MAKALAH KELOMPOK “ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN ULANG, MENDETEKSI DINI KEHAMILAN, SENAM HAMIL & PERAWATAN PAYUDARA” MATA KULIAH

ILMU KEBIDANAN KLINIK I

Oleh: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Asmaul chusnah Husnul Hasanah (15.401.10.003) (15.401.10.013)

Inah Dwi Fantaningrum (15.401.10.016) Lavy Palentin (15.401.10.018)

Ni Wayan Nita Sumanti (15.401.10.027) Okita Cecaria Budiyanti (15.401.10.032) Renita Ayu Andiyanti Riche Nina Merlyana (15.401.10.034) (15.401.10.037)

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN AKADEMI KESEHATAN RUSTIDA TAHUN AKADEMIK 2010/ 2011

KATA PENGANTAR Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena hanya dengan rahmat dan karunia-Nya lah sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “ ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN ULANG, MENDETEKSI DINI KEHAMILAN SENAM HAMIL, & PERAWATAN PAYUDARA” Ilmu Kebidanan Klinik 1”. Dalam proses pembuatan makalah ini, banyak piihak yang telah membantu dan mendukung untuk menyelesaikannya. Untuk ini kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Anis Yuliastuti,S.Kep.,Ns.,M.Kes. Selaku direktur Akademi Kesehatan Rustida. 2. Riza Umami, S.ST. selaku Ka Prodi Dlll Akademi Kebidanan Rustida yang telah mendukung kami dalam menyelesaikan makalah ini 3. Hj. Srianingsih S.Pd, S.ST selaku fasilitator Ilmu Kebidanan Klinik 1 4. 5. Keluarga yang selalu mendukung dalam menyelesaikan makalah ini. 6. Rekan-rekan mahasiswa serta semua pihak yang telah membantu dan menyelesaikan dalam penyusunan makalah ini. Kami menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan dalam makalah ini. Sebagai manusia yang memiliki keterbatasan, kami sebagai penyusun mengharapkan kritik dan saran yang bersifat menbangun semoga makalah ini dapat memberi manfaat bagi pembaca pada umumnya dan kami pada khususnya. Krikilan, 4 Mei 2011 Penulis

3 Mengevaluasi Keefektifan Manajemen/Asuhan 2.2 MENDETEKSI DINI KEHAMILAN (SCORE POEJI ROHYATI) 2.1.2 Tujuan BAB II TINJAUAN MATERI 2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL KATA PENGANTAR DAFTAR PUSTAKA BAB I PENDAHULUAN 1.4 Pengkajian Data Fokus 2.1.4 PERAWATAN PAYUDARA BAB III PENUTUP 3.1.1 Latar Belakang 1.1 Mengevaluasi Penemuan Masalah yang Terjadi Serta Aspek yang Menonjol pada Wanita Hamil 2.2.1.1 Kehamilan Muda 2.5 Mengembangkan Rencana Sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangkan Kehamilan 2.2 Mengevaluasi Data Dasar 2.1.1 ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN ULANG 2.3 SENAM HAMIL 2.1 Kesimpulan .2.2 Kehamilan Lanjut 2.

2 Saran DAFTAR PUSTAKA .3.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan .

2. . dan kekhawatiran lainnya 2. 3. keluhan-keluhan yang lazim dalam kehamilan. Nyeri pembesaran payudara Hal ini wajar terjadi pada ibu hamil karena payudara sudah memproduksi ASI. Mual dan muntah Mual dan muntah wajar dialami pada ibu hamil karena adanya peningkatan hormone estrogen dan progesterone yang meningkat. hal ini juga mempengaruhi peningkatan asam lambung sehingga mengakibatkan mual muntah pada ibu.1 Mengevaluasi Penemuan Masalah yang Terjadi Serta Aspek yang Menonjol pada Wanita Hamil 1.1 ASUHAN KEHAMILAN KUNJUNGAN ULANG Anamnese mengenai riwayat kehamilan sekarang meli[uti gerakan janin dalam 24 jam terakhir. Rasa kelelahan yang sangat Ibu hamil sering kali meraskan kelelahan yang amat sangat pada masa kehamilan karena pada dirinya sudah ada janin yang mulai berkembang sehingga tubuhnya mempunyai tanggungan untuk menopang dirinya dan pertumbuhan janinnya. perasaan klien sejak kunjungan terakhirnya. 4. sehingga meningkatkan berat badan ibu.BAB II TINJAUAN MATERI 2. Kenaikan berat badan Hal ini biasa terjadi pada ibu hamil karena pertambahan berat badan disertai juga dengan pembesaran dan pertumbuhan janin. masalah atau tanda-tanda bahaya yang mungkin dialami klien sejak kunjungan terakhirnya.1.

terdapat chloasma pada wajah.5. Nyeri pada tungkai Nyeri pada ibu hamil biasa terjadi akibat beban pada ibu hamil bertambah mengakibatkan tungkai untuk menopang tubuh ibu mendapat beban yang lebih . 10. Perubahan kulit Terjadi pigmentasi yang berlebih pada ibu hamil. sehingga prosentase buang air kecil ibu hamil meningkat. 6. Sering BAK Pada ibu hamil wajar apabila sering buang air kecil hal ini disebabkan karena uterus yang kian membesar akibat pertumbuhan janin dan plasenta menekan kandung kemih. Perubahan uterus Perubahan uterus disebabkan karena pertumbuhan janin dan plasenta yang semakin membesar sehingga uterus berubah menjadi besar. Sakit pinggang Hal ini jelas terjadi pada ibu hamil karena semakin lama pertumbuhan janin dan plasenta membesar dan membuat beban ibu hamil bertambah. 7. terdapat strieae gravidarum dan linea alba pada perut. 8. Sulit tidur Terjadi karena terdapat gerakan janin yang sering menganggu kenyamanan tidur ibu hamil. contohnya pigmentasi pada aerola. leher. atau bagian tubuh lain. 9.

Hasil pemeriksaan umum (tinggi badan. suhu. pernapasan) b. Hasil pemeriksaan abdomen e. anamnese. Hasil pemeriksaan Payudara f. tekanan darah. Hasil pemeriksaan tangan dan kaki d.2 Mengevaluasi Data Dasar Pengumpulan data subyektif dan data obyektif berupa data fokus yang dibutuhkan untuk menilai keadaan ibu sesuai dengan kondisinya. Data subjektif terdiri dari : 1) Biodata ibu dan suami 2) Alasan ibu memeriksakan diri 3) Riwayat kehamilan sekarang 4) Riwayat kebidanan yang lalu 5) Riwayat menstruasi 6) Riwayat pemakaian alat kontrasepsi 7) Riwayat kesehatan 8) Riwayat bio-psikososial-spiritual 9) Pengetahuan ibu tentang tanda bahaya kehamilan Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data subjektif adalah dengan melakukan anamnesis. tinggi badan pemeriksaan dan fisik.1.2. Hasil pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ) g. 2. lingkar lengan. nadi. pemeriksaan . Hasil pemeriksaan darah dan urine Teknik yang digunakan dengan penimbangan berat badan ibu hamil. Hasil pemeriksaan kepala dan leher c. Data objektif terdiri dari : a. pengukuran tanda kardinal (suhu menggunakan berat badan. penimbangan laboratorium. berat badan. Jenis data yang dikumpulkan adalah : 1. pengukuran tinggi badan.

kadar protein dalam urine dan gula darah. Sumber data. emosi. dan anggota keluarga lainnya.1. c) Riwayat antepartum meliputi informasi tentang data demografi. keluhan utama. auskultasi dan perkusi. Namun apabila kondisi tidak memungkinkan dan masih diperlukan data bisa dikaji dari status ibu yang menggambarkan pendokumentasian asuhan sebelum ditangani dan bisa juga keluarga dan suami yang mendampingi ibu saat diberi asuhan. denyut nadi. suami.3 Mengevaluasi Keefektifan Manajemen/Asuhan Dilakukan keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar sudah sesuai dengan kebutuhan dalam masalah. Riwayat 1) Riwayat Antepartu dan Pemeriksaan Fisik Deskripsi a) Riwayat antepartum dan pemeriksaan fisik merupakan komponen utama perawatan antenatal yang meliputikebutuhan fisik. Pemeriksaan fisik dengan teknik inspeksi. membuat informasi dasar. ukuran tekanan darah dan pernapasan). 2. Keefektifan manajemen asuhan ini meliputi standart asuhan antenatal yang diberikan pada ibu 2. b) Riwayat antepartum dan pemeriksaan fisik dimulai dengan konsultasi pranatal pertama. dan sosial wanita.badan. riwayat . riwayat medis lalu.4 Pengkajian Data Fokus 1.1. palpasi. baik data subjektif maupun objektif yang paling akurat adalah ibu hamil yang diberi asuhan. dan berlanjut sepanjang kehamilan untuk membantu memastikan hasil kehamilan yang positif. Pemeriksaan laboratorium mencakup hemoglobin (Hb). anak yang belum lahir.

penyuluhan tentang persalinan. kebutuhan perawatan diri. berat badan. Implikasi Keperawatan a) Lakukan pemeriksaan riwayat kesehatan. semua penyimpangan dari keadaan normal harus dilaporkan. pengkajian usia kehamilan. b) Pastikan untuk mengevaluasi pemahaman klien kehamilan setiap kali kunjungan. d) Pemeriksaan fisik antepartum meliputi informasi tinggi badan. pemeriksaan laboratorium. pemeriksaan perkiraan panggul. Temuan Pengkajian Temuan pengkajian bervariasi diantara klien. f) Informasi yang diperoleh dari riwayat antepartum dan pemeriksaan fisik membantu mengidentifikasi kemungkinan faktor-faktor yang menyebabkan ibu dan bayi berisiko terhadap masalah-masalah selama kehamilan. auskultasi bunyi jantung janin. seperti pertambahan berat badan yang berlebihan atau tidak adekuat. tanda-tanda panggul. dan pengukuran tinggi fundus. pemeriksaan ukuran sistem.keluarga. selidiki keluhan yang dialami klien. terhadap teratogen. c) Harus diwaspadai pengaruh budaya pada kehamilan klien. tentang statusnya dan perubahan-perubahan yang berhubungan dengan . evaluasi kesehatan janin. vital. riwayat obstetri dan ginekologi. profil keluarga dan sosial. dan tinjauan sistem. d) Harus diwaspadai kemungkinan faktor-faktor resiko. pencegahan pajanan janin. e) Informasi juga dikumpulkan dari tanggal taksiran kelahiran. kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan ketidaknyamanan yang dialami klien.

ultrasonografi dan amniosentesis j) Kaji klien terhadap gerakan janin dan denyut jantung janin yang dapt didengar k) Kaji klien terhadap perkiraan dan kemungkinan tanda-tanda positif adanya kehamilan. l) Beri klien konseling dan instruksi mengenai pendidikan persalinan. . perawatan payudara. nyeri tekan payudara. penanganan nyeri. kramkaki. dan pencegahan penanganan ketidaknyamanan umum akibat kehamilan. seperti nyeri ulu hati (heartburn). hasil laboratorium yang abnormal e) Tanyakan kepada klien tentang tanggal menstruasi terakhir (HPHT) f) Ukur tinggi dan berat badan dasar pada saat kunjungan pertama dan setiap kunjungan berikutnya g) Ukur tinggi fundus h) Lakukan pemeriksaan panggul dan perkiraan ukuran panggul i) Koordinasikan pemeriksaan laboratorium. teknik bernafas. varises.riwayat diabetes atau penyakit jantung. berikan kesempatan kepada klien untuk untuk bertanya dan menjawab. perawatan gigi dan imunisasi. paparan teratogen pada janin. edema pergelangan kaki. sering berkemih. palpitasi. mual dan muntah. sakit pinggang. sakit kepala. tidur. aktifitas fisik dan seksual. penggunaan dan penyalahgunaan zat. eritema palmar. hemoroid. higiene. dan kontraksi Braxton Flicks. letih. berikan instruksi tentang pilihan makanan dan minuman yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan kehamilan n) Beri dukungan dan bimbingan kepada klien dan keluarga. leukorea. m) Evaluasi asupan nutrisi klien. Konstipas. metode melahirkan. seperti latihan. tindakan-tindakan perawatan diri sendiri.

tinggi fundus dan konsistensinya. persalinan dan kelahiran klien atau dari klien sendiri f) Mengkaji informasi dari wanita hamil itu sendiri membantu meningkatkan pemahaman akan emosi dan kesan dari wanita tersebut Temuan Pengkajian Temuan pengkajian bervariasi pada setiap klien.o) Siapkan klien untuk persalinan dan kelahuiran. tingkat energi. maka pada periode segera setelah melahirkan semua prosedur tersebut tidak perlu diulang c) Riwayat pascapartum. riwayat persalinan dan melahirkan. persalinan. adanya penyimpangan dari temuan normal harus dilaporkan . jumlah dan karakter lokia. jelaskan tentang tanda-tanda persalinan pasti dan tanda persalinan palsu. 2) Riwayat Pascapartum dan Pemeriksaan Fisik Deskripsi a) Riwayat pascapartum dan pemeriksaan fisik adalah komponen utama perawatan pascapartum b) Karena wanita menjalani pemeriksaan fisik lengkap selama periode sebelum melahirkan. dan kelahiran dapat dipelajari dari catatan. ada tidaknya rasa nyeri. dan sirkulasi yang adekuat sama baiknya dengan informasi yang dikumpulkan dari data laboratorium e) Aspek teknis kehamilan. data bayi serta latihan pascapartum d) Pemeriksaan fisik pascapartum mencakup pengkajian mengenai status nutrisi dan cairan.

serta informasi mengenai pengobatan dalam keluarga c) Setelah riwayat diambil. mata dan payudara d) Palpasi fundus uteri dan kaji warna. catat bentuknya dan ukur dalam ukuran sentimeter g) Tawarkan dukungan dan ajarkan mengenai perubahan psikologis yang terjadi pada pascapartum h) Ulas kembali pengajaran terdahulu mengenai perawatan diri. termasuk hemoglobin. riwayat persalinan dan melahirkan. riwayat yang diambil pada saat kedatangan dapat menjadi satu-satunya sumber sampai bayi dilahirkan b) Riwayat yang diambil pada waktu ini harus mencakup tinjauan ulang terhadap kehamilan terdahulu. dan adanya drainase. riwayat kehamilan. eritema. hematon. termasuk informasi mengenai profil keluarga. data bayi dan latihan pascapartum b) Dapatkan spesimen laboratorium. kesehatan secara umum. perdarahan atau nyeri episiotomi f) Kaji area rektal akan adanya hemoroid. hematokrit dan urine bersih untuk urinalisis rutin c) Lakukan pengkajian fisik. memberi makan bayi dan cara perawatan bayi 3) Riwayat Intrapartum dan Pemeriksaan Fisik Deskripsi a) Jika wanita berada pada fase aktif persalinan. muka. hitung jumlahnya. mencakup pemeriksaan pelvik untuk memastikan presentasi dan posisi janin dan menentukan besarnya pembukaan .Implikasi Keperawatan a) Dapatkan riwayat kesehatan. edema. jumlah dan baunya e) Kaji bagian perineum dan observasi adanya ekimosis. wanita perlu menjalani pemeriksaan fisik. kerusakan. termasuk tanda-tanda vital dan area fisik yang terlihat seperti rambut.

defek kongenital atau retardasi mental f) Kaji penampilan klien secara keseluruhan dan catat jika terdapat pucat. atau . suatu DESKRIPSI mengenai kehamilan. jenis kelahiran. mencakup paragravida. tunda sampai kontraksi uterus hilang b) Dapatkan riwayat kehamilan terbaru. tuberkulosis. sakit atau rasa takut. kelelahan. anemia. riwayat pemakaian obat intravena. kejang. tanggal. penyakit ginjal. penyakit ginjal. kelas persalinan. komplikasi. diabetes. rencana terhadap persalinan dan perawatan anak c) Catat kehamilan terdahuli (jumlah. penyakit jantung. kanker. pola dan tempat perawatan pranatal. alergi. atau lesi terbuka g) Lakukan palpasi untuk mengetahui adanya pembesaran nodius limfatikus untuk mendeteksi kemungkinan infeksi h) Inspeksi membran mukosa pada mulut untuk mengetahui adanya lesi (herpes) dan inspeksi konjungtiva untuk mengetahui warna mata i) Auskultasi paru untuk mengetahui kejernihan suaranya dan kaji bunyi jantung (pasangan seksual lebih dari satu. hipertensi atau penyakit menular seksual atau jika klien berisiko mengalami infeksi human immunodeficiency virus (HIV) pasangan seksual memakai obat intravena) e) Tanyakan pada klien jika ada anggota keluarga yang memilki penyakit jantung. dan hasil kehamilan mencakup jenis kelamin dan berat lahir) dan status kesehatan anak yang terbaru d) Tanyakan pada klien riwayat kesehatan terdahulu dan catat jika klien pernah menjalani pembedahan. berbagai komplikasi. edema. diabetes. diskrasia darah. dehidrasi.Implikasi Keperawatan a) Bersikap sabar pada saat mengumpulkan informasi dari klien.

karena pembedahan abdomen atau pelvik dapat menyisakan perlekatan o) Kaji turgor kulit untuk menentukan adanya dehidrasi p) Inspeksi ekstremits bawah akan adanya edema dan varises 2. pengaruh hormon relaksin plasenta. dan kemungkinan akibat menngkatnya kadar progesteron d) Konstipasi menyebabkan rasa begah dan penuh serta hilang nafsu makan Temuan Pengkajian a) Adanya rasa begah dan penuh pada abdomen b) Hilang nafsu makan c) Perubahan pola eliminasi usus . Untuk dokumentasi Komplikasi dan Ketidaknyamanan Deskripsi a) Konstipasi aadalah gangguan rasa nyaman yang umum terjadi pada trimester pertama kehamilan b) Ini juga merupakan msalah nutrisi yang umum terjadi pada kehamilan c) Konstipasi cenderung terjadi pada kehamilan akibat tekanan pada peristaltik usus dari uterus yang terus membesar.j) Palpasi payudara klien dan adanya benjolan atau kista serta catat kemunculannya untuk dievaluasi lebih lanjut (mungkin kelenjar susu yang membesar) k) Tentukan ukuran janin melalui pengukuran tinggi fundus l) Kaji presentasi dan posisi janin melalui manuver Leopold m) Palpasi dan perkusi kandung kemih untuk mendeteksi kepenuhannya n) Kaji adanya jaringan parut.

sehingga flatus dapat dikontrol 3. Pemeriksaan harus mencakup penetapan tinggi dan berat badan.Implikasi Keperawatan a) Kaji nutrisi klien dan pola eliminasi yang mungkin menjadi faktor penyebab b) Anjurkan klien untuk mengosongkan ususnya secara teratur c) Anjurkan pada klien untuk meningkatkan kandungan serat dalam makanan dengan mengkonsumsi buah dan sayuran dan minum air dalam jumlah lebih dari biasanya setiap hari d) Jika klien mengkonsumsi suplemen besi oral. seperti kubis atau buncis. daripada melarang klien mengkonsumsi suplemen tersebut yang berguna untuk menambah simpanan besi. pengukuran tekanan darah (TD) dan nadi. . laksatif ringan dan supositora sesuai instruksi i) Nasehatkan klien untuk menghindari makanan pembentuk gas. lebih baik kita membantu klien untuk konstipasi melalui cara lain e) Ingatkan klien untuk tidak mengkonsumsi obat umum untuk mencegah konstipasi. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik pada kunjungan awal pranatal difokuskan untuk mengidentifikasikelainan yang sering mengontribusi morbiditas dan mortalitas dan untuk mengidentifikasi ganbaran tubuh yang menunjukkan gangguan genetik. terutama minyak mineral yang akan mengganggu absorpsi vitamin larut lemak yang diperlukan bagi pertumbuhan janin dan kesehatan ibu f) Beri tahu klien untuk menghindari enema karena tindakan ini dapat mencetuskan persalinan g) Anjurkan klien untuk menghindari obat-obatan yang dijual bebas selama kehamilan kecuali diresepkan oleh dokter h) Berikan pelunak feses. kelenjar tiroid. dan pemeriksaan kulit.

. Tinggi Badan Tubuh yang pendek dapat menjadi indikator gangguan genetik. Nadi Denyut nadi maternal sedikit meningkat selama masa hamil. instrusikan melakukan T3 dan T4 bebas. c. IMT diperoleh dengan menghubungkan tinggi badan klien dengan berat badannya saat hamil (Apendiks K). Kondisi ini menetap sepanjang trimester kedua dan kemudian mulai kembali ke TD sebelum hamil. Karena tinggi yang pasti sering kali tidak diketahui dan tinggi badan berubah seiring peningkatan usia wanita. Salah satu sumber pedoman terbaru dari Institute of Medicine menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk menentukan penambahan berat yang direkomendasikan. Tekanan Darah Penentuan tekanan darah (TD) sangat penting pada masa hamil karena peningkatan TD dapat membahayakan kehidupan ibu dan bayi. tinggi badan harus diukur pada saat kunjungan awal. etapi jarang melebihi 100 denyut per menit (dpm). Selama bertahuntahun banyak saran telah diajukan tentang penambahan berat ideal pada wanita hamil. Apabila denyut nadi lebih dari 100 dpm. Berat Badan Berat badan ditimbang pada kunjungan awal untuk membuat rekomendasi penambahan berat badan pada eanita hamil dan untuk membatasi kelebihan atau kekurangan berat. Pada kehamilan normal. Hipertiroidisme tidak terjadi jika terdapat takikardia.jantung. d. TD sedikit menurun sejak minggu ke-8. paru. b. a. Periksa adanya eksoftalmia dan hiperrefleksia yang menyertai. ekstremitas dab abdomen serta pemeriksaan pelvis. Curigai hipotiroidisme jika denyut nadi lebih dari 100 dpm. payudara.

Pemeriksaan Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid sedikit membesar selama masa hamil akibat hiperplasia kelenjar dan peningkatan vaskularitas. jaringan parut. . stria gravidarum. spider nevi. perubahan anatomi ini tidak menyebabkan tiromegali yang signifikan dan setiap pembesaran yang signifikan perlu diteliti. karena banyak gejala hipotiroidisme yakni keletihan. Pemeriksaan Paru Pemeriksaan paru harus mencakup observasi sesak nafas. dan dispnea. nafas dangkal. Hipotiroidisme suit dideteksi selama masa kehamilan dan konstipasi yang menyerupai gejala-gejala kehamilan. massa. nafas cepat.e. Namun. Jika ditemukan tato atau luka tusuk. mengi dan penurunan bunyi nafas. Periksa earna kulit. Beri perhatian khusus untuk melihat suatu ruam di telapak tangan dan klaki yang mungkin merupakan tanda sifilis. f. pada areola dan putting susu. penambahan berat. guarded respiration. tanyakan jarum yang digunakan pada prosedur tersebut. Dengarkan adanyakrekels. batuk. serta linea nigra. g. adanya ruam. pernapasan yang tidak teratur. Wanita yang sehat jarang mengalami masalah paru. Pemakaian jarum secara bergantian dapat menjadi sumber infeksi HIV. dan bukti penyalahgunaan obat. mengi. Kelenjar Kulit Perubahan kulit yang sering terjadi pada masa hamil mencakup hiperpigmentasi pada wajah (kloasma). Pemeriksaan paru biasanya merupakan tindakan yang sangat membantu dalam menegakkan diagnosis bronchitis atau pneumonia. Jaringan parut pernah menunjukkan praktik seksual yang berkaitan dengan ritual sadomasokistik. Enam atau lebih titik cafe-au-lait (CLS) yang setara dengan diameter 15 mm atau lebih menunjukkan neurofibromatosis. tanda penganiayaan fisik. lesi.

Perhatian khusus . Jika dana yang tersedia tidak cukup. Apabila murmur sistolik lebih 2/6 atau terdengar bunyi murmur lain. Tes “ protaktilitas” harus menjadi bagian pemeriksaan payudara pada wanita yang sebelumnya tidak mampu menyusui dengan baik. Peningkatan volume darah ini menyebabkan uterus membesar dan melindungi ibu ketika darah keluar saat melahirkan. Pemeriksaan Abdomen Pemeriksaan abdomen di pertengahan awal kehamilan harus dilakukan secara menyeluruh jika kondisi uterus yang membesar memungkinkan. Pada wanita hamil yang asimtomatik. Seiring kemajuan kehamilan. Murmur terjadi karena tekanan darah ibu selama hamil meningkat secara mencolok. bayi kemungkinan tidak akan mengalami kesulitan menghisap. Pemeriksaan Payudara Payudara harus diperiksa untuk mendeteksi setiap massa yang mungkin ganas dan setiap yang dapat mengganggu proses menyusui. 45% volume darah wanita hamil lebih tinggi daripada volume darah wanita tidak hamil (Pritchard.h. Pemeriksaan Jantung Murmur jantung sistolik ditemukan pada 90% wanita hamil (curtforth & MacDonald. minta untuk dilakukan elektrokardiogram dan rujuk klien ke dokter jika memungkinkan untuk evaluasi lebih lanjut. massa. Pada wanita tidak hamil. 1965). murmur derajat 1/6 atau 2/6 umumnya dianggapringan. Evaluasi adanya nyeri tekan. Pada akhir kehamilan. hernia. j. pembesaran hati dan kelenjar getah bening. 1996). i. sulit meraba organ lain selain uterus. lakukan ekokardiogram jika tersedia dana yang cukup. Pastikan Anda memeriksa putting dengan cermat. Tekan jaringan payudara dengan ibu jari dan telunjuk satu inci dibawah areola. Jika putting susu menonjol ke depan. terutama jika klien berkeinginan menyusui bayinya. murmur jantung sistolik bermakna.

perubahan warna. dan memar. Beberapa praktisi perlu mengatakan kepada klien bahwa pemeriksaan dimulai dengan mula-mula menyentuh bagian belakang paha klien. Kelainan menunjukkan gangguan genetic. serta letak jari tangan dan jari kaki. l. eritama. dan membuat klien merasa bahwa dirinya di bawah control yang tepat. pembengkakan. k. Pemeriksaan Pelvis Bagian akhir pemeriksaan fisik adalah pemeriksaan pelvis. bentuk. Pemeriksaan menyeluruh biasanya dilakukan dengan memisah labia mayora dari minora dan dengan perlahan menarik ujung klitoris. Pendekatan yang paling baik ialah bagaimana supaya hal ini nyaman. dan pemeriksaan ukuran tangan dan kaki. ekskoriasi. Hindari “memainkan jari” pada jaringan karena dapat diinterpretasi sebagai seksual. Pemeriksaan Ekstremitas Pemeriksaan ekstremitas harus mencakup pengkajian refleks tendon dalam. tinggi fundus dan bagian presentasi janin. . kemudian periksa dengan cermat adanya lesi yang kemungkinan menunjukkan sifilis atau herpes. Meskipun kebanyakan praktisi mampu melakukan memeriksaan ini tetapi cara pemeriksaan yang :tepat: belum ada. baik bagi klien maupun bagi tenaga kesehatan. Catat adanya rabas dan bau. Genitalia Eksterna Pemeriksaan genetalia eksterna dilakukan dengan mencari adanya lesi. m. Sementara praktisi lain memulai pemeriksaan ini hanya dengan memberitahu klien bahwa area genitalianya akan diperiksa.pada abdomen wanita hamil meliputi denyut jantung janin. Pastikan bahwa setiap gerakan jari diarahkan dengan tujuan yang sesuai. pemeriksaan adanya edema tungkai dan vena verikosa.

speculum yang kering biasanya lebih mudah dimasukkan saat saat wanita sedang hamil karena jumlah rabas yang diproduksi memudahkan insersi alat ini. skrining antibody. hitung darah lengkap atu hematokrit. Spekulum besi harus dipertahankan hangat dengan menyimpannya di atas kotak pemanas. tetapi bebas lubrikan. Seiring kemajuan kehamilan. Beberapa klinisi menempel speculum dip aha klien bagian dalam agar klien dapat merasakannya dan dan yakin bahwa suhunya nyaman. gunakan secara terpisah untuk menghindari lisis dan gangguan seluler. masukkan speculum. Pada kenyataannya. dan HIV. Kadangkadang suhu kotak pemanas diset terlalu tinggi sehingga speculum menjadi panas. titer rubella. Spekulum Vagina dan Serviks Setelah genitalia eksterna diperiksa.n. Faktor Rh Faktor Rh (antigen) dalam sel darah merah dimiliki oleh sekitar 85% penduduk kulit putih dan 93% penduduk Afrika-Amerika. seperti skrining tripel maternal. Pemeriksaan Laboraturium Pemeriksaan laboratorium awal pada wanita dengan risiko ringan meliputi tes darah berikut : golongan darah dan factor rhesus (Rh). Banyak klinisi juga melakukan kultur urine. Individu yang memiliki factor ini dinyatakan Rh-positif. Faktor ini ditemukan dalam sel janin sejak 6 minggu setelah konsepsi. Jika air digunakan sebagai lubrikan. atau tes lain untuk mendeteksi sifilis. a. rapid plasma regain (RPR). juga diperlukan. serum HBSAg. Sedangkan individu yang tidak memiliki factor ini dinyatakan Rhnegatif . tes tambahan. ini harus basah. 4.

Banyak klinisi merasa bahwa tablet besi prenatal adalah upaya pengamanan yang baik untuk mencegah anemia defisiensi besi selama masa hamil. Wanita ini tidak boleh mendapat RhIg. merawat wanita yang sebenarnya tidak mengalami anemia dan tidak merawat wanita yang benar-benar mengalami anemia. A. a. c. Skrining Rh Skrining antibody digunakan untuk mengidentifikasi antibody wanita yang membahayakan janin. sekitar 2% penyakit ini disebabkan oleh golongan darah yang langka. Meskipun demikian. Anemia fisiologis ini mulai dikenali sebagai anemia yang sesungguhnya. Anemia Defisiensi Besi .b. volume plasma dan massa sel darah merah meningkatkan volume darah ibu sekitar 45% di atas volume sebelum hamil. Suplementasi Besi Rutin Anjuran resmi penggunaan besi oral pada mnasa hamil bervariasi. b. Tes Anemia Beberapa klinik dan kantor hanya meminta haemoglobin dan hematokrit untuk skrining anemia pada wanita hamil. Hitung Darah Lengkap 1) Anemia Fisiologis Selama masa hamil. Penyakit ni bertanggung jawab terhadap penyakit hemolitik pada bayi baru lahir. Karena pengukuran salah satu atau keduanya merupakan satu-satunya nilai yang digunakan untuk skrining anemia pada kehamilan maka kesalahan fatal dapat saja terjadi. peningkatan jumlah sel darah merah lebih kecil daripada peningkatan plasma sehingga terjadi anemia delusional. Meskipun demikian.

 Tes Rubela Efek merusak rubella congenital.000 per mL dan 150. dan abnormalitas kromosom pertama kali ditemukan pada tahun 1940-an. defek tulang. d.  Tes Hepatitis B Kehamilan jarang mengganggu perjalanan infeksi hepatitis B.000 per . Hitung trombosit harus diatas 150. Trombositopenia Trombosit diperlukan untuk pembekuan darah. kecenderungan efek teratogenik sangat kecil.L. lesi pada mata. Frekuensinya kemudian menurun seiring kemajuan kehamilan. Defek ini cenderung muncul ketika infeksi rubella dialami pada trimester pertama. misalnya. Skrining prenatal pada wanita hamil merupakan factor yang paling penting untuk mengidentifikasi bayi yang berisiko sifilis congenital. penyakit jantung. karena secara teoritis terdapat kemungkinan tubuh menjadi lemah karena virus mempresipitasi infeksi intrauterin pada bayi. Pada minggu ke-16 gestasi. Wanita hamil tidak dapat diimunisasi terhadap rubella.  Tes Sifilis Infeksi janin akibat Treponema pallidum dapat terjadi setiap saat selama masa hamil dan pada setiap tahap penyakit maternal.Kesepakatan penanganan anemia defisiensi ialah bahwa besi oral dapat diberikan.000 per mL masih dapat diterima sejauh tes ulang tidak menunjukkan destruksi trombosit. anemia. pneumonitis. meskipun nilai antara 100. Masalah yang harus diperhatikan pada wanita hamil yang mengidap penyakit ini adalah . ketulian. hepatitis.

 Tes Bakteriuria Asimptomatik Sementara bakteriuria asimptomatik merupakan kondisi bukan patologis yang umum ditemukan pada wanita tidak hamil.sampai 90%. Selama ini penularan perinatal diketahui mencapai angka sebesar 50%..bahwa bayi akan terinfeksi pada saat lahir dan akan menjadi carrier kronis yang menularkan penyakit ini ke individu lain.  Tes Human Immunodeficiency Virus (HIV) Sekarang diketahui bahwa virus dapat ditularkan ibu ke bayinya. sirosis atau keduanya.. atau bahwa bayi akan meninggal akibat karsinoma hepatoseluler. sementara penelitian terakhir menunjukkan angka sebesar 15% sampai 30%. Pada wanita hamil kondisi tersebut dapat menyebabkan pielonefritis. bandingkan dengan mereka yang terinfeksi perinatal. .  Prosedur dan Tes Khusus a. Selain prosedur khusus yang harus dilakukan untuk klien-klien keturunan Afrika. yaitu sebanyak 25%. Penanganan ABU pada wanita hamil secara signifikan mewnurunkan infeksi trakturinarius. 1994).. “Kurang dari 5% orang dewasa yang terinfeksi akut di AS menjadi carrier kronis. Identifikasi dini HIV-positif pada wanita hamil memberi kesempatan untuk memutuskan kelanjutan kehamilan dan ketika keputusan dibuat terapi ZDV dapat diberikan untuk mengurangi infeksi pada janin. suatu infeksi yang mengakibatkan morbidilitas maternal yangb signifikan dan juga dihubungkan dengan PTL. Tes Darah Kondisi-kondisi tertentu memerlukan tes darah tambahan.” (Divisi Kesehatan Oregon.

Abaikan riwayat vaksinasi BCG pada saat menginterpretasi tes tuberculin (Perez-Stable.2. ia harus ditawari untuk dirujuk ke pusat konseling genetic.2.2 Kehamilan Lanjut 2. b.5 Mengembangkan Rencana Sesuai dengan Kebutuhan dan Perkembangkan Kehamilan 2. Tes Genetik Resiko defek lahir pada setiap kehamilan ialah 3%-5%.1 Kehamilan Muda 2. tes lain yang harus dilakukan berdasarkan riwayat klien atau pemeriksaan fisik meliputi T4 bebas jika klien dicurigai mengalami hipertiroidisme dan TSH (thyroid stimulating hormone) untuk wanita yang dicurigai hipotiroidisme dan untuk wanita yang mengkonsumsi obat tiroid. Kecenderungan yang terjadi ialah bahwa hasil yang positif berhubungan dengan infeksi mycobacterium tuberculosis. bukan vaksin BCG. Apabila wanita hamil dinyatakan berisiko tinggi memiliki anak yang menderita defek lahir.1.2 MENDETEKSI DINI KEHAMILAN (SCORE POEJI ROHYATI) 2. Apendiks M mengidentifikasi criteria untuk PPD positif. Tes Tuberkulosis Wanita yang berasal dari Negara yang angka prevalensi tuberculosisnya tinggi dan waniita yang berhubungan dengan populasi terkait harus menerima PPD.Asia. c. 2. 1995).3 SENAM HAMIL . atu Mediterania.

Kami mohon maaf apabila ada kesalahan baik disengaja atau tidak dalam penulisan makalah ini.4 PERAWATAN PAYUDARA BAB III PENUTUP 3. Atas kritik dan saran dari para pembaca kami ucapkan terima kasih. . oleh karena itu kami berharap kritik dan saran yang membangun dari pembaca.2.2 Saran Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna.1 Kesimpulan 3.

DAFTAR PUSTAKA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful