P. 1
Pengertian Proses Belajar

Pengertian Proses Belajar

|Views: 10|Likes:
Published by izzaraziq

More info:

Published by: izzaraziq on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/30/2015

pdf

text

original

Pengertian Proses Belajar Djamarah (1995:19), menyatakan bahwa: ” prestasi atau hasil belajar adalah hasil dari suatu

kegiatan yang telah dikerjakan atau diciptakan baik secara individual atau kelompok. Hasil belajar tidak pernah dihasilkan selama seseorang tidak melakukan kegiatan belajar. Dalam kenyataannya untuk mendapatkan hasil belajar tidak semudah yang dibayangkan tetapi penuh perjuangan dengan berbagai tantangan yang harus dihadapi, untuk mencapainya hanya dengan kekuatan dan optimis dirilah yang dapat membantunya. Evaluasi hasil belajar adalah keseluruhan kegiatan pengukuran (pengumpulan data dan informasi), pengolahan, penafsiran dan pertimbangan untuk membuat keputusan tentang tingkat hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Hasil belajar menunjukkan prestasi belajar, sedangkan prestasi belajar itu merupakan indikator adanya derajat perubahan tingkah laku siswa (Hamalik, 2008 :159). Hasil belajar biasanya dinyatakan dalam bentuk skor yang diperoleh siswa setelah mengikuti suatu tes hasil belajar yang dilakukan setelah selesai program pengajaran. Untuk mengetahui hasil belajar perlu diadakan evaluasi. Proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif dan psikomotorik yang terjadi dalam diri siswa. Perubahan tersebut bersifat positif dalam arti berorientasi ke arah yang lebih maju. Menurut Brunner dalam Nasution (2003:9), proses belajar dapat dibedakan atas tiga fase yakni : 1. Informasi Setiap pelajaran diperoleh sejumlah informasi, ada yang menambah pengetahuan yang telah dimiliki, ada yang memperhalus dan memperdalamnya, ada pula informasi yang bertentangan dengan apa yang telah diketahui sebelumnya, misalnya bahwa tidak ada energi yang lenyap. 2. Transformasi Informasi itu harus dianalisis, diubah atau ditransformasi ke dalam bentuk yang lebih abstrak atau konseptual agar dapat digunakan untuk hal – hal yang lebih luas. Dalam hal ini bantuan guru sangat diperlukan. 3. Evaluasi Kemudian dinilai sejauh mana pengetahuan yang diperoleh dan tranformasi itu dapat dimanfaatkan untuk memahami gejala – gejala lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->