P. 1
ANALGESIK Ketorolac

ANALGESIK Ketorolac

|Views: 175|Likes:
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Ida Ayu Prama Yanthi on Apr 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2013

pdf

text

original

POST OPERASI DENGAN ANALGETIK KETOROLAC

Oleh : IDA AYU PRAMA YANTHI 08700084 Dosen Pembimbing:

dr. Bambang Soekotjo, M.Sc., Sp.An
Bagian Anestesiologi RSUD. Dr. Moh Saleh Probolinggo FK UWKS

   

Rumusmolekul : C15H13NO3 Massa molekul : 255,27 g / mol Nama IUPAC : (±)-5-benzoil-2 ,3-dihidro- 1 H-pyrrolizine-1asam karboksilat, 2-amino-2-(hydroxymethyl) 1,3-propanediol

Ketorolac termasuk golongan obat antiinflamasi non steroid (NSAID), obat ini untuk penggunaan jangka pendek (tidak lebih dari 5 hari). Ketorolac adalah derivat dari pyrrolo pyrole pada kelompok NSAID.

 

Absorbsinya terjadi di usus bioavalaibilitasnya pada pemberian oral, intramuskular dan intravena bolus 100% Konsentrasi puncak pemberian oral akan tercapai dalam waktu 45 menit, pemberian intramuskular 30–45 menit dan intravena bolus 1–3 menit. Konsentrasi di plasma akan berkurang setelah 6 jam

Ketorolac tersedia dalam bentuk tablet dan injeksi. Ketorolac ampul tidak boleh diberikan secara epidural atau spinal. Mulai timbulnya efek analgesia setelah pemberian IV maupun IM serupa, kirakira 30 menit Lama kerja 4 hingga 6 jam

Ketorolac tidak mengganggu ikatan opioid dan tidak mencetuskan depresi napas atau sedasi yang berkaitan dengan opioid. Jika digunakan bersama dengan Ketorolac ampul, dosis harian opioid biasanya kurang

Dosis awal Ketorolac yang dianjurkan adalah 10 mg diikuti dengan 10–30 mg tiap 4 sampai 6 jam bila diperlukan.
Harus diberikan dosis efektif terendah. Dosis harian total tidak boleh lebih dari 90 mg untuk orang dewasa

Pemberian 60 mg untuk orang lanjut usia, pasien gangguan ginjal dan pasien yang berat badannya kurang dari 50 kg.
Keamanan dan efektivitasnya pada anakanak belum ditetapkan. Oleh karena itu, Ketorolac tidak boleh diberikan pada anak di bawah 16 tahun.

Ketorolac atau ketorolac trometamin adalah non steroid anti inflamation drug (NSAID) dalam keluarga heterosiklik, asam asetat deriatif, sering digunakan sebagai analgesik.

Ketorolac adalah obat golongan analgetik non-narkotik yang mempunyai efek antiinflamasi dan antipiretik.

ANALGESIK

Opioid Analgesik

Non-Opioid Analgesik

Analgesik Antipiretik

AINS

Obat Pirai/Gout

Ketorolac bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin yang merupakan mediator yang berperan pada inflamasi, nyeri, demam dan sebagai penghilang rasa nyeri perifer. Ketorolac merupakan obat penghambat prostaglandin yang bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin dan menghambat aksi prostaglandin pada organ target.

 

Ketorolac diindikasikan untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut sedang sampai berat Prosedur anti nyeri pasca bedah Ketorolac secara parenteral dianjurkan diberikan segera setelah operasi. Durasi total Ketorolac tidak boleh lebih dari 5 hari.

  

Pasien yang sebelumnya pernah mengalami alergi dengan obat ini, karena ada kemungkinan sensitivitas silang. Pasien yang menunjukkan manifestasi alergi serius akibat pemberian Asetosal atau obat anti-inflamasi nonsteroid lain. Pasien yang menderita ulkus peptikum aktif. Penyakit serebrovaskular yang dicurigai maupun yang sudah pasti. Diatesis hemoragik termasuk gangguan koagulasi.

  

 

Sindrom polip nasal lengkap atau parsial, angioedema atau bronkospasme. Terapi bersamaan dengan ASA dan NSAID lain Hipovolemia akibat dehidrasi atau sebab lain. Gangguan ginjal derajat sedang sampai berat (kreatinin serum >160 mmol/L). Riwayat asma. Pasien pasca operasi dengan risiko tinggi terjadi perdarahan atau hemostasis inkomplit, pasien dengan antikoagulan termasuk Heparin dosis rendah (2.500–5.000 unit setiap 12 jam).

 

Terapi bersamaan dengan Ospentyfilline, Probenecid atau garam lithium. Selama kehamilan, persalinan, melahirkan atau laktasi. Anak < 16 tahun. Pasien yang mempunyai riwayat sindrom Steven-Johnson atau ruam vesikulobulosa. Pemberian neuraksial (epidural atau intratekal). Pemberian profilaksis sebelum bedah mayor atau intra-operatif jika hemostasis benar-benar dibutuhkan karena tingginya risiko perdarahan.

farmakodinamik

Sistem kardiovaskular, ketorolac tidak menyebabkan perubahan yang bermakna pada parameter jantung dan hemodinamik tidak banya dipengaruhi Sistem pernafasan tidak terdapat depresi pernafasan. Sistem pencernan, ketorolac 30 mg menyebabkan mual dan muntah yang lebih jarang dibanding dengan morfin 10 mg dan 12 mg, dapat menyebabkan iritasi lambung, perdarahan gastrointesitinal/

SSP, pada dosis berulang penggunaan ketorolac 30 mg menunjukkan rasa kantuk sebesar 14%. hepar, terjadi peningkatan fungsi hepar dalam batas normal yang sifatnya sementara selama terapi. Seperti OAINS pada umumnya, ketorolac menghambat produksi tromboxan A2 sehingga agregasi trombosit terganggu dan waktu perdarahan memanjang.

farmakokinetik

Bioavailabilitas Metabolisme

= =

100% hepatik

eliminasi half-life = 3,5-9,2 jam dewasa muda 4,7-8,6 jam, orang tua (rata-rata 72 tahun) ekskresi ginjal empedu = : 91,4% : 6,1% oral, IM, IV

Rute pemberian

 

Untuk proses metabolisme Ketorolac, sebagian besar di hepar melalui proses hidroksilasi dan konjugas Ekskresi melalui urine pada dosis 92% dan 6% melalui urine. klirens obat ini lebih rendah bila dibandingkan obat-obat opioid.

Klirens jauh lebih rendah lagi pada orang tua dan dosis ketorolac harus diberikan kurang dibandingkan dengan dewasa muda,

Pada pemberian dosis tunggal intravena waktu paruh 5,2 jam, puncak analgetik dicapai dalam 120 menit, onset 30 menit.

Lama analgetik 4-6 jam. Ekskresi terutama melalui ginjal (91,4 %), 6,1% melalui fese. Absorbsi cepat dan sempurna di lambung dalam bentuk metabolit tidak aktif.(1)

Ketorolac dapat digunakan sebai obat tambahan pada terapi analgesik dengan morfin, menghasilkan penurunan dosis morfin dan mempertinggi efek analgesik dibandingkan penderita-penderita yang tidak mendapat ketorolac.

peningkatan toksisitas Methotrexate NSAID dengan Warfarin dihubungkan dengan perdarahan berat yang kadangkadang fatal ACE inhibitor karena Ketorolac dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal Ketorolac mengurangi respon diuretik terhadap Furosemide kira-kira 20% pada orang sehat normovolemik.

Penggunaan obat dengan aktivitas nefrotoksik harus dihindari bila sedang memakai Ketorolac misalnya antibiotik aminoglikosida.

kasus kejang sporadik selama penggunaan Ketorolac bersama dengan obat-obat antiepilepsi.
halusinasi bila Ketorolac diberikan pada pasien yang sedang menggunakan obat psikoaktif.

Efek samping

Reaksi alergi (reaksi anaphylactoid, asma, bronkospasme, sindrom StevensJohnson, nekrolisis epidermal toksik )

Retensi cairan dan edema telah dilaporkan dengan penggunaan ketorolac dan karena itu harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan dekompensasi jantung, hipertensi atau kondisi serupa

Risiko yang paling serius yang berhubungan dengan ketorolac adalah, seperti NSAID lainnya, gastrointestinal pendarahan , perdarahan dan perforasi, ginjal ( ginjal) peristiwa mulai dari interstisial nefritis untuk menyelesaikan gagal ginjal , perdarahan , dan hipersensitivitas reaksi . Ketorolac juga mengangkat tingkat protein hati.

Ketorolac tidak dianjurkan untuk praoperatif analgesia atau co-administrasi dengan anestesi karena menghambat trombosit agregasi dan dengan demikian dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko pendarahan.

Ketorolac tidak dianjurkan untuk jangka panjang nyeri kronis pasien

Ketorolac tidak mengganggu ikatan opioid tidak mencetuskan depresi napas atau sedasi yang berkaitan dengan opioid Analgesik opioid (mis. Morfin, Phetidine) dapat digunakan bersama Studi klinis juga menunjukkan bahwa menggabungkan ketorolac dan opioid secara signifikan mengurangi kebutuhan untuk morfin.

Ketorolac tidak dianjurkan untuk pra- operatif analgesia atau co-administrasi dengan anestesi karena menghambat trombosit agregasi dan dengan demikian dapat dikaitkan dengan peningkatan risiko pendarahan. Pemakaian Ketorolac tidak boleh lebih dari lima hari. Harus diganti ke analgesik alternatif sesegera mungkin, asalkan terapi Ketorolac tidak melebihi 5 hari. Risiko yang paling serius yang berhubungan dengan ketorolac adalah, seperti NSAID lainnya, gastrointestinal pendarahan , perdarahan dan perforasi, ginjal peristiwa mulai dari interstisial nefritis untuk menyelesaikan gagal ginjal, perdarahan, dan hipersensitivitas reaksi .

Ketorolac atau ketorolac trometamin adalah non-steroid anti-inflamasi obat (NSAID) dalam keluarga heterosiklik asam asetat derivatif, sering digunakan sebagai analgesik. Ketorolac adalah obat golongan analgetik nonnarkotik yang mempunyai efek antiinflamasi dan antipiretik. Ketorolac merupakan obat penghambat prostaglandin yang bekerja dengan menghambat sintesis prostaglandin dan menghambat aksi prostaglandin pada organ target. dengan menghambat sintesis prostaglandin yang merupakan mediator yang berperan pada inflamasi, nyeri, demam dan sebagai penghilang rasa nyeri perifer.

Ketorolac adalah suatu OAINS yang menunjukkan efek analgesik yang potensial namun efek anti inflamasinya sedang, dapat diberikan secara IM dan IV Obat ini sangat berguna untuk mencegah nyeri pasca bedah, baik obat tunggal atau diberikan bersama opioid. Keadaan ini menunjukkan bahwa ketorolac bersifat potensiasi dalam efek anti opioid. Ketorolac dapat digunakan sebai oat tambahan pada terapi analgesia dengan morfin, menghasilkan penurunan dosis morfin dan mempertinggi efek analgesia dibandingkan penderita-penderita yang tidak mendapat ketorolac.

Ketorolac diindikasikan untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap nyeri akut sedang sampai berat pada post operasi. Penatalaksanaan analgesik Ketorolac pasca bedah diberikan secara intravena, dengan dosis sebagai berikut : Ampul : Dosis awal Ketorolac yang dianjurkan adalah 10 mg diikuti dengan 10–30 mg tiap 4 sampai 6 jam bila diperlukan.

 

Harus diberikan dosis efektif terendah. Dosis harian total tidak boleh lebih dari 90 mg untuk orang dewasa dan 60 mg untuk orang lanjut usia, pasien gangguan ginjal dan pasien yang berat badannya kurang dari 50 kg. Pada seluruh populasi, gunakan dosis efektif terendah dan sesingkat mungkin. Durasi total Ketorolac tidak boleh lebih dari lima hari. Ketorolac secara parenteral dianjurkan diberikan segera setelah operasi. Harus diganti ke analgesik alternatif sesegera mungkin, asalkan terapi Ketorolac tidak melebihi 5 hari.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->