2010

FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS SRIWIJAYA

ANTON WIJAYA NIM. 0310 1030 008

[ORGANISASI PROYEK]
TUGAS MAKALAH MATA KULIAH ADMINISTRASI PROYEK

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI…………………………………………………………………………….2 DAFTAR GAMBAR ........................................................................................................ 3 I. ORGANISASI.............................................................................................................. 4 1.1. Konsep Organisasi ................................................................................................ 4 1.2 Dasar dan Prinsip Organisasi ................................................................................. 6 1.3. Bentuk-Bentuk Organisasi.................................................................................... 7 1.3.1 Organisasi Fungsional ..................................................................................... 8 1.3.2. Organisasi Produk dan Area ........................................................................... 9 1.3.3. Organisasi Matriks .......................................................................................... 9 II. ORGANISASI PROYEK ......................................................................................... 10 2.1 Jenis-jenis Organisasi Proyek ............................................................................... 10 a. Organisasi Proyek Fungsional (OPF) ............................................................. 10 b. Organisasi proyek murni ( OPMi ) ............................................................... 13

c. Organisasi Proyek Matriks (OPM ) ................................................................. 14 2.2 Memilih Bentuk Organisasi Proyek .................................................................... 17 III. ORGANISASI PROYEK KONSTRUKSI.............................................................. 18 3.1 Unsur-unsur Organisasi Proyek Konstruksi ......................................................... 18 3.2 Pemilik Proyek .................................................................................................... 18 3.3 Konsultan ............................................................................................................. 19 3.4 Kontraktor............................................................................................................ 21

Page | 2

......................... 15 Gambar 9.......... Struktur Organisasi Matriks Kompleks ....................... 12 Gambar 4.................................. 13 Gambar 6............ Variasi Organisasi Fungsional dipimpin oleh Koordinator Proyek ............................................ Struktur Organisasi Fungsional Sederhana .... Hubungan Unsur-unsur Organisasi Proyek Konstruksi ............ Variasi Organisasi Fungsional dipimpin oleh Project Expeditor ............ Struktur Organisasi Murni Kompleks..............................................................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1....... 15 Gambar 8................. 12 Gambar 5....................... Struktur Organisasi Matriks Sederhana .. 13 Gambar 7....... 11 Gambar 3............ Struktur Organisasi Murni Sederhana ....... 18 Page | 3 ............................................ Struktur Organisasi Fungsional Kompleks ............................ 11 Gambar 2...

ORGANISASI PROYEK I. Itulah sebabnya berikut ini dikemukakan konsep prespektif tersebut. ORGANISASI 1. Prespektif I Intinya sama dengan paham tradisional yang melihat organisasi atau manajemen dari prespektif rancangan yang berstruktur. fungsi-fungsi yang Page | 4 . a. Konsep Organisasi Menurut Max Weber sebuah organisasi dapat dikatakan sebagai Organisasi Ideal apabila organisasi tersebut mengenal adanya :      Spesialisasi Tingkatan berjenjang Berdasarkan prosedur kerja Hubungan yg bersifat impersonal Promosi berdasarkan kompetensi Sebuah organisasi dapat disebut efektif bila :      Harus dapat memahami tujuan proyek Mengetahui keberadaan orang-orang yang akan terlibat dalam proyek Mempublikasikan informasi mengenai tim proyek seawal mungkin Penentuan pendelegasian tugas dan wewenang Pengelompokan anggota tim atas dasar fungsinya dalam proyek Bentuk lain dari pembagian atau pengelompokan teori-teori organisasi adalah konsepsi prespektif yang ditemukan oleh Edgar Huse dan James Bowditch. Aliran-aliran prespektif ini hanya memikirkan isu-isu tentang bagaimana organisasi seharusnya disusun.1. Akan tetapi inti pembahasannya dapat dipergunakan pula untuk bahasan-bahasan organisasi. Pada aslinya konsep perspektif ini digunakan kelompok manajemen didekati dari teori system.

Aliran Prinsip Universal. berpijak pada pendapat Henri Fayol yang menyatakan bahwa sesuatu organisasi itu diatur berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut :         Adanya pengembangan kerja Adanya otoritas dan tanggung jawab Adanya disiplin Adanya kesatuan komando Adanya kesatuan pengarahan Adanya system pengkajian Adanya sentralisasi Adanya jenjang pengawasan Aliran Strukrural.seharusnya dijalankan . Aliran Manajemen Ilmiah. organisasi suatu tatanan birokrasi yang berstruktur yang melangsungkan kegiatannya sesuai dengan aturanaturan. Aliran struktural. Aliran manajemen ilmiah. berdasarkan pendapat dari Max Weber. 2. siapa yang seharusnya menjadi pemimpin dan bawahan. Page | 5 . Aliran prinsip-prinsip universal dari manajemen atau organisasi. yang dipelopori oleh Frederick W Taylor memberikan lebih banyak penekanan pada pengukuran kerja yang dilakukan oleh para pekerja dibandingkan dari prinsip-prinsip organisasinya sendiri. 3. yaitu : 1. dan gaya kepemimpinan apa yang harus dijalankan. Ada tiga komponen yang terkandung dalam prespektif.

Ketiga komponen itu antara lain : 1.2 Dasar dan Prinsip Organisasi Secara umum terdapat beberapa dasar penyusunan struktur organisasi. Aliran Hubungan Kemanusiaan (Human Relations School) 2. Prespektif II Huse dan Browdrich menanamakan prespektif ini dengan aliran pekerjaan (workflow). Adapun cirri-ciri dari riset operasional ini antara lain :       Melakukan formulasi persoalan Menyusun konstruksi model matematis untuk menampilkan suatu system yang sedang dipelajari Menarik suatu kesimpulan dari model yang disusun tersebut Menguji model dan kesimpulan-kesimpulan yang ditarik model tersebut Menetapkan control atas kesimpulan-kesimpulan yang diambil Mengambil kesimpulan itu untuk melaksanakan implementasi c. Prespektif III Prespektif ini dinamakan prespektif kemanusiaan (the human prespective). Operasi ini mempergunakan teknik-teknik yang kemudian dikenal sebagai riset operasional. Pandangan pemikiran dalam prespektif ini ialah menekankan bahwa unsur manusia dalam setiap kerja kelompok dirasakan lebih penting dari pada sekedar struktur dan hirarki yang membentang pada setiap jajaran organisasi. yakni:      berdasar produk berdasar lokasi berdasar proses berdasar pelanggan berdasar waktu Page | 6 . Aliran Pemikiran Multidimensional (The Multidimensional Theorists) 1. Ada tiga unsur yang menonjol sebagai komponen dari perspektif kemanusiaan ini.b. Aliran Pengembangan Organisasi (Organizational Development School) 3.

3. Tujuan organisasi harus diterima oleh semua individu dalam organisasi. Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja tehadap tujuan organisasi sangat dibutuhkan. Adanya jaminan jabatan tersebut. 7. Bentuk-Bentuk Organisasi Agar proses diatas berlangsung dengan baik. Adanya hirarki. wewenang dan tanggung jawab bagi kelompok dan pimpinan 4. 2. Adanya kesatuan arah dalam organisasi 5. Struktur organisasi formal akan menunjukan hal-hal berikut : 1. Tujuan organisasi harus dipahami oleh semua orang. 1. dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hati-hati.Ciri-ciri organisasi yang baik : 1. Pengaturan kerjasama. Adanya koordinasi. Adanya struktur organisasi.3. Macam-macam pokok kegiatan organisasi 2. Beberapa prinsip dasar penting yang dapat disimpulkan dari pendapat para tokoh manajemen modern adalah sebagai berikur :     Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara ketat (peranan. Pembagian menjadi kelompok atau subsistem 3. 6. prosedur. meliputi jalur vertikal dan horizontal Page | 7 . dan komunikasi. Manajemen harus sistematik. jalur pelopor. 4. prinsip). Organisasi sebagai suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai dengan situasi. Adanya tujuan yang jelas. dibutuhkan suatu wadah dalam bentuk struktur organisasi.

4. Penggunaan sumber daya yang efisian sebai akibat pekerjaan yang sejenis dan berulang-ulang. 4. Ciri utama organisasi fungsional ialah memiliki strutur piramida dengan konsep otoritas dan hirarki vertikal dengan sifat-sifat berikut : 1. Prinsip komando tunggal dimana masing-masing personil hanya memiliki satu atasan 2. Adanya potensi meningkatkan keterampilan dan keahlian individu serta kelompok untuk menjadi spesialis pada bidangnya. Hubungan horizontal diatur dengan prosedur kerja. dan matriks. 3. dan petunjuk pelaksana. Setiap personil mempunyai wewenang dan tanggung jawab yang jelas. ialah : Page | 8 . 5. produk. 3.1 Organisasi Fungsional Disebut organisasi fungsional karena organisasi ini dipecah atau dikelompokkan menjadi unit berdasarkan fungsinya. area. jadwal dan mutu produk. Arus informasi dan pelaporan bersifat vetikal. kebijakan. Keuntungan-keuntungan organisasi fungsional : 1.struktur fungsional ditujukan untuk menangani kegiatan atau masalah yang dapat diantisipasi dan diklasifikasi. dengan rapat-rapat atau membentuk panitia perwakilan. Kesulitan yang Dihadapi  Sesuai dengan maksud pembentukannya. Kesulitan yang dihadapi biasanya keterbatasan struktur fungsional. 2. Mekanisme koordinasi perunit. bila diperlukan dilakukan. Konsentrasi personil terpusat pada sasaran bidang yang bersangkutan.Bentuk struktur organisasi formal yang terkenal adalah fungsional. 5. Memudahkan pengawasan karena personil melapor hanya kepada satu atasan. 1.3. Memudahkan pengendalian kinerja personil serta biaya.

Ini terjadi bilamana perusahaan merasa bahwa jumlah dan keanekaragaman produk terlalu besar sehingga sulit untuk ditangani dengan struktur fungsional.3. Organisasi Matriks Bila struktur organisasi mempunyai jalur pelaporan dan arus kegiatan vertikal. didasarkan atas orientasi produk. Page | 9 . Sulit mengkoordinasi dan mengintegrasikan pekerjaan yang multidisiplin dan melibatkan banyak pihak diluar organisasi. Kurangnya jalur komunikasi horizontal. maka pada organisasi matriks disamping jalur formal vertical terdapat pula jalur formal horizontal.    Cenderung memprioritaskan kinerja dan keluaran masing-masing bidang. 1.3. hal ini memungkinkan terjadinya distorsi informasi dan urgensi. 1.2. Organisasi Produk dan Area Penyusunan struktur organisasi perusahaan-perusahaan besar yang kegiatan usahanya menangani berbagai macam produk. Hal ini dapat mengurangi perhatian tujuan perusahaan secara menyeluruh. Makin besar organisasi.3. makin panjang prosedur pengambilan keputusan.

Efficiency and economy (Faktor efisiensi dan ekonomi) 3.1 Jenis-jenis Organisasi Proyek Telah disebutkan sebelumnya bahwa organisasi adalah sarana untuk mencapai tujuan. yaitu Organisasi Proyek Koordinator (OPK) dan Organisasi Proyek Expenditur (OPE). Adapun unsur-unsur konsep manajemen proyek yang berkaitan erat dan perlu dicerminkan dalan struktur organisasi berkisar pada : a. Organisasi Proyek Fungsional (OPF) dengan variasinya. Page | 10 . Encouragement of employee decision making and rapid customer response (Mendukung pengambilan keputusan dan respon yang cepat kepada pelanggan) 6. goals. Sense of stability and adaptability (Suasana yang stabil dan kemampuan beradaptasi) 7. Pendekatan dalam perencanaan dalam implementasi Kebutuhan mendasar yang harus dipertimbangkan dalam pembentukan organisasi proyek 1. Encouragement of innovation and development (Mendukung Inovasi dan Pengembangan) Pendekatan yang diperlukan untuk membahas struktur organisasi proyek dalam dengan mengindentifikasi dan menganalisis struktur organisasi yang digolongkan menjadi : a. Classification of mission. Penanggung jawab tunggal atas terselenggaranya proyek c. tujuan dan sasaran) 4. Arus vertikal disamping horizontal. and objective (Kejelasan misi.II. Clarification of individual and organizational tasks (Kejelasan tugas individu dan organisasi) 5. ORGANISASI PROYEK 2. b. Clarification of Roles & Relationships (Klarifikasi/kejelasan atas Tanggung Jawab dan Hubungan Kerja) 2.

Struktur Organisasi Fungsional Kompleks Keuntungan :    Adanya fleksibelitas yang tinggi dalam penggunaan staf/karyawan Orang-orang dengan keahlian tertentu dapat ditugaskan dibanyak proyek yang berbeda Orang-orang dengan keahlian berbeda dapat dikelompokkan ke dalam satu group untuk berbagi pengetahuan & pengalaman yang bermanfaat bagi pemecahan masalah teknis Page | 11 .Gambar 1. Struktur Organisasi Fungsional Sederhana Gambar 2.

Variasi Organisasi Fungsional dipimpin oleh Koordinator Proyek Page | 12 . Variasi Organisasi Fungsional dipimpin oleh Project Expeditor Gambar 4.  Divisi fungsional yang bersangkutan bisa jadi basis bagi kelangsungan teknologi bila para personel keluar dari proyek atau organisasi induk Divisi fungsional mempunyai jalur-jalur karir bagi mereka yang mempunyai keahlian2 tertentu Kerugian:      Klien tidak menjadi perhatian utama dari aktivitas yang dilakukan orang-orang yang terlibat proyek. Motivasi orang yang ditugaskan ke proyek cenderung lemah. Gambar 3. Divisi fungsional cenderung berorientasi pada aktivitas-aktivitas khusus yang sesuai dengan fungsinya. Kadang-kadang tidak ada individu yang diberi tanggungjawab penuh untuk mengurus proyek. Tidak memberikan pendekatan yang holistik terhadap proyek.

 Manager Proyek (MP/PM) bisa mengambil sumber daya dari luar berupa sub kontraktor atau supplier jika tidak tersedia/tidak bisa dikendalikan dalam organisasi Gambar 5. Laporan kemajuan/kegagalan secara periodik mengenai proyek.b. Struktur Organisasi Murni Kompleks Page | 13 . Organisasi proyek murni ( OPMi ) Ciri-cirinya antara lain :   proyek terpisah dari organisasi induk Menjadi organisasi tersendiri dalam staf teknis tersendiri. Administrasi tidak terikat dengan organisasi induk. Struktur Organisasi Murni Sederhana Gambar 6.

    Adanya kesatuan komando Karena kewenangan terpusat. Organisasi Proyek Matriks (OPM ) Organisasi Proyek Matriks adalah organisasi proyek murni yang melekat pada divisi fungsional pada organisasi induk sehingga pada dasarnya menggabungkan kelebihan dari organisasi fungsional dengan organisasi proyek murni. yakni antara manajer proyek dengan eksekutif secara langsung. biasanya setiap proyek akan mengusahakan sendiri sumberdaya. Manager Proyek mempunyai wewenang penuh untuk mengelola proyek Semua anggota tim proyek bertanggungjawab langsung kepada Manager Proyek Bila ada proyek yang sejenis berturut-turut. keputusan bisa diambil dengan cepat Adanya dukungan secara menyeluruh terhadap proyek Rantai komunikasi menjadi pendek. Page | 14 . krn biasanya akan berdiri sendiri dengan staf penuh Sering kali Manager Proyek menumpuk sumberdaya secara berlebihan untuk mendapatkan dukungan teknis dan teknologi sewaktu-waktu diperlukan bila proyek selesai.terjadi masalah bagaimana nasib pekerja proyek yang ada ketidakkonsistenan prosedur bisa sering terjadi dengan memakai alasan "Memenuhi permintaan klien" c.Kelebihan Proyek Murni     Bentuk ini cukup simpel sehingga mudah dilaksanakan.sehingga terjadi duplikasi usaha dan fasilitas Struktur ini akan menambah biaya bagi organisasi induk. Kelemahan Proyek Murni      Bila organisasi induk mempunyai banyak proyek. organisasi ini bisa memanfaatkan para ahli yang sama sekaligus melakukan kaderisasi dalam penguasaan teknologi tertentu.

Struktur Organisasi Matriks Kompleks Page | 15 . Struktur Organisasi Matriks Sederhana Gambar 8.Gambar 7.

bukan target organisasi secara keseluruhan. prosedur dan perusahaan induk bisa dijaga. memungkinkan distribusi sumberdaya yang lebih seimbang untuk mencapai berbagai target proyek yang berbeda-beda Kelemahan:  Terdapat kekuatan berimbang antara Manager Fungsional dan Project Manager sehingga bila terdapat keraguan siapa yg mesti terkena beban. pekerjaan proyek jadi terbengkalai  Perpindahan sumberdaya antar proyek bisa meningkatkan persaingan antar masing-masing Project Manager karena ingin memastikan proyeknyalah yang sukses. Dengan manajemen matrik proyek akan mempunyai akses perwakilan dan divisi administrasi perusahaan induk.yaitu kesatuan komando (unity of command) Page | 16 .  Bila ada proyek yang bersamaan.  Manajemen matriks melanggar prinsip utama manajemen. sehingga konsistensinya dengan kebijaksanaan.Kelebihan:   Proyek mendapat perhatian yang cukup Karena organisasi matriks melekat pada unit fungsionai organisasi induk maka mudah untuk mendapatkan orang potensial yang dibutuhkan dari setiap unit fungsional    Tidak ada masalah yang berat berkenaan dengan nasib pekerja proyek jika proyek selesai Tanggapan terhadap keinginan klien dapat dengan cepat diberikan seperti pada organisasi proyek murni.

Page | 17 .      Berapa lama proyek berlangsung.2. waktu fleksibel. batasan waktu ketat. kompleksitas tinggi. modal dan sumberdaya yang dibutuhkan. Ukuran proyek: tingkat pemakaian tenaga kerja. Matriks dan organisasi proyek murni cocok untuk proyek berskala menengah dan besar. Organisasi fungsional cocok untuk proyek dengan skala relatif kecil. beresiko tinggi. Kompleksitas hubungan : jumlah bidang fungsional yang terlibat dalam proyek dan bagaimana hubungan ketergantungannya.2 Memilih Bentuk Organisasi Proyek Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih suatu bentuk organisasi proyek antara lain :  Frekuensi adanya proyek baru : berapa sering suatu perusahaan mendapat proyek dan sejauh mana perusahaan induk tersebut terlibat dengan aktivitas proyek. resiko kecil.

III.2 Pemilik Proyek Pemilik proyek atau pemberi tugas atau pengguna jasa adalah orang/badan yang memiliki proyek dan memberikan pekerjaan atau menyuruh memberikan pekerjaan kepada pihak penyedia jasa dan membayar biaya pekerjaan tersebut. Pihak Kontraktor (pelaksana) Gambar 9. Hak dan kewajiban pengguna jasa/pemilik proyek   Menunjuk penyedia jasa (konsultan dan kontraktor) Meminta Laporan secara periodik mengenai pelaksnaaan pekerjaan yang telah dilakukan oleh penyedia jasa Page | 18 .1 Unsur-unsur Organisasi Proyek Konstruksi Pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan mulai dari tahap ide sampai dengan tahap pelaksanaan secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga pihak : 1. Pihak Konsultan (perencana/pengawas) 3. ORGANISASI PROYEK KONSTRUKSI 3. Pemiliki Proyek/owner 2. Hubungan Unsur-unsur Organisasi Proyek Konstruksi 3.

Konsultan Perencana Konsultan perencana adalah orang/badan yang membuat perencanaan bangunan secara lengkap baik bidang arsitektur. Wewenang Pemberi Tugas   Memberitahukan hasil lelang secara tertulis kepada masingmasing kontraktor Dapat mengambil alih pekerjaan secara sepihak dengan cara memberitahu secara tertulis kepada kontraktor jika terjadi halhal diluar kontrak yang ditetapkan. rencana anggaran biaya.    Menyediakan fasilitas baik berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh pihak penyedia jasa untuk kelancaran pekerjaan Menyediakan lahan untuk pelaksanaan pekerjaan Menyediakan dana dan kemudian membayar kepada pihak penyedia jasa sejumlah biaya yang diperlukan untuk mewujudkan sebuah bangunan Ikut mengawasi jalannya pelaksanaan pekerjaan yang direncanakan dengan jalan menempatkan atau menunjuk suatu badan atau orang untuk bertindak atas nama pemilik   Mengesahkan perubahan dalam pekerjaan (bila terjadi) Menerima dan mengesahkan pekerjaan yang telah selesai dilaksanakan oleh penyedia jasa jika produknya telah sesuai dengan apa yang dikendaki. hitungan struktur. sipil. rencana kerja dan syarat-syarat. Memberikan usulan serta pertimbangan kepada pengguna jasa Page | 19 .3 Konsultan Pihak atau badan yang disebut sebagai konsultan dapat dibagi menjadi dua. yaitu : konsultan perencana dan konsultan pengawas a. Hak dan Kewajiban Konsultan Perencana :   Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana. maupun bidang lain yang melekat erat dan membentuk sebuah system bangunan. 3.

Menyusun laporan kemajuan pekerjaan (harian.   Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal-hal yang kurang jelas dalam gambar rencana. Menghindari kesalahan yang mungkin terjadi sedini mungkin serta menghindari pembengkakan biaya. mingguan.     Menerima/menolak material/peralatan yang didatangkan oleh kontraktor Menghentikan sementara bila terjadi penyimpangan dari peraturan yang berlaku. serta waktu pelaksanaan yang telah ditetapkan. Konsultan Pengawas Konsultan Pengawas adalah orang/badan yang ditunjuk pengguna jasa untuk membantu dalam pengelolaan pelaksanaan pekerjaan pembangunan mulai dari awal hingga berakhirnya pekerjaan pembangunan. Hak dan Kewajiban Konsultan Pengawas :       Menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang telah ditetapkan Membimbing dan mengadakan pengawasan secara periodic dalam pelaksanaan pekerjaan Melakukan perhitungan prestasi pekerjaan Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan konstruksi serta aliran informasi antar berbagai bidang agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar. Mengatasi dan memecahkan persoalan yang timbul di lapangan agar dicapai hasil akhir sesuai dengan yang diharapkan dengan kualitas. Page | 20 . bulanan). kuantitas. rencana kerja dan syarat-syarat. Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek b. Menyiapkan dan menghitung adanya kemungkinan tambah atau berkurangnya pekerjaan.

peraturan dan syaratsyarat.4 Kontraktor Kontraktor adalah orang/badan yang menerima pekerjaan dan menyelenggarakan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan biaya yang telah ditetapkan berdasarkan gambar rencana dan pertaturan dan syarat-syarat yang telah ditetapkan. Page | 21 . Hak dan Kewajiban Kontraktor :  Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana. Menyediakan alat keselamatan pekerjaan seperti yang diwajibkan dalam peraturan untuk menjaga keselamatan pekerja dan masyarakat Membuat laporan hasil pekerjaan berupa laporan haria. risalah penjelasan pekerjaan. Menyerahkan seluruh atau sebagian pekerjaan yang telah diselesaikan sesuai dengan ketetapan yang berlaku. bulanan. dan syarat-syarat tambahan yang telah ditetapkan oleh pengguna jasa.3.     membuat gambar-gambar pelaksanaan yang disahkan oleh konsultan pengawas sebagai wakil dari pengguna jasa. mingguan.