DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

..............) Fungsi alat-alat berat ........2...................) 1..... Fungsi...........) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor................2..................... dan Spesifikasi jenis alat berat 2.........2.............................1..) ii ...................... 2.......... 1... Standar Kompetensi...........1....................... 2......1................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A......) 1.......1.....4...) Klasifikasi alat-alat berat ...................) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian................................ 53 2............................. 2................................1....................................1........................) 2.......... Rangkuman ...................................2......... Klasifikasi.....) 1........ halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat ........................) Uraian dan Contoh..... | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1......... 1....... Fungsi............) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor... Latihan……………………………………………………………………........................................................ KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian.......................... 2.....) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum ................ 2..........................5.....................................) Spesifikasi jenis alat berat....................................... 3...............................................3...............................................1.........5...................................3...............................) Uraian dan Contoh 1................................ dan Spesifikasi jenis alat berat 1..............1..............................) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik...... Kompetensi Dasar ................. Umpan Balik dan Tindak Lanjut .................. Tes Formatif 1...................................................) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat ...................................... Prasyarat Kompetensi..) Pengertian alat-alat berat.. Klasifikasi.......3......... 1..........1........ 4.........1.....4.1................... PENDAHULUAN 1......1............ Latihan……………………………………………………………………...3. Rangkuman ................................4........................1......... 1 1 2 2 B............................................................................................................

..................................... 82 2.....................................................) Umpan Balik dan Tindak Lanjut ............................................................ 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii .......... TES SUMATIF ……………………………………………………………………...................................4...................................... DAFTAR ISTILAH ....................... DAFTAR PUSTAKA ........... KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF).....................) Tes Formatif 2 ................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2... 86 PENUTUP………………………………………………………………………….......................5........

...24. 1..23 Track Type Tractor ………………………………….3. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ……………………………………….…… 26 Operasional Unit Excavator …………………………. 1. 11 Backhoe ………………………….. 15 Crawlercrane …………………………………….…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv . 25 Komponen Excavator ………………………………….. 1.5. 1..………….. 1.9.19... 1. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ………………………………………. 1.……………………. 1.14. 1.1.……… 23 Wheel Loader …………………………………………….2. 14 Concrete Mixer Truck ………………………………..11.21.. 1. 1.………… 19 Skidder ……………………………………………. 1. 1.…. 1. 1.23.25. 1.17. 12 Kendaraan Truck ………………….26.. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1. 1.16.…………18 Skid Steer Loader ………………………………... 1..10..22.………………………….……. 1..…………. 20 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer …………………………………………………. 1. 1.20.. 1.15... Dozer ……………………………. 1..22 Track Type Loader ………………………………….8.……… 15 Aspalt Paver ……………………………………………….12.18.……… 24 Telehandler …………………………………………….6.7.…….13..…… 27 Skema Under Carriage ……………………………….…………………… 13 Tandem Roller ……………………………………………….4.………………………… 13 Loader ……………………………………. 1..

39.. 1. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ………………………………. 1..33. 1.… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v . 1.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut ……………………………………………. 1.. 34 Bowldozer Blade ……………………………………….36. 1. 1. 1. 33 Cushion Blade ……………………………………………….32.……. 1.28. Excavator (1) ………………………………………………….37.29.……… 33 Angling Blade ………………………………………….35.. 1..34.31. 1.…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing ………………………………….38.……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ……………………………………….27. 1.30.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.

1. Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1.

Lakukan review materi secara umum. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. 4. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. 2. 6. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar. 3. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. 8. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. 5. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut. 7. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

Spesifikasi. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%).1. Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. menurut Indocommercial. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. Namun. nilai ekspor alat berat tercatat US$46.9 juta. Thailand. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. Indonesia pun mengekspor alat berat. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 . Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3. Jika dilihat dari negara asalnya.3%. Amerika Serikat. Menurut BPS. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). yaitu 27. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833. dan Cina. Pada 2003.1 Pengertian. nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi. Pada 2003. per Agustus 2008 sudah US$107. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2.6 juta.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B.7 juta. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi. Singapura.

serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo. seperti Sumatera dan Kalimantan. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat. khususnya batu bara.datacon. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. Bobcat. Pada 2008 lalu. PT Intraco Penta dengan Volvo. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. dan kehutanan 8%. (http://www.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009.230 unit. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah. sektor perkebunan menyerap 24% (2. Misalnya. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah. Ingersol Rand. Kobelco. Sementara itu. disusul PT Trakindo Utama (25%). United Tractors dengan Komatsu.co. (20%). Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan.id/Alatberat-2010Excavator.320 unit). Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . seperti PT United Tractors Tbk. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. sektor konstruksi 14%. Pada 2008.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. Trakindo Utama dengan Caterpillar.

Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan.datacon. mesin. (http://www.id/Alatberat-2010Excavator. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. (http://www. ban.html) Impor bahan baku alat berat. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. motor graders dan dump trucks.co. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri. buldoser 45%. selama ini berupa center bracket. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar. dump truck 30%. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia.co. Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. dan forklift 40%. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. Motor Grader dan dump truck. Buldozer.datacon. bulldozers. dan komponen hidrolis (hydrautic part). PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi.id/Alatberat-2010Excavator. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 . memproduksi excavator. monitor panel. motor grader 40%. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. baterai. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8.

Itochu Corporation dari Jepang. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. 15. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung. Ltd of Japan . Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. Bogor. namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11.876 m2 untuk fasilitas perakitan. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 .800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10. PT Murinda Iron Steel. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Jakarta Utara.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co.2 ha terdiri dari 15.000 m2 foundry plant 2 and 3. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung. Jawa Barat. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia. Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. Selanjutnya pada tahun 1991. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. Bekasi. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 . untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). digunakan dalam pembuatan jalan. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah.1. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. i. Mesin ini. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84. h.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan. Hal ini dicapai dengan ember. g. Shovel loader. 1. transportasi dan pembuangan itu. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. ketika dalam posisi horisontal. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali. e. dan mereka sudah terpasang pada roda. 1.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). saluran drainase. untuk kemasan ballast rel-jalan. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar. dll f. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat.2. Mesin pemadat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya.

Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer.1.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Gambar. Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. tergantung pada sumbu kendaraannya. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 .1 Dozer Sumber: http://www.

truck dan wagon. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . dan clamshell. Gambar. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil.1.html c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. 1.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut.2 Backhoe Sumber: http://www. alat yang digunakan dapat berupa belt. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. dragline. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. backhoe.

dan lain-lain.html e. Gambar. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www.senyawa. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. jalan raya. pneumatictired roller. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 .4 Loader Sumber: http://www.senyawa. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain.1.html d. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang.1. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. compactor.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.

namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. Gambar. berbentuk kaki domba. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. dan aspal. ada yang punya permukaan halus (plain). agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.senyawa. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). Dilihat dari susunan roda gilasnya. Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller).5 Tandem Roller Sumber: http://www. | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . beton. ada yang bergerak sendiri.html f. berbentuk grid. bersegmen. ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). Berdasarkan bahan roda penggilasnya. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). tapi ada juga yang harus ditarik traktor. dan sebagainya. Dilihat dari bentuk permukaan roda. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya.1. dan Three Axle Tandem Roller. semen.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. roda dua (Tandem Roller).

7 Asphalt Paver Sumber: http://www. dan alat pemadat.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan.senyawa.6.html g.senyawa. asphalt paver. Gambar. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www. 1.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 . motor grader.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. 1.

1.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 . Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Gambar. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. a. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. 1. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. batching plant.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane.9 Tower Crane Sumber: http://www.html b.senyawa. Gambar.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.8 Crawlercrane Sumber: http://www. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.

crane kabel. Harvester/Processor. dan mobil crane.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader. Gambar. dan Road Builder. 1. 1. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi.1. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar.3. crane menara. crane portal. crane putar. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan. crane kolom putar.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 .

1. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 . 1. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar.12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator. Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor).13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.

Skid Steer Loader.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah. Leveling. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). • Grading. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Spreading. pencampuran tanah. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. diantaranya : • Loading. • Clamping. • Digging. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . disingkat SSL. dan sebagainya. Dozing. 1. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya. meratakan tanggul. diantaranya : • Grading. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan.

16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan. 1. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. digunakan untuk memuat. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar.15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. memindahkan. 1. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. disingkat WTS. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 . kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan.

Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck. Gambar 1. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers).5 mm pula. Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. Jika ditinjau dari penggeraknya.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. dan (3) operator yang bekerja. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). (2) kondisi mesin. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. disingkat ADT. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2.

1-19. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 . Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1. dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT.

sama halnya dengan wheel loader.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material. hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.21. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Grader dan sejenisnya. menggusur tonggaktonggak kayu kecil.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 . Gambar 1.1. menggali pondasi basement dan lain-lain. untuk menggusur bongkaran. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser.

bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). Pada wheel loader kecil dan menengah. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. Forklift dan sebagainya. meratakan atau menyebarkan material. sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai.22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. yaitu : • Ripping. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. 1. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). Gambar. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. tergantung dari attachment yang dipasangkan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 .

1. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya.1.4. Shovel. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. Dragline. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. 1. Back Hoe. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. dan Clam shell.1.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck). | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 .

1.26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.24 Komponen Excavator Gambar..1.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.5 Km/ jam : 0.5 – 1.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 . arm.1. bucket.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.1.26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom. swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.

swing.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 .3 lt tiap sisi : 6.6 lt : 135 lt : Under carriage. arm. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah.1. ripper dll ). Alat utama berupa blade dan ripper.28 Excavator Gambar.1.1.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 .

benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .1.

32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.8 Kpa atau 4. 1.32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29.

1. cable controlled b. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. b. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . Bulldozer dapat dibedakan : a. hydraulic controlled 3. pembukaan jalan (pionering road). Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. c. Berdasarkan blade / pisau a. Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah.. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. Universal Blade ( U . karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. paling cocok untuk segala jenis lapangan. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Berdasarkan alat geraknya / mounted. Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.Blade ) Universal Blade (U-Blade). Gambar. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah.

Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar. Berdasarkan blade / pisau a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.1. c. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi.1. Light material U Blade ( U – Blade .34. Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4. Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 .

Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan . dengan : a.1. 20% menaikkan prod.1.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar.15b. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 .36 Cushion Blade Gambar. Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar..38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4. Slot Dozing menaikkan prod.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

Land Clearing b. Stripping ( pengelupasan top soil ) c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a. dll 3.1. Side Hill cut d. Meratakan timbunan tanah h. Dozing Rock e. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 . Down Hill Slot Dozing f.

Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat . mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . ember. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3].Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil. dll. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . Produksi Scraper : 1. secara khusus. diklasifikasikan dalam pos 84. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. 2. Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI). dll). Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . tetapi juga pada mesin mobile. membuang muatan. Secara umum. dan untuk menghitung cycle time-nya. bekerja alat (pisau. tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. Penggalian.31. bagian dari mesin dari pos ini.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. atau yang tidak bergerak otomatis. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. mempercepat gerakan pindah gigi. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. mesin diklasifikasikan dalam pos 86. memutar balik.

30.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84. Untuk lantai disamping Kabin kemudi. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No. tetap diklasifikasikan dalam pos ini.0000 (8431.21. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya.0000) 1 2. Contoh Komponen-komponennya 1.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 . 8414.49.8412. Pos 84. Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No.9000 4 5. Di sisi lain.25 sampai dengan 84.1900 3 4.04.80. Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api. 7326. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini.1400 2 3. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No. dan lain-lain.90. 8708.9190 5 6. penggalian. HS No.50.80.8708.

Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Front Support Konstruksi penahan kabin 12.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8. Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

8412.21. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No. Rear Axle Axle dengan penggerak No.8431.49.0000 (8431.49.9000 HS 6 7.8431.8431.9000 4. HS No. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No.49. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir.49.8431.49.9000 2 3.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.8431. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft.9000 7 8.90.5090 5 6.9000 1 2. HS No. HS No.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1.8408.49.9000 8 akhir Sprocket.9000 4 5. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .49.8431.

Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3.00-24-10PR 11 12.49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9. Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.

Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431. 8431.49. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.9000 3 4.9000 2 3.49.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.1010 4 5.49. 8431.9000 5 6.49.90.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 . Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Cabin Parts Kabin operator HS 8431.9000 7 8.49. 8408. Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431. Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.49.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7.

Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin. Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1.49. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 . kabin dan komponen lainnya 12 13.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. Case & Frame HS 8431.

Radiator HS 8431.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.9000 2 Roller HS 8431. Engine HS 8408.90.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.5090 2 3.49.49.49.49.9000 1 Track Roller Frame HS 8431.

9000 R ADIATOR Radiator 7318.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.000 2 Front Axle 8431.20.20.90.16.000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.20.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .

000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.16.20.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.20.000 2 Front Axle 8431.20.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.90.9000 R ADIATOR Radiator 7318.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .

Grader dan Leveller. Multi-ember ekskavator.914 unit dan 2007 yang mencapai 4. Mekanikal sekop. Shovel loader.700 unit.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5.3. Mesin pemadat. yang mencakup sebagai berikut: B uldoser dan angledozers. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.2. Namun demikian.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi.400 unit. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 . mutatis mutandis. Pencakar. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Loader-transporter. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1. seperti perkebunan dan pertambangan. untuk mesin mendorong diri dari pos ini.

Alat Pengolah Lahan b. Alat Pemadat f. Alat Pemindahan Material e. 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. meratakan tanggul. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Alat Pengangkut Material d. Alat Penggali c. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. 9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. pencampuran tanah. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. a. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. Alat Pemroses Material g. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. Alat dengan Penggerak b.

14) Articulated Dump Truck. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. disingkat ADT. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). disingkat WTS. untuk menggusur bongkaran. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Wheel tractor Dozer [roda karet]. digunakan untuk memuat. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. meratakan atau menyebarkan material. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. menggali pondasi basement dan lain-lain.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. memindahkan. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Grader dan sejenisnya. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan.

digunakan di pertambangan. sering lagu-bertelur. a. Angling Blade (A – Blade). dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator.) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. buldoser dan angledozers 2) c. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. khususnya. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Loader-transporter d. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. Light material U Blade ( U – Blade . Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. Cushion Blade (C – Blade). Bowl dozer.. dll) atau. b. b. pencakar d. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. tarik sekop. a. Grader dan Leveller b. Mereka digunakan. untuk meningkatkan jangkauan kerja. 22) Berdasarkan blade/pisau.. dan lain-lain. ambil. Pencakar d. Dozer c. dengan cara penggalian sebuah ember.4. transportasi dan pembuangan itu. a. dengan pisau besar dipasang di depan. Straight Blade (S – Blade). Loader-transporter d. dan membentuk unit mekanik terpisahkan. di atas atau di bawah tingkat mesin. material ringan) 1. b. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan…. a. a.

30o d. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Alat dengan Penggerak c. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . a. Alat Pemadat. merupakan c. a. a. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. kecuali. Alat Pemadat Alat Penggali c. d. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. b. Alat Statis b. d. b. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. Swamp d. b. a. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. b. kecuali… a. Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. a. c. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. Alat Penempatan Akhir Material d. Loader Tamping roller c. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. Alat Pemadat d. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. b. b. a. Pneumatic-tired roller d. Scraper D. Alat Pengangkut Material d. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. Dragline. c. a. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. b. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. Shovel.. 6) Scraper d. Crawler Wheel c..

b. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini.. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. a.. 40T – 100T d. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda.) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %. 100T – 360T 1. 20T – 100T 40T – 360T c. Selanjutnya.5. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 .

atau f. d. b.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa.1. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. gudang Eksportir. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Kawasan Pabean pelabuhan muat. 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. b. e. dikenai Bea Keluar. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 .2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. akan diimpor kembali. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. c. mendapat fasilitas KITE.

Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. 139/PMK. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. dikenai Bea Keluar. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. atau b. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer.

tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Bea Keluar. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1.1. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. dan d. 2. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. c. 2. dan pajak. cukai. b.1. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. Buku pengetahuan barang.

5. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. 3.google. Situs yang diddapat dari search engine seperti www. 7. misalnya untuk melihat plate.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. 2. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. Alat pengukur (meteran. 6. Senter kecil. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu). berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. Menggali informasi lain dari situs internet. Kalkulator. macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. Cutter / pisau saku.

lihat gambar di bawah ini. 2. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. manual books atau sejenisnya. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. Negara asal d. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. Perhatikan pengemas. Pada knalpot 4. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. 3. leaflet. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. melebihi ukuran kontainer yang ada. alat yang ukurannya besar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. manual books atau sejenisnya 5. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. leaflet. Merk c. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. Nama barang b. Perhatikan brosur.

Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. b. c. nomor. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii. jumlah barang.2. merk. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. spesifikasi teknis barang. Perhatikan antara brosur. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. jenis dan jumlah kemasan. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir.1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 . Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. jenis barang. d. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air).

Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. ditandatangani Pemeriksa. | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI).

Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. iii. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). NPPD. Formulir PM.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. menghitung kemasan yang di-stuffing. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. iv. Surat Tugas. b. Menerbitkan Surat Tugas. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. ii. c. PPB. jenis.

PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. 2. Surat Tugas. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a.3.1. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. vii. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . PPB. Formulir PM. v. Pemeriksa : i. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. vi. Invoice dan packing list. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. PPB. Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. c. ii.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. iv. b. Invoice dan Packing list. iii. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. 2.

selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. jenis. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen).05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda. Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Berkaitan dengan impor alat berat. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. 2. maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. Perusahaan rekondisi/remanufakturing. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 .

maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang. d. agar dapat digunakan untuk: a. sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. e. dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). c.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 64 .1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang.2. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 65 .atau c. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. b. Tempat Penimbunan Pabean (TPP). c. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a. b. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. kemasan. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. membuka setiap bungkusan.

Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. c. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %.atau b. Barang impor yang tidak diberitahukan. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. ukuran. maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). b. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a.

2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. ii. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). merek. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 . (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. b. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa.

4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. e. ukuran. c. | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). tipe. 2) merk. maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). f. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa.

f.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP.4. kondisi barang (baru. h. c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang.) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. 3. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. bekas. yang meliputi : a) uraian barang. 2. c. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. scrap). i. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 . Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. apabila ada. b) merek dan tipe barang. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. b. misalnya : 2. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil.1. e. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. d.

termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. merk dan tipe barang (apabila ada). jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. nomor petikemas/kemasan. uraian barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. ii. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. Jenis kemasan barang. 6. yang meliputi : i. iii. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. 4. e) Tingkat pemeriksaan. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). Memberikan catatan nomor PIB. g) Jumlah. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. 10. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. 9. d) Waktu (menit. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. 8. 7. 5. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan.

pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. compressor. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. iv. Engine Assy (Assembly / komplit) b. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . Komponen yang ada di Engine. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. vi. alternator. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. oil pump. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya. v. iii. v. yaitu fuel injection pump. Komponen Engine yang terdiri dari : a.5. kondisi barang (baru atau bukan baru).keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean. power steering pump. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1. dll.1. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. 2. turbocharger. starting motor. ii. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. water pump. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya.

Bucket. Transmission b. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. arm. Blade. Hydraulic Pump i. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. j. Torque Converter c. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. Main Pump h. Log Clamp e. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. Coupling d. Hydraulic Winch b. Boom. 2. 3. Final Drive f.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. dll) Dll 3. Komponen Chasis terdiri dari : a. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Hydraulic Breaker c. Bucket d. antara lain : 1. Axle e. boom dan cylinder. Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Cylinder Assy (Arm. Travel Motor g.

4. intake manifold. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Accident (kecelakaan). Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. atau mengubah dudukan engine mounting. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. Sebagai contoh. Misalkan alat berat tertimpa pohon. maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. terbenam di lumpur. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. exhaust manifold. 5. dll. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. terguling dari tebing. kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. dll.

semen. pneumatic-tired roller. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. d. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. beton. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. c. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. dan lain-lain. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. dan clamshell. dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. f. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. backhoe.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. compactor. dragline. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . e. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. truck dan wagon. alat yang digunakan dapat berupa belt. b. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel.

baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.2. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. b. motor grader.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. asphalt paver. 2. Alat-lat tersebut adalah: a. g. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat. dan alat pemadat. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya. batching plant. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 . Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan.

d. diberitahukan dengan benar.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. gudang Eksportir. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. f. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. akan diimpor kembali. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. mendapat fasilitas KITE. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. b. e. b. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean.3. dikenai Bea Keluar. 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. c. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. Kawasan Pabean pelabuhan muat.

Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. dan d. b. atau (ii) dikenai Bea Keluar. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. jenis barang. Bea Keluar. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. jumlah barang. cukai. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . b. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. c. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. c. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. spesifikasi teknis barang. dan pajak. 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB.

17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . jenis barang. ditandatangani Pemeriksa. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. meliputi : a. spesifikasi teknis barang. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. e. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. d. jenis dan jumlah kemasan. c. b. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. jenis dan jumlah kemasan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. merk. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. f. nomor. jumlah barang. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. g. Total nilai FOB. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. Klasifikasi barang berdasarkan HS. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. nomor. merk. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. b.

menghitung kemasan yang di-stuffing. e. b. 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. b. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . d. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. agar dapat digunakan untuk: a. c. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. meneliti kemasan barang dan TPPBC. e. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. jenis. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang.

c. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . Pejabat Pemeriksa Barang: a. merek. d. Pejabat Pemeriksa Barang : a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. ukuran. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. f. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. Mencocokkan nomor. b. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. mencocokkan nomor. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.

maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. c. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Pejabat Pemeriksa Barang : a. b. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. b. ukuran. b. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. tipe. merk. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. e. d. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang.

) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. uraian barang. bekas. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. merek dan tipe barang. kawasan pabean pelabuhan muat. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. f. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. kecuali… a. akan diekspor kembali. b. apabila ada. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. akan dikenai Bea Keluar. d. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. akan diimpor kembali. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). c. b. e. d. kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. c. akan dikenai Bea Masuk. keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. Jenis kemasan barang. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. kecuali… a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. yang meliputi : • • • b. kondisi barang (baru.4. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. gudang perwakilan importir c. d. gudang Eksportir. scrap). 2. g.

b. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. b. jenis barang. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. jumlah barang. b. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. cukai. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. kecuali… a. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. spesifikasi teknis barang. b. d. d. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. c. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. spesifikasi teknis barang. jumlah barang. c. kualitas barang. dan pajak. Bea Keluar. merk. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . c. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. nomor. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. d. b. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. jenis barang. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. jenis dan jumlah kemasan. Total bea masuk d. kecuali… a. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa.

Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. b. d. Nomor segel. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. c. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. agar dapat digunakan untuk … a. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan.. d. kecuali…. 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. c. kecuali… a. b. a. d. d. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. Direktur verifikasi dan audit. b. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. d. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. menghitung kemasan yang di-stuffing. c. b. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. Tempat Penimbunan Sementara b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. d. mencocokkan nomor. c. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. d. kecuali….. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. fotocopy invoice b. b. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. d. c. ukuran. kecuali… a. Tempat Penimbunan Berikat. Tempat Penimbunan Khusus. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. a. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 . Pejabat Pemeriksa Barang : a. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. fotocopy invoice b. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. d. Tempat Penimbunan Pabean. c. melakukan pemeriksaan importir. kecuali… a. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. c. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %.

Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif. Selanjutnya. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2.5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %.

khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini. Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik.

Alat Penempatan Akhir Material b. a. tamping roller d. Loader c. a. scraper. Alat Pemroses Material c. scraper d. d. Alat Statis Material b. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Alat Pemadat d. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. a. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . a. a. Alat Penempatan Akhir Material c. shovel. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. dozer c. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. Alat Pemadat. backhoe b. clamshell. Alat Pengangkut Material d. a. Alat Pemadat Alat Penggali c. c.. a.. pneumatic-tired roller b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. b. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. Crane termasuk dikategorikan kedalam. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. Alat Penempatan Akhir d. b. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Alat dengan Penggerak c. kecuali. dragline.

asphalt mixing plant d. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. Alat angkut c. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d. dozer. Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. alat gali-muat-angkut c. alat bor d. concrete batch plant b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . concrete spreader c. untuk menggali tanah dan batuan c. c. d. a. Alat Statis dan Alat Pemadat c. Alat muat d. Nama dari alat tersebut adalah a. b. a. Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. alat gali-muat-angkut b. clamshell c. pneumatic-tired roller 13) . a. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. a. Alat muat b. a. b. 8) Alat Pemroses Material d. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. Loader d.

c. d. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH. a. d. c. 16) Gambar dari suspensi belakang …. d. c. c. a. b. a. a. d. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. 18) Fungsi dari Kompresor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. a...13. a. Bak penampung material angkut. b. d. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c. Untuk sistem pendingin udara b. 21) Vessel adalah … . c. b. a. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM.

c. 22) Fungsi dari Tandem Case. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. untuk peletakan Filter Udara. d. Konstruksi penahan kabin. d. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. Main Frame b. 24) Nama dari a. . Pelindung rantai penggerak akhir roda b. a. b. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . d. c. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. d. c. a. Bucket . Track Frame 25) Gambar Travel Motor. a. Boom d. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. c.

D 12. D 2. B 6. B 5. B 15. C 14.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB.2 1. A 5. B 15. B 13. C 6. B KB. S 7. B 11. B 3. A 9. D 12. B 9. B 14. B 10. 1 1. B 11. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . B 2. B 10. S 3. S 4. B 13. D 7. C 8. B 4. S 8.

BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. Articulated Dump Truck. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. disingkat ADT. Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. perairan dan ruang udara di atasnya. Wheel tractor Dozer [roda karet]. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. perairan dan ruang udara di atasnya. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai].

bandar udara. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar. meratakan tanggul. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. pencampuran tanah. dirakit. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah.

Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. untuk menggusur bongkaran. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. dirakit. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. menggali pondasi basement dan lain-lain. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. Grader dan sejenisnya.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. meratakan atau menyebarkan material. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Skidder adalah untuk menarik batang kayu. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP).

Angling Blade (A – Blade). Cushion Blade (C – Blade). menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Light material U Blade ( U – Blade . Wheel Tractor Scrapper. Bowl dozer.Blade ). digunakan untuk memuat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . memindahkan. material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 . disingkat WTS. Straight Blade (S – Blade).

Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Jilid 1. PT. Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Makassar Rostiyanti. Susy Fatena (2009). Muhammad Rusli. (2009). Rasyid. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. Rineka Cipta Siswanto. Budi Tri (2008). | DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Maros. 2008. Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. Sonny. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang).

. Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7..../200................................................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1... Pengusaha TPS** ............./200............................... Foto : tidak / ya* ( ........................................ Keterangan : ........ c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : ............/.............................. 8........./..................... ............................................. ............./................................... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: .................... ............................................ No/Tgl PIB : . 2.............. Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang .../2000............ 4............... . NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ................... ............ * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS ......................................... ...... . b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : ....................../..../200................................) e) Lain-lain : ......................... lembar) 6./200........... waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : ..../200.... ....................:........... Lokasi Pemeriksaan : 3........ d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ............................................... .........../....... 5................. Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ..... ../.