1

BESARAN DAN SATUAN

Pesawat terbang

Sumber: Encarta Encyclopedia, 2006

C

oba perhatikan gambar di atas. Untuk membuat sebuah pesawat terbang dibutuhkan banyak tenaga ahli. Terutama untuk menghitung berbagai komponen d i d alamnya. Komponen-komponen d alam sebuah pesawat terbang harus secara cermat dihitung ukuran, berat, letak, bentuk, sampai sifat-sifatnya. Hal ini tentu saja bertujuan agar pesawat yang dihasilkan akan nyaman dipakai, cepat, dan aman. Nah, untuk membuat pesawat terbang sangat berkaitan erat dengan ilmu fisika. Mengapa ilmu fisika itu penting? Untuk mengetahuinya ikuti uraian berikut ini.

Bab 1 Besaran dan Satuan 

alat ukur, besaran, dimensi, satuan, satuan internasional

Fisika adalah salah satu ilmu pengetahuan alam dasar yang banyak digunakan sebagai dasar bagi ilmu-ilmu yang lain. Fisika adalah ilmu yang mempelajari gejala alam secara keseluruhan. Fisika mempelajari materi, energi, d an fenomena atau kejadian alam, baik yang bersifat makroskopis (berukuran besar, seperti gerak Bumi mengelilingi Matahari) maupun yang bersifat mikroskopis (berukuran kecil, seperti gerak elektron mengelilingi inti) yang berkaitan dengan perubahan zat atau energi. Fisika menjadi dasar berbagai pengembangan ilmu dan teknologi. Kaitan antara fisika dan disiplin ilmu lain membentuk disiplin ilmu yang baru, misalnya dengan ilmu astronomi membentuk ilmu astrofisika, d engan biologi membentuk biofisika, d engan ilmu kesehatan membentuk fisika medis, dengan ilmu bahan membentuk fisika material, dengan geologi membentuk geofisika, dan lain-lain. Pada bab ini akan dipelajari tentang dasar-dasar ilmu fisika.

A.

Fisika dan Ruang Lingkupnya
1. Arti Fisika
Fisika berasal dari bahasa Yunani yang berarti “alam”. Fisika adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari sifat dan gejala pada benda-benda di alam. Gejala-gejala ini pada mulanya adalah apa yang dialami oleh indra kita, misalnya penglihatan menemukan optika atau cahaya, pendengaran menemukan pelajaran tentang bunyi, dan indra peraba yang dapat merasakan panas. Mengapa kalian perlu mempelajari Fisika? Fisika menja d i ilmu pengetahuan yang men d asar, karena berhubungan dengan perilaku dan struktur benda, khususnya benda mati. Menurut sejarah, fisika adalah bidang ilmu yang tertua, karena dimulai dengan pengamatanpengamatan dari gerakan benda-benda langit, bagaimana lintasannya, periodenya, usianya, dan lain-lain. Bidang ilmu ini telah d imulai beraba d -aba d yang lalu, d an berkembang pada zaman Galileo dan Newton. Galileo merumuskan hukum-hukum mengenai ben d a yang jatuh, sedangkan Newton mempelajari gerak pada umumnya, termasuk gerak planet-planet pada sistem tata surya.

Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar, PT Ichtiar Baru van Hoeve, 2005

Gambar 1.1 Gerak planetplanet pada sistem tata surya dipelajari dalam fisika.

Fisika X untuk SMA/MA

Walaupun fisika terbagi atas beberapa bidang. komunikasi. bagaimana pesawat dapat mendarat di bulan? Ini semua dipelajari dalam berbagai bidang ilmu fisika. Mengapa bumi dapat mengelilingi matahari? Bagaimana udara dapat menahan pesawat terbang yang berat? M engapa langit tampak ber w arna biru? Bagaimana siaran/tayangan TV dapat menjangkau tempattempat yang jauh? M engapa sifat-sifat listrik sangat d iperlukan d alam sistem komunikasi d an in d ustri? Bagaimana peluru kendali dapat diarahkan ke sasaran yang letaknya sangat jauh. Tinjauan suatu fenomena dari bidang fisika tertentu akan memperoleh hasil yang sama jika ditinjau dari bidang fisika lain. D emikian juga ahli-ahli meteorologi (ilmu cuaca). Fisika klasik meliputi mekanika. kimia. Bab 1 Besaran dan Satuan ! .3 Peralatan modern di bidang kedokteran memanfaatkan ilmu fisika. 2000 Gambar 1. hukum fisika berlaku universal. 2. dan mekanika. Ilmu fisika d apat menjawab pertanyaan-pertanyaan mengenai fenomenafenomena yang menarik.Pada zaman modern seperti sekarang ini. Bi d ang fisika secara garis besar terbagi atas d ua kelompok. yaitu fisika klasik dan fisika modern. sejak penemuan teori relativitas Einstein dan radioaktivitas oleh keluarga Curie. Hubungan Ilmu Fisika dengan Ilmu Pengetahuan Lain Tujuan mempelajari ilmu fisika adalah agar kita dapat mengetahui bagian-bagian dasar dari benda dan mengerti interaksi antara benda-benda. Peralatan modern di rumah sakit-rumah sakit menerapkan ilmu fisika. Ahli-ahli astronomi memerlukan optik spektografi dan teknik radio. Sumber: Jawa Pos. akustik. listrik magnet.2 Bom atom merupakan penerapan teori relativitas. ke d okteran. ilmu fisika sangat mendukung perkembangan teknologi. bunyi. serta mampu menjelaskan mengenai fenomena-fenomena alam yang terjadi. Fisika modern berkembang mulai abad ke-20. oseanologi (ilmu kelautan). industri. bahkan antarbenua? Dan akhirnya. dan seismologi memerlukan ilmu fisika. listrik. Ahli-ahli geologi dalam risetnya menggunakan metode-metode gravimetri. Fisika klasik bersumber pada gejala-gejala yang ditangkap oleh indra. d an gelombang yang menja d i perbatasan antara fisika klasik dan fisika modern. panas. PT Balai Pustaka. biologi. d an lain-lain. 27 Juli 2006 Gambar 1. optika. Ilmu fisika menunjang riset murni maupun terapan. Selain itu konsep-konsep dasar fisika tidak saja mendukung perkembangan fisika sendiri. tetapi juga perkembangan ilmu lain dan teknologi. termasuk kerekayasaan (engineering). Sumber: Jendela Iptek Listrik.

panjang. sebagai contoh indeks bias dan massa jenis relatif. Para penyigi mengkhususkan diri pada pemetaan dan teodolit merupakan perkakas mereka yang paling penting. Sesuatu yang dapat diukur itu disebut besaran. sehingga diperoleh data/ hasil pengamatan yang bersifat kuantitatif. Besaran Pokok dan Satuan Standar 1. 2003 Gambar 1. Sebagai contoh. Dalam fisika. Besaran Pokok Besaran-besaran dalam fisika dapat dikelompokkan menjadi dua macam. Sumber: Ensiklopedi Sains dan Kehidupan. menggunakan teknik pemotretan matahari: suatu titik berkilo-kilometer jauhnya dapat ditentukan dengan tepat jika seseorang di tempat itu memancarkan sinar dari suatu cermin ke lensa yang terdapat pada teodolit. dan suhu adalah sesuatu yang dapat diukur. yang berdiri sendiri. Para ahli merumuskan tujuh macam besaran pokok. Para penyigi ini melakukan pengukuran jarak jauh di suatu pulau di Benua Arktika untuk menentukan letak suatu sumur minyak. yaitu nilai dan satuan. Pengukuran Fisika lahir dan berkembang dari hasil percobaan dan pengamatan. Besaran mempunyai dua komponen utama. yaitu besaran pokok dan besaran turunan. dan tidak tergantung pada besaran lain. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan atau ditetapkan terlebih dahulu. hasil pengukuran pada suatu percobaan diperoleh panjang terukur 4 meter. perlu diingat bahwa tidak semua besaran fisika mempunyai satuan.1. " Fisika X untuk SMA/MA . B. Dalam ilmu fisika. volume air 10 cm3 pada suhu 15 oC.3. Percobaan (eksperimen) dan pengamatan (obser v asi) memerlukan pengukuran ( measurement ) dengan bantuan alat-alat ukur. volume. seperti yang ditunjukkan pada Tabel 1. Percikan Fisika Memotret Matahari Salah satu kehebatan Zaman Ruang Angkasa adalah bagaimana foto dari ruang angkasa menyerupai peta yang digambar menggunakan pengukuran yang dibuat di Bumi.4 Meteran adalah alat ukur yang paling sederhana. CV Tarity Samudra Berlian.

dan sebagainya. Satuan Standar (Satuan Sistem Internasional: SI) Satuan merupakan salah satu komponen besaran yang menjadi standar dari suatu besaran. pada tahun 1960. simbol u). kelvin. para ahli sepakat untuk menggunakan satu sistem satuan. dan watt (W) ditambahkan ke dalam SI. Sebuah besaran tidak hanya memiliki satu satuan saja. sekon.Tabel 1. d isebut Systeme Internationale d’Unites (SI). Bab 1 Besaran dan Satuan # . mol. Sistem Internasional disebut sebagai Metre – Kilogram – Second (MKS). Akan tetapi. yaitu menggunakan satuan stan d ar Sistem Internasional. mil.1 Besaran pokok dan satuannya ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Be saran Pokok Panj ang Massa Waktu Kuat arus listrik Suhu Jum lah zat Intensitas cahaya Simbol Be saran l m t I T n lv m eter kilogram sekon am pere kelvin m ol kandela Satuan Simbol Satuan m kg s A K m ol cd 2. massa atom karbon-12 ditetapkan sebesar 12 sma (sma = satuan massa atom. Besaran panjang ada yang menggunakan satuan inci. Satuan ini dibuat untuk menghindari kesalahpahaman yang timbul dalam bidang ilmiah karena adanya perbedaan satuan yang digunakan. joule (J). tujuh Satuan Internasional dari besaran pokok telah ditetapkan yaitu meter. d an sebagainya. Satuan Internasional a d alah satuan yang d iakui penggunaannya secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. Untuk massa dapat menggunakan satuan ton. ampere. kilogram. Dengan a d anya kesulitan tersebut. kaki. dengan menggunakan standar massa atom karbon-12. gram. tiga satuan yaitu newton (N). Selanjutnya pada Konferensi Berat dan Pengukuran Tahun 1948. dan kandela. Pada awalnya. Untuk pengukuran massa yang sangat kecil. kilogram. Adanya berbagai macam satuan untuk besaran yang sama akan menimbulkan kesulitan. Menurut perjanjian internasional. Kalian harus melakukan penyesuaian-penyesuaian tertentu untuk memecahkan persoalan yang ada.

792.763.5 Mengukur dengan jengkal tangan akan menghasilkan ukuran yang tidak seragam. dan detik. Para ahli menetapkan lagi patokan panjang yang nilainya selalu konstan. Satuan Standar Panjang Satuan besaran panjang berdasarkan SI dinyatakan dalam meter (m). 2004 Gambar 1. satuan meter diusulkan setara dengan sepersepuluh juta kali seperempat garis bujur bumi yang melalui kota Paris. Tetapi. 1 Sumber: Kamus Fisika Bergambar. penyeli d ikan a w al geo d esik menunjukkan keti d akpastian stan d ar ini. standar satuan baku telah ditetapkan sama di setiap tempat. Sistem MKS menggantikan sistem metrik. 2006 Gambar 1.73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas kripton-86 dalam ruang hampa pa d a suatu loncatan listrik. Standar satuan tidak baku tidak sama di setiap tempat. Tabel 1. Paris.6 Batang platina iridium yang digunakan sebagai meter standar.2 Singkatan sistem metriks satuan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Konve rsi Be saran 1000000000000 1000000000 Orde 1 0 12 109 tera (T ) giga (G) Nama $ Fisika X untuk SMA/MA . para ahli menilai bahwa meter standar itu kurang teliti karena mudah berubah.650. Sistem itu juga disebut sistem Centimeter – Gram – Second (CGS). sehingga batang platinairi d ium yang asli dibuat dan disimpan di Sevres dekat Paris. D efinisi baru menyatakan bah w a satuan panjang SI a d alah panjang lintasan yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama selang waktu 299. Sementara itu. gram yang didefinisikan sebagai massa satu sentimeter kubik air. yaitu satuan tidak baku dan satuan baku.458 sekon. Pakar Raya. Prancis. Angka yang sangat besar atau sangat kecil oleh ilmuwan digambarkan menggunakan awalan dengan suatu satuan untuk menyingkat perkalian atau pembagian dari suatu satuan. yaitu suatu sistem satuan desimal yang mengacu pada meter. Jadi. Satuan dibedakan menjadi dua jenis.2. Ketika sistem metrik diperkenalkan. Pa d a tahun 1960 d itetapkan bah w a satu meter a d alah panjang yang sama d engan 1. misalnya jengkal dan hasta.Sumber: Dokumen Penerbit. a. Singkatan sistem metriksnya dapat dilihat pada Tabel 1. disimpan di Sevres.

yang ukurannya mencapai bilangan nanometer (sepersekian juta dari satu milimeter).1 0 .1000000 1000 100 10 1 0 . Prancis.0 0 1 0 .0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 106 103 102 101 1 0 -1 1 0 -2 1 0 -3 1 0 -6 1 0 -9 1 0 -1 2 m ega (M) kilo (k) hekto (h) deka (da) desi (d) senti (c) m ili (m ) m i kr o ( μ ) nano (n) piko (p) Percikan Fisika Nanobot Nanobot. Silinder platina iridium memiliki diameter 3. waktu ini ternyata kurang tepat akibat adanya pergeseran. PT Balai Pustaka. Massa 1 kilogram standar mendekati massa 1 liter air murni pada suhu 4 oC. 1 Sumber: Jendela Iptek Ruang dan Waktu. Mula-mula ditetapkan bahwa satu sekon sama dengan 86. Paris. Satu kilogram standar adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari platina iridium yang disimpan di Sevres. D alam pengamatan astronomi.9 cm. sehingga tidak dapat digunakan sebagai patokan.9 cm dan tinggi 3.0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 . 2000 Gambar 1.0 0 0 0 0 1 0 . Satuan Standar Massa Satuan standar untuk massa adalah kilogram (kg).7 Platinum iridium sebagai standar massa yang disimpan di Sevres. Bab 1 Besaran dan Satuan % . Peralatan bedah nano yang sangat kecil dapat dikendalikan dan dicatu daya oleh mesin nano yang lebih besar. b. c.0 1 0 . suatu hari nanti akan dipakai untuk melakukan operasi mata atau bagian-bagian lain tubuh manusia yang membutuhkan ketelitian sangat tinggi.400 rata-rata gerak semu matahari mengelilingi Bumi. Satuan Standar Waktu Satuan SI waktu adalah sekon (s).

Suhu merupakan besaran yang menyatakan derajat panas atau dingin suatu benda. Saat benda dipanaskan atau didinginkan akan terjadi perubahan sifat. Satuan Standar Suhu Suhu menunjukkan derajat panas suatu benda. 1 1 g.770 kali. . 2000 Gambar 1. d inyatakan sebagai berikut: T = 273.792.16 dari suhu titik tripel air. 2 Pa. d. .1 ampere = arus dalam dua batang penghantar berjarak 1 m dalam vakum menghasilkan gaya sebesar 2 × 10-7 Nm-1. 1 Sumber: Jendela Iptek Ruang dan Waktu. e.192.16o + tc dengan: T = suhu mutlak.16 suhu titik tripel air. .2 × 10-2 kg karbon-12. molekul. Titik tripel menyatakan temperatur d an tekanan saat ter d apat keseimbangan antara uap. yang akan menghasilkan gaya antara kedua batang penghantar sebesar 2 × 10–7 Nm–1.1 mol = jumlah atom di dalam 1. yang besarnya sama dengan intensitas sebuah sumber cahaya yang memancarkan radiasi monokromatik dengan frekuensi 540 × 1012 Hz dan memiliki intensitas pancaran 1 683 watt per steradian pada arah tertentu. Partikel elementer merupakan unsur fundamental yang membentuk materi di alam semesta. pa d a tahun 1956 d itetapkan bah w a satu sekon adalah waktu yang dibutuhkan atom cesium-133 untuk bergetar sebanyak 9.16 K d an 611. dan lain-lain.458 sekon.2 × 10-2 kg karbon-12. dan volume gas. dalam kelvin (K) tc = suhu.8 Jam cesium mempunyai ketepatan yang sangat tinggi. .770 kali. dengan luas penampang yang dapat diabaikan dan terpisahkan sejauh satu meter d alam v akum.1 sekon = waktu yang dibutuhkan atom cesius133 untuk bergetar sebanyak 9.1 meter = panjang lintasan cahaya dalam vakum selama 299. dan padat suatu bahan. Satuan standar: . Satuan standar suhu adalah kelvin (K). yang didefinisikan sebagai satuan suhu mutlak dalam termodinamika yang besarnya sama dengan 273. Jika d iban d ingkan d engan skala termometer Celsius. Satuan Standar Jumlah Zat Satuan SI untuk jumlah zat adalah mol.631.1 kelvin = 273. dalam derajat celsius (oC) f. seperti panjang logam.1 kandela = intensitas cahaya radiasi monokromatik dengan frekuensi 540 × 1012 Hz. Partikel ini dapat berupa atom.Selanjutnya.631. Satu ampere didefinisikan sebagai arus tetap. PT Balai Pustaka. yang dipertahankan untuk tetap mengalir pada dua batang penghantar sejajar dengan panjang tak terhingga. & Fisika X untuk SMA/MA . cair. Satuan Standar Intensitas Cahaya Intensitas cahaya dalam SI mempunyai satuan kandela (cd). Satu mol setara d engan jumlah zat yang mengan d ung partikel elementer sebanyak jumlah atom di dalam 1. Satuan Standar Arus Listrik Satuan standar arus listrik adalah ampere (A). volume zat cair. Titik tripel air a d alah 27 3.1 kg = massa 1 liter air o murni pada suhu 4 C.192. . . elektron.

28 ft 1 kilometer (km) = 0.09 × 1016 m 1 fermi = 10 -15 m Massa 1 satuan massa atom (sma) = 1. kecuali satuan yang kita kehen d aki. dan waktu.621 mil 1 yard (yd) = 3 ft = 10 -10 m 1 angstrom (. Berapa jarak lari 100 m jika dinyatakan dalam yard? Bab 1 Besaran dan Satuan ' .) 1 tahun cahaya (ly) = 9.9 Ukuran pada TV menggunakan satuan tidak standar. Contoh Soal Pada perlombaan lari cepat jarak pendek seorang pelari menempuh jarak 100 m. 2006 Gambar 1. Inci dan ton merupakan contoh satuan tidak standar masing-masing untuk besaran panjang dan besaran massa. Konversi satuan dilakukan dengan menyisipkan faktor konversi yang cocok yang membuat satuan lain ditiadakan.1536 × 107 s Sumber: Dokumen Penerbit.59 kg 1 ton = 1. Satuan Tidak Standar dan Konversi Satuan Televisi di rumah berukuran 14 inci. massa.3.46 × 1015 m 1 parsec = 3. Faktor kon v ersi merupakan perbandingan dua satuan besaran sehingga sama dengan satu. Satuan tidak standar seperti ini perlu dikonversi ke satuan standar sehingga satuannya konsisten.600 s 1 hari = 8.54 cm 1 sentimeter (cm) = 0. Berikut ini beberapa contoh konversi satuan untuk besaran panjang.64 × 104 s 1 tahun = 3.205 lb 1 slug = 14.394 inci 1 meter (m) = 3.6605 × 10-27 kg 1 kilogram (kg) = 103 g = 2.000 kg Waktu 1 menit = 60 s 1 jam = 3. Truk itu mengangkut 500 ton beras. Panjang 1 inci = 2.

massa jenis merupakan turunan dari besaran pokok massa dan panjang. A d apun massa jenis merupakan kombinasi besaran massa dan besaran volume. Oleh karena itu. Besaran Turunan Besaran turunan a d alah besaran yang d apat d iturunkan atau didefinisikan dari besaran pokok.0 g/cm3. Berapa kecepatan mobil tersebut jika dinyatakan dalam m/s? 2 . luas merupakan turunan dari besaran panjang.  Fisika X untuk SMA/MA . Volume merupakan kombinasi tiga besaran panjang. Luas = panjang × lebar = besaran panjang × besaran panjang Satuan luas = meter × meter = meter persegi (m2) Besaran turunan yang lain misalnya volume. L uas merupakan hasil kali d ua besaran panjang. Selain itu. Satuan besaran turunan d isesuaikan d engan satuan besaran pokoknya.Penyelesaian: 1 yd = 3 ft = 36 inci atau: 1 yd = 36 inci × ⎜ 1 inci ⎟ ⎝ ⎠ = 91. Volume juga merupakan turunan d ari besaran panjang.094 yard ⎞ ⎟ ⎠ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Uji Kemampuan 1.4 yard ⎛ 1. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya didefinisikan atau ditetapkan terlebih dahulu. Sebuah mobil bergerak dengan kecepatan 72 km/jam.094 yard sehingga: 100 m = (100 m) ⎜ 1 m ⎝ 100 m = 109.9144 m 1 ⎛ 2.1 1. Jika dinyatakan dalam kg/m3.54 cm ⎞ berarti: 1 m = 0. yaitu panjang. Salah satu contoh besaran turunan yang se d erhana ialah luas. yang berdiri sendiri. Massa jenis suatu fluida adalah 1. d an tinggi. Besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. dan tidak tergantung pada satuan besaran lain. berapakah nilai massa jenis fluida tersebut? C.44 cm = 0. lebar.9144 yd = 1. yaitu panjang dan lebar.

s2) s-1 A . atau ft.m 2/s3 kg/(m .3 Besaran turunan dan satuannya ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Be saran T urunan Luas Volum e Kecepatan Massa j enis Gaya Energi dan usaha Daya Tekanan Frekuensi Muatan listrik Potensial listrik Ham batan listrik Kapasitansi Medan m agnetik Fluks m agnetik Induktansi Satuan Nama Satuan m eter persegi m eter kubik m eter per sekon kilogram per m eter kubik newton j o ul e watt pascal hertz coulom b vo l t o hm farad tesla weber henry Simbol m2 m3 m /s kg/m 3 N J W Pa Hz C V Dalam Satuan Dasar m2 m3 m /s kg/m 3 kg. cm.m 2/(A .s3) A 2.m 2 kg/(A .s2) kg.m 2/s2 kg. yaitu L. Dimensi Besaran 1. Dimensi Besaran Pokok dan Besaran Turunan Dimensi adalah cara penulisan suatu besaran dengan menggunakan simbol (lambang) besaran pokok. Bab 1 Besaran dan Satuan  .m 2/(A 2. keempat satuan itu mempunyai d imensi yang sama.s kg.s2) kg.m 2/(A . Apa pun jenis satuan besaran yang d igunakan ti d ak memengaruhi d imensi besaran tersebut.s4/kg.s3) kg. Hal ini berarti d imensi suatu besaran menunjukkan cara besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok.m /s2 kg.m 2/(A 2.s2) Ω F T Wb H D. misalnya satuan panjang dapat dinyatakan dalam m.Tabel 1. km.

dan waktu merupakan besaran yang berdiri bebas satu sama lain.5 menunjukkan berbagai dimensi besaran turunan. Tabel 1.5 Dimensi besaran turunan ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Be saran T urunan Luas Volum e Kecepatan A nalisis [panj ang] x [panj ang] [panj ang] x [panj ang] x [panj ang] [L]2 [L]3 [L][T ]-1 Dime nsi [panjang] [waktu] [kecepatan] [waktu] [massa] [volume] Percepatan [L][T ]-2 Massa j enis [M][L]-3  Fisika X untuk SMA/MA . besaran pokok panjang. Persamaan yang d ibentuk oleh besaran-besaran pokok tersebut haruslah konsisten secara dimensional. Tabel 1. biasanya diberi tanda [ ]. Dimensi besaran panjang dinyatakan dalam L. massa.Di dalam mekanika. Tabel 1. dan besaran waktu dalam T. besaran massa dalam M. Dimensi suatu besaran yang d inyatakan d engan lambang huruf tertentu. Tabel 1.4 menunjukkan lambang dimensi besaran-besaran pokok.4 Lambang dimensi besaran pokok ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Be saran Pokok Panj ang Massa Waktu Kuat A rus listrik Suhu Jum lah zat Intensitas cahaya m eter (m ) kilogram (kg) sekon (s) am pere (A ) kelvin (K) m ol (m ol) kandela (cd) Satuan Lambang Dime nsi [L] [M] [T ] [I] [è] [N] [J] Dimensi dari besaran turunan dapat disusun dari dimensi besaran-besaran pokok. yaitu kedua dimensi pada kedua ruas harus sama. sehingga d apat berperan sebagai d imensi.

Ketiganya memiliki dimensi panjang [ L]. Berat jenis b. 1. Luas merupakan hasil kali panjang dan lebar. Volume Penyelesaian: 1. Kecepatan merupakan hasil bagi jarak terhadap waktu. Luas 2 . lebar. a. Dimensi jarak adalah [L].2 Tentukan dimensi besaran-besaran turunan berikut ini. keduanya memiliki dimensi panjang [ L] luas = panjang × lebar = [ panjang] × [ lebar] = [ L] × [ L] = [ L]2 2. Energi kinetik d . sehingga dimensi volume adalah: [volume] = [ panjang ] × [ lebar] × [tinggi] = [ L] ×[ L]× [ L] = [ L]3 ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Uji Kemampuan 1.Gaya Tekanan U saha Daya [m assa] x [percepatan] [M][L][T ]-2 [M][L]-1[T ]-2 [M][L]2[T ]-2 [M][L]2 [T ]-3 [gaya] [luas] [gaya] x [panj ang] [usaha] [waktu] Contoh Soal Tentukan dimensi besaran-besaran turunan berikut ini. Volume adalah hasil kali panjang. Momentum c. Jadi dimensi kecepatan adalah Kecepatan = jarak waktu [L] [kecepatan] = [T] = [ L][ T ]-1 3. dan tinggi. Energi potensial Bab 1 Besaran dan Satuan ! . sedangkan waktu memiliki dimensi [ T ]. Kecepatan 3.

PT Bhuana Ilmu Populer. serta besaran pokok yang lain. Sementara itu. untuk ruas kanan: [ jarak tempuh] = [ kecepatan] × [waktu] [ L] = [ L][ T ]-1 × [ T ] [ L] = [ L] Dimensi besaran pada kedua ruas persamaan sama. untuk menganalisis kebenaran d ari dimensi jarak tempuh dapat dilihat persamaan berikut ini. dan mikrometer sekrup. setiap suku berdimensi sama. E. dimensi ruas kanan = dimensi ruas kiri.dimensi waktu = [T] Maka dimensi jarak tempuh dari rumus s = v × t . M eto d e penjabaran d imensi atau analisis dimensi menggunakan aturan-aturan: a. Mistar (penggaris) Mistar/penggaris berskala terkecil 1 mm mempunyai ketelitian 0.5 tentang dimensi beberapa besaran turunan dapat diperoleh: . Alat Ukur 1. 2004 a. Gambar 1. Sumber: Kamus Visual. Akan tetapi. jangka sorong. maka dapat dipastikan persaman tersebut salah. Besaran yang memiliki dimensi sama bisa ditambahkan atau dikurangi. b. " Fisika X untuk SMA/MA . rollmeter. Analisis Dimensi Setiap satuan turunan dalam fisika dapat diuraikan atas faktor-faktor yang didasarkan pada besaran-besaran massa.dimensi jarak tempuh = dimensi panjang = [ L] . Jarak tempuh = kecepatan × waktu s = v×t Dari Tabel 1. Salah satu manfaat dari konsep dimensi adalah untuk menganalisis atau menjabarkan benar atau salahnya suatu persamaan. panjang. Alat Ukur Besaran Panjang Alat-alat ukur panjang yang dipakai untuk mengukur panjang suatu benda antara lain mistar. dan waktu. Ketelitian pengukuran menggunakan mistar/penggaris adalah setengah nilai skala terkecilnya. bila dimensi besaran pada kedua ruas tidak sama. Sebagai contoh.dimensi kecepatan = [ L][ T ]-1 .10 Mistar/ penggaris untuk mengukur besaran panjang.5 mm.2. perkalian atau pembagian dua atau lebih dimensi akan menghasilkan dimensi baru. maka dapat disimpulkan bahwa kemungkinan persamaan tersebut benar.

Dalam setiap pengukuran dengan menggunakan mistar. Skala nonius mempunyai panjang 9 mm yang terbagi menjadi 10 skala dengan tingkat ketelitian 0.5 mm. ? skala nonius Hitunglah hasil pengukurannya berdasarkan gambar di atas! Penyelesaian: Pada skala utama menunjukkan = 58 mm Pada skala nonius menunjukkan = 5 × 0.5 mm Hasil pengukuran = (58 + 0.50 meter. c. x = . tampak seperti pada Gambar 1. Meteran ini biasanya dibuat dari plastik atau pelat besi tipis. dengan panjang 25 . Ketelitian pengukuran dengan rollmeter sampai 0.1 = 0.1 mm.5 mm.11. sedangkan pada rahang sorong terdapat skala nonius atau skala vernier. 2000 Gambar 1. Contoh Soal Pengukuran menggunakan jangka sorong diperoleh hasil sebagai berikut: 5 cm skala utama 6 cm Sumber: Kamus Visual. dan diameter luar maupun diameter dalam suatu benda dengan batas ketelitian 0.12 Jangka sorong dengan dua rahang. Rollmeter (Meter Kelos) Rollmeter merupakan alat ukur panjang yang dapat digulung. Pada rahang tetap dilengkapi dengan skala utama.11 Rollmeter memiliki ketelitian 0. PT Balai Pustaka. kedalaman lubang. Paralaks yaitu kesalahan yang terjadi saat membaca skala suatu alat ukur karena kedudukan mata pengamat tidak tepat. yaitu rahang tetap dan rahang sorong. Hal ini untuk menghin d ari kesalahan penglihatan (paralaks). tebal. PT Bhuana Ilmu Populer. yaitu rahang tetap dan rahang sorong.. Sumber: Jendela Iptek Ruang dan Waktu.1 mm. Meteran ini dipakai oleh tukang bangunan atau pengukur lebar jalan.5) mm = 58. Jangka Sorong Jangka sorong a d alah alat yang d igunakan untuk mengukur panjang. Jangka sorong mempunyai dua rahang. 2004 Gambar 1..85 cm Bab 1 Besaran dan Satuan # . Hasil pengukuran menggunakan jangka sorong berdasarkan angka pada skala utama ditambah angka pada skala nonius yang dihitung dari 0 sampai dengan garis skala nonius yang berimpit dengan garis skala utama. b.5 mm = 5. usahakan kedudukan pengamat (mata) tegak lurus dengan skala yang akan d iukur.

dan karbon. 1) Skala tetap (skala utama) Skala tetap terbagi dalam satuan milimeter (mm).Sumber: Jendela Iptek Ruang dan Waktu.3 1. Skala ini terdapat pada laras dan terbagi menjadi dua skala. satu skala pada skala putar mempunyai ukuran: 1 × 0.13 Mikrometer memiliki skala tetap dan skala nonius. yaitu skala tetap dan skala putar (nonius). 2 ) Skala putar (skala nonius) Skala putar terdapat pada besi penutup laras yang dapat berputar dan dapat bergeser ke depan atau ke belakang. Mikrometer Sekrup Mikrometer sekrup merupakan alat ukur ketebalan benda yang relatif tipis. Ukuran ini merupakan batas 50 ketelitian mikrometer sekrup. Berapakah hasil pengukurannya? 2 . yaitu skala atas dan skala bawah. Pada mikrometer sekrup terdapat dua macam skala. Pengukuran menggunakan jangka sorong pada skala utama menunjuk angka 33 mm d an pa d a skala nonius menunjuk angka 8. Hitunglah hasil pengukuran menggunakan mikrometer sekrup jika skala utama menunjuk angka 7.25 mm Hasil pengukuran = 4.75 mm atau 0. Satu putaran pada skala ini menyebabkan skala utama bergeser 0. Berapakah hasil pengukurannya? Penyelesaian: Bagian skala utama menunjukkan = 4.5 mm d an skala putar menunjuk angka 2 5. Jadi.475 cm ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ Uji Kemampuan 1.5 mm dan skala nonius menunjuk angka 18! $ Fisika X untuk SMA/MA .01 mm. PT Balai Pustaka. Contoh Soal Hasil pengukuran dengan mikrometer sekrup pada skala utama menunjukkan angka 4. misalnya kertas. 2000 Gambar 1. seng.01 = 0. Skala ini terbagi menjadi 50 skala atau bagian ruas yang sama. d.5 mm Bagian skala nonius menunjukkan = 25 × 0.5 mm.5 mm = 0.

b. Neraca Digital Neraca digital (neraca elektronik) di dalam penggunaanya sangat praktis. neraca analitis dua lengan neraca lengan gantung neraca Ohauss neraca digital Sumber: Kamus Visual. Neraca Ohauss Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. 3. d. PT Bhuana Ilmu Populer. Stopwatch.14 Jenis-jenis neraca untuk mengukur besaran massa. Ketelitian neraca digital ini sampai dengan 0. artinya kesalahan pengukuran jam ini kira-kira satu detik dalam kurun waktu 3. dengan ketelitian 0. Neraca Lengan Gantung Neraca ini berguna untuk menentukan massa benda. dibuat dengan ketelitian 1 detik tiap 3. umumnya dengan ketelitian 1 detik. c. batu. Penunjuk w aktu elektronik.000 tahun.001 gram. Jam atom Cesium. a. karena besar massa benda yang d iukur langsung d itunjuk d an terbaca pa d a layarnya. PT Bhuana Ilmu Populer. Neraca Analitis Dua Lengan Neraca ini berguna untuk mengukur massa benda.000 tahun. neraca Ohauss. Kapasitas beban yang ditimbang dengan menggunakan neraca ini adalah 311 gram.1 gram. mencapai ketelitian 1/1000 d etik. Batas ketelitian neraca analitis dua lengan yaitu 0. Berikut ini beberapa alat untuk mengukur besaran waktu. stopwatch jam Sumber: Kamus Visual. yang cara kerjanya dengan menggeser beban pemberat di sepanjang batang. Batas ketelitian neraca Ohauss yaitu 0. dan lain-lain. Alat Ukur Waktu Waktu merupakan besaran yang menunjukkan lamanya suatu peristiwa berlangsung. kristal benda. c. misalnya emas. Alat Ukur Besaran Massa Besaran massa diukur menggunakan neraca. Arloji. Bab 1 Besaran dan Satuan % .1 detik karena setiap skala pada stopwatch dibagi menjadi 10 bagian. dan neraca digital. d .1 gram. 2004 Gambar 1. Alat ini biasanya digunakan untuk pengukuran waktu dalam kegiatan olahraga atau dalam praktik penelitian. 2004 Gambar 1. seperti neraca analitis dua lengan. Neraca dibedakan menjadi beberapa jenis. b.15 Alat ukur besaran waktu. a.2. neraca lengan gantung.

PT Bhuana Ilmu Populer. Pilihlah alat ukur panjang yang sesuai. Termometer skala Fahrenheit memiliki titik beku pada suhu 32 oF dan titik didih pada 212 oF. Mengukur dimensi kawat a. c. satu mikrometer. 5. termometer dibagi dalam empat macam. b. seperti seutas kawat. Lakukan pengukuran beberapa kali untuk memperoleh variasi data. Ukurlah panjang. Dan termometer skala Reamur memiliki titik beku pada suhu 0 oR dan titik didih pada 80 oR. diameter. beberapa benda ukur. Cara Kerja: 1. dan volume dengan beberapa alat ukur. Sumber: Jendela Iptek Listrik. Termometer skala Celsius memiliki titik beku pada suhu 0 oC. Amperemeter mempunyai hambatan dalam yang sangat kecil. & Fisika X untuk SMA/MA . sebutir kelereng. dan skala Reamur. Berdasarkan skala temperaturnya. air raksa dan tabung memuai. Naiknya ketinggian permukaan raksa dalam tabung kapiler dibaca sebagai kenaikan suhu. skala Kelvin. dan titik didih pada 100 oC.16 Amperemeter untuk mengukur kuat arus. yaitu termometer skala Fahrenheit. Alat Ukur Suhu Untuk mengukur suhu suatu sistem umumnya menggunakan termometer. Pemuaian yang terjadi pada air raksa lebih besar d iban d ingkan pemuaian pa d a tabung kapiler. PT Balai Pustaka. Kegiatan Tujuan : Melakukan pengukuran panjang.4. skala Celsius. massa. satu neraca/timbangan. Sumber: Kamus Visual. Alat Ukur Kuat Arus Listrik Alat untuk mengukur kuat arus listrik d isebut amperemeter. Termometer skala Kelvin memiliki titik beku pada suhu 273 K dan titik didih pada 373 K. 2000 Gambar 1. Alat dan bahan : Satu jangka sorong. Termometer dibuat berdasarkan prinsip pemuaian. dan massa kawat yang telah disiapkan. d . sehingga jarum menunjuk angka yang merupakan besarnya arus listrik yang mengalir. 2004 Gambar 1.17 Termometer untuk mengukur besaran suhu. satu penggaris. Termometer biasanya terbuat d ari sebuah tabung pipa kapiler tertutup yang berisi air raksa yang diberi skala. yaitu suhu semua molekul berhenti bergerak. pemakaiannya harus d ihubungkan secara seri pada rangkaian yang diukur. Lakukan langkah di atas untuk kawat yang berbeda. Suhu 0 K disebut suhu nol mutlak . Ketika suhu bertambah.

Apa perbedaan antara massa dan berat? Besaran mana yang selalu konstan dan tidak bergantung pada tempat? 3. dan lainlain. Bandingkan dari kedua metode tersebut. d . b. Dalam menimbang. percepatan. Buatlah analisis dan beri kesimpulan dari percobaan ini! F. gaya. c. Diskusi: 1. Lakukan beberapa kali untuk memperoleh variasi data. Selain itu. Garis yang melalui vektor tersebut dinamakan garis kerja. manakah yang lebih baik? 8. Penulisan sebuah simbol besaran v ektor d engan menggunakan huruf tegak dicetak tebal. Ukurlah volume kelereng dengan cara mencelupkan benda ke dalam gelas ukur yang telah diisi air dan baca perubahan volume dalam gelas ukur. diameter. Berapa skala terkecil dari alat ukur jangka sorong dan mikrometer? 2 . Buatlah data pengamatan! 5. Hitunglah rapat jenis kelereng dengan metode pengukuran dimensi (panjang dan diameter) dan metode gelas ukur! 7 . Jelaskan cara pengukuran volume benda dengan gelas ukur! 4. misalnya vektor AB ditulis AB . Bab 1 Besaran dan Satuan ' . dan massa kelereng. besaran apa yang secara langsung diukur. kecepatan. Besaran yang termasuk besaran vektor antara lain perpindahan. Panjang garis menunjukkan nilai vektor dan arah panah menunjukkan arah vektor itu bekerja. Hitunglah volume benda-benda pada percobaan 1 dan 2! 6. Sebuah vektor digambarkan sebagai sebuah ruas garis berarah yang mempunyai titik tangkap (titik pangkal) sebagai tempat permulaan vektor itu bekerja.2 . Ukurlah panjang. misalnya vektor AB ditulis AB. Mengukur kerapatan (massa jenis) benda a. dapat pula dinyatakan dengan huruf miring dengan tanda panah di atasnya. Vektor negatif (vektor invers) –a mempunyai ukuran yang sama dengan vektor a tetapi arahnya berlawanan. Besaran apa yang memengaruhi pengukuran dalam menimbang? b. dan besaran apa yang sebenarnya ingin diukur? a. Lakukan pengukuran beberapa kali untuk memperoleh variasi data. Besaran Vektor Vektor adalah jenis besaran yang mempunyai nilai dan arah.

maka vektor tersebut dapat dipindahkan titik tangkapnya asal besar dan arahnya tetap. Oleh karena vektor tergantung pada besar dan arah. vektor A mempunyai komponen sumbu x(Ax). tampak seperti pada Gambar 1.18 Vektor pada bidang datar xoy.19 Vektor satuan dengan besar vektor sama dengan satu. dan sumbu z(Az ). pada sumbu y(Ay).y Besar (nilai) sebuah vektor dinyatakan dengan huruf miring AB. Penjumlahan Vektor Penjumlahan dua buah vektor ialah mencari sebuah vektor yang komponen-komponennya adalah jumlah dari ke d ua komponen-komponen v ektor pembentuknya. sedangkan i dan j adalah vektor satuan pada masingmasing komponen sumbu x dan sumbu y. Vektor satuan adalah vektor yang besar/harganya satu satuan. Sebuah vektor dapat saja mempunyai satu komponen bila vektor tersebut berada pada salah satu sumbu x atau y. Misalnya. sumbu y(j). Dikatakan vektor satuan karena besar vektor = |i| = |j| = |k| = 1.18. Selain itu dapat pula dituliskan dalam garis mutlak. A merupakan jumlah dari komponen-komponennya. Menggambarkan Vektor dalam Bidang Datar (dalam Dua Sumbu) A α o Ax x Gambar 1. Penulisan matematis A dapat ditulis dalam komponenkomponennya: A = Ax + Ay. vektor mempunyai dua komponen yaitu pada sumbu x dan sumbu y. Cara lain untuk menuliskan vektor. i Ax x A Pada bidang datar.  Fisika X untuk SMA/MA . α arah vektor terhadap sumbu x. yaitu: A = Axi + Ayj Di mana: Ax dan Ay menunjukkan besar (harga) vektor pada masing-masing komponen sumbu x dan sumbu y. maka vektor A dapat ditulis dalam lambang vektor: A = Axi + Ayj + Azk Panjang vektor A adalah: |A| = Ax2 + A y2 + Az2 z 2. misalnya. Ay 1. Komponen vektor adalah vektor-vektor yang bekerja pa d a saat yang bersamaan sehingga menghasilkan satu vektor dengan arah tertentu (resultan). vektor ruang yang telah diuraikan ke sumbu x(i). y Ay j k Az Gambar 1. pada kedua sisi notasi vektor. yaitu dua garis tegak sejajar. dan sumbu z (k). besarnya vektor AB = AB = |AB|.

dapat diketahui besar dan arah resultan kedua vektor tersebut. Untuk vektor-vektor yang membentuk sudut α . A R=A+B (a) B B R A (b) Gambar 1. Arah R d apat ditentukan oleh sudut antara R dan A atau R dan B.20(b) terdapat dua vektor yang tidak segaris yang mempunyai titik pangkal sama tetapi dengan arah yang berbeda. sehingga membentuk sudut tertentu. maka jumlah vektor dapat dilukiskan dengan menggunakan metode tertentu. (b) lukisan jumlah vektor tidak segaris yang membentuk sudut. kita perlu menentukan arah d an resultan v ektor tersebut. maka A + B = R adalah diagonal jajaran genjang. Bab 1 Besaran dan Satuan  . titik tangkap A d an B d ibuat berimpit d engan memindahkan titik tangkap A ke titik tangkap B.20(a).Dengan kata lain untuk “menjumlahkan dua buah vektor” adalah “mencari resultan”. α a d alah su d ut terkecil yang dibentuk oleh A dan B. sehingga: R2= A2+B2+2ABcos α atau R= A 2 + B 2 + 2 AB cos á R adalah diagonal panjang jajaran genjang. sehingga dihasilkan: ( OR ) 2 = (OP)2 + (PR)2 – 2 (OP)(PR) cos (180o . buat jajaran genjang dengan A dan B sebagai sisi-sisinya.21 menunjukkan penjumlahan dua vektor A dan B. Gambar 1. Sebuah v ektor mempunyai besar d an arah. PR = OQ = B. Persamaan tersebut diperoleh dengan menerapkan aturan cosinus pada segitiga OPR. c. Sementara itu. Untuk vektor-vektor segaris.21 Metode jajaran genjang untuk jumlah vektor A +B . OR = R.20 (a) Lukisan jumlah vektor segaris. Dengan menggunakan persamaan tertentu. maka resultan (jumlah) vektor dituliskan: R=A+B Pada kasus penjumlahan vektor yang lain. Cara ini disebut dengan metode jajaran genjang. atau sebaliknya. jika α lancip. Ja d i setelah mengetahui besarnya.α ) = (OP)2 + (PR)2 – 2 (OP)(PR)(–cos α ) ( OR ) 2 = (OP)2 + (PR)2 + 2 (OP)(PR)cos α Diketahui bahwa OP = A. b. seperti yang ditunjukkan Gambar 1. tarik diagonal dari titik tangkap sekutu. Q B α O A θ R 180 – α P o R α Gambar 1. misalnya vektor A dan B d alam posisi segaris d engan arah yang sama seperti tampak pada Gambar 1. Cara melukiskan jumlah dua buah vektor dengan metode jajaran genjang sebagai berikut: a.

maka dengan menggunakan aturan sinus pada segitiga OPR akan diperoleh: R B sin (180 .α) R sin á = sin è V2 sin è V sin á = 2 R 6 sin 60o = 2 19 V2 = = 16 + 36 + 24 = = 76 4 ×19 sin è sin è sin è è = 2 19 satuan = 0. bertitik tangkap sama dan mengapit sudut 60o.596 = 36.α) = sin è R = sin á R = B sin á sin è sehingga: sin è = B sin á R Dengan menggunakan persamaan tersebut.6 o Fisika X untuk SMA/MA .Misalnya sudut è merupakan sudut yang dibentuk R dan A. Contoh Soal Dua buah vektor sebidang berturut-turut besarnya 4 satuan dan 6 satuan. R sin (180 . Tentukan besar dan arah resultan vektor tersebut! Penyelesaian: Misalkan vektor pertama V1 dan vektor kedua V2. V 1 = 4 satuan V 2 = 6 satuan α = 60 o C cos α = cos 60o B = 1 2 V2 α O R= V1 + V2 o α 180 – θ V1 A Besar resultan: R= = V12 + V2 2 + 2 V1 V2 cos á 1⎞ 4 2 + 6 2 + 2( 4 )(6 )⎛ ⎜ ⎟ ⎝2⎠ Arah resultan ( è ) d ihitung d engan rumus sinus pada segitiga OAB. maka besar sudut è dapat diketahui.

yang dituliskan: R = (A + B) + C = V + C Cara lain yaitu dengan menjumlahkan vektor B dan C untuk menghasilkan W. Selanjutnya. sehingga diperoleh persamaan: R=B+A Jadi.M eto d e segitiga merupakan cara lain untuk menjumlahkan dua vektor.22(b). Resultan vektor tersebut diperoleh dengan menghubungkan titik pangkal vektor pertama dengan ujung vektor kedua. dan C yang ditunjukkan pada Gambar 1. Jadi. maka dijumlahkan dulu dua buah vektor. Jika penjumlahan lebih dari dua buah vektor. dapat disimpulkan bahwa penjumlahan vektor bersifat komutatif. Pada Gambar 1. resultannya dijumlahkan dengan vektor ke-3 dan seterusnya. Bab 1 Besaran dan Satuan ! .23 Cara penjumlahan lebih dari dua vektor.23.22 Metode segitiga untuk penjumlahan vektor. A+B=B+A Hasil yang diperoleh ternyata tidak berubah. vektor V tersebut d ijumlahkan d engan v ektor C sehingga dihasilkan resultan R. yang pergerakannya ditunjukkan Gambar 1. C B R A V C B R A W C B Gambar 1. yaitu: R = A + (B + C) = A + W A R B A A (a) B R (b) Gambar 1. Pertama-tama kita jumlahkan vektor A dan B yang akan menghasilkan vektor V. H c) besar dan arah R dicari dengan aturan cosinus dan sinus. penjumlahan tiga buah vektor A. b) hubungkan titik tangkap vektor pertama ke ujung v ektor ke d ua yang menunjukkan resultan ke d ua vektor tersebut. B. D ua buah v ektor A d an B . selain metode jajaran genjang. Tahapan-tahapan penjumlahan vektor dengan metode segitiga adalah sebagai berikut: a) pindahkan titik tangkap salah satu vektor ke ujung berikutnya. Misalnya.22(a). akan mempunyai resultan yang persamaannya dituliskan: R=A+B Resultan d ua v ektor akan d iperoleh d engan menempatkan pangkal vektor yang kedua pada ujung vektor pertama. sehingga diperoleh resultan R. yang kemudian dijumlahkan dengan vektor A. pergerakan dimulai dengan vektor B dilanjutkan dengan A.

Jika banyak vektor. Penguraian Vektor secara Analisis Untuk keperluan penghitungan tertentu. jika dikurangkan maka: A – B = A + (-B) (-B ) Di mana. Cara menguraikan vektor seperti ini disebut analisis . Gambar 1. Komponen ini merupakan nilai efektif d alam suatu arah yang d iberikan. 3. Sementara itu. tetapi d alam hal ini salah satu v ektor mempunyai arah yang berlawanan. 4. vektor A dan B. Misalnya. maka penjumlahan vektor dilakukan d engan menggunakan metode poligon (segi banyak). kadangka d ang sebuah v ektor yang terletak d alam bi d ang koordinat sumbu x dan sumbu y harus diuraikan menjadi komponen-komponen yang saling tegak lurus (sumbu x dan sumbu y). maka komponen vektornya adalah: Ax = A cos α Ay = A sin α Besar (nilai) vektor A dapat diketahui dari persamaan: |A| = Ax2 + Ay2 Psikologi juga menggunakan analisis yang menyerupai analisis vektor dalam menafsirkan hasil berbagai perangai individu. Misalnya. tetapi berlawanan arah. Pengurangan Vektor B R = A + B A -B R= A+ Pengurangan vektor pada prinsipnya sama dengan penjumlahan.25 Selisih vektor A – B. arah vektor ditentukan dengan persamaan: tan α = Ay Ax . C B A D R B D C A Gambar 1. " Fisika X untuk SMA/MA . -B adalah vektor yang sama dengan B. vektor A membentuk sudut α terhadap sumbu x positif.24 Metode poligon untuk penjumlahan vektor.

sekon. Satuan internasional dari tujuh besaran pokok adalah meter. 136 kg/m Bab 1 Besaran dan Satuan # . kelvin.360 kg/m3 a. Ia menemukan dan memberi nama ilmu pengetahuan elektrodinamika yang saat ini dikenal sebagai elektromagnetik. mol. Besaran ada dua macam yaitu besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu. Satuan Internasional adalah satuan yang diakui penggunaannya secara internasional serta memiliki standar yang sudah baku. dan kandela. ampere. Adapun besaran turunan adalah besaran yang satuannya diturunkan dari besaran pokok. Uji Kompetensi A.600 kg/m 3 3 c. Vektor adalah jenis besaran yang mempunyai nilai dan arah. 1. Besar massa jenis raksa ialah 13.Fisikawan Kita F iesta Andre Marie Ampere Ahli fisika berkebangsaan Prancis. Agar dihasilkan ukuran yang sama dari masing-masing satuan maka dibuat satuan standar dari masing-masing besaran. Ampere membuat alat yang disebut galvanometer yang berfungsi untuk mengukur arus listrik kecil atau mengukur fungsi dari arus listrik yang dihasilkan dari simpangan kumparan yang bergerak.36 kg/m3 3 b. kilogram. lahir di Lyon tanggal 20 Januari 1775 dan meninggal tahun 1836. 13. ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ ¯ Besaran adalah segala sesuatu yang dapat diukur yang memiliki satuan. d .6 kg/m e. 1. Dalam satuan Sistem Internasional (SI) besarnya adalah … . 13.6 gram/cm3. Pilihlah jawaban yang paling tepat! 1.

500 kg. d .25 kg. a. percepatan. Jumlah kedua vektor gaya tersebut adalah … . kecepatan. kuat arus. 7 N d .s e.2 -1 -1 c. a. maka massa jenisnya jika dinyatakan dalam SI adalah … . [ MLTN -1 è -1] b. 45° e. Dua buah vektor gaya F1 dan F2 masing-masing sebesar 3 N dan 5 N mengapit sudut 60° dan bertitik tangkap sama. 9 N 7 . 12 N c. Berikut ini termasuk dalam kelompok besaran turunan. 10 m/s dan 1 m/s b. panjang. kg.45 kg.m-3 -3 b. kg.2 . suhu (T ). [ ML 2T 2N -1 è -1 ] a. [ ML 2TN -1 è -1] e. 12. d . Sudut apit antara kedua vektor gaya tersebut adalah … . a. 1 2 0° c. Satuan tekanan jika dinyatakan dalam sistem Satuan Internasional (SI) adalah … a. 2. Jika sebuah vektor kecepatan v = 10 m/s diuraikan menjadi dua buah vektor yang saling tegak lurus dan salah satu vektor uraiannya membentuk sudut 60° dengan vektor tersebut. Hubungan antara volume (V ). 5 m/s dan 5 2 m/s 3 c. Rumus dimensi dari tetapan gas umum (R) tersebut adalah … . 6. gaya c. 12.m e. ternyata membentuk resultan gaya yang besarnya 7 N.m -1. waktu e. maka besar masing-masing vektor uraiannya adalah … d .m.5 kg. jumlah zat. 8 N e. waktu 5. kg. 5 m/s dan 5 3 m/s e. kg. tahanan. pascal (Pa) d . waktu d . serta jumlah molekul atau partikel gas (n) ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: PV = nR T Di mana R adalah tetapan gas umum.m 6.m-3 -3 c. 10 N b. panjang.m.625 liter. tekanan (P ). 60° 8.s -1 b. panjang.m -1. 30° d .m-3 a. intensitas cahaya b. [ML T N è ] 4. 10 m/s dan 10 m/s $ Fisika X untuk SMA/MA . Dua vektor gaya F1 dan F2 masing-masing sebesar 3 N dan 8 N bertitik tangkap sama.s 3. Massa suatu benda 125 gram dan volumenya 0. 90° b. 2. massa.55 kg. berat. 5 m/s dan 5 6 m/s a. [MLT-2N è -1] 2 .s -2 -1 c. kecuali … .

Berapa m3 terdapat dalam zat cair dengan volume 2. 120 N c. a. 1 mL = 1 dm3).000 cc? 2 . Gunakan analisis dimensi untuk menentukan dimensi momentum! 4. Hubungan ini dapat digunakan untuk mendefinisikan momentum bola p.9. Volume zat cair dalam percobaan kimia biasanya diukur dengan gelas ukur yang satuannya dalam cc (1 cc = 1 mL. 100 N b. Dua buah vektor gaya F1 dan F2 besarnya berbanding 5 : 12 bertitik tangkap sama saling mengapit sudut 90o. a. Energi kinetik dari sebuah bola dinyatakan sebagai Ek = mv atau Ek = . maka tentukan besar masing-masing vektor gaya tersebut! p2 Bab 1 Besaran dan Satuan % . 70 N e. Massa dua benda yang tarik-menarik berturut-turut adalah m1 dan m2 dengan jarak r. Jika resultannya 26 N. (5) c. (4) b. 90 N 10. (3) B. (1) d . ( 2 ) e. Perhatikan diagram vektor berikut ini! x x z x x z z x y z y y y z y (1) (2) (3) (4) (5) Yang menyatakan adanya hubungan x = y . maka resultan dari kedua gaya tersebut tidak mungkin bernilai … .z adalah gambar … . tentukan satuan G! 1 2 3. 2 2m di mana m adalah massa bola dan v adalah laju. Jawablah dengan singkat dan benar! 1. Dua buah vektor gaya F1 = 20 N dan F2 = 80 N bertitik tangkap sama dan saling membentuk sudut α yang berubah-ubah. 60 N d . Dua buah vektor gaya F1 dan F2 masing-masing sebesar 6 N dan 10 N saling mengapit sudut 60° dan bertitik tangkap sama. Hitunglah jumlah kedua vektor gaya tersebut! 5. Jika gaya yang terjadi sebesar F = G m1m2 r2 .

PET AK ONSEP PETA KONSEP Bab 2 Gerak Lurus Gerak Gerak lurus Titik acuan Jarak Perpindahan Kelajuan rata-rata Kelajuan tetap Kelajuan dan kecepatan Kecepatan rata-rata Kecepatan sesaat Percepatan rata-rata Percepatan Percepatan sesaat Gerak lurus beraturan (GLB) Percepatan tetap Gerak jatuh bebas Gerak vertikal ke atas Gerak lurus berubah beraturan (GLBB) & Fisika X untuk SMA/MA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful