P. 1
Tidak Bab - Penatalaksanaan

Tidak Bab - Penatalaksanaan

|Views: 3|Likes:
Published by Evellyna Meilany
aaaaaaa
aaaaaaa

More info:

Published by: Evellyna Meilany on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2014

pdf

text

original

Prosedur bedah

Tindakan bedah sementara : Kolostomi • Tindakan dekompresi: awalnya secara medik bila tak berhasil dilakukan pembuatan kolostomi di kolon berganglion normal paling distal. • Tujuannya untuk menghilangkan obstruksi usus, mencegah enterokolitis yang dikenal sebagai penyebab kematian utama.

• Kolostomi dikerjakan pada: 1. Setelah kolostomi. (Karena bedah defenitif langsung tanpa kolostomi menimbulkan banyak komplikasi & kematian) 2. anastomosis lebih mudah dikerjakan dan hasil lebih baik. kolon mengecil setelah 3-6 bulan. Pasien anak & dewasa yang terlambat di diagnosis. (kolon sangat berdilatasi & terlalu besar untuk dianastomosiskan dengan rektum dalam bedah defenitif. . Pasien neonatus.

.3. Pasien enterokolitis berat dengan KU berat dengan kolostomi pasien akan cepat mencapai perbaikan keadaan umum.

.

Swenson Prosedur Duhamel Prosedur Soave Prosedur Rehbein Prosedur . 3. 4.Tindakan bedah defenitif 1. 2.

• Disebut prosedur rektosigmoidektomi dilanjutkan dengan abdominoperineal pullthrough .1. Prosedur Swenson • prosedur pertama yang berhasil. . • Anastomosis dilakukan langsung di luar rongga peritoneal.

.

• Teknik anastomosis dikerjakan berbagai cara. Pada prosedur Duhamel modifikasi penggunaan stapler linear. • anastomosis puntung rektum dengan kolon proksimal yang ditarik untuk menciptakan rektum “baru” dilakukan langsung dengan stapler dan dilanjutkan anastomosis kolorektal intraperitoneal.2. Prossedur Duhamel (retrorectal pullthrough) • rektum dipertahankan. .

.

dan Soave dikerjakan melalui bedah laparoskopik. Prosedur Rehbein • reseksi anterior yang diekstensi ke distal sampai dengan pengangkatan sebagian besar rektum.3. Duhamel. Prosedur Souve (endorectal pullthrough) • dilakukan pendekatan abdominoperineal dengan membuang lapisan mukosa rektosigmoid dari lapisan seromuskular. prosedur Swenson. Prosedur bedah defenitif melalui laparoskopi • dilakukan satu tahap. 4. .

.

.

Kesulitan bedah defenitif laparoskopi : 1. biayanya mahal waktu yang dibutuhkan lama (kurang lebih 5 jam) . anus bayi yang masih kecil tidak muat untuk stapler sehingga menyulitkan 3. dengan endostapler puntung rektum tidak terpotong tuntas pada prosedur Duhamel terjadi Pouchitis. 2.

Inkontinensia 2.Obstipasi berulang . Pembedahan dapat menimbulkan gangguan fungsi spinchter Ganguan fungsi tersebut : 1.Soiling 3.Pembedahan definitif berhasil bila penderita dapat defekasi teratur dan kontinen.

Permasalah bedah defenitif • Setiap masalah yang timbul dalam 4 minggu pertama setelah bedah dinilai sebagai komplikasi dini pascabedah. Penyulit pasca bedah faktor predisposisi terjadinya komplikasi pasca bedah yaitu: • Usia saat pembedahan defenitif ( > muda lebih sering komplikasi) • Kondisi optimal pasien prabedah. • Prosedur bedah yang digunakan .

.Operative photograph showing a sleeve rectal mucosectomy being performed down to the anus.

.Operative photograph shows the rectal mucosal sleeve everted and hanging from the anus onto the blue towel as well as the normal colon "pulled through" in preparation for anastomosis to the anus.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->