Keagungan Pernikahan Budaya Jawa (Bagian I

)

Budaya tanah Jawa masih menyimpan sejuta keindahan dan keagungan yang tetap dipegang teguh oleh masyarakatnya. Hal ini bisa dilihat dalam upacara pernikahan yang penuh makna dan unik. Beragam tradisi dan tata cara pernikahan menjadi bagian dari adat masing-masing wilayah. Berikut prosesi pernikahan adat Jawa Solo yang umum dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya, yang kami paparkan dalam 5 babak. Teks: Ratri Suyani

BABAK I (PEMBICARAAN)
Tahapan ini intinya mencakup tahap pembicaraan pertama sampai tingkat melamar.

a. Congkog Seorang perwakilan/duta diutus untuk menanyakan dan mencari informasi tentang kondisi dan situasi calon besan yang putrinya akan dilamar. Tugas duta yang utama ialah menanyakan status calon mempelai perempuan, masih sendiri atau sudah ada pihak yang mengikat. b. Salar Jawaban pada acara Congkog akan ditanyakan pada acara Salar yang dilaksanakan oleh seorang duta, baik oleh duta yang pertama atau orang lain. c. Nontoni Setelah lampu hijau diberikan oleh calon besan kepada calon mempelai pria, maka orang tua, keluarga besar beserta calon mempelai pria datang berkunjung ke rumah calon mempelai wanita untuk saling "dipertontonkan". Dalam kesempatan ini orang tua dapat membaca kepribadian, bentuk fisik, raut muka, gerak-gerik dan hal lainnya dari si calon menantu. d. Nglamar Utusan dari orangtua calon mempelai pria datang melamar pada hari yang telah ditetapkan. Biasanya sekaligus menentukan waktu hari pernikahan dan kapan dilakukan rangkaian upacara pernikahan.

yaitu berupa cincin. dilaksanakanlah peneguhan pembicaraan yang disaksikan pihak ketiga. seperangkat busana wanita. Biasanya melibatkan seseorang yang ahli dalam memperhitungkan hari. Srah-srahan Penyerahan seperangkat perlengkapan sarana untuk melancarkan pelaksanaan acara hingga acara selesai dengan barang-barang yang masing-masing mempunyai arti dan makna mendalam di luar dari materinya sendiri.BABAK II (TAHAP KESAKSIAN) Setelah melalui tahapan pembicaraan. perhiasan. tanggal. buah-buahan. dan uang. Asok Tukon Penyerahan dana berupa sejumlah uang untuk membantu meringankan keluarga pengantin wanita. c. Peningsetan Lambang kuatnya ikatan pembicaraan untuk mewujudkan dua kesatuan ditandai dengan tukar cincin oleh kedua calon mempelai. d. e. atau sesepuh. Paseksen Yaitu proses permohonan doa restu dan yang menjadi saksi acara ini adalah mereka yang hadir. dan bulan yang baik atau kesepakatan dari kedua belah pihak saja. Selain itu. makanan tradisional. b. . a. daun sirih. juga ada pihak yang ditunjuk menjadi saksi secara khusus yang mendapat ucapan terima kasih yang dinamakan Tembaga Miring (berupa uang dari pihak calon besan). tetangga. seperti kerabat. Gethok Dina Penentuan hari ijab kabul dan resepsi.

a. nasi golong. Tarub berarti hiasan dari janur kuning atau daun kelapa muda yang disuwir-suwir (disobek-sobek) dan dipasang di sisi tratag serta ditempelkan pada pintu gerbang tempat resepsi agar terlihat meriah. b. sungai. artinya memberitahukan dan melaporkan pada pihak kantor pencatatan sipil bahwa akan ada hajatan pernikahan yang dilanjutkan dengan pembekalan pernikahan. nasi asahan.BABAK III (TAHAP SIAGA) Pembentukan panitia dan pelaksana kegiatan yang melibatkan para sesepuh atau sanak saudara. Kumbakarnan Pertemuan untuk membentuk panitia hajatan dengan mengundang sanak saudara. Sedhahan Mencakup pembuatan hingga pembagian surat undangan. kembar mayang akan dibuang di perempatan jalan. tetangga. Benda ini biasa menghiasi panti/ asasana wiwara yang digunakan dalam acara panebusing kembar mayang dan upacara panggih. Jenggolan atau Jonggolan Calon mempelai melapor ke KUA. b. Bila ingin dilengkapi. . dan apem. lambang kebahagiaan dan keselamatan. c. Bila acara sudah selesai. boleh dilanjutkan dengan uba rambe selamatan dengan sajian makanan nasi uduk. Termasuk membicarakan rincian program kerja untuk panitia dan para pelaksana. kolak ketan. Pasang Tratag dan Tarub Merupakan tanda resmi bahwa akan ada hajatan mantu pada masyarakat. c. Kembar Mayang Sering disebut Sekar Kalpataru Dewandaru. atau laut agar kedua mempelai selalu ingat asal muasalnya. BABAK IV (TAHAPAN RANGKAIAN UPACARA) a. keluarga. dan kenalan. Tata cara ini sering disebut tandhakanatau tandhan. Pasang Tuwuhan (Pasren) Tuwuhan atau tumbuh-tumbuhan yang melambangkan isi alam semesta dan memiliki makna tersendiri dalam budaya Jawa dipasang di pintu masuk tempat duduk pengantin atau tempat pernikahan.

orangtua. Terakhir.d. dan orang lain yang ditunjuk. Adol Dhawet (Jual dawet) Usai siraman. e. . Penjualnya adalah ibu calon pengantin wanita yang dipayungi oleh ayah calon pengantin wanita. Tahapan-tahapannya antara lain. Pembelinya yaitu para tamu yang hadir. calon mempelai mohon doa restu kedua orangtuanya. kemudian disiram oleh pinisepuh. calon mempelai disiram air kendi oleh bapak ibunya sambil berkata "Niat Ingsun ora mecah kendi nanging mecah pamore anakku wadon" dan kendi kosongnya dipecahkan ke lantai. yang menggunakan pecahan genting sebagai uang. dilakukan acara jual dawet. lalu mereka (calon mempelai pria dan wanita) duduk di tikar pandan. Siraman Upacara Siraman mengandung arti memandikan calon pengantin yang disertai dengan niat membersihkan diri agar menjadi bersih dan suci lahir dan batin.

kesempatan ini dimanfaatkan sebagai pertemuan perkenalan dengan sanak saudara terdekat di tempat mempelai pria. h. Paes Upacara menghilangkan rambut halus yang tumbuh di sekitar dahi agar tampak bersih dan wajahnya bercahaya.f. BABAK V (PUNCAK ACARA) Puncak dari rangkaian acara dan merupakan inti acara. Bila ada kakak perempuan yang dilangkahi. g. Paes sendiri menyimbolkan harapan kedudukan yang luhur diapit lambing bapak ibu dan keturunan. Atau kalau acara ijab diadakan besok. Dalam acara ini calon pengantin pria mohon diijabkan. i. acara penting lainnya yaitu pemberian restu dan hadiah yang disesuaikan kemampuan mempelai dalam Plangkahan. karena mulai besok ia akan menjadi tanggung jawab sang suami. kemudian merias wajah calon pengantin. Orangtua pengantin perempuan akan memberinya makan untuk terakhir kalinya. Selametan Berdoa bersama untuk memohon berkah keselamatan menyongsong pelaksanaan ijab kabul dan akad nikah. Midodareni Upacara Midodaren berarti menjadikan sang pengantin perempuan secantik Dewi Widodari. Nyantri atau Nyatrik Upacara penyerahan dan penerimaan dengan ditandai datangnya calon pengantin pria berserta pengiringnya. .

• Sindur yaitu menyampirkan kain (sindur) ke pundak pengantin dan menuntun pasangan pengantin ke kursi pelaminan dengan harapan keduanya pantang menyerah dan siap menghadapi tantangan hidup. kemudian dilanjutkan dengan upacara panggih yang meliputi: • Liron kembar mayang atau saling menukar kembang mayang dengan makna dan tujuan bersatunya cipta. Setelah itu. maka kedua mempelai resmi menjadi suami istri. dan karsa demi kebahagiaan dan keselamatan. Upacara Panggih Setelah upacara ijab selesai. • Kacar-kucur dijalankan dengan cara pengantin pria mengucurkan penghasilan kepada pengantin perempuan berupa uang receh beserta kelengkapannya. Setelah acara ini berjalan dengan lancar dan dianggap sah. kedua mempelai diantar duduk di sasana riengga. • Gantal atau lempar sirih dengan harapan semoga semua godaan hilang terkena lemparan itu. acara pun dilanjutkan. b. Simbol bahwa kaum pria bertanggung jawab memberi nafkah kepada keluarga. • Masuk ke pasangan bermakna pengantin menjadi pasangan hidup siap berkarya melaksanakan kewajiban. .a. air hidup. • Minum air degan (air buah kelapa) yang menjadi lambang air suci. • Timbangan atau kedua pengantin duduk di pangkuan ayah pengantin wanita sebagai simbol sang ayah mengukur keseimbangan masing-masing pengantin. • Ngidak endhog atau pengantin pria menginjak telur ayam kemudian dibersihkan atau dicuci kakinya oleh pengantin wanita sebagai simbol seksual kedua pengantin sudah pecah pamornya. rasa. Setelah upacara panggih. Upacara Ijab Sebagai prosesi pertama pada puncak acara ini adalah pelaksanaan ijab yang melibatkan pihak penghulu dari KUA. air mani dan dilanjutkan dengan di-kepyok bunga warna-warni dengan harapan keluarga mereka dapat berkembang segala-segalanya dan bahagia lahir batin.

Makna dari Tumplek Punjen yaitu lepas sudah semua darma orangtua kepada anak. Tata cara ini dilaksanakan bagi orang yang tidak akan bermenantu lagi atau semua anaknya sudah menikah. Mengandung kiasan laku perpaduan kasih pasangan laki-laki dan perempuan (simbol seksual). beras kuning. c. umbi-umbian dan lain-lain. Ditandai dengan membagi harta benda seperti uang receh. e.• Dulangan atau kedua pengantin saling menyuapi. Sumarsono . yaitu tutur adilinuwih (seribu nasihat yang adiluhung) dilambangkan dengan sembilan tumpeng. Sumber: Tata Upacara Pengantin Adat Jawa oleh Drs. Sungkeman sebagai ungkapan bakti kepada orang tua serta mohon doa restu. Upacara Babak Kawah Upacara ini khusus untuk keluarga yang baru pertama kali hajatan mantu putri sulung. Ada juga yang memaknai lain. Tumplek Punjen Numplak artinya menumpahkan. punjen artinya berbeda beban di atas bahu. d. HR. Kirab adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan saat pengantin berdua meninggalkan tempat duduknya untuk berganti busana. f.

BUSANA PENGANTIN JAWA .SOLO PUTRI .

Keris ini diselipkan di bagian belakang sabuk. Bahan beludru menambah kesan glamor dan elegan bagi sang pengantin. serta diwiru (lipatan pada bagian depan kain) berkisar 9. Sido Mulyo. Sido Mulyo atau Sido Asih. Di bagian atas. Saat pengantin berjalan. kemeja berkerah dan bermanset yang dipadu dengan batin bermotif sama dengan pengantin wanita yaitu Sido Mukti. Teks/Pengarah Gaya: Ratri Suyani Busana dan Aksesori: Sanggar Liza Tata Rias Wajah & Rambut: Sanggar Liza Foto: KebonFoto 43 Model: Wita dan Hendy (JIM Models) TATA RIAS PENGANTIN JAWA . Sebagai pelengkap busana. pengantin menggunakan kebaya yang terbuat dari beludru berwarna hitam. terdapat sabuk dan Boro yang terbuat dari bahan cinde Sebagai perlambang kegagahan. dan Sido Asih.PENGANTIN WANITA Kecantikan pengantin Jawa Solo adalah suatu bentuk karya budaya yang penuh makna dan filosofi tinggi. Jawa Tengah. Tradisi busana ini terinspirasi dari busana para bangsawan dan raja keraton Kasunanan Surakarta dan Istana Mangkunegaran. hijau. Pada busana pengantin Solo Putri. Pada Kutu Baru dipasang bros renteng atau susun tiga sehingga terlihat indah. menggunakan kain batik dengan motif khusus yaitu Sido Mukti. wiru akan melambai seperti ekor burung merak. selop yang terbuat dari bahan beludru dengan warna senada dengan kebaya pengantin akan membuat penampilan pengantin semakin sempurna. Pada bagian bawah. ungu atau coklat. merah. pengantin pria mengenakan keris berbentuk Ladrang dan diberi Bunga Kolong Keris. dan memakai kalung Karset atau Kalung Ulur dengan bros kecil di bagian tengah yang disebut Singetan. busana pengantin Solo Putri dan busana pengantin Solo Basahan. Kebaya yang digunakan adalah kebaya panjang hingga lutut pengantin dan pada bagian depan memakai Bef atau Kutu Baru. Di bagian pinggang. Perhiasan yang dikenakan pengantin pria berupa bros yang dipakai pada kerah dada sebelah kiri. PENGANTIN PRIA Untuk busana pengantin Solo Putri. pengantin pria mengenakan Beskap Langen Harjan. 11 atau 13 jumlahnya. biru. Ada dua gaya busana pengantin Jawa Solo. untuk pengantin wanita terdiri dari kebaya di bagian atas dan kain batik di bagian bawah.SOLO PUTRI . Keris Ladrang diberi ukiran di tangkai yang disebut Pendok dan diberi perhiasan berbentuk lngkaran bulat seperti cincin yang disebut Selut dan Mendak. Ujung karset ditarik ke kiri dan diselipkan pada saku beskap sebelah kiri.

mangir. dibentuk Mangot (lengkungan yang indah). menghitamkan dan memperlentik bulu mata. bersih dan kuning berkat ketekunan dan kerajinan mereka merawat kecantikan mulai dari lulur. mandi rempah dan minum jamu.PENGANTIN WANITA Dalam tata rias wajah pengantin Solo. bagian atas diberikan warna hijau sama-samar. Bagian mata diperindah dengan bayangan mata atau eye shadow. termasuk pula pengantin Solo Putri. Karena itu. menggunakan bedak berwarna kuning. Untuk wajah. Riasan di dahi atau biasa disebut paes adalah perlambang kecantikan dan symbol membuang perbuatan buruk. biasanya mengikuti putri-putri raja di masa lalu. Wajah yang cantik harus terlihat cerah. Dalam pembuatan alis dengan pensil alis warna hitam. Kulit yang halus mulus. Selain itu. biasanya pengantin wanita Solo menggunakan pemerah pipi dengan warna merah muda samar-samar dan lipstick berwarna cerah seperti merah. sedangkan kelopak mata bawah diberi warna coklat dan makin ke atas makin tipis warnanya. Garis mata ditebalkan dengan pensil warna hitam dan menggunakan mascara untuk mempertebal. Pada kelopak mata. merupakan awal si pengantin menuju kedewasaan. ratus untuk rambut. Riasan dahi pada wajah pengantin wanita Solo adalah hal yang paling penting. Paes pengantin Solo Putri berwarna hitam dan terdiri dari 4 bentuk cengkorongan .

Riasan dahi pada wajah pengantin wanita Solo adalah hal yang paling penting. Bros Gelung (simyoki). mangir. Riasan di dahi atau biasa disebut paes adalah perlambang kecantikan dan symbol membuang perbuatan buruk. Cunduk Jungkat berupa hiasan yang dipasang dari arah depan di atas ubun- . Borokan berupa 4 atau 5 bunga melati yang ditusuk dengan lidi dan dipasang di sebelah kiri Cunduk Jungkat. sedangkan kelopak mata bawah diberi warna coklat dan makin ke atas makin tipis warnanya. sanggul berhiaskan bunga Bangun Tulak. biasanya mengikuti putri-putri raja di masa lalu. Untuk putri yang sudah menikah. Bros Gelung (simyoki). Untuk wajah. Wajah yang cantik harus terlihat cerah. Dalam pembuatan alis dengan pensil alis warna hitam. menghitamkan dan memperlentik bulu mata. dibentuk Mangot (lengkungan yang indah). Cunduk Jungkat. pengantin pria mengenakan Kuluk Kanigoro (semacam topi) dengan garis-garis berwarna kuning yang disebut Tarak. PENGANTIN PRIA Tata rias wajah dan rambut pengantin pria terinspirasi dari raja keraton Kasunanan Surakarta. Tiba Dada Bawang Sebungkul adalah rangkaian bunga melati yang dipasang di atas sanggul di sebelah kanan teruntai hingga dada sebelah kanan. menggunakan bedak berwarna kuning. Tak boleh dilupakan adalah hiasan sanggul agar sanggul terlihat cantik dan indah. Bros Gelung atau juga disebut ceplok gelung dipasang di bagian tengah sanggul. Sedangkan Sintingan terdiri dari 2 buah bunga kantil. Tanjungan. bentuk Pengapit. Sanggul ini memiliki ciri khas atau bentuk mirip kupu-kupu sehingga sering disebut Ngupu. sementara Centung dipasangkan pada pangkal pengapit sebelah kiri dan kanan. yang dipasang dengan cara diselip pada rambut di sebelah kiri sanggul tepat di belakang telinga. sedangkan yang belum menikah tidak mengenakan bunga apapun. bentuk Pengapit. Garis mata ditebalkan dengan pensil warna hitam dan menggunakan mascara untuk mempertebal. sedangkan yang belum menikah tidak mengenakan bunga apapun. mandi rempah dan minum jamu. Untuk putri yang sudah menikah. dan Godeg. Borokan dan Tiba Dada Bawang sebungkul. Cunduk Jungkat berupa hiasan yang dipasang dari arah depan di atas ubunubun. bagian atas diberikan warna hijau sama-samar. Penitis. Perhiasan yang ada di atas Kuluk disebut Nyamat. yang dipasang dengan cara diselip pada rambut di sebelah kiri sanggul tepat di belakang telinga. Sanggul Bangun Tulak dahulu digunakan oleh permaisuri atau putri raja. Penitis. Karena itu. Tanjungan berjumlah 6 buah dan dipasang di sebelah kiri dan kanan masing-masing 3 buah. Selain itu. Ada beberapa hiasan penting penghias sanggul yaitu Cunduk Mentul. Kulit yang halus mulus. Sintingan. bersih dan kuning berkat ketekunan dan kerajinan mereka merawat kecantikan mulai dari lulur. ratus untuk rambut. Borokan dan Tiba Dada Bawang sebungkul. Centung. Cunduk Jungkat. kalung. Sumping tersebut dikenakan pengantin pria dengan cara diselipkan pada telinga kiri dan kanan. Sanggul pengantin Solo Putri disebut sanggul Bangun Tulak. Sanggul ini memiliki ciri khas atau bentuk mirip kupu-kupu sehingga sering disebut Ngupu. gelang dan cincin. Sanggul Bangun Tulak dahulu digunakan oleh permaisuri atau putri raja. Sebagai pelengkap adalah subang. Teks/Pengarah Gaya: Ratri Suyani 
 Busana dan Aksesori: Sanggar Liza 
 Tata Rias Wajah & Rambut: Sanggar Liza 
 Foto: KebonFoto 43 
 Model: Wita dan Hendy (JIM Models)PENGANTIN WANITA Dalam tata rias wajah pengantin Solo. Pada kelopak mata. Sanggul pengantin Solo Putri disebut sanggul Bangun Tulak. Centung.yaitu bentuk Gajahan. Bagian mata diperindah dengan bayangan mata atau eye shadow. Sintingan. Pengantin pria juga mengenakan bunga yang disebut Sumping yang terbuat dari bunga melati setengah mekar dan ditusuk dengan lidi. Cunduk Mentul berjumlah 7 buah dan dipasang seperti kipas menghadap ke depan. biasanya pengantin wanita Solo menggunakan pemerah pipi dengan warna merah muda samar-samar dan lipstick berwarna cerah seperti merah. Tanjungan berjumlah 6 buah dan dipasang di sebelah kiri dan kanan masing-masing 3 buah. Terakhir. termasuk pula pengantin Solo Putri. Ada beberapa hiasan penting penghias sanggul yaitu Cunduk Mentul. Tak boleh dilupakan adalah hiasan sanggul agar sanggul terlihat cantik dan indah. Bros Gelung atau juga disebut ceplok gelung dipasang di bagian tengah sanggul. sanggul berhiaskan bunga Bangun Tulak. Tanjungan. Cunduk Mentul berjumlah 7 buah dan dipasang seperti kipas menghadap ke depan. merupakan awal si pengantin menuju kedewasaan. Sedangkan Sintingan terdiri dari 2 buah bunga kantil. dan Godeg. Paes pengantin Solo Putri berwarna hitam dan terdiri dari 4 bentuk cengkorongan yaitu bentuk Gajahan. Di atas kepala.

pengantin pria mengenakan Kuluk Kanigoro (semacam topi) dengan garis-garis berwarna kuning yang disebut Tarak. sementara Centung dipasangkan pada pangkal pengapit sebelah kiri dan kanan. PENGANTIN PRIA Tata rias wajah dan rambut pengantin pria terinspirasi dari raja keraton Kasunanan Surakarta. Sumping tersebut dikenakan pengantin pria dengan cara diselipkan pada telinga kiri dan kanan. kalung. Sebagai pelengkap adalah subang. Tiba Dada Bawang Sebungkul adalah rangkaian bunga melati yang dipasang di atas sanggul di sebelah kanan teruntai hingga dada sebelah kanan. gelang dan cincin. Perhiasan yang ada di atas Kuluk disebut Nyamat. Terakhir. Pengantin pria juga mengenakan bunga yang disebut Sumping yang terbuat dari bunga melati setengah mekar dan ditusuk dengan lidi. Borokan berupa 4 atau 5 bunga melati yang ditusuk dengan lidi dan dipasang di sebelah kiri Cunduk Jungkat. Teks/Pengarah Gaya: Ratri Suyani Busana dan Aksesori: Sanggar Liza Tata Rias Wajah & Rambut: Sanggar Liza Foto: KebonFoto 43 Model: Wita dan Hendy (JIM Models) TATA RIAS PENGANTIN JAWA .SOLO BASAHAN . Di atas kepala.ubun.

Sanggul Bokor Mengkurep ditutup dengan rajut melati kawungan. dan Godeg. bersih dan kuning berkat ketekunan dan kerajinan mereka merawat kecantikan mulai dari lulur. Paes atau riasan dahi pada wajah pengantin wanita Solo termasuk pula Solo Basahan merupakan ciri khas pengantin Jawa. Paes adalah perlambang kecantikan dan simbol membuang perbuatan buruk. Selain itu. Penitis. bentuk Pengapit. Sanggul pengantin Solo Basahan disebut Sanggul Bokor Mengkurep.PENGANTIN WANITA Tata rias pengantin Solo Basahan juga mengikuti putri-putri raja di masa lalu. Paes pengantin Solo Basahan berwarna hijau dan terdiri dari 4 bentuk cengkorongan yaitu bentuk Gajahan. mandi rempah dan minum jamu. mangir. Sanggul Bokor Mengkurep hanya digunakan oleh Bedaya Ketawang dan Pengantin Solo Basahan. . Sanggul ini disebut demikian karena bentuknya menyerupai bokor yang tengkurap. merupakan awal si pengantin menuju kedewasaan. ratus untuk rambut. Hal lain yang membedakan Pengantin Solo Basahan dengan Pengantin Solo Putri yaitu Pengantin Solo Basahan bentuk alis yang menyerupai tanduk rusa (menjangan). Kulit yang halus mulus.

jajanan pasar dan ragam buah-buahan. wajik. tempe goreng. jajanan pasar seperti jadah. dua buah bunga melati setengah mekar yang ditusuk dengan lidi. Tujuannya agar calon pengantin mendapatkan berkah dari roh para leluhur dan dewa. sementara Centung dipasangkan pada pangkal pengapit sebelah kiri dan kanan. nasi putih. Dari seluruh sajen yang tersedia. Sajen Rasulan atau Nasi Asahan dibuat dalam jumlah ganjil yaitu 5. sayur menir dan jajanan pasar. sebuah kalung Somyok. ada beberapa macam sajen yang berisi ragam makanan khusus yang disiapkan calon pengantin seperti Sajen Bucalan. Es dawet disimpan di dalam wadah kendil dan dijjual kepada para tamu yang datang saat upacara siraman. Sego Golong (nasi yang dibuat bulat-bulat). Sebagai pelengkap adalah Subang Brumbungan. kerabat dan undangan yang datang. Di atas kepala. dua buah bros dan dua buah cincin. . Untuk Sajen Ngerik. Sajen Midodareni. hampir sebagian besar menggunakan jajanan pasar khas Jawa. Centung. biasanya diadakan Sajen Midodareni atau Sajen Majemukan. Sebagai pelengkap. Sajen Tarub. Sajen Rasulan. diselipkan pada telinga kanan dan kiri. Terdiri dari ketan. Sajen Nikah dan Sajen Sepasaran. Saat siraman. dan Tiba Dada Salangan/Wiji Timun. Cunduk Mentul berjumlah 9 buah dan dipasang seperti kipas menghadap ke depan. Yang menarik. seperti halnya pengantin solo Putri. lauk pauk. burung dara.Pengantin Solo Basahan tidak mengenakan Borokan (bunga melati yang telah ditusuk dengan lidi atau harnal dan dipasang di rambut) dan Sintingan (dua buah bunga kantil diselipkan pada rambut di sebelah kiri sanggul). Tak ketinggalan. ayam panggang. jenang 3 macam. Pada malam Midodareni. Cunduk Jungkat berupa hiasan yang dipasang dari arah depan di atas ubun-ubun. KULINER Lambang Keharmonisan dan Kemantapan Hati Sajen dalam upacara pernikahan adat Jawa awalnya merupakan sajian yang dipersembahan untuk arwah nenek moyang dan dewa. Pada pernikahan pengantin Surakarta (Solo). bermacam-macam jenang dan masih banyak lagi. tumpeng nasi. Hiasan penting di sanggul yaitu Cunduk Mentul. terdiri ragam makanan khas Jawa seperti jajanan pasar. uwi gembili. Cara ini merupakan suatu kebiasaan. Sajen Rasulan merupakan hidangan pada saat calon pengantin. Semyok berbentuk garuda. Sajen Ngerik. Demikian juga pada Sajen Tarub terdiri dari nasi putih. sore harinya diadakan upacara rasulan. keluarga. buah-buahan termasuk pisang rajadan pisang pulut. jajanan pasar. kerabat dan undangan yang hadir mengirimkan doa dan shalawat kepada para Rasul. Semyok dipasang di bagian tengah sanggul. Namun saat ini sajen hanya sekedar hiasan dan perlambang untuk menyemarakan suasana dan ruangan pesta pernikahan serta sebagai suguhan bagi para keluarga. Sedangkan Tiba Dada Salangan/Wiji Timun dipasang di atas sanggul di sebelah kanan teruntai hingga dada sebelah kanan. kolak dan kue Apem. bukan keharusan. pengantin pria mengenakan Kuluk Matak (semacam topi) berwarna kebiru-biruan. Cunduk Jungkat. lauk pauk seperti daging kebo siji goreng. Setelah pembacaan doa selesai. Simak saja Sajen Bucalan yang berisi tumpeng kecil lima warna. sayuran. lauk goreng-gorengan dan jajanan pasar. Sajen Siraman terdiri dari ayam panggang. Jangan (Sayur) Menir. Es dawet melambangkan harapan agar rumah tangga calon pengantin selalu harmonis dan langgeng. PENGANTIN PRIA Tata rias wajah dan rambut pengantin pria Solo Basahan pun terinspirasi dari raja keraton Kasunanan Surakarta. Setelah upacara siraman. Biasanya terdiri dari pisang raja. 7 atau 9 buah. tape dan masih banyak lagi. es dawet juga menjadi salah satu makanan wajib sajen yang disiapkan orang tua calon pengantin wanita. semua yang disajikan dibagi rata menjadi 7 bagian dan diberikan kepada yang hadir. uang untuk membeli es dawet berupa tanah liat atau pecahan genting. Sajen Siraman.

Makanan yang ikut disajikan dalam sajen ini yaitu pisang raja. Setelah sepasar atau 5 hari setelah hari pernikahan.nasi uduk atau nasi gurih. Sajen ini dibagikan saat pukul 24. buah-buahan.00. Dalam sajen ini. kedelai goreng. nasi urapan dibagi-bagikan kepada anak-anak. Sajen ini disajikan di tempat yang telah ditentukan. dan Sego Janganan (Nasi Urap). Bersamaan dengan ini. Istimewa . tetangga dan temanteman. bermacam jenang. Dalam acara ini. Sajen Nikah dibuat dan dipersiapkan sebelum upacara pernikahan. disediakan pula lauk khusus untuk calon mempelai putri yang terbuat dari jeroan ayam dengan bumbu pindang yang disebut Pindang Antep. dan buah-buahan lainnya. opor ayam jantan lengkap dengan jeroan di dalamnya (disebut Ingkung). Saat pengantin datang. terdapat jajanan pasar. jajanan pasar. di rumah orang tua pengantin pria biasanya diadakan upacara Ngunduh Mantu. sambal goreng krecek/ati. disediakan Sajen Sepasaran yang disediakan sebelum upacara Ngunduh Mantu berlangsung. Teks: Ratri Suyani Sumber: Tata Rias Pengantin Basahn Surakarta dan Tata Rias Pengantin Solo Putri oleh Naniek Sunyoto Foto: Dok. Tujuannya agar calon pengantin putrid menjadi mantap hatinya mengadapi saat yang sangat penting yaitu pernikahan.