Page 1 of 21

BELAJAR VISIO 2007

Page 2 of 21

01
I. PENGENALAN VISIO
1.1 PENDAHULUAN 1.2 MENGAKTIFKAN /MEMULAI PROGRAM VISIO
1.2.1 Membuka Gambar yang Sudah Ada

1.3 TAMPILAN VISIO
1.3.1 Toolbar

dan lain-lain. Di bagian Category. floor plan. antara lain : • Block Diagram • Building Plan • Database • Electrical Engineering • Flowchart • Form dan Charts • Map • dll (dapat dilihat pada File/Stencil ) Pengoperasian Program Visio salah satunya dengan alat masukan (input device) menggunakan mouse . klik tipe diagram atau gambar yang ingin dibuat Gambar 1. Tampilan berikut adalah Drawing Page . Tipe gambar yang dimiliki Visio. Klik menu Start pada Taskbar (kiri bawah layar) 2. PENGENALAN VISIO 1.1. Hal-hal dasar penggunaan mouse : • Klik (click) • Klik ganda (double click) • Menyeret (drag) • Shift – Click • Ctrl – Click • Shift – Drag • Ctrl – Drag Page 3 of 21 1. 4. pilih kategori gambar yang ingin dibuat. MENGAKTIFKAN/MEMULAI PROGRAM VISIO Mengaktifkan Program Visio melalui langkah-langkah yang sama dengan program lain dalam Windows.2. Program ditampilkan dengan jendela Task-Pane.I. Pada Template. PENDAHULUAN Microsoft Visio merupakan suatu program aplikasi komputer untuk membantu membuat diagram alir (flowchart) dan pembuatan gambar teknik seperti desain office. Category-Template-Task Pane 5. Klik menu Programs atau melalui icon pada desktop untuk mencari program Visio 3. yaitu : 1. misal Home Plan 6. Klik pilihan Template sesuai kebutuhan. desain elektrikal.

master shape status bar halaman gambar Gambar 3. Drawing Page (Lembar Kerja) Membuat gambar baru dengan Template melalui langkah berikut : 1. Klik menu File.2. Langkah selanjutnya sama dengan proses yang telah dijelaskan. Jendela Microsoft Visio 2002 . klik Choose Drawing Type 2. New Drawing. New. Membuka Gambar yang Sudah Ada Gambar yang sudah dibuat dan akan diedit atau dicetak. New. dapat dibuka kembali melalui langkah berikut : Klik menu File.1. Open. maka lembar kerja baru tanpa skala dan stensil ditampilkan 1.Page 4 of 21 status bar tool bar menu bar ruler stencil lembar kerja shape Gambar 2. Membuka lembar kerja tanpa template melalui langkah berikut : Klik menu File.

TAMPILAN VISIO Halaman gambar adalah area untuk mendesain gambar baru dan mengedit gambar yang pernah dibuat. format. membuka. layout. dan klik toolbar yang dimaksud. membuka microsoft Visual Basic Application. warna. Toolbar. mencetak. menyimpan. perataan. menghubungkan. mengatur urutan perintah shape dan rotasi Daftar style untuk mengubah fomrat. menampilkan Shape Sheet Daftar style untuk line dan fill. mengatur halaman web dan membuka Microsoft Internet Explorer Tabel 1.3. merotasi. Tampilan tool bar dapat ditambah atau dikurangi melalui menu View. Shape adalah suatu bangun yang terdiri dari sebuah garis atau sekumpulan garis atau kumpulan bentuk. membuat group.1. Stencil adalah sekumpulan master shape. guide. warna. Template adalah sebuah file Visio yang terdiri dari satu stencil atau lebih yang berisi style-style dan pengaturan perancangan gambar. dan untuk menampilkan layer dan layer properties Tool untuk menyisipkan hyperlink. Tool bar Menu bar Standard Formatting Action Developer Keterangan Standard Window Tool utama untuk dragging dan menggambar shape. dan bullet Tool untuk mengatur rotasi penghubung Tool untuk mengatur snap & glue Tool untuk membuka. Toolbar Window Microsoft Visio 2002 mempunyai toolbar-toolbar yang disesuaikan dengan kebutuhan desain. font. menyisipkan kontrol dalam menggambar. mengubah urutan dan membuat group shape Tool untuk menjalankan macro. style. menutup file Tool untuk mengubah teks. 1. dan mengubah stencil Tool untuk menampilkan atau menyembunyikan grid. ukuran.3. Menu Toolbar Microsoft Visio 2002 Page 5 of 21 Format Shape Format Text Layout & Routing Snap & Glue Stencil View Web . dan line style Tool untuk meratakan. Master shape adalah sebuah shape di dalam stencil yang dapat didrag ke dalam halaman gambar. Shape dapat dibuat sendiri dengan tombol-tombol pada toolbar. menutup.1. dan connection points.

3 Menyalin Shape dengan Offset 2.4 Eccentricity Handle 2.2. SHAPE DAN PENGATURAN DASAR 2.3.2 PENGATURAN SHAPE TUNGGAL DAN PENGOPERASIAN DASAR 2.8 Endpoint Handle 2.2 Pemotongan 2.4 Group 2.5 Padlock 2.9 Vertices 2.3 PENGOLAHAN LANJUT ANTAR SHAPE 2.2.1 PENGANTAR TENTANG SHAPE 2.2.1 Penggabungan Shape 2.7 Selection Handle 2.3.2.5 Menghubungkan Shape dengan Garis .2.3.3 Control Points 2.2.3.2 Control Handle 2.2.3.1 Connection Points 2.6 Rotation Handle 2.Page 6 of 21 02 III.2.2.

Drag selection handle untuk mengatur ukuran shape . Shape 1-D (satu dimensi) Shape dua dimensi artinya raut yang membentuk bidang. arahkan ke Control point. klik pada satu titik kemudian drag ke posisi tertentu 3. misal empat persegi panjang. Langkah untuk membuat shape 2-D adalah : 1. SHAPE DAN PENGATURAN DASAR 2. penunjuk mouse berubah menjadi plus. klik pencil tool. PENGANTAR TENTANG SHAPE Shape 1-D (satu dimensi) dan 2-D (dua dimensi) merupakan bentuk yang paling banyak didesain. Page 7 of 21 Gambar 4. Garis berubah menjadi bentuk kurva. 4. drag ke arah yang diinginkan. Shape 1-D artinya awal dan akhir berupa titik. Pengolahan shape dapat dilakukan dengan langkah sbb : 1. Muncul Control point dan End point pada garis tersebut. lingkaran.1. bujursangkar. garis lengkung. Drag dari satu endpoint ke endpoint lain 3. Klik toolbar Line pada menu Standard 2.II. seperti garis lurus. dan sebagainya. dll. Klik standar tool untuk shape 2-D yang terdiri dari bentuk elips (ellipse tool) dan empat persegi panjang (rectangular tool ) 2. kemudian klik pada garis yang telah dibuat. klik Pointer Tool pada menu toolbar Standard.

2. Connection points . tekan Ctrl + drag Line Tool 2. Connection Points Beberapa shape mempunyai connection points x (* ). posisi. tekan tombol Shift + drag Ellips Tool • Untuk membuat gambar bujursangkar. yang dapat dihubungkan dengan endpoint suatu garis seperti penghubung shape. Gambar 6.2. dsb. Shape 2-D (dua dimensi) Catatan : • Untuk membuat gambar lingkaran. 2.1. Connection point baru dapat digunakan dengan toolbar connection point. Handle shape dapat didrag untuk memodifikasi tampilan. PENGATURAN SHAPE TUNGGAL DAN PENGOPERASIAN DASAR Shape-shape diatur/diedit dengan mengunakan handle-handle yang menyertainya.Page 8 of 21 Gambar 5. tekan tombol Shift + drag Rectangle Tool • Untuk membuat garis dengan kemiringan 45°.

2. Control points didrag untuk mengubah lengkungan atau simetri dari suatu shape. Untuk menampilkan eccentricity handle adalah sebagai berikut: .2. Drag eccentricity handle untuk mengatur sudut dan jarak busur ellips. Control Points 2.4.2. Control Handle Control handle digunakan untuk mengatur bentuk dasar atau sudut-sudut shape. Page 9 of 21 Gambar 7. Control Handle Beberapa shape mempunyai control handle untuk memodifikasikan shape. Control Points Control points muncul pada garis. atau lengkung bebas ketika shape-shape itu digambar dengan Pencil Tool.3. Eccentricity Handle Eccentricity Handle adalah lingkaran yang muncul pada akhir setiap titik garis busur dimana busur tersebut dibuat dengan Pencil Tool. 2.2. busur. Gambar 8.2.

Eccentricity Handle 2.2. Padlock selalu muncul ketika shape yang dikunci akan diubah. Padlock Padlock muncul di setiap sudut handel yang menunjukkan bahwa shape tersebut terkunci untuk menghindari perubahan yang mungkin dilakukan.. .Klik busur kemudian klik Pencil Tool .5.Klik kontrol point ke arah pusat busur Page 10 of 21 Gambar 9.

Padlock Page 11 of 21 2. Endpoint Handle . Rotation Handle Rotation handle muncul ketika sebuah shape diseleksi dengan Rotation Tool. Dengan rotation handle shape dapat diputar (drag) ke arah yang tertentu. Gambar 12.2. Shape 2-D mempunyai endpoint.Gambar 10.2. Selection Handle 2.6. Selection Handle Selection handle muncul ketika sebuah shape diseleksi dengan menggunakan Pointer Tool. dan selection handle. Endpoint Handle Shape 1-D mempunyai endpoint dan begin point. drag selection handle sesuai yang dikehendaki.2. Gambar 11. Pusat rotasi memiliki pin yang dapat dipindah untuk mengubah pusat rotasi. Untuk mengatur ukuran shape.8.7. begin point. 2.

Menghapus Sebuah Segmen dari Shape • Klik toolbar Pencil Tool • Pilih shape. Arc Tool. Klik menu Shape/Operation/Union 1. bawah. Klik menu Shape/Operation/Combine 1. Seleksi shape yang akan digabung 2. Memindah Objek Gunakan Pointer Tool dan drag. ketik derajat putar.9.1. Memilih Objek Gunakan Pointer Tool.3. 3. tekan Enter 6. atau Freeform Tool.3. Gunakan menu tools Snap dan Glue dan guidelines untuk penataan penggeseran. Pengoperasian dasar di dalam Visio meliputi hal-hal sbb : 1. • Tekan tombol Del 2. 2. Line Tool.2. Mengubah Ukuran Objek Gunakan selection handle dan drag Ukuran proporsional dengan shape awal gunakan slection handle pojok Selection handle atas. Cara Penggabungan Shape . Seleksi shape yang akan digabung 2. drag. dan samping untuk mengubah sisi yang dimaksud 5. Titik vertek yang dipilih akan berwarna magenta. Seleksi shape yang akan digabung 2. Vertices Page 12 of 21 Titik vertek muncul jika shape diseleksi menggunakan Pencil Tool. Menghapus Shape Pilih shape yang akan dihapus dan tekan tombol Del 7. Penggabungan Shape Penggabungan shape akan membentuk shape baru. PENGOLAHAN LANJUT ANTAR SHAPE 2. Klik menu Shape/Operation/Join Tabel 2. 4. yaitu : Penggabungan Union Combine Join Langkah 1. Dragging Master Shape Cara paling mudah untuk membuat gambar adalah dengan dragging master dari tencil ke halaman gambar (shape dalam stencil disebut master). Ada 3 cara penggabungan. Memutar Objek Dapat dilakukan dengan menggunakan Rotation Tool atau dengan arah yang tepat dengan langkah sbb : • Klik objek yang akan diputar • Klik menu View/Window/Size & Position • Pada bagian Angle. dan select all. Klik titik vertek yang akan dihapus. • • • Memperbanyak (copy) shape Pilih objek Tekan tombol Ctrl dan drag ke posisi lain Ulangi perintah dengan F4 8.2.

Klik menu Shape/Grouping/Ungroup Penambahan shape dalam group dengan langkah sbb : 1. Klik menu Shape/Grouping. Cara ini bermanfaat jika diperlukan banyak desain yang sama.3. klik shape yang akan dihapus 2. Klik Connector Tool pada toolbar standard.5. Seleksi shape yang akan ditambahkan dan group yang akan diberi tambahan 2. Seleksi shape-shape yang akan digabungkan 2.Seleksi shape pertama . Klik menu Shape/Operation/Fragment Intersect 1. 2. Klik menu Shape/Operation/Substract Trim 1. Klik menu Shape/Operation/Intersect Substract 1.3. Pemotongan Ada 3 cara pemotongan. Klik masing-masing shape yang akan diatur 3. Arahkan mouse pada salah satu handle shape pertama. Pilih group. yaitu : Pemotongan Langkah Fragment 1. sbb : . Klik menu Shape/Operation/Offset 3. Shape akan menjadi tiga buah. Seleksi shape yang akan disalin 2. Group Operasi ini dilakukan untuk membuat beberapa shape menjadi satu group. Langkahnya sbb : 1. Seleksi shape-shape yang akan digabungkan 2. Klik menu Shape/Grouping. Klik menu Shape/Grouping/Group Masing-masing shape dapat diedit walaupun telah menjadi satu group.Tekan tombol Ctrl dan klik bagian shape yang menjadi titik penghubung . Penunjuk mouse tampil dengan tanda + 2. Seleksi shape yang akan dibuat group 2.3. dengan yang asli di tengah 2. Kedua shape telah terhubung Shape dapat dihubungkan dengan menggunakan Connector Point. dan ketik jarak antar shape 4. Menyalin Shape dengan Offset Page 13 of 21 Offset digunakan untuk membuat garis atau kurva secara paralel di sebelah kanan dan kiri shape yang asli. Klik group yang akan diedit 2. dan klik Remove from Group Pengeditan group dengan langkah sbb : 1.3. dan Add to Group Penghapusan shape dalam group dengan langkah sbb : 1. drag ke salah satu handle shape kedua 3. Seleksi shape-shape yang akan digabungkan 2. Menghubungkan Shape dengan Garis Shape dapat dihubungkan dengan menggunakan Connector Tool. Untuk menghasilkan shape hasil offset adalah sbb : 1. Pindah shape tersebut atau tambahkan teks pada shape tersebut atau atur ulang ukurannya.2. Klik menu Shape/Operation/Trim Tabel 3.3. Pembatalan suatu group dengan langkah sbb : 1. Cara Pemotongan Shape 2.4. Seleksi shape-shape yang akan digabungkan 2. Seleksi shape-shape 2. Muncul kotak dialog. sbb : 1.Klik toolbar Connection Point .2.

1. LAYER PROPERTIES 3. Menggunakan Halaman Background 5. Mengatur Desain Background 3.1.3.6. Pengaturan Ukuran Halaman Gambar 3.2. Menambah Halaman 3.2.2.1. PENGATURAN HALAMAN GAMBAR 3.1.1.2.1.2. Pengaturan Skala Gambar 3. HALAMAN GAMBAR 3.2. Menerapkan Shape ke Layer .1. Menampilkan Layer 3.1.3. Membuat Layer 3.Page 14 of 21 03 III. Membuat Halaman Background 3.4.1.5.

Background digunakan jika teks atau shape berada dalam satu file. klik OK 3. Halaman foreground adalah halaman yang terletak paling atas (lapis pertama) suatu gambar. Pengaturan halaman gambar agar sesuai dengan yang dikehendaki adalah sbb : 1. Civil Engineering atau yang lain.1. skala ditentukan 1:1 § Pre-defined scale. Visio menyediakan dua cara untuk menampilkan informasi pada multiple planes-nya yaitu Background dan Layer. Halaman background. Halaman background adalah suatu halaman yang dapat disisipkan ke halaman aktif supaya dapat membentuk halaman gambar dengan beberapa lapis/layer. ukuran halaman gambar disesuaikan dengan kebutuhan gambar 4. HALAMAN GAMBAR Page 15 of 21 Visio memungkinkan untuk menggambar dalam beberapa lapis halaman. Halaman gambar dibedakan menjadi 2 jenis yaitu: 1. Pengaturan Ukuran Halaman Gambar Satu halaman gambar kerja Visio dapat dicetak menjadi beberapa lembar kertas. pada bagian Page Orientation § portrait § landscape 5. Klik menu File/Page Setup/tab Page Size 3. Aktifkan halaman gambar yang akan diatur 2.1. Engineering. § Custom scale. Contohnya denah rumah yang sama dapat digunakan untuk layer dinding atau layer listrik.1. Suatu gambar boleh terdiri dari satu atau lebih halaman background. atur ukuran halamn gambar pada bagian Page Size dengan klik tombol pilihannya. kotak daftar di bawahnya berisi pilihan jenis kertas § Custom size § Size to fit drawin contents. klik salah satu pilihan architectural. Pengaturan Skala Gambar Skala gambar erat kaitannya dengan halaman gambar sampai gambar tersebut tercetak.III. 3.1. PENGATURAN HALAMAN GAMBAR Microsoft Visio membedakan setting halaman gambar dan setting halaman cetak di printer. Contohnya adalah logo yang tampil pada setiap halaman Layer digunakan jika menginginkan multiple teks dan shape-shape dengan halaman gambar yang sama. Langkah untuk mengatur skala gambar adalah sbb : § Aktifkan halaman gambar § Klik menu file/page setup/tab drawing scale § Pada kotak dialog page setup – drawing scale. klik salah satu tombol pilihan : No scale (1:1). Halaman foreground 2. Pada kotak dialog Page Setup-Page Size. 3. mengatur ukuran skala sendiri § Klik OK . Pengaturan dilakukan melalui menu Page Setup / Page Properties. Kotak berikutnya menampilkan ukuran skalanya. kotak daftar pilihan yang pertama berisi jenis skala yang digunakan. § Same as printer size § Pre-defined size.2. Setiap gambar Visio terdiri dari sedikitnya satu halaman yaitu halaman foreground.

tetapi pada saat dipreview akan tampil seolah-olah ada di dalam satu lembar kertas saja. Klik Yes 3. Klik tombol pilihan Background 3. klik tombol pilihan background 4. klik tab Page Size 5. Klik OK 3. Untuk mengatur ulang skala. pada kotak isian background klik panah ke bawah. Klik OK . Klik kanan pada tab halaman Page-1 bagian bawah 2. Klik menu View/Layer properties 2.2. Atau sebaliknya. dan keterangan gambar lain bisa diletakkan di bagian halaman background. LAYER PROPERTIES Fasilitas layer disediakan untuk membagi objek gambar ke dalam beberapa lapis kertas.3.5. Untuk mengatur ulang skala. Klik kanan pada tab halaman Page-1 bagian bawah 2.6. pilih dan klik background 4. Klik OK 3. Klik Insert Page. Klik menu file/Stencil/visio extras/klik backgrounds 3. Pada kotak dialog. Klik tab page Properties. Kotak pesan ditampilkan. klik tab Drawing Scale 4. Membuat Halaman Background Halaman baru dapat dibuat sebagai background atau halaman foreground dapat dikonversi jadi halaman background. 2. skala gambar. Klik Insert Page. langkahnya sbb : Aktifkan halaman gambar yang akan menggunakan background Klik menu File/page Setup. 3.3. Aktifkan halaman yang akan ditambah background 2. Kotak dialog layer properties tampil. Untuk mengatur ukuran halaman gambar.1. 3. klik tab Drawing Scale 4. Menambah Halaman Page 16 of 21 Penambahan halaman gambar dengan cara sbb : 1.4. Klik OK 3. Kotak dialog New Layer tampil. klik tombol perintah New 3. Mengatur Desain Background Judul gambar. Untuk mengatur desain halaman background langkahnya sbb : 1. Untuk mengatur ukuran halaman gambar. ikuti langkah berikut ini : 1. Klik menu File/Page setup/tab Page Properties 3. Kotak dialog Page Setup-Page properties akan tampil. Menggunakan Halaman Background Untuk 1.1. Klik OK Untuk mengkonversi halaman foreground menjadi halaman background. Isi nama layer baru pada kotak isian 4.1. Untuk membuat halaman background. Klik tobol pilihan Foreground 3. klik tab Page Size 5. menuliskan title block desain gambar. Kotak dialog Page Setup-Page properties akan tampil. langkahnya adalah sbb : 1.1. Aktifkan halaman yang akan dikonversi 2. Membuat Layer Untuk dapat menambah shape dan layer ke rancangan gambar. Drag shape ke halaman background 4.2. langkahnya adalah sbb : 1.1.

Klik menu View/Layer properties. Klik untuk memberi tanda Puntuk mencetaknya Aktifkan dengan memberi tanda Puntuk mengaktifkan layer. Layer yang aktif tidak dapat dikunci dengan Lock Melindungi shape-shape yang ada pada sebuah layer dari perubahanperubahan yang idak diinginkan Menentukan apakah shape-shape lain dapat disnap ke shape-shape tertentu ke layer Menentukan apakah shape-shape lain dapat menempel ke shape-shape tertentu ke layer Menentukan shape-shape tertentu ke layer yang tampak di dalam warna tertentu Tabel 4.2. Dengan klik tombol ini maka akan terbuka kotak Rename Layer (nama layer dapat diubah) Menampilkan nomor shape tiap layer Menentukan shape-shape apa yang akan ditampilkan atau disembunyikan. Klik OK Toolbar Name # Visible Print Active Lock Snap Glue Color Keterangan Nama-nama layer dalam diagram/gambar. 3.3. Untuk menampilkan layer-layer secara individual. Hilangkan tanda P untuk menyembunyikan shape.3. Select by Type Klik tombol pilihan Layer. 2. langkahnya sbb : 1. langkahnya sbb : Klik menu Edit. 2.2. Muncul kotakdialog. Menentukan shape-shape yang akan dicetak pada suatu layer. pilih layer dengan shape-shapenya Klik OK 3.2. Layer. Pilih shape yang dimaksud 2. Klik OK . hilangkan tanda P untuk layer-layer yang akan disembunyikan. Kotak dialog layer ditampilkan 3. Tampilan Layer Untuk 1. klik layer yang akan ditambah shape 4. 3. Dibawah menu Visible. Menerapkan Shape ke Layer Cara menerapkan shape ke layer adalah sbb : 1. Klik menu Format. Di dalam kotak dialog Layer. Menampilkan Layer Page 17 of 21 Tampilan shape dapat dipilih (berdasarkan layer tertentu) dengan memilih layer mana yang akan ditampilkan atau disembunyikan dalam suatu rancangan gambar. memilih seluruh shape pada sebuah layer tertentu.

SNAP AND GLUE 4.3. GUIDE POINT 4. PERINTAH BANTU 4.6.4.1. MISTAR 4.2. PENGGUNAAN STENCIL DIMENSI .5. GUIDE 4.Page 18 of 21 04 IV. GARIS BANTU 4.

PERINTAH BANTU 4. Shape dapat diatur menempel pada guide dengan sebelumnya mengklik menu Tools/Snap & Glue/Glue to Guides. GUIDE Guide adalah garis bantu yang tidak tampak di kertas cetak yang berfungsi untuk memudahkan ketepatan posisi shape. 4.6. PENGGUNAAN STENCIL DIMENSI Beberapa template membuka stencil dimensi secara otomatis. Ukuran unit yang tampil pada mistar diatur melalui Ruler & Grid. Catatan : Cobalah untuk mempelajari perintah-perintah dalam Page Setup 4. Catatan : cobalah menu toolbar Snap & Glue 4. Guideline dan Glue to Guide 4. Jika ingin menampilkan.2. Klik salah satu stencil dimensi yang dibutuhkan (dimension architectural atau dimension engineering ) . SNAP AND GLUE Snap digunakan untuk mengunci shape atau gambar pada garis bantu (gridlines) atau mistar bantu (guide). GARIS BANTU Garis bantu muncul di mistar pada saat shape digeser pada halaman gambar. Guidelines diatur dari sisi-sisi lembar kerja. Pengaturan mistar dan unit dilakukan melalui Page Setup. MISTAR Page 19 of 21 Mistar horisontal dan vertikal menunjukkan skala gambar. adalah sebagai berikut : 1.3.4.1.IV. Glue menjaga penghubung shape. 4. GUIDE POINT Guide point dapat ditarik dari pertemuan mistar horisontal dan vertikal. Titik ini akan menjadi pusat rotasi bila halaman gambar diputar. Gambar 13. Klik menu File/Stencil/Visio Extras 2.5.

Lekatkan endpoint dimensi garis pada selection handle sebuah shape 3. Pengukuran Linier . Dan seterusnya Langkah ini dapat dicoba untuk dimensi bentuk yang lain. Drag shape Horizontal Baseline atau Vertical Baseline pada halaman gambar di depan shape yang diukur 2. dimensi multi ordinat Contoh langkah untuk membuat ukuran Horizontal Baseline adalah sbb : 1. antara lain : 1. Letakkan handle tersebut di titik shape pengukuran berikut. dimensi garis 2. Di antara ukuran pertama muncul handle untuk pengukuran berikutnya.Page 20 of 21 Gambar 14. 5. dimensi single ordinat 3. Stencil Dimensi Untuk memberi ukuran linier ada berbagai cara. Drag beginpoint dan endpoint sesuai shape yang akan diukur 4. Gambar 15.

Contoh langkah pengukuran radius adalah sbb : 1. Pengukuran Radial . Drag begin point ke pusat lingkaran 4. Drag endpoint ke arah lain hingga tampil ukurannya Gambar 16. Lekatkan control handle pada batas lingkaran 3.Page 21 of 21 Pengukuran radial meliputi pengukuran diameter dan radius. Drag dimensi radius di depan shape yang akan diukur 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful