DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

..............................4.................................................................1.......... 2...............................................3................. PENDAHULUAN 1..2..........2..............) Klasifikasi alat-alat berat ......) 1................4..) Pengertian alat-alat berat................ Rangkuman .....1....... Fungsi.....................) 2......) 1.....................1..........1............................... 3....5.... dan Spesifikasi jenis alat berat 1. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ........................................................................... 2..... 2...................1.........1....) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian................................................... 4.................... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1........................................ KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian..........2......1.....1........ Prasyarat Kompetensi.................................1......3.......2...... Latihan……………………………………………………………………...... 1............................... dan Spesifikasi jenis alat berat 2........................ 2......................... 53 2.................................................. Klasifikasi. Rangkuman .......................................1................... 1 1 2 2 B.....................1.............4........................ 2.) Fungsi alat-alat berat ...............................) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat .....Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A............................5.............) Uraian dan Contoh 1..................1..1................3........) ii .......................) 1.....................................) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik... Klasifikasi...... Latihan…………………………………………………………………….......) Spesifikasi jenis alat berat..........) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum .......................) Uraian dan Contoh..........................................3.......... Standar Kompetensi............................ 1....................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor... Tes Formatif 1................................................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor.......................... Fungsi................................. halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat ......................... 1.......... Kompetensi Dasar .... | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2.............

....5........................................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ............................. DAFTAR ISTILAH .............................................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ................................ TES SUMATIF ……………………………………………………………………...) Tes Formatif 2 ..................... 86 PENUTUP………………………………………………………………………….................. 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii .......4...... KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF).......... 82 2........................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2................

………….11.………… 19 Skidder …………………………………………….…….3.. 1. 15 Crawlercrane ……………………………………... 1....12..22 Track Type Loader ………………………………….8. 1.16.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. 1. 1. 1.20. 12 Kendaraan Truck …………………. 1. 1.23..26.………….. 1. 1. 1.……… 23 Wheel Loader …………………………………………….25.…… 26 Operasional Unit Excavator ………………………….. 25 Komponen Excavator ………………………………….22.………………………… 13 Loader …………………………………….19. 1.4.14..…………………………. Dozer ……………………………. 11 Backhoe …………………………. 1. 1.18.. 1..6.23 Track Type Tractor …………………………………..….. 1.…………18 Skid Steer Loader ……………………………….17.2.……… 15 Aspalt Paver ………………………………………………. 1. 20 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer ………………………………………………….13.15..5..…… 27 Skema Under Carriage ……………………………….. 14 Concrete Mixer Truck ………………………………. 1..10.…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv .7.1.…….24. 1.21. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ………………………………………. 1.……… 24 Telehandler ……………………………………………. 1.. 1.. 1.…………………… 13 Tandem Roller ………………………………………………. 1. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ………………………………………...9..……………………. 1.

……… 33 Angling Blade ………………………………………….Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.34.28.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v . 34 Bowldozer Blade ………………………………………. 1.32. 1.…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing ………………………………….. 1.29.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut …………………………………………….27. 1.. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ………………………………. 1.31.. 1.…….36..……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ……………………………………….39. Excavator (1) ………………………………………………….33.38. 1. 1.37. 33 Cushion Blade ………………………………………………. 1.. 1. 1.35.30. 1.

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1. Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .

Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. Lakukan review materi secara umum. 8. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). 7. 4. maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar. 3. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . 5. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. 6. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. 2. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi. dan Cina.1 Pengertian. Pada 2003. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%). Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3.6 juta. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta. Menurut BPS. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. per Agustus 2008 sudah US$107.1. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833. Indonesia pun mengekspor alat berat. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . Singapura. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. Pada 2003. Namun.9 juta.3%. Amerika Serikat. Thailand. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Jika dilihat dari negara asalnya. menurut Indocommercial. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1.7 juta.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). yaitu 27. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. Spesifikasi. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 .

sektor konstruksi 14%. United Tractors dengan Komatsu. Ingersol Rand. PT Intraco Penta dengan Volvo. dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. sektor perkebunan menyerap 24% (2. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah.id/Alatberat-2010Excavator. seperti PT United Tractors Tbk. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. khususnya batu bara. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. Misalnya.230 unit. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. (http://www. (20%).320 unit). Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. dan kehutanan 8%. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. Pada 2008 lalu. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. Kobelco. Pada 2008.datacon. disusul PT Trakindo Utama (25%). Sementara itu. seperti Sumatera dan Kalimantan. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk.co. Trakindo Utama dengan Caterpillar. Bobcat.

Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. motor graders dan dump trucks.datacon. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri. buldoser 45%. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1.co. (http://www. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%.id/Alatberat-2010Excavator. monitor panel. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 . bulldozers. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia. Buldozer.co. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar. dan komponen hidrolis (hydrautic part).datacon. selama ini berupa center bracket. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator. ban. Motor Grader dan dump truck.html) Impor bahan baku alat berat. memproduksi excavator. dan forklift 40%. (http://www. baterai. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate. mesin. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu.id/Alatberat-2010Excavator. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan. dump truck 30%. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia. motor grader 40%.

Jawa Barat. 15. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18.876 m2 untuk fasilitas perakitan. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia.000 m2 foundry plant 2 and 3. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11. PT Murinda Iron Steel. Ltd of Japan . Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung. Bogor. Itochu Corporation dari Jepang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung.2 ha terdiri dari 15. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Jakarta Utara. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. Selanjutnya pada tahun 1991. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%.800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10. Bekasi.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

Hal ini dicapai dengan ember. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan. yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. g. e. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. untuk kemasan ballast rel-jalan. dan mereka sudah terpasang pada roda. h. ketika dalam posisi horisontal.1. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. transportasi dan pembuangan itu. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar. Mesin pemadat. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 .30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). saluran drainase. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi.2. Mesin ini. digunakan dalam pembuatan jalan. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali. dll f. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan. 1. i. Shovel loader.

Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper.1 Dozer Sumber: http://www.senyawa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 . Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.1. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. tergantung pada sumbu kendaraannya. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . Gambar. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur.html c. dan clamshell. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar. backhoe. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut.senyawa.1. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. 1. dragline. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil.2 Backhoe Sumber: http://www. alat yang digunakan dapat berupa belt. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel. truck dan wagon.

html d.4 Loader Sumber: http://www. dan lain-lain. compactor.1. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. pneumatictired roller. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan.1.senyawa.html e.senyawa. Gambar. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang. jalan raya.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.

Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).5 Tandem Roller Sumber: http://www. agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. beton.senyawa. ada yang bergerak sendiri. tapi ada juga yang harus ditarik traktor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. Berdasarkan bahan roda penggilasnya. Gambar.1. bersegmen. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). ada yang punya permukaan halus (plain).html f. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. berbentuk grid. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. semen.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. dan sebagainya. roda dua (Tandem Roller). dan aspal. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). Dilihat dari bentuk permukaan roda. dan Three Axle Tandem Roller. Dilihat dari susunan roda gilasnya. berbentuk kaki domba. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan.

Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.7 Asphalt Paver Sumber: http://www.senyawa. 1.6. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. dan alat pemadat. asphalt paver. 1. motor grader. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 .html g.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Gambar.

Gambar. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.9 Tower Crane Sumber: http://www.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 . a.8 Crawlercrane Sumber: http://www.html b. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. 1. batching plant. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.senyawa.senyawa. 1.

11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 . crane menara.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader. dan mobil crane. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi.3. 1. crane portal. Gambar. 1. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. 1.1. dan Road Builder. crane kolom putar. Harvester/Processor. crane putar. crane kabel.

ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 . 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator. 1. Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor). dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar.

Spreading. • Clamping. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Skid Steer Loader. • Digging. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. Leveling. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . 1. • Grading. diantaranya : • Loading. pencampuran tanah. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). diantaranya : • Grading.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. dan sebagainya. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. Dozing. meratakan tanggul. disingkat SSL. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan.

1. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan. digunakan untuk memuat. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. disingkat WTS. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. memindahkan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 .15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. 1. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper.

Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. disingkat ADT. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). dan (3) operator yang bekerja. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Jika ditinjau dari penggeraknya. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. Gambar 1. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton.5 mm pula. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. (2) kondisi mesin. meratakan jalan raya atau lapangan terbang.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah.

1-19. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1. dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 .18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT.

menggali pondasi basement dan lain-lain. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. untuk menggusur bongkaran. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 . hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan.21.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. Grader dan sejenisnya. sama halnya dengan wheel loader. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Gambar 1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. meratakan atau menyebarkan material. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. Forklift dan sebagainya. Pada wheel loader kecil dan menengah. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. yaitu : • Ripping. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. 1. Gambar. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. tergantung dari attachment yang dipasangkan. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut.

Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck).4.1. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1. Dragline. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . dan Clam shell. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada. 1. 1. Shovel. Back Hoe.

24 Komponen Excavator Gambar.1.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .1..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

arm.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 .25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.1.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.5 Km/ jam : 0.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.5 – 1. bucket.

6 lt : 135 lt : Under carriage.1. swing.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar.3 lt tiap sisi : 6.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 . arm.

1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 .30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Alat utama berupa blade dan ripper. ripper dll ).28 Excavator Gambar. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade.1.1. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat.

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.8 Kpa atau 4.32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 . 1.32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.

Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. Berdasarkan alat geraknya / mounted. Berdasarkan blade / pisau a.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . cable controlled b. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. Gambar.1. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. hydraulic controlled 3. b. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. Universal Blade ( U . Bulldozer dapat dibedakan : a. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. paling cocok untuk segala jenis lapangan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. c. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade). Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah.. pembukaan jalan (pionering road).Blade ) Universal Blade (U-Blade).

Light material U Blade ( U – Blade .34. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi. Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. c. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 . Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4.1. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Berdasarkan blade / pisau a. Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b.

Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan . Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 .37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar.15b. 20% menaikkan prod.1.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1.1.36 Cushion Blade Gambar.. Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar. Slot Dozing menaikkan prod. dengan : a.

Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 . Stripping ( pengelupasan top soil ) c. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Land Clearing b. Meratakan timbunan tanah h. Side Hill cut d.1. dll 3. Down Hill Slot Dozing f.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Dozing Rock e.41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a.

diklasifikasikan dalam pos 84. secara khusus. atau yang tidak bergerak otomatis. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. membuang muatan. Produksi Scraper : 1.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil. ember. memutar balik. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . bekerja alat (pisau. dll). dll. mempercepat gerakan pindah gigi. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. Secara umum. dan untuk menghitung cycle time-nya. Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . mesin diklasifikasikan dalam pos 86.31. 2. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. bagian dari mesin dari pos ini. atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). tetapi juga pada mesin mobile. Penggalian. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat . tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner.

04.8412.25 sampai dengan 84. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No. dan lain-lain. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.0000 (8431.90. tetap diklasifikasikan dalam pos ini. 8708.80. Untuk lantai disamping Kabin kemudi.0000) 1 2. 7326. HS No.80.1900 3 4.9000 4 5.50. 8414.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini. Pos 84. penggalian.8708. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 . Contoh Komponen-komponennya 1.9190 5 6. Di sisi lain.49. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No.30. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya.21.1400 2 3. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No.

Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Front Support Konstruksi penahan kabin 12.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

0000 (8431. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.9000 4. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir.49.8412.8431.8431.8431.49.49.5090 5 6.8431. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No. HS No.90.9000 8 akhir Sprocket. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft.8408.8431. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 . Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No. Rear Axle Axle dengan penggerak No.9000 7 8. HS No.49.9000 1 2.49.49.9000 4 5.9000 HS 6 7.21. HS No.9000 2 3.49.

Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11.49. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.00-24-10PR 11 12. Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3.

9000 7 8.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 .49.49. 8408.9000 2 3. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49.90.1010 4 5. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.9000 5 6. 8431. Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.49.49.49. Cabin Parts Kabin operator HS 8431.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7. 8431.9000 3 4.

49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 . Case & Frame HS 8431. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. kabin dan komponen lainnya 12 13. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12. Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10. Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Radiator HS 8431. Engine HS 8408.49.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .9000 2 Roller HS 8431.5090 2 3.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.49.49.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.90.49.

20.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.20.20.90.16.000 2 Front Axle 8431.

20.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.9000 R ADIATOR Radiator 7318.20.000 2 Front Axle 8431.20.16.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.90.

400 unit. Shovel loader.700 unit. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. mutatis mutandis. Mekanikal sekop.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. seperti perkebunan dan pertambangan. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. Mesin pemadat.3. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. untuk mesin mendorong diri dari pos ini. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5. Namun demikian. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. yang mencakup sebagai berikut: B uldoser dan angledozers. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 .2. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Loader-transporter. Pencakar. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. Grader dan Leveller. Multi-ember ekskavator.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku.914 unit dan 2007 yang mencapai 4.

Alat Pemadat f. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. pencampuran tanah. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat Pemroses Material g. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Alat Penggali c. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . Alat Pengangkut Material d. Alat Pemindahan Material e. a. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Alat Pengolah Lahan b. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Alat dengan Penggerak b. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. meratakan tanggul. a. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).

meratakan jalan raya atau lapangan terbang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. untuk menggusur bongkaran. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Wheel tractor Dozer [roda karet]. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. memindahkan. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. menggali pondasi basement dan lain-lain. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. disingkat WTS. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). meratakan atau menyebarkan material. digunakan untuk memuat. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). disingkat ADT. 14) Articulated Dump Truck. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai].

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). khususnya. Pencakar d. a. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Cushion Blade (C – Blade).. Loader-transporter d.) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. dengan cara penggalian sebuah ember. Grader dan Leveller b. ambil. dan membentuk unit mekanik terpisahkan. dll) atau. digunakan di pertambangan. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). b. pencakar d. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . dengan pisau besar dipasang di depan. a. untuk meningkatkan jangkauan kerja.4. Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin.. buldoser dan angledozers 2) c. Bowl dozer. Light material U Blade ( U – Blade . Mereka digunakan. a. Loader-transporter d. 22) Berdasarkan blade/pisau. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Dozer c. a. sering lagu-bertelur. transportasi dan pembuangan itu. b. tarik sekop. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. dan lain-lain. di atas atau di bawah tingkat mesin. Angling Blade (A – Blade). a. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. Straight Blade (S – Blade). b. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. material ringan) 1. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator.

d. a. Alat Statis b. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. a. Alat Pemadat Alat Penggali c. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. kecuali.. 30o d. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. Pneumatic-tired roller d. Scraper D. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. 6) Scraper d. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. a. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. Swamp d. b. b. Alat Penempatan Akhir Material d. b. d. kecuali… a. Alat Pemadat d. a. Alat dengan Penggerak c. Alat Pemadat. c. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. a. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. Dragline. b. b. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam.. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. Alat Pengangkut Material d. a. b. a. c. b. Crawler Wheel c. merupakan c. b. Loader Tamping roller c. Shovel.

apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. 20T – 100T 40T – 360T c.. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda. 40T – 100T d. Selanjutnya. b. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %.) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1. 100T – 360T 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 . a. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini.5. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan..

2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. atau f.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . dikenai Bea Keluar. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 . b. b. mendapat fasilitas KITE. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. e. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P.1. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. akan diimpor kembali. 2. d. gudang Eksportir. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. c. Kawasan Pabean pelabuhan muat.

Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. atau b. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. 139/PMK. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. dikenai Bea Keluar. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 .

c. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. dan pajak. dan d. Bea Keluar. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. b.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. Buku pengetahuan barang. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. 2. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. cukai. Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI.1.1. 2.

Situs yang diddapat dari search engine seperti www. Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. 5.google. 7.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Kalkulator. Alat pengukur (meteran. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu). Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. 6. misalnya untuk melihat plate. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. 3. macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. Menggali informasi lain dari situs internet. Senter kecil. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. 2. Cutter / pisau saku. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter).

3. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Nama barang b. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Negara asal d. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. lihat gambar di bawah ini. manual books atau sejenisnya 5. alat yang ukurannya besar. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. manual books atau sejenisnya. Perhatikan brosur. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. leaflet. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. melebihi ukuran kontainer yang ada. Perhatikan pengemas. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Pada knalpot 4. 2. leaflet. Merk c. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur.

Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air). Perhatikan antara brosur. jenis dan jumlah kemasan. d. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. jenis barang. c.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan.1. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. b. nomor. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6. jumlah barang. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 .2. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. merk. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. spesifikasi teknis barang.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. ditandatangani Pemeriksa. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium.

jenis. Menerbitkan Surat Tugas. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. menghitung kemasan yang di-stuffing. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. c. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. iv. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). b. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. ii. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. PPB. iii. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Surat Tugas. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . NPPD. Formulir PM. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas.

b. c. Formulir PM. Pemeriksa : i. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. v. 2. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. Invoice dan packing list. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Surat Tugas. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. iv. iii. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. vii. b.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009.1. 2. PPB. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. Invoice dan Packing list. c. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. vi. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. PPB.3. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . ii.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v.

spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. Berkaitan dengan impor alat berat.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. 2. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen). jenis. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk.

c. b. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. agar dapat digunakan untuk: a. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). e. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. d. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 64 .2.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang.

Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. Tempat Penimbunan Pabean (TPP). | DTSS Teknik Pemeriksaan 65 .atau c. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. b. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). kemasan. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. membuka setiap bungkusan. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. c. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. b.

Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. c. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. b. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i.atau b. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. ukuran.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Barang impor yang tidak diberitahukan. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas.

(2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). b. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. merek. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. ii. Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa.

maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. c. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). ukuran. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. tipe. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. f. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. 2) merk. Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. e.

Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. b. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. apabila ada. kondisi barang (baru.1. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 . c. b) merek dan tipe barang. bekas.4. d. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. yang meliputi : a) uraian barang. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. e. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil. i. h. 2. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. 3. misalnya : 2.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. f. scrap). Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP.

memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. ii. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. yang meliputi : i. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. 8. Jenis kemasan barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . g) Jumlah. tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. 6. uraian barang. nomor petikemas/kemasan. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. 9. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. 10. e) Tingkat pemeriksaan. Memberikan catatan nomor PIB. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. 7. iii. 5. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. 4. d) Waktu (menit. merk dan tipe barang (apabila ada).

Engine Assy (Assembly / komplit) b. yaitu fuel injection pump. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. Komponen Engine yang terdiri dari : a. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan.5.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. water pump. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. iv.1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . oil pump. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. alternator. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. compressor. power steering pump. dll. vi. v. Komponen yang ada di Engine. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. 2. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan. iii. turbocharger. ii. v. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. starting motor. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. kondisi barang (baru atau bukan baru).

Fungsi dari alat berat tersebut berubah. boom dan cylinder. 3. Main Pump h. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Bucket d. Travel Motor g. Komponen Chasis terdiri dari : a. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . Transmission b. Blade. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. arm. Hydraulic Breaker c. 2. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. Axle e. dll) Dll 3. Cylinder Assy (Arm. Final Drive f. Coupling d. Bucket. Log Clamp e. j. Torque Converter c. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Hydraulic Winch b. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. antara lain : 1. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. Boom. Hydraulic Pump i.

namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. terguling dari tebing. terbenam di lumpur. Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). 5. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). atau mengubah dudukan engine mounting. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. dll. 4. intake manifold. Misalkan alat berat tertimpa pohon. Sebagai contoh. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. dll. tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. Accident (kecelakaan). Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. exhaust manifold. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah.

Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. beton. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. semen. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . d. truck dan wagon. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. compactor. f. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. dan lain-lain. c. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. dragline. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. b. alat yang digunakan dapat berupa belt. pneumatic-tired roller. backhoe.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. e. dan clamshell. dan aspal.

Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. batching plant.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. dan alat pemadat. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya.2. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Alat-lat tersebut adalah: a. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. b. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. asphalt paver. g. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . motor grader. 2.

c. b. e. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. mendapat fasilitas KITE. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa.3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. gudang Eksportir. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. d. c. akan diimpor kembali. Kawasan Pabean pelabuhan muat. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. diberitahukan dengan benar. dikenai Bea Keluar. b. f. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean.

cukai. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. dan pajak. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. spesifikasi teknis barang. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. b. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. dan d. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Bea Keluar. c. jenis barang. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. atau (ii) dikenai Bea Keluar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . b. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. jumlah barang. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. c.

13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Total nilai FOB. jenis dan jumlah kemasan. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. meliputi : a. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. jenis barang. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. g. nomor. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. b. spesifikasi teknis barang. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. c. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. merk. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. e.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. Klasifikasi barang berdasarkan HS. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . merk. d. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. nomor. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. b. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. f. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. jenis dan jumlah kemasan. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. ditandatangani Pemeriksa. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. jumlah barang.

c. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. e. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. d. jenis. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. b. agar dapat digunakan untuk: a. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. menghitung kemasan yang di-stuffing. e. 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. b. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). meneliti kemasan barang dan TPPBC. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang.

jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Pejabat Pemeriksa Barang : a. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. b. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. mencocokkan nomor. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. ukuran. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . f. Pejabat Pemeriksa Barang: a. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. merek. Mencocokkan nomor. c. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container).

dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. c. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . d. b. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. e. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. tipe. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. b. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. Pejabat Pemeriksa Barang : a. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. b. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. ukuran. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. merk. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang.

Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. yang meliputi : • • • b. gudang Eksportir. d. kecuali… a. apabila ada. b. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. akan diekspor kembali. akan dikenai Bea Keluar. akan diimpor kembali. kecuali… a.4. c. d. kawasan pabean pelabuhan muat. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. c. scrap). Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. bekas. uraian barang. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. g. 2. f. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. kondisi barang (baru. e. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. merek dan tipe barang. gudang perwakilan importir c. akan dikenai Bea Masuk. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. Jenis kemasan barang. d. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. b.

b. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. jumlah barang. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. merk. c. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. c. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. b. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. Bea Keluar. Total bea masuk d. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. nomor. jenis dan jumlah kemasan. cukai. jenis barang. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. dan pajak. d. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. b. kecuali… a. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . d. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. b. c. jumlah barang. spesifikasi teknis barang. jenis barang. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. spesifikasi teknis barang. b. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. d. kecuali… a. kualitas barang. c.

mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. b. d. c. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. a. Nomor segel. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. agar dapat digunakan untuk … a. Direktur verifikasi dan audit. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. d. kecuali…. menghitung kemasan yang di-stuffing. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). c. b. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. b. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap.. c. d. d. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. d. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. b. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. kecuali… a. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . Mana pernyataan salah berikut ini……… a. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang.

. d. c. kecuali… a. Pejabat Pemeriksa Barang : a. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. fotocopy invoice b. Tempat Penimbunan Berikat. ukuran. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tempat Penimbunan Khusus. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). mencocokkan nomor. Tempat Penimbunan Sementara b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. c. kecuali…. d. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. d. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . c. Tempat Penimbunan Pabean. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. c. b. a. d. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. kecuali… a. fotocopy invoice b. melakukan pemeriksaan importir.

disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. Selanjutnya. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 .

silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait.

tamping roller d. a. a. Alat Pemroses Material c. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. scraper. c. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. Alat Penempatan Akhir d. clamshell. pneumatic-tired roller b. Alat Statis Material b..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. Alat Penempatan Akhir Material b. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. Alat Pengangkut Material d. d. kecuali. b. Alat Penempatan Akhir Material c. a. scraper d. shovel. dragline. Alat Pemadat d. Alat Pemadat Alat Penggali c. Alat dengan Penggerak c. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. Crane termasuk dikategorikan kedalam. a.. a. backhoe b. a. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. dozer c. Alat Pemadat. b. Loader c.

alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. pneumatic-tired roller 13) . Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. Loader d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. b. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . Nama dari alat tersebut adalah a. Alat Statis dan Alat Pemadat c. a. a. a. a. c. alat bor d. alat gali-muat-angkut b. Alat muat d. concrete spreader c. Alat muat b. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. clamshell c. alat gali-muat-angkut c. a. concrete batch plant b. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. Alat angkut c. 8) Alat Pemroses Material d. asphalt mixing plant d. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. untuk menggali tanah dan batuan c. dozer. d. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. b.

a. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. Untuk sistem pendingin udara b. c. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. a. b. c. 16) Gambar dari suspensi belakang …. d. a. d. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. a. a. 21) Vessel adalah … .. a. Bak penampung material angkut. b. 18) Fungsi dari Kompresor. b. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH.13. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . d. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. d. c. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. a. c. d..

a. untuk peletakan Filter Udara. d. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. Konstruksi penahan kabin. a. c. Bucket . c. 22) Fungsi dari Tandem Case. c. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. c. Boom d. . | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . Pelindung rantai penggerak akhir roda b. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. d. a. b. d. 24) Nama dari a. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. d. Main Frame b.

B 10. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . B 13. B KB. B 15. D 7. C 8. B 2. B 11.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. B 14. B 4. B 13. D 12. S 4. S 8. D 2. B 15.2 1. A 5. B 3. D 12. 1 1. C 6. B 9. B 11. B 6. B 5. A 9. S 7. S 3. B 10. C 14.

Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. perairan dan ruang udara di atasnya. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . perairan dan ruang udara di atasnya. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. disingkat ADT. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Articulated Dump Truck. Wheel tractor Dozer [roda karet]. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai.

bandar udara. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . dirakit. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. meratakan tanggul. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. pencampuran tanah. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya.

Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. dirakit. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. untuk menggusur bongkaran. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. menggali pondasi basement dan lain-lain. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . Grader dan sejenisnya. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat.

Skidder adalah untuk menarik batang kayu. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. meratakan atau menyebarkan material. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.

material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet.Blade ). digunakan untuk memuat. Angling Blade (A – Blade). Straight Blade (S – Blade).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . Cushion Blade (C – Blade). | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 . Light material U Blade ( U – Blade . memindahkan. Wheel Tractor Scrapper. Bowl dozer. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. disingkat WTS.

Muhammad Rusli. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Susy Fatena (2009). Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. Rineka Cipta Siswanto. Sonny. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Rasyid. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Budi Tri (2008). PT. (2009). Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Maros. Makassar Rostiyanti. Jilid 1. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. 2008. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan.

......................... .:... 8.................../....... Pengusaha TPS** ........... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7........................./200............................ Foto : tidak / ya* ( ........................... waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : .........../2000......................................................./. ........... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: ........... Lokasi Pemeriksaan : 3................... ..................../200.........................../200................................ c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : .................. lembar) 6............Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1...../200...... 5........ . .........../200...................... Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ..................../....... .....) e) Lain-lain : ... NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ./..................................................................... .......... 4....................... ............ No/Tgl PIB : ....../........... Keterangan : .. d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : .................................... 2........ * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS .../................................ ............... ................................................. Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang .... b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : ..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful