DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

........1.......) Spesifikasi jenis alat berat........ Rangkuman ................................................2............................................................................4..............) 1...................... Latihan…………………………………………………………………….5..) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor...........3........................................ Rangkuman ..................2.......) Pengertian alat-alat berat....1.) 2........... 1.................... 2................................ Fungsi................... 3.... 53 2.......... PENDAHULUAN 1........................................................ Klasifikasi...............................................1..................1..................................................... 2....................1..................................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A..1......) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor...................... Fungsi..........) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum .............................................) ii .....................4... Latihan……………………………………………………………………................... KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian..............1........2.............................. 2....3...................) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik........) Klasifikasi alat-alat berat .. Prasyarat Kompetensi.......................... 1......) Uraian dan Contoh 1.3....................1.................................. dan Spesifikasi jenis alat berat 2............1....................... 4............................4............................. halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat .....5.... | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2.................................. Klasifikasi........... 1......................... 1 1 2 2 B.......) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat .. Standar Kompetensi........ Tes Formatif 1....... dan Spesifikasi jenis alat berat 1..................2................... Umpan Balik dan Tindak Lanjut .....................1.1.............................................3...........................) Fungsi alat-alat berat ........1...) 1. Kompetensi Dasar ............................1.................................................) Uraian dan Contoh......... 2.........) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1.......) 1................... 2..........................

................. DAFTAR PUSTAKA .....................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2....................................5........................ KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF).......... 82 2................. DAFTAR ISTILAH ........4................. 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii .................................................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ..............................................................) Tes Formatif 2 .............................................. TES SUMATIF …………………………………………………………………….......... 86 PENUTUP………………………………………………………………………….....................................

17.18.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.15. 1. 1. 1.11. 1. 1. 25 Komponen Excavator ………………………………….……. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ……………………………………….19.16.23 Track Type Tractor ………………………………….. 1...22.10. Dozer ……………………………. 1.13... 1.…………18 Skid Steer Loader ………………………………..26.…………………………. 1. 1. 14 Concrete Mixer Truck ……………………………….4. 20 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer ………………………………………………….23.25.2.14... 1. 1. 15 Crawlercrane ……………………………………. 1..……………………. 1.. 1.…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv .5.. 1.1. 1. 1.…………..9. 1. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ……………………………………….12. 1.21.. 1. 11 Backhoe …………………………. 12 Kendaraan Truck …………………..………………………… 13 Loader ……………………………………. 1.……… 24 Telehandler …………………………………………….24..………….…………………… 13 Tandem Roller ……………………………………………….8. 1..……… 15 Aspalt Paver ……………………………………………….3...20..……...….6.22 Track Type Loader ………………………………….. 1..……… 23 Wheel Loader …………………………………………….7.…… 27 Skema Under Carriage ………………………………. 1.…… 26 Operasional Unit Excavator ………………………….………… 19 Skidder ……………………………………………..

30.. 1..28.……..……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ………………………………………. Excavator (1) …………………………………………………. 1. 1.34. 1.27.38. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ……………………………….. 1.37.39.…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing ………………………………….……… 33 Angling Blade …………………………………………. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. 34 Bowldozer Blade ………………………………………. 1.35..29.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut …………………………………………….32.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v . 1. 33 Cushion Blade ……………………………………………….33. 1. 1. 1. 1.31.36.

Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. 8. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. Lakukan review materi secara umum. 6. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . 7. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. 4. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. 5. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. 2. 3. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

7 juta. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang. per Agustus 2008 sudah US$107.6 juta. Namun. Indonesia pun mengekspor alat berat. menurut Indocommercial.9 juta. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1.1 Pengertian. Amerika Serikat. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . Jika dilihat dari negara asalnya. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Thailand. Menurut BPS. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi.3%. Singapura. yaitu 27. dan Cina. Pada 2003. Spesifikasi. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%). | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 . Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Pada 2003. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi).1. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor.

PT Intraco Penta dengan Volvo. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo.id/Alatberat-2010Excavator. Sementara itu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. Kobelco.co. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. Trakindo Utama dengan Caterpillar. Pada 2008 lalu.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. Misalnya. Pada 2008. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. Ingersol Rand. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . United Tractors dengan Komatsu. (20%). Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. sektor konstruksi 14%. seperti Sumatera dan Kalimantan. dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. Bobcat. disusul PT Trakindo Utama (25%). sektor perkebunan menyerap 24% (2. (http://www. dan kehutanan 8%. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat.datacon.320 unit). seperti PT United Tractors Tbk. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. khususnya batu bara.230 unit. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat.

PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi. baterai.co. ban. dump truck 30%. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%. dan forklift 40%. (http://www. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu.datacon. buldoser 45%. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri.id/Alatberat-2010Excavator. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. (http://www. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. Motor Grader dan dump truck.html) Impor bahan baku alat berat. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia.id/Alatberat-2010Excavator. Buldozer. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1.datacon. memproduksi excavator. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. mesin. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia.co. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. monitor panel. dan komponen hidrolis (hydrautic part). bulldozers. motor graders dan dump trucks. selama ini berupa center bracket. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 . motor grader 40%. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen.2 ha terdiri dari 15. Selanjutnya pada tahun 1991.876 m2 untuk fasilitas perakitan. Bogor.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung.000 m2 foundry plant 2 and 3. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. PT Murinda Iron Steel. Bekasi. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. 15. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia. Jakarta Utara. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung. Ltd of Japan . Itochu Corporation dari Jepang.800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10. Jawa Barat.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

dll f. Mesin ini. Shovel loader. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. 1. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat.2. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). digunakan dalam pembuatan jalan. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Mesin pemadat. yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 . 1. h. transportasi dan pembuangan itu. e. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan. ketika dalam posisi horisontal. i. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan. dan mereka sudah terpasang pada roda. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. g. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. untuk kemasan ballast rel-jalan.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). Hal ini dicapai dengan ember. saluran drainase. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali.1. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah.

tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.1. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama.1 Dozer Sumber: http://www. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Gambar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 .senyawa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. tergantung pada sumbu kendaraannya.

Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b.senyawa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur. dragline.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut. dan clamshell.1. alat yang digunakan dapat berupa belt. Gambar. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. 1.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material.html c. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator.2 Backhoe Sumber: http://www. truck dan wagon. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. backhoe.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil.

Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 .html d. Gambar. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller.html e. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang. jalan raya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1. compactor.senyawa.senyawa. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. pneumatictired roller.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.1. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. dan lain-lain.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www.4 Loader Sumber: http://www.

dan Three Axle Tandem Roller. ada yang bergerak sendiri. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). roda dua (Tandem Roller). agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). bersegmen. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).senyawa. ada yang punya permukaan halus (plain). | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . dan sebagainya. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). Berdasarkan bahan roda penggilasnya. tapi ada juga yang harus ditarik traktor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant.5 Tandem Roller Sumber: http://www. semen. Gambar. beton. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. dan aspal. berbentuk kaki domba. berbentuk grid.1. Dilihat dari bentuk permukaan roda.html f. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Dilihat dari susunan roda gilasnya. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya.

1. motor grader. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. dan alat pemadat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.html g.senyawa. Gambar. asphalt paver.6. 1. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 .7 Asphalt Paver Sumber: http://www. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.

baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. a. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane.senyawa. Gambar. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. 1.8 Crawlercrane Sumber: http://www. Gambar.9 Tower Crane Sumber: http://www.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 .senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. 1.html b. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. batching plant. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.

dan Road Builder.1. Gambar. 1. crane menara.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader. 1. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. crane kolom putar. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane. crane putar. crane kabel. Harvester/Processor. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. dan mobil crane.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar.3. 1. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi. crane portal.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 .

dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 . Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor). ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar. 1.13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. • Grading. Leveling. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . • Digging.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. dan sebagainya. diantaranya : • Grading. Dozing. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). Skid Steer Loader. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). meratakan tanggul. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. • Clamping. pencampuran tanah. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. Spreading. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. disingkat SSL. diantaranya : • Loading. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. 1.

kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. disingkat WTS. 1. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 .15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. 1. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. digunakan untuk memuat.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. memindahkan. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar.

jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Jika ditinjau dari penggeraknya. Gambar 1. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. dan (3) operator yang bekerja. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor).5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. (2) kondisi mesin. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck.5 mm pula.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . disingkat ADT. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton.

18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade. dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.1-19. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 .

untuk menggusur bongkaran. Gambar 1.21. menggusur tonggaktonggak kayu kecil.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 .1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. sama halnya dengan wheel loader. Grader dan sejenisnya. menggali pondasi basement dan lain-lain.

Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. Pada wheel loader kecil dan menengah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. Gambar. Forklift dan sebagainya.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. yaitu : • Ripping. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. 1. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). tergantung dari attachment yang dipasangkan. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . meratakan atau menyebarkan material.

Shovel. Dragline. Back Hoe. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck).) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada.1. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.4. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . dan Clam shell.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. 1. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya.1. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1.1..24 Komponen Excavator Gambar.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .

2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 . arm. bucket. swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.1.5 – 1.5 Km/ jam : 0.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar. arm.3 lt tiap sisi : 6.6 lt : 135 lt : Under carriage. swing.1.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 .

sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat.1. ripper dll ). | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 . Alat utama berupa blade dan ripper.1.28 Excavator Gambar. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar.1.

31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .1.benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .

32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar. 1.32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 .8 Kpa atau 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.

1. b. cable controlled b. paling cocok untuk segala jenis lapangan. Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade).33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. c. Berdasarkan alat geraknya / mounted. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. pembukaan jalan (pionering road). Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Bulldozer dapat dibedakan : a..Blade ) Universal Blade (U-Blade). Universal Blade ( U . Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Berdasarkan blade / pisau a. hydraulic controlled 3. Gambar. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping.

Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. Berdasarkan blade / pisau a. Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4. Light material U Blade ( U – Blade . Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b.1. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 . dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi.34.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. c.1.

1.36 Cushion Blade Gambar.15b. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan ..37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 . Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar. Slot Dozing menaikkan prod.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4. dengan : a.1. 20% menaikkan prod.

Dozing Rock e. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 . dll 3. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Stripping ( pengelupasan top soil ) c.1. Meratakan timbunan tanah h. Side Hill cut d.41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. Land Clearing b. Down Hill Slot Dozing f.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2. memutar balik. atau yang tidak bergerak otomatis. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong.31. dan untuk menghitung cycle time-nya. 2. Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. tetapi juga pada mesin mobile. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . dll. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. diklasifikasikan dalam pos 84. mesin diklasifikasikan dalam pos 86.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. Penggalian. bagian dari mesin dari pos ini. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. bekerja alat (pisau. membuang muatan. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. Produksi Scraper : 1. tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. Secara umum. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). mempercepat gerakan pindah gigi. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . ember. secara khusus. dll).

31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84.30.25 sampai dengan 84. 8414. penggalian.9190 5 6.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini.49. 7326. tetap diklasifikasikan dalam pos ini. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No. Contoh Komponen-komponennya 1.0000) 1 2. dan lain-lain. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No. 8708.1400 2 3. HS No. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.21. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86.0000 (8431.8412. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No.50.80.90.04. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No. Pos 84.8708. Di sisi lain.1900 3 4. Untuk lantai disamping Kabin kemudi.80.9000 4 5.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Front Support Konstruksi penahan kabin 12.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

90.49. HS No.49. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No.49. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No.5090 5 6.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.9000 8 akhir Sprocket.8431. HS No.8431.8431.9000 HS 6 7.9000 7 8.49.8431. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No.9000 4 5. HS No.21.8408. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .9000 2 3.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.9000 4. Rear Axle Axle dengan penggerak No.49.49.0000 (8431. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir.8412.8431. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.8431.9000 1 2. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft.49.

9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11.49.00-24-10PR 11 12.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9. Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.

9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7.49.1010 4 5.49.9000 7 8.49. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.9000 5 6.9000 2 3.49. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No. Cabin Parts Kabin operator HS 8431.49.90.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 . 8431. Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431.9000 3 4.49. 8408. 8431.

kabin dan komponen lainnya 12 13. Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10.49. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Case & Frame HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9. Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin.

5090 2 3.9000 2 Roller HS 8431.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 . Radiator HS 8431.49.49.49.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.90.49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Engine HS 8408.

9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .9000 R ADIATOR Radiator 7318.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.90.20.16.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.20.20.000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.000 2 Front Axle 8431.

16.20.90.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .20.000 2 Front Axle 8431.20.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.

2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. mutatis mutandis. Shovel loader.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5. Pencakar. seperti perkebunan dan pertambangan. Mekanikal sekop.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. Loader-transporter.3. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1. Multi-ember ekskavator. Grader dan Leveller.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. yang mencakup sebagai berikut: B uldoser dan angledozers. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 . terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar.700 unit. Namun demikian. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya.2.914 unit dan 2007 yang mencapai 4.400 unit. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84. untuk mesin mendorong diri dari pos ini. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. Mesin pemadat. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut.

akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Alat Penggali c. Alat Pemindahan Material e. Alat Pengangkut Material d. a. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Alat Pengolah Lahan b. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Alat Pemroses Material g. pencampuran tanah. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Alat dengan Penggerak b. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. meratakan tanggul. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Alat Pemadat f. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator.

Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. Grader dan sejenisnya. 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. disingkat ADT. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. 14) Articulated Dump Truck. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. memindahkan. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. digunakan untuk memuat. meratakan atau menyebarkan material. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). meratakan jalan raya atau lapangan terbang. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. Wheel tractor Dozer [roda karet]. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. menggali pondasi basement dan lain-lain. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. disingkat WTS. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. untuk menggusur bongkaran.

a. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . Bowl dozer. Mereka digunakan. 22) Berdasarkan blade/pisau. Pencakar d. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). dan lain-lain. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. buldoser dan angledozers 2) c. transportasi dan pembuangan itu. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. sering lagu-bertelur. Light material U Blade ( U – Blade . Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. khususnya. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. a.. digunakan di pertambangan. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. Grader dan Leveller b. b. a. untuk meningkatkan jangkauan kerja. material ringan) 1. Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin.) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. dengan pisau besar dipasang di depan. tarik sekop. Dozer c. ambil. di atas atau di bawah tingkat mesin. Cushion Blade (C – Blade). a. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Straight Blade (S – Blade)..4. Angling Blade (A – Blade). pencakar d. dengan cara penggalian sebuah ember. a. Loader-transporter d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Loader-transporter d. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. dll) atau. b. b.

Shovel.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. a. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. a. Alat Pemadat d. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Swamp d. kecuali… a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. kecuali. Pneumatic-tired roller d. a. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. 30o d. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. a.. Alat Statis b. a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. c. Alat Pemadat Alat Penggali c. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Alat Pemadat.. b. b. b. Alat Penempatan Akhir Material d. d. Alat Pengangkut Material d. d. b. c. b. Crawler Wheel c. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. b. Loader Tamping roller c. Dragline. 6) Scraper d. b. merupakan c. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . a. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. Scraper D. b. a. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. Alat dengan Penggerak c.

maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini.5.. 100T – 360T 1. a. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. b. 20T – 100T 40T – 360T c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2.) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1. 40T – 100T d.. Selanjutnya. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 .

mendapat fasilitas KITE.1.2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . e. akan diimpor kembali. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. c. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 . d. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. dikenai Bea Keluar. Kawasan Pabean pelabuhan muat. 2. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. atau f. b. gudang Eksportir.

Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. 139/PMK. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. atau b. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. dikenai Bea Keluar.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean.

Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. c. dan d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. Buku pengetahuan barang. 2. b. dan pajak.1. Bea Keluar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 .) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk.1. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. cukai. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. 2. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI).

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. Cutter / pisau saku.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. Alat pengukur (meteran. 5. 7. Situs yang diddapat dari search engine seperti www. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). Menggali informasi lain dari situs internet. macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. Senter kecil. 3. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu). berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. 2. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang.google. Kalkulator. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. 6. misalnya untuk melihat plate. Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa.

Pada knalpot 4. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. alat yang ukurannya besar. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Merk c. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. leaflet. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Perhatikan pengemas. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. manual books atau sejenisnya 5. lihat gambar di bawah ini. Perhatikan brosur. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. Negara asal d. melebihi ukuran kontainer yang ada. 2. 3. manual books atau sejenisnya. leaflet. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. Nama barang b.

Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB.2. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. nomor. c. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . b. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6. merk. spesifikasi teknis barang. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. jenis dan jumlah kemasan. jumlah barang. jenis barang.1. d. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Perhatikan antara brosur. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan.

pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. ditandatangani Pemeriksa. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada.

Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. PPB. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. jenis. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . c. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. iii. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. iv. NPPD. Menerbitkan Surat Tugas. Formulir PM.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. b. Surat Tugas. menghitung kemasan yang di-stuffing. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). ii.

2. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . Invoice dan Packing list. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. b. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. Invoice dan packing list.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. iii. Formulir PM. ii.3. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. c. c. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. Pemeriksa : i. iv. PPB.1. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. b. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. vi. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. 2. vii. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. Surat Tugas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. v. PPB. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM.

selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. jenis. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen). Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. 2. Berkaitan dengan impor alat berat. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. b. c. Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. d. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. agar dapat digunakan untuk: a. Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . e. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen.

2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. | DTSS Teknik Pemeriksaan 64 . PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . Tempat Penimbunan Pabean (TPP).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. c. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. b. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. membuka setiap bungkusan. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. b.atau c. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. kemasan. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan.

Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing).atau b. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a. Barang impor yang tidak diberitahukan. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. c. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i. b. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. ukuran. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang.

Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). b. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. ii. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. merek.

2) merk. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. ukuran. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. tipe. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. f. 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. c. | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. e. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).

1. c. bekas. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. yang meliputi : a) uraian barang. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. misalnya : 2. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 . 3. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. apabila ada. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). h. scrap). kondisi barang (baru.4. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. e. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. i. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. 2. f. b) merek dan tipe barang. d. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor.

tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. d) Waktu (menit. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . 9. nomor petikemas/kemasan. Memberikan catatan nomor PIB. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. ii. merk dan tipe barang (apabila ada). memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. yang meliputi : i. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. 5. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. g) Jumlah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. 4. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. e) Tingkat pemeriksaan. 6. 7. Jenis kemasan barang. 8. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). 10. uraian barang. iii.

dll. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. oil pump. water pump. Komponen Engine yang terdiri dari : a. power steering pump. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. iii. vi. ii. v. turbocharger. Engine Assy (Assembly / komplit) b. yaitu fuel injection pump. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. Komponen yang ada di Engine.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. v.5. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. compressor. iv. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. 2. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. starting motor. kondisi barang (baru atau bukan baru).1. alternator.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv.

Blade. Torque Converter c. Komponen Chasis terdiri dari : a. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. 3. antara lain : 1. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. Cylinder Assy (Arm. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. Final Drive f. Hydraulic Pump i. Log Clamp e. 2. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Transmission b. Axle e. Coupling d. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. Main Pump h. j. Travel Motor g. Hydraulic Winch b. boom dan cylinder. Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . arm. Bucket. Hydraulic Breaker c. Bucket d. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. dll) Dll 3. Boom.

tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. terbenam di lumpur. terguling dari tebing. Sebagai contoh. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. Accident (kecelakaan). Misalkan alat berat tertimpa pohon. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. dll. atau mengubah dudukan engine mounting. tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. 5. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . intake manifold. Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. exhaust manifold. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. dll. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling).

c. f. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. pneumatic-tired roller. b. dragline. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. dan aspal. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. compactor. alat yang digunakan dapat berupa belt. beton. semen. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. e. dan lain-lain. d. truck dan wagon. backhoe. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. dan clamshell. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.

Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. g. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. motor grader. asphalt paver. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. batching plant. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. dan alat pemadat. Alat-lat tersebut adalah: a.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . b.2. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. 2.

f. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. b. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. mendapat fasilitas KITE. d. gudang Eksportir. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . c. akan diimpor kembali. Kawasan Pabean pelabuhan muat. diberitahukan dengan benar. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko.3. b. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. e. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. c. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. dikenai Bea Keluar. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a.

jumlah barang. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. b. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. dan d. b. dan pajak. c. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. spesifikasi teknis barang. cukai. jenis barang. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. c. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. atau (ii) dikenai Bea Keluar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Bea Keluar. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh.

nomor. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. ditandatangani Pemeriksa. d. meliputi : a. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. b. c. jumlah barang. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. b. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. jenis dan jumlah kemasan. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. e. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. Total nilai FOB. nomor. g. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Klasifikasi barang berdasarkan HS. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. f. merk. merk. jenis dan jumlah kemasan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. jenis barang. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. spesifikasi teknis barang.

importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). b. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. menghitung kemasan yang di-stuffing. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. e. c. agar dapat digunakan untuk: a. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . b. e. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. jenis. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). meneliti kemasan barang dan TPPBC. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang.

memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. mencocokkan nomor. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). merek. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. ukuran. Mencocokkan nomor. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. c. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). f. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. d. Pejabat Pemeriksa Barang : a. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Pejabat Pemeriksa Barang: a. b. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang.

mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. b. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. b. jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. merk. d. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. ukuran. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. e. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. c. tipe. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. b. Pejabat Pemeriksa Barang : a. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai.

d.4. bekas. c. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . scrap). Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. akan diekspor kembali. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. uraian barang. b. d. yang meliputi : • • • b. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. c. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. merek dan tipe barang. akan diimpor kembali.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. kecuali… a. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. kawasan pabean pelabuhan muat. Jenis kemasan barang. akan dikenai Bea Masuk. gudang perwakilan importir c. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. f. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). g. kondisi barang (baru. b. apabila ada. akan dikenai Bea Keluar.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. kecuali… a. d. gudang Eksportir. 2. e. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor.

b. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. d. d. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. b. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. b. c. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. nomor. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. b. b. jenis barang. jumlah barang. c. jumlah barang. kualitas barang. cukai. Bea Keluar. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. dan pajak. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. jenis barang. spesifikasi teknis barang. Total bea masuk d. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . c. merk. kecuali… a. c. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. d. spesifikasi teknis barang. jenis dan jumlah kemasan. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. kecuali… a.

a. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan.. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. d. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. kecuali… a. d. d. c. c. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. Nomor segel. c. Direktur verifikasi dan audit. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. b. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. kecuali…. agar dapat digunakan untuk … a. b. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. d. menghitung kemasan yang di-stuffing. b. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. d.

packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. Tempat Penimbunan Khusus. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. Tempat Penimbunan Pabean. a. mencocokkan nomor. d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Tempat Penimbunan Berikat. fotocopy invoice b. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. Pejabat Pemeriksa Barang : a. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. c. c. ukuran. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. melakukan pemeriksaan importir. c. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. d. Tempat Penimbunan Sementara b. kecuali…. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli.. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. b. c. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. fotocopy invoice b. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. kecuali… a. d. kecuali… a. d.

dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. Selanjutnya. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 . maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan.

Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. pneumatic-tired roller b. a. scraper. scraper d. a. clamshell. Alat Statis Material b. Alat Pemadat Alat Penggali c.. kecuali. b. d. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. b. Crane termasuk dikategorikan kedalam. Loader c. Alat dengan Penggerak c. backhoe b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . Alat Pengangkut Material d. dozer c. a. Alat Pemadat d. a. a. tamping roller d. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Alat Penempatan Akhir Material c. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. c. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. a. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. Alat Penempatan Akhir d. shovel. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. Alat Pemadat..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. dragline. a. Alat Pemroses Material c. Alat Penempatan Akhir Material b.

concrete spreader c. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat angkut c. a. clamshell c. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. a. Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. Nama dari alat tersebut adalah a. alat gali-muat-angkut b. dozer. a. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. alat gali-muat-angkut c. b. Loader d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. alat bor d. asphalt mixing plant d. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. 8) Alat Pemroses Material d. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. Alat Statis dan Alat Pemadat c. a. a. d. Alat muat b. pneumatic-tired roller 13) . untuk menggali tanah dan batuan c. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. Alat muat d. c. b. concrete batch plant b.

Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. Bak penampung material angkut. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. a. a. 18) Fungsi dari Kompresor. c. b. c. c. d. c. a. a. 21) Vessel adalah … . c. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH. a. d. a. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . a. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. Untuk sistem pendingin udara b. d.13... d. d. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. 16) Gambar dari suspensi belakang …. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. b.

22) Fungsi dari Tandem Case. Boom d. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. d. d. d. b. c. Bucket .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. c. . | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. Pelindung rantai penggerak akhir roda b. b. c. c. a. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. untuk peletakan Filter Udara. Main Frame b. a. d. 24) Nama dari a. Konstruksi penahan kabin. a.

2 1. B 5. C 6. B 13. D 7. B 15.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. S 3. S 8. S 7. B 10. 1 1. B 11. B 6. D 2. B 2. B 13. B 10. D 12. B 11. S 4. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . B 4. D 12. B 14. A 5. B KB. B 3. B 15. A 9. C 14. B 9. C 8.

serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. perairan dan ruang udara di atasnya. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. perairan dan ruang udara di atasnya. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . Articulated Dump Truck. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Wheel tractor Dozer [roda karet].Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. disingkat ADT. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.

Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. dirakit. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. bandar udara. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. pencampuran tanah. meratakan tanggul. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor.

Grader dan sejenisnya. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. dirakit. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. untuk menggusur bongkaran. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. menggali pondasi basement dan lain-lain. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan.

meratakan jalan raya atau lapangan terbang. meratakan atau menyebarkan material.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang.

memindahkan. material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Angling Blade (A – Blade). Wheel Tractor Scrapper. digunakan untuk memuat. Cushion Blade (C – Blade). disingkat WTS. Straight Blade (S – Blade). Bowl dozer.Blade ). | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . Light material U Blade ( U – Blade .

2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. Budi Tri (2008). Jilid 1. (2009). Rasyid. PT. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Susy Fatena (2009). Sonny. Maros. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. Makassar Rostiyanti. | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. 2008. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Rineka Cipta Siswanto. Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Muhammad Rusli. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor.

............... ....... NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ........................................... ................:.................................... No/Tgl PIB : ./200. 2.................................................../200. c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : .... Foto : tidak / ya* ( ........./................................. 4./200...................................../2000................. 5... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7......................... ..................... Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ......... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: ../200............................ * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS ......./................ ......../........ Pengusaha TPS** .... d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ................................. b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : ../200............................... . 8...........) e) Lain-lain : ......... ... Keterangan : ....../... .....Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1............ ......................................................./............................ waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : . ................ ../............................................................. lembar) 6............ Lokasi Pemeriksaan : 3..................................... Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang ...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful