Makalah Baru Amilase I.

PENDAHULUAN

Peranan enzim sebagai biokatalisator dalam berbagai bidang industri semakin penting. Enzim yang diproduksi secara komersial, telah banyak digunakan dalam bidang industri, analisis, dan kedokteran. Oleh karena itu, berkembangnya berbagai teknologi proses pada industri biologi yang menggunakan enzim akan memerlukan berbagai jenis enzim dengan spesifikasi masing-masing (Richana, et al., 2009). Saat ini, enzim amilase (α-amilase, β-amilase dan glukoamilase) merupakan salah satu enzim paling penting di bidang bioteknologi. Enzim yang berasal dari famili amilase memiliki potensi luas pada berbagai aplikasi industri. Amilase yang menguasai kurang lebih 25 % perdagangan enzim sangat berperan pada proses hidrolisis pati di bidang industri untuk berbagai keperluan. Jumlah aplikasi enzim menjadi semakin meningkat dengan ditemukannya enzim termostabil. Hal ini berdampak pada semakin berpeluangnya penggunaan enzim di berbagai jenis aplikasi industri (Haki, 2003), sebab proses termofilik lebih stabil, cepat, murah, serta memudahkan aktivitas reaktan (Rasooli, et al., 2008).

Enzim amilase merupakan enzim yang penting dalam bidang pangan maupun non pangan. Beberapa jenis kapang yang menghasilkan enzim amilase dalam jumlah relatif banyak adalah kapang Aspergillus, Penicillium, Neurospora, Humicola, Mucor dan RhizopusV(Rosa, 2010). Penulisan ini bertujuan untuk mempelajari sifat, struktur.mekanoisme reaksi,fungsi ,faktor dan pernan ezim amilase....

ii. PEMBAHASAN

1. Pengertian Enzim

Enzim adalah katalis untuk reaksi-reaksi dalam sistem biologi (biokatalisator), yaitu substansi yang dapat mempercepat atau membantu suatu reaksi kimia tanpa harus ikut terlibat

tetapi dari ion-ion logam atau molekul-molekul organik yang disebut KOENZIM. Mempunyai daya katalitik yang sangat baik. 2. protein. 3. Sebagai katalis. karena enzim tersusun dari protein yang mempunyai sifat thermolabil. buah-buahan dan hewan. 2. tersedia di alam dan mengontrol pembentukan dan dekomposisi bahan-bahan penting yang ada di sayuran. Dibutuhkan dalam jumlah sedikit. 4. Biokatalisator. selulosa. yaitu : 1. mudah rusak. termasuk manusia. enzim dapat diregulasi. Dapat berfungsi baik dalam larutan pada pH dan suhu sedang (kondisi physiologic). Gugus Prostetik (Kofaktor). meskipun ada juga yang mengkatalisis reaksi dua arah. 5. sebagai biokatalisator. Reaksi dapat meningkat sampai 1 juta kali). Reaksi biokimia yang paling sering saat mengaplikasian enzim secara industri adalah peruraian hidrolitik komponen bahan pangan yang memiliki berat molekul (BM) tinggi seperti pati. . 2. Hasil samping jarang terbentuk. Merupakan senyawa protein sehingga sifat protein tetap melekat pada enzim. mempercepat jalannya reaksi tanpa ikut bereaksi. reaksinya sangat cepat dan dapat digunakan berulang-ulang. 3. contoh : lipase. enzim sangat luar biasa fungsinya. Sifat-sifat Enzim Enzim mempunyai sifat-siat sebagai berikut: 1. Enzim tersusun atas protein (Apoenzim). Thermolabil. Bekerjanya ada yang di dalam sel (endoenzim) dan di luar sel (ektoenzim).di dalam reaksi itu sendiri. Karena strukturnya yang kompleks. dan sebagainya. jauh lebih baik dari katalis anorganik atau sintetik (kec. mulai dari organisme bersel tunggal sederhana sampai organisme multiseluler yang kompleks. maltase. 4. yaitu bagian enzim yang tidak tersusun dari protein. meng-katalisis pembentukan dan penguraian lemak. Umumnya enzim bekerja mengkatalisis reaksi satu arah. bila dipanasi lebih dari suhu 60º C. Ezim ditemukan dalam setiap sel hidup. 5. Molekul gugus prostetik lebih kecil dan tahan panas (termostabil). Mempunyai spesifisitas tinggi terhadap substrat dan reaksi. contoh ektoenzim: amilase. 6. ion-ion logam yang menjadi kofaktor berperan sebagai stabilisator agarenzim tetap aktif.

karena bagian yang aktif (permukaan tempat melekatnya substrat) hanya setangkup dengan permukaan substrat tertentu. terjadinya reaksi antara substrat dengan enzim karena adanya kesesuaian bentuk ruang antara substrat dengan situs aktif (active site) dari enzim. enzim bersifat spesifik. produk hasil reaksi akan dilepas dan enzim akan kembali pada konfigurasi semula. Substrat berperan sebagai kunci masuk ke dalam situs aktif. Gugus prostetik : kofaktor/koenzim yang terikat kuat pada enzim 4. Pada saat ikatan kompleks enzim-substrat terputus. sehingga sisi aktif enzim cenderung kaku. . Mekanisme kerja Enzim Enzim bekerja dengan dua cara. 8. Umumnya enzim tak dapat bekerja tanpa adanya suatu zat non protein tambahan yang disebut kofaktor. Jenis-jenis Enzim Koenzim : komponen bukan protein yang membantu aktivitas enzim dalam bentuk senyawa organik Kofaktor : komponen bukan protein yang membantu aktivitas enzim dalam bentuk senyawa anorganik Apoenzim : bagian dari enzim yang berupa protein Holoenzim : seluruh bagian enzim yang strukturnya sempurna dan aktif mengkatalisis bersama koenzim/kofaktor. sehingga terjadi kompleks enzimsubstrat. Berbeda dengan teori kunci gembok. yaitu menurut Teori Kunci-Gembok (Lock and Key Theory) dan Teori Kecocokan Induksi (Induced Fit Theory).Lipase: Lemak + H2O —————————> Asam lemak + Gliserol 7. Bekerjanya spesifik . yang berperan sebagai gembok. 3.  Menurut teori kunci-gembok.

makin tinggi suhu makin tinggi kecepatan reaksi.Aktivator dan Inhibitor Aktivator adalah zat yang dapat mengaktifkan dan menggiatkan kerja enzim. Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja Enzim .Konsentrasi enzim dan substrat   Semakin tinggi konsentrasi enzim akan semakin mempercepat terjadinya reaksi. inhibitor kompetitif dan inhibitor nonkompetitif. yang dapat mengaktifkan enzim amilase. inhibitor nonkompetitif adalah inhibitor yang melekat pada sisi lain selain situs aktif pada enzim. Dan konsentrasi enzim berbanding lurus dengan kecepatan reaksi.Pengaruh suhu: Semua reaksi kimia dipengaruhi suhu.5-8. . Inhibitor adalah zat yang dapat menghambat kerja enzim. . Berdasarkan cara kerjanya. maka konsentrasi substrat berbanding terbalik dengan kecepatan reaksi. memiliki pH optimal 2. . yang lama kelamaan dapat mengubah sisi aktif enzim. karena bekerja di mulut yang bersuasana basa. 5. Enzim ptialin. Sementara itu.Pengaruh pH: Enzim mempunyai pH optimum (rentang pH) dimana enzim mempunyai aktivitas maksimal di atas atau di bawah pH optimum aktivitas enzim berkurang. suhu tinggi dapat menyebabkan denaturasi enzim dan aktivitas enzim akan berkurang. contohnya sianida bersaing dengan oksigen dalam pengikatan Hb. Contoh: enzim pepsin. Menurut teori kecocokan induksi reaksi antara enzim dengan substrat berlangsung karena adanya induksi substrat terhadap situs aktif enzim sedemikian rupa sehingga keduanya merupakan struktur yang komplemen atau saling melengkapi. Pada reaksi enzimatik. karena bekerja di lambung yang bersuasana asam. Jika sudah mencapai titik jenuhnya. tetapi lebih fleksibel. . memiliki pH optimal 7. inhibitor terbagi dua. Contohnya ion klorida. Suhu saat enzim mempunyai aktivitas maksimal dinamakan suhu optimum. Inhibitor kompetitif adalah inhibitor yang bersaing aktif dengan substrat untuk mendapatkan situs aktif enzim. Menurut teori ini situs aktif tidak bersifat kaku.

Isolated from Soil in Iran’. Hlm. Prosiding Seminar Hasil Penelitian Rintisan dan Bioteknologi Tanaman. Richana. American Journal of Agricultural and Biological Sciences 3.. K.D..A. 2009. D. Ahmad T. Biosourche Technology. ‘Tehnik Produksi Amilase Skala Pilot dari Isolat Rekombinan Pembawa Gen Amilase’...39:17-34. H.. dan Pia P. G. Borna.. I. S.. Vol. Vol. FAKULTAS BIOLOGI UNIVERSITAS NASIONAL Skripsi.DAFTAR PUSTAKA Haki. Rakshit. N.A. Barchini.K.365-372. Astaneh. 2003. 2008. ‘A Thermostable α-amylase Producing Natural Variant of Bacillus spp. ’Developments in Industrially Important Thermostable Enzymes: a Review’. 3:591-596. Jakarta. Juli 2010 Rosa Bella Isolasi dan Seleksi Kapang Penghasil Enzim Amilase dari Limbah Padat Industri Tapioka . S. Rasooli.