakat dan mendorong rakyat untuk belajar karena keadaan ini sesuai dengan keadaan lingkungan.Program. Pada masa itulah diletakkan dasar-dasar kepribadian seseorang. Dalam hal ini psikiater kalau menemukan penyimpangan dari kehidupan seseorang akan mencari sebab-sebabnya pada masa kanak-kanak seseorang itu. Di gedung sekolah. pasar. Sampai umur 3 tahun. pengaruhnya sangat besar dalam kehidupan seseorang karena dalam kebanyakan masyarakat pendidikan luar sekolah yang tidak dilembagakan berperan penting melalui keluarga.Ditinjau sejarah.Pendidikan Sekolah. b. Bagi masyarakat Indonesia yang dipengaruhi sistem pendidikan tradisional. penduduk usia sekolah yang tidak pernah mendapat keuntungan/kesempatan memasuki sekolah. atau dalam pergaulan sehari-hari. Peserta didik yang telah lulus satu sistem pendidikan sekolah tetapi tidak melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi. pendidikan luar sekolah yang dilembagakan dapat memperkuat pendidikan luar sekolah yang tidak dilembagakan. dan pengusaha. baik dari pendidikan dasar. Walaupun demikian.Ada jenjang yang .komponen lainnya disesuaikan dengan keadaan peserta atau peserta didik supaya mendapatkan hasil yang memuaskan. Di samping pendidikan yang fleksibel.Jenjang pendidikan. hiburan. Orang dewasa yang tidak pernah bersekolah. Calon peserta didik (raw-input) pendidikan luar sekolah dilembagakan yaitu: a. KONSEP SISTEM PENDIDIKAN INFORMAL Pendidikan informal (pendidikan luar sekolah yang tidak dilembagakan) adalah proses pendidikan yang diperoleh seseorang dari pengalaman sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar.Lama pendidikan.Penilaian. hendaknya dapat pula digunakan pendekatan yang luas dan terintegrasi agar siapa saja dapat belajar lebih lanjut berdasarkan keterampilan pertama yang telah mereka peroleh. B. e. Pendidikan dalam keluarga adalah pendidikan yang pertama dan utama bagi setiap manusia.Usia dan tingkat pendidikan yang tertentu (ijazah). Peserta didik yang putus sekolah (drop out). Pada umumnya tidak teratur dan tidak sistematis sejak seorang lahir sampai mati.Penyelenggaraan. seseorang akan selalu berada di rumah tangga.

biasanya diberi ijazah atau keterangan.Tidak ada ujian atau penilaian sistematis.Paling akhir.Dapat mengikuti metode tertentu.Sejak ada manusia di dunia ini.Relatif singkat.Ada walaupun tidak begitu uniform. Masalah pemerataan memperoleh pendidikan dipandang penting sebab jika anak-anak usia sekolah memperoleh kesempatan belajar pada SD. menyiapkan masyarakat untuk dapat berfartisipasi dalam pembangunan . Masalah Pemerataan Pendidikan Masalah pemertaan pendidikan adalah persoalan bagaimana sistem pendidikan dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada seluruh warga negara untuk memperoleh pendidikan.Tidak ada. Dengan demikian merka tidak terbelakang dan menjadi penghambat derap pembangunan Tujuan yang terkandung dalam upaya pemerataan pendidikan tersebut yaitu.Tidak ada.Lebih tua dari pendidikan formal. Masalah relevansi pendidikan Keempat masalah pendidikan ini akan di jelaskan sebagai berikut : 1. Masalah Pemerataan Pendidikan 2.Kadang-kadang ada namun tidak memegang peranan yang penting. Sehingga pendidikan itu menjadi wahana bagi pembangunan sumber daya manusia untuk menunjang pembangunan. Dapat di luar dan di dalam sekolah.Praktis dan khusus. 1.Harus mempunyai wewenang berdasarkan ijazah dan diangkat untuk itu.Semua umur.Tidak ada badan tertentu.Tidak ada.Memakan waktu yang panjang.Menurut metodologi tertentu. baik.Biasanya tidak ada.Sistematis dan uniform untuk tiap tingkat sekolah. 4 Masalah pendidikan nasional dan contohnya !!!!! Permasalahan Pokok Pendidikan Ada empat macam masalah pokok pendidikan yang telah menjadi kesepakatan nasional yang perlu diprioritaskan penanggulangannya yaitu .Sepanjang hidup.Tidak ada. dan berhitung. Sehingga mereka dapat mengikuti perkembangan kemajuan melalui berbagai media masa dan sumber belajar yang tesedia.Akademis dan bersifat umum.Tidak ada yang ditentukan. Maka mereka memiliki bekal dasar berupa kemampuan membaca menulis.Ada juga.Tidak ada. walaupun tidak selalu. 6 . mereka nantinya berperan sebagai produser dan konsumen.Tidak selalu mempunyai ijazah untuk pengajar. Masalah pemerataan pendidikan timbul apabila masih banyak warga negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat ditampung di dalam sistem aatau lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas pendidikan yang tersedia.pemerintah atau swasta.ketat. Masalah mutu pendidikan 3. Masalah efesiensi pendidikan 4.Tidak perlu sama.Relatif berusia sama Ada ujian secara formal dengan pemberian ijazah.Tidak ada.Pemerintah atau swasta.Ada program tertentu. Di mana saja seseorang berada.Ditentukan secara teliti di setiap jenjang dalam bentuk tertulis.

Kebijakan pemerataan di dasarkan atas pertimbangan kualitatif dan relevsi. SMP Terbuka (isosa –in school out off school approach) e. mengunakan gedung sekolah untuk double shift (system pergantian pagi dan sore) untuk pendidikan dasar ialah membangkitkan kemauan belejar bagi Masyarakat atau keluarga yang kurang mampu agr mau menyekolahkan anaknya Cara Inovatif a. jika terjadibelajar yang tidak optimal menghasilkan skor hasil ujian yang baik . pada jenjeang pendidikan dasar. Kejar PAKET A dan B f. Karna pada seluruh warga negara perlu di berikan bekal dasar yang sama sedangkan pendidikan meneganh dan terutama pada jenjang perguruan tinggi.selanjutnya jika lauaran tersebut terjun ke lapangan karja penilain di lakukan oleh lembaga pemakai sebagai konsumen tenaga dengan system tes untuk kerja (performance test ) hasil belajar yang bermutu jika proses belajar tidak optimal sangat sulit di harakan terjadinya hasil belajar yang bermutu . SD keall pada daerah terpencil` c. Sistem guru kunjung d. 2.orng tua dan guru ) b. dan tiap jenjang memiliki fungsinya masing-masing maupun kebijaksanaan memperoleh kesempatan pendidikan pada tiap jenjang di atur dengan memperhitungkan faktor-faktor kuantitatif dan kualitatif serta relevansi yang selalu di tentukan froyeksinya secara terus menerus dengan seksama. . dan keperluan pengembangan masyarakat. Belajar jarak jauh seperti universitaas terbuka. maka hampir dapat di pastikan bahwa hasil belajar tersebut adlah semu. Masalah Mutu Pendidikan Jika hasil pendidikan belum tercapai. yaitu minat dan kemampuan anak. Langkah-langkah yang di tempuh melalui cara konversional dan cara inovatif Cara Konversional a. keperluan tenaga kerja.degan system sertipikasi. taraf seperti yang di harapkan penetapan mutu hasil pendidikan pertama di lakukan oleh lembaga penghasil pertama di lakukan oleh lembaga penghasil sebagai produsen tenaga kerja terhadap calon luaran. Khusus melalui jalur pendidikan di luar sekolah usaha pemerintahan pendidikan mengalami perkembangan pesat ada dua faktor yang menunjang yaitu perkemabngan IPTEK yang menawarkan berbagai macam alternatif perkembangan IPTEK.Khususnya pendidikan formal atau pendidikan persekolahan yang berjenjang. menawarkan beraneka ragam alternative model pendidikan yang dapat memperluas pelayanan kesempatan belajr Pemecahan Masalah Pemerataan Pendidikan Banyak masalah pemecahan masalah yang telah dan sedang di lakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan pemerataan pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sistem pamong (pendidkan oleh masyarakat . kebudayaan dan ilmu teknologi. membangun gedung sekolah seperti SD inpres dan atau ruangan belajar b. kebijakan pengertian memperoleh kes4empatan pendidikan di dasarkan atas pertimbangan faktor kuantitatif.

Masalah mutu pendidikan juga mencakup masalahn pemerataan mutu. Bagaimana prasarana dan sarana pendidikan digunakan c. Masalah efisiensi dalam memfungsikan tenaga Masalah pengangkatan terletak pada kesenjangan antara stok tenaga yang tersedia dengan jatah pengangkatan yang sangat terbatas. Masalah Efisiensi Pendidikan a) Masalah efisiensi pendidikan mempersoalkan bagaimana suatu sistem pendidikan menggunakan sumber daya yang ada untuk mencapai tujuan pendidikan. . tidak disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Peningkatan administrasi manajemen khsusnya yangb mengenai angaran f. sistem pendidikan nasional atau negara seperti EBTANAS sipamaru atau UMPTN 4. Penympurnaan sarana belejar e. kondisi mutu pendidikan di seluruh tanah air menunjukan bahwa di daerah pedesaan utamanya di daerah terpencil lebih rendah dari pada di daerah perkotaan . Masalah penempatan studi sering mengalai kepincangan. acuan usuha pemerataan mutu pendidikan barmaksud agar system pendidikan khususnya system persekolahan dengn segala jenis dan jenjangnya di seluruh pelosok tanahn air (kota atau desa ) mengalami peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing Pemecahan masalah mutu pendidikan Upaya pemecahan masalah mutu pndidikan dalam garis basarnya meliputi hal . laporan-laporan penyelengaraan pendidikan oleh semua lembaga pendidikan 2. Pengembangan kemampuan tenaga kependidikan melalui stdy lanjut c. Menyeleksi lebih rasional terhdap masukan mentah untuk SLTA dan PT b. Kegiatan pengendalian mutu yang berupa kegiatan – kegiatan 1. Jika terjadi sebaliknya efisiensinya berarti rendah Beberapa masalah efisiensi pendidikan yang penting adalah : a. Bagaimana pendidikan diselenggarakan d.personalia dan menejemen sebagai berikut a. supervisi dan monitoring pendidikan oleh pemilik dan pengawas 3. Penyempurnaan kurikulum d.hal yang bersipat fisik dan prangkat lunak . Penggunaan persarana dan sarana pendidikan yang tidak efisiensien bisa terjadi antara lain sebagai akibat kurang matangnya perencanaan dan sering juga karena perubahan kurikulum. akreditasi terhadap lembaga pendidikan untuk menetapkan status suatu lembagan 3. Gejala lain tentang tidak adanya efisiensi dalam penggunaan sarana pendidikan yaitu diadakannya dan didistribusikannya sarana pembelajaran tanpa dibarengi dengan pembekalan kemampuan sikap dan keterampilan calon pemakai ataupun tanpa dilandasi oleh konsep yang jelas. Jika penggunaannya hemat dan tepat sasaran dikatakan efisisennya tinggi. Bagaimana tenaga pendidikan difungsikan b. b) Masalah efisiensi dalam penggunaan prasarana dan sarana.

Masalah Relevansi Pendidikan Tugas pendidikan ialah menyiapkan sumber daya manusia. perlu dikaitkan dengan pemberian insentif oleh guru. tenaga kerja pendidik yang tidak memadai dan seterusnya. 2. Dapat menyediakan kesempatan pemerataan belajar. c. Dapat mencapai hasil yang bermutu artinya. artinya hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan. Dll. 1. karena pada dasarnya tidak semua siswa secara personal maupun belajar diperguruan tinggi.4. Produk yang bermutu tersdont relevan. dengan kebutuhan pembangunan. Posisi satuan-satuan pendidikan pada saat demikian mempersulit upaya peningkatan mutu karena. Pelaksanaan KO dan ekstrakurikuler dikerjakan dengan penuh kesungguhan dan hasilnya diperhitungkan dalam menetapkan nilai akhir ataupun perlurusan untuk itu. Ada dua faktor yang dapat dikemukakan sebagai penyebab mengapa pendidikan yang bermutu belum dapat di usahakan pada saat demikian. 3. Luaran pendidikan diharapkan dapat mengisi semua sector pembangunan yang beraneka ragam seperti sector produksi sector jasa. 2. perencanaan pemrosesan pendidikan dapat mencapai hasil sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan. b. 1. Pemilihan siswa kelas atas kelompok yang akan melanjutkan belajr keperguruan tinggi dengan yang akan tertuju kepada masyarakat merupakan hal yang prinsip. oleh karena itu. pengarahan. contohnya : a. tenaga kependidikan khususnya guru menjadi penyebab lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas untuk pembangunan. jumlah murid dalam kelas terlalu banyak. Gerakan perluasan pendidikan untuk melayani pemerataan kesempatan pendidikan bagi rakyat banyak memerlkukan peghimpunan dan pengarahan dana dan daya. Untuk pembangunan relevansi pendidikan mencakup sejauh mana sistem pendidikan dapat menghasilkan luaran yang sesuai. Dari keempat pendidikan tersebut dikatakan teratasi jika pendidikan. utamanya masalah-masalah relevansi kualitas. 4. artinya semua warga negara yang butuh pendidikan dapat ditampung dalam satuan pendidikan. Pendidikan efektif perlu ditingkatkan secara terprogram tidak cukup berlangsung hanya secara incidental. Relevansi merupakan masalah berat untuk dipecahkan. Pendidikan tenaga kependidikan (perjabatan dan jabatan) perlu diberi perhatian khusus. Dapat terlaksana secara efisien artinya pemerosesan pendidikan sesuai dengan rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan dan tujuan yang ditulis dalam rancangan. . d.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful