1. Manfaat belajar mata kuliah propesi.

- Manfaat mempelajari mata kuliah profesi kepedidikan dalam hubunganya dengantugas sebagai guru adalah: agar mahasiswa memilki pemahaman dan kemampuanuntuk mengembangkan peranan professionalnya sebagai guru dengan acuan sikap profesinal dan wawasan tentang kode etik keguruan dalam melaksanakan tugas. - Hubungan antara mata kuliah profesi kependidikan dengan mata kuliah lain dalamkelompok mata kuliah dasar kependidikan (MKDK) adalah: Mata kuliah profesikependidikan merupakan salah satu mata kuliah dalam kelompok MKDK, oleh karenaitu mata kuliah ini menunjang tercapainya tujuan mata kuliah MKDK, yaitu untuk memberikan wawasan kepada calon guru tentang ilmu-ilmu lain yang menunjang profesi kependidikan. - Yang di maksud dengan peran guru professional adalah: peran guru dalam semua pendidikan mencakup 3 bidang layanan, yaitu: layanan intruksional, layananadministrasi, layanan bantuan social pribadi. Layanan intruksional merupakantugas utama guru, sedangkan layanan administrasi dan bantuan merupakan pendukung. Ketiga bidang layanan merupakan tugas pokok dalam menciptakanserangkaian perubahan tingkah laku yang saling berhubungan dengan kemajuan perubahan tingkah laku dan bertujuan mewujudkan perkembangan siswa secaraoptimal

2. UU NO.14 tahun 2005 Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 Tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, adapun macam-macam kompetensi yang harus dimiliki oleh tenaga guru antara lain: kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional dan sosial yang diperoleh melalui pendidikan profesi. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. 1) Kompetensi Pedagogik Kompetensi pedagogik meliputi pemahaman guru terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Secara rinci setiap subkompetensi dijabarkan menjadi indikator esensial sebagai berikut;  Memahami peserta didik secara mendalam memiliki indikator esensial: memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip perkembangan kognitif; memahami peserta didik dengan memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian; dan mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.  Merancang pembelajaran, termasuk memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran memiliki indikator esensial: memahami landasan kependidikan; menerapkan teori belajar dan pembelajaran; menentukan strategi pembelajaran berdasarkan karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan materi ajar; serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan strategi yang dipilih.  Melaksanakan pembelajaran memiliki indikator esensial: menata latar (setting) pembelajaran; dan melaksanakan pembelajaran yang kondusif.  Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran memiliki indikator esensial: merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan berbagai metode; menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk menentukan tingkat

yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya. dan berwibawa. Kompetensi ini memiliki subkompetensi dengan indikator esensial sebagai berikut:  Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik memiliki indikator esensial: berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik. memiliki indikator esensial: memfasilitasi peserta didik untuk pengembangan berbagai potensi akademik. memahami struktur. jujur. dan memfasilitasi peserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi nonakademik. menjadi teladan bagi peserta didik. 2) Kompetensi Kepribadian Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap.  Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensinya. bertindak sesuai dengan norma sosial.ketuntasan belajar (mastery learning).  Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar. dan memiliki konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma. serta penguasaan terhadap stuktur dan metodologi keilmuannya. dan menerapkan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.  Kepribadian yang arif memiliki indikator esensial: menampilkan tindakan yang didasarkan pada kemanfaatan peserta didik.  Kepribadian yang dewasa memiliki indikator esensial: menampilkan kemandirian dalam bertindak sebagai pendidik dan memiliki etos kerja sebagai guru. dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik. dan masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan bertindak. arif.  Kepribadian yang berwibawa memiliki indikator esensial: memiliki perilaku yang berpengaruh positif terhadap peserta didik dan memiliki perilaku yang disegani. tenaga kependidikan. stabil. sesama pendidik. Setiap subkompetensi tersebut memiliki indikator esensial sebagai berikut:  Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi memiliki indikator esensial: memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah. konsep dan metode keilmuan yang menaungi atau koheren dengan materi ajar.  Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan sesama pendidik dan tenaga kependidikan. suka menolong). sekolah. bangga sebagai guru. 3) Kompetensi Sosial Kompetensi sosial merupakan kemampuan guru untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik. 4) Kompetensi Profesional Kompetensi profesional merupakan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam. memahami hubungan konsep antar mata pelajaran terkait. dan memanfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan kualitas program pembelajaran secara umum. . Secara rinci subkompetensi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:  Kepribadian yang mantap dan stabil memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma hukum. dan berakhlak mulia. ikhlas. dan masyarakat sekitar. orang tua/wali peserta didik.  Menguasai struktur dan metode keilmuan memiliki indikator esensial menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan/materi bidang studi. dewasa.  Akhlak mulia dan dapat menjadi teladan memiliki indikator esensial: bertindak sesuai dengan norma religius (iman dan taqwa.

Oleh karena itu. home room. yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi. penyalahgunaan obat-obatan. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. evaluasi proses dan hasil belajar.Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah : 1.Keempat kompetensi tersebut di atas bersifat holistik dan integratif dalam kinerja guru. 3. drop out. dan bimbingan kelompok. diantaranya : bahayanya minuman keras. secara utuh sosok kompetensi guru meliputi (a) pengenalan peserta didik secara mendalam. dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif. Fungsi Pengembangan. diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming). pekerjaan. dan (d) pengembangan kepribadian dan profesionalitas secara berkelanjutan. 4. dan pergaulan bebas (free sex). Berdasarkan pemahaman ini. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. yang memfasilitasi perkembangan konseli. 2. dan norma agama). (b) penguasaan bidang studi baik disiplin ilmu (disciplinary content) maupun bahan ajar dalam kurikulum sekolah (c) penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik yang meliputi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. merokok. Fungsi Preventif. konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. tutorial. yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan. Guru yang memiliki kompetensi akan dapat melaksanakan tugasnya secara professional 4. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. Melalui fungsi ini. . informasi. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. supaya tidak dialami oleh konseli. Fungsi Pemahaman. serta tindak lanjut untuk perbaikan dan pengayaan. dan karyawisata.

yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. belajar. yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi Penyaluran. rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseli . yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat.5. bakat. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. 7. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. konselor. Fungsi Penyembuhan. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. 11. Fungsi Perbaikan. 6. 9. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. serasi. Dalam melaksanakan fungsi ini. Fungsi Fasilitasi. minat. berperasaan dan bertindak (berkehendak). jurusan atau program studi. 10. Fungsi Adaptasi. dan kebutuhan konseli. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling. memilih metode dan proses pembelajaran. yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif. maupun karir. yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. dan remedial teaching. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. Fungsi Pemeliharaan. yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. baik menyangkut aspek pribadi. 8. kemampuan. Fungsi Penyesuaian. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli. sosial. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah.

2. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban penuh memelihara dan menjaga semua data dan keterangan itu sehingga kerahasiaanya benar-benar terjamin. Asas Kerahasiaan. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban mengembangkan keterbukaan konseli (konseli). yakni: konseli (konseli) sebagai sasaran pelayanan bimbingan dan konseling diharapkan menjadi konseli-konseli yang mandiri dengan ciri-ciri mengenal dan menerima diri sendiri dan lingkungannya. guru pembimbing terlebih dahulu harus bersikap terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan konseli (konseli) mengikuti/menjalani pelayanan/kegiatan yang diperlu-kan baginya. 3. 4. Agar konseli dapat terbuka. Asas keterbukaan. Asas kemandirian. baik di dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. Asas Kekinian. Keterlaksanaan dan keberhasilan pelayanan bimbingan dan konseling sangat ditentukan oleh diwujudkannya asas-asas berikut. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan bersifat terbuka dan tidak berpura-pura. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar objek sasaran pelayanan bimbingan dan konseling ialah permasalahan konseli (konseli) dalam kondisinya sekarang. mampu mengambil keputusan. 6. mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menuntut dirahasiakanya segenap data dan keterangan tentang konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar konseli (konseli) yang menjadi sasaran pelayanan berpartisipasi secara aktif di dalam penyelenggaraan pelayanan/kegiatan bimbingan. 1. Keterbukaan ini amat terkait pada terselenggaranya asas kerahasiaan dan adanya kesukarelaan pada diri konseli yang menjadi sasaran pelayanan/kegiatan. Dalam hal ini guru pembimbing perlu mendorong konseli untuk aktif dalam setiap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling yang diperuntukan baginya. yaitu data atau keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui oleh orang lain. 5.5. Guru pembimbing hendaknya mampu mengarahkan segenap pelayanan bimbingan dan konseling yang diselenggarakannya bagi berkembangnya kemandirian konseli. . yaitu asas bimbingan dan konseling yang menunjuk pada tujuan umum bimbingan dan konseling. Pelayanan yang berkenaan dengan “masa depan atau kondisi masa lampau pun” dilihat dampak dan/atau kaitannya dengan kondisi yang ada dan apa yang diperbuat sekarang. Dalam hal ini guru pembimbing berkewajiban membina dan mengembangkan kesukarelaan tersebut. Asas kesukarelaan. Asas kegiatan.

Koordinasi segenap pelayanan/kegiatan bimbingan dan konseling itu harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. tidak monoton. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar berbagai pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling. baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun pihak lain. saling menunjang. dan mengamalkan nilai dan norma tersebut. Dalam hal ini. guru-guru lain. pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling justru harus dapat meningkatkan kemampuan konseli (konseli) memahami. Lebih jauh. Guru pembimbing dapat menerima alih tangan kasus dari orang tua. para pelaksana pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling hendaklah tenaga yang benar-benar ahli dalam bidang bimbingan dan konseling. 11. ilmu pengetahuan. dan kebiasaan yang berlaku. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar isi pelayanan terhadap sasaran pelayanan (konseli) yang sama kehendaknya selalu bergerak maju. 8. 9.7. dan terpadu. yaitu nilai dan norma agama. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling diselenggarakan atas dasar kaidah-kaidah profesional. Keprofesionalan guru pembimbing harus terwujud baik dalam penyelenggaraan jenis-jenis pelayanan dan kegiatan dan konseling maupun dalam penegakan kode etik bimbingan dan konseling. Asas Kedinamisan. hukum dan peraturan. Untuk ini kerja sama antara guru pembimbing dan pihak-pihak yang berperan dalam penyelenggaraan pelayanan bimbingan dan konseling perlu terus dikembangkan. harmonis. menghayati. Asas Alih Tangan Kasus. Asas Keterpaduan. dan demikian pula guru pembimbing dapat mengalihtangankan kasus kepada guru mata pelajaran/praktik dan lain-lain. . atau ahli lain . Asas Keahlian. dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan konseli (konseli) mengalihtangankan permasalahan itu kepada pihak yang lebih ahli. Asas Keharmonisan. adat istiadat. 10. Bukanlah pelayanan atau kegiatan bimbingan dan konseling yang dapat dipertanggungjawabkan apabila isi dan pelaksanaannya tidak berdasarkan nilai dan norma yang dimaksudkan itu. yaitu asas bimbingan dan konseling yang menghendaki agar segenap pelayanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada dan tidak boleh bertentangan dengan nilai dan norma yang ada.

yaitu (a) fungsi pemahaman. dan membantu perolehan penempatan dan penyaluran di dalam kelas. bakat. badminton. dan sebagainya atau kebiasaan dalam kaitannya dengan kehidupan di sekolah. (b) fungsi pencegahan. seni lukis. Layanan penempatan dan penyaluran berkenaan dengan 3 fungsi. bakat. untuk membantu peserta didik memahami lingkungan yang baru (sekolah dengan fasilitas yang ada. Layanan Informasi. olah raga (sepak bola. seni tari. terutama kompetensi. sosial budaya dan lingkungan. pilihan program studi / jurusan (IPA. afeksi. 6. 5. kehidupan keluarga. dan (c) fungsi pengembangan dan pemeliharaan. pilihan kelanjutan studi melalui jalur program Penelusuran Minat Dan Kemampuan (PMDK) atau Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) melalui ujian tulis. minat dan kondisi pribadinya. keberagaman. 3. karyawan dan teman yang baru dikenal. di dalam keluarga ia mengembangkan kebiasaan dalam berhubungan dengan orang lain. Jenis layanan yang dapat diberikan oleh Guru Bimbingan dan Konseling adalah : 1. memungkinkan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran secara tepat sesuai dengan potensi. Layanan Orientasi. Kelompok Pencinta Alam. sosial kemasyarakatan. peraturan tata tertib sekolah pendidikan tinggi. 2. secara umum dilakukan bersamaan dengan Layanan Orientasi. 4. basket. tenis meja.Bimbingan dan Konseling dilaksanakan melalui berbagai layanan. untuk memperlancar dan mempermudah penyesuaian diri terhadap kegiatan belajar mengajar. Layanan Informasi dan Orientasi akan dapat menunjang fungsi pemahaman dan fungsifungsi Bimbingan dan Konseling lainnya berkaitan dengan permasalahan individu. Fungsi pemahaman menyangkut berbagai aspek konten. Sekolah menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik sesuai minat dan hobbynya. Layanan Penguasaan Konten. Layanan Penempatan dan Penyaluran. guru. kekhasan atau karakteristik potensi daerah. Bentuk pelayanan bagi peserta didik dapat dikembangkan dengan menggunakan berbagai cara dan variasi sesuai kebutuhan sekolah. seperti Palang Merah Remaja (PMR). bakat. karate dan lain-lain). seni kerajinan tangan. jadwal pelajaran. kehidupan sosial dan perkembangan kehidupan pembelajaran serta perencanaan karir. yaitu terpelihara dan berkembangnya potensi. struktur kurikulum yang hendak dipelajari. yaitu membantu peserta didik menguasai konten tertentu. karena peserta didik telah memperoleh layanan penempatan dan penyaluran yang merealisasikan dirinya pada keadaan dan posisi yang tepat sesuai dengan potensi. persepsi. . Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). IPS. sikap dan tindakan. untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam menerima dan memahami berbagai informasi yang terkait dengan pengembangan pribadi. minat dan kondisi pribadinya sehingga akan terhindar / tercegah permasalahan atau hambatan berkaitan dengan pengembangan diri. dan kultur sekolah) guna mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik dalam penyesuaian diri terhadap lingkungan baru. Layanan Penguasaan Konten berkaitan dengan fungsi pemahaman dan fungsi pemeliharaan dan pengembangan. seni peran (teater). dan sebagainya. karir / jabatan. dengan mempertimbangkan kehidupan pribadi. Bahasa). minat dan kondisi pribadi peserta didik itu sendiri. sebagai peserta didik tugasnya adalah belajar. terkait dengan dipahaminya potensi dan kondisi diri. pramuka.

karir/jabatan dan pengambilan keputusan. Layanan Konsultasi. dimana peserta didik dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan mampu mengambil keputusan secara mandiri. membahas topik yang dipilih sesuai kebutuhan dalam kelompok. pengalaman dan perasaan tanpa beban. Layanan Konseling Individu. yaitu peserta didik memperoleh layanan secara langsung bertatap muka dengan Guru Bimbingan Konseling / Konselor. mengembangkan sikap dan komitmen pribadi dan berbagai kemampuan dalam pengambilan keputusan. Wali Kelas dan instansi terkait (LPTK. 8. 7. 10. Konseling individu sebagai pendekatan efektif bagi peserta didik. mengembangkan kebiasaan yang telah terpelihara dan membangun prestasi. Layanan Konseling Kelompok terkait dengan fungsi pencegahan dan pengentasan.saudara. merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh konselor terhadap seorang pelanggan (di sekolah . Guru Mata Pelajaran dan Wali Kelas adalah teman sejawat dan institusi terkait (LPTK. memungkinkan sejumlah peserta didik secara bersama melalui dinamika kelompok. dimana peserta didik bebas mengekspresikan diri. 11. pemahaman dan cara–cara pemecahanan masalah maupun hambatan yang ditemui. psikolog. yaitu untuk membantu peserta didik dan/atau pihak lain (orang tua / wali peserta didik) memperoleh wawasan. sesuai kondisi lingkungan di sekolah. sehingga dapat diharapkan adanya perubahan perilaku ke arah membangun diri dan lingkungan. Layanan Mediasi terkait dengan fungsi pencegahan. Dengan demikian diupayakan terbantu fungsi pengentasan dari permasalahan yang dialami. psikiater ) adalah mitra kerja bagi Guru Bimbingan Konseling / Konselor. pemeliharaan dan pengembangan. bagi Guru Bimbingan Konseling yang telah berkewenangan membuka praktik di luar sekolah dengan cara mengambil studi profesi konselor. yaitu menghasilkan terpelihara dan berkembangnya berbagai potensi dalam perkembangan diri secara berkelanjutan. Dalam melaksanakan layanan konsultasi ini. Layanan Bimbingan Kelompok terkait dengan fungsi pencegahan. 9. Layanan Mediasi. orang tua / wali peserta didik). merupakan layanan konseling yang dilaksanakan oleh Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) terhadap dua pihak (atau lebih) yang sedang dalam keadaan saling tidak menemukan kecocokan sehingga menjadikan kedua pihak (atau lebih) saling bertentangan dan jauh dari rasa damai. psikiater) dan dilaksanakan di kantor tempat praktik konseling. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan. Layanan Bimbingan Kelompok. yaitu membantu pengembangan pribadi dengan cara setiap anggota dapat saling mengungkapkan perasaan secara leluasa yang berorientasi pada kenyataan yang dihadapi dan mengembangkan kemampuan berhubungan sosial dalam kelompok untuk meningkatkan pemahaman dan penerimaan terhadap nilai-nilai kehidupan dan tujuan kehidupan serta belajar dan/atau menghilangkan sikap perilaku tertentu. yaitu Guru Bimbingan dan Konseling (Konselor) berusaha . Layanan Konseling Kelompok. teman sebaya dan di masyarakat. Guru Bimbingan Konseling / Konselor bisa bekerja sama dengan Guru Mata Pelajaran. Layanan Konsultasi ini terkait dengan fungsi pemahaman. yaitu berperan dalam mencegah berkembangnya masalah atau hambatan melalui pemahaman berbagai situasi dan kondisi lingkungan. terbinanya hubungan dalam berkomunikasi di antara anggota kelompok sehingga dapat membantu pengembangan diri pribadi. psikolog. yaitu mengatasi permasalahan sejenis melalui dinamika kelompok mewujudkan kegiatan belajar.

.mengantarai atau membangun hubungan diantara mereka. dengan tujuan membantu tercapainya hubungan positif dan kondusif guna memperbaiki hubungan antar personal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful