Etos Kerja dalam Islam Sesungguhnya dikotomi antara "kerja" dengan "belajar" tidak perlu terjadi.

Karena, apabila kita menghayati ikrar kita secara mendalam pada proposisi "Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in" dalam surat Al-Fatihah, maka dunia kehidupan kaum Muslimin bernuansa ibadah yang sangat kental. Dalam firmanNya yang lain, Allah mengatakan, "Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan untuk beribadah," (QS Adz-Dzariyat, 51 : 56). Sehingga, jelas-jelas tidak ada pemisahan antara yang sakral dengan yang profan, yang duniawi dengan yang ukhrawi. Ketika mengomentari ayat, "Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad (perjanjian) itu" (QS Al-Ma'idah, 5 :1), Raghib Isfahani, sebagaimana dikutip Seyyed Hossein Nasr (1994) mengatakan bahwa perjanjian-perjanjian itu meliputi perjanjian-perjanjian antara Tuhan dan manusia, yakni kewajibankewajiban manusia kepada Tuhan; [perjanjian antara manusia dan dirinya sendiri; dan [perjanjian] antara individu dan sesamanya. Dengan demikian, perjanjian (uqud) yang dirujuk pada ayat tersebut berkisar antara pelaksanaan shalat sehari-hari sampai menjual barang dagangan di bazaar, dari sembah sujud hingga kerja mencari penghidupan. Berangkat dari pandangan dunia tradisional tersebut yang tidak mendikotomikan antara yang sakral dan yang profan, maka etos kerja kaum Muslim selayaknya memperhatikan kualitas pekerjaannya. Ini artinya, dalam bekerja karakteristik spiritual tetap terjaga dan terpelihara yakni pekerjaan itu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap kerja berarti kesiapan untuk bertanggung jawab di hadapan Yang Mutlak karena kerja adalah saksi bagi semua tindakan manusia. Dalam ushuluddin disebut-sebut perihal konsep ma'ad atau qiyamah yang bila diterjemahkan dalam keseharian akan sangat mendukung sekali terhadap profesionalisme dalam bekerja. Di sini konsep ma'ad atau qiyamah bukanlah suatu konsep di langit-langit Platonik melainkan sesuatu yang hidup, membumi. Penghayatan yang mendalam terhadap prinsip ma'ad akan berimplikasi positif dan konstruktif terhadap perkembangan kepribadian kaum Muslim. Setidaknya dengan menghayati prinsip tersebut, pemuda Muslim tidak mengenal istilah pengangguran. Konon, praktik shalat wajib di kalangan Syi'ah yang mencakup shalat fajr, shalat siang hari (Zhuhur dan 'Ashar), dan shalat malam hari (Maghrib dan 'Isya), merupakan refleksi etos kerja mereka yang begitu tinggi dan manifestasi produktivitas dalam berkarya. Artinya, bila kaum Syi'ah selesai melaksanakan shalat siang hari, maka setelah selesai shalat dan zikir, mereka akan kembali bekerja dengan semangat yang tetap terjaga. Bukan meneruskannya dengan aktivitas yang kurang produktif dan tidak bermanfaat. "Kerja berkaitan erat dengan doa dan hidayah bagi semua masyarakat tradisional dan kaitan ini dirasakan dan diaksentuasikan dalam Islam," tulis Nasr (1994). Dengan mengamati lafaz adzan Syi'ah, dengan formulasi hayya 'ala al-shalah, hayya 'ala al-falah, dan hayya 'ala khair al-'amal, Nasr menyimpulkan bahwa shalat dan kerja memiliki keterkaitan yang prinsipal. "Di sana hubungan antara shalat, kerja, dan amal saleh selalu ditekankan," lanjutnya. Perspektif Islam yang padu, menolak membedakan antara yang sakral dan yang profan, yang ukhrawi dan yang duniawi, yang religius dan yang sekular atau, secara lebih spesifik, antara shalat dan kerja. Implikasi praktisnya adalah bahwa sebagaimana kita mencoba khusyu dalam shalat, maka begitu pula dalam bekerja kita mencoba untuk meng-khusyu'-kan diri. Dalam bahasa bisnisnya, berusaha bersikap lebih profesional. Lebih jauh, sebagaimana ketakutan pada Tuhan dan tanggung jawab kepada-Nya dalam ekspresi shalat kita, maka demikian pula kita dalam pekerjaan kita. Karena, "Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu." [ ]

5 Prinsip Kerja Seorang Muslim (Etos Kerja dalam Islam)
Muhammad Hamzah

memiliki kekuatan fisik dan mental (emosional.s. Seorang Muslim hendaknya berorientasi pada pencapaian hasil: hasanah fi addunyaa dan hasanah fi al-akhirah – QS. Kerja. (QS. aktifitas. Ciri pekerja keras adalah sikap pantang menyerah. spiritual) Sementara al-amiin. Kita dapat meneladani ibunda Ismail a. Juga berarti. 4. Dua karakter utama yang hendaknya kita miliki: al-qawiyy dan al-amiin. AlQashash [28] : 26 ْ َ‫جزْ ث‬ ْ ُّ‫ىي‬ ْ َ‫قَان‬ َّ ِ‫جزْ يُ إ‬ َ ‫ن‬ ْ ‫ها‬ ْ‫خ‬ ْ ‫جا‬ }22/‫ميهُ {انقصص‬ َ ْ‫سخَأ‬ َ‫ي‬ ِ َ‫اْل‬ ِ َ‫ما يَا أَب‬ ِ ْ‫سخَأ‬ َ ‫ز‬ َ ُ‫ج إِحْ دَاه‬ ِ ‫م‬ ِ َ‫انق‬ Al-qawiyy merujuk kepada : reliability. Al-Baqarah [002] : 201) ْ‫د‬ ْ‫م‬ َ‫ع‬ ُّ ‫ربَّىَا آحِىَا فِي ان‬ }201/‫ار {انبقزة‬ ُ ‫مه يَقُى‬ َ ‫وقِىَا‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ح‬ َ ‫ة‬ َ‫خ‬ َ ‫ح‬ َ ‫ويَا‬ َ ‫ل‬ َّ ‫ىهُم‬ ِ‫ز‬ ِ ‫وفِي اآل‬ ِ‫و‬ َ ً‫سىَت‬ َ ً‫سىَت‬ ِ ِ َّ‫اب انى‬ 3.1. intelektual. „amal dalam Islam adalah perwujudan rasa syukur kita kepada ni‟mat Allah SWT. terus mencoba hingga berhasil. dapat diandalkan. merujuk kepada integrity. Kerja keras. dapat memegang amanah. Saba‟ [34] : 13) ْ‫ش‬ ُ‫ش‬ َّ ‫ي ان‬ ُ ‫د‬ ْ‫م‬ ْ ‫ا‬ ٌ ‫وقَهِي‬ }13/‫ر {سبأ‬ ُ ‫كى‬ َ ‫وو‬ ُ ‫ل دَا‬ َ ‫د‬ َ ‫مهُىا آ‬ ِ ‫عبَا‬ ِ ‫ه‬ ِّ ‫م‬ َ ‫كزً ا‬ َ‫ع‬ 2. QS. Sehingga seorang pekerja keras tidak mengenal kata “gagal” (atau memandang kegagalan sebagai sebuah kesuksesan yang tertunda) . satunya kata dengan perbuatan alias jujur.

Ad-Dailami] Begitu besarnya penghargaan Islam terhadap kesungguhan bekerja ini. sikap. namun hanya dapatditebus dengan kesusahan dalam mencari nafkah penghidupan. “Barangsiapa pada malam hari merasakan kelelahan dari upaya keterampilan kedua tangannya pada siang harinya.5. terencana. Jika etos kerja dimaknai dengan semangat kerja. Semakin baik dan sempurna hasil pekerjaan yang dilakukannya. ciri dari seorang profesional adalah adanya etos kerja yang tinggi dan selalu bersemangat dalam bekerja. kita akan sepakat mengatakan itulah profesional sejati. ataupun haji.s. di antara perbuatan dosa ada dosa yang tidak bisa terhapus (ditebus) oleh pahala shalat. Bahkan dalam beberapa hadits dikatakan. bahwa bekerja dengan sungguh-sungguh dapat menghapuskan dosa yang tidak bisa dihapus oleh aktivitas ibadah ritual sekalipun. Ahmad] “Sesungguhnya. tetapi juga pahala dari sisi Allah swt. [HR. memanfaatkan segenap sumberdaya yang ada. Disamping itu. aktivitas kerja dalam pandangan Allah (Islam) merupakan bagian dari ibadah yang akan mendapatkan bukan saja keuntungan material. Coba perhatikan hadits berikut ini : “Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hamba-Nya bersusah payah (kelelahan) dalam mencari rezeki yang halal. Cirinya: memiliki pengetahuan dan keterampilan. sedekah (zakat). sekumpulan karakter. maka etos kerja seorang Muslim bersumber dari visinya: meraih hasanah fid dunya dan hasanah fi al-akhirah.” [HR. hingga Islam (Allah swt) menempatkannya dalam kategori ibadah. seorang Muslim senantiasa menunjukkan kesungguhan “Tidaklah seorang di antara kamu makan suatu makanan lebih baik daripada memakan dari hasil keringatnya sendiri”. Dimana Islam mendorong setiap manusia untuk selalu bekerja keras serta bersungguh-sungguh mencurahkan tenaga dan kemampuannya dalam bekerja.” [HR. mentalitas kerja. Artinya. Jika etos kerja difahami sebagai etika kerja. Seperti yang tergambar dalam kisah Nabi Sulaeman a. etos kerja (himmatul „amal) merupakan bagian yang amat penting dan mendasar. Etos kerja inilah yang membuat seseorang mampu bekerja dengan baik dan optimal. Kerja dengan cerdas. maka dalam bekerja. Baihaqi] Seseorang dikatakan profesional jika ia memiliki keahlian dan sungguh-sungguh dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dalam Islam. Tabrani] Tentu sebagai muslim kita tidak akan berpikir ini hanyalah basa-basi Allah kepada hamba-Nya agar semangat bekerja.” [HR. maka pada malam itu ia diampuni. Tetapi inilah kemurahan dan bentuk penghargaan serta perhatian Nya .

Nabi Muhammad Saw adalah seorang penggembala dan pedagang yang terkenal dengan sifat amanah dan kejujurannya. Semangat bekerja juga dapat kita lihat dari para nabi. “Tidak halal sedekah kepada orang kaya dan orang yang memiliki kemampuan yang stabil.” Dalam riwayat Mutafaq alaih juga disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda.” Maka. Itulah hal mendasar yang membedakan konsep etos kerja dalam Islam dengan etos kerja dalam paham sekuler. Ada banyak tantangan masalah yang harus dihadapi. pertama. atau orang-orang yang menjadi tanggungannya. Maka. semua itu tidak mesti menjadi kendala dalam bekerja atau mencari rezeki. sehingga Allah menutupi wajahnya (memuliakannya). Namun. Seorang Muslim tidak pantas meminta-minta kepada orang lain. Seorang Muslim tidak pantas bermalas-malasan dalam mencari rezeki walaupun itu dengan alasan sibuk beribadah atau tawakal kepada Allah Swt. silakan lakukan. Dalam riwayat Baihaqi disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda. lewatlah seorang lelaki dengan penuh .” Kedua. “Seseorang yang meraih tali lalu datang dengan seikat kayu bakar di pundaknya kemudian menjualnya. Kerendahan dan kehinaan bagi orang yang meminta-minta kepada orang lain. seperti: Nabi Daud yang bekerja sebagai pembuat baju besi sebagai tameng dalam peperangan. silakan lakukan. tidak adanya lahan pekerjaan.atas kesungguhan manusia dalam menjalani kehidupan di dunia. mulai dari keterbatasan lowongan pekerjaan. memenuhi kebutuhan keluarganya. Etos kerja seorang Muslim dapat dilihat dari hadis riwayat Thabrani yang menyebutkan bahwa tatkala Rasulullah Saw duduk bersama para sahabatnya. Dalam Islam. mencari pekerjaan atau membuat peluang pekerjaan tidaklah mudah. bagaikan orang yang memungut bara api. ini tercantum dalam surah Al-Anbiya ayat 80. Bahkan. seorang Muslim harus bekerja apa saja asalkan halal. Tidak pantas pula mengharap sedekah dari orang lain padahal ia memiliki kemampuan bekerja untuk menghidupi dirinya. di mana mereka itu adakalanya memberi dan tidak. yang dalam paham meterialis dan sekuler tidak akan pernah di temui.” Adapun dalam riwayat Sunan Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda. maka pada hari kiamat harta tersebut akan mencakar wajahnya dan menjadi batu panas dari neraka jahannam untuk dimakannya. Begitu pula dengan Nabi Yusuf yang bekerja menjadi bendahara kerajaan Fir‟aun. ini tercantum dalam surah Yusuf ayat 55. dan yang ingin memperbanyaknya.” Hadis tersebut menunjukkan bahwa. seorang Muslim adalah seorang pekerja. Sekarang ini. Itu lebih baik daripada meminta-minta kepada orang-orang. “Orang yang meminta sesuatu bukan kebutuhannya. “Tidaklah orang yang selalu meminta-minta itu kecuali ia akan menemui Allah dengan wajah tanpa daging. Dalam Kitab Shahih Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda. siapa yang ingin menguranginya. Dalam kitab Sunan Tirmidzi disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda. atau modal dalam bekerja. “Barangsiapa meminta-minta kepada orang lain untuk memperbanyak harta (memperkaya dirinya). Allah akan memuliakan orang yang bekerja. keahlian pekerjaan.

Rasulullah Saw mengomentarinya dengan bersabda. serta berusaha menggapai pintu-pintu rezeki yang telah disediakan oleh Allah Swt berdasarkan ketentuan dan syariat-Nya. kerja dalam arti sempit ialah kerja untuk memenuhi tuntutan hidup manusia berupa sandang. Dalam QS At Taubah 105 disebutkan bahwa Dan katakanlah bekerjalah kamu. serta sistem nilai yang diyakininya. Maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihal pekerjaanmu Itu. “Jika dia keluar untuk (keperluan) anaknya yang masih kecil. tetapi Juga oleh kelompok bahkan masyarakat yang dibentuk oleh berbagai kebiasaan. maka dia juga berada di jalan Allah. Para sahabat kemudian berkata. pangan dan papan yang merupakan kebutuhan bagi setiap manusia dan muaranya adalah Ibadah. lalu dlberikanNya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. Jika dia keluar untuk kedua orangtuanya yang sudah tua renta. Pertama.” Mendengar perkataan sahabat tersebut. dapat dldellnlslkan sebagai aktivitas karena adanya dorongan untuk mewujudkan sesuatu sehingga tumbuh rasa tanggung Jawab yang besar untuk menghasilkan karya atau produk yang berkualitas. Dan jika dia keluar untuk pamer dan gagah-gagahan maka dia di jalan setan.” Dengan demikian. Sikap ini diperlihatkan Umar bin Khattab ketika mendapati seorang sahabat yang selalu berdoa dan tidak mau bekerja. marilah kita bekerja dengan sungguh-sungguh. "Janganlah seorang dari kamu duduk dan malas mencari rizki kemudian Ia mengetahui langit tidak akan menghujankan mas dan perak." Dengan kata lain Islam sangat membenci pada orang yang malas dan bergantung pada orang lain. sikap. kepribadian. pengaruh budaya. “Alangkah baik jika semangatnya itu dimanfaatkan di jalan Allah. kerja dalam arti umum yaitu semua bentuk usaha yang dilakukan manusia baik da lam hal materi atau non materi. dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata. kesusilaan. Dalam Islam etika/ etos dianggap sebagai akhlak (budi pekerti.semangat. penakut dan sangat tua dan saya berlindung ke-pada-Mu dari siksa kubur dan dari ujianhidup dan mali (HR Abu Daud). Rasulullah SAW pun senantiasa berdoa kepada Allah agar dijauhi sifat malas. Kedua. intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniaan dan keakhlr-atan. sifat lemah dan berlindung dari Allah.Dalam Islam pengertian kerja dapat dibagi dalam dua bagian. atau tabiat seseorang) yakni tingkah laku atau perlakuan manusia ke arah kebaikan dan kemanfaatan hidup. Etika Kerja Menurut Islam ETIKA berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu ethos yang berarti watak. . Banyak tuntunan dalam Al-Quran dan Hadits tentang bekerja. maka dia berada di jalan Allah. tingkah laku. perangai. adat serta keyakinan dalam melakukan sesuatu. Jika dia keluar (bekerja) karena ingin menjaga kesucian dirinya (dari meminta-minta). Kerja. maka dia berada di jalan Allah. Sikap ini tidak hanya dimiliki oleh Individu.

dan Gouernment Efficiency (55). Malaysia (28). Swiss.InstituteJbrManagemenl o/DeueloplneiU. Dengan itu. Kebutuhan bermacam-macam dan bertlngkat-tingkat. Thailand (27).Dalam pandangan Islam." Menurut Prof Dr KH All Yafie. namun secara umum dapat dibagi dalam Uga jenis sesuai dengan tingkat kepentingannya. Al-Quran secara tegas menyebutkan ketiga macam kebutuhan primer Itu mengingatkan manusia pertama Nabi Adam dan Siti Hawa pada saat menginjakkan kakinya di bumi. dan Islam mengarahkan setiap orang untuk berbuat atau melakukan amal (kerja) yang berkualitas (shalih). Allah mengingatkan mereka berdua dalam QS Thaha 117-119. Juga mungkin kaerna faktor budaya kerja yang juga masih lemah dan tidak merata. sekunder (hajlyal). Ada sebuah hadits Nabi yang sangat mendorong umat Islam untuk menjadi produsen dari kemajuan. maka sesungguhnya Ia ter-laknat. Business Efficiency (59). maka sekali-kali Janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga karena (jika demikian) engkau akan bersusalx payah. seharusnya kaum muslim khususnya di Indonesia memiliki etos kerja tinggi. usaha yang berkualitas).Yang dimaksud bersusah payah adalah bekerja untuk . World Competitiveness Book (2007). peringkat produktivitas kerja Indonesia yang sebagian besar umat Islam berada pada posisi 59 dari 60 negara yang disurvei. Tujuan Umum Bekerja Ada beberapa tujuan orang bekerja antara lain untuk mendapatkan nafkah.Jahat). Korea (29). Mengapa? Karena Islam mengajaran agar umatnya memiliki etos kerja yang sangat kuat dengan senantiasa menclptaan produktivitas dan progrcslfitas di berbagai bidang dalam kehidupan ini. kebutuhan bisa diartikan sebagai hasrat manusia yang perlu dipenuhi atau dipuaskan. Cina (31). memberitakan bahwa pada tahun 2005. barangslapa yang hari ini sama dengan hari kemarin. Dari sini Juga dapat dlfahaml bahwa kata "sha-lih" adalah predikat dari amal atau kualitas kerja (kerja. "kata amal mengandung pengertian segala apa yang diperbuat atau dikerjakan seseorang. apakah Itu khairon atau shallhan (baik) maupun syarron atausuan (buruk. Oleh sebab Itu setiap kerja adalah amal. Hadis tersebut memiliki makna "barangslapa yang hari Ini lebih baik daii hari kemarin maka sesung-gulmya dia telah berwxlung. dan Filipina (49). Sementara itu negara-negara Asta lainnya berada di atas Indonesia seperti Singapura (peringkat 1).Secara normatif. dan tertier(kamaHyat). Maka Kami berkata. Hal ini diduga kuat bahwa semuanya itu karena mutu sumberdaya manusia Indonesia yang tidak mampu bersaing. (al-Hadits) Istilah yang dipakai dalam Al-Quran dan hadits untuk bekerja adalah "amal. Primer (dharwy). sesungguhnya ftii (iblis) adalalx musuh bagimu dan bagi Istrimu. tidak pula disengat panas matahari di sana (surga). Urutan peringkat tersebut berkaitan juga dengan kinerja pada dimensi lainnya yakni pada Economic Performance pada tahun 2005 berada pada urutan buncit yakni ke 60. Hal Adam. Atau semakin turun ketimbang tahun 2001 yang mencapai urutan 46. orang berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup sandang. maka sesungguhnya Ia telah merugi Dan barangsiapa yang hari Int lebih buruk dari hari kemarin. pangan dan papan selain juga untuk membiayai pemeliharaan kesehatan. Sesung-gulviya engkau tidak akan dalmga.

otomotif. elektronik.memenuhi kebutuhan mereka yang ada di dunia. Korea Selatan berkembang menjadi raksasa industri. kerja dalam arti umum yaitu semua bentuk usaha yang dilakukan manusia baik da lam hal materi atau non materi. Sedangkan Ghana tetap di tempat sebagai negara miskin. intelektual atau fisik maupun hal-hal yang berkaitan dengan masalah keduniaan dan keakhlr-atan. Etos Kerja Menurut Pemikir Barat Pada 1905 sosiolog Jerman Max Weber. Dengan kata lain perbedaan etos. Pada permulaan 1960-an data-data ekonomi Korea Selatan dan Ghana nyaris sama. eksportir." Salah satu ayat yang menunjuk masalah Ini adalah QS Al Jumuah 10 "Apabila kamu telah selesai shalat (Jumat) maka bertebaranlah d( bumi dan carilah fadhl (kelebihan rezki) Allal\ ba nyakbanyaklali mengingat Allalx supaya kamu beruntung. misalnya etos kerja Jepang yang berbasis pada agama Tokugawa -namun intisari teori Weber yaitu bahwa etos kerja adalah kunci dan fondasi keberhasilan suatu masyarakat atau bangsa dapat diterima secara aklamasi. bekerja keras. pangan dan papan yang . Meskipun sejumlah kritik dialamatkan kepada Weber karena kesan kuat yang menyatakan bahwa etos kerja Protestant lebih unggul dibandingkan dengan etos berbasis agama lain . termasuk 14 negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Kondisi kedua negara berbeda bagai bumi dan langit. Etos yang tumbuh di Korea Selatan adalah kerja keras. Mengapa hal yang aneh ini bisa terjadi? Huntington menyebutkan satu-satunya alasan perbedaan bur daya. Tetapi 30 tahun kemudian keadaan tersebut berubah drastis. Budaya dalam artian perilaku khas suatu kelompok sosial. tidak mengumbar kesenangan. 2000) menuturkan sepenggal kisah ironis. kebiasaan. Pada 1997. menabung dan mengutamakan pendidikan. Samuel Huntington dalam buku "Culture Matters (Huntington and Harrison. berorientasi sukses material. gaya hidup. Kedua.padahal kenyataannya tidaklah demikian. kerja dalam arti sempit ialah kerja untuk memenuhi tuntutan hidup manusia berupa sandang. yang secara harfiah berarti "kelebihan yang bersumbr dari Allah. etos inilah pangkal kemajuan masyarakat Protestand di Eropa dan Amerika. produk-produk manufaktur lainnya. Etos bangsa Jerman yang diformulasikan Weber antara lain bertindak rasional. memiliki banyak perusahaan multinasional. merumuskan hubungan rasional antara etos kerja dan kesuksesan suatu masyarakat dalam buku klasik "The Proiteslarrt Ethnic and The Spirit of Capitalism (Weber. disiplin. berhemat. hemat dan bersahaja menabung serta berinvestasi. GNP kedua negara relatif tidak berbeda dan tingkat kesejahteraan rakyatnya Juga hampir sama. dan nilai1 nilainya. berdisiplin tinggi."Dalam ayat tersebut dapat kita pahamibahwa terdapat relasi antara Iman sebagai sistem nilai serta ide dengan amal shaleh yang merupakan realisasinya. Kata Weber. termasuk cara hidup. Ketiga jenis kebu -tuhan di atas mengantarkan manusia untuk berikhtiar dan bekerja. Pandangan Islam terhadap pekerjaan amatlah positif. 1958). (Bersambung) Ringkasan Artikel Ini Pertama. Manusia diperintahkan Allah untuk mencari rezki bukan hanya untuk mencukupi kebutuhannya tetapi Al-Quran memerintahkan untuk mencari apa yang diistilahkan fadhl Allah.

Dalam pengertian lain. Dr. dan kamu akan dikembalikan kepada (Allali) yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata."Dalam ayat tersebut dapat kita pahamibahwa terdapat relasi antara Iman sebagai sistem nilai serta ide dengan amal shaleh yang merupakan realisasinya. penakut dan sangat tua dan saya berlindung ke-pada-Mu dari siksa kubur dan dari ujianhidup dan mali (HR Abu Daud). Digunakan dalam tiga pengertian yang berbeda yaitu: b. A.H. Etos kerja adalah refleksi dari sikap hidup yang mendasar maka etos kerja pada dasarnya juga merupakan cerminan dari pandangan hidup yang berorientasi pada nilai-nilai yang berdimensi transenden. etos dapat diartikan sebagai thumuhat yang berkehendak atau berkemauan yang disertai semangat yang tinggi dalam rangka mencapai cita-cita yang positif. Sikap ini tidak saja dimiliki oleh individu. Secara terminologis kata etos. Toto Tasmara etos kerja adalah totalitas kepribadian dirinya serta caranya .padahal kenyataannya tidaklah demikian. yang mengalami perubahan makna yang meluas. suatu tatanan aturan perilaku. watak. Ahmad Amin adalah membiasakan kehendak. suatu aturan umum atau cara hidup c. misalnya etos kerja Jepang yang berbasis pada agama Tokugawa -namun intisari teori Weber yaitu bahwa etos kerja adalah kunci dan fondasi keberhasilan suatu masyarakat atau bangsa dapat diterima secara aklamasi. Akhlak atau etos dalam terminologi Prof. Dari keterangan diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa kata etos berarti watak atau karakter seorang individu atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan yang disertai dengan semangat yang tinggi guna mewujudkan sesuatu keinginan atau cita-cita. Menurut K. Etos Kerja. kepribadian. 1. etos adalah sikap yang tetap dan mendasar yang melahirkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dalam pola hubungan antara manusia dengan dirinya dan diluar dirinya ." Rasulullah SAW pun senantiasa berdoa kepada Allah agar dijauhi sifat malas. karakter. yang secara harfiah berarti "kelebihan yang bersumbr dari Allah. d. Penyelidikan tentang jalan hidup dan seperangkat aturan tingkah laku . tetapi juga oleh kelompok bahkan masyarakat . serta keyakinan atas sesuatu. Etos berasal dari bahasa Yunani (etos) yang memberikan arti sikap. Kesimpulannya. Pengertian Etos kerja . Dalam kamus besar bahasa Indonesia etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi ciri khas dan keyakinan seseorang atau sesesuatu kelompok. lalu dlberiiakanNua kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan." Salah satu ayat yang menunjuk masalah Ini adalah QS Al Jumuah 10 "Apabila kamu telah selesai shalat (Jumat) maka bertebaranlah d( bumi dan carilah fadhl (kelebihan rezki) Allal\ ba nyakbanyaklali mengingat Allalx supaya kamu beruntung.merupakan kebutuhan bagi setiap manusia dan muaranya adalah Ibadah. Manusia diperintahkan Allah untuk mencari rezki bukan hanya untuk mencukupi kebutuhannya tetapi Al-Quran memerintahkan untuk mencari apa yang diistilahkan fadhl Allah. sifat lemah dan berlindung dari Allah. Meskipun sejumlah kritik dialamatkan kepada Weber karena kesan kuat yang menyatakan bahwa etos kerja Protestant lebih unggul dibandingkan dengan etos berbasis agama lain .

Fungsi dan Tujuan Etos Kerja Secara umum. fungsi etos kerja adalah: a. kerja berarti melakukan sesuatu.S Purwadaminta. dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu. manusia harus mempunyai bekal di dunia dan di manapun manusia menginginkan kebahagiaan.mengekspresikan. kekal untuk lebih dari kehidupan dunia. seperti mesin bagi mobil besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat lambatnya suatu perbuatan . pengetahuan dan lain-lain. kedudukan. Nilai kerja dalam Islam dapat diketahui dari tujuan hidup manusia yang kebahagiaan hidup di dunia untuk akhirat. Yang kenyataannya keadaan-keadaan lahiriah tersebut tidak pernah memuaskan jiwa manusia. yang mendorong dirinya untuk bertindak dan meraih amal yang optimal (high Performance) . baik dalam hal materi maupun non materi baik bersifat intelektual maupun fisik. Penggairah dalam aktivitas. Al-Qashash: 77) Pandangan Islam mengenai etos kerja. perhiasan lading yang dapat membuat lalai terhadap kehidupan di akhirat. jika tujuannya tinggi (mencari keridhaan Allah) maka ia pun akan mendapatkan nilai kerja yang tinggi. kerja berkonotasi ekonomi yang persetujuan mendapatkan materi. Artinya: Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat. Pendorang timbulnya perbuatan. Jadi dianjurkan di dunia tapi tidak melupakan kehidupan akhirat. sesuatu yang dilakukan . etos kerja berfungsi sebagai alat penggerak tetap perbuatan dan kegiatan individu. dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. dan jika tujuannya rendah (seperti misalnya hanya bertujuan memperoleh simpati sesama . Jadi pengertian etos adalah karakter seseorang atau kelompok manusia yang berupa kehendak atau kemauan dalam bekerja yang disertai semangat yang tinggi untuk mewujudkan cita-cita. c. ada yang mengukur banyaknya harta. kebahagian hidup di akhirat adalah kebahagiaan sejati. Ahli-ahli Tasawuf mengatakan: Untuk mencapai kebahagiaan di akhirat. bahkan justru dapat menyengsarakannya. 2. Tabrani Rusyan.J. . meyakini dan memberikan makna ada sesuatu. mengenai keduniaan maupun akhirat. Dengan demikian adanya etos kerja pada diri seseorang pedagang akan lahir semangat untuk menjalankan sebuah usaha dengan sungguh-sungguh. Sedangkan dalam arti sempit. b. Penggerak. Kerja merupakan perbuatan melakukan pekerjaan atau menurut kamus W. sementara kehidupan di dunia dinyatakan sebagai permainan. (Q. jabatan. Manusia berbeda-beda dalam mengukur kebahagiaan.S. memandang. Kerja memiliki arti luas dan sempit dalam arti luas kerja mencakup semua bentuk usaha yang dilakukan manusia. adanya keyakinan bahwa dengan berusaha secara maksimal hasil yang akan didapat tentunya maksimal pula. wanita. Menurut A. Dengan etos kerja tersebut jaminan keberlangsungan usaha berdagang akan terus berjalan mengikuti waktu. di mulai dari usaha mengangkap sedalam-dalamnya sabda nabi yang mengatakan bahwa niali setiap bentuk kerja itu tergantung pada niat-niat yang dipunyai pelakunya. Manusia sebelum mencapai akhirat harus melewati dunia sebagai tempat hidup manusia untuk sebagai tempat untuk mancari kebahagiaan di akhirat. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

dengan uang tersebut seseorang dapat membelanjakan segala kebutuhan sehari-hari hingga akhirnya ia dapat bertahan hidup. dan waktu adalah bertentangan dengan nilai Islam. . Islam mengajarkan agar setiap detik dari waktu harus di isi dengan 3 (tiga) hal yaitu.S. setiap manusia dituntut untuk bekerja guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. Setiap pekerja. atau etos yang tinggi. menjelaskan pengertian etos (khuluk) adalah suatu sifat yang tetap pada jiwa. (Q. lebih sejahtera. inovatif. beramal sholeh (membangun) dan membina komunikasi sosial. Dengan bekerja seseorang akan menghasilkan uang. tanpa rencana. Kerja keras dan teliti serta menghargai waktu. taat dan patuh pada hukum agama dan masyarakat Toto Tasmara mengatakan bahwa semangat kerja dalam Islam kaitannya dengan niat semata-mata bahwa bekerja merupakan kewajiban agama dalam rangka menggapai ridha Allah. malas. Artinya semua kegiatan harus di rencanakan dan di perhitungkan untuk menciptakan masa depan yang maju. harus dapat menumbuhkan etos kerja secara Islami. Akan tetapi dengan bekerja saja tidak cukup. Etos kerja Islami Dalam kehidupan pada saat sekarang. Orientasi kemasa depan. pemborosan tenaga. Ciri-ciri orang yang memiliki semangat kerja. Dengan demikian etos kerja Islami adalah akhlak dalam bekerja sesuai dengan nilai-nilai islam sehingga dalam melaksanakannya tidak perlu lagi dipikir-pikir karena jiwanya sudah meyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar. untuk meningkatkan keimanan.manusia belaka) maka setingkat pula nilai kerjanya . Kerja santai. perlu adanya peningkatan. firman Allah: . 2. karena pekerjaan yang ditekuni bernilai ibadah. motivasi dan niat. Hasil yang diperoleh dari pekerjaannya juga dapat digunakan untuk kepentingan ibadah. . dan lebih bahagia daripada keadaan sekarang. Oleh karena itu seleksi memililih pekerjaan menumbuhkan etos kerja yang islami menjadi suatu keharusan bagi semua pekerjaan. yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah dengan tidak membutuhkan pemikiran. kerja keras dan memiliki cita-cita yang tinggi Menurut Al-Ghazali dalam bukunya “Ihya-u “ulumuddin” yang dikutip Ali Sumanto Al-Khindi dalam bukunya Bekerja Sebagai Ibadah. Menurut Dr. Musa Asy’arie etos kerja islami adalah rajutan nilai-nilai khalifah dan abd yang membentuk kepribadian muslim dalam bekerja. diantaranya: 1. berdasarkan pengetahuan konseptual. produktif. dapat dilihat dari sikap dan tingkah lakunya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Nilai-nilai khalifah adalah bermuatan kreatif. Adapun etos kerja yang islami tersebut adalah: niat ikhlas karena Allah semata. sedangkan nilai-nilai ‘abd bermatan moral. terutama yang beragama islam. Artinya: Demi masa. Untuk itu hendaklah manusia selalu menghitung dirinya untuk mempersiapkan hari esok. sebab itulah dinamakan jihad fisabilillah . Al-Ashr: 1-3) . 3. lebih-lebih keadaan di masa lalu. termasuk didalamnya menghidupi ekonomi keluarga.

baik kebahagiaan maupun kegagalan. Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu bagi dirimu sendiri.S. dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua. Al-Isra’: 7) 4. . karena boros adalah sikapnya setan. dan melemparkan kesalahan di bawah. . Allah berfirman: . Semua masalah diperbuat dan dipikirkan. Setiap orang atau kelompok pasti ingin maju dan berkembang namun kemajuan itu harus di capai secara wajar tanpa merugikan orang lain. (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid. Artinya: Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Dia menjauhkan sikap boros. laksana seorang pelari marathon lintas alam yang harus berlari jauh maka akan tampak dari cara hidupnya yang sangat efesien dalam mengelola setiap hasil yang diperolehnya.3. Seseorang yang memiliki etos kerja yang tinggi. Maka berlombalombalah kamu (dalam berbuat) kebaikan. 5. tidak berwatak mencari perlindungan ke atas. (Q. Terukir sebuah motto dalam dirinya: “The best fortune that can come to a man. harus dihadapi dengan tanggung jawab. Adanya iklim kompetisi atau bersaing secara jujur dan sehat. Bertanggung jawab. Karena hal itu sama dengan orang yang bertindak nekat. Dari pada ia bertarung tanpa mengetahui potensi diri. is that he corrects his defects and makes up his failings” (Keberuntungan yang baik akan datang kepada seseorang ketka dia dapat mengoreksi kekurangannya dan bangkit dari kegagalannya . Hemat dan sederhana. sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). AlBaqarah: 148) Sebagai orang yang ingin menjadi winner dalam setiap pertandingan exercise atau latihan untuk menjaga seluruh kondisinya.(Q.S. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. menghitung asset atau kemampuan diri karena dia lebih baik mengetahui dan mengakui kelemahan sebagai persiapan untuk bangkit.

dan memanfaatkan rezeki pemberian Allah SWT.” (QS. Mereka bekerja dan berusaha sesuai dengan kemampuan dan keahliannya masing-masing. Nabi Muhammad SAW. dan syuhada. Banyak ajaran Islam yang secara idealis memotivasi seseorang. atau membina rumah tangga dengan bekal yang cukup. Allah telah menjamin rezeki dalam kehidupan seseorang. Ajaran Islam. antara lain pada Surah AlJumu‟ah ayat 10. sehingga ia mampu melaksanakan berbagai kewajiban yang dibebankan Allah serta berbagai tugas lainnya. dinyatakan. “Jika kalian tawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal. Bahkan untuk memotivasi kegiatan perdagangan (bisnis). seperti salah satu haditsnya yang berbunyi. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. paling kurang ia dapat memenuhi kebutuhan pokok berupa sandang dan pangan.” (H. seringkali menjadi kontra produktif dalam pengamalannya. maka bertebaranlah di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. siddiqin. Rasulullah SAW bersabda: “Pedagang yang lurus dan jujur kelak akan tinggal bersama para nabi. Ajaran “tawakkal” yang seringkali diartikan sebagai sikap pasrah tidaklah berarti meninggalkan kerja dan usaha yang merupakan sarana untuk memperoleh rezeki. bukan sebaliknya pasrah berdiam diri di tempat tinggal menunggu tersedianya kebutuhan hidup. Dan pada hadits yang lain Rasulullah SAW menyatakan bahwa: “Makanan yang paling baik dimakan oleh seseorang adalah hasil usaha tangannya sendiri. baik sendiri atau bersama orang lain. Dalam beberapa ayat di Al Qur‟an. memperoleh pekerjaan sesuai dengan keahliannya. Artinya.R. dalam sejumlah hadits. untuk memproduksi suatu komoditi atau memberikan jasa. setiap orang dituntut untuk bekerja atau berusaha. Allah akan memberi kalian rezeki seperti Dia memberi rezeki kepada burung yang terbang tinggi dari sarangnya pada pagi hari dengan perut kosong dan pulang di sore hari dengan perut kenyang. namun tidak akan diperoleh kecuali dengan bekerja atau berusaha. Kata “bekerja” dalam ayat di atas mengandung arti sebagai suatu usaha yang dilakukan seseorang. bukan semata-mata hanya dengan berdoa. bahkan harus meninggalkan tempat tinggal pada pagi hari untuk mencari nafkah. menyebar di muka bumi.” (HR Tirmidzi).“Dialah Yang menjadikan bumi ini mudah bagi kamu.” Hal ini menunjukkan bahwa Islam menghendaki adanya etos kerja yang tinggi bagi umatnya dalam memenuhi keinginannya.” Hadits di atas sebenarnya menganjurkan orang untuk bekerja. Islam mengajarkan. maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Bukhari) . Untuk mewujudkan hal itu. sangat menghargai “kerja”. Hal ini dicontohkan oleh para sahabat Rasulullah SAW yang berdagang lewat jalan darat dan laut dengan gigih dan ulet. al-Mulk:15) Islam menghendaki setiap individu hidup di tengah masyarakat secara layak sebagai manusia. menyingkirkan semua faktor penghalang yang menghambat seseorang untuk bekerja dan berusaha di muka bumi. Kerja atau berusaha merupakan senjata utama untuk memerangi kemiskinan dan juga merupakan faktor utama untuk memperoleh penghasilan dan unsur penting untuk memakmurkan bumi dengan manusia sebagai kalifah seizin Allah. bagi setiap orang harus tersedia tingkat kehidupan yang sesuai dengan kondisinya. “Apabila telah ditunaikan Shalat.

Tindakan zalim terhadap hak Rabbul‟alamin artinya meminta. ketawakkalan. bahwa semua usaha yang dapat mendatangkan rezeki yang halal adalah sesuatu yang mulia. mempersembahkan sesuatu bukan kepada yang berhak. maka orang-orang yang mengalami hal tersebut dianjurkan merantau (hijrah) untuk memperbaiki kondisi kehidupannya karena bumi Allah luas dan rezekiNya tidak terbatas di suatu tempat. Mereka harus memanfaatkan semua kekayaan. hak tempat meminta. Namun bila tidak memberi. Islam membimbing seseorang agar melakukan pekerjaan sesuai dengan kepribadian. dan tunduk kepada selain Allah. Islam tidak membolehkan kaum penganggur dan pemalas menerima shadaqah. serta tidak membiarkan si lemah terombang-ambing tanpa pegangan. Muslim). menghamba bukan kepada Sang Pencipta. ia menghadapkan orang yang diminta kepada pilihan sulit antara memuhi permintaannya atau menolaknya. tetapi orang tersebut harus didorong agar mau bekerja dan mencari rezeki yang halal sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang berbunyi. memberikan peringatan keras kepada yang meminta-minta (mengemis).. Ia meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya. niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak…. kemampuan. dan menentang keras untuk meminta-minta (mengemis) kepada orang lain. Oleh karena itu. ada kemungkinan disertai dengan rasa dongkol. orang itu akan merasa malu.” (QS. sebagaimana Firman Allah SWT: “Barang siapa berhijrah di jalan Allah. sumber daya manusia maupun sumber daya alam sehingga akan meningkatkan produksi serta berkembangnya berbagai sumber kekayaan secara umum yang akan berdampak dalam pengentasan umat dari kemiskinan. diminta untuk mengerahkan segenap potensinya untuk menghilangkan kemiskinan. Sebaiknya ia mengumpulkan harta sendiri. an-Nisa‟:100) Ajaran Islam.R. sebagaimana yang diungkapkan oleh Ibnu Qayyim. sesungguhnya dia mengemis bara api. dan hak pengemis itu sendiri. sangat memotivasi seseorang untuk bekerja atau berusaha.. Jika orang itu terpaksa memnuhi permintaanya. Islam melarang seseorang mengemis sedangkan ia mempunyai sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja yang akan mencukupi kebutuhannya.” (H. dan rela menundukkan kepala kepada sesama makhluk. dan kondisi lingkungannya. Islam. Islam menuntun setiap orang untuk mendayagunakan semua potensi dan mengarahkan segala dayanya. dan berlaku zalim terhadap tauhid dan keikhlasan. betapa pun kecilnya. merendahkan martabat diri. Sedangkan berlaku zalim terhadap diri sendiri artinya seorang pengemis menghina diri sendiri. berharap.Islam juga mengajarkan bahwa apabila peluang kerja atau berusaha di tempat tinggal asal (kampung halaman) tertutup. Ia menjual kesabaran. baik penguasa maupun rakyat. . dan melalaikan tindakan mencegah diri dari mengemis kepada orang lain. Berlaku zalim terhadap tempat meminta artinya menzalimi orang yang diminta sebab dengan mengajukan permintaan. walaupun rezeki itu diperoleh dengan susah payah daripada mengemis dan meminta-minta kepada orang lain. menghinakan diri. Islam mengajarkan. bahwa mengemis kepada orang lain adalah tindakan zalim terhadap Rabbul‟alamin. Masyarakat Islam. “Bila seseorang meminta-minta harta kepada orang lain untuk mengumpulkannya.

Umat Islam diminta bergandengtangan menghilangkan semua cacat yang dapat merusak bangunan masyarakatnya. mereka menjaganya atas perintah Allah. Di samping itu. di muka dan di belakangnya. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehinga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri………” (QS. Dan. dan oleh karena itu kita harus menjaga dan meningkatkan etos kerja kita agar kita tidak tertinggal oleh yang lain. Namun. perlu kita sadari. adalah membangkitkan kembali semangat ukhuwah islamiyah di antara kita. realitas yang ada di masyarakat Islam saat ini sangat jauh dari idealisme yang diajarkan Islam dalam memotivasi seseorang untuk menjadi berhasil dalam kehidupannya.13/ ar-Ra‟d: 11) . sebagaimana firman Allah SWT: “Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran. Hal ini merupakan tugas kita semua secara bersama-sama sebagai umat Muslim yang peduli terhadap keluarga kita umat Islam di seluruh jagad raya agar tidak tertinggal dan dapat “duduk sama rendah berdiri sama tinggi” dengan umat lainnya di muka bumi ini. bahwa Allah SWT tidak akan mengubah nasib kita tanpa kita sendiri mengubah nasib kita. juga harus menyiapkan tenaga-tenaga ahli yang akan menangani pekerjaan tersebut. yakni menuju kemakmuran di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Hal ini merupakan kewajiban kolektif umat Islam. Faktor utama untuk kembali kepada ajaran motivasi Islam yang berorientasi kepada falah oriented. terakhir. Masyarakat Islam dituntut menciptakan lapangan kerja dan membuka pintu untuk berusaha (berbisnis).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful