PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Pembentukan Karakter (Character Building). Mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah ; berpikir paradigmais, bertindak rasional dan mampu melahirkan sains, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak

MODUL

Oleh : Dr. Asep Zaenal Ausop, M.Ag Diterbitkan oleh Jurusan Sosioteknologi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Bandung

1

1426 H. / 2005 M.

2

Daftar Isi
Nomor dan Judul Modul A. Pengantar :
(1). (2). (3). Metodologi Studi Islam ……………………………………………… Konsep Alam ; Relasi Hukum Alam dan Hukum AlQur’an ……… Sistimatika Dinul Islam………………………………………………

Hal.

B. Sumber Ajaran Islam : (4). (5). (6). Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsifungsi Al-Qur’an ………………………………………………………… As-Sunnah ; Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an……………………… Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. …………………..

C. Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan. (7). (8). (9). (10). (11). (12). (13). (14). Konsep Tuhan ; Menghadirkan Tuhan dalam aktivitas kehidupan… Konsep Manusia ; Kunci Sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi…………………………………………… Essensi Akhlaq ; Fungsi Ritual dalam pembetukkan karajter (character building) ………………………………………………………………… Studi Kritis tentang Tasawuf dan Tarekat. ……………………… Etika Islam tentang pembinaan keluarga. ………………………….. Etika Islam dalam kegiatan Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya. … Etika Islam dalam kegiatan Sosial Politik, HAM dan Penegakkan hukum……………………………………………………………………. Etika Islam dalam Pengembangan Sains, Teknologi dan Seni. …

3

dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. Sedangkan dalam hal-hal kurang dijelaskan oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul. bukan sekadar transfer of knowledge atau transfer of values. bertindak rasional dan mampu melahirkan sains. teknologi dan Seni (Psikomotor). essensi dan tujuan pendidikan alIslam di ITB serta metodologi mempelajarinya. berpikir paradigmais. Materi Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam kehidupan berisi analisi seputar bagaimana menghadirkan Allah dalam aktivitas hidup. Tujuannya adalah untuk mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah . teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak Kompetensi yang diharapkan dari Pendidikan Agama Islam di ITB adalah agar mahasiswa memiliki paradigma berfikir yang benar dalam memahami ajaran Islam (kognitif). termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini fungsi rasul adalah sebagai whole model (uswah hasanah) yang perlu dijadikan pusat identifikasi. sehingga mereka mampu memahami dan meyakini bahwa terdapat relasi yang harmonis antara hukum Alam dengan hukum Agama karena kedua-duanya bersifat absolut yang tidak mungkin ada pertentangan. Termotivasi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui studi Islam yang lebih mendalami di luar kampus (afektif). : Pendidikan Agama Islam : 2061 :2 Deskripsi Materi Kuliah Agama/ Etika Islam: Materi pengantar berisi tentang eksistensi. merumuskan kunci sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi. baik dalam hubungannya dengan Allah. memfungsikan riitual dalam 4 . Materi sumber Hukum Islam mengajak mahasiswa untuk memahami sumbersumber ajaran Islam yakni Al-Qur’an. Mampu mengaplikasikan pesan-pesan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. sehingga mereka meyakini bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai aturan absolut tentang jalan hidup. maka ditetapkanlah melalui Ijtihad sebagai metode penetapan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul. Selanjutnya mahasiswa diajak untuk memahami Islam secara holistik tetapi pada pengantar ini masih bersifat global.MODUL MATAKULIAH AGAMA ISLAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Matakuliah Kode Matakuliah Sks Tujuan Kurikuler : Pendidikan agama Islam di ITB pada dasarnya adalah pembentukan karakter (Character Building). As-Sunnah dan Ijtihad. aturan hidup yang masih bersifat global yang harus dijelaskan dengan sunnah Rasul.

Materi Pengantar : (1). Pokok-pokok Ajaran Islam. 7. Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an. Penerbit Pustaka Salman. Dr. Miftah Faridl. Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsi-fungsi AlQur’an. 4. Relasi Hukum Alam dan Hukum Agama Sistimatika Dinul Islam. tekonologi dan seni. Jakarta. Sayyid Sabiq. serta tentang etika Islam dalam pembinaan keluarga dan kegiatan sosial serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Buku Wajib : 1. 6.H. menyikapi ajaran tasawuf yang benar dan yang menyimpang. Sumber Ajaran Islam : (4). Bimbingan Hidup Mukmin. Terjemahan dari : The Cultural Atlas of Islam. Silabi Perkuliahan : A. Sayyid Sabiq. Bandung : Penerbit Mizan. As-Sunnah . Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang. (2). 3. 5. 2. Ismail al-Faruqi. Etika Islam. (6). Penerbit Litera Antar Nusa. 5 . Dr.K.Perubahan Prilaku (behavior change). Yusuf Qardhawi. Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. Jakarta. Hukum Zakat. Halal dan Haram dalam Islam .H. (3). Yusuf Qardhawi. Pustaka Salman. Miftah Faridl. Metodologi Studi Islam Konsep Alam . B. Lois Lamaya Al-Faruqi. Atlas Budaya. K. Fiqh Sunnah. (5). Dr. Dr.

Mahasiswa dapat mengaplikasikan beberapa metoda dalam mendalami ajaran al-Islam. 6 . Untuk mencapai itu. bukan Islam persepsi (yang berdasarkan kirakira). siswa. (pembentukan karakter. maka seorang guru harus mengajarkan Islam ilmu (yang berdasarkan dalil). Emotional Quotien (EQ) dan Spiritual Quotien (SQ).EQ dan SQ. komprehensif dan filosofis : Tujuan Instruksional Khusus (TIK): 1. muttaqin). mahasiswa) untuk mengembangkan potensi (potential capasity) yang dimilikinya menjadi kemampuan nyata (actual ability) secara optimal sehingga tetap dalam kondisi fitrah dan hanief (lurus) sebagaimana keadaan ketika lahir. Juga potensi bertuhan Allah dan potensi-potensi lainnya. Tujuannya adalah agar anak memiliki kualitas kognitif (pengetahuan). komprehensif dan. Mahasiswa mampu memilih secara tepat pendekatan tekstualis dan kontekstual rasional dalam memahami al-Islam Pokok-pokok Materi Prolog : Pendidikan Islam bukanlah sekedar transfer of knowledges atau transfer of values tetapi merupakan aktivitas character building. kepribadian) Tujuannya agar potensi yang dimiliki anak didik (potential capacity) menjadi kemampuan nyata (actual ability) dan tetap berada dalam posisi suci bersih (fitrah) dan lurus kepada Allah (hanief). 2.MODUL 1 METODOLOGI STUDI ISLAM Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami metodologi untuk mempelajari al-Islam secara integrated. secara integrated. Hakikat Pendidikan Al-Islam : Pada hakikatnya Pendidikan al-Islam adalah proses bimbingan terhadap anak didik (santri. Potensi yang dimiliki anak didik antara lain Intellegence Quotien (IQ). Integrated meliputi penajaman IQ. afektif (keimanan) dan psikomotor (amaliyah) yang lebih baik dengan target akhir adanya perubahan prilaku ( behavior change) yang lebih baik (taqwa.

terdeteksi. Pengetahuan yang benar adalah al-ilmu atau alhaq.dimensi akhlak yang meliputi hablum minallah. dan hablum minal 'alam.Tujuan antara Pendidikan al-Islam adalah : • • Aspek Kognitif : Agar mahasiswa memahami al-Islam dengan paradigma yang benar (berfikir paradigmais). • Aspek psikomotor : Mampu mengamalkan al-Islam secara komprehensif. hablum minannas. sedangkan pengetahuan yang salah atau belum pasti benar disebut persepsi. • Materi Akhlak adalah memberikan pemahaman tentang dimensi. 7 . Sedangkan tujuan akhir Pendidikan Agama adalah terwujudnya insan yang berperilaku Al-Qur'an. Cara Mempelajari Islam : Pengetahuan terbagi dua. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat. hablum minannas dan hablum minal ‘alam dengan parameter yang jelas. secara integratif dan komprehensif. beserta falsafahnya sehingga setiap sendi syari'ah terasa mempunyai makna. baik dalam Hablum minallah. mampu memenej emosinya secara benar. Materi Pendidikan Al-Islam : • Materi Aqidah adalah menanamkan ketauhidan (Tauhid Rubbubiyah. yakni pengetahuan yang benar dan pengetahuan yang belum pasti benar. Mulkiyah dan Uluhiyah) seraya mencabut sikap syirik dengan akar-akarnya melalui analisis terhadap fenomena alam dan perilaku sosial masyarakat. how to do) tentang ritual (ibadah mahdloh) dan mu’amalah (ibadah ghair mahdloh). • Aspek Syari’ah adalah mengajarkan tentang kaifiyat (tatacara. Asepk Afektif : Agar anak didik mampu mengapresiasi al-Islam secara mendalam sehingga mereka mampu mengimani kebenaran al-Islam. dan mampu mengahayati ajaran al-Islam sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. menekankan pembiasaan dan perlunya figur sebagai whole model (usawah hasanah). terukur. atau manusia yang sanggup melaksanakan seluruh ayat Al-Qur'an tanpa kecuali.

9 :31). dan tidak mendapat petunjuk (QS. Sesungguhnya pendengaran.Seorang ustadz. terikat dengan figur َ ‫ك ا َت‬ ‫ن‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫ك‬ ُ ‫د م‬ َ ‫ؤا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫س ُف‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫م ع‬ ٌ ‫ل إ‬ ْ‫ع ُف‬ ِ ‫ه ع‬ ِ ‫ب ع‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫س َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ق م‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫َت‬ 36)‫ال‬ ً‫ئلو ا‬ ُ ‫س م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫) َت‬ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. : 8 . tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". sebab mayoritas tidak menjamin orsinalitas. Keempat : Beragama tidak atas dasar figur (QS. Kedua : Beragama tidak atas dasar mayoritas . guru. mayoritas. bukan dengan kira-kira Al-Qur'an QS 17 : 36 : manusia harus menemukan dasar hukum (rujukan) yang jelas. atau terikat dengan mayoritas. Lebih jelasnya sbb : Pertama : Dengan ilmu. "(Apakah mereka akan mengikuti juga). Untuk memperoleh Islam ilmu. 2 : 170). Ketiga: Beragama tidak boleh atas dasar keturunan atau warisan leluhur (QS. bukan karena pendapat. Islam Ilmu adalah Islam yang berdasarkan dalil." mereka menjawab: "(Tidak). semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. penglihatan dan hati. dosen harus mengajarkan Islam Ilmu bukan Islam Persepsi. 2 :170) : ْ‫ل ُف‬ ‫لو‬ َ ‫وَت‬ َ ‫أ َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ي ع‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ع َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ن‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫ل ا م‬ َّ َ ‫ز َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫علوا َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫م ا‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫قي َت‬ ِ ‫ذا ع‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫وع‬ َ ‫َت‬ ( 170 ‫ن البقرة‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ئ ا َت‬ ً‫ي ا‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫قم‬ ِ ‫ع ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ؤ م‬ ُ ‫ب ا م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫َت‬ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. Perlu menjadi catatan penting bahwa kebenaran hanya ditentukan oleh kualitas argumentasi bukan oleh kuantitas penganutnya. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. bukan semata-mata perkiraan fikiran. juga tidak terikat figur atau tradisi nenek moyang.

objektif. menggigit dan sangat menyentuh perasaan dan nurani. Dalam hal ini sangat baik menggunakan multi pendekatan. (QS. dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. rasional. Hadits. Militer. kira-kira atau dugaan – dugaan. dari mana memulainya. Wangsit)  Cenderung mistik Tokoh Sinkretik : Sinkretik adalah percampuran antara budaya lokal dengan agama. jelas rujukannya. Politis. sangat merangsang berfikir. Objektif : Berdasarkan dalil. Teologis. tajam. Oleh karena itu penyajian materi pendidikan al-Islam harus sistimtis. Kesehatan.(31)َ ‫لل َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ِ ‫دو ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ب ا ع‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ر ُف‬ ُ ‫و م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ذوا َت‬ ُ ‫خ م‬ َ ‫ت َت‬ َّ ‫ا‬ Mereka menjadikan orang-orang alimnya. dan tidak dogmatis. para tokoh pemikir Islam berbeda-beda corak pemikirannya. bukan sekedar kata orang. • Radikal : Sampai kepada kesimpulan. terus ke mana dan bermuara di mana. komprehensif dan radikal. mampu menjelaskan hubungan sebab akibat. Azas Filosofis dalam Pendidikan Islam : Islam ilmu yang disampaikan dengan pendekatan yang tepat akan mudah dicerna oleh peserta didik. Tokoh ini sering tidak peduli kepada dalil dan ratio. Kesejarahan. 6 : 61). Rasional : Gampang difahami. Komprehensif : Yakni menganalisis Islam dari berbagai sisi. Filosofis. dll. 9 . Paling tidak ada empat corak : • • Tokoh Sufistik: Menerangkan agama dengan pendekatan sufistik (AlQur’an. Sosiologis. Kedudukan Akal dalam memahami Al-Islam : Mengenai penggunaan akal / rasio dalam memahami al-Islam. Pemikiran mereka lebih didominasi oleh sikap sosiologis.. cari aman. • • • • Sistimatis : Berurutan/ runtun. Ekonomi. antara lain Pendekatan Kebahasaan.

Aliran Kata aliran lebih berkonotasi kepada . terbuka dan menyambut adanya diolog. Beberapa metode pendekatannya adalah Tafsir Metaforis. Dari sini kelak lahirlah faham dan aliran keagamaan. tetapi sebenarnya kedua kata itu memiliki perbedaan. sedangkan hasil pemikiran sangat tergantung kepada paradigma berfikir yang bersangkutan. anti kritik dan cenderung merasa benar sendiri (truth claim). • Tokoh Rasional Kontekstual : Memperhatikan teks dan konteks. 1 10 . Faham apapun sebenarnya merupakan hasil pemikiran. ( Jakarta : Pustaka al-Kautsar. Tafsir Hermenetika dan pendekatan social kesejarahan. Tokoh ini banyak menggunakan argumentasi rasio di samping melihat teks Al-Qur’an dan hadits. Aliran dan Faham Sesat di Indonesia. Analisis terhadap ajaran islam yang dilakukan tokoh Rasional Liberal lebih didominasi oleh argumentasi akal. PERBEDAAN ANTARA FAHAM DAN ALIRAN1 Faham 1. Perbedaannya dapat dirinci sebagaimana dijelaskan pada tabel di bawah ini. Faham dan aliran adalah dua kata yang seakan-akan bermakna sama karena keduanya menggambarkan adanya suatu pemikiran yang kemudian jadi anutan bahkan pengamalan sebuah kelompok atau komunitas tertentu. senang berfikir. 2. pengurus dan anggotanya serta mempunyai aturan-aturan tertentu Biasanya para anggotanya tidak dibiarkan berfikir kritis tetapi bersifat taqlâd. Kata faham lebih berkonotasi kepada suatu alur pemikiran yang menganut prinsip tertentu. tidak suka dialog.• Tokoh Scripturalis /Tekstualis : terikat dengan teks kurang memperhatikan konteks. hal. 2002 ) . Diolah dari : Hartono Ahmad Azis. tidak memiliki pemimpin pusat meskipun ia memiliki tokoh sentral yang menjadi figur faham tersebut 3. Tidak terorganisir. vii.suatu hasil pemikiran yang eksklusif Terorganisir : ada ketua. walaupun tidak selalu demikian. • Tokoh Rasional Liberal : Tidak terikat teks. Biasanya pengikut suatu faham tertentu adalah orang-orang yang kritis. Para tokoh Sripturalis bukan tidak menggunakan ratio tetapi lebih terikat dengan teks Al-qur’an dan hadits apa adanya. dogmatis.

Masa Skolastik (abad 8 M). atau memasuki periode Modern (abad 19) serta postmodernisme (abad 20). Mereka berkeyakinan bahwa dengan kemampuan akal. tidak terpengaruh oleh doktrin agama dan mitos. yang kemudian memasuki masa Aufklaerung (abad 18). Sejarah Pemikiran di dunia Barat secara kronologis dimulai dengan Masa Yunani Kuno (6 abad sebelum Masehi). akar pemikiran Rasional periode Modern di dunia Islam sebenarnya dipengaruhi oleh pemikiran rasional dari Barat. dan John Locke (1632-1704). Masa Rennaissanse ( abad 14-16 M). Kemudian muncul pula mazhab Rasionalisme dengan tokohnya Rene Descartes (1596-1650). dan memahami serta me-mecahkan segala permasalahan manusia. Apabila ditelusuri jauh ke belakang.Dengan demikian. dan Spinoza (1632-1677). Pada abad 17 muncul pemikiran falsafah Empirisme atau mazhab Empirisme dengan tokohnya antara lain Francis Bacon (1561-1626). mereka menentang setiap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti terjadi pada abad Pertengahan. Mazhab ini menaruh kepercayaan kepada akal sangat besar sekali. pasti manusia dapat menerangkan segala macam persoalan. Walaupun asalnya Barat dipengaruhi pemikiran rasional Islam zaman Klasik. serta menyangkal setiap tatasusila yang bersifat tradisi dan terhadap keyakinan atau apa saja yang tidak masuk akal. Aliran filsafat Rasionalisme ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang memadai dan 11 . Thomas Hobes (1588-1679). Secara garis besar corak pemikiran tokoh Islam terbagi dua yakni pemikir Rasional dan Pemikir Tradisional. Dengan kepercayaan kepada akal yang terlampau besar. Masa Hellenika Romawi (abad 4 SM). Pemikiran Rasional dibawa oleh para sarjana Barat yang telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan termasuk filsafat dari universitas Cordova ketika Spanyol dikuasai pemerintahan Islam Bani Umayah di bawah pemerintahan Islam pertama yakni Abd ar-Rahmán ad-Dakhili. Rasionalisme dianggap sebagai tonggak dimulainya pemikiran falsafati yang sebenarnya karena benar-benar menggunakan kemampuan ratio untuk memikirkan sesuatu secara mendalam. Masa Parsitik (abad 2 M). mengetahui paradigma setiap tokoh pemikir adalah sesuatu yang amat penting.

dapat dipercaya adalah akal (rasio). Metode yang digunakan oleh Rasio-nalisme ini adalah metode deduktif. Rene Descartes (1598-1650) sebagai tokoh rasionalisme, dengan berlandaskan kepada prinsip “a priori” meraguragukan segala macam pernyataan kecuali kepada satu pernyataan saja yaitu kegiatan meragu-ragukan itu sendiri. Itulah sebabnya ia menyatakan: ”saya berfikir jadi saya ada (Cogito ergo sum). Sedangkan mazhab Empirisme yang kemudian dikembangkan oleh David Hume (1611-1776), menyatakan bahwa sumber satu-satunya untuk memperoleh pengetahuan adalah pengalaman. Ia menentang kelompok rasionalisme yang berlandaskan kepada prinsip “a pripori:” tetapi mereka menggunakan prinsip “a posteriori”.2 Untuk menyelesaikan perbedaan antara Rasionalisme dan Empirisme, Iammnuel Kant mengajukan sintesis a pripori. Menurutnya, pengetahuan yang benar adalah yang sintesis a pripori, yakni pengetahuan yang bersumber dari rasio dan empiris yang sekaligus bersifat a pripori dan a posteriori. Immanuel Kant adalah pembawa mazhab Kritisisme atau Rasionalisme Kritis atau lebih dikenal dengan Modernisme. Kemudian pada abad 19 muncul pula Aguste Comte (1798-1857) membawa aliran filsafat Posistivisme yang pada hakikatnya sebagai Empirisme Kritis. Sedangkan aliran filsafat abad 20 atau masa Kontemporer antara lain muncul aliran filsafat Eksistensialisme, Strukturalisme, dan Poststrukturalisme, Postmodernisme. Dalam hal ini penulis tidak perlu membahas seluruh aliran filsafat tersebut karena persoalannya akan melebar tidak fokus. Dengan pergumulan dua induk aliran filsafat, yakni Rasionalisme dan Empirisme, maka pada ujungnya para pemikir Barat hanya mengakui dua
2

Ma]hab Empirisme kemudian berkembang ke arah Positivisme. Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk ilmu sosial dianggap mencapai bentuknya secara definitif dengan kehadiran Aguste Comte (1798-1857) dengan grand - theory-nya yang digelar dalam kaya utamanya Courus de Philospphie Positive (1855). Comte menjelaskan bahwa tahap positive dicapai setelah manusia melampaui tahap theologik dan metafisik. Menurut madzhab Positivisme bahwa sesuatu benar dan nyata haruslah konkret, eksak, akurat dan memberi kemanfaatan. Dalam pandangan positivisme, Ilmu-ilmu kealaman memperoleh objektivitas yang khas semata-mata bersifat empiris – eksperimental. Filsafat Comte ini adalah anti-metafisis, ia hanya menerima fakta-fakta yang ditemukan secara positif- ilmiah.

12

macam ilmu yakni Empirical science dan Rational Science. Sedangkan di luar itu hanyalah beliefs atau kepercayaan, bukan ilmu. Mazhab pemikiran filsafat yang masuk dan mendominasi para pemikir muslim adalah mazhab Rasionalisme, sehingga para pemikir muslim Rasionalisme sangat memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada akal. Konsekuensinya, mereka menolak semua hadits yang bertentangan dengan akal, sehingga apabila ada hadits bertentangan dengan kesimpulan akal, maka yang dipakai adalah kesimpulan akal. Bahkan ayat-ayat al-Qur’an pun -- apabila secara literal (tekstual) isinya bertentangan dengan akal -- akan ditafsirkan sesuai dengan penerimaan akal melalui penafsiran metaforis. Para pemikir muslim Rasionalis yang terpengaruh oleh filsafat Barat secara diametral bertentangan dengan para pemikir muslim Tradisionalis yang bersikap sebaliknya, yakni mereka tetap menggunakan hadits Ahad walaupun bertentangan dengan akal bahkan mereka pun berpegang kepada makna hakiki dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an bukan dengan tafsir metaforis sebagaimana diketengahkan oleh para pemikir Rasionalis. Pemikir Tradisionalis banyak menghindari – kalau tidak dikatakan memusuhi -- filsafat Barat. Amin Abdullah yang mengutip pendapat Muhammad ‘Abid al-Jabiry menyatakan bahwa para tokoh Ilmu Kalam banyak yang memusuhi filsafat akibatnya antara filsasat dan Ilmu Kalam tidak ada titik temu. Abid al-Jabiry menyatakan bahwa di lingkungan generasi pertama Ahl as-Sunnah atau juga dengan Asy‘ariyah di mana terdapat tokoh-tokoh seperti al-Ghazali dan asySyahrastani (479-549 H), -- sangatlah menentang filsafat dan para ahli filsafat. Bahkan selanjutnya karya al-Ghazali Taháfut al-Falásifah dan karya asySyahrastanâ Musá‘arah al-Falásifah merupakan buku “wajib” yang harus diikuti oleh para penulis ilmu Kalam.3 Perbedaan pendekatan yang digunakan dalam filsafat dan ilmu kalam dapat dilihat pada tabel di bawah ini. PERBEDAAN PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM FILSAFAT DAN ILMU KALAM 4
3 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam: Pentingnya Filsafat Dalam Memecahkan Persoalan-persoalan keagamaan, Makalah, disajikan dalam acara Internship Dosen-Dosen Filsafat Ilmu Pengetahuan se Indonesia, 22-29 Agustus 1999, hal.12. 4 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam", hal.8

13

Filsafat Lebih menekankan dimensi keberagaman yang paling dalam-esoteris dan transendental. Lebih menekankan ketenangan ke dalam jiwa karena mendapat kepuasan pemikiran. Lebih menggarisbawahi comprhension (pemahaman akal). Lebih bercorak prophetic philosophy Lebih menekankan dimensi being religious.

Ilmu Kalam Seringkali menekankan dimensi lahiriyah eksoteris dan final konkret. Lebih menekankan keramaian (syi‘ar) yang bersifat ekspressif-keluar. Lebih menekankan transmission (pemindahan, pewarisan atau yang biasa disebut naql). Lebih bercorak priestly religion (keulamaan). Lebih menekankan dimensi having a religion.

• •

• •

Walaupun pada periode Pertengahan, filsafat dijauhi, maka mulai abad 18 (Periode Modern) filsafat mulai didekati lagi bahkan dijadikan kerangka berfikir oleh sebahagian pemikir muslim. Masalahnya sekarang adalah – demikian Amin ‘Abdullah -- bagaimana kita menyikapi filsafat dan ilmu Kalam lebih luas lagi doktrin agama, apakah mau bersifat Paralel, Linear atau Sirkular ? Kalau menggunakan pendekatan paralel maka metode berfikir yang digunakan akan berjalan masing-masing, tidak ada titik temu sehingga manfaat yang dicapainya pun akan sangat minim. Kalau menggunakan pendekatan linear maka pada ujungnya akan terjadi kebuntuan. Pola linear akan mengasumsikan bahwa salah satu dari keduanya akan menjadi primadona. Seorang ilmuwan agama akan menepikan masukan dari metode filsafat, karena pendekatan yang ia gunakan dianggap sebagai suatu pendekatan yang ideal dan final. Kebuntuan yang dialami oleh pemikir yang menggunakan pendekatan naqli semata adalah kesimpulan yang bersifat dogmatis – teologis, biasanya berujung pada truth claim yang ekslusif yang mencerminkan pola fikir “right or wrong is my caountry” atau juga kebuntuan historis empirik dalam bentuk pandangan yang skeptis, relativistik, dan nihilistik. Atau dapat juga kebuntuan filosofis tergantung kepada jenis tradisi atau aliran filosofis yang disukainya.

14

Corak ketiga adalah Pemikir Rasional-Kontekstual. yakni Rasional Kontekstual dan Rasional – Liberal. Jama’ah Tagligh. Darul Arqam. 5 Amin Abdullah. mereka tidak memakai handuk setelah mandi janabat karena nabi pun demikian. Pemikir Tradisional kemudian menjadi dua corak yakni Tradisional Literal (Tekstual) dan Tradisional Kontekstual. ialah pemikir yang tidak terikat dengan hal-hal Dhanny. Sedangkan pendekatan linear yang mengasumsikan adanya finalitas. akan menjebak seseorang atau kelompok ke dalam situasi ekslusif – polemis.dalam arti karena masing masing pendekatan memiliki keterbatasan dan kekurangan maka dilakukanlah pendekatan itu secara bersamaan (multi approach) yang di dalamnya saling menutupi kekurangan5. Dalam menyikapi perlu tidaknya pola berfikir filsafat dalam pembahasan teologi dan hukum Islam. karena pendekatan paralel akan terhenti dan bertahan pada posisinya sendiri-sendiri dan itulah yang disebut “truth claim”. Para pemikir yang berada di lingkungan Front Pembela Islam (FPI). merupakan contoh-contoh Pemikir Tradisional yang Literal. sehingga para pemikir Islam dikelompokkan menjadi empat corak. Pemikiran Filsafat Islam. baik hadits Ahad maupun ayat Al-Qur’an yang Dhanny dalálah-nya. para pemikir muslim terbelah dua. 15 .Baik pendekatan paralel maupun linear bukan merupakan pilihan yang baik yang dapat memberikan guidance. Mungkin yang terbaik adalah yang bersifat sirkular. Pemikir Tradisional yang Tekstual (Literal) adalah kelompok pemikir Tradisional yang memahami Al-Qur’an dan terutama hadits sangat terikat dengan teks tanpa melihat konteks. yaitu banyak mengacu kepada hasil Ijtihad Ulama Salaf serta banyak menggunakan hadits Ahad dengan pemahaman dan pendekatan rasio. yakni Pemikir Tradisional dan Rasional. hal 18-19. Mereka dengan leluasa menggunakan pendekatan rasio dan memegang prinsip kausalitas dan kontekstual dengan kaidah “ al-hukm yaduru ma‘a al-‘illat” (Hukum bergantung kepada ‘illat). Misalnya mereka makan dengan tiga jari sebagaimana hadits nabi. juga mereka memelihara jenggot karena nabi memerintahkan memelihara jenggot. mereka memakai gamis dan sorban karena nabi pun berpakaian demikian. Corak kedua adalah Tradisional yang Kontekstual. Pemikir Rasional terbagi dua juga. Lasykar Jihad.

editor buku “Wacana Islam Liberal” bahwa yang bersangkutan mungkin setuju dan mungkin tidak. Modernisme. akal tidak selalu mampu mencari kebenaran karena akal. Dalam mempelajari Islam tidak bisa hanya menggunakan pendekatan emprik dan rasio biasa tetapi perlu ada keterlibatan iman. 1996). namun sangat mungkin – sebagaimana dikatakan oleh Charles Kurzman. Karena akal memiliki keterbatasan maka perlu bantuan wahyu. dari Fundamentalisme. (Jakarta : Penerbit Paramadina.Corak keempat adalah Pemikir Rasional yang Liberal. yakni ukuran benar tidaknya adalah dibuktikan secara empirik melalui eksperimen.6 Juga penting dicatat di sini sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra. Yang termasuk ke dalam empirical science antara lain kedokteran. pemikiran seorang tokoh tertentu kadang-kadang sangat kompleks tidak bisa lagi dijelaskan dalam satu kerangka atau tipologi tertentu. terjadi tumpang tindih dan bahkan saling silang. Hingga Post Modernisme. xii. Itu penilaian subjektif penuilis. hal. Sumbernya adalah pancaindera. xii-xiii. Pergolakan Politik Islam. dikelompokkan demikian. goelogi. ratio adalah tergantung kepada biologis. nalar. Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Global (Jakrta : Penerbit Paramadina. Contoh pemikir tipe Rasional – Liberal ini antara lain Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Nurcholis Madjid (ini paling tidak menurut Charles Kurzman dalam bukunya “Wacana Islam Liberal”. yaitu pemikir yang pemikirannya sangat bebas merambah hal-hal yang oleh Tradisional dinilai “haram” untuk dijadikan objek ijtihad. terutama mata. 16 . 7 Azyumardi Azra. Wacana Islam Liberal. Mata itu bahasa Arabnya adalah ain.7 Rasionalitas dalam Beragama : Dalam tataran realita. fisika. kimia. Dalam hal ini paling tidak terdapat empat katagori ilmu yakni : • Empirical Science.). pada hakikatnya akal dengan wahyu tidak boleh bertentangan. maka disebutlah ainul yaqin . Dengan demikian. 6 Charles Kurzman (Ed. 2001). bilogi. hal.

Pengamalan Al-Islam dengan pendekatan : • • Law Approach yakni pengamalan Islam sebatas haram – halal. percaya sekali. semacam siksa dan nikmat qubur. dan Sunni. matematika. Jawabannya : Ya. yang penting sah.Syi'ah. Islam Radikal. doa. dll. ialah manakala kebenarannya ditentukan oleh hal-hal di luar ratio yang berkembang pada zaman itu. • Suprarational Science . Islam Kontemporer. Akibatnya ayat-ayat AlQur'an yang dianggap kurang rasional dipaksakan haraus rasional. Memahami al-Islam dengan hanya menggunakan katago Empirical science dan Rational Science akan mengalami kesulitan. Apakah anda sadar bahwa otak anda adalah karunia besar dari Allah ?. Beberapa istilah dalam studi Islam : Terdapat beberapa termonologi yang peting difahami adalam memahami Islam yakni Islam Simbolik dan Islam Substantif. Sumbernya adalah hati (qalbu). Love Aproach yakni lebih kepada target sempurna. Yang termasuk ke dalam ilmu ini antara lain Isra Mi'raj. Pertanyaan Renungan : • • • Apakah anda percaya bahwa Allahlah yang telah memberikan potensipotensi pada diri anda ? Jawabannya : Ya.• Rational Science . maka disebutlah ilmul yaqin. Sumbernya adalah Ruh. ialah ilmu yang kebenarannya ditentukan oleh hubungan sebab – akibat. mukjizat. maka disebutlah Haqqul Yaqin. Sumbernya adalah ratio. 17 . maka terjadilah rasionalisasi al-Qur'an. yang penting tidak haram. syurga neraka. filsafat. Islam Salafi. • Metarational Science adalah Ilmu Ghaib. Kalau ada hubungan yang logis disebutlah rational. Apakah anda meyadari bahwa otak manusia tanpa bimbingan wahyu Allah akan dapat mengungkap tabir segala hal termasuk persoalan ghaib ? Jawabannya : Tidak mungkin. termasuk ke dalam katagori ilmu ini antara lain bahasa.

Dari mana anda tahu tentang malaikat dan jin. Kalau begitu. Apakah kebenaran ditentukan oleh suara mayoritas atau dalil ? Jawabannya : oleh dalil. yang salah AlQur’annya atau karena otak yang masih bodoh ? Jawabannya : Otak yang bodoh. • • Apakah anda mengakui bahwa otak anda tidak dapat mengetahui segala hal ? Jawabannya : ya. yakin sekali. Kalau begitu. sia-sia. Kalau otak anda belum memahami pesan Al-Qur’an. maukah anda yang masih belum tahu banyak hal mengikuti pemberitahuan dari Allah melalui al-Qur’annya ? Jawabannya : ????? 18 . mungkinkah Al-Qur’an yang diciptakan Allah mengandung kesalahan ? Jawabannya : Tidak mungkin. mengikuti Islam sebagai ajaran Allah atau mengikuti ajaran hasil karya manusia ? Jawabannya : Ajaran Islam ciptaan Allah. mustahil.• • • • Manfaatkah apabila pendidikan al-Islam tidak menghasilkan perubahan prilaku ke arah yang lebih baik ? Jawabannya : sangat tidak berguna. • • • Mungkinkah Allah sebagai Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Suci dari kealpaan berbuat salah ? Jawabannya : Tidak mungkin. apakah dari ilmu – ilmu alam atau dari Al-Qur’an ? Jawabannya : Dari Al-Qur’an. Mana yang bisa menjamin keselamatan anda.

11 : 7). secara fisik telah taat kepada hukum alam yang absolut ini. Menurut ahli geofisika (yang mendasarkan hidungannya kepada pemnbentukkan batu dan sungai). menggunakan dan menaati hukum produk akal manusia yang bersifat relatif.000 tahun. Al-Ma’arij. Mahasiswa termotivasi untuk secara konsisten menaati hukum alam dan hukum agama dalam segala aktivitas hidupnya. satu hari menurut Allah sama dengan 1000 tahun hitungan manusia. Eksistensi dan Relasi Hukum Alam dan Hukum Al-Qur’an : Allah telah menciptakan alam (mikro dan makro) dalam jumlah jenis dan items yang sangat sepktakuler.8 Supaya alam berjalan dengan tertib maka Allah membuat seperangkat aturan (law). Allah pun telah menciptakan aturan tentang tata prilaku manusia. social politik. ghair Dan Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. yakni din alIslam atau hukum Al-Qur’an.MODUL 2 KONSEP ALAM (Relasi antara Hukum Alam dengan Hukum Al-Qur’an) Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa meyakini bahwa manusia hanya bisa selamat apabila menaati hukum Allah secara totalitas. serta pergantian malam dan siang. Pantaskah menyandingkan hukum alam yang absolut dengan hukum perilaku yang relatif ?. sekaligus dengan hukum alam yang absolut (tetap. 8 19 . satu periode sama dengan 600 tahun. Namun sayangnya sebahagian besar manusia telah mengesampingkan hukum absolut. teknologi dan seni. baik perilaku sosial ekonomi. 9 Salah satu aturan Allah tentang alam adalah terjadinya siang dan malam. Di dalam surat al-Hajj. Hukum tentang tata perilaku ini pun bersifat absolut. termasuk manusia. segenap makluk Allah yang berada di langit dan di bumi. comet). termasuk dalam pengembangkan sains. Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa bisa menjelaskan hubungan antara hukum Alam dan hukum Agama (hukum Al-Qur’an). trial and error . Pokok – Pokok Materi : Prolog : Allah telah menciptakan alam. baik secara terpaksa maupun sukarela (Thaw’an aw karhan). (QS. terdapat tanda-tanda (bahan pemikiran) bagi orang yang beriman (QS. Sedangkann di dalam QS. baik hukum Alam (hukum Kauniyah) maupun hukum agama (hukum Qur'aniyah) secara bersamaan. pasti dan objektif). 9 Aturan Allah terbagi dua katagori yakni : Pertama : Hukum Alam (hukum Kauniyah. sedangkan menurut ahli astronomi (berdasarkan pergerakan bintang. satu periode bisa mencapai 6 milyar tahun. Allah menegaskan :”Sesungguhnuya dalam kejadian langit dan bumi. lantas memilih. satu hari sama dengan 50. 3 : 190). Dalam tempo enam hari. Dalam hal ini. maupun social budaya termasuk cara berpakaian.

Beberapa contoh hukum alam adalah hukum gravitasi. itu adalah sunnatullah yang khusus yakni gabungan hukum alam (hukum fisika) dan hukum spiritual. 15:21). yakni tidak berubah sepanjang waktu (QS. Sikap hati-hati itu disebut taqwa. (2). shalat. 54 : 49). baik hukum Kauniyah maupun Qur'aniyah BERSIFAT ABSOLUT memiliki sifat yang sama yakni (1). bahkan ada yang baru bisa dibuktikan di akhirat nanti. Manusia telah menaati hukum alam tersebut. seperti larangan berzina. Lain dengan hukum Al-Qur’an. baik disadari maupun tidak. Karena bersifat empirik. objektif dan tetap. seperti hukum alam dalam tubuh tetap berlaku. Kalau sesekali ada perubahan hukum Alam seperti nabi Ibrahim dibakar api tidak mati karena apinya menjadi dingin. Semua hukum Allah. Sikap percaya ini kemudian melahirkan sikap hati-hati menghadapi hukum alam. Perbedaan hukum Alam dengan hukum Agama adalah dalam hal time respons (reaksi waktu).mathluwwi = tidak tertulis) tetapi melekat pada alam itu sendiri. dll. (3). riba. sabar. Kedua : Hukum agama (hukum Qur'aniyah) yang tertulis (mathluwwi ) di dalam kitab-kitab Allah. hukum rotasi. Karena akibatnya lambat maka manusia kurang percaya (kurang iman) terhadap hukum Al-Qur’an. Karena hukum Allah bersifat pasti. Apabila hukum berubah-ubah maka tidak mungkin bisa dibuat rumus-rumus hukum alam maupun rumus hukum Agama. maka bisa dibuat rumus. Allah menjelaskan : "Sesungguhnya Aku menciptakan sesuatu menurut ketentuan yang pasti (QS. sebagai upaya Allah SWT untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya. Pada kejadian berikutnya tetap mengikuti hukum alam murni. Reaksi atau akibat hukum Alam jauh lebih cepat daripada hukum Agama. Pasti (exact). hukum daur. secara fisik telah taat kepada hukum alam. Segenap alam baik yang ada di langit dan di bumi. dll. (QS. 48 : 23). tawakkal. Tetap. baik diridhai (thau'an) maupun dibenci (karhan). mengumpat dan perintahj berdzikir. Akibatnya lebih jauh adalah manusia kurang 20 . Akibat pelanggaran hukum alam dapat cepat dibuktikan melalui pengamatan panca indera aatau bersifat empirik. Objektif . 3 : 83). yaitu berlaku kepada apa dan siapa saja (QS. Demikian pula di dalam tubuh manusia sendiri hukum alam berjalan secara otomatis. reaksi akibat pelanggaran hukum Al-Qur’an tidak secepat hukum alam. maka orang mudah meyakini (mengimani) kebenaran hukum alam.

bahwa hukum Al-Qur'an adalah yang paling baik. Apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti bagus menurut hukum Alam. Dengan demikian dalam segala aktivitas manusia harus menyelaraskan dengan kedua hukum tersebut secara bersamaan. manusia sebagai bagian dari alam yang secara fisikal diatur oleh hukum alam yang absolut. kalau begitu. secara logika tidak mungkin kedua hukum itu bertentangan.berhati-hati (tidak taqwa) kalau berhadapan dengan hukum Al-Qur’an. melarang poligami. dan sosial budayal) harus menggunakan hukum absolut (din al-Islam) bukan hukum relatif produk pemikiran filosofis manusia. Dalam keseharian terbukti bahwa orang lebih takut meminum racun daripada memakan uang riba. tetapi karena akibat makan riba sangat lambat maka orang kurang hati-hati terhadap uang riba. yakni Al-Qur’an. sebaliknya apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti buruk menurut hukum Alam. Sungguh banyak manusia di dunia ini yang membuat aturan menurut ratio yang dipandu oleh nafsu syaithaniyah. misalnya kebolehan aborsi. Fisika. Karena hukum Allah terbagi dua maka Ilmu-ilmu Allah pun terbagi dua yakni Ilmu Kauniyah seperti Matematika. mentolelir minuman keras. Padahal memakan uang riba juga berbahaya. hukum Al-Qur’an (Quraniyah) pun ciptaan Allah. Dalam skala kecil. politik. membiarkan praktik riba. pasti dianjurkan oleh Al-Qur'an. maka perilakunya pun harus diatur oleh hukum perilaku yang absolut pula. dll. Sebaliknya apa-apa yang baik menurut hukum Alam. seorang mukmin wajib memiliki keyakinan tanpa sedikit pun ragu. Inilah azas kesatuan atau disebut azas tauhidullah. Segenap kegiatan manusia. Kesalahan terbesar manusia adalah mengesampingkan hukum Absolut lantas mengambil hukum relatif produk akal manusia. penegakkan HAM harus menggunakan hukum absolut Azas Kesatuan (Tauhidullah) antara aturan Agama dan Aturan Alam : Hukum alam adalah ciptaan Allah. Dalam hal ini. Geologi. dan paling cocok dengan sifat tabi'at manusia yang fitrah dan hanief (lurus). Kedokteran 21 . Seharusnya. Biologi. Apa yang dianggap berbahaya menurut hukum Alam pasti oleh AlQur'an diharamkan. selaras dengan hukum Alam. akibatnya banyak produk hukum/ aturan yang berbahaya bagi kehidupan manusia. baik prilaku ritual maupun prilaku mu’amalah (ekonomi. berpakaian harus menggunakan hukum absolut.

yakni petunjuk dari Allah SWT yang langsung masuk ke dalam hatinya agar seseorang mau melaksanakan ilmu agamanya. Ini disebut hidayah aqli. sering terjadi pertentangan antara ilmu dengan amalnya. Apabila manusia berpaling dari hukum Allah yang absolut. (3). Dengan akalnya. Hidayah Din (adfyan) (5). mencium. Akan tetapi pada kenyataannya karena daya nalar manusia sangat terbatas. Ini disebut hidayah ilham atau hidayah wizdan. Selanjutnya kita melihat realita di lapangan. dll. bahwa orang yang sudah mengetahui ilmu agama pun banyak yang tidak mau mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Ulumul Hadits. neraka.serta Ilmu-illmu Qur'aniyah seperti Ulumul Qur'an. mendengar. gharizah. meraba. Hidayah Taufiq. lantas mengambil hukum produk berfikir filosofis manusia yang oleh Allah dikatagorikan sebagai hukum Jahiliyah. Kedua gugusan ilmu itu mustahil bertentangan. Eksistensi Hukum Al-Qur’an bagi Manusia : Sejak manusia lahir. Kemauan untuk mengamalkan ilmu itu disebut hidayah Taufiq (cocok antara ilmu dan amalnya). Kalau ada pertentangan antara keduanya pasti konklusi salah atau kedua ilmu itu ada yang salah. Hidayah Aqli (4). manusia bisa melahirkan saintek dan seni. dan merasa. Allah pun memberikan pancaindera. Dengan demikian sebenarnya tidak ada dikhotimi ilmu. soal jin. 22 . Oleh karena itu. hidayah yang diperlukan manusia ada lima macam yakni (1). Allah telah membekali manusia dengan petunjuk yang bersifat naluri (instinc. yang bersifat relatif (mudah berubah). Dengan petunjuk pancaindera manusia bisa melihat. Hidayah Ilhami (wizdan) (2). maka manusia memerlukan akal agar mampu memahami hukum-hukum alam dengan baik. Oleh karena itu manusia memerlukan hidayah Taufiq. Hidayah Hawas (Pancaindera). Kedua hidayah di atas tidak bisa membuat manusia lebih eksis. Dengan demikian. maka akal manusia tidak sanggup menembus persoalan yang berada di luar jangkauan akal. Ini disebut hidayah Hawas.dan Syari'ah. manusia memerlukan hidayah agama (din/ adyan). ilham). syurga. maka pasti manusia akan mengalami kehidupan yang sempit dan menyesakkan (ma'isyatan dhanka). misalnya tentang hakikat hidup. sehingga bayi bisa menete tanpa belajar lebih dahulu. Tidak cukup dengan naluri.

Menjaga aqal (hifdzu 'aqli). Menjaga keselamatan harta (hifdzu al-mal). Bisakah manusia menghindari hukum Alam ? Jawabannya : Tidak bisa Ridakah fisik anda diatur oleh hukum Alam ? Jawabannya : Ridha tidak ridha tetap harus mau. Salah satunya adanya aturan berdzikir. membunuh. termasuk hukum qishash dan hudud. 23 . baik dalam soal makan dan minum. lurus (shirat al-mustaqim) dan mustahil salah. Untuk itu Allah melarang berkelahi. hukum apa yang paling tepat untuk mengatur perilaku manusia. Pertanyaan Renungan : • • • • • Apakah anda percaya bahwa hukum alam secara factual bersifat absolut ? Jawabannya : ya Apakah anda menyadari bahwa manusia sebagai bagian dari alam. (3). • Menurut anda. dan memerintah penegakkan hukum secara tegas dan adil. sangat menyadari. Kalau fisik anda diatur oleh hukum Alam yang absolut. secara fisik diatur oleh hukum alam. Menjaga keselamatan psikhis (hifzdu an-Nafs). Salah satunya adalah aturan jual beli. Menjaga keselamatan jasad (hifzdu al-jasad). (2). soal kenegaraan dan hubungan antar negara. Salah satunya adalah aturan pernikahan dan larangan berzina. rumah tangga.Hidayah Din (Adyan) yang terdapat di dalam Al-Qur’an bersifat absolut . sabar. (4). berdagang. qanaah. pantaskah perilaku anda diatur oleh hukum yang relatif buatan manusia ? Jawabannya : Sangat tidak pantas. • Mungkinkah terjadi pertentangan antara hukum Alam dengan hukum AlQur’an ? Jawabannya : Tidak mungkin. hukum relatif ciptaan manusia atau hukum Al-Qur’an yang absolut ciptaan Allah ? Jawabannya : Hukum absolut Al-Qur’an. Salah satunya adalah keharusan untuk terus menerus mencari ilmu dan larangan meminum khamr. tawakkal. Menjaga keturunan (Hifdzu anNasal). Fungsi hukum Al-Qur’an adalah untuk mengarur prilaku manusia. (5). dan syukur nikmat. dan larangan mencuri. larangan riba. Jawabannya : Ya. Lebih rinci lagi hukum Al-Qur’an (adyan) berfungsi untuk : (1).

diatur oleh hukum AlQur’an yang absolut atau oleh hukum manusia yang relatif. Mana yang lebih menjamin keselamatan anda. Jawabannya : ????? 24 .• • Mengapa tidak mungkin ? Jawabannya : Karena kedua-duanya ciptaan Allah.

yang ditujukan kepada ke segenap manusia di dunia ini tanpa kecuali. Tujuan Instruksional Khusus : 1. jalan hidup) ciptaan Allah untuk mengatur segenap aktivitas manusia di dunia.ah dan akhlaq ini dalam terminology lain adalah Imam. hanya saja dilihatnya dari persepktif layak dan tidaknya suatu perbuatan dilakukan. Pokok-pokok Materi Prolog : Din al-Islam merupakan tatanan hidup (syari’ah = aturan. Mengamalkan seluruh aturan Islam yang absout itu secara kaffah (menyeluruh). syari. religie) 25 . Seorang mukmin memiliki keterikatan (commited) dengan al-Islam yakni : (1). baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin. sebab istilah agama (religion. adalah syari’ah ibadah juga. Kedua adalah aturan tentang tatacara beribadah. sistem atau tatacara hidup. Selanjutnya. (2). seminar. Aqidah. Meyakini kebenaran aturan al-Islam sebagai kebenaran yang absulut.ah dan Akhlak serta hubungan antara ketiganya dalam tatanan ajaran Islam. mau’idlah (nasihat-nasihat) jadilhim billati hiya ahsan (diskusi. yakni : Pertama. aturan tentang tata keyakinan disebut Aqidah (sistema credo). dan (3). Islam dan Ihsan. Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat Aqidah. yang disebut syari’ah ibadah (sistema ritus). Ada satu lagi yang disebut Akhlaq. Syari. dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar. Akhlaq ini. Mahasiswa termotivasi untuk melaksanakan ajaran Islam yang bersumber dari dalil.MODUL 3 ESSENSI DAN SISTIMATIKA DINUL ISLAM Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami aspek-aspek ajaran Islam secara menyeluruh serta mempunyai keyakinan bahwa. dialog interaktif yang menarik ). 2. Jadi Din al-Islám berarti tatacara hidup Islam. bukan sekadar wajib dan haram. Aturan Allah yang terkandung dalam al-Islam ini bersifat absolut. Tidak tepat apabila din diterjemahkan sebagai agama. yakni aturan tentang tatacara menjalin hubungan dengan Allah. aturan Allah dibagi dua. Essensi Dinul Islam : Din berasal dari kata dana yadinu dinan berarti tatanan. Mendakwahkan al-Islam melalui hikmah (pendalaman keilmuan). sebenarnya. manusia hanya bisa selamat di dunia dan akhirat apabila ia mengamalkan Islam secara kaffah (totalitas).dalil yang kokoh untuk mencapai predikat muslim yang benar.

sosial ekonomi. Lebih dari itu apabila din diterjemahkan sebagai agama maka maknanya menjadi sempit. maka ia pasti akan terpental di akhirat sebagaimana diterangkan di dalam QS. Apabila ia menolaknya. integratif dan komprehensif apapun resikonya. Budha. yakni AlQur’an. maka yang dimaksud dengan istilah muslim adalah orang yang ber-din al-Islám. Hindu. sedangkan istilah kafir adalah orang-orang yang ber-din ghair al-Islam. maka manusia sebagai pemilih din. Sedangkan di luar din al-Islam adalah din yang berisi aturan manusia sebagai produk akal. Din al-Islam sebagai tatanan hidup meliputi seluruh aspek hidup dan kehidupan. Di Indonesia misalnya. hasil angan-angan. sosial politik. 3 : 19 dan ayat 85 : َ ‫س‬ ( 19 : ‫ل) م )ال عمران‬ ِ ‫ن‬ ِ ّ ‫د الل‬ ّ ِ‫إ‬ َ ْ ‫عن‬ ّ ‫ن ال‬ ْ ِ ‫ه ا ْل‬ َ ‫دَني‬ ْ ‫را‬ َ ‫غ‬ ْ ُ ‫ن َني‬ َ ‫ن ا‬ َ َ ‫قب‬ ‫و‬ ُ ‫و‬ ً ‫دَني‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫سل َ) م‬ ْ ِ‫ل‬ ْ َ ‫فل‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫من‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ َ ‫ه‬ َ ْ ‫غي‬ َ ِ َ ‫ن َني َب ْت‬ ْ ‫ف ي ا‬ (85 : ‫رَنين )ال عمران‬ َ ْ ‫ن ال‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫خ ا‬ ِ ‫ة‬ ِ ‫ر‬ َ ‫م‬ َ ‫خ‬ ِ ‫س‬ Sesungguhnya dân atau tatanan hidup (yang diriÜai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS.hanyalah merupakan alih bahasa saja yang tidak mengandung makna substantif dan essensil. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. dan Kunghuchu padahal di Indonesia terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan tatacara hidup. 3 : 85). Seseorang yang mengaku muslim atau menganut din al-Islám harus mengikuti tatanan hidup Islam secara káffah . yakni din al-haq dan din alBathil . otomatis hanya terbagi menjadi dua kelompok yang jelas-jelas berbeda 26 .(QS. Dengan memaknai din sebagai tatan hidup. Kristen. Aturan ini kemudian dituangkan di dalam kitab undang-undang Allah. Tatanan hidup yang demikian bukan saja tidak bisa menyelamatkan manusia tapi justeru mencelakakan. Yang dimaksud dengan din al-haq ialah din yang berisi aturan Allah yang telah didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan fitrah manusia. Katolik. hawa nafsu serta merupakan hasil kajian falsafahnya. Din terbagi dua yang sangat jelas bedanya. imajinasi. Berdasarkan pengelompokkan din ini. yakni Islam. 3 : 19 ) Barangsiapa mencari tatanan hidup selain Islam. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dân itu) daripadanya. dari mulai masalah ritual sampai kepada masalah mu‘ámalah termasuk masalah sosial budaya. bahkan sampai kepada masalah kenegaraan. agama yang diakui hanya ada enam .

Yang demikian adalah karena 27 . Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka. yakni kelompok Huda dan kelompok Dhallin (kelompok orang-orang yang tersesat). dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. Sedangkan kelompok Dhalalah adalah orang-orang yang memilih din selain Islam. Ini berarti mereka telah mengikuti aturan yang salah dan telah menjadikan syetan sebagai pimpinan mereka.2. Mereka itulah orang-orang yang sesat sebagaimana ditegaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an surat 7 : 30 dan surat 47 : 1. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah.(furqán). Ini berarti bahwa mereka telah mengikuti jalan yang haq sehingga Allah akan menghapuskan segala kesalahannya. Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.3 ُ ‫خق‬ ‫ذوا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ َ ّ ‫م ات‬ ُ َ ‫ض قل َل‬ ّ ‫م ال‬ َ ‫ق ا‬ َ ‫ق ا هَ ق‬ ُ ‫ة إ ِن ّهُ ق‬ ُ ‫ق عَل َي ْهِ ق‬ ّ ‫حق‬ ِ َ‫د ى وَف‬ ِ َ‫ف‬ َ ‫ء من دون الل ّه وقيحسبنو‬ َ ‫شي اطي‬ )‫ن‬ َ ‫دو‬ ُ ‫مهْت َق‬ َ ُ َ ْ ََ ِ َ ِ ‫ن أوْل‬ ُ ‫م‬ ْ ‫ن أن ّهُق‬ ِ ُ ْ ِ َ ‫ي ا‬ َ ِ َ ّ ‫ال‬ ( 30 Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Kelompok Hudá adalah kelompok yang memilih din Islam sebagai tatanan hidupnya. Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka. َ ّ ‫فروا وصدوا ع َن سبيل الل ّه أ َض‬ ‫ن‬ ِ ّ ‫وال‬ ِ ّ ‫ال‬ َ ِ ّ َ َ ْ ُ‫م ال َه‬ َ ْ ‫ل أع‬ َ ‫ذقي‬ َ (1)‫م‬ ِ ِ َ ْ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ‫ل ع‬ ُ ‫م‬ َ ‫ز‬ ‫نو‬ َ َ‫ت و‬ َ ُ ‫م‬ ِ ‫ح ا‬ ِ َ ‫ننوا وَع‬ ُ ‫م‬ َ ‫م‬ ّ ُ ‫م ا ن‬ َ ِ ‫ص ال‬ ّ ‫ح‬ ُ ‫ل ى‬ َ ِ ‫ننوا ب‬ َ ‫ءا‬ َ ‫ءا‬ ّ ‫لنوا ال‬ َ ُ‫مدٍ وَه‬ َ َ ‫(ذ َل‬2)‫ئ اتهم وأ َصل َح ب ال َهم‬ ‫ن‬ ّ َ‫م ك‬ ِ ِ ‫ق‬ ّ ‫ك ب ِأ‬ َ ْ ‫ال‬ َ ‫م‬ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ِ َ ّ ‫سي‬ ْ ُ‫ر ع َن ْه‬ ْ ِ‫رب ّه‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ف‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫فروا اتبعنوا ال ْب اط‬ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ق‬ ُ ‫م‬ ِ ّ ‫ن ال‬ ِ َ ِ ّ ‫ال‬ َ ْ ‫عنوا ال‬ ُ َ ‫ننوا ات ّب‬ ّ ‫ل وَأ‬ َُّ ّ ‫ح‬ َ ‫ءا‬ ْ ‫م‬ َ ‫ذقي‬ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ ِ ‫م ك َذ َل‬ َ ‫م‬ (3)‫م‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫لل‬ ُ ِ‫ضر‬ ْ َ ‫ك قي‬ ْ ُ‫ث ال َه‬ ْ ‫سأ‬ ُ ّ ‫ب الل‬ ْ ِ‫رب ّه‬ َ ِ ‫ن ا‬ Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah.

antara lain Materalisme. maka manusia harus segera hijrah kepada din al-Islám. QS. Al-Munjid. Sementara itu. Materealisme yang bertitik tolak dari dan berorientasi kepada materi telah melahirkan orangorang yang serakah. dan Kolonialisme. Komunisme. Sedangkan Komunisme telah melahirkan manusia yang tidak mengenal Tuhan dan tidak mengenal hak milik individu sehingga melahirkan ketidakpuasan. dân yang satu ini adalah aturan untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali. hal. Dalam pandangan Al-Qur’an. Semua ini sebagai akibat kesalahan manusia sendiri. Namun pada tataran realita sekarang ini Din al-Islam menjadi banyak ragam dan versinya. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka.3. Liberalisme. akidah adalah ‫م ا عقدعليه االقلب والض امر‬ 10 10 Luis Ma‘ruf. 47 : 1. Pilar-Pilar Islam : Islam sebagai din (tatanan hidup) sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Syaltout terdiri dari dua pilar yakni Aqidah dan Syari’ah. Nasionalisme. . Cetakan 13. (Beirut. din al-Islám adalah satu-satunya dân ciptaan Allah. Kapitalisme. Kapitalisme yang menitikberatkan kepada penguasaan Liberalisme yang kapital (modal) telah melahirkan terjadinya monopoli. Markisme.2. imajinasi dan falsafah sebagaimana telah dikemukakan di atas telah melahirkan banyak din dan isme-isme lainnya. menitikberatkan kebebasan dan menonjolkan hak individu telah melahirkan terjadinya jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin. serta melahirkan kecemburuan sosial dan dekadensi moral.sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhan mereka. Segala macam aturan hasil manusia tersebut yang termasuk katagori din al-bathil telah terbukti gagal dalam mengatur umat manusia. 1952). din-din hasil ciptaan manusia berdasarkan akal. Oleh karena tatanan hidup produk falsafah manusia itu telah terbukti tidak membawa keselamatan. Aqidah : Secara bahasa. 543. 28 .

17’ Lihat alMajmu‘. Kiri Islam. Shimogaki. 1986). cara bertindak. dalam pandangan Hasan Hanafi. ix. Ilmu Tauhid yang diajarkan dan dikenal di Indonesia umumnya ialah Ilmu Tauhid menurut aliran Asy’ariyah. perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agama yang dianutnya. sehingga menjadi keyakinan yang tak ada sedikitpun keraguan dan kebimbangan”. Hasan al-Bana di dalam bukunya Al-Aqáid menyatakan bahwa akidah adalah “sesuatu yang harus diyakini oleh hati dan dipercaya oleh jiwa. 14 Karena begitu pentingnya kedudukan dan fungsi tauhid. hal 72.yang mengandung arti. 15 Harun Nasution. bahwa inilah satu-satunya teologi yang ada dalam Islam. Ia mempunyai fungsi praktis untuk melahirkan perilaku dan keyakinan yang kuat untuk mentrans-formasikan kehidupan sehari-hari dan sistem sosialnya.t. . sehingga timbullah kesan di kalangan sementara umat Islam Indonesia. Untuk bisa membangun kembali peradaban Islam tak bisa tidak harus dengan membangun kembali semangat Tauhid itu. hal. ajaran Islam yang paling inti adalah tauhid. ix. Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. cara hidup dan cara mati. Teologi Islam. hal.15 Akidah merupakan sesuatu yang fundamental dalam din al-Islám. 12 Harun Nasution. Kiri Islam. 14 Kazuo Shimogaki. Akidah merupakan sejumlah nilai yang diyakini. (Yogyakarta : LKiS 1994). tidak mengalami Al-Aqá‘id li al-Imám Asy-Syahâd |asan al-Bana. Selanjutnya ilmu Tauhid bisanya memberi pembahasan sepihak dan tidak mengemukakan pendapat dari aliran-aliran atau golongan-golongan lain yang ada dalam teologi Islam. dengan kekuatan pokok terletak pada tawhid atau dalam istilah lain disebut teologi. Ilmu Tauhid yang diajarkan di kalangan Islam biasanya kurang mendalam dalam pembahasannya dan kurang filosofis. Dár Asy-Syihab. Teologi Islam. hal. Akidah sebagai landasan din al-Islám merupakan ajaran yang universal yang abadi. 292.11 Jadi akidah itu bukan berisi konsep sistem teologi semata tetapi berisi segala macam persoalan yang berkaitan dengan kepercayaan. t. 13 Kazuo.12 Dilihat dari sisi kedudukan dan essensinya. 10. Harun Nasution menegaskan bahwa setiap orang yang ingin menyelami seluk beluk suatu agama secara mendalam. 13 Oleh karena itu. (Jakarta : Universitas Indonesia Press. Telaah Kritis antara Modernisme dan Postmodernisme. akidah merupakan fundamen agama yang sangat berperan sebagai motivator dan pewarna segala macam aktivitas. sebagai titik dasar awal seseorang menjadi muslim. Akidah sangat mempengaruhi sikap (attitude) seseorang baik cara berbicara. ikatan yang terpatri di dalam hati. Menurut Harun Nasution. hal. 11 29 . hal. Tauhid adalah basis Islam. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin. Akidah menjadi kekuatan dalam kehidupan di bumi ini.

Makna tauhid adalah mengesakan Tuhan dalam segala hal. Máliki Yaum ad-din dan Iyyáka na‘budu. Untuk mengetahui taksonomi Tauhid bisa dilihat pada surat al-Fatihah dan nisbah (hubungan) –nya dengan surat An-Nas. terutama pada kalimat Rabbul ‘álamin. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini.Qur’an atau umm al-kitáb berisi statement maha penting. 48 surat 21 ayat 25 dan surat 16 ayat 36). sejak adanya misi risálah nabi Allah Adam a.50. Demikian juga pada surat terakhir yakni surat an-Nás ada kalimat rabb an-nás. yakni Tawhid Rubbubiyah. Munásabah (interrelasi) 16 kedua surat itu menggambarkan secara jelas adanya tiga macam refleksi ketauhidan.s hingga kerasulan Muhammad saw. 16 Munásabah adalah salah satu istilah dalam Ulum al-Qur’an yakni hubungan atau interrelasi antara ayat dengan ayat atau surat dengan surat. Dengan demikian AlQur’an dibingkai oleh dua surat (awal dan akhir) yang memuat pesan tauhid yang sangat kuat. málik an-nás dan iláh an-nás. 73 dan 85. 30 . yakni antar bagian Al-Qur’an saling terkait dan saling menafsirkan. Tawhid Mulkiyah dan Tawhid Uluhiyah.61.perubahan sepanjang masa. yakni membawa misi akidah yang sama yaitu monotheisme atau tauhid (QS. Dengan memahami munásabah ini akan sangat membantu memahami AlQur’an secara integral dan komprehensif. Apalagi karena Al-Qur’an itu bersifat yufassir ba‘Üuhu ba‘Üá. surat 11 ayat 26. suatu tuntutan keyakinan bahwa Allah adalah ilah (Tuhan) yang mutlak. Surat Al-Fátihah yang merupakan Umm al. mengandung konsep tauhid yang lengkap dan kokoh. 7 ayat 65. Kedua surat itu mengandung konklusi pengesaan Allah yang luar biasa.

Sedangkan Rabb sebagai Pemilik mengandung maksud bahwa Allah adalah pemilik alam. QS. Dengan demikian yang dimaksud dengan Tauhid Rubbãbiyah adalah meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Rabb. misalnya kata rabb al-mál (pemilik benda) rabb ad-dár (pemilik rumah). QS. 10 : 3. dan Maha Penjamin stabilitas keamanan. 106 : 3 -4). 7 :2. Dia adalah Maha Pengatur segala urusan. Maha Pemberi rizki. 32: 2. QS 12 : 40).31. QS. Hanya Allah-lah yang wajib disembah karena Allah adalah satu-satunya Tuhan manusia. QS. 10:37. 42 : 11-12.3. 42 :10 QS. Hanya Allahlah satu-satu nya Rabb bagi alam termasuk manusia. Melahirkan Tawhi Uluiyah. ‫رب الع المين‬ Máliki dân yaum ad- ‫رب الن اس‬ Málik an-nás ‫م الك يلوم الدين‬ Iyyáka na’budu ‫م الك الن اس‬ Iláh an-nás ‫اي اك نعبد‬ ‫اله الن اس‬ Kata Rabb secara etimologi berarti seseorang yang menunjang dan menyediakan kebutuhan orang lain (termasuk hal-hal yang menyangkut pemeliha-raan dan pertumbuhannya). mengandung maksud bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta dengan segala isinya termasuk manusia. Secara terminologi.32. 6 : 144. Maha Pemelihara. QS. (QS. yakni sebagai Pencipta dan sebagai Pemilik. Rabb mengandung dua pengertian. yang menciptakan. yakni orang yang memelihara nabi Yusuf yaitu Suami Siti Zulaiha yang berada di Mesir. Sebagai Pencipta.3 QS. ( QS. Maha Pendidik. QS. 96 : 1 -5 . dan pembuat undang-undang. 2 :21. 31 . sehingga kata rabb sering diartikan tuan atau pemilik.22 . memelihara. pemilik hukum.KONSEP TAUHID DALAM MUNASABAH SURAT AL-FATIHAH DAN AN-NAS Surat Al-Fáti\ah 1 Rabb al-‘alamin: Surat Al-Nás 2 Rabb an-nas Munásabah surat dan ayat 3 Melahirkan Tawhid Rubbãbiyah. Melahirkan Tawhid Mulkiyah Hanya Allah-lah satu-satunya Raja alam ini termasuk raja manusia. Di dalam surat Yusuf (12 : 14) terdapat kata udzkurnâ ‘inda rabbik yang artinya “Terangkanlah keadaanku kepada Tuanmu!”.

32 . dan musyrik. Oleh karena itu. Allah dengan predikat sebagai Rabb al-‘álamin telah menata alam semesta ini dengan undang-undangNya yang disebut Sunnatullah (Sunnah Alláh). sesat. dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya). Sedang-kan Allah dengan predikat Rabb an-nás (QS. Dihukum demikian karena ia telah mengingkari tauhid Rubbubiyah. Apabila manusia mencoba membuat atau memproduksi hukum di luar hukum AlQur’an yang bertentangan dengan al-Qur’an. (QS. di tangan Allah-lah kewenangan secara absolut untuk membuat undang-undang atau hukum. Orang yang berpegang kepada aturan produk akal dan mengingkari hukum Allah (Rubbubiyah Allah) dihukum zalim. Dengan demikian ia termasuk orang yang musyrik. maka pengakuan terhadap Allah sebagai rabb an-nás adalah dusta dan oleh karena itu ia dinyatakan “… sedikitpun mereka tidak beriman hingga menegakkan hukum wahyu’. fasik. sehingga manusia wajib menaati Allah melebihi segalanya. Seluruh aturan dan perundang-undangan yang merupakan produk akal manusia (di luar wahyu) harus dinyatakan gugur karena dinilai batil. 25 : 2). jika tidak. dan Dia tidak mempunyai anak.memberi rizki. manusia yang mengaku Allah sebagai Rabb an-Nás wajib melaksanakan undang-undangNya di muka bumi. Selanjutnya. maka sama saja dengan memproklamirkan diri sebagai Rabb. dan Dia menetapkan ukuranukurannya dengan serapi-rapinya. dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. dan mengatur manusia. Tauhid Mulkiyah adalah pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allahlah satu-satu málik (Raja) yang memiliki kerajaan langit dan bumi. 4 : 52). Ini berdasarkan firman Allah di dalam surat 25 : 2 dan surat 17 : 111 : ‫ف ي‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫وا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لوا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫س َت‬ َّ ‫ك ال‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ا‬ (2)‫را‬ ً‫دي ا‬ ِ ‫ق ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫د َت‬ َّ ‫ق‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ل َت‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫ق م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫خَت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ا ُف‬ "(Allah) yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. termasuk hukum jahiliyah yang tak lain merupakan hukum hawa nafsu. (QS. 114 :2) berarti Allah-lah yang telah menata kehidupan manusia dengan wahyu Al-Qur’an (Rubbubiyah Allah).

Adapun penjelasan masing-masing tauhid itu adalah sebagai berikut di bawah ini. dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Tawhid fi alma‘rifah wa al-i`bat. lebih takut dan lebih cinta kepada makhluk daripada Allah SWT adalah syrik Mulkiyah.(QS. Fat\ al-Majâd Mu\ammad Ibn ‘Abd al-Wahháb. َ ‫ع ِ َت‬ ‫ن‬ ‫ ي م‬ ٌّ ‫ل‬ ِ ‫وع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ف ي ا ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫لل ا‬ ِ ‫د ع‬ َّ ُ ‫م م‬ ْ‫ح ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ل ا ُف‬ ِ ‫ق ع‬ ُ ‫و م‬ َ ‫َت‬ (111)‫را‬ ً‫بي ا‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ ُ ‫ر م‬ ‫ه‬ ْ‫ب ُف‬ ِّ ‫ك‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ل َت‬ ِّ ‫ذ‬ ُّ ‫ال‬ Dan katakanlah : Segala puji bagi Allah yang tiada mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan. Tawhid fi ath-Thaláb wa al-qaid yang meliputi tauhid Iláhiyyah (uluhiyyah) dan ‘Ibadah (‘Ubudiyah). lalu mereka merajalela di kampungkampung. Jadi tauhid Rubbubiyah adalah mengesakan Allah sebagai Rabb (Pencipta.17 Dengan demikian tauhid terbagi empat bagian yakni tauhid Rububiyah. Dalam ma‘rifah ‘Abdurrahman ibn |asan ‘Ali Asy-Syaikh. dinyatakan bahwa tauhid dibagi ke dalam dua macam. 18. 17 33 . yang meliputi tauhid Rubbubiyah dan tauhid Asmá’ ashShifát. hal. tauhid Uluhiyah dan tauhid Ubudiyah namun bisa diringkaskan menjadi dua saja yakni tauhid Rubbubiyah dan Uluhiyah sebab yang dua lagi hanyalah merupakan sub saja. (2).‫سلوا‬ ُ ‫ج ا م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫د َت‬ ٍ ‫دي ف‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫س َت‬ ٍ ‫بأُفْ ف‬ َ ‫ل ي َت‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫ن ا م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ع َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ث َت‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫أو َت‬ ُ ‫د م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ذا َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫فع‬ َ ‫َت‬ (5)‫ال‬ ً‫علو ا‬ ُ ‫ف م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ع ا‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ي ا ع‬ َ ‫د َت‬ ِّ ‫ل ال‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫خ َت‬ ِ ‫ع‬ Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. dengan mengutip pendapat Ibn al-Qayyim. yang disusun oleh ‘Abdurrahman ibn Hasan ‘Ali asy-Syaikh dan diteliti oleh ‘Abd al-‘Azâz ibn ‘Abdillah ibn Báz. syarah kitab Tauhid Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab. Pengurus dan Pengatur) alam ini. Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar. Tauhid Rubbubiyah adalah: ”huwa I‘tiqádu anna Alláh wahdah khalaqa al-‘álam” ialah meyakini bahwa sesungguhnya Allah yang Maha Esa-lah yang telah menciptakan segenap alam. 17 : 111). Masih ada lagi taksonomi Tauhid dalam pandangan ulama lain. 1417 H/1996 M. Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. al-Mamlukah al-‘Arabiyyah as-Su’udiyyah). Di dalam kitab “ Fath al-Majid. (Mekah al-Mukarramah: Maktabah Bazar Mu[tafa al-Báz. Lebih menaati. yakni : (1). tauhid Asmá’ wa as-Shifát.

Al-Mu‘jam al-Mufa\rasy li al-faÜli alQur’án al-Karâm. dan surat al-Ikhlásh. 29. Thahá. tidak beramal kecuali untuk keagungan-Nya. 72. awal surat àli ‘Imrán. hal. mulkiyyah atau malakãt Raja. rujukan tentang tawhid Mulkiyah yang dikemukakan di atas. 847-848. 19. Dalam hal ini.19 yang menunjukkan bahwa Allah adalah Syari’ah : Secara umum. qadha dan qadar-Nya beserta hikmahhikmahnya. Demikian juga Abu Bakar al-Jaziry membagi tauhid kepada empat macam yakni (1). 1414 Hijriyah). 1421 Hijriyah). tiada memilih Wali (pelindung) kecuali Dia. syari'ah didefinisikan sebagai : Abu Bakar Jabir al-Jazairy. Tawhid Uluhiyah (3). 19 Muhammasd Fu’ad Abdul Baqy. Tauhid Uluhiyah adalah pengesaan Allah sebagai tuhan yang harus disembah (Uluhiyah) dan oleh karena itu melahirkan pengabdian hanya kepada Allah (‘Ubudiyah) sebagai simbol monoloyalitas. Manhaj al-Muslim. (Beirut : Dár al-Ma’rifah. (Madinah al-Munawwarah. Seseorang yang memiliki tauhid Uluhiyah dan Ubudiyah adalah mereka yang meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah. hal itu sebenarnya tak jadi masalah sebab sebenarnya taksonomi tauhid bukanlah teks Al-Qur’an atau hadits tetapi merupakan kesimpulan hasil analisis para ulama. Tawhid ‘Ubudiyah yang penjelasannya kurang lebih sama dengan penjelasan di atas. 18 34 . 22. bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat tidak kurang dari 50 kata málik. hal. surat al-Mu‘min. sebagaimana termaktub antara lain pada awal surat al-Hadid. Tawhid Rubbubiyah. manusia harus memahami asmá’ (nama-nama) dan Shifát Allah. (2). sebagaimana termaktub antara lain dalam surat al-Káfirun. termasuk pekerjaan-Nya. Bahkan bisa penulis tambahkan di sini.kepada Allah sebagai Rabb. Dár al’Ulãm wa alHakam. Walaupun sebenarnya semua ayat al-Qur’an memuat ajaran tauhid. Tawhid Asmá’ wa ash-shifat dan (4). awal surat al-A’ráf. memiliki rujukan ayat-ayat al-Qur’an yang sangat banyak jumlahnya sebagaimana telah diterangkan.18 Pembagian tauhid yang dikemukakan oleh dua nara sumber di atas tidak mencantumkan adanya tawhid Mulkiyyah . tidak bertawakkal kecuali kepadaNya. al-Hasyr. tidak beribadah kecuali kepada-Nya. dan surat al-An‘ám.

bedanya akidah merupakan aturan tentang keyakinan (sistema credo) sedangkan syari‘ah ibadah merupakan aturan tentang tata beramal (sistema ritus). hal. Adapun tujuan ibadah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawy. 157.23 Kalau digabungkan menjadi syari‘ah ibadah. (Beirut : Dar al-Ikhiya’ al-Arabi. Bahkan definisi ibadah bisa lebih simpel. (RiyaÜ : Nazar Mu[tafá alBáz. yakni hidup sesuai dengan aturan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul.‫خططط اب الشطط ارع المتعلططق بأفعطط ال المتكلفيططن بطط ال قتضطط اء او التخييططر او‬ ‫اللوضع او الم انع‬ Syari'ah adalah ketentuan Allah yang berkaitan dengan perbuatan subjek hukum berupa melakukan suatu perbuatan. U[ãl al-Fiqh. Imam Muslim. 1958) . 21. baik berupa perkataan maupun perbuatan. Juz I.) . {ahâh Muslim (Syarah Nawawâ). 22. Definisi lain yang lebih luas adalah 22 : ‫اسم جامع لكل ما يحبه ويرضاه من الوقوال و العمل الظاهرة والباطنة‬ Ibadah adalah isim jami’ yang ditujukan kepada segala aktivitas yang disukai dan diridai Allah. baik wajib. hal. Jilid I. hal. 1996). sunat atau haram yang menyangkut tatacara mengabdi kepada Allah dalam rangka mencari keridaan-Nya. Baik akidah maupun syari‘ah kedua-duanya adalah aturan Allah. dan Maktabah al-Mu`anna. hal. 20 21 Muhammad Abu Zahrah. baik yang tampak maupun tidak tampak. (Beirut : Dar al-Fikr al-‘Arabi. Fat\ al-Majâd. adalah untuk mencapai keridaan Allah SWT. memilih atau menentukan sesuatu (sebagai syarat. t.20 Sedangkan definisi ibadah sebagaimana dijelaskan oleh al-'Imad Ibn Ka`ir adalah 21: ‫ه ي ط اعته بفعل المأملور و ترك المخظلور‬ Ibadah adalah ketaatan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Dari sisi fungsi. Di sini lebih terbatas kepada ukuran haram halal. 35 .t. Abd Rahman ibn Hasan Ali Syaikh. Jilid I. 22 23 ‘Abd Rahman. Fat\ al-Majâd. maka maksudnya adalah segala macam aturan. 26. sebab atau penghalang).

Pada umurnya tidak diatur dengan detail. Jadi kalau akidah merupakan fondasi sedangkan syari‘ah ibadah merupakan bangunannya. Misalnya mengqiyaskan zakat profesi kepada zakat pertanian atau zakat mas. Qiyas berlaku dalam menetapan hukum. maka fondasi akidah harus benarbenar kokoh. Supaya ibadah seorang hamba dapat diterima oleh al-Ma‘bud (Yang disembah). yang ditetapkan hanya prinsip-prinsipnya saja misalnya tentang cara berpakaian atau pernikahan. Tidak berlaku qiyas. misalnya bacaan shalat dan doa-doa haji. saum. misalnya doa ketika mau makan. saum.akidah sebagai fondasi sedangkan syari'ah adalah bangunannya24 Supaya bangun-an syari‘ah ibadah bisa tegak berdiri. 5. 4. ada salah satu syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu yakni memahami siapa itu al-ma‘bud. Sangat mustahil seseorang mau melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati kalau fondasi akidahnya lemah. Redaksi bahasa tidak harus persis yang penting essensinya. Bahasa harus asli (bukan terjemahan). Aturannya khusus. Ibadah mahdloh (mihadl = bersih). Perbedaan antara ibadah Mahdloh dan ghair mahdloh : Ibadah Mahdloh 1. Hadis menyatakan bahwa Islam dibangun dengan lima hal. tidak boleh tercampur dengan aturan dari luar. yakni syahadat. Boleh menggunakan bahasa terjemahan. 2. adalah rangkaian ibadah yang bersih tidak bercampur dengan aturan dari luar.. zakat dan haji. Pada umumnya tujuan dan hikmah ibadah ghair mahdoh mudah difahami akal. Selanjutnya. Misalnya mengucapkan alaihis salam ketika mendengar nama nabi . salat. Termasuk ke dalam ibadah mahdloh ini adalah salat. 36 . 3. aktivitas ibadah ini terbagi dua katagori yakni ibadah mahdloh dan ibadah gair mahdloh. kecuali kalau ada dalil yang memerintahkan untuk mengerjakannya. Asal ibadah mahdoh adalah haram. Misalnya ucapan ijab qabul. Ini artinya seorang hamba harus terlebih dahulu mengenal Allah. secara garis besar. zakat dan haji. sebagai Málik maupun sebagai Iláh. Itu adalah aturan umum tetapi tidak boleh diterapkan dalam shalat. baik sebagai Rabb. Kadang-kadang sulit difahami akal misalnya 24 Ibadah Ghair Mahdloh Asal ibadah ghair mahdoh adalah Halal kecuali kalau ada dalil yang mengharamkannya.

mengapa harus mencium hajar aswad. 6. Akal tidak boleh ikut campur. Tidak ada kreativitas akal. Kreasi baru dalam ibadah mahdloh dianggap bid’ah. 7. Jumlahnya sedikit

Akal boleh ikut campur dalam pengembangan ibadah ghair mahdoh, karena setiap zaman memerlukan tatacara yang sesuai dengan zamannya. Misalnya cara ijab qabul dalam jual beli di zaman dahulu dengan di zaman modern, yang penting adalah siubstansinya. Jumlahnya sangat banyak

Akhlaq :
Apabila seseorang memiliki aqidah yang benar dan kokoh, maka ia akan mudah melaksanakan syari’ah secara konsisten. Selanjutnya, aqidah dan syari;ah akan membuahkan akhlaq. Akhlak adalah perilaku manusia yang nampak maupun yang tidak nampak

seperti kegiatan hati. Akhlak bukanlah sebatas sopan santun kepada sesama manusia tetapi lebih luas lagi, yakni meliputi hubungan dengan Allah ( Hablum minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas), dan hubungan dengan alam sekitar (Hablum minal ‘alam). Contoh akhlak hablum minallah adalah shalat, haji, doa, dzikir, syukur nikmat dll. Contoh akhlak hablum minannas adalah menjenguk orang yang sakit, saling tolong menolong, mengikis dendam dan saling memaafkan. Sedangkan contoh hablum minal ‘alam seperti tidak membuang sampah sembarangan, menyantuni hewan, bersikap hemat energi, memanfaatkan sumber daya alam sebaik mungkin, dll. Objek bahasan akhlak dengan syari’ah adalah sama, yang berbeda hanyalah sudut pandangnya. Contoh, Shalat. Dari perspektif syari’ah fiqih, shalat dipandang sebagai kegiatan ibadah mahdloh dengan tatacara tertentu, dari mulai takbiratul ihram sampai salam. Sedangkan shalat dalam perspektif akhlak adalah taqarrub kepada Allah, melalui jalan mahabbah (perasaam cinta) bukan sekadar karena suatu kewajiban.

37

Pandangan lain :
Bisa juga din al-Islam dipandang sebagai syari’ah dalam arti luas. Kemudian syariah terbagi tiga, yakni : 1. 2. 3. Syari’ah (aturan) tentang tata keyakinan disebut aqidah. Sasarannya adalah qalbu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Syari;ah (aturan) tentang tata cara (how to do) beribadah, disebut syarilah ibadah. Sasarannya lebih kepada anggota badan. Syari’ah (atutan) yang mengatur bagaimana menjalin hubungan baik dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar, atau disebut akhlaq.

Pertanyaan Renungan :
• Apakah anda yakin bahwa ajaran Allah yang dahulu dibawa oleh nabi Musa a.s dan nabi Isa as, telah mengalami banyak perubahan fundamental ? Jawabannya : Ya, yakin sekali. • Apakah ada bukti ke arah itu ? Jawabannya : Satu bukti autentik adalah adanya • pergeseran dari konsep Tuhan yang monotheisme murni kepada monotheisme yang samar-samar. Mana yang paling rasional menurut anda, apakah konsep Tuhan yang monotheoisme murni sebagai dijelaskan oleh Al-Qur’an surat al-Ikhlas, atau monotheisme hasil falsafah manusia ? Jawabannya : Monotheisme murni sebagaimana dijelaskan oleh Alqur’an surat al-Ikhlas. • Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 62 ada konsep amana billah (beriman kepada Allah). Apakah sekadar meyakini adanya Allah atau meyakini adanya Allah tanpa syirik ? Jawabannya : Meyakini adanya Allah tanpa syirik. • tidak etis. • Dosa syirik, apakah termasuk dosa ideology atau dosa kriminal ? Jawabannya : Dosa ideology. Bagaimana pandangan anda, apakah mengimani adanya Allah yang bercampur syirik adalah tindakan yang etis ? Jawabannya : Sangat

38

Jika seorang muslim meyakini bahwa Allah Maha Esa tetapi dilihat dari tauhid Rubbubiyah, Mukiyah dan Uluhiyanya ternyata tidak terealisasi, apakah yang demikian disebut tauhid yang benar ? Jawabannya : Salah. dan keliru.

Kalau begitu kepercayaan kepada Allah yang bagaimanakah yang dapat menyelamatkan manusia ? Jawabannya : Kepercayaan kepada Allah yang diikuti dengan ketaatan kepada Allah dengan segala aturannya, yakni hukum Al-Qur’an.

Apakah seorang muslim dinilai beriman kepada Allah, apabila ia mempercayai keesan Allah tetapi tidak melaksanakan ibadah ? Jawabannya : Tidak beriman, sebab beriman harus dibuktikan dengan ketaatan beribadah.

Apakah segala macam ritual akan bernilai manfaat apabila tidak membuahkan akhlak yang baik ? Jawabannya : Tidak bermanfaat, bahkan orang yang shalat tetapi tidak mau mencegah maksiat, maka ia akan ditempatkan di neraka Wail.

• •

Kakalu begitu di mana sebenarnya muara beragama itu ? Jawabannya : Ialah akhlaq yang baik sesuai petunjuk Al-Qiur’an. Apakah orang yang suka menolong orang lain tetapi tidak pernah shalat tergolong berakhlak baik ? Jawabannya : Tidak, karena akhlak harus meliputi tiga dimensi yakni hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar.

Kini, apakah anda memiliki tekad untuk menjadi muslim yang berakhlak baik dalam seluruh dimensinya ? Jawabannya : Ya, dan itu harus.

Amin.

39

Setelah Rasul wafat. yang merupakan aturan absolut yang berfungsi sebagai pedoman hidup. Penjelasan rasul itu disebut Sunnah Rasul. dari mulai tatacara shalat. sedangkan tentang tatacara mengerjakannya tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an. Mahasiswa termotivasi untuk seluruh ayat Al-Quran secara kaffah di dalam kehidupan sehari-hari. permasalahan umat tetap bermunculan misalnya persoalan bayi tabung. Mahasiswa dapat menggunakan metode studi Al-Qur’an dengan tepat . tafsir Hermenetika dan tafsir dengan pendekatan Sosial Kesejarahan. Pokok-pokok Materi : Prolog : Al-Qur’an bersifat global (mujmal) yang memerlukan perincian. kutiba ‘alaikum as-shiam. Pendekatannya ada tiga yakni tafsir Mateforis. dll. berrumah tangga. yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi akal. Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan secara aqli dan naqli bahwa Al-Qur’an sebagai wahyu Allah. yakni ijtihad. euthanasia. Untuk menjelaskannya. inseminasi. wa atimmu alhajj. berekonomi sampai urusan bernegara.MODUL 4 AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM PERTAMA Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar wahyu Allah. sehingga termotivasi untuk mengamalkan seluruh ayat-ayatnya secara konsisten. Persoalan demikian belum terakomodir di dalam Al-Qur’an maupun hadits. Kini banyak tokoh-tokoh Islam aliran rasional Liberal. shaum maupun haji hanyalah dengan kalimat singkat : aqimis shalat. maka Al-Qur’an bukan saja perlu diterjemahkan tetapi perlu jiuga ditafsirkan. Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan menggunanakan bahasa Arab. Agar fungsi Al-Qur’an sebagai hidayah (guidance) atau way of life benar-benar efektif.an bisa menggunakan dua pendekatan. datanglah Rasulullah SAW memberikan penjelaskan. Cara menafsirkan Al-Qur’. 40 . oleh karena itu memerlukan sumber hukum yang ketiga. Misalnya perintah shalat. yakni tafsir Tahlili dan tafsir Maudhu’i.

Pasti Allah yang benar. • Tentang pergerakan gunung dam lempengan bumi. maka kemudian kami lontarkan. Al-Qur’an pasti karya Allah. sesungguhnya langit dan bumi dahulunya adalah satu yang padu. seandainya Al-Qur’an bukan karya Allah. Akan tetapi. bahwa Al-Qur’an adalah bahasa Arab. firman Tuhan bukan karya nba Muhammad SAW. bukan berdarah Arab asli 41 . Dan Kami jadikan semua makhluk hidup dari air. Bahasa Al-Qur’an : Allah menegaskan “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab”. sehingga Muhammad berdarah Babylon. Mana mungkin Al-qur’an mampu memberi informasi tentang alam yang menjadi ilmu pengetahuan modern. Al-Qur’an bukan bahasa Arab tetapi bahasa wahyu. Tidak gunung itu bergerak sebagaimana geraknya awan”. apakah mereka tidak mau beriman”. kamu menyangka gunung itu diam. Ayat-ayat di atas membuktikan bahwa dilihat dari perspektif sains. • “Nabi Yusuf berkata : Ya ayahku ada sebelas planet yang bersujud kepadaku”. Baru pada tahun-tahun terakhir ini para ahli astronomi menemukan bahwa planet itu ada sebelas. Padahal para ahli astronomi berpendapat hanya ada sembilan planet. Tujuannya sudah pasti agar Al-Qur’an mudah difahami. Ini penegasan dari Allah SWT. beberapa di antaranya adalah : • Tentang awal kejadian langit dan bumi. bahasa yang dipakai oleh nabi Muhammad dan oleh masyarakat Arab. QS :”Dan kamu melihat gunung. Di dalam QS. Siapa yang benar ? Allah sebagai penciptanya atau manusia yang hanya mencari dan menemukannya. bukan karya manusia. 21 : 30 Allah menegaskan : “Apakah orang-orang lafir tidak mengetahui.Pembuktian Al-Qur’an sebagai Wahyu dalam Persepketif Sains : Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur. Allah sebagai pencipta alam ini menegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa planet itu ada sebelas. Alasannya adalah karena Muhammad adalah keturunan nabi Ismail dari isteri kedua.an yang berisi informasi tentang alam semesta yang dapat dijadikan bukti bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah. menurut Isa Bugis.

bagian Timurnya berbahasa Akkad atau Babylon dan Assyiria. Di belahan Selatan. 45 -47 26 Isma'il Al-Faruqi. Atlas Budaya. Alasan pertama. suku Arab asli (al-‘Aribah) ialah suku Qanaan. pendapat di atas tidak tepat. Kaldea dan Arab. hanya bahasa Arab yang masih hidup". hal. Mizan.26 Apakah ada bahasa selain Arab yang serumpun dengan bahasa arab dapat dilihat antara lain dari bentuk hurufnya. Ma’ad dan Nizar. 25 Suku-suku pendatang lantas berbaur dan mempelajari bahasa yang ada yakni bahasa Arab. Menurut penulis. Huruf Arab ternyata berbeda sekali dengan dengan huruf bahasa Foenesia. yakni di bagian utaranya berbahasa Arab sedangkan sebelah selatan berbahasa Sabe atau Hymyari. hal. Atlas Budaya. yakni suku ‘Adnan. 63. sebagaimana dijelaskan oleh Ismail al-Faruqi adalah bahwa. Bangsa Arab termasuk bangsa Semit. bukan mempelajari bahasa Babylon. Nabatea. Dewasa ini yang disebut dikatagorikan bahasa Semit adalah setengah kawasan bagian Utara. dan Geez atau Etiopik.27 Al-Qur'an menggunakan huruf Arab bukan huruf lainnya. Kemudian di bagian Baratnya adalah Foenisia. Atlas Budaya. itulah yang disebut " bilisáni qaumih" (berbicara dengan bahasa kaumnya). Al-Faruqi. Para pembaca bisa melihat perbedaan huruf-huruf tersebut pada buku "Atlas Budaya" karya Ismail Al-Faruqi bersama isterinya. Syiria Kuno. Aram Yahudi dan Palmyra. 2001). Lantas datang pula suku Arab Musta‘ribah II (Pendatang II) yakni suku Fihr atau Quresy. Ibrani Injil. Syiria Umum.dengan demikian maka bahasa nabi Muhammad adalah bukan bahasa Arab tetapi serumpun dengan bahasa Arab. Ya‘rub. Kemudian datanglah suku Arab Musta‘ribah I (Pendatang I). bukan suku lain. Lois Lamya Al-Faruqi. Jadi suku Quresy adalah bagian dari Suku Arab. 58 27 Isma'il Al-Faruqi. judul asli : The Cultural Atlas of Islam). Hampir semua bahasa di atas telah punah . sedangkan bagian Utara adalah bahasa Aram. Mandaera. dengan demikian maka bahasa dan tulisan Al-Qur'an memang mutlak bahasa Arab bukan bahasa yang Isma'il R. Ibrani. hal. Aramaea. Yasyjub dan Saba'. 25 42 . Alasan kedua. Menjelajah Khazanah Perdaban Gemilang. terjemahan Ilyas Hasan (Bandung.

Sepengetahuan penulis. serta memiliki paradigma berfikir yang menunjang. kalau begitu Al-Qur’an bukanlah bahasa Arab. Hujjah inipun lemah. yakni bahasa Arab.serumpun bahasa Arab. Sebagai tambahan penjelasan. bahasanya orang Arab bukan serumpun dengan bahasa Arab. tetapi pada kenyataannya tidak semua orang Arab mengerti Al-Qur’an. Hujjah ketiga Isa Bugis adalah bahwa kata ‘Arabiyyan dengan doble ya merupakan ya nisbat yang menunjukkan serumpun dengan bahasa Arab tetapi bukan bahasa Arab. Begitu pun sarjana Kimia tidak otomatis memahami teks tentang filsafat. Tidak semua orang Indonesia mampu memahami karya sastera berbahasa Indonesia. Pada umumnya orang-orang Arab dalam percakapan mereka sehari-hari menggu-nakan bahasa Arab Yaumiyah sedangkan Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab Fushá. Di samping itu untuk dapat memahami suatu teks tidak cukup dengan mengetahui kosa kata (mufradat) tetapi harus berbekal ilmu pengetahuan tentang isi teks. atau bahasanya orang Arab. harus memiliki syarat-syarat. 43 . Dengan demikian maka bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab. memiliki frame of reference yang teratur. ini karena buku-buku sastera itu menggunakan bahasa Indonesia kelas tinggi. Kalau mau dikatakan serumpun maka harus dikatakan serumpun dengan bahasa Semit bukan serumpun bahasa Arab. bahasa Semit yang masih hidup sampai saat ini adalah bahasa Arab. Untuk mampu memahami teks ilmu pengetahuan. Sarjana sastera Indonesia misalnya. Hujjah lain dari kelompok Isa Bugis adalah bahwa jika Al-Qur’an berbahasa Arab maka semua orang Arab pasti mengerti Al-Qur’an. Ketidakmengertian sebahagian orang Arab terhadap teks-teks Al-Qur’an tidak menunjukkan bukti bahwa Al-Qur’an bukan bahasa Arab. menurut Ismail Al-Faruqi. kata ‘arabiyyan berarti bahasa yang dinisbahkan kepada orang Arab. tidak otomatis dapat memahami teks buku-buku Ilmu Kimia. Mengapa demikian? Keadaan ini sama saja dengan orang Indonesia. antara lain memahami substansi materi.

di baca bukunya: ”Al-Madkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm” dengan bahasa Arab. 202. 1992 M/1412 H ). Lihat pula M. yaqra-u bi lugah al-‘arabi”.” Selasa. 30 Koran Pelita :”Seminar Tafsir Alqur’an di IKIP Jakarta .. LPPI. Pendapat demikian ditentang oleh Ahmad Satori sebagai doktor dalam sastra Arab. al-Tafsâr al-Munâr.(Mesir: Maktabah asSunnah. 34.Wahbah Zuhayly. 29 Maret 1994/16 Syawwal 1414 H. fâ al-‘Aqâdah wa asy-Syarâ‘ah wa al-Manhaj. hal 9. 1998 M/ 1418 H). Jakarta. maka sudah pasti ia akan tersesat ( QS. (Beirut : Dar al-Ma’shir. Penyimpangan dan Kesesatan Ma‘had al-Zaytun. Perbedaan bahasa Quresy dengan bahasa suku Tamim dan lain-lainnya hanyalah dalam dialek bukan dalam makna. hal. 12:111). Ia menegaskan bahwa bahasa orang Arab adalah bahasa Arab. seluruhnya tertolak. 13: 37). Muhammad Ibn Muhammad Abu dalam menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu adalah kitab ‘arabiyyah al-akbar atau kitab berbahasa Arab yang maha besar. artinya Al-Qur’an merupakan Kalau seseorang tidak mengetahui aturan yang harus diikuti arah jalan tetapi tanpa tawar justeru menawar sebagaimana papan petunjuk arah jalan yang dipasang di jalan-jalan. 2001 28 44 . yakni sebagai hudá (petunjuk). Juz 11. Petunjuk yang ada pada Al-Qur’an benar-benar sebagai ciptaan Allah bukan cerita yang dibuat-buat (QS. Sebagai hudá.30 Dengan demikian hujjah Isa Bugis yang menyatakan al-Qur'an bukan bahasa Arab. 29 Muhammad Ibn Mu\ammad Abã Syahbah dalam bukunya :” AlMadkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm ” 1992 M/ 1412 H. Semua ayatnya harus menjadi rujukan termasuk dalam mengelola bumi. sikapnya mengabaikan petunjuk yang ada pada papan itu. ketika menafsirkan ayat tersebut menyataklan bahwa kata ‘arabiyyan bermakna “nuzila bilisánin ‘arabiyyin mubân. hal.29 Kelompok Isa Bugis pun lantas beralih dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an bahasa Quresy bukan bahasa Arab. Senada dengan itu. Wahbah Zuhayly. Amin Djamaluddin. bayyinát (penjelasan) dan furqán (pembeda). Fungsi Al-Qur’an Aturan Allah yang terdapat di dalam Al-Qur'an memiliki tiga fungsi utama. Syahbah 28 yang artinya al-Qur’an diturunkan dengan lisan orang Arab.

Al-Qur'an harus dijadikan rujukan semua peraturan yang dibuat oleh manusia. ditujukan antara lain untuk menampakkan kejayaan Islam dan mengalahkan segenap tata aturan ciptaan manusia ( liyudlhirah ‘aláddini kullih) sebagaimana ditunjukkan oleh kemenangan negeri Madinah atas negeri Mekah yang Jahiliyah (futuh Mekah). antara muslim dan luar muslim. baik sebagai hudá. tak apa tetapi tetap harus dilaksanakan. 75 : 16-17. Dalam fungsinya sebagai bayyinát. akan tetapi walaupun begitu. pasien sering sulit membaca resep dokter apalagi memahaminya. Untuk bisa memahami dan menggali fungsi-fungsi Al-Qur’an. surat yang satu dengan surat yang lain. sebab kalau menunggu dapat memahaminya secara penuh bisa keburu mati. resep). Inilah kebenaran otoritas. Demikian pula dengan Al-Qur’an. memahami munásabah atau hubungan ayat yang satu dengan yang lain. Fungsi ketiga Al-Qur’an adalah sebagai furqán atau pembeda antara yang haq dan yang báthill. 45 . jadi manusia tidak boleh membuat aturan sendiri sebab sistem aturan produk akal manusia sering hanya bersifat trial and error. 17 : 105-106). Selanjutnya fungsi lain Al-Qur’an sebagai Syifa (obat. bayyinát maupun furqán secara mendalam. pasien tetap percaya bahwa resep itu benar mustahil salah karena dokter diyakini tidak mungkin bohong. ia a adalah resep dari Allah yang sudah pasti benar mustahil salah karena Allah adalah Maha Benar. antara nilai yang diyakini benar oleh mukmin dan nilai yang dipegang oleh orang-orang kufurr. Dengan demikian walaupun ada beberapa ayat Al-Qur. Sedangkan Al-Qur’an sebagai bayyinát berfungsi memberikan penjelasan tentang apa-apa yang dipertanyakan oleh manusia. Supaya tujuan itu bisa dicapai maka hukum Allah (Al-Qur’an) harus benar-benar dijadikan undang-undang oleh para khalifah fil ardl dalam mengelola bumi. Ibarat resep dokter. QS.Dengan menggunakan kedua macam hukum secara beriringan yakni hukum alam dan hukum Al-Qur’an. maka Al-Qur’an perlu dipelajari bagian demi bagian secara cermat dan tidak tergesa-gesa (QS.an yang untuk sementara waktu belum dapat difahami oleh ratio.

tidak selalu harus sejalan dengan perasaan (feeling) kemauan (willing) dan ratio (thinking). judul atau pokok bahasan. penyakitnya tidak akan sembuh. sebab terjemah hanyalah alih bahasa. Dilihat dari pendekatannya. sebab kalau tidak tepat aturan dan tidak sampai habis. dari mulai surat Al-Fátihah ayat pertama sampai surat An-Nás ayat terakhir.dlin wa nakfuru biba’dlin). Dilihat dari caranya. Allah menghendaki agar seorang mukmin mengamalkan seluruh ayat Al-Qur’an tanpa terkecuali. Pemilahan dan pemilihan ayat-ayat tertentu untuk diamalkan sedangkan ayat yang lainnya dibiarkan adalah sikap kufur (Nu’minu biba. Caranya semua ayat yang berkaitan dengan tema ( maudlu’i) yang dibahas diinventarisir tanpa terikat oleh urutan surat. Tafsir kedua ini sering juga disebut tafsâr bi 46 . tetapi perlu melakukan penafsiran terhadap ayat Al-Qur’an. Misalnya pembahasan tentang Riba. ayat perayat. diinventarisir kemudian dibahas menurut sub-sub tema sehingga sampai kepada kesimpulan. Yang dimaksud Tafsir bi al-Ma’`tsur ialah menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadits.Juga obat dari dokter kadang rasanya manis kadang pahit. Sedangkan Tafsir bi al-ma‘qul adalah penafsirkan al-Qur’an dengan logika.an tidak cukup dengan terjemah. Sedangkan tafsir Maudlu‘i ialah penafsiran berdasarkan tema-tema yang dipilih sebelumnya. yakni Tafsâr bi al-Ma’`tsur dan Tafsirr bi al-Ma‘qul. tanpa terikat oleh tema. kemudian disistimatisir dan ditafsirkan sehingga antara ayat yang satu dengan ayat yang lain saling melengkapi pembahasan tema.Tafsir Tahili ialah menafsirkan Al-Qur’an secara runtut. maka seluruh ayat yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan masalah riba. tetapi dokter berpesan agar obat tersebut dimakan sesuai aturan dan sampai habis. tafsir terbagi dua. Demikian pula dengan Al-Quran sebagai obat. Cara menafsirkan Al-Qur’an : Untuk memahami isi atau pesan Al-Qur’an yang terkandung dalam seluruh ayat Al-Qur. dikenal dua macam penafsiran yakni tafsir tahlili dan tafsir maudhui.

s tidak mempan dibakar api. Sedangkan apabila didekati dari perspektif tasawuf disebutlah tafsir Tasawuf . tafsir Hermenetika dan pendekatan sosial kesejarahan.ar-Ra’yi. Jadi yang dimaksud dengan tafsir bi ar-Ra’yi adalah menafsirkan AlQur’an dengan menggunakan dalil-dalil logika. bagaikan api”. Supaya rasional. maka kata tikus dimaknai koruptor. Tafsir Metaforis : Tafsir metaforis ialah mengambil makna kiasan misalnya ada pernyataan “Tikustikus dipenjara. maka disebutlah tafsir ‘lmi. Supaya rasional. maka pernyataan tersebut harus diitafsirkan sbb : “ Ibrahim dibakar oleh suasana masyarakat yang sangat panas 47 . Demikian pula pernyataan bahwa tongkat (asha) nabi Musa menjadi ular dianggap tidak rasional. Penafsiran Al-Qur’an kelompok Rasional Liberal : Kini muncul kelompok orang yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi rasio yang biasa dikenal dengan sebutan kelompok rasional liberal. tafsir Al-Qur’an juga beragam corak Apabila penafsiran Al-Qur’an dilihat dari persepektif cabang ilmu pengetahuan tertentu seperti psikologi. Biologi. menjalar-jalar bagaikan ular. adalah pernyataan tidak rasional. Dengan demikian maka pernyataan menjadi :” Musa melemparkan pegangan (baca: agama Islam) ke tengah-tengah masyarakat . maka diambillah makna kedua dari kata ‘ asha yakni pegangan. Dari sisi perspektifnya. Demikian pula pernyataan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa nabi Ibrahim a. sebab tidak mungkin api yang panas menjadi dingin. Mereka menggunakan tiga pendekatan yakni tafsir Metaforis. sosiologi. karena kalau tongkat bisa menjadi ular berarti telah mengubah sunnatullah padahal sunnatullah tidak akan pernah berubah. Agama Musa tersebut ternyata sanggup mengalahkan isme/ agama (ular-ular) ahli sihir.” Pernyataan ini tidak rasional. sehingga agama Musa menang lantas menyebar cepat sekali. Karena kalau demikian berarti sunnatullah api berubah. dll.

Tafsir Hermenetika : Ialah menafsirkan ayat al-Qur’an dari sisi batini. Kalau begitu – demikian kelompok rasional Liberal – pada prinsipnya pernikahan dalam Islam adalah monogamy dan mengharamkan poligami. Diatur demikian. tiba-tiba mendapat bagian yang sama dengan pria. yakni harus memerdekakan seorang hamba sahaya (budak belian). Contoh : Tidak ada satu ayat pun bahkan satu hadits pun yang melarang perbudakan.Selintas upaya rasionalisasi Al-ur’an ini bagus sekali tetapi ketika ditanya. lebih baik satu isteri saja. Bahkan hadits nabi menjelaskan bahwa pria yang tidak bersikap adil dalam berpoligami. “Bagaimana tafsir bahwa nabi Isa lahir dari rahim Maryam yang perawan. karena apabila wanita yang semula tidak memperoleh warisan. Apakah rasional ?”. kaum wanita tidak mendapatkan harta pusaka (warisan). Akan tetapi banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan bahwa apabila seorang muslim melakukan pelanggaran atas aturan tertentu. Padahal poligami dilaksanakan oleh nabi dan banyak para sahabat nabi. besar kemungkinan akan mengakibatkan heboh nasional. Akan tetapi kemudian bergeser kepada persoslan poligami. Islam memandang cara demikian sangat tidak adil. Pati kelompok ini tidak sangat sulit menjawab secara tepat dan rasional. Sampai di sini dapat difahami. Itu dulu. Bagaimana mungkin para sahabat tidak memahami pesan batini Al-Qur’an. Kalau begitu pada hakikatnya. Pendekatan Sosial Kesejarahan : Menurut kelompok Rasional Liberal. Menurut kelompok Rasional Liberal. ia terkena finalti. maka Islam mengatur bahwa wanita mendapatkan warisan tetapi setengah dari bagian pria. Akan tetapi Al-Qur’an sendiri langsung menjelaskan bahwa apabila kamu khawatir berbuat tidak adil. Contoh : Pada zaman jahiliyah. Allah memang memerintahkan seorang pria muslim untuk menikah dengan perempuan yang baik akhlaqnya sampai batas maksimal empat orang isteri. di akhirat kelak akan berjalan merangkak dengan lidah yang menjulur. 48 . pada sisi batininya Al-Qur’an melarang perbudakan. Datanglah Islam. hukum itu berkembang sesuai dengan perkembangan sosial.

Apakah warisan bagi perempuan sebesar setengah dari bagian laki-laki yang Allah tetapkan dinilai tidak adil sehingga perlu direvisi ? Bukankah aturan Islam itu telah sempurna ?”. padahal sifat api sebagai sunnah Allah adalah panas. Batu tersebut adalah batu kecil dari tanah yang membara. Kalau aturan Allah masih perlu revisi. oleh karena itu perlu ada reinterpretasi terhadap konsep adil. Rasionalisasi Al-Qur’an dilakukan dengan pendekatan tafsir Metaforis. dua butir di kedua kakinya dan satu butir di paruhnya. Sunnah Allah yang bergerak di dalam hukum kausalitas merupakan ketetapan yang pasti. Muncullah pertanyaan bagi kelompok Rasional Liberal :” Apakah adil itu adalah sama rata atau proporsional ?”. hal. Sekarang zaman sudah berubah. (Beirut .empat belas abad yang silam. mengapa Allah tidak menurunkan nabi yang baru ?”. tidak berubah. 1991) Juz 30. Pendapat-pendapat kelompok rasional liberal yang lebih didominasi oleh akal/ ratio telah mendapatkan penentangan hebat dari para pemikir Islam lain yang tafaqquh fiddin. Oleh karena itu pula. burung Abábil itu melempar pasukan gajah dengan batu dari neraka (sijjil). Menurut kelompok rasional itu tidaklah mungkin sebab menyalahi sunnah Allah. Kritik Terhadap Upaya Rasionalisasi dalam Menafsirkan Al-Qur’an : Sebenarnya upaya rasionalisasi tafsir Al-Qur’an bukanlah hal baru. Setiap burung membawa tiga butir batu. 31 Tetapi Muhammad Abduh dengan tafsir metaforis rasionalnya berpendapat lain. Dengan serangan virus itulah tentara Abrahah menjadi sakit parah dan akhirnya mati. Demikian juga ketika nabi Ibrahim dibakar tetapi tidak mati gara-gara apinya menjadi dingin. misalnya penafsiran Muhammad Abduh tentang surat al-Fil yang berbeda dengan tafsiran terdahulu. apalagi wanita zaman sekarang bukan lagi pihak yang tertanggung tetapi pihak yang menanggung. menurutnya sijjil bukanlah batu dari neraka tetapi berupa virus. akan sangat memenuhi prinsip keadilan apabila bagian perempuan sama besar dengan bagian laki-laki. Nabi Musa memukulkan tongkat ke laut sehingga terbelah menjadi jalan.408. Menurut tafsir Ibn Abbas dan lain-lain. 49 . misalnya tentang mukjizat nabi Musa. Tafsir Al-Munir. Dengan demikian tidak mungkin api 31 Wahbah Zuhayly.

Din Syamsudin. 2001). Karena itu ilmu pengetahuan yang sekarang dianggap sebagai sesuatu yang relatif. 1. S Sebenarnya alam sebagai fakta dengan segala hukumnya adalah absolut. Pertama. dalam mengkonseptualisasikan Islam. 3. Kedua. Jakarta: PT. umat Islam dihadapkan kepada problema yang menyangkut hubungan akal dengan wahyu. (Ciputat. Nalar. 33 Herman Soewardi. Kalau sunnah Allah berubah maka hukum alam pun berubah. tetapi ilmu pengetahuan alam yang ditemukan manusia bersifat relatif. hal. kalau begitu ilmu Alam tidak lagi menjadi ilmu pasti. umat Islam menghadapi dua problema intelektual. ketika Islam diyakini sebagai kehidupan. Kini ditemukan bahwa partikel-partikel saling mempengaruhi tanpa dihayati bagaimana hubungan kausality di antara mereka. Menurut Din.yang panas menjadi dingin karena kalau begitu sunnah Allah tentang api telah berubah. umat Islam dihadapkan kepada persoalan hubungan antara agama dan persoalan kehidupan (sekuler). 32 50 . kalau hukum Alam berubah-ubah maka tidak dapat dibuat rumus-rumus ilmu Alam. ketika Islam diyakini sebagai agama yang berlandaskan wahyu. sedangkan yang terjadi ke arah itu bersifat nonrasional. Namun batasan rasional atau tidaknya. Untuk mengomentari ini. Kausality ternyata terlalu simplistik. salah satu basic sains tentang kepastian hubungan sebab – akibat atau “if X.33 Bahkan menurut Thomas Kuhn. Dalam hal ini Richard Thamas (1993) dalam bukunya berjudul “:The Passion of Western Mind” menulis sebuah judul “The Crisiss of Modern Science” menyatakan bahwa ilmu Barat yang spektakuler itu ternyata menghadapi krisis antara lain setelah sekian ratus tahun meyakini “ certainty principle”. Islam dan Politik Era Orde Baru. Logos Wacana Ilmu.32 Upaya rasionalisasi ayat Al-Qur’an dalam batas-batas tertentu sah-sah saja karena Islam memang rasional sehingga Islam itu diperuntukkan bagi orangorang yang berakal (Ad-Din al-Aql). dalam sains terdapat akumulasi data yang bertentangan yang akhirnya menimbulkan krisis paradigma dan setelah itu timbullah suatu sintesis yang imajinatif. yang akhirnya memperoleh rekognisi ilmiah. hal. then Y” tetapi pada perkembangan berikutnya ternyata ada juga “Uncertainty principle”. logis atau tidaknya sesuatu kejadian sangat tergantung kepada kemajuan berfikir dan kebudayaan termasuk perkembangan sains teknologi yang berkembang saat itu. ada baiknya dikedepankan dulu pandangan Din Syamsudin.

setiap data yang masuk ke otak akan diolah dengan paradigma berfikirnya sehingga menjadi sebuah pengetahuan (kesimpulan). Dalam pandangan penulis. atau bersifat trial and error. sedangkan pengetahuan yang salah disebut persepsi atau opini. tidak dinilai serba mampu untuk mencapai segenap ilmu. karena rasio memiliki daya deteksi yang terbatas. bahwa Al-Qur. manusia dengan rasio yang berfikir berlandaskan kausality. Untunglah turun wahyu. Pendek kata. apa itu syetan dan bagaimana sikap manusia terhadap syetan. Pengetahuan yang benar disebut al-‘ilmu atau haq. misalnya apa arti hidup. apa itu mati. Fungsi wahyu adalah untuk membantu manusia agar jangan terlalu lama atau jangan terlalu sulit menemukan kebenaran. Jadi jumlah planet sebagai fakta adalah absolut namun pengetahuan manusia tentang planet bersifat relatif. Dalam proses menemukan kebenaran itu. Oleh karena itu. terutama dalam persoalan-persolan metafisika atau tentang hakikat sesuatu. Teori yang hari ini dianggap benar tetapi beberapa tahun kemudian direvisi bahkan dibuang. kini terakhir ditemukan satu planet lagi sehingga menjadi sebelas. 51 . Demikian puluhan tahun pendapat itu mendominasi. Dalam kesimpulan penulis. Kemudian ditemukan lagi satu planet sehingga berjumlah 10. Wahyu memberikan informasi seputar masalah-masalah di atas yang tidak mungkin dapat ditemukan melalui penelitian empirik. Karena itu wajar kalau kesimpulan seseorang tentang sesuatu suka berubah-ubah.an menjelaskan bahwa planet itu ada sebelas (ihda ‘asyrata kaukaban). Di samping itu perlu difahami bahwa ada perbedaan antara pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science). absolut. bagaimana setelah mati. Dan sangat mungkin kalau hanya mengandalkan kekuatan nalar semata. pengetahuan itu bisa benar bisa salah. tetapi para ahli astronomi menyebutkan hanya sembilan.Sebagai contoh. pada hakikatnya. tetapi apakah kesimpulan itu sebagai ilmu atau hanya persepsi belumlah pasti. sedangkan yang berbeda-beda adalah persepsi orang tentang kebenaran. al-‘ilmu) adalah mutlak. Manusia dengan rasionya berusaha mencari kebenaran (ilmu). manusia sering harus menempuh kesalahankesalahan yang banyak tiada terhingga. kebenaran (al-haq. Caranya. terlalu banyak hal yang tak dapat ditemukannya padahal ilmu sangat penting dimiliki untuk bekal di dunia ini. apabila rasio dijadikan sebagai ukuran segenap kebenaran agaknya terlalu riskan.

Lain lagi perihal air liur anjing. Di luar Empirical science dan Rational science adalah belief (kepercayaan) semata-mata dan bukan ilmu. sering tidak terdeteksi. akan banyak ditemukan ilmu-ilmu yang mungkin dinilai tidak rasional karena antara sebab dan akibat hukum. diobservasi atau dibuktikan melalui eksperimen. Paling-paling jawabannya adalah karena memang Allah telah menetapkan demikian. misalnya ilmu kedokteran. malaikat. Jika dalam uji coba tersebut tidak terbukti berarti teori itu salah. Sebagai contoh Allah mengharamkan babi. Pertanyaannya adalah mengapa babi itu diharamkan.Dengan hubungan kausality sebagaimana dijelaskan di atas. Haramnya arak mudah difahami oleh akal karena arak dapat mengakibatkan mabuk dan merusak otak. Apakah paradigma demikian bisa digunakan dalam memahami Islam?. Demikian juga sebab-sebab haramnya zina. Keharaman babi berbeda dengan keharaman arak (khamr). Kalau kita menganalisis dengan teliti ilmu-ilmu atau aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang agak sulit difahami. Jadi berita tentang bangkit dari kubur. Hadits ini menyatakan : 52 . karena persoalan tersebut tak dapat dibuktikan dengan indera maupun dengan rasio. membunuh – walaupun AlQur’an tidak menjelaskan sebab akibatnya – tetapi akal/ rasio sudah bisa memahaminya. agak sulit mencari hubungan sebab – akibat. maka dinyatakan bukan ilmu melainkan sekadar kepercayaan. Tetapi jika hubungan antara sebab dan akibat itu tidak nampak jelas maka dinilai tidak rasional dan salah. di Barat hanya dikenal dua katagori ilmu. Sedangkan Rational science ialah kebenaran yang bersumber kepada rasio (akal). apa sebabnya. Fisika. termasuk cerita tentang mukjizat. Apabila terjadi hubungan sebab dan akibat yang jelas. maka itu dikatakan logis. rasional dan dianggap benar. yakni Empirical Science (ilmu Empirik) dan Rational Science (ilmu rasional) Empirical science adalah manakala kebenarannya yang bersumber kepada indera terutama mata. Ini sangat sulit dijawab. jin. dengan kata lain dapat dilihat. Penetapan hukum haram atas arak sangat logis – rasional. Biologi. berjudi. Kimia. dll. titik. Ini nampaknya agak sulit. Benar tidaknya sesuatu diukur oleh signifikansi hubungan antara sebab dan akibat.

tidak ada satu hadits pun yang mengharuskan mencuci leher kelinci bekas gigitan anjing itu dengan tanah. Akan tetapi apabila ditanyakan kepada ahlinya. jilid II.336.65. Shahâh Muslim. hadits nomor 730. telah bersabda Rasulullah SAW. rahasianya dapat agak terbuka. Pertanyaannya adalah mengapa harus dengan tanah bukan dengan sabun.34 Hadits serupa berasal dari ‘Ali ibn Hujr al-Sa‘dy. salah satunya dengan tanah (HR. dari Hamam ibn Munabbah. Multi karbon sangat efektif dalam menghilangkan racun termasuk virus rabies. Apakah hal itu karena di zaman nabi belum mengenal sabun? Tentu tidak sesederhana itu jawabannya. satu kali menggunakan tanah. dari Abâ Razain dan Abâ Shálih dari Abâ Hurairah. Mengapa demikian?” Selintas pertanyaan ini menyudutkan dan sulit dijawab. Penjelasannya dapat dilihat pada : Al-Imam Muhyiddin Abâ Zakariya ibn Syarâf al-Nawáwy. apabila dijilat anjing dengan membersihkan sebanyak tujuh kali. Shahâh Muslim bi Syarh al-Nawáwy. Tetapi ketika berburu kelinci menggunakan anjing terlatih (mu‘allam). Muslim). dari Hisyám ibn Hasan. Juga dari Mu\ammad ibn Rafi’. Sunan Ibn Májah. kalau bejana dijilat anjing maka wajib dibasuh tujuh kali. dari Mu\ammad ibn Sirin. 16190.67. mengapa kalau anjing menjilat bejana. bejana itu harus dibasuh tujuh kali di antaranya satu kali dengan memakai tanah. Juz 3. Sunan A\mad hadits nomor 9146. dari ‘Ali ibn Mushâr.337. hadits nomor 359. bersih-kanlah bejana salah seorang di antaramu.a ia berkata. dari Abâ Hurairah. dari Abd Razaq. Sunan Nasái. Asy-Syirkah ad-Dauliyah al-Çibá’ah. dari ‘Ismail ibn Ibrahim. 2001. 19657. Sanad Hadi` berasal dari Juhair ibn |arb. Hadi` yang sama terdapat pada hadits nomor 422 dan 84. Namun untuk dapat memahami mengapa harus dicuci dengan tanah memang sangat sulit. halaman 186.66. dari A‘masy. hadi` nomor 420. Hal ini besar kemungkinan berkaitan dengan unsur-unsur karbon yang sangat beragam dalam tanah. dari Abâ Hurairah. Muncul lagi pertanyaan. Sunan Ad-Darâmy. sedangkan sabun hanya mengandung beberapa karbon saja yang mustahil dapat membunuh virus rabies. Bab Çaharah. dari Ma‘mar. 34 53 . Menurut hadits di atas. hadits nomor 335. terus anjing ini menggigit kelinci.‫لى الل عليططه و‬ ّ‫ ق ال رسلول الل صى‬: ‫عن أبى هريرة رض ي الل عنه ق ال‬ ‫طهلور إن اء أحدكم إذا ولغ فيططه الكلططب إن يغسططله سططبع مططرات‬: ‫لم‬ ّ‫سى‬ ‫اوال هن ب التراب‬ Dari Abâ Hurairah r. alQahirah.10190.

Kalau perut sedang lapar akan sulit tidur.35 Kasus ini kurang lebih sama dengan air liur anjing tadi. Di restoran itu. Mengapa hanya tiga kurma? Dengan kurma yang sedikit yang masuk ke dalam lambung. ketika berpuasa. maka dalam beberapa menit saja manusia bisa mati. kepada ular Kobra dimasukkan ke dalam gelas. Berbeda jika lambung itu langsung diisi dengan makanan yang banyak tanpa “pemanasan”. tetapi tidak demikian kalau lapar karena puasa. Contoh lain ialah tentang puasa. Mengapa demikian? Contoh lainnya masih tentang puasa adalah bahwa ketika Nabi berbuka puasa. Jl. Lain halnya dengan bisa yang sengaja diperas dari mulut kobra itu. tetapi tidak demikian dengan menahan lapar karena puasa. lalu diperas. Apabila bisa ular itu diperas dari mulutnya kemudian ditampung pada gelas lantas diminum. Bandung. maka kelaurlah bisanya beberapa cc. penulis bermaksud meminta perhatian bahwa apa-apa yang dilakukan nabi yang menyangkut Kasus nyata tentang perbedaan bisa ular. Nabi ta‘jil (mempercepat buka puasa) hanya memakan tiga biji kurma bukan dengan makan yang banyak. Mengapa demikian? Menurut ilmu kedokteran. Dokter Junjunan. ini berarti otak kekurangan oksigen sehingga jadi mengantuk. maka lambung memerlukan banyak darah sehingga darah dari otak akan turun ke lambung. padahal hanya sedikit saja bisa ular yang masuk melalui pagutan itu. sehingga lambung bisa menjalankan fungsinya dengan baik. kemudian diminum.Dapat kita bandingkan dengan bisa ular. terdapat perbedaan besar. Air liur yang keluar ketika anjing menjilat dan ketika tetap dalam mulutnya. 35 54 . Jawa Barat. Apabila manusia digigit oleh ular kobra. Dengan mengetengahkan contoh-contoh di atas. Setelah lambung memiliki energi yang cukup kuat barulah diisi dengan makanan yang banyak. bahkan berkhasiat bagi penambahan kekuatan. Dengan berbuka menggunakan kurma (manis) akan mempercepat pembakaran dan segera dapat mengganti glukosa (gula darah) yang berkurang selama puasa. akibatnya otak kekurangan darah. Orang yang sering menahan lapar bisa terkena penyakit maag. maka darah akan mengalir ke lambung sebagai energi sehingga lambung bisa bekerja dengan baik. ternyata tidak berbahaya bahkan justeru menjadi obat. pembaca bisa membuktikannya antara lain di Restoran Naya. lambung (maag) itu kosong. Kalau perut sangat lapar dapat mengakibatkan tubuh berkeringat dingin. Ternyata tidak berbahaya. tetapi kalau perut lapar karena puasa justeru nikmat tidur.

Bukan pula Ilmu Rasional karena interrelasi sebab – akibatnya sulit ditemukan. Keempat macam ilmu itu adalah ilmu Empirik ( ‘Ain al-yaqin). 1416 H / 1996 M). syurga dan neraka yang sama sekali tidak bisa dijangkau akal. lantas dengan serta merta ajaran Islam (ayat AlQur’an) yang dianggap tidak rasional (untuk sementara waktu) itu ditafsirkan sesuai dengan selera penafsir. Dengan demikian. Apabila kejadian ini diukur dengan ilmu dalam batasan rasional.37 Dan karena anggapannya itu. al . lantas bagaimana dengan Isa (Yesus) yang lahir dari rahim Maryam yang masih perawan. Kebenarannya hanya dicapai dengan hati (qalbu) yang percaya. atau bisa disebut haqq al-yaqân. Ilmu yang demikian disebut dengan Metarasional. tidak ubah dongeng Lampu Aladin (fiktif). 34. 37 Hartono Ahmad. tanpa suami dan tanpa berbuat zina. serta Nabi Muhammad SAW ber-Isra Mi’raj. Sya’raq. al-Qa[a[ al-Anbiyá. Seandainya semua hal harus rasional. penulis berkesimpulan bahwa sebenarnya ilmu itu ada empat macam bukan dua sebagaimana dalam pemikiran di Barat.36 Tongkat Nabi Musa a. bahkan tak dapat dibayangkan. 36 55 . (Kairo: Maktabah alTura` al-Islamy. Sebab ukuran rasional dan tidaknya sesuatu sangat tergantung kepada ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Juz I. tidak boleh hanya karena akal manusia belum bisa menemukan hubungan sebab akibatnya.s dibakar tidak merasa panas. Kejadian yang lebih sulit lagi manakala kita ingin mengetahui logis tidaknya mukjizat. alam Mahsyar. maka pasti akan dianggap irrasional dan kemudian ditolak. Dalam paradigma Al-Qur’an disebut Ilmu Gaib. Tidak heran kalau kelompok pemikir Rasional menyatakan mukjizat seperti itu hanyalah mitos doktrinal.diniyah walaupun untuk sementara waktu dinilai kurang rasional namun jangan tergesa-gesa menolaknya. mereka lebih suka melakukan reinterpretasi dengan pendekatan rasional metaforis. tetapi termasuk dalam katagori ilmu Suprarasional atau kejadian Supranatural. Berdasarkan kajian-kajian yang penulis lakukan. hal. Apalagi kalau menyangkut persoalan siksa kubur. Apakah ada tafsiran yang lain? Kejadian yang aneh di luar kebiasaan yang sulit difahami seperti mukjizat bukanlah ilmu Empirik karena tidak dapat diulang-ulang melalui kegiatan eksperimen.s menjadi ular. Kebenaran ilmu tersebut hanya dibuktikan dengan ruh yakni setelah manusia mati. Misalnya Nabi Ibrahim a. Aliran dan Faham Sesat Indonesia. Muhammad al-Mutawalli.

dll. SUMBER DAN OBJEK KAJIAN 38 Klasifikasi Ilmu Empirik (‘Ain al-yaqin) Rasional (‘Ilmu al-yaqin) Suprarasional (Haqq al-yaqin). farmasi. Dalam terminologi lain.12. kiamat. hal. Berfikir Secara kefilsafatan. (2). Hati. misalnya dikatakan bahwa benda itu diam dan pada saat yang sama benda itu bergerak.12. Pengetahuan Indrawi yaitu jenis pengetahuan yang dihasilkan oleh indra. Irrasional bukanlah ilmu tetapi tahayyul (hayalan) atau kepercayaan tak berdasar.Ilmu Rasional (‘Ilmu al-yaqin). Siksa kubur. eksperimental. syurga dan neraka. Qalbu : yakni dengan meyakini tanpa harus memahami. baa` (bangkit dari kubur). Ruh: yakni dapat diketahui oleh ruh setelah manusia wafat. (3). Termasuk ke dalam irrasional adalah tahayyul. sedangkan Metarasional disebut ilmu ‘Irfány. ‫عين اليقين‬ ‫علم اليقين‬ ‫حق‬ Metarasional (ilmu gaib) ‫علم الغ ي‬ Kesimpulan penulis dari hasil analisis dari berbagai sumber antara lain dari Soejono Sumargono. Termasuk Matematika. ‫اليقين‬ Sumber dan prosesnya Indrawi : melalui observasi. dalam : Berfikir Secara kefilsafatan. yaitu jenis pengetahuan yang dibangun atas dasar kredibilitas seorang tokoh atau sekelompok orang yang dianggap profesional dalam bidangnya Soejono Sumargono. yakni manakala kejadian tersebut sangat mustahil menurut akal. Ini irrasional. filsafat. dan bahasa. Contoh kajian Kedokteran. dan Ma‘unah. Di luar yang empat itu ada yang disebut irrasional. (Yogyakarta : Penerbit Nurcahaya. Irhas. hal. Pengetahuan Intuitif yakni jenis pengetahuan yang memuat pemahaman secara cepat berdasarkan intuisi dan (4). Menurutnya ilmu pengetahuan dipandang atas dasar kriteria karakteristiknya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: (1). karámah. 1984). Pengetahuan kepercayaan atau pengetahuan otoritatif. Misalnya soal mujizat termasuk peristiwa Isra’ mi’ráj nabi SAW. Lihat tabel di bawah ini. 38 56 . alam Mahsyar. biologi. yakni pengetahuan yang dihasilkan oleh kekuatan rasio. Ilmu Empirik dan ilmu Rasional dikatagorikan Ilmu Bayány. Ilmu Suprarasional merupakan ilmu Burhány. 1984). KLASIFIKASI ILMU. Suprarasional (Haqq al-yaqin) dan Metarasional (‘ilmu al-Ghaib). Pengetahuan akal budi. Akal (rasio) dengan menganalisis interelasi sebab-akibat. (Yoryakarta : Penerbit Nurcahaya. kimia.

Sebagai contoh. Ia menaati resep dokter bukan karena mengerti tetapi karena percaya. obat (syifá). Jadi pada dasarnya baik suprarasional maupun metarasional seluruhnya masih dalam koridor rasional. Apakah tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX termasuk kepada tafsir bi ar-Ra’yi yang diancam neraka?. Untuk mengetahuinya sangat perlu terlebih dahulu memahami kriteria tafsir bi ar-Ra’yi yang diperbolehkan. banyak sekali perintah dan larangan nabi yang seakan tidak masuk akal sehingga beberapa ulama melakukan rasionalisasi melalui penafsiran metaforis.1990 M/1410 H). sebaiknya diterima saja dahulu. ( Damsyiq : Dar-Al-Qalam. apa-apa yang dianggap tidak rasional sangat mungkin menjadi rasional juga. hal. maka tafsâr bi ar-ra’yi NII KW IX secara akademis tidak dapat diterima. Begitupun dengan Al-Qur’an yang berfungsi sebagai resep.Di dalam ajaran Islam. seorang professor doktor di bidang agama akan tetap menggunakan resep dari dokter walaupun tulisan pada resep itu tidak dapat dibaca dengan matanya dan tidak dapat difahami dengan otaknya. Menurut Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “ At-Tafsâr fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. Apabila mencermati tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX. 135 40 Muhammad ibn Sulaiman: “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr” . sekadar mengikuti selera. Lantas apakah sesuatu yang tidak dimengerti harus ditaati juga? Sebenarnya manusia banyak melakukan perbuatan bukan karena mengerti tetapi karena percaya. terutama ulama Salaf. hal. juga tidak terdapat dalam Ijma‘ ulama”. Tafsir ra’yu tidak boleh kalau 39 Adapun tafsâr bi ar-Ra’yi yang dilarang adalah min gair ‘ilm (tanpa imu) tetapi meninggalkan pemahaman yang sudah biasa difahami dari lafaÑ-lafaÑ Al-Qur’an 40 .136. 57 . Berdasarkan kriteria tafsir bi ar-ra’yi di atas. maka kalau sementara ini akal belum mampu menerima apa yang dikandung oleh Al-Qur’an. hal ini dilakukan apabila mereka tidak menemukan tafsirnya dalam hadis mutawátir. 39 Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. maka segera dapat diketahui bahwa penafsiran mereka tanpa mengikuti kaidah-kaidah baku penafsiran yang telah disepakati oleh para ulama. dijelaskan bahwa para sahabat biasa menafsirkan AlQur’an dengan ra’yu. nanti di saat kemudian.

tetapi hanya mendengar beritanya. Sunnah rasul pasti benar. sedangkan hadits (karena hanya berita) mungkin benar mungkin salah. Tanpa mengikuti Sunnah Rasul mustahil bisa sempurna dalam mengamalkan Al-Qur’an.MODUL 5 SUNNAH RASUL Rasulullah sebagai Whole Model (Uswah Hasanah) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Sunnah Rasul adalah sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang berfungi sebagai penjelasan tentang pesan-pesan AlQur’an. berpakaian. Dalam hal ini tidak semua sahabat melihat langsung sunnah rasul. sampai kepada cara berumah tangga dan bernegara. Berita tentang sunnah rasul itu disebutlah hadits. Pokok-pokok Materi Prolog : Isi Al-Qur’an bersifat global yang memerlukan banyak penjelasan. 58 . Segala penjelasan rasulullah. Hakikat Sunnah Rasul Al-Qur’an berisi petunjuk-petunjuk yang diperlukan oleh manusia dalam menjalani hidupnya. Jadi. nabi adalah whole model (Uswah hasanah) yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). baik berupa perbuatan (Fi. shaum (kutiba ‘alaikumus shiam). apalagi orang-orang di bawah sahabat. Akan tetapi bagaimana mungkin mengetahui sunnah rasul apabila tidak mempelajari haditsnya. aktivitas ekonomi. Semua mukmin diwajibkan mengikuti sunnah Rasul bukan diwajibkan mengikuti hadits. Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan antara sunnah dan hadits.liyah) perkataan (qauliyah) maupun sikap diam/ no coment (taqririyah) disebutlah Sunnah Rasul. datanglah Rasulullah SAW menjelaskan pesan-pesan Al-Qur’an secara detail. dari mulai tatacara shalat. namun petunjuk atau informasi itu masih bersifat global (mujmal). Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi sunnah rasul dalam hubungannya dengan Al-Qur’an. Mahasiswa mengetahui dasar-dasar pemilihan hadits yang shahih dan hadits yang lemah serta cara mengamalkannya. Misalnya perintah shalat (aqimish shalat). berumah tangga. Untuk itu. Sebagai penjelas. haji (wa atimmu hajj). baik tentang tatacara ritual maupun mu’amalah. Sunnah Rasul adalah faktanya sedangkan hadits hanyalah beritanya.

Sedangkan secara istilah sunnah berarti perbuatan nabi ( fi’liyah). Untuk itu. orang yang bisa melihat perbuatan nabi sebagai model. berumah tangga. new dan news. Apa yang dijelaskan oleh Rasullah. baik melalui perbuatannya (fi’liyah). Rasullah lantas mendemonstrasikan tatacara shalat. Sunnah rasul sebagai sebuah fakta. dari mulai persoalan etika makan sampai kepada soal bernegara dan mengadakan hubungan antar negara. Jadi sunnah rasul adalah setiap perilaku. Berita itu bahasa Arabnya adalah khabar (akhbar) atau hadits. sunnah rasul adalah faktanya. sedangkan hadits adalah beritanya.42 Jadi hadits adalah berita tentang sunnah rasul. apalagi menyangkut tatacara berumah tangga dan hal-hal yang bersifat sangat pribadi. maupun tatacara haji hanya sebagian sahabat saja. berpolitik.dll. baik tatacara shalat. maupun sikap diamnya (taqiriyah). Sunnah menurut bahasa artinya perjalanan. maupun sikap diamnya (taqiriyah). yang hanya diketahui oleh isterinya. mengetahui perilaku dan seluk beluk kehidupan seorang model (idola) sangat perlu. Allah mengutus rasul yang akan menjelaskan segenap aturan Al- Qur’an. Bagi mukminin. Sedangkan hadits hanyalah beritanya. 42 Hadits secara bahasa bisa berarti baru bisa juga berarti berita. ucapan dan sikap diam nabi. ucapan dan sikap diam nabi. haji. pasti benar mustahil salah. ada distorsi. Tetapi di dalam Al-Qur’an tidak menjelaskan secara operasional dan lebih rinci tentang tatacara (kaifiyat. shaum. Pendek kata. tatacara shaum. berdagang. Akan tetapi pada kenyataannya. disebut sunnah rasul.41 Kedudukan rasul adalah sebagai penjelas (bayin). yang menjelaskan dan memberi contoh tentang seluruh pesan-pesan Al-Qur’an. Sebahagian besar orang Islam pada saat itu hanya mendengat beritanya. ucapan-ucapannya (qauliyah). pekerjaan atau cara. Oleh karena itu Al-Qur’an masih memerlukan penjelasan-penjelasan (bayan) yang lebih rinci (tafshil). Oleh karena itu rasul adalah sebagai yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). Yang namanya berita sering bias. 41 Jadi sunnah rasul adalah setiap whole model (Uswah hasanah) 59 . ucapan-ucapannya (qauliyah). perilaku. how to do) perintah-perintah itu. dll.

mungkin benar (shahih) bukan lemah (dhaif). Sumber hukum kita adalah sunnah bukan hadits. Akan tetapi bagaimana mungkin bisa mengetahui sunnah rasul kalau tidak membaca haditsnya.

Fungsi sunnah Rasul (hadits ) tehadap al-Qur’an :
Hadits / sunnah Rasul berfungsi sebagai bayan (penjelasan) terhadap Al-Qur’an, tanpa memahami hadits tidak akan mampu memahami Al-Qur’an dengan jelas. Bayan ada beberapa macam : 1. Bayan taukid (taukid = menguatkan).yakni menguatkan pernyataan AlQur’an, misalnya Al-Qur’an menyatakan bahwa berbohong itu adalah sebuah dosa, kemudian dikuatkan oleh hadits. 2. Bayan tafshil (tafshil = merinci), yakni merinci apa yang masih global di dalam 3. al-Qur’an, misalnya Al-Qur’an menegaskan aqimish shalat (tegakkanlah shalat) sedangkan tata cara shalat diuraikan oleh hadits. Bayan itsbat (itsbat = pengecualian). Misalnya Al-Qur’an surat 5 ayat 3 menegaskan bahwa bangkai dan darah haram dimakan. Kemudian datanglah hadits riwayat Ahmad, Ibn Majah, Baihaki dan Daruquthni, bahwa ada bangkai yang dihalalkan yakni ikan dan belalang. Juga ada darah yang dihalalkan yakni hati dan limpa.

Penelitian tentang kesahihan hadits :
Apabila anatomi hadits dibedah sebagaimana membedah anatomi berita, kita akan menemukan tiga unsur berita, yakni sumber berita, kredibiltas sumber berita dan isi berita itu sendiri. Demikian pula hadits terdiri dari tiga unsur yakni Sanad (sumber berita), Rawi (Kredibilitas kepribadian periwayatnya) dan Matan ( isi berita). Katagorisasi hadits, baik secara kuantitas maupun kualitas ditentukan oleh tiga unsur hadits tadi. Dari sisi kuantitas, hadits terbagi kepada tiga, yakni : (1). Hadits Mutawatir, ialah hadits yang diterima oleh orang banyak kemudian disampaikan lagi kepada orang banyak, demikian seterusnya. Secara adat, tidak mungkin orang banyak sepakat untuk berdusta. Oleh karena itu kedudukan hadits mutawatir sangat tinggi. (2). Hadits Masyhur ialah hadits yang diriwatkan oleh orang banyak tetapi tidak sebanyak mutawatir. (3). Hadits Ahad ialah hadits

60

yang diriwayatkan oleh satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tetapi tidak mencapai derajat masyhur. Dari sisi kualitasnya hadits terbagi dua yakni hadits Shahih dan hadits Dhaif. Hadits dinilai shahih apabila ketiga unsur hadits itu sah, yakni sanad). (2). Dari sisi kredibilitas Rawi, (1). Dari sisi Sanad, antara pembawa berita dan penerima berita harus bersambung ( muttasil harus kuat ingatan (dhabit) dan jujur (‘adalah). Kalau ia memiliki sifat dhabith dan ‘adalah maka rawi tersebut dianggap kuat (tsiqah). (3). Dari sisi Matan (isi berita), tidak ada cacat (ghair mu’allal ) dan tidak janggal (ghair syadz). Apabila tidak memenuhi syarat di atas maka hadts dinilai Hadits Dhaif.

Sikap Hati-hati dalam Menghadapi Hadts :
Karena tidak semua hadits itu shahih, maka seorang mukmin jangan tergesagesa meyakini keabsahan suatu hadits lantas mengamalkannya, sebelum meneliti kualitas hadits tersebut, paling tidak bertanya kepada ahlinya. Amal-amal ibadah yang bid’ah yang dilaksanakan oleh masyarakat pada umumnya disebabkan oleh kecerobohan menerima dan mengamalkan hadits. Apalagi kalau memiliki persepsi bahwa hadits dhaif boleh dijadikan landasan penambahan amal ibadah, itu sangat keliru dan menyesatkan. Padahal di tengah masyarakat sangat banyak amal ibadah yang berdasarkjan hadits dhaif, misalnya shaum nisfu sya’ban, shalat Tasbih, termasuk bacaan qunut di dalam shalat Subuh. Selain itu, kesalahan pun sering terjadi akibat misinterpretasi dalam memahami teks hadits yang sahih, misalnya hadits yang menyatakan bahwa nabi makan dengan tiga jari. Apabila hanya melihat teks hadits tanpa melihat konteksnya, akan lahir kesimpulan bahwa makan dengan tiga jari adalah sunnah rasul, padahal konteks hadits tersebut adalah makan kurma, bukan makan nasi.

61

MODUL 6 IJTIHAD Berfikir Kreatif dalam Menentukan Hukum yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara Eksplisit Tujuan Instruksional Umum:
Mahasiswa memahami Ijtihad sebagai suatu motode penetapan hukum, sebagai sumber hukum Islam ketiga setelah Al-Qur’an dan hadits. Kemudian mereka pun termotivasi untuk berfikir kreatif menjauhkan diri dari sikap taqlied.

Tujuan Instruksional Khusus :
Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pengertian dan fungsi Ijtihad • Mengaplikasikan penggunaan metode Qiyas, istihsan mashalihul mursalah, dan ijmak dalam proses penetapan hukum. • Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat di kalangan para ulama, terjadinya madzhab dan bagaimana bersikap terhadap madzhab.

Pokok-pokok Materi :
Prolog : Setelah nabi Muhammad SAW wafat, persoalan syar’I terus bermunculan, baik dalam kaitannya dengan ibadah mahdloh maupun ibadah ghair mahdloh, di dalam semua lapangan kehidupan, baik ekonomi, politik, kesehatan, rumah tangga, dll. Akan tetapi AL-Qur’an ataupun hadits belum menjelaskan secara eksplisit hukum masalah tersebut, padahal tetap memerlukan solusi, agar segenap perilaku manusia tidak keluar dari syari’at Islam. Oleh karena itu diperlukan pemecahan masalah melalui cara yang lain, yakni dengan mengerahkan segenap kemampuan intelektual untuk menetapkan hukum sesuatu itu dengan melihat dalil-dalil yang memiliki hubungan tak langsung (implisit) dengan persoalan yang dibahas. Dalil-dalil tersebut dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan tertentu, kemudian disimpulkan sehingga sampai kepada penetapan hukum yang dicari. Cara demikian disebut Ijtihad. Ijtihad ini bisa melalui teknik pendekatan istihsan, qiyas, mashalaihul mursalah maupun ijmak. Metode pendekatan ini dirumuskan oleh para imam Mujtahidin yang sampai saat ini diakui akurasinya. Walaupun menggunakan teknik pendekatan yang sama belum tentu dijamin akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Hal ini karena banyak faktor penyebabnya, antara lain karena perbedaan kemampuan intelektual dan latarbelakang pengalamannya. Juga karena perbedaan jumlah hadits yang dijadikan reference, maklum ketika itu hadits belum ditulis secata lengkap. walaupun hasil ijtihad para imam mujtahid dalam suatu persoalan yang sama sering berbeda, namun semua imam mujtahid memiliki ketawadluan intelektual,

62

melalui analisis terhadap sjumlah (implisit) yang ada. Penjelasannya sbb : 1. “La masagha lil ijtihadi fi mauridin nash”. hendaklah pendapatnya itu dibuang jauh-jauh. Apakah ia berdosa ? Perbuatan yang diharamkan dilakukan seorang anak kepada orangtua yang secara ekplisit disebutkan di dalam AlQur’an surat 17 ayat 23 adalah mengatakan “ah” ( wala taqul lahuma uff = “ Dan janganlah kami mengatakan ah kepada kedua orangtuamu !” ). dll. Tidak ada tempat untuk berijtihad dalam persoalan hukum yang telah dijelaskan secara eklplisit oleh Al-Qur’an dan hadits. Istihsan. berjudi. mereka semua sepakat mengharamkan umat Islam bersikap taqlid kepadanya. Teknik Pendekatan Ijtihad Ijtihad bisa menggunakan berbagai macam teknik analisis. dalil Objek kajian Ijtihad Ialah segala hukum sesuatu (baik menyangkut ibadah Mahdloh maupun ghair Mahdloh) yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam Al-Qur’an maupun hadits. berzina.mereka semua berpesan. yakni dengan pendekatan Qiyas. seperti tentang keharaman babi. dan Ijmak. 2. Hakikat Ijtihad Ijtihad adalah mengerahkan segenap kemampuan fikiran (intellegence quotien) untuk menetapkan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam AL-Qur’an maupun hadits. Lebih tegas lagi. Istihasan (stihsan = minta yang tertbaik) ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara memilih satu diantara alternatif yang ada dengan pertimbangan mana yang pal. Qiyas (analogi) adalah menentukan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara membandingkan hukum sesuatu yang telah ada dengan hukum yang akan dicari dengan melihat ciri-ciri persamaamnya (‘illat). Jadi ijtihad Ijtihad hanya berlaku di dalam hal-hal yang belum jelas.ing ringan buruknya. 63 . Mashalihul mursalah. agar apabila ia keliru. Contoh : bagaimana hukumnya apabila seorang anak mengatakan “ gila luh” kepada orangtuanya. umat Islam banyak sekali yang taqkid buta sehingga fanatik madzhab. Namun sayangnya.

didominasi oleh Amerika Serikat. akibat perbuatannya itu. yakni keputusannya dihasilkan melalui adu pendapat dan penjelasan-penjelasan (bayan) para ulama dalam suatu forum musyawarah terbuka. Disebutlkan Menyikapi Perbedaan Hasil Ijtihad Hasil ijtihad para ulama besar dalam suatu persoalan tidaka selalu menghasilkan kesimpulan yang seragam. Mashalihul mursalah : ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas. apabila pendapatnya di kelak kemudian hari ternyata bertentangan dengan hadits shaih. Ijmak. kalau wilayah itu dijadikan lahan pembangunan. ide. Misalnya : Larangan mendirikan bangunan / rumah di kawasan hutan serapan air. Dalam hal ini para ulama tidak menerima jelas melainkan hanya diam ( sukut). maka buanglah jauh-jauh ke luar pagar. hukum yang diketengahkamn oleh seorang ulama. Pihak Pemrintah Daerah bnerhak melarang pembuatan rumah tersebut. Ada dua macam ijmak. juga karena jumlah hadits yang dijadikan reference sangat berbeda. Terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ulama mujtahid adalah karena banyak faktor antara lain karena tingkat kecerdasan yang berbeda. 64 . Bisa jadi kesepakatan ini hanya bersikap no coment terhadap lontaran dan tidak menolak dengan Ijmak Sukuti. Semua imam mujtahid berpesan. gagasan. dengan dasar penetapannya adalah dampak baik dan buruk bagi orang banyak. kadang terjadi perbedaan pendapat di antara mereka. Jadi Ijmak merupakan ijtihad kolektif. dengan pertimbangan bahwa.3. Misalnya. Dalam dunia ilmu kejadian seperti ini sangat lumrah. pengalaman dan pengaruh lingkungan yang berbeda. Untungnya. dengan melihat eksistensi PBB yang apakah negara kita masih perlu menjadi Keputusannya segenap ulama ini anggota PBB atau lebih baik keluar ? dinamakan ijmak. yaitu menetapkan hukum yang belum jelas melalui kesepakatan pemikiran para ulama. maka akan mengakibatkan kekeringan ke wilayah kota yang datar. para ulama mujtahid memiliki ketawadluan intelektual. Inilah yang disebut dengan Ijmak Bayany .

Dengan demikian. Sikap yang paling baik adalah mengambil dan menggunakan metode ijtihadnya. terutama untuk dipakai pribadi. 65 . bukan mengambil hasilnya.Sehubungan dengan itu. tidak sedikit para tokoh ulama yang justeru mewajibakan taqlid madzhab. Apabila seorang muslim tidak bermadzhab (non sektarian) dinilaI tidak benar. kikta akan sanggup berfikir ijtihadi dalam menetapkan hukum. Padahal tidak ada satu ayat Al-Qur’an maupun hadits pun yang mewajibkan bermadzhab. umat Islam tidak boleh taqlid buta kepada ulama dengan mengambil seluruh hasil ijtihadnya secara Seputar Fanatik Madzhab Pada tataran realita di lapangan.

Yahuwa. Allon (Phoenicians). Itulah sikap tauhid (mengesakan tuhan). Sikap tauhid ini merupakan fondasi beragama dan menjadi dasar nilai dalam semua aktivitas manusia. Gudd (Swedia. Ado (Canaanites). Tuhan (Bahasa Indonesia) sinonim dengan kata God. Orang komunis. Ekah. Di dalam Al-Qur’an tuhan itu adalah Allah. Norwegia). dll. sebaliknya kemunculan syirik mengindikasikan lemahnya tauhid. Secara istilah Tuhan adalah segala sesuatu yang paling dicintai. ia bertuhan kepada hawa nafsunya. Golt (Jerman). Deity (bahasa Inggris). Dalam bahasa lain istilah tuhan disebut ilah. hyang. Pengertian Tuhan Secara bahasa. satu dalam segala hal. Elohim. Eli (Yahudi). dengan menggunakan pendekatan diletika material sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu tidak ada. baik ritual maupun mu’amalah. Mulkiyah dan Uluhiyah. The Lord God. Penguasa tertinggi itu kemudian disebutlah Tuhan.MODUL 7 KONSEP TUHAN Menghadirkan Allah dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami dasar filosofis dan Qurani bagaimana menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari sehingga selalu merasa diawasi oleh-Nya (Ihsan). Akan tetapi Al-Qur’an menegaskan bahwa semua manusia pasti bertuhan mustahil tidak. Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia senantiasa mencari siapa penguasa tertingi (ultimate reality) di alam ini. Dia hanya satu. Apabila tauhid kokoh maka syirik akan lenyap. Selanjutnya tauhid dibagi tiga. Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): Mahasiswa mampu menjelaskan secara aqli dan naqli mengapa tuhan harus satu Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian tawhid serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Adonai. Got (Belanda). Bukan hanya komunis. Almighty God. Apabila seseoranjg lebih mencintai mobil barunya daripada segalanya maka mobil itu 66 . god. yakni tauhid Rubbubiyah. banyak lagi orang di luar itu yang tidak bertuhan (atheis). paling tidak. ely.

Muhammad / 47 : 19). Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu (khaliqu kulla syaiin) QS. Allah menegaskan : "Maka pernahkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya ?" (QS. Ini bisa berbahaya. tidak ada manusia pun yang atheis (tidak bertuhan). Di dunia ini ada manusia yang bertuhan satu (monotheisme) tetapi Tuhannya bukan Allah SWT. wanita. Tuhan yang tak dapat digapai dengan panca indera tetapi Dia maha melihat segalanya (QS. Dengan demikian ada orang yang menuhankan harta. Tuhan yang menjadikan malam dan siang (Qs. Yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang". Ini disebut Mulhid bukan atheis. QS.menjadi Tuhan baginya. kalau Tuhan dua niscaya Tuhan dengan ciptaannya masing-masing akan blok-blokkan dan berusaha saling mengalahkan (QS.6 : 103). Siapakah Tuhan yang Satu itu ? Akal manusia bisa sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu satu. Menurut Al-Qur'an. 2 : 163). niscara akan terjadi pertengkaran. 23 : 91). Bagaimana mungkin pemegang kekuasaan tertinggi lebih dari satu. dll. Mengapa Tuhan harus satu Menurut Rasio : akal manusia tidak mungkin dapat menerima kalau tuhan sebagai Ultimate Reality lebih dari satu. semua manusia pasti bertuhan. Juga sebahagian manusia lain mempunyai banyak tuhan (politheisme) Dalam hal ini Allah menegaskan : "Maka ketahuilah. 45 : 23). (QS. 6 : 102. sesungguhnya tidak tuhan selain Allah". 67 . Apabila jabatan lebih dicintai melebihi segalanya maka jabatan itu adalah tuhannya. tahta. Siapakah tuhan Allah itu ? Allah menegaskan : "Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa. Tuhan yang menurunkan hujan (Al-Fathir / 35 : 27) Tuhan yang menumbuhkan biji-bijian (QS. Pendek kata banyak manusia yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. tiada tuhan melainkan Dia. 6 : 96). 6 : 95). tetapi akal manausia tidak mungkin dapat mengetahui siapakah tuhan itu. hanya saja ada manusia yang mengingkari Allah lantas bertuhan kepada hawa nafsunya. Dalam pandangan Al-Qur'an.

Tauhid Mulkiyyah dan 68 . atau aturan yang bertentangan dengan Al-Qur’an. segenap aturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan Al-Qur'an dianggap batil. termasuk syirik Rubbubiyah. Tawhid Uluhiyah ialah meyakini bahwa hanya Allah lah satu-satunya llah atau Tuhan yang wajib disembah. Tauhid (tawhidan) yang berasal dari kata wahhada . Manusia hanya mengabdi kepada Allah. Iyyaka na'budu tauhid Uluhiyah. Rabbul 'alamin Rabbun nas (2). Ini melahirkan taksonomi tauhid yakni Tauhid Rubbubiyah. Allah-lah yang paling mengetahui karakter manusia dan hanya Allah-lah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur manusia.yuwahhidu bermakna pengesaan Allah. karena pada lazimnya. . manusia harus memilih Al-Qur' an sebagai buku panduan hidupnya. Maliki Yaumiddin – Malikin nas (3). Pengesaan Allah yang di dalam Al-Qur’an dilambangkan dengan kalimat La ilaha illah perlu dijabarkan. Untuk itu kita bisa melihat relasi (nisbah) antara surat al-Fatiihah sebagai bab Pendahuluan dengan surat An-Nas sebagai bab Penutup Al-Qur'an. maka ia telah melakukan syirik Mulkiyyah. Penjabarannya harus berlandaskan ayat Al-Qur'an juga bukan kira-kira. Tawhid Rubbubiyah ialah meyakini bahwa Allah sebagai satu-satunya Rabb ( Pencipta dan Pengatur) manusia. Di dalam Al-Fatihah terdapat kalimat yang relevan dengan beberapa kalimat yang terdapat pada surat An-Nas yaitu sbb : (1).Ilahinnas. Oleh karena itu. Allah menegaskan :"Maha duci Allah yang di tanganNyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 67 : 1). Tawhid Mulkiyyah ialah meyakini bahwa hanya Allahlah satu-satunya raja (malik) bagi manusia. Manusia wajib meyakini bahwa hanya Allah dengan AlQur'an-nyalah yang pantas mengatur hidup manusia. Dengan demikian. setiap karya tulis terutama karya-karya ilmiah pasti terdapat hubungan yang erat antara bab pendahuluan dengan bab penutup. paling dicintai dan paling ditakuti. Karena Allah adalah raja maka Allahlah yang harus paling ditaati.Pemahaman La ilaaha illaah : Keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah (la ilaha ilallah) adalah sikap Tauhid. Apabila manusia lebih menaati makhluk daripada Allah. Memilih dan menaati aturan selain Al-Qur'an .

Syirik Mulkiyah dan (3). Termasuk ke dalam syirik Uluhiyah adalah (a). Syirik Uluhiyah. Beribadah karena motivasi pujian manusia atau motive-motive duniawi. Allah atau manusia sendiri ? Jawabannya : Allah. (b). Meyakini adanya makhluk yang mengetahui hal-hal gaib mutlak (apa yang akan terjadi esok) selain Allah. Pertanyaan Renungan : • • • Siapakah yang lebih mengetahui sifat-sifat manusia. Melakukan aktivitas sehari-hari bukan karena Allah. karena tidak mungkin menomor satukan Allah berbarengan dengan sikap lebih mencintai isteri daripada segalanya. Memilih dan menaati peraturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan aturan Allah (c). sedangkan manusia dengan akalnya juga telah menyiapkan aturan untuk mengatur 69 . Meyakini ada aturan yang lebih baik daripada aturan Allah. Allah atau manusia ? Jawabannya : Allah. Mengabdi kepada selain Allah (b). antara lain (1). Melakukan penyembelihan hewan untuk mengabdi kepada selain Allah. (c). Termasuk ke dalam syirik Mulkiyah adalah (a). (2). Menjadikan makhluk sebagai tempat bergantung dalam soal nasib. Mengabdi kepada selain Allah adalah syirik Uluhiyah. (b). Lebih mencintai makhluk daripada mencintai Allah. orangnya disebut musyrik. Syirik tidak mungkin bisa berdampingan dengan sikap tawhid. Lebih menaati makhluk daripada Allah. Meminta-minta secara gaib kepada selain Allah (d).manifsetasinya antara lain melakukan segala sesuatu semata-mata dengan niat beribadah kepada Allah. (d). Allah telah menyiapkan aturan untuk manusia yakni Al-Qur’an. Syirik itu bermacam-macam. Lebih takut kepada makhluk daripada kepada Allah (c). Siapakah yang lebih mengetahui aturan yang tepat untuk mengatur manusia. (d). itu pun sudah syirik. Syirik Rubbubiyah. Tauhid versus Syirik : Syirik artinya menyekutujan Alah. Termasuk ke dalam syirik Rubbubiyah adalah : (a). Jangankan dalam takaran lebih walaupun hanya mempersamakan.

AlQur’an. • Kalau anda mengetahui bahwa Al-Qur’an lebih baik dari aturan buatan siapapun di dunia ini.manusia. apakah anda mau melaksanakan Al-Qur’an ? Jawabannya : ????? 70 . • Kalau anda sudah mengetahui bahwa aturan yang baik adalah Al-Qur’an. apakah anda termasuk orang pandai atau orang bodoh ? Jawabannya : Orang bodoh (jahiliyah). Aturan manakah yang paling baik ? Jawabannya : Aturan Allah. tetapi anda memilih aturan lain.

Tugas manusia sangat berat. namun justeru Allah tidak memaksa manusia untuk berbuat sebagaimana kehendak Allah. ruhnya akan disimpan di Iliyin (tempat tinggi) di alam Qubur. maka setelah mati. Allah hanya memberikan dua jalan (wahadainahu najdain). Itulah misi rahmatan lil ‘alamin yang diemban manusia. ree action). maka setelah mati. Mahasiawa mampu memahami kunci sukses memejen dirinya untuk menjadi khalifah fil ardl yang sukes. yakni sebagai khalifah fi al-ardh (penguasa bumi). feeling thinking dan akal nurani). baik di alam mahsyar maupun ketika memasuki Jannah (syurga). Tugas manusia sebagai khalifah adalah mengelola bumi sehingga bumi menjadi sumber kesejahteraan dan kebahagian lahir batin bagi segenap umat manusia. Sedangkan jalan mana yang mau ditempuhnya. juga dilengkapi dengan fisik yang disiapkan di alam rahim. free will. Perjalanan seterusnya pasti lancar bahagia. Manusia memiliki hak untuk memilih (free choise. Walaupun manusia diberi amanah sebagai khalifah fil ardh. bahkan dilengkapi dengan qalbu (willing. sebuah tugas yang tidak dibebankan kepada kelompok jin. Allah SWT telah melengkapi manusia dengan ruh di samping nyawa (hewan hanya memiliki nyawa). Seterusnya ia akan ditempatkan di dalam Nar (neraka). Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa memiliki visi yang jauh ke depan serta komprehensif tentang konsep hidup di dunia sehingga mereka bisa hidup pada jalan yang benar sesuai petunjuk Allah SWT. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat manusia. diserahkan sepenuhnya kepada manusia. Supaya sukses menjadi khalifah. Apabila pilihannya salah. Pokok-pokok Materi : Prolog : Manusia diciptakan Allah SWT dari tanah tetapi secara arsitektur. Sebaliknya apabila pilihannya sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an.Modul 8 KONSEP MANUSIA (Kunci Sukses Manusia sebagai Khalifah di Bumi serta Perjalannya dari Alam ke Alam). tujuan hidup dan tugas hidupnya di dunia. ia akan disimpan di Sijin (penjara) alam qubur. 52 : 21). manusia menempati posisi puncak dibandingkan malaikat sekalipun. Akan tetapi tentu saja setiap pilihan mengandung resiko (QS. 71 .

Pembinaan Allah kepada manusia melalui berbagai macam cara antara lain 72 . • Agar manusia sukses mengelola bumi. manusia harus dibina. Kalau manusia turun ke dunia dalam bentuk ruh (tidak berfisik) maka di dunia tidak akan ada mobil sebab ruh tidak perlu mobil. tidak ada pabrik karpet. sebelum ruh masuk ke dalam janin di alam Rahim.Sebagai khalifah fil ardhi. Suapaya bumi ini ramai maka manusia harus dibekali dengan fisik sebagai pembungkus ruh. dll sebab ruh tidak memerlukan itu semua. Alam Ruh (2). bahwa kalau ia kelak lahir ke dunia. pabrik pakaian. Alam Akhirat. Amanah. Dalam hal ini ruh berjanji kepada Allah sebagai Sang Pencipta. Mengenai eksistensi ruh tak ada seorang pun yang tahu. manusia mengalami hidup di lima alam yakni (1). • Supaya manusia menaati hukum Allah. Ruh menjawab :"Bala syahidna" (Ya Engkau Tuhan kami). (4). • Amanah ini sebenarnya telah ditawarkan oleh Allah kepada langit. (3). Allah SWT bertanya ulang kepada ruh : "Alastu birabbikum ?" (Apakah Aku ini Tuhanmu). Apabila manusia memilih hukum yang relatif maka ia akan gagal melaksanakan tiugas kekhalifahannya. Alam Dunia. Kemudian amanah ini diambil oleh manusia (QS. Rinciannya akan dijelaskan di bawah ini. Kedua hukum tersebut adalah absolut. Alam Qubur dan (5). Kalau demikian keadaannya. Manusia di Alam Ruh : • • Di alam Ruh manusia masih berupa ruh (jamaknya arwah). Alam Rahim. • Mengabdi kepada Allah adalah sebuah agreement yang harus dilaksanakan. maka dunia pasti sepi. • Pada saatnya nanti. job yang diberikan oleh Allah kepada manusia semasa di alam Arwah adalah sebagai khalifah fi al-ardl (penguasa bumi yang bertugas mengelola dan memakmurkan bumi). Al-Ahzab 72). bumi dan gunung-gunung tetapi mereka semua menolaknya. maka manusia mentaati hukum Alam dan hukum Agama sekaligus. tugas. pabrik obat nyamuk. ia akan mengabdi kepada Allah.

Allah menyiapkan tubuh manusia yang akan dijadikan tempat Ruh. Perkembangan manusia di alam Rahim : • Di Alam Rahim. kerja keras. manusia telah melakukan teken kontrak untuk hanya mengabdi kepada Allah. Juga Allah sebagai Dzat yang hars disembah (Ilah). zakat dan haji. Dengan demikian yang menjadi eksistensi manusia adalah ruh bukan tubuh. Sperma adalah kehidupan tingkat awal atau hidup sebagai sel. Shaum melatih manusia agar mampu memenej emosi.melalui rukun Islam. dll (mudgah). Hadits menyatakan Buniya al-Islam 'ala khamsin (Islam dibina dengan lima pilar). maka sungguh ia telah berkhianat kepada Allah. cantik atau tidak tidaklah penting. mampu bekerja sama secara global (mendunia) dengan saling menghargai. 73 . Tubuh berkulit hitam atau putih bukanlah hal pokok. tulang. shaum. Inilah kehidupan tingkat ketiga atau hidup sebagai organ. Fungsi tubuh adalah untuk membantu ruh dalam merealisasikan tugas kekhalifahan. • Sel sperma suami membuahi ovum isteri (konsepsi) maka jadilah zigot yang kemudian bergantung pada uterus ('alaqah). Inilah kehidupan tingkat kedua atau hidup sebagai jaringan. • Penciptaan tubuh manusia dimulai oleh persenggamaan suami isteri. Kalau kelak manusia mengingkari perjanjian ini. Ini artinya hidup manusia telah dikontrak (dibeli) oleh Allah dengan imbalan syurga. kaki. Zakat membiasakan manusia bersikap dermawan serta memiliki kepedulian sosial. maka terbentuklah daging. tawakkal. • Syahadat mengarahkan manusia agar memiliki keyakinan kokoh bahwa Allah adalah Pencipta dan Pemelihara (Rabb). Suami mengeluarkan sperma (nuthfah). Allah sebagai raja (Malik) yang harus dtaati. Tetapi sayangnya banyak manusia yang memberikan penilaian berlebihan kepada jasad daripada ruhani. yakni syahadat. shalat. Sedangkan shalat membina manusia supaya selalu ingat kepada Allah dalam melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan sehingga bekerja "lurus" dan menjauhi maksiat. Haji bertujuan mewujudkan insan sabar. • Zigot terus tumbuh. tangan. • Dengan demikian di Alam Ruh itu.

Sebelum usia 4 bulan. manusia mempunyai nyawa (hayat) tetapi pada usia 4 bulan ia dimasuki ruh. dan bagaimana bumi dihamparkan (geologi). manusia yang berasal dari bahan yang hina (sperma) tersebut. • Salah satu bentuk pendidikan adalah melakukan penelitian empirik. Di dalam QS.• Pada usia 4 bulan masuklah ruh ke dalam janin. penglihatan dan hati nurani). 3 : 190-191 Allah menegskan bahwa penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang (hukum rotasi) adalah objek penelitian bagi orang-orang yanag beriman sehingga 74 . feeling (perasaan : suka. • Manusia di Alam Rahim hanya 9 bulan 10 hari (rata-rata). berpidato. yakni hidup sebagai individu manusia (khalqan akhar. dan afidah (pendengaran. Allah SWT di dalam QS Al-Ghasyiah : 17-20 memerintahkan agar manusia melakukan penelitian tentang alam misalnya bagaimana unta diciptakan (biologi). berdagang. jantung hati). Inilah kehidupan tingkat keempat. menyanyi. • Pada usia 4 bulan itu. dll) dan thinking. (At-Tin : 4). selain bayi dimasuki Ruh. Potensi lain adalah sama' bashar. syahwat). sedih. bentuk final). gembira. bersosial. yang di dalamnya terdapat antara lain willing (kemauan. bayi pun diberi potensi (potential capasity). Alam Dunia (Tugas manusia di alam Dunia): • Ketika manusia lahir (sebagai bayi). sehingga janin bergerak-gerak.2 : 1674 dan QS. 3. manusia diberi Qalbu (heart. bahkan pada periode ini anak manusia belum mengetahui apa-apa (An-Nahl 78). benci. Setelah itu manusia di dalam rahim ibu harus mutasi ke alam ke tiga yakni alam Dunia. oleh Allah dijadikan sebagai makhluk yang secara fisikal memiliki bentuk (arsitektur) yang paling sempurna (fi ahsani taqwim). • Degan demikian. bagaimana langit ditinggikan (astronomi). bagaimana gununggunung ditekakkan (vulkanologi). nafsu. misalnya potensi main bola. Untuk mendorong perkembangan potensi ini kelak. Oleh karena itu manusia harus dididik agar potential capasity yang dimilikinya menjadi actual ability (kemampuan nyata). potensi yang dibawa sejak dalam kandungan belum berkembang. dll.

Inilah yang disebut ibadah. atau telah hadil bagi perempuan. duduk. Definisi ibadah ialah segala aktivitas manusia yang diridhai oleh Allah SWT. Jadi. 75 . apapun yang dikerjakan manusia. pembiasaan. • Selama itu Allah SWT belum meminta manusia untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "naskah perjanjjian" yang "ditandatangani" di alam Ruh. Allah berfirman : "Dan tidak semata-mata Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya". ad dhahirah wa al-bathinah). tetapi manusia diberi jeda waktu selama 15 tahun sehingga mencapai usia cukup atau baligh. maka manusia wajib melaksanakn tugas kekhalifahan. baik ketika berdiri. Setelah mencapai baligh barulah manusia diberi taklief (beban. kewajiban) untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "Kontrak Kerja ". sedangkan persiapan untuk mendewasakan sikap mental anak dilakukan antara lain dengan acara aqiqah.mereka bisa menjadi Ulul Albab yakni orang yang bisa menemukan inti (allub) masalah atau hakikat sesuatu. 51 : 56). baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin (al-ibadah hiya. • Pada usia 1-14 tahun. seluruhnya harus dalam kerangka beribadah kepada Allah. atau berbaring. insya Allah akan sampai kepada kesadaran spiritualnya ditandai antara lain dengan menyatakan :"Rabbana ma khalaqta hadza bathilaa " (Ya Tuhan kami. shalat. • Pendek kata tugas manusia di alam Dunia adalah ibadah. anak manusia hanya dipersiapkan fisik dan ruhaninya agar kelak siap menjadi khalifah fi al-ardl. Lebih rinci lagi melaksanakan job di seputar hablum minallah. hablum minannas dan hablum minal 'alam. tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia…"). Pada usia ini. Persiapan fisik dilakukan antara lain dengan memberi anak makanan yang halal dan bergizi (halalan thayyiba). • Selain dilatih kecerdasan berfikirnya (IQ). juga harus dilatih kecerdasan spiritualnya yakni melalui dzikir. dll. atau sudah mimpi basah bagi pria). anak manusia dilatih untuk berbuat yang baik tetapi belum diwajibkan. khitan. (QS. bersikap jujur. • Setelah baligh (usia 15 tahun. Manusia yang sering merenung tentang penciptaan Allah. kullu ma yardhalullahu minal aqwali wa al-af'ali.

seluruhnya harus dengan niat ibadah kepada Allah. Apalagi tahun dalam perhitungan Allah. Hablum minal 'alam yakni bersikap ihsan terhadap seluruh sumber daya alam. itu sama saja dengan 1. sosial ekonomi. (QS…. haji. sosial budaya. Inilah salah satu kelebihan manusia dibandingkan jin.• Tugas ibadah yang dibebankan kepada manusia meliputi tiga pilar. berdoa. kerjasama. • Masa kerja manusia dibatasi oleh usia. ta'awun (tolong menolong).000 tahun). Kenikmatan sangat tergantung kepada sikap penerimaan hati (qana'ah. Lain lagi kalau menggunakan perhitungan tahun Neptunus atau Pluto. tetapi kenikmatan tidak selalu sejajar dengan harta. • Perlu menjadi cacatan penting bahwa.). Hablum minannas seperti toleransi (tasammuh). Itu kalau menggunakan perhitungan tahun Masehi. Di dalam Alqur'an dijelaskan :" Inna yauman 'inda rabbika kaalfi sanatin mimma ta'uddun" (Sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu sama seperti seribu tahun hitunganmu). shaum. Jadi kegiatan apapun. tadharru' (merendah hati kepada Allah) dan lain-lain. Dan Janganlah lupa bagianmu di dunia". 76 . Targetnya adalah terkelolanya bumi secara baik untuk bekal manusia dalam kerangka ibadah kepada Allah. Kalau demikian sebenarnya dunia itu adalah media untuk mencapai akhirat. Memisahkan aktivitas dunia dengan Akhirat adalah sikap sekuler. Hablum minallah seperti shalat. bersikap tawakkal. 9 menit. (2). baik sumber daya alam hewani. nabati maupun energi. yakni (1). berdzikir. Kalau menggunakan tahun hijriyah kira-kira 74 tahun. Untuk akhirat menggunakan fiil amar (kata perintah) "Carilah !" . manusia di dunia tidak bisa hidup tanpa materi (harta). (3). • Allah menyatakan : "Carilah olehmu karunia Allah berupa kampung Akhirat. Usia manusia di dunia rata-rata 70 tahun. Waktu yang sangat singkat ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk ibadah. zakat. termasuk menaati hukum Alam (hukum Kauniyah). Bahkan pada surat Al-Ma'arij ayat 4 ditegaskan " Miqdaruhu khamsina alfa sannah" (satu hari sama dengan 50. Sedangkan untuk dunia menggunakan fiil nahyi (larangan) "Jangan lupa !". baik yang menyangkut sosial politik. Dengan demikian kalau manusia hidup di dunia selama 70 tahun. Dalam hal ini jin tidak diberi SPK (Surat Perintah Kerja) untuk menjadi khalifah fi al-ardl. pendek sekali.

bersih. Setiap orang mati pasti masuk ke alam Qubur tetapi tidak semua orang yang mati masuk kuburan. Sedangkan ruh yang berasal dari Allah kembali kepada Allah. tubuhnya masuk ke kuburan. Di Iliyin. yakni (1). Ruh tidak bisa kemana-mana. Nafsu Amarah yakni hidupnya didominasi oleh amal buruk (2). maka Allah tidak adil. yakni (1). ruh mendapatkan kenikmatan ruhaniyah.syukur nikmat ). • Bagaimana pun kualitas ruh tersebut. Nafsu Lawwamah yakni manakala amal baik dan buruk relatif seimbang. Padahal Allaha menegaskan :"Pada hari Akhirat nanti. sedangkan ruhnya masuk ke alam qubur. Inna lillahi wa inna ilaihoi rajiun. Ruh yang saleh ditempatkan di Iliyin (tempat tinggi) sedangkan ruh yang inkar ditempatkan di Sijin (penjara). Pahala 77 . • Pada usia tertentu manusia harus mati. Ruh manusia berpisah dari tubuhnya. Kalau kenikmatan tergantung kepada harta. • Alam Qubur (Masa Penantian Panjang) : Kualitas ruh orang mati terbagi tiga. Hadits menyatakan : "Apabila anak Adam meninggal dunia. Inilah alam keempat bagi manusia. Tidak mungkin ruh bisa gentayangan. sedangkan di Sijin ruh mendapatkan siksaan ruhaniyah/ bathiniyah. Sidkah Jariyah. Tubuh yang berasal dari tanah harus kembali kepada tanah. 4. semua manusia tidak dapat diterima oleh Allah kecuali orang yang datang dengan qalbun salim (selamat. maka putuslah segala amalnya kecuali tiga.". suci sebagaimana dulu di alam arwah). Anehnya tubuh yang akan kembali kepada tanah terus menerus di make up. Ruh itu maju terus dari alam ke alam mustahil mundur. semua ruh orang mati memasuki Alam Qubur. malaikat Munkar dan Nakir memeriksa amal manusia dengan sangat cepat sebab Allah itu Maha Cepat Menghitung (innallaha sari'ul hisab). • Manusia yang mati. • Di alam Qubur. sedangkan ruh yang akan kembali kepada Allah tidak di make up dengan serius. (30) Nafsu Muthmainnah yakni manakala hidupnya didominasi oleh amal saleh. Dalam hal ini kematian telah mengakhiri aktivitas amal manusia.

• Allah lantas mengganti bumi dan langit yang telah hancur dengan bumi dan langit yang baru (QS. manusia dibariskan di alam terbuka. • Pada waktu itu. Tetapi ada tujuh golongan orang-orang yang mendapatkan tempat teduh. 5. Di alam Mahsyar ini seluruh manusia berusia sama yaknii jejaka (abkara). seperti mengajar Al-Qur'an. (2). Jadi alam Qubur adalah alam pemisah (barzah) antara alam dunia dengan alam Akhirat. manusia dikelompokkan menjadi dua. pokok semua ilmu yang bermanfaat. matematika. • • Ruh yang berada di Sijin dapat saja mutasi ke Iliyin apabila mendapat pasokan pahala yang memadai dari ketiga amal di atas. 78 . • Berdasarkan hasil mizan di atas. Ilmu yang dimanfaatkan / diajarkan. Semua manusia benar-benar dijemur dalam teriknya matahari dengan jarak yang sangat dekat (karena matahari belum banyak berekspansi). Kalau demikian. (QS ). yakni hancurnya alam jagad raya secara dahsyat. Seluruh makhuk musnah luluh lantak. manusia sudah cukup aman. Manusia di alam Qubur sangat lama menunggu Kiamat. pasti suhu bumi panas luar biasa. Kedudukannya seperti anak kecil atau orang gila yang dinilai tidak memiliki amal shaleh tetapi juga tidak mempunyai dosa.sidkah akan terus menambah amal orang mati. (3). Penciptaan bumi dan langit yang baru ini sangat mungkin sama dengan periode awal penciptaan alam. Sedangkan doa anak yang inkar sama sekali tidak bisa berpengaruh. • Selanjutnya adalah penimbangan amal (mizan). Alam Akhirat (Tempat Pembalasan Amal): • Alam Akhirat diawali oleh peristiwa Kiamat. Apabila neraca amalnya ternyata saldo zero. Malaikat. Anak shaleh yang mendoakan orangtuanya. memasak. yakni barisan kanan (ashab al-yamin) yang nampak berwajah cerah ceria. hanya saja balasan syurganya minimal. ). mengepel. Ketika itu hanya Allahlah yang Maha Hidup (alhayyu alqayyum). Amal yang baik bisa menghapus amal yang buruk. Di sini sekecil apapaun amal baik dan perbuatan dosa akan dibuka transparan. itulah hari Mahsyar. jin dan manusia mati. tak ada yang luput sedikitpun. dll.

manusia berusaha susah payah meminta bantuan agar ia bisa masuk kepada ashab al-yamin. jahim. Jahannam. Di alam Qubur. apabila manusia menaati hukum Alam (hukum Kauniyah) dan hukum Qur'aniyah secara bersamaan. Inilah yang disebut syafa't al-kubra (bantuan besar) kepada orang-orang yang layak dibantu. manusia menunggu Kiamat ribuan tahun.000 tahun. Na'udzu billahi min dzalik Berdasarkan uraian di atas. maka ashab al-yamin memasuki syurga. dan terkenal kalau di akhirat masuk neraka. sebenarnya manusia di dunia baru alam yang ke tiga. Oleh karena itu hidup alam Dunia yang hanya 70 tahun harus benar-benar dimanfaatkan. sebagaimana hitungan hari dan tahun menurut Allah. tunduk malu. • Setelah perhitungan final. Sedangkan ashab asy-Syimal memasuki neraka. Maka datanglah nabi Muhammad SAW memberikan bantuan.dan barisan kiri (ashab asy-Syimal) yang nampak bermuram durja. dll tergantung kepada jumlah dosa yang dilakukaannya. sedangkan di alam Akhirat manusia bahagia atau sengsara selama milyaran tahun. saqar. • Lamanya orang di neraka tergantung seberapa banyak dosa yang dilakukannya. sedangkan orang muslim yang shalatnya tidak memiliki efek positif terhadap prilakunya dimasukkan ke dalam neraka Wail. baik syurga Firdaus. dll tergantung kepada jumlah amal shaleh yang dimilikinya. Naim. Yang baik adalah manusia bisa mencapai syurga melalui kebahagiaan shaleh di dunia. Percuma lulus S3. • Untuk menyelamatkan diri. kaya. masih ada dua alam lagi yang harus dilalui yakni alam Qubur dan alam Akhirat. baik neraka wail. terhina. Dalam hal ini orang yang yang mengaku muslim tetapi tidak shalat dimasukkan ke dalam neraka Saqar. Adnin. Walaupun demikian. sangat mungkun kalau orang memasuki neraka selama satu hari itu bisa sama dengan 1000 tahun hitungan dunia bahkan bisa sampai 50. Itu bisa terealisasi. -----ooo0ooo------ 79 .

MODUL 9 ESSENSI AKHLAK (Ritual dan Perubahan Prilaku (Behavior Change). Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat : • Memahami hakikat ilmu akhlak (etika) objek bahasan dan ruang lingkupnya. Dengan demikian pendidikan akhlak pada dasarnya adalah character building dengan target terjadinya perubahan prilaku (behavior change). Sedangkan yang 80 . Baik dalam hubungannya dengan Allah. Essensi akhlak kepada Allah adalah tauhid (taat total tanpa reserve. Sedangkan essensi akhlak kepada alam adalah ihsan. • Mahasiswa memahami substansi dan essensi akhlak kepada Allah. dengan sesama manusia (hablum minannas) maupun dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam). maupun kecerdasan spiritual (SQ). Hakikat Akhlak : Akhlaq yang berasal dari kata khalaqa dengan akar kata khuluqan berarti perangai. Apabila manusia mampu memenej seluruh kecerdasan tersebut berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah maka ia akan menjadi manusia berakhlak baik dalam dimensi yang luas. tabiat atau adat. total submittion) atau sami’na wa atha’na. Essensi akhlak kepada manusia adalah ukhuwah yakni menganggap manusia sebagai saudara. Dengan kesadaran itu diharapkan mereka termotivasi untuk meningkatkan kualitas akhlaknya. Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia memiliki banyak potensi termasuk kecerdasan. • Mahasiswa termotivasi untuk berakhlak mulia dalam segala dimensinya. baik kecerdasan berfikir (IQ). dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. yakni berbuat yang paling baik dalam rangka menjadikan segenap sumber daya alam untuk kesejahteraan lahir batin umat manusia. Perangai yang baik disebut akhlak al-karimah sedangkan perangai yang buruk disebut aklaq al-madzmumah. baik dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah). kecerdasan emosi (EQ). harta atau jabatannya. Tujuan instruksional Umum Mahasiswa dapat memahami dan menyadari bahwa harkat derajat manusia diukur dari keluhuran akhlaknya bukan karena ilmu. serta target-target yang harus dicapainya. kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar.

dll. Objek bahasan Akhlak : Objek bahasan Akhlak meliputi tiga dimensi yakni : 1. laut. dll. Termasuk ke dalam hablum minanllah adalah ketaatan kepada Al-Qur’an dengan sunnah rasul sebagai penjelasannya. air. berhaji. gunung. dengan segala penjelasannya yang terdapat di dalam sunnah rasul. etika kepada orang sakit. bertoleransi ( tasammuh). berdoa. menunaikan shaum. Hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas ). Essensi Aklaq : • Essensi Hablum Minallah ialah bersikap tauhid kepada Allah. etika kepada ayah dan ibu. Demikian juga larangan saling menghina. seluruhnya untuk menunjang ukhuwah. 3. equality). Pengamalan Al-Qur’an dengan cara memiliah dan memilih ayat Al-Qur’an adalah sikap tidak sopan kepada Allah. Beberapa contoh berakhlak baik kepada Allah adalah menegakkan shalat. Tetrmasuk ke dalam hablum minanas antara lain : etika kepada sesama muslim.dimaksud dengan ilmu akhlak adalah ajaran tentang bagaimana caranya mewujudkan manusia yang berakhlak baik. etika kepada lawan jenis. yakni menaati Allah dan Rasul-Nya secara kaffah (total submittion). hutan. etika kepafa non muslim . • Essensi Hablum Minannas ialah ukhuwah (persaudaraan). dan bersyukur. 2. (al- Perintah Allah untuk saling tolong menolong. 81 . fauna. mengeluarkan zakat. udara. medzalimi. dll adalah pada dasarnya untuk mensukseskan ukhuwah. termasuk di dalamnya etika kepada flora. Juga meniatkan segala pekerjaan karena Allah adalah salah satu bentuk etika kepada Allah. Hubungan dengan Allah (hablum minallah). dengan cara melaksanakan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an tanpa kecuali. Hubungan dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam). menjunjung tinggi nilai persamaan di antara sesama manusia musawwah. dan sumber daya alam lainnya.

• Essensi Hablum minal ‘alam : ialah Ihsan (baik). sebaliknya sungguh terhina seseorang yang berbuat kerusakan di atas bumi sehingga mengakibatkan kesengsaraan. 82 . yakni berusaha sebaik-baiknya mengelola bumi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia secara umum sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan hadits. Sungguh luar biasa pahalanya bagi mereka yang telah mampu melahirkan tekonologi yang sangat bermanfaat bagi umat manusia.

Seputar HAM : HAM atau Hak Asasi Manusia (Human Right) dalam pandangan Barat bersifat antroposentrik sedangkan HAM dalam pandangan Islam adalah teosentrik. Orang Islam yang lebih menyukai kekafiran daripada keimanan (QS. • Tugas pimpinan adalah : (a). 61 : 4). Orang Islam yang diprediski dapat menimbulkan kemadharatan bagi umat (QS. 9 : 17). 3 : 118). (e). menjadi saksi yang adil. 3 : 28). Membawa umat menghadap qilblat agar umat melaksanakan Al-Qur'an secara utuh (QS. 30 dan QS. 90 : 13-16). Menebarkan rahmat / perdamaian di seluruh alam semasta (QS 21 : 107). Dan 83 . Wajar kalau terdapat perbedaan pandangan antara keduanya. Menegakkan keadilan dan menentang kezaliman (QS. 3 : 104). dan diskursus tentang Hubungan antara Agama dan Negara). 2. 2 : 13 dan QS. akan kupotong tangannya" (Hadits). 2 : 142144). 1. kemiskinan dan kebodohan (QS. 30 . Nabi bersabda : "Seandainya Fatimah putriku mencuri. Orang kafir (QS. (d). yakni keadilan di depan hukum Allah menegaskan :"Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menegakkan kebenaran karena Allah. Mewujudkan umat yang kokoh (QS. Seputar Kepemimpinan : • Orang-orang yang haram dipilih sebagai pimpinan adalah (1). Amr Ma'ruf Nahyi munkar (QS. HAM. • Al-'Adalah (keadilan).MODUL 13 Etika Islam Dalam Kegiatan Politik (Seputar Kepemimpinan. Orang Islam tetapi suka menjadikan agama sebagai ejekan (QS 5 : 58). Membebaskan umat dari perbudakja. (f). (c). Prinsip-prinsip penetapan HAM dalam Islam : • Al-Musawwah (Persamaan) di depan hukum atau equality before the law. (b). 4 : 58 dan QS 16 : 90).

(QS. Kita meyakini kebenaran agama kita sendiri tetapi tetap menghormati orang lain. 1050). patience with others (Webster's New American Dictionary. Di dalam surat al-Kafirun ayat 1 – 6 dijelaskan bahwa kita harus toleran dalam beragama. • • • • Al-Marhamah (penuh kasih sayang). Kewajiban kepada manusia adalah silaturahmi. Dalam pandangan Allah. • Tasammuh (Toleransi). qishah . Kewajiban manusia terklasifikasi menjadi tiga yakni Hablum minallah. Segala taklief adalah kewajiban yang harus dilakasanakan manusia. hatis menutup autar haaarus zakat dll. Sanksi dari pelanggaran terhadap kewajiban adalah hudud. 27 : 33) . At-Ta'awun dan At-Takaful . At-Tawazun (pola Keseimbangan). membunuh satu 84 . Tolerance is liberty to ward the opinions of athers.janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu golongan membuat kamu berbuat tidak adil". Islam tidak memaksa agar manusia menganut Islam. Akan tetapi kalu sudahmasuk menjadi penganut Islam barulah ada paksaan harus shalat. hablum minannas dan hablum minal alam. Kewajiban kepada Allah adalah ibadah. p. Untuk itu Islam mengharamkan membunuh manusia kecuali karena sebab yang adil. 5 : 8). Itu terserah pilihannya tetapi setiap pilihanmenghandung resiko. Kewajiban kepada alam adalah bersikap ihsan. ta'zie. Kewajiban diberikan sejak baligh. Kewajiban Manusia : • • • • • • • Taklief dari Allah. Toleransi adalah memberi kebebasan pendapat terhadap orang lain dan berlaku sabar menghadapi orang lain. Hak-hak Manusia : • Hak Hidup dan mendapatkan perlindungan keamanan fisik (Hifdzul Jasad). Al-Haq (benar). (QS.

Sesungguhnya kebenaran itu telah nyata bedanya dari yang tidak benar (QS 2 : 256). menghina. memberi kehidupan lepada seseorang sama dengan memberi kehidupan kepada seluruh dunia (QS. Para penggangunya mendapatkan ancaman hukum yang berat. 4 : 4 dan 32) Memperoleh warisan dan pendidikan. Hak mendapatkan ketenangan jiwa (hifdzun nafsi). Nabi bersabda :" Perbuatan yang paling mulia adalah menyatakan kebenaran pendapat di depan seorang penguasa yang zalim" • Hak mendapatkan tertib keturunan (hifdzun nasal). 5 : 32). fitnah. Memiliki kesempatan yang sama untuk mencari dan membelanjakan hartanya QS. Oleh karena itu Islam melarang perzinahan dan pernikahan antar muhrim. Allah menegaskan :"Tidak boleh ada paksaan dalam beragama. dll. Oleh karena itu Islam melarang ghibah. Oleh karena itu Isalam melarang mencuri dan berbisnis dengan cara ghurur (curang). 85 . 1. Allah pun melarang seorang wali menghalangi pernikahan yang secara syar'I tidak terlarang. Wanita ada. • Hak mendapatkan perlindungan akal dan kebebasan menyatakan pendapat (Hifdzul aqli). • • • Hak perlindungan terhadap hak milik / harta (hifdzul maal). • • • • • Seputar Wanita : Memiliki kesempatan beriman dan beramal yang sama (QS 33 : 35 dan 4 : 19). Berhak mengajukan perceraian lewat fasakh dan khulu' Kedudukan Wanita : Perlakuan Istimewa terhadap Wanita : • • • • Tubuhnya dihargai sehingga harus ditutup. (Hifdzu din). Hak menganut agama sesuai dengan keyakinannya. mengumpat.lah tiang negara. Berhak memilih dan dipilih dalam perjodohan. Harus dijaga kemanaannya bukan menjaga keamanan pria.orang sama dengan membunuh sedunia.

taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya). Dengan demikian mendirikan sebuah negara Islam adalah wajib. Alasannya. Ibn Taimiyah (wafat 728 H/1328M). konstruk negara harus negara Islam. Memiliki pnegaruh besar terhadap anak. menyatakan bahwa dalam sebuah komunitas.• • • • • • Surat An-Nisa sebagaiu bukti kepedualian Islam thd wanita. selain QS. menyatakan bahwa dasar tentang kewajiban adanya Imámah adalah Al-Qur'an surat 4 : 59 : )‫م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ع‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ل ي ا َت َُف‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫سلو َت‬ ُ ‫ر م‬ َّ ‫علوا ال‬ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫علوا ا َت‬ َّ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ (59 "Hai orang-orang yang beriman.4 : 59. maupun pemikirpemikir Modern dan – post Modernisme. Hak hidup sehingga tidak boleh melakukan aborsi kecuali dalam situasi darurat. ia pun menggunakan landasan hadis : 86 . ialah kelompok yang berpendapat bahwa hubungan antara Islam dan negara sangat lekat bahkan Islam mengatur persoalan negara secara eksplisit dan detail. Syurga di baqwah telapak kaki ibu. Mereka menolak gagasan negara kebangsaan (nation state) karena dinilai bertentangan dengan prinsip ummah. zaman Pertengahan.wajib mutlak adanya pemimpin. Mati karena melahirkan adalah mati syahid. dan Ulil Amri di antara kamu" Pada ayat di atas Allah SWT mewajibkan muslimin menaati Ulu al-Amri. Mengistimewakan pelayanan kepada ibu daripada kepada ayah. Diskursus tentang Hubungan antara Islam dan Negara Kajian tentang hubungan Islam dan negara telah banyak diperdebatkan oleh para pemikir. Ajaran Islam harus menjadi dasar konstitusi. maksudnya adalah imam (khalifah). Mereka mengakui prinsip musyawarah tetapi menolak musyawarah sistem demokrasi. yakni Kelompok Pertama. Pendapat mereka dapat diklasifikasikan menjadi tiga aliran pokok. baik di zaman Klasik. Al-Mawardi misalnya.

Dalam pandangan Maududi. hal. p. Quthub menjelaskan bahwa manusia hanya mempunyai dua pilihan dalam menerapkan hukum. Dengan demikian. membatalkan UU yang bertentangan dengan syari’at Islam dan pemerintah Pakistan harus menjalankan kekuasaannya sesuai dengan batasbatas yang telah ditetapkan oleh syari‘at Islam. Di dalam tafsir Fi Dzilál al-Qur’án. 1980). Ia menyelenggarakan konferensi Akbar untuk merumuskan konsep Negara Islam. kedaulatan adalah di tangan Tuhan bukan di tangan rakyat. 1966.. hal. Al-Siyásah asy-Syarâ’ah. Sanadnya berasal dari Ali Ibn Bahr ibn Bara'. 43 berfatwa. (Beirut : Dar al-Kitab al-‘Arabiyah). (Beirut : Dár al-Syurãq. Maududi dengan jemaat Islamnya memperjuangkan agar syari’at islam menjadi konstitusi Pakistan. sebab tidak ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah. Kalau manusia berkuasa itu artinya ia hanyalah pihak yang dikuasakan oleh Allah untuk menjalankan kedaulatan Allah. 164). Maududi wafat tanggal 22 September 1978 di Buffalo New York dan dimakamkan di Ichkrah Lahore.(‫اذا خرج ةثالةثة ف ي سفر فليؤمروا احدهم )رواه ابلوا داود‬ “Jika tiga orang berangkat bepergian. 45 Al-Maudãdi. dan karena itu maka Allah-lah Penguasa tunggal yang mengurusi alam ini.44 Selanjutnya ia menyatakan bahwa. (Munawir Syadzali. tanggal 25 September 1903 Masehi. Sayyid Quthub dengan tegas menyatakan perlunya ada Imam (khalifah). hendaklah salah satu dari mereka menjadi pemimpin” Dengan hadis ini lantas Ibn Taimiyah daripada hidup semalam tanpa seorang sultan”43 Tokoh lainnya adalah Al-Maududi. bahwa :”Enam puluh tahun hidup bersama imam yang tidak adil. Allah sebagai Pemilik tunggal. India selatan. hadis nomor 2241. Tahun 1941 ia bersama temanya mendirikan organisasi gerakan Jama’at Islami dan dia sendiri sebagai pemimpinnya. Tafsir Fâ Éilál al-Qur’án. dari Nafi' ibn Abi Salamah. 45 Senada dengan itu. lebih baik 87 . 44 Sayyid Quthub. dan ia menyatakan bahwa menjadikan Islam sebagai konstitusi negara adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat ditawar-tawar lagi. Syari’at Islam sebagai hukum dasar Pakistan. 172. Setelah Pakistan merdeka tanggal 15 Agustus 1947. konsep kekuasaan di dalam Islam didasarkan kepada prinsip bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam. Hadis di atas terdapat dalam kitab Sunan Abi Daud. Lahir di Asurangbad. yakni antara iman Ibn Taymiyah. 888. dari Muhammad Ibn Azlan. Ia menyatakan wajib adanya khalifah dan wajib menjadikan Islam sebagai konstitusi negara. dari Hatim Ibn Ismail. Jilid 2. maka kekuasaan apapun di atas dunia ini pada hakikatnya adalah milik Allah. Ia mendesak Pakistan agar UUD Pakisan menyebutkan bahwa Kedaulatan Pakistan di tangan Tuhan. dari Abi Sa'id AlKhuÑry.

wajibnya mendirikan negara didasarkan kepada beberapa prinsip antara lain – sebagaimana ditegaskan di dalam QS. hal. disebut zalim karena menyalahi hukum Allah. Masalah-masalah Teori Politik Islam. dikatakan Seseorang menaati Allah apabila ia menaati segenap aturan yang telah dibuatNya sebagai-mana tertuang di dalam Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan oleh hadis nabi. Menurut Sayyid Quthu. bahwa seluruh kekuasaan di alam semesta pada hakikatnya berada pada kekuasaan Allah karena Dia-lah yang telah menciptakannya. 5 : 59. 46 88 . hal. wajar kalau Umar Ibn Khattab menegaskan : Lá Isláma illá bil jamá‘ah walá jamá‘ah illá bi al-imámah. mengikuti hukum Allah atau mengikuti hawa nafsu.46 Pendapat serupa disampaikan pula oleh Wahbah Zuhaily sebagaimana dijelaskan dalam bukunya. mau tidak mau harus berhukum kepada hukum Allah. Cara hidup demikian hanya bisa dilaksanakan dalam suatu masyarakat yang bebas secara politik dan ekonomi. halaman 204. Rambi Ka'bi Ahmad menegaskan bahwa. 49 Namun saat ini justeru umat Islam tidak mempunyai imam. 47 Melihat betapa pentingnya kedudukan dan fungsi imam.48 Dalam pandangan Ka'bi Ahmad. Selain menaati Allah dan Rasul-Nya. Karena itu masyarakat muslim wajib hukumnya berjuang mendirikan negara Islam di manapun jika memungkinkan. setiap muslim wajib menaati Ulu al-Amr dengan syarat kalau mereka menaati Allah. karena tidak ada kesepakatan Mumtaz Ahmad (Ed. kewajiban terbesar dari Islam adalah keharusan adanya jamaah Islam. Disebut kafir karena mengingkari hukum Allah.atau kufur. Jadi kewajiban manusia adalah menaati aturan tersebut bukan membuat aturan baru. 30. Tafsâr al-Munâr fâ al-Aqâdah wa al-Syarâ‘ah wa al-Manháj. Di dalam tafsir tersebut dijelaskan bahwa orang yang tidak berhukum kepada hukum Allah adalah kafir. Kalau mengaku beriman kepada Allah. hanya Allah-lah yang mengetahui mana yang sebenarnya maslahat bagi manusia dan mana yang tidak.). 47 Wahbah Zuhaily. hal. Karena Allah sebagai penguasa maka hanya Allahlah yang harus ditaati. tafsir al-Munâr. 48 Rambi Ka‘bi Ahmad {iddiq ‘Abdurrahman. adanya seorang Imam untuk segenap kaum muslimin adalah wajib. Apabila Ulu al-Amr itu tidak menaati Allah lagi maka tidak ada kewajiban bagi umat untuk menaatinya. 30. Bai’at . Menurut Hakim Javid Iqbal. zalim dan fasiq. 49 Rambi Ka‘bi Ahmad. 58. 1996) . Juz VI. (Bandung : Mizan. Bai’at. dan disebut fasiq karena keluar dari iman dan dari ketaatan kepada Allah. Islam atau Jahiliyyah.

\adi` no. "Hai orang-orang yang beriman. 54 Al-Mawardi . 1993. dari ‘Ashim.54 Dengan demikian. Dár al-Falah. Al-Milál wa an-Nihál . Maret.50 Banyak lagi ulama-ulama lain yang mengharuskan adanya khalifah (imam) yang memimpin negara.1v hal. Ijtihad (Qiyas) bahwa kalau di dalam kelompok kecil saja wajib mengangkat pimpinan apalagi di dalam sebuah kelompok besar atau negara. hal.61). hal. 5. ada hadis riwayat Abu Daud dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah tentang kewajiban mengangkat pimpinan walaupun dalam kelompok kecil. Oleh karena itulah Abdul Karim Zaidan berpendapat bahwa orang Islam wajib menegakkan daulah Islámiyyah untuk melaksanakan hukum-hukum syari’ah. maka dia mati dengan kematian Jahiliyyah". 8 55 Abdul Kariem Zaidan. Hadis. taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya).. dari Mua] ibn Muhammad. Sanadnya berasal dari ‘Ubaidillah. |adi` Marfã‘ {ahâh.siapa sebenarnya yang layak menjadi imam. (terjemahan Fadhli Bahri). dari ‘Abdullah. Dalam hal ini Asy-Syahrastani menyatakan bahwa perselisihan umat Islam terbesar adalah karena persoalan Imámah. Qaidah Fiqhiyyah yang menyatakan “málá yatimmu wájib illá bih fahuwa wájib (apabila tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengan adanya sesuatu. hal. 52 {ahâh Muslim. Al-Qur'an surat 4 : 59 tentang kewajiban adanya Ulu al-amr. Ini dikenal dengan mafhãm muwáfaqah la\nal khiÅáb. Tetapi secara umum hujjah yang mereka gunakan tentang kewajiban mendirikan negara Islam adalah : (1). 24 Al-Mawardi. 51 Ibrahim Husain. maka sesuatu itu menjadi wajib adanya). dari Zayd ibn Muhammad. dari Nafi‘.53 (4). hal. I . dan Ulil Amri di antara kamu" (2). 441. Al-Ahkám Al-SulÅaniyyah. apabila hukum Islam hanya bisa tegak dengan adanya negara Islam maka mendirikan negara Islam adalah sebuah kewajiban.52 (3).9 53 89 . Al-Ahkám As-SulÅániyyah fi Wiláyah ad-Dâniyah . kepada pimpinan : 51 Juga hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang kewajiban berbai‘at ‫من م ات وليس ف ي عنقه بيعة م ات ميتة ج اهلية‬ "Barang siapa yang mati di lehernya tidak ada bai‘at.55 50 Al-Syahrastani. Fiqih Siyasah dalam Pemikiran Islam Klasik “ dalam Ulumul Qur’an no2 vol.

sering disebut kelompok fundamentalis Islam. wajib hukumnya memilih imam (khalifah) yang berperan memimpin umat. melaksanakan jihad. As-Siyásah wa Asy. secara logika. 57 M. Nabi Muhammad SAW ketika berada di Medinah dengan Piagam Madinahnya waktu itu telah melakukan segala aktivitas kenegaraan sebagaimana dilakukan oleh para pemimpin negara lainnya seperti menjatuhkan saksi pidana. wajib melaksanakan \udãd. ( Beirut : Dar alKitab al-‘Arabiyyah. menegakkan keadilan. menyatakan perang.Syarâ’ah . ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq 57 bi ad-Üarãrah (sesuatu yang telah jelas misalnya. Lebih terus diikuti oleh khulafá al- Rásyidin dan khalifah-khalifah setelah itu. Dalil Logika. Bukti Sejarah : Menurut kelompok ini. Jadi menurut pendapat pertama adalah. Realitas Politik dan Dimensi Kebangsaan” Harian Republika 29 Januari 1993. Kelompok yang menyuarakan kewajiban mendirikan negara Islam sebagaimana di zaman nabi. 56 90 . menjadi komando perang dan mengangkat para penguasa daerah taklukan. Terhadap istilah ini banyak orang yang merasa keberatan lantas memunculkan istilah lain yakni Revivalis. mereka menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara Islam dengan negara dengan demikian mendirikan negara bukan sebuah kewajiban. wajib membela pihak yang teraniaya. tanpa ada kekuatan politik maka akan sulit menegakkan Islam. Haikal. Untuk menegakkan Islam ini perlu kekuatan politik. hal. tidak setuju dengan konsep negara Islam. oleh karena itulah mendirikan sebuah negara Islam adalah sebuah kewajiban. tetapi sudah menjadi ma‘lãm min ad-dân diketahui wajibnya). Syafi‘i Anwar. 138. dll. Menurutnya Allah tidak memberikan jabatan rasul sekaligus sebagai raja kepada Ibn Taimiyah 1966 . Kelompok Kedua. 1966).56 (6). bahkan ia menegaskan tidak ada hubungan antara agama dan negara. PM.(5). Menurut Ibn Taimiyah. kewajiban muslim adalah amr ma’rãf nahyu munkar. segala apa yang dilakukan oleh nabi itu kepala negara. kelompok yang ingin mengembalikan segala sesuatu termasuk pola bernegara sebagaimana adanya di zaman nabi. Sistem politik Islam bukan saja ada di dalam doktrin Islam. " Idealisme Islam. Sunnah itu harus diikuti oleh segenap muslimin. Jadi Muhammad ketika itu selain sebagai nabi juga sebagai jauh. serta wajib hukumnya menggunakan dasar negara dengan Al-Qur'an.

Alasannya adalah karena ketaatan masyarakat terhadap nabi adalah karena hubungan ruhaniyah yang bersumber pada iman. padahal ayat tersebut tidak bisa disimpulkan wajibnya mendirikan sebuah khilafah walaupun di sana terdapat kata Ulã al-Amr. mayoritas muslim meyakini bahwa nabi SAW adalah seorang rasul sekaligus raja. yakni temporal dan nontemporal. Jadi tidak dapat disamakan antara kekuasaan kerasulan dengan kekuasaan seorang raja. tidak ada seorang ulama pun yang bisa mengajukan satu ayat Al-Qur’an saja yang secara pasti menunjukkan kewajiban mengangkat khalifah serta menjelaskan fungsi khalifah. Dasar pijakan yang ada hanyalah ijmak ulama yang sebenarnya tak lebih dari sekadar kesimpulan logika para ulama terdahulu. lantas dinyatakan bahwa Islam adalah sebuah kesatuan politik dan sekaligus sebuah negara yang didirikan oleh nabi SAW. Padahal. Menurut dia. sedangkan ketundukan kepada raja adalah karena hubungan jasmaniyah antara penguasa yang dikuasai. taatilah Allah. tak ada kaitannya dengan persoalan imámah. Di sini ArRáziq memilah perbuatan nabi menjadi dua. Karena pengertian Ulã al-Amr adalah seseorang yang mengurus keperluan umat bukan berarti khalifah. taatilah rasul dan taatilah Ulã al-Amr di antara kamu”. Dalil Al-Qur’an yang sering dijadikan pijakan para ulama adalah: QS. melainkan hanyalah rasul semata.4 : 83. Buktinya hanya beberapa rasul saja yang menjadi raja seperti nabi Dawud. Ar-Ráziq mengakui bahwa kepemimpinan Muhammad sebagai nabi sangat penting pengaruhnya dalam memimpin masyarakat. tetapi kepemimpinan rasulullah waktu itu tidak identik dengan raja dan rakyatnya. Selanjutnya ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq menegaskan bahwa. kata ar-Raziq bahwa jihad di zaman nabi bukan semata-mata untuk pengembangan agama tetapi untuk pengembangan wilayah kekuasaan. Ayat senada terdapat juga di dalam QS. dengan demikian maka pemerintahan rasulullah adalah sebagai manifestasi dari amaliyah duniawi bukan tugas risalahnya. Lebih jauh Ráziq menyatakan bahwa para ulama bukan saja tidak berpijak kepada ayat Al-Qur’an tetapi mereka tidak memiliki sandaran dari hadis 91 . justeru kebanyakannya rasul itu bukan raja. Kekuasaan Muham-mad SAW atas kaum muslimin adalah kekuasaan kerasulan dan sama sekali bukan ambisi politik.nabi Muhammad SAW. 4 : 59: “Hai orang-orang yang beriman. Rasulullah SAW dahulu telah membentuk kekuasaan politik dan sekaligus bertindak sebagai raja.

Refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam. dasar negara dan ketatanegaran lainnya. No. 59 92 . 60 Tim penulis. Kelompok ketiga : Di luar kelompok yang pro dan kontra di atas muncullah kelompok ketiga yang pendapatnya dapat dianggap sebagai sebuah sintesa. Tujuh Puluh Tahun Harun Nasution. hal. hal. menyatakan bahwa ajaran-ajaran Islam yang orisinil dalam soal kenegaraan hanya sedikit itupun hanya menyangkut prinsip-prinsip. Harun Nasution misalnya dengan mengutif pendapat ‘Abdul Wahháb al-Khalláf dalam ‘Ilmu al–Ushul al-Fiqh. Fat\i Osman menyatakan sangat jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa Islam telah memberikan sistem sosial politik yang menyeluruh dan terperinci59. 1998). “Parameters of the Islamic State ”. Imamah artinya pemegang jabatan khilafah. Tuntutan al-Qur’an tentang kehidupan bernegara tidak menunjuk kepada model tertentu tentang sebuah negara. Kelompok ini mengakui bahwa di dalam Islam memang terdapat ajaran tentang politik dan negara tetapi hanya menyangkut prinsip-prinsipnya saja. Arabia . (Jakarta : Lembaga studi Agama dan Filsafat. (Jakarta : Paramadina. Selanjutnya kata ar-Raziq. 1983 hal. 225. Sejalan dengan itu. akan tetapi dari hadis-hadis itu tidak dapat disimpulkan bahwa kekhalifahan merupakan aqâdah syar‘iyyah. Itu semua disesuaikan secara fleksibel dengan keadaan negara masing-masing. 1989). yang terpenting prinsip-prinsip yang terdapat dalam al-Qur’an itu harus ditransformasikan ke dalam bentuk rumusan – rumusan kenegaraan zamannya. The Islamic World Review. 10. Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. 58 Dengan demikian pada hakikatnya dinamika masyarakat Islam tidak diikat.60 58 yang dipandang perlu akan meme-nuhi hajat kebutuhan kaum muslimin tentang sebuah negara pada Harun Nasution. bay'ah artinya bai‘at kepada khalifah. hal. Dia mengutip dari Fathi Otsman. tidak menjelaskan secara ekplisit tentang bentuk negara. Dasar dan prinisp inilah yang menjadi pegangan bagi umat Islam dalam menghadapi perkembangan zaman. January. . sedangkan jama’ah artinya pemerintahan kekhalifahan Islam. Makalah Al-Qur’an dan Kehidupan Masyarakat. Islam dan Negara. dasar-dasar atau pokok-pokoknya saja bukan rinci. Bahtiar Effendy. 5. bai'ah dan jamá‘ah. 1.rasul tentang persoalan imámah. betul bahwa terdapat hadis-hadis tentang imámah. Dengan demikian. yang menjadi dasar pijakan tentang wajibnya khilafah bukanlah dalil tetapi sesuatu yang mirip dalil (syibhu ad-dalâl). 17.

Amin Rais lebih setuju kalau prinsip-prinsipnya saja yang diterapkan sekarang seperti prinsip keadilan. 64 M. yang di dalamnya terdapat persatuan. inklusif. 62 Dalam pandangan kelompok Modernis. pertama-tama adalah tujuan yang hendak dicapai oleh negara itu yaitu masyarakat beragama dan berKetuhanan Yang Maha Esa. bahkan bisa mereduksi Jadi dalam pandangan Amin Rais. musyawarah dan keadilan. Islam sehingga pada akhirnya Islam hanya berhubungan dengan masalah rohani manusia semata. yang penting adalah prinsip-prinsip terpokok Islam yang harus dijelmakan dalam sebuah negara. Kelompok ini beranggapan bahwa Islam mengatur soal politik dan negara namun tidak mendetail.). dalam membahas konsep negara menurut Islam perlu dipisahkan antara konsep dasar syariah66 yang bersifat universal dengan hal-hal Harun Nasution. integratif dan toleran.Menurut Harun Nasution. persamaan.61 Para pembaharu teologis yang berusaha melakukan pembaharuan konsep teologi keagamaan berupaya menyuarakan gagasan mengenai sebuah Islam yang substantif. 64 nabi itu adalah pengatur dalam segala persoalan. Islam dan pembaharuan: xxiii. “Kata Pengantar” dalam John Elposito. Menurut Amin Rais. Islam Substantif. ar-Ráziq tidak perlu memilah antara aktivitas kehidupan temporal dan nontemporal karena dengan cara seperti ini bisa membawa kepada kesimpulan bahwa Islam tidak perlu dibawa untuk memecahkan masalah sosial politik. Menurut Ibrahim Husein. 66 Syari’ah adalah hukum yang dihasilkan dari ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak mengandung alternatif penafsiran tetapi hanya mengandung satu penfasiran yang pasti (qaÅ‘i).65 Pendapat Amin Rais sejalan dengan pemikiran Ibrahim Husein. hal. 65 Wawancara Amin Rais dengan salah satu Televisi Swasta. 62 Pemikiran kelompok Rasional tentang Hubungan Islam dan Negara dapat dibaca pada Azyumardi Azra. persaudaran. hal. Namun Amin Rais tidak setuju kalau konsep negara di zaman nabi itu diterapkan sekarang. 63 Azyumardi Azra. Amin Rais. : 228-9. Islam Substantif. Piagam Madinah adalah petunjuk pengaturan kehidupan masyarakat yang berasaskan Islam dan disusun berdasar-kan syari‘at Islam untuk mengatur masyarakat yang majemuk 63. Menurut dia soal kenegaraan itu terus menerus berkembang sehingga yang perlu dipegang adalah prinsip-prinsip nilai yang universal dan absolute bukan halhal yang sifatnya kaku. 92-93. sedangkan apabila suatu hukum yang dihasilkan dari ayat yang dapat menimbulkan berbagai macam alternatif penafsiran 61 93 . Islam dan kehidupan Kenegaraan ” Dalam 70 Tahun Harun Nasution. masalah apapun yang dihadapi.

Piagam Medinah memberikan pengalaman historis yang berharga tentang bagaimana nabi Muhammad membangun negara yang masyarakatnya (Üany) disebut fiqih (pemahaman). 68 Ibrahim Husein. yang harus diabadikan dalam sebuah negara adalah nilai-nilai universal dan absolut seperti nilai keadilan. Tetapi bagi masyarakat luas mereka bebas memilih hasil Ijtihad para ulama mana yang dinggap paling tepat. Akan tetapi apabila terjadi perbedaan pendapat yang menyangkut kemaslahan umum maka pemerintahlah yang harus menentukan dan ketentuan pemerintah ini harus mengatasi semua perbadaan yang muncul. Sedangkan Piagam Madinah sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi hanyalah eksperimen yang menunjukkan pengalaman kenegaraan dalam Islam. Indonesia yang melaksanakan prinsip-prinsip hukum Islam sudah cukup. yang diselenggarakan oleh Jurnal Ulum al-Qur’an bekerja sama dengan ICMI. 67 69 Ibrahim Husein. tidak menerima perubahan dan berlaku sepanjang zaman. 9 94 .68 Siyásah yang Islami ialah suatu peraturan. musyawarah. Sedangkan fiqih kebenarannya bersifat relatif. halaman 8. Dalam hal ini. sesuai dengan dasar-dasar yang universal (kully) serta (dapat) merealisasikan tujuan-tujuannya yang bersifat kemasyarakatan. sekalipun hal itu tidak ditunjukkan oleh na[-na[ taf[ili yang juz’i di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. perundangan.67 Seiring dengan itu Abdurrahman Taj menjelaskan bahwa siyásah syari‘ah adalah hukum kebijaksanaan atau peraturan yang berfungsi mengorganisir perangkat kepentingan negara dan mengatur urusan umat yang sejalan dengan jiwa syari‘ah. Fiqih Siyasah . nisbi karena merupakan hasil Ijtihad yang bisa dibantah oleh hasil Ijtihad lain. Seorang ulama wajib melaksanakan hasil Ijtihadnya karena hasil Ijtihadnya itu telah dianggap oleh dia sebagai hukum Allah.yang bersifat teknis dan kondisional yang merupakan refleksi dari tuntutan situasi dan kondisi yang temporal seperti bentuk negara. dll. hal. atau tentang lembaga-lembaga negara. Disampaikan dalam Seminar Nasional Sistem Ketatanegaraan dan Politik Islam Dalam Perspektif Islam. Syari‘ah kebenarannya bersifat absolut. Teori dan Implementasinya dalam Praktek. pemilihan kepala negara. tujuannya demi kemaslahatan umat. toleransi. “Fiqih Siyasah Dalam Tradisi Pemikiran Islam Klasik”.69 Bagi kelompok ini. atau kebijaksanaan yang secara faktual lebih dapat mendekatkan umat manusia kepada kemaslahatan dan lebih dapat menjauhkan diri dari kerusakan sekalipun hal itu tidak ditetapkan oleh Rasul dan tidak pula ada wahyu turun tentang hal itu.

148. hal. 1977).majemuk dalam beragama. The Islamic Lawc and Constitution . Dengan konsep tauhid ditegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Rabb atau pencipta dan penguasa alam ini. Oleh karena itu. 71 Dalam hal ini ada baiknya kita mengetahui penjelasan Maududi seputar hubungan tauhid dalam kaitannya dengan kegiatan politik. 73 Abu al-A’la al-Maududi. Hanya Allah-lah yang berhak mengklaim sebagai hakim serta tidak ada undang-undang selain undang-undang-Nya. hal. 70 71 model yang baku padahal nabi sendiri hidup 15 abad yang silam. Apabila nabi sudah membuat relevan lagi dengan masa sekarang. Islam Substantif. hal. tidak boleh diserahkan kepada makhluk. hal. Menurut Maududi sistem politik Islam didasarkan kepada tiga prinsip pokok yaitu Tawhâd. 1967). al-ma‘bãd). Kedaulatan tertinggi adalah milik Allah sedangkan manusia sama sekali tidak memiliki kedaulatan. Risálah dan Khiláfah. mengatur. Prinsip kedua adalah Risálah. yaitu sunnah nabi. 40. Karena hanya Allah sebagai Rabb manusia maka manusia ketaatan dan kepasrahan manusia hanya diserahkan kepada Allah. Kedua pegangan itu dalam terminologi Islam disebut Azyumardi Azra. 72 Abu al-A’la al-Maududi. Islamic Way of Life. 122-124.72 Allah sebagai Rabb berarti Tuhan yang memelihara. Dalam arti inilah Allah sebagai Iláh (yang disembah. maka Dialah yang berdaulat terhadap alam ini. pedoman dasar bagi kehidupan manusia adalah AlQur’an dan Sunnah Rasul. Dialah satu-satunya Penguasa dan Pemilik.73 Segala aturan dan perundang-undangan yang bertentangan dengan aturan Allah adalah bathil.(Lahore : Islamic Pulication Ltd. Selanjutnya Azyumardi Azra menyatakan : Konsep dan bentuk negara yang baku tidak ada dalam Islam. Azyumardi Azra. mengasihi dan menyempurnakan. Saya kira bukan tanpa hikmah nabi SAW memberikan contoh melalui eksperimen Medinah. Islam Substantif. (Lahore : Islamic Publication Ltd. Bagaimana nabi meletakkan prinsip equality (persamaan) dan toleransi (tasammuh)70. Al-Qur’an hanya menjelaskan prinsip-prinsip pokok sebagai landasan yang harus dipatuhi manusia. selanjutnya apa-apa yang global itu diperjelas oleh Rasulullah sepanjang hayatnya. mungkin saja praktik model itu tidak 95 . 40-41.

NKRI dengan dasar filosofi Pancasila sudah cukup. The Islamic Lawc and Constitution. kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan. Dengan teori kekuasaan mutlak milik Allah.74 Kosep ketiga adalah Khiláfah. 133. kingdom of God. Semua sila di Pancasila bersesuaian dengan Islam.syari‘at. mereka (pada hakikatnya) tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. 42. Islam mengajarkan manusia untuk hanya percaya kepada satu Tuhan. Syafi'i Ma'arif dan Azyumardi Azra. maka negara yang dicita-citakan oleh Maududi adalah kerajaan Tuhan. seperti yang biasa gamblang terlihat pada kalimat syahadat. apakah bersifat pro atau anti Islam. Menurut mereka. Islamic Way of Life. Menurut Maududi. QS. Amin Rais.75 Allah sebagaimana firman-Nya : ‫ف ي‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ َّ ‫ةث‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫ش َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ك م‬ ِّ ‫ح‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ب َت‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت‬ (65 ‫)النس اء‬. Ini artinya bahwa pemilik kekuasaan itu pada hakikatnya adalah Allah. ‫ ا‬ ً‫ليما‬ ِ ‫سع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ملوا َت‬ ُ ‫ل م‬ ِّ‫س‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ض ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫م ا َت‬ َّ ‫م‬ ِ ‫ج ا ع‬ ً‫ر ا‬ َ ‫ح َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫َت‬ Maka demi Tuhanmu. dan mereka menerima dengan sepenuhnya. Abu al-A’la al-Maududi. 96 . pada intinya tak ada yang salah pada Pancasila dari kacamata ajaran Islam. Manusia (umat) wajib menaati khalifah itu selama dia menaati kehendak Allah. hal. Di samping itu Islam sangat menekankan tegaknya 74 75 kalimah sawa (kata yang sama) yang mengatur proses sosial politik dari sebuah Abu al-a’la Al-Maududi. Islam juga mendesak pemeluknya untuk saling mengasihi dan bermusyawarah dalam urusan sosial politik. Pancasila. manusia mempunyai kekuasaan yang didelegasikan oleh Allah kepadanya dengan batas-batas tertentu. Nurcholish Madjid. hal. Pancasila dengan Piagam Madinah sama-sama mengajak kepada komunitas keagamaan yang bersifat heterogen. Secara eksplisit ia menyatakan : Sehubungan dengan filosofi nasional. Bagi Azyumardi Azra. yaitu manusia sebagai wakil Tuhan (khilâfah) di atas bumi. 4 : 65) Para pemikir pembaharuan teologis seperti Harun Nasution. berusaha meyakinkan umat Islam bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 adalah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip pokok Islam. Mulkiyah Allah atau theocracy. Selanjutnya Maududi menjelaskan bahwa syari'at baru dapat ditegakkan apabila didukung oleh kekuasaan (sulthan) ..

Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik ?. Sedangkan yang kedua ( religious state) yang kendatipun secara legal – formal tidak mendasarkan konstruk negara Walaupun kelompok pembaharu telah menyampaikan argumentasinya secara panjang lebar dan memakan waktu puluhan tahun. ( Bangil Jawa Timur : Penerbit al-Izzam. tetapi mengembangkan Islam substantif – meminjam istilah Munawir Syadzali – bukanlah theocratic state tetapi religious state. Repolitisasi Islam. cetakan I. 77 2 Azyumardi Azra. 1998). Para pembaharu menawarkan konsep yang mengesampingkan segi formal dan legal Islam. yang pertama menekankan formalisme dan legalisme ideologis yang menghendaki konstitusi negara yang secara tegas didasarkan kepada Islam (Islam sebagai ideologi negara) dan menghendaki agar masalah kenegaraan berada di tangan pemimpin agama. Islam Ideologi. Berdasarkan alasan-alasan ini tidak mengejutkan bahwa para pemimpin muslim terlibat dalam poses penyusunan Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 dan 16 Agustus 1945 menerima Pancasila sebagai filosofi nasional Republik Indone-sia.keadilan sosial . hal.76 Menurut para pemikir kelompok Pembaharu. Islam Substantif. (Bandung : Mizan. Kompilasi Hukum Islam (1991). 97 . Refleksi Cendikiawan Muda . 2000). 72-73. Negara NKRI sudah final dan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai Islam Undang . Bahtiar Effendy. Ismail. bahkan menuduh para pembaharu teologis itu sebagai mempropagandakan sekularisasi serta menghancurkan watak holistik Islam. hal. P. PERBEDAAN ANTARA NEGARA DEMOKRATIS DENGAN NEGARA ISLAM 79 Negara Demokratis Negara Islam 1 76 77 misalnya pengesahan UU Peradilan Agama (1989).undang Zakat (1999). 93 dst. 78 Lihat Pembaharuan pemikiran Islam (Nurcholish Madjid) dan Kritik Endang Saifuddin Anshari dalam Kritik atas Faham Gerakan pembaharuan Islam Nurcholis dan Rasyidi. Bedanya.78 Mereka membuat perbedaan antara negara demokratis dengan negara Islam sebagaimana dapat dilihat pada table di bawah ini. 249 79 Yusanto. tetapi kelompok funda-mentalis tetap pada pendiriannya. hal. serta menolak model negara demokrasi. 82 dan 78. dan pengesahan kepada ideologi Islam tetapi memperhatikan nilai-nilai Islam.

3. Kedaulatan di tangan Allah. Dalam pengambilan keputusan Syar’i oleh para mujtahid sedangkan pengambilan keputusan teknis diambil oleh para ahli. hal. (Jakarta : Penerbit Paramadina. konsep Maududi). Dari Fundamentalisme . Amin Rais dan lain-lain. Pindahpindah agamapun hak warga negara tidak ada sanksi. partai-partai yang secara jelas-jelas ingin menerapkan syari‘at Islam ternyata kalah. adalah pendapat yang paling banyak berpengaruh pada masyarakat muslim secara umum di Indonesia. 1996). Ada kebebasan beragama tetapi bagi mereka yang murtad terkena dengan hukum bunuh. Bahkan perdebatan di MPR antara kelompok yang ingin agar konstitusi NKRI berdasarkan Islam dengan kelompok muslim yang ingin tetap negara Indonesia berdasarkan Pancasila seperti sekarang. 2. Ada pembagian kekuasaan (power sharing) 1. 3. munculnya perdebatan soal sehingga hampir seluruh hubungan Islam dengan negara adalah sebagai reaksi atas tekanan berat akibat dunia Islam sejak abad 18 diekspansi oleh Barat negara-negara Islam dikuasai oleh Eropa. lihat saja dalam Pemilu 1998 yang lalu. Munawir Syadzali. Pemilu untuk memilih pemimpin mereka . 5. Pengambilan keputusan diambil dengan musyawarah mufakat atau dengan suara mayoritas. pendapat yang ketiga yang antara lain sekarang dikumandangkan oleh Harun Nasution.1. Secara factual. Azyumardi Azra. 5. Kebebasaan beragama. hanya Allah yang berhak memproduksi hukum (al. Modernisme Hingga Post Modernisme. Kekuasaan di tangan ummat. Jika ditelusuri lebih ke belakang lagi. 2. paling tidak sampai hari ini. 4.80 Azyumardi Azra. Pergolakan Politik Islam. Pemilu dimulai dengan pemilihan oleh ahlu al-\allâ wa al-‘aqdi. 2 80 98 . Mereka yang memegang kekuasaan harus dipilih oleh ummat ditunjukkan dengan bai‘at. 4. Kedaulatan di tangan rakyat artinya Keterlibatan rakyat dalam memproduksi hukum (Lyman Tower dalam buku Contemporary political ideology).

mengapa Islam yang jaya dapat dihinakan oleh Barat. Menurut |asan al-Bana.82 Tokoh yang lebih dahulu berpendapat demikian secara tegas – walaupun dalam terminologi lain -. hal. hal. Menghangatnya kembali pembahasan tentang konsep negara Islam akhir-akhir ini disebabkan oleh beberapa faktor. Dengan demikian terdapat hubungan yang inextricable antara agama dan persoalan-persaoalan kemanusiaan. atau kelompok militan atau dalam istilah revivalisor.Ekspansi Eropa ke negara-negara Islam mengakibatkan reaksi dan sejumlah pertanyaan. demikian pandangan Robert Nabilah. dari mulai persoalan keluarga. masyarakat sampai Negara.83 Islam Robert N. Menurutnya. 24. Pertama : Karena kesadaran umat Islam sendiri tentang hakikat agama. kelompok ini adalah kelompok Islam Pembaharuan yang antara lain menghasilkan konsep nation-state atau konsep Nasionalisme seperti Mesir dan Indonesia. baik bab ibadah ritual sampai kepada persoalan mu’amalah. baik dalam kehidupan pribadi (agama private) maupun dalam kehidupan bermasyarakat (agama public). . Sebahagian konseptor muslimin lantas meniru mentah-mentah konsep negara ala Barat seperti Kemal At-Taturk di Turki. Bellah. Majmã‘ ar-Rasail. 24. agama adalah instrument Ilahiyah atau instrument transendental untuk memahami dunia. Essay on Religion in a Post – Tradisionalist World. hal. 16. agama Islam adalah sebagai 81 Azyumardi Azra sebagai nidzam asy-syumul (sistem yang lengkap). Dalam hal ini. Fazlul Rahman menjelaskan bahwa yang 83 99 . Islam dibandingkan dengan agama–agama lain. 81 Maksudnya Tuhan menurunkan agama adalah agar manusia mampu memahami dunia. ini lebih dikenal dengan Westernisasi. Menurut beberapa pemikir. (New York : Holt Rainhart. (Barkeley : University of California. Kelompok ini disebut Fundamentalis Islam. 1991). . Sedangkan sebahagian lagi justeru menghendaki agar kembali kepada konsep Islam klasik apa adanya. Wimston. sebenarnya merupakan agama yang paling mudah untuk menerima premis semacam ini.adalah Hasan al-Bana. Beyond Belief. Lihat juga : Fazlur Rahman. Islam meliputi segenap aspek hidup dan kehidupan. Alasan utamanya karena sifatnya yang omnipresent atau senantiasa mampu “hadir” di mana-mana. Islam. Sebagian lagi menggunakan konsep Islam yang dipadukan dengan Barat. dan menjadi nilai panduan moral yang benar bagi tindakan manusia. 82 Bahtiar Effendy. Dengan penafsiran-penafsiran baru. |asan al-Bana. Repolitisasi Islam. 1996). yakni berasakan Islam dengan sistem khiláfah.

100 . maka menurut Bahtiar Effendy Islam meliputi tiga “D” yakni Dân (agama). Lahore. Bakhtiar Effendy.84 Karena Islam merupakan sistem yang lengkap dan komprehensif. Sejalan dengan pemikiran Fazlur Rahman adalah Qomaruddin Khan. 24. AlQur’an itu tidak berisikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan umum. Menurutnya : Ada pandangan yang salah dalam fikiran kaum Muslimin dewasa ini bahwa Al-Qur’an berisi penjelasan menyeluruh tentang sesuatu. Islam harus diterima dalam keseluruhannya. dan harus diterapkan dalam keluarga. Kesalahfahaman ini disebabkan oleh pandangan keliru terhadap Al-Qur’an yang berbunyi demikian :”Dan kami turunkan kepadamu kitab Suci untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. yakni sebuah “Negara ideologis’ yang didasarkan kepada ajaran-ajaran Islam yang lengkap. hal. Rainhart. (lihat. ekonomi dan politik. hal.85 Dengan konsep tiga “D “di atas tidaklah heran apabila kini bermunculan kembali suara-suara (wacana) dan bahkan harakah yang menghendaki agar segenap kehidupan muslim baik sosial.Islam mempunyai ajaran yang genuine (asli) bersumber dari wahyu Ilahi tentu sangat compatible dengan sturuktur fisik dan kejiwaan manusia sebab memang Islam diturunkan untuk mengatur manusia. (Bagi kalangan muslim) realisasi sebuah masyarakat Islam dibayangkan dalam penciptaan sebuah negara Islam. dunya (dunia) dan daulah (Negara). New York. 1982. Lihat : Qomaruddin Khan. Fazlul Rahman.16 :89). Islam Book Fondation. Islam. 75-76. Islam Ideologi. Selanjutnya ia menyatakan : Islam adalah suatu totalitas yang padu yang menawarkan terhadap semua masalah kehidupan. Winston. Islam dan Negara. Dengan sifatnya yang komprehensif ini Islam dipandang sebagai sebuah totalitas yang padu yang menawarkan solusi terhadap segenap problema kehidupan. (QS. hal. dan bukan penjelasan terhadap segala objek kehidupan. 7. Ayat ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa al-Qur’an mengandung penjelasan mengenai aspek panduan moral.mampu dijadikan panduan moral karena – demikian Ismail Yusanto (juru bicara Hizbut Tahrir) -. Political Concept in AlQur’an. 1966. hal. 84 85 Islamil Yusanto. dalam istilah-istilah simbolik yang dewasa ini dimaksud dengan meliputi semua aspek hidup dan kehidupan adalah karena Islam memberikan paduan moral yang benar bagi tindakan manusia. Islam adalah sebuah totalitas yang padu yang menawarkan pemecahan terhadap semua masalah kehidupan. 18. Holt. ekonomi dan politik yang didasarkan kepada Islam secara eklusif.

Ada anggapan bahwa kehancuran komunisme adalah kemenangan kapitalisme. Islam. 5.populer seperti revivalisme Islam. Maraknya kezaliman atas diri umat Islam di berbagai belahan bumi meningkatkan Mohammad Arkoun. hal. State and Society. 86 Kedua. termasuk Indonesia yang hancur morat marit karena krisis multi dimensi. (2). Bai’at. Sekularisme adalah Iqámah al-Hayát ‘ala Gair Asási min ad-dân yakni membangun struktur kehidupan di atas landasan selain agama. Mereka merasa kesal terhadap keadaan negara yang terus menerus oleng padahal mereka didambai setumpuk harapan untuk segera menikmati negara Islam Indonesia. Ujungnya adalah kehancuran moral dan akhlaq. Islam bukanlah segepok teori dan ilusi kosong tanpa kenyataan. Islam sebagai agama telah ada sejak 14 abad yang silam dan sebagai mabda’ telah pernah terwujud secara faktual sebagai realitas historis selama berabad-abad di berbagai wilayah87 Dalam realita sejarah. Hanya caranya yang berbeda. Muhammad SAW selain sebagai Rasulullah juga sebagai kepala negara Di negara Madaniyah Rasulullah mendeklarasikan undangundang sebagai landasan konstitusi yang mengatur hubungan antar warganya. Islam Ideologi. Dunia yang terus bergejolak dan hancurnya komunis. termasuk kebebasan berkeyakinan.88 Ketiga karena ternyata konsep negara sekuler89 telah dianggap gagal oleh banyak kalangan muslim dalam membawa negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim kepada kejayaan. 87 Ismail Yusanto. 1986. hal. Ini sangat salah karena kapitalisme dengan komunisme berakar dari unsur yang sama yakni materalisme yang hanya menghargai materi serta tidak mengindahkan nilai-nilai keagamaan. hal. The Concept of Authority in Islamic Though . 88 Ramli Kabi Ahmad Shiddiq Abdurrahman. 23. (London : Curzon Press. yang satu menggunakan jalur kolektivisme sedangkan yang lain menggunakan jalur individualisme. kebangkitan Islam. menjelaskan hak dan kewajiban. Lihat juga : Sayyid Quthub. Keempat: Lahirnya kembali optimisme terhadap prospek Islam masa depan sebab (1). hal. dalam Klauss Ferdinand and Mehdi Mozzafari (ed.). Ancaman Sekularisme. 18. Menengok kembali kepada kenyataan sejarah. 89 101 . revolusi Islam atau fundamentalisme Islam. 86 Menurut Muhammad Quthub. 23-35. 1988).

Tuhan semesta alam”. Pada dua ayat di atas dijelaskan bahwa hakikat dan fungsi salat ada dua yakni untuk mengingat Allah SWT dan untuk mencegah maksiat. 29 : 45 ditegaskan pula: ِ ‫ع ع‬ ‫ن‬ َ ‫هى َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ة َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫َت َ َت‬ ‫صال‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ َت‬. (162)‫ن‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫ع اَت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ا ُف‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ت ي ع‬ َّ ِ ‫م ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ ي َت‬ َ ‫ي ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك ي َت‬ ِ ‫س ع‬ ُ ‫ن م‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ت ي َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫ق ُف‬ ُ ‫م‬ Katakanlah. 29:45).. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Mengingat Allah kata mereka.( 14: ‫ ي )طه‬ ْ‫ر ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ : ‫علون) العنكبلوت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ص َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫ك َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ر ا ع‬ َّ ُ ‫ك م‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ء َت‬ ِ ‫ش ا ع‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ (45 "Dan dirikanlah salat untuk mengingatKu (20: 14).. (3). ide mendirikan negara Islam yang dikedepankan oleh kelompok fundamentalis bukanlah ide baru. Fungsi salat ada dua yakni salat sebagai media mengingat Allah dan salat sebagai alat pencegah maksiat.salat yang lain). sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar. …dan dirikanlah [alat. Dan sesungguhnya mengingat Allah ([alat) adalah lebih besar (keutamannya daripada salat . bisa ditempuh dengan berbagai macam cara antara lain dengan zikir. Lantas muncul pertanyaan mengapa Islam tidak membuat Negeri Bersatu.90 Di dalam al-Qur’an surat 20 : 14 dan QS. Lihat hasil wawancara penulis dengan anngota/ mantan anggota NII 102 . hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. ibadahku.kesadaran akan Islam dan memperkokoh persatuan. tetapi ide ini secara terus menerus diimbangi oleh para pemikir Modernis yang lebih menghendaki gagasan negara Islami (bukan negara Islam). Dari uraian di atas. membaca Al-Qur’an. Terinspirasi oleh munculnya Eropa Bersatu yang didasarkan atas kesadaran bahwa untuk mengatasi masalah manusia tidak cukup dengan skop nasional. 90 KW IX.. doa. sesunggunya shalatku. Ini artinya salat merupakan media bagi seorang hamba untuk mengingat Allah.

hal. sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya. Itulah yang lebih baik bagimu. Sedangkan di dalam hadis dijelaskan bahwa salat adalah pembeda antara mukmin dan kafir (HR. ruku. Wahbah al-Zuhayly.Fungsi lain salat adalah untuk mempertahankan keterhubungan (Shilah) manusia selama hidupnya dengan hukum-hukum Allah. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungaisungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. 91 103 . duduk dan tasyahud. Lebih jauh Wahbah Zuhayly menyatakan : {alat yang dimaksud pada ayat di atas adalah salat yang dilakukan dengan sempurna yang memenuhi rukun dan syaratsyaratnya. Muslim): Zakat : Landasannya adalah Al-Qur’an surat 61 : 10-12 : )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ “Hai orang-orang yang beriman. ketika menafsirkan kalimat: ”wala]ikru Allahi akbar” menyatakan bahwa salat merupakan realisasi ketaatan terbesar dari segenap bentuk ketaatan kepada Allah (inna a[-[alat akbaru min sa’áiri atha’na ). Dalam hal ini Wahbah al-Zuhayly di dalam buku Al-Fiqh ’àm wa Adillatuh. apabila salat tidakberfungsi menghubungkan aktivitas hiduonya dengan hukum Allah itu berarti shalat yang tidak essensial.. jika kamu mengetahui. {alat yang demikian merupakan tiang agama dan merupakan media hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya.91 Oleh karena itu meninggalkan salatnya itu sendiri sudah merupakan sikap pembangkangan terhadap perintah Allah SWT. lengkap dengan bacaan. sujud. dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah keberuntungan yang besar”. 249. Jadi yang dimaksud dengan iqámah as-{alat adalah melaksanakan salat tersebut pada waktunya. Tafsâr al-Munâr . Dengan demikian.

104 .

MODUL 14 KETERIKATAN MUSLIM TERHADAP ISLAM (Konsep Iman. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". mereka tetap bersikap tolerans kepada penganut agama lain.. seorang muslim harus memiliki keyakinan bahwa Islam adalah satu-satunya din yang haq. sikap hijrah (behavior change ke arah yang lebih baik). dan para ulama. Dalam hal ini. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Istilah lain kesaksian ini adalah bay’ah. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep hijrah dan jihad dalam konteks kekinian. Hijrah dan Jihad) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami tentang keterikatan seorang muslim kepada Islam sehingga termotivasi untuk bersikap committed terhadap Al-Islam melalui upaya peningkatan kualitas iman. Pokok-pokok Materi Prolog : Muslim adalah orang yang menganut Islam. Tujuan Instruksional Khusus : • • Mahasiswa dapat menjelaskan tiga kewajiban seorang mukmin kepada Islam. Setelah seseorang menyatakan keimanannya. 2 : 218 : 105 . dan jihad yakni berjuang bersungguh-sungguh mengelola bumi berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan lahir batin umat manusia. Bagi orang awam keyakinan ini diperoleh melalui doktrin atau karena figur pembawanya yakni nabi Muhammad SAW. ia harus comitted kepada alIslam yakni berhijrah dan berjihad sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. Sedangkan bagi orang hawas (intelektual) meyakini kebenaran Islam lebih didominasi melalui pendekatan dalil Al-Qur’an dan dalil rasio.”. sedangkan din yang lain adalah bathil. Kecuali bagi mereka yang sudah Islam sejak kecil. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. Untuk menjadi seorang muslim yang beriman kepada kebenaran Al-Islam harus melalui kesakian/ syahadah/ testimony yang diikrarkan di depan imam. Mukmin adalah orang yang benar-benar meyakini (tanpa ragu sedikit pun) bahwa Din Al-Islam adalah satu-satunya din ciptaan Allah. Walaupun demikian. Tidak setiap orang yang menganut Islam memiliki keimanan yang sama terhadap kebenaran Islam.

Kesakisian di depan imam ini sering disebut bai’ah. Demikian pula dalam beribadah. Kalau seseorang mau mendapatkan upah. Baru setelah itu keislamannya diumumkan kepada publik. maka Allah akan memberinya pahala yang besar. Sebagai contoh. Tangan Allah di atas tangan mereka. Seorang buruh tidak boleh langsung bekerja sebelum ada perjanjian antara buruh dengan majikan (direktur). Dasar pijakannya adalah Al-Qur’an surat 48 : 10 : ‫مطط ا‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫فع‬ َ ‫ث َت‬ َ ‫كط َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫مط ُف‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫دي ع‬ ِ ‫يط ع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫لو َت‬ ْ‫فط ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫د ا ع‬ َّ ُ ‫ي م‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َّ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م ا م‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ )‫مطط ا‬ ً‫ظي ا‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫را َت‬ ً‫جط ا‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫تي ع‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫سط م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت َط َت‬ َّ ‫ه ا‬ ‫لل‬ ُ ‫يط م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫د َت‬ َ ‫ه َت‬ َ ‫ع ا َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫فى ع‬ َ ‫و َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ْ‫ن ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ث َت‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫َت‬ (10 Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (ba‘iat) kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Ali. kalau dia bekerja sebelum ada perjanjian kontrak kerja. Jadi fungsi bai‘at sebagai pintu keabsahan beribadah. tidak bisa langsung beribadah kalau belum melalui bai‘at di depan Imam. maka ia tidak mungkin menerima upah walaupun sudah bekerja keras.Iman Melalui Bai'at (Bay'ah) Menganut Islam bukanlah sebuah pemaksaan. dan tidak sah bai’ah tanpa ketaatan”. tidak sah Imamah tanpa bai’at. tidak sah jama’ah tanpa Imamah. seseorang yang semula nonmuslim. Ini berlaku bagi orang yang masuk Islam pada usia baligh (dewasa). Ikrar dua kalimah syahadat tersebut harus dilakukan di depan imam sebagai saksi.92 Landasan tentang pentingnya berjama’ah antara lain hadis dari Umar ibn Khattab yang menyatakan bahwa “ Tidak sah Islam tanpa jama’ah. 92 106 . harus ada kontrak kerja lebih dahulu. akan tetapi untuk memasuki Islam ada gerbang yang harus dilalui yakni Syahadah (kesaksian). yaitu mengucapkan syahadatian yang isinya mengakui tidak Tuhan selain Allah dan mengakui kerasulan nabi Muhammad SAW. Tetapi tidak berlaku bagi orang-orang yang sudah memeluk Islam sejak kecil. Fatimah dan Asma masuk Islam sejak kecil. Baiat ibarat kontrak kerja. mereka semua tidak melalui persaksian (testimony) di hadapan imam. maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya dan barang siap menepati janjinya kepada Allah.

hal. maksudnya. maka sejak adanya perjanjian itu. sebagaimana QS 2 : 275 bahwa Allah menghalalkan jual beli (al-bai’a) dan mengharamkan riba. 1993. bai‘at berarti janji. Judul aslinya adalah Al-Bai‘ah fi alNizám al-Siyásy al-Aslamâ wa Çabiqátuh fi al-hayát as-siyásiyyah wa alMu‘á[irah. Sedangkan dalam kaitan dengan tauhid Uluhiyah. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". kata bai‘at berarti niaga (QS. ia harus berhijrah. Allah menegaskan : َ ‫جلو َت‬ ‫ن‬ ُ ‫ر م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫لل م‬ ِ ‫ل ا ع‬ َّ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ 218) ‫م‬ ٌ ‫حي إ‬ ِ ‫ر ع‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫فلو إ‬ ُ ‫غ م‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ة ا ع‬ َّ َ ‫م َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ر ُف‬ َ ‫) َت‬ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. bahwa seseorang yang telah di. kemudian berjihad. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. El-Fawaz Press. mereka wajib berhijrah secara total. Satu Prinsip Gerakan Islam.Secara umum bai‘at berasal dari kata Arab dengan bentukan kata pokok ba-ya-‘a yang artinya menjual atau membeli.bai‘at berarti telah menanda-tangani kontrak untuk berniaga dengan Allah di mana dalam perniagaan itu wajib menggunakan aturan dan undang-undang yang telah dibuat oleh Allah. 36 .39. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. 2 : 218 : Ramli Kabi Ahmad {iddiq Abdurrahman. Pengertian bai‘at dalam kaitannya dengan konsep tauhid Mulkiyah berarti menjual (QS 9 :111). Hijrah : Setelah seseorang menyatakan keimananya. Juga di dalam AlQur’an surat al-Jumu'ah ayat 10 yang artinya “Dan tinggalkanlah al-bai‘a (jual beli)” 93 Dalam kaitan dengan tauhid Rubbãbiyah. manusia wajib merasa terikat dengan aturan Allah. Al-Qur’an secara tegas menjelaskan bahwa apabila seseorang telah menyatakan diri sebagai mukmin. Dalam hal ini Allah membelinya dengan syurga. 93 107 . yakni janji manusia untuk mengabdi kepada Allah.”. 61 : 10). Bai’at. yakni menjual diri dan segala miliknya kepada Allah.

maka ia termasuk orang yang rugi. Orang-orang itu tempatnya nereka jahannam dan seburuk-buruknya tempat ibadah”. 8:72 : Bagaimana pengertian hijrah yang sebenarnya ? Hijrah ada dua macam yakni hijrah Makani dan hijrah Qalbi. Tujuannya untuk membuat komunitas masyarakat yang diatur oleh hukum Allah yang asbolut yakni Al-Qur’an. Para malaikat bertantya pula :”Bukanlah bumi Allah itu luas sehingga kami dapat berhijrah di bumi itu?”. Menurut Al-Qur’an surat 90 ayat 10 ditegaskan : Wahadaináhu an-najdain” (Kami menunjukinya dengan dua jalan). yakni jalan yang bathil dan jalan yang haq.ِ ‫ل ا ع‬ َّ ‫لل‬ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ْ‫ل ُف‬ ‫م‬ َ ‫وَت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫ض َت‬ ٍ ‫بعُفْ ف‬ َ ‫ء َت‬ ُ ‫ي ا م‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫وع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ض م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫روا م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫وا َت‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫رو م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫ن ا ُف‬ ِ ‫إ ع‬ ِ ‫وع‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ت ع‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م‬ ‫م ا‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫لل ع‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ق َت‬ ٌ ‫ث ا إ‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫م َت‬ ٍ ‫لو ف‬ ْ‫ق ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫ر ع‬ ُ ‫ص م‬ ْ‫ن ُف‬ َّ ‫م ال‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ن َت‬ ِ ‫دي ع‬ ِّ ‫ف ي ال‬ ِ ‫ع‬ 72)‫ر‬ ٌ ‫صي إ‬ ِ ‫ب ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫مم‬ َ ‫ع َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang orang yang hijrah) mereka itu satu sama lain lindung melindungi”.S 4 : 97 sbb : ‫ن ا‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫للوا م‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫م م‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫للوا ع‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ظ اع‬ َ ‫ة َت‬ ُ ‫ك م‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫م ا ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ف ا م‬ َّ ‫لو‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ‫ه ا‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫روا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫ف م‬ َ ‫ة َت‬ ً‫ع ا‬ َ ‫س َت‬ ِ ‫وا ع‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ض ا ع‬ َّ ُ ‫ر م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫أَت‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ف ي ا َت َُف‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ض َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫م‬ (97)‫را‬ ً‫صي ا‬ ِ ‫م ع‬ َ ‫ت َت‬ ْ‫ء ُف‬ َ ‫س ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ن م‬ َّ ‫ه‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫وا م‬ َ ‫أ َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫فم‬ َ ‫َت‬ Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya :”Dalam keadaan bagaimanakah kamu ini (diwafatkan)?”. Allah menegaskan di dalam Q. Hijrah makani ialah pindah dari satu komunitas ke komunitas yang lain sebagaimana nabi dan para sahabanya hijrah dari mekah ke Medinah. Sedangkan hijrah yang lain adalah hijrah Qalbi. Hijrah adalah pindah dari 108 . Apabila ia berada dalam komunitas jahiliyah dan tidak mau berhijrah. lantas dibinasakan oleh orang kafir.

sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat 61 : 10-12: )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ "Hai orang-orang yang beriman.sungguh) dalam beribadah. tenaga. Harta di sini termasuk uang. baik ibadah ritual maupun ibadah mu’amalah dalam fungsinya sebagai khalifah fil ardl. dari perilaku jahiliyah kepada perilaku Ilahiyah. sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Dalam perniagaan itu. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungaisungai. keinginan. keluarga. pekerjaan. maka ia harus menggunakan harta dan jiwanya itu untuk berjihad (berjuang sungguh. Sedangkan yang dimaksud dengan jiwa adalah waktu. harta bahkan darah dan nyawa. dan kebiasaan. dari dunia gelap gulita (dzulumat) ke jalan yang terang (nur). yang dijual oleh manusia kepada Allah adalah harta dan jiwa. pola fikir. dan apa saja yang ada pada dirinya.kebiasaan buruk kepada kebiasaan baik. dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Itulah keberuntungan yang besar ". Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. 109 . Jihad Kewajiban lain seorang mukmin adalah jihad. Jihad adalah berjuang secara maksimal untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi dengan mengerahkan fikiran. baik sukarela maupun terpaksa ( thaw’an aw katrhan) Karena harta dan jiwa seorang mukmin telah dibeli oleh Allah dengan syurga.

sehingga mampu melahirkan sains. Bagiamana cara mengamalkan islam berhijrah dan berjihad. Bagaimana implementasi berjihad ? Jawabannya : Ialah bersungguhsungguh dalam mempelajari Islam.Implemetasi jihad antara lain adalah menunut ilmu secara terus menerus tanpa henti dari mulai lepas dari pangkuan ibu sampai mati. mengamalkan Islam dan mendakwahkan Islam dengan segenap kemampunnya secara maksimal dengan mengorbankan harta dan jiwa. Bagaimana implementasi berhijrah ? Jawabannya : Ialah meninggalkan pola fikir dan perilaku Jahiliyah menuju prilaku Ilahiyah. Bagaimana caranya agar seorang mukmin selamat di akhirat ? Jawabannya : Ia harus mengamalkan Al-Qur’’an secara total. Bagaimana caranya agar muslim menjadi mukmin ? Jawabannya : untuk menjadi mukmin ia harus mampu meyakini bahwa al-Islam adalah satusatunya din yang haq. mengaku hamba Allah harus dicoret. teknologi dan seni dalam rangka mengelola segala sumber daya alam untuk kesejahteraan umat manusia. maka statusnya sebagai seorang yang Pertanyaan Renungan : • • • Apakah setiap muslim Belum tentu. ? Jawabannya : Ialah dengan sudah pasti seorang mukmin ? Jawabannya : 110 . Mengapa demikain? Jawabannya : Karena mungkin saja seseorang beragama Islam tetapi tidak yakin akan kebenaran Islam. • • • • • Kalau sudah mengimani bahwa Islam adalah din yang haq. apakah ia dijamin akan selamat di akhirat ? Jawabannya : Sangat tidak dijamin. Apabila seorang muslim berperilaku sebaliknya yakni merusak.

Tujuan Instruksional Khusus : 1. Bagi Iman al-Ghazali. Tasawuf pada hakikatnya adalah ajaran tentang latihan pengendalian diri (mujahadah an-nafs) sehingga manusia mencapai kualifikasi akhlak yang baik. juga bagi para ulama yang tafaqquh fiddin .MODUL 10 STUDI KRITIS TENTANG TASAWUF DAN TAREKAT Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami mana ajaran tasawuf yang benar dan mana yang menyimpang sehingga mereka mampu memilah aplikasinya dalam kehiduoan sehari-hari. Mahasiswa dapat memilih mana ajaran tasawuf yang berdasarkan dalil yang sahih dan mana ajaran tasawuf yang meyimpang dari syaril’at Islam. Oleh karena itu segala ajaran tasawuf yang tidak memiliki rujukan yang absah dianggap sebagai ajaran yang diada-adakan. dan itu bathil. apabila mempelajari sesuatu termasuk ajaran tasawuf dan tarekat harus benar-benar kritis. Oleh karena itu. Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat dan tujuan tasawuf dalam proses pembinaan akhlak/ etika. 111 . tetapi banyak juga kelompok orang yang sangat mengagungkan tasawuf bahkan tarekat. Ajaran tasawuf dan ajaran tarekat yang tidak memiliki landasan dalil yang sahih. Dan juga jangan ragu membuangnya walaupun telah menjadi keyakinan dan amalan banyak orang. 3. Pokok-pokok Materi Prolog : Banyak orang Islam yang antipati kepada tasawuf. sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan rasulNya. Tidak boleh sungkan mengambil yang baik walaupun kata orang lain salah. yakni jiwa yang taqarrub (dekat kepada Allah) dan ma’rifatullah (mengetahui Allah dengan ilmu). tasawuf yang benar adalah tasawuf yang berlandaskan dalil Al-Qur’an dan hadits shahih. baik dalil implisit maupun eksplisit. kita harus memahami secara kritis apa dan bagaimana tasawuf dan tarekat itu. Sebagai seorang muslim yang mencintai ilmu. Mahasiswa dapat menunjukkan beberapa penyimpangan doktrin tarikat dari sumber-seumber Islam (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul) sehingga mampu menyikapinya secara tepat. sehingga kita bisa menyikapinya secara proporsional. 2. bisa mengarah kepada perbuatan syiirik.

bahkan sampai ke pintu gerbang Wina. meningkatkan akhlak. dan membangun 94 112 . Mereka hijrah ke tempat terpencil untuk menjauhi glamour dunia. maka disebutlah kaum Sufi.289 H) tokoh sufi modern sebagai berikut : Tasawuf ialah membersihkan diri dari sifat yang menyamai binatang dan melepaskan akhlak yang fithri. Hakikat Tasawuf : Hakikat ajaran tasawuf adalah ajaran tentang latihan hidup sederhana untuk mensucikan jiwa. Akan tetapi ada akibat lain yakni banyak pejabat negara dan sebahagian umat Islam terkena penyakit “wahan” yakni bersikap materealistik dan individualistik. Mereka melepaskan pakaian-pakaian yang mewah lantas menggantinya dengan pakaian yang sangat sederhana yang terbuat dari bulu domba. Ini yang disebut Ma’rifat94 Definisi tasawuf menurut Junaid al-Baghdadi (w. wilayah kekuasaan Islam sangat luas mencakup seluruh jazirah Arab. Zakaria al-Anshari (852-925 H) menyatakan bahwa : Tasawuf mengajarkan cara untuk mensucikan diri. Sebahagian Eropah Timur termasuk Spanyol. memberi nasihat kepada ummat. merasa khawatir terkontaminasi penyakit “wahan” ini lantas pergi jauh ke luar kota. Penyakit ini pun merambah kepada sebahagian ulama. di masa dinasti Umayah. atau disebut Taqarrub. Selain itu. Negara-negara Islam menjadi kaya raya. Jadi Sufi adalah orangnya sedangkan tasawuf adalah ajarannya. Umat Islam bukan menjajah tetapi menjadikan wilayah – wilayah baru itu sebagai kekuasaan otonomi yang menginduk kepada pusat. Sedangkan ajaran tentang bagaimana cara hidup sederhana atau hidup zuhud disebut tasawuf. Targetnya ada dua yakni : Pertama : Berusaha mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. menjauhi hawa nafsu. ini disebut uzlah.Latarbelakang Kelahiran Tasawuf Pada abad kedua hijriyah. memberikan tempat bagi sifat-sifat kerohanian. menekan sifat basyariyah (kemanusiaan). berpegang kepada ilmu kebenaran. Ulama-ulama yang lain yang ingin mempertahankan hidup zuhud sebagaimana nabi SAW dan para sahabatnya. benar-benar menepati janji kepada Allah dan mengikuti syari'at rasulullah. Di tempat terpencil ini mereka melatih diri untuk hidup sederhana atau hidup zuhud. Kedua : Usaha mensucikan jiwa sesuci-sucinya sehingga dapat melihat Allah dengan mata hati.. Bulu domba itu bahasa Arabnya Shuf. mengamalkan sesuatu yang lebih utama atas dasar keabadiannya.

membuang atau mensunyika sifat-sifat buruk). sedangkan istilah bermakna membersihkan jiwa dari bebagai nafsu yang rendah dan dilarang Allah. Mardhiyah. gila pangkat. gila dunia. banyak pengumpat. gila harta. manusia harus melatih diri menundukkan nafsu-nafsu buruk dan mengembangkan sikap-sikap yang terpuji yang disebut mujahadah al-nafs 95 113 . Konsep Latihan Pensucian Jiwa untuk mencapai ma’rifat : Untuk mencapai ma’rifat. Pusat Penerangan Arqam. misalnya sum'ah. dan kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi. Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas. serta (iii) konsep wali Allah dan karamah. yakni akhlak secara keseluruhan. Untuk mencapai kualitas nafsu yang lebih baik hingga mencapai tingkat ruhani paling unggul.60. Nafsu Amarah adalah nafsu yang paling rendah yang termanifestasikan dalam segala sikap dan prilakunya yang tercela. 1989. yakni (i) Konsep latihan pensucian jiwa atau mujahadah al-nafs dan (ii) Konsep hidup zuhud (ascetic). Walaupun demikian ada beberapa objek bahasan hal yang secara khas dibahas dalam tasawuf. terlalu banyak bicara. sesorang perlu melakukan latihan pensucian jiwa yang disebut Riyadlah istilah lainnya adalah mujahadah an-nafs (Latihan pembersihan jiwa) Mujahadah an-nafs dilakukan melalui tiga tingkatan. bahwa manusia memiliki nafsu yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat.95 Penjelasannya sbb : Pertama. Mulhamah. atau disebut inti ajaran tasawuf. ujub. Malaysia.Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. riya. Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas. Ashaari Muhammad.Takhalli : Secara bahasa takhalli berarti mengosongkan. Menurut Ashaari Muhammad yang mengutip pendapat Imam Al-Ghazali. Sungai Penchala Kuala Lumpur. Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. yakni akhlak secara keseluruhan. membuang atau mensucikan. Unsur utama tasawuf adalah penyucian diri dan tujuan akhirnya kebahagiaan dan keselamatan. Mengenal Diri Melalui Rasa Hati . Radhiyah. dari mulai nafsu Amarah. tahalli (mengisi atau menghiasi jiwa dengan sifat-sifat yang baik). yaitu :"takhalli (mengosongkan. Lawamah. sampai kepada nafsu Kamilah. dan tajalli (merasakan kebesaran dan kehebatan Allah)". Muthma-imah.p.

akan tetap dirasakan sebagai kasih sayang Allah kepada hambaNya. tenang. Iman dan Persoalannya. station yang dalam istilah tasawuf disebut Maqam. Maqam (maqamat) : Maqam (jamaknya maqamat) adalah anak tangga.p. Juga : Ashaari Muhammad. 114 . dari mulai terminal pertama 96 97 Ibid.. syukur nikmat. Selagi manusia belum membenci. Tajalli sejenis perasaan yang datang sendiri tanpa memerlukan usaha lagi. membaca Alqur'an dan lain-lain merupakan media pendidikan dan latihan untuk mampu membuang sifat-sifat madzmumah (tercela) untuk diganti dengan sifat-sifat mahmudah (terpuji). Asjhaari Muhammad. atau terminal yang harus dilalui seseorang dalam proses mujahadah an-nafs guna mencapai kesempurnaan ruhiyah sampai ke tingkat ma’rifat. berprasangka baik.Cit.p. Mengenal Diri. 1983. dll. Lihat Juga : Ashaari Muhammad. takut kepada Allah. jamaknya maqamat. pemurah.Tajalli. maka orang yang berada pada kondisi tahalli ini belum banyak merasakan ketenangan dan kelezatan hidup. Tahalli dan Tajalli. memusuhi dan membuang kebiasaan itu jauh-jauh maka nafsu itu akan senantiasa menguasai dan memperbudak manusia.Op. berani. Apa saja yang menimpanya. ceria. lemah lembut. amanah.Cit. Pusat Penerangan Arqam.p. 98 Ashaari Muhammad. puasa. Oleh karena itu. Namun demikian.. Op. karena level ini masih proses pengisian . Perasaan itu adalah perasaan lapang . ikhlas.65-83. Orang yang sudah sampai ke tingkat tajalli. bahagia. baik shalat. yakni penjelmaan dari usaha pensucian jiwa tadi.Tahalli. taubat. Huraian ke Arah Membangun Masyarakat Islam. selalu ingat mati dan selau bertawakkal kepada Allah.63-65. dinamis.96 Kedua. Kuala Lumpr. zakat. ingatan dan rasa rindunya penuh tertuju kepada Allah.97 Ketiga. Berkenaan dengan tahalli ini semua ibadah.. mengasihi semua mukmin. Mengenal Diri. sedangkan secara istilah artinya mengisi atau menghiasi hati dengan sifat-sifat mahmudah seperti jujur. Secara bahasa artinya mengisi. pemaaf. terdapat tahapan-tahapan pelatihan atau terminal. tawadlu' ( rendah hati).98 Selain konsep Takhalli . sabar. berlpang dada. 60-63.p..97. ridha.Cit. station. Op. Malaysia. baik nikmat maupun musibah.82. rajin. 4.terlalu banyak makan.zuhud.p. hati dan penampilan orang peringkat tajalli selalu tenang dan istiqamah.

Tetapi juga tidak menolak manakala diberi. Taqwa. ialah tidak meminta sesuatu kecuali sekadar apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewajiban ibadah. ialah menyerah kepada qadha dan qadar dari Allah. 5. Menerima qadha qadar apa adanya. ialah meminta ampun dan tidak kembali berbuat dosa. tasawuf sampai ke tingkat ma’rifat masih sesuai dengan sunnah rasul. ialah takut kepada Allah sehingga hidup sangat berhati-hati. Sabar. Apakah itu. Ma’rifat. Tawakkal. mengapa Allah berbuat begitu dan mengapa berbuat begini. Ridha.yakni taubat sampai ke terminak tujuan yakni ma’rifat. ialah dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan sabar manakala ditimpa musibah. Zuhud. Bahkan tidak memikirkan hari esok tetapi mencukupkan diri apa yang ada pada hari ini. ialah mengetahui rahasia Allah. Penjelasannya sbb: Konsep Hulul dan Ittihad :\ 115 . yakmi konsep Hulul dan Ittihad. Wara’. meminta ampun dan kemudian memperbanyak amal saleh. 8. melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan Allah karena perasaan cinta. Mahabbah. 10. Taubat. 2. Bahkan tidak meminta. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. 4. Faqir. 7. Akan tetapi yang terjadi berikutnya adalah ajaran tasawuf yang out of side. 6. ialah meninggalkan hidup kematerian apalagi yang bersifat glamour. berjanji tidak akan berbuat lagi. 9. baik nikmat maupun musibah. ialah meninggalkan syubhat ( sesuatu yang di dalamnya ada keraguan). ialah menerima dengan ridha. bukan karena ingin syurga atau takut neraka. 3. Dalam hal ini jumlah dan urutan maqam berbeda-beda antara konsep sufi yang satu dengan yang lainnya Di bawah ini akan dijelaskan satu persatu sbb : 1. Caranya adalah menyesali telah berbuat dosa.

Menurut Al-Hallaj. di jubahku ada Allah. Konsep hulul ini kemudian diikuti oleh yang lainnya. satu dirinya dan yang kedua adalah Allah. berlebihan. Baqo artinya yang tinggal atau yang tersisa. dan ini bisa syirik. Salah seorang di antara orang yang mengaku telah mengalami hulul adalah syaikh Siti Jenar. yakni: Pertama : sifat kemanusiaan yang disebut Nahut. Berbeda dengan hulul. Konsep hulul ini diketengahkan oleh Al-Hallaj. Inilah yang disebut hulul (halala = telah menempati). Nabi saja yang paling unggul dalam soal spiritual tidak pernah mengalami hulul atau ittihad. Dalam proses ittihad ini. Selain konsep hulul ada lagi yang lebih ektrem yakni konsep Ittihad. Jadi di dalam jiwa orang suci itu ada dua eksistensi. Selanjutnya kata al-Ghazali. Dalam ittihad Jiwa orang itu telah melebur dan bersatu (ittihad) dengan Allah. Oleh karena itu kita harus menjauhi konsep hulul apalagi ittihad. dll. Kedua : Sifat-sifat Ilahiyah yang disebut Lahut. Imposible. keluh kesah. sifat-sifat nasutnya menghilang tinggallah sifat-sifat Ilahiyahnya. Kalau dalam hulul masih ada dua eksistensi yakni Allah dan jiwa orang yang ditempati. Hulul dan Ittihad adalah konsep tasawuf yang out of side. Menurut Abu Yazid Al-Bustomi. Setelah melalui mujahadah an-nafs. jiwa orang suci (baqa) bisa naik dan bersatu dengan Allah yang disebut Ittihad. tingkatan maqam tertinggi yang bisa dicapai adalah ma’rifat. Apabila jiwa manusia sudah dalam keadaan baqa (suci). seperti serakah. seorang sufi sering berbicara aneh yang dalam pandangan orang luar mungkin dianggap ngaco. 116 . tergasa-gesa. Oleh karena itu tahlil orang yang telah mengalami ittihad bukan lagi la ilaha illallah tetapi la ilaha illa ana. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. Jadi baqa adalah suatu keadaan (hal) di mana di dalam jiwa manusia hanya berisi sifats-isifat baik steril dari sifat-sifat buruk. sombong. tetapi dalam ittihad hanya ada satu eksistensi. Kedaan ini disebut baqa. over acting.Di dalam diri manusia terdapat dua sifat. maka Allah akan turun dan menempati jiwa orang itu. Mengapa ada orang yang mengaku mengalami kejadian itu. tetapi dalam terminology mereka bukan ngaco atau ngawur melainkan syatahat.

Jakarta.101 Dalam pengertian ini maka tarekat adalah organisasi orang-orang yang mengikat diri kepada satu faham. Studi Tentang Pandangan Hidup Kiyai.66. Adapun tarekat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tarikat dalam pengertian ke dua.Cit. sebab nama tokoh spiritualnya bernama Muhammad Suhaimi.Tarekat Setelah para sufi meninggal dunia. misalnya Tarekat Qadiriyah ialah sekelompok orang yang mengikatkan diri kepada faham. Penjelasan lebih rinci sbb : Pengertian tarekat (thariqah. Objek Kajian Tarekat : Masalah pokok yang sering dibicarakan dalam tarekat adalah konsep Wali Allah dan karamah. "Perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Tuhan".99 Secara istilah tarekat bisa bermacam-macam. Tarekat Tijaniyah. 101 Zamakhsyari Dhofier.p. 100 117 . misalnya konsep tawashul (berdoa dengan menggunakan 99 Tim Penyusun. Dari kedua konsep ini akan berkembang kepada masalah-masalah lain. dll. dll. Ibid. misalnya tarekat Naqsyabadiyah. metode. Tarekat adalah organisasi keagamaan dalam Islam yang menghimpun anggota-anggota sufi yang sepaham bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. pendapat dan pengalaman suci Syaik Al-Tijani. 135.. Tarekat Sanusiah.100 (ii). haluan (madzhab). Yang terakhir adalah tarekat Muhhammadiyah atau tarekat Suhaimiyah (Darul Arqam Malaysia). LP3ES. Op. sistem (al-uslub).. yakni (i). 1982. atau keadaan (al-halah). Para murid berusaha melestarikan ajaran syaikhnya dengan cara taqlied. Sekelompok orang yang mengikatkan diri secara taqlid kepada pendapat dan ajaran seorang sufi disebutlah Tarekat. Ensiklopedi Islam. (iii) Tarekat bisa juga bermakna wirid atau dzikir-dzikir yang dirumuskan sedemikian rupa yang harus dibaca dengan jumlah tertentu. pendapat (madzhab) dan pengalaman suci seorang sufi (mursyid). jamaknya taraiq) secara etimologis antara lain berarti jalan (kaifiyah). disebutlah Tarekat Qadiriyah. Tradisi Pesantren. Kalau mereka mengikatkan diri kepada pendapat dan pengalaman suci syaikh Abdul Qadir Jailani. Dikenallah nama-nama tarekat sesuai syaikh yang jadi anutannya. maka tinggallah murid-muridnya.p.

Malaysia. Menurut Ashaari Muhammad. atau disebut karamah. Sadat.172. wali bermakna manusia saleh atau manusia yang selalu bertaqwa.. Konsep Wali Allah dan Karamah Dari segi bahasa Arab. Bagaimana konsep wali. Siapapun—asal mampu—boleh menjadi wali dan oleh karena itu jumlah wali tidak terbatas. Wali dalam pengertian pertama disepakati adanya. 54. Pertama. sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Jadi setiap orang saleh adalah wali.Op.Loc. menurut Darul Arqam ? Jawabannya dapat kita ketahui dari paparan berikut ini.Cit.. sehingga banyak orang tidak setuju dengan sebutan wali Sanga misalnya. Ayat yang dipakai sandaran adalah surat Yunus ayat 62 – 63 : "Ingatlah.. Ashaari Muhammad. Kuala Lumpur. wali berarti yang menolong atau yang mencitai. Selanjutnya wali-wali ini diklasifikasi menjadi beberapa level. karena predikat wali hanya diberikan oleh Allah dan hanya Allahlah yang mengetahui siapa yang wali dan siapa yang bukan. yakni wali Ahbab. Cit.p 171. wali adalah orang yang rohaninya telah sangat bersih dan tingkat keimanannya sudah mencapi level iman Haqiqat. p.perantara). Autad. baik jalan mauhibah maupun suluk akan melahirkan wali-wali. baik mimpi maupun jaga). Penerbit Hikmah. Kedua : Wali dalam perspektif sufi atau literatur Orientas disebut Saint adalah orang-orang yang sangat saleh dengan menekankan dimensi mistiknya.102 Wali dalam pengertian ini keistimewaan di luar kemampuan manusia biasa. sedangkan wali dalam pengertian ke dua yang menekankan aspek mistiknya tidak disepakati. Sedangkan dari segi istilah bisa dua makna. dan yaqazah wa al-musyafahah (bertemu dengan nabi dan bercakap.104 Penjelasannya sbb : 102 103 Tim Penyusun Ensiklopedi. Akan tetapi tidak ada seorangpun dapat mengetahui apakah seseorang itu wali atau bukan. 118 .103 Menurut Abdul Halim (DA) . 1992. Nujabak dan wali Kutub. 104 Abdul halim Abbas . Ulama dalam Pandangan Islam. yaitu orang-orang yang beriman dan mereka yang selalu bertaqwa".

para sahabat nabi terutama Khulafa al-rasyidin (2). 61. dan wali Akhba dari penduduk Irak". 2) Wali Kutub (Jamaknya Aktab). Abu Hassan Syazali.p. bilangan mereka untuk satu zaman antara 40 sampai 60 orang... Jumlahnya hanya satu orang dalam setiap tahun. dan Rabi'ah al-Adawiyah. 108 Ibid. Junaidi Al-Baghdaddi. Ulama-ulama besar terutama Imam Hasan Al-Bashri. 119 . Dikalangan wanita di antaranya isteri-isteri rasul. Malaysia. wali Nujaba' dari penduduk Mesir. disebut juga Sultan Aulia. Para perawi hadits seperti imam Bukhari dan muslim. 3) Wali Najib (Jamaknya Nujabak). 5) Wali Badal (Jamaknya Abdal). p. kebanyakan berada di Syiria.1) Wali Gaus (Kutub Al-Aktab) yakni wali ketua. Begitu pula setiap kali mati seorang perempuan. Allah menggantikan di tempatnya dengan lelaki lain. bilangan mereka untuk sezaman hanya 300 orang 4) Wali Watab (Jamaknya Autad) bilangan mereka dalam satu zaman hanya empat orang. (5). 54-55.105 Menurut Ashaari. p. Penerbit Hikmah. (3). 109 Ibid. Fatimah puteri nabi.p.109 105 Ashaari Muhammad. Kuala Lumpur. Al-Ghazali. Dalam setiap zaman hanya empat orang. tatkala mati seorang lelaki. 1992. Apabila seorang wali meninggal maka Allah akan melantik wali yang baru. 106 Ibid. 56-57. antara lain hadits dari Ali Ibn Abi Thalib : Rasulullah saw bersabda : wali Abdal sebanyak 40 orang lelaki dan 40 orang perempuan. Imam Nawawi dan syaikh Ramli (7).106 "Sesungguhnya Ali Ibn Abi Thalib berkata : Wali Abdal dari syam. Nafisah. nama-nama wali tersebut berdasarkan kepada hadits nabi.Aziz dan imam Al-Mahdi (4). Imam madzhab terutama madhab yang Empat. 6) Wali Naqib (Jamaknya Nuqabak).. 107 Ibid. Para Mujaddid terutama Umar ib Abd Al. Yazid Al-Bustami. Ulama Dalam Pandangan Islam.107 Orang-orang yang termasuk wali menurut DA adalah : (1).108 Jumlah wali dalam berbagai klasifikasi untuk satu zaman di seluruh dunia hanya 500 orang. Allah menggantinya dengan perempuan lain di tempat itu". Irak dan Mesir. Imam Sayuti. Abdul Qadir Jailani. 55. bilangannya untuk sezaman hanya 40 orang. Pengasas-pengasas tarekat (6).

mereka hanyalah orang saleh yang memilki keistimewaan. firasat. yakni Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang mendapat makanan langsung dari langit (dari Allah SWT). sehingga ia mampu berhubungan dengan alam Malakut.Para wali di atas memiliki keistimewaan-keistimewaan sehingga dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan ghaib yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. Kemampuan itu dimiliki karena jiwa seorang wali telah sangat suci. termasuk bercakap-cakap dengan rasulullah saw. atau telah wafat. 84.p. sebagaimana Umar Ibn Khattab dapat melihat tentaranya di Nahawand yang tertangkap kepungan musuh dari Persia padahal Umar berada di Medinah.111 Mereka bukan nabi. Juga surat 27 : 40 tentang kehebatan seorang pria bernama Assaf Ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasana ratu Bilkis ke dalam kerajaan nabi Sulaiman dalam tempo sangat singkat. Hal itu karena para wali diberi karamah. 120 .. kasyaf. Cit. syetan.Op. Sebagaimana Abdul Qadir Jailani menyelamatkan anak Abu Said yang diculik jin dari negeri cina. 84. yang baik karamah lahiriyah maupun karamah maknawiyah.p. rasa hati serta kemampuan yaqadzah wa musyafahah atau bisa bercakap-cakap dan berhubungan dengan rijal al-ghaib yakni orng yang berada di tempat jauh.p. larilah kebukit !".. Dengan hubunan langsung ke alam Malakut. Mampu menyelesaikan masalah manusia yang berkaitan dengan roh. Wali Allah pun dapat memberikan arahan kepada anak buah dari jarak yang sangat jauh tanpa alat komunikasi modern. Umar memberikan komando dari mimbar mesijd :" Hai Saria. Dengan suara lantang. dll. Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa Wali al-Aqtab (wali Ghaus) memiliki kasyaf yakni kemampuan di luar dimensi kemampuan manusia. juga diberi ilmu-ilmu Laduni (ilmu pengetahuan yang diperoleh tanpa belajar) seperti ilham. Lihat Juga : Abdul Halim Abbas.110 Betulkah para wali itu memiliki keistimewaan ? Dalam hal ini Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa adanya ulama wali yang ber-karamah memiliki dasar yang kuat.. 59. jin. Suara 110 111 Ibid. maka seorang wali mempunyai kemampuan luar biasa. Ibid. Surat 18 : 18 tentang pemuda Al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309. misalnya mampu mengetahui sesuatu peristiwa lebih awal dari kejadiannya sehingga ia memiliki wawasan jauh ke depan dan mampu menyelesaikan masalah masyarakat jauh melebihi pemikiran manusia biasa.

karena ia melihat dengan nur Allah". Dan atas pertolongan Allah. 115 Beberapa keistimewaan tersebut adalah sebagai berikut di bawah ini.112 Senada dengan itu. Op. Bahkan keistimewaan wali ini. dapat diketengahkan pendapat dari Sa'id Hawa.. Ashaari Muhammad menyatakan bahwa landasan pendapat bahwa wali Allah mempunyai ilmu Mukasayafah adalah hadits "Takutlah kamu kepada firasat orang mukmin. Bagaimana Menjadi Wali. sehingga dari karung itu merembeslah darah. bisa mendatangkan makanan dari langit. musuh pun dapat dipukul mundur. Menurut Sa'id Hawa.105. menurut Ashaari Muhammad tidak sebatas ketika ia masih hidup.114 Para wali pun bisa berada di tempat dalam satu waktuu.p. Waktu itu Abdul Qadir menekankan telapak tangan ke tumpukan uang mas di karung. 27 : 40 tentang seorang pria bernama Assaf ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasanaratu Bilkis ke kerajaan nabi Sulaiman dalam sekejap mata (lihat kembali halaman 146-147). 18 : 18 tentang pemuda al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun. juga QS.R. kasyaf (tersingkapnya 112 113 Abdul Halim Abbas. QS. Ibid. yang menandakan bahwa uang itu hasil pemerasan dari rakyat kecil. tetapi setelah mati pun masih melakukan hal-hal luar biasa. 84. Begitu juga Abdul Qadir Jailani dapat mengetahui asal muasal sekarung emas yang dihadiahkan oleh khalifah Al-Muntajid Billah kepadanya. Cit. (H. p. kadang-kadang orang yang sedang menempuh taqararub kepada Allah mendapatkan mimpi yang benar..p. Untuk menyoroti pendapat DA tentang wali dan karamah. 144. 121 .113 Misalnya Abu Bakar dapat mengetahui jenis kelamin anaknya ketika masih dalam kandungan. padahal waktu itu kemampuan demikian merupakan sesuatu yang amat mustahil . Sorotan Tentang Wali dan Karamah Dalil yang digunakan oleh DA tentang adanya wali Allah yang memiliki keistimewaan adalah Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang dapat berkomunikasi dengan malaikat dan memperoleh makanan dari langit.Umar terdengar dari jarak puluhan kilometer sehingga tentaranya segera berlindung dibukit. Tirmidzi). 114 Ibid 115 Aurad.

Setelah nabi melewati tanah warqad. tahu-tahu ada dua kuburan yang di dalamnya ada dua orang laki-laki.R. Setelah nabi mendengar suara sandal-sandal itu merasa senang. Rasulullah saw berhenti lantas bertanya : "Siapakah yang kamu kuburkan hari ini disini?" Mereka menjawab :" Si fulan dan si Fulan !". tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Nabi menjawab :" Agar meringankan keduanya". sebagai contoh adalah Maryam yang di datangi Malaikat dan berbicara dengannya padahal Maryam bukan seorang nabi. Rasulullah menjawab :" Ini hal yang ghaib. Penerbit Mizan. Bimbingan Tasawuf Untuk Para Aktivis Islam. (H. ucapan ini menjadi dasar 116 Sa'id Hawa. adanya karamah pada wali Allah tidak dapat dibantah. Ahmad).116 Sa'id Hawa juga menyatakan bahwa. 117 Didalam Hadits pun terdapat tentang kasyaf. niscaya kamu mendengar apa yang saya dengar". 118 Ibid. 211. Kemudian ia duduk berhenti sehingga orang-orang berlalu jauh di depannya. Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor). Kejadian itu hanyalah pertanda keterkabulan.118 Perhatikan ucapan nabi yang terakhir :" Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor) dan sering menambah-nambah pembicaraan. Semua itu bukanlah tujuan bagi penempuh jalan menuju Allah (alSalik). Terdapat kemungkinan orang selain nabi bisa mendengar atau melihat malaikat. dan sering menmbah-nambah pembicaraan. ia berkata: "Pada siang hari yang sangat terik. Semua orang berjalan di belakang nabi. merasakan ilham dan kadang-kadang pula tampak pada dirinya sebuah karamah. Cetakan 1. 1995. 122 . Jalan Ruhani. 209. Mereka bertanya lagi :" Wahai rasulullah.tirai). atau merupakan kabar gembira tentang suatu perkara bagi al-Salik. p. Mereka bertanya :"Mengapa engkau melakukan hal itu wahai nabi ?". p. Lalu nabi mengambil pelepah kurma yang kering dan meletakkannya di atas kuburan itu. niscaya kamu akan mendengar apa yang aku dengar". sampai kapan mereka disiksa ?". 117 Ibid. Rasulullah saw menjawab:"Salah seorang dari mereka tidak membersihkan air kencingnya. Mereka berkata lagi :" Wahai nabi. Keadaan semacam ini disebut oleh para sufi sebagai kasyaf. sedangkan yang satu lagi berjalan-jalan dengan menggunakan azimat.. Kata Sa'id Hawa. rasulullah saw melintas tanah warqad. bagaimanakah mereka ?". antara di dalam kitab alTarhib hadits nomor 262 : Dari Abu Umamah.

p.. dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu".. 214. Jadi adanya kasyaf memiliki dalil yang kuat. Ibid. Kesalahan itu antara lain (i). p. 122 Ibid. 221.. mengigau. (ii). kalau begitu sama saja dengan beranggapan bahwa syari'at yang dibawa oleh nabi saw belum sempurna. 213. Mereka bertanya :"Apakah kabar gembira itu?". kegelisahan dan dorongan nafsu yang disebut al-Ra'yun Nafsiyah. Orang-orang taat total atau taqlied kepada para sufi yang mendapat kasyaf tanpa melihat dan berpedoman kepada hukum syari'at. 123 . adanya kasyaf memiliki dalil yang cukup. maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal. mungkin saja seseorang tergelincir atau menggelincirkan orang lain dengan kasyafnya. (ii). Mimpi yang berasal dari Tuhan yang disebut al-Ra'yun Rabbaniyah. kecuali kabar-kabar gembira".121 Mengenai mimpi Rabbani ini nabi menjelaskan "Tidak ada kenabian setelah aku. Masalahnya kini adalah orang sering salah tafsir tentang kasyaf. 123 Ibid.122 Hadits lain menegaskan :"Mimpi-mimpi seorang mukmin merupakan bagian dari ke 46 dari kenabian (Hadits riwayat Bukari. Abu Daud dan Tirmidzi).119 Kasyaf mungkin didapat oleh orang-orang yang sedang menempuh perjalanan taqarrub kepada Allah tetapi kasyaf bukanlah aqidah baru dan bukan pula ibadah baru. Menurutnya mimpi itu beragam. 121 Ibid. Muslim. Hal 119 120 Ibid. didatangi) rasulullah – padahal rasul tak dapat ditiru bentuk dan rupanya oleh syetan – lalu memerintahkan untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syari'at Islam.123 Sa'id Hawa menegaskan : Ada yang berkata bahwa jika seseorang bermimpi melihat nabi (bertemu. bahwa kasyaf merupakan ujian iman. Perlu diketahui. Banyak para syaikh yang melakukan amal perbuatan atas dasar mimpi. Menurutnya mimpi para wali. Hasil kasyaf bisa menjadi tambahan atau ketetapan baru setelah al-Qur'an. (iii). Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits diatas. p. Nabi menjawab :" Mimpi yang benar". padahal mungkin saja itu bukan kasyaf tetapi istijrad.120 Selanjutnya Sa'id Hawa menjelaskan perihal mimpi para wali. seakan-akan sufi itu orang ma'shum.bahwa seseorang bisa saja mendengar sesuatu dari alam gaib apa bola benarbenar hatinya bersih. Mimpi karena syetan memanfaatkan kegelisahan atau hayalan. yakni (I). Mimpi karena pengaruh kecemasan.

beliau berdiri shalat di kuburannya ". Berhati-hati Membuat Tuduhan. p. senantiasa dalam keadaan shalat". 124 . 68-70 Lihat juga : Ashaari Muhammad. 128 Ashaari Muhammad. 104. Pusat Penerangan Arqam.124 Hemat penulis. maka nabipun bersabda: "Itulah surat yang dapat menghindarkan dan menyelamatkan kamu dari siksa kubur". Alasannya sbb : Alasan pertama. 126 Ibid 127 Ibid . Cit.. Imam Abu Shaik di dalam kitab Ghaus al-Ibad menulis sebuah hadits :" Sesungguhnya sebahagian sahabat nabi telah mendirikan sebuah bangunan (kemah) diatas sebuah kuburan yang tidak diduga bahwa itu kuburan manusia. 103. Op. Alasan ke dua. Sungai Penchala. p.129 124 125 Ibid..126 Alasan ketiga. pendapat Sa'id Hawa tentang kasyaf memiliki dalil yang kuat dan sangat dapat difahami. bahkan sebenarnya mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya". 1989.125 Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya tidak mati namun tetap hidup. surat Albaqarah ayat 154 : " Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati. Op. Aurad Muhammadiyah. Lantas sahabat memberitahukan kejadian ini kepada nabi. p. tiba-tiba dari dalam kuburan itu terdengar ada orang yang membaca surat al-Muluk sampai selesai. Muslim dan Nasa-i :"Saya (Nabi) bertemu dengan Musa di Katib Ahmar. 129 Ibid.itu menurut ahli fiqih termasuk katagori bid'ah". di dalam kitab Zarkoni syarah Mawahib al-Ladunya Juz 5 pasal 332 terhadap hadts riwayat Baihaki dari Annas yang menyebutkan :Para nabi jidup di dalam kubur mereka.p. Ashaari Muhammad.128 Alasan Keempat.Cit.127 Demikian juga hadits riwayat Ahmad. Yaqadzah wa Musyafahah : Yaqadzah wa musyafahah adalah bertemu bercakap dengan rijal al-ghaib termasuk bertemu dengan rasulullah dalam keadaan jaga (bukan mimpi) bahkan sampai mampu bercakap-cakap dengan rasulullah. Aurad Muhammadiyah. ketika seseorang memasuki daerah pekuburan muslimin disunnatkan mengucap-kan assalamu'alaikum ya ahl al-diyar. Akan tetapi orang-orang di dunia tidak menyadarinya.. Kuala Lumpur.. 72. p. 224.

adalah persoalan yaqadzah wa musyafahah. Cit.. maka memanglah mungkin mereka itu boleh ditemui secara jaga dan bercakap-cakap serta belajar". p. p. maka ia akan melihatku di dalam keadaan jaga.131 Selanjutnya ia menerangkan. Ashaari menegaskan : "Jadi kalau nabi-nabi itu hidup di dalam kubur dan melakukan amalan-amalan. yakni Syekh tarekat bertemu dan berbicara dengan nabi dalam keadaan jaga (buka mimpi) di tengah malam di dalam ka'bah selepas wafat nabi. Sorotan terhadap Yaqadzah wa musyafahah Masih berkaitan dengan kasyaf. Amalan-amalan sunnat dan larangan-larangan yang diterima oleh wali ketika dia bertemu dengan nabi baik dalam mimpi atau dalam keadaan jaga adalah sunnat untuk diamalkan. bahwa perintah dan larangan yang dihasilkan dari yaqadzah bisa dijadikan pegangan. 132 Ibid. 144. Dengan demikian tidaklah aneh jika mereka bisa ditemui.Sayuti yang menyatakan sbb: "Seseorang yang berjumpa dengan nabi saw baik dalam mimpi atau jaga. 125 .Alasan ke lima : Hadits riwayat Imam Bukhari : “Barang siapa melihatku dalam keadaan mimpii. dan nabi menyurh sesuatu perbuatan sunnah. Ashaari Muhammad. atau melarang sesuatu larangan atau menunjukkan sesuatu yang baik. itu termasuk sunnat untuk mengamalkannya". maka tidak ada pertikaian antara para ulama. Ia mengutip dari kitab Al-Qashash al-Kubra Imam Al. 71.(ii). orang-orang Darul Arqam berpendapat bahwa orang saleh yang telah wafat sebenarnya tidak wafat tetapi masih hidup.130 Berdasarkan hadits itu. Op. Aurad Muhammadiyah. 130 131 Aurad. maka (i) seorang wali Kutub bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga dan bercakap-cakap atau Yaqazah wa musyafahah. Pada saat itulah para syaikh mendapatkan tuntunan wirid (aurad) untuk diamalkan oleh para pengikut tarekat.132 Berdasarkan itu. Dan syetan tidak bisa menyerupai wajahku.

77. sama sekali tidak disebutkan oleh hadits. Mereka berkeyakinan bahwa cerita tersebut adalah mutawatir dari orangorang saleh. Penrbit Pustaka Aman Press SDN. Op.. Nabi Muhammad saw bertemu dengan para nabi sewaktu Isra Mi'raj di Baitul Maqdis dan di langit dalam keadaan jaga. (iii).Cit. Dia akan bertemu nabi di akhirat sebagai membenarkan mimpinya itu. maukuf atau pun hadits matruk. Husain Hasai Tomai. 1989. bahkan nabi menjadi imam shalat bersama-sama mereka. Cit.135 Menurut Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits ini di dalam kitab Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa lafadz :" akan melihat aku dalam keadaan jaga" hanya mengandung tiga pengertian. dia akan melihat aku pula dalam keadaan jaga. Bagi orang-orang yang sezaman dengan nabi saw yang tidak sempat berhijrah tetapi bermimpi bertemu nabi saw akan berhijrah dan bertemu nabi. yakni (i).137 Jadi yaqadzah atau bertenu dengan nabi dalam keadaan jaga bukan berasal dari hadits yang sharih. hadits :” Barang siapa yang bermimpi melihat aku. 77.. 136 Husain Hasan Tomai. Op. Aurad Muhammadiyah. tetapi hanya karena banyaknya para ahli tarekat yang menafsirkan bahwa yaqadzah dalam hadits tersebut bertemu dalam keadaan jaga di dunia ini. p. p.Yaqadzah wa musyafahah merupakan keyakinan sebahagian besar pengikut tarekat..136 Jika membenarkan adanya yaqadzah sekarang atau di dunia. Cit. p. baik oleh hadits maudlu. Masalah Berjimpa Rasulullah ketika Selepas Wafatnya. (ii). Melihat nabi secara khusus di akhirat secara dekat seta mendapat safaat.134 Alasan kedua. 137 Ibid. Lebih tegas lagi adalah pendapat Qadhi Syaikh Muahammad Khudar al-Syanjiti di dalam buku Musytahi al-Kharif menyatakan bahwa melihat nabi dalam keadaan mimpi memiliki dasar hadits yang sahih akan tetapi bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah). 49-50. BHD.p. 135 Ashaari Muhammad.. Op. 133 Alasan yang dipakai oleh mereka adalah : Alasan pertama. Adapun alasan naqli yang abash sampai saat ini belum 133 134 Husain Hasan Tomai. 59. 71.p. 126 .

adalah keyakinan yang batil. hadits dhaif sekalipun. Istighatsah: Berdasarkan ayat Alqur'an. pengakuan bahwa seseorang pernah bermimpi bertemu dengan nabi memberikan wirid-wirid atau amalan-amalan baru yang memang tidak ada anjuran sebelumnya.138 Dengan demikian. dan amalannya adalah bid’ah. nabi menyampaikan sesuatu yang bersifat baru misalnya amalan-amalan atau wirid-wirid ? Untuk menjawab persoalan ini. Akan tetapi tidak ada satu hadits pun yang menyatakan kemungkinan-kemungkinan nabi memberikan ajaran baru atau tambahan. bertemu dengan nabi di dalam mimpi adalah benar dan memiliki dalil yang kuat. hadits dan berita-berita dari orang saleh sebagaimana disebutkan di atas. Ashaari Muhammad (Darul Arqam) 138 Sa'id Hawa. Kesimpulannya. dan mimpi Rabbaniyah. Tentang persoalan ini telah dikemukakan pada halaman 173-175 ketika penulis membahas persoalan yaqadzah.ditemukan. maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal. Cit. menegaskan :"…apabila seseorang bermimpi melihat nabi…lalu memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syari'at Islam. silahkan lihat kembali uaraian-uaraian terdahulu tentang kasyaf. Ditegaskan bahwa apabila seseorang bermimpi bertemu dengan nabi. karena agama Islam sudah dianggap sempurna. mengigau dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu !". 127 . Sorotan terhadap Wirid Tarekat : Pertama :" Betulkah seseorang salih bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah)?". Loc. Kedua : "Bagaimana jika di dalam mimpi itu. nabi maka itulah wajah nabi sebenarnya. Sa'id Hawa sebagaimana telah dikemukakan di depan. Oleh karena keyakinan tentang yaqadzah wa musyafahah adalah keyakinan yang bathil. sedangkan bertemu dengan nabi dalam keadaan terjaga (yaqadzah) tidak memiliki dasar.

Cit. Maka sesungguhnya Allah memiliki hambahamba yang tidak dapat dilihat". Maka bagi Allah.p. ia harus benar-benar dapat membayangkan Tuhan.Op. akan tetapi itu tidak mungkin. hendaklah dia merayu. Apabila salah seorang kamu tersesat atau butuh pertolongan sedang ia berada disuatu daerah yang tak ada seorangpun manusia. 57-58. 142 Alasan ketiga : Hadits dari Abdullah ibn Mas'ud. tolonglah aku".. Apabila menemui kepincangan (kesulitan) di bumi yang luas. dan shalihin yang sudah meninggal dunia sebenarnya masih tetap hidup dan bekerja di dalam kuburnya. p. kalau seorang murid hendak berdoa.140 Oleh karena itu mereka masih bisa berhubungan dengan para muridnya. maka seorang murid boleh ber-tawashul (menggunakan wali sebagai perantara) dalam berdoa. dia berkata. Alasan lainnya tentang istighatsah adalah sbb : Alasan Pertama : Hadits Dari Utbah ibn Ghazwan. Ulama Islam Dalam Pandangan Islam. Ibid. Aurad Muhammadiyah. 144. para nabi. Malah apabila mati gaib mereka lebih bebas lagi bergerak dan bekerja sebab tidak terikat lagi oleh benda". p. Alasan Kedua : Hadits dari Ibn Abbas. Dalam hal ini sepanjang hasil penelitian penulis. (HR.139 Ia menegaskan :"… maknanya mukjizat dan karamah-karamah mereka itu tidak sahaja berlaku semasa hidup mereka tetapi juga sesudah mati atau ghaib mereka. Cit.141 Jadi murid bisa saja meminta bantuan kepada para wali yang sudah meninggal dunia. “sesungguhnya bagi Allah itu ada Malaikat selain penjaga.Cit. Karena berkeyakinan bahwa wali yang sudah meninggal masih bisa dimintai bantuan. maka hendaklah dia menyeru. 141 Ashaari Muhammad. ini disebut dengan istighatsah. "Hubungan guru dengan murid itu bagaikan hubungan elektrik.. di kalangan DA tidak berlaku tawajjuh walaupun jemaah DA mengenakan emblimb bergambar Ashaari Muhammad. Op. Bahkan menurut sebahagian besar tarekat. ada hamba-hamba-Nya yang mengurung. maka ia harus dapat "menghadirkan" atau membayangkan wajah gurunya yang disebut tawajjuh. Thabrani di dalam kitab Al-Kabir). maka hendaklah dia berkata :" Wahai hamba-hamba Allah.p.. 128 ... tak ubahnya kipas yang dapat bergerak karena berhubungan dengan listrik". wahai hanbahamba Allah kurunglah olehmu. tolonglah aku wahai hamba Allah. 70.. bahwa rasulullah saw telah bersabda : apabila terlepas binatang salah seorang di antaramu di sebuah area yang luas. p. mereka pun bertugas menuliskan daun yang jatuh dari pohon. 148. Aurad Muhammadiyah. Op. baik menasehati ataupun menegur manakala muridnya berbuat maksiat.menyimpulkan bahwa para rasul. 143 Ibid. 149.143 139 140 Ashaari Muhammad. para wali. 142 Ashaari Muhammad. syuhada.

hadits dari Abdur Razaq dari Qatadah. para sahabat berseru ": si Fulan gugr. Ketika mereka gugur. 144 129 . Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mereka tidak mati namun tetap hidup. Sedangkan dari kaum Anshar antara lain Qais ibn Abi Mundir. 161. kaum Muhajirin yang gugur antara lain Ubaidah bin Haris bin Abdil Muthallib. si fulan mati!". dan Haritsah ibn Suraqah. bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup. bahkan wali tersebut bisa memberikan pertolongan manakala muridnya ada dalam kesulitan. Sorotan terhadap argumentasi yang digunakan nutuk mengabsahkan istighatsah adalah sbb : Alasan pertama : Al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 154 : "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati. Setelah penulis melakukan penelitian terhadap sejumlah kitab tafsir diperoleh data sebagai berikut : Menurut al-Razi di dalam tafsir al-Razi disebutkan bahwa asbab al-muzul ayat ini karena gugurnya 14 orang muslim di medan tempur. Dar alFikr. Tafsir al-Fakhru al-Razi. terdiri dari enam orang Muhajirin dan 8 orang Anshar. hadits dari Qatadah. Umar bin Abi Waqas. walaupun sudah mati masih bisa berhubungan batin dengan para muridnya. Jilid II.Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits di atas.144 Menurut Abi Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Thabary dengan menguntip hadits dari Ibn Ashim. Sorotan terhadap konsep Istighasah: Orang-orang Tarekat berkeyakinan bahwa wali dalam tingkat tertentu. Ini dikenal dengan istighatsah. dan Amir bin Bakr. Selanjutnya al-Razi menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan hidup disini adalah hidup di dalam kubur dan mendapat nikmat. Zaid ibn Harits. serta hadits dari Muhammad ibn Ja'far dari Utsman ibn Ghiyas dari Al-Imam Muhammad al-Razi fakhruddin. DA berpendapat bahwa masalah tawashul dan istighatsah tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak syirik. tetapi kamu tidal menyadarinya". p.

Jami' al-Bayan'an Ta'wiel Ayy alQur'an.148 Syaikh Ahmad Mushtafa al-Maraghi di dalam Tafsir al-Maraghi menyatakan bahwa para syuhada itu hidup di suatu alam yang berbeda dengan alam kita. (iii). Dar al-_Fikr. Dan kita tak dapat membahasnya karena itu alam ghaib. Dar al-Jail. Beriut. p. 149 Ahmad Mushtafa al-Maraghi. 147 Dr. Akan tetapi yang dimaksud hidup di sini adalah Mereka mati dan mereka pun hidup. Quthub pun menegaskan bahwa maksud Hidup di sini adalah hidup mulia sebagaimana dijelaskan oleh syuhada itu bagaikan burung-burung yang bertengger di syurga. alam yang ghaib. Mereka bagaikan burung-burung. 39. p. p. Tafsir al-Maraghi. p. Dar al-Syaruq. hal itu sama saja dengan manusia biasa. Beriut. 1988. arwahnya agung dibandingkan dengan arwah segenap manusia. namun manusia tidak mengetahui hakikat kehidupan ini dan rizki yang diperolehnya. 23. 143-144. Beriut. yakni diberi rizki namun bagaimana bentuk dan sifatnya wallau a'lam. sebab mereka hidup di dalam quburnya. Jilid I. Jilid I. Abi Ja'far Muhammad Ibn Jarir al-Thabary. Muhammad mahmud Hijazi. Di alam itu mereka mendapatkan rizki yakni kenikmatan alam yang luar biasa.146 Senada dengan itu Muhammad Mahmud Hijazi didalam al-Tafsir al-Wadhih. 173. Jilid II. Mereka hidup di suatu alam yang sangat dirahasiakan oleh Allah sehingga manusia tidak dapat mengetahuinya. 148 Sayyid Quthub. 11.145 Abu Abdillah al-Qurthubi di dalam al-Ahkam al-Qur'an menyatakan bahwa kalau yang dimaksud hidup dan diberi rizki setelah kiamat. 146 Abi Abdullah al-Qurthubu. menyatakan bahwa para syuhada itu di beri rizki dari buah-buahan syurga.147 Menurut Sayyid Quthub di dalam tafsir Fi Dlilal al-Qur'an bahwa pada hakikatnya syuhada tetap hidup tapi dalam suatu kehidupan di luar pengetahuan manusia. (ii). Beriut. Yang jelas itu adalah kehidupan ruhaniyah yang tak dapat diketahui rahasianya. Syahid pun tidak dikafani sebab pakaiannya menjadi saksi. Dar al-Fikr. 145 130 . al-Wadhih. Fi Dlill al-Qur'an. Oleh karena itu syahid tidak dimandikan karena mandi adalah membersihkan jasad padahal dia sudah lebih suci lahir batin. 1969. p. menyatakan bahwa syuhada itu berbeda dengan kematian manusia biasa. Jilid I. Dar al-Fikr. Orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya adalah hidup. al-Ahkam al-Qur'an.149 Dari beberapa penafsiran di atas dapat diringkaskan bahwa (i).Ikrimah.

Allah SWT menyuruh mukminin untuk mendoakan mereka yang telah wafat lebih. p. bahkan sebaliknya. Alasan kedua."(Al-Hasyr : 10). berkata :"Saya telah berjumpa dengan Musa pada malam Mi'raj. Bukhari). Al-Baihaki menyatakan bahwa kualitas hadits ini shahih. 150 151 Husain Hasan Tomai. Perintah mengucapkan assalamu'alikum ya ahla al-diyar ketika menziarahi kubur memang menjadi dalil bahwa manusia di dalm kubur adalah hidup dialam lain. Menurut Sa'id Hawa. berilah kami ampunan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…. ia sedang berdiri shalat di kuburnya". yakni amal jariyah. Alasan ketiga. Penerbit Bab I al-Halabi wa Syirkah.. bukan menyuruh mereka untuk berdoa. ilmu yang dimanfaatkan serta anak yang saleh yang mendoakan (HR. Jadi pendapat bahwa orang yang sudah wafat masih bisa dimintai bantuan belum ditemukan dasar hukumnya.Dari beberapa kitab tafsir yang diteliti. Di dalam kitab Dalail Nubuwah. Cit. p. apalagi bagi mereka (wali) yang matinya bukan di medan tempur.Op. akan tetapi tidak menjadi dalil pengabsahan istigatsah. Ibid. mereka berdoa :"Ya Tuhan kami. 131 .153 Dengan demikian dasar-dasar yang menjadi rujukan istighatsah seluruhnya tertolak. sesungguhnya Rasulullah saw. Mengenai ruh para nabi bisa shalat di dalam kubur. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar).151 tetapi Nashiruddin al-Bani menyatakan ini hadits sangat lemah. dari Khatib Banani dari Anas ibn Malik. 60.152 Menurut hemat penulis hadits inipun bertentangan dengan hadits yang lebih kuat. Sebelum mengakhiri pembahasan tentang istighatsah ini penulis kemukakan pendapat Sa'id Hawa sebagai berikut dibawah ini. al-Targhib wa al-Tarhib. yakni hadits yang menyatakan bahwa amal maunsia akan putus manakala ajal tiba kecuali tiga. 1922.150 Sanad hadits ini adalah dari Salman. Mesir. jadi dia bisa memberikan pertolongan. Menurut Sa'id Hawa. yakni perlunya mendoakan (membantu) orang yang telah mati. Dari Anas ra. 153 Syaikh Husein. 79. 152 Ibid. tak ada satupun yang menafsirkan bahwa syuhada masih beribadah atau yang menafsirkan bahwa mereka masih bisa berhubungan dengan orang di dunia.

dan ia akan menangkapnya.156 Hadits ini dijadikan landasan istighatsah.157 Akhirnya Sa'id Hawa menyatakan bahwa masalah istighatsah kepada orng-orang saleh. maka hendaklah ia berkata : Wahai hamba-hamba Allah.155 Abu Ya'li dan Thabrani meriwayatkan di dalam al-Kabir : Dari Ibn Mas'ud r.337. berserulah. wahai hambahamba Allah tolonglah aku !. Jadi tak dapat dikiaskan kepada makhluk-makhluk lain. Cit. Hadits ke dua dalam sanadnya terdapat nama Ma'ruf ibn Hasan ia dhaif.. dan para wali perlu disisihkan dari riwayat tasawuf. dan dia berada di suatu daerah yang tidak ada manusianya. Op. beliau bersabda :" Jika ternak salah seorang diantara kamu lepas dari suatu daerah. Sesungguhnya Allah meiliki ham ba-hamba yang tidak terlihat. p. Sesungguhnya Allah memiliki (malaikat) yang hadir di bumi. Maka jika salah seorang di antara kamu terperosok di padang sahara. 336-337. 156 Ibid. tahankanlah (tangkaplah)". Cit. p.. Op. 337. para syaikh.a dari rasulullah saw. Ibid.158 Catatan Akhir : 154 155 Sa'id Hawa. padahal tidak tepat dengan alasan bahwa hadits pertama adalah hadits munqathi' (terputus sanadnya).. tolonglah aku.. 132 .154 Tabarri dan Bazzar meriwayatkan : Dari Ibn Abbas marfu kepada Rasulullah saw : Allah memiliki malaikat di bumi. kerja mereka mencatat daun-daunan yang jatuh.p. wahai hamba-hamba Allah tolonglah aku!. Sedangkan hadits ke tiga adalah hadits Hasan dan hanya berbicara soal melaikat.p. 158 Ibid. 157 Sa'id Hawa. maka berserulah :" Wahai hamba-hamba Allah. 336.beberapa tarekat melakukan istighatsah karena didasarkan kepada hadits di bawah ini : Thabrani meriwayatkan dalam kitab al-Kabir : Dari Utbah Ibn Ghazwan diangkat kepada Rasulullah saw : Nabi bersabda : Jika seorang di antara kamu ingin minta tolong. Selain diberi tugas memelihara.

oleh karena itu agar kita terhindar dari kekeliruan syar’I. 2. Banyak sekali pokok-pokok ajaran tarekat yang batil atau bid’ah. Ajaran Tasawuf yang benar adalah ajaran tasawuf yang berdasarkan AlQur’an dan hadits sahih. Jangan sekali-kali terpukau dengan ajaran tasawuf jika tidak memiliki dasar yang kuat. maka cukuplah beragama dengan menggunakan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak perlu beramal dengan amalan yang bersumber dari mimpi seorang syaikh tarekat.1. 133 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful