1. Manfaat belajar mata kuliah propesi.

- Manfaat mempelajari mata kuliah profesi kepedidikan dalam hubunganya dengantugas sebagai guru adalah: agar mahasiswa memilki pemahaman dan kemampuanuntuk mengembangkan peranan professionalnya sebagai guru dengan acuan sikap profesinal dan wawasan tentang kode etik keguruan dalam melaksanakan tugas. - Hubungan antara mata kuliah profesi kependidikan dengan mata kuliah lain dalamkelompok mata kuliah dasar kependidikan (MKDK) adalah: Mata kuliah profesikependidikan merupakan salah satu mata kuliah dalam kelompok MKDK, oleh karenaitu mata kuliah ini menunjang tercapainya tujuan mata kuliah MKDK, yaitu untuk memberikan wawasan kepada calon guru tentang ilmu-ilmu lain yang menunjang profesi kependidikan. - Yang di maksud dengan peran guru professional adalah: peran guru dalam semua pendidikan mencakup 3 bidang layanan, yaitu: layanan intruksional, layananadministrasi, layanan bantuan social pribadi. Layanan intruksional merupakantugas utama guru, sedangkan layanan administrasi dan bantuan merupakan pendukung. Ketiga bidang layanan merupakan tugas pokok dalam menciptakanserangkaian perubahan tingkah laku yang saling berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan bertujuan mewujudkan perkembangan siswa secaraoptimal

2. UU NO.14 tahun 2005 Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. 1) Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;  Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.  Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.  Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.  Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat

stabil. sekolah.  Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. menjadi teladan bagi peserta didik. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. ikhlas. 3) Kompetensi Sosial Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik.  Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. dewasa. dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik.  Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak.  Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik.ketuntasan belajar (mastery learning).  Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa. memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik. tenaga kependidikan. dan masyarakat sekitar. yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. 2) Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap. memahami struktur.  Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. 4) Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. sesama pendidik. bertindak sesuai dengan norma sosial.  Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar. arif. serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. orang tua/wali peserta didik. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari. Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:  Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum. . bangga sebagai guru. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:  Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. jujur. suka menolong).  Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:  Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. dan berwibawa. dan berakhlak mulia.

konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. drop out. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya.Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah : 1. dan norma agama). dan karyawisata. Berdasarkan pemahaman ini. . serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan. (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Melalui fungsi ini. merokok. pekerjaan. penyalahgunaan obat-obatan. home room. Oleh karena itu. informasi. dan pergaulan bebas (free sex). konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. Fungsi Pengembangan. 2. tutorial. evaluasi proses dan hasil belajar. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Guru yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara professional 4. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). dan bimbingan kelompok. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. supaya tidak dialami oleh konseli. Fungsi Preventif. diantaranya : bahayanya minuman keras. dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam. yang memfasilitasi perkembangan konseli. 3. 4. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Fungsi Pemahaman.

Fungsi Penyaluran. dan kebutuhan konseli. belajar. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir. 7. memilih metode dan proses pembelajaran. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. maupun karir. 9. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. 6. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. bakat. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah.5. Fungsi Fasilitasi. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. 11. Fungsi Penyembuhan. baik menyangkut aspek pribadi. Fungsi Perbaikan. 10. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. dan remedial teaching. berperasaan dan bertindak (berkehendak). dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. konselor. serasi. jurusan atau program studi. 8. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. sosial. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat. Fungsi Penyesuaian. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. kemampuan. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. minat. Fungsi Pemeliharaan. rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli . yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. Dalam melaksanakan fungsi ini. Fungsi Adaptasi. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan.

baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. Asas Kekinian. 6.5. yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. Agar konseli dapat terbuka. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. 4. . Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Asas kemandirian. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. mampu mengambil keputusan. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. Asas kesukarelaan. Asas Kerahasiaan. Asas keterbukaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. 3. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Asas kegiatan. 5. 1. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. 2.

saling menunjang. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. Asas Keterpaduan. atau ahli lain . guru-guru lain. 9. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. menghayati. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada. 8. . ilmu pengetahuan.7. Asas Alih Tangan Kasus. dan kebiasaan yang berlaku. harmonis. Asas Keahlian. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. Asas Kedinamisan. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. 10. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Dalam hal ini. dan terpadu. tidak monoton. yaitu nilai dan norma agama. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. hukum dan peraturan. Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Lebih jauh. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. Asas Keharmonisan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. adat istiadat. 11.

6. secara umum dilakukan bersamaan dengan Layanan Orientasi. Sekolah menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik sesuai minat dan hobbynya. dan membantu perolehan penempatan dan penyaluran di dalam kelas. untuk membantu peserta didik memahami lingkungan yang baru (sekolah dengan fasilitas yang ada. jadwal pelajaran. minat dan kondisi pribadinya. Layanan penempatan dan penyaluran berkenaan dengan 3 fungsi. Fungsi pemahaman menyangkut berbagai aspek konten. pilihan program studi / jurusan (IPA. kehidupan sosial dan perkembangan kehidupan pembelajaran serta perencanaan karir. (b) fungsi pencegahan. kekhasan atau karakteristik potensi daerah. keberagaman. Kelompok Pencinta Alam. dengan mempertimbangkan kehidupan pribadi. untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam menerima dan memahami berbagai informasi yang terkait dengan pengembangan pribadi. dan kultur sekolah) guna mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan baru. Bahasa). afeksi. pilihan kelanjutan studi melalui jalur program Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) melalui ujian tulis. karir / jabatan. bakat. guru. Layanan Penguasaan Konten. sikap dan tindakan. terutama kompetensi. 3. Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). dan (c) fungsi pengembangan dan pemeliharaan. dan sebagainya. sebagai peserta didik tugasnya adalah belajar. seni peran (teater). tenis meja. memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran secara tepat sesuai dengan potensi. Layanan Informasi dan Orientasi akan dapat menunjang fungsi pemahaman dan fungsifungsi Bimbingan dan Konseling lainnya berkaitan dengan permasalahan individu. terkait dengan dipahaminya potensi dan kondisi diri. Layanan Informasi. karate dan lain-lain). untuk memperlancar dan mempermudah penyesuaian diri terhadap kegiatan belajar mengajar. kehidupan keluarga.Bimbingan dan Konseling dilaksanakan melalui berbagai layanan. IPS. pramuka. olah raga (sepak bola. basket. Layanan Penguasaan Konten berkaitan dengan fungsi pemahaman dan fungsi pemeliharaan dan pengembangan. bakat. seperti Palang Merah Remaja (PMR). karena peserta didik telah memperoleh layanan penempatan dan penyaluran yang merealisasikan dirinya pada keadaan dan posisi yang tepat sesuai dengan potensi. yaitu membantu peserta didik menguasai konten tertentu. 2. sosial kemasyarakatan. seni lukis. persepsi. yaitu terpelihara dan berkembangnya potensi. struktur kurikulum yang hendak dipelajari. Jenis layanan yang dapat diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling adalah : 1. Layanan Penempatan dan Penyaluran. Bentuk pelayanan bagi peserta didik dapat dikembangkan dengan menggunakan berbagai cara dan variasi sesuai kebutuhan sekolah. sosial budaya dan lingkungan. minat dan kondisi pribadi peserta didik itu sendiri. peraturan tata tertib sekolah pendidikan tinggi. minat dan kondisi pribadinya sehingga akan terhindar / tercegah permasalahan atau hambatan berkaitan dengan pengembangan diri. yaitu (a) fungsi pemahaman. . seni tari. 4. 5. seni kerajinan tangan. Layanan Orientasi. bakat. badminton. dan sebagainya atau kebiasaan dalam kaitannya dengan kehidupan di sekolah. di dalam keluarga ia mengembangkan kebiasaan dalam berhubungan dengan orang lain. karyawan dan teman yang baru dikenal.

Fungsi pemeliharaan dan pengembangan. yaitu membantu pengembangan pribadi dengan cara setiap anggota dapat saling mengungkapkan perasaan secara leluasa yang berorientasi pada kenyataan yang dihadapi dan mengembangkan kemampuan berhubungan sosial dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai kehidupan dan tujuan kehidupan serta belajar dan/atau menghilangkan sikap perilaku tertentu.saudara. Layanan Bimbingan Kelompok. yaitu mengatasi permasalahan sejenis melalui dinamika kelompok mewujudkan kegiatan belajar. mengembangkan sikap dan komitmen pribadi dan berbagai kemampuan dalam pengambilan keputusan. sehingga dapat diharapkan adanya perubahan perilaku ke arah membangun diri dan lingkungan. yaitu untuk membantu peserta didik dan/atau pihak lain (orang tua / wali peserta didik) memperoleh wawasan. Konseling individu sebagai pendekatan efektif bagi peserta didik. Layanan Konsultasi. bagi Guru Bimbingan Konseling yang telah berkewenangan membuka praktik di luar sekolah dengan cara mengambil studi profesi konselor. Layanan Mediasi. psikiater ) adalah mitra kerja bagi Guru Bimbingan Konseling / Konselor. yaitu berperan dalam mencegah berkembangnya masalah atau hambatan melalui pemahaman berbagai situasi dan kondisi lingkungan. Layanan Konsultasi ini terkait dengan fungsi pemahaman. Layanan Konseling Individu. Layanan Konseling Kelompok. 8. Layanan Bimbingan Kelompok terkait dengan fungsi pencegahan. Wali Kelas dan instansi terkait (LPTK. dimana peserta didik bebas mengekspresikan diri. 9. psikiater) dan dilaksanakan di kantor tempat praktik konseling. psikolog. karir/jabatan dan pengambilan keputusan. pemahaman dan cara–cara pemecahanan masalah maupun hambatan yang ditemui. pemeliharaan dan pengembangan. Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas adalah teman sejawat dan institusi terkait (LPTK. Guru Bimbingan Konseling / Konselor bisa bekerja sama dengan Guru Mata Pelajaran. Layanan Konseling Kelompok terkait dengan fungsi pencegahan dan pengentasan. memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama melalui dinamika kelompok. Dengan demikian diupayakan terbantu fungsi pengentasan dari permasalahan yang dialami. 10. terbinanya hubungan dalam berkomunikasi di antara anggota kelompok sehingga dapat membantu pengembangan diri pribadi. sesuai kondisi lingkungan di sekolah. 11. yaitu menghasilkan terpelihara dan berkembangnya berbagai potensi dalam perkembangan diri secara berkelanjutan. dimana peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan mampu mengambil keputusan secara mandiri. merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) terhadap dua pihak (atau lebih) yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan sehingga menjadikan kedua pihak (atau lebih) saling bertentangan dan jauh dari rasa damai. mengembangkan kebiasaan yang telah terpelihara dan membangun prestasi. Layanan Mediasi terkait dengan fungsi pencegahan. yaitu peserta didik memperoleh layanan secara langsung bertatap muka dengan Guru Bimbingan Konseling / Konselor. Dalam melaksanakan layanan konsultasi ini. 7. merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor terhadap seorang pelanggan (di sekolah . psikolog. orang tua / wali peserta didik). teman sebaya dan di masyarakat. yaitu Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) berusaha . membahas topik yang dipilih sesuai kebutuhan dalam kelompok. pengalaman dan perasaan tanpa beban.

dengan tujuan membantu tercapainya hubungan positif dan kondusif guna memperbaiki hubungan antar personal. .mengantarai atau membangun hubungan diantara mereka.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful