PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

DI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
Pembentukan Karakter (Character Building). Mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah ; berpikir paradigmais, bertindak rasional dan mampu melahirkan sains, teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak

MODUL

Oleh : Dr. Asep Zaenal Ausop, M.Ag Diterbitkan oleh Jurusan Sosioteknologi Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Teknologi Bandung Bandung

1

1426 H. / 2005 M.

2

Daftar Isi
Nomor dan Judul Modul A. Pengantar :
(1). (2). (3). Metodologi Studi Islam ……………………………………………… Konsep Alam ; Relasi Hukum Alam dan Hukum AlQur’an ……… Sistimatika Dinul Islam………………………………………………

Hal.

B. Sumber Ajaran Islam : (4). (5). (6). Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsifungsi Al-Qur’an ………………………………………………………… As-Sunnah ; Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an……………………… Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. …………………..

C. Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam Kehidupan. (7). (8). (9). (10). (11). (12). (13). (14). Konsep Tuhan ; Menghadirkan Tuhan dalam aktivitas kehidupan… Konsep Manusia ; Kunci Sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi…………………………………………… Essensi Akhlaq ; Fungsi Ritual dalam pembetukkan karajter (character building) ………………………………………………………………… Studi Kritis tentang Tasawuf dan Tarekat. ……………………… Etika Islam tentang pembinaan keluarga. ………………………….. Etika Islam dalam kegiatan Sosial Ekonomi dan Sosial Budaya. … Etika Islam dalam kegiatan Sosial Politik, HAM dan Penegakkan hukum……………………………………………………………………. Etika Islam dalam Pengembangan Sains, Teknologi dan Seni. …

3

teknologi dan seni yang bermanfaat bagi orang banyak Kompetensi yang diharapkan dari Pendidikan Agama Islam di ITB adalah agar mahasiswa memiliki paradigma berfikir yang benar dalam memahami ajaran Islam (kognitif).MODUL MATAKULIAH AGAMA ISLAM INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Matakuliah Kode Matakuliah Sks Tujuan Kurikuler : Pendidikan agama Islam di ITB pada dasarnya adalah pembentukan karakter (Character Building). Materi sumber Hukum Islam mengajak mahasiswa untuk memahami sumbersumber ajaran Islam yakni Al-Qur’an. essensi dan tujuan pendidikan alIslam di ITB serta metodologi mempelajarinya. As-Sunnah dan Ijtihad. sehingga mereka meyakini bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai aturan absolut tentang jalan hidup. bukan sekadar transfer of knowledge atau transfer of values. termasuk dalam pengembangan ilmu pengetahuan. maka ditetapkanlah melalui Ijtihad sebagai metode penetapan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul. Sedangkan dalam hal-hal kurang dijelaskan oleh Al-Qur’an dan sunnah rasul. sehingga mereka mampu memahami dan meyakini bahwa terdapat relasi yang harmonis antara hukum Alam dengan hukum Agama karena kedua-duanya bersifat absolut yang tidak mungkin ada pertentangan. : Pendidikan Agama Islam : 2061 :2 Deskripsi Materi Kuliah Agama/ Etika Islam: Materi pengantar berisi tentang eksistensi. baik dalam hubungannya dengan Allah. bertindak rasional dan mampu melahirkan sains. Tujuannya adalah untuk mewujudkan mahasiswa berkepribadian Ilahiyah . memfungsikan riitual dalam 4 . Mampu mengaplikasikan pesan-pesan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. Selanjutnya mahasiswa diajak untuk memahami Islam secara holistik tetapi pada pengantar ini masih bersifat global. teknologi dan Seni (Psikomotor). berpikir paradigmais. Termotivasi untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT melalui studi Islam yang lebih mendalami di luar kampus (afektif). merumuskan kunci sukses manusia sebagai Khalifah di muka bumi. aturan hidup yang masih bersifat global yang harus dijelaskan dengan sunnah Rasul. Dalam hal ini fungsi rasul adalah sebagai whole model (uswah hasanah) yang perlu dijadikan pusat identifikasi. Materi Aplikasi Nilai-nilai Islam dalam kehidupan berisi analisi seputar bagaimana menghadirkan Allah dalam aktivitas hidup.

7. 4. Silabi Perkuliahan : A. Terjemahan dari : The Cultural Atlas of Islam. As-Sunnah . Yusuf Qardhawi. Materi Pengantar : (1). Hukum Zakat. Miftah Faridl. Menjelajah Khazanah Peradaban Gemilang.H.K. Lois Lamaya Al-Faruqi. Ijtihad : Berfikir kreatif dalam menentukan hukum sesuatu yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara eksplisit. Etika Islam. Bandung : Penerbit Mizan. Miftah Faridl. (6). 5. (3). K. 3. 2. Relasi Hukum Alam dan Hukum Agama Sistimatika Dinul Islam. Penerbit Pustaka Salman. Ismail al-Faruqi. menyikapi ajaran tasawuf yang benar dan yang menyimpang. Bimbingan Hidup Mukmin. Atlas Budaya. Pustaka Salman. Jakarta. Dr. Sayyid Sabiq. Sumber Ajaran Islam : (4). Halal dan Haram dalam Islam . Pokok-pokok Ajaran Islam. Fiqh Sunnah. (5). B. (2). Buku Wajib : 1. tekonologi dan seni. Sayyid Sabiq. Penerbit Litera Antar Nusa.H. Dr. Yusuf Qardhawi. Al-Qur’an : Pembuktian Al-Qur’an sebagai wahyu serta fungsi-fungsi AlQur’an. 5 . Nabi Muhammad sebagai Whole Model (Uswah hasanah) dalam Pengamalan Pesan Al-Qur’an. serta tentang etika Islam dalam pembinaan keluarga dan kegiatan sosial serta dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Jakarta.Perubahan Prilaku (behavior change). Metodologi Studi Islam Konsep Alam . 6. Dr. Dr.

mahasiswa) untuk mengembangkan potensi (potential capasity) yang dimilikinya menjadi kemampuan nyata (actual ability) secara optimal sehingga tetap dalam kondisi fitrah dan hanief (lurus) sebagaimana keadaan ketika lahir. komprehensif dan. Mahasiswa dapat mengaplikasikan beberapa metoda dalam mendalami ajaran al-Islam. Tujuannya adalah agar anak memiliki kualitas kognitif (pengetahuan). afektif (keimanan) dan psikomotor (amaliyah) yang lebih baik dengan target akhir adanya perubahan prilaku ( behavior change) yang lebih baik (taqwa. 6 . muttaqin). Juga potensi bertuhan Allah dan potensi-potensi lainnya. Mahasiswa mampu memilih secara tepat pendekatan tekstualis dan kontekstual rasional dalam memahami al-Islam Pokok-pokok Materi Prolog : Pendidikan Islam bukanlah sekedar transfer of knowledges atau transfer of values tetapi merupakan aktivitas character building. Potensi yang dimiliki anak didik antara lain Intellegence Quotien (IQ). 2. Hakikat Pendidikan Al-Islam : Pada hakikatnya Pendidikan al-Islam adalah proses bimbingan terhadap anak didik (santri. kepribadian) Tujuannya agar potensi yang dimiliki anak didik (potential capacity) menjadi kemampuan nyata (actual ability) dan tetap berada dalam posisi suci bersih (fitrah) dan lurus kepada Allah (hanief). maka seorang guru harus mengajarkan Islam ilmu (yang berdasarkan dalil). komprehensif dan filosofis : Tujuan Instruksional Khusus (TIK): 1. bukan Islam persepsi (yang berdasarkan kirakira). Emotional Quotien (EQ) dan Spiritual Quotien (SQ). (pembentukan karakter. Untuk mencapai itu. siswa.EQ dan SQ.MODUL 1 METODOLOGI STUDI ISLAM Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami metodologi untuk mempelajari al-Islam secara integrated. Integrated meliputi penajaman IQ. secara integrated.

hablum minannas dan hablum minal ‘alam dengan parameter yang jelas. Cara Mempelajari Islam : Pengetahuan terbagi dua. sedangkan pengetahuan yang salah atau belum pasti benar disebut persepsi.Tujuan antara Pendidikan al-Islam adalah : • • Aspek Kognitif : Agar mahasiswa memahami al-Islam dengan paradigma yang benar (berfikir paradigmais). dan mampu mengahayati ajaran al-Islam sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaannya. terdeteksi. Materi Pendidikan Al-Islam : • Materi Aqidah adalah menanamkan ketauhidan (Tauhid Rubbubiyah. how to do) tentang ritual (ibadah mahdloh) dan mu’amalah (ibadah ghair mahdloh). hablum minannas. terukur. beserta falsafahnya sehingga setiap sendi syari'ah terasa mempunyai makna. Mulkiyah dan Uluhiyah) seraya mencabut sikap syirik dengan akar-akarnya melalui analisis terhadap fenomena alam dan perilaku sosial masyarakat.dimensi akhlak yang meliputi hablum minallah. yakni pengetahuan yang benar dan pengetahuan yang belum pasti benar. mampu memenej emosinya secara benar. • Materi Akhlak adalah memberikan pemahaman tentang dimensi. atau manusia yang sanggup melaksanakan seluruh ayat Al-Qur'an tanpa kecuali. Sedangkan tujuan akhir Pendidikan Agama adalah terwujudnya insan yang berperilaku Al-Qur'an. Asepk Afektif : Agar anak didik mampu mengapresiasi al-Islam secara mendalam sehingga mereka mampu mengimani kebenaran al-Islam. • Aspek psikomotor : Mampu mengamalkan al-Islam secara komprehensif. 7 . baik dalam Hablum minallah. secara integratif dan komprehensif. dan hablum minal 'alam. baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam bermasyarakat. Pengetahuan yang benar adalah al-ilmu atau alhaq. menekankan pembiasaan dan perlunya figur sebagai whole model (usawah hasanah). • Aspek Syari’ah adalah mengajarkan tentang kaifiyat (tatacara.

Untuk memperoleh Islam ilmu. bukan dengan kira-kira Al-Qur'an QS 17 : 36 : manusia harus menemukan dasar hukum (rujukan) yang jelas. Ketiga: Beragama tidak boleh atas dasar keturunan atau warisan leluhur (QS. Lebih jelasnya sbb : Pertama : Dengan ilmu. Sesungguhnya pendengaran. 2 :170) : ْ‫ل ُف‬ ‫لو‬ َ ‫وَت‬ َ ‫أ َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ي ع‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ع َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ن‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫ل ا م‬ َّ َ ‫ز َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫علوا َت‬ ُ ‫ب م‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫م ا‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫قي َت‬ ِ ‫ذا ع‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫وع‬ َ ‫َت‬ ( 170 ‫ن البقرة‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ئ ا َت‬ ً‫ي ا‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫قم‬ ِ ‫ع ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ؤ م‬ ُ ‫ب ا م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫َت‬ Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah. penglihatan dan hati. "(Apakah mereka akan mengikuti juga).9 :31). semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. terikat dengan figur َ ‫ك ا َت‬ ‫ن‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫ك‬ ُ ‫د م‬ َ ‫ؤا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫س ُف‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫م ع‬ ٌ ‫ل إ‬ ْ‫ع ُف‬ ِ ‫ه ع‬ ِ ‫ب ع‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫س َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ف َت‬ ُ ‫ق م‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫َت‬ 36)‫ال‬ ً‫ئلو ا‬ ُ ‫س م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫) َت‬ Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. bukan semata-mata perkiraan fikiran. atau terikat dengan mayoritas. juga tidak terikat figur atau tradisi nenek moyang. Keempat : Beragama tidak atas dasar figur (QS. : 8 ." mereka menjawab: "(Tidak). guru. dan tidak mendapat petunjuk (QS. Perlu menjadi catatan penting bahwa kebenaran hanya ditentukan oleh kualitas argumentasi bukan oleh kuantitas penganutnya. Kedua : Beragama tidak atas dasar mayoritas . 2 : 170).Seorang ustadz. dosen harus mengajarkan Islam Ilmu bukan Islam Persepsi. bukan karena pendapat. mayoritas. walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami". Islam Ilmu adalah Islam yang berdasarkan dalil. sebab mayoritas tidak menjamin orsinalitas.

dan tidak dogmatis. • • • • Sistimatis : Berurutan/ runtun. sangat merangsang berfikir. Hadits. cari aman. dari mana memulainya. • Radikal : Sampai kepada kesimpulan. Objektif : Berdasarkan dalil. objektif. Rasional : Gampang difahami. dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah. Tokoh ini sering tidak peduli kepada dalil dan ratio. Ekonomi. Paling tidak ada empat corak : • • Tokoh Sufistik: Menerangkan agama dengan pendekatan sufistik (AlQur’an. Sosiologis. menggigit dan sangat menyentuh perasaan dan nurani. antara lain Pendekatan Kebahasaan. jelas rujukannya.. Azas Filosofis dalam Pendidikan Islam : Islam ilmu yang disampaikan dengan pendekatan yang tepat akan mudah dicerna oleh peserta didik. Dalam hal ini sangat baik menggunakan multi pendekatan. mampu menjelaskan hubungan sebab akibat. rasional. dll. 6 : 61). Filosofis. Oleh karena itu penyajian materi pendidikan al-Islam harus sistimtis. Pemikiran mereka lebih didominasi oleh sikap sosiologis. Militer. Komprehensif : Yakni menganalisis Islam dari berbagai sisi. kira-kira atau dugaan – dugaan. 9 . Teologis. Wangsit)  Cenderung mistik Tokoh Sinkretik : Sinkretik adalah percampuran antara budaya lokal dengan agama. Kesehatan. tajam. terus ke mana dan bermuara di mana. Kedudukan Akal dalam memahami Al-Islam : Mengenai penggunaan akal / rasio dalam memahami al-Islam. bukan sekedar kata orang.(31)َ ‫لل َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ِ ‫دو ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ب ا ع‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ْ‫ر ُف‬ ُ ‫و م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫ب ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ذوا َت‬ ُ ‫خ م‬ َ ‫ت َت‬ َّ ‫ا‬ Mereka menjadikan orang-orang alimnya. para tokoh pemikir Islam berbeda-beda corak pemikirannya. Kesejarahan. komprehensif dan radikal. Politis. (QS.

hal. tidak memiliki pemimpin pusat meskipun ia memiliki tokoh sentral yang menjadi figur faham tersebut 3. sedangkan hasil pemikiran sangat tergantung kepada paradigma berfikir yang bersangkutan. Perbedaannya dapat dirinci sebagaimana dijelaskan pada tabel di bawah ini. 2002 ) . 1 10 . Tidak terorganisir. Biasanya pengikut suatu faham tertentu adalah orang-orang yang kritis. Tokoh ini banyak menggunakan argumentasi rasio di samping melihat teks Al-Qur’an dan hadits. • Tokoh Rasional Kontekstual : Memperhatikan teks dan konteks. Dari sini kelak lahirlah faham dan aliran keagamaan. PERBEDAAN ANTARA FAHAM DAN ALIRAN1 Faham 1. senang berfikir. • Tokoh Rasional Liberal : Tidak terikat teks. Aliran dan Faham Sesat di Indonesia.suatu hasil pemikiran yang eksklusif Terorganisir : ada ketua. walaupun tidak selalu demikian. Beberapa metode pendekatannya adalah Tafsir Metaforis. tidak suka dialog. 2. Aliran Kata aliran lebih berkonotasi kepada . Tafsir Hermenetika dan pendekatan social kesejarahan. Para tokoh Sripturalis bukan tidak menggunakan ratio tetapi lebih terikat dengan teks Al-qur’an dan hadits apa adanya. terbuka dan menyambut adanya diolog. tetapi sebenarnya kedua kata itu memiliki perbedaan. ( Jakarta : Pustaka al-Kautsar. Analisis terhadap ajaran islam yang dilakukan tokoh Rasional Liberal lebih didominasi oleh argumentasi akal. pengurus dan anggotanya serta mempunyai aturan-aturan tertentu Biasanya para anggotanya tidak dibiarkan berfikir kritis tetapi bersifat taqlâd. vii. Kata faham lebih berkonotasi kepada suatu alur pemikiran yang menganut prinsip tertentu. dogmatis. Diolah dari : Hartono Ahmad Azis.• Tokoh Scripturalis /Tekstualis : terikat dengan teks kurang memperhatikan konteks. anti kritik dan cenderung merasa benar sendiri (truth claim). Faham apapun sebenarnya merupakan hasil pemikiran. Faham dan aliran adalah dua kata yang seakan-akan bermakna sama karena keduanya menggambarkan adanya suatu pemikiran yang kemudian jadi anutan bahkan pengamalan sebuah kelompok atau komunitas tertentu.

yang kemudian memasuki masa Aufklaerung (abad 18). Secara garis besar corak pemikiran tokoh Islam terbagi dua yakni pemikir Rasional dan Pemikir Tradisional. Pemikiran Rasional dibawa oleh para sarjana Barat yang telah mempelajari berbagai ilmu pengetahuan termasuk filsafat dari universitas Cordova ketika Spanyol dikuasai pemerintahan Islam Bani Umayah di bawah pemerintahan Islam pertama yakni Abd ar-Rahmán ad-Dakhili. Thomas Hobes (1588-1679). akar pemikiran Rasional periode Modern di dunia Islam sebenarnya dipengaruhi oleh pemikiran rasional dari Barat. Sejarah Pemikiran di dunia Barat secara kronologis dimulai dengan Masa Yunani Kuno (6 abad sebelum Masehi). mengetahui paradigma setiap tokoh pemikir adalah sesuatu yang amat penting. Dengan kepercayaan kepada akal yang terlampau besar. dan memahami serta me-mecahkan segala permasalahan manusia. Masa Skolastik (abad 8 M). Rasionalisme dianggap sebagai tonggak dimulainya pemikiran falsafati yang sebenarnya karena benar-benar menggunakan kemampuan ratio untuk memikirkan sesuatu secara mendalam. Apabila ditelusuri jauh ke belakang. Masa Hellenika Romawi (abad 4 SM). atau memasuki periode Modern (abad 19) serta postmodernisme (abad 20). mereka menentang setiap kepercayaan yang bersifat dogmatis seperti terjadi pada abad Pertengahan. dan Spinoza (1632-1677). serta menyangkal setiap tatasusila yang bersifat tradisi dan terhadap keyakinan atau apa saja yang tidak masuk akal. dan John Locke (1632-1704).Dengan demikian. Kemudian muncul pula mazhab Rasionalisme dengan tokohnya Rene Descartes (1596-1650). Aliran filsafat Rasionalisme ini berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang memadai dan 11 . Mazhab ini menaruh kepercayaan kepada akal sangat besar sekali. pasti manusia dapat menerangkan segala macam persoalan. Walaupun asalnya Barat dipengaruhi pemikiran rasional Islam zaman Klasik. tidak terpengaruh oleh doktrin agama dan mitos. Mereka berkeyakinan bahwa dengan kemampuan akal. Pada abad 17 muncul pemikiran falsafah Empirisme atau mazhab Empirisme dengan tokohnya antara lain Francis Bacon (1561-1626). Masa Parsitik (abad 2 M). Masa Rennaissanse ( abad 14-16 M).

dapat dipercaya adalah akal (rasio). Metode yang digunakan oleh Rasio-nalisme ini adalah metode deduktif. Rene Descartes (1598-1650) sebagai tokoh rasionalisme, dengan berlandaskan kepada prinsip “a priori” meraguragukan segala macam pernyataan kecuali kepada satu pernyataan saja yaitu kegiatan meragu-ragukan itu sendiri. Itulah sebabnya ia menyatakan: ”saya berfikir jadi saya ada (Cogito ergo sum). Sedangkan mazhab Empirisme yang kemudian dikembangkan oleh David Hume (1611-1776), menyatakan bahwa sumber satu-satunya untuk memperoleh pengetahuan adalah pengalaman. Ia menentang kelompok rasionalisme yang berlandaskan kepada prinsip “a pripori:” tetapi mereka menggunakan prinsip “a posteriori”.2 Untuk menyelesaikan perbedaan antara Rasionalisme dan Empirisme, Iammnuel Kant mengajukan sintesis a pripori. Menurutnya, pengetahuan yang benar adalah yang sintesis a pripori, yakni pengetahuan yang bersumber dari rasio dan empiris yang sekaligus bersifat a pripori dan a posteriori. Immanuel Kant adalah pembawa mazhab Kritisisme atau Rasionalisme Kritis atau lebih dikenal dengan Modernisme. Kemudian pada abad 19 muncul pula Aguste Comte (1798-1857) membawa aliran filsafat Posistivisme yang pada hakikatnya sebagai Empirisme Kritis. Sedangkan aliran filsafat abad 20 atau masa Kontemporer antara lain muncul aliran filsafat Eksistensialisme, Strukturalisme, dan Poststrukturalisme, Postmodernisme. Dalam hal ini penulis tidak perlu membahas seluruh aliran filsafat tersebut karena persoalannya akan melebar tidak fokus. Dengan pergumulan dua induk aliran filsafat, yakni Rasionalisme dan Empirisme, maka pada ujungnya para pemikir Barat hanya mengakui dua
2

Ma]hab Empirisme kemudian berkembang ke arah Positivisme. Perkembangan ilmu pengetahuan termasuk ilmu sosial dianggap mencapai bentuknya secara definitif dengan kehadiran Aguste Comte (1798-1857) dengan grand - theory-nya yang digelar dalam kaya utamanya Courus de Philospphie Positive (1855). Comte menjelaskan bahwa tahap positive dicapai setelah manusia melampaui tahap theologik dan metafisik. Menurut madzhab Positivisme bahwa sesuatu benar dan nyata haruslah konkret, eksak, akurat dan memberi kemanfaatan. Dalam pandangan positivisme, Ilmu-ilmu kealaman memperoleh objektivitas yang khas semata-mata bersifat empiris – eksperimental. Filsafat Comte ini adalah anti-metafisis, ia hanya menerima fakta-fakta yang ditemukan secara positif- ilmiah.

12

macam ilmu yakni Empirical science dan Rational Science. Sedangkan di luar itu hanyalah beliefs atau kepercayaan, bukan ilmu. Mazhab pemikiran filsafat yang masuk dan mendominasi para pemikir muslim adalah mazhab Rasionalisme, sehingga para pemikir muslim Rasionalisme sangat memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada akal. Konsekuensinya, mereka menolak semua hadits yang bertentangan dengan akal, sehingga apabila ada hadits bertentangan dengan kesimpulan akal, maka yang dipakai adalah kesimpulan akal. Bahkan ayat-ayat al-Qur’an pun -- apabila secara literal (tekstual) isinya bertentangan dengan akal -- akan ditafsirkan sesuai dengan penerimaan akal melalui penafsiran metaforis. Para pemikir muslim Rasionalis yang terpengaruh oleh filsafat Barat secara diametral bertentangan dengan para pemikir muslim Tradisionalis yang bersikap sebaliknya, yakni mereka tetap menggunakan hadits Ahad walaupun bertentangan dengan akal bahkan mereka pun berpegang kepada makna hakiki dalam menafsirkan ayat Al-Qur’an bukan dengan tafsir metaforis sebagaimana diketengahkan oleh para pemikir Rasionalis. Pemikir Tradisionalis banyak menghindari – kalau tidak dikatakan memusuhi -- filsafat Barat. Amin Abdullah yang mengutip pendapat Muhammad ‘Abid al-Jabiry menyatakan bahwa para tokoh Ilmu Kalam banyak yang memusuhi filsafat akibatnya antara filsasat dan Ilmu Kalam tidak ada titik temu. Abid al-Jabiry menyatakan bahwa di lingkungan generasi pertama Ahl as-Sunnah atau juga dengan Asy‘ariyah di mana terdapat tokoh-tokoh seperti al-Ghazali dan asySyahrastani (479-549 H), -- sangatlah menentang filsafat dan para ahli filsafat. Bahkan selanjutnya karya al-Ghazali Taháfut al-Falásifah dan karya asySyahrastanâ Musá‘arah al-Falásifah merupakan buku “wajib” yang harus diikuti oleh para penulis ilmu Kalam.3 Perbedaan pendekatan yang digunakan dalam filsafat dan ilmu kalam dapat dilihat pada tabel di bawah ini. PERBEDAAN PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN DALAM FILSAFAT DAN ILMU KALAM 4
3 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam: Pentingnya Filsafat Dalam Memecahkan Persoalan-persoalan keagamaan, Makalah, disajikan dalam acara Internship Dosen-Dosen Filsafat Ilmu Pengetahuan se Indonesia, 22-29 Agustus 1999, hal.12. 4 Amin Abdullah, Pemikiran Filsafat Islam", hal.8

13

Filsafat Lebih menekankan dimensi keberagaman yang paling dalam-esoteris dan transendental. Lebih menekankan ketenangan ke dalam jiwa karena mendapat kepuasan pemikiran. Lebih menggarisbawahi comprhension (pemahaman akal). Lebih bercorak prophetic philosophy Lebih menekankan dimensi being religious.

Ilmu Kalam Seringkali menekankan dimensi lahiriyah eksoteris dan final konkret. Lebih menekankan keramaian (syi‘ar) yang bersifat ekspressif-keluar. Lebih menekankan transmission (pemindahan, pewarisan atau yang biasa disebut naql). Lebih bercorak priestly religion (keulamaan). Lebih menekankan dimensi having a religion.

• •

• •

Walaupun pada periode Pertengahan, filsafat dijauhi, maka mulai abad 18 (Periode Modern) filsafat mulai didekati lagi bahkan dijadikan kerangka berfikir oleh sebahagian pemikir muslim. Masalahnya sekarang adalah – demikian Amin ‘Abdullah -- bagaimana kita menyikapi filsafat dan ilmu Kalam lebih luas lagi doktrin agama, apakah mau bersifat Paralel, Linear atau Sirkular ? Kalau menggunakan pendekatan paralel maka metode berfikir yang digunakan akan berjalan masing-masing, tidak ada titik temu sehingga manfaat yang dicapainya pun akan sangat minim. Kalau menggunakan pendekatan linear maka pada ujungnya akan terjadi kebuntuan. Pola linear akan mengasumsikan bahwa salah satu dari keduanya akan menjadi primadona. Seorang ilmuwan agama akan menepikan masukan dari metode filsafat, karena pendekatan yang ia gunakan dianggap sebagai suatu pendekatan yang ideal dan final. Kebuntuan yang dialami oleh pemikir yang menggunakan pendekatan naqli semata adalah kesimpulan yang bersifat dogmatis – teologis, biasanya berujung pada truth claim yang ekslusif yang mencerminkan pola fikir “right or wrong is my caountry” atau juga kebuntuan historis empirik dalam bentuk pandangan yang skeptis, relativistik, dan nihilistik. Atau dapat juga kebuntuan filosofis tergantung kepada jenis tradisi atau aliran filosofis yang disukainya.

14

15 . Pemikir Tradisional yang Tekstual (Literal) adalah kelompok pemikir Tradisional yang memahami Al-Qur’an dan terutama hadits sangat terikat dengan teks tanpa melihat konteks. Mungkin yang terbaik adalah yang bersifat sirkular. Pemikir Rasional terbagi dua juga. Misalnya mereka makan dengan tiga jari sebagaimana hadits nabi. Dalam menyikapi perlu tidaknya pola berfikir filsafat dalam pembahasan teologi dan hukum Islam. juga mereka memelihara jenggot karena nabi memerintahkan memelihara jenggot. Darul Arqam. baik hadits Ahad maupun ayat Al-Qur’an yang Dhanny dalálah-nya. karena pendekatan paralel akan terhenti dan bertahan pada posisinya sendiri-sendiri dan itulah yang disebut “truth claim”.Baik pendekatan paralel maupun linear bukan merupakan pilihan yang baik yang dapat memberikan guidance. ialah pemikir yang tidak terikat dengan hal-hal Dhanny. yakni Pemikir Tradisional dan Rasional. 5 Amin Abdullah. Mereka dengan leluasa menggunakan pendekatan rasio dan memegang prinsip kausalitas dan kontekstual dengan kaidah “ al-hukm yaduru ma‘a al-‘illat” (Hukum bergantung kepada ‘illat). merupakan contoh-contoh Pemikir Tradisional yang Literal. mereka memakai gamis dan sorban karena nabi pun berpakaian demikian. Jama’ah Tagligh. sehingga para pemikir Islam dikelompokkan menjadi empat corak. para pemikir muslim terbelah dua.dalam arti karena masing masing pendekatan memiliki keterbatasan dan kekurangan maka dilakukanlah pendekatan itu secara bersamaan (multi approach) yang di dalamnya saling menutupi kekurangan5. Pemikir Tradisional kemudian menjadi dua corak yakni Tradisional Literal (Tekstual) dan Tradisional Kontekstual. akan menjebak seseorang atau kelompok ke dalam situasi ekslusif – polemis. Corak ketiga adalah Pemikir Rasional-Kontekstual. Pemikiran Filsafat Islam. Para pemikir yang berada di lingkungan Front Pembela Islam (FPI). Sedangkan pendekatan linear yang mengasumsikan adanya finalitas. Corak kedua adalah Tradisional yang Kontekstual. hal 18-19. Lasykar Jihad. yakni Rasional Kontekstual dan Rasional – Liberal. mereka tidak memakai handuk setelah mandi janabat karena nabi pun demikian. yaitu banyak mengacu kepada hasil Ijtihad Ulama Salaf serta banyak menggunakan hadits Ahad dengan pemahaman dan pendekatan rasio.

1996). 16 . Hingga Post Modernisme. dikelompokkan demikian.6 Juga penting dicatat di sini sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi Azra. editor buku “Wacana Islam Liberal” bahwa yang bersangkutan mungkin setuju dan mungkin tidak. Yang termasuk ke dalam empirical science antara lain kedokteran. pemikiran seorang tokoh tertentu kadang-kadang sangat kompleks tidak bisa lagi dijelaskan dalam satu kerangka atau tipologi tertentu. Itu penilaian subjektif penuilis. xii. Dengan demikian. 2001). (Jakarta : Penerbit Paramadina. Dalam mempelajari Islam tidak bisa hanya menggunakan pendekatan emprik dan rasio biasa tetapi perlu ada keterlibatan iman. fisika. Contoh pemikir tipe Rasional – Liberal ini antara lain Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Nurcholis Madjid (ini paling tidak menurut Charles Kurzman dalam bukunya “Wacana Islam Liberal”.Corak keempat adalah Pemikir Rasional yang Liberal. akal tidak selalu mampu mencari kebenaran karena akal. yakni ukuran benar tidaknya adalah dibuktikan secara empirik melalui eksperimen. hal. Modernisme. pada hakikatnya akal dengan wahyu tidak boleh bertentangan. 7 Azyumardi Azra. maka disebutlah ainul yaqin . kimia. terjadi tumpang tindih dan bahkan saling silang. xii-xiii. Mata itu bahasa Arabnya adalah ain. namun sangat mungkin – sebagaimana dikatakan oleh Charles Kurzman. Pergolakan Politik Islam. goelogi. Sumbernya adalah pancaindera. bilogi. 6 Charles Kurzman (Ed. ratio adalah tergantung kepada biologis. terutama mata. Dalam hal ini paling tidak terdapat empat katagori ilmu yakni : • Empirical Science.7 Rasionalitas dalam Beragama : Dalam tataran realita. Wacana Islam Liberal. Karena akal memiliki keterbatasan maka perlu bantuan wahyu. yaitu pemikir yang pemikirannya sangat bebas merambah hal-hal yang oleh Tradisional dinilai “haram” untuk dijadikan objek ijtihad. hal. dari Fundamentalisme. nalar. Pemikiran Islam Kontemporer tentang Isu-isu Global (Jakrta : Penerbit Paramadina.).

• Rational Science . dan Sunni. Jawabannya : Ya. Pertanyaan Renungan : • • • Apakah anda percaya bahwa Allahlah yang telah memberikan potensipotensi pada diri anda ? Jawabannya : Ya. mukjizat. doa. • Suprarational Science . Islam Salafi. maka terjadilah rasionalisasi al-Qur'an. Kalau ada hubungan yang logis disebutlah rational. Islam Kontemporer. matematika.Syi'ah. Islam Radikal. yang penting tidak haram. semacam siksa dan nikmat qubur. termasuk ke dalam katagori ilmu ini antara lain bahasa. maka disebutlah Haqqul Yaqin. • Metarational Science adalah Ilmu Ghaib. Sumbernya adalah Ruh. Apakah anda sadar bahwa otak anda adalah karunia besar dari Allah ?. Beberapa istilah dalam studi Islam : Terdapat beberapa termonologi yang peting difahami adalam memahami Islam yakni Islam Simbolik dan Islam Substantif. Love Aproach yakni lebih kepada target sempurna. 17 . ialah manakala kebenarannya ditentukan oleh hal-hal di luar ratio yang berkembang pada zaman itu. Yang termasuk ke dalam ilmu ini antara lain Isra Mi'raj. dll. Pengamalan Al-Islam dengan pendekatan : • • Law Approach yakni pengamalan Islam sebatas haram – halal. syurga neraka. Sumbernya adalah ratio. filsafat. Apakah anda meyadari bahwa otak manusia tanpa bimbingan wahyu Allah akan dapat mengungkap tabir segala hal termasuk persoalan ghaib ? Jawabannya : Tidak mungkin. ialah ilmu yang kebenarannya ditentukan oleh hubungan sebab – akibat. percaya sekali. Sumbernya adalah hati (qalbu). yang penting sah. Akibatnya ayat-ayat AlQur'an yang dianggap kurang rasional dipaksakan haraus rasional. Memahami al-Islam dengan hanya menggunakan katago Empirical science dan Rational Science akan mengalami kesulitan. maka disebutlah ilmul yaqin.

Apakah kebenaran ditentukan oleh suara mayoritas atau dalil ? Jawabannya : oleh dalil. mengikuti Islam sebagai ajaran Allah atau mengikuti ajaran hasil karya manusia ? Jawabannya : Ajaran Islam ciptaan Allah. yakin sekali. Mana yang bisa menjamin keselamatan anda. • • • Mungkinkah Allah sebagai Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Suci dari kealpaan berbuat salah ? Jawabannya : Tidak mungkin. Kalau otak anda belum memahami pesan Al-Qur’an. Dari mana anda tahu tentang malaikat dan jin. • • Apakah anda mengakui bahwa otak anda tidak dapat mengetahui segala hal ? Jawabannya : ya. Kalau begitu. maukah anda yang masih belum tahu banyak hal mengikuti pemberitahuan dari Allah melalui al-Qur’annya ? Jawabannya : ????? 18 . yang salah AlQur’annya atau karena otak yang masih bodoh ? Jawabannya : Otak yang bodoh.• • • • Manfaatkah apabila pendidikan al-Islam tidak menghasilkan perubahan prilaku ke arah yang lebih baik ? Jawabannya : sangat tidak berguna. sia-sia. apakah dari ilmu – ilmu alam atau dari Al-Qur’an ? Jawabannya : Dari Al-Qur’an. mustahil. Kalau begitu. mungkinkah Al-Qur’an yang diciptakan Allah mengandung kesalahan ? Jawabannya : Tidak mungkin.

Pantaskah menyandingkan hukum alam yang absolut dengan hukum perilaku yang relatif ?. baik perilaku sosial ekonomi. sedangkan menurut ahli astronomi (berdasarkan pergerakan bintang. yakni din alIslam atau hukum Al-Qur’an. segenap makluk Allah yang berada di langit dan di bumi. Allah menegaskan :”Sesungguhnuya dalam kejadian langit dan bumi. Al-Ma’arij. Allah pun telah menciptakan aturan tentang tata prilaku manusia.8 Supaya alam berjalan dengan tertib maka Allah membuat seperangkat aturan (law). Hukum tentang tata perilaku ini pun bersifat absolut. secara fisik telah taat kepada hukum alam yang absolut ini. Namun sayangnya sebahagian besar manusia telah mengesampingkan hukum absolut. sekaligus dengan hukum alam yang absolut (tetap. ghair Dan Dialah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari. teknologi dan seni. Pokok – Pokok Materi : Prolog : Allah telah menciptakan alam. Sedangkann di dalam QS. Mahasiswa termotivasi untuk secara konsisten menaati hukum alam dan hukum agama dalam segala aktivitas hidupnya. menggunakan dan menaati hukum produk akal manusia yang bersifat relatif. maupun social budaya termasuk cara berpakaian. (QS. baik secara terpaksa maupun sukarela (Thaw’an aw karhan). satu hari menurut Allah sama dengan 1000 tahun hitungan manusia. Di dalam surat al-Hajj. 9 Aturan Allah terbagi dua katagori yakni : Pertama : Hukum Alam (hukum Kauniyah. 11 : 7). 9 Salah satu aturan Allah tentang alam adalah terjadinya siang dan malam. baik hukum Alam (hukum Kauniyah) maupun hukum agama (hukum Qur'aniyah) secara bersamaan. satu hari sama dengan 50. social politik. termasuk manusia. trial and error . Dalam hal ini.000 tahun. terdapat tanda-tanda (bahan pemikiran) bagi orang yang beriman (QS. lantas memilih. Menurut ahli geofisika (yang mendasarkan hidungannya kepada pemnbentukkan batu dan sungai). Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa bisa menjelaskan hubungan antara hukum Alam dan hukum Agama (hukum Al-Qur’an). satu periode bisa mencapai 6 milyar tahun. serta pergantian malam dan siang.MODUL 2 KONSEP ALAM (Relasi antara Hukum Alam dengan Hukum Al-Qur’an) Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa meyakini bahwa manusia hanya bisa selamat apabila menaati hukum Allah secara totalitas. 8 19 . termasuk dalam pengembangkan sains. Dalam tempo enam hari. Eksistensi dan Relasi Hukum Alam dan Hukum Al-Qur’an : Allah telah menciptakan alam (mikro dan makro) dalam jumlah jenis dan items yang sangat sepktakuler. comet). satu periode sama dengan 600 tahun. 3 : 190). pasti dan objektif).

3 : 83). Reaksi atau akibat hukum Alam jauh lebih cepat daripada hukum Agama. Kalau sesekali ada perubahan hukum Alam seperti nabi Ibrahim dibakar api tidak mati karena apinya menjadi dingin. yakni tidak berubah sepanjang waktu (QS. Demikian pula di dalam tubuh manusia sendiri hukum alam berjalan secara otomatis. Akibatnya lebih jauh adalah manusia kurang 20 . Beberapa contoh hukum alam adalah hukum gravitasi. Pada kejadian berikutnya tetap mengikuti hukum alam murni. Perbedaan hukum Alam dengan hukum Agama adalah dalam hal time respons (reaksi waktu). shalat. objektif dan tetap. hukum rotasi. itu adalah sunnatullah yang khusus yakni gabungan hukum alam (hukum fisika) dan hukum spiritual. tawakkal. Tetap. seperti hukum alam dalam tubuh tetap berlaku. Semua hukum Allah. (3). dll. maka orang mudah meyakini (mengimani) kebenaran hukum alam. baik hukum Kauniyah maupun Qur'aniyah BERSIFAT ABSOLUT memiliki sifat yang sama yakni (1). mengumpat dan perintahj berdzikir. (2). Allah menjelaskan : "Sesungguhnya Aku menciptakan sesuatu menurut ketentuan yang pasti (QS. baik diridhai (thau'an) maupun dibenci (karhan). secara fisik telah taat kepada hukum alam.mathluwwi = tidak tertulis) tetapi melekat pada alam itu sendiri. Pasti (exact). Sikap percaya ini kemudian melahirkan sikap hati-hati menghadapi hukum alam. Sikap hati-hati itu disebut taqwa. 48 : 23). 54 : 49). 15:21). sebagai upaya Allah SWT untuk memperlihatkan kekuasaan-Nya. seperti larangan berzina. Manusia telah menaati hukum alam tersebut. reaksi akibat pelanggaran hukum Al-Qur’an tidak secepat hukum alam. Karena hukum Allah bersifat pasti. bahkan ada yang baru bisa dibuktikan di akhirat nanti. (QS. Akibat pelanggaran hukum alam dapat cepat dibuktikan melalui pengamatan panca indera aatau bersifat empirik. baik disadari maupun tidak. Segenap alam baik yang ada di langit dan di bumi. yaitu berlaku kepada apa dan siapa saja (QS. Apabila hukum berubah-ubah maka tidak mungkin bisa dibuat rumus-rumus hukum alam maupun rumus hukum Agama. Kedua : Hukum agama (hukum Qur'aniyah) yang tertulis (mathluwwi ) di dalam kitab-kitab Allah. Lain dengan hukum Al-Qur’an. Karena akibatnya lambat maka manusia kurang percaya (kurang iman) terhadap hukum Al-Qur’an. sabar. Objektif . riba. Karena bersifat empirik. maka bisa dibuat rumus. hukum daur. dll.

Kedokteran 21 . Inilah azas kesatuan atau disebut azas tauhidullah. dan paling cocok dengan sifat tabi'at manusia yang fitrah dan hanief (lurus). yakni Al-Qur’an. hukum Al-Qur’an (Quraniyah) pun ciptaan Allah. manusia sebagai bagian dari alam yang secara fisikal diatur oleh hukum alam yang absolut. tetapi karena akibat makan riba sangat lambat maka orang kurang hati-hati terhadap uang riba. Dengan demikian dalam segala aktivitas manusia harus menyelaraskan dengan kedua hukum tersebut secara bersamaan. Kesalahan terbesar manusia adalah mengesampingkan hukum Absolut lantas mengambil hukum relatif produk akal manusia. Apa yang dianggap berbahaya menurut hukum Alam pasti oleh AlQur'an diharamkan. secara logika tidak mungkin kedua hukum itu bertentangan. baik prilaku ritual maupun prilaku mu’amalah (ekonomi. Karena hukum Allah terbagi dua maka Ilmu-ilmu Allah pun terbagi dua yakni Ilmu Kauniyah seperti Matematika. Dalam keseharian terbukti bahwa orang lebih takut meminum racun daripada memakan uang riba. Seharusnya. Dalam hal ini. Sebaliknya apa-apa yang baik menurut hukum Alam. melarang poligami. penegakkan HAM harus menggunakan hukum absolut Azas Kesatuan (Tauhidullah) antara aturan Agama dan Aturan Alam : Hukum alam adalah ciptaan Allah. Sungguh banyak manusia di dunia ini yang membuat aturan menurut ratio yang dipandu oleh nafsu syaithaniyah. seorang mukmin wajib memiliki keyakinan tanpa sedikit pun ragu. politik. akibatnya banyak produk hukum/ aturan yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Segenap kegiatan manusia. dll. selaras dengan hukum Alam. mentolelir minuman keras. dan sosial budayal) harus menggunakan hukum absolut (din al-Islam) bukan hukum relatif produk pemikiran filosofis manusia. Padahal memakan uang riba juga berbahaya. maka perilakunya pun harus diatur oleh hukum perilaku yang absolut pula. misalnya kebolehan aborsi. kalau begitu.berhati-hati (tidak taqwa) kalau berhadapan dengan hukum Al-Qur’an. membiarkan praktik riba. sebaliknya apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti buruk menurut hukum Alam. Geologi. berpakaian harus menggunakan hukum absolut. Apa-apa yang dilarang oleh Al-Qur’an pasti bagus menurut hukum Alam. Biologi. Dalam skala kecil. Fisika. pasti dianjurkan oleh Al-Qur'an. bahwa hukum Al-Qur'an adalah yang paling baik.

Hidayah Din (adfyan) (5). hidayah yang diperlukan manusia ada lima macam yakni (1). Dengan petunjuk pancaindera manusia bisa melihat. dll. Dengan demikian sebenarnya tidak ada dikhotimi ilmu. Ini disebut hidayah aqli. Hidayah Hawas (Pancaindera). sehingga bayi bisa menete tanpa belajar lebih dahulu. mendengar. (3). maka akal manusia tidak sanggup menembus persoalan yang berada di luar jangkauan akal. Tidak cukup dengan naluri. Hidayah Aqli (4). manusia memerlukan hidayah agama (din/ adyan). Kemauan untuk mengamalkan ilmu itu disebut hidayah Taufiq (cocok antara ilmu dan amalnya). Hidayah Ilhami (wizdan) (2). Kedua gugusan ilmu itu mustahil bertentangan. 22 . meraba. Selanjutnya kita melihat realita di lapangan. Ini disebut hidayah Hawas. Allah pun memberikan pancaindera. dan merasa. bahwa orang yang sudah mengetahui ilmu agama pun banyak yang tidak mau mengamalkan ilmu yang dimilikinya. Oleh karena itu manusia memerlukan hidayah Taufiq. maka manusia memerlukan akal agar mampu memahami hukum-hukum alam dengan baik. maka pasti manusia akan mengalami kehidupan yang sempit dan menyesakkan (ma'isyatan dhanka). soal jin. Dengan akalnya.serta Ilmu-illmu Qur'aniyah seperti Ulumul Qur'an. lantas mengambil hukum produk berfikir filosofis manusia yang oleh Allah dikatagorikan sebagai hukum Jahiliyah. yakni petunjuk dari Allah SWT yang langsung masuk ke dalam hatinya agar seseorang mau melaksanakan ilmu agamanya.dan Syari'ah. Apabila manusia berpaling dari hukum Allah yang absolut. manusia bisa melahirkan saintek dan seni. Eksistensi Hukum Al-Qur’an bagi Manusia : Sejak manusia lahir. Oleh karena itu. neraka. Ulumul Hadits. misalnya tentang hakikat hidup. Dengan demikian. Ini disebut hidayah ilham atau hidayah wizdan. mencium. sering terjadi pertentangan antara ilmu dengan amalnya. Allah telah membekali manusia dengan petunjuk yang bersifat naluri (instinc. yang bersifat relatif (mudah berubah). Akan tetapi pada kenyataannya karena daya nalar manusia sangat terbatas. gharizah. Hidayah Taufiq. ilham). Kalau ada pertentangan antara keduanya pasti konklusi salah atau kedua ilmu itu ada yang salah. Kedua hidayah di atas tidak bisa membuat manusia lebih eksis. syurga.

Menjaga keselamatan harta (hifdzu al-mal).Hidayah Din (Adyan) yang terdapat di dalam Al-Qur’an bersifat absolut . Fungsi hukum Al-Qur’an adalah untuk mengarur prilaku manusia. Pertanyaan Renungan : • • • • • Apakah anda percaya bahwa hukum alam secara factual bersifat absolut ? Jawabannya : ya Apakah anda menyadari bahwa manusia sebagai bagian dari alam. dan larangan mencuri. pantaskah perilaku anda diatur oleh hukum yang relatif buatan manusia ? Jawabannya : Sangat tidak pantas. (2). Menjaga keselamatan jasad (hifzdu al-jasad). (4). dan memerintah penegakkan hukum secara tegas dan adil. (5). Salah satunya adalah aturan pernikahan dan larangan berzina. sabar. Menjaga aqal (hifdzu 'aqli). Bisakah manusia menghindari hukum Alam ? Jawabannya : Tidak bisa Ridakah fisik anda diatur oleh hukum Alam ? Jawabannya : Ridha tidak ridha tetap harus mau. (3). Menjaga keselamatan psikhis (hifzdu an-Nafs). baik dalam soal makan dan minum. membunuh. Untuk itu Allah melarang berkelahi. dan syukur nikmat. 23 . Menjaga keturunan (Hifdzu anNasal). secara fisik diatur oleh hukum alam. tawakkal. Jawabannya : Ya. hukum relatif ciptaan manusia atau hukum Al-Qur’an yang absolut ciptaan Allah ? Jawabannya : Hukum absolut Al-Qur’an. Salah satunya adalah aturan jual beli. • Mungkinkah terjadi pertentangan antara hukum Alam dengan hukum AlQur’an ? Jawabannya : Tidak mungkin. berdagang. Salah satunya adanya aturan berdzikir. termasuk hukum qishash dan hudud. Salah satunya adalah keharusan untuk terus menerus mencari ilmu dan larangan meminum khamr. soal kenegaraan dan hubungan antar negara. qanaah. Kalau fisik anda diatur oleh hukum Alam yang absolut. rumah tangga. hukum apa yang paling tepat untuk mengatur perilaku manusia. Lebih rinci lagi hukum Al-Qur’an (adyan) berfungsi untuk : (1). larangan riba. • Menurut anda. lurus (shirat al-mustaqim) dan mustahil salah. sangat menyadari.

Mana yang lebih menjamin keselamatan anda. diatur oleh hukum AlQur’an yang absolut atau oleh hukum manusia yang relatif.• • Mengapa tidak mungkin ? Jawabannya : Karena kedua-duanya ciptaan Allah. Jawabannya : ????? 24 .

seminar. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin. Pokok-pokok Materi Prolog : Din al-Islam merupakan tatanan hidup (syari’ah = aturan. Ada satu lagi yang disebut Akhlaq. sebab istilah agama (religion. sistem atau tatacara hidup. yakni aturan tentang tatacara menjalin hubungan dengan Allah. Tujuan Instruksional Khusus : 1. yang ditujukan kepada ke segenap manusia di dunia ini tanpa kecuali. jalan hidup) ciptaan Allah untuk mengatur segenap aktivitas manusia di dunia.ah dan akhlaq ini dalam terminology lain adalah Imam. Syari. Mendakwahkan al-Islam melalui hikmah (pendalaman keilmuan). Aturan Allah yang terkandung dalam al-Islam ini bersifat absolut. Jadi Din al-Islám berarti tatacara hidup Islam. Tidak tepat apabila din diterjemahkan sebagai agama. yakni : Pertama. manusia hanya bisa selamat di dunia dan akhirat apabila ia mengamalkan Islam secara kaffah (totalitas).ah dan Akhlak serta hubungan antara ketiganya dalam tatanan ajaran Islam. dialog interaktif yang menarik ). adalah syari’ah ibadah juga. religie) 25 . 2. dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar.MODUL 3 ESSENSI DAN SISTIMATIKA DINUL ISLAM Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami aspek-aspek ajaran Islam secara menyeluruh serta mempunyai keyakinan bahwa. aturan tentang tata keyakinan disebut Aqidah (sistema credo). dan (3). Aqidah. mau’idlah (nasihat-nasihat) jadilhim billati hiya ahsan (diskusi. Meyakini kebenaran aturan al-Islam sebagai kebenaran yang absulut. Mengamalkan seluruh aturan Islam yang absout itu secara kaffah (menyeluruh). sebenarnya. Kedua adalah aturan tentang tatacara beribadah. (2). Essensi Dinul Islam : Din berasal dari kata dana yadinu dinan berarti tatanan. yang disebut syari’ah ibadah (sistema ritus). Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat Aqidah. aturan Allah dibagi dua. Akhlaq ini. syari. Mahasiswa termotivasi untuk melaksanakan ajaran Islam yang bersumber dari dalil. hanya saja dilihatnya dari persepktif layak dan tidaknya suatu perbuatan dilakukan. Selanjutnya. Seorang mukmin memiliki keterikatan (commited) dengan al-Islam yakni : (1). bukan sekadar wajib dan haram.dalil yang kokoh untuk mencapai predikat muslim yang benar. Islam dan Ihsan.

yakni Islam. Kristen. Dengan memaknai din sebagai tatan hidup. Yang dimaksud dengan din al-haq ialah din yang berisi aturan Allah yang telah didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dengan fitrah manusia. Seseorang yang mengaku muslim atau menganut din al-Islám harus mengikuti tatanan hidup Islam secara káffah . Sedangkan di luar din al-Islam adalah din yang berisi aturan manusia sebagai produk akal. dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. hawa nafsu serta merupakan hasil kajian falsafahnya. agama yang diakui hanya ada enam . maka ia pasti akan terpental di akhirat sebagaimana diterangkan di dalam QS. Tatanan hidup yang demikian bukan saja tidak bisa menyelamatkan manusia tapi justeru mencelakakan. dari mulai masalah ritual sampai kepada masalah mu‘ámalah termasuk masalah sosial budaya. dan Kunghuchu padahal di Indonesia terdapat ratusan bahkan mungkin ribuan tatacara hidup. sosial ekonomi. Apabila ia menolaknya. integratif dan komprehensif apapun resikonya.hanyalah merupakan alih bahasa saja yang tidak mengandung makna substantif dan essensil. Di Indonesia misalnya. sosial politik. maka sekali-kali tidaklah akan diterima (dân itu) daripadanya. maka manusia sebagai pemilih din. yakni din al-haq dan din alBathil . hasil angan-angan. Din terbagi dua yang sangat jelas bedanya. Katolik. bahkan sampai kepada masalah kenegaraan. 3 : 19 ) Barangsiapa mencari tatanan hidup selain Islam.(QS. 3 : 85). 3 : 19 dan ayat 85 : َ ‫س‬ ( 19 : ‫ل) م )ال عمران‬ ِ ‫ن‬ ِ ّ ‫د الل‬ ّ ِ‫إ‬ َ ْ ‫عن‬ ّ ‫ن ال‬ ْ ِ ‫ه ا ْل‬ َ ‫دَني‬ ْ ‫را‬ َ ‫غ‬ ْ ُ ‫ن َني‬ َ ‫ن ا‬ َ َ ‫قب‬ ‫و‬ ُ ‫و‬ ً ‫دَني‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫سل َ) م‬ ْ ِ‫ل‬ ْ َ ‫فل‬ ْ ‫م‬ ُ ْ ‫من‬ َ ‫و‬ َ ‫ه‬ َ ‫ه‬ َ ْ ‫غي‬ َ ِ َ ‫ن َني َب ْت‬ ْ ‫ف ي ا‬ (85 : ‫رَنين )ال عمران‬ َ ْ ‫ن ال‬ ِ ‫ل‬ ِ ِ ‫خ ا‬ ِ ‫ة‬ ِ ‫ر‬ َ ‫م‬ َ ‫خ‬ ِ ‫س‬ Sesungguhnya dân atau tatanan hidup (yang diriÜai) di sisi Allah hanyalah Islam (QS. maka yang dimaksud dengan istilah muslim adalah orang yang ber-din al-Islám. Hindu. imajinasi. Din al-Islam sebagai tatanan hidup meliputi seluruh aspek hidup dan kehidupan. yakni AlQur’an. Budha. Aturan ini kemudian dituangkan di dalam kitab undang-undang Allah. Lebih dari itu apabila din diterjemahkan sebagai agama maka maknanya menjadi sempit. Berdasarkan pengelompokkan din ini. sedangkan istilah kafir adalah orang-orang yang ber-din ghair al-Islam. otomatis hanya terbagi menjadi dua kelompok yang jelas-jelas berbeda 26 .

(furqán). Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah. Kelompok Hudá adalah kelompok yang memilih din Islam sebagai tatanan hidupnya. َ ّ ‫فروا وصدوا ع َن سبيل الل ّه أ َض‬ ‫ن‬ ِ ّ ‫وال‬ ِ ّ ‫ال‬ َ ِ ّ َ َ ْ ُ‫م ال َه‬ َ ْ ‫ل أع‬ َ ‫ذقي‬ َ (1)‫م‬ ِ ِ َ ْ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ‫ل ع‬ ُ ‫م‬ َ ‫ز‬ ‫نو‬ َ َ‫ت و‬ َ ُ ‫م‬ ِ ‫ح ا‬ ِ َ ‫ننوا وَع‬ ُ ‫م‬ َ ‫م‬ ّ ُ ‫م ا ن‬ َ ِ ‫ص ال‬ ّ ‫ح‬ ُ ‫ل ى‬ َ ِ ‫ننوا ب‬ َ ‫ءا‬ َ ‫ءا‬ ّ ‫لنوا ال‬ َ ُ‫مدٍ وَه‬ َ َ ‫(ذ َل‬2)‫ئ اتهم وأ َصل َح ب ال َهم‬ ‫ن‬ ّ َ‫م ك‬ ِ ِ ‫ق‬ ّ ‫ك ب ِأ‬ َ ْ ‫ال‬ َ ‫م‬ ْ ُ َ َ ْ َ ْ ِ ِ َ ّ ‫سي‬ ْ ُ‫ر ع َن ْه‬ ْ ِ‫رب ّه‬ ّ ‫ح‬ َ ‫ف‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫فروا اتبعنوا ال ْب اط‬ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ِ ‫ق‬ ُ ‫م‬ ِ ّ ‫ن ال‬ ِ َ ِ ّ ‫ال‬ َ ْ ‫عنوا ال‬ ُ َ ‫ننوا ات ّب‬ ّ ‫ل وَأ‬ َُّ ّ ‫ح‬ َ ‫ءا‬ ْ ‫م‬ َ ‫ذقي‬ ُ َ َ‫ن ك‬ َ ‫ذقي‬ َ َ ِ ‫م ك َذ َل‬ َ ‫م‬ (3)‫م‬ ِ ‫ه‬ ّ ‫لل‬ ُ ِ‫ضر‬ ْ َ ‫ك قي‬ ْ ُ‫ث ال َه‬ ْ ‫سأ‬ ُ ّ ‫ب الل‬ ْ ِ‫رب ّه‬ َ ِ ‫ن ا‬ Orang-orang yang kafir dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Allah menghapus perbuatan-perbuatan mereka. dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.2. Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka. Ini berarti bahwa mereka telah mengikuti jalan yang haq sehingga Allah akan menghapuskan segala kesalahannya. Mereka itulah orang-orang yang sesat sebagaimana ditegaskan oleh Allah di dalam Al-Qur’an surat 7 : 30 dan surat 47 : 1. Sedangkan kelompok Dhalalah adalah orang-orang yang memilih din selain Islam.3 ُ ‫خق‬ ‫ذوا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ ‫قق‬ ً‫رقي ا‬ َ ّ ‫م ات‬ ُ َ ‫ض قل َل‬ ّ ‫م ال‬ َ ‫ق ا‬ َ ‫ق ا هَ ق‬ ُ ‫ة إ ِن ّهُ ق‬ ُ ‫ق عَل َي ْهِ ق‬ ّ ‫حق‬ ِ َ‫د ى وَف‬ ِ َ‫ف‬ َ ‫ء من دون الل ّه وقيحسبنو‬ َ ‫شي اطي‬ )‫ن‬ َ ‫دو‬ ُ ‫مهْت َق‬ َ ُ َ ْ ََ ِ َ ِ ‫ن أوْل‬ ُ ‫م‬ ْ ‫ن أن ّهُق‬ ِ ُ ْ ِ َ ‫ي ا‬ َ ِ َ ّ ‫ال‬ ( 30 Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Dan orang-orang yang beriman (kepada Allah) dan mengerjakan amal-amal yang saleh serta beriman (pula) kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang hak dari Tuhan mereka. Yang demikian adalah karena 27 . Ini berarti mereka telah mengikuti aturan yang salah dan telah menjadikan syetan sebagai pimpinan mereka. yakni kelompok Huda dan kelompok Dhallin (kelompok orang-orang yang tersesat).

Segala macam aturan hasil manusia tersebut yang termasuk katagori din al-bathil telah terbukti gagal dalam mengatur umat manusia. Oleh karena tatanan hidup produk falsafah manusia itu telah terbukti tidak membawa keselamatan. antara lain Materalisme. maka manusia harus segera hijrah kepada din al-Islám. (Beirut. akidah adalah ‫م ا عقدعليه االقلب والض امر‬ 10 10 Luis Ma‘ruf. Al-Munjid. Pilar-Pilar Islam : Islam sebagai din (tatanan hidup) sebagaimana dijelaskan oleh Muhammad Syaltout terdiri dari dua pilar yakni Aqidah dan Syari’ah. hal. Sedangkan Komunisme telah melahirkan manusia yang tidak mengenal Tuhan dan tidak mengenal hak milik individu sehingga melahirkan ketidakpuasan. Aqidah : Secara bahasa. Materealisme yang bertitik tolak dari dan berorientasi kepada materi telah melahirkan orangorang yang serakah. dan Kolonialisme. QS. din al-Islám adalah satu-satunya dân ciptaan Allah.sesungguhnya orang-orang kafir mengikuti yang batil dan sesungguhnya orang-orang yang beriman mengikuti yang hak dari Tuhan mereka. 28 .2. imajinasi dan falsafah sebagaimana telah dikemukakan di atas telah melahirkan banyak din dan isme-isme lainnya. 47 : 1. Cetakan 13.3. Semua ini sebagai akibat kesalahan manusia sendiri. 1952). din-din hasil ciptaan manusia berdasarkan akal. Namun pada tataran realita sekarang ini Din al-Islam menjadi banyak ragam dan versinya. . Liberalisme. 543. Kapitalisme yang menitikberatkan kepada penguasaan Liberalisme yang kapital (modal) telah melahirkan terjadinya monopoli. Sementara itu. menitikberatkan kebebasan dan menonjolkan hak individu telah melahirkan terjadinya jurang pemisah antara orang kaya dan orang miskin. Kapitalisme. Demikianlah Allah membuat untuk manusia perbandingan-perbandingan bagi mereka. Dalam pandangan Al-Qur’an. Komunisme. serta melahirkan kecemburuan sosial dan dekadensi moral. Markisme. dân yang satu ini adalah aturan untuk seluruh umat manusia tanpa kecuali. Nasionalisme.

ikatan yang terpatri di dalam hati. Kiri Islam. perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agama yang dianutnya. Teologi Islam. Ia mempunyai fungsi praktis untuk melahirkan perilaku dan keyakinan yang kuat untuk mentrans-formasikan kehidupan sehari-hari dan sistem sosialnya. sehingga timbullah kesan di kalangan sementara umat Islam Indonesia. 12 Harun Nasution. ajaran Islam yang paling inti adalah tauhid. hal. 292. dengan kekuatan pokok terletak pada tawhid atau dalam istilah lain disebut teologi. .12 Dilihat dari sisi kedudukan dan essensinya. sebagai titik dasar awal seseorang menjadi muslim. Telaah Kritis antara Modernisme dan Postmodernisme. akidah merupakan fundamen agama yang sangat berperan sebagai motivator dan pewarna segala macam aktivitas. 1986). Akidah merupakan sejumlah nilai yang diyakini. 14 Kazuo Shimogaki. cara hidup dan cara mati. Akidah sangat mempengaruhi sikap (attitude) seseorang baik cara berbicara. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin. Shimogaki. hal. 10. (Yogyakarta : LKiS 1994). Akidah sebagai landasan din al-Islám merupakan ajaran yang universal yang abadi. tidak mengalami Al-Aqá‘id li al-Imám Asy-Syahâd |asan al-Bana. hal. Teologi Islam. sehingga menjadi keyakinan yang tak ada sedikitpun keraguan dan kebimbangan”. 13 Kazuo. dalam pandangan Hasan Hanafi. Dár Asy-Syihab. Selanjutnya ilmu Tauhid bisanya memberi pembahasan sepihak dan tidak mengemukakan pendapat dari aliran-aliran atau golongan-golongan lain yang ada dalam teologi Islam. (Jakarta : Universitas Indonesia Press. 14 Karena begitu pentingnya kedudukan dan fungsi tauhid. bahwa inilah satu-satunya teologi yang ada dalam Islam. Kiri Islam.15 Akidah merupakan sesuatu yang fundamental dalam din al-Islám. Aliran-aliran Sejarah Analisa Perbandingan. Untuk bisa membangun kembali peradaban Islam tak bisa tidak harus dengan membangun kembali semangat Tauhid itu. cara bertindak. Ilmu Tauhid yang diajarkan dan dikenal di Indonesia umumnya ialah Ilmu Tauhid menurut aliran Asy’ariyah. 15 Harun Nasution. hal 72. ix. Menurut Harun Nasution. Tauhid adalah basis Islam. 13 Oleh karena itu. Ilmu Tauhid yang diajarkan di kalangan Islam biasanya kurang mendalam dalam pembahasannya dan kurang filosofis. Akidah menjadi kekuatan dalam kehidupan di bumi ini. 11 29 . 17’ Lihat alMajmu‘. hal. ix. t.t.11 Jadi akidah itu bukan berisi konsep sistem teologi semata tetapi berisi segala macam persoalan yang berkaitan dengan kepercayaan. Hasan al-Bana di dalam bukunya Al-Aqáid menyatakan bahwa akidah adalah “sesuatu yang harus diyakini oleh hati dan dipercaya oleh jiwa.yang mengandung arti. hal. Harun Nasution menegaskan bahwa setiap orang yang ingin menyelami seluk beluk suatu agama secara mendalam.

61.Qur’an atau umm al-kitáb berisi statement maha penting. Untuk mengetahui taksonomi Tauhid bisa dilihat pada surat al-Fatihah dan nisbah (hubungan) –nya dengan surat An-Nas. sejak adanya misi risálah nabi Allah Adam a. Surat Al-Fátihah yang merupakan Umm al. 73 dan 85. mengandung konsep tauhid yang lengkap dan kokoh.s hingga kerasulan Muhammad saw. yakni membawa misi akidah yang sama yaitu monotheisme atau tauhid (QS. Dengan memahami munásabah ini akan sangat membantu memahami AlQur’an secara integral dan komprehensif. suatu tuntutan keyakinan bahwa Allah adalah ilah (Tuhan) yang mutlak. 7 ayat 65. 48 surat 21 ayat 25 dan surat 16 ayat 36). 16 Munásabah adalah salah satu istilah dalam Ulum al-Qur’an yakni hubungan atau interrelasi antara ayat dengan ayat atau surat dengan surat. 30 . surat 11 ayat 26. Munásabah (interrelasi) 16 kedua surat itu menggambarkan secara jelas adanya tiga macam refleksi ketauhidan.50. Máliki Yaum ad-din dan Iyyáka na‘budu. Dengan demikian AlQur’an dibingkai oleh dua surat (awal dan akhir) yang memuat pesan tauhid yang sangat kuat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada table di bawah ini. málik an-nás dan iláh an-nás. Makna tauhid adalah mengesakan Tuhan dalam segala hal. terutama pada kalimat Rabbul ‘álamin.perubahan sepanjang masa. yakni Tawhid Rubbubiyah. Kedua surat itu mengandung konklusi pengesaan Allah yang luar biasa. Tawhid Mulkiyah dan Tawhid Uluhiyah. yakni antar bagian Al-Qur’an saling terkait dan saling menafsirkan. Apalagi karena Al-Qur’an itu bersifat yufassir ba‘Üuhu ba‘Üá. Demikian juga pada surat terakhir yakni surat an-Nás ada kalimat rabb an-nás.

misalnya kata rabb al-mál (pemilik benda) rabb ad-dár (pemilik rumah). QS 12 : 40). Sedangkan Rabb sebagai Pemilik mengandung maksud bahwa Allah adalah pemilik alam. Dengan demikian yang dimaksud dengan Tauhid Rubbãbiyah adalah meyakini bahwa Allah-lah satu-satunya Rabb. 106 : 3 -4). 7 :2. ‫رب الع المين‬ Máliki dân yaum ad- ‫رب الن اس‬ Málik an-nás ‫م الك يلوم الدين‬ Iyyáka na’budu ‫م الك الن اس‬ Iláh an-nás ‫اي اك نعبد‬ ‫اله الن اس‬ Kata Rabb secara etimologi berarti seseorang yang menunjang dan menyediakan kebutuhan orang lain (termasuk hal-hal yang menyangkut pemeliha-raan dan pertumbuhannya). dan pembuat undang-undang. 2 :21. QS. pemilik hukum. yakni sebagai Pencipta dan sebagai Pemilik. QS. memelihara. dan Maha Penjamin stabilitas keamanan. mengandung maksud bahwa Allah adalah Pencipta alam semesta dengan segala isinya termasuk manusia. Rabb mengandung dua pengertian. Melahirkan Tawhi Uluiyah.31. 42 :10 QS. Maha Pemelihara. Sebagai Pencipta. Dia adalah Maha Pengatur segala urusan. Maha Pemberi rizki. 42 : 11-12. QS. sehingga kata rabb sering diartikan tuan atau pemilik. yakni orang yang memelihara nabi Yusuf yaitu Suami Siti Zulaiha yang berada di Mesir.KONSEP TAUHID DALAM MUNASABAH SURAT AL-FATIHAH DAN AN-NAS Surat Al-Fáti\ah 1 Rabb al-‘alamin: Surat Al-Nás 2 Rabb an-nas Munásabah surat dan ayat 3 Melahirkan Tawhid Rubbãbiyah.22 . (QS. Secara terminologi. 10:37. 96 : 1 -5 . QS.3. Melahirkan Tawhid Mulkiyah Hanya Allah-lah satu-satunya Raja alam ini termasuk raja manusia. 32: 2.32. QS. 31 . 10 : 3. Di dalam surat Yusuf (12 : 14) terdapat kata udzkurnâ ‘inda rabbik yang artinya “Terangkanlah keadaanku kepada Tuanmu!”. Maha Pendidik. yang menciptakan. 6 : 144. ( QS. Hanya Allah-lah yang wajib disembah karena Allah adalah satu-satunya Tuhan manusia. QS.3 QS. Hanya Allahlah satu-satu nya Rabb bagi alam termasuk manusia.

dan Dia tidak mempunyai anak. Oleh karena itu. fasik. Allah dengan predikat sebagai Rabb al-‘álamin telah menata alam semesta ini dengan undang-undangNya yang disebut Sunnatullah (Sunnah Alláh). (QS. Dihukum demikian karena ia telah mengingkari tauhid Rubbubiyah. Tauhid Mulkiyah adalah pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allahlah satu-satu málik (Raja) yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Selanjutnya. termasuk hukum jahiliyah yang tak lain merupakan hukum hawa nafsu. dan Dia menetapkan ukuranukurannya dengan serapi-rapinya. dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan (Nya). Apabila manusia mencoba membuat atau memproduksi hukum di luar hukum AlQur’an yang bertentangan dengan al-Qur’an.memberi rizki. maka sama saja dengan memproklamirkan diri sebagai Rabb. 25 : 2). manusia yang mengaku Allah sebagai Rabb an-Nás wajib melaksanakan undang-undangNya di muka bumi. Dengan demikian ia termasuk orang yang musyrik. Sedang-kan Allah dengan predikat Rabb an-nás (QS. Seluruh aturan dan perundang-undangan yang merupakan produk akal manusia (di luar wahyu) harus dinyatakan gugur karena dinilai batil. (QS. Orang yang berpegang kepada aturan produk akal dan mengingkari hukum Allah (Rubbubiyah Allah) dihukum zalim. sesat. di tangan Allah-lah kewenangan secara absolut untuk membuat undang-undang atau hukum. 114 :2) berarti Allah-lah yang telah menata kehidupan manusia dengan wahyu Al-Qur’an (Rubbubiyah Allah). maka pengakuan terhadap Allah sebagai rabb an-nás adalah dusta dan oleh karena itu ia dinyatakan “… sedikitpun mereka tidak beriman hingga menegakkan hukum wahyu’. dan mengatur manusia. dan Dia telah menciptakan segala sesuatu. dan musyrik. Ini berdasarkan firman Allah di dalam surat 25 : 2 dan surat 17 : 111 : ‫ف ي‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫وا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لوا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫س َت‬ َّ ‫ك ال‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ا‬ (2)‫را‬ ً‫دي ا‬ ِ ‫ق ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫د َت‬ َّ ‫ق‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ل َت‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫ق م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫خَت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ا ُف‬ "(Allah) yang kepunyaan-Nya-lah kerajaan langit dan bumi. 32 . 4 : 52). sehingga manusia wajib menaati Allah melebihi segalanya. jika tidak.

Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya”. 17 : 111). 18. yakni : (1). tauhid Uluhiyah dan tauhid Ubudiyah namun bisa diringkaskan menjadi dua saja yakni tauhid Rubbubiyah dan Uluhiyah sebab yang dua lagi hanyalah merupakan sub saja.‫سلوا‬ ُ ‫ج ا م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫د َت‬ ٍ ‫دي ف‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫س َت‬ ٍ ‫بأُفْ ف‬ َ ‫ل ي َت‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫ن ا م‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ب ا ا‬ َ ‫ع َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ن ا َت‬ َ ‫ث َت‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ب َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫أو َت‬ ُ ‫د م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ء َت‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ذا َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫فع‬ َ ‫َت‬ (5)‫ال‬ ً‫علو ا‬ ُ ‫ف م‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ع ا‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ي ا ع‬ َ ‫د َت‬ ِّ ‫ل ال‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫خ َت‬ ِ ‫ع‬ Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu. 1417 H/1996 M. yang meliputi tauhid Rubbubiyah dan tauhid Asmá’ ashShifát. Fat\ al-Majâd Mu\ammad Ibn ‘Abd al-Wahháb. Masih ada lagi taksonomi Tauhid dalam pandangan ulama lain. al-Mamlukah al-‘Arabiyyah as-Su’udiyyah). Lebih menaati. lalu mereka merajalela di kampungkampung. (2). dengan mengutip pendapat Ibn al-Qayyim. dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. syarah kitab Tauhid Muhammad Ibn ‘Abd al-Wahhab.(QS. Dalam ma‘rifah ‘Abdurrahman ibn |asan ‘Ali Asy-Syaikh. َ ‫ع ِ َت‬ ‫ن‬ ‫ ي م‬ ٌّ ‫ل‬ ِ ‫وع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫ف ي ا ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ٌ ‫ري إ‬ ِ ‫ش ع‬ َ ‫ه َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ي م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫دا َت‬ ً‫ل ا‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ذ َت‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫ت ع‬ َّ ‫ي‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫ذ ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫لل ا‬ ِ ‫د ع‬ َّ ُ ‫م م‬ ْ‫ح ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ل ا ُف‬ ِ ‫ق ع‬ ُ ‫و م‬ َ ‫َت‬ (111)‫را‬ ً‫بي ا‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ ُ ‫ر م‬ ‫ه‬ ْ‫ب ُف‬ ِّ ‫ك‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ل َت‬ ِّ ‫ذ‬ ُّ ‫ال‬ Dan katakanlah : Segala puji bagi Allah yang tiada mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan. Di dalam kitab “ Fath al-Majid. 17 33 . Pengurus dan Pengatur) alam ini.17 Dengan demikian tauhid terbagi empat bagian yakni tauhid Rububiyah. (Mekah al-Mukarramah: Maktabah Bazar Mu[tafa al-Báz. yang disusun oleh ‘Abdurrahman ibn Hasan ‘Ali asy-Syaikh dan diteliti oleh ‘Abd al-‘Azâz ibn ‘Abdillah ibn Báz. Tawhid fi alma‘rifah wa al-i`bat. hal. Jadi tauhid Rubbubiyah adalah mengesakan Allah sebagai Rabb (Pencipta. dinyatakan bahwa tauhid dibagi ke dalam dua macam. lebih takut dan lebih cinta kepada makhluk daripada Allah SWT adalah syrik Mulkiyah. Tawhid fi ath-Thaláb wa al-qaid yang meliputi tauhid Iláhiyyah (uluhiyyah) dan ‘Ibadah (‘Ubudiyah). Tauhid Rubbubiyah adalah: ”huwa I‘tiqádu anna Alláh wahdah khalaqa al-‘álam” ialah meyakini bahwa sesungguhnya Allah yang Maha Esa-lah yang telah menciptakan segenap alam. Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar. Adapun penjelasan masing-masing tauhid itu adalah sebagai berikut di bawah ini. tauhid Asmá’ wa as-Shifát.

hal itu sebenarnya tak jadi masalah sebab sebenarnya taksonomi tauhid bukanlah teks Al-Qur’an atau hadits tetapi merupakan kesimpulan hasil analisis para ulama. 1414 Hijriyah). tidak beribadah kecuali kepada-Nya. Tauhid Uluhiyah adalah pengesaan Allah sebagai tuhan yang harus disembah (Uluhiyah) dan oleh karena itu melahirkan pengabdian hanya kepada Allah (‘Ubudiyah) sebagai simbol monoloyalitas. Bahkan bisa penulis tambahkan di sini. (2). Seseorang yang memiliki tauhid Uluhiyah dan Ubudiyah adalah mereka yang meyakini bahwa tiada tuhan selain Allah. 847-848. tiada memilih Wali (pelindung) kecuali Dia. 1421 Hijriyah). Tawhid Asmá’ wa ash-shifat dan (4). Tawhid Uluhiyah (3). (Madinah al-Munawwarah.19 yang menunjukkan bahwa Allah adalah Syari’ah : Secara umum. al-Hasyr. sebagaimana termaktub antara lain pada awal surat al-Hadid. surat al-Mu‘min. awal surat al-A’ráf. Dalam hal ini. hal. sebagaimana termaktub antara lain dalam surat al-Káfirun. Tawhid Rubbubiyah. hal. 18 34 .kepada Allah sebagai Rabb. memiliki rujukan ayat-ayat al-Qur’an yang sangat banyak jumlahnya sebagaimana telah diterangkan. tidak bertawakkal kecuali kepadaNya. 72. termasuk pekerjaan-Nya. bahwa di dalam Al-Qur’an terdapat tidak kurang dari 50 kata málik. awal surat àli ‘Imrán. 19. 19 Muhammasd Fu’ad Abdul Baqy. Walaupun sebenarnya semua ayat al-Qur’an memuat ajaran tauhid. 29. dan surat al-An‘ám. rujukan tentang tawhid Mulkiyah yang dikemukakan di atas. Thahá. Al-Mu‘jam al-Mufa\rasy li al-faÜli alQur’án al-Karâm. 22. Dár al’Ulãm wa alHakam.18 Pembagian tauhid yang dikemukakan oleh dua nara sumber di atas tidak mencantumkan adanya tawhid Mulkiyyah . Tawhid ‘Ubudiyah yang penjelasannya kurang lebih sama dengan penjelasan di atas. Demikian juga Abu Bakar al-Jaziry membagi tauhid kepada empat macam yakni (1). (Beirut : Dár al-Ma’rifah. mulkiyyah atau malakãt Raja. dan surat al-Ikhlásh. qadha dan qadar-Nya beserta hikmahhikmahnya. manusia harus memahami asmá’ (nama-nama) dan Shifát Allah. Manhaj al-Muslim. syari'ah didefinisikan sebagai : Abu Bakar Jabir al-Jazairy. tidak beramal kecuali untuk keagungan-Nya.

memilih atau menentukan sesuatu (sebagai syarat. 21. Bahkan definisi ibadah bisa lebih simpel. Jilid I. Fat\ al-Majâd. Di sini lebih terbatas kepada ukuran haram halal.‫خططط اب الشطط ارع المتعلططق بأفعطط ال المتكلفيططن بطط ال قتضطط اء او التخييططر او‬ ‫اللوضع او الم انع‬ Syari'ah adalah ketentuan Allah yang berkaitan dengan perbuatan subjek hukum berupa melakukan suatu perbuatan. maka maksudnya adalah segala macam aturan. baik yang tampak maupun tidak tampak. {ahâh Muslim (Syarah Nawawâ). 20 21 Muhammad Abu Zahrah. U[ãl al-Fiqh. yakni hidup sesuai dengan aturan Al-Qur'an dan Sunnah Rasul. (Beirut : Dar al-Fikr al-‘Arabi. 22 23 ‘Abd Rahman. 1958) .t. Fat\ al-Majâd. hal. Definisi lain yang lebih luas adalah 22 : ‫اسم جامع لكل ما يحبه ويرضاه من الوقوال و العمل الظاهرة والباطنة‬ Ibadah adalah isim jami’ yang ditujukan kepada segala aktivitas yang disukai dan diridai Allah. Adapun tujuan ibadah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawy. baik berupa perkataan maupun perbuatan. Juz I. sebab atau penghalang). 22. 26.) . sunat atau haram yang menyangkut tatacara mengabdi kepada Allah dalam rangka mencari keridaan-Nya. Jilid I.20 Sedangkan definisi ibadah sebagaimana dijelaskan oleh al-'Imad Ibn Ka`ir adalah 21: ‫ه ي ط اعته بفعل المأملور و ترك المخظلور‬ Ibadah adalah ketaatan kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. adalah untuk mencapai keridaan Allah SWT. dan Maktabah al-Mu`anna. hal. hal. bedanya akidah merupakan aturan tentang keyakinan (sistema credo) sedangkan syari‘ah ibadah merupakan aturan tentang tata beramal (sistema ritus). Baik akidah maupun syari‘ah kedua-duanya adalah aturan Allah. (Beirut : Dar al-Ikhiya’ al-Arabi. 157. 1996). t. 35 . (RiyaÜ : Nazar Mu[tafá alBáz. hal. Imam Muslim. Abd Rahman ibn Hasan Ali Syaikh.23 Kalau digabungkan menjadi syari‘ah ibadah. Dari sisi fungsi. baik wajib.

Aturannya khusus. yang ditetapkan hanya prinsip-prinsipnya saja misalnya tentang cara berpakaian atau pernikahan. Bahasa harus asli (bukan terjemahan). 4. adalah rangkaian ibadah yang bersih tidak bercampur dengan aturan dari luar. 3. misalnya doa ketika mau makan. Pada umumnya tujuan dan hikmah ibadah ghair mahdoh mudah difahami akal. Sangat mustahil seseorang mau melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati kalau fondasi akidahnya lemah. zakat dan haji.akidah sebagai fondasi sedangkan syari'ah adalah bangunannya24 Supaya bangun-an syari‘ah ibadah bisa tegak berdiri. 2. Ini artinya seorang hamba harus terlebih dahulu mengenal Allah. Supaya ibadah seorang hamba dapat diterima oleh al-Ma‘bud (Yang disembah). Misalnya mengqiyaskan zakat profesi kepada zakat pertanian atau zakat mas. misalnya bacaan shalat dan doa-doa haji. sebagai Málik maupun sebagai Iláh. Misalnya mengucapkan alaihis salam ketika mendengar nama nabi . Qiyas berlaku dalam menetapan hukum. Boleh menggunakan bahasa terjemahan. Kadang-kadang sulit difahami akal misalnya 24 Ibadah Ghair Mahdloh Asal ibadah ghair mahdoh adalah Halal kecuali kalau ada dalil yang mengharamkannya. Misalnya ucapan ijab qabul. saum. Perbedaan antara ibadah Mahdloh dan ghair mahdloh : Ibadah Mahdloh 1. Asal ibadah mahdoh adalah haram. Hadis menyatakan bahwa Islam dibangun dengan lima hal. secara garis besar. ada salah satu syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu yakni memahami siapa itu al-ma‘bud. maka fondasi akidah harus benarbenar kokoh. tidak boleh tercampur dengan aturan dari luar. Termasuk ke dalam ibadah mahdloh ini adalah salat. yakni syahadat.. 36 . kecuali kalau ada dalil yang memerintahkan untuk mengerjakannya. aktivitas ibadah ini terbagi dua katagori yakni ibadah mahdloh dan ibadah gair mahdloh. salat. saum. Redaksi bahasa tidak harus persis yang penting essensinya. 5. Tidak berlaku qiyas. Itu adalah aturan umum tetapi tidak boleh diterapkan dalam shalat. Pada umurnya tidak diatur dengan detail. baik sebagai Rabb. zakat dan haji. Selanjutnya. Ibadah mahdloh (mihadl = bersih). Jadi kalau akidah merupakan fondasi sedangkan syari‘ah ibadah merupakan bangunannya.

mengapa harus mencium hajar aswad. 6. Akal tidak boleh ikut campur. Tidak ada kreativitas akal. Kreasi baru dalam ibadah mahdloh dianggap bid’ah. 7. Jumlahnya sedikit

Akal boleh ikut campur dalam pengembangan ibadah ghair mahdoh, karena setiap zaman memerlukan tatacara yang sesuai dengan zamannya. Misalnya cara ijab qabul dalam jual beli di zaman dahulu dengan di zaman modern, yang penting adalah siubstansinya. Jumlahnya sangat banyak

Akhlaq :
Apabila seseorang memiliki aqidah yang benar dan kokoh, maka ia akan mudah melaksanakan syari’ah secara konsisten. Selanjutnya, aqidah dan syari;ah akan membuahkan akhlaq. Akhlak adalah perilaku manusia yang nampak maupun yang tidak nampak

seperti kegiatan hati. Akhlak bukanlah sebatas sopan santun kepada sesama manusia tetapi lebih luas lagi, yakni meliputi hubungan dengan Allah ( Hablum minallah), hubungan dengan sesama manusia (Hablum minannas), dan hubungan dengan alam sekitar (Hablum minal ‘alam). Contoh akhlak hablum minallah adalah shalat, haji, doa, dzikir, syukur nikmat dll. Contoh akhlak hablum minannas adalah menjenguk orang yang sakit, saling tolong menolong, mengikis dendam dan saling memaafkan. Sedangkan contoh hablum minal ‘alam seperti tidak membuang sampah sembarangan, menyantuni hewan, bersikap hemat energi, memanfaatkan sumber daya alam sebaik mungkin, dll. Objek bahasan akhlak dengan syari’ah adalah sama, yang berbeda hanyalah sudut pandangnya. Contoh, Shalat. Dari perspektif syari’ah fiqih, shalat dipandang sebagai kegiatan ibadah mahdloh dengan tatacara tertentu, dari mulai takbiratul ihram sampai salam. Sedangkan shalat dalam perspektif akhlak adalah taqarrub kepada Allah, melalui jalan mahabbah (perasaam cinta) bukan sekadar karena suatu kewajiban.

37

Pandangan lain :
Bisa juga din al-Islam dipandang sebagai syari’ah dalam arti luas. Kemudian syariah terbagi tiga, yakni : 1. 2. 3. Syari’ah (aturan) tentang tata keyakinan disebut aqidah. Sasarannya adalah qalbu dalam hubungannya dengan kepercayaan. Syari;ah (aturan) tentang tata cara (how to do) beribadah, disebut syarilah ibadah. Sasarannya lebih kepada anggota badan. Syari’ah (atutan) yang mengatur bagaimana menjalin hubungan baik dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar, atau disebut akhlaq.

Pertanyaan Renungan :
• Apakah anda yakin bahwa ajaran Allah yang dahulu dibawa oleh nabi Musa a.s dan nabi Isa as, telah mengalami banyak perubahan fundamental ? Jawabannya : Ya, yakin sekali. • Apakah ada bukti ke arah itu ? Jawabannya : Satu bukti autentik adalah adanya • pergeseran dari konsep Tuhan yang monotheisme murni kepada monotheisme yang samar-samar. Mana yang paling rasional menurut anda, apakah konsep Tuhan yang monotheoisme murni sebagai dijelaskan oleh Al-Qur’an surat al-Ikhlas, atau monotheisme hasil falsafah manusia ? Jawabannya : Monotheisme murni sebagaimana dijelaskan oleh Alqur’an surat al-Ikhlas. • Di dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 62 ada konsep amana billah (beriman kepada Allah). Apakah sekadar meyakini adanya Allah atau meyakini adanya Allah tanpa syirik ? Jawabannya : Meyakini adanya Allah tanpa syirik. • tidak etis. • Dosa syirik, apakah termasuk dosa ideology atau dosa kriminal ? Jawabannya : Dosa ideology. Bagaimana pandangan anda, apakah mengimani adanya Allah yang bercampur syirik adalah tindakan yang etis ? Jawabannya : Sangat

38

Jika seorang muslim meyakini bahwa Allah Maha Esa tetapi dilihat dari tauhid Rubbubiyah, Mukiyah dan Uluhiyanya ternyata tidak terealisasi, apakah yang demikian disebut tauhid yang benar ? Jawabannya : Salah. dan keliru.

Kalau begitu kepercayaan kepada Allah yang bagaimanakah yang dapat menyelamatkan manusia ? Jawabannya : Kepercayaan kepada Allah yang diikuti dengan ketaatan kepada Allah dengan segala aturannya, yakni hukum Al-Qur’an.

Apakah seorang muslim dinilai beriman kepada Allah, apabila ia mempercayai keesan Allah tetapi tidak melaksanakan ibadah ? Jawabannya : Tidak beriman, sebab beriman harus dibuktikan dengan ketaatan beribadah.

Apakah segala macam ritual akan bernilai manfaat apabila tidak membuahkan akhlak yang baik ? Jawabannya : Tidak bermanfaat, bahkan orang yang shalat tetapi tidak mau mencegah maksiat, maka ia akan ditempatkan di neraka Wail.

• •

Kakalu begitu di mana sebenarnya muara beragama itu ? Jawabannya : Ialah akhlaq yang baik sesuai petunjuk Al-Qiur’an. Apakah orang yang suka menolong orang lain tetapi tidak pernah shalat tergolong berakhlak baik ? Jawabannya : Tidak, karena akhlak harus meliputi tiga dimensi yakni hubungan dengan Allah, dengan sesama manusia dan dengan alam sekitar.

Kini, apakah anda memiliki tekad untuk menjadi muslim yang berakhlak baik dalam seluruh dimensinya ? Jawabannya : Ya, dan itu harus.

Amin.

39

Agar fungsi Al-Qur’an sebagai hidayah (guidance) atau way of life benar-benar efektif. berrumah tangga. tafsir Hermenetika dan tafsir dengan pendekatan Sosial Kesejarahan. oleh karena itu memerlukan sumber hukum yang ketiga.MODUL 4 AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER HUKUM ISLAM PERTAMA Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Al-Qur’an adalah benar-benar wahyu Allah. Pokok-pokok Materi : Prolog : Al-Qur’an bersifat global (mujmal) yang memerlukan perincian.an bisa menggunakan dua pendekatan. dari mulai tatacara shalat. dll. Pendekatannya ada tiga yakni tafsir Mateforis. Setelah Rasul wafat. berekonomi sampai urusan bernegara. wa atimmu alhajj. kutiba ‘alaikum as-shiam. permasalahan umat tetap bermunculan misalnya persoalan bayi tabung. yakni ijtihad. sehingga termotivasi untuk mengamalkan seluruh ayat-ayatnya secara konsisten. sedangkan tentang tatacara mengerjakannya tidak dijelaskan di dalam Al-Qur’an. shaum maupun haji hanyalah dengan kalimat singkat : aqimis shalat. Untuk menjelaskannya. Misalnya perintah shalat. Kini banyak tokoh-tokoh Islam aliran rasional Liberal. Penjelasan rasul itu disebut Sunnah Rasul. yakni tafsir Tahlili dan tafsir Maudhu’i. datanglah Rasulullah SAW memberikan penjelaskan. yang merupakan aturan absolut yang berfungsi sebagai pedoman hidup. inseminasi. Mahasiswa dapat menggunakan metode studi Al-Qur’an dengan tepat . Persoalan demikian belum terakomodir di dalam Al-Qur’an maupun hadits. yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi akal. Mahasiswa termotivasi untuk seluruh ayat Al-Quran secara kaffah di dalam kehidupan sehari-hari. Cara menafsirkan Al-Qur’. maka Al-Qur’an bukan saja perlu diterjemahkan tetapi perlu jiuga ditafsirkan. Al-Qur’an merupakan wahyu dari Allah SWT yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW dengan menggunanakan bahasa Arab. euthanasia. Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan secara aqli dan naqli bahwa Al-Qur’an sebagai wahyu Allah. 40 .

Siapa yang benar ? Allah sebagai penciptanya atau manusia yang hanya mencari dan menemukannya. Al-Qur’an pasti karya Allah. Bahasa Al-Qur’an : Allah menegaskan “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa Arab”. Pasti Allah yang benar. Padahal para ahli astronomi berpendapat hanya ada sembilan planet. Allah sebagai pencipta alam ini menegaskan di dalam Al-Qur’an bahwa planet itu ada sebelas. bahasa yang dipakai oleh nabi Muhammad dan oleh masyarakat Arab. QS :”Dan kamu melihat gunung. apakah mereka tidak mau beriman”. • Tentang pergerakan gunung dam lempengan bumi. firman Tuhan bukan karya nba Muhammad SAW. bahwa Al-Qur’an adalah bahasa Arab. beberapa di antaranya adalah : • Tentang awal kejadian langit dan bumi. Dan Kami jadikan semua makhluk hidup dari air. Ayat-ayat di atas membuktikan bahwa dilihat dari perspektif sains. Tujuannya sudah pasti agar Al-Qur’an mudah difahami.Pembuktian Al-Qur’an sebagai Wahyu dalam Persepketif Sains : Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur. seandainya Al-Qur’an bukan karya Allah. kamu menyangka gunung itu diam. Akan tetapi. bukan berdarah Arab asli 41 . maka kemudian kami lontarkan. Alasannya adalah karena Muhammad adalah keturunan nabi Ismail dari isteri kedua. bukan karya manusia. • “Nabi Yusuf berkata : Ya ayahku ada sebelas planet yang bersujud kepadaku”. sehingga Muhammad berdarah Babylon. Di dalam QS. Baru pada tahun-tahun terakhir ini para ahli astronomi menemukan bahwa planet itu ada sebelas. sesungguhnya langit dan bumi dahulunya adalah satu yang padu. 21 : 30 Allah menegaskan : “Apakah orang-orang lafir tidak mengetahui.an yang berisi informasi tentang alam semesta yang dapat dijadikan bukti bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah. Ini penegasan dari Allah SWT. Mana mungkin Al-qur’an mampu memberi informasi tentang alam yang menjadi ilmu pengetahuan modern. menurut Isa Bugis. Tidak gunung itu bergerak sebagaimana geraknya awan”. Al-Qur’an bukan bahasa Arab tetapi bahasa wahyu.

Aram Yahudi dan Palmyra. 58 27 Isma'il Al-Faruqi. bukan suku lain. Alasan pertama. suku Arab asli (al-‘Aribah) ialah suku Qanaan. dan Geez atau Etiopik. yakni suku ‘Adnan. Menjelajah Khazanah Perdaban Gemilang. itulah yang disebut " bilisáni qaumih" (berbicara dengan bahasa kaumnya). Alasan kedua.26 Apakah ada bahasa selain Arab yang serumpun dengan bahasa arab dapat dilihat antara lain dari bentuk hurufnya. Ibrani. Atlas Budaya. 2001). sedangkan bagian Utara adalah bahasa Aram. Para pembaca bisa melihat perbedaan huruf-huruf tersebut pada buku "Atlas Budaya" karya Ismail Al-Faruqi bersama isterinya. Lantas datang pula suku Arab Musta‘ribah II (Pendatang II) yakni suku Fihr atau Quresy. Yasyjub dan Saba'. Atlas Budaya. Kaldea dan Arab. Nabatea. judul asli : The Cultural Atlas of Islam). Menurut penulis. dengan demikian maka bahasa dan tulisan Al-Qur'an memang mutlak bahasa Arab bukan bahasa yang Isma'il R. 63. Bangsa Arab termasuk bangsa Semit. Ya‘rub. bukan mempelajari bahasa Babylon. Syiria Kuno. Al-Faruqi. Hampir semua bahasa di atas telah punah . Ma’ad dan Nizar. Atlas Budaya. Mizan. Huruf Arab ternyata berbeda sekali dengan dengan huruf bahasa Foenesia. hal. Mandaera. Lois Lamya Al-Faruqi. 25 Suku-suku pendatang lantas berbaur dan mempelajari bahasa yang ada yakni bahasa Arab. sebagaimana dijelaskan oleh Ismail al-Faruqi adalah bahwa. Ibrani Injil.dengan demikian maka bahasa nabi Muhammad adalah bukan bahasa Arab tetapi serumpun dengan bahasa Arab. Kemudian di bagian Baratnya adalah Foenisia. terjemahan Ilyas Hasan (Bandung. Syiria Umum. Kemudian datanglah suku Arab Musta‘ribah I (Pendatang I). Aramaea. hal. Di belahan Selatan. 45 -47 26 Isma'il Al-Faruqi. Jadi suku Quresy adalah bagian dari Suku Arab. Dewasa ini yang disebut dikatagorikan bahasa Semit adalah setengah kawasan bagian Utara. hanya bahasa Arab yang masih hidup". pendapat di atas tidak tepat. hal. bagian Timurnya berbahasa Akkad atau Babylon dan Assyiria.27 Al-Qur'an menggunakan huruf Arab bukan huruf lainnya. 25 42 . yakni di bagian utaranya berbahasa Arab sedangkan sebelah selatan berbahasa Sabe atau Hymyari.

Mengapa demikian? Keadaan ini sama saja dengan orang Indonesia. 43 . Di samping itu untuk dapat memahami suatu teks tidak cukup dengan mengetahui kosa kata (mufradat) tetapi harus berbekal ilmu pengetahuan tentang isi teks. Hujjah inipun lemah. kalau begitu Al-Qur’an bukanlah bahasa Arab. Sepengetahuan penulis. serta memiliki paradigma berfikir yang menunjang. Ketidakmengertian sebahagian orang Arab terhadap teks-teks Al-Qur’an tidak menunjukkan bukti bahwa Al-Qur’an bukan bahasa Arab. Dengan demikian maka bahasa Al-Qur'an adalah bahasa Arab. tidak otomatis dapat memahami teks buku-buku Ilmu Kimia. Sebagai tambahan penjelasan. Tidak semua orang Indonesia mampu memahami karya sastera berbahasa Indonesia. ini karena buku-buku sastera itu menggunakan bahasa Indonesia kelas tinggi. kata ‘arabiyyan berarti bahasa yang dinisbahkan kepada orang Arab. memiliki frame of reference yang teratur. bahasanya orang Arab bukan serumpun dengan bahasa Arab. Pada umumnya orang-orang Arab dalam percakapan mereka sehari-hari menggu-nakan bahasa Arab Yaumiyah sedangkan Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab Fushá. Hujjah ketiga Isa Bugis adalah bahwa kata ‘Arabiyyan dengan doble ya merupakan ya nisbat yang menunjukkan serumpun dengan bahasa Arab tetapi bukan bahasa Arab. Untuk mampu memahami teks ilmu pengetahuan. atau bahasanya orang Arab. Hujjah lain dari kelompok Isa Bugis adalah bahwa jika Al-Qur’an berbahasa Arab maka semua orang Arab pasti mengerti Al-Qur’an. harus memiliki syarat-syarat. yakni bahasa Arab. tetapi pada kenyataannya tidak semua orang Arab mengerti Al-Qur’an. Kalau mau dikatakan serumpun maka harus dikatakan serumpun dengan bahasa Semit bukan serumpun bahasa Arab. bahasa Semit yang masih hidup sampai saat ini adalah bahasa Arab. menurut Ismail Al-Faruqi. Begitu pun sarjana Kimia tidak otomatis memahami teks tentang filsafat. antara lain memahami substansi materi.serumpun bahasa Arab. Sarjana sastera Indonesia misalnya.

hal 9. 13: 37). Pendapat demikian ditentang oleh Ahmad Satori sebagai doktor dalam sastra Arab. Petunjuk yang ada pada Al-Qur’an benar-benar sebagai ciptaan Allah bukan cerita yang dibuat-buat (QS. sikapnya mengabaikan petunjuk yang ada pada papan itu.Wahbah Zuhayly. al-Tafsâr al-Munâr. Wahbah Zuhayly. Semua ayatnya harus menjadi rujukan termasuk dalam mengelola bumi. di baca bukunya: ”Al-Madkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm” dengan bahasa Arab.29 Kelompok Isa Bugis pun lantas beralih dengan mengatakan bahwa Al-Qur’an bahasa Quresy bukan bahasa Arab. ketika menafsirkan ayat tersebut menyataklan bahwa kata ‘arabiyyan bermakna “nuzila bilisánin ‘arabiyyin mubân. yakni sebagai hudá (petunjuk).” Selasa. Fungsi Al-Qur’an Aturan Allah yang terdapat di dalam Al-Qur'an memiliki tiga fungsi utama. bayyinát (penjelasan) dan furqán (pembeda). Syahbah 28 yang artinya al-Qur’an diturunkan dengan lisan orang Arab. 2001 28 44 . seluruhnya tertolak. 12:111). Perbedaan bahasa Quresy dengan bahasa suku Tamim dan lain-lainnya hanyalah dalam dialek bukan dalam makna. Lihat pula M. (Beirut : Dar al-Ma’shir. hal. 202. Jakarta. Sebagai hudá. 1998 M/ 1418 H). maka sudah pasti ia akan tersesat ( QS. LPPI. hal.. 29 Maret 1994/16 Syawwal 1414 H. 29 Muhammad Ibn Mu\ammad Abã Syahbah dalam bukunya :” AlMadkhal li Dirásah Al-Qur’án al-Karâm ” 1992 M/ 1412 H. artinya Al-Qur’an merupakan Kalau seseorang tidak mengetahui aturan yang harus diikuti arah jalan tetapi tanpa tawar justeru menawar sebagaimana papan petunjuk arah jalan yang dipasang di jalan-jalan.(Mesir: Maktabah asSunnah. Muhammad Ibn Muhammad Abu dalam menjelaskan bahwa Al-Qur’an itu adalah kitab ‘arabiyyah al-akbar atau kitab berbahasa Arab yang maha besar. yaqra-u bi lugah al-‘arabi”. Juz 11. Amin Djamaluddin. 34. 1992 M/1412 H ). Penyimpangan dan Kesesatan Ma‘had al-Zaytun. fâ al-‘Aqâdah wa asy-Syarâ‘ah wa al-Manhaj. Ia menegaskan bahwa bahasa orang Arab adalah bahasa Arab. Senada dengan itu.30 Dengan demikian hujjah Isa Bugis yang menyatakan al-Qur'an bukan bahasa Arab. 30 Koran Pelita :”Seminar Tafsir Alqur’an di IKIP Jakarta .

Inilah kebenaran otoritas. maka Al-Qur’an perlu dipelajari bagian demi bagian secara cermat dan tidak tergesa-gesa (QS. antara nilai yang diyakini benar oleh mukmin dan nilai yang dipegang oleh orang-orang kufurr. 75 : 16-17. baik sebagai hudá. 45 . ia a adalah resep dari Allah yang sudah pasti benar mustahil salah karena Allah adalah Maha Benar. tak apa tetapi tetap harus dilaksanakan. antara muslim dan luar muslim. Demikian pula dengan Al-Qur’an. sebab kalau menunggu dapat memahaminya secara penuh bisa keburu mati. pasien sering sulit membaca resep dokter apalagi memahaminya. Sedangkan Al-Qur’an sebagai bayyinát berfungsi memberikan penjelasan tentang apa-apa yang dipertanyakan oleh manusia. 17 : 105-106).an yang untuk sementara waktu belum dapat difahami oleh ratio. memahami munásabah atau hubungan ayat yang satu dengan yang lain. Selanjutnya fungsi lain Al-Qur’an sebagai Syifa (obat. resep). akan tetapi walaupun begitu. surat yang satu dengan surat yang lain.Dengan menggunakan kedua macam hukum secara beriringan yakni hukum alam dan hukum Al-Qur’an. Fungsi ketiga Al-Qur’an adalah sebagai furqán atau pembeda antara yang haq dan yang báthill. ditujukan antara lain untuk menampakkan kejayaan Islam dan mengalahkan segenap tata aturan ciptaan manusia ( liyudlhirah ‘aláddini kullih) sebagaimana ditunjukkan oleh kemenangan negeri Madinah atas negeri Mekah yang Jahiliyah (futuh Mekah). Al-Qur'an harus dijadikan rujukan semua peraturan yang dibuat oleh manusia. Supaya tujuan itu bisa dicapai maka hukum Allah (Al-Qur’an) harus benar-benar dijadikan undang-undang oleh para khalifah fil ardl dalam mengelola bumi. QS. pasien tetap percaya bahwa resep itu benar mustahil salah karena dokter diyakini tidak mungkin bohong. Ibarat resep dokter. Untuk bisa memahami dan menggali fungsi-fungsi Al-Qur’an. Dalam fungsinya sebagai bayyinát. Dengan demikian walaupun ada beberapa ayat Al-Qur. jadi manusia tidak boleh membuat aturan sendiri sebab sistem aturan produk akal manusia sering hanya bersifat trial and error. bayyinát maupun furqán secara mendalam.

Dilihat dari pendekatannya. judul atau pokok bahasan. yakni Tafsâr bi al-Ma’`tsur dan Tafsirr bi al-Ma‘qul.an tidak cukup dengan terjemah. sebab terjemah hanyalah alih bahasa. Tafsir kedua ini sering juga disebut tafsâr bi 46 . Sedangkan Tafsir bi al-ma‘qul adalah penafsirkan al-Qur’an dengan logika. Misalnya pembahasan tentang Riba. tidak selalu harus sejalan dengan perasaan (feeling) kemauan (willing) dan ratio (thinking). dikenal dua macam penafsiran yakni tafsir tahlili dan tafsir maudhui. maka seluruh ayat yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan masalah riba. Pemilahan dan pemilihan ayat-ayat tertentu untuk diamalkan sedangkan ayat yang lainnya dibiarkan adalah sikap kufur (Nu’minu biba. tetapi perlu melakukan penafsiran terhadap ayat Al-Qur’an. Allah menghendaki agar seorang mukmin mengamalkan seluruh ayat Al-Qur’an tanpa terkecuali. ayat perayat.Tafsir Tahili ialah menafsirkan Al-Qur’an secara runtut. sebab kalau tidak tepat aturan dan tidak sampai habis. kemudian disistimatisir dan ditafsirkan sehingga antara ayat yang satu dengan ayat yang lain saling melengkapi pembahasan tema. penyakitnya tidak akan sembuh. tanpa terikat oleh tema. Caranya semua ayat yang berkaitan dengan tema ( maudlu’i) yang dibahas diinventarisir tanpa terikat oleh urutan surat. Sedangkan tafsir Maudlu‘i ialah penafsiran berdasarkan tema-tema yang dipilih sebelumnya. Yang dimaksud Tafsir bi al-Ma’`tsur ialah menafsirkan ayat dengan ayat atau dengan hadits. Cara menafsirkan Al-Qur’an : Untuk memahami isi atau pesan Al-Qur’an yang terkandung dalam seluruh ayat Al-Qur. tafsir terbagi dua. Demikian pula dengan Al-Quran sebagai obat. Dilihat dari caranya.Juga obat dari dokter kadang rasanya manis kadang pahit.dlin wa nakfuru biba’dlin). diinventarisir kemudian dibahas menurut sub-sub tema sehingga sampai kepada kesimpulan. tetapi dokter berpesan agar obat tersebut dimakan sesuai aturan dan sampai habis. dari mulai surat Al-Fátihah ayat pertama sampai surat An-Nás ayat terakhir.

Agama Musa tersebut ternyata sanggup mengalahkan isme/ agama (ular-ular) ahli sihir. Supaya rasional. Demikian pula pernyataan Al-Qur’an yang menyatakan bahwa nabi Ibrahim a. Karena kalau demikian berarti sunnatullah api berubah. menjalar-jalar bagaikan ular. dll. maka disebutlah tafsir ‘lmi. Supaya rasional. sehingga agama Musa menang lantas menyebar cepat sekali. maka diambillah makna kedua dari kata ‘ asha yakni pegangan. karena kalau tongkat bisa menjadi ular berarti telah mengubah sunnatullah padahal sunnatullah tidak akan pernah berubah. Jadi yang dimaksud dengan tafsir bi ar-Ra’yi adalah menafsirkan AlQur’an dengan menggunakan dalil-dalil logika. Demikian pula pernyataan bahwa tongkat (asha) nabi Musa menjadi ular dianggap tidak rasional.s tidak mempan dibakar api.ar-Ra’yi. sebab tidak mungkin api yang panas menjadi dingin. Tafsir Metaforis : Tafsir metaforis ialah mengambil makna kiasan misalnya ada pernyataan “Tikustikus dipenjara. tafsir Hermenetika dan pendekatan sosial kesejarahan. Dari sisi perspektifnya. sosiologi. Dengan demikian maka pernyataan menjadi :” Musa melemparkan pegangan (baca: agama Islam) ke tengah-tengah masyarakat . tafsir Al-Qur’an juga beragam corak Apabila penafsiran Al-Qur’an dilihat dari persepektif cabang ilmu pengetahuan tertentu seperti psikologi. adalah pernyataan tidak rasional. Sedangkan apabila didekati dari perspektif tasawuf disebutlah tafsir Tasawuf .” Pernyataan ini tidak rasional. maka kata tikus dimaknai koruptor. bagaikan api”. maka pernyataan tersebut harus diitafsirkan sbb : “ Ibrahim dibakar oleh suasana masyarakat yang sangat panas 47 . Penafsiran Al-Qur’an kelompok Rasional Liberal : Kini muncul kelompok orang yang menafsirkan Al-Qur’an dengan dominasi rasio yang biasa dikenal dengan sebutan kelompok rasional liberal. Mereka menggunakan tiga pendekatan yakni tafsir Metaforis. Biologi.

lebih baik satu isteri saja. pada sisi batininya Al-Qur’an melarang perbudakan. Allah memang memerintahkan seorang pria muslim untuk menikah dengan perempuan yang baik akhlaqnya sampai batas maksimal empat orang isteri. Kalau begitu – demikian kelompok rasional Liberal – pada prinsipnya pernikahan dalam Islam adalah monogamy dan mengharamkan poligami. Akan tetapi Al-Qur’an sendiri langsung menjelaskan bahwa apabila kamu khawatir berbuat tidak adil. Pati kelompok ini tidak sangat sulit menjawab secara tepat dan rasional. kaum wanita tidak mendapatkan harta pusaka (warisan). Datanglah Islam. Apakah rasional ?”. Itu dulu. tiba-tiba mendapat bagian yang sama dengan pria. 48 . Bagaimana mungkin para sahabat tidak memahami pesan batini Al-Qur’an. Bahkan hadits nabi menjelaskan bahwa pria yang tidak bersikap adil dalam berpoligami. Kalau begitu pada hakikatnya. Contoh : Tidak ada satu ayat pun bahkan satu hadits pun yang melarang perbudakan. karena apabila wanita yang semula tidak memperoleh warisan. Menurut kelompok Rasional Liberal. Akan tetapi kemudian bergeser kepada persoslan poligami. Contoh : Pada zaman jahiliyah. besar kemungkinan akan mengakibatkan heboh nasional. Padahal poligami dilaksanakan oleh nabi dan banyak para sahabat nabi. Islam memandang cara demikian sangat tidak adil. Akan tetapi banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits yang menjelaskan bahwa apabila seorang muslim melakukan pelanggaran atas aturan tertentu. yakni harus memerdekakan seorang hamba sahaya (budak belian). Pendekatan Sosial Kesejarahan : Menurut kelompok Rasional Liberal. ia terkena finalti. Tafsir Hermenetika : Ialah menafsirkan ayat al-Qur’an dari sisi batini. “Bagaimana tafsir bahwa nabi Isa lahir dari rahim Maryam yang perawan. Diatur demikian. maka Islam mengatur bahwa wanita mendapatkan warisan tetapi setengah dari bagian pria. di akhirat kelak akan berjalan merangkak dengan lidah yang menjulur.Selintas upaya rasionalisasi Al-ur’an ini bagus sekali tetapi ketika ditanya. hukum itu berkembang sesuai dengan perkembangan sosial. Sampai di sini dapat difahami.

Apakah warisan bagi perempuan sebesar setengah dari bagian laki-laki yang Allah tetapkan dinilai tidak adil sehingga perlu direvisi ? Bukankah aturan Islam itu telah sempurna ?”. Tafsir Al-Munir. Nabi Musa memukulkan tongkat ke laut sehingga terbelah menjadi jalan. menurutnya sijjil bukanlah batu dari neraka tetapi berupa virus. Rasionalisasi Al-Qur’an dilakukan dengan pendekatan tafsir Metaforis. tidak berubah. oleh karena itu perlu ada reinterpretasi terhadap konsep adil. Sekarang zaman sudah berubah. Kritik Terhadap Upaya Rasionalisasi dalam Menafsirkan Al-Qur’an : Sebenarnya upaya rasionalisasi tafsir Al-Qur’an bukanlah hal baru. Setiap burung membawa tiga butir batu. Menurut tafsir Ibn Abbas dan lain-lain. Muncullah pertanyaan bagi kelompok Rasional Liberal :” Apakah adil itu adalah sama rata atau proporsional ?”.408. Oleh karena itu pula. 1991) Juz 30. burung Abábil itu melempar pasukan gajah dengan batu dari neraka (sijjil). hal. dua butir di kedua kakinya dan satu butir di paruhnya.empat belas abad yang silam. Batu tersebut adalah batu kecil dari tanah yang membara. apalagi wanita zaman sekarang bukan lagi pihak yang tertanggung tetapi pihak yang menanggung. Menurut kelompok rasional itu tidaklah mungkin sebab menyalahi sunnah Allah. padahal sifat api sebagai sunnah Allah adalah panas. misalnya tentang mukjizat nabi Musa. Kalau aturan Allah masih perlu revisi. (Beirut . 31 Tetapi Muhammad Abduh dengan tafsir metaforis rasionalnya berpendapat lain. Demikian juga ketika nabi Ibrahim dibakar tetapi tidak mati gara-gara apinya menjadi dingin. misalnya penafsiran Muhammad Abduh tentang surat al-Fil yang berbeda dengan tafsiran terdahulu. Dengan serangan virus itulah tentara Abrahah menjadi sakit parah dan akhirnya mati. akan sangat memenuhi prinsip keadilan apabila bagian perempuan sama besar dengan bagian laki-laki. Sunnah Allah yang bergerak di dalam hukum kausalitas merupakan ketetapan yang pasti. mengapa Allah tidak menurunkan nabi yang baru ?”. Pendapat-pendapat kelompok rasional liberal yang lebih didominasi oleh akal/ ratio telah mendapatkan penentangan hebat dari para pemikir Islam lain yang tafaqquh fiddin. 49 . Dengan demikian tidak mungkin api 31 Wahbah Zuhayly.

Dalam hal ini Richard Thamas (1993) dalam bukunya berjudul “:The Passion of Western Mind” menulis sebuah judul “The Crisiss of Modern Science” menyatakan bahwa ilmu Barat yang spektakuler itu ternyata menghadapi krisis antara lain setelah sekian ratus tahun meyakini “ certainty principle”. Islam dan Politik Era Orde Baru. logis atau tidaknya sesuatu kejadian sangat tergantung kepada kemajuan berfikir dan kebudayaan termasuk perkembangan sains teknologi yang berkembang saat itu. sedangkan yang terjadi ke arah itu bersifat nonrasional. Kausality ternyata terlalu simplistik. kalau hukum Alam berubah-ubah maka tidak dapat dibuat rumus-rumus ilmu Alam. Kini ditemukan bahwa partikel-partikel saling mempengaruhi tanpa dihayati bagaimana hubungan kausality di antara mereka. tetapi ilmu pengetahuan alam yang ditemukan manusia bersifat relatif. Din Syamsudin. ketika Islam diyakini sebagai kehidupan. Logos Wacana Ilmu. dalam sains terdapat akumulasi data yang bertentangan yang akhirnya menimbulkan krisis paradigma dan setelah itu timbullah suatu sintesis yang imajinatif. then Y” tetapi pada perkembangan berikutnya ternyata ada juga “Uncertainty principle”. Untuk mengomentari ini.33 Bahkan menurut Thomas Kuhn. ketika Islam diyakini sebagai agama yang berlandaskan wahyu. 32 50 . salah satu basic sains tentang kepastian hubungan sebab – akibat atau “if X. Pertama. (Ciputat. umat Islam dihadapkan kepada problema yang menyangkut hubungan akal dengan wahyu. Karena itu ilmu pengetahuan yang sekarang dianggap sebagai sesuatu yang relatif.yang panas menjadi dingin karena kalau begitu sunnah Allah tentang api telah berubah. hal. 2001). Menurut Din. hal.32 Upaya rasionalisasi ayat Al-Qur’an dalam batas-batas tertentu sah-sah saja karena Islam memang rasional sehingga Islam itu diperuntukkan bagi orangorang yang berakal (Ad-Din al-Aql). 33 Herman Soewardi. Namun batasan rasional atau tidaknya. umat Islam dihadapkan kepada persoalan hubungan antara agama dan persoalan kehidupan (sekuler). Jakarta: PT. Kedua. dalam mengkonseptualisasikan Islam. S Sebenarnya alam sebagai fakta dengan segala hukumnya adalah absolut. 3. Kalau sunnah Allah berubah maka hukum alam pun berubah. kalau begitu ilmu Alam tidak lagi menjadi ilmu pasti. umat Islam menghadapi dua problema intelektual. Nalar. ada baiknya dikedepankan dulu pandangan Din Syamsudin. 1. yang akhirnya memperoleh rekognisi ilmiah.

al-‘ilmu) adalah mutlak. Demikian puluhan tahun pendapat itu mendominasi. absolut. sedangkan yang berbeda-beda adalah persepsi orang tentang kebenaran. Pendek kata. Pengetahuan yang benar disebut al-‘ilmu atau haq.an menjelaskan bahwa planet itu ada sebelas (ihda ‘asyrata kaukaban). Fungsi wahyu adalah untuk membantu manusia agar jangan terlalu lama atau jangan terlalu sulit menemukan kebenaran. pengetahuan itu bisa benar bisa salah. manusia dengan rasio yang berfikir berlandaskan kausality. apabila rasio dijadikan sebagai ukuran segenap kebenaran agaknya terlalu riskan. 51 . Dan sangat mungkin kalau hanya mengandalkan kekuatan nalar semata. apa itu mati. Caranya. setiap data yang masuk ke otak akan diolah dengan paradigma berfikirnya sehingga menjadi sebuah pengetahuan (kesimpulan). tetapi apakah kesimpulan itu sebagai ilmu atau hanya persepsi belumlah pasti. Dalam proses menemukan kebenaran itu. kini terakhir ditemukan satu planet lagi sehingga menjadi sebelas. sedangkan pengetahuan yang salah disebut persepsi atau opini. Wahyu memberikan informasi seputar masalah-masalah di atas yang tidak mungkin dapat ditemukan melalui penelitian empirik. Untunglah turun wahyu. tetapi para ahli astronomi menyebutkan hanya sembilan. terlalu banyak hal yang tak dapat ditemukannya padahal ilmu sangat penting dimiliki untuk bekal di dunia ini. atau bersifat trial and error. Dalam kesimpulan penulis. bagaimana setelah mati. kebenaran (al-haq. Teori yang hari ini dianggap benar tetapi beberapa tahun kemudian direvisi bahkan dibuang. bahwa Al-Qur. Manusia dengan rasionya berusaha mencari kebenaran (ilmu). misalnya apa arti hidup. Oleh karena itu. Karena itu wajar kalau kesimpulan seseorang tentang sesuatu suka berubah-ubah. manusia sering harus menempuh kesalahankesalahan yang banyak tiada terhingga. Dalam pandangan penulis. Di samping itu perlu difahami bahwa ada perbedaan antara pengetahuan (knowledge) dan ilmu (science). apa itu syetan dan bagaimana sikap manusia terhadap syetan.Sebagai contoh. pada hakikatnya. Jadi jumlah planet sebagai fakta adalah absolut namun pengetahuan manusia tentang planet bersifat relatif. terutama dalam persoalan-persolan metafisika atau tentang hakikat sesuatu. Kemudian ditemukan lagi satu planet sehingga berjumlah 10. karena rasio memiliki daya deteksi yang terbatas. tidak dinilai serba mampu untuk mencapai segenap ilmu.

misalnya ilmu kedokteran. Ini sangat sulit dijawab. rasional dan dianggap benar. Biologi. Paling-paling jawabannya adalah karena memang Allah telah menetapkan demikian. membunuh – walaupun AlQur’an tidak menjelaskan sebab akibatnya – tetapi akal/ rasio sudah bisa memahaminya. Kimia. agak sulit mencari hubungan sebab – akibat. Apakah paradigma demikian bisa digunakan dalam memahami Islam?. Ini nampaknya agak sulit. Jadi berita tentang bangkit dari kubur.Dengan hubungan kausality sebagaimana dijelaskan di atas. maka itu dikatakan logis. malaikat. diobservasi atau dibuktikan melalui eksperimen. titik. Sedangkan Rational science ialah kebenaran yang bersumber kepada rasio (akal). termasuk cerita tentang mukjizat. Jika dalam uji coba tersebut tidak terbukti berarti teori itu salah. karena persoalan tersebut tak dapat dibuktikan dengan indera maupun dengan rasio. di Barat hanya dikenal dua katagori ilmu. Benar tidaknya sesuatu diukur oleh signifikansi hubungan antara sebab dan akibat. Haramnya arak mudah difahami oleh akal karena arak dapat mengakibatkan mabuk dan merusak otak. Hadits ini menyatakan : 52 . sering tidak terdeteksi. dengan kata lain dapat dilihat. Demikian juga sebab-sebab haramnya zina. Tetapi jika hubungan antara sebab dan akibat itu tidak nampak jelas maka dinilai tidak rasional dan salah. Sebagai contoh Allah mengharamkan babi. jin. Lain lagi perihal air liur anjing. akan banyak ditemukan ilmu-ilmu yang mungkin dinilai tidak rasional karena antara sebab dan akibat hukum. Di luar Empirical science dan Rational science adalah belief (kepercayaan) semata-mata dan bukan ilmu. maka dinyatakan bukan ilmu melainkan sekadar kepercayaan. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang agak sulit difahami. Pertanyaannya adalah mengapa babi itu diharamkan. Keharaman babi berbeda dengan keharaman arak (khamr). yakni Empirical Science (ilmu Empirik) dan Rational Science (ilmu rasional) Empirical science adalah manakala kebenarannya yang bersumber kepada indera terutama mata. berjudi. apa sebabnya. Apabila terjadi hubungan sebab dan akibat yang jelas. Kalau kita menganalisis dengan teliti ilmu-ilmu atau aturan yang terdapat dalam Al-Qur’an. Penetapan hukum haram atas arak sangat logis – rasional. Fisika. dll.

bejana itu harus dibasuh tujuh kali di antaranya satu kali dengan memakai tanah. 2001. 34 53 . hadits nomor 730.‫لى الل عليططه و‬ ّ‫ ق ال رسلول الل صى‬: ‫عن أبى هريرة رض ي الل عنه ق ال‬ ‫طهلور إن اء أحدكم إذا ولغ فيططه الكلططب إن يغسططله سططبع مططرات‬: ‫لم‬ ّ‫سى‬ ‫اوال هن ب التراب‬ Dari Abâ Hurairah r. Hal ini besar kemungkinan berkaitan dengan unsur-unsur karbon yang sangat beragam dalam tanah. bersih-kanlah bejana salah seorang di antaramu. dari Ma‘mar. dari Hamam ibn Munabbah. Akan tetapi apabila ditanyakan kepada ahlinya. salah satunya dengan tanah (HR. sedangkan sabun hanya mengandung beberapa karbon saja yang mustahil dapat membunuh virus rabies. Mengapa demikian?” Selintas pertanyaan ini menyudutkan dan sulit dijawab. dari Abâ Razain dan Abâ Shálih dari Abâ Hurairah. alQahirah. Multi karbon sangat efektif dalam menghilangkan racun termasuk virus rabies.34 Hadits serupa berasal dari ‘Ali ibn Hujr al-Sa‘dy. hadits nomor 335. tidak ada satu hadits pun yang mengharuskan mencuci leher kelinci bekas gigitan anjing itu dengan tanah. dari Hisyám ibn Hasan. mengapa kalau anjing menjilat bejana. terus anjing ini menggigit kelinci. dari Abâ Hurairah. Bab Çaharah. Menurut hadits di atas.67. dari A‘masy. Muslim). apabila dijilat anjing dengan membersihkan sebanyak tujuh kali. Hadi` yang sama terdapat pada hadits nomor 422 dan 84. Juga dari Mu\ammad ibn Rafi’.65. dari ‘Ali ibn Mushâr.a ia berkata. dari ‘Ismail ibn Ibrahim.336. rahasianya dapat agak terbuka. Apakah hal itu karena di zaman nabi belum mengenal sabun? Tentu tidak sesederhana itu jawabannya. Sunan A\mad hadits nomor 9146. Sunan Ibn Májah. dari Abâ Hurairah. Sunan Ad-Darâmy. 19657. dari Mu\ammad ibn Sirin. Penjelasannya dapat dilihat pada : Al-Imam Muhyiddin Abâ Zakariya ibn Syarâf al-Nawáwy. jilid II. Pertanyaannya adalah mengapa harus dengan tanah bukan dengan sabun. satu kali menggunakan tanah. Tetapi ketika berburu kelinci menggunakan anjing terlatih (mu‘allam). Sunan Nasái. Muncul lagi pertanyaan.66. Juz 3.337. Shahâh Muslim bi Syarh al-Nawáwy. dari Abd Razaq. Namun untuk dapat memahami mengapa harus dicuci dengan tanah memang sangat sulit. 16190. telah bersabda Rasulullah SAW. kalau bejana dijilat anjing maka wajib dibasuh tujuh kali. Sanad Hadi` berasal dari Juhair ibn |arb. Asy-Syirkah ad-Dauliyah al-Çibá’ah. hadits nomor 359. Shahâh Muslim. hadi` nomor 420. halaman 186.10190.

Bandung. maka kelaurlah bisanya beberapa cc. Kalau perut sedang lapar akan sulit tidur. bahkan berkhasiat bagi penambahan kekuatan. lambung (maag) itu kosong. Jawa Barat. Contoh lain ialah tentang puasa. akibatnya otak kekurangan darah. ternyata tidak berbahaya bahkan justeru menjadi obat. maka dalam beberapa menit saja manusia bisa mati. Apabila manusia digigit oleh ular kobra. padahal hanya sedikit saja bisa ular yang masuk melalui pagutan itu.35 Kasus ini kurang lebih sama dengan air liur anjing tadi. Dengan berbuka menggunakan kurma (manis) akan mempercepat pembakaran dan segera dapat mengganti glukosa (gula darah) yang berkurang selama puasa. Nabi ta‘jil (mempercepat buka puasa) hanya memakan tiga biji kurma bukan dengan makan yang banyak. Apabila bisa ular itu diperas dari mulutnya kemudian ditampung pada gelas lantas diminum. Air liur yang keluar ketika anjing menjilat dan ketika tetap dalam mulutnya. Dokter Junjunan. lalu diperas. kemudian diminum. Ternyata tidak berbahaya. Di restoran itu. tetapi tidak demikian kalau lapar karena puasa. maka darah akan mengalir ke lambung sebagai energi sehingga lambung bisa bekerja dengan baik. Mengapa demikian? Contoh lainnya masih tentang puasa adalah bahwa ketika Nabi berbuka puasa. kepada ular Kobra dimasukkan ke dalam gelas. terdapat perbedaan besar. tetapi kalau perut lapar karena puasa justeru nikmat tidur. Kalau perut sangat lapar dapat mengakibatkan tubuh berkeringat dingin. sehingga lambung bisa menjalankan fungsinya dengan baik. 35 54 . tetapi tidak demikian dengan menahan lapar karena puasa. Setelah lambung memiliki energi yang cukup kuat barulah diisi dengan makanan yang banyak. Jl. ini berarti otak kekurangan oksigen sehingga jadi mengantuk. Berbeda jika lambung itu langsung diisi dengan makanan yang banyak tanpa “pemanasan”. Mengapa demikian? Menurut ilmu kedokteran. penulis bermaksud meminta perhatian bahwa apa-apa yang dilakukan nabi yang menyangkut Kasus nyata tentang perbedaan bisa ular. Mengapa hanya tiga kurma? Dengan kurma yang sedikit yang masuk ke dalam lambung. ketika berpuasa. Orang yang sering menahan lapar bisa terkena penyakit maag. Dengan mengetengahkan contoh-contoh di atas. Lain halnya dengan bisa yang sengaja diperas dari mulut kobra itu.Dapat kita bandingkan dengan bisa ular. pembaca bisa membuktikannya antara lain di Restoran Naya. maka lambung memerlukan banyak darah sehingga darah dari otak akan turun ke lambung.

mereka lebih suka melakukan reinterpretasi dengan pendekatan rasional metaforis.diniyah walaupun untuk sementara waktu dinilai kurang rasional namun jangan tergesa-gesa menolaknya. Sya’raq. Kejadian yang lebih sulit lagi manakala kita ingin mengetahui logis tidaknya mukjizat. Muhammad al-Mutawalli. Aliran dan Faham Sesat Indonesia. al . Keempat macam ilmu itu adalah ilmu Empirik ( ‘Ain al-yaqin).36 Tongkat Nabi Musa a. Bukan pula Ilmu Rasional karena interrelasi sebab – akibatnya sulit ditemukan. alam Mahsyar. Kebenaran ilmu tersebut hanya dibuktikan dengan ruh yakni setelah manusia mati. Berdasarkan kajian-kajian yang penulis lakukan. Kebenarannya hanya dicapai dengan hati (qalbu) yang percaya. tidak boleh hanya karena akal manusia belum bisa menemukan hubungan sebab akibatnya. hal. Dengan demikian. al-Qa[a[ al-Anbiyá.s dibakar tidak merasa panas. 34. Apabila kejadian ini diukur dengan ilmu dalam batasan rasional. 37 Hartono Ahmad.s menjadi ular. 36 55 . Misalnya Nabi Ibrahim a. Tidak heran kalau kelompok pemikir Rasional menyatakan mukjizat seperti itu hanyalah mitos doktrinal. tanpa suami dan tanpa berbuat zina. syurga dan neraka yang sama sekali tidak bisa dijangkau akal. lantas bagaimana dengan Isa (Yesus) yang lahir dari rahim Maryam yang masih perawan. tidak ubah dongeng Lampu Aladin (fiktif). Apakah ada tafsiran yang lain? Kejadian yang aneh di luar kebiasaan yang sulit difahami seperti mukjizat bukanlah ilmu Empirik karena tidak dapat diulang-ulang melalui kegiatan eksperimen. bahkan tak dapat dibayangkan. penulis berkesimpulan bahwa sebenarnya ilmu itu ada empat macam bukan dua sebagaimana dalam pemikiran di Barat. (Kairo: Maktabah alTura` al-Islamy. Juz I. lantas dengan serta merta ajaran Islam (ayat AlQur’an) yang dianggap tidak rasional (untuk sementara waktu) itu ditafsirkan sesuai dengan selera penafsir. maka pasti akan dianggap irrasional dan kemudian ditolak. 1416 H / 1996 M). Sebab ukuran rasional dan tidaknya sesuatu sangat tergantung kepada ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. serta Nabi Muhammad SAW ber-Isra Mi’raj. Apalagi kalau menyangkut persoalan siksa kubur.37 Dan karena anggapannya itu. Seandainya semua hal harus rasional. Dalam paradigma Al-Qur’an disebut Ilmu Gaib. atau bisa disebut haqq al-yaqân. Ilmu yang demikian disebut dengan Metarasional. tetapi termasuk dalam katagori ilmu Suprarasional atau kejadian Supranatural.

12. misalnya dikatakan bahwa benda itu diam dan pada saat yang sama benda itu bergerak. ‫عين اليقين‬ ‫علم اليقين‬ ‫حق‬ Metarasional (ilmu gaib) ‫علم الغ ي‬ Kesimpulan penulis dari hasil analisis dari berbagai sumber antara lain dari Soejono Sumargono. Hati. Contoh kajian Kedokteran. kiamat. Pengetahuan Intuitif yakni jenis pengetahuan yang memuat pemahaman secara cepat berdasarkan intuisi dan (4). dll. yakni pengetahuan yang dihasilkan oleh kekuatan rasio. Di luar yang empat itu ada yang disebut irrasional. (2). dalam : Berfikir Secara kefilsafatan. syurga dan neraka. Qalbu : yakni dengan meyakini tanpa harus memahami. Ilmu Empirik dan ilmu Rasional dikatagorikan Ilmu Bayány. SUMBER DAN OBJEK KAJIAN 38 Klasifikasi Ilmu Empirik (‘Ain al-yaqin) Rasional (‘Ilmu al-yaqin) Suprarasional (Haqq al-yaqin). kimia. biologi. Menurutnya ilmu pengetahuan dipandang atas dasar kriteria karakteristiknya dapat dibedakan menjadi sebagai berikut: (1). dan bahasa. hal. Pengetahuan akal budi. yakni manakala kejadian tersebut sangat mustahil menurut akal. yaitu jenis pengetahuan yang dibangun atas dasar kredibilitas seorang tokoh atau sekelompok orang yang dianggap profesional dalam bidangnya Soejono Sumargono. (Yoryakarta : Penerbit Nurcahaya. Irrasional bukanlah ilmu tetapi tahayyul (hayalan) atau kepercayaan tak berdasar. Misalnya soal mujizat termasuk peristiwa Isra’ mi’ráj nabi SAW. Ruh: yakni dapat diketahui oleh ruh setelah manusia wafat. Pengetahuan Indrawi yaitu jenis pengetahuan yang dihasilkan oleh indra. 1984). sedangkan Metarasional disebut ilmu ‘Irfány. alam Mahsyar. Siksa kubur. (3). Termasuk Matematika. eksperimental. Ini irrasional. baa` (bangkit dari kubur). Lihat tabel di bawah ini. Pengetahuan kepercayaan atau pengetahuan otoritatif. Berfikir Secara kefilsafatan. Akal (rasio) dengan menganalisis interelasi sebab-akibat. (Yogyakarta : Penerbit Nurcahaya. Dalam terminologi lain. hal. karámah. Irhas. 1984). dan Ma‘unah.12. Termasuk ke dalam irrasional adalah tahayyul. KLASIFIKASI ILMU. Ilmu Suprarasional merupakan ilmu Burhány. filsafat. farmasi. Suprarasional (Haqq al-yaqin) dan Metarasional (‘ilmu al-Ghaib). 38 56 . ‫اليقين‬ Sumber dan prosesnya Indrawi : melalui observasi.Ilmu Rasional (‘Ilmu al-yaqin).

1990 M/1410 H). terutama ulama Salaf. nanti di saat kemudian. Sebagai contoh. apa-apa yang dianggap tidak rasional sangat mungkin menjadi rasional juga. Menurut Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “ At-Tafsâr fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. obat (syifá). sekadar mengikuti selera. 57 . Apabila mencermati tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX. ( Damsyiq : Dar-Al-Qalam. sebaiknya diterima saja dahulu. Berdasarkan kriteria tafsir bi ar-ra’yi di atas. 39 Muhammad ibn Sulaiman al-Kafiji di dalam buku : “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr”. Begitupun dengan Al-Qur’an yang berfungsi sebagai resep. Jadi pada dasarnya baik suprarasional maupun metarasional seluruhnya masih dalam koridor rasional. maka segera dapat diketahui bahwa penafsiran mereka tanpa mengikuti kaidah-kaidah baku penafsiran yang telah disepakati oleh para ulama. banyak sekali perintah dan larangan nabi yang seakan tidak masuk akal sehingga beberapa ulama melakukan rasionalisasi melalui penafsiran metaforis. maka tafsâr bi ar-ra’yi NII KW IX secara akademis tidak dapat diterima. Tafsir ra’yu tidak boleh kalau 39 Adapun tafsâr bi ar-Ra’yi yang dilarang adalah min gair ‘ilm (tanpa imu) tetapi meninggalkan pemahaman yang sudah biasa difahami dari lafaÑ-lafaÑ Al-Qur’an 40 . 135 40 Muhammad ibn Sulaiman: “At-Taysir fâ Qawá‘id ‘ilmi at-Tafsâr” . juga tidak terdapat dalam Ijma‘ ulama”. Ia menaati resep dokter bukan karena mengerti tetapi karena percaya. hal ini dilakukan apabila mereka tidak menemukan tafsirnya dalam hadis mutawátir. Untuk mengetahuinya sangat perlu terlebih dahulu memahami kriteria tafsir bi ar-Ra’yi yang diperbolehkan. dijelaskan bahwa para sahabat biasa menafsirkan AlQur’an dengan ra’yu. maka kalau sementara ini akal belum mampu menerima apa yang dikandung oleh Al-Qur’an. Apakah tafsir Al-Qur’an yang dilakukan oleh NII KW IX termasuk kepada tafsir bi ar-Ra’yi yang diancam neraka?. Lantas apakah sesuatu yang tidak dimengerti harus ditaati juga? Sebenarnya manusia banyak melakukan perbuatan bukan karena mengerti tetapi karena percaya. seorang professor doktor di bidang agama akan tetap menggunakan resep dari dokter walaupun tulisan pada resep itu tidak dapat dibaca dengan matanya dan tidak dapat difahami dengan otaknya.136.Di dalam ajaran Islam. hal. hal.

haji (wa atimmu hajj). baik berupa perbuatan (Fi. Misalnya perintah shalat (aqimish shalat).liyah) perkataan (qauliyah) maupun sikap diam/ no coment (taqririyah) disebutlah Sunnah Rasul. Mahasiswa dapat menjelaskan fungsi-fungsi sunnah rasul dalam hubungannya dengan Al-Qur’an. Sebagai penjelas. Dalam hal ini tidak semua sahabat melihat langsung sunnah rasul. Sunnah Rasul adalah faktanya sedangkan hadits hanyalah beritanya. dari mulai tatacara shalat. datanglah Rasulullah SAW menjelaskan pesan-pesan Al-Qur’an secara detail. Untuk itu. nabi adalah whole model (Uswah hasanah) yang ma’shum (terjaga dari kesalahan). 58 . Jadi. tetapi hanya mendengar beritanya. aktivitas ekonomi. apalagi orang-orang di bawah sahabat. shaum (kutiba ‘alaikumus shiam). Mahasiswa mengetahui dasar-dasar pemilihan hadits yang shahih dan hadits yang lemah serta cara mengamalkannya. Pokok-pokok Materi Prolog : Isi Al-Qur’an bersifat global yang memerlukan banyak penjelasan. berumah tangga. Sunnah rasul pasti benar. Berita tentang sunnah rasul itu disebutlah hadits. sampai kepada cara berumah tangga dan bernegara.MODUL 5 SUNNAH RASUL Rasulullah sebagai Whole Model (Uswah Hasanah) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa meyakini bahwa Sunnah Rasul adalah sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang berfungi sebagai penjelasan tentang pesan-pesan AlQur’an. Tujuan Instruksional Khusus : • • • Mahasiswa dapat menjelaskan perbedaan antara sunnah dan hadits. Akan tetapi bagaimana mungkin mengetahui sunnah rasul apabila tidak mempelajari haditsnya. sedangkan hadits (karena hanya berita) mungkin benar mungkin salah. baik tentang tatacara ritual maupun mu’amalah. namun petunjuk atau informasi itu masih bersifat global (mujmal). Hakikat Sunnah Rasul Al-Qur’an berisi petunjuk-petunjuk yang diperlukan oleh manusia dalam menjalani hidupnya. berpakaian. Semua mukmin diwajibkan mengikuti sunnah Rasul bukan diwajibkan mengikuti hadits. Tanpa mengikuti Sunnah Rasul mustahil bisa sempurna dalam mengamalkan Al-Qur’an. Segala penjelasan rasulullah.

pasti benar mustahil salah. Oleh karena itu Al-Qur’an masih memerlukan penjelasan-penjelasan (bayan) yang lebih rinci (tafshil). Jadi sunnah rasul adalah setiap perilaku. ucapan dan sikap diam nabi. disebut sunnah rasul. ucapan-ucapannya (qauliyah). Sunnah menurut bahasa artinya perjalanan. berumah tangga. Allah mengutus rasul yang akan menjelaskan segenap aturan Al- Qur’an. maupun tatacara haji hanya sebagian sahabat saja. ada distorsi. perilaku. yang hanya diketahui oleh isterinya.42 Jadi hadits adalah berita tentang sunnah rasul. maupun sikap diamnya (taqiriyah). Tetapi di dalam Al-Qur’an tidak menjelaskan secara operasional dan lebih rinci tentang tatacara (kaifiyat. apalagi menyangkut tatacara berumah tangga dan hal-hal yang bersifat sangat pribadi. Sunnah rasul sebagai sebuah fakta. haji. Berita itu bahasa Arabnya adalah khabar (akhbar) atau hadits. ucapan-ucapannya (qauliyah). Sebahagian besar orang Islam pada saat itu hanya mendengat beritanya. Oleh karena itu rasul adalah sebagai yang ma’shum (terjaga dari kesalahan).dll. yang menjelaskan dan memberi contoh tentang seluruh pesan-pesan Al-Qur’an. maupun sikap diamnya (taqiriyah). Rasullah lantas mendemonstrasikan tatacara shalat. baik melalui perbuatannya (fi’liyah). dari mulai persoalan etika makan sampai kepada soal bernegara dan mengadakan hubungan antar negara. Sedangkan hadits hanyalah beritanya. how to do) perintah-perintah itu. Bagi mukminin. tatacara shaum. new dan news. Yang namanya berita sering bias. Sedangkan secara istilah sunnah berarti perbuatan nabi ( fi’liyah). Untuk itu. 42 Hadits secara bahasa bisa berarti baru bisa juga berarti berita. Akan tetapi pada kenyataannya. ucapan dan sikap diam nabi.41 Kedudukan rasul adalah sebagai penjelas (bayin). dll. baik tatacara shalat. mengetahui perilaku dan seluk beluk kehidupan seorang model (idola) sangat perlu. Pendek kata. sunnah rasul adalah faktanya. pekerjaan atau cara. Apa yang dijelaskan oleh Rasullah. sedangkan hadits adalah beritanya. berpolitik. berdagang. orang yang bisa melihat perbuatan nabi sebagai model. shaum. 41 Jadi sunnah rasul adalah setiap whole model (Uswah hasanah) 59 .

mungkin benar (shahih) bukan lemah (dhaif). Sumber hukum kita adalah sunnah bukan hadits. Akan tetapi bagaimana mungkin bisa mengetahui sunnah rasul kalau tidak membaca haditsnya.

Fungsi sunnah Rasul (hadits ) tehadap al-Qur’an :
Hadits / sunnah Rasul berfungsi sebagai bayan (penjelasan) terhadap Al-Qur’an, tanpa memahami hadits tidak akan mampu memahami Al-Qur’an dengan jelas. Bayan ada beberapa macam : 1. Bayan taukid (taukid = menguatkan).yakni menguatkan pernyataan AlQur’an, misalnya Al-Qur’an menyatakan bahwa berbohong itu adalah sebuah dosa, kemudian dikuatkan oleh hadits. 2. Bayan tafshil (tafshil = merinci), yakni merinci apa yang masih global di dalam 3. al-Qur’an, misalnya Al-Qur’an menegaskan aqimish shalat (tegakkanlah shalat) sedangkan tata cara shalat diuraikan oleh hadits. Bayan itsbat (itsbat = pengecualian). Misalnya Al-Qur’an surat 5 ayat 3 menegaskan bahwa bangkai dan darah haram dimakan. Kemudian datanglah hadits riwayat Ahmad, Ibn Majah, Baihaki dan Daruquthni, bahwa ada bangkai yang dihalalkan yakni ikan dan belalang. Juga ada darah yang dihalalkan yakni hati dan limpa.

Penelitian tentang kesahihan hadits :
Apabila anatomi hadits dibedah sebagaimana membedah anatomi berita, kita akan menemukan tiga unsur berita, yakni sumber berita, kredibiltas sumber berita dan isi berita itu sendiri. Demikian pula hadits terdiri dari tiga unsur yakni Sanad (sumber berita), Rawi (Kredibilitas kepribadian periwayatnya) dan Matan ( isi berita). Katagorisasi hadits, baik secara kuantitas maupun kualitas ditentukan oleh tiga unsur hadits tadi. Dari sisi kuantitas, hadits terbagi kepada tiga, yakni : (1). Hadits Mutawatir, ialah hadits yang diterima oleh orang banyak kemudian disampaikan lagi kepada orang banyak, demikian seterusnya. Secara adat, tidak mungkin orang banyak sepakat untuk berdusta. Oleh karena itu kedudukan hadits mutawatir sangat tinggi. (2). Hadits Masyhur ialah hadits yang diriwatkan oleh orang banyak tetapi tidak sebanyak mutawatir. (3). Hadits Ahad ialah hadits

60

yang diriwayatkan oleh satu orang, dua orang, tiga orang atau lebih tetapi tidak mencapai derajat masyhur. Dari sisi kualitasnya hadits terbagi dua yakni hadits Shahih dan hadits Dhaif. Hadits dinilai shahih apabila ketiga unsur hadits itu sah, yakni sanad). (2). Dari sisi kredibilitas Rawi, (1). Dari sisi Sanad, antara pembawa berita dan penerima berita harus bersambung ( muttasil harus kuat ingatan (dhabit) dan jujur (‘adalah). Kalau ia memiliki sifat dhabith dan ‘adalah maka rawi tersebut dianggap kuat (tsiqah). (3). Dari sisi Matan (isi berita), tidak ada cacat (ghair mu’allal ) dan tidak janggal (ghair syadz). Apabila tidak memenuhi syarat di atas maka hadts dinilai Hadits Dhaif.

Sikap Hati-hati dalam Menghadapi Hadts :
Karena tidak semua hadits itu shahih, maka seorang mukmin jangan tergesagesa meyakini keabsahan suatu hadits lantas mengamalkannya, sebelum meneliti kualitas hadits tersebut, paling tidak bertanya kepada ahlinya. Amal-amal ibadah yang bid’ah yang dilaksanakan oleh masyarakat pada umumnya disebabkan oleh kecerobohan menerima dan mengamalkan hadits. Apalagi kalau memiliki persepsi bahwa hadits dhaif boleh dijadikan landasan penambahan amal ibadah, itu sangat keliru dan menyesatkan. Padahal di tengah masyarakat sangat banyak amal ibadah yang berdasarkjan hadits dhaif, misalnya shaum nisfu sya’ban, shalat Tasbih, termasuk bacaan qunut di dalam shalat Subuh. Selain itu, kesalahan pun sering terjadi akibat misinterpretasi dalam memahami teks hadits yang sahih, misalnya hadits yang menyatakan bahwa nabi makan dengan tiga jari. Apabila hanya melihat teks hadits tanpa melihat konteksnya, akan lahir kesimpulan bahwa makan dengan tiga jari adalah sunnah rasul, padahal konteks hadits tersebut adalah makan kurma, bukan makan nasi.

61

MODUL 6 IJTIHAD Berfikir Kreatif dalam Menentukan Hukum yang belum dijelaskan oleh Al-Qur’an dan Hadits secara Eksplisit Tujuan Instruksional Umum:
Mahasiswa memahami Ijtihad sebagai suatu motode penetapan hukum, sebagai sumber hukum Islam ketiga setelah Al-Qur’an dan hadits. Kemudian mereka pun termotivasi untuk berfikir kreatif menjauhkan diri dari sikap taqlied.

Tujuan Instruksional Khusus :
Mahasiswa dapat : • Menjelaskan pengertian dan fungsi Ijtihad • Mengaplikasikan penggunaan metode Qiyas, istihsan mashalihul mursalah, dan ijmak dalam proses penetapan hukum. • Menjelaskan sebab-sebab terjadinya perbedaan pendapat di kalangan para ulama, terjadinya madzhab dan bagaimana bersikap terhadap madzhab.

Pokok-pokok Materi :
Prolog : Setelah nabi Muhammad SAW wafat, persoalan syar’I terus bermunculan, baik dalam kaitannya dengan ibadah mahdloh maupun ibadah ghair mahdloh, di dalam semua lapangan kehidupan, baik ekonomi, politik, kesehatan, rumah tangga, dll. Akan tetapi AL-Qur’an ataupun hadits belum menjelaskan secara eksplisit hukum masalah tersebut, padahal tetap memerlukan solusi, agar segenap perilaku manusia tidak keluar dari syari’at Islam. Oleh karena itu diperlukan pemecahan masalah melalui cara yang lain, yakni dengan mengerahkan segenap kemampuan intelektual untuk menetapkan hukum sesuatu itu dengan melihat dalil-dalil yang memiliki hubungan tak langsung (implisit) dengan persoalan yang dibahas. Dalil-dalil tersebut dikumpulkan kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik pendekatan tertentu, kemudian disimpulkan sehingga sampai kepada penetapan hukum yang dicari. Cara demikian disebut Ijtihad. Ijtihad ini bisa melalui teknik pendekatan istihsan, qiyas, mashalaihul mursalah maupun ijmak. Metode pendekatan ini dirumuskan oleh para imam Mujtahidin yang sampai saat ini diakui akurasinya. Walaupun menggunakan teknik pendekatan yang sama belum tentu dijamin akan menghasilkan kesimpulan yang sama. Hal ini karena banyak faktor penyebabnya, antara lain karena perbedaan kemampuan intelektual dan latarbelakang pengalamannya. Juga karena perbedaan jumlah hadits yang dijadikan reference, maklum ketika itu hadits belum ditulis secata lengkap. walaupun hasil ijtihad para imam mujtahid dalam suatu persoalan yang sama sering berbeda, namun semua imam mujtahid memiliki ketawadluan intelektual,

62

63 . Tidak ada tempat untuk berijtihad dalam persoalan hukum yang telah dijelaskan secara eklplisit oleh Al-Qur’an dan hadits. yakni dengan pendekatan Qiyas. 2. hendaklah pendapatnya itu dibuang jauh-jauh. Mashalihul mursalah. umat Islam banyak sekali yang taqkid buta sehingga fanatik madzhab. Jadi ijtihad Ijtihad hanya berlaku di dalam hal-hal yang belum jelas. berjudi. Contoh : bagaimana hukumnya apabila seorang anak mengatakan “ gila luh” kepada orangtuanya. Istihasan (stihsan = minta yang tertbaik) ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara memilih satu diantara alternatif yang ada dengan pertimbangan mana yang pal. dalil Objek kajian Ijtihad Ialah segala hukum sesuatu (baik menyangkut ibadah Mahdloh maupun ghair Mahdloh) yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam Al-Qur’an maupun hadits. “La masagha lil ijtihadi fi mauridin nash”. Namun sayangnya. melalui analisis terhadap sjumlah (implisit) yang ada. seperti tentang keharaman babi. Teknik Pendekatan Ijtihad Ijtihad bisa menggunakan berbagai macam teknik analisis. Qiyas (analogi) adalah menentukan hukum sesuatu yang belum jelas dengan cara membandingkan hukum sesuatu yang telah ada dengan hukum yang akan dicari dengan melihat ciri-ciri persamaamnya (‘illat). dan Ijmak. agar apabila ia keliru. mereka semua sepakat mengharamkan umat Islam bersikap taqlid kepadanya. berzina. Istihsan.ing ringan buruknya.mereka semua berpesan. Apakah ia berdosa ? Perbuatan yang diharamkan dilakukan seorang anak kepada orangtua yang secara ekplisit disebutkan di dalam AlQur’an surat 17 ayat 23 adalah mengatakan “ah” ( wala taqul lahuma uff = “ Dan janganlah kami mengatakan ah kepada kedua orangtuamu !” ). Lebih tegas lagi. Penjelasannya sbb : 1. Hakikat Ijtihad Ijtihad adalah mengerahkan segenap kemampuan fikiran (intellegence quotien) untuk menetapkan hukum sesuatu yang belum dijelaskan secara ekplisit di dalam AL-Qur’an maupun hadits. dll.

dengan dasar penetapannya adalah dampak baik dan buruk bagi orang banyak. Semua imam mujtahid berpesan. Terjadinya perbedaan pendapat di kalangan ulama mujtahid adalah karena banyak faktor antara lain karena tingkat kecerdasan yang berbeda. Disebutlkan Menyikapi Perbedaan Hasil Ijtihad Hasil ijtihad para ulama besar dalam suatu persoalan tidaka selalu menghasilkan kesimpulan yang seragam. kalau wilayah itu dijadikan lahan pembangunan. Dalam dunia ilmu kejadian seperti ini sangat lumrah. Pihak Pemrintah Daerah bnerhak melarang pembuatan rumah tersebut. apabila pendapatnya di kelak kemudian hari ternyata bertentangan dengan hadits shaih. akibat perbuatannya itu. pengalaman dan pengaruh lingkungan yang berbeda. 64 . maka buanglah jauh-jauh ke luar pagar. didominasi oleh Amerika Serikat. gagasan. dengan melihat eksistensi PBB yang apakah negara kita masih perlu menjadi Keputusannya segenap ulama ini anggota PBB atau lebih baik keluar ? dinamakan ijmak. Untungnya. hukum yang diketengahkamn oleh seorang ulama. Misalnya : Larangan mendirikan bangunan / rumah di kawasan hutan serapan air. Ijmak. juga karena jumlah hadits yang dijadikan reference sangat berbeda.3. maka akan mengakibatkan kekeringan ke wilayah kota yang datar. dengan pertimbangan bahwa. ide. para ulama mujtahid memiliki ketawadluan intelektual. yaitu menetapkan hukum yang belum jelas melalui kesepakatan pemikiran para ulama. Misalnya. Ada dua macam ijmak. Mashalihul mursalah : ialah menetapkan hukum sesuatu yang belum jelas. Dalam hal ini para ulama tidak menerima jelas melainkan hanya diam ( sukut). kadang terjadi perbedaan pendapat di antara mereka. yakni keputusannya dihasilkan melalui adu pendapat dan penjelasan-penjelasan (bayan) para ulama dalam suatu forum musyawarah terbuka. Inilah yang disebut dengan Ijmak Bayany . Jadi Ijmak merupakan ijtihad kolektif. Bisa jadi kesepakatan ini hanya bersikap no coment terhadap lontaran dan tidak menolak dengan Ijmak Sukuti.

Apabila seorang muslim tidak bermadzhab (non sektarian) dinilaI tidak benar. 65 . Sikap yang paling baik adalah mengambil dan menggunakan metode ijtihadnya. umat Islam tidak boleh taqlid buta kepada ulama dengan mengambil seluruh hasil ijtihadnya secara Seputar Fanatik Madzhab Pada tataran realita di lapangan. kikta akan sanggup berfikir ijtihadi dalam menetapkan hukum. bukan mengambil hasilnya.Sehubungan dengan itu. tidak sedikit para tokoh ulama yang justeru mewajibakan taqlid madzhab. Dengan demikian. Padahal tidak ada satu ayat Al-Qur’an maupun hadits pun yang mewajibkan bermadzhab. terutama untuk dipakai pribadi.

Adonai. Tujuan Intsruksional Khusus (TIK): Mahasiswa mampu menjelaskan secara aqli dan naqli mengapa tuhan harus satu Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian tawhid serta aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Norwegia). Elohim. Di dalam Al-Qur’an tuhan itu adalah Allah. hyang. Gudd (Swedia. Dalam bahasa lain istilah tuhan disebut ilah. The Lord God. Apabila tauhid kokoh maka syirik akan lenyap. dll. Allon (Phoenicians). yakni tauhid Rubbubiyah. Secara istilah Tuhan adalah segala sesuatu yang paling dicintai. banyak lagi orang di luar itu yang tidak bertuhan (atheis). Ado (Canaanites). ia bertuhan kepada hawa nafsunya. Orang komunis. Pengertian Tuhan Secara bahasa. Yahuwa. Mulkiyah dan Uluhiyah. Golt (Jerman). Bukan hanya komunis. Sikap tauhid ini merupakan fondasi beragama dan menjadi dasar nilai dalam semua aktivitas manusia.MODUL 7 KONSEP TUHAN Menghadirkan Allah dalam Aktivitas Kehidupan Sehari-hari Tujuan Instruksional Umum (TIU) : Mahasiswa memahami dasar filosofis dan Qurani bagaimana menghadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari sehingga selalu merasa diawasi oleh-Nya (Ihsan). Apabila seseoranjg lebih mencintai mobil barunya daripada segalanya maka mobil itu 66 . Got (Belanda). Ekah. Tuhan (Bahasa Indonesia) sinonim dengan kata God. paling tidak. Almighty God. Selanjutnya tauhid dibagi tiga. Itulah sikap tauhid (mengesakan tuhan). Deity (bahasa Inggris). ely. dengan menggunakan pendekatan diletika material sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu tidak ada. Akan tetapi Al-Qur’an menegaskan bahwa semua manusia pasti bertuhan mustahil tidak. sebaliknya kemunculan syirik mengindikasikan lemahnya tauhid. satu dalam segala hal. Eli (Yahudi). god. baik ritual maupun mu’amalah. Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia senantiasa mencari siapa penguasa tertingi (ultimate reality) di alam ini. Penguasa tertinggi itu kemudian disebutlah Tuhan. Dia hanya satu.

Bagaimana mungkin pemegang kekuasaan tertinggi lebih dari satu. Tuhan yang tak dapat digapai dengan panca indera tetapi Dia maha melihat segalanya (QS. wanita. 45 : 23). Siapakah tuhan Allah itu ? Allah menegaskan : "Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa. Pendek kata banyak manusia yang telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan. Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu (khaliqu kulla syaiin) QS. dll. niscara akan terjadi pertengkaran. tidak ada manusia pun yang atheis (tidak bertuhan). Dalam pandangan Al-Qur'an. hanya saja ada manusia yang mengingkari Allah lantas bertuhan kepada hawa nafsunya. Menurut Al-Qur'an. Yang Maha Pemurah lagi Maha penyayang". 23 : 91). tahta. Dengan demikian ada orang yang menuhankan harta. Mengapa Tuhan harus satu Menurut Rasio : akal manusia tidak mungkin dapat menerima kalau tuhan sebagai Ultimate Reality lebih dari satu. Muhammad / 47 : 19). kalau Tuhan dua niscaya Tuhan dengan ciptaannya masing-masing akan blok-blokkan dan berusaha saling mengalahkan (QS. QS. Tuhan yang menjadikan malam dan siang (Qs. sesungguhnya tidak tuhan selain Allah". Di dunia ini ada manusia yang bertuhan satu (monotheisme) tetapi Tuhannya bukan Allah SWT. tetapi akal manausia tidak mungkin dapat mengetahui siapakah tuhan itu. semua manusia pasti bertuhan. 6 : 102. 67 . Allah menegaskan : "Maka pernahkah kamu melihat orang-orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya ?" (QS.6 : 103). Ini disebut Mulhid bukan atheis. Siapakah Tuhan yang Satu itu ? Akal manusia bisa sampai kepada kesimpulan bahwa tuhan itu satu. 2 : 163). 6 : 96). Ini bisa berbahaya. Tuhan yang menurunkan hujan (Al-Fathir / 35 : 27) Tuhan yang menumbuhkan biji-bijian (QS. Apabila jabatan lebih dicintai melebihi segalanya maka jabatan itu adalah tuhannya. Juga sebahagian manusia lain mempunyai banyak tuhan (politheisme) Dalam hal ini Allah menegaskan : "Maka ketahuilah. tiada tuhan melainkan Dia. 6 : 95). (QS.menjadi Tuhan baginya.

Pengesaan Allah yang di dalam Al-Qur’an dilambangkan dengan kalimat La ilaha illah perlu dijabarkan. Tawhid Mulkiyyah ialah meyakini bahwa hanya Allahlah satu-satunya raja (malik) bagi manusia. Penjabarannya harus berlandaskan ayat Al-Qur'an juga bukan kira-kira. termasuk syirik Rubbubiyah. Tawhid Uluhiyah ialah meyakini bahwa hanya Allah lah satu-satunya llah atau Tuhan yang wajib disembah. Maliki Yaumiddin – Malikin nas (3).Ilahinnas. maka ia telah melakukan syirik Mulkiyyah. setiap karya tulis terutama karya-karya ilmiah pasti terdapat hubungan yang erat antara bab pendahuluan dengan bab penutup. Tawhid Rubbubiyah ialah meyakini bahwa Allah sebagai satu-satunya Rabb ( Pencipta dan Pengatur) manusia. Untuk itu kita bisa melihat relasi (nisbah) antara surat al-Fatiihah sebagai bab Pendahuluan dengan surat An-Nas sebagai bab Penutup Al-Qur'an. Tauhid Mulkiyyah dan 68 . Apabila manusia lebih menaati makhluk daripada Allah. Dengan demikian. Tauhid (tawhidan) yang berasal dari kata wahhada . manusia harus memilih Al-Qur' an sebagai buku panduan hidupnya. Rabbul 'alamin Rabbun nas (2). Allah-lah yang paling mengetahui karakter manusia dan hanya Allah-lah yang paling mengetahui bagaimana cara mengatur manusia. Manusia hanya mengabdi kepada Allah.yuwahhidu bermakna pengesaan Allah. atau aturan yang bertentangan dengan Al-Qur’an.Pemahaman La ilaaha illaah : Keyakinan bahwa tiada tuhan selain Allah (la ilaha ilallah) adalah sikap Tauhid. Ini melahirkan taksonomi tauhid yakni Tauhid Rubbubiyah. Memilih dan menaati aturan selain Al-Qur'an . segenap aturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan Al-Qur'an dianggap batil. Oleh karena itu. Di dalam Al-Fatihah terdapat kalimat yang relevan dengan beberapa kalimat yang terdapat pada surat An-Nas yaitu sbb : (1). Iyyaka na'budu tauhid Uluhiyah. Manusia wajib meyakini bahwa hanya Allah dengan AlQur'an-nyalah yang pantas mengatur hidup manusia. karena pada lazimnya. paling dicintai dan paling ditakuti. Allah menegaskan :"Maha duci Allah yang di tanganNyalah segala kerajaan dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS 67 : 1). . Karena Allah adalah raja maka Allahlah yang harus paling ditaati.

Syirik Uluhiyah. Pertanyaan Renungan : • • • Siapakah yang lebih mengetahui sifat-sifat manusia. Meyakini ada aturan yang lebih baik daripada aturan Allah. Allah atau manusia sendiri ? Jawabannya : Allah. orangnya disebut musyrik. Menjadikan makhluk sebagai tempat bergantung dalam soal nasib. (b). Syirik tidak mungkin bisa berdampingan dengan sikap tawhid. (b). Termasuk ke dalam syirik Rubbubiyah adalah : (a). karena tidak mungkin menomor satukan Allah berbarengan dengan sikap lebih mencintai isteri daripada segalanya. Meminta-minta secara gaib kepada selain Allah (d). Melakukan aktivitas sehari-hari bukan karena Allah. Meyakini adanya makhluk yang mengetahui hal-hal gaib mutlak (apa yang akan terjadi esok) selain Allah. Allah telah menyiapkan aturan untuk manusia yakni Al-Qur’an. Siapakah yang lebih mengetahui aturan yang tepat untuk mengatur manusia. Syirik itu bermacam-macam. Allah atau manusia ? Jawabannya : Allah. Lebih mencintai makhluk daripada mencintai Allah.manifsetasinya antara lain melakukan segala sesuatu semata-mata dengan niat beribadah kepada Allah. (d). Termasuk ke dalam syirik Uluhiyah adalah (a). itu pun sudah syirik. Mengabdi kepada selain Allah adalah syirik Uluhiyah. Tauhid versus Syirik : Syirik artinya menyekutujan Alah. Syirik Rubbubiyah. sedangkan manusia dengan akalnya juga telah menyiapkan aturan untuk mengatur 69 . (c). (2). Jangankan dalam takaran lebih walaupun hanya mempersamakan. Lebih takut kepada makhluk daripada kepada Allah (c). Beribadah karena motivasi pujian manusia atau motive-motive duniawi. Memilih dan menaati peraturan hasil karya manusia yang bertentangan dengan aturan Allah (c). Termasuk ke dalam syirik Mulkiyah adalah (a). Melakukan penyembelihan hewan untuk mengabdi kepada selain Allah. (d). Syirik Mulkiyah dan (3). Lebih menaati makhluk daripada Allah. antara lain (1). Mengabdi kepada selain Allah (b).

AlQur’an.manusia. tetapi anda memilih aturan lain. • Kalau anda mengetahui bahwa Al-Qur’an lebih baik dari aturan buatan siapapun di dunia ini. • Kalau anda sudah mengetahui bahwa aturan yang baik adalah Al-Qur’an. Aturan manakah yang paling baik ? Jawabannya : Aturan Allah. apakah anda termasuk orang pandai atau orang bodoh ? Jawabannya : Orang bodoh (jahiliyah). apakah anda mau melaksanakan Al-Qur’an ? Jawabannya : ????? 70 .

Tugas manusia sebagai khalifah adalah mengelola bumi sehingga bumi menjadi sumber kesejahteraan dan kebahagian lahir batin bagi segenap umat manusia. sebuah tugas yang tidak dibebankan kepada kelompok jin. free will. Manusia memiliki hak untuk memilih (free choise. tujuan hidup dan tugas hidupnya di dunia. 71 . Supaya sukses menjadi khalifah. feeling thinking dan akal nurani). Sedangkan jalan mana yang mau ditempuhnya. juga dilengkapi dengan fisik yang disiapkan di alam rahim. Mahasiawa mampu memahami kunci sukses memejen dirinya untuk menjadi khalifah fil ardl yang sukes. Allah hanya memberikan dua jalan (wahadainahu najdain). ia akan disimpan di Sijin (penjara) alam qubur. maka setelah mati. 52 : 21). ruhnya akan disimpan di Iliyin (tempat tinggi) di alam Qubur. Walaupun manusia diberi amanah sebagai khalifah fil ardh. Allah SWT telah melengkapi manusia dengan ruh di samping nyawa (hewan hanya memiliki nyawa). Pokok-pokok Materi : Prolog : Manusia diciptakan Allah SWT dari tanah tetapi secara arsitektur.Modul 8 KONSEP MANUSIA (Kunci Sukses Manusia sebagai Khalifah di Bumi serta Perjalannya dari Alam ke Alam). baik di alam mahsyar maupun ketika memasuki Jannah (syurga). Itulah misi rahmatan lil ‘alamin yang diemban manusia. maka setelah mati. Tujuan Instruksional Khusus (TIK): • • Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat manusia. ree action). Seterusnya ia akan ditempatkan di dalam Nar (neraka). bahkan dilengkapi dengan qalbu (willing. Tugas manusia sangat berat. Apabila pilihannya salah. Sebaliknya apabila pilihannya sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an. Akan tetapi tentu saja setiap pilihan mengandung resiko (QS. yakni sebagai khalifah fi al-ardh (penguasa bumi). manusia menempati posisi puncak dibandingkan malaikat sekalipun. namun justeru Allah tidak memaksa manusia untuk berbuat sebagaimana kehendak Allah. Tujuan Instruksional Umum (TIU) Mahasiswa memiliki visi yang jauh ke depan serta komprehensif tentang konsep hidup di dunia sehingga mereka bisa hidup pada jalan yang benar sesuai petunjuk Allah SWT. diserahkan sepenuhnya kepada manusia. Perjalanan seterusnya pasti lancar bahagia.

Rinciannya akan dijelaskan di bawah ini. Kedua hukum tersebut adalah absolut. Suapaya bumi ini ramai maka manusia harus dibekali dengan fisik sebagai pembungkus ruh. Kalau demikian keadaannya. tidak ada pabrik karpet. (4). Dalam hal ini ruh berjanji kepada Allah sebagai Sang Pencipta. bumi dan gunung-gunung tetapi mereka semua menolaknya. Alam Qubur dan (5). Alam Akhirat. maka manusia mentaati hukum Alam dan hukum Agama sekaligus. ia akan mengabdi kepada Allah. tugas. Apabila manusia memilih hukum yang relatif maka ia akan gagal melaksanakan tiugas kekhalifahannya. manusia mengalami hidup di lima alam yakni (1). • Amanah ini sebenarnya telah ditawarkan oleh Allah kepada langit. sebelum ruh masuk ke dalam janin di alam Rahim. Manusia di Alam Ruh : • • Di alam Ruh manusia masih berupa ruh (jamaknya arwah). (3). manusia harus dibina. • Mengabdi kepada Allah adalah sebuah agreement yang harus dilaksanakan. job yang diberikan oleh Allah kepada manusia semasa di alam Arwah adalah sebagai khalifah fi al-ardl (penguasa bumi yang bertugas mengelola dan memakmurkan bumi). Al-Ahzab 72). pabrik pakaian. • Agar manusia sukses mengelola bumi. Pembinaan Allah kepada manusia melalui berbagai macam cara antara lain 72 .Sebagai khalifah fil ardhi. Amanah. Kemudian amanah ini diambil oleh manusia (QS. Alam Dunia. pabrik obat nyamuk. Alam Ruh (2). Ruh menjawab :"Bala syahidna" (Ya Engkau Tuhan kami). • Pada saatnya nanti. • Supaya manusia menaati hukum Allah. bahwa kalau ia kelak lahir ke dunia. Allah SWT bertanya ulang kepada ruh : "Alastu birabbikum ?" (Apakah Aku ini Tuhanmu). dll sebab ruh tidak memerlukan itu semua. Kalau manusia turun ke dunia dalam bentuk ruh (tidak berfisik) maka di dunia tidak akan ada mobil sebab ruh tidak perlu mobil. Alam Rahim. Mengenai eksistensi ruh tak ada seorang pun yang tahu. maka dunia pasti sepi.

Inilah kehidupan tingkat kedua atau hidup sebagai jaringan. zakat dan haji. Allah sebagai raja (Malik) yang harus dtaati. 73 . tawakkal. shalat. Sperma adalah kehidupan tingkat awal atau hidup sebagai sel. tulang. • Penciptaan tubuh manusia dimulai oleh persenggamaan suami isteri. Dengan demikian yang menjadi eksistensi manusia adalah ruh bukan tubuh. Sedangkan shalat membina manusia supaya selalu ingat kepada Allah dalam melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan sehingga bekerja "lurus" dan menjauhi maksiat. mampu bekerja sama secara global (mendunia) dengan saling menghargai. Shaum melatih manusia agar mampu memenej emosi. kerja keras. Juga Allah sebagai Dzat yang hars disembah (Ilah). tangan. kaki. Tubuh berkulit hitam atau putih bukanlah hal pokok. Perkembangan manusia di alam Rahim : • Di Alam Rahim. Kalau kelak manusia mengingkari perjanjian ini. Ini artinya hidup manusia telah dikontrak (dibeli) oleh Allah dengan imbalan syurga. • Syahadat mengarahkan manusia agar memiliki keyakinan kokoh bahwa Allah adalah Pencipta dan Pemelihara (Rabb). Hadits menyatakan Buniya al-Islam 'ala khamsin (Islam dibina dengan lima pilar). maka terbentuklah daging. Inilah kehidupan tingkat ketiga atau hidup sebagai organ. Suami mengeluarkan sperma (nuthfah). • Dengan demikian di Alam Ruh itu. yakni syahadat. Haji bertujuan mewujudkan insan sabar. Zakat membiasakan manusia bersikap dermawan serta memiliki kepedulian sosial. dll (mudgah). Allah menyiapkan tubuh manusia yang akan dijadikan tempat Ruh. • Zigot terus tumbuh.melalui rukun Islam. maka sungguh ia telah berkhianat kepada Allah. Fungsi tubuh adalah untuk membantu ruh dalam merealisasikan tugas kekhalifahan. Tetapi sayangnya banyak manusia yang memberikan penilaian berlebihan kepada jasad daripada ruhani. manusia telah melakukan teken kontrak untuk hanya mengabdi kepada Allah. shaum. cantik atau tidak tidaklah penting. • Sel sperma suami membuahi ovum isteri (konsepsi) maka jadilah zigot yang kemudian bergantung pada uterus ('alaqah).

feeling (perasaan : suka. • Manusia di Alam Rahim hanya 9 bulan 10 hari (rata-rata). manusia yang berasal dari bahan yang hina (sperma) tersebut. Setelah itu manusia di dalam rahim ibu harus mutasi ke alam ke tiga yakni alam Dunia. bentuk final). nafsu. potensi yang dibawa sejak dalam kandungan belum berkembang.• Pada usia 4 bulan masuklah ruh ke dalam janin. menyanyi. Alam Dunia (Tugas manusia di alam Dunia): • Ketika manusia lahir (sebagai bayi). Potensi lain adalah sama' bashar. dan bagaimana bumi dihamparkan (geologi). Sebelum usia 4 bulan. Di dalam QS. sedih. • Degan demikian. oleh Allah dijadikan sebagai makhluk yang secara fisikal memiliki bentuk (arsitektur) yang paling sempurna (fi ahsani taqwim). dan afidah (pendengaran.2 : 1674 dan QS. penglihatan dan hati nurani). bagaimana gununggunung ditekakkan (vulkanologi). Allah SWT di dalam QS Al-Ghasyiah : 17-20 memerintahkan agar manusia melakukan penelitian tentang alam misalnya bagaimana unta diciptakan (biologi). bagaimana langit ditinggikan (astronomi). manusia mempunyai nyawa (hayat) tetapi pada usia 4 bulan ia dimasuki ruh. dll. sehingga janin bergerak-gerak. misalnya potensi main bola. • Salah satu bentuk pendidikan adalah melakukan penelitian empirik. jantung hati). manusia diberi Qalbu (heart. 3 : 190-191 Allah menegskan bahwa penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang (hukum rotasi) adalah objek penelitian bagi orang-orang yanag beriman sehingga 74 . Oleh karena itu manusia harus dididik agar potential capasity yang dimilikinya menjadi actual ability (kemampuan nyata). syahwat). berdagang. • Pada usia 4 bulan itu. bayi pun diberi potensi (potential capasity). (At-Tin : 4). selain bayi dimasuki Ruh. gembira. yakni hidup sebagai individu manusia (khalqan akhar. dll) dan thinking. bersosial. Inilah kehidupan tingkat keempat. bahkan pada periode ini anak manusia belum mengetahui apa-apa (An-Nahl 78). benci. Untuk mendorong perkembangan potensi ini kelak. berpidato. yang di dalamnya terdapat antara lain willing (kemauan. 3.

• Selama itu Allah SWT belum meminta manusia untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "naskah perjanjjian" yang "ditandatangani" di alam Ruh. Jadi. duduk. anak manusia dilatih untuk berbuat yang baik tetapi belum diwajibkan. • Pada usia 1-14 tahun. tetapi manusia diberi jeda waktu selama 15 tahun sehingga mencapai usia cukup atau baligh. anak manusia hanya dipersiapkan fisik dan ruhaninya agar kelak siap menjadi khalifah fi al-ardl. 51 : 56). (QS. Setelah mencapai baligh barulah manusia diberi taklief (beban. atau berbaring. sedangkan persiapan untuk mendewasakan sikap mental anak dilakukan antara lain dengan acara aqiqah. baik aktivitas lahir maupun aktivitas batin (al-ibadah hiya. Inilah yang disebut ibadah. Pada usia ini. Definisi ibadah ialah segala aktivitas manusia yang diridhai oleh Allah SWT. ad dhahirah wa al-bathinah). shalat. apapun yang dikerjakan manusia. maka manusia wajib melaksanakn tugas kekhalifahan. kewajiban) untuk melaksanakan tugas kekhalifahan sebagaimana tercantum dalam "Kontrak Kerja ". kullu ma yardhalullahu minal aqwali wa al-af'ali. • Selain dilatih kecerdasan berfikirnya (IQ).mereka bisa menjadi Ulul Albab yakni orang yang bisa menemukan inti (allub) masalah atau hakikat sesuatu. baik ketika berdiri. tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia…"). Manusia yang sering merenung tentang penciptaan Allah. insya Allah akan sampai kepada kesadaran spiritualnya ditandai antara lain dengan menyatakan :"Rabbana ma khalaqta hadza bathilaa " (Ya Tuhan kami. pembiasaan. seluruhnya harus dalam kerangka beribadah kepada Allah. • Pendek kata tugas manusia di alam Dunia adalah ibadah. Persiapan fisik dilakukan antara lain dengan memberi anak makanan yang halal dan bergizi (halalan thayyiba). hablum minannas dan hablum minal 'alam. Allah berfirman : "Dan tidak semata-mata Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya". dll. khitan. atau telah hadil bagi perempuan. 75 . bersikap jujur. • Setelah baligh (usia 15 tahun. Lebih rinci lagi melaksanakan job di seputar hablum minallah. juga harus dilatih kecerdasan spiritualnya yakni melalui dzikir. atau sudah mimpi basah bagi pria).

Jadi kegiatan apapun. Hablum minallah seperti shalat. (2). Kenikmatan sangat tergantung kepada sikap penerimaan hati (qana'ah. Memisahkan aktivitas dunia dengan Akhirat adalah sikap sekuler. ta'awun (tolong menolong). termasuk menaati hukum Alam (hukum Kauniyah). nabati maupun energi. tadharru' (merendah hati kepada Allah) dan lain-lain. baik sumber daya alam hewani. shaum. Targetnya adalah terkelolanya bumi secara baik untuk bekal manusia dalam kerangka ibadah kepada Allah. • Masa kerja manusia dibatasi oleh usia.• Tugas ibadah yang dibebankan kepada manusia meliputi tiga pilar. Untuk akhirat menggunakan fiil amar (kata perintah) "Carilah !" . Hablum minal 'alam yakni bersikap ihsan terhadap seluruh sumber daya alam. sosial ekonomi. seluruhnya harus dengan niat ibadah kepada Allah. • Allah menyatakan : "Carilah olehmu karunia Allah berupa kampung Akhirat. Lain lagi kalau menggunakan perhitungan tahun Neptunus atau Pluto. (3). baik yang menyangkut sosial politik. berdzikir. 9 menit. Sedangkan untuk dunia menggunakan fiil nahyi (larangan) "Jangan lupa !". haji. tetapi kenikmatan tidak selalu sejajar dengan harta. Hablum minannas seperti toleransi (tasammuh). Di dalam Alqur'an dijelaskan :" Inna yauman 'inda rabbika kaalfi sanatin mimma ta'uddun" (Sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu sama seperti seribu tahun hitunganmu).). Kalau demikian sebenarnya dunia itu adalah media untuk mencapai akhirat. Kalau menggunakan tahun hijriyah kira-kira 74 tahun. Usia manusia di dunia rata-rata 70 tahun. Itu kalau menggunakan perhitungan tahun Masehi. 76 . Dan Janganlah lupa bagianmu di dunia". zakat. Dengan demikian kalau manusia hidup di dunia selama 70 tahun. Waktu yang sangat singkat ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk ibadah. Inilah salah satu kelebihan manusia dibandingkan jin. Apalagi tahun dalam perhitungan Allah. bersikap tawakkal. (QS…. Bahkan pada surat Al-Ma'arij ayat 4 ditegaskan " Miqdaruhu khamsina alfa sannah" (satu hari sama dengan 50. yakni (1). kerjasama. Dalam hal ini jin tidak diberi SPK (Surat Perintah Kerja) untuk menjadi khalifah fi al-ardl. pendek sekali. itu sama saja dengan 1. • Perlu menjadi cacatan penting bahwa.000 tahun). berdoa. sosial budaya. manusia di dunia tidak bisa hidup tanpa materi (harta).

Di Iliyin.". Inilah alam keempat bagi manusia. sedangkan ruhnya masuk ke alam qubur. • Di alam Qubur. Padahal Allaha menegaskan :"Pada hari Akhirat nanti. tubuhnya masuk ke kuburan. Ruh tidak bisa kemana-mana. Dalam hal ini kematian telah mengakhiri aktivitas amal manusia. yakni (1). • Pada usia tertentu manusia harus mati. Kalau kenikmatan tergantung kepada harta. malaikat Munkar dan Nakir memeriksa amal manusia dengan sangat cepat sebab Allah itu Maha Cepat Menghitung (innallaha sari'ul hisab). Tidak mungkin ruh bisa gentayangan. maka Allah tidak adil. Ruh itu maju terus dari alam ke alam mustahil mundur. Inna lillahi wa inna ilaihoi rajiun. Sidkah Jariyah. 4. • Bagaimana pun kualitas ruh tersebut. yakni (1). Pahala 77 . sedangkan ruh yang akan kembali kepada Allah tidak di make up dengan serius. Sedangkan ruh yang berasal dari Allah kembali kepada Allah. Tubuh yang berasal dari tanah harus kembali kepada tanah. Ruh manusia berpisah dari tubuhnya. ruh mendapatkan kenikmatan ruhaniyah. Ruh yang saleh ditempatkan di Iliyin (tempat tinggi) sedangkan ruh yang inkar ditempatkan di Sijin (penjara). Anehnya tubuh yang akan kembali kepada tanah terus menerus di make up. semua manusia tidak dapat diterima oleh Allah kecuali orang yang datang dengan qalbun salim (selamat. Nafsu Amarah yakni hidupnya didominasi oleh amal buruk (2). Hadits menyatakan : "Apabila anak Adam meninggal dunia. suci sebagaimana dulu di alam arwah). (30) Nafsu Muthmainnah yakni manakala hidupnya didominasi oleh amal saleh.syukur nikmat ). maka putuslah segala amalnya kecuali tiga. • Manusia yang mati. Setiap orang mati pasti masuk ke alam Qubur tetapi tidak semua orang yang mati masuk kuburan. • Alam Qubur (Masa Penantian Panjang) : Kualitas ruh orang mati terbagi tiga. sedangkan di Sijin ruh mendapatkan siksaan ruhaniyah/ bathiniyah. semua ruh orang mati memasuki Alam Qubur. bersih. Nafsu Lawwamah yakni manakala amal baik dan buruk relatif seimbang.

matematika. manusia dikelompokkan menjadi dua. pokok semua ilmu yang bermanfaat. pasti suhu bumi panas luar biasa. Ilmu yang dimanfaatkan / diajarkan. 78 . • • Ruh yang berada di Sijin dapat saja mutasi ke Iliyin apabila mendapat pasokan pahala yang memadai dari ketiga amal di atas. • Pada waktu itu. Tetapi ada tujuh golongan orang-orang yang mendapatkan tempat teduh. (3). Kalau demikian. manusia sudah cukup aman. Malaikat. Semua manusia benar-benar dijemur dalam teriknya matahari dengan jarak yang sangat dekat (karena matahari belum banyak berekspansi). Seluruh makhuk musnah luluh lantak. • Allah lantas mengganti bumi dan langit yang telah hancur dengan bumi dan langit yang baru (QS. mengepel. seperti mengajar Al-Qur'an. Manusia di alam Qubur sangat lama menunggu Kiamat. hanya saja balasan syurganya minimal. jin dan manusia mati. Apabila neraca amalnya ternyata saldo zero. Kedudukannya seperti anak kecil atau orang gila yang dinilai tidak memiliki amal shaleh tetapi juga tidak mempunyai dosa. ). yakni barisan kanan (ashab al-yamin) yang nampak berwajah cerah ceria. yakni hancurnya alam jagad raya secara dahsyat. • Selanjutnya adalah penimbangan amal (mizan). (QS ). dll. 5. Anak shaleh yang mendoakan orangtuanya. Amal yang baik bisa menghapus amal yang buruk. itulah hari Mahsyar. Sedangkan doa anak yang inkar sama sekali tidak bisa berpengaruh. Alam Akhirat (Tempat Pembalasan Amal): • Alam Akhirat diawali oleh peristiwa Kiamat. (2). Di alam Mahsyar ini seluruh manusia berusia sama yaknii jejaka (abkara). tak ada yang luput sedikitpun. Jadi alam Qubur adalah alam pemisah (barzah) antara alam dunia dengan alam Akhirat.sidkah akan terus menambah amal orang mati. • Berdasarkan hasil mizan di atas. Di sini sekecil apapaun amal baik dan perbuatan dosa akan dibuka transparan. manusia dibariskan di alam terbuka. memasak. Penciptaan bumi dan langit yang baru ini sangat mungkin sama dengan periode awal penciptaan alam. Ketika itu hanya Allahlah yang Maha Hidup (alhayyu alqayyum).

baik neraka wail. saqar. sebenarnya manusia di dunia baru alam yang ke tiga. Percuma lulus S3. Naim. dan terkenal kalau di akhirat masuk neraka. Itu bisa terealisasi. masih ada dua alam lagi yang harus dilalui yakni alam Qubur dan alam Akhirat. -----ooo0ooo------ 79 . maka ashab al-yamin memasuki syurga. Maka datanglah nabi Muhammad SAW memberikan bantuan. Inilah yang disebut syafa't al-kubra (bantuan besar) kepada orang-orang yang layak dibantu. Na'udzu billahi min dzalik Berdasarkan uraian di atas. Walaupun demikian. apabila manusia menaati hukum Alam (hukum Kauniyah) dan hukum Qur'aniyah secara bersamaan. sedangkan di alam Akhirat manusia bahagia atau sengsara selama milyaran tahun. • Lamanya orang di neraka tergantung seberapa banyak dosa yang dilakukannya. terhina. Sedangkan ashab asy-Syimal memasuki neraka. dll tergantung kepada jumlah dosa yang dilakukaannya. manusia menunggu Kiamat ribuan tahun. dll tergantung kepada jumlah amal shaleh yang dimilikinya. • Setelah perhitungan final. sedangkan orang muslim yang shalatnya tidak memiliki efek positif terhadap prilakunya dimasukkan ke dalam neraka Wail. baik syurga Firdaus. tunduk malu. jahim. Oleh karena itu hidup alam Dunia yang hanya 70 tahun harus benar-benar dimanfaatkan.000 tahun. Jahannam. Di alam Qubur. sangat mungkun kalau orang memasuki neraka selama satu hari itu bisa sama dengan 1000 tahun hitungan dunia bahkan bisa sampai 50.dan barisan kiri (ashab asy-Syimal) yang nampak bermuram durja. manusia berusaha susah payah meminta bantuan agar ia bisa masuk kepada ashab al-yamin. sebagaimana hitungan hari dan tahun menurut Allah. Yang baik adalah manusia bisa mencapai syurga melalui kebahagiaan shaleh di dunia. Dalam hal ini orang yang yang mengaku muslim tetapi tidak shalat dimasukkan ke dalam neraka Saqar. • Untuk menyelamatkan diri. Adnin. kaya.

Pokok-pokok Materi Prolog : Manusia memiliki banyak potensi termasuk kecerdasan. baik kecerdasan berfikir (IQ). tabiat atau adat. baik dalam hubungannya dengan Allah (Hablum minallah). harta atau jabatannya. Baik dalam hubungannya dengan Allah. dengan sesama manusia (hablum minannas) maupun dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam).MODUL 9 ESSENSI AKHLAK (Ritual dan Perubahan Prilaku (Behavior Change). • Mahasiswa memahami substansi dan essensi akhlak kepada Allah. Perangai yang baik disebut akhlak al-karimah sedangkan perangai yang buruk disebut aklaq al-madzmumah. Dengan kesadaran itu diharapkan mereka termotivasi untuk meningkatkan kualitas akhlaknya. Sedangkan yang 80 . Hakikat Akhlak : Akhlaq yang berasal dari kata khalaqa dengan akar kata khuluqan berarti perangai. total submittion) atau sami’na wa atha’na. kecerdasan emosi (EQ). dengan sesama manusia maupun dengan alam sekitar. • Mahasiswa termotivasi untuk berakhlak mulia dalam segala dimensinya. Essensi akhlak kepada Allah adalah tauhid (taat total tanpa reserve. Dengan demikian pendidikan akhlak pada dasarnya adalah character building dengan target terjadinya perubahan prilaku (behavior change). kepada sesama manusia dan kepada alam sekitar. serta target-target yang harus dicapainya. Apabila manusia mampu memenej seluruh kecerdasan tersebut berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah maka ia akan menjadi manusia berakhlak baik dalam dimensi yang luas. maupun kecerdasan spiritual (SQ). Essensi akhlak kepada manusia adalah ukhuwah yakni menganggap manusia sebagai saudara. Sedangkan essensi akhlak kepada alam adalah ihsan. Tujuan Instruksional Khusus : Mahasiswa dapat : • Memahami hakikat ilmu akhlak (etika) objek bahasan dan ruang lingkupnya. Tujuan instruksional Umum Mahasiswa dapat memahami dan menyadari bahwa harkat derajat manusia diukur dari keluhuran akhlaknya bukan karena ilmu. yakni berbuat yang paling baik dalam rangka menjadikan segenap sumber daya alam untuk kesejahteraan lahir batin umat manusia.

gunung. Demikian juga larangan saling menghina. etika kepada lawan jenis. Hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas ). yakni menaati Allah dan Rasul-Nya secara kaffah (total submittion). (al- Perintah Allah untuk saling tolong menolong. etika kepada orang sakit. Tetrmasuk ke dalam hablum minanas antara lain : etika kepada sesama muslim. etika kepafa non muslim . 81 . 2. 3. Beberapa contoh berakhlak baik kepada Allah adalah menegakkan shalat. etika kepada ayah dan ibu. Termasuk ke dalam hablum minanllah adalah ketaatan kepada Al-Qur’an dengan sunnah rasul sebagai penjelasannya. menjunjung tinggi nilai persamaan di antara sesama manusia musawwah. menunaikan shaum. dll. equality). dengan segala penjelasannya yang terdapat di dalam sunnah rasul. Pengamalan Al-Qur’an dengan cara memiliah dan memilih ayat Al-Qur’an adalah sikap tidak sopan kepada Allah. • Essensi Hablum Minannas ialah ukhuwah (persaudaraan). dll adalah pada dasarnya untuk mensukseskan ukhuwah. Hubungan dengan alam sekitar (hablum minal ‘alam). berhaji. dengan cara melaksanakan seluruh ayat-ayat Al-Qur’an tanpa kecuali. Juga meniatkan segala pekerjaan karena Allah adalah salah satu bentuk etika kepada Allah. seluruhnya untuk menunjang ukhuwah. dan sumber daya alam lainnya. dan bersyukur. medzalimi. termasuk di dalamnya etika kepada flora. fauna. Essensi Aklaq : • Essensi Hablum Minallah ialah bersikap tauhid kepada Allah.dimaksud dengan ilmu akhlak adalah ajaran tentang bagaimana caranya mewujudkan manusia yang berakhlak baik. air. hutan. bertoleransi ( tasammuh). mengeluarkan zakat. berdoa. udara. Objek bahasan Akhlak : Objek bahasan Akhlak meliputi tiga dimensi yakni : 1. dll. laut. Hubungan dengan Allah (hablum minallah).

sebaliknya sungguh terhina seseorang yang berbuat kerusakan di atas bumi sehingga mengakibatkan kesengsaraan. 82 . yakni berusaha sebaik-baiknya mengelola bumi untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia secara umum sesuai dengan petunjuk Al-Qur’an dan hadits. Sungguh luar biasa pahalanya bagi mereka yang telah mampu melahirkan tekonologi yang sangat bermanfaat bagi umat manusia.• Essensi Hablum minal ‘alam : ialah Ihsan (baik).

2. Orang kafir (QS. 4 : 58 dan QS 16 : 90). Membawa umat menghadap qilblat agar umat melaksanakan Al-Qur'an secara utuh (QS. (d). kemiskinan dan kebodohan (QS. 30 dan QS. Nabi bersabda : "Seandainya Fatimah putriku mencuri. akan kupotong tangannya" (Hadits). HAM. 90 : 13-16). Wajar kalau terdapat perbedaan pandangan antara keduanya. Orang Islam tetapi suka menjadikan agama sebagai ejekan (QS 5 : 58). 3 : 104).MODUL 13 Etika Islam Dalam Kegiatan Politik (Seputar Kepemimpinan. Prinsip-prinsip penetapan HAM dalam Islam : • Al-Musawwah (Persamaan) di depan hukum atau equality before the law. 2 : 13 dan QS. • Al-'Adalah (keadilan). 3 : 118). Seputar HAM : HAM atau Hak Asasi Manusia (Human Right) dalam pandangan Barat bersifat antroposentrik sedangkan HAM dalam pandangan Islam adalah teosentrik. 1. 3 : 28). Membebaskan umat dari perbudakja. Orang Islam yang lebih menyukai kekafiran daripada keimanan (QS. Dan 83 . (c). menjadi saksi yang adil. yakni keadilan di depan hukum Allah menegaskan :"Wahai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menegakkan kebenaran karena Allah. Seputar Kepemimpinan : • Orang-orang yang haram dipilih sebagai pimpinan adalah (1). Orang Islam yang diprediski dapat menimbulkan kemadharatan bagi umat (QS. 30 . Menegakkan keadilan dan menentang kezaliman (QS. (f). dan diskursus tentang Hubungan antara Agama dan Negara). (b). • Tugas pimpinan adalah : (a). 2 : 142144). 9 : 17). (e). 61 : 4). Amr Ma'ruf Nahyi munkar (QS. Menebarkan rahmat / perdamaian di seluruh alam semasta (QS 21 : 107). Mewujudkan umat yang kokoh (QS.

Untuk itu Islam mengharamkan membunuh manusia kecuali karena sebab yang adil. At-Tawazun (pola Keseimbangan). Dalam pandangan Allah. Kewajiban Manusia : • • • • • • • Taklief dari Allah. ta'zie. Sanksi dari pelanggaran terhadap kewajiban adalah hudud. Kita meyakini kebenaran agama kita sendiri tetapi tetap menghormati orang lain.janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu golongan membuat kamu berbuat tidak adil". patience with others (Webster's New American Dictionary. Di dalam surat al-Kafirun ayat 1 – 6 dijelaskan bahwa kita harus toleran dalam beragama. Al-Haq (benar). membunuh satu 84 . Kewajiban kepada alam adalah bersikap ihsan. At-Ta'awun dan At-Takaful . 27 : 33) . Kewajiban kepada Allah adalah ibadah. 1050). • • • • Al-Marhamah (penuh kasih sayang). qishah . Toleransi adalah memberi kebebasan pendapat terhadap orang lain dan berlaku sabar menghadapi orang lain. Kewajiban manusia terklasifikasi menjadi tiga yakni Hablum minallah. hatis menutup autar haaarus zakat dll. hablum minannas dan hablum minal alam. Segala taklief adalah kewajiban yang harus dilakasanakan manusia. • Tasammuh (Toleransi). (QS. Akan tetapi kalu sudahmasuk menjadi penganut Islam barulah ada paksaan harus shalat. Tolerance is liberty to ward the opinions of athers. Itu terserah pilihannya tetapi setiap pilihanmenghandung resiko. Islam tidak memaksa agar manusia menganut Islam. p. Kewajiban diberikan sejak baligh. (QS. Kewajiban kepada manusia adalah silaturahmi. Hak-hak Manusia : • Hak Hidup dan mendapatkan perlindungan keamanan fisik (Hifdzul Jasad). 5 : 8).

1. Oleh karena itu Isalam melarang mencuri dan berbisnis dengan cara ghurur (curang). 85 . Oleh karena itu Islam melarang ghibah. Berhak memilih dan dipilih dalam perjodohan. Oleh karena itu Islam melarang perzinahan dan pernikahan antar muhrim. memberi kehidupan lepada seseorang sama dengan memberi kehidupan kepada seluruh dunia (QS. menghina. Wanita ada. • • • • • Seputar Wanita : Memiliki kesempatan beriman dan beramal yang sama (QS 33 : 35 dan 4 : 19). Harus dijaga kemanaannya bukan menjaga keamanan pria. Hak menganut agama sesuai dengan keyakinannya.lah tiang negara. Memiliki kesempatan yang sama untuk mencari dan membelanjakan hartanya QS. (Hifdzu din). • • • Hak perlindungan terhadap hak milik / harta (hifdzul maal). mengumpat. dll. Nabi bersabda :" Perbuatan yang paling mulia adalah menyatakan kebenaran pendapat di depan seorang penguasa yang zalim" • Hak mendapatkan tertib keturunan (hifdzun nasal). 4 : 4 dan 32) Memperoleh warisan dan pendidikan. Sesungguhnya kebenaran itu telah nyata bedanya dari yang tidak benar (QS 2 : 256). Allah pun melarang seorang wali menghalangi pernikahan yang secara syar'I tidak terlarang. fitnah. • Hak mendapatkan perlindungan akal dan kebebasan menyatakan pendapat (Hifdzul aqli). Allah menegaskan :"Tidak boleh ada paksaan dalam beragama.orang sama dengan membunuh sedunia. 5 : 32). Hak mendapatkan ketenangan jiwa (hifdzun nafsi). Para penggangunya mendapatkan ancaman hukum yang berat. Berhak mengajukan perceraian lewat fasakh dan khulu' Kedudukan Wanita : Perlakuan Istimewa terhadap Wanita : • • • • Tubuhnya dihargai sehingga harus ditutup.

menyatakan bahwa dalam sebuah komunitas. ialah kelompok yang berpendapat bahwa hubungan antara Islam dan negara sangat lekat bahkan Islam mengatur persoalan negara secara eksplisit dan detail. Memiliki pnegaruh besar terhadap anak. maupun pemikirpemikir Modern dan – post Modernisme. dan Ulil Amri di antara kamu" Pada ayat di atas Allah SWT mewajibkan muslimin menaati Ulu al-Amri. Ajaran Islam harus menjadi dasar konstitusi. Ibn Taimiyah (wafat 728 H/1328M). Diskursus tentang Hubungan antara Islam dan Negara Kajian tentang hubungan Islam dan negara telah banyak diperdebatkan oleh para pemikir. Pendapat mereka dapat diklasifikasikan menjadi tiga aliran pokok. yakni Kelompok Pertama. Syurga di baqwah telapak kaki ibu. Dengan demikian mendirikan sebuah negara Islam adalah wajib.• • • • • • Surat An-Nisa sebagaiu bukti kepedualian Islam thd wanita. zaman Pertengahan. Mereka menolak gagasan negara kebangsaan (nation state) karena dinilai bertentangan dengan prinsip ummah. Mereka mengakui prinsip musyawarah tetapi menolak musyawarah sistem demokrasi. Alasannya. maksudnya adalah imam (khalifah). konstruk negara harus negara Islam. baik di zaman Klasik. Hak hidup sehingga tidak boleh melakukan aborsi kecuali dalam situasi darurat. Al-Mawardi misalnya. ia pun menggunakan landasan hadis : 86 . Mengistimewakan pelayanan kepada ibu daripada kepada ayah. selain QS. menyatakan bahwa dasar tentang kewajiban adanya Imámah adalah Al-Qur'an surat 4 : 59 : )‫م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ع‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ل ي ا َت َُف‬ ِ ‫أوع‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ل َت‬ َ ‫سلو َت‬ ُ ‫ر م‬ َّ ‫علوا ال‬ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫علوا ا َت‬ َّ ُ ‫طي م‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ (59 "Hai orang-orang yang beriman.wajib mutlak adanya pemimpin. Mati karena melahirkan adalah mati syahid. taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya).4 : 59.

1980). Quthub menjelaskan bahwa manusia hanya mempunyai dua pilihan dalam menerapkan hukum. Ia mendesak Pakistan agar UUD Pakisan menyebutkan bahwa Kedaulatan Pakistan di tangan Tuhan. Hadis di atas terdapat dalam kitab Sunan Abi Daud. kedaulatan adalah di tangan Tuhan bukan di tangan rakyat. 45 Senada dengan itu.(‫اذا خرج ةثالةثة ف ي سفر فليؤمروا احدهم )رواه ابلوا داود‬ “Jika tiga orang berangkat bepergian. 44 Sayyid Quthub. Maududi dengan jemaat Islamnya memperjuangkan agar syari’at islam menjadi konstitusi Pakistan. yakni antara iman Ibn Taymiyah. hendaklah salah satu dari mereka menjadi pemimpin” Dengan hadis ini lantas Ibn Taimiyah daripada hidup semalam tanpa seorang sultan”43 Tokoh lainnya adalah Al-Maududi. membatalkan UU yang bertentangan dengan syari’at Islam dan pemerintah Pakistan harus menjalankan kekuasaannya sesuai dengan batasbatas yang telah ditetapkan oleh syari‘at Islam. maka kekuasaan apapun di atas dunia ini pada hakikatnya adalah milik Allah. Kalau manusia berkuasa itu artinya ia hanyalah pihak yang dikuasakan oleh Allah untuk menjalankan kedaulatan Allah. Dengan demikian. India selatan. Di dalam tafsir Fi Dzilál al-Qur’án. Jilid 2. (Beirut : Dár al-Syurãq. sebab tidak ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah. Setelah Pakistan merdeka tanggal 15 Agustus 1947. Maududi wafat tanggal 22 September 1978 di Buffalo New York dan dimakamkan di Ichkrah Lahore.. dari Hatim Ibn Ismail. (Beirut : Dar al-Kitab al-‘Arabiyah). Ia menyelenggarakan konferensi Akbar untuk merumuskan konsep Negara Islam. dari Nafi' ibn Abi Salamah. 45 Al-Maudãdi. Allah sebagai Pemilik tunggal. Sayyid Quthub dengan tegas menyatakan perlunya ada Imam (khalifah). dan ia menyatakan bahwa menjadikan Islam sebagai konstitusi negara adalah sebuah keniscayaan yang tak dapat ditawar-tawar lagi. dari Abi Sa'id AlKhuÑry. Tahun 1941 ia bersama temanya mendirikan organisasi gerakan Jama’at Islami dan dia sendiri sebagai pemimpinnya. p. dari Muhammad Ibn Azlan. dan karena itu maka Allah-lah Penguasa tunggal yang mengurusi alam ini. 1966. 43 berfatwa. Dalam pandangan Maududi. hadis nomor 2241. Al-Siyásah asy-Syarâ’ah. konsep kekuasaan di dalam Islam didasarkan kepada prinsip bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta alam. lebih baik 87 . Sanadnya berasal dari Ali Ibn Bahr ibn Bara'. 888. (Munawir Syadzali. tanggal 25 September 1903 Masehi. 164). hal.44 Selanjutnya ia menyatakan bahwa. hal. bahwa :”Enam puluh tahun hidup bersama imam yang tidak adil. Tafsir Fâ Éilál al-Qur’án. 172. Syari’at Islam sebagai hukum dasar Pakistan. Ia menyatakan wajib adanya khalifah dan wajib menjadikan Islam sebagai konstitusi negara. Lahir di Asurangbad.

47 Wahbah Zuhaily. hanya Allah-lah yang mengetahui mana yang sebenarnya maslahat bagi manusia dan mana yang tidak. Karena Allah sebagai penguasa maka hanya Allahlah yang harus ditaati. karena tidak ada kesepakatan Mumtaz Ahmad (Ed. 47 Melihat betapa pentingnya kedudukan dan fungsi imam. hal. Juz VI. 30. 30. disebut zalim karena menyalahi hukum Allah. Di dalam tafsir tersebut dijelaskan bahwa orang yang tidak berhukum kepada hukum Allah adalah kafir. Selain menaati Allah dan Rasul-Nya. 49 Namun saat ini justeru umat Islam tidak mempunyai imam. 46 88 . 1996) . hal. kewajiban terbesar dari Islam adalah keharusan adanya jamaah Islam.). 48 Rambi Ka‘bi Ahmad {iddiq ‘Abdurrahman. Jadi kewajiban manusia adalah menaati aturan tersebut bukan membuat aturan baru. Cara hidup demikian hanya bisa dilaksanakan dalam suatu masyarakat yang bebas secara politik dan ekonomi. zalim dan fasiq. dan disebut fasiq karena keluar dari iman dan dari ketaatan kepada Allah. (Bandung : Mizan. setiap muslim wajib menaati Ulu al-Amr dengan syarat kalau mereka menaati Allah. Disebut kafir karena mengingkari hukum Allah. dikatakan Seseorang menaati Allah apabila ia menaati segenap aturan yang telah dibuatNya sebagai-mana tertuang di dalam Al-Qur’an yang kemudian dijelaskan oleh hadis nabi. Tafsâr al-Munâr fâ al-Aqâdah wa al-Syarâ‘ah wa al-Manháj. Masalah-masalah Teori Politik Islam. Apabila Ulu al-Amr itu tidak menaati Allah lagi maka tidak ada kewajiban bagi umat untuk menaatinya.atau kufur. Bai’at . Menurut Sayyid Quthu. hal. Karena itu masyarakat muslim wajib hukumnya berjuang mendirikan negara Islam di manapun jika memungkinkan.46 Pendapat serupa disampaikan pula oleh Wahbah Zuhaily sebagaimana dijelaskan dalam bukunya. mau tidak mau harus berhukum kepada hukum Allah. adanya seorang Imam untuk segenap kaum muslimin adalah wajib. tafsir al-Munâr. 58. wajar kalau Umar Ibn Khattab menegaskan : Lá Isláma illá bil jamá‘ah walá jamá‘ah illá bi al-imámah.48 Dalam pandangan Ka'bi Ahmad. halaman 204. wajibnya mendirikan negara didasarkan kepada beberapa prinsip antara lain – sebagaimana ditegaskan di dalam QS. mengikuti hukum Allah atau mengikuti hawa nafsu. Kalau mengaku beriman kepada Allah. 49 Rambi Ka‘bi Ahmad. 5 : 59. bahwa seluruh kekuasaan di alam semesta pada hakikatnya berada pada kekuasaan Allah karena Dia-lah yang telah menciptakannya. Menurut Hakim Javid Iqbal. Rambi Ka'bi Ahmad menegaskan bahwa. Bai’at. Islam atau Jahiliyyah.

hal. dari ‘Abdullah. 51 Ibrahim Husain. 24 Al-Mawardi. hal.1v hal. hal. I . Qaidah Fiqhiyyah yang menyatakan “málá yatimmu wájib illá bih fahuwa wájib (apabila tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengan adanya sesuatu. dari ‘Ashim. \adi` no. Ini dikenal dengan mafhãm muwáfaqah la\nal khiÅáb. apabila hukum Islam hanya bisa tegak dengan adanya negara Islam maka mendirikan negara Islam adalah sebuah kewajiban. 8 55 Abdul Kariem Zaidan.53 (4). maka sesuatu itu menjadi wajib adanya). Al-Milál wa an-Nihál . Oleh karena itulah Abdul Karim Zaidan berpendapat bahwa orang Islam wajib menegakkan daulah Islámiyyah untuk melaksanakan hukum-hukum syari’ah. Ijtihad (Qiyas) bahwa kalau di dalam kelompok kecil saja wajib mengangkat pimpinan apalagi di dalam sebuah kelompok besar atau negara.54 Dengan demikian. "Hai orang-orang yang beriman.. (terjemahan Fadhli Bahri).9 53 89 . maka dia mati dengan kematian Jahiliyyah". 5. dan Ulil Amri di antara kamu" (2). |adi` Marfã‘ {ahâh. Tetapi secara umum hujjah yang mereka gunakan tentang kewajiban mendirikan negara Islam adalah : (1). dari Nafi‘. taatilah Allah dan taatilah rasul (Nya).55 50 Al-Syahrastani.50 Banyak lagi ulama-ulama lain yang mengharuskan adanya khalifah (imam) yang memimpin negara. dari Zayd ibn Muhammad. Al-Ahkám As-SulÅániyyah fi Wiláyah ad-Dâniyah .61). Fiqih Siyasah dalam Pemikiran Islam Klasik “ dalam Ulumul Qur’an no2 vol. Hadis. kepada pimpinan : 51 Juga hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim tentang kewajiban berbai‘at ‫من م ات وليس ف ي عنقه بيعة م ات ميتة ج اهلية‬ "Barang siapa yang mati di lehernya tidak ada bai‘at. Dalam hal ini Asy-Syahrastani menyatakan bahwa perselisihan umat Islam terbesar adalah karena persoalan Imámah. Al-Ahkám Al-SulÅaniyyah. ada hadis riwayat Abu Daud dari Abu Sa’id dan Abu Hurairah tentang kewajiban mengangkat pimpinan walaupun dalam kelompok kecil. 52 {ahâh Muslim. dari Mua] ibn Muhammad. Maret. 54 Al-Mawardi . hal. Dár al-Falah.siapa sebenarnya yang layak menjadi imam. 1993. Al-Qur'an surat 4 : 59 tentang kewajiban adanya Ulu al-amr. 441. Sanadnya berasal dari ‘Ubaidillah.52 (3).

menegakkan keadilan. wajib hukumnya memilih imam (khalifah) yang berperan memimpin umat. dll. wajib melaksanakan \udãd. Sistem politik Islam bukan saja ada di dalam doktrin Islam. 1966). menjadi komando perang dan mengangkat para penguasa daerah taklukan. Untuk menegakkan Islam ini perlu kekuatan politik. 138. ( Beirut : Dar alKitab al-‘Arabiyyah. tetapi sudah menjadi ma‘lãm min ad-dân diketahui wajibnya). Syafi‘i Anwar. menyatakan perang. Bukti Sejarah : Menurut kelompok ini. kelompok yang ingin mengembalikan segala sesuatu termasuk pola bernegara sebagaimana adanya di zaman nabi. melaksanakan jihad. Lebih terus diikuti oleh khulafá al- Rásyidin dan khalifah-khalifah setelah itu. Kelompok Kedua. Menurutnya Allah tidak memberikan jabatan rasul sekaligus sebagai raja kepada Ibn Taimiyah 1966 . tidak setuju dengan konsep negara Islam. " Idealisme Islam. oleh karena itulah mendirikan sebuah negara Islam adalah sebuah kewajiban.(5).56 (6). Sunnah itu harus diikuti oleh segenap muslimin.Syarâ’ah . Kelompok yang menyuarakan kewajiban mendirikan negara Islam sebagaimana di zaman nabi. hal. kewajiban muslim adalah amr ma’rãf nahyu munkar. secara logika. wajib membela pihak yang teraniaya. Terhadap istilah ini banyak orang yang merasa keberatan lantas memunculkan istilah lain yakni Revivalis. sering disebut kelompok fundamentalis Islam. Menurut Ibn Taimiyah. mereka menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara Islam dengan negara dengan demikian mendirikan negara bukan sebuah kewajiban. bahkan ia menegaskan tidak ada hubungan antara agama dan negara. segala apa yang dilakukan oleh nabi itu kepala negara. 56 90 . PM. Dalil Logika. Jadi Muhammad ketika itu selain sebagai nabi juga sebagai jauh. As-Siyásah wa Asy. ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq 57 bi ad-Üarãrah (sesuatu yang telah jelas misalnya. Haikal. 57 M. Nabi Muhammad SAW ketika berada di Medinah dengan Piagam Madinahnya waktu itu telah melakukan segala aktivitas kenegaraan sebagaimana dilakukan oleh para pemimpin negara lainnya seperti menjatuhkan saksi pidana. Realitas Politik dan Dimensi Kebangsaan” Harian Republika 29 Januari 1993. serta wajib hukumnya menggunakan dasar negara dengan Al-Qur'an. Jadi menurut pendapat pertama adalah. tanpa ada kekuatan politik maka akan sulit menegakkan Islam.

padahal ayat tersebut tidak bisa disimpulkan wajibnya mendirikan sebuah khilafah walaupun di sana terdapat kata Ulã al-Amr. Rasulullah SAW dahulu telah membentuk kekuasaan politik dan sekaligus bertindak sebagai raja. dengan demikian maka pemerintahan rasulullah adalah sebagai manifestasi dari amaliyah duniawi bukan tugas risalahnya. Alasannya adalah karena ketaatan masyarakat terhadap nabi adalah karena hubungan ruhaniyah yang bersumber pada iman.nabi Muhammad SAW. Di sini ArRáziq memilah perbuatan nabi menjadi dua. Ar-Ráziq mengakui bahwa kepemimpinan Muhammad sebagai nabi sangat penting pengaruhnya dalam memimpin masyarakat. sedangkan ketundukan kepada raja adalah karena hubungan jasmaniyah antara penguasa yang dikuasai. yakni temporal dan nontemporal. tak ada kaitannya dengan persoalan imámah. Ayat senada terdapat juga di dalam QS. 4 : 59: “Hai orang-orang yang beriman.4 : 83. Buktinya hanya beberapa rasul saja yang menjadi raja seperti nabi Dawud. justeru kebanyakannya rasul itu bukan raja. tidak ada seorang ulama pun yang bisa mengajukan satu ayat Al-Qur’an saja yang secara pasti menunjukkan kewajiban mengangkat khalifah serta menjelaskan fungsi khalifah. Lebih jauh Ráziq menyatakan bahwa para ulama bukan saja tidak berpijak kepada ayat Al-Qur’an tetapi mereka tidak memiliki sandaran dari hadis 91 . Dalil Al-Qur’an yang sering dijadikan pijakan para ulama adalah: QS. Kekuasaan Muham-mad SAW atas kaum muslimin adalah kekuasaan kerasulan dan sama sekali bukan ambisi politik. Padahal. lantas dinyatakan bahwa Islam adalah sebuah kesatuan politik dan sekaligus sebuah negara yang didirikan oleh nabi SAW. Jadi tidak dapat disamakan antara kekuasaan kerasulan dengan kekuasaan seorang raja. kata ar-Raziq bahwa jihad di zaman nabi bukan semata-mata untuk pengembangan agama tetapi untuk pengembangan wilayah kekuasaan. Dasar pijakan yang ada hanyalah ijmak ulama yang sebenarnya tak lebih dari sekadar kesimpulan logika para ulama terdahulu. taatilah rasul dan taatilah Ulã al-Amr di antara kamu”. Menurut dia. mayoritas muslim meyakini bahwa nabi SAW adalah seorang rasul sekaligus raja. Karena pengertian Ulã al-Amr adalah seseorang yang mengurus keperluan umat bukan berarti khalifah. melainkan hanyalah rasul semata. taatilah Allah. Selanjutnya ‘Ali ‘Abd Ar-Ráziq menegaskan bahwa. tetapi kepemimpinan rasulullah waktu itu tidak identik dengan raja dan rakyatnya.

60 Tim penulis. bay'ah artinya bai‘at kepada khalifah. January. Tuntutan al-Qur’an tentang kehidupan bernegara tidak menunjuk kepada model tertentu tentang sebuah negara. 1. Sejalan dengan itu. Harun Nasution misalnya dengan mengutif pendapat ‘Abdul Wahháb al-Khalláf dalam ‘Ilmu al–Ushul al-Fiqh. 59 92 . Tujuh Puluh Tahun Harun Nasution. “Parameters of the Islamic State ”. Itu semua disesuaikan secara fleksibel dengan keadaan negara masing-masing. The Islamic World Review.60 58 yang dipandang perlu akan meme-nuhi hajat kebutuhan kaum muslimin tentang sebuah negara pada Harun Nasution.rasul tentang persoalan imámah. hal. 1989). dasar negara dan ketatanegaran lainnya. Transformasi Pemikiran dan Praktik Politik Islam di Indonesia. No. Selanjutnya kata ar-Raziq. (Jakarta : Lembaga studi Agama dan Filsafat. . hal. dasar-dasar atau pokok-pokoknya saja bukan rinci. 1983 hal. yang menjadi dasar pijakan tentang wajibnya khilafah bukanlah dalil tetapi sesuatu yang mirip dalil (syibhu ad-dalâl). (Jakarta : Paramadina. Refleksi Pembaharuan Pemikiran Islam. 225. tidak menjelaskan secara ekplisit tentang bentuk negara. Imamah artinya pemegang jabatan khilafah. Fat\i Osman menyatakan sangat jauh dari kebenaran apabila dikatakan bahwa Islam telah memberikan sistem sosial politik yang menyeluruh dan terperinci59. 58 Dengan demikian pada hakikatnya dinamika masyarakat Islam tidak diikat. Arabia . Kelompok ini mengakui bahwa di dalam Islam memang terdapat ajaran tentang politik dan negara tetapi hanya menyangkut prinsip-prinsipnya saja. hal. yang terpenting prinsip-prinsip yang terdapat dalam al-Qur’an itu harus ditransformasikan ke dalam bentuk rumusan – rumusan kenegaraan zamannya. akan tetapi dari hadis-hadis itu tidak dapat disimpulkan bahwa kekhalifahan merupakan aqâdah syar‘iyyah. Makalah Al-Qur’an dan Kehidupan Masyarakat. Dengan demikian. betul bahwa terdapat hadis-hadis tentang imámah. Dasar dan prinisp inilah yang menjadi pegangan bagi umat Islam dalam menghadapi perkembangan zaman. 10. bai'ah dan jamá‘ah. sedangkan jama’ah artinya pemerintahan kekhalifahan Islam. 5. Bahtiar Effendy. Islam dan Negara. 17. Kelompok ketiga : Di luar kelompok yang pro dan kontra di atas muncullah kelompok ketiga yang pendapatnya dapat dianggap sebagai sebuah sintesa. Dia mengutip dari Fathi Otsman. menyatakan bahwa ajaran-ajaran Islam yang orisinil dalam soal kenegaraan hanya sedikit itupun hanya menyangkut prinsip-prinsip. 1998).

65 Wawancara Amin Rais dengan salah satu Televisi Swasta. masalah apapun yang dihadapi. Amin Rais.61 Para pembaharu teologis yang berusaha melakukan pembaharuan konsep teologi keagamaan berupaya menyuarakan gagasan mengenai sebuah Islam yang substantif. integratif dan toleran. sedangkan apabila suatu hukum yang dihasilkan dari ayat yang dapat menimbulkan berbagai macam alternatif penafsiran 61 93 . 62 Dalam pandangan kelompok Modernis. Namun Amin Rais tidak setuju kalau konsep negara di zaman nabi itu diterapkan sekarang. ar-Ráziq tidak perlu memilah antara aktivitas kehidupan temporal dan nontemporal karena dengan cara seperti ini bisa membawa kepada kesimpulan bahwa Islam tidak perlu dibawa untuk memecahkan masalah sosial politik. Islam Substantif. Piagam Madinah adalah petunjuk pengaturan kehidupan masyarakat yang berasaskan Islam dan disusun berdasar-kan syari‘at Islam untuk mengatur masyarakat yang majemuk 63.65 Pendapat Amin Rais sejalan dengan pemikiran Ibrahim Husein. 64 M. persamaan. Islam sehingga pada akhirnya Islam hanya berhubungan dengan masalah rohani manusia semata. dalam membahas konsep negara menurut Islam perlu dipisahkan antara konsep dasar syariah66 yang bersifat universal dengan hal-hal Harun Nasution. Menurut Ibrahim Husein. 92-93. Menurut dia soal kenegaraan itu terus menerus berkembang sehingga yang perlu dipegang adalah prinsip-prinsip nilai yang universal dan absolute bukan halhal yang sifatnya kaku. Islam Substantif. : 228-9. Amin Rais lebih setuju kalau prinsip-prinsipnya saja yang diterapkan sekarang seperti prinsip keadilan. hal. 66 Syari’ah adalah hukum yang dihasilkan dari ayat-ayat Al-Qur’an yang tidak mengandung alternatif penafsiran tetapi hanya mengandung satu penfasiran yang pasti (qaÅ‘i). persaudaran. hal. 62 Pemikiran kelompok Rasional tentang Hubungan Islam dan Negara dapat dibaca pada Azyumardi Azra. Islam dan kehidupan Kenegaraan ” Dalam 70 Tahun Harun Nasution. Islam dan pembaharuan: xxiii. 64 nabi itu adalah pengatur dalam segala persoalan. yang di dalamnya terdapat persatuan. inklusif. “Kata Pengantar” dalam John Elposito. Menurut Amin Rais.). Kelompok ini beranggapan bahwa Islam mengatur soal politik dan negara namun tidak mendetail. pertama-tama adalah tujuan yang hendak dicapai oleh negara itu yaitu masyarakat beragama dan berKetuhanan Yang Maha Esa. 63 Azyumardi Azra.Menurut Harun Nasution. yang penting adalah prinsip-prinsip terpokok Islam yang harus dijelmakan dalam sebuah negara. musyawarah dan keadilan. bahkan bisa mereduksi Jadi dalam pandangan Amin Rais.

dll. atau tentang lembaga-lembaga negara. 68 Ibrahim Husein.yang bersifat teknis dan kondisional yang merupakan refleksi dari tuntutan situasi dan kondisi yang temporal seperti bentuk negara. 9 94 . perundangan. yang harus diabadikan dalam sebuah negara adalah nilai-nilai universal dan absolut seperti nilai keadilan. Indonesia yang melaksanakan prinsip-prinsip hukum Islam sudah cukup. sekalipun hal itu tidak ditunjukkan oleh na[-na[ taf[ili yang juz’i di dalam Al-Qur’an dan Sunnah.68 Siyásah yang Islami ialah suatu peraturan.67 Seiring dengan itu Abdurrahman Taj menjelaskan bahwa siyásah syari‘ah adalah hukum kebijaksanaan atau peraturan yang berfungsi mengorganisir perangkat kepentingan negara dan mengatur urusan umat yang sejalan dengan jiwa syari‘ah. atau kebijaksanaan yang secara faktual lebih dapat mendekatkan umat manusia kepada kemaslahatan dan lebih dapat menjauhkan diri dari kerusakan sekalipun hal itu tidak ditetapkan oleh Rasul dan tidak pula ada wahyu turun tentang hal itu. Dalam hal ini. tidak menerima perubahan dan berlaku sepanjang zaman. Teori dan Implementasinya dalam Praktek. pemilihan kepala negara. Seorang ulama wajib melaksanakan hasil Ijtihadnya karena hasil Ijtihadnya itu telah dianggap oleh dia sebagai hukum Allah. halaman 8. nisbi karena merupakan hasil Ijtihad yang bisa dibantah oleh hasil Ijtihad lain. 67 69 Ibrahim Husein. Tetapi bagi masyarakat luas mereka bebas memilih hasil Ijtihad para ulama mana yang dinggap paling tepat. Sedangkan Piagam Madinah sebagaimana dijelaskan oleh Azyumardi hanyalah eksperimen yang menunjukkan pengalaman kenegaraan dalam Islam. sesuai dengan dasar-dasar yang universal (kully) serta (dapat) merealisasikan tujuan-tujuannya yang bersifat kemasyarakatan.69 Bagi kelompok ini. Akan tetapi apabila terjadi perbedaan pendapat yang menyangkut kemaslahan umum maka pemerintahlah yang harus menentukan dan ketentuan pemerintah ini harus mengatasi semua perbadaan yang muncul. Piagam Medinah memberikan pengalaman historis yang berharga tentang bagaimana nabi Muhammad membangun negara yang masyarakatnya (Üany) disebut fiqih (pemahaman). “Fiqih Siyasah Dalam Tradisi Pemikiran Islam Klasik”. Syari‘ah kebenarannya bersifat absolut. yang diselenggarakan oleh Jurnal Ulum al-Qur’an bekerja sama dengan ICMI. hal. Fiqih Siyasah . toleransi. Sedangkan fiqih kebenarannya bersifat relatif. musyawarah. tujuannya demi kemaslahatan umat. Disampaikan dalam Seminar Nasional Sistem Ketatanegaraan dan Politik Islam Dalam Perspektif Islam.

tidak boleh diserahkan kepada makhluk. (Lahore : Islamic Publication Ltd. hal. Karena hanya Allah sebagai Rabb manusia maka manusia ketaatan dan kepasrahan manusia hanya diserahkan kepada Allah. 1977). 70 71 model yang baku padahal nabi sendiri hidup 15 abad yang silam. 122-124. Azyumardi Azra. hal. hal. Hanya Allah-lah yang berhak mengklaim sebagai hakim serta tidak ada undang-undang selain undang-undang-Nya. Dengan konsep tauhid ditegaskan bahwa hanya Allah-lah satu-satunya Rabb atau pencipta dan penguasa alam ini. mengatur. Islam Substantif. Islamic Way of Life. Dalam arti inilah Allah sebagai Iláh (yang disembah. Kedua pegangan itu dalam terminologi Islam disebut Azyumardi Azra. Dialah satu-satunya Penguasa dan Pemilik. Kedaulatan tertinggi adalah milik Allah sedangkan manusia sama sekali tidak memiliki kedaulatan. 71 Dalam hal ini ada baiknya kita mengetahui penjelasan Maududi seputar hubungan tauhid dalam kaitannya dengan kegiatan politik. hal. 1967). Islam Substantif. 73 Abu al-A’la al-Maududi. mungkin saja praktik model itu tidak 95 . Bagaimana nabi meletakkan prinsip equality (persamaan) dan toleransi (tasammuh)70. Risálah dan Khiláfah. 40-41. 40. The Islamic Lawc and Constitution . Selanjutnya Azyumardi Azra menyatakan : Konsep dan bentuk negara yang baku tidak ada dalam Islam. mengasihi dan menyempurnakan. selanjutnya apa-apa yang global itu diperjelas oleh Rasulullah sepanjang hayatnya. Menurut Maududi sistem politik Islam didasarkan kepada tiga prinsip pokok yaitu Tawhâd.73 Segala aturan dan perundang-undangan yang bertentangan dengan aturan Allah adalah bathil. 148.(Lahore : Islamic Pulication Ltd. Prinsip kedua adalah Risálah. pedoman dasar bagi kehidupan manusia adalah AlQur’an dan Sunnah Rasul. al-ma‘bãd).majemuk dalam beragama. yaitu sunnah nabi. Saya kira bukan tanpa hikmah nabi SAW memberikan contoh melalui eksperimen Medinah. Oleh karena itu.72 Allah sebagai Rabb berarti Tuhan yang memelihara. 72 Abu al-A’la al-Maududi. Apabila nabi sudah membuat relevan lagi dengan masa sekarang. Al-Qur’an hanya menjelaskan prinsip-prinsip pokok sebagai landasan yang harus dipatuhi manusia. maka Dialah yang berdaulat terhadap alam ini.

NKRI dengan dasar filosofi Pancasila sudah cukup. Pancasila.. berusaha meyakinkan umat Islam bahwa negara Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45 adalah sudah sesuai dengan prinsip-prinsip pokok Islam. Islam juga mendesak pemeluknya untuk saling mengasihi dan bermusyawarah dalam urusan sosial politik. 96 . 133. Di samping itu Islam sangat menekankan tegaknya 74 75 kalimah sawa (kata yang sama) yang mengatur proses sosial politik dari sebuah Abu al-a’la Al-Maududi. hal. ‫ ا‬ ً‫ليما‬ ِ ‫سع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ملوا َت‬ ُ ‫ل م‬ ِّ‫س‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫وم‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ض ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫م ا َت‬ َّ ‫م‬ ِ ‫ج ا ع‬ ً‫ر ا‬ َ ‫ح َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫َت‬ Maka demi Tuhanmu. QS. Secara eksplisit ia menyatakan : Sehubungan dengan filosofi nasional. pada intinya tak ada yang salah pada Pancasila dari kacamata ajaran Islam. Bagi Azyumardi Azra. Ini artinya bahwa pemilik kekuasaan itu pada hakikatnya adalah Allah.syari‘at. Syafi'i Ma'arif dan Azyumardi Azra. dan mereka menerima dengan sepenuhnya. mereka (pada hakikatnya) tidak beriman sehingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. The Islamic Lawc and Constitution. Pancasila dengan Piagam Madinah sama-sama mengajak kepada komunitas keagamaan yang bersifat heterogen.74 Kosep ketiga adalah Khiláfah. 4 : 65) Para pemikir pembaharuan teologis seperti Harun Nasution. Islam mengajarkan manusia untuk hanya percaya kepada satu Tuhan. 42. Islamic Way of Life. manusia mempunyai kekuasaan yang didelegasikan oleh Allah kepadanya dengan batas-batas tertentu. kingdom of God. yaitu manusia sebagai wakil Tuhan (khilâfah) di atas bumi. Semua sila di Pancasila bersesuaian dengan Islam. kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan. Mulkiyah Allah atau theocracy. Manusia (umat) wajib menaati khalifah itu selama dia menaati kehendak Allah. seperti yang biasa gamblang terlihat pada kalimat syahadat. apakah bersifat pro atau anti Islam. Amin Rais. hal. Dengan teori kekuasaan mutlak milik Allah. Nurcholish Madjid. maka negara yang dicita-citakan oleh Maududi adalah kerajaan Tuhan. Selanjutnya Maududi menjelaskan bahwa syari'at baru dapat ditegakkan apabila didukung oleh kekuasaan (sulthan) . Abu al-A’la al-Maududi. Menurut mereka. Menurut Maududi.75 Allah sebagaimana firman-Nya : ‫ف ي‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫م َت‬ َّ ‫ةث‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ر َت‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫ش َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ك م‬ ِّ ‫ح‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫ال م‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ب َت‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت‬ (65 ‫)النس اء‬.

Negara NKRI sudah final dan bersifat akomodatif terhadap nilai-nilai Islam Undang . yang pertama menekankan formalisme dan legalisme ideologis yang menghendaki konstitusi negara yang secara tegas didasarkan kepada Islam (Islam sebagai ideologi negara) dan menghendaki agar masalah kenegaraan berada di tangan pemimpin agama. bahkan menuduh para pembaharu teologis itu sebagai mempropagandakan sekularisasi serta menghancurkan watak holistik Islam. Kompilasi Hukum Islam (1991). hal.undang Zakat (1999). cetakan I. 249 79 Yusanto. Sedangkan yang kedua ( religious state) yang kendatipun secara legal – formal tidak mendasarkan konstruk negara Walaupun kelompok pembaharu telah menyampaikan argumentasinya secara panjang lebar dan memakan waktu puluhan tahun. Islam Ideologi. dan pengesahan kepada ideologi Islam tetapi memperhatikan nilai-nilai Islam. 77 2 Azyumardi Azra. Pernahkah Islam Berhenti Berpolitik ?. (Bandung : Mizan.78 Mereka membuat perbedaan antara negara demokratis dengan negara Islam sebagaimana dapat dilihat pada table di bawah ini. 82 dan 78. Islam Substantif. 2000). Repolitisasi Islam. Para pembaharu menawarkan konsep yang mengesampingkan segi formal dan legal Islam.keadilan sosial . Refleksi Cendikiawan Muda . hal. ( Bangil Jawa Timur : Penerbit al-Izzam. Berdasarkan alasan-alasan ini tidak mengejutkan bahwa para pemimpin muslim terlibat dalam poses penyusunan Pancasila pada tanggal 22 Juni 1945 dan 16 Agustus 1945 menerima Pancasila sebagai filosofi nasional Republik Indone-sia. Bahtiar Effendy. 1998). Ismail. P. 93 dst. 97 . hal.76 Menurut para pemikir kelompok Pembaharu. tetapi mengembangkan Islam substantif – meminjam istilah Munawir Syadzali – bukanlah theocratic state tetapi religious state. serta menolak model negara demokrasi. tetapi kelompok funda-mentalis tetap pada pendiriannya. 72-73. 78 Lihat Pembaharuan pemikiran Islam (Nurcholish Madjid) dan Kritik Endang Saifuddin Anshari dalam Kritik atas Faham Gerakan pembaharuan Islam Nurcholis dan Rasyidi. Bedanya. PERBEDAAN ANTARA NEGARA DEMOKRATIS DENGAN NEGARA ISLAM 79 Negara Demokratis Negara Islam 1 76 77 misalnya pengesahan UU Peradilan Agama (1989).

4. Pemilu dimulai dengan pemilihan oleh ahlu al-\allâ wa al-‘aqdi. hal. partai-partai yang secara jelas-jelas ingin menerapkan syari‘at Islam ternyata kalah. 1996). Jika ditelusuri lebih ke belakang lagi. 4. Ada kebebasan beragama tetapi bagi mereka yang murtad terkena dengan hukum bunuh. Munawir Syadzali. Bahkan perdebatan di MPR antara kelompok yang ingin agar konstitusi NKRI berdasarkan Islam dengan kelompok muslim yang ingin tetap negara Indonesia berdasarkan Pancasila seperti sekarang. Amin Rais dan lain-lain. adalah pendapat yang paling banyak berpengaruh pada masyarakat muslim secara umum di Indonesia. Kedaulatan di tangan Allah. Ada pembagian kekuasaan (power sharing) 1. Pemilu untuk memilih pemimpin mereka . Secara factual.80 Azyumardi Azra. (Jakarta : Penerbit Paramadina. munculnya perdebatan soal sehingga hampir seluruh hubungan Islam dengan negara adalah sebagai reaksi atas tekanan berat akibat dunia Islam sejak abad 18 diekspansi oleh Barat negara-negara Islam dikuasai oleh Eropa. hanya Allah yang berhak memproduksi hukum (al. 2. Mereka yang memegang kekuasaan harus dipilih oleh ummat ditunjukkan dengan bai‘at. 3. paling tidak sampai hari ini. Kedaulatan di tangan rakyat artinya Keterlibatan rakyat dalam memproduksi hukum (Lyman Tower dalam buku Contemporary political ideology). 2 80 98 . lihat saja dalam Pemilu 1998 yang lalu.1. 5. Pergolakan Politik Islam. Dalam pengambilan keputusan Syar’i oleh para mujtahid sedangkan pengambilan keputusan teknis diambil oleh para ahli. Pindahpindah agamapun hak warga negara tidak ada sanksi. Pengambilan keputusan diambil dengan musyawarah mufakat atau dengan suara mayoritas. Azyumardi Azra. 3. Dari Fundamentalisme . Modernisme Hingga Post Modernisme. Kekuasaan di tangan ummat. 5. 2. pendapat yang ketiga yang antara lain sekarang dikumandangkan oleh Harun Nasution. konsep Maududi). Kebebasaan beragama.

adalah Hasan al-Bana. 24. demikian pandangan Robert Nabilah. Sedangkan sebahagian lagi justeru menghendaki agar kembali kepada konsep Islam klasik apa adanya. hal. Menurut beberapa pemikir. Dengan demikian terdapat hubungan yang inextricable antara agama dan persoalan-persaoalan kemanusiaan. 81 Maksudnya Tuhan menurunkan agama adalah agar manusia mampu memahami dunia. Alasan utamanya karena sifatnya yang omnipresent atau senantiasa mampu “hadir” di mana-mana. Bellah. |asan al-Bana. Islam meliputi segenap aspek hidup dan kehidupan. Islam. 16. Dalam hal ini. hal.Ekspansi Eropa ke negara-negara Islam mengakibatkan reaksi dan sejumlah pertanyaan. hal. Menurut |asan al-Bana. ini lebih dikenal dengan Westernisasi. 24. agama Islam adalah sebagai 81 Azyumardi Azra sebagai nidzam asy-syumul (sistem yang lengkap). baik bab ibadah ritual sampai kepada persoalan mu’amalah. (New York : Holt Rainhart.82 Tokoh yang lebih dahulu berpendapat demikian secara tegas – walaupun dalam terminologi lain -. agama adalah instrument Ilahiyah atau instrument transendental untuk memahami dunia. Majmã‘ ar-Rasail. Sebahagian konseptor muslimin lantas meniru mentah-mentah konsep negara ala Barat seperti Kemal At-Taturk di Turki. masyarakat sampai Negara. 1996). baik dalam kehidupan pribadi (agama private) maupun dalam kehidupan bermasyarakat (agama public). Wimston. Repolitisasi Islam. Menghangatnya kembali pembahasan tentang konsep negara Islam akhir-akhir ini disebabkan oleh beberapa faktor.83 Islam Robert N. Lihat juga : Fazlur Rahman. 1991). mengapa Islam yang jaya dapat dihinakan oleh Barat. yakni berasakan Islam dengan sistem khiláfah. dan menjadi nilai panduan moral yang benar bagi tindakan manusia. . 82 Bahtiar Effendy. Beyond Belief. dari mulai persoalan keluarga. Kelompok ini disebut Fundamentalis Islam. (Barkeley : University of California. Dengan penafsiran-penafsiran baru. Islam dibandingkan dengan agama–agama lain. . atau kelompok militan atau dalam istilah revivalisor. kelompok ini adalah kelompok Islam Pembaharuan yang antara lain menghasilkan konsep nation-state atau konsep Nasionalisme seperti Mesir dan Indonesia. Menurutnya. Fazlul Rahman menjelaskan bahwa yang 83 99 . sebenarnya merupakan agama yang paling mudah untuk menerima premis semacam ini. Pertama : Karena kesadaran umat Islam sendiri tentang hakikat agama. Essay on Religion in a Post – Tradisionalist World. Sebagian lagi menggunakan konsep Islam yang dipadukan dengan Barat.

24. Holt.85 Dengan konsep tiga “D “di atas tidaklah heran apabila kini bermunculan kembali suara-suara (wacana) dan bahkan harakah yang menghendaki agar segenap kehidupan muslim baik sosial. Islam dan Negara. 100 . 18. Bakhtiar Effendy. Kesalahfahaman ini disebabkan oleh pandangan keliru terhadap Al-Qur’an yang berbunyi demikian :”Dan kami turunkan kepadamu kitab Suci untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri”. AlQur’an itu tidak berisikan segala sesuatu yang berhubungan dengan pengetahuan umum. Lahore. Selanjutnya ia menyatakan : Islam adalah suatu totalitas yang padu yang menawarkan terhadap semua masalah kehidupan. Islam. Ayat ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa al-Qur’an mengandung penjelasan mengenai aspek panduan moral. Islam Book Fondation. dan bukan penjelasan terhadap segala objek kehidupan. 84 85 Islamil Yusanto. ekonomi dan politik. Fazlul Rahman. (QS. (Bagi kalangan muslim) realisasi sebuah masyarakat Islam dibayangkan dalam penciptaan sebuah negara Islam. yakni sebuah “Negara ideologis’ yang didasarkan kepada ajaran-ajaran Islam yang lengkap. Dengan sifatnya yang komprehensif ini Islam dipandang sebagai sebuah totalitas yang padu yang menawarkan solusi terhadap segenap problema kehidupan. hal. (lihat. 1982. Islam Ideologi. Winston.84 Karena Islam merupakan sistem yang lengkap dan komprehensif. ekonomi dan politik yang didasarkan kepada Islam secara eklusif.Islam mempunyai ajaran yang genuine (asli) bersumber dari wahyu Ilahi tentu sangat compatible dengan sturuktur fisik dan kejiwaan manusia sebab memang Islam diturunkan untuk mengatur manusia. Islam harus diterima dalam keseluruhannya. 1966. dan harus diterapkan dalam keluarga. Islam adalah sebuah totalitas yang padu yang menawarkan pemecahan terhadap semua masalah kehidupan. dunya (dunia) dan daulah (Negara). hal. hal.16 :89). Lihat : Qomaruddin Khan. Menurutnya : Ada pandangan yang salah dalam fikiran kaum Muslimin dewasa ini bahwa Al-Qur’an berisi penjelasan menyeluruh tentang sesuatu. Rainhart. 7. hal. Sejalan dengan pemikiran Fazlur Rahman adalah Qomaruddin Khan. New York. maka menurut Bahtiar Effendy Islam meliputi tiga “D” yakni Dân (agama). dalam istilah-istilah simbolik yang dewasa ini dimaksud dengan meliputi semua aspek hidup dan kehidupan adalah karena Islam memberikan paduan moral yang benar bagi tindakan manusia. 75-76.mampu dijadikan panduan moral karena – demikian Ismail Yusanto (juru bicara Hizbut Tahrir) -. Political Concept in AlQur’an.

Ancaman Sekularisme. 23. (London : Curzon Press. Islam bukanlah segepok teori dan ilusi kosong tanpa kenyataan. Dunia yang terus bergejolak dan hancurnya komunis. 1988). Islam sebagai agama telah ada sejak 14 abad yang silam dan sebagai mabda’ telah pernah terwujud secara faktual sebagai realitas historis selama berabad-abad di berbagai wilayah87 Dalam realita sejarah. Maraknya kezaliman atas diri umat Islam di berbagai belahan bumi meningkatkan Mohammad Arkoun. 5. kebangkitan Islam. Islam Ideologi. 1986. hal.populer seperti revivalisme Islam. The Concept of Authority in Islamic Though . 87 Ismail Yusanto. hal. Ini sangat salah karena kapitalisme dengan komunisme berakar dari unsur yang sama yakni materalisme yang hanya menghargai materi serta tidak mengindahkan nilai-nilai keagamaan. hal.).88 Ketiga karena ternyata konsep negara sekuler89 telah dianggap gagal oleh banyak kalangan muslim dalam membawa negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim kepada kejayaan. Bai’at. Islam. (2). yang satu menggunakan jalur kolektivisme sedangkan yang lain menggunakan jalur individualisme. Lihat juga : Sayyid Quthub. hal. Muhammad SAW selain sebagai Rasulullah juga sebagai kepala negara Di negara Madaniyah Rasulullah mendeklarasikan undangundang sebagai landasan konstitusi yang mengatur hubungan antar warganya. 86 Menurut Muhammad Quthub. dalam Klauss Ferdinand and Mehdi Mozzafari (ed. 18. 89 101 . Keempat: Lahirnya kembali optimisme terhadap prospek Islam masa depan sebab (1). State and Society. 86 Kedua. 88 Ramli Kabi Ahmad Shiddiq Abdurrahman. Sekularisme adalah Iqámah al-Hayát ‘ala Gair Asási min ad-dân yakni membangun struktur kehidupan di atas landasan selain agama. Hanya caranya yang berbeda. menjelaskan hak dan kewajiban. termasuk kebebasan berkeyakinan. Menengok kembali kepada kenyataan sejarah. Ada anggapan bahwa kehancuran komunisme adalah kemenangan kapitalisme. 23-35. revolusi Islam atau fundamentalisme Islam. Ujungnya adalah kehancuran moral dan akhlaq. Mereka merasa kesal terhadap keadaan negara yang terus menerus oleng padahal mereka didambai setumpuk harapan untuk segera menikmati negara Islam Indonesia. termasuk Indonesia yang hancur morat marit karena krisis multi dimensi.

kesadaran akan Islam dan memperkokoh persatuan.. Tuhan semesta alam”.salat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan" (QS. ide mendirikan negara Islam yang dikedepankan oleh kelompok fundamentalis bukanlah ide baru. Lantas muncul pertanyaan mengapa Islam tidak membuat Negeri Bersatu. (162)‫ن‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫ع اَت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ب ا ُف‬ ِّ ‫ر‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ت ي ع‬ َّ ِ ‫م ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ ي َت‬ َ ‫ي ا َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ك ي َت‬ ِ ‫س ع‬ ُ ‫ن م‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ت ي َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫ص َت‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ل ع‬ ْ‫ق ُف‬ ُ ‫م‬ Katakanlah. 90 KW IX. Mengingat Allah kata mereka. membaca Al-Qur’an.. 29 : 45 ditegaskan pula: ِ ‫ع ع‬ ‫ن‬ َ ‫هى َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ة َت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫ن ال‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫َت َ َت‬ ‫صال‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ َت‬. Lihat hasil wawancara penulis dengan anngota/ mantan anggota NII 102 . hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah. ibadahku. Dari uraian di atas. Ini artinya salat merupakan media bagi seorang hamba untuk mengingat Allah.90 Di dalam al-Qur’an surat 20 : 14 dan QS. doa. Terinspirasi oleh munculnya Eropa Bersatu yang didasarkan atas kesadaran bahwa untuk mengatasi masalah manusia tidak cukup dengan skop nasional. sesunggunya shalatku. tetapi ide ini secara terus menerus diimbangi oleh para pemikir Modernis yang lebih menghendaki gagasan negara Islami (bukan negara Islam). Fungsi salat ada dua yakni salat sebagai media mengingat Allah dan salat sebagai alat pencegah maksiat.. (3). 29:45). Pada dua ayat di atas dijelaskan bahwa hakikat dan fungsi salat ada dua yakni untuk mengingat Allah SWT dan untuk mencegah maksiat. Dan sesungguhnya mengingat Allah ([alat) adalah lebih besar (keutamannya daripada salat . sesungguhnya salat itu mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar.( 14: ‫ ي )طه‬ ْ‫ر ُف‬ ِ ‫ك ع‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ة ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫ص َت‬ َّ ‫م ال‬ ِ ‫ق ع‬ ِ ‫أ ع‬ َ ‫وَت‬ : ‫علون) العنكبلوت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ص َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫ك َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ر ا ع‬ َّ ُ ‫ك م‬ ْ‫ذ ُف‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫وَت‬ َ ‫ر َت‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫وا ُف‬ َ ‫ء َت‬ ِ ‫ش ا ع‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ (45 "Dan dirikanlah salat untuk mengingatKu (20: 14). …dan dirikanlah [alat. bisa ditempuh dengan berbagai macam cara antara lain dengan zikir.

. hal. Lebih jauh Wahbah Zuhayly menyatakan : {alat yang dimaksud pada ayat di atas adalah salat yang dilakukan dengan sempurna yang memenuhi rukun dan syaratsyaratnya. sujud. Jadi yang dimaksud dengan iqámah as-{alat adalah melaksanakan salat tersebut pada waktunya. {alat yang demikian merupakan tiang agama dan merupakan media hubungan antara seorang hamba dengan Tuhannya. apabila salat tidakberfungsi menghubungkan aktivitas hiduonya dengan hukum Allah itu berarti shalat yang tidak essensial. Tafsâr al-Munâr . ruku.91 Oleh karena itu meninggalkan salatnya itu sendiri sudah merupakan sikap pembangkangan terhadap perintah Allah SWT. 91 103 . Sedangkan di dalam hadis dijelaskan bahwa salat adalah pembeda antara mukmin dan kafir (HR. jika kamu mengetahui. ketika menafsirkan kalimat: ”wala]ikru Allahi akbar” menyatakan bahwa salat merupakan realisasi ketaatan terbesar dari segenap bentuk ketaatan kepada Allah (inna a[-[alat akbaru min sa’áiri atha’na ). dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. lengkap dengan bacaan. Muslim): Zakat : Landasannya adalah Al-Qur’an surat 61 : 10-12 : )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ “Hai orang-orang yang beriman. Dengan demikian. 249. Wahbah al-Zuhayly. Dalam hal ini Wahbah al-Zuhayly di dalam buku Al-Fiqh ’àm wa Adillatuh. sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya. duduk dan tasyahud. Itulah yang lebih baik bagimu.Fungsi lain salat adalah untuk mempertahankan keterhubungan (Shilah) manusia selama hidupnya dengan hukum-hukum Allah. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungaisungai dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam syurga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar”.

104 .

Walaupun demikian. Mukmin adalah orang yang benar-benar meyakini (tanpa ragu sedikit pun) bahwa Din Al-Islam adalah satu-satunya din ciptaan Allah. seorang muslim harus memiliki keyakinan bahwa Islam adalah satu-satunya din yang haq. Tujuan Instruksional Khusus : • • Mahasiswa dapat menjelaskan tiga kewajiban seorang mukmin kepada Islam. Hijrah dan Jihad) Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami tentang keterikatan seorang muslim kepada Islam sehingga termotivasi untuk bersikap committed terhadap Al-Islam melalui upaya peningkatan kualitas iman. Pokok-pokok Materi Prolog : Muslim adalah orang yang menganut Islam. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". Istilah lain kesaksian ini adalah bay’ah. Mahasiswa dapat menjelaskan konsep hijrah dan jihad dalam konteks kekinian.MODUL 14 KETERIKATAN MUSLIM TERHADAP ISLAM (Konsep Iman.”. Sedangkan bagi orang hawas (intelektual) meyakini kebenaran Islam lebih didominasi melalui pendekatan dalil Al-Qur’an dan dalil rasio. sikap hijrah (behavior change ke arah yang lebih baik). mereka itu mengharapkan rahmat Allah. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah.. Setelah seseorang menyatakan keimanannya. dan jihad yakni berjuang bersungguh-sungguh mengelola bumi berdasarkan nilai-nilai Ilahiyah untuk sebesar-besarnya kesejahteraan lahir batin umat manusia. dan para ulama. Untuk menjadi seorang muslim yang beriman kepada kebenaran Al-Islam harus melalui kesakian/ syahadah/ testimony yang diikrarkan di depan imam. 2 : 218 : 105 . Dalam hal ini. mereka tetap bersikap tolerans kepada penganut agama lain. sedangkan din yang lain adalah bathil. ia harus comitted kepada alIslam yakni berhijrah dan berjihad sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. Kecuali bagi mereka yang sudah Islam sejak kecil. Bagi orang awam keyakinan ini diperoleh melalui doktrin atau karena figur pembawanya yakni nabi Muhammad SAW. Tidak setiap orang yang menganut Islam memiliki keimanan yang sama terhadap kebenaran Islam.

maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya dan barang siap menepati janjinya kepada Allah. dan tidak sah bai’ah tanpa ketaatan”. Baiat ibarat kontrak kerja. kalau dia bekerja sebelum ada perjanjian kontrak kerja. maka ia tidak mungkin menerima upah walaupun sudah bekerja keras. seseorang yang semula nonmuslim. Kesakisian di depan imam ini sering disebut bai’ah. Seorang buruh tidak boleh langsung bekerja sebelum ada perjanjian antara buruh dengan majikan (direktur). tidak sah jama’ah tanpa Imamah. yaitu mengucapkan syahadatian yang isinya mengakui tidak Tuhan selain Allah dan mengakui kerasulan nabi Muhammad SAW. Jadi fungsi bai‘at sebagai pintu keabsahan beribadah.Iman Melalui Bai'at (Bay'ah) Menganut Islam bukanlah sebuah pemaksaan. Dasar pijakannya adalah Al-Qur’an surat 48 : 10 : ‫مطط ا‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫فع‬ َ ‫ث َت‬ َ ‫كط َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫مط ُف‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫دي ع‬ ِ ‫يط ع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ق َت‬ َ ‫لو َت‬ ْ‫فط ُف‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫د ا ع‬ َّ ُ ‫ي م‬ َ ‫لل َت‬ َ ‫ن ا َت‬ َّ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م ا م‬ َ ‫ن َت‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ك ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫علو َت‬ ُ ‫ي م‬ ِ ‫ب ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ )‫مطط ا‬ ً‫ظي ا‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫را َت‬ ً‫جط ا‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫تي ع‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫سط م‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫َت َط َت‬ َّ ‫ه ا‬ ‫لل‬ ُ ‫يط م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫د َت‬ َ ‫ه َت‬ َ ‫ع ا َت‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫فى ع‬ َ ‫و َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ْ‫ن ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ث َت‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫َت‬ (10 Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia (ba‘iat) kepadamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Ini berlaku bagi orang yang masuk Islam pada usia baligh (dewasa). tidak sah Imamah tanpa bai’at.92 Landasan tentang pentingnya berjama’ah antara lain hadis dari Umar ibn Khattab yang menyatakan bahwa “ Tidak sah Islam tanpa jama’ah. tidak bisa langsung beribadah kalau belum melalui bai‘at di depan Imam. Ali. Sebagai contoh. akan tetapi untuk memasuki Islam ada gerbang yang harus dilalui yakni Syahadah (kesaksian). Fatimah dan Asma masuk Islam sejak kecil. harus ada kontrak kerja lebih dahulu. Demikian pula dalam beribadah. 92 106 . Kalau seseorang mau mendapatkan upah. Baru setelah itu keislamannya diumumkan kepada publik. Tangan Allah di atas tangan mereka. Tetapi tidak berlaku bagi orang-orang yang sudah memeluk Islam sejak kecil. Ikrar dua kalimah syahadat tersebut harus dilakukan di depan imam sebagai saksi. maka Allah akan memberinya pahala yang besar. mereka semua tidak melalui persaksian (testimony) di hadapan imam.

”. El-Fawaz Press.bai‘at berarti telah menanda-tangani kontrak untuk berniaga dengan Allah di mana dalam perniagaan itu wajib menggunakan aturan dan undang-undang yang telah dibuat oleh Allah. sebagaimana QS 2 : 275 bahwa Allah menghalalkan jual beli (al-bai’a) dan mengharamkan riba. yakni menjual diri dan segala miliknya kepada Allah. Allah menegaskan : َ ‫جلو َت‬ ‫ن‬ ُ ‫ر م‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫لل م‬ ِ ‫ل ا ع‬ َّ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ 218) ‫م‬ ٌ ‫حي إ‬ ِ ‫ر ع‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫فلو إ‬ ُ ‫غ م‬ َ ‫لل َت‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ة ا ع‬ َّ َ ‫م َت‬ َ ‫ح َت‬ ْ‫ر ُف‬ َ ‫) َت‬ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman. Bai’at. 61 : 10). kata bai‘at berarti niaga (QS.39. manusia wajib merasa terikat dengan aturan Allah. Judul aslinya adalah Al-Bai‘ah fi alNizám al-Siyásy al-Aslamâ wa Çabiqátuh fi al-hayát as-siyásiyyah wa alMu‘á[irah. maka sejak adanya perjanjian itu. 2 : 218 : Ramli Kabi Ahmad {iddiq Abdurrahman. mereka itu mengharapkan rahmat Allah. Hijrah : Setelah seseorang menyatakan keimananya.Secara umum bai‘at berasal dari kata Arab dengan bentukan kata pokok ba-ya-‘a yang artinya menjual atau membeli. orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah. Dalam hal ini Allah membelinya dengan syurga. ia harus berhijrah. 1993. hal. Juga di dalam AlQur’an surat al-Jumu'ah ayat 10 yang artinya “Dan tinggalkanlah al-bai‘a (jual beli)” 93 Dalam kaitan dengan tauhid Rubbãbiyah. yakni janji manusia untuk mengabdi kepada Allah. maksudnya. Sedangkan dalam kaitan dengan tauhid Uluhiyah. Pengertian bai‘at dalam kaitannya dengan konsep tauhid Mulkiyah berarti menjual (QS 9 :111). 36 . Al-Qur’an secara tegas menjelaskan bahwa apabila seseorang telah menyatakan diri sebagai mukmin. dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". bai‘at berarti janji. Satu Prinsip Gerakan Islam. kemudian berjihad. mereka wajib berhijrah secara total. 93 107 . bahwa seseorang yang telah di.

Allah menegaskan di dalam Q.ِ ‫ل ا ع‬ َّ ‫لل‬ ِ ‫بي ع‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫دوا ع‬ ُ ‫ه م‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ َ ‫ه ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ْ‫ل ُف‬ ‫م‬ َ ‫وَت‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫ض َت‬ ٍ ‫بعُفْ ف‬ َ ‫ء َت‬ ُ ‫ي ا م‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫وع‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ض م‬ ُ ‫ع م‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫روا م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫وا َت‬ ْ‫و ُف‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫وا‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫رو م‬ ُ ‫ص م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫ن ا ُف‬ ِ ‫إ ع‬ ِ ‫وع‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫تى م‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ء َت‬ ٍ ‫ ي ف‬ ْ‫ش ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫ت ع‬ ِ ‫ي ع‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫م ا َت‬ َ ‫روا َت‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ي َت‬ ُ ‫م‬ ‫م ا‬ َ ‫ب َت‬ ِ ‫لل ع‬ ُ ‫وا م‬ َّ َ ‫ق َت‬ ٌ ‫ث ا إ‬ َ ‫مي َت‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ َ ‫ي َت‬ ْ‫ب ُف‬ َ ‫م َت‬ ٍ ‫لو ف‬ ْ‫ق ُف‬ َ ‫لى َت‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ال َت‬ َ ‫إ َت‬ ِ ‫ر ع‬ ُ ‫ص م‬ ْ‫ن ُف‬ َّ ‫م ال‬ ُ ‫ك م‬ ُ ‫ي م‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫عَت‬ َ ‫ف َت‬ َ ‫ن َت‬ ِ ‫دي ع‬ ِّ ‫ف ي ال‬ ِ ‫ع‬ 72)‫ر‬ ٌ ‫صي إ‬ ِ ‫ب ع‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫للو َت‬ ُ ‫مم‬ َ ‫ع َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang orang yang hijrah) mereka itu satu sama lain lindung melindungi”.S 4 : 97 sbb : ‫ن ا‬ َّ ‫ك‬ ُ ‫للوا م‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫م م‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫للوا ع‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ِ ‫س ع‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫م ي َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫ظ اع‬ َ ‫ة َت‬ ُ ‫ك م‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ال ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫م ا ُف‬ ُ ‫ه م‬ ُ ‫ف ا م‬ َّ ‫لو‬ َ ‫ت َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ن ا‬ َّ ‫إ‬ ِ ‫ع‬ ‫ه ا‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫روا ع‬ ُ ‫ج م‬ ِ ‫ه ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫ف م‬ َ ‫ة َت‬ ً‫ع ا‬ َ ‫س َت‬ ِ ‫وا ع‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ض ا ع‬ َّ ُ ‫ر م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ت م‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ل ُف‬ َ ‫أَت‬ َ ‫للوا َت‬ ُ ‫ق ام‬ َ ‫ض َت‬ ِ ‫ر ع‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ف ي ا َت َُف‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫في َت‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ض َت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫س َت‬ ْ‫م ُف‬ ُ ‫م‬ (97)‫را‬ ً‫صي ا‬ ِ ‫م ع‬ َ ‫ت َت‬ ْ‫ء ُف‬ َ ‫س ا َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫م َت‬ ُ ‫ن م‬ َّ ‫ه‬ َ ‫ج َت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ه ُف‬ ُ ‫وا م‬ َ ‫أ َت‬ ْ‫م ُف‬ َ ‫ك َت‬ َ ‫ئ َت‬ ِ ‫ل ع‬ َ ‫أوَت‬ ُ ‫فم‬ َ ‫َت‬ Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri (kepada mereka) malaikat bertanya :”Dalam keadaan bagaimanakah kamu ini (diwafatkan)?”. 8:72 : Bagaimana pengertian hijrah yang sebenarnya ? Hijrah ada dua macam yakni hijrah Makani dan hijrah Qalbi. Menurut Al-Qur’an surat 90 ayat 10 ditegaskan : Wahadaináhu an-najdain” (Kami menunjukinya dengan dua jalan). Para malaikat bertantya pula :”Bukanlah bumi Allah itu luas sehingga kami dapat berhijrah di bumi itu?”. yakni jalan yang bathil dan jalan yang haq. Sedangkan hijrah yang lain adalah hijrah Qalbi. Tujuannya untuk membuat komunitas masyarakat yang diatur oleh hukum Allah yang asbolut yakni Al-Qur’an. Hijrah adalah pindah dari 108 . Orang-orang itu tempatnya nereka jahannam dan seburuk-buruknya tempat ibadah”. Apabila ia berada dalam komunitas jahiliyah dan tidak mau berhijrah. Hijrah makani ialah pindah dari satu komunitas ke komunitas yang lain sebagaimana nabi dan para sahabanya hijrah dari mekah ke Medinah. lantas dibinasakan oleh orang kafir. maka ia termasuk orang yang rugi.

Jihad Kewajiban lain seorang mukmin adalah jihad. dan kebiasaan. keluarga. Sedangkan yang dimaksud dengan jiwa adalah waktu. Jihad adalah berjuang secara maksimal untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi dengan mengerahkan fikiran. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya.sungguh) dalam beribadah. baik sukarela maupun terpaksa ( thaw’an aw katrhan) Karena harta dan jiwa seorang mukmin telah dibeli oleh Allah dengan syurga. Harta di sini termasuk uang. yang dijual oleh manusia kepada Allah adalah harta dan jiwa. dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga `Adn. maka ia harus menggunakan harta dan jiwanya itu untuk berjihad (berjuang sungguh. keinginan. dan apa saja yang ada pada dirinya. harta bahkan darah dan nyawa. dari perilaku jahiliyah kepada perilaku Ilahiyah. dari dunia gelap gulita (dzulumat) ke jalan yang terang (nur). sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah keberuntungan yang besar ". 109 . baik ibadah ritual maupun ibadah mu’amalah dalam fungsinya sebagai khalifah fil ardl. Dalam perniagaan itu.kebiasaan buruk kepada kebiasaan baik. pola fikir. tenaga. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungaisungai. sebagaimana dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat 61 : 10-12: )‫م‬ ٍ ‫لي ف‬ ِ ‫أع‬ َ ‫ب َت‬ ٍ ‫ذا ف‬ َ ‫ع َت‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫جي م‬ ِ ‫ن ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ة م‬ ٍ ‫ر ف‬ َ ‫ج ا َت‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫لى ع‬ َ ‫عَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ُّ ‫د‬ ُ ‫أ م‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ه ُف‬ َ ‫نلوا َت‬ ُ ‫م م‬ َ ‫ءا َت‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ذي َت‬ ِ ‫ل ع‬ َّ ‫ه ا ا‬ َ ‫ي َت‬ ُّ ‫أ‬ َ ‫ي اَت‬ َ ‫َت‬ ْ‫ك ُف‬ ‫م‬ ُ ‫س م‬ ِ ‫ف ع‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫وَت‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫لواع‬ َ ‫م َت‬ ْ‫أ ُف‬ َ ‫بَت‬ ِ ‫لل ع‬ ِ ‫ع ِ ا ع‬ َّ ‫بيل‬ ِ ‫س ع‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ن ع‬ َ ‫دو َت‬ ُ ‫ه م‬ ِ ‫ج ا ع‬ َ ‫ت َت‬ ُ ‫و م‬ َ ‫ه َت‬ ِ ‫ل ع‬ ِ ‫سلوع‬ ُ ‫ر م‬ َ ‫و َت‬ َ ‫لل َت‬ ِ ‫ب ا ع‬ َّ ِ ‫ن ع‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫م م‬ ِ ‫ؤ ع‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫( م‬10 ٍ ‫ن ا ف‬ ‫ت‬ َّ ‫ج‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ْ‫خ ُف‬ ِ ‫د ع‬ ْ‫ي ُف‬ ُ ‫وم‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ب م‬ َ ‫نلو َت‬ ُ ‫ذم‬ ُ ‫م م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ْ‫ف ُف‬ ِ ‫غ ع‬ ْ‫ي ُف‬ َ ‫( َت‬11)‫ن‬ َ ‫ملو َت‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫عَت‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ت ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ن م‬ ْ‫إ ُف‬ ِ ‫م ع‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ َ ‫ر َت‬ ٌ ‫ي إ‬ ْ‫خ ُف‬ َ ‫م َت‬ ْ‫ك ُف‬ ُ ‫ل م‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫َت‬ ُ ‫لو م‬ ‫ز‬ ْ‫ف ُف‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ك ا ُف‬ َ ‫ل َت‬ ِ ‫ذع‬ َ ‫ن َت‬ ٍ ‫د ف‬ ْ‫ع ُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ن ا ع‬ َّ ‫ج‬ َ ‫ف ي َت‬ ِ ‫ة ع‬ ً‫ب ا‬ َ ‫ي َت‬ ِّ‫ط‬ َ ‫ن َت‬ َ ‫ك َت‬ ِ ‫س ا ع‬ َ ‫م َت‬ َ ‫و َت‬ َ ‫ر َت‬ ُ ‫ه ا م‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫ل ُف‬ ْ‫ه ا ا َت َُف‬ َ ‫ت َت‬ ِ ‫ح ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫ن َت‬ ْ‫م ُف‬ ِ ‫ر ي ع‬ ِ ‫ج ع‬ ْ‫ت ُف‬ َ ‫َت‬ (12)‫م‬ ُ ‫ظي م‬ ِ ‫ع ع‬ َ ‫ل َت‬ ْ‫ا ُف‬ "Hai orang-orang yang beriman. pekerjaan.

Apabila seorang muslim berperilaku sebaliknya yakni merusak. Bagiamana cara mengamalkan islam berhijrah dan berjihad. sehingga mampu melahirkan sains. Bagaimana implementasi berhijrah ? Jawabannya : Ialah meninggalkan pola fikir dan perilaku Jahiliyah menuju prilaku Ilahiyah. ? Jawabannya : Ialah dengan sudah pasti seorang mukmin ? Jawabannya : 110 . Bagaimana caranya agar muslim menjadi mukmin ? Jawabannya : untuk menjadi mukmin ia harus mampu meyakini bahwa al-Islam adalah satusatunya din yang haq. mengamalkan Islam dan mendakwahkan Islam dengan segenap kemampunnya secara maksimal dengan mengorbankan harta dan jiwa. Mengapa demikain? Jawabannya : Karena mungkin saja seseorang beragama Islam tetapi tidak yakin akan kebenaran Islam. • • • • • Kalau sudah mengimani bahwa Islam adalah din yang haq. maka statusnya sebagai seorang yang Pertanyaan Renungan : • • • Apakah setiap muslim Belum tentu. teknologi dan seni dalam rangka mengelola segala sumber daya alam untuk kesejahteraan umat manusia. mengaku hamba Allah harus dicoret. Bagaimana caranya agar seorang mukmin selamat di akhirat ? Jawabannya : Ia harus mengamalkan Al-Qur’’an secara total.Implemetasi jihad antara lain adalah menunut ilmu secara terus menerus tanpa henti dari mulai lepas dari pangkuan ibu sampai mati. apakah ia dijamin akan selamat di akhirat ? Jawabannya : Sangat tidak dijamin. Bagaimana implementasi berjihad ? Jawabannya : Ialah bersungguhsungguh dalam mempelajari Islam.

Dan juga jangan ragu membuangnya walaupun telah menjadi keyakinan dan amalan banyak orang. tetapi banyak juga kelompok orang yang sangat mengagungkan tasawuf bahkan tarekat. Mahasiswa dapat menjelaskan hakikat dan tujuan tasawuf dalam proses pembinaan akhlak/ etika. Bagi Iman al-Ghazali. Tujuan Instruksional Khusus : 1. apabila mempelajari sesuatu termasuk ajaran tasawuf dan tarekat harus benar-benar kritis. dan itu bathil. sikap seorang muslim yang beriman kepada Allah dan rasulNya. yakni jiwa yang taqarrub (dekat kepada Allah) dan ma’rifatullah (mengetahui Allah dengan ilmu). Ajaran tasawuf dan ajaran tarekat yang tidak memiliki landasan dalil yang sahih. Oleh karena itu segala ajaran tasawuf yang tidak memiliki rujukan yang absah dianggap sebagai ajaran yang diada-adakan. Sebagai seorang muslim yang mencintai ilmu. Pokok-pokok Materi Prolog : Banyak orang Islam yang antipati kepada tasawuf. Mahasiswa dapat memilih mana ajaran tasawuf yang berdasarkan dalil yang sahih dan mana ajaran tasawuf yang meyimpang dari syaril’at Islam. Oleh karena itu. baik dalil implisit maupun eksplisit. Mahasiswa dapat menunjukkan beberapa penyimpangan doktrin tarikat dari sumber-seumber Islam (Al-Qur’an dan Sunnah Rasul) sehingga mampu menyikapinya secara tepat. 111 . juga bagi para ulama yang tafaqquh fiddin . Tasawuf pada hakikatnya adalah ajaran tentang latihan pengendalian diri (mujahadah an-nafs) sehingga manusia mencapai kualifikasi akhlak yang baik. 3. tasawuf yang benar adalah tasawuf yang berlandaskan dalil Al-Qur’an dan hadits shahih. sehingga kita bisa menyikapinya secara proporsional. 2. Tidak boleh sungkan mengambil yang baik walaupun kata orang lain salah.MODUL 10 STUDI KRITIS TENTANG TASAWUF DAN TAREKAT Tujuan Instruksional Umum : Mahasiswa memahami mana ajaran tasawuf yang benar dan mana yang menyimpang sehingga mereka mampu memilah aplikasinya dalam kehiduoan sehari-hari. bisa mengarah kepada perbuatan syiirik. kita harus memahami secara kritis apa dan bagaimana tasawuf dan tarekat itu.

dan membangun 94 112 . bahkan sampai ke pintu gerbang Wina. Penyakit ini pun merambah kepada sebahagian ulama. mengamalkan sesuatu yang lebih utama atas dasar keabadiannya. wilayah kekuasaan Islam sangat luas mencakup seluruh jazirah Arab. Di tempat terpencil ini mereka melatih diri untuk hidup sederhana atau hidup zuhud. benar-benar menepati janji kepada Allah dan mengikuti syari'at rasulullah. Zakaria al-Anshari (852-925 H) menyatakan bahwa : Tasawuf mengajarkan cara untuk mensucikan diri. ini disebut uzlah. Ulama-ulama yang lain yang ingin mempertahankan hidup zuhud sebagaimana nabi SAW dan para sahabatnya. berpegang kepada ilmu kebenaran. menjauhi hawa nafsu. Sebahagian Eropah Timur termasuk Spanyol. memberikan tempat bagi sifat-sifat kerohanian. di masa dinasti Umayah. merasa khawatir terkontaminasi penyakit “wahan” ini lantas pergi jauh ke luar kota. Targetnya ada dua yakni : Pertama : Berusaha mendekatkan diri kepada Allah sedekat-dekatnya. Bulu domba itu bahasa Arabnya Shuf. Akan tetapi ada akibat lain yakni banyak pejabat negara dan sebahagian umat Islam terkena penyakit “wahan” yakni bersikap materealistik dan individualistik. Jadi Sufi adalah orangnya sedangkan tasawuf adalah ajarannya. Mereka melepaskan pakaian-pakaian yang mewah lantas menggantinya dengan pakaian yang sangat sederhana yang terbuat dari bulu domba.289 H) tokoh sufi modern sebagai berikut : Tasawuf ialah membersihkan diri dari sifat yang menyamai binatang dan melepaskan akhlak yang fithri. meningkatkan akhlak. menekan sifat basyariyah (kemanusiaan). maka disebutlah kaum Sufi. Selain itu.Latarbelakang Kelahiran Tasawuf Pada abad kedua hijriyah. Umat Islam bukan menjajah tetapi menjadikan wilayah – wilayah baru itu sebagai kekuasaan otonomi yang menginduk kepada pusat. memberi nasihat kepada ummat. Mereka hijrah ke tempat terpencil untuk menjauhi glamour dunia. Ini yang disebut Ma’rifat94 Definisi tasawuf menurut Junaid al-Baghdadi (w. Sedangkan ajaran tentang bagaimana cara hidup sederhana atau hidup zuhud disebut tasawuf. Kedua : Usaha mensucikan jiwa sesuci-sucinya sehingga dapat melihat Allah dengan mata hati.. Hakikat Tasawuf : Hakikat ajaran tasawuf adalah ajaran tentang latihan hidup sederhana untuk mensucikan jiwa. Negara-negara Islam menjadi kaya raya. atau disebut Taqarrub.

Menurut Ashaari Muhammad yang mengutip pendapat Imam Al-Ghazali. 1989. yaitu :"takhalli (mengosongkan. ujub. Walaupun demikian ada beberapa objek bahasan hal yang secara khas dibahas dalam tasawuf. sampai kepada nafsu Kamilah. Muthma-imah. misalnya sum'ah. Mengenal Diri Melalui Rasa Hati . yakni (i) Konsep latihan pensucian jiwa atau mujahadah al-nafs dan (ii) Konsep hidup zuhud (ascetic). dan kehidupan jasmani dan rohani untuk mencapai kebahagiaan abadi. gila dunia.95 Penjelasannya sbb : Pertama. atau disebut inti ajaran tasawuf. Ashaari Muhammad. Untuk mencapai kualitas nafsu yang lebih baik hingga mencapai tingkat ruhani paling unggul. Lawamah. Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas. Mulhamah.p. Unsur utama tasawuf adalah penyucian diri dan tujuan akhirnya kebahagiaan dan keselamatan. banyak pengumpat. gila pangkat. sesorang perlu melakukan latihan pensucian jiwa yang disebut Riyadlah istilah lainnya adalah mujahadah an-nafs (Latihan pembersihan jiwa) Mujahadah an-nafs dilakukan melalui tiga tingkatan. Mardhiyah. sedangkan istilah bermakna membersihkan jiwa dari bebagai nafsu yang rendah dan dilarang Allah. tahalli (mengisi atau menghiasi jiwa dengan sifat-sifat yang baik). bahwa manusia memiliki nafsu yang bermacam-macam dan bertingkat-tingkat. dan tajalli (merasakan kebesaran dan kehebatan Allah)". Radhiyah. Konsep Latihan Pensucian Jiwa untuk mencapai ma’rifat : Untuk mencapai ma’rifat. terlalu banyak bicara. Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. Sungai Penchala Kuala Lumpur. riya. Malaysia. yakni akhlak secara keseluruhan.Jadi tasawuf identik dengan akhlak yang luhur. Nafsu Amarah adalah nafsu yang paling rendah yang termanifestasikan dalam segala sikap dan prilakunya yang tercela. yakni akhlak secara keseluruhan. serta (iii) konsep wali Allah dan karamah. Pusat Penerangan Arqam.60. gila harta.Takhalli : Secara bahasa takhalli berarti mengosongkan. membuang atau mensucikan. dari mulai nafsu Amarah. membuang atau mensunyika sifat-sifat buruk). manusia harus melatih diri menundukkan nafsu-nafsu buruk dan mengembangkan sikap-sikap yang terpuji yang disebut mujahadah al-nafs 95 113 . Oleh karena itu apabila barbicara masalah tasawuf maka akan berbicara tentang masalah yang sangat luas.

akan tetap dirasakan sebagai kasih sayang Allah kepada hambaNya. sedangkan secara istilah artinya mengisi atau menghiasi hati dengan sifat-sifat mahmudah seperti jujur. baik shalat. 1983. amanah.Tajalli. rajin. Iman dan Persoalannya. maka orang yang berada pada kondisi tahalli ini belum banyak merasakan ketenangan dan kelezatan hidup. Malaysia. membaca Alqur'an dan lain-lain merupakan media pendidikan dan latihan untuk mampu membuang sifat-sifat madzmumah (tercela) untuk diganti dengan sifat-sifat mahmudah (terpuji).p. ikhlas. ceria. Mengenal Diri. Op. 4. Namun demikian. ridha. Mengenal Diri.p. Juga : Ashaari Muhammad.63-65. dari mulai terminal pertama 96 97 Ibid.terlalu banyak makan. Apa saja yang menimpanya. tawadlu' ( rendah hati).Cit. ingatan dan rasa rindunya penuh tertuju kepada Allah. Pusat Penerangan Arqam. pemaaf.97. bahagia. Kuala Lumpr. Secara bahasa artinya mengisi. syukur nikmat. tenang.. Op. selalu ingat mati dan selau bertawakkal kepada Allah. berlpang dada. lemah lembut. memusuhi dan membuang kebiasaan itu jauh-jauh maka nafsu itu akan senantiasa menguasai dan memperbudak manusia.zuhud. Tahalli dan Tajalli. yakni penjelmaan dari usaha pensucian jiwa tadi. dll.p.Op. Maqam (maqamat) : Maqam (jamaknya maqamat) adalah anak tangga. station yang dalam istilah tasawuf disebut Maqam. puasa.Cit. atau terminal yang harus dilalui seseorang dalam proses mujahadah an-nafs guna mencapai kesempurnaan ruhiyah sampai ke tingkat ma’rifat. dinamis. hati dan penampilan orang peringkat tajalli selalu tenang dan istiqamah.p.p. mengasihi semua mukmin. Huraian ke Arah Membangun Masyarakat Islam.65-83. takut kepada Allah. Selagi manusia belum membenci. karena level ini masih proses pengisian . station. taubat. terdapat tahapan-tahapan pelatihan atau terminal.96 Kedua.Cit. 114 . 60-63. sabar. berprasangka baik. Berkenaan dengan tahalli ini semua ibadah. Oleh karena itu. zakat. Asjhaari Muhammad.. Orang yang sudah sampai ke tingkat tajalli. Tajalli sejenis perasaan yang datang sendiri tanpa memerlukan usaha lagi. Perasaan itu adalah perasaan lapang . pemurah. Lihat Juga : Ashaari Muhammad. baik nikmat maupun musibah.82...97 Ketiga. 98 Ashaari Muhammad.98 Selain konsep Takhalli .Tahalli. jamaknya maqamat. berani.

ialah mengetahui rahasia Allah. ialah dalam menjalankan perintah-perintah Allah dan sabar manakala ditimpa musibah. Sabar. 7. 2. Taqwa. Caranya adalah menyesali telah berbuat dosa. baik nikmat maupun musibah. mengapa Allah berbuat begitu dan mengapa berbuat begini. 10. 5. meminta ampun dan kemudian memperbanyak amal saleh. Zuhud. tasawuf sampai ke tingkat ma’rifat masih sesuai dengan sunnah rasul. 9. Dalam hal ini jumlah dan urutan maqam berbeda-beda antara konsep sufi yang satu dengan yang lainnya Di bawah ini akan dijelaskan satu persatu sbb : 1. 4. Wara’. Tawakkal. Apakah itu. Tetapi juga tidak menolak manakala diberi. ialah takut kepada Allah sehingga hidup sangat berhati-hati. ialah meninggalkan hidup kematerian apalagi yang bersifat glamour. Penjelasannya sbb: Konsep Hulul dan Ittihad :\ 115 . ialah meninggalkan syubhat ( sesuatu yang di dalamnya ada keraguan). berjanji tidak akan berbuat lagi. yakmi konsep Hulul dan Ittihad. Mahabbah. ialah menerima dengan ridha. 3. ialah menyerah kepada qadha dan qadar dari Allah.yakni taubat sampai ke terminak tujuan yakni ma’rifat. Bahkan tidak memikirkan hari esok tetapi mencukupkan diri apa yang ada pada hari ini. Ma’rifat. Ridha. Taubat. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. bukan karena ingin syurga atau takut neraka. Menerima qadha qadar apa adanya. melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan Allah karena perasaan cinta. Faqir. ialah tidak meminta sesuatu kecuali sekadar apa yang dibutuhkan untuk melaksanakan kewajiban ibadah. Akan tetapi yang terjadi berikutnya adalah ajaran tasawuf yang out of side. 8. ialah meminta ampun dan tidak kembali berbuat dosa. 6. Bahkan tidak meminta.

Hulul dan Ittihad adalah konsep tasawuf yang out of side. Inilah yang disebut hulul (halala = telah menempati). jiwa orang suci (baqa) bisa naik dan bersatu dengan Allah yang disebut Ittihad. Berbeda dengan hulul. Kedua : Sifat-sifat Ilahiyah yang disebut Lahut. Apabila jiwa manusia sudah dalam keadaan baqa (suci). tetapi dalam terminology mereka bukan ngaco atau ngawur melainkan syatahat. dan ini bisa syirik. di jubahku ada Allah. Dalam ittihad Jiwa orang itu telah melebur dan bersatu (ittihad) dengan Allah. sifat-sifat nasutnya menghilang tinggallah sifat-sifat Ilahiyahnya. Dalam proses ittihad ini. sombong. Nabi saja yang paling unggul dalam soal spiritual tidak pernah mengalami hulul atau ittihad. Kalau dalam hulul masih ada dua eksistensi yakni Allah dan jiwa orang yang ditempati. Oleh karena itu tahlil orang yang telah mengalami ittihad bukan lagi la ilaha illallah tetapi la ilaha illa ana. Selain konsep hulul ada lagi yang lebih ektrem yakni konsep Ittihad. Mengapa ada orang yang mengaku mengalami kejadian itu. Dalam pandangan Imam Al-Ghazali. maka Allah akan turun dan menempati jiwa orang itu. Menurut Abu Yazid Al-Bustomi. Imposible. Konsep hulul ini kemudian diikuti oleh yang lainnya. berlebihan. tingkatan maqam tertinggi yang bisa dicapai adalah ma’rifat. Menurut Al-Hallaj. dll.Di dalam diri manusia terdapat dua sifat. seperti serakah. 116 . Jadi baqa adalah suatu keadaan (hal) di mana di dalam jiwa manusia hanya berisi sifats-isifat baik steril dari sifat-sifat buruk. Baqo artinya yang tinggal atau yang tersisa. over acting. Salah seorang di antara orang yang mengaku telah mengalami hulul adalah syaikh Siti Jenar. Jadi di dalam jiwa orang suci itu ada dua eksistensi. tetapi dalam ittihad hanya ada satu eksistensi. Konsep hulul ini diketengahkan oleh Al-Hallaj. Selanjutnya kata al-Ghazali. tergasa-gesa. Setelah melalui mujahadah an-nafs. satu dirinya dan yang kedua adalah Allah. yakni: Pertama : sifat kemanusiaan yang disebut Nahut. Oleh karena itu kita harus menjauhi konsep hulul apalagi ittihad. seorang sufi sering berbicara aneh yang dalam pandangan orang luar mungkin dianggap ngaco. keluh kesah. Kedaan ini disebut baqa.

Para murid berusaha melestarikan ajaran syaikhnya dengan cara taqlied. Tradisi Pesantren. Yang terakhir adalah tarekat Muhhammadiyah atau tarekat Suhaimiyah (Darul Arqam Malaysia). yakni (i). disebutlah Tarekat Qadiriyah. Sekelompok orang yang mengikatkan diri secara taqlid kepada pendapat dan ajaran seorang sufi disebutlah Tarekat. Jakarta. Ibid. misalnya konsep tawashul (berdoa dengan menggunakan 99 Tim Penyusun. misalnya Tarekat Qadiriyah ialah sekelompok orang yang mengikatkan diri kepada faham.99 Secara istilah tarekat bisa bermacam-macam. Penjelasan lebih rinci sbb : Pengertian tarekat (thariqah.p.100 (ii).Tarekat Setelah para sufi meninggal dunia. sistem (al-uslub). Adapun tarekat yang dimaksud dalam tulisan ini adalah tarikat dalam pengertian ke dua. Tarekat adalah organisasi keagamaan dalam Islam yang menghimpun anggota-anggota sufi yang sepaham bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. "Perjalanan seorang salik (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan cara mensucikan diri atau perjalanan yang harus ditempuh oleh seseorang untuk mendekatkan diri sedekat mungkin kepada Tuhan". sebab nama tokoh spiritualnya bernama Muhammad Suhaimi. Objek Kajian Tarekat : Masalah pokok yang sering dibicarakan dalam tarekat adalah konsep Wali Allah dan karamah. haluan (madzhab). pendapat dan pengalaman suci Syaik Al-Tijani. LP3ES. dll. misalnya tarekat Naqsyabadiyah. Tarekat Tijaniyah.p.Cit. 135. Ensiklopedi Islam. 101 Zamakhsyari Dhofier. Dikenallah nama-nama tarekat sesuai syaikh yang jadi anutannya. jamaknya taraiq) secara etimologis antara lain berarti jalan (kaifiyah). atau keadaan (al-halah). metode.. Studi Tentang Pandangan Hidup Kiyai. Kalau mereka mengikatkan diri kepada pendapat dan pengalaman suci syaikh Abdul Qadir Jailani. Dari kedua konsep ini akan berkembang kepada masalah-masalah lain. maka tinggallah murid-muridnya. Op.66. pendapat (madzhab) dan pengalaman suci seorang sufi (mursyid).. 100 117 .101 Dalam pengertian ini maka tarekat adalah organisasi orang-orang yang mengikat diri kepada satu faham. 1982. dll. (iii) Tarekat bisa juga bermakna wirid atau dzikir-dzikir yang dirumuskan sedemikian rupa yang harus dibaca dengan jumlah tertentu. Tarekat Sanusiah.

Nujabak dan wali Kutub. Wali dalam pengertian pertama disepakati adanya.p 171. baik mimpi maupun jaga). Sedangkan dari segi istilah bisa dua makna. Ulama dalam Pandangan Islam. wali bermakna manusia saleh atau manusia yang selalu bertaqwa. sehingga banyak orang tidak setuju dengan sebutan wali Sanga misalnya. 104 Abdul halim Abbas . Kedua : Wali dalam perspektif sufi atau literatur Orientas disebut Saint adalah orang-orang yang sangat saleh dengan menekankan dimensi mistiknya.103 Menurut Abdul Halim (DA) . p.. Bagaimana konsep wali. Sadat.104 Penjelasannya sbb : 102 103 Tim Penyusun Ensiklopedi. Malaysia. Ayat yang dipakai sandaran adalah surat Yunus ayat 62 – 63 : "Ingatlah.102 Wali dalam pengertian ini keistimewaan di luar kemampuan manusia biasa. wali adalah orang yang rohaninya telah sangat bersih dan tingkat keimanannya sudah mencapi level iman Haqiqat. Jadi setiap orang saleh adalah wali. yaitu orang-orang yang beriman dan mereka yang selalu bertaqwa". Menurut Ashaari Muhammad. karena predikat wali hanya diberikan oleh Allah dan hanya Allahlah yang mengetahui siapa yang wali dan siapa yang bukan. Autad. Selanjutnya wali-wali ini diklasifikasi menjadi beberapa level. 118 . Kuala Lumpur. Siapapun—asal mampu—boleh menjadi wali dan oleh karena itu jumlah wali tidak terbatas.Op. Cit.172. Ashaari Muhammad. wali berarti yang menolong atau yang mencitai. Pertama. 54. Konsep Wali Allah dan Karamah Dari segi bahasa Arab. atau disebut karamah.perantara). 1992. menurut Darul Arqam ? Jawabannya dapat kita ketahui dari paparan berikut ini.. sedangkan wali dalam pengertian ke dua yang menekankan aspek mistiknya tidak disepakati.. dan yaqazah wa al-musyafahah (bertemu dengan nabi dan bercakap.Loc. baik jalan mauhibah maupun suluk akan melahirkan wali-wali. Akan tetapi tidak ada seorangpun dapat mengetahui apakah seseorang itu wali atau bukan.Cit. sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. yakni wali Ahbab. Penerbit Hikmah.

Irak dan Mesir. Nafisah.p. Al-Ghazali. disebut juga Sultan Aulia. Allah menggantinya dengan perempuan lain di tempat itu". Allah menggantikan di tempatnya dengan lelaki lain. 6) Wali Naqib (Jamaknya Nuqabak). Begitu pula setiap kali mati seorang perempuan.107 Orang-orang yang termasuk wali menurut DA adalah : (1). Junaidi Al-Baghdaddi. 109 Ibid. p.. (3). 2) Wali Kutub (Jamaknya Aktab).1) Wali Gaus (Kutub Al-Aktab) yakni wali ketua. 3) Wali Najib (Jamaknya Nujabak). Imam Nawawi dan syaikh Ramli (7). Apabila seorang wali meninggal maka Allah akan melantik wali yang baru. Jumlahnya hanya satu orang dalam setiap tahun. nama-nama wali tersebut berdasarkan kepada hadits nabi.. 108 Ibid. Para Mujaddid terutama Umar ib Abd Al. Fatimah puteri nabi. p. 119 . Ulama-ulama besar terutama Imam Hasan Al-Bashri. Ulama Dalam Pandangan Islam. dan wali Akhba dari penduduk Irak". bilangannya untuk sezaman hanya 40 orang. Dalam setiap zaman hanya empat orang. Para perawi hadits seperti imam Bukhari dan muslim.108 Jumlah wali dalam berbagai klasifikasi untuk satu zaman di seluruh dunia hanya 500 orang. Imam madzhab terutama madhab yang Empat. Abu Hassan Syazali. Kuala Lumpur. 1992. Penerbit Hikmah. bilangan mereka untuk satu zaman antara 40 sampai 60 orang. 106 Ibid. para sahabat nabi terutama Khulafa al-rasyidin (2). 54-55. kebanyakan berada di Syiria. 61. 55.. Yazid Al-Bustami.p. 107 Ibid. dan Rabi'ah al-Adawiyah. (5). bilangan mereka untuk sezaman hanya 300 orang 4) Wali Watab (Jamaknya Autad) bilangan mereka dalam satu zaman hanya empat orang. Dikalangan wanita di antaranya isteri-isteri rasul. wali Nujaba' dari penduduk Mesir. antara lain hadits dari Ali Ibn Abi Thalib : Rasulullah saw bersabda : wali Abdal sebanyak 40 orang lelaki dan 40 orang perempuan. Imam Sayuti.Aziz dan imam Al-Mahdi (4). 56-57. tatkala mati seorang lelaki. Pengasas-pengasas tarekat (6). Abdul Qadir Jailani. 5) Wali Badal (Jamaknya Abdal).105 Menurut Ashaari.106 "Sesungguhnya Ali Ibn Abi Thalib berkata : Wali Abdal dari syam.109 105 Ashaari Muhammad. Malaysia.

Dengan suara lantang. firasat. 84.p. 120 . Mampu menyelesaikan masalah manusia yang berkaitan dengan roh. atau telah wafat. 84. Lihat Juga : Abdul Halim Abbas.. kasyaf. misalnya mampu mengetahui sesuatu peristiwa lebih awal dari kejadiannya sehingga ia memiliki wawasan jauh ke depan dan mampu menyelesaikan masalah masyarakat jauh melebihi pemikiran manusia biasa.111 Mereka bukan nabi.110 Betulkah para wali itu memiliki keistimewaan ? Dalam hal ini Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa adanya ulama wali yang ber-karamah memiliki dasar yang kuat. Wali Allah pun dapat memberikan arahan kepada anak buah dari jarak yang sangat jauh tanpa alat komunikasi modern.. larilah kebukit !". sebagaimana Umar Ibn Khattab dapat melihat tentaranya di Nahawand yang tertangkap kepungan musuh dari Persia padahal Umar berada di Medinah. Abdul Halim Abbas menjelaskan bahwa Wali al-Aqtab (wali Ghaus) memiliki kasyaf yakni kemampuan di luar dimensi kemampuan manusia. Kemampuan itu dimiliki karena jiwa seorang wali telah sangat suci. Sebagaimana Abdul Qadir Jailani menyelamatkan anak Abu Said yang diculik jin dari negeri cina. jin. Umar memberikan komando dari mimbar mesijd :" Hai Saria.p. juga diberi ilmu-ilmu Laduni (ilmu pengetahuan yang diperoleh tanpa belajar) seperti ilham. Surat 18 : 18 tentang pemuda Al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309. Suara 110 111 Ibid. syetan.Op. Ibid. 59. Juga surat 27 : 40 tentang kehebatan seorang pria bernama Assaf Ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasana ratu Bilkis ke dalam kerajaan nabi Sulaiman dalam tempo sangat singkat. Hal itu karena para wali diberi karamah. termasuk bercakap-cakap dengan rasulullah saw.p. Dengan hubunan langsung ke alam Malakut. yakni Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang mendapat makanan langsung dari langit (dari Allah SWT). yang baik karamah lahiriyah maupun karamah maknawiyah. maka seorang wali mempunyai kemampuan luar biasa. rasa hati serta kemampuan yaqadzah wa musyafahah atau bisa bercakap-cakap dan berhubungan dengan rijal al-ghaib yakni orng yang berada di tempat jauh.. Cit. mereka hanyalah orang saleh yang memilki keistimewaan.Para wali di atas memiliki keistimewaan-keistimewaan sehingga dapat melakukan pekerjaan-pekerjaan ghaib yang tidak dapat dilakukan oleh orang lain. dll. sehingga ia mampu berhubungan dengan alam Malakut.

menurut Ashaari Muhammad tidak sebatas ketika ia masih hidup. 18 : 18 tentang pemuda al-Kahfi yang ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun.112 Senada dengan itu. yang menandakan bahwa uang itu hasil pemerasan dari rakyat kecil. bisa mendatangkan makanan dari langit.Umar terdengar dari jarak puluhan kilometer sehingga tentaranya segera berlindung dibukit. Menurut Sa'id Hawa. Tirmidzi). (H. Ibid. tetapi setelah mati pun masih melakukan hal-hal luar biasa. Bahkan keistimewaan wali ini. padahal waktu itu kemampuan demikian merupakan sesuatu yang amat mustahil .113 Misalnya Abu Bakar dapat mengetahui jenis kelamin anaknya ketika masih dalam kandungan. Cit. musuh pun dapat dipukul mundur. QS.p. Dan atas pertolongan Allah.. Waktu itu Abdul Qadir menekankan telapak tangan ke tumpukan uang mas di karung. 114 Ibid 115 Aurad. Ashaari Muhammad menyatakan bahwa landasan pendapat bahwa wali Allah mempunyai ilmu Mukasayafah adalah hadits "Takutlah kamu kepada firasat orang mukmin. p. 115 Beberapa keistimewaan tersebut adalah sebagai berikut di bawah ini. kasyaf (tersingkapnya 112 113 Abdul Halim Abbas. Sorotan Tentang Wali dan Karamah Dalil yang digunakan oleh DA tentang adanya wali Allah yang memiliki keistimewaan adalah Alqur'an surat 3 : 37 tentang Maryam yang dapat berkomunikasi dengan malaikat dan memperoleh makanan dari langit.. Begitu juga Abdul Qadir Jailani dapat mengetahui asal muasal sekarung emas yang dihadiahkan oleh khalifah Al-Muntajid Billah kepadanya. 121 . 144.p. Bagaimana Menjadi Wali.R. Op. 84. Untuk menyoroti pendapat DA tentang wali dan karamah.114 Para wali pun bisa berada di tempat dalam satu waktuu. juga QS.105. kadang-kadang orang yang sedang menempuh taqararub kepada Allah mendapatkan mimpi yang benar. 27 : 40 tentang seorang pria bernama Assaf ibn Barkhaya yang sanggup memindahkan singgasanaratu Bilkis ke kerajaan nabi Sulaiman dalam sekejap mata (lihat kembali halaman 146-147). dapat diketengahkan pendapat dari Sa'id Hawa. sehingga dari karung itu merembeslah darah. karena ia melihat dengan nur Allah".

p.R. atau merupakan kabar gembira tentang suatu perkara bagi al-Salik. Keadaan semacam ini disebut oleh para sufi sebagai kasyaf. (H. dan sering menmbah-nambah pembicaraan. 117 Ibid. rasulullah saw melintas tanah warqad. 118 Ibid. Rasulullah menjawab :" Ini hal yang ghaib. Rasulullah saw berhenti lantas bertanya : "Siapakah yang kamu kuburkan hari ini disini?" Mereka menjawab :" Si fulan dan si Fulan !".116 Sa'id Hawa juga menyatakan bahwa. Terdapat kemungkinan orang selain nabi bisa mendengar atau melihat malaikat. Kemudian ia duduk berhenti sehingga orang-orang berlalu jauh di depannya. Mereka bertanya lagi :" Wahai rasulullah. Ahmad).tirai). ucapan ini menjadi dasar 116 Sa'id Hawa. 117 Didalam Hadits pun terdapat tentang kasyaf.. 209. Kejadian itu hanyalah pertanda keterkabulan. Setelah nabi melewati tanah warqad. tahu-tahu ada dua kuburan yang di dalamnya ada dua orang laki-laki. adanya karamah pada wali Allah tidak dapat dibantah. Mereka bertanya :"Mengapa engkau melakukan hal itu wahai nabi ?". 1995. p. Lalu nabi mengambil pelepah kurma yang kering dan meletakkannya di atas kuburan itu. Bimbingan Tasawuf Untuk Para Aktivis Islam. sedangkan yang satu lagi berjalan-jalan dengan menggunakan azimat. sebagai contoh adalah Maryam yang di datangi Malaikat dan berbicara dengannya padahal Maryam bukan seorang nabi. Cetakan 1. Kata Sa'id Hawa.118 Perhatikan ucapan nabi yang terakhir :" Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor) dan sering menambah-nambah pembicaraan. Jalan Ruhani. bagaimanakah mereka ?". niscaya kamu mendengar apa yang saya dengar". ia berkata: "Pada siang hari yang sangat terik. merasakan ilham dan kadang-kadang pula tampak pada dirinya sebuah karamah. niscaya kamu akan mendengar apa yang aku dengar". Kalau tidak karena hati kamu berbuih (kotor). Penerbit Mizan. sampai kapan mereka disiksa ?". tidak ada yang mengetahui kecuali Allah. Nabi menjawab :" Agar meringankan keduanya". antara di dalam kitab alTarhib hadits nomor 262 : Dari Abu Umamah. 211. 122 . Setelah nabi mendengar suara sandal-sandal itu merasa senang. Semua orang berjalan di belakang nabi. Rasulullah saw menjawab:"Salah seorang dari mereka tidak membersihkan air kencingnya. Semua itu bukanlah tujuan bagi penempuh jalan menuju Allah (alSalik). Mereka berkata lagi :" Wahai nabi.

yakni (I). p. Kesalahan itu antara lain (i). 213. bahwa kasyaf merupakan ujian iman. p. Menurutnya mimpi para wali. p. Mimpi karena syetan memanfaatkan kegelisahan atau hayalan. Banyak para syaikh yang melakukan amal perbuatan atas dasar mimpi. kegelisahan dan dorongan nafsu yang disebut al-Ra'yun Nafsiyah. Muslim. Ibid. seakan-akan sufi itu orang ma'shum. Hal 119 120 Ibid. kecuali kabar-kabar gembira". kalau begitu sama saja dengan beranggapan bahwa syari'at yang dibawa oleh nabi saw belum sempurna. maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal. 123 Ibid. Perlu diketahui.122 Hadits lain menegaskan :"Mimpi-mimpi seorang mukmin merupakan bagian dari ke 46 dari kenabian (Hadits riwayat Bukari. Hasil kasyaf bisa menjadi tambahan atau ketetapan baru setelah al-Qur'an. didatangi) rasulullah – padahal rasul tak dapat ditiru bentuk dan rupanya oleh syetan – lalu memerintahkan untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan syari'at Islam. mungkin saja seseorang tergelincir atau menggelincirkan orang lain dengan kasyafnya. 214. Orang-orang taat total atau taqlied kepada para sufi yang mendapat kasyaf tanpa melihat dan berpedoman kepada hukum syari'at.119 Kasyaf mungkin didapat oleh orang-orang yang sedang menempuh perjalanan taqarrub kepada Allah tetapi kasyaf bukanlah aqidah baru dan bukan pula ibadah baru. 221. 123 . Masalahnya kini adalah orang sering salah tafsir tentang kasyaf. Mimpi karena pengaruh kecemasan.. adanya kasyaf memiliki dalil yang cukup.121 Mengenai mimpi Rabbani ini nabi menjelaskan "Tidak ada kenabian setelah aku.. mengigau. Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits diatas. Abu Daud dan Tirmidzi).. Menurutnya mimpi itu beragam. Mereka bertanya :"Apakah kabar gembira itu?".120 Selanjutnya Sa'id Hawa menjelaskan perihal mimpi para wali. 121 Ibid. Jadi adanya kasyaf memiliki dalil yang kuat. (ii). 122 Ibid.123 Sa'id Hawa menegaskan : Ada yang berkata bahwa jika seseorang bermimpi melihat nabi (bertemu.bahwa seseorang bisa saja mendengar sesuatu dari alam gaib apa bola benarbenar hatinya bersih. Nabi menjawab :" Mimpi yang benar". padahal mungkin saja itu bukan kasyaf tetapi istijrad. Mimpi yang berasal dari Tuhan yang disebut al-Ra'yun Rabbaniyah. (iii). dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu". (ii).

124 Hemat penulis. Alasannya sbb : Alasan pertama. 128 Ashaari Muhammad.127 Demikian juga hadits riwayat Ahmad. maka nabipun bersabda: "Itulah surat yang dapat menghindarkan dan menyelamatkan kamu dari siksa kubur". 1989. Alasan ke dua. 72. senantiasa dalam keadaan shalat". 224. Cit. 129 Ibid. Op. Akan tetapi orang-orang di dunia tidak menyadarinya. Op. Imam Abu Shaik di dalam kitab Ghaus al-Ibad menulis sebuah hadits :" Sesungguhnya sebahagian sahabat nabi telah mendirikan sebuah bangunan (kemah) diatas sebuah kuburan yang tidak diduga bahwa itu kuburan manusia. Ashaari Muhammad.itu menurut ahli fiqih termasuk katagori bid'ah". Sungai Penchala. 104. Yaqadzah wa Musyafahah : Yaqadzah wa musyafahah adalah bertemu bercakap dengan rijal al-ghaib termasuk bertemu dengan rasulullah dalam keadaan jaga (bukan mimpi) bahkan sampai mampu bercakap-cakap dengan rasulullah. Berhati-hati Membuat Tuduhan. beliau berdiri shalat di kuburannya ". p.128 Alasan Keempat. Aurad Muhammadiyah. Aurad Muhammadiyah.125 Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya tidak mati namun tetap hidup. ketika seseorang memasuki daerah pekuburan muslimin disunnatkan mengucap-kan assalamu'alaikum ya ahl al-diyar.126 Alasan ketiga.. tiba-tiba dari dalam kuburan itu terdengar ada orang yang membaca surat al-Muluk sampai selesai. 68-70 Lihat juga : Ashaari Muhammad.. 103. pendapat Sa'id Hawa tentang kasyaf memiliki dalil yang kuat dan sangat dapat difahami. p. surat Albaqarah ayat 154 : " Janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati.129 124 125 Ibid... bahkan sebenarnya mereka itu hidup tetapi kamu tidak menyadarinya". p. Kuala Lumpur.p. Lantas sahabat memberitahukan kejadian ini kepada nabi. Muslim dan Nasa-i :"Saya (Nabi) bertemu dengan Musa di Katib Ahmar. Pusat Penerangan Arqam. p. 124 .Cit. 126 Ibid 127 Ibid . di dalam kitab Zarkoni syarah Mawahib al-Ladunya Juz 5 pasal 332 terhadap hadts riwayat Baihaki dari Annas yang menyebutkan :Para nabi jidup di dalam kubur mereka.

Amalan-amalan sunnat dan larangan-larangan yang diterima oleh wali ketika dia bertemu dengan nabi baik dalam mimpi atau dalam keadaan jaga adalah sunnat untuk diamalkan. Dengan demikian tidaklah aneh jika mereka bisa ditemui.(ii). p. adalah persoalan yaqadzah wa musyafahah. Cit. maka memanglah mungkin mereka itu boleh ditemui secara jaga dan bercakap-cakap serta belajar". orang-orang Darul Arqam berpendapat bahwa orang saleh yang telah wafat sebenarnya tidak wafat tetapi masih hidup. Dan syetan tidak bisa menyerupai wajahku. 144. 130 131 Aurad. maka tidak ada pertikaian antara para ulama.131 Selanjutnya ia menerangkan. Ia mengutip dari kitab Al-Qashash al-Kubra Imam Al. 71. atau melarang sesuatu larangan atau menunjukkan sesuatu yang baik. dan nabi menyurh sesuatu perbuatan sunnah. 132 Ibid. Ashaari menegaskan : "Jadi kalau nabi-nabi itu hidup di dalam kubur dan melakukan amalan-amalan.Alasan ke lima : Hadits riwayat Imam Bukhari : “Barang siapa melihatku dalam keadaan mimpii. p. 125 . Aurad Muhammadiyah. itu termasuk sunnat untuk mengamalkannya". Op. yakni Syekh tarekat bertemu dan berbicara dengan nabi dalam keadaan jaga (buka mimpi) di tengah malam di dalam ka'bah selepas wafat nabi. Ashaari Muhammad.Sayuti yang menyatakan sbb: "Seseorang yang berjumpa dengan nabi saw baik dalam mimpi atau jaga.132 Berdasarkan itu. maka (i) seorang wali Kutub bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga dan bercakap-cakap atau Yaqazah wa musyafahah. Pada saat itulah para syaikh mendapatkan tuntunan wirid (aurad) untuk diamalkan oleh para pengikut tarekat. maka ia akan melihatku di dalam keadaan jaga. bahwa perintah dan larangan yang dihasilkan dari yaqadzah bisa dijadikan pegangan.130 Berdasarkan hadits itu. Sorotan terhadap Yaqadzah wa musyafahah Masih berkaitan dengan kasyaf..

136 Jika membenarkan adanya yaqadzah sekarang atau di dunia. sama sekali tidak disebutkan oleh hadits. 71. Melihat nabi secara khusus di akhirat secara dekat seta mendapat safaat. hadits :” Barang siapa yang bermimpi melihat aku. p. p. baik oleh hadits maudlu.p. (iii). Husain Hasai Tomai. 135 Ashaari Muhammad. 137 Ibid.134 Alasan kedua.. Masalah Berjimpa Rasulullah ketika Selepas Wafatnya. Op. 49-50. dia akan melihat aku pula dalam keadaan jaga. Dia akan bertemu nabi di akhirat sebagai membenarkan mimpinya itu. Nabi Muhammad saw bertemu dengan para nabi sewaktu Isra Mi'raj di Baitul Maqdis dan di langit dalam keadaan jaga. p. 1989.. Cit. BHD. 77. bahkan nabi menjadi imam shalat bersama-sama mereka.Yaqadzah wa musyafahah merupakan keyakinan sebahagian besar pengikut tarekat. Mereka berkeyakinan bahwa cerita tersebut adalah mutawatir dari orangorang saleh. Penrbit Pustaka Aman Press SDN. tetapi hanya karena banyaknya para ahli tarekat yang menafsirkan bahwa yaqadzah dalam hadits tersebut bertemu dalam keadaan jaga di dunia ini.p. 136 Husain Hasan Tomai. Lebih tegas lagi adalah pendapat Qadhi Syaikh Muahammad Khudar al-Syanjiti di dalam buku Musytahi al-Kharif menyatakan bahwa melihat nabi dalam keadaan mimpi memiliki dasar hadits yang sahih akan tetapi bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah). 133 Alasan yang dipakai oleh mereka adalah : Alasan pertama.135 Menurut Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits ini di dalam kitab Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa lafadz :" akan melihat aku dalam keadaan jaga" hanya mengandung tiga pengertian.137 Jadi yaqadzah atau bertenu dengan nabi dalam keadaan jaga bukan berasal dari hadits yang sharih. Cit. (ii).. Op. 77. yakni (i). Bagi orang-orang yang sezaman dengan nabi saw yang tidak sempat berhijrah tetapi bermimpi bertemu nabi saw akan berhijrah dan bertemu nabi. 59. 126 .Cit.. Adapun alasan naqli yang abash sampai saat ini belum 133 134 Husain Hasan Tomai. Aurad Muhammadiyah. Op. maukuf atau pun hadits matruk.

hadits dhaif sekalipun. maka dalam hal ini kami katakana anda telah menghayal. Oleh karena keyakinan tentang yaqadzah wa musyafahah adalah keyakinan yang bathil. Sorotan terhadap Wirid Tarekat : Pertama :" Betulkah seseorang salih bisa bertemu dengan nabi dalam keadaan jaga (yaqadzah)?". dan amalannya adalah bid’ah. Kedua : "Bagaimana jika di dalam mimpi itu. Ashaari Muhammad (Darul Arqam) 138 Sa'id Hawa. karena agama Islam sudah dianggap sempurna. Istighatsah: Berdasarkan ayat Alqur'an. Loc. sedangkan bertemu dengan nabi dalam keadaan terjaga (yaqadzah) tidak memiliki dasar. silahkan lihat kembali uaraian-uaraian terdahulu tentang kasyaf. adalah keyakinan yang batil. Kesimpulannya. Cit. pengakuan bahwa seseorang pernah bermimpi bertemu dengan nabi memberikan wirid-wirid atau amalan-amalan baru yang memang tidak ada anjuran sebelumnya. hadits dan berita-berita dari orang saleh sebagaimana disebutkan di atas.138 Dengan demikian.ditemukan. Tentang persoalan ini telah dikemukakan pada halaman 173-175 ketika penulis membahas persoalan yaqadzah. mengigau dan dilarang untuk mengikuti mimpi itu !". menegaskan :"…apabila seseorang bermimpi melihat nabi…lalu memerintahkan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan syari'at Islam. dan mimpi Rabbaniyah. Sa'id Hawa sebagaimana telah dikemukakan di depan. 127 . nabi maka itulah wajah nabi sebenarnya. Akan tetapi tidak ada satu hadits pun yang menyatakan kemungkinan-kemungkinan nabi memberikan ajaran baru atau tambahan. nabi menyampaikan sesuatu yang bersifat baru misalnya amalan-amalan atau wirid-wirid ? Untuk menjawab persoalan ini. Ditegaskan bahwa apabila seseorang bermimpi bertemu dengan nabi. bertemu dengan nabi di dalam mimpi adalah benar dan memiliki dalil yang kuat.

kalau seorang murid hendak berdoa. "Hubungan guru dengan murid itu bagaikan hubungan elektrik. 148. Ulama Islam Dalam Pandangan Islam. 57-58. Bahkan menurut sebahagian besar tarekat.p.140 Oleh karena itu mereka masih bisa berhubungan dengan para muridnya. Dalam hal ini sepanjang hasil penelitian penulis. ada hamba-hamba-Nya yang mengurung. Apabila salah seorang kamu tersesat atau butuh pertolongan sedang ia berada disuatu daerah yang tak ada seorangpun manusia. Karena berkeyakinan bahwa wali yang sudah meninggal masih bisa dimintai bantuan. 143 Ibid. “sesungguhnya bagi Allah itu ada Malaikat selain penjaga.Op.. maka hendaklah dia menyeru. akan tetapi itu tidak mungkin. 128 . 70.p. Apabila menemui kepincangan (kesulitan) di bumi yang luas.. p. Op. p.menyimpulkan bahwa para rasul. Alasan lainnya tentang istighatsah adalah sbb : Alasan Pertama : Hadits Dari Utbah ibn Ghazwan. 142 Alasan ketiga : Hadits dari Abdullah ibn Mas'ud. bahwa rasulullah saw telah bersabda : apabila terlepas binatang salah seorang di antaramu di sebuah area yang luas. maka seorang murid boleh ber-tawashul (menggunakan wali sebagai perantara) dalam berdoa.141 Jadi murid bisa saja meminta bantuan kepada para wali yang sudah meninggal dunia. ini disebut dengan istighatsah. 141 Ashaari Muhammad. tolonglah aku".Cit. tak ubahnya kipas yang dapat bergerak karena berhubungan dengan listrik". 142 Ashaari Muhammad. Aurad Muhammadiyah. Cit.. syuhada. Aurad Muhammadiyah. Op. tolonglah aku wahai hamba Allah. 149. (HR. hendaklah dia merayu. ia harus benar-benar dapat membayangkan Tuhan. dia berkata. Thabrani di dalam kitab Al-Kabir).Cit. maka ia harus dapat "menghadirkan" atau membayangkan wajah gurunya yang disebut tawajjuh.. maka hendaklah dia berkata :" Wahai hamba-hamba Allah. wahai hanbahamba Allah kurunglah olehmu. Maka bagi Allah. baik menasehati ataupun menegur manakala muridnya berbuat maksiat. Ibid.143 139 140 Ashaari Muhammad. 144. mereka pun bertugas menuliskan daun yang jatuh dari pohon. Maka sesungguhnya Allah memiliki hambahamba yang tidak dapat dilihat". Malah apabila mati gaib mereka lebih bebas lagi bergerak dan bekerja sebab tidak terikat lagi oleh benda". Alasan Kedua : Hadits dari Ibn Abbas. para wali. dan shalihin yang sudah meninggal dunia sebenarnya masih tetap hidup dan bekerja di dalam kuburnya.139 Ia menegaskan :"… maknanya mukjizat dan karamah-karamah mereka itu tidak sahaja berlaku semasa hidup mereka tetapi juga sesudah mati atau ghaib mereka... di kalangan DA tidak berlaku tawajjuh walaupun jemaah DA mengenakan emblimb bergambar Ashaari Muhammad. para nabi. p.

161. p. hadits dari Qatadah. Tafsir al-Fakhru al-Razi. 144 129 . Sorotan terhadap konsep Istighasah: Orang-orang Tarekat berkeyakinan bahwa wali dalam tingkat tertentu.144 Menurut Abi Ja'far Muhammad ibn Jarir al-Thabary dengan menguntip hadits dari Ibn Ashim. bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup. Zaid ibn Harits. serta hadits dari Muhammad ibn Ja'far dari Utsman ibn Ghiyas dari Al-Imam Muhammad al-Razi fakhruddin. dan Amir bin Bakr. Setelah penulis melakukan penelitian terhadap sejumlah kitab tafsir diperoleh data sebagai berikut : Menurut al-Razi di dalam tafsir al-Razi disebutkan bahwa asbab al-muzul ayat ini karena gugurnya 14 orang muslim di medan tempur. Jilid II. walaupun sudah mati masih bisa berhubungan batin dengan para muridnya. tetapi kamu tidal menyadarinya". Selanjutnya al-Razi menafsirkan bahwa yang dimaksud dengan hidup disini adalah hidup di dalam kubur dan mendapat nikmat. terdiri dari enam orang Muhajirin dan 8 orang Anshar. dan Haritsah ibn Suraqah. Umar bin Abi Waqas. Sorotan terhadap argumentasi yang digunakan nutuk mengabsahkan istighatsah adalah sbb : Alasan pertama : Al-Qur'an surat al-Baqarah ayat 154 : "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah (bahwa mereka itu) mati.Berdasarkan ayat Alqur'an dan hadits di atas. para sahabat berseru ": si Fulan gugr. kaum Muhajirin yang gugur antara lain Ubaidah bin Haris bin Abdil Muthallib. si fulan mati!". Ini dikenal dengan istighatsah. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mereka tidak mati namun tetap hidup. hadits dari Abdur Razaq dari Qatadah. Sedangkan dari kaum Anshar antara lain Qais ibn Abi Mundir. Dar alFikr. DA berpendapat bahwa masalah tawashul dan istighatsah tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan tidak syirik. bahkan wali tersebut bisa memberikan pertolongan manakala muridnya ada dalam kesulitan. Ketika mereka gugur.

menyatakan bahwa para syuhada itu di beri rizki dari buah-buahan syurga. sebab mereka hidup di dalam quburnya. 39. Dar al-_Fikr. 143-144.145 Abu Abdillah al-Qurthubi di dalam al-Ahkam al-Qur'an menyatakan bahwa kalau yang dimaksud hidup dan diberi rizki setelah kiamat. Mereka hidup di suatu alam yang sangat dirahasiakan oleh Allah sehingga manusia tidak dapat mengetahuinya. 1988. 148 Sayyid Quthub.149 Dari beberapa penafsiran di atas dapat diringkaskan bahwa (i). Di alam itu mereka mendapatkan rizki yakni kenikmatan alam yang luar biasa. 173. 149 Ahmad Mushtafa al-Maraghi. Jilid I. p. Dar al-Jail. Beriut. namun manusia tidak mengetahui hakikat kehidupan ini dan rizki yang diperolehnya. p. yakni diberi rizki namun bagaimana bentuk dan sifatnya wallau a'lam. Muhammad mahmud Hijazi. Beriut. 23. Yang jelas itu adalah kehidupan ruhaniyah yang tak dapat diketahui rahasianya. (ii).Ikrimah. Fi Dlill al-Qur'an. 145 130 . arwahnya agung dibandingkan dengan arwah segenap manusia.146 Senada dengan itu Muhammad Mahmud Hijazi didalam al-Tafsir al-Wadhih. Quthub pun menegaskan bahwa maksud Hidup di sini adalah hidup mulia sebagaimana dijelaskan oleh syuhada itu bagaikan burung-burung yang bertengger di syurga. Dan kita tak dapat membahasnya karena itu alam ghaib. (iii). 147 Dr. al-Wadhih. Oleh karena itu syahid tidak dimandikan karena mandi adalah membersihkan jasad padahal dia sudah lebih suci lahir batin. Tafsir al-Maraghi. p. Jilid I. 1969. alam yang ghaib. Dar al-Syaruq.148 Syaikh Ahmad Mushtafa al-Maraghi di dalam Tafsir al-Maraghi menyatakan bahwa para syuhada itu hidup di suatu alam yang berbeda dengan alam kita. Dar al-Fikr. Syahid pun tidak dikafani sebab pakaiannya menjadi saksi. 146 Abi Abdullah al-Qurthubu. Beriut. 11. Jilid I. hal itu sama saja dengan manusia biasa.147 Menurut Sayyid Quthub di dalam tafsir Fi Dlilal al-Qur'an bahwa pada hakikatnya syuhada tetap hidup tapi dalam suatu kehidupan di luar pengetahuan manusia. Jami' al-Bayan'an Ta'wiel Ayy alQur'an. menyatakan bahwa syuhada itu berbeda dengan kematian manusia biasa. p. Abi Ja'far Muhammad Ibn Jarir al-Thabary. Mereka bagaikan burung-burung. Orang yang mati di jalan Allah pada hakikatnya adalah hidup. al-Ahkam al-Qur'an. Beriut. Jilid II. p. Dar al-Fikr. Akan tetapi yang dimaksud hidup di sini adalah Mereka mati dan mereka pun hidup.

Menurut Sa'id Hawa. 150 151 Husain Hasan Tomai. 60. bahkan sebaliknya. p.151 tetapi Nashiruddin al-Bani menyatakan ini hadits sangat lemah. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar). Alasan kedua. yakni hadits yang menyatakan bahwa amal maunsia akan putus manakala ajal tiba kecuali tiga.153 Dengan demikian dasar-dasar yang menjadi rujukan istighatsah seluruhnya tertolak. apalagi bagi mereka (wali) yang matinya bukan di medan tempur. Mengenai ruh para nabi bisa shalat di dalam kubur. Al-Baihaki menyatakan bahwa kualitas hadits ini shahih.. Dari Anas ra."(Al-Hasyr : 10). Di dalam kitab Dalail Nubuwah.Op. Ibid. Sebelum mengakhiri pembahasan tentang istighatsah ini penulis kemukakan pendapat Sa'id Hawa sebagai berikut dibawah ini. berilah kami ampunan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…. Allah SWT menyuruh mukminin untuk mendoakan mereka yang telah wafat lebih. Alasan ketiga. Mesir. Menurut Sa'id Hawa. Cit.Dari beberapa kitab tafsir yang diteliti.150 Sanad hadits ini adalah dari Salman. yakni perlunya mendoakan (membantu) orang yang telah mati. al-Targhib wa al-Tarhib. sesungguhnya Rasulullah saw. 131 . 152 Ibid. berkata :"Saya telah berjumpa dengan Musa pada malam Mi'raj. Perintah mengucapkan assalamu'alikum ya ahla al-diyar ketika menziarahi kubur memang menjadi dalil bahwa manusia di dalm kubur adalah hidup dialam lain. tak ada satupun yang menafsirkan bahwa syuhada masih beribadah atau yang menafsirkan bahwa mereka masih bisa berhubungan dengan orang di dunia. mereka berdoa :"Ya Tuhan kami. Penerbit Bab I al-Halabi wa Syirkah. jadi dia bisa memberikan pertolongan. dari Khatib Banani dari Anas ibn Malik. 1922. akan tetapi tidak menjadi dalil pengabsahan istigatsah. ia sedang berdiri shalat di kuburnya". 153 Syaikh Husein. Jadi pendapat bahwa orang yang sudah wafat masih bisa dimintai bantuan belum ditemukan dasar hukumnya. Bukhari). 79. yakni amal jariyah. bukan menyuruh mereka untuk berdoa. ilmu yang dimanfaatkan serta anak yang saleh yang mendoakan (HR. p.152 Menurut hemat penulis hadits inipun bertentangan dengan hadits yang lebih kuat.

wahai hamba-hamba Allah tolonglah aku!. wahai hambahamba Allah tolonglah aku !. para syaikh. kerja mereka mencatat daun-daunan yang jatuh. 158 Ibid.p. maka hendaklah ia berkata : Wahai hamba-hamba Allah. p.. 336-337.158 Catatan Akhir : 154 155 Sa'id Hawa.155 Abu Ya'li dan Thabrani meriwayatkan di dalam al-Kabir : Dari Ibn Mas'ud r. 337. Selain diberi tugas memelihara. Maka jika salah seorang di antara kamu terperosok di padang sahara. Sesungguhnya Allah memiliki (malaikat) yang hadir di bumi. 132 .337. berserulah. maka berserulah :" Wahai hamba-hamba Allah. Op.a dari rasulullah saw. dan ia akan menangkapnya. beliau bersabda :" Jika ternak salah seorang diantara kamu lepas dari suatu daerah. Jadi tak dapat dikiaskan kepada makhluk-makhluk lain. tahankanlah (tangkaplah)".beberapa tarekat melakukan istighatsah karena didasarkan kepada hadits di bawah ini : Thabrani meriwayatkan dalam kitab al-Kabir : Dari Utbah Ibn Ghazwan diangkat kepada Rasulullah saw : Nabi bersabda : Jika seorang di antara kamu ingin minta tolong..p. 156 Ibid. dan dia berada di suatu daerah yang tidak ada manusianya. Cit. Cit. p. padahal tidak tepat dengan alasan bahwa hadits pertama adalah hadits munqathi' (terputus sanadnya). 157 Sa'id Hawa.154 Tabarri dan Bazzar meriwayatkan : Dari Ibn Abbas marfu kepada Rasulullah saw : Allah memiliki malaikat di bumi.. Op. tolonglah aku. dan para wali perlu disisihkan dari riwayat tasawuf. Sesungguhnya Allah meiliki ham ba-hamba yang tidak terlihat. Ibid.156 Hadits ini dijadikan landasan istighatsah..157 Akhirnya Sa'id Hawa menyatakan bahwa masalah istighatsah kepada orng-orang saleh. Sedangkan hadits ke tiga adalah hadits Hasan dan hanya berbicara soal melaikat. 336. Hadits ke dua dalam sanadnya terdapat nama Ma'ruf ibn Hasan ia dhaif.

Ajaran Tasawuf yang benar adalah ajaran tasawuf yang berdasarkan AlQur’an dan hadits sahih. 133 . maka cukuplah beragama dengan menggunakan Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak perlu beramal dengan amalan yang bersumber dari mimpi seorang syaikh tarekat. Jangan sekali-kali terpukau dengan ajaran tasawuf jika tidak memiliki dasar yang kuat. 2.1. Banyak sekali pokok-pokok ajaran tarekat yang batil atau bid’ah. oleh karena itu agar kita terhindar dari kekeliruan syar’I.