contoh artikel bencana alam

TELAH TERJADI GEMPA BUMI YANG BERKEKUATAN 7,3 SKALA RICHTER PADA HARI SELASA PUKUL 14.55. PUSAT GEMPA TERLETAK DI 142 KM BARAT DAYA DENGAN KEDALAM 30 KM TASIKMALAYA. GEMPA INI SEMPAT BERPOTENSI TSUNAMI (SUMBER BMG) <----> GEMPA DIRASAKAN PADA 9/9/2009 YANG BERKEKUATAN 5,2 SKALA RICHTER TERJADI DI 64 KM BARAT DAYA KRUI-LAMPUNG , 85 KM TENGGARA BINTUHAN-BENGKULU , 87 KM BARAT DAYA LIWA-LAMPUNG , 165 KM BARAT DAYA BELAMBANGANUMPU-LAMPUNG , 176 KM BARAT DAYA-SUMSEL

21 Agustus 2009
KEJADIAN BENCANA DAN KESIAPAN MASYARAKAT

Akhir-akhir ini peristiwa bencana sering menimpa negeri ini, semua pihak merasa terkejut dengan rentetan kejadian bencana, diawali dengan Gempa Bumi yang diiringi gelombang tsunami di Nangroe Aceh Darussalam dan Provinsi Sumatera Utara yang terjadi tanggal 26 Oktober 2004, merenggut nyawa berkisar 240.000 orang meninggal dan hilang, dari laporan Overseas Development Institute (ODI) tahun 2005, total kerugian finansial dan ekonomi dari bencana tsunami mencapai US$ 4,45 miliar atau sekitar Rp. 40 triliun atau sekitar 1,2 persen dari total PDB tahun 2006 , tanggal 6 Januari 2006 terjadi banjir Bandang dan tanah Longsor di Jember Jawa Timur dan Banjarnegara Jawa Tengah, tanggal 27 Mei 2006 Gempa Bumi yang terjadi di Daerah Istimewa Jogyakarta dan Jawa Tengah yang mengakibatkan ribuan orang meninggal dunia, dari catatan Bappenas tahun 2006, kerugian finansial dan ekonomi akibat gempa bumi di Yogjakarta sebesar Rp 29,1 triliun, angka tersebut meliputi total kerusakan aset pemerintah, dunia usaha dan warga. Tanggal 2 Februari 2007 air menggenangi Ibukota Jakarta dan wilayah Jabodetabek setinggi 1 sampai 5 Meter, yang mengakibatkan ribuan rumah warga ibukota Jakarta dan wilayah Bekasi dan Tangerang terendam, dengan total kerugian finansial dan ekonomi akibat banjir berdasarkan perhitungan Bappenas mencapai Rp 8,8 triliun, tanggal 6 Maret 2007 terjadi Gempa Bumi di Sumatera Barat yang meluluhlantakkan pemukiman penduduk yang berakibat ratusan jiwa meninggal dan ribuan rumah rusak serta tanggal 10 September 2007 Gempa Bumi menghantam Provinsi Bengkulu dengan kekuatan 7,9 skala richter. Dari rangkaian kejadian tersebut membuktikan bahwa wilayah kepulauan Indonesia rentan terhadap kejadian peristiwa alam yang dinamakan bencana alam. Melihat kondisi wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki geografis, geologis, hidrologis dan demografis Indonesia yang memungkinkan terjadinya bencana,baik yang disebabkan oleh faktor alam, faktor non alam maupun faktor manusia yang menyebabkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan

kerugian harta benda dan dampak psikologis yang dalam keadaan tertentu dapat menghambat pembangunan nasional. yaitu potensi utama (main hazard) dan potensi bahaya ikutan (collateral hazard potency). mau gimana lagi mas. jangan kendaraan lewat saja dan kami tidak dibantu. kayu dan bambu menunjukkan reaksi negative dengan cara menghadang kendaraan bantuan serta kendaraan pejabat pemerintah yang nomor polisi berwarna merah. warga Bengkulu khususnya di daerah Kecamatan Batiknau Bengkulu Utara begitu panik dan kalut. ras dan golongan. agama. Potensi bencana yang ada di Indonesia dapat dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok utama. ini terlihat dari kegigihan dan tidak larut dalam kedukaan. TIPICAL KORBAN BENCANA Melihat beberapa peristiwa bencana yang menimpa beberapa daerah yang terkena musibah. sehingga secara spontan ratusan warga dengan membawa senjata tajam. apa bedanya kami dengan masyarakat di Kabupaten Mukomuko. baik dari segi karakteristik masyarakat maupun ketahanan mental masyarakat menghadapi musibah. kito dirantaupun sudah biaso menghadapi rintangan seperti ini. bahkan membuat rintangan dijalan berupa pemasangan kayu balok. maka Indonesia sangat potensial terjadinya bencana yang disebabkan oleh karena ulah manusia termasuk kerusuhan sosial. wong kita hidup ini ada yang maha mengatur. kursi demi mengharapkan bantuan dari para dermawan. banjir dan terjadinya banjir bandang maupun tanah longsor.Dilihat dari potensi bencana yang ada. Indonesia merupakan negara dengan potensi bahaya (hazard potency) yang sangat tinggi. Kota Banda Aceh. prosentase bangunan yang terbuat dari kayu sangat tinggi utama diperkotaan atau yang dikenal dengan daerah kumuh diperkotaan. Dari Sidoarjo akibat semburan lumpur panas yang tak kunjung henti. sedangkan potensi bahaya ikutan antara lain kepadatan pemukiman penduduk. Syah Kuala. Indonesia terdiri dari berbagai suku bangsa. sebagai ilustrasi saat terjadi bencana dan pasca bencana hampir seluruh masyarakat Aceh termenung seakan tak percaya dengan kejadian yang hanya 15 menit dapat menghancurkan sebagian wilayah Meulaboh. Penduduk Jogjakarta dan Jawa Tengah terlihat sabar dan nerimo terhadap peristiwa alam yang menimpa dirinya melalui ungkapan ya. sehingga kendaraan yang lewat harus terlebih dahulu bernegosiasi sembari berujar kami ini korban gempa juga. Loknga dan kawasan pesisir Aceh. tetapi dengan ketegaran jiwa dan dukungan serta simpati masyarakat dari belahan dunia ini rakyat Aceh bangkit menatap masa depan yang lebih cerah . seng. tatapan hampa terlihat dari raut wajah para pengungsi. masyarakat Sumatera Barat sangat tegar menghadapi ujian dari Allah. potensi utama dapat dilihat dari peta rawan bencana yakni kita memiliki zona-zona rawan gempa. terbetik . banyak hal yang dapat penulis dapatkan dari pengalaman melaksanakan misi kemanusiaan untuk membantu korban bencana.Selain itu secara kultural.lingkungan.

Perilaku yang bijak serta bertawakal kepada Allah mutlak harus tertanam didalam hati sanubari setiap insan dalam menyikapi peristiwa alam yang terjadi. siaga dan sigap untuk menghadapi kejadian bencana.jeritan pilu dari warga seperti terlontar dari seorang ibu Sowi warga desa Siring yang menangis tersedu-sedu sambil berujar ” Saya telah kehilangan rumah. hal ini beranjak dari berbagai pengalaman yang pernah kita lihat. Beban psikologis tampak terasa amat berat dirasakan oleh para korban dan anak-anak yang sedang ditenda pengungsian sebagai tempat penampungan sementara sembari menunggu kepastian yang tak kunjung tiba. saya telah kehilangan semua yang saya miliki selama ini. . alam dan seisinya. kami kedinginan. kulkas. sikap tawakal dan menganggap peristiwa alam adalah konsekuensi dari hidup saling membutuhkan antara manusia . tidur seadanya. Kami tidak tahu sampai kapan harus bertahan disini. mesin cuci. Manusia terkadang lupa. seperti halnya TAGANA. Berpijak dari rangkaian kejadian tersebut. kami butuh kepastian. yang diikuti warga lainnya. perabotan. secara antisipatif mari kita selalu siap. Untuk memperkuat kesiapsiagaan itulah perlu adanya semacam personel penanggulangan bencana yang berbasis masyarakat. apa yang diperbuat dimuka bumi ini merupakan investasi sosial yang diimplementasikan dalam bentuk akumulasi tindakan dan perbuatan yang akan berimbas pada hasil yang akan diterimanya selama hidup bersinergi dengan alam. kita rasakan dan kita saksikan selama ini. demikian juga Pak Solihin seorang purnawirawan tak kuasa membendung duka yang dialaminya sambil mengusap air mata yang membasahi pipinya dan mata yang berkacakaca. Sikap mental yang tangguh sangat menentukan percepatan pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkena musibah. Harta yang kami kumpulkan bertahuntahun musnah oleh semburan dan genangan lumpur. Tampak dari beberapa titik bahwa terlihat jelas beberapa pabrik tempat mereka mencari nafkahpun ikut terendam oleh lumpur panas. yang notabene sudah menjadi bagian dari siklus kehidupan masyarat Indonesia. kami tidak butuh janji-janji.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful