ASAS LAKONAN TEATER Seringkali seseorang yang memerankan tokoh pada sebuah pertunjukan pentas teater mendapat kritikan

karena permainannya dianggap jelek. Sebenarnya apa saja yang harus dipelajari dan diketahui oleh seseorang sebelum memerankan tokoh karakter di dalam peran. Hakikat seni peran adalah adalah meyakinkan penonton bahwa apa yang tengah dilakukan aktor itu benar dan sudah cukup. Intinya sekali lagi pemain dalam permainan harus mampu meyakinkan penonton. Alat modal akting aktor adalah tubuh (raga) dan sukma (rasa), itulah yang seharusnya terus menerus diasah dan dilatih agar siap dalam menghadapi, menggali serta memainkan peran. Untuk itu ada beberapa langkah dan tahapan yang harus diperhatikan, sebagai berikut : 3 LANGKAH MENUJU SIAP RAGA (TUBUH) 1. Melatih kelenturan otot-otot anggota tubuh. a. Leher, mata, mulut (expresi)’ b. Tangan (jari-jari, pergelangan, lengan, bahu) c. Kaki (pergelangan lutut, tungkai, langkah) 2. Melatih pernafasan. a. Bernafas dengan benar b. Terkontrol c. Pemupukan energi kreatif 3. Membaca dan mengeja huruf. a. Membaca (kejelasan kata & suku kata) b. Mengeja (huruf hidup & huruf mati) 4 LANGKAH MENUJU PENCIPTAAN 1. Melatih suara/vocal (eja – baca – paham – arah – rasa – cipta) 2. Mengasah daya pencapaian (artikulasi) 3. Memahami pengertian “suratan dan siratan” 4. Memperjkaya daya kehadiran 4 LANGKAH MENUJU TAHU & MENGERTI (MEMAHAMI) 1. Mengetahui, mempelajari & memahami sejarah teater dan budaya. 2. Menyerap pengetahuan umum. 3. Presentasi (mengasah daya ungkap. 4. Mengasah kemampuan, menganalisa dan menyimpulkan.

6 LANGKAH MENUJU SIAP SUKMA (RASA) 1. Konsentrasi dan fokus. 2. Observasi dan penyerapan (lingkungan – suasana – waktu) 3. Imajinasi (lingkungan – benda – suasana – waktu – peristiwa – kenangan) 4. Penghayatan (bentuk – irama – ritme – tempo – rasa) 5. Improvisasi (pemahaman – berkisah dengan cara berbeda) 6. Pembangunan karakter peranan (analisa – pengadeganan – jalinan – latar belakang – motivasi) Jika langkah-langkah itu sudah dijalankan tapi masih juga ada hambatan, maka hal itu bisa terjadi karena kurang latihan, kutrang memahami, kurang konsentrasi, kurang energi, kurang motivasi. Apabila langkah-langkah diatas dianggap terlalu kompleks dan rumit, terutama lantaran harus disampaikan dalam bahasa yang sangat sederhana, maka cukup diambil langkah sederhana sebagai berikut : 1. Calon aktor harus melatih seluruh anggota tubuhnya. 2. Calon aktor harus tekun melatih kepekaan dan kemampuan daya ingat, konsentrasi, pengamatan imajinasi, serta ekspresi. 3. Calon aktor harus rendah hati, disiplin, terbuka, punya tanggung jawab, menghargai orang lain, dan jujur. 4. Calon aktor tidak bosan belajar. 5. Calon aktor harus banyak membaca, mendengar dan melihat. LANGKAH-LANGKAH DASAR AKTING

Latihan akting atau menjadi peran dapat membentuk aktor sebagai impersonator, interpretator, komentator, dan sebagai personality actor.
 

Sebagai Impersonator, aktor menyerahkan diri sepenuhnya memasuki peran. Sebagai Interpretator, aktor tidak sepenuhnya memasuki perasn yang dibawakan tetapi identitas dirinya masih terlihat. Sebagai Personality actor, yang kita dapatkan dalam televisi. Bidang Akting Ada 1. 3 bidang fisik akting (latihan yang harus digarap vocal, dalam proyeksi latihan, atau yaitu :

Teknik

pernafasan,

penonjolan).

2.

Teknik

mental

(latihan

watak

karakter,

menganalisa

dari

berbagai

sudut).

3. Teknik emosi (latihan menhadirkan emosi sesuai dengan tuntutan peran). Aktor harus mampu memerintah. Memerintah badan, suara, emosi, dan semua situasi dramatik. Ia harus mampu membantu dan mengontrol karakter, apakah gerak tubuhnya dan suaranya sudah efektif, enak didengar, dan ditonton ? Tubuh aktor harus terkoordinasi secara baik mulai perpindahan (movement) harus dilaksanakan secara anggun, posisi tubuh (gesture) harus mampu memberikan penguatan bagi suaranya. Semuia itu dilakukan oleh aktor secara jelas, logis, menarik, bertujuan dan benar. Seorang aktor harus berusaha menciptakan kreasi sendiri. Oleh sebab itu sejak muncul pertama di pentas akting, pemain hendaknya terarah dan tidak berlebihan. Pengaruh musik bharus dihayati secara seksama dan ekspresinya tampak dari mimik/muka pemain serasa tidak tegang. Setiap aktor harus berusaha mengendalikan aktingnya, artinya semua gerakannya beralasan dan tidak berlebihan. Dalam hal akting pemain memberi porsi besar agar akting bisa memberikan sugesti kepada penonton dan aktingnya bisa meyakinkan ketika membawakan peran. Sumber/referensi dari : 1. Buku drama TEORI & PENGAJARANNYA Prof. Dr. Herman J. Waluyo (2003) 2. MENYENTUH TEATER N. Riantiarno (2003)

tarian. terlihat (blocking baik) 2. nyanyian. Secara etimologis : Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium. dsb. drama adalah toneel. berlaku. Berasal dari bahasa Yunani “draomai" yang berarti berbuat. bertindak dan sebagainya. dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan) 4. musik. dimengerti (lafal benar) 4. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama Dalam bahasa Belanda. Dalam arti luas : Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak 3.ARTI DRAMA 1. terdengar (volume baik) 2. 2. tindakan. kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas dengan media : Percakapan. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah) Gerak yang baik ialah gerak yang : 1. jelas (artikulasi baik) 3. Dalam arti sempit : Teater adalah drama. menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah) . Dialog yang baik ialah dialog yang : 1. ARTI TEATER 1. tetapi juga berupa gerak. gerak dan laku didasarkan pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor. AKTING YANG BAIK Akting tidak hanya berupa dialog saja. yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII dibuat istilah Sandiwara. 2. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak 3. jelas (tidak ragu-ragu. meyakinkan) 3. Drama berarti perbuatan.

maka kaki kiri sebaiknya berada didepan. · Lafal yang benar pengucapan kata yang sesuai dengan hukum pengucapan bahasa yang dipakai . diusahakan antara pemain yang satu dengan yang lainnya tidak saling menutupi sehingga penonton tidak dapat melihat pemain yang ditutupi. komposisinya: · · · · · · Bagian kanan lebih berat daripada kiri Bagian depan lebih berat daripada belakang Yang tinggi lebih berat daripada yang rendah Yang lebar lebih berat daripada yang sempit Yang terang lebih berat daripada yang gelap Menghadap lebih berat daripada yang membelakangi . Harus diatur pula balance para pemain di panggung. Misalnya berani yang berarti "tidak takut" harus diucapkan berani bukan ber-ani. Hal ini dapat diatur dengan patokan sebagai berikut : · · Kalau berdiri menghadap ke kanan. Setiap suku kata terucap dengan jelas dan terang meskipun diucapkan dengan cepat sekali.Penjelasan : · · Volume suara yang baik ialah suara yang dapat terdengar sampai jauh Artikulasi yang baik ialah pengucapan yang jelas. Dalam hal mengatur balance. Pemain lebih baik terlihat sebagian besar bagian depan tubuh daripada terlihat sebagian besar belakang tubuh. · Menghayati atau menjiwai berarti tekanan atau lagu ucapan harus dapat menimbulkan kesan yang sesuai dengan tuntutan peran dalam naskah · Blocking ialah penempatan pemain di panggung. Jangan terjadi kata-kata yang diucapkan menjadi tumpang tindih. maka kaki kanan sebaiknya berada didepan. Jangan sampai seluruh pemain mengelompok di satu tempat. Kalau berdiri menghadap ke kiri.

Kalau ragu-ragu terkesan kaku sedangkan kalau berlebihan terkesan over acting 2. meyakinkan. tidak ragu-ragu. Selanjutnya akan dibahas secara rinci tentang dasar latihan teater. Dimengerti. 3. maka tubuh kita akan miring ke kiri. . dsb. mempunyai pengertian bahwa gerak yang dilakukan jangan setengah-setengah bahkan jangan sampai berlebihan. berarti apa yang kita wujudkan dalam bentuk gerak tidak menyimpang dari hukum gerak dalam kehidupan. termasuk pula bentuk dan usia. Jelas.Komposisi diatur tidak hanya bertujuan untuk enak dilihat tetapi juga untuk mewarnai sesuai adegan yang berlangsung 1. Menghayati berarti gerak-gerak anggota tubuh maupun gerak wajah harus sesuai tuntutan peran dalam naskah. Misalnya bila mengangkat barang yang berat dengan tangan kanan.

sekolah. Cara meditasi : 1. Jadi setiap gerak kita akan berbeda dengan kelakuan kita sehari-hari. 2. Untuk itulah kita memerlukan suatu jembatan yang akan membawa kita dari alam kehidupan kita sehari-hari ke alam latihan. pribadi dan sebagainya. Cara ini dimaksudkan untuk memberi bidang/ruangan pada rongga tubuh sebelah dalam. Dalam teater dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk menenangkan dan mengosongkan pikiran dengan tujuan untuk memperoleh kestabilan diri. tidak pernah kita kerjakan dalam kehidupan seharihari. Kita mencoba mengosongkan pikiran kita. Mengosongkan pikiran. tentang berbagai masalah baik itu masalah keluarga. Posisi tubuh tidak terikat. dalam arti tidak dipaksakan.BAB I MEDITASI dan KONSENTRASI MEDITASI Secara umum meditasi artinya adalah menenangkan pikiran. . badan usahakan tegak. karena segala sesuatu yang kita kerjakan dalam latihan adalah semu. Kita singkirkan semua itu dari otak kita agar pikiran kita bebas dari segala beban dan ikatan. 2. Meditasi sebagai jembatan. Disini alam latihan kita sebut sebagai alam "semu". Tetapi yang biasa dilakukan adalah dengan duduk bersila. Tujuan Meditasi : 1. hirup udara pelan-pelan dan keluarkan juga dengan perlahan. Atur pernapasan dengan baik. dengan jalan membuang segala sesuatu yang ada dalam pikiran kita. Rasakan seluruh gerak peredaran udara yang masuk dan keluar dalam tubuh kita.

agar kita dapat mengkonsentrasikan diri kita dengan peran yang hendak kita bawakan. selain bahwa kita saat ini sedang latihan teater. Kita kosongkan dulu pikiran kita. Dalam teater kita mengartikannya dengan pemusatan pikiran terhadap alam latihan atau peran-peran yang akan kita bawakan agar kita tidak terganggu dengan pikiran-pikiran lain. KONSENTRASI Konsentrasi secara umum berarti "pemusatan". Kosongkan pikiran kita. Catatan : Pada saat kita akan membawakan suatu peran. tenang. nenek. Catatan : Pada suatu saat mungkin kita kehilangan rangsangan untuk berlatih. Cara konsentrasi : 1. sehingga kita dapat menjiwai segala sesuatu yang kita kerjakan. kemudian rasakan suasana yang ada disekeliling kita dengan segala perasaan. Hal ini sering terjadi akibat diri terlalu lelah atau terlalu banyak pikiran. bisu. Meditasi juga perlu dilakukan bila kita akan bermain di panggung. 2. baik itu dalam latihan atau pementasan. dengan cara-cara yang sudah ditentukan. Jika hal ini tidak diatasi dan kita paksakan untuk berlatih. . kita memasuki alam semu yang tidak kita dapati dalam kehidupan sehari-hari. Rasakan bahwa saat ini sedang latihan. Kita harus melakukan dahulu meditasi. misalnya sebagai ayah.3. Kita menyuruh syaraf kita untuk lelap. mulailah memasuki otak kita dengan satu unsur pikiran. seolah-olah timbul kelesuan dalam setiap gerak dan ucapan. diam tak bergerak. Kita kerjakan sesempurna mungkin agar pikiran kita benar-benar kosong dan siap berkonsentrasi. Kita akan merasakan suasana yang hening. Jangan memikirkan yang lain. kemudian kita siap untuk berkonsentrasi. maka akan sia-sia belaka. gadis pemalu dan sebagainya. Jangan sekali-kali memikirkan yang lain. konsentrasikan pikiran kita pada hal tersebut. Cara untuk mengatasi adalah dengan MEDITASI. Setelah pikiran kita kosong.

Ø Pernapasan lengkap Pada pernapasan lengkap kita mempergunakan dada dan perut untuk menyimpan udara. Pernapasan perut dipergunakan oleh sebagian dramawan. sehingga udara yang kita serap sangat banyak (maksimum). Oleh karena itu ia harus melatih pernapasan/alat-alat pernapasannya serta mempergunakannya secara tepat agar dapat diperoleh hasil yang maksimum. Ø Pernapasan perut Dinamakan pernapasan perut jika udara yang kita hisap kita masukkan ke dalam perut sehingga perut kita menggelembung. baik itu dramawan ataupun penyanyi. juga dapat mengganggu gerak/acting kita. Ada empat macam pernapasan yang biasa dipergunakan : Ø Pernapasan dada Pada pernapasan dada kita menyerap udara kemudian kita masukkan ke rongga dada sehingga dada kita membusung. baik dalam latihan ataupun dalam pementasan. karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dada. tetapi mengutamakan vokal. karena bahu menjadi kaku.BAB II VOKAL dan PERNAPASAN PERNAPASAN Seorang artis panggung. Di kalangan orang-orang teater pernapasan dada biasanya tidak dipergunakan karena disamping daya tampung atau kapasitas dada untuk Udara sangat sedikit. . maka untuk memperoleh suara yang baik ia memerlukan pernapasan yang baik pula. Pernapasan lengkap dipergunakan oleh sebagian artis panggung yang biasanya tidak terlalu mengutamakan acting.

maka dia harus mernpunyai dasar vokal yang baik pula. Catatan : Bila sudah menentukan pernapasan apa yang akan kita pakai. . ataupun cara-cara lain. Latihan-latihan pernapasan : · Pertama kita menyerap udara sebanyak mungkin. kemudian keluarkan lewat mulut dengan mendesis. sampai penonton. Tidak monoton. · · · Jelas (artikulasi/pengucapan yang tepat). bahkan bagian belakang tubuh di sebelah atas pinggul kita juga turut mengembang. · · Cara kedua adalah menarik napas dan mengeluarkannya kembali dengan cepat. Di sini kita sudah mulai menyinggung vokal. Setelah sampai di bawah. yang paling belakang). "Baik” di sini diartikan sebagai : · Dapat terdengar (dalam jangkauan penonton. maka diafragma kita mengembang. menggumam. maka janganlah beralih ke bentuk pernapasan yang lain. VOKAL Untuk menjadi seorang pemain drama yang baik. pinggang. kemudian turunkan ke perut. Hat ini dapat kita rasakan dengan mengembangnya perut. banyak orang-orang teater yang mempergunakan pernapasan diafragma. lalu naik lagi ke posisi semula. Dalam keadaan demikian tubuh kita gerakkan turun sampai batas maksimurn bawah. Menurut perkembangan akhir-akhir ini. karena tidak banyak mengganggu gerak dan daya tampungnya lebih banyak dibandingkan dengan pernapasan perut. Cara berikutnya adalah menarik napas dalam-dalam.Ø Pernapasan diafragma Pernapasan diafragma ialah jika pada waktu kita mengambil udara. sampai di situ napas kita tahan. Tersampaikan misi (pesan) dari dialog yang diucapkan. Kemudian masukkan ke dalam dada. barulah napas kita keluarkan kembali.

berteriak sambil berialan. hanya nada (tinggi rendah suara) diubah-ubah naik turun (dalam satu tarikan napas) · · Keluarkan vokal “a…."ssss……. yang dilakukan untuk melatih vokal.. Hal ini biasa terjadi apabila kita baru pertama kali melakukan. Tetapi bila kita sudah terbiasa. · · Berteriaklah sekuat-kuatnya sampai ke tingkat histeris. Dan ingat.. kemudian keluarkan vokal "aaaaa…….. hanya keluarkan dengan suara mendesis. bergulung-gulung.Untuk mempunyai vokal yang baik ini. · Sama dengan latihan di atas. Keluarkan suara vokal “a-i-u-e-o".. sebab apabila dipaksakan akan dapat merusak alat-alat suara kita. Catatan : Apabila suara kita menjadi serak karena latihan-latihan tadi. Berlatihlah dalam batas-batas yang wajar. “iao-iau-iae-aie-aio-aiu-oui-oua-uei-uia-.” sampai batas napas yang terakhir. berbicara. Lakukan ini berulang kali. berlari. “ai-ao-au-ae-". jongkok. janganlah takut. . Banyak cara. Nada suara jangan berubah. "oa-oi-oe-ou". Bersuara...a……” secara terputus-putus. Sebabnya adalah karena lendir-lendir di tenggorokan terkikis." Hirup udara banyak-banyak. janganlah terlalu memaksa alat-alat suara untuk bersuara keras. tenggorokan kita sudah agak longgar dan selaput suara (larink) sudah menjadi elastis. · Tariklah napas. antara lain : · Tariklah napas. lantas keluarkan lewat mulut sambil menghentakan suara "wah…” dengan energi suara. Maka suara yang serak tersebut akam menghilang dengan sendirinya.” dan sebagainya. · · Sama dengan latihan kedua. bila kita bersuara keras. berputar-putar dan berbagai variasi lainnnya. lantas keluarkan lewat mulut sambil menggumam "mmm…mmm…” (suara keluar lewat hidung). maka perlu dilakukan latihan-latihan vokal.

sengau. Membaca kalimat dengan berbagai variasi seperti di atas. Artikulasi jelek disebabkan karena belum terbiasa pada dialog. dsb. di dekat air terjun dan sebagainya. seolah-olah kata demi kata berdempetan tanpa adanya jarak sama sekali. pengucapan terlalu cepat. kecil. Pada pengertian artikulasi ini dapat ditemukan beberapa sebab yang mongakibatkan terjadinya artikulasi yang kurang/tidak benar. yaitu : Ø Cacat artikulasi alam : cacat artikulasi ini dialami oleh orang yang berbicara gagap atau orang yang sulit mengucapkan salah satu konsonon. dan sebagainya. dan sebagainya. Hal ini sering terjadi pada pengucapan naskah/dialog. gugup. perhatikan bentuk mulut pada setiap pengucapan. melainkan terjadi sewaktu-waktu.Latihan ini biasanya dilakukan di alam terbuka. Perhatikan juga bentuk mulut. Untuk mendapatkan artikulasi yang baik maka kita harus melakukan latihan · Mengucapkan alfabet dengan benar. Juga ucapkanlah dengan berbisik. ARTIKULASI Yang dimaksud dengan artikulasi pada teater adalah pengucapan kata melalui mulut agar terdengar dengan baik dan benar serta jelas. rendah. turun. sehingga telinga pendengar/penonton dapat mengerti pada kata-kata yang diucapkan. Ø Artikulasi jelek ini bukan disebabkan karena cacat artikulasi. misalnya di gunung. naik. · Variasikan dengan pengucapan lambat. misalnya ‘r’. Ucapkan setiap huruf dengan nada-nada tinggi. . Misalnya: o o Kehormatan menjadi kormatan Menyambung menjadi mengambung. Di sana kita mencoba mengalahkan suara-suara di sekitar kita. cepat. disamping untuk menghayati karunia Tuhan. Ø Artikulasi tak tentu : hal ini terjadi karena pengucapan kata/dialog terlalu cepat. dan sebagainya. besar. di tepi sungai. dsb.

. kita tidak menggunakan intonasi. "Kenapa ?” atau "Tidak !" dan sebagainya. SAYA membeli pensil ini.. Tekanan Dinamik (keras-lemah) Ucapkanlah dialog pada naskah dengan melakukan penekanan-penekanan pada setiap kata yang memerlukan penekanan. maka akan terasa monoton.. Misalnya: "Tuan kelewatan. Dalam tatanan intonasi. datar dan membosankan. bukan orang lain) Saya MEMBELI pensil ini. (Membeli. bukan buku tulis) .” (mendapat tekanan). INTONASI Seandainya pada dialog yang kita ucapkan.. menjual) Saya membeli PENSIL ini. gestikulasi pun merupakan bagian dari dialog. (mendapat tekanan). Misainya saya pada kalimat "Saya membeli pensil ini" Perhatikan bahwa setiap tekanan memiliki arti yang berbeda. (Saya. Jadi seperti halnya artikulasi. (Pensil. hanya saja fungsinya yang berbeda. Misalnya "Tuan kelewatan". Hal ini dilakukan agar lebih lancar dalam memberikan tekanan pada kata. Gestikulasi harus dilakukan sebab kata-kata yang pertama dengan kata berikutnya dalam sebuah dialog dapat memiliki maksud yang berbeda. bukan.. bagian kata atau dialog. Gestikulasi tidak disebut pemenggalan kalimat karena dalam dialog satu kata dengan satu kalimat kadang-kadang memiliki arti yang sama. Karena itu diperlukan suatu ketrampilan dalam memenggal kata pada sebuah dialog. yaitu : 1. Pergi!". terdapat tiga macam.GESTIKULASI Gestikulasi adalah suatu cara untuk memenggal kata dan memberi tekanan pada kata atau kalimat pada sebuah dialog. “Pergi…. Misalnya kata "Pergi !!!!” dengan kalimat "Angkat kaki dari sini !!!".. Antara "Tuan kelewatan" dan "Pergi" harus dilakukan pemenggalan karena antara keduanya memiliki maksud yang berbeda. Juga dalam drama bisa saja terjadi sebuah dialog yang berbentuk "Lalu ?” . Yang dimaksud intonasi di sini adalah tekanan-tekanan yang diberikan pada kata.

Apalagi antara laki-laki dengan perempuan. Mengenai penghayatan ini akan diterangkan dalam bagian tersendiri. maka selain harus memperhatikan artikulasi.. artinya tidak mengucapkan seperti biasanya. Sebagai latihan dapat dicoba merubah-rubah warna suara dengan menirukan warna suara seorang tua.. Untuk latihan cobalah membaca naskah berikut ini dengan menggunakan dasar-dasar vokal seperti di atas. pakaiannya bagus. anak kecil.1. pengemis. Pak…. dsb. (Si Dul masuk tergopoh-gopoh) Dul : Aduh Pak…. Paiman : Goblog ! Kenapa Takut ? Kenapa tidak kau kumpulkan orang-orangmu untuk mengusirnya ? . WARNA SUARA Hampir setiap orang memiliki warna suara yang berbeda.Nada (tinggi) Cobalah mengucapkan kalimat/dialog dengan memakai nada/aksen. Jadi jelaslah bahwa untuk membawakan suatu dialog dengan baik. Saya takut. Yang dimaksud di sini adalah membaca/mengucapkan dialog dengan Suara yang naik turun dan berubah-ubah. dalam sebuah dialog diperlukan juga adanya suatu penghayatan.a…. Misalnya saja seorang kakek. Pak…. Untuk latihannya cobalah membaca naskah dengan tempo yang berbeda-beda. akan sangat jelas perbedaan warna suaranya. akan berbeda warna suaranya dengan seorang anak muda.ada orang bawa koper. Tekanan. 1. Jadi yang dimaksud dengan tekanan nada ialah tekanan tentang tinggi rendahnya suatu kata. gestikulasi dan intonasi. Tekanan ini sering dipergunakan untuk lebih mempertegas apa yang kita maksudkan. mungkin dia orang kota.e…. Demikian pula usia sangat mempengaruhi warna suara. Pak. Seorang ibu akan berbeda warna suaranya dengan anak gadisnya.e….itu. Anu…. Pak. harus memperhatikan juga warna suara.a…. Selain mengenai dasar-dasar vokal di atas. Tekanan Tempo Tekanan tempo adalah memperlambat atau mempercepat pengucapan. Lambat atau cepat silih berganti.

sudah lama tidak ada orang kota yang masuk. (membentak sambil mendorong) Diam Kamu ! Pak Gondo : (kepada si Dul) Di mana dia sekarang ? Dul : Di sana Pak. mengintip orang mandi di kali sambil motret. Paiman : Sungguh. Pak. hei ! (sambil mencengkeram Paiman).Pak Gondo : (kepada Paiman) Kau lebih-lebih Goblog ! Kau membohongi saya ! Kau tadi lapor apa ?! Sudah tidak ada orang kota yang masuk ke daerah kita. .

baru kemudian bahu kiri dan kanan diputar serentak. Kemudian jatuhkan ke belakanq. juga ke arah belakang. Jatuhkan kepala ke depan. Dengan berolah tubuh kita akan. Pelaksanaan olah tubuh : 1. mulai dari muka. Pertama sekali mari kita perhatikan dan rasakan dengan segenap panca indera yana kita punyai.BAB III GERAK OLAH TUBUH Sebelum kita melangkah lebih jauh untuk mempelajari seluk beluk gerak. Dengan memakai rasa kita perhatikan seluruh tubuh kita. Ingat. 2. Selain itu olah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otot-otot kita supaya elastis. Putar kepala pelan-pelan dan rasakan lekukan-lekukan di leher. pelan-pelan dan rasakan ! Putar bahu ke arah depan berkali-kali. sedangkan bahu kiri diputar ke arah belakang. maka terlebih dahulu kita harus mengenal tentang olah tubuh. ke kanan. lentur. Sekarang mari kita menggerakkan tubuh kita. yang mana semuanya itu merupakan rakhmat Tuhan yarig diberikan kepada kita. Demikian pula sebaliknya. Ingat kepala/leher dalam keadaan lemas. kemudian ke kiri. mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. sangat perlu dilakukan sebelum kita mengadakan latihan atau pementasan. seperti orang mengantuk. Putar bahu kanan ke arah depan. tentang segala rakhmat yang dianugerahkan kepada kita. ke belakang dan ke kanan. ke kiri. Pertama satu-persatu terlebih dahulu. Begitu seterusnya dan lakukan berkali-kali. . luwes dan supaya tidak ada bagian-bagian tubuh kita yang kaku selama latihan-latihan nanti. mendapat keadaaan atau kondisi tubuh yang maksimal. Olah tubuh (bisa juga dikatakan senam).

- Sebagai pembuka dan penutup olah tubuh ini. belakang. pertama tangan kanan dahulu. kemudian tangan kiri. kanan. putar lutut kanan. Lakukan berkali-kali. 2. Jadi gerak teaterikal hanya tercipta pada waktu memainkan naskah drama. 1. kita juga harus mengenal dengan baik bermacam-macam gerak Latihan-latihan mengenai gerak ini harus diperhatikan secara khusus oleh seseorang yang berkecimpung dalam bidang teater. Dalam latihan dasar teater. Gerak teaterikal Gerak teaterikal adalah gerak yang dipakai dalam teater. Banyak gerak yang dapat dilakukan manusia. Ambil posisi berdiri yang sempurna. lakukan iari-lari di tempat dan meloncat-loncat. Gerak non teaterikal Gerak non teaterikal adalah gerak kita dalam kehidupan sehari-hari. Gerak Halus . baru bersama-sama. Kerjakan juga pada kaki kiri sesuai dengan cara di atas. Kemudian putar pergelangan kaki kanan. Juga sebaliknya. putar tangan keseluruhan. yaitu gerak halus dan gerak kasar. yaitu gerak yang lahir dari keinginan bergerak yang sesuai dengan apa yang dituntut dalam naskah. secara garis besar dapat kita bagi menjadi dua. Gerak yang dipakai dalam teater (gerak teaterikal) ada bermacam-macam. Pada dasarnya gerak dapat dibaqi menjadi dua. yaitu 1. lalu angkat kaki kanan dengan tumpuan pada kaki kiri. depan. putar batas siku. putar seluruh kaki kanan.- Rentangkan tangan kemudian putar pergelangan tangan. Macam-Macam Gerak : Setiap orang memerlukan gerak dalam hidupnya. Jaga jangan sampai jatuh. - Putar pinggang ke kiri.

Gerak kasar masih dapat dibagi menjadi empat bagian. adalah cara berjalan. jongkok. adalah gerak perpindahan tubuh dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Guide. dsb. tetapi dapat juga berupa berlari. Business. Misalnya : sewaktu kita sedang mendengar alunan musik. 3. Gerak ini adalah gerak yang kita lakukan secara sadar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan dan harus diyakini benar-benar oleh seorang pemain apa maksud dan maknanya ia melakukan gerakan yang demikian itu. dsb. Cara berjalan orang tua akan berbeda dengan cara berjalan seorang anak kecil. adalah gerak-gerak kecil yang kita lakukan tanpa penuh kesadaran Gerak ini kita lakukan secara spontan. 1. secara tak sadar kita menggerak-gerakkan tangan atau kaki mengikuti irama musik. kaki kita digigit nyamuk. yaitu : 1. kita mengenal latihan “gerak-gerak dasar”. berbeda pula dengan cara berjalan orang yang sedang mabuk. Gerak ini timbul karena adanya pengaruh baik dari luar maupun dari dalam. bergulung-gulung. dsb. Gerak yang terjadi setelah mendapat perintah dari diri/otak kita Untuk melakukan sesuatu. Gerak Kasar Gerak kasar adalah gerak dari seluruh/sebagian anggota tubuh kita. misalnya marah. atau yanq lebih dikenal lagi dengan ekspresi. Gestures. tanpa terpikirkan (refleks). Gerak ini tidak hanya terbatas pada berjalan saja. Dalam latihan gerak.Gerak halus adalah gerak pada raut muka kita atau perubahan mimik. sewaktu kita sedang belajar/membaca. 2. Movement. yaitu : . Cara berjalan disini bisa bermacam-macam. Gerak ini timbul karena pengaruh dari dalam/emosi. Setiap gerakan yang kita lakukan harus mempunyai arti. sedih. 1. adalah gerak-gerak besar yang kita lakukan. Latihan mengenai gerak-gerak dasar ini kita bagi menjadi tiga bagian. mengambil gelas. Secara refleks tangan kita akan memukul kaki yang tergigit nyamuk tanpa kehilangan konsentrasi kita pada belajar. motif dan dasar. dsb. melompat. gembira. misalnya saja menulis.

persis seperti apa yang dilakukan temannya. suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang melakukan gerakan yang sama seperti dilakukan oleh pemimpin kelompok tersebut. 1. · Gerak dasar atas : di sini kita boleh bergerak sebebas-bebasnya tanpa ada batas. · Gerak dasar tengah : posisi kita saat ini dalam keadaan setengah berdiri. Di sini kita hanya boleh bergerak sebebasnya mulai dari tempat kita berpijak sampai pada batas kepala kita. sama dengan latihan cermin. Latihan melenturkan tubuh. Latihan gerak bersama. Dalam melakukan gerak-gerak dasar diatas kita dituntut untuk berimprovisasi / menciptakan gerak-gerak yang bebas. Salah seorang lalu membuat gerakan dan yang lain menirukannya. 1. Dapat juga sebelum dijatuhkan lengan / tangan tersebut diputar-putar terlebih dahulu. dua orang berdiri berhadap-hadapan satu sama lain. indah dan artistik. 1. seolah kedua pasang mata sudah saling mengerti apa yang akan digerakkan nanti. Latihan ini dilakukan bergantian. . Latihan-latihan gerak yang lain : 1. Setelah sampai atas dijatuhkan. Latihan cermin. seolah-olah sedang berdiri didepan cermin. Di sini kita diperbolehkan bergerak mulai dari bawah sampai diatas kepala. yang berdiri didepan mereka. Kemudian seorang lagi membantu mengangkat tangan temannya. seseorang berdiri dalam keadaan lemas. Latihan gerak dan tatap mata.· Gerak dasar bawah : posisinya dalam keadaan duduk bersila. hanya waktu berhadapan mata kedua orang tadi saling tatap.

tangan kita jangan sampai terlepas dari tangan teman kita. sehingga akan terbentuk gerakan yang artistik. antara lain mengucapkan kalimat yang panjang sambil berlari-lari. Latihan ini berguna sekali bagi kita pada waktu acting. maka sekarang kita mencoba untuk memadukan antara vokal dan gerak. agar gerak kita tidak terlalu banyak berpengaruh pada vokal. Latihan gerak mengalir.1. jongkok. membentuk lingkaran. memutar-mutar tubuh. Latihan ini dilakukan dengan memejamkan mata dan konsentrasi. Tujuannya adalah agar vokal dan gerak kita selalu serasi. bergulung-gulung. melompat. Kemudian salah seorang mulai melakukan gerakan ( menggerakkan tangan atau tubuh ) dan yang lain mengikuti gerakan tangan orang yang menggandeng tangannya. GERAK DAN VOKAL Setelah kita berlatih tentang vokal dan gerak secara terpisah. suatu kelompok yang terdiri beberapa orang saling bergandengan tangan. Selama melakukan gerakan. dan sebagainya. atau juga bisa dengan memutar-mutar kepala. Banyak bentuk-bentuk latihan yang dapat dilakukan. .

kaki.BAB IV PENGGUNAAN PANCAINDERA DALAM TEATER Manusia yang normal dikaruniai Tuhan dengan lima panca indera secara utuh. Cobalah untuk mengenali suara apa saja yang masuk ke telinga. suara sepatu diatas 1. Hal ini sangat perlu dalam teater untuk membantu kita dalam membentuk ekspresi. Misalnya bau keringat orang yang lewat didepan kita. Sementara itu seseorang mengetuk-ngetuk sesuatu pada beberapa macam benda. Dalam kehidupan sehari-hari kita selalu menggunakan panca indera kita tersebut. sepeda motor. Usahakan menatap titik tersebut tanpa berkedip. suara tawa seseorang diatas sepeda motor. sambil memejamkan mata. dsb. Telinga ¨ Duduk bersila. pejamkan mata. atau tanah yang baru disiram hujan. asap knalpot. 1. ¨ Duduklah ditepi jalan yang ramai. antara lain : 1. pakaian. misalnya suara truk. Mata Duduk bersila sambil menatap suatu titik di dinding. Bentukbentuk latihan yang dapat dilakukan. Dalam teater kita juga harus menggunakan indera kita dengan baik agar dapat memainkan suatu peran dengan baik pula. bus. ¨ Ciumlah tangan. dan jika bisa seluruh tubuh kita. baik secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri. dimana setiap benda memiliki nada / suara yang berlainan. Supaya alat-alat indera kita dapat bekerja semaksimal mungkin. asap rokok. Hidung ¨ Duduk ditepi jalan sambil memejamkan mata. kemudian cobalah untuk mengenali bau apa yang ada disekitar kita. selama mungkin. tentu saja harus dilatih. Konsentrasi hanya pada titik tersebut. Hitunglah berapa kali ketukan pada benda yang sudah ditentukan. . rasakan dan hayati benar-benar bagaimana baunya. bau parfum.

¨ Rabalah dinding. dingin atau panas. kaki. Rasakan dan kenalilah tubuh kita itu. sapu tangan. Juga sifatnya halus atau kasar dan coba juga mengenali bentuknya. atau benda-benda lain. bibir.dsb. Perhatikanlah bagaimana rasanya. 1. langit-langit. . kepala dan seluruh tubuh kita. Lakukan latihan ini dengan mata terpejam. bagaimana rasa dari sebuah kancing baju. bagaimana bentuk gigi. lantai. dsb. ¨ Rasakan dengan menjilat. Lidah ¨ Rabalah dengan lidah bagaimana bentuk mulut kita. meja. tangan yang berkeringat. juga pakaian kita. Kulit ¨ Rabalah tangan. cari perbedaan antara setiap tubuh. batang pensil.1.

Suatu misal. maka agaknya perlu juga kita mempelajari observasi. kita harus mengenal secara lengkap bagaimana sifatsifatnya. melainkan juga memiliki watak dari tokoh tersebut. Misalnya : Tokoh (A) … jabatan (lurah) … watak (licik. Nah. berdiri dan berkonsentrasi. ataukah hanya sekedar kelakuan yang dibuat-buat. Demikianlah. jujur. Untuk membantu memberi suasana. Untuk itu marilah kita kenali satu persatu. Dengan demikian penampilannya akan menjadi sempurna karena ia tidak hanya menjadi figur dari seorang tokoh saja. Untuk memperdalam mengenai karakteristik. mengalah) Untuk melatih karakteristik dapat dipakai cara sebagai berikut :  Dengan menirukan gerak-gerak dasar yang biasa dilakukan oleh pengemis. Apakah dia seorang yang licik. dsb. pengecut) Tokoh (B) … jabatan (jongos) … watak (baik hati. ilusi. dsb. imajinasi dan emosi. maka kita harus terlebih dahulu mengenal watak dari tokoh tersebut. tingkah lakunya. adalah orang-orang yang berkarakter. Tokoh-tokoh dalam drama. dapat memakai musik pengiring. ramah. pemberani. kita menyadari bahwa untuk memerankan suatu tokoh. tetapi juga wataknya. (yang dimaksud dengan gerak-gerak dasar disini adalah cirri-ciri khas)  Dua orang atau lebih. kakek. kemudian salah satu memberi perintah kepada temannya untuk bertindak / berlaku sebagai tokoh dari apa yang diceritakan. Agar kita dapat memainkan tokoh yang berkarakter seperti yang dituntut naskah. orang buta. alim. Jadi seorang pemain drama yang baik harus bisa menampilkan karakter dari tokoh yang diperankannya dengan tepat. pura-pura.BAB V KARAKTERISASI Karakterisasi adalah suatu usaha untuk menampilkan karakter atau watak dari tokoh yang diperankan. . pemabuk. kita dapat peran menjadi seorang pengemis. anak kecil. kita tidak hanya memerankan jabatannya. atau pengecut.

baik yang dialami sendiri maupun yang tidak. tetapi pemain harus menganggap bahwa roh suci benar-benar ada. mimpi. kita akan mengetahui wujud dari tokoh itu. Kemampuan untuk berimajinasi benar-benar diuji bilamana kita sedang memainkan sebuah pantomim. sebagai berikut : “ Hei letnan. artis. Roh suci disini hanya terdengar suaranya. Dengan demikian kita akan menjadi tokoh yang kita ingini. cara bicaranya. IMAJINASI Imajinasi adalah suatu cara untuk menganggap sesuatu yang tidak ada menjadi seolah-olah ada. Juga diatas pentas. Kejadian itu dapat berupa pengalaman. Dalam contoh lain dapat kita lihat pada sebuah naskah yang didalamnya terdapat sebuah dialog. coba perhatikan perempuan berkaca mata gelap didepan toko itu. apa yang dilihat. polisi. Tujuannya adalah agar kita tidak hanya selalu menggantungkan diri pada benda-benda yang kongkrit. Setelah kita mengenal segala sesuatu tentang tokoh tersebut. Cara-cara melatihnya antara lain :      Menyampaikan data-data tentang suatu kecelakaan. Bagaimana tingkah lakunya. Setelah itu baru kita menirukannya. dewa. maka imajinasi obyeknya benda atau sesuatu yang dibendakan. ketika dimarahi guru. Menyampaikan keinginan untuk menjadi raja.OBSERVASI Observasi adalah suatu metode untuk mempelajari / mengamati seorang tokoh. ataupun angan-angan. dsb. kebiasaannya. terjadi dialog antara pemimpin koor dengan roh suci. dsb. Sebagai contoh. kemungkinankemungkinan. dalam naskah OBSESI. kebakaran. ILUSI Ilusi adalah bayangan atas suatu peristiwa yang akan terjadi maupun yang telah terjadi. cara hidupnya. dsb. ramalan. hasil observasi. benar-benar dialami sang pelaku. Bercerita tentang perjalanan keliling pulau Jawa. Perhatikan topi dan tas hitam yang dipakainya. Berangan-angan bahwa kelak akan terjadi perang antar planet. Kalau ilusi obyeknya adalah peristiwa. pergaulannya. dirasakan. Rasa-rasanya aku pernah melihat tas dan topi itu dipakai Nyonya Lisa beberapa . dsb. Menyampaikan pendapat tentang lingkungan hidup. penonton akan melihat bahwa apa yang ditampilkan tampak benar-benar terjadi walaupun sesungguhnya tidak terlihat. dsb. dsb. dsb. burung. sopan santun dikampung.

dsb. . misalnya setelah marah maka tinbul niat untuk memukul. Emosi juga sangat mempengaruhi tubuh. Misalnya pada waktu kita berperan sebagai Pak Usman yang berprofesi sebagai polisi. manis kemudian berubah menjadi benda yang panas. Yang dibicarakan tokoh diatas sebenarnya hanya khayalan saja. dsb. baik itu bentuknya. sifatnya. EMOSI Emosi dapat diartikan sebagai ungkapan perasaan. Hal ini penting untuk memberikan warna bagi tokoh yang diperankan dan untuk menunjang karakter tokoh tersebut. bingung. yaitu tingkah laku. ukurannya. Sebutkan sebuah benda yang tidak ada disekitar kita kemudian bayangkan dan sebutkan bentuk benda itu. menganggap sebuah batu adalah suatu barang yang sangat lucu. dan bertas hitam tidak terlihat atau tidak tampak dalam pentas.saat sebelum terjadi pembunuhan”. keadaannya. Jangan sampai menyebutkan sebuah benda lebih dari satu kali. gugup. bertopi. termasuk disini segala sifat dan keadaannya. Perempuan berkaca mata gelap. Sehingga dengan memandang batu tersebut kita jadi tertawa terpingkal-pingkal. Hal inilah yang harus kita terapkan dengan baik jika kita akan memainkan sebuah naskah drama. dsb. PENGHAYATAN Penghayatan adalah mengamati serta mempelajari isi dari naskah untuk diterpakan tubuh kita. Menganggap atau memperlakukan sebuah benda lain dari yang sebenarnya. Emosi dapat berupa perasaan sedih. warna. pengucapan dialog. dsb. Niat disini timbul setelah emosi itu terjadi. Sebagai latihan dapat dipakai cara-cara sebagai berikut :  Sebutkan sebanyak mungkin benda-benda yang terlintas di otak kita. dsb. Dalam drama. pahit. maka saat itu kita tidak lagi berperan sebagai diri kita sendiri melainkan menjadi Pak Usman yang berprofesi sebagai polisi. marah. seorang pemain harus dapat mengendalikan dan menguasai emosinya.    Menganggap sesuatu benda memiliki sifat yang berbeda-beda. benci. Misalnya sebuah pensil rasanya menjadi asin. niat. roman muka (ekspresi). Contohnya. dingin. letaknya. kasar. Telah disebutkan bahwa obyek imajinasi adalah benda atau sesuatu yang dibendakan. pernapasan.

 . problema apa yang ditonjolkan.  Melakukan gerak serta dialog yang terdapat dalam naskah. supaya dapat mengetahui apa yang dikehendaki oleh naskah. Hayati dulu musiknya baru mulailah membaca. Jadi disini kita sudah mendapat gambaran tentang akting dari tokoh yang akan kita perankan.Cara-cara yang dipergunakan dalam penghayatan adalah :  Pelajari naskah secara keseluruhan. Sebagai latihan cobalah membaca sebuah naskah / dialog dengan diiringi musik sebagai pembantu pemberi suasana. serta apa titik tolak dan inti dari naskah.

sama-sama jongkok.BAB VI BLOCKING Yang dimaksud dengan blocking adalah kedudukan tubuh pada saat diatas pentas. blocking yang baik sangat diperlukan. Bervariasi Bervariasi artinya bahwa kedudukan pemain tidak disuatu tempat saja. dsb. Seimbang Seimbang berarti kedudukan pemain. oleh karena itu pada waktu bermain kita harus selalu mengontrol tubuh kita agar tidak merusak blocking. sehingga mengakibatkan adanya kesan berat sebelah. Hal ini penting artinya untuk memperkuat peranan lakon dan mempermudah penonton untuk . bervariasi dan memiliki titik pusat perhatian serta wajar. Memiliki titik pusat Memiliki titik pusat artinya setiap penampilan harus memiliki titik pusat perhatian. termasuk juga benda-benda yang ada diatas panggung (setting) tidak mengelompok di satu tempat. Misalnya sama-sama berdiri. melainkan membentuk komposisi-komposisi baru sehingga penonton tidak jenuh. Penjelasan lebih lanjut mengenai keseimbangan panggung ini akan disampaikan pada bagian mengenai “Komposisi Pentas “. menghadap ke arah yang sama. Dalam permainan drama. Semua penempatan dan gerak yang harus dilakukan harus saling menunjang dan tidak saling menutupi. utuh. Utuh Utuh berarti blocking yang ditampilkan hendaknya merupakan suatu kesatuan. Kecuali kalau memang dikehendaki oleh naskah. Yang dimaksud dengan blocking yang baik adalah blocking tersebut harus seimbang. Keadaan seorang pemain jangan sama dengan kedudukan pemain lainnya. Jadi semua bagian panggung harus terwakili oleh pemain atau benda-benda yang ada di panggung.

jangan terlalu dibuat-buat. Bagian depan lebih kuat daripada bagian belakang. 7 4 1 8 5 2 9 6 3 PENONTON Kadar kekuatan pentas dapat dilihat pada urutan nomornya.melihat dimana sebenarnya titik pusat dari adegan yang sedang berlangsung. Ada juga naskah yang menuntut adanya gerak-gerak yang seragam diantara para pemainnya. bahkan kadang-kadang juga sutradara atau naskah itu sendiri sama sekali meninggalkan prinsip-prinsip blocking. Antara pemain juga jangan saling mengacau sehingga akan mengaburkan dimana sebenarnya letak titik perhatian. Dalam drama kontemporer kadang-kadang naskah tidak menuntut blocking yang sempurna. . Carilah tempat-tempat yang sesuai agar blocking kelihatan seimbang. Komposisi pentas ini dibuat untuk membantu blocking. Berikut ini adalah skema komposisi pentas. Disamping itu setiap penempatan juga harus memiliki motivasi dan harus beralasan. Bagian kanan lebih kuat daripada bagian kiri. KOMPOSISI PENTAS Komposis pentas adalah pembagian pentas menurut bagian-bagian yang tertentu. dimana setiap bagian pentas mempunyai arti tersendiri. Walaupun demikian harus tetap dalam batas-batas yang wajar. tidak dibuat-buat. Oleh karena itu jangan menempatkan diri atau benda yang kadar kekuatannya tinggi pada bagian yang kuat.Wajar Wajar artinya setiap penempatan pemain ataupun benda-benda haruslah tampak wajar. .

v Dimensi psikologis . Biasanya ada 3 dimensi yang ditentukan yaitu : v Dimensi fisiologi .oleh karena itu seorang lakon haruslah memiliki karakter. 1. pendidikan. serta tempat dimana dimainkan naskah tersebut. Lakon Dalam cerita drama lakon merupakan unsur yang paling aktif yang menjadi penggerak cerita. akhirnya sampailah kita pada naskah. kehidupan pribadi. latar belakang kemasyarakatan status sosial. Naskah disini diartikan sebagai bentuk tertulis dari suatu drama. agama. hobby.BAB VII NASKAH Setelah kita mengenal berbagai macam dasar yang diperlukan untuk bermain drama. dalam bentuk yang berbeda-beda. v Dimensi sosiologi . kondisi. Sebuah naskah walaupun telah dimainkan berkali-kali. naskah tersebut tidak akan berubah mutunya. pemain / lakon dan plot atau rangka cerita. Tema Tema adalah rumusan inti sari cerita yang dipergunakan dalam menentukan arah dan tujuan cerita. Disamping itu dalam naskah akan ditentukan dimensidimensi sang lakon. agar dapat berfungsi sebagai penggerak cerita yang baik. keadaan tubuh. pandangan hidup. 1. dll.dll. cirri-ciri muka. Hal ini tergantung pada penggarapan dan situasi. ciri-ciri badani usia. latar belakang kejiwaan . Sebuah naskah yang baik harus memiliki tema. jenis kelamin. peranan dalam masyarakat. Sebaliknya sebuah atau beberapa drama yang dipentaskan berdasarkan naskah yang sama dapat berbeda mutunya. Dari tema inilah kemudian ditentukan lakon-lakonnya. pekerjaan.

. § Komplikasi awal atau konflik awal Kalau pada bagian pertama tadi situasi cerita masih dalam keadaan seimbang maka pada bagian ini mulai timbul suatu perselisihan atau komplikasi. Dialog berfungsi untuk mengemukakan persoalan. bahkan cenderung menjadi tokoh yang mati. Krisis adalah puncak plot dalam adegan. dan membukakan fakta. Plot Plot adalah alur atau kerangka cerita. kecakapan. § Dialog Dialog berisikan kata-kata. dengan tingkat kecerdasannya. Apabila kita mengabaikan salah satu saja dari ketiga dimensi diatas. maka lakon yang akan kita perankan akan menjadi tokoh yang kaku. Konflik adalah satu komplikasi yang bergerak dalam suatu klimaks. dll. Dalam drama para lakon harus berbicara dan apa yang diutarakan mesti sesuai dengan perannya. plot drama dapat dibagi menjadi beberapa bagian yaitu : § Pemaparan (eksposisi) Bagian pertama dari suatu pementasan drama adalah pemaparan atau eksposisi. Plot adalah suatu keseluruhan peristiwa didalam naskah.temperamen. timpang. Secara garis besar. Konflik merupakan kekuatan penggerak drama. Kepada penonton disajikan sketsa cerita sehingga penonton dapat meraba dari mana cerita ini dimulai. pendidikannya. sikap dan kelakuan. keahlian dalam bidang tertentu. tingkat kecerdasan. sifat. mentalitas. waktu dan segala situasi dari para pelakunya. 1. Pada bagian ini diceritakan mengenai tempat. Jadi eksposisi berfungsi sebagai pengantar cerita. menggerakkan plot maju. menjelaskan perihal tokoh. dsb. § Klimaks dan krisis Klimaks dibangun melewati krisis demi krisis.

Satu klimaks terbesar dibagian akhir selanjutnya diikuti adegan penyelesaian.§ Penyelesaian (denouement) Drama terdiri dari sekian adegan. dimana didalamnya terdapat krisis-krisis yang memunculkan beberapa klimaks. .