P. 1
TEORI PROSES MENUA

TEORI PROSES MENUA

|Views: 4|Likes:
Published by Albert Willis

More info:

Published by: Albert Willis on Apr 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2014

pdf

text

original

I Putu Gde Yudara

Proses menua adalah proses yang ditandai oleh
kegagalan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan fungsi normal system-sistem dalam tubuh terhadap stress lingkungan. Menua bukan suatu penyakit sehingga tidak ada obatnya. Yang penting

dalam menghadapi proses menua adalah
mempertahankan kualitas hidup.

Jika proses menua mulai berlangsung, di
dalam tubuh juga mulai terjadi perubahan-perubahan
yang merupakan proses degeneratif atau penurunan. Misalnya sel-sel mengecil atau komposisi sel pembentukan jaringan ikat baru menggantikan sel-sel yang menghilang dengan akibat timbulnya

kemunduran fungsi organ-organ tubuh.

TEORI – TEORI PROSES MENUA

1. Teori Biologis 2. Teori Sosial 3. Teori Psikologi

A. Teori Biologis Proses penuaan merupakan proses secara berangsur yang mengakibatkan perubahan secara komulatif dan merupakan perubahan serta berakhir dengan kematian. 1. Teori Instrinsik Teori ini berati perubahan yang berkaitan dengan usia timbul akibat penyebab dalam diri sendiri. 2. Teori Ekstrinsik Teori ini menjelaskan bahwa perubahan yang terjadi diakibatkan pengaruh lingkungan.

Teori lain menyatakan bahwa teori biologis dapat dibagi menjadi : 1. Teori Genetik Clock Teori tersebut menyatakan bahwa menua telah terprogram secara genetik untuk species – species tertentu. Tiap species mempunyai didalam nuklei ( inti selnya )suatu jam genetik yang telah diputar menurut suatu replikasi tertentu. Konsep ini didukung kenyataan bahwa ini merupakan cara menerangkan mengapa pada beberapa species terlihat adanya perbedaan harapan hidup yang nyata.

2. Teori Mutasi Somatik ( teori error catastrophe )  Menurut teori ini faktor lingkungan yang menyebabkan mutasi somatik . sebagai contoh diketahui bahwa radiasi dan zat kimia dapat memperpendek umur sebaliknya menghindarinya dapat memperpanjang umur.menurut teori ini terjadinya mutasi yang progresif pada DNA sel somatik, akan menyebabkan terjadinya penurunan kemampuan fungsi sel tersebut.

3. Teori Auto imun Dalam proses metabolisme tubuh , suatu saat diproduksi oleh zat khusus. Ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut, sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit. 4. Teori Radikal Bebas Radikal bebas dapat dibentuk di alam bebas. Tidak stabilnya radikal bebas mengakibatkan oksigenasi bahan - bahan organik seperti KH dan protein.radikal ini menyebabkan sel – sel tidak dapat beregenerasi.

2. Teori Sosial
 Salah satu teori sosial yang berkenaan dengan proses

penuaan adalah teori pembebasan ( disengagement teori ). Teori tersebut menerangkan bahwa dengan berubahnya usia seseorang secara berangsur – angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lansia menurun, baik secara kualitatif maupun kuantitasnya sehingga sering terjadi kehilangan ganda yaitu :  kehilangan peran  hambatan kontak fisik  berkurangnya komitmen

3. Teori Psikologi
 Teori tugas perkembangan :

Menurut Hangskerst, ( 1992 ) bahwa setiap individu harus memperhatikan tugas perkembangan yang spesifik pada tiap tahap kehidupan yang akan memberikan perasaan bahagia dan sukses. Tugas perkembangan yang spesifik ini tergantung pada maturasi fisik, penghargaan kultural masyarakat dan nilai serta aspirasi individu.

Focus Assesment 1. Fisik / biologis A. Wawancara riwayat kesehatan  Pandangan lansia tentang kesehatannya  Kegiatan yang mampu dilakukan lansia  Kekuatan fisik lansia ( otot ,sendi , pendengaran dan penglihatan).

 Kebiasaan lansia merawat diri sendiri .  Kebiasaan makan , minum , istirahat /tidur ,BAB /

BAK .  Kebiasaan gerak badan / olah raga .  Perubahan – perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan .  Kebiasaan lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan minum obat .  Masalah – masalah seksual yang dirasakan .

B. Pemeriksaan fisik  Sistem intergumen / kulit  Muskuluskleta  Respirasi  Kardiovaskuler  Perkemihan  Persyarafan  Fungsi sensorik ( penglihatan , pendengaran, pengecapan dan penciuman ).

2. Psikologis
a. Dilakukan saat berkomunikasi untuk melihat fungsi kognitif termasuk daya ingat, proses fikir

b. Perlu dikaji alam perasaan, orientasi terhadap realitas, kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

c. Perubahan umum yang terjadi :
 ~ Penurunan daya ingat  ~ Proses pikir lambat  ~ Adanya perasaan sedih  ~ Merasakan kurang perhatian

d. Hal hal yang perlu dikaji meliputi
 Apakah mengenal masalah masalah

utamanya  Apakah optimas mengandung sesuatu dalam kegiatan  Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan  Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak  Bagaimana mengatasi , masalah atas stress yang dialami

 Apakah mudah untuk menyesuaikan diri
 Apakah usila mampu untuk menyesuikan

diri  Apakah usila dapat menggali kegagalan  Apakah harapan seseorang dan dimasa yang akan datang, dll.

3. Sosial ekonomi
Hal hal yang perlu dikaji ,antara lain :  Kesibukan lansia dalam mengisi waktu luang .  Sumber keuangan .  Dengan siapa yang ia tinggal .  Kegiatan organisasi sosial yang diikuti  Pandangan lansia terhadap lingkungannya  Berapa sering lansia berhubungan dengan orang lain diluar rumah  Siapa saja yang bisa mengunjunginya  Seberapa besar ketergantungannya  Apakah dapat menyalurkan hobi atau keinginan dengan fasilitas yang ada

4. Spiritual
 Keyakinan agama yang dimiliki dan sejauh mana

keyakinan tersebut dapat diterapkan.  Hal – hal yang perlu dikaji antara lain 1. Kegiatan ibadah setiap hari 2. Kegiatan keagamaan 3. Cara menyelesaikan masalah

Masalah / Diagnosa Keperawatan 1. Fisik / Biologis  Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh s.d. intake yang tidak adekuat)  Gangguan persepsi s.d. gangguan pendengaran/penglihatan.  kurangnya perawtan diri s.d. menurunnya minat dalam merawat diri.  resiko cidera fisik (jatuh) s.d. penyesuaian terhadap penurunan fungsi tubuh tidak adekuat.

 perubahan pola eliminasi s.d. pola makan

yang tidak efektif.  gangguan pola tidur s.d. kecemasan atau nyeri.  gangguan pola nafas s.d. penyempitan jalan nafas.  gangguan mobilisasi s.d. kek sendi.

2. Spiritual
 reaksi berkabung / berduka s.d. ditinggal pasangan.  penolakan terhadap proses penuaan s.d. ketidaksiapan menghadapi kematian.  marah terhadap Tuhan s.d. kegagalan yang dialami.

 perasaan tidak tenang s.d. ketidakmampuan melakukan ibadah secara tidak tepat.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->