A.

PENGERTIAN PENILAIAN PORTOFOLIO Arti asli portofolio adalah a hinged cover or flexible case for carrying loose papers, pictures, or phamplets. Jadi, portofolio berupa suatu koleksi hasil kerja seseorang yang berupa kumpulan dokumen secara lepas. Dengan melihat koleksi itu, seseorang dapat menelusuri riwayat perkembangan prestasi atau apa pun yang telah dicapainya (Soewandi, 2005). Dalam ranah persekolahan, portofolio adalah koleksi yang sangat berguna tentang upaya, kemajuan, dan kemampuan siswa dalam jangka waktu tertentu (Cherian & Mau, 2003). Sebuah portofolio adalah koleksi multidimensi dari infomasi yang dikumpulkan, yang memungkinkan guru dan siswa mengkonstruksi gambaran terorganisasi, proses, dan deskriptif tentang pembelajaran siswa (Farr, dalam Duffy et al., 1999). Sebagai sebuah bentuk asesmen, portofolio merupakan sebuah kumpulan seleksi dan sistematisasi karya siswa yang memperlihatkan ketuntasan atau pertumbuhan dalam area tertentu dalam jangka waktu tertentu (Jones, 2001). Senada dengan pernyataan tersebut, di dalam Buku KTSP SMP (Depdiknas, 2006) dinyatakan bahwa asesmen portofolio merupakan penilaian melalui koleksi karya (hasil kerja) siswa yang sistematis, yakni: pengumpulan data melalui karya siswa, pengumpulan dan penilaian yang terus menerus, refleksi perkembangan berbagai kompetensi, memperlihatkan tingkat perkembangan kemajuan belajar siswa, bagian integral dari proses pembelajaran, untuk satu periode, dan tujuan diagnostik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa sebuah asesmen portofolio adalah koleksi kerja siswa yang menunjukkan usaha, kemajuan, atau kemampuan siswa pada area yang ditentukan. Koleksi ini meliputi: 1. Partisipasi siswa di dalam seleksi isi portofolio 2. Petunjuk bagaimana menyeleksinya 3. Kriteria untuk penilaian 4. Bukti refleksi-diri siswa (sesuai dengan pendapat Meyer et al., dalam Reckase, 1995). Akan tetapi, tidak setiap kumpulan karya seorang siswa disebut portofolio. Portofolio “hanya kumpulan karya seorang siswa sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja, yang ditentukan oleh guru atau oleh siswa bersama guru, sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar, atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum” (Depdiknas, 2004: 3). Ini pun “difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif, yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat dikerjakan, atau tidak dapat dijawab, atau tidak dapat dipecahkan oleh siswa” (Depdiknas, 2004: 3).

tentu saja. (f) penilaian sikap.B. masih lebih menekankan aspek (ranah) kognitif. itu pun masih belum sampai pada taraf kognitif yang tinggi. 4. Itulah sebabnya mengapa diterbitkan kebijakan yang dinamakan Penilaian Berbasis Kelas (PBK). (b) tes perbuatan. dengan sedikit psikomotor. Kebijakan yang tertuang dalam PBK mengamanatkan juga bahwa (1) yang dinilai adalah kompetensi (bukan materi). dengan tujuan supaya terjadi keseimbangan penilaian pada ketiga ranah psikologis itu. 3. serta mendemonstrasikan kemampuan mereka. Dari kebijakan inilah mulai dikenalkan penilaian dengan portofolio. Dalam dokumen Pedoman Khusus Pengembangan Portofolio untuk Penilaian. Penilaian kurang mempertimbangkan kemajuan siswa dalam mata pelajaran tertentu. Penilaian tidak dijadikan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan pembelajaran. 2004: 2) dicatat adanya enam masalah yang berkaitan dengan penilaian hasil belajar—yang memunculkan penilaian dengan portofolio—seperti dikatakan berikut. Termasuk aspek yang dinilai pun. dipandang merugikan peserta didik. 2000). dan (g) penilaian portofolio (Surapranata dan Hatta. dan (3) apa pun jenis penilaiannya harus memungkinkan adanya kesempatan terbaik bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan pahami. ALASAN DIBERLAKUKANNYA PENILAIAN PORTOFOLIO Dalam studinya tentang praktik penilaian di lapangan. dan (2) dilakukan dengan (a) tes tertulis. Dari pihak penentu kebijakan. (c) pemberian tugas. Pusat Kurikulum (2000) menemukan kenyataan bahwa praktik penilaian di kelas kurang menggunakan cara dan alat yang lebih bervariasi. dengan menggunakan berbagai bentuk dan model penilaian secara resmi maupun tidak resmi. 5. 2006: 18–21). 2. (e) penilaian produk. Tes baku biasanya tidak menilai kemampuan siswa dalam memecahkan masalah secara luas. bukan ketidakmampuannya. kenyataan seperti itu. dan secara berkesinambungan (Puskur. Penilaian tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk menunjukkan kemampuannya. 1. 6. (d) penilaian proyek. dan hampir tidak disentuh penilaian aspek afektif. . Penilaian tidak disesuaikan dengan cara belajar siswa yang biasanya bervariasi. Tes tertutup (tes dengan jawaban tunggal) tidak memberikan gambaran yang memadai tentang kemampuan siswa. Kurikulum 2004 SMA (Depdiknas.

Mendokumentasikan proses pembelajaran yang berlangsung. Di samping itu tujuan penilaian portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tuatentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat.Di dalam PBK juga diterapkan penilaian otentik. yaitu : 1. realistis. 9. 2. melalui berbagai metode. FUNGSI PENILAIAN PORTOFOLIO . 4. dan sesuai dengan pengajaran” (3) “… berisi informasi atau data yang dikumpulkan dari berbagai sumber. Membantu peserta didik dalam merumuskan tujuan D. TUJUAN PENILAIAN PORTOFOLIO Penilaian portofolio bertujuan sebagai alat formatif dan sumatif. Sumarna Surapranata dan Muhammad Hatta (2004:76) mengemukakan bahwa penilaian portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberap tujuan. Bertukar informasi dengan orang tua atau wali peserta didik dan guru lain. Salah satu penilaian otentik yang efektif adalah penilaian dengan portofolio (2004: 71). yang menunjukkan prestasi peserta didik dalam mata pelajaran tertentu. C. Membina dan mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pda peserta didik. 5. 8. Portofolio seperti ini difokuskan pada proses perkembangan peserta didik dan digunakan untuk tujuan formatik dan diagnostik. Meningkatkan kemampuan melakukan refleksi diri. Memberi perhatian pada prestasi kerja peserta didik yang terbaik. Menghargai perkembangan yang dialami peserta didik. 7. yaitu (1) penilaian yang “melibatkan peserta didik secara realistis dalam menilai prestasi mereka sendiri” (2004: 71). Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan untuk mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. (2) “penilaian yang berbasis unjuk kerja. Hasil penilaian portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan untuk mengisi rapor peserta didik. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimen. dan melalui berbagai titik waktu” (2004: 71). Meningkatkan efektifitas proses pengajaran 6. 3. Penilaian portofolio sumatif diselenggarakan pada akahir semester atau akhir tahun pelajaran.

E. Gambar atau laporan hasil pengamatan 4. Portofolio sebgai sumber informasi bagi siswa untuk melakukan self-assessment. KARYA YANG DIKUMPULKAN DALAM PORTOFOLIO Menurut Barton & Collins (dalam Surapranata dan Hatta. 2. tanggung jawab dalam belajar. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah 5. 2004: 4). atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis 2. atau tahun. Portofolio sebagai alat penilaian otentik (authentic assessment) 4. 2004: 39). semester. pengesahan (attestation). 2004). Laporan kerja kelompok 6. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran (Depdiknas. Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik.Adapun fungsi penilaian portofolio adalah sebagai berikut : 1. Portofolio sebagai alat pengajaran merupakan komponen kurikulum. JENIS PORTOFOLIO Menurut Duffy (1999). reproduksi. Portofolio ini berisi karya siswa. Portofolio Semua Hal (The Everything Portfolio) Portofolio semua hal (atau portofolio perkembangan) merupakan suatu kumpulan karya siswa melintasi berbagai variasi siswa. kelas. karena portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengoleksi dan menujukkan hasil kerja mereka. Hasil karya berupa tulisan. 7. atau disket 3. Seleksi karya dalam portofolio jenis ini bukan merupakan tujuan utama. Penghargaan tertulis 8. objek-objek portofolio dibedakan menjadi empat macam yaitu: hasil karya peserta didik atau artifak. Guru menggunakan portofolio jenis ini untuk mengevaluasi . F. Karya apa saja yang dapat dikumpulkan dalam sebuah portofolio? Diberikan beberapa contoh berikut: 1. ringkasan (Surapranata dan Hatta. 3. baik selama proses maupun draft final. Hasil proyek penyelidikan. dan pembaharuan proses pembelajaran. Hasil kerja siswa dengan menggunakan alat rekam. terdapat empat jenis atau tingkatan portofolio berdasarkan tanggung jawab siswa terhadap kerjanya dan bagaimana guru membantu siswanya: 1. dan produksi (production). atau komputer.

Evaluasi portofolio ini berupa pertemuan antara guru dan siswa. Portofolio jenis ini sebaiknya tidak dibatasi pada karya tertulis saja. akan tetapi segala artifak dan kinerja siswa (misalnya dalam berbagai berbagai format media) yang berkaitan dengan tujuan atau kualitas kinerja yang diminta. 4. 2. jadi cenderung sumatif. Siswa diingatkan untuk tidak sekedar memasukkan karya yang dinilai baik oleh guru. dan siswa mengevaluasi elemen-elemen untuk portofolionya dan memberikan alasan rasional untuk tiap seleksinya. siswa. dan menjelaskan mengapa itu merupakan karya terbaiknya. akan tetapi harus pula mempertimbangkan audien dan tujuan portofolio itu. Portofolio “Pameran” (The Showcase Portfolio) Di dalam portofolio “pameran” atau protofolio contoh. mereviu kemungkinan karya. guru merumuskan daftar tujuan atau pernyataan tentang kualitas kinerja. Portofolio ini menjadi semacam ceklis kompetensi. portofolio ini dievaluasi sebagai contoh karya siswa dalam berbagai tingkat pencapaian kompetensi. Portofolio jenis ini membutuhkan kemampuan siswa dalam menganalisis tujuan. guru melakukan pertemuan dengan siswa. Siswa memasukkan contoh-contoh karyanya dalam area daftar isi tersebut. guru menyediakan daftar isi suatu topik atau produk. Portofolio Produk (The Product Portfolio) Di dalam portofolio produk. dan orang tua atau antara guru dengan siswa. Guru memilih karya terbaik siswa. namun umpan balik ini sebagai informasi formatif bagi siswa. Informasi dari penjelasan guru ini sangat bermanfaat bagi siswa untuk mengembangkan portofolio selanjutnya. 3. Portofolio Tujuan (The Objective Portfolio) Tingkat terakhir adalah portofolio tujuan. Secara umum. Guru dapat menggunakan informasi dalam portofolio jenis ini untuk sebagai bahan pertemuan antara guru. Siswa menyeleksi dari kumpulan karyanya untuk mempertemukan karya terbaiknya dengan tujuan tersebut.kemajuan siswa. dan selama pertemuan guru dapat memberikan umpan balik sumatif. Guru merumuskan topik penting untuk dipelajari. dan dibuktikan oleh terpenuhinya daftar isi seputar topik itu dengan karya siswa. Di dalam evaluasi portofolio. menyeleksi contoh terbaik dari . dan guru memberikan umpan balik sumatif terhadap produk siswa serta umpan balik formatif tentang alasan siswa selama proses seleksi karyanya. guru menyediakan daftar isi suatu topik. Di dalam portofolio jenis ini. dan siswa menyelesaikan tugas-tugasnya untuk menuntaskan topik tersebut.

. 2. karena dokumen tersebut merupakan bukti karya terbaik peserta didik sebagai hasil pembinaan guru. yaitu memotivasi peserta didik untuk memperbaiki hasil pekerjaannya dan meningkatkan kepercayaan peserta didik kepada guru. saling membantu. Satisfaction (kepuasaan). Jangan ada saling mencurigai antara guru dengan peserta didik maupun antar peserta didik. baik perorangan maupun kelompok. 4. PRINSIP PENILAIAN PORTOFOLIO Direktorat PLP Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003) mengemukakan pelaksanaan penilaian potofolio hendaknya memperhatikan prinsip 1. Confidentiality (kerahasiaan bersama). guru memberikan umpan balik formatif yang memungkinkan siswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tujuan tersebut. serta memberikan alasan seleksi karyanya. Untuk setiap tujuan yang telah dituntaskan. karena itu harus dijaga bersamabaik penyimpanannya maupun penempatannya.keterampilan yang diminta dalam tujuan. Hal ini dimaksudkan juga untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab peserta didik. baik guru. peserta didik yang mempunyai kelamahan tidak merasa dipermalukan. Guru harus menjaga kerahasiaan semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada. Berikan kemudahan peserta didik untuk melihat. G. Agar. Untuk tujuan yang belum dituntaskan. guru memberikan umpan balik kualitatif individual. orang tua. Semua dokumen dalam rangka pencapaian standar kompetensi. Menjaga kerahasiaan bersama ini juga mempunyai arti lain. sehingga dapat membangun suasana penilaian yang lebih kondusif. kompetensi dasar dan indiktor harus dapat memuaskan semua pihak. dan adil. maupun peserta didik. tidak boleh diberikan atau diperlihatkan kepada siapapun sebelum diadakan pameran. Mereka harus saling percaya. terbuka. Mutual Trust (saling mempercayai). saling membutuhkan. Joint Ownership (miliki bersama). Semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada harus menjadi milik bersama antara guru dan peserta didik. 3. jujur. menyimpan dan mengambil kembali portofolio mereka.

dan indikator) apa yang ketercapaiannya hendak dinilai dengan portofolio 6. atau mengevaluasi hasil belajar (product oriented). Menentukan seberapa banyak evidence yang ada di portofolio akan digunakan sebagai bahan penilaian 5.5. esai. Menentukan untuk apa penilaian dengan portofolio digunakan: apakah untuk menunjukkan proses pembelajaran kepada orang tua. evidence dan tujuan (kompetensi) yang akan dinilai: perlu ditentukan apakah ada penilaian diri. Dokumen yang ada harus sesuai dengan standar kompetensi. Relevance (kesesuaian). Menentukan relevansi (kaitan) antara bersama (kelompok) 4. atau keduanya 8. Menentukan tujuan penilaian dengan protofolio: apakah untuk memantau proses pembelajaran (process oriented). guru dan siswa. atau penilaian pada akhir pembelajaran. audio. Menentukan evidence yang dikumpulkan: apakah hanya karya terbaik. atau pertumbuhan atau perkembangannya. apakah boleh dikerjakan . atau keduanya 7. Menentukan kompetensi (standar. atau keduanya 2. dasar. H. Menetapkan siapa yang menentukan isi portofolio: apakah guru saja. Menentukan apakah portofolio akan dipakai untuk penilaian formatif. indikator yang diharapkan. kompetensi dasar. atau pada akhir jenjang pendidikan 3. Kesesuaian ini pada gilirannya berkaiatan dengan prinsip kepuasan. di dalam langkah ini guru melakukan kegiatan 1. LANGKAH PENYUSUNAN PORTOFOLIO Depdiknas (2004: 8-10) dalam dokumen Pedoman Khusus Pengembangan Portofolio untuk Penilaian menyebutkan enam langkah penyusunan portofolio sebagai berikut a) Langkah Pertama: Menentukan Maksud atau Fokus Portofolio. atau pihak lain (misalnya orang tua). atau sumatif.

e) Langkah Kelima: melakukan kegiatan 1. tetapi juga atas prosesnya. dalam langkah ini guru . Menentukan pedoman (rubrik) penskoran untuk setiap isi portofolio 2. guru lain. dan (d) catatan guru dan orang tua. Catatan: Jadi. Menentukan pengetahuan. 2. kriteria yang sebaiknya dipakai: Menentukan Cara Menilai Port ofolio. atau kepala sekolah. (b) isi dokumen. d) Langkah Keempat: Menentukan Penggunaan Portofolio. Menentukan jenis isi dokumen. Menentukan apa yang harus ada dalam daftar isi portofolio 6. Memberikan catatan/komentar/nilai terhadap setiap evidence oleh guru/ orang tua 5. atau yang lain) 4. keterampilan. (penilaian sebaiknya tidak hanya didasarkan pada keberhasilan. c) Langkah Ketiga: Menentukan Bentuk. (c) batasan (pembatasan) untuk setiap dokumen (misalnya dengan kertas berwarna sebagai pembatas). menentukan kompetensi dasar dan indikator apa yang harus dicapai dalam wujud evidence (yang 3. Menentukan pembobotan nilai portofolio terhadap komponen penilaian lain dalam rangka penentuan nilai akhir/rapor. Menentukan penilaiannya oleh guru sendiri atau guru dan siswa 3. Menentukan banyaknya evidence yang akan digunakan sebagai bahan penilaian. atau Organisasi Portofolio . Menentukan definisi tiap-tiap kategori atau jenis satuan isi dokumen. di dalam lanagkah ini guru melakukan kegiatan : 1. tidak setiap kompetensi dasar merupakan isi portofolio. Menentukan pembuatan rubrik (pedoman penilaian secara rinci) lebih dahulu untuk menentukan penilaian atas portofolio. Menentukan bentuk portofolio Catatan: Pada umumnya bentuk portofolio terdiri atas (a) daftar isi dokumen. Susunan. atau karya yang berisi perkembangan belajarnya 2. dalam langkah ini guru melakukan kegiatan 1. atau orang tua saja. Menentukan penggunaannya: apakah untuk siswa saja. mungkin berupa karya cipta atau catatan laporan. dan siswa lain 2. maksudnya. di dalam langkah ini guru melakukan kegiatan : 1. Menentukan hanya karya terbaik siswa. atau sikap apa yang menjadi aspek utama untuk dinilai.b) Langkah Kedua: Menentukan Aspek Isi yang Dinilai. 3.

Untuk menugasi siswa membuat portofolio. atau menilai kemajuan siswa. Menyesuaikan tugas dengan kurikulum. atau tidak. maksudnya panjang portofolio perlu dibatasi supaya tidak menjadi beban guru 6. Level nilai yang ditetapkan bergantung pada terpenuhi atau tidaknya. I. sebagai berikut: 1.  Keragaman pendekatan yang dipakai. 3. guru membuat persiapan sebagai berikut : 1. atau dengan angka. Bukti terjadinya proses. 2. 2. atau tidak. Menentukan pembatasan kuantitas. Berfokus pada atribut-atribut kepribadian siswa . keterampilan. penggambaran bukti-bukti yang dikumpulkan dalam jangka waktu tertentu.  Mutu kegiatan: apakah menunjukkan peningkatan pengetahuan. atau jelek sekali – jelek – sedang – baik – baik sekali. makin tinggi level nilainya. f) Langkah Keenam: Menentukan Bentuk atau Penggunaan Rubrik Dalam langkah ini ditentukan apakah nilai portofolio akan dinyatakan sebagai satu skor saja dalam keseluruhan penilaian. atau menyesuaikan tugas dengan tujuan mata pelajaran (kompetensi dan indikatornya). kemajuan siswa sebagai hasil belajar. Menentukan format portofolio 5. dan melibatkan beberapa materi pokok. serta asesmen formatif dan sumatif. Menentukan indikasi: guru menentukan butir-butir apa yang harus terdapat dalam portofolio 4. Menentukan rubrik (pedoman penskoran) Khusus penentuan rubrik penilaian dapat dipilih kriteria verbal. Sumbangan portofolio terhadap asesmen Sumbangan ini meliputi asesmen terhadap hasil pembelajaran. (2001) memperinci manfaat portofolio. misalnya. kurang baik – baik – baik sekali. KEUNTUNGAN PENILAIAN PORTOFOLIO Freidman et al. sikap. Menentukan maksud portofolio: guru menetapkan apakah untuk menilai karya terbaik. atau lengkap-tidaknya persyaratan yang dipenuhi: makin lengkap. penyediaan bukti-bukti kinerja.

Meluaskan pemahaman terhadap kompetensi profesional Persepsi siwa dan interpretasinya terhadap pengalamannya akan menumbuhkan pemahaman siswa terhadap pertumbuhan profesional. Oleh karena itu. 5. menyediakan umpan balik terhadap nilai-nilai. Hal lain yang bernilai adalah bahwa portofolio itu “ nyata” (tangible). mengingatkan siswa bahwa pembelajaran adalah proses dua arah. Depdiknas (2004: 6) memberikan saran: “… portofolio yang ditugaskan untuk dibuat perlu disesuaikan dengan kemampuan siswa berbahasa tulis Indonesia dan waktu yang tersedia bagi guru untuk membacanya”.Manfaat dalam area ini misalnya menyediakan bukti-bukti personal dan profesional dalam pembelajaran siswa. Menguatkan hubungan antara guru dan siswa Memungkinkan adanya dialog antar siswa dan dengan guru. menggunakan strategi-strategi analisis dalam proses metakognitif. . 2001). meningkatkan harapan guru terhadap kemampuan berpikir dan pemecahan masalah siswanya. Merangsang penggunaan strategi-strategi reflektif Memfasilitasi penggunaan pengalaman masa lalu untuk pembelajaran dan mengenali kemajuan. apalagi kalau kelasnya besar. dan kepala sekolah tentang kemajuan siswa (Jones. penggunaan portofolio merupakan beban tambahan yang memberatkan. portofolio sangat bernilai untuk siswa. orang tua. perasaan. Penggunaan portofolio tergantung pada kemampuan siswa dalam menyampaikan uraiannya secara tertulis. J. merangsang penggunaan keterampilan reflektif. 1. 4. 3. Selama siswa belum lancar berbahasa tulis. Bagi guru penggunaan portofolio sebagai alat penilaian memerlukan banyak waktu untuk melakukan penskoran. Itulah sebabnya. 2. dan memungkinkan guru untuk memisahkan kualitas bukti dari kemampuan siswa dalam merefleksikan bukti tersebut. cerminan kerja siswa dan guru. KELEMAHAN PENILAIAN PORTOFOLIO Depdiknas (2004: 6) mengingatkan adanya dua kelemahan penggunaan portofolio sebagai penilaian. guru lain. dan cara untuk penanganan sejumlah pengalaman yang signifikan terhadap kepribadiannya. sehingga merupakan sarana efektif untuk berkomunikasi dengan siswa.

khususnya orang tua. cara menyusun tes yang benar. Guru memiliki kecenderungan untuk memperhatikan hanya pencapaian akhir. 4. Singapore: McGrawHill. . M. Di beberapa negara banyak guru mengalami kesulitan karena adanya kebiasaan guru yang memberikan tes dalam penilaian. & Mau. penilaian bukan berupa angka bukanlah pekerjaan mudah. inisiatif dan kreativitas peserta didik tidak berkembang. (Nampaknya keadaan ini juga berlaku bagi sebagian besar guru-guru di Indonesia. antara lain: 1. 2. dan hal-hal yang bersifat kuantitatif. (2003). Teaching Large Classes – Usable Practice from Around the World. apalagi penilaian sendiri oleh siswa (self-assessment) seperti yang dianjurkan dalam portofolio. 7. dan cara menilai hasil tes). 5. Jika demikian. 90–96). Jika hal ini terjadi. Ada unsur skeptis. Bagi guru. Guru memerlukan waktu ekstra untuk merencanakan dan melaksanakan penilaian dengan portofolio. yaitu penilaian bukan berupa angka. DAFTAR PUSTAKA Cherian. Tambahan lagi. R. apalagi jika jumlah peserta didik cukup besar. peringkat. Guru dan peserta didik biasanya terjebak dalam suasana hubungan top-down: guru tahu segalanya dan peserta didik perlu diberi tahu. 3. Penilaian dengan portofolio kurang reliabel dibandingkan dengan penilaian-penilaian yang menggunakan ulangan harian. kiranya masih juga diragukan apakah benar-benar mereka memahami hakikat tes. 6. karena selama ini keberhasilan anaknya hanya didasarkan pada angka hasil tes akhir. dan kebiasaan ini mendarah daging. bahkan. berarti penilaian proses tidak mendapatkan perhatian sewajarnya. menyebutkan beberapa kelemahan. Padahal penilaian dengan portofolio menghendaki sebaliknya. padahal penilaian dengan portofolio menghendaki adanya kedua hal itu.Sumarna Surapranata dan Muhammad Hatta (2004: 73–74. ulangan umum maupun ujian nasional yang menggunakan tes. Penilaian dengan portofolio memerlukan tempat penyimpanan evidence (dokumen) yang memadai.Y.

Makalah disampaikan kepada guru-guru SMA Katolik Taruna Jaya. Soewandi. W. 28–30 November. (2001). M. Using Portfolio to Foster Independent Thinking.Intervention ini School and Clinic 35 (1). J. Bonnie. Freidman B. 2005. 2006. Davis. Jones. Kalimantan Tengah. Intervention in School and Clinic 36 (4). Medical Center 23.. S. J.. H. “Penilaian Pembelajaran dengan Portofolio”. (2001). Portfolio as a method of student assessment. Jones.com..com. P. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. J. Sampit. (1999). Sumarna dan Muhammad Hatta. 225-229.sagepub. Surapranata. Portofolio untuk Penilaian. 34-37. . AMEE Medical Education Guide...sagepub. & Pippard. W. Howie. Using Student Portfolio Effectively. M. Penilaian Portofolio: Implementasi Kurikulum 2004. Tersedia: http://www. M. Tersedia http://www. & Thomas.Departemen Pendidikan Nasional. Kurikulum 2004: Pedoman Khusus Pengembangan Duffy. Kerr.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful