DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

....................) 1........4.............. 1..................................) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik............1...... Fungsi.......................................................1.............................................................................1............................... 3....................................................................... Latihan……………………………………………………………………...................2............................. Latihan…………………………………………………………………….............1....1........................................4...............) Klasifikasi alat-alat berat ..... PENDAHULUAN 1.) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian.....) 2......... 4..) 1...................) 1............. 1..........) Spesifikasi jenis alat berat............... 2...... 1....1...........................................3......... 2...... Prasyarat Kompetensi...............) Uraian dan Contoh 1.......... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1................1.....................................) Fungsi alat-alat berat ........... 2.......) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor.. 53 2.......1... halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat ..........................................) ii ................... Klasifikasi..........5..... Umpan Balik dan Tindak Lanjut ........ 2.................................) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat ...................... Standar Kompetensi...........................................4........ Tes Formatif 1......... 2.......................2....1..... 1 1 2 2 B............................. Rangkuman ...... dan Spesifikasi jenis alat berat 1..................................3............................3.................................) Pengertian alat-alat berat. Kompetensi Dasar .... Fungsi...1.......................................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor..........................2...................1..3.......... Klasifikasi.................5....................2.............................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A.................. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2..............) Uraian dan Contoh........... dan Spesifikasi jenis alat berat 2.................1.......................... KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian..................................................................1..... Rangkuman ...) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum .

.................................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ..................................................... 82 2.. TES SUMATIF ……………………………………………………………………...............................................5.................................................................... 86 PENUTUP…………………………………………………………………………....4...........) Tes Formatif 2 ........................... 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii ............ KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF)................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2............................... DAFTAR ISTILAH ............... DAFTAR PUSTAKA ...................

…………………… 13 Tandem Roller ………………………………………………. 1.10. 1.2.9.. 1. 1.. 1..……. 1. 1..22 Track Type Loader …………………………………..…………... 1. 1..……… 24 Telehandler ……………………………………………. 1.……… 23 Wheel Loader ……………………………………………... 1.21. 12 Kendaraan Truck …………………. 1.11.…… 26 Operasional Unit Excavator …………………………. 25 Komponen Excavator ………………………………….. 1.……. 1. 1. 1. 1. 20 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer ………………………………………………….5. 15 Crawlercrane …………………………………….. 1..18. 11 Backhoe …………………………. 1.3..13.16. 1.12.…………………….1.14.…………18 Skid Steer Loader ……………………………….8.4.…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv .. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. 1..7.………………………… 13 Loader ……………………………………...….6. 1.22.23.. 1.……… 15 Aspalt Paver ……………………………………………….23 Track Type Tractor ………………………………….20.…………………………. 14 Concrete Mixer Truck ……………………………….15.17...19..………… 19 Skidder ……………………………………………. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ……………………………………….………….24.…… 27 Skema Under Carriage ……………………………….25. 1.26.. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ……………………………………….. Dozer …………………………….

. 34 Bowldozer Blade ……………………………………….…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing ………………………………….27. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ………………………………. 1.31. 1. 1.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v . Excavator (1) …………………………………………………. 1.32.30. 1.39. 1.……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ……………………………………….38.34..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.. 33 Cushion Blade ……………………………………………….35. 1.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut ……………………………………………. 1.33.……… 33 Angling Blade ………………………………………….. 1.……..36.28. 1.29. 1.37. 1.

1. Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1.

maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. Lakukan review materi secara umum. 6. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. 2. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. 3. 4. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. 5. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. 7. 8. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%). Namun.3%. menurut Indocommercial.6 juta.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR .1 Pengertian.7 juta. Indonesia pun mengekspor alat berat. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta.1. per Agustus 2008 sudah US$107. | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 . Pada 2003.9 juta. nilai ekspor alat berat tercatat US$46. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. Amerika Serikat. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurut BPS. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. Spesifikasi. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang. dan Cina. Jika dilihat dari negara asalnya. Singapura. Thailand. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3. Pada 2003. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. yaitu 27. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833.

sektor konstruksi 14%.230 unit.320 unit). Kobelco. Misalnya. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. (20%). (http://www. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. seperti PT United Tractors Tbk. Pada 2008.co. Trakindo Utama dengan Caterpillar.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. Ingersol Rand. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. PT Intraco Penta dengan Volvo.datacon.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. United Tractors dengan Komatsu. disusul PT Trakindo Utama (25%). Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. Pada 2008 lalu. seperti Sumatera dan Kalimantan.id/Alatberat-2010Excavator. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. dan kehutanan 8%. khususnya batu bara. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. sektor perkebunan menyerap 24% (2. Sementara itu. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo. Bobcat. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat.

Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010.co. dan forklift 40%. buldoser 45%. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. monitor panel. motor graders dan dump trucks.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. motor grader 40%. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator.datacon. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri. bulldozers. mesin. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia. Buldozer. dan komponen hidrolis (hydrautic part). baterai. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton.datacon. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. selama ini berupa center bracket. (http://www. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi. (http://www. memproduksi excavator. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate.co. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. dump truck 30%. Motor Grader dan dump truck. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1. ban. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu.id/Alatberat-2010Excavator.id/Alatberat-2010Excavator. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 .html) Impor bahan baku alat berat. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator.

15. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Ltd of Japan .2 ha terdiri dari 15. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11. Selanjutnya pada tahun 1991. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 .800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10.876 m2 untuk fasilitas perakitan. Bekasi. Jakarta Utara.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. PT Murinda Iron Steel. Itochu Corporation dari Jepang. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia.000 m2 foundry plant 2 and 3. Bogor. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. Jawa Barat.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. transportasi dan pembuangan itu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. Shovel loader. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar. untuk kemasan ballast rel-jalan. digunakan dalam pembuatan jalan.1. saluran drainase. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. Mesin pemadat. h. g. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan.2. 1. e. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. dan mereka sudah terpasang pada roda. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84. dll f. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 . yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. Hal ini dicapai dengan ember. 1. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. i. Mesin ini. ketika dalam posisi horisontal. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin.

senyawa. Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). tergantung pada sumbu kendaraannya. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama. tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 .1. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.1 Dozer Sumber: http://www. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah.

truck dan wagon. dan clamshell. alat yang digunakan dapat berupa belt.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b.1. 1. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. dragline.html c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel.2 Backhoe Sumber: http://www. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.senyawa. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. backhoe. Gambar. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil.

3 Kendaraan Truk Sumber: http://www. pneumatictired roller.4 Loader Sumber: http://www. dan lain-lain.1. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Gambar. compactor.1. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.senyawa. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin.html e.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.senyawa. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain.html d. jalan raya. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 .

Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck.5 Tandem Roller Sumber: http://www. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. dan Three Axle Tandem Roller.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller).html f. semen. berbentuk grid. Berdasarkan bahan roda penggilasnya. dan aspal. berbentuk kaki domba. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel).senyawa. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya. ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). Gambar. roda dua (Tandem Roller). | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.1. tapi ada juga yang harus ditarik traktor. ada yang bergerak sendiri. dan sebagainya. ada yang punya permukaan halus (plain). Dilihat dari susunan roda gilasnya. Dilihat dari bentuk permukaan roda. beton. bersegmen. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi.

senyawa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. motor grader. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. 1.7 Asphalt Paver Sumber: http://www. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. dan alat pemadat.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 . asphalt paver.html g.senyawa. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. 1.6.

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 . 1. a. Gambar. batching plant.senyawa. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.8 Crawlercrane Sumber: http://www. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Gambar.senyawa.html b. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.9 Tower Crane Sumber: http://www. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.

1. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane.1. crane putar.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. crane portal. Gambar.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. crane kabel. dan Road Builder. crane menara.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 . crane kolom putar.3. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. 1. Harvester/Processor. dan mobil crane.

13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator. Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor). 1. 1. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

Dozing.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. Skid Steer Loader. pencampuran tanah. diantaranya : • Loading. dan sebagainya. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. diantaranya : • Grading.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. • Grading. • Clamping. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing). Leveling. Spreading. 1. meratakan tanggul. disingkat SSL. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. • Digging. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading).

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. 1. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 . digunakan untuk memuat.15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. disingkat WTS. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan.16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. memindahkan. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar.

5 mm pula. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . disingkat ADT. dan (3) operator yang bekerja. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Jika ditinjau dari penggeraknya. Gambar 1. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. (2) kondisi mesin. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah.

dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar.1-19.18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade.

hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.21.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 . Gambar 1.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. menggali pondasi basement dan lain-lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Grader dan sejenisnya. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. sama halnya dengan wheel loader. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. untuk menggusur bongkaran.1.

bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. meratakan atau menyebarkan material. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. 1. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. yaitu : • Ripping. Pada wheel loader kecil dan menengah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. Forklift dan sebagainya. Gambar. tergantung dari attachment yang dipasangkan.

Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane.1. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . Back Hoe.4.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya. 1. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck).1. 1. Dragline. dan Clam shell.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. Shovel.

1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.24 Komponen Excavator Gambar.1.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 ..

1.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.5 Km/ jam : 0.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.1.5 – 1. arm.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 . swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5. bucket.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

3 lt tiap sisi : 6. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 . arm.1. swing.6 lt : 135 lt : Under carriage.

Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 .28 Excavator Gambar.1. Alat utama berupa blade dan ripper. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar.1. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2.1. ripper dll ).

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .1.benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.

32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.8 Kpa atau 4. 1.32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.

Gambar. Berdasarkan alat geraknya / mounted. Universal Blade ( U . Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. Berdasarkan blade / pisau a. cable controlled b. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. b. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade).. pembukaan jalan (pionering road).33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Bulldozer dapat dibedakan : a. Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. c. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. paling cocok untuk segala jenis lapangan. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. hydraulic controlled 3.Blade ) Universal Blade (U-Blade).1.

dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi.1.1.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4. Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan. Berdasarkan blade / pisau a. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 . Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh. Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.34. Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b. Light material U Blade ( U – Blade . c.

dengan : a. Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.. Slot Dozing menaikkan prod. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 . 20% menaikkan prod.1.36 Cushion Blade Gambar. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan .1.15b.1.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a.1. Meratakan timbunan tanah h. Down Hill Slot Dozing f. Dozing Rock e. Land Clearing b. Side Hill cut d. dll 3. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Stripping ( pengelupasan top soil ) c. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 .

Secara umum. dll. Penggalian. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. 2. memutar balik. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m .31. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. secara khusus. diklasifikasikan dalam pos 84. atau yang tidak bergerak otomatis. Produksi Scraper : 1. dll). tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat . mesin diklasifikasikan dalam pos 86.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . dan untuk menghitung cycle time-nya. mempercepat gerakan pindah gigi. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. ember. mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2. membuang muatan. bekerja alat (pisau. tetapi juga pada mesin mobile.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . bagian dari mesin dari pos ini.

80.9190 5 6.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 .0000 (8431.1900 3 4.25 sampai dengan 84. Di sisi lain. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No. 8414. Untuk lantai disamping Kabin kemudi. 7326.0000) 1 2.1400 2 3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini.50. Contoh Komponen-komponennya 1. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.9000 4 5.49. 8708. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya. HS No. dan lain-lain.04.90. tetap diklasifikasikan dalam pos ini. Pos 84.8412.21. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84.30.8708. penggalian. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86.80. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No.

Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8. Front Support Konstruksi penahan kabin 12.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .49.9000 4 5.5090 5 6.49.8412.0000 (8431.8431. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.8431.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.49.9000 7 8. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump.8431.8408.9000 4. HS No.21.49.8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.8431.90. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir. Rear Axle Axle dengan penggerak No.9000 HS 6 7.8431. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No. HS No.9000 1 2.9000 2 3. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No. HS No.49.9000 8 akhir Sprocket.49.49.

Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9.49. Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3.00-24-10PR 11 12. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11.

49.49. 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431.9000 5 6. Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431.49. 8408.90.9000 7 8.49. Cabin Parts Kabin operator HS 8431.9000 2 3. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No. 8431.49.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 .9000 3 4.1010 4 5.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7.49. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 . Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10. kabin dan komponen lainnya 12 13. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. Case & Frame HS 8431.49. Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin.

9000 1 Track Roller Frame HS 8431. Radiator HS 8431.5090 2 3.49.9000 2 Roller HS 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49.90.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .49. Engine HS 8408.49.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.20.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.90.20.20.000 2 Front Axle 8431.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.16.9000 R ADIATOR Radiator 7318.

90.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.20.16.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .000 3 ENGINE Engine Assy 7612.000 2 Front Axle 8431.20.20.9000 R ADIATOR Radiator 7318.

700 unit. mutatis mutandis. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1. untuk mesin mendorong diri dari pos ini. Pencakar.2. yang mencakup sebagai berikut: B uldoser dan angledozers. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. Namun demikian. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. Mekanikal sekop. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. seperti perkebunan dan pertambangan. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Grader dan Leveller. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Multi-ember ekskavator.3. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 . peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. Mesin pemadat. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek.400 unit. Shovel loader.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini.914 unit dan 2007 yang mencapai 4. Loader-transporter.

Alat Pengolah Lahan b. Alat Pemroses Material g. meratakan tanggul. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Alat Pemadat f. Alat dengan Penggerak b. Alat Pengangkut Material d. a. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. pencampuran tanah. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat Pemindahan Material e. Alat Penggali c. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. a. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya.

disingkat WTS. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Grader dan sejenisnya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. 14) Articulated Dump Truck. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. digunakan untuk memuat. Wheel tractor Dozer [roda karet]. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. menggali pondasi basement dan lain-lain. memindahkan. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . meratakan atau menyebarkan material. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. disingkat ADT. untuk menggusur bongkaran. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil.

) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. a. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. buldoser dan angledozers 2) c. Mereka digunakan. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). a. Dozer c.. a. khususnya. b. Grader dan Leveller b. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. di atas atau di bawah tingkat mesin. ambil. Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. dengan cara penggalian sebuah ember. pencakar d. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. Light material U Blade ( U – Blade . Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . digunakan di pertambangan. transportasi dan pembuangan itu. b. dll) atau.. a. Straight Blade (S – Blade). tarik sekop. dan lain-lain. b. Pencakar d. Cushion Blade (C – Blade).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. dengan pisau besar dipasang di depan. 22) Berdasarkan blade/pisau. Loader-transporter d. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. dan membentuk unit mekanik terpisahkan. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. sering lagu-bertelur. material ringan) 1.4. untuk meningkatkan jangkauan kerja. Bowl dozer. Angling Blade (A – Blade). Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. a. Loader-transporter d. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade).

. Alat Statis b. kecuali. Swamp d. a. Scraper D. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. c. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. d. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. b. b. b. a. b. Crawler Wheel c. Loader Tamping roller c. 6) Scraper d. d. Alat Pemadat. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. b. c. Dragline. a. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . b. Alat Penempatan Akhir Material d. Alat Pemadat d. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. Shovel. a. b. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Pneumatic-tired roller d. b. kecuali… a. a. a.. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. 30o d. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. merupakan c. a. Alat Pemadat Alat Penggali c. Alat dengan Penggerak c. Alat Pengangkut Material d. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a.

) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1. Selanjutnya. b. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. a. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan..5. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. 40T – 100T d. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 . 100T – 360T 1. 20T – 100T 40T – 360T c.

berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. dikenai Bea Keluar. e. mendapat fasilitas KITE. c. gudang Eksportir. akan diimpor kembali.2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. b.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. b.1. atau f. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . Kawasan Pabean pelabuhan muat. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. d. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 .

Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. dikenai Bea Keluar. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. 139/PMK. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. atau b. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan.

1.1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. cukai.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. 2. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. Buku pengetahuan barang.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. dan d. Bea Keluar. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. c. dan pajak. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. 2. b.

Situs yang diddapat dari search engine seperti www.google. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . Alat pengukur (meteran. 6. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. 3. 7. 5.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. misalnya untuk melihat plate. macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. 2. Kalkulator. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu). Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. Menggali informasi lain dari situs internet. Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. Senter kecil. Cutter / pisau saku. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. 3. 2. Nama barang b. leaflet. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. leaflet. Perhatikan pengemas. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. alat yang ukurannya besar. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Pada knalpot 4. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . manual books atau sejenisnya 5. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. Merk c. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. melebihi ukuran kontainer yang ada. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. Perhatikan brosur. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. Negara asal d. manual books atau sejenisnya. lihat gambar di bawah ini. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer.

b. merk. c. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air). name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. jumlah barang. nomor. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir.2. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. d.1. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. jenis dan jumlah kemasan. Perhatikan antara brosur. jenis barang. spesifikasi teknis barang. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii.

Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. ditandatangani Pemeriksa. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa.

ii. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. Surat Tugas. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Formulir PM. iv. jenis. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. menghitung kemasan yang di-stuffing. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. iii. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. b. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. PPB. c. NPPD. Menerbitkan Surat Tugas.

iv.1. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. v. Surat Tugas. b. vii. iii.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. Invoice dan Packing list.3. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Formulir PM. c. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. 2. c. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. PPB. 2. PPB. vi. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. Pemeriksa : i. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. b. ii. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . Invoice dan packing list. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan.

Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Berkaitan dengan impor alat berat. 2. spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK. jenis. maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. Perusahaan rekondisi/remanufakturing.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen).

e. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. c. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). b. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). agar dapat digunakan untuk: a. Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. d.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 64 . Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang.2.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB.

Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. c.atau c. | DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. kemasan. membuka setiap bungkusan. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). b. Tempat Penimbunan Pabean (TPP). Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. b.

mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. ukuran. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.atau b. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a. Barang impor yang tidak diberitahukan. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. c. b.

kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. b. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. 2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. ii. merek. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang.

5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. f. Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. 2) merk. b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. tipe. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). ukuran. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). e. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. c. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai.

i.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. b) merek dan tipe barang. 2. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 . bekas. h. d. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. c. scrap).4. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). misalnya : 2. f. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. 3.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. apabila ada. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. b. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil. e. yang meliputi : a) uraian barang.1. kondisi barang (baru. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut.

e) Tingkat pemeriksaan. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. ii. nomor petikemas/kemasan. g) Jumlah. 9. merk dan tipe barang (apabila ada). termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. 6. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. 8. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. iii. yang meliputi : i. uraian barang. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. 7. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. d) Waktu (menit. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. 10. 5. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. Jenis kemasan barang. 4. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). Memberikan catatan nomor PIB.

kondisi barang (baru atau bukan baru). j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. v. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya.5. power steering pump.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. v. starting motor. oil pump. alternator. water pump. iii.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. Komponen Engine yang terdiri dari : a. vi.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. ii.1. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. 2. compressor. Engine Assy (Assembly / komplit) b. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan. yaitu fuel injection pump. turbocharger. dll. iv. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. Komponen yang ada di Engine. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium.

j. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Transmission b. Coupling d. Final Drive f. Main Pump h.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Torque Converter c. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. dll) Dll 3. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . Travel Motor g. Axle e. Blade. Hydraulic Breaker c. Komponen Chasis terdiri dari : a. Log Clamp e. arm. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. antara lain : 1. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. 3. Bucket. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. boom dan cylinder. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Boom. 2. Hydraulic Pump i. Hydraulic Winch b. Bucket d. Cylinder Assy (Arm. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu.

bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. terguling dari tebing. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. intake manifold. Accident (kecelakaan). exhaust manifold. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. Misalkan alat berat tertimpa pohon. dll. 4. tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. dll.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. terbenam di lumpur. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. 5. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). atau mengubah dudukan engine mounting. Sebagai contoh. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan.

Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. d. dan aspal. backhoe. truck dan wagon. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. b. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. semen. alat yang digunakan dapat berupa belt. c. e. dragline. f. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. dan clamshell. beton. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. pneumatic-tired roller. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. dan lain-lain. compactor. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.

b. 2. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. asphalt paver. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Alat-lat tersebut adalah: a. motor grader. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya.2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. dan alat pemadat. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. g. batching plant.

3. b. akan diimpor kembali. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. c. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. f. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. Kawasan Pabean pelabuhan muat.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. b. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . mendapat fasilitas KITE. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. d. dikenai Bea Keluar. c. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. diberitahukan dengan benar. e. gudang Eksportir.

b. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. spesifikasi teknis barang. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. atau (ii) dikenai Bea Keluar. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Bea Keluar. c. b. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. c. jumlah barang. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. dan d. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. jenis barang. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. cukai. dan pajak. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB.

e. f. merk. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. spesifikasi teknis barang. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. jenis dan jumlah kemasan. ditandatangani Pemeriksa. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. g. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. jumlah barang. Total nilai FOB. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. nomor. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. b. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. Klasifikasi barang berdasarkan HS. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . c. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. meliputi : a. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. jenis dan jumlah kemasan. merk. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. nomor. b. jenis barang. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. d.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. d. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). menghitung kemasan yang di-stuffing. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. b. 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . e. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. agar dapat digunakan untuk: a. c. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. meneliti kemasan barang dan TPPBC. b. e. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. jenis.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. ukuran. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. merek. c. f. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Pejabat Pemeriksa Barang: a. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Pejabat Pemeriksa Barang : a. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Mencocokkan nomor. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . d. mencocokkan nomor. b.

Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. b. tipe. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. d. jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. b. e. Pejabat Pemeriksa Barang : a. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. merk. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. c. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. ukuran. b.

akan dikenai Bea Masuk. scrap). keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang.4. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. akan diimpor kembali. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. c. uraian barang. merek dan tipe barang. d. kecuali… a.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. akan diekspor kembali. bekas. gudang perwakilan importir c. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. kecuali… a. b. d. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). b. Jenis kemasan barang. e.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. c. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. apabila ada. d. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . kondisi barang (baru. f. gudang Eksportir. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. kawasan pabean pelabuhan muat. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. akan dikenai Bea Keluar. g. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. yang meliputi : • • • b. 2.

b. kualitas barang. jenis dan jumlah kemasan. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. b. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. b. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Bea Keluar. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. jenis barang. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . c. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. jumlah barang. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. c. cukai. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. jenis barang. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. b. spesifikasi teknis barang. d. d. c. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. Total bea masuk d. spesifikasi teknis barang. d. jumlah barang. merk. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. kecuali… a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. dan pajak. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. kecuali… a. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. c. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. b. nomor.

d. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. a. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. Nomor segel. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. agar dapat digunakan untuk … a. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. c. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. b. kecuali… a. Direktur verifikasi dan audit.. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. kecuali…. c. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. b. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. b. d. d. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. b. menghitung kemasan yang di-stuffing. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. c. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. d. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. d.

Pejabat Pemeriksa Barang : a. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. c. kecuali…. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. b. d. kecuali… a. d. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. kecuali… a. ukuran. fotocopy invoice b. c. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. Tempat Penimbunan Khusus. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. c. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Tempat Penimbunan Pabean. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. c. Tempat Penimbunan Sementara b. a. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Tempat Penimbunan Berikat. mencocokkan nomor. melakukan pemeriksaan importir. d.. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. fotocopy invoice b. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 .

disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. Selanjutnya. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 . maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan. khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya.

Alat Penempatan Akhir Material c.. dragline. Alat dengan Penggerak c. d. Alat Statis Material b. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. backhoe b. Alat Penempatan Akhir d. a. b. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. clamshell. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. Loader c. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. scraper d. Alat Penempatan Akhir Material b. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. a. pneumatic-tired roller b. Crane termasuk dikategorikan kedalam. Alat Pemadat d. b. scraper. c. Alat Pemroses Material c. Alat Pengangkut Material d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . a. Alat Pemadat. a. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. a.. kecuali. a. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. shovel. Alat Pemadat Alat Penggali c. tamping roller d. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. dozer c.

8) Alat Pemroses Material d. a. dozer. c. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . alat bor d. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. a. d. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. asphalt mixing plant d. Alat muat d. concrete batch plant b. a. Alat muat b. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. Alat angkut c. Nama dari alat tersebut adalah a. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. concrete spreader c. clamshell c. pneumatic-tired roller 13) . b. a. b. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. Alat Statis dan Alat Pemadat c. a. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. alat gali-muat-angkut c. Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. alat gali-muat-angkut b. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. Loader d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. untuk menggali tanah dan batuan c.

a. d. a. d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . c. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. d.. b. 16) Gambar dari suspensi belakang …. a. b. a.13. c.. c. 21) Vessel adalah … . 18) Fungsi dari Kompresor. c. Bak penampung material angkut. d. a. b. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. a. a. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH. d. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM. Untuk sistem pendingin udara b. b.

Track Frame 25) Gambar Travel Motor. c. Boom d. Konstruksi penahan kabin. c. a. d. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. c. d. a. d. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. a. Main Frame b. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. Pelindung rantai penggerak akhir roda b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . 22) Fungsi dari Tandem Case. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. c. 24) Nama dari a. untuk peletakan Filter Udara. . Bucket . d. b.

B 3. B 15. B 4. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . B 11. A 5. C 14. B 6. B 5. B KB. A 9. D 12. B 10. B 14. B 2. C 6. D 7. D 12. B 11. S 3. S 7. S 4. B 13. D 2. B 9. C 8. B 13. 1 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. B 10. B 15. S 8.2 1.

terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Wheel tractor Dozer [roda karet]. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. perairan dan ruang udara di atasnya. disingkat ADT. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. perairan dan ruang udara di atasnya. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. Articulated Dump Truck. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa].Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser.

Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. meratakan tanggul. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. dirakit. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. bandar udara.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. pencampuran tanah. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah.

Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. untuk menggusur bongkaran. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. dirakit. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . Grader dan sejenisnya. menggali pondasi basement dan lain-lain. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil.

Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. meratakan atau menyebarkan material. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan.

memindahkan.Blade ). Straight Blade (S – Blade). Cushion Blade (C – Blade). disingkat WTS. Angling Blade (A – Blade). material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. digunakan untuk memuat. Wheel Tractor Scrapper. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Bowl dozer. | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 . Light material U Blade ( U – Blade .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U .

Budi Tri (2008). Muhammad Rusli. Maros. Susy Fatena (2009). Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Rasyid. 2008. Jilid 1. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Makassar Rostiyanti. 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Rineka Cipta Siswanto. (2009). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. Sonny. PT.

....../200.......................... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: ......Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1........ d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ..../.........../200.....) e) Lain-lain : .. ...... 8....................... 2../............ * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS ........................................................................................../200.... 4......../200........................ NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ............................... Keterangan : ........... ............/../.................:........................ waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : .... Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang ... ....../............ ..................... ................... ............../200........................................... No/Tgl PIB : ....................... lembar) 6........ 5..................................... c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : ................ Foto : tidak / ya* ( .. ... .............../................................................... Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ... b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : ............/2000........ Lokasi Pemeriksaan : 3.............................................. ... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7.... ...... Pengusaha TPS** .........................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful