You are on page 1of 2

TIPS BETERNAK AYAM KALKUN: Entrepreneurship

Beberapa hari terakhir saya melakukan googling untuk mencari tahu perkembangan mengenai budidaya ayam kalkun. Ada beberapa website yang saya temui seperti http://blogblogtutor.blogspot.com sebuah blog situs yang memposting mengenai prospek beternak ayam kalkun. Memang akhir-akhir pekan ini permintaan pasar ayam kalkun mengalami peningkatan yang begitu signifikan. Hal ini terbukti dengan beberapa blog dan website yang memposting tentang beternak ayam kalkun dan pemasarannya. Dari berbagai suara konsumen yang telah kita tampung saat ini, alhamdulillah PKS (Peternak Kalkun Sejahtera) milik bapak Supardjo yang beralamat di Dusun Garongan, Turi, Sleman, Yogyakarta mendapatkan rating yang bagus di Yogyakarta. Bentuk apresiasi dengan layanan plus yang disertai buku panduan (guiding book) cara beternak ayam kalkun setelah bertransaksi juga merupakan satisfactory yang kami sugguhkan. Mengenai rahasia untukmemelihara ayam kalkun agar lebih produktif, tahan penyakit dan penetasannya belum begitu banyak dipaparkan. Di sini akan dipaparkan rahasia dan trik-trik bagaimana memelihara ayam kalkun dari umur 0 hari sampai menjadi induk dan pejantan serta penyilangannya. 1. Perawatan Awal (Basic care) Perawatan basic care adalah perawatan yang dilakukan terhadap anakan ayam kalkun yang berusia 0 hari 1,5 bulan. Dalam perawatan ini, ada beberapa teknik yang harus diperhatikan yaitu warming lamp, atau lebih populernya disebut pemanasan suhu kandang ayam. Ayam yang berusia kurang dari 1,5 bulan biasanya memerlukan suhu diatas 30-45 derajat Celcius hal ini dimaksudkan agar anakan ayam memperoleh suhu yang hangat seperti saat dia dierami induknya. Feeding atau proses pemberian makan juga harus diperhatikan, pada usia 0-20 hari ayam harus diberikan makanan khusus atau yg disebut BR-1 dengan kandungan konsentrasi nutrisi yang telah diatur sedimikian rupa. Pada usia >20hari, anakan kalkun sudah bisa diberikan makanan nasi yang sudah dicampur dengan BR-1 ataupun bekatul dengan pemberian campuran air panas dan diberikan sawi ataupun sayuran yang dipotong secara chopping kemudian diaduk menjadi satu adonan. Selain itu pastikan kandang anakan ayam ini berukuran rapat dan agar tidak terganggu hewan lain seperti kucing, tikus ,dll. 2. Perawatan menengah (Medium Care) Perawatan ini adalah perawatan anakan kalkun yang berusia lebih dari 1,5 bulan hingga 6 bulan. Secara fisiologis, anakan kalkun yang sudah akan memasuki masa remaja sudah akan terlihat perbedaan jenis kelaminnya. Pemmberian lampu atau warming lamp sudah tidak dibutuhkan lagi dan persiapkan kandang yang lebih luas agar ayam kalkun anda bisa bergerak secara bebeas. kalkun pada umuran ini juga bisa dibiarkan lepas dari kandang dengan catatan jauhkan peniti, silet dan plastik-plastik yang berceceran di sekitar kalkun. pemberian makan juga masih diberikan seperti metode diatas yaitu pemberian aonan yang sudah dijelaskan di basic care. 3. Perawatan Lanjut (advanced care) Bila kalkun anda sudah memasuki usia lebih dari 6 bulan, jenis kelamin ayam kalkun sudah terlihat jelas jantan dan berinannya dan libido sexual mereka akan tampak. Dalam masa itu, pisahkan ayam kalkun yang berjenis kelamin jantan dengan pejantan lainya agar menghindari proses perkelahian pejantan. Bila kalkun betina tampak ndekem (merunduk dalam bahasa jawa) maka kalkun itu sudah siap untuk kawin dan sebentar lagi akan bertelur. saat usia itulah ayam kalkuna akan mengawali masa reproduksi. Pada umur 8 bulanana lebih ayam kalkun bisa mencapai 7kg-8kg bila faktor gizinya diperhatikan.

Demikian tadi beberapa step rahasia yang kami bongkar agar khalayak umum dapat memeahamai sikilas bagaimana perawatan ayam kalkun yang selama ini populer dan terpublikasi di media televisi ataupun media cetak seperti yang TVRI liput beberapa pekan terakhir atas kerjasamanya dengan PKS (Peternak Kalkun Sejahtera) milik bapak Supardjo. Biala anada menginginkan Tips yang lainya yang masih rahasia seperti penyakit&pencegahannya, penetasan, kandang yang berkualitas, mina kalkun silakan menghubungi lebih lanjut

You might also like