KONSEP LABA Konsep tentang laba selalu menjadi pusat perhatian yang penting bagi para ahli ekonom

. Adam Smith adalah ahli ekonomi yang pertaman kali mendefinisikan laba sebagai suatu peningkatan kekayaan. Kebanyakan penganut aliran klasik, Marshall pada khususnya, mengikuti konsep laba yang dimiliki oleh Smith dan menghubungkan konseptualisasi pada praktik-praktik bisnisnya. Sebagai contoh mereka memisahkan modal (kerja) tetap dan berputar, memisahkan modal fisik dan laba, dan menekankan realisasi sebagai suatu ujian dari pengakuan laba. Pada awal abad ke-20 Fisher, Lindahl dan Hicks mendefinisikan laba sebagai suatu rangkaian peristiwa yang sesuai dengan keadaan yang berbeda-beda : penikmatan laba psikis, laba riil dan laba uang. Laba psikis merupakan konsumsi pribadi yang nyata dari barang dan jasa yang menghasilkan suatu kenikmatan psikis dan pemuasan keinginan, laba ini dapat tidak dapat diukur secara langsung, namun dapat ditaksir oleh laba riil. Laba riil adalah ekspresi peristiwa-peristiwa yang memberikan peningkatan kenikmatan psikis, labi ini paling baik diukur oleh biaya hidup. Laba uang menggambarkan seluruh uang yang diterima dan dimaksudkan untuk digunakan dalam konsumsi bagi pemenuhan biaya hidup. Dalam ilmu bahasa, sistem komunikasi dipelajari dalam bidang tiga kajian, yaitu sintaktis, semantik dan fragmatik. Sintaktis merupakan bidang kajian yang membahas teori umum tentang simbol-simbol. Semantik, merupakan bidang kajian bahasa yang membahas mengenai gramatika, logika yang berkaitan dengan validitas penyimpulan dan penyaranan. Sementara, pragmatik membahas bagaimana kaitan antara simbol yang telah dimaknai tersebut dan pengaruhnya terhadap perilaku penerima.

1. Konsep laba pada sintaktis Teori yang mengkaji dan menelaah hubungan antara simbol dengan simbol secara logis. Sesuai dengan aturan sintaktisnya atau logika matematis (ditunjukkan dalam hubungan O dengan O). Contoh telaahan sintaktis dalam akuntansi adalah persamaan akuntansi berikut ini : A=U+M A = aktiva U = utang M = modal
1

Pada tingkat sintaksis konsep income dihubungkan dengan konvensi (kebiasaan) dan aturan logis serta konsisten dengan mendasarkan pada premis dan konsep yang telah berkembang dari praktik akuntansi yang ada. Terdapat dua pendekatan pengukuran laba ( income measurement) pada tingkat sintaksis, yaitu: Pendekatan Transaksi dan Pendekatan Aktiva.

2. Konsep laba pada semantik Teori ini menelaah hubungan antara simbol dengan dunia nyata yang disimbolkannya, atau simbol yang telah dimaknai dan dikaitkan dengan real word nya (ditunjukkan oleh gambar segi empat). Dari persamaan akuntansi tadi maka simbol-simbol tadi, seperti A = aktiva, yang dikaitkan fakkta empiris yang ada dalam real world atau kita maknai, A adalah aktiva, demikian pula simbol U adalah utang dan M adalah modal. Aktiva, merupakan manfaat sumber daya ekonomi yang mungkin yang dimiliki oleh satu kesatuan usaha sebagai akibat dari transaksi di masa lalu. Utang/kewajiban, merupakan pengorbanan sumber daya ekonomi yang terjadi di masa datang, sebagai akibat adanya transaksi di masa lalu. Utang/kewajiban, merupakan pengorbanan sumber daya ekonomi yang terjadi dimasa yang akan datang, yang timbul dari kewajiban saat ini, dengan menyerahkan aktiva atau menyerahkan jasa pada satu kesatuan tertentu dimasa datang, sebagai akibat adanya transaksi di masa lalu. Modal, adalah aktiva bersih yang merupakan residual interest atau hak atas aktiva suatu kesatuan usaha setelah dikurangi seluruh kewajibannya. Pada konsep ini income ditelaah hubungannya dengan realita ekonomi. Dalam usahanya memberikan makna interpretatif dari konsep laba akuntansi (accounting income), para akuntan sering kali merujuk pada dua konsep ekonomi. Kedua konsep ekonomi tersebut adalah Konsep Pemeliharaan Modal dan Laba sebagai Alat Ukur Efisiensi.

3. Konsep laba pada pragmatik Teori ini menelaah bagaimana kaitan antara simbol yang telah dimaknai dimaknai tersebut dengan perilaku investor atau penerima lainnya.
2

tersebut dan

kaitannya dengan perilaku penerima. Contohnya bagaiman kaitan antara laba yang telah

PENGAKUAN PENDAPATAN Paragraf berikut ini akan dibahas secara singkat tentang pengakuan pendapatan pada saat barang atau jasa terjual merupakan pandangan pengakuan pendapatan yang paling sering digunakan sebagaimana pandangan lainnya yang diakui selama periode proses perolehan pendapatan-selama masa produksi. (2) total biaya produksi dapat diestimasi secara meyakinkan. Dibawah kondisi semacam ini. 3 . Oleh karenanya. reaksi harga surat terhadap pelaporan income atau reaksi umpan balik ( feedback) dari manajemen dan akuntan terhadap income yang dilaporkan. produksi merupakan kejadian kritis dalam proses perolehan pendapatan. (3) biaya yang dikeluarkan selama periode berjalan atau presentase penyelesaian produksi diketahui atau dapat ditaksir secara meyakinkan. Pendapatan dapat diakui selama masa produksi jika (1) harga kontrak adalah tetap dan dapat ditentukan.Pengakuan Pendapatan Pada Saat Penjualan Penjualan merupakan kejadian kritis pada banyak proses perolehan pendapatan perusahaan. Kejadian penjualan secara normal terjadi ketika (1) kepemilikan barang diserahkan kepada pembeli. Beberapa reaksi usaha users dapat ditunjukkan dengan proses pengambilan keputusan dari investor dan kreditor. Konsep income ini paling tidak harus memberikan implikasi income sebagai bahan pengambilan keputusan manajemen.Pada tingkat pragmatis (perilaku) konsep income dikaitkan dengan pengguna laporan keuangan terhadap informasi yang tersirat dari laba perusahaan. (3) jasa atas harta (seperti penyewaan apartemen) telah disiapkan (contohnya seperti apartemen terpakai selama periode itu) 2. pada saat barang atau jasa selesai di produksi dan pada saat diterimanya kas. (2) jasa dilaksanakan. pendapatan diakui secara normal pada saat penjualan.Pengakuan Pendapatan Selama Masa Produksi Kesepakatan kontrak antara produsen atau penjual dan pembeli terkadang mengkhususkan dan menjamin harga penjualan yang memberikan suatu kecukupan mengakui kriterian pengakuan pendapatan sebelum penjualan dan penyerahan barang yang diperdagangkan. Pendapatan terkadang diakui selama masa produksi yang dilakukan dalam kontrak konstruksi jangka panjang. 1.

hal ini memungkinkan untuk menentukan kepastian yang tinggi tentang arus kas yang akan terjadi sebagai akibat dari transaksi. Metode akuntansi yang digunakan untuk mengakui pendapatan selama masa produksi pada kontrak konstruksi jangka panjang disebut “metode persentase selesai”. dan tidak dapat dibuat penaksiran yang meyakinkan atas piutang tak tertagih atas penjualan tersebut. 4. bahwa jika ketiga kondisi dari pengakuan pendapatan selama masa produksi dipenuhi. Jika ketiga kondisi diatas tidak terpenuhi selama masa produksi pada kontrak konstruksi jangka panjang. pendapatan tidak diakui hingga produksi selesai dilaksanakan. oleh karenanya proses perolehan pendapatan yang senyatanya telah selesai. kepada para pengguna dapat disajikan informasi yang membantu mereka untuk menentukan dan meramalkan arus kas. Dibawah metode cicilan. Mineral yang bernilai tinggi (precious mineral) seperti emas dan perak dan beberapa komoditas pertanian seperti padi dan jagung todak diproduksi dalam kontrak jangka panjang tetapi dua dari kriteria pengakuan pendapatan sering terpenuhi pada saat produksi selesai. Dalam kasus ini adalah sangat tepat untuk mengakui pendapatan pada saat jika produk selesai diproduksi.Ingat.Pengakuan Pendapatan Pada Saat Kas Tertagih Jika penjualan dilakukan dengan cara kredit. Metode pendapatan pada saat selesainya produksi disebut dengan “metode kontrak selesai”.jika terdapat pasar yang menyediakan suatu produk yang memiliki satu harga pasar yang diketahui dan biaya pemasaran tidak material.Pengakuan Pendapatan Pada Saat Produksi Selesai Pendapatan dapat diakui sebelum dilakukan penjualan yang lain daripada kontrak jangka panjang sepanjang memenuhi criteria pengakuan pendapatan. Oleh karenanya. terdapat ketidakpastian yang sangat signifikan tentang jumlah kas yang akan diterima untuk menjamin pengakuan pendapatan sebelum kas tertagih. pendapatan terkadang diakui sebagaimana kas tertagih. Berikutnya biaya pemasaran atau penjualan tidak ada. bagian kas yang tertagih sebagian dinyatakan sebagai perolehan kembali biaya dan sebagian lagi 4 . Dibawah kondisi semacam ini. maka pendapatan diakui pada saat penerimaan kas. Keadaan barang yang siap untuk dipasarkan memberi akibat kepastian harga pasar yang meyakinkan yaitu jumlah dan waktu pendapatan yang akan diterima dapat ditentukan secara meyakinkan. Jika penjualan dilakukan dengan cara cicilan. kejadian kritis dalam proses perolehan pendapatan adalah produksi selesai bukan penjualan produk. 3. walaupun penjualan telah terjadi. Dua metode pengakuan pendapatan jika penjualan dilakukan dengan kredit yaitu metode cicilan (installment method) dan metode perolehan kembali biaya (cost recovery method).

bila arus masuk dari kas atau setara kas ditangguhkan. karena itu tidak termasuk dalam pendapatan. Nilai tukar barang atau jasa diukur dengan cash equivalent atau present value dari tagihan-tagihan yang diharapkan dapat diterima. Begitu pula dalam hubungan keagenan. Namun. Jumlah pendapatan yang timbul dari suatu transaksi biasanya ditentukan oleh persetujuan antara perusahaan dan pembeli atau pemakai aktiva tersebut. karena itu bukan merupakan pendapatan hanyalah komosi yang diterima dari prinsipal. pendapatan diukur dalam nilai uang atau sejumlah uang yang akhirnya akan diterima sebagai hasil dari suatu proses transaksi pendapatan (ukuran bersih). untuk itu suatu aktiva mungkin ditukar atau suatu kewajiban diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar. Nilai wajar merupakan suatu jumlah. bukan merupakan manfaat ekonomi yang mengalir ke perusahaan dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas. Pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh perusahaan untuk dirinya sendiri. tidak mengakibatkn kenaikan ekuitas perusahaan. Pendapatan harus diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima. seperti pajak pertambahan nilai. Perbedaan antara nilai wajar dan jumlah nominal dari imbalan tersebut diakui sebagai pendapatan bunga. imbalan tersebut berbentuk kas atau setara dengan kas dan jumlah pendapatan adalah jumlah kas atau setara kas yang diterima atau yang dapat diterima. Dibawah metode perolehan kembali biaya tidak ada laba yang diakui hingga jumlah kasyang diterima sama dengan biaya perolehan harta yang terjual. Pada umumnya. arus masuk bruto manfaat ekonomi termasuk jumlah yang di tagih atas nama prinsipal.dinyatakan sebagai laba. Dengan kata lain. 5 . Jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga. Jumlah tersebut diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi dengan jumlah diskon yang diperolehkan oleh perusahaan. PENGUKURAN REVENUE Adapun cara terbaik untuk mengukur pendapatan adalah dengan menggunakan nilai tukar (exchange value) dari barang atau jasa. nilai wajar dari imbalan tersebut mungkin kurang dari jumlah nominal kas yang diterima atau yang dapat diterima. penerimaan kas berikutnya dilaporkan sebagai laba.

• Penjualan jasa • Bunga • Royalti • Deviden 6 . Pelaporan keuangan harus diungkapkan sepenuhnya (full disclosure) sehingga pengguna laporan keuangan tidak salah arti dan salah tafsir bagi para pihak yang berkepentingan mengenai keadaan dan prestasi yang dicapai oleh perusahaan. 23 cara pelaporan atau pengungkapan pendapatan adalah : “ Perusahaan harus mengungkapkan : a) Kebijakan akuntansi yang dianut untuk pengakuan pendapatan termasuk yang dianut untuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa. kita masih tetap menghadapi masalah dalam memutuskan saat pendapatan harus diukur atau dilaporkan. dapat dimengerti dan tepat waktu. (2000: 330) Sedangkan menurut pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. Sebagaimana telah dijelaskan oleh Kusnadi dkk dalam buku “Teori Akuntansi” adalah sebagai berikut : “ Pendapatan harus dihargai atau dilaporkan pada saat penyelesaian aktivitas ekonomi yang utama apabila pengukurannya dapat diverifikasi dan bebas dari bias”. Dalam definisi pendapatan sebagai produk perusahaan yang pengukurannya berdasarkan nilai tukar atau ekuivalen kas. Sehingga dapat menganalisis dan mengambil keputusan yang benar. Maka seluruh informasi yang disajikan harus benar-benar efektif dan memasukan berbagai perhitungan rinci dari suatu angka yang tercantum dalam suatu item atau rekening serta penerapan metode atau sistem yang digunakan perusahaan. b) Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode tersebut termasuk pendapatan dari : • Penjualan barang.PELAPORAN PENDAPATAN Laporan keuangan harus menyajikan informasi yang tidak bias.

e) Pendapatan yang ditunda pengakuannya”. laporan akuntansi akan lebih baik jika pendapatan dilaporkan sedini mungkin sesudah pertambahan nilai dapat diukur. jasa Pada saat penjualan 7 . Pencatatan pendapatan di dalam laporan akuntansi harus berdasarkan krtiteria berikut: (1) nilai ekonomik harus sudah ditambahkan perusahaan pada produknya. pertumbuhan (accreation) Pada saat penyelesaian produksi Adanya harga jual yang dapat ditentukan atau harga pasar yang stabil. (3) pengukuran harus dapat dibutuhkan dan secara relatif bebas dari bias. (2004 : par 34) Jadi pelaporan pendapatan tidak hanya pernyataan bahwa perusahaan itu telah memproduksi nilai ekonomik dalam bentuk barang maupun jasa serta aktivitas-aktivitas lain yang dilaksanakan untuk menghasilkan pendapatan sesuai bidangnya serta pengukuran nilai itu sendiri. Logam muli. (4) beban yang berkaitan harus dapat ditaksir dengan tingkat ketepatan yang layak. Akan tetapi pengukuran pendapatan dengan menggunakan probabilitas akan lebih baik daripada hanya melaporkan jumlah pendatan bernilai tunggal yang menggambarkan ekuivalen kepastian. Pada umumnya.d) Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang dan jasa dimasukan dalam setiap kategori yang signifikan dari pendapatan. produk pertanian. (2) jumlah pendapatan harus dapat diukur. Contoh Akrual: kontrak jangka panjang. Saat Pelaporan Selama produksi Ktriteria Penetapan harga perusahaan berdasarkan kontrak atau persyaratan usaha yang umum ataupun harga pasar yang ada pada berbagai tingkat produksi. Biaya pemasaran tidak besar.

pertukaran aktiva tetap tanpa nilai yang ditetapkan secara teruji. 2. DEFINISI BEBAN Dalam SFAC no 6. atau penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan yang lain yang merupakan kegiatan utama suatu entitas.Harga yang ditetapkan untuk untuk menaksir jumlah yang dapat ditagih. Penaksiran semua Pada saat penagihan kas beban material yang berkaitan. IAI mendefinisikan biaya dari sudut pandang peristiwa moneter seperti penurunan aktiva. Penjualan angsuran. Pemakaian aktiva harus menunjukkan suatu kos yang dinyatakan keluar sebagai biaya. Tidak menunjukkan dengan jelas peristiwa moneter dan fisik. Sedangkan menurut IAI mendefinisikan beban adalah penurunan manfaat ekonomi selama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar atau berkurangnya aktiva atau terjadinya kewajiban yang mengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkut pembagian kepada penanam modal (paragraf 70b). kenaikan hutang atau ekuitas. Tidak mungkin menilai aktiva yang diterima dengan tingkat ketepatan yang wajar. mungkin masih ada. Beban tambahan material. SedangkanFASB memiliki sudut pandang sebagai berikut: 1. FASB lebih menekankan pada peristiwa fisik yaitu penjualan barang atau produk yang dihasilkan. FASB dan IAI memiliki sudut pandang yang berbeda dalam mendefinisikan beban. 8 . Metode yang layak barang dagangan. FASB mendefinisikan beban adalah aliran keluar atau pemakaian aktiva dan timbulnya hutang selama satu periode yang berasal dari penjualan atau produksi barang. dan beban ini tidak dapat ditaksir dengan tingkat ketepatan yang wajar pada saat penjualan Sebagian besar penjualan produk itu.

sehingga perusahaan sudah tidak menguasai lagi manfaat tersebut. sedangkan yang belum sebagai aset. Operasi utama atau sentral Dinyatakan oleh Suwardjono dalam Teori Akuntansi Perekayasaan Pelaporan Keuangan bahwa tidak semua penurunan atau konsumsi aset membentuk biaya. Sedangkan IAI membedakan kos hanya dari kadaluarsanya. Jadi konsumsi atau pemakaiannya diartikan bahwa manfaat ekonomi aset itu telah habis karena melekat pada barang atau jasa yang telah diserahkan dari kesatuan aset tersebut. sedangkan IAI tidak. Aset yang dimaksud adalah semua aset perusahaan. Apabila dilihat dari sudut pandang tradisional definisi yang dikemukakan FASB menunjukkan bahwa beban hanya dihasilkan dari pemakaian aktiva untuk tujuan menghasilkan pendapatan pada periode yang berjalan. 2. Yang dimaksud kegiatan utama adalah kegiatan penciptaan pendapatan (laba) yang direpresentasi dalam kegiatan memproduksi barang. Apabila kos tersebut tidak menghasilkan pendapatan. IAI dan FASB memang mempertimbangkan pendapatan dalam mengklasifikasi apakah kos tersebut termasuk ke dalam beban ataukah rugi. Aliran keluar/ penurunan aset Untuk menyatakan timbulnya beban. baik secara langsung maupun tidak langsung. Sehingga biaya adalah penurunan aset yang berkaitan dengan operasi dan bukan dengan investasi dan pendanaan. Kos yang sudah kadaluarsa akan dialui sebagai beban. Hal tersebut menimbulkan keharusan perusahaan untuk membayar atau melakukan pengorbanan ekonomik di masa datang 9 . untuk itu biaya konsumsi harus berkaitan dengan kegiatan utama.3. Menurut Suwardjono dinyatakan bahwa ada beberapa karakteristik penting yang melekat pada makna beban: 1. transaksi atau kejadian harus terjadi dalam penurunan aset/ yang menimbulkan aliran keluar aset. FASB membedakan kos menjadi beban dan rugi. pembayaran pajak. maka kos tersebut akan dianggap sebagai rugi (misalnya pemberian donasi. 3. dan lain-lain). Kenaikan kewajiban Terdapat suatu keadaan dimana perusahaan telah memanfaatkan barang dan jasa namun sebelumnya tidak mengakuinya sebagai aset atau belum mengakui kewajiban atas penggunaan barang dan jasa yang dikuasai pihak lain.

Jika tidak ada kos maka tidak ada beban. 7. penggunaan akan barang dan jasa (aset) perusahaan ditujukan untuk jangka panjang sehinggan kos dari aset tersebut mengalami dua tahap yaitu pengakuan dan pembebanan. Untuk menghasilkan pendapatan. maka harus ada pemisahan antara beban yang dihasilkan oleh perusahaan dan pemilik. bukan pemilik. 6. Beban diukur berdasarkan jumlah kos dari aset yang telah dimanfaatkan selama periode berjalan. Beban merupakan pengorbanan perusahaan dari barang atau jasa yang telah dikonsumsi perusahaan untuk memperoleh pendapatan. penurunan ekuitas merupakan karakteristik pendukung karena tidak setiap penurunan aset mengakibatkan penurunan ekuitas. Kos dan Beban Untuk memanfaatkan aset entitas memerlukan kos dan beban merepresentasikan perubahan nilai. Hal tersebut berarti kos diakui sebagai aset kemudian diakui sebagai beban untuk periode manfaat aset tersebut digunakan.sehingga timbul kewajiban. Diukur atau dikaitkan dengan kos Dalam hal ini beban timbul dari adanya kos yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh aset. Misalnya pembagian deviden yang menyebabkan penurunan aset tetapi tidak disebut sebagai beban. Misalnya jasa pengiriman barang yang belum dibayar oleh perusahaan namun jasa pengirimannya telah dinikmati perusahaan dan menimbulkan pendapatan. Beban yang diakui dalam laporan keuangan merupakan beban yang berasal dari transaksi perusahaan. Penurunan ekuitas Dalam operasi sentral perusahaan. 4. Secara konseptual menurut prinsip keberlangsungan usaha (going concern). dengan adanya penurunan aset atau kenaikan kewajiban akan mengubah ekuitas atau menurunkan ekuitas. Bukan berasal dari transaksi dengan pemilik Berdasarkan prinsip kesatuan usaha. Dengan demikian beban (untuk pengiriman) harus timbul dengan kenaikan kewajiban. Namun. Perubahan nilai diartikan sebagai pengorbanan yang dilakukan untuk mendapatkan jasa. 5. 10 .

Kebalikannya adalah bahwa aktiva yang habis atau menurunnya aktiva dimana kejadian ini tidak berkaitan dengan proses penyediaan barang dan jasa bagi pelanggan atau klien seharusnya dikelompokkan sebagai kerugian dan tidak dikelompokkan sebagai beban. secara langsung maupun tidak langsung pada periode fiskal. 11 . yang dimasukkan dalam beban hanya perubahan-perubahan yang tidak menguntungkan saja yang terjadi dalam proses memperoleh pendapatan. IAI (1994) bahkan secara spesifik menyebutkan hal tersebut seperti yang tertulis pada paragraf 78 berikut ini: kerugian termasuk dalam kelompok beban. Menurut Suwardjono (Edisi Ketiga.“Dengan landasan konsep dasar kontinuitas usaha serta upaya dan hasil. Edisi Ketiga: 397) Selain itu terdapat pula definisi mengenai hubungan kos dan beban menurut American Accounting Association (AAA) pada tahun 1957 sebagai: “Beban adalah biaya yang telah kadaluarsa. dan transaksi periferal atau insidental. IAI (1994) tidak memisahkan biaya dengan rugi. Kerugian dan beban merupakan perubahan yang relevan dalam perhitungan laba bersih bagi pemegang saham dan perusahaan.” (Suwardjono. dari aliran barang atau jasa ke pasar dan operasi yang berhubungan” Beban dan Rugi Menurut definisi. halaman 9) terdapat tiga kata kunci pada pengertian rugi yaitu penurunan ekuitas. Namun. Dalam hal ini yang membedakan biaya dan rugi adalah mengenai transaksi periferal atau insidental atau di luar kendali manajemen. masalah teoritis dalam tahap pembebanan adalah pemecahan aliran kos yang telah diakui sebagai aset menjadi bagian yang merupakan biaya perioda berjalan dalam rangka penentuan biaya periodik dan bagian yang baru akan menjadi biaya dalam periode-periode berikutnya. Pada dasarnya pembedaan antara beban dan rugi hanya untuk kepentingan pengungkapan seperti pada pendapatan dan untung. Jadi semua potensi jasa baik yang digunakan secara langsung ataupun tidak langsung untuk memperoleh pendapatan disebut dengan biaya. Berbeda dengan beban yang timbul akibat dari kendali manajemen yaitu aktivitas penggunaan aset (barang dan jasa). bukan merupakan transaksi ke pemilik. dari definisi yang terdapat dalam Konsep Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.

Tingkat kemungkinan tersebut memang merupakan konsep yang tidak mutlak. Beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar hubungan langsung antara biaya yang timbul dan pos penghasilan tertentu yang diperoleh (matching of cost with revenue). Terdapat kemungkinan adanya keuntungan yang akan mengalir ke perusahaan.  Ada kemungkinan yang cukup bahwa manfaat ekonomi masa mendatang yang melekat pada aktiva dapat dinikmati oleh entitas yang menguasai. merk dagang. Ini berarti pengakuan beban terjadi bersamaan dengan pengakuan kenaikan kewajiban atau penurunan aktiva (misalnya. dikuasai oleh perusahaan. dan berasal dari transaksi masa lalu). Memiliki nilai yang dapat diukur dan reliabel. goodwill. beban diakui dalam laporan laba rugi atas dasar prosedur alokasi yang rasional dan sistematis. Hal tersebut tergantung pada ketersediaan bukti ketika laporan keuangan akan disusun atau dipersiapkan.PENGAKUAN BEBAN Beban diakui dalam laporan laba rugi ketika terjadi penurunan manfaat ekonomi masa depan yang berkaitan dengan penurunan aktiva atau peningkatan kewajiban telah terjadi dan dapat diukur dengan andal. Dengan demikian untuk akun-akun yang menggunakan estimasi. diperlukan bukti-bukti yang mendukung validitas estimasi tersebut. 2. Pengakuan beban menurut kerangka kerja IASB terdiri dari dua kriteria utama yaitu : 1. Semua kos dapat ditangguhkan pembebanannya apabila kos tersebut memenuhi kriteria sebagai aktiva yaitu:  Memenuhi definisi aktiva (memiliki manfaat ekonomi masa mendatang. Kalau manfaat ekonomi diharapkan timbul selama periode akuntansi dan hubungannya dengan penghasilan hanya dapat ditentukan secara luas atau tak langsung. beban ini disebut penyusutan atau amortisasi. Misalnya. paten. Beban harus diakui dalam laporan laba rugi ketika penurunan keuntungan ekonomi di masa depan berhubungan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajiban dapat diukur secara reliabel. Dalam kasus semacam itu. 12 . akrual hak karyawan atau penyusunan aktiva tetap). berbagai komponen beban yang membentuk beban pokok penjualan (cost or expense of goods sold) diakui pada saat yang sama sebagai penghasilan yang diperoleh dari penjualan barang. Hal ini sering diperlukan dalam pengakuan beban yang berkaitan dengan penggunaan aktiva seperti aktiva tetap. Prosedur alokasi ini dimaksudkan untuk mengakui beban dalam periode akuntansi yang menikmati manfaat ekonomi aktiva yang bersangkutan.

 Besarnya manfaat dapat diukur dengan cukup andal. Meskipun pada praktiknya metode pengukuran yang masih banyak digunakan adalah historical cost. dan sebagainya. maka pengukuran yang sesuai standar adalah dengan menggunakan metode fair value. peralatan. Sejalan dengan penilaian aktiva. Kos Pengganti/ Kos Masukan Terkini (Replacement Cost/ Current Input Cost) Kos masukkan terkini menunjukkan jumlah rupiah harga pertukaran yang harus dikorbankan sekarang oleh suatu entitas untuk memperoleh aktiva yang sejenis dalam kondisi yang sama. 13 . Misalnya. dibutuhkan berbagai keputusan atau pertimbangan untuk menentukan bagaimana beban tersebut akan dialokasikan pada periode-periode selanjutnya yang menunjukkan adanya pendapatan. Misalnya adanya hutang garansi produk. PENGUKURAN BEBAN Dalam mengukur beban dalam satu periode akuntansi. Dengan demikian. IAS 16/ AASB 116 yang menyatakan bahwa nilai-nilai aset yang dapat didepresiasi dapat diukur dengan beberapa cara setelah pengakuannya (seperti model biaya perolehan atau model penilaian) dan beberapa pilihan alternatif untuk depresiasi (seperti metode garis lurus. namun dengan mulai diadopsinya IFRS di Indonesia. nilai yang dicantumkan dalam beban adalah nilai selisih antara nilai wajar dengan nilai buku (apabila nilai wajar lebih kecil dari nilaibukunya). Contohnya. untuk pencatatan beban sebagai akibat dari depresiasi (penyusutan). Dalam hal tersebut. Oleh karena itu. penilaian untuk persediaan. Beban juga dapat timbul dalam laporan laba rugi pada saat timbul kewajiban tanpa adanya pengakuan aktiva. Pengukuran beban atas dasar kos historis dapat digunakan untuk jenis aktiva seperti gedung. nilai menurun dan jumlah unit). pengukuran biaya dapat didasarkan pada: Kos Historis Kos historis merupakan jumlah rupiah kas atau setaranya yang dikorbankan untuk memperoleh aktiva. Setara Kas (Cash Equivalent) Setara kas adalah jumlah rupiah kas yang dapat direalisir dengan cara menjual setiap jenis aktiva di pasar bebas dalam kondisi perusahaan normal. biaya dapat diukur atas dasar jumlah rupiah yang digunakan untuk penilaian aktiva dan hutang. terdapat berbagai standar akuntansi yang dapat digunakan sebagai acuan atau pedoman.

Namun. Apabila pendapatan telah diakui maka kos atau beban pun akan diakui. Rp 15. Kos yang sudah kadaluarsa akan menjadi beban dan disajikan dalam laporan laba rugi. pada perusahaan konstruksi yang menerima kontrak jangka panjang. Dari jumlah beban tersebut. yaitu: a) Hubungan Sebab dan Akibat Penggunaan barang dan jasa oleh perusahaan harus menghasilkan pendapatan pada periode tersebut. Matching Concept adalah hal yang paling penting dalam akuntansi biaya historis. pendapatan timbul karena adanya outflow berupa beban. melainkan diakui sebagai aset. Namun pada kenyataannya hal tersebut tidak dapat dinilai dan tidak dapat dibuktikan secara pasti. 14 . Hal ini biasanya disebut dengan matching concept. Misalnya. Namun dalam prakteknya hal tersebut susah untuk dilaksanakan. Akuntan harus mengidentifikasi mana aset yang telah digunakan (kadaluarsa) dan jumlah yang harus ditulis sebagai tandingan pendapatan pada periode tersebut.000 merupakan beban gaji.000 dari total pendapatan tersebut. Perusahaan tidak akan mengakui biaya yang dikeluarkan untuk membangun proyek dalam kontrak sebagai kos ataupun beban sebelum pendapatan diakui. tidak ada kos penjualan jika tidak ada pendapatan. Untuk mengatasi masalah penentuan dan pengukuran kos menjadi beban.000 dihasilkan dari beban Rp 60. pendapatan sebesar Rp 100. Konsep tersebut memperlakukan kos dengan mengalokasikan kos yang sudah kadaluarsa (beban) ke periode-periode dimana beban tersebut terjadi.000. Maksudnya. sedangkan kos yang belum kadaluarsa akan dicatat sebagai aset dan disajikan dalam laporan posisi keuangan. pencocokan antara beban dan pendapatan merupakan fungsi utama.000 tersebut dapat menghasilkan pendapatan sebesar Rp 25. Misalnya. terdapat tiga metode dari matching kos yang sering digunakan. pengalokasian tersebut hanya bersifat estimasi. Hubungan antara beban dan pendapatan harus merupakan hubungan sebab akibat pada perusahaan tersebut. namun hal tersebut tetap saja sulit untuk dilakukan karena berhubungan dengan penilaian akuntan tersebut. Dengan demikian pendapatan merupakan akibat dari adanya beban. Bila menggunakan konsep sebab akibat beban berupa gaji sebesar Rp 15. Dalam akuntansi. Sesuai dengan prinsip pengakuan pendapatan.Alokasi Beban Salah satu cara untuk mengukur beban adalah dengan mengalokasikan beban-beban tersebut ke periode-periode dimana beban tersebut dinikmati.

atau kejadian yang sebenarnya/ nyata? Telah diketahui sebelumnya bahwa depresiasi merupakan kejadian moneter yang disebabkan oleh kejadian fisik. Satu kelemahan dari alokasi kos adalah bergantung pada estimasi dan asumsi penyusunnya yang mungkin bersifat subyektif. Depresiasi merupakan salah satu contoh dari proses alokasi. maka tidak ada alasan penundaan pencatatan beban tersebut. 15 . bukan berdasar produk yang dihasilkan. alasan lain yang mendukung dasar alokasi ini yaitu:  Banyak jenis beban yang berkaitan secara tidak langsung dengan pendapatan periode berjalan sehingga akan lebih tepat jika dialokasikan berdasar periode yang menikmati beban tersebut. beban dialokasikan pada periode dimana beban tersebut dikonsumsi.b) Alokasi yang Sistematis dan Rasional Tidak semua beban dapat dialokasikan dengan menggunakan konsep sebab dan akibat.  Dalam banyak hal. Namun. Jadi depresiasi merupakan fenomena yang terjadi.  Beban untuk kegiatan atau kejadian yang sifatnya normal dan berulang-ulang serta jumlahnya relatif konstan. Jadi. dan beban yang dicatat merupakan efek moneternya. Misalnya beban perawatan medis pegawai. Namun hal tersebut tidak mempengaruhi laba secara material. Tujuannya yaitu untuk mengakui beban dalam periode akuntansi dimana pada periode tersebut beban itu dimanfaatkan atau telah kadaluarsa. maka cara tersebut dapat diterima. Sebagai salah satu alternatif. Namun masalahnya. tidak mudah menghubungkan beban-beban tertentu dengan pendapatan. apakah depresiasi merupakan suatu prosedur. maka pengalokasian beban tersebut tidak menggambarkan penandingan yang sempurna karena beban tersebut sebenarnya berkaitan dengan periode sebelum atau sesudahnya. Berbagai cara untuk mengukur depresiasi dapat dipilih oleh akuntan sesuai dengan standar yang ditentukan. alokasi yang sistematis dan rasional dapat digunakan. selama cara yang digunakan rasional dan sistematik.  Apabila terdapat beban yang tidak dapat dikaitkan dengan manfaat ekonomi di periode berjalan ataupun periode selanjutnya. depresiasi adalah alokasi yang sistematis dari jumlah yang dapat didepresiasi dari sebuah aset selama umur ekonomisnya. Menurut IAS 16/AASB 116.

biaya penelitian belum tentu menghasilkan keuntungan di masa mendatang sehingga tidak sesuai dengan kritera aset. dan lain-lain) dan sulit untuk menelusuri dampak pendapatan dari masing-masing beban tersebut. potongan penjualan. Seringkali suatu beban terdiri dari berbagai komponen beban lainnya (misalnya beban penjualan yang terdiri dari beban angkut. Timing terhadap expense ditentukan ditentukan oleh pendekatan yang dipakai terhadap income itu sendiri. c) Pengakuan Sesegera Mungkin Merupakan konsep yang mengakui dan mengukur kos yang dikeluarkan sesegera mungkin sebagai beban karena tidak adanya manfaat ekonomi yang dapat diukur secara reliabel. Meningkatnya konsumen yang membeli produk perusahaan bisa saja berasal dari pengaruh iklan pada periode sebelumnya sehingga efek keuntungan dari adanya iklan pada periode berjalan tidak dapat diukur dengan andal. Biaya iklan segera diakui sebagai beban karena manfaat ekonomi dari pengeluaran tersebut tidak dapat diukur secara reliabel. yaitu pendapatan dilaporkan dalam periode yang sama dengan pelaporan beban yang berhubungan dengan pendapatan tersebut. Oleh karena itu biaya iklan dan penelitian harus dicatat sebagai beban. Berarti pelaporan expense harus diakui pada saat revenue yang berhubungan dengan expense tersebut juga telah diakui. PELAPORAN BEBAN Dimulainya waktu pelaporan (timing) atas suatu beban (expense) secara umum bersamaan dengan penggunaan barang atau jasa yang dimiliki oleh perusahaan. Begitupula dengan biaya penelitian yang manfaat ekonominya juga tidak dapat diukur secara reliabel. Berbeda dengan biaya pengembangan (development expenditure) yang dapat diestimasi nilai manfaat ekonominya sehingga dapat dikapitalisasi sebagai aset. sehingga dalam proses tersebut expense dilaporkan atas dasar hubungan sebab akibat dengan revenue. Definisi sebagai perubahan-perubahan dalam nilai pada umumnya 16 . Namun pengalokasian beban tersebut pada periode berjalan tetap harus dicatat. Contohnya yaitu biaya iklan(advertising expenses) dan biaya penelitian (research expenditure). Timing atau pembuatan laporan expense akan dilakukan dengan membuat pencatatanpencatatan aktivitas-aktivitas (pemakaian) dalam perkiraan atau memasukkan ke dalam laporan keuangan. Inilah sebenarnya aplikasi dari matching concept expense against revenue atau proses memadupadankan beban (expense) terhadap pendapatan (revenue).

diantaranya yaitu: 1. Penentuan income secara berkala. 17 . 3. Saat penggunaan barang dan jasa biasanya tidak bersamaan dengan saat penjualan produk perusahaan. Konsep Perbandingan (Matching Konsep) Matching concept diperlukan karena beberapa sebab. b. Matching yang tepat hanya dapat terjadi apabila dapat ditemukan kaitan yang wajar antara pendapatan dan beban. Sebagaimana didefinisikan oleh AAA pada tahun 1964. per semester atau tahunan. konsep matching merupakan proses pelaporan beban berdasarkan hubungan sebab akibat dengan pendapatan yang dilaporkan. misalnya secara per kuartal. Transaksi mengenai revenue dan dan transaksi mengenai expense dilaporkan secara terpisah. Perbandingan langsung atau produk Dalam hal ini pemakaian barang dan jasa dikaitkan dengan produk tertentu dan produk tersebut kemudian dihubungkan dengan pendapatan pada saat hal tersebut dilaporkan. c. Penggunaan barang dan jasa dikaitkan dengan produk tertentu dan kemudian produk tersebut dikaitkan dengan pendapatan pada saat pendapatan dilaporkan. Beberapa timing dari expenses yaitu: a.mengatakan bahwa expense harus dilaporkan setiap saat terjadinya penurunan nilai ataupun bilamana tidak ada keuntungan-keuntungan atau nilai-nilai yang jelas akan diterima pada masa yang akan datang yang berasal dari penggunaan barang dan jasa. Pembanding langsung atau pembanding di suatu periode Laporan expense dimana barang dan jasa dipakai dalam proses produksi adalah suatu proses matching pengukuran barang dan jasa dengan periode pemakaiannya. hal ini merupakan laporan barang dan jasa dimana mereka diperoleh atau dibayar. Dengan demikian timing expense mengisyaratkan adanya: kaitannya dengan pendapatan dan dilaporkannya dalam periode yang sama dengan laporan pendapatan. 2.

Contoh lain adalah lenyapnya manfaat aset yang tidak diasuransi akibat kebakaran. b) Transfer nontimbal-balik (nonreciprocal transfers) dengan pihak lain: misalnya pencurian dan pembayaran ganti rugi dari kekalahan dalam tuntutan perkara hukum. Sebagimana halnya dengan beban. Kerugian tidak dapat ditandingkan dengan pendapatan.PENGAKUAN RUGI Istilah kerugian yang digunakan oleh akuntan untuk memaksudkan kelebihan beban atas pendapatan suatu periode. penjualan aset tetap. 18 . yaitu kebalikan laba bersih.6. Pengukuran kerugian serupa dengan pengukuran beban kecuali bahwa hasilnya langsung diofset untuk mencerminkan jumlah bersih. harga perolehan merupakan pengukuran yang dapat diverifikasi dan nilai tukar aktiva pada saat diperoleh. pelunasan hutang obligasi sebelum jatuh tempo. c) Penahanan aset (holding assets): misalnya penurunan harga sekuritas investasi. Empat sumber rugi yang diidentifikasi FASB adalah (SFAC No. d) Faktor lingkungan: misalnya ganti rugi asuransi musibah alam yang lebih rendah dari kos aset yang rusak. Tetapi istilah kerugian digunakan di sini sebagai kebalikan dari keuntungan yang berkaitan dengan hasil bersih peristiwa yang tidak menguntungkan yang tidak timbul dari kegiatan normal yang menghasilkan pendapatan. penurunan nilai-tukar valuta asing. Kata-kata kunci yang melekat pada pengertian rugi adalah : 1) Penurunan ekuitas (aset bersih) 2) Transaksi periferal atau insidental 3) Selain apa yang didefinisi sebagai biaya atau selain distribusi ke pemilik.85): a) Periferal dan insidental : misalnya penjualan investasi dalam surat-surat berharga. sehingga harus diakui pada periode dimana kerugian itu cukup pasti bahwa aktiva tertentu akan memberikan manfaat yang lebih sedikit bagi perusahaan dibandingkan dengan yang dinyatakan oleh nilai yang tercatat. kelihatnnya lebih disukai untuk merumuskan kerugian sebagai habisnya nilai dan bukannya sebagai alokasi biaya. Sebagaimana halnya dengan beban. dan penurunan harga karena penahanan sediaan (holding losses). Kriteria pengakuan kerugian sama dengan kriteria pengakuan beban periode. prg.

Patton dan Littleton (1970. sehingga harus diakui pada periode dimana kerugian itu cukup pasti bahwa aktiva tertentu akan memberikan manfaat yang lebih sedikit bagi perusahaan dibandingkan dengan yang dinyatakan oleh nilai yang tercatat.93-96) mendefinisi rugi sebagai berbeda dengan biaya yang merupakan penyerapan atau pengorbanan kos tanpa suatu kompensasi atau kembalian (return). Kriteria pengakuan kerugian sama dengan pengakuan beban periode. Kerugian tidak dapat ditandingkan dengan pendapatan. Kerugian merupakan pengurangan net asset tetapi tidak mengurangi expance atau transaksi capital. Ada tiga kategori yang diklasifikasikan menurut APB statement No.beban periode. Bagian terpenting dari pengertian losses bahwa hal tersebut menggambarkan habisnya nilai yang tidak berhubungan dengan operasi-operasi normal perusahaan di tiap periode. Yang dimaksudkan kembalian disini adalah bahwa kos yang diserap tersebut tidak merupakan upaya untuk menghasilkan pendapatan. perbedaan antara expense dan kerugian tidak penting dalam konsep all inclusive income. yakni : cost secara langsung dihubungkan dengan periode pendapatan. hlm. Suatu losses jangan ditunda atau digeser ke periode berikutnya kalau jumlahnya sudah jelas dan dapat diukur. Pengukuran Biaya dan Kerugian (LOSSES) Biaya adalah penurunan bruto dalam asset ataupun peningkatan bruto dalam reabilities yang diakui dan diukur sesuai PABU dan merupakan hasil aktivitas yang berorientasi pada laba. cost dihubungkan dalam pasar periode yang lain dari suatu hubungan yang lain dengan revenue. 6). semua biaya memiliki kedudukan yang sama terhadap pendapatan dan ditandingkan dengan dasar penandingan yang memuaskan yaitu kelayakan ekonomik bukan kriteria fisik. penyerahan jasa atau kegiatan lain yang merupakan operasi utama perusahaan (SFAC No. 3. 19 . Dalam pengukuran laba periodik. Pengukuran losses sama dengan pengukuran expense kecuali semua jumlah penghasilan harus dikurangi secara langsung untuk menunjukkan jumlah bersih dari kerugian itu. Dalam definisi lain. cost yang tidak dapat secara praktik dihubungkan dengan periode manapun. biaya adalah arus keluar atau penggunaan lain dari harta atau terjadinya kewajiban (kombinasi keduannya) selama periode dalam penyerahan atau produksi barang.

atau rancang ruang. maka pembebanan biayanya juga akan ditunda sampai saat diakuinya pendapatan. Terkadang. tetapi cukup menyajikan hasil bersihnya saja. hubungan ini sulit untuk diidentifikasikan. tetapi posisinya tidak seperti biaya/transaksi capital. (menurut APB statement No. Pendapatan tersebut menunjukkan bahwa kerugian tidak memiliki hubungan dengan pendapatan dimana kerugian tersebut terjadi. Jadi dapat disimpulkan. Pendapatan dalam satu periode akuntansi diakui berkesesuaian dengan prinsip realisasi. cat. Kemudian beban pengeluaran untuk memperoleh pendapatan tersebut ditentukan berkesesuaian dengan prinsip maching. kerugian ditempatkan pada urutan setelah laba operasi. MATCHING PRINCIPLE Yang dimaksud dengan Matching Principle (prinsip mempertandingkan) adalah mempertemukan biaya dengan pendapatan yang timbul karena biaya tersebut. Biaya adalah bagian dari harga pokok aktiva yang digunakan untuk memperoleh pendapatan. Apabila pengakuan suatu pendapatan ditunda. 4 dan FSAC No. Matching Principle berarti bahwa perolehan pendapatan dan beban pengeluaran untuk memperoleh pendapatan harus dilaporkan didalam daftar perhitungan laba yang sama. Matching Principle menekankan hubungan sebab dan akibat antara beban dan pendapatan. Dalam laporan laba-rugi. misalnya laba/rugi penjualan aktiva tetap. Oleh karenanya beban dilaporkan dalam daftar perhitungan laba rugi untuk periode akuntansi dimana pendapatan dimaksud diakui. beban yang dikeluarkan tidak untuk mendapatkan pendapatan senyatanya. Prinsip ini berguna untuk menentukan besarnya penghasilan bersih setiap periode. Misalnya. Kerugian merupakan pengurangan asset bersih. Karena biaya itu harus dipertemukan dengan pendapatannya maka pembebanan biaya sangat tergantung pada saat pengakuan pendapatan. Hanya sedikit dan bahkan mungkin tidak ada hubungan 20 .Pelaporan Losses Bebeda halnya dengan kerugian. 6). Dekorasi interior yang digunakan oleh perusahaan penjual furnitur yang memberikan advise cuma-cuma kepada pelanggan tentang wallpaper. bahwa penyajian losses dalam laporan keuangan tidak menguraikan secara rinci hasil & bebannya.

yaitu dengan mengurangkan biaya terhadap pendapatan untuk mengetahui laba bersih atau rugi bersih perusahaan setiap periode. Sejumlah biaya lain tidak dapat dihubungkan secara langsung dengan pendapatan. maka tidak akan terjadi pengeluaran biaya komisi. dari laba yang dihasilkan (selisih antara pendapatan dan biaya). Matching Principle (Prinsip mempertandingkan) ini merupakan pedoman bagi akuntan untuk: (1) menyatakan semua biaya yang terjadi selama periode akuntansi. (2) mengukur besarnya biaya. Sebagai contohnya adalah biaya administrasi dan umum tidak dapat dihubungkan langsung dengan pendapatan perusahaan. Contoh lainnya adalah 21 . Kesulitan ini diatasi dengan cara membebankan biaya-biaya tersebut ke periode akuntansinya. Adanya Matching Principle itu dikarenakan oleh: a. Biaya-biaya tersebut disebut period costs. dan (3) untuk mempertemukan biaya tersebut dengan pendapatan. Laporan laba rugi merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan. Adanya laporan laba rugi Laporan laba rugi merupakan langkah kongkret dari penerapan matching principle. Pendapatan kadang-kadang dapat dihubungkan langsung dengan biaya-biaya tertentu yang dikeluarkan untuk memperoleh pendapatan tersebut. maka untuk setiap unit barang yang dijual akan terjadi biaya komisi penjualan. Adanya jurnal adjustment (jurnal penyesuaian) Jurnal penyesuaian.langsung antara pendapatan dengan beban yang dikeluarkan untuk pemberian jasa dekorasi interior. Beban tersebut dikeluarkan perusahaan dengan harapan untuk mendapatkan pendapatan dari penjualan furnitur. Sebagai contohnya adalah apabila perusahaan membayar biaya komisi kepada para penjual. Bila tidak ada barang yang terjual. menyesuaikan antara pendapatan dan biaya dalam satu periode yang sama. Ditandai dengan adanya akun pendapatan dipertemukan dengan beban selama satu bulan dalam laporan laba rugi. b.

secara tidak langsung. Kelihatan nyata adanya hubungan langsung antara pengakuan pendapatan dan harga pokok penjualan barang. Indirect matching Indirect. Semakin tinggi penjualan maka semakin tinggi pula packing produk tersebut. Biaya tersebut akan terjadi sebelum adanya penjualan. penjualan. secara langsung. Biaya gaji naik. Komisi penjualan juga dapat dimatchkan dengan pendapatan dimaksud. maka dengan tidak bergantung pada ada atau tidaknya pendapatan. Contoh. Matching Principle dibedakan menjadi 3 macam. Pedoman umum yang selalu digunakan dalam penerapan prinsip matching yaitu: • Hubungan Sebab dan Akibat Kenyataan yang sering terjadi dalam matching antara beban dan pendapatan adalah pada harga pokok penjualan yang dihubungkan dengan perolehan pendapatan dari barang yang dijual. 2. akan ditandingkan dengan biaya packing produk. Direct matching Direct. 22 . 3. berarti menandingkan antara pendapatan dan biaya secara tidak langsung. yaitu: 1. Contohnya saja dalam industri mebel. berarti menandingkan antara pendapatan dan biaya secara langsung. Matching selama masa manfaat telah kadaluarsa Matching selama masa manfaat telah kadaluarsa yaitu mengenai biaya riset dan pengembangan (research and development). Contoh untuk memudahkan konsep ini yaitu biaya gaji. Langsung ini berarti langsung melekat.perusahaan membayar biaya sewa gedung setiap bulan. biaya sewa gedung tetap harus dibayar. harga pokok sebuah TV game elektronik yang dijual oleh sebuah toko perangkat keras komputer dapat ditentukan dengan mudah dan dapat dimatchkan dengan pendapatan dari penjualan tersebut. • Alokasi Sistematik dan Rasional. belum tentu penjualan naik.

misalnya dengan jumlah yang sama dapat dibebankan setiap tahunnya. namun harta memberikan sumbangan perolehan pendapatan selama umur pakainya.Terdapat beberapa biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh harta yang memberikan manfaat bagi entiti dalam beberapa tahun. Biaya dimaksud seperti iklan. Selanjutnya metode alokasi sistematik dan rasional dapat digunakan dalam matching biaya terhadap pendapatan pada setiap tahunnya. gaji supervisor dan gaji dekorator interior dalam contoh terdahulu. Metode alokasi biaya semacam ini disebut penyusutan garis lurus atau amortisasi atas biaya harta. dicatat sebagai beban pada periode dikeluarkannya. atau manfaat masa datang penuh dengan ketidakpastian. Contoh dari jenis pengeluaran ini adalah biaya dari harta yang dapat disusutkan. • Pengakuan Segera Beberapa biaya dapat dikeluarkan ketika dimana tidak ada manfaat yang dapat dipastikan dimasa akan datang. 23 . Bahkan walaupun tidak ada hubungan yang jelas pada spesifikasi pendapatan selama tiap tahunnya harta tersebut dipakai.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful