Proses Pembentukan Batubara I. Prinsip Sedimentasi Pada dasarnya batubara termasuk ke dalam jenis batuan sedimen.

Batuan sedimen terbentuk dari material atau partikel yang terendapkan di dalam suatu cekungan dalam kondisi tertentu, dan mengalami kompaksi serta transformasi balk secara fisik, kimia maupun biokimia. Pada saat pengendapannya material ini selalu membentuk perlapisan yang horizontal. II. Skala Waktu Geologi Proses sedimentasi, kompaksi, maupun transportasi yang dialami oleh material dasar pembentuk sedimen sehingga menjadi batuan sedimen berjalan se lama jutaan tahun. Kedua konsep tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan batubara vang mencakup proses : 1. Pembusukan, yakni proses dimana tumbuhan mengalami tahap pembusukan (decay) akibat adanya aktifitas dari bakteri anaerob. Bakteri ini bekerja dalam suasana tanpa oksigen dan menghancurkan bagian yang lunak dari tumbuhan seperti selulosa, protoplasma, dan pati. Pengendapan, yakni proses dimana material halus hasil pembusukan terakumulasi dan mengendap membentuk lapisan gambut. Proses ini biasanya terjadi pada lingkungan berair, misalnya rawa-rawa. Dekomposisi, yaitu proses dimana lapisan gambut tersebut di atas akan mengalami perubahan berdasarkan proses biokimia yang berakibat keluarnya air (H20) clan sebagian akan menghilang dalam bentuk karbondioksida (C02), karbonmonoksida (CO), clan metana (CH4). Geotektonik, dimana lapisan gambut yang ada akan terkompaksi oleh gaya tektonik dan kemudian pada fase selanjutnya akan mengalami perlipatan dan patahan. _Selain itu gaya tektonik aktif dapat menimbulkan adanya intrusi/terobosan magma, yang akan mengubah batubara low grade menjadi high grade. Dengan adanya tektonik setting tertentu, maka zona batubara yang terbentuk dapat berubah dari lingkungan berair ke lingkungan darat. Erosi, dimana lapisan batubara yang telah mengalami gaya tektonik berupa pengangkatan kemudian di erosi sehingga permukaan batubara yang ada menjadi terkupas pada permukaannnya. Perlapisan batubara inilah yang dieksploitasi pada saat ini.

2. 3.

4.

5.

III. .Faktor-Faktor Dalam Pembentukan Batubara Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pembentukan batubara adalah : 1. Material dasar, yakni flora atau tumbuhan yang tumbuh beberapa juta tahun yang lalu, yang kemudian terakumulasi pada suatu lingkungan dan zona fisiografi dengan iklim clan topografi tertentu. Jenis dari flora sendiri amat sangat berpengaruh terhadap tipe dari batubara yang terbentuk. Lingkungan pengendapan, yakni lingkungan pada saat proses sedimentasi dari material dasar menjadi material sedimen. 2. Lingkungan pengendapan ini sendiri dapat ditinjau dari beberapa aspek sebagai berikut : • Struktur cekungan batubara, yakni posisi di mana material dasar diendapkan. Strukturnya cekungan batubara ini sangat berpengaruh pada kondisi dan posisi geotektonik. • Topografi dan morfologi, yakni bentuk dan kenampakan dari tempat cekungan pengendapan material dasar. Topografi dan morfologi cekungan pada saat pengendapan sangat penting karena menentukan penyebaran rawa-rawa di mana batubara terbentuk. Topografi dan morfologi dapat dipengaruhi oleh proses geotektonik. • Iklim, yang merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pembentukan batubara karena dapat mengontrol pertumbuhan flora atau tumbuhan sebelum proses pengendapan. Iklim biasanya dipengaruhi oleh kondisi topografi setempat. 3. Proses dekomposisi, yakni proses transformasi biokimia dari material dasar pembentuk batubara menjadi batubara. Dalam proses ini, sisa tumbuhan yang terendapkan akan mengalami perubahan baik secara fisika maupun kimia. 4. Umur geologi, yakni skala waktu (dalam jutaan tahun) yang menyatakan berapa lama material dasar yang diendapkan mengalami transformasi. Untuk material yang diendapkan dalam skala waktu geologi yang panjang, maka proses dekomposisi yang terjadi adalah fase lanjut clan menghasilkan batubara dengan kandungan karbon yang tinggi. 5. Posisi geotektonik, yang dapat mempengaruhi proses pembentukan suatu lapisan batubara dari : • Tekanan yang dihasilkan oleh proses geotektonik dan menekan lapisan batubara yang terbentuk. • Struktur dari lapisan batubara tersebut, yakni bentuk cekungan stabil, lipatan, atau patahan. • Intrusi magma, yang akan mempengaruhi dan/atau merubah grade dari lapisan batubara yang dihasilkan. Keseluruhan faktor tersebut di atas sangat berpengaruh terhadap bentuk, kenehalan, maupun kualitas dari lapisan batubara. Material Dasar Geotektonik Lingkungan Pengendapan: - Tekanan - Cekungan - Struktur Coal - Topografi - Intrusi - Iklim Proses Dekomposisi Dan Umur Geologi IV. Komposisi Kimia Batubara Batubara merupakan senyawa hidrokarbon padat yang terdapat di alam dengan komposisi yang cukup kompleks. Pada dasarnya terdapat dua jenis material yang membentuk batubara, yaitu : 1. Combustible Material, yaitu bahan atau material yang dapat dibakar/dioksidasi oleh oksigen. Material tersebut umumnya terdiri dari : • karbon padat (fixed carbon) • senyawa hidrokarbon • senyawa sulfur • senyawa nitrogen, dan beberapa senyawa lainnya dalam jumlah kecil.

Durain. Kemudian terjadi proses pendangkalan cekungan antar pulau-pulau bar sehingga material yang diendapkan pada umumnya tergolong ke dalam klastika halus seperti batulempung sisipan batupasir dan batugamping. Vitrain dan Clarain. A1203. Ketiganya mempunyai bentuk lapisan tersendiri. Endapan Batubara Antar Delta dan Dataran Pantai Batubara daerah ini terbentuk pada daerah rawa yang berkembang di :jerah pantai yang tenang dengan water table tinggi dan pengaruh endapan liaaik sangat kecil. Trimaserit. K20. Daerah seperti ini dapat dijumpai di dataran pantai. Durit. dahan. laguna. endapan batubara delta. 3. kaya akan jejak jejak akar dan spora. abu dar. Batubara daerah ini tidak menerus secara lateral akibat dari perubahan fasies yang relatif pendek dan cepat yang disebabkan oleh kemiringan yang tajam sehingga ketebalan dan kualitasnya bervariasi. maka unsur senyawa karbon padat yang terbentuk akan bertambah sehingga grade batubara akan menjadi lebih tinggi. yang kaya akan vitrinit terbentuk di lingkungan rawa. mengandung kadar sulfur. V. Struktur sedimen yang berkembang ialah lapisan bersusun. selulosa yang berasal dari tanaman akan mengalami pcruhahan menjadi lignit. Lingkungan Pengendapan Batubara V. Kandungan non combustible material ini umumnya diingini karena akan mengurangi nilai bakarnya. Endapan Batubara Delta Berdasarkan bentuk dataran deltanya. Grieve. delta. atau antrasit.iapan sedimen dipengaruhi oleh pasang surut air laut sehingga moluska dapat berkembang dengan baik sebab terjadi pelemparan oleh ombak dari laut terbuka le laguna yang membawa materi organik sebagai makanan yang baik bagi penghuni laguna. dan fluviatil. Se-dangkan di delta front dan prodelta tidak terbentuk batubara disebabkan oleh adanya pengaruh air laut yang besar clan berada di bawah permulcaan air laut. MgO. yaitu bahan atau material yang tidak dapat dibakar/dioksidasi oleh oksigen.0 + 6C02 + CO Selulosa lignit gas metan 6(C6H1005) C22H2003 + 5CH4 + 1OH20 + 8C02 + CO Cellulose bituminous gas metan Untuk proses coalification fase lanjut dengan waktu yang cukup lama atau dengan bantuan pemanasan. nitrogen yang tinggi. diendapkan di daerah pasang surut dimana terjadi perubahan muka air laut. yaitu lingkungan air dangkal yang dekat dengan daratan. sedangkan yang kaya akan liptinit terbentuk di lingkungan laut dangkal clan yang kaya akan inertinit terbentuk dekat daratan. tidak menerus secara lateral. yakni endapan lmuhara belakang pematang (back barrier).1. Pada fase ini hidrogen yang terikat pada air yang terbentuk akan menjadi semakin sedikit. dan dataran aluvium. Ti02. Pada proses pembentukan batubara/coalification. Sedangkan endapan sedimen yang berkembang pada umumnya tcrdiri dari perselingan batupasir dan batulempung dengan sisipan batubara dan batugamping. dataran delta bawah dan atas. dan senyawa logam lainnya dalam jumlah yang kecil) yang akan membentuk abu/ash dalam batubara. CaO. subbituminus. 2. 3. Pada lingkungan delta. Teichmuller and Teichmuller (1968) dalam Murchissen (1968) berpendapat bahwa litotipe dan mikrolitotipe batubara berhubungan erat dengan lingkungan pengendapannya. Di dataran pantai. diperkirakan lingkungan laut dangkal. Non Combustible Material. batubara terbentuk di backswamp clan delta plain. Daerah rawa pantai biasanya banyak ditumbuhi oleh :umbuhan air tawar dan air payau. Endapan Batubara Belakang Pematang (back barrier) Batubara belakang pematang terakumulasi ke arah darat dari pulau-pulau pcmatang (barrier island) yang telah ada sebelumnya dan terbentuk sebagai ai. yang menunjukkan lingkungan rawa berhutan. . Fe203.:hat dari pengisian laguna. hal ini diperkirakan terbentuk pada lingkungan laut dangkal. Fusain. dan Kalkreuth. akar. Pada umumnya batubara tersebut berasal dari alang-alang dan tumbuhan paku. dengan bantuan faktor ti:ika dan kimia alam. 4. Vitrit. Umumnya batubara di lingkungan ini berbentuk lensa-lensa karena membaii ke segala arah mengikuti bentuk cekungan limpahnya. Batubara ini pada umumnya tipis-tipis dan secara lateral tidak lebih dari 1 km. batubara daerah ini terbentuk pada beberapa sub lingkungan yakni delta yang dipengaruhi sungai. Mn304.2 Lingkungan Pengendapan Batubara Pembentukan batubara terjadi pada kondisi reduksi di daerah rawa-rawa lebih dari 90% batubara di dunia terbentuk pada lingkungan paralik. pengendapan batubara terjadi pada rawa-rawa di lelakang pematang pasir pantai yang berasosiasi dengan sistem laguna ke arah darat. bituminus. Cameron. berasal dari kayu-kayuan seperti batang. 2. (1983). akan tetapi pada .2. endapan Dwubara antar delta dan dataran pantai (Bustin.-alplain dan belakang tanggul alam atau natural levee dari sistem sungai yang are-ander. 1. Na20. Pada lingkungan fluviatil terjadi pada rawa-rawa dataran banjir atau . Endapan batubara terbentuk akibat dari meluasnya Nrmukaan rawa dari pulau-pulau gambut (marsh) yang ditumbuhi oleh tumbuhan air tawar. 4. silang siur dan laminasi halus. berasal dari tumbuhan yang mengandung serat kayu dan diperkirakan terbentuk pada lingkungan rawa 3. Endapan Batubara Paralik Lingkungan paralik terbagi ke dalam 3 sub lingkungan. diendapkan dalam lingkungan yang lebih dalam lagi. Lingkungan pengendapan dari masing-masing litotipe adalah sebagi berikut : 1. Di daerah ini tidak berhubungan dengan laut terbuka sehingga efek oksidasi au laut tidak ada sehingga menunjang pada pembentukan batubara di daerah rawa-rawa pantai. diendapkan pada lingkungan dengan kecepatan pengendapan rendah. 2. Material tersebut umumnya terediri dari aenvawa anorganik (Si02. gelombang pasang surut. Sedangkan interpretasi lingkungan pengendapan berdasarkan mikrolitotipe adalah sebagai berikut : 1. Clarit. Kecepatan pengendapan sangat berpengaruh pada penyebaran dan ketebalan endapan batubara. Proses transformasi ini dapat digambarkan dengan persamaan reaksi sebagai berikut 5(C6Hlo05) C20H2204 + 3CH4 + 8H. V. Selanjutnya terbentuk rawa-rawa air asin dan pada keadaan ini cn. Interpretasi Lingkungan Pengendapan dari Litotipe dan Viikrolitotipe Tosch (1960) dalam Bustin dkk. wnumnya tipis-tipis.th.

yang selanjutnya berubah menjadi batu bara muda (lignite) atau disebut pula batu bara coklat (brown coal). teknologi pengolahan. Oleh karena itu. Di daerah tropis biasanya terbentuk dari bakau dan kaya sulfur. Pembentukan batubara dimulai sejak periode pembentukan Karbon (Carboniferous Period) --dikenal sebagai zaman batu bara pertama-. dan terus berkembang mengingat batu bara yang semula hanya dibakar untuk diambil panasnya. Batubara adalah mineral organik yang dapat terbakar. Setelah mendapat pengaruh suhu dan tekanan yang terus menerus selama jutaan tahun.Faktor tumbuhan purba yang jenisnya berbeda-beda sesuai dengan jaman geologi dan lokasi tempat tumbuh dan berkembangnya. Litbang Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara telah dirintis sejak awal tahun 1970-an. Oleh karena itu. maturitas organik sebenarnya menggambarkan perubahan konsentrasi dari setiap unsur utama pembentuk batubara. Kegiatan Litbang Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara meliputi litbang. Dalam proses pembatubaraan. akan menyebabkan terbentuknya batubara yang jenisnya bermacam-macam. Kandungan sulfur tinggi akibat oleh naiknya ion sulfat dari air laut dan oleh salinitas bakteri anaerobik. penghematan dan peningkatan devisa melalui ekspor serta peningkatan PNBP seperti terlihat dalam Gambar 1. nitrogen. yang disebut sebagai 'maturitas organik'. sulfur. Sampai dengan akhir tahun 1980 sebagian besar kegiatan litbang teknologi pengolahan dan pemanfaatan batubara masih dalam skala laboratorium. Litbang ini dilakukan secara terpadu dengan kelompok-kelompok litbang lain yang ada di tekMIRA dengan sasaran utama mendukung program pemerintah dalam mengurangi subsidi BBM/kayu bakar melalui diversifikasi energi. Untuk mempercepat implementasi hasil litbang teknologi pengolahan dan pemanfaatan batubara pada skala industri. maka batu bara muda akan mengalami perubahan yang secara bertahap menambah maturitas organiknya dan mengubah batubara muda menjadi batu bara sub-bituminus (sub-bituminous). kemudian diproses untuk mendapatkan batubara dengan kualitas yang lebih baik atau bahan yang lebih bersih dan ramah terhadap lingkungan. ditambah dengan lokasi pengendapan (sedimentasi) tumbuhan. batubara termasuk dalam kategori bahan bakar fosil. peningkatan penggunaan batubara dalam negeri. Dalam kondisi yang tepat.yang berlangsung antara 360 juta sampai 290 juta tahun yang lalu. dan mengandung fosil laut. karakteristik batubara berbeda-beda sesuai dengan lapangan batubara (coal field) dan lapisannya (coal seam). Batubara muda adalah batu bara dengan jenis maturitas organik rendah. Berikut ini ditunjukkan contoh analisis dari masing --masing unsur yang terdapat dalam setiap tahapan pembatubaraan. Adapun proses yang mengubah tumbuhan menjadi batubara tadi disebut dengan pembatubaraan (coalification). pengaruh tekanan batuan dan panas bumi serta perubahan geologi yang berlangsung kemudian. Proses awalnya. . terbentuk dari sisa tumbuhan purba yang mengendap yang selanjutnya berubah bentuk akibat proses fisika dan kimia yang berlangsung selama jutaan tahun. peningkatan maturitas organik yang semakin tinggi terus berlangsung hingga membentuk antrasit. perekayasaan dan pelayanan jasa di bidang karakterisasi.Batubara lingkungan ini kaya akan abu. Perubahan kimiawi dan fisika terus berlangsung hingga batu bara menjadi lebih keras dan warnanya lebih hitam sehingga membentuk bituminus (bituminous) atau antrasit (anthracite). konversi dan pembakaran batubara. pengujian produk pada pengguna dan kelayakan ekonomi dari proses tersebut. endapan tumbuhan berubah menjadi gambut (peat). tekMIRA sedang dan akan membangun beberapa pilot plant di Palimanan Cirebon dalam suatu Pusat Teknologi Batubara Bersih yang disebut Clean Coal Technology Centre atau disingkat Coal Centre. Namun sesudah itu kegiatan litbang sudah mengarah kepada aplikasi dengan membangun berbagai pilot plant yang diharapkan dapat mengetahui optimalisasi proses. Kualitas dari setiap endapan batu bara ditentukan oleh suhu dan tekanan serta lama waktu pembentukan.

Faktor-faktor penting dalam pembentukkan peat:  Evolusi perkembangan flora  Iklim  Geografi dan struktur daerah . Bahan Bakar Langsung  Penyerapan gas SO2 dari hasil pembakaran briket bio batubara dengan unggulan zeolit. Teknologi Konversi  Pengembangan briket kokas dari batubara dan green coke. pembakaran bata/genteng. Jawa Barat.  Pembangunan pilot plant peningkatan kualitas batubara peringkat rendah dengan proses UBC kerjasama dengan Kobe Steel (Jepang).  Tungku pembuatan gula merah dengan bahan bakar batubara.  Desulfurisasi limbah batubara dengan flotasi kolom.  Briket kokas untuk pengecoran logam. antara lain :  Pembangunan pilot plant briket bio batubara kerjasama dengan NEDO-METI.  Daur ulang minyak bekas dengan menggunakan batubara sebagai absorban. 3.  Proses pengeringan teh dengan batubara melalui gasifikasi kerjasama dengan PPTK Gambung.1. Surveyor Indonesia. PTBA dan perusahaan batubara lainnya. Untuk lebih mempercepat program Litbang Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara telah dilakukan kerjasama dengan berbagai institusi litbang baik di dalam negeri maupun luar negeri. kerjasama dengan KOBE Steel (Jepang) dan LEMIGAS.Kegiatan unggulan Litbang Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara terdiri dari peningkatan kualitas batubara peringkat rendah melalui proses Upgraded Brown Coal (UBC).  Pembakaran bata-genteng dengan batubara. Berau.  Pencairan batubara Indonesia kerjasama dengan NEDO (Jepang) dan BPPT. JCOAL (Jepang) dan BPPT. perekayasa dan teknisi dari berbagai keahlian berdasarkan disiplin ilmu.  Tungku hemat energi untuk industri rumah tangga dengan bahan bakar batubara/briket bio batubara. ekstraksi daun nilam dan penggunaan batubara sebagai bahan bakar langsung pada industri bata. Asal-usul Peat (Gambut) Lapisan batubara umumnya berasal dari peat(gambut) deposit di suatu rawa.  Percobaan penerapan teknologi coal water fuel sebagai bahan bakar boiler pada industri tekstil. teknologi konversi dan teknologi pembakaran yang diaplikasikan.  Laboratorium pengujian sifat kimia dan fisika yang telah terakreditasi berdasarkan ISO 17025.  Pembakaran kapur dalam tungku tegak system terus menerus skala komersial dengan batubara halus menggunakan pembakar siklon. pencairan dan pembuatan kokas. diantaranya : 1.  Pengembangan metode penurunan kadar natrium batubara Lati.  51 orang tenaga fungsional terdiri dari peneliti.  Pengembangan metode pencampuran batubara (coal blending) Kalimantan Tengah untuk pembuatan kokas metalurgi. Karya Litbang Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara yang meliputi teknologi pengolahan.  Pengujian sifat kimia dan fisika batubara kerjasama dengan PT. Litbang Teknologi Pengolahan dan Pemanfaatan Batubara didukung oleh fasilitas :  Laboratorium penelitian dan penerapan.  Pengembangan model fisik tungku pembakaran briket biocoal untuk industri rumah tangga. Non Bahan Bakar  Pengkajian pemanfaatan batubara Kalimantan Selatan untuk pembuatan karbon aktif. pemindangan ikan. (Jepang). Teknologi Pemanfaatan Batubara 3.  Pemanfaatan produk gasifikasi batubara untuk pengeringan teh di Gambung Ciwidey. Pembangunan dan kegiatan litbang pilot plant briket biobatubara dan pilot plant UBC dilakukan di SENTRA TEKNOLOGI PEMANFAATAN BATUBARA DI PALIMANAN CIREBON. 2. pengolahan batu bara dan teknologi pemanfaatan batu bara. Sedangkan hasil yang sudah dapat diimplementasikan diantaranya penggunaan briket untuk peternakan ayam.  Pembakaran kapur dalam tungku system berkala dengan kombinasi bahan bakar batubara – kayu.2. genteng. 3. kapur dan industri gula merah. gasifikasi. pengembangan briket.  Pengembangan briket bio coal Palimanan. Teknologi Pengolahan  Peningkatan kualitas batubara peringkat rendah dengan proses Upgraded Brown Coal (UBC). Kalimantan Timur.  Pencucian batubara.  Proyek pencairan batubara 2002 : uji tuntas (due diligence) pre-FS Batu Bara Banko. yang berbeda-beda antara lain : kimia dan fisika batubara. boiler rotan dan pengering bawang.  Daur ulang minyak pelumas bekas dengan menggunakan batubara peringkat rendah sebagai penyerap.

seperti uji densitas relatif . 2. Paleogeografi dan Tectonic Requirement Formasi lapisan tergantung pada hubungan paleogeografi dan struktur pada daerah sedimentasi. Uji Pengapungan (Float-sink testing): . Jaman Upper Carboniferous dikenal sebagai perioda bituminous coal. Data densitas relatif diperlukan untuk membuat sampel komposit dalam menentukan banyaknya asap (seam). Pada bagian backdeeps dari suatu pegunungan lipatan yang besar. tumbuhan pada jaman Mesozoic terutama jaman Tersier lebih beragam dan spesifik serta menghasilkan deposit peat yang tebal dan beragam dalam tipe fasiesnya. contohnya batubara inter-post glacial PermoCarbon Gondwana (dari Ganganopteris glossopteris) dan batubara umur Perm dan Jura Bawah dari Angara konitnen. Pada jaman ini didominasi oleh: Lepidodendron. batubara kebanyakan berasal dari Psilophites (spt: Taeniocrada decheniana (lower devon)). tumbuhan mulai tinggi-tinggi hingga mencapai ketinggian lebih dari 30m namun belum seberagam sekarang. dll. Perkembangan dan evolusi flora akan berpengaruh pada keragaman jenis dan tipe batubara yang dihasilkan. Gymnosperm(Ginkcophyta. Cyclothem adalah perulangan antara peat dengan inorganic sediment dan sekuen ini sering berulang. Europe. Lapisan batubara yang diendapkan pada iklim hangat dan basah biasanya lebih terang dan tebal dibandingkan dengan yang diendapkan pada iklim basah. Pada rawa-rawa berumur Cretaceous Atas dan Tersier tumbuhan Angiosperm tumbuh dengan pesat di N. Cara terbaik adalah dari data berat batubara dengan menggunakan piknometer. Cycadophyta dan Cornifers) merupakan tumbuhan penting pembentuk batubara. Selain itu diperlukan juga sebagai faktor penting dalam mengubah cadangan batubara dari unit volume menjadi unit massa. Paralic coal swamps memiliki sedikit pohon atau bahkan tanpa pohon dan terbentuk diluar distal margin pada delta. Tergantung pada posisi asli geografinya. Penentuan dilakukan dengan metode ayakan. Sikuen sediment yang tebal dimana didalamnya terdapat lapisan tipis batubara(<2m) dengan penyebaran yang besar dan keberadaan intercalation dari marine bed adalah karakteristik dari batubara yang diendapkan di foredeeps dari suatu pegunungan lipatan yang besar. Pada back swamps. Pada jaman Mesozoic terutama Jura dan Cretaceous Bawah. Lapisan-lapisan kaya batubara berumur Carbon Atas. Namun pada hemisphere selatan dan Siberia juga terdapat endapan batubara yang kaya yang diendapakan pada iklim yang sedang hingga dingin. Pembentukkannya merupakan akibat dari regresi dan transgresi air laut. Distribusi ukuran merupakan faktor kritis yang dapat menunjukkan bagian tumbuhan penyusunnya. Japan dan Australia.Evolusi Perkembangan Flora Batubara tertua yang berumur Hurorian Tengah dari Michigan berasal dari alga dan fungi. Sedangkan pada jaman Devon Bawah dan Atas. America. seperti yang sering muncul pada foredeep pada suatu pegunungan lipatan yang besar. UJI MEKANIK 7 Oktober 2006 Selain analisis kimia. Distribusi Ukuran Partikel: Distribusi ukuran pertikal pada batubara yang rusak tergantung pada metode penambangan. Banyak coastal swamps besar yang berkembang dibawah perlindungan sand bars dan pits sehingga dapat menghasilkan endapan batubara yang tebal. Grafik di bawah ini memberikan hubungan antara densitas relatif terhadap kandungan abu untuk batubara dan serpih karbon di cekunagn Agades. Calamitea. serta derajat perekahan material tersebut. Peat deposits hanya dapat terawetkan pada daerah subsidence. cara penanganannya. Back samps terbentuk dibelakang tanggul alam sungai besar. Sigillaria. 3. Limnic coals memiliki karakter: terbentuk pada kontinen graben. Iklim Pada iklim yang lebih hangat dan basah tumbuhan tumbuh lebih cepat dan beragam. jumlah lapisannya sedikit tapi setiap lapisannya sangat tebal. kebanyakan limnic coals diendapkan di dalam cekungan kontinen yang besar. Kondisi ini banyak muncul pada flat coastal area dimana banyak rawa yang berasosiasi dengan persisir pantai. peats(gambut) kaya dengan mineral matter akibat banjir yang sering terjadi. subsidence biasanya lebih sedikit dan jumlah lapisan batubara lebih sedikit. Grafik data pengeplotan menghasilkan data rata-rata ukuran partikel dan derajat keseragaman partikel. Pembentukan peat(gambut) terjadi pada daerah yang depresi permukaan dan memerlukan muka air yang relatif tetap sepanjang tahun diatas atau minimal sama dengan permukaan tanah. Akibatnya endapan yang kaya batubara banyak berhubungan dengan daerah ini. endapan batubara paralic(sea coast) dan limnic(inland) adalah berbeda. 1. Penentuan dilakukan dengan menghitung banyaknya kehilangan berat pada saat dicelupkan ke dalam air. Ketika paralic coals diendapkan di foredeeps. Selain itu rawa-rawa juga muncul di darat(shore or inland lakes). Cretaceous Atas dan Tersier Awal diendapkan pada iklim seperti ini. Lapisan penting batubara berumur Perm terdapat di USSR. Kebanyakan batubara dari jaman ini memiliki rata-rata lapisan yang tipis(3-4m) dan tidak punya nilai ekonomis. juga dilakukan sejumlah tes untuk menentukan parameter fisik batubara. Leginopteris oldhamia. distribusi ukuran partikel. Densitas relatif: Densitas relatif batubara tergantung pada rank dan mineral pengotornya. Pada Carbon Atas. terutama di Siberia dan Asia Tengah. dominan terbentuk dari Gymnosperm cordaites. Jika dibandingkan dengan tumbuhan pada masa Carbon.

6. Grafik yang diplot menunjukkan persentase material yang mengapung dan yang tenggelam yang dihitung dalam basis kumulatif. Campuran larutan organik ini antara lain tetrabromoethane (R. 4. perchlorethylene (R. Free Swelling Index: Tes ini dilakukan untuk menentukan angka peleburan dengan cara memanaskan sejumlah sampel pada temperatur peleburan normal (kira-kira 800°C). Tes karbonisasi Gray-King dan tipe coke: Tes Gray-King menentukan jumlah padatan. 2.89). tar dan. Tes Fischer umum digunakan untuk batubara rank rendah (brown coal dan lignit) untuk karbonisasi temperatur rendah. Tar dan l iquor dikondensasikan ke dalam air dingin. 4. sejumlah coke tersisa dari peleburan. ganggang. Batubara terbentuk dari sisa tumbuhan yang membusuk dan terkumpul dalam suatu daerah dengan kondisi banyak air. Setelah pemanasan atau sampai semua semua volatile dikelurkan. Temperatur pemadatan resolidifiation temperatur. 4.1. BATUBARA SEBAGAI SEDIMEN ORGANIK 7 Oktober 2006 Batubara merupakan sedimen organik. 3. terdiri dari kandungan bermacam-macam pseudomineral.dll) 2. lumut. juga karena banyaknya reaksi kimia yang mempengaruhi kematangan suatu batubara.60) yang sering digunakan karena viscositasnya rendah dan sifat pengeringan yang baik. 2.0. .dll) yang biasanya diakibat oleh hadirnya mineral lempung. 1. Dari tes ini direkam data-data sbb: 1. air sedangkan jumlah gas didapat dengan cara mengurangkannya. Data perbandingan Tes Gray-King dan Fischer: 4. analisis abu. Viskositas maksimum. perbedaan terletak pada peralatan dan kecepatan pemanasan. Initial softening temperature. Dalam suatu cebakan yang sama. Tes Karbonisasi Fischer: Prinsipnya sama dengan metode Gray-King. Parameter fisik (distribusi ukuran. karena dipengaruhi oleh kondisikondisi lokal. Akhirnya dapat digunakan untuk menentukan fraksi pengapungan dengan kandungan spesifik abu. Akhirnya didapatkan persentase coke. contoh montmorilonit pada komponen non-batubara. misalnya akibat pengotor (abu. Kondisi lokal ini biasanya kandungan oksigen. tingkat kematangan juga bervariasi. larutan dan gas yang diproduksikan akibat karbonisasi. 5. densitas relatif) 3. tingkat keasaman.60). lebih tepatnya merupakan batuan organik.2. Padatan yang mengalami pengayaan karbon yang disebut coke. Hidrokarbon lain dalam bentuk gas yang didinginkam ke temperatur normal.D. dan Toluena (R.1. serta tumbuhan yang biasa hidup di rawa-rawa. Ditentukan dengan cara memanaskan 1 gram sampel batubara yang dicampur dengan 5 gram antrasit pada 850°C selama 15 menit. Plastometer Gieseler: Plastometer Gieseler adalah viskometer yang memantau viscositas sampel batubara yang telah dileburkan. Tes dilakukan dengan memenaskan sampel didalam tabung tertutup dari temperatur 300°C menjadi 600°C selama 1 jam untuk karbonisasi temperatur rendah atau dari 300°C menjadi 900°C selama 2 jam untuk karbonisasi temperatur tinggi. sifat-sifat analitik yang ditemukan dapat berbeda. Indeks Roga: Indeks Roga menyatakan caking capacity. Larutan yang digunakan biasanya mempunyai densitas berkisar antara 1. Larutan yang merupakan campuran hidrokarbon ―tar‖ dan amoniacal liquor.D. Pemanasan dilakukan di dalam tabung alumunium selama 80 menit. Selain itu dilakukan juga penelitian lain seperti penghitungan energi spesifik. Uji Kerusakan Serpih (Shale breakdown test): Ada beberapa masalah pada saat ekstraksi batubara.Uji ini dilakukan untuk menentukan distribusi densitas partikel sampel dengan cara mencelupkan sampel batubara ke dalam larutan yang diketahui densitas relatif. Selain tumbuhan yang ditemukan bermacam-macam. Jumlah shale breakdown didapat dari proporsi material yang ditentukan dengan analisis sedimentasi residu. 2. Kondisi tersebut yang menghambat penguraian menyeluruh dari sisa-sisa tumbuhan yang kemudian mengalami proses perubahan menjadi batubara. Temperatur viscositas maksimum 3. 3. Tes Metalurgi.D. Ditemukannya jenis flora yang terdapat pada sebuah lapisan batubara tergantung pada kondisi iklim setempat. total belerang. Pada umumnya sisa-sisa tanaman tersebut dapat berupa pepohonan. dan kehadiran mikroba. biasa disebut rawa-rawa. selain karena tumbuhan asalnya yang mungkin berbeda. Tes lain yang dilakukan: Biasanya dilakukan untuk menentukan: 1. Komposisi kimia (analisis proksimat. bunga. Swelling number dipengaruhi oleh distribusi ukuran partikel dan kecepatan pemanasan. UJI LAINNYA UNTUK KARBONISASI Karbonisasi adalah proses pemanasan batubara pada temperatur beberapa ratus derajat untuk menghasilkan materialmaterial: 1. Uji kekuatan.3 – 2.

Hidrokarbon Unsur ini terdiri atas bisiklik alkali. sangat sedikit bukti kuat yang mendukung teori bahwa lignin merupakan unsur organik utama yang menyusun batubara. Ini menandakan bahwa struktur rangka tetap utuh selama proses pematangan. juga ditemukan adanya material inorganik yang menyusun batubara. Sementara ini susunan molekul umum dari lignin belum diketahui dengan pasti. yaitu unsur mineral inheren dan unsur mineral eksternal. Hingga saat ini. dimana proses yang berlangsung selain melibatkan metamorfosis dari sisa tumbuhan. namun susunannya dapat diketahui dari lignin yang terdapat pada berbagai macam jenis tanaman. Porphirin biasanya terdiri atas suatu struktur siklik yang terdiri atas empat cincin pyrolle yang tergabung dengan jembatan methin. trisakarida. karena dalam tumbuhan jenis inilah yang paling banyak mengandung polisakarida (khususnya selulosa) yang kemudian terurai dan membentuk batubara. Bentuk lainnya mucul sebagai disakarida. Kandungan unsur porphirin dalam batubara ini telah diajukan sebagai marker yang sangat penting untuk mendeterminasi perkembangan dari proses coalifikasi. hidrokarbon terpentin. . Pembentukan batubara ini sangat menentukan kualitas batubara. alterasi. PENYUSUN BATUBARA Konsep bahwa batubara berasal dari sisa tumbuhan diperkuat dengan ditemukannya cetakan tumbuhan di dalam lapisan batubara. khususnya pada bagian batangnya. Unsur mineral inheren adalah material inorganik yang berasal dari tumbuhan yang menyusun bahan organik yang terdapat dalam lapisan batubara. PROSES PEMBENTUKAN BATUBARA Pembentukan batubara pada umumnya dijelaskan dengan asumsi bahwa material tanaman terkumpul dalam suatu periode waktu yang lama. Sebagai tambahan. lignin. Alkaloida sendiri terdiri dari molekul nitrogen dasar yang muncul dalam bentuk rantai. yang kemudian berubah menjadi antrasit. setelah sisa tanaman tersebut terkumpul dalam suatu kondisi tertentu yang mendukung (banyak air). pada umumya jenis inilah yang menyusun bagian inorganik dalam sebuah lapisan batubara. Material Organik Lain Resin Resin merupakan material yang muncul apabila tumbuhan mengalami luka pada batangnya. Alkaloida Alkaloida merupakan komponen organik penting terakhir yang menyusun batubara. Jadi pembentukan batubara berlangsung dengan penimbunan akumulasi dari sisa tumbuhan yang mengakibatkan perubahan seperti pengayaan unsur karbon. Dalam penyusunannya batubara diperkaya dengan berbagai macam polimer organik yang berasal dari antara lain karbohidrat. Protein pada tumbuhan umunya muncul sebagai steroid. Karbohidrat Gula atau monosakarida merupakan alkohol polihirik yang mengandung antara lima sampai delapan atom karbon. Namun komposisi dari polimer-polimer ini bervariasi tergantung pada spesies dari tumbuhan penyusunnya. Sedangkan unsur mineral eksternal merupakan unsur yang dibawa dari luar kedalam lapisan batubara. pembentukan dari peat (gambut) umumnya terjadi. Dalam hal ini peat tidak dimasukkan sebagai golongan batubara. munculnya turunan picene yang mirip dengan sistem aromatik polinuklir dalam ekstrak batubara dijadikan tanda inklusi material sterane-type dalam pembentukan batubara. Protein Protein merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen yang selalu hadir sebagai protoplasma dalam sel mahluk hidup. Porphirin Porphirin merupakan komponen nitrogen yang berdasar atas sistem pyrrole. dinyatakan bahwa proses pembentukan batubara harus ditandai dengan terbentuknya peat. juga tergantung pada keadaan pada waktu geologi tersebut dan kondisi lokal seperti iklim dan tekanan. Pada umumnya lignin merupakan polimer dari satu atau beberapa jenis alkohol.Secara umum. mengalami peluruhan sebagian kemudian hasilnya teralterasi oleh berbagai macam proses kimia dan fisika. dan pigmen kartenoid. Tanin Tanin umumnya banyak ditemukan pada tumbuhan. ataupun polisakarida. lilin. disebut juga sebagai proses coalifikasi. pengurangan kandungan air. Pada umumnya gula muncul sebagai kombinasi antara gugus karbonil dengan hidroksil yang membentuk siklus hemiketal. Pembentukan Lapisan Source Teori Rawa Peat (Gambut) – Autocthon Teori ini menjelaskan bahwa pembentukan batubara berasal dari akumulasi sisa-sisa tanaman yang kemudian tertutup oleh sedimen diatasnya dalam suatu area yang sama. Konstituen Tumbuhan yang Inorganik (Mineral) Selain material organik yang telah dibahas diatas. Jenis polisakarida inilah yang umumnya menyusun batubara. Lignin Lignin merupakan suatu unsur yang memegang peranan penting dalam merubah susunan sisa tumbuhan menjadi batubara. Struktur dari protein pada umumnya adalah rantai asam amino yang dihubungkan oleh rantai amida. Selain itu juga. Proses pembentukan batubara sendiri secara singkat dapat didefinisikan sebagai suatu perubahan dari sisa-sisa tumbuhan yang ada. Sebagai contoh lignin yang terdapat pada rumput mempunyai susunan p-koumaril alkohol yang kompleks. dll. namun terbentuknya peat merupakan tahap awal dari terbentuknya batubara. dalam tahap awal pengaruh dari mikroorganisme juga memegang peranan yang sangat penting. Dan dalam pembentukannya harus mempunyai waktu geologi yang cukup. mulai dari pembentukan peat (peatifikasi) kemudian lignit dan menjadi berbagai macam tingkat batubara. dan tidak adanya perubahan serta penambahan struktur rangka yang baru. Secara umum mineral ini dapat dibagi menjadi dua jenis.

Jika eksplorasi menyatakan bahwa kebenaran dari hipotesis sumberdaya dan mengungkapkan informasi yg cukup tentang kualitasnya.5 – 1. sub bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih. dan jumlah insitu batubara dan dengan alasan sumber daya yang ditafsir tidak akan mempunyai variasi yang cukup besar jika eksplorasi yang lebih detail dilakukan. Sejumlah kelas sumber daya yang belum ditemukan yang sama dengan cadangan batubara yg diharapkan mungkin ada di daerah atau wilayah batubara yang sama dibawah kondisi geologi atau perluasan dari sumberdaya batubara tereka. jumlah serta rank. kualitas.2 km – 4. HETEROATOM DALAM BATUBARA Heteroatom dalam batubara bisa berasal dari dalam (sisa-sisa tumbuhan) dan berasal dari luar yang masuk selama terjadinya proses pematangan. Teori ini menjelaskan bahwa terjadi proses yang berbeda untuk setiap jenis batubara yang berbeda pula. Pengelompokan tersebut mengandung dua aspek. serta sumur-sumur. Variasi kandungan sulfur pada batubara berkisar antara 0. sebaran kuantitas. Sumber daya batu bara ini dibagi dalam kelas-kelas sumber daya berdasarkan tingkat keyakinan geologi yang ditentukan secara kualitatif oleh kondisi geologi/tingkat kompleksitas dan secara kuantitatif oleh jarak titik informasi. Pada umumnya. Temperatur dan tekanan berperan penting karena kenaikan temperatur akan mempercepat proses reaksi. melainkan akumulasi dari transportasi material yang terkumpul didalam lingkungan aqueous seperti danau. 2.5 – 5 % w/w yang muncul dalam bentuk sulfur organik dan sulfur inorganik yang umumnya muncul dalam bentuk pirit. Densitas dan kualitas titik pengamatan cukup untuk melakukan penafsiran secara relistik dari ketebalan. atau material lignit yang lunak. maka mereka akan di klasifikasikan kembali sebagai sumber daya teridentifikasi ( identified resources). Sedangkan untuk batubara dengan kandungan sulfur menengah-tinggi. sulfurnya berasal dari air laut. delta. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup. Sumber Daya Batubara Tertunjuk (Indicated Coal Resource) Sumber daya batu bara tertunjuk adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. 3. sib bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih. lubang-lubang galian. Teori Transportasi – Allotocton Teori ini mengungkapkan bahwa pembentukan batubara bukan berasal dari degradasi/peluruhan sisa-sisa tanaman yang insitu dalam sebuah lingkungan rawa peat. termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih. Hasil dari proses awal ini adalah peat. dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti geologi dalam daerah antara 1. 4. berlangsung pada kondisi temperatur dan tekanan yang normal dan juga melibatkan proses biokimia. dan kualitasnya. laut. Setelah tahap biokimia ini selesai maka berikutnya prosesnya didominasi oleh proses fisik dan kimia yang ditentukan oleh kondisi temperatur dan tekanan. dan tekanan memungkinkan reaksi terjadi dan menghasilkan unsur-unsur gas.8 km. yang pada saat pengkajian kelayakan dinyatakan layak untuk ditambang. Titik pengamatan mempunyai jarak yang cukup jauh sehingga penilaian dari sumber daya tidak dapat diandalkan. lignit dengan ketebalan 150 cm. pertambangan.yang kemudian teralterasi menjadi tahapan batubara yang dimulai dengan terbentuknya peat yang kemudian berlanjut dengan berbagai macam kualitas antrasit. Sumber Daya Batubara Tereka (inferred Coal Resource) Sumber daya batu bara tereka adalah jumlah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. Pada batubara dengan kandungan sulfur rendah. Klasifikasi sumber daya dan cadangan batubara didasarkan pada tingkat keyakinan geologi dan kajian kelayakan. rank. Sumber daya batubara (Coal Resources) adalah bagian dari endapan batubara yang diharapkan dapat dimanfaatkan. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup. Proses pertama adalah diagenesis. maka berlangsunglah berbagai macam proses. Proses metamorfisme (temperatur dan tekanan) ini terjadi karena penimbunan material pada suatu kedalaman tertentu atau karena pergerakan bumi secara terus-menerus didalam waktu dalam skala waktu geologi. Cadangan batubara (Coal Reserves) adalah bagian dari sumber daya batubara yang telah diketahui dimensi. sulfurnya berasal material tumbuhan penyusun batubara. Sumberdaya ini dapat meningkat menjadi cadangan apabila setelah dilakukan kajian kelayakan dinyatakan layak. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi pendahuluan. yaitu aspek geologi dan aspek ekonomi. Sumber Daya Batubara Terukur (Measured Coal Resourced) . dan bahkan akan terbentuk dalam lapisan itu sendiri. Nitrogen pada batubara pada umumnya ditemukan dengan kisaran 0. hutan bakau.5 % w/w yang kemungkinan berasal dari cairan yang terbentuk selama proses pembentukan batubara.5 – 2. berasal dari bermacam-macam material penyusun tumbuhan yang terakumulasi ataupun berasal dari inklusi oksigen yang terjadi pada saat kontak lapisan source dengan oksigen di udara terbuka atau air pada saat terjadinya sedimentasi. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan survei tinjau. termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih. Oksigen pada batubara dengan kandungan 20 – 30 % w/w terdapat pada lignit atau 1.4 km – 1. kedalaman. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk tahap penyelidikan prospeksi.5 % w/w untuk antrasit. Dalam tahap ini proses biokimia mendominasi. Sumber sulfur dalam batubara berasal dari berbagai sumber. Proses Geokimia dan Metamorfosis Setelah terbentuknya lapisan source. Hasilnya adalah proses pembentukan batubara akan terjadi. sumberdaya berada pada daerah dimana titik-titik sampling dan pengukuran serat bukti untuk ketebalan dan keberadaan batubara diambil dari distant outcrops. lignit dengan ketebalan 150 cm atau lebih. rank. Sumber Daya Batubara Hipotetik (Hypothetical Coal Resource) Sumber daya batu bara hipotetik adalah batu bara di daerah penyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. yang mengakibatkan kurangnya kandungan oksigen. Kelemahan dari teori ini adalah tidak mengakomodasi adanya transportasi yang bisa menyebabkan banyaknya kandungan mineral dalam batubara. dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti gteologi dalam daerah antara 0. Kelas Sumber Daya 1.2 km.

cm atau meter B = berat batubara per stuan volume yang sesuai atau metric ton. Pemakaian metode disesuaikan dengan kualitas data. kualitas. Kemiringan 100 – 300 Untuk kemiringan 100 – 300.. maka perhitungan dilakukan secara terpisah. feet.Sumber daya batu bara terukur adalah jumlah batu bara di daerah peyelidikan atau bagian dari daerah penyelidikan. maka metode yang digunakan untuk penghitungan sumber daya daerah penelitian adalah metode Circular (USGS) (Gambar). rank. Bila lapisan batubara memiliki kemiringan yang berbeda-beda. Penghitungan Sumber Daya Ada beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung sumberdaya batubara di daerah penelitian. kedalaman.4 km. tonase batubara harus dibagi dengan nilai cosinus kemiringan lapisan batubara. lignit dengan ketebalan 150 cm. dan kondisi lapangan serta metode penambangan (misalnya sudut penambangan). tonase batubara dikali dengan nilai cosinus kemiringan lapisan batubara. Karena data yang digunakan dalam penghitungan hanya berupa data singkapan. 1983) Penghitungan sumber daya batubara menurut USGS dapat dihitung dengan rumus Tonnase batubara = A x B x C. Aturan Penghitungan Sumberdaya Batubara dengan Metode Circular (USGS) (Wood et al. yang dihitung berdasarkan data yang memenuhi syarat–syarat yang ditetapkan untuk tahap eksplorasi rinci. Kemiringan > 300 Untuk kemiringan > 300. . jenis data yang diperoleh. dan jumlah batubara insitu. Daerah sumber daya ini ditentukan dari proyeksi ketebalan dan tanah penutup. Kemiringan 00 – 100 Perhitungan Tonase dilakukan langsung dengan menggunakan rumus Tonnase = ketebalan batubara x berat jenis batubara x area batubara 2. Termasuk antrasit dan bituminus dengan ketebalan 35 cm atau lebih. 1. dimana A = bobot ketebalan rata-rata batubara dalam inci. 3. sub bituminus dengan ketebalan 75 cm atau lebih. Densitas dan kualitas titik pengamatan cukup untuk diandalkan untuk melakukan penafsiran ketebalan batubara. dan kualitas data dari titik pengukuran dan sampling berdasarkan bukti geologi dalam radius 0. C = area batubara dalam acre atau hektar Kemiringan lapisan batubara juga memberikan pengaruh dalam perhitungan sumber daya batubara.

Subbituminous B coal 9500 10500 Subbituminous 3. untuk menentukan kualitas batubara dilakukan analisa kimia pada batubara yang diantaranya berupa analisis proksimat dan analisis ultimat. unsur tambahan dan juga unsur jarang. Kualitas batubara ditentukan oleh maseral dan mineral matter penyusunnya. mineral matter free (dmmf) maka digunakan Parr Formulas (ASTM. Lignite 1.Lignite B 6300 Contoh hasil analisa batubara .SemianthraciteC 86 92 8 14 1. Umumnya. Kualitas batubara ini diperlukan untuk menentukan apakah batubara tersebut menguntungkan untuk ditambang selain dilihat dari besarnya cadangan batubara di daerah penelitian.. sulfur. unsur tambahan dan juga unsur jarang.High volatile C 11500 13000 bituminous coal 10500 11500 agglomerating 1.Meta-anthracite 98 2 nonagglomerating 2. dmmf Limits.High volatile A 69 31 14000D commonly bituminous coal II Bituminous 4. dan kadar abu (ash). hidrogen. 1981. 1983) Fixed Carbon Volatile Matter Calorific Value Limits BTU per pound . nitrogen. 1981. serta oleh derajat coalification (rank).Low volatile 78 86 14 22 bituminous coal 2. nitrogen.8185*CV adb Tabel 5.Anthracite I Anthracite* 92 98 2 8 3.Medium 69 78 22 31 volatilebituminous coal 3. karbon padat.Lignite A 6300 8300 IV. sulfur..2 Klasifikasi batubara berdasarkan tingkatnya (ASTM.Subbituminous A coal 10500 11500 III 2. oksigen. Untuk menentukan jenis batubara. diantaranya adalah analisis proksimat dan analisis ultimat. zat terbang (volatile matter). Klasifikasi ini dibuat berdasarkan jumlah karbon padat dan nilai kalori dalam basis dry. 1983) : dimana : FC = % karbon padat (adb) VM = % zat terbang (adb) M = % air total (adb) A = % Abu (adb) S = % sulfur (adb) Btu = british termal unit = 1. 1983)(Tabel 5. sedangkan analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan unsur kimia pada batubara seperti : karbon. zat terbang.Subbituminous C 8300 9500 nonagglomerating coal 1. digunakan klasifikasi American Society for Testing and Material (ASTM.High volatile B 13000D 14000 agglomerating**E bituminous coal 5. sedangkan analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan unsur kimia pada batubara seperti : karbon. Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan jumlah air. Untuk mengubah basis air dried (adb) menjadi dry. oksigen. hidrogen. % . mineral matter free (dmmf). Kualitas dan Klasifikasi Batubara Kualitas batubara ditentukan dengan analisis batubara di laboraturium.% . Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan jumlah air ( moisture). dmmf (mmmf) Class Group Equal or Equal Equal or Less Less Greater Agglomerating Greater or Less Greater Than Than Character Than Than Than Than 1.Kualitas batubara adalah sifat fisika dan kimia dari batubara yang mempengaruhi potensi kegunaannya. op cit Wood et al. dan kadar abu.. op cit Wood et al. op cit Wood et al.2). karbon padat (fixed carbon). 1981.

sandy braid plain. deltaik. Akumulasi tersebut telah dikenai pengaruh-pengaruh synsedimentary dan post-sedimentary. Kondisi demikian dapat terjadi diantaranya di lingkungan paralik (pantai) dan limnik (rawa-rawa). lower delta plain. fens. atau juga fluviatil. flood plain. mainly dull coals. low sulphur Sandy braid plain Bars. tidal flats. komposisi. Kontak di bagian bawah berupa kontak erosional dan terdapat bagian deposit yang berupa fragmen-fragmen batubara dan plagioklas. high sulphur Backbarrier strand Off-. raised bogs medium to high GI. near-. splays. high GI. graded bedding. Endapan channel dicirikan oleh batupasir dengan struktur sedimen cross bedding. Menurut Diessel (1984. Tabel 2.Lingkungan Pengendapan Batubara 23 September 2006 Batubara merupakan hasil dari akumulasi tumbuh-tumbuhan pada kondisi lingkungan pengendapan tertentu. overbank plains. Secara lateral endapan channel akan berubah secara berangsur menjadi endapan flood plain. Akumulasi dari endapan sungai (fluvial) di daerah pantai akan membentuk delta dengan mekanisme pengendapan progradasi (Allen & Chambers. dan cross lamination yang berupa laminasi karbonan. fens and marshes mainly bright coal with high GI and medium TPI Proses pengendapan batubara pada umunya berasosiasi dengan lingkungan fluvial flood plain dan delta plain. high to very high GI. Untuk pembentukan suatu endapan yag berarti diperlukan suatu susunan pengendapan dimana terjadi produktifitas organik tinggi dan penimbunan secara perlahan-lahan namun terus menerus terjadi dalam kondisi reduksi tinggi dimana terdapat sirukulasi air yang cepat sehingga oksigen tidak ada dan zat organik dapat terawetkan. plain lagoons. Fasies-fasies yang berkembang di lingkungan delta plain ialah endapan channel. alluvial valley and upper delta plain. Masing-masing endapan tersebut dapat diketahui dari litologi dan struktur sedimen. point bars. channel. floodplains and mainly bright coals. TPI.1992) lebih dari 90% batubara di dunia terbentuk di lingkungan paralik yaitu rawa-rawa yang berdekatan dengan pantai. channel. Di antara channel dengan flood plain terdapat tanggul alam (natural levee) yang . upper delta plain basins. mainly dull coals. channel. and backshore. Daerah seperti ini dapat dijumpai di dataran pantai. Lingkungan pengendapan batubara dapat mengontrol penyebaran lateral. low TPI and GI. low to medium swamps. dan estuary. low to medium GI. levee. 1998). low sulphur Alluvial valley and channels. fans and marshes TPI. low sulphur Estuary channels. 1992) Environment Subenvironment Coal Characteristics Gravelly braid plain Bars. splay. swamp. op cit Susilawati . dan kualitas batubara. tidal inlets.1 Lingkungan Pengendapan Pembentuk Batubara (Diesel. high TPI. paralel lamination. lagunal. and marshes medium TPI. raised bogs low GI. Lingkungan delta plain merupakan bagian dari kompleks pengendapan delta yang terletak di atas permukaan laut (subaerial). mouth bar. medium to high raised bogs. swamp. swamps. low sulphur Lower delta plain Delta front. mainly bright coals. transgressive : mainly bright coals. medium to low TPI.1) yaitu gravelly braid plain. Diessel (1992) mengemukakan terdapat 6 lingkungan pengendapan utama pembentuk batubara (Tabel 2. dan swamp. Akibat pengaruh-pengaruh tersebut dihasilkanlah batubara dengan tingkat (rank) dan kerumitan struktur yang bervariasi. ketebalan. high sulphur regressive : mainly dull coals. fens. crevase. swamp. Tiap lingkungan pengendapan mempunyai asosiasi dan menghasilkan karakter batubara yang berbeda. backbarrier strand plain. overbank plains.

Purnomo belum bisa menjawab karena ia harus mempresentasikan hal ini kepada Presiden Yudhoyono setelah kunjungan ke luar negeri.terbentuk ketika muatan sedimen melimpah dari channel. ia membutuhkan payung hukum yang kuat dan kebijakan secara nasional oleh Presiden Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla. 1985). hasil tertinggi diperoleh dari batubara Banko dengan produk minyak sekitar 70%. Tahap pembatubaraan (coalification) merupakan gabungan proses biologi. op cit Susilawati 1992). terutama dilihat dari segi biaya. damar. temperatur. dan batubara berlapis. batulanau. Endapan crevase play dicirikan oleh batupasir halus – sedang dengan struktur sedimen cross bedding. namun perkembangannya secara nyata dengan target komersial baru dimulai sejak awal tahun 1994. Selanjutnya bahan organik tersebut mengalami berbagai tingkat pembusukan (dekomposisi) sehingga menyebabkan perubahan sifat-sifat fisik maupun kimia baik sebelum ataupun sesudah tertutup oleh endapan lainnya. dengan harga sekitar US $ 18/barrel. Bahan organik utamanya yaitu tumbuhan yang dapat berupa jejak kulit pohon. Penggunaan batubara cair.5 – 10 meter. Laminasi batupasir. tekanan. Menurut Purnomo untuk itu. Endapan levee yang dicirikan oleh laminasi batupasir halus dan batulanau dengan struktur sedimen ripple lamination dan paralel lamination. dan lain-lain. Menurut rencana produksi batubara cair tersebut akan dilakukan di Sumatra Selatan karena memiliki cadangan batubara yang sangat besar. salah satunya adalah bagaimana batubara bisa kita cairkan kemudian kita jadikan BBM dimana nantinya bisa menggantikan pemakaian BBM.6 juta kilo liter per tahun.‖ kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro seusai bertemu wapres Jusuf Kalla di Jakarta. N. Endapan crevase play berubah secara berangsur ke arah lateral menjadi endapan flood plain. bituminus. Endapan swamp merupakan jenis endapan yang paling banyak membawa batubara karena lingkungan pengendapannya yang terendam oleh air dimana lingkungan seperti ini sangat cocok untuk akumulasi gambut.  Slurry batubara dengan menggunakan minyak hasil hydrotreatment tahap 1 menunj JAKARTA–Butuh payung hukum yang kuat dan dukungan dari presiden. 1982. spora. Senin. dan NH3 untuk menjadi humus. Hasil studi kelayakan menunjukkan bahwa batubara Banko dapat memproduksi BBM. Proses pembentukan batubara terdiri dari dua tahap yaitu tahap biokimia (penggambutan) dan tahap geokimia (pembatubaraan). polen. Saat ini cadangan batubara Indonesia sangat besar masih sekitar 70 tahun. Endapan flood plain merupakan sedimen klastik halus yang diendapkan secara suspensi dari air limpahan banjir. Endapan flood plain dicirikan oleh batulanau. Ukuran butir berkurang semakin jauh dari channel utamanya dan umumnya memperlihatkan pola mengasar ke atas. semi antrasit. daun. dan waktu terhadap komponen organik dari gambut (Stach. Untuk itu bisa digunakan sebagai pengganti BBM yang untuk kebutuhan nasional saat ini mencapai 85. 1982. secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut:  Proses hydrotreatment tahap 1 ternyata dapat meningkatkan kualitas pelarut tertersirkulasi (recycle solvent) sebagai donor hidrogen pada proses pencairan batubara. Batubara adalah batuan yang mudah terbakar yang lebih dari 50% -70% berat volumenya merupakan bahan organik yang merupakan material karbonan termasuk inherent moisture. ripple lamination. Pada saat terjadi banjir. op cit Susilawati 1992). Selanjutnya oleh bakteri anaerobik dan fungi diubah menjadi gambut (Stach. dan fisika yang terjadi karena pengaruh pembebanan dari sedimen yang menutupinya. O. produk setengah jadi. emerintah berencana menggunakan batubara cair untuk mengurangi beban penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang semakin meningkat. sub bituminus. dengan hasil yang sangat menjanjikan. op cit Susilawati 1992). maka studi pencairan batubara ini sangat dirasa perlu untuk dilanjutkan hingga tingkat komersialisasi.‖ kata Purnomo. Proses ini akan menghasilkan batubara dalam berbagai tingkat kematangan material organiknya mulai dari lignit. . ―Kita harus mengurangi konsumsi Bahan bakar Minyak. setelah perjanjian kerjasama riset ditandatangani antara BPPT dan NEDO. Berbagai jenis batubara muda Indonesia telah diuji. Material tumbuhan yang busuk ini melepaskan H. hasil tersebut memang sangat signifikan. Sedangkan tumbuhan pada lower delta plai didominasi oleh tumbuhan nipah-nipah pohon yang menghasilkan batubara berlapis (Allen. kimia. struktur kayu. channel utama akan memotong natural levee dan membentuk crevase play. H2O. 1927. hingga meta antrasit. dan bioturbasi. saat ini juga telah dilakukan di Afrika Selatan. peatification coalification Endapan organik Gambut Batubara Biokimia geokimia Tahap penggambutan (peatification) adalah tahap dimana sisa-sisa tumbuhan yang terakumulasi tersimpan dalam kondisi reduksi di daerah rawa dengan sistem pengeringan yang buruk dan selalu tergenang air pada kedalaman 0. PENDAHULUAN : Riset Pencairan Batubara untuk memproduksi BBM sintetis di Indonesia sudah berlangsung sejak awal tahun 1990-an. sedangkan prosentase hidrogen dan oksigen akan berkurang (Fischer. Tumbuhan pada sub-lingkungan upper delta plain akan didominasi oleh pohon-pohon keras dan akan menghasilkan batubara yang blocky. Namun ketika ditanyakan payung hukum seperti apa yang diinginkannya. dan C dalam bentuk senyawa CO2. Pada tahap ini prosentase karbon akan meningkat. ―Yang jelas hal itu perlu dukungan dari Presiden Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk keluarkan kebijakan untuk menggantikan BBM ini. tambah Purnomo. Melihat harga minyak dewasa ini yang telah mencapai US$ 3032/barel. KESIMPULAN : Hasil pengujian produk batubara cair melalui proses up-grading atau hydrotreatment menggunakan reaktor fixed bed dengan katalis Ni-Mo-P/Al2O. dan batulempung juga umum ditemukan. dan harga minyak batubara yang semakin kompetitif. antrasit. Dibandingkan dengan batubara Yallourn dari Australia yang hanya menghasilkan minyak <60%. akar. batulempung.

Saya khawatir kalau selama triwulan ini harga tetap bertahan pada kisaran itu. Meskipun.2 Endapan batu bara Miosen o 2.13 jtl) di berbagai belahan bumi lain. menurut dia. tambahnya pemerintah Indonesia setuju dengan segala usaha apapun juga untuk menurunkan harga minyak dunia. kata dia. Biasanya.‖ katanya. Indonesia dan dunia harus bersiap-siap menerima kenyataan melambungnya harga minyak West Texas Intermediate/WTI (yang menjadi acuan perdagangan minyak mentah dunia-red) selama tahun 2005-2006 akan mencapai 60 dolar per barel. Jika pada triwulan kedua tahun 2005 harga minyak dunia masih berkisar 55 dolar per barel maka. hidrogen dan oksigen. utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. harga minyak pada triwulan ketiga dan keempat akan jauh melebihi perkiraan saya. tambahnya saat ini hanya memiliki pangsa pasar minyak dunia sebesar 40 persen. pada triwulan kedua harga minyak akan tertekan sehingga menjadi lebih rendah dibandingkan dengan harga minyak pada triwulan sebelumnya meskipun tidak akan lebih rendah dari 40 dolar per barel (batas bawah patokan harga minyak OPEC). ― OPEC tidak bisa berdaya dengan penjualan minyak yang tak bisa dikontrol.2 Materi pembentuk batu bara 1. Purnomo mengatakan OPEC tidak bisa lagi lakukan kontrol atas harga minyak dunia.Sementara itu menanggapi peran OPEC akibat harga minyak dunia yang terus meningkat. Dr Kurtubi. Sedikit endapan batu bara dari perioda ini. [sunting] Materi pembentuk batu bara Hampir seluruh pembentuk batu bara berasal dari tumbuhan. . terbentuk dari endapan organik. Zaman Karbon. tambahnya saat ini OPEC telah berusaha untuk menaikan produksinya hingga 500 ribu barel. Seiring dengan meningkatnya permintaan dan ketatnya produksi minyak dunia.  Silofita.4 Pembentukan batu bara 2 Batu bara di Indonesia o 2.1 Endapan batu bara Eosen o 2. ―Hal ini terjadi karena faktor fundamental dimana permintaan minyak dunia sangat tinggi tahun 2005. Analisa unsur memberikan rumus formula empiris seperti C137H97O9NS untuk bituminus dan C240H90O4NS untuk antrasit. Batu bara juga adalah batuan organik yang memiliki sifat-sifat fisika dan kimia yang kompleks yang dapat ditemui dalam berbagai bentuk. Pada Zaman Permian. kira-kira 340 juta tahun yang lalu (jtl). Sangat sedikit endapan batu bara dari perioda ini. dari Zaman Silur hingga Devon Tengah. Tingginya laju permintaan minyak pada tahun 2005 itu menurut dia disebabkan oleh masih tingginya laju permintaan minyak dari China yang belakangan ini juga diikuti oleh India. bisa mencapai 60 dolar AS per barel. Unsur-unsur utamanya terdiri dari karbon. harga minyak di pasar dunia pada triwulan keempat tahun 2005 menurut perkiraan pengamat perminyakan.3 Sumberdaya batu bara 3 Gasifikasi batu bara 4 Bagaimana membuat batu bara bersih o 4.‖ katanya kemarin. juga terbentuk endapan-endapan batu bara yang ekonomis di belahan bumi bagian selatan.1 Umur batu bara 1. merupakan turunan dari alga. Batu bara atau batubara adalah salah satu bahan bakar fosil. kira-kira 270 jtl. adalah masa pembentukan batu bara yang paling produktif dimana hampir seluruh deposit batu bara (black coal) yang ekonomis di belahan bumi bagian utara terbentuk. 1 Batu bara secara umum 1. Saya perkirakan jumlahnya mencapai 84 juta barel per hari atau sekitar 2 juta barel lebih banyak dibandingkan permintaan minyak tahun 2003 yang hanya 82. Pengertian umumnya adalah batuan sedimen yang dapat terbakar.5 juta barel per hari. Namun hingga memasuki masa-masa awal triwulan kedua tahun 2005 harga minyak di pasaran dunia sama sekali tidak mengalami penurunan. seperti Australia.‖ katanya. dari Zaman Pre-kambrium hingga Ordovisium dan bersel tunggal. Jenis-jenis tumbuhan pembentuk batu bara dan umurnya menurut Diessel (1981) adalah sebagai berikut:  Alga. berdasarkan perilaku permintaan minyak di pasar dunia.1 Membuang NOx dari batu bara 5 Cadangan batu bara dunia 6 Negara pengekspor batu bara utama 7 Lihat pula 8 Referensi 9 Pranala luar o o o o         [sunting] Batu bara secara umum [sunting] Umur batu bara Pembentukan batu bara memerlukan kondisi-kondisi tertentu dan hanya terjadi pada era-era tertentu sepanjang sejarah geologi. OPEC. dan berlangsung terus hingga ke Zaman Tersier (70 . ―Sekarang kita sudah masuk ke triwulan kedua tetapi harga minyak masih bertahan pada 55 dolar AS. Sejauh ini.3 Kelas dan jenis batu bara 1.

00 39.Atas namun di Sumatera umurnya lebih muda. sub-bituminus. endapan batu bara yang bernilai ekonomis terdapat di cekungan Tersier.50 0. tingkat oksidasi dan gangguan biologis yang dapat menyebabkan proses pembusukan (dekomposisi) dan kompaksi material organik serta membentuk gambut. meliputi proses perubahan dari lignit menjadi bituminus dan akhirnya antrasit.Pteridofita. Secara ringkas ada 2 tahap proses yang terjadi. dari Zaman Kapur Atas hingga kini. buah yang menutupi biji.00 40. Laut Jawa hingga Sumatera.86% unsur karbon (C) dan berkadar air 8-10% dari beratnya. Tarakan (Kalimantan Timur).00 7. kira-kira 20 juta tahun yang lalu menurut Skala waktu geologi. Ekstensi berumur Eosen ini terjadi sepanjang tepian Paparan Sunda. kurang dapat terawetkan.00 4. mengandung antara 86% . dimulai pada saat material tanaman terdeposisi hingga lignit terbentuk.50 0.50 0.00 8. endapan fluvial yang terjadi pada fasa awal kemudian ditutupi oleh endapan danau (non-marin). terutama fluviatil.40 12. Tumbuhan heteroseksual.80 6700  . Kedua umur endapan batu bara ini terbentuk pada lingkungan lakustrin. Barito (Kalimantan Selatan). kipas aluvial dan endapan danau yang dangkal.  Sub-bituminus mengandung sedikit karbon dan banyak air.  Gimnospermae. semisal pinus.  Lignit atau batu bara coklat adalah batu bara yang sangat lunak yang mengandung air 35-75% dari beratnya. jantan dan betina dalam satu bunga.[3] Endapan batu bara Eosen yang telah umum dikenal terjadi pada cekungan berikut: Pasir dan Asam-asam (Kalimantan Selatan dan Timur). kurang bergetah dibanding gimnospermae sehingga. Batu bara ini terbentuk dari endapan gambut pada iklim purba sekitar khatulistiwa yang mirip dengan kondisi kini. Jenis tumbuhan modern. berkadar abu dan sulfur tinggi. yang terletak di bagian barat Paparan Sunda (termasuk Pulau Sumatera dan Kalimantan). [1] [sunting] Endapan batu bara Eosen Endapan ini terbentuk pada tatanan tektonik ekstensional yang dimulai sekitar Tersier Bawah atau Paleogen pada cekungancekungan sedimen di Sumatera dan Kalimantan. Di Kalimantan bagian tenggara. by :masdian darma putra [sunting] Batu bara di Indonesia Di Indonesia. Ombilin (Sumatera Barat) dan Sumatera Tengah (Riau). Dibawah ini adalah kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Eosen di Indonesia. Di Sumatera bagian tengah. Sebaliknya. biji terbungkus dalam buah. yakni Eosen Atas hingga Oligosen Bawah. umur Devon Atas hingga KArbon Atas.00 15. mengandung kadar getah (resin) tinggi. yang disebabkan terutama oleh gerak penunjaman Lempeng Indo-Australia. panas dan waktu. Tetumbuhan tanpa bunga dan biji. Kelas batu bara yang paling banyak ditambang di Australia. kira-kira 45 juta tahun yang lalu dan Miosen atau sekitar Tersier Atas. secara umum. [sunting] Pembentukan batu bara Proses perubahan sisa-sisa tanaman menjadi gambut hingga batu bara disebut dengan istilah pembatu baraan ( coalification). mirip dengan daerah pembentukan gambut yang terjadi saat ini di daerah timur Sumatera dan sebagian besar Kalimantan. dan oleh karenanya menjadi sumber panas yang kurang efisien dibandingkan dengan bituminus. kurun waktu mulai dari Zaman Permian hingga Kapur Tengah. endapan batu bara Eosen umumnya lebih tipis. Pemekaran Tersier Bawah yang terjadi pada Paparan Sunda ini ditafsirkan berada pada tatanan busur dalam. pengendapan batu bara terjadi sekitar Eosen Tengah .00 41. yakni:  Tahap Diagenetik atau Biokimia. dengan warna hitam berkilauan (luster) metalik. dari sebelah barat Sulawesi. pada umumnya endapan batu bara ekonomis tersebut dapat dikelompokkan sebagai batu bara berumur Eosen atau sekitar Tersier Bawah.  Tahap Malihan atau Geokimia.[2] Lingkungan pengendapan mula-mula pada saat Paleogen itu non-marin. berkembang biak dengan spora dan tumbuh di iklim hangat. Dari batuan sedimen yang pernah ditemukan dapat diketahui bahwa pengendapan berlangsung mulai terjadi pada Eosen Tengah. Melawi dan Ketungau (Kalimantan Barat). Kutai Atas (Kalimantan Tengah dan Timur). Jenis Pteridospermae seperti gangamopteris dan glossopteris adalah penyusun utama batu bara Permian seperti di Australia. Hal ini sangat umum dijumpai pada batu bara Miosen. Agen utama yang berperan dalam proses perubahan ini adalah kadar air. lignit dan gambut. Dengan kata lain. Kadar air Kadar air Kadar abu Zat terbang Belerang Nilai energi Tambang Cekungan Perusahaan total (%ar) inheren (%ad) (%ad) (%ad) (%ad) (kkal/kg)(ad) AsamPT Arutmin Satui 10.98% unsur karbon (C) dengan kadar air kurang dari 8%. dataran pantai atau delta.80 6800 asam Indonesia PT Arutmin Senakin Pasir 9.00 4.  Angiospermae. [sunting] Kelas dan jenis batu bara Berdasarkan tingkat proses pembentukannya yang dikontrol oleh tekanan. Beberapa diantaranya tegolong kubah gambut yang terbentuk di atas muka air tanah rata-rata pada iklim basah sepanjang tahun.  Antrasit adalah kelas batu bara tertinggi. batu bara umumnya dibagi dalam lima kelas: antrasit.  Bituminus mengandung 68 . berpori dan memiliki kadar air di atas 75% serta nilai kalori yang paling rendah.[2] Berbeda dengan yang terjadi di Kalimantan bagian tenggara dimana endapan fluvial kemudian ditutupi oleh lapisan batu bara yang terjadi pada dataran pantai yang kemudian ditutupi di atasnya secara transgresif oleh sedimen marin berumur Eosen Atas. Materi utama pembentuk batu bara berumur Karbon di Eropa dan Amerika Utara. bituminus.  Gambut. kubah gambut ini terbentuk pada kondisi dimana mineral-mineral anorganik yang terbawa air dapat masuk ke dalam sistem dan membentuk lapisan batu bara yang berkadar abu dan sulfur rendah dan menebal secara lokal. India dan Afrika.70 6400 Indonesia Petangis Pasir PT BHP 11. Kalimantan bagian timur.

00 18. akan lebih bermakna dan efisien jika dikonversi menjadi migas sintetis. batu bara bukanlah bahan bakar yang sempurna. yang bertujuan untuk mencapai efisiensi pembakaran yang maksimum. endapan batu bara di sekitar hilir Sungai Mahakam.00 4. (berdasarkan harga solar industri Rp. batu bara merupakan bahan bakar utama selain solar (diesel fuel) yang telah umum digunakan pada banyak industri.80 0. metan (CH4). dan nitrogen (N2) – dapat digunakan sebagai bahan bakar. (ad) .00 4.30 34. Selain mengotori lingkungan melalui polutan CO2. Dari segi kuantitas batu bara termasuk cadangan energi fosil terpenting bagi Indonesia.30 37. Namun kebanyakan sumberdaya batu bara Miosen ini tergolong sub-bituminus atau lignit sehingga kurang ekonomis kecuali jika sangat tebal (PT Adaro) atau lokasi geografisnya menguntungkan. SO2. karbon dioksida (CO2).49 5300 (ad) bagian selatan Paringin Barito PT Adaro 24.74/kilokalori sedangkan batu bara hanya Rp 0. 1998 [sunting] Sumberdaya batu bara Potensi sumberdaya batu bara di Indonesia sangat melimpah.00 (ar) 37.00 10. terutama di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera. Dua cara yang dipertimbangkan dalam hal ini adalah likuifikasi (pencairan) dan gasifikasi (penyubliman) batu bara. Tetapi. dan Sulawesi. sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai batu bara walaupun dalam jumlah kecil dan belum dapat ditentukan keekonomisannya.Tengah pada Paparan Sunda telah berakhir.60 16. atau bahan petrokimia lain yang bernilai ekonomi tinggi.00 4. Jumlah ini sebenarnya cukup untuk memasok kebutuhan energi listrik hingga ratusan tahun ke depan.00 5.as received. pulverized.50 (ar) 6900 (ar) Coal (ar) . Ombilin Ombilin [sunting] Gasifikasi batu bara Coal gasification adalah sebuah proses untuk merubah batu bara padat menjadi gas batu bara yang mudah terbakar (combustible gases).10 5950 (ad) (ar) . cara-cara pembakaran langsung seperti: fixed grate. Pada Kala Oligosen hingga Awal Miosen ini terjadi transgresi marin pada kawasan yang luas dimana terendapkan sedimen marin klastik yang tebal dan perselingan sekuen batugamping. fluidized bed.00 4. Jumlahnya sangat berlimpah. NOx dan CxHy cara ini dinilai kurang efisien dan kurang memberi nilai tambah tinggi. gasifikasi secara nyata mempunyai tingkat emisi udara. Batu bara ini umumnya terdeposisi pada lingkungan fluvial.50 6100 (ad) Lati Tarakan PT Berau Coal 24. dan lain-lain.200/liter). kotoran padat dan limbah terendah. Batu bara Miosen juga secara ekonomis ditambang di Cekungan Bengkulu.Kendilo Coal PT Bukit Asam 12. bila batu bara ini terbakar kotoran-kotoran ini akan dilepaskan ke udara. Sumber: Indonesian Coal Mining Association.00 40.60 6900 PT Allied Indo Parambahan Ombilin 4. beberapa partikel kecil ini juga tertangkap di . 1998 [sunting] Endapan batu bara Miosen Pada Miosen Awal.00 0. seperti di Jawa Barat.50 6800 (ar) Prima Coal PT Kaltim Pinang Kutai 13.00 36. Tabel dibawah ini menunjukan kualitas rata-rata dari beberapa endapan batu bara Miosen di Indonesia.air dried.00 40. chain grate. (ad) .50 0. bila mengapung di udara zat kimia ini dapat menggabung dengan uap air (seperti contoh kabut) dan tetesan yang jatuh ke tanah seburuk bentuk asam sulfurik dan nitrit.09/kilokalori. Cekungan Barito (Kalimantan Selatan) dan Cekungan Sumatera bagian selatan.0. Kalimantan Timur dan beberapa lokasi di dekat Tanjungenim. mencapai puluhan milyar ton. partikel kecil ini tidak terbakar dan membuat debu yang tertinggal di coal combustor.50 0.20 5200 (ar) South Agung Binungan Tarakan PT Berau Coal 18.30 (ar) 0. hanya menggunakan udara dan uap air sebagai reacting-gas kemudian menghasilkan water gas atau coal gas. Membakar batu bara secara langsung (direct burning) telah dikembangkan teknologinya secara continue. Jawa Tengah. masing-masing mempunyai kelebihan dan kelemahannya.00 0. Endapan batu bara Miosen yang ekonomis terutama terdapat di Cekungan Kutai bagian bawah (Kalimantan Timur).air dried. Ciri utama lainnya adalah kadar abu dan belerang yang rendah. hidrogen (H). Terikat didalamnya adalah sulfur dan nitrogen.10 0.00 37. termasuk kotoran yang umum tercampur dengan batu bara. Di Indonesia.00 3. dengan perbandingan sebagai berikut: Solar Rp 0. setelah proses pemurnian gas-gas ini karbon monoksida (CO). Indonesia tidak mungkin membakar habis batu bara dan mengubahnya menjadi energis listrik melalui PLTU. Disini juga ada noda mineral kecil.50 <8. Sayangnya. 6.00 7. Namun batu bara Miosen di beberapa lokasi juga tergolong kelas yang tinggi seperti pada Cebakan Pinang dan Prima (PT KPC).60 0. Sumber: Indonesian Coal Mining Association.50 .90 5800 (ad) Sumatera Air Laya PT Bukit Asam 24. Batu bara sebaiknya tidak langsung dibakar. dari segi ekonomis batu bara jauh lebih hemat dibandingkan solar. disebut sebagai "hujan asam" ―acid rain‖. delta dan dataran pantai yang mirip dengan daerah pembentukan gambut saat ini di Sumatera bagian timur.00 6.40 6200 (ar) Prima Coal Roto PT Kideco Jaya Pasir 24.00 39.00 14. Papua.00 0. Kadar air Kadar Kadar air Zat terbang Belerang Nilai energi Tambang Cekungan Perusahaan inheren abu total (%ar) (%ad) (%ad) (kkal/kg)(ad) (%ad) (%ad) PT Kaltim Prima Kutai 9.20 40. Cekungan Sumatera bagian selatan.as received. Pengangkatan dan kompresi adalah kenampakan yang umum pada tektonik Neogen di Kalimantan maupun Sumatera. pemekaran regional Tersier Bawah .

" namun dapat menekan lebih dari 90% polusi Nox. Beberapa sulfur yang ada sebagai bintik kecil di batu bara disebut sebagai "pyritic sulfur " karena ini dikombinasikan dengan besi menjadi bentuk iron pyrite. Beberapa proses telah dicoba untuk mencampur batu bara dengan bahan kimia yang membebaskan sulfur pergi dari molekul batu bara. tipe lain dari pada polusi yang dapat membuat kotornya udara. Angka ini hanya . Ada juga teknologi baru yang bekerja seperti "scubbers" yang membersihkan NOX dari flue gases (asap) dari boiler batu bara. tipe sulfur ini disebut "organic sulfur.putaran combustion gases bersama dengan uap air. bongkahan batu bara dimasukkan ke dalam tangki besar yang terisi air .064 juta ton cadangan batu bara dunia yang terbukti (9. atau cukup untuk 155 tahun (cadangan ke rasio produksi).[5] terdapat cukup batu bara untuk menyediakan energi bagi seluruh dunia untuk 600 tahun. sulfur terdiri dari 3 sampai 10 % dari berat batu bara. [sunting] Bagaimana membuat batu bara bersih Ada beberapa cara. beberapa batu bara yang ditemukan di Wyoming. Fasilitas pencucian ini dinamakan "coal preparation plants" yang membersihkan batu bara dari pengotor-pengotornya. Konsep ini disebut "staged combustion" karena batu bara dibakar secara bertahap. Alat ini sebenarnya adalah "flue gas desulfurization units. Nilai energi dari semua batu bara dunia adalah 290 zettajoules. atom nitrogen ini terpecah dan terikat dengan oksigen. pada Laporan Tahunan 2006. sulfur adalah zat kimia kekuningan yang ada sedikit di batu bara. British Petroleum. dari asap yang keluar dari cerobong beberapa partikel kecil ini adalah sangat kecil setara dengan rambut manusia. Montana dan negara-negara bagian sebelah barat lainnya sulfur hanya sekitar 1/100ths (lebih kecil dari 1%) dari berat batu bara. Campuran pembakaran kemudian dikirim ke ruang pembakaran yang kedua dimana terdapat proses yang mirip berulangulang sampai semua bahan bakar habis terbakar. Di udara." dan pencucian tak akan menghilangkannya.236 × 1014 kg). Contoh sulfur. Salah satu cara terbaik untuk mengurangi NOx adalah menghindari dari bentukan asalnya. Kadang disebut juga sebagai "low-NOx burners" dan telah dikembangkan sehingga dapat mengurangi kangdungan Nox yang terlepas di uadara lebih dari separuh. [sunting] Cadangan batu bara dunia Daerah batu bara di Amerika Serikat Pada tahun 1996 diestimasikan terdapat sekitar satu exagram (1 × 1015 kg atau 1 trilyun ton) total batu bara yang dapat ditambang menggunakan teknologi tambang saat ini. dan dapat membantu terbentuknya sesuatu yang disebut ―ground level ozone‖. NOx juga dapat dibentuk dari atom nitrogen yang terjebak didalam batu bara. Beberapa dari alat ini menggunakan bahan kimia khusus yang disebut katalis yang mengurai bagian NOx menjadi gas yang tidak berpolusi. batu bara mengambang ke permukaan ketika kotoran sulfur tenggelam. West Virginia dan eastern states lainnya. [sunting] Membuang NOx dari batu bara Nitrogen secara umum adalah bagian yang besar dari pada udara yang dihirup. walaupun alat ini lebih mahal dari "low-NOx burners. NOx adalah polutan yang dapat menyebabkan kabut coklat yang kabur yang kadang kala terlihat di seputar kota besar. diperkirakan setengahnya merupakan batu bara keras. Di bawah kondisi ini kebanyakan oksigen terkombinasikan dengan bahan bakar daripada dengan nitrogen. bagaimanapun sulfur pada batu bara adalah secara kimia benar-benar terikat dengan molekul karbonnya. Pennsylvania. Secara khusus pada proses satu kali. juga sebagai polusi yang membentuk ―acid rain‖ (hujan asam). Penting bahwa sebagian besar sulfur ini dibuang sbelum mencapai cerobong asap.[4] Dengan konsumsi global saat ini adalah 15 terawatt. memperkirakan pada akhir 2005. Satu cara untuk membersihkan batu bara adalah dengan cara mudah memecah batu bara ke bongkahan yang lebih kecil dan mencucinya. terdapat 909." tetapi banyak orang menyebutnya "scrubbers" — karena mereka men-scrub (menggosok) sulfur keluar dari asap yang dikeluarkan oleh tungku pembakar batu bara. Tidak semua sulfur bisa dibersihkan dengan cara ini. tetapi ketika udara dipanaskan seperti pada nyala api boiler (3000 F=1648 C). Kebanyakan pembangkit tenaga listrik modern dan semua fasilitas yang dibangun setelah 1978 — telah diwajibkan untuk mempunyai alat khusus yang dipasang untuk membuang sulfur dari gas hasil pembakaran batu bara sebelum gas ini naik menuju cerobong asap. tetapi kebanyakan proses ini sudah terbukti terlalu mahal. pada beberapa batu bara yang ditemukan di Ohio. selain itu dikenal sebagai "fool's gold‖ dapat dipisahkan dari batu bara. bentuk ini sebagai nitrogen oksida atau kadang kala itu disebut sebagai NOx. beberapa cara telah ditemukan untuk membakar barubara di pemabakar dimana ada lebih banyak bahan bakar dari pada udara di ruang pembakaran yang terpanas. ilmuan masih bekerja untuk mengurangi biaya dari prose pencucian kimia ini. secara normal atom-atom nitrogen mengambang terikat satu sama lainnya seperti pasangan kimia. pada kenyataannya 80% dari udara adalah nitrogen.

7 41.cadangan yang diklasifikasikan terbukti.0 16.8 107. Departemen Energi Amerika Serikat memperkirakan cadangan batu bara di Amerika Serikat sekitar 1.5 65.3 28.081.0 78.8 95.9 131.1 43.81 × 1014 kg).7 16.4 27.4 57.0 .[6] [sunting] Negara pengekspor batu bara utama Pengekspor batu bara berdasarkan negara dan tahun (dalam juta ton)[11] Negara 2003 2004 Australia Amerika Serikat Afrika Selatan Bekas Uni Soviet Polandia Kanada Republik Rakyat Cina Amerika Selatan Indonesia Total 238.9 247.6 48. terus memberikan cadangan baru.7 103. program bor eksplorasi oleh perusahaan tambang. terutama sekali daerah yang di bawah eksplorasi.9 55.0 74.4 764. yang setara dengan 4.786 BBOE (billion barrels of oil equivalent).8 713.279 juta ton (9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful