HUBUNGAN KASUS DIARE DENGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN PERILAKU Atik Sri Wulandari Bagian Ilmu Kesehatan

Masyarakat Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
ABSTRAK Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama, karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian. Dalam upaya menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat diare perlu diketahui faktor-faktor yang berkaitan dengan kejadian diare. Dari beberapa penelitia yang pernah dilakukan terutama dinegara berkembang ternyata banyak faktor yang secara langsung dan tidak langsung dapat mendorong terjadinya diare, faktor-faktor tersebut antara lain adalah keadaan gizi, kependudukan, lingkungan dan perilaku. Faktor yang diduga sangat berkaitan erat dengan kejadian diare adalah faktor tersedianya air bersih baik dari segi kualitas maupun kuantitas, pembuangan tinja dan air limbah, perilaku, hygiene perorangan, dan kependudukan.Penyebab utama adanya kejadian diare berkaitan dengan pola hidup sehat yang ada dalam kegidupan sehari-hari .

DIARRHEA CASE RELATIONSHIP WITH SOCIOECONOMIC FACTORS AND BEHAVIOR Atik Sri Wulandari Department of Public Health Lecturer Faculty of Medicine, University of Wijaya Kusuma Surabaya
ABSTRACT Diarrhea is still one major public health problem, because the high morbidity and mortality. In an effort to reduce mortality and morbidity due to diarrhea need to know the factors associated with occurrence of diarrhea. Of the few empirically ever undertaken mainly in developing countries there are many factors that directly and indirectly to encourage the incidence of diarrhea, these factors include the state of nutrition, population, environment and behavior. The factors that allegedly are intimately associated with the incidence of diarrhea is a factor the availability of clean water both in quality and quantity, sewage treatment and waste water, behavior, personal hygiene, and major kependudukan.Penyebab the incidence of diarrhea associated with a healthy lifestyle that exists in daily kegidupan to-day.

I.

PERMASALAHAN

Di negara berkembang kebanyakan kematian Balita disebabkan oleh lima hal, atau kombinasi dari beberapa macam penyakit, diantaranya : Pnumonia, diare, campak, malaria dan malnutrisi. Di seluruh dunia 3 dari 4 anak yang pergi ke sentral pengobatan penderita setidaknya satu dari kondisi di atas. Banyak dari kematian ini dapat dicegah dengan manajemen kesehatan yang lebih baik (WHO, 1997). Diare adalah penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak dengan perkiraan 1,3 milyar dan 3,2 kematian tiap tahun pada balita. Di Indonesia penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang mendapatkan prioritas program pemberantasan karena tingginya angka kesakitan dan menimbulkan banyak kematian terutama pada bayi dan balita.

Dalam upaya menurunkan angka kematian dan kesakitan akibat diare perlu diketahui faktor-faktor yang berkaitandengan kejadian diare. Banyak factor yang secara langsung dan tidak langsung dapat mendorong terjadinya diare, faktor-faktor tersebut antara lain adalah keadaan gizi, kependudukan, lingkungan dan perilaku. Faktor yang diduga sangat berkaitan erat dengan kejadian diare adalah faktor tersedianya air bersih baik dari segi kualitas maupun kuantitas, pembuangan tinja dan air limbah, perilaku, hygiene perorangan, dan kependudukan. 1 Penyebab utama kematian karena diare adalah dehidrasi sebagai akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinja. Berbagai faktor mempengaruhi kejadian diare, diantaranya adalah faktor lingkungan, gizi, kependudukan, pendidikan, keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat. 11

Diketahui juga bahwa pendidikan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap morbiditas anak balita.sebagian besar diare terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun. gangguan keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam basa. kependudukan.Faktor Pendidikan. Neonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali. Banyak dampak yang terjadi karena infeksi seluran cerna antara lain pengeluaran toksin yang dapat menimbulkan gangguan sekresi dan reabsorpsi cairan dan elektrolit dengan akibat dehidrasi.000400. Kedua faktor ini akan berinteraksi bersama dengan perilaku manbusia. dan kejadian diare pada balita yaitu 1. Balita yang berumur 12-24 bulan mempunyai resiko terjadi diare 2.Faktor Lingkungan Penyakit diare merupakan salah satu penyakit yang berbasis lingkungan.5 Jenis pekerjaan umumnya berkaitan dengan tingkat pendidikan dan pendapatan. keadaan sosial ekonomi dan perilaku masyarakat.Faktor Gizi Diare menyebabkan gizi kurang dan . kandungan air tinja lebih banyak dari biasanya lebih dari 200 g atau 200 ml/24 jam. Dua faktor yang dominan. maka dapat menimbulkan kejadian penyakit diare. Diare masih merupakan salah satu penyebab utama morbilitas dan mortalitas anak di negara yang sedang berkembang. Tetapi ibu yang bekerja harus membiarkan anaknya diasuh oleh orang lain. sehingga mempunyai resiko lebih besar untuk terpapar dengan penyakit. yaitu: sarana air bersih dan pembuangan tinja.menurut penelitian. DiIndonesia dilaporkan terdapat 1.25 kali memberikan cairan rehidrasi oral dengan baik pada balita dibanding dengan kelompok ibu dengan status pendidikan SD ke bawah. Angka kesakitan diare di Indonesia dari tahun ke tahun cenderung meningkat. hal ini disebabkan karena masih tingginya angka kesakitan diare yang menimbulkan banyak kematian terutama pada balita. Buang air besar encer tersebut dapat/tanpa disertai lendir dan darah. Angka kesakitan diare pada tahun 2006 yaitu 423 per 1000 penduduk. 11 Berbagai faktor mempengaruhi kejadian diare.6 sampai 2 kejadian diare per tahun pada balita.9 Diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dan frekuensinya lebih banyak dari biasanya.440 balita. pendidikan.Penyakit diare di Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama.23 kali dibanding anak umur 25-59 bulan.000 rumah tangga yang disurvei diambil sampel sebanyak 13. Sedangkan untuk bayi berumur lebih dari satu bulan dan anak dikatakan diare bila frekuensinya lebih dari 3 kali. denganjumlah kasus 10.980 penderita dengan jumlah kematian 277 (CFR 2.000 balita. yaitu melalui makanan dan minuman. Pada survei tahun 2000 yang dilakukan oleh Ditjen P2MPL Depkes di 10 provinsi. ditemukan bahwa kelompok ibu dengan status pendidikan SLTP ke atas mempunyai kemungkinan 1. Definisi lain memakai kriteria frekuensi. diantaranya adalah faktor lingkungan. Sebagian besar diare akut disebabkan oleh infeksi. Apabila faktor lingkungan tidak sehat karena tercemar kuman diare serta berakumulasi dengan perilaku manusia yang tidak sehat pula. baik berampas sedikit maupun banyak yang terjadi lebih dari tiga kali dalam 24 jam.sehingga secara keseluruhan diperkirakan kejadian diare pada balita berkisar antara 40 juta setahun dengan kematian sebanyak 200.1 PEMBAHASAN Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cair atau setengah cair (setengah padat). Faktor Umur Balita. Semakin tinggi tingkat pendidikan orang tua.6. gizi.3 episode kejadian diare pertahun 8 Diare merupakan suatu sebutan untuk buang air besar yang konsistensinya cair.52%). Faktor Pekerjaan Ayah dan ibu yang bekerja Pegawai negeri atau Swasta rata-rata mempunyai pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan ayah dan ibu yang bekerja sebagai buruh atau petani. didapatkan hasil bahwa dari 18. yaitu buang air besar encer lebih dari 3 kali per hari. semakin baik tingkat kesehatan yang diperoleh si anak.

dan galaktosa). buruk = <70 dengan BB perTB. sigella.3 Dari penyebab diare yang terbanyak adalah diare infeksi. Dalam ASI mangandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman penyebab diare seperti Sigella dan V. Bayi dan balita yang gizinya kurang sebagian besar meninggal karena diare. Faktor Malabsorbsi a. Salmonella. dapat disertai atau tanpa gejala dan tanda seperti mual. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP) mendefinisikan diare dengan karakterisitik peningkatan frekuensi dan/atau perubahan konsistensi. Malabsorbsi KH : disakarida (intoleransi laktosa. penggunaan botol ini memudahkan pencemaran oleh kuman sehingga menyebabkan diare. Giardia lamblia. E.dehidrasi sedang bila penurunan berat badan antara 5%-10% dan dhidrasi berat bila penurunan lebih dari 10%. obat-obatan dan lain-lain. Aeromonas dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena dehidrasi dan malnutrisi. dan sukrosa). Trichiuris.17 Bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan: Bakteri : Etamuba coli.15 Peradangan usus oleh agen penyebab : 1. 3) Infeksi parasit : Cacing (Ascaris. Adenovirus. muntah.Faktor terhadap Laktosa(Susukaleng). Protozoa (E. radiasi. Menggunakan botol susu.histolytica.Faktor Makanan/minuman yang dikonsumsi Kontak antara sumber dan host dapat terjadi melalui air. monosakarida (intoleransi glukosa. Strongyloides). Malabsorbsi lemak c. tidak mempunyai penyediaan air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan. Yersinia. parasit dan jamur.16 Diare menyebabkan hilangnya sejumlah besar air dan elektrolit dan sering disertai dengan asidosis metabolik karena kehilangan basa. pengobatan dengan makanan yang baik merupakan komponen utama penyembuhan diare tersebut.Faktor sosial ekonomi mempunyai pengaruh langsung terhadap faktor-faktor penyebab diare. Shigella.coli. jamur (C.Tidak memberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada pertama kehidupan. Diare radang dibagi lagi atas infeksi dan non infeksi. Penyebab infeksi bisa virus. Oleh karena itu. kondisi rumah yang buruk. Trichomonas hominis). terutama air minum yang tidak dimasak dapat juga terjadi sewaktu mandi dan berkumur. Faktor gizi dilihat berdasarkan status gizi yaitu baik = 10090. Astrovirus dan sebagainya2. alergi terhadap makanan. rota virus.16 Kebanyakan anak mudah menderita diare berasal dari keluarga besar dengan daya beli yang rendah.Parasit : Cacing (Ascaris. anatomis.albicans). kurang = <90-70. Diare non radang bisa karena hormonal. Oxyuris.8 . salmonella. Pada bayi yang tidak diberi ASI resiko untuk menderita diarelebih besar dari pada bayi yang diberi ASI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar. Champylobacter. Faktor infeksi a. Malabsorbsi protein 3.5. . b. Faktor makanan : makanan basi. sedangkan non infeksi karena alergi. b. Kontaminasi alatalat makan dan dapur. meliputi : 1) Infeksi bakteri : Vibrio. Rotavirus. maltosa. demam atau sakit perut yang berlangsung selama 3-7 hari. Trichuris) Jamur (Candidaalbikan).Virus : Enterovirus. Kontak kuman pada kotoran dapat langsung ditularkan pada orang lain apabila melekat pada tangan dan kemudian dimasukkan ke mulut dipakai untuk memegang makanan. fruktosa. Dehidrasi ringan bila penurunan berat badan kurang dari 5%. Cholerae. Dehidrasi dapat diklasifikasikan berdasarkan defisit air dan atau keseimbangan elektrolit. Infeksi parenteral yaitu : 2. 2) Infeksi virus : Enterovirus. bakteri. Infeksi enteral yaitu : Infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare pada anak.memperberat diarenya.2 Diare secara garis besar dibagi atas radang dan non radang. beracun.

4 milyar kali pertahun.Penanganan yang tidak efektif menambah resiko terjadinya diare kronik. Soetomo berdasar klasifikasi diare salah satu diantaranya karena ada factor penderita:2. Di negara berkembang.Enzim-enzim yang berkurang Dan beberapa faktor-faktor lain : . Departemen kesehatan RI dalam surveinya tahun 2000 mendapatkan angka kesakitan diare sebesar 301/ 1000 penduduk. kualitas fisik air minum.4.11 bulan. yaitu mencapai 31.7 episode setiap anak pertahun dalam dua tahun pertama dan 2-5 episode pertahun dalam 5 tahun pertama kehidupan. dan 450 juta anak usia 1-4 tahun yang tinggal di negara berkembang. India.4% dari total kematian bayi. yaitu sekitar 25% dari kematian balita Indonesia. radang tenggorokan. Hasil Surkesnas 2001 mendapatkan angka kematian bayi 9.10 Distribusi Penyakit Diare Berdasarkan Orang (umur) Sekitar 80% kematian diare tersebut terjadi pada anak dibawah usia 2 tahun. tetapi penyakit berat dengan kematian yang tinggi terutama terjadi pada bayi dan anak balita.(5.diare dengan dehidrasi ringansedang (kehilangan cairan 5-10% BB). data terakhir menunjukkan bahwa dari sekitar 125 juta anak usia 0. Diare juga berhubungan dengan penyakit lain misalnya malaria. cemas. pneumonia. Faktor psikologis : rasa takut.2%. Meksiko. jenis lantai rumah serta tidak ada pengaruh jenis pekerjaan dengan kejadian diare pada anak balita5 Sebuah studi tentang masalah diare akut yang terjadi karena infeksi pada anak di bawah 3 tahun di Cina. schistosomiasis.5. campak atau pada infeksi sistemik lainnya misalnya. anak-anak balita mengalami rata-rata 3-4 kali kejadian diare per tahun tetapi di beberapa tempat terjadi lebih dari 9 kali kejadian diare per tahun atau hampir 15-20% waktu hidup anak dihabiskan untuk diare. hanya tiga agen infektif yang secara konsisten atau secara pokok ditemukan meningkat pada anak penderita diare. Meskipun ada Diare akut sendiri menurut derajat dehidrasinya (Haroen Noersaid) dibedakan menjadi: Diare tanpa dehidrasi (kehilangan cairan < 5% BB). jenis jamban keluarga. Etiologi diare menurut Lab/SMF Ilmu Kesehatan Anak FK UNAIR RSU dr.diare dengan dehidrasi berat (kehilangan cairan >10% BB).Usia kurang dari 3 bulan .10 Penyakit yang dikenal juga dengan penyakit muntah dan berakberak (muntaber) itu menyumbang kematian bayi terbesar di Indonesia.Kejadian diare akut yang terdahulu merupakan resiko terjadinya diare kronik .2.7Hal tersebut menunjukkan bahwa kejadia diare tidak terlepas jauh .3 . sumber air minum.9 Kejadian diare di negara berkembang antara 3.Hal itu terungkap dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tanggal 2 Desember 2008 di Jakarta. dari jumlah tersebut total episode diare pada bayi usia di bawah 0-11 bulan sebanyak 475 juta kali dan anak usia 1-4 tahun sekitar 925 juta kali pertahun.Gizi buruk . diare masih merupakan penyebab kematian utama bayi dan balita.4% dan kematian balita 13. anak-anak menderita diare lebih dari 12 kali per tahun dan hal ini yang menjadi penyebab kematian sebesar 15-34% dari semua penyebab kematian.klasifikasi ini berhubungan dengan rencana pengobatan yang sesuai untuk menanggulangi diare.Depresi sistem immunologic .6) Diare hingga saat ini masih merupakan salah satu penyebab utamakesakitan dan kematian hampir di seluruh daerah geografis di dunia dan semuakelompok usia bisa diserang oleh diare. Di negara berkembang. berarti meningkat dibanding survei tahun 1996 sebesar 280/ 1000 penduduk. total episode diare pada balita sekitar 1. diketahui bahwa ada pengaruh tingkat pendidikan.10 Berdasarkan hasil penelitian Yulisa . dan otitis media. Myanmar. Burma dan Pakistan. Diare juga menjadi penyebab kematian terbesar balita.

Pemberian kembali makanan atau minuman (refeeding) secara cepat sangatlah penting bagi anak dengan gizi kurang yang mengalami diare akut dan hal ini akan mencegah berkurangnya berat badan lebih lanjut dan mempercepat kesembuhan. Pada survei tahun 2000 yang dilakukan oleh Ditjen P2MPL Depkes di 10 provinsi.68).94) serta praktik merebus air minum(p=0.Bila tidak makalah ini akan merupakan faktor yang memudahkan terjadinya diare kronik. OR=2. OR=13. Pada anak lebih besar makanan yang direkomendasikan meliputi tajin ( beras. OR=1. Kata 17 Menanggulangi Penyakit Penyerta Anak yang menderita diare mungkin juga disertai dengan penyakit .23).OR=4. Beratnya dehidrasi secara akurat dinilai berdasarkan berat badan yang hilang sebagai persentasi kehilangan total berat badan dibandingkan berat badan sebelumnya sebagai baku emas. OR=3.OR=4.40.028. Minuman dan makanan jangan dihentikan lebih dari 24 jam. membiasakan mencuci tangan sebelum makan/menyuapi balita dengan air bersih dan sabun serta para petugas puskesmas hendaknya secara rutin mengambil sampel air bersih untuk diperiksa secara laboratorium sebagai langkah pemantauan terhadap sanitasi lingkungan. Amatlah penting untuk tetap memberikan nutrisi yang cukup selama diare. dan pisang) dan gandum ( beras.3 episode kejadian diare pertahun 4. Dan diperolah kesimpulan: kondisi yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare pada anak balita meliputi kondisi lantai rumah (p=0. Makanan yang harus dihindarkan adalah makanan dengan kandungan tinggi.coli pada SGL (p=0. gandum.75).8 Diare merupakan penyakit menular berbasis lingkungan yang dapat menyebabkan kematian pada anak usia dibawah lima tahun setelah infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).49) dan praktik mencuci tangan(p=0.43). karena pulihnya mukosa usus tergantung dari nutrisi yang cukup.263. Saran: Perlunya perbaikan terhadap penyediaan sarana air bersih (SGL) dan kondisi lantai rumah agar memenuhi syarat kesehatan.000 rumah tangga yang disurvei diambil sampel sebanyak 13. didapatkan hasil bahwa dari 18.3. OR=1. Tujuan daripada penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara sanitasi lingkungan dan praktik kesehatan ibu dengan kejadian penyakit diare pada anak balita. Sedangkan kondisi yang tidak ada hubungannya dengan kejadian penyakit diare pada anak balita antara lain meliputi: sarana pembuangan tinja (p=0. Pengantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi efektif diare akut. OR=1. Juga makanan tinggi lemak yang sulit ditoleransi karena karena menyebabkan lambatnya pengosongan lambung.305.353. Praktik mencuci bahan makanan(p=0.000. terutama pada anak dengan gizi yang kurang. dan cereal). keberadaan bakteri E.007. gula sederhana yang dapat memperburuk diare seperti minuman kaleng dan sari buah apel. Penularan diare pada anak balita melalui jalur faecal oral pada makanan/minuman yang terkontaminasi oleh bakteri. dan kejadian diare pada balita yaitu 1. Karena banyak berkaitan dengan penyakit infeksi. kentang.0559.dari kondisi social ekonomi yang ada disekitarnya. yang mana pada umumnya penyakit infeksi banyak menduduki peringkat pertama didunia berkembang. Air susu ibu dan susu formula serta makanan pada umumnya harus dilanjutkan pemberiannya selama diare penelitian yang dilakukan oleh Lama more RA dkk menunjukkan bahwa suplemen nukleotida pada susu formula secara signifikan mengurangi lama dan beratnya diare pada anak oleh karena nucleotide adalah bahan yang sangat diperlukan untuk replikasi sel termasuk sel epitel usus dan sel imunokompeten. mi.783.440 balita.35)dan minuman (p=0. Praktik menyajikan makanan (p=0.

15.Diare akut anak dalam ilmu penyakit anak diagnosa dan penatalaksanaan .com www. 14. 11..Friedman S . DAFTAR PUSTAKA Mansyah. 2005. Gastroenteritis (Diare ) akut dalam: Gastroenterologi anak praktis.usu. Elsevier. Jilid 1. Departemen Kesehatan R. Marto S. 2008 Irwanto. hal : 470-476. RM.id Sunoto et Al (editor). MD available from: http://www. Diare Akut pada Anak. Available from : www. 2004.hal 131-49 Kliegman. (Skripsi) Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sehingga dalam menangani diarenya juga perlu diperhatikan penyakit penyerta yang ada.Hubungan Faktor Lingkungan dan Sosiodemografi dengan kejadian diare pada Balita Desa Blimbing Kec. 9. Gastroenteritis.2009. Arvin. penyakit jantung dan penyakit ginjal 8 II. Edisi 15. Beberapa penyakit penyerta yang sering terjadi bersamaan dengan diare antara lain : infeksi saluran nafas. Alpha Farda Aniyah. Edisi III.. Diare Akut. Acute diarrheal Diseases dalam Current diagnosis abd treatment in gastroenterology. Subijanto. Surakarta : Universitas Sebelas Maret Press.. 8. edisi ke 2 New Tork 2003 :McGraw Hill.S Wahab editors. Ditjen PPM & PLP. 2001.lain. 1996. 3.Jakarta: 1990 6. Upaya rehidrasi menggunakan cairan rehidrasi oral merupakan satu-satunya pendekatan terapi yang paling dianjurkan. Satriya D.I. kedokteran EGC. Behrman. Media Aesculapius. . Vol 2.Dr. Anjar .library.Rocky. Jilid 1. Penggantian cairan dan elektrolit merupakan elemen yang penting dalam terapi diare akut. Pengelolaan Kasus Diare. hal : 2-14. Stefano Guandalini. FKUI. PS (eds). 2008.Ed Soegijanto S : edisi ke 1 jakarta 2002 : Salemba Medika hal 73-103 Lung E. 7. 12. Edisi III. Philadelphia. Dalam buku Ilmu kesehatan Anak Nelson. Dalam buku Pedoman Diagnosis dan Terapi BAG/SMF Ilmu Kesehatan Anak. 2008. LA. 16.ac. Hal 889-893 4. A. Purwidiana. Kefatalan akibat diare banyak disebabkan karena dehidrasi yang terlambat penanganannya. infeksi susunan saraf pusat.emedicine. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemberian makanan atau nutrisi yang cukup selama diare dan mengobati penyakit penyerta 1. Kliegman. Yulisa. Reza Gunadi R. RSUD Dokter Soetomo.Sambirejo Sragen. Surabaya.. Practical Strategies in Pediatric Diagnosis and Therapy. Mansjoer A et al (editor). 13.Ed. Universitas Diponegoro. Bacgtiar.Surratmadja S. Lye. 2nd ed.EM Halimun : edisi ke2 Jakarta 1994: Balai penerbit FK-UI hal 51-76 Putra. Surakarta : Universitas Sebelas Maret Press. KESIMPUALAN 5. Diare Akut Pada Anak. Norasid H. Jakarta. kurang gizi. Ed Suharyono. Penyebab utama adanya kejadian diare berkaitan dengan pola hidup sehat yang ada dalam kegidupan sehari-hari . p 274. karena masih tingginya angka kesakitan dan kematian. Greenbaum.com Soebagyo... Dalam Buku Ajar Pendidikan Medik Pemberantasan Diare. Dalam buku Kapita Selekta Kedokteran. Soebagyo. Jakarta. infeksi sistemik lain (sepsis.Roim A. Aswitha B. 2. 2009. Diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama. Diare. Sudarmo SM. infeksi saluran kemih. Diare Akut pada Anak. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Diare pada Anak Balita (Studi pada Masyarakat Etnis Dayak Kelurahan Kasongan Baru Kecamatan Kentingan Hilir Kabupaten Kentingan Kalimantan Tengah). 10. Asnil PO.campak ).Faktor yang berhubungan dengan kejadian diare Balita Sigayam Puskesmas Wonotunggal Batang. 2008.

Pemalang Diponegoro University. Hubungan Sanitasi Lingkungan dan Praktek Kesehatan Ibu dengan Kejadian Penyakit Diare pada Anak Balita di desa SAambeng Kec.17. Retno Edi. Bantarbolang Kab. . Ningsih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful