P. 1
Konsep Dasar Ekonomi Islam.doc

Konsep Dasar Ekonomi Islam.doc

|Views: 325|Likes:
Published by Novi Ratna Need

More info:

Published by: Novi Ratna Need on Apr 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2015

pdf

text

original

Bahan Ajar

Pengantar Ekonomi Islam

KONSEP DASAR EKONOMI ISLAM Perkembangan dan Urgensi Ekonomi Islam Ekonomi Islam saat ini telah berkembang dengan pesat. Hal ini dapat dilihat dari maraknya lembaga-lembaga perekonomian baik bisnis maupun keuangan yang melaksanakan usahanya dengan berdasarkan syariat Islam. Beberapa lembaga tersebut antara lain bank syariah, asuransi syariah, hotel syariah, dll. Ekonomi Islam pun telah terbukti mampu memajukan perekonomian, sebagaimana telah dibuktikan pada kekhalifahan Islam, dimana pada saat itu negara-negara barat sedang mengalami zaman kegelapan (dark ages). Zaman keemasan tersebut mengalami kemunduran seiring terjadinya distorsi dari syariah Islam yang nilai-nilainya sangat universal. Karena itu penggalian nilai-nilai dan metode serta cara mengelola perekonomian secara syariah menjadi penting adanya. Apalagi permintaan terhadap metode ini merupakan kebutuhan umat dan masyarakat. Kehandalan perekonomian Islam juga telah terbukti di Indonesia, setidaknya pada saat terjadinya krisis moteter yang membawa pada krisis perekonomian dan multidimensional (1998), bank-bank syariah mampu survive dan terhindar dari krisis perbankan dan rekapitalisasi perbankan. Hal ini dikarenakan sistem syariah yang tidak memungkinkan adanya negative spread. Islam dan Ekonomi Islam merupakan agama yang syamil (menyeluruh). Dan mengatur semua aspek kehidupan manusia. Namun dalam masalah-masalah yang selalu mengalami perubahan-perubahan, Islam hanya mengaturnya secara garis besar / global. Masalah-masalah ekonomi (bisnis) dan politik merupakan bidang yang mengalami banyak perubahan. Dalam hal ini ada tiga hal yang dapat dijadikan dasar rujukan: 1. Hadist yang berbunyi: “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”( HR Muslim, dari Siti Aisyah dan Anas. Ini berarti untuk urusan teknis yang tidak diatur dalam al-Quran dan Hadis, manusia dipersilahkan untuk melaksanakan dengan caranya sendiri, sesuai dengan kaidah : “pada dasarnya semua diperbolehkan, kecuali yang dilarang” 2. Keumuman dan kekekalan risalah Islamiyah Dalam konsep ekonomi Islam, dua macam ajaran dan hukum: pertama, hal-hal yang bersifat tetap dan mengikat dari waktu ke waktu selamanya, seperti golongan yang berhak menerima zakat, ahli waris, dan haramnya riba. Kedua, hal-hal yang menerima perubahan dan tunduk pada perkembangan zaman. Disinilah terbukanya pintu ijtihad dan perbedaan pendapat para mujtahid. 3. Perbedaan pendapat para ulama dan pemimpin. Perbedaan ini harus disikapi sebagai rahmat, karena kita dapat memilih diantara pendapat tersebut yang paling sesuai dengan kondisi dan kemaslahatan umat. Rancang Bangun Ekonomi Islam Ekonomi Islam dapat diibaratkan dengan sebuah rumah yang terdiri atas atap, tiang, dan fondasi. Begitu juga dengan ekonomi Islam.

1

Bahan Ajar

Pengantar Ekonomi Islam

AKHLAQ

MULTI TYPE OWNERSHIP

FREEDOM TO ACT

SOCIAL JUSTICE

TAUHID

AL-ADL

NUBUWWAH

KHILAFAH

MA’AD

Bangunan dalam ekonomi Islam berfondasikan 5 hal: 1. Tauhid; - Allah merupakan pemilik sejati seluruh yang ada dalam alam semesta - Allah tidak mencipakan sesuatu dengan sia-sia, dan manusia diciptakan untuk mengabdi / beribadah pada Allah 2. Al-adl (adil); - tidak mendzalimi dan tidak didzalimi - pelaku ekonomi tidak boleh hanya mengejar keuntungan pribadi 3. Nubuwwah (kenabian); - Sifat-sifat yang dimiliki Nabi SAW (Shiddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah) hendaknya menjadi teladan dalam berperilaku, termasuk dalam ekonomi - Shiddiq: efektif dan efisien ; Tabligh: komunikatif, terbuka, pemasaran; Amanah: bertanggungjawab, dapat dipercaya, kredibel ; Fathonah: cerdik, bijak, cerdas. 4. Khilafah : - Manusia sebagai khalifah di bumi, akan dimintai pertangungjawaban - Khalifah dalam arti pemimpin, fungsinya untuk menjaga interaksi antar kelompok (muamalah) agar tercipta ketertiban - Khalifah harus berakhlaq seperti sifat-sifat Allah, dan tunduk pada kebesaran Allah SWT 5. Ma’ad (keuntungan): - keuntungan merupakan motivasi logis-duniawi manusia dalam beraktivitas ekonomi - keuntungan mancangkup keuntungan dunia dan akhirat Bertiangkan 3 hal: 1. Kepemilikan Multi jenis - Pada hakekatnya semua adalah milik Allah SWT

2

Bahan Ajar

Pengantar Ekonomi Islam

Berbeda dengan kapitalis maupun sosialis klasik, dalam Islam mengakui adanya kepemilikan pribadi, kepemilikan bersama (syirkah), dan kepemilikan negara 2. Kebebasan bertindak ekonomi - Pada dasarnya semua diperbolehkan kecuali yang dilarang - Hadist: Kamu lebih mengetahui urusan duniamu 3. Keadilan Sosial - Dalam rizki yang halal pun ada hak orang lain (zakat) - Keadilan social harus diperjuangkan dalam Islam, dan pemerintah berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasr rakyatnya, dan keseimbangan social antara si kaya dan si miskin Beratapkan Akhlaq, yang berarti semuanya (perilaku) harus dilakukan dengan beretika Islam

-

Perbedaan Sudut Pandang/ Pemikiran/ Madzhab Ekonomi Islam 1. Madzhab Iqtisaduna Aliran ini didasari oleh pandangan bahwa ilmu ekonomi yang sekarang ada (konvensional) tidak pernah bisa sejalan dengan Islam. Teori-teori dalam ekonomi Islam seharusnya didapat dari Al-Quran dan Sunnah (konsep dekonstruksi), dan bukan ekonomi konvensional yang diadaptasikan dengan ajaran Islam. Aliran ini menolak masalah ekonomi tentang kelangkaan (scarcity) sumber daya. Masalah ekonomi terjadi karena keserakahan manusia, distribusi yang tidak merata dan ketidakadilan. Islam hendaknya punya konsep sendiri dalam ekonomi, dengan nama Iqtishad. 2. Madzhab Mainstream Pandangan ini tidak jauh berbeda dengan pandangan ekonomi konvensional, hanya disesuaikan dengan tuntunan Islam dalam Al-Quran dan As-Sunnah (konsep rekonstruksi). Aliran ini tetap mengakui adanya “kelangkaan” sebagai masalah ekonomi. 3. Madzhab Alternatif – Kritis Analisis kritis bukan saja perlu dilakukan terhadap sosialis dan kapitalis, tetapi juga terhadap ekonomi Islam itu sendiri. Islam pasti benar, tapi ekonomi Islam belum tentu benar, karena ekonoi Islam merupakan hasil pemikiran manusia atas interpretasinya terhadap Al-Quran dan As-Sunnah. Aliran ini mengkritisi dua madzhab sebelumnya. Aliran Iqtisaduna berusaha menemukan teori yang sudah ditemukan oleh orang lain, atau menghancurkan teori lama dan mengantikannya dengan yang baru. Madzhab Mainstream dikritik sebagai jiplakan dari ekonomi neoklasik, dengan menyesuaikannya dengan ajaran Islam (variabel-variabel riba, zakat, serta niat). Prinsip-prinsip Ekonomi Ilmu ekonomi lahir sebagai sebuah disiplin ilmiah setelah berpisahnya aktifitas produksi dan konsumsi. Ekonomi merupakan aktifitas yang boleh dikatakan sama halnya dengan keberadaan manusia di muka bumi ini, sehingga kemudian timbul motif ekonomi, yaitu keinginan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Prinsip ekonomi adalah langkah yang dilakukan manusia dalam memenuhi kebutuhannya dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal. Dasar-dasar ekonomi Islam adalah: 1) Bertujuan untuk mencapai masyarakat yang sejahtera baik di dunia dan di akhirat, tercapainya pemuasan optimal berbagai kebutuhan baik jasmani maupun rohani secara

3

4) Al-Qur'anul Karim. serta asas manfaat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan alam. Nilai filosofis sistem ekonomi Islam: 1) Sistem ekonomi Islam bersifat terikat yakni nilai. 7) Tiada perbedaan suku dan keturunan dalam bekerja sama dan yang menjadi ukuran perbedaan adalah prestasi kerja. 3) Kerjasama ekonomi. 3) Keadilan antar sesama manusia. oleh karena itu harus dinafkahkan sehingga dicapai pembagian rizki (distribusi harta). 2) Keseimbangan ragam aspek dalam diri manusia. oleh para penulis Islam telah diakui. Manfaat uang dalam berbagai fungsi baik sebagai alat penukar. Kemudian landasan nilai yang menjadi tumpuan tegaknya sistem ekonomi Islam adalah sebagai berikut: Nilai dasar sistem ekonomi Islam: 1) Hakikat pemilikan adalah kemanfaatan. istihsan. Nilai instrumental sistem ekonomi Islam: 1) Kewajiban zakat. Prinsip ekonomi Islam adalah penerapan asas efisiensi dan produktifitas. istishab. 5) Pada batas tertentu. 4) Jaminan sosial. alat penyimpan kekayaan dan pendukung peralihan dari sistem barter ke sistem perekonomian uang. tetapi riba mereka sepakati sebagai konsep yang harus dihindari dalam perekonomian. 6) Perniagaan diperkenankan.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam seimbang. dalam arti penelitian dan pengembangannya berlangsung terus-menerus. dan urf. 5) Peranan negara. 2) Hak milik relatif perorangan diakui sebagai usaha dan kerja secara halal dan dipergunakan untuk hal-hal yang halal pula. Dan untuk itu alat pemuasdicapai secara optimal dengan pengorbanan tanpa pemborosan dan kelestarian alam tetap terjaga. 3) Landasan syari'ah. meliputi qiyas. 4) Dalam harta benda itu terdapat hak untuk orang lain yang membutuhkan. Motif ekonomi Islam adalah mencari keberuntungan di dunia dan di akhirat selaku khalifatullah dengan jalan beribadah dalam arti yang luas. 5) Ijtihad (Ra'yu). Sistem bunga dalam perbankan (rente stelsel) mulai diyakini oleh sebagian ahli sebagai faktor yang mengakibatkan semakin buruknya situasi perekonomian dan sistem bunga sebagai faktor penggerak investasi dan 4 . 2) Larangan riba. bukan penguasaan. Berbicara tentang sistem ekonomi Islam dan sistem ekonomi kapitalis tidak bisa dilepaskan dari perbedaan pendapat mengenai halal-haramnya bunga yang oleh sebagian ulama dianggap sebagai riba yang diharamkan oleh al-Qur'an. masalah mursalah. akan tetapi riba dilarang. 2) Sistem ekonomi Islam bersifat dinamik. baik perorangan maupun masyarakat. 3) Dilarang menimbun harta benda dan menjadikannya terlentar. Nilai normatif sistem ekonomi Islam: 1) Landasan aqidah. hak milik relatif tersebut dikenakan zakat. 2) Landasan akhlaq.

akan tetapi Islam menghalalkan mencari keuntungan lewat perniagaan (Qs. 5 .83:1-6 Metodologi ekonomi Islam Ekonomi Islam bertujuan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. bahwa harta menjadi hal terakhir yang dilindungi oleh syari’ah Islam. Karena itu Islam secara tegas menyatakan perang terhadap riba dan ummat Islam wajib meninggalkannya (Qs. Semua langkah dalam perekonomian mengacu pada perlindungan lima hal tersebut. Kesejahteraan masyarakat ini dicapai dengan melaksanakan syariah islam.al-Baqarah:278). keturunan (Kehormatan diri) dan harta.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam tabungan dalam perekonomian Indonesia. sehingga tujuan kesejahteraan didefinisikan sebagai maqasid (tujuan-tujuan) syariah : yaitu perlindungan terhadap Agama. sudah teruji bukan satu-satunya cara terbaik mengatasi lemahnya ekonomirakyat. karena dengan agama perilaku akan lebih terjaga melalui norma-norma yang ada. jiwa. dan tidak adakeuntungan bagi modal tanpa kerja dan tanpa penempatan diri pada resiko samasekali. Larangan riba dalam Islam bertujuan membina suatu bangunan ekonomi yang menetapkan bahwa modal itu tidak dapat bekerja dengan sendirinya. Namun yang menarik. maka menjadi tujuan pertama. Dengan perlindungan terhadap agama. akal.

4/41).(Unsur usaha dan kerja) Kedua.Kriteria Harta Ada empat kriteria harta dapat diambil dari pendapat Ibnu Nujaim yakni: Pertama. namun tidak mendapat rekomendasi/bertentangan dari sisi syariah.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam HARTA DAN KEPEMILIKAN HARTA 1.sekunder dan komplementer. Menunaikan zakat adalah salah satu jalan memasukkan uang dalam sirkulasi aktivitas ekonomi.dapat disimpan dan dimanfaatkan setelah adanya ikhtiar dan usaha manusia baik secara kolektif ataupun individu. Pada hakikatnya uang hanyalah sebagai alat tukar yang setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memilikinya.Al-alamah Ibnu Khaldun menegaskan: Hakikat yang tidak dapat dipungkuri oleh siapapun bahwa harta adalah kebutuhan pokok bagi manusia baik untuk keperluan makan–minum. keturunan(Kehormatan diri) dan harta.baik secara individu ataupun kolektif. akal. Namun kemuliaan dan kehormatan harta tersebut sangat terkait dengan ketentuan syariah.diciptakan untuk keperluan hidup insan. (Unsur Harga) Keempat. dapat disimpan dan dimafaatkan di waktu perlu baik itu jenis barang bergerak dan barang tidak bergerak (Dr. Tegasnya bahwa harta dapat memenuhi tuntutan keperluan primer.Harta dari Perspektif Maqasid Syariah Para ulama Usul Fiqh menggariskan bahwa maqasid (objective) syariah ada lima yaitu : memelihara maslahat agama.sesuatu yang dianggap sebagai harta harus selalu beriringan dengan sifat berharga karena dianggap sah dan halal oleh syariat.al Fiqh al Islami.Zuhayli.sehingga islam akan memerangi setiap orang yang tidak mau melakukannya. Ibn Nujaim dalam kitabnya al-Bahr. adalah segala sesuatu yang dimiliki dan disenangi manusia. (Unsur manfaat dan dapat disimpan) Ketiga.mengidentifikasikan bahwa harta adalah nama yang diberikan untuk selain manusia. Jika ada sesuatu yang dianggap sebagai harta. jiwa.Harta (diukur dengan uang) dimaksudkan untuk selalu bersirkulasi dan berputar dalam proses produksi dan aktifitas ekonomi supaya selalu menghasilkan pengembalian (return) yang baik. Pendahuluan Harta seperti didefinisikan para ulama.Untuk 6 .kepemilikan harta tersebut dilindungi syariah dari segala tindak criminal karena harta adalah dimuliakan dan dihormati. Harta dan maqasid harta itu ada tiga: Pertama. sesuatu yang sudah dianggap sebagai harta akan terus memiliki sifat tersebut selama belum ditinggalkan seluruh orang.sirkulasi. maka itu masih disebut harta. 2. sebab akan memperlambat perputaran uang yang pada nantinya akan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Jika sebagian orang telah meniggalkannya karena sudah tidak dapat dimanfaatkan. namun sebagian orang lain masih dapat memanfaatkan.pakaian dan tempat tinggal.dengan demikian jadilah ia sesuatu yang berharga dan sah dimanfaatkan menurut hokum syariah. sesuatu itu akan dianggap sebagai harta bila ada unsur usaha dan kerja yang dilakukan manusia terhadap sesuatu itu. Jadi setiap tindakan menimbun harta adalah dilarang dalam Islam. maka benda tersebut tidak disebut harta.(Dimuliakan dan dilindungi syariah) 3.

surat Al Baqarah ayat 282. (ii)Saksi. pandangan Islam mengenai harta dan kegiatan ekonomi adalah sebagai berikut: 1. Al-Jumu’ah:105). jelas dan bersih (transparacy).S. infaq. (iii)Jaminan. Kepemilikan manusia hanyalah relatif untuk melaksanakan amanah mengelola dan memanfaatkannya sesuai dengan ketentuan-Nya. At-taubah 41.Harus dilakukan suatu pencatatan untuk menjaminnya terlaksananya transaksi dengan baik. karyawan dan para pekerja e. hubungan kepada Allah SWT b. d.Merupakan suatu barang yang diambil dan disimpan dari transaksi kredit untuk menghindari dari masalah terjadinya wanprestasi (ingkar janji).Sesuai dengan Al Quran. jiwa dan dirinya sendiri c.sikap adail ini juga berarti kepemilikan harta harus adil terhadap: a. status harta yang dimiliki manusia adalah: a. (Q.Hal ini sesuai dengan Al Quran. ali Imran133) 3.untuk berjaga-jaga dari kemungkinan terjadinya masalah dikemudian hari. Dalam buku Bank Syariah (Antonio Syafii. b)Larangan dari praktek riba c)Larangan judi (Maysir) d)Larangan menimbun (Ihtikar) e)Larangan harta menumpuk di segelintir orang f)Dihalalkan transaksi (muamalah) Kedua. termasuk harta adalah Allah SWT. 1999). orang tua/keluarga d.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam menjami sirkulasi dan distribusi uang dengan baik. as a trust) dari Yang Menciptakan. Ali Imran 14. yaitu untk melaksanakan perintah-Nya dan melaksanakan muamalah diantara sesama manusia. Oleh karena itu. Al-mulk:15 .maka ada beberapa cara untuk melakukanya a)Islam melarang menumpuk-numpuk harta dengan tidak tidak mengeluarkan zakatnya. Sehingga kepemilikan harta pun dibatassi perolehan dan penggunaannya dengan syariah. Menegakkan prinsip nasihat dan mempertahankan kebenaran dan menegakkan supremasi hukum Kepemilikan Kepemilikan dalam Islam merupakan suatu ikatan seseorang dengan hak miliknya yang disahkan syariat.surat Al Baqarah ayat 283. (i)Dokumen.surat Al Baqarah ayat 282. Pemilikan harta dapat dilakukan antara lain melalui usaha (a’mal) dan mata pencaharian (ma’isyah) yang halal dan sesuai dengan aturan-Nya.syariah menggariskan ketentuan yang harus dipatuhi dalam hubungan transaksi. 7 . b. Harta sebagai bekal ibadah. 2. Harta sebagai ujian keimanan (Q.S. karena hakekatnya manusia tidak dapat mengadakan harta dari tiada. harta sebagai amanah (titipan. Al-Baqarah:267.Sesuai dengan AlQuran. terutama kegiatan zakat. Ketiga. c.S. at-taubah:105. Merupakan perhiasan hidup yang memungkinkan manusia bisa menikmatinya dengan baik dan tidak berlebih-lebihan (Q. Pemilik mutlak terhadap segala sesuatu di muka bumi ini. Kepemilikan harta harus jelas dan bersih dari segala masalah yang akan mengakibatkan perselisihan pada pemiliknya.S.60 . Al-Alaq:6-7). dan shadaqah (Q.Hal inipun juga diperintahkan dalam transaksi. Al-Anfal:28). Keadilan (justice).

Dilarang menempuh usaha yang haram melalui kagiatan riba (al-Baqarah: 273-281). tak lagi berhak menguasai bila telah 3 tahun tidak menggarapnya dengan baik. maka sama seperti mujahid di jalan Allah (HR Ahmad) Mencari rizki yang halah adalah wajib setelah kewajiban yang lain (HR Thabrani) Jika telah melakukan shalat subuh janganlah kalian tidur. melalui cara-cara yang bathil dan merugikan (AlBaqarah:188) dan melalui suap-menyuap (HR Imam Ahmad). Barang siapa yang bekerja keras mencari nafkah yang halal untuk keluarganya. penggasaban (Al-maidah 38). pembayaran zakat. Islam tidak memperbolehkan memiliki kekayaan yang tidak dipergunakan. maka kalian tidak akan sempat mencari rizki (HR Thabrani) 4. kepemilikan dilakukan secara sah (baik mendapat atau menyalurkannya) 6. atau bekerja yang dapat melupakan dari kematian (Q. mencuri. 8. Dilarang mencari harta. Negara (Islam) dapat mencabut kepemilikan bila: o Pemilik boros dan tidak produktif o Menggunakan untuk cara tertentu dan mengabaikan cara lain (penanaman modal) o Pemusatan kekayaan yang merugikan masyarakat Hal ini dilakukakan negara dalam rangka menjaga keseimbangan dan kepentingan perekonomian.S. Pemanfaatan secara berkelanjutan. At-Takatsur:1-2). perjudian. penggunaan yang berimbang (tidak boros dan tidak kikir) 7. berjual beli barang yang dilarang atau haram (Al-Maidah :90-91). curang dalam takaran dan timbangan (Al-Muthafiffin:1-6). berusaha. 8 ketentuan syariat yang mengatur mengenai kekayaan pribadi (Abdul Manan. 1970/1997) : 1.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Sesungguhnya Allah mencintai hamba-Nya yang bekerja. infaq.merampok. Hadist: orang yang menguasai tanah tak bertuan. 2. pemanfaatan sesuai hak dan peruntukannya. tidak merugikan orang lain. pemanfaatan yang berfaedah di jalan Allah 4. 5.S. Al-Munafiqun:9). hal ini dilakukan untuk mengurangi (dan mengusahakan peniadaan) kesejangan antara si kaya dan si miskin 3. pemanfaatan untuk kepentingan kehidupan (termasuk dengan hukum waris) 8 . melupakan dzikrullah (dan tidak ingat Allah dan segala ketentuan-Nya – Q. Sehingga siapa saja yang mengerjakan tanah tak bertuan akan lebih berhak atas tanah itu. dan memusatkan kekayaan hanya pada sekelompok orang kaya saja (QS Al-Hasyir :7) 5. melupakan shalat dan zakat (QS An-Nur:37).

A. Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. supaya kamu diberi rahmat. Keadaan mereka yang demikian itu. dan urusannya (terserah) kepada Allah. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba). adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat). dan menuntut kaum muslimin untuk menghapuskan seluruh utang-piutang yang mengandung riba. lalu terus berhenti (dari mengambil riba). dan selalu berbuat dosa 278. Al-Baqarah: 275-281 mengutuk keras orang yang mengambil riba. maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. menegaskan perbedaan yang jelas antara perniagaan dan riba. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya. sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). Dalam hadist dijelaskan bahwa: 1. Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Dan taatilah Allah dan Rasul. ”terkutuklah orang yang menerima dan membayar riba (bunga). Orang yang kembali (mengambil riba). Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Riba dalam Perekonomian Larangan Riba Larangan Riba dalam Al-Qur’an penurunan wahyu Al-Qur’an bertahap sebanyak empat kali: 1. jika kamu mengetahui. mereka kekal di dalamnya. Rasulullah S. lebih baik bagimu. 39. Dan peliharalah dirimu dari api neraka. dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka.a. 281. orang yang menulisnya. bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman 279. Hai orang-orang yang beriman. maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan). Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah.. yang disediakan untuk orang-orang yang kafir 132. padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. dan disebabkan mereka memakan riba. dengan mengambil pokoknya saja dan mengikhlaskan kepada peminjam yang mengalami kesulitan.W bersabda. sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba. Dari Jabir r. kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. sedangkan sedekah akan meningkatkannya berlipat ganda. 275. 131. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran. 2. 3. maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. An-Nisa:161  Mengutuk keras praktik riba dengan menyejajarkan orang yang mengambil riba dengan orang yang mengambil kekayaan orang lain dengan tidak benar dan mengancam kedua pihak dengan siksa yang amat pedih. bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. dan dua orang saksi yang 9 . Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba). 4. Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran. Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia. Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. 280. Ali Imran 130-132  menyerukan kaum muslimin untuk menjauhi riba jika menghendaki kesejahteraan yang diinginkan (dalam makna Islam yang sebenarnya) 130. 161. maka ketahuilah. Ar-Ruum:39  menegaskan bahwa bunga akan menjauhkan keberkahan Allah dalam kekayaan. Hai orang-orang yang beriman. 276. maka bagimu pokok hartamu. maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya). janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

Ibnu Majah) Arti Riba Secara bahasa  bermakna (ziyadah=tambahan) bertambah. Dari Abu Hurairah. 2000). 1999). Muslim dan Tirmidzi) 2. 2. Pembahasan riba fadhl muncul dari hadist-hadist yang menuntut bahwa jika emas. gandum. Dari Abu Hurairah. Namun yang menjadi catatan adalah. Secara teknis riba berarti pengambilan tambahan dari harta pokok atau modal secara bathil. Ahmad & Duruquthni) 3. bahwa riba berbeda dengan perdagangan. Dari Abdullah bin Hanzalah. Rasulullah SAW bersabda.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam menyaksikan transaksi itu. Secara maknawi berarti mengacu kepada pembayaran ”premi” yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman disamping pengembalian pokok sebagai syarat pinjaman atau perpanjangan batas jatuh tempo. yang paling kecil adalah setara dengan seorang yang menzinai ibunya sendiri” (H. tidak peduli dengan apakah digunakan untuk produktif atau konsumtif. Rasulullah SAW bersabda.” Beliau lalu bersabda. Riba ini mengacu pada penetapan suatu keuntungan positif di depan sebagai kompensasi pada suatu pinjaman karena menunggu. 1. Ibnu Al Arabi Al-Maliki menjelaskan bahwa Riba adalah setiap penambahan yang diambil tanpa adanya satu transaksi pengganti atau penyeimbang yang dibenarkan syariah (Antonio. Riba adalah pengambilan tambahan. Rasulullah SAW bersabda. Pada umumnya para ulama bersepakat bahwa pada dua jenis barang pertama (emas dan perak) dilarang dijadikan pertukaran dengan adanya tambahan karena barang tersebut mewakili uang. kurma. dan garam dipertukarkan masing-masing dengan barang yang sama. debunya akan menyentuhnya. Catatan : namun tidak berarti semua pertambahan / pertumbuhan dalam Islam adalah haram/dilarang. Pelarangan terhadap hal ini mutlak. Riba Nasi’ah Dari kata nasaa’ yang berarti menunda. Sedang empat barang lainnya mewakili kelompok bahan pokok makanan (pada saat itu). apakah dibayar di depan atau di belakang. sehingga terdapat perbedaan dalam menafsirkan larangan terhadap pertukaran dengan tambahan meskipun dengan spot pada empat bahan makanan ini. Abu Dawud & Ibnu Majah) 4. perak. apakah bersifat tetap atau berubah prosentasenya. Riba ini merupakan riba (tambahan) yang dilibatkan pada transaksi pembelian dari tangan ke tangan (tunai) dan penjualan komoditas. menangguhkan atau menunggu. atau tumbuh.R. ”Riba memiliki tujuh puluh cabang (dosa).R. baik dalam transaksi jual-beli maupun pinjamn-meminjam secara bathil. Ada beberapa pendapat yang terkait dengan larangan pada komoditas-komoditas ini. Dalam pengertian syariah. berkembang. atau sebagai bentuk hadiah atau kompensasi pelayanan yang diberikan (Umar Chapra. ”mereka semua sama (dalam berbuat dosa)” (H. Beberapa pendapat itu adalah: 10 . jelai. Riba Fadhl Riba ini mengacu pada bentuk pertukaran yang tidak jujur dan tidak adil.” (H. Riba dibagi menjadi dua : Riba Nasi’ah dan Riba al-Fadhl. ”Akan datang suatu zaman dimana manusia akan mengambil riba dan jika ia tidak mengambilnya. ”satu dirham riba yang diterima seseorang dan dia tahu adalah lebih buruk daripada berzina 36 kali” (H.R. mereka harus ditukar di tempat (spot) dan dengan takaran dan timbangan yang sama dan serupa.R.

Yang dilakukan terhadap pertukaran komoditas yang sejenis. tapi berbeda kualitas jika ingin mempertukarkannya dengan adanya tambahan. rasulullah memberikan solusi dan arahan dengan menukarkannya dulu dengan uang sehingga nilainya jelas. (Menurut Umar chapra. bahwa keempat barang tersebut mempunyai karakteristik dapat dimakan (Syafi’i dan Hanbali). bahwa empat komoditas tersebut dijual dengan timbangan dan ukuran (Hanafi. bagaiman solusi untuk menghindari riba nasi’ah? 11 . dan Zaidi). terutama di kalangan orang Badui. keenam komoditas tersebut pada zaman dahulu dipergunakan sebagai uang di dalam dan di luar Madinah. 2. bahwa barang-barang tersebut merupakan bahan makanan yang dapat disimpan dengan lama (tanpa rusak) (Maliki). 4. apa hikmah/ pelajaran dari larangan Riba fadhl? 2. 3. pendapat ini paling kuat) Sehingga tambahan yang diberikan dari pertukaran uang dilarang. Imami. terbatas pada enam komoditas tersebut saja (Zhahiri)—merupakan minoritas 5. Bahan diskusi: 1. Hanbali.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam 1.

Zakat Fitrah  2. Mencapai Nishab (batas minimal) 5. Milik Sempurna 4. dan zakatnya No Jenis Barang Nishab Zakat 1..  waktu pembayaran adalah selama bulan Ramadan sampai dengan sebelum shalat Idul Fitri.Dr. Ternak Unta 5-9 ekor 1 ekor kambing 10-14 ekor 2 ekor kambing Kerbau/ lembu Kambing 2.1 liter makanan pokok yang biasa dikonsumsi oleh pembayar zakat (muzakki). Berkah Secara Istilah sebagian (kadar) harta dari sebagian harta yang yang telah memenuhi syarat minimal (nishab) dan rentang waktu tertentu (haul-satu tahun). Pustaka Pelajar. Definisi Zakat Secara Bahasa: 1. yang menjadi hak dan diberikan kepada mustahiq (yang berhak menerima zakat).200 201-399 20 misqal (96 gram) 200 dirham 624 gram 20 misqal 1 kerbau 1 kerbau 2 kerbau 1 kambing 2 kambing 3 kambing 2. oleh Prof. Zakat maal (Zakat harta)  Syarat: 1. Islam 2.  fungsi: membersihkan diri orang yang berpuasa menuju fitri b.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Konsep Zakat1 A. Merdeka 3. Nishab. Ahmad Rofiq. dst Lebih dari itu zakatnya mulai 1 unta (min) 1 ekor anakan Berumur min.5% Bahasan ini diambilkan dari Buku: 1) Fiqh Kontekstual:dari Normatif ke Pemaknaan Sosial.5% 2. Bersih 2. M. 2 tahun umur 2 th Di luar perhiasan wajar 30-39 ekor 40-59 60-69 40-120 121.5 kg atau 3. 2004 12 . B.5% 2. Emas Perak Perhiasan di luar kewajaran (simpanan) 1 Keterangan Usia 2 tahun 2 tahun.A. Jenis Zakat a. Meningkat 3. Semarang. telah satu tahun/ haul (untuk beberapa jenis zakat maal)  Jenis barang.

MUSTAHIQ Delapan (8) asnaf/kategori penerima zakat disebutkan dalam al-Qur’an.38 Tahun 1999. dan Allah Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.” D. pengurus zakat (amil). dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah. muallaf (yang dibujuk hatinya). untuk (memerdekakan) budak.5% 1 tahun dari awal penghitungan C. Pengelolaan Zakat Pengelolaan zakat di Indonesia diatur dalam UU No. surat AtTaubah:60: ”Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir. 373 tahun 2003 13 . miskin.6 gr 1/10(irigasiAlam) Setiap panen 1/20(irigasiBiaya) 2. ditindaklanjuti dengan Keputusan Menteri Agama No. orang-orang yang (terlilit) hutang.5% 2. untuk jalan Allah.6 gr Analog dengan emas 93.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam 3 4 5 Pertanian (makanan pokok) Buah-buahan Perniagaan Profesi Lebih dari 5 wasaq = 200 dirham Analog dengan emas 93.

Konsumsi sering diartikan dengan kegiatan untuk memanfaatkan/ menghabiskan suatu produk dalam rangka memenuhi kebutuhan/keinginan. Prinsip kesederhanaan Tidak berlebih-lebihan. bahkan memberi manfaat lebih secara fisik dan spiritual.Etika ekonomi Islam berusaha mengurangi kebutuhan (keinginan) luar biasa banyak (tak terbatas) tentang materi. b. a. Prinsip kebersihan Harus baik dan cocok untuk dimakan (dikonsumsi).Semakin tinggi tingkat peradaban/ modernitas. semakin tinggi pula kebutuhan / keinginan. . Sehingga perlu pula bermurah hati dengan membagi rizki tersebut dengan yang lain (membutuhkan) e.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Konsumsi Prinsip Konsumsi* .Konsumsi terkait dengan permintaan sedangkan produksi terkait dengan penawaran. sesuai dengan kebutuhan d. . Prinsip kemurahan hati Menyadari bahwa dalam apa yang kita dapat merupakan pemberian/ kemurahan hati Allah Swt. sedang binatang yang disembelih untuk persembahan selain Allah. 14 . Prinsip moralitas Konsumsi yang dilakukan hendaknya juga memperhatikan peningkatan kemajuan nilainilai moral dan spiritual. sejauh mana kebutuhan/ keinginan manusia tercapai (yang sering dijadikan ukuran adalah materi) . . dilarang karena membahayakan secara spiritual. Seperti bangkai dan babi dilarang karena membahayakan secara fisik. Islam tidak mengakui kegemaran materialistis semata dalam pola konsumsi modern. Prinsip keadilan Makananyang dikomonsumsi hendaknya tidak membahayakan.Konsumsi merupakan salah satu kegiatan ekonomi selain produksi dan distribusi. tidak kotor dan menjijikkan c. dengan kepentingan/ kepuasan peran spiritual-batiniah.Perbedaan antara ilmu ekonomi konvensional dan ekonomi Islam dalam hal konsumsi terletak pada cara pendekatannya dalam memenuhi kebutuhan seseorang. Dunia barat/ ilmu konvensional mengukur kesejahteraan dengan ukuran material. .Konsumsi dalam Islam dikendalikan oleh lima prinsip. .

sehingga menggeser BEP ke kuantitas (Q) yang lebih besar – sebagaimana bunga. dan harta. karena pengakuan bunga sebagai biaya (sebagai bagian -menambah.bentuk. karena dalam konvensional diberlakukan sistem bunga sebagai imbalan modal. namun pada keseluruhan maqasid syariah. 3. jiwa.biaya tetap <FC>) . dengan poros tetap pada kuantitas BEP (BEP tetap). 2002). tempat) . yaitu kemaslahatan agama. b.Bunga akan mempengaruhi (manaikkan) TC.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam 5.1. sebelum BEP (kondisi kerugian). kurva TR akan berputar cenderung ke sumbu X. Prinsip-prinsip dan Faktor-faktor produksi dalam Islam .l.Prinsip yang harus diperhatikan dalam proses produksi adalah prinsip kesejahteraan ekonomi.Sistem produksi islami dikendalikan oleh kriteria objektif (tercermin dengan nilai uang yang dihasilkan) dan kriteria subyektif (kesesuaian dengan syariah Islam/ AlQur’an dan Al-Hadist) Bentuk operasional dari prinsip-prinsip ini antara lain: dilarang memproduksi barang haram dilarangnya bunga dan riba dianjurkannya kerjasama Faktor-faktor produksi. kerugian akan dibagi. keturunan/kehormatan. Sedang dalam system Islam imbalannya didadasarkan adalah dengan bagi hasil (baik profit sharing. akal. dan Bagi hasil Namun perbedaan yang perlu mendapatkan perhatian khusus / unik adalah pada sumber daya modal/ uang. karena perbedaan ekonomi Islam dan konvensional bukan pada ilmu ekonominya namun pada filosofi ekonominya (Adiwarman. 1993) .Keunikan “kesejahteraan” dalam Islam tidak hanya melihat dari sisi materil ‘uang’ saja. Untuk revenue sharing. penerimaan. waktu.termasuk ikut sertanya jumlah maksimum orang dalam proses produksi (Abdul Mannan. 1. 4. maupun revenue sharing). Kurva TR akan mendekati sumbu X (Q) dengan sumbu awal tetap pada titik nol. Modal. Tanah (land)/ Sumber daya (Material) Sewa Modal / Uang (Money) Bunga / Bagi hasil Tenaga Kerja (Man) Upah Keahlian (Skill) / Metode (Method) Laba Faktor-faktor produksi dalam Islam tidak berbeda dengan ilmu ekonomi konvensional.2. 5. a. . 15 . dan efisiensi produksi . Bunga. Kurva biaya.Konsep kesejahteraan Ekonomi Islam terdiri dari bertambahnya pendapatan yang diakibatkan oleh meningkatnya produksi dari hanya barang-barang yang berfaedah melalui pemanfaatan sumber-sumber daya secara maksimum –baik manusia maupun benda.Bagi hasil akan berpengaruh pada kurva TR. -Pada musyarakah. Hal ini dicapai melalui peningkatan manfaat yang dihasilkan dari proses produksi (a. 2. Untuk profit sharing.

16 .Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam -Sedang dalam mudarabah. Karena pelaksana telah rugi tenaga (yang merupakan kontribusinya). kerugian akan ditanggung oleh pemilik modal. sebelum BEP (kondisi kerugian).

demikian juga mahal tidak disebabkan karena kelangkaan makanan. Murah bukan karena melimpahnya makanan. Dar al-Ma’rifah. pandai besi dan tukang kayu hidup dimana lahan pertanian tidak ada. secara alami pula. orang akan terdorong untuk menyediakan tempat penyimpanan alat-alat disatu pihak dan tempat penyimpanan hasil pertanian di pihak lain. mereka akan saling memenuhi kebutuhan masing-masing. Bila di pasar juga tidak ditemukan orang yang mau melakukan barter. hal. Ia diminta oleh Khalifah untuk menulis kitab yang mengatur mengenai perpajakan. Menurut Nejatullah Siddiqi. ia akan menjual pada harga yang lebih murah. Pemikiran Ilmuwan Muslim 1. dan penimbunan barang.48) Tampak bahwa Abu Yusuf menyangkal pendapat umum saat itu. ‘Jika petani tidak mendapatkan pembeli dan barangnya. Tidak dijelaskan mengenai variable-variabel lain yang mempengaruhi. tukang kayu. sesuai kebutuhan masing-masing.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Mekanisme Pasar Islami A. jumlah uang beredar. bila tersedia banyak barang. untuk kemudian disimpan sebagai persediaan. Karena harga tidak bergantung pada kekuatan penawaran (prosuksi) saja. ia akan menjual pada pedagang dengan harga yang relatif murah. kadang-kadang makanan sangat sedikit tetapi murah”(Abu Yusuf. Prinsipnya tidak bisa diketahui. Hal tersebut ada yang mengaturnya. Namun secara alami.’ Perdagangan regional: 17 . harga akan mahal. kitab Al-Kharaj. Abu Yusuf (731-798) Abu Yusuf merupakan mufti pada zaman khalifah Harun Al-Rasyid. Sebaliknya. seperti pergeseran permintaan. mengenai hubungan terbalik antara penawaran dan harga. dan pandai besi yang tidak dapat langsung melakukan barter. 1979. Hal ini berlaku untuk setiap persediaan. tetapi petani tidak membutuhkan alat-alat tersebut. Kitab ini kemudian diberi nama Al-Khara. Pernyataan dalam kitab tersebut antara lain: “ Tidak ada batasan tertentu tentang murah dan mahal yang dapat dipastikan. Pemahaman pada zaman itu mengatakan bahwa: bila tersedia sedikit barang. atau sebaliknya. Murah dan mahal merupakan ketentuan Allah. Kadang-kadang makanan berlimpah tetapi mahal. Al-Ghazali (1058-1111) Kitabnya Ihya Ulumuddin Menurutnya.j. Keadaan itu.  masalah dari barter  asal-usul timbulnya pasar  asal-usul timbulnnya pedagang  motivasi laba Pernyataan mengenai bentuk kurva penawaran. Tempat inilah yang kemudian didatangi oleh pembeli. Dapat pula terjadi tukang kayu membutuhkan makanan. serta kelangkaan barang dan harga rendah. Pedagang kemudian menjualnya dengan satu tingkat keuntungan. harga akan murah. ucapan Abu Yusuf harus diterima sebagai pengamatannya saat itu. Sehingga terbentuklan pasar. 2. juga terdorong pergi ke pasar ini. dan tingginya harga. pasar merupakan bagian dari “keteraturan alami“: Dapat saja petani hidup ditempat alat-alat pertanian tidak tersedia. Beirut. tapi juga pada permintaan. Petani. Sebaliknya. yaitu melimpahnya barang. menimbulkan masalah: oleh karena itu.

Kelangkaan dan melimpahnya barang mungkin disebabkan tindakan yang adil maupun tidak adil. penurunan jumlah impor barang yang diminta. dan keuntungan ini akhirnya dimakan oleh orang lain juga. Elastisitas permintaan makanan yang inelastic: Karena makanan adalah kebutuhan pokok. diskonto dari pembayaran tunai  Ibnu Taimiyah tidak saja mengakui kekuatan permintaan dan penawaran . Terciptalah kelas pedagang regional dalam masyarakat. 4. dan melarang menjual barang yang diperbolehkan untuk dijual. dan perbuatan melanggar hokum dari penjual (seperti penimbunan). perdagangan makanan harus seminimal mungkin didorong oleh motif mencari keuntungan untuk menghindari eksploitasi melalui pengenaan harga yang tinggi dan kauntungan yang besar. penjual akan memasang harga tinggi. Pada saat itu. Faktor pengubah pergeseran kurva permintaan dan penawaran dapat digolongkan menjadi 2 faktor besar: tekanan pasar yang otomatis. Keuntungan semacam ini seyogyanya dicari dari barang-barang yang bukan merupakan kebutuhan pokok. dan juga tekanan pasar. kondisi kepercayaan. keuntungan sering dikaitakn secara langsung dengan harga. Intensitas dan besarnya permintaan. 2. jika ada kepercayaan maka penjual akan merasa senang bertransaksi. dan membawanya ke tempat lain. Keadaan inilah yang pada gilirannya menimbulkan kebutuhan terhadap alat transportasi. Dibantah oleh Ibnu Taimiyyah: Bisa jadi penyebabnya adalah supply yang menurun akibat produksi yang tidak efisien. Faktor lain yang mempengaruhi permintaan dan penawaran: 1. dan risiko dalam transaksi pasar. ketidakpastian. Al-Ghazali mendefinisikan keuntungan dengan :kompensasi dari kepayahan perjalanan. Urusan ekonomi orang akhirnya diorganisasikan ke kota-kota dimana tidak seluruh makanan dibutuhkan. kenaikan harga yang terjadi merupakan kehendak Allah. tapi juga insentif.Belum diakitkan jelas dengan pendapatan dan biaya. kelangkaan atau melimpahnya barang 3. Hal ini menyebabkan penawaran yang menurun. dengan kenaikan permintaan sehingga harga meningkat. Penawaran barang bisa dari produksi domestic maupun impor. Bila seluruh transaksi sudah sesuai aturan. 3. Para pedagang ini bekerja keras memenuhi kebutuhan orang lain dan mendapat keuntungan. disinsentif. Ibnu Taimiyah (1263-1328) Kitabnya Majmu’ Fatawa Syaikh al-Islam dan Al-Hisbah fi Al-Islam. Masyarakat saat itu menganggap bahwa peningkatan harga merupakan akibat dari ketidakadilan dan atau tindakan melanggar hukum (Islam) ataupun manipulasi pasar oleh penjual. Sedangkan permintaan sangat ditentukan oleh selera dan pendapatan. makanan. Namun jika tidak percaya. Motifnya tentu saja mencari keuntungan.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Selanjutnya praktek ini terjadi diberbagai kota dan negara. risiko bisnis. dan ancaman keselamatan diri pedagang. Orang-orang melakukan perjalanan ke berbagai tempat untuk mendapatkan alat-alat. 18 . termasuk dengan memberi kredit. Mengkritik kolusi antara pembeli dan penjual. Juga mendukung kebebasan keluar-masuk pasar: Dengan menyatakan haramnya memaksa orang menjual barang yang tidak diharuskan untuk menjualnya.

pencurah. Dalam pasar yang tidak sempurna. 4. Ini akan menyebabkan kenaikan harga (barang pelengkap) Jugadijelaskan mengenai pengaruh pajak terhadap harga. Tiap orang akan membeli sesuai dengan kesanggupannya. Persediaan bagi mereka sangat berharga.Ketika barang yang tersedia sedikit. dan Sunan Abu Dawud Al-Buyu’. Keuntungan yang sangat tinggi akan melesukan perdagangan karena permintaan konsumen akan melemah. dan pemberi rizki.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Menentang peraturan yang berlebihan ketika pasar secara aktif bekerja untuk menentukan harga yang kompetitif. Barang pelengkap lainnya. padat pemduduk. penahan.Keuntungan yang wajar akan mendorong tumbuhnya perdagangan. namun bila jarak antar kota dekat dan aman. bila penjual melakukan penimbunan dan menjual pada harga yang lebih tinggi dari harga normal. sebab kebutuhan makin besar. Keuntungan rendah akan membuat lesu perdagangan. Juga dikatakan: . maka penjual diharuskan menjual pada harga ekuivalen/ adil (makanan dan kebutuhan pokok lainnya). Rasulullah menjawab: Allah itu sesungguhnya adalah penentu harga.Penentuan harga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. sehingga orang khawatir kehabisan makanan. . penuh kemewahan. Permintaan akan besar. seperti bumbu. dan lain sebagainya merupakan bahah yang bersifat umum. oligopoly (dalam arti jumlah penjual yang terbatas) tidak dilarang selama tidak mengambil keuntungan diatas keuntungan normal. sehingga mempunyai surplus yang besar melebihi kebutuhan mereka. akan timbul kebutuhan besar akan barang-barang diluar kebutuhan seharihari. Diriwayatkan oleh Anas. Jumlah pembeli meningkat sekalipun persediaan barang sedikit. Harga dikota lebih mahal daripada di padang pasir karena dipungutnya atas bahan makanan si pasar-pasar dan di pintu-pintu kota demi raja. Al-Buyu’. KONSEP MEKANISME PASAR ISLAMI . bab 73. Keuntungan normal akan 19 . harga pernah mendadak naik pada masa Rasulullah SAW. duopoly. bahan makanan akan sedikit karena suplai kerja sedikit. barang akan naik. sehingga ketersediaan barang akan melimpah dan harga akan turun. maka cenderung akan menyimpan dan mempertahankan makanan yang mereka miliki. Kota kecil dengan penduduk sedikit. orang akan berusaha memenuhi kebutuhannya. Untuk memperolehnya tidak membutuhkan/ mengerahkan semua atau sebagian besar penduduk. dan orang yang membelinya harus membayar mahal.Pertermuan permintaan dan penawaran tersebut dilakukan dalam keadaan rela sama rela (tidak ada paksaan. Aku berharap dapat bertemu Tuhanku dimana salah seorang dari kalian tidak menuntutku karena kezaliman dalam hal darah dan harta (Al-Tirmidzi. pemerintah harus turun tangan menentang monopoli. Ia menulis khusus bab “harga-harga di kota” Membagi barang menjadi dua jenis: Barang pokok dan pelengkap. padahal masyarakat membutuhkannya. Bila masyrakat telah makmur. aniaya. senang diatas kesediahan orang lain) .Monopoli. buah. sedang orang kaya berani membayar tinggi. sehingga harga akan murah. Ibnu Khaldun (1332-1404) Kitabnya Muqaddimah. Para sahabat mengatakan: Wahai Raslullah tentukanlah harga untuk kita. karena motivasi pedagang menurun. bab 5) . dan para penarik pajak menarik keuntungan dari transaksi bisnis untuk kepentingan mereka sendiri. banyak barang yang diimpor. Bila suatu kota berkembang dan populasinya bertambah banyak (kota besar). pengadaan kebutuhan pokok akan menjadi prioritas.

Rasul menyuruh menjual dulu. Ghaban fa hisy. menjual diatas harga pasar (sangat tinggi/ harga tipu) karena ketidaktahuan si pembeli. kemudian membeli dengan uang. Menukar satu takar kurma bagus dengan dua takar kurma kualitas sedang/ rendah. dan dilarang antara lain: a. b. Ikhtikar. pedagang membeli barang penjual sebelum masuk ke kota. 20 . g. i. Mereka melakukan entry barrier dan memanfaatkan ketidaktahuan penjual dari kampong. Talaqqi Rukban. dalam rangka mengambil keuntungan diatas keuntungan normal h. hingga keuntungan akan nihil keuntungan pun akan dikendalikan oleh mekanisme pasar. f. Menyembunyikan barang cacat d.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam - mendorong produsen baru untuk masuk. yaitu melakukan penimbunan (menjual lebih sedikit barang) untuk mendapatkan harga yang tinggi.. sehingga menimbulkan pasar yang tidak kompetitif. Islam mengatur persaingan dilakukan secara adil. transaksi menyuruh orang lain memuji barangnya agar orang lain tertarik membeli dengan harga tinggi. Mengurangi timbangan c. Menukar kurma kering dengan basah e. Najasy. Praktek bisnis yang menimbulkan ketidakadilan.

Sekuler. Al –Maqrizi 1. Jakarta. Bagaimana solusi yang dikemukakan oleh Al-Maqrizi untuk mengatasi krisis sistem? III. Sebutkan peranan syariah yang dikemukakan Ibnu Khaldun dalam negara-masyarakat Islam 7. Shah Waliyullah Al-Dihlawi 1. Jelaskan bagaimana pemerintahan yang berkuasa bisa jatuh? II. Jelaskan bahwa Syariah dapat menjadi variabel terikat dikaitkan dengan masyarakat dan negara sebagai variabel independen. dan negara/ kekuasaan politik! 4. SEBI. Jelaskan sumbangan pemiliran Shah Waliyyullah Al-Dihlawi IV. Apakah persamaan sumbangan pemikiran ketiga ilmuwan klasik tersebut? 21 . 2001.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Dinamika Dan Tatanan Sosial-Ekonomi Islam Umar Chapra. Sebutkan program/peranan yang harus dilaksanakan oleh Welfare state Islam! 6. keadilan. Jelaskan bagaimana korupsi dapat terjadi! 10. Jelaskan sumbangan pemikiran Ibnu Khaldun untuk mengembangkan kesejahteraan dan pembangunan! 9. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Apa yang menjadi fokus pemikiran Ibnu Khaldun? 2. Bagaimana kondisi kehidupan masyarakat dan kenegaraan pada masa Al-Maqrizi? 2. Jelaskan hubungan antara masyarakat. bab Dinamika Sosial Ekonomi dalam Ilmu Ekonomi Islam Klasik I. Kontribusi Pemikiran Ibnu Khaldun 1. Gambarkan model yang dapat mewakili pemikiran Ibnu Khaldun. 8. dan laissez-faire yang dikemukakan Ibnu Khaldun! 5. Bedakan antara Welfare state Islami. Hal 150-177. dan jelaskan variabel-variabel yang ada dalam model tersebut! 3.

Sejalan dengan waktu. Deposit money. dan tidak lebih 22 .Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Uang Dalam Ekonomi Islam Perbedaan Konsep uang dalam pandangan Islam dan Konvensional Konsep Islam Konsep Konvensional • Uang tidak identik dengan modal • Uang sering diidentikkan dengan modal • Uang adalah public goods • Uang (modal) adalah private goods • Modal adalah private goods • Uang (modal) adalah flow concept – bagi Fisher • Uang adalah flow concept • Uang (modal) adalah stock concept • Modal adalah stock concept -bagi Cambridge School • Uang tidak masuk dalam fungsi utilitas. Mempunyai nilai tinggi. uang jenis ini digantikan dengan 3. uang hanya berfungsi sebagai: 1. melebihi notes (uang kertas) dan coin (uang logam) –token atau legal money Uang dalam Fungsi Utility Klasik Neo-Klasik Fungsi utility tidak Fungsi utility langsung langsung (indirect utility (direct utility) function) Time Value of Money dan Economic Value of time Konsep Islam Tidak masuk dalam fungsi utility. Unit of Account Perubahan Fungsi Uang Tiga tahap dalam perkembangan fungsi uang: 1. sebagai alat pertukaran yang dapat mempunyai nilai komoditas jika commodity tersebut digunakan bukan sebagai uang. cheque (cek) yang berkembang menjadi kemampuan bank untuk menciptakan uang baru (deposit). Store of value (penyimpan nilai/kekayaan) Dalam Ekonomi Islam. Token Money.Neo-klasik: fungsi utility langsung Fungsi Uang Dalam ekonomi konvensional. Medium of exchange 2. Medium of Exchange (alat pertukaran) 2. Kelangkaan b. paper notes dan mata uang (uang legal=M1) bermula dari Goldsmith (orang yang meminjamkan uang) dan para bankir menyadari meminjam komoditi (emas dan perak) dan mengeluarkan tanda penerimaan akan menghasilkan keuntungan.Klasik: fungsi utility tidak langsung penghitung . • Fungsi utility: hanya sebagai alat tukar dan unit . karena hanya sebagai alat pertukaran dan unit penghitung. Tiga hal penting yang harus diperhatikan: a. Commodity Money. fungsi uang ada 3: 1. Unit of Account (unit penghitung) 3. Daya tahan c. sehingga tidak perlu jumlah banyak (kuantiti) dalam melakukan transaksi 2.

Dampak negatif inflasi menurut para ekonom muslim adalah: 1. seperti penurunan produksi. inflasi yang wajar dan moderat adalah lebih baik daripada deflasi. dan Nabi tidak merekomendasikannya untuk dirubah (hadist af’al/taqrir) Sejarah Inflasi Inflasi (turunnya nilai mata uang.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Filosofi dan maknanya adalah : nilai uang sekarang lebih berharga daripada nilai uang dalam jumlah (nominal) yang sama di masa mendatang karena uang sekarang dapat diinvestasikan dan mendapat return. terutama terhadap fungsi tabungan (nilai simpan). konsep ini dilandasi filosofi: Time (waktu) mempunyai nilai ekonomis jika dan hanya jika waktu tersebut digunakan dengan menambah faktor produksi yang lain. terhadap mata uang apapun (termasuk emas). kemewahan yang berlebihan. yaitu antara 0-4 persen. dan mata uang asing 23 . pajak yang berlebihan. mengarahkan investasi kepada non-produktif. fungsi dari pembayaran di muka. pengangguran. keberadaan inflasi b. kenaikan tekanan penduduk. high labor cost. embargo. Namun demikian. time value of money tergantikan dengan Economic Value of Time. menimbulkan gangguan terhadap fungsi uang. Inflasi yang moderat ini adalah inflasi yang rendah. sebenarnya uang dicetak oleh Romawi. Bahkan pada saat zama Islam mengalami masa keemasan. sehingga jumlah (nominalnya) akan lebih banyak. Menurut Adiwarman dalam buku Ekonomi Makro-nya. dan pada periode kapanpun. melemahkan sikap menabung dan mendorong meningkatkan konsumsi belanja. Pada zaman ini. pertanian. khususnya untuk produk non-primer 3. ataupun nol. dan uang bukanlah mahluk hidup Dalam konsep ekonomi Islam. menurut para ekonom. sehingga menjadi capital dan dapat memperoleh return. dan pemogokan pekerja. Hal ini juga yang terjadi di Eropa dengan kebijakan Merkantilisme dan penjajahan yang mengagungkan gold (selain glory dan gospel). logam mulia. seperti tanah/ bangunan. manipulasi pasar. sedang return on money terkait dengan interest rate. disebutkan bahwa inflasi terjadi di manapun. negatif. dan fungsi unit penghitungan 2. uang yang digunakan adalah Dinar dan Dirham (emas dan perak). perang berkepanjangan. Uang dan Emas Pada zaman Nabi Muhammad SAW. Kerajaan Byzantium telah mengalami inflasi karena berusaha mengumpulkan emas sebanyak-banyaknya dengan menekan impor dan mendorong ekspor sebanyakbanyaknya. kecenderungan untuk lebih menyenangi konsumsi saat ini daripada konsumsi di masa mendatang (jumlah yang sama) Formulanya: FV = PV (1+i)n Formula ini diambil dari teori pertumbuhan sel. Return on capital ini tidak sama dengan return on money karena terkait dengan sektor riil. Padahal dalam investasi (bisnis) return dapat positif. ada juga yang membatasinya dengan inflasi satu digit. Eropa pada abad pertengahan bahkan sering mengalami inflasi karena banyak sebab yang kompleks. kecenderungan naiknya harga secara umum) telah terjadi sejak dahulu. Dua alasan yang sering digunakan dalam penggunaan konsep ini: a. di Irak sebagai pusat pemerintahan pun mengalami inflasi.

Teori Inflasi Islam Ekonom Islam Taqiuddin Ahmad bin Ali Al Maqrizi (1364-1441 M). sedang M dan V tetap 2. korupsi dan administrasi yang buruk korupsi akan meningkatkan harga karena meningkatkan harga produksi melalui ’biaya siluman’ yang ditarik (oknum) pemerintah. sehingga meningkatkan peredaran uang (V meningkat).Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam 4. naiknya daya beli masyarakat secara riil. gangguan terhadap jumlah barang dan jasa yang diproduksi (T terganggu). yang merupakan salah satu murid Ibnu Khaldun. Dengan administrasi yang buruk yang menyebabkan korupsi akan menciptakan kanker bagi perekonomian yang menyebabkan inflasi. menyebabkan masalah-masalah akuntansi. inflasi karena berkurangnya persediaan barang dibandingkan (meningkatnya) kebutuhan barang (natural inflation) b. pajak yang berlebihan (excessive tax) pajak yang berlebihan akan meningkatkan harga karena pajak sebagai beban tetap bagi produksi 3. Pencetakan uang dengan maksud menarik keuntungan yang berlebihan (excessive seignorage) Pencetakan uang yang berlebihan (yang mendorong penguasa untuk mencetak uang yang dikuasainya. inflasi karena kesalahan manusia (human error inflation) Analisa terhadap natural inflation ini dapat menggunakan persamaan Irving Fisher: MV = PT Di mana : M : jumlah uang beredar V : kecepatan peredaran uang P : tingkat harga T : jumlah barang dan jasa yang diperdagangkan Natural inflation ini dapat diartikan sebagai berikut: 1. sedang M dan T tetap Human Error Inflation menurut Al-Maqrizi disebabkan tiga hal: 1. menggolongkan inflasi menjadi dua: a. sehingga menimbulkan inflasi Jenis Uang Dalam Ekonomi Islam. pemeliharaan modal riil dengan melakukan isolasi keuntungan inflasioner. 2. dibutuhkannya koreksi dan rekonsiliasi operasi (indek) unutk mendapatkan kebutuhan perbandingan waktu dan tempat. sehingga meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa. dan mengambil keuntungan) akan mendorong peningkatan jumlah uang beredar. seperti: apakah penilaian aktiva dinilai dengan harga/biaya historis atau aktual?. dikenal pembagian jenis uang sebagai berikut: 24 .

Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam uang Coomodity money Fiduciary money Full bodied representative Token (dinar) Fiat (Continental) bank 100% reserve notes Partial reserve Checking deposit 25 .

Kenaikan harga umumnya dalam bentuk fulus. maka dinar (emas) dan dirham (perak) akan menghilang dari peredaran. tapi dijamin 100% dengan logam berharga Partial Dijamin dengan logam reserve berharga tapi hanya sebagian Token Uang logam bukan dari Money logam mulia (disebut juga fulus. dari tembaga) Fiat Money Uang terbuat dari kertas sebagai penganti uang logam karena keterbatasan bahan logam. bukan dalam dinar/emasnya Ibnu Khaldun . Giroatau bentuk N/A (bukan uang) lainnya produk bank untuk perintah pembayaran sejumlah uang Pendapat sejumlah ulama Islam mengenai jenis-jenis uang ini: Al-Maqrizi .Pencetakan dan pengedaran satu dirham uang palsu lebih berbahaya daripada pencurian 1000 dirham 26 .Jika fulus dibiarkan beredar sebagai alat tukar. wajib menjaga nilainya. dan memastikan tidak ada perdagangan uang .Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam No 1 Jenis Uang Keterangan - Necessary Condition - Sufficient Condition 2 3 4 Full Bodied Uang dalam logam berharga Money (dinar/emas dan dirham/perak asli) yang nilai instrinsiknya = nilai nominal 100% Uang tidak dalam logam reserve bergharga.Uang yang beredar tidak dari logam mulia dibolehkan asalkan (1058-1111) pemerintah: menyatakan sebagai alat pembayaran resmi. pertama terjadi di Cina oleh Kaisar Hsien Tsung Pengesahan pemerintah sebagai alat pembayaran Pengesahan pemerintah sebagai alat pembayaran Pengesahan pemerintah sebagai alat pembayaran Pemerintah harus menjaga nilainya Pengesahan pemerintah sebagai alat pembayaran Pemerintah harus menjaga nilainya Pemerintah harus menjaga nilainya Pemerintah harus mencegah dan melarang perdagangan uang Pemerintah harus mencegah dan melarang perdagangan uang Pemerintah harus mencegah dan melarang peredaran uang palsu N/A (bukan uang) 5 6 Bank Money Seperti Cek. namun tidak melarang penggunaan fulus Al-Ghazali .Pemerintah dapat mencetak uang bukan dari logam mulia asal nilainya (1332-1402) dikaitkan dengan emas-perak Ibnu .Melarang pemerintah mengambil keuntungan (seinorage) dari Taimiyyah kegiatan pencetakan uang (1263-1328) .

the gold bullion standart. namun otoritas moneter menjadikan emas sebagai parameter dalam menentukan nilai tukar yang beredar. the gold exchange standart (Bretton Woods system ). bahkan pada masa yang lain mencapai nilai terendahnya 1:35 sampai 1-50. Dalam ekonomi syariah/ islam. kebijakan moneter dapat diartikan sebagai kebijakan pemerintah dalam mengatur perekonomian melalui peredaran uang. the gold coin standart.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam KEBIJAKAN MONETER Sejarah Kebijakan Moneter Islam Sistem keuangan pada jaman Rasullullah SAW menggunakan system bimetallic standart yaitu emas dan perak (dinar dan dirham). telah memunculkan uang fiducier (kredit money) yaitu uang yang keberadaannya tidak di back-up oleh uang emas. dimana otoritas moneter menentukan nilai tukar domestic currency dengan foreign currency yang mampu di back-up secara penuh oleh cadangan emas yang dimiliki Dengan perkembangan sistem keuangan yang demikian pesat. dimana logam emas bukanlah alat tukar. Nilai uang ini pada masa Rasulullah SAW relative stabil dengan perbandingan 1:10. Dalam ekonomi konvensional. tidak dikenal dan diperbolehkan adanya bunga. dimana logam mulia menjadi uang yang aktif digunakan. Karena itu dalam kebijakan pengendalian jumlah uang beredar (moneter) dalam Islam digunakan tiga variabel utama: 27 . Namun juga pernah mengalami gangguan karena disequilibrium demand and supply. 2. khususnya untuk kebutuhan spekulatif. Manajemen Moneter Islam Secara umum. Instrumen bunga ini digunakan untuk mengendalikan permintaan uang. cara pengendalian ini menggunakan instrumen suku bunga. Perkembangan emas sebagai standard dari uang beredar ini mengalami tiga kali evolusi: 1. 3. dan Abbasiyyah 1:15. seperti pada zaman pemerintahan Umayyah perbandingannya menjadi 1:12.

tingkat keuntungan riil sebagai pengganti suku bunga. sehingga termasuk pula mengurangi tingkat spekulasi (karena ketamakan) dan memperbesar tingkat distribusi yang adil. perekonomian juga akan berjalan secara riil dan adil. Sedangkan dengan tingkat bunga. lembaga-lembaga sosial-ekonomi dan politik. termasuk mekanisme harga.  dengan tingkat keuntungan yang diberikan secara riil.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam 1. 2. akan memperbesar konsumsi yang tidak perlu (diluar batas kemampuannya) daninvestasi yang kurang produktif-cenderung spekulatif. nilai-nilai moral  akan mengurangi tingkat konsumsi yang boros.  dengan pengendalian melalui mekanisme harga untuk meningkatkan efisiensi alokasi sumber daya. 28 . juga mendorong penggunaan modal secara efisien dan produktif. 3.

Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Permintaan uang Money Demand motif Transactions Y C Need related good and services Luxurious and status simbols Wasteful spending I productive Unproductive and apeculative X M Need related Luxurious and status simbols precautionary Accidents and misfortune Economics and price fluctuations Commodity markets speculative Stock market Foreign exchange & financial markets 29 .

pembangunan infrastruktur 5. Salah satu fungsi kebijakan fiscal adalah untuk mengurangi kesenjangan dan mendistribusikan kesejahteraan secara adil antara golongan kaya dan miskin. Kharaj ini dikenakan baik pada masyarakat muslim maupun non-muslim. penyediaan layanan kesejahteraan sosial Penjelasan sumber penerimaan negara Islam: 1. baik dilakukan dari dalam negeri maupun luar negeri. karakteristik tanah/ kesuburan tanah b. penyebaran Islam 2. Khums. zakat 2. pembangunan armada perang dan keamanan 6. Hal ini dilakukan melalui tunjangan / uang transfer. dll. Pembiayaan Anggaran Pembiayaan anggaran ini dilakukan dalam rangka menutup defisit. kharaj: pajak terhadap tanah (semacam PBB). Hal ini dilakukan melalui mekanisme pengenaan pajak yang relatif besar terhadap golongan kaya dan mendistribuikan kepada yang miskin melalui: 1. Namun kharaj ini dibebankan berdasarkan tingkat produktifitas tanah. belanja non-rutin/ pembangunan III. Kharaj 1. Kharaj ini merupakan sumber pendapatan pertama kali diperkenalkan pada jaman Rasulullah SAW. pengembangan ilmu pengetahuan 4. non-pajak: seperti pendapatan dari BUMN. jenis tanaman c. Dalam struktur APBN Pemerintahan Islam di jaman rasulullah SAW dan Khulafauurrasyidin adalah sebagai berikut: Penerimaan Pengeluaran 1. 2. Bantuan Langsung Tunai (BLT). transfer tunai. II. Zakat (telah dibahas dalam beberapa pertemuan sebelumnya) 3. Jizya 4. Struktur Penerimaan 1. pelayanan kesehatan gratis. Struktur penerimaan dan pengeluaran (lebih dikenal dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara-APBN) Indonesia: I.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam KEBIJAKAN FISKAL Kebijakan fiscal adalah suatu kebijakan yang meliputi kegiatan penerimaan dan pengeluaran Negara yang digunakan oleh pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. belanja rutin 2. Contoh: bantuan perumahan. pajak 2. jenis irigasi 2. Belanja Negara 1. SDA. Penerimaan lain 5. Khums ini didefinisikan secara berbeda oleh para ulama: Syi’ah: semua pendapatan dikenakan khums sebesar 20% dari semua pendapatan Sunni : khums sebesar 20% ini dikenakan untuk harta rampasan perang saja 30 . Khums 3. bantuan langsung berupa barang. Contohnya seperti bantuan beasiswa. Pendidikan dan kebudayaan 3. Besarnya kharaj yang dibayarkan in bergantung pada: a.

Dengan meningkatnya kaapsitas perekonomian. dengan meningkatkan T. Penyediaan layanan kesejahteraan sosial. 5. Penyebaran Islam. setidaknya pada: a. akan cenderung menekan kelajuan P. 4. Hal ini dilakukan dalam rangka menjaga moralitas dan ahlaq perilaku dalam segala hal. meningkatkan pendapatan baitul maal 2. maka akan denderung menekan inflasi (dapat disimuasikan dengan rumus Irving Fisher: MV=PT). dan pasar. Pada zaman Khulafauurrasyidin. maka akan meningkatkan kaapsitas perekonomian. pengembangan ilmu pengetahuan ini dilakukan yang banyak adalah pada alat dan armada peperangan.. Perhatian ini diberikan untuk meningkatkan kualitas SDM 3. 4. Dengan perluasan penyebaran Islam pun akan berakibat baik pada perekonomian. Jizya. Namun hal ini penting untuk menjaga misi da’wah dan keamaanan umat Islam. tidak hanya dikenakan bagi rampasan perang. Adalah semacam pajak yang dikenakan bagi masyarakat non-muslim (sebagai pengganti zakat)untuk kompensasi yang didapat dari layanan sosial-masyarakat. Pembangunan Infrastruktur. dilakukan pembangunan dua kota dagang. baik dalam permintaan maupun penawaran secara keseluruhan (AD dan AS) b. Pembangunana armada perang dan keamanan memang membutuhkandana yangbesar. Da’wah Islam menjadi pertimbangan penting pengeluaran pemerintah Islam. dan perlindungan dan keamanan. tapi juga bagi barang temuan (rikaz) dan barang tambang. Pada zaman Rasulullah diantaranya dibangun sumur umum. termasuk ekonomi. 6. Penerimaan lain. Umar bin Khattab juga memerintahkan kepada Gubernur Mesir untuk membelanjakan minimal 1/3 untuk pengeluaran infrastruktur. Seperti kaffarah atau denda. pos. Jumlah jizya ini minimal sama dengan zakat bagi muslim 5. Saat Rasulullah dan Khulafaurrasyidin. Juga dilakukan untuk mengangkat mereka dari fakir-miskin menjadi golongan mid-income. Penjelasan mengenai jenis pengeluaran negara Islam: 1. Hal ini dilakukan baik dengan memberikan mereka jaminan kebutuhan pokok (bahkan selama satu tahun). Pendidikan dan Kebudayaan.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam Imam Abu Ubaid. 31 . jalan raya. layanan kesejahteraan. yang setidaknya mengarah kepada golongan Muzakki. yaitu Basrah (sebagai pintu masuk perdagangan dengan Romawi) dan Kufah (pintu masuk perdagangan dengan Persia). meningkatkan kapasitas ekonomi. Dengan memperbesar infrastruktur. Layanan kesjahteraan ini khususnya diarahkan pada masyarakat yang tergolong fakir dan miskin. khussunya pada zaman Umar. Pengembangan ilmu Pengetahuan.

Fiqh Kontekstual:dari Normatif ke Pemaknaan Sosial. IIIT Indonesia. Kelompok Studi Ekonomi Islam Rohis FE Undip. Semarang. IIIT Indonesia. Jakarta. SEBI. Jakarta. Abdul Mannan. 2001. Jakarta. Ekonomi Mikro Islami. 2002. Ahmad Rofiq . Modul Dasar Ekonomi Islam. (1970). Adiwarman Azwar Karim. The Future of Economics: An Islamic Perspective. Semarang Anonim. 32 . 2001. Jakarta. Pustaka Pelajar. Umar Chapra. 2004.Teori dan Praktik Ekonomi Islam. Sistem Moneter Islam.Bahan Ajar Pengantar Ekonomi Islam DAFTAR PUSTAKA • • • • • • • Adiwarman Azwar Karim. Yogyakarta. Umar Chapra. Salemba Empat. Ekonomi Makro Islami. . PT Dana Bhakti Wakaf.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->