P. 1
Rangkuman Penyerapan Zat Gizi

Rangkuman Penyerapan Zat Gizi

|Views: 11|Likes:
artikel
artikel

More info:

Published by: Yulvia Puspitaningrum on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/17/2014

pdf

text

original

Karbohidrat, termasuk molekul gula dan pati, dipecah oleh enzim dalam untuk disakarida yang disebut sukrosa

, laktosa, dan maltosa usus, dan akhirnya menjadi produk akhir yang dikenal sebagai glukosa, fruktosa, dan galaktosa, yang diserap kebanyakan oleh aktif transportasi. Karbohidrat dicerna-pati dan gula-yang rusak menjadi molekul sederhana oleh enzim dalam air liur, dalam jus diproduksi oleh pankreas, dan pada lapisan usus kecil. Pati dicerna dalam dua langkah. Pertama, enzim dalam air liur dan jus pankreas memecah pati menjadi molekul yang disebut maltosa. Kemudian enzim dalam lapisan usus kecil membagi maltosa menjadi molekul glukosa yang dapat diserap ke dalam darah Glukosa dibawa melalui aliran darah ke hati, di mana ia disimpan atau digunakan untuk memberikan energi untuk pekerjaan tubuh. Makanan yang kini berada di usus halus kemudian dicerna sesuai kandungan zatnya. Lemak, pertama-tama akan dilarutkan (diemulsifikasi) oleh cairan empedu yang dihasilkan hati menjadi butiran-butiran lemak (droplet lemak). Droplet lemak kemudian diuraikan oleh enzim lipase menjadi asam lemak dan gliserol. Asam lemak dan gliserol kemudian diserap usus dan diedarkan menuju jantung oleh pembuluh limfe. Vitamin. Lain bagian penting dari makanan yang diserap melalui usus kecil adalah vitamin. Kedua jenis vitamin diklasifikasikan oleh fluida di mana mereka bisa dibubarkan: vitamin yang larut dalam air (semua vitamin B dan vitamin C) dan vitamin yang larut dalam lemak (vitamin A, D, E, dan K). vitamin yang larut lemak disimpan dalam jaringan hati dan lemak tubuh, sedangkan vitamin yang larut air tidak mudah disimpan dan jumlah kelebihan memerah keluar dalam urin. Vitamin larut dalam lemak diserap seperti lemak lain. Didalam usus vitamin ini larut dalam misel yang disusun oleh monogliserida, asam lemak bebas dan garam empedu. Misel membawa vitamin ke permukaan mukosa, kemudian vitamin diserap secara difusi pasif. Protein setelah dilambung dicerna menjadi pepton,maka pepton akan diuraikan oleh enzim tripsin, kimotripsin, dan erepsin menjadi asam amino. Asam amino kemudian diserap usus dan diedarkan ke seluruh tubuh oleh peredaran darah. Penyerapan Air.Air yang masuk kedalam tubuh langsung diserap oleh usus halus dan usus besar, kemudian masuk kedalam pembuluh darah. Jika tubuh merasa kekentalan darah sudah cukup untuk menyalurkan zat-zat makanan, sisa/kelebihan air akan disalurkan ke ginjal, dan dibuang bersama zat sisa lainnya. Kelebihan air juga akan disalurkan ke pembuluh getah bening Usus Halus Usus halus merupakan saluran pencernaan terpanjang yang terdiri dari 3 bagian yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus penyerapan. a. Usus Dua Belas Jari Bagian usus ini disebut usus dua belas jari karena panjangnya sekitar 12 jari berjajar parallel. Di dalam dindin usus dua belas jari terdapatmuara saluran bersama dari kantong empedu berisi empedu yang dihasilkan oleh hati. Berguna untuk mengemulsikan lemak.

Empedu berwarna kehijauan dan berasa pahit. Pankreas terletak di bawah lambung dan menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas mengandung enzim amilase, tripsinogen, dan lipase. Amilase mengubah zat tepung menjadi gula. Tripsinogen merupakan enzim yang belum aktifnamun dapat diaktifkan terlebih dahulu oleh enzim enterokinase yang dihasilkan oleh usus halus. Enzim enterokinase mengubah tripsinogen menjadi tirpsin yang aktif. Tripsin mengubah protein menjadi peptide dan asam amino. Lipase mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Zat-zat hasil pencernaan tersebut mudah terserap oleh dinding usus melalui proses difusi dan osmosis. Zat-zat yang belum teruraikan dapat memasuki membran sel usus melalui transport aktif. b. Usus Kosong Panjang usus kosong antara 1,5 sampai 1,75 m. di dalam usus ini makanan mengalami pencernaan secara kimiawi oleh enzim yang dihasilkan dinding usus. Usus kosong menghasilkan getah usus yang mengandung lendir dan bermacam-macam enzim. Enzimenzim tersebut tersebut dapat memecah molekul makanan menjadi lebih sederhana. Di dalam usus ini makanan menjadi bubur yang lumat dan encer. c. Usus Penyerapan Usus penyerapan panjangnya antara 0,75 sampai 3,5 m. di dalam usus ini terjadi penyerapan sari-sari makanan. Permukaan dinding ileum dipenuhi oleh jonjot usus atau vili. Jonjot usus menyebabkan permukaan permukaan ileum menjadi luas sehingga proses penyerapan sari makanan dapat berjalan baik. Penyerapan sari makanan oleh usus halus disebut absorpsi. Makanan yang mengalami pencernaan secara kimiawi adalh karbohidrat, protein, dan lemak. Hasil ahir pencernaan karbohidrat adalah glukosa, protein menjadi asam amino, dan lemak menjadi asam lemak dsan gliserol. Vitamin dan mineral tidak mengalami proses pencernaan. Glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral masuk ke dalam pembuluh darah kapiler yang ada dalam jonjot usus. Sari makanan dialirkan bersama makanan melalui pembuluh darah menuju kehati. Glukosa sebagian disimpan dalam hati dalam bentuk glikogen yang tidak larut dalam air. Sebagian sari makanan yang lain di edarkan ke seluruh sel tubuh melalui pembuluh darah. Asam lemak dan gliserol diangkut melalui pembuluh kil karena ukuran molekulnya cukup besar. Pembuluh kil adalah pembuluh limfa atau pembuluh getah bening yang ada di daerah usus. Selanjutnya pembuluh kil akan bergabung dengan pembuluh kil lainnya dan akhirnya bermuara pada pembuluh getah bening di bawah tulang selangka Usus Besar, Rektum, dan Anus Usus besar atau kolon merupakan kelanjutan dari usus halus. Fungsi utama usus besar adalah mengatur kadar air sisa makanan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->