P. 1
ambang

ambang

|Views: 235|Likes:
Published by Putri Julianti
dyjcjujyhfdtyi
dyjcjujyhfdtyi

More info:

Published by: Putri Julianti on Apr 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2015

pdf

text

original

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok untuk kehidupan manusia.

Dalam produk pangan sendiri mempunyai berbagai sifat yang dapat dinilai berdasarkan respon secara objektif dari instrumen fisik, dan sebagai sifat subyektif atau respon pribadi manusia atau biasa disebut sifat organoleptik atau evaluasi sensori. Dalam penilaiannya, organoleptik didasarkan pada rangsangan saraf sensorik pada alat indra manusia. Evaluasi sensori ini sangatlah penting untuk memilih makanan sehat yang bermutu dan bergizi. Kita sebagai konsumen tentu saja menginginkan pangan yang terbaik untuk dikonsumsi. Bagi pihak produsen makanan, evaluasi sensorik ini juga sangat penting dalam sebuah industri pangan. Mereka mempertimbangkan evaluasi tersebut agar pangan yang diproduksinya disukai banyak konsumen dan mengurangi adanya resiko kegagalan dalam pemasarannya. Rangsangan yang diberikan oleh suatu benda tidak selalu dapat menimbulkan kesan. Intensitas atau tingkatan rangsangan terkecil yang mulai dapat menghasilkan respon disebut ambang rangsangan. Prinsip pengujian ambang rangsang adalah menyatakan ada atau tidak ada sifat indrawi tertentu yang diujikan. Sejumlah sampel pengujian disajikan dan dinyatakan ada atau tidak ada respon dari masing-masing contoh. Rangsangan penyebab timbulnya kesan dapat dikategorikan dalam beberapa tingkatan, yang disebut ambang rangsangan (threshold). Ada beberapa ambang rangsangan, yaitu ambang mutlak (absolute threshold), ambang pengenalan (recognition threshold), ambang pembedaan (difference threshold) dan ambang batas (terminal threshold). Ada beberapa macam analisis untuk menilai ambang dari suatu rangsangan diantaranya analisis rata-rata, analisis frekuensi, dan daya deteksi. Untuk menghasilkan nilai yang akurat, maka perlu dibutuhkan panelis yang terlatih atau mempunyai kepekaan yang tinggi.

B. Tujuan Praktikum uji ambang rangsangan bertujuan untuk mengetahui nilai dari ambang mutlak, ambang pengenalan, ambang perbedaan, dan ambang batas dari rasa manis, asin, asam, dan pahit. ______________________________________________________________________________ ______________________________________ II. METODOLOGI Langkah awal dalam melakukan uji organoleptik ini adalah alat dan bahan yang akan digunakan dipersiapkan terlebih dahulu. Setelah itu larutan yang dibuat dengan konsentrasi yang berbedabeda untuk tiap sampel yang akan diujikan, selanjutnya larutan tersebut dimasukkan ke dalam

lalu sampel diuji satu per satu dengan cara dicicipi. Pengindraan diartikan sebagai suatu proses fisio-psikologis. 2009). Jika semua faktor pada panelis tersebut sedang dalam kondisi baik dan prima. tidur. Pemilihan awal sampel yang kurang tepat dapat mencampuri rasa dari sampel lain. kesadaran dan sikap disebut pengukuran atau penilaian subyektif karena hasil penilaian atau pengukuran sangat ditentukan oleh pelaku atau yang melakukan pengukuran. Informasi-informasi seperti bau dari makanan. Berikutnya adalah sampel tersebut disajikan sebanyak satu seri di atas meja atau bilik-bilik secara berurutan. Sedangkan faktor-faktor eksternal diantaranya pemilihan sampel awal. tekstur. Kesadaran.masing sampel yang berbeda. pengukuran ini disebut juga pengukuran atau penilaian penilaian organoleptik atau indrawi. dan jenis kelamin. Persepsi rasa yang dihasilkan sangat dipengaruhi oleh data-data yang diperoleh oleh organ sensor lainnya. kesan dan sikap terhadap rangsangan adalah reaksi psikologis atau reaksi subyektif. yaitu kesadaran atau pengenalan alat indra akan sifat-sifat benda karena adanya rangsangan yang diterima alat indra (sensorik) yang berasal dari benda tersebut. motivasi dan sugesti. umur . kesalahan teknis. tingkat lapar. kondisi fisiologis. ______________________________________________________________________________ ______________________________________ I. efek kontras.gelas kecil atau wadah plastik lalu pada masing-masing larutan yang telah dibuat tadi ditempelkan kode dengan tiga angka yang berbeda. air penetral tercampur. PEMBAHASAN Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses pengindraan. beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepekaan indra pengecap adalah suhu. setiap pindah ke sampel berikutnya harus didahului berkumur dengan air putih sebagai penetralisir rasa/blangko. maka akan didapatkan hasil yang maksimal pada uji organoleptik. kebersihan sendok atau media untuk mengambil sampel yang akan dicoba. Pengukuran atau penilaian dilakukan dengan memberikan rangsangan atau benda rangsang pada alat atau organ tubuh (indra). kesalahan teknis dapat terjadi jika panelis salah mencatat kode sampel dan akan mempengaruhi hasil yang didapatkan serta dapat terjadi air penetral yang digunakan bercampur dengan sampel yang akan . apabila panelis mengambil sampel awal dengan konsetrasi tinggi. Pengukuran terhadap nilai atau tingkat kesan. suhu dan lain sebagainya dapat mempengaruhi rasa dari suatu makanan (Martini dan Nath. dan waktu yang disediakan. Kondisi fisiologis indra pengecap dapat mempengaruhi panelis dalam mendeteksi rasa. Faktor-faktor internal yaitu faktor-faktor yang dapat mencampuri fungsi indera terutama perasa dan pembauan panelis. Menurut Mason dan Nottingham (2002). Selain itu juga terdapat faktor internal dan eksternal . Reaksi atau kesan yang ditimbulkan karena adanya rangsangan dapat berupa sikap untuk mendekati atau menjauhi. menyukai atau tidak menyukai akan benda penyebab rangsangan. Pengindraan dapat juga berarti reaksi mental (sensation) jika alat indra mendapat rangsangan (stimulus). setelah itu hasil pencicipan dicatat pada kartu evaluasi yang telah disediakan dan sehingga dapat ditentukan ambang batas dan ambang pengenalan pada masing. kemungkinan sampel yang tidak mempunyai rasa akan memilki rasa akibat konsentrasi tinggi masih meninggalkan rasa (after taste).

1976). dan terapi radiasi pada mulut atau tenggorokan yang dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal rasa tertentu (Meisara. Pemberian ektrak miracle berry (Synespalum dulficum) dapat memberikan pergantian rasa. Beberapa orang mengalami akan adanya buta rasa pada lidahnya. Keadaan akan berbeda jika panelis diberikan waktu yang lebih lama atau tidak terbatas. Contohnya adalah PTC (phenylthiocarbamide) yang tidak dapat merasakan rasa pahit (Martini dan Nath. contohnya seperti pada suku Jawa yang masakan makanannya manis sehingga kurang peka terhadap rasa manis dengan konsentrasi kecil. 1997).diuji. Ambang rasa berarti konsentrasi minimum bagi senyawa kimia tertentu untuk dapat melakukan transduksi pada sel pengecap sehingga akan menimbulkan sensasi rasa (Guyton. Faktor lain yang berpengaruh adalah adanya fenomena butarasa. asam. Selain itu kepekaan indera pengecap panelis dapat berkurang akibat suhu dan lain hal seperti. Waktu yang terbatas akan memberikan beban pikiran kepada panelis untuk lebih cepat mendeteksi rasa. . 2011). hidung dan tenggorokan dapat merusak saraf yang mengirimkan sinyal rasa tertentu. 2011). Ambang rasa untuk setiap rasa juga dapat berpengaruh. Namun pada praktikum kali ini. dan pahit karena pada lidah manusia terdapat papila. yang berarti bila pada orang lain dapat merasakan suatu substansi. Perbedaan kemampuan indera pengecap para penelis juga dapat dihubungkan oleh selera dan daerah asal para panelis yang berbeda-beda dalam menikmati suatu rasa dari makanan atau minuman sehingga dapat memberikan nilai/skor yang berbeda-beda. panelis akan lebih tenang tanpa beban pikiran sehingga lebih teliti dan cermat dalam mendeteksi rasa (Meisara. ujung kerongkongan. kami hanya melakukan uji organoleptik yang meliputi rasa dari indera pengecap yang terdapat pada permukaan lidah. kebersihan sendok yang mungkin setelah dipakai untuk mencoba tidak diletakkan dengan baik sehingga jika dipakai kembali sendok tersebut sudah kotor. yang sebelumnya berasa asam menjadi manis dengan potensial rasa manis sama dengan potensial rasa asamnya (Shallenberger. asin. dan langit. 2009). Luka pada mulut.langit rongga mulut. bakteri atau infeksi pada lidah dapat menutup indera perasa kita. maka bagi orang yang buta rasa maka akan tidak berasaapa-apa. dan waktu yang disediakan untuk panelis dalam melakukan pengujian secara tidak langsung akan mempengaruhi hasil penilaian. Manusia dapat mendeteksi empat rasa dasar yaitu rasa manis.

terdapat syarat. Menurut Rahayu dan Nurosiyah (2008). (Kartika. Misalnya konsentrasi yang terkecil dari larutan garam yang dapat dibedakan rasanya dari cairan pelarutnya yaitu air murni. Pengukuran ambang mutlak didasarkan pada konvensi bahwa setengah (50%) dari jumlah panelis dapat mengenal atau dapat menyebutkan dengan tepat akan sifat sensoris yang dinilai. siap sedia bila dibutuhkan. Perbedaan ini menyangkut juga metode pengukurannya yang berbeda dengan ambang pengenalan dan ambang mutlak.tenggorokan (THT) dan tidak buta warna). teruji kemampuan uji sensorinya. ada panelis sebagai pemroses respon. tanpa penalaran.syarat untuk menjadi panelis dalam pengujian sensori meliputi berikut ini: tertarik dan mau. atau meniru orang lain (Meisara. Jika pada ambang mutlak mengenai kesan yang mulai diperoleh atau dirasakan maka pada ambang pengenalan meliputi pengenalan atau identifikasi jenis kesan. ilusi. Lidah bagian ujung depan akan mampu mendeteksi rasa manis. Dikenal beberapa ambang rangsangan. Besarnya ambang pembedaan tergantung dari jenis rangsangan. 2011). Pengukuran ambang pengenlan didasarkan pada 75% panelis dapat mengenali rangsangan. yaitu respon yang spontan .Gambar 1. ambang pengenalan (recognition threshold). Ambang pembedaan juga disebut difference threshold. ada beberapa syarat uji organoleptik yang harus dipenuhi antara lain: ada contoh yang diuji yaitu benda perangsang (sampel). ambang pembedaan (difference threshold) dan ambang batas (terminal threshold). dan tidak alergi terhadap sampel yang akan diuji. (Soekarto. yaitu ambang mutlak (absolute threshold). Dalam hal ini jika kesan kesan itu berupa rasa asin. makan permen karetm minimal satu jam sebelum pengujian. jenis . Ambang mutlak yaitu jumlah benda perangsang terkecil yang dapat menghasilkan kesan atau tanggapan.com/2010/01/proses-pencernaan-yang-terjadi-dimulut. Jadi ambang pengenalan dapat diidentifikasikan sebagai konsentrasi atau jumlah perbandingan terendah yang dapat dikenali dengan betul. baru dapat diketahui adanya rasa yang berbeda denganbahan pelarutnya. tidak merokok. imaginasi. Dalam melakukan uji sensori (organoleptik) ini. Ambang pembedaan merupakan perbedaan terkecil dari rangsangan yang masih dapat dikenali. yang disebut ambang rangsangan (threshold). Pada ambang mutlak mungkin rasa asin itu belum diidentifikasi dnegan tepat. 1985). Ambang pengenalan dapat dikacaukan dengan ambang mutlak.html Dari gambar 1 dapat dilihat bahwa indera pengecap manusia yang paling sensitif terhadap rasa asin yang akan terdeteksi oleh lidah pada bagian tepi depan. minum minuman keras. Rangsangan penyebab timbulnya kesan dapat dikategorikan dalam beberapa tingkatan. misalnya rasa asin itu betul-betul mulai dapat diidentifikasi oleh pencicip. asosiasi. lidah bagian samping (tepi) belakang mampu mendeteksi rasa asam dan pangkal (belakang) lidah mendeteksi rasa pahit (Rahayu dan Nurosiyah.hidung. Penampang Lidah sumber : http://abdisiswa09. sehat (bebas penyakit telinga.blogspot. 1988) Ambang pengenalan juga disebut recognition threshold. 2008). ada pernyataan respon yang jujur. terampil dan konsisten. yang berbeda dengan ambang pengenalan dan juga ambang mutlak.

192. . didapatkan kesan maksimum pada konsentrasi 0. Disamping tergantung pada jenis rangsangan dan jenis penginderaan juga tergantung pada besarnya rangsangan itu sendiri. Hal ini ditunjukkan dengan daya deteksi yang dihasilkan sebesar 100%. dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan antara konsentrasi dengan daya deteksi juga berbanding lurus.064 hingga 0.penginderaan dan besarnya rangsangan itu sendiri.57 sudah terjadi ambang pembedaan. Difference threshold dapat ditentukan dengan menggunakan standar lebih dari satu. biasanya sekitar empat standar. yaitu konsentrasi terkecil dimana sudah terjadi pebedaan (lebih manis. Pada rata-rata 1. didapatkan hasil bahwa ambang mutlak panelis P3 pada pengujian rasa manis berada pada konsentrasi 0. Artinya nilai yang diperoleh dari hasil uji sesuai dengan hasil yang semestinya melalui analisis dengan kurva linier. Sebaliknya jika dua tingkat rangsangan itu terlalu besar akan dengan mudah dikenali.820 M. Masing-masing standar akan dibandingkan dengan sampel-sampel pada interval konsentrasi tertentu. Hal ini berarti hubungan antara konsentrasi dengan besaran kesan yang timbul berbanding lurus.192 M. panelis sudah dapat merasakan perbedaan. Ambang pembedaan berbeda besarnya tergantung dari beberapa faktor. Sedangkan untuk ambang batas. Rangsangan yang terus menerus dinaikan pada suatu saat tidak akan menghasilkan kenaikan intensitas kesan. dan untuk konsentrasi selanjutnya tetap pada kondisi maksimum. Berdasarkan grafik . Kemampuan manusia memperoleh kesan dari adanya rangsangan tidak selamanya sebanding dengan besarnya rangsangan yang diterima. Rangsangan terbesar jika kenaikan tingkat rangsangan menaikkan intensitas kesan disebut ambang batas. Ambang batas juga bisa ditentukan dngan menetapkan rangsangan terkecil yaitu jika kenaikan tingkat rangsangan tidak lagi mempengaruhi tingkat intensitas kesan. Ambang pembedaan menyangkut dua tingkat kesan rangsangan yang sama. Untuk ambang pengenalan. Dari data hasil pengamatan (dapat dilihat pada lampiran). sangat manis. semakin tinggi konsentrasi yang diberikan maka semakin tinggi pula besaran kesannya. pada konsentrasi 0.41 rata-rata kesan yang diberikan juga terus meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan daya deteksi yang dicapai pada konsentrasi tersebut sebesar 71% dan telah memenuhi syarat untuk penentuan ambang batas. yang telah memenuhi syarat untuk ambang pengenalan. Dengan kata lain. Perbedaan konsentrasi yang dapat dideteksi dengan benar oleh 75% panelis adalah perbedaan konsentrasi yang mencerminkan difference threshold (Kartika. Apabila pada ketiga ambang tersebut diatas diterapkan batas terendah maka pada ambang batas diterapkan batas atas. 1988). Jika dua rangsangan tersebut terlalu kecil bedanya maka akan menjadi tidak dapat dikenali perbedaannya. yaitu semakin tinggi konsentrasi larutan gula maka semakin tinggi pula daya deteksinya. dan lain-lain).128 M. Hal ini ditunjukkan dengan grafik bahwa panelis sudah dapat mengenali rasa manis maksimum pada konsentrasi 0. Sedangkan berdasarkan grafik hubungan antara konsentrasi dengan daya deteksi. hubungan antara besarnya konsentrasi dan rata-rata besaran kesan yang diterima dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan penambahan konsentrasi dari 0. begitu juga sebaliknya.yang berarti panelis sensitif dengan rasa manis walupun pada konsentrasi yang kecil. Ambang batas juga disebut terminal threshold yang merupakan rangsangan terbesar yang jika kenaikan tingkat rangsangan dapat menaikan intensitas kesan.

juga terlihat bentuk grafik yang tidak menyerupai garis linear hal ini menunjukan panelis sulit untuk membedakan rasa asam. Uji ambang rangsangan yang dilakukan untuk rasa asam pada panelis juga menghasilkan hasil yang beragam. sehingga diperoleh ambang batas untuk rasa asin dari hasil tersebut. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan bahwa peningkatan konsentrasi berbanding lurus dengan meningkatnya pemberian kesan. ambang mutlak panelis didapat pada konsentrasi 0. atau karena sugesti disebabkan respon dari panelis lain sehingga dapat mempengaruhi penilaian. tetapi pemberian kesan maksimum terbanyak diperoleh pada konsentrasi 0. Ambang pengenalan pada uji ini terdapat pada konsentrasi 0. Hal ini menunjukan ada penurunan keterkaitan antara konsentrasi dengan rata-rata penilaian panelis terhadap kekuatan rasa dibanding dua rasa yang diujikan sebelumnya yakni rasa manis dan rasa asin.820 M yang terus meningkat secara signifikan.759. dan daya deteksi maksimum dimana panelis dapat mengenali rasa terjadi pada konsentrasi 0. oleh karena itu sebaiknya panel diberikan informasi yang mendetail tentang pengujian dan sampel diberi kode 3 digit agar tidak dapat dikenali oleh panelis.Pada data pengujian rasa manis. atau karena panelis cenderung memberikan penilaian lebih baik apabila didahului pemberian sample yang lebih baik (Kartika dkk. Pada Grafik 5.004301 M.759. 1987).41 M sebesar 100%.192 M dan pada konsentrasi selanjutnya tetap pada kondisi maksimum. Walaupun pada konsentrasi 0.41. Ketidaksesuaian ini dapat terjadi karena panelis telah menerima informasi tentang pengujian. Pada uji tidak dapat ditentukan ambang pembedaan dan ambang batas karena daya deteksi tidak mencapai 100% dan rata-rata penialian tertinggi hanya 0. peningkatan konsentrasi yang dilakukan juga meningkatkan pemberian kesan dari panelis. Hubungan konsentrasi dengan rata-rata penilaian panelis terhadap kekuatan rasa ditunjukan dengan Grafik 5. Pada pengujian rasa asin. Begitu juga dengan hasil yang ditunjukkan oleh grafik hubungan antara konsentrasi dengan daya deteksi.8% dengan rata-rata penilaian 0.192 M.0048 M dengan daya deteksi 58.32 terdapat panelis yang sudah dapat memberikan kesan maksimum. Ambang pembedaan dan ambang batas baru bisa ditentukan jika rata-rata peniaian lebih besar dari satu. Peningkatan konsentrasi juga meningkatkan daya deteksi dari panelis. Ambang mutlak dari uji ambang rangsangan terhadap rasa asam adalah pada konsentrasi 0.064-0.819. terdapat panelis yang memberikan skor atau kesan dari konsentrasi 0.064 M sebesar 67. Berdasarkan grafik hubungan antara konsentrasi dengan rata-rata pemberian kesan.0064 M dengan daya deteksi 82. Pada rata-rata ini didapatkan selisih konsentrasi terkecil dan panelis sudah dapat menyatakan pebedaan. Untuk ambang pengenalan. Padahal panelis disini adalah panelis yang belum terlatih (non-profesional) dan tidak mengetahui bahwa konsentrasi gula yang diberikan terus meningkat. Hubungan antara konsentrasi dan daya . sedagkan ambang pengenalan ideal terletak pada konsentrasi 0.9%. panelis mendapatkan kesan maksimum pada konsentrasi 0. Untuk ambang pembedaan terjadi pada rata-rata 1.192 M sebesar 89. Terjadi ketidaksesuaian antara hasil dan yang seharusnya terjadi.6%. Hasil uji yang diperoleh sesuai dengan hasil yang semestinya melalui analisis dengan kurva linear. panelis sudah mulai dapat mengenali rasa pada konsentrasi 0.786 pada konsentrasi 0. Sedangkan untuk ambang batas. Berdasarkan garis regresi yang dibentuk dari hasil percobaan ambang mutlak ideal terletak pada konsentrasi 0.3%.00522 M. Dengan nilai R2 sebesar 0.

tetapi jenis rasa belum dikenali.0048 M. Hasil uji ambang rangsangan terhadap rasa asam dan pahit merupakan hasil penilain panelis yang tidak terlatih sehingga panelis yang berjumlah 29 orang ini hampir seluruhnya kesulitan untuk memberikan penilaian terhadap sampel yang diberikan.0056 M dan 0. Hubungan antara konsentrasi dan daya deteksi dapat dilihat di Grafik 8. Hubungan konsentrasi dengan ratarata penilaian panelis terhadap kekuatan rasa ditunjukan dengan Grafik 7. seperti air dan kesan berbeda dengan air. Ambang mutlak dari uji ambang rangsangan terhadap rasa pahit adalah pada konsentrasi 0. luas permukaan lidah yang tersentuh dan konsentrasi bahan. dan nilai 2 untuk konsentrasi 0. Dengan nilai R2 sebesar 0. Panelis bernama Nanda pada uji rasa asam memberikan kesan yang berbeda signifikan dibanding panelis yang lainnya. Uji sensori rasa pahit juga cenderung sulit untuk dilakukan. Sama seperti Nanda pada konsentrasi yang lebih tinggi ia malah memberikan kesan yang lebih lemah dengan memberikan nilai yang lebih rendah.00. Hal ini menunjukan penilaian ia untuk rasa asam tidak konsisten dan cenderung berbeda dengan panelis yang lainnya. . Konsentrasi ini juga adalah ambang pengenalan. Ia sudah memberi nilai x pada konsentrasi 0. penerangan yang memadai. Sama seperti uji rasa asam pada uji tidak dapat ditentukan ambang pembedaan dan ambang batas karena daya deteksi tidak mencapai 100% dan rata-rata penialian tertinggi hanya 1. tata letak ruangan. dan kenyamanan para panelis. Penilaian Nanda tentu dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor yang mempengaruhi pengecap rasa diantaranya pelarut. Pada Grafik 7. dan kepribadian maupun sikap panelis.571. komposisi bahan dan campuran dengan rasa yang sama. Berdasarkan garis regresi yang dibentuk dari hasil percobaan ambang mutlak ideal terletak pada konsentrasi 0. suhu. Pada uji rasa pahit panelis yang agak berbeda dengan panelis yang lain adalah panelis bernama Muke. Dalam hal ini bentuk grafik lebih menyerupai garis linear dibanding grafik hubungan konsentrasi dan daya deteksi untuk uji pada rasa asin. faktor psikologis.0024 M. lalu berikutnya langsung memberikan nilai 1 untuk konsentrasi 0.deteksi dapat dilihat di Grafik 6.610. ruangan dengan kontrol bau. Dari seluruh panelis hampir seluruhnya memberikan nilai 0 dan x pada seluruh sampel yang berarti kesan yang diterima sebagian besar panelis adalah tidak terasa apa-apa.0052 M dan 0. karena daya deteksi sudah bernilai 75%. serupa dengan uji rasa asam namun kesan yang diberikan panelis lebih beragam. Hal ini menunjukan lagi-lagi ada penurunan keterkaitan antara konsentrasi dengan rata-rata penilaian panelis terhadap kekuatan rasa dibanding ketiga rasa yang diujikan sebelumnya. Dalam hal ini bentuk grafik memiliki nilai r2 sebesar 0. Penilaian terhadap rasa asam dan pahit sama seperti penilaian terhadap rasa yang lainnya yakni dipengaruhi oleh beberapa hal baik yang berasal dari sampel tersebut maupun keadaan panelis. Selain itu terdapat juga persyaratan ruang untuk uji yang memperhatikan lokasi. Ambang pembedaan dan ambang batas baru bisa ditentukan jika rata-rata penilaian lebih besar dari satu.00090 M dengan daya deteksi 75% dan rata-rata penilaian sebesar 0.915 artinya tingkat kelinearan grafik tersebut baik karena lebih dari 90%. Juga terlihat bentuk grafik yang tidak menyerupai garis linear hal ini menunjukan panelis sulit untuk membedakan rasa pahit.0064 M ia malah memberikan nilai 1.0006 M. Terdapat juga faktor yang mempengaruhi keputusan dalam uji sensori baik faktor fisiologis. dan proses adaptasi dari panelis tersebut.001192 M sama seperti ambang pengenalan idealnya. sedangkan untuk konsentrasi yang lebih tinggi yakni 0.

atau meniru orang lain. Sedang senyawa ionikpenyebab rasa pahit adalah Ag+. serta karakteristik asam (Rahayu dan Nurosiyah. suhu. umur. Rasa asam merupakan rasa yang paling mudah dikenali. Fe2+/Fe3+. efek urutan presentasi. Rasa pahit saling kontradiksi dengan rasa manis. Pada umumnya rasa pahit ini dihindari karena memberikan indikasi tingkat keamanan yang rendah. posisi bias. efek ekspektasi. efek kontras. ilusi. Zat yang berasa asam merupakan zat dengan konsentrasi ion H+ yang tinggi. dan faktor genetik. tidur. glikosida. Faktor-faktor internal yaitu faktor-faktor yang dapat mencampuri fungsi indera terutama perasa dan pembauan panelis. alkohol. habituasi. imaginasi. ambang pembedaan/difference threshold (perbedaan terkecil dari rangsangan yang masih dapat dikenali dan mampu membedakan sampel dengan konsentrasi yang berbeda) dan ambang batas/terminal threshold (rangsangan terbesar yang jika kenaikan tingkat rangsangan dapat menaikan intensitas kesan). kondisi fisiologis. Beberapa faktor psikologis yang juga mempengaruhi adalah efek asosiasi.Beberapa faktor fisiologis adalah jenis kelamin. ada beberapa syarat uji organoleptik yang harus dipenuhi antara lain: ada contoh yang diuji yaitu benda perangsang (sampel). efek halo. Selain itu juga terdapat faktor internal dan eksternal . Rasa pahit dapat disebabkan oleh zat-zat non-ionik. Dikenal beberapa ambang rangsangan. keadaan fisiologis seperti lapar. ______________________________________________________________________________ ______________________________________ II. asosiasi. dan jenis kelamin. motivasi dan sugesti. seperti alkaloid. Dari data hasil pengamatan. logis. dan ketajaman indra panelis. dan pengaruh dari panelis lain. tanpa penalaran. dan pubidium. kensentrasi. yang disebut ambang rangsangan (threshold). tergantung pada volume. Rangsangan penyebab timbulnya kesan dapat dikategorikan dalam beberapa tingkatan. Simpulan Pengujian organoleptik adalah pengujian yang didasarkan pada proses pengindraan. Dalam melakukan uji sensori (organoleptik) ini. I.5360 detik. yaitu ambang mutlak/absolute threshold (jumlah benda perangsang terkecil yang dapat menghasilkan kesan atau tanggapan). ada pernyataan respon yang jujur. 2008). didapatkan hasil bahwa ambang mutlak pada pengujian rasa manis . Zat dengan pH kurang dari 6 akan berasa asam. tingkat lapar. Rasa asam tergantung dari buffering action dan jumlah air ludah. ambang pengenalan/recognition threshold (bila sampel sudah bisa diidentifikasi). konvergen.Cs+. ada panelis sebagai pemroses respon. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepekaan indra pengecap adalah suhu. yaitu respon yang spontan . Waktu untuk mendeteksi rasa asam adalah antara 0. Rasa asam oleh anion dapat digolongkan menjadi dua yaitu asam organik dan asam anorganik. adaptasi. efek kontras.3315 – 0. dan isomer L-asam amino. PENUTUP A. umur . stimulis. Arti asam bukan berarti masam.

karena daya deteksi sudah bernilai 75%. Untuk ambang pengenalan. A.128 M.192 M sebesar 89.buru. Pada uji ini. Ambang mutlak dari uji ambang rangsangan terhadap rasa pahit adalah pada konsentrasi 0. Meisara.id/index. Pada rata-rata 1. Kartika.H. ambang mutlak panelis didapat pada konsentrasi 0. didapatkan kesan maksimum pada konsentrasi 0.B dkk.0048 M. Saunders Company.57 sudah terjadi ambang pembedaan. dan J. 2011. Fundamentals of Anatomy and Physiology 8th Edition.L. Panelis harus dalam keadaan sehat dan tidak flu.00. Konsentrasi ini juga adalah ambang pengenalan. 2009.1988. ______________________________________________________________________________ ______________________________________ DAFTAR PUSTAKA Guyton.3%.41 M sebesar 100%. Panelis disarankan tidak merokok sebelum test dilakukan. Kajian tentang Ambang Uji Organoleptik.Textbook of Medical Physiology. Analisis sensorik membutuhkan konsentrasi yang tinggi sehingga selama test berlangsung panelis tidak boleh terganggu. Philadelphia: W.820 M. Pada uji tidak dapat ditentukan ambang pembedaan dan ambang batas karena daya deteksi tidak mencapai 100% dan rata-rata penialian tertinggi hanya 0. Ambang pengenalan pada uji ini terdapat pada konsentrasi 0.B.ac.php?option=com_content&view=article&id=99:kajian-tentanguji-ambang-organoleptik&catid=34:tugas-mahasiswa&Itemid=55.064 M sebesar 67.192 M.786 pada konsentrasi 0. Resa.9%. Panelis juga ridak diperbolehkan untuk datang ke tempat test dengan terburu. Ambang pembedaan dan ambang batas baru bisa ditentukan jika rata-rata penilaian lebih besar dari satu B. panelis mendapatkan kesan maksimum pada konsentrasi 0. panelis sudah dapat merasakan perbedaan. 1976. Benjamin Cummings: San Francisco. Ambang mutlak dari uji ambang rangsangan terhadap rasa asam adalah pada konsentrasi 0. Nath. tidak dapat ditentukan ambang pembedaan dan ambang batas karena daya deteksi tidak mencapai 100% dan rata-rata penialian tertinggi hanya 1. Sedangkan untuk ambang batas. dan lain-lain).192 M.unimus. panelis sudah mulai dapat mengenali rasa pada konsentrasi 0. sangat manis. ada beberapa saran yang bisa dilakukan agar indera pengecap panelis menjadi lebih sensitif. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.berada pada konsentrasi 0. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. [terhubung berkala] http://tekpan.759. (diakses pada: 25 September .00090. yaitu konsentrasi terkecil dimana sudah terjadi pebedaan (lebih manis. Pada pengujian rasa asin. Sedangkan untuk ambang batas. karena panelis yang tidak merokok akan semakin sensitif terhadap bau dan rasa. Saran Agar praktikum uji ambang rangsangan ini lebih akurat hasilnya.C.0064 . Martini. Untuk ambang pengenalan. Untuk ambang pembedaan terjadi pada rata-rata 1. F. pada konsentrasi 0.

No 4: 659666 Soekarto.L. Jakarta : Universitas Terbuka. Rasa makanan dapat dikenali dan dibedakan oleh kuncup-kuncup cecapan yang terletak pada papilla yaitu pada bagian noda merah jingga pada lidah. Sensory E valuation Manual. S. ambang pengenalan. asam.2012) Nottingham. Evaluasi Sensori. 1985. Pure & Appl. R. Uji inderawi merupakan pengujian terhadap sifat karakteristik bahan (pangan) menggunakan indera manusia. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pada dasarnya aplikasi bahan pangan dalam suatu agroindustri diperlukan suatu kepekaan yang tajam. II. ambang pembedaan dan ambang batas. komponen yang juga penting adalah timbulnya perasaan seseorang setelah menelan suatu makanan. ambang pembedaan. ambang pengenalan adalah bila jenis rangsangan terkecil tersebut sudah dapat dikenali. penting mempelajari bagaimana uji ambang rangsangan bekerja untuk mengetahui penilaian karakteristik terhadap suatu bahan pangan. I. ambang pembedaan adalah perbedaan terkecil (konsentrasi) dari dua rangsangan yang dapat dikenali adanya perbedaan dan ambang batas adalah konsentrasi terkecil dimana didapat kesan maksimum.S. 2002. salah satunya adalah uji threshold. Uji threshold atau ambang rangsangan adalah suatu konsentrasi bahan terendah yang mulai mendapatkan kesan yang wajar. PEMBAHASAN . Shallenberger R. Jakarta : Bhratara Karya Aksara. asin dan pahit. Ambang mutlak adalah sejumlah ukuran rangsangan terkecil yang berhasil mendapatkan kesan. Soewarno T. B. asin dan pahit. Rahayu. Queensland: The University of Queensland. Hal ini tidak terlepas dari penggunaan uji inderawi untuk berbagai keperluan industri pangan yang telah meluas dan berkembang.M dan Mason. asam. Penilaian Organoleptik untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. 1997. Uji diatas dapat dilakukan dengan penginderaan cecapan yang dapat dibagi menjadi empat cecapan utama yaitu manis. Ambang rangsangan terdiri dari 4 macam yaitu ambang mutlak. Selain dari komponen-komponen citra rasa tersebut. Vol 69. ambang pengenalan dan ambang mutlak dari rasa manis. 2008. Winiati P dan Siti Nurosiyah. Tujuan Percobaan kali ini bertujuan untuk mengetahui nilai ambang batas.Taste Recognition Chemistry.Chem. Oleh karena itu.

dan 5 untuk rasa dapat dikenali dengan intensitas amat sangat kuat. Sementara untuk larutan dengan konsentrasi 0. 0. Pada bagian ini rambut-rambut sensori terendam dalam zat kimia yang terlarut dalam air ludah manusia.35.67%.192 reratanya 1. penilaian atau pengukurannya didasarkan pada rangasangan saraf sensorik pada alat indra manusia. konsentrasi 0. yaitu rasa manis. atau dapat juga disebut sifat sensorik karena. konsentrasi 0.517. dan 100%. 0. 96. Untuk jenis larutan dengan konsentrasi 0. serta tunas pengecap rasa asin terletak di tepi depan kiri dan kanan lidah.256 reratanya 2. Tunas pengecap rasa manis lebih banyak terdapat di ujung lidah. tidak menimbulkan bias pada panelis yang dapat mempengaruhi kesan yang didapat. 1992). 80%. konsentrasi 0.5. Sebagai kontrol digunakan air minum dalam gelas untuk menetralisir rasa.256.128.33%. Pada praktium kali ini. 0. Pengelola uji harus dapat mengkomunikasikan dengan tepat sifat indrawi yang dimaksudkan karena ada kalanya sifat indrawi itu hanya mudah dirasakan namun sulit dinyatakan atau didiskripsikan (Soekarto dan Hubeis. tunas pengecap rasa asam terletak di tepi belakang kiri dan kanan lidah. Dalam penentuan nilai threshold. Daya deteksi yang didapat berdasarkan hasil pengamatan dengan konsentrasi berturut-turut diatas adalah 36.128 reratanya 0.67%. 4 untuk rasa dapat dikenali dengan intensitas sangat kuat. Mengenali sifat indrawi dengan pengindraan (uji indrawi) kepada panelis memerlukan pendekatan yang khusus.128 dengan daya konsentrasi 80% telah berada pada ambang pengenalan karena konsentrasi tersebut dapat membuat panelis mengenali jenis rasa larutan tersebut yaitu manis. 3 untuk rasa dapat dikenali dengan intensitas kuat. disebut mikrovilli. sehingga permukaan lidah terlihat kasar. 0. Tunas pengecap dapat membedakan empat macam rasa. Zat-zat yang terlarut dalam ludah itu akan di deteksi oleh senso. Setiap tunas pengecap terdiri dari dua jenis sel yaitu sel penyokong yang berfungsi untuk menopang dan sel pengecap yang berfungsi sebagai reseptor dan memiliki tonjolan seperti rambut yang keluar dari tunas pengecap. 0.32.064. 96.67%. dan akan dikirimkan pesan ke otak. lalu otak akan menerjemahkan sinyal yang diberikan tersebut dan menentukan rasa (Ganong. Pengujian dilakukan dengan cara panelis diminta mencicipi sampel secara berurutan dari konsentrasi rendah sampai konsentrasi tinggi.67%. 1995).1. rasa pahit. salah satu sampel yang digunakan adalah larutan gula untuk menguji rasa manis. tunas pengecap rasa pahit terletak di pangkal lidah. Data dari hasil pengamatan menunjukkan untuk konsentrasi 0. konsentrasi 0.192. Pada permukaan lidah terdapat tonjolan kecil yang disebut papila. ambang pengenalan. ambang pembedaan dan ambang batas. 0. rasa asam.192 dimana diperoleh B.32 reratanya 1.409.064 dengan daya deteksi 36. baik rasa manis. Uji diukur sesuai respon pribadi panelis. yang disajikan secara berurutan dari konsentrasi rendah sampai tinggi yaitu dari konsentrasi 0. 1 untuk rasa dapat dikenali dengan intensitas lemah. dan pahit. asam. konsentrasi 0. Dengan demikian. 100%. Di dalam setiap papila terdapat banyak tunas pengecap atau kuncup pengecap.064 reratanya 0. Dari 30 orang panelis diperoleh hasil yaitu untuk larutan dengan konsentrasi 0. Setiap tunas pengecap akan merespon secara maksimal terhadap salah satu rasa. Indera pengecap pada manusia adalah lidah. panelis diminta untuk memberikan kesan yang dirasakannya dengan menuliskan 0 bila tidak terasa apa-apa (seperti air).2. 2 untuk rasa dapat dikenali dengan intensitas sedang. . konsentrasi 0. Tiap kuncup pengecap tersusun dari sel-sel yang memiliki rambut berukuran mikro yang sensitif (reseptor).409 reratanya 1. Uji ini bersifat organoleptik karena dalam penilaiannya menggunakan organ indra manusia. Setelah panelis mencicipi satu sampel konsentrasi larutan harus meminum air agar dapat menurunkan respons terhadap rasa. 93. 1995). Sejumlah tunas pengecap juga terdapat pada tenggorokan dan langit-langit rongga mulut (Ganong. dan rasa asin. daya deteksi tersebut tidak dapat diterima.82.1. Hasil Pengamatan Terlampir Pembahasan Praktikum kali ini menggunakan uji threshold untuk mengetahui ambang mutlak.A.82 reratanya 3. X bila berbeda dengan air tetapi jenis rasa belum dapat diketahui.717. asin.

67%. begitupula sebaliknya.0064. begitupun sebaliknya. Semakin tinggi konsentrasi larutan sukrosa. Grafik 2 menunjukkan hubungan antara daya deteksi dengan konsentrasi larutan sukrosa. Garam akan menimbulkan rasa ketika ion natrium (Na +) masuk melalui kanal ion pada mikrovili bagian apikal (atas). tujuh sampel asin terbuat dari larutan NaCl dengan konsentrasi berbeda dan sudah diberi kode yaitu kode 741 konsentrasinya 0. sehingga berpengaruh terhadap kesan yang diperoleh dan daya deteksi panelis.256 rata-ratanya . Akan tetapi berdasarkan grafik diatas menunjukkan hubungan yang tidak linier. tabel 1 Grafik 1 menunjukkan hubungan antara kesan yang diperoleh dengan konsentrasi larutan sukrosa. Sampel selanjutnya adalah larutan garam untuk pengujian rasa asin.083dengan daya deteksi 16.064 rata-ratanya 0. dan kode 812 konsentrasinya 0. SO4-. selain masuk lewat kanal pada lateral (sisi) sel rasa.32 dengan daya deteksi 100% turun menjadi 93. Biasanya rasa asin berasal dari zat-zat ionik yaitu anionik dan kationik.192.192 rata-ratanya 1.daya deteksi sebesar 96. Untuk konsentrasi 0.256. konsentrasi 0. Rasa asin yang biasa digunakan untuk makanan adalah yang berasal dari garam dapur. Penggunaan garam untuk rasa asin pada masakan biasanya antara 1-2%. semakin tinggi pula besaran kesannya.0064 rata-ratanya 0. K+. Data dari hasil pengamatan menunjukkan untuk konsentrasi 0. Praktikum kali ini. kode 881 konsentrasinya 0. dan NH4+. Mg++. CO2-. Kedua grafik ini tidak linier disebabkan antara lain karena adanya faktor-faktor yang dapat mencampuri fungsi indera terutama perasa dan pembauan pada panelis sebelum melakukan pengujian. Semakin tinggi konsentrasi larutan sukrosa. sedangkan untuk pengawetan makanan antara 5-15% (Kartika.75 dengan daya deteksi 86. Penurunan ini ditunjukkan dari konsentrasi 0. NaCl. Makan garam terlalu banyak akan menimbulkan rasa pahit. konsentrasi 0.409.3 dengan daya deteksi 93. Seharusnya hubungan antara besaran kesan yang diperoleh dengan konsentrasi larutan sukrosa seharusnya berbanding lurus. kode 488 konsentrasinya 0. semakin tinggi pula daya deteksinya. kode 354 konsentrasinya 0.kode 790 konsentrasinya 0.064.67% telah berada pada ambang pembedaan dimana panelis telah mampu untuk mendeteksi adanya perbedaan rasa.283 dengan daya deteksi 50%. Hal ini disebabkan oleh garam magnesium (Mg) yang terdapat dalam garam dapur.33%. Ca++. Rasa asin dibentuk oleh garam terionisasi yang kualitas rasanya berbeda-beda antara garam yang satu dengan yang lain karena garam juga membentuk sensasi rasa lain selain rasa asin. kode 552 konsentrasinya 0. Seperti halnya grafik 1.256 ke konsentrasi 0.33%. 1988).128 rata-ratanya 0. konsentrasi 0. sedangkan yang termasuk zat-zat kationik adalah Na+.32. Beberapa zat yang ternasuk anionik adalah Cl -. F -. grafik 2 juga mengalami penurunan.128.67%.82 telah berada pada ambang batas dimana daya deteksi terhadap rasa manis telah mencapai batas maksimumnya dimana pada penambahan konsentarsi selanjutnya panelis sudah tidak merasakan adanya perbedaan rasa manis lagi. Seharusnya hubungan antara daya deteksi dengan konsentrasi larutan sukrosa berbanding lurus. konsentrasi 0.

dan kode 895 konsentrasinya 0. artinya panelis sudah mulai memberi kesan terhadap rasa larutan tersebut.25 dengan daya deteksi 40%. NH4 dan Ca. Rasa pahit umumnya diasosiasikan dengan kelompok komponen fenolik dan alkaloid seperti naringin pada grapefruit dan anggur. begitupun sebaliknya. Pada konsentrasi 0.0005 rata-ratanya 0.256. konsentrasi 0. kuinon.32dan 0.409 telah berada pada ambang batas dimana daya deteksi terhadap rasa asin telah mencapai batas maksimumnya dimana pada penambahan konsentarsi selanjutnya panelis sudah tidak merasakan adanya perbedaan rasa asin lagi. semakin tinggi pula besaran kesannya. karena sebagian lebih panelis belum dapat merasakan rasa pada larutan tersebut.0064 daya deteksinya 16. . Grafik berikutnya menunjukkan hubungan antara daya deteksi dengan konsentrasi larutan garam (grafik 4).0002.0007 rata-ratanya 0. kafein pada kopi. garam-garam Mg. daya deteksi tersebut tidak dapat diterima. konsentrasi 0. Dan untuk larutan dengan konsentrasi 0. Rasa pahit disebabkan oleh alkaloidalkaloid contohnya pada kafein.1.0014.kode 946 konsentrasinya 0.35°C. hal lain yang berpengaruh pada rasa asin adalah suhu. Rasa pahit merupakan salah satu jenis rasa dasar yang diidentikkan dengan rasa yang tidak menyenangkan. Intensitas rasa akan besar dalam media air daripada dalam media yang lain.33% telah berada pada ambang pembedaan dimana panelis telah mampu untuk mendeteksi adanya perbedaan rasa. konsentrasi 0. tujuh sampel pahit terbuat dari larutan kafein dengan konsentrasi berbeda dan sudah diberi kode yaitu kode 425 konsentrasinya 0.0016.75 dengan daya deteksi 100% dan konsentrasi 0.409 rata-ratanya 3. Selain adanya pengaruh dari konsentrasi. Diantara panelis berbeda tingkat sensitivitasnya.128 dengan daya konsentrasi 86. grafik ini juga berbanding lurus.4 dengan daya deteksi 47%.67%.0009 rata-ratanya 0.883 dengan daya deteksi 100%.00025 mmol/kg air (Ottinger dan Hofmann 2002).192 dimana diperoleh daya deteksi sebesar 93. konsentrasi 0.32 rata-ratanya 2. Hubungan antara besaran kesan yang diperoleh (y) dan konsentrasi larutan garam (x) Grafik 4. semakin tinggi pula daya deteksinya.0009. Senyawa pemberi rasa pahit terkini yang dilaporkan memiliki rasa pahit yang sangat intens adalah “quinozolate” dengan ambang batas 0. Kenaikan temperatur akan menurunkan rangsangan rasa asin dan sebaliknya. Untuk jenis larutan dengan konsentrasi 0. dan adapatasi. kode 826 konsentrasinya 0. Sensasi senyawa rasa pahit diperoleh dengan mekanisme yang mirip dengan rasa manis.367 dengan daya deteksi 100%. Apabila semakin banyak sampel yang diuji oleh panelis. Rasa pahit umumnya teridentifikasi dengan kuat pada pangkal lidah. hubungan antara daya deteksi (y) dengan konsentrasi larutan garam (x) Pada grafik yang menunjukkan hubungan antara kesan yang diperoleh dengan konsentrasi larutan garam (grafik 3) sudah berbanding lurus karena semakin tinggi konsentrasi larutan garam.0002 rata-ratanya 0.433 dengan daya deteksi 56. Sampel selanjutnya adalah larutan kafein untuk pengujian rasa pahit.66%. begitupula sebaliknya. Suhu optimum untuk rasa asin adalah 18° . Untuk konsentrasi 0.083dengan daya deteksi 10%. kode 117 konsentrasinya 0. limonin pada sitrus. Semakin tinggi konsentrasi larutan sukrosa.064 daya deteksinya 50% dapat dikatakan berada pada ambang mutlak. Hanya saja jarak antar gugus fungsional menjadi penentu.67% telah berada pada ambang pengenalan karena konsentrasi tersebut dapat membuat panelis mengidentifikasi jenis rasa larutan tersebut yaitu asin. Grafik 3. sehingga rangsangan rasa belum tentu dapat diukur secara seragam oleh panelis. 0. dan sebagainya. medium rasa yang dipakai. Selain itu peptida dengan berat molekul lebih kecil 6000 atau asam amino hidrofobik dapat juga memberikan rasa pahit.0012. Praktikum kali ini. kode 392 konsentrasinya 0.0007. senyawa fenol seperti margarin. kode 773 konsentrasinya 0. 1988). Seperti halnya grafik pertama. Sementara untuk larutan dengan konsentrasi 0. maka lama kelamaan panelis akan dapat memberikan respons terhadap rangsangan yang diterima panelis secara konstan (Kartika. Data dari hasil pengamatan menunjukkan untuk konsentrasi 0.0005.

Seperti halnya grafik pertama.0016 dimana daya deteksinya sebesar 57% termasuk ke dalam ambang mutlak. karena sebagian lebih panelis belum dapat merasakan rasa pada larutan tersebut. begitupula sebaliknya.0005 daya deteksinya 40% daya deteksi tersebut tidak dapat diterima. Pada grafik yang menunjukkan hubungan antara kesan yang diperoleh dengan konsentrasi larutan garam (grafik 3) sudah berbanding lurus karena semakin tinggi konsentrasi larutan garam.617 dengan daya deteksi 70% dan konsentrasi 0. Kenaikan suhu dapat mengakibatkan intensitas rasa pahit semakin berkurang.Larutan dengan konsentrasi 0. Untuk jenis larutan dengan konsentrasi 0.0014 rata-ratanya 0. daya deteksi tersebut tidak dapat diterima. .66% dapat dikatakan berada pada ambang mutlak.0014 dengan konsentrasi 70% dan larutan dengan konsentrasi 0. hal lain yang berpengaruh pada rasa pahit adalah suhu. dan adapatasi.konsentrasi 0.75 dengan daya deteksi 57%. Selain adanya pengaruh dari konsentrasi. Dan untuk larutan dengan konsentrasi 0. karena sebagian lebih panelis belum dapat merasakan rasa pada larutan tersebut.0009 dimana diperoleh daya deteksi sebesar 56. begitupun sebaliknya.0016 rata-ratanya 0. medium rasa yang dipakai. Pada konsentrasi 0. konsentrasi 0. grafik ini juga berbanding lurus.0002 daya deteksinya 10%. semakin tinggi pula daya deteksinya.0012 dimana daya deteksi sebesar 63. Sementara untuk larutan dengan konsentrasi 0. semakin tinggi pula besaran kesannya.0012 rata-ratanya 0.567 dengan daya deteksi 63. artinya panelis sudah mulai memberi kesan terhadap rasa larutan tersebut.33%. larutan dengan konsesntrasi 0. Karena panelis belum dapat merasakan rasa pada larutan tersebut. Grafik berikutnya menunjukkan hubungan antara daya deteksi dengan konsentrasi larutan garam (grafik 4).0007 dengan daya konsentrasi 47% daya deteksi tersebut masih tidak dapat diterima.33% . Semakin tinggi konsentrasi larutan sukrosa.

.

PENUTUP A. Kesimpulan .IV.

. PAU Pangan dan Gizi UGM. T. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Hubeis.S dan M. 1995. Fisiologi kedokteran. Ottinger H dan Hofmann T. 2002. 1992. Petunjuk Laboratorium Metode Penilaian Indrawi. Kartika B. W. Alih bahasa oleh Petrus Adrianto. Bogor: IPB Press.DAFTAR PUSTAKA Ganong.. Soekarto.Supartono.F. Jakarta: Gramedia. .Hastuti dan W. Yogyakarta. J Agric Food Chem 50:5156-5161. 1988. P. Quantitative model studies on the efficiency of precursors in the formation of coolingactive 1-pyrrolidinyl-2-cyclopenten-1-ones and bitter-tasting cyclopenta-[b]azepin-8(1H)-ones.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->