PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Pembentukan Karakter (Character Building). Mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah ; berpikir paradigmais, bertindak rasional dan mampu melahirkan sains, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak

MODUL

Oleh : Dr. Asep Zaenal Ausop, M.Ag Diterbitkan oleh Jurusan Sosioteknologi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Bandung

1

1426 H. / 2005 M.

2

Daftar Isi
Nomor dan Judul Modul A. Pengantar :
(1). (2). (3). Metodologi Studi Islam ……………………………………………… Konsep Alam ; Relasi Hukum Alam dan Hukum AlQur’an ……… Sistimatika Dinul Islam………………………………………………

Hal.

B. Sumber Ajaran Islam : (4). (5). (6). Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsifungsi Al-Qur’an ………………………………………………………… As-Sunnah ; Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an……………………… Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. …………………..

C. Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan. (7). (8). (9). (10). (11). (12). (13). (14). Konsep Tuhan ; Menghadirkan Tuhan dalam aktivitas kehidupan… Konsep Manusia ; Kunci Sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi…………………………………………… Essensi Akhlaq ; Fungsi Ritual dalam pembetukkan karajter (character building) ………………………………………………………………… Studi Kritis tentang Tasawuf dan Tarekat. ……………………… Etika Islam tentang pembinaan keluarga. ………………………….. Etika Islam dalam kegiatan Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya. … Etika Islam dalam kegiatan Sosial Politik, HAM dan Penegakkan hukum……………………………………………………………………. Etika Islam dalam Pengembangan Sains, Teknologi dan Seni. …

3

teknologi dan Seni (Psikomotor). Termotivasi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui studi Islam yang lebih mendalami di luar kampus (afektif). Materi sumber Hukum Islam mengajak mahasiswa untuk memahami sumbersumber ajaran Islam yakni Al-Qur’an. aturan hidup yang masih bersifat global yang harus dijelaskan dengan sunnah Rasul. Materi Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam kehidupan berisi analisi seputar bagaimana menghadirkan Allah dalam aktivitas hidup.MODUL MATAKULIAH AGAMA ISLAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Matakuliah Kode Matakuliah Sks Tujuan Kurikuler : Pendidikan agama Islam di ITB pada dasarnya adalah pembentukan karakter (Character Building). Sedangkan dalam hal-hal kurang dijelaskan oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul. Tujuannya adalah untuk mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah . essensi dan tujuan pendidikan alIslam di ITB serta metodologi mempelajarinya. dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. Dalam hal ini fungsi rasul adalah sebagai whole model (uswah hasanah) yang perlu dijadikan pusat identifikasi. memfungsikan riitual dalam 4 . bukan sekadar transfer of knowledge atau transfer of values. baik dalam hubungannya dengan Allah. merumuskan kunci sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi. : Pendidikan Agama Islam : 2061 :2 Deskripsi Materi Kuliah Agama/ Etika Islam: Materi pengantar berisi tentang eksistensi. bertindak rasional dan mampu melahirkan sains. berpikir paradigmais. sehingga mereka meyakini bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai aturan absolut tentang jalan hidup. teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak Kompetensi yang diharapkan dari Pendidikan Agama Islam di ITB adalah agar mahasiswa memiliki paradigma berfikir yang benar dalam memahami ajaran Islam (kognitif). sehingga mereka mampu memahami dan meyakini bahwa terdapat relasi yang harmonis antara hukum Alam dengan hukum Agama karena kedua-duanya bersifat absolut yang tidak mungkin ada pertentangan. maka ditetapkanlah melalui Ijtihad sebagai metode penetapan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul. Selanjutnya mahasiswa diajak untuk memahami Islam secara holistik tetapi pada pengantar ini masih bersifat global. As-Sunnah dan Ijtihad. Mampu mengaplikasikan pesan-pesan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Sayyid Sabiq. Dr. Fiqh Sunnah. 7. Penerbit Pustaka Salman. Halal dan Haram dalam Islam . Metodologi Studi Islam Konsep Alam .Perubahan Prilaku (behavior change). tekonologi dan seni. Silabi Perkuliahan : A.H. Atlas Budaya.H. 2. K. 6. Yusuf Qardhawi. Penerbit Litera Antar Nusa. Sumber Ajaran Islam : (4). Bimbingan Hidup Mukmin. menyikapi ajaran tasawuf yang benar dan yang menyimpang. B. 5 . (3). Buku Wajib : 1. Dr. Relasi Hukum Alam dan Hukum Agama Sistimatika Dinul Islam. Etika Islam. Hukum Zakat. (2). (5). Dr. (6). Miftah Faridl. Materi Pengantar : (1). Ismail al-Faruqi. Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. Bandung : Penerbit Mizan. Yusuf Qardhawi. Pokok-pokok Ajaran Islam.K. Jakarta. As-Sunnah . Pustaka Salman. Jakarta. Miftah Faridl. 5. Lois Lamaya Al-Faruqi. Dr. 4. serta tentang etika Islam dalam pembinaan keluarga dan kegiatan sosial serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Sayyid Sabiq. 3. Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang. Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an. Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsi-fungsi AlQur’an. Terjemahan dari : The Cultural Atlas of Islam.

kepribadian) Tujuannya agar potensi yang dimiliki anak didik (potential capacity) menjadi kemampuan nyata (actual ability) dan tetap berada dalam posisi suci bersih (fitrah) dan lurus kepada Allah (hanief). komprehensif dan. 2. mahasiswa) untuk mengembangkan potensi (potential capasity) yang dimilikinya menjadi kemampuan nyata (actual ability) secara optimal sehingga tetap dalam kondisi fitrah dan hanief (lurus) sebagaimana keadaan ketika lahir. muttaqin). maka seorang guru harus mengajarkan Islam ilmu (yang berdasarkan dalil). Integrated meliputi penajaman IQ. (pembentukan karakter. afektif (keimanan) dan psikomotor (amaliyah) yang lebih baik dengan target akhir adanya perubahan prilaku ( behavior change) yang lebih baik (taqwa. Tujuannya adalah agar anak memiliki kualitas kognitif (pengetahuan). secara integrated.MODUL 1 METODOLOGI STUDI ISLAM Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami metodologi untuk mempelajari al-Islam secara integrated. Mahasiswa dapat mengaplikasikan beberapa metoda dalam mendalami ajaran al-Islam. 6 . Mahasiswa mampu memilih secara tepat pendekatan tekstualis dan kontekstual rasional dalam memahami al-Islam Pokok-pokok Materi Prolog : Pendidikan Islam bukanlah sekedar transfer of knowledges atau transfer of values tetapi merupakan aktivitas character building. komprehensif dan filosofis : Tujuan Instruksional Khusus (TIK): 1. siswa. Untuk mencapai itu. Hakikat Pendidikan Al-Islam : Pada hakikatnya Pendidikan al-Islam adalah proses bimbingan terhadap anak didik (santri. Juga potensi bertuhan Allah dan potensi-potensi lainnya. Emotional Quotien (EQ) dan Spiritual Quotien (SQ). Potensi yang dimiliki anak didik antara lain Intellegence Quotien (IQ). bukan Islam persepsi (yang berdasarkan kirakira).EQ dan SQ.

Sedangkan tujuan akhir Pendidikan Agama adalah terwujudnya insan yang berperilaku Al-Qur'an. atau manusia yang sanggup melaksanakan seluruh ayat Al-Qur'an tanpa kecuali. hablum minannas dan hablum minal ‘alam dengan parameter yang jelas. dan mampu mengahayati ajaran al-Islam sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. • Materi Akhlak adalah memberikan pemahaman tentang dimensi. • Aspek Syari’ah adalah mengajarkan tentang kaifiyat (tatacara.dimensi akhlak yang meliputi hablum minallah. yakni pengetahuan yang benar dan pengetahuan yang belum pasti benar. how to do) tentang ritual (ibadah mahdloh) dan mu’amalah (ibadah ghair mahdloh). beserta falsafahnya sehingga setiap sendi syari'ah terasa mempunyai makna. menekankan pembiasaan dan perlunya figur sebagai whole model (usawah hasanah). Pengetahuan yang benar adalah al-ilmu atau alhaq. Cara Mempelajari Islam : Pengetahuan terbagi dua. Asepk Afektif : Agar anak didik mampu mengapresiasi al-Islam secara mendalam sehingga mereka mampu mengimani kebenaran al-Islam. baik dalam Hablum minallah. dan hablum minal 'alam. Mulkiyah dan Uluhiyah) seraya mencabut sikap syirik dengan akar-akarnya melalui analisis terhadap fenomena alam dan perilaku sosial masyarakat.Tujuan antara Pendidikan al-Islam adalah : • • Aspek Kognitif : Agar mahasiswa memahami al-Islam dengan paradigma yang benar (berfikir paradigmais). baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat. 7 . terdeteksi. secara integratif dan komprehensif. sedangkan pengetahuan yang salah atau belum pasti benar disebut persepsi. Materi Pendidikan Al-Islam : • Materi Aqidah adalah menanamkan ketauhidan (Tauhid Rubbubiyah. terukur. • Aspek psikomotor : Mampu mengamalkan al-Islam secara komprehensif. hablum minannas. mampu memenej emosinya secara benar.

Untuk memperoleh Islam ilmu. atau terikat dengan mayoritas. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". sebab mayoritas tidak menjamin orsinalitas. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Keempat : Beragama tidak atas dasar figur (QS.Seorang ustadz. 2 : 170). Perlu menjadi catatan penting bahwa kebenaran hanya ditentukan oleh kualitas argumentasi bukan oleh kuantitas penganutnya.9 :31). "(Apakah mereka akan mengikuti juga). penglihatan dan hati. 2 :170) : ْ‫ل ُف‬ ‫لو‬ َ ‫وَت‬ َ ‫أ َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ي ع‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ع َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ن‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫ل ا م‬ َّ َ ‫ز َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫علوا َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫م ا‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫قي َت‬ ِ ‫ذا ع‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫وع‬ َ ‫َت‬ ( 170 ‫ن البقرة‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ئ ا َت‬ ً‫ي ا‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫قم‬ ِ ‫ع ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ؤ م‬ ُ ‫ب ا م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫َت‬ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. Ketiga: Beragama tidak boleh atas dasar keturunan atau warisan leluhur (QS. Lebih jelasnya sbb : Pertama : Dengan ilmu. bukan karena pendapat. terikat dengan figur َ ‫ك ا َت‬ ‫ن‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫ك‬ ُ ‫د م‬ َ ‫ؤا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫س ُف‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫م ع‬ ٌ ‫ل إ‬ ْ‫ع ُف‬ ِ ‫ه ع‬ ِ ‫ب ع‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫س َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ق م‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫َت‬ 36)‫ال‬ ً‫ئلو ا‬ ُ ‫س م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫) َت‬ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. : 8 . dan tidak mendapat petunjuk (QS. semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." mereka menjawab: "(Tidak). bukan dengan kira-kira Al-Qur'an QS 17 : 36 : manusia harus menemukan dasar hukum (rujukan) yang jelas. bukan semata-mata perkiraan fikiran. Islam Ilmu adalah Islam yang berdasarkan dalil. Sesungguhnya pendengaran. Kedua : Beragama tidak atas dasar mayoritas . dosen harus mengajarkan Islam Ilmu bukan Islam Persepsi. juga tidak terikat figur atau tradisi nenek moyang. guru. mayoritas.

. Ekonomi. • • • • Sistimatis : Berurutan/ runtun. Tokoh ini sering tidak peduli kepada dalil dan ratio. cari aman. terus ke mana dan bermuara di mana. Oleh karena itu penyajian materi pendidikan al-Islam harus sistimtis. 9 . menggigit dan sangat menyentuh perasaan dan nurani. antara lain Pendekatan Kebahasaan. Filosofis. objektif. mampu menjelaskan hubungan sebab akibat. Azas Filosofis dalam Pendidikan Islam : Islam ilmu yang disampaikan dengan pendekatan yang tepat akan mudah dicerna oleh peserta didik. Kedudukan Akal dalam memahami Al-Islam : Mengenai penggunaan akal / rasio dalam memahami al-Islam. Teologis. Komprehensif : Yakni menganalisis Islam dari berbagai sisi. dan tidak dogmatis. tajam. Hadits.(31)َ ‫لل َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ِ ‫دو ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ب ا ع‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ر ُف‬ ُ ‫و م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ذوا َت‬ ُ ‫خ م‬ َ ‫ت َت‬ َّ ‫ا‬ Mereka menjadikan orang-orang alimnya. Paling tidak ada empat corak : • • Tokoh Sufistik: Menerangkan agama dengan pendekatan sufistik (AlQur’an. rasional. • Radikal : Sampai kepada kesimpulan. Objektif : Berdasarkan dalil. dari mana memulainya. Pemikiran mereka lebih didominasi oleh sikap sosiologis. Kesehatan. Dalam hal ini sangat baik menggunakan multi pendekatan. kira-kira atau dugaan – dugaan. bukan sekedar kata orang. dll. Rasional : Gampang difahami. Kesejarahan. 6 : 61). Wangsit)  Cenderung mistik Tokoh Sinkretik : Sinkretik adalah percampuran antara budaya lokal dengan agama. Sosiologis. dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. komprehensif dan radikal. (QS. jelas rujukannya. sangat merangsang berfikir. Politis. para tokoh pemikir Islam berbeda-beda corak pemikirannya. Militer.

dogmatis. Kata faham lebih berkonotasi kepada suatu alur pemikiran yang menganut prinsip tertentu. terbuka dan menyambut adanya diolog. • Tokoh Rasional Liberal : Tidak terikat teks. tetapi sebenarnya kedua kata itu memiliki perbedaan.• Tokoh Scripturalis /Tekstualis : terikat dengan teks kurang memperhatikan konteks. senang berfikir. Biasanya pengikut suatu faham tertentu adalah orang-orang yang kritis. tidak suka dialog. Diolah dari : Hartono Ahmad Azis. 2. Aliran dan Faham Sesat di Indonesia. Dari sini kelak lahirlah faham dan aliran keagamaan. walaupun tidak selalu demikian. Tokoh ini banyak menggunakan argumentasi rasio di samping melihat teks Al-Qur’an dan hadits. Tidak terorganisir. Perbedaannya dapat dirinci sebagaimana dijelaskan pada tabel di bawah ini. sedangkan hasil pemikiran sangat tergantung kepada paradigma berfikir yang bersangkutan. PERBEDAAN ANTARA FAHAM DAN ALIRAN1 Faham 1. hal. pengurus dan anggotanya serta mempunyai aturan-aturan tertentu Biasanya para anggotanya tidak dibiarkan berfikir kritis tetapi bersifat taqlâd. 2002 ) . 1 10 . Aliran Kata aliran lebih berkonotasi kepada . Beberapa metode pendekatannya adalah Tafsir Metaforis. ( Jakarta : Pustaka al-Kautsar. Faham apapun sebenarnya merupakan hasil pemikiran. Analisis terhadap ajaran islam yang dilakukan tokoh Rasional Liberal lebih didominasi oleh argumentasi akal. Para tokoh Sripturalis bukan tidak menggunakan ratio tetapi lebih terikat dengan teks Al-qur’an dan hadits apa adanya. tidak memiliki pemimpin pusat meskipun ia memiliki tokoh sentral yang menjadi figur faham tersebut 3. anti kritik dan cenderung merasa benar sendiri (truth claim). Faham dan aliran adalah dua kata yang seakan-akan bermakna sama karena keduanya menggambarkan adanya suatu pemikiran yang kemudian jadi anutan bahkan pengamalan sebuah kelompok atau komunitas tertentu.suatu hasil pemikiran yang eksklusif Terorganisir : ada ketua. vii. • Tokoh Rasional Kontekstual : Memperhatikan teks dan konteks. Tafsir Hermenetika dan pendekatan social kesejarahan.

Masa Hellenika Romawi (abad 4 SM). serta menyangkal setiap tatasusila yang bersifat tradisi dan terhadap keyakinan atau apa saja yang tidak masuk akal. Masa Rennaissanse ( abad 14-16 M). akar pemikiran Rasional periode Modern di dunia Islam sebenarnya dipengaruhi oleh pemikiran rasional dari Barat. Sejarah Pemikiran di dunia Barat secara kronologis dimulai dengan Masa Yunani Kuno (6 abad sebelum Masehi). mereka menentang setiap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti terjadi pada abad Pertengahan. Rasionalisme dianggap sebagai tonggak dimulainya pemikiran falsafati yang sebenarnya karena benar-benar menggunakan kemampuan ratio untuk memikirkan sesuatu secara mendalam. Mazhab ini menaruh kepercayaan kepada akal sangat besar sekali. Pada abad 17 muncul pemikiran falsafah Empirisme atau mazhab Empirisme dengan tokohnya antara lain Francis Bacon (1561-1626). mengetahui paradigma setiap tokoh pemikir adalah sesuatu yang amat penting. Masa Parsitik (abad 2 M). dan John Locke (1632-1704).Dengan demikian. pasti manusia dapat menerangkan segala macam persoalan. Aliran filsafat Rasionalisme ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang memadai dan 11 . Walaupun asalnya Barat dipengaruhi pemikiran rasional Islam zaman Klasik. Dengan kepercayaan kepada akal yang terlampau besar. Kemudian muncul pula mazhab Rasionalisme dengan tokohnya Rene Descartes (1596-1650). Mereka berkeyakinan bahwa dengan kemampuan akal. Apabila ditelusuri jauh ke belakang. dan Spinoza (1632-1677). Pemikiran Rasional dibawa oleh para sarjana Barat yang telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan termasuk filsafat dari universitas Cordova ketika Spanyol dikuasai pemerintahan Islam Bani Umayah di bawah pemerintahan Islam pertama yakni Abd ar-Rahmán ad-Dakhili. Masa Skolastik (abad 8 M). atau memasuki periode Modern (abad 19) serta postmodernisme (abad 20). tidak terpengaruh oleh doktrin agama dan mitos. dan memahami serta me-mecahkan segala permasalahan manusia. Secara garis besar corak pemikiran tokoh Islam terbagi dua yakni pemikir Rasional dan Pemikir Tradisional. yang kemudian memasuki masa Aufklaerung (abad 18). Thomas Hobes (1588-1679).

dapat dipercaya adalah akal (rasio). Metode yang digunakan oleh Rasio-nalisme ini adalah metode deduktif. Rene Descartes (1598-1650) sebagai tokoh rasionalisme, dengan berlandaskan kepada prinsip “a priori” meraguragukan segala macam pernyataan kecuali kepada satu pernyataan saja yaitu kegiatan meragu-ragukan itu sendiri. Itulah sebabnya ia menyatakan: ”saya berfikir jadi saya ada (Cogito ergo sum). Sedangkan mazhab Empirisme yang kemudian dikembangkan oleh David Hume (1611-1776), menyatakan bahwa sumber satu-satunya untuk memperoleh pengetahuan adalah pengalaman. Ia menentang kelompok rasionalisme yang berlandaskan kepada prinsip “a pripori:” tetapi mereka menggunakan prinsip “a posteriori”.2 Untuk menyelesaikan perbedaan antara Rasionalisme dan Empirisme, Iammnuel Kant mengajukan sintesis a pripori. Menurutnya, pengetahuan yang benar adalah yang sintesis a pripori, yakni pengetahuan yang bersumber dari rasio dan empiris yang sekaligus bersifat a pripori dan a posteriori. Immanuel Kant adalah pembawa mazhab Kritisisme atau Rasionalisme Kritis atau lebih dikenal dengan Modernisme. Kemudian pada abad 19 muncul pula Aguste Comte (1798-1857) membawa aliran filsafat Posistivisme yang pada hakikatnya sebagai Empirisme Kritis. Sedangkan aliran filsafat abad 20 atau masa Kontemporer antara lain muncul aliran filsafat Eksistensialisme, Strukturalisme, dan Poststrukturalisme, Postmodernisme. Dalam hal ini penulis tidak perlu membahas seluruh aliran filsafat tersebut karena persoalannya akan melebar tidak fokus. Dengan pergumulan dua induk aliran filsafat, yakni Rasionalisme dan Empirisme, maka pada ujungnya para pemikir Barat hanya mengakui dua
2

Ma]hab Empirisme kemudian berkembang ke arah Positivisme. Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk ilmu sosial dianggap mencapai bentuknya secara definitif dengan kehadiran Aguste Comte (1798-1857) dengan grand - theory-nya yang digelar dalam kaya utamanya Courus de Philospphie Positive (1855). Comte menjelaskan bahwa tahap positive dicapai setelah manusia melampaui tahap theologik dan metafisik. Menurut madzhab Positivisme bahwa sesuatu benar dan nyata haruslah konkret, eksak, akurat dan memberi kemanfaatan. Dalam pandangan positivisme, Ilmu-ilmu kealaman memperoleh objektivitas yang khas semata-mata bersifat empiris – eksperimental. Filsafat Comte ini adalah anti-metafisis, ia hanya menerima fakta-fakta yang ditemukan secara positif- ilmiah.

12

macam ilmu yakni Empirical science dan Rational Science. Sedangkan di luar itu hanyalah beliefs atau kepercayaan, bukan ilmu. Mazhab pemikiran filsafat yang masuk dan mendominasi para pemikir muslim adalah mazhab Rasionalisme, sehingga para pemikir muslim Rasionalisme sangat memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada akal. Konsekuensinya, mereka menolak semua hadits yang bertentangan dengan akal, sehingga apabila ada hadits bertentangan dengan kesimpulan akal, maka yang dipakai adalah kesimpulan akal. Bahkan ayat-ayat al-Qur’an pun -- apabila secara literal (tekstual) isinya bertentangan dengan akal -- akan ditafsirkan sesuai dengan penerimaan akal melalui penafsiran metaforis. Para pemikir muslim Rasionalis yang terpengaruh oleh filsafat Barat secara diametral bertentangan dengan para pemikir muslim Tradisionalis yang bersikap sebaliknya, yakni mereka tetap menggunakan hadits Ahad walaupun bertentangan dengan akal bahkan mereka pun berpegang kepada makna hakiki dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an bukan dengan tafsir metaforis sebagaimana diketengahkan oleh para pemikir Rasionalis. Pemikir Tradisionalis banyak menghindari – kalau tidak dikatakan memusuhi -- filsafat Barat. Amin Abdullah yang mengutip pendapat Muhammad ‘Abid al-Jabiry menyatakan bahwa para tokoh Ilmu Kalam banyak yang memusuhi filsafat akibatnya antara filsasat dan Ilmu Kalam tidak ada titik temu. Abid al-Jabiry menyatakan bahwa di lingkungan generasi pertama Ahl as-Sunnah atau juga dengan Asy‘ariyah di mana terdapat tokoh-tokoh seperti al-Ghazali dan asySyahrastani (479-549 H), -- sangatlah menentang filsafat dan para ahli filsafat. Bahkan selanjutnya karya al-Ghazali Taháfut al-Falásifah dan karya asySyahrastanâ Musá‘arah al-Falásifah merupakan buku “wajib” yang harus diikuti oleh para penulis ilmu Kalam.3 Perbedaan pendekatan yang digunakan dalam filsafat dan ilmu kalam dapat dilihat pada tabel di bawah ini. PERBEDAAN PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM FILSAFAT DAN ILMU KALAM 4
3 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam: Pentingnya Filsafat Dalam Memecahkan Persoalan-persoalan keagamaan, Makalah, disajikan dalam acara Internship Dosen-Dosen Filsafat Ilmu Pengetahuan se Indonesia, 22-29 Agustus 1999, hal.12. 4 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam", hal.8

13

Filsafat Lebih menekankan dimensi keberagaman yang paling dalam-esoteris dan transendental. Lebih menekankan ketenangan ke dalam jiwa karena mendapat kepuasan pemikiran. Lebih menggarisbawahi comprhension (pemahaman akal). Lebih bercorak prophetic philosophy Lebih menekankan dimensi being religious.

Ilmu Kalam Seringkali menekankan dimensi lahiriyah eksoteris dan final konkret. Lebih menekankan keramaian (syi‘ar) yang bersifat ekspressif-keluar. Lebih menekankan transmission (pemindahan, pewarisan atau yang biasa disebut naql). Lebih bercorak priestly religion (keulamaan). Lebih menekankan dimensi having a religion.

• •

• •

Walaupun pada periode Pertengahan, filsafat dijauhi, maka mulai abad 18 (Periode Modern) filsafat mulai didekati lagi bahkan dijadikan kerangka berfikir oleh sebahagian pemikir muslim. Masalahnya sekarang adalah – demikian Amin ‘Abdullah -- bagaimana kita menyikapi filsafat dan ilmu Kalam lebih luas lagi doktrin agama, apakah mau bersifat Paralel, Linear atau Sirkular ? Kalau menggunakan pendekatan paralel maka metode berfikir yang digunakan akan berjalan masing-masing, tidak ada titik temu sehingga manfaat yang dicapainya pun akan sangat minim. Kalau menggunakan pendekatan linear maka pada ujungnya akan terjadi kebuntuan. Pola linear akan mengasumsikan bahwa salah satu dari keduanya akan menjadi primadona. Seorang ilmuwan agama akan menepikan masukan dari metode filsafat, karena pendekatan yang ia gunakan dianggap sebagai suatu pendekatan yang ideal dan final. Kebuntuan yang dialami oleh pemikir yang menggunakan pendekatan naqli semata adalah kesimpulan yang bersifat dogmatis – teologis, biasanya berujung pada truth claim yang ekslusif yang mencerminkan pola fikir “right or wrong is my caountry” atau juga kebuntuan historis empirik dalam bentuk pandangan yang skeptis, relativistik, dan nihilistik. Atau dapat juga kebuntuan filosofis tergantung kepada jenis tradisi atau aliran filosofis yang disukainya.

14

Darul Arqam. Pemikir Rasional terbagi dua juga. Pemikiran Filsafat Islam. Corak kedua adalah Tradisional yang Kontekstual. hal 18-19. Lasykar Jihad. Corak ketiga adalah Pemikir Rasional-Kontekstual. Sedangkan pendekatan linear yang mengasumsikan adanya finalitas. baik hadits Ahad maupun ayat Al-Qur’an yang Dhanny dalálah-nya. sehingga para pemikir Islam dikelompokkan menjadi empat corak. 5 Amin Abdullah. mereka memakai gamis dan sorban karena nabi pun berpakaian demikian. mereka tidak memakai handuk setelah mandi janabat karena nabi pun demikian. Pemikir Tradisional kemudian menjadi dua corak yakni Tradisional Literal (Tekstual) dan Tradisional Kontekstual. Para pemikir yang berada di lingkungan Front Pembela Islam (FPI). yakni Rasional Kontekstual dan Rasional – Liberal. Jama’ah Tagligh. 15 . para pemikir muslim terbelah dua. juga mereka memelihara jenggot karena nabi memerintahkan memelihara jenggot. Pemikir Tradisional yang Tekstual (Literal) adalah kelompok pemikir Tradisional yang memahami Al-Qur’an dan terutama hadits sangat terikat dengan teks tanpa melihat konteks. Dalam menyikapi perlu tidaknya pola berfikir filsafat dalam pembahasan teologi dan hukum Islam. karena pendekatan paralel akan terhenti dan bertahan pada posisinya sendiri-sendiri dan itulah yang disebut “truth claim”. yaitu banyak mengacu kepada hasil Ijtihad Ulama Salaf serta banyak menggunakan hadits Ahad dengan pemahaman dan pendekatan rasio.Baik pendekatan paralel maupun linear bukan merupakan pilihan yang baik yang dapat memberikan guidance.dalam arti karena masing masing pendekatan memiliki keterbatasan dan kekurangan maka dilakukanlah pendekatan itu secara bersamaan (multi approach) yang di dalamnya saling menutupi kekurangan5. Misalnya mereka makan dengan tiga jari sebagaimana hadits nabi. Mereka dengan leluasa menggunakan pendekatan rasio dan memegang prinsip kausalitas dan kontekstual dengan kaidah “ al-hukm yaduru ma‘a al-‘illat” (Hukum bergantung kepada ‘illat). Mungkin yang terbaik adalah yang bersifat sirkular. akan menjebak seseorang atau kelompok ke dalam situasi ekslusif – polemis. ialah pemikir yang tidak terikat dengan hal-hal Dhanny. merupakan contoh-contoh Pemikir Tradisional yang Literal. yakni Pemikir Tradisional dan Rasional.

Sumbernya adalah pancaindera. Contoh pemikir tipe Rasional – Liberal ini antara lain Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Nurcholis Madjid (ini paling tidak menurut Charles Kurzman dalam bukunya “Wacana Islam Liberal”. bilogi.7 Rasionalitas dalam Beragama : Dalam tataran realita. kimia. pemikiran seorang tokoh tertentu kadang-kadang sangat kompleks tidak bisa lagi dijelaskan dalam satu kerangka atau tipologi tertentu. pada hakikatnya akal dengan wahyu tidak boleh bertentangan. 7 Azyumardi Azra. 2001). editor buku “Wacana Islam Liberal” bahwa yang bersangkutan mungkin setuju dan mungkin tidak. Yang termasuk ke dalam empirical science antara lain kedokteran. xii-xiii.6 Juga penting dicatat di sini sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra. terutama mata. 1996). terjadi tumpang tindih dan bahkan saling silang. akal tidak selalu mampu mencari kebenaran karena akal. nalar. yaitu pemikir yang pemikirannya sangat bebas merambah hal-hal yang oleh Tradisional dinilai “haram” untuk dijadikan objek ijtihad. Modernisme. maka disebutlah ainul yaqin . Dengan demikian. hal. Itu penilaian subjektif penuilis. yakni ukuran benar tidaknya adalah dibuktikan secara empirik melalui eksperimen.).Corak keempat adalah Pemikir Rasional yang Liberal. 6 Charles Kurzman (Ed. xii. namun sangat mungkin – sebagaimana dikatakan oleh Charles Kurzman. hal. ratio adalah tergantung kepada biologis. fisika. goelogi. Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Global (Jakrta : Penerbit Paramadina. Wacana Islam Liberal. dari Fundamentalisme. Pergolakan Politik Islam. Mata itu bahasa Arabnya adalah ain. Dalam mempelajari Islam tidak bisa hanya menggunakan pendekatan emprik dan rasio biasa tetapi perlu ada keterlibatan iman. (Jakarta : Penerbit Paramadina. 16 . Hingga Post Modernisme. Dalam hal ini paling tidak terdapat empat katagori ilmu yakni : • Empirical Science. Karena akal memiliki keterbatasan maka perlu bantuan wahyu. dikelompokkan demikian.

dll.• Rational Science . Sumbernya adalah Ruh. termasuk ke dalam katagori ilmu ini antara lain bahasa. yang penting sah. Pengamalan Al-Islam dengan pendekatan : • • Law Approach yakni pengamalan Islam sebatas haram – halal. Beberapa istilah dalam studi Islam : Terdapat beberapa termonologi yang peting difahami adalam memahami Islam yakni Islam Simbolik dan Islam Substantif. dan Sunni. maka disebutlah Haqqul Yaqin. filsafat. yang penting tidak haram. maka terjadilah rasionalisasi al-Qur'an. matematika. ialah manakala kebenarannya ditentukan oleh hal-hal di luar ratio yang berkembang pada zaman itu. Islam Radikal. semacam siksa dan nikmat qubur. Sumbernya adalah ratio. Islam Kontemporer. percaya sekali. mukjizat. syurga neraka. • Metarational Science adalah Ilmu Ghaib. Akibatnya ayat-ayat AlQur'an yang dianggap kurang rasional dipaksakan haraus rasional. Kalau ada hubungan yang logis disebutlah rational. Islam Salafi. Sumbernya adalah hati (qalbu). 17 . Yang termasuk ke dalam ilmu ini antara lain Isra Mi'raj. Apakah anda sadar bahwa otak anda adalah karunia besar dari Allah ?. Love Aproach yakni lebih kepada target sempurna. • Suprarational Science . Pertanyaan Renungan : • • • Apakah anda percaya bahwa Allahlah yang telah memberikan potensipotensi pada diri anda ? Jawabannya : Ya. doa. ialah ilmu yang kebenarannya ditentukan oleh hubungan sebab – akibat. Jawabannya : Ya. maka disebutlah ilmul yaqin.Syi'ah. Memahami al-Islam dengan hanya menggunakan katago Empirical science dan Rational Science akan mengalami kesulitan. Apakah anda meyadari bahwa otak manusia tanpa bimbingan wahyu Allah akan dapat mengungkap tabir segala hal termasuk persoalan ghaib ? Jawabannya : Tidak mungkin.

Apakah kebenaran ditentukan oleh suara mayoritas atau dalil ? Jawabannya : oleh dalil. • • • Mungkinkah Allah sebagai Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Suci dari kealpaan berbuat salah ? Jawabannya : Tidak mungkin. Kalau begitu. Dari mana anda tahu tentang malaikat dan jin. maukah anda yang masih belum tahu banyak hal mengikuti pemberitahuan dari Allah melalui al-Qur’annya ? Jawabannya : ????? 18 .• • • • Manfaatkah apabila pendidikan al-Islam tidak menghasilkan perubahan prilaku ke arah yang lebih baik ? Jawabannya : sangat tidak berguna. Mana yang bisa menjamin keselamatan anda. Kalau otak anda belum memahami pesan Al-Qur’an. • • Apakah anda mengakui bahwa otak anda tidak dapat mengetahui segala hal ? Jawabannya : ya. mengikuti Islam sebagai ajaran Allah atau mengikuti ajaran hasil karya manusia ? Jawabannya : Ajaran Islam ciptaan Allah. mungkinkah Al-Qur’an yang diciptakan Allah mengandung kesalahan ? Jawabannya : Tidak mungkin. yang salah AlQur’annya atau karena otak yang masih bodoh ? Jawabannya : Otak yang bodoh. mustahil. sia-sia. apakah dari ilmu – ilmu alam atau dari Al-Qur’an ? Jawabannya : Dari Al-Qur’an. yakin sekali. Kalau begitu.

trial and error .MODUL 2 KONSEP ALAM (Relasi antara Hukum Alam dengan Hukum Al-Qur’an) Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa meyakini bahwa manusia hanya bisa selamat apabila menaati hukum Allah secara totalitas. Pantaskah menyandingkan hukum alam yang absolut dengan hukum perilaku yang relatif ?. 9 Aturan Allah terbagi dua katagori yakni : Pertama : Hukum Alam (hukum Kauniyah.000 tahun. baik secara terpaksa maupun sukarela (Thaw’an aw karhan). Hukum tentang tata perilaku ini pun bersifat absolut. Allah pun telah menciptakan aturan tentang tata prilaku manusia. Mahasiswa termotivasi untuk secara konsisten menaati hukum alam dan hukum agama dalam segala aktivitas hidupnya. Dalam hal ini. menggunakan dan menaati hukum produk akal manusia yang bersifat relatif. termasuk manusia. yakni din alIslam atau hukum Al-Qur’an. ghair Dan Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. Di dalam surat al-Hajj. Allah menegaskan :”Sesungguhnuya dalam kejadian langit dan bumi. terdapat tanda-tanda (bahan pemikiran) bagi orang yang beriman (QS. Namun sayangnya sebahagian besar manusia telah mengesampingkan hukum absolut. Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa bisa menjelaskan hubungan antara hukum Alam dan hukum Agama (hukum Al-Qur’an). lantas memilih. secara fisik telah taat kepada hukum alam yang absolut ini. 8 19 . 9 Salah satu aturan Allah tentang alam adalah terjadinya siang dan malam. teknologi dan seni. sekaligus dengan hukum alam yang absolut (tetap. satu periode sama dengan 600 tahun. Sedangkann di dalam QS. (QS. satu periode bisa mencapai 6 milyar tahun. termasuk dalam pengembangkan sains. baik hukum Alam (hukum Kauniyah) maupun hukum agama (hukum Qur'aniyah) secara bersamaan. comet). Al-Ma’arij. 3 : 190). sedangkan menurut ahli astronomi (berdasarkan pergerakan bintang. social politik. serta pergantian malam dan siang. satu hari sama dengan 50. segenap makluk Allah yang berada di langit dan di bumi. 11 : 7). Menurut ahli geofisika (yang mendasarkan hidungannya kepada pemnbentukkan batu dan sungai). maupun social budaya termasuk cara berpakaian. Pokok – Pokok Materi : Prolog : Allah telah menciptakan alam. Eksistensi dan Relasi Hukum Alam dan Hukum Al-Qur’an : Allah telah menciptakan alam (mikro dan makro) dalam jumlah jenis dan items yang sangat sepktakuler. satu hari menurut Allah sama dengan 1000 tahun hitungan manusia. baik perilaku sosial ekonomi. Dalam tempo enam hari. pasti dan objektif).8 Supaya alam berjalan dengan tertib maka Allah membuat seperangkat aturan (law).

Objektif . seperti hukum alam dalam tubuh tetap berlaku. Karena bersifat empirik.mathluwwi = tidak tertulis) tetapi melekat pada alam itu sendiri. Akibatnya lebih jauh adalah manusia kurang 20 . yakni tidak berubah sepanjang waktu (QS. Semua hukum Allah. Demikian pula di dalam tubuh manusia sendiri hukum alam berjalan secara otomatis. 48 : 23). (3). dll. baik disadari maupun tidak. Manusia telah menaati hukum alam tersebut. shalat. Tetap. 15:21). 3 : 83). maka bisa dibuat rumus. riba. Kedua : Hukum agama (hukum Qur'aniyah) yang tertulis (mathluwwi ) di dalam kitab-kitab Allah. maka orang mudah meyakini (mengimani) kebenaran hukum alam. Lain dengan hukum Al-Qur’an. sebagai upaya Allah SWT untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya. tawakkal. 54 : 49). itu adalah sunnatullah yang khusus yakni gabungan hukum alam (hukum fisika) dan hukum spiritual. sabar. Allah menjelaskan : "Sesungguhnya Aku menciptakan sesuatu menurut ketentuan yang pasti (QS. (2). bahkan ada yang baru bisa dibuktikan di akhirat nanti. dll. Perbedaan hukum Alam dengan hukum Agama adalah dalam hal time respons (reaksi waktu). baik diridhai (thau'an) maupun dibenci (karhan). hukum daur. Apabila hukum berubah-ubah maka tidak mungkin bisa dibuat rumus-rumus hukum alam maupun rumus hukum Agama. Reaksi atau akibat hukum Alam jauh lebih cepat daripada hukum Agama. (QS. yaitu berlaku kepada apa dan siapa saja (QS. Akibat pelanggaran hukum alam dapat cepat dibuktikan melalui pengamatan panca indera aatau bersifat empirik. Beberapa contoh hukum alam adalah hukum gravitasi. secara fisik telah taat kepada hukum alam. Karena hukum Allah bersifat pasti. baik hukum Kauniyah maupun Qur'aniyah BERSIFAT ABSOLUT memiliki sifat yang sama yakni (1). Segenap alam baik yang ada di langit dan di bumi. Sikap hati-hati itu disebut taqwa. Karena akibatnya lambat maka manusia kurang percaya (kurang iman) terhadap hukum Al-Qur’an. Sikap percaya ini kemudian melahirkan sikap hati-hati menghadapi hukum alam. mengumpat dan perintahj berdzikir. hukum rotasi. Pasti (exact). reaksi akibat pelanggaran hukum Al-Qur’an tidak secepat hukum alam. objektif dan tetap. Pada kejadian berikutnya tetap mengikuti hukum alam murni. seperti larangan berzina. Kalau sesekali ada perubahan hukum Alam seperti nabi Ibrahim dibakar api tidak mati karena apinya menjadi dingin.

Inilah azas kesatuan atau disebut azas tauhidullah. yakni Al-Qur’an. Seharusnya. politik. berpakaian harus menggunakan hukum absolut. selaras dengan hukum Alam. Kesalahan terbesar manusia adalah mengesampingkan hukum Absolut lantas mengambil hukum relatif produk akal manusia. pasti dianjurkan oleh Al-Qur'an. akibatnya banyak produk hukum/ aturan yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Kedokteran 21 . baik prilaku ritual maupun prilaku mu’amalah (ekonomi. hukum Al-Qur’an (Quraniyah) pun ciptaan Allah. membiarkan praktik riba. maka perilakunya pun harus diatur oleh hukum perilaku yang absolut pula. dan paling cocok dengan sifat tabi'at manusia yang fitrah dan hanief (lurus). misalnya kebolehan aborsi. Apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti bagus menurut hukum Alam. Dalam keseharian terbukti bahwa orang lebih takut meminum racun daripada memakan uang riba. Padahal memakan uang riba juga berbahaya. dll. secara logika tidak mungkin kedua hukum itu bertentangan. dan sosial budayal) harus menggunakan hukum absolut (din al-Islam) bukan hukum relatif produk pemikiran filosofis manusia. Fisika. seorang mukmin wajib memiliki keyakinan tanpa sedikit pun ragu. Sebaliknya apa-apa yang baik menurut hukum Alam. Geologi. mentolelir minuman keras. kalau begitu. Dengan demikian dalam segala aktivitas manusia harus menyelaraskan dengan kedua hukum tersebut secara bersamaan. bahwa hukum Al-Qur'an adalah yang paling baik. penegakkan HAM harus menggunakan hukum absolut Azas Kesatuan (Tauhidullah) antara aturan Agama dan Aturan Alam : Hukum alam adalah ciptaan Allah. Karena hukum Allah terbagi dua maka Ilmu-ilmu Allah pun terbagi dua yakni Ilmu Kauniyah seperti Matematika. sebaliknya apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti buruk menurut hukum Alam. melarang poligami.berhati-hati (tidak taqwa) kalau berhadapan dengan hukum Al-Qur’an. Apa yang dianggap berbahaya menurut hukum Alam pasti oleh AlQur'an diharamkan. Sungguh banyak manusia di dunia ini yang membuat aturan menurut ratio yang dipandu oleh nafsu syaithaniyah. tetapi karena akibat makan riba sangat lambat maka orang kurang hati-hati terhadap uang riba. Segenap kegiatan manusia. Dalam skala kecil. manusia sebagai bagian dari alam yang secara fisikal diatur oleh hukum alam yang absolut. Biologi. Dalam hal ini.

Oleh karena itu manusia memerlukan hidayah Taufiq. manusia memerlukan hidayah agama (din/ adyan). sering terjadi pertentangan antara ilmu dengan amalnya. Selanjutnya kita melihat realita di lapangan. Dengan petunjuk pancaindera manusia bisa melihat. 22 . Eksistensi Hukum Al-Qur’an bagi Manusia : Sejak manusia lahir. soal jin. lantas mengambil hukum produk berfikir filosofis manusia yang oleh Allah dikatagorikan sebagai hukum Jahiliyah. gharizah. Hidayah Aqli (4). yakni petunjuk dari Allah SWT yang langsung masuk ke dalam hatinya agar seseorang mau melaksanakan ilmu agamanya. Apabila manusia berpaling dari hukum Allah yang absolut. ilham). Dengan demikian. sehingga bayi bisa menete tanpa belajar lebih dahulu. manusia bisa melahirkan saintek dan seni. Dengan demikian sebenarnya tidak ada dikhotimi ilmu. Allah pun memberikan pancaindera. Hidayah Hawas (Pancaindera). Kemauan untuk mengamalkan ilmu itu disebut hidayah Taufiq (cocok antara ilmu dan amalnya). Hidayah Din (adfyan) (5). Kedua hidayah di atas tidak bisa membuat manusia lebih eksis. Akan tetapi pada kenyataannya karena daya nalar manusia sangat terbatas. dll. Oleh karena itu. hidayah yang diperlukan manusia ada lima macam yakni (1). syurga. Ini disebut hidayah aqli. Dengan akalnya. Ulumul Hadits. Hidayah Taufiq. yang bersifat relatif (mudah berubah). maka manusia memerlukan akal agar mampu memahami hukum-hukum alam dengan baik. (3). meraba. Kedua gugusan ilmu itu mustahil bertentangan.serta Ilmu-illmu Qur'aniyah seperti Ulumul Qur'an. misalnya tentang hakikat hidup. Kalau ada pertentangan antara keduanya pasti konklusi salah atau kedua ilmu itu ada yang salah. Allah telah membekali manusia dengan petunjuk yang bersifat naluri (instinc. bahwa orang yang sudah mengetahui ilmu agama pun banyak yang tidak mau mengamalkan ilmu yang dimilikinya. dan merasa. neraka. Ini disebut hidayah ilham atau hidayah wizdan. maka pasti manusia akan mengalami kehidupan yang sempit dan menyesakkan (ma'isyatan dhanka). Tidak cukup dengan naluri.dan Syari'ah. Ini disebut hidayah Hawas. maka akal manusia tidak sanggup menembus persoalan yang berada di luar jangkauan akal. mencium. Hidayah Ilhami (wizdan) (2). mendengar.

(3). (5). Jawabannya : Ya. tawakkal. berdagang. Menjaga keselamatan harta (hifdzu al-mal). Menjaga keselamatan psikhis (hifzdu an-Nafs). baik dalam soal makan dan minum. Pertanyaan Renungan : • • • • • Apakah anda percaya bahwa hukum alam secara factual bersifat absolut ? Jawabannya : ya Apakah anda menyadari bahwa manusia sebagai bagian dari alam. dan larangan mencuri. Bisakah manusia menghindari hukum Alam ? Jawabannya : Tidak bisa Ridakah fisik anda diatur oleh hukum Alam ? Jawabannya : Ridha tidak ridha tetap harus mau. 23 . membunuh. Salah satunya adalah aturan jual beli.Hidayah Din (Adyan) yang terdapat di dalam Al-Qur’an bersifat absolut . Menjaga keselamatan jasad (hifzdu al-jasad). termasuk hukum qishash dan hudud. Fungsi hukum Al-Qur’an adalah untuk mengarur prilaku manusia. pantaskah perilaku anda diatur oleh hukum yang relatif buatan manusia ? Jawabannya : Sangat tidak pantas. (2). (4). hukum apa yang paling tepat untuk mengatur perilaku manusia. secara fisik diatur oleh hukum alam. dan syukur nikmat. lurus (shirat al-mustaqim) dan mustahil salah. • Mungkinkah terjadi pertentangan antara hukum Alam dengan hukum AlQur’an ? Jawabannya : Tidak mungkin. • Menurut anda. Kalau fisik anda diatur oleh hukum Alam yang absolut. Menjaga keturunan (Hifdzu anNasal). sabar. rumah tangga. Untuk itu Allah melarang berkelahi. larangan riba. dan memerintah penegakkan hukum secara tegas dan adil. Salah satunya adanya aturan berdzikir. sangat menyadari. Salah satunya adalah aturan pernikahan dan larangan berzina. Lebih rinci lagi hukum Al-Qur’an (adyan) berfungsi untuk : (1). Menjaga aqal (hifdzu 'aqli). qanaah. hukum relatif ciptaan manusia atau hukum Al-Qur’an yang absolut ciptaan Allah ? Jawabannya : Hukum absolut Al-Qur’an. Salah satunya adalah keharusan untuk terus menerus mencari ilmu dan larangan meminum khamr. soal kenegaraan dan hubungan antar negara.

• • Mengapa tidak mungkin ? Jawabannya : Karena kedua-duanya ciptaan Allah. Mana yang lebih menjamin keselamatan anda. Jawabannya : ????? 24 . diatur oleh hukum AlQur’an yang absolut atau oleh hukum manusia yang relatif.

adalah syari’ah ibadah juga. sebab istilah agama (religion. yakni : Pertama. Kedua adalah aturan tentang tatacara beribadah. Mendakwahkan al-Islam melalui hikmah (pendalaman keilmuan). manusia hanya bisa selamat di dunia dan akhirat apabila ia mengamalkan Islam secara kaffah (totalitas).dalil yang kokoh untuk mencapai predikat muslim yang benar. Seorang mukmin memiliki keterikatan (commited) dengan al-Islam yakni : (1). yakni aturan tentang tatacara menjalin hubungan dengan Allah.MODUL 3 ESSENSI DAN SISTIMATIKA DINUL ISLAM Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami aspek-aspek ajaran Islam secara menyeluruh serta mempunyai keyakinan bahwa. 2.ah dan akhlaq ini dalam terminology lain adalah Imam. Ada satu lagi yang disebut Akhlaq.ah dan Akhlak serta hubungan antara ketiganya dalam tatanan ajaran Islam. Mahasiswa termotivasi untuk melaksanakan ajaran Islam yang bersumber dari dalil. yang ditujukan kepada ke segenap manusia di dunia ini tanpa kecuali. Tujuan Instruksional Khusus : 1. bukan sekadar wajib dan haram. Aturan Allah yang terkandung dalam al-Islam ini bersifat absolut. Aqidah. Selanjutnya. Syari. aturan tentang tata keyakinan disebut Aqidah (sistema credo). sebenarnya. yang disebut syari’ah ibadah (sistema ritus). dan (3). seminar. aturan Allah dibagi dua. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin. Akhlaq ini. Meyakini kebenaran aturan al-Islam sebagai kebenaran yang absulut. religie) 25 . Tidak tepat apabila din diterjemahkan sebagai agama. Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat Aqidah. Jadi Din al-Islám berarti tatacara hidup Islam. Mengamalkan seluruh aturan Islam yang absout itu secara kaffah (menyeluruh). hanya saja dilihatnya dari persepktif layak dan tidaknya suatu perbuatan dilakukan. dialog interaktif yang menarik ). syari. mau’idlah (nasihat-nasihat) jadilhim billati hiya ahsan (diskusi. sistem atau tatacara hidup. Islam dan Ihsan. (2). jalan hidup) ciptaan Allah untuk mengatur segenap aktivitas manusia di dunia. Essensi Dinul Islam : Din berasal dari kata dana yadinu dinan berarti tatanan. dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar. Pokok-pokok Materi Prolog : Din al-Islam merupakan tatanan hidup (syari’ah = aturan.

hanyalah merupakan alih bahasa saja yang tidak mengandung makna substantif dan essensil. hawa nafsu serta merupakan hasil kajian falsafahnya. Aturan ini kemudian dituangkan di dalam kitab undang-undang Allah. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. hasil angan-angan. Dengan memaknai din sebagai tatan hidup. sosial politik. agama yang diakui hanya ada enam . maka yang dimaksud dengan istilah muslim adalah orang yang ber-din al-Islám. 3 : 85).(QS. dan Kunghuchu padahal di Indonesia terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan tatacara hidup. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dân itu) daripadanya. integratif dan komprehensif apapun resikonya. Katolik. Sedangkan di luar din al-Islam adalah din yang berisi aturan manusia sebagai produk akal. Apabila ia menolaknya. 3 : 19 ) Barangsiapa mencari tatanan hidup selain Islam. sedangkan istilah kafir adalah orang-orang yang ber-din ghair al-Islam. yakni Islam. maka manusia sebagai pemilih din. Di Indonesia misalnya. Seseorang yang mengaku muslim atau menganut din al-Islám harus mengikuti tatanan hidup Islam secara káffah . Yang dimaksud dengan din al-haq ialah din yang berisi aturan Allah yang telah didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan fitrah manusia. sosial ekonomi. Kristen. Din terbagi dua yang sangat jelas bedanya. Tatanan hidup yang demikian bukan saja tidak bisa menyelamatkan manusia tapi justeru mencelakakan. 3 : 19 dan ayat 85 : َ ‫س‬ ( 19 : ‫ل) م )ال عمران‬ ِ ‫ن‬ ِ ّ ‫د الل‬ ّ ِ‫إ‬ َ ْ ‫عن‬ ّ ‫ن ال‬ ْ ِ ‫ه ا ْل‬ َ ‫دَني‬ ْ ‫را‬ َ ‫غ‬ ْ ُ ‫ن َني‬ َ ‫ن ا‬ َ َ ‫قب‬ ‫و‬ ُ ‫و‬ ً ‫دَني‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫سل َ) م‬ ْ ِ‫ل‬ ْ َ ‫فل‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫من‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ َ ‫ه‬ َ ْ ‫غي‬ َ ِ َ ‫ن َني َب ْت‬ ْ ‫ف ي ا‬ (85 : ‫رَنين )ال عمران‬ َ ْ ‫ن ال‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫خ ا‬ ِ ‫ة‬ ِ ‫ر‬ َ ‫م‬ َ ‫خ‬ ِ ‫س‬ Sesungguhnya dân atau tatanan hidup (yang diriÜai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS. maka ia pasti akan terpental di akhirat sebagaimana diterangkan di dalam QS. Lebih dari itu apabila din diterjemahkan sebagai agama maka maknanya menjadi sempit. yakni din al-haq dan din alBathil . Din al-Islam sebagai tatanan hidup meliputi seluruh aspek hidup dan kehidupan. imajinasi. yakni AlQur’an. otomatis hanya terbagi menjadi dua kelompok yang jelas-jelas berbeda 26 . dari mulai masalah ritual sampai kepada masalah mu‘ámalah termasuk masalah sosial budaya. Hindu. Berdasarkan pengelompokkan din ini. Budha. bahkan sampai kepada masalah kenegaraan.

Ini berarti mereka telah mengikuti aturan yang salah dan telah menjadikan syetan sebagai pimpinan mereka. Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka. Yang demikian adalah karena 27 .2. dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. Sedangkan kelompok Dhalalah adalah orang-orang yang memilih din selain Islam. Ini berarti bahwa mereka telah mengikuti jalan yang haq sehingga Allah akan menghapuskan segala kesalahannya. Kelompok Hudá adalah kelompok yang memilih din Islam sebagai tatanan hidupnya. yakni kelompok Huda dan kelompok Dhallin (kelompok orang-orang yang tersesat). Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah.3 ُ ‫خق‬ ‫ذوا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ َ ّ ‫م ات‬ ُ َ ‫ض قل َل‬ ّ ‫م ال‬ َ ‫ق ا‬ َ ‫ق ا هَ ق‬ ُ ‫ة إ ِن ّهُ ق‬ ُ ‫ق عَل َي ْهِ ق‬ ّ ‫حق‬ ِ َ‫د ى وَف‬ ِ َ‫ف‬ َ ‫ء من دون الل ّه وقيحسبنو‬ َ ‫شي اطي‬ )‫ن‬ َ ‫دو‬ ُ ‫مهْت َق‬ َ ُ َ ْ ََ ِ َ ِ ‫ن أوْل‬ ُ ‫م‬ ْ ‫ن أن ّهُق‬ ِ ُ ْ ِ َ ‫ي ا‬ َ ِ َ ّ ‫ال‬ ( 30 Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Mereka itulah orang-orang yang sesat sebagaimana ditegaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an surat 7 : 30 dan surat 47 : 1. Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka. Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.(furqán). َ ّ ‫فروا وصدوا ع َن سبيل الل ّه أ َض‬ ‫ن‬ ِ ّ ‫وال‬ ِ ّ ‫ال‬ َ ِ ّ َ َ ْ ُ‫م ال َه‬ َ ْ ‫ل أع‬ َ ‫ذقي‬ َ (1)‫م‬ ِ ِ َ ْ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ‫ل ع‬ ُ ‫م‬ َ ‫ز‬ ‫نو‬ َ َ‫ت و‬ َ ُ ‫م‬ ِ ‫ح ا‬ ِ َ ‫ننوا وَع‬ ُ ‫م‬ َ ‫م‬ ّ ُ ‫م ا ن‬ َ ِ ‫ص ال‬ ّ ‫ح‬ ُ ‫ل ى‬ َ ِ ‫ننوا ب‬ َ ‫ءا‬ َ ‫ءا‬ ّ ‫لنوا ال‬ َ ُ‫مدٍ وَه‬ َ َ ‫(ذ َل‬2)‫ئ اتهم وأ َصل َح ب ال َهم‬ ‫ن‬ ّ َ‫م ك‬ ِ ِ ‫ق‬ ّ ‫ك ب ِأ‬ َ ْ ‫ال‬ َ ‫م‬ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ِ َ ّ ‫سي‬ ْ ُ‫ر ع َن ْه‬ ْ ِ‫رب ّه‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ف‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫فروا اتبعنوا ال ْب اط‬ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ق‬ ُ ‫م‬ ِ ّ ‫ن ال‬ ِ َ ِ ّ ‫ال‬ َ ْ ‫عنوا ال‬ ُ َ ‫ننوا ات ّب‬ ّ ‫ل وَأ‬ َُّ ّ ‫ح‬ َ ‫ءا‬ ْ ‫م‬ َ ‫ذقي‬ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ ِ ‫م ك َذ َل‬ َ ‫م‬ (3)‫م‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫لل‬ ُ ِ‫ضر‬ ْ َ ‫ك قي‬ ْ ُ‫ث ال َه‬ ْ ‫سأ‬ ُ ّ ‫ب الل‬ ْ ِ‫رب ّه‬ َ ِ ‫ن ا‬ Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.

din al-Islám adalah satu-satunya dân ciptaan Allah.3. Pilar-Pilar Islam : Islam sebagai din (tatanan hidup) sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Syaltout terdiri dari dua pilar yakni Aqidah dan Syari’ah. Komunisme. Semua ini sebagai akibat kesalahan manusia sendiri. Oleh karena tatanan hidup produk falsafah manusia itu telah terbukti tidak membawa keselamatan. Dalam pandangan Al-Qur’an. dân yang satu ini adalah aturan untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali. 1952).sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhan mereka. Namun pada tataran realita sekarang ini Din al-Islam menjadi banyak ragam dan versinya. Kapitalisme. din-din hasil ciptaan manusia berdasarkan akal. Sedangkan Komunisme telah melahirkan manusia yang tidak mengenal Tuhan dan tidak mengenal hak milik individu sehingga melahirkan ketidakpuasan. hal. 28 . dan Kolonialisme. QS. Materealisme yang bertitik tolak dari dan berorientasi kepada materi telah melahirkan orangorang yang serakah. Nasionalisme. Aqidah : Secara bahasa. 543. . menitikberatkan kebebasan dan menonjolkan hak individu telah melahirkan terjadinya jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Sementara itu. Al-Munjid. 47 : 1. Kapitalisme yang menitikberatkan kepada penguasaan Liberalisme yang kapital (modal) telah melahirkan terjadinya monopoli. antara lain Materalisme. Markisme. akidah adalah ‫م ا عقدعليه االقلب والض امر‬ 10 10 Luis Ma‘ruf. Cetakan 13.2. (Beirut. imajinasi dan falsafah sebagaimana telah dikemukakan di atas telah melahirkan banyak din dan isme-isme lainnya. Segala macam aturan hasil manusia tersebut yang termasuk katagori din al-bathil telah terbukti gagal dalam mengatur umat manusia. Liberalisme. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka. maka manusia harus segera hijrah kepada din al-Islám. serta melahirkan kecemburuan sosial dan dekadensi moral.

Akidah sangat mempengaruhi sikap (attitude) seseorang baik cara berbicara. 14 Karena begitu pentingnya kedudukan dan fungsi tauhid.15 Akidah merupakan sesuatu yang fundamental dalam din al-Islám. t. Ilmu Tauhid yang diajarkan dan dikenal di Indonesia umumnya ialah Ilmu Tauhid menurut aliran Asy’ariyah. ix. Ilmu Tauhid yang diajarkan di kalangan Islam biasanya kurang mendalam dalam pembahasannya dan kurang filosofis. Akidah merupakan sejumlah nilai yang diyakini. 11 29 .t. 10. Selanjutnya ilmu Tauhid bisanya memberi pembahasan sepihak dan tidak mengemukakan pendapat dari aliran-aliran atau golongan-golongan lain yang ada dalam teologi Islam. . (Jakarta : Universitas Indonesia Press. sebagai titik dasar awal seseorang menjadi muslim.yang mengandung arti. hal. 17’ Lihat alMajmu‘. 14 Kazuo Shimogaki. 1986). (Yogyakarta : LKiS 1994). cara bertindak. 13 Kazuo. hal. Teologi Islam. Menurut Harun Nasution. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin.11 Jadi akidah itu bukan berisi konsep sistem teologi semata tetapi berisi segala macam persoalan yang berkaitan dengan kepercayaan. Harun Nasution menegaskan bahwa setiap orang yang ingin menyelami seluk beluk suatu agama secara mendalam. Untuk bisa membangun kembali peradaban Islam tak bisa tidak harus dengan membangun kembali semangat Tauhid itu. Kiri Islam. Akidah sebagai landasan din al-Islám merupakan ajaran yang universal yang abadi. Telaah Kritis antara Modernisme dan Postmodernisme. sehingga menjadi keyakinan yang tak ada sedikitpun keraguan dan kebimbangan”. ajaran Islam yang paling inti adalah tauhid. bahwa inilah satu-satunya teologi yang ada dalam Islam. 13 Oleh karena itu. hal. sehingga timbullah kesan di kalangan sementara umat Islam Indonesia. dalam pandangan Hasan Hanafi. Dár Asy-Syihab. Hasan al-Bana di dalam bukunya Al-Aqáid menyatakan bahwa akidah adalah “sesuatu yang harus diyakini oleh hati dan dipercaya oleh jiwa. Tauhid adalah basis Islam. Akidah menjadi kekuatan dalam kehidupan di bumi ini. tidak mengalami Al-Aqá‘id li al-Imám Asy-Syahâd |asan al-Bana. ikatan yang terpatri di dalam hati.12 Dilihat dari sisi kedudukan dan essensinya. Ia mempunyai fungsi praktis untuk melahirkan perilaku dan keyakinan yang kuat untuk mentrans-formasikan kehidupan sehari-hari dan sistem sosialnya. 15 Harun Nasution. Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. 12 Harun Nasution. Kiri Islam. hal. Shimogaki. ix. perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agama yang dianutnya. dengan kekuatan pokok terletak pada tawhid atau dalam istilah lain disebut teologi. hal. akidah merupakan fundamen agama yang sangat berperan sebagai motivator dan pewarna segala macam aktivitas. hal 72. Teologi Islam. 292. cara hidup dan cara mati.

73 dan 85. Munásabah (interrelasi) 16 kedua surat itu menggambarkan secara jelas adanya tiga macam refleksi ketauhidan. Tawhid Mulkiyah dan Tawhid Uluhiyah. mengandung konsep tauhid yang lengkap dan kokoh. yakni membawa misi akidah yang sama yaitu monotheisme atau tauhid (QS. surat 11 ayat 26.perubahan sepanjang masa. Makna tauhid adalah mengesakan Tuhan dalam segala hal. málik an-nás dan iláh an-nás. Máliki Yaum ad-din dan Iyyáka na‘budu. Dengan memahami munásabah ini akan sangat membantu memahami AlQur’an secara integral dan komprehensif. Apalagi karena Al-Qur’an itu bersifat yufassir ba‘Üuhu ba‘Üá. yakni antar bagian Al-Qur’an saling terkait dan saling menafsirkan. 30 .61.Qur’an atau umm al-kitáb berisi statement maha penting. Surat Al-Fátihah yang merupakan Umm al. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini. suatu tuntutan keyakinan bahwa Allah adalah ilah (Tuhan) yang mutlak. 7 ayat 65. Dengan demikian AlQur’an dibingkai oleh dua surat (awal dan akhir) yang memuat pesan tauhid yang sangat kuat. yakni Tawhid Rubbubiyah. terutama pada kalimat Rabbul ‘álamin. Kedua surat itu mengandung konklusi pengesaan Allah yang luar biasa.s hingga kerasulan Muhammad saw. Demikian juga pada surat terakhir yakni surat an-Nás ada kalimat rabb an-nás.50. sejak adanya misi risálah nabi Allah Adam a. Untuk mengetahui taksonomi Tauhid bisa dilihat pada surat al-Fatihah dan nisbah (hubungan) –nya dengan surat An-Nas. 16 Munásabah adalah salah satu istilah dalam Ulum al-Qur’an yakni hubungan atau interrelasi antara ayat dengan ayat atau surat dengan surat. 48 surat 21 ayat 25 dan surat 16 ayat 36).

22 . 2 :21. 42 :10 QS. ( QS. dan pembuat undang-undang. yakni orang yang memelihara nabi Yusuf yaitu Suami Siti Zulaiha yang berada di Mesir. QS.32. memelihara. 96 : 1 -5 . 10:37. QS. Melahirkan Tawhid Mulkiyah Hanya Allah-lah satu-satunya Raja alam ini termasuk raja manusia. (QS.3 QS. 10 : 3.31.KONSEP TAUHID DALAM MUNASABAH SURAT AL-FATIHAH DAN AN-NAS Surat Al-Fáti\ah 1 Rabb al-‘alamin: Surat Al-Nás 2 Rabb an-nas Munásabah surat dan ayat 3 Melahirkan Tawhid Rubbãbiyah. Secara terminologi. Maha Pendidik. Maha Pemelihara. Dengan demikian yang dimaksud dengan Tauhid Rubbãbiyah adalah meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Rabb. 7 :2. sehingga kata rabb sering diartikan tuan atau pemilik. 42 : 11-12. Sebagai Pencipta. misalnya kata rabb al-mál (pemilik benda) rabb ad-dár (pemilik rumah). QS. 106 : 3 -4). ‫رب الع المين‬ Máliki dân yaum ad- ‫رب الن اس‬ Málik an-nás ‫م الك يلوم الدين‬ Iyyáka na’budu ‫م الك الن اس‬ Iláh an-nás ‫اي اك نعبد‬ ‫اله الن اس‬ Kata Rabb secara etimologi berarti seseorang yang menunjang dan menyediakan kebutuhan orang lain (termasuk hal-hal yang menyangkut pemeliha-raan dan pertumbuhannya). QS 12 : 40). Sedangkan Rabb sebagai Pemilik mengandung maksud bahwa Allah adalah pemilik alam. Di dalam surat Yusuf (12 : 14) terdapat kata udzkurnâ ‘inda rabbik yang artinya “Terangkanlah keadaanku kepada Tuanmu!”. dan Maha Penjamin stabilitas keamanan. Rabb mengandung dua pengertian. Maha Pemberi rizki. Dia adalah Maha Pengatur segala urusan. mengandung maksud bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta dengan segala isinya termasuk manusia. QS. yang menciptakan. 6 : 144. QS. 32: 2. Hanya Allah-lah yang wajib disembah karena Allah adalah satu-satunya Tuhan manusia.3. Hanya Allahlah satu-satu nya Rabb bagi alam termasuk manusia. Melahirkan Tawhi Uluiyah. yakni sebagai Pencipta dan sebagai Pemilik. 31 . QS. pemilik hukum.

sehingga manusia wajib menaati Allah melebihi segalanya. 25 : 2). 4 : 52). Seluruh aturan dan perundang-undangan yang merupakan produk akal manusia (di luar wahyu) harus dinyatakan gugur karena dinilai batil. Ini berdasarkan firman Allah di dalam surat 25 : 2 dan surat 17 : 111 : ‫ف ي‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫وا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لوا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫س َت‬ َّ ‫ك ال‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ا‬ (2)‫را‬ ً‫دي ا‬ ِ ‫ق ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫د َت‬ َّ ‫ق‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ل َت‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫ق م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫خَت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ا ُف‬ "(Allah) yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. fasik. Orang yang berpegang kepada aturan produk akal dan mengingkari hukum Allah (Rubbubiyah Allah) dihukum zalim. dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya). Apabila manusia mencoba membuat atau memproduksi hukum di luar hukum AlQur’an yang bertentangan dengan al-Qur’an. maka sama saja dengan memproklamirkan diri sebagai Rabb. sesat. Selanjutnya. 114 :2) berarti Allah-lah yang telah menata kehidupan manusia dengan wahyu Al-Qur’an (Rubbubiyah Allah). termasuk hukum jahiliyah yang tak lain merupakan hukum hawa nafsu. Allah dengan predikat sebagai Rabb al-‘álamin telah menata alam semesta ini dengan undang-undangNya yang disebut Sunnatullah (Sunnah Alláh). dan musyrik. manusia yang mengaku Allah sebagai Rabb an-Nás wajib melaksanakan undang-undangNya di muka bumi. Dengan demikian ia termasuk orang yang musyrik. Tauhid Mulkiyah adalah pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allahlah satu-satu málik (Raja) yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Sedang-kan Allah dengan predikat Rabb an-nás (QS. dan Dia menetapkan ukuranukurannya dengan serapi-rapinya. 32 .memberi rizki. (QS. dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. jika tidak. maka pengakuan terhadap Allah sebagai rabb an-nás adalah dusta dan oleh karena itu ia dinyatakan “… sedikitpun mereka tidak beriman hingga menegakkan hukum wahyu’. dan Dia tidak mempunyai anak. di tangan Allah-lah kewenangan secara absolut untuk membuat undang-undang atau hukum. Dihukum demikian karena ia telah mengingkari tauhid Rubbubiyah. Oleh karena itu. (QS. dan mengatur manusia.

dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. yang disusun oleh ‘Abdurrahman ibn Hasan ‘Ali asy-Syaikh dan diteliti oleh ‘Abd al-‘Azâz ibn ‘Abdillah ibn Báz. tauhid Uluhiyah dan tauhid Ubudiyah namun bisa diringkaskan menjadi dua saja yakni tauhid Rubbubiyah dan Uluhiyah sebab yang dua lagi hanyalah merupakan sub saja. dinyatakan bahwa tauhid dibagi ke dalam dua macam. Lebih menaati. Adapun penjelasan masing-masing tauhid itu adalah sebagai berikut di bawah ini.‫سلوا‬ ُ ‫ج ا م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫د َت‬ ٍ ‫دي ف‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫س َت‬ ٍ ‫بأُفْ ف‬ َ ‫ل ي َت‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫ن ا م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ع َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ث َت‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫أو َت‬ ُ ‫د م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ذا َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫فع‬ َ ‫َت‬ (5)‫ال‬ ً‫علو ا‬ ُ ‫ف م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ع ا‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ي ا ع‬ َ ‫د َت‬ ِّ ‫ل ال‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫خ َت‬ ِ ‫ع‬ Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. yakni : (1). 18. al-Mamlukah al-‘Arabiyyah as-Su’udiyyah). Di dalam kitab “ Fath al-Majid. Dalam ma‘rifah ‘Abdurrahman ibn |asan ‘Ali Asy-Syaikh. yang meliputi tauhid Rubbubiyah dan tauhid Asmá’ ashShifát. (2). Tauhid Rubbubiyah adalah: ”huwa I‘tiqádu anna Alláh wahdah khalaqa al-‘álam” ialah meyakini bahwa sesungguhnya Allah yang Maha Esa-lah yang telah menciptakan segenap alam. hal. 17 : 111). Masih ada lagi taksonomi Tauhid dalam pandangan ulama lain. Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar.17 Dengan demikian tauhid terbagi empat bagian yakni tauhid Rububiyah. Jadi tauhid Rubbubiyah adalah mengesakan Allah sebagai Rabb (Pencipta. dengan mengutip pendapat Ibn al-Qayyim. َ ‫ع ِ َت‬ ‫ن‬ ‫ ي م‬ ٌّ ‫ل‬ ِ ‫وع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ف ي ا ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫لل ا‬ ِ ‫د ع‬ َّ ُ ‫م م‬ ْ‫ح ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ل ا ُف‬ ِ ‫ق ع‬ ُ ‫و م‬ َ ‫َت‬ (111)‫را‬ ً‫بي ا‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ ُ ‫ر م‬ ‫ه‬ ْ‫ب ُف‬ ِّ ‫ك‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ل َت‬ ِّ ‫ذ‬ ُّ ‫ال‬ Dan katakanlah : Segala puji bagi Allah yang tiada mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan. tauhid Asmá’ wa as-Shifát.(QS. Tawhid fi ath-Thaláb wa al-qaid yang meliputi tauhid Iláhiyyah (uluhiyyah) dan ‘Ibadah (‘Ubudiyah). lalu mereka merajalela di kampungkampung. (Mekah al-Mukarramah: Maktabah Bazar Mu[tafa al-Báz. 1417 H/1996 M. Fat\ al-Majâd Mu\ammad Ibn ‘Abd al-Wahháb. Pengurus dan Pengatur) alam ini. syarah kitab Tauhid Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab. Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. Tawhid fi alma‘rifah wa al-i`bat. lebih takut dan lebih cinta kepada makhluk daripada Allah SWT adalah syrik Mulkiyah. 17 33 .

al-Hasyr. qadha dan qadar-Nya beserta hikmahhikmahnya. mulkiyyah atau malakãt Raja. Tawhid Uluhiyah (3). 1414 Hijriyah). 847-848. awal surat àli ‘Imrán.kepada Allah sebagai Rabb. 19. 72. Tauhid Uluhiyah adalah pengesaan Allah sebagai tuhan yang harus disembah (Uluhiyah) dan oleh karena itu melahirkan pengabdian hanya kepada Allah (‘Ubudiyah) sebagai simbol monoloyalitas. Seseorang yang memiliki tauhid Uluhiyah dan Ubudiyah adalah mereka yang meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah. 19 Muhammasd Fu’ad Abdul Baqy. Tawhid ‘Ubudiyah yang penjelasannya kurang lebih sama dengan penjelasan di atas. Tawhid Asmá’ wa ash-shifat dan (4). Tawhid Rubbubiyah. rujukan tentang tawhid Mulkiyah yang dikemukakan di atas. (Beirut : Dár al-Ma’rifah. 29. 22. bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat tidak kurang dari 50 kata málik. (Madinah al-Munawwarah. sebagaimana termaktub antara lain pada awal surat al-Hadid. (2). hal itu sebenarnya tak jadi masalah sebab sebenarnya taksonomi tauhid bukanlah teks Al-Qur’an atau hadits tetapi merupakan kesimpulan hasil analisis para ulama. syari'ah didefinisikan sebagai : Abu Bakar Jabir al-Jazairy. Walaupun sebenarnya semua ayat al-Qur’an memuat ajaran tauhid. dan surat al-Ikhlásh. tiada memilih Wali (pelindung) kecuali Dia. hal. 1421 Hijriyah). manusia harus memahami asmá’ (nama-nama) dan Shifát Allah. Al-Mu‘jam al-Mufa\rasy li al-faÜli alQur’án al-Karâm.19 yang menunjukkan bahwa Allah adalah Syari’ah : Secara umum. tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Demikian juga Abu Bakar al-Jaziry membagi tauhid kepada empat macam yakni (1). awal surat al-A’ráf. Dalam hal ini. tidak bertawakkal kecuali kepadaNya. memiliki rujukan ayat-ayat al-Qur’an yang sangat banyak jumlahnya sebagaimana telah diterangkan. dan surat al-An‘ám. Thahá. sebagaimana termaktub antara lain dalam surat al-Káfirun.18 Pembagian tauhid yang dikemukakan oleh dua nara sumber di atas tidak mencantumkan adanya tawhid Mulkiyyah . 18 34 . termasuk pekerjaan-Nya. Dár al’Ulãm wa alHakam. Manhaj al-Muslim. tidak beramal kecuali untuk keagungan-Nya. Bahkan bisa penulis tambahkan di sini. hal. surat al-Mu‘min.

1958) . Abd Rahman ibn Hasan Ali Syaikh. 20 21 Muhammad Abu Zahrah. hal.t. (Beirut : Dar al-Ikhiya’ al-Arabi. 1996). 26.20 Sedangkan definisi ibadah sebagaimana dijelaskan oleh al-'Imad Ibn Ka`ir adalah 21: ‫ه ي ط اعته بفعل المأملور و ترك المخظلور‬ Ibadah adalah ketaatan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. yakni hidup sesuai dengan aturan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. maka maksudnya adalah segala macam aturan. 35 . adalah untuk mencapai keridaan Allah SWT. {ahâh Muslim (Syarah Nawawâ).) . U[ãl al-Fiqh. hal. Fat\ al-Majâd. 21. Jilid I. t. Bahkan definisi ibadah bisa lebih simpel. 22. hal. Adapun tujuan ibadah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawy. Jilid I. Baik akidah maupun syari‘ah kedua-duanya adalah aturan Allah. dan Maktabah al-Mu`anna. sebab atau penghalang). Fat\ al-Majâd. Imam Muslim. Di sini lebih terbatas kepada ukuran haram halal. bedanya akidah merupakan aturan tentang keyakinan (sistema credo) sedangkan syari‘ah ibadah merupakan aturan tentang tata beramal (sistema ritus). memilih atau menentukan sesuatu (sebagai syarat. 22 23 ‘Abd Rahman. sunat atau haram yang menyangkut tatacara mengabdi kepada Allah dalam rangka mencari keridaan-Nya. Definisi lain yang lebih luas adalah 22 : ‫اسم جامع لكل ما يحبه ويرضاه من الوقوال و العمل الظاهرة والباطنة‬ Ibadah adalah isim jami’ yang ditujukan kepada segala aktivitas yang disukai dan diridai Allah. (RiyaÜ : Nazar Mu[tafá alBáz. baik wajib. baik berupa perkataan maupun perbuatan. 157. (Beirut : Dar al-Fikr al-‘Arabi. baik yang tampak maupun tidak tampak. Dari sisi fungsi. Juz I. hal.‫خططط اب الشطط ارع المتعلططق بأفعطط ال المتكلفيططن بطط ال قتضطط اء او التخييططر او‬ ‫اللوضع او الم انع‬ Syari'ah adalah ketentuan Allah yang berkaitan dengan perbuatan subjek hukum berupa melakukan suatu perbuatan.23 Kalau digabungkan menjadi syari‘ah ibadah.

aktivitas ibadah ini terbagi dua katagori yakni ibadah mahdloh dan ibadah gair mahdloh. Pada umurnya tidak diatur dengan detail. Itu adalah aturan umum tetapi tidak boleh diterapkan dalam shalat. secara garis besar. Misalnya mengucapkan alaihis salam ketika mendengar nama nabi . Selanjutnya. Misalnya mengqiyaskan zakat profesi kepada zakat pertanian atau zakat mas. salat. 2. zakat dan haji. Kadang-kadang sulit difahami akal misalnya 24 Ibadah Ghair Mahdloh Asal ibadah ghair mahdoh adalah Halal kecuali kalau ada dalil yang mengharamkannya. Asal ibadah mahdoh adalah haram. kecuali kalau ada dalil yang memerintahkan untuk mengerjakannya. saum. Boleh menggunakan bahasa terjemahan. yakni syahadat. Supaya ibadah seorang hamba dapat diterima oleh al-Ma‘bud (Yang disembah). Sangat mustahil seseorang mau melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati kalau fondasi akidahnya lemah. Tidak berlaku qiyas. saum. Bahasa harus asli (bukan terjemahan). misalnya doa ketika mau makan. misalnya bacaan shalat dan doa-doa haji. zakat dan haji. sebagai Málik maupun sebagai Iláh. Perbedaan antara ibadah Mahdloh dan ghair mahdloh : Ibadah Mahdloh 1. adalah rangkaian ibadah yang bersih tidak bercampur dengan aturan dari luar. Ibadah mahdloh (mihadl = bersih). baik sebagai Rabb. 3. 5. Termasuk ke dalam ibadah mahdloh ini adalah salat. tidak boleh tercampur dengan aturan dari luar.. Jadi kalau akidah merupakan fondasi sedangkan syari‘ah ibadah merupakan bangunannya. Qiyas berlaku dalam menetapan hukum.akidah sebagai fondasi sedangkan syari'ah adalah bangunannya24 Supaya bangun-an syari‘ah ibadah bisa tegak berdiri. ada salah satu syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu yakni memahami siapa itu al-ma‘bud. 4. Pada umumnya tujuan dan hikmah ibadah ghair mahdoh mudah difahami akal. yang ditetapkan hanya prinsip-prinsipnya saja misalnya tentang cara berpakaian atau pernikahan. Redaksi bahasa tidak harus persis yang penting essensinya. Aturannya khusus. Hadis menyatakan bahwa Islam dibangun dengan lima hal. 36 . maka fondasi akidah harus benarbenar kokoh. Ini artinya seorang hamba harus terlebih dahulu mengenal Allah. Misalnya ucapan ijab qabul.

mengapa harus mencium hajar aswad. 6. Akal tidak boleh ikut campur. Tidak ada kreativitas akal. Kreasi baru dalam ibadah mahdloh dianggap bid’ah. 7. Jumlahnya sedikit

Akal boleh ikut campur dalam pengembangan ibadah ghair mahdoh, karena setiap zaman memerlukan tatacara yang sesuai dengan zamannya. Misalnya cara ijab qabul dalam jual beli di zaman dahulu dengan di zaman modern, yang penting adalah siubstansinya. Jumlahnya sangat banyak

Akhlaq :
Apabila seseorang memiliki aqidah yang benar dan kokoh, maka ia akan mudah melaksanakan syari’ah secara konsisten. Selanjutnya, aqidah dan syari;ah akan membuahkan akhlaq. Akhlak adalah perilaku manusia yang nampak maupun yang tidak nampak

seperti kegiatan hati. Akhlak bukanlah sebatas sopan santun kepada sesama manusia tetapi lebih luas lagi, yakni meliputi hubungan dengan Allah ( Hablum minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas), dan hubungan dengan alam sekitar (Hablum minal ‘alam). Contoh akhlak hablum minallah adalah shalat, haji, doa, dzikir, syukur nikmat dll. Contoh akhlak hablum minannas adalah menjenguk orang yang sakit, saling tolong menolong, mengikis dendam dan saling memaafkan. Sedangkan contoh hablum minal ‘alam seperti tidak membuang sampah sembarangan, menyantuni hewan, bersikap hemat energi, memanfaatkan sumber daya alam sebaik mungkin, dll. Objek bahasan akhlak dengan syari’ah adalah sama, yang berbeda hanyalah sudut pandangnya. Contoh, Shalat. Dari perspektif syari’ah fiqih, shalat dipandang sebagai kegiatan ibadah mahdloh dengan tatacara tertentu, dari mulai takbiratul ihram sampai salam. Sedangkan shalat dalam perspektif akhlak adalah taqarrub kepada Allah, melalui jalan mahabbah (perasaam cinta) bukan sekadar karena suatu kewajiban.

37

Pandangan lain :
Bisa juga din al-Islam dipandang sebagai syari’ah dalam arti luas. Kemudian syariah terbagi tiga, yakni : 1. 2. 3. Syari’ah (aturan) tentang tata keyakinan disebut aqidah. Sasarannya adalah qalbu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Syari;ah (aturan) tentang tata cara (how to do) beribadah, disebut syarilah ibadah. Sasarannya lebih kepada anggota badan. Syari’ah (atutan) yang mengatur bagaimana menjalin hubungan baik dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar, atau disebut akhlaq.

Pertanyaan Renungan :
• Apakah anda yakin bahwa ajaran Allah yang dahulu dibawa oleh nabi Musa a.s dan nabi Isa as, telah mengalami banyak perubahan fundamental ? Jawabannya : Ya, yakin sekali. • Apakah ada bukti ke arah itu ? Jawabannya : Satu bukti autentik adalah adanya • pergeseran dari konsep Tuhan yang monotheisme murni kepada monotheisme yang samar-samar. Mana yang paling rasional menurut anda, apakah konsep Tuhan yang monotheoisme murni sebagai dijelaskan oleh Al-Qur’an surat al-Ikhlas, atau monotheisme hasil falsafah manusia ? Jawabannya : Monotheisme murni sebagaimana dijelaskan oleh Alqur’an surat al-Ikhlas. • Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 62 ada konsep amana billah (beriman kepada Allah). Apakah sekadar meyakini adanya Allah atau meyakini adanya Allah tanpa syirik ? Jawabannya : Meyakini adanya Allah tanpa syirik. • tidak etis. • Dosa syirik, apakah termasuk dosa ideology atau dosa kriminal ? Jawabannya : Dosa ideology. Bagaimana pandangan anda, apakah mengimani adanya Allah yang bercampur syirik adalah tindakan yang etis ? Jawabannya : Sangat

38

Jika seorang muslim meyakini bahwa Allah Maha Esa tetapi dilihat dari tauhid Rubbubiyah, Mukiyah dan Uluhiyanya ternyata tidak terealisasi, apakah yang demikian disebut tauhid yang benar ? Jawabannya : Salah. dan keliru.

Kalau begitu kepercayaan kepada Allah yang bagaimanakah yang dapat menyelamatkan manusia ? Jawabannya : Kepercayaan kepada Allah yang diikuti dengan ketaatan kepada Allah dengan segala aturannya, yakni hukum Al-Qur’an.

Apakah seorang muslim dinilai beriman kepada Allah, apabila ia mempercayai keesan Allah tetapi tidak melaksanakan ibadah ? Jawabannya : Tidak beriman, sebab beriman harus dibuktikan dengan ketaatan beribadah.

Apakah segala macam ritual akan bernilai manfaat apabila tidak membuahkan akhlak yang baik ? Jawabannya : Tidak bermanfaat, bahkan orang yang shalat tetapi tidak mau mencegah maksiat, maka ia akan ditempatkan di neraka Wail.

• •

Kakalu begitu di mana sebenarnya muara beragama itu ? Jawabannya : Ialah akhlaq yang baik sesuai petunjuk Al-Qiur’an. Apakah orang yang suka menolong orang lain tetapi tidak pernah shalat tergolong berakhlak baik ? Jawabannya : Tidak, karena akhlak harus meliputi tiga dimensi yakni hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar.

Kini, apakah anda memiliki tekad untuk menjadi muslim yang berakhlak baik dalam seluruh dimensinya ? Jawabannya : Ya, dan itu harus.

Amin.

39

sehingga termotivasi untuk mengamalkan seluruh ayat-ayatnya secara konsisten. dll.MODUL 4 AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM PERTAMA Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar wahyu Allah. Untuk menjelaskannya. permasalahan umat tetap bermunculan misalnya persoalan bayi tabung. yakni ijtihad. wa atimmu alhajj. yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi akal.an bisa menggunakan dua pendekatan. Misalnya perintah shalat. Pokok-pokok Materi : Prolog : Al-Qur’an bersifat global (mujmal) yang memerlukan perincian. Mahasiswa termotivasi untuk seluruh ayat Al-Quran secara kaffah di dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa dapat menggunakan metode studi Al-Qur’an dengan tepat . Pendekatannya ada tiga yakni tafsir Mateforis. Cara menafsirkan Al-Qur’. Penjelasan rasul itu disebut Sunnah Rasul. shaum maupun haji hanyalah dengan kalimat singkat : aqimis shalat. oleh karena itu memerlukan sumber hukum yang ketiga. 40 . berrumah tangga. tafsir Hermenetika dan tafsir dengan pendekatan Sosial Kesejarahan. maka Al-Qur’an bukan saja perlu diterjemahkan tetapi perlu jiuga ditafsirkan. yang merupakan aturan absolut yang berfungsi sebagai pedoman hidup. Setelah Rasul wafat. kutiba ‘alaikum as-shiam. Kini banyak tokoh-tokoh Islam aliran rasional Liberal. Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan menggunanakan bahasa Arab. euthanasia. datanglah Rasulullah SAW memberikan penjelaskan. berekonomi sampai urusan bernegara. sedangkan tentang tatacara mengerjakannya tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Agar fungsi Al-Qur’an sebagai hidayah (guidance) atau way of life benar-benar efektif. Persoalan demikian belum terakomodir di dalam Al-Qur’an maupun hadits. yakni tafsir Tahlili dan tafsir Maudhu’i. dari mulai tatacara shalat. inseminasi. Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan secara aqli dan naqli bahwa Al-Qur’an sebagai wahyu Allah.

Allah sebagai pencipta alam ini menegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa planet itu ada sebelas. Al-Qur’an pasti karya Allah. kamu menyangka gunung itu diam. Di dalam QS. Mana mungkin Al-qur’an mampu memberi informasi tentang alam yang menjadi ilmu pengetahuan modern.an yang berisi informasi tentang alam semesta yang dapat dijadikan bukti bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah. beberapa di antaranya adalah : • Tentang awal kejadian langit dan bumi. Bahasa Al-Qur’an : Allah menegaskan “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab”. firman Tuhan bukan karya nba Muhammad SAW. • “Nabi Yusuf berkata : Ya ayahku ada sebelas planet yang bersujud kepadaku”. 21 : 30 Allah menegaskan : “Apakah orang-orang lafir tidak mengetahui. Tujuannya sudah pasti agar Al-Qur’an mudah difahami. sehingga Muhammad berdarah Babylon. Baru pada tahun-tahun terakhir ini para ahli astronomi menemukan bahwa planet itu ada sebelas. maka kemudian kami lontarkan. Ayat-ayat di atas membuktikan bahwa dilihat dari perspektif sains. bahasa yang dipakai oleh nabi Muhammad dan oleh masyarakat Arab. menurut Isa Bugis.Pembuktian Al-Qur’an sebagai Wahyu dalam Persepketif Sains : Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur. sesungguhnya langit dan bumi dahulunya adalah satu yang padu. apakah mereka tidak mau beriman”. bukan karya manusia. Pasti Allah yang benar. Akan tetapi. Tidak gunung itu bergerak sebagaimana geraknya awan”. • Tentang pergerakan gunung dam lempengan bumi. bahwa Al-Qur’an adalah bahasa Arab. Dan Kami jadikan semua makhluk hidup dari air. seandainya Al-Qur’an bukan karya Allah. Alasannya adalah karena Muhammad adalah keturunan nabi Ismail dari isteri kedua. QS :”Dan kamu melihat gunung. Ini penegasan dari Allah SWT. Padahal para ahli astronomi berpendapat hanya ada sembilan planet. Siapa yang benar ? Allah sebagai penciptanya atau manusia yang hanya mencari dan menemukannya. bukan berdarah Arab asli 41 . Al-Qur’an bukan bahasa Arab tetapi bahasa wahyu.

Di belahan Selatan. suku Arab asli (al-‘Aribah) ialah suku Qanaan. hal. Ya‘rub. Menjelajah Khazanah Perdaban Gemilang. Ibrani.dengan demikian maka bahasa nabi Muhammad adalah bukan bahasa Arab tetapi serumpun dengan bahasa Arab. Jadi suku Quresy adalah bagian dari Suku Arab. terjemahan Ilyas Hasan (Bandung. Ibrani Injil. Huruf Arab ternyata berbeda sekali dengan dengan huruf bahasa Foenesia. Nabatea. 25 42 . Lois Lamya Al-Faruqi. 58 27 Isma'il Al-Faruqi. Alasan pertama. Aramaea. Syiria Kuno. Hampir semua bahasa di atas telah punah .26 Apakah ada bahasa selain Arab yang serumpun dengan bahasa arab dapat dilihat antara lain dari bentuk hurufnya. Al-Faruqi. Mizan. sedangkan bagian Utara adalah bahasa Aram.27 Al-Qur'an menggunakan huruf Arab bukan huruf lainnya. Syiria Umum. 25 Suku-suku pendatang lantas berbaur dan mempelajari bahasa yang ada yakni bahasa Arab. Mandaera. Kemudian di bagian Baratnya adalah Foenisia. hal. 2001). Atlas Budaya. Atlas Budaya. Ma’ad dan Nizar. Alasan kedua. sebagaimana dijelaskan oleh Ismail al-Faruqi adalah bahwa. itulah yang disebut " bilisáni qaumih" (berbicara dengan bahasa kaumnya). Bangsa Arab termasuk bangsa Semit. hal. Kaldea dan Arab. dengan demikian maka bahasa dan tulisan Al-Qur'an memang mutlak bahasa Arab bukan bahasa yang Isma'il R. bagian Timurnya berbahasa Akkad atau Babylon dan Assyiria. yakni suku ‘Adnan. Para pembaca bisa melihat perbedaan huruf-huruf tersebut pada buku "Atlas Budaya" karya Ismail Al-Faruqi bersama isterinya. pendapat di atas tidak tepat. Menurut penulis. Kemudian datanglah suku Arab Musta‘ribah I (Pendatang I). yakni di bagian utaranya berbahasa Arab sedangkan sebelah selatan berbahasa Sabe atau Hymyari. bukan suku lain. Lantas datang pula suku Arab Musta‘ribah II (Pendatang II) yakni suku Fihr atau Quresy. 45 -47 26 Isma'il Al-Faruqi. Atlas Budaya. bukan mempelajari bahasa Babylon. Aram Yahudi dan Palmyra. dan Geez atau Etiopik. Dewasa ini yang disebut dikatagorikan bahasa Semit adalah setengah kawasan bagian Utara. judul asli : The Cultural Atlas of Islam). 63. hanya bahasa Arab yang masih hidup". Yasyjub dan Saba'.

Hujjah ketiga Isa Bugis adalah bahwa kata ‘Arabiyyan dengan doble ya merupakan ya nisbat yang menunjukkan serumpun dengan bahasa Arab tetapi bukan bahasa Arab.serumpun bahasa Arab. menurut Ismail Al-Faruqi. kalau begitu Al-Qur’an bukanlah bahasa Arab. yakni bahasa Arab. harus memiliki syarat-syarat. Sepengetahuan penulis. Dengan demikian maka bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab. Sebagai tambahan penjelasan. Pada umumnya orang-orang Arab dalam percakapan mereka sehari-hari menggu-nakan bahasa Arab Yaumiyah sedangkan Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab Fushá. ini karena buku-buku sastera itu menggunakan bahasa Indonesia kelas tinggi. atau bahasanya orang Arab. 43 . memiliki frame of reference yang teratur. Ketidakmengertian sebahagian orang Arab terhadap teks-teks Al-Qur’an tidak menunjukkan bukti bahwa Al-Qur’an bukan bahasa Arab. Untuk mampu memahami teks ilmu pengetahuan. bahasanya orang Arab bukan serumpun dengan bahasa Arab. Hujjah inipun lemah. Tidak semua orang Indonesia mampu memahami karya sastera berbahasa Indonesia. Hujjah lain dari kelompok Isa Bugis adalah bahwa jika Al-Qur’an berbahasa Arab maka semua orang Arab pasti mengerti Al-Qur’an. Sarjana sastera Indonesia misalnya. Kalau mau dikatakan serumpun maka harus dikatakan serumpun dengan bahasa Semit bukan serumpun bahasa Arab. Begitu pun sarjana Kimia tidak otomatis memahami teks tentang filsafat. tidak otomatis dapat memahami teks buku-buku Ilmu Kimia. Di samping itu untuk dapat memahami suatu teks tidak cukup dengan mengetahui kosa kata (mufradat) tetapi harus berbekal ilmu pengetahuan tentang isi teks. bahasa Semit yang masih hidup sampai saat ini adalah bahasa Arab. kata ‘arabiyyan berarti bahasa yang dinisbahkan kepada orang Arab. Mengapa demikian? Keadaan ini sama saja dengan orang Indonesia. tetapi pada kenyataannya tidak semua orang Arab mengerti Al-Qur’an. antara lain memahami substansi materi. serta memiliki paradigma berfikir yang menunjang.

LPPI. maka sudah pasti ia akan tersesat ( QS.. Penyimpangan dan Kesesatan Ma‘had al-Zaytun. di baca bukunya: ”Al-Madkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm” dengan bahasa Arab. 30 Koran Pelita :”Seminar Tafsir Alqur’an di IKIP Jakarta . Ia menegaskan bahwa bahasa orang Arab adalah bahasa Arab. hal. Petunjuk yang ada pada Al-Qur’an benar-benar sebagai ciptaan Allah bukan cerita yang dibuat-buat (QS. Wahbah Zuhayly. Fungsi Al-Qur’an Aturan Allah yang terdapat di dalam Al-Qur'an memiliki tiga fungsi utama. hal. al-Tafsâr al-Munâr.(Mesir: Maktabah asSunnah.” Selasa. 29 Maret 1994/16 Syawwal 1414 H. Juz 11. Jakarta. Syahbah 28 yang artinya al-Qur’an diturunkan dengan lisan orang Arab. bayyinát (penjelasan) dan furqán (pembeda). Sebagai hudá.Wahbah Zuhayly. 29 Muhammad Ibn Mu\ammad Abã Syahbah dalam bukunya :” AlMadkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm ” 1992 M/ 1412 H. 202. 1998 M/ 1418 H). ketika menafsirkan ayat tersebut menyataklan bahwa kata ‘arabiyyan bermakna “nuzila bilisánin ‘arabiyyin mubân. 1992 M/1412 H ). fâ al-‘Aqâdah wa asy-Syarâ‘ah wa al-Manhaj. 13: 37). Perbedaan bahasa Quresy dengan bahasa suku Tamim dan lain-lainnya hanyalah dalam dialek bukan dalam makna. Semua ayatnya harus menjadi rujukan termasuk dalam mengelola bumi. Pendapat demikian ditentang oleh Ahmad Satori sebagai doktor dalam sastra Arab.30 Dengan demikian hujjah Isa Bugis yang menyatakan al-Qur'an bukan bahasa Arab. Lihat pula M.29 Kelompok Isa Bugis pun lantas beralih dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an bahasa Quresy bukan bahasa Arab. yaqra-u bi lugah al-‘arabi”. 34. (Beirut : Dar al-Ma’shir. Muhammad Ibn Muhammad Abu dalam menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu adalah kitab ‘arabiyyah al-akbar atau kitab berbahasa Arab yang maha besar. Amin Djamaluddin. 12:111). hal 9. sikapnya mengabaikan petunjuk yang ada pada papan itu. Senada dengan itu. artinya Al-Qur’an merupakan Kalau seseorang tidak mengetahui aturan yang harus diikuti arah jalan tetapi tanpa tawar justeru menawar sebagaimana papan petunjuk arah jalan yang dipasang di jalan-jalan. seluruhnya tertolak. yakni sebagai hudá (petunjuk). 2001 28 44 .

Supaya tujuan itu bisa dicapai maka hukum Allah (Al-Qur’an) harus benar-benar dijadikan undang-undang oleh para khalifah fil ardl dalam mengelola bumi. ia a adalah resep dari Allah yang sudah pasti benar mustahil salah karena Allah adalah Maha Benar. Selanjutnya fungsi lain Al-Qur’an sebagai Syifa (obat. sebab kalau menunggu dapat memahaminya secara penuh bisa keburu mati. Al-Qur'an harus dijadikan rujukan semua peraturan yang dibuat oleh manusia. Dalam fungsinya sebagai bayyinát. Inilah kebenaran otoritas. 17 : 105-106). antara muslim dan luar muslim. QS.an yang untuk sementara waktu belum dapat difahami oleh ratio. pasien sering sulit membaca resep dokter apalagi memahaminya. Fungsi ketiga Al-Qur’an adalah sebagai furqán atau pembeda antara yang haq dan yang báthill. memahami munásabah atau hubungan ayat yang satu dengan yang lain. akan tetapi walaupun begitu. antara nilai yang diyakini benar oleh mukmin dan nilai yang dipegang oleh orang-orang kufurr. Dengan demikian walaupun ada beberapa ayat Al-Qur. jadi manusia tidak boleh membuat aturan sendiri sebab sistem aturan produk akal manusia sering hanya bersifat trial and error. pasien tetap percaya bahwa resep itu benar mustahil salah karena dokter diyakini tidak mungkin bohong. ditujukan antara lain untuk menampakkan kejayaan Islam dan mengalahkan segenap tata aturan ciptaan manusia ( liyudlhirah ‘aláddini kullih) sebagaimana ditunjukkan oleh kemenangan negeri Madinah atas negeri Mekah yang Jahiliyah (futuh Mekah). tak apa tetapi tetap harus dilaksanakan. Untuk bisa memahami dan menggali fungsi-fungsi Al-Qur’an. 45 . Sedangkan Al-Qur’an sebagai bayyinát berfungsi memberikan penjelasan tentang apa-apa yang dipertanyakan oleh manusia. 75 : 16-17.Dengan menggunakan kedua macam hukum secara beriringan yakni hukum alam dan hukum Al-Qur’an. Ibarat resep dokter. Demikian pula dengan Al-Qur’an. surat yang satu dengan surat yang lain. bayyinát maupun furqán secara mendalam. baik sebagai hudá. resep). maka Al-Qur’an perlu dipelajari bagian demi bagian secara cermat dan tidak tergesa-gesa (QS.

tetapi dokter berpesan agar obat tersebut dimakan sesuai aturan dan sampai habis. Yang dimaksud Tafsir bi al-Ma’`tsur ialah menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadits. dari mulai surat Al-Fátihah ayat pertama sampai surat An-Nás ayat terakhir. yakni Tafsâr bi al-Ma’`tsur dan Tafsirr bi al-Ma‘qul. penyakitnya tidak akan sembuh. Misalnya pembahasan tentang Riba.dlin wa nakfuru biba’dlin). Sedangkan Tafsir bi al-ma‘qul adalah penafsirkan al-Qur’an dengan logika. Demikian pula dengan Al-Quran sebagai obat. Tafsir kedua ini sering juga disebut tafsâr bi 46 . ayat perayat. Cara menafsirkan Al-Qur’an : Untuk memahami isi atau pesan Al-Qur’an yang terkandung dalam seluruh ayat Al-Qur. kemudian disistimatisir dan ditafsirkan sehingga antara ayat yang satu dengan ayat yang lain saling melengkapi pembahasan tema.an tidak cukup dengan terjemah.Tafsir Tahili ialah menafsirkan Al-Qur’an secara runtut. maka seluruh ayat yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan masalah riba. dikenal dua macam penafsiran yakni tafsir tahlili dan tafsir maudhui. Pemilahan dan pemilihan ayat-ayat tertentu untuk diamalkan sedangkan ayat yang lainnya dibiarkan adalah sikap kufur (Nu’minu biba.Juga obat dari dokter kadang rasanya manis kadang pahit. tafsir terbagi dua. diinventarisir kemudian dibahas menurut sub-sub tema sehingga sampai kepada kesimpulan. sebab kalau tidak tepat aturan dan tidak sampai habis. Allah menghendaki agar seorang mukmin mengamalkan seluruh ayat Al-Qur’an tanpa terkecuali. tetapi perlu melakukan penafsiran terhadap ayat Al-Qur’an. Sedangkan tafsir Maudlu‘i ialah penafsiran berdasarkan tema-tema yang dipilih sebelumnya. judul atau pokok bahasan. Dilihat dari pendekatannya. Caranya semua ayat yang berkaitan dengan tema ( maudlu’i) yang dibahas diinventarisir tanpa terikat oleh urutan surat. tanpa terikat oleh tema. tidak selalu harus sejalan dengan perasaan (feeling) kemauan (willing) dan ratio (thinking). Dilihat dari caranya. sebab terjemah hanyalah alih bahasa.

Mereka menggunakan tiga pendekatan yakni tafsir Metaforis. sehingga agama Musa menang lantas menyebar cepat sekali. dll. Supaya rasional.ar-Ra’yi. menjalar-jalar bagaikan ular.” Pernyataan ini tidak rasional. tafsir Hermenetika dan pendekatan sosial kesejarahan. Demikian pula pernyataan bahwa tongkat (asha) nabi Musa menjadi ular dianggap tidak rasional. Penafsiran Al-Qur’an kelompok Rasional Liberal : Kini muncul kelompok orang yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi rasio yang biasa dikenal dengan sebutan kelompok rasional liberal. adalah pernyataan tidak rasional. Jadi yang dimaksud dengan tafsir bi ar-Ra’yi adalah menafsirkan AlQur’an dengan menggunakan dalil-dalil logika. tafsir Al-Qur’an juga beragam corak Apabila penafsiran Al-Qur’an dilihat dari persepektif cabang ilmu pengetahuan tertentu seperti psikologi. sebab tidak mungkin api yang panas menjadi dingin. bagaikan api”. Demikian pula pernyataan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa nabi Ibrahim a. karena kalau tongkat bisa menjadi ular berarti telah mengubah sunnatullah padahal sunnatullah tidak akan pernah berubah.s tidak mempan dibakar api. Biologi. sosiologi. maka diambillah makna kedua dari kata ‘ asha yakni pegangan. Supaya rasional. Dengan demikian maka pernyataan menjadi :” Musa melemparkan pegangan (baca: agama Islam) ke tengah-tengah masyarakat . Agama Musa tersebut ternyata sanggup mengalahkan isme/ agama (ular-ular) ahli sihir. Sedangkan apabila didekati dari perspektif tasawuf disebutlah tafsir Tasawuf . Tafsir Metaforis : Tafsir metaforis ialah mengambil makna kiasan misalnya ada pernyataan “Tikustikus dipenjara. maka kata tikus dimaknai koruptor. Karena kalau demikian berarti sunnatullah api berubah. Dari sisi perspektifnya. maka pernyataan tersebut harus diitafsirkan sbb : “ Ibrahim dibakar oleh suasana masyarakat yang sangat panas 47 . maka disebutlah tafsir ‘lmi.

Selintas upaya rasionalisasi Al-ur’an ini bagus sekali tetapi ketika ditanya. Padahal poligami dilaksanakan oleh nabi dan banyak para sahabat nabi. Bahkan hadits nabi menjelaskan bahwa pria yang tidak bersikap adil dalam berpoligami. Diatur demikian. Itu dulu. Datanglah Islam. Sampai di sini dapat difahami. pada sisi batininya Al-Qur’an melarang perbudakan. 48 . Pendekatan Sosial Kesejarahan : Menurut kelompok Rasional Liberal. besar kemungkinan akan mengakibatkan heboh nasional. hukum itu berkembang sesuai dengan perkembangan sosial. Allah memang memerintahkan seorang pria muslim untuk menikah dengan perempuan yang baik akhlaqnya sampai batas maksimal empat orang isteri. Akan tetapi banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan bahwa apabila seorang muslim melakukan pelanggaran atas aturan tertentu. Kalau begitu pada hakikatnya. di akhirat kelak akan berjalan merangkak dengan lidah yang menjulur. Apakah rasional ?”. tiba-tiba mendapat bagian yang sama dengan pria. Menurut kelompok Rasional Liberal. Kalau begitu – demikian kelompok rasional Liberal – pada prinsipnya pernikahan dalam Islam adalah monogamy dan mengharamkan poligami. Tafsir Hermenetika : Ialah menafsirkan ayat al-Qur’an dari sisi batini. Pati kelompok ini tidak sangat sulit menjawab secara tepat dan rasional. Contoh : Pada zaman jahiliyah. lebih baik satu isteri saja. kaum wanita tidak mendapatkan harta pusaka (warisan). yakni harus memerdekakan seorang hamba sahaya (budak belian). Contoh : Tidak ada satu ayat pun bahkan satu hadits pun yang melarang perbudakan. Islam memandang cara demikian sangat tidak adil. ia terkena finalti. Akan tetapi kemudian bergeser kepada persoslan poligami. maka Islam mengatur bahwa wanita mendapatkan warisan tetapi setengah dari bagian pria. Akan tetapi Al-Qur’an sendiri langsung menjelaskan bahwa apabila kamu khawatir berbuat tidak adil. “Bagaimana tafsir bahwa nabi Isa lahir dari rahim Maryam yang perawan. karena apabila wanita yang semula tidak memperoleh warisan. Bagaimana mungkin para sahabat tidak memahami pesan batini Al-Qur’an.

Kritik Terhadap Upaya Rasionalisasi dalam Menafsirkan Al-Qur’an : Sebenarnya upaya rasionalisasi tafsir Al-Qur’an bukanlah hal baru. Nabi Musa memukulkan tongkat ke laut sehingga terbelah menjadi jalan. Muncullah pertanyaan bagi kelompok Rasional Liberal :” Apakah adil itu adalah sama rata atau proporsional ?”. misalnya penafsiran Muhammad Abduh tentang surat al-Fil yang berbeda dengan tafsiran terdahulu. Setiap burung membawa tiga butir batu. misalnya tentang mukjizat nabi Musa. Batu tersebut adalah batu kecil dari tanah yang membara. 1991) Juz 30. akan sangat memenuhi prinsip keadilan apabila bagian perempuan sama besar dengan bagian laki-laki. Demikian juga ketika nabi Ibrahim dibakar tetapi tidak mati gara-gara apinya menjadi dingin. Pendapat-pendapat kelompok rasional liberal yang lebih didominasi oleh akal/ ratio telah mendapatkan penentangan hebat dari para pemikir Islam lain yang tafaqquh fiddin. Dengan demikian tidak mungkin api 31 Wahbah Zuhayly. hal. burung Abábil itu melempar pasukan gajah dengan batu dari neraka (sijjil). Oleh karena itu pula.408. apalagi wanita zaman sekarang bukan lagi pihak yang tertanggung tetapi pihak yang menanggung.empat belas abad yang silam. Sekarang zaman sudah berubah. oleh karena itu perlu ada reinterpretasi terhadap konsep adil. padahal sifat api sebagai sunnah Allah adalah panas. tidak berubah. mengapa Allah tidak menurunkan nabi yang baru ?”. menurutnya sijjil bukanlah batu dari neraka tetapi berupa virus. Menurut tafsir Ibn Abbas dan lain-lain. 49 . Apakah warisan bagi perempuan sebesar setengah dari bagian laki-laki yang Allah tetapkan dinilai tidak adil sehingga perlu direvisi ? Bukankah aturan Islam itu telah sempurna ?”. (Beirut . Tafsir Al-Munir. Sunnah Allah yang bergerak di dalam hukum kausalitas merupakan ketetapan yang pasti. Rasionalisasi Al-Qur’an dilakukan dengan pendekatan tafsir Metaforis. Kalau aturan Allah masih perlu revisi. Menurut kelompok rasional itu tidaklah mungkin sebab menyalahi sunnah Allah. dua butir di kedua kakinya dan satu butir di paruhnya. Dengan serangan virus itulah tentara Abrahah menjadi sakit parah dan akhirnya mati. 31 Tetapi Muhammad Abduh dengan tafsir metaforis rasionalnya berpendapat lain.

32 50 . Nalar. kalau begitu ilmu Alam tidak lagi menjadi ilmu pasti. dalam sains terdapat akumulasi data yang bertentangan yang akhirnya menimbulkan krisis paradigma dan setelah itu timbullah suatu sintesis yang imajinatif. sedangkan yang terjadi ke arah itu bersifat nonrasional. salah satu basic sains tentang kepastian hubungan sebab – akibat atau “if X. Islam dan Politik Era Orde Baru. Jakarta: PT. kalau hukum Alam berubah-ubah maka tidak dapat dibuat rumus-rumus ilmu Alam. hal.yang panas menjadi dingin karena kalau begitu sunnah Allah tentang api telah berubah. tetapi ilmu pengetahuan alam yang ditemukan manusia bersifat relatif. ketika Islam diyakini sebagai agama yang berlandaskan wahyu. yang akhirnya memperoleh rekognisi ilmiah. logis atau tidaknya sesuatu kejadian sangat tergantung kepada kemajuan berfikir dan kebudayaan termasuk perkembangan sains teknologi yang berkembang saat itu. Logos Wacana Ilmu. Kini ditemukan bahwa partikel-partikel saling mempengaruhi tanpa dihayati bagaimana hubungan kausality di antara mereka. Untuk mengomentari ini. Menurut Din. 2001). hal. Kausality ternyata terlalu simplistik. Dalam hal ini Richard Thamas (1993) dalam bukunya berjudul “:The Passion of Western Mind” menulis sebuah judul “The Crisiss of Modern Science” menyatakan bahwa ilmu Barat yang spektakuler itu ternyata menghadapi krisis antara lain setelah sekian ratus tahun meyakini “ certainty principle”. umat Islam dihadapkan kepada problema yang menyangkut hubungan akal dengan wahyu. 3. then Y” tetapi pada perkembangan berikutnya ternyata ada juga “Uncertainty principle”. Kedua. 1. 33 Herman Soewardi. umat Islam menghadapi dua problema intelektual. ketika Islam diyakini sebagai kehidupan. Namun batasan rasional atau tidaknya. S Sebenarnya alam sebagai fakta dengan segala hukumnya adalah absolut. Karena itu ilmu pengetahuan yang sekarang dianggap sebagai sesuatu yang relatif.33 Bahkan menurut Thomas Kuhn.32 Upaya rasionalisasi ayat Al-Qur’an dalam batas-batas tertentu sah-sah saja karena Islam memang rasional sehingga Islam itu diperuntukkan bagi orangorang yang berakal (Ad-Din al-Aql). Pertama. umat Islam dihadapkan kepada persoalan hubungan antara agama dan persoalan kehidupan (sekuler). Kalau sunnah Allah berubah maka hukum alam pun berubah. ada baiknya dikedepankan dulu pandangan Din Syamsudin. dalam mengkonseptualisasikan Islam. (Ciputat. Din Syamsudin.

Demikian puluhan tahun pendapat itu mendominasi. pengetahuan itu bisa benar bisa salah. sedangkan pengetahuan yang salah disebut persepsi atau opini. al-‘ilmu) adalah mutlak. Dalam kesimpulan penulis. tetapi para ahli astronomi menyebutkan hanya sembilan. misalnya apa arti hidup. Dan sangat mungkin kalau hanya mengandalkan kekuatan nalar semata. apa itu syetan dan bagaimana sikap manusia terhadap syetan. kini terakhir ditemukan satu planet lagi sehingga menjadi sebelas. karena rasio memiliki daya deteksi yang terbatas. Manusia dengan rasionya berusaha mencari kebenaran (ilmu). apabila rasio dijadikan sebagai ukuran segenap kebenaran agaknya terlalu riskan. Pendek kata. manusia dengan rasio yang berfikir berlandaskan kausality. Wahyu memberikan informasi seputar masalah-masalah di atas yang tidak mungkin dapat ditemukan melalui penelitian empirik. Fungsi wahyu adalah untuk membantu manusia agar jangan terlalu lama atau jangan terlalu sulit menemukan kebenaran. kebenaran (al-haq. Dalam pandangan penulis. Kemudian ditemukan lagi satu planet sehingga berjumlah 10.Sebagai contoh. tetapi apakah kesimpulan itu sebagai ilmu atau hanya persepsi belumlah pasti. terlalu banyak hal yang tak dapat ditemukannya padahal ilmu sangat penting dimiliki untuk bekal di dunia ini. setiap data yang masuk ke otak akan diolah dengan paradigma berfikirnya sehingga menjadi sebuah pengetahuan (kesimpulan). Untunglah turun wahyu. terutama dalam persoalan-persolan metafisika atau tentang hakikat sesuatu. Karena itu wajar kalau kesimpulan seseorang tentang sesuatu suka berubah-ubah. Oleh karena itu. 51 . bagaimana setelah mati. sedangkan yang berbeda-beda adalah persepsi orang tentang kebenaran. absolut. manusia sering harus menempuh kesalahankesalahan yang banyak tiada terhingga. Teori yang hari ini dianggap benar tetapi beberapa tahun kemudian direvisi bahkan dibuang. pada hakikatnya. Pengetahuan yang benar disebut al-‘ilmu atau haq. Caranya.an menjelaskan bahwa planet itu ada sebelas (ihda ‘asyrata kaukaban). Di samping itu perlu difahami bahwa ada perbedaan antara pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science). atau bersifat trial and error. apa itu mati. Jadi jumlah planet sebagai fakta adalah absolut namun pengetahuan manusia tentang planet bersifat relatif. bahwa Al-Qur. Dalam proses menemukan kebenaran itu. tidak dinilai serba mampu untuk mencapai segenap ilmu.

Dengan hubungan kausality sebagaimana dijelaskan di atas. maka dinyatakan bukan ilmu melainkan sekadar kepercayaan. maka itu dikatakan logis. jin. Apabila terjadi hubungan sebab dan akibat yang jelas. sering tidak terdeteksi. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang agak sulit difahami. dll. agak sulit mencari hubungan sebab – akibat. Di luar Empirical science dan Rational science adalah belief (kepercayaan) semata-mata dan bukan ilmu. termasuk cerita tentang mukjizat. titik. Biologi. Keharaman babi berbeda dengan keharaman arak (khamr). Paling-paling jawabannya adalah karena memang Allah telah menetapkan demikian. berjudi. membunuh – walaupun AlQur’an tidak menjelaskan sebab akibatnya – tetapi akal/ rasio sudah bisa memahaminya. Pertanyaannya adalah mengapa babi itu diharamkan. Hadits ini menyatakan : 52 . malaikat. Ini nampaknya agak sulit. misalnya ilmu kedokteran. Jika dalam uji coba tersebut tidak terbukti berarti teori itu salah. Jadi berita tentang bangkit dari kubur. Sedangkan Rational science ialah kebenaran yang bersumber kepada rasio (akal). diobservasi atau dibuktikan melalui eksperimen. yakni Empirical Science (ilmu Empirik) dan Rational Science (ilmu rasional) Empirical science adalah manakala kebenarannya yang bersumber kepada indera terutama mata. karena persoalan tersebut tak dapat dibuktikan dengan indera maupun dengan rasio. apa sebabnya. Sebagai contoh Allah mengharamkan babi. Tetapi jika hubungan antara sebab dan akibat itu tidak nampak jelas maka dinilai tidak rasional dan salah. Kimia. Apakah paradigma demikian bisa digunakan dalam memahami Islam?. Haramnya arak mudah difahami oleh akal karena arak dapat mengakibatkan mabuk dan merusak otak. Kalau kita menganalisis dengan teliti ilmu-ilmu atau aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an. di Barat hanya dikenal dua katagori ilmu. Fisika. Demikian juga sebab-sebab haramnya zina. rasional dan dianggap benar. Ini sangat sulit dijawab. akan banyak ditemukan ilmu-ilmu yang mungkin dinilai tidak rasional karena antara sebab dan akibat hukum. Benar tidaknya sesuatu diukur oleh signifikansi hubungan antara sebab dan akibat. Lain lagi perihal air liur anjing. Penetapan hukum haram atas arak sangat logis – rasional. dengan kata lain dapat dilihat.

dari Ma‘mar. Namun untuk dapat memahami mengapa harus dicuci dengan tanah memang sangat sulit. Shahâh Muslim bi Syarh al-Nawáwy. dari Mu\ammad ibn Sirin. Menurut hadits di atas. Mengapa demikian?” Selintas pertanyaan ini menyudutkan dan sulit dijawab. telah bersabda Rasulullah SAW.34 Hadits serupa berasal dari ‘Ali ibn Hujr al-Sa‘dy. 19657. Bab Çaharah.‫لى الل عليططه و‬ ّ‫ ق ال رسلول الل صى‬: ‫عن أبى هريرة رض ي الل عنه ق ال‬ ‫طهلور إن اء أحدكم إذا ولغ فيططه الكلططب إن يغسططله سططبع مططرات‬: ‫لم‬ ّ‫سى‬ ‫اوال هن ب التراب‬ Dari Abâ Hurairah r. mengapa kalau anjing menjilat bejana. Shahâh Muslim. Juz 3. apabila dijilat anjing dengan membersihkan sebanyak tujuh kali. Apakah hal itu karena di zaman nabi belum mengenal sabun? Tentu tidak sesederhana itu jawabannya. Sanad Hadi` berasal dari Juhair ibn |arb. terus anjing ini menggigit kelinci. hadi` nomor 420. Juga dari Mu\ammad ibn Rafi’. dari Abâ Hurairah. dari Hisyám ibn Hasan. sedangkan sabun hanya mengandung beberapa karbon saja yang mustahil dapat membunuh virus rabies. Asy-Syirkah ad-Dauliyah al-Çibá’ah. 16190. alQahirah. 34 53 . kalau bejana dijilat anjing maka wajib dibasuh tujuh kali.a ia berkata. Multi karbon sangat efektif dalam menghilangkan racun termasuk virus rabies. Tetapi ketika berburu kelinci menggunakan anjing terlatih (mu‘allam). hadits nomor 335. Penjelasannya dapat dilihat pada : Al-Imam Muhyiddin Abâ Zakariya ibn Syarâf al-Nawáwy. Hal ini besar kemungkinan berkaitan dengan unsur-unsur karbon yang sangat beragam dalam tanah. jilid II.67. dari Hamam ibn Munabbah. tidak ada satu hadits pun yang mengharuskan mencuci leher kelinci bekas gigitan anjing itu dengan tanah. Muslim).337. dari Abâ Hurairah. hadits nomor 359. Sunan Ad-Darâmy. rahasianya dapat agak terbuka. salah satunya dengan tanah (HR. satu kali menggunakan tanah. Akan tetapi apabila ditanyakan kepada ahlinya. bejana itu harus dibasuh tujuh kali di antaranya satu kali dengan memakai tanah. dari A‘masy. dari Abâ Razain dan Abâ Shálih dari Abâ Hurairah. Pertanyaannya adalah mengapa harus dengan tanah bukan dengan sabun. Sunan Ibn Májah.66. dari Abd Razaq. Muncul lagi pertanyaan.336.10190. dari ‘Ismail ibn Ibrahim.65. Sunan A\mad hadits nomor 9146. dari ‘Ali ibn Mushâr. 2001. hadits nomor 730. bersih-kanlah bejana salah seorang di antaramu. halaman 186. Hadi` yang sama terdapat pada hadits nomor 422 dan 84. Sunan Nasái.

maka lambung memerlukan banyak darah sehingga darah dari otak akan turun ke lambung. maka dalam beberapa menit saja manusia bisa mati. Jl. Dokter Junjunan. 35 54 . Contoh lain ialah tentang puasa. Apabila bisa ular itu diperas dari mulutnya kemudian ditampung pada gelas lantas diminum. tetapi kalau perut lapar karena puasa justeru nikmat tidur. Di restoran itu. tetapi tidak demikian kalau lapar karena puasa. kepada ular Kobra dimasukkan ke dalam gelas. Lain halnya dengan bisa yang sengaja diperas dari mulut kobra itu. padahal hanya sedikit saja bisa ular yang masuk melalui pagutan itu. Air liur yang keluar ketika anjing menjilat dan ketika tetap dalam mulutnya. Dengan mengetengahkan contoh-contoh di atas. pembaca bisa membuktikannya antara lain di Restoran Naya. ketika berpuasa. Mengapa hanya tiga kurma? Dengan kurma yang sedikit yang masuk ke dalam lambung. Mengapa demikian? Contoh lainnya masih tentang puasa adalah bahwa ketika Nabi berbuka puasa. Mengapa demikian? Menurut ilmu kedokteran. maka darah akan mengalir ke lambung sebagai energi sehingga lambung bisa bekerja dengan baik. lambung (maag) itu kosong. Orang yang sering menahan lapar bisa terkena penyakit maag. terdapat perbedaan besar. akibatnya otak kekurangan darah. kemudian diminum. tetapi tidak demikian dengan menahan lapar karena puasa. Dengan berbuka menggunakan kurma (manis) akan mempercepat pembakaran dan segera dapat mengganti glukosa (gula darah) yang berkurang selama puasa.35 Kasus ini kurang lebih sama dengan air liur anjing tadi. Nabi ta‘jil (mempercepat buka puasa) hanya memakan tiga biji kurma bukan dengan makan yang banyak. lalu diperas. Ternyata tidak berbahaya. ini berarti otak kekurangan oksigen sehingga jadi mengantuk.Dapat kita bandingkan dengan bisa ular. Bandung. Apabila manusia digigit oleh ular kobra. sehingga lambung bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Jawa Barat. Berbeda jika lambung itu langsung diisi dengan makanan yang banyak tanpa “pemanasan”. ternyata tidak berbahaya bahkan justeru menjadi obat. maka kelaurlah bisanya beberapa cc. bahkan berkhasiat bagi penambahan kekuatan. Kalau perut sedang lapar akan sulit tidur. Setelah lambung memiliki energi yang cukup kuat barulah diisi dengan makanan yang banyak. Kalau perut sangat lapar dapat mengakibatkan tubuh berkeringat dingin. penulis bermaksud meminta perhatian bahwa apa-apa yang dilakukan nabi yang menyangkut Kasus nyata tentang perbedaan bisa ular.

mereka lebih suka melakukan reinterpretasi dengan pendekatan rasional metaforis. penulis berkesimpulan bahwa sebenarnya ilmu itu ada empat macam bukan dua sebagaimana dalam pemikiran di Barat. al-Qa[a[ al-Anbiyá. tidak ubah dongeng Lampu Aladin (fiktif). Juz I. Ilmu yang demikian disebut dengan Metarasional. tetapi termasuk dalam katagori ilmu Suprarasional atau kejadian Supranatural.37 Dan karena anggapannya itu. lantas dengan serta merta ajaran Islam (ayat AlQur’an) yang dianggap tidak rasional (untuk sementara waktu) itu ditafsirkan sesuai dengan selera penafsir. (Kairo: Maktabah alTura` al-Islamy. Misalnya Nabi Ibrahim a. Sebab ukuran rasional dan tidaknya sesuatu sangat tergantung kepada ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. alam Mahsyar. Apakah ada tafsiran yang lain? Kejadian yang aneh di luar kebiasaan yang sulit difahami seperti mukjizat bukanlah ilmu Empirik karena tidak dapat diulang-ulang melalui kegiatan eksperimen.s dibakar tidak merasa panas. Kebenarannya hanya dicapai dengan hati (qalbu) yang percaya. 1416 H / 1996 M).diniyah walaupun untuk sementara waktu dinilai kurang rasional namun jangan tergesa-gesa menolaknya.36 Tongkat Nabi Musa a. Dengan demikian. Sya’raq. hal. serta Nabi Muhammad SAW ber-Isra Mi’raj. Dalam paradigma Al-Qur’an disebut Ilmu Gaib. tanpa suami dan tanpa berbuat zina. Apabila kejadian ini diukur dengan ilmu dalam batasan rasional. maka pasti akan dianggap irrasional dan kemudian ditolak. Kejadian yang lebih sulit lagi manakala kita ingin mengetahui logis tidaknya mukjizat. 36 55 . tidak boleh hanya karena akal manusia belum bisa menemukan hubungan sebab akibatnya. bahkan tak dapat dibayangkan. Seandainya semua hal harus rasional. Kebenaran ilmu tersebut hanya dibuktikan dengan ruh yakni setelah manusia mati. Berdasarkan kajian-kajian yang penulis lakukan. 34. 37 Hartono Ahmad. Keempat macam ilmu itu adalah ilmu Empirik ( ‘Ain al-yaqin). Muhammad al-Mutawalli. Tidak heran kalau kelompok pemikir Rasional menyatakan mukjizat seperti itu hanyalah mitos doktrinal. atau bisa disebut haqq al-yaqân.s menjadi ular. Apalagi kalau menyangkut persoalan siksa kubur. Aliran dan Faham Sesat Indonesia. lantas bagaimana dengan Isa (Yesus) yang lahir dari rahim Maryam yang masih perawan. syurga dan neraka yang sama sekali tidak bisa dijangkau akal. Bukan pula Ilmu Rasional karena interrelasi sebab – akibatnya sulit ditemukan. al .

Ini irrasional. (Yogyakarta : Penerbit Nurcahaya. kiamat. hal. syurga dan neraka. Ilmu Suprarasional merupakan ilmu Burhány. eksperimental. ‫عين اليقين‬ ‫علم اليقين‬ ‫حق‬ Metarasional (ilmu gaib) ‫علم الغ ي‬ Kesimpulan penulis dari hasil analisis dari berbagai sumber antara lain dari Soejono Sumargono. Pengetahuan Indrawi yaitu jenis pengetahuan yang dihasilkan oleh indra. filsafat. Misalnya soal mujizat termasuk peristiwa Isra’ mi’ráj nabi SAW. farmasi. karámah. Irrasional bukanlah ilmu tetapi tahayyul (hayalan) atau kepercayaan tak berdasar. Berfikir Secara kefilsafatan. baa` (bangkit dari kubur). Pengetahuan kepercayaan atau pengetahuan otoritatif. Suprarasional (Haqq al-yaqin) dan Metarasional (‘ilmu al-Ghaib).Ilmu Rasional (‘Ilmu al-yaqin). sedangkan Metarasional disebut ilmu ‘Irfány. dalam : Berfikir Secara kefilsafatan. Hati. (2).12. Pengetahuan akal budi. ‫اليقين‬ Sumber dan prosesnya Indrawi : melalui observasi. Akal (rasio) dengan menganalisis interelasi sebab-akibat. SUMBER DAN OBJEK KAJIAN 38 Klasifikasi Ilmu Empirik (‘Ain al-yaqin) Rasional (‘Ilmu al-yaqin) Suprarasional (Haqq al-yaqin). dan Ma‘unah. Ilmu Empirik dan ilmu Rasional dikatagorikan Ilmu Bayány. yaitu jenis pengetahuan yang dibangun atas dasar kredibilitas seorang tokoh atau sekelompok orang yang dianggap profesional dalam bidangnya Soejono Sumargono. biologi. misalnya dikatakan bahwa benda itu diam dan pada saat yang sama benda itu bergerak. 1984).12. 38 56 . Di luar yang empat itu ada yang disebut irrasional. Pengetahuan Intuitif yakni jenis pengetahuan yang memuat pemahaman secara cepat berdasarkan intuisi dan (4). yakni manakala kejadian tersebut sangat mustahil menurut akal. (Yoryakarta : Penerbit Nurcahaya. alam Mahsyar. Contoh kajian Kedokteran. Termasuk ke dalam irrasional adalah tahayyul. hal. kimia. Termasuk Matematika. Siksa kubur. Menurutnya ilmu pengetahuan dipandang atas dasar kriteria karakteristiknya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: (1). dan bahasa. (3). dll. KLASIFIKASI ILMU. Qalbu : yakni dengan meyakini tanpa harus memahami. 1984). Dalam terminologi lain. Irhas. Lihat tabel di bawah ini. yakni pengetahuan yang dihasilkan oleh kekuatan rasio. Ruh: yakni dapat diketahui oleh ruh setelah manusia wafat.

39 Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. Tafsir ra’yu tidak boleh kalau 39 Adapun tafsâr bi ar-Ra’yi yang dilarang adalah min gair ‘ilm (tanpa imu) tetapi meninggalkan pemahaman yang sudah biasa difahami dari lafaÑ-lafaÑ Al-Qur’an 40 . juga tidak terdapat dalam Ijma‘ ulama”.136. Untuk mengetahuinya sangat perlu terlebih dahulu memahami kriteria tafsir bi ar-Ra’yi yang diperbolehkan. sekadar mengikuti selera. Apakah tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX termasuk kepada tafsir bi ar-Ra’yi yang diancam neraka?. dijelaskan bahwa para sahabat biasa menafsirkan AlQur’an dengan ra’yu. maka tafsâr bi ar-ra’yi NII KW IX secara akademis tidak dapat diterima. Apabila mencermati tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX. hal.Di dalam ajaran Islam. Sebagai contoh. Lantas apakah sesuatu yang tidak dimengerti harus ditaati juga? Sebenarnya manusia banyak melakukan perbuatan bukan karena mengerti tetapi karena percaya. seorang professor doktor di bidang agama akan tetap menggunakan resep dari dokter walaupun tulisan pada resep itu tidak dapat dibaca dengan matanya dan tidak dapat difahami dengan otaknya. ( Damsyiq : Dar-Al-Qalam. banyak sekali perintah dan larangan nabi yang seakan tidak masuk akal sehingga beberapa ulama melakukan rasionalisasi melalui penafsiran metaforis. Menurut Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “ At-Tafsâr fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. Berdasarkan kriteria tafsir bi ar-ra’yi di atas. maka segera dapat diketahui bahwa penafsiran mereka tanpa mengikuti kaidah-kaidah baku penafsiran yang telah disepakati oleh para ulama.1990 M/1410 H). 135 40 Muhammad ibn Sulaiman: “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr” . hal. Ia menaati resep dokter bukan karena mengerti tetapi karena percaya. terutama ulama Salaf. apa-apa yang dianggap tidak rasional sangat mungkin menjadi rasional juga. sebaiknya diterima saja dahulu. Jadi pada dasarnya baik suprarasional maupun metarasional seluruhnya masih dalam koridor rasional. nanti di saat kemudian. hal ini dilakukan apabila mereka tidak menemukan tafsirnya dalam hadis mutawátir. maka kalau sementara ini akal belum mampu menerima apa yang dikandung oleh Al-Qur’an. obat (syifá). Begitupun dengan Al-Qur’an yang berfungsi sebagai resep. 57 .

Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi sunnah rasul dalam hubungannya dengan Al-Qur’an.MODUL 5 SUNNAH RASUL Rasulullah sebagai Whole Model (Uswah Hasanah) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Sunnah Rasul adalah sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang berfungi sebagai penjelasan tentang pesan-pesan AlQur’an. Mahasiswa mengetahui dasar-dasar pemilihan hadits yang shahih dan hadits yang lemah serta cara mengamalkannya.liyah) perkataan (qauliyah) maupun sikap diam/ no coment (taqririyah) disebutlah Sunnah Rasul. Berita tentang sunnah rasul itu disebutlah hadits. Pokok-pokok Materi Prolog : Isi Al-Qur’an bersifat global yang memerlukan banyak penjelasan. shaum (kutiba ‘alaikumus shiam). aktivitas ekonomi. baik berupa perbuatan (Fi. haji (wa atimmu hajj). Misalnya perintah shalat (aqimish shalat). dari mulai tatacara shalat. Untuk itu. Dalam hal ini tidak semua sahabat melihat langsung sunnah rasul. Tanpa mengikuti Sunnah Rasul mustahil bisa sempurna dalam mengamalkan Al-Qur’an. Segala penjelasan rasulullah. 58 . Sebagai penjelas. Sunnah rasul pasti benar. datanglah Rasulullah SAW menjelaskan pesan-pesan Al-Qur’an secara detail. Jadi. sedangkan hadits (karena hanya berita) mungkin benar mungkin salah. Sunnah Rasul adalah faktanya sedangkan hadits hanyalah beritanya. Akan tetapi bagaimana mungkin mengetahui sunnah rasul apabila tidak mempelajari haditsnya. apalagi orang-orang di bawah sahabat. sampai kepada cara berumah tangga dan bernegara. Hakikat Sunnah Rasul Al-Qur’an berisi petunjuk-petunjuk yang diperlukan oleh manusia dalam menjalani hidupnya. Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan antara sunnah dan hadits. berumah tangga. nabi adalah whole model (Uswah hasanah) yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). tetapi hanya mendengar beritanya. Semua mukmin diwajibkan mengikuti sunnah Rasul bukan diwajibkan mengikuti hadits. berpakaian. baik tentang tatacara ritual maupun mu’amalah. namun petunjuk atau informasi itu masih bersifat global (mujmal).

apalagi menyangkut tatacara berumah tangga dan hal-hal yang bersifat sangat pribadi. Sebahagian besar orang Islam pada saat itu hanya mendengat beritanya. ucapan dan sikap diam nabi. Pendek kata. Jadi sunnah rasul adalah setiap perilaku. orang yang bisa melihat perbuatan nabi sebagai model. perilaku. yang menjelaskan dan memberi contoh tentang seluruh pesan-pesan Al-Qur’an. dari mulai persoalan etika makan sampai kepada soal bernegara dan mengadakan hubungan antar negara. ucapan-ucapannya (qauliyah). Sedangkan secara istilah sunnah berarti perbuatan nabi ( fi’liyah). Sunnah menurut bahasa artinya perjalanan. 41 Jadi sunnah rasul adalah setiap whole model (Uswah hasanah) 59 . baik melalui perbuatannya (fi’liyah). baik tatacara shalat. Tetapi di dalam Al-Qur’an tidak menjelaskan secara operasional dan lebih rinci tentang tatacara (kaifiyat. shaum. Allah mengutus rasul yang akan menjelaskan segenap aturan Al- Qur’an. berumah tangga. maupun sikap diamnya (taqiriyah). Untuk itu. Apa yang dijelaskan oleh Rasullah.42 Jadi hadits adalah berita tentang sunnah rasul. dll. disebut sunnah rasul. maupun sikap diamnya (taqiriyah). berdagang. how to do) perintah-perintah itu. Rasullah lantas mendemonstrasikan tatacara shalat. mengetahui perilaku dan seluk beluk kehidupan seorang model (idola) sangat perlu. pasti benar mustahil salah. ada distorsi. Sedangkan hadits hanyalah beritanya. pekerjaan atau cara. sunnah rasul adalah faktanya. 42 Hadits secara bahasa bisa berarti baru bisa juga berarti berita. Akan tetapi pada kenyataannya. ucapan-ucapannya (qauliyah).dll. Oleh karena itu Al-Qur’an masih memerlukan penjelasan-penjelasan (bayan) yang lebih rinci (tafshil).41 Kedudukan rasul adalah sebagai penjelas (bayin). maupun tatacara haji hanya sebagian sahabat saja. new dan news. ucapan dan sikap diam nabi. haji. Berita itu bahasa Arabnya adalah khabar (akhbar) atau hadits. Bagi mukminin. yang hanya diketahui oleh isterinya. Sunnah rasul sebagai sebuah fakta. Oleh karena itu rasul adalah sebagai yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). berpolitik. tatacara shaum. sedangkan hadits adalah beritanya. Yang namanya berita sering bias.

mungkin benar (shahih) bukan lemah (dhaif). Sumber hukum kita adalah sunnah bukan hadits. Akan tetapi bagaimana mungkin bisa mengetahui sunnah rasul kalau tidak membaca haditsnya.

Fungsi sunnah Rasul (hadits ) tehadap al-Qur’an :
Hadits / sunnah Rasul berfungsi sebagai bayan (penjelasan) terhadap Al-Qur’an, tanpa memahami hadits tidak akan mampu memahami Al-Qur’an dengan jelas. Bayan ada beberapa macam : 1. Bayan taukid (taukid = menguatkan).yakni menguatkan pernyataan AlQur’an, misalnya Al-Qur’an menyatakan bahwa berbohong itu adalah sebuah dosa, kemudian dikuatkan oleh hadits. 2. Bayan tafshil (tafshil = merinci), yakni merinci apa yang masih global di dalam 3. al-Qur’an, misalnya Al-Qur’an menegaskan aqimish shalat (tegakkanlah shalat) sedangkan tata cara shalat diuraikan oleh hadits. Bayan itsbat (itsbat = pengecualian). Misalnya Al-Qur’an surat 5 ayat 3 menegaskan bahwa bangkai dan darah haram dimakan. Kemudian datanglah hadits riwayat Ahmad, Ibn Majah, Baihaki dan Daruquthni, bahwa ada bangkai yang dihalalkan yakni ikan dan belalang. Juga ada darah yang dihalalkan yakni hati dan limpa.

Penelitian tentang kesahihan hadits :
Apabila anatomi hadits dibedah sebagaimana membedah anatomi berita, kita akan menemukan tiga unsur berita, yakni sumber berita, kredibiltas sumber berita dan isi berita itu sendiri. Demikian pula hadits terdiri dari tiga unsur yakni Sanad (sumber berita), Rawi (Kredibilitas kepribadian periwayatnya) dan Matan ( isi berita). Katagorisasi hadits, baik secara kuantitas maupun kualitas ditentukan oleh tiga unsur hadits tadi. Dari sisi kuantitas, hadits terbagi kepada tiga, yakni : (1). Hadits Mutawatir, ialah hadits yang diterima oleh orang banyak kemudian disampaikan lagi kepada orang banyak, demikian seterusnya. Secara adat, tidak mungkin orang banyak sepakat untuk berdusta. Oleh karena itu kedudukan hadits mutawatir sangat tinggi. (2). Hadits Masyhur ialah hadits yang diriwatkan oleh orang banyak tetapi tidak sebanyak mutawatir. (3). Hadits Ahad ialah hadits

60

yang diriwayatkan oleh satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tetapi tidak mencapai derajat masyhur. Dari sisi kualitasnya hadits terbagi dua yakni hadits Shahih dan hadits Dhaif. Hadits dinilai shahih apabila ketiga unsur hadits itu sah, yakni sanad). (2). Dari sisi kredibilitas Rawi, (1). Dari sisi Sanad, antara pembawa berita dan penerima berita harus bersambung ( muttasil harus kuat ingatan (dhabit) dan jujur (‘adalah). Kalau ia memiliki sifat dhabith dan ‘adalah maka rawi tersebut dianggap kuat (tsiqah). (3). Dari sisi Matan (isi berita), tidak ada cacat (ghair mu’allal ) dan tidak janggal (ghair syadz). Apabila tidak memenuhi syarat di atas maka hadts dinilai Hadits Dhaif.

Sikap Hati-hati dalam Menghadapi Hadts :
Karena tidak semua hadits itu shahih, maka seorang mukmin jangan tergesagesa meyakini keabsahan suatu hadits lantas mengamalkannya, sebelum meneliti kualitas hadits tersebut, paling tidak bertanya kepada ahlinya. Amal-amal ibadah yang bid’ah yang dilaksanakan oleh masyarakat pada umumnya disebabkan oleh kecerobohan menerima dan mengamalkan hadits. Apalagi kalau memiliki persepsi bahwa hadits dhaif boleh dijadikan landasan penambahan amal ibadah, itu sangat keliru dan menyesatkan. Padahal di tengah masyarakat sangat banyak amal ibadah yang berdasarkjan hadits dhaif, misalnya shaum nisfu sya’ban, shalat Tasbih, termasuk bacaan qunut di dalam shalat Subuh. Selain itu, kesalahan pun sering terjadi akibat misinterpretasi dalam memahami teks hadits yang sahih, misalnya hadits yang menyatakan bahwa nabi makan dengan tiga jari. Apabila hanya melihat teks hadits tanpa melihat konteksnya, akan lahir kesimpulan bahwa makan dengan tiga jari adalah sunnah rasul, padahal konteks hadits tersebut adalah makan kurma, bukan makan nasi.

61

MODUL 6 IJTIHAD Berfikir Kreatif dalam Menentukan Hukum yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara Eksplisit Tujuan Instruksional Umum:
Mahasiswa memahami Ijtihad sebagai suatu motode penetapan hukum, sebagai sumber hukum Islam ketiga setelah Al-Qur’an dan hadits. Kemudian mereka pun termotivasi untuk berfikir kreatif menjauhkan diri dari sikap taqlied.

Tujuan Instruksional Khusus :
Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pengertian dan fungsi Ijtihad • Mengaplikasikan penggunaan metode Qiyas, istihsan mashalihul mursalah, dan ijmak dalam proses penetapan hukum. • Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat di kalangan para ulama, terjadinya madzhab dan bagaimana bersikap terhadap madzhab.

Pokok-pokok Materi :
Prolog : Setelah nabi Muhammad SAW wafat, persoalan syar’I terus bermunculan, baik dalam kaitannya dengan ibadah mahdloh maupun ibadah ghair mahdloh, di dalam semua lapangan kehidupan, baik ekonomi, politik, kesehatan, rumah tangga, dll. Akan tetapi AL-Qur’an ataupun hadits belum menjelaskan secara eksplisit hukum masalah tersebut, padahal tetap memerlukan solusi, agar segenap perilaku manusia tidak keluar dari syari’at Islam. Oleh karena itu diperlukan pemecahan masalah melalui cara yang lain, yakni dengan mengerahkan segenap kemampuan intelektual untuk menetapkan hukum sesuatu itu dengan melihat dalil-dalil yang memiliki hubungan tak langsung (implisit) dengan persoalan yang dibahas. Dalil-dalil tersebut dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan tertentu, kemudian disimpulkan sehingga sampai kepada penetapan hukum yang dicari. Cara demikian disebut Ijtihad. Ijtihad ini bisa melalui teknik pendekatan istihsan, qiyas, mashalaihul mursalah maupun ijmak. Metode pendekatan ini dirumuskan oleh para imam Mujtahidin yang sampai saat ini diakui akurasinya. Walaupun menggunakan teknik pendekatan yang sama belum tentu dijamin akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Hal ini karena banyak faktor penyebabnya, antara lain karena perbedaan kemampuan intelektual dan latarbelakang pengalamannya. Juga karena perbedaan jumlah hadits yang dijadikan reference, maklum ketika itu hadits belum ditulis secata lengkap. walaupun hasil ijtihad para imam mujtahid dalam suatu persoalan yang sama sering berbeda, namun semua imam mujtahid memiliki ketawadluan intelektual,

62

mereka semua sepakat mengharamkan umat Islam bersikap taqlid kepadanya.ing ringan buruknya. Hakikat Ijtihad Ijtihad adalah mengerahkan segenap kemampuan fikiran (intellegence quotien) untuk menetapkan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam AL-Qur’an maupun hadits. 2. Jadi ijtihad Ijtihad hanya berlaku di dalam hal-hal yang belum jelas. Mashalihul mursalah. dll. dan Ijmak. Apakah ia berdosa ? Perbuatan yang diharamkan dilakukan seorang anak kepada orangtua yang secara ekplisit disebutkan di dalam AlQur’an surat 17 ayat 23 adalah mengatakan “ah” ( wala taqul lahuma uff = “ Dan janganlah kami mengatakan ah kepada kedua orangtuamu !” ). hendaklah pendapatnya itu dibuang jauh-jauh. agar apabila ia keliru. Namun sayangnya. Lebih tegas lagi. Istihasan (stihsan = minta yang tertbaik) ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara memilih satu diantara alternatif yang ada dengan pertimbangan mana yang pal. Istihsan. Qiyas (analogi) adalah menentukan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara membandingkan hukum sesuatu yang telah ada dengan hukum yang akan dicari dengan melihat ciri-ciri persamaamnya (‘illat).mereka semua berpesan. Penjelasannya sbb : 1. melalui analisis terhadap sjumlah (implisit) yang ada. berzina. berjudi. “La masagha lil ijtihadi fi mauridin nash”. dalil Objek kajian Ijtihad Ialah segala hukum sesuatu (baik menyangkut ibadah Mahdloh maupun ghair Mahdloh) yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam Al-Qur’an maupun hadits. seperti tentang keharaman babi. Tidak ada tempat untuk berijtihad dalam persoalan hukum yang telah dijelaskan secara eklplisit oleh Al-Qur’an dan hadits. umat Islam banyak sekali yang taqkid buta sehingga fanatik madzhab. Teknik Pendekatan Ijtihad Ijtihad bisa menggunakan berbagai macam teknik analisis. Contoh : bagaimana hukumnya apabila seorang anak mengatakan “ gila luh” kepada orangtuanya. yakni dengan pendekatan Qiyas. 63 .

Inilah yang disebut dengan Ijmak Bayany . Terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ulama mujtahid adalah karena banyak faktor antara lain karena tingkat kecerdasan yang berbeda. Dalam hal ini para ulama tidak menerima jelas melainkan hanya diam ( sukut). kadang terjadi perbedaan pendapat di antara mereka. yakni keputusannya dihasilkan melalui adu pendapat dan penjelasan-penjelasan (bayan) para ulama dalam suatu forum musyawarah terbuka. Dalam dunia ilmu kejadian seperti ini sangat lumrah. Misalnya : Larangan mendirikan bangunan / rumah di kawasan hutan serapan air. apabila pendapatnya di kelak kemudian hari ternyata bertentangan dengan hadits shaih. dengan melihat eksistensi PBB yang apakah negara kita masih perlu menjadi Keputusannya segenap ulama ini anggota PBB atau lebih baik keluar ? dinamakan ijmak. dengan dasar penetapannya adalah dampak baik dan buruk bagi orang banyak. Pihak Pemrintah Daerah bnerhak melarang pembuatan rumah tersebut. Jadi Ijmak merupakan ijtihad kolektif. Ijmak. akibat perbuatannya itu. Misalnya. Semua imam mujtahid berpesan. juga karena jumlah hadits yang dijadikan reference sangat berbeda. Untungnya. 64 . gagasan. kalau wilayah itu dijadikan lahan pembangunan. dengan pertimbangan bahwa. Ada dua macam ijmak. hukum yang diketengahkamn oleh seorang ulama. didominasi oleh Amerika Serikat. yaitu menetapkan hukum yang belum jelas melalui kesepakatan pemikiran para ulama. maka buanglah jauh-jauh ke luar pagar. Bisa jadi kesepakatan ini hanya bersikap no coment terhadap lontaran dan tidak menolak dengan Ijmak Sukuti. maka akan mengakibatkan kekeringan ke wilayah kota yang datar. para ulama mujtahid memiliki ketawadluan intelektual. Mashalihul mursalah : ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas. pengalaman dan pengaruh lingkungan yang berbeda. Disebutlkan Menyikapi Perbedaan Hasil Ijtihad Hasil ijtihad para ulama besar dalam suatu persoalan tidaka selalu menghasilkan kesimpulan yang seragam. ide.3.

Sehubungan dengan itu. Sikap yang paling baik adalah mengambil dan menggunakan metode ijtihadnya. kikta akan sanggup berfikir ijtihadi dalam menetapkan hukum. Apabila seorang muslim tidak bermadzhab (non sektarian) dinilaI tidak benar. Padahal tidak ada satu ayat Al-Qur’an maupun hadits pun yang mewajibkan bermadzhab. bukan mengambil hasilnya. tidak sedikit para tokoh ulama yang justeru mewajibakan taqlid madzhab. 65 . terutama untuk dipakai pribadi. umat Islam tidak boleh taqlid buta kepada ulama dengan mengambil seluruh hasil ijtihadnya secara Seputar Fanatik Madzhab Pada tataran realita di lapangan. Dengan demikian.

Gudd (Swedia. dll. baik ritual maupun mu’amalah. Dia hanya satu. Pengertian Tuhan Secara bahasa.MODUL 7 KONSEP TUHAN Menghadirkan Allah dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami dasar filosofis dan Qurani bagaimana menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari sehingga selalu merasa diawasi oleh-Nya (Ihsan). Got (Belanda). Penguasa tertinggi itu kemudian disebutlah Tuhan. Yahuwa. Deity (bahasa Inggris). Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia senantiasa mencari siapa penguasa tertingi (ultimate reality) di alam ini. ely. god. satu dalam segala hal. Tuhan (Bahasa Indonesia) sinonim dengan kata God. Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): Mahasiswa mampu menjelaskan secara aqli dan naqli mengapa tuhan harus satu Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian tawhid serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya tauhid dibagi tiga. Golt (Jerman). Mulkiyah dan Uluhiyah. Bukan hanya komunis. Ado (Canaanites). Ekah. Adonai. Sikap tauhid ini merupakan fondasi beragama dan menjadi dasar nilai dalam semua aktivitas manusia. Dalam bahasa lain istilah tuhan disebut ilah. sebaliknya kemunculan syirik mengindikasikan lemahnya tauhid. Di dalam Al-Qur’an tuhan itu adalah Allah. The Lord God. Secara istilah Tuhan adalah segala sesuatu yang paling dicintai. Norwegia). dengan menggunakan pendekatan diletika material sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu tidak ada. Apabila seseoranjg lebih mencintai mobil barunya daripada segalanya maka mobil itu 66 . yakni tauhid Rubbubiyah. Almighty God. Allon (Phoenicians). Eli (Yahudi). Orang komunis. Itulah sikap tauhid (mengesakan tuhan). Elohim. hyang. ia bertuhan kepada hawa nafsunya. banyak lagi orang di luar itu yang tidak bertuhan (atheis). Akan tetapi Al-Qur’an menegaskan bahwa semua manusia pasti bertuhan mustahil tidak. Apabila tauhid kokoh maka syirik akan lenyap. paling tidak.

2 : 163). semua manusia pasti bertuhan. Apabila jabatan lebih dicintai melebihi segalanya maka jabatan itu adalah tuhannya. tiada tuhan melainkan Dia. Tuhan yang menjadikan malam dan siang (Qs. 6 : 102. kalau Tuhan dua niscaya Tuhan dengan ciptaannya masing-masing akan blok-blokkan dan berusaha saling mengalahkan (QS. (QS. Pendek kata banyak manusia yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. niscara akan terjadi pertengkaran. Siapakah tuhan Allah itu ? Allah menegaskan : "Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa. 6 : 95). Siapakah Tuhan yang Satu itu ? Akal manusia bisa sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu satu. sesungguhnya tidak tuhan selain Allah". 45 : 23). Tuhan yang menurunkan hujan (Al-Fathir / 35 : 27) Tuhan yang menumbuhkan biji-bijian (QS. Di dunia ini ada manusia yang bertuhan satu (monotheisme) tetapi Tuhannya bukan Allah SWT. Dengan demikian ada orang yang menuhankan harta. 6 : 96). tahta. Dalam pandangan Al-Qur'an. Mengapa Tuhan harus satu Menurut Rasio : akal manusia tidak mungkin dapat menerima kalau tuhan sebagai Ultimate Reality lebih dari satu. Allah menegaskan : "Maka pernahkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya ?" (QS. Ini disebut Mulhid bukan atheis. Yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang". tidak ada manusia pun yang atheis (tidak bertuhan). Muhammad / 47 : 19). Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu (khaliqu kulla syaiin) QS. hanya saja ada manusia yang mengingkari Allah lantas bertuhan kepada hawa nafsunya.6 : 103). 67 . Juga sebahagian manusia lain mempunyai banyak tuhan (politheisme) Dalam hal ini Allah menegaskan : "Maka ketahuilah. Ini bisa berbahaya. wanita. 23 : 91). dll. Bagaimana mungkin pemegang kekuasaan tertinggi lebih dari satu. Tuhan yang tak dapat digapai dengan panca indera tetapi Dia maha melihat segalanya (QS.menjadi Tuhan baginya. tetapi akal manausia tidak mungkin dapat mengetahui siapakah tuhan itu. QS. Menurut Al-Qur'an.

Tauhid (tawhidan) yang berasal dari kata wahhada . Allah-lah yang paling mengetahui karakter manusia dan hanya Allah-lah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur manusia. Tawhid Uluhiyah ialah meyakini bahwa hanya Allah lah satu-satunya llah atau Tuhan yang wajib disembah. Di dalam Al-Fatihah terdapat kalimat yang relevan dengan beberapa kalimat yang terdapat pada surat An-Nas yaitu sbb : (1). Dengan demikian.yuwahhidu bermakna pengesaan Allah. Ini melahirkan taksonomi tauhid yakni Tauhid Rubbubiyah. Karena Allah adalah raja maka Allahlah yang harus paling ditaati. paling dicintai dan paling ditakuti. Tawhid Mulkiyyah ialah meyakini bahwa hanya Allahlah satu-satunya raja (malik) bagi manusia. Manusia wajib meyakini bahwa hanya Allah dengan AlQur'an-nyalah yang pantas mengatur hidup manusia. Tauhid Mulkiyyah dan 68 . manusia harus memilih Al-Qur' an sebagai buku panduan hidupnya. Memilih dan menaati aturan selain Al-Qur'an . karena pada lazimnya. Apabila manusia lebih menaati makhluk daripada Allah. . atau aturan yang bertentangan dengan Al-Qur’an. Oleh karena itu. Penjabarannya harus berlandaskan ayat Al-Qur'an juga bukan kira-kira. Rabbul 'alamin Rabbun nas (2). Manusia hanya mengabdi kepada Allah. segenap aturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan Al-Qur'an dianggap batil. termasuk syirik Rubbubiyah. Pengesaan Allah yang di dalam Al-Qur’an dilambangkan dengan kalimat La ilaha illah perlu dijabarkan. Untuk itu kita bisa melihat relasi (nisbah) antara surat al-Fatiihah sebagai bab Pendahuluan dengan surat An-Nas sebagai bab Penutup Al-Qur'an. maka ia telah melakukan syirik Mulkiyyah. Maliki Yaumiddin – Malikin nas (3).Ilahinnas. setiap karya tulis terutama karya-karya ilmiah pasti terdapat hubungan yang erat antara bab pendahuluan dengan bab penutup. Tawhid Rubbubiyah ialah meyakini bahwa Allah sebagai satu-satunya Rabb ( Pencipta dan Pengatur) manusia. Iyyaka na'budu tauhid Uluhiyah.Pemahaman La ilaaha illaah : Keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah (la ilaha ilallah) adalah sikap Tauhid. Allah menegaskan :"Maha duci Allah yang di tanganNyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 67 : 1).

Jangankan dalam takaran lebih walaupun hanya mempersamakan. Mengabdi kepada selain Allah (b). Termasuk ke dalam syirik Mulkiyah adalah (a). sedangkan manusia dengan akalnya juga telah menyiapkan aturan untuk mengatur 69 . Termasuk ke dalam syirik Rubbubiyah adalah : (a). Meyakini ada aturan yang lebih baik daripada aturan Allah. Meyakini adanya makhluk yang mengetahui hal-hal gaib mutlak (apa yang akan terjadi esok) selain Allah. Syirik Uluhiyah. Meminta-minta secara gaib kepada selain Allah (d). Melakukan aktivitas sehari-hari bukan karena Allah. Lebih mencintai makhluk daripada mencintai Allah. Lebih menaati makhluk daripada Allah. Syirik tidak mungkin bisa berdampingan dengan sikap tawhid. Siapakah yang lebih mengetahui aturan yang tepat untuk mengatur manusia. Syirik Rubbubiyah. Allah telah menyiapkan aturan untuk manusia yakni Al-Qur’an. Beribadah karena motivasi pujian manusia atau motive-motive duniawi. Termasuk ke dalam syirik Uluhiyah adalah (a). Mengabdi kepada selain Allah adalah syirik Uluhiyah. Syirik itu bermacam-macam. Syirik Mulkiyah dan (3). (2). (b). orangnya disebut musyrik. (d). (b). Melakukan penyembelihan hewan untuk mengabdi kepada selain Allah. antara lain (1).manifsetasinya antara lain melakukan segala sesuatu semata-mata dengan niat beribadah kepada Allah. Allah atau manusia sendiri ? Jawabannya : Allah. (c). Tauhid versus Syirik : Syirik artinya menyekutujan Alah. Pertanyaan Renungan : • • • Siapakah yang lebih mengetahui sifat-sifat manusia. itu pun sudah syirik. (d). karena tidak mungkin menomor satukan Allah berbarengan dengan sikap lebih mencintai isteri daripada segalanya. Lebih takut kepada makhluk daripada kepada Allah (c). Allah atau manusia ? Jawabannya : Allah. Memilih dan menaati peraturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan aturan Allah (c). Menjadikan makhluk sebagai tempat bergantung dalam soal nasib.

• Kalau anda mengetahui bahwa Al-Qur’an lebih baik dari aturan buatan siapapun di dunia ini. apakah anda mau melaksanakan Al-Qur’an ? Jawabannya : ????? 70 . tetapi anda memilih aturan lain.manusia. apakah anda termasuk orang pandai atau orang bodoh ? Jawabannya : Orang bodoh (jahiliyah). • Kalau anda sudah mengetahui bahwa aturan yang baik adalah Al-Qur’an. AlQur’an. Aturan manakah yang paling baik ? Jawabannya : Aturan Allah.

Allah SWT telah melengkapi manusia dengan ruh di samping nyawa (hewan hanya memiliki nyawa). bahkan dilengkapi dengan qalbu (willing. Apabila pilihannya salah. Walaupun manusia diberi amanah sebagai khalifah fil ardh. Perjalanan seterusnya pasti lancar bahagia. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa memiliki visi yang jauh ke depan serta komprehensif tentang konsep hidup di dunia sehingga mereka bisa hidup pada jalan yang benar sesuai petunjuk Allah SWT. namun justeru Allah tidak memaksa manusia untuk berbuat sebagaimana kehendak Allah.Modul 8 KONSEP MANUSIA (Kunci Sukses Manusia sebagai Khalifah di Bumi serta Perjalannya dari Alam ke Alam). baik di alam mahsyar maupun ketika memasuki Jannah (syurga). Tugas manusia sangat berat. tujuan hidup dan tugas hidupnya di dunia. ia akan disimpan di Sijin (penjara) alam qubur. Mahasiawa mampu memahami kunci sukses memejen dirinya untuk menjadi khalifah fil ardl yang sukes. juga dilengkapi dengan fisik yang disiapkan di alam rahim. ree action). manusia menempati posisi puncak dibandingkan malaikat sekalipun. Akan tetapi tentu saja setiap pilihan mengandung resiko (QS. diserahkan sepenuhnya kepada manusia. Supaya sukses menjadi khalifah. sebuah tugas yang tidak dibebankan kepada kelompok jin. Allah hanya memberikan dua jalan (wahadainahu najdain). 52 : 21). feeling thinking dan akal nurani). Sebaliknya apabila pilihannya sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an. yakni sebagai khalifah fi al-ardh (penguasa bumi). Itulah misi rahmatan lil ‘alamin yang diemban manusia. 71 . maka setelah mati. free will. ruhnya akan disimpan di Iliyin (tempat tinggi) di alam Qubur. Sedangkan jalan mana yang mau ditempuhnya. Seterusnya ia akan ditempatkan di dalam Nar (neraka). Tujuan Instruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat manusia. Manusia memiliki hak untuk memilih (free choise. Tugas manusia sebagai khalifah adalah mengelola bumi sehingga bumi menjadi sumber kesejahteraan dan kebahagian lahir batin bagi segenap umat manusia. Pokok-pokok Materi : Prolog : Manusia diciptakan Allah SWT dari tanah tetapi secara arsitektur. maka setelah mati.

Manusia di Alam Ruh : • • Di alam Ruh manusia masih berupa ruh (jamaknya arwah). Alam Rahim. Kemudian amanah ini diambil oleh manusia (QS. Alam Ruh (2). tugas. job yang diberikan oleh Allah kepada manusia semasa di alam Arwah adalah sebagai khalifah fi al-ardl (penguasa bumi yang bertugas mengelola dan memakmurkan bumi). Apabila manusia memilih hukum yang relatif maka ia akan gagal melaksanakan tiugas kekhalifahannya. Al-Ahzab 72).Sebagai khalifah fil ardhi. Amanah. manusia harus dibina. Alam Qubur dan (5). Alam Dunia. Rinciannya akan dijelaskan di bawah ini. • Mengabdi kepada Allah adalah sebuah agreement yang harus dilaksanakan. • Amanah ini sebenarnya telah ditawarkan oleh Allah kepada langit. dll sebab ruh tidak memerlukan itu semua. bahwa kalau ia kelak lahir ke dunia. manusia mengalami hidup di lima alam yakni (1). Alam Akhirat. bumi dan gunung-gunung tetapi mereka semua menolaknya. Mengenai eksistensi ruh tak ada seorang pun yang tahu. Dalam hal ini ruh berjanji kepada Allah sebagai Sang Pencipta. • Pada saatnya nanti. • Supaya manusia menaati hukum Allah. Pembinaan Allah kepada manusia melalui berbagai macam cara antara lain 72 . (3). Allah SWT bertanya ulang kepada ruh : "Alastu birabbikum ?" (Apakah Aku ini Tuhanmu). tidak ada pabrik karpet. ia akan mengabdi kepada Allah. Kalau demikian keadaannya. Kalau manusia turun ke dunia dalam bentuk ruh (tidak berfisik) maka di dunia tidak akan ada mobil sebab ruh tidak perlu mobil. sebelum ruh masuk ke dalam janin di alam Rahim. Suapaya bumi ini ramai maka manusia harus dibekali dengan fisik sebagai pembungkus ruh. pabrik obat nyamuk. Ruh menjawab :"Bala syahidna" (Ya Engkau Tuhan kami). maka dunia pasti sepi. pabrik pakaian. Kedua hukum tersebut adalah absolut. maka manusia mentaati hukum Alam dan hukum Agama sekaligus. (4). • Agar manusia sukses mengelola bumi.

Fungsi tubuh adalah untuk membantu ruh dalam merealisasikan tugas kekhalifahan. Kalau kelak manusia mengingkari perjanjian ini. • Sel sperma suami membuahi ovum isteri (konsepsi) maka jadilah zigot yang kemudian bergantung pada uterus ('alaqah). Tubuh berkulit hitam atau putih bukanlah hal pokok.melalui rukun Islam. 73 . Perkembangan manusia di alam Rahim : • Di Alam Rahim. • Zigot terus tumbuh. Allah sebagai raja (Malik) yang harus dtaati. Zakat membiasakan manusia bersikap dermawan serta memiliki kepedulian sosial. Inilah kehidupan tingkat ketiga atau hidup sebagai organ. Inilah kehidupan tingkat kedua atau hidup sebagai jaringan. Tetapi sayangnya banyak manusia yang memberikan penilaian berlebihan kepada jasad daripada ruhani. mampu bekerja sama secara global (mendunia) dengan saling menghargai. maka sungguh ia telah berkhianat kepada Allah. Haji bertujuan mewujudkan insan sabar. zakat dan haji. Hadits menyatakan Buniya al-Islam 'ala khamsin (Islam dibina dengan lima pilar). Ini artinya hidup manusia telah dikontrak (dibeli) oleh Allah dengan imbalan syurga. Allah menyiapkan tubuh manusia yang akan dijadikan tempat Ruh. maka terbentuklah daging. Juga Allah sebagai Dzat yang hars disembah (Ilah). • Dengan demikian di Alam Ruh itu. Dengan demikian yang menjadi eksistensi manusia adalah ruh bukan tubuh. shaum. Sedangkan shalat membina manusia supaya selalu ingat kepada Allah dalam melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan sehingga bekerja "lurus" dan menjauhi maksiat. cantik atau tidak tidaklah penting. Sperma adalah kehidupan tingkat awal atau hidup sebagai sel. yakni syahadat. kerja keras. kaki. Suami mengeluarkan sperma (nuthfah). manusia telah melakukan teken kontrak untuk hanya mengabdi kepada Allah. tulang. dll (mudgah). tangan. tawakkal. Shaum melatih manusia agar mampu memenej emosi. • Penciptaan tubuh manusia dimulai oleh persenggamaan suami isteri. • Syahadat mengarahkan manusia agar memiliki keyakinan kokoh bahwa Allah adalah Pencipta dan Pemelihara (Rabb). shalat.

nafsu. oleh Allah dijadikan sebagai makhluk yang secara fisikal memiliki bentuk (arsitektur) yang paling sempurna (fi ahsani taqwim). berdagang. bersosial. • Degan demikian. bayi pun diberi potensi (potential capasity). Inilah kehidupan tingkat keempat. potensi yang dibawa sejak dalam kandungan belum berkembang. • Salah satu bentuk pendidikan adalah melakukan penelitian empirik. bahkan pada periode ini anak manusia belum mengetahui apa-apa (An-Nahl 78). dll. Potensi lain adalah sama' bashar. bagaimana gununggunung ditekakkan (vulkanologi). Allah SWT di dalam QS Al-Ghasyiah : 17-20 memerintahkan agar manusia melakukan penelitian tentang alam misalnya bagaimana unta diciptakan (biologi). Setelah itu manusia di dalam rahim ibu harus mutasi ke alam ke tiga yakni alam Dunia. yakni hidup sebagai individu manusia (khalqan akhar. bentuk final). manusia diberi Qalbu (heart. dan bagaimana bumi dihamparkan (geologi). Untuk mendorong perkembangan potensi ini kelak. dan afidah (pendengaran. jantung hati). berpidato. syahwat). feeling (perasaan : suka. Sebelum usia 4 bulan. sehingga janin bergerak-gerak. • Manusia di Alam Rahim hanya 9 bulan 10 hari (rata-rata). sedih. benci.2 : 1674 dan QS. dll) dan thinking. gembira. penglihatan dan hati nurani). manusia yang berasal dari bahan yang hina (sperma) tersebut. manusia mempunyai nyawa (hayat) tetapi pada usia 4 bulan ia dimasuki ruh. Di dalam QS. misalnya potensi main bola. bagaimana langit ditinggikan (astronomi). 3. (At-Tin : 4). • Pada usia 4 bulan itu. Alam Dunia (Tugas manusia di alam Dunia): • Ketika manusia lahir (sebagai bayi). menyanyi. 3 : 190-191 Allah menegskan bahwa penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang (hukum rotasi) adalah objek penelitian bagi orang-orang yanag beriman sehingga 74 . yang di dalamnya terdapat antara lain willing (kemauan. selain bayi dimasuki Ruh. Oleh karena itu manusia harus dididik agar potential capasity yang dimilikinya menjadi actual ability (kemampuan nyata).• Pada usia 4 bulan masuklah ruh ke dalam janin.

duduk. juga harus dilatih kecerdasan spiritualnya yakni melalui dzikir. Jadi. tetapi manusia diberi jeda waktu selama 15 tahun sehingga mencapai usia cukup atau baligh. insya Allah akan sampai kepada kesadaran spiritualnya ditandai antara lain dengan menyatakan :"Rabbana ma khalaqta hadza bathilaa " (Ya Tuhan kami. (QS. maka manusia wajib melaksanakn tugas kekhalifahan. Lebih rinci lagi melaksanakan job di seputar hablum minallah. khitan. Persiapan fisik dilakukan antara lain dengan memberi anak makanan yang halal dan bergizi (halalan thayyiba). dll. • Selama itu Allah SWT belum meminta manusia untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "naskah perjanjjian" yang "ditandatangani" di alam Ruh. shalat. atau telah hadil bagi perempuan. kewajiban) untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "Kontrak Kerja ". apapun yang dikerjakan manusia. pembiasaan. 75 . Definisi ibadah ialah segala aktivitas manusia yang diridhai oleh Allah SWT. anak manusia dilatih untuk berbuat yang baik tetapi belum diwajibkan. • Pendek kata tugas manusia di alam Dunia adalah ibadah. • Pada usia 1-14 tahun. tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia…"). sedangkan persiapan untuk mendewasakan sikap mental anak dilakukan antara lain dengan acara aqiqah. ad dhahirah wa al-bathinah).mereka bisa menjadi Ulul Albab yakni orang yang bisa menemukan inti (allub) masalah atau hakikat sesuatu. bersikap jujur. atau berbaring. Pada usia ini. anak manusia hanya dipersiapkan fisik dan ruhaninya agar kelak siap menjadi khalifah fi al-ardl. • Setelah baligh (usia 15 tahun. kullu ma yardhalullahu minal aqwali wa al-af'ali. Allah berfirman : "Dan tidak semata-mata Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya". 51 : 56). baik ketika berdiri. • Selain dilatih kecerdasan berfikirnya (IQ). Inilah yang disebut ibadah. hablum minannas dan hablum minal 'alam. Manusia yang sering merenung tentang penciptaan Allah. seluruhnya harus dalam kerangka beribadah kepada Allah. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin (al-ibadah hiya. atau sudah mimpi basah bagi pria). Setelah mencapai baligh barulah manusia diberi taklief (beban.

Kalau menggunakan tahun hijriyah kira-kira 74 tahun. pendek sekali. nabati maupun energi. Inilah salah satu kelebihan manusia dibandingkan jin. Kenikmatan sangat tergantung kepada sikap penerimaan hati (qana'ah. seluruhnya harus dengan niat ibadah kepada Allah. Kalau demikian sebenarnya dunia itu adalah media untuk mencapai akhirat. tetapi kenikmatan tidak selalu sejajar dengan harta. manusia di dunia tidak bisa hidup tanpa materi (harta). Memisahkan aktivitas dunia dengan Akhirat adalah sikap sekuler. Sedangkan untuk dunia menggunakan fiil nahyi (larangan) "Jangan lupa !". Dalam hal ini jin tidak diberi SPK (Surat Perintah Kerja) untuk menjadi khalifah fi al-ardl. (3). Hablum minallah seperti shalat. Dengan demikian kalau manusia hidup di dunia selama 70 tahun. itu sama saja dengan 1.• Tugas ibadah yang dibebankan kepada manusia meliputi tiga pilar. baik sumber daya alam hewani. Bahkan pada surat Al-Ma'arij ayat 4 ditegaskan " Miqdaruhu khamsina alfa sannah" (satu hari sama dengan 50. Dan Janganlah lupa bagianmu di dunia". berdzikir. ta'awun (tolong menolong). yakni (1). sosial ekonomi. Hablum minannas seperti toleransi (tasammuh). 9 menit. berdoa. sosial budaya. (2). tadharru' (merendah hati kepada Allah) dan lain-lain. • Perlu menjadi cacatan penting bahwa. (QS…. Itu kalau menggunakan perhitungan tahun Masehi. Untuk akhirat menggunakan fiil amar (kata perintah) "Carilah !" . zakat. • Allah menyatakan : "Carilah olehmu karunia Allah berupa kampung Akhirat. Apalagi tahun dalam perhitungan Allah. Usia manusia di dunia rata-rata 70 tahun. 76 . Di dalam Alqur'an dijelaskan :" Inna yauman 'inda rabbika kaalfi sanatin mimma ta'uddun" (Sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu sama seperti seribu tahun hitunganmu). Targetnya adalah terkelolanya bumi secara baik untuk bekal manusia dalam kerangka ibadah kepada Allah. shaum. Lain lagi kalau menggunakan perhitungan tahun Neptunus atau Pluto. Waktu yang sangat singkat ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk ibadah. • Masa kerja manusia dibatasi oleh usia. termasuk menaati hukum Alam (hukum Kauniyah). bersikap tawakkal. baik yang menyangkut sosial politik. kerjasama. haji.000 tahun). Hablum minal 'alam yakni bersikap ihsan terhadap seluruh sumber daya alam. Jadi kegiatan apapun.).

Kalau kenikmatan tergantung kepada harta. malaikat Munkar dan Nakir memeriksa amal manusia dengan sangat cepat sebab Allah itu Maha Cepat Menghitung (innallaha sari'ul hisab). sedangkan ruhnya masuk ke alam qubur. maka Allah tidak adil.". (30) Nafsu Muthmainnah yakni manakala hidupnya didominasi oleh amal saleh. yakni (1). Sedangkan ruh yang berasal dari Allah kembali kepada Allah. Ruh tidak bisa kemana-mana. bersih. • Manusia yang mati. Tubuh yang berasal dari tanah harus kembali kepada tanah. Setiap orang mati pasti masuk ke alam Qubur tetapi tidak semua orang yang mati masuk kuburan. Di Iliyin. Dalam hal ini kematian telah mengakhiri aktivitas amal manusia. semua ruh orang mati memasuki Alam Qubur. Inilah alam keempat bagi manusia. Sidkah Jariyah. Pahala 77 . yakni (1). Nafsu Amarah yakni hidupnya didominasi oleh amal buruk (2). tubuhnya masuk ke kuburan. Inna lillahi wa inna ilaihoi rajiun. semua manusia tidak dapat diterima oleh Allah kecuali orang yang datang dengan qalbun salim (selamat. Nafsu Lawwamah yakni manakala amal baik dan buruk relatif seimbang. sedangkan ruh yang akan kembali kepada Allah tidak di make up dengan serius. Tidak mungkin ruh bisa gentayangan. Ruh yang saleh ditempatkan di Iliyin (tempat tinggi) sedangkan ruh yang inkar ditempatkan di Sijin (penjara). • Pada usia tertentu manusia harus mati. • Bagaimana pun kualitas ruh tersebut. Padahal Allaha menegaskan :"Pada hari Akhirat nanti. Anehnya tubuh yang akan kembali kepada tanah terus menerus di make up. maka putuslah segala amalnya kecuali tiga.syukur nikmat ). Hadits menyatakan : "Apabila anak Adam meninggal dunia. 4. Ruh itu maju terus dari alam ke alam mustahil mundur. • Alam Qubur (Masa Penantian Panjang) : Kualitas ruh orang mati terbagi tiga. suci sebagaimana dulu di alam arwah). • Di alam Qubur. ruh mendapatkan kenikmatan ruhaniyah. Ruh manusia berpisah dari tubuhnya. sedangkan di Sijin ruh mendapatkan siksaan ruhaniyah/ bathiniyah.

yakni hancurnya alam jagad raya secara dahsyat. Sedangkan doa anak yang inkar sama sekali tidak bisa berpengaruh. Di sini sekecil apapaun amal baik dan perbuatan dosa akan dibuka transparan. matematika. Alam Akhirat (Tempat Pembalasan Amal): • Alam Akhirat diawali oleh peristiwa Kiamat. manusia dibariskan di alam terbuka. itulah hari Mahsyar. manusia sudah cukup aman. 78 . Di alam Mahsyar ini seluruh manusia berusia sama yaknii jejaka (abkara). Manusia di alam Qubur sangat lama menunggu Kiamat. Apabila neraca amalnya ternyata saldo zero. manusia dikelompokkan menjadi dua. Penciptaan bumi dan langit yang baru ini sangat mungkin sama dengan periode awal penciptaan alam. Amal yang baik bisa menghapus amal yang buruk. • Pada waktu itu. Seluruh makhuk musnah luluh lantak. pasti suhu bumi panas luar biasa. seperti mengajar Al-Qur'an. mengepel. Anak shaleh yang mendoakan orangtuanya. Ketika itu hanya Allahlah yang Maha Hidup (alhayyu alqayyum). Ilmu yang dimanfaatkan / diajarkan. (QS ). jin dan manusia mati. Tetapi ada tujuh golongan orang-orang yang mendapatkan tempat teduh. • Allah lantas mengganti bumi dan langit yang telah hancur dengan bumi dan langit yang baru (QS. yakni barisan kanan (ashab al-yamin) yang nampak berwajah cerah ceria. pokok semua ilmu yang bermanfaat.sidkah akan terus menambah amal orang mati. (3). ). tak ada yang luput sedikitpun. Kedudukannya seperti anak kecil atau orang gila yang dinilai tidak memiliki amal shaleh tetapi juga tidak mempunyai dosa. • Selanjutnya adalah penimbangan amal (mizan). • Berdasarkan hasil mizan di atas. hanya saja balasan syurganya minimal. memasak. Kalau demikian. (2). Semua manusia benar-benar dijemur dalam teriknya matahari dengan jarak yang sangat dekat (karena matahari belum banyak berekspansi). Jadi alam Qubur adalah alam pemisah (barzah) antara alam dunia dengan alam Akhirat. • • Ruh yang berada di Sijin dapat saja mutasi ke Iliyin apabila mendapat pasokan pahala yang memadai dari ketiga amal di atas. dll. 5. Malaikat.

• Lamanya orang di neraka tergantung seberapa banyak dosa yang dilakukannya. kaya. saqar. jahim. dan terkenal kalau di akhirat masuk neraka. sangat mungkun kalau orang memasuki neraka selama satu hari itu bisa sama dengan 1000 tahun hitungan dunia bahkan bisa sampai 50. Itu bisa terealisasi. Dalam hal ini orang yang yang mengaku muslim tetapi tidak shalat dimasukkan ke dalam neraka Saqar. baik syurga Firdaus. sebenarnya manusia di dunia baru alam yang ke tiga. sedangkan di alam Akhirat manusia bahagia atau sengsara selama milyaran tahun. Adnin. Naim. dll tergantung kepada jumlah amal shaleh yang dimilikinya. dll tergantung kepada jumlah dosa yang dilakukaannya. Maka datanglah nabi Muhammad SAW memberikan bantuan.000 tahun. sebagaimana hitungan hari dan tahun menurut Allah. apabila manusia menaati hukum Alam (hukum Kauniyah) dan hukum Qur'aniyah secara bersamaan.dan barisan kiri (ashab asy-Syimal) yang nampak bermuram durja. Na'udzu billahi min dzalik Berdasarkan uraian di atas. terhina. Di alam Qubur. -----ooo0ooo------ 79 . Inilah yang disebut syafa't al-kubra (bantuan besar) kepada orang-orang yang layak dibantu. Oleh karena itu hidup alam Dunia yang hanya 70 tahun harus benar-benar dimanfaatkan. Walaupun demikian. • Setelah perhitungan final. tunduk malu. Sedangkan ashab asy-Syimal memasuki neraka. manusia menunggu Kiamat ribuan tahun. masih ada dua alam lagi yang harus dilalui yakni alam Qubur dan alam Akhirat. manusia berusaha susah payah meminta bantuan agar ia bisa masuk kepada ashab al-yamin. maka ashab al-yamin memasuki syurga. • Untuk menyelamatkan diri. baik neraka wail. Percuma lulus S3. Yang baik adalah manusia bisa mencapai syurga melalui kebahagiaan shaleh di dunia. sedangkan orang muslim yang shalatnya tidak memiliki efek positif terhadap prilakunya dimasukkan ke dalam neraka Wail. Jahannam.

dengan sesama manusia (hablum minannas) maupun dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam). kecerdasan emosi (EQ). total submittion) atau sami’na wa atha’na. Apabila manusia mampu memenej seluruh kecerdasan tersebut berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah maka ia akan menjadi manusia berakhlak baik dalam dimensi yang luas. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat : • Memahami hakikat ilmu akhlak (etika) objek bahasan dan ruang lingkupnya. Tujuan instruksional Umum Mahasiswa dapat memahami dan menyadari bahwa harkat derajat manusia diukur dari keluhuran akhlaknya bukan karena ilmu. harta atau jabatannya. Perangai yang baik disebut akhlak al-karimah sedangkan perangai yang buruk disebut aklaq al-madzmumah. Sedangkan yang 80 . yakni berbuat yang paling baik dalam rangka menjadikan segenap sumber daya alam untuk kesejahteraan lahir batin umat manusia. • Mahasiswa termotivasi untuk berakhlak mulia dalam segala dimensinya. maupun kecerdasan spiritual (SQ). Hakikat Akhlak : Akhlaq yang berasal dari kata khalaqa dengan akar kata khuluqan berarti perangai. tabiat atau adat. Dengan demikian pendidikan akhlak pada dasarnya adalah character building dengan target terjadinya perubahan prilaku (behavior change).MODUL 9 ESSENSI AKHLAK (Ritual dan Perubahan Prilaku (Behavior Change). Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia memiliki banyak potensi termasuk kecerdasan. Essensi akhlak kepada manusia adalah ukhuwah yakni menganggap manusia sebagai saudara. Sedangkan essensi akhlak kepada alam adalah ihsan. dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. Dengan kesadaran itu diharapkan mereka termotivasi untuk meningkatkan kualitas akhlaknya. Baik dalam hubungannya dengan Allah. • Mahasiswa memahami substansi dan essensi akhlak kepada Allah. serta target-target yang harus dicapainya. kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar. Essensi akhlak kepada Allah adalah tauhid (taat total tanpa reserve. baik kecerdasan berfikir (IQ). baik dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah).

Termasuk ke dalam hablum minanllah adalah ketaatan kepada Al-Qur’an dengan sunnah rasul sebagai penjelasannya. equality). seluruhnya untuk menunjang ukhuwah. • Essensi Hablum Minannas ialah ukhuwah (persaudaraan). Hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas ). (al- Perintah Allah untuk saling tolong menolong. 3. udara. berdoa. dengan segala penjelasannya yang terdapat di dalam sunnah rasul. dll adalah pada dasarnya untuk mensukseskan ukhuwah. etika kepafa non muslim . dengan cara melaksanakan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an tanpa kecuali. medzalimi. Tetrmasuk ke dalam hablum minanas antara lain : etika kepada sesama muslim. laut. dll. yakni menaati Allah dan Rasul-Nya secara kaffah (total submittion). dll. mengeluarkan zakat. dan sumber daya alam lainnya. 2. Beberapa contoh berakhlak baik kepada Allah adalah menegakkan shalat.dimaksud dengan ilmu akhlak adalah ajaran tentang bagaimana caranya mewujudkan manusia yang berakhlak baik. hutan. menunaikan shaum. Hubungan dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam). air. Pengamalan Al-Qur’an dengan cara memiliah dan memilih ayat Al-Qur’an adalah sikap tidak sopan kepada Allah. Hubungan dengan Allah (hablum minallah). Objek bahasan Akhlak : Objek bahasan Akhlak meliputi tiga dimensi yakni : 1. fauna. gunung. menjunjung tinggi nilai persamaan di antara sesama manusia musawwah. termasuk di dalamnya etika kepada flora. etika kepada lawan jenis. Demikian juga larangan saling menghina. etika kepada ayah dan ibu. etika kepada orang sakit. bertoleransi ( tasammuh). berhaji. 81 . Juga meniatkan segala pekerjaan karena Allah adalah salah satu bentuk etika kepada Allah. Essensi Aklaq : • Essensi Hablum Minallah ialah bersikap tauhid kepada Allah. dan bersyukur.

yakni berusaha sebaik-baiknya mengelola bumi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia secara umum sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan hadits.• Essensi Hablum minal ‘alam : ialah Ihsan (baik). 82 . Sungguh luar biasa pahalanya bagi mereka yang telah mampu melahirkan tekonologi yang sangat bermanfaat bagi umat manusia. sebaliknya sungguh terhina seseorang yang berbuat kerusakan di atas bumi sehingga mengakibatkan kesengsaraan.

yakni keadilan di depan hukum Allah menegaskan :"Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menegakkan kebenaran karena Allah. HAM. kemiskinan dan kebodohan (QS. Prinsip-prinsip penetapan HAM dalam Islam : • Al-Musawwah (Persamaan) di depan hukum atau equality before the law. (c). (b). Menegakkan keadilan dan menentang kezaliman (QS. 30 dan QS. (e). 1. Amr Ma'ruf Nahyi munkar (QS. 90 : 13-16). 4 : 58 dan QS 16 : 90). (d). • Al-'Adalah (keadilan). menjadi saksi yang adil. Wajar kalau terdapat perbedaan pandangan antara keduanya. dan diskursus tentang Hubungan antara Agama dan Negara). Orang kafir (QS. 2 : 142144). Membawa umat menghadap qilblat agar umat melaksanakan Al-Qur'an secara utuh (QS. Membebaskan umat dari perbudakja. Orang Islam yang diprediski dapat menimbulkan kemadharatan bagi umat (QS. Dan 83 . 61 : 4). Seputar Kepemimpinan : • Orang-orang yang haram dipilih sebagai pimpinan adalah (1). 30 . Orang Islam yang lebih menyukai kekafiran daripada keimanan (QS.MODUL 13 Etika Islam Dalam Kegiatan Politik (Seputar Kepemimpinan. 3 : 104). akan kupotong tangannya" (Hadits). 9 : 17). Menebarkan rahmat / perdamaian di seluruh alam semasta (QS 21 : 107). • Tugas pimpinan adalah : (a). Orang Islam tetapi suka menjadikan agama sebagai ejekan (QS 5 : 58). Nabi bersabda : "Seandainya Fatimah putriku mencuri. (f). 2 : 13 dan QS. 2. 3 : 118). Mewujudkan umat yang kokoh (QS. 3 : 28). Seputar HAM : HAM atau Hak Asasi Manusia (Human Right) dalam pandangan Barat bersifat antroposentrik sedangkan HAM dalam pandangan Islam adalah teosentrik.

janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu golongan membuat kamu berbuat tidak adil". 1050). Itu terserah pilihannya tetapi setiap pilihanmenghandung resiko. Kewajiban manusia terklasifikasi menjadi tiga yakni Hablum minallah. Untuk itu Islam mengharamkan membunuh manusia kecuali karena sebab yang adil. • • • • Al-Marhamah (penuh kasih sayang). qishah . ta'zie. Kewajiban Manusia : • • • • • • • Taklief dari Allah. Al-Haq (benar). Islam tidak memaksa agar manusia menganut Islam. Hak-hak Manusia : • Hak Hidup dan mendapatkan perlindungan keamanan fisik (Hifdzul Jasad). patience with others (Webster's New American Dictionary. hablum minannas dan hablum minal alam. Kewajiban kepada alam adalah bersikap ihsan. p. Kewajiban kepada Allah adalah ibadah. Toleransi adalah memberi kebebasan pendapat terhadap orang lain dan berlaku sabar menghadapi orang lain. (QS. Kewajiban diberikan sejak baligh. Dalam pandangan Allah. • Tasammuh (Toleransi). Sanksi dari pelanggaran terhadap kewajiban adalah hudud. membunuh satu 84 . Segala taklief adalah kewajiban yang harus dilakasanakan manusia. Akan tetapi kalu sudahmasuk menjadi penganut Islam barulah ada paksaan harus shalat. Di dalam surat al-Kafirun ayat 1 – 6 dijelaskan bahwa kita harus toleran dalam beragama. 5 : 8). hatis menutup autar haaarus zakat dll. (QS. Kita meyakini kebenaran agama kita sendiri tetapi tetap menghormati orang lain. Tolerance is liberty to ward the opinions of athers. At-Ta'awun dan At-Takaful . Kewajiban kepada manusia adalah silaturahmi. 27 : 33) . At-Tawazun (pola Keseimbangan).

• • • Hak perlindungan terhadap hak milik / harta (hifdzul maal). 85 .orang sama dengan membunuh sedunia. Oleh karena itu Islam melarang perzinahan dan pernikahan antar muhrim. Sesungguhnya kebenaran itu telah nyata bedanya dari yang tidak benar (QS 2 : 256). Para penggangunya mendapatkan ancaman hukum yang berat. (Hifdzu din). mengumpat. Berhak mengajukan perceraian lewat fasakh dan khulu' Kedudukan Wanita : Perlakuan Istimewa terhadap Wanita : • • • • Tubuhnya dihargai sehingga harus ditutup. Nabi bersabda :" Perbuatan yang paling mulia adalah menyatakan kebenaran pendapat di depan seorang penguasa yang zalim" • Hak mendapatkan tertib keturunan (hifdzun nasal). 1. Allah pun melarang seorang wali menghalangi pernikahan yang secara syar'I tidak terlarang. • Hak mendapatkan perlindungan akal dan kebebasan menyatakan pendapat (Hifdzul aqli). menghina. Harus dijaga kemanaannya bukan menjaga keamanan pria. memberi kehidupan lepada seseorang sama dengan memberi kehidupan kepada seluruh dunia (QS. • • • • • Seputar Wanita : Memiliki kesempatan beriman dan beramal yang sama (QS 33 : 35 dan 4 : 19). Memiliki kesempatan yang sama untuk mencari dan membelanjakan hartanya QS. Allah menegaskan :"Tidak boleh ada paksaan dalam beragama. Oleh karena itu Islam melarang ghibah. 4 : 4 dan 32) Memperoleh warisan dan pendidikan. dll. Hak mendapatkan ketenangan jiwa (hifdzun nafsi). fitnah. Oleh karena itu Isalam melarang mencuri dan berbisnis dengan cara ghurur (curang). Wanita ada. 5 : 32). Berhak memilih dan dipilih dalam perjodohan.lah tiang negara. Hak menganut agama sesuai dengan keyakinannya.

Ajaran Islam harus menjadi dasar konstitusi.4 : 59. taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya). Mereka mengakui prinsip musyawarah tetapi menolak musyawarah sistem demokrasi. Diskursus tentang Hubungan antara Islam dan Negara Kajian tentang hubungan Islam dan negara telah banyak diperdebatkan oleh para pemikir. Pendapat mereka dapat diklasifikasikan menjadi tiga aliran pokok.wajib mutlak adanya pemimpin. Alasannya. Hak hidup sehingga tidak boleh melakukan aborsi kecuali dalam situasi darurat. menyatakan bahwa dalam sebuah komunitas. Memiliki pnegaruh besar terhadap anak. zaman Pertengahan. ia pun menggunakan landasan hadis : 86 . Mati karena melahirkan adalah mati syahid. maupun pemikirpemikir Modern dan – post Modernisme.• • • • • • Surat An-Nisa sebagaiu bukti kepedualian Islam thd wanita. Dengan demikian mendirikan sebuah negara Islam adalah wajib. baik di zaman Klasik. yakni Kelompok Pertama. Mengistimewakan pelayanan kepada ibu daripada kepada ayah. konstruk negara harus negara Islam. maksudnya adalah imam (khalifah). Ibn Taimiyah (wafat 728 H/1328M). Syurga di baqwah telapak kaki ibu. selain QS. menyatakan bahwa dasar tentang kewajiban adanya Imámah adalah Al-Qur'an surat 4 : 59 : )‫م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ع‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ل ي ا َت َُف‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫سلو َت‬ ُ ‫ر م‬ َّ ‫علوا ال‬ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫علوا ا َت‬ َّ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ (59 "Hai orang-orang yang beriman. Al-Mawardi misalnya. Mereka menolak gagasan negara kebangsaan (nation state) karena dinilai bertentangan dengan prinsip ummah. dan Ulil Amri di antara kamu" Pada ayat di atas Allah SWT mewajibkan muslimin menaati Ulu al-Amri. ialah kelompok yang berpendapat bahwa hubungan antara Islam dan negara sangat lekat bahkan Islam mengatur persoalan negara secara eksplisit dan detail.

Allah sebagai Pemilik tunggal. (Beirut : Dar al-Kitab al-‘Arabiyah). yakni antara iman Ibn Taymiyah. 1966. p.(‫اذا خرج ةثالةثة ف ي سفر فليؤمروا احدهم )رواه ابلوا داود‬ “Jika tiga orang berangkat bepergian.44 Selanjutnya ia menyatakan bahwa.. membatalkan UU yang bertentangan dengan syari’at Islam dan pemerintah Pakistan harus menjalankan kekuasaannya sesuai dengan batasbatas yang telah ditetapkan oleh syari‘at Islam. 44 Sayyid Quthub. dan ia menyatakan bahwa menjadikan Islam sebagai konstitusi negara adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat ditawar-tawar lagi. maka kekuasaan apapun di atas dunia ini pada hakikatnya adalah milik Allah. Kalau manusia berkuasa itu artinya ia hanyalah pihak yang dikuasakan oleh Allah untuk menjalankan kedaulatan Allah. (Munawir Syadzali. Lahir di Asurangbad. India selatan. Sayyid Quthub dengan tegas menyatakan perlunya ada Imam (khalifah). hal. Tahun 1941 ia bersama temanya mendirikan organisasi gerakan Jama’at Islami dan dia sendiri sebagai pemimpinnya. Al-Siyásah asy-Syarâ’ah. 45 Al-Maudãdi. dari Nafi' ibn Abi Salamah. Sanadnya berasal dari Ali Ibn Bahr ibn Bara'. hal. kedaulatan adalah di tangan Tuhan bukan di tangan rakyat. Ia menyelenggarakan konferensi Akbar untuk merumuskan konsep Negara Islam. dari Hatim Ibn Ismail. dari Muhammad Ibn Azlan. (Beirut : Dár al-Syurãq. Ia menyatakan wajib adanya khalifah dan wajib menjadikan Islam sebagai konstitusi negara. 172. Dengan demikian. 45 Senada dengan itu. Hadis di atas terdapat dalam kitab Sunan Abi Daud. 888. Di dalam tafsir Fi Dzilál al-Qur’án. Quthub menjelaskan bahwa manusia hanya mempunyai dua pilihan dalam menerapkan hukum. 164). bahwa :”Enam puluh tahun hidup bersama imam yang tidak adil. Ia mendesak Pakistan agar UUD Pakisan menyebutkan bahwa Kedaulatan Pakistan di tangan Tuhan. dan karena itu maka Allah-lah Penguasa tunggal yang mengurusi alam ini. Maududi dengan jemaat Islamnya memperjuangkan agar syari’at islam menjadi konstitusi Pakistan. hendaklah salah satu dari mereka menjadi pemimpin” Dengan hadis ini lantas Ibn Taimiyah daripada hidup semalam tanpa seorang sultan”43 Tokoh lainnya adalah Al-Maududi. konsep kekuasaan di dalam Islam didasarkan kepada prinsip bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam. 43 berfatwa. tanggal 25 September 1903 Masehi. sebab tidak ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah. dari Abi Sa'id AlKhuÑry. Jilid 2. Dalam pandangan Maududi. Tafsir Fâ Éilál al-Qur’án. 1980). Setelah Pakistan merdeka tanggal 15 Agustus 1947. Syari’at Islam sebagai hukum dasar Pakistan. lebih baik 87 . hadis nomor 2241. Maududi wafat tanggal 22 September 1978 di Buffalo New York dan dimakamkan di Ichkrah Lahore.

wajar kalau Umar Ibn Khattab menegaskan : Lá Isláma illá bil jamá‘ah walá jamá‘ah illá bi al-imámah. adanya seorang Imam untuk segenap kaum muslimin adalah wajib. mengikuti hukum Allah atau mengikuti hawa nafsu. dikatakan Seseorang menaati Allah apabila ia menaati segenap aturan yang telah dibuatNya sebagai-mana tertuang di dalam Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan oleh hadis nabi. 49 Namun saat ini justeru umat Islam tidak mempunyai imam. mau tidak mau harus berhukum kepada hukum Allah. hal. Cara hidup demikian hanya bisa dilaksanakan dalam suatu masyarakat yang bebas secara politik dan ekonomi. Menurut Sayyid Quthu. 49 Rambi Ka‘bi Ahmad. 30. dan disebut fasiq karena keluar dari iman dan dari ketaatan kepada Allah. hal.48 Dalam pandangan Ka'bi Ahmad. Menurut Hakim Javid Iqbal. Masalah-masalah Teori Politik Islam. Bai’at . hanya Allah-lah yang mengetahui mana yang sebenarnya maslahat bagi manusia dan mana yang tidak. 5 : 59. Jadi kewajiban manusia adalah menaati aturan tersebut bukan membuat aturan baru. 47 Wahbah Zuhaily.46 Pendapat serupa disampaikan pula oleh Wahbah Zuhaily sebagaimana dijelaskan dalam bukunya.atau kufur. Karena Allah sebagai penguasa maka hanya Allahlah yang harus ditaati. Juz VI.). 30. Rambi Ka'bi Ahmad menegaskan bahwa. Kalau mengaku beriman kepada Allah. (Bandung : Mizan. halaman 204. 46 88 . 1996) . hal. Bai’at. Apabila Ulu al-Amr itu tidak menaati Allah lagi maka tidak ada kewajiban bagi umat untuk menaatinya. tafsir al-Munâr. Karena itu masyarakat muslim wajib hukumnya berjuang mendirikan negara Islam di manapun jika memungkinkan. Disebut kafir karena mengingkari hukum Allah. Selain menaati Allah dan Rasul-Nya. kewajiban terbesar dari Islam adalah keharusan adanya jamaah Islam. Di dalam tafsir tersebut dijelaskan bahwa orang yang tidak berhukum kepada hukum Allah adalah kafir. disebut zalim karena menyalahi hukum Allah. zalim dan fasiq. wajibnya mendirikan negara didasarkan kepada beberapa prinsip antara lain – sebagaimana ditegaskan di dalam QS. karena tidak ada kesepakatan Mumtaz Ahmad (Ed. 48 Rambi Ka‘bi Ahmad {iddiq ‘Abdurrahman. 47 Melihat betapa pentingnya kedudukan dan fungsi imam. Tafsâr al-Munâr fâ al-Aqâdah wa al-Syarâ‘ah wa al-Manháj. Islam atau Jahiliyyah. 58. bahwa seluruh kekuasaan di alam semesta pada hakikatnya berada pada kekuasaan Allah karena Dia-lah yang telah menciptakannya. setiap muslim wajib menaati Ulu al-Amr dengan syarat kalau mereka menaati Allah.

Maret. 51 Ibrahim Husain. 441. hal. ada hadis riwayat Abu Daud dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah tentang kewajiban mengangkat pimpinan walaupun dalam kelompok kecil. (terjemahan Fadhli Bahri). taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya). Al-Qur'an surat 4 : 59 tentang kewajiban adanya Ulu al-amr. 24 Al-Mawardi. 54 Al-Mawardi .50 Banyak lagi ulama-ulama lain yang mengharuskan adanya khalifah (imam) yang memimpin negara. Fiqih Siyasah dalam Pemikiran Islam Klasik “ dalam Ulumul Qur’an no2 vol. "Hai orang-orang yang beriman. 52 {ahâh Muslim. Hadis.. Ini dikenal dengan mafhãm muwáfaqah la\nal khiÅáb.55 50 Al-Syahrastani. I . Sanadnya berasal dari ‘Ubaidillah. dari ‘Abdullah.52 (3). Al-Ahkám As-SulÅániyyah fi Wiláyah ad-Dâniyah . \adi` no. maka dia mati dengan kematian Jahiliyyah". hal. dan Ulil Amri di antara kamu" (2). Qaidah Fiqhiyyah yang menyatakan “málá yatimmu wájib illá bih fahuwa wájib (apabila tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengan adanya sesuatu. apabila hukum Islam hanya bisa tegak dengan adanya negara Islam maka mendirikan negara Islam adalah sebuah kewajiban.9 53 89 . dari Zayd ibn Muhammad. 8 55 Abdul Kariem Zaidan. 5. kepada pimpinan : 51 Juga hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang kewajiban berbai‘at ‫من م ات وليس ف ي عنقه بيعة م ات ميتة ج اهلية‬ "Barang siapa yang mati di lehernya tidak ada bai‘at.61).siapa sebenarnya yang layak menjadi imam. dari Mua] ibn Muhammad. 1993.1v hal. |adi` Marfã‘ {ahâh. Al-Ahkám Al-SulÅaniyyah. dari Nafi‘.54 Dengan demikian. dari ‘Ashim. Al-Milál wa an-Nihál . hal. Oleh karena itulah Abdul Karim Zaidan berpendapat bahwa orang Islam wajib menegakkan daulah Islámiyyah untuk melaksanakan hukum-hukum syari’ah. Dár al-Falah. Dalam hal ini Asy-Syahrastani menyatakan bahwa perselisihan umat Islam terbesar adalah karena persoalan Imámah. maka sesuatu itu menjadi wajib adanya). Ijtihad (Qiyas) bahwa kalau di dalam kelompok kecil saja wajib mengangkat pimpinan apalagi di dalam sebuah kelompok besar atau negara. hal. Tetapi secara umum hujjah yang mereka gunakan tentang kewajiban mendirikan negara Islam adalah : (1).53 (4).

bahkan ia menegaskan tidak ada hubungan antara agama dan negara. sering disebut kelompok fundamentalis Islam. As-Siyásah wa Asy. dll.(5). menegakkan keadilan. segala apa yang dilakukan oleh nabi itu kepala negara. menyatakan perang. Lebih terus diikuti oleh khulafá al- Rásyidin dan khalifah-khalifah setelah itu. Syafi‘i Anwar. Sistem politik Islam bukan saja ada di dalam doktrin Islam. Dalil Logika. Bukti Sejarah : Menurut kelompok ini. oleh karena itulah mendirikan sebuah negara Islam adalah sebuah kewajiban. Realitas Politik dan Dimensi Kebangsaan” Harian Republika 29 Januari 1993. ( Beirut : Dar alKitab al-‘Arabiyyah. Jadi Muhammad ketika itu selain sebagai nabi juga sebagai jauh. hal. " Idealisme Islam.Syarâ’ah . tetapi sudah menjadi ma‘lãm min ad-dân diketahui wajibnya). serta wajib hukumnya menggunakan dasar negara dengan Al-Qur'an. wajib hukumnya memilih imam (khalifah) yang berperan memimpin umat. Terhadap istilah ini banyak orang yang merasa keberatan lantas memunculkan istilah lain yakni Revivalis. Jadi menurut pendapat pertama adalah. Haikal. 56 90 . tidak setuju dengan konsep negara Islam.56 (6). secara logika. tanpa ada kekuatan politik maka akan sulit menegakkan Islam. Sunnah itu harus diikuti oleh segenap muslimin. Nabi Muhammad SAW ketika berada di Medinah dengan Piagam Madinahnya waktu itu telah melakukan segala aktivitas kenegaraan sebagaimana dilakukan oleh para pemimpin negara lainnya seperti menjatuhkan saksi pidana. 1966). wajib melaksanakan \udãd. 57 M. Kelompok Kedua. mereka menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara Islam dengan negara dengan demikian mendirikan negara bukan sebuah kewajiban. Untuk menegakkan Islam ini perlu kekuatan politik. 138. kelompok yang ingin mengembalikan segala sesuatu termasuk pola bernegara sebagaimana adanya di zaman nabi. Menurut Ibn Taimiyah. ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq 57 bi ad-Üarãrah (sesuatu yang telah jelas misalnya. Kelompok yang menyuarakan kewajiban mendirikan negara Islam sebagaimana di zaman nabi. PM. wajib membela pihak yang teraniaya. menjadi komando perang dan mengangkat para penguasa daerah taklukan. Menurutnya Allah tidak memberikan jabatan rasul sekaligus sebagai raja kepada Ibn Taimiyah 1966 . melaksanakan jihad. kewajiban muslim adalah amr ma’rãf nahyu munkar.

lantas dinyatakan bahwa Islam adalah sebuah kesatuan politik dan sekaligus sebuah negara yang didirikan oleh nabi SAW. melainkan hanyalah rasul semata. Rasulullah SAW dahulu telah membentuk kekuasaan politik dan sekaligus bertindak sebagai raja. Menurut dia. sedangkan ketundukan kepada raja adalah karena hubungan jasmaniyah antara penguasa yang dikuasai. justeru kebanyakannya rasul itu bukan raja. 4 : 59: “Hai orang-orang yang beriman. Kekuasaan Muham-mad SAW atas kaum muslimin adalah kekuasaan kerasulan dan sama sekali bukan ambisi politik. taatilah Allah. Lebih jauh Ráziq menyatakan bahwa para ulama bukan saja tidak berpijak kepada ayat Al-Qur’an tetapi mereka tidak memiliki sandaran dari hadis 91 . taatilah rasul dan taatilah Ulã al-Amr di antara kamu”. mayoritas muslim meyakini bahwa nabi SAW adalah seorang rasul sekaligus raja. yakni temporal dan nontemporal. tetapi kepemimpinan rasulullah waktu itu tidak identik dengan raja dan rakyatnya. tak ada kaitannya dengan persoalan imámah. Dasar pijakan yang ada hanyalah ijmak ulama yang sebenarnya tak lebih dari sekadar kesimpulan logika para ulama terdahulu. Selanjutnya ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq menegaskan bahwa. Padahal. Jadi tidak dapat disamakan antara kekuasaan kerasulan dengan kekuasaan seorang raja. Ar-Ráziq mengakui bahwa kepemimpinan Muhammad sebagai nabi sangat penting pengaruhnya dalam memimpin masyarakat. Dalil Al-Qur’an yang sering dijadikan pijakan para ulama adalah: QS. dengan demikian maka pemerintahan rasulullah adalah sebagai manifestasi dari amaliyah duniawi bukan tugas risalahnya. Karena pengertian Ulã al-Amr adalah seseorang yang mengurus keperluan umat bukan berarti khalifah. Ayat senada terdapat juga di dalam QS.nabi Muhammad SAW. Alasannya adalah karena ketaatan masyarakat terhadap nabi adalah karena hubungan ruhaniyah yang bersumber pada iman. Di sini ArRáziq memilah perbuatan nabi menjadi dua.4 : 83. Buktinya hanya beberapa rasul saja yang menjadi raja seperti nabi Dawud. padahal ayat tersebut tidak bisa disimpulkan wajibnya mendirikan sebuah khilafah walaupun di sana terdapat kata Ulã al-Amr. tidak ada seorang ulama pun yang bisa mengajukan satu ayat Al-Qur’an saja yang secara pasti menunjukkan kewajiban mengangkat khalifah serta menjelaskan fungsi khalifah. kata ar-Raziq bahwa jihad di zaman nabi bukan semata-mata untuk pengembangan agama tetapi untuk pengembangan wilayah kekuasaan.

Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. dasar-dasar atau pokok-pokoknya saja bukan rinci. menyatakan bahwa ajaran-ajaran Islam yang orisinil dalam soal kenegaraan hanya sedikit itupun hanya menyangkut prinsip-prinsip. 59 92 . dasar negara dan ketatanegaran lainnya. Tuntutan al-Qur’an tentang kehidupan bernegara tidak menunjuk kepada model tertentu tentang sebuah negara. (Jakarta : Lembaga studi Agama dan Filsafat. 58 Dengan demikian pada hakikatnya dinamika masyarakat Islam tidak diikat. Imamah artinya pemegang jabatan khilafah. Sejalan dengan itu. Bahtiar Effendy. 1. bai'ah dan jamá‘ah. Kelompok ini mengakui bahwa di dalam Islam memang terdapat ajaran tentang politik dan negara tetapi hanya menyangkut prinsip-prinsipnya saja. 17. Arabia . tidak menjelaskan secara ekplisit tentang bentuk negara. No. 60 Tim penulis. Itu semua disesuaikan secara fleksibel dengan keadaan negara masing-masing. Selanjutnya kata ar-Raziq. 225. 1998). Fat\i Osman menyatakan sangat jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa Islam telah memberikan sistem sosial politik yang menyeluruh dan terperinci59. betul bahwa terdapat hadis-hadis tentang imámah. January. Islam dan Negara. yang terpenting prinsip-prinsip yang terdapat dalam al-Qur’an itu harus ditransformasikan ke dalam bentuk rumusan – rumusan kenegaraan zamannya. . “Parameters of the Islamic State ”. Makalah Al-Qur’an dan Kehidupan Masyarakat. yang menjadi dasar pijakan tentang wajibnya khilafah bukanlah dalil tetapi sesuatu yang mirip dalil (syibhu ad-dalâl). hal. hal. 5.60 58 yang dipandang perlu akan meme-nuhi hajat kebutuhan kaum muslimin tentang sebuah negara pada Harun Nasution. Refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam. sedangkan jama’ah artinya pemerintahan kekhalifahan Islam. (Jakarta : Paramadina. 1989). 1983 hal. Dengan demikian. Tujuh Puluh Tahun Harun Nasution. Dasar dan prinisp inilah yang menjadi pegangan bagi umat Islam dalam menghadapi perkembangan zaman. hal. Harun Nasution misalnya dengan mengutif pendapat ‘Abdul Wahháb al-Khalláf dalam ‘Ilmu al–Ushul al-Fiqh. bay'ah artinya bai‘at kepada khalifah. akan tetapi dari hadis-hadis itu tidak dapat disimpulkan bahwa kekhalifahan merupakan aqâdah syar‘iyyah.rasul tentang persoalan imámah. Kelompok ketiga : Di luar kelompok yang pro dan kontra di atas muncullah kelompok ketiga yang pendapatnya dapat dianggap sebagai sebuah sintesa. 10. The Islamic World Review. Dia mengutip dari Fathi Otsman.

Menurut Ibrahim Husein.). integratif dan toleran. Islam Substantif.65 Pendapat Amin Rais sejalan dengan pemikiran Ibrahim Husein. ar-Ráziq tidak perlu memilah antara aktivitas kehidupan temporal dan nontemporal karena dengan cara seperti ini bisa membawa kepada kesimpulan bahwa Islam tidak perlu dibawa untuk memecahkan masalah sosial politik. : 228-9. 64 nabi itu adalah pengatur dalam segala persoalan. bahkan bisa mereduksi Jadi dalam pandangan Amin Rais. yang di dalamnya terdapat persatuan. hal. 62 Dalam pandangan kelompok Modernis. Amin Rais. masalah apapun yang dihadapi. Islam dan pembaharuan: xxiii. musyawarah dan keadilan. 66 Syari’ah adalah hukum yang dihasilkan dari ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak mengandung alternatif penafsiran tetapi hanya mengandung satu penfasiran yang pasti (qaÅ‘i). sedangkan apabila suatu hukum yang dihasilkan dari ayat yang dapat menimbulkan berbagai macam alternatif penafsiran 61 93 . pertama-tama adalah tujuan yang hendak dicapai oleh negara itu yaitu masyarakat beragama dan berKetuhanan Yang Maha Esa. Islam Substantif. dalam membahas konsep negara menurut Islam perlu dipisahkan antara konsep dasar syariah66 yang bersifat universal dengan hal-hal Harun Nasution. Islam sehingga pada akhirnya Islam hanya berhubungan dengan masalah rohani manusia semata.Menurut Harun Nasution. yang penting adalah prinsip-prinsip terpokok Islam yang harus dijelmakan dalam sebuah negara. 65 Wawancara Amin Rais dengan salah satu Televisi Swasta. Islam dan kehidupan Kenegaraan ” Dalam 70 Tahun Harun Nasution. Menurut Amin Rais.61 Para pembaharu teologis yang berusaha melakukan pembaharuan konsep teologi keagamaan berupaya menyuarakan gagasan mengenai sebuah Islam yang substantif. Amin Rais lebih setuju kalau prinsip-prinsipnya saja yang diterapkan sekarang seperti prinsip keadilan. persamaan. 92-93. Kelompok ini beranggapan bahwa Islam mengatur soal politik dan negara namun tidak mendetail. 64 M. 62 Pemikiran kelompok Rasional tentang Hubungan Islam dan Negara dapat dibaca pada Azyumardi Azra. hal. Piagam Madinah adalah petunjuk pengaturan kehidupan masyarakat yang berasaskan Islam dan disusun berdasar-kan syari‘at Islam untuk mengatur masyarakat yang majemuk 63. 63 Azyumardi Azra. Namun Amin Rais tidak setuju kalau konsep negara di zaman nabi itu diterapkan sekarang. “Kata Pengantar” dalam John Elposito. persaudaran. inklusif. Menurut dia soal kenegaraan itu terus menerus berkembang sehingga yang perlu dipegang adalah prinsip-prinsip nilai yang universal dan absolute bukan halhal yang sifatnya kaku.

Tetapi bagi masyarakat luas mereka bebas memilih hasil Ijtihad para ulama mana yang dinggap paling tepat. yang diselenggarakan oleh Jurnal Ulum al-Qur’an bekerja sama dengan ICMI. pemilihan kepala negara.67 Seiring dengan itu Abdurrahman Taj menjelaskan bahwa siyásah syari‘ah adalah hukum kebijaksanaan atau peraturan yang berfungsi mengorganisir perangkat kepentingan negara dan mengatur urusan umat yang sejalan dengan jiwa syari‘ah. sesuai dengan dasar-dasar yang universal (kully) serta (dapat) merealisasikan tujuan-tujuannya yang bersifat kemasyarakatan. Teori dan Implementasinya dalam Praktek. Syari‘ah kebenarannya bersifat absolut. Sedangkan fiqih kebenarannya bersifat relatif. “Fiqih Siyasah Dalam Tradisi Pemikiran Islam Klasik”. nisbi karena merupakan hasil Ijtihad yang bisa dibantah oleh hasil Ijtihad lain. atau kebijaksanaan yang secara faktual lebih dapat mendekatkan umat manusia kepada kemaslahatan dan lebih dapat menjauhkan diri dari kerusakan sekalipun hal itu tidak ditetapkan oleh Rasul dan tidak pula ada wahyu turun tentang hal itu.68 Siyásah yang Islami ialah suatu peraturan.69 Bagi kelompok ini. Piagam Medinah memberikan pengalaman historis yang berharga tentang bagaimana nabi Muhammad membangun negara yang masyarakatnya (Üany) disebut fiqih (pemahaman). Disampaikan dalam Seminar Nasional Sistem Ketatanegaraan dan Politik Islam Dalam Perspektif Islam. Akan tetapi apabila terjadi perbedaan pendapat yang menyangkut kemaslahan umum maka pemerintahlah yang harus menentukan dan ketentuan pemerintah ini harus mengatasi semua perbadaan yang muncul. Indonesia yang melaksanakan prinsip-prinsip hukum Islam sudah cukup. halaman 8.yang bersifat teknis dan kondisional yang merupakan refleksi dari tuntutan situasi dan kondisi yang temporal seperti bentuk negara. atau tentang lembaga-lembaga negara. yang harus diabadikan dalam sebuah negara adalah nilai-nilai universal dan absolut seperti nilai keadilan. Seorang ulama wajib melaksanakan hasil Ijtihadnya karena hasil Ijtihadnya itu telah dianggap oleh dia sebagai hukum Allah. 9 94 . Sedangkan Piagam Madinah sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi hanyalah eksperimen yang menunjukkan pengalaman kenegaraan dalam Islam. hal. 68 Ibrahim Husein. tujuannya demi kemaslahatan umat. toleransi. Fiqih Siyasah . 67 69 Ibrahim Husein. sekalipun hal itu tidak ditunjukkan oleh na[-na[ taf[ili yang juz’i di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. musyawarah. Dalam hal ini. perundangan. tidak menerima perubahan dan berlaku sepanjang zaman. dll.

selanjutnya apa-apa yang global itu diperjelas oleh Rasulullah sepanjang hayatnya. Apabila nabi sudah membuat relevan lagi dengan masa sekarang. Kedua pegangan itu dalam terminologi Islam disebut Azyumardi Azra. 40-41. Kedaulatan tertinggi adalah milik Allah sedangkan manusia sama sekali tidak memiliki kedaulatan. Hanya Allah-lah yang berhak mengklaim sebagai hakim serta tidak ada undang-undang selain undang-undang-Nya. hal. Selanjutnya Azyumardi Azra menyatakan : Konsep dan bentuk negara yang baku tidak ada dalam Islam. 70 71 model yang baku padahal nabi sendiri hidup 15 abad yang silam. al-ma‘bãd). Islam Substantif. Karena hanya Allah sebagai Rabb manusia maka manusia ketaatan dan kepasrahan manusia hanya diserahkan kepada Allah. pedoman dasar bagi kehidupan manusia adalah AlQur’an dan Sunnah Rasul. 1977). 40. Azyumardi Azra. Saya kira bukan tanpa hikmah nabi SAW memberikan contoh melalui eksperimen Medinah. Risálah dan Khiláfah. Al-Qur’an hanya menjelaskan prinsip-prinsip pokok sebagai landasan yang harus dipatuhi manusia. tidak boleh diserahkan kepada makhluk.(Lahore : Islamic Pulication Ltd. Bagaimana nabi meletakkan prinsip equality (persamaan) dan toleransi (tasammuh)70. maka Dialah yang berdaulat terhadap alam ini. 72 Abu al-A’la al-Maududi. Islamic Way of Life. (Lahore : Islamic Publication Ltd. Oleh karena itu.72 Allah sebagai Rabb berarti Tuhan yang memelihara. hal. 71 Dalam hal ini ada baiknya kita mengetahui penjelasan Maududi seputar hubungan tauhid dalam kaitannya dengan kegiatan politik. The Islamic Lawc and Constitution . yaitu sunnah nabi.majemuk dalam beragama. mungkin saja praktik model itu tidak 95 . Dalam arti inilah Allah sebagai Iláh (yang disembah. Islam Substantif. Dengan konsep tauhid ditegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Rabb atau pencipta dan penguasa alam ini. hal. Prinsip kedua adalah Risálah. 1967). hal. 122-124. mengasihi dan menyempurnakan. Dialah satu-satunya Penguasa dan Pemilik. 73 Abu al-A’la al-Maududi. 148. Menurut Maududi sistem politik Islam didasarkan kepada tiga prinsip pokok yaitu Tawhâd. mengatur.73 Segala aturan dan perundang-undangan yang bertentangan dengan aturan Allah adalah bathil.

Menurut Maududi. kingdom of God. 4 : 65) Para pemikir pembaharuan teologis seperti Harun Nasution. QS. maka negara yang dicita-citakan oleh Maududi adalah kerajaan Tuhan. Manusia (umat) wajib menaati khalifah itu selama dia menaati kehendak Allah. hal. Amin Rais. Pancasila.74 Kosep ketiga adalah Khiláfah. manusia mempunyai kekuasaan yang didelegasikan oleh Allah kepadanya dengan batas-batas tertentu. Nurcholish Madjid. Semua sila di Pancasila bersesuaian dengan Islam. The Islamic Lawc and Constitution. yaitu manusia sebagai wakil Tuhan (khilâfah) di atas bumi. Secara eksplisit ia menyatakan : Sehubungan dengan filosofi nasional. apakah bersifat pro atau anti Islam. Di samping itu Islam sangat menekankan tegaknya 74 75 kalimah sawa (kata yang sama) yang mengatur proses sosial politik dari sebuah Abu al-a’la Al-Maududi. kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan. Ini artinya bahwa pemilik kekuasaan itu pada hakikatnya adalah Allah. dan mereka menerima dengan sepenuhnya. Islam mengajarkan manusia untuk hanya percaya kepada satu Tuhan. seperti yang biasa gamblang terlihat pada kalimat syahadat. Islamic Way of Life. 42. Pancasila dengan Piagam Madinah sama-sama mengajak kepada komunitas keagamaan yang bersifat heterogen. Menurut mereka. Syafi'i Ma'arif dan Azyumardi Azra. Abu al-A’la al-Maududi. Mulkiyah Allah atau theocracy. hal. mereka (pada hakikatnya) tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Islam juga mendesak pemeluknya untuk saling mengasihi dan bermusyawarah dalam urusan sosial politik. ‫ ا‬ ً‫ليما‬ ِ ‫سع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ملوا َت‬ ُ ‫ل م‬ ِّ‫س‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ض ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫م ا َت‬ َّ ‫م‬ ِ ‫ج ا ع‬ ً‫ر ا‬ َ ‫ح َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫َت‬ Maka demi Tuhanmu. Dengan teori kekuasaan mutlak milik Allah.. 133. Selanjutnya Maududi menjelaskan bahwa syari'at baru dapat ditegakkan apabila didukung oleh kekuasaan (sulthan) .syari‘at.75 Allah sebagaimana firman-Nya : ‫ف ي‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ َّ ‫ةث‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫ش َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ك م‬ ِّ ‫ح‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ب َت‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت‬ (65 ‫)النس اء‬. pada intinya tak ada yang salah pada Pancasila dari kacamata ajaran Islam. NKRI dengan dasar filosofi Pancasila sudah cukup. 96 . berusaha meyakinkan umat Islam bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 adalah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip pokok Islam. Bagi Azyumardi Azra.

hal.undang Zakat (1999). Islam Substantif. Repolitisasi Islam.keadilan sosial . Bedanya. cetakan I. PERBEDAAN ANTARA NEGARA DEMOKRATIS DENGAN NEGARA ISLAM 79 Negara Demokratis Negara Islam 1 76 77 misalnya pengesahan UU Peradilan Agama (1989). P. 93 dst. ( Bangil Jawa Timur : Penerbit al-Izzam. Kompilasi Hukum Islam (1991). hal. bahkan menuduh para pembaharu teologis itu sebagai mempropagandakan sekularisasi serta menghancurkan watak holistik Islam. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik ?. Bahtiar Effendy. yang pertama menekankan formalisme dan legalisme ideologis yang menghendaki konstitusi negara yang secara tegas didasarkan kepada Islam (Islam sebagai ideologi negara) dan menghendaki agar masalah kenegaraan berada di tangan pemimpin agama. 249 79 Yusanto. 97 . Para pembaharu menawarkan konsep yang mengesampingkan segi formal dan legal Islam. Berdasarkan alasan-alasan ini tidak mengejutkan bahwa para pemimpin muslim terlibat dalam poses penyusunan Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 dan 16 Agustus 1945 menerima Pancasila sebagai filosofi nasional Republik Indone-sia. tetapi kelompok funda-mentalis tetap pada pendiriannya. 2000). Islam Ideologi. Sedangkan yang kedua ( religious state) yang kendatipun secara legal – formal tidak mendasarkan konstruk negara Walaupun kelompok pembaharu telah menyampaikan argumentasinya secara panjang lebar dan memakan waktu puluhan tahun. dan pengesahan kepada ideologi Islam tetapi memperhatikan nilai-nilai Islam. Refleksi Cendikiawan Muda . hal. 78 Lihat Pembaharuan pemikiran Islam (Nurcholish Madjid) dan Kritik Endang Saifuddin Anshari dalam Kritik atas Faham Gerakan pembaharuan Islam Nurcholis dan Rasyidi. Negara NKRI sudah final dan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai Islam Undang . tetapi mengembangkan Islam substantif – meminjam istilah Munawir Syadzali – bukanlah theocratic state tetapi religious state.78 Mereka membuat perbedaan antara negara demokratis dengan negara Islam sebagaimana dapat dilihat pada table di bawah ini. Ismail. 1998). 77 2 Azyumardi Azra. (Bandung : Mizan. 82 dan 78. 72-73. serta menolak model negara demokrasi.76 Menurut para pemikir kelompok Pembaharu.

Bahkan perdebatan di MPR antara kelompok yang ingin agar konstitusi NKRI berdasarkan Islam dengan kelompok muslim yang ingin tetap negara Indonesia berdasarkan Pancasila seperti sekarang. 2. 4. Azyumardi Azra. Kedaulatan di tangan rakyat artinya Keterlibatan rakyat dalam memproduksi hukum (Lyman Tower dalam buku Contemporary political ideology). Pemilu dimulai dengan pemilihan oleh ahlu al-\allâ wa al-‘aqdi. 4. 1996). Dalam pengambilan keputusan Syar’i oleh para mujtahid sedangkan pengambilan keputusan teknis diambil oleh para ahli. partai-partai yang secara jelas-jelas ingin menerapkan syari‘at Islam ternyata kalah. hanya Allah yang berhak memproduksi hukum (al. Pemilu untuk memilih pemimpin mereka . Kedaulatan di tangan Allah. 2 80 98 . Kekuasaan di tangan ummat. (Jakarta : Penerbit Paramadina. paling tidak sampai hari ini.1. Secara factual. 3. 5. hal. munculnya perdebatan soal sehingga hampir seluruh hubungan Islam dengan negara adalah sebagai reaksi atas tekanan berat akibat dunia Islam sejak abad 18 diekspansi oleh Barat negara-negara Islam dikuasai oleh Eropa. Jika ditelusuri lebih ke belakang lagi. Pengambilan keputusan diambil dengan musyawarah mufakat atau dengan suara mayoritas. Mereka yang memegang kekuasaan harus dipilih oleh ummat ditunjukkan dengan bai‘at. Ada pembagian kekuasaan (power sharing) 1. Amin Rais dan lain-lain. Dari Fundamentalisme . 3. konsep Maududi). 2. pendapat yang ketiga yang antara lain sekarang dikumandangkan oleh Harun Nasution. 5. Modernisme Hingga Post Modernisme. Kebebasaan beragama. Munawir Syadzali. Pergolakan Politik Islam. lihat saja dalam Pemilu 1998 yang lalu. Pindahpindah agamapun hak warga negara tidak ada sanksi.80 Azyumardi Azra. adalah pendapat yang paling banyak berpengaruh pada masyarakat muslim secara umum di Indonesia. Ada kebebasan beragama tetapi bagi mereka yang murtad terkena dengan hukum bunuh.

82 Tokoh yang lebih dahulu berpendapat demikian secara tegas – walaupun dalam terminologi lain -. Sedangkan sebahagian lagi justeru menghendaki agar kembali kepada konsep Islam klasik apa adanya.Ekspansi Eropa ke negara-negara Islam mengakibatkan reaksi dan sejumlah pertanyaan. yakni berasakan Islam dengan sistem khiláfah. Dalam hal ini. masyarakat sampai Negara. Sebagian lagi menggunakan konsep Islam yang dipadukan dengan Barat. Repolitisasi Islam. Menurut |asan al-Bana. 1996). . hal. Essay on Religion in a Post – Tradisionalist World. Islam. Fazlul Rahman menjelaskan bahwa yang 83 99 . hal. (Barkeley : University of California. 24. dari mulai persoalan keluarga. Majmã‘ ar-Rasail. Islam meliputi segenap aspek hidup dan kehidupan. baik bab ibadah ritual sampai kepada persoalan mu’amalah. agama adalah instrument Ilahiyah atau instrument transendental untuk memahami dunia. |asan al-Bana. demikian pandangan Robert Nabilah. baik dalam kehidupan pribadi (agama private) maupun dalam kehidupan bermasyarakat (agama public).83 Islam Robert N. Menurut beberapa pemikir. Menghangatnya kembali pembahasan tentang konsep negara Islam akhir-akhir ini disebabkan oleh beberapa faktor. 24. mengapa Islam yang jaya dapat dihinakan oleh Barat. . Beyond Belief. sebenarnya merupakan agama yang paling mudah untuk menerima premis semacam ini. Dengan penafsiran-penafsiran baru. Alasan utamanya karena sifatnya yang omnipresent atau senantiasa mampu “hadir” di mana-mana. dan menjadi nilai panduan moral yang benar bagi tindakan manusia. 81 Maksudnya Tuhan menurunkan agama adalah agar manusia mampu memahami dunia. Dengan demikian terdapat hubungan yang inextricable antara agama dan persoalan-persaoalan kemanusiaan. kelompok ini adalah kelompok Islam Pembaharuan yang antara lain menghasilkan konsep nation-state atau konsep Nasionalisme seperti Mesir dan Indonesia. 82 Bahtiar Effendy. 1991). Bellah. agama Islam adalah sebagai 81 Azyumardi Azra sebagai nidzam asy-syumul (sistem yang lengkap). Menurutnya. Wimston. Sebahagian konseptor muslimin lantas meniru mentah-mentah konsep negara ala Barat seperti Kemal At-Taturk di Turki. Kelompok ini disebut Fundamentalis Islam. atau kelompok militan atau dalam istilah revivalisor. (New York : Holt Rainhart. Lihat juga : Fazlur Rahman. hal. Pertama : Karena kesadaran umat Islam sendiri tentang hakikat agama. Islam dibandingkan dengan agama–agama lain.adalah Hasan al-Bana. ini lebih dikenal dengan Westernisasi. 16.

Islam Ideologi.mampu dijadikan panduan moral karena – demikian Ismail Yusanto (juru bicara Hizbut Tahrir) -. dan bukan penjelasan terhadap segala objek kehidupan. dan harus diterapkan dalam keluarga.16 :89). 100 . dunya (dunia) dan daulah (Negara). 24. hal. Lihat : Qomaruddin Khan. Islam Book Fondation. Ayat ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa al-Qur’an mengandung penjelasan mengenai aspek panduan moral.85 Dengan konsep tiga “D “di atas tidaklah heran apabila kini bermunculan kembali suara-suara (wacana) dan bahkan harakah yang menghendaki agar segenap kehidupan muslim baik sosial. Winston. Rainhart. ekonomi dan politik. dalam istilah-istilah simbolik yang dewasa ini dimaksud dengan meliputi semua aspek hidup dan kehidupan adalah karena Islam memberikan paduan moral yang benar bagi tindakan manusia. ekonomi dan politik yang didasarkan kepada Islam secara eklusif. hal. Holt. 7. AlQur’an itu tidak berisikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan umum. maka menurut Bahtiar Effendy Islam meliputi tiga “D” yakni Dân (agama). Political Concept in AlQur’an. Lahore. hal. 1982. (QS. Menurutnya : Ada pandangan yang salah dalam fikiran kaum Muslimin dewasa ini bahwa Al-Qur’an berisi penjelasan menyeluruh tentang sesuatu. Islam adalah sebuah totalitas yang padu yang menawarkan pemecahan terhadap semua masalah kehidupan.Islam mempunyai ajaran yang genuine (asli) bersumber dari wahyu Ilahi tentu sangat compatible dengan sturuktur fisik dan kejiwaan manusia sebab memang Islam diturunkan untuk mengatur manusia. 84 85 Islamil Yusanto. 1966. Fazlul Rahman. New York. (Bagi kalangan muslim) realisasi sebuah masyarakat Islam dibayangkan dalam penciptaan sebuah negara Islam. Kesalahfahaman ini disebabkan oleh pandangan keliru terhadap Al-Qur’an yang berbunyi demikian :”Dan kami turunkan kepadamu kitab Suci untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. 18. (lihat. 75-76. Islam. Bakhtiar Effendy. Dengan sifatnya yang komprehensif ini Islam dipandang sebagai sebuah totalitas yang padu yang menawarkan solusi terhadap segenap problema kehidupan. yakni sebuah “Negara ideologis’ yang didasarkan kepada ajaran-ajaran Islam yang lengkap. Selanjutnya ia menyatakan : Islam adalah suatu totalitas yang padu yang menawarkan terhadap semua masalah kehidupan. Islam harus diterima dalam keseluruhannya.84 Karena Islam merupakan sistem yang lengkap dan komprehensif. Sejalan dengan pemikiran Fazlur Rahman adalah Qomaruddin Khan. Islam dan Negara. hal.

menjelaskan hak dan kewajiban.88 Ketiga karena ternyata konsep negara sekuler89 telah dianggap gagal oleh banyak kalangan muslim dalam membawa negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim kepada kejayaan. Ancaman Sekularisme. Maraknya kezaliman atas diri umat Islam di berbagai belahan bumi meningkatkan Mohammad Arkoun. 87 Ismail Yusanto. kebangkitan Islam. hal. termasuk Indonesia yang hancur morat marit karena krisis multi dimensi. dalam Klauss Ferdinand and Mehdi Mozzafari (ed. Ada anggapan bahwa kehancuran komunisme adalah kemenangan kapitalisme. hal. Bai’at. (London : Curzon Press. Dunia yang terus bergejolak dan hancurnya komunis. State and Society. 89 101 . 88 Ramli Kabi Ahmad Shiddiq Abdurrahman. Keempat: Lahirnya kembali optimisme terhadap prospek Islam masa depan sebab (1). Muhammad SAW selain sebagai Rasulullah juga sebagai kepala negara Di negara Madaniyah Rasulullah mendeklarasikan undangundang sebagai landasan konstitusi yang mengatur hubungan antar warganya. Menengok kembali kepada kenyataan sejarah. The Concept of Authority in Islamic Though . hal. Islam Ideologi. 1986. Lihat juga : Sayyid Quthub. 1988). termasuk kebebasan berkeyakinan. 18. Sekularisme adalah Iqámah al-Hayát ‘ala Gair Asási min ad-dân yakni membangun struktur kehidupan di atas landasan selain agama. 23. Islam. Ini sangat salah karena kapitalisme dengan komunisme berakar dari unsur yang sama yakni materalisme yang hanya menghargai materi serta tidak mengindahkan nilai-nilai keagamaan. 86 Kedua. revolusi Islam atau fundamentalisme Islam. 23-35.). yang satu menggunakan jalur kolektivisme sedangkan yang lain menggunakan jalur individualisme. 86 Menurut Muhammad Quthub. 5. Islam bukanlah segepok teori dan ilusi kosong tanpa kenyataan. (2). Mereka merasa kesal terhadap keadaan negara yang terus menerus oleng padahal mereka didambai setumpuk harapan untuk segera menikmati negara Islam Indonesia. Islam sebagai agama telah ada sejak 14 abad yang silam dan sebagai mabda’ telah pernah terwujud secara faktual sebagai realitas historis selama berabad-abad di berbagai wilayah87 Dalam realita sejarah.populer seperti revivalisme Islam. hal. Hanya caranya yang berbeda. Ujungnya adalah kehancuran moral dan akhlaq.

90 Di dalam al-Qur’an surat 20 : 14 dan QS. 29:45). sesunggunya shalatku. Dan sesungguhnya mengingat Allah ([alat) adalah lebih besar (keutamannya daripada salat .salat yang lain). …dan dirikanlah [alat. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.. sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. Terinspirasi oleh munculnya Eropa Bersatu yang didasarkan atas kesadaran bahwa untuk mengatasi masalah manusia tidak cukup dengan skop nasional. (162)‫ن‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫ع اَت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ا ُف‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ت ي ع‬ َّ ِ ‫م ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ ي َت‬ َ ‫ي ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك ي َت‬ ِ ‫س ع‬ ُ ‫ن م‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ت ي َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫ق ُف‬ ُ ‫م‬ Katakanlah. ide mendirikan negara Islam yang dikedepankan oleh kelompok fundamentalis bukanlah ide baru. 29 : 45 ditegaskan pula: ِ ‫ع ع‬ ‫ن‬ َ ‫هى َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ة َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫َت َ َت‬ ‫صال‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ َت‬. Pada dua ayat di atas dijelaskan bahwa hakikat dan fungsi salat ada dua yakni untuk mengingat Allah SWT dan untuk mencegah maksiat. (3). Dari uraian di atas. membaca Al-Qur’an. doa. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. 90 KW IX. Lantas muncul pertanyaan mengapa Islam tidak membuat Negeri Bersatu.kesadaran akan Islam dan memperkokoh persatuan. Mengingat Allah kata mereka.. Lihat hasil wawancara penulis dengan anngota/ mantan anggota NII 102 . Tuhan semesta alam”. bisa ditempuh dengan berbagai macam cara antara lain dengan zikir. Fungsi salat ada dua yakni salat sebagai media mengingat Allah dan salat sebagai alat pencegah maksiat. ibadahku. tetapi ide ini secara terus menerus diimbangi oleh para pemikir Modernis yang lebih menghendaki gagasan negara Islami (bukan negara Islam)..( 14: ‫ ي )طه‬ ْ‫ر ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ : ‫علون) العنكبلوت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ص َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫ك َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ر ا ع‬ َّ ُ ‫ك م‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ء َت‬ ِ ‫ش ا ع‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ (45 "Dan dirikanlah salat untuk mengingatKu (20: 14). Ini artinya salat merupakan media bagi seorang hamba untuk mengingat Allah.

Lebih jauh Wahbah Zuhayly menyatakan : {alat yang dimaksud pada ayat di atas adalah salat yang dilakukan dengan sempurna yang memenuhi rukun dan syaratsyaratnya. Tafsâr al-Munâr .91 Oleh karena itu meninggalkan salatnya itu sendiri sudah merupakan sikap pembangkangan terhadap perintah Allah SWT. lengkap dengan bacaan. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungaisungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Jadi yang dimaksud dengan iqámah as-{alat adalah melaksanakan salat tersebut pada waktunya. ruku. duduk dan tasyahud. Dengan demikian. Itulah keberuntungan yang besar”. ketika menafsirkan kalimat: ”wala]ikru Allahi akbar” menyatakan bahwa salat merupakan realisasi ketaatan terbesar dari segenap bentuk ketaatan kepada Allah (inna a[-[alat akbaru min sa’áiri atha’na ). Itulah yang lebih baik bagimu. sujud. dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. {alat yang demikian merupakan tiang agama dan merupakan media hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. jika kamu mengetahui. sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya. Muslim): Zakat : Landasannya adalah Al-Qur’an surat 61 : 10-12 : )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ “Hai orang-orang yang beriman.Fungsi lain salat adalah untuk mempertahankan keterhubungan (Shilah) manusia selama hidupnya dengan hukum-hukum Allah. Wahbah al-Zuhayly. hal. 249. Dalam hal ini Wahbah al-Zuhayly di dalam buku Al-Fiqh ’àm wa Adillatuh.. 91 103 . Sedangkan di dalam hadis dijelaskan bahwa salat adalah pembeda antara mukmin dan kafir (HR. apabila salat tidakberfungsi menghubungkan aktivitas hiduonya dengan hukum Allah itu berarti shalat yang tidak essensial.

104 .

2 : 218 : 105 . Hijrah dan Jihad) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami tentang keterikatan seorang muslim kepada Islam sehingga termotivasi untuk bersikap committed terhadap Al-Islam melalui upaya peningkatan kualitas iman. seorang muslim harus memiliki keyakinan bahwa Islam adalah satu-satunya din yang haq. dan jihad yakni berjuang bersungguh-sungguh mengelola bumi berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan lahir batin umat manusia. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Istilah lain kesaksian ini adalah bay’ah. Tujuan Instruksional Khusus : • • Mahasiswa dapat menjelaskan tiga kewajiban seorang mukmin kepada Islam. Untuk menjadi seorang muslim yang beriman kepada kebenaran Al-Islam harus melalui kesakian/ syahadah/ testimony yang diikrarkan di depan imam. Sedangkan bagi orang hawas (intelektual) meyakini kebenaran Islam lebih didominasi melalui pendekatan dalil Al-Qur’an dan dalil rasio. Mukmin adalah orang yang benar-benar meyakini (tanpa ragu sedikit pun) bahwa Din Al-Islam adalah satu-satunya din ciptaan Allah. Setelah seseorang menyatakan keimanannya. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep hijrah dan jihad dalam konteks kekinian. dan para ulama. sedangkan din yang lain adalah bathil. Walaupun demikian. ia harus comitted kepada alIslam yakni berhijrah dan berjihad sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. sikap hijrah (behavior change ke arah yang lebih baik).. Dalam hal ini. Bagi orang awam keyakinan ini diperoleh melalui doktrin atau karena figur pembawanya yakni nabi Muhammad SAW.MODUL 14 KETERIKATAN MUSLIM TERHADAP ISLAM (Konsep Iman. mereka tetap bersikap tolerans kepada penganut agama lain. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Pokok-pokok Materi Prolog : Muslim adalah orang yang menganut Islam. Tidak setiap orang yang menganut Islam memiliki keimanan yang sama terhadap kebenaran Islam. Kecuali bagi mereka yang sudah Islam sejak kecil.”.

maka ia tidak mungkin menerima upah walaupun sudah bekerja keras. mereka semua tidak melalui persaksian (testimony) di hadapan imam. Ini berlaku bagi orang yang masuk Islam pada usia baligh (dewasa). Tetapi tidak berlaku bagi orang-orang yang sudah memeluk Islam sejak kecil. Kesakisian di depan imam ini sering disebut bai’ah. Ali.Iman Melalui Bai'at (Bay'ah) Menganut Islam bukanlah sebuah pemaksaan. yaitu mengucapkan syahadatian yang isinya mengakui tidak Tuhan selain Allah dan mengakui kerasulan nabi Muhammad SAW. harus ada kontrak kerja lebih dahulu. kalau dia bekerja sebelum ada perjanjian kontrak kerja. Tangan Allah di atas tangan mereka. Baiat ibarat kontrak kerja. maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya dan barang siap menepati janjinya kepada Allah. Baru setelah itu keislamannya diumumkan kepada publik. Fatimah dan Asma masuk Islam sejak kecil. Seorang buruh tidak boleh langsung bekerja sebelum ada perjanjian antara buruh dengan majikan (direktur). tidak bisa langsung beribadah kalau belum melalui bai‘at di depan Imam. maka Allah akan memberinya pahala yang besar.92 Landasan tentang pentingnya berjama’ah antara lain hadis dari Umar ibn Khattab yang menyatakan bahwa “ Tidak sah Islam tanpa jama’ah. tidak sah jama’ah tanpa Imamah. Ikrar dua kalimah syahadat tersebut harus dilakukan di depan imam sebagai saksi. Sebagai contoh. Jadi fungsi bai‘at sebagai pintu keabsahan beribadah. 92 106 . dan tidak sah bai’ah tanpa ketaatan”. akan tetapi untuk memasuki Islam ada gerbang yang harus dilalui yakni Syahadah (kesaksian). Kalau seseorang mau mendapatkan upah. seseorang yang semula nonmuslim. Demikian pula dalam beribadah. tidak sah Imamah tanpa bai’at. Dasar pijakannya adalah Al-Qur’an surat 48 : 10 : ‫مطط ا‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫فع‬ َ ‫ث َت‬ َ ‫كط َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫مط ُف‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫دي ع‬ ِ ‫يط ع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫لو َت‬ ْ‫فط ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫د ا ع‬ َّ ُ ‫ي م‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َّ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م ا م‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ )‫مطط ا‬ ً‫ظي ا‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫را َت‬ ً‫جط ا‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫تي ع‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫سط م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت َط َت‬ َّ ‫ه ا‬ ‫لل‬ ُ ‫يط م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫د َت‬ َ ‫ه َت‬ َ ‫ع ا َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫فى ع‬ َ ‫و َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ْ‫ن ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ث َت‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫َت‬ (10 Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (ba‘iat) kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah.

61 : 10). kemudian berjihad. bai‘at berarti janji. Satu Prinsip Gerakan Islam. Al-Qur’an secara tegas menjelaskan bahwa apabila seseorang telah menyatakan diri sebagai mukmin.Secara umum bai‘at berasal dari kata Arab dengan bentukan kata pokok ba-ya-‘a yang artinya menjual atau membeli. mereka wajib berhijrah secara total. 93 107 . kata bai‘at berarti niaga (QS. Hijrah : Setelah seseorang menyatakan keimananya. Allah menegaskan : َ ‫جلو َت‬ ‫ن‬ ُ ‫ر م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫لل م‬ ِ ‫ل ا ع‬ َّ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ 218) ‫م‬ ٌ ‫حي إ‬ ِ ‫ر ع‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫فلو إ‬ ُ ‫غ م‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ة ا ع‬ َّ َ ‫م َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ر ُف‬ َ ‫) َت‬ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. sebagaimana QS 2 : 275 bahwa Allah menghalalkan jual beli (al-bai’a) dan mengharamkan riba. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. yakni menjual diri dan segala miliknya kepada Allah. Sedangkan dalam kaitan dengan tauhid Uluhiyah. ia harus berhijrah. Pengertian bai‘at dalam kaitannya dengan konsep tauhid Mulkiyah berarti menjual (QS 9 :111).bai‘at berarti telah menanda-tangani kontrak untuk berniaga dengan Allah di mana dalam perniagaan itu wajib menggunakan aturan dan undang-undang yang telah dibuat oleh Allah. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. maksudnya. manusia wajib merasa terikat dengan aturan Allah.”. 1993. maka sejak adanya perjanjian itu. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Bai’at. Dalam hal ini Allah membelinya dengan syurga. 36 . bahwa seseorang yang telah di. hal. El-Fawaz Press. 2 : 218 : Ramli Kabi Ahmad {iddiq Abdurrahman.39. Judul aslinya adalah Al-Bai‘ah fi alNizám al-Siyásy al-Aslamâ wa Çabiqátuh fi al-hayát as-siyásiyyah wa alMu‘á[irah. Juga di dalam AlQur’an surat al-Jumu'ah ayat 10 yang artinya “Dan tinggalkanlah al-bai‘a (jual beli)” 93 Dalam kaitan dengan tauhid Rubbãbiyah. yakni janji manusia untuk mengabdi kepada Allah.

Hijrah makani ialah pindah dari satu komunitas ke komunitas yang lain sebagaimana nabi dan para sahabanya hijrah dari mekah ke Medinah. Orang-orang itu tempatnya nereka jahannam dan seburuk-buruknya tempat ibadah”. Apabila ia berada dalam komunitas jahiliyah dan tidak mau berhijrah. maka ia termasuk orang yang rugi.S 4 : 97 sbb : ‫ن ا‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫للوا م‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫م م‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫للوا ع‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ظ اع‬ َ ‫ة َت‬ ُ ‫ك م‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫م ا ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ف ا م‬ َّ ‫لو‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ‫ه ا‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫روا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫ف م‬ َ ‫ة َت‬ ً‫ع ا‬ َ ‫س َت‬ ِ ‫وا ع‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ض ا ع‬ َّ ُ ‫ر م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫أَت‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ف ي ا َت َُف‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ض َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫م‬ (97)‫را‬ ً‫صي ا‬ ِ ‫م ع‬ َ ‫ت َت‬ ْ‫ء ُف‬ َ ‫س ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ن م‬ َّ ‫ه‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫وا م‬ َ ‫أ َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫فم‬ َ ‫َت‬ Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya :”Dalam keadaan bagaimanakah kamu ini (diwafatkan)?”. Allah menegaskan di dalam Q. yakni jalan yang bathil dan jalan yang haq. Tujuannya untuk membuat komunitas masyarakat yang diatur oleh hukum Allah yang asbolut yakni Al-Qur’an. 8:72 : Bagaimana pengertian hijrah yang sebenarnya ? Hijrah ada dua macam yakni hijrah Makani dan hijrah Qalbi. Sedangkan hijrah yang lain adalah hijrah Qalbi. Hijrah adalah pindah dari 108 . Menurut Al-Qur’an surat 90 ayat 10 ditegaskan : Wahadaináhu an-najdain” (Kami menunjukinya dengan dua jalan).ِ ‫ل ا ع‬ َّ ‫لل‬ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ْ‫ل ُف‬ ‫م‬ َ ‫وَت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫ض َت‬ ٍ ‫بعُفْ ف‬ َ ‫ء َت‬ ُ ‫ي ا م‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫وع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ض م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫روا م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫وا َت‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫رو م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫ن ا ُف‬ ِ ‫إ ع‬ ِ ‫وع‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ت ع‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م‬ ‫م ا‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫لل ع‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ق َت‬ ٌ ‫ث ا إ‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫م َت‬ ٍ ‫لو ف‬ ْ‫ق ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫ر ع‬ ُ ‫ص م‬ ْ‫ن ُف‬ َّ ‫م ال‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ن َت‬ ِ ‫دي ع‬ ِّ ‫ف ي ال‬ ِ ‫ع‬ 72)‫ر‬ ٌ ‫صي إ‬ ِ ‫ب ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫مم‬ َ ‫ع َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang orang yang hijrah) mereka itu satu sama lain lindung melindungi”. Para malaikat bertantya pula :”Bukanlah bumi Allah itu luas sehingga kami dapat berhijrah di bumi itu?”. lantas dibinasakan oleh orang kafir.

sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat 61 : 10-12: )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ "Hai orang-orang yang beriman. Jihad adalah berjuang secara maksimal untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi dengan mengerahkan fikiran. dari dunia gelap gulita (dzulumat) ke jalan yang terang (nur). keluarga. dan apa saja yang ada pada dirinya.sungguh) dalam beribadah. harta bahkan darah dan nyawa. Itulah keberuntungan yang besar ". keinginan. dan kebiasaan. Harta di sini termasuk uang. baik ibadah ritual maupun ibadah mu’amalah dalam fungsinya sebagai khalifah fil ardl. dari perilaku jahiliyah kepada perilaku Ilahiyah. sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. maka ia harus menggunakan harta dan jiwanya itu untuk berjihad (berjuang sungguh. Sedangkan yang dimaksud dengan jiwa adalah waktu. Dalam perniagaan itu. Jihad Kewajiban lain seorang mukmin adalah jihad. pola fikir. pekerjaan. dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn.kebiasaan buruk kepada kebiasaan baik. 109 . yang dijual oleh manusia kepada Allah adalah harta dan jiwa. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungaisungai. baik sukarela maupun terpaksa ( thaw’an aw katrhan) Karena harta dan jiwa seorang mukmin telah dibeli oleh Allah dengan syurga. tenaga.

Bagaimana implementasi berhijrah ? Jawabannya : Ialah meninggalkan pola fikir dan perilaku Jahiliyah menuju prilaku Ilahiyah. Mengapa demikain? Jawabannya : Karena mungkin saja seseorang beragama Islam tetapi tidak yakin akan kebenaran Islam.Implemetasi jihad antara lain adalah menunut ilmu secara terus menerus tanpa henti dari mulai lepas dari pangkuan ibu sampai mati. teknologi dan seni dalam rangka mengelola segala sumber daya alam untuk kesejahteraan umat manusia. Bagiamana cara mengamalkan islam berhijrah dan berjihad. sehingga mampu melahirkan sains. mengamalkan Islam dan mendakwahkan Islam dengan segenap kemampunnya secara maksimal dengan mengorbankan harta dan jiwa. Bagaimana caranya agar muslim menjadi mukmin ? Jawabannya : untuk menjadi mukmin ia harus mampu meyakini bahwa al-Islam adalah satusatunya din yang haq. Apabila seorang muslim berperilaku sebaliknya yakni merusak. Bagaimana caranya agar seorang mukmin selamat di akhirat ? Jawabannya : Ia harus mengamalkan Al-Qur’’an secara total. Bagaimana implementasi berjihad ? Jawabannya : Ialah bersungguhsungguh dalam mempelajari Islam. ? Jawabannya : Ialah dengan sudah pasti seorang mukmin ? Jawabannya : 110 . maka statusnya sebagai seorang yang Pertanyaan Renungan : • • • Apakah setiap muslim Belum tentu. • • • • • Kalau sudah mengimani bahwa Islam adalah din yang haq. mengaku hamba Allah harus dicoret. apakah ia dijamin akan selamat di akhirat ? Jawabannya : Sangat tidak dijamin.

apabila mempelajari sesuatu termasuk ajaran tasawuf dan tarekat harus benar-benar kritis. yakni jiwa yang taqarrub (dekat kepada Allah) dan ma’rifatullah (mengetahui Allah dengan ilmu). tasawuf yang benar adalah tasawuf yang berlandaskan dalil Al-Qur’an dan hadits shahih. baik dalil implisit maupun eksplisit. Mahasiswa dapat menunjukkan beberapa penyimpangan doktrin tarikat dari sumber-seumber Islam (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul) sehingga mampu menyikapinya secara tepat. Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat dan tujuan tasawuf dalam proses pembinaan akhlak/ etika. Oleh karena itu segala ajaran tasawuf yang tidak memiliki rujukan yang absah dianggap sebagai ajaran yang diada-adakan. sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan rasulNya. tetapi banyak juga kelompok orang yang sangat mengagungkan tasawuf bahkan tarekat. 3. Tidak boleh sungkan mengambil yang baik walaupun kata orang lain salah. bisa mengarah kepada perbuatan syiirik. 111 . Sebagai seorang muslim yang mencintai ilmu. juga bagi para ulama yang tafaqquh fiddin . dan itu bathil.MODUL 10 STUDI KRITIS TENTANG TASAWUF DAN TAREKAT Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami mana ajaran tasawuf yang benar dan mana yang menyimpang sehingga mereka mampu memilah aplikasinya dalam kehiduoan sehari-hari. Bagi Iman al-Ghazali. Pokok-pokok Materi Prolog : Banyak orang Islam yang antipati kepada tasawuf. kita harus memahami secara kritis apa dan bagaimana tasawuf dan tarekat itu. Mahasiswa dapat memilih mana ajaran tasawuf yang berdasarkan dalil yang sahih dan mana ajaran tasawuf yang meyimpang dari syaril’at Islam. Ajaran tasawuf dan ajaran tarekat yang tidak memiliki landasan dalil yang sahih. Tujuan Instruksional Khusus : 1. 2. Oleh karena itu. Tasawuf pada hakikatnya adalah ajaran tentang latihan pengendalian diri (mujahadah an-nafs) sehingga manusia mencapai kualifikasi akhlak yang baik. Dan juga jangan ragu membuangnya walaupun telah menjadi keyakinan dan amalan banyak orang. sehingga kita bisa menyikapinya secara proporsional.

Di tempat terpencil ini mereka melatih diri untuk hidup sederhana atau hidup zuhud. Hakikat Tasawuf : Hakikat ajaran tasawuf adalah ajaran tentang latihan hidup sederhana untuk mensucikan jiwa. Mereka melepaskan pakaian-pakaian yang mewah lantas menggantinya dengan pakaian yang sangat sederhana yang terbuat dari bulu domba. bahkan sampai ke pintu gerbang Wina. dan membangun 94 112 . menjauhi hawa nafsu. Ulama-ulama yang lain yang ingin mempertahankan hidup zuhud sebagaimana nabi SAW dan para sahabatnya. berpegang kepada ilmu kebenaran. Sebahagian Eropah Timur termasuk Spanyol.. Kedua : Usaha mensucikan jiwa sesuci-sucinya sehingga dapat melihat Allah dengan mata hati. atau disebut Taqarrub. benar-benar menepati janji kepada Allah dan mengikuti syari'at rasulullah. Selain itu. Negara-negara Islam menjadi kaya raya. menekan sifat basyariyah (kemanusiaan). di masa dinasti Umayah. mengamalkan sesuatu yang lebih utama atas dasar keabadiannya. memberi nasihat kepada ummat. Ini yang disebut Ma’rifat94 Definisi tasawuf menurut Junaid al-Baghdadi (w. meningkatkan akhlak. Mereka hijrah ke tempat terpencil untuk menjauhi glamour dunia. Sedangkan ajaran tentang bagaimana cara hidup sederhana atau hidup zuhud disebut tasawuf. wilayah kekuasaan Islam sangat luas mencakup seluruh jazirah Arab. maka disebutlah kaum Sufi. Akan tetapi ada akibat lain yakni banyak pejabat negara dan sebahagian umat Islam terkena penyakit “wahan” yakni bersikap materealistik dan individualistik. Targetnya ada dua yakni : Pertama : Berusaha mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. merasa khawatir terkontaminasi penyakit “wahan” ini lantas pergi jauh ke luar kota. ini disebut uzlah.289 H) tokoh sufi modern sebagai berikut : Tasawuf ialah membersihkan diri dari sifat yang menyamai binatang dan melepaskan akhlak yang fithri. Bulu domba itu bahasa Arabnya Shuf. Umat Islam bukan menjajah tetapi menjadikan wilayah – wilayah baru itu sebagai kekuasaan otonomi yang menginduk kepada pusat.Latarbelakang Kelahiran Tasawuf Pada abad kedua hijriyah. Zakaria al-Anshari (852-925 H) menyatakan bahwa : Tasawuf mengajarkan cara untuk mensucikan diri. Penyakit ini pun merambah kepada sebahagian ulama. Jadi Sufi adalah orangnya sedangkan tasawuf adalah ajarannya. memberikan tempat bagi sifat-sifat kerohanian.

riya. yakni akhlak secara keseluruhan. Mardhiyah. Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. manusia harus melatih diri menundukkan nafsu-nafsu buruk dan mengembangkan sikap-sikap yang terpuji yang disebut mujahadah al-nafs 95 113 .60. Mulhamah. Konsep Latihan Pensucian Jiwa untuk mencapai ma’rifat : Untuk mencapai ma’rifat. Pusat Penerangan Arqam. Radhiyah. membuang atau mensucikan. Menurut Ashaari Muhammad yang mengutip pendapat Imam Al-Ghazali. Nafsu Amarah adalah nafsu yang paling rendah yang termanifestasikan dalam segala sikap dan prilakunya yang tercela. terlalu banyak bicara.95 Penjelasannya sbb : Pertama. Untuk mencapai kualitas nafsu yang lebih baik hingga mencapai tingkat ruhani paling unggul. sampai kepada nafsu Kamilah. Mengenal Diri Melalui Rasa Hati . misalnya sum'ah. Sungai Penchala Kuala Lumpur. gila dunia. serta (iii) konsep wali Allah dan karamah. ujub. Lawamah. atau disebut inti ajaran tasawuf. bahwa manusia memiliki nafsu yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. dan tajalli (merasakan kebesaran dan kehebatan Allah)". Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas. yakni (i) Konsep latihan pensucian jiwa atau mujahadah al-nafs dan (ii) Konsep hidup zuhud (ascetic). yakni akhlak secara keseluruhan. Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas. sedangkan istilah bermakna membersihkan jiwa dari bebagai nafsu yang rendah dan dilarang Allah. Muthma-imah. Walaupun demikian ada beberapa objek bahasan hal yang secara khas dibahas dalam tasawuf. 1989. Malaysia. gila pangkat.Takhalli : Secara bahasa takhalli berarti mengosongkan. tahalli (mengisi atau menghiasi jiwa dengan sifat-sifat yang baik). gila harta. dari mulai nafsu Amarah. dan kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi. banyak pengumpat.Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. Unsur utama tasawuf adalah penyucian diri dan tujuan akhirnya kebahagiaan dan keselamatan. Ashaari Muhammad. membuang atau mensunyika sifat-sifat buruk). yaitu :"takhalli (mengosongkan.p. sesorang perlu melakukan latihan pensucian jiwa yang disebut Riyadlah istilah lainnya adalah mujahadah an-nafs (Latihan pembersihan jiwa) Mujahadah an-nafs dilakukan melalui tiga tingkatan.

amanah..p. dari mulai terminal pertama 96 97 Ibid. atau terminal yang harus dilalui seseorang dalam proses mujahadah an-nafs guna mencapai kesempurnaan ruhiyah sampai ke tingkat ma’rifat. dinamis. baik nikmat maupun musibah. sedangkan secara istilah artinya mengisi atau menghiasi hati dengan sifat-sifat mahmudah seperti jujur.. station. 4. Tajalli sejenis perasaan yang datang sendiri tanpa memerlukan usaha lagi. Selagi manusia belum membenci. Lihat Juga : Ashaari Muhammad. ridha. terdapat tahapan-tahapan pelatihan atau terminal.Cit. Orang yang sudah sampai ke tingkat tajalli. ikhlas. mengasihi semua mukmin. Mengenal Diri. ceria. pemurah. lemah lembut.97 Ketiga.96 Kedua. Huraian ke Arah Membangun Masyarakat Islam. berprasangka baik. memusuhi dan membuang kebiasaan itu jauh-jauh maka nafsu itu akan senantiasa menguasai dan memperbudak manusia.98 Selain konsep Takhalli . berani. bahagia.Tajalli. tenang. Berkenaan dengan tahalli ini semua ibadah. Iman dan Persoalannya.63-65. Op..zuhud. hati dan penampilan orang peringkat tajalli selalu tenang dan istiqamah. selalu ingat mati dan selau bertawakkal kepada Allah. Pusat Penerangan Arqam. syukur nikmat.Op.Cit. Juga : Ashaari Muhammad. sabar. pemaaf.p. rajin.p.. Secara bahasa artinya mengisi. Oleh karena itu.65-83. Asjhaari Muhammad. membaca Alqur'an dan lain-lain merupakan media pendidikan dan latihan untuk mampu membuang sifat-sifat madzmumah (tercela) untuk diganti dengan sifat-sifat mahmudah (terpuji). Namun demikian. puasa. 60-63. tawadlu' ( rendah hati). station yang dalam istilah tasawuf disebut Maqam. Malaysia. akan tetap dirasakan sebagai kasih sayang Allah kepada hambaNya. berlpang dada.Cit. baik shalat.terlalu banyak makan. maka orang yang berada pada kondisi tahalli ini belum banyak merasakan ketenangan dan kelezatan hidup. takut kepada Allah. Maqam (maqamat) : Maqam (jamaknya maqamat) adalah anak tangga. 98 Ashaari Muhammad. karena level ini masih proses pengisian . Perasaan itu adalah perasaan lapang . Tahalli dan Tajalli. Mengenal Diri. zakat. jamaknya maqamat.97. yakni penjelmaan dari usaha pensucian jiwa tadi. taubat.p. Apa saja yang menimpanya. 114 . dll. ingatan dan rasa rindunya penuh tertuju kepada Allah. Op.Tahalli. Kuala Lumpr. 1983.82.p.

Akan tetapi yang terjadi berikutnya adalah ajaran tasawuf yang out of side. melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan Allah karena perasaan cinta. ialah dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan sabar manakala ditimpa musibah. Tetapi juga tidak menolak manakala diberi. ialah meminta ampun dan tidak kembali berbuat dosa.yakni taubat sampai ke terminak tujuan yakni ma’rifat. yakmi konsep Hulul dan Ittihad. Ridha. ialah menerima dengan ridha. Taubat. bukan karena ingin syurga atau takut neraka. ialah mengetahui rahasia Allah. 5. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. Wara’. Faqir. Sabar. Mahabbah. ialah meninggalkan syubhat ( sesuatu yang di dalamnya ada keraguan). ialah menyerah kepada qadha dan qadar dari Allah. 6. Caranya adalah menyesali telah berbuat dosa. Dalam hal ini jumlah dan urutan maqam berbeda-beda antara konsep sufi yang satu dengan yang lainnya Di bawah ini akan dijelaskan satu persatu sbb : 1. Tawakkal. mengapa Allah berbuat begitu dan mengapa berbuat begini. tasawuf sampai ke tingkat ma’rifat masih sesuai dengan sunnah rasul. Zuhud. Apakah itu. Menerima qadha qadar apa adanya. berjanji tidak akan berbuat lagi. ialah meninggalkan hidup kematerian apalagi yang bersifat glamour. Penjelasannya sbb: Konsep Hulul dan Ittihad :\ 115 . 9. Bahkan tidak meminta. Bahkan tidak memikirkan hari esok tetapi mencukupkan diri apa yang ada pada hari ini. ialah takut kepada Allah sehingga hidup sangat berhati-hati. baik nikmat maupun musibah. meminta ampun dan kemudian memperbanyak amal saleh. 7. 8. ialah tidak meminta sesuatu kecuali sekadar apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewajiban ibadah. Ma’rifat. 3. 4. Taqwa. 2. 10.

Inilah yang disebut hulul (halala = telah menempati). 116 . di jubahku ada Allah. Dalam proses ittihad ini. Selanjutnya kata al-Ghazali. keluh kesah. Kedaan ini disebut baqa. berlebihan. Imposible. Konsep hulul ini diketengahkan oleh Al-Hallaj. maka Allah akan turun dan menempati jiwa orang itu. Hulul dan Ittihad adalah konsep tasawuf yang out of side. Mengapa ada orang yang mengaku mengalami kejadian itu. Setelah melalui mujahadah an-nafs. yakni: Pertama : sifat kemanusiaan yang disebut Nahut. Jadi di dalam jiwa orang suci itu ada dua eksistensi. tetapi dalam terminology mereka bukan ngaco atau ngawur melainkan syatahat. tetapi dalam ittihad hanya ada satu eksistensi. over acting. sombong. Nabi saja yang paling unggul dalam soal spiritual tidak pernah mengalami hulul atau ittihad. seorang sufi sering berbicara aneh yang dalam pandangan orang luar mungkin dianggap ngaco.Di dalam diri manusia terdapat dua sifat. Kalau dalam hulul masih ada dua eksistensi yakni Allah dan jiwa orang yang ditempati. Salah seorang di antara orang yang mengaku telah mengalami hulul adalah syaikh Siti Jenar. tingkatan maqam tertinggi yang bisa dicapai adalah ma’rifat. Menurut Al-Hallaj. Konsep hulul ini kemudian diikuti oleh yang lainnya. Selain konsep hulul ada lagi yang lebih ektrem yakni konsep Ittihad. dan ini bisa syirik. Dalam ittihad Jiwa orang itu telah melebur dan bersatu (ittihad) dengan Allah. dll. Apabila jiwa manusia sudah dalam keadaan baqa (suci). Oleh karena itu kita harus menjauhi konsep hulul apalagi ittihad. tergasa-gesa. satu dirinya dan yang kedua adalah Allah. Baqo artinya yang tinggal atau yang tersisa. Oleh karena itu tahlil orang yang telah mengalami ittihad bukan lagi la ilaha illallah tetapi la ilaha illa ana. jiwa orang suci (baqa) bisa naik dan bersatu dengan Allah yang disebut Ittihad. sifat-sifat nasutnya menghilang tinggallah sifat-sifat Ilahiyahnya. Kedua : Sifat-sifat Ilahiyah yang disebut Lahut. Jadi baqa adalah suatu keadaan (hal) di mana di dalam jiwa manusia hanya berisi sifats-isifat baik steril dari sifat-sifat buruk. Berbeda dengan hulul. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. Menurut Abu Yazid Al-Bustomi. seperti serakah.

100 (ii). Jakarta. Tarekat Tijaniyah. LP3ES. Tarekat adalah organisasi keagamaan dalam Islam yang menghimpun anggota-anggota sufi yang sepaham bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt.p.101 Dalam pengertian ini maka tarekat adalah organisasi orang-orang yang mengikat diri kepada satu faham. 135. haluan (madzhab).99 Secara istilah tarekat bisa bermacam-macam. Adapun tarekat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tarikat dalam pengertian ke dua. atau keadaan (al-halah). yakni (i). misalnya Tarekat Qadiriyah ialah sekelompok orang yang mengikatkan diri kepada faham. Tradisi Pesantren.p. Op. misalnya konsep tawashul (berdoa dengan menggunakan 99 Tim Penyusun. Dari kedua konsep ini akan berkembang kepada masalah-masalah lain. Sekelompok orang yang mengikatkan diri secara taqlid kepada pendapat dan ajaran seorang sufi disebutlah Tarekat. jamaknya taraiq) secara etimologis antara lain berarti jalan (kaifiyah). "Perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Tuhan". Kalau mereka mengikatkan diri kepada pendapat dan pengalaman suci syaikh Abdul Qadir Jailani. metode. Objek Kajian Tarekat : Masalah pokok yang sering dibicarakan dalam tarekat adalah konsep Wali Allah dan karamah. 1982. dll. Studi Tentang Pandangan Hidup Kiyai. Ensiklopedi Islam. Ibid. Para murid berusaha melestarikan ajaran syaikhnya dengan cara taqlied. (iii) Tarekat bisa juga bermakna wirid atau dzikir-dzikir yang dirumuskan sedemikian rupa yang harus dibaca dengan jumlah tertentu. pendapat (madzhab) dan pengalaman suci seorang sufi (mursyid).. Tarekat Sanusiah.66. disebutlah Tarekat Qadiriyah.Cit. sebab nama tokoh spiritualnya bernama Muhammad Suhaimi. pendapat dan pengalaman suci Syaik Al-Tijani.Tarekat Setelah para sufi meninggal dunia. 100 117 . Yang terakhir adalah tarekat Muhhammadiyah atau tarekat Suhaimiyah (Darul Arqam Malaysia). 101 Zamakhsyari Dhofier.. misalnya tarekat Naqsyabadiyah. dll. Dikenallah nama-nama tarekat sesuai syaikh yang jadi anutannya. sistem (al-uslub). maka tinggallah murid-muridnya. Penjelasan lebih rinci sbb : Pengertian tarekat (thariqah.

p. baik mimpi maupun jaga). Akan tetapi tidak ada seorangpun dapat mengetahui apakah seseorang itu wali atau bukan. Kedua : Wali dalam perspektif sufi atau literatur Orientas disebut Saint adalah orang-orang yang sangat saleh dengan menekankan dimensi mistiknya. sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Jadi setiap orang saleh adalah wali.perantara). Malaysia.. Kuala Lumpur. yakni wali Ahbab.172. 54. sehingga banyak orang tidak setuju dengan sebutan wali Sanga misalnya. Ulama dalam Pandangan Islam. Menurut Ashaari Muhammad. Penerbit Hikmah. Autad.. wali adalah orang yang rohaninya telah sangat bersih dan tingkat keimanannya sudah mencapi level iman Haqiqat. Nujabak dan wali Kutub. dan yaqazah wa al-musyafahah (bertemu dengan nabi dan bercakap..102 Wali dalam pengertian ini keistimewaan di luar kemampuan manusia biasa. Wali dalam pengertian pertama disepakati adanya. Pertama. Ashaari Muhammad.Loc. Ayat yang dipakai sandaran adalah surat Yunus ayat 62 – 63 : "Ingatlah.Cit. atau disebut karamah. wali bermakna manusia saleh atau manusia yang selalu bertaqwa.Op. Sadat. Cit.p 171. Sedangkan dari segi istilah bisa dua makna. 104 Abdul halim Abbas . Bagaimana konsep wali. Selanjutnya wali-wali ini diklasifikasi menjadi beberapa level. Konsep Wali Allah dan Karamah Dari segi bahasa Arab. baik jalan mauhibah maupun suluk akan melahirkan wali-wali. karena predikat wali hanya diberikan oleh Allah dan hanya Allahlah yang mengetahui siapa yang wali dan siapa yang bukan.103 Menurut Abdul Halim (DA) . 118 . menurut Darul Arqam ? Jawabannya dapat kita ketahui dari paparan berikut ini. sedangkan wali dalam pengertian ke dua yang menekankan aspek mistiknya tidak disepakati. wali berarti yang menolong atau yang mencitai. 1992.104 Penjelasannya sbb : 102 103 Tim Penyusun Ensiklopedi. Siapapun—asal mampu—boleh menjadi wali dan oleh karena itu jumlah wali tidak terbatas. yaitu orang-orang yang beriman dan mereka yang selalu bertaqwa".

107 Orang-orang yang termasuk wali menurut DA adalah : (1). Abu Hassan Syazali.. Dalam setiap zaman hanya empat orang. bilangannya untuk sezaman hanya 40 orang. dan Rabi'ah al-Adawiyah.1) Wali Gaus (Kutub Al-Aktab) yakni wali ketua. Abdul Qadir Jailani. dan wali Akhba dari penduduk Irak". disebut juga Sultan Aulia. para sahabat nabi terutama Khulafa al-rasyidin (2). Jumlahnya hanya satu orang dalam setiap tahun. 109 Ibid. 55. 119 .p.Aziz dan imam Al-Mahdi (4). Allah menggantinya dengan perempuan lain di tempat itu". 54-55. Al-Ghazali. 107 Ibid. 2) Wali Kutub (Jamaknya Aktab). Fatimah puteri nabi.. 5) Wali Badal (Jamaknya Abdal). Allah menggantikan di tempatnya dengan lelaki lain. bilangan mereka untuk satu zaman antara 40 sampai 60 orang. kebanyakan berada di Syiria.105 Menurut Ashaari. Para perawi hadits seperti imam Bukhari dan muslim. nama-nama wali tersebut berdasarkan kepada hadits nabi. 6) Wali Naqib (Jamaknya Nuqabak). p.. 1992. Ulama Dalam Pandangan Islam. Penerbit Hikmah. 108 Ibid. Yazid Al-Bustami. Nafisah. Dikalangan wanita di antaranya isteri-isteri rasul. antara lain hadits dari Ali Ibn Abi Thalib : Rasulullah saw bersabda : wali Abdal sebanyak 40 orang lelaki dan 40 orang perempuan. p. Junaidi Al-Baghdaddi. Kuala Lumpur. Pengasas-pengasas tarekat (6). 106 Ibid. Irak dan Mesir. Begitu pula setiap kali mati seorang perempuan. Para Mujaddid terutama Umar ib Abd Al. Imam Nawawi dan syaikh Ramli (7). (3).108 Jumlah wali dalam berbagai klasifikasi untuk satu zaman di seluruh dunia hanya 500 orang. (5). Apabila seorang wali meninggal maka Allah akan melantik wali yang baru. Ulama-ulama besar terutama Imam Hasan Al-Bashri. 61. 3) Wali Najib (Jamaknya Nujabak). Imam madzhab terutama madhab yang Empat. bilangan mereka untuk sezaman hanya 300 orang 4) Wali Watab (Jamaknya Autad) bilangan mereka dalam satu zaman hanya empat orang. tatkala mati seorang lelaki. Imam Sayuti. wali Nujaba' dari penduduk Mesir. Malaysia.p.109 105 Ashaari Muhammad. 56-57.106 "Sesungguhnya Ali Ibn Abi Thalib berkata : Wali Abdal dari syam.

Ibid. Mampu menyelesaikan masalah manusia yang berkaitan dengan roh.. 84.p. termasuk bercakap-cakap dengan rasulullah saw. 84. sehingga ia mampu berhubungan dengan alam Malakut. jin. Wali Allah pun dapat memberikan arahan kepada anak buah dari jarak yang sangat jauh tanpa alat komunikasi modern. mereka hanyalah orang saleh yang memilki keistimewaan. Cit. Dengan suara lantang. Hal itu karena para wali diberi karamah. dll. firasat. Kemampuan itu dimiliki karena jiwa seorang wali telah sangat suci. larilah kebukit !".111 Mereka bukan nabi. Surat 18 : 18 tentang pemuda Al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309. 59. kasyaf. Sebagaimana Abdul Qadir Jailani menyelamatkan anak Abu Said yang diculik jin dari negeri cina. yakni Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang mendapat makanan langsung dari langit (dari Allah SWT). maka seorang wali mempunyai kemampuan luar biasa. yang baik karamah lahiriyah maupun karamah maknawiyah.p..Para wali di atas memiliki keistimewaan-keistimewaan sehingga dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan ghaib yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Juga surat 27 : 40 tentang kehebatan seorang pria bernama Assaf Ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasana ratu Bilkis ke dalam kerajaan nabi Sulaiman dalam tempo sangat singkat. sebagaimana Umar Ibn Khattab dapat melihat tentaranya di Nahawand yang tertangkap kepungan musuh dari Persia padahal Umar berada di Medinah. juga diberi ilmu-ilmu Laduni (ilmu pengetahuan yang diperoleh tanpa belajar) seperti ilham. Umar memberikan komando dari mimbar mesijd :" Hai Saria. rasa hati serta kemampuan yaqadzah wa musyafahah atau bisa bercakap-cakap dan berhubungan dengan rijal al-ghaib yakni orng yang berada di tempat jauh. Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa Wali al-Aqtab (wali Ghaus) memiliki kasyaf yakni kemampuan di luar dimensi kemampuan manusia. Dengan hubunan langsung ke alam Malakut.p. Lihat Juga : Abdul Halim Abbas. 120 .. syetan. Suara 110 111 Ibid.Op.110 Betulkah para wali itu memiliki keistimewaan ? Dalam hal ini Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa adanya ulama wali yang ber-karamah memiliki dasar yang kuat. atau telah wafat. misalnya mampu mengetahui sesuatu peristiwa lebih awal dari kejadiannya sehingga ia memiliki wawasan jauh ke depan dan mampu menyelesaikan masalah masyarakat jauh melebihi pemikiran manusia biasa.

115 Beberapa keistimewaan tersebut adalah sebagai berikut di bawah ini. Untuk menyoroti pendapat DA tentang wali dan karamah. Cit. 144. 84. 27 : 40 tentang seorang pria bernama Assaf ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasanaratu Bilkis ke kerajaan nabi Sulaiman dalam sekejap mata (lihat kembali halaman 146-147). Begitu juga Abdul Qadir Jailani dapat mengetahui asal muasal sekarung emas yang dihadiahkan oleh khalifah Al-Muntajid Billah kepadanya. karena ia melihat dengan nur Allah". Ibid. juga QS.113 Misalnya Abu Bakar dapat mengetahui jenis kelamin anaknya ketika masih dalam kandungan.112 Senada dengan itu. Waktu itu Abdul Qadir menekankan telapak tangan ke tumpukan uang mas di karung.R. p. Tirmidzi). 18 : 18 tentang pemuda al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun. Bagaimana Menjadi Wali.p. 114 Ibid 115 Aurad. dapat diketengahkan pendapat dari Sa'id Hawa.105. Dan atas pertolongan Allah. Ashaari Muhammad menyatakan bahwa landasan pendapat bahwa wali Allah mempunyai ilmu Mukasayafah adalah hadits "Takutlah kamu kepada firasat orang mukmin. kadang-kadang orang yang sedang menempuh taqararub kepada Allah mendapatkan mimpi yang benar. menurut Ashaari Muhammad tidak sebatas ketika ia masih hidup. padahal waktu itu kemampuan demikian merupakan sesuatu yang amat mustahil . kasyaf (tersingkapnya 112 113 Abdul Halim Abbas. Op. QS. (H. Menurut Sa'id Hawa. yang menandakan bahwa uang itu hasil pemerasan dari rakyat kecil.. sehingga dari karung itu merembeslah darah. tetapi setelah mati pun masih melakukan hal-hal luar biasa. Sorotan Tentang Wali dan Karamah Dalil yang digunakan oleh DA tentang adanya wali Allah yang memiliki keistimewaan adalah Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang dapat berkomunikasi dengan malaikat dan memperoleh makanan dari langit. bisa mendatangkan makanan dari langit. Bahkan keistimewaan wali ini..p. 121 .Umar terdengar dari jarak puluhan kilometer sehingga tentaranya segera berlindung dibukit.114 Para wali pun bisa berada di tempat dalam satu waktuu. musuh pun dapat dipukul mundur.

Kejadian itu hanyalah pertanda keterkabulan.118 Perhatikan ucapan nabi yang terakhir :" Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor) dan sering menambah-nambah pembicaraan. Rasulullah menjawab :" Ini hal yang ghaib. Semua itu bukanlah tujuan bagi penempuh jalan menuju Allah (alSalik). niscaya kamu akan mendengar apa yang aku dengar". bagaimanakah mereka ?".116 Sa'id Hawa juga menyatakan bahwa. tahu-tahu ada dua kuburan yang di dalamnya ada dua orang laki-laki. Terdapat kemungkinan orang selain nabi bisa mendengar atau melihat malaikat. Kata Sa'id Hawa. Penerbit Mizan. adanya karamah pada wali Allah tidak dapat dibantah. sebagai contoh adalah Maryam yang di datangi Malaikat dan berbicara dengannya padahal Maryam bukan seorang nabi. antara di dalam kitab alTarhib hadits nomor 262 : Dari Abu Umamah. 1995. 209. p. Setelah nabi melewati tanah warqad. 117 Ibid. Lalu nabi mengambil pelepah kurma yang kering dan meletakkannya di atas kuburan itu. sampai kapan mereka disiksa ?". Rasulullah saw menjawab:"Salah seorang dari mereka tidak membersihkan air kencingnya. p. Rasulullah saw berhenti lantas bertanya : "Siapakah yang kamu kuburkan hari ini disini?" Mereka menjawab :" Si fulan dan si Fulan !". Jalan Ruhani. Semua orang berjalan di belakang nabi. 117 Didalam Hadits pun terdapat tentang kasyaf. Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor). merasakan ilham dan kadang-kadang pula tampak pada dirinya sebuah karamah. 211. Mereka bertanya lagi :" Wahai rasulullah. atau merupakan kabar gembira tentang suatu perkara bagi al-Salik. Keadaan semacam ini disebut oleh para sufi sebagai kasyaf. niscaya kamu mendengar apa yang saya dengar". Mereka bertanya :"Mengapa engkau melakukan hal itu wahai nabi ?". 118 Ibid.tirai). dan sering menmbah-nambah pembicaraan. rasulullah saw melintas tanah warqad. Setelah nabi mendengar suara sandal-sandal itu merasa senang. 122 . Bimbingan Tasawuf Untuk Para Aktivis Islam. ucapan ini menjadi dasar 116 Sa'id Hawa. ia berkata: "Pada siang hari yang sangat terik. sedangkan yang satu lagi berjalan-jalan dengan menggunakan azimat. Ahmad). (H. tidak ada yang mengetahui kecuali Allah.R. Nabi menjawab :" Agar meringankan keduanya". Mereka berkata lagi :" Wahai nabi. Cetakan 1.. Kemudian ia duduk berhenti sehingga orang-orang berlalu jauh di depannya.

Hasil kasyaf bisa menjadi tambahan atau ketetapan baru setelah al-Qur'an. (ii). Mimpi karena syetan memanfaatkan kegelisahan atau hayalan. 123 .121 Mengenai mimpi Rabbani ini nabi menjelaskan "Tidak ada kenabian setelah aku. (ii)..119 Kasyaf mungkin didapat oleh orang-orang yang sedang menempuh perjalanan taqarrub kepada Allah tetapi kasyaf bukanlah aqidah baru dan bukan pula ibadah baru. kecuali kabar-kabar gembira". seakan-akan sufi itu orang ma'shum. 214.123 Sa'id Hawa menegaskan : Ada yang berkata bahwa jika seseorang bermimpi melihat nabi (bertemu. bahwa kasyaf merupakan ujian iman. Banyak para syaikh yang melakukan amal perbuatan atas dasar mimpi. Muslim. dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu". 122 Ibid. 121 Ibid.bahwa seseorang bisa saja mendengar sesuatu dari alam gaib apa bola benarbenar hatinya bersih.. Ibid. Orang-orang taat total atau taqlied kepada para sufi yang mendapat kasyaf tanpa melihat dan berpedoman kepada hukum syari'at. kalau begitu sama saja dengan beranggapan bahwa syari'at yang dibawa oleh nabi saw belum sempurna. Abu Daud dan Tirmidzi). Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits diatas. Kesalahan itu antara lain (i).122 Hadits lain menegaskan :"Mimpi-mimpi seorang mukmin merupakan bagian dari ke 46 dari kenabian (Hadits riwayat Bukari. p. 213. padahal mungkin saja itu bukan kasyaf tetapi istijrad. Perlu diketahui. mengigau. maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal. Menurutnya mimpi itu beragam. Mereka bertanya :"Apakah kabar gembira itu?". yakni (I). didatangi) rasulullah – padahal rasul tak dapat ditiru bentuk dan rupanya oleh syetan – lalu memerintahkan untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syari'at Islam. p. Jadi adanya kasyaf memiliki dalil yang kuat. Hal 119 120 Ibid. kegelisahan dan dorongan nafsu yang disebut al-Ra'yun Nafsiyah. Mimpi karena pengaruh kecemasan. (iii). mungkin saja seseorang tergelincir atau menggelincirkan orang lain dengan kasyafnya. 123 Ibid. Masalahnya kini adalah orang sering salah tafsir tentang kasyaf.. adanya kasyaf memiliki dalil yang cukup. p. Menurutnya mimpi para wali. 221.120 Selanjutnya Sa'id Hawa menjelaskan perihal mimpi para wali. Mimpi yang berasal dari Tuhan yang disebut al-Ra'yun Rabbaniyah. Nabi menjawab :" Mimpi yang benar".

Yaqadzah wa Musyafahah : Yaqadzah wa musyafahah adalah bertemu bercakap dengan rijal al-ghaib termasuk bertemu dengan rasulullah dalam keadaan jaga (bukan mimpi) bahkan sampai mampu bercakap-cakap dengan rasulullah. 224.. Berhati-hati Membuat Tuduhan.129 124 125 Ibid. Alasan ke dua. Aurad Muhammadiyah.p. 72. 124 . di dalam kitab Zarkoni syarah Mawahib al-Ladunya Juz 5 pasal 332 terhadap hadts riwayat Baihaki dari Annas yang menyebutkan :Para nabi jidup di dalam kubur mereka. Cit. Lantas sahabat memberitahukan kejadian ini kepada nabi.127 Demikian juga hadits riwayat Ahmad.itu menurut ahli fiqih termasuk katagori bid'ah".125 Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya tidak mati namun tetap hidup. maka nabipun bersabda: "Itulah surat yang dapat menghindarkan dan menyelamatkan kamu dari siksa kubur". 129 Ibid. Aurad Muhammadiyah. p. surat Albaqarah ayat 154 : " Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati. Akan tetapi orang-orang di dunia tidak menyadarinya. p.Cit.. tiba-tiba dari dalam kuburan itu terdengar ada orang yang membaca surat al-Muluk sampai selesai. Muslim dan Nasa-i :"Saya (Nabi) bertemu dengan Musa di Katib Ahmar. Op. 68-70 Lihat juga : Ashaari Muhammad. 103. 104. Sungai Penchala. ketika seseorang memasuki daerah pekuburan muslimin disunnatkan mengucap-kan assalamu'alaikum ya ahl al-diyar.128 Alasan Keempat. p.124 Hemat penulis. Imam Abu Shaik di dalam kitab Ghaus al-Ibad menulis sebuah hadits :" Sesungguhnya sebahagian sahabat nabi telah mendirikan sebuah bangunan (kemah) diatas sebuah kuburan yang tidak diduga bahwa itu kuburan manusia. 1989.. pendapat Sa'id Hawa tentang kasyaf memiliki dalil yang kuat dan sangat dapat difahami. Op. Alasannya sbb : Alasan pertama. senantiasa dalam keadaan shalat". 128 Ashaari Muhammad.. Kuala Lumpur. bahkan sebenarnya mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya". beliau berdiri shalat di kuburannya ".126 Alasan ketiga. Pusat Penerangan Arqam. 126 Ibid 127 Ibid . Ashaari Muhammad. p.

dan nabi menyurh sesuatu perbuatan sunnah.Sayuti yang menyatakan sbb: "Seseorang yang berjumpa dengan nabi saw baik dalam mimpi atau jaga. orang-orang Darul Arqam berpendapat bahwa orang saleh yang telah wafat sebenarnya tidak wafat tetapi masih hidup. Pada saat itulah para syaikh mendapatkan tuntunan wirid (aurad) untuk diamalkan oleh para pengikut tarekat. 125 . maka ia akan melihatku di dalam keadaan jaga. atau melarang sesuatu larangan atau menunjukkan sesuatu yang baik. Dengan demikian tidaklah aneh jika mereka bisa ditemui. Ia mengutip dari kitab Al-Qashash al-Kubra Imam Al.131 Selanjutnya ia menerangkan. maka memanglah mungkin mereka itu boleh ditemui secara jaga dan bercakap-cakap serta belajar".130 Berdasarkan hadits itu. 132 Ibid. p. 130 131 Aurad. itu termasuk sunnat untuk mengamalkannya". maka (i) seorang wali Kutub bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga dan bercakap-cakap atau Yaqazah wa musyafahah. Ashaari Muhammad. Dan syetan tidak bisa menyerupai wajahku. Op. maka tidak ada pertikaian antara para ulama. yakni Syekh tarekat bertemu dan berbicara dengan nabi dalam keadaan jaga (buka mimpi) di tengah malam di dalam ka'bah selepas wafat nabi. Aurad Muhammadiyah.. Sorotan terhadap Yaqadzah wa musyafahah Masih berkaitan dengan kasyaf. Cit.(ii). adalah persoalan yaqadzah wa musyafahah. bahwa perintah dan larangan yang dihasilkan dari yaqadzah bisa dijadikan pegangan.Alasan ke lima : Hadits riwayat Imam Bukhari : “Barang siapa melihatku dalam keadaan mimpii. p. 144. Ashaari menegaskan : "Jadi kalau nabi-nabi itu hidup di dalam kubur dan melakukan amalan-amalan. Amalan-amalan sunnat dan larangan-larangan yang diterima oleh wali ketika dia bertemu dengan nabi baik dalam mimpi atau dalam keadaan jaga adalah sunnat untuk diamalkan.132 Berdasarkan itu. 71.

. 59. baik oleh hadits maudlu. 135 Ashaari Muhammad.p. 77.134 Alasan kedua. (ii). Dia akan bertemu nabi di akhirat sebagai membenarkan mimpinya itu.136 Jika membenarkan adanya yaqadzah sekarang atau di dunia. sama sekali tidak disebutkan oleh hadits. Penrbit Pustaka Aman Press SDN. 49-50. Melihat nabi secara khusus di akhirat secara dekat seta mendapat safaat. Aurad Muhammadiyah. p. dia akan melihat aku pula dalam keadaan jaga. Op. Mereka berkeyakinan bahwa cerita tersebut adalah mutawatir dari orangorang saleh. Cit. p. yakni (i). tetapi hanya karena banyaknya para ahli tarekat yang menafsirkan bahwa yaqadzah dalam hadits tersebut bertemu dalam keadaan jaga di dunia ini. p. maukuf atau pun hadits matruk. bahkan nabi menjadi imam shalat bersama-sama mereka. Husain Hasai Tomai.p. hadits :” Barang siapa yang bermimpi melihat aku.135 Menurut Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits ini di dalam kitab Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa lafadz :" akan melihat aku dalam keadaan jaga" hanya mengandung tiga pengertian. Lebih tegas lagi adalah pendapat Qadhi Syaikh Muahammad Khudar al-Syanjiti di dalam buku Musytahi al-Kharif menyatakan bahwa melihat nabi dalam keadaan mimpi memiliki dasar hadits yang sahih akan tetapi bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah). Nabi Muhammad saw bertemu dengan para nabi sewaktu Isra Mi'raj di Baitul Maqdis dan di langit dalam keadaan jaga. (iii). Op. BHD. 77. 133 Alasan yang dipakai oleh mereka adalah : Alasan pertama. Masalah Berjimpa Rasulullah ketika Selepas Wafatnya. Cit.. 137 Ibid. Op.. Adapun alasan naqli yang abash sampai saat ini belum 133 134 Husain Hasan Tomai.Yaqadzah wa musyafahah merupakan keyakinan sebahagian besar pengikut tarekat.. 136 Husain Hasan Tomai. 71. 1989.Cit. 126 . Bagi orang-orang yang sezaman dengan nabi saw yang tidak sempat berhijrah tetapi bermimpi bertemu nabi saw akan berhijrah dan bertemu nabi.137 Jadi yaqadzah atau bertenu dengan nabi dalam keadaan jaga bukan berasal dari hadits yang sharih.

hadits dan berita-berita dari orang saleh sebagaimana disebutkan di atas. 127 . Sa'id Hawa sebagaimana telah dikemukakan di depan. hadits dhaif sekalipun. menegaskan :"…apabila seseorang bermimpi melihat nabi…lalu memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syari'at Islam. Ashaari Muhammad (Darul Arqam) 138 Sa'id Hawa. bertemu dengan nabi di dalam mimpi adalah benar dan memiliki dalil yang kuat.138 Dengan demikian.ditemukan. Kedua : "Bagaimana jika di dalam mimpi itu. Sorotan terhadap Wirid Tarekat : Pertama :" Betulkah seseorang salih bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah)?". Ditegaskan bahwa apabila seseorang bermimpi bertemu dengan nabi. Loc. Oleh karena keyakinan tentang yaqadzah wa musyafahah adalah keyakinan yang bathil. Cit. mengigau dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu !". maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal. nabi maka itulah wajah nabi sebenarnya. pengakuan bahwa seseorang pernah bermimpi bertemu dengan nabi memberikan wirid-wirid atau amalan-amalan baru yang memang tidak ada anjuran sebelumnya. karena agama Islam sudah dianggap sempurna. nabi menyampaikan sesuatu yang bersifat baru misalnya amalan-amalan atau wirid-wirid ? Untuk menjawab persoalan ini. dan mimpi Rabbaniyah. Akan tetapi tidak ada satu hadits pun yang menyatakan kemungkinan-kemungkinan nabi memberikan ajaran baru atau tambahan. Tentang persoalan ini telah dikemukakan pada halaman 173-175 ketika penulis membahas persoalan yaqadzah. silahkan lihat kembali uaraian-uaraian terdahulu tentang kasyaf. adalah keyakinan yang batil. sedangkan bertemu dengan nabi dalam keadaan terjaga (yaqadzah) tidak memiliki dasar. dan amalannya adalah bid’ah. Kesimpulannya. Istighatsah: Berdasarkan ayat Alqur'an.

ini disebut dengan istighatsah. Cit. 70. mereka pun bertugas menuliskan daun yang jatuh dari pohon.p.Op. maka ia harus dapat "menghadirkan" atau membayangkan wajah gurunya yang disebut tawajjuh. p. Aurad Muhammadiyah.menyimpulkan bahwa para rasul. "Hubungan guru dengan murid itu bagaikan hubungan elektrik. Maka bagi Allah. Ulama Islam Dalam Pandangan Islam. maka hendaklah dia menyeru. wahai hanbahamba Allah kurunglah olehmu. di kalangan DA tidak berlaku tawajjuh walaupun jemaah DA mengenakan emblimb bergambar Ashaari Muhammad. bahwa rasulullah saw telah bersabda : apabila terlepas binatang salah seorang di antaramu di sebuah area yang luas.. dan shalihin yang sudah meninggal dunia sebenarnya masih tetap hidup dan bekerja di dalam kuburnya. tolonglah aku wahai hamba Allah. 148. hendaklah dia merayu. baik menasehati ataupun menegur manakala muridnya berbuat maksiat. maka hendaklah dia berkata :" Wahai hamba-hamba Allah. Dalam hal ini sepanjang hasil penelitian penulis.Cit. dia berkata. Op. kalau seorang murid hendak berdoa. Op. tolonglah aku". Apabila menemui kepincangan (kesulitan) di bumi yang luas.139 Ia menegaskan :"… maknanya mukjizat dan karamah-karamah mereka itu tidak sahaja berlaku semasa hidup mereka tetapi juga sesudah mati atau ghaib mereka. Aurad Muhammadiyah. 142 Alasan ketiga : Hadits dari Abdullah ibn Mas'ud. Apabila salah seorang kamu tersesat atau butuh pertolongan sedang ia berada disuatu daerah yang tak ada seorangpun manusia. “sesungguhnya bagi Allah itu ada Malaikat selain penjaga. Bahkan menurut sebahagian besar tarekat. (HR. Malah apabila mati gaib mereka lebih bebas lagi bergerak dan bekerja sebab tidak terikat lagi oleh benda".p. 143 Ibid. 144..140 Oleh karena itu mereka masih bisa berhubungan dengan para muridnya... Maka sesungguhnya Allah memiliki hambahamba yang tidak dapat dilihat". ia harus benar-benar dapat membayangkan Tuhan.. 142 Ashaari Muhammad. 149. para wali. syuhada. tak ubahnya kipas yang dapat bergerak karena berhubungan dengan listrik". Karena berkeyakinan bahwa wali yang sudah meninggal masih bisa dimintai bantuan. p. 128 .Cit. 57-58. Ibid. p.141 Jadi murid bisa saja meminta bantuan kepada para wali yang sudah meninggal dunia.. 141 Ashaari Muhammad. ada hamba-hamba-Nya yang mengurung. maka seorang murid boleh ber-tawashul (menggunakan wali sebagai perantara) dalam berdoa. Alasan Kedua : Hadits dari Ibn Abbas. para nabi. Thabrani di dalam kitab Al-Kabir).143 139 140 Ashaari Muhammad. Alasan lainnya tentang istighatsah adalah sbb : Alasan Pertama : Hadits Dari Utbah ibn Ghazwan. akan tetapi itu tidak mungkin.

dan Haritsah ibn Suraqah. kaum Muhajirin yang gugur antara lain Ubaidah bin Haris bin Abdil Muthallib. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mereka tidak mati namun tetap hidup. Setelah penulis melakukan penelitian terhadap sejumlah kitab tafsir diperoleh data sebagai berikut : Menurut al-Razi di dalam tafsir al-Razi disebutkan bahwa asbab al-muzul ayat ini karena gugurnya 14 orang muslim di medan tempur. DA berpendapat bahwa masalah tawashul dan istighatsah tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak syirik. terdiri dari enam orang Muhajirin dan 8 orang Anshar. 161. tetapi kamu tidal menyadarinya". p. 144 129 . bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup. Jilid II. walaupun sudah mati masih bisa berhubungan batin dengan para muridnya. hadits dari Qatadah. Ini dikenal dengan istighatsah. si fulan mati!". Umar bin Abi Waqas. dan Amir bin Bakr. Tafsir al-Fakhru al-Razi. Sedangkan dari kaum Anshar antara lain Qais ibn Abi Mundir. Selanjutnya al-Razi menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan hidup disini adalah hidup di dalam kubur dan mendapat nikmat.Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits di atas. para sahabat berseru ": si Fulan gugr. serta hadits dari Muhammad ibn Ja'far dari Utsman ibn Ghiyas dari Al-Imam Muhammad al-Razi fakhruddin. Zaid ibn Harits. bahkan wali tersebut bisa memberikan pertolongan manakala muridnya ada dalam kesulitan. Sorotan terhadap konsep Istighasah: Orang-orang Tarekat berkeyakinan bahwa wali dalam tingkat tertentu.144 Menurut Abi Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Thabary dengan menguntip hadits dari Ibn Ashim. Dar alFikr. Ketika mereka gugur. Sorotan terhadap argumentasi yang digunakan nutuk mengabsahkan istighatsah adalah sbb : Alasan pertama : Al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 154 : "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati. hadits dari Abdur Razaq dari Qatadah.

11. 39. Beriut. Di alam itu mereka mendapatkan rizki yakni kenikmatan alam yang luar biasa. Jami' al-Bayan'an Ta'wiel Ayy alQur'an. Jilid I. p. hal itu sama saja dengan manusia biasa. Fi Dlill al-Qur'an. p. alam yang ghaib. Quthub pun menegaskan bahwa maksud Hidup di sini adalah hidup mulia sebagaimana dijelaskan oleh syuhada itu bagaikan burung-burung yang bertengger di syurga. p.146 Senada dengan itu Muhammad Mahmud Hijazi didalam al-Tafsir al-Wadhih. p. p. 143-144. 23. 146 Abi Abdullah al-Qurthubu. Dar al-Syaruq. Beriut. 148 Sayyid Quthub. Dar al-Fikr. al-Wadhih.147 Menurut Sayyid Quthub di dalam tafsir Fi Dlilal al-Qur'an bahwa pada hakikatnya syuhada tetap hidup tapi dalam suatu kehidupan di luar pengetahuan manusia. Syahid pun tidak dikafani sebab pakaiannya menjadi saksi. 149 Ahmad Mushtafa al-Maraghi. Dan kita tak dapat membahasnya karena itu alam ghaib. al-Ahkam al-Qur'an. 173. menyatakan bahwa para syuhada itu di beri rizki dari buah-buahan syurga. Dar al-_Fikr. Akan tetapi yang dimaksud hidup di sini adalah Mereka mati dan mereka pun hidup. Jilid I. 1988. Mereka hidup di suatu alam yang sangat dirahasiakan oleh Allah sehingga manusia tidak dapat mengetahuinya. 1969. yakni diberi rizki namun bagaimana bentuk dan sifatnya wallau a'lam. Dar al-Jail. 145 130 . (iii).148 Syaikh Ahmad Mushtafa al-Maraghi di dalam Tafsir al-Maraghi menyatakan bahwa para syuhada itu hidup di suatu alam yang berbeda dengan alam kita. Orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya adalah hidup. Yang jelas itu adalah kehidupan ruhaniyah yang tak dapat diketahui rahasianya. (ii).Ikrimah. arwahnya agung dibandingkan dengan arwah segenap manusia. namun manusia tidak mengetahui hakikat kehidupan ini dan rizki yang diperolehnya. Abi Ja'far Muhammad Ibn Jarir al-Thabary. Muhammad mahmud Hijazi. Oleh karena itu syahid tidak dimandikan karena mandi adalah membersihkan jasad padahal dia sudah lebih suci lahir batin. Tafsir al-Maraghi. menyatakan bahwa syuhada itu berbeda dengan kematian manusia biasa. Beriut. Jilid I. sebab mereka hidup di dalam quburnya. Dar al-Fikr. Jilid II.149 Dari beberapa penafsiran di atas dapat diringkaskan bahwa (i).145 Abu Abdillah al-Qurthubi di dalam al-Ahkam al-Qur'an menyatakan bahwa kalau yang dimaksud hidup dan diberi rizki setelah kiamat. 147 Dr. Beriut. Mereka bagaikan burung-burung.

Alasan kedua. al-Targhib wa al-Tarhib. p.153 Dengan demikian dasar-dasar yang menjadi rujukan istighatsah seluruhnya tertolak. Jadi pendapat bahwa orang yang sudah wafat masih bisa dimintai bantuan belum ditemukan dasar hukumnya. Al-Baihaki menyatakan bahwa kualitas hadits ini shahih. 1922. Perintah mengucapkan assalamu'alikum ya ahla al-diyar ketika menziarahi kubur memang menjadi dalil bahwa manusia di dalm kubur adalah hidup dialam lain. Ibid. ia sedang berdiri shalat di kuburnya". sesungguhnya Rasulullah saw. 150 151 Husain Hasan Tomai.Dari beberapa kitab tafsir yang diteliti. Mesir. apalagi bagi mereka (wali) yang matinya bukan di medan tempur. berkata :"Saya telah berjumpa dengan Musa pada malam Mi'raj. 153 Syaikh Husein. ilmu yang dimanfaatkan serta anak yang saleh yang mendoakan (HR. akan tetapi tidak menjadi dalil pengabsahan istigatsah.150 Sanad hadits ini adalah dari Salman. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar). 131 .152 Menurut hemat penulis hadits inipun bertentangan dengan hadits yang lebih kuat. bukan menyuruh mereka untuk berdoa. Di dalam kitab Dalail Nubuwah. 60.Op. yakni perlunya mendoakan (membantu) orang yang telah mati."(Al-Hasyr : 10). p. tak ada satupun yang menafsirkan bahwa syuhada masih beribadah atau yang menafsirkan bahwa mereka masih bisa berhubungan dengan orang di dunia. yakni amal jariyah. dari Khatib Banani dari Anas ibn Malik. Menurut Sa'id Hawa. mereka berdoa :"Ya Tuhan kami. Mengenai ruh para nabi bisa shalat di dalam kubur. Menurut Sa'id Hawa. bahkan sebaliknya. berilah kami ampunan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…. 79. Cit.. Sebelum mengakhiri pembahasan tentang istighatsah ini penulis kemukakan pendapat Sa'id Hawa sebagai berikut dibawah ini. Penerbit Bab I al-Halabi wa Syirkah. Bukhari). jadi dia bisa memberikan pertolongan. yakni hadits yang menyatakan bahwa amal maunsia akan putus manakala ajal tiba kecuali tiga. Alasan ketiga. Allah SWT menyuruh mukminin untuk mendoakan mereka yang telah wafat lebih. Dari Anas ra. 152 Ibid.151 tetapi Nashiruddin al-Bani menyatakan ini hadits sangat lemah.

dan ia akan menangkapnya. Sesungguhnya Allah meiliki ham ba-hamba yang tidak terlihat. maka berserulah :" Wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah memiliki (malaikat) yang hadir di bumi. Hadits ke dua dalam sanadnya terdapat nama Ma'ruf ibn Hasan ia dhaif. Op. maka hendaklah ia berkata : Wahai hamba-hamba Allah.158 Catatan Akhir : 154 155 Sa'id Hawa. Maka jika salah seorang di antara kamu terperosok di padang sahara..337. dan dia berada di suatu daerah yang tidak ada manusianya. beliau bersabda :" Jika ternak salah seorang diantara kamu lepas dari suatu daerah. Selain diberi tugas memelihara. Cit. 158 Ibid. 336-337. 156 Ibid. wahai hambahamba Allah tolonglah aku !. dan para wali perlu disisihkan dari riwayat tasawuf.155 Abu Ya'li dan Thabrani meriwayatkan di dalam al-Kabir : Dari Ibn Mas'ud r. Sedangkan hadits ke tiga adalah hadits Hasan dan hanya berbicara soal melaikat.154 Tabarri dan Bazzar meriwayatkan : Dari Ibn Abbas marfu kepada Rasulullah saw : Allah memiliki malaikat di bumi.a dari rasulullah saw. Op.. Cit.157 Akhirnya Sa'id Hawa menyatakan bahwa masalah istighatsah kepada orng-orang saleh. tahankanlah (tangkaplah)". kerja mereka mencatat daun-daunan yang jatuh. p. 157 Sa'id Hawa.. 336. para syaikh.p. padahal tidak tepat dengan alasan bahwa hadits pertama adalah hadits munqathi' (terputus sanadnya).156 Hadits ini dijadikan landasan istighatsah. p.. berserulah. tolonglah aku.p.beberapa tarekat melakukan istighatsah karena didasarkan kepada hadits di bawah ini : Thabrani meriwayatkan dalam kitab al-Kabir : Dari Utbah Ibn Ghazwan diangkat kepada Rasulullah saw : Nabi bersabda : Jika seorang di antara kamu ingin minta tolong. 337. Ibid. wahai hamba-hamba Allah tolonglah aku!. 132 . Jadi tak dapat dikiaskan kepada makhluk-makhluk lain.

Jangan sekali-kali terpukau dengan ajaran tasawuf jika tidak memiliki dasar yang kuat. 133 . Ajaran Tasawuf yang benar adalah ajaran tasawuf yang berdasarkan AlQur’an dan hadits sahih. oleh karena itu agar kita terhindar dari kekeliruan syar’I. Banyak sekali pokok-pokok ajaran tarekat yang batil atau bid’ah.1. 2. maka cukuplah beragama dengan menggunakan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak perlu beramal dengan amalan yang bersumber dari mimpi seorang syaikh tarekat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful