Mata Kuliah : Pengembangan Sumber Daya Air Modul No.

4 : Air Limbah Dan Sistim Drainase

Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa mengetahui dan memahami secara umum pengolahan air limbah dan mengatasi kelebihan dari pengaliran air permukaan atau air lebih dari sisa peruntukannya dalam rangka pengembangan sumber daya air. Tujuan Instruksional khusus (TIK) : Mahasiswa mampu menjelaskan pengertian, tujuan serta merencanakan tahapan untuk mengatasi air limbah dan air lebih kedalam sistim drainase terpadu untuk penyelamatan kualitas dan kuantitas sumber daya air secara keseluruhan.

IV - I

dan kawasan pantai. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR - - Pusat Pengembangan Bahan Ajar . tidak merusak kualitas air yang tersedia. kawasan suaka alam.1 Pengertian Umum Didalam Undang-undang Sumber Daya Air No.UMB . Definisi (Abreviasi) Air buangan atau Limbah (Waste Water) adalah air yang telah selesai digunakan oleh berbagai kegiatan manusia. (Rumah tangga. Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air ditujukan untuk mempertahankan dan memulihkan kualitas air yang masuk dan yang ada pada sumber . Bangunan umum. 7 tahun 2004 belum disebutkan pentingnya Konservasi sumber daya air. kawasan hutan. cekungan air tanah. baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang. danau. sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan makhluk hidup. pengelolaan (treatment) sampai dengan pembuangan akhir (disposal) Ir. waduk. kawasan hutan. yaitu upaya keberadaan serta keberlanjutan keadaan. rawa. sistem irigasi. Kelebihan air hujan dan air sisa pemakaian sesuai fungsinya harus dikelola dan dialirkan kedalam sistem drainase yang terencana tanpa merusak lingkungan disekitarnya. Pengelolaan kualitas air dilakukan dengan cara memperbaiki kualitas air pada sumber air dan prasarana sumber daya air. kawasan pelestarian air. Industri. kawasan pelestarian alam. Pengendalian pencemaran air dilakukan dengan cara mencegah masuknya pencemaran air pada sumber air dan prasarana sumber daya air. dan lain-lain) Sewer adalah pipa atau perpipaan atau jaringan perpipaan yang pada umumnya tertutup dan normalnya tak membawa aliran air buangan secara penuh Sewage adalah cairan buangan yang dibawa melalui sewer Sewerage sistem adalah suatu sistem pengelolaan air limbah mulai dari pengumpulan (sewer). Konservasi sumber daya air dilaksanakan pada sungai. Dari uraian diatas dapat diartikan bahwa setiap orang berkewajiban menggunakan air sehemat mungkin. daerah tangkapan air. 4.2 Pengolahan Air Limbah a.4. dan kawasan pantai diatur berdasarkan peraturan perundang . Pengaturan konservasi sumber daya air yang berada didalam kawasan suaka alam.sumber air.undangan. AIR LIMBAH DAN SISTEM DRAINASE 4. dengan jalan tidak mencampur/mengalirkan air limbah atau buangan masuk kedalam sumber air yang bersih.

Industrial Waste dan Storm Sewage (Air hujan) Self purification adalah kemampuan alamiah dari suatu badan air atau sungai untuk menguraikan zat .Zat Organik (Zat yang dapat terurai atau mudah terurai menjadi Zat yang stabil oleh manusia secara alamiah).UMB Ir.Anaerobik bakteri (Bakteri yang dapat hidup tanpa O2) .Bau . Umumnya terdiri dari senyawa C.Warna .OPS (Protein dan Karbohirat) . Reaksi yang terjadi : . Karakteristik Air Buangan [1] Karakteristik Fisik .Fakultatif (Bakteri yang hidup antara ada dan tak ada O2) - - b.- Combined sewer (Sistem tercampur atau Kombinasi) adalah sistem yang direncanakan untuk membawa domestic sewage.Kekeruhan [2] Karakteristik Kimia .Zat Organik + O2 bakteri zat-zat yang stabil + CO2 .Zat Anorganik (Zat yang tak dapat terurai oleh bakteri) Contohnya : • Besi (Fe) • Mangan (Mn) • Air Raksa (Hg) • Timah Hitam (Pb) • Logam berat lainnya • Pestisida • Detergent [3] Karakteristik Biologi . Air Buangan dengan tingkat pencemaran yang tinggi dibuang ke sungai menyebabkan perubahan.Aerobik bakteri (Bakteri yang hidup bila ada O2) .O2 diperoleh dari Badan air dan Udara. Proses Self Purifikasi di Sungai (Self Purification) Proses terjadinya pembersihan diri sendiri oleh sungai secara alamiah.H. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR .N.Suhu . Secara umum terdiri dari : c. Keadaan I Disebut Zone Degradasi.zat organik menjadi zat yang stabil DO (Disolved Oxygen) adalah oksigen yang terlarut dalam air yang digunakan untuk metabolisme binatang dan tumbuh .tumbuhan didalam air BOD (Bio chemical Oxygen Demand) adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri untuk menguraikan zat organik pada kondisi aerobik Kondisi Aerobik = Kondisi suatu badan air yang mengandung O2 Kondisi Anaerobik = Kondisi auatu badan air yang tidak mengandung Oksigen.

Jenis penyakit yang timbul akibat penularan melalui air buangan antara lain : Penyakit saluran pencernaan (typhus. dysentri. Penghuni disepanjang badan air menjadi tidak nyaman. [8] Kualitas kesehatan lingkungan menjadi menurun. Keadaan III Disebut Oksigen mulai busuk ke badan air (dari udara bebas. Faktor . pencemaran yang meresap ke dalam tanah dan kontak dengan air tanah. hidrolis) CO2 berkurang berubahnya NH3 + O2 → NO2 → NO3 bakteri aerobik mulai hidup (Protozoa porifera). [2] Kehidupan akuatik (ikan dan lain sebagainya) menjadi terganggu bahkan dapat punah karena kadar oksigen di dalam air menjadi sedemikian rendahnya. Keadaan IV . gas CO2. bakteri menggunakan oksigen yang ada untuk menguraikan pencemaran. Tidak ada oksigen terlarut dalam sungai. e. penyakit di samping bakteri . Keadaan II Disebut Zone Dekomposisi. [3] Dalam jumlah yang tidak terlalu besar dapat memperkaya kadar Nutricyt (zat makanan) dalam air yang memungkinkan timbulnya Algae (ganggang) dan water Hyacynth (eceng gondok). [5] Badan air penerima akan menjadi tempat berkumpulnya Vektor. kimia dalam kehidupan rantai makanan (Food Chain) didalam air.tumbuhan mati yang hidup adalah jamur. timbul endapan lumpur tebal berwarna hitam. bakteri yang hidup adalah bakteri Anaerobik. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . mekanis. [6] Menurunnya kualitas air tanah dangkal. schistozominasis.dan CH4 dan H2S. [4] Bila kualitas air pada badan air penerima sedemikian buruknya maka diperlukan proses pengolahan yang kompleks dan mahal untuk dapat digunakan kembali. penyakit perut). terjadi defisit oksigen. [7] Berkurangnya air baku untuk air minum karena kualitasnya yang tidak memenuhi syarat air baku. ikan dan tumbuh .Karakteristik : fisik.faktor yang Berpengaruh dalam Pengelolaan Lingkungan [1] Kebiasaan hidup manusia [2] Tingkat pendidikan masyarakat [3] Tingkat kesejahteraan masyarakat [4] Peraturan perundangan tentang air buangan [5] Dana yang tersedia [6] Industri pengelola [7] Peran serta masyarakat Pusat Pengembangan Bahan Ajar . cholera. para typhus.bakteri penyakit (cacing. tumbuh tumbuhan dan ikan mulai hidup dan berkembang. air menjadi busuk berwarna hitam dan bau (H2S).Keadaan aerobik dimulai kondisi membaik seperti semula. dan lain sebagainya. karena pencemaran yang tinggi sehingga air menjadi septik. Dampak Pembuangan Air Limbah Terhadap Lingkungan Dampak yang timbul antara lain : [1] Timbulnya bau busuk.UMB Ir. d. pengenceran.

kimia dan bakteriologi mengandung senyawa organik senyawa P.UMB Ir. buangan pencuci. buangan dapur (cair) yang kesemuanya terutama yang berupa buangan organik. dengan bantuan mikro organisme.Sistem Individual Yaitu buangan tinja dari unit WC langsung disalurkan ke dalam lubang penampung dan diolah/diuraikan secara Anaerobik.bahan buangan organik berupa buangan organik dan anorganik.Pengumpulan dan membawa air buangan .bahan organik dalam air buangan. senyawa K dan bakteri (Patogen dan tidak pathogen) ⇒ Mendasarkan atas prosesnya. Air Buangan Industri mengandung bahan .Pengolahan air buangan .Sistem Komunal (Sewerage sistem) Yaitu buangan rumah tangga disalurkan ke jaringan Sewerage kota (Jaringan saluran air buangan) dan berakhir pada Instalasi pengolahan air buangan.partikel padat dan terdiri dari unit pengendapan.pengendapan. [2] Proses Pengolahan Air Buangan Bahan baku yang masuk berupa buangan rumah tangga dan buangan Industri. Oxygen dan/atau berupa pemisahan bahan kimia yang tidak dikehendaki dengan mengikat bahan tersebut dengan bahan kimia lain agar terbentuk “FLOK” yang dapat mengendap. Air buangan secara partial terdiri dari Cairan dan Padatan sedangkan air buangan secara fisik. maka dalam pengolahan air buangan dikenal 3 (tiga) proses. . Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . untuk kemudian air yang telah memenuhi syarat dibuang ke badan air pemerima. 4) Tahap pengolahan Lumpur : ⇒ Penstabilan endapan Lumpur dari unit pengendapan yang terjadi dan terdiri dari unit pencerna dan pengering. 3) Tahap pengolahan Kedua : ⇒ Berupa penguraian bahan .bahan buangan kimia dan bahan .Pembuangan akhir air buangan [1] Cara Pengolahan Air Buangan Dapat dibagi menjadi : . yaitu : a) Proses Fisik : → Berupa pemisahan antara cairan dan padatan dengan cara pengendapan dan penyaringan. Sistem Pengelolaan Air Buangan dan Pengolahan Air Buangan Pengelolaan air buangan meliputi kegiatan antara lain : .benda kasar dan terdiri dari unit saringan kasar dan pengendapan pasir. Pada prinsipnya proses pengolahannya dilakukan dalam 4 (empat) tahap yaitu : 1) Tahap pengolahan awal : ⇒ Berupa penyaringan terhadap benda .f. Unit pengolahan terdiri dari unit Biologi dan unit Kimia dan unit pengendapan . 2) Tahap pengolahan Pertama : ⇒ Berupa pengurangan benda .Penyambungan rumah . Pusat Pengembangan Bahan Ajar .benda atau partikel . Air buangan rumah tangga mengandung buangan tinja.

Topografi adalah informasi yang diperlukan untuk menentukan arah penyaluran dan batas wilayah tadahnya. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . Situasi dan Kondisi Fisik Kota Informasi situasi dan kondisi fisik kota. Contoh : Chlorinasi. yang mengakibatkan saluran air hujan pada musim kemarau berisi buangan dan menjadi sarang nyamuk. c) Proses Kimia : → Berupa pengikatan unsur .000 dengan beda kontur 0.UMB Ir. hasil olahannya telah aman. b. Contoh : Unit Koagulasi dan Flokulasi.50 meter pada area datar dan beda kontur 1. perlu diketahui data : Pusat Pengembangan Bahan Ajar . secara alamiah. sedangkan hasil olahan tidak lengkap masih belum terlalu aman. Pemetaan kontur dengan skala 1 : 50. 4. Sistem Pengolahan Air Limbah di Daerah Khusus Ibukota Sistem pengolahan air limbah di DKI pada umumnya memakai Sistem Individual untuk Fecal Manusia yaitu Septic tank (Cubluk) yang overflownya dibuang ke badan air dan tidak memenuhi persyaratan kualitas yang berlaku. Sistem komunal (Sewerage Sistem) baru merupakan pilot proyek di Kecamatan Setiabudi. dikenal pengolahan air buangan lengkap dan tidak lengkap. d) Proses Kimia/Biologi : → Berupa membunuh bakteri pathogen dengan membubuhkan desinfektan.000 atau 1 : 100. pengendapan pasir.unsur kimia yang tidak dikehendaki dan tidak dapat terpisah dalam proses fisik. dengan beda kontur 25 meter. baik yang telah ada (eksisting) maupun yang sedang direncanakan. dengan cara : Membunuh bahan kimia sebagai koagulan. Pemetaan kontur di suatu daerah urban dilakukan pada skala 1 : 5. pengendapan 1 dan 2. g. Sedangkan air cuci/kamar mandi dan buangan dapur dibuang langsung ke saluran mikro drainase pemukiman.000 juga mungkin diperlukan untuk menentukan luas DAS (Daerah Aliran Sungai) di hulu kota. dan dapat mendata toleransi lama genangan dari suatu area rencana.000 atau 1 : 10. → Mendasarkan atas hasilnya. Pada pengolahan air buangan lengkap.00 meter pada area curam.3 Dasar Perencanaan Sistem Drainase a. Contoh : Unit Biologi. Pola Arah Aliran Dengan melihat peta topografi dapat ditentukan arah aliran yang merupakan sistem natural drainase. b) Proses Biologi : → Berupa penguraian senyawa organik komplek menjadi bentuk sederhana dengan bantuan aktivitas mikro organisme dengan cara Aerasi dan penambahan Lumpur aktif bila diperlukan.Contoh : Unit saringan.

telepon dan listrik). kabel listrik. c. Penentuan tataletak dari jaringan drainase bertujuan untuk : 1) Sistem jaringan drainase dengan sasaran dapat berfungsi perencanaan. telepon. air minum. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .p). 4) Jenis Tanah → Jenis tanah untuk menentukan daya tahan menyerap air. Gambaran prioritas area secara garis besar.UMB Ir. Tingkat kebutuhan drainase yang diperlukan. 4) Biaya pelaksanaan seekonomis mungkin. 7) Biaya produksi drainase 8) Data kependudukan → Dimaksudkan untuk menganalisis jumlah air buangan.2) 3) 4) 5) 1) Sistem jaringan yang ada (drainase. Langkah Perencanaan sesuai Data perancangan yang diperlukan untuk desain drainase adalah : 1) Data masalah a) Lokasi genangan b) Lama genangan c) Tinggi genangan d) Nilai kerugian akibat genangan. Aliran permukaan menjadi besaran dari aliran drainase. jika ada 15) Peta situasi dan pengukuran jalur saluran 16) Data hujan 17) Data bahan bangunan lokal. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . 3) Nilai pakai setinggi mungkin ditinjau dari segi konstruksi dan fungsi. 10) Peraturan penggunaan 11) Aspirasi masyarakat dan peran pemerintah 12) Data sosial ekonomi penduduk 13) Kesehatan lingkungan pemukiman 14) Banjir kiriman. Batas-batas area pemilikan. 2) Data topografi 3) Data Tata Guna Lahan → Data tata guna lahan sangat berkaitan dengan besar aliran permukaan. pipa bahan baker. Besar aliran permukaan tergantung debit air hujan yang run off di muka tanah. untuk pendimensian saluran pada musim kemarau. pipa gas. Data tersebut diatas dimaksudkan agar dalam penyusunan tataletak sistem jaringan drainase tidak terjadi pertentangan kepentingan (conflict of interest). 5) Master Plan Kota 6) Data prasarana dan utilitas → Yaitu data jaringan air minum. dan lain-lain. dan ini berkaitan dengan penggunaan lahan. irigasi. 2) Dampak lingkungan seminim mungkin. Besar air yang meresap (infiltrasi) tergantung angka pori (e) atau porositas (n. 9) Kelembagaan → Instansi pemerintahan yang terkait dalam sistem drainase. Letak dan jumlah prasarana yang ada.

25 – 0. Berikut ini disampaikan berbagai nilai koefisien run off dari permukaan bumi. Koefisien run off untuk Drainase Muka Tanah Tipe Area Pegunungan yang curam Tanah yang bergelombang dan hutan Dataran yang ditanami Atap yang tidak tembus air Perkerasan aspal. Atau nilai pada sisi kanan dari tabel yang digunakan. Tabel 4. beton Tanah padat sulit diresapi Tanah agak mudah diresapi Taman / lapangan terbuka Kebun Perumahan tidak begitu rapat (20 rumah / ha) Perumahan kerapatan sedang (21 – 60 rumah / ha) Koefisien run off 0.4.1) [1] Koefisien pengaliran / run off Koefisien run off merupakan nilai banding antara bagian hujan yang run off di muka bumi dengan hujan total terjadi. sebagian besar menggenang dan mengalir di permukaan tanah (run off) dan sebagian kecil meresap (infiltrasi) ke dalam lapisan tanah.55 0.60 0.80 – 0.75 – 0.(4.90 0. Kapasitas (debit) aliran maksimum dianalisis berdasarkan metode rasional : Q = α .75 0. tetapi sebaiknya untuk analisis.4 Prasarana Sistem Drainase 4.45 – 0.75 – 0.. A Keterangan : Q = debit aliran (m3/dt) α = koefisien run off β = koefisien penyebaran hujan It= Intensitas hujan A = luas area aliran ………………………………. β. Kapasitas Aliran Akibat Hujan Hujan yang terjadi menyebabkan adanya air hujan yang kemungkinan.UMB Ir.90 0.90 0. It . Jika pada permukaan tanah terjadi genangan lebih besar dari infiltrasi. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR .1. maka untuk pengaliran air digunakan drainase muka tanah.25 – 0.50 – 0.40 – 0.05 – 0.35 0.4.40 0.05 – 0. Koefisien run off tersebut sebagian besar mempunyai nilai antara. dipergunakan nilai terbesar atau nilai maksimum.20 0.40 – 0.70 Pusat Pengembangan Bahan Ajar .1 Saluran Drainase Muka Tanah a.

2 ] Pusat Pengembangan Bahan Ajar .95 Selanjutnya berikut ini disampaikan koefisien penyebaran hujan dalam bentuk tabel.90 – 0. Koefisien Penyebaran Hujan Luas Area (Km2) ≤4 5 10 15 20 25 30 50 Koefisien Penyebaran Hujan 1 0. Formula Mononobe : It = (R/24)(24/tc)2/3 Keterangan : It = intensitas hujan R = durasi.3 ] keterangan : …………………………[ 4.820 0.2. lama kejadian hujan (menit.980 0.80 0.90 0.955 0.30 0.Perumahan rapat (61 – 160 rumah / ha) Daerah rekreasi Daerah industri Daerah perniagaan 0. yang dapat digunakan untuk analisis debit hujan. curah hujan Tc = waktu konsentrasi a) Curah hujan (R) Durasi. jam.995 0.80 – 0.70 – 0.920 0.20 – 0.500 [3] Intensitas Hujan (Ιt) Intensitas hujan dianalisis berdasarkan data curah hujan dan data waktu konsentrasi hujan. [2] Koefisien Penyebaran Hujan Tabel 4.UMB Ir. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR .875 0. etmal) diperoleh dari hasil pencatatan alat ukur hujan otomatis. b) Waktu konsentrasi (tc) tc = to + td …………………………………[ 4.

5 ] Kecepatan aliran air di saluran secara kasar dapat ditentukan berdasarkan table (i / v).Karakteristik Drainase Sumuran …………………………[ 4. jika dasar sumuran menembus lapisan tanah keras. b. seperti yang telah tertera pada aspek hidrolika. Q hujan = Q saluran = Fs. cadas. Drainase sumuran pada konsep awalnya adalah : 1) Saluran drainase muka tanah belum ada 2) Jika saluran drainase muka tanah ada.…………………………[ 4. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . jika lapisan tersebut cukup dekat dengan muka tanah. Drainase Sumuran secara Konvensional Yaitu drainase untuk menampung air buangan dari rumah tangga.2 Drainase Sumuran a. rapat air. waktu yang diperlukan oleh air untuk mengalir di muka tanah menuju saluran drainase panjang dari sisi terluar yang sejajar dengan saluran dibagi kecepatan aliran di muka tanah dari sisi terluar tersebut sampai di saluran. danau atau laut sebagai hilir aliran. td = = L v b.v Keterangan : Fs = luas tampang basah / desain saluran v = kecepatan aliran air di saluran Sehingga.UMB Ir. 4. c. waktu yang diperlukan air mengalir di sepanjang saluran sampai titik control di hilir panjang saluran dibagi kecepatan aliran di saluran = L/v panjang aliran kecepatan aliran. Arah aliran ini tegak lurus saluran = L/v conduit time. Fs = Q / v ……………………….. ditentukan berdasarkan formula Manning atau formula Chezy. Dengan maksud mempertahankan atau menaikkan muka air tanah untuk area yang elevasi muka air tanah cukup dalam. Secara teliti dan ekonomis.4 ] Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Sekarang berkembang pemanfaatan drainase sumuran untuk menampung air hujan yang mengalir di muka tanah atau di bawah muka tanah. jika dasar sumuran tidak sampai lapisan tanah keras. = = Dimensi Saluran Kapasitas aliran akibat hujan harus dialirkan melalui saluran drainase sampai ke titik rencana hilir. Debit hujan yang dianalisis menjadi debit aliran untuk mendimensi saluran. tetapi tidak terdapat sungai. cadas. Kriteria Drainase Sumuran 1) Tidak sempurna.4.to = = inlet time. rapat air. jika lapisan tersebut cukup dekat dengan muka tanah. 2) Sempurna.

4) Multi purpose.1. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR .(1) Keterangan : Q = H K = H = h r Gambar 4.jari pengaruh rembesan sumur Tampang Tegak Sumur Drainase Sumuran 4. terdapat pasangan bata kosong sampai elevasi dasar rencana.UMB Ir. h r = = R = debit aliran koefisien permeabilitas tinggi muka air maksimum rencana tinggi muka air minimum rencana jari . danau atau laut. Pipa-pipa drain konvensional biasanya. d. dari tanah liat.jari sumuran jari ..1) Bentuk dan bahan sumuran dengan satu meter pasangan rapat air. untuk drainase muka tanah dan drainase bawah muka tanah. a. Pipa-pipa tersebut untuk saat ini dapat digantikan dengan bahan dari geotekstil.4. diresapkan ke dalam tanah. Analisis Drainase Sumuran Q= kπ(H 2 − h 2 ) Ιn(R / r ) …………. di bawah satu meter pasangan rapat air. menampung air di sekitar lokasi pemukiman / perumahan. 2) Fungsi. air dialirkan ke sumur peresapan atau saluran yang akan meneruskan aliran air ke sungai. untuk area dengan nilai koefisien permeabilitas (k) cukup besar dan untuk area dengan elevasi muka tanah dalam.3 Drainase Bawah Muka Tanah Drainase bawah muka tanah atau drainase bawah permukaan adalah drainase berdasarkan infiltrasi air hujan yang menggenang di muka tanah meresap melalui pori-pori tanah pada lapisan tanah ke pipa-pipa drain. pipa beton dan pipa paralon. Kemudian oleh pipa-pipa drain yang sisi atas berlubang kecil-kecil. 3) Guna. Faktor yang diperhitungkan Muka Air Muka Tanah S Pipa Drain α v v sin α α H ½L ½L Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

(1) q1 = p v keterangan : p = porositas tanah v = kecepatan resapan (cm / etmal.(2) Dihasilkan sudut α Td = S / v sin α ………………………………….80 p H …………………………………(7) Untuk luas F 1 m2. b.2. nilai α naik.50 L ………………………….(3) S = H / sin α ………………………………….Gambar 4.80 F p H ……………………………. Lihat gambar (a) diatas : Tan α = H / 0. mm) atau volume air (liter.UMB Ir. m3 atau mm3). b) Tanah mula-mula dalam keadaan kering Pusat Pengembangan Bahan Ajar .(4) sehingga Td = H / v sin2 α Volume air tanah dengan tinggi H panjang L (jarak pipa drain) dan untuk sepanjang satu meter (tegak lurus gambar) : I = 0. volume air tanah (I1) adalah : I1 = 0. H tetap dan L memendek. nilai α naik. Lengkung Somasi Lengkung somasi adalah gerakan air dalam tanah dengan garis pada absis merupakan waktu (etmal) dan ordinal merupakan tinggi air (H.. kapasitas drain (q21) adalah : q21 = I1 / Td = (0. [1] Drainase Bawah Muka Tanah dengan Pipa Drain Daya Resap Tanah …………………………………. galian tanah tetap dan jumlah pipa drain tetap. q2 menjadi semakin besar. [1] Garis Lengkung Somasi Garis lengkung somasi dengan asumsi bahwa : a) Tidak ada / terjadi run off. galian tanah bertambah dan jumlah pipa tetap tidak bertambah.……(5) keterangan : I = volume cair F=L.80 p H)(H / V sin2 α) q21 = 0. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . H naik / memanjang L tetap.80 p v sin2 α …………………………(8) Semakin besar nilai α. m / etmal) [2] Kapasitas Aliran Kapasitas aliran (q2) juga merupakan kapasitas drain pipa dalam permeter panjang.1 m2).1 p = porositas tanah H = kedalaman pipa drain q2 = I / Td …………………………………(6) Untuk setiap satuan luas 1 m2 dimana L = 1 meter (F = 1.

Muka tanah kering Laju hujan R H 1 genangan Kondisi Awal q2 q2 T1 T2 Waktu (etmal) T3 Gambar 4. panjang pipa drain …………………….. adalah T2. adalah T3 . Waktu setelah air di pipa drain sampai muka air genangan sama dengan muka tanah.(13) Kapasitas drain untuk sepanjang pipa drain (q3) adalah : q3 = q2 . T1 = H / v T2 = T3 = Garis Lengkung Somasi ……………………………………….3... Waktu saat air genangan sama dengan muka tanah sampai tanah kembali pada keadaan semula. Kemudian jika F = LM x 1m. kedalaman pipa drain H meter : q1 = pvm/etmal atau q1 = pv(m/etmal) 1(m). waktu yang diperlukan untuk meresapkan air dari muka tanah sampai pipa drain adalah : Td = S v sin α ………………………………………(12) Kapasitas aliran pada pipa drain untuk satu meter pipa drain : q2 = Ι(m3 ) Td(etmal ) ……………………………………….…(11) Waktu yang diperlukan untuk meresapkan air dari muka tanah sampai pipa drain untuk F = 1m x 1m dengan kedalaman pipa drain H meter dari muka tanah. Waktu genangan : T genangan = T1 + T2 [2] Penentuan Debit Maksimum Analisis untuk F = 1m x 1m. 4.80pH q2 ………………………….(14) [m3 / etmal = 1 (24 x 60 x 60) m3 / detik].4.1(m) = p v m3 / etmal. adalah T1 (etmal).80pH) ………………………. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR .……(10) q2 0.(9) (h − 0.UMB Ir. Waktu yang diperlukan oleh air meresap dari muka tanah sampai pipa drain adalah T1 etmal.4 Drainase Penyehatan Lingkungan Pusat Pengembangan Bahan Ajar .

misalkan 20 hari dengan curah hujan 1053 mm. harus dilakukan pemutusan siklus kehidupan nyamuk di air. 2. maka lama pengeringan 5 + 10 = 15 hari. ditentukan nilai tertinggi dari hasil analisis.5 Drainase Lapangan Olah Raga Lapangan olah raga yang dimaksudkan adalah Stadion Olah raga. Telur Nyamuk Jentik-jentik Kepompong Gambar 4. harus direncanakan dapat mengalirkan air dengan kapasitas aliran dari perencanaan. dilakukan dengan sub surface drainage. Siklus kehidupan nyamuk Pengeringan terhadap genangan air dimaksudkan untuk memutuskan siklus genangan air. sehingga kehidupan nyamuk dihentikan. Jadi kapasitas aliran dari drainase bawah muka tanah harus lebih besar dari kebutuhan drainase penyehatan lingkungan. Cara mengeringkan air genangan dilakukan dengan surface drainage atau jika tidak memungkinkan. Drainase lapangan olah raga direncanakan berdasarkan infiltrasi atau resapan air hujan pada lapisan tanah. Siklus kehidupan nyamuk antara 7 (tujuh) hari sampai 10 (sepuluh) hari. Jika curah hujan 362 mm. umumnya untuk olah raga Sepak Bola dan Atletik.70 mm/etmal. maka pengeringan / hari adalah = [(10 / 20) / 10] 1053 = 52. Lama pengeringan = 10 hari. Drainase lapangan olah raga dianalisis berdasarkan drainase bawah muka tanah (sub surface drainage).007. Disamping upaya pemberantasan dengan insektisida dan larvasida. 4. Jika lama hujan 10 hari. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . Jenis nyamuk yang bertelur pada waktu hujan dan tidak hujan. Tidak boleh terjadi genangan dan tidak boleh tererosi. Lama pengeringan = lama hujan + 10 hari. Drainase bawah muka tanah. maka curah hujan perhari adalah = 365 : 15 = 24 mm/etmal yang juga disebut sebagai pengeringan matahari. Jika lama hujan 5 hari. Kemiringan lapangan harus lebih kecil atau sama dengan 0. Sistem drainase untuk memberantas nyamuk dilakukan dengan 2 (dua) cara : 1.Penyehatan Lingkungan yang dimaksud adalah upaya pemberantasan nyamuk.UMB Ir.4. Rumput di lapangan sepak bola harus tumbuh dan terpelihara dengan baik. Drainase penyehatan lingkungan. Jenis nyamuk yang bertelur pada waktu tidak hujan. maka pengeringan / hari adalah = 365 : 10 = 36. Jika lama hujan 5 hari. curah hujan 362 mm. supaya pengeringan muka tanah dapat dilakukan.20 mm/etmal. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .4. jika dianalisis berdasarkan beberapa data curah hujan. tidak run off pada muka tanah.

03 mm / detik.08 0.05 0. Kapur sebagai bahan pengikat dari campuran dan lempung akan tetap stabil jika kenyang air. koefisien rembesan k = 0. 0. 25 persen lanau dan 25 persen lempung. Pupuk : pasir urug = 1 : 2. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . Lanau D 3 mm – 10 mm D 10 mm – 20 mm geotekstil drain 4.053 mm / detik. Koefisien rembesan ideal untuk lapangan sepak bola = 0. Jalur Atletik Collector drain Pusat Pengembangan Bahan Ajar .5.Batas antara keliling lapangan sepak bola dengan lapangan jalur atletik harus ada collector drain. Potongan lapisan Tanah Drainase Jalur Atletik Jalur atletik pada sisi atas setebal 8 cm special mixture yang terdiri dari pecahan genting dengan diameter sekitar 5 mm. 0. Pecahan genting halus diameter lebih kecil atau sama dengan 5 mm.08 0. pasir urug dan kapur. Lapisan kedua setebal 8 cm berupa ijuk. Special mixture terdiri dari : a. c.10-4 mm / detik. koefisien rembesan k = 0.05 0.20 special mixture : pecahan genting ≤ 5 mm + pasir urug + kapur ijuk Kerikil kerakal D 3 mm – 10 mm D 10 mm – 20 mm pipa drain Gambar 4. agar drainase menjadi baik.6. Potongan lapisan tanah untuk drainase lapangan olah raga Pasir urug koefisien rembesan k = 2. b.15 0.10 0. Pasir urug merupakan kombinasi 50 persen pasir.025 mm / detik.UMB Ir. dan lapisan ketiga setebal 5 cm kerikil dengan diameter 3 mm sampai 10 mm.05 0.20 Top Layer Pasir Urug Pasir Murni Kerikil kerakal pipa drain Gambar pupuk : pasir urug = 2 : 1 mengandung lempung tidak mengadung lempung. Pupuk : pasir urug = 1 : 4. Lapisan paling bawah setebal 20 cm berupa kerikil diameter 10 mm sampai 30 mm.

Untuk menyalurkan air dari saluran ini pada jarak tertentu. Bahu jalan i% Sal i% Median i% Sal i% Sal Median Bahu jalan Bahu jalan Pusat Pengembangan Bahan Ajar . sehingga air dapat masuk saluran dengan bebas. sedangkan jika kemiringan arah lebar jalan kearah median jalan. elevasi sisi atas saluran selalu lebih tinggi dari sisi atas muka jalan. Air masuk ke saluran melalui inlet. Umumnya di perkotaan dan luar perkotaan. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . Drainase jalan raya di perkotaan. maka saluran akan terdapat pada sisi tepi jalan atau pada bahu jalan. maka saluran akan terdapat pada median jalan tersebut. yaitu sisi yang rendah. menikung. Inlet yang ada dapat berupa inlet tegak ataupun inlet horizontal. Untuk jalan raya yang lebar di mana selain terdapat trotoar atau bahu jalan. a.4. kemungkinan letak saluran pada sisi kiri dan sisi kanan jalan. juga terdapat pembatas di tengah-tengah jalan sebagai pemisah juga antara dua jalur jalan. Tata Letak Saluran Untuk jalan raya yang lurus . ada juga saluran drainase muka tanah tidak ditutup.007 collector drain diameter 30 cm Gambar 4. Walaupun juga sebagaimana di luar perkotaan. 4. Jika jalan kearah lebar miring kearah tepi. Di perkotaan saluran muka tanah selalu ditutup sebagai bahu jalan atau trotoar. Pembatas ditengah ini disebut juga sebagai median.7.6 Drainase Jalan Raya Drainase Stadion Olah Raga Drainase jalan raya dibedakan untuk perkotaan dan luar perkotaan. maka kemiringan jalan satu arah. Kemiringan satu arah pada jalan menikung ini menyebabkan saluran hanya pada satu sisi jalan.Jalur Atletik Lapangan sepak bola i = 0. drainase jalan raya selalu mempergunakan drainase muka tanah (surface drainage). Jika jalan tidak lurus. dengan sisi atas saluran rata dengan muka jalan. direncanakan adanya pipa roil yang diposisikan di bawah badan jalan untuk mengalirkan air dari saluran. tidak dua arah seperti jalan yang lurus. terbuka lebar.UMB Ir.

Tampang melintang jalan raya lurus memanjang Inlet tegak Pavement Gambar 4. untuk mengalirkan air dari jalan raya akibat hujan. Potongan tegak inlet datar drainase jalan raya Pada umumnya untuk drainase jalan raya di dalam kota.Sal Sal Sal Tanah sulit diresapi Sal Tanah sulit diresapi Sal Gambar 4.9.UMB Ir.8. ke dalam saluran dipergunakan inlet. Potongan tegak inlet tegak drainase jalan raya Inlet datar Gambar 4. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . Inlet tegak Pusat Pengembangan Bahan Ajar .10.

Li < 4 km2 Li Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . 4.UMB Ir.umumnya berbentuk empat persegi panjang dan inlet datar berbentuk empat persegi panjang.11. Ke arah melintang hampir semua parameter dipergunakan untuk analisis. tetapi untuk arah memanjang jarak inlet merupakan parameter penentu untuk menentukan luas area (Ai) yang akan di drain oleh inlet. Pada pendimensien inlet. terlebih dahulu dianalisis luas lobang berdasarkan debit inlet rencana. Sal Pipa riol Gambar b. L1 L1 L1 = setengah lebar jalan Li = Jarak inlet Ai = L1 . Inlet hasil produksi pabrik umumnya mempunyai nilai efisiensi. sehingga luas inlet yang ada merupakan luas lobang ditambah dengan luas tebal kisi-kisi inlet. Jarak antar dari inlet biasanya direncanakan sekitar 10 meter sampai 30 meter. Luas lobang besar sama dengan jumlah luas lobang kecil dari inlet. bujur sangkar atau lingkaran. Drainase pada jalan raya menikung Analisis Dimensi Inlet Analisis dimensi inlet mempergunakan formula untuk menentukan kapasitas debit hujan untuk drainase muka tanah. Dari luas lobang tersebut akan didapatkan luas inlet yang relatif selalu lebih luas dari luas lobang. luas menjadi lebih besar dari luas lobang karena adanya tebal kisi-kisi inlet.

Ai (m2) = Y m3 / jam = (Y / 3600) m3 detik.(3) Debit akibat hujan harus dialirkan melalui inlet. H ……………………………. luas inlet dapat dihitung : Finlet = Fi / η keterangan : Fi = luas lobang η = efisien inlet.. Setelah luas lobang didapatkan.70-0.(6) Ir. Iti (m / jam) .∴β = 1 Pavement jalan raya.95 (tabel) Gambar 4. Koefisien run off inlet α = 0.(5) B Perhatikan gambar inlet. 10-3 m / jam Debit akibat hujan untuk inlet : Qi = αi . juga dapat ditentukan dengan formula Manning atau Chezy.12. sehingga debit hujan akan menjadi debit inlet untuk menganalisis luas inlet. Menentukan vi jika berdasarkan tabel i / v. vi …………………………….UMB . Denah area drainase untuk inlet Hitung waktu konsentrasi inlet : tc = to + td = Z detik = (Z/3600) jam …………………………(1) Hitung intensitas hujan untuk inlet : Iti = {R (mm / jam / 24)} {(24 / tc (jam)}2/3 = X mm / jam = X .. Sebelum menganalisis luas inlet terlebih dahulu dianalisis luas lobang : Qi = Flbg . 0.(4) keterangan : Qi = debit inlet Flbg = luas lobang vi = kecepatan aliran berdasarkan luas kemiringan arah lebar jalan. βI . Luas inlet : Fi = B . ………. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR Pusat Pengembangan Bahan Ajar .(2) ……………….90 H ……………………………. adalah sesuai dengan kemiringan saluran arah memanjang.

Tujuan drainase pelabuhan udara : 1. Ketentuan dari FAA Amerika Serikat.UMB Ir. Shoulder yang berada pada sisi kiri dan kanan run way. merupakan konstruksi perkerasan dari aspal atau beton. mencegah adanya genangan air pada run way dan taxi way. harus ada saluran terbuka untuk drainase mengalirkan air (interception ditch) dari sisi luar pelabuhan udara. Di sekeliling pelabuhan udara terutama di sekeliling run way dan shoulder.50 persen sampai 5 persen. kemiringan shoulder ditentukan antara 2. merupakan area tanah yang sulit diresapi yang ditanami dengan rumput. Karena run way dan shoulder merupakan area yang sulit diresapi. pada pertemuan perbedaan kemiringan tersebut pada jarak tertentu direncanakan inlet. berdasarkan Radius Hidrolik inlet (Ri) dan kemiringan saluran (li). Shoulder merupakan area untuk pesawat udara yang mengalami kesulitan saat mendarat atau mengudara.Keliling basah inlet : Pi = 2B + 2 H …………………………(7) Radius hidrolik inlet : Ri = Fi / Pi …………………………(8) Kecepatan aliran inlet dapat dianalisis berdasarkan formula Manning dan Chezy. 4. sesuai dengan analisis perencanaan. Kemiringan ke arah memanjang ditentukan sebesar lebih kecil atau sama dengan 0. Lebar shoulder lebih besar dari runway. sehingga air mengalir lebih banyak dipermukaan tanah dan sedikit infiltrasi.7 Drainase Pelabuhan Udara Drainase pelabuhan udara. genangan air di permukaan run way maksimum 14 cm. dan harus segera di drain alirkan. 2.4.50 persen. Meminimalisasi air masuk ke dalam lapisan tanah.10 persen. Pada area shoulder yang umumnya terdiri dari dua kemiringan. Dua tipe tampang melintang pelabuhan udara Kemiringan ke arah melintang untuk run way umumnya lebih kecil atau sama dengan 1. maka analisis kapasitas / debit hujan mempergunakan formula drainase muka tanah atau surface drainage. pembahasan difokuskan pada drainase area run way dan shoulder. Pusat Pengembangan Bahan Ajar .13. sehingga kuat / daya dukung tanah tetap stabil untuk menahan beban pesawat udara yang sangat berat. Run way pelabuhan udara digunakan untuk take off dan landing pesawat terbang. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . Shoulder Run Way Shoulder Gambar 4.

3. Hitung koefisien run off inlet. 5. Hitung debit akibat hujan berdasarkan metode drainase muka tanah. Tentukan waktu konsentrasi inlet (tc = to + td). Tentukan intensitas hujan untuk inlet (Iti) dengan formula Mononobe. lebar area cukup setengahnya. Menjaga seluruh area pelabuhan udara. Ιti . 7. dan lebar dan tinggi saluran didapatkan dari luas saluran yang dianalisis. Hitung luas basah / desain saluran dari hitungan : Q = Fs v.UMB Ir. Hitung waktu konsentrasi (tc) yang merupakan penjumlahan dari to run way dan to shoulder ditambah (td). Rencanakan kemiringan run way dan shoulder sesuai dengan persyaratan. luas desain saluran (Fs) dan keliling basah desain saluran (Ps). 11. 4. 10. Hitung luas lobang dari Qi = F lobang . Tentukan koefisien run off desain. Prosedur analisis saluran drainase pelabuhan udara : 1. lebar dan panjang inlet tertentu. merupakan gabungan dari koefisien run off (α) run way dan koefisien run off (α) shoulder. Tentukan radius hidrolik lobang : R = F / P 12. 2. Hitung luas inlet (Fi) dengan luas lobang (F lobang) dibagi dengan efisien inlet. dan terminal building tidak tergenang air. Vi 8. Tentukan perbandingan dari dimensi inlet. Dari luas area inlet (Ai) tentukan koefisien penyebaran hujan untuk inlet (βi) dari tabel. atau dengan formula Chezy. Prosedur analisis dimensi inlet : 1. perbandingan lebar dan tinggi saluran. 4. Fi = F lobang / η. Ai 7. Hitung radius hidrolik saluran (Rs = Fs / Ps). untuk analisis dimensi saluran. βi . 6. 2. Hitung kecepatan aliran (vi) berdasarkan formula Manning atau formula Chezy. taxi way. 8. Hitung luas area. jadi F lobang = Qi / vi 14. 3. Hitung keliling basah lobang P = (2 x lebar + 2 x panjang). Debit hujan sama dengan debit saluran. Dari luas area (A) tentukan koefisien penyebaran hujan (β) dari tabel yang telah ditentukan. baik kemiringan melintang maupun kemiringan ke arah memanjang run way/shoulder. Tentukan bentuk saluran.3. Hitung intensitas hujan (It) berdasarkan formula Mononobe. 13. Hitung kecepatan aliran berdasarkan tabel i / v. 5. atau dengan formula Manning. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . 9. Hitung debit hujan untuk area inlet : Qi = αi . yang nilainya sama dengan koefisien run off untuk dimensi saluran. Hitung luas area inlet (Ai) dari perkalian setengah lebar run way + shoulder dengan jarak inlet. vi. 6. 10. 11. Hitung luas lobang inlet F lobang = lebar x panjang. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . run way. karena saluran dan direncanakan di sisi kiri dan kanan run way. Jadi luas area desain adalah setengah lebar run way + shoulder kali panjang run way/shoulder. Hitung luas lobang dengan : Qi = F . 9. sehingga Fs = Q / v. Kemudian panjang dan lebar inlet didapatkan.

yang dikelilingi oleh tanggul atau tanah-tanah tinggi. dari tanah berawa-rawa. yang dapat mendukung roda pesawat terbang jika terpaksa harus melintasi shoulder akibat adanya problem penerbangan. Area di reklamasi. tanah mentah dan pada kedalaman 2 meter terdapat pirit (cat play). 5. berarti inlet selalu terletak pada tutup saluran yang terbuat dari konstruksi beton bertulang. Perlengkapan dari drainase polder antara lain : 1.UMB Ir. agar area tersebut dapat dicegah dari banjir. Area pembendungan / penanggulan di muara sungai. Pengendalian air dapat dilaksanakan dengan baik. Situasi area terletak di tepi laut. tanpa terpengaruh oleh keadaan diluar tanggul. sungai. Ciri-ciri Drainase Polder : 1. Area terbentuk akibat adanya proses subsudince perlahan-lahan dari muka tanah semula menjadi tanah rendah.Hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah. di bawah muka air laut. danau. danau atau tepi sungai. Potongan tegak Drainase Polder Pusat Pengembangan Bahan Ajar . daerah air payau dan lapisan tanah lunak serta basah. misalnya kerusakan mesin pesawat udara atau adanya gangguan cuaca. sungai rata-rata (MAR). inlet selalu terletak di atas saluran. (a) Jika muka air pada kolam tando didalam area terletak disisi tepi laut. 4.4. berkabut. 3. dimana keadaan lapisan tanah sangat jelek. pompa akan berfungsi. sungai. berupa tanah lunak. danau. Tiga buah pompa air. (b) Fungsi dari pompa air untuk mengalirkan air yang ada di lokasi polder ke laut.8 Drainase Polder Polder adalah suatu area yang cukup luas di tepi pantai dengan elevasi muka tanah di bawah muka air pasang (MAT) dari laut. Area dikelilingi dan dilindungi oleh tanggul. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . danau atau sungai. 2. sehingga dalam 24 jam.14. sehingga run way sulit untuk dilihat dengan mata pilot pesawat. sampai pada elevasi batas yang mengakibatkan akan terjadi genangan di lokasi. berawa-rawa. 4. danau. Area di reklamasi dari suatu pantai. Ketiga pompa bekerja selama delapan jam. jika memang dibutuhkan pompa akan bekerja secara bergantian memompa air dari lokasi area. Pompa Air MAT MAR Kolam Tando Tanggul Gambar 4.

berfungsi mengalirkan air dari kolam tando ke laut. 4. Digunakan duiker di sisi bawah kolam tando menembus tanggul ke laut. sungai.15. danau. kapasitas pompa air ditentukan berdasarkan volume air rencana. danau. sungai. b. akibat ujung pipa dari pompa air. 5. dalam satu bulan. Pusat Pengembangan Bahan Ajar . sungai Kolam Tando Duiker Gambar 4. Semuanya berdasarkan biaya yang tersedia. 2. tetapi disarankan minimal kolam diberi lantai. 6. danau. Tahapan Desain Drainase Polder : 1. 3. dan satu bulan) sesuai dana yang tersedia dengan pertimbangan efektif dan efisien.UMB Ir. (a) Kolam tando direncanakan pada sisi tepi laut. hitung volume aliran dalam satu etmal. Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR . Berdasarkan debit hujan dari saluran primer. (b) Dimensi kolam tando berdasarkan debit dari area polder. sebaiknya masih menggunakan satu pompa cadangan. sungai pada saat posisi air rendah (surut).Tanggul Pompa air laut. Analisis dimensi saluran tersier. (c) Supaya tidak tererosi. 3. danau. sebaiknya dasar dan tepi kolam digunakan konstruksi pasangan atau lantai dari pasangan batu kali atau beton. Kolam tando. Tentukan dimensi kolam tando dari volume aliran rencana (satu hari. sehingga diperlukan dalam 24 jam air pada kolam tando dapat dialirkan. sungai. berdasarkan data muka air tertinggi dari laut. Keperluan pompa sebanyak 3 buah dengan masing-masing bekerja secara otomatis selama 8 jam. Penentuan elevasi sisi atas panggul. Pandangan atas instalasi air Drainase Polder 2. Alas kolam diberi lantai atau tidak. Duiker dengan tampang lingkaran. sungai saat muka air laut. Dinding kolam dengan atau tanpa perkuatan. satu minggu. dalam satu minggu. Konstruksi dalam tando ditentukan apakah : a. danau. sekunder dan primer berdasarkan formula drainase muka tanah. danau.

UMB Ir.Pusat Pengembangan Bahan Ajar . Hadi Susilo MM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA AIR .