FILSAFAT MANUSIA; Siapakah Manusia?

September 6, 2007 52 Komentar A. Pendahuluan Manusia secara bahasa disebut juga insan yang dalam bahasa arabnya, yang berasal dari kata nasiya yang berarti lupa dan jika dilihat dari kata dasar al-uns yang berarti jinak. Kata insan dipakai untuk menyebut manusia, karena manusia memiliki sifat lupa dan jinak artinya manusia selalu menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru disekitarnya. Manusia cara keberadaannya yang sekaligus membedakannya secara nyata dengan mahluk yang lain. Seperti dalam kenyataan mahluk yang berjalan diatas dua kaki, kemampuan berfikir dan berfikir tersebut yang menentukan manusia hakekat manusia. Manusia juga memiliki karya yang dihasilkan sehingga berbeda dengan mahluk yang lain. Manusia dalam memiliki karya dapat dilihat dalam seting sejarah dan seting psikologis situasi emosional an intelektual yang melatarbelakangi karyanya. Dari karya yang dibuat manusia tersebut menjadikan ia sebagai mahluk yang menciptakan sejarah. Manusia juga dapat dilihat dari sisi dalam pendekatan teologis, dalam pandangan ini melengkapi dari pandangan yang sesudahnya dengan melengkapi sisi trasendensi dikarenakan pemahaman lebih bersifat fundamental. Pengetahuan pencipta tentang ciptaannya jauh lebih lengkap dari pada pengetahuan ciptaan tentang dirinya. (Musa Asy’ari, Filsafat Islam, 1999) Berbicara tentang manusia maka yang tergambar dalam fikiran adalah berbagai macam perfektif, ada yang mengatakan masnusia adalah hewan rasional (animal rasional) dan pendapat ini dinyakini oleh para filosof. Sedangkan yang lain menilai manusia sebagai animal simbolik adalah pernyatakan tersebut dikarenakan manusia mengkomunikasikan bahasa melalui simbol-simbol dan manusia menafsirkan simbolsimbol tersebut. Ada yang lain menilai tentang manusia adalah sebagai homo feber dimana manusia adalah hewan yang melakukan pekerjaan dan dapat gila terhadap kerja. Manusia memang sebagai mahluk yang aneh dikarenakan disatu pihak ia merupakan

binatang langsung menyatu dengan kegiatan hidupnya. (K.“mahluk alami”. yang kemudian menjadi . Bertens. universal dikarenakan ia dapat memakai beberapa cara untuk tujuan yang sama. manusia berproduksi mnurut berbagai jenis dan ukuran dengan objek yang inheren. Antropologi adalah merupakan salah satu dari cabang filsafat yang mempersoalkan tentang hakekat manusia dan sepanjang sejarahnya manusia selalu mempertanyakan tentang dirinya. Panorama Filsafat Modern. Dipihak yang lain ia dapat menghadapi alam tidak hanya dalam kerangka salah satu kebutuhan. Oleh sebab itu menurut Marx manusia hnya terbuka pada nilai-nilai estetik dan hakekat perbedaan manusia dengan binatang adalah menunjukan hakekat bebas dan universal. Sedangkan manusia membuat kerja hidupnya menjadi objek kehendak dan kesadarannya. Manusia berhadapan bebas dari produknya dan binatang berproduksi menurut ukuran dan kebutuhan jenis produksinya. Permaianan dalam sejarahnya juga digunakan untu memikat dewa-dewa dan bahkan ada suatu kebudayaan yang menganggap permainan sebagai ritus suci. 1999). Manusai juga dikatakan sebagai homo faber hal tersebut dikarenakan manusia tukang yang menggunakan alat-alat dan menciptakannya. Dipihak lain ia berhadapan dengan alam sebagai sesuatu yang asing ia harus menyesuaikan alam sesuai dengan kebutuh-kebutuhannya. apakah ia sedang sendirian. dikarenakan manusia berproduksi menurut hukum-hukum keindahan. Binatang berproduksi hanya apa yang ia butuhkan secara langsung bagi dirinya danketurunnya. Manusia dapat disebut sebagai homo sapiens. 2005) Marx menunjukan perbedaan antara manusia dengan binatang tentang kebutuhannya. bebas I dapat bekerja meskipun tidak merasakan kebutuhan langsung. sedangkan manusia berproduksi secara universal bebas dari kebutuhan fisik. Pemikiran Karl Marx. Manusia dalam bermaian memiliki ciri khasnya dalam suatu kebudayaan bersifat fun. Manusia dalam bekerja secara bebas dan universal. seperti binatang ia memerlukan alam untuk hidup. ia baru produksi dari yang sesungguhnya dalam kebebasan dari kebutuhannya. manusia arif memiliki akal budi dan mengungguli mahluk yang lain.(Franz Magnis Suseno. Salah satu bagian yang lain manusia juga disebut sebagai homo ludens (mahluk yang senang bermain). Fun disini merupakan kombinasi lucu dan menyenangkan.

ataukah ia sedang dalam dinamika masyarakat dengan mempertanyakan tentang makna hidupnya ditengan dinamika perubahan yang kompleks. keterarahan. Manusia secara individu tidak pernah menciptakan dirinya . Manusi dibedakan dari hewan dikarenakan kemampuannya untuk melakukan refleksi (termasuk operasi-operasi intensionalitas. yang hanya berada dalam dunia. Karya dan Pemikirannya.perenungan tentang kegelisahan dirinya. atau dualisme yang memiliki pandangan yang menetapkan adanya dua unsur pokok sekaligus yang keduanya tidak saling menafikan nyaitu materi dan rohani. Paulo Freire Kehidupan. kan tetapi bukan berarti bahwea ia tidak dapat menentukan jalan . seperti dalam pandangan monoteisme. yakni materi dalam pandangan materialisme. Manusia berbeda dari hewan yang tidak memiliki sejarah.(Musa Asy’ari. Tindakan dan kesadaran manusia bersifat historis manusia membuat hubungan dengan dunianya bersifat epokal. nyakni pandangan pluralisme yang menetapkan pandangan pada adanya berbagai unsur pokok yang pada dasarnya mencerminkan unsur yang ada dalam marco kosmos atau pandangan mono dualis yang menetapkan manusia pada kesatuannya dua unsur. temporaritas dan trasendensi) yang menjadikan mahluk berelasi dikarenakan kapasitasnya untuk meyampaikan hubungan dengan dunia. Filsafat Islam. atau unsur rohani dalam pandangan spritualisme. meskipun dalam subtansinya tidak berubah. sekarang berhubungan masa lalu dan berhubungan dengan masa depan. (Denis Collin. Hakekat manusia selalu berkaitan dengan unsur pokok yang membentuknya. 1999) Manusia menurut Paulo Freire mnusia merupakan satu-satunya mahluk yang memiliki hubungan dengan dunia. yang mempunyai kontak tidak kritis dengan dunia. dan hidup dalam masa kini yang kekal. yang menccari unsur pokok yang menentujkan yang bersifat tunggal. yang menunjukan disini berhubungan disana. Dalam jawaban tentang manusia tidak pernah akan selesai dan dianggap tidak pernah sampai final dikarenakan realitas dalam keling manusia selalu baru. dan apakah makna keberadaannya ditengah kompleksitas perubahan itu? Pertanyaan tentang hakekat manusia merupkan pertanyaan kuno seumur keberadaan manusia dimuka bumi. manusia menciptakan sejarah juga sebaliknya manusia diciptakan oleh sejarah. 2002). ataukah mono pluralism yang meletakkan hakekat pada kesatuannya semua unsur yang membentuknya.

Filsafat Islam. Iqbal menolak empirisme orang yang tidak dapat menyangkal tentang yang menyatukan pengalaman. Paradigma Kaum Tertindas. hal tersebut dikarenakan manusia berfikir dan manusia bertindak membuktikan bahwa aku ada.hidup setelah kelahirannya dan eksistensinya dalam kehidupan dunia ini mencapai kedewasaan dan semua kenyataan itu. Peradaban hari ini didasarkan atas humanisme. (Musa Asy’ari. Tetapi bagi Iqabal bahwa ego manusia adalah nyata. Kehendak itu harus memiliki tujuan agar . akan memberikan andil atas jawaban mengenai pertanyaan hakekat. martabat manusia serta pemujaan terhadap manusia. 2001). Iqbal juga menolak rasionalisme ego yang diperoleh memlalui penalaran dubium methodicum (semuanya bisa diragukan kecuali aku sedang ragu-ragu karena meragukan berarti mempertegas keberadaannya). Ego yang bebas. Pantheisme memandang ego manusia sebagai non eksistensi dimana eksistensi sebenarnya adalah ego absolut. Iqbal memaparkan pemikiran ego terbagi menjadi tiga macam pantheisme. kedudukan. (Ali Syariati. dan perannya dalam kehidupan yang ia hadapi. terpusat juga dapat diketahui dengan menggunakan intuisi. Agama telah memamaksa ketika berhadapan dengan kehendak Tuhan maka manusia tidak berkuasa. empirisme dan rasionalisme. Bagi Iqbal ego adalah bersifat bebas unifed dan immoratal dengan dapat diketahui secara pasti tidak sekedar pengandaian logis. Baginya hidup adalah kehendak kreatif yang bertujuan yang bergearak pada satu arah. 1999) B. Benak manusia dalam pandangan ini adalah bagaikan pangging teater bagai pengalaman yang silih berganti. Hal ini dikarenakan moral manusia tidak masuk akal bila kehidupan manusia yang tidak bebas dan tidak kelanjutan kehidupannya setelah mati. Empirisme memandang ego sebagai poros pengalamanpengalaman yang silih berganti dan sekedar penanaman yang real adalah pengalaman. Pendapat tersebut adalah membantah tesis yang dikemukanakn oleh Kant yang mengatakan bahwa diri bebas dan immortal tidak ditemukan dalam pengalaman konkit namun secara logis harus dapat dijatikan postulas bagi kepentingan moral. Ada pendapat bahwa agama telah menghancurkan kepribadian manusia serta telah memaksa mengorbankan dirinya demi tuhan. Menurut Iqbal aktivitas ego pada dasarnya adalah berupa aktivitas kehendak. Hakekat manusia Masalah manusia adalah terpenting dari semua masalah.

Matinya Metafisika Barat. dan aktualisasi kekinian yang dinamik yang bearada dalam perbuatan dan amalnya. ego dimana pada tahap ini semua unsur membentuk keatuan diri yang aktual. 2004) Manusia dalam konsep al Quran mengunakan kensep filosofis. seperti halnya dalam proses kejadian adam mengunakan bahasa metaforis filosofis yang penuh makna . Manusia memiliki kemapuan dan harus bangkit dan terlibat dalam proses sejarah dengan cara untuk menjadi lebih. Status unik manusia dengan dunia dikarenakan manusia dalam kapasistasnya dapat mengetahui.dapat makan kehendak tidak sirna. 1999) Bagi Freire dalam memahami hakekat manusia dan kesadarannya tidak dapat dilepaskan dengan dunianya. Secara subtansial dan moral manusia lebih jelek dari pada iblis. dikarenakan kesadaran merupakan penjelasnan eksistensi penjelasan manusia didunia. keakuan. Dari sini manusia sebagaiu suatu proses dan ia adalah mahluk sejarah yang terikat dalam ruang dan waktu. Manusia dalam kehadirannya tidak pernah terpisah dari dunidan hungungganya dengan dunia manusia bersifat unik. Tahapan nafs hakekat manusia ditentukan oleh amal. dikarenakan manusia dapat mempersepsinya kenyataan diluar dirinya sekaligus mempersepsikan keberadaan didalam dirinya sendiri. sedangkan pada kotauhid hakekat manusai dan fungsinya manusia sebagai ‘adb dan khalifah dan kekasatuan aktualisasi sebagai kesatuan jasad dan ruh yang membentuk pada tahapan nafs secara aktual. kekinian dan dinamik. Dunia bagi manusia adalah bersifat tersendiri. 2001) Hakekat manusia harus dilihat pada tahapannya nafs. Dari sini memunculkan kesadaran atau tindakan otentik. diri. Filsafat Islam. (Siti Murtiningsih. karya dan perbuatannya. Hubungan manusia harus dan selalu dikaitkan dengan dunia dimana ia berada. Orientasi dunia yang terpuasat oleh releksi kritiuas serta kemapuan pemikiran adalah proses mengetahui dan memahami. (Musa Asy’ari. (Donny Grahal Adian. mengetahui merupakan tindakan yang mencerminkan orientasi manusia terhdap dunia. tetapi secara konseptual manusia lebih baik karena manusia memiliki kemampuan kreatif. Tujuan tersebut tidak ditetapakan oleh hukum-hukum sejarah dan takdir dikarenakan manusia kehendak bebas dan berkreatif. Pendidikan sebagai Alat Perlawanan.

Begitu pula manusia dilihat sebagai materi yang memiliki dua macam bagian esensi dan eksistensi. Manusia yang ideal menurut ‘Ali Syariati adalah manusia yang telah mendialektikakan ruh tuhan dengan lempung dan yang dominant dalam dirinya adalah ruh Tuhan.dan simbol. Karena kedua istilah itu harus dikasih makna simbolis. 2001) Manusia merupakan mahluk yang unik yang menjadi salah satu kajian filsafat.(‘Ali Syariati. Manusia yang menjalankan esensi menjadikan ia bersifat tidak bergerak dan menunjau lebih dalam saja tanpa melakukan aktualisasi. Manusia adalah suatu kehendak bebas dan bertanggungjawab menempati suatu stasiun antara dua kutub yang berlawanan yakni Allah dan Syaitan. Gabungan tersebut menjadikan mansuia bersifat dialektis. Pernyataan al Quran manusia merupakan gabungan ruh Tuhan dan lempung busuk. Manusia dalam hadir dalam dunia merupakan bagian yang berada dalam diri manusia esensi dan eksistensi. Seperti yang telah dikekmukakan oleh ‘Ali Syariati . Ruh Tuhan + Lempung Busuk Manusia Ruh Tuhan dan lempung busuk merupakan dua simbol individu. Kejadian manusia yakni esensi kudrat ruhaniah dan atributnya. Hal ini yang menjadikan manusia sebagai realitas dialektis. Ruh Tuhan merupakan simbol dari gerak tanpa henti kearah kesempurnaan dan kemuliaan yang tak terbatas. “Lempung busuk” merupakan simbol kerendahan stagnasi dan pasifitas mutlak. bahkan dengan mengkaji manusia yang merupakan mikro kosmos. sebagaimana dilukiskan dalam kisah adam dapat diredusir menjadi rumus. Dari dialektika tersebut menjadikan manusia berkehendak bebas mampu menentukan nasibnya sendiri dan bertanggung jawab. Esensi dan eksistensi bersifat berjalan secara bersamaan dan dalam perjalananya dalam diri manusia ada yang mendahulukan esensi dan juga eksistensi. Paradigma Kaum Tertindas. Secara aktual manusia tidak diciptakan dari lempung busuk (huma’in masnun) ataupun ruh Tuhan. Dalam filsafat pembagian dalam melihat sesuatu materi yang terbagi menjadi dua macam esensi dan eksistensi. Begitu pula manusia yang menjalankan eksistensi tanpa melihat esensi maka yang terjadi ia hanya ada tetapi tidak dapat mengada. Esensi dan eksistensi manusia ini yang menjadikan manusia ada dalam muka bumi.

bahwa esensi manusia merupakan dialektika antara ruh Tuhan dengan lempung dari dialektika tersebut menjadikan manusia ada dalam mengada. haus. kedamaian. realitas alam dan Tuhan. annas. Manusia yang memahami tentang dirinya sendiri ma ia akan memahami Penciptanya. Proses mengadanya manusia merupakan refleksi kritis terhadap manusia dan realitas sekitar. Sebagaimana perkataan bijak yang dilontarkan oleh socrates bahwa hidup yang tak direfleksikan tak pantas untuk dijalanani. bilogis. Bagan Esensi dan Eksistensi Manusia No Eksistensi Esensi Kesadaran Fitrah Basic Human Kebutuhan manusia (Basic Human Drives) Values (Basic Dasar (Basic Islamic Values) Human Needs) Al Insan Al Basyar Abdullah Rasa ingin tahu Rasa lapar. Manusia dalam eksistensi tersebut dikarenakan potensi yang berada dalam diri manusia seperti intelektual. agama dan realitas. Refleksi tersebut menjadikan manusia dapat memahami diri sendiri. hal tersebut menjadikan diri manusia menjadi insan kamil atau manusia sempurna. Estetika ardli ketertiban. . Manusia menjadikan ia yang bertanggungjawab pada eksistensinya yang berbagai macam dimensi tersebut. keadilan dan keindahan lingkungan Estetika Manusia yang melakukan refleksi menyadari bahwa ia mahluk yang berdimensional dan bersifat unik. dingin Intelektual Biologis Intelektual Biologis Spiritual 1 2 3 Sara ingin berterimakasih Spiritual dan bersykur kepada tuhan Rasa tahan sendiri dan Sosial menderita dalam kesepian 4 An-Nas Sosial 5 Khalifah fil Butuh keamanan. Proses pemahaman diri dengan refleksi kristis diri. al basyar. ‘abdullah. dan khalifah. Manusia dalam eksistensinya sebagai al insan. kemakmuran. Proses pemahaman diri dengan pencipta menjadikan manusia berproses menuju kesempurnaan yang berada dalam diri manusia.

harta. Hal tersebut menjadikan manusia yang memiliki sifat dan karaktersistik profetik. Misalkan sebagai khalifah dimuka bumi sebagai pengganti Tuhan manusia disini harus bersentuha dengan sejarah dan membuat sejarah dengan mengembangkan esensi ingin tahu menjadikan ia bersifat kreatif dan dengan di semangati nilai-nilai trasendensi. Pembebasan yang dilakukan oleh manusia adalah pembebasan manusia dari korban penindasan sosialnya dan pembebasan dari alienasi antara eksistensi dan esensinya sehingga manusia menjadi diri sendiri. Tetapi sebelum membahas tentang peran dan kedudukan. keturunan. al insan. Manusia dengan manusia yang lain memiliki korelasi yang seimbang dan saling berkerjasama dala rangka memakmurkan bumi. Perjumpaan kembali tersebut seperti kembalinya air hujan kelaut. jiwa. Manusia yang memegang amanah sebagai khalifah dalam melakukan keputusan dan tindakannya sesuai dengan maqasid asy-syari’ah. ekologi. al basyar dan khalifah. Manusia yang memiliki eksistensi dalam hidupnya sebagai abdullah. sosial dan estetika. C. Kedudukan dan peran manusia adalah memerankan ia dalam kelima eksistensi tersebut. tidak menjadi budak orang lain. pengulangan kembali tentang esensi dan eksistensi manusia. an-nas. yang memiliki inspirasi nilai-nilai ke-Tuhan-an yang tertanam sebagai penganti Tuhan dalam muka bumi. Kembalinya manusia sesuai dengan asalnya sebagaimana dalam dimensi manusia yang berasal dari Pencipta maka ia kembali kepada Tuhan sesuai dengan bentuknya misalkan dalam bentuk imateri maka kembali kepada pencinta dalam . Setiap apa yang dilakukan oleh manusia dalam pelaksana pengganti Tuhan sesuai dengan maqasid asy-syari’ah. Tujuan hidup manusia Pada hakikatnya tujuan manusia dalam menjalankan kehidupannya mencapai perjumpaan kembali dengan Penciptanya. dimana harus menjaga agama. Manusia dengan Tuhan memiliki kedudukan sebagai hamba. Manusia dengan alam sekitar merupakan sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan rasa syukur kita terhadap Tuhan dan bertugas menjadikan alam sebagai subjek dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan. D.spiritual. Kedudukan dan peran manusia Manusia sebagai mahluk yang berdimensional memiliki peran dan kedudukan yang sangat mulia. Maqasid asy-syari’ah merupakan tujuan utama diciptanya sebuah hukum atau mungkin nilai-esensi dari hukum. Sifat dari manusia tersebut adalah mahluk yang bebas berkreatif dan mahluk bersejarah dengan diliputi oleh nilai-nilai trasendensi yang selalu menuju kesempurnaan. Manusia yang bereksistensi dalam kelima tersebut menjadikan ia sebagai mahluk pengganti Tuhan dan menjalankan tugas Tuhan dalam memakmurkan bumi. akal dan.

Halimsani.wordpress. Perjumpaan nafs tersebut dapat dilihat pada sufi yang memenculkan berbagai macam ekspresi dalam perjumpaannya. Yazid al Bustami Rabiah al Adawiyah dan yang lain mereka memiliki ekspreasi dan kelakuan yang berbeda ketika meresakan berteumnya dengan Pencipta. yang spiritual dikarenakan nafs spiritual yang sangat indah dan Tuhan akan memanggilnya kembali nafs tersebut bersamanya.com/2007/09/06/filsafat-manusiasiapakah-manusia/ . dan kembalinya nafs manusia melalui ketauhidan antara iman dan amal sholeh. Sebagaimana yang terjadi pada al Halaj. memahami cinta pada Pencita itu dimanifestasikan cinta tersebut untuk sesama manusia dan alam. Perjumpaan manusi dengan Tuhan dalam tahapan nafs. Kerjasama kreatifitas Tuhan dengan manusia dan melalui keratifitasnya manusia menaiki tangga mi’raj memasuki cahaya-Nya yang merupakan cahaya kreatifitas abadi. lantas tak memperdulikan dengan yang lain dengan menyatu terus dengan pencipta. (Musa Asy’ari. Filsafat Islam. Pencitraan Tuhan dalam diri manusia menjadikan ia sebagai insan kamil dan dalam ajaran agama dapat menjadi rahmat bagi yang lain baik sesama manusia ataupun alam. Tetapi manusia setalah menyatu. Pertemuan nafs manusia dengan nafs Tuhan merupakan perjumpaan dinamis yang sarat muatan kreatifitas dalam dimensi spiritualitas yang bercahaya.bentuk imateri sedangkan unsur mteri yang berada dalam diri manusia akan kembali kepada materi yang membentuk jasad manusia. 1999) Proses bertemunya nafs manusia dengan Tuhan dalam kondisi spiritual tercapai jika manusai berusaha membersihkan diri dari sifat yang buruk yang ada padanya. Setelah menyatunya manusia dalam dimensi spiritual dengan Pencipta. Tetapi dari sini manusai mendaki tangga mi’raj menuju nafs Tuhan dengan cinta dan karena cinta pula terbentuknya alam serta manusia. Nafs yang dimiliki oleh manusia merupakan nafs yang terbatas akan kembali bersama nafs yang mutlak dan tak terbatas. Proses penebaran cinta tersebut menjadikan manusia dapat bermanfaat pada yang lain menjadika diri sebagai cerminan Tuhan dalam muka bumi.

Ia adalah “ada” yang seakan terlempar dari sesuatu dan masuk dalam dunia. jika kita dihadapkan pada situasi yang demikian? Manusia tak lebih dari sebuah “ada” yang keadaannya tergantung pada apa yang ada di luar dirinya. keterlemparan itu. yang lain seakan memaksa untuk dikaji. http://filsafat. Gunung merapi meletus dan Gempa bumi serta Tsunami di Mentawai. Sebab realitas yang lain.kompasiana. masa depan bahkan kesejarahannya sebagai manusia yang membumi. yang berkaitan dengan manusia harus memaksa kita untuk kembali membuat defenisi mengenai manusia. Manusia tidak bisa memahami mengapa harus ada nasib sial. yaitu.com/2010/10/30/manusia-itu-siapa/ . Apa yang bisa kita kata tentang manusia. Memeberi defenisi berarti bertindak. melainkan sebuah working defenition. Siapa manusia (para buruh) itu? Tentu masih ada banyak persoalan yang tidak bisa digelar semuanya. Sebut saja. Namun tuga kita adalah memberi defenisi mengenai siapa manusia. Pengertian yang kita berikan tentu bukan pengertia yang prinsipil dan doktrinal.Manusia itu Siapa? OPINI | 30 October 2010 | 11:49 Dibaca: 169 Komentar: 0 Nihil Persoalan untuk mengidentifikasi manusia tampaknya tidak akan pernah menuju akhir. Belum selesai mengenai yang satu. Ia sama sekali tidak bisa memastikan kehidupannya. sama sekali tidak bisa dipahami oleh manusia. nasibnya. para Buruh. Apa misalnya? Kita sebut saja peritiwa besar yang baru-baru baru ini terngiang di telinga kita.

sekaligus sebagai khalifah di muka bumi. Sebagai ciptaan. Manusia diciptakan oleh Allah. Keunikan dan kesempurnaan bentuk manusia ini bukan saja dilihat dari bentuknya. posisi manusia dihadapan Tuhan adalah bagaikan “hamba” dengan “majikan” atau “abdi” dengan “raja”. diantaranya adalah sebagai berikut. yang harus menunjukan sifat pengabdiaan dan kepatuhan. Islam menegaskan bahwa posisi manusia di dunia ini adalah sebagai ‘abdullah (hamba Allah). Yang dimaksud . manusia dituntut memiliki kesadaran terhadap posisi dan kedudukan dirinya di hadapan Tuhan. Segala ciptaan-Nya mengandung maksud dan manfaat. manusia harus meyadari terhadap tujuan hidupnya. Dalam konteks ini. As-Shod ayat 27). akan tetapi juga dari karakter dan sifat yang dimiliki oleh manusia. dengan dibekali potensi dan infrastruktur yang sangat unik. Posisi ini menunjukan bahwa salah satu tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk mengabdi atau beribadah kepada Allah. Menyembah Kepada Allah (Beriman) Keberadaan manusia di muka bumi ini bukanlah ada dengan sendirinya.Tujuan Hidup Manusia By editor – July 25. 2012Posted in: Artikel This post is also available in: English Allah menciptakan alam semesta (termasuk manusia) tidaklah dengan palsu dan sia-sia (QS. Sebagai agama yang haq. Oleh karena itu. sebagai makhluk yang paling mulia. al-Qur’an menjelaskan. Dalam konteks ini. bahwa manusia memiliki bebrapa tujuan hidup.

Adz-Dzariyat ayat 56 dan QS. disamping menjadi hamba Allah. Dalam tataran praktis. berarti perintah untuk menjadikan alam semesta sebagai media mewujudkan kemaslahatan hidup manusia di muka bumi. memberikan zakat. mendidik anak. menjalankan ibadah puasa. Al-Bayyinah ayat 5). Sebagai makhluk tertinggi. Demikian juga dengan realitas kealaman yang lainnya. sehingga dalam kehidupannya manusa sama sekali tidak dibenarkan menyekutukan Allah dengan segala sesuatu yang ada dimuka bumi ini (Syirik). Hukum syara’ ini selalu berkaitan dengan amal manusia yang diorientasikan untuk menjalankan kewajiban ‘ubudiyah manusia. misi hidup manusia untuk beribadah kepada Allah dapat diwujudkan dalam segala aktivitas yang bertujuan mencari ridla Allah (mardlotillah). Allah Swt. Ia telah menciptakan bumi sebanyak Ia menciptakan langit. menjelaskan dalam firmanNya. seperti bekerja secara professional. Al-Qur’an menekankan bahwa Allah tidak pernah tak perduli dengan ciptaan-Nya. dengan cara menjalankan seluruh perintah-perintah-Nya dan menjauhi seluruh laranganNya dalam segala aspek kehidupan. tujuan ini dapat disebut dengan “beriman”. at-Tien ayat 4). Ia telah menciptakan segala sesuatu untuk kepentingan manusia. berdakwah dan lain sebagainya. al-Isra’ ayat 70). Di samping itu. pergi haji dan lain sebagainya. Dengan demikian. Berdasarkan uraian di atas. yang kesemuanya dimaksudkan untuk menjamin kesejahteraan lahir dan batin manusia. Dengan demikian. Memanfaatkan Alam Semesta (Beramal) Manusia adalah puncak ciptaan dan makhluk Allah yang tertinggi (QS. bahwa tujuan hidup manusia adalah semata-mata untuk mengabdi (beribadah) kepada-Nya (QS. . al-An’am ayat 165).dengan mengabdi kepada Allah adalah taat dan patuh terhadap seluruh perintah Allah. Dalam hal ini. Beriman merupakan kebalikan dari syirik. manusia juga dijadikan sebagai khalifah atau wakil Tuhan dimuka bumi (QS. ibadah dapat dipahami sebagai ketaatan terhadap hukum syara’ yang mengatur hubungan vertical-transendental (manusia dengan Allah). dapat diambil kesimpulan bahwa tujuan hidup manusia yang pertama adalah menyembah kepada Allah. diciptakan adalah dengan membekal maksud untuk kemaslahatan manusia. Perintah memakmurkan alam. seperti menunaikan ibadah shalat. Sedangkan secara khusus. Allah juga menegaskan bahwa manusia ditumbuhkan (diciptakan) dari bumi dan selanjutnya diserahi untuk memakmurkannya (QS. bulan dan matahari diciptakan sebagai dasar penanggalan. Makan beribadah sebagaimana dikemukakan di atas (mentaati segala perintah dan menjauhi larangan Allah) merupakan makna ibdah secara umum. ibadah secara umum dapat diimplementasikan dalam setiap aktivitas yang diniatkan untuk menggapai keridlaan-Nya. Bintang diciptakan untuk membantu manusia dalam pelayaran. Manusia memiliki keharusan menjadi individu yang beriman kepada Allah (tauhid). Dalam pengertian yang lebih sederhana. Hud ayat 16 dan QS. seluruh urusan kehidupan manusia dan eksistensi alam semesta di dunia ini telah diserahkan oleh Allah kepada manusia.

manusia juga memiliki tujuan untuk membentuk sejarah dan peradabannya yang baik. Perbuatan atau aktivitas riil yang dijalankan manusia dimuka bumi ini selanjutnya membentuk rentetan peristiwa. manusia harus selalu iqra’ atau membaca alam semesta. alam semesta mengandung nilai kebaikan dan nilai keteraturan yang sangat harmonis. dan menjadikan seluruh fenomena kelaman sebagai pelajaran untuk meraih kebahagian hidupnya (QS. Shod ayat 27). Al-Ankabut ayat 20 dan QS. Dunia adalah wadah bagi sejarah. manusia harus menjadikan alam semesta sebagai media . demi kemajuan sejarah dan peradabannya. dan selanjutnya harus dipertanggungjawabkan di hadapatn Tuhannya. Proses pemanfaatan alam semesta dalam kehidupan manusia diwujudkan dengan perbuatan dan aktivitas riil yang memiliki nilai guna. sebagai ciptaan dari Dzat yang merupakan sebaikbaiknya pencipta (QS. Oleh karena itu. dan selanjutnya manusia memanfaatkan alam sesuai dengan hukum-hukumnya sendiri. Dalam konteks hubungannya dengan alam semesta. Semua ini diberikan oleh Allah adalah sebagai bekal untuk menjadikan alam semesta sebagai media membentuk kehidupan yang sejahtera lahir dan batin. Implementasi tujuan ini dapat diwujudkan dalam bentuk mengambil i’tibar (pelajaran). tujuan hidup manusia yang semacam ini dapat dikatakan dengan tujuan untuk “beramal”. Karena dalam kehidupan pasca kematian manusia hanya diharuskan mempertanggungjawabkan terhadap sejarah yang telah dibuat atau dibentuk selama dalam kehidupannya di dunia. Nilai ini diciptakan oleh Allah untuk kepentingan manusia. Hidup tanpa sejarah adalah kehidupan yang dialami oleh manusia setelah kematian. salah satu tujuan hidup manusia menurut al-Qur’an di muka bumi ini adalah melakukan penyelidikan terhadap alam. Dalam hal ini Allah menegaskan bahwa manusia harus mengembara dimuka bumi. Allah telah membekalinya dengan potensi akal. alam memiliki eksistensi yang riil dan obyektif. Allah juga telah mengajarkan kepada manusia terhadap nama-nama benda yang ada di alam semesta. dalam kehidupannya manusia memiliki tujuan untuk melakukan kerja perekayasaan agar segala yang ada di alam semesta ini dapat bermanfaat bagi kehidupannya.Untuk menjadikan realitas kealaman dapat dimanfaatkan oleh manusia. Di samping itu. Urain dapat membentuk sejarahnya. Membentuk Sejarah Dan Peradaban (Berilmu) Sebagaimana telah dikemukakan di atas. serta berjalan mengikuti hukum-hukum yang tetap (sunnatullah). Berdasarkan uraian di atas. Allah menciptakan alam semesta ini dengan pasti dan tidak ada kepalsuan di dalamnya (QS. Di samping itu. yang disebut dengan “sejarah”. khususnya bagi keperluan perkembangan sejarah dan peradabannya (QS. Dengan demikian. agar dapat dimengerti hukum-hukum Tuhan yang berlaku di dalamnya. maka sangat jelas bahwa dalam kehidupannya manusia memiliki tujuan untuk memakmurkan alam semesta. Al-Qashash ayat 20). Luqman ayat 20). Dengan kata lain. menunjukan sikap sportif dan inovatif serta selalu berbuat yang bermanfaat untuk diri dan lingkungannya. dimana manusia menjadi pemilik atau rajanya. Oleh Karena itu. al-Mukminun ayat 14). Dengan kata lain. dalam kehidupannya di dunia.

org/2012/07/25/tujuan-hidup-manusia/ . menurut alQur’an. “beramal” dan “berilmu”. Ketiga tujuan tersebut adalah. tujuan manusia membentuk sejarah dan peradaban ini dapat dikatakan sebagai tujuan menjadi manusia yang “berilmu”. bahwa menurut al-Qur’an manusia setidaknya memiliki 3 tujuan dalam hidupnya. tugas atau tujuan pokok hidup manusia dimuka bumi ini sebenarnya sangatlah sederhana. memakmurkan alam semesta untuk kemaslahatan (beramal) dan Ketiga.mengembangkan ilmu dan pengetahuannya. menyembah kepada Allah Swt. Oleh karena itu. dapat ditarik benang merah. Dengan kata lain. Berdasarkan uraian tentang tujuan-tujuan hidup manusia di atas. pertama. Keterpaduan ketiga tujuan hidup manusia inilah yang menjadikan manusia memiliki eksistensi dan kedudukan yang berbeda dari makhluk Allah lainnya. Kedua. (beriman). yakni menjadi manusia yang “beriman”. http://krapyak. membentuk sejarah dan peradabannya yang bermartabat (berilmu).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful