P. 1
Prinsip Kerja Elemen

Prinsip Kerja Elemen

|Views: 2|Likes:
Published by Claire Mclean

More info:

Published by: Claire Mclean on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/07/2015

pdf

text

original

PRINSIP KERJA ELEMEN

Gaya Gerak Listrik (GGL) dan Tegangan Jepit
Mengukur Gaya Gerak Listrik Istilah gaya gerak listrik dan tegangan jepit sebenarnya bersumber pada keadaan sumber tegangan yang terpasang secara terbuka dan tertutup. Untuk mengukur gaya gerak listrik (ggl) dan tegangan jepit kita gunakan alat yang dinamakan Voltmeter. Sedangkan untuk mengukur besar kuat arus, kita gunakan Amperemeter. Berikut ini adalah gambar kedua alat tersebut yang sering digunakan di sekolah-sekolah, fungsi alat ini terdiri dari dua yaitu sebagai pengukur arus (amperemeter) dan sebagai pengukur beda potensial (voltmeter).

Bagaimana cara membaca hasil pengukuran dengan menggunakan amperemeter atau Voltmeter? Sebelum kita membahas mengenai bagaimana cara membaca hasil pengukuran arus listrik dan tegangan, perlu diketahui dulu bagian-bagian dari alat tersebut. Bagian-bagian amperemeter/voltmeter terdiri dari batas ukur, terminal positip skala dan terminal negatip seperti terlihat pada gambar.

. ST=skala tertinggi. Penunjukan jarum 22 dan skala tertinggi adalah 100. dan BU= Batas ukur Contoh : Ditentukan sebuah amperemeter dengan batas ukur 5A. PJ = penunjukan jarum. Nilai yang ditunjuk Q adalah: Misal kita ambil nilai batas ukur adalah 100 mA.. Jawab: .Untuk Membaca hasil pengukuran amperemeter/voltmeter kita gunakan rumus: NP= Nilai pengukuran. maka nilai pengukuran Q adalah . penunjukan jarum 8 dan skala tertinggi yang kita gunakan adalah 50. maka berapa nilai pengukuran amperemeter tersebut? Jawab: Berikut ini adalah dua contoh pembacaan dari dua posisi jarum Q dan P 1.. Nilai yang ditunjukkan P adalah : Batas ukur (BU) =1A Skala tertinggi (ST) = 100 Penunjukan Jarum (PJ) = 54 Berapa nilai pengukuran (NP) = …… ? Jawab: 2.

Jika dalam pemasangan amperemetr dan voltmeter kita salah. yaitu cara memasang amperemeter/voltmeter. maka alat tersebut bisa mengalami kerusakan. Pada saat kita ingin mengetahui besar beda potensial atau gaya gerak listrik atau tegangan jepit suatu rangkaian. Berikut ini adalah cara pemasangan amperemeter dengan menggunakan KIT listrik yang terdiri dari panel rangkaian. batu baterai dan soket penghubung komponen-komponen yang ada. Pemasangan amperemeter pada rangkaian harus secara seri sedangkan pemasangan voltmeter harus dipasang paralel. ada hal yang penting lagi yang berkenaan dengan keamanan alat. . Untuk lebih jelasnya. batu baterai dan soket penghubung komponen-komponen yang ada pada gambar berikut. hal ini untuk memudahkan dalam menjawab soal atau penerapan aplikasi yang membutuhkan kecepatan dalam membaca skala. Di samping anda dilatih untuk membaca skala. lampu. Apabila pemasangannya tertukar maka alat tersebut akan rusak. perhatikan cara pemasangan voltmeter pada suatu rangkaian dengan menggunakan alat KIT Listrik yang terdiri dari panel rangkaian.Membaca hasil pengukuran pada skala amperemeter/Voltmeter harus dibiasakan dan berlatih terus. lampu. voltmeter dipasang secara paralel dengan beban.

yang diambil dari KIT Listrik yang terdiri dari panel rangkaian.Bila kita hendak melakukan pengukuran arus dan tegangan secara bersamaan menggunakan kedua alat tersebut. . Untuk lebih jelasnya maka perhatikan gambar berikut. Amperemeter dipasang seri dengan beban dan voltmeter dipasang paralel dengan beban. lampu. prinsip pemasangannya tetap. batu baterai dan soket penghubung komponen-komponen yang ada.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->