PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Pembentukan Karakter (Character Building). Mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah ; berpikir paradigmais, bertindak rasional dan mampu melahirkan sains, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak

MODUL

Oleh : Dr. Asep Zaenal Ausop, M.Ag Diterbitkan oleh Jurusan Sosioteknologi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Bandung

1

1426 H. / 2005 M.

2

Daftar Isi
Nomor dan Judul Modul A. Pengantar :
(1). (2). (3). Metodologi Studi Islam ……………………………………………… Konsep Alam ; Relasi Hukum Alam dan Hukum AlQur’an ……… Sistimatika Dinul Islam………………………………………………

Hal.

B. Sumber Ajaran Islam : (4). (5). (6). Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsifungsi Al-Qur’an ………………………………………………………… As-Sunnah ; Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an……………………… Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. …………………..

C. Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan. (7). (8). (9). (10). (11). (12). (13). (14). Konsep Tuhan ; Menghadirkan Tuhan dalam aktivitas kehidupan… Konsep Manusia ; Kunci Sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi…………………………………………… Essensi Akhlaq ; Fungsi Ritual dalam pembetukkan karajter (character building) ………………………………………………………………… Studi Kritis tentang Tasawuf dan Tarekat. ……………………… Etika Islam tentang pembinaan keluarga. ………………………….. Etika Islam dalam kegiatan Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya. … Etika Islam dalam kegiatan Sosial Politik, HAM dan Penegakkan hukum……………………………………………………………………. Etika Islam dalam Pengembangan Sains, Teknologi dan Seni. …

3

Materi sumber Hukum Islam mengajak mahasiswa untuk memahami sumbersumber ajaran Islam yakni Al-Qur’an. Selanjutnya mahasiswa diajak untuk memahami Islam secara holistik tetapi pada pengantar ini masih bersifat global. sehingga mereka mampu memahami dan meyakini bahwa terdapat relasi yang harmonis antara hukum Alam dengan hukum Agama karena kedua-duanya bersifat absolut yang tidak mungkin ada pertentangan. Tujuannya adalah untuk mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah . baik dalam hubungannya dengan Allah. dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. merumuskan kunci sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi. Termotivasi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui studi Islam yang lebih mendalami di luar kampus (afektif). essensi dan tujuan pendidikan alIslam di ITB serta metodologi mempelajarinya. Materi Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam kehidupan berisi analisi seputar bagaimana menghadirkan Allah dalam aktivitas hidup. memfungsikan riitual dalam 4 . bukan sekadar transfer of knowledge atau transfer of values. Mampu mengaplikasikan pesan-pesan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. aturan hidup yang masih bersifat global yang harus dijelaskan dengan sunnah Rasul. bertindak rasional dan mampu melahirkan sains. As-Sunnah dan Ijtihad. sehingga mereka meyakini bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai aturan absolut tentang jalan hidup. maka ditetapkanlah melalui Ijtihad sebagai metode penetapan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul. teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak Kompetensi yang diharapkan dari Pendidikan Agama Islam di ITB adalah agar mahasiswa memiliki paradigma berfikir yang benar dalam memahami ajaran Islam (kognitif). berpikir paradigmais. termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan.MODUL MATAKULIAH AGAMA ISLAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Matakuliah Kode Matakuliah Sks Tujuan Kurikuler : Pendidikan agama Islam di ITB pada dasarnya adalah pembentukan karakter (Character Building). : Pendidikan Agama Islam : 2061 :2 Deskripsi Materi Kuliah Agama/ Etika Islam: Materi pengantar berisi tentang eksistensi. Dalam hal ini fungsi rasul adalah sebagai whole model (uswah hasanah) yang perlu dijadikan pusat identifikasi. teknologi dan Seni (Psikomotor). Sedangkan dalam hal-hal kurang dijelaskan oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul.

Dr. Sumber Ajaran Islam : (4). Atlas Budaya. 2. Halal dan Haram dalam Islam . Penerbit Pustaka Salman. Pokok-pokok Ajaran Islam. Dr. Etika Islam. 5. serta tentang etika Islam dalam pembinaan keluarga dan kegiatan sosial serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan. As-Sunnah . Bandung : Penerbit Mizan. Metodologi Studi Islam Konsep Alam . Materi Pengantar : (1). Jakarta. Sayyid Sabiq. Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang.K. Miftah Faridl.Perubahan Prilaku (behavior change). Terjemahan dari : The Cultural Atlas of Islam. Jakarta. Yusuf Qardhawi. Silabi Perkuliahan : A. Buku Wajib : 1. Pustaka Salman. Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an. (5). Dr. Fiqh Sunnah. Bimbingan Hidup Mukmin. 3. Yusuf Qardhawi. B. 4. (6). 5 . Hukum Zakat. Sayyid Sabiq. Ismail al-Faruqi. Miftah Faridl. 6. (2). Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsi-fungsi AlQur’an. 7. Dr.H. Relasi Hukum Alam dan Hukum Agama Sistimatika Dinul Islam. (3). Lois Lamaya Al-Faruqi. tekonologi dan seni.H. menyikapi ajaran tasawuf yang benar dan yang menyimpang. Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. K. Penerbit Litera Antar Nusa.

afektif (keimanan) dan psikomotor (amaliyah) yang lebih baik dengan target akhir adanya perubahan prilaku ( behavior change) yang lebih baik (taqwa.MODUL 1 METODOLOGI STUDI ISLAM Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami metodologi untuk mempelajari al-Islam secara integrated. bukan Islam persepsi (yang berdasarkan kirakira). Juga potensi bertuhan Allah dan potensi-potensi lainnya. Mahasiswa mampu memilih secara tepat pendekatan tekstualis dan kontekstual rasional dalam memahami al-Islam Pokok-pokok Materi Prolog : Pendidikan Islam bukanlah sekedar transfer of knowledges atau transfer of values tetapi merupakan aktivitas character building. 6 . komprehensif dan filosofis : Tujuan Instruksional Khusus (TIK): 1. siswa. maka seorang guru harus mengajarkan Islam ilmu (yang berdasarkan dalil). Tujuannya adalah agar anak memiliki kualitas kognitif (pengetahuan). komprehensif dan.EQ dan SQ. (pembentukan karakter. Potensi yang dimiliki anak didik antara lain Intellegence Quotien (IQ). kepribadian) Tujuannya agar potensi yang dimiliki anak didik (potential capacity) menjadi kemampuan nyata (actual ability) dan tetap berada dalam posisi suci bersih (fitrah) dan lurus kepada Allah (hanief). Mahasiswa dapat mengaplikasikan beberapa metoda dalam mendalami ajaran al-Islam. Emotional Quotien (EQ) dan Spiritual Quotien (SQ). 2. Untuk mencapai itu. secara integrated. muttaqin). mahasiswa) untuk mengembangkan potensi (potential capasity) yang dimilikinya menjadi kemampuan nyata (actual ability) secara optimal sehingga tetap dalam kondisi fitrah dan hanief (lurus) sebagaimana keadaan ketika lahir. Integrated meliputi penajaman IQ. Hakikat Pendidikan Al-Islam : Pada hakikatnya Pendidikan al-Islam adalah proses bimbingan terhadap anak didik (santri.

Materi Pendidikan Al-Islam : • Materi Aqidah adalah menanamkan ketauhidan (Tauhid Rubbubiyah. • Aspek psikomotor : Mampu mengamalkan al-Islam secara komprehensif. yakni pengetahuan yang benar dan pengetahuan yang belum pasti benar. atau manusia yang sanggup melaksanakan seluruh ayat Al-Qur'an tanpa kecuali. Mulkiyah dan Uluhiyah) seraya mencabut sikap syirik dengan akar-akarnya melalui analisis terhadap fenomena alam dan perilaku sosial masyarakat. menekankan pembiasaan dan perlunya figur sebagai whole model (usawah hasanah). dan mampu mengahayati ajaran al-Islam sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. Cara Mempelajari Islam : Pengetahuan terbagi dua. sedangkan pengetahuan yang salah atau belum pasti benar disebut persepsi. beserta falsafahnya sehingga setiap sendi syari'ah terasa mempunyai makna. • Aspek Syari’ah adalah mengajarkan tentang kaifiyat (tatacara. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat. • Materi Akhlak adalah memberikan pemahaman tentang dimensi. hablum minannas. terdeteksi.dimensi akhlak yang meliputi hablum minallah. baik dalam Hablum minallah. Asepk Afektif : Agar anak didik mampu mengapresiasi al-Islam secara mendalam sehingga mereka mampu mengimani kebenaran al-Islam. Sedangkan tujuan akhir Pendidikan Agama adalah terwujudnya insan yang berperilaku Al-Qur'an. terukur. how to do) tentang ritual (ibadah mahdloh) dan mu’amalah (ibadah ghair mahdloh). secara integratif dan komprehensif. dan hablum minal 'alam. hablum minannas dan hablum minal ‘alam dengan parameter yang jelas.Tujuan antara Pendidikan al-Islam adalah : • • Aspek Kognitif : Agar mahasiswa memahami al-Islam dengan paradigma yang benar (berfikir paradigmais). Pengetahuan yang benar adalah al-ilmu atau alhaq. 7 . mampu memenej emosinya secara benar.

9 :31). semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. atau terikat dengan mayoritas. dan tidak mendapat petunjuk (QS. mayoritas. juga tidak terikat figur atau tradisi nenek moyang. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". Perlu menjadi catatan penting bahwa kebenaran hanya ditentukan oleh kualitas argumentasi bukan oleh kuantitas penganutnya. 2 : 170). Islam Ilmu adalah Islam yang berdasarkan dalil. Sesungguhnya pendengaran. bukan karena pendapat. guru.Seorang ustadz. Keempat : Beragama tidak atas dasar figur (QS." mereka menjawab: "(Tidak). Kedua : Beragama tidak atas dasar mayoritas . bukan dengan kira-kira Al-Qur'an QS 17 : 36 : manusia harus menemukan dasar hukum (rujukan) yang jelas. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. dosen harus mengajarkan Islam Ilmu bukan Islam Persepsi. 2 :170) : ْ‫ل ُف‬ ‫لو‬ َ ‫وَت‬ َ ‫أ َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ي ع‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ع َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ن‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫ل ا م‬ َّ َ ‫ز َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫علوا َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫م ا‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫قي َت‬ ِ ‫ذا ع‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫وع‬ َ ‫َت‬ ( 170 ‫ن البقرة‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ئ ا َت‬ ً‫ي ا‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫قم‬ ِ ‫ع ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ؤ م‬ ُ ‫ب ا م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫َت‬ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. bukan semata-mata perkiraan fikiran. Untuk memperoleh Islam ilmu. sebab mayoritas tidak menjamin orsinalitas. Ketiga: Beragama tidak boleh atas dasar keturunan atau warisan leluhur (QS. penglihatan dan hati. terikat dengan figur َ ‫ك ا َت‬ ‫ن‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫ك‬ ُ ‫د م‬ َ ‫ؤا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫س ُف‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫م ع‬ ٌ ‫ل إ‬ ْ‫ع ُف‬ ِ ‫ه ع‬ ِ ‫ب ع‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫س َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ق م‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫َت‬ 36)‫ال‬ ً‫ئلو ا‬ ُ ‫س م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫) َت‬ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. "(Apakah mereka akan mengikuti juga). : 8 . Lebih jelasnya sbb : Pertama : Dengan ilmu.

Politis. menggigit dan sangat menyentuh perasaan dan nurani. Tokoh ini sering tidak peduli kepada dalil dan ratio. bukan sekedar kata orang. Kesehatan. Teologis. Oleh karena itu penyajian materi pendidikan al-Islam harus sistimtis. Kedudukan Akal dalam memahami Al-Islam : Mengenai penggunaan akal / rasio dalam memahami al-Islam. dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. Rasional : Gampang difahami. para tokoh pemikir Islam berbeda-beda corak pemikirannya. rasional. Azas Filosofis dalam Pendidikan Islam : Islam ilmu yang disampaikan dengan pendekatan yang tepat akan mudah dicerna oleh peserta didik. • Radikal : Sampai kepada kesimpulan. (QS. Militer. mampu menjelaskan hubungan sebab akibat. 9 . Dalam hal ini sangat baik menggunakan multi pendekatan. dll. dan tidak dogmatis. tajam.(31)َ ‫لل َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ِ ‫دو ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ب ا ع‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ر ُف‬ ُ ‫و م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ذوا َت‬ ُ ‫خ م‬ َ ‫ت َت‬ َّ ‫ا‬ Mereka menjadikan orang-orang alimnya. Wangsit)  Cenderung mistik Tokoh Sinkretik : Sinkretik adalah percampuran antara budaya lokal dengan agama. antara lain Pendekatan Kebahasaan. jelas rujukannya. 6 : 61). Ekonomi.. terus ke mana dan bermuara di mana. Objektif : Berdasarkan dalil. komprehensif dan radikal. • • • • Sistimatis : Berurutan/ runtun. sangat merangsang berfikir. kira-kira atau dugaan – dugaan. Komprehensif : Yakni menganalisis Islam dari berbagai sisi. dari mana memulainya. Filosofis. cari aman. Hadits. Paling tidak ada empat corak : • • Tokoh Sufistik: Menerangkan agama dengan pendekatan sufistik (AlQur’an. objektif. Pemikiran mereka lebih didominasi oleh sikap sosiologis. Sosiologis. Kesejarahan.

Dari sini kelak lahirlah faham dan aliran keagamaan. sedangkan hasil pemikiran sangat tergantung kepada paradigma berfikir yang bersangkutan. dogmatis. Tokoh ini banyak menggunakan argumentasi rasio di samping melihat teks Al-Qur’an dan hadits. walaupun tidak selalu demikian. tetapi sebenarnya kedua kata itu memiliki perbedaan. ( Jakarta : Pustaka al-Kautsar. Biasanya pengikut suatu faham tertentu adalah orang-orang yang kritis. pengurus dan anggotanya serta mempunyai aturan-aturan tertentu Biasanya para anggotanya tidak dibiarkan berfikir kritis tetapi bersifat taqlâd. senang berfikir.• Tokoh Scripturalis /Tekstualis : terikat dengan teks kurang memperhatikan konteks. Beberapa metode pendekatannya adalah Tafsir Metaforis. Aliran Kata aliran lebih berkonotasi kepada . Diolah dari : Hartono Ahmad Azis. Aliran dan Faham Sesat di Indonesia. Analisis terhadap ajaran islam yang dilakukan tokoh Rasional Liberal lebih didominasi oleh argumentasi akal. terbuka dan menyambut adanya diolog. Faham dan aliran adalah dua kata yang seakan-akan bermakna sama karena keduanya menggambarkan adanya suatu pemikiran yang kemudian jadi anutan bahkan pengamalan sebuah kelompok atau komunitas tertentu. anti kritik dan cenderung merasa benar sendiri (truth claim). 2002 ) . tidak suka dialog. Kata faham lebih berkonotasi kepada suatu alur pemikiran yang menganut prinsip tertentu. hal. 1 10 . Para tokoh Sripturalis bukan tidak menggunakan ratio tetapi lebih terikat dengan teks Al-qur’an dan hadits apa adanya. PERBEDAAN ANTARA FAHAM DAN ALIRAN1 Faham 1. Perbedaannya dapat dirinci sebagaimana dijelaskan pada tabel di bawah ini. Tidak terorganisir. tidak memiliki pemimpin pusat meskipun ia memiliki tokoh sentral yang menjadi figur faham tersebut 3. • Tokoh Rasional Kontekstual : Memperhatikan teks dan konteks. Tafsir Hermenetika dan pendekatan social kesejarahan. 2. Faham apapun sebenarnya merupakan hasil pemikiran. • Tokoh Rasional Liberal : Tidak terikat teks. vii.suatu hasil pemikiran yang eksklusif Terorganisir : ada ketua.

mereka menentang setiap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti terjadi pada abad Pertengahan. dan John Locke (1632-1704). Aliran filsafat Rasionalisme ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang memadai dan 11 . Walaupun asalnya Barat dipengaruhi pemikiran rasional Islam zaman Klasik. Dengan kepercayaan kepada akal yang terlampau besar. pasti manusia dapat menerangkan segala macam persoalan. Masa Skolastik (abad 8 M). Secara garis besar corak pemikiran tokoh Islam terbagi dua yakni pemikir Rasional dan Pemikir Tradisional. Masa Parsitik (abad 2 M). Pemikiran Rasional dibawa oleh para sarjana Barat yang telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan termasuk filsafat dari universitas Cordova ketika Spanyol dikuasai pemerintahan Islam Bani Umayah di bawah pemerintahan Islam pertama yakni Abd ar-Rahmán ad-Dakhili. dan Spinoza (1632-1677). tidak terpengaruh oleh doktrin agama dan mitos. Masa Hellenika Romawi (abad 4 SM). Mazhab ini menaruh kepercayaan kepada akal sangat besar sekali. Kemudian muncul pula mazhab Rasionalisme dengan tokohnya Rene Descartes (1596-1650). atau memasuki periode Modern (abad 19) serta postmodernisme (abad 20). Masa Rennaissanse ( abad 14-16 M). Sejarah Pemikiran di dunia Barat secara kronologis dimulai dengan Masa Yunani Kuno (6 abad sebelum Masehi). Thomas Hobes (1588-1679). akar pemikiran Rasional periode Modern di dunia Islam sebenarnya dipengaruhi oleh pemikiran rasional dari Barat. Mereka berkeyakinan bahwa dengan kemampuan akal. serta menyangkal setiap tatasusila yang bersifat tradisi dan terhadap keyakinan atau apa saja yang tidak masuk akal. yang kemudian memasuki masa Aufklaerung (abad 18).Dengan demikian. Pada abad 17 muncul pemikiran falsafah Empirisme atau mazhab Empirisme dengan tokohnya antara lain Francis Bacon (1561-1626). Apabila ditelusuri jauh ke belakang. mengetahui paradigma setiap tokoh pemikir adalah sesuatu yang amat penting. dan memahami serta me-mecahkan segala permasalahan manusia. Rasionalisme dianggap sebagai tonggak dimulainya pemikiran falsafati yang sebenarnya karena benar-benar menggunakan kemampuan ratio untuk memikirkan sesuatu secara mendalam.

dapat dipercaya adalah akal (rasio). Metode yang digunakan oleh Rasio-nalisme ini adalah metode deduktif. Rene Descartes (1598-1650) sebagai tokoh rasionalisme, dengan berlandaskan kepada prinsip “a priori” meraguragukan segala macam pernyataan kecuali kepada satu pernyataan saja yaitu kegiatan meragu-ragukan itu sendiri. Itulah sebabnya ia menyatakan: ”saya berfikir jadi saya ada (Cogito ergo sum). Sedangkan mazhab Empirisme yang kemudian dikembangkan oleh David Hume (1611-1776), menyatakan bahwa sumber satu-satunya untuk memperoleh pengetahuan adalah pengalaman. Ia menentang kelompok rasionalisme yang berlandaskan kepada prinsip “a pripori:” tetapi mereka menggunakan prinsip “a posteriori”.2 Untuk menyelesaikan perbedaan antara Rasionalisme dan Empirisme, Iammnuel Kant mengajukan sintesis a pripori. Menurutnya, pengetahuan yang benar adalah yang sintesis a pripori, yakni pengetahuan yang bersumber dari rasio dan empiris yang sekaligus bersifat a pripori dan a posteriori. Immanuel Kant adalah pembawa mazhab Kritisisme atau Rasionalisme Kritis atau lebih dikenal dengan Modernisme. Kemudian pada abad 19 muncul pula Aguste Comte (1798-1857) membawa aliran filsafat Posistivisme yang pada hakikatnya sebagai Empirisme Kritis. Sedangkan aliran filsafat abad 20 atau masa Kontemporer antara lain muncul aliran filsafat Eksistensialisme, Strukturalisme, dan Poststrukturalisme, Postmodernisme. Dalam hal ini penulis tidak perlu membahas seluruh aliran filsafat tersebut karena persoalannya akan melebar tidak fokus. Dengan pergumulan dua induk aliran filsafat, yakni Rasionalisme dan Empirisme, maka pada ujungnya para pemikir Barat hanya mengakui dua
2

Ma]hab Empirisme kemudian berkembang ke arah Positivisme. Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk ilmu sosial dianggap mencapai bentuknya secara definitif dengan kehadiran Aguste Comte (1798-1857) dengan grand - theory-nya yang digelar dalam kaya utamanya Courus de Philospphie Positive (1855). Comte menjelaskan bahwa tahap positive dicapai setelah manusia melampaui tahap theologik dan metafisik. Menurut madzhab Positivisme bahwa sesuatu benar dan nyata haruslah konkret, eksak, akurat dan memberi kemanfaatan. Dalam pandangan positivisme, Ilmu-ilmu kealaman memperoleh objektivitas yang khas semata-mata bersifat empiris – eksperimental. Filsafat Comte ini adalah anti-metafisis, ia hanya menerima fakta-fakta yang ditemukan secara positif- ilmiah.

12

macam ilmu yakni Empirical science dan Rational Science. Sedangkan di luar itu hanyalah beliefs atau kepercayaan, bukan ilmu. Mazhab pemikiran filsafat yang masuk dan mendominasi para pemikir muslim adalah mazhab Rasionalisme, sehingga para pemikir muslim Rasionalisme sangat memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada akal. Konsekuensinya, mereka menolak semua hadits yang bertentangan dengan akal, sehingga apabila ada hadits bertentangan dengan kesimpulan akal, maka yang dipakai adalah kesimpulan akal. Bahkan ayat-ayat al-Qur’an pun -- apabila secara literal (tekstual) isinya bertentangan dengan akal -- akan ditafsirkan sesuai dengan penerimaan akal melalui penafsiran metaforis. Para pemikir muslim Rasionalis yang terpengaruh oleh filsafat Barat secara diametral bertentangan dengan para pemikir muslim Tradisionalis yang bersikap sebaliknya, yakni mereka tetap menggunakan hadits Ahad walaupun bertentangan dengan akal bahkan mereka pun berpegang kepada makna hakiki dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an bukan dengan tafsir metaforis sebagaimana diketengahkan oleh para pemikir Rasionalis. Pemikir Tradisionalis banyak menghindari – kalau tidak dikatakan memusuhi -- filsafat Barat. Amin Abdullah yang mengutip pendapat Muhammad ‘Abid al-Jabiry menyatakan bahwa para tokoh Ilmu Kalam banyak yang memusuhi filsafat akibatnya antara filsasat dan Ilmu Kalam tidak ada titik temu. Abid al-Jabiry menyatakan bahwa di lingkungan generasi pertama Ahl as-Sunnah atau juga dengan Asy‘ariyah di mana terdapat tokoh-tokoh seperti al-Ghazali dan asySyahrastani (479-549 H), -- sangatlah menentang filsafat dan para ahli filsafat. Bahkan selanjutnya karya al-Ghazali Taháfut al-Falásifah dan karya asySyahrastanâ Musá‘arah al-Falásifah merupakan buku “wajib” yang harus diikuti oleh para penulis ilmu Kalam.3 Perbedaan pendekatan yang digunakan dalam filsafat dan ilmu kalam dapat dilihat pada tabel di bawah ini. PERBEDAAN PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM FILSAFAT DAN ILMU KALAM 4
3 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam: Pentingnya Filsafat Dalam Memecahkan Persoalan-persoalan keagamaan, Makalah, disajikan dalam acara Internship Dosen-Dosen Filsafat Ilmu Pengetahuan se Indonesia, 22-29 Agustus 1999, hal.12. 4 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam", hal.8

13

Filsafat Lebih menekankan dimensi keberagaman yang paling dalam-esoteris dan transendental. Lebih menekankan ketenangan ke dalam jiwa karena mendapat kepuasan pemikiran. Lebih menggarisbawahi comprhension (pemahaman akal). Lebih bercorak prophetic philosophy Lebih menekankan dimensi being religious.

Ilmu Kalam Seringkali menekankan dimensi lahiriyah eksoteris dan final konkret. Lebih menekankan keramaian (syi‘ar) yang bersifat ekspressif-keluar. Lebih menekankan transmission (pemindahan, pewarisan atau yang biasa disebut naql). Lebih bercorak priestly religion (keulamaan). Lebih menekankan dimensi having a religion.

• •

• •

Walaupun pada periode Pertengahan, filsafat dijauhi, maka mulai abad 18 (Periode Modern) filsafat mulai didekati lagi bahkan dijadikan kerangka berfikir oleh sebahagian pemikir muslim. Masalahnya sekarang adalah – demikian Amin ‘Abdullah -- bagaimana kita menyikapi filsafat dan ilmu Kalam lebih luas lagi doktrin agama, apakah mau bersifat Paralel, Linear atau Sirkular ? Kalau menggunakan pendekatan paralel maka metode berfikir yang digunakan akan berjalan masing-masing, tidak ada titik temu sehingga manfaat yang dicapainya pun akan sangat minim. Kalau menggunakan pendekatan linear maka pada ujungnya akan terjadi kebuntuan. Pola linear akan mengasumsikan bahwa salah satu dari keduanya akan menjadi primadona. Seorang ilmuwan agama akan menepikan masukan dari metode filsafat, karena pendekatan yang ia gunakan dianggap sebagai suatu pendekatan yang ideal dan final. Kebuntuan yang dialami oleh pemikir yang menggunakan pendekatan naqli semata adalah kesimpulan yang bersifat dogmatis – teologis, biasanya berujung pada truth claim yang ekslusif yang mencerminkan pola fikir “right or wrong is my caountry” atau juga kebuntuan historis empirik dalam bentuk pandangan yang skeptis, relativistik, dan nihilistik. Atau dapat juga kebuntuan filosofis tergantung kepada jenis tradisi atau aliran filosofis yang disukainya.

14

Misalnya mereka makan dengan tiga jari sebagaimana hadits nabi. merupakan contoh-contoh Pemikir Tradisional yang Literal. Darul Arqam. Pemikir Tradisional kemudian menjadi dua corak yakni Tradisional Literal (Tekstual) dan Tradisional Kontekstual. baik hadits Ahad maupun ayat Al-Qur’an yang Dhanny dalálah-nya.Baik pendekatan paralel maupun linear bukan merupakan pilihan yang baik yang dapat memberikan guidance.dalam arti karena masing masing pendekatan memiliki keterbatasan dan kekurangan maka dilakukanlah pendekatan itu secara bersamaan (multi approach) yang di dalamnya saling menutupi kekurangan5. 15 . ialah pemikir yang tidak terikat dengan hal-hal Dhanny. Lasykar Jihad. juga mereka memelihara jenggot karena nabi memerintahkan memelihara jenggot. Jama’ah Tagligh. Dalam menyikapi perlu tidaknya pola berfikir filsafat dalam pembahasan teologi dan hukum Islam. karena pendekatan paralel akan terhenti dan bertahan pada posisinya sendiri-sendiri dan itulah yang disebut “truth claim”. mereka tidak memakai handuk setelah mandi janabat karena nabi pun demikian. Mereka dengan leluasa menggunakan pendekatan rasio dan memegang prinsip kausalitas dan kontekstual dengan kaidah “ al-hukm yaduru ma‘a al-‘illat” (Hukum bergantung kepada ‘illat). Mungkin yang terbaik adalah yang bersifat sirkular. mereka memakai gamis dan sorban karena nabi pun berpakaian demikian. Pemikir Rasional terbagi dua juga. Corak kedua adalah Tradisional yang Kontekstual. Para pemikir yang berada di lingkungan Front Pembela Islam (FPI). sehingga para pemikir Islam dikelompokkan menjadi empat corak. 5 Amin Abdullah. yaitu banyak mengacu kepada hasil Ijtihad Ulama Salaf serta banyak menggunakan hadits Ahad dengan pemahaman dan pendekatan rasio. akan menjebak seseorang atau kelompok ke dalam situasi ekslusif – polemis. Pemikiran Filsafat Islam. hal 18-19. Sedangkan pendekatan linear yang mengasumsikan adanya finalitas. Corak ketiga adalah Pemikir Rasional-Kontekstual. yakni Rasional Kontekstual dan Rasional – Liberal. Pemikir Tradisional yang Tekstual (Literal) adalah kelompok pemikir Tradisional yang memahami Al-Qur’an dan terutama hadits sangat terikat dengan teks tanpa melihat konteks. yakni Pemikir Tradisional dan Rasional. para pemikir muslim terbelah dua.

). editor buku “Wacana Islam Liberal” bahwa yang bersangkutan mungkin setuju dan mungkin tidak. Yang termasuk ke dalam empirical science antara lain kedokteran. kimia. Hingga Post Modernisme. terutama mata. pemikiran seorang tokoh tertentu kadang-kadang sangat kompleks tidak bisa lagi dijelaskan dalam satu kerangka atau tipologi tertentu. dikelompokkan demikian. 7 Azyumardi Azra. maka disebutlah ainul yaqin . Mata itu bahasa Arabnya adalah ain. namun sangat mungkin – sebagaimana dikatakan oleh Charles Kurzman. terjadi tumpang tindih dan bahkan saling silang. 16 . Modernisme. nalar. yakni ukuran benar tidaknya adalah dibuktikan secara empirik melalui eksperimen. Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Global (Jakrta : Penerbit Paramadina. Itu penilaian subjektif penuilis. (Jakarta : Penerbit Paramadina. dari Fundamentalisme. 6 Charles Kurzman (Ed. 2001). Karena akal memiliki keterbatasan maka perlu bantuan wahyu. Sumbernya adalah pancaindera. bilogi. goelogi. Wacana Islam Liberal.6 Juga penting dicatat di sini sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra. hal. fisika. Pergolakan Politik Islam. Contoh pemikir tipe Rasional – Liberal ini antara lain Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Nurcholis Madjid (ini paling tidak menurut Charles Kurzman dalam bukunya “Wacana Islam Liberal”. Dalam mempelajari Islam tidak bisa hanya menggunakan pendekatan emprik dan rasio biasa tetapi perlu ada keterlibatan iman.Corak keempat adalah Pemikir Rasional yang Liberal. yaitu pemikir yang pemikirannya sangat bebas merambah hal-hal yang oleh Tradisional dinilai “haram” untuk dijadikan objek ijtihad. pada hakikatnya akal dengan wahyu tidak boleh bertentangan. Dengan demikian. akal tidak selalu mampu mencari kebenaran karena akal. Dalam hal ini paling tidak terdapat empat katagori ilmu yakni : • Empirical Science. ratio adalah tergantung kepada biologis. 1996). hal.7 Rasionalitas dalam Beragama : Dalam tataran realita. xii-xiii. xii.

Syi'ah. syurga neraka. yang penting sah. • Suprarational Science . Apakah anda meyadari bahwa otak manusia tanpa bimbingan wahyu Allah akan dapat mengungkap tabir segala hal termasuk persoalan ghaib ? Jawabannya : Tidak mungkin. dan Sunni. ialah manakala kebenarannya ditentukan oleh hal-hal di luar ratio yang berkembang pada zaman itu. Sumbernya adalah Ruh. filsafat. yang penting tidak haram. maka disebutlah ilmul yaqin. semacam siksa dan nikmat qubur. Sumbernya adalah hati (qalbu). Sumbernya adalah ratio. Akibatnya ayat-ayat AlQur'an yang dianggap kurang rasional dipaksakan haraus rasional. termasuk ke dalam katagori ilmu ini antara lain bahasa. ialah ilmu yang kebenarannya ditentukan oleh hubungan sebab – akibat. Islam Kontemporer. Kalau ada hubungan yang logis disebutlah rational. Memahami al-Islam dengan hanya menggunakan katago Empirical science dan Rational Science akan mengalami kesulitan. percaya sekali. Islam Salafi. 17 . Yang termasuk ke dalam ilmu ini antara lain Isra Mi'raj. Love Aproach yakni lebih kepada target sempurna. Pengamalan Al-Islam dengan pendekatan : • • Law Approach yakni pengamalan Islam sebatas haram – halal. dll.• Rational Science . • Metarational Science adalah Ilmu Ghaib. maka terjadilah rasionalisasi al-Qur'an. doa. Beberapa istilah dalam studi Islam : Terdapat beberapa termonologi yang peting difahami adalam memahami Islam yakni Islam Simbolik dan Islam Substantif. Apakah anda sadar bahwa otak anda adalah karunia besar dari Allah ?. maka disebutlah Haqqul Yaqin. mukjizat. Islam Radikal. Jawabannya : Ya. matematika. Pertanyaan Renungan : • • • Apakah anda percaya bahwa Allahlah yang telah memberikan potensipotensi pada diri anda ? Jawabannya : Ya.

mengikuti Islam sebagai ajaran Allah atau mengikuti ajaran hasil karya manusia ? Jawabannya : Ajaran Islam ciptaan Allah. Mana yang bisa menjamin keselamatan anda. • • Apakah anda mengakui bahwa otak anda tidak dapat mengetahui segala hal ? Jawabannya : ya. Kalau otak anda belum memahami pesan Al-Qur’an.• • • • Manfaatkah apabila pendidikan al-Islam tidak menghasilkan perubahan prilaku ke arah yang lebih baik ? Jawabannya : sangat tidak berguna. mustahil. apakah dari ilmu – ilmu alam atau dari Al-Qur’an ? Jawabannya : Dari Al-Qur’an. Dari mana anda tahu tentang malaikat dan jin. maukah anda yang masih belum tahu banyak hal mengikuti pemberitahuan dari Allah melalui al-Qur’annya ? Jawabannya : ????? 18 . sia-sia. • • • Mungkinkah Allah sebagai Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Suci dari kealpaan berbuat salah ? Jawabannya : Tidak mungkin. mungkinkah Al-Qur’an yang diciptakan Allah mengandung kesalahan ? Jawabannya : Tidak mungkin. Apakah kebenaran ditentukan oleh suara mayoritas atau dalil ? Jawabannya : oleh dalil. Kalau begitu. Kalau begitu. yang salah AlQur’annya atau karena otak yang masih bodoh ? Jawabannya : Otak yang bodoh. yakin sekali.

Eksistensi dan Relasi Hukum Alam dan Hukum Al-Qur’an : Allah telah menciptakan alam (mikro dan makro) dalam jumlah jenis dan items yang sangat sepktakuler. ghair Dan Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. 9 Aturan Allah terbagi dua katagori yakni : Pertama : Hukum Alam (hukum Kauniyah. Menurut ahli geofisika (yang mendasarkan hidungannya kepada pemnbentukkan batu dan sungai). serta pergantian malam dan siang. lantas memilih. comet). terdapat tanda-tanda (bahan pemikiran) bagi orang yang beriman (QS. Dalam tempo enam hari. 9 Salah satu aturan Allah tentang alam adalah terjadinya siang dan malam. Dalam hal ini. secara fisik telah taat kepada hukum alam yang absolut ini. Hukum tentang tata perilaku ini pun bersifat absolut. termasuk manusia. Al-Ma’arij. sekaligus dengan hukum alam yang absolut (tetap. Sedangkann di dalam QS. satu periode sama dengan 600 tahun. Namun sayangnya sebahagian besar manusia telah mengesampingkan hukum absolut. 3 : 190). maupun social budaya termasuk cara berpakaian.000 tahun. Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa bisa menjelaskan hubungan antara hukum Alam dan hukum Agama (hukum Al-Qur’an). Di dalam surat al-Hajj. Mahasiswa termotivasi untuk secara konsisten menaati hukum alam dan hukum agama dalam segala aktivitas hidupnya. termasuk dalam pengembangkan sains. Allah menegaskan :”Sesungguhnuya dalam kejadian langit dan bumi. pasti dan objektif). 8 19 . satu periode bisa mencapai 6 milyar tahun. baik hukum Alam (hukum Kauniyah) maupun hukum agama (hukum Qur'aniyah) secara bersamaan. trial and error . Allah pun telah menciptakan aturan tentang tata prilaku manusia. Pokok – Pokok Materi : Prolog : Allah telah menciptakan alam. baik secara terpaksa maupun sukarela (Thaw’an aw karhan). satu hari menurut Allah sama dengan 1000 tahun hitungan manusia. satu hari sama dengan 50. social politik.MODUL 2 KONSEP ALAM (Relasi antara Hukum Alam dengan Hukum Al-Qur’an) Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa meyakini bahwa manusia hanya bisa selamat apabila menaati hukum Allah secara totalitas. 11 : 7). segenap makluk Allah yang berada di langit dan di bumi. baik perilaku sosial ekonomi. teknologi dan seni. sedangkan menurut ahli astronomi (berdasarkan pergerakan bintang. yakni din alIslam atau hukum Al-Qur’an.8 Supaya alam berjalan dengan tertib maka Allah membuat seperangkat aturan (law). (QS. Pantaskah menyandingkan hukum alam yang absolut dengan hukum perilaku yang relatif ?. menggunakan dan menaati hukum produk akal manusia yang bersifat relatif.

riba. dll. yakni tidak berubah sepanjang waktu (QS. hukum rotasi. 3 : 83). hukum daur. Pasti (exact). baik hukum Kauniyah maupun Qur'aniyah BERSIFAT ABSOLUT memiliki sifat yang sama yakni (1). Akibatnya lebih jauh adalah manusia kurang 20 . Reaksi atau akibat hukum Alam jauh lebih cepat daripada hukum Agama. Objektif . bahkan ada yang baru bisa dibuktikan di akhirat nanti. reaksi akibat pelanggaran hukum Al-Qur’an tidak secepat hukum alam. mengumpat dan perintahj berdzikir. Perbedaan hukum Alam dengan hukum Agama adalah dalam hal time respons (reaksi waktu). shalat. maka bisa dibuat rumus. maka orang mudah meyakini (mengimani) kebenaran hukum alam. Kalau sesekali ada perubahan hukum Alam seperti nabi Ibrahim dibakar api tidak mati karena apinya menjadi dingin. tawakkal. itu adalah sunnatullah yang khusus yakni gabungan hukum alam (hukum fisika) dan hukum spiritual. Manusia telah menaati hukum alam tersebut. seperti hukum alam dalam tubuh tetap berlaku. 48 : 23). Apabila hukum berubah-ubah maka tidak mungkin bisa dibuat rumus-rumus hukum alam maupun rumus hukum Agama. (3). Karena akibatnya lambat maka manusia kurang percaya (kurang iman) terhadap hukum Al-Qur’an. yaitu berlaku kepada apa dan siapa saja (QS. Kedua : Hukum agama (hukum Qur'aniyah) yang tertulis (mathluwwi ) di dalam kitab-kitab Allah.mathluwwi = tidak tertulis) tetapi melekat pada alam itu sendiri. Karena bersifat empirik. baik diridhai (thau'an) maupun dibenci (karhan). Segenap alam baik yang ada di langit dan di bumi. Allah menjelaskan : "Sesungguhnya Aku menciptakan sesuatu menurut ketentuan yang pasti (QS. Karena hukum Allah bersifat pasti. (QS. Akibat pelanggaran hukum alam dapat cepat dibuktikan melalui pengamatan panca indera aatau bersifat empirik. sabar. Beberapa contoh hukum alam adalah hukum gravitasi. seperti larangan berzina. objektif dan tetap. Demikian pula di dalam tubuh manusia sendiri hukum alam berjalan secara otomatis. Lain dengan hukum Al-Qur’an. Tetap. secara fisik telah taat kepada hukum alam. Sikap hati-hati itu disebut taqwa. baik disadari maupun tidak. dll. 54 : 49). Sikap percaya ini kemudian melahirkan sikap hati-hati menghadapi hukum alam. Pada kejadian berikutnya tetap mengikuti hukum alam murni. (2). sebagai upaya Allah SWT untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya. 15:21). Semua hukum Allah.

selaras dengan hukum Alam. pasti dianjurkan oleh Al-Qur'an. politik. Inilah azas kesatuan atau disebut azas tauhidullah. Seharusnya. kalau begitu. Sungguh banyak manusia di dunia ini yang membuat aturan menurut ratio yang dipandu oleh nafsu syaithaniyah. maka perilakunya pun harus diatur oleh hukum perilaku yang absolut pula. sebaliknya apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti buruk menurut hukum Alam. Padahal memakan uang riba juga berbahaya. bahwa hukum Al-Qur'an adalah yang paling baik. dan paling cocok dengan sifat tabi'at manusia yang fitrah dan hanief (lurus). Segenap kegiatan manusia. Apa yang dianggap berbahaya menurut hukum Alam pasti oleh AlQur'an diharamkan. berpakaian harus menggunakan hukum absolut. Kesalahan terbesar manusia adalah mengesampingkan hukum Absolut lantas mengambil hukum relatif produk akal manusia. Dalam keseharian terbukti bahwa orang lebih takut meminum racun daripada memakan uang riba. Karena hukum Allah terbagi dua maka Ilmu-ilmu Allah pun terbagi dua yakni Ilmu Kauniyah seperti Matematika. Dalam skala kecil. akibatnya banyak produk hukum/ aturan yang berbahaya bagi kehidupan manusia. seorang mukmin wajib memiliki keyakinan tanpa sedikit pun ragu. secara logika tidak mungkin kedua hukum itu bertentangan. Dalam hal ini. misalnya kebolehan aborsi. hukum Al-Qur’an (Quraniyah) pun ciptaan Allah. Kedokteran 21 . dll. Biologi. yakni Al-Qur’an.berhati-hati (tidak taqwa) kalau berhadapan dengan hukum Al-Qur’an. penegakkan HAM harus menggunakan hukum absolut Azas Kesatuan (Tauhidullah) antara aturan Agama dan Aturan Alam : Hukum alam adalah ciptaan Allah. tetapi karena akibat makan riba sangat lambat maka orang kurang hati-hati terhadap uang riba. mentolelir minuman keras. Fisika. melarang poligami. Geologi. Apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti bagus menurut hukum Alam. manusia sebagai bagian dari alam yang secara fisikal diatur oleh hukum alam yang absolut. dan sosial budayal) harus menggunakan hukum absolut (din al-Islam) bukan hukum relatif produk pemikiran filosofis manusia. Dengan demikian dalam segala aktivitas manusia harus menyelaraskan dengan kedua hukum tersebut secara bersamaan. baik prilaku ritual maupun prilaku mu’amalah (ekonomi. membiarkan praktik riba. Sebaliknya apa-apa yang baik menurut hukum Alam.

Hidayah Din (adfyan) (5). Dengan akalnya. maka akal manusia tidak sanggup menembus persoalan yang berada di luar jangkauan akal. sehingga bayi bisa menete tanpa belajar lebih dahulu. meraba. Ini disebut hidayah ilham atau hidayah wizdan. maka pasti manusia akan mengalami kehidupan yang sempit dan menyesakkan (ma'isyatan dhanka). dan merasa. 22 . Akan tetapi pada kenyataannya karena daya nalar manusia sangat terbatas. Oleh karena itu manusia memerlukan hidayah Taufiq. manusia bisa melahirkan saintek dan seni. Selanjutnya kita melihat realita di lapangan.dan Syari'ah. Kedua hidayah di atas tidak bisa membuat manusia lebih eksis. dll. Kedua gugusan ilmu itu mustahil bertentangan. Hidayah Aqli (4). Eksistensi Hukum Al-Qur’an bagi Manusia : Sejak manusia lahir. sering terjadi pertentangan antara ilmu dengan amalnya. maka manusia memerlukan akal agar mampu memahami hukum-hukum alam dengan baik. mendengar. hidayah yang diperlukan manusia ada lima macam yakni (1). Hidayah Ilhami (wizdan) (2).serta Ilmu-illmu Qur'aniyah seperti Ulumul Qur'an. Hidayah Taufiq. Dengan petunjuk pancaindera manusia bisa melihat. yang bersifat relatif (mudah berubah). Tidak cukup dengan naluri. Kalau ada pertentangan antara keduanya pasti konklusi salah atau kedua ilmu itu ada yang salah. ilham). yakni petunjuk dari Allah SWT yang langsung masuk ke dalam hatinya agar seseorang mau melaksanakan ilmu agamanya. Ulumul Hadits. Dengan demikian sebenarnya tidak ada dikhotimi ilmu. manusia memerlukan hidayah agama (din/ adyan). soal jin. Allah telah membekali manusia dengan petunjuk yang bersifat naluri (instinc. neraka. syurga. Ini disebut hidayah aqli. mencium. Allah pun memberikan pancaindera. gharizah. misalnya tentang hakikat hidup. Hidayah Hawas (Pancaindera). Ini disebut hidayah Hawas. Dengan demikian. bahwa orang yang sudah mengetahui ilmu agama pun banyak yang tidak mau mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Kemauan untuk mengamalkan ilmu itu disebut hidayah Taufiq (cocok antara ilmu dan amalnya). (3). lantas mengambil hukum produk berfikir filosofis manusia yang oleh Allah dikatagorikan sebagai hukum Jahiliyah. Oleh karena itu. Apabila manusia berpaling dari hukum Allah yang absolut.

Pertanyaan Renungan : • • • • • Apakah anda percaya bahwa hukum alam secara factual bersifat absolut ? Jawabannya : ya Apakah anda menyadari bahwa manusia sebagai bagian dari alam. Bisakah manusia menghindari hukum Alam ? Jawabannya : Tidak bisa Ridakah fisik anda diatur oleh hukum Alam ? Jawabannya : Ridha tidak ridha tetap harus mau. Menjaga keselamatan harta (hifdzu al-mal). Lebih rinci lagi hukum Al-Qur’an (adyan) berfungsi untuk : (1). Menjaga keturunan (Hifdzu anNasal). hukum relatif ciptaan manusia atau hukum Al-Qur’an yang absolut ciptaan Allah ? Jawabannya : Hukum absolut Al-Qur’an. larangan riba. dan syukur nikmat. Menjaga aqal (hifdzu 'aqli). Salah satunya adalah keharusan untuk terus menerus mencari ilmu dan larangan meminum khamr. Untuk itu Allah melarang berkelahi. • Mungkinkah terjadi pertentangan antara hukum Alam dengan hukum AlQur’an ? Jawabannya : Tidak mungkin. rumah tangga. Fungsi hukum Al-Qur’an adalah untuk mengarur prilaku manusia. secara fisik diatur oleh hukum alam. membunuh. (3).Hidayah Din (Adyan) yang terdapat di dalam Al-Qur’an bersifat absolut . dan memerintah penegakkan hukum secara tegas dan adil. Jawabannya : Ya. Menjaga keselamatan jasad (hifzdu al-jasad). tawakkal. Salah satunya adalah aturan jual beli. baik dalam soal makan dan minum. Salah satunya adanya aturan berdzikir. termasuk hukum qishash dan hudud. Kalau fisik anda diatur oleh hukum Alam yang absolut. Salah satunya adalah aturan pernikahan dan larangan berzina. sangat menyadari. qanaah. • Menurut anda. berdagang. 23 . (5). (4). hukum apa yang paling tepat untuk mengatur perilaku manusia. soal kenegaraan dan hubungan antar negara. dan larangan mencuri. Menjaga keselamatan psikhis (hifzdu an-Nafs). sabar. lurus (shirat al-mustaqim) dan mustahil salah. pantaskah perilaku anda diatur oleh hukum yang relatif buatan manusia ? Jawabannya : Sangat tidak pantas. (2).

diatur oleh hukum AlQur’an yang absolut atau oleh hukum manusia yang relatif. Jawabannya : ????? 24 .• • Mengapa tidak mungkin ? Jawabannya : Karena kedua-duanya ciptaan Allah. Mana yang lebih menjamin keselamatan anda.

bukan sekadar wajib dan haram. Aturan Allah yang terkandung dalam al-Islam ini bersifat absolut. jalan hidup) ciptaan Allah untuk mengatur segenap aktivitas manusia di dunia. yakni aturan tentang tatacara menjalin hubungan dengan Allah. Islam dan Ihsan. Pokok-pokok Materi Prolog : Din al-Islam merupakan tatanan hidup (syari’ah = aturan. yang ditujukan kepada ke segenap manusia di dunia ini tanpa kecuali. Mendakwahkan al-Islam melalui hikmah (pendalaman keilmuan). (2). hanya saja dilihatnya dari persepktif layak dan tidaknya suatu perbuatan dilakukan. dialog interaktif yang menarik ).ah dan Akhlak serta hubungan antara ketiganya dalam tatanan ajaran Islam. sebab istilah agama (religion. religie) 25 . dan (3). Meyakini kebenaran aturan al-Islam sebagai kebenaran yang absulut. seminar. yang disebut syari’ah ibadah (sistema ritus). Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat Aqidah. mau’idlah (nasihat-nasihat) jadilhim billati hiya ahsan (diskusi. Seorang mukmin memiliki keterikatan (commited) dengan al-Islam yakni : (1). syari. Ada satu lagi yang disebut Akhlaq.MODUL 3 ESSENSI DAN SISTIMATIKA DINUL ISLAM Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami aspek-aspek ajaran Islam secara menyeluruh serta mempunyai keyakinan bahwa. Essensi Dinul Islam : Din berasal dari kata dana yadinu dinan berarti tatanan. Jadi Din al-Islám berarti tatacara hidup Islam. adalah syari’ah ibadah juga. Akhlaq ini. Selanjutnya. Tujuan Instruksional Khusus : 1. aturan tentang tata keyakinan disebut Aqidah (sistema credo). dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar. Tidak tepat apabila din diterjemahkan sebagai agama. aturan Allah dibagi dua. yakni : Pertama. Mengamalkan seluruh aturan Islam yang absout itu secara kaffah (menyeluruh). 2.ah dan akhlaq ini dalam terminology lain adalah Imam.dalil yang kokoh untuk mencapai predikat muslim yang benar. Kedua adalah aturan tentang tatacara beribadah. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin. manusia hanya bisa selamat di dunia dan akhirat apabila ia mengamalkan Islam secara kaffah (totalitas). Syari. sistem atau tatacara hidup. Mahasiswa termotivasi untuk melaksanakan ajaran Islam yang bersumber dari dalil. Aqidah. sebenarnya.

3 : 19 ) Barangsiapa mencari tatanan hidup selain Islam. yakni Islam. Din al-Islam sebagai tatanan hidup meliputi seluruh aspek hidup dan kehidupan. Yang dimaksud dengan din al-haq ialah din yang berisi aturan Allah yang telah didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan fitrah manusia. Dengan memaknai din sebagai tatan hidup. Tatanan hidup yang demikian bukan saja tidak bisa menyelamatkan manusia tapi justeru mencelakakan. Hindu.(QS. Lebih dari itu apabila din diterjemahkan sebagai agama maka maknanya menjadi sempit. Aturan ini kemudian dituangkan di dalam kitab undang-undang Allah. otomatis hanya terbagi menjadi dua kelompok yang jelas-jelas berbeda 26 . integratif dan komprehensif apapun resikonya. sosial ekonomi. sosial politik.hanyalah merupakan alih bahasa saja yang tidak mengandung makna substantif dan essensil. Di Indonesia misalnya. yakni AlQur’an. bahkan sampai kepada masalah kenegaraan. agama yang diakui hanya ada enam . Seseorang yang mengaku muslim atau menganut din al-Islám harus mengikuti tatanan hidup Islam secara káffah . yakni din al-haq dan din alBathil . hasil angan-angan. Apabila ia menolaknya. 3 : 85). imajinasi. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dân itu) daripadanya. dan Kunghuchu padahal di Indonesia terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan tatacara hidup. hawa nafsu serta merupakan hasil kajian falsafahnya. Berdasarkan pengelompokkan din ini. Din terbagi dua yang sangat jelas bedanya. Sedangkan di luar din al-Islam adalah din yang berisi aturan manusia sebagai produk akal. Budha. 3 : 19 dan ayat 85 : َ ‫س‬ ( 19 : ‫ل) م )ال عمران‬ ِ ‫ن‬ ِ ّ ‫د الل‬ ّ ِ‫إ‬ َ ْ ‫عن‬ ّ ‫ن ال‬ ْ ِ ‫ه ا ْل‬ َ ‫دَني‬ ْ ‫را‬ َ ‫غ‬ ْ ُ ‫ن َني‬ َ ‫ن ا‬ َ َ ‫قب‬ ‫و‬ ُ ‫و‬ ً ‫دَني‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫سل َ) م‬ ْ ِ‫ل‬ ْ َ ‫فل‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫من‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ َ ‫ه‬ َ ْ ‫غي‬ َ ِ َ ‫ن َني َب ْت‬ ْ ‫ف ي ا‬ (85 : ‫رَنين )ال عمران‬ َ ْ ‫ن ال‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫خ ا‬ ِ ‫ة‬ ِ ‫ر‬ َ ‫م‬ َ ‫خ‬ ِ ‫س‬ Sesungguhnya dân atau tatanan hidup (yang diriÜai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS. maka manusia sebagai pemilih din. maka yang dimaksud dengan istilah muslim adalah orang yang ber-din al-Islám. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. dari mulai masalah ritual sampai kepada masalah mu‘ámalah termasuk masalah sosial budaya. Kristen. maka ia pasti akan terpental di akhirat sebagaimana diterangkan di dalam QS. Katolik. sedangkan istilah kafir adalah orang-orang yang ber-din ghair al-Islam.

Sedangkan kelompok Dhalalah adalah orang-orang yang memilih din selain Islam. yakni kelompok Huda dan kelompok Dhallin (kelompok orang-orang yang tersesat). Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah. dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk. Ini berarti bahwa mereka telah mengikuti jalan yang haq sehingga Allah akan menghapuskan segala kesalahannya. َ ّ ‫فروا وصدوا ع َن سبيل الل ّه أ َض‬ ‫ن‬ ِ ّ ‫وال‬ ِ ّ ‫ال‬ َ ِ ّ َ َ ْ ُ‫م ال َه‬ َ ْ ‫ل أع‬ َ ‫ذقي‬ َ (1)‫م‬ ِ ِ َ ْ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ‫ل ع‬ ُ ‫م‬ َ ‫ز‬ ‫نو‬ َ َ‫ت و‬ َ ُ ‫م‬ ِ ‫ح ا‬ ِ َ ‫ننوا وَع‬ ُ ‫م‬ َ ‫م‬ ّ ُ ‫م ا ن‬ َ ِ ‫ص ال‬ ّ ‫ح‬ ُ ‫ل ى‬ َ ِ ‫ننوا ب‬ َ ‫ءا‬ َ ‫ءا‬ ّ ‫لنوا ال‬ َ ُ‫مدٍ وَه‬ َ َ ‫(ذ َل‬2)‫ئ اتهم وأ َصل َح ب ال َهم‬ ‫ن‬ ّ َ‫م ك‬ ِ ِ ‫ق‬ ّ ‫ك ب ِأ‬ َ ْ ‫ال‬ َ ‫م‬ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ِ َ ّ ‫سي‬ ْ ُ‫ر ع َن ْه‬ ْ ِ‫رب ّه‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ف‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫فروا اتبعنوا ال ْب اط‬ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ق‬ ُ ‫م‬ ِ ّ ‫ن ال‬ ِ َ ِ ّ ‫ال‬ َ ْ ‫عنوا ال‬ ُ َ ‫ننوا ات ّب‬ ّ ‫ل وَأ‬ َُّ ّ ‫ح‬ َ ‫ءا‬ ْ ‫م‬ َ ‫ذقي‬ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ ِ ‫م ك َذ َل‬ َ ‫م‬ (3)‫م‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫لل‬ ُ ِ‫ضر‬ ْ َ ‫ك قي‬ ْ ُ‫ث ال َه‬ ْ ‫سأ‬ ُ ّ ‫ب الل‬ ْ ِ‫رب ّه‬ َ ِ ‫ن ا‬ Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Yang demikian adalah karena 27 . Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka.(furqán).2. Ini berarti mereka telah mengikuti aturan yang salah dan telah menjadikan syetan sebagai pimpinan mereka. Mereka itulah orang-orang yang sesat sebagaimana ditegaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an surat 7 : 30 dan surat 47 : 1.3 ُ ‫خق‬ ‫ذوا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ َ ّ ‫م ات‬ ُ َ ‫ض قل َل‬ ّ ‫م ال‬ َ ‫ق ا‬ َ ‫ق ا هَ ق‬ ُ ‫ة إ ِن ّهُ ق‬ ُ ‫ق عَل َي ْهِ ق‬ ّ ‫حق‬ ِ َ‫د ى وَف‬ ِ َ‫ف‬ َ ‫ء من دون الل ّه وقيحسبنو‬ َ ‫شي اطي‬ )‫ن‬ َ ‫دو‬ ُ ‫مهْت َق‬ َ ُ َ ْ ََ ِ َ ِ ‫ن أوْل‬ ُ ‫م‬ ْ ‫ن أن ّهُق‬ ِ ُ ْ ِ َ ‫ي ا‬ َ ِ َ ّ ‫ال‬ ( 30 Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka. Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. Kelompok Hudá adalah kelompok yang memilih din Islam sebagai tatanan hidupnya.

1952). . maka manusia harus segera hijrah kepada din al-Islám. Cetakan 13. Namun pada tataran realita sekarang ini Din al-Islam menjadi banyak ragam dan versinya. hal. din-din hasil ciptaan manusia berdasarkan akal. Nasionalisme. Materealisme yang bertitik tolak dari dan berorientasi kepada materi telah melahirkan orangorang yang serakah. Kapitalisme. Kapitalisme yang menitikberatkan kepada penguasaan Liberalisme yang kapital (modal) telah melahirkan terjadinya monopoli.3.sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhan mereka. Sedangkan Komunisme telah melahirkan manusia yang tidak mengenal Tuhan dan tidak mengenal hak milik individu sehingga melahirkan ketidakpuasan. dan Kolonialisme. 28 . serta melahirkan kecemburuan sosial dan dekadensi moral. akidah adalah ‫م ا عقدعليه االقلب والض امر‬ 10 10 Luis Ma‘ruf. Pilar-Pilar Islam : Islam sebagai din (tatanan hidup) sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Syaltout terdiri dari dua pilar yakni Aqidah dan Syari’ah. Sementara itu. Semua ini sebagai akibat kesalahan manusia sendiri. antara lain Materalisme. Oleh karena tatanan hidup produk falsafah manusia itu telah terbukti tidak membawa keselamatan. Komunisme. QS.2. Aqidah : Secara bahasa. imajinasi dan falsafah sebagaimana telah dikemukakan di atas telah melahirkan banyak din dan isme-isme lainnya. Markisme. Al-Munjid. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka. Segala macam aturan hasil manusia tersebut yang termasuk katagori din al-bathil telah terbukti gagal dalam mengatur umat manusia. menitikberatkan kebebasan dan menonjolkan hak individu telah melahirkan terjadinya jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Liberalisme. Dalam pandangan Al-Qur’an. dân yang satu ini adalah aturan untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali. din al-Islám adalah satu-satunya dân ciptaan Allah. (Beirut. 47 : 1. 543.

Selanjutnya ilmu Tauhid bisanya memberi pembahasan sepihak dan tidak mengemukakan pendapat dari aliran-aliran atau golongan-golongan lain yang ada dalam teologi Islam. ix. 11 29 . t. ix. 13 Kazuo. perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agama yang dianutnya. tidak mengalami Al-Aqá‘id li al-Imám Asy-Syahâd |asan al-Bana. dalam pandangan Hasan Hanafi. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin. cara bertindak. hal. Teologi Islam. hal. 14 Kazuo Shimogaki. 13 Oleh karena itu.12 Dilihat dari sisi kedudukan dan essensinya. hal 72.15 Akidah merupakan sesuatu yang fundamental dalam din al-Islám. cara hidup dan cara mati. Kiri Islam. Kiri Islam. Shimogaki. ikatan yang terpatri di dalam hati. hal. Akidah menjadi kekuatan dalam kehidupan di bumi ini. 17’ Lihat alMajmu‘. Ilmu Tauhid yang diajarkan di kalangan Islam biasanya kurang mendalam dalam pembahasannya dan kurang filosofis. Dár Asy-Syihab. Telaah Kritis antara Modernisme dan Postmodernisme.t. Akidah merupakan sejumlah nilai yang diyakini. 292. Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. sehingga menjadi keyakinan yang tak ada sedikitpun keraguan dan kebimbangan”. (Jakarta : Universitas Indonesia Press. hal. dengan kekuatan pokok terletak pada tawhid atau dalam istilah lain disebut teologi. 10. Tauhid adalah basis Islam. 15 Harun Nasution. Menurut Harun Nasution. Akidah sangat mempengaruhi sikap (attitude) seseorang baik cara berbicara. Hasan al-Bana di dalam bukunya Al-Aqáid menyatakan bahwa akidah adalah “sesuatu yang harus diyakini oleh hati dan dipercaya oleh jiwa. sehingga timbullah kesan di kalangan sementara umat Islam Indonesia. Ia mempunyai fungsi praktis untuk melahirkan perilaku dan keyakinan yang kuat untuk mentrans-formasikan kehidupan sehari-hari dan sistem sosialnya. ajaran Islam yang paling inti adalah tauhid. Ilmu Tauhid yang diajarkan dan dikenal di Indonesia umumnya ialah Ilmu Tauhid menurut aliran Asy’ariyah. bahwa inilah satu-satunya teologi yang ada dalam Islam. sebagai titik dasar awal seseorang menjadi muslim. (Yogyakarta : LKiS 1994). akidah merupakan fundamen agama yang sangat berperan sebagai motivator dan pewarna segala macam aktivitas. Teologi Islam. Untuk bisa membangun kembali peradaban Islam tak bisa tidak harus dengan membangun kembali semangat Tauhid itu. . Harun Nasution menegaskan bahwa setiap orang yang ingin menyelami seluk beluk suatu agama secara mendalam. hal.11 Jadi akidah itu bukan berisi konsep sistem teologi semata tetapi berisi segala macam persoalan yang berkaitan dengan kepercayaan.yang mengandung arti. Akidah sebagai landasan din al-Islám merupakan ajaran yang universal yang abadi. 14 Karena begitu pentingnya kedudukan dan fungsi tauhid. 12 Harun Nasution. 1986).

50. mengandung konsep tauhid yang lengkap dan kokoh. terutama pada kalimat Rabbul ‘álamin. Tawhid Mulkiyah dan Tawhid Uluhiyah. sejak adanya misi risálah nabi Allah Adam a. Apalagi karena Al-Qur’an itu bersifat yufassir ba‘Üuhu ba‘Üá. suatu tuntutan keyakinan bahwa Allah adalah ilah (Tuhan) yang mutlak. Máliki Yaum ad-din dan Iyyáka na‘budu. Dengan demikian AlQur’an dibingkai oleh dua surat (awal dan akhir) yang memuat pesan tauhid yang sangat kuat. surat 11 ayat 26. málik an-nás dan iláh an-nás.61. Surat Al-Fátihah yang merupakan Umm al. Untuk mengetahui taksonomi Tauhid bisa dilihat pada surat al-Fatihah dan nisbah (hubungan) –nya dengan surat An-Nas. Munásabah (interrelasi) 16 kedua surat itu menggambarkan secara jelas adanya tiga macam refleksi ketauhidan.Qur’an atau umm al-kitáb berisi statement maha penting. 16 Munásabah adalah salah satu istilah dalam Ulum al-Qur’an yakni hubungan atau interrelasi antara ayat dengan ayat atau surat dengan surat. yakni Tawhid Rubbubiyah. Kedua surat itu mengandung konklusi pengesaan Allah yang luar biasa. Makna tauhid adalah mengesakan Tuhan dalam segala hal. 7 ayat 65.s hingga kerasulan Muhammad saw. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini. 48 surat 21 ayat 25 dan surat 16 ayat 36). 73 dan 85. yakni antar bagian Al-Qur’an saling terkait dan saling menafsirkan. 30 . Dengan memahami munásabah ini akan sangat membantu memahami AlQur’an secara integral dan komprehensif.perubahan sepanjang masa. Demikian juga pada surat terakhir yakni surat an-Nás ada kalimat rabb an-nás. yakni membawa misi akidah yang sama yaitu monotheisme atau tauhid (QS.

QS 12 : 40). yakni orang yang memelihara nabi Yusuf yaitu Suami Siti Zulaiha yang berada di Mesir. QS. 2 :21. 10:37. Hanya Allah-lah yang wajib disembah karena Allah adalah satu-satunya Tuhan manusia. Hanya Allahlah satu-satu nya Rabb bagi alam termasuk manusia. memelihara. misalnya kata rabb al-mál (pemilik benda) rabb ad-dár (pemilik rumah). Secara terminologi. Maha Pemelihara. 42 :10 QS. Maha Pemberi rizki.KONSEP TAUHID DALAM MUNASABAH SURAT AL-FATIHAH DAN AN-NAS Surat Al-Fáti\ah 1 Rabb al-‘alamin: Surat Al-Nás 2 Rabb an-nas Munásabah surat dan ayat 3 Melahirkan Tawhid Rubbãbiyah. yang menciptakan. dan pembuat undang-undang. QS. 96 : 1 -5 . sehingga kata rabb sering diartikan tuan atau pemilik. Maha Pendidik. dan Maha Penjamin stabilitas keamanan. pemilik hukum. Melahirkan Tawhi Uluiyah. ‫رب الع المين‬ Máliki dân yaum ad- ‫رب الن اس‬ Málik an-nás ‫م الك يلوم الدين‬ Iyyáka na’budu ‫م الك الن اس‬ Iláh an-nás ‫اي اك نعبد‬ ‫اله الن اس‬ Kata Rabb secara etimologi berarti seseorang yang menunjang dan menyediakan kebutuhan orang lain (termasuk hal-hal yang menyangkut pemeliha-raan dan pertumbuhannya). Rabb mengandung dua pengertian. 7 :2.22 . Sedangkan Rabb sebagai Pemilik mengandung maksud bahwa Allah adalah pemilik alam.32. 6 : 144. QS. Di dalam surat Yusuf (12 : 14) terdapat kata udzkurnâ ‘inda rabbik yang artinya “Terangkanlah keadaanku kepada Tuanmu!”. QS. Sebagai Pencipta. Melahirkan Tawhid Mulkiyah Hanya Allah-lah satu-satunya Raja alam ini termasuk raja manusia. QS. Dengan demikian yang dimaksud dengan Tauhid Rubbãbiyah adalah meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Rabb. 106 : 3 -4). mengandung maksud bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta dengan segala isinya termasuk manusia. 10 : 3. 42 : 11-12. QS. 31 . 32: 2. (QS.3. ( QS.3 QS.31. Dia adalah Maha Pengatur segala urusan. yakni sebagai Pencipta dan sebagai Pemilik.

Dihukum demikian karena ia telah mengingkari tauhid Rubbubiyah. dan mengatur manusia. 4 : 52). 25 : 2). Seluruh aturan dan perundang-undangan yang merupakan produk akal manusia (di luar wahyu) harus dinyatakan gugur karena dinilai batil. dan Dia menetapkan ukuranukurannya dengan serapi-rapinya. dan musyrik. dan Dia tidak mempunyai anak. dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. Selanjutnya. Apabila manusia mencoba membuat atau memproduksi hukum di luar hukum AlQur’an yang bertentangan dengan al-Qur’an. (QS. (QS. fasik. maka pengakuan terhadap Allah sebagai rabb an-nás adalah dusta dan oleh karena itu ia dinyatakan “… sedikitpun mereka tidak beriman hingga menegakkan hukum wahyu’. jika tidak. 32 . Allah dengan predikat sebagai Rabb al-‘álamin telah menata alam semesta ini dengan undang-undangNya yang disebut Sunnatullah (Sunnah Alláh). 114 :2) berarti Allah-lah yang telah menata kehidupan manusia dengan wahyu Al-Qur’an (Rubbubiyah Allah). Ini berdasarkan firman Allah di dalam surat 25 : 2 dan surat 17 : 111 : ‫ف ي‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫وا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لوا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫س َت‬ َّ ‫ك ال‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ا‬ (2)‫را‬ ً‫دي ا‬ ِ ‫ق ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫د َت‬ َّ ‫ق‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ل َت‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫ق م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫خَت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ا ُف‬ "(Allah) yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. Dengan demikian ia termasuk orang yang musyrik. di tangan Allah-lah kewenangan secara absolut untuk membuat undang-undang atau hukum. maka sama saja dengan memproklamirkan diri sebagai Rabb. manusia yang mengaku Allah sebagai Rabb an-Nás wajib melaksanakan undang-undangNya di muka bumi. dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya). Orang yang berpegang kepada aturan produk akal dan mengingkari hukum Allah (Rubbubiyah Allah) dihukum zalim. sehingga manusia wajib menaati Allah melebihi segalanya. Sedang-kan Allah dengan predikat Rabb an-nás (QS. Tauhid Mulkiyah adalah pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allahlah satu-satu málik (Raja) yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Oleh karena itu.memberi rizki. sesat. termasuk hukum jahiliyah yang tak lain merupakan hukum hawa nafsu.

18. Dalam ma‘rifah ‘Abdurrahman ibn |asan ‘Ali Asy-Syaikh. Masih ada lagi taksonomi Tauhid dalam pandangan ulama lain.(QS. tauhid Uluhiyah dan tauhid Ubudiyah namun bisa diringkaskan menjadi dua saja yakni tauhid Rubbubiyah dan Uluhiyah sebab yang dua lagi hanyalah merupakan sub saja. yang meliputi tauhid Rubbubiyah dan tauhid Asmá’ ashShifát. 1417 H/1996 M. yang disusun oleh ‘Abdurrahman ibn Hasan ‘Ali asy-Syaikh dan diteliti oleh ‘Abd al-‘Azâz ibn ‘Abdillah ibn Báz. lebih takut dan lebih cinta kepada makhluk daripada Allah SWT adalah syrik Mulkiyah. yakni : (1). syarah kitab Tauhid Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab. 17 : 111). Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar. Jadi tauhid Rubbubiyah adalah mengesakan Allah sebagai Rabb (Pencipta. hal. dengan mengutip pendapat Ibn al-Qayyim. (Mekah al-Mukarramah: Maktabah Bazar Mu[tafa al-Báz. Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. tauhid Asmá’ wa as-Shifát.17 Dengan demikian tauhid terbagi empat bagian yakni tauhid Rububiyah. Pengurus dan Pengatur) alam ini. 17 33 . dinyatakan bahwa tauhid dibagi ke dalam dua macam. Lebih menaati. (2). َ ‫ع ِ َت‬ ‫ن‬ ‫ ي م‬ ٌّ ‫ل‬ ِ ‫وع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ف ي ا ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫لل ا‬ ِ ‫د ع‬ َّ ُ ‫م م‬ ْ‫ح ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ل ا ُف‬ ِ ‫ق ع‬ ُ ‫و م‬ َ ‫َت‬ (111)‫را‬ ً‫بي ا‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ ُ ‫ر م‬ ‫ه‬ ْ‫ب ُف‬ ِّ ‫ك‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ل َت‬ ِّ ‫ذ‬ ُّ ‫ال‬ Dan katakanlah : Segala puji bagi Allah yang tiada mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan. dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. al-Mamlukah al-‘Arabiyyah as-Su’udiyyah). Fat\ al-Majâd Mu\ammad Ibn ‘Abd al-Wahháb.‫سلوا‬ ُ ‫ج ا م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫د َت‬ ٍ ‫دي ف‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫س َت‬ ٍ ‫بأُفْ ف‬ َ ‫ل ي َت‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫ن ا م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ع َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ث َت‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫أو َت‬ ُ ‫د م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ذا َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫فع‬ َ ‫َت‬ (5)‫ال‬ ً‫علو ا‬ ُ ‫ف م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ع ا‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ي ا ع‬ َ ‫د َت‬ ِّ ‫ل ال‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫خ َت‬ ِ ‫ع‬ Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. Tawhid fi ath-Thaláb wa al-qaid yang meliputi tauhid Iláhiyyah (uluhiyyah) dan ‘Ibadah (‘Ubudiyah). Tawhid fi alma‘rifah wa al-i`bat. Di dalam kitab “ Fath al-Majid. lalu mereka merajalela di kampungkampung. Adapun penjelasan masing-masing tauhid itu adalah sebagai berikut di bawah ini. Tauhid Rubbubiyah adalah: ”huwa I‘tiqádu anna Alláh wahdah khalaqa al-‘álam” ialah meyakini bahwa sesungguhnya Allah yang Maha Esa-lah yang telah menciptakan segenap alam.

sebagaimana termaktub antara lain pada awal surat al-Hadid. dan surat al-Ikhlásh. awal surat àli ‘Imrán. Tauhid Uluhiyah adalah pengesaan Allah sebagai tuhan yang harus disembah (Uluhiyah) dan oleh karena itu melahirkan pengabdian hanya kepada Allah (‘Ubudiyah) sebagai simbol monoloyalitas. Bahkan bisa penulis tambahkan di sini. Demikian juga Abu Bakar al-Jaziry membagi tauhid kepada empat macam yakni (1). surat al-Mu‘min. mulkiyyah atau malakãt Raja. Tawhid ‘Ubudiyah yang penjelasannya kurang lebih sama dengan penjelasan di atas. hal itu sebenarnya tak jadi masalah sebab sebenarnya taksonomi tauhid bukanlah teks Al-Qur’an atau hadits tetapi merupakan kesimpulan hasil analisis para ulama. 19. al-Hasyr. (Beirut : Dár al-Ma’rifah. Al-Mu‘jam al-Mufa\rasy li al-faÜli alQur’án al-Karâm. Walaupun sebenarnya semua ayat al-Qur’an memuat ajaran tauhid. Dár al’Ulãm wa alHakam. Manhaj al-Muslim.18 Pembagian tauhid yang dikemukakan oleh dua nara sumber di atas tidak mencantumkan adanya tawhid Mulkiyyah . tidak beribadah kecuali kepada-Nya. tidak beramal kecuali untuk keagungan-Nya. hal. Seseorang yang memiliki tauhid Uluhiyah dan Ubudiyah adalah mereka yang meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah. tiada memilih Wali (pelindung) kecuali Dia. syari'ah didefinisikan sebagai : Abu Bakar Jabir al-Jazairy. Tawhid Asmá’ wa ash-shifat dan (4). awal surat al-A’ráf. manusia harus memahami asmá’ (nama-nama) dan Shifát Allah. 22. 18 34 . rujukan tentang tawhid Mulkiyah yang dikemukakan di atas. 19 Muhammasd Fu’ad Abdul Baqy. dan surat al-An‘ám. memiliki rujukan ayat-ayat al-Qur’an yang sangat banyak jumlahnya sebagaimana telah diterangkan. 1414 Hijriyah). (2). 29. bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat tidak kurang dari 50 kata málik. 847-848. 1421 Hijriyah).19 yang menunjukkan bahwa Allah adalah Syari’ah : Secara umum. 72. termasuk pekerjaan-Nya. sebagaimana termaktub antara lain dalam surat al-Káfirun. Dalam hal ini. tidak bertawakkal kecuali kepadaNya. Tawhid Uluhiyah (3). qadha dan qadar-Nya beserta hikmahhikmahnya. Tawhid Rubbubiyah. Thahá. (Madinah al-Munawwarah. hal.kepada Allah sebagai Rabb.

Di sini lebih terbatas kepada ukuran haram halal. {ahâh Muslim (Syarah Nawawâ). 22 23 ‘Abd Rahman. maka maksudnya adalah segala macam aturan. sebab atau penghalang). 1958) . (Beirut : Dar al-Fikr al-‘Arabi. Jilid I. Imam Muslim. Dari sisi fungsi.23 Kalau digabungkan menjadi syari‘ah ibadah. hal. Fat\ al-Majâd. 1996). yakni hidup sesuai dengan aturan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. 35 . Fat\ al-Majâd. 21. 157. U[ãl al-Fiqh. Baik akidah maupun syari‘ah kedua-duanya adalah aturan Allah. baik yang tampak maupun tidak tampak. dan Maktabah al-Mu`anna. hal.t. hal. sunat atau haram yang menyangkut tatacara mengabdi kepada Allah dalam rangka mencari keridaan-Nya. 22. hal. Definisi lain yang lebih luas adalah 22 : ‫اسم جامع لكل ما يحبه ويرضاه من الوقوال و العمل الظاهرة والباطنة‬ Ibadah adalah isim jami’ yang ditujukan kepada segala aktivitas yang disukai dan diridai Allah.20 Sedangkan definisi ibadah sebagaimana dijelaskan oleh al-'Imad Ibn Ka`ir adalah 21: ‫ه ي ط اعته بفعل المأملور و ترك المخظلور‬ Ibadah adalah ketaatan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. bedanya akidah merupakan aturan tentang keyakinan (sistema credo) sedangkan syari‘ah ibadah merupakan aturan tentang tata beramal (sistema ritus). 26. Bahkan definisi ibadah bisa lebih simpel. baik wajib.‫خططط اب الشطط ارع المتعلططق بأفعطط ال المتكلفيططن بطط ال قتضطط اء او التخييططر او‬ ‫اللوضع او الم انع‬ Syari'ah adalah ketentuan Allah yang berkaitan dengan perbuatan subjek hukum berupa melakukan suatu perbuatan. memilih atau menentukan sesuatu (sebagai syarat. Juz I. 20 21 Muhammad Abu Zahrah. Adapun tujuan ibadah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawy. Jilid I. t. baik berupa perkataan maupun perbuatan. (Beirut : Dar al-Ikhiya’ al-Arabi. Abd Rahman ibn Hasan Ali Syaikh. (RiyaÜ : Nazar Mu[tafá alBáz. adalah untuk mencapai keridaan Allah SWT.) .

tidak boleh tercampur dengan aturan dari luar. Qiyas berlaku dalam menetapan hukum. saum. Misalnya mengqiyaskan zakat profesi kepada zakat pertanian atau zakat mas. yakni syahadat. Pada umumnya tujuan dan hikmah ibadah ghair mahdoh mudah difahami akal. 5. Kadang-kadang sulit difahami akal misalnya 24 Ibadah Ghair Mahdloh Asal ibadah ghair mahdoh adalah Halal kecuali kalau ada dalil yang mengharamkannya. Supaya ibadah seorang hamba dapat diterima oleh al-Ma‘bud (Yang disembah). zakat dan haji. Jadi kalau akidah merupakan fondasi sedangkan syari‘ah ibadah merupakan bangunannya. Tidak berlaku qiyas. 36 . sebagai Málik maupun sebagai Iláh. Sangat mustahil seseorang mau melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati kalau fondasi akidahnya lemah. Boleh menggunakan bahasa terjemahan. 4. Selanjutnya. secara garis besar. maka fondasi akidah harus benarbenar kokoh. adalah rangkaian ibadah yang bersih tidak bercampur dengan aturan dari luar. ada salah satu syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu yakni memahami siapa itu al-ma‘bud. Itu adalah aturan umum tetapi tidak boleh diterapkan dalam shalat. yang ditetapkan hanya prinsip-prinsipnya saja misalnya tentang cara berpakaian atau pernikahan. Hadis menyatakan bahwa Islam dibangun dengan lima hal. Misalnya mengucapkan alaihis salam ketika mendengar nama nabi . Bahasa harus asli (bukan terjemahan). Aturannya khusus. Pada umurnya tidak diatur dengan detail. zakat dan haji. kecuali kalau ada dalil yang memerintahkan untuk mengerjakannya. Termasuk ke dalam ibadah mahdloh ini adalah salat. baik sebagai Rabb. Redaksi bahasa tidak harus persis yang penting essensinya.. aktivitas ibadah ini terbagi dua katagori yakni ibadah mahdloh dan ibadah gair mahdloh. misalnya bacaan shalat dan doa-doa haji. 2.akidah sebagai fondasi sedangkan syari'ah adalah bangunannya24 Supaya bangun-an syari‘ah ibadah bisa tegak berdiri. Perbedaan antara ibadah Mahdloh dan ghair mahdloh : Ibadah Mahdloh 1. Ini artinya seorang hamba harus terlebih dahulu mengenal Allah. Asal ibadah mahdoh adalah haram. Misalnya ucapan ijab qabul. Ibadah mahdloh (mihadl = bersih). 3. saum. misalnya doa ketika mau makan. salat.

mengapa harus mencium hajar aswad. 6. Akal tidak boleh ikut campur. Tidak ada kreativitas akal. Kreasi baru dalam ibadah mahdloh dianggap bid’ah. 7. Jumlahnya sedikit

Akal boleh ikut campur dalam pengembangan ibadah ghair mahdoh, karena setiap zaman memerlukan tatacara yang sesuai dengan zamannya. Misalnya cara ijab qabul dalam jual beli di zaman dahulu dengan di zaman modern, yang penting adalah siubstansinya. Jumlahnya sangat banyak

Akhlaq :
Apabila seseorang memiliki aqidah yang benar dan kokoh, maka ia akan mudah melaksanakan syari’ah secara konsisten. Selanjutnya, aqidah dan syari;ah akan membuahkan akhlaq. Akhlak adalah perilaku manusia yang nampak maupun yang tidak nampak

seperti kegiatan hati. Akhlak bukanlah sebatas sopan santun kepada sesama manusia tetapi lebih luas lagi, yakni meliputi hubungan dengan Allah ( Hablum minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas), dan hubungan dengan alam sekitar (Hablum minal ‘alam). Contoh akhlak hablum minallah adalah shalat, haji, doa, dzikir, syukur nikmat dll. Contoh akhlak hablum minannas adalah menjenguk orang yang sakit, saling tolong menolong, mengikis dendam dan saling memaafkan. Sedangkan contoh hablum minal ‘alam seperti tidak membuang sampah sembarangan, menyantuni hewan, bersikap hemat energi, memanfaatkan sumber daya alam sebaik mungkin, dll. Objek bahasan akhlak dengan syari’ah adalah sama, yang berbeda hanyalah sudut pandangnya. Contoh, Shalat. Dari perspektif syari’ah fiqih, shalat dipandang sebagai kegiatan ibadah mahdloh dengan tatacara tertentu, dari mulai takbiratul ihram sampai salam. Sedangkan shalat dalam perspektif akhlak adalah taqarrub kepada Allah, melalui jalan mahabbah (perasaam cinta) bukan sekadar karena suatu kewajiban.

37

Pandangan lain :
Bisa juga din al-Islam dipandang sebagai syari’ah dalam arti luas. Kemudian syariah terbagi tiga, yakni : 1. 2. 3. Syari’ah (aturan) tentang tata keyakinan disebut aqidah. Sasarannya adalah qalbu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Syari;ah (aturan) tentang tata cara (how to do) beribadah, disebut syarilah ibadah. Sasarannya lebih kepada anggota badan. Syari’ah (atutan) yang mengatur bagaimana menjalin hubungan baik dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar, atau disebut akhlaq.

Pertanyaan Renungan :
• Apakah anda yakin bahwa ajaran Allah yang dahulu dibawa oleh nabi Musa a.s dan nabi Isa as, telah mengalami banyak perubahan fundamental ? Jawabannya : Ya, yakin sekali. • Apakah ada bukti ke arah itu ? Jawabannya : Satu bukti autentik adalah adanya • pergeseran dari konsep Tuhan yang monotheisme murni kepada monotheisme yang samar-samar. Mana yang paling rasional menurut anda, apakah konsep Tuhan yang monotheoisme murni sebagai dijelaskan oleh Al-Qur’an surat al-Ikhlas, atau monotheisme hasil falsafah manusia ? Jawabannya : Monotheisme murni sebagaimana dijelaskan oleh Alqur’an surat al-Ikhlas. • Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 62 ada konsep amana billah (beriman kepada Allah). Apakah sekadar meyakini adanya Allah atau meyakini adanya Allah tanpa syirik ? Jawabannya : Meyakini adanya Allah tanpa syirik. • tidak etis. • Dosa syirik, apakah termasuk dosa ideology atau dosa kriminal ? Jawabannya : Dosa ideology. Bagaimana pandangan anda, apakah mengimani adanya Allah yang bercampur syirik adalah tindakan yang etis ? Jawabannya : Sangat

38

Jika seorang muslim meyakini bahwa Allah Maha Esa tetapi dilihat dari tauhid Rubbubiyah, Mukiyah dan Uluhiyanya ternyata tidak terealisasi, apakah yang demikian disebut tauhid yang benar ? Jawabannya : Salah. dan keliru.

Kalau begitu kepercayaan kepada Allah yang bagaimanakah yang dapat menyelamatkan manusia ? Jawabannya : Kepercayaan kepada Allah yang diikuti dengan ketaatan kepada Allah dengan segala aturannya, yakni hukum Al-Qur’an.

Apakah seorang muslim dinilai beriman kepada Allah, apabila ia mempercayai keesan Allah tetapi tidak melaksanakan ibadah ? Jawabannya : Tidak beriman, sebab beriman harus dibuktikan dengan ketaatan beribadah.

Apakah segala macam ritual akan bernilai manfaat apabila tidak membuahkan akhlak yang baik ? Jawabannya : Tidak bermanfaat, bahkan orang yang shalat tetapi tidak mau mencegah maksiat, maka ia akan ditempatkan di neraka Wail.

• •

Kakalu begitu di mana sebenarnya muara beragama itu ? Jawabannya : Ialah akhlaq yang baik sesuai petunjuk Al-Qiur’an. Apakah orang yang suka menolong orang lain tetapi tidak pernah shalat tergolong berakhlak baik ? Jawabannya : Tidak, karena akhlak harus meliputi tiga dimensi yakni hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar.

Kini, apakah anda memiliki tekad untuk menjadi muslim yang berakhlak baik dalam seluruh dimensinya ? Jawabannya : Ya, dan itu harus.

Amin.

39

yakni ijtihad. Pendekatannya ada tiga yakni tafsir Mateforis. yakni tafsir Tahlili dan tafsir Maudhu’i. yang merupakan aturan absolut yang berfungsi sebagai pedoman hidup.an bisa menggunakan dua pendekatan. kutiba ‘alaikum as-shiam. berrumah tangga. oleh karena itu memerlukan sumber hukum yang ketiga. yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi akal. 40 . inseminasi. berekonomi sampai urusan bernegara. dari mulai tatacara shalat. Agar fungsi Al-Qur’an sebagai hidayah (guidance) atau way of life benar-benar efektif. datanglah Rasulullah SAW memberikan penjelaskan. sehingga termotivasi untuk mengamalkan seluruh ayat-ayatnya secara konsisten. Mahasiswa termotivasi untuk seluruh ayat Al-Quran secara kaffah di dalam kehidupan sehari-hari. Setelah Rasul wafat.MODUL 4 AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM PERTAMA Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar wahyu Allah. Penjelasan rasul itu disebut Sunnah Rasul. wa atimmu alhajj. Cara menafsirkan Al-Qur’. Kini banyak tokoh-tokoh Islam aliran rasional Liberal. shaum maupun haji hanyalah dengan kalimat singkat : aqimis shalat. sedangkan tentang tatacara mengerjakannya tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an. maka Al-Qur’an bukan saja perlu diterjemahkan tetapi perlu jiuga ditafsirkan. tafsir Hermenetika dan tafsir dengan pendekatan Sosial Kesejarahan. permasalahan umat tetap bermunculan misalnya persoalan bayi tabung. Pokok-pokok Materi : Prolog : Al-Qur’an bersifat global (mujmal) yang memerlukan perincian. euthanasia. Misalnya perintah shalat. Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan menggunanakan bahasa Arab. Untuk menjelaskannya. Persoalan demikian belum terakomodir di dalam Al-Qur’an maupun hadits. dll. Mahasiswa dapat menggunakan metode studi Al-Qur’an dengan tepat . Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan secara aqli dan naqli bahwa Al-Qur’an sebagai wahyu Allah.

Al-Qur’an pasti karya Allah. Ayat-ayat di atas membuktikan bahwa dilihat dari perspektif sains. Akan tetapi. maka kemudian kami lontarkan. kamu menyangka gunung itu diam. bukan berdarah Arab asli 41 .Pembuktian Al-Qur’an sebagai Wahyu dalam Persepketif Sains : Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur. Tujuannya sudah pasti agar Al-Qur’an mudah difahami. Baru pada tahun-tahun terakhir ini para ahli astronomi menemukan bahwa planet itu ada sebelas. Alasannya adalah karena Muhammad adalah keturunan nabi Ismail dari isteri kedua. bukan karya manusia. Di dalam QS. sehingga Muhammad berdarah Babylon. Al-Qur’an bukan bahasa Arab tetapi bahasa wahyu. Allah sebagai pencipta alam ini menegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa planet itu ada sebelas. • Tentang pergerakan gunung dam lempengan bumi. 21 : 30 Allah menegaskan : “Apakah orang-orang lafir tidak mengetahui. Siapa yang benar ? Allah sebagai penciptanya atau manusia yang hanya mencari dan menemukannya. firman Tuhan bukan karya nba Muhammad SAW. apakah mereka tidak mau beriman”. Padahal para ahli astronomi berpendapat hanya ada sembilan planet. bahwa Al-Qur’an adalah bahasa Arab. beberapa di antaranya adalah : • Tentang awal kejadian langit dan bumi.an yang berisi informasi tentang alam semesta yang dapat dijadikan bukti bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah. QS :”Dan kamu melihat gunung. Mana mungkin Al-qur’an mampu memberi informasi tentang alam yang menjadi ilmu pengetahuan modern. sesungguhnya langit dan bumi dahulunya adalah satu yang padu. • “Nabi Yusuf berkata : Ya ayahku ada sebelas planet yang bersujud kepadaku”. Tidak gunung itu bergerak sebagaimana geraknya awan”. Pasti Allah yang benar. Dan Kami jadikan semua makhluk hidup dari air. Bahasa Al-Qur’an : Allah menegaskan “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab”. seandainya Al-Qur’an bukan karya Allah. bahasa yang dipakai oleh nabi Muhammad dan oleh masyarakat Arab. Ini penegasan dari Allah SWT. menurut Isa Bugis.

Syiria Kuno. Menurut penulis. Atlas Budaya. pendapat di atas tidak tepat. bagian Timurnya berbahasa Akkad atau Babylon dan Assyiria. Huruf Arab ternyata berbeda sekali dengan dengan huruf bahasa Foenesia. 45 -47 26 Isma'il Al-Faruqi. Para pembaca bisa melihat perbedaan huruf-huruf tersebut pada buku "Atlas Budaya" karya Ismail Al-Faruqi bersama isterinya. 2001). Kemudian datanglah suku Arab Musta‘ribah I (Pendatang I). hal. sedangkan bagian Utara adalah bahasa Aram. Lois Lamya Al-Faruqi. yakni di bagian utaranya berbahasa Arab sedangkan sebelah selatan berbahasa Sabe atau Hymyari. Ya‘rub. Bangsa Arab termasuk bangsa Semit. Lantas datang pula suku Arab Musta‘ribah II (Pendatang II) yakni suku Fihr atau Quresy.dengan demikian maka bahasa nabi Muhammad adalah bukan bahasa Arab tetapi serumpun dengan bahasa Arab. yakni suku ‘Adnan. Aramaea. Mandaera. suku Arab asli (al-‘Aribah) ialah suku Qanaan. Al-Faruqi. itulah yang disebut " bilisáni qaumih" (berbicara dengan bahasa kaumnya). terjemahan Ilyas Hasan (Bandung. Ibrani Injil.26 Apakah ada bahasa selain Arab yang serumpun dengan bahasa arab dapat dilihat antara lain dari bentuk hurufnya. judul asli : The Cultural Atlas of Islam). Menjelajah Khazanah Perdaban Gemilang. hal. hal. 25 42 . Mizan. 58 27 Isma'il Al-Faruqi. Kemudian di bagian Baratnya adalah Foenisia. Atlas Budaya. Syiria Umum. Alasan kedua.27 Al-Qur'an menggunakan huruf Arab bukan huruf lainnya. bukan mempelajari bahasa Babylon. dengan demikian maka bahasa dan tulisan Al-Qur'an memang mutlak bahasa Arab bukan bahasa yang Isma'il R. sebagaimana dijelaskan oleh Ismail al-Faruqi adalah bahwa. Nabatea. bukan suku lain. dan Geez atau Etiopik. Yasyjub dan Saba'. Ibrani. Ma’ad dan Nizar. Atlas Budaya. Di belahan Selatan. 25 Suku-suku pendatang lantas berbaur dan mempelajari bahasa yang ada yakni bahasa Arab. hanya bahasa Arab yang masih hidup". Hampir semua bahasa di atas telah punah . Kaldea dan Arab. 63. Dewasa ini yang disebut dikatagorikan bahasa Semit adalah setengah kawasan bagian Utara. Alasan pertama. Aram Yahudi dan Palmyra. Jadi suku Quresy adalah bagian dari Suku Arab.

Ketidakmengertian sebahagian orang Arab terhadap teks-teks Al-Qur’an tidak menunjukkan bukti bahwa Al-Qur’an bukan bahasa Arab. Dengan demikian maka bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab. Untuk mampu memahami teks ilmu pengetahuan. Sepengetahuan penulis. Di samping itu untuk dapat memahami suatu teks tidak cukup dengan mengetahui kosa kata (mufradat) tetapi harus berbekal ilmu pengetahuan tentang isi teks. Hujjah inipun lemah. serta memiliki paradigma berfikir yang menunjang. tidak otomatis dapat memahami teks buku-buku Ilmu Kimia.serumpun bahasa Arab. tetapi pada kenyataannya tidak semua orang Arab mengerti Al-Qur’an. Begitu pun sarjana Kimia tidak otomatis memahami teks tentang filsafat. Pada umumnya orang-orang Arab dalam percakapan mereka sehari-hari menggu-nakan bahasa Arab Yaumiyah sedangkan Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab Fushá. Tidak semua orang Indonesia mampu memahami karya sastera berbahasa Indonesia. 43 . Mengapa demikian? Keadaan ini sama saja dengan orang Indonesia. Kalau mau dikatakan serumpun maka harus dikatakan serumpun dengan bahasa Semit bukan serumpun bahasa Arab. yakni bahasa Arab. ini karena buku-buku sastera itu menggunakan bahasa Indonesia kelas tinggi. atau bahasanya orang Arab. antara lain memahami substansi materi. Sebagai tambahan penjelasan. Sarjana sastera Indonesia misalnya. Hujjah ketiga Isa Bugis adalah bahwa kata ‘Arabiyyan dengan doble ya merupakan ya nisbat yang menunjukkan serumpun dengan bahasa Arab tetapi bukan bahasa Arab. kata ‘arabiyyan berarti bahasa yang dinisbahkan kepada orang Arab. Hujjah lain dari kelompok Isa Bugis adalah bahwa jika Al-Qur’an berbahasa Arab maka semua orang Arab pasti mengerti Al-Qur’an. kalau begitu Al-Qur’an bukanlah bahasa Arab. bahasanya orang Arab bukan serumpun dengan bahasa Arab. menurut Ismail Al-Faruqi. memiliki frame of reference yang teratur. harus memiliki syarat-syarat. bahasa Semit yang masih hidup sampai saat ini adalah bahasa Arab.

di baca bukunya: ”Al-Madkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm” dengan bahasa Arab. Ia menegaskan bahwa bahasa orang Arab adalah bahasa Arab. Semua ayatnya harus menjadi rujukan termasuk dalam mengelola bumi. 34.” Selasa. ketika menafsirkan ayat tersebut menyataklan bahwa kata ‘arabiyyan bermakna “nuzila bilisánin ‘arabiyyin mubân. Syahbah 28 yang artinya al-Qur’an diturunkan dengan lisan orang Arab.(Mesir: Maktabah asSunnah. maka sudah pasti ia akan tersesat ( QS. 29 Maret 1994/16 Syawwal 1414 H. Wahbah Zuhayly. Pendapat demikian ditentang oleh Ahmad Satori sebagai doktor dalam sastra Arab. Perbedaan bahasa Quresy dengan bahasa suku Tamim dan lain-lainnya hanyalah dalam dialek bukan dalam makna. (Beirut : Dar al-Ma’shir. bayyinát (penjelasan) dan furqán (pembeda). hal. 1992 M/1412 H ). Lihat pula M. Jakarta. fâ al-‘Aqâdah wa asy-Syarâ‘ah wa al-Manhaj. hal 9. 202. Penyimpangan dan Kesesatan Ma‘had al-Zaytun. Fungsi Al-Qur’an Aturan Allah yang terdapat di dalam Al-Qur'an memiliki tiga fungsi utama. Juz 11. yaqra-u bi lugah al-‘arabi”. seluruhnya tertolak.. sikapnya mengabaikan petunjuk yang ada pada papan itu. Sebagai hudá. Muhammad Ibn Muhammad Abu dalam menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu adalah kitab ‘arabiyyah al-akbar atau kitab berbahasa Arab yang maha besar. Amin Djamaluddin. yakni sebagai hudá (petunjuk). LPPI. 13: 37).29 Kelompok Isa Bugis pun lantas beralih dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an bahasa Quresy bukan bahasa Arab. hal. Senada dengan itu. artinya Al-Qur’an merupakan Kalau seseorang tidak mengetahui aturan yang harus diikuti arah jalan tetapi tanpa tawar justeru menawar sebagaimana papan petunjuk arah jalan yang dipasang di jalan-jalan. 30 Koran Pelita :”Seminar Tafsir Alqur’an di IKIP Jakarta . 12:111).30 Dengan demikian hujjah Isa Bugis yang menyatakan al-Qur'an bukan bahasa Arab. Petunjuk yang ada pada Al-Qur’an benar-benar sebagai ciptaan Allah bukan cerita yang dibuat-buat (QS. 1998 M/ 1418 H).Wahbah Zuhayly. 29 Muhammad Ibn Mu\ammad Abã Syahbah dalam bukunya :” AlMadkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm ” 1992 M/ 1412 H. al-Tafsâr al-Munâr. 2001 28 44 .

jadi manusia tidak boleh membuat aturan sendiri sebab sistem aturan produk akal manusia sering hanya bersifat trial and error. Al-Qur'an harus dijadikan rujukan semua peraturan yang dibuat oleh manusia. Fungsi ketiga Al-Qur’an adalah sebagai furqán atau pembeda antara yang haq dan yang báthill. akan tetapi walaupun begitu. 45 . Dengan demikian walaupun ada beberapa ayat Al-Qur. sebab kalau menunggu dapat memahaminya secara penuh bisa keburu mati. 75 : 16-17. Dalam fungsinya sebagai bayyinát. Sedangkan Al-Qur’an sebagai bayyinát berfungsi memberikan penjelasan tentang apa-apa yang dipertanyakan oleh manusia. resep). baik sebagai hudá. Selanjutnya fungsi lain Al-Qur’an sebagai Syifa (obat.an yang untuk sementara waktu belum dapat difahami oleh ratio. surat yang satu dengan surat yang lain. pasien tetap percaya bahwa resep itu benar mustahil salah karena dokter diyakini tidak mungkin bohong. QS. ditujukan antara lain untuk menampakkan kejayaan Islam dan mengalahkan segenap tata aturan ciptaan manusia ( liyudlhirah ‘aláddini kullih) sebagaimana ditunjukkan oleh kemenangan negeri Madinah atas negeri Mekah yang Jahiliyah (futuh Mekah).Dengan menggunakan kedua macam hukum secara beriringan yakni hukum alam dan hukum Al-Qur’an. ia a adalah resep dari Allah yang sudah pasti benar mustahil salah karena Allah adalah Maha Benar. pasien sering sulit membaca resep dokter apalagi memahaminya. antara nilai yang diyakini benar oleh mukmin dan nilai yang dipegang oleh orang-orang kufurr. Supaya tujuan itu bisa dicapai maka hukum Allah (Al-Qur’an) harus benar-benar dijadikan undang-undang oleh para khalifah fil ardl dalam mengelola bumi. tak apa tetapi tetap harus dilaksanakan. maka Al-Qur’an perlu dipelajari bagian demi bagian secara cermat dan tidak tergesa-gesa (QS. Ibarat resep dokter. antara muslim dan luar muslim. memahami munásabah atau hubungan ayat yang satu dengan yang lain. 17 : 105-106). Demikian pula dengan Al-Qur’an. bayyinát maupun furqán secara mendalam. Inilah kebenaran otoritas. Untuk bisa memahami dan menggali fungsi-fungsi Al-Qur’an.

Sedangkan tafsir Maudlu‘i ialah penafsiran berdasarkan tema-tema yang dipilih sebelumnya. Yang dimaksud Tafsir bi al-Ma’`tsur ialah menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadits.dlin wa nakfuru biba’dlin). Allah menghendaki agar seorang mukmin mengamalkan seluruh ayat Al-Qur’an tanpa terkecuali. sebab terjemah hanyalah alih bahasa. judul atau pokok bahasan.Tafsir Tahili ialah menafsirkan Al-Qur’an secara runtut. Sedangkan Tafsir bi al-ma‘qul adalah penafsirkan al-Qur’an dengan logika. ayat perayat. dari mulai surat Al-Fátihah ayat pertama sampai surat An-Nás ayat terakhir.Juga obat dari dokter kadang rasanya manis kadang pahit. tetapi perlu melakukan penafsiran terhadap ayat Al-Qur’an. Misalnya pembahasan tentang Riba. penyakitnya tidak akan sembuh. Demikian pula dengan Al-Quran sebagai obat. Pemilahan dan pemilihan ayat-ayat tertentu untuk diamalkan sedangkan ayat yang lainnya dibiarkan adalah sikap kufur (Nu’minu biba.an tidak cukup dengan terjemah. Cara menafsirkan Al-Qur’an : Untuk memahami isi atau pesan Al-Qur’an yang terkandung dalam seluruh ayat Al-Qur. Dilihat dari caranya. kemudian disistimatisir dan ditafsirkan sehingga antara ayat yang satu dengan ayat yang lain saling melengkapi pembahasan tema. tetapi dokter berpesan agar obat tersebut dimakan sesuai aturan dan sampai habis. maka seluruh ayat yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan masalah riba. diinventarisir kemudian dibahas menurut sub-sub tema sehingga sampai kepada kesimpulan. tanpa terikat oleh tema. sebab kalau tidak tepat aturan dan tidak sampai habis. dikenal dua macam penafsiran yakni tafsir tahlili dan tafsir maudhui. Tafsir kedua ini sering juga disebut tafsâr bi 46 . Caranya semua ayat yang berkaitan dengan tema ( maudlu’i) yang dibahas diinventarisir tanpa terikat oleh urutan surat. Dilihat dari pendekatannya. tafsir terbagi dua. yakni Tafsâr bi al-Ma’`tsur dan Tafsirr bi al-Ma‘qul. tidak selalu harus sejalan dengan perasaan (feeling) kemauan (willing) dan ratio (thinking).

Dengan demikian maka pernyataan menjadi :” Musa melemparkan pegangan (baca: agama Islam) ke tengah-tengah masyarakat . Demikian pula pernyataan bahwa tongkat (asha) nabi Musa menjadi ular dianggap tidak rasional. Supaya rasional. maka diambillah makna kedua dari kata ‘ asha yakni pegangan. adalah pernyataan tidak rasional. Jadi yang dimaksud dengan tafsir bi ar-Ra’yi adalah menafsirkan AlQur’an dengan menggunakan dalil-dalil logika. maka disebutlah tafsir ‘lmi. menjalar-jalar bagaikan ular. Sedangkan apabila didekati dari perspektif tasawuf disebutlah tafsir Tasawuf . Karena kalau demikian berarti sunnatullah api berubah.ar-Ra’yi. tafsir Hermenetika dan pendekatan sosial kesejarahan. karena kalau tongkat bisa menjadi ular berarti telah mengubah sunnatullah padahal sunnatullah tidak akan pernah berubah. sehingga agama Musa menang lantas menyebar cepat sekali. Demikian pula pernyataan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa nabi Ibrahim a.s tidak mempan dibakar api. Tafsir Metaforis : Tafsir metaforis ialah mengambil makna kiasan misalnya ada pernyataan “Tikustikus dipenjara. Mereka menggunakan tiga pendekatan yakni tafsir Metaforis. maka pernyataan tersebut harus diitafsirkan sbb : “ Ibrahim dibakar oleh suasana masyarakat yang sangat panas 47 . Supaya rasional. maka kata tikus dimaknai koruptor. tafsir Al-Qur’an juga beragam corak Apabila penafsiran Al-Qur’an dilihat dari persepektif cabang ilmu pengetahuan tertentu seperti psikologi. Dari sisi perspektifnya. Penafsiran Al-Qur’an kelompok Rasional Liberal : Kini muncul kelompok orang yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi rasio yang biasa dikenal dengan sebutan kelompok rasional liberal. sosiologi. dll.” Pernyataan ini tidak rasional. Agama Musa tersebut ternyata sanggup mengalahkan isme/ agama (ular-ular) ahli sihir. bagaikan api”. sebab tidak mungkin api yang panas menjadi dingin. Biologi.

besar kemungkinan akan mengakibatkan heboh nasional. Menurut kelompok Rasional Liberal. Akan tetapi Al-Qur’an sendiri langsung menjelaskan bahwa apabila kamu khawatir berbuat tidak adil.Selintas upaya rasionalisasi Al-ur’an ini bagus sekali tetapi ketika ditanya. tiba-tiba mendapat bagian yang sama dengan pria. Islam memandang cara demikian sangat tidak adil. Allah memang memerintahkan seorang pria muslim untuk menikah dengan perempuan yang baik akhlaqnya sampai batas maksimal empat orang isteri. 48 . yakni harus memerdekakan seorang hamba sahaya (budak belian). hukum itu berkembang sesuai dengan perkembangan sosial. Sampai di sini dapat difahami. Pendekatan Sosial Kesejarahan : Menurut kelompok Rasional Liberal. Kalau begitu pada hakikatnya. karena apabila wanita yang semula tidak memperoleh warisan. Bahkan hadits nabi menjelaskan bahwa pria yang tidak bersikap adil dalam berpoligami. pada sisi batininya Al-Qur’an melarang perbudakan. Contoh : Tidak ada satu ayat pun bahkan satu hadits pun yang melarang perbudakan. Apakah rasional ?”. Itu dulu. Diatur demikian. Pati kelompok ini tidak sangat sulit menjawab secara tepat dan rasional. maka Islam mengatur bahwa wanita mendapatkan warisan tetapi setengah dari bagian pria. kaum wanita tidak mendapatkan harta pusaka (warisan). Bagaimana mungkin para sahabat tidak memahami pesan batini Al-Qur’an. Tafsir Hermenetika : Ialah menafsirkan ayat al-Qur’an dari sisi batini. Contoh : Pada zaman jahiliyah. Akan tetapi banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan bahwa apabila seorang muslim melakukan pelanggaran atas aturan tertentu. Datanglah Islam. lebih baik satu isteri saja. di akhirat kelak akan berjalan merangkak dengan lidah yang menjulur. Kalau begitu – demikian kelompok rasional Liberal – pada prinsipnya pernikahan dalam Islam adalah monogamy dan mengharamkan poligami. Akan tetapi kemudian bergeser kepada persoslan poligami. “Bagaimana tafsir bahwa nabi Isa lahir dari rahim Maryam yang perawan. Padahal poligami dilaksanakan oleh nabi dan banyak para sahabat nabi. ia terkena finalti.

mengapa Allah tidak menurunkan nabi yang baru ?”. 31 Tetapi Muhammad Abduh dengan tafsir metaforis rasionalnya berpendapat lain. Oleh karena itu pula. Sekarang zaman sudah berubah. Kritik Terhadap Upaya Rasionalisasi dalam Menafsirkan Al-Qur’an : Sebenarnya upaya rasionalisasi tafsir Al-Qur’an bukanlah hal baru. Dengan demikian tidak mungkin api 31 Wahbah Zuhayly. burung Abábil itu melempar pasukan gajah dengan batu dari neraka (sijjil). Demikian juga ketika nabi Ibrahim dibakar tetapi tidak mati gara-gara apinya menjadi dingin. tidak berubah.empat belas abad yang silam. Sunnah Allah yang bergerak di dalam hukum kausalitas merupakan ketetapan yang pasti. dua butir di kedua kakinya dan satu butir di paruhnya. Tafsir Al-Munir. Setiap burung membawa tiga butir batu. Rasionalisasi Al-Qur’an dilakukan dengan pendekatan tafsir Metaforis. Menurut tafsir Ibn Abbas dan lain-lain. (Beirut . misalnya penafsiran Muhammad Abduh tentang surat al-Fil yang berbeda dengan tafsiran terdahulu. oleh karena itu perlu ada reinterpretasi terhadap konsep adil. hal. padahal sifat api sebagai sunnah Allah adalah panas. apalagi wanita zaman sekarang bukan lagi pihak yang tertanggung tetapi pihak yang menanggung. Muncullah pertanyaan bagi kelompok Rasional Liberal :” Apakah adil itu adalah sama rata atau proporsional ?”.408. 49 . Pendapat-pendapat kelompok rasional liberal yang lebih didominasi oleh akal/ ratio telah mendapatkan penentangan hebat dari para pemikir Islam lain yang tafaqquh fiddin. misalnya tentang mukjizat nabi Musa. Menurut kelompok rasional itu tidaklah mungkin sebab menyalahi sunnah Allah. Batu tersebut adalah batu kecil dari tanah yang membara. akan sangat memenuhi prinsip keadilan apabila bagian perempuan sama besar dengan bagian laki-laki. Kalau aturan Allah masih perlu revisi. 1991) Juz 30. menurutnya sijjil bukanlah batu dari neraka tetapi berupa virus. Nabi Musa memukulkan tongkat ke laut sehingga terbelah menjadi jalan. Dengan serangan virus itulah tentara Abrahah menjadi sakit parah dan akhirnya mati. Apakah warisan bagi perempuan sebesar setengah dari bagian laki-laki yang Allah tetapkan dinilai tidak adil sehingga perlu direvisi ? Bukankah aturan Islam itu telah sempurna ?”.

kalau hukum Alam berubah-ubah maka tidak dapat dibuat rumus-rumus ilmu Alam. Untuk mengomentari ini. yang akhirnya memperoleh rekognisi ilmiah. ada baiknya dikedepankan dulu pandangan Din Syamsudin. 3. Din Syamsudin. umat Islam dihadapkan kepada problema yang menyangkut hubungan akal dengan wahyu. umat Islam dihadapkan kepada persoalan hubungan antara agama dan persoalan kehidupan (sekuler). Kedua. 33 Herman Soewardi. ketika Islam diyakini sebagai agama yang berlandaskan wahyu. Islam dan Politik Era Orde Baru. Karena itu ilmu pengetahuan yang sekarang dianggap sebagai sesuatu yang relatif.32 Upaya rasionalisasi ayat Al-Qur’an dalam batas-batas tertentu sah-sah saja karena Islam memang rasional sehingga Islam itu diperuntukkan bagi orangorang yang berakal (Ad-Din al-Aql). Nalar. dalam mengkonseptualisasikan Islam. Namun batasan rasional atau tidaknya. S Sebenarnya alam sebagai fakta dengan segala hukumnya adalah absolut. Kausality ternyata terlalu simplistik. Menurut Din. 1. tetapi ilmu pengetahuan alam yang ditemukan manusia bersifat relatif. umat Islam menghadapi dua problema intelektual.33 Bahkan menurut Thomas Kuhn. ketika Islam diyakini sebagai kehidupan. salah satu basic sains tentang kepastian hubungan sebab – akibat atau “if X. Kini ditemukan bahwa partikel-partikel saling mempengaruhi tanpa dihayati bagaimana hubungan kausality di antara mereka. Pertama. logis atau tidaknya sesuatu kejadian sangat tergantung kepada kemajuan berfikir dan kebudayaan termasuk perkembangan sains teknologi yang berkembang saat itu. Jakarta: PT. dalam sains terdapat akumulasi data yang bertentangan yang akhirnya menimbulkan krisis paradigma dan setelah itu timbullah suatu sintesis yang imajinatif. kalau begitu ilmu Alam tidak lagi menjadi ilmu pasti. then Y” tetapi pada perkembangan berikutnya ternyata ada juga “Uncertainty principle”. Dalam hal ini Richard Thamas (1993) dalam bukunya berjudul “:The Passion of Western Mind” menulis sebuah judul “The Crisiss of Modern Science” menyatakan bahwa ilmu Barat yang spektakuler itu ternyata menghadapi krisis antara lain setelah sekian ratus tahun meyakini “ certainty principle”. (Ciputat. hal. 32 50 . Logos Wacana Ilmu. 2001). Kalau sunnah Allah berubah maka hukum alam pun berubah. hal. sedangkan yang terjadi ke arah itu bersifat nonrasional.yang panas menjadi dingin karena kalau begitu sunnah Allah tentang api telah berubah.

apa itu mati. kebenaran (al-haq. Karena itu wajar kalau kesimpulan seseorang tentang sesuatu suka berubah-ubah. Untunglah turun wahyu. sedangkan yang berbeda-beda adalah persepsi orang tentang kebenaran. Dan sangat mungkin kalau hanya mengandalkan kekuatan nalar semata. sedangkan pengetahuan yang salah disebut persepsi atau opini. tetapi para ahli astronomi menyebutkan hanya sembilan. pengetahuan itu bisa benar bisa salah. Fungsi wahyu adalah untuk membantu manusia agar jangan terlalu lama atau jangan terlalu sulit menemukan kebenaran. pada hakikatnya. absolut. Dalam kesimpulan penulis. Wahyu memberikan informasi seputar masalah-masalah di atas yang tidak mungkin dapat ditemukan melalui penelitian empirik. Teori yang hari ini dianggap benar tetapi beberapa tahun kemudian direvisi bahkan dibuang. Dalam proses menemukan kebenaran itu. atau bersifat trial and error. apa itu syetan dan bagaimana sikap manusia terhadap syetan. Pengetahuan yang benar disebut al-‘ilmu atau haq. Demikian puluhan tahun pendapat itu mendominasi. kini terakhir ditemukan satu planet lagi sehingga menjadi sebelas. Pendek kata. Jadi jumlah planet sebagai fakta adalah absolut namun pengetahuan manusia tentang planet bersifat relatif. Dalam pandangan penulis. karena rasio memiliki daya deteksi yang terbatas. setiap data yang masuk ke otak akan diolah dengan paradigma berfikirnya sehingga menjadi sebuah pengetahuan (kesimpulan).an menjelaskan bahwa planet itu ada sebelas (ihda ‘asyrata kaukaban). terutama dalam persoalan-persolan metafisika atau tentang hakikat sesuatu.Sebagai contoh. Oleh karena itu. tidak dinilai serba mampu untuk mencapai segenap ilmu. 51 . bahwa Al-Qur. Di samping itu perlu difahami bahwa ada perbedaan antara pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science). terlalu banyak hal yang tak dapat ditemukannya padahal ilmu sangat penting dimiliki untuk bekal di dunia ini. Kemudian ditemukan lagi satu planet sehingga berjumlah 10. tetapi apakah kesimpulan itu sebagai ilmu atau hanya persepsi belumlah pasti. apabila rasio dijadikan sebagai ukuran segenap kebenaran agaknya terlalu riskan. manusia dengan rasio yang berfikir berlandaskan kausality. bagaimana setelah mati. Caranya. misalnya apa arti hidup. manusia sering harus menempuh kesalahankesalahan yang banyak tiada terhingga. Manusia dengan rasionya berusaha mencari kebenaran (ilmu). al-‘ilmu) adalah mutlak.

Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang agak sulit difahami. Kimia. Fisika. Di luar Empirical science dan Rational science adalah belief (kepercayaan) semata-mata dan bukan ilmu. termasuk cerita tentang mukjizat. membunuh – walaupun AlQur’an tidak menjelaskan sebab akibatnya – tetapi akal/ rasio sudah bisa memahaminya. apa sebabnya. Biologi. rasional dan dianggap benar. maka dinyatakan bukan ilmu melainkan sekadar kepercayaan. dengan kata lain dapat dilihat. Hadits ini menyatakan : 52 . Benar tidaknya sesuatu diukur oleh signifikansi hubungan antara sebab dan akibat. misalnya ilmu kedokteran. Penetapan hukum haram atas arak sangat logis – rasional. jin. Apabila terjadi hubungan sebab dan akibat yang jelas. Tetapi jika hubungan antara sebab dan akibat itu tidak nampak jelas maka dinilai tidak rasional dan salah. agak sulit mencari hubungan sebab – akibat. Apakah paradigma demikian bisa digunakan dalam memahami Islam?. Lain lagi perihal air liur anjing. maka itu dikatakan logis. di Barat hanya dikenal dua katagori ilmu.Dengan hubungan kausality sebagaimana dijelaskan di atas. dll. titik. berjudi. Haramnya arak mudah difahami oleh akal karena arak dapat mengakibatkan mabuk dan merusak otak. Paling-paling jawabannya adalah karena memang Allah telah menetapkan demikian. Keharaman babi berbeda dengan keharaman arak (khamr). Sebagai contoh Allah mengharamkan babi. Demikian juga sebab-sebab haramnya zina. diobservasi atau dibuktikan melalui eksperimen. Ini sangat sulit dijawab. Pertanyaannya adalah mengapa babi itu diharamkan. Kalau kita menganalisis dengan teliti ilmu-ilmu atau aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Sedangkan Rational science ialah kebenaran yang bersumber kepada rasio (akal). yakni Empirical Science (ilmu Empirik) dan Rational Science (ilmu rasional) Empirical science adalah manakala kebenarannya yang bersumber kepada indera terutama mata. Jadi berita tentang bangkit dari kubur. Jika dalam uji coba tersebut tidak terbukti berarti teori itu salah. sering tidak terdeteksi. karena persoalan tersebut tak dapat dibuktikan dengan indera maupun dengan rasio. malaikat. akan banyak ditemukan ilmu-ilmu yang mungkin dinilai tidak rasional karena antara sebab dan akibat hukum. Ini nampaknya agak sulit.

bersih-kanlah bejana salah seorang di antaramu. Tetapi ketika berburu kelinci menggunakan anjing terlatih (mu‘allam). Sunan Ibn Májah. terus anjing ini menggigit kelinci. telah bersabda Rasulullah SAW.65.‫لى الل عليططه و‬ ّ‫ ق ال رسلول الل صى‬: ‫عن أبى هريرة رض ي الل عنه ق ال‬ ‫طهلور إن اء أحدكم إذا ولغ فيططه الكلططب إن يغسططله سططبع مططرات‬: ‫لم‬ ّ‫سى‬ ‫اوال هن ب التراب‬ Dari Abâ Hurairah r. Muncul lagi pertanyaan. hadits nomor 335. rahasianya dapat agak terbuka. Juz 3.66. hadits nomor 730. Pertanyaannya adalah mengapa harus dengan tanah bukan dengan sabun. Akan tetapi apabila ditanyakan kepada ahlinya. Bab Çaharah. dari Abâ Razain dan Abâ Shálih dari Abâ Hurairah. mengapa kalau anjing menjilat bejana. Multi karbon sangat efektif dalam menghilangkan racun termasuk virus rabies. Mengapa demikian?” Selintas pertanyaan ini menyudutkan dan sulit dijawab. sedangkan sabun hanya mengandung beberapa karbon saja yang mustahil dapat membunuh virus rabies.10190.337. Muslim).336. dari ‘Ali ibn Mushâr.a ia berkata. dari Abâ Hurairah. 19657. 34 53 . Sunan A\mad hadits nomor 9146. dari Hamam ibn Munabbah. dari A‘masy. dari Ma‘mar. tidak ada satu hadits pun yang mengharuskan mencuci leher kelinci bekas gigitan anjing itu dengan tanah. Juga dari Mu\ammad ibn Rafi’. 16190. Penjelasannya dapat dilihat pada : Al-Imam Muhyiddin Abâ Zakariya ibn Syarâf al-Nawáwy. Namun untuk dapat memahami mengapa harus dicuci dengan tanah memang sangat sulit. Shahâh Muslim. satu kali menggunakan tanah.67. salah satunya dengan tanah (HR. Menurut hadits di atas. Apakah hal itu karena di zaman nabi belum mengenal sabun? Tentu tidak sesederhana itu jawabannya. 2001. hadits nomor 359. alQahirah. dari Abâ Hurairah. Hadi` yang sama terdapat pada hadits nomor 422 dan 84. apabila dijilat anjing dengan membersihkan sebanyak tujuh kali. dari Mu\ammad ibn Sirin.34 Hadits serupa berasal dari ‘Ali ibn Hujr al-Sa‘dy. bejana itu harus dibasuh tujuh kali di antaranya satu kali dengan memakai tanah. dari ‘Ismail ibn Ibrahim. Sanad Hadi` berasal dari Juhair ibn |arb. hadi` nomor 420. Asy-Syirkah ad-Dauliyah al-Çibá’ah. jilid II. kalau bejana dijilat anjing maka wajib dibasuh tujuh kali. Hal ini besar kemungkinan berkaitan dengan unsur-unsur karbon yang sangat beragam dalam tanah. dari Abd Razaq. Sunan Nasái. Sunan Ad-Darâmy. halaman 186. Shahâh Muslim bi Syarh al-Nawáwy. dari Hisyám ibn Hasan.

Dengan mengetengahkan contoh-contoh di atas. Jl. lambung (maag) itu kosong. Kalau perut sangat lapar dapat mengakibatkan tubuh berkeringat dingin. kepada ular Kobra dimasukkan ke dalam gelas. terdapat perbedaan besar. Apabila bisa ular itu diperas dari mulutnya kemudian ditampung pada gelas lantas diminum. Apabila manusia digigit oleh ular kobra. tetapi tidak demikian dengan menahan lapar karena puasa. maka dalam beberapa menit saja manusia bisa mati. Dengan berbuka menggunakan kurma (manis) akan mempercepat pembakaran dan segera dapat mengganti glukosa (gula darah) yang berkurang selama puasa. kemudian diminum. ternyata tidak berbahaya bahkan justeru menjadi obat. padahal hanya sedikit saja bisa ular yang masuk melalui pagutan itu. maka kelaurlah bisanya beberapa cc. tetapi kalau perut lapar karena puasa justeru nikmat tidur.Dapat kita bandingkan dengan bisa ular. Orang yang sering menahan lapar bisa terkena penyakit maag. Nabi ta‘jil (mempercepat buka puasa) hanya memakan tiga biji kurma bukan dengan makan yang banyak.35 Kasus ini kurang lebih sama dengan air liur anjing tadi. Contoh lain ialah tentang puasa. maka lambung memerlukan banyak darah sehingga darah dari otak akan turun ke lambung. Dokter Junjunan. akibatnya otak kekurangan darah. Mengapa demikian? Contoh lainnya masih tentang puasa adalah bahwa ketika Nabi berbuka puasa. tetapi tidak demikian kalau lapar karena puasa. Air liur yang keluar ketika anjing menjilat dan ketika tetap dalam mulutnya. penulis bermaksud meminta perhatian bahwa apa-apa yang dilakukan nabi yang menyangkut Kasus nyata tentang perbedaan bisa ular. Berbeda jika lambung itu langsung diisi dengan makanan yang banyak tanpa “pemanasan”. ini berarti otak kekurangan oksigen sehingga jadi mengantuk. Bandung. maka darah akan mengalir ke lambung sebagai energi sehingga lambung bisa bekerja dengan baik. Ternyata tidak berbahaya. Setelah lambung memiliki energi yang cukup kuat barulah diisi dengan makanan yang banyak. ketika berpuasa. Kalau perut sedang lapar akan sulit tidur. Di restoran itu. 35 54 . Lain halnya dengan bisa yang sengaja diperas dari mulut kobra itu. Mengapa demikian? Menurut ilmu kedokteran. bahkan berkhasiat bagi penambahan kekuatan. pembaca bisa membuktikannya antara lain di Restoran Naya. Jawa Barat. sehingga lambung bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Mengapa hanya tiga kurma? Dengan kurma yang sedikit yang masuk ke dalam lambung. lalu diperas.

Berdasarkan kajian-kajian yang penulis lakukan. Juz I. al-Qa[a[ al-Anbiyá.36 Tongkat Nabi Musa a. al . Kebenaran ilmu tersebut hanya dibuktikan dengan ruh yakni setelah manusia mati.s dibakar tidak merasa panas. hal. Tidak heran kalau kelompok pemikir Rasional menyatakan mukjizat seperti itu hanyalah mitos doktrinal.37 Dan karena anggapannya itu. 1416 H / 1996 M). alam Mahsyar. penulis berkesimpulan bahwa sebenarnya ilmu itu ada empat macam bukan dua sebagaimana dalam pemikiran di Barat. maka pasti akan dianggap irrasional dan kemudian ditolak. tetapi termasuk dalam katagori ilmu Suprarasional atau kejadian Supranatural. Aliran dan Faham Sesat Indonesia. lantas dengan serta merta ajaran Islam (ayat AlQur’an) yang dianggap tidak rasional (untuk sementara waktu) itu ditafsirkan sesuai dengan selera penafsir. Sebab ukuran rasional dan tidaknya sesuatu sangat tergantung kepada ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Sya’raq. Kejadian yang lebih sulit lagi manakala kita ingin mengetahui logis tidaknya mukjizat. Muhammad al-Mutawalli. Ilmu yang demikian disebut dengan Metarasional. Dengan demikian. atau bisa disebut haqq al-yaqân. 34. Seandainya semua hal harus rasional. Apakah ada tafsiran yang lain? Kejadian yang aneh di luar kebiasaan yang sulit difahami seperti mukjizat bukanlah ilmu Empirik karena tidak dapat diulang-ulang melalui kegiatan eksperimen. syurga dan neraka yang sama sekali tidak bisa dijangkau akal. Apalagi kalau menyangkut persoalan siksa kubur. Dalam paradigma Al-Qur’an disebut Ilmu Gaib. mereka lebih suka melakukan reinterpretasi dengan pendekatan rasional metaforis. Keempat macam ilmu itu adalah ilmu Empirik ( ‘Ain al-yaqin). Misalnya Nabi Ibrahim a. 36 55 . bahkan tak dapat dibayangkan. Kebenarannya hanya dicapai dengan hati (qalbu) yang percaya. Apabila kejadian ini diukur dengan ilmu dalam batasan rasional. 37 Hartono Ahmad. tanpa suami dan tanpa berbuat zina.s menjadi ular. tidak boleh hanya karena akal manusia belum bisa menemukan hubungan sebab akibatnya. (Kairo: Maktabah alTura` al-Islamy. Bukan pula Ilmu Rasional karena interrelasi sebab – akibatnya sulit ditemukan. serta Nabi Muhammad SAW ber-Isra Mi’raj. lantas bagaimana dengan Isa (Yesus) yang lahir dari rahim Maryam yang masih perawan.diniyah walaupun untuk sementara waktu dinilai kurang rasional namun jangan tergesa-gesa menolaknya. tidak ubah dongeng Lampu Aladin (fiktif).

Qalbu : yakni dengan meyakini tanpa harus memahami.12. Akal (rasio) dengan menganalisis interelasi sebab-akibat. kiamat. dan Ma‘unah. Ilmu Suprarasional merupakan ilmu Burhány. (2). eksperimental. karámah. Misalnya soal mujizat termasuk peristiwa Isra’ mi’ráj nabi SAW. Termasuk ke dalam irrasional adalah tahayyul. KLASIFIKASI ILMU. yaitu jenis pengetahuan yang dibangun atas dasar kredibilitas seorang tokoh atau sekelompok orang yang dianggap profesional dalam bidangnya Soejono Sumargono. dalam : Berfikir Secara kefilsafatan. sedangkan Metarasional disebut ilmu ‘Irfány. kimia. Berfikir Secara kefilsafatan. ‫عين اليقين‬ ‫علم اليقين‬ ‫حق‬ Metarasional (ilmu gaib) ‫علم الغ ي‬ Kesimpulan penulis dari hasil analisis dari berbagai sumber antara lain dari Soejono Sumargono. Contoh kajian Kedokteran. Pengetahuan Indrawi yaitu jenis pengetahuan yang dihasilkan oleh indra.Ilmu Rasional (‘Ilmu al-yaqin). dan bahasa. Lihat tabel di bawah ini. Di luar yang empat itu ada yang disebut irrasional. alam Mahsyar. biologi. Siksa kubur. (Yoryakarta : Penerbit Nurcahaya. Ilmu Empirik dan ilmu Rasional dikatagorikan Ilmu Bayány. farmasi. Ini irrasional. filsafat. Pengetahuan akal budi. 38 56 . Hati. dll.12. hal. Irhas. Pengetahuan Intuitif yakni jenis pengetahuan yang memuat pemahaman secara cepat berdasarkan intuisi dan (4). Irrasional bukanlah ilmu tetapi tahayyul (hayalan) atau kepercayaan tak berdasar. baa` (bangkit dari kubur). misalnya dikatakan bahwa benda itu diam dan pada saat yang sama benda itu bergerak. yakni pengetahuan yang dihasilkan oleh kekuatan rasio. hal. 1984). syurga dan neraka. 1984). yakni manakala kejadian tersebut sangat mustahil menurut akal. Suprarasional (Haqq al-yaqin) dan Metarasional (‘ilmu al-Ghaib). (3). Dalam terminologi lain. Termasuk Matematika. Ruh: yakni dapat diketahui oleh ruh setelah manusia wafat. Pengetahuan kepercayaan atau pengetahuan otoritatif. Menurutnya ilmu pengetahuan dipandang atas dasar kriteria karakteristiknya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: (1). SUMBER DAN OBJEK KAJIAN 38 Klasifikasi Ilmu Empirik (‘Ain al-yaqin) Rasional (‘Ilmu al-yaqin) Suprarasional (Haqq al-yaqin). ‫اليقين‬ Sumber dan prosesnya Indrawi : melalui observasi. (Yogyakarta : Penerbit Nurcahaya.

57 . Apabila mencermati tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX. Untuk mengetahuinya sangat perlu terlebih dahulu memahami kriteria tafsir bi ar-Ra’yi yang diperbolehkan. 135 40 Muhammad ibn Sulaiman: “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr” . Menurut Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “ At-Tafsâr fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. banyak sekali perintah dan larangan nabi yang seakan tidak masuk akal sehingga beberapa ulama melakukan rasionalisasi melalui penafsiran metaforis. Lantas apakah sesuatu yang tidak dimengerti harus ditaati juga? Sebenarnya manusia banyak melakukan perbuatan bukan karena mengerti tetapi karena percaya. maka tafsâr bi ar-ra’yi NII KW IX secara akademis tidak dapat diterima. Berdasarkan kriteria tafsir bi ar-ra’yi di atas. Ia menaati resep dokter bukan karena mengerti tetapi karena percaya.1990 M/1410 H). terutama ulama Salaf. seorang professor doktor di bidang agama akan tetap menggunakan resep dari dokter walaupun tulisan pada resep itu tidak dapat dibaca dengan matanya dan tidak dapat difahami dengan otaknya. hal ini dilakukan apabila mereka tidak menemukan tafsirnya dalam hadis mutawátir. Sebagai contoh. ( Damsyiq : Dar-Al-Qalam. Jadi pada dasarnya baik suprarasional maupun metarasional seluruhnya masih dalam koridor rasional.Di dalam ajaran Islam. apa-apa yang dianggap tidak rasional sangat mungkin menjadi rasional juga. maka kalau sementara ini akal belum mampu menerima apa yang dikandung oleh Al-Qur’an. sebaiknya diterima saja dahulu. obat (syifá). sekadar mengikuti selera. nanti di saat kemudian.136. juga tidak terdapat dalam Ijma‘ ulama”. hal. Apakah tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX termasuk kepada tafsir bi ar-Ra’yi yang diancam neraka?. hal. Begitupun dengan Al-Qur’an yang berfungsi sebagai resep. Tafsir ra’yu tidak boleh kalau 39 Adapun tafsâr bi ar-Ra’yi yang dilarang adalah min gair ‘ilm (tanpa imu) tetapi meninggalkan pemahaman yang sudah biasa difahami dari lafaÑ-lafaÑ Al-Qur’an 40 . dijelaskan bahwa para sahabat biasa menafsirkan AlQur’an dengan ra’yu. 39 Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. maka segera dapat diketahui bahwa penafsiran mereka tanpa mengikuti kaidah-kaidah baku penafsiran yang telah disepakati oleh para ulama.

Dalam hal ini tidak semua sahabat melihat langsung sunnah rasul. Sunnah rasul pasti benar. Tanpa mengikuti Sunnah Rasul mustahil bisa sempurna dalam mengamalkan Al-Qur’an. 58 . baik tentang tatacara ritual maupun mu’amalah. Sunnah Rasul adalah faktanya sedangkan hadits hanyalah beritanya. Semua mukmin diwajibkan mengikuti sunnah Rasul bukan diwajibkan mengikuti hadits. Akan tetapi bagaimana mungkin mengetahui sunnah rasul apabila tidak mempelajari haditsnya. berumah tangga. tetapi hanya mendengar beritanya.MODUL 5 SUNNAH RASUL Rasulullah sebagai Whole Model (Uswah Hasanah) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Sunnah Rasul adalah sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang berfungi sebagai penjelasan tentang pesan-pesan AlQur’an. Segala penjelasan rasulullah. baik berupa perbuatan (Fi. Misalnya perintah shalat (aqimish shalat). Untuk itu. Hakikat Sunnah Rasul Al-Qur’an berisi petunjuk-petunjuk yang diperlukan oleh manusia dalam menjalani hidupnya. Berita tentang sunnah rasul itu disebutlah hadits. Pokok-pokok Materi Prolog : Isi Al-Qur’an bersifat global yang memerlukan banyak penjelasan. Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan antara sunnah dan hadits. berpakaian. sampai kepada cara berumah tangga dan bernegara. Sebagai penjelas. datanglah Rasulullah SAW menjelaskan pesan-pesan Al-Qur’an secara detail. Mahasiswa mengetahui dasar-dasar pemilihan hadits yang shahih dan hadits yang lemah serta cara mengamalkannya. Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi sunnah rasul dalam hubungannya dengan Al-Qur’an. apalagi orang-orang di bawah sahabat. haji (wa atimmu hajj). dari mulai tatacara shalat. sedangkan hadits (karena hanya berita) mungkin benar mungkin salah. shaum (kutiba ‘alaikumus shiam).liyah) perkataan (qauliyah) maupun sikap diam/ no coment (taqririyah) disebutlah Sunnah Rasul. nabi adalah whole model (Uswah hasanah) yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). namun petunjuk atau informasi itu masih bersifat global (mujmal). aktivitas ekonomi. Jadi.

new dan news. maupun sikap diamnya (taqiriyah). baik melalui perbuatannya (fi’liyah). tatacara shaum.42 Jadi hadits adalah berita tentang sunnah rasul. Pendek kata. dll. mengetahui perilaku dan seluk beluk kehidupan seorang model (idola) sangat perlu. maupun tatacara haji hanya sebagian sahabat saja. Sunnah rasul sebagai sebuah fakta. haji. Sedangkan secara istilah sunnah berarti perbuatan nabi ( fi’liyah). Sebahagian besar orang Islam pada saat itu hanya mendengat beritanya. ucapan-ucapannya (qauliyah). apalagi menyangkut tatacara berumah tangga dan hal-hal yang bersifat sangat pribadi. berpolitik. maupun sikap diamnya (taqiriyah). pekerjaan atau cara. 41 Jadi sunnah rasul adalah setiap whole model (Uswah hasanah) 59 .41 Kedudukan rasul adalah sebagai penjelas (bayin). ucapan dan sikap diam nabi. perilaku. Oleh karena itu rasul adalah sebagai yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). Allah mengutus rasul yang akan menjelaskan segenap aturan Al- Qur’an. 42 Hadits secara bahasa bisa berarti baru bisa juga berarti berita. pasti benar mustahil salah. Jadi sunnah rasul adalah setiap perilaku. Tetapi di dalam Al-Qur’an tidak menjelaskan secara operasional dan lebih rinci tentang tatacara (kaifiyat. Sedangkan hadits hanyalah beritanya.dll. berdagang. Bagi mukminin. disebut sunnah rasul. Rasullah lantas mendemonstrasikan tatacara shalat. ucapan dan sikap diam nabi. Akan tetapi pada kenyataannya. Untuk itu. ucapan-ucapannya (qauliyah). ada distorsi. sedangkan hadits adalah beritanya. shaum. Oleh karena itu Al-Qur’an masih memerlukan penjelasan-penjelasan (bayan) yang lebih rinci (tafshil). yang hanya diketahui oleh isterinya. yang menjelaskan dan memberi contoh tentang seluruh pesan-pesan Al-Qur’an. Berita itu bahasa Arabnya adalah khabar (akhbar) atau hadits. Sunnah menurut bahasa artinya perjalanan. Apa yang dijelaskan oleh Rasullah. how to do) perintah-perintah itu. baik tatacara shalat. orang yang bisa melihat perbuatan nabi sebagai model. sunnah rasul adalah faktanya. berumah tangga. Yang namanya berita sering bias. dari mulai persoalan etika makan sampai kepada soal bernegara dan mengadakan hubungan antar negara.

mungkin benar (shahih) bukan lemah (dhaif). Sumber hukum kita adalah sunnah bukan hadits. Akan tetapi bagaimana mungkin bisa mengetahui sunnah rasul kalau tidak membaca haditsnya.

Fungsi sunnah Rasul (hadits ) tehadap al-Qur’an :
Hadits / sunnah Rasul berfungsi sebagai bayan (penjelasan) terhadap Al-Qur’an, tanpa memahami hadits tidak akan mampu memahami Al-Qur’an dengan jelas. Bayan ada beberapa macam : 1. Bayan taukid (taukid = menguatkan).yakni menguatkan pernyataan AlQur’an, misalnya Al-Qur’an menyatakan bahwa berbohong itu adalah sebuah dosa, kemudian dikuatkan oleh hadits. 2. Bayan tafshil (tafshil = merinci), yakni merinci apa yang masih global di dalam 3. al-Qur’an, misalnya Al-Qur’an menegaskan aqimish shalat (tegakkanlah shalat) sedangkan tata cara shalat diuraikan oleh hadits. Bayan itsbat (itsbat = pengecualian). Misalnya Al-Qur’an surat 5 ayat 3 menegaskan bahwa bangkai dan darah haram dimakan. Kemudian datanglah hadits riwayat Ahmad, Ibn Majah, Baihaki dan Daruquthni, bahwa ada bangkai yang dihalalkan yakni ikan dan belalang. Juga ada darah yang dihalalkan yakni hati dan limpa.

Penelitian tentang kesahihan hadits :
Apabila anatomi hadits dibedah sebagaimana membedah anatomi berita, kita akan menemukan tiga unsur berita, yakni sumber berita, kredibiltas sumber berita dan isi berita itu sendiri. Demikian pula hadits terdiri dari tiga unsur yakni Sanad (sumber berita), Rawi (Kredibilitas kepribadian periwayatnya) dan Matan ( isi berita). Katagorisasi hadits, baik secara kuantitas maupun kualitas ditentukan oleh tiga unsur hadits tadi. Dari sisi kuantitas, hadits terbagi kepada tiga, yakni : (1). Hadits Mutawatir, ialah hadits yang diterima oleh orang banyak kemudian disampaikan lagi kepada orang banyak, demikian seterusnya. Secara adat, tidak mungkin orang banyak sepakat untuk berdusta. Oleh karena itu kedudukan hadits mutawatir sangat tinggi. (2). Hadits Masyhur ialah hadits yang diriwatkan oleh orang banyak tetapi tidak sebanyak mutawatir. (3). Hadits Ahad ialah hadits

60

yang diriwayatkan oleh satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tetapi tidak mencapai derajat masyhur. Dari sisi kualitasnya hadits terbagi dua yakni hadits Shahih dan hadits Dhaif. Hadits dinilai shahih apabila ketiga unsur hadits itu sah, yakni sanad). (2). Dari sisi kredibilitas Rawi, (1). Dari sisi Sanad, antara pembawa berita dan penerima berita harus bersambung ( muttasil harus kuat ingatan (dhabit) dan jujur (‘adalah). Kalau ia memiliki sifat dhabith dan ‘adalah maka rawi tersebut dianggap kuat (tsiqah). (3). Dari sisi Matan (isi berita), tidak ada cacat (ghair mu’allal ) dan tidak janggal (ghair syadz). Apabila tidak memenuhi syarat di atas maka hadts dinilai Hadits Dhaif.

Sikap Hati-hati dalam Menghadapi Hadts :
Karena tidak semua hadits itu shahih, maka seorang mukmin jangan tergesagesa meyakini keabsahan suatu hadits lantas mengamalkannya, sebelum meneliti kualitas hadits tersebut, paling tidak bertanya kepada ahlinya. Amal-amal ibadah yang bid’ah yang dilaksanakan oleh masyarakat pada umumnya disebabkan oleh kecerobohan menerima dan mengamalkan hadits. Apalagi kalau memiliki persepsi bahwa hadits dhaif boleh dijadikan landasan penambahan amal ibadah, itu sangat keliru dan menyesatkan. Padahal di tengah masyarakat sangat banyak amal ibadah yang berdasarkjan hadits dhaif, misalnya shaum nisfu sya’ban, shalat Tasbih, termasuk bacaan qunut di dalam shalat Subuh. Selain itu, kesalahan pun sering terjadi akibat misinterpretasi dalam memahami teks hadits yang sahih, misalnya hadits yang menyatakan bahwa nabi makan dengan tiga jari. Apabila hanya melihat teks hadits tanpa melihat konteksnya, akan lahir kesimpulan bahwa makan dengan tiga jari adalah sunnah rasul, padahal konteks hadits tersebut adalah makan kurma, bukan makan nasi.

61

MODUL 6 IJTIHAD Berfikir Kreatif dalam Menentukan Hukum yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara Eksplisit Tujuan Instruksional Umum:
Mahasiswa memahami Ijtihad sebagai suatu motode penetapan hukum, sebagai sumber hukum Islam ketiga setelah Al-Qur’an dan hadits. Kemudian mereka pun termotivasi untuk berfikir kreatif menjauhkan diri dari sikap taqlied.

Tujuan Instruksional Khusus :
Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pengertian dan fungsi Ijtihad • Mengaplikasikan penggunaan metode Qiyas, istihsan mashalihul mursalah, dan ijmak dalam proses penetapan hukum. • Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat di kalangan para ulama, terjadinya madzhab dan bagaimana bersikap terhadap madzhab.

Pokok-pokok Materi :
Prolog : Setelah nabi Muhammad SAW wafat, persoalan syar’I terus bermunculan, baik dalam kaitannya dengan ibadah mahdloh maupun ibadah ghair mahdloh, di dalam semua lapangan kehidupan, baik ekonomi, politik, kesehatan, rumah tangga, dll. Akan tetapi AL-Qur’an ataupun hadits belum menjelaskan secara eksplisit hukum masalah tersebut, padahal tetap memerlukan solusi, agar segenap perilaku manusia tidak keluar dari syari’at Islam. Oleh karena itu diperlukan pemecahan masalah melalui cara yang lain, yakni dengan mengerahkan segenap kemampuan intelektual untuk menetapkan hukum sesuatu itu dengan melihat dalil-dalil yang memiliki hubungan tak langsung (implisit) dengan persoalan yang dibahas. Dalil-dalil tersebut dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan tertentu, kemudian disimpulkan sehingga sampai kepada penetapan hukum yang dicari. Cara demikian disebut Ijtihad. Ijtihad ini bisa melalui teknik pendekatan istihsan, qiyas, mashalaihul mursalah maupun ijmak. Metode pendekatan ini dirumuskan oleh para imam Mujtahidin yang sampai saat ini diakui akurasinya. Walaupun menggunakan teknik pendekatan yang sama belum tentu dijamin akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Hal ini karena banyak faktor penyebabnya, antara lain karena perbedaan kemampuan intelektual dan latarbelakang pengalamannya. Juga karena perbedaan jumlah hadits yang dijadikan reference, maklum ketika itu hadits belum ditulis secata lengkap. walaupun hasil ijtihad para imam mujtahid dalam suatu persoalan yang sama sering berbeda, namun semua imam mujtahid memiliki ketawadluan intelektual,

62

Teknik Pendekatan Ijtihad Ijtihad bisa menggunakan berbagai macam teknik analisis. seperti tentang keharaman babi. Istihsan. dll. berjudi. Tidak ada tempat untuk berijtihad dalam persoalan hukum yang telah dijelaskan secara eklplisit oleh Al-Qur’an dan hadits. Hakikat Ijtihad Ijtihad adalah mengerahkan segenap kemampuan fikiran (intellegence quotien) untuk menetapkan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam AL-Qur’an maupun hadits.mereka semua berpesan. Contoh : bagaimana hukumnya apabila seorang anak mengatakan “ gila luh” kepada orangtuanya. Jadi ijtihad Ijtihad hanya berlaku di dalam hal-hal yang belum jelas. “La masagha lil ijtihadi fi mauridin nash”. yakni dengan pendekatan Qiyas. agar apabila ia keliru. Apakah ia berdosa ? Perbuatan yang diharamkan dilakukan seorang anak kepada orangtua yang secara ekplisit disebutkan di dalam AlQur’an surat 17 ayat 23 adalah mengatakan “ah” ( wala taqul lahuma uff = “ Dan janganlah kami mengatakan ah kepada kedua orangtuamu !” ). hendaklah pendapatnya itu dibuang jauh-jauh. Mashalihul mursalah. Istihasan (stihsan = minta yang tertbaik) ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara memilih satu diantara alternatif yang ada dengan pertimbangan mana yang pal. Lebih tegas lagi. umat Islam banyak sekali yang taqkid buta sehingga fanatik madzhab. Penjelasannya sbb : 1. Qiyas (analogi) adalah menentukan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara membandingkan hukum sesuatu yang telah ada dengan hukum yang akan dicari dengan melihat ciri-ciri persamaamnya (‘illat). dalil Objek kajian Ijtihad Ialah segala hukum sesuatu (baik menyangkut ibadah Mahdloh maupun ghair Mahdloh) yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam Al-Qur’an maupun hadits. 63 .ing ringan buruknya. dan Ijmak. 2. mereka semua sepakat mengharamkan umat Islam bersikap taqlid kepadanya. melalui analisis terhadap sjumlah (implisit) yang ada. berzina. Namun sayangnya.

maka akan mengakibatkan kekeringan ke wilayah kota yang datar. Misalnya. Ijmak. Dalam hal ini para ulama tidak menerima jelas melainkan hanya diam ( sukut). para ulama mujtahid memiliki ketawadluan intelektual. Jadi Ijmak merupakan ijtihad kolektif. dengan pertimbangan bahwa. 64 . didominasi oleh Amerika Serikat. maka buanglah jauh-jauh ke luar pagar. Ada dua macam ijmak. Bisa jadi kesepakatan ini hanya bersikap no coment terhadap lontaran dan tidak menolak dengan Ijmak Sukuti. kalau wilayah itu dijadikan lahan pembangunan. Semua imam mujtahid berpesan. dengan dasar penetapannya adalah dampak baik dan buruk bagi orang banyak. Dalam dunia ilmu kejadian seperti ini sangat lumrah. Misalnya : Larangan mendirikan bangunan / rumah di kawasan hutan serapan air. Disebutlkan Menyikapi Perbedaan Hasil Ijtihad Hasil ijtihad para ulama besar dalam suatu persoalan tidaka selalu menghasilkan kesimpulan yang seragam. pengalaman dan pengaruh lingkungan yang berbeda. juga karena jumlah hadits yang dijadikan reference sangat berbeda. kadang terjadi perbedaan pendapat di antara mereka. dengan melihat eksistensi PBB yang apakah negara kita masih perlu menjadi Keputusannya segenap ulama ini anggota PBB atau lebih baik keluar ? dinamakan ijmak.3. Mashalihul mursalah : ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas. Pihak Pemrintah Daerah bnerhak melarang pembuatan rumah tersebut. yaitu menetapkan hukum yang belum jelas melalui kesepakatan pemikiran para ulama. hukum yang diketengahkamn oleh seorang ulama. yakni keputusannya dihasilkan melalui adu pendapat dan penjelasan-penjelasan (bayan) para ulama dalam suatu forum musyawarah terbuka. Terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ulama mujtahid adalah karena banyak faktor antara lain karena tingkat kecerdasan yang berbeda. gagasan. apabila pendapatnya di kelak kemudian hari ternyata bertentangan dengan hadits shaih. ide. akibat perbuatannya itu. Untungnya. Inilah yang disebut dengan Ijmak Bayany .

65 . Padahal tidak ada satu ayat Al-Qur’an maupun hadits pun yang mewajibkan bermadzhab. bukan mengambil hasilnya. Apabila seorang muslim tidak bermadzhab (non sektarian) dinilaI tidak benar.Sehubungan dengan itu. umat Islam tidak boleh taqlid buta kepada ulama dengan mengambil seluruh hasil ijtihadnya secara Seputar Fanatik Madzhab Pada tataran realita di lapangan. tidak sedikit para tokoh ulama yang justeru mewajibakan taqlid madzhab. kikta akan sanggup berfikir ijtihadi dalam menetapkan hukum. terutama untuk dipakai pribadi. Sikap yang paling baik adalah mengambil dan menggunakan metode ijtihadnya. Dengan demikian.

Bukan hanya komunis. Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia senantiasa mencari siapa penguasa tertingi (ultimate reality) di alam ini. sebaliknya kemunculan syirik mengindikasikan lemahnya tauhid. baik ritual maupun mu’amalah. Akan tetapi Al-Qur’an menegaskan bahwa semua manusia pasti bertuhan mustahil tidak. Allon (Phoenicians). Secara istilah Tuhan adalah segala sesuatu yang paling dicintai. Almighty God. Deity (bahasa Inggris). Mulkiyah dan Uluhiyah. satu dalam segala hal. Ekah. yakni tauhid Rubbubiyah. Dia hanya satu. Adonai. dll. Gudd (Swedia. banyak lagi orang di luar itu yang tidak bertuhan (atheis). Itulah sikap tauhid (mengesakan tuhan). Ado (Canaanites). Orang komunis. Got (Belanda). Selanjutnya tauhid dibagi tiga. Sikap tauhid ini merupakan fondasi beragama dan menjadi dasar nilai dalam semua aktivitas manusia. Di dalam Al-Qur’an tuhan itu adalah Allah. Apabila tauhid kokoh maka syirik akan lenyap. Eli (Yahudi).MODUL 7 KONSEP TUHAN Menghadirkan Allah dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami dasar filosofis dan Qurani bagaimana menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari sehingga selalu merasa diawasi oleh-Nya (Ihsan). Penguasa tertinggi itu kemudian disebutlah Tuhan. Elohim. hyang. The Lord God. Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): Mahasiswa mampu menjelaskan secara aqli dan naqli mengapa tuhan harus satu Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian tawhid serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan (Bahasa Indonesia) sinonim dengan kata God. Pengertian Tuhan Secara bahasa. Golt (Jerman). paling tidak. Dalam bahasa lain istilah tuhan disebut ilah. Yahuwa. Apabila seseoranjg lebih mencintai mobil barunya daripada segalanya maka mobil itu 66 . ia bertuhan kepada hawa nafsunya. dengan menggunakan pendekatan diletika material sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu tidak ada. god. Norwegia). ely.

semua manusia pasti bertuhan. sesungguhnya tidak tuhan selain Allah". hanya saja ada manusia yang mengingkari Allah lantas bertuhan kepada hawa nafsunya. tahta. Dalam pandangan Al-Qur'an. Muhammad / 47 : 19). 67 . Ini disebut Mulhid bukan atheis. 2 : 163). (QS. QS. kalau Tuhan dua niscaya Tuhan dengan ciptaannya masing-masing akan blok-blokkan dan berusaha saling mengalahkan (QS. Tuhan yang menjadikan malam dan siang (Qs. dll. Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu (khaliqu kulla syaiin) QS.menjadi Tuhan baginya. 6 : 96). tiada tuhan melainkan Dia. Tuhan yang tak dapat digapai dengan panca indera tetapi Dia maha melihat segalanya (QS. Ini bisa berbahaya. Siapakah tuhan Allah itu ? Allah menegaskan : "Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa. Yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang". 6 : 102. Di dunia ini ada manusia yang bertuhan satu (monotheisme) tetapi Tuhannya bukan Allah SWT. wanita. tetapi akal manausia tidak mungkin dapat mengetahui siapakah tuhan itu. Dengan demikian ada orang yang menuhankan harta.6 : 103). 23 : 91). Tuhan yang menurunkan hujan (Al-Fathir / 35 : 27) Tuhan yang menumbuhkan biji-bijian (QS. Mengapa Tuhan harus satu Menurut Rasio : akal manusia tidak mungkin dapat menerima kalau tuhan sebagai Ultimate Reality lebih dari satu. Apabila jabatan lebih dicintai melebihi segalanya maka jabatan itu adalah tuhannya. Bagaimana mungkin pemegang kekuasaan tertinggi lebih dari satu. 6 : 95). Menurut Al-Qur'an. 45 : 23). Siapakah Tuhan yang Satu itu ? Akal manusia bisa sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu satu. tidak ada manusia pun yang atheis (tidak bertuhan). niscara akan terjadi pertengkaran. Allah menegaskan : "Maka pernahkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya ?" (QS. Pendek kata banyak manusia yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. Juga sebahagian manusia lain mempunyai banyak tuhan (politheisme) Dalam hal ini Allah menegaskan : "Maka ketahuilah.

Penjabarannya harus berlandaskan ayat Al-Qur'an juga bukan kira-kira. Tawhid Mulkiyyah ialah meyakini bahwa hanya Allahlah satu-satunya raja (malik) bagi manusia. Oleh karena itu. Tauhid (tawhidan) yang berasal dari kata wahhada . manusia harus memilih Al-Qur' an sebagai buku panduan hidupnya. Manusia wajib meyakini bahwa hanya Allah dengan AlQur'an-nyalah yang pantas mengatur hidup manusia. Tawhid Uluhiyah ialah meyakini bahwa hanya Allah lah satu-satunya llah atau Tuhan yang wajib disembah. . Rabbul 'alamin Rabbun nas (2). Dengan demikian. Karena Allah adalah raja maka Allahlah yang harus paling ditaati. atau aturan yang bertentangan dengan Al-Qur’an. Tawhid Rubbubiyah ialah meyakini bahwa Allah sebagai satu-satunya Rabb ( Pencipta dan Pengatur) manusia. Allah menegaskan :"Maha duci Allah yang di tanganNyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 67 : 1). Tauhid Mulkiyyah dan 68 . setiap karya tulis terutama karya-karya ilmiah pasti terdapat hubungan yang erat antara bab pendahuluan dengan bab penutup. paling dicintai dan paling ditakuti. Iyyaka na'budu tauhid Uluhiyah. Manusia hanya mengabdi kepada Allah. Maliki Yaumiddin – Malikin nas (3). Di dalam Al-Fatihah terdapat kalimat yang relevan dengan beberapa kalimat yang terdapat pada surat An-Nas yaitu sbb : (1). termasuk syirik Rubbubiyah. karena pada lazimnya. Untuk itu kita bisa melihat relasi (nisbah) antara surat al-Fatiihah sebagai bab Pendahuluan dengan surat An-Nas sebagai bab Penutup Al-Qur'an.Ilahinnas. Ini melahirkan taksonomi tauhid yakni Tauhid Rubbubiyah. Allah-lah yang paling mengetahui karakter manusia dan hanya Allah-lah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur manusia. Pengesaan Allah yang di dalam Al-Qur’an dilambangkan dengan kalimat La ilaha illah perlu dijabarkan.Pemahaman La ilaaha illaah : Keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah (la ilaha ilallah) adalah sikap Tauhid. maka ia telah melakukan syirik Mulkiyyah. Memilih dan menaati aturan selain Al-Qur'an . segenap aturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan Al-Qur'an dianggap batil.yuwahhidu bermakna pengesaan Allah. Apabila manusia lebih menaati makhluk daripada Allah.

Syirik tidak mungkin bisa berdampingan dengan sikap tawhid. (b). Syirik Rubbubiyah. Termasuk ke dalam syirik Mulkiyah adalah (a). sedangkan manusia dengan akalnya juga telah menyiapkan aturan untuk mengatur 69 . (c). Lebih menaati makhluk daripada Allah. Melakukan penyembelihan hewan untuk mengabdi kepada selain Allah. orangnya disebut musyrik. Memilih dan menaati peraturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan aturan Allah (c). itu pun sudah syirik. Lebih mencintai makhluk daripada mencintai Allah. antara lain (1). Beribadah karena motivasi pujian manusia atau motive-motive duniawi. Syirik Uluhiyah. Mengabdi kepada selain Allah adalah syirik Uluhiyah. (d). Allah atau manusia ? Jawabannya : Allah.manifsetasinya antara lain melakukan segala sesuatu semata-mata dengan niat beribadah kepada Allah. (b). Allah telah menyiapkan aturan untuk manusia yakni Al-Qur’an. (d). Syirik Mulkiyah dan (3). Meyakini adanya makhluk yang mengetahui hal-hal gaib mutlak (apa yang akan terjadi esok) selain Allah. Siapakah yang lebih mengetahui aturan yang tepat untuk mengatur manusia. Meyakini ada aturan yang lebih baik daripada aturan Allah. Termasuk ke dalam syirik Uluhiyah adalah (a). Meminta-minta secara gaib kepada selain Allah (d). Menjadikan makhluk sebagai tempat bergantung dalam soal nasib. Melakukan aktivitas sehari-hari bukan karena Allah. Tauhid versus Syirik : Syirik artinya menyekutujan Alah. Lebih takut kepada makhluk daripada kepada Allah (c). Syirik itu bermacam-macam. Jangankan dalam takaran lebih walaupun hanya mempersamakan. Mengabdi kepada selain Allah (b). Allah atau manusia sendiri ? Jawabannya : Allah. (2). Pertanyaan Renungan : • • • Siapakah yang lebih mengetahui sifat-sifat manusia. Termasuk ke dalam syirik Rubbubiyah adalah : (a). karena tidak mungkin menomor satukan Allah berbarengan dengan sikap lebih mencintai isteri daripada segalanya.

tetapi anda memilih aturan lain. apakah anda termasuk orang pandai atau orang bodoh ? Jawabannya : Orang bodoh (jahiliyah). apakah anda mau melaksanakan Al-Qur’an ? Jawabannya : ????? 70 . • Kalau anda mengetahui bahwa Al-Qur’an lebih baik dari aturan buatan siapapun di dunia ini. • Kalau anda sudah mengetahui bahwa aturan yang baik adalah Al-Qur’an. AlQur’an. Aturan manakah yang paling baik ? Jawabannya : Aturan Allah.manusia.

baik di alam mahsyar maupun ketika memasuki Jannah (syurga). Sebaliknya apabila pilihannya sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an. Sedangkan jalan mana yang mau ditempuhnya. tujuan hidup dan tugas hidupnya di dunia. yakni sebagai khalifah fi al-ardh (penguasa bumi). Perjalanan seterusnya pasti lancar bahagia. Allah SWT telah melengkapi manusia dengan ruh di samping nyawa (hewan hanya memiliki nyawa). manusia menempati posisi puncak dibandingkan malaikat sekalipun. Seterusnya ia akan ditempatkan di dalam Nar (neraka). Tugas manusia sebagai khalifah adalah mengelola bumi sehingga bumi menjadi sumber kesejahteraan dan kebahagian lahir batin bagi segenap umat manusia. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa memiliki visi yang jauh ke depan serta komprehensif tentang konsep hidup di dunia sehingga mereka bisa hidup pada jalan yang benar sesuai petunjuk Allah SWT. Manusia memiliki hak untuk memilih (free choise. Allah hanya memberikan dua jalan (wahadainahu najdain). Tugas manusia sangat berat. 71 . ruhnya akan disimpan di Iliyin (tempat tinggi) di alam Qubur. Apabila pilihannya salah. Supaya sukses menjadi khalifah. juga dilengkapi dengan fisik yang disiapkan di alam rahim. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat manusia. Walaupun manusia diberi amanah sebagai khalifah fil ardh. maka setelah mati. ia akan disimpan di Sijin (penjara) alam qubur. sebuah tugas yang tidak dibebankan kepada kelompok jin. diserahkan sepenuhnya kepada manusia. Pokok-pokok Materi : Prolog : Manusia diciptakan Allah SWT dari tanah tetapi secara arsitektur. feeling thinking dan akal nurani). maka setelah mati. 52 : 21). ree action). bahkan dilengkapi dengan qalbu (willing. Akan tetapi tentu saja setiap pilihan mengandung resiko (QS.Modul 8 KONSEP MANUSIA (Kunci Sukses Manusia sebagai Khalifah di Bumi serta Perjalannya dari Alam ke Alam). Mahasiawa mampu memahami kunci sukses memejen dirinya untuk menjadi khalifah fil ardl yang sukes. Itulah misi rahmatan lil ‘alamin yang diemban manusia. namun justeru Allah tidak memaksa manusia untuk berbuat sebagaimana kehendak Allah. free will.

• Amanah ini sebenarnya telah ditawarkan oleh Allah kepada langit. bumi dan gunung-gunung tetapi mereka semua menolaknya. Alam Qubur dan (5). Apabila manusia memilih hukum yang relatif maka ia akan gagal melaksanakan tiugas kekhalifahannya. Kemudian amanah ini diambil oleh manusia (QS. job yang diberikan oleh Allah kepada manusia semasa di alam Arwah adalah sebagai khalifah fi al-ardl (penguasa bumi yang bertugas mengelola dan memakmurkan bumi). bahwa kalau ia kelak lahir ke dunia. Amanah. Alam Rahim. dll sebab ruh tidak memerlukan itu semua. Alam Akhirat. manusia mengalami hidup di lima alam yakni (1). tidak ada pabrik karpet. ia akan mengabdi kepada Allah. (3). • Supaya manusia menaati hukum Allah. maka manusia mentaati hukum Alam dan hukum Agama sekaligus. Kalau demikian keadaannya. Rinciannya akan dijelaskan di bawah ini. Suapaya bumi ini ramai maka manusia harus dibekali dengan fisik sebagai pembungkus ruh. Manusia di Alam Ruh : • • Di alam Ruh manusia masih berupa ruh (jamaknya arwah). Alam Dunia. maka dunia pasti sepi. • Agar manusia sukses mengelola bumi. Allah SWT bertanya ulang kepada ruh : "Alastu birabbikum ?" (Apakah Aku ini Tuhanmu). Pembinaan Allah kepada manusia melalui berbagai macam cara antara lain 72 .Sebagai khalifah fil ardhi. pabrik obat nyamuk. Alam Ruh (2). Ruh menjawab :"Bala syahidna" (Ya Engkau Tuhan kami). Mengenai eksistensi ruh tak ada seorang pun yang tahu. Kedua hukum tersebut adalah absolut. • Pada saatnya nanti. • Mengabdi kepada Allah adalah sebuah agreement yang harus dilaksanakan. Al-Ahzab 72). manusia harus dibina. Dalam hal ini ruh berjanji kepada Allah sebagai Sang Pencipta. sebelum ruh masuk ke dalam janin di alam Rahim. Kalau manusia turun ke dunia dalam bentuk ruh (tidak berfisik) maka di dunia tidak akan ada mobil sebab ruh tidak perlu mobil. tugas. (4). pabrik pakaian.

mampu bekerja sama secara global (mendunia) dengan saling menghargai. kerja keras. Zakat membiasakan manusia bersikap dermawan serta memiliki kepedulian sosial. kaki. Juga Allah sebagai Dzat yang hars disembah (Ilah). 73 . Ini artinya hidup manusia telah dikontrak (dibeli) oleh Allah dengan imbalan syurga. Tetapi sayangnya banyak manusia yang memberikan penilaian berlebihan kepada jasad daripada ruhani. Fungsi tubuh adalah untuk membantu ruh dalam merealisasikan tugas kekhalifahan. tulang. shaum. Tubuh berkulit hitam atau putih bukanlah hal pokok. shalat. Suami mengeluarkan sperma (nuthfah). tawakkal. Inilah kehidupan tingkat kedua atau hidup sebagai jaringan. Haji bertujuan mewujudkan insan sabar. Inilah kehidupan tingkat ketiga atau hidup sebagai organ. manusia telah melakukan teken kontrak untuk hanya mengabdi kepada Allah. maka sungguh ia telah berkhianat kepada Allah. dll (mudgah). Dengan demikian yang menjadi eksistensi manusia adalah ruh bukan tubuh. • Dengan demikian di Alam Ruh itu. Hadits menyatakan Buniya al-Islam 'ala khamsin (Islam dibina dengan lima pilar). yakni syahadat. Shaum melatih manusia agar mampu memenej emosi. Allah menyiapkan tubuh manusia yang akan dijadikan tempat Ruh. • Zigot terus tumbuh. cantik atau tidak tidaklah penting. Kalau kelak manusia mengingkari perjanjian ini. • Syahadat mengarahkan manusia agar memiliki keyakinan kokoh bahwa Allah adalah Pencipta dan Pemelihara (Rabb). tangan. maka terbentuklah daging. Sedangkan shalat membina manusia supaya selalu ingat kepada Allah dalam melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan sehingga bekerja "lurus" dan menjauhi maksiat. Allah sebagai raja (Malik) yang harus dtaati. • Sel sperma suami membuahi ovum isteri (konsepsi) maka jadilah zigot yang kemudian bergantung pada uterus ('alaqah). Perkembangan manusia di alam Rahim : • Di Alam Rahim. zakat dan haji. Sperma adalah kehidupan tingkat awal atau hidup sebagai sel. • Penciptaan tubuh manusia dimulai oleh persenggamaan suami isteri.melalui rukun Islam.

bayi pun diberi potensi (potential capasity). • Degan demikian. • Pada usia 4 bulan itu. syahwat). (At-Tin : 4). dll) dan thinking.• Pada usia 4 bulan masuklah ruh ke dalam janin. selain bayi dimasuki Ruh. Untuk mendorong perkembangan potensi ini kelak. berdagang. manusia diberi Qalbu (heart.2 : 1674 dan QS. Allah SWT di dalam QS Al-Ghasyiah : 17-20 memerintahkan agar manusia melakukan penelitian tentang alam misalnya bagaimana unta diciptakan (biologi). • Salah satu bentuk pendidikan adalah melakukan penelitian empirik. Setelah itu manusia di dalam rahim ibu harus mutasi ke alam ke tiga yakni alam Dunia. feeling (perasaan : suka. Alam Dunia (Tugas manusia di alam Dunia): • Ketika manusia lahir (sebagai bayi). manusia mempunyai nyawa (hayat) tetapi pada usia 4 bulan ia dimasuki ruh. bersosial. yang di dalamnya terdapat antara lain willing (kemauan. dll. sehingga janin bergerak-gerak. manusia yang berasal dari bahan yang hina (sperma) tersebut. Potensi lain adalah sama' bashar. jantung hati). yakni hidup sebagai individu manusia (khalqan akhar. Inilah kehidupan tingkat keempat. Oleh karena itu manusia harus dididik agar potential capasity yang dimilikinya menjadi actual ability (kemampuan nyata). 3 : 190-191 Allah menegskan bahwa penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang (hukum rotasi) adalah objek penelitian bagi orang-orang yanag beriman sehingga 74 . bagaimana langit ditinggikan (astronomi). misalnya potensi main bola. berpidato. benci. potensi yang dibawa sejak dalam kandungan belum berkembang. 3. bagaimana gununggunung ditekakkan (vulkanologi). • Manusia di Alam Rahim hanya 9 bulan 10 hari (rata-rata). nafsu. sedih. bentuk final). oleh Allah dijadikan sebagai makhluk yang secara fisikal memiliki bentuk (arsitektur) yang paling sempurna (fi ahsani taqwim). dan afidah (pendengaran. bahkan pada periode ini anak manusia belum mengetahui apa-apa (An-Nahl 78). menyanyi. Di dalam QS. gembira. dan bagaimana bumi dihamparkan (geologi). Sebelum usia 4 bulan. penglihatan dan hati nurani).

Manusia yang sering merenung tentang penciptaan Allah. anak manusia hanya dipersiapkan fisik dan ruhaninya agar kelak siap menjadi khalifah fi al-ardl.mereka bisa menjadi Ulul Albab yakni orang yang bisa menemukan inti (allub) masalah atau hakikat sesuatu. hablum minannas dan hablum minal 'alam. • Pendek kata tugas manusia di alam Dunia adalah ibadah. duduk. 75 . bersikap jujur. • Pada usia 1-14 tahun. dll. khitan. Inilah yang disebut ibadah. apapun yang dikerjakan manusia. Jadi. pembiasaan. kullu ma yardhalullahu minal aqwali wa al-af'ali. • Selain dilatih kecerdasan berfikirnya (IQ). • Selama itu Allah SWT belum meminta manusia untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "naskah perjanjjian" yang "ditandatangani" di alam Ruh. baik ketika berdiri. 51 : 56). kewajiban) untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "Kontrak Kerja ". tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia…"). ad dhahirah wa al-bathinah). juga harus dilatih kecerdasan spiritualnya yakni melalui dzikir. anak manusia dilatih untuk berbuat yang baik tetapi belum diwajibkan. Setelah mencapai baligh barulah manusia diberi taklief (beban. Allah berfirman : "Dan tidak semata-mata Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya". seluruhnya harus dalam kerangka beribadah kepada Allah. shalat. Persiapan fisik dilakukan antara lain dengan memberi anak makanan yang halal dan bergizi (halalan thayyiba). atau sudah mimpi basah bagi pria). atau telah hadil bagi perempuan. maka manusia wajib melaksanakn tugas kekhalifahan. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin (al-ibadah hiya. insya Allah akan sampai kepada kesadaran spiritualnya ditandai antara lain dengan menyatakan :"Rabbana ma khalaqta hadza bathilaa " (Ya Tuhan kami. atau berbaring. Pada usia ini. • Setelah baligh (usia 15 tahun. sedangkan persiapan untuk mendewasakan sikap mental anak dilakukan antara lain dengan acara aqiqah. (QS. tetapi manusia diberi jeda waktu selama 15 tahun sehingga mencapai usia cukup atau baligh. Definisi ibadah ialah segala aktivitas manusia yang diridhai oleh Allah SWT. Lebih rinci lagi melaksanakan job di seputar hablum minallah.

Dan Janganlah lupa bagianmu di dunia". Memisahkan aktivitas dunia dengan Akhirat adalah sikap sekuler. • Masa kerja manusia dibatasi oleh usia. sosial budaya. berdzikir. Itu kalau menggunakan perhitungan tahun Masehi. Dengan demikian kalau manusia hidup di dunia selama 70 tahun. • Perlu menjadi cacatan penting bahwa. Targetnya adalah terkelolanya bumi secara baik untuk bekal manusia dalam kerangka ibadah kepada Allah. Bahkan pada surat Al-Ma'arij ayat 4 ditegaskan " Miqdaruhu khamsina alfa sannah" (satu hari sama dengan 50. Apalagi tahun dalam perhitungan Allah. Dalam hal ini jin tidak diberi SPK (Surat Perintah Kerja) untuk menjadi khalifah fi al-ardl. Hablum minal 'alam yakni bersikap ihsan terhadap seluruh sumber daya alam. Untuk akhirat menggunakan fiil amar (kata perintah) "Carilah !" . nabati maupun energi. tadharru' (merendah hati kepada Allah) dan lain-lain.000 tahun). haji. (QS…. baik sumber daya alam hewani. 76 . shaum. Kalau demikian sebenarnya dunia itu adalah media untuk mencapai akhirat. Lain lagi kalau menggunakan perhitungan tahun Neptunus atau Pluto. Hablum minannas seperti toleransi (tasammuh). seluruhnya harus dengan niat ibadah kepada Allah. tetapi kenikmatan tidak selalu sejajar dengan harta. itu sama saja dengan 1. bersikap tawakkal. zakat. (2). Jadi kegiatan apapun. sosial ekonomi. Kalau menggunakan tahun hijriyah kira-kira 74 tahun. (3). ta'awun (tolong menolong). pendek sekali.• Tugas ibadah yang dibebankan kepada manusia meliputi tiga pilar. Hablum minallah seperti shalat. • Allah menyatakan : "Carilah olehmu karunia Allah berupa kampung Akhirat. yakni (1). Di dalam Alqur'an dijelaskan :" Inna yauman 'inda rabbika kaalfi sanatin mimma ta'uddun" (Sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu sama seperti seribu tahun hitunganmu). termasuk menaati hukum Alam (hukum Kauniyah). Inilah salah satu kelebihan manusia dibandingkan jin.). Usia manusia di dunia rata-rata 70 tahun. kerjasama. Sedangkan untuk dunia menggunakan fiil nahyi (larangan) "Jangan lupa !". manusia di dunia tidak bisa hidup tanpa materi (harta). 9 menit. baik yang menyangkut sosial politik. berdoa. Waktu yang sangat singkat ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk ibadah. Kenikmatan sangat tergantung kepada sikap penerimaan hati (qana'ah.

tubuhnya masuk ke kuburan. Pahala 77 . Dalam hal ini kematian telah mengakhiri aktivitas amal manusia. semua manusia tidak dapat diterima oleh Allah kecuali orang yang datang dengan qalbun salim (selamat. • Bagaimana pun kualitas ruh tersebut. sedangkan di Sijin ruh mendapatkan siksaan ruhaniyah/ bathiniyah. bersih. Ruh manusia berpisah dari tubuhnya. • Alam Qubur (Masa Penantian Panjang) : Kualitas ruh orang mati terbagi tiga. • Manusia yang mati.". semua ruh orang mati memasuki Alam Qubur. maka Allah tidak adil. Nafsu Amarah yakni hidupnya didominasi oleh amal buruk (2). Setiap orang mati pasti masuk ke alam Qubur tetapi tidak semua orang yang mati masuk kuburan. sedangkan ruhnya masuk ke alam qubur. Tubuh yang berasal dari tanah harus kembali kepada tanah. Kalau kenikmatan tergantung kepada harta. Sidkah Jariyah. ruh mendapatkan kenikmatan ruhaniyah. yakni (1). 4. Anehnya tubuh yang akan kembali kepada tanah terus menerus di make up. maka putuslah segala amalnya kecuali tiga. Di Iliyin. • Di alam Qubur. Inilah alam keempat bagi manusia. Sedangkan ruh yang berasal dari Allah kembali kepada Allah. sedangkan ruh yang akan kembali kepada Allah tidak di make up dengan serius. Ruh yang saleh ditempatkan di Iliyin (tempat tinggi) sedangkan ruh yang inkar ditempatkan di Sijin (penjara).syukur nikmat ). (30) Nafsu Muthmainnah yakni manakala hidupnya didominasi oleh amal saleh. Ruh tidak bisa kemana-mana. Padahal Allaha menegaskan :"Pada hari Akhirat nanti. • Pada usia tertentu manusia harus mati. Ruh itu maju terus dari alam ke alam mustahil mundur. malaikat Munkar dan Nakir memeriksa amal manusia dengan sangat cepat sebab Allah itu Maha Cepat Menghitung (innallaha sari'ul hisab). suci sebagaimana dulu di alam arwah). Hadits menyatakan : "Apabila anak Adam meninggal dunia. Tidak mungkin ruh bisa gentayangan. Inna lillahi wa inna ilaihoi rajiun. Nafsu Lawwamah yakni manakala amal baik dan buruk relatif seimbang. yakni (1).

Anak shaleh yang mendoakan orangtuanya. (3). memasak. Ilmu yang dimanfaatkan / diajarkan. • Selanjutnya adalah penimbangan amal (mizan). Penciptaan bumi dan langit yang baru ini sangat mungkin sama dengan periode awal penciptaan alam. Tetapi ada tujuh golongan orang-orang yang mendapatkan tempat teduh.sidkah akan terus menambah amal orang mati. (2). jin dan manusia mati. pasti suhu bumi panas luar biasa. yakni barisan kanan (ashab al-yamin) yang nampak berwajah cerah ceria. tak ada yang luput sedikitpun. • Allah lantas mengganti bumi dan langit yang telah hancur dengan bumi dan langit yang baru (QS. yakni hancurnya alam jagad raya secara dahsyat. matematika. • Berdasarkan hasil mizan di atas. manusia dikelompokkan menjadi dua. Apabila neraca amalnya ternyata saldo zero. (QS ). Manusia di alam Qubur sangat lama menunggu Kiamat. Kalau demikian. Di sini sekecil apapaun amal baik dan perbuatan dosa akan dibuka transparan. mengepel. Jadi alam Qubur adalah alam pemisah (barzah) antara alam dunia dengan alam Akhirat. seperti mengajar Al-Qur'an. Sedangkan doa anak yang inkar sama sekali tidak bisa berpengaruh. Amal yang baik bisa menghapus amal yang buruk. • Pada waktu itu. • • Ruh yang berada di Sijin dapat saja mutasi ke Iliyin apabila mendapat pasokan pahala yang memadai dari ketiga amal di atas. Di alam Mahsyar ini seluruh manusia berusia sama yaknii jejaka (abkara). 78 . Seluruh makhuk musnah luluh lantak. Alam Akhirat (Tempat Pembalasan Amal): • Alam Akhirat diawali oleh peristiwa Kiamat. Semua manusia benar-benar dijemur dalam teriknya matahari dengan jarak yang sangat dekat (karena matahari belum banyak berekspansi). ). Malaikat. 5. Kedudukannya seperti anak kecil atau orang gila yang dinilai tidak memiliki amal shaleh tetapi juga tidak mempunyai dosa. hanya saja balasan syurganya minimal. manusia sudah cukup aman. manusia dibariskan di alam terbuka. dll. itulah hari Mahsyar. Ketika itu hanya Allahlah yang Maha Hidup (alhayyu alqayyum). pokok semua ilmu yang bermanfaat.

sebenarnya manusia di dunia baru alam yang ke tiga. Yang baik adalah manusia bisa mencapai syurga melalui kebahagiaan shaleh di dunia. apabila manusia menaati hukum Alam (hukum Kauniyah) dan hukum Qur'aniyah secara bersamaan. saqar.000 tahun. Itu bisa terealisasi. Oleh karena itu hidup alam Dunia yang hanya 70 tahun harus benar-benar dimanfaatkan. jahim. Jahannam. -----ooo0ooo------ 79 . Naim. Na'udzu billahi min dzalik Berdasarkan uraian di atas. sedangkan orang muslim yang shalatnya tidak memiliki efek positif terhadap prilakunya dimasukkan ke dalam neraka Wail. manusia berusaha susah payah meminta bantuan agar ia bisa masuk kepada ashab al-yamin. Percuma lulus S3. • Untuk menyelamatkan diri. Sedangkan ashab asy-Syimal memasuki neraka. Dalam hal ini orang yang yang mengaku muslim tetapi tidak shalat dimasukkan ke dalam neraka Saqar. Adnin. Maka datanglah nabi Muhammad SAW memberikan bantuan. Di alam Qubur.dan barisan kiri (ashab asy-Syimal) yang nampak bermuram durja. manusia menunggu Kiamat ribuan tahun. tunduk malu. sebagaimana hitungan hari dan tahun menurut Allah. baik neraka wail. sangat mungkun kalau orang memasuki neraka selama satu hari itu bisa sama dengan 1000 tahun hitungan dunia bahkan bisa sampai 50. kaya. Inilah yang disebut syafa't al-kubra (bantuan besar) kepada orang-orang yang layak dibantu. sedangkan di alam Akhirat manusia bahagia atau sengsara selama milyaran tahun. dll tergantung kepada jumlah amal shaleh yang dimilikinya. Walaupun demikian. • Lamanya orang di neraka tergantung seberapa banyak dosa yang dilakukannya. masih ada dua alam lagi yang harus dilalui yakni alam Qubur dan alam Akhirat. dll tergantung kepada jumlah dosa yang dilakukaannya. maka ashab al-yamin memasuki syurga. • Setelah perhitungan final. terhina. dan terkenal kalau di akhirat masuk neraka. baik syurga Firdaus.

kecerdasan emosi (EQ). Baik dalam hubungannya dengan Allah. baik dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah). dengan sesama manusia (hablum minannas) maupun dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam). Essensi akhlak kepada Allah adalah tauhid (taat total tanpa reserve. • Mahasiswa memahami substansi dan essensi akhlak kepada Allah. total submittion) atau sami’na wa atha’na. maupun kecerdasan spiritual (SQ). Perangai yang baik disebut akhlak al-karimah sedangkan perangai yang buruk disebut aklaq al-madzmumah. kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar. Dengan kesadaran itu diharapkan mereka termotivasi untuk meningkatkan kualitas akhlaknya. Dengan demikian pendidikan akhlak pada dasarnya adalah character building dengan target terjadinya perubahan prilaku (behavior change). • Mahasiswa termotivasi untuk berakhlak mulia dalam segala dimensinya. tabiat atau adat. yakni berbuat yang paling baik dalam rangka menjadikan segenap sumber daya alam untuk kesejahteraan lahir batin umat manusia. Sedangkan yang 80 . Sedangkan essensi akhlak kepada alam adalah ihsan. serta target-target yang harus dicapainya. Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia memiliki banyak potensi termasuk kecerdasan. baik kecerdasan berfikir (IQ). Tujuan instruksional Umum Mahasiswa dapat memahami dan menyadari bahwa harkat derajat manusia diukur dari keluhuran akhlaknya bukan karena ilmu. dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat : • Memahami hakikat ilmu akhlak (etika) objek bahasan dan ruang lingkupnya. Essensi akhlak kepada manusia adalah ukhuwah yakni menganggap manusia sebagai saudara. Hakikat Akhlak : Akhlaq yang berasal dari kata khalaqa dengan akar kata khuluqan berarti perangai.MODUL 9 ESSENSI AKHLAK (Ritual dan Perubahan Prilaku (Behavior Change). harta atau jabatannya. Apabila manusia mampu memenej seluruh kecerdasan tersebut berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah maka ia akan menjadi manusia berakhlak baik dalam dimensi yang luas.

Juga meniatkan segala pekerjaan karena Allah adalah salah satu bentuk etika kepada Allah. termasuk di dalamnya etika kepada flora. gunung. dan bersyukur. berdoa. etika kepada ayah dan ibu. hutan. seluruhnya untuk menunjang ukhuwah. etika kepada orang sakit. Tetrmasuk ke dalam hablum minanas antara lain : etika kepada sesama muslim. dll. etika kepafa non muslim . yakni menaati Allah dan Rasul-Nya secara kaffah (total submittion). dengan cara melaksanakan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an tanpa kecuali. mengeluarkan zakat. bertoleransi ( tasammuh). menjunjung tinggi nilai persamaan di antara sesama manusia musawwah. Hubungan dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam). dll. Essensi Aklaq : • Essensi Hablum Minallah ialah bersikap tauhid kepada Allah. 3. 2. (al- Perintah Allah untuk saling tolong menolong. Termasuk ke dalam hablum minanllah adalah ketaatan kepada Al-Qur’an dengan sunnah rasul sebagai penjelasannya. Objek bahasan Akhlak : Objek bahasan Akhlak meliputi tiga dimensi yakni : 1. dengan segala penjelasannya yang terdapat di dalam sunnah rasul. etika kepada lawan jenis. medzalimi. fauna. udara. dan sumber daya alam lainnya.dimaksud dengan ilmu akhlak adalah ajaran tentang bagaimana caranya mewujudkan manusia yang berakhlak baik. Pengamalan Al-Qur’an dengan cara memiliah dan memilih ayat Al-Qur’an adalah sikap tidak sopan kepada Allah. dll adalah pada dasarnya untuk mensukseskan ukhuwah. berhaji. Hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas ). Beberapa contoh berakhlak baik kepada Allah adalah menegakkan shalat. • Essensi Hablum Minannas ialah ukhuwah (persaudaraan). air. menunaikan shaum. Demikian juga larangan saling menghina. 81 . laut. equality). Hubungan dengan Allah (hablum minallah).

• Essensi Hablum minal ‘alam : ialah Ihsan (baik). yakni berusaha sebaik-baiknya mengelola bumi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia secara umum sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan hadits. sebaliknya sungguh terhina seseorang yang berbuat kerusakan di atas bumi sehingga mengakibatkan kesengsaraan. 82 . Sungguh luar biasa pahalanya bagi mereka yang telah mampu melahirkan tekonologi yang sangat bermanfaat bagi umat manusia.

9 : 17). (c). 30 . 3 : 118). Orang Islam yang lebih menyukai kekafiran daripada keimanan (QS. 2 : 142144). (e). Orang Islam tetapi suka menjadikan agama sebagai ejekan (QS 5 : 58). 61 : 4). 2. 1. Prinsip-prinsip penetapan HAM dalam Islam : • Al-Musawwah (Persamaan) di depan hukum atau equality before the law. kemiskinan dan kebodohan (QS. Amr Ma'ruf Nahyi munkar (QS. Wajar kalau terdapat perbedaan pandangan antara keduanya. akan kupotong tangannya" (Hadits). 3 : 28). 4 : 58 dan QS 16 : 90). Seputar HAM : HAM atau Hak Asasi Manusia (Human Right) dalam pandangan Barat bersifat antroposentrik sedangkan HAM dalam pandangan Islam adalah teosentrik. Mewujudkan umat yang kokoh (QS. (d). menjadi saksi yang adil. Menegakkan keadilan dan menentang kezaliman (QS. HAM. 30 dan QS. Seputar Kepemimpinan : • Orang-orang yang haram dipilih sebagai pimpinan adalah (1). (f). Membebaskan umat dari perbudakja. Membawa umat menghadap qilblat agar umat melaksanakan Al-Qur'an secara utuh (QS.MODUL 13 Etika Islam Dalam Kegiatan Politik (Seputar Kepemimpinan. 90 : 13-16). Dan 83 . yakni keadilan di depan hukum Allah menegaskan :"Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menegakkan kebenaran karena Allah. 2 : 13 dan QS. Orang Islam yang diprediski dapat menimbulkan kemadharatan bagi umat (QS. 3 : 104). • Tugas pimpinan adalah : (a). dan diskursus tentang Hubungan antara Agama dan Negara). Menebarkan rahmat / perdamaian di seluruh alam semasta (QS 21 : 107). Nabi bersabda : "Seandainya Fatimah putriku mencuri. (b). • Al-'Adalah (keadilan). Orang kafir (QS.

Toleransi adalah memberi kebebasan pendapat terhadap orang lain dan berlaku sabar menghadapi orang lain. ta'zie. Akan tetapi kalu sudahmasuk menjadi penganut Islam barulah ada paksaan harus shalat. Al-Haq (benar). Dalam pandangan Allah. (QS. 27 : 33) . • • • • Al-Marhamah (penuh kasih sayang). (QS. qishah . Itu terserah pilihannya tetapi setiap pilihanmenghandung resiko. Islam tidak memaksa agar manusia menganut Islam. Kewajiban manusia terklasifikasi menjadi tiga yakni Hablum minallah. Kewajiban kepada alam adalah bersikap ihsan. Kewajiban Manusia : • • • • • • • Taklief dari Allah. At-Ta'awun dan At-Takaful . hablum minannas dan hablum minal alam. Kewajiban diberikan sejak baligh. At-Tawazun (pola Keseimbangan). • Tasammuh (Toleransi). Kewajiban kepada manusia adalah silaturahmi. Di dalam surat al-Kafirun ayat 1 – 6 dijelaskan bahwa kita harus toleran dalam beragama. Sanksi dari pelanggaran terhadap kewajiban adalah hudud. Tolerance is liberty to ward the opinions of athers. Segala taklief adalah kewajiban yang harus dilakasanakan manusia.janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu golongan membuat kamu berbuat tidak adil". patience with others (Webster's New American Dictionary. Kewajiban kepada Allah adalah ibadah. 1050). 5 : 8). membunuh satu 84 . hatis menutup autar haaarus zakat dll. Untuk itu Islam mengharamkan membunuh manusia kecuali karena sebab yang adil. p. Hak-hak Manusia : • Hak Hidup dan mendapatkan perlindungan keamanan fisik (Hifdzul Jasad). Kita meyakini kebenaran agama kita sendiri tetapi tetap menghormati orang lain.

Oleh karena itu Isalam melarang mencuri dan berbisnis dengan cara ghurur (curang). • • • • • Seputar Wanita : Memiliki kesempatan beriman dan beramal yang sama (QS 33 : 35 dan 4 : 19). Oleh karena itu Islam melarang perzinahan dan pernikahan antar muhrim. Berhak memilih dan dipilih dalam perjodohan. Sesungguhnya kebenaran itu telah nyata bedanya dari yang tidak benar (QS 2 : 256). mengumpat. Para penggangunya mendapatkan ancaman hukum yang berat. 85 . (Hifdzu din). Allah pun melarang seorang wali menghalangi pernikahan yang secara syar'I tidak terlarang. • Hak mendapatkan perlindungan akal dan kebebasan menyatakan pendapat (Hifdzul aqli). 4 : 4 dan 32) Memperoleh warisan dan pendidikan. Memiliki kesempatan yang sama untuk mencari dan membelanjakan hartanya QS. dll. Hak mendapatkan ketenangan jiwa (hifdzun nafsi). fitnah. menghina. Hak menganut agama sesuai dengan keyakinannya. 5 : 32).orang sama dengan membunuh sedunia. Oleh karena itu Islam melarang ghibah.lah tiang negara. • • • Hak perlindungan terhadap hak milik / harta (hifdzul maal). Nabi bersabda :" Perbuatan yang paling mulia adalah menyatakan kebenaran pendapat di depan seorang penguasa yang zalim" • Hak mendapatkan tertib keturunan (hifdzun nasal). Allah menegaskan :"Tidak boleh ada paksaan dalam beragama. Wanita ada. memberi kehidupan lepada seseorang sama dengan memberi kehidupan kepada seluruh dunia (QS. Harus dijaga kemanaannya bukan menjaga keamanan pria. Berhak mengajukan perceraian lewat fasakh dan khulu' Kedudukan Wanita : Perlakuan Istimewa terhadap Wanita : • • • • Tubuhnya dihargai sehingga harus ditutup. 1.

konstruk negara harus negara Islam. Mereka mengakui prinsip musyawarah tetapi menolak musyawarah sistem demokrasi. Pendapat mereka dapat diklasifikasikan menjadi tiga aliran pokok. yakni Kelompok Pertama. Alasannya. Diskursus tentang Hubungan antara Islam dan Negara Kajian tentang hubungan Islam dan negara telah banyak diperdebatkan oleh para pemikir. Mengistimewakan pelayanan kepada ibu daripada kepada ayah. Memiliki pnegaruh besar terhadap anak. Ajaran Islam harus menjadi dasar konstitusi.• • • • • • Surat An-Nisa sebagaiu bukti kepedualian Islam thd wanita. dan Ulil Amri di antara kamu" Pada ayat di atas Allah SWT mewajibkan muslimin menaati Ulu al-Amri. ialah kelompok yang berpendapat bahwa hubungan antara Islam dan negara sangat lekat bahkan Islam mengatur persoalan negara secara eksplisit dan detail. Syurga di baqwah telapak kaki ibu.4 : 59. Mereka menolak gagasan negara kebangsaan (nation state) karena dinilai bertentangan dengan prinsip ummah. Hak hidup sehingga tidak boleh melakukan aborsi kecuali dalam situasi darurat. ia pun menggunakan landasan hadis : 86 . Mati karena melahirkan adalah mati syahid. menyatakan bahwa dalam sebuah komunitas.wajib mutlak adanya pemimpin. zaman Pertengahan. maupun pemikirpemikir Modern dan – post Modernisme. Dengan demikian mendirikan sebuah negara Islam adalah wajib. maksudnya adalah imam (khalifah). menyatakan bahwa dasar tentang kewajiban adanya Imámah adalah Al-Qur'an surat 4 : 59 : )‫م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ع‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ل ي ا َت َُف‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫سلو َت‬ ُ ‫ر م‬ َّ ‫علوا ال‬ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫علوا ا َت‬ َّ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ (59 "Hai orang-orang yang beriman. selain QS. baik di zaman Klasik. taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya). Ibn Taimiyah (wafat 728 H/1328M). Al-Mawardi misalnya.

tanggal 25 September 1903 Masehi. 45 Senada dengan itu. Quthub menjelaskan bahwa manusia hanya mempunyai dua pilihan dalam menerapkan hukum. 44 Sayyid Quthub. 1966. 172. Sanadnya berasal dari Ali Ibn Bahr ibn Bara'. Allah sebagai Pemilik tunggal. (Beirut : Dár al-Syurãq.. 164). lebih baik 87 . Maududi dengan jemaat Islamnya memperjuangkan agar syari’at islam menjadi konstitusi Pakistan. dari Abi Sa'id AlKhuÑry. Setelah Pakistan merdeka tanggal 15 Agustus 1947. Ia menyelenggarakan konferensi Akbar untuk merumuskan konsep Negara Islam. dari Nafi' ibn Abi Salamah. hadis nomor 2241. 1980). Jilid 2. hendaklah salah satu dari mereka menjadi pemimpin” Dengan hadis ini lantas Ibn Taimiyah daripada hidup semalam tanpa seorang sultan”43 Tokoh lainnya adalah Al-Maududi. dan ia menyatakan bahwa menjadikan Islam sebagai konstitusi negara adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat ditawar-tawar lagi. sebab tidak ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah. Al-Siyásah asy-Syarâ’ah. 888. India selatan. konsep kekuasaan di dalam Islam didasarkan kepada prinsip bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam. Tafsir Fâ Éilál al-Qur’án. kedaulatan adalah di tangan Tuhan bukan di tangan rakyat. Maududi wafat tanggal 22 September 1978 di Buffalo New York dan dimakamkan di Ichkrah Lahore. Sayyid Quthub dengan tegas menyatakan perlunya ada Imam (khalifah). hal. (Beirut : Dar al-Kitab al-‘Arabiyah). dari Hatim Ibn Ismail. maka kekuasaan apapun di atas dunia ini pada hakikatnya adalah milik Allah.44 Selanjutnya ia menyatakan bahwa. yakni antara iman Ibn Taymiyah. membatalkan UU yang bertentangan dengan syari’at Islam dan pemerintah Pakistan harus menjalankan kekuasaannya sesuai dengan batasbatas yang telah ditetapkan oleh syari‘at Islam. 45 Al-Maudãdi. hal. Hadis di atas terdapat dalam kitab Sunan Abi Daud. bahwa :”Enam puluh tahun hidup bersama imam yang tidak adil. dari Muhammad Ibn Azlan. 43 berfatwa.(‫اذا خرج ةثالةثة ف ي سفر فليؤمروا احدهم )رواه ابلوا داود‬ “Jika tiga orang berangkat bepergian. Syari’at Islam sebagai hukum dasar Pakistan. Lahir di Asurangbad. Kalau manusia berkuasa itu artinya ia hanyalah pihak yang dikuasakan oleh Allah untuk menjalankan kedaulatan Allah. (Munawir Syadzali. p. Dalam pandangan Maududi. Dengan demikian. Tahun 1941 ia bersama temanya mendirikan organisasi gerakan Jama’at Islami dan dia sendiri sebagai pemimpinnya. Ia mendesak Pakistan agar UUD Pakisan menyebutkan bahwa Kedaulatan Pakistan di tangan Tuhan. dan karena itu maka Allah-lah Penguasa tunggal yang mengurusi alam ini. Di dalam tafsir Fi Dzilál al-Qur’án. Ia menyatakan wajib adanya khalifah dan wajib menjadikan Islam sebagai konstitusi negara.

5 : 59. karena tidak ada kesepakatan Mumtaz Ahmad (Ed. 30. Kalau mengaku beriman kepada Allah. 49 Rambi Ka‘bi Ahmad. setiap muslim wajib menaati Ulu al-Amr dengan syarat kalau mereka menaati Allah. kewajiban terbesar dari Islam adalah keharusan adanya jamaah Islam. (Bandung : Mizan. wajar kalau Umar Ibn Khattab menegaskan : Lá Isláma illá bil jamá‘ah walá jamá‘ah illá bi al-imámah. hanya Allah-lah yang mengetahui mana yang sebenarnya maslahat bagi manusia dan mana yang tidak. mengikuti hukum Allah atau mengikuti hawa nafsu. 48 Rambi Ka‘bi Ahmad {iddiq ‘Abdurrahman. 1996) . Menurut Hakim Javid Iqbal. Jadi kewajiban manusia adalah menaati aturan tersebut bukan membuat aturan baru. 58. 46 88 . Cara hidup demikian hanya bisa dilaksanakan dalam suatu masyarakat yang bebas secara politik dan ekonomi. 30. Disebut kafir karena mengingkari hukum Allah. 47 Melihat betapa pentingnya kedudukan dan fungsi imam. wajibnya mendirikan negara didasarkan kepada beberapa prinsip antara lain – sebagaimana ditegaskan di dalam QS. 49 Namun saat ini justeru umat Islam tidak mempunyai imam.46 Pendapat serupa disampaikan pula oleh Wahbah Zuhaily sebagaimana dijelaskan dalam bukunya. Islam atau Jahiliyyah. adanya seorang Imam untuk segenap kaum muslimin adalah wajib. Karena Allah sebagai penguasa maka hanya Allahlah yang harus ditaati. Rambi Ka'bi Ahmad menegaskan bahwa. tafsir al-Munâr. zalim dan fasiq.atau kufur. mau tidak mau harus berhukum kepada hukum Allah. hal. hal. hal. Menurut Sayyid Quthu. Bai’at . Karena itu masyarakat muslim wajib hukumnya berjuang mendirikan negara Islam di manapun jika memungkinkan. Selain menaati Allah dan Rasul-Nya. Masalah-masalah Teori Politik Islam. dikatakan Seseorang menaati Allah apabila ia menaati segenap aturan yang telah dibuatNya sebagai-mana tertuang di dalam Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan oleh hadis nabi. Di dalam tafsir tersebut dijelaskan bahwa orang yang tidak berhukum kepada hukum Allah adalah kafir.48 Dalam pandangan Ka'bi Ahmad.). Bai’at. bahwa seluruh kekuasaan di alam semesta pada hakikatnya berada pada kekuasaan Allah karena Dia-lah yang telah menciptakannya. Tafsâr al-Munâr fâ al-Aqâdah wa al-Syarâ‘ah wa al-Manháj. dan disebut fasiq karena keluar dari iman dan dari ketaatan kepada Allah. disebut zalim karena menyalahi hukum Allah. halaman 204. 47 Wahbah Zuhaily. Apabila Ulu al-Amr itu tidak menaati Allah lagi maka tidak ada kewajiban bagi umat untuk menaatinya. Juz VI.

hal. Dár al-Falah. dari ‘Abdullah. hal.siapa sebenarnya yang layak menjadi imam. (terjemahan Fadhli Bahri). Oleh karena itulah Abdul Karim Zaidan berpendapat bahwa orang Islam wajib menegakkan daulah Islámiyyah untuk melaksanakan hukum-hukum syari’ah. 24 Al-Mawardi. 8 55 Abdul Kariem Zaidan.1v hal. Al-Ahkám Al-SulÅaniyyah. Sanadnya berasal dari ‘Ubaidillah. Dalam hal ini Asy-Syahrastani menyatakan bahwa perselisihan umat Islam terbesar adalah karena persoalan Imámah.54 Dengan demikian. kepada pimpinan : 51 Juga hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang kewajiban berbai‘at ‫من م ات وليس ف ي عنقه بيعة م ات ميتة ج اهلية‬ "Barang siapa yang mati di lehernya tidak ada bai‘at. 5. Ini dikenal dengan mafhãm muwáfaqah la\nal khiÅáb.55 50 Al-Syahrastani. hal. "Hai orang-orang yang beriman. Al-Milál wa an-Nihál . 1993. 54 Al-Mawardi . |adi` Marfã‘ {ahâh. Ijtihad (Qiyas) bahwa kalau di dalam kelompok kecil saja wajib mengangkat pimpinan apalagi di dalam sebuah kelompok besar atau negara. Fiqih Siyasah dalam Pemikiran Islam Klasik “ dalam Ulumul Qur’an no2 vol. 441.. 51 Ibrahim Husain. dari Nafi‘. dari ‘Ashim. taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya).9 53 89 . Maret. Hadis. dari Zayd ibn Muhammad. apabila hukum Islam hanya bisa tegak dengan adanya negara Islam maka mendirikan negara Islam adalah sebuah kewajiban. hal. I . dari Mua] ibn Muhammad. ada hadis riwayat Abu Daud dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah tentang kewajiban mengangkat pimpinan walaupun dalam kelompok kecil. \adi` no. maka dia mati dengan kematian Jahiliyyah". Qaidah Fiqhiyyah yang menyatakan “málá yatimmu wájib illá bih fahuwa wájib (apabila tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengan adanya sesuatu.61).52 (3). dan Ulil Amri di antara kamu" (2).50 Banyak lagi ulama-ulama lain yang mengharuskan adanya khalifah (imam) yang memimpin negara. Al-Qur'an surat 4 : 59 tentang kewajiban adanya Ulu al-amr.53 (4). 52 {ahâh Muslim. Tetapi secara umum hujjah yang mereka gunakan tentang kewajiban mendirikan negara Islam adalah : (1). Al-Ahkám As-SulÅániyyah fi Wiláyah ad-Dâniyah . maka sesuatu itu menjadi wajib adanya).

Nabi Muhammad SAW ketika berada di Medinah dengan Piagam Madinahnya waktu itu telah melakukan segala aktivitas kenegaraan sebagaimana dilakukan oleh para pemimpin negara lainnya seperti menjatuhkan saksi pidana. 1966). kelompok yang ingin mengembalikan segala sesuatu termasuk pola bernegara sebagaimana adanya di zaman nabi. bahkan ia menegaskan tidak ada hubungan antara agama dan negara. tetapi sudah menjadi ma‘lãm min ad-dân diketahui wajibnya). menjadi komando perang dan mengangkat para penguasa daerah taklukan.Syarâ’ah . secara logika. Bukti Sejarah : Menurut kelompok ini. Lebih terus diikuti oleh khulafá al- Rásyidin dan khalifah-khalifah setelah itu. Menurut Ibn Taimiyah. As-Siyásah wa Asy. mereka menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara Islam dengan negara dengan demikian mendirikan negara bukan sebuah kewajiban. Kelompok yang menyuarakan kewajiban mendirikan negara Islam sebagaimana di zaman nabi. sering disebut kelompok fundamentalis Islam. wajib melaksanakan \udãd. Syafi‘i Anwar. Dalil Logika. ( Beirut : Dar alKitab al-‘Arabiyyah. segala apa yang dilakukan oleh nabi itu kepala negara. Jadi Muhammad ketika itu selain sebagai nabi juga sebagai jauh. wajib membela pihak yang teraniaya. 138. Terhadap istilah ini banyak orang yang merasa keberatan lantas memunculkan istilah lain yakni Revivalis. kewajiban muslim adalah amr ma’rãf nahyu munkar. Menurutnya Allah tidak memberikan jabatan rasul sekaligus sebagai raja kepada Ibn Taimiyah 1966 .(5). ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq 57 bi ad-Üarãrah (sesuatu yang telah jelas misalnya. menyatakan perang. 57 M. Kelompok Kedua. Realitas Politik dan Dimensi Kebangsaan” Harian Republika 29 Januari 1993. melaksanakan jihad. dll. " Idealisme Islam. 56 90 . wajib hukumnya memilih imam (khalifah) yang berperan memimpin umat. Untuk menegakkan Islam ini perlu kekuatan politik. Jadi menurut pendapat pertama adalah. serta wajib hukumnya menggunakan dasar negara dengan Al-Qur'an. oleh karena itulah mendirikan sebuah negara Islam adalah sebuah kewajiban. menegakkan keadilan. PM. Haikal. Sistem politik Islam bukan saja ada di dalam doktrin Islam. Sunnah itu harus diikuti oleh segenap muslimin. tanpa ada kekuatan politik maka akan sulit menegakkan Islam. tidak setuju dengan konsep negara Islam.56 (6). hal.

4 : 83. Kekuasaan Muham-mad SAW atas kaum muslimin adalah kekuasaan kerasulan dan sama sekali bukan ambisi politik. padahal ayat tersebut tidak bisa disimpulkan wajibnya mendirikan sebuah khilafah walaupun di sana terdapat kata Ulã al-Amr. Karena pengertian Ulã al-Amr adalah seseorang yang mengurus keperluan umat bukan berarti khalifah. Alasannya adalah karena ketaatan masyarakat terhadap nabi adalah karena hubungan ruhaniyah yang bersumber pada iman. tak ada kaitannya dengan persoalan imámah. Menurut dia.nabi Muhammad SAW. Ar-Ráziq mengakui bahwa kepemimpinan Muhammad sebagai nabi sangat penting pengaruhnya dalam memimpin masyarakat. kata ar-Raziq bahwa jihad di zaman nabi bukan semata-mata untuk pengembangan agama tetapi untuk pengembangan wilayah kekuasaan. Jadi tidak dapat disamakan antara kekuasaan kerasulan dengan kekuasaan seorang raja. dengan demikian maka pemerintahan rasulullah adalah sebagai manifestasi dari amaliyah duniawi bukan tugas risalahnya. melainkan hanyalah rasul semata. Rasulullah SAW dahulu telah membentuk kekuasaan politik dan sekaligus bertindak sebagai raja. Ayat senada terdapat juga di dalam QS. mayoritas muslim meyakini bahwa nabi SAW adalah seorang rasul sekaligus raja. Selanjutnya ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq menegaskan bahwa. lantas dinyatakan bahwa Islam adalah sebuah kesatuan politik dan sekaligus sebuah negara yang didirikan oleh nabi SAW. justeru kebanyakannya rasul itu bukan raja. sedangkan ketundukan kepada raja adalah karena hubungan jasmaniyah antara penguasa yang dikuasai. taatilah rasul dan taatilah Ulã al-Amr di antara kamu”. Padahal. yakni temporal dan nontemporal. Dasar pijakan yang ada hanyalah ijmak ulama yang sebenarnya tak lebih dari sekadar kesimpulan logika para ulama terdahulu. Dalil Al-Qur’an yang sering dijadikan pijakan para ulama adalah: QS. Buktinya hanya beberapa rasul saja yang menjadi raja seperti nabi Dawud. 4 : 59: “Hai orang-orang yang beriman. taatilah Allah. Di sini ArRáziq memilah perbuatan nabi menjadi dua. tidak ada seorang ulama pun yang bisa mengajukan satu ayat Al-Qur’an saja yang secara pasti menunjukkan kewajiban mengangkat khalifah serta menjelaskan fungsi khalifah. Lebih jauh Ráziq menyatakan bahwa para ulama bukan saja tidak berpijak kepada ayat Al-Qur’an tetapi mereka tidak memiliki sandaran dari hadis 91 . tetapi kepemimpinan rasulullah waktu itu tidak identik dengan raja dan rakyatnya.

Bahtiar Effendy. The Islamic World Review. (Jakarta : Lembaga studi Agama dan Filsafat. Refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam. . hal. hal. Kelompok ini mengakui bahwa di dalam Islam memang terdapat ajaran tentang politik dan negara tetapi hanya menyangkut prinsip-prinsipnya saja. yang menjadi dasar pijakan tentang wajibnya khilafah bukanlah dalil tetapi sesuatu yang mirip dalil (syibhu ad-dalâl). 17. 60 Tim penulis. Dengan demikian. 59 92 . 1998). menyatakan bahwa ajaran-ajaran Islam yang orisinil dalam soal kenegaraan hanya sedikit itupun hanya menyangkut prinsip-prinsip. January. 58 Dengan demikian pada hakikatnya dinamika masyarakat Islam tidak diikat. Islam dan Negara. Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. No. Selanjutnya kata ar-Raziq.60 58 yang dipandang perlu akan meme-nuhi hajat kebutuhan kaum muslimin tentang sebuah negara pada Harun Nasution. dasar negara dan ketatanegaran lainnya. 225. 1983 hal. hal. Imamah artinya pemegang jabatan khilafah. 10. tidak menjelaskan secara ekplisit tentang bentuk negara. Kelompok ketiga : Di luar kelompok yang pro dan kontra di atas muncullah kelompok ketiga yang pendapatnya dapat dianggap sebagai sebuah sintesa. akan tetapi dari hadis-hadis itu tidak dapat disimpulkan bahwa kekhalifahan merupakan aqâdah syar‘iyyah. Tuntutan al-Qur’an tentang kehidupan bernegara tidak menunjuk kepada model tertentu tentang sebuah negara. 5. Arabia . dasar-dasar atau pokok-pokoknya saja bukan rinci. Tujuh Puluh Tahun Harun Nasution. betul bahwa terdapat hadis-hadis tentang imámah. “Parameters of the Islamic State ”. Sejalan dengan itu. yang terpenting prinsip-prinsip yang terdapat dalam al-Qur’an itu harus ditransformasikan ke dalam bentuk rumusan – rumusan kenegaraan zamannya. Makalah Al-Qur’an dan Kehidupan Masyarakat. Itu semua disesuaikan secara fleksibel dengan keadaan negara masing-masing. Dasar dan prinisp inilah yang menjadi pegangan bagi umat Islam dalam menghadapi perkembangan zaman. (Jakarta : Paramadina. Harun Nasution misalnya dengan mengutif pendapat ‘Abdul Wahháb al-Khalláf dalam ‘Ilmu al–Ushul al-Fiqh. Dia mengutip dari Fathi Otsman. sedangkan jama’ah artinya pemerintahan kekhalifahan Islam. 1.rasul tentang persoalan imámah. Fat\i Osman menyatakan sangat jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa Islam telah memberikan sistem sosial politik yang menyeluruh dan terperinci59. bay'ah artinya bai‘at kepada khalifah. 1989). bai'ah dan jamá‘ah.

yang di dalamnya terdapat persatuan. Islam sehingga pada akhirnya Islam hanya berhubungan dengan masalah rohani manusia semata. Islam Substantif. Piagam Madinah adalah petunjuk pengaturan kehidupan masyarakat yang berasaskan Islam dan disusun berdasar-kan syari‘at Islam untuk mengatur masyarakat yang majemuk 63.61 Para pembaharu teologis yang berusaha melakukan pembaharuan konsep teologi keagamaan berupaya menyuarakan gagasan mengenai sebuah Islam yang substantif. yang penting adalah prinsip-prinsip terpokok Islam yang harus dijelmakan dalam sebuah negara. Kelompok ini beranggapan bahwa Islam mengatur soal politik dan negara namun tidak mendetail. Islam dan kehidupan Kenegaraan ” Dalam 70 Tahun Harun Nasution. 62 Pemikiran kelompok Rasional tentang Hubungan Islam dan Negara dapat dibaca pada Azyumardi Azra. Menurut Ibrahim Husein. persamaan. Menurut dia soal kenegaraan itu terus menerus berkembang sehingga yang perlu dipegang adalah prinsip-prinsip nilai yang universal dan absolute bukan halhal yang sifatnya kaku. inklusif.Menurut Harun Nasution. Amin Rais lebih setuju kalau prinsip-prinsipnya saja yang diterapkan sekarang seperti prinsip keadilan. persaudaran. Menurut Amin Rais. bahkan bisa mereduksi Jadi dalam pandangan Amin Rais. Islam dan pembaharuan: xxiii. 64 nabi itu adalah pengatur dalam segala persoalan. 62 Dalam pandangan kelompok Modernis. 66 Syari’ah adalah hukum yang dihasilkan dari ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak mengandung alternatif penafsiran tetapi hanya mengandung satu penfasiran yang pasti (qaÅ‘i). : 228-9. 63 Azyumardi Azra. 92-93.). “Kata Pengantar” dalam John Elposito.65 Pendapat Amin Rais sejalan dengan pemikiran Ibrahim Husein. 64 M. Namun Amin Rais tidak setuju kalau konsep negara di zaman nabi itu diterapkan sekarang. 65 Wawancara Amin Rais dengan salah satu Televisi Swasta. integratif dan toleran. musyawarah dan keadilan. Amin Rais. ar-Ráziq tidak perlu memilah antara aktivitas kehidupan temporal dan nontemporal karena dengan cara seperti ini bisa membawa kepada kesimpulan bahwa Islam tidak perlu dibawa untuk memecahkan masalah sosial politik. hal. masalah apapun yang dihadapi. dalam membahas konsep negara menurut Islam perlu dipisahkan antara konsep dasar syariah66 yang bersifat universal dengan hal-hal Harun Nasution. Islam Substantif. pertama-tama adalah tujuan yang hendak dicapai oleh negara itu yaitu masyarakat beragama dan berKetuhanan Yang Maha Esa. sedangkan apabila suatu hukum yang dihasilkan dari ayat yang dapat menimbulkan berbagai macam alternatif penafsiran 61 93 . hal.

perundangan. Syari‘ah kebenarannya bersifat absolut.69 Bagi kelompok ini. Teori dan Implementasinya dalam Praktek. tujuannya demi kemaslahatan umat. Fiqih Siyasah . “Fiqih Siyasah Dalam Tradisi Pemikiran Islam Klasik”. Akan tetapi apabila terjadi perbedaan pendapat yang menyangkut kemaslahan umum maka pemerintahlah yang harus menentukan dan ketentuan pemerintah ini harus mengatasi semua perbadaan yang muncul.68 Siyásah yang Islami ialah suatu peraturan.67 Seiring dengan itu Abdurrahman Taj menjelaskan bahwa siyásah syari‘ah adalah hukum kebijaksanaan atau peraturan yang berfungsi mengorganisir perangkat kepentingan negara dan mengatur urusan umat yang sejalan dengan jiwa syari‘ah. halaman 8. yang diselenggarakan oleh Jurnal Ulum al-Qur’an bekerja sama dengan ICMI. toleransi. Sedangkan fiqih kebenarannya bersifat relatif. sekalipun hal itu tidak ditunjukkan oleh na[-na[ taf[ili yang juz’i di dalam Al-Qur’an dan Sunnah. 68 Ibrahim Husein. nisbi karena merupakan hasil Ijtihad yang bisa dibantah oleh hasil Ijtihad lain. pemilihan kepala negara. yang harus diabadikan dalam sebuah negara adalah nilai-nilai universal dan absolut seperti nilai keadilan. dll. Tetapi bagi masyarakat luas mereka bebas memilih hasil Ijtihad para ulama mana yang dinggap paling tepat. Piagam Medinah memberikan pengalaman historis yang berharga tentang bagaimana nabi Muhammad membangun negara yang masyarakatnya (Üany) disebut fiqih (pemahaman). Sedangkan Piagam Madinah sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi hanyalah eksperimen yang menunjukkan pengalaman kenegaraan dalam Islam.yang bersifat teknis dan kondisional yang merupakan refleksi dari tuntutan situasi dan kondisi yang temporal seperti bentuk negara. tidak menerima perubahan dan berlaku sepanjang zaman. musyawarah. atau kebijaksanaan yang secara faktual lebih dapat mendekatkan umat manusia kepada kemaslahatan dan lebih dapat menjauhkan diri dari kerusakan sekalipun hal itu tidak ditetapkan oleh Rasul dan tidak pula ada wahyu turun tentang hal itu. Indonesia yang melaksanakan prinsip-prinsip hukum Islam sudah cukup. atau tentang lembaga-lembaga negara. Seorang ulama wajib melaksanakan hasil Ijtihadnya karena hasil Ijtihadnya itu telah dianggap oleh dia sebagai hukum Allah. sesuai dengan dasar-dasar yang universal (kully) serta (dapat) merealisasikan tujuan-tujuannya yang bersifat kemasyarakatan. 9 94 . Disampaikan dalam Seminar Nasional Sistem Ketatanegaraan dan Politik Islam Dalam Perspektif Islam. 67 69 Ibrahim Husein. Dalam hal ini. hal.

hal. Risálah dan Khiláfah. 1967). 40. (Lahore : Islamic Publication Ltd. Dalam arti inilah Allah sebagai Iláh (yang disembah. 72 Abu al-A’la al-Maududi. mungkin saja praktik model itu tidak 95 . Saya kira bukan tanpa hikmah nabi SAW memberikan contoh melalui eksperimen Medinah. Dialah satu-satunya Penguasa dan Pemilik. 1977). 122-124. hal. Hanya Allah-lah yang berhak mengklaim sebagai hakim serta tidak ada undang-undang selain undang-undang-Nya. Prinsip kedua adalah Risálah. Islamic Way of Life. Bagaimana nabi meletakkan prinsip equality (persamaan) dan toleransi (tasammuh)70. 73 Abu al-A’la al-Maududi. Kedua pegangan itu dalam terminologi Islam disebut Azyumardi Azra. mengatur. pedoman dasar bagi kehidupan manusia adalah AlQur’an dan Sunnah Rasul. hal.majemuk dalam beragama.73 Segala aturan dan perundang-undangan yang bertentangan dengan aturan Allah adalah bathil. The Islamic Lawc and Constitution . Dengan konsep tauhid ditegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Rabb atau pencipta dan penguasa alam ini.(Lahore : Islamic Pulication Ltd. Apabila nabi sudah membuat relevan lagi dengan masa sekarang. Selanjutnya Azyumardi Azra menyatakan : Konsep dan bentuk negara yang baku tidak ada dalam Islam. Oleh karena itu. 71 Dalam hal ini ada baiknya kita mengetahui penjelasan Maududi seputar hubungan tauhid dalam kaitannya dengan kegiatan politik. Islam Substantif.72 Allah sebagai Rabb berarti Tuhan yang memelihara. Azyumardi Azra. Kedaulatan tertinggi adalah milik Allah sedangkan manusia sama sekali tidak memiliki kedaulatan. Al-Qur’an hanya menjelaskan prinsip-prinsip pokok sebagai landasan yang harus dipatuhi manusia. al-ma‘bãd). 40-41. Menurut Maududi sistem politik Islam didasarkan kepada tiga prinsip pokok yaitu Tawhâd. 70 71 model yang baku padahal nabi sendiri hidup 15 abad yang silam. 148. tidak boleh diserahkan kepada makhluk. Karena hanya Allah sebagai Rabb manusia maka manusia ketaatan dan kepasrahan manusia hanya diserahkan kepada Allah. maka Dialah yang berdaulat terhadap alam ini. yaitu sunnah nabi. selanjutnya apa-apa yang global itu diperjelas oleh Rasulullah sepanjang hayatnya. mengasihi dan menyempurnakan. Islam Substantif. hal.

yaitu manusia sebagai wakil Tuhan (khilâfah) di atas bumi.. Bagi Azyumardi Azra. pada intinya tak ada yang salah pada Pancasila dari kacamata ajaran Islam. Menurut Maududi.syari‘at. 133. maka negara yang dicita-citakan oleh Maududi adalah kerajaan Tuhan. Ini artinya bahwa pemilik kekuasaan itu pada hakikatnya adalah Allah. Abu al-A’la al-Maududi. kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan. QS. The Islamic Lawc and Constitution. Semua sila di Pancasila bersesuaian dengan Islam. Syafi'i Ma'arif dan Azyumardi Azra. berusaha meyakinkan umat Islam bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 adalah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip pokok Islam. Amin Rais. Islamic Way of Life. mereka (pada hakikatnya) tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. apakah bersifat pro atau anti Islam. manusia mempunyai kekuasaan yang didelegasikan oleh Allah kepadanya dengan batas-batas tertentu. Pancasila. Di samping itu Islam sangat menekankan tegaknya 74 75 kalimah sawa (kata yang sama) yang mengatur proses sosial politik dari sebuah Abu al-a’la Al-Maududi. Selanjutnya Maududi menjelaskan bahwa syari'at baru dapat ditegakkan apabila didukung oleh kekuasaan (sulthan) . Pancasila dengan Piagam Madinah sama-sama mengajak kepada komunitas keagamaan yang bersifat heterogen. Islam juga mendesak pemeluknya untuk saling mengasihi dan bermusyawarah dalam urusan sosial politik. Secara eksplisit ia menyatakan : Sehubungan dengan filosofi nasional. hal. dan mereka menerima dengan sepenuhnya. seperti yang biasa gamblang terlihat pada kalimat syahadat. 42. NKRI dengan dasar filosofi Pancasila sudah cukup. Dengan teori kekuasaan mutlak milik Allah. Nurcholish Madjid. hal. 4 : 65) Para pemikir pembaharuan teologis seperti Harun Nasution. 96 .74 Kosep ketiga adalah Khiláfah. kingdom of God. Menurut mereka. Mulkiyah Allah atau theocracy.75 Allah sebagaimana firman-Nya : ‫ف ي‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ َّ ‫ةث‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫ش َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ك م‬ ِّ ‫ح‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ب َت‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت‬ (65 ‫)النس اء‬. Islam mengajarkan manusia untuk hanya percaya kepada satu Tuhan. Manusia (umat) wajib menaati khalifah itu selama dia menaati kehendak Allah. ‫ ا‬ ً‫ليما‬ ِ ‫سع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ملوا َت‬ ُ ‫ل م‬ ِّ‫س‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ض ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫م ا َت‬ َّ ‫م‬ ِ ‫ج ا ع‬ ً‫ر ا‬ َ ‫ح َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫َت‬ Maka demi Tuhanmu.

1998). 77 2 Azyumardi Azra. hal. Islam Ideologi. hal. Sedangkan yang kedua ( religious state) yang kendatipun secara legal – formal tidak mendasarkan konstruk negara Walaupun kelompok pembaharu telah menyampaikan argumentasinya secara panjang lebar dan memakan waktu puluhan tahun. Negara NKRI sudah final dan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai Islam Undang .keadilan sosial . serta menolak model negara demokrasi. yang pertama menekankan formalisme dan legalisme ideologis yang menghendaki konstitusi negara yang secara tegas didasarkan kepada Islam (Islam sebagai ideologi negara) dan menghendaki agar masalah kenegaraan berada di tangan pemimpin agama. 249 79 Yusanto. PERBEDAAN ANTARA NEGARA DEMOKRATIS DENGAN NEGARA ISLAM 79 Negara Demokratis Negara Islam 1 76 77 misalnya pengesahan UU Peradilan Agama (1989).undang Zakat (1999). 97 . cetakan I. dan pengesahan kepada ideologi Islam tetapi memperhatikan nilai-nilai Islam. 78 Lihat Pembaharuan pemikiran Islam (Nurcholish Madjid) dan Kritik Endang Saifuddin Anshari dalam Kritik atas Faham Gerakan pembaharuan Islam Nurcholis dan Rasyidi. Para pembaharu menawarkan konsep yang mengesampingkan segi formal dan legal Islam. Berdasarkan alasan-alasan ini tidak mengejutkan bahwa para pemimpin muslim terlibat dalam poses penyusunan Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 dan 16 Agustus 1945 menerima Pancasila sebagai filosofi nasional Republik Indone-sia. tetapi kelompok funda-mentalis tetap pada pendiriannya.78 Mereka membuat perbedaan antara negara demokratis dengan negara Islam sebagaimana dapat dilihat pada table di bawah ini. Bahtiar Effendy. 93 dst. Islam Substantif. Bedanya. Refleksi Cendikiawan Muda . hal. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik ?. Ismail. tetapi mengembangkan Islam substantif – meminjam istilah Munawir Syadzali – bukanlah theocratic state tetapi religious state. P.76 Menurut para pemikir kelompok Pembaharu. Kompilasi Hukum Islam (1991). 2000). 72-73. Repolitisasi Islam. 82 dan 78. (Bandung : Mizan. bahkan menuduh para pembaharu teologis itu sebagai mempropagandakan sekularisasi serta menghancurkan watak holistik Islam. ( Bangil Jawa Timur : Penerbit al-Izzam.

1996). 5. Kedaulatan di tangan Allah. Pindahpindah agamapun hak warga negara tidak ada sanksi. Amin Rais dan lain-lain.80 Azyumardi Azra. Kekuasaan di tangan ummat. Azyumardi Azra. Kedaulatan di tangan rakyat artinya Keterlibatan rakyat dalam memproduksi hukum (Lyman Tower dalam buku Contemporary political ideology). Pemilu untuk memilih pemimpin mereka . 2. pendapat yang ketiga yang antara lain sekarang dikumandangkan oleh Harun Nasution. konsep Maududi). hal. 5. Dari Fundamentalisme . Jika ditelusuri lebih ke belakang lagi. Ada pembagian kekuasaan (power sharing) 1. Secara factual. 2 80 98 . Modernisme Hingga Post Modernisme. paling tidak sampai hari ini. munculnya perdebatan soal sehingga hampir seluruh hubungan Islam dengan negara adalah sebagai reaksi atas tekanan berat akibat dunia Islam sejak abad 18 diekspansi oleh Barat negara-negara Islam dikuasai oleh Eropa. hanya Allah yang berhak memproduksi hukum (al. Pergolakan Politik Islam. Munawir Syadzali. 2. adalah pendapat yang paling banyak berpengaruh pada masyarakat muslim secara umum di Indonesia. Bahkan perdebatan di MPR antara kelompok yang ingin agar konstitusi NKRI berdasarkan Islam dengan kelompok muslim yang ingin tetap negara Indonesia berdasarkan Pancasila seperti sekarang. 4. lihat saja dalam Pemilu 1998 yang lalu. (Jakarta : Penerbit Paramadina.1. partai-partai yang secara jelas-jelas ingin menerapkan syari‘at Islam ternyata kalah. Pengambilan keputusan diambil dengan musyawarah mufakat atau dengan suara mayoritas. 3. 3. 4. Kebebasaan beragama. Ada kebebasan beragama tetapi bagi mereka yang murtad terkena dengan hukum bunuh. Mereka yang memegang kekuasaan harus dipilih oleh ummat ditunjukkan dengan bai‘at. Dalam pengambilan keputusan Syar’i oleh para mujtahid sedangkan pengambilan keputusan teknis diambil oleh para ahli. Pemilu dimulai dengan pemilihan oleh ahlu al-\allâ wa al-‘aqdi.

24. ini lebih dikenal dengan Westernisasi.adalah Hasan al-Bana. baik bab ibadah ritual sampai kepada persoalan mu’amalah. dari mulai persoalan keluarga. Sebahagian konseptor muslimin lantas meniru mentah-mentah konsep negara ala Barat seperti Kemal At-Taturk di Turki. 24. Dalam hal ini. . Wimston. 81 Maksudnya Tuhan menurunkan agama adalah agar manusia mampu memahami dunia. 1996). Menghangatnya kembali pembahasan tentang konsep negara Islam akhir-akhir ini disebabkan oleh beberapa faktor. Beyond Belief. agama Islam adalah sebagai 81 Azyumardi Azra sebagai nidzam asy-syumul (sistem yang lengkap). Islam meliputi segenap aspek hidup dan kehidupan. Menurutnya. hal. Kelompok ini disebut Fundamentalis Islam. |asan al-Bana. atau kelompok militan atau dalam istilah revivalisor. hal. . baik dalam kehidupan pribadi (agama private) maupun dalam kehidupan bermasyarakat (agama public). hal. sebenarnya merupakan agama yang paling mudah untuk menerima premis semacam ini. mengapa Islam yang jaya dapat dihinakan oleh Barat. kelompok ini adalah kelompok Islam Pembaharuan yang antara lain menghasilkan konsep nation-state atau konsep Nasionalisme seperti Mesir dan Indonesia. Pertama : Karena kesadaran umat Islam sendiri tentang hakikat agama. demikian pandangan Robert Nabilah.Ekspansi Eropa ke negara-negara Islam mengakibatkan reaksi dan sejumlah pertanyaan. Dengan penafsiran-penafsiran baru. Dengan demikian terdapat hubungan yang inextricable antara agama dan persoalan-persaoalan kemanusiaan. Bellah. (Barkeley : University of California. Menurut beberapa pemikir. yakni berasakan Islam dengan sistem khiláfah. Lihat juga : Fazlur Rahman. 16. Sedangkan sebahagian lagi justeru menghendaki agar kembali kepada konsep Islam klasik apa adanya. masyarakat sampai Negara. Sebagian lagi menggunakan konsep Islam yang dipadukan dengan Barat.83 Islam Robert N. Islam dibandingkan dengan agama–agama lain. Menurut |asan al-Bana. dan menjadi nilai panduan moral yang benar bagi tindakan manusia.82 Tokoh yang lebih dahulu berpendapat demikian secara tegas – walaupun dalam terminologi lain -. Islam. (New York : Holt Rainhart. agama adalah instrument Ilahiyah atau instrument transendental untuk memahami dunia. Alasan utamanya karena sifatnya yang omnipresent atau senantiasa mampu “hadir” di mana-mana. 1991). Repolitisasi Islam. Fazlul Rahman menjelaskan bahwa yang 83 99 . Majmã‘ ar-Rasail. Essay on Religion in a Post – Tradisionalist World. 82 Bahtiar Effendy.

Fazlul Rahman. Islam Ideologi. 75-76. Holt.16 :89). hal. Kesalahfahaman ini disebabkan oleh pandangan keliru terhadap Al-Qur’an yang berbunyi demikian :”Dan kami turunkan kepadamu kitab Suci untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. Lahore. hal. (lihat. hal. yakni sebuah “Negara ideologis’ yang didasarkan kepada ajaran-ajaran Islam yang lengkap. New York. 24. 1966.85 Dengan konsep tiga “D “di atas tidaklah heran apabila kini bermunculan kembali suara-suara (wacana) dan bahkan harakah yang menghendaki agar segenap kehidupan muslim baik sosial. Political Concept in AlQur’an.mampu dijadikan panduan moral karena – demikian Ismail Yusanto (juru bicara Hizbut Tahrir) -. Ayat ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa al-Qur’an mengandung penjelasan mengenai aspek panduan moral. (QS. Islam Book Fondation. (Bagi kalangan muslim) realisasi sebuah masyarakat Islam dibayangkan dalam penciptaan sebuah negara Islam. Lihat : Qomaruddin Khan. ekonomi dan politik yang didasarkan kepada Islam secara eklusif. dan bukan penjelasan terhadap segala objek kehidupan. Bakhtiar Effendy. hal. 7. maka menurut Bahtiar Effendy Islam meliputi tiga “D” yakni Dân (agama). Dengan sifatnya yang komprehensif ini Islam dipandang sebagai sebuah totalitas yang padu yang menawarkan solusi terhadap segenap problema kehidupan. dalam istilah-istilah simbolik yang dewasa ini dimaksud dengan meliputi semua aspek hidup dan kehidupan adalah karena Islam memberikan paduan moral yang benar bagi tindakan manusia. Menurutnya : Ada pandangan yang salah dalam fikiran kaum Muslimin dewasa ini bahwa Al-Qur’an berisi penjelasan menyeluruh tentang sesuatu. ekonomi dan politik. dunya (dunia) dan daulah (Negara). dan harus diterapkan dalam keluarga. Winston. 100 . Islam.Islam mempunyai ajaran yang genuine (asli) bersumber dari wahyu Ilahi tentu sangat compatible dengan sturuktur fisik dan kejiwaan manusia sebab memang Islam diturunkan untuk mengatur manusia.84 Karena Islam merupakan sistem yang lengkap dan komprehensif. 18. 84 85 Islamil Yusanto. Sejalan dengan pemikiran Fazlur Rahman adalah Qomaruddin Khan. Selanjutnya ia menyatakan : Islam adalah suatu totalitas yang padu yang menawarkan terhadap semua masalah kehidupan. Islam dan Negara. AlQur’an itu tidak berisikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan umum. Rainhart. Islam harus diterima dalam keseluruhannya. 1982. Islam adalah sebuah totalitas yang padu yang menawarkan pemecahan terhadap semua masalah kehidupan.

State and Society. 23-35. Menengok kembali kepada kenyataan sejarah. Lihat juga : Sayyid Quthub. The Concept of Authority in Islamic Though . 86 Kedua. hal. 5. revolusi Islam atau fundamentalisme Islam. 89 101 . Ada anggapan bahwa kehancuran komunisme adalah kemenangan kapitalisme. 18. hal. dalam Klauss Ferdinand and Mehdi Mozzafari (ed. Muhammad SAW selain sebagai Rasulullah juga sebagai kepala negara Di negara Madaniyah Rasulullah mendeklarasikan undangundang sebagai landasan konstitusi yang mengatur hubungan antar warganya. Islam.populer seperti revivalisme Islam. hal. Islam Ideologi. Bai’at. Islam bukanlah segepok teori dan ilusi kosong tanpa kenyataan. 88 Ramli Kabi Ahmad Shiddiq Abdurrahman. 1986. Maraknya kezaliman atas diri umat Islam di berbagai belahan bumi meningkatkan Mohammad Arkoun. hal. Hanya caranya yang berbeda. yang satu menggunakan jalur kolektivisme sedangkan yang lain menggunakan jalur individualisme. termasuk Indonesia yang hancur morat marit karena krisis multi dimensi. menjelaskan hak dan kewajiban. Ujungnya adalah kehancuran moral dan akhlaq. Sekularisme adalah Iqámah al-Hayát ‘ala Gair Asási min ad-dân yakni membangun struktur kehidupan di atas landasan selain agama. Ini sangat salah karena kapitalisme dengan komunisme berakar dari unsur yang sama yakni materalisme yang hanya menghargai materi serta tidak mengindahkan nilai-nilai keagamaan. (2). 23.88 Ketiga karena ternyata konsep negara sekuler89 telah dianggap gagal oleh banyak kalangan muslim dalam membawa negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim kepada kejayaan. termasuk kebebasan berkeyakinan. Dunia yang terus bergejolak dan hancurnya komunis. Ancaman Sekularisme. Islam sebagai agama telah ada sejak 14 abad yang silam dan sebagai mabda’ telah pernah terwujud secara faktual sebagai realitas historis selama berabad-abad di berbagai wilayah87 Dalam realita sejarah. (London : Curzon Press. 86 Menurut Muhammad Quthub.). 1988). Mereka merasa kesal terhadap keadaan negara yang terus menerus oleng padahal mereka didambai setumpuk harapan untuk segera menikmati negara Islam Indonesia. 87 Ismail Yusanto. kebangkitan Islam. Keempat: Lahirnya kembali optimisme terhadap prospek Islam masa depan sebab (1).

sesunggunya shalatku. Ini artinya salat merupakan media bagi seorang hamba untuk mengingat Allah. ide mendirikan negara Islam yang dikedepankan oleh kelompok fundamentalis bukanlah ide baru. (3). (162)‫ن‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫ع اَت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ا ُف‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ت ي ع‬ َّ ِ ‫م ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ ي َت‬ َ ‫ي ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك ي َت‬ ِ ‫س ع‬ ُ ‫ن م‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ت ي َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫ق ُف‬ ُ ‫م‬ Katakanlah. hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. membaca Al-Qur’an. ibadahku. 29:45). tetapi ide ini secara terus menerus diimbangi oleh para pemikir Modernis yang lebih menghendaki gagasan negara Islami (bukan negara Islam). Dari uraian di atas. 90 KW IX. Lantas muncul pertanyaan mengapa Islam tidak membuat Negeri Bersatu. Tuhan semesta alam”.kesadaran akan Islam dan memperkokoh persatuan. sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.. 29 : 45 ditegaskan pula: ِ ‫ع ع‬ ‫ن‬ َ ‫هى َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ة َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫َت َ َت‬ ‫صال‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ َت‬.. Mengingat Allah kata mereka. …dan dirikanlah [alat. Lihat hasil wawancara penulis dengan anngota/ mantan anggota NII 102 .( 14: ‫ ي )طه‬ ْ‫ر ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ : ‫علون) العنكبلوت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ص َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫ك َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ر ا ع‬ َّ ُ ‫ك م‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ء َت‬ ِ ‫ش ا ع‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ (45 "Dan dirikanlah salat untuk mengingatKu (20: 14). doa. Pada dua ayat di atas dijelaskan bahwa hakikat dan fungsi salat ada dua yakni untuk mengingat Allah SWT dan untuk mencegah maksiat.. bisa ditempuh dengan berbagai macam cara antara lain dengan zikir.90 Di dalam al-Qur’an surat 20 : 14 dan QS. Dan sesungguhnya mengingat Allah ([alat) adalah lebih besar (keutamannya daripada salat . Fungsi salat ada dua yakni salat sebagai media mengingat Allah dan salat sebagai alat pencegah maksiat.salat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. Terinspirasi oleh munculnya Eropa Bersatu yang didasarkan atas kesadaran bahwa untuk mengatasi masalah manusia tidak cukup dengan skop nasional.

Lebih jauh Wahbah Zuhayly menyatakan : {alat yang dimaksud pada ayat di atas adalah salat yang dilakukan dengan sempurna yang memenuhi rukun dan syaratsyaratnya. 249. apabila salat tidakberfungsi menghubungkan aktivitas hiduonya dengan hukum Allah itu berarti shalat yang tidak essensial. jika kamu mengetahui. {alat yang demikian merupakan tiang agama dan merupakan media hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. Sedangkan di dalam hadis dijelaskan bahwa salat adalah pembeda antara mukmin dan kafir (HR. ketika menafsirkan kalimat: ”wala]ikru Allahi akbar” menyatakan bahwa salat merupakan realisasi ketaatan terbesar dari segenap bentuk ketaatan kepada Allah (inna a[-[alat akbaru min sa’áiri atha’na ). Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungaisungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Itulah yang lebih baik bagimu. sujud. Muslim): Zakat : Landasannya adalah Al-Qur’an surat 61 : 10-12 : )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ “Hai orang-orang yang beriman. Wahbah al-Zuhayly. 91 103 . dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya. duduk dan tasyahud. lengkap dengan bacaan. hal. ruku.91 Oleh karena itu meninggalkan salatnya itu sendiri sudah merupakan sikap pembangkangan terhadap perintah Allah SWT.Fungsi lain salat adalah untuk mempertahankan keterhubungan (Shilah) manusia selama hidupnya dengan hukum-hukum Allah. Dalam hal ini Wahbah al-Zuhayly di dalam buku Al-Fiqh ’àm wa Adillatuh.. Dengan demikian. Itulah keberuntungan yang besar”. Jadi yang dimaksud dengan iqámah as-{alat adalah melaksanakan salat tersebut pada waktunya. Tafsâr al-Munâr .

104 .

Tujuan Instruksional Khusus : • • Mahasiswa dapat menjelaskan tiga kewajiban seorang mukmin kepada Islam. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep hijrah dan jihad dalam konteks kekinian. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". ia harus comitted kepada alIslam yakni berhijrah dan berjihad sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman.”. Setelah seseorang menyatakan keimanannya. seorang muslim harus memiliki keyakinan bahwa Islam adalah satu-satunya din yang haq. sedangkan din yang lain adalah bathil. mereka tetap bersikap tolerans kepada penganut agama lain. dan jihad yakni berjuang bersungguh-sungguh mengelola bumi berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan lahir batin umat manusia. Pokok-pokok Materi Prolog : Muslim adalah orang yang menganut Islam. Istilah lain kesaksian ini adalah bay’ah.. Dalam hal ini. Mukmin adalah orang yang benar-benar meyakini (tanpa ragu sedikit pun) bahwa Din Al-Islam adalah satu-satunya din ciptaan Allah. Bagi orang awam keyakinan ini diperoleh melalui doktrin atau karena figur pembawanya yakni nabi Muhammad SAW. Walaupun demikian. Sedangkan bagi orang hawas (intelektual) meyakini kebenaran Islam lebih didominasi melalui pendekatan dalil Al-Qur’an dan dalil rasio. Kecuali bagi mereka yang sudah Islam sejak kecil.MODUL 14 KETERIKATAN MUSLIM TERHADAP ISLAM (Konsep Iman. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. dan para ulama. Hijrah dan Jihad) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami tentang keterikatan seorang muslim kepada Islam sehingga termotivasi untuk bersikap committed terhadap Al-Islam melalui upaya peningkatan kualitas iman. Untuk menjadi seorang muslim yang beriman kepada kebenaran Al-Islam harus melalui kesakian/ syahadah/ testimony yang diikrarkan di depan imam. 2 : 218 : 105 . Tidak setiap orang yang menganut Islam memiliki keimanan yang sama terhadap kebenaran Islam. sikap hijrah (behavior change ke arah yang lebih baik).

Tangan Allah di atas tangan mereka. Ikrar dua kalimah syahadat tersebut harus dilakukan di depan imam sebagai saksi. 92 106 . kalau dia bekerja sebelum ada perjanjian kontrak kerja.92 Landasan tentang pentingnya berjama’ah antara lain hadis dari Umar ibn Khattab yang menyatakan bahwa “ Tidak sah Islam tanpa jama’ah. Demikian pula dalam beribadah. seseorang yang semula nonmuslim. Tetapi tidak berlaku bagi orang-orang yang sudah memeluk Islam sejak kecil. Kesakisian di depan imam ini sering disebut bai’ah. tidak bisa langsung beribadah kalau belum melalui bai‘at di depan Imam. Seorang buruh tidak boleh langsung bekerja sebelum ada perjanjian antara buruh dengan majikan (direktur). dan tidak sah bai’ah tanpa ketaatan”. Jadi fungsi bai‘at sebagai pintu keabsahan beribadah. Baru setelah itu keislamannya diumumkan kepada publik. Baiat ibarat kontrak kerja. harus ada kontrak kerja lebih dahulu. Kalau seseorang mau mendapatkan upah. akan tetapi untuk memasuki Islam ada gerbang yang harus dilalui yakni Syahadah (kesaksian). maka Allah akan memberinya pahala yang besar. Sebagai contoh. tidak sah jama’ah tanpa Imamah. maka ia tidak mungkin menerima upah walaupun sudah bekerja keras. Fatimah dan Asma masuk Islam sejak kecil. tidak sah Imamah tanpa bai’at.Iman Melalui Bai'at (Bay'ah) Menganut Islam bukanlah sebuah pemaksaan. yaitu mengucapkan syahadatian yang isinya mengakui tidak Tuhan selain Allah dan mengakui kerasulan nabi Muhammad SAW. Ini berlaku bagi orang yang masuk Islam pada usia baligh (dewasa). Ali. mereka semua tidak melalui persaksian (testimony) di hadapan imam. maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya dan barang siap menepati janjinya kepada Allah. Dasar pijakannya adalah Al-Qur’an surat 48 : 10 : ‫مطط ا‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫فع‬ َ ‫ث َت‬ َ ‫كط َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫مط ُف‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫دي ع‬ ِ ‫يط ع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫لو َت‬ ْ‫فط ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫د ا ع‬ َّ ُ ‫ي م‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َّ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م ا م‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ )‫مطط ا‬ ً‫ظي ا‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫را َت‬ ً‫جط ا‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫تي ع‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫سط م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت َط َت‬ َّ ‫ه ا‬ ‫لل‬ ُ ‫يط م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫د َت‬ َ ‫ه َت‬ َ ‫ع ا َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫فى ع‬ َ ‫و َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ْ‫ن ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ث َت‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫َت‬ (10 Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (ba‘iat) kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah.

1993. Juga di dalam AlQur’an surat al-Jumu'ah ayat 10 yang artinya “Dan tinggalkanlah al-bai‘a (jual beli)” 93 Dalam kaitan dengan tauhid Rubbãbiyah. 36 . 2 : 218 : Ramli Kabi Ahmad {iddiq Abdurrahman. Al-Qur’an secara tegas menjelaskan bahwa apabila seseorang telah menyatakan diri sebagai mukmin. Pengertian bai‘at dalam kaitannya dengan konsep tauhid Mulkiyah berarti menjual (QS 9 :111). maka sejak adanya perjanjian itu. Sedangkan dalam kaitan dengan tauhid Uluhiyah. Satu Prinsip Gerakan Islam. kata bai‘at berarti niaga (QS. hal. 61 : 10). yakni janji manusia untuk mengabdi kepada Allah. bahwa seseorang yang telah di. ia harus berhijrah. maksudnya. El-Fawaz Press.Secara umum bai‘at berasal dari kata Arab dengan bentukan kata pokok ba-ya-‘a yang artinya menjual atau membeli. Hijrah : Setelah seseorang menyatakan keimananya.39. 93 107 . Allah menegaskan : َ ‫جلو َت‬ ‫ن‬ ُ ‫ر م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫لل م‬ ِ ‫ل ا ع‬ َّ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ 218) ‫م‬ ٌ ‫حي إ‬ ِ ‫ر ع‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫فلو إ‬ ُ ‫غ م‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ة ا ع‬ َّ َ ‫م َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ر ُف‬ َ ‫) َت‬ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. manusia wajib merasa terikat dengan aturan Allah. Bai’at. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Judul aslinya adalah Al-Bai‘ah fi alNizám al-Siyásy al-Aslamâ wa Çabiqátuh fi al-hayát as-siyásiyyah wa alMu‘á[irah.bai‘at berarti telah menanda-tangani kontrak untuk berniaga dengan Allah di mana dalam perniagaan itu wajib menggunakan aturan dan undang-undang yang telah dibuat oleh Allah. kemudian berjihad. Dalam hal ini Allah membelinya dengan syurga. yakni menjual diri dan segala miliknya kepada Allah. mereka wajib berhijrah secara total. sebagaimana QS 2 : 275 bahwa Allah menghalalkan jual beli (al-bai’a) dan mengharamkan riba.”. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. bai‘at berarti janji. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".

Menurut Al-Qur’an surat 90 ayat 10 ditegaskan : Wahadaináhu an-najdain” (Kami menunjukinya dengan dua jalan).S 4 : 97 sbb : ‫ن ا‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫للوا م‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫م م‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫للوا ع‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ظ اع‬ َ ‫ة َت‬ ُ ‫ك م‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫م ا ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ف ا م‬ َّ ‫لو‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ‫ه ا‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫روا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫ف م‬ َ ‫ة َت‬ ً‫ع ا‬ َ ‫س َت‬ ِ ‫وا ع‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ض ا ع‬ َّ ُ ‫ر م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫أَت‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ف ي ا َت َُف‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ض َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫م‬ (97)‫را‬ ً‫صي ا‬ ِ ‫م ع‬ َ ‫ت َت‬ ْ‫ء ُف‬ َ ‫س ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ن م‬ َّ ‫ه‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫وا م‬ َ ‫أ َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫فم‬ َ ‫َت‬ Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya :”Dalam keadaan bagaimanakah kamu ini (diwafatkan)?”. 8:72 : Bagaimana pengertian hijrah yang sebenarnya ? Hijrah ada dua macam yakni hijrah Makani dan hijrah Qalbi. maka ia termasuk orang yang rugi. yakni jalan yang bathil dan jalan yang haq. Apabila ia berada dalam komunitas jahiliyah dan tidak mau berhijrah. lantas dibinasakan oleh orang kafir. Orang-orang itu tempatnya nereka jahannam dan seburuk-buruknya tempat ibadah”. Allah menegaskan di dalam Q. Hijrah adalah pindah dari 108 . Hijrah makani ialah pindah dari satu komunitas ke komunitas yang lain sebagaimana nabi dan para sahabanya hijrah dari mekah ke Medinah. Tujuannya untuk membuat komunitas masyarakat yang diatur oleh hukum Allah yang asbolut yakni Al-Qur’an. Sedangkan hijrah yang lain adalah hijrah Qalbi. Para malaikat bertantya pula :”Bukanlah bumi Allah itu luas sehingga kami dapat berhijrah di bumi itu?”.ِ ‫ل ا ع‬ َّ ‫لل‬ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ْ‫ل ُف‬ ‫م‬ َ ‫وَت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫ض َت‬ ٍ ‫بعُفْ ف‬ َ ‫ء َت‬ ُ ‫ي ا م‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫وع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ض م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫روا م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫وا َت‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫رو م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫ن ا ُف‬ ِ ‫إ ع‬ ِ ‫وع‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ت ع‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م‬ ‫م ا‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫لل ع‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ق َت‬ ٌ ‫ث ا إ‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫م َت‬ ٍ ‫لو ف‬ ْ‫ق ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫ر ع‬ ُ ‫ص م‬ ْ‫ن ُف‬ َّ ‫م ال‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ن َت‬ ِ ‫دي ع‬ ِّ ‫ف ي ال‬ ِ ‫ع‬ 72)‫ر‬ ٌ ‫صي إ‬ ِ ‫ب ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫مم‬ َ ‫ع َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang orang yang hijrah) mereka itu satu sama lain lindung melindungi”.

Jihad adalah berjuang secara maksimal untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi dengan mengerahkan fikiran. harta bahkan darah dan nyawa. Jihad Kewajiban lain seorang mukmin adalah jihad. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya. keinginan. 109 . sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat 61 : 10-12: )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ "Hai orang-orang yang beriman. dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. Harta di sini termasuk uang. yang dijual oleh manusia kepada Allah adalah harta dan jiwa. Dalam perniagaan itu. Sedangkan yang dimaksud dengan jiwa adalah waktu. dari perilaku jahiliyah kepada perilaku Ilahiyah. pola fikir. dan kebiasaan. baik ibadah ritual maupun ibadah mu’amalah dalam fungsinya sebagai khalifah fil ardl. baik sukarela maupun terpaksa ( thaw’an aw katrhan) Karena harta dan jiwa seorang mukmin telah dibeli oleh Allah dengan syurga.sungguh) dalam beribadah. tenaga. maka ia harus menggunakan harta dan jiwanya itu untuk berjihad (berjuang sungguh. Itulah keberuntungan yang besar ". pekerjaan. dari dunia gelap gulita (dzulumat) ke jalan yang terang (nur).kebiasaan buruk kepada kebiasaan baik. dan apa saja yang ada pada dirinya. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungaisungai. keluarga.

• • • • • Kalau sudah mengimani bahwa Islam adalah din yang haq. Bagaimana caranya agar muslim menjadi mukmin ? Jawabannya : untuk menjadi mukmin ia harus mampu meyakini bahwa al-Islam adalah satusatunya din yang haq. Bagaimana implementasi berhijrah ? Jawabannya : Ialah meninggalkan pola fikir dan perilaku Jahiliyah menuju prilaku Ilahiyah. Bagaimana implementasi berjihad ? Jawabannya : Ialah bersungguhsungguh dalam mempelajari Islam. mengamalkan Islam dan mendakwahkan Islam dengan segenap kemampunnya secara maksimal dengan mengorbankan harta dan jiwa. sehingga mampu melahirkan sains. Bagaimana caranya agar seorang mukmin selamat di akhirat ? Jawabannya : Ia harus mengamalkan Al-Qur’’an secara total.Implemetasi jihad antara lain adalah menunut ilmu secara terus menerus tanpa henti dari mulai lepas dari pangkuan ibu sampai mati. Apabila seorang muslim berperilaku sebaliknya yakni merusak. teknologi dan seni dalam rangka mengelola segala sumber daya alam untuk kesejahteraan umat manusia. apakah ia dijamin akan selamat di akhirat ? Jawabannya : Sangat tidak dijamin. Mengapa demikain? Jawabannya : Karena mungkin saja seseorang beragama Islam tetapi tidak yakin akan kebenaran Islam. maka statusnya sebagai seorang yang Pertanyaan Renungan : • • • Apakah setiap muslim Belum tentu. mengaku hamba Allah harus dicoret. ? Jawabannya : Ialah dengan sudah pasti seorang mukmin ? Jawabannya : 110 . Bagiamana cara mengamalkan islam berhijrah dan berjihad.

tetapi banyak juga kelompok orang yang sangat mengagungkan tasawuf bahkan tarekat. Tujuan Instruksional Khusus : 1. Bagi Iman al-Ghazali. Oleh karena itu segala ajaran tasawuf yang tidak memiliki rujukan yang absah dianggap sebagai ajaran yang diada-adakan. bisa mengarah kepada perbuatan syiirik. dan itu bathil. 2. apabila mempelajari sesuatu termasuk ajaran tasawuf dan tarekat harus benar-benar kritis.MODUL 10 STUDI KRITIS TENTANG TASAWUF DAN TAREKAT Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami mana ajaran tasawuf yang benar dan mana yang menyimpang sehingga mereka mampu memilah aplikasinya dalam kehiduoan sehari-hari. tasawuf yang benar adalah tasawuf yang berlandaskan dalil Al-Qur’an dan hadits shahih. Dan juga jangan ragu membuangnya walaupun telah menjadi keyakinan dan amalan banyak orang. Oleh karena itu. Mahasiswa dapat menunjukkan beberapa penyimpangan doktrin tarikat dari sumber-seumber Islam (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul) sehingga mampu menyikapinya secara tepat. 3. baik dalil implisit maupun eksplisit. Tasawuf pada hakikatnya adalah ajaran tentang latihan pengendalian diri (mujahadah an-nafs) sehingga manusia mencapai kualifikasi akhlak yang baik. sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan rasulNya. yakni jiwa yang taqarrub (dekat kepada Allah) dan ma’rifatullah (mengetahui Allah dengan ilmu). kita harus memahami secara kritis apa dan bagaimana tasawuf dan tarekat itu. juga bagi para ulama yang tafaqquh fiddin . Mahasiswa dapat memilih mana ajaran tasawuf yang berdasarkan dalil yang sahih dan mana ajaran tasawuf yang meyimpang dari syaril’at Islam. Sebagai seorang muslim yang mencintai ilmu. Tidak boleh sungkan mengambil yang baik walaupun kata orang lain salah. sehingga kita bisa menyikapinya secara proporsional. Pokok-pokok Materi Prolog : Banyak orang Islam yang antipati kepada tasawuf. Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat dan tujuan tasawuf dalam proses pembinaan akhlak/ etika. Ajaran tasawuf dan ajaran tarekat yang tidak memiliki landasan dalil yang sahih. 111 .

Targetnya ada dua yakni : Pertama : Berusaha mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. Kedua : Usaha mensucikan jiwa sesuci-sucinya sehingga dapat melihat Allah dengan mata hati. dan membangun 94 112 . memberi nasihat kepada ummat. Hakikat Tasawuf : Hakikat ajaran tasawuf adalah ajaran tentang latihan hidup sederhana untuk mensucikan jiwa. menekan sifat basyariyah (kemanusiaan). Ini yang disebut Ma’rifat94 Definisi tasawuf menurut Junaid al-Baghdadi (w. mengamalkan sesuatu yang lebih utama atas dasar keabadiannya.Latarbelakang Kelahiran Tasawuf Pada abad kedua hijriyah. Penyakit ini pun merambah kepada sebahagian ulama. Di tempat terpencil ini mereka melatih diri untuk hidup sederhana atau hidup zuhud.. Mereka melepaskan pakaian-pakaian yang mewah lantas menggantinya dengan pakaian yang sangat sederhana yang terbuat dari bulu domba. Jadi Sufi adalah orangnya sedangkan tasawuf adalah ajarannya. berpegang kepada ilmu kebenaran. Akan tetapi ada akibat lain yakni banyak pejabat negara dan sebahagian umat Islam terkena penyakit “wahan” yakni bersikap materealistik dan individualistik. wilayah kekuasaan Islam sangat luas mencakup seluruh jazirah Arab. memberikan tempat bagi sifat-sifat kerohanian. Sedangkan ajaran tentang bagaimana cara hidup sederhana atau hidup zuhud disebut tasawuf. Selain itu. Umat Islam bukan menjajah tetapi menjadikan wilayah – wilayah baru itu sebagai kekuasaan otonomi yang menginduk kepada pusat. Ulama-ulama yang lain yang ingin mempertahankan hidup zuhud sebagaimana nabi SAW dan para sahabatnya. Mereka hijrah ke tempat terpencil untuk menjauhi glamour dunia. Bulu domba itu bahasa Arabnya Shuf. Zakaria al-Anshari (852-925 H) menyatakan bahwa : Tasawuf mengajarkan cara untuk mensucikan diri. atau disebut Taqarrub. maka disebutlah kaum Sufi. meningkatkan akhlak. Negara-negara Islam menjadi kaya raya. di masa dinasti Umayah. benar-benar menepati janji kepada Allah dan mengikuti syari'at rasulullah.289 H) tokoh sufi modern sebagai berikut : Tasawuf ialah membersihkan diri dari sifat yang menyamai binatang dan melepaskan akhlak yang fithri. Sebahagian Eropah Timur termasuk Spanyol. menjauhi hawa nafsu. merasa khawatir terkontaminasi penyakit “wahan” ini lantas pergi jauh ke luar kota. ini disebut uzlah. bahkan sampai ke pintu gerbang Wina.

Mulhamah. yakni akhlak secara keseluruhan. dan kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi. Konsep Latihan Pensucian Jiwa untuk mencapai ma’rifat : Untuk mencapai ma’rifat. Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas. Pusat Penerangan Arqam. Untuk mencapai kualitas nafsu yang lebih baik hingga mencapai tingkat ruhani paling unggul. Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. yakni akhlak secara keseluruhan. tahalli (mengisi atau menghiasi jiwa dengan sifat-sifat yang baik). ujub. Muthma-imah. yaitu :"takhalli (mengosongkan. Menurut Ashaari Muhammad yang mengutip pendapat Imam Al-Ghazali. banyak pengumpat.Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. Mengenal Diri Melalui Rasa Hati . gila pangkat.p. manusia harus melatih diri menundukkan nafsu-nafsu buruk dan mengembangkan sikap-sikap yang terpuji yang disebut mujahadah al-nafs 95 113 . Lawamah. misalnya sum'ah. Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas.Takhalli : Secara bahasa takhalli berarti mengosongkan. gila harta. dari mulai nafsu Amarah. Malaysia. dan tajalli (merasakan kebesaran dan kehebatan Allah)". yakni (i) Konsep latihan pensucian jiwa atau mujahadah al-nafs dan (ii) Konsep hidup zuhud (ascetic). Radhiyah. Ashaari Muhammad. serta (iii) konsep wali Allah dan karamah. bahwa manusia memiliki nafsu yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. atau disebut inti ajaran tasawuf. sampai kepada nafsu Kamilah. membuang atau mensunyika sifat-sifat buruk). Walaupun demikian ada beberapa objek bahasan hal yang secara khas dibahas dalam tasawuf. Mardhiyah. Nafsu Amarah adalah nafsu yang paling rendah yang termanifestasikan dalam segala sikap dan prilakunya yang tercela. sedangkan istilah bermakna membersihkan jiwa dari bebagai nafsu yang rendah dan dilarang Allah. membuang atau mensucikan. Unsur utama tasawuf adalah penyucian diri dan tujuan akhirnya kebahagiaan dan keselamatan. riya.60. sesorang perlu melakukan latihan pensucian jiwa yang disebut Riyadlah istilah lainnya adalah mujahadah an-nafs (Latihan pembersihan jiwa) Mujahadah an-nafs dilakukan melalui tiga tingkatan.95 Penjelasannya sbb : Pertama. gila dunia. 1989. terlalu banyak bicara. Sungai Penchala Kuala Lumpur.

Cit.p.96 Kedua. Maqam (maqamat) : Maqam (jamaknya maqamat) adalah anak tangga. Secara bahasa artinya mengisi. dll. puasa.98 Selain konsep Takhalli .63-65.Cit. yakni penjelmaan dari usaha pensucian jiwa tadi. Juga : Ashaari Muhammad. Apa saja yang menimpanya. takut kepada Allah. dari mulai terminal pertama 96 97 Ibid. sabar.. Asjhaari Muhammad. zakat.82. Op. Malaysia. 1983. Selagi manusia belum membenci. Orang yang sudah sampai ke tingkat tajalli. Tajalli sejenis perasaan yang datang sendiri tanpa memerlukan usaha lagi. pemaaf. station yang dalam istilah tasawuf disebut Maqam. terdapat tahapan-tahapan pelatihan atau terminal. hati dan penampilan orang peringkat tajalli selalu tenang dan istiqamah.Tahalli.p. membaca Alqur'an dan lain-lain merupakan media pendidikan dan latihan untuk mampu membuang sifat-sifat madzmumah (tercela) untuk diganti dengan sifat-sifat mahmudah (terpuji). maka orang yang berada pada kondisi tahalli ini belum banyak merasakan ketenangan dan kelezatan hidup. selalu ingat mati dan selau bertawakkal kepada Allah. atau terminal yang harus dilalui seseorang dalam proses mujahadah an-nafs guna mencapai kesempurnaan ruhiyah sampai ke tingkat ma’rifat.p. Perasaan itu adalah perasaan lapang . amanah.p. Namun demikian. berprasangka baik.p.zuhud. mengasihi semua mukmin. bahagia. Op. jamaknya maqamat.. station. Kuala Lumpr. Tahalli dan Tajalli. 114 . 60-63.97. ceria.terlalu banyak makan. tawadlu' ( rendah hati). karena level ini masih proses pengisian .65-83. dinamis. akan tetap dirasakan sebagai kasih sayang Allah kepada hambaNya. Mengenal Diri.Cit. Berkenaan dengan tahalli ini semua ibadah. rajin. memusuhi dan membuang kebiasaan itu jauh-jauh maka nafsu itu akan senantiasa menguasai dan memperbudak manusia. tenang. 98 Ashaari Muhammad. lemah lembut. baik shalat.Tajalli. ikhlas. Iman dan Persoalannya. syukur nikmat. berani. 4. Huraian ke Arah Membangun Masyarakat Islam. pemurah. ridha. Oleh karena itu.97 Ketiga. Pusat Penerangan Arqam. Mengenal Diri. Lihat Juga : Ashaari Muhammad. berlpang dada. ingatan dan rasa rindunya penuh tertuju kepada Allah. baik nikmat maupun musibah.Op. taubat. sedangkan secara istilah artinya mengisi atau menghiasi hati dengan sifat-sifat mahmudah seperti jujur...

ialah mengetahui rahasia Allah. Caranya adalah menyesali telah berbuat dosa. Tawakkal. Ma’rifat. Bahkan tidak memikirkan hari esok tetapi mencukupkan diri apa yang ada pada hari ini. 4. melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan Allah karena perasaan cinta. ialah menyerah kepada qadha dan qadar dari Allah. ialah meninggalkan syubhat ( sesuatu yang di dalamnya ada keraguan). ialah takut kepada Allah sehingga hidup sangat berhati-hati. Ridha. Mahabbah. berjanji tidak akan berbuat lagi. Faqir. Apakah itu. Menerima qadha qadar apa adanya. baik nikmat maupun musibah. 5. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. ialah menerima dengan ridha. mengapa Allah berbuat begitu dan mengapa berbuat begini. tasawuf sampai ke tingkat ma’rifat masih sesuai dengan sunnah rasul.yakni taubat sampai ke terminak tujuan yakni ma’rifat. Sabar. 8. 6. Taqwa. Dalam hal ini jumlah dan urutan maqam berbeda-beda antara konsep sufi yang satu dengan yang lainnya Di bawah ini akan dijelaskan satu persatu sbb : 1. ialah tidak meminta sesuatu kecuali sekadar apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewajiban ibadah. Zuhud. 3. bukan karena ingin syurga atau takut neraka. yakmi konsep Hulul dan Ittihad. 10. Akan tetapi yang terjadi berikutnya adalah ajaran tasawuf yang out of side. ialah meninggalkan hidup kematerian apalagi yang bersifat glamour. meminta ampun dan kemudian memperbanyak amal saleh. 2. ialah dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan sabar manakala ditimpa musibah. Bahkan tidak meminta. Penjelasannya sbb: Konsep Hulul dan Ittihad :\ 115 . 9. ialah meminta ampun dan tidak kembali berbuat dosa. Wara’. 7. Tetapi juga tidak menolak manakala diberi. Taubat.

Jadi baqa adalah suatu keadaan (hal) di mana di dalam jiwa manusia hanya berisi sifats-isifat baik steril dari sifat-sifat buruk. Konsep hulul ini diketengahkan oleh Al-Hallaj. dll. 116 . seorang sufi sering berbicara aneh yang dalam pandangan orang luar mungkin dianggap ngaco. Baqo artinya yang tinggal atau yang tersisa. Kedua : Sifat-sifat Ilahiyah yang disebut Lahut. sombong. di jubahku ada Allah. Kalau dalam hulul masih ada dua eksistensi yakni Allah dan jiwa orang yang ditempati. Jadi di dalam jiwa orang suci itu ada dua eksistensi. over acting. Mengapa ada orang yang mengaku mengalami kejadian itu. Setelah melalui mujahadah an-nafs. Menurut Abu Yazid Al-Bustomi. sifat-sifat nasutnya menghilang tinggallah sifat-sifat Ilahiyahnya. Oleh karena itu kita harus menjauhi konsep hulul apalagi ittihad.Di dalam diri manusia terdapat dua sifat. dan ini bisa syirik. Salah seorang di antara orang yang mengaku telah mengalami hulul adalah syaikh Siti Jenar. Inilah yang disebut hulul (halala = telah menempati). Menurut Al-Hallaj. tergasa-gesa. tetapi dalam terminology mereka bukan ngaco atau ngawur melainkan syatahat. Imposible. Kedaan ini disebut baqa. Dalam ittihad Jiwa orang itu telah melebur dan bersatu (ittihad) dengan Allah. yakni: Pertama : sifat kemanusiaan yang disebut Nahut. Hulul dan Ittihad adalah konsep tasawuf yang out of side. keluh kesah. maka Allah akan turun dan menempati jiwa orang itu. satu dirinya dan yang kedua adalah Allah. jiwa orang suci (baqa) bisa naik dan bersatu dengan Allah yang disebut Ittihad. Oleh karena itu tahlil orang yang telah mengalami ittihad bukan lagi la ilaha illallah tetapi la ilaha illa ana. seperti serakah. tetapi dalam ittihad hanya ada satu eksistensi. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. Apabila jiwa manusia sudah dalam keadaan baqa (suci). Berbeda dengan hulul. Dalam proses ittihad ini. Nabi saja yang paling unggul dalam soal spiritual tidak pernah mengalami hulul atau ittihad. Konsep hulul ini kemudian diikuti oleh yang lainnya. berlebihan. tingkatan maqam tertinggi yang bisa dicapai adalah ma’rifat. Selain konsep hulul ada lagi yang lebih ektrem yakni konsep Ittihad. Selanjutnya kata al-Ghazali.

p. Ensiklopedi Islam. disebutlah Tarekat Qadiriyah.. (iii) Tarekat bisa juga bermakna wirid atau dzikir-dzikir yang dirumuskan sedemikian rupa yang harus dibaca dengan jumlah tertentu. Sekelompok orang yang mengikatkan diri secara taqlid kepada pendapat dan ajaran seorang sufi disebutlah Tarekat. maka tinggallah murid-muridnya. Tarekat adalah organisasi keagamaan dalam Islam yang menghimpun anggota-anggota sufi yang sepaham bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. metode. 135. Studi Tentang Pandangan Hidup Kiyai.Tarekat Setelah para sufi meninggal dunia. Op. Dari kedua konsep ini akan berkembang kepada masalah-masalah lain. Para murid berusaha melestarikan ajaran syaikhnya dengan cara taqlied. Dikenallah nama-nama tarekat sesuai syaikh yang jadi anutannya. yakni (i). dll. Kalau mereka mengikatkan diri kepada pendapat dan pengalaman suci syaikh Abdul Qadir Jailani. Yang terakhir adalah tarekat Muhhammadiyah atau tarekat Suhaimiyah (Darul Arqam Malaysia).66. Penjelasan lebih rinci sbb : Pengertian tarekat (thariqah. Tradisi Pesantren. misalnya konsep tawashul (berdoa dengan menggunakan 99 Tim Penyusun. LP3ES.Cit. misalnya tarekat Naqsyabadiyah. dll.99 Secara istilah tarekat bisa bermacam-macam. haluan (madzhab). "Perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Tuhan". 1982. Jakarta. Ibid. sebab nama tokoh spiritualnya bernama Muhammad Suhaimi. misalnya Tarekat Qadiriyah ialah sekelompok orang yang mengikatkan diri kepada faham. Adapun tarekat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tarikat dalam pengertian ke dua. 101 Zamakhsyari Dhofier.100 (ii). pendapat (madzhab) dan pengalaman suci seorang sufi (mursyid). Tarekat Sanusiah. sistem (al-uslub). Objek Kajian Tarekat : Masalah pokok yang sering dibicarakan dalam tarekat adalah konsep Wali Allah dan karamah. pendapat dan pengalaman suci Syaik Al-Tijani.. 100 117 .101 Dalam pengertian ini maka tarekat adalah organisasi orang-orang yang mengikat diri kepada satu faham.p. Tarekat Tijaniyah. jamaknya taraiq) secara etimologis antara lain berarti jalan (kaifiyah). atau keadaan (al-halah).

Selanjutnya wali-wali ini diklasifikasi menjadi beberapa level. menurut Darul Arqam ? Jawabannya dapat kita ketahui dari paparan berikut ini. Kuala Lumpur. Ulama dalam Pandangan Islam. Nujabak dan wali Kutub.. wali bermakna manusia saleh atau manusia yang selalu bertaqwa. wali adalah orang yang rohaninya telah sangat bersih dan tingkat keimanannya sudah mencapi level iman Haqiqat.. karena predikat wali hanya diberikan oleh Allah dan hanya Allahlah yang mengetahui siapa yang wali dan siapa yang bukan. yaitu orang-orang yang beriman dan mereka yang selalu bertaqwa". baik jalan mauhibah maupun suluk akan melahirkan wali-wali.103 Menurut Abdul Halim (DA) .Cit. sehingga banyak orang tidak setuju dengan sebutan wali Sanga misalnya. baik mimpi maupun jaga).104 Penjelasannya sbb : 102 103 Tim Penyusun Ensiklopedi. Akan tetapi tidak ada seorangpun dapat mengetahui apakah seseorang itu wali atau bukan. sedangkan wali dalam pengertian ke dua yang menekankan aspek mistiknya tidak disepakati. Ashaari Muhammad. Sedangkan dari segi istilah bisa dua makna. Malaysia. Cit. Siapapun—asal mampu—boleh menjadi wali dan oleh karena itu jumlah wali tidak terbatas. Penerbit Hikmah. Ayat yang dipakai sandaran adalah surat Yunus ayat 62 – 63 : "Ingatlah. p.perantara).. Wali dalam pengertian pertama disepakati adanya.172. Pertama. Bagaimana konsep wali. sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. 118 . dan yaqazah wa al-musyafahah (bertemu dengan nabi dan bercakap. Konsep Wali Allah dan Karamah Dari segi bahasa Arab.Loc.102 Wali dalam pengertian ini keistimewaan di luar kemampuan manusia biasa. Autad. 54. atau disebut karamah. Jadi setiap orang saleh adalah wali. wali berarti yang menolong atau yang mencitai. 104 Abdul halim Abbas . 1992.p 171. Menurut Ashaari Muhammad.Op. yakni wali Ahbab. Kedua : Wali dalam perspektif sufi atau literatur Orientas disebut Saint adalah orang-orang yang sangat saleh dengan menekankan dimensi mistiknya. Sadat.

Apabila seorang wali meninggal maka Allah akan melantik wali yang baru. 5) Wali Badal (Jamaknya Abdal). Yazid Al-Bustami. Kuala Lumpur.. 6) Wali Naqib (Jamaknya Nuqabak). para sahabat nabi terutama Khulafa al-rasyidin (2).Aziz dan imam Al-Mahdi (4). bilangan mereka untuk satu zaman antara 40 sampai 60 orang. p. tatkala mati seorang lelaki. dan wali Akhba dari penduduk Irak". Ulama Dalam Pandangan Islam. Imam madzhab terutama madhab yang Empat. Irak dan Mesir.106 "Sesungguhnya Ali Ibn Abi Thalib berkata : Wali Abdal dari syam. Ulama-ulama besar terutama Imam Hasan Al-Bashri. bilangannya untuk sezaman hanya 40 orang.109 105 Ashaari Muhammad. Allah menggantinya dengan perempuan lain di tempat itu".1) Wali Gaus (Kutub Al-Aktab) yakni wali ketua. Al-Ghazali. Nafisah. Jumlahnya hanya satu orang dalam setiap tahun. Abu Hassan Syazali. 106 Ibid. Junaidi Al-Baghdaddi. 54-55.p. 56-57. kebanyakan berada di Syiria. Imam Nawawi dan syaikh Ramli (7). 107 Ibid. Imam Sayuti. 2) Wali Kutub (Jamaknya Aktab). dan Rabi'ah al-Adawiyah. Allah menggantikan di tempatnya dengan lelaki lain. Penerbit Hikmah.p. Begitu pula setiap kali mati seorang perempuan. 3) Wali Najib (Jamaknya Nujabak). Fatimah puteri nabi.108 Jumlah wali dalam berbagai klasifikasi untuk satu zaman di seluruh dunia hanya 500 orang. Para perawi hadits seperti imam Bukhari dan muslim. Para Mujaddid terutama Umar ib Abd Al.. Malaysia. 61. 119 . 1992. Pengasas-pengasas tarekat (6). bilangan mereka untuk sezaman hanya 300 orang 4) Wali Watab (Jamaknya Autad) bilangan mereka dalam satu zaman hanya empat orang. Abdul Qadir Jailani. 109 Ibid. 55. nama-nama wali tersebut berdasarkan kepada hadits nabi. Dalam setiap zaman hanya empat orang. Dikalangan wanita di antaranya isteri-isteri rasul. p.. (5). antara lain hadits dari Ali Ibn Abi Thalib : Rasulullah saw bersabda : wali Abdal sebanyak 40 orang lelaki dan 40 orang perempuan. (3).107 Orang-orang yang termasuk wali menurut DA adalah : (1). 108 Ibid. disebut juga Sultan Aulia. wali Nujaba' dari penduduk Mesir.105 Menurut Ashaari.

yakni Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang mendapat makanan langsung dari langit (dari Allah SWT). Wali Allah pun dapat memberikan arahan kepada anak buah dari jarak yang sangat jauh tanpa alat komunikasi modern. Sebagaimana Abdul Qadir Jailani menyelamatkan anak Abu Said yang diculik jin dari negeri cina.111 Mereka bukan nabi. 84. misalnya mampu mengetahui sesuatu peristiwa lebih awal dari kejadiannya sehingga ia memiliki wawasan jauh ke depan dan mampu menyelesaikan masalah masyarakat jauh melebihi pemikiran manusia biasa. Surat 18 : 18 tentang pemuda Al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309. termasuk bercakap-cakap dengan rasulullah saw. mereka hanyalah orang saleh yang memilki keistimewaan. Lihat Juga : Abdul Halim Abbas. juga diberi ilmu-ilmu Laduni (ilmu pengetahuan yang diperoleh tanpa belajar) seperti ilham. yang baik karamah lahiriyah maupun karamah maknawiyah. Ibid. Kemampuan itu dimiliki karena jiwa seorang wali telah sangat suci. atau telah wafat. Umar memberikan komando dari mimbar mesijd :" Hai Saria. 59. kasyaf. jin. rasa hati serta kemampuan yaqadzah wa musyafahah atau bisa bercakap-cakap dan berhubungan dengan rijal al-ghaib yakni orng yang berada di tempat jauh. Hal itu karena para wali diberi karamah.Op..110 Betulkah para wali itu memiliki keistimewaan ? Dalam hal ini Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa adanya ulama wali yang ber-karamah memiliki dasar yang kuat. larilah kebukit !". Mampu menyelesaikan masalah manusia yang berkaitan dengan roh. Juga surat 27 : 40 tentang kehebatan seorang pria bernama Assaf Ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasana ratu Bilkis ke dalam kerajaan nabi Sulaiman dalam tempo sangat singkat..Para wali di atas memiliki keistimewaan-keistimewaan sehingga dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan ghaib yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain.p. Dengan hubunan langsung ke alam Malakut. Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa Wali al-Aqtab (wali Ghaus) memiliki kasyaf yakni kemampuan di luar dimensi kemampuan manusia.p. dll. maka seorang wali mempunyai kemampuan luar biasa. sebagaimana Umar Ibn Khattab dapat melihat tentaranya di Nahawand yang tertangkap kepungan musuh dari Persia padahal Umar berada di Medinah. 120 .p. Suara 110 111 Ibid. syetan. Cit. sehingga ia mampu berhubungan dengan alam Malakut. Dengan suara lantang. 84. firasat..

84. Bahkan keistimewaan wali ini. p. dapat diketengahkan pendapat dari Sa'id Hawa. Dan atas pertolongan Allah. Begitu juga Abdul Qadir Jailani dapat mengetahui asal muasal sekarung emas yang dihadiahkan oleh khalifah Al-Muntajid Billah kepadanya. 18 : 18 tentang pemuda al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun.105. QS. Sorotan Tentang Wali dan Karamah Dalil yang digunakan oleh DA tentang adanya wali Allah yang memiliki keistimewaan adalah Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang dapat berkomunikasi dengan malaikat dan memperoleh makanan dari langit. Waktu itu Abdul Qadir menekankan telapak tangan ke tumpukan uang mas di karung. sehingga dari karung itu merembeslah darah. Cit. kasyaf (tersingkapnya 112 113 Abdul Halim Abbas. Ibid. musuh pun dapat dipukul mundur. Menurut Sa'id Hawa. Tirmidzi). menurut Ashaari Muhammad tidak sebatas ketika ia masih hidup. 144. Untuk menyoroti pendapat DA tentang wali dan karamah. (H.. Ashaari Muhammad menyatakan bahwa landasan pendapat bahwa wali Allah mempunyai ilmu Mukasayafah adalah hadits "Takutlah kamu kepada firasat orang mukmin. juga QS. yang menandakan bahwa uang itu hasil pemerasan dari rakyat kecil.114 Para wali pun bisa berada di tempat dalam satu waktuu.113 Misalnya Abu Bakar dapat mengetahui jenis kelamin anaknya ketika masih dalam kandungan. bisa mendatangkan makanan dari langit.p.112 Senada dengan itu. 115 Beberapa keistimewaan tersebut adalah sebagai berikut di bawah ini.p. 27 : 40 tentang seorang pria bernama Assaf ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasanaratu Bilkis ke kerajaan nabi Sulaiman dalam sekejap mata (lihat kembali halaman 146-147). 121 .Umar terdengar dari jarak puluhan kilometer sehingga tentaranya segera berlindung dibukit. Bagaimana Menjadi Wali.R. tetapi setelah mati pun masih melakukan hal-hal luar biasa. kadang-kadang orang yang sedang menempuh taqararub kepada Allah mendapatkan mimpi yang benar. padahal waktu itu kemampuan demikian merupakan sesuatu yang amat mustahil . karena ia melihat dengan nur Allah". 114 Ibid 115 Aurad. Op..

Penerbit Mizan. Rasulullah menjawab :" Ini hal yang ghaib. Terdapat kemungkinan orang selain nabi bisa mendengar atau melihat malaikat. Nabi menjawab :" Agar meringankan keduanya". Mereka bertanya lagi :" Wahai rasulullah. Kejadian itu hanyalah pertanda keterkabulan. 122 .R.. merasakan ilham dan kadang-kadang pula tampak pada dirinya sebuah karamah. ia berkata: "Pada siang hari yang sangat terik. Setelah nabi melewati tanah warqad. dan sering menmbah-nambah pembicaraan. p. Bimbingan Tasawuf Untuk Para Aktivis Islam. adanya karamah pada wali Allah tidak dapat dibantah. Rasulullah saw menjawab:"Salah seorang dari mereka tidak membersihkan air kencingnya. Mereka bertanya :"Mengapa engkau melakukan hal itu wahai nabi ?". Ahmad). Semua orang berjalan di belakang nabi. atau merupakan kabar gembira tentang suatu perkara bagi al-Salik. Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor). 211. (H. Jalan Ruhani.tirai). Kata Sa'id Hawa. tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. 117 Ibid. Semua itu bukanlah tujuan bagi penempuh jalan menuju Allah (alSalik). Kemudian ia duduk berhenti sehingga orang-orang berlalu jauh di depannya. Lalu nabi mengambil pelepah kurma yang kering dan meletakkannya di atas kuburan itu. 118 Ibid. antara di dalam kitab alTarhib hadits nomor 262 : Dari Abu Umamah. niscaya kamu akan mendengar apa yang aku dengar". tahu-tahu ada dua kuburan yang di dalamnya ada dua orang laki-laki. Setelah nabi mendengar suara sandal-sandal itu merasa senang. 117 Didalam Hadits pun terdapat tentang kasyaf. bagaimanakah mereka ?". sedangkan yang satu lagi berjalan-jalan dengan menggunakan azimat. 209. niscaya kamu mendengar apa yang saya dengar". sampai kapan mereka disiksa ?". Keadaan semacam ini disebut oleh para sufi sebagai kasyaf. sebagai contoh adalah Maryam yang di datangi Malaikat dan berbicara dengannya padahal Maryam bukan seorang nabi. ucapan ini menjadi dasar 116 Sa'id Hawa.118 Perhatikan ucapan nabi yang terakhir :" Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor) dan sering menambah-nambah pembicaraan. Mereka berkata lagi :" Wahai nabi. rasulullah saw melintas tanah warqad.116 Sa'id Hawa juga menyatakan bahwa. p. Rasulullah saw berhenti lantas bertanya : "Siapakah yang kamu kuburkan hari ini disini?" Mereka menjawab :" Si fulan dan si Fulan !". 1995. Cetakan 1.

120 Selanjutnya Sa'id Hawa menjelaskan perihal mimpi para wali. Mimpi yang berasal dari Tuhan yang disebut al-Ra'yun Rabbaniyah. 123 Ibid. 121 Ibid. 123 . Orang-orang taat total atau taqlied kepada para sufi yang mendapat kasyaf tanpa melihat dan berpedoman kepada hukum syari'at. Mimpi karena pengaruh kecemasan. Muslim. Masalahnya kini adalah orang sering salah tafsir tentang kasyaf. kegelisahan dan dorongan nafsu yang disebut al-Ra'yun Nafsiyah. 221. 122 Ibid. Perlu diketahui. yakni (I).122 Hadits lain menegaskan :"Mimpi-mimpi seorang mukmin merupakan bagian dari ke 46 dari kenabian (Hadits riwayat Bukari. kalau begitu sama saja dengan beranggapan bahwa syari'at yang dibawa oleh nabi saw belum sempurna..bahwa seseorang bisa saja mendengar sesuatu dari alam gaib apa bola benarbenar hatinya bersih. adanya kasyaf memiliki dalil yang cukup.121 Mengenai mimpi Rabbani ini nabi menjelaskan "Tidak ada kenabian setelah aku. Jadi adanya kasyaf memiliki dalil yang kuat. padahal mungkin saja itu bukan kasyaf tetapi istijrad. Mimpi karena syetan memanfaatkan kegelisahan atau hayalan. Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits diatas. Mereka bertanya :"Apakah kabar gembira itu?". Ibid. Menurutnya mimpi para wali. (ii). bahwa kasyaf merupakan ujian iman. Kesalahan itu antara lain (i). maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal. Banyak para syaikh yang melakukan amal perbuatan atas dasar mimpi. didatangi) rasulullah – padahal rasul tak dapat ditiru bentuk dan rupanya oleh syetan – lalu memerintahkan untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syari'at Islam.119 Kasyaf mungkin didapat oleh orang-orang yang sedang menempuh perjalanan taqarrub kepada Allah tetapi kasyaf bukanlah aqidah baru dan bukan pula ibadah baru. dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu". seakan-akan sufi itu orang ma'shum. Menurutnya mimpi itu beragam. (ii). p. Hasil kasyaf bisa menjadi tambahan atau ketetapan baru setelah al-Qur'an. p.123 Sa'id Hawa menegaskan : Ada yang berkata bahwa jika seseorang bermimpi melihat nabi (bertemu. Abu Daud dan Tirmidzi). mungkin saja seseorang tergelincir atau menggelincirkan orang lain dengan kasyafnya.. 213.. (iii). p. kecuali kabar-kabar gembira". mengigau. Nabi menjawab :" Mimpi yang benar". 214. Hal 119 120 Ibid.

129 Ibid. Sungai Penchala. Muslim dan Nasa-i :"Saya (Nabi) bertemu dengan Musa di Katib Ahmar. 103... Imam Abu Shaik di dalam kitab Ghaus al-Ibad menulis sebuah hadits :" Sesungguhnya sebahagian sahabat nabi telah mendirikan sebuah bangunan (kemah) diatas sebuah kuburan yang tidak diduga bahwa itu kuburan manusia. 104. 124 . Aurad Muhammadiyah. tiba-tiba dari dalam kuburan itu terdengar ada orang yang membaca surat al-Muluk sampai selesai. Kuala Lumpur. 68-70 Lihat juga : Ashaari Muhammad.128 Alasan Keempat. Lantas sahabat memberitahukan kejadian ini kepada nabi. Akan tetapi orang-orang di dunia tidak menyadarinya. Alasannya sbb : Alasan pertama.125 Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya tidak mati namun tetap hidup. p. Alasan ke dua..127 Demikian juga hadits riwayat Ahmad.p. 126 Ibid 127 Ibid . p. 72.. Ashaari Muhammad. Cit. maka nabipun bersabda: "Itulah surat yang dapat menghindarkan dan menyelamatkan kamu dari siksa kubur". ketika seseorang memasuki daerah pekuburan muslimin disunnatkan mengucap-kan assalamu'alaikum ya ahl al-diyar. 128 Ashaari Muhammad. pendapat Sa'id Hawa tentang kasyaf memiliki dalil yang kuat dan sangat dapat difahami. Berhati-hati Membuat Tuduhan. Op.Cit. bahkan sebenarnya mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya". surat Albaqarah ayat 154 : " Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati. p. di dalam kitab Zarkoni syarah Mawahib al-Ladunya Juz 5 pasal 332 terhadap hadts riwayat Baihaki dari Annas yang menyebutkan :Para nabi jidup di dalam kubur mereka. Yaqadzah wa Musyafahah : Yaqadzah wa musyafahah adalah bertemu bercakap dengan rijal al-ghaib termasuk bertemu dengan rasulullah dalam keadaan jaga (bukan mimpi) bahkan sampai mampu bercakap-cakap dengan rasulullah. Op. p.126 Alasan ketiga.124 Hemat penulis. 1989. 224. Pusat Penerangan Arqam. senantiasa dalam keadaan shalat". Aurad Muhammadiyah.itu menurut ahli fiqih termasuk katagori bid'ah". beliau berdiri shalat di kuburannya ".129 124 125 Ibid.

Cit. orang-orang Darul Arqam berpendapat bahwa orang saleh yang telah wafat sebenarnya tidak wafat tetapi masih hidup.. p.(ii).Alasan ke lima : Hadits riwayat Imam Bukhari : “Barang siapa melihatku dalam keadaan mimpii. maka tidak ada pertikaian antara para ulama. Ia mengutip dari kitab Al-Qashash al-Kubra Imam Al. 144. Amalan-amalan sunnat dan larangan-larangan yang diterima oleh wali ketika dia bertemu dengan nabi baik dalam mimpi atau dalam keadaan jaga adalah sunnat untuk diamalkan. yakni Syekh tarekat bertemu dan berbicara dengan nabi dalam keadaan jaga (buka mimpi) di tengah malam di dalam ka'bah selepas wafat nabi. dan nabi menyurh sesuatu perbuatan sunnah. Ashaari menegaskan : "Jadi kalau nabi-nabi itu hidup di dalam kubur dan melakukan amalan-amalan. bahwa perintah dan larangan yang dihasilkan dari yaqadzah bisa dijadikan pegangan. Pada saat itulah para syaikh mendapatkan tuntunan wirid (aurad) untuk diamalkan oleh para pengikut tarekat.132 Berdasarkan itu. 132 Ibid. 71. Ashaari Muhammad. atau melarang sesuatu larangan atau menunjukkan sesuatu yang baik. Dengan demikian tidaklah aneh jika mereka bisa ditemui. Aurad Muhammadiyah. 130 131 Aurad. Sorotan terhadap Yaqadzah wa musyafahah Masih berkaitan dengan kasyaf.130 Berdasarkan hadits itu. itu termasuk sunnat untuk mengamalkannya".Sayuti yang menyatakan sbb: "Seseorang yang berjumpa dengan nabi saw baik dalam mimpi atau jaga. p.131 Selanjutnya ia menerangkan. 125 . maka ia akan melihatku di dalam keadaan jaga. Op. adalah persoalan yaqadzah wa musyafahah. maka (i) seorang wali Kutub bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga dan bercakap-cakap atau Yaqazah wa musyafahah. maka memanglah mungkin mereka itu boleh ditemui secara jaga dan bercakap-cakap serta belajar". Dan syetan tidak bisa menyerupai wajahku.

135 Ashaari Muhammad. baik oleh hadits maudlu.. 126 . maukuf atau pun hadits matruk. hadits :” Barang siapa yang bermimpi melihat aku. yakni (i). (ii).p. Adapun alasan naqli yang abash sampai saat ini belum 133 134 Husain Hasan Tomai. Cit. bahkan nabi menjadi imam shalat bersama-sama mereka.135 Menurut Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits ini di dalam kitab Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa lafadz :" akan melihat aku dalam keadaan jaga" hanya mengandung tiga pengertian. p. 77. 137 Ibid. Dia akan bertemu nabi di akhirat sebagai membenarkan mimpinya itu. Aurad Muhammadiyah. Penrbit Pustaka Aman Press SDN.. Masalah Berjimpa Rasulullah ketika Selepas Wafatnya.137 Jadi yaqadzah atau bertenu dengan nabi dalam keadaan jaga bukan berasal dari hadits yang sharih. 133 Alasan yang dipakai oleh mereka adalah : Alasan pertama. Op. Nabi Muhammad saw bertemu dengan para nabi sewaktu Isra Mi'raj di Baitul Maqdis dan di langit dalam keadaan jaga.. Mereka berkeyakinan bahwa cerita tersebut adalah mutawatir dari orangorang saleh. Cit. Melihat nabi secara khusus di akhirat secara dekat seta mendapat safaat. Lebih tegas lagi adalah pendapat Qadhi Syaikh Muahammad Khudar al-Syanjiti di dalam buku Musytahi al-Kharif menyatakan bahwa melihat nabi dalam keadaan mimpi memiliki dasar hadits yang sahih akan tetapi bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah). BHD.p. p. sama sekali tidak disebutkan oleh hadits. 77. 71. 59. p. Op.. 136 Husain Hasan Tomai. 1989. Husain Hasai Tomai. tetapi hanya karena banyaknya para ahli tarekat yang menafsirkan bahwa yaqadzah dalam hadits tersebut bertemu dalam keadaan jaga di dunia ini.136 Jika membenarkan adanya yaqadzah sekarang atau di dunia. Op.Cit.Yaqadzah wa musyafahah merupakan keyakinan sebahagian besar pengikut tarekat.134 Alasan kedua. (iii). Bagi orang-orang yang sezaman dengan nabi saw yang tidak sempat berhijrah tetapi bermimpi bertemu nabi saw akan berhijrah dan bertemu nabi. 49-50. dia akan melihat aku pula dalam keadaan jaga.

Loc. Akan tetapi tidak ada satu hadits pun yang menyatakan kemungkinan-kemungkinan nabi memberikan ajaran baru atau tambahan. silahkan lihat kembali uaraian-uaraian terdahulu tentang kasyaf. nabi menyampaikan sesuatu yang bersifat baru misalnya amalan-amalan atau wirid-wirid ? Untuk menjawab persoalan ini. hadits dan berita-berita dari orang saleh sebagaimana disebutkan di atas. Kesimpulannya. karena agama Islam sudah dianggap sempurna. menegaskan :"…apabila seseorang bermimpi melihat nabi…lalu memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syari'at Islam.ditemukan. Sa'id Hawa sebagaimana telah dikemukakan di depan. mengigau dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu !". hadits dhaif sekalipun. pengakuan bahwa seseorang pernah bermimpi bertemu dengan nabi memberikan wirid-wirid atau amalan-amalan baru yang memang tidak ada anjuran sebelumnya. Kedua : "Bagaimana jika di dalam mimpi itu. maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal.138 Dengan demikian. sedangkan bertemu dengan nabi dalam keadaan terjaga (yaqadzah) tidak memiliki dasar. Tentang persoalan ini telah dikemukakan pada halaman 173-175 ketika penulis membahas persoalan yaqadzah. 127 . dan mimpi Rabbaniyah. bertemu dengan nabi di dalam mimpi adalah benar dan memiliki dalil yang kuat. Sorotan terhadap Wirid Tarekat : Pertama :" Betulkah seseorang salih bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah)?". Ashaari Muhammad (Darul Arqam) 138 Sa'id Hawa. Ditegaskan bahwa apabila seseorang bermimpi bertemu dengan nabi. nabi maka itulah wajah nabi sebenarnya. Cit. Istighatsah: Berdasarkan ayat Alqur'an. Oleh karena keyakinan tentang yaqadzah wa musyafahah adalah keyakinan yang bathil. adalah keyakinan yang batil. dan amalannya adalah bid’ah.

148. mereka pun bertugas menuliskan daun yang jatuh dari pohon. 128 .141 Jadi murid bisa saja meminta bantuan kepada para wali yang sudah meninggal dunia. 142 Ashaari Muhammad. 143 Ibid. (HR... Apabila salah seorang kamu tersesat atau butuh pertolongan sedang ia berada disuatu daerah yang tak ada seorangpun manusia. Op. tolonglah aku". Aurad Muhammadiyah.. wahai hanbahamba Allah kurunglah olehmu. tak ubahnya kipas yang dapat bergerak karena berhubungan dengan listrik". p. "Hubungan guru dengan murid itu bagaikan hubungan elektrik. dia berkata. maka ia harus dapat "menghadirkan" atau membayangkan wajah gurunya yang disebut tawajjuh. bahwa rasulullah saw telah bersabda : apabila terlepas binatang salah seorang di antaramu di sebuah area yang luas. ini disebut dengan istighatsah. 57-58. Aurad Muhammadiyah. akan tetapi itu tidak mungkin. Ulama Islam Dalam Pandangan Islam.143 139 140 Ashaari Muhammad. para nabi.Cit. Maka sesungguhnya Allah memiliki hambahamba yang tidak dapat dilihat". kalau seorang murid hendak berdoa. Malah apabila mati gaib mereka lebih bebas lagi bergerak dan bekerja sebab tidak terikat lagi oleh benda". Alasan Kedua : Hadits dari Ibn Abbas. Thabrani di dalam kitab Al-Kabir). Alasan lainnya tentang istighatsah adalah sbb : Alasan Pertama : Hadits Dari Utbah ibn Ghazwan.. Dalam hal ini sepanjang hasil penelitian penulis. Bahkan menurut sebahagian besar tarekat.140 Oleh karena itu mereka masih bisa berhubungan dengan para muridnya. dan shalihin yang sudah meninggal dunia sebenarnya masih tetap hidup dan bekerja di dalam kuburnya. maka hendaklah dia berkata :" Wahai hamba-hamba Allah.. syuhada. Apabila menemui kepincangan (kesulitan) di bumi yang luas. hendaklah dia merayu. ia harus benar-benar dapat membayangkan Tuhan.Cit.p.menyimpulkan bahwa para rasul. 144. Cit. Ibid.139 Ia menegaskan :"… maknanya mukjizat dan karamah-karamah mereka itu tidak sahaja berlaku semasa hidup mereka tetapi juga sesudah mati atau ghaib mereka. di kalangan DA tidak berlaku tawajjuh walaupun jemaah DA mengenakan emblimb bergambar Ashaari Muhammad. 141 Ashaari Muhammad. p. 149. “sesungguhnya bagi Allah itu ada Malaikat selain penjaga. p. Op. baik menasehati ataupun menegur manakala muridnya berbuat maksiat. maka hendaklah dia menyeru. ada hamba-hamba-Nya yang mengurung. 142 Alasan ketiga : Hadits dari Abdullah ibn Mas'ud. Maka bagi Allah. para wali. Karena berkeyakinan bahwa wali yang sudah meninggal masih bisa dimintai bantuan. maka seorang murid boleh ber-tawashul (menggunakan wali sebagai perantara) dalam berdoa.p.Op. 70.. tolonglah aku wahai hamba Allah.

144 Menurut Abi Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Thabary dengan menguntip hadits dari Ibn Ashim. 161. Sorotan terhadap konsep Istighasah: Orang-orang Tarekat berkeyakinan bahwa wali dalam tingkat tertentu. hadits dari Abdur Razaq dari Qatadah. Ini dikenal dengan istighatsah. walaupun sudah mati masih bisa berhubungan batin dengan para muridnya. bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup. DA berpendapat bahwa masalah tawashul dan istighatsah tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak syirik. Umar bin Abi Waqas. Tafsir al-Fakhru al-Razi. si fulan mati!". Sedangkan dari kaum Anshar antara lain Qais ibn Abi Mundir. tetapi kamu tidal menyadarinya". terdiri dari enam orang Muhajirin dan 8 orang Anshar. serta hadits dari Muhammad ibn Ja'far dari Utsman ibn Ghiyas dari Al-Imam Muhammad al-Razi fakhruddin. dan Haritsah ibn Suraqah. Zaid ibn Harits. Dar alFikr. hadits dari Qatadah. Jilid II. para sahabat berseru ": si Fulan gugr. kaum Muhajirin yang gugur antara lain Ubaidah bin Haris bin Abdil Muthallib.Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits di atas. Setelah penulis melakukan penelitian terhadap sejumlah kitab tafsir diperoleh data sebagai berikut : Menurut al-Razi di dalam tafsir al-Razi disebutkan bahwa asbab al-muzul ayat ini karena gugurnya 14 orang muslim di medan tempur. bahkan wali tersebut bisa memberikan pertolongan manakala muridnya ada dalam kesulitan. dan Amir bin Bakr. Sorotan terhadap argumentasi yang digunakan nutuk mengabsahkan istighatsah adalah sbb : Alasan pertama : Al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 154 : "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati. 144 129 . Selanjutnya al-Razi menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan hidup disini adalah hidup di dalam kubur dan mendapat nikmat. p. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mereka tidak mati namun tetap hidup. Ketika mereka gugur.

149 Ahmad Mushtafa al-Maraghi. Jami' al-Bayan'an Ta'wiel Ayy alQur'an. Muhammad mahmud Hijazi. menyatakan bahwa para syuhada itu di beri rizki dari buah-buahan syurga. Beriut. Dar al-Jail. menyatakan bahwa syuhada itu berbeda dengan kematian manusia biasa. Abi Ja'far Muhammad Ibn Jarir al-Thabary. p. (iii). 39. Syahid pun tidak dikafani sebab pakaiannya menjadi saksi. Fi Dlill al-Qur'an. 147 Dr. Dar al-Fikr. Beriut. hal itu sama saja dengan manusia biasa. p. al-Wadhih. p. Akan tetapi yang dimaksud hidup di sini adalah Mereka mati dan mereka pun hidup. 148 Sayyid Quthub. Tafsir al-Maraghi. 143-144. alam yang ghaib. Beriut. namun manusia tidak mengetahui hakikat kehidupan ini dan rizki yang diperolehnya. p. 145 130 . Dar al-_Fikr. Quthub pun menegaskan bahwa maksud Hidup di sini adalah hidup mulia sebagaimana dijelaskan oleh syuhada itu bagaikan burung-burung yang bertengger di syurga. 11. al-Ahkam al-Qur'an.147 Menurut Sayyid Quthub di dalam tafsir Fi Dlilal al-Qur'an bahwa pada hakikatnya syuhada tetap hidup tapi dalam suatu kehidupan di luar pengetahuan manusia. Jilid II. 1988. Yang jelas itu adalah kehidupan ruhaniyah yang tak dapat diketahui rahasianya. Jilid I. Beriut.149 Dari beberapa penafsiran di atas dapat diringkaskan bahwa (i). 23. Dar al-Syaruq. 1969.148 Syaikh Ahmad Mushtafa al-Maraghi di dalam Tafsir al-Maraghi menyatakan bahwa para syuhada itu hidup di suatu alam yang berbeda dengan alam kita. Mereka bagaikan burung-burung. yakni diberi rizki namun bagaimana bentuk dan sifatnya wallau a'lam. Jilid I. Mereka hidup di suatu alam yang sangat dirahasiakan oleh Allah sehingga manusia tidak dapat mengetahuinya. Dar al-Fikr.Ikrimah. Orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya adalah hidup. p. 146 Abi Abdullah al-Qurthubu. (ii). Dan kita tak dapat membahasnya karena itu alam ghaib. arwahnya agung dibandingkan dengan arwah segenap manusia. Jilid I. Oleh karena itu syahid tidak dimandikan karena mandi adalah membersihkan jasad padahal dia sudah lebih suci lahir batin.146 Senada dengan itu Muhammad Mahmud Hijazi didalam al-Tafsir al-Wadhih. 173.145 Abu Abdillah al-Qurthubi di dalam al-Ahkam al-Qur'an menyatakan bahwa kalau yang dimaksud hidup dan diberi rizki setelah kiamat. Di alam itu mereka mendapatkan rizki yakni kenikmatan alam yang luar biasa. sebab mereka hidup di dalam quburnya.

dari Khatib Banani dari Anas ibn Malik. Dari Anas ra. Di dalam kitab Dalail Nubuwah. ilmu yang dimanfaatkan serta anak yang saleh yang mendoakan (HR. Menurut Sa'id Hawa.152 Menurut hemat penulis hadits inipun bertentangan dengan hadits yang lebih kuat. Mesir. mereka berdoa :"Ya Tuhan kami. 131 . tak ada satupun yang menafsirkan bahwa syuhada masih beribadah atau yang menafsirkan bahwa mereka masih bisa berhubungan dengan orang di dunia."(Al-Hasyr : 10). Sebelum mengakhiri pembahasan tentang istighatsah ini penulis kemukakan pendapat Sa'id Hawa sebagai berikut dibawah ini. berilah kami ampunan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…. Alasan kedua. 60. bukan menyuruh mereka untuk berdoa. 153 Syaikh Husein. al-Targhib wa al-Tarhib. Allah SWT menyuruh mukminin untuk mendoakan mereka yang telah wafat lebih. 150 151 Husain Hasan Tomai. Penerbit Bab I al-Halabi wa Syirkah. yakni amal jariyah. bahkan sebaliknya. apalagi bagi mereka (wali) yang matinya bukan di medan tempur. Perintah mengucapkan assalamu'alikum ya ahla al-diyar ketika menziarahi kubur memang menjadi dalil bahwa manusia di dalm kubur adalah hidup dialam lain. Menurut Sa'id Hawa. Bukhari). Jadi pendapat bahwa orang yang sudah wafat masih bisa dimintai bantuan belum ditemukan dasar hukumnya. p. 79. Ibid. Cit. Alasan ketiga.Dari beberapa kitab tafsir yang diteliti. ia sedang berdiri shalat di kuburnya". Al-Baihaki menyatakan bahwa kualitas hadits ini shahih. akan tetapi tidak menjadi dalil pengabsahan istigatsah. jadi dia bisa memberikan pertolongan. berkata :"Saya telah berjumpa dengan Musa pada malam Mi'raj. yakni perlunya mendoakan (membantu) orang yang telah mati.Op. 1922.150 Sanad hadits ini adalah dari Salman.. Mengenai ruh para nabi bisa shalat di dalam kubur.151 tetapi Nashiruddin al-Bani menyatakan ini hadits sangat lemah. 152 Ibid.153 Dengan demikian dasar-dasar yang menjadi rujukan istighatsah seluruhnya tertolak. yakni hadits yang menyatakan bahwa amal maunsia akan putus manakala ajal tiba kecuali tiga. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar). sesungguhnya Rasulullah saw. p.

beliau bersabda :" Jika ternak salah seorang diantara kamu lepas dari suatu daerah.337. 336.156 Hadits ini dijadikan landasan istighatsah. 156 Ibid.157 Akhirnya Sa'id Hawa menyatakan bahwa masalah istighatsah kepada orng-orang saleh. 337.a dari rasulullah saw. Op.154 Tabarri dan Bazzar meriwayatkan : Dari Ibn Abbas marfu kepada Rasulullah saw : Allah memiliki malaikat di bumi. Hadits ke dua dalam sanadnya terdapat nama Ma'ruf ibn Hasan ia dhaif. Cit.. 158 Ibid. kerja mereka mencatat daun-daunan yang jatuh.beberapa tarekat melakukan istighatsah karena didasarkan kepada hadits di bawah ini : Thabrani meriwayatkan dalam kitab al-Kabir : Dari Utbah Ibn Ghazwan diangkat kepada Rasulullah saw : Nabi bersabda : Jika seorang di antara kamu ingin minta tolong. dan para wali perlu disisihkan dari riwayat tasawuf. para syaikh. 132 . wahai hamba-hamba Allah tolonglah aku!. Sesungguhnya Allah meiliki ham ba-hamba yang tidak terlihat. Sedangkan hadits ke tiga adalah hadits Hasan dan hanya berbicara soal melaikat. dan ia akan menangkapnya. 157 Sa'id Hawa.. maka hendaklah ia berkata : Wahai hamba-hamba Allah. berserulah. padahal tidak tepat dengan alasan bahwa hadits pertama adalah hadits munqathi' (terputus sanadnya).158 Catatan Akhir : 154 155 Sa'id Hawa.p. dan dia berada di suatu daerah yang tidak ada manusianya. 336-337. Jadi tak dapat dikiaskan kepada makhluk-makhluk lain. wahai hambahamba Allah tolonglah aku !. Sesungguhnya Allah memiliki (malaikat) yang hadir di bumi.155 Abu Ya'li dan Thabrani meriwayatkan di dalam al-Kabir : Dari Ibn Mas'ud r. p.. Ibid.p. p. tolonglah aku. Cit. tahankanlah (tangkaplah)". maka berserulah :" Wahai hamba-hamba Allah. Maka jika salah seorang di antara kamu terperosok di padang sahara.. Op. Selain diberi tugas memelihara.

1. 2. Jangan sekali-kali terpukau dengan ajaran tasawuf jika tidak memiliki dasar yang kuat. Ajaran Tasawuf yang benar adalah ajaran tasawuf yang berdasarkan AlQur’an dan hadits sahih. maka cukuplah beragama dengan menggunakan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak perlu beramal dengan amalan yang bersumber dari mimpi seorang syaikh tarekat. 133 . Banyak sekali pokok-pokok ajaran tarekat yang batil atau bid’ah. oleh karena itu agar kita terhindar dari kekeliruan syar’I.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful