Anatomi dan fisiologi tenggorokan 2.3.

1 Anatomi Tenggorokan8 Tenggorokan merupakan bagian dari leher depan dan kolumna vertebra, terdiri dari faring dan laring. Bagian terpenting dari tenggorokan adalah epiglottis, ini menutup jika ada makanan dan minuman yang lewat dan menuju esophagus. Rongga mulut dan faring dibagi menjadi beberapa bagian. Rongga mulut terletak di depan batas bebas palatum mole, arkus faringeus anterior dan dasar lidah. Bibir dan pipi terutama disusun oleh sebagian besar otot orbikularis oris yang dipersarafi oleh nervus fasialis. Vermilion berwarna merah karena ditutupi lapisan sel skuamosa. Ruangan diantara mukosa pipi bagian dalam dan gigi adalah vestibulum oris. Palatum dibentuk oleh dua bagian: premaksila yang berisi gigi seri dan berasal prosesusnasalis media, dan palatum posterior baik palatum durum dan palatum mole, dibentuk olehgabungan dari prosesus palatum, oleh karena itu, celah palatum terdapat garis tengah belakang tetapi dapat terjadi kearah maksila depan. Lidah dibentuk dari beberapa tonjolan epitel didasar mulut. Lidah bagian depan terutamaberasal dari daerah brankial pertama dan dipersarafi oleh nervus lingualis dengan cabang kordatimpani dari saraf fasialis yang mempersarafi cita rasa dan sekresi kelenjar submandibula. Saraf glosofaringeus mempersarafi rasa dari sepertiga lidah bagian belakang. Otot lidah berasal dari miotom posbrankial yang bermigrasi sepanjang duktus tiroglosus ke leher. Kelenjar liur tumbuh sebagai kantong dari epitel mulut yang terletak dekat sebelah depan saraf-saraf penting. Duktus sub mandibularis dilalui oleh saraf lingualis. Saraf fasialis melekat pada kelenjar parotis. Faring bagian dari leher dan tenggorokan bagian belakang mulut. Faring adalah suatu kantong fibromuskuler yang bentuknya seperti corong, yang besar di bagian atas dan sempit dibagian bawah. Kantong ini mulai dari dasar tengkorak terus menyambung ke esophagus setinggivertebra servikalis ke enam. Ke atas, faring berhubungan dengan rongga hidung melalui koana,ke depan berhubungan dengan rongga mulut melalui isthmus orofaring, sedangkan dengan laring dibawah berhubungan melalui aditus laring dan kebawah berhubungan dengan esophagus.Panjang dinding posterior faring pada orang dewasa kurang lebih empat belas centimeter; bagian ini merupakan bagian dinding faring yang terpanjang. Dinding faring dibentuk oleh selaput lender, fasia faringobasiler, pembungkus otot dan

arcus faring anterior disusun oleh otot palatoglossus. Disamping. Yang utama berasal daricabang a.3 Kelenjar Getah Bening8 Aliran limfe dari dinding faring dapat melalui 3 saluran yaitu superior. dan vertebra servikalis lain. 2. 2. merupakan otot yang menegangkan palatum dan membuka tuba eustachius masuk ke faring melalui ruangan ini.glossofaringeus. adenoid terletak pada mukosa atap nasofaring.1. dan dibelakang dari arkus faring posterior disusun oleh otot palatofaringeus.media dan inferior. Superior. 2.1 Vaskularisasi.1. Cabang faring dari n. Didepan tonsila. orofaring. Dari pleksus faring yang ekstensif ini keluar untuk otot-otot faring kecuali m.maksilaris interna yakni cabang palatine superior. Faring terbagi atas nasofaring.3. Pada mukosa dinding belakang faring terdapat dasar tulang oksiput inferior.2 Persarafan8 Persarafan motorik dan sensorik daerah faring berasal dari pleksus faring yang ekstensif. cabang dari n. Karotis ekstern serta dari cabang a. Saluran limfe superior mengalir ke kelenjar getah bening retrofaring dan kelenjar getah bening servikal dalam atas. muara tuba eustachius kartilaginosa terdapat didepan lekukan yangdisebut fosa rosenmuller. sedangkan saluran limfe inferior mengalir ke kelenjar getah bening servikal dalam bawah. Saluran limfe media mengalir ke kelenjar getah bening jugulodigastrik dan kelenjar getah bening servikal dalam atas.glosofaringeus dan serabut simpatis.3.sebagian fasia bukofaringeal. Tonsila faringeal dalamkapsulnya terletak pada mukosa pada dinding lateral rongga mulut.stilofaringeus yang dipersarafi langsung oleh cabang n. Pleksus ini dibentuk oleh cabang dari n.vagus berisi serabut motorik.vagus. . otot-otot ini membantu menutupnya orofaring bagian posterior. Semua dipersarafi oleh pleksus faringeus.1.8 Berasal dari beberapa sumber dan kadang-kadang tidak beraturan. kemudianbagian depan tulang atas dan sumbu badan. Otot tensor velipalatini.3. dan laringofaring (hipofaring). Orofaring kearah depan berhubungan dengan rongga mulut. Nasofaring membuka kearah depan hidung melalui koana posterior.

Nasofaring Berhubungan erat dengan beberapa struktur penting misalnya adenoid.1.11. abses retrofaring. Dinding Posterior Faring Secara klinik dinding posterior faring penting karena ikut terlibat pada radang akut atau radang kronik faring. tonsil palatina fosa tonsil serta arkus faring anterior dan posterior.1. Fosa tonsil . suatu refleksi mukosa faring diatas penonjolan kartilago tuba eustachius.9 a. Gangguan otot posterior faring bersama-sama dengan otot palatum mole berhubungan dengan gangguan n.3.4. konka foramen jugulare. jaringan limfoid pada dinding lareral faring dengan resessus faring yang disebut fosa rosenmuller.3. serta gangguan otot bagian tersebut.vagus. Anatomi faring dan struktur sekitarnya 2. torus tubarius.Berdasarkan letak. uvula.5 Orofaring Disebut juga mesofaring dengan batas atasnya adalah palatum mole. yang merupakan invaginasi struktur embrional hipofisis serebri. 9 Gambar 2. yang dilalui oleh nervus glosofaring. nervus vagus dan nervus asesorius spinal saraf kranial dan vena jugularis interna bagian petrosus os. tonsil lingual dan foramen sekum. kantong rathke.tempolaris dan foramen laserum dan muara tuba eustachius. batas bawahnya adalah tepi atas epiglotis kedepan adalah rongga mulut sedangkan kebelakang adalah vertebra servikal. faring dibagi atas: 2. Struktur yang terdapat dirongga orofaring adalah dinding posterior faring.9 b.

9 Tonsil lingual terletak di dasar lidah dan dibagi menjadi dua oleh ligamentum glosoepiglotika. yaitu sudut yang terbentuk oleh papila sirkumvalata. di sebelah anterior massa ini terdapat foramen sekum pada apeks.9 2.faring ascendens dan a.1.9 c. bakteri dan sisa makanan.Fosa tonsil dibatasi oleh arkus faring anterior dan posterior. Fosa ini berisi jaringan ikat jarang dan biasanya merupakan tempat nanah memecah ke luar bila terjadi abses.3. Tonsil Tonsil adalah massa yang terdiri dari jaringan limfoid dan ditunjang oleh jaringan ikat dengan kriptus didalamnya.9 Permukaan medial tonsil bentuknya beraneka ragam dan mempunyai celah yang disebut kriptus. tonsil palatina dan tonsil lingual yang ketiga-tiganya membentuk lingkaran yang disebut cincin waldeyer.9 Permukaan lateral tonsil melekat pada fasia faring yang sering juga disebut kapsul tonsil. Kapsul ini tidak melekat erat pada otot faring. Di dalam kriptus biasanya biasanya ditemukan leukosit. cabang tonsil a.palatina ascendens.9 Terdapat macam tonsil yaitu tonsil faringal (adenoid). Epitel yang melapisi tonsil ialah epitel skuamosa yang juga meliputi kriptus. Pada kutub atas tonsil seringkali ditemukan celah intratonsil yang merupakan sisa kantong faring yang kedua. Tonsil palatina yang biasanya disebut tonsil saja terletak di dalam fosa tonsil.Tonsil mendapat darah dari a. Di garis tengah. epitel yang terlepas. Fosa tonsil diliputi oleh fasia yang merupakan bagian dari fasia bukofaring dan disebu kapsul yang sebenarbenarnya bukan merupakan kapsul yang sebena-benarnya. sehingga mudah dilakukan diseksi pada tonsilektomi.lingualis dorsal.9 Infeksi dapat terjadi di antara kapsul tonsila dan ruangan sekitar jaringan dan dapat meluas keatas pada dasar palatum mole sebagai abses peritonsilar.6 Laringofaring (hipofaring)9 . Tempat ini kadang-kadang menunjukkan penjalaran duktus tiroglosus dan secara klinik merupakan tempat penting bila ada massa tiroid lingual (lingual thyroid) atau kista duktus tiroglosus. a. Batas lateralnya adalah m. a. limfosit. Kutub bawah tonsil biasanya melekat pada dasar lidah.maksila eksterna. Pada batas atas yang disebut kutub atas (upper pole) terdapat suatu ruang kecil yang dinamakan fossa supratonsil.palatina minor.konstriktor faring superior.

Bila laringofaring diperiksa dengan kaca tenggorok pada pemeriksaan laring tidak langsung atau dengan laringoskop pada pemeriksaan laring langsung.2 Fisiologi Tenggorokan Fungsi faring yang terutama ialah untuk respirasi.Batas laringofaring disebelah superior adalah tepi atas yaitu dibawah valekula epiglotis berfungsi untuk melindungi glotis ketika menelan minuman atau bolus makanan pada saat bolus tersebut menuju ke sinus piriformis (muara glotis bagian medial dan lateral terdapat ruangan) dan ke esofagus.2 Nervus laring superior berjalan dibawah dasar sinus piriformis pada tiap sisi laringofaring. Elevasi lidah dan palatum mole mendorong bolus ke orofaring. sebab pada beberapa orang. Dalam perkembangannya. Sinus piriformis terletak di antara lipatan ariepiglotika dan kartilago tiroid. Epiglotis berfungsi juga untuk melindungi (proteksi) glotis ketika menelan minuman atau bolus makanan. Langkah yang sebenarnya adalah: pengunyahan makanan dilakukan pada sepertiga tengah lidah. Valekula disebut juga ³ kantong pil´ ( pill pockets). nervus laring superior berjalan dibawah dasar sinus piriformis pada tiap sisi laringofaring. Lebih ke bawah lagi terdapat otot-otot dari lamina krikoid dan di bawahnya terdapat muara esofagus. Dibawah valekula terdapat epiglotis. resonasi suara dan untuk artikulasi. Otot supra hiod berkontraksi. waktu menelan. Pada bayi epiglotis ini berbentuk omega dan perkembangannya akan lebih melebar. batas inferior adalah esofagus serta batas posterior adalah vertebra servikal.3. Pertama gerakan makanan dari mulut ke faring secara volunter. epiglotis ini dapat menjadi demikian lebar dan tipisnya sehingga pada pemeriksaan laringoskopi tidak langsung tampak menutupi pita suara. maka struktur pertama yang tampak di bawah dasar lidah ialah valekula. Tahap kedua. elevasi tulang .8  Proses menelan Proses penelanan dibagi menjadi tiga tahap. Bagian ini merupakan dua buah cekungan yang dibentuk oleh ligamentum glosoepiglotika medial dan ligamentum glosoepiglotika lateral pada tiap sisi. meskipun kadang-kadang bentuk infantil (bentuk omega) ini tetap sampai dewasa. Batas anteriornya adalah laring. kadang-kadang bila menelan pil akan tersangkut disitu. 2. pada saat bolus tersebut menuju ke sinus piriformis dan ke esofagus. Hal ini penting untuk diketahui pada pemberian anestesia lokal di faring dan laring pada tindakan laringoskopi langsung. keduanya secara involunter. jalannya bolus melalui esofagus. transport makanan melalui faring dan tahap ketiga.

kemudian m.9  Proses Berbicara Pada saat berbicara dan menelan terjadi gerakan terpadu dari otot-otot palatum dan faring.9 Ada yang berpendapat bahwa tonjolan Passavant ini menetap pada periode fonasi. Pada gerakan penutupan nasofaring m.levator veli palatine bersama-sama m. Gerakan yang kuat dari lidah bagian belakang akan mendorong makanan kebawah melalui orofaring.9 . Jarak yang tersisa ini diisi oleh tonjolan (fold of) Passavant pada dinding belakang faring yang terjadi akibat 2 macam mekanisme.konstriktor faring superior.konstriktor faring superior. Gerakan ini antara lain berupa pendekatan palatum mole kearah dinding belakang faring. yaitu pengangkatan faring sebagai hasil gerakan m. Gerakan penutupan ini terjadi sangat cepat dan melibatkan mula-mula m. Peristaltik dibantu oleh gaya berat. Mungkin kedua gerakan ini bekerja tidak pada waktu bersamaan. Bolus dibawa melalui introitus esofagus ketika otot konstriktor faringis inferior berkontraksi dan otot krikofaringeus berelaksasi.salpingofaring dan m. gerakan dibantu oleh kontraksi otot konstriktor faringis media dan superior.salpingofaring) oleh kontraksi aktif m.hioid dan laring intrinsik berkontraksi dalam gerakan seperti sfingter untuk mencegah aspirasi. menggerakkan makanan melalui esofagus dan masuk ke lambung. tetapi ada pula pendapat yang mengatakan tonjolan ini timbul dan hilang secara cepat bersamaan dengan gerakan palatum.levator veli palatini menarik palatum mole ke atas belakang hampir mengenai dinding posterior faring.palatofaring (bersama m.palatofaring.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful