P. 1
MAKALAH GELOMBANG BUNYI

MAKALAH GELOMBANG BUNYI

|Views: 296|Likes:
Published by DhiCa Mardhica

More info:

Published by: DhiCa Mardhica on Apr 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2015

pdf

text

original

TUGAS MAKALAH FISIKA UMUM

GELOMBANG BUNYI
(SOUND WAVES)











oleh

Mardhika Surachman
I2E O12 017


PROGRAM STUDI MAGISTER PENDIDIKAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MATARAM
2013
A. DEFINISI, BAGIAN, DAN SIFAT GELOMBANG BUNYI
Bunyi adalah salah satu gelombang, yaitu gelombang longitudinal. Gelombang
longitudinal adalah gelombang yang arah rambatnya sejajar atau berimpit dengan arah
getarnya. Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang pada slinki dan gelombang
bunyi di udara. Dalam perambatannya gelombang bunyi berbentuk rapatan dan
renggangan yang dibentuk oleh partikel-partikel perantara bunyi. Apabila gelombang
bunyi merambat di udara, perantaranya adalah partikel-partikel udara. Gelombang bunyi
tidak dapat merambat di dalam ruang hampa udara karena dalam ruang udara tidak ada
partikel-partikel udara. Selain melalui udara, gelombang bunyi juga dapat merambat
melaui zat cair dan zat padat.
Gelombang bunyi berbentuk bulatan-bulatan yang terdiri dari beberapa bagian yakni
sumber titik (S), muka gelombang (wavefronts), dan sinar (ray) yang dapat diilustrasikan
seperti gambar di bawah ini

a. Sumber titik (S) merupakan suatu sumber bunyi yang sangat kecil yang memancarkan
gelombang bunyi ke segala arah
b. Muka gelombang (wavefronts) merupakan permukaan-permukaan dimana osilasi-
osilasi udara akibat gelombang bunyi mempunyai nilai yang sama, digambarkan oleh
lingkaran-lingkaran penuh atau parsial dalam gambar dua dimensi untuk suatu sumber
titik.
c. Sinar (ray) merupakan arah rambatan dan penjalaran gelombang-gelombang bunyi,
digambarkan dengan garis-garis lurus yang tegak lurus terhadap muka gelombang-
muka gelombang.
Bunyi sebagai gelombang mempunyai sifat-sifat sama dengan sifat-sifat dari
gelombang yaitu :
a. Dapat dipantulkan (refleksi)
Bunyi dapat dipantulkan terjadi apabila bunyi mengenai permukaan benda yang keras,
seperti permukaan dinding batu, semen, besi, kaca dan seng.
Contoh:
- Suara kita yang terdengar lebih keras di dalam gua akibat dari pemantulan bunyi
yang mengenai dinding gua.
- Suara kita di dalam gedung atau studio musik yang tidak menggunakan peredam
suara.
b. Dapat dibiaskan (refiaksi)
Refiaksi adalah pembelokan arah linatasan gelombang setelah melewati bidang batas
antara dua medium yang berbeda.
Contoh:
- Pada malam hari bunyi petir terdengar lebih keras daripada siang hari karena
pembiasan gelombang bunyi.
c. Dapat dipadukan (interferensi)
Seperti halnya interferensi cahaya, interferensi bunyi juga memerlukan dua sumber
bunyi yang koheren.
Contoh:
- Dua pengeras suara yang dihubungkan pada sebuah generator sinyal (alat
pembangkit frekuensi audio) dapat berfungsi sebagai dua sumber bunyi yang
koheren.
d. Dapat dilenturkan (difraksi)
Difraksi adalah peristiwa pelenturan gelombang bunyi ketika melewati suatu celah
sempit.
Contoh:
- Kita dapat mendengar suara orang diruangan berbeda dan tertutup, karena bunyi
melewati celah-celah sempit yang bisa dilewati bunyi
Bunyi dapat terjadi jika memenuhi tiga syarat, yaitu:
a. Sumber Bunyi
Benda-benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber bunyi. Contoh sumber
bunyi adalah berbagai alat musik, seperti gitar, biola, piano, drum, terompet dan
seruling.
b. Zat Perantara (Medium)
Gelombang bunyi merupakan gelombang longitudinal yang tidak tampak. Bunyi hanya
dapat merambat melalui medium perantara. Contohnya udara, air, dan kayu. Tanpa
medium perantara bunyi tidak dapat merambat sehingga tidak akan terdengar.
Berdasarkan penelitian, zat padat merupakan medium perambatan bunyi yang paling
baik dibandingkan zat cair dan gas.
c. Pendengar
Bunyi dapat didengar apabila ada pendengar. Manusia dilengkapi indra pendengar,
yaitu telinga sebagai alat pendengar. Getaran yang berasal dari benda-benda yang
bergetar, sampai ke telinga kita pada umumnya melalui udara dalam bentuk
gelombang. Karena gelombang yang dapat berada di udara hanya gelombang
longitudinal, maka bunyi merambat melalui udara selalu dalam bentuk gelombang
longitudinal. Kita perlu ingat bahwa gelombang longitudinal adalah perapatan dan
perenggangan yang dapat merambat melalui ketiga wujud zat yaitu : wujud padat, cair
dan gas.
Perambatan gelombang bunyi sering didemonstrasikan dengan menggunakan garpu
tala. Garpu tala merupakan benda logam yang terdiri atas dua gerigi garpu yang dapat
bergetar jika dipukul dengan palu. Getaran gerigi garpu tala menimbulkan gangguan pada
molekul udara di sekitarnya. Gangguan ini melewati molekul udara melalui mekanisme
interaksi antar partikel. Gerak gangguan dari gerigi garpu tala yang bergerak melalui
medium udara menimbulkan gelombang bunyi. Pembangkitan dan perambatan gelombang
bunyi diilustrasikan dalam gambar di bawah ini:



Jika gerigi garpu tala bergetar bolak-balik, maka gerigi tersebut menekan partikel udara
yang berada di sekitarnya. Gerakan maju gerigi garpu tala menekan molekul udara dalam
arah horizontal ke kanan dan gerak mundur gerigi garpu menyebabkan tekanan menjadi
rendah di daerah tersebut sehingga partikel udara bergerak kembali ke kiri.
Ketika garpu di tarik ke kanan, akan memaksa molekul udara disekitarnya saling
berdekatan. Hal ini menghasilkan daerah dengan kerapatan yang tinggi pada udara. Daerah
ini adalah mampatan (commpression), ditunjukkan pada gambar (a).

Ketika garpu di tekan ke kiri (saling berdekatan), molekul-molekul udara di sebelah
kanan garpu akan saling merenggang menghasilkan daerah dengan kerapatan yang rendah.
Daerah ini disebut regangan (rarefaction), ditunjukkan pada gambar (b).
Ketika garpu tala terus bergetar, serangkaian mampatan (compression) dan regangan
(rarefaction) menjalar dari garpu. Kurva sinusoidal dapat digunakan untuk
menggambarkan gelombang longitudinal. Puncak sesuai dengan mampatan dan lembah
sesuai dengan regangan, seperti ditunjukkan pada gambar berikut:

B. KELAJUAN GELOMBANG BUNYI
Seperti halnya pada jenis gelombang yang lain, kelajuan gelombang bunyi menyatakan
seberapa cepat gangguan berpindah dari satu partikel ke partikel lainnya. Jika frekuensi
menyatakan jumlah getaran partikel per satuan waktu, maka kelajuan menggambarkan
jarak dimana gangguan berpindah per satuan waktu. Dengan demikian besaran kelajuan
menyatakan seberapa cepat gangguan merambat sedangakan frekuensi menyatakan
seberapa sering terjadinya getaran.
Kelajuan gelombang didefinisikan sebagai jarak suatu titik pada gelombang yang
berpindah per satuan waktu yang sering dinyatakan dalam satuan meter/detik (m/s). Dalam
bentuk persamaan:

Kelajuan sembarang gelombang mekanik, transversal, atau longitudinal, bergantung
baik pada karakteristik inersia media (untuk menyimpan energy kinetic) maupun pada
karakteristik elastic media (untuk menyimpan energy potensial). Dengan demikian
kelajuan gelombang bunyi dapat dituliskan melalui persamaan (1) berikut:





Dengan adalah gaya di dalam dawai dan adalah massa jenis linier dawai. Jika
media tersebut adalah udara, dapat diduga bahwa karakteristik inersia yang bertepatan
dengan adalah massa jenis volume udara .
Ketika suatu gelombang bunyi melewati udara, energipotensial bertautan dengan
pemampatan-pemampatan dan pemuaian-pemuaian periodic dari elemen-elemen volume
kecil udara. Karakteristik yang menentukan tingkat perubahan volume suatu elemen media
ketika tekanan (gaya per satuan luas) yang diaplikasikan padanya diperbesar atau
diperkecil adalah modulus ruang (bulk modulus) B, sebagaimana didefinisikan (pers.2):

Disini, adalah perubahan fraksi pada volume yang ditimbulkan oleh perubahan pada
tekanan .
Selanjutnya B disubtitusikan untuk dan untuk di dalam pers.1, menghasilkan
persamaan kelajuan bunyi ) sebagai berikut:

dimana adalah modulus ruang dan adalah massa jenis.
Table berikut memperlihatkan kelajuan bunyi di dalam berbagai media (zat) pada suhu
15
Zat Cepat rambat bunyi (m/s)
Udara 340
Polietilen 920
Helium 977
Air 1500
Marmer 3810
Kayu 3850
Aluminium 5000
Besi 5120
Dari table tersebut, terlihat bahwa gelombang bunyi terbesar terdapat pada zat padat.
Itu artinya bunyi paling cepat merambat pada media atau zat padat, sedangkan apabila
dibandingkan media udara dengan cair, kelajuan bunyi pada zat cair lebih besar daripada
udara. Ini disebabkan karena modulus ruang air berupa massa jenis air sekitar 1.000 kali
lebih besar daripada massa jenis udara. Artinya, air jauh lebih tidak dapat dimampatkan
daripada udara sehingga gelombang bunyi akan lebih cepat merambat pada air daripada
udara.

C. FREKUENSI BUNYI
Suatu gelombang suara memancar dengan kecepatan suara dengan gerakan seperti
gelombang. Jarak antar dua titik geografis (yaitu dua titik di antara tekanan suara
maksimum dari suatu suara murni dihasilkan) yang dipisahkan hanya oleh satu periode dan
yang menunjukkan tekanan suara yang sama dinamakan „gelombang suara‟, yang
dinyatakan sebagai l(m). apabila tekanan suara pada titik sembarangan berubah secara
periodic, jumlah berapa kali dimana naik-turunnya periodik ini berulang dalam satu detik
dinamakan „frekuensi‟. Suara-suara berfrekuensi tinggi adalah suara tinggi, dan yang
berfrekuensi rendah adalah suara rendah.
Frekeunsi dinyatakan dalam jumlah getaran per detik atau Hertz/Hz, yaitu jumlah
gelombang-gelombang suara yang sampai ke telinga setiap detiknya. Manusia mendengar
bunyi saat gelombang bunyi, yaitu getaran di udara atau medium lain, sampai ke gendang
telinga manusia. Batas frekuensi bunyi yang dapat didengar oleh telinga manusia kira-kira
dari 20 Hz sampai 20 kHz pada amplitudo umum dengan berbagai variasi dalam kurva
responsnya.
Berdasarkan frekuensinya, bunyi dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :
1. Infrasonik, adalah bunyi yang frekuensinya di bawah 20 Hz
2. Audiosonik, adalah bunyi yang frekuensinya antara 20 – 20.000 Hz
3. Ultrasonik, adalah bunyi yang frekuensinya di atas 20.000 Hz

D. INTENSITAS DAN TARAF BUNYI
Besamya energi gelombang yang melewati suatu permukaan disebut dengan intensitas
gelombang. Intensitas gelombang (0 didefinisikan sebagai jumlah energi gelombang per
satuan waktu (daya) per satuan luas yang tegak lurus terhadap arah rambat gelombang.
Hubungan antara daya, luas, dan intensitas memenuhi persamaan

dimana :
P = daya atau energy gelombang per satuan waktu (Watt)
A = luas bidang (m
2
)
I = intensitas gelombang (Wm
-2
)
Jika sumber gelombang berupa sebuah titik yang memancarkan gelombang serba
sama ke segala arah dan dalam medium homogen, luas bidang yang sama akan memiliki
intensitas gelombang sama. Intensitas gelombang pada bidang permukaan bola yang
memiliki jari-jari R memenuhi persamaan berikut.

Dari persamaan diatas , dapat dilihat bahwa jika gelombang berupa bunyi, intensitas
bunyi berbanding terbalik dengan kuadrat jarak sumber bunyi tersebut ke bidang
pendengaran. Batas intensitas bunyi yang bisa didengar telinga manusia normal antara lain
sebagai berikut:
a. Intensitas terkecil yang masih dapat menimbulkan rangsangan pendengaran pada
telinga manusia adalah sebesar 10
-12
Wm
-2
pada frekuensi 1.000 Hz dan disebut
intensitas ambang pendengaran.
b. Intensitas terbesar yang masih dapat diterima telinga manusia tanpa rasa sakit adalah
sebesar 1 Wm
-2
. Jadi, batasan pendengaran terendah pada manusia adalah 10
-12
Wm
-2

dan batasan pendengaran tertinggi pada manusia adalah 1 Wm-2.
Kebanyakan suara adalah merupakan gabungan berbagai sinyal, tetapi suara murni
secara teoritis dapat dijelaskan dengan kecepatan osilasi atau frekuensi yang diukur dalam
Hertz (Hz) dan amplitudo atau kenyaringan bunyi dengan pengukuran dalam desibel.
Kenyaringan bunyi dipengaruhi oleh energi pada gelombang bunyi, yaitu dipengaruhi oleh
panjang gelombang bunyi (ì). Telah diketahui bahwa batas intensitas bunyi yang dapat
merangsang pendengaran manusia berada antara 10
-12
Wm
-2
dan 1 Wm
-2
. Untuk melihat
bilangan yang lebih riil, dipakai skala logaritma yaitu logaritma perbandingan antara
intensitas bunyi dan harga ambang intensitas bunyi yang anda dengar, dan disebut dengan
taraf intensitas (TI). Hubungan antara I dan TI dinyatakan dengan persamaan.

dengan
Io = ambang intensitas endengaran = 10
-12
Wm
-2

I = intensitas bunyi (Wm
-2
)
TI = taraf intensitas (dB)

Bunyi kereta lebih nyaring daripada bunyi bisikan, sebab bunyi kereta menghasilkan
getaran lebih besar di udara. Kenyaringan bunyi juga bergantung pada jarak kita ke sumber
bunyi. Kenyaringan diukur dalam satuan desibel (dB). Bunyi pesawat jet yang lepas landas
mencapai sekitar 120 dB. Sedang bunyi desiran daun sekitar 33 dB.

Contoh Soal:
Gelombang suara bulat dipancarkan secara seragam di semua arah dari sumber titik, daya
yang dipancarkan P sebesar 25 w. Berapa intensitas taraf intensitas suara pada jarak r = 2,5
m dari sumbernya?
Penyelesaian:




Jadi intensitas bunyi sebesar 0.32 w/m
2
dan taraf intensitas bunyi sebesar 115 dB

E. INTERFERENSI GELOMBANG BUNYI
Interferensi gelombang adalah perpaduan dua buah gelombang atau lebih yang koheren
(frekuensi gelombang dan beda fase gelombang tersebut sama).
Gambar di bawah menunjukkan dua sumber titik S
1
dan S
2
yang memancarkan
gelombang-gelombang bunyi dengan panjang gelombang P
1
dalam fase yang sama, artinya
gelombang-gelombang yang timbul mencapai nilai-nilai perpindahan maksimum secara
serentak.

2
2 2
/ 32 . 0
) 5 . 2 ( 4
25
4
m w
m
w
r
P
I = = =
t t
dB
m w
m w
I
I
TI 115
/ 10
/ 32 . 0
log 10 log 10
2 12
2
0
= = =
÷

Dua gelombang identik dari dua sumber titik berbeda pada gambar tersebut
memiliki perbedaan fasa di titik P yang bergantung pada perbedaan panjang lintasan
∆l di antara kedua lintasan.

Interferensi dua gelombang dapat memperkuat atau memperlemah gelombang tersebut.
a. Interferensi gelombang dikatakan memperkuat (konstruktif), bila menghasilkan
simpangan gelombang yang makin besar dimana perbedaan lintasan antara dua
gelombang adalah nol atau kelipatan bulat (L
1
= L
2
) dan beda lintasan = nλ
b. Interferensi gelombang dikatakan dikatakan memperlemah (destruktif), apabila
menghasilkan simpangan gelombang yang makin kecil, dimana perbedaan lintasan
antara dua gelombang adalah setengah kelipatan bulat, beda lintasan = (n + ½)λ
Sebuah titik P mulai bergetar karena mendapat usikan dari dua gelombang yang
frekwensi f
1
dan f
2
, dimana f
1
- f
2
= o ( o bilangan kecil ), Getaran yang dilakukan P oleh
pengaruh gelombang-gelombang tersebut masing-masing mempunyai persamaan sebagai
berikut :
Persamaan gelombang yang pertama : y
1
= A
1
sin 2 t f
1
t
Persamaan gelombang yang kedua : y
2
= A
2
sin 2 t f
2
t
Dalam hal ini A
1
= A
2
= A, sehingga superposisi kedua gelombang dinyatakan dengan :
y = y
1
+ y
2

y = A sin 2 t f
1
t + A sin 2 t f
2
t
y = 2A sin 2 t
1
2
(f
1
+ f
2
) t . cos 2 t
1
2
(f
1
- f
2
) t
y = 2 A sin
e e 1 2
2
+
t . cos
e e 1 2
2
+
t
Karena f
1
- f
2
= o, maka persamaan di atas menjadi :
y = 2A sin 2 t
1
2
(f
1
+ f
2
) t . cos 2 t
1
2
o t
Karena nilai o kecil, maka nilai
1
2
(f
1
+ f
2
) t =
1
2
( f + f + o ) = f
Sehingga persamaan di atas dapat ditulis :
y = 2A cos t o t . sin 2 t f t
Persamaan di atas dapat dianggap sebagai persaman getaran selaras dengan frekwensi f
dan amplitudo yang tergantung dari pada waktu, yaitu 2A cos t o t. Ini berarti amplitudo
tersebut mempunyai frekwensi
1
2
o dan periode
2
o
detik. Ini berarti bahwa dalam selang
waktu
2
o
detik amplitudo mencapai harga nol - ekstrim - nol - ekstrim - nol.
Karena kuat bunyi (intensitas bunyi) berbanding lurus dengan kuadrat amplitudonya,
maka makin besar amplitudonya, makin kuatlah bunyi tersebut, sehinga dalam interval
2
o
detik tersebut juga akan terdengar bunyi lemah - kuat - lemah - kuat - lemah sesuai dengan
pengertian satu layangan.

Contoh Soal
1. Dua pengeras suara digetarkan oleh sumber dengan fasa awal yang berbeda, yaitu
sebesar t/2 Misalkan jarak antara kedua pengeras suara tersebut 10 m dan kecepatan
gelombang suara di udara 300 m/s. Bila seseorang berjalan dari C ke D, ternyata di
titik D bunyi melemah untuk kedua kalinya. Berapakah frekuensi getar sumber ?





Penyelesaian







2. Diketahui bahwa S
1
dan S
2
bergetar dengan frekuensi 300 Hz, beda fasa awal t radian
dan kecepatan gelombang suara di udara 300 m/s. Ditempat manakah pada garis BC
terjadi bunyi terkeras yang ketigak alinya ?

Penyelesaian




( )
Hz
c
f
m m
r k m r
m r m r
7 , 54
48 , 5
300
48 , 5 ) 85 , 6 (
4
5
3 1 2
2
) 85 , 6 (
2
2
85 , 6 18 , 11 03 , 18
18 , 11 5 10 03 , 18 15 10
2 2
2
2 2
1
= = =
= = ÷ = ÷ = +
+ A = A ÷ = ÷ = A
= + = = + =
ì
ì t t
t
ì
t
t
|
m
f
c
x x
m kd
x
x
dtg d
15
300
300
15 15
2 , 0
3
3 1 , 0
2
4 2 sin
1 , 0
100
10 sin
= = = = ÷ =
= = + = A
= = ~
ì t
ì
t
t t t u |
u u
F. EFEK DOPPLER
Efek Doppler muncul ketika terdapat gerak relatif antara sumber gelombang dan
pengamat. Ketika sumber dan pengamat saling mendekat, pengamat mendengar frekuensi
yang lebih tinggi daripada frekuensi sumber. Ketika sumber dan pengamat saling menjauh,
pengamat mendengar frekuensi yang lebih rendah daripada frekuensi sumber.
Saat sebuah mobil ambulance akan melewati kita, akan terdengar nyaring bila
mendekat dan melemah bila ambulance tersebut menjauh. Hal ini terjadi karena pada saat
sumber bunyi mendekat gelombang yang sampai ketelinga semakin rapat sehingga
frekuensi semakin besar begitu pula bila menjauh frekuensinya akan semakin kecil.
Secara umum, ada 4 kasus dalam efek Doppler, yakni:
a. Pengamat mendekati Sumber
b. Pengamat menjauhi Sumber
c. Sumber mendekati Pengamat
d. Sumber menjauhi Pengamat
Berikut penjelasannya
a. Pengamat mendekati Sumber


Ketika pengamat bergerak mendekati sumber suara, maka pengamat merasakan
penambahan jumlah muka gelombang sehingga frekuensi yang terdengar bertambah.
Seorang pengamat saat istirahat dalam jangka menengah akan menerima
gelombang dalam waktu t, di mana v adalah kecepatan suara dalam medium dan
ì
vt
…..adalah panjang gelombang. Karena gerakan ke arah sumber, pengamat menerima
gelombang tambahan dalam waktu t yang sama.
Maka frekuensi yang didengar oleh pengamat f’ adalah






b. Pengamat Menjauhi Sumber



Ketika pengamat bergerak menjauhi sumber suara, maka pengamat merasakan
pengurangan jumlah muka gelombang sehingga frekuensi yang terdengar bertambah.
Frekuensi yang didengar oleh pengamat f’ dalam kasus ini adalah








ì
ì
t v
p
f
v
v v
f
v v
f
t
t v
vt
f
p
p
p
+
=
+
=
+
=
'
'
'
ì
ì ì
f
v
v v
f
v v
f
t
t v
vt
f
p
p
p
÷
=
÷
=
÷
=
'
'
'
ì
ì ì
c. Sumber Diam, Pengamat Bergerak (Kasus 3 dan 4)

Ketika sumber bergerak mendekati pengamat (A), panjang gelombang yang
muncul lebih pendek dan frekuensinya bertambah.
Dalam kasus ini, panjang gelombang dipersingkat dari ke


Frekuensi suara didengar oleh pengamat dapat dirumuskan dengan




Ketika sumber bergerak menjauhi pengamat (B), panjang gelombang yang muncul
lebih panjang dan frekuensinya berkurang.
Dalam kasus ini, panjang gelombang dipersingkat dari ke


Frekuensi suara didengar oleh pengamat dapat dirumuskan dengan



ì
T v
s
÷ = ì ì' T v vT
s
÷ = ' ì
f
v v
v
f
t
vt
f
s
) ( '
/
'
'
÷
=
=
ì
ì
T v
s
+ = ì ì' T v vT
s
+ = ' ì
f
v v
v
f
t
vt
f
s
) ( '
/
'
'
+
=
=
ì
Secara umum, persamaan Efek Doppler dapat dirumuskan sebagai berikut:



dimana
f’ = frekuensi sumber bunyi yang didengar pengamat
V = cepat rambat gelombang bunyi
V
p
= Kecepatan gerak pengamat
V
s
= Kecepatan gerak sumber bunyi
V = Kecepatan angina (340 m/s)
f = frekuensi sumber bunyi

Perjanjian Tanda
V
p
= (+) pengamat mendekati sumber bunyi
V
p
= (-) pengamat menjauhi sumber bunyi
V
s
= (+) sumber bunyi menjauhi pengamat
V
s
= (-) sumber bunyi mendekati pengamat
V
p
/V
s
= 0, Pengamat atau sumber bunyi diam

Contoh Soal
Sebuah ambulance bergerak dengan kecepatan 36 km/jam membunyikan sirine dengan f
= 990 Hz. Dari arah berlawanan bergerak mobil pemadan kebakaran membunyikan sirine
dengan f = 1280 Hz dan berkecepatan 72 km/jam, cepat rambat bunyi diudara 340 m/s.
a.Berapa frekuensi sirine pemadam kebakaran yang terdengar sopir ambulans ?
b. Berapa frekuensi sirine ambulance yang terdengar sopir pemadam kebakaran?

Penyelesaian
Diket : V = 340 m/s
V
p
ambulance = 36 km/jam = 10 m/s
V
s
pemadam = 72 k/jam= 20 m/s
( )
( )
f
v v
v v
f
S
p

±
=
'
f
s
ambulance = 990 Hz
f
s
pemadam = 1280 Hz
Dit : a. f
p
ambulance = ……?
b f
s
pemadam = …..?
Jawab :
a.





Jadi, frekuensi sirine pemadam kebakaran yang terdengar sopir ambulans adalah
sebesar 1440 m/s.

b.





Jadi, frekuensi sirine ambulans yang terdengar sopir pemadam kebakaran adalah
sebesar 1080 m/s.

G. GELOMBANG KEJUT
Gelombang kejut adalah gelombang dari sebuah aliran yang sangat cepat dikarenakan
kenaikan tekanan, temperature, dan densitas secara mendadak pada waktu bersamaan.
Seperti gelombang pada umumnya shock wave juga membawa energi dan dapat menyebar
melalui medium padat,cair ataupun gas.
pemadam fs
vsk v
vpa v
. |
.
|

\
|
÷
+
=
s m/ 1440 1280
20 340
10 340
= |
.
|

\
|
÷
+
=
pemadam fs
vs v
vp v
ambulance fp . . |
.
|

\
|
±
±
=
ambulance fs
vs v
vp v
pemadam fp . . |
.
|

\
|
±
±
=
ambulance fs
vsa v
vpk v
. |
.
|

\
|
÷
+
=
s m/ 1080 990
10 340
20 340
= |
.
|

\
|
÷
+
=

‘Grafik hubungan antara tekanan gelombang kejut dengan waktu’
Dari grafik terlihat gelombang kejut terjadi secara mendadak dan cepat dalam waktu
yang sangat singkat lalu diikuti dengan pengembangan (tekanan berkurang) gelombang
seiring bertambahnya waktu.
Gelombang kejut terjadi diakibatkan karena kecepatan sumber bunyi lebih cepat dari
pada kecepatan bunyi itu sendiri. Suatu benda, misal pesawat terbang menembus udara
dengan kecepatan beberapa ratus km/jam. Kecepatan cukup rendah ini memungkinkan
molekul-molekul udara tetap stabil ketika harus menyibak memberi jalan pesawat tebang.
Namun, ketika kecepatan pesawat menjadi sebanding dengan kecepatan molekul-molekul,
molekul-molekul tersebut tidak sempat menghindar dan bertumpuk di tepi-tepi depan
pesawat dan terdorong bersamanya. molekul, molekul-molekul tersebut tidak sempat
menghindar dan bertumpuk di tepi-tepi depan pesawat dan terdorong bersamanya.

Gambar gelombang subsonik (a) sumber bunyi diam (b) sumber bunyi bergerak ; (c)
gelombang kejut dengan kecepatan supersonik
Penumpukan udara bertekanan secara cepat ini menghasilkan “kejutan udara” atau
gelombang kejut, yang berwujud dentuman keras. Gelombang bunyi tersebut memancar ke
segala arah dan dapat terdengar sebagai sebuah ledakan oleh orang-orang dibawah sana.
Dentuman keras tersebut disebut dengan istilah ”Sonic Boom“. Sonic Boom ini memiliki
energi yang cukup besar yang mampu memecahkan gelas kaca dan jendela.

H. MAMFAAT GELOMBANG BUNYI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Beberapa mamfaat gelombang bunyi dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:
1. Teknik pantulan ultrasonik, dapat dimanfaatkan untuk menentukan kedalaman air
dibawah kapal atau lokasi kawanan ikan dibawah kapal.

Untuk menentukan kedalaman air, oscilator dari kapal mengirim gelombang ke
dasar laut kemudian dipantulkan ke dasar laut. Selanjutnya gelombang pantulan
ditangkap oleh hidrofon, waktunya dicatat dan kedalamannya dihitung
Rumus mencari kedalaman air adalah:



gelombang
asal
gelombang
pantul
2
bunyi kecepatan x waktu
kedalaman=
2. Dalam dunia kedokteran, gelombang ultrasonic digunakan dalam diagnosa dan
pengobatan. Diagnosa dengan menggunakan gelombang ultrasonik berupa USG
(ultrasonografi), dapat digunakan untuk mengetahui janin di dalam kandungan.
Pengobatan meliputi penghancuran jaringan yang tidak diinginkan dalam tubuh,
misalnya batu ginjal atau tumor, dengan menggunakan gelombang ultrasonik
berintensitas tinggi (setinggi 107 W/m2) yang kemudian difokuskan pada jaringan
yang tidak diinginkan tersebut.

3. Dalam dunia industri, dengan menggunakan bor-bor ultrasonik dapat dibuat berbagai
bentuk atau ukuran lubang pada gelas dan baja.
4. Mengetahui keadaan dalam bumi
Pergeseran tiba-tiba segmen-segmen kerak bumi yang dibatasi zona patahan dapat
menghasilkan gelombang seismik. Ini memungkinkan para ahli geologi dan geofisika
untuk memperoleh pengetahuan tentang keadaan bagian dalam Bumi dan membantu
mencari sumber bahan bakar fosil baru. Alat yang digunakan untuk mendeteksi
gelombanggelombang ini disebut seismograf, yang biasanya digunakan untuk
mendeteksi adanya gempa bumi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->