HUBUNGAN KASUS DIARE DENGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN PERILAKU Atik Sri Wulandari Bagian Ilmu Kesehatan

Masyarakat Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
ABSTRAK Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian. Dalam upaya menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat diare perlu diketahui faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian diare. Dari beberapa penelitia yang pernah dilakukan terutama dinegara berkembang ternyata banyak faktor yang secara langsung dan tidak langsung dapat mendorong terjadinya diare, faktor-faktor tersebut antara lain adalah keadaan gizi, kependudukan, lingkungan dan perilaku. Faktor yang diduga sangat berkaitan erat dengan kejadian diare adalah faktor tersedianya air bersih baik dari segi kualitas maupun kuantitas, pembuangan tinja dan air limbah, perilaku, hygiene perorangan, dan kependudukan.Penyebab utama adanya kejadian diare berkaitan dengan pola hidup sehat yang ada dalam kegidupan sehari-hari .

DIARRHEA CASE RELATIONSHIP WITH SOCIOECONOMIC FACTORS AND BEHAVIOR Atik Sri Wulandari Department of Public Health Lecturer Faculty of Medicine, University of Wijaya Kusuma Surabaya
ABSTRACT Diarrhea is still one major public health problem, because the high morbidity and mortality. In an effort to reduce mortality and morbidity due to diarrhea need to know the factors associated with occurrence of diarrhea. Of the few empirically ever undertaken mainly in developing countries there are many factors that directly and indirectly to encourage the incidence of diarrhea, these factors include the state of nutrition, population, environment and behavior. The factors that allegedly are intimately associated with the incidence of diarrhea is a factor the availability of clean water both in quality and quantity, sewage treatment and waste water, behavior, personal hygiene, and major kependudukan.Penyebab the incidence of diarrhea associated with a healthy lifestyle that exists in daily kegidupan to-day.

I.

PERMASALAHAN

Di negara berkembang kebanyakan kematian Balita disebabkan oleh lima hal, atau kombinasi dari beberapa macam penyakit, diantaranya : Pnumonia, diare, campak, malaria dan malnutrisi. Di seluruh dunia 3 dari 4 anak yang pergi ke sentral pengobatan penderita setidaknya satu dari kondisi di atas. Banyak dari kematian ini dapat dicegah dengan manajemen kesehatan yang lebih baik (WHO, 1997). Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak dengan perkiraan 1,3 milyar dan 3,2 kematian tiap tahun pada balita. Di Indonesia penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang mendapatkan prioritas program pemberantasan karena tingginya angka kesakitan dan menimbulkan banyak kematian terutama pada bayi dan balita.

Dalam upaya menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat diare perlu diketahui faktor-faktor yang berkaitandengan kejadian diare. Banyak factor yang secara langsung dan tidak langsung dapat mendorong terjadinya diare, faktor-faktor tersebut antara lain adalah keadaan gizi, kependudukan, lingkungan dan perilaku. Faktor yang diduga sangat berkaitan erat dengan kejadian diare adalah faktor tersedianya air bersih baik dari segi kualitas maupun kuantitas, pembuangan tinja dan air limbah, perilaku, hygiene perorangan, dan kependudukan. 1 Penyebab utama kematian karena diare adalah dehidrasi sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinja. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian diare, diantaranya adalah faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. 11

menurut penelitian. kependudukan. Banyak dampak yang terjadi karena infeksi seluran cerna antara lain pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi. gangguan keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam basa.25 kali memberikan cairan rehidrasi oral dengan baik pada balita dibanding dengan kelompok ibu dengan status pendidikan SD ke bawah. Angka kesakitan diare pada tahun 2006 yaitu 423 per 1000 penduduk. didapatkan hasil bahwa dari 18. Angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat.9 Diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dan frekuensinya lebih banyak dari biasanya.Faktor Lingkungan Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan.3 episode kejadian diare pertahun 8 Diare merupakan suatu sebutan untuk buang air besar yang konsistensinya cair. keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat.Faktor Gizi Diare menyebabkan gizi kurang dan . Neonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali. Balita yang berumur 12-24 bulan mempunyai resiko terjadi diare 2.23 kali dibanding anak umur 25-59 bulan. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah. kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam. semakin baik tingkat kesehatan yang diperoleh si anak. Faktor Umur Balita. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula.Faktor Pendidikan.sebagian besar diare terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun.52%). Diare masih merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak di negara yang sedang berkembang. Sedangkan untuk bayi berumur lebih dari satu bulan dan anak dikatakan diare bila frekuensinya lebih dari 3 kali. Faktor Pekerjaan Ayah dan ibu yang bekerja Pegawai negeri atau Swasta rata-rata mempunyai pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan ayah dan ibu yang bekerja sebagai buruh atau petani. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh infeksi.sehingga secara keseluruhan diperkirakan kejadian diare pada balita berkisar antara 40 juta setahun dengan kematian sebanyak 200. denganjumlah kasus 10. Pada survei tahun 2000 yang dilakukan oleh Ditjen P2MPL Depkes di 10 provinsi. 11 Berbagai faktor mempengaruhi kejadian diare.000 rumah tangga yang disurvei diambil sampel sebanyak 13. maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare. yaitu: sarana air bersih dan pembuangan tinja. Semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua. sehingga mempunyai resiko lebih besar untuk terpapar dengan penyakit.000 balita. DiIndonesia dilaporkan terdapat 1. Definisi lain memakai kriteria frekuensi.5 Jenis pekerjaan umumnya berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan. hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan diare yang menimbulkan banyak kematian terutama pada balita. Dua faktor yang dominan.000400. Kedua faktor ini akan berinteraksi bersama dengan perilaku manbusia.440 balita. yaitu melalui makanan dan minuman. ditemukan bahwa kelompok ibu dengan status pendidikan SLTP ke atas mempunyai kemungkinan 1. diantaranya adalah faktor lingkungan. gizi.980 penderita dengan jumlah kematian 277 (CFR 2. pendidikan. yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari.6 sampai 2 kejadian diare per tahun pada balita.6.1 PEMBAHASAN Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat). dan kejadian diare pada balita yaitu 1. Tetapi ibu yang bekerja harus membiarkan anaknya diasuh oleh orang lain. baik berampas sedikit maupun banyak yang terjadi lebih dari tiga kali dalam 24 jam.Penyakit diare di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Diketahui juga bahwa pendidikan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap morbiditas anak balita.

muntah. rota virus. Pada bayi yang tidak diberi ASI resiko untuk menderita diarelebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar. Oxyuris. Adenovirus. radiasi. Trichiuris. Astrovirus dan sebagainya2. kurang = <90-70. demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3-7 hari.2 Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang.Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan. Hal ini disebabkan karena dehidrasi dan malnutrisi. bakteri. Infeksi parenteral yaitu : 2. parasit dan jamur. maltosa. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakterisitik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi. Diare radang dibagi lagi atas infeksi dan non infeksi. Rotavirus.5.3 Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. Menggunakan botol susu.Faktor terhadap Laktosa(Susukaleng). buruk = <70 dengan BB perTB. Bayi dan balita yang gizinya kurang sebagian besar meninggal karena diare. kondisi rumah yang buruk. Salmonella. dan sukrosa). Cholerae. Giardia lamblia. dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual.8 . fruktosa. sedangkan non infeksi karena alergi. Malabsorbsi lemak c. Kontak kuman pada kotoran dapat langsung ditularkan pada orang lain apabila melekat pada tangan dan kemudian dimasukkan ke mulut dipakai untuk memegang makanan.coli. Champylobacter. pengobatan dengan makanan yang baik merupakan komponen utama penyembuhan diare tersebut. Faktor Malabsorbsi a. beracun. Malabsorbsi KH : disakarida (intoleransi laktosa. sigella. Infeksi enteral yaitu : Infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak. Penyebab infeksi bisa virus. Faktor gizi dilihat berdasarkan status gizi yaitu baik = 10090. Kontaminasi alatalat makan dan dapur.15 Peradangan usus oleh agen penyebab : 1. E. monosakarida (intoleransi glukosa. anatomis.Faktor sosial ekonomi mempunyai pengaruh langsung terhadap faktor-faktor penyebab diare. Trichomonas hominis). tidak mempunyai penyediaan air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan. Trichuris) Jamur (Candidaalbikan). Diare non radang bisa karena hormonal. 3) Infeksi parasit : Cacing (Ascaris. Shigella.Parasit : Cacing (Ascaris.16 Kebanyakan anak mudah menderita diare berasal dari keluarga besar dengan daya beli yang rendah. b. salmonella. Oleh karena itu.16 Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa. Dalam ASI mangandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman penyebab diare seperti Sigella dan V. dan galaktosa). Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%.histolytica. Protozoa (E.dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dhidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%.memperberat diarenya. penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman sehingga menyebabkan diare. 2) Infeksi virus : Enterovirus.Virus : Enterovirus.17 Bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan: Bakteri : Etamuba coli. obat-obatan dan lain-lain. alergi terhadap makanan. Strongyloides). Aeromonas dan sebagainya.albicans). meliputi : 1) Infeksi bakteri : Vibrio. Faktor infeksi a.Faktor Makanan/minuman yang dikonsumsi Kontak antara sumber dan host dapat terjadi melalui air. terutama air minum yang tidak dimasak dapat juga terjadi sewaktu mandi dan berkumur. b. . Faktor makanan : makanan basi. Malabsorbsi protein 3. jamur (C. Yersinia. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit.

Kejadian diare akut yang terdahulu merupakan resiko terjadinya diare kronik .Depresi sistem immunologic . Di negara berkembang. campak atau pada infeksi sistemik lainnya misalnya.4% dari total kematian bayi. Myanmar.Penanganan yang tidak efektif menambah resiko terjadinya diare kronik. sumber air minum.diare dengan dehidrasi ringansedang (kehilangan cairan 5-10% BB). diare masih merupakan penyebab kematian utama bayi dan balita. diketahui bahwa ada pengaruh tingkat pendidikan. Hasil Surkesnas 2001 mendapatkan angka kematian bayi 9. anak-anak balita mengalami rata-rata 3-4 kali kejadian diare per tahun tetapi di beberapa tempat terjadi lebih dari 9 kali kejadian diare per tahun atau hampir 15-20% waktu hidup anak dihabiskan untuk diare. schistosomiasis. Diare juga berhubungan dengan penyakit lain misalnya malaria.2%.5. tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita. Soetomo berdasar klasifikasi diare salah satu diantaranya karena ada factor penderita:2. Meskipun ada Diare akut sendiri menurut derajat dehidrasinya (Haroen Noersaid) dibedakan menjadi: Diare tanpa dehidrasi (kehilangan cairan < 5% BB). pneumonia. berarti meningkat dibanding survei tahun 1996 sebesar 280/ 1000 penduduk.10 Penyakit yang dikenal juga dengan penyakit muntah dan berakberak (muntaber) itu menyumbang kematian bayi terbesar di Indonesia.11 bulan. total episode diare pada balita sekitar 1.9 Kejadian diare di negara berkembang antara 3. data terakhir menunjukkan bahwa dari sekitar 125 juta anak usia 0. cemas.2. anak-anak menderita diare lebih dari 12 kali per tahun dan hal ini yang menjadi penyebab kematian sebesar 15-34% dari semua penyebab kematian. hanya tiga agen infektif yang secara konsisten atau secara pokok ditemukan meningkat pada anak penderita diare.Usia kurang dari 3 bulan .7 episode setiap anak pertahun dalam dua tahun pertama dan 2-5 episode pertahun dalam 5 tahun pertama kehidupan. India.Gizi buruk . Di negara berkembang. jenis jamban keluarga.10 Distribusi Penyakit Diare Berdasarkan Orang (umur) Sekitar 80% kematian diare tersebut terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun.Enzim-enzim yang berkurang Dan beberapa faktor-faktor lain : . Diare juga menjadi penyebab kematian terbesar balita.6) Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab utamakesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah geografis di dunia dan semuakelompok usia bisa diserang oleh diare.4% dan kematian balita 13.4 milyar kali pertahun. kualitas fisik air minum. jenis lantai rumah serta tidak ada pengaruh jenis pekerjaan dengan kejadian diare pada anak balita5 Sebuah studi tentang masalah diare akut yang terjadi karena infeksi pada anak di bawah 3 tahun di Cina. Departemen kesehatan RI dalam surveinya tahun 2000 mendapatkan angka kesakitan diare sebesar 301/ 1000 penduduk. Etiologi diare menurut Lab/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR RSU dr.3 . Burma dan Pakistan. Faktor psikologis : rasa takut. dan 450 juta anak usia 1-4 tahun yang tinggal di negara berkembang.7Hal tersebut menunjukkan bahwa kejadia diare tidak terlepas jauh . dari jumlah tersebut total episode diare pada bayi usia di bawah 0-11 bulan sebanyak 475 juta kali dan anak usia 1-4 tahun sekitar 925 juta kali pertahun.Hal itu terungkap dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tanggal 2 Desember 2008 di Jakarta. Meksiko.(5.4.diare dengan dehidrasi berat (kehilangan cairan >10% BB).10 Berdasarkan hasil penelitian Yulisa . radang tenggorokan. yaitu sekitar 25% dari kematian balita Indonesia. dan otitis media. yaitu mencapai 31.klasifikasi ini berhubungan dengan rencana pengobatan yang sesuai untuk menanggulangi diare.

49) dan praktik mencuci tangan(p=0. Sedangkan kondisi yang tidak ada hubungannya dengan kejadian penyakit diare pada anak balita antara lain meliputi: sarana pembuangan tinja (p=0.Bila tidak makalah ini akan merupakan faktor yang memudahkan terjadinya diare kronik.353. OR=2. Makanan yang harus dihindarkan adalah makanan dengan kandungan tinggi. Juga makanan tinggi lemak yang sulit ditoleransi karena karena menyebabkan lambatnya pengosongan lambung. OR=3.dari kondisi social ekonomi yang ada disekitarnya.007. Tujuan daripada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dan praktik kesehatan ibu dengan kejadian penyakit diare pada anak balita. mi. Beratnya dehidrasi secara akurat dinilai berdasarkan berat badan yang hilang sebagai persentasi kehilangan total berat badan dibandingkan berat badan sebelumnya sebagai baku emas. gula sederhana yang dapat memperburuk diare seperti minuman kaleng dan sari buah apel. Pengantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi efektif diare akut. membiasakan mencuci tangan sebelum makan/menyuapi balita dengan air bersih dan sabun serta para petugas puskesmas hendaknya secara rutin mengambil sampel air bersih untuk diperiksa secara laboratorium sebagai langkah pemantauan terhadap sanitasi lingkungan.OR=4. Saran: Perlunya perbaikan terhadap penyediaan sarana air bersih (SGL) dan kondisi lantai rumah agar memenuhi syarat kesehatan.68).35)dan minuman (p=0.028. OR=1.94) serta praktik merebus air minum(p=0.75). keberadaan bakteri E.40. Air susu ibu dan susu formula serta makanan pada umumnya harus dilanjutkan pemberiannya selama diare penelitian yang dilakukan oleh Lama more RA dkk menunjukkan bahwa suplemen nukleotida pada susu formula secara signifikan mengurangi lama dan beratnya diare pada anak oleh karena nucleotide adalah bahan yang sangat diperlukan untuk replikasi sel termasuk sel epitel usus dan sel imunokompeten.783. karena pulihnya mukosa usus tergantung dari nutrisi yang cukup. gandum. Pemberian kembali makanan atau minuman (refeeding) secara cepat sangatlah penting bagi anak dengan gizi kurang yang mengalami diare akut dan hal ini akan mencegah berkurangnya berat badan lebih lanjut dan mempercepat kesembuhan.440 balita. OR=13.263.43). OR=1. Praktik mencuci bahan makanan(p=0.3. Praktik menyajikan makanan (p=0.8 Diare merupakan penyakit menular berbasis lingkungan yang dapat menyebabkan kematian pada anak usia dibawah lima tahun setelah infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). dan cereal).coli pada SGL (p=0. Pada anak lebih besar makanan yang direkomendasikan meliputi tajin ( beras. Pada survei tahun 2000 yang dilakukan oleh Ditjen P2MPL Depkes di 10 provinsi. dan kejadian diare pada balita yaitu 1. didapatkan hasil bahwa dari 18. yang mana pada umumnya penyakit infeksi banyak menduduki peringkat pertama didunia berkembang.305. Kata 17 Menanggulangi Penyakit Penyerta Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit . kentang. terutama pada anak dengan gizi yang kurang.000.OR=4. dan pisang) dan gandum ( beras.0559.000 rumah tangga yang disurvei diambil sampel sebanyak 13. OR=1. Karena banyak berkaitan dengan penyakit infeksi. Penularan diare pada anak balita melalui jalur faecal oral pada makanan/minuman yang terkontaminasi oleh bakteri. Amatlah penting untuk tetap memberikan nutrisi yang cukup selama diare.23). Minuman dan makanan jangan dihentikan lebih dari 24 jam.3 episode kejadian diare pertahun 4. Dan diperolah kesimpulan: kondisi yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare pada anak balita meliputi kondisi lantai rumah (p=0.

ac. Mansjoer A et al (editor). (Skripsi) Fakultas Kesehatan Masyarakat.Hubungan Faktor Lingkungan dan Sosiodemografi dengan kejadian diare pada Balita Desa Blimbing Kec... penyakit jantung dan penyakit ginjal 8 II. karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian. FKUI.Ed.Sambirejo Sragen. 2004. Practical Strategies in Pediatric Diagnosis and Therapy. 2nd ed. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare pada Anak Balita (Studi pada Masyarakat Etnis Dayak Kelurahan Kasongan Baru Kecamatan Kentingan Hilir Kabupaten Kentingan Kalimantan Tengah). Penyebab utama adanya kejadian diare berkaitan dengan pola hidup sehat yang ada dalam kegidupan sehari-hari . Ed Suharyono. Dalam buku Pedoman Diagnosis dan Terapi BAG/SMF Ilmu Kesehatan Anak. 8. Jilid 1. Pengelolaan Kasus Diare. Jakarta. Aswitha B. Diare Akut pada Anak.library. Anjar . 3.I. Behrman. 7. Philadelphia. Ditjen PPM & PLP. RM. Edisi III. Surakarta : Universitas Sebelas Maret Press. Edisi 15. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemberian makanan atau nutrisi yang cukup selama diare dan mengobati penyakit penyerta 1. Diare. infeksi saluran kemih. 2008 Irwanto.Ed Soegijanto S : edisi ke 1 jakarta 2002 : Salemba Medika hal 73-103 Lung E. edisi ke 2 New Tork 2003 :McGraw Hill. 2009.lain. 2.Surratmadja S.S Wahab editors. Available from : www. 2001. Subijanto. Kefatalan akibat diare banyak disebabkan karena dehidrasi yang terlambat penanganannya. KESIMPUALAN 5. hal : 2-14.Diare akut anak dalam ilmu penyakit anak diagnosa dan penatalaksanaan . 14.id Sunoto et Al (editor). DAFTAR PUSTAKA Mansyah. Dalam buku Kapita Selekta Kedokteran.2009. Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. MD available from: http://www. Surakarta : Universitas Sebelas Maret Press..campak ). Alpha Farda Aniyah.Dr. Greenbaum.com www.. Edisi III. RSUD Dokter Soetomo. Dalam Buku Ajar Pendidikan Medik Pemberantasan Diare. Upaya rehidrasi menggunakan cairan rehidrasi oral merupakan satu-satunya pendekatan terapi yang paling dianjurkan. Diare Akut. 9. Satriya D. PS (eds).hal 131-49 Kliegman. Elsevier. 15. Hal 889-893 4. infeksi susunan saraf pusat.Faktor yang berhubungan dengan kejadian diare Balita Sigayam Puskesmas Wonotunggal Batang.Friedman S . Dalam buku Ilmu kesehatan Anak Nelson. . Vol 2. Arvin. Bacgtiar. 1996. Gastroenteritis.emedicine. 12.Jakarta: 1990 6. 2008.. Jakarta.com Soebagyo. Beberapa penyakit penyerta yang sering terjadi bersamaan dengan diare antara lain : infeksi saluran nafas. Marto S. 11. Jilid 1. 10. Universitas Diponegoro. Lye. LA. Yulisa. hal : 470-476. Sudarmo SM. 2008.. Purwidiana.usu. 13. Departemen Kesehatan R.Roim A. p 274. Reza Gunadi R. Media Aesculapius. Asnil PO. Diare Akut pada Anak. infeksi sistemik lain (sepsis. 2008. Surabaya.EM Halimun : edisi ke2 Jakarta 1994: Balai penerbit FK-UI hal 51-76 Putra. Norasid H. Penggantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi diare akut. Acute diarrheal Diseases dalam Current diagnosis abd treatment in gastroenterology. 2005.Rocky. Sehingga dalam menangani diarenya juga perlu diperhatikan penyakit penyerta yang ada. Gastroenteritis (Diare ) akut dalam: Gastroenterologi anak praktis. Kliegman. Stefano Guandalini. Soebagyo. A. kedokteran EGC. kurang gizi. 16. Diare Akut Pada Anak.

17. Bantarbolang Kab. Ningsih. Retno Edi. . Pemalang Diponegoro University. Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Praktek Kesehatan Ibu dengan Kejadian Penyakit Diare pada Anak Balita di desa SAambeng Kec.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful