DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

DIKLAT TEKNIS SUBSTANTIF SPESIALISASI

TEKNIK PEMERIKSAAN

Disusun Oleh: Adang Karyana Syahbana, S.ST. (Widyaiswara Madya) Ir. Agung Budi Laksono, S.E., M.M. (Widyaiswara Muda)

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN PUSDIKLAT BEA DAN CUKAI 2011

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

| DTSS Teknik Pemeriksaan

i

......) ii ........ 1.....................3.....................Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL PETA KONSEP MODUL A........1....................................................... 3................................................ 1....3.......................................... | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 58 61 69 71 75 76 2................................ 2....) Uraian dan Contoh 1............2... Fungsi......1......... 2... 2. Tes Formatif 1....................................... 2..........) KEGIATAN BELAJAR 2 Pengertian..) 2........1.............. Umpan Balik dan Tindak Lanjut . 53 2......... PENDAHULUAN 1.................. 4................ 2............................) Penjelasan design dan Pengenalan alat berat/komponen Alat Berat di Lokasi Pabrik.................... 3 8 10 17 25 47 47 50 52 1.......................................4..............................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor......................................) 1............4...................... Rangkuman ...................3........................ Prasyarat Kompetensi..........1....1...............................) Pengertian alat-alat berat................) Klasifikasi alat-alat berat ..................... Rangkuman ... Latihan……………………………………………………………………................................. halaman i ii iv vi vii viii Deskripsi Singkat ..........) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat ............2...............................4................................................ Kompetensi Dasar .....1...................1.......) Persiapan Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Secara Umum ......... Fungsi............................... Latihan……………………………………………………………………................................................................................. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR 1 Pengertian................ 1 1 2 2 B.... Standar Kompetensi....................................................................... dan Spesifikasi jenis alat berat 2..2....... Klasifikasi.............................5...1.................................... 1..............5.......3............................) Uraian dan Contoh......1..) Spesifikasi jenis alat berat...1................) Pemeriksaan Alat berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor............................... dan Spesifikasi jenis alat berat 1................) 1.....................................1....2.) 1.................... Klasifikasi..................) Fungsi alat-alat berat ........1...........1..

.......................... KUNCI JAWABAN (TES FORMATIF DAN TES SUMATIF)..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2................................................... TES SUMATIF ……………………………………………………………………................................ 87 88 92 93 98 | DTSS Teknik Pemeriksaan iii .......) Umpan Balik dan Tindak Lanjut .................................................................. DAFTAR ISTILAH ............. DAFTAR PUSTAKA ..................................) Tes Formatif 2 ..4.... 82 2.. 86 PENUTUP…………………………………………………………………………..............................................5.....................................................................

7.2.10.17. 11 Backhoe ………………………….8...…………. 16 Tower Crane ………………………………………………… 16 Alat Berat Kehutanan ……………………………………… 17 Backhoe Loader ……………………………………….3.13.....…… 27 | DTSS Teknik Pemeriksaan iv . 1..23 Track Type Tractor ………………………………….12.14. 1.……… 15 Aspalt Paver ……………………………………………….23. 1.20.5.….22. 1.9.…… 27 Skema Under Carriage ………………………………. 1. 12 Kendaraan Truck ………………….……… 24 Telehandler ……………………………………………. 1. 1.. 14 Concrete Mixer Truck ……………………………….. 1..………………………….…….Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1.22 Track Type Loader …………………………………. 1.……………………. 1. 1.………… 19 Skidder …………………………………………….4.. 15 Crawlercrane ……………………………………. 1.. 1.25.16. 1. 1.………………………… 13 Loader …………………………………….……… 23 Wheel Loader …………………………………………….24. 1. 1..11.…………18 Skid Steer Loader ……………………………….…………………… 13 Tandem Roller ……………………………………………….. 1.1. 1. 1..……..…… 26 Operasional Unit Excavator …………………………. 25 Komponen Excavator …………………………………..21. 1. 1. Dozer …………………………….. 1.19.18...6. 1.15...26. 17 Excavator Hidrolic ……………………………………………18 Motor Grader ………………………………………. 1..………….. 20 Wheel Tractor Scrapper …………………………………… 20 Articuled Dump Truck ……………………………………… 21 Off Highway Truck ……………………………………………22 Wheel Dozer ………………………………………………….

……… 33 Angling Blade …………………………………………. 1.35. 1. 1.38.37. 34 Bowldozer Blade ………………………………………..36.……… 31 Universal Blade ……………………………………………… 32 Straight Blade ……………………………………….39.28.34..Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar Gambar 1..32..30. 1. 1.29.28 Excavator (2) ………………………………………………… 29 Excavator (3) ………………………………………………… 29 Alat Pengangkut …………………………………………….……. 29 Operasional Unit Buldozer ………………………………… 30 Komponen Buldozer ………………………………. 1.33. 1. 1. 33 Cushion Blade ………………………………………………. 1. 1.…… 34 Light Material U Blade ……………………………………… 34 Melakukan Slot Dozing ………………………………….31. Excavator (1) ………………………………………………….27. 1. 1..… 35 | DTSS Teknik Pemeriksaan v .

Perbandingan antara Crawel Tractor dan Wheel Tractor Dozer ………………………………………… 12 | DTSS Teknik Pemeriksaan vi .1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR TABEL Tabel 1.

apabila ternyata hasil tes sumatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. maka peserta diklat diharapkan mempelajari modul ini secara urut mulai dari Kegiatan Belajar 1 sampai dengan Kegiatan Belajar 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PETUNJUK PENGGUNAAN MODUL Untuk dapat memahami modul ini secara benar. Cocokkan hasil tes formatif dengan kunci jawaban tersebut. dengan cara membaca kembali ringkasan materi untuk mendapatkan hal-hal penting yang menjadi fokus perhatian pada kegiatan belajar ini. Pelajari materi yang menjadi isi dari setiap kegiatan belajar (dengan cara membaca materi minimal 3 kali membaca isi materi kegiatan belajar tersebut). apabila ternyata hasil Tes Formatif peserta diklat memperoleh nilai minimal 80. 2. namun apabila diperoleh angka di bawah 80. Kerjakanlah Tes Formatif pada kegiatan belajar yang sedang dipelajari. maka peserta diklat dapat dinyatakan lulus dari kegiatan belajar | DTSS Teknik Pemeriksaan vii . Kerjakan Tes Sumatif apabila semua Tes Formatif dari seluruh kegiatan belajar telah dilakukan. 3. Lihat kunci jawaban Tes Sumatif yang terletak pada bagian akhir modul ini 9. Cara mempelajari setiap kegiatan belajar adalah mengikuti tahap-tahap berikut ini: 1. Cocokkan hasil tes sumatif dengan kunci jawaban tes sumatif. 4. Lakukan review materi secara umum. 8. maka peserta diklat diharuskan mempelajari kembali kegiatan belajar tersebut agar selanjutnya dapat diperoleh angka minimal 80. 7. 6. 5. Lihat kunci jawaban Tes Formatif dari kegiatan belajar tersebut yang terletak pada bagian akhir modul ini. maka kegiatan belajar dapat dilanjutkan pada kegiatan belajar berikutnya. Lihat apa yang menjadi target indikator dari kegiatan belajar tersebut.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

PETA KONSEP
ii Dalam mempelajari modul ini, agar lebih mudah dipahami maka disarankan kepada peserta diklat untuk mempelajari peta konsep modul. Dengan demikian pola pikir yang sistematik dalam mempelajari modul dapat terjaga secara berkesinambungan selama mempelajari modul.

KEGIATAN BELAJAR – 1

Pengertian, Klasifikasi, Fungsi, dan

KEGIATAN BELAJAR – 2

Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik

• • • •

Pemeriksaan fisik ekspor alat berat Pemeriksaan fisik impor alat berat Klasifikasi Barang Dalam Pemeriksaan Fisik Barang Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP)

| DTSS Teknik Pemeriksaan

viii

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

A. PENDAHULUAN

1.

Deskripsi Singkat Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat disusun untuk digunakan oleh para Teknis Substantif Spesialis

secara khusus peserta Diklat

Pemeriksaan Barang (DTSS-Pemeriksaan Barang). Dalam kurikulum diklat dijelaskan bahwa mata

pelajaran Teknik Pemeriksaan Barang Alat Berat merupakan mata pelajaran pendukung dengan jumlah jam pelajaran (JP) sebanyak 14 JP. Pada kegiatan belajar 1, pokok bahasan yang diuraikan adalah pengertian dan fungsi alat berat, spesifikasi jenis alat berat, suku cadang alat berat dan dilanjutkan dengan kegiatan belajar 2 dalam bentuk kunjungan ke lokasi pabrik untuk membandingkan antara teori dan praktek 2. Prasyarat Kompetensi

Sebelum mempelajari modul ini peserta diklat harus telah memiliki kompetensi awal dan minimal kualifikasi sebagai berikut : a. Lulusan DTSS, DTSD Kepabeanan dan Cukai, dan Prodip I dan III Kepabeanan Bea dan Cukai b. Memiliki pangkat minimal Pengatur Muda Tk.I (Gol. II/b) dengan usia maksimal 50 Tahun c. d. e. f. g. Sehat jasmani dan Rohani Memiliki motivasi yang kuat untuk mengikuti Diklat Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin Tidak sedang ditunjuk mengikuti Diklat lain Ditunjuk oleh sekretaris DJBC

| DTSS Teknik Pemeriksaan

1

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

3

Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD)

Standar Kompetensi : Setelah mempelajari materi modul ini peserta diharapkan mampu melaksanakan teknik pemeriksaan barang alat besar dengan baik dan benar 3. Kompetensi Dasar : Kompetensi dasar yang diharapkan kepada peserta setelah mempelajari modul ini, adalah sebagai berikut : a. b. c. 4. Peserta mampu menjelaskan mengenai pengertian dan fungsi alat berat; Peserta mampu menspesifikasikan jenis alat berat Peserta mampu mengidentifikasi suku cadang alat-alat berat. Relevansi Modul

Relevansi modul terhadap tugas pekerjaan yang akan dijalankan peserta diklat adalah materi modul ini memberikan wawasan dan sudut pandang mengenai teknik pemeriksaan barang alat berat sehingga akan semakin melengkapi pengetahuan dan kemampuan calon Pemeriksa Barang khususnya yang berkaitan dengan tugas pelayanan pemeriksaan barang alat berat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan

2

nilai ekspor alat berat tercatat US$46. Singapura. laju pertumbuhan impor alat berat Indonesia selama 2003–2008 cukup tinggi. nilai impor alat berat tercatat US$167 juta. Pada 2003. menurut Indocommercial. dan terus meningkat sehingga per Agustus 2008 sudah mencapai US$833.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar B.3%. impor alat berat selama dua tahun terakhir paling banyak datang dari Jepang. terutama sejak pemerintah mengizinkan impor alat berat bekas (rekondisi). (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Di sisi lain. Indonesia pun mengekspor alat berat. KEGIATAN BELAJAR KEGIATAN BELAJAR . Namun. | DTSS Teknik Pemeriksaan 3 . nilai ekspor alat berat Indonesia sepanjang 2003–2008 tumbuh cukup tinggi.) Uraian dan contoh Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Mengidentifikasi suku cadang alat berat 1. Spesifikasi.1.9 juta.1 Pengertian. Amerika Serikat. Pada 2003.7 juta. dan Cina.6 juta. yaitu 27. Thailand. Menurut BPS. Menjelaskan pengertian alat-alat berat 2. dan Suku Cadang Alat Berat Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti mata pelajaran ini peserta diharapkan dapat: 1. baik volume (naik 48%) maupun nilainya (66%). per Agustus 2008 sudah US$107. ekspor itu sebagian diduga merupakan re-ekspor. Menjelaskan klasifikasi jenis alat berat 3. Jika dilihat dari negara asalnya.

co. Pada 2008. Sementara itu.html) Industri alat berat sempat mengalami pukulan yang hebat akibat krisis finansial global pada tahun 2009. Misalnya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Cerahnya bisnis pertambangan. (http://www. Perusahaan alat berat rata-rata merupakan agen atau kepanjangan tangan dari prinsipalnya di luar negeri. serta PT Tatindo Hexaprima dengan Sumitomo.datacon. seperti Sumatera dan Kalimantan. mendongkrak kinerja pelaku bisnis alat berat. Sektor pertambangan masih paling banyak menyerap alat berat. Produksi alat berat nasional menurun dari 5914 unit tahun 2008 menjadi hanya 1814 unit tahun 2009. (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Permintaan alat berat dari sektor pertanian/perkebunan juga cukup baik seiring perluasan lahan perkebunan kelapa sawit di beberapa wilayah.230 unit. Kobelco. Pada 2008 lalu. Produsen utama alat berat | DTSS Teknik Pemeriksaan 4 . (Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21) Industri alat berat pada tahun 2010 telah mampu kembali bangkit setelah terpuruk tahun 2009 yang lalu sebagai imbas krisis finansial dunia yang menyebabkan banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda dan sulitnya memperoleh pembiayaan untuk pembelian alat berat karena sektor keuangan saat itu sedang terkena imbas krisis finansial dunia sehingga kucuran kredit dari lembaga pembiayaan sulit didapat. PT Intraco Penta dengan Volvo. sektor konstruksi 14%. Hexindo yang berafiliasi dengan Hitachi. Trakindo Utama dengan Caterpillar. Akan halnya peningkatan permintaan alat berat pada sektor konstruksi dipicu oleh dimulainya pembangunan proyek-proyek skala kecil di beberapa daerah.320 unit).id/Alatberat-2010Excavator. Ingersol Rand. disusul PT Trakindo Utama (25%). (20%). dan pertumbuhan sektor kehutanan karena penambahan area HTI di sentra kehutanan. United Tractors dengan Komatsu. sektor ini menyerap 54% dari total penjualan alat berat atau setara dengan 5. Adapun 10% sisanya diperebutkan oleh 24 perusahaan lainnya. seperti PT United Tractors Tbk. dan kehutanan 8%. United Tractors diperkirakan menguasai 45% pangsa pasar. dan PT Hexindo Adiperkasa Tbk. khususnya batu bara. Bobcat. sektor perkebunan menyerap 24% (2.

dump truck 30%. ban. Motor Grader dan dump truck. dan komponen hidrolis (hydrautic part). Komatsu meluncurkan produk excavator terbaru yaitu excavator seri PC 200-8. Local content untuk alat berat jenis ekskavator pada tahun lalu mencapai 50%. bulldozers. Sedangkan komponen alat berat seperti cutting plate. mesin. Komatsu telah membangun fasilitas pengecoran yang kedua miliknya untuk memproduksi suku cadang yang berupa besi cor dengan kapasitas 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di Indonesia yaitu Komatsu. (http://www. memproduksi excavator. Indonesia memiliki tiga produsen alat berat yang memproduksi excavator. motor grader 40%.co.id/Alatberat-2010Excavator. PT Hitachi Construction Machinery dengan merk Hitachi.datacon. motor graders dan dump trucks. PC 400-8 dan PC 130-8 pada bulan Maret 2010. Ketiga perusahaan itu adalah PT Komatsu Indonesia yang memproduksi lat berat dengan merk Komatsu.html) Jenis produk dan type alat berat yang diproduksi oleh tiga produsen alat berat di Indonesia. selama ini berupa center bracket.co. monitor panel.800 ton untuk meningkatkan local content dari ondustri alat beratnya di Indonesia. buldozer dan motor grader untuk type yang paling banyak dipakai di Indoesia.id/Alatberat-2010Excavator. (http://www. PT Caterpillar Indonesia (dahulu PT Natra Raya) dengan merk Caterpillar. baterai. Komatsu paling banyak jenis produksinya yang meliputi excavator. Buldozer. Dalam rangka menghadapi persaingan yang semakin ketat. dan forklift 40%. Angka itu di targetkan meningkat pada tahun 2010 menjadi 50-60%. Caterpillar Indonesia (Natra Raya) yang memproduksi merk Caterpillar.datacon.html) Impor bahan baku alat berat. dan under carriage part sudah mampu dipasok industri penunjang dalam negeri. Ada produsen lain yaitu | DTSS Teknik Pemeriksaan 5 . Misalnya excavator yang type 320 C yang bersaing dengan Komatsu type PC-200 yang berkapasitas sekitar 20 ton. buldoser 45%. Tingkat kandungan dalam negeri industri alat berat pada tahun 2009 lalu berkisar antara 30% sampai 50%. Caterpillar dan Hitachi sempat mengalami penurunan penjualan.

namun kemudian kembali menjadi go private tahun 2006 setelah saham publik dibeli kembali oleh Komatsu Ltd termasuk membeli sebagian saham yang dimiliki oleh PT United Tractor sehingga saham UT tinggal 5%. Di lain pihak PT Hitachi Construction Machinery Indonesia (HCMI) yang berlokasi di Cibitung. Agen tunggal Caterpillar di indonmesia adalah PT Trakindo Nusantara. Bekasi. Jakarta Utara. PT Anggaputra Dhananjaya dan Hitachi Construction Machinery | DTSS Teknik Pemeriksaan 6 . Sejak itu Komatsu Indonesia berhasil meningkatkan local content-nya dan mulai mengekspor komponen alat berat ke Jepang untuk digunakan oleh Komatsu Ltd. Itochu Corporation dari Jepang. Pada tahun 1995 PT Komatsu Indonesia menjadi perusahaan publik. Jawa Barat. Ltd of Japan . adalah joint venture antara Hitachi Construction Machinery Co. Perusahaan ini memililik fasilitas produksi yang terintegrasi disatu tempat meliputi area seluas 18.2 ha terdiri dari 15. Sementara itu PT Caterpillar Indonesia (PT Natra Raya) memproduksi alat berat merk Catgerpillar dirakit di Indonesia oleh PT Caterpillar Indonesia yang sebelumnya bernama PT Natra Raya yang berlokasi di Cileungsi. Kemudian pada tahun 1987 perusahaan mulai membangun fasilitas pembuatan komponen. Selanjutnya pada tahun 1991. Bogor. Komatsu Indonesia membangun fasilitas foundry untuk membuat komponen alat berat yang juga digunakan oleh pabrik Komatsu di seluruh dunia.390 m2 untuk fasilitas pabrikasi 11. PT Caterpillar Indonesia sahamnya 80% dimiliki oleh Caterpillar dari amerika Serikat dan sisanya dimiliki oleh PT Marga Tiara Trakindo. Kapasitas prodksi Komatsu mencapai 3600 unit alat berat per tahun termasuk dump truck sebesar 240 unit per tahun. Semula perusahaan ini hanya mengerjakan perakitan alatb berat Kopmatsu yang komponennya diimpor dari Jepang. 15.800 m2 fasiltas foundry plant 1 dan 10.876 m2 untuk fasilitas perakitan. PT Komatsu Indonesia berdiri tahun 1982 di Cakung.000 m2 foundry plant 2 and 3.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PT United Tractors Pandu Engineering yang memproduksi forklift dengan merk Patria. PT Murinda Iron Steel.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

Singapore, Pte. Ltd. Dari Singapore. Perusahaan ini berdiri bulan ei 1991 dan beroperasi semenjak Oktober tahun yang sama. HCMI memproduksi excavator yang memiliki pasar yang besar di Indonesia. Sejak tahun 2000 permintaan terhadap excavator meningkat sehingga HCMI meningkatkan kapasitas produksi dari 700 unit/tahun menjadi 1000 unit pertahun. HCMI menginvestasikan US$ 10 juta untuk perluasan kapasitas tersebut. Pada tahun 2007 kapasitas produksi HCMI meningkat kembali menjadi 1200 unit/tahun. Akibat krisis finansial global yang terjadi pada tahun 2009 yang lalu maka industri alat berat mengalami pukulan yang cukup berat. Menurut data Himpunan Industri Alat-alat Berat Indonsia (Hinabi) sepanjang 2009 produksi alat-alat berat di Indonesia hanya mencapai 1.814 unit, atau turun 69% dibandingkan dengan produksi tahun sebelumnya sebanyak 5.914 unit.

(http://www.datacon.co.id/Alatberat-2010Excavator.html) Penjualan alat berat masih mengandalkan sektor pertambangan dengan kontribusi 70%, perkebunan dan kehutanan sekitar 10%, dan konstruksi 20%. Namun memasuki tahun 2010, industri alat berat mampu bangkit kembali sejalan dengan pemulihan ekonomi yang terjadi di Indonesia dan kenyataan bahwa ekonomi Indonesia mampu menghindari dampak buruk krisis finansial global dengan terus tumbuh perekonomiannya sekitar 4,5% tahun 2009 dan diperkirakan bisa mencapai 6% tahun 2010. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Penurunan produksi tahun 2009 terutama terjadi pada sektor kontruksi karena banyaknya proyek konstruksi dan properti yang ditunda pelaksanaanya. Sementara pembelian oleh sektor pertambangan dan perkebunan terhambat karena sulitnya pendanaan karena sektor keuangan sempat terganggu akibat krisis finansial. Sebenarnya sektor pertambangan terutama batubara tidak banyak terpengaruh oleh krisis finansial karena permintaan pasar batu bara tetap tinggi. Tahun 2010 ini, Hinabi memprediksikan produksi alat berat meningkat menjadi sekitar 4.000 - 5000 unit karena selama semester I tahun 2010 produksi

| DTSS Teknik Pemeriksaan

7

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

alat berat telah mencapai 2495 unit. (http://www.datacon.co.id/Alatberat2010Excavator.html) Namun, angka produksi sebesar itu, baru menyamai pencapaian produksi tahun 2007 sebanyak 4.785 unit. Sementara itu, realisasi 2008 yang tercatat tertinggi sepanjang masa sebesar 5.914 unit. Kemerosotan produksi pada tahun 2009 membuat tingkat pemanfaatan kapasitas terpasang (utilisasi) menurun tajam dari 90% pada 2008 menjadi 34% pada tahun 2009 dari total kapasitas terpasang 6.500 unit per tahun. Dengan kaspasitas terpasang yang sama, berarti utilisasi industri alat berat tahun 2010 akan naik ke kisaran 70%. (http://www.datacon.co.id/Alatberat-

2010Excavator.html) Beberapa jenis alat berat yang sudah dirakit di dalam negeri antara.lain excavator, bulldozer, motor grader, dump truck, serta forklift. Excavator masih mendominasi produksi alat berat di Indonesia. Selama semester I tahun 2010 dari produksi alat berat sebanyak 2495 unit, sebanyak 1324 unit atau 53% adalah produksi excavator. Baru disusul oleh buldozer sekitar 23 %. Produsen terbesar alat berat di Indoneswia adalah Komatsu. Pada tahun 2007 produksi Komatsu mencapai 2400 unit termasuk 1530 unit excavator.

1.1.1.) Pengertian Alat-alat berat Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar. Rostiyanti (2009) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :

| DTSS Teknik Pemeriksaan

8

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar

- dozer, - alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell; - alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt; - alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain. Sedangkan pengertian alat berat dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84,30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku, mutatis mutandis, untuk mesin mendorong diri dari pos ini, yang mencakup sebagai berikut:

a. Buldoser dan angledozers. Alat ini terdiri dari basis mendorong, dengan pisau
besar dipasang di depan, dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Mereka digunakan, khususnya, untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan.

b. Grader dan Leveller. Alat ini adalah mesin yang dirancang untuk meratakan
bumi atau smoothing (pada permukaan datar atau bank) dengan cara grading sebuah pisau dapat diatur, biasanya dipasang di dasar roda.

c. Pencakar. Alat ini ini menggabungkan pisau bermata tajam yang dirancang
untuk mengiris lapisan tanah atas yang kemudian masuk ke tubuh scraper atau dibuang oleh konveyor. Perlu dicatat bahwa pos ini hanya mencakup pencakar di mana penggerak motor dan craper bentuk unit mekanik terpisahkan, misalnya, lagu-pencakar meletakkan di mana tubuh scraper menggabungkan terletak canggih di antara dua rel. Pos ini juga termasuk pencakar diartikulasikan yang terdiri dari unit penggerak motor (bahkan dengan hanya poros tunggal) dan sebuah scraper tepat dilengkapi dengan pisau tetap atau lampiran mobile dengan beberapa blades.

d. Mekanikal sekop yang menggali ke dalam tanah, di atas atau di bawah
tingkat mesin, dengan cara penggalian sebuah ember, mengambil, dan lainlain, dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator, tarik sekop, dll) atau, untuk meningkatkan jangkauan kerja, di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). Dalam jangka panjang excavator (draglines slackline), ember dioperasikan

| DTSS Teknik Pemeriksaan

9

saluran drainase.2. dan mereka sudah terpasang pada roda. Beberapa "sekop-loader" mampu menggali ke dalam tanah. ketika dalam posisi horisontal. Mesin pemadat. yang mampu diturunkan di bawah tingkat satu roda atau track. transportasi dan pembuangan itu. selokan untuk digunakan di-cor terbuka (open-pit) pertambangan. dll (tapi lihat ayat (a) pendahuluan Penjelasan Catatan untuk pos 84. untuk meratakan tanah atau rolling permukaan jalan). Shovel loader. Mesin giling jalan sebagaimana digunakan dalam pembangunan jalan atau pekerjaan umum lainnya (misalnya. 1. Rostiyanti (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 10 . digunakan dalam pembuatan jalan. Loader-transporter yang digunakan di pertambangan.30 mengenai terpasang pada mesin kendaraan dari Bab 86). Alat ini adalah roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. dll f. i.1. Model khusus dirancang untuk menggali atau membersihkan parit. untuk kemasan ballast rel-jalan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pada kabel berjalan di antara dua struktur bergerak mengatur jarak beberapa terpisah. 1. g. Klasifikasi Fungsional Alat Berat Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. h. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini.) Klasifikasi alat-alat berat Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Mesin ini sering menggabungkan konveyor untuk pemakaian tanah digali. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Hal ini dicapai dengan ember. Multi-ember ekskavator di mana ember penggali dipasang pada rantai tanpa ujung atau di roda berputar. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka ke dalam tubuh mesin. e. Mesin ini.

Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. Gambar. tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.1 Dozer Sumber: http://www. | DTSS Teknik Pemeriksaan 11 . Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a.html Buldoser dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer).1.senyawa. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. tergantung pada sumbu kendaraannya.

2 Backhoe Sumber: http://www.html c. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator.1 Perbandingan antara Crawler Tractor Dozer dan Wheel Tractor Dozer Crawler Tractor Dozer Punya daya dorong besar. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh. Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tabel.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. dragline. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. | DTSS Teknik Pemeriksaan 12 . alat yang digunakan dapat berupa belt. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material. karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. jika digunakan pada tanah berbatu usia ban menjadi lebih pendek Dapat dibawa ke lokasi tanpa diangkut Jarak angkutnya bisa jauh Enak dikendarai Jalan proyek harus dipelihara Sumber: Wedhanto (2009) b.senyawa. truck dan wagon. backhoe. terutama pada tanah lunak karena bidang geser besar Dapat digunakan pada tanah lumpur maupun berbatu tajam Untuk membawa ke lokasi harus diangkut. 1.1. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. karena jika berjalan di aspal dapat merusak aspal Memiliki jarak angkut yang pendek (maksumum 30 feet) Operator cepat lelah Jalan proyek tak perlu dipelihara Wheel Tractor Dozer Daya dorongnya lebih kecil tapi kecepatannya lebih besar Tak dapat digunakan pada tanah lumpur. dan clamshell.

jalan raya.senyawa.4 Loader Sumber: http://www.senyawa. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan.html e. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan | DTSS Teknik Pemeriksaan 13 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.html d. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Gambar.3 Kendaraan Truk Sumber: http://www. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku.1.1. compactor. pneumatictired roller. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. dan lain-lain. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin.

Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller). dan Three Axle Tandem Roller. berbentuk grid. ada yang terbuat dari baja (Steel Wheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic). dan sebagainya. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Dilihat dari susunan roda gilasnya. klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah: • • • • • Berdasarkan cara geraknya. Berdasarkan bahan roda penggilasnya. ada yang dengan roda tiga (Three Wheel). bersegmen.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya.html f.senyawa.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. beton. dan aspal. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. ada yang punya permukaan halus (plain). agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah. Gambar. Dilihat dari bentuk permukaan roda. roda dua (Tandem Roller). | DTSS Teknik Pemeriksaan 14 . Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator). tapi ada juga yang harus ditarik traktor. namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna. berbentuk kaki domba. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. ada yang bergerak sendiri.1. semen.5 Tandem Roller Sumber: http://www.

html | DTSS Teknik Pemeriksaan 15 . Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. dan alat pemadat. Concrete Mixer Truck Sumber: http://www. asphalt paver.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.6. Gambar.senyawa. 1.7 Asphalt Paver Sumber: http://www. motor grader.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.html g. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader.senyawa. 1. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.html b. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.html | DTSS Teknik Pemeriksaan 16 . Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. a. Klasifikasi operasional Alat Berat Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.senyawa. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Gambar. batching plant.9 Tower Crane Sumber: http://www. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. 1.com/2010/01/jenis-dan-fungsi-alat-berat.8 Crawlercrane Sumber: http://www.senyawa. 1. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.

Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator Gambar. 1. crane putar.10 Alat Berat Kehutanan Sumber: Wedhanto (2009) Backhoe Loader merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Gambar.) Fungsi alat berat Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi Log Loader.11 BACKHOE LOADER Sumber: Wedhanto (2009) | DTSS Teknik Pemeriksaan 17 . dan mobil crane. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane. 1. crane kolom putar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar. crane menara. sebab crane ini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan.1. karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi. crane kabel. Harvester/Processor.3. crane portal. 1. dan Road Builder.

dan lain sebagainya Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan Gambar. dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain | DTSS Teknik Pemeriksaan 18 . 1. Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti : • Excavating (menggali) • Loading (memuat material) • Lifting (mengangkat beban) • Hammering (menghancurkan batuan) • Drilling (mengebor). ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). 1.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.13 MOTOR GRADER Sumber: Wedhanto (2009) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.12 EXCAVATOR HIDROLIC Sumber: Wedhanto (2009) Alat penggali sering juga disebut Excavator.

Ditching • Scarifying • Side Sloping • Dozing • Ripping Gambar. • Clamping. dan sebagainya. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. meratakan tanggul. Spreading. • Digging. dapat digunakan untuk berbagai keperluan. diantaranya : • Loading. Leveling. pencampuran tanah. 1. • Grading. Pembuatan parit (Crowning Ditching) Pemberaian butiran tanah (scarifying) Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. disingkat SSL. Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah: • • • • • Perataan tanah (Spreading). Skid Steer Loader. | DTSS Teknik Pemeriksaan 19 . Dozing. Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”. diantaranya : • Grading. Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar misalnya untuk penggusuran tanah.14 Skid Steer Loader Sumber: Wedhanto (2009) Tergantung attachment (perlengkapan kerja)nya.

16 Wheel Tractor Scrapper Sumber: Wedhanto (2009) Wheel Tractor Scrapper. 1. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging) Gambar. disingkat WTS. digunakan untuk memuat. 1. memindahkan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai | DTSS Teknik Pemeriksaan 20 . lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan.15 Skidder Sumber: Wedhanto (2009) Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu : • Wheel Skidder • Track Skidder Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu.

meratakan jalan raya atau lapangan terbang. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Produksi Self Propelled Scrappers dapat tinggi. dan (3) operator yang bekerja. Gambar 1. Jika ditinjau dari penggeraknya.5 mm pula. jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck. | DTSS Teknik Pemeriksaan 21 . Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali. Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno. disingkat ADT. jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya. Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil. sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar setebal + 2. (2) kondisi mesin. dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton.17 Articulated Dump Truck Sumber: Wedhanto (2009) Articulated Dump Truck. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan.5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2.

1-19. Wheel Dozer Sumber: Wedhanto (2009) Machine ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade. | DTSS Teknik Pemeriksaan 22 . dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar 1. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T Gambar.18 Off Highway Truck Sumber: Wedhanto (2009) Sama halnya dengan ADT.

Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Wheel Loader Sumber: Wedhanto (2009) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser.21. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. menggali pondasi basement dan lain-lain.20 Track Type Loader Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Loader digunakan untuk memuat material.1. menggusur tonggaktonggak kayu kecil. Gambar 1. sama halnya dengan wheel loader. untuk menggusur bongkaran. | DTSS Teknik Pemeriksaan 23 . hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.

Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. tergantung dari attachment yang dipasangkan. lebihlebih jika digunakan Wheel Loader. Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader).22 Track Type Tractor Sumber: Wedhanto (2009) Track Type Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini. bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. yaitu : • Ripping. bila dilengkapi dengan Winch | DTSS Teknik Pemeriksaan 24 . sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan. bila dilengkapi dengan Ripper • Skidding. Forklift dan sebagainya. meratakan atau menyebarkan material. hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri. Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut. Pada wheel loader kecil dan menengah. mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. 1. Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer.

Bagian bawah Excavator ada yang menggunakan roda rantai (Crawler truck) ada yang dipasang di atas truck (mounted truck). | DTSS Teknik Pemeriksaan 25 . Dragline.1. 1.4. Back Hoe. Excavator Bagian-bagian utama dari Excavator antara lain: • • • Bagian atas yang dapat berputar (Revolving unit) Bagian bawah untuk berpindah tempat (Travelling unit) Bagian-bagian tambahan (attachment) yang dapat diganti sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dikerjakan. Bagian-bagian tambahan yang penting diketahui adalah: Crane. Shovel.) Spesifikasi Jenis Alat Berat Dalam prakteknya petugas bea dan cukai juga perlu mengetahui spesifikasi dari alat-alat berat yang ada. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh. 1.1.23 Telehandler Sumber: Wedhanto (2009) Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada machine tersebut. dan Clam shell.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. Hal ini dimaksudkan agar memperoleh ketepatan dalam menentukan HS dan tariffnya.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.24 Komponen Excavator Gambar.1.1..26 Komponen Excavator 7 inc TFT liquid Crystal display Kabin Hydraulic control valve Bucket Radiator dan Oil Cooler Under carriage Engine Main Pump Sumber: Hinabi Unit Operasional Excavator • • Operasional kerja menggunakan sistem hidrolik Pergerakan arm bucket dan perputaran body kabin (swing) dapat dikontrol melalui dua tuas utama yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • Travelling dikontrol oleh dua tuas yang dilengkapi dengan dua pedal didepan sheat operator • Penyetelan operasi mesin ( RPM) dapat melalui display panel di depan sheat operator | DTSS Teknik Pemeriksaan 26 .

26 Ske ma Unde r Carriag e Car r ie r Ro lle r F in al d riv e Id le r T r ac k s h o e T r ack Ro lle r Sp ro c ke t Sumber: Hinabi Spesifikasi Excavator Komatsu tipe PC 200 (contoh) • • • • • • • • Model Engine Horse power Rated RPM Main pump Max oil flow Steering control Max travel speed Kapasitas Bucket : komatsu SAA6D107E-1 : 110 Kw 148 HP (net) : 2000 rpm : untuk Boom.1. swing dan travel : 439 Lt/ menit : dua lever ( tuas ) yang dilengkapi pedal : 5.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.2 M 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 27 .5 – 1. bucket.5 Km/ jam : 0.25 Operasional Unit Excavator Tuas penggerak bucket dan swing (putaran) Display panel control Tuas penggerak roda Tuas penggerak arm (hidrolik) Gambar.1. arm.

1. swing.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Tanki solar Oli mesin Final drive Swing drive Oli hidrolik Greasing : 400 lt (full tanki) : 23 lt : 3. arm.3 lt tiap sisi : 6. bucket Pembagian Excavator : • Alat kendali attachment – – • Roda – – Roda Rantai Roda Karet Gambar.27 Excavator Hydraulic Controlled Cable Controlled Sumber: hinabi Jenis-jenis attachment yang dapat digabungkan : • • • Back Hoe Power Shovel Dragline | DTSS Teknik Pemeriksaan 28 .6 lt : 135 lt : Under carriage.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar • • Clamshell Loader Gambar.29 Excavator Sumber: Hinabi Gambar. ripper dll ).1.30 Alat Pengangkut Sumber: Hinabi 2. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o Memiliki gigi track shoe yang lebih panjang dibanding excavator untuk memperkuat cengkraman ke tanah.1. Bisa memanfaatkan bebannya sendiri untuk mendorong (menyeret) sesuatu yang sangat berat. Buldozer Pada dasarnya merupakan traktor sebagai penggerak utama . Alat utama berupa blade dan ripper.1. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 29 .28 Excavator Gambar. yang ditambahkan dengan dozer tambahan (blade.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Penggunaan Umum • • • • • Pembuatan rintis jalan Mendorong dan menarik benda .1.31 Operasional Unit Bulldozer Panel control Pedal gas Travel control joystick Blade control joystick Sumber: Hinabi Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 30 .benda berat Menggaruk material ( stock pile) di quarry Pertambangan Perkebunan : – – – – Land Clearing/ replanting Pembuatan jalan Pembuatan teras kontur Pembuatan tapak bangunan Operasional Kerja • Operasional unit dikendalikan oleh tuas control yang ada di kanan-kiri sheat operator dalam kabin • • Travelling control dikendalikan oleh tuas sebelah kiri sheat operator Blade control dikendalikan oleh tuas yang ada disebelah kanan sheat operator Gambar.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Spesifiakasi Bulldozer Komatsu D65 (contoh) • • • • • Model enggine Jumlah Silinder Tenaga Rated RPM Undercarriage – – – – – Jumlah Track Roller : 8 Un tiap sisi Jumlah Shoe Lebar shoe : 45 Un tiap sisi : 915 mm : komatsu SAA6D114E-3 : 6 Cyl : Net 153 KW 205 HP : 1950 RPM Ground contact area : 60115 cm 2 Ground pressure area: 29. 1.32 Komponen Buldozer Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 31 .8 Kpa atau 4.32 Psi Pelumasan dan bahan bakar (contoh) • • • • • • Bahan bakar Oil mesin Oil final drive Oil transmisi Oil hidrolik Grease : 514 lt (full tanki) : 28 lt : 27 lt : 48 lt : 55 lt : untuk under carriage dan nipple Gambar.

Straight Blade ( S – Blade ) Straigt blade (S-Blade).Blade ) Universal Blade (U-Blade). Blade ini memungkinkan bulldozer membawa muatan lebih banyak.. paling cocok untuk segala jenis lapangan. Swamp Bulldozer [ untuk daerah rawa ] 2. pembukaan jalan (pionering road).1. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan: a. Angling Blade ( A – Blade ) Angling blade (A-blade) : dibuat sedemikian rupa agar dapat berposisi lurus maupun menyudut. hydraulic controlled 3. Blade ini digunakan untuk pembuangan kesamping. cable controlled b. karena kehilangan muatan relatif kecil dalam jarak yang sangat jauh. Crawler tractor Dozer [ roda rantai ] b. Wheel tractor Dozer [ roda karet ] c. Bulldozer dapat dibedakan : a.33 Universal Blade Sumber: Hinabi | DTSS Teknik Pemeriksaan 32 . Berdasarkan alat geraknya / mounted. Universal Blade ( U . Manuver lebih mudah dan dapat menghandel material dengan mudah. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. b. Gambar. Jenis blade ini digunakan untuk reklamasi tanah dan penyediaan tanah. blade ini merupakan modifikasi dari U-blade. Berdasarkan blade / pisau a.

Selain untuk mendorong muatan juga dipakai untuk perawatan jalan b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. c. Light material U Blade ( U – Blade .1. material ringan ) | DTSS Teknik Pemeriksaan 33 .1. Straight Blade Sumber: Hinabi Gambar.35 Angling Blade Sumber: Hinabi 4.34. Cushion Blade ( C – Blade ) Blade ini dilengkapi dengan rubber cushion/bantalan karet untuk meredam tumbukan. dalam hal ini memungkinkan karena blade dilengkapi dinding-dinding besi. Bowl dozer Blade dibentuk sedemikian rupa untuk membawa/mendorong material untuk jumlah kehilangan yang sesedikit mungkin dalam jarak yang cukup jauh. Berdasarkan blade / pisau a.

.1. dengan : a.15b.37 Bowldozer Blade Sumber: Hinabi Gambar. Slot Dozing menaikkan prod. Operasi Bulldozer : Pengoperasian bulldozer dapat dilakukan . 20% menaikkan prod. Side by side dozing atau blade to bladedozing 20 % | DTSS Teknik Pemeriksaan 34 . Bowl Blade Sumber: Hinabi Gambar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.36 Cushion Blade Gambar.1.38 Light Material U Blade Sumber: Hinabi 4.1.

41 Melakukan Slot Dozing Sumber: Hinabi Bulldozer digunakan untuk : a.1. Meratakan timbunan tanah h. Membuka jalan kerja & penggususran ( 100 m ) g. Dozing Rock e. Stripping ( pengelupasan top soil ) c. Scrapper Pembagian Scrapper berdasarkan : • Mesin penggerak – – • Type – – • – – • Roda Semi trailler Full trailler Hydraulic Controlled Cable Controlled Scraper bermesin tunggal Scraper bermesin ganda Alat kendali | DTSS Teknik Pemeriksaan 35 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar. dll 3. Side Hill cut d. Land Clearing b. Down Hill Slot Dozing f.

Penggalian. bekerja alat (pisau. Produksi scraper dinyatakan dalam jumlah tanah yang dapat dipindahkan tiap jamnya.04 jika mereka sudah terpasang pada kereta atau truk. dll). cocok untuk pemasangan langsung untuk dasar mendorong. tetapi juga pada mesin mobile. Produksi Scraper : 1. dan untuk menghitung cycle time-nya. yang dilengkapi atau tidak dilengkapi dengan booming dan pneumatik atau hidrolik silinder. diklasifikasikan dalam pos 84. Secara umum. | DTSS Teknik Pemeriksaan 36 . Waktu tetap waktu yang dibutuhkan untuk muat . dll. 2. Pengecualian dalam hal ini adalah mesin yang dipasang di kendaraan yang tepat untuk Bab 86. atau yang tidak bergerak otomatis. mengelupaskan lapisan tanah permukaan yang jelek Meratakan kontur sekeliling bangunan Menggali saluran Menggali dan mengurug badan jalan Jarak angkut 100 m . Waktu tidak tetap waktu untuk berjalan menuju tempat membuang dan kembali mengambil muatan Komponen-komponen Alat Berat Berdasarkan ketentuan umum mengenai klasifikasi bagian (lihat Penjelasan Umum Catatan untuk Bagian XVI).31. tanah yang dimuat ini dalam kondisi loose. Kapasitas scraper ditentukan oleh volume material yang dimuat dalam bowl [m3]. tidak hanya mencakup pos tetap atau mesin stasioner. memutar balik. ada 2 hal yang harus diperhatikan adalah: 1. atau dari jenis yang cocok untuk kopling ke dalam kereta berjalan pada jaringan kereta api apapun. mesin diklasifikasikan dalam pos 86. bagian dari mesin dari pos ini. secara khusus.1000 m merupan jarak ekonomis untuk scraper . mempersiapkan utnuk mengambil muatan 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar – – Roda Rantai Roda Karet Fungsi Scraper : • • • • • Stripping top soil. membuang muatan. mempercepat gerakan pindah gigi. ember.

Kompresor Untuk sistem pendingin udara HS No.04.0000) 1 2.80.9190 5 6. Untuk lantai disamping Kabin kemudi. Di sisi lain.90.8708.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Railroad pemberat mesin penggali-screening sering dipasang di gerobak atau truk sesuai dengan kondisi ini.25 sampai dengan 84. penggalian. Silinder Penggerak Bak Silinder penggerak dengan sumber daya oli hidrolik HS No.6 Mpa Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak 6 | DTSS Teknik Pemeriksaan 37 . Suspensi Belakang Suspensi dengan isi Oli Hidrolik & Gas Nitrogen HS No. Propeller Shaft Penerus daya dari mesin ke gardan (axle) HS No.30. 8708.1900 3 4.80.1400 2 3.8412. 7326.31 merupakan bagian yang cocok untuk digunakan semata-mata atau terutama dengan mesin dari pos 84. Platform untuk Deck Komponen pelat dengan proses stamping dipermukaannya. Pos 84. 8414. Gerak sendiri kendaraan untuk pelayanan dan pemeliharaan kereta api rel terdapat dalam pos 86.9000 4 5. tetap diklasifikasikan dalam pos ini.21. mesin yang dipasang di truk atau platform yang tidak memenuhi spesifikasi dari rollingstock kereta api. Pompa Hidrolik Relief Pressure 20. HS No. dan lain-lain.50.0000 (8431.49. Contoh Komponen-komponennya 1.

Front Support Konstruksi penahan kabin 12. Platform RH Platfrom untuk peletakan Filter Udara 10. Operator Seat Dilengkapi dengan sabuk pengaman 2 titik 9.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 7. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 11. Vessel Bak penampung material angkut | DTSS Teknik Pemeriksaan 38 . Pompa Injeksi BBM Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail 7 8.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponenkomponen Buldozer 1 1 Komponenkomponen Excavator Komponenkomponen Dump Truck 1 Komponenkomponen Motor Grader 1 2 2 2 2 3 3 3 3 4 4 4 4 Komponen-komponen Utama (Impor) | DTSS Teknik Pemeriksaan 39 .

8412.49.8431. Drive Shaft 3 Untuk meneruskan daya dari mesin ke penggerak akhir.90.8431.49.8431. Hs | DTSS Teknik Pemeriksaan 40 .8408.49.Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. HS No.9000 HS 6 7.9000 4 5.8431. HS No.0000 (8431.9000 4. Pompa Hidrolik Pompa hidrolik tandem tipe gear pump.9000 7 8.9000 8 akhir Sprocket.49. HS No.8431.49. Pompa Injeksi BBM Pompa injeksi langsung Hs No.21.8431.49. Transmisi Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft. Kabin Kabin operator dengan Tuas kendali hidrolik HS No.5090 5 6.9000 2 3. Engine Tipe Diesel dg Turbocharger Daya: 135 HP (nett) HS No.49. Rear Axle Axle dengan penggerak No.9000 1 2. Silinder Hidrolik Penggerak alat kerja (attachment) No.

Tandem case 12 Komponen-komponen Utama (Impor) 1. Tangki Hidrolik Untuk menyimpan oli sistem hidrolik silinder 10 11.00-24-10PR 11 12.49. Front Counter weight Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan 9 10.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 9.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 41 . Tire Ban performa offroad dengan ukuran 3. Hydraulic Cylinder Penggerak dengan tekanan oli hidrolik HS 8431.

9000 3 4. Control Valve Komponen pengontrol aliran oli hidrolik yang menggerakkan Silinder dan Travel Motor HS . Teeth & Adapter Komponen yang berfungsi sebagai pengurai material yang akan diangkat HS No.9000 5 6. Cabin Parts Kabin operator HS 8431. 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.49. 8408. Engine Mesin dengan bahan bakar solar HS No.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 42 .49.9000 7 8.49. 8431.49.9000 2 3. Upper Roller & Lower Roller Platform dari rantai HS 8431. Track Link / Shoe Plate Rantai penggerak pengganti ban HS 8431.1010 4 5.9000 Note: imported on un-assemble condition 6 7.49.49. Travel Motor Motor penggerak track link HS 8431.90.

Track Frame Rangka bawah sebagai platform dari rantai penggerak dan motor penggerak 9 10. Arm Bagian dari mekanisme penggerak bucket 11 12. Case & Frame HS 8431. kabin dan komponen lainnya 12 13.9000 1 | DTSS Teknik Pemeriksaan 43 .Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 8 9.49. Boom Bagian dari mekanisme penggerak Arm 10 11. Main Frame Rangka atas sebagai platform mesin. Bucket komponen pengeruk material 13 Komponen-komponen Utama (Impor) 1.

9000 1 Track Roller Frame HS 8431.49.49. Radiator HS 8431. Engine HS 8408.49.5090 2 3.9000 3 Komponen-komponen Utama (Impor) Track HS 8431.49.9000 3 | DTSS Teknik Pemeriksaan 44 .90.9000 2 Roller HS 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2.

000 3 ENGINE Engine Assy 7612.20.90.20.16.000 2 Front Axle 8431.9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 1 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) Rear Axle 8431.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 45 .20.

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Komponen-komponen Utama (Impor) 1 Rear Axle 8431.000 2 Front Axle 8431.20.90.20.16.20.000 3 ENGINE Engine Assy 7612.9000 R ADIATOR Radiator 7318.000 FORKS FOR FORKLIFT TRUCK Fork 8431.9000 | DTSS Teknik Pemeriksaan 46 .

Loader-transporter. Namun demikian. seperti perkebunan dan pertambangan. terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dan kegiatan lainnya dengan skala yang besar.914 unit dan 2007 yang mencapai 4.3. Pencakar. Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek. Mesin pemadat. mutatis mutandis. Peningkatan produksi ini didukung oleh bergairahnya beberapa sektor ekonomi. 2) Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Mekanikal sekop. yang mencakup sebagai berikut: B uldoser dan angledozers.) Rangkuman 1) Pertumbuhan industri spare part alat berat nasional pada tahun 2010 diproyeksikan mengalami peningkatan hingga 100 persen menjadi 4. 3) Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. Mesin giling | DTSS Teknik Pemeriksaan 47 . untuk mesin mendorong diri dari pos ini.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. peningkatan produksi tersebut belum mampu melewati produksi pada 2008 yang mencapai 5.30 yang berkaitan dengan diri-gerak dan multi-fungsi mesin berlaku.700 unit. Multi-ember ekskavator.) Latihan Setelah mempelajari kegiatan belajar 1 ini. 1) 2) 3) Jelaskan mengapa Alat berat merupakan faktor penting didalam proyek! Jelaskan apa itu Buldozer dan Excavator! Mengapa daya saing suatu negara menjadi salah satu faktor yang mampu meningkatkan kemajuan perdagangan ? Jelaskan ! 4) 5) Jelaskan alat berat berdasarkan fungsinya ! Jelaskan klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya! 1.2. Shovel loader.400 unit. Grader dan Leveller. sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat. Saudara diminta untuk me-review kembali pemahaman Saudara dengan cara menjawab soal-soal latihan berikut. 4) Pengertian alat berat dalam BTBMI adalah merupakan ketentuan penjelasan catatan untuk pos 84.

9) Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 5) Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. Alat dengan Penggerak b. a. Alat Pengangkut Material d. meratakan tanggul. Berdasarkan fungsinya alat berat dapat dibagi atas berikut ini. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat Berat. Alat Penggali c. Alat Pemindahan Material e. ada dua tipe Excavator yaitu: (1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang (Crawler Excavator) dan (2) Excavator yang menggunakan roda karet dipompa (Wheel Excavator). 10) Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. 6) Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsi-fungsi utama alat. a. pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. Alat Pemroses Material g. Alat Pemadat f. | DTSS Teknik Pemeriksaan 48 . Alat Penempatan Akhir Material 7) Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. pencampuran tanah. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). Alat Statis 8) Alat penggali sering juga disebut Excavator. Alat Pengolah Lahan b.

sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. disingkat ADT. 13) Jenis Scrapper ada dua macam yakni: (1) Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor). menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o 20) Berdasarkan alat geraknya/mounted. 14) Articulated Dump Truck. meratakan atau menyebarkan material. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. 16) Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. Grader dan sejenisnya. 15) Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. Wheel tractor Dozer [roda karet]. dan (2) Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers). Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 49 . digunakan untuk memuat. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. memindahkan. dan (2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader). untuk menggusur bongkaran. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa].Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 11) Wheel Tractor Scrapper. 19) Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. 18) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. 12) Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. 17) Jenis Loader ada dua yaitu : (1) Loader dengan roda rantai (Crawler Loader). mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. disingkat WTS. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. menggali pondasi basement dan lain-lain.

Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. 22) Berdasarkan blade/pisau. dan lain-lain. Mekanikal sekop 3) Roda atau mesin penjelajah dengan sebuah front-mount ember yang mengambil materi melalui gerak mesin. Pencakar d. tarik sekop. untuk meningkatkan jangkauan kerja. a. b. a. b. dll) atau. jenis tertentu dirancang terutama untuk bersifat buaya atau untuk pembukaan lahan….. di televisi kabel atau dengan cara jack hidrolik tergantung dari jib (draglines). khususnya. b. pencakar d. digunakan di pertambangan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 21) Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. buldoser dan angledozers 2) c. untuk menghilangkan kotoran dan untuk meratakan kasar. Mekanikal sekop Mesin yang menggali ke dalam tanah. Bowl dozer. Loader-transporter d. dengan pisau besar dipasang di depan. Pemadat mesin 5) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan.) Tes Formatif 1 1) Mesin yang terdiri dari basis mendorong. Grader dan Leveller Buldoser dan angledozers c. Dozer c.. ambil. dioperasikan baik secara langsung dari ujung ledakan atau jib (sekop excavator. dozer dibedakan menjadi: Universal Blade (U Blade). a. Pemadat mesin 4) Fungsi utama yang menangani dan tidak transportasi. material ringan) 1. Mereka digunakan. dilengkapi dengan ember depan-mount yang mengambil bahan curah dan kotoran mereka intothe tubuh mesin. a. a. Straight Blade (S – Blade). di atas atau di bawah tingkat mesin.4. Gerak sendiri shovel loader Multi-ember ekskavator c. sering lagu-bertelur. Backhoe | DTSS Teknik Pemeriksaan 50 . Angling Blade (A – Blade). Grader dan Leveller b. Light material U Blade ( U – Blade . Cushion Blade (C – Blade). dan membentuk unit mekanik terpisahkan. Loader-transporter d. dengan cara penggalian sebuah ember. transportasi dan pembuangan itu.

30o d. Alat Pemindahan Material 10) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. Scraper D. Pneumatic-tired roller d. b.. 45o 13) Angle Bulldozer dapat bergerak serong pada sudut … a. Trowel | DTSS Teknik Pemeriksaan 51 . Compactor 9) Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan.. a. Clamshell 7) Crane termasuk dikategorikan kedalam. d. a. Shovel. b. Swamp d. b. Alat dengan Penggerak c. c. Alat Pemadat d. d. 14) Di bawah ini adalah macam-macam jenis Bulldozer berdasarkan alat geraknya. b. a. Alat Pemadat. b. merupakan c. Alat Pemindahan Material alat yang digunakan untuk 12) Articulated memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur. a. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material Dump Truck. Loader Tamping roller c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. Alat Pengolah Lahan 8) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. 6) Scraper d. Excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. Alat Pemadat Alat Penggali c. Crawler Wheel c. a. kecuali. Alat Statis b. b. a. Alat Penempatan Akhir Material d. b. Alat Pengangkut Material d. Dragline. kecuali… a. c. Kapasitas terbatas dan jalan berlumpur Kapasitas terbatas dan jalan berlobang-lobang Kapasitas menengah dan jalan berlumpur Kapasitas menengah dan jalan berlobang-lobang 20o 25o c. b. Alat Penempatan Akhir Material Alat Pemroses Material c. a. Alat Pemadat 11) Concrete spreader termasuk kedalam alat.

.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Off Highway Truck dapat digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas mulai dari.) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap kegiatan belajar 1. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 52 . a. 100T – 360T 1. maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 1 ini. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruha n Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %.5.. 20T – 100T 40T – 360T c. Hitunglah persentase tingkat pemahaman (TP) anda. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan pada kegiatan belajar 2. Selanjutnya. 40T – 100T d. b. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan.

mendapat fasilitas KITE.27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. atau | DTSS Teknik Pemeriksaan 53 . berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak. b. Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. c. e. Kawasan Pabean pelabuhan muat.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar KEGIATAN BELAJAR . b.2 Tata Cara Pemeriksaan Fisik Alat Berat dan Kunjungan Ke Lokasi Pabrik Indikator Keberhasilan Setelah mengikuti kegiatan belajar ini peserta diharapkan dapat melakukan pemeriksaan fisik alat berat dan dapat membandingkan antara teori dan praktek tentang alat berat. Untuk pemeriksaan barang ekspor didasarkan pada Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor P. Pada pasal 10 dinyatakan bahwa pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. dikenai Bea Keluar.) Uraian dan contoh Pemeriksaan fisik adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa.1. akan diimpor kembali. atau f. 2. gudang Eksportir. d.

Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan.04/2007 tentang Pemeriksaan Pabean di Bidang Impor. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. Terhadap barang impor dilakukan pemeriksaan pabean berdasarkan pemberitahuan pabean yang disampaikan oleh importir. dikenai Bea Keluar. Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. yang diberitahukan dokumen pabean diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. Sedangkan pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean. memastikan dan bahwa pemberitahuan pelengkap pabean. mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh | DTSS Teknik Pemeriksaan 54 . Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. atau b. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan dengan untuk benar. Kegiatan pemeriksaan ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. 139/PMK.

c.) Persiapan pemeriksaan alat berat/komponen alat berat secara umum Untuk keperluan kepustakaan maka seharusnya pemeriksa alat berat memiliki: 1. 2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar eksportir yang merangkap sebagai importir dengan kategori low risk dapat tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Hasil pemeriksaan agar mengacu ke BTBMI sehingga pemeriksaan dapat digunakan secara efektif oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. dan d. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. Terhadap eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importir lain yang mendapat status yang dipersamakan dengan importir jalur prioritas diperlakukan sebagai Eksportir tertentu. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Pemeriksa barang hendaknya memperhatikan barang apa yang akan diperiksa dan menghubungkannya dengan pos-pos pada BTBMI. dan pajak. cukai. Buku pengetahuan barang. 2. Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). Bea Keluar. Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. b. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh.1.1. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 55 . Ketentuan tersebut tidak berlaku dalam hal terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau terdapat bukti permulaan yang cukup telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan yang dilakukan oleh Eksportir yang berstatus sebagai importir jalur prioritas atau importer yang mendapat status dipersamakan dengan importer jalur prioritas. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir.

Perlengkapan dimaksud yaitu: 1. Situs yang diddapat dari search engine seperti www. Senter kecil. 6. berfungsi untuk melakukan penghitungan jumlah barang atau konversi satuan barang. 7. berfungsi sebagai alat penerangan apabila barang tidak dikeluarkan dari kontainer. misalnya untuk melihat plate. Pemeriksa barang haruslah kreatif dalam menggali sumber informasi tentang barang dalam hal ini alat berat yang akan diperiksa. 2. Tas kecil (untuk menyimpan peralatan kerja selama proses pemeriksaan) Untuk melakukan identifikasi alat berat dalam rangka pemeriksaan dapat dilakukan langkah-langkah sebagai berikut : | DTSS Teknik Pemeriksaan 56 . Alat tulis kantor berupa: • • Spidol (permanent marker) untuk menandai barang Ballpoint untuk menulis Laporan Hasil Pemeriksaan 4.google. Kalkulator.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pemeriksa barang perlu melengkapi diri dengan literatur yang berkaitan dengan identifikasi barang 3. atau barang/kemasan tertentu dalam kontainer. Menggali informasi lain dari situs internet. Alat pengukur (meteran.com juga sangat membantu pemeriksa barang dalam melakukan pengayaan informasi tentang barang yang akan diperiksa Selain yang bersifat soft skill maka pemeriksa barang juga harus melengkapi dirinya dengan hard skill atau hard tools. diperlukan apabila menghadapi barang yang perlu penanganan khusus. 5. berfungsi untuk membuka karton / pengemas barang (sebagai cadangan apabila pengurus/buruh tidak membawa cutter). macrometer dan sejenisnya) berfungsi untuk mengukur panjang barang / carton / kemasan. 3. Cutter / pisau saku. Kacamata / sarung tangan / Topi / Helm pengaman (bila perlu).

2. Merk c. tergantung dari ukuran krat/mesin yang bersangkutan. Temukan/cari name plate barang bersangkutan Berbeda dengan brosur. leaflet. Krat/crate yang berisi lepasan-lepasan alat berat pengangkutannya dapat dimasukkan kedalam kontainer atau tidak. leaflet dan manual books maka posisi name plate pasti melekat pada fisik barang tersebut. Name plate dibuat dari selembar logam yang ditempel pada body mesin yang bersangkutan. Perhatikan brosur. Pengemas yang dimaksud yaitu mesin dimasukkan kedalam kemasan terbuat dari kayu (semacam krat) dan dibungkus plastik rapi. lihat gambar di bawah ini. Pabrik pembuat | DTSS Teknik Pemeriksaan 57 . Negara asal d. melebihi ukuran kontainer yang ada. Salah satu tanda-tanda mesin dalam keadaan baru atau bekas dapat dilihat dari konsdisi pengemas barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 1. Perhatikan bentuk fisik barang: Ketahui mesin diimpor dalam keadaan baru atau bekas: Salah satunya dengan melihat apakah terdapat ceceran atau rembesan oli yang keluar dari seal mesin. Setelah pengemas dibuka maka pada mesin dalam keadaan baru akan ditemukan adanya brosur. manual books atau sejenisnya 5. manual books atau sejenisnya. biasanya tidak dimasukkan kedalam kontainer. 3. alat yang ukurannya besar. Pada knalpot 4. Perhatikan pengemas. Memperhatikan gambar yang tertera di masing-masing penjelasan identifikasi pengertian alat berat untuk mengenali dan membedakan macam alat berat. Informasi di name plate menggambarkan informasi sebagai berikut: a. leaflet. Nama barang b. Informasi Name plate bisa jadi lebih berharga di banding dengan brosur. Juga diperhatikan apakah terdapat pengecatan ulang (recolour) untuk mengelabui petugas sehingga tidak bias dibedakan antara yang baru dengan bekas. (silencer) tidak terdapat jelaga yang berlebihan.

dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. jenis barang. atau kemampuan menghisap atau mengisi udara (untuk pompa udara atau kompresor) ii. b. nomor. Konsumsi bahan bakar yang dipergunakan per satuan waktu 6.1. Jika terdapat kecocokan antara ketiganya maka dapat dikatakan bahwa pengimporan barang impoir tersebut sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan importir 2.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan fisik barang yang mendapat kemudahan ekspor yang akan dikonsolidasi dapat dilakukan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir atau di tempat konsolidasi barang ekspor. c. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. Kemampuan menuai/menebah (untuk mesin tebah) padi per satuan waktu iii. Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. jenis dan jumlah kemasan. Spesifikasi barang bersangkutan (voltage/watt/ampere/RPM/PK/Horse Power) i.2.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar e. Perhatikan antara brosur. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. d. Kemampuan hisap serta kemampuan melontarkan air (untuk pompa air). jumlah barang. name plate dengan fisik barang yang bersangkutan. spesifikasi teknis barang. merk. | DTSS Teknik Pemeriksaan 58 .

Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). | DTSS Teknik Pemeriksaan 59 . eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. ditandatangani Pemeriksa. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : • • eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB.

iv. ii.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. iii. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : • • meneliti kemasan barang dan TPPBC. Mencantumkan nama Pemeriksa untuk melakukan pemeriksaan dan menetapkan tingkat pemeriksaan pada PPB. Menerima PPB dan PEB melalui faksimili atau melalui sarana komunikasi lainnya dari Kantor Pemuatan. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. c. NPPD. Untuk dapat memasukkan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pemasukan sebagian petikemas ke Kawasan Pabean dilakukan dengan menggunakan PEB. Formulir PM. Menyerahkan kepada Pemeriksa : a. Pejabat di Kantor Pemeriksaan i. Mekanisme Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Ekspor 1. Eksportir mengajukan permohonan kepada Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya sesuai contoh sebagaimana ditetapkan dalam Lampiran IV Peraturan Direktur Jenderal ini (P30/BC/2009 tentang perubahan kedua atas peraturan Dirjen Bea dan Cukai nomor P-40/BC/2008 tentang tata laksana kepabeanan di bidang ekspor). Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. dan setelah mendapat izin dari Kepala Kantor Pabean atau pejabat bea dan cukai yang ditunjuknya dan telah mendapat keterangan tertulis dari surveyor tentang telah selesainya pemeriksaan atas barang ekspor yang akan dimasukkan ke Kawasan Pabean. menghitung kemasan yang di-stuffing. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. | DTSS Teknik Pemeriksaan 60 . PPB. Menerbitkan Surat Tugas. Surat Tugas. b. jenis.

vi. c.3. Invoice dan Packing list. c. iv. ii. PPB. Menerima dari Pejabat Kantor Pemeriksaan : a. vii. PPB. Surat Tugas.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar v. Formulir PM. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. b.) Pemeriksaan Fisik Alat Berat/Komponen Alat Berat Untuk Impor Ketentuan impor barang modal bukan-baru (bekas) diperpanjang masa berlakunya menyusul diterbitkannya Permendag Nomor 63/M- DAG/PER/12/2009. PEB yang telah berisi hasil pemeriksaan fisik barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 61 . Menerima dari Pemeriksa PPB dan menatausahakannya. iii.1. Menyerahkan kepada eksportir/kuasanya : a. Permendag ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010 dan merupakan perpanjangan dari ketentuan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/12/2008 tanggal 24 Desember 2008. 2. Invoice dan packing list. Pemeriksa : i. Melakukan pemeriksaan fisik barang sesuai instruksi pemeriksaan yang tercantum pada PPB. Dokumen pelengkap pabean lainnya yang diwajibkan. v. 2. Menyerahkan PPB kepada Pejabat Kantor Pemeriksaan. b. Meneliti pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. Mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada bagian belakang PEB dan menandatangani PM. Menerima dari eksportir/kuasanya : • • • • PEB yang telah mendapat Nomor Pendaftaran dan telah ditandatangani serta dibubuhi cap perusahaan.

maka yang berlaku adalah tarif bea masuk dalam BTBMI. jenis.05/2000 tanggal 31 Maret 2000 oleh industri alat-alat besar diberikan fasilitas keringanan bea masuk dengan ketentuan sebagai berikut : 1. terdapat ketentuan bahwa atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alatalat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 99/KMK. dipungut bea masuk dan pungutan impor lainnya dan tidak dikenakan denda.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kebijakan memperpanjang masa berlaku Ketentuan Impor Barang Modal Bukan Baru ditujukan untuk mengimbangi daya beli sektor industri di tanah air yang masih lemah akibat belum kondusifnya perekonomian Indonesia. 2. Dalam hal tarif bea masuk yang tercantum dalam Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI) 5 % (lima persen) atau kurang. Atas impor bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar diberikan keringanan bea masuk sehingga tarif akhir bea masuknya menjadi 5 % (lima persen). Perusahaan yang melanggar ketentuan yang berlaku akan dikenakan sanksi. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah | DTSS Teknik Pemeriksaan 62 . spesifikasi barang yang tercantum dalam daftar barang. Berkaitan dengan impor alat berat. apabila pada saat pengimporannya tidak memenuhi ketentuan tentang jumlah. selain mengimpor untuk kebutuhan di dalam negeri juga dapat mengekspor hasil proses rekondisi/remanufakturingnya dan memenuhi pesanan pemakai langsung. yaitu pencabutan Angka Pengenal Importir (API) dan/atau pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Atas bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar yang telah mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk. Perusahaan rekondisi/remanufakturing.

Pejabat Pemeriksa Dokumen dapat menunjuk Pejabat Pemeriksa Barang lebih dari satu orang. sehingga bea masuk yang terhutang harus dibayar dan dikenakan sanksi administrasi berupa denda sebesar 100 % (seratus persen) dari kekurangan bea masuk. d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar mendapatkan fasilitas keringanan bea masuk hanya dapat digunakan untuk kepentingan industri yang bersangkutan. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar Untuk mempermudah pemahaman peserta akan pekerjaan pemeriksaan fisik yang dilakukannya dan bagaimana keterkaitannya dengan bagian lain. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). sehingga apabila diperiksa oleh satu orang Pejabat Pemeriksa Barang membutuhkan waktu yang cukup lama. Pemeriksaan fisik Barang untuk setiap PIB dilakukan oleh 1 (satu) orang Pejabat Pemeriksa Barang yang ditunjuk secara langsung melalui Sistem Aplikasi atau oleh Pejabat Pemeriksa Dokumen. mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. dan menghambat kecepatan penyelesaian suatu importasi. e. b. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). dalam hal jumlah dan atau jenis barang yang akan diperiksa mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi. Penyalahgunaan bahan baku dan bagian tertentu untuk pembuatan bagian alat-alat besar serta bagian tertentu untuk perakitan alat-alat besar akan mengakibatkan batalnya fasilitas bea masuk yang diberikan. agar dapat digunakan untuk: a. | DTSS Teknik Pemeriksaan 63 . Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. c. maka di bawah ini digambarkan bagan alur pemeriksaan barang.

maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Gambar.2.1 Bagan Alur Penetapan Tarif Impor dan Posisi Pekerjaan Pemeriksaan Barang PIB Tidak masuk analyzing point dan payment verification /jalur prioritas Download P I B Mandatory check/ Content Check Tidak masuk payment verification Payment Verification Di sini pekerjaan pemeriksaan fisik barang Analyzing Point Nomor Pendaft. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. PIB Jalur Hijau Penetapan Jalur Jalur Merah SPPB Berkas PIB Pendok PFPD INP / DNP 7 Hr Penetapan Keberatan Hi Co Scan SPJM Pendok Periksa Fisik LHP PFPD BPIB INP/DNP 7 Hr Penetapan SPPB SPKPBM SSPCP/Jaminan Sumber: Modul Pemeriksaan Dokumen Dengan Komputer SPPB SPJM NIK : Surat Persetujuan Pengeluaran Barang : Surat Pemberitahuan Jalur Merah : Nomor Identitas Kepabeanan Dalam hal PIB mendapat jalur merah. | DTSS Teknik Pemeriksaan 64 . Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 65 . pejabat bea dan cukai dapat meminta bantuan pihak lain yang memiliki pengetahuan teknis tersebut. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Apabila dalam pemeriksaan fisik barang impor dibutuhkan pengetahuan teknis tertentu. Kewajiban tersebut harus dilaksanakan paling lama 3 (tiga) hari kerja setelah tanggal pemberitahuan pemeriksaan fisik. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. atau peti kemas yang akan diperiksa serta menyaksikan pemeriksaan tersebut. Pemeriksaan fisik barang impor dilakukan oleh pejabat pemeriksa fisik berdasarkan instruksi pemeriksaan yang diterbitkan oleh pejabat bea dan cukai atau system komputer pelayanan. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. c.atau c. b. Importir atau kuasanya wajib menyiapkan dan menyerahkan barang impor untuk diperiksa. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. kemasan. importir atau kuasanya mendapat pemberitahuan pemeriksaan fisik dari pejabat bea dan cukai atau dari sistem komputer pelayanan. Dalam hal dilakukan pemeriksaan fisik. Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. Tempat Penimbunan Pabean (TPP). membuka setiap bungkusan. Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. b. Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : a.

adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Tingkat Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat : a. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Alat berat/komponen alat berat impor yang diangkut dalam petikemas (container). maka pejabat pemeriksa dokumen menyerahkan pemberitahuan pabean beserta dokumen pelengkap pabeannya tersebut kepada pejabat bea dan cukai yang bertanggung jawab dibidang pengawasan untuk dilakukan penyelidikan. Barang impor yang tidak diberitahukan. Barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang | DTSS Teknik Pemeriksaan 66 . Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. 2) 3) 4) memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. b. Mekanisme Pemeriksaan Alat Berat/Komponen Alat Berat Impor a. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. ukuran.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dalam hal berdasarkan pemeriksaan pabean terdapat : a.atau b. Tingkat Pemeriksaan 10 (sepuluh) %. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: i. Pejabat Pemeriksa Barang : 1) mencocokkan nomor. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. c.

2) Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : a) Dalam hal jumlah dan jenis kemasan kedapatan sesuai: (1) untuk party barang impor yang terdiri dari 1 (satu) jenis barang yang dikemas dalam kemasan standar (standard of packing). pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan barang impor yang akan diperiksa. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). ii. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). Dalam hal jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. Pejabat Pemeriksa Barang: 1) Mencocokkan nomor. Alat berat/komponen alat berat impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. pemeriksaan fisik barang dilakukan sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang akan diperiksa. (2) untuk party barang impor yang lebih dari 1 (satu) jenis barang. kemasan yang dibuka untuk dilakukan pemeriksaan fisik barang adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari tiap jenis barang yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. (4) Terhadap jenis barang yang memerlukan penanganan khusus (diangkut dengan reefer container) pemeriksaan dapat dilakukan di gudang/tempat penimbunan milik importir. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar adalah sebesar 10 % (sepuluh persen) atau 30 % (tiga puluh persen) dari jumlah kemasan yang terdapat dalam setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa. merek. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. | DTSS Teknik Pemeriksaan 67 .

maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). 2) merk. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (3) apabila hasil pemeriksaan fisik barang. tipe. c. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. ukuran. | DTSS Teknik Pemeriksaan 68 . dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1) jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. 3) memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. e. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. maka pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). b) Apabila jumlah dan atau jenis kemasan kedapatan tidak sesuai. f. Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. kedapatan jumlah dan atau jenis barang tidak sesuai. 5) dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. 4) dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai.

apabila ada. f. c. kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). yang meliputi : a) uraian barang. 2. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. h. Memperhatikan dan memastikan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat yang diajukan sudah memenuhi syarat dan kualifikasi untuk dapat digunakan dalam penetapan klasifikasi dan penetapan nilai pabean. i. scrap). c) spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. 3. e. Mengisi dan menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor g. Meminta kepada importir atau kuasanya untuk menandatangani Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang Impor.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Tata Kerja Pengambilan Contoh dan/atau Foto Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Alat Berat/Komponen Alat Berat: a. kondisi barang (baru. bekas. | DTSS Teknik Pemeriksaan 69 .) Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Alat Berat/Komponen Alat Berat Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : 1. Memberikan paraf dan mencantumkan tanggal pemeriksaan pada contoh barang. Menyerahkan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat bersama dengan lembar ke-1 Berita Acara Pengambilan Contoh Barang kepada staf Seksi Kepabeanan dan Cukai bersama-sama dengan packing list dan LHP. Memberitahu importir atau kuasanya tentang pengambilan contoh dan foto alat berat/komponen alat berat. b) merek dan tipe barang. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Menyerahkan lembar ke-2 Berita Acara Pengambilan Contoh alat berat/komponen alat berat kepada importir atau kuasanya. b.4. d. misalnya : 2. Menerima contoh dan foto alat berat/komponen alat berat dari importir atau kuasanya. Menunjuk kemasan dimana barang contoh dan foto alat berat/komponen alat berat harus diambil.1.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 70 . e) Tingkat pemeriksaan. ii. sesuai dengan penyebutan umum barang bersangkutan. 9. Laporan Hasil Pemeriksaan fisik (LHP) secara umum memuat isian beberapa unsur sebagai berikut : a) Nomor dan Tanggal PIB b) Tempat dan tanggal dilakukannya pemeriksan fisik c) nama importir atau kuasanya yang menyaksikan pemeriksan fisik. Dalam hal hasil pemeriksaan merupakan hasil pemeriksaan bersama. 10. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. 8. termasuk perubahan tingkat pemeriksaan menjadi 100% beserta alasannya. jam dan tanggal) mulai dan akhir pemeriksaan fisik serta kalau terdapat jeda waktu pemerikaan fisik karena kendala teknis seperti hujan atau sebab lainnya. merk dan tipe barang (apabila ada). 5. Memberikan catatan nomor PIB. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. Dalam hal hasil pemeriksaan memerlukan keterangan dari instansi terkait. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. Jenis kemasan barang. iii. d) Waktu (menit.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. f) Nomor dan ukuran petikemas (container) yang diperiksa dalam hal barang dimuat dalam petikemas (container). tanggal pemeriksaan dan mencantumkan nama dan NIP serta membubuhkan tanda tangan pada contoh barang dan atau foto barang. 6. uraian barang. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. g) Jumlah. h) Uraian jumlah dan jenis barang secara lengkap dan jelas. nomor petikemas/kemasan. yang meliputi : i. memberikan keterangan tentang hal tersebut pada LHP. nomor dan jenis kemasan barang impor yang diperiksa. 7. 4.

v. pemeriksaan fisik tidak dapat dilakukan berserta alasannya. pengambilan contoh barang dan/atau foto barang dan/atau dokumen tentang spesifikasi produk yang menyertai barang. alternator. iv. Pejabat Pemeriksa barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik (LHP) kedalam sistem aplikasi pelayanan. j) Kesimpulan tentang jumlah dan jenis barang yang diperiksa sesuai dengan perintah pemeriksaan sebagaimana dituangkan dalam istruksi pemeriksaan. power steering pump.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar iv. | DTSS Teknik Pemeriksaan 71 . turbocharger. 2. i) Keterangan tambahan dalam hal : i. Komponen Engine yang terdiri dari : a. Pengenalan akan di arahkan pada komponen-komponen seperti di bawah ini: 1.) Penjelasan design dan pengenalan alat berat/komponen alat berat di lokasi pabrik Dalam kunjungan ke lokasi pabrik alat-alat berat akan dijelaskan mengenai rancangan macam-macam alat berat. pemeriksaan fisik memerlukan keterangan dari instansi terkait. k) Nama dan NIP Pejabat Pemeriksa Barang. kondisi barang (baru atau bukan baru). vi. v. compressor. ii. Engine Assy (Assembly / komplit) b. Dengan demikian peserta akan memperoleh pengetahuan yang lebih rinci berkaitan dengan alat-alat berat guna mereka melakukan pemeriksaan. pemeriksaan fisik merupakan hasil pemeriksaan bersama. iii.5. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. pemeriksaan fisik memerlukan penelitian lebih lanjut dari Laboratorium. Komponen yang ada di Engine. Dalam hal Kantor Pelayanan telah menerapkan PDE Kepabeanan. sehingga peserta akan dapat memperluas cakrawala pemahamannya mengenai teori-teori yang pada kegiatan belajar satu telah didapatkannya. starting motor.keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang dalam rangka pengklasifikasian dan peneletian nilai pabean.1. yaitu fuel injection pump. water pump. dll. oil pump.

antara lain : 1. Final Drive f. Bucket d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Main Pump h. Misalkan excavator seharusnya bekerjanya lebih banyak statis dipergunakan untuk banyak jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 72 . 2. Mis-application (salah aplikasi dari alat berat). Axle e. misalkan Excavator sebelumnya berfungsi untuk mengeruk tanah menjadi pemecah batu. arm. Log Clamp e. Bucket. Komponen Work Equipment / Attachment terdiri dari : a. dll) Dll 3. Hydraulic Winch b. Misalkan bucket pada excavator dipergunakan untuk memecah batu yang besar maka dapat mengakibatkan kerusakan di bucket. maka harus dilakukan penggantian work equipment / attachment dari bucket menjadi hydraulic breaker. j. Blade. Hydraulic Pump i. Ripper Pada prinsipnya komponen di atas tidak dirancang untuk rusak dan mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen tersebut. Boom. Coupling d. Komponen Chasis terdiri dari : a. sama halnya misapplication kejadiannya dikarenakan kecerobohan. hal ini sering terjadi dikarenakan kecerobohan dari operator atau pimpinan lapangan. Cylinder Assy (Arm. Travel Motor g. Hydraulic Breaker c. Mis-operation (salah pengoperasian dari alat berat). Transmission b. 3. Torque Converter c. Beberapa alasan yang mengakibatkan harus dilakukan penggantian komponen. Fungsi dari alat berat tersebut berubah. boom dan cylinder.

maka pemahaman peserta akan semakin meningkat mengenai komponen-komponen alat berat. Sebagai contoh. bukan hanya terjadi di lapangan saja tetapi workshop / bengkel. akan mengakibatkan terjadinya kehancuran gigi – gigi dari gear. namun komponen yang tersedia dapat dipergunakan dengan sedikit ataupun banyak modifikasi. Misalkan engine yang tersedia harus dilakukan modifikasi dengan memakai suku cadang dari engine yang rusak yaitu dengan cara mengganti housing flywheel. intake manifold. Misalkan alat berat tertimpa pohon. yang dapat dibagi ke dalam macam-macam alat sebagai berikut: a. Salah satu contoh kecerobohan yang terjadi tetapi berakibat fatal. terguling dari tebing. hal ini umumnya kecerobohan baik dari pihak mekanik maupun operator. Mis-maintenance (salah melakukan pemeliharaan dari alat berat). Kemudian dilakukan pengenalan pada bentuk fisik alat-alat berat. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 73 . kejadian kecelakaan atas alat berat di Indonesia sudah menjadi sesuatu yang biasa karena keselamatan karyawan maupun alat berat bukan merupakan perhatian utama. atau mengubah dudukan engine mounting. 5. Alat Pengolah Lahan Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar (travelling). tetapi itulah kenyataan sebenarnya yang terjadi. tidak sedikit kejadian engine block pecah terkena connecting rod. Accident (kecelakaan). dll. Kelihatannya sesuatu yang tidak masuk akal dan sesuatu yang keterlaluan. Diharapkan dengan penjelasan-penjelasan rancangan alat berat oleh pengelola pabrik kepada peserta. tetapi tidak perlu khawatir bahwa banyak mekanik yang dapat dan sering melakukannya. 4. terbenam di lumpur. exhaust manifold. Disinilah perlunya technical knowledge dalam melakukan modifikasi. maka dapat mengakibatkan kerusakan di final drive atau travel motor. dll. Tidak jarang pula kebutuhan akan komponen tidak dipenuhi. Contohnya apabila palu tertinggal di axle atau kunci tertinggal di final drive.

Alat yang dapat mencampur material-material | DTSS Teknik Pemeriksaan 74 . f. Alat Pemroses Material Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Alat Pemadat Jika pada suatu lahan dilakukan pembunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi. baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. e. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar dengan menggunakan dozer. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. compactor. pneumatic-tired roller. Alat Pemindahan Material Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader. dan lain-lain. backhoe. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel. alat yang digunakan dapat berupa belt. beton. d. truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya. semen. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. b. Alat Pengangkut Material Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relative kecil. dan aspal. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relative jauh. Alat Penggali Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material. dan clamshell. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. c. dragline. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller.

Alat-lat tersebut adalah: a. asphalt paver. g. b. Setelah peserta diperkenalkan dengan macam-macam alat berat. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concrete batch plant dan asphalt mixing plant. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.) Latihan 1) Apa tujuan dilakukannya pemeriksaan fisik barang untuk ekspor? Dan dimana saja dapat dilakukan pemeriksaan fisik barang ekspor? 2) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang ekspor? 3) Apa tujuan pemeriksaan fisik barang impor dan dimana saja tempat dilakukannya pemeriksaan fisik barang impor? 4) Bagaimana mekanisme pemeriksaan fisik barang impor? 5) Bagaimana melakukan tahapan melakukan klasifikasi barang untuk keperluan pos tariff? | DTSS Teknik Pemeriksaan 75 .2. Alat Statis Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane. selanjutnya peserta akan diperkenalkan macam-macam alat berat namun ditinjau dari sudut alat yang menggerakkannya. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt. baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant. Alat Penempatan Akhir Material Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. dan alat pemadat. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader. 2. Alat dengan Penggerak Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. motor grader. batching plant.

mendapat fasilitas KITE. c.3. 3) Pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor dapat dilaksanakan di : a. e. 7) Penelitian dokumen dilakukan oleh pejabat pemeriksa dokumen dan/atau sistem komputer pelayanan. Penelitian dokumen oleh pejabat pemeriksa dokumen dilakukan untuk memastikan bahwa pemberitahuan pabean. b.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. atau tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. c. 5) Pemeriksaan pabean meliputi penelitian dokumen dan pemeriksaan fisik barang. gudang Eksportir. dan dokumen pelengkap pabean yang diwajibkan telah sesuai dengan syarat yang ditentukan. akan diimpor kembali. diberitahukan dengan benar. atau berdasarkan hasil analisis informasi dari Unit Pengawasan terdapat indikasi yang kuat akan terjadi pelanggaran atau telah terjadi pelanggaran ketentuan perundang-undangan. dikenai Bea Keluar. Kawasan Pabean pelabuhan muat. 2) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor yang: a. f. Penelitian dokumen oleh sistem komputer pelayanan dilakukan untuk memastikan bahwa | DTSS Teknik Pemeriksaan 76 . 6) Pemeriksaan pabean dilakukan secara selektif berdasarkan analisis manajemen resiko. pada saat impornya ditujukan untuk diekspor kembali. d. b. 4) Pemeriksaan fisik barang impor merupakan kegiatan yang dilakukan oleh pejabat bea dan cukai pemeriksa barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor yang diperiksa guna keperluan pengklasifikasian dan penetapan nilai pabean.) Rangkuman 1) Pemeriksaan fisik ekspor barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Barang untuk mengetahui jumlah dan jenis barang impor dan ekspor yang diperiksa. berdasarkan informasi dari Direktorat Jenderal Pajak.

atau (ii) dikenai Bea Keluar. Penetapan eksportir tertentu dengan memperhatikan reputasi eksportir yang meliputi: a. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penelitian sebagai tindak lanjut dari hasil penelitian computer. cukai. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. jumlah barang. dan d. 9) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. dan pajak. | DTSS Teknik Pemeriksaan 77 . 10) Terhadap barang ekspor yang mendapat kemudahan ekspor wajib dilakukan pemeriksaan fisik oleh Kantor Pemeriksaan. Pejabat pemeriksa dokumen melakukan penetapan berdasarkan hasil penelitian. b. b. c. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. Pejabat pemeriksa dokumen hanya bertanggung jawab atas penetapan. jenis barang. 11) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. spesifikasi teknis barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar pengisian pemberitahuan pabean yang telah disampaikan telah lengkap dan benar. Bea Keluar. yang didasarkan pada data yang disajikan oleh sistem komputer pelayanan. c. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. Pemeriksaan fisik barang dilaksanakan di gudang eksportir atau tempat lain yang ditunjuk oleh eksportir. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik diterbitkan oleh Kantor Pemeriksaan dan dibuat sesuai ketentuan yang berlaku. telah memperoleh rekomendasi dari Direktorat Jenderal Pajak sebagai wajib pajak patuh. Pemeriksaan fisik barang ekspor meliputi : a. 8) Pemeriksaan fisik barang ekspor dilakukan secara selektif terhadap barang ekspor yang: (i) mendapat fasilitas KITE dengan pembebasan bea masuk dan/atau cukai.

jenis dan jumlah kemasan. pemeriksaan fisik barang ditangguhkan hingga eksportir menyiapkan jenis barang yang sesuai dengan yang diberitahukan dalam PEB. e. 15) Dalam hal jenis barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB belum tersedia pada saat akan diperiksa. Pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. Terhadap Eksportir Daftar Putih dapat dikecualikan dari ketentuan yang ada. Klasifikasi barang berdasarkan HS. jumlah barang. 17) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. merk. nomor. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. 14) Terhadap barang ekspor tertentu dapat dilakukan pemeriksaan laboratorium. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang dan total nilai FOB. d. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan : a. f.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar d. sekurangkurangnya 2 (dua) kemasan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 78 . Total nilai FOB. jenis barang. c. 16) Dalam hal eksportir tetap akan melaksanakan ekspor barang yang jenisnya berbeda dengan yang diberitahukan dalam PEB. eksportir wajib membatalkan PEB bersangkutan dengan mengajukan PEB baru yang jenis barangnya sesuai dengan barang yang akan diperiksa. merk. b. ditandatangani Pemeriksa. Pemeriksa wajib membubuhkan TPPBC. jenis dan jumlah kemasan. PM terhadap barang ekspor yang telah dilakukan pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik barang dilakukan secara bertahap sesuai jumlah barang ekspor yang tersedia untuk diperiksa dan eksportir/kuasanya wajib memberitahukan kepada Pemeriksa sebelum pemeriksaan dilakukan. Pada kemasan barang ekspor yang diperiksa. 13) Tingkat pemeriksaan fisik barang sebanyak-banyaknya 10%. nomor. b. g. spesifikasi teknis barang. 12) Laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. meliputi : a.

b. Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh Direktur Verifikasi dan Audit. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. 20) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). e. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik barang : d. maka wajib dilakukan pemeriksaan fisik. agar dapat digunakan untuk: a. Pemeriksa barang yang ditunjuk adalah pegawai yang bertugas sebagai pemeriksa barang dan namanya sudah dientry oleh petugas Operator Konsul dengan status hadir. e. b. mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). mencegah kesalahan pemberitahuan negara asal barang. Instruksi Pemeriksaan menunjuk nama pemeriksa barang. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. 19) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. c. nomor segel dan tanggal penyegelan serta menandatangani PM. menghitung kemasan yang di-stuffing.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 18) Dalam hal Eksportir Daftar Putih terkena Nota Hasil Intelijen/Nota Informasi (NHI/NI). 21) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. meneliti kemasan barang dan TPPBC. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan nomor peti kemas. jenis. menetapkan klasifikasi dan Nilai Pabean dengan benar 22) Dalam hal PIB mendapat jalur merah. maka respon Surat Pemberitahuan Jalur Merah (SPJM) dan instruksi pemeriksaan diterbitkan. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. Biaya yang timbul akaibat pemeriksaan jabatan di | DTSS Teknik Pemeriksaan 79 . d. 23) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara : a.

menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: 29) Dalam hal barang impor diangkut dalam kemasan lain dari petikemas. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi impor. Sementara kerugian atau kerusakan yang terjadi akibat pemeriksaan jabatan ditanggung oleh pemilik barang. Pejabat Pemeriksa Barang: a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar tanggung oleh DJBC. mencocokkan nomor. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. 24) Pemeriksaan fisik barang dilakukan di : (i) Tempat Penimbunan Sementara (TPS) atau tempat lain yang disamakan dengan TPS. Mencocokkan nomor. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. 25) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. (ii) Tempat Penimbunan Pabean (TPP). jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. atau (iii) Tempat Penimbunan Berikat (TPB). ukuran. ukuran dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. d. memeriksa segel petikemas barang impor yang akan diperiksa. 26) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. Pejabat Pemeriksa Barang : a. 28) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). 27) Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. | DTSS Teknik Pemeriksaan 80 . merek. b. c. f.

b. dengan tetap memperhatikan sifat barang yang peka terhadap pengaruh luar sehingga tidak dapat diambil contohnya (untuk itu dimintakan keterangan yang berasal dari negara asal barang). dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : a. merk. d. 34) Pengambilan contoh barang dilakukan dengan membuat Berita Acara Pengambilan Contoh Barang yang ditandatangani oleh Importir/PPJK. pemeriksaan fisik barang ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). b. data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. Langkah pertama adalah melakukan identifikasi barang. tipe. diajukan contoh barang dan atau photo barang untuk keperluan penetapan klasifikasi dan atau penetapan nilai pabean. 31) Dalam melakukan pemeriksaan fisik barang. Pejabat Pemeriksa Barang : a. 35) Langkah-langkah apa yang harus dilakukan untuk dapat mengklasifikasi suatu barang dengan benar: a. Pejabat Pemeriksa Barang wajib memeriksa data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa. jumlah satuan barang dari setiap jenis barang yang diperiksa. Langkah kedua yaitu melakukan klasifikasi barang. e. c. 33) Dalam hal jenis barang atau data teknis atau spesifikasi barang yang diperiksa tidak jelas. Pada saat ini sistem pengklasifikasian barang di Indonesia didasarkan pada Harmonized | DTSS Teknik Pemeriksaan 81 . maka pemeriksaan ditingkatkan menjadi 100 % (seratus persen). ukuran.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. dalam hal jumlah satuan dan atau jenis barang kedapatan tidak sesuai. b. disamping menghitung jumlah barang dan mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan atau packing list yang telah ditandasahkan oleh Pejabat Penerima Dokumen. dalam hal copy invoice dan atau packing list tidak dapat digunakan sebagai dasar pemeriksaan fisik barang. memberikan paraf pada kemasan yang telah dibuka dan telah dilakukan pemeriksaan fisik. menghitung/mengukur jumlah atau volume barang. Menghitung/mencocokkan jumlah dan jenis kemasan barang impor yang akan diperiksa : 30) Dalam hal barang impor dalam bentuk curah. mencocokkan jenis barang dengan copy invoice dan packing list yang telah dilegalisir oleh Pejabat Penerima Dokumen.

uraian barang. 3) Terhadap barang ekspor yang diekspor oleh eksportir tertentu tidak dilakukan pemeriksaan fisik. Jumlah barang dalam satuan yang umum digunakan untuk barang bersangkutan. tempat lain yang digunakan oleh Eksportir untuk menyimpan barang setelah mendapat persetujuan Kepala Kantor Pabean. kawasan pabean pelabuhan muat. kondisi barang (baru. Penetapan eksportir tertentu dilakukan oleh Direktur Penindakan dan Penyidikan. b. akan diimpor kembali. e. misalnya : kualitas barang sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). kecuali… | DTSS Teknik Pemeriksaan 82 . keterangan lain yang dapat memperjelas pengenalan barang. d. akan diekspor kembali. akan dikenai Bea Masuk.4. merek dan tipe barang.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar System dan dituangkan dalam bentuk suatu daftar tarif yang dikenal dengan sebutan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia (BTBMI). b. d. 2. spesifikasi teknis sesuai dengan kegunaan barang. 36) Pejabat Pemeriksa Barang menuangkan hasil pemeriksaan fisik barang ke dalam LHP yang memuat : a. sesuai dengan penyebutan umum barang tersebut. Uraian jenis barang secara lengkap dan jelas. g. d. kecuali… a. f.) Tes Formatif 1) Pemeriksaan fisik dilakukan terhadap Barang Ekspor berikut. Kesimpulan tentang kesesuaian jumlah dan jenis barang yang diperiksa dengan copy invoice dan atau packing list. Berikut adalah dasar penetapan eksportir tertentu. akan dikenai Bea Keluar. apabila ada. gudang Eksportir. c. c. 2) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik atas Barang Ekspor. kecuali… a. scrap). bekas. gudang perwakilan importir c. yang meliputi : • • • b. Jenis kemasan barang.

nomor. kecuali… a. 4) Pemeriksaan fisik barang dilakukan berdasarkan PEB. jumlah barang. jenis barang. pemeriksaan fisik barang tetap dilaksanakan dengan ketentuan. b. kualitas barang. merk. b. jenis dan jumlah kemasan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar a. c. dan pajak. 5) Berikut adalah isi laporan hasil pemeriksaan fisik barang dalam LPBC. jumlah barang. pemeriksaan mencantumkan hasil pemeriksaan fisik barang pada PEB sesuai dengan jumlah barang yang diperiksa dan menandatangani PM. cukai. Berikut cakupan pemeriksaan fisik barang ekspor. tidak mempunyai tunggakan hutang bea masuk. telah menyelenggarakan pembukuan berdasarkan rekomendasi Direktur Audit. Kakanwil dimana wilayah eksportir berada Kepala kantor bea dan cukai dimana wilayah eksportir berada | DTSS Teknik Pemeriksaan 83 . spesifikasi teknis barang. c. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir. Mana pernyataan yang salah berikut ini… a. d. eksportir membuat pemberitahuan perubahan total nilai FOB. Pemenuhan ketentuan kepabeanan dibidang ekspor. b. c. eksportir membuat pemberitahuan perubahan jumlah barang. tidak pernah melanggar ketentuan kepabeanan dan cukai yang dikenai sanksi administrasi dalam kurun waktu 1 (satu) tahun terakhir. kecuali… a. jenis barang. 6) Dalam hal jumlah barang ekspor yang diberitahukan dalam PEB berbeda dengan jumlah barang ekspor yang akan diperiksa. spesifikasi teknis barang. petugas bea dan cukai memanggil eksportir yang bersangkutan untuk konfirmasi 7) Eksportir Daftar Putih ditetapkan oleh……… a. d. c. Bea Keluar. b. dokumen pelengkap pabean dan PPB yang diterbitkan oleh Pejabat di Kantor Pemuatan. d. Total bea masuk d. b.

mencegah adanya barang yang tidak diberitahukan (unreported). menghitung kemasan yang di-stuffing. b. 10) Tujuan Pemeriksaan Fisik Barang impor adalah dalam rangka memperoleh data barang secara lengkap. 11) Apabila jumlah PIB jalur merah lebih banyak daripada jumlah pemeriksa barang. d. c. maka satu orang pemeriksa barang dapat ditunjuk untuk memeriksa fisik barang lebih dari satu PIB.. Biaya yang timbul akibat pemeriksaan jabatan di tanggung oleh DJBC. agar dapat digunakan untuk … a. mencegah kesalahan pemberitahuan negara tujuan barang c. b. Nomor peti kemas Tanggal pengiriman Jenis peti kemas. kecuali… a. meneliti kebenaran stuffing meneliti kemasan barang meneliti TPPBC. Dan bila LHP belum direkam maka dokumen belum bisa diperiksa pleh Pejabat Fungsional Pemeriksa | DTSS Teknik Pemeriksaan 84 . 9) Terhadap peti kemas yang telah selesai diawasi stuffing-nya dilakukan penyegelan. a. Direktur verifikasi dan audit. Dalam hal lebih dari 3 hari sejak terbitnya SPJM. Importir harus menyerahkan hard copynya dan ikut serta menyaksikan pemeriksaan fisik barang. c. Pegawai Pengawasan Stuffing mencantumkan hal-hal berikut ini. d. mencegah adanya uraian barang yang tidak jelas/benar (misdescription). d. b. mencegah pemasukan barang larangan dan pembatasan. importir tidak datang untuk pelaksanaan pemeriksaan fisk barang maka dapat dilakukan pemeriksaan jabatan. Mana pernyataan salah berikut ini……… a. wajib dilakukan pengawasan stuffing oleh Pegawai Pengawasan Stuffing. b. Nomor segel.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar c. Hasil Pemeriksaan fisik dituangkan dalam LHP dan harus direkam oleh pemeriksa ke dalam aplikasi ekspor. d. Pengawasan Stuffing dilakukan dengan cara berikut. c. kecuali…. d. Direktur penyidikan 8) Terhadap barang ekspor yang dilakukan pemeriksaan fisik barang.

a. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. c. Pejabat Pemeriksa Barang : a. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. 13) Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. d. ukuran. kecuali…. mengawasi stripping barang dari dalam petikemas. kecuali… a. c. b. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. d. c. kecuali… a. menghitung jumlah kemasan dan mencocokkan jenis kemasan dari setiap petikemas barang impor yang akan diperiksa: | DTSS Teknik Pemeriksaan 85 .. mencocokkan nomor. d. packing list dengan jumlah 3 (tiga) Koli. jumlah dan jenis petikemas barang impor yang akan diperiksa. Tempat Penimbunan Berikat. 15) Dalam hal barang impor diangkut dalam petikemas (container). d. Tempat Penimbunan Khusus. 12) Berikut adalah tempat pemeriksaan fisik barang dilakukan. melakukan pemeriksaan importir. packing list dengan jumlah 1 (satu) Koli. Tempat Penimbunan Sementara b. 14) Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Dokumen (PFPD) atau Kepala Seksi Pabean untuk KPBC yang tidak ada PFPDnya. fotocopy invoice b. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam dokumen berikut. packing list dengan jumlah 2 (dua) Koli. fotocopy invoice b. Tempat Penimbunan Pabean.

5) Umpan Balik dan Tindak Lanjut Untuk mengukur pemahaman anda terhadap materi modul ini. apabila jawaban anda telah memenuhi standar kualifikasi yang diminta (lebih dari 80%) maka anda dapat melanjutkan untuk mengerjakan soal-soal test sumatif. disarankan agar anda mencocokkan jawaban tes formatif yang anda buat dengan kunci jawaban yang kami sediakan. dengan menggunakan rumus sebagai berikut : TP = Jumlah Jawaban Yang Benar x 100% Jumlah Keseluruhan Soal Apabila anda hanya dapat menjawab pertanyaan tersebut kurang atau sama dengan 80 %.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 2. Hitung persentase tingkat pemahaman (TP) anda pada kegiatan belajar 3 ini. Selanjutnya. Skala pengukuran tingkat pemahaman belajar sesuai dengan tabel berikut : Tingkat Pemahaman 90 < TP ≤ 100% 80 < TP ≤ 70 < TP ≤ 60 ≤ TP ≤ TP < 60 s 90% 80% 70% Skala Nilai Amat Baik Baik Cukup Kurang Kurang Sekali | DTSS Teknik Pemeriksaan 86 . maka sebaiknya anda mengulang kembali materi kegiatan belajar 2.

Apabila Anda masih membutuhkan penjelasan terhadap materi pelajaran dalam modul ini. Tujuannya adalah agar Anda dapat mengerti mengenai konsep pemeriksaan barang dan bagaimana keterkaitannya dengan unit-unit terkait lainnya. khususnya alat berat agar pemasukkan pajak Negara dari transaksi alat berat ini dapat berjalan secara optimal tanpa merugikan pihak-pihak pelaku perdagangan internasional terkait. silahkan mengkonsultasikannya kepada fasilitator atau waidyaiswara yang membawakan materi pelajaran Teknik Pemeriksaan Alat Berat ini. Dengan demikian Anda dapat melakukan tindakan yang tepat dalam setiap pengambilan keputusan.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar PENUTUP Teknik pemeriksaan alat berat adalah suatu bidang kegiatan yang erat kaitannya dengan tugas-tugas pemeriksaan barang pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). serta dapat melakukan pemeriksaan secara baik. | DTSS Teknik Pemeriksaan 87 . Sebagai bagian dari institusi DJBC hendaknya Anda memiliki pemahaman yang tepat mengenai konsep pemeriksaan barang. Akhirnya semoga modul ini bermanfaat khususnya bagi peserta Diklat dan umumnya bagi pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang mempelajari modul ini.

. a. Tingkat Pemahaman (TP) dapat Anda hitung sendiri menggunakan rumus yang telah disampaikan pada bagian sebelumnya. pneumatic-tired roller b. Alat Pemroses Material c. dragline. a. backhoe b. Alat Penempatan Akhir d. Alat Pemadat d. Alat Pemadat 7) Concrete spreader termasuk kedalam alat. c. a. d. Alat Pemadat Alat Penggali c. a. Alat Pemindahan Material 5) 6) Berdasarkan pergerakannya alat batching plant termasuk kedalam alat. tamping roller d.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar TES SUMATIF Sebagai tolok ukur pemahaman Anda terhadap modul Teknik Pemeriksaan Alat Berat. Crane termasuk dikategorikan kedalam. scraper d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 88 . shovel. Alat Pengangkut Material d. Alat Pemadat.. Alat Penempatan Akhir Material c. Alat dengan Penggerak c. a. b. silahkan Anda kerjakan soal-soal latihan berikut. kecuali. compactor Alat yang fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. b. Loader c. 1) Alat yang biasanya digunakan untuk pembukaan lahan. a. Alat Statis Material b. a. clamshell. Alat Pengolah Lahan 2) 3) 4) Berikut adalah alat yang digunakan untuk pemadatan. dozer c. Alat Penempatan Akhir Material b. excavator Yang bukan termasuk didalam kategori alat penggali. scraper.

concrete batch plant b. pneumatic-tired roller 13) . Alat dengan Penggerak dan Alat Penempatan Akhir Material d. 10) Bucket Whell Excavator termasuk kedalam alat. c. alat gusur 12) Yang termasuk kedalam Alat Penempatan Akhir Material. 8) Alat Pemroses Material d. dozer. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan b. a. a. asphalt mixing plant d. alat gali-muat-angkut b. Alat Pemroses Material dan Alat Pemadat 9) Dump Truck termasuk kedalam alat. pneumatic-tired roller 14) Fungsi dari gambar no 13 adalah. a. Alat muat b. Alat Statis dan Alat Pemadat c. Alat muat d. alat bor d. d. clamshell c. alat perata 11) Backhoe termasuk kedalam alat a. alat gali-muat-angkut c. untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan | DTSS Teknik Pemeriksaan 89 . Alat dengan Penggerak dan Alat Statis b. concrete spreader c. a. Alat angkut c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. b. Alat Pemindahan Material Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini. untuk menggali tanah dan batuan c. Loader d. alat gusur alat gali muat Alat muat Alat angkut. a. Nama dari alat tersebut adalah a. b. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas d.

a.13. Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder b.. 21) Vessel adalah … . b. c. Untuk menginjeksi BBM ke sistem commonrail d. b. d. b. b. c. Untuk lantai disamping Kabin kemudi peletakan Filter Udara Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder 20) Gambar dari front support. d. c. Alat Penggali Alat Pengolah Lahan Alat Pengangkut Material Alat Pemindahan Material. d. 18) Fungsi dari Kompresor. Penerus daya dari mesin ke garden (axle) 19) Fungsi dari Platform RH. d. a. Bak penampung material angkut. | DTSS Teknik Pemeriksaan 90 . a.. Untuk memompa oli ke silinder penggerak bak c.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar 15) Termasuk kedalam alat apakah gambar no. a. d. a. Untuk sistem pendingin udara b. 16) Gambar dari suspensi belakang …. c. c. a. a. 17) Gambar dari Pompa Injeksi BBM.

Pelindung rantai penggerak akhir roda b. d. Main Frame b. c. Konstruksi penahan kabin. Untuk penyeimbang body grader pada bagian depan c. Untuk mensuplai oli ke sistem silinder penggerak Untuk meneruskan daya dari mesin ke drive shaft 23) Gambar Arm. d. a.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar b. a. b. a. . d. Boom d. b. 22) Fungsi dari Tandem Case. 24) Nama dari a. c. d. | DTSS Teknik Pemeriksaan 91 . untuk peletakan Filter Udara. c. Track Frame 25) Gambar Travel Motor. Bucket . Untuk menyimpan oli hidrolik bagi sistem hidrolik silinder. c.

A 9. S 7. B 15. B 15. S 8. C Tes Sumatif 1 2 3 4 5 C B A D A 6 7 8 9 10 C C C A A 11 12 13 14 15 C D D A B 16 17 18 19 20 C B B D B 21 22 23 24 25 C B A B A | DTSS Teknik Pemeriksaan 92 . B KB. D 2. B 11. B 14. A 5. B 9. B 3. 1 1. D 7.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Kunci Jawaban Test Formatif KB. C 14.2 1. B 4. B 13. B 2. D 12. D 12. B 6. B 10. B 11. S 4. B 13. C 8. B 10. S 3. C 6. B 5.

disingkat ADT. Bulldozer adalah salah satu jenis dozer yang bergerak ke depan. BTBMI singkatan Buku Tarif Bea Masuk Indonesia. Daerah pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. perairan dan ruang udara di atasnya.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR ISTILAH Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Berdasarkan alat Kendali pisau dozer dibedakan menjadi cable controlled dan hydraulic controlled. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undangundang mengenai kepabeanan. Bea Keluar adalah pungutan negara berdasarkan undang-undang mengenai kepabeanan yang dikenakan terhadap barang ekspor. serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku UndangUndang ini. Bulldozer dapat dibedakan: Crawler tractor Dozer [roda rantai]. Swamp Bulldozer [untuk daerah rawa]. Wheel tractor Dozer [roda karet]. Articulated Dump Truck. perairan dan ruang udara di atasnya. sedangkan jenis lainnya adalah angle dozer yang bergerak serong 25o. Daerah Pabean adalah wilayah Republik Indonesia yang meliputi wilayah darat. digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas berlumpur. terbatas dan kondisi jalan | DTSS Teknik Pemeriksaan 93 . Down Scrapper Tractor adalah Scrapper yang ditarik Buldoser. Crawler loader adalah Loader dengan roda rantai.

Kawasan pabean adalah kawasan dengan batas-batas tertentu di pelabuhan laut. Kepabeanan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan pengawasan atas lalu lintas barang yang masuk atau keluar daerah pabean serta pemungutan bea masuk dan bea keluar.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Ekspor adalah kegiatan mengeluarkan barang dari Daerah Pabean. Kewajiban pabean adalah semua kegiatan di bidang kepabeanan yang wajib dilakukan untuk memenuhi ketentuan dalam Undang-Undang Kepabeanan . pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya. | DTSS Teknik Pemeriksaan 94 . Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam Daerah Pabean. atau tempat lain yang ditetapkan untuk lalu lintas barang yang sepenuhnya berada di bawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. disamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah. akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan. Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) adalah pemberian pembebasan dan/atau pengembalian Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai serta PPN dan PPnBM tidak dipungut atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Grader alat perata tanah yang berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis. meratakan tanggul. Kantor Pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan undang-undang mengenai kepabeanan. Kantor pabean adalah kantor dalam lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tempat dipenuhinya kewajiban pabean sesuai dengan ketentuan Undang-Undang ini. bandar udara. dirakit. pencampuran tanah. atau dipasang pada barang lain yang hasilnya terutama untuk tujuan ekspor.

Grader dan sejenisnya. menggali pondasi basement dan lain-lain. PFPD merupakan Pejabat Fungsional Pemeriksa Dokumen (PFPD) | DTSS Teknik Pemeriksaan 95 . menggusur tonggak-tonggak kayu kecil. Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek. Pembebasan adalah pembebasan Bea Masuk (BM) dan/atau Cukai atas impor barang dan/atau bahan untuk diolah. Klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebut berdasarkan fungsifungsi utama alat. Off Highway Truck juga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T. bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser. dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam undang-undang mengenai kepabeanan. Klasifikasi operasional alat berat adalah alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas alat dengan Penggerak dan alat statis. Pemberitahuan Pabean Ekspor adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean di bidang ekspor. sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. atau dipasang pada barang lain dengan tujuan untuk diekspor atau diserahkan ke Kawasan Berikat. Loader adalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser. untuk menggusur bongkaran. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Pemberitahuan pabean adalah pernyataan yang dibuat oleh orang dalam rangka melaksanakan kewajiban pabean dalam bentuk dan syarat yang ditetapkan dalam Undang-Undang Kepabeanan. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan. dirakit.

menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton. | DTSS Teknik Pemeriksaan 96 . TPS adalah Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Tractor atau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material. Skidder adalah untuk menarik batang kayu. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 30% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah jumlah yang dapat mewakili 10% dari setiap jenis barang yang tertulis dalam fotocopy invoice dan atau packing list dengan jumlah minimal 2 (dua) Koli. adalah pemeriksaan fisik barang dengan jumlah kemasan yang dibuka adalah seluruh kemasan setiap jenis barang. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging). TPB adalah Tempat Penimbunan Berikat TPP adalah Tempat Penimbunan Pabean (TPP). mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai.Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Pos pengawasan pabean adalah tempat yang digunakan oleh pejabat bea dan cukai untuk melakukan pengawasan terhadap lalu lintas barang impor dan ekspor. Tingkat Pemeriksaan sebesar 10 (sepuluh) %. Tingkat Pemeriksaan 100 (seratus) %. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan. meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Tingkat Pemeriksaan 30 (tiga puluh) %. meratakan atau menyebarkan material. Self Propelled Scrappers adalah Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri.

Cushion Blade (C – Blade). disingkat WTS.Blade ).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar Universal Blade ( U . Straight Blade (S – Blade). Light material U Blade ( U – Blade . Wheel Tractor Scrapper. memindahkan. menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. | DTSS Teknik Pemeriksaan 97 . Angling Blade (A – Blade). Bowl dozer. material ringan) Wheel loader adalah loader dengan roda karet. digunakan untuk memuat.

| DTSS Teknik Pemeriksaan 98 . Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah. PT. Makassar Rostiyanti. Rasyid. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan. Susy Fatena (2009).Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar DAFTAR PUSTAKA Modul Teknik Klasifikasi Barang. (2009). Analisis Produsktivitas Alat-alat Berat Proyek: Studi Kasus Proyek Pengembangan Bandar Udara Hasanuddin. Alat Berat dan Pemindahan Tanah Mekanis (Diktat Kuliah Untuk Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Malang). Budi Tri (2008). Sonny. Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-27/BC/2010 tentang Perubahan Ketiga atas peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-40/BC/2008 tentang Tata Laksana Kepabeanan di Bidang Ekspor. 2008 Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor P-07/BC/2007 tentang Pemeriksaan fisik barang impor. Alat Berat Untuk Proyek Konstruksi. Muhammad Rusli. Tim Penyusun Modul Pusdiklat Bea dan Cukai. 2008. Departemen Pendidikan Nasional Surat Edaran Direktur Jenderal bead an Cukai Nomor SE-05/BC/2003 tentang Petunjuk Teknis Pemeriksa Fisik Barang Impor Warta Ekonomi edisi 05/XXI/2009 halaman 20-21 Wedhanto. Teknik Alat Berat untuk Sekolah menegah Kejuruan. Jilid 1. Maros. Rineka Cipta Siswanto.

..................../2000......................../.........../............ ......................................... 4.... b) Jam/Tgl selesai pengeluaran kemasan (stripping) : .......................................... Lokasi Pemeriksaan : 3............... Pengusaha TPS** . 8.................. Foto : tidak / ya* ( ...... Contoh barang a) jenis : b) jumlah : c) diminta kembali oleh importir/kuasanya : ya / tidak * 7........................./....................../....... .... 5..... * coret yang tidak perlu ** diisi bila berkaitan dengan TPS .......... ............ .... ..... Mengetahui: Importir/Kuasanya* Pejabat Pemeriksa Barang .........................:...................... ...../200........... Kendala pemeriksaan a) Importir/kuasanya tidak ada di tempat pemeriksaan: X b) Barang tidak berada di tempat pemeriksaan : X c) Buruh tidak siap : X d) Peralatan tidak tersedia : X (sebutkan: .....) e) Lain-lain : .......................................................................... ... ............................................................./200......./.... lembar) 6................. d) Jam/Tgl selesai pemeriksaan barang : ../...... .... waktu pemeriksaan : a) Jam/Tgl dimulai pengeluaran kemasan (stripping) : ................ 2............. Tgl/waktu penunjukan pemeriksa: ................./200........Modul Teknik Pemeriksaan Barang Alat Besar LAMPIRAN BERITA ACARA PEMERIKSAAN FISIK BARANG IMPOR Nomor : Tanggal: Terhadap impor barang dengan data sebagai berikut : 1... Keterangan : ................... c) Jam/Tgl dimulai pemeriksaan barang : .... No/Tgl PIB : ..... NIP | DTSS Teknik Pemeriksaan 99 ............................/200...../200.......... ........................................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful