P. 1
3.1.1.02.001 Adab Tilawah Alquran.doc

3.1.1.02.001 Adab Tilawah Alquran.doc

|Views: 346|Likes:
fy
fy

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Brilliant Meilyaristiani on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2015

pdf

text

original

LEMBAGA MANHAJ TARBIYAH ( LKMT) KAJIAN

No. Dok

: 05/MT/LKMT/03

MINHAJ TARBIYAH MARHALAH No Kode PB : 3.1.1.05.001 MUNTASHIB ______________________ Status Revisi : 0/0 MADAH : Jumlah Halaman : 14 HADITS

Pokok Bahasan : Adab-adab membaca AlQuran

I. Tujuan Umum
Menguatkan hubungan dengan Kitabullah, atas dasar pemahaman yang benar dan kecintaan. Menguasai nilai-nilai ajarannya, memiliki hubungan yang kuat dengan taujihat qura'niyah, mengamalkan hukum-hukumnya; Meyakini bahwa Al-Qur'an adalah manhaj, konsep yang cocok untuk segala zaman dan tempat. Kembali padanya, terutama pada saat-saat terjadi perselisihan. II. Tujuan Kognitif 1. Memahami dan mempraktekkan adab tilawah 2. Membaca Al-Qur’an sesuai dengan kaidah tajwid. III. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Tujuan Afektif dan Psikomotor Beradab dengan adab-adab tilawah saat berinteraksi dengan Al-Qur’an. Khusyuk saat tilawah Memberikan pengaruh yang kuat pada yang mendengarkan tilawah Interaksi penuh dengan makna ayat saat tilawah Melakukan tadabur saat tilawah Mengungkapkan interaksinya dengan ayat yang dikaji melalui tafsir-tafsir yang muktabar, tafsir yang diterima jumhur ulama. 7. Berinteraksi dengan ayat dan mampu menerangkan maknanya dengan bahasa yang mudah dan khas. 8. Melakukan muhasabah atas perilakunya agar sesuai dengan tuntunan ayat. 9. Membiasakan diri untuk selalu tunduk dengan aturan-aturan Allah yang termuat dalam Al-Qur’an 10. Senantiasa berusaha melakukan tazkiyah nafsi, penyucian jiwa dan berusaha meningkatkan keimanan melalui tilawah Al-Qur’an. VI. Kegiatan Pendukung 1. Membaca Al-Qur'an di hadapan qari yang mutqin 2. Mendengarkan kaset qari yang tepercaya 3. Menggunakan komputer untuk mengetahui makharijul huruf dan cara pengucapannya 4. Melatih lisan dengan tilawah yang benar 5. Menjadikan tilawah sebagai wirid harian 6. Qiyamulail dengan bacaan yang sudah dihafal 7. Membiasakan membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar 8. Mengikuti daurah tajwid
_________________________________________________ Materi Tarbiyah Muntasib,madah Alquran, pb. Adab tilawah

1

Abdul Fattah Qady VIII. Ujian lisan dan tulisan 3. An-Nasr fi Qiraatil Asyr. Sebagian ulama banyak memberikan masukan tentang adab-adab dalam berinteraksi dengan Al-Qur'an. Bab Tashanif fi Tilawatil Mushaf Syarif. Hujjatul Qary. Mendengarkan bacaan peserta dan melihat kemahirannya dalam tilawah 5. seni membaca Al-Qur'an 8. Syeikh Muhammad Basah 2. VII. Al-Wafy. Menghadirkan musabaqah-musabaqah dalam tilawah 5. Menambah khazanah ilmu tajwid dan qiraah. Para ulama yang menyusun cara membaca Al-Quran. Mendiskusikan hukum tajwid ketika sedang tilawah 3. Ibnul Zanjalah 7. Memperbaiki tilawah satu persatu ketika membaca Al-Qur'an 2. pb. maka selayaknya memperhatikan terlebih dahulu beberapa adab dan etika yang mesti dijalani dan komitmen dengan aturan-aturannya. baik sebelum atau saat membaca Al-Qur'an. Menugaskan peserta membuat kajian tentang Al-Qur’an 4.madah Alquran. Referensi Belajar Mandiri 1. Pendalaman pemahaman ilmu tajwid 7. Sarana Penilaian 1. khususnya ilmu tajwid baik teori maupun praktek. Hidayatul Qary. Melihat sejauh mana iltizam. Mullah Ali Qari 3. Muhtawa Adab-adab membaca Al-Quran Agar bacaan Al-Quran kita berkualitas dan bermanfaat. juga menjabarkan beberapa adabadab dan sesuatu yang dibolehkan dalam membaca Al-Qur'an dan memberikan peringatan dari hal-hal yang makruh. Mengembangkan kemampuan mencari dan menganalisa 6. Mencari hukum-hukum tajwid yang kita dapatkan pada ayat-ayat AlQur'an 4. begitu pun yang mereka dapati dari hasil interaksi mereka dengan Al-Qur'an. serta memberikan pengaruh positif dan istiqamah kepadanya. Al-Amid fi Ilmit Tajwid. Al-Iqna fi Syarhisy Syatibiyah. Mencapai itqanul ilmi. Adab tilawah 2 . Sasaran Belajar Mandiri 1. komitmen peserta dengan adab tilawah Menyediakan catatan mutabaah setiap peserta untuk terus mengontrol tilawahnya sesuai dengan jenjang keanggotaannya VI. dan dapat memberikan nilai dan ganjaran dari hasil tadabbur kepadanya. Ibnul Jazari 5. dan pengalaman mereka yang berharga dalam mentadabburkan Al-Qur'an. Mengembangkan taman bacaan Al-Qur'an di rumahnya atau pada anakanaknya V. Diskusi 2. yang mana hal tersebut mereka dapati dari hadits-hadits Rasulullah saw dan sirah –sejarah.para sahabat. sehingga dapat mengamalkannya seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya serta para salafus shaleh. Dan di antara ulama terkenal yang mempunyai _________________________________________________ Materi Tarbiyah Muntasib.9. Lajnah Tarbawiyah wal Bahtsil Ilmi 4. Abdul Fattah Al-Qady 6.

yaitu harus suci dari junub –hadats besar-. teriakan dan pembicaraan tentang dunia. menghafal atau belajar dan mengajar. permainan dan canda anak-anak. agar dapat merasakan pertemuan dengan Allah. begitu pun dari hadits-hadits Nabi yang shahih tidak mensyaratkan demikian. lima dan enam beliau mengkhususkan pembahasan tentang adab-adab membaca Al-Quran Begitupan Imam Suyuthi menyebutkan apa yang disebutkan Imam Al-Ghozali dan AnNawawi tentang Adab-adab membaca Al-Quran. atau di pojokan dari bagian rumahnya yang sengaja disediakan untuk ibadah. maka tetap diusahakan dengan posisi lain yang cocok dan menghadap kiblat.perhatian terhadap adab-adab ini adalah Hujjatul Islam. dan bagi wanita harus suci lebih dahulu dari junub. Beliau berkata dalam kitabnya “Ihya Ulumuddin”. sehingga terhindar dari halangan-halangan. haidh dan nifas. keadaan yang khusus dan perkumpulan orangorang saleh sehingga ia dapat merasakan kehadiran Allah. Memilih tempat yang cocok seperti masjid sebagai salah satu dari rumah Allah. Dan sehingga dapat membangkitkan ubudiyahnya kepada Allah. Adab tilawah 3 . kesibukan-kesibukan lain dan suara gaduh. Adapun Adab-adab dalam membaca Al-Qur'an adalah sebagai berikut : 1. sehingga turun di dalamnya Limpahan Rahmat. 4.tanpa harus berwudhu. sehingga beliau dapat menyusun kitab yang berjudul : ”Al-Itqon fi Ulumul Quran” beberapa bagian dari adab-adab membaca. pb. Memilih waktu yang cocok untuk membaca Al-Quran.dalam membaca AlQuran untuk belajar dan mengajar walaupun dalam keadaan haid atau nifas atas dasar darurat”. hendaknya menjauh dari kebisingan. Jalsah yang paling baik bagi pembaca Al-Quran adalah : menghadap kiblat. Suci lahiriah.dan jika merasa letih dari jalsah ini. kemudian yang lainnya pada siang hari. Dan di antara ulama lainnya. sambil duduk seperti saat orang melakukan duduk tahiat dalam shalat –guna menampakkan jalsah ubudiyah. atau dekat pohon bunga yang harum dan pemandanganpemandangan yang menyegarkan. Dan sangat baik jika membacanya di tengah kebun yang rindang. atau saat mengendarai mobil atau kendaraan lainnya. dan sepuluh lainnya sebagai amalan batin yang harus diterapkan oleh pembaca Al-Qur'an. adapun waktu yang cocok adalah sepertiga terakhir di waktu malam hari yaitu waktu sahur. ada sepuluh adab dalam membaca Al-Quran untuk bisa dijadikan amalan zhahir. Abu Hamid Al-Ghozali. Imam An-Nawawi yang menyusun kitab yang begitu indah dan bermanfaat yaitu “At-Tibyan Fi Adabi Hamlatil Quran” . walaupun tadabbur dalam kondisi demikian sangat sedikit. atau sambil jalan di jalan raya. _________________________________________________ Materi Tarbiyah Muntasib. 3. Para ulama juga memberikan fatwa bagi seorang wanita yang punya gairah belajar dan mengajar –guru atau murid. Boleh juga membaca Al-Quran –baik untuk ibadah. karena tidak ada dalil dari Al-Quran yang menegaskan akan hal itu. dalam dua bab. Dan ia berhak menentukan jalsah ini semaunya sehingga menampakkan akan penghormatan nya terhadap Al-Quran.madah Alquran. Boleh juga membaca Al-Quran di tengah kegaduhan dan keramaian seakan ia ingin memperlihatkan kepada yang lainnya. dan diutamakan juga suci dari hadats kecil yaitu dengan selalu dalam keadaan berwudhu. menampakkan ketundukan dan kerendahan hatinya. 2. kerendahan hati dan ketundukannya kepada Allah. Memilih tempat duduk yang cocok. dan seperti yang Allah telah tampakkan kepada para hamba-Nya.

agar terealisasi makna isti’adzah secara mutlak kepada Allah.5. dirusak oleh penyakit dan amal riya. Mengembalikan jiwa kepada Allah dan berlindung dengan-Nya. yaitu panca indra dan hati. dusta. pemahaman dan kecerdasan. menerimanya dengan penuh keridhaan. 6. tertutup. jika saat membaca Al-Quran terhenti sejenak lalu ingin memulainya kembali.sehingga dia akan dilindungi dan dijauhkan darinya : “Dan apabila kamu membaca Al-Quran niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang beriman kepada kehidupan akhirat. ikhlas karena Allah dan menjauhkan diri dari keinginan duniawi. mengakuinya dengan jujur dalam melafadzkannya. 7. atau seperti orang yang tenggelam memohon pertolongan. mengamalkan dan beribadah dengannya. olok-olok. Membaca Al-Quran merupakan pintu memohon berkah dan memulai dengan menyebut nama Allah. dan Allah Maha Kaya tidak butuh akan kemusyrikan dan agar juga mendapat memahami Al-Quran dengan baik. (Al-Isra : 45-46) Adapun Basmalah merupakan bacaan pertama saat ingin membaca Al-Quran pada setiap surat -kecuali surat baraah. hujan tidak akan memberi pengaruh pada bumi yang tandus dan bebatuan. mendekati perbuatan tercela dan haram. mentadabburinya. 6. Dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka. kecenderungan berbuat maksiat dan kemungkaran. berlepas diri dari setiap daya dan upaya. sebagaimana Firman Allah : “Maka jika engkau akan membaca Al-Quran mohonlah perlindungan kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk yaitu dengan membaca “Audzubillah minassyaitanirrajim”. Membaca isti’adzah dan basmalah. suatu dinding yang tertutup. karena setiap amal bergantung pada niatnya. demikian juga Al-Quran harus turun pada lingkungan yang baik agar dapat berinteraksi dengannya. dan pelecehan ? bagaimana mungkin seseorang bisa berinteraksi padahal hatinya terkunci.dan boleh juga dibaca saat memulai bacaan di pertengahan surat. agar dapat memperoleh ganjaran dalam membaca. pb. tidak bisa hinggap diatasnya kecuali debu-debu yang beterbangan. memohon naungan-Nya. membersihkan hal-hal yang berhubungan dengan kemaksiatan. atau ilmu dan akal. pemahaman dan tadabbur merupakan ni’mat dari Allah dan Rahmat-Nya. dosa dan kemungkaran. syahwat. (An-Nahl : 98) menghidupkan makna “Isti’adzah”. Karena Ilmu. sedangkan Rahmat Allah tidak bisa bercampur dengan kemaksiatan. penghinaan. Menghadirkan niat saat membaca Al-Qur'an. ujub dan takabbur ? Al-Quran seperti air hujan. niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya”. agar Allah memberikan perlindungan kepadanya dari tipu daya syetan sebagai janji Allah kepada orang mu’min jika membaca Istiadzah –baik manusia maupun jin. berkeyakinan dengan penuh bahwa semua itu tidak bermanfaat jika Allah tidak menganugerahkan kepadanya ilmu dan pengetahuan. terdapat tembok penghalang dari syubhat-syubhat. kedustaan dan kemungkaran !! 7. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam AlQuran. agar mereka tidak dapat memahaminya. atau di potongan ayat. mentadabburkan dan memahaminya dengan mata yang berhadapan dengan kotoran ? atau dengan telinga yang dikotori suara kemungkaran dan seruling syaitan ? atau dengan lisan yang berlumuran dengan najis ghibah. memberi pengaruh dengannya dan hidup di bawah naungannya. Adab tilawah 4 . mengharap _________________________________________________ Materi Tarbiyah Muntasib. karena kebersihan dan kesucian tempat merupakan syarat mendapatkan manfaat ! bagaimana seseorang bisa baik membaca dan membersihkan. Mensucikan sarana-sarana digunakan untuk membaca Al-Quran. namimah –adu domba-.madah Alquran.

10. hati dan khayalan. Mengosongkan diri dari kesibukan dan dari menyelesaikan hajat lainnya. Memfokuskan diri hanya kepada Al-Quran saja. Karena hal tersebut merupakan tujuan dari membaca Al-Quran. bertadabbur. yang telah memerintahkan kepada hamba-Nya yang lemah. 13. seseorang yang membaca Al-Qur'an hendaknya –saat membaca. pelajaran-pelajaran dan petunjukpetunjuknya. perangkat talaqqi dalam jiwa dan perasaan. sedih dan menangis saat mendapatkan ayat tentang peringatan. Pengagungan ini merupakan seruan –secara global. dahaga dan dalam keadaan bimbang dan cemas.madah Alquran. Adab tilawah . dan tidak akan bermanfaat tilawah jika tidak diiringi tadabbur ? tidak melahirkan pemahaman ? dan tidak memberikan kebaikan ? Hanyut dan terpengaruh dengan ayat-ayat yang sesuai dengan tema dan alur nya. akal. berusaha mendapatkan pengaruh positif dan interaksi. 12. menghadirkan akal dan pikiran saat membaca Al-Quran dan memfokuskan nya kepada Al-Quran saja. saat membacanya. Jika tidak bisa menangis maka usahakanlah berpura-pura menangis dan jika tidak mampu juga untuk menangis begitu pun pura-pura menangis maka usahakanlah untuk menangis dalam diri sendiri yaitu dalam hati. bertarbiyah dan berkomitmen dengannya. merenungkan ayat-ayat yang dibaca. Memperhatikan kekurangan dalam melaksanakan hak-hak dan berlebihan akan larangan Allah. pb. merenungi diri saat menemui ayat berkenaan dengan sifat-sifat orang beriman agar berusaha 5 9. khususnya pada ayat-ayat tentang azab. memperhatikan ilmu dan pengetahuan. harapan dan cita-cita. merasakan akan kemuliaan-Nya. takut dan khawatir saat melintasi ayat tentang azab. 14. menangis saat membaca. 11. fenomena dan ketakutan yang akan terjadi di dalam nya. limpahan karunia dan rahmat-Nya. sarana tadabbur. ancaman dan kecaman. memperhatikan sebagian teladan orang-orang yang khusyu dan merasuk saat membaca Al-Quran dari orangorang shalih.tidak dalam keadaan lapar. dalam keadaan dingin yang dahsyat atau panas yang menyiksa. memahami maknanya dan mengenal hakikat-hakikat yang terkandung di dalamnya. indra. menggunakan segala celah pengetahuan.limpahan-Nya. atau sambil menunggu makanan sedangkan jiwanya dan perasaannya sibuk menerima hidangan tersebut. hakikat-hakikat. pelajaran-pelajaran dan petunjuk-petunjuknya. matanya membaca AlQuran sedangkan telinganya mendengarkan televisi. Berhenti sejenak pada ayat-ayat yang dianggap perlu untuk di tadabburi. atau tentang hari kiamat. mencegahnya dari ketelantaran dan mengawang-awang dari fenomena-fenomena kehidupan. Menghadirkan kekhusyuan yang laik menuju Kitabullah. keberkahan-Nya dan Rahmat-Nya. _________________________________________________ Materi Tarbiyah Muntasib. yaitu saat melintasi ayat tentang peristiwa hari kiamat dan hari akhir. bergembira saat membaca ayat-ayat yang berkenaan dengan kabar gembira. 8.untuk mengagungkan Firman-firman-Nya. mengagungkan Allah Yang telah menurunkan Al-Quran. Dan sarana yang paling penting untuk tilawah adalah dengan bekal yang besar dari nilai-nilai. duduk di depan televisi. senang ketika membaca ayat-ayat tentang nikmat. Seakan dengan pengagungan kepada Allah dan dan Firman-Nya maka si pembaca komitmen dengan adab-adab tilawah lainnya dan menghadirkan nya. menerimanya untuk bisa berinteraksi.

interaksi di dalam dirinya. mencari hasil-hasil dan pengaruhnya terhadap dirinya dan persendiannya.madah Alquran. karena setelah seruan tersebut bisa berupa perintah yang harus dilaksanakan atau larangan tentang yang harus dijauhi. dan menjawab terhadap pertanyaan-pertanyaan Al-Quran. penutup tirai yang tebal yang dapat menutupi cahaya Al-Quran dan petunjuknya. khusyu' dalam mendengarkannya. dan terhadap larangan dan hal-hal yang haram agar bisa dijauhkan.menuju kebaikan dan hidayah yang harus diraih segera. hendaknya juga memperhatikan etika dan adab-adab yang telah disebutkan. kewajiban –taklif.rabbani untuk bisa diamalkan. Bagi yang mendengar dan mentadabburi Al-Quran terhadap bacaan orang lain atau di dengar melalui radio atau kaset rekaman. _________________________________________________ Materi Tarbiyah Muntasib. Membuka seluruh inderanya ketika membaca ayat tentang perintah. boleh berhenti lama saat berhadapan dengan ayat tentang apa yang di minta dan dilarang. baik indra dan perasaan. Menghindarkan diri dari tembok yang dapat menghalangi untuk memahami dan mentadabburi Al-Quran. seperti bertolak belakangnya adab dan kaidah seperti yang telah disebutkan sebelumnya. terutama yang terkait dengan arahan Rabbani yang lurus sesuai dengan Firman Allah SWT : “Dan Apabila dibacakan ayat-ayat Al-Quran maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian dirahmati”. 15. Jika membaca ayat tentang kenikmatan dia berharap kepada Allah menjadi pemiliknya. (Al-A’rof : 2 16. pakewuh terhadap orang –orang beriman dan menjadikan mereka sebagai pemimpin.melengkapi diri dari kekurangan. atau celaan yang harus diperhatikan atau peringatan yang harus dijadikan pelajaran. jika membaca ayat tentang azab memohon perlindungan kepada Allah agar dijauhi darinya. jangan membuka kedua telinga saja namun juga membuka segala celah-celahnya seperti talaqqi. atau taujih – arahan. tadabbur dan talaqqi. lebih giat lagi untuk mendengarkannya. karena jika terjadi percampuran dengan yang bertentangan maka muncul hijab yang dapat menutupi antara si pembaca dan AlQuran itu sendiri. Berhenti sejenak saat membaca ayat yang berbunyi : “Wahai orang-orang yang beriman” “Wahai sekalian manusia” “Wahai manusia” membuka celah-celah hatinya untuk dapat menerima. berinteraksi dan memenuhi panggilan. Adab tilawah 6 . mengamalkan segala perintah dn taklif –kewajiban. pb. dia yang diberikan atas taklifat –kewajiban-. Pembaca hendaknya merasa bahwa dirinyalah seakan yang diajak bicara –objekdari ayat yang dibacanya. Karena itu. Dan ayat-ayat tentang sifat orang-orang kafir agar berusaha untuk menghindar dan menjauhinya. 17. menghidupkan perasaan ini. berdiam diri. berlepas diri dari kekufuran dan sifat-sifatnya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->