P. 1
66262423-5-Aspek-Perkembangan-Anak

66262423-5-Aspek-Perkembangan-Anak

|Views: 32|Likes:
Published by Muhammad Zam Zam
aspek perkembangan anak
aspek perkembangan anak

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Muhammad Zam Zam on Apr 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/01/2013

pdf

text

original

(http://edukasi.kompasiana.

com/2010/10/25/perkembangan-fisikdan-perseptual-anak-sd/)

Perkembangan fisik dan perseptual anak SD
1. a. Perkembangan Fisik

Anak sekolah dasar umumnya berusia 6-12 tahun. Secara fisik, anak SD memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dengan kondisi fisik sebelum dan sesudanya. 1. Tinggi dan berat badan Pertumbuhan fisik anak pada usia SD cenderung lebih lambat dan konsisten bila dibandingkan dengan masa usia dini. Rata-rata anak usia SD mengalami penambahan berat badan sekitar 2,5-3,5 kg, dan penambahan tinggi badan 5-7 cm pertahhun ( F.A Hadis 1996) 2. Proporsi dan bentuk tubuh Anak SD kelas-kelas awal umumnya memiliki proporsi tubuh yang kurang seimbang. Kekurangseimbangan ini sedikit demi sedikit mulai berkurang sampai terlihat perbedaannya ketika anak mencapai kelas 5 atau 6. Pada kelas akhir lazimnya proporsi tubuh anak sudah mendekati seimbang. Berdasarkan tipologi Sheldon ( Hurlock 1980 ) ada tiga kemungkinan bentuk primer tubuh anak SD yaitu : • Endomorph yakni yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. • Mesomorph yang kelihatannya kokoh, kuat dan lebih kekar • Ectomorph yang tampak jangkung, dada pipih, lemak dan seperti tak berotot 3. Otak

Bila dibandingkan dengan pertumbuhan bagian tubuh lain, pertumbuhan otak dan kepala jauh lebih cepat. Menurut Santrock dan Yussen, sebagian besar pertumbuhan otak terjadi pada usia dini. Menjelang umur lima tahun, ukuran otak anak mencapai 90% dari ukuran otak dewasa. Kematangan otak yang dikombinasikan dengan pengalaman berinteraksi dengan lingkungan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kognisi anak. 4. Keterampilan motorik Pada usia sekolah perkembangan motorik anak lebih halus, lebih sempurna dan terokkordinasi dengan baik seiring dengan bertambahnya berat dan kekuatan badan anak. Pada saat berusia sekitar 10-11 tahun, ank lazimnya sudah mampu melakukan berbagai jenis kegiatan olahraga. Dalam keterampilan motorik kasar yang melibatkan aktivitas otot besar, anak laki-laki memiliiki kemampuan yang lebih baik daripada anak perempuan, karena jumlah sel otot anak laki-laki lebih banyak daripada sel otot anak perempuan. Untuk memperhalus ketrampilan motorik mereka, anak-anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang kadang-kadang dalam bentuk permainan yang informal, permainan yang diatur sendiri oleh anak. Anak usia sekolah mengembangkan kemampuan untuk melakukan game dengan peraturan, sebab mereka sudah dapat memahami dan menaati aturan dari suatu permainan. Dalam waktu yang sama anak mengalami peningkatan dalam koordinasi dan pemilihan waktu yang tepat dalam melakukan berbagai aktivitas tersebut. b. Perkembangan Perseptual Aktivitas perceptual pada dasarnya merupakan proses pengenalan individu terhadap lingkungannya. Ada tiga proses aktivitas perceptual yang perlu dipahami yakni: • Sensasi adalah peristiwa penerimaan informasi oleh indra penerima.

• Persepsi adalah interpretasi terhadap informasi yang ditangkap oleh indra penerima. • Atensi, mengacu kepada selektifitas persepsi. Dengan attensi kesdran seseorang bisa hanya tertuju pada satu objek dengan mengabaiikan objek lainnya. Pada usia anak sekolah dasar, seringkali tampak bahwa anak yang mengungguli temannya dalam perkembangan mental biasanya secara fisik juga lebih besar, lebih kuat, lebih matang dari rata-rata. Anak itu biasanya tampil sebagai pemimpin alami. Anak yang secara fisik lebih unggul juga cenderung menujukan keuggulan mental. Anak usia SD memiliki karakteristik yang berbeda dengan anak-anak yang usianya lebih muda, ia senang bermain, bergerak, senang bekerja dalam kelompok dan senang melakukan sesuatu secara langsung. Oleh sebab itu guru hendaknya mengembangkan pelajaran yang mengandung unsure permainan, mengusahakan siswa berpidah atau bergerak, bekerja atau belajar dalam kelompok serta memberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pembelajaran.

Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lain. perlakuan orang tua terhadap anak. kebiasaan hidup dan lain-lain. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak. misalnya bertalian dengan kesehatan penglihatan (mata). dan lain-lain. 2. kurang berdaya dan tidak aktif. sekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama. lingkungan. 4. 3. kebugaran jasmani. bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. gigi. Akibat terganggunya perkembangan intelektual . Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan yang menyolok. Nutrisi dan kesehatan amat mempengaruhi perkembangan fisik anak. antara lain kebutuhan gizi.KARAKTERISTIK ANAK USIA SD Pertumbuhan Fisik atau Jasmani 1. lingkungan yang menunjang. perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. panas. Sebaliknya anak yang memperoleh makanan yang bergizi. pergaulan dan pembinaan orang tua. Orang tua harus selalu memperhatikan berbagai macam penyakit yang sering kali diderita anak. Perkembangan Intelektual dan Emosional 1. Oleh karena itu orang tua selalu memperhatikan kebutuhan utama anak. kesehatan dan kebugaran jasmani yang dapat dilakukan setiap hari sekalipun sederhana. Hal ini antara lain disebabkan perbedaan gizi. Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. antara lain kesehatan gizi. Perkembangan intelektual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama.

Perlakuan saudara serumah (kakak-adik). frustasi dan ketidakhadiran orang tua. budaya. etnik dan bangsa. Perkembangan emosional berbeda satu sama lain karena adanya perbedaan jenis kelamin. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras. 2. sering kali mendapat marah bahkan sampai menderita siksaan jasmani. Misalnya sangat dimanjakan. Namun sering kali juga adanya tindakan orang tua yang sering kali tidak dapat mempengaruhi perkembangan emosional anak. Akan tetapi sikap orang tua yang sangat keras. 6. usia. lingkungan. keamanan dan kekacauan yang sering kali timbul. 4. suka menekan dan selalu menghukum anak sekalipun anak membuat kesalahan sepele juga dapat mempengaruhi keseimbangan emosional anak. biasanya orang tua berkonsultasi dengan para ahli. 5. tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya. psikiatri. terlalu banyak larangan karena terlalu mencintai anaknya. Dalam mengatasi berbagai masalah yang sering kali dihadapi oleh orang tua dan anak. Sedangkan dari pihak orang tua yang menyebabkan stres pada anak biasanya kurang perhatian orang tua. anak disuruh melakukan . rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumnya oleh anak yang sedang tumbuh. Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan. Dengan berkonsultasi tersebut orang tua akan dapat melakukan pembinaan anak dengan sebaik mungkin dan dapat menghindarkan segala sesuatu yang dapat merugikan bahkan memperlambat perkembangan mental dan emosional anak. keadaan ekonomi orang tua. Stres juga dapat disebabkan oleh penyakit. psikolog dan sebagainya. misalnya dokter anak.tersebut anak kurang dapat berpikir operasional. pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. 3. orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak.

(f) untuk mempengaruhi perilaku orang lain. (d) kesempatan berlatih. yaitu: (a) anak cengeng. Kepada orang tua sangat dianjurkan bahwa selain memberikan bimbingan juga harus mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam masyarakat dengan tepat. (b) kesiapan mental. (c) sebagai alat untuk membina hubungan sosial. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. (e) motivasi untuk belajar dan berlatih dan (f) bimbingan dari orang tua. Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal. mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada ajak apabila berbuat atau berperilaku yang positif. (e) untuk dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan orang lain. (b) sebagai alat untuk menarik orang lain. (b) anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain. dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak. . Perkembangan Bahasa Bahasa telah berkembang sejak anak berusia 4 – 5 bulan. Yaitu: (a) kematangan alat berbicara. penerimaan lingkungan serta berbagai pengalaman yang bersifat positif selama anak melakukan berbagai aktivitas dalam masyarakat. Fungsi dan tujuan berbicara antara lain: (a) sebagai pemuas kebutuhan.sesuatu di luar kesanggupannya menyesuaikan diri dengan lingkungan. Di samping adanya berbagai dukungan tersebut juga terdapat gangguan perkembangan berbicara bagi anak. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orang tua membimbing anaknya. Perkembangan Moral. (d) sebagai alat untuk mengevaluasi diri sendiri. (c) adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak. dan Sikap 1. Sosial.

5. Fungsi hukuman yang diberikan kepada anak adalah: (a) fungsi restruktif. Fungsi hadiah bagi anak. (c) sebagai penguat motivasi. (e) harus disertai alasan. (b) fungsi pendidikan. yaitu yang berupa materiil dan non materiil. 4. . (c) memperkuat perilaku dan (d) memberikan dorongan agar anak berbuat lebih baik lagi. (d) impresional artinya tidak ditujukan kepada pribadi anak melainkan kepada perbuatannya. Hadiah tersebut diberikan dengan maksud agar pada kemudian hari anak berperilaku lebih positif dan dapat diterima dalam masyarakat luas. Syarat pemberian hukuman adalah: (a) segera diberikan. (g) diberikan pada tempat dan waktu yang tepat. (c) konstruktif. (b) memberikan motivasi kepada anak. (b) konsisten. 3. (f) sebagai alat kontrol diri. antara lain: (a) memiliki nilai pendidikan.2. Terdapat bermacam hadiah yang sering kali diberikan kepada anak.

maka makin kompleks lah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. anak memiliki pengetahuan melalui operasi benda-benda konkrit.PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK SD Anak usia SD masih memasuki tahap perkembangan yang sangat pesat. Berbagai otot dan tulang mengalami penguatan sehingga anak cenderung aktif dalam melakukan kegiatan fisik seperti bergerak. Ketika anak-anak beradaptasi dengan lingkungan. mereka menambah informasi baru tentang pengalaman mereka . Secara kognitif. dan tidak pernah diam di tempat. Perkembangan kognitif anak SD dalam fase operasional konkrit (6-12 tahun). akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. Dengan makin bertambahnya umur seseorang. Menurut Peaget (dalam Sanrock (1995:308) perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. Piaget menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif untuk itu perlu perlakuan dan dukungan yang berbeda. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. Pembelajaran dengan menggunakan referensi benda konkrit sangat membantu anak memahami simbol-simbol abstrak. pemikiran anak SD sedang mengalami pertumbuhan sangat cepat. perkembangan intelektual anak sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Sanrock tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. berlari.

tentang konteks yang cepat. saat anak-anak pada usia ini berbicara secara lancar. tetapi tampaknya kemungkinan anak-anak menarik apa yang mereka tahu tentang aturan untuk membentuk kata-kata. yang kurang kongkret. dapat dimengerti dan benar menurut tata bahasa. Ada dua proses yang memungkinkan perubahan ini. kata depan. anak-anak tampaknya membentuk hipotesis yang cepat mengenai arti kata dan menyimpannya dalam ingatan. yang memungkinkan mereka untuk menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam percakapan. Mereka berbicara dalam kalimat yang lebih panjang dan lebih rumit. Ahli bahasa tidak yakin bagaimana pemetaan secara cepat terjadi. tentang kata-kata yang sama. kemampuan bicara anak-anak menjadi sangat mirip dengan orang dewasa. Bagaimana anak-anak memperluas tata bahasa mereka dengan begitu cepat? Sebenarnya mereka melakukannya dengan pemetaan secara cepat. mereka harus menguasai beberapa poin bahasa. Mereka menggunakan kalimat kompleks dan susunan dan dapat menangani semua bagian pembicaraan. dan tentang subyek yang dibahas.yang mengharuskan mereka memperbesar kategori yang ada atau membuat kategori baru. Mereka menggunakan lebih banyak kata hubung. Masih lagi. Pada basis konteks tersebut. dan artikel. Pada usia 5 hingga 7 tahun. Asimilasi merupakan proses kognitif yang menggabungkan informasi dari lingkungan ke dalam skemata . Nama-nama obyek (kata benda) tampaknya lebih mudah untuk dipetakan secara cepat dibandingkan dengan nama-nama tindakan (kata kerja).

mereka mengubah gambaran mereka tentang dunia berdasarkan informasi baru. 3) Suka memperhatikan sesuatu lebih lama. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan. lalu ingin merubah tempatnya. 5) Memperhatikan objek sebagai hal yang tetap. 4) Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu. 2) Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara. b) Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun) . Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1) Melihat dirinya sendiri sebagai mahkluk yang berbeda dengan objek di sekitarnya. akomodasi adalah proses kognitif yang mengubah skemata yang ada atau membuat skemata baru untuk menyesuaikan dengan lingkungan. dan dilakukan langkah demi langkah. Melalui asimilasi. a) Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. melalui akomodasi. anak-anak menambahkan informasi baru ke dalam gambaran mereka tentang dunia.yang ada. Sebaliknya.

. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek. dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif Tahap itu dibagi menjadi dua. Tahap intuitif (umur 4-8 tahun). tetapi kurang disadarinya.Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya. yaitu pemikiran simbolis dan pemikiran intuitif. termasuk kriteria yang benar. anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstraks. 3) Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda. 5) Dapat menyusun benda-benda secara berderet. Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami objek. walaupun masih sangat sederhana. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Self counter nya sangat menonjol. tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan. Preoperasional (umur 2-4 tahun). 4) Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. 2) Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok.

c) Karakteristik Tahap Operasional konkret (umur 7/8 – 11/ 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. Dia mengerti terhadap sejumlah objek yang teratur dan cara mengelompokkannya. Anak memahami bahwa jumlah objek adalah tetap sama meskipun objek itu dikelompokkan dengan cara yang berbeda. Karakteristik tahap operasional konkret : 1) Sistem kekekalan 2) Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh 3) Melihat dari berbagai segi 4) Seriasi 5) Klasifikasi 6) Bilangan . dan kekekalan volume pada usia 7 tahun. kekekalan berat pada usia 6 tahun. Anak kekekalan masa pada usia 5 tahun.2) Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal hal yang lebih kompleks. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan. 4) Anak mampu memperoleh prinsip-prinsip secara benar. 3) Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide.

dengan kemampuan menarik kesimpulan. waktu dan kecepatan 8) Kausalitas 9) Probabilitas 10) Penalaran 11) Egosentrisme dan sosialisme d) Tahap operasional formal (umur 11/12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. kalimatnya sederhana. Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1) Bekerja secara efektif dan sistematis 2) Menganalisis secara kombinasi 3) Berpikir secara proporsional 4) Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi. Model berpikir ilmiah sudah mulai dimiliki anak. Materi pembelajaran sebaiknya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh anak. lugas. Kalau perlu materi disertai gambar dan ilustrasi menarik dan menyenangkan.7) Ruang. menafsirkan dan mengembangkan hipotesa. Unsur problematik dalam materi juga akan . dan jelas.

tetapi menantang penalaran kritis anak.terutama fisik mereka. Ketidaksetimbangan biasanya menimbulkan kebingungan dan pergolakan. dan juga cara berfikir mereka. . Dengan demikian materi yang dikembangkan disesuaikan dengan pekermbangan dan kebutuhan anak.com/2009/05/perkembangan-kognitif-anak-sd. perasaan yang mendorong anak-anak untuk mendapatkan kesetimbangan. mulai dari teman sebaya mereka maupun orang lain. Supaya memiliki kebermaknaan pada anak.html? zx=3eba01130f0206b6) Perkembangan Kognitif Anak Usia SD Memang anak di usia SD perkembangannya sangat pesat. tetapi biasanya anak usia SD berpikirnya yang logis2 atau yang dapat mereka terima dengan indra mereka. atau konflik kognitif. yakni keseimbangan yang menyenangkan dengan lingkungan. materi diangkat dari realitas kehidupan anak sehari-hari. seorang anak bisa mengalami ketidaksetimbangan. Dengan kata lain. (http://wahyudiuksw.membuat sajian materi tidak monoton dan menjemukan. anak-anak (dan juga orang dewasa) secara intrinsik termotivasi untuk mencoba memahaminya. apalagi dalam lingkungan keluarga. Disini anak usia SD sudah mulai mengenal bahasa yang banyak. Dan disini juga pengaruh lingkungan sangat berperan. maka ketidaksetimbangan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru akan memotivasi si anak untuk mempelajari.blogspot. Menjumpai sesuatu yang tidak dipahami atau tidak bisa dimengerti. ketika dihadapkan dengan informasi baru atau berbeda. Jika anak-anak dapat menyesuaikan dengan informasi baru.

Dan bahasa itu sangat penting bagi manusia. dapat terjadi bila anak tidak menguasai perbendaharaan dari semua kata di dalam kalimat. sehingga mereka dapat memperkaya perbendaharaan katanya lebih banyak melalui bacaan-bacaan yang sifatnya konstekstual. aspek pada penggunaan bahasa adalah narasi dan percakapan. Tentunya bagi sorang guru itu perlu mengetahui bagaimana perkembangan bahasa perserta didiknya. Umumnya pada usia ini. Lalu meningkatnya jumlah pembendaharaan dan spesifikasi definisi.php? zoneid=1033&amp.com/new/www/delivery/ck. Sebaliknya. Yaitu dalam masa pertumbuhan pemahaman kata dan hubungannya berlangsung terus menerus. <a href="http://ads3. peningkatan tersebut mungkin setelah kelas empat SD. penggunaan bahasa pada anak.com/new/www/delivery/avw. Untuk itu perlu kita telusuri apa saja perkembangan bahasa yang dialami oleh perserta didik. Namun walaupun terjadi peningkatan perbendaharaan kata tidak selalu anak dapat memahami makna suatu kata atau kalimat. Perkembangan bahasa pada usia sekolah yaitu antara lain.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp.Perkembanga bahasa Perkembangan Bahasa dalam Usia Anak SD OPINI | 18 December 2010 | 11:15 409 2 Nihil Sebelum ke perkembangan bahasa. dan seterusnya. Untuk itu dalam memaknai suatu kata ataupun kalimat diperlukan lebih banyak kemampuan menjustifikasi suatu kata atau kalimat daripada sekedar mengetahui arti kata. Karena.n=a80dd573" border="0" alt="" /></a> Ads anak sekolah dasar dalam berbahasa terus berkembang. jadi informasi yang abstrak belum mampu dikomuikasikan pada anak-anak. lalu anak usia 5-6 tahun cenderung kurang mampu mengkomunikasikan informasi dari anak yang lebih tua. . apa sih pengertian dari bahasa itu? Bahasa itu tentunya untuk alat komunikasi dengan orang lain. tapi anak itu dapat memahami makna kata atau kalimat secara tepat. dari mulai satu kalimat. anak yang menguasai arti dari seluruh kata dalam suatu kalimat tertentu tidak dapat memahami makna kata atau suatu kalimat.cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE" target="_blank"><img src="http://ads3. karena manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. tugas komunikasi menjadi kompleks dan sulit .kompasads. sehingga anak-anak usia ini mengalami kesulitan untuk memahami perasann orang lain.php? n=a80dd573&amp.kompasads.

dan juga suara seorang guru agar tidak begitu lirih di dalam kelas. Untuk itu perlu sekolah terutama di setiap kelas suatu pembelaajaran yang efektif sehingga perkembangan bahasanya bisa berjalan secara optimal. penulis yang baik adalah pembaca yang baik pula. tidak hanya sebagai pengguna bahasa yang pasif. untuk itu. Karena dapat membantu anak berkomunikasi dengan baik dan ank tersebut tentunya akan mengerti tentang pemahaman-pemahaman tertentu. akan berdampak sangat positif terhadap perkembangan bahasa anak. sehingga anak yang kemampuan melukisnya bagus maka menulisnya juga bagus. Sebaliknya. diharapkan seorang guru agar menggunakan bahasa anak di dalam kelas daripada bahasa orang dewasa. perlu diketahui bahwa faktor yang berpengaruh pada pembaca yang baik yaitu kesediaan orang tua untuk menyediakan serta menciptakan lingkungan kondusif di rumah bagi perkembangan kemampuan membaca melalui penyediaan bacaan. tentunya pemberian lingkungan kondusif bagi perkembangan bahasa itu sangat penting. Untuk menciptakan suatu lingkungan kondusif dikelas yaitu pengaturan tata letak meja kursi dan lainnya. Yaitu anak yang terus menerus mengembangkan kalimat dengan mengelobarasikan kata benda dan kata kerja. pengembangan sintaksis yang ada dan pemerolehan bentuk-bentuk baru secara simultan. apabila guru dan siswa saling komunikasi dengan baik dan anak mengerti apa yang dikatakan oleh seorang guru. Struktur tambahan mencakup bentuk kalimat pasif. Bahasa itu merupakan alat komunikasi dalam pergaulan social sehingga dengan komunikasi bisa menghasilkan pembelajaran efektif untuk mendapat pendidikan yang optimal. Perkembangan membaca dan menulis. sehingga seorang guru harus mengatur suaranya agar dapat didengar siswa semuanya. Menciptakan perkembangan bahasa yang optimal di KBM SD Untuk menuntun anak dalam mengenai perkembangan bahasa itu sangat penting. Dalam perkembangan morpologi pada anak kelas awal SD dapat ditandai dengan penggunaan kata imbuhan awalan. Membaca bersama-sama merupakan aktivitas yang bernilai sosial tinggi yang melibatkan secara aktif orang tua dan anak. Penyatuan dan pemahaman fungsi terus berkembang. Pembelajaran yang optimal maka sangat perlu bahasa yang komunikatif yang memungkinkan semua pihak yang terlibat dalam interaksi belajar mengajar dapat berperan secara aktif dan produktif. umumnya. tentunya dapat menghasilkan pembelajaran yang optimal. . tapi juga menjadi pengguna bahasa yang aktif. Dengan adanya lingkungan kondusif yang tercipta sesuai dengan kebutuhan anak untuk perkembangan bahasa pada saatnya. Ada tumpang tindih antara menbaca dan menulis. proses menulis berkaitan dengan kegiatan menggambar yang menunjukkan simbolis.Selanjutnya. Dari terjalinnya suatu komunikatif antara seorang guru dan peserta didik. dan paling sulit yang hadapi anak yaitu menenai penggunaan sisipan.

meskipun merupakan masa tenang. Pada saat yang sama kekuatan otot-otot secara berangsur-angsur bertambah dan gemuk bayi ( babyfat ) berkurang. anak-anak juga melibatkan diri dalam aktivitas permainan olah raga yang bersifat formal. lengan dan badan termasuk kaki . Pertambahan kekuatan otot ini adalah karena faktor keturunan dan latihan ( olah raga ). 2. Masa ini terjadi dari usia 5 sampai 12 tahun yang ditandai dengan terjadinya perkembangan-perkembangan pada diri anak diantaranya fisik dan juga kognitifnya. masa ini sering disebut juga sebagai “periode tenang” sebelum pertumbuhan yang cepat menjelang masa remaja. early childhood (usia 3-6 tahun). 1. Oleh karena itu. yaitu pada masa infancy todlerhood (usia 0-3 tahun). kira-kira dua tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual.perkembangan anak usia sekolah dasar Pendahuluan Masa pertumbuhan anak seharusnya diperhatikan secara seksama oleh orang tua. Masa usia sekolah dasar merupakan masa kelanjutan dari masa bayi dan prasekolah anak. maka pada umumnya untuk anak laki-laki lebih kuat dari pada anak perempuan. Disamping itu. dan lain sebagainya. serta ukuran beberapa organ tubuh. middle childhood (usia 6-11 tahun). karena proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan merekapada masa mendatang. Pembahasan A. Perkembangan anak merupakan segala perubahan yang terjadi pada usia anak. dan psikososial. kognitif. Aspek dari pertumbuhan fisik Pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. berenang. anak juga makin mampu menjaga keseimbangan badannya. Anak-anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat. Beberapa perkembangan motorik ( kasar maupun halus ) selama periode ini antara lain : a. emosi. pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat.maka pada masa ini perkembangan motorik menjadi lebih halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran system rangka dan otot. anak-anak terus melakukan berbagai aktifitas fisikyang terkadang bersifat informal dalam bentuk permainan. Perkembangan motorik Dengan terus bertambahnya berat dan kekuatan badan. Karena factor perbedaan jumlah sel-sel otot. Untuk memperhalus keterampilan-keterampilan motorik. tetapi hal ini tidak berarti bahwa pada masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik yang berarti. Perkembangan Fisik Anak Usia Sekolah dasar Pada masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas. Jika perkembangan anak luput dari perhatian orang tua maka anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka. Kemudian dalam makalah ini akan dibahas tentang bagaimanakah pertumbuhan dan perkembangan fisik dan kognitif anak diusia sekolah tepatnya sekolah dasar. Perubahan yang terjadi pada diri anak tersebut meliputi perubahan pada aspek fisik. seperti senam. Anak usia 5 tahun • Mampu melompat dan menari • Menggambarkan orang yang terdiri dari kepala.

artinya aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek peristiwa nyata atau kongkrit. Daya ingatnya menjadi sangat kuat sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadium belajar. seperti mencuci dan lain-lain • adanya keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain • mulai tertarik dengan lawan jenis B. Anak usia 7 tahun • tangan anak semakin kuat • mulai membaca dengan lancar • cemas terhadap kegagalan • peningkatan minat pada bidang spiritual • kadang malu dan sedih d. Perkembangan Kognitif Anak Usia Sekolah Seiring dengan masuknya anak kesekolah dasar.• Dapat mnghitung jari-jarinya • Mendengar dan mengulang hal-hal penting dan mampu bercerita • Mempunyai minat terhadap kata-kata baru beserta artinya • Menprotes bila dilarang apa yang menjadi keinginannya • Mampu membedakan besar dan kecil b. Anak usia 8-9 tahun • kecepatan dan kehalusan aktifitas motorik meningkat • mampu menggunakan peralatan rumah tangga • keterampilan lebih individual • ingin terlibat dalam sesuatu • menyukai kelompok dan mode • mencari teman secara aktif e. Dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak. Dalam keadaan normal. berarti dunia dan minat anak bertambah luas. Menurut teori piaget. kemapuan kognitifnya urut mengalami perkembangan yang pesat. Anak usia 10-12 tahun • perubahan sifat berkaitan dengan berubahnya postur tubuh yang berhubungan dengan pubertas mulai nampak • mampu melakukan aktifitas rumah tangga. pikiran anak usia sekolah berkembang secara berangsur-angsur. Kalau pada masa sebelumnya daya fikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris maka pada masa ini daya piker anak berkembang kearah berpikir kongkrit. Karena dengan masuk sekolah. rasional dan objektif. pemikiran anak masa sekolah dasar disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought).dalam upaya memahami alam . Anak usia 6 tahun • koordinasi mata dan tangan • ketangkasan meningkat • melompat tali • bermain sepeda • mengetahui kanan dan kiri • mungkin bertindak menentang dan tidak sopan • mampu menguraikan objek-objek dengan gambar c.

Identitas Yaitu anak sudah mampu mengenal satu persatu deretan benda yang ada. b. Ketika suatu isyarat yang mungkin dapat membantu memunculkan kembali sebuah memori. serta mampu berpikir secara reflektif dan evaluatif. 4. yaitu: 1.sekitarnya mereka tidak lagi terlalu mengandalkan informasi yang bersumber dari panca indera. a. c. Operasi yang terjadi dalam diri anak memungkinkan pula untuk mengetahui suatu perbuatan tanpa melihat bahwa perbuatan tersebut ditunjukkan. mempertahankan pikian agar tetap terbuka. 2. memori jangka pendek anak telah berkembang dengan baik. 3. karena anak mulai mempunyai kemampuan untuk membedakan apa yang tampak oleh mata dengan kenyataan sesungguhnya. c. Jadi pada tahap ini anak telah memiliki struktur kognitif yang memungkinkannya dapat berfikir untuk melakukan suatu tindakan tanpa ia sendiri bertindak secara nyata. sifat anak (termasuk sikap. Negasi (negation) Yaitu pada masa kongkrit operasional. seperti tingkat usia. Imagery (perbandingan) Membandingka sesuatu dengan tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang. tidak mempercayai begitu saja informasi-informasi yang datang dari berbagai sumber. Matlin (1994) menyebutkan empat macam strategi memori yang penting. Perkembangan kreativitas Dalam tahap ini anak-anak mempunyai kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang . Organization (organisasi) Pengelompokan dan pengkategorian sesuatu yang digunakan untuk meningkatkan memori. Rehalsal (pengulangan) Suatu strategi meningkatkan memoridengan cara mengulang berkali-kali informasi yang telah disampaikan. Untuk mengurangi keterbatasan-keterbatasan tersebut. Retrieval (pemunculan kembali) Proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan. b. Dalam masa ini. kesehatan. anak memahami hubungan-hubungan antara benda atau keadaan yangsatu dengan benda atau keadaan yang lain. Selain strategi-strategi memori diatas. terdapat hal-hal lain yang mempengaruhimemori anak. Seperti anak SD sering mengingat nama-nama teman sekelasnya menurut susunan dimana mereka duduk dalam satu kelas. memori jangka panjang tidak terjadi banyak peningkatan dengan disertai adanya keterbatasan-keterbatasan. anak telah mengembangkan 3 macam proses yang disebut dengan operasi-operasi. dan motivasi). anak berusaha menggunakan strategi memori yaitu merupakan prilaku disengaja yang digunakan untuk meningkatkan memori. Perkembangan pemikiran kritis Perkembangan pemikran kritis yaitu pemahaman atau refleksi terhadap permasalahan secara mendalam. Akan tetapi. Perkembangan memori Selama periode ini. yaitu: a. serta pengetahuan yang diperolehanak sebelumnya. Hubungan timbal balik (Resiprok) Yaitu anak telah mengetahui hubungan sebab-akibat dalam suatu keadaan. mereka akan menggunakan secara spontan.

S.baru. Perkembangan kreativitas d. Psikologi Perkembangan. struktur kalimat dan secara bertahap anak akan mulai menggunakan kalimat yang lebih singkat dan padat. Perbendaharaan kosa kata dan cara menggunakan kalimat bertambah kompleks. Aspek perkembangan kognitif disebut juga pemikiran operasional kongkrit (concrete operational thought) yang meliputi: a. Perkembangan memori b. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan: 1. perkembangan bahasa terus berlanjut.g-excess. Perkembangan pemikiran kritis c. hj.html . Perkembangan bahasa Daftar Pustaka Samsunuwiyati Mar’at. Dr. Aspek perkembangan fisik meliputi perkembangan fisik juga perkembangan motorik 2. Perkembangan ini terlihat dalam cara berpikirtentang kata-kata.com/id/perkembangan-anak-perkembangan-fisik-motorik-kognitifpsikososial.psi. terutama lingkungan sekolah. serta dapat menerapkan berbagai aturantata bahasa secara tepat. www. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan. Perkembangan bahasa Selama masa anak-anak awal. Bandung : PT Remaja Rosda Karya 2005. samsunuwiyati Prof. d.

(mairer. Teori ini disusun berdasarkan studi klinis terhadap anak-anak dari berbagai usia golongan menengah di Swiss. dll. skema dimodifikasi dan digabungkan untuk membentuk tingkah laku yang lebih kompleks. Piaget mengemukakan ada empat tahap perkembangan kognitif dari setiap individu yang berkembang secara kronologis : 1. pengalaman diperoleh melalui fisik (gerakan anggota tubuh) dan sensori (koordinasi alat indra) Pada mulanya pengalaman itu bersatu dengan dirinya. equilibrium Selanjutnya Piaget mengemukakan tentang perkembangan kognitif yang dialami setiap individu secara lebih rinci. Dan teori ini berdasarkan pada hasil penelitian di Negeri Swiss pada tahun 1950-an. tahap Operasi Formal : 11 keatas. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Bayi lahir dengan refleks bawaan. tahap Pra Operasi : 2 – 7 tahun . anak beum mempunyai konsepsi tentang objek yang tetap. Pada tahap ini pemikiran anak lebih banyak berdasarkan pada pengalaman konkrit daripada pemikiran . Tahap Sensori Motor (Sensory Motoric Stage) Bagi anak yang berada pada tahap ini. 4. Berdasarkan hasil penelitiannya. menata letak benda-benda menurut urutan tertentu (seriation). 3. dan membilang (counting). Objek mulai terpisah dari dirinya dan bersamaan dengan itu konsep objek dalam struktur kognitifnya pun mulai dikatakan matang. kematangan 2. pengalaman fisik / lingkungan 3. Sebaran umur pada seiap tahap ersebut adalah rata-rata (sekitar) dan mungkin pula terdapat perbedaan antara masyarakat yang satu dengan masyarakat yang lainnya. b. a.blogspot. Akhir dari tahap ini ia mulai mencari objek yang hilang bila benda tersebut tidak terlihat perpindahannya. antara individu yang satu dengan individu yang lainnya. Ia hanya dapat mengetahui hal-hal yang ditangkap dengan indranya.html Teori perkembangan JohnPiaget TAHAP-TAHAP PERKEMBANGAN Piaget mengidentifikasi empat faktor yang mempengaruhi transisi tahap perkembangan anak.http://babay-cute. asal perpindahanya terlihat. suara binatang. Perkembangan selanjutnya ia mulai berusaha untuk mencari objek yang asalnya terlihat kemudian menghiang dari pandangannya. transmisi social 4. Ia mulai mampu untuk melambungkan objek fisik ke dalam symbol-simbol. yaitu : 1. Istilah operasi yang digunakan oleh Piaget di sini adalah berupa tindakan-tindakan kognitif. mulai bayi hingga dewasa. ini berarti bahwa suatu objek itu ada bila ada pada penglihatannya. tahap Operasi Konkrit : 7 – 11 tahun . Pada masa kanak-kanak ini. tahap Sensori Motor : 0 – 2 tahun . 1978 :24). 2.com/2009/06/teori-perkembanganjohnpiaget. misalnya mulai bisa berbicara meniru suara kendaraan. Tahap Pra Operasi ( Pre Operational Stage) Tahap ini adalah tahap persiapan untuk pengorganisasian operasi konkrit. seperti mengklasifikasikan sekelompok objek (classifying).

dan Lily). dll. Kemampuan ini terwujud dalam memahami konsep kekekalan. tetapi belum dapatt menghadapi hal-hal yang abstrak (tak berwujud). mampu memandang suatu objek dari sudut pandang yang berbeda secara objek Anak pada tahap ini sudah cukup matang untuk menggunakan pemikiran logika. Lebih lanjut dikatakan bahwa apabila diukur dengan batang korek api tinggi “Pak Pendek”empat batang sedangkan tinggi “Pak Tinggi” enam batang korek api. Suzan. luas. “Rambut Edith lebih terang daripada rambut Lily. Kemudian ditambahkan penjelasan dalam bentuk verbal bahwa “Pak Pendek” itu mempunyai teman “Pak Tinggi”. tetapi masih terbatas pada hal-hal yang dapat dijumpai (dilihat) di dalam lingkungannya saja. tidak mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi boneka yang berambut paling gelap. Berapakah tinggi “Pak Tinggi” bila diukur dengan klip? Dalam memecahkan masalah diatas. Penalaran terjadi dalam struktur kognitifnya telah mampu hanya dengan menggunakan simbol-simbol. ide-ide. sehingga jika ia melihat objek-ojek yang kelihatannya berbeda. Rambut siapakah yang paling gelap?” . Anak mampu bernalar tanpa harus berhadapan dengan dengan objek atau peristiwanya berlangsung. maka ia mengatakanya berbeda pula. tetapi hanya objek fisik yang ada saat ini (karena itu disebut tahap operasional konkrit). Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak mulai timbul pertumbuhan kognitifnya. Tahap Operasi Konkrit (Concrete Operational Stage) Anak-anak yang berada pada tahap ini umumnya sudah berada di Sekolah Dasar.logis. astraksi dan generalisasi. Kesimpulan pada tahap ini adalah : Anak telah dapat mengetahui symbol-simbol matematis. ketika diberi peranyaan. Pada tahap ini anak masih berada pada tahap pra operasional belum memahami konsep kekekalan (conservation). cirri-ciri anak pada tahap ini belum memahami dan belum dapat memikirkan dua aspek atau lebih secara bersamaan. kemampuan untuk mengklasifikasikan dan serasi. Ia telah memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan operasi-operasi yang menyatakan hubungan di antara hubungan-hubungan. yaitu kemampuan untuk menyusun serangkaian hipotesis dan mengujinya (child. Penggunaan benda-benda konkret tidak diperlukan lagi. c. Tahap Operasi Formal (Formal Operation Stage) Tahap operasi formal ini adalah tahap akhir dari perkembangan konitif secara kualitatif. anak-anak pada tahap operasional konkret mengalami kesulitan karena mereka belum mampu berpikir hanya dengan menggunakan lambang-lambang. Anak pada tahap ini sudah mampu melakukan penalaran dengan menggunakan hal-hal yang abtrak dan menggunakan logika. kekekalan materi. d. Selain dari itu. Smith (1998) memberikan contoh. Sebagai contoh eksperimen Piaget berikut ini : Seorang anak pada tahap ini dihadapkan pada gambar “pak Pendek” dan untaian klip (penjepit kertas) untuk mengukur tinggi “Pak Pendek” itu. Namun. anak harus memerlukan operasi terhadap operasi. memahami konsep promosi. yaitu kekekalan panjang. 1977 : 127) Kesimpulan pada tahap ini adalah : . Karakteristik dari anak pada tahap ini adalah telah memiliki kekampuan untuk melakukan penalaran hipotek-deduktif. anak-anak pada tahap ini masih mengalami kesulitan besar dalam menyelesaikan tugas-tugas logika. dan pada umumnya anak-anak pada tahap ini telah memahami operasi logis dengan bantuan benda-benda konkrit. Anak-anak diberi tiga boneka dengan warna rambut yang berlainan (Edith. tanpa objek fisik di hadapan mereka. Namun.

Pada tahap operasional formal, anak-anak sudah mampu memahami bentuk argumen dan tidak dibingungkan oleh isi argument (karena itu disebut operasional formal). Tahap ini mengartikan bahwa anak-anak telah memasuki tahap baru dalam logika orang dewasa, yaitu mampu melakukan penalaran abstrak. Sama halnya dengan penalaran abstrak sistematis, operasi-operasi formal memungkinkan berkembangnya system nilai dan ideal, serta pemahaman untuk masalah-masalah filosofis. Cara-cara dalam mengembangkan pendidikan Tk dan SD menurut teori jean piaget Teori psikologi perkembangan Jean Piaget selama ini telah menjadi rujukan utama kurikulum TK dan bahkan pendidikan secara umum. Pelajaran membaca, menulis, dan berhitung secara tidak langsung dilarang untuk diperkenalkan pada anak-anak di bawah usia 7 tahun. Piaget beranggapan bahwa pada usia di bawah 7 tahun anak belum mencapai fase operasional konkret. Fase itu adalah fase, di mana anak-anak dianggap sudah bisa berpikir terstruktur. Sementara itu, kegiatan belajar calistung sendiri didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir terstruktur. Piaget khawatir otak anak-anak akan terbebani jika pelajaran calistung diajarkan pada anak-anak di bawah 7 tahun. Alih-alih ingin mencerdaskan anak, akhirnya anak-anak malah memiliki persepsi yang buruk tentang belajar dan menjadi benci dengan kegiatan belajar setelah mereka beranjak besar. Persiapan belajar membaca mempunyai tiga unsur pokok. Yaitu minat untuk membaca, kemampuan membedakan secara visual (bentuk, warna, ukuran) dan kemampuan membedakan suara-suara. Untuk memupuk minat baca si kecil, orangtua bisa melatihnya dengan memberikan dan membacakan buku-buku cerita dengan gambar yang menarik. Berorientasi pada Kebutuhan Anak Kegiatan pembelajaran pada anak harus senantiasa berorientasi kepada kebutuhan anak. Anak usia dini adalah anak yang sedang membutuhkan upaya-upaya pendidikan untuk mencapai optimalisasi semua aspek perkembangan baik perkembangan fisik maupun psikis, yaitu intelektual, bahasa, motorik, dan sosio emosional. Belajar melalui bermain Bermain merupakan saran belajar anak usia dini. Melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, memanfaatkan, dan mengambil kesimpulan mengenai benda di sekitarnya. Lingkungan yang kondusif Lingkungan harus diciptakan sedemikian rupa sehingga menarik dan menyenangkan dengan memperhatikan keamanan serta kenyamanan yang dapat mendukung kegiatan belajar melalui bermain. Menggunakan pembelajaran terpadu Pembelajaran pada anak usia dini harus menggunakan konsep pembelajaran terpadu yang dilakukan melalui tema. Tema yang dibangun harus menarik dan dapat membangkitkan minat anak dan bersifat kontekstual. Hal ini dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi mudah dan bermakna bagi anak. . Mengembangkan berbagai kecakapan hidup Mengembangkan keterampilan hidup dapat dilakukan melalui berbagai proses pembiasaan. Hal ini dimaksudkan agar anak belajar untuk menolong diri sendiri, mandiri

dan bertanggungjawab serta memiliki disiplin diri. Menggunakan berbagai media edukatif dan sumber belajar Media dan sumber pembelajaran dapat berasal dari lingkungan alam sekitar atau bahanbahan yang sengaja disiapkan oleh pendidik /guru. Dilaksanakan secara bertahap dan berulang –ulang Pembelajaran bagi anak usia dini hendaknya dilakukan secara bertahap, dimulai dari konsep yang sederhana dan dekat dengan anak. Agar konsep dapat dikuasai dengan baik hendaknya guru menyajikan kegiatan–kegiatan yang berulang-ulang.

http://revyarmy.wordpress.com/2010/04/01/perkembangan-dancara-belajar-anak-di-sd/ Perkembangan dan Cara Belajar Anak di SD
April 1, 2010 pukul 7:41 am | Ditulis dalam pendidikan | 2 Komentar

Perkembangan dan Cara Belajar Anak di SD

PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG Perkembangan anak manusia merupakan sesuatu yang kompleks. Artinya banyak faktor yang turut berpengaruh dan saling terjalin dalam berlangsungnya proses perkembangan anak. Baik unsure-unsur bawaan maupun unsure-unsur pengalaman yang diperoleh dalam berinteraksi dengan lingkungan sama-sama memberikan kontribusi tertentu terhadap arah dan laju perkembangan ank tersebut. Guru terutama guru SD diharapkan mempunyai pemahaman konseptual tentang perkembangan dan cara belajar anak di SD.pemahaman konseptual tersebut meliputi gambaran tentang siapa anak SD dan bagaiamana mereka berkembang, yang mencakup tentang karakteristik perkembangan anak usia SD dalam berbagai aspek fisik biologis, kognitif, bahasa, dan psikososial. Selain itu diperlukan adanya pemahaman tentang prinsip-prinsip belajar anak, proses-proses psikologis yang terjadi dalam belajar anak serta peran motivasi dalam belajar anak. Dengan bekal pemahaman konstektual tersebut, guru diharapkan dapat mengaplikasikan pemahaman tersebut dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan anak SD. 1.2. RUMUSAN MASALAH

Bagaimanakah perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar ? 1.3. TUJUAN PENULISAN Untuk mengetahui perkembangan anak sekolah dasar dan cara belajar anak sekolah dasar. PEMBAHASAN

Anak usia 10-12 tahun (permulaan masa remaja): • • • • • Anak mengalami periode lemak. tapi mengikuti pola yang sama.2. Perubahan proporsi atau perbandingan antar bagian tubuh yang membentuk postur tubuh. 3. Namun setelah itu. otot. Pertumbuhan tubuh yang cepat.1 PERKEMBANGAN ANAK SEKOLAH DASAR 1. A. PERKEMBANGAN SECARA FISIK Perkembangan fisik peserta didik usia SD/MI meliputi pertumbuhan tinggi dan berat badan. Nafsu makan anak semakin besar. leher dan pipi. dada. Setelah itu melambat 7 cm setiap tahun. sekitar rahang. 1. . pinggul. pertumbuhan anak laki-laki lebih lambat dari anak perempuan. Pertumbuhan dan perkembangan mempengaruhi cara memandang dirinya sendiri dan orang lain. Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak menentukan ketrampilan anak bergerak. 2. Anak usia 5 tahun : tinggi tubuh 2x dari tinggi/panjang tubuh saat lahir. Anak usia 5 tahun : berat 5x setelah dilahirkan.pangkal paha. 1. yang berdampak dalam melakukan penyesuaian dengan dirinya dan orang lain. ü Perkembangan Berat Tubuh Peserta Didik. Pada akhir usia SD dan anak masuk masa puber. Penumpukan lemak pada perut. Anak masa anak : berat 35-40 kg. gigi. Anak usia 12/13 thn : tinggi anak 150 cm. pertumbuhan laki-laki lebih cepat. pertumbuhan tulang. dan lemak. ü Pertumbuhan Tinggi Pertumbuhan tinggi badan setiap anak berbeda-beda. Mengalami pematangan kelamin yang berasal dari hormone. 1. masih bertambah sampai usia 18 tahun ketika mengakhiri masa remaja.

gizi dan zat mineral yang dikonsumsi.n: 1. Gigi. Bentuk tubuh mesomorf: kelihatannya kokoh. ada yang berlangsung cepat. sedang atau lambat. Bentuk tubuh endomorph: yang tampak dari luar berbentuk gemuk dan berbadan besar. Pada dua tahun terakhir masa anak akhir dimana terjadi periode lemak. bersikap negative/menentang. tergantung pada hormone. 1980) ada tiga kemungkinan bentuk primer anak SD. lemah dan seperti tak berotot. ü Pertumbuhan Tulang. Mengalami ketidakseimbangan. yaitu: 1. 1. Kematangan kelenjar dan hormone yang berkaitan engan pertumbuhan seksual. dan lebih kekar. kuat. berat badan. 2. • • • Masa ini terjadi perubahan fisik yang sangat pesat dalam ukuran tinggi. 6. Banyak faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik anak a. kurang PD. v Faktor yang mempengaruhi perkembangan fisik Pertumbuhan fisik peserta didik usia SD/MI lebih lambat dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan masa sebelumnya (masa bayi dan TK awal) dan sesudahnya (masa puber dan remaja). proporsi tubuh. Jadwal waktu pertumbuhan fisik tiap anak tidak sama. Pergantian gigi susu menjadi gigi tetap terjadi pada peserta didik usia SD/MI menjadi peristiwa penting karena dapat mempengaruhi perilaku anak. Sebagian peserta usia SD/MI juga berbeda pada masa awal remaja/puber. 1.Berdasarkan tipologi Sheldon (Hurlock. 7. dada pipih. Pertumbuhan tulang terjadi tidak serempak dan kecepatannya berbeda. 4. 2. Pengerasan tulang dan tulang rawan menjadi tulang keras berlangsung terus sampai akhir masa remaja. 3. Pengaruh keluarga ü Faktor keturunan . dsb. 3. terlalu memperhatikan perubahan fisik. Perkembangan susunan syaraf pada otak dan tulang belakang mempengaruhi perkembangan indra dan berpikir anak yang berdampak pada kemampuan anak dalam belajar. 5. Berat tubuh ektomorf: tampak jangkung. menarik diri dari pergaulan. Otot dan Lemak. Pertumbuhan tulang (jumlah dan komposis) pada peserta didik usia SD/MI cenderung lambat dibandingkan anak awal dan remaja. terjadi pembengkokkan tulang karena tulang belum/tidak cukup keras menompang berat badan. perubahan minat/aktivitas bermain.

1. Lingkungan lebih banyak pengaruhnya terhadap berat tubuh daripada tinggi tubuh. gizi dan pemeliharan kesehatan serta kegiatan pekerjaan yang dilakukan anak. Status sosial dan ekonomi • • Fisik anak dari kelompok ekonomi rendah cenderung lebih kecil dibandingkan dengan keluarga ekonomi cukup atau tinggi. Gizi dan kesehatan • • Anak yang memperoleh gizi cukup biasanya lebih tinggitubuhnya dan relatif lebih cepat mencapai masa puber dibandingkan dengan anak yang bergizi kurang. 1. Bagi anak usia SD atau MI. Hal ini menyebabkan berkurangnya hormon pertumbuhan pada kelenjar pituitary. tidak mampu dan rendah diri. Keadaan status ekonomi mempengaruhi peran keluarga dalam memberi makan. B. ü Faktor lingkungan Akan membantu menentukan tercapai tidaknya perwujudan potensi keturunan anak tersebut. 5. 1. kecuali pada usia 12-15 tahun. 1. Gangguan Emosional Anak yang sering mengalami gangguan emosional akan menyebabkan terbentuknya steroid adrenalin yang berlebihan. dan Australia cenderung lebih tinggi dari pada orang Asia).Eropa. Anak yang sehat dan jarang sakit biasanya mempunyai tubuh sehat dan lebih berat dibanding dengan anak yang sering sakit. akibatnya anak mengalami keterlambatan perkembangan memasuki masa puber. reaksi yang diperlihatkan orang lain terutama oleh temanteman sebayanya terhadap ukuran dan proporsi tubuhnya mempunyai makna penting. 1.Membuat anak menjadi gemuk dari pada anak lainnya. 2. PERKEMBANGAN INTELEK . Perbedaan ras suku bangsa (orang Amerika. Apabila ukuran-ukuran dan proporsi tubuh anak berbeda jauh dengan teman sebayanya anak akan merasa kelainan. Jenis Kelamin Anak laki-laki cenderung lebih tinggi dan lebih berat dibandingkan dengan anak perempuan. 3. 4.

-25 Kategori Genius Sangat cerdas Cerdas Di atas normal Normal Di bawah normal Bodoh Debil Imbecil Idiot vTahap perkembangan kogntif Pada anak usia SD. IQ merupakan hasil bagi usia mental dengan usia kronologis atau kalender dikalikan seratus. 2. struktur pengetahuan juga menjelaskan tentang tingkat kecerdasan peserta didik pada usia SD. yaitu: • Tahap 3: Konkret Operasional (7-11 tahun) Pada masa ini anak sudah bisa melakukan berbagai macam tugas. dan dalamnya terdapat aspek: persepsi. Selain itu. Perkembangan kognitif merupakan proses dan hasil individu dengan lingkungannya.v Struktur pengetahuan Pengertian kognitif meliputi aspek struktur intelek yang dipergunakan untuk mengetahui sesuatu. Dengan adanya beberapa kecerdasan tiap individu. mereka mengalami tahap ketiga dan keempat dari 4 tahap. 2003): IQ 140-…… 130-139 120-129 110-119 90-109 80-89 70-79 50-69 25-49 ……. 3. menkonservasi angka melalui 3 macam proses operasi. pikiran. sehingga perlu diadakannya semacam tes untuk mengetahui tingkat intelegensi tiap individu yang biasa disebut dengan IQ (Intelligence Quotient). Identitas dalam mengenali benda-benda yang ada. penalaran. maka memungkinkan terjadinya kecerdasan ganda (multiple intelligence). maka kecerdasan dikategorikan dalam tabel berikut (Sukmadinata. simbol. yaitu: 1. Negasi sebagai kemampuan anak dalam mengerti proses yang terjadi di antara kegiatan dan memahami hubungan antara keduanya. . dan pemecahan persoalan. ingatan. Dengan berpegang pada satuan ukuran IQ.. Resiprokasi sebagai kemampuan untuk melihat hubungan timbal balik.

Dengan mengetahui tahap perkembangan kognitif tersebut. bernalar berdasarkan hipotesis. pada tahap ini anak sudah mampu berfikir konkret dalam memahami sesuatu sebagaimana kenyataannya. memahami. 4. pada tahap ini anak sudah mampu meninjau masalah dari berbagai sudut pandang dan mempertimbangkan alternatif dalam memecahkan masalah. serta memahami konsep melalui pengalaman sendiri dan lebih objektif. antara lain: 1. menggunakan rasio dan logika dalam abstraksi.Dengan demikian. Intelegensi mempengaruhi kemampuan anak untuk mengerti dan memahami sesuatu. Jadi. dan membuat perkiraan di masa depan. 2. Tipe pengalaman yang didapat anak secara langsung akan berbeda jika anak mendapat pengalaman seara tidak langsung dari orang lain atau informasi dari buku. Kepribadian pada anak dalam memandang kehidupan dan menggunakan suatu kerangka acuan berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Kesempatan belajar yang diperoleh anak. v Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan intelek peserta didik usia SD atau MI. 6. Jenis kelamin karena pembentukan konsep anak laki-laki atau perempuan telah dilatih sejak kecil dengan cara yang sesuai dengan jenis kelamin. mampu mengkonservasi angka. 3. . yang dikarenakan oleh tingkat kecerdasan di bawah normal dan kurangnya mendapat kesempatan memperoleh pengalaman. 5. menggabungkan sejumlah informasi secara sistematis. anak sudah dapat berfikir abstrak. di antaranya : 1. Kelambanan perkembangan otak yang dapat mempengaruhi kemampuan bermain dan belajar di sekolah serta penyesuaian diri dan social anak. dapat juga terjadi kendala dan berbahaya yang mempengaruhi perkembangan anak secara keseluruhan. diharapkan orang tua dan guru dapat mengembangkan kemampuan kognitif dan intelektual anak dengan tepat sesuai dengan usia perkembangan kognitifnya. Kondisi organ penginderaan sebagai saluran yang dilalui pesan indera dalam perjalanannya ke otak (kesadaran). Dalam perkembangan intelek. • Tahap 4 : Formal Operasional (11 – 12 tahun) Pada fase ini. hipotesis dan sistematis mengenai sesuatu yang abstrak dan memikirkan hal-hal yang akan dan mungkin terjadi.

dorong-dorongannya. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar (0. tetapi juga memanjat. menutup-membuka menjatuhkan. Sebaliknya anak yang dapal melalui masa ini dengan adanya keseimbangan serta dapat . mudah percaya. akan turnbuhlah pada bayi itu rasa takut serta ketidak-percaya. Hal ini biasanya berkenaan dengan konsep diri dan sosial yang bisa membingungkan anak. keresahannya segera terhapus. Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. sendiri. Orang tua sebaiknya menyadari bahwa anak butuh melakukan sendir hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya menurut langkah dan waktunya. memegang dan melepaskan. Anak kemudian akan mengembangkan perasannya bahwa ia dapat mengendalikan otot-ototnya.0) Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1. malu-malu dan ragu-ragu.2. C. Perasaan ini akan terus terbawa pada tingkat-tingkat ptrkembanpan berikutnya. Jika anak.0 -1. serta salah menafsirkan arti. Orang tua yang terlalu melindungi dan selalu mencela hasil pekerjaan anak-anak. diajak main dan bicara. 3. pemikiran tidak realistis.in yang mendasar terhadap dunie sekelilingnya dan terhadap orang-orang di sekitarnya. Kesulitan dalam membenarkan konsep yang salah dan tidak relistik. Yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun. Jika orang dewasa yang mengasuh dan membimbing anak tidak sabar dan selalu membantu mengerjakan segala sesuatu yang sesungguhnya dapat dikerjakannya sendiri oleh anak itu. Pada saat ini bukan hanya berjalan. PERKEMBANGAN AFEKTIF Erikson melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. penalaran yang keliru.0). Jika pemeliharaan terhadap bayi itu tidak menetap. berarti telah memupuk rasa malu dan ragu yang berlebihan sehingga anak tidak dapat mengendalikan dunia dan dirinya sendiri. b. 1. dan imajinasi yang sangat berperan. akan turnbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang di sekitarnya yang selalu bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungknn nasibnya. maka akan tumbuh pada anak itu rasa.0 – 3. menarik dan mendorong. Konsep yang salah yang disebabkan oleh informasi yang salah. serta terkandung di dalarnnya sikap-sikap menolak. a. tidak memadai sebagaimana mestinya. serta mengendalikan diri dan lingkungannya. selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. 1. meninggalkan masa perkembangan ini dengan autonomi yang lebih kecil daripada rasa malu dan ragu. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri. 1. pengalaman terbatas. ia akar mengalami kesulitan untuk memperoleh autonomi pada masa remaja dan masa dewasanya.

la mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain. la mempunyai perasaanperasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahan-perubahan itubuhnya. kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lianya bereaksi atnu nienirn anak-anak lain. Dengan demikian rasa/sifat ingin menghasilkan sesuatu dapat dikembangkan. maka ia sudah siap menghadapi siklus-siklus kehidupan berikutnya. sense of inferiority Anak didorong untuk membuat. Keseimbangan industry dan inferiority bukan hanya bergantung kepada orang tuanya.0 – 5. melakukan dan mengerjakan dengan bendabenda yang praktis. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu.mengatasi rasa malu dan ragu dengan rasa outonomus. Pengalaman-pengalaman sekolah anak mempengaruhi industry dan inferiority anak.00) Anak mulai mampu berpikir deduktif. Pada masa ini siswa harus dapat ‘mengirtegrasikan apa yang telah dialami dan dipelajarinya tentang dirinya sebagai anak.0 – 11 . c. memukul. Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3. Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua member! respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melaknkan. tetapi dipengaruhi pula oleh orang-orang dewasa lain yang berhubungan dengan anak itu 1.0) Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. Berdasarkan hasilnya mereka dihargai dan di mana perlu diberi hadiah.0 – 18. siswa. la dapat mengendarai sepeda roda tiga. la mulai mengrrti tentang keluarga yang ideal. Hal yang sama terjadi pada kemampuan anak nnluk menggunakan bahasa dan kegiatan fantasi. 1. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada. Dimensi psikososial yang rnuncul pada masa ini adalah: sense of industry. Peran orang tua yang pada masa lalu berpengaruh secara langsung pada krisis perkembangan. la berpikir puh apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. dan masyarakat.0) Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya. e. agama. maka pada masa ini . 1. dapat lari. Anak dengan IQ 80 atau 90 akan mempunyai pengalaman sek’olah yang kurang memuaskan walaupun sifat indtistri dipupuk dan dikembangkan di ruitiah. Menurut Erikson. Identity vs Role Confusion/Identitas (12. Industry vs litferioriry/Produkttvltns (6. yang dapat diperbandingkannya dengan apa yang dialaminya sendiri. memotong. d. pada tahap ini dimensi interpersonal yang muncul adalah: ego identity -4 •–>• role confusion. Pada usia sekolah dasar ini dunia anak bukan hanya lingkungan rumah saja melainkan meneakup juga lembagaiembaga lain yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu. dan lain sebagainya menjadi suatu kesatuan sehingga menunjukkan kontinuitas dengan masa lalu dan siap menghadapi masa datang. Namun demikian keseimbangan yang diperoleh pada masa ini dapat berubah ke arah positif maupun negatif oleh perisliwa-peristiwa di masa selanjutnya. Ini dapat menimbulkan rasa inferiority (rasa tidak” mampu). anggota pramuka. teman. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengilami perkembangan.

yaitu guru. kebutuhan dan perkembangan mereka. Sebagai rekapitulasi dapat dinyatakan bahwa penahapan perkembangan afektif manusia merupakan perpaduan dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. berinisiatif. D. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua. dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan cucu-cucu. 1. Orang yang tidak berhasil mencapai gereralivily berarti ia berada dalam keadaan self absorption dengan hanyr memutuskart perhatian kepada kebutuhankebutuhan dan kesenang’an pribadinya saja.0 – 25. memiliki sifat-sifat industry. g. Jika anak mencapii masa remaja dengan rasa terima kasih kepada orang tua. yakni kesendirian tanpa adanya orang lain untuk berbagai rasa dan saling memperhatikan. Generavity vs Self Absorption/Generasi Berikut (25.0) Pada tahap ini usaha-tisaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. 1. 1. yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah. f.pengaruhnya tidak langsung. mempunyai autonomy. akan terdapat apa yang disebut isolation. Perkembangan afektif suatu tahap dapat berpengaruh secara positif maupun negatif terhadap tahap berikutnya.0 – 45. h. menurut Erikson. serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat. Jika intimacy ini tidak terdapat di antara sesama teman atau suami istri. dengan penuh kepercayaan. PERKEMBANGAN MINAT ANAK SD . memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat generasi ifi liidnp. Intimacy vs Isolation/Keakraban (19.0) Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain. Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan. Integrity vs Despair/Integritas (45. Jika anak mencapai tahap ketiga yang bergaul dengan anak bukan hanya orang tuanya saja melainkan juga orang dewasa lainnya di sekolah. Guru yang membimbing dan mengasuh peserta didiknya pada berbagai aspek tingknt kelas perlu memahami dan menyadari sikap. Sedangkan kebalikannya adalah despair. 1. Generativily ini bukan hanya terdapat pada orang tua (ayah dan ibu).0) Generativity berarti bahwa orang mulai memikirkan orang-orang lain di luar keluarganya sendiri. maka kesempatannya kepada ego indentiti sudah berkembang. tetapi terdapat pula pada individu-individu yang secara aktif memikirkan kesejahteraan kaum muda serta berusaha membuat tempat bekerja yang lebih baik untuk mereka hidup.

intelegensi. Secara operasional. merasa tertarik.Meichati (1975) mengartikan minat adalah perhatian yang kuat. kami dapat menyimpulkan bahwa minat pada anak SD pada pada sesuatu umumnya tergantung pada beberapa hal. Aspek afektif. intensif. Suasana hati / keinginan hati (mood) Minat anak SD terhadap suatu kegiatan lebih tergantung pada pengaruh teman sebayanya. Jadi dapat diartikan bahwa minat adalah kekuatan yang mendorong anak untuk memperhatikan. kalau dia tidak mempunyai keinginan yang tinggi terhadap kegiatan tersebut dia tidak akan melakukan kegiatan tersebut) 2. merupakan faktor-faktor di luar diri anak (melalui pengaruh orang tua. merupakan faktor-faktor yang ada pada diri anak itu (meliputi usia. Kemauan anak terhadap kegiatan tersebut (meskipun ada dorongan yang besar dari orang-orang tertentu. Karakter masing-masing anak. 3. nampak pada rasa suka atau tidak senang dan kepuasan pribadi terhadap obyek tersebut. misalnya orang tua. guru. yaitu : 1. dan kebutuhan psikologi). Dari segi materi dan pengamatan lapangan. sikap. kelamin. yaitu : 1. Faktor personal. dan teman sebaya). 2. Mereka lebih cenderung “ikut-ikutan“ dalam melakukan suatu kegiatan (pengaruh . Minat terdiri dari dua aspek. dan cenderung senang terhadap suatu aktivitas sehingga mereka mau melakukan aktivitas tersebut dengan kemauannya sendiri. Aspek kognitif. jenis. dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun melakukan suatu aktivitas. Lilawati (1988) mengartikan minat adalah suatu perhatian yang kuat dan mendalam disertai dengan perasaan senang terhadap suatu kegiatan sehingga mengarahkan anak untuk melakukan kegiatan tersebut dengan kemauan sendiri. Sinambela (1993) mengartikan minat adalah sikap positif dan adanya rasa ketertarikan dalam diri anak terhadap suatu aktivitas tertentu. Faktor instusional. Minat pada anak dipengaruhi oleh dua faktor : 1. 2. berupa konsep positif terhadap suatu obyek dan berpusat pada manfaat dari obyek tersebut.

dan kata popular yang digunakan kelompok anak atau teman sebaya. memberi tanggapan. pendapat/saran. 4. dimulai dengan kalimat sederhana menjadi kalimat lengkap. fungsi anggota tubuh. Keterampilan berbicara meliputi kemampuan mengungkapkan pikiran. petunjuk. v Pola Perkembangan Bahasa Anak Anak dikatakan siap atau matang berbicara dan belajar bahasa apabila aspek motorik bicara (koordinasi otot bicara) dan aspek mental bicara (kemampuan berpikir) anak sudah mulai berfungsi dengan baik. Anak mulai membangun kosakata yang biasanya merupakan kata benda. 2. dan ringkasan paragraf. Keterampilan membaca meliputi ketrampilan memahami teks bacaan melalui membaca intensif dan sekilas. yaitu: 1. kegiatan bertanya. mendeskripsikan benda. . PERKEMBANGAN BAHASA Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan. Selanjutnya perkembangan bahasa dengan pembentukan kalimat. deklamasi. kemudian kata dirangkai berdasarkan urutan membentuk kalimat yang bermakna dan mengikuti aturan atau tata bahasa yang berlaku dalam suatu komunitas atau masyarakat. menulis surat. percakapan. Keterampilan menulis meliputi kemampuan menulis permulaan. bahasa dapat dibedakan menjadi 3. 3. bahasa tulis. undangan. kata sifat. Keterampilan dalam berbahasa memiliki 4 aspek atau ruang lingkup. 1. kata keterangan. dongeng. 3. pendapat. 4. dan diskusi. 1. uang. 2. pengumuman. kata kerja. perintah. perasaan. dan informasi secara lisan mengenai perkenalan. beruta.lingkungan). waktu. Pada saat anak mulai masuk sekolah merupakan masa yang paling baik untuk belajar bahasa. Anak sekolah dasar kurang begitu tertarik kepada hal-hal yang menimbulkan kebosanan dan kejenuhan. Pada dasarnya mereka lebih mempunyai minat yang tinggi kepada suatu aktivitas yang menarik perhatian mereka dan yang memberi kesenangan pada mereka. mengarang. yaitu bahasa lisan. E. perasaan dengan menggunakan simbol-simbol yang disepakati bersama.pengenalan benda. dan konsep materi pelajaran. berita. Keterampilan mendengarkan Keterampilan berbicara Keterampilan membaca Keterampilan menulis Di sekolah dasar. drama. keterampilan mendengarkan meliputi kemampuan memahami bunyi bahasa. dikte. dan bahasa isyarat. tegur sapa. kata merangkai/pengganti dari apa saja yang dijumpai anak dalam kehidupan sehari-hari khususnya mengenai warna. denah. Anak selalu bertanya mengenai segala yang dilihat dan ditemui dalam kehidupan sehari-hari.

v Faktor Kendala dalam Mempelajari Ketrampilan Berbahasa Meskipun pada umumnya pula perkembangan keterampilan berbahasa anak sama. kosa kata maupun keseringan berbahasa. Kesehatan Anak yang sehat lebih cepat belajar berbicara dibandingkan dengan anak yang kurang sehat. Sehingga anak mampu melibatkan diri dengan kegiatan social dan mampu berkomunikasi. 1. Kegiatan berbicara yang berpusat pada diri sendiri (eosentrik).Anak type ini lebih banyak berbicara tentang hal yang berhubungan dengan dirinya sendiri dan cenderung mendominasi pembicaraan sehingga kurang berminat dan sulit mendekatkan atau menerima pendapat orang lain. yaitu: 1. 5. 2. 1. 2. 4. Demikian pula anak pertama lebih baik perkembangan berbicaranya karena orang tua lebih banyak memiliki waktu untuk berbicara dan berbahasa. baik dalam pengucapan. Keluarga Semakin banyak jumlah anggota keluarga akan semakin sering anak mendengar dan berbicara. kemampuan berbicara atau berbahasa anak semakin baik. meskipun anak itu sedang berada dalam kelompok. Kecerdasan Anak yang memiliki kecerdasan tinggi.berikut ini adalah beberapa faktor penyebab perbedaan tersebut: 1. 1. 1.Seiring dengan pertambahan usia. Kegiatan bicara yang berpusat pada orang lain (sosialisasi). Anak type ini cenderung menyesuaikan isi dan cara berbicaranya dengan orang yang sedang berinteraksi dengannya. Jenis kelamin Anak perempuan lebih dalam belajar bahasa daripada anak laki-laki. namun tetapada perbedaan individual. Keinginan dan Dorongan Komunikasi . 3. Isi pembicaraan anak pada umumnya dibedakan menjadi 2. 1. sebab perkembangan aspek aspek motorik dan aspek mental berbicaranya lebih baik sehingga lebih siap untuk belajar berbicara. akan belajar berbicara lebih baik dan memiliki penguasaan bahasa erat kaitannya dengan kemampuan berpikir.

Kepribadian Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik dan memiliki kepribadian yang baik cenderung memiliki kemampuan bicara dan berbahasa lebih baik daripada anak yang mengalami masalah dalam penyesuaian diri. 1. Dalam belajar hidup bermasyarakat diperlukan tiga proses dalam bersosialisasi. 3. Motivasi peserta didik untuk mau belajar bersosialisasi. 6. akan semakin kuat pula usaha anak untuk berbicara dan berbahasa. Kemampuan berkomunikasi dengan kata-kata yang dapat dimengerti peserta didik maupun orang dewasa lain. 1. 2. Jika peserta didik tidak mampu melakukan 3 proses sosialisasi diatas maka peserta didik tersebut berkembang menjadi orang yang nonsosial. Jadi mudah atau sulitnya perkembangan sosial anak selanjutnya tergantung pada baik buruknya si anak mempelajari sikap dan perilaku sosial. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik melakukan sosialisasi adalah sebagai berikut: 1. Selain itu. Sebab pengalaman sosial awal cenderung menetap. Para peserta didik usia SD atau MI yang berada pada posisi anak akhir akan mulai membentuk kelompok bermain yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok belajar dan melakukan aktifitas pada masa anak. Belajar berperilaku yang dapat diterima social. dan anti sosial. Metode belajar efisien dan bimbingan bersosialisasi. Anak yang mempunyai pengalaman sosial awal yang baik cenderung lebih aktif dalam kegiatan kelompok social begitu juga sebaliknya. Sedangkan peserta didik kelas 5 atau 6 kadang- . pengalaman sosial awal juga berpengaruh terhadap partisipasi sosial anak. 2. F. 4. Memainkan peran social yang dapat diterima 3. asosial. Tuntutan sosial pada perilaku sosial anak tergantung dari perbedaan harapan dan tuntutan budaya dalam masyarakat tempat anak tumbuh kembangkan tugas perkembangannya. PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial berarti perolehan kemampuan berprilaku yang sesuai dengan tuntutan sosial. Pengalaman sosial awal memegang peranan penting bagi perkembangan dan perilaku sosial selanjutnya.Semakin kuat keinginan dan dorongan untuk berkomunikasi dengan orang lain terutama teman sebaya. Perkembangan sikap social. Kesempatan dan waktu untuk bersosialisai dengan orang lain. yaitu: 1.

Kelompok pada masa anak akhir merupakan usaha anak untuk menciptakan suatu masyarakat yang sesuai bagi pemenuhan kebutuhannya. Permainan atau bermain mempunyai empat manfaat yaitu : 1. 3. anak dapat belajar bekerjasama dan saling tolong menolong dalam bermain. maka kelompok yang terbentuk pada masa anak akhir mempunyai struktur yang lebih tegas dan formal. Membantu kemandirian anak dengan cara memberikan kepuasan emosional melalui persahabatan dengan teman-teman sebaya. Juga terjadi kemunduran minat untuk bermain dan melakukan aktifitas kelompok serta cenderung bersikap antisocial. Melalui permainan atau bermain. Latihan fungsi baik fungsi motorik maupun kognitif. Sarana sosialisasi. kurang dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Membantu anak mengembangkan kesadaran yang rasional dan skala nilai untuk melengkapi atau mengganti nilai orang tua yang sebelumnya cenderung diterima anak sebagai kata hati yang otoriter. Permainan atau bermain merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mendapatkan kesenangan. 4. Sehingga seorang anak cenderung menarik diri dari kelompoknya. Jika pada masa anak awal terbentuk kelompok bermain yang terbentuk secara spontan. 4. bahkan kadang mencoba menggangu orang lain. informal dan sementara. minat dan hoby. kelompok atau geng anak memegang peranan penting dalam perkembangan social. v Peranan Kelompok dan Permainan Pada masa anak akhir. 2. Ada yang menjadi pemimpin dan pengikut. Mengukur kemampuan terutama untuk permainan yang dilombakan. Menempa emusi/sikap melalui kegiatan untuk mentaati aturan permainan dan bersikap sportif.kadang sudah mengalami masa puber. Mempelajari sikap social yang pantas melalui pengalamannya dalam menyukai orang an cara menikmati kehidupan serta aktivitas kelompok. Pengaruh kelompok terhadap sosialisasi anak dilakukan dalam hal : 1. 3. v Penyesuaian Sosial . hiburan. Mereka melakukan beberapa aktivitas seperti bermain. tanpa mempertimbangkan hasil akhir. Membantu anak bergaul dengan teman sebaya dan berperilaku yang dapat diterima secara social dan kelompoknya. 2. dilakukan dengan sukarela tanpa ada paksaan/tekanan dari luar apalagi kewajiban. anak tidak hanya memperoleh kesenangan tetapi mereka juga dapat mempelajari sesuatu. Pada masa ini seorang peserta didik mengalami perubahan fisik sensual yang pesat.

Sikap social Anak menunjukkan sikap yang menyenangkan terhadap orang lain serta ikut berpartisipasi dan berperan dalam kelompok serta kegiatan social. ada teman biasa yang hanya memenuhi kebutuhan anak untuk berada dalam kelompoknya. Pergantian teman dapat terjadi karena perubahan minat. minat. 1. teman bermain yang dapat melakukan aktivitas bermain bersamasama. Teman sebaya sangat berperan dan berpengaruh terhadap kemampuan penyesuaian sosial peserta didik usia SD. nilai-nilai dan kedekatan geografis/lokasi. atau perpindahan likasi tempat tinggal. 1. 4. dan teman akrab yang memungkinkan anak dapat berkomunikasi melalui pertukaran ide. 3. Kelompok sebaya dapat sebagai model dalam berperilaku. Yaitu teman sebagai orang yang dapat membantu jika dibutuhkan. 1. Jumlah teman peserta didik usia SD sangat bervariasi. Ketrampilan nyata Perilaku social anak sesuai dengan standar kelompok dan memenuhi harapan kelompok. v Penyesuaian Diri Pada Anak Sekolah Dasar Penyesuaian diri pada anak sekolah dasar terlihat dalam proses sosialisasi. Anak dapat menyesuaikan diri bukan hanya dalam kelompoknya sendiri. dan kepribadiannya. Anak yang dapat menyesuaikan diri dengan baik mempelajari berbagai ketrampilan seperti kemampuan untuk menjalin hubungan dengan orang lain. 2. Pada masa anak akhir. 1. tetapi juga dengan kelompok lainnya. Kepuasan pribadi Karena anak dapat bersosialisasi dengan baik dan dapat berperan dalam kelompok. rasa percaya. Anak pun mulai membutuhkan teman dekat. maka anak akan merasa kepuasan tersendiri. Di bawah ini adalah beberapa criteria penyesuaian social yang baik. anak dapat belajar hal-hal yang penting dalam perkembangan sosial. mobilitas social. Melalui pergantian teman. anak menunjukkan perilaku sesuai aturan-aturan sosial yang ditentukan.Penyesuaian sosial berarti keberhasilan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap orang lain pada umumnya dan terhadap kelompok paa khusunya. Pemilihan teman biasanya terjadi karena adanya kesamaan sifat. 1. Penyesuaian diri terhadap berbagai kelompok. tetapi seiring bertambah usia maka jumlah temanpun semakin banyak. di mana anak cenderung meniru perilaku . konsep diri. Penerimaan atau penolakan teman kelompok akan berdampak pada perkembangan aspek-aspek lainnya seperti emosi. meminta nasehat dan berani mengkritik. Umumnya teman dekat ini adalah kelompok sebayanya.

1. Tujuan mempelajari tugas perkembangan ialah: 1. Berbagai karakteristik dari kelompok sebaya menunjukkan bahwa kelompok sebaya memiliki keunikan tersendiri yang mungkin tidak dijumpai di kelompok yang lain. faktor – faktor itu antara lain: . Jika mempunyai teman berperilaku sesuai tuntutan masyarakat. Menunjukkan kepada individu tentang apa yang akan dihadapi dan tindakan apa yang diharapkan kalau sampai pada tingkat perkembangan berikutnya Selain itu ada Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan manusia. namun sebagai orang tua maupun guru hendaknya dapat mengajarkan pada anak bahwa peran tersebut dapat berganti karena semua itu sangat tergantung dari kebutuhan. media masa. Itulah sebabnya kadangkala dijumpai seorang pria yang menekuni karirnya di bidang seni tari. dan lain-lain. Proses perkembangan jender dalam diri seseorang sebenarnya bisa dikarenakan faktor biologis. G. minat dan keterampilan yang dimiliki. TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK USIA SD Tugas perkembangan atau development tasks menurut Havighurst adalah “tugas – tugas yang harus dipecahkan dan diselesaikan oleh setiap individu pada setiap periode perkembangannya agar supaya individu menjadi berbahagia”. Mendapatkan petunjuk bagi individu untuk mengetahui apa yang diharapkan masyarakat dari mereka pada periode usia – usia tertentu 2. anak pun belajar tentang peran jender. Adanya peran yang berbeda.kelompoknya. pelajaran. Hal ini pula yang membuat anak sebagai anggota kelompok dapat mempelajari pola-pola perilaku anggota kelompoknya. namun peran guru maupun orang tua tetap diperlukan dalam menanamkan norma yang sesuai dengan tuntutan lingkungan agar apa yang dituntut oleh kelompok seimbang dengan apa yang dituntut oleh lingkungan Dalam menyesuaikan diri dengan kelompoknya. kemampuan kognitif dan sosial. bukan karena anak itu laki-laki atau perempuan. Yang perlu ditanamkan adalah bahwa kita harus menghargai apa yang dilakukan anak. Memberikan motivasi kepada individu untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka oleh kelompok social pada usia tertentu sepanjang kehidupannya. Meskipun kelompok sebaya merupakan hal yang diutamakan dalam perkembangan seorang anak. dan lain-lain yang paling berperan dalam perkembangan jender. anak pun akan mengikutinya. sementara seorang wanita menekuni karirnya di bidang keteknikan. membuat adanya aturan bagi anak laki-laki dan perempuan. Walaupun kenyataan menunjukkan bahwa peran jender tidak bisa diabaikan di lingkungan masyarakat. pengaruh dari guru. teman sebaya. situasi. 3. Namun dari kesemuanya itu justru lingkungan sosiallah misalnya bagaimana interaksi dan pengalaman anak dengan orang tua.

yakni antara lain: 1. minat. Mengembangkan pengertian – pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari – hari. . Berikut akan dijelaskan mengenai karakteristik perkembangan pada periode anak usia Sekolah Dasar. 4. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak harus mempelajari berbagai konsep agar dapat berpikir efektif mengenai permasalahan sosial di sekitar kehidupan sehari – hari. Hakikat tugas perkembangan ini adalah belajar mengembangkan sikap kebiasaan untuk hidup sehat. 3. Dorongan untuk memasuki dunia orang dewasa yang yaitu dunia konsep – konsep logika. harapan serta nilai – nilai ideal pada kehidupan individu yang sedang berkembang. merupakan salah satu faktor penentu munculnya tugas – tugas perkembangan pada periode usia – usia tertentu. Mengembangkan keterampilan – keterampilan dasar untuk membaca. 2. kecenderungan sosial emosional. Belajar menyesuaikan diri dengan teman – teman seusianya. 2. Dorongan yang bersifat kejasmanian untuk memasuki dunia permainan anak yang menuntut keterampilan tertentu. serta kegiatan mental lainnya. sifat dan karakter. 5. maka untuk tugas perkembangan pada anak usia Sekolah Dasar antara lain: 1. dan belajar membina persahabatan dengan teman sebaya.1) Faktor tuntutan kebudayaan yang berbentuk kekuatan. 6. termasuk juga bergaul dengan musuhnya. 3. antara lain intelegensi. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar dan bertindak sesuai dengan peran seksnya yaitu sebagai anak laki – laki atau anak perempuan. Dilihat dari karakteristik yang ada. menulis dan berhitung. simbol dan komunikasi. sikap. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar mengembangkan tiga keterampilan dasar yaitu membaca. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita dengan tepat. di samping kondisi kesehatan dan kecacatan. Setelah mengetahui tujuan dan faktor perkembangan. 3) Kepribadian seseorang. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan – permainan yang umum. Dorongan untuk ke luar dari rumah dan masuk ke dalam kelompok anak – anak sebaya. Hakikat dari tugas perkembangan ini adalah mempelajari keterampilan – keterampilan yang bersifat fisik/jasmani untuk dapat melakukan permainan. 2) Kematangan fisik. menulis dan berhitung yang diperlukan untuk hidup di masyarakat. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai makhluq yang sedang tumbuh. norma hidup. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak belajar memberi dan menerima dalam kehidupan sosial antar teman sebaya.

Secara umum. sedangkan akomodasi adalah proses memanfaatkan konsep-konsep yang sudah ada dalam pikiran untuk menafsirkan objek baru. setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspekaspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. jika cara belajar anak tidak dipahami. Menurut Piaget (1950). 1. dalam arti dapat membuat rencana untuk masa sekarang dan masa yang akan datang. setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya. PENGERTIAN CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR Memahami cara belajar anak adalah kunci pokok untuk menunjang keberhasilan anak. pengertian moral. Cara belajar anak SD dibanding orang dewasa mempunyai perbedaan yang besar. maka hasilnya akan kurang maksimal. Kedua proses tersebut akan berlangsung secara terus menerus sehingga membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. 2. Asimilasi yaitu menghubungkan objek baru dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan sikap sosial yang demokratis dan menghargai orang lain. Dengan demikian anak akan dapat membangun pengetahuan melalui interaksi secara langsung dengan lingkungannya. cara belajar adalah bagaimana seseorang menangkap. 9. memproses. Menurutnya. serta tata dan tingkatan nilai. B.7. dan mengingat suatu informasi. 8. Mengembangkan sikap terhadap kelompok – kelompok sosial dan lembaga – lembaga. Mengembangkan hati nurani. Hakikat tugas perkembangan ini adalah mengembangkan moral yang bersifat batiniah yaitu hati nurani. Demikianlah “Cara Belajar Anak Sekolah Dasar”. mengungkapkan. Sebaliknya. Mencapai kebebasan. serta mengembangkan pemahaman dan sikap moral terhadap peraturan dan tata nilai yang berlaku dalam kehidupan anak. Berdasarkan hal tersebut. Hakikat tugas perkembangan ini adalah anak menjadi individu yang otonom atau bebas. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. mengerti. TAHAPAN BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR . bebas dari pengaruh orang tua atau orang lain. Schemata adalah sistem konsep yang merupakan hasil pemahaman anak atas objek yang berada di sekitar anak. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi dan akomodasi.2 CARA BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR 1. A.

cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. 2. dan cakupan keluasan serta kedalaman materi. . yaitu: 1. Mulai berpikir secara operasional. keadaan yang alami. lebih faktual. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan memandang unsur-unsur secara serentak. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. lebar. Konkret. prinsip ilmiah sederhana. sehingga lebih nyata. 5. Memahami konsep substansi. panjang. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. keterkaitan antar materi. 3. 1. Mulai memandang dunia secara objektif.Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. luas. didengar. anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: 1. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. lebih bermakna. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. volume zat cair. Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan bendabenda. 4. dan berat. 1. Sehubungan dengan hal tersebut. Pada rentang usia sekolah dasar tersebut. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. dan diotak atik. Konkret mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkret yakni yang dapat dilihat. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dibaui. diraba. mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu.

1. Mereka senang melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka guru untuk mengerti isi suatu pelajaran. Ciri-ciri anak visual : • • • • • • • Senang bereksperimen dengan warna Senang menonton Sering melamun terutama saat kegiatan verbal Lebih banyak mengamati daripada berbicara Lebih mudah mengingat dengan melihat gambar Umumnya rapi dan bisa memadukan warna Sering menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan indra penglihatan. video presentasi dan flipchart yang berwarna. umumnya ada satu cara yang lebih disukai (preferred style of learning). C. Melalui indra pendengaran/ auditorial 2. misalnya ”Kelihatannya …” 1. 1. termasuk melihat bagaimana sesuatu hal dikerjakan. Anak-anak ini lebih senang duduk di depan supaya pandangannya tidak terhalang. transparansi. MACAM-MACAM CARA PENERIMAAN INFORMASI ANAK SEKOLAH DASAR Ada tiga cara seseorang anak menerima sebuah informasi : 1. Fokus mereka adalah pada perkataan dan suara. VISUAL – belajar melalui penglihatan Anak-anak visual umumnya senang dengan hal-hal yang dapat dilihat.) karena pada . buku bergambar. Melalui indra peraba/ kinestetik Walaupun ketiga indra tersebut selalu digunakan bersamaan dalam menerima sebuah informasi. Melalui indra penglihatan/ visual 1. menunduk. 1. 2. (menutup mata. misalnya oleh kepala teman. dsb. Seringkali anak-anak auditorial tidak melihat kepada pembicara. Cara belajar orang-orang visual sering disebut sebagai ”Tunjukkan Caranya/ Show Me”. Anak-anak visual berpikir dalam bentuk visual dan lebih cepat mengerti jika melihat tampilan gambar misalnya diagram. AUDITORIAL – belajar melalui pendengaran Anak-anak auditorial menggunakan bahasa secara efektif untuk menggambarkan sesuatu dengan kata-kata.

Pembelajaran dari pengalaman adalah cara paling efektif untuk menarik perhatian mereka. yang perlu kita lakukan adalah menggunakan cerita atau pengalaman pribadi untuk menjelaskan suatu poin. Sering menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan indra pendengaran. intonasi. Mereka tidak akan mendapatkan apa-apa dari sebuah proses yang isinya cuma ”duduk. Sensitif terhadap lingkungan yang terlalu panas atau dingin.” 1. ” Kedengarannya …. kecepatan berbicara. dan dengar”. Informasi tertulis mungkin tidak terlalu berarti sampai mereka mendengar informasi tersebut melalui suara. ’Mencari’ sesuatu barang dengan ’meraba’. Mau mencoba hal baru. Anak-anak auditorial menginterpretasikan arti yang tersirat dari suatu perkataan dengan mendengarkan nada suara. KINESTETIK – belajar melalui bergerak. Misalnya. membuat latihan dimana mereka membuat dan melakukannya sendiri. Anak-anak kinestetik senang bergerak. Lebih memilih pakaian berdasarkan bahan yang nyaman. penjelasan dalam bentuk narasi. Sering menggunakan kata-kata berdasarkan perasaan. dan halhal lain yang berkaitan dengan bunyi. Misalnya. Agar anak-anak kinestetik tertarik. Bisa mengikuti pembicaraan yang sedang berlangsung walaupun terlihat tidak memperhatikan. Tangannya tidak bisa diam dan selalu mencoba untuk ’memegang’ sesuatu. diam.saat itu mereka sedang fokus mendengarkan perkataan yang diucapkan oleh pembicara. . ”Rasanya…”. melakukan. yang perlu kita lakukan adalah membuat aktivitas yang memaksa mereka bergerak. misalnya MP3 player atau iPod. Ciri-ciri anak kinestetik : • • • • • • • Senang bergerak dan tidak bisa duduk diam di dalam kelas. Ciri-ciri anak auditorial : • • • • • Senang mendengar musik/irama. tinggi rendahnya nada. dan meraba Anak-anak yang cenderung kinestetik adalah anak-anak yang perlu terlibat secara fisik dalam sebuah proses. Sensitif terhadap keributan atau suara yang keras. membandingkan kata-kata. 3. Agar anak-anak auditorial lebih tertarik untuk belajar. bukan warna yang sesuai. Senang dengan peralatan yang bisa mengeluarkan bunyi. Mereka memiliki kemampuan yang baik dalam melakukan sintesis informasi.

hadiah atau hiasan apa saja. 3. 3. Mendengarkan musik. PENGEFEKTIFAN CARA BELAJAR ANAK SD Agar proses pembelajaran efektif. C. 6. membuat sesuatu dengan ’play dough’. Yang dapat dilakukan: Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung visual dapat belajar dengan lebih baik : 1. 2. 5. membaca sambil mengaduk sesuatu. misalnya irama tertentu untuk mengingat suatu pelajaran. Mewarnai. finger painting. Menonton video dan melihat foto. Anak-anak auditorial membedakan guru mereka dari nada dan tinggi rendahnya suara para guru. Pekerjaan tangan (art & craft) : menggunting. bentuk. Bicaralah dengan nada tenang dan teratur. menghitung. 4. kebun. Menari : gunakan lagu dengan irama yang menyenangkan. menempel. Masukkan musik ke dalam topik yang sedang dipelajari. artinya pengajar harus mampu memberikan pelajaran yang menggunakan semua indera tersebut di atas untuk bisa menjangkau semua murid. pola. menggambar dan membuat kolase. menggambar. Menghias : ajak anak anda memilih hiasan rumah. huruf dan angka. Memasak : biarkan mereka berkreasi dan belajar mengukur.1. 4. . Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung kinestetik dapat belajar dengan lebih baik: 1. Membuat kliping dari majalah bekas. namun bukan buku komik. 2. saat (sebagai latar belakang) dan sesudah (sebagai hadiah/reward) belajar. Mereka akan lebih cepat menyerap pelajaran tersebut. 2. Cari tahu musik apa yang mereka sukai dan gunakan musik untuk mengatur suasana hati mereka sebelum. Pilihkan buku dengan gambar yang berwarna-warni. 3. Beberapa ide agar anak-anak yang cenderung auditorial dapat belajar dengan lebih baik : 1. Gunakan flash card untuk belajar warna. Berceritalah dalam mengajarkan sesuatu dan gunakan nada yang berbeda untuk menekankan topik tersebut.

Kita sekali-kali tidak akan sengaja mengajarkan hal-hal ini. Tetapi jika anda membantu mereka untuk mengatur anggaran untuk membeli mainan. D. akan membuat ia tertarik. mungkin akan menolong kita untuk lebih berhati-hati mengenai apa yang kita ajarkan secara tidak langsung melalui suasana kelas. Bahkan mereka mungkin mempelajari beberapa hal sekaligus. CARA BELAJAR ANAK 1.4. Jika penelitian Alkitab tidak membangkitkan minat. Jika mereka secara pribadi tidak terlibat dalam bagian doa dan penyembahan. 2. 1. mereka tidak suka pelajaran matematika dan merasa belajar matematka tidak ada gunanya. Anak belajar secara kontinyu (terus-menerus). mereka akan lebih cepat mengerti. padahal kita tidak pernah bermaksud mengajarkan hal tersebut kepada mereka. Usahakan agar suasana belajar menyenangkan dan tidak terlalu berlarut-larut. 1. Kaitkan pembelajaran tersebut dengan sesuatu yang disukai si anak. Yang Perlu Diingat: 1. Anak belajar melalui panca inderanya. Buatlah informasi baru tersebut relevan dengan situasiu anak-anak. 4. 1. Jika anda bisa mengaitkan suatu informasi baru dengan apa yang sudah pernah dipelajarinya. Lebih baik mengulang hal sedikit-sedikit daripada sekaligus banyak. Gunakan metode ’hands-on’ dimana anak harus mecoba melakukan sesuatu sendiri dan bukan hanya menyaksikan demo. Tak pernah mereka berhenti belajar. boleh jadi mereka “belajar” bahwa saat doa adalah waktu yang baik untuk mengganggu teman yang duduk di sampingnya karena guru sedang menutup mata. . pastikan suasana yang mendukung. Jangan paksa anak anda untuk belajar disaat ia (dan juga anda) sedang kelelahan. Namun demikian anak-anak mungkin akan mempelajarinya. jangan berasumsi apa yang menarik untuk anda. Pilih topik yang menarik baginya. Kalau pengajaran kita tidak menantang mereka. boleh jadi mereka “belajar” bahwa Sekolah Minggu sangat membosankan dan tidak menarik. Apapun cara belajar anak anda. 3. Dengan mengetahui bahwa para murid kita belajar secara kontinyu. mereka akan jauh lebih tertarik untuk mempelajarinya. Contohnya. Jangan lupa untuk mengulang hal yang sudah dipelajari. 2. boleh jadi mereka “belajar” bahwa Alkitab adalah buku kuno yang menjemukan dan tidak ada hubungannya dengan masa sekarang. Anak senantiasa belajar. 5.

Anak belajar melalui kegiatan. iii. Atau melalui lukisan-lukisan cerita ia bisa terlibat. secara tidak langsung karena menempatkan diri dalam keadaan orang lain. hadiah. Dalam proses belajar ada dua macam dorongan. 3. sementara mereka melakukannya. Keinginan. 30 persen dari apa yang mereka lihat. secara lahir. melainkan adalah sesuatu yang dilakukan oleh anak itu. Anak akan paling cepat belajar bila hal itu dijadikan sesuatu yang menyenangkan dan memuaskan. 20 persen dari apa yang mereka dengar. 1. Hal belajar bukanlah sesuatu yang sekedar terjadi pada anak itu. pekerjaan tangan. Yang pertama adalah dorongan dari luar. v. Anak dapat terlibat dalam proses belajar melalui beberapa cara. 1. emosinya digerakkan. 4. Dorongan inilah yang bekerja bila anak itu dipimpin . secara batin. dorongan hati pribadi adalah contoh-contoh dorongan sejenis ini. Dalam mengajar di Sekolah Minggu ada tempat bagi dorongan sejenis ini.Mereka belajar: i. Ia bisa belajar secara langsung dalam kegiatan-kegiatan. Beberapa contoh dari dorongan sejenis ini ialah ganjaran. diskusi dan drama. Panca indera itu merupakan pintu masuk ke dalam kesadarannya. Perasaannya dapat dibangkitkan. Anak hanya mempunyai satu cara belajar. ii. tetapi jangan sampai merupakan dorongan satu-satunya. misalnya mengerjakan proyek-proyek. 80 persen dari apa yang mereka katakan 70 persen dari apa yang mereka katakan 1 persen dari apa yang mereka baca. hasrat. dengar. sementara mereka melihat. 50 persen dari apa yang mereka lihat dan Inilah prinsip yang terpenting tentang cara belajar para murid. penghargaan. Fakta ini menunjukkan pentingnya penggunaan bermacam-macam bahan bantuan untuk mengajar. Anak dapat mengingat paling banyak dari sesuatu yang dipelajarinya dengan cara mengatakan dan melakukan. Dorongan yang kedua adalah dari dalam. dan pujian. Anak akan belajar sebaik-baiknya bila ia mempunyai dorongan atau alasan untuk belajar. Dalam hal terlibat kebutuhan dan kepentingan yang dirasakannya. iv. vi. khayalannya digiatkan. Belajar bukanlah pengalaman yang pasif. yakni melalui panca inderanya.

1. Anak akan belajar paling baik bila mereka sudah siap untuk belajar. diakses tanggal 13 Februari 2010).com/2008/05/20/ciri-kecenderunganbelajar-dan-cara-belajar-anak-sd-dan-mi/. Ini berarti pengajar harus mengetahui taraf pengertian murid-muridnya dalam hal-hal rohani. Anonim. 2008. 1. Ciri Cara Belajar Anak SD. (Online). Dalam arti yang sesungguhnya. Tanpa tahun.untuk memahami bagaimana kebutuhannya dipenuhi melalui penerapan prinsip-prinsip Alkitab dalam kehidupannya. Anonim.html. diakses tanggal 13 Februari 2010). Juga. Anak belajar dengan jalan meniru. Anonim.com/2009/03/05/ciri-cara-belajar-anak-sd/.” DAFTAR RUJUKAN Anonim. Segala sesuatu mengenai diri kita mengajarkan sesuatu. (http://eduyuk. 2007. (Online). Kita mengajar. diakses tanggal 13 Februari 2010). Tahapan Cara Belajar Anak. (http://beingmom. . (http://pembelajaranguru. baik dengan perbuatan dan sikap maupun dengan perkataan atau gagasan. Cara Belajar Anak. diakses tanggal 13 Februari 2010).org/2009/05/cara-belajaranak/.wordpress. (Online). Sungguh penting bagi kaum remaja dan orang dewasa menginsafi bahwa ajaran Alkitab dapat dipraktekkan bagi keperluan hidup mereka. (Online). Kita harus mengetahui apa yang sudah diketahui para murid kita. mereka harus disiapkan untuk menerima kebenaran Alkitab. Suatu prinsip belajar lainnya yang terpaut di sini adalah bahwa para murid belajar hal-hal yang belum diketahuinya berdasarkan hal-hal yang sudah diketahuinya. (http://mitanggel. 2009.com/2009/08/tahapan-cara-belajar-anak. Mungkin sebelumnya pengajar harus memberi uraian pendahuluan tentang seri pelajaran yang baru dan menghubungkan pelajaran-pelajaran yang dahulu dengan keseluruhannya melalui ulangan secara berkala.blogspot. 5. 6. Ciri Kecenderungan Belajar dan Cara Belajar Anak SD dan MI.wordpress. para murid siap untuk belajar bila mereka dapat melihat hubungan bagian-bagian pelajaran itu dengan keseluruhan pengajaran tersebut. kita ini adalah “surat … yang dapat dibaca oleh semua orang. Ini berarti bahwa sebelum pengajar menarik perhatian anak dan membangkitkan rasa ingin tahu mereka. Fakta ini sekali menunjukkan pentingnya kehidupan pengajar.

2007. . Teori Belajar dan Pembelajaran. Putra. Winata Udin S. Perkembangan dan Belajar Peserta Didik. Jakarta: Depdikbud.go.News Aggregator. (http://www. 2006. Semiawan. diakses tanggal 13 Februari 2010). Jakarta: Universitas Terbuka.samarinda. Conny R. 1999. (Online).id/node/9613. Pahami Cara Belajar Anak.

§ Ibu yang hamil dan merasa stress akibatnya timbul berbagai masalah dan berdampak negative pada bayinya. 23 Oktober 2009 KARAKTERISTIK ANAK USIA SD RINGKASAN PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK (MKDK4302) Oleh : Muh Rosyid. § Anak usia 6 tahun ke bawah cenderung memiliki pandangan jarak jauh karena mata mereka belum matang dan belum terbentuk seperti mata oaring dewasa. § Kebanyakan anak di negara barat lebih cerdas dan sehat. . § Perkembangan anak pada usia sekolah masih sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Perkembangan Intelektual dan Emosional § Pada umumnya stress disebabkan oleh rasa cemas dan takut dan kebanyakan terjadi pada anak-anak. ini berarti anak telah dapat berfikir secara logis untuk hal-hal yang nyata.M. oleh karenanya harus banyak berolah-raga sehingga obesitasnya dapat dikurangi atau bahkan dapat dicegah.S.Search Search Translator Jumat.Pd. Tutor UT-UPBJJ Purwokerto Karakteristik Anak Usia SD § Usia 6-12 tahun adalah masa usia sekolah tingkat SD bagi anak yang normal.Pd.. § Kebiasaan anak mengunyah makanan yang manis-manis berakibat kerusakan gigi. § Pertumbuhan anak-anak yang sangat pesat harus diimbangi dengan pemberian nutrisi dan gizi yang seimbang.M. § Anak-anak yang kegemukan sangat terpengaruh aktifitasnya. § Sumber penyebeb stress adalah: o Penyakit o Tidak senang o Frustasi § Rasa takut sering kali disebabkan karena: o Menghadapi benda-benda besar o Ditinggalkan oleh orang tuanya o Sangat dimanjakan oleh orang tuanya § Menurut Piaget anak usia 5-7 tahun memasuki tahap operasi konkret. karena nutrisi yang diterima anak berhubungan dengan keadaan ekonomi.

Perkembangan Bahasa § Beberapa fase harus dilalui dalam periode linguistic yaitu: o Satu kata atau holofrase o Lebih dari satu kata o Diferensial § Fungsi bicara antara lain untuk mencapai tujuan. Moral dan Sikap § Peranan orang tua sangat penting dalam perkembangan social anak. § Anak yang kurang mendapata latihan ketrampilan berbicara seringkali menimbulkan masalah yaitu frustasi. § Penyebab strtes pada anak usia sekolah yaitu: o Harus berhasil dalam pendidikannya o Bersaing dalam aktifitas olah raga o Harus dapat bersosialisasi dengan lingkungannya § Ketakutan yang dirasakan oleh anak pada setiap Negara dengan alasan tertentu. Perkembangan Sosial. misalny: o Anak harus rajin sekolah o Anak harus mandi pada pagi hari o Anak harus membatu pekerjaan orang tua o Tingkat kecemasan orang tua.§ Konservasi dapat dikembangkan melalui 3 tahapan yaitu: o Preoperational o Transisitional o Operasional Konservasi tidak berdasarkan keadaan situasi lingkungan § Beberapa hambatan perkembangan anak ketika ibu sedang hamil mengalami stress yaitu: o Pertumbuhan fisik kurang baik o Kurang menguasai ketrampilan motorik o Kesulitan belajar di sekolah § Sumber stress yang dialami anak adalah oaring tua. yaitu anak merasa takut dalam ruan yang gelap. yaitu sebagai alat untuk: o mengevaluasi diri o menarik perhatian o mempengaruhi perilaku orang lain § Terdapat beberapa pendukung potensi anak berbicara yaitu: o Kematangan alat bicara o Kesempatan berlatih o Motivasi untuk belajar dan berlatih § Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan 2 bahasa disebut bilingual. sehingga perlu dikembangkan ketrampilan bergaul melalui kontak dengan lingkungannya § Pemberian hadiah kepada anak yang berprestasi akan dapat meningkatkan nilai pelajaran § Pelanggaran yang dilakukan anak perlu mendapat hukuman agar anak jera dan tidak mengulangi lagi .

o Dorongan naluri untuk meniru. § Kegiatan anak untuk selalu belajar melalui proses peniruan perilaku disebut dengan imitasi. o Sebagai alat untuk mendapatkan sesuatu. sehingga tidak dilakukan secara terus-menerus. karena menjadi tujuan utama perbuatan. § Pemberian hadiah amat penting dalam pendidikan karena: o Memberikan motivasi kepada anak. o Memiliki nilai pendidikan. o Memberikan pujian. o Memperkuat perilaku. § Upaya yang dapat dilakukan untuk mengembangkan bakat antara lain: o Menyediakan sarana yang cukup.§ Pada umumnya anak usia SD suka meniru perbuatan orang tuanya. . § Pemberian hadiah tidak selamanya baik. o Memperkaya pengalaman anak. karena: o Ingin mendapat perhatian dari orang tuanya.

anak memiliki pengetahuan melalui operasi benda-benda konkrit. Mereka menggunakan kalimat kompleks dan susunan dan dapat menangani semua bagian pembicaraan. Pada basis konteks tersebut. melalui akomodasi. yang kurang kongkret.Jun 14. Berbagai otot dan tulang mengalami penguatan sehingga anak cenderung aktif dalam melakukan kegiatan fisik seperti bergerak. mereka menambah informasi baru tentang pengalaman mereka yang mengharuskan mereka memperbesar kategori yang ada atau membuat kategori baru. Secara kognitif. Asimilasi merupakan proses kognitif yang menggabungkan informasi dari lingkungan ke dalam skemata yang ada. tetapi tampaknya kemungkinan anak-anak menarik apa yang mereka tahu tentang aturan untuk membentuk kata-kata. akomodasi adalah proses kognitif yang mengubah skemata yang ada atau membuat skemata baru untuk menyesuaikan dengan lingkungan. dan tidak pernah diam di tempat. Sebaliknya. Piaget membagi tahap-tahap perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu. maka makin kompleks lah susunan sel syarafnya dan makin meningkat pula kemampuannya. pemikiran anak SD sedang mengalami pertumbuhan sangat cepat. Ahli bahasa tidak yakin bagaimana pemetaan secara cepat terjadi. anakanak menambahkan informasi baru ke dalam gambaran mereka tentang dunia. Masih lagi. berlari. Melalui asimilasi. mereka mengubah gambaran mereka tentang dunia berdasarkan informasi baru. kata depan. Sanrock tidak melihat perkembangan kognitif sebagai sesuatu yang dapat didefinisikan secara kuantitatif. mereka harus menguasai beberapa poin bahasa. dan artikel. Ketika individu berkembang menuju kedewasaan. Nama-nama obyek (kata benda) tampaknya lebih mudah untuk dipetakan secara cepat dibandingkan dengan nama-nama tindakan (kata kerja). Dengan makin bertambahnya umur seseorang. '09 11:48 PM untuk semuanya Anak usia SD masih memasuki tahap perkembangan yang sangat pesat. Piaget menyimpulkan bahwa daya pikir atau kekuatan mental anak yang berbeda usia akan berbeda pula secara kualitatif untuk itu perlu perlakuan dan dukungan yang berbeda. yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf. Menurut Peaget (dalam Sanrock (1995:308) perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik. akan mengalami adaptasi biologis dengan lingkungannya yang akan menyebabkan adanya perubahan-perubahan kualitatif di dalam struktur kognitifnya. tentang kata-kata yang sama. Perkembangan kognitif anak SD dalam fase operasional konkrit (6-12 tahun). yang memungkinkan mereka untuk menyerap arti kata baru setelah mendengarnya sekali atau dua kali dalam percakapan. a) Perkembangan Anak SD . Pembelajaran dengan menggunakan referensi benda konkrit sangat membantu anak memahami simbol-simbol abstrak. Mereka menggunakan lebih banyak kata hubung. kemampuan bicara anak-anak menjadi sangat mirip dengan orang dewasa. Ada dua proses yang memungkinkan perubahan ini. Mereka berbicara dalam kalimat yang lebih panjang dan lebih rumit. Ketika anak-anak beradaptasi dengan lingkungan. Pada usia 5 hingga 7 tahun. saat anak-anak pada usia ini berbicara secara lancar. dapat dimengerti dan benar menurut tata bahasa. anak-anak tampaknya membentuk hipotesis yang cepat mengenai arti kata dan menyimpannya dalam ingatan. perkembangan intelektual anak sebagian besar ditentukan oleh manipulasi dan interaksi aktif anak dengan lingkungan. dan tentang subyek yang dibahas. tentang konteks yang cepat. Bagaimana anak-anak memperluas tata bahasa mereka dengan begitu cepat? Sebenarnya mereka melakukannya dengan pemetaan secara cepat.

Dalam menarik kesimpulan sering tidak diungkapkan dengan kata-kata. 2) Anak mulai mengetahui hubungan secara logis terhadap hal hal yang lebih kompleks. kekekalan berat pada usia 6 tahun. anak telah dapat memperoleh pengetahuan berdasarkan pada kesan yang agak abstraks. Maka sering terjadi kesalahan dalam memahami objek. dan ditandai adanya reversible dan kekekalan. 3) Tidak mampu memusatkan perhatian pada objek-objek yang berbeda. dan jelas. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Anak dapat membentuk kelas-kelas atau kategori objek. Tahap intuitif (umur 4-8 tahun). Unsur problematik dalam materi juga akan membuat sajian materi tidak monoton dan menjemukan. anak telah mampu menggunakan bahasa dalam mengembangkan konsepnya. 5) Memperhatikan objek sebagai hal yang tetap. waktu dan kecepatan 8) Kausalitas 9) Probabilitas 10) Penalaran 11) Egosentrisme dan sosialisme d) Tahap operasional formal (umur 11/12-18 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mampu berpikir abstrak dan logis dengan menggunakan pola berpikir “kemungkinan”. tetapi kurang disadarinya. Karakteristik tahap operasional konkret : 1) Sistem kekekalan 2) Adaptasi dengan gambaran yang menyeluruh 3) Melihat dari berbagai segi 4) Seriasi 5) Klasifikasi 6) Bilangan 7) Ruang.Menjumpai . 4) Mampu mengumpulkan barang-barang menurut kriteria. lugas. 2) Mencari rangsangan melalui sinar lampu dan suara. dengan kemampuan menarik kesimpulan. dan kekekalan volume pada usia 7 tahun. Pada tahap ini kondisi berpikir anak sudah dapat: 1) Bekerja secara efektif dan sistematis 2) Menganalisis secara kombinasi 3) Berpikir secara proporsional 4) Menarik generalisasi secara mendasar pada satu macam isi. Model berpikir ilmiah sudah mulai dimiliki anak. b) Tahap preoperasional (umur 2-7/8 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah pada penggunaan simbol atau bahasa tanda. c) Karakteristik Tahap Operasional konkret (umur 7/8 – 11/ 12 tahun) Ciri pokok perkembangan pada tahap ini adalah anak sudah mulai menggunakan aturan-aturan yang jelas dan logis. menafsirkan dan mengembangkan hipotesa.Tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun) Pertumbuhan kemampuan anak tampak dari kegiatan motorik dan persepsinya yang sederhana. kalimatnya sederhana. Preoperasional (umur 2-4 tahun). 2) Dapat mengklasifikasikan objek pada tingkat dasar secara tunggal dan mencolok. 3) Suka memperhatikan sesuatu lebih lama. 5) Dapat menyusun benda-benda secara berderet. Dengan demikian materi yang dikembangkan disesuaikan dengan pekermbangan dan kebutuhan anak. yaitu pemikiran simbolis dan pemikiran intuitif. Ciri pokok perkembangannya berdasarkan tindakan. dan mulai berkembangnya konsep-konsep intuitif Tahap itu dibagi menjadi dua. 4) Mendefinisikan sesuatu dengan memanipulasinya. Karakteristik tahap ini adalah: 1) Self counter nya sangat menonjol. Anak memahami bahwa jumlah objek adalah tetap sama meskipun objek itu dikelompokkan dengan cara yang berbeda. termasuk kriteria yang benar. Dia mengerti terhadap sejumlah objek yang teratur dan cara mengelompokkannya. Anak kekekalan masa pada usia 5 tahun. tetapi tidak dapat menjelaskan perbedaan antara deretan. materi diangkat dari realitas kehidupan anak sehari-hari. Supaya memiliki kebermaknaan pada anak. walaupun masih sangat sederhana. Kemampuan yang dimilikinya antara lain: 1) Melihat dirinya sendiri sebagai mahkluk yang berbeda dengan objek di sekitarnya. lalu ingin merubah tempatnya. 3) Anak dapat melakukan sesuatu terhadap sejumlah ide. dan dilakukan langkah demi langkah. Materi pembelajaran sebaiknya dalam bentuk yang mudah dipahami oleh anak. 4) Anak mampu memperoleh prinsip-prinsip secara benar. tetapi menantang penalaran kritis anak. Kalau perlu materi disertai gambar dan ilustrasi menarik dan menyenangkan.

perasaan yang mendorong anak-anak untuk mendapatkan kesetimbangan. anak-anak (dan juga orang dewasa) secara intrinsik termotivasi untuk mencoba memahaminya. Ketidaksetimbangan biasanya menimbulkan kebingungan dan pergolakan. yakni keseimbangan yang menyenangkan dengan lingkungan. Jika anak-anak dapat menyesuaikan dengan informasi baru. Dengan kata lain.sesuatu yang tidak dipahami atau tidak bisa dimengerti. atau konflik kognitif. . ketika dihadapkan dengan informasi baru atau berbeda. seorang anak bisa mengalami ketidaksetimbangan. maka ketidaksetimbangan yang ditimbulkan oleh pengalaman baru akan memotivasi si anak untuk mempelajari.

perkembangan sosial anak yang berada pada usia kelas awal SD antara lain mereka telah dapat menunjukkan keakuannya tentang jenis kelaminnya. mereka telah mampu mengontrol tubuh dan keseimbangannya.Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Karakteristik Perkembangan anak usia kelas awal SD Anak yang berada di kelas awal SD adalah anak yang berada pada rentangan usia dini. Selain itu. mempunyai sahabat. dua dan tiga SD biasanya pertumbuhan fisiknya telah mencapai kematangan. memahami sebab akibat dan berkembangnya pemahaman terhadap ruang dan waktu. Oleh karena itu. telah dapat mengontrol emosi. mengelompokkan obyek. Mereka telah dapat melompat dengan kaki secara bergantian. Dengan cara seperti itu secara bertahap anak dapat membangun pengetahuan melalui interaksi dengan lingkungannya. Kedua proses tersebut jika berlangsung terus menerus akan membuat pengetahuan lama dan pengetahuan baru menjadi seimbang. Karakteristik perkembangan anak pada kelas satu. Cara Anak Belajar Piaget (1950) menyatakan bahwa setiap anak memiliki cara tersendiri dalam menginterpretasikan dan beradaptasi dengan lingkungannya (teori perkembangan kognitif). setiap anak memiliki struktur kognitif yang disebut schemata yaitu sistem konsep yang ada dalam pikiran sebagai hasil pemahaman terhadap objek yang ada dalam lingkungannya. dapat menangkap bola dan telah berkembang koordinasi tangan dan mata untuk dapat memegang pensil maupun memegang gunting. Perkembangan emosi anak usia 6-8 tahun antara lain anak telah dapat mengekspresikan reaksi terhadap orang lain. Masa usia dini ini merupakan masa yang pendek tetapi merupakan masa yang sangat penting bagi kehidupan seseorang. telah mulai berkompetisi dengan teman sebaya. Untuk perkembangan kecerdasannya anak usia kelas awal SD ditunjukkan dengan kemampuannya dalam melakukan seriasi. dan mandiri. sudah mampu berpisah dengan orang tua dan telah mulai belajar tentang benar dan salah. Pemahaman tentang objek tersebut berlangsung melalui proses asimilasi (menghubungkan objek dengan konsep yang sudah ada dalam pikiran) dan akomodasi (proses memanfaatkan konsep-konsep dalam pikiran untuk menafsirkan objek). senang berbicara. Kedua hal tersebut tidak mungkin dipisahkan karena memang proses belajar terjadi dalam konteks interaksi diri anak dengan lingkungannya. telah mampu berbagi. Berdasarkan hal tersebut. meningkatnya perbendaharaan kata. berminat terhadap angka dan tulisan. bergeser dari satu aspek situasi ke aspek lain secara reflektif dan . Menurutnya. Pada rentang usia tersebut anak mulai menunjukkan perilaku belajar sebagai berikut: (1) Mulai memandang dunia secara objektif. Anak usia sekolah dasar berada pada tahapan operasi konkret. dapat mengendarai sepeda roda dua. maka perilaku belajar anak sangat dipengaruhi oleh aspek-aspek dari dalam dirinya dan lingkungannya. pada masa ini seluruh potensi yang dimiliki anak perlu didorong sehingga akan berkembang secara optimal.

artinya proses belajar terjadi dalam diri individu sesuai dengan perkembangannya dan lingkungannya. lebih bermakna. panjang. dan kepandaian. dan diotak atik. Integratif Pada tahap usia sekolah dasar anak memandang sesuatu yang dipelajari sebagai suatu keutuhan. mereka belum mampu memilah-milah konsep dari berbagai disiplin ilmu. (3) Mempergunakan cara berpikir operasional untuk mengklasifikasikan benda-benda. 2. Proses belajar bersifat individual dan kontekstual. Kegiatan pembelajaran ini akan menjadi bermakna bagi anak jika dilakukan dalam lingkungan yang nyaman dan memberikan rasa aman bagi anak. hal ini melukiskan cara berpikir anak yang deduktif yakni dari hal umum ke bagian demi bagian. yaitu: 1. lebar. dan kebenarannya lebih dapat dipertanggungjawabkan. Konkrit Konkrit mengandung makna proses belajar beranjak dari hal-hal yang konkrit yakni yang dapat dilihat. Hierarkis Pada tahapan usia sekolah dasar. Kebermaknaan belajar sebagai hasil dari peristiwa mengajar ditandai oleh terjadinya . dan cakupan keluasan serta kedalaman materi . lebih faktual. Perubahan ini bersifat menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. dan (5) Memahami konsep substansi. prinsip ilmiah sederhana. Belajar bermakna (meaningfull learning) merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif seseorang. sikap. cara anak belajar berkembang secara bertahap mulai dari hal-hal yang sederhana ke hal-hal yang lebih kompleks. keadaan yang alami.memandang unsur-unsur secara serentak. Pembelajaran pada hakekatnya adalah suatu proses interaksi antar anak dengan anak. didengar. sebab siswa dihadapkan dengan peristiwa dan keadaan yang sebenarnya. Sehubungan dengan hal tersebut. dengan titik penekanan pada pemanfaatan lingkungan sebagai sumber belajar. keterkaitan antar materi. Belajar dan Pembelajaran Bermakna Belajar pada hakekatnya merupakan proses perubahan di dalam kepribadian yang berupa kecakapan. Memperhatikan tahapan perkembangan berpikir tersebut. volume zat cair. Pemanfaatan lingkungan akan menghasilkan proses dan hasil belajar yang lebih bermakna dan bernilai. sehingga lebih nyata. diraba. maka perlu diperhatikan mengenai urutan logis. dan mempergunakan hubungan sebab akibat. (4) Membentuk dan mempergunakan keterhubungan aturan-aturan. kecenderungan belajar anak usia sekolah dasar memiliki tiga ciri. 3. anak dengan sumber belajar dan anak dengan pendidik. luas. (2) Mulai berpikir secara operasional. kebiasaan. dibaui. dan berat.

Dengan kata lain. Proses belajar tidak sekadar menghafal konsep-konsep atau fakta-fakta belaka. waktu selebihnya dapat digunakan untuk kegiatan remedial. Landasan Pembelajaran Tematik Landasan Pembelajaran tematik mencakup: Landasan filosofis dalam pembelajaran tematik sangat dipengaruhi oleh tiga aliran filsafat yaitu: (1) progresivisme. Pembelajaan tematik adalah pembelajaran tepadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. untuk mengembangkan suatu kemampuan dalam satu mata pelajaran sekaligus mempelajari matapelajaran lain. 3) pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan. dan (3) humanisme. 7) guru dapat menghemat waktu karena mata pelajaran yang disajikan secara tematik dapat dipersiapkaan sekaligus dan diberikan dalam dua atau tiga pertemuan. 5) Siswa mampu lebih merasakan manfaat dan makna belajar karena materi disajikan dalam konteks tema yang jelas.hubungan antara aspek-aspek. atau pengayaan. maka kegiatan pembelajaran bagi anak kelas awl SD sebaiknya dilakukan dengan Pembelajaran tematik. 2) Siswa mampu mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi dasar antar matapelajaran dalam tema yang sama. di antaranya: 1) Siswa mudah memusatkan perhatian pada suatu tema tertentu. informasi atau situasi baru dengan komponen-komponen yang relevan di dalam struktur kognitif siswa. Pengertian Pembelajaran Tematik Sesuai dengan tahapan perkembangan anak. 1983). 6) Siswa lebih bergairah belajar karena dapat berkomunikasi dalam situasi nyata. dan . suasana yang alamiah (natural). Aliran progresivisme memandang proses pembelajaran perlu ditekankan pada pembentukan kreatifitas. (2) konstruktivisme. tetapi merupakan kegiatan menghubungkan konsep-konsep untuk menghasilkan pemahaman yang utuh. konsep-konsep. konsep belajar dan pembelajaran bermakna. belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami langsung apa yang dipelajarinya dengan mengaktifkan lebih banyak indera daripada hanya mendengarkan orang/guru menjelaskan. Dengan tema diharapkan akan memberikan banyak keuntungan. Dengan demikian. sehingga konsep yang dipelajari akan dipahami secara baik dan tidak mudah dilupakan. karakteristik cara anak belajar. pemantapan. agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki siswa dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan. 4) kompetensi dasar dapat dikembangkan lebih baik dengan mengkaitkan matapelajaran lain dengan pengalaman pribadi siswa. pemberian sejumlah kegiatan. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi pokok pembicaraan (Poerwadarminta.

sehingga siswa akan memperoleh keutuhan dan kebulatan . Keaktifan siswa yang diwujudkan oleh rasa ingin tahunya sangat berperan dalam perkembangan pengetahuannya. Pengalaman belajar yang menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual menjadikan proses pembelajaran lebih efektif. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya (pasal 9). Pengetahuan bukan sesuatu yang sudah jadi. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya. Psikologi belajar memberikan kontribusi dalam hal bagaimana isi/materi pembelajaran tematik tersebut disampaikan kepada siswa dan bagaimana pula siswa harus mempelajarinya. Oleh karena itu. minat. pengetahuan adalah hasil konstruksi atau bentukan manusia. Arti Penting Pembelajaran Tematik Pembelajaran tematik lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif dalam proses pembelajaran. sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Manusia mengkonstruksi pengetahuannya melalui interaksi dengan obyek. pengalaman dan lingkungannya. Landasan psikologis dalam pembelajaran tematik terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi belajar. fenomena. melainkan suatu proses yang berkembang terus menerus. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). dan motivasi yang dimilikinya. Aliran konstruktivisme melihat pengalaman langsung siswa (direct experiences) sebagai kunci dalam pembelajaran. tetapi harus diinterpretasikan sendiri oleh masing-masing siswa. Pengetahuan tidak dapat ditransfer begitu saja dari seorang guru kepada anak. UU No. potensinya. Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema. guru perlu mengemas atau merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Landasan yuridis tersebut adalah UU No. dan kemampuannya (Bab V Pasal 1-b). Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi/materi pembelajaran tematik yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Melalui pengalaman langsung siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya.memperhatikan pengalaman siswa. Landasan yuridis dalam pembelajaran tematik berkaitan dengan berbagai kebijakan atau peraturan yang mendukung pelaksanaan pembelajaran tematik di sekolah dasar. Menurut aliran ini. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat. Teori pembelajaran ini dimotori para tokoh Psikologi Gestalt. termasuk Piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak.

5) Menyajikan kegiatan belajar yang bersifat pragmatis sesuai dengan permasalahan yang sering ditemui siswa dalam lingkungannya.pengetahuan. 3. Dengan demikian. seperti kerjasama. Siswa mampu memahami konsep-konsep tersebut secara utuh. pembelajaran tematik memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut: 1. Selain itu. Pemisahan matapelajaran tidak begitu jelas Dalam pembelajaran tematik pemisahan antar mata pelajaran menjadi tidak begitu jelas. Karakteristik Pembelajaran Tematik Sebagai suatu model pembelajaran di sekolah dasar. bukan tujuan akhir. dan tanggap terhadap gagasan orang lain. Hal ini diperlukan untuk membantu siswa dalam memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. komunikasi. 3) Kegiatan belajar akan lebih bermakna dan berkesan bagi siswa sehingga hasil belajar dapat bertahan lebih lama. 2) Kegiatan-kegiatan yang dipilih dalam pelaksanaan pembelajaran tematik bertolak dari minat dan kebutuhan siswa. Dengan pengalaman langsung ini. 2) Siswa mampu melihat hubungan-hubungan yang bermakna sebab isi/materi pembelajaran lebih berperan sebagai sarana atau alat. akan diperoleh beberapa manfaat yaitu: 1) Dengan menggabungkan beberapa kompetensi dasar dan indikator serta isi mata pelajaran akan terjadi penghematan. toleransi. Memberikan pengalaman langsung Pembelajaran tematik dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa (direct experiences). siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (konkrit) sebagai dasar untuk memahami hal-hal yang lebih abstrak. 2. dan 6) Mengembangkan keterampilan sosial siswa. karena tumpang tindih materi dapat dikurangi bahkan dihilangkan. Bersifat fleksibel . 5. 4) Dengan adanya pemaduan antar mata pelajaran maka penguasaan konsep akan semakin baik dan meningkat. 3) Pembelajaran menjadi utuh sehingga siswa akan mendapat pengertian mengenai proses dan materi yang tidak terpecah-pecah. hal ini sesuai dengan pendekatan belajar modern yang lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek belajar sedangkan guru lebih banyak berperan sebagai fasilitator yaitu memberikan kemudahankemudahan kepada siswa untuk melakukan aktivitas belajar. 4) Membantu mengembangkan keterampilan berpikir siswa. Menyajikan konsep dari berbagai matapelajaran Pembelajaran tematik menyajikan konsep-konsep dari berbagai mata pelajaran dalam suatu proses pembelajaran. karena sesuai dengan tahap perkembangannya siswa yang masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan (holistik). Berpusat pada siswa Pembelajaran tematik berpusat pada siswa (student centered). 4. Fokus pembelajaran diarahkan kepada pembahasan tema-tema yang paling dekat berkaitan dengan kehidupan siswa. Beberapa ciri khas dari pembelajaran tematik antara lain: 1) Pengalaman dan kegiatan belajar sangat relevan dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan anak usia sekolah dasar. dengan penerapan pembelajaran tematik di sekolah dasar akan sangat membantu siswa. Dengan pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan tema ini.

jangan dipaksakan untuk dipadukan. Kegiatan pembelajaran ditekankan pada kemampuan membaca. Hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa Siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya sesuai dengan minat dan kebutuhannya. bahkan mengaitkannya dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada. minat. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa.Pembelajaran tematik bersifat luwes (fleksibel) dimana guru dapat mengaitkan bahan ajar dari satu mata pelajaran dengan mata pelajaran yang lainnya. lingkungan. 5. 6. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester 3. Menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan RAMBU-RAMBU 1. dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral 6. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan 2. menulis. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan. 4. 7. Kompetensi dasar yang tidak diintegrasikan dibelajarkan secara tersendiri. Kompetensi dasar yang tidak tercakup pada tema tertentu harus tetap diajarkan baik melalui tema lain maupun disajikan secara tersendiri. dan daerah setempat .

mengkritik. Kosa kata yang kurang dari rata – rata dapat menghambat tugas – tugas disekolah dan komunikasi dengan orang lain 2. pelat ) membuat anak rendah diri atau tidak percaya diri 3. semakin banyak mempunyaii teman akan semakin populer dan bahagia . merendahkan orang lain.teman sebayanya • Perkembangan Sosial : akhir masa kanak merupakan usia berkelompok.Anak – anak yang cenderung tidak diterima dalam kelompok social diantaranya: . 2009 Leave a Comment masa-akhir-kanak-kanak Perkembangan Mental Yang Penting Pada Akhir Masa Kanak – Kanak • Perkembangan Emosi : anak mulai tahu ungkapan – ungkapan emosi yang diterima dan tidak diterima sekaligus belajar katarsis emosional tapi pada masa ini tidak jarang terjadi ledakan emosi yang disebabkan oleh faktor fisik dan lingkungan yang tidak mendukung Perkembangan Berbicara (komunikasi) • Ada empat hal yang harus diperhatikan dalam berkomunikasi pada akhir masa kanak – kanak : 1.wanitaimpian. Kesalahan dalam berbicara misalnya : salah ucap.http://www. membual akan ditentang/ tidak diterima oleh teman. Pembicaraan yang bersifat egosentris. cacat dalam bicara ( gagap. Bahasa yang berbeda yang membuat anak sulit berkomunikasi 4.com/2009/masa-kanak-%E2%80%93kanakakhir-late-childhood/ Masa Kanak –Kanak Akhir ( Late Childhood ) December 26.

pengendalian emosi. belajar menerima kekalahan dan kemenangan.> Anak yang tidak serupa cenderung akan ditolak atau diabaikan oleh kelompok sebaya dan kurang mempunyai kesempatan untuk belajar bersosialisasi > Anak – anak yang mempunyai mobilitas sosial yang sangat tinggi akan mengalami kesulitan diterima dalam kelompok > Anak yang berasal dari kelompok ras atau agama yang terkena prasangka > Anak yang mempunyai perilaku yang tidak baik • (hyperaktif). kekompakan. pentingnya kerja sama. • Moral : akhir masa – masa kanak secara moral masuk pada tingkat moralitas konvensional yang terbagi dalam dua tahap yaitu : > Anak mengikuti peraturan untuk mengambil hati orang lain untuk mempertahankan hubungan yang baik > Menerima aturan yang sesuai untuk semua kelompok untuk menghindari penolakan. Incoming search terms: • • • • • • • • • • perkembangan kanak-kanak akhir masa kanak-kanak akhir perkembangan sosial masa kanak-kanak akhir perkembangan sosial masa anak-anak akhir perkembangan sosial kanak-kanak akhir perkembangan moral kanak-kanak akhir perkembangan keterampilan pada masa kanak-kanak akhir artikel akhir masa kanak kanak Masa Kanak-kanak Akhir (Later Chilhood) masa akhir anak-anak . kompetisi. Bermain Bagi anak – anak bermain adalah sesuatu yang sangat penting untuk perkembangan fisik dan psikologis. motivasi dll. Selama bermain anak – anak mengembangkan berbagai ketrampilan sosial ex : aturan. kreatifitas.

Masa ini pun kita akan melihat bagaimana bayi yang sebelumnya sangat tergantung penuh pada sang ibu. tetapi tidak dipungkiri seorang ibu akan selalu membantunya walaupun tidak secara penuh. Proses ini bersifat individual dan unik sehingga memberikan hasil akhir yang berbeda dan ciri tersendiri pada setiap anak. lingkungan bio-fisiko-psiko-sosial dan perilaku. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi pertumbuhan anak : 1. Sedangkan perkembangan (development) berkaitan dengan pematangan dan penambahan kemampuan (skill) fungsi organ atau individu. genetic. Rahma & Lia PEMBAHASAN Awal Masa Kanak – Kanak Masa ini berlangsung mulai dari umur 2 tahun sampai 6 tahun. kini mereka harus berusaha bergerak untuk melepaskan kemandiriannya secara perlahan – lahan. Kedua proses ini terjadi secara sinkron pada setiap individu. tergantung ras. Proses tumbuh kembang seseorang merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling terkait. Tugas ibu kini adalah mendorong pola – pola kelakuan yang memungkinkan anak mengambil tempat dalam masyarakat manusia.wordpress. yaitu: faktor genetik / keturunan. jenis kelamin dan kelainan bawaan .http://tafany.com/2007/10/30/awal-masa-kanak-kanak-by-fitri-rahma-lia/ 30 Okt 2007 5 Komentar by tafany in Psikoper By Fitri. Faktor heredo konstitusional . Pada masa ini pun peranan ibu kini beralih dari perpanjangan evolusi alamiah kekuatan budaya. Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Pertumbuhan (growth) berkaitan dengan dengan masalah perubahan dalam ukuran fisik seseorang.

aktivitas fisik. pujian. perawatan kesehatan dini berupa imunisasi dan deteksi dan intervensi dini akan timbulnya gejala penyakit. tanggung jawab untuk kemandirian sangatlah penting untuk diberikan. . Adapun Kebutuhan dasar seorang anak adalah : 1. kebutuhan akan tempat tinggal. perbedaan perkembangan tersebut bisa amat ekstrem. Kebutuhan anak akan kasih sayang. diperhatikan dan dihargai. Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan . dll. 3. ASUH ( kebutuhan biomedis) Menyangkut asupan gizi anak selama dalam kandungan dan sesudahnya. tiroid. . pendidikan . 3. Setiap anak memiliki perkembangan mental dan fisik yang berbeda-beda. iklim. Misalnya. dan pelatihan yang diberikan sedini dan sesuai mungkin. Faktor hormonal . si kakak pandai bergaul sementara adiknya luar biasa pemalu. Perkembangan yang optimal sangat dipengaruhi oleh peranan lingkungan dan interaksi antara anak dan orang tua / orang dewasa lainnya. penyakit. ASAH ( kebutuhan akan stimulasi mental dini) Cikal bakal proses pembelajaran . Faktor lingkungan selama dan sesudah lahir: gizi. di dalam satu keluarga. Interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. trauma.pengalaman baru. sosio – ekonomi.2. bahkan sejak bayi dalam kandungan. hormon sex dan steroid. insulin . tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang adalah salah satunya. 2. ASIH ( kebutuhan emosional) Penting menimbulkan rasa aman (emotional security) dengan kontak fisik dan psikis sedini mungkin dengan ibu. pakaian yang layak dan aman . Terutama pada usia 4 – 5 tahun pertama ( golden year) . Bahkan.

. utnuk melanjutkan tanpa gangguan hingga mereka mendapat kepuasaan sendiri. Pada usia ini si Kecil sudah bisa berjalan. ke dalam mulutnya sebagai satu cara untuk • ketika anak – anak mulai tumbuh gigi mereka cenderung untuk menggigit dengan giginya itu. Dia tersenyum kepada wajah – wajah yang dikenalnya dan menangis apabila wajah – wajah yang tidak dikenalnya menghampirinya. • anak – anak juga cenderung menghendaki meneruskan setiap kegiatan yang sedang dilakukannya. mereka lebih bisa berkelakuan agresif kecuali anak itu dibantu oleh orang tua yang mendampinginya. kebanggaan dan dasar-dasar kemandirian.ketrampilan dan produktivitas yang baik. Pola Tingkah laku Kanak – kanak dan hubungannya dengan pertumbuhan • Ketika anak mulai mampu bergerak merangkak sendiri dan melakukan lebih banyak lagi kegiatan. dengan kecerdasan. kemandirian . kepribadian yang mantap. Pada awalnya anak masih mempertahankan sifat egosentriknya. minum dan sebagainya. seperti minta makan. Anak itu telah belajar utnuk menghubungkan senyum dengan rasa senang. • mereka suka memasukkan hampir semua apa yang diraih dan digenggamnya menyelidikinya. . arif. mulai bergerak kesana. Anak umur 2 sampai 6 tahun Usia 2 -4 tahun merupakan masa pembentukan rasa percaya diri. • ketika anak itu belajar tanggap terhadap sesamanya. maka pada saat itu ia telah mulai memilih orang – orang yang hendak ditanggapinya. hingga mereka bisa menyadari kalau menggigit itu bisa melukai. Bicaranya pun lebih banyak digunakan untuk kebutuhan dirinya. namun belum dapat menerima pendapat orang lain.kemari dan berbicara untuk mewujudkan keinginannya dalam bentuk ucapan dan perbuatan yang masih bersifat impulsif.sehingga akan terwujud etika.

1971). . Inisiatifnya juga mulai berkembang dan ia mulai belajar merencakan suatu permainan bersama bersama teman-temanya. Apabila penanaman dasar-dasar ini baik. Ia mulai belajar mengembangkan kemampuannya untuk bermasyarakat. meniru norma dan perilaku orang dewasa dan mulai bermasyarakat. dapat dikatakan bahwa penanaman dasar-dasar kepada anak usia 4 sampai 6 tahun (masa kanak-kanak) akan sangat menentukan perkembangan selanjutnya. <!–[endif]–>Pemilihan Pendidikan kanak-kanak Pada usia 4 tahun seorang anak telah membentuk 50% dari intelegensi yang akan dimilikinya. Hal ini sesuai dengan pendapat Hurlock. Disamping itu penggunaan sarana atau alat yang menarik akan membuat anak menjadi senang dan tidak merasa terpaksa. nyanyian anak-anak. berbicara dan berinteraksi dengan anak lain dan orang yang lebih tua. berkelompok serta melakukannya dengan gembira. maka akan membantu perkembangan dan pertumbuhan di masa yang akan datang. akan mempengaruhi tingkat pemahaman dan ketertarikan anak. Sebaliknya apabila penanaman dasar-daar ini kurang baik atau bahkan sangat kurang maka akan mengganggu perkembangan serta pertumbuhan anak selanjutnya. pada waktu dia dewasa seblum berusia 8 tahun anak telah membentuk 80% dari intelegensi yang akan dimilikinya pada waktu dewasa (Bichler. 1998).Sedangkan usia 5 – 6 tahun merupakan masa pengembangan inisiatif. <!–[if !supportLists]–>E. bahwa pada awal masa kanakkanak anak senang dibacakan dan melihat gambar-gambar dari buku. dongengdongeng. Cara bagaimana menanamkan dasaar-dasar yang baik kepada anak. cerita-cerita tertentu tentang hewan dan kejadian sehari-hari (Hurlock. namun masih belum mampu berpikir secara timbal balik. Memperhatikan pendapat Bichler dan Freud tersebut. Pada usia ini anak akan sangat aktif bergerak. Selanjutnya Freud mengatakan bahwa kepribadian sebenarnya telah terbentuk pada akhir tahun kelima dan perkembangan selanjutnya sebagian besar hanya merupakan penghalusan struktur dasar.

TK merupakan salah satu bentuk pendidikan prasekolah yang ada dijalur pendidikan sekolah. Pada masa ini anak belum bisa membedakan dengan tegas antara perasaan dan motif pribadinya dengan realita dunia luar. memegang peranan yang sangat penting. Penanaman dasar-dasar kepada anak pada usia 4 tahun sampai 6 tahun ini akan sangat efektif. <!–[if !supportLists]–>F. (peraturan pemerintah no. bahwa perkembangan intelektual anak usia 5-6 tahun termasuk fase pra-operasional.Menurut Jean Piaget. yaitu suatu masa prasekolah. Oleh karena itu bagaimana cara memberikan konsep dasar kepada anak yang menarik dan membuat anak merasa senang (tidak trpaksa). 27 th 1990 ). <!–[endif]–>Macam – Macam Emosi pada anak – anak • • • • • • • • Amarah Takut Cemburu Ingin tahu Iri hati Gembira Sedih Kasih sayang <!–[if !supportLists]–>G. apabila anak seusia ini dimasukkan pada pendidikan prasekolah yaitu Taman Kanak-Kanak. Taman Kanak-Kanak (TK) didirikan sebagai usaha mengembangkan seluruh segi kepribadian anak dalam rangka menjembatani pendidikan dalam keluarga ke pendidikan sekolah. sehingga pada taraf ini kemungkinan utnuk menyampaikan konsepkonsep tertentu kepada anak masih terbatas (Nasution 1998). <!–[endif]–>Pola bermain pada anak – anak • Βερµαιν δενγαν µαιναν • ∆ραµατισασι • Κονστρυκσι . Pendidikan prasekolah adalah pendidikan utnuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak didik diagram luar lingkungan keluarga sebelum memasuki pendidikan dasar.

Menurut psikikologi hereditas lbh byk mempengaruhi intelegensi daripada lingkungan <!–[if !supportLists]–>b. radio dan televise Pertanyaan : <!–[if !supportLists]–>1. <!–[endif]–>Dari Nunuk Ponco. <!–[endif]–>Siksha Putri Dengan orangtua yang otoriter bagaiman cara menumbuhkan/menambah minat anak? Orang tua yang otoriter akan membuat anak menjadi pendiam.. <!–[endif]–>Ras.pemalu dan penakut. Dan dapat kemungkinan anak akan menjadi tidak penurut (membangkang) karena orang tua yang selalu mengatur gerak langkah sang anak. dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu.• Περµαιναν • Membaca • Film.bagaimana jika ada seorang anak berada dalam lingkungan yang buruk. DNA yang membentuk gen mempunyai peran penting dalam trasmisi sifat-sifat herediter. Kewajiban orang tua juga mengajarkan mana hal baik yang harus dilakukan atau tidak bagi si anak. <!–[endif]–>Listiyati Sugiono . Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini terkenal sebagai hereditas.asuhan dari orang tua sangat dibutuhkan bagi anak. <!–[if !supportLists]–>3. <!–[endif]–>Maya Inayah Pada umur 2-6 tahun adalah masa anak meniru segala hal.jenis kelamin dankelainaa bawaan <!–[if !supportLists]–>2. <!–[if !supportLists]–>4.sikap apa yang harus dilakukan oleh orang tua? Perkembangan anak tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan saja namun orang tua juga berperan sebagai kontroling untuk sang anak. <!–[endif]–>Gen yang terdapat didalam nekleus. Bila kemungkinankemungkinan itu terjadi biasanya orang tua langsung Intropeksi diri untuk merubah sikap. Kel 3 : Apa faktor dari heredokontitutional ? <!–[if !supportLists]–>a.dan seharusnya orang tua melihat lingkungan mana yang baik bagi sang anak. Peran guru juga dapat membantu anak tampil berani dan tidak pemalu.

salk lee.Gunung jati Arstein holene. tetapi lebih banyak memberikan contoh – contoh penuh kasih sayang dan pengertian terhadap anak. Jakarta. <!–[if !supportLists]–>6. <!–[if !supportLists]–>7.Elizabeth.Cara membimbing pertumbuhan dan perkembangan anak menjadi manusia sehat mental dan cedas. <!–[endif]–>Yuniarsih H Bagaimana dengan anak yang takut dengan ayah dan cendrung manja terhadap ibu? Setiap anak pasti membutuhkan kasih sayang dan kenyamanan. Daftar Pustaka HurlockB. masa meniru. <!–[endif]–>Mengapa anak kecil senang sekali dengan boneka dan mobil-mobilan? Awal masa kanak-kanak adalah masa permaian. <!–[if !supportLists]–>5.. Jadi anak memvisualisasikan mainan tersebut sebagai teman pengganti dan disanalah bisa meniru peran – peran yang ia lihat. Erlangga Kramer Rita. dia menganggap bahwa dia sebagai ibu dari boneka tersebut dan ia meniru tingkah laku yang dilakukan seorang ibu untuk sang anak. orang tua adalah tempat kasi sayang itu jadi pola asuh yang diberikan oleh ibu dan ayah haruslah seimbang.Bandung Majalah Ibu dan anak .Adakah pengaruh terhadap anak atas ibu yang mempunyai jenjang sekolah lebih tinggi dengan ibu yang tidak sekolah? Ada.bisa jadi ibu yang tidak sekolah mempunyai kemauan untuk mengurusi anak. contoh : ketika ia bermain boneka. <!–[endif]–>Ikah Sari Bagaimana memanage anak yang selalu ingin sesuatu barang tetapi ia sudah mempunyainya Orang tua harus memberi pemahaman terhadap anak dan Tidak mengutamakan hukuman dengan kemarahan . Psikologi perkembangan.Dr. karena akan berpengaruh juga terhadap daya tangkap anak. Tapi semua itu harus disertai dari kemauan dan kemampuan seorang ibu.Jakarta. Perkembangan jiwa anak.Sinar Kumala.tahap mainan.

Tabloid Nova • .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->