P. 1
Poros Penggerak Roda Modul

Poros Penggerak Roda Modul

|Views: 865|Likes:
Published by rifqy001

More info:

Published by: rifqy001 on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/16/2014

pdf

text

original

BAB.

I PENDAHULUAN
A. DESKRIPSI
Modul ini mempelajari tentang “Perbaikan poros penggerak roda” yang meliputi perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid maupun pada suspensi independent. Macam-macam konstruksi poros penggerak roda yang dipelajari modul sebelumnya adalah sebagai penunjang untuk bisa menguasai modul ini. Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat mengidentifikasi kerusakan, serta dapat mengganti poros penggerak roda beserta komponen-komponennya.

B. PRASYARAT
Untuk menempuh kegiatan pembelajaran pada modul ini peserta diklat diharuskan menguasai OPKR-10-010B (penggunaan alat ukur) atau alat yang lain, serta telah menyelesaikan kompetensi sebelumnya yaitu OPKR-30-013B.

C. PENUNJUK PENGGUNAAN MODUL
1. Petunjuk Bagi Siswa Untuk mendapatkan hasil yang maksimum, maka perhatikan petunjuk-petunjuk berikut ini: a. Perhatikan arahan yang diberikan instruktor. b. Bacalah dengan teliti dan cermati modul ini secara keseluruhan. c. Konsultasikan pada instruktor hal-hal yang kurang jelas teori maupun praktek.

Modul OPKR-30-014B

1

d. Pada waktu praktek persiapkan hal-hal sebagai berikut: 1. Siapkan alat dan bahan sesuai kebutuhan. 2. Cermati langkah kerja dan perhatikan fungsi dan cara kerja masing-masing komponen. 3. Setelah mendongkrak ganjal/topang mobil dengan jack stand atau kayu balok. 4. Setelah selesai kembalikan alat dalam keadaan bersih. 2. Petunjuk Bagi Guru a. Amati dan bantu setiap kegiatan siswa. b. Berikan tugas-tugas dalam pelatihan. c. Bimbing siswa dalam memahami konsep. d. Melaksanakan penilaian. e. Mencatat kemajuan siswa.

D.TUJUAN AKHIR
Setelah mempelajari secara keseluruhan modul ini diharapkan: 1. Siswa dapat roda membongkar, sesuai dengan mengidentifikasi SOP (Standard kerusakan, Operasional memperbaiki kerusakan, memasang kembali komponen poros penggerak Prosedur) yang berlaku pada akhir kegiatan evaluasi. 2. Siswa terampil dalam memasang kembali komponen poros penggerak roda.

Modul OPKR-30-014B

2

E. KOMPETENSI
Modul OPKR-30-014B membentuk kompetensi memasang, menguji dan memperbaiki sistem penerangan dan wiring. Uraian kompetensi dan subkompetensi ini dijabarkan seperti di bawah ini. KOMPETENSI : Perbaikan Poros Penggerak Roda KODE : OPKR-30-014 B DURASI PEMELAJARAN: 40 Jam @ 45 menit

Modul OPKR-30-014B

3

penggantian dan perbaikan  Konstruksi dan kerja dari komponen/ sistem yang berhubungan pada final drive (sesuai pada penggunaan).  Informasi teknik yang sesuai.  Informasi yang benar di-akses dari spesifikasi pabrik dan dipahami.  Pengukuran dan spesifikasi toleransi.  Identifikasi kerusakan dan metoda perbaikan. Memperbaiki poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya.  Standar prosedur keselamatan kerja.  Penilaian komponen . KETERAMPILAN  Membongkar. memperbaiki kerusakan pada poros penggerak roda/drive shaft dan komponennya  Menggunakan peralatan dan perlangkapan sesuai standar  Menguji kerja dari komponen/sistem yang berhubungan pada final drive Modul OPKR-30-014B 4 .  Persyaratan keselamatan diri.  Prosedur pengujian. memeriksa.  Persyaratan keamanan peralatan.  Data yang tepat dilengkapi sesuai hasil pemeriksaan poros penggerak roda.  LINGKUP BELAJAR Konstruksi dan prinsip kerja poros penggerak. MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP  Menerapkan prosedur kerja dalam proses pembongkaran dan pemasangan poros penggerak pada mobil  Penggunaan alat dan perlengkapan yang sesuai PENGETAHUAN  Prosedur pembongkaran.  Persyaratan keamanan kendaraan/alat industri. sesuai dengan spesifikasi dan toleransi terhadap pabrik/kendaraan.SUB KOMPETENSI 1.  KRITERIA KINERJA Perbaikan poros penggerak roda/drive shafts.  Perbaikan dan/atau penggantian pada poros peng-gerak roda/drive shafts dan komponen-komponennya dilaksanakan dengan menggunakan metode dan perlengkapan yang tepat. dan komponenkomponennya dilaksanakan tanpa menye-babkan kerusakan terhadap komponen atau sistem lain-nya.  Kebijakan pabrik/ perusahaan.

undangundang K 3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).SUB KOMPETENSI  KRITERIA KINERJA Seluruh kegiatan pemeliha-raan/servis poros penggerak roda/drive shafts dan komponenkomponennya dilaksanakan berdasarkan SOP (Standard Operation Procedures). LINGKUP BELAJAR MATERI POKOK PEMELAJARAN SIKAP PENGETAHUAN KETERAMPILAN Modul OPKR-30-014B 5 . peraturan perundang-undangan dan prosedur/ kebijakan perusa-haan.

Kunci momen. Sliding hamer. maka jawablah pertanyaan pilihan ganda berikut ini dengan benar dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang betul: 1. Untuk soal nomor 3. Kunci roda. Dongkrak hydrolik. Palu besar. Bagian yang berfungsi menghubungkan putaran dari differential ke roda adalah: a. b. Poros penggerak roda. 2. Poros engkol. Garage jack. c. CEK KEMAMPUAN Untuk mengetahui kemampuan awal yang telah dimiliki peserta diklat. Untuk soal nomor 2. d. Poros propelair. d. 3. c. apabila siswa menjawab ( b ) lanjutkan soal nomor 2 2. Pada waktu bekerja dibawah mobil. Untuk melepas poros roda mengunakan alat: a. apabila siswa menjawab ( a ) siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar.F. b. Modul OPKR-30-014B 6 . apabila siswa menjawab ( d ) lanjutkan soal nomor 3 3. Untuk soal nomor 1. Poros primair. Jack stand. seharusnya mobil ditumpu dengan: a. Catatan Pembimbing: 1. d. b. Kesimpulan: c. Dongkrak ulir.

maka siswa dapat mengerjakan modul ini. suspensi rigid Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi independent Hari Tangg al Wakt u Alasan Perubahan Paraf Guru SubKompetensi: Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi Modul OPKR-30-014B 7 . Jenis Kegiatan Perbaikan poros penggerak roda pada 2. RENCANA BELAJAR SISWA Kompetensi : Perbaikan poros penggerak roda. II PEMELAJARAN A.Karena siswa telah mampu mengerjakan test awal dengan benar. BAB. 1. rigid (kaku) dan independent (bebas). No. Mintalah bukti persetujuan guru jika telah selesai mempelajari setiap kegiatan belajar.

Tujuan Kegiatan Belajar 1. Lepas roda dan tromol Modul OPKR-30-014B 8 . 2. Perbaikan poros penggerak roda pada suspensi rigid a. b. Siswa dapat membongkar dan merakit kembali komponenkomponen poros penggerak roda pada suspensi rigid. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi rigid apakah masih baik atau harus diganti.KEGIATAN BELAJAR Kegiatan Belajar 1. Kendorkan mur roda b. Siswa dapat melepas dan memasang kembali komponenkomponen yang rusak. 1. Dongkrak mobil dan tumpu dengan jack stand c. 3. Pembongkaran Sebelum melakukan pembongkaran lakukan pemeriksaan awal dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Uraian Materi Pada umumnya poros penggerak roda suspensi rigid yang dipaksa pada kendaraan ringan adalah jenis semi floating.

Kendorkan mur roda. Modul OPKR-30-014B 9 . Bahaya terhadap pengereman 2. c. Bantalan roda bisa pecah atau terbakar 3. Catatan: Apabila bantalan roda rusak harus segera diganti. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. b. Pemeriksaan Gerak Bebas Arsial Poros Roda Belakang. Kebebasan maksimal adalah 1 mm. bila tidak maka akan menyebabkan: 1. Dengan menggunakan alat dial indikator. Lepas roda dan tromol rem. Pemeriksaan kebebasan arah aksial. Gambar 1. Boros pemakaian nahan bakar Pembongkaran dan pemeriksaannya adalah sebagai berikut: a. Jika kebebasan terlalu besar ganti bantalan dan biasanya kebebasan bantalan yang terlalu besar akan terdengar suara gemuruh pada saat mobil berjalan.d.

Lepas baut pengikat backing plat dan pipa rem menggunakan SST. e. Dengan menggunakan SST lepas poros aksel belakang.d. Gambar 3. Melepas Baut Pengikat Backing Plat dan Pipa Rem. Melepas Poros Aksel Belakang. Lepas gasket poros belakang. Modul OPKR-30-014B 10 . Gambar 2. hatihati jangan sampai merusak perapat oli. f.

dengan menggunakan pahat dan palu potong penahan dan kepastian dari poros. Pemeriksaan Dan Perbaikan Komponen Poros Roda Belakang Periksalah dengan cermat dan teliti kemungkinan terjadi kerusakan pada komponen-komponen sebagai berikut: a. Modul OPKR-30-014B 11 . Dengan menggunakan SST dan hydrolik pres lepas bantalan dari poros.2. Lepas bantalan dengan menggerinda penahan dalam. bantalan aus atau rusak gantilah dengan Gambar 4. Menggederenda Penahan Bantalan. bila yang baru. Periksa bantalan atau bearing terhadap keausan atau kerusakan.

ganti oli seal dengan yang baru bila sudah aus. Hal ini bisa dilihat sekitar backing plat terdapat tanda-tanda oli keluar. Dengan menggunakan SST lepas oli seal. Melepas Bantalan Dengan Pres Hydrolis. Pemeriksaan Oli Seal Kerusakan oli seal bisa menyebabkan kebocoran oli differensial/ gardan. bila masih runcing berarti baik.Gambar 5. Melepas Perapat Oli Dari Rumah Poros. b. bila sudah rata berarti aus. Modul OPKR-30-014B 12 . Keausan oli seal bisa dilihat pada bagian yang berhubungan dengan poros. Gambar 6.

Gambar 6. Memeriksa Kebengkokan Poros & Flens. Modul OPKR-30-014B 13 . Periksa poros roda belakang pada bagian dudukan penahan dalam dan bantalan dari kemungkinan keausan.1 mm. retak atau puntiran. Pemeriksaan Poros Roda Belakang Periksa alur poros roda belakang dari kemungkinan aus. 3.c. Perakitan Dan Pemasangan Poros Roda Belakang Persiapkan komponen-komponen yang telah diperiksa dari kerusakan dan yang baru. Dengan menggunakan dial indikator periksa poros roda belakang dari kebengkokkan dan keolengan pada flensnya. Kebengkokkan/kelengkungan poros maksimum 1. Pemasangan kembali dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. Menggunakan SST dan pres hydrolik pasang penahan bantalan luar dan bantalan/bearing batu.5 mm Keolengan flens maksimum 0. Pada poros roda belakang dan komponennya bila terdapat kerusakan tidak dapat diperbaiki oleh karena itu harus kita ganti kecuali pada kebengkokkan ini bisa diperbaiki.

Modul OPKR-30-014B 14 . b. Menggunakan SST dan preshydrolik pasang penahan bantalan dalam saat masih panas. Gambar 8. Panaskan penahan bantalan dalam hingga kurang lebih 1500C didalam oli pemanas. Memasang Bantalan. c.Gambar 7. Pemanas Penahan Bantalan.

Modul OPKR-30-014B 15 . g. Pasang dan kencangkan baud pengikat backing plat dengan momen pengencangan 670 Kg. d. e. Pemasang Penahan Bantalan Dengan Pres Hydrolik. Gambar 10.cm. Memasang Perapat Oli. Pasang poros penggerak roda pada housing axle beserta kelengkapannya yang telah diolesi perapat. Menggunakan SST pasang oli seal yang telah diolesi gemuk pada kedalaman 6mm. f. Pasang kembali pipa rem.Gambar 9.

Tugas 1. Pasang tromol rem. j. 3. Rangkuman 1. pemeriksaan dan pemasangan kembali. Catatan: Pada saat memasukan poros roda belakang lakukan dengan hati-hati jangan sampai marusak oli seal maupun deflektor oli yang terdapat didalam housing axle. Pemeriksaan poros penggerak roda meliputi alur poros yang berkaitan dengan side gear. i. Komponen-komponen yang diperiksa dan diganti bila rusak adalah bearing. keolengan pada naf. 3. Modul OPKR-30-014B 16 . 2. 4. Kegiatan ini meliputi bongkar. keausan pada dudukan bantalan maupun penahan bantalan dalam. Pasang roda kemudian turunkan mobil dan kencangkan baud-baud roda. 2.h. c. kebengkokan poros. Lakukan pengamatan pada kendaraan/mobil yang supensi belakangnya sebagai penggerak roda jenis rigid. Pelajari uraian materi pada lembar kegiatan I tentang perbaikan poros penggerak roda. Lakukan pembuangan udara pada sistem rem. Gambarkan secara sederhana dan jelaskan cara kerjanya. Poros jenis semi floating di pakai pada suspensi rigid penggerak roda belakang. oli seal dan poros. d.

Tes Formatif 1. Gambarkan unit konstruksi poros roda belakang jenis semi floating dan sebutkan nama-nama komponennya. 3. Persyaratan apa saja yang diperlukan pada waktu bekerja dibawah mobil. Modul OPKR-30-014B 17 .e. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating. 2.

Perabot oli. Pemeriksaan yang dilakukan adalah: a. 3. Poros penggerak roda. Lembar Kerja Modul OPKR-30-014B 18 . 1. Kunci Jawaban Formatif 1. 7. c.f. Bantalan. Mobil harus ditumpu dengan jack stand. Bearing/bantalan. Penahan bantalan luar. 2. b. 5. b. Oli seal. Lantai datar. Gasket. 4. c. g. Poros roda. 6. 3. Penahan bantalan dalam. Backing plat. Persyaratannya adalah sebagai berikut: a. Lantai harus bersih dari minyak. 2.

e. Alat ukur (jangka serong. b. Gunakan alat keselamatan kerja bila diperlukan. oli dll. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Persiapkan alat dan bahan. c. 3. f. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. d. 2. lem perapat. Mesin gerinda f. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan Modul OPKR-30-014B 19 . d. dongkrak. kunci pas/ring (sesuai kebutuhan) SST (sesuai kebutuhan). Peralatan. b. Diskusikan kemungkinan tidak diperbaiki. lap/ majun. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. Langkah Kerja a. Lakukan pembongkaran unit poros penggerak roda secara cermat. Gemuk. Keselamatan Kerja a. perbaikannya. Minta buku manual bila perlu. Gunakan peralatan sesuai fungsinya.1. mengenai penyebab seluruh kondisi komponen. kemungkinan kerusakan. g. dial indikator). Alat dan Bahan a. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. e. c. 1 unit mobil atau suspensi rigid jenis semi floaling. c. d. Alat pres (hydrolik pres). e. Pasir/serbuk gergaji. b. Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas.

g. Lakukan pemasangan kembali komponen-komponen yang telah dibongkar dengan baik dan benar. Kegiatan Belajar 2. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang poros penggerak roda. Tugas a. i. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas. 4. h. b. Setelah selesai kegiatan bersihkan peralatan dan tempat kerja. lengkapi dengan analisa dan kesimpulan. Modul OPKR-30-014B 20 . Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mempelajari materi pada kegiatan ini. kembalikan peralatan dan bahan ke posisi semula.

Lepas kaliper dan piringan rem. 2. Service yang dilakukan sederhana. Siswa dapat memperbaiki atau mengganti unit poros penggerak roda beserta komponen-komponennya pada suspensi independent. 1. Angkat mobil dengan dongkrak dan tumpu dengan jack stand. Lepas roda.Perbaikan Poros Penggerak Roda Pada Suspensi Independent. sanggat jarang karena konstruksinya sangat Modul OPKR-30-014B 21 . Uraian Materi Kendaraan yang bersuspensi independent poros penggerak rodanya menggunakan jenis CV joint. Pembongkaran Untuk membongkar ikuti langkah-langkah sebagai berikut: a. Kendorkan mur roda. a. b. Dalam pemelajaran ini kita menggunakan tipe poros penggerak roda depan. Tujuan Pemelajaran 1. CV joint bisa dipakai pada kendaraan tipe poros penggerak roda depan maupun poros penggerak roda belakang. d. b. Siswa dapat memeriksa unit poros penggerak roda pada suspensi independent apakah masih baik atau harus diganti. c.

Kebebasan maksimum 0.Gambar 11. Melepas Mur Pengikat Bantalan.05 mm. e. Pemeriksaan Kebebasan Bantalan. Periksa kebebasan bantalan dalam arah aksial dengan dial indikator. Gambar 12. f. Modul OPKR-30-014B 22 . Lepas Conter pin dan mur pengikat bantalan.

Gambar 15. Lepas steering knucle dari lower arm. Lepas hubungan tie-rod dengan steering knucle SST. Melepas Poros Penggerak Roda Dari Hub.Gambar 13. Modul OPKR-30-014B 23 . h. Melepas Steering Knucle Dari Lower Arm. g. Melepas Tie-rod End. Gambar 14.

Periksa gigi alur dari kemungkinan kerusakan. d. Kencangkan mur pengikat bantalan dengan momen 800 kg cm. Memeriksa Poros Penggerak. 2. Pemeriksaan out board tidak boleh ada kekocakan. Pemeriksaan Setelah unit poros penggerak roda terlepas lakukan pemeriksaan sebagai berikut: a. Komponen-komponen dari CV joint tidak bisa diperbaiki bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan maka harus diganti 1 unit CV joint. c. Periksa kebebasan inboard joint kearah radial tidak terlalu besar. Pemeriksaan poros penggerak roda dari kemungkinan melengkung. 3. Pemeriksaan inboard joint harus dapat meluncur dengan lembut arah aksial.i. e. Modul OPKR-30-014B 24 . Gambar 16. Masukkan poros penggerak roda secara pelan-pelan ujung yang satu ke transaxle ujung yang lain ke hub roda. Pemasangan Kembali/Perakitan Pemasangan kembali/perakitan dapat dilakukan sebagai berikut: a. Lepas poros penggerak roda dari hubungan. b.

b. Pasang tie-rod dengan momen 600 kg cm. Pasang roda dan mur roda. f. Bila CV joint rusak tidak bisa diperbaiki harus diganti. 3. Tugas 1. Pasang steering knucle pada lower arm dan kencangkan mur dengan momen 850 kg cm. Pasang kaliper dan piringan rem dengan momen pengencangan 200 kg cm. c. Jelaskan rodanya? cara kerja secara singkat poros penggerak e. Suspensi independent menggunakan poros penggerak roda jenis Constan Velocity joint (CV joint). e. d. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan pada CV joint? Modul OPKR-30-014B 25 . Lakukan pengamatan pada kendaraan dengan suspensi independent. Rangkuman 1. Unit CV joint sangat sederhana dan jarang dilakukan pemeriksaan atau perbaikkan. Test Formatif 1. c. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan komponen-komponen utamanya? 2. buat gambar sederhana konstruksi dari poros penggerak rodanya! 2. d. Turunkan mobil dan kencangkan mur roda. 2.

Kunci Jawaban 1. e. c. kelengkungan poros. 2. Pemeriksaan pada CV joint adalah a. Kekocakan out board joint b.f. Kebebasan inboard kearah radial. Alur-alur pada ujung poros. Gerakan inboard d. Modul OPKR-30-014B 26 .

Peralatan: dongkrak. Perhatikan dan ikuti petunjuk instruktur/guru. SST (sesuai kebutuhan). d. Persiapkan alat dan bahan. kemungkinan penyebab kerusakan. Perhatikan petunjuk instruktur/guru. pasir serbuk gergaji. d. Lembar kerja 1. Perhatikan bagian-bagian yang rawan terhadap benturan keras. Alat dan bahan: a. dial indikator). Buat catatan penting kegiatan praktek secara ringkas. b. e. b. b. c. Keselamatan kerja: a. Gemuk. Langkah kerja: a.g. Minta buku manual bila perlu. c. kemungkinan yang terjadi bila kerusakan Modul OPKR-30-014B 27 . 3. 1 unit mobil dengan suspensi independent. Diskusikan kemungkinan tidak diperbaiki. e. mengenai seluruh kondisi komponen. Lakukan pemeriksaan dengan teliti komponen-komponen poros penggerak roda. Jaga lantai dari genangan oli. Lakukan pembongkaran unit poros secara cermat. kunci pas/ring(sesuai kebutuhan). 2. c. lap/marjun. penggerak roda perbaikkannya. d. Alat ukur (jangka sorong. Gunakan alat keselamatan kerja bila digunakan. f. f. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.

Tugas a. Lakukan benar. Diskusikan mengenai apa yang telah didapat tentang CV joint. Setelah selesai kegiatan dan tempat kerja. 4. Buatlah rangkuman tentang pengetahuan yang baru setelah mengetahui kegiatan ini? Modul OPKR-30-014B 28 . pemasangan kembali komponen-komponen yang telah diperbaiki atau diganti dengan baik dan h. i. kembalikan peralatan dan bahan keposisi semula.g. Buatlah laporan pratikum secara ringkas dan jelas? Lengkapi dengan analisa dan kesimpulan! b.

Jelaskan pemakaian poros penggerak roda jenis semi floating dan jenis CV joint? 2.BAB. Gambarkan 3. Kunci Jawaban 1. Pertanyaan 1. Gambarkan konstruksi dari CV joint dan sebutkan bagian-bagian utamanya? B. Pada unit dan poros sebutkan komponen-komponen roda belakang dari poros penggerak roda jenis semi floating? penggerak pemeriksaanpemeriksaan apa saja yang dilakukan? 4. III EVALUASI A. Sedangkan CV joint biasanya dipakai pada kendaraan bersuspensi independent penggerak rodanya depan. 2. Gambar poros penggerak roda jenis semi floating: Modul OPKR-30-014B 29 . Poros penggerak roda semi floating dipakai pada kendaraan bersuspensi rigid dan penggerak rodanya adalah roda belakang.

Poros roda meliputi perlengkungan. b. Pemeriksaan yang dilakukan pada unit poros penggerak roda belakang semi floating adalah a. 4. Modul OPKR-30-014B 30 . c. keausan. Bearing/bantalan roda. puntiran. Gambar konstruksi dari CV joint. Oli seal.3.

d 79 : memenuhi kriteria minimal dengan bimbingan 80 s. nilai minimal 70 dengan skor setiap aspek minimal 7 Keterangan hasil praktik Ketepatan waktu Keselamatan kerja Nilai Akhir Kriteria Kelulusan: 70 s. Kriteria Kelulusan Aspek Kognitif (soal no 1 s/d 4) Ketelitian pemeriksaan pendahuluan Ketepatan prosedur praktik Ketepatan analisis 2 2 1 1 Skor (110) Bobo t 3 1 Nila i Syarat lulus.C.d 100: di atas minimal tanpa bimbingan Modul OPKR-30-014B 31 .d 89 : memenuhi kriteria minimal tanpa bimbingan 90 s.

BAB. Sedangkan siswa yang dinyatakan tidak lulus maka siswa harus mengulangi modul ini. Apabila siswa dinyatakan lulus maka siswa dapat melanjutkan modul berikutnya sesuai dengan peta kompetensi. IV PENUTUP Setelah menyelesaikan modul ini diharapkan siswa mempunyai kemampuan dan ketrampilan mengenai perbaikan poros penggerak roda serta dapat melaksanakan tugas-tugas dalam modul ini. Dengan menyelesaikan modul kompetensi dan melaksanakan tugastugas serta evaluasinya dengan kriteria yang telah ditentukan siswa dapat dinyatakan lulus atau tidak lulus. Modul OPKR-30-014B 32 .

Toyota-Astra Motor. Jakarta: Penerbit PT. Training Manual Drive Train Group. NISSAN.DAFTAR PUSTAKA Anonim (1994). Modul OPKR-30-014B 33 . Anonim (tt). Anonim (2003). Toyota-Astra Motor. N-Step Step 2 Chasis Training Materials Text. Jakarta: Penerbit PT. Step 2 Materi Pelajaran Chassis Group. Jakarta: Penerbit PT.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->