HIBAH DAN SEDEKAH

Fiqih Muamalah

Dhea nur sya’adah syafarillah(109015000101) Ega yulina(109015000091) Ilmi suciana(109015000095) Furqonudin

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN PENDISIKAN IPS 1c 2009

Desember. Untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan agar dalam pembuatan makalah selanjutnya dapat lebih baik.KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Tidak lupa pula kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing dan teman-teman yang terlibat dalam pembuatan makalah ini. Amin.2009 Penyusun . semoga makalah ini dapat bermanfaat untuk kami pada khususnya dan reka-rekan pada umumnya. Harapan kami. Sholawat dan salam senantisa tercurah pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan.

. ‫ ( الهبببة‬hibah) adalah dengan huruf ha di-kasrah dan ba tanpa syiddah berarti memberikan (tamlik) sesuatu kepada orang lain pada waktu masih hidup tanpa meminta ganti.BAB I PENDAHULUAN Salah satu dari anjuran agama Islam adalah tolong-menolong antara sesama muslim ataupun non muslim. Bentuk tolong-menolong itu bermacam-macam. Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. dan lain sebagainya. bisa berupa benda. jasa. atau disebut juga pemberian cuma-cuma tanpa mengharapkan imbalan. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. jual beli. Salah satu di antaranya adalah hibah.

3. yang mana wasiat diberikan setelah si pewasiat meninggal dunia). dan pemberian itu dilangsungkan pada saat si pemberi masih hidup (inilah yang membedakannya dengan wasiat. Pengertian Hibah Kata "hibah" berasal dari bahasa Arab yang secara etimologis berarti melewatkan atau menyalurkan. HIBAH 1. Penghibah . 2. yaitu orang yang memberi hibah 2. Rukun Dan Syarat Sahnya Hibah Rukun hibah adalah sebagai berikut : 1. Sedangkan Sulaiman Rasyid mendefinisikan bahwa hibah adalah memberuikan zat dengan tidak ada tukarnya dan tidak ada karenanya. Sayyid Sabiq mendefinisikan hibah adalah akad yang pokok persoalannya pemberian harta milik seseorang kepada orang lain di waktu dia hidup. dengan demikian berarti telah disalurkan dari tangan orang yang memeberi kepada tangan orang yang diberi. Dasar Hukum Hibah Dasar hukum hibah ini dapat kita pedomani hadits Nabi Muhammad SAW antara lain hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad dari hadits Khalid bin 'Adi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hibah adalah merupakan suatu pemberian yang bersifat sukarela (tidak ada sebab dan musababnya) tnpa da kontra prestasi dari pihak penerima pemberian. Dalam istilah hukum perjanjian yang seperti ini dinamakan juga dengan perjanjian sepihak (perjanjian unilateral) sebagai lawan dari perjanjian bertimbal balik (perjanjian bilateral). maka hendaklah ia menerimanya dan tidak menolaknya. tanpa adanya imbalan. bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya sebagai berikut : "Barangsiapa mendapatkan kebaikan dari saudaranya yang bukan karena mengharap-harapkan dan meminta-minta. karena ia adalah rezeki yang diberi Allah kepadanya". Penerima hibah yaitu orang yang menerima pemberian .BAB II PEMBAHASAN A.

4. b. 3. Penghibah adalah orang yang cakap bertindak menurut hukum (dewasa dan tidak kurang akal). Benda tersebut dapat dimiliki zatnya. Dalam hal ini berarti setiap orang dapat menerima hibah. Menurut beberapa ahli hukum Islam bahwa ijab tersebut haruslah diikuti dengan kabul. d. Adapun mengenai ijab kabul yaitu adanya pernyataan. Sedangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu hibah sah adalah : 1. Penghibah bukan orang yang dibatasi haknya disebabkan oleh sesuatu alasan c. b. Barang yang dihibahkan adalah milik si penghibah. lantas si penerima hibah menjawab : "Aku terima hibahmu". misalnya : si penghibah berkata : "Aku hibahkan rumah ini kepadamu". 2. Ijab dan kabul. kurang akal. Penghibah tidak dipaksa untuk memnerikan hibah. Syarat-syarat bagi penghibah a. Benda tersebut benar-benar ada. walau bagaimana pun kondisi fisik dan keadaan mentalnya. diterima peredarannya dan pemilikannya dapat dialihkan. Dengan demikian memberi hibah kepada bayi yang masih ada dalam kandungan adalah tidak sah. dewasa. Syarat-syarat benda yang dihibahkan a.3. dalam hal ini dapat saja dalam bentuk lisan atau tulisan. Syarat-syarat penerima hibah Bahwa penerima hibah haruslah orang yang benar-benar ada pada waktu hibah dilakukan. d. . dengan demikian tidaklah sah menghibahkan barang milik orang lain. c. Dan tidak dipersoalkan apakah dia anakanak. Benda tersebut mempunyai nilai. Benda yang dihibahkan. Benda yang dihibahkan itu dapat dipisahkan dan diserahkan kepada penerima hibah. Adapun yang dimaksudkan dengan benar-benar ada ialah orang tersebut (penerima hibah) sudah lahir.

Hibah Orang Sakit Dan Hibah Seluruh Harta Apabila seseorang menghibahkan hartanya sedangkan ia dalam keadaan sakit. 4. maka apabila ada orang lain atau salah seorang ahli waris mengaku bahwa ia telah menerima hibah maka hibahnya tersebut dipandang tidak sah. An. demikian juga penyerahan barang yang dihibahkan. 5.Sedangkan Hanafi berpendapat ijab saja sudah cukup tanpa harus diikuti oleh kabul. Penghibahan dilaksanakan semasa hidup. hal ini dimaksudkan untuk menghindari silang sengketa dibelakang hari. Penghibahan hendaknya dilaksanakan di hadapan beberapa orang saksi (hukumnya sunat). hukum hibahnya tersebut sama dengan hukum wasiatnya. Mereka menganggap orang yang berbuat demikian itu sebagai orang yang dungu dan orang yang dungu wajib dibatasi tindakannya. Adapun menyangkut pelaksanaan hibah menurut ketentuan syari'at Islam adalah dapat dirumuskan sebagai berikut : 1. dengan pernyataan lain hanya berbentuk pernyataan sepihak. Dasar hukum ketentuan ini dapat ditemukan dalam hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Daud. bahwa menurut jumhur ulama seseorang dapat / boleh menghibahkan semua apa yang dimilikinya kepada orang lain. terutama sekali oleh si pemberi hibah. Adapun hibah yang boleh ditarik hanyalah hibah yang dilakukan atau diberikan orang tua kepada anak-anaknya. 2. Penarikan Kembali Hibah Penarikan kembali atas hibah adalah merupakan perbuatan yang diharamkan meskipun hibah itu terjadi antara dua orang yang bersaudara atau suami isteri. meskipun di dalam kebaikan. 4. sebagaimana dikemukakan oleh Sayid Sabiq. Muhammad Ibnu Hasan (demikian juga sebagian pentahqiq mazhab Hanafi) berpendapat bahwa : Tidak sah menghibahkan semua harta. yang mana sakitnya tersebut membawa kepada kematian. Sedangkan menyangkut penghibahan seluruh harta. Ibnu Majjah dan At-tarmidzi yang artinya berbunyi sebagai berikut : . 3. Beralihnya hak atas barang yang dihibahkan pada saat penghibahan dilakukan.Nasa'i. Dalam melaksanakan penghibahan haruslah ada pernyataan.

7. kenalan dan ahli masyarakat 11. para nabi. orang-orang miskin. bahkan kepada musuh-musuh yang membenci Islam apabila diketahui lembut hatinya apabila di’beri’kan sesuatu. kemudian ia memakan muntah itu kembali. meningkatkan citarasa kecaknaan dan saling membantu dalam kehidupan 11. hikmah hibah ini boleh dirumuskan dalam perkara berikut (tanpa menghadkan kepada perkara di bawah) : 11.2. 2. para malaikat. memudahkan aktiviti saling menasihati dan pesan-memesan dengan kebenaran dan kesabaran 11. mengelak perasaan khianat yang mungkin wujud sebelumnya 11.9. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahu .10. 6. dapat membina jejambat perhubungan dengan pihak yang menerima hibah. melunakkan hati sesama manusia 11. menumbuhkan rasa penghargaan dan baik sangka sesama manusia 11. kemudian dia mengambil kembali pemberiannya."Dari Ibnu Abbas dan Ibnu 'Umar bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda : "Tidak halal bagi seorang lelaki untuk memberikan pemberian atau menghibahkan suatu hibah. kecuali hibah itu dihibahkan dari orang tua kepada anaknya. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. kasih sayang. Menimbulkan rasa hormat. 1. Hibah ini merupakan salah satu aktiviti kemasyarakatan yang berkesan memupuk rasa hormat. 11.1. pada tiap-tiap bulir seratus biji.3. menghilangkan rasa dengki dan dendam sesama anggota masyarakat 11.8.4. kawan. kasih sayang. Keistimewaan hibah ini ialah ianya boleh dilakukan kepada orang yang bukan Islam sekali pun. anak-anak yatim. lalu setelah anjing itu kenyang ia muntah. maka dia itu bagaikan anjing yang makan. Akan tetapi kebaikan itu adalah orang yang beriman kepada Allah. meningkatkan semangat bersatu padu dan bekerjasama 11.6. hari akhir. mesra dan tolak ansur sesama ahli setempat. Hikmah dalam Amalan Hibah Hibah disyari’atkan dalam Islam dengan galakan yang mendalam adalah untuk memaut hati kalangan masyarakat Islam itu sendiri sesama mereka dan memperdekatkan perasaan kejiwaan sesama manusia yang hidup dalam masyarakat Islam atau di luar masyarakat Islam. Firman Allah SWT QS Al-Baqarah : 261 : Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah[166] adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir.5. Secara ringkasnya. menghilangkan rasa segan dan malu sesama jiran. memberikan harta yang disukainya kepada kerabat dekatnya. baik sangka. orang yang meminta-minta dan untuk membebaskan budak. Al-Baqarah : 177) yang artinya: Bukanlah kebaikan itu engkau mengarahkan wajahmu menghadap timur dan barat. toleransi. Firman Allah SWT (QS. Perumpamaan bagi orang yang memberikan suatu pemberian kemudian dia rujuk di dalamnya (menarik kembali pemberiannya). ramah mesra dan kecaknaan dalam kehidupan sosial sesebuah negara.

Para fuqaha sepakat hukum sedekah pada dasarnya adalah sunah. sedekah dalam arti sadaqah at-tatawwu' berbeda dengan zakat. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Sedekah lebih utama jika diberikan secara diam-diam dibandingkan diberikan secara terang-terangan dalam arti diberitahukan atau diberitakan kepada umum. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah. sementara dia mempunyai makanan yang lebih dari apa yang diperlukan saat itu. SEDEKAH 1. maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar. Mengenai kriteria barang yang lebih utama disedekahkan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT yang artinya. Menurut fuqaha. atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Terakhir ada kalanya juga hukum sedekah berubah menjadi wajib. berpahala bila dilakukan dan tidak berdosa jika ditinggalkan. Hadis yang menganjurkan sedekah juga tidak sedikit jumlahnya.'' (QS An Nisaa [4]: 114). Di antara ayat yang dimaksud adalah firman Allah SWT yang artinya: ''Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka. barang yang akan disedekahkan sebaiknya barang yang berkualitas baik dan disukai oleh pemiliknya. ''Kamu sekali-kali tidak sampai . para fuqaha berpendapat. Di dalam Alquran banyak sekali ayat yang menganjurkan kaum Muslimin untuk senantiasa memberikan sedekah. kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah.Pengertian Sedekah Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih utama diberikan kepada kaum kerabat atau sanak saudara terdekat sebelum diberikan kepada orang lain. Sedekah dalam pengertian di atas oleh para fuqaha (ahli fikih) disebuh sadaqah attatawwu' (sedekah secara spontan dan sukarela). Kemudian sedekah itu seyogyanya diberikan kepada orang yang betul-betul sedang mendambakan uluran tangan. adakalanya hukum sedekah menjadi haram yaitu dalam kasus seseorang yang bersedekah mengetahui pasti bahwa orang yang bakal menerima sedekah tersebut akan menggunakan harta sedekah untuk kemaksiatan. Hukum sedekah juga menjadi wajib jika seseorang bernazar hendak bersedekah kepada seseorang atau lembaga. Dalam hadits itu dijelaskan salah satu kelompok hamba Allah SWT yang mendapat naungan-Nya di hari kiamat kelak adalah seseorang yang memberi sedekah dengan tangan kanannya lalu ia sembunyikan seakan-akan tangan kirinya tidak tahu apa yang telah diberikan oleh tangan kanannya tersebut. Di samping sunah.B. Hal ini sejalan dengan hadits Nabi SAW dari sahabat Abu Hurairah. yaitu ketika seseorang bertemu dengan orang lain yang sedang kelaparan hingga dapat mengancam keselamatan jiwanya.

(dam/disarikan dari buku Ensiklopedi Islam) 2. b. a. Shadaqah juga dapat mengikat tali persaudaraan yang lebih erat diantara kita.kepada kebaktian (yang sempurna). janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti perasaan si penerima. Hikmah Shadaqah.'' (QS Al Baqarah [2]: 264). Shadaqah dapat menjauhkan kita dari bencana. sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dapat membantu saudara-saudara kita yang kurang mampu dan dapat mencegah saudara-saudara kita dari kemudharatan.. Hal ini ditegaskan Allah SWT dalam firman-Nya yang berarti: ''Hai orang-orang yang beriman. c.. . Pahala sedekah akan lenyap bila si pemberi selalu menyebut-nyebut sedekah yang telah ia berikan atau menyakiti perasaan si penerima.'' (QS Ali Imran [3]: 92). baik yangsipemberi maupun sipenerima.

ijab dan kabul. Rukun hibah.BAB III PENUTUP KESIMPULAN 1. dan benda yang dihibahkan. 4. Syarat-syarat hibah itu meliputi syarat penghibah. . 3. yang mana wasiat diberikan setelah si pewasiat meninggal dunia). Menurut jumhur ulama seseorang dapat / boleh menghibahkan semua apa yang dimilikinya kepada orang lain. penerima hibah dan benda yang dihibahkan. 2. Sedekah asal kata bahasa Arab shadaqoh yang berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seorang muslim kepada orang lain secara spontan dan sukarela tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. dan pemberian itu dilangsungkan pada saat si pemberi masih hidup (inilah yang membedakannya dengan wasiat. Penghibahan harta yang dilakukan oleh orang sakit hukumnya sama dengan wasiat. 5. yaitu : penghibah . penerima hibah. Juga berarti suatu pemberian yang diberikan oleh seseorang sebagai kebajikan yang mengharap ridho Allah SWT dan pahala semata. Hibah adalah merupakan suatu pemberian yang bersifat sukarela (tidak ada sebab dan musababnya) tnpa da kontra prestasi dari pihak penerima pemberian.

305 Sayid Sabiq.Bandung: PT. Hukum Perjanjian Dalam Islam. Jakarta: Akademika Pressindo. Sulaiman. Sabiq.DAFTAR PUSTAKA Abdurrahman. 1990. H SH MH. Chairuman Drs dan Suhrawardi K. Sulaiman Rasyid. Al-Ma'arif. Lubis SH. 1996. Jakarta: Akademika Pressindo. Rasyid. Sayid Sabiq. Kompilasi Hukum Islam. Cit. 2004 . Bandung: Sinar Baru. 1988. Op. hlm. H. 1990. Fikih Sunnah Jilid 14. Bandung: PT. 167. Al-Ma'arif. Fikih Sunnah Jilid 14. Jakarta: sinar Grafika. Pasaribu. 173 H. hlm. Bandung: Sinar Baru. hlm. Fiqh Islam. Fiqh Islam. 2004. Kompilasi Hukum Islam. Abdurrahman SH MH. 1988. Sayid.