Modul Sistem Basis Data - Universitas Semarang

BAB

3
Tujuan Instruksional Umum • Mahasiswa dapat mengerti Model–Model dalam Sistem Basis Data. Tujuan Instruksional Khusus • Mahasiswa dapat mengerti model data objek. • Mahasiswa dapat mengerti model data record.

MODEL DALAM SISTEM BASIS DATA

C

ara untuk lebih memudahkan didalam usaha memahami sesuatu hal atau konsep adalah dengan cara menggunakan model. Demikian juga dilakukan didalam memahami suatu rancangan basis data. Model data dapat didefinisikan sebagai kumpulan perangkat konseptual untuk menggambarkan data, hubungan data, semantik data dan batasan data. Oleh karena yang ingin ditunjukkan adalah makna dari data dan keterhubungannya dengan data lain sehingga model ini sering disebut sebagai Model Logik. Ada sejumlah cara dalam mepresentasikan model data dalam perancangan basis data yang secara umum dapat dibagi dalam 2 (dua) kelompok model data : A. Model Data Berbasis Objek Merupakan himpunan data dan prosedur/relasi yang menjelaskan hubungan logik antar data dalam suatu basis data berdasarkan pada objek datanya. Ada tiga macam jenis model data berbasis objek, yaitu : 1. Entity Relational Model merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari objek–objek dasar yang mempunyai hubungan/kerelasian antar objek–objek dasar tersebut yang dilukiskan dengan menggunakan simbol–simbol grafis tertentu. 2. Semantik Model hampir sama dengan entity relationship model perbedaannya adalah korelasi antar objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi secara semantic yaitu menggunakan kata–kata (semantic) 3. Binary Model merupakan model data yang memperluas definisi dari entity, bukan hanya atribut–atributnya tetapi juga tindakan–tindakannya.

14

diamond atau rectangle. Setiap tabel mempunyai key yang unik serta setiap tabel harus berelasi dengan minimal satu tabel lain. yaitu entity yang tidak dapat dilihat. Dapat menggambarkan hubungan antar entity dengan jelas. Mudah disajikan oleh perancang database. data–data disajikan dalam bentuk jaringan dan record–recordnya biasa disebut member dan owner. − Entity yang bersifat konsep atau logic. Contohnya : pekerjaan. Relationship. adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity. 2. Hierarchical Model. Komponen–komponen yang terdapat di dalam Entity Relationship Model : 1. Entity set dapat berupa : − Entity yang bersifat fisik. Entity set adalah kumpulan entity yang sejenis. rumah.Modul Sistem Basis Data . 3. Relationship set adalah kumpulan relationship yang sejenis. kendaraan dan lain–lain. Simbol yang digunakan untuk relationship adalah bentuk belah ketupat. Relasi antar objek dilukiskan dengan menggunakan simbol–simbol grafis tertentu. Relationship tidak mempunyai keberadaan fisik. Simbol Relationship 15 . Entity. yaitu entity yang dapat dilihat. Mudah dimengerti oleh pemakai 4. Network Model. data–data disajikan dalam bentuk tabel (baris dan kolom). perusahaan. adalah sesuatu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata di mana informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan. Dapat menggambarkan batasan jumlah entity dan partisipasi antar entity 3. matakuliah dan lain–lain. Simbol Entity 2. Terdapat tiga macam jenis model data berbasis record. Contohnya : dosen. Model Data Berbasis Record Pada model data berbasis record. yaitu : 1. Level yang lebih atas disebut parent. Simbol yang digunakan untuk entity adalah persegi panjang. mahasiswa. Mengapa diperlukan model E-R : 1. kecuali yang mewarisi hubungan antara entity tersebut. Level yang dibawahnya disebut child. basis data terdiri dari sejumlah record dalam bentuk yang tetap yang dapat dibedakan dari bentuknya. rencana. 2.1 Model Entity Relationalship Merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari objek–objek dasar yang mempunyai hubungan atau relasi antar objek–objek tersebut. Relational Model.Universitas Semarang B. 3. data–data disajikan dengan bentuk pohon (tree) dan mempunyai root dan beberapa subtree.

Universitas Semarang Contoh : dosen mengaj ar mahasiswa 3. Attribute value (nilai atribut) adalah suatu data aktual atau informasi yang disimpan di suatu atribut di dalam suatu entity atau relationship. untuk menentukan suatu entity secara unik. Indicator tipe associative object. (dengan memberi garis bawah) − Descriptor (nonkey attribute). Simbol Atribute Contoh : NIM Mahasiswa Jurusan Nama 4. adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang suatu relationship tersebut. Terdapat dua jenis atribut. berfungsi sebagai suatu objek dan suatu relationship. Indicator Tipe a. Simbol yang digunakan untuk atribut adalah bentuk oval. Atribut. yaitu : − Identifer (key). untuk menentukan karakteristik dari suatu entity yang tidak unik.Modul Sistem Basis Data . Contoh : pelanggan beli barang Menjadi : pelanggan barang beli 16 .

Jenis Cardinality Ratio : 1. Nama.Gaji perbulan . One to One (1:1).Waktu mulai bekerja Pegawai Bulanan : . terdiri dari suatu object dan satu subkategori atau lebih yang dihubungkan dengan satu relationship yang tidak bernama.pegawai harian . Tahun Masuk. Alamat.pegawai bulanan Pegawai mempunyai : NIP.Upah perjam . yaitu : . Indicator tipe supertipe. Contoh : pegawai pegawai harian pegawai bulanan Keterangan : Pegawai dikategorikan menjadi 2.Modul Sistem Basis Data .Upah Lembur . Nama Supervisor Pegawai Harian : .Presentasi bonus tahunan 5. adalah menjelaskan hubungan batasan jumlah keterhubungan satu entity dengan entity lainnya atau banyaknya entity yang bersesuaian dengan entity yang lain melalui relationship. adalah hubungan satu entity dengan satu entity Yang berarti setiap entitas pada himpunan X berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas Y dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas Y berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas X X1 X2 X3 X4 Y1 Y2 Y3 Y4 17 .Universitas Semarang b. Cardinality Ratio atau Mapping Cardinality.

Y1 X1 X2 X3 Y2 Y3 Y4 Y5 Contoh : nm_dos alamat_dos kode_ku l nm_ku l sk s dosen kode_do s kode_do s 1 mengaj ar N mata kuliah kode_ku l tempat waktu 18 . tetapi tidak sebaliknya. dimana setiap entitas pada himpunan entitas Y berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas X. One to Many (1:N) adalah hubungan satu entity dengan banyak entity.Universitas Semarang Contoh : nm_dos alamat_dos kode_jur nm_jur dosen 1 mengepala im 1 jurusan kode_dos kode_dos kode_jur 2.Modul Sistem Basis Data . Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas X berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas Y.

Modul Sistem Basis Data . Many to One (N:1). Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas X berhubungan dengan paling banyak dengan satu entitas pada himpunan entitas Y. adalah hubungan banyak entity dengan banyak entity. tetapi tidak sebaliknya dimana setiap entitas pada himpunan Y berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas X X1 X2 X3 X4 X5 Y1 Y2 Y3 Contoh : nm_mh s alamat_mhs kode_do s nm_do se N mahasiswa nim nim kode_do se 1 mempuny ai Dosen wali alamat_do s 4. X1 X2 X3 X4 Y1 Y2 Y3 Y4 19 .Universitas Semarang 3. adalah hubungan banyak entity dengan satu entity. Many to Many (N:N). Yang berarti setiap entitas pada himpunan entitas X dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas Y dan begitu juga sebaliknya setiap entitas pada himpunan entitas Y dapat berhubungan dengan banyak entitas pada himpunan entitas X.

Diagram E–R dalam notasi lain − Pilihan 1 Jenis Kerelasian Simbol yang digunakan 1–ke–1 1–ke–n n–ke–1 n–ke–n − Pilihan 2 Jenis Kerelasian 1–ke–1 1–ke–n n–ke–1 n–ke–n Simbol yang digunakan 1 1 1 n n 1 n n 20 .Modul Sistem Basis Data .Universitas Semarang Contoh : nim nama_mhs kode_ku l nm_ku l mahasiswa N mempelaja ri N mata kuliah nim sk s kode_kul indeks_nil 6.

nama_dos. Representasi dari entity set Entity set direpresentasikan dalam bentuk tabel dan nama yang unique. tgl_lhr} − matakuliah = {kode_kul. kode_dos. Karena itu. Kamus data berisi daftar atribut yang diapit kurang kurawal. nama_mhs.Modul Sistem Basis Data . kode_kul} − mengajar = {kode_kul. nama. alamat_dos} − mempelajari = {nim. sks} − dosen = {kode_dos. tempat} 8.Universitas Semarang − Pilihan 3 Jenis Kerelasian 1–ke–1 1–ke–n n–ke–1 n–ke–n Simbol yang digunakan 7. Entity set terbagi atas : 21 . Setiap tabel terdiri dari sejumlah kolom. Atribut yang berfungsi sebagai key juga dibedakan dengan atribut yang bukan key dengan menggaris bawahi atribut tersebut. waktu. Kita dapat memisahkan pendeklarasian atribut–atribut ini dari Diagram E–R dan menyatakan dalam sebuah kamus data. penggambaran atribut–atribut dalam sebuah Diagram E–R seringkali malah mengganggu hubungan (relasi) terjadi antara objek–objek (himpunan entitas) tersebut. Masing–masing kolom diberi nama yang unique pula. alamat. Diagram E–R dengan Kamus Data Pada sebuah sistem yang ruang lingkupnya lebar dan kompleks. diperbolehkan untuk menggambar Diagram E–R dengan tambahan Kamus Data seperti berikut ini: N N N mahasiswa mempelaja ri matakuliah mengaj ar 1 dosen Kamus Data : − mahasiswa = {nim.

untuk melengkapi data mahasiswa kita juga ingin mengelola data hobi dan orang tua. dapat kita lihat bahwa entitas mahasiswa berelasi satu ke satu dengan entitas orang tua dan berelasi satu ke banyak dengan entitas hobi. Strong Entity Sets digambarkan dengan empat persegi panjang. kemunculan entitas–entitas di dalamnya tidak tergantung pada keberadaan entitas di himpunan entitas yang lain. Weak entity sets digambarkan dengan persegi panjang bertumpuk. dosen dan kuliah sebagaimana ditunjukkan dalam contoh sebelumnya merupakan himpunan entitas kuat yang masing–masing dapat berdiri sendiri. b. Ketiga himpunan entitas tersebut juga bukan merupakan bagian (sub) dari himpunan entitas yang lain. Dari fakta. Sebagai himpunan entitas yang kuat/bebas. Himpunan entitas demikian tidak memiliki ketergantungan dengan himpunan entitas lainnya. himpunan entitas yang dilibatkan dalam ERD adalah himpunan entitas kuat/bebas. Himpunan entitas lemah biasanya tidak memiliki atribut yang dapat berfungsi sebagai key..Modul Sistem Basis Data . himpunan entitas lemah berisi entitas–entitas yang kemunculannya tergantung pada eksistensinya dalam sebuah relasi terhadap entitas lain (strong entity). yang benar–benar unik. Himpunan entitas mahasiswa. Weak Entity Sets (Himpunan Entitas Lemah). Ada kalanya juga melibatkan himpunan entitas lemah (weak entity sets).Universitas Semarang a. Strong Entity Sets (Himpunan Entitas Kuat). Namun demikian dalam pembuatan ERD tidak selalu dapat melibatkan himpunan entitas seperti itu. sehingga dapat digambarkan ERD sebagai berikut : nim memiliki 1 ni m nama_ortu orang tua 1 Nama_ort u alm_ort u hobi nama ` mahasiswa alamat 1 tlahir ni m hobi N menyenang i hobi 22 . Sebagai contoh.

Karena tidak tegasnya perbedaan atribut dari dua kelompok. mula–mula terpisah kemudian menjadi satu. Jadi pendekatannya bersifat bottom-up. pangkat dan tgl_masuk. Proses demikian disebut GENERALISASI. Jika kita memulai dari sebuah himpunan entitas lalu kemudian melakukan pengelompokan yang melahirkan himpunan entitas baru (proses top down) maka kita sedang melakukan SPESIALISASI. Tetapi pengelompokan ini tidak dipertegas dengan adanya perbedaan atribut. yaitu mahasiswa S1 dan D3. pemisahan (spresialisasi) entitas bisa dilakukan.Universitas Semarang 9. diketahui entitas–entitas dalam himpunan entitas mahasiswa sebenarnya dapat dibagi menjadi dua kelompok. Bagi kelompok Dosen Tidak Tetap atribut–atribut tersebut tidak relevan. Spesialisasi dan Generalisasi Entitas–entitas yang ada pada Himpunan Entitas Dosen dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu Dosen Tetap dan Dosen Tidak Tetap. Mahaiswa Bottom-up IS A Mahasiswa D3 Mahasiswa S1 Gambar Generalisasi 23 . Adanya perbedaan atribut ini menyebabkan entitas–entitas dosen tersebut tidak mungkin disatukan dalam sebuah himpunan entitas saja. dosen Top-down IS A Dosen tetap Dosen tidak tetap Gambar Spesialisasi Bisa juga yang terjadi sebaliknya.Modul Sistem Basis Data . Kelompok Dosen Tetap bisa memiliki atribut–atribut tambahan seperti nip. Karena itu. maka kelompok–kelompok entitas tersebut akan disatukan dalam sebuah himpunan entitas dengan atribut–atribut yang sama. Atribut tambahan bagi dosen tidak tetap adalah nama_kantor dan alamat_kantor yang menujukkan lokasi tempat dosen bekerja secara permanen.

Modul Sistem Basis Data . Pengkodean Internal Ada 3 (tiga) bentuk pengkodean yang dapat kita pilih. Hal ini yang disebut Agregasi. sebuah relasi terbentuk tidak hanya dari entitas tapi juga mengandung unsur dari relasi lain. Agregasi menggambarkan sebuah himpunan relasi yang secara langsung menghubungkan sebuah himpunan entitas dengan sebuah himpunan relasi dalam Diangan E–R N mahasiswa nenpelaja ri N kuliah N nim mengikuti kode_pra nilai kode_kul N praktikum kode_pra nama_pr a jumlah_jam 11. spesialisasi dan generalisasi merupakan dua proses yang berlawanan. “Buruk”) dikodekan dengan “A”. “C”. “Baik”. Dengan kata lain. yaitu :  Sekuensial Di mana pengkodean dilakukan dengan mengasosiasikan data dengan kode terurut (biasanya berupa bilangan asli atau abjad). Agregasi Dalam realitas dapat dijumpai adanya relasi yang secara kronologis mensyaratkan telah adanya relasi lain. Yang ditekan dalam spesialisasi adalah perbedaan antar kelompok entitas. “Cukup”. sedang dalam generalisasi yang ditekakan adalah persamaannya. misalnya jenis kelamin (“Laki–Laki” dan “Perempuan”) dikodekan dengan “L” dan “P”. “Kurang”. 24 .Universitas Semarang Dengan demikian. “B”. “D” dan “E”)  Mnemonic Di mana pengkodean dilakukan dengan membentuk suatu singkatan dari data yang ingin dikodekan. Misalnya data nilai mutu kuliah (“Memuaskan”. 10.

− Tentukan key di antara atribut–atribut. Model basis data ini ditemukan/diperkenalkan pertama kali oleh E. F. 3. Model basis data menujukkan suatu cara/mekanisme yang digunakan untuk mengelola/mengorganisasi data secara fisik dalam memori sekunder yang 25 . − Tentukan relationship antar entity–entity. Langkah–langkah membuat E–R Diagram : − Tentukan entity–entity yang diperlukan. Relasi antar objek dasar tidak dinyatakan dengan simbol tetapi menggunakan kata–kata (semantic). − Hindari penamaan entity.3 Model Relational Model basis data relational sering pula disebut sebagai model relational atau basis data relasional.2 Semantic Model Hampir sama dengan entity relationship model. dalam semantic model adalah seperti terlihat pada gambar berikut : Bank A Melayani Mempunyai adalah nasabah adalah Tabunga n Custome r Andika Saldo No Tabungan No Tabungan Alamat Tanda – tanda yang digunakan dalam semantic model adalah sebagai berikut : Menunjukkan adanya relasi Menunjukkan atribut 3. 12. Sebagai contoh. misalnya data No Induk Mahasiswa (NIM) dengan format XXYYYY yang terbentuk atas XX = dua digit terakhir angka tahun masuk dan YYYY = no urut mahasiswa. − Tentukan atribut–atribut yang diperlukan dari tiap entity. relationship dan atribut yang sama. dengan menggunakan relasi di bank X sebagaimana contoh sebelumnya. Codd. − Tentukan cardinality ratio dan participation constraint.Universitas Semarang  Blok Di mana pengkodean dinyatakan dalam format tertentu.Modul Sistem Basis Data .

Relasi (file/tabel/entitas) adalah sebuah tabel yang terdiri dari beberapa kolom dan beberapa baris. karena di samping aspek pemodelan yang harus digunakan. tabel merupakan bentuk natural (alamiah) dalam menyatakan fakta/data yang sering kita gunakan.211. model ini lebih mudah kita terapkan ketimbang model basis data yang lain. masih banyak aspek lain di dalam lingkup pengelolaan basis data yang juga menuntut perhatian serius dari siapa saja yang berkecimpung dalam kegiatan itu.211.Modul Sistem Basis Data .211.211. Datanya berisi sekumpulan tuple yang bervariasi pada setiap waktu. Contoh : Model Data Relational Relasi antara Tabel Mahasiswa dan Tabel Mata Kuliah NIM G.0106 G. Kemudahan merupakan sesuatu yang sangat penting. 26 . Hingga saat ini. Itulah sebabnya.0110 NAMA Eka Riana Dedi Wijayanto Eka Indrayana Roosmalia Indah Tenny Widiana Winda Astuti KODE_MK SI4001 SI4002 SI4003 SI4004 SI4002 SI4003 KODE_MK SI4001 SI4002 SI4003 SI4004 NAMA_MK Komunikasi Data Sistem Basis Data Multimedia Struktur Data Istilah dalam model data relational : 1.211.Universitas Semarang akan berdampak pula pada bagaimana kita mengelompokkan dan membentuk keseluruhan data yang terkait dalam sistem yang sedang kita tinjau. Atribut (field/kolom) adalah kolom di sebuah relasi.0108 G. Dalam kehidupan kita sehari–hari.0105 G. 2. model basis data yang paling diterapkan digunakan adalah model basis data relasional. Di setiap pertemuan basis data dan kolom itulah .0107 G. item–item data (satuan data terkecil) ditempatkan. basis data akan “disebar” (dipilah–pilah) ke dalam berbagai tabel 2 dimensi. Setiap tabel selalu terdiri atas lajur mendatar yang disebut dengan baris data (row/record) dan lajur vertikal yang biasa disebut dengan kolom (column/field). Kemudahan dalam penerapan dan kemampuannya dalam mengakomudasi berbagai kebutuhan pengelolaan basis data yang ada di dunia nyata (real world) merupakan alasan mengapa model ini lebih populer untuk diterapkan.0109 G.211. Definisi Basis Data Relational Pada model relational.

0105 G. 25 KOTA Semarang Semarang Semarang Salatiga Solo Semarang Cardinality (6) Domain. Foreign Key yaitu satu atau gabungan sembarang atribut yang menjadi primary key dalam relasi lain yang mempunyai hubungan secara logik.Universitas Semarang 3. ALAMAT.0106 G.0110 NAMA Eka Riana Dedi Wijayanto Eka Indrayana Roosmalia Indah Tenny Widiana Winda Astuti ALAMAT Jl. Mawar No. maka ia akan digunakan sebagai primary key dan tidak ada alternatif key.Modul Sistem Basis Data . Tetapi apabila sebuah relasi hanya memiliki sebuah candidat key.211.0107 G. Domain NAMA memiliki character (20) Derajat atau degree (4) Relation Key : 1. 27 .0109 G. maka salah satu akan digunakan sebagai primary key dan satu yang lainnya menjadi alternatif key. Relasi Mahasiswa Atribute (NIM. Candidate Key yaitu satu atau gabungan minimal atribut yang bersifat unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi/membedakan setiap record dalam relasi. 55 Jl. Degree/derajat adalah jumlah atribut atau kolom dalam sebuah relasi. Foreign key tidak harus dimiliki dalam sebuah relasi. Dalam setiap relasi minimal mempunyai sebuah kunci kandidat. 5.211. Jika jumah dalam sebuah relasi lebih dari satu. NAMA. setiap atributnya harus didefinisikan tepat satu domain. Cardinality adalah jumlah tuple atau baris dalam sebuah relasi. Anggrek No. Tuple/record adalah baris di sebuah relasi 4.211.211. Hal ini bergantung pada jumlah candidat key yang ada. 15 Jl. 45 Jl. Primary Key yaitu bagian/salah satu dari candidat key yang dipilih/digunakan sebagai kunci utama untuk mengidentifikasi/membedakan setiap record dalam relasi. Tulip No. KOTA) Tuple (1) Mahasiswa NIM G. Dalam setiap relasi harus mempunyai primary key dan jumlahnya hanya satu buah. Primary key harus unik dan tidak boleh null. 3.211. Dalam setiap relasi tidak harus mempunyai alternatif key. 4. Flamboyan No. 6. 2. 20 Jl. Melati No. Domain adalah sekumpulan nilai data yang mempunyai arti dan tipe yang sama.211. Jika foreign key muncul dalam sebuah relasi. 30 Jl. Alternative Key yaitu bagian dari candidat key yang tidak dipilih/digunakan sebagai primary key.0108 G. misalnya : Domain NIM memiliki character ((10). Krisan No.

Contoh data dan link yang terjadi antara record mahasiswa dan record matakuliah : G. 3. Diagram tersebut terdiri atas dua komponen utama : kotak yang menunjukkan tipe record dan garis yang menunjukkan link. Sebuah link merupakan sebuah gabungan diantar dua record.Modul Sistem Basis Data .5 Model Hierarki Sebuah basis data dengan model Hierarki akan terdiri atas sekumpulan record yang dihubungkan satu sama lain melalui link yang membentuk suatu struktur hierarki. Diagram struktur data merupakan skema yang menyatakan desain basis data jaringan. Pengertian record dan link di sini sama dengan pengertian record pada model jaringan. A B D C E F G H I 28 . Dengan memanfaatkan pedeklarasian struktur yang sama dengan yang ditunjukkan sebelumnya.0106 Dedi Wijayanto SI4004 Sistem Basis Data Struktur Data G. mahasiswa “Dedi Wijayanto” mengambil matakuliah “Sistem Basis Data” dan “Struktur Data”.Universitas Semarang maka foreign key tersebut akan menunjukkan adanya kerelasian antar relasi dalam basis data.4 Model Jaringan Sebuah basis data dengan model jaringan akan terdiri atas sekumpulan record yang dihubungkan satu sama lain melalui link. yang masing–masing hanya berisi sebuah nilai data. sebuah link bisa dianggap sebagai bentuk terbatas (biner) relasi. Setiap record adalah sekumpulan field (atribut).211. mahasiswa “Eka Indrayana” mengambil matakuliah “Struktur Data” dan “Multimedia”.211.0105 Eka Riana SI4001 Komunikasi Data SI4002 G.211. Jadi. 3. Sebuah record setara dengan entitas.0107 Eka Indrayana SI4003 Multimedia Link diatas menunjukkan bahwa mahasiswa ”Eka Riana” mengambil matakuliah “Komunikasi Data’.

H dan I adalah D Berikut ini adalah contoh yang mengilustrasikan hubungan antara record–record mahasiswa dan record–record matakuliah : G. C dan D adalah A E dan F adalah B G. tipe record matakuliah merupakan child dan tipe record mahasiswa merupakan parent dalam struktur tersebut.0107 Eka Indrayana G. C dan D B adalah E dan F D adalah G. H dan I Child B.211. Diagram tersebut terdiri atas dua komponen utama : kotak yang menunjukkan tipe record dan garis yang menunjukkan link.0106 Dedi Wijayanto SI4001 Komunikasi Data SI4004 Struktur Data SI4003 Multimedia SI4002 Sistem Basis Data SI4004 Struktur Data Dapat dilihat bahwa himpunan record–record mahasiswa dan matakuliah diorganisasi dalam sebuah struktur pohon (tree–structur) dengan root yang merupakan record dummy.211.0105 Eka Riana G. 29 .211.Universitas Semarang Parent A adalah B.Modul Sistem Basis Data . Dari struktur pohon tersebut dapat disimpulkan bahwa tipe record matakuliah berada dibawah tipe record mahasiswa secara hierarki. Seiring pula disebutkan. Diagram struktur pohon (tree – structur diagram) merupakan skema yang digunakan untuk basis data hierarki.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful