P. 1
Bahan Ajar Ekotek

Bahan Ajar Ekotek

|Views: 19|Likes:
Published by agusorange

More info:

Published by: agusorange on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2014

pdf

text

original

BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

4 .015)4 – 1 = 0. 61. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). 9 bulan dan 1 tahun. 30. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan.000.015)2 – 1 = 0. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.- Di samping kedua suku bunga tersebut.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.000.015 atau Rp.000.000.046 atau Rp.015)3 – 1 = 0. 1. 46. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. suku bunga tiap tahun r. Contoh 1.015)1 – 1 = 0.: i = (1 + 0.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan.: i = (1 + 0. 6 bulan.: i = (1 + 0.000.000. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun..061 atau Rp. 15. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.03 atau Rp. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .

964.000) = 605. Contoh 1. 5.10 (550.000 605.100 + 1.500 pada tiga tahun mendatang.10 (605. 2. 1. 2.Rp..10 (500.000 + 0.000) = 550. nilai Rp.000 e 3 (0. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.309.100 5 . uang Rp.000. 500.800. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.000.000 + 1.000 500.000 + 800 + 800 + 800 B .Contoh 1.000.000 + 0.000) = 665.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A . Contoh 1. 1. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.000 + 0.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.100 + 1.09) = 1.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000 550. 665.Rp.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.000 sekarang berbeda dengan Rp. 500.000 tiga tahun mendatang.000.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.309.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.964.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.. 5.000.

Pujawan.Inc. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). 1995. dilakukan perhitungan ekivalensinya. N. 0.Investasi B lebih besar dari A. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Ekonomi Teknik. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 3. Surabaya 6 . 0. Daftar Pustaka: Barish. 12 % tiap enam bulan b). 12 % tiap bulan 2. 12 % tiap kuartal c). Ekonomi Teknik. Surabaya.1 % tiap hari b). Haryono. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. New York. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.. Soal-soal : 1. 1990.N.N.1 %/hari secara kontinyu. 2004. Mc Graw Hill Book Co. Edisi Pertama. Penerbit Guna Widya.

i% .... yang nilai-nilainya telah ditabelkan...1 (F/P .... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. i% . n).. Pembayaran Tunggal..BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P.. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.... Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.... 7 ... yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P ... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P.2... 1.

n) ………………………2.n disebut faktor jumlah sekarang.- B.Secara Grafis : P = 1. 2.000.000.000 (0.10)3 = 1. 1.791.331.000.000.3310) = Rp.P = F (P/F.000 .000(1. 1. Contoh 2.. 3) = 1.5584) = Rp.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.000.i %. 10 %.000. 10) = 1.000.331.000 0 1 2 3 n Gambar 2.000. P = F (1 +i).1.000.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. F = Rp. i = 0.Contoh 2.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.000.000 F = 1.000.10 F = 1. 1.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp. 1. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000. Pembayaran Seri Merata 1.1: Dengan bunga 10 % pertahun. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.000.. 6 %.000 (F/P. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2. 1.791.1 : P ekuivalen dengan F. 1.000 (1 + 0.331.n = F (P/F.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10. 1. uang Rp. n) = (1 + i).000.i %.000.1) Dari rumus 2.791.2 (P/F.

i %.i %. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 . diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F..3 F(A/F.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.n) ………………………2.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….

40) = 184.Contoh 2.. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.000. 10.000 tiap 3 bulan. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan. 6. Pemyelesaian : F = Rp.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.000.. 1.4 (A/P.dengan uang muka Rp. n) = 10. i %.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. 10.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.. 10 .000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.000 (A/F. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. n) ………………………………2.000.000.240.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. 1 ½ . 184.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. n = 40. i %.000. 2. i = 1½ % A = F(A/F.i %. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut.000.000 .200.1 dan 2.

selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun..960.11 .700. 6 %.450 3.06.dengan suku bunga 6% / tahun .450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.6 i (i + 1) (P/A. n) ………………………………………. Dari rumus 1. i %.582) = Rp. agar tiap tahun dapat diambil Rp.000 F = A(F/A. n) = 100. i %.000 (A/P.960.0263) = Rp. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. i %. n) ……………………. 563. Penyelesaian : i = 0.3. 179.200. i %.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.4. 1.000 = 4.200 (5.2.Penyelesaian: P = 6.000 – 1. n) i F = A (F/A. i %.000 N = 48 bulan. i = 1 % / bulan A = P (A/P.000. 100. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.000 (0.960.200 P = A (P/A. n = 7 .- 4. 48 ) = 4.000. 7) = 179.179.2. i %. Penyelesaian : A = Rp. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. 6 %. i %. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.000 (F/A. 130. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2.240. i %. A = Rp. 5) = Rp.200.. 100.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000.5 (F/A. n) = 4. 130.000. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata).

. pada tahun ketiga Rp. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak...000.. demikian seterusnya naik Rp. 6.. pada tahun kedua Rp.000. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.tiap tahun... Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 . Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.500.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….C.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….000.1.200.000.-.000.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.000. 200. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.-.700. gaji karyawan.4. 1.-. 1.900. asuransi. + (1+i)2 + (1+i) .000.

n) (A/G. Penyelesaian: P 400.000 (P/A.657.000 0 1 2 3 8 P = 155.155. i %.000 (6. i %. n) (P/G. 8) = 155. 1.-.000 190.. i %. n) = (A/G. i %.000 (19. 6 %. i %. (2).untuk selama 7 tahun.000. Contoh 2. 6 %. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.- 13 .000 225. 35. n) (P/A.657. 1. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.000 (P/G.210) + 35.(1).842) = Rp.000. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. i %. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.200.200.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. dan naik tiap tahun Rp. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. 8) + 35.000 155.

200.706.000 (0.000 (0.200. 2.200.000.000 . i = 0.000.000 pada tahun ke 5.200. 1. 14 . n2 = 10. 1. F1 = 1.7835) = 940.200. Rp.000 pada tahun ke 15 dan Rp.1.000 pada tahun ke 10.000.200.200.000. 5%.000 1. 1.400 Cara langsung.200.000 0 5 10 15 20 n1 = 5. 10) = 1. 15) = 1. 20) = 1.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.200 P4 = F4 (P/F. agar dapat disediakan Rp. 2.000 1. 5 %. 20) = 1.300 ( perbedaan kecil timbul.05 P1 = F1 (P/F. 5) = 1.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. 5 %. Contoh 2.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.3769) = 452.462) P = Rp.200 P2 = F2 (P/F. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.000.700 P3 = F3 (P/F.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.18097) (12.6139) = 736.000 (0.Contoh 2.000 F3 = 1.200.200.200. Rp. 1. 2 tahun kemudian Rp.000.000 (0.706. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.1.200.4810) = 572.200.200.000.500.200. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10. n3 = 15. F4 = 1. n4 = 20. 5 %. F2 = 1.200. 5 %. dan 4 tahun kemudian Rp. 2.200. 5) (P/A. 5 %. sebab adanya pembulatan).000 1.000 (0.

11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.681.000.000 (1.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.5869) = 8.000. Contoh 2. 11 %.10 : Suatu investasi Rp. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR). Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .000 A = P(A/P. 10) + P2 (P/F.000 P2 = 1. n3 = 6. 7. 8.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10. 8 %.14682 i = 0.000 (1.000 A = ( A / P. i %.111 0. i %. 15) = 0.000 (2.8509) + 1.15) = = 0. 15) = 0.1589) + 1.P1 = 2. 8 %.1400 50.13907 Jadi i kira-kira 11. 8 %. 8) + P3 (P/F. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.13907 i = 12 % Î (A/P. A = 7. 100.500.11 + 0.- Contoh 2.000. profitability index (PI).11) = 0.dengan suku bunga 7%/tahun.000.000.000 P3 = 1.. P = 50. 6) = 2.13907 (0. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. 50. n2 = 8.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp. 15) Î 7.1400 − 0.12 − 0.000.14862 − 0.000.000.000.500.000.000. 12 %.000.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.681.000.1 %.

60) = 4.009.612.03392) = 255.000 (P/A. 8) = 7.000 (A/P. 3 ½ %.000 Contoh 2. 5 1/2 .000. 100. 1. n) = 100.538. jika suku bunga 11% / tahun.009. 5 ½ .yang sama.538) = 7. P = 100.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp. 85.200 = Rp.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. 3 ½ %. 255. 40) = 85. 8) = 7. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).000.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.388. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.000. i %.000 .690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.000 (0. 5 ½. 14. mulai 1 Januari 2006.690 Jadi harus didepositokan Rp.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000 (A/F.000 selama 5 tahun.000.000 (7.000.538.612.538. 16 . 10) = 1.000.Rp.

965.000. 14) + 100. Jika dibeli.000. 5.000.000. i %.000 (P/A.000 pada tahun ke 15. 15) = 4.000.000.000.000.000 − 0 (0.000 5.01) = 7. 8%.000 (P/F.Contoh 2. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000 + 2.000.000 + 5.000 (P/A. i %. 7 %.000 5.000.000.000. 8%.000. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp. 7%.000. 100.260.000 i = 7% + 4.75. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000 + 5.965. 100.000 5.000 tiap awal tahun.000 + 5.75. 80.000.000.000 100.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000 (P/F. 14) + 100.69% 4.260.000.000. 15)= -2. 5.000.000 Rp.965.000 5.000 (P/F.000.000 i = 8 % : .000. harganya Rp. Jika disewa ongkosnya Rp.000 (P/A.000 Sewa Rp.-. 5.000. 14) + 100.000 17 .75. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : . 80. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000 Rp.000 Grafik beli sewa : 75.000.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.

000.000 ( A / F . i %.000 Rp.000 (3. 150.15) = −263.400 i = 7% + 545.000 50.000 − 250.000 Grafiknya : 595. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000.000 Rp. 250.7%.7%.400 − 0 (0.000 (6.000.01) = 7.000 250.5) − 50. i %.000.400 + 263.000 (3.000 ( A / P.000.000 + 95.000 ( P / G .15) + 5.862) = −9. 0 = .8%. 15) + 5.000 ( A / P.000 Rp.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 100.67% 545.397) = −13.000 50. 50.000 P1 P11 = 250.650 i = 12% ______ 595.000 200.000 − 250.000 150.000 ( P /.000 + 95.000 + 200.000 (A/P.000. 100. 200.7%.791) − 50.000 250.15)) + 5.75. Contoh 2.000.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000. 595.000 (6.000 Rp.000 100.000 Rp.605) − 50.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000 − 250.400 i = 8% : −75.600 18 .15) = 545. i %.000 150.000 + 95.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000.000 (A/F.000 ( A / F .

000 (3.000 400.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000 (20. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000.000.000. b.000 untuk selama 20 tahun.15%. Menurut staf ahli investor tersebut.000.000. 40. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan. 19 .000.781.000 (4. 500.000. G = 40. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000.600 + 9.650 − 0 = 10. Modal awal Rp. 600. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.650 Contoh 2.000 10 2 3 4 1 F = 20.15%. 20.000 20.83% 13.- 0 Soal-soal : 1.000 ( F /. 91.000. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.304) + 40.000 ( A / G.10) + 40. Modal awal Rp. 3.000 untuk selama 8 tahun.15%.000 520.000. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.10) + ( F / A.781. Penyelesaian : P = 20.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000 F 480.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.0456) + 400. 5.10) = 20.000 440. A = 400.10)( F / A.3)(20.Jadi i = 10% + 2% 9.000.304) = 91.

6. c). (besar angsuran sama). b). Modal awal untuk suatu peralatan Rp. uang sejumlah Rp.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). suku bunga bank tersebut b).100.Rp. c).i = 25 %.000.000. 50.000. Uang sejumlah Rp.000 dan harus dikembalikan Rp. 4.31 %. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. pinjaman sebesar Rp. 1. a).i = 15.000. 3.i = 10.c. 20 .88 %.000 . d).000. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun.i majemuk = 109475. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.000. b). Jawaban : a) Rp. 753.480 .000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. Investasi sebesar Rp. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. b).i nominal = 1300%. b) Rp.000 dan menghasilkan penghematan Rp. d) Rp. 1.44 %.000 pada 12 tahun mendatang. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun.143. 770. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.000 4. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. 50. 40. i = 6.000.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. c). 250. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.500. 15. 8. Jawaban : a). Hitung : a). 50.000 dalam 1 minggu. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. akan ekuivalen dengan barapa sekarang.c). c).200 . 10.6 %) 2.000 Jawaban : a).

Jawaban : a) Rp. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis.b). Second Edition. Surabaya 21 . 1992.Inc. Daftar Pustaka: Au.N. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. 34. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. New Jersey. 1995.460 . Penerbit Guna Widya. Ekonomi Teknik. Pujawan.. Mc Graw Hill Book Co. Prentice Hall International Inc. 2004. Barish.480. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. N. New York. b) Rp. Tung and Thomas P. 9.Au.N. Edisi Pertama.

sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Dalam situasi tertentu. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. 10. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 .BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. Dalam ekonomi teknik. Berdasarkan kategori diatas. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. 2. 3.000 K untuk perawatan mesin-mesin. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi.

8%.000 Rp.000 K (0. n) dimana S = nilai akhir.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. i %.1168) − 1.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp. i %.. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%. 5.15) − 1000 K ( A / F . listrik. n) − S ( A / F . 1.200 200.331.000 + = Rp. pajak. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. tentukan alternatif mana yang dipilih.000. 1. 1.3. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.700 500.000 K ( A / P. Contoh 3. i %.649.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F . i %.8%.8%.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.000.000 Rp.5) − 600 K ( A / F .2505) − 600 K (0. n) + Fi ………………………….8%.700 CR = 10. Rp.000 + = Rp.000 Rp.000 K (0.200 23 .1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1.131. 10. 200.000 600.000 Alternatif B Rp. 500.000.15) = 10.5) = 5000 K (0. dan sebagainya.149.

000. 24 .700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.000.000 5.000 600.700 0 1 2 3 4 5 1. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000 5.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000.000 600.649. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.649.649.

000 + 600.200.000/tahun .5.000/tahun .000 +300. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000. Eugene L Bab 20).500.000 .000 .000 .000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000 . 5.000 .000 -500. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000/tahun .200.000.000/tahun .000.000/tahun . 25 .000.12.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.200.500.500. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000 + 400.000 -10.000.000 .000 .000/tahun + 300.700.700.400.000 akan menghasilkan Rp. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000 + 1. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000.000 .000 -500. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000 + 8. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000/tahun + 300.200.000/tahun + 4.000/tahun + 300. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.200.000 + 300.000 . 8.000.000 + 600.000 -500.000 + 300.5.20.700.000. maka sebagai periode adalah 260 tahun. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.5.000 + 600.000.200.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

4.980.000 1. 18) + 1. 16 %.000 = Rp.700.000 (A/P. 18) + 8. 16 %.400.000 1.000 1. 6) (A/P.400. 16 %.700.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.000 (P/F. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan. 3.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 8.000 = Rp.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 (A/P.400.400. 16 %.044.700.400.700.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. 9) + 1.000 8.800.700.000 (A/P.000 Matematika 1. 16 %. 18) + 8. 16 %.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.980. 3.700.000 (P/F.000 29 . Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.400.700. 16 %. 6) + 1.000 1.400.000 = Rp.800. 12) (A/P.400.700.

bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000 = Rp.700. 12.000. 16 %. 2.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000 Rp.000.000.000.000 Rp.000 Proposal I.000 10. Dengan i = 20 % setelah pajak. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp. 16.800. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.000 Rp. 175. 125. 3.000 (P/F.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000 Rp.000 Soal-soal: 1.000.000. tahun kedua sebesar Rp.000.000. 30.000. tahun kedua Rp. 250. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. 650.800. Harga unit X Rp. 665.000.000 tiap tahun. 16 %.030. Harga unit Y Rp.800 . 30 . dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.50. 65. 4.000.000 Proposal II Rp.000 dan nilai akhir Rp.000 1.000. 18) + 1.000.000 dan nilai akhir Rp.700.000 + 10. 100. 65.00 .700.000.000 Rp. 9.000.000. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp. 9.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. 15.044 .EUAC (Z): 10. 200. 4.000.000.000. Dua proposal diusulkan.000. 240. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.800. 7. 9)) (A/P.000 1.000 Rp. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.

Principles of Engineering Economy. Eugene L. WJ.. 31 . Fifth Edition. Gant... 1982. Grant Ireson. and Richard S.G. Engineering Economy. W. Thuesen. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. and GJ. 1981. Singapore.Proposal II. H. Singapore. Leland and Anthony T. Fabriky. 1985. New Delhi. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Prentice Hall of India Private Limited. Mc Graw Hill Book Co. John Wiley and Sons. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Engineering Economy.Inc. Leavenworth. Second Edition. Daftar Pustaka: Blank. Thuesen. i = 9%. Seventh Edition..

Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. Seperti halnya dalam Bab 3. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). diperoleh: 32 . Untuk hal demikian. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang).

000 pada tahun-tahun berikutnya.000.. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.4.000 (P/A.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . 100. 8 %.000 33 . 26. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.1 i Contoh 4.000.1: Harga mesin X adalah Rp.000 dan bertambah Rp.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).5.000 500.000 (P/F.000 (P/F. 8 %.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000.000 10. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol. 4) + 10.000 + 10. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. 8) + 500.000.000. Harga mesin Y adalah Rp. 10. 20.000.000. 12) = Rp.000.000. 100.000 10.000. Jika i = 8%.000. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp. 500.8 %. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000.521.000.

000 100.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000. 6 %.000 = PW = 0. Penyelesaian : PW (A) = 135.084.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. diperoleh Capitalized Cost 26. 6%. maka Capitalized Cost 22. Contoh 4.000 .784. 60) = 203.000 + 15.000 (P/G. 6%. Δ PW = = = 42.000 (P/A.784. 253.09 Capitalized Cost = 296.000 PW (B) = 80.864.000.157. 6%.000.000 (P/F.000.000.22.000. 6%.933. jadi dipilih alternatif I.333 0. 6%. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000.Untuk mesin Y : 20.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000 3. 6%. dikarenakan pembulatan.3: Lihat kembali contoh 3.961.000 (1+(P/F.000 = PW = = Rp.000 (1+(P/F.000.875.478.000 + 3.648.784. 26.000.000.09 0.000. 21. 6%. 40)) + 4.2.000 (P/G. 8 %.000 (P/F. 60) + 80.000 – 253.157.000 Dari contoh 3.000.2: Lihat kembali contoh 3.648. 20) + (P/F.000 + 100. 30)) + 20. 26. 22. 60) = 205. 12) = Rp. 20) + (P/F.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . 296.2. Contoh 4.000 = Rp.000 (P/A. Penyelesaiannya : = Rp.084.09 EUAC (II) = Rp.000 0.000.000 = 42. 8 %.648. 40) + 3.000. 12) – 5.927.000 5.09 Ada perbedaan sedikit.

000 tiap tahun.20).000.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.Contoh 4.000) (P/F.000.000. 8%.000.500 . Harga sebuah mesin manual Rp.000 + 2.3.000 (PA.850.000.8%.500 .30.000.438.000. nilai akhir Rp 2.000.000.(6.15) + 2. 20) + 6. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.647.2.850.000 dan biaya pemeliharaan Rp.000. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.000.500.000 + 12. 329.000 (A/F.000. 8%.000. Gaji karyawan ditaksir Rp. 5) (P/A.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000. 8% 20) = Rp. umur teknis 10 tahun.000 + 30. 20) + Rp 3. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000.000.6. 8%. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.000. 8%.000. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000 tiap tahun.000.000 + 1. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. 36. Untuk mesin otomatis.000 tiap tahun.000 (P/A.000 + 27. l2.500. harganya Rp 90.000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.500.1. Jika mesin oto matis dipilih.000.000. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6. Rp.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . 8% 20) = Rp 167.000 (P/F.000 (A/F.500.876.000) (P/A. 10) + ( 3.500.8%. 8%. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000.000 (P/F.000 / tah un. 5) (8% 15) – 5.3.000.000 + 13.000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.pa j a k 8 % .

and GJ. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp.800. Fabriky. 1990. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Thuesen. 1981. 36 . Leland and Anthony T. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. apakah asrama seharga Rp 90. Engineering Economy. Eugene L.000 pada tahun-tahun berikutnya. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh.000. WJ. Prentice Hall of India Private Limited. Daftar Pustaka: Blank. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). 1985. Grant Ireson. Mc Graw Hill Book Co. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.Inc. Second Edition. Thuesen. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Singapore.000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12.000.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500.000.65. Engineering Economy.000.000. New Delhi.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen.000. Seventh Edition.000.000. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. and Richard S.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Surabaya.. H. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Fifth Edition. Haryono.000. Singapore. Gant.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10..500. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Leavenworth.000. Principles of Engineering Economy. 1982.. John Wiley and Sons. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% .000 pada tahun-tahun berikutnya.000.16.G. Ekonomi Teknik. W.000.Soa1 – soal : 1..

untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak.BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Internal Rate of Return (IRR). jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. 37 . maka investasi tersebut dapat dilakukan. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.

000 (6. 1%.000 (P/G. 5) – 50.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 + Rp 250.000 200.000 (6.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.682) = -9.83% 13. 1%. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.00 – 250.000 150.000 + Rp 100.605) – 50.Contoh 5.000 100.600 + 9.000 + Rp 200.000 (3.000 250.000 – 250.000 (P/A.000 + Rp 150.000 – 250.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.650 38 .650 − 0 = 10.397) = 13.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 + Rp 50.000 50.000 (3.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.791) – 5.

200. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. Rp.000 .300.200.000 2. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000 6. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.000 6.000 2.000 (P/A. i%.000 .200.200.200.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.000 2.000 6.000. 3.000 .000 6.000 (A/P.Contoh 5.000 2.9.000 .800.000 2.9. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut. dan Rp.100.9.3%.000 . 400. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.400.800.000.9.000 6.400.000 2. 10) + 2. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A . Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.400. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.000. asuransi.9.000 tiap tahun.800.400.000 .200.9.400.15.9. 300.800.000 6. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.800.000.000 NPW = 0 = -15.1.000 .000 2.800. 9.000.800. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000 6.200.000 2.000 6.200.000 2.9. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 . Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.000 tiap tahun. 1.000.000.000 Alternatif B .000.000 .800.000 .400. 10) Atau NAW = 0 = -15.200.000 B–A .400. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.15.300.000.400.800.9.800.800.000 2.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.200. 15.800.200. i%.400.000 + 2. tentukan alternatif mana yang dipilih.9. Karena i = 13.400.000 6.000 6.000.

9%. 2.000 .000 = 15.000 + 300. 3) = 0.000. 1.000 + 300.000.000 + 1.000 Rp.000 + 800.000 + 1.1%. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.200.000 300. i% . diperoleh i = 8.800. 9.000 (P/A.100.000 NPW = 0 = .000 Rp.7% B : -2.000 Rp.100.EUAC (A) EUAC (B) = Rp. 800.000 (P/A.000 300.000 + 400.000 Rp.100. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).Rp.Rp.000 = Rp.000 Rp.000 300. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .100. 800. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.737.7% 40 .800.3) = 0. i% . 1.000 (P/A.000.100. Karena 6.300. 8.000. 2.000 + 300. 1.800. 10) + 3. Contoh 5.800. diperoleh i = 9. 800.000 Rp.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 .000 Jika i (MARR) adalah 5%. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6. i%.000 (A/P.

085.000 (P/F.000.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000.000.000 Rp 88.000 25 tahun Rp 325. 13% 25)+50.000 (P/F.000 (P /A.000.000.000 (P/I'.000.000.000.4 : Misal ada 2 proyek. 25) Untuk i = 12% : . Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250. 25) + 50.250.000.000.000.000 Rp 32..000.000. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000 Rp 40.000.000 Rp 23. 25).500. Contoh 5.000 Rp 100. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. = 13. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000. i%.250. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000 tiap tahun.000 tiap tahun. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h . 50. yaitu proyek X dan Y.000.000.000 Rp 24.000. 12%.000 (P/A.000.000. i%.000+32.000.000.100.000 (P/A.000.000.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32. tentukan alternatif mana yang dipilih. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000.000 41 . 25) = 3.000 Rp 50.000 + 32.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.916. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp. 25) + 50.000 Rp 50.000. 13%.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek. 12%.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000 + 32.000 Untuk i = 13 : . Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000. Untuk proyek X : 0 = .250.000.

000.000.23 % > 11 %. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000.000 (P/F. 0 0 0 tiap tahun. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000 Rp 6.000.000.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p . 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.000.325.000 Karena 12. K a r e n a i t u dipilih proyek X. maka proyek X dapat diterima ( acceptable). 2 5 0 . Untuk proyek Y : 0 = .000 Rp 9. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ). 25) + 50. 70.500. 42 .000 20 tahun Rp 10.000 Rp 120.000 + 36.000 pada alternatif II. i%.000 − 1 1% = 12. Contoh 5. yaitu 3.000.916. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.085.916.23 % 3.000 (P/A.000. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.Diperoleh i = 12 % + 3.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). i%.000 + 13.000 40 tahun Rp 20.4%. 1 .000.

000/tahun - Alternatif II .000 + 40.000 21 – 39 40 9.000 - 7.750. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000 . 40) + 40.000.000 NPW (II – I) = . yaitu a.000 + 1.000.000 + 10. b.000 . d.000. 43 .7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.000 1. i%.750.000 + 10.250.000 (P/F.750.000 + 10.000.000 7.50. 20) + 10.000 + 20.750.750.000.000.000 9. c.000 7.000.7.000/tahun II – I .000 9.000 (P/F.70.t i a p a l t e r n a t i f .000 (P/A.120. i%.000.000 + 1. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000.250.000 1.50. i%. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.250.000.000 9. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.250.000.70.000.000.000 + 1. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya. Hitung rate of return t i a p .000.

125.700 44 .000 Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang .000 Rp. i%. tentukan alternatf mana yang harus dipilih. 400.200 (P/A. diperoleh hasil sebagai berikut. Untuk A : 0 = – 400. i = 8. 100.000 Rp. 500. Penyelesaian.000 Rp. 200. 400.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. i%. i%.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp.900 C Rp. 5).000 + 100.900 (P/A.e. i = 5% D : 0 = – 500.200 D Rp.000 + 27. 400. 500.3% C : 0 = – 200. 27. Contoh 5. i = 12. i%.000 + 125. 27.000 B Rp. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. 46. 125.000 + 46.700 C Rp. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.200 (P/A. 5). 100.700 (P/A. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. 5). Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.3% B : 0 = – 100.200 Keuntungan/tahun Rp. 5).000 B Rp.200 Keuntungan/tahun Rp. Jika i% (MARR) 6%.efisien).000 Rp. 100.

K a r e n a 6 .000 Keuntungan/tahun Rp.300 NPW ( D-A ) = 0 = . 9 % > 6 % maka . 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. 73.300.300 (P/A.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp.9 % . Selanjutnya membandingkan A dengan D. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). 45 . i%. 21. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.000 + 73. 5). sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp.000 Keuntungan/tahun Rp. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. i%.200 NPW (A – B) = 0 = . 100. 300. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6.200 (P/A.000 + 21.100.pilih alternatif D.

000. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000.000.000.000.000. 2.000. Berdasarkan perhitungan tersebut.000 Alternatif II Rp 80. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000 Rp 11.000.000 5 tahun 5.000.000 1.000.850. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 Rp 9.000 Rp 11.000. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 . a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000 A Rp 40. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000.000. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000.000 Rp 16.000 4 tahun Rp 1.000.000 40 tahun Rp 2.Soal-soal : 1.000 Rp 16.000 Rp 10.000.000 Rp 16.400.000.000 Rp 1.000 Rp 14. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 Rp 11.

Daftar Pustaka: Blank. Engineering Economy. 1985. Thuesen.G.. Fabriky.. Leavenworth. Engineering Economy. and Richard S. WJ. New Delhi. and GJ. Mc Graw Hill Book Co. 1982. Grant Ireson. H. Thuesen. Singapore. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%.. Gant. Eugene L. Principles of Engineering Economy. Seventh Edition. Fifth Edition.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . W. 1981.. Singapore. Prentice Hall of India Private Limited.Inc. John Wiley and Sons. Second Edition. maka tentukan mesin y ang dipilih. Leland and Anthony T. 47 .

rumah sakit dan obat-obatan.Tetapi 48 . p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. sedangkan sebaliknya tidak. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Contoh lain. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha.

1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i.6%. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….97 46.5) = = 1.6%.000 B : B/C C : B/C = = = 1. yaitu diperlukan analisis incremental .5) 100. dokter.200( P / A. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. Untuk 3 alternatif atau lebih. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.000 27. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif. 6.06 = C PWcos t 400.17 = 0.000 49 . jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. Contoh 6.700( P / A. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. dokter. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah. : Lihat kembali contoh 5.900( P / A.6%.1. tetapi disini dihitung incremental B/C. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.5) 200.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.

100.200( P / A.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.5) = 1.000 Rp.000 Rp.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .900 D Rp.6%.200 Incremental D–A Rp.700 A Rp.02 100.300( P / A. 100.000 = 1. 400.D : B/C = 125. 100. 50 .000 72.05 Untuk alternatif C karena. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.900 D Rp.5) = 1.000 Rp.5) 200. 0 2 100.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. 500. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.000 Rp. 21. 125.6%.6%.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. Selanjutnya.000 Rp. B Biaya awal Benefit/tahun Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan. 500. 400. 27.300( P / A. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. 100.000 Rp. 125.

: Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000.10.55. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).300.000.000. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 tiap tahun.1.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.000.Contoh 6. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 tiap tahun. Seperti halnya dalan contoh 6.2. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000. sebab data yang tersedia dalam tahunan. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28.000. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.000. 0 0 0 . Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R). 51 .kecilnya banjir yang timbul).000. 0 0 0 .000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.900.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.000.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.

Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.R. B (S . pengendalian polusi dan sebagainya.000 – 55.000 = 1.71 219.000 (A/P.000 (A/P. Misalnya.000 C(D & R– S) = 5300.000 + 10.000.000) – (28. dalam pengembangan sistem senjata. 6%.000.TP ) B/C = = 480.000 = 0. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu. 50) + 40. Contoh 6.000 2900.000. nilai akhir.000.000.000 . 6%.000.50) + 35. 6%.000.000.000 375.000.000 Karena B/C – 0.000.000 .3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.000 (A/P.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000.000.000 = 219.000.50 + 35.000) = 12. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000.105. pengembangan.000 = 2900. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 B/C = 12.000 = 375. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.T P ) C (S .000.000 = 157.08 157.000.000.000 . Cost disini mungkin biaya riset.

732.tersebut.200.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000.000. 15 ) = 272.000.000.000 = 190.000+ 12. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 75.000 PW (B) PW (G) = 160. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000 75% C 190. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000.000 (P/A. Dengan menggunakan MARR 9%.000% B 160.000 160.9% 10) 15.000 (P/F. 99%.000.000 ( P/A .000 190.000 15.000.161. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000.15) = 256.000 + 9. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 12.000 9.000 9.000 + 25.000. 9%.000.000.000. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 12.000.000.000 Dari hasil perhitungan di atas.000. 5) + (P/F. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.000.000. 15) = 264.000 (P/A.000. 9%. 25.000 15.000 25. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%). jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.200.200. tetapi life cycle costnya lebih kecil.9%.723.

Soal – soal : 1.B) = 15 % Dari hasil tersebut. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi.03. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. 60% dengan 72 % dan sebagainya.3 tersebut. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%.429 efisiensi (C . tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Jika life-cycle cost dua alternatif sama.000. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. Dalam contoh 6.08 dan 1.dengan nilai sejumlah uang tertentu. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.429. PW (C B) = 7. maka masalahnya sederhana. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis.2 .000.20 % maka penawaran C yang dipilih. (rubber yard sticks). disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . Dari perhitungan. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. . Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . tetapi dalam beberapa hal berlainan. Demikian sebaliknya.38. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. Misalnya dalam contoh 6.

4. D & R akan mengurangi daerah pertanian. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000.000 dan Rp 90.000 tiap tahun.000.000.000 tiap tahun.000.000. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp. diperlukan biaya awal Rp. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000 dan naik Rp 12.000.000 dan Rp 660. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000.000. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180. 3. Dari soal 1.300.000.000. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000.000.600. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000.000. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. 50. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.000.000.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.400. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. 2.000. Biaya awal untuk P adalah Rp.000 dan untuk lokasi N.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000.000.000. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000 tiap tahun.000.000 dan bertambah Rp 20. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000 dan naik Rp 5. Berikan kesimpulan hasil tersebut. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.880. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas. Gunakan MARR 8 %. 3.000.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. Untuk lokasi M. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.

D . Edisi Pertama. R. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .000. 1995.Inc.N. Mc Graw Hill Book Co. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Daftar Pustaka: Barish.000.. New York. Penerbit Guna Widya.N. 2004. Ekonomi Teknik. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. Surabaya 56 . Pujawan. N.

Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). cost point). Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. biaya minimal. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. 57 . Karena itu f1 (x) = f2(x). Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama.

Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama.4) + 200.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.Contoh 7. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).000) (A/P.000 (A/P.000 (0.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.000. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.400. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.10%.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.400. 10%. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. Gunakan i (MARR)10 % tahun. 120. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . 174.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.000.000 – 200. 550. 4) = Rp.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .10) = 399.

Maka TCB = CRB + Ht. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis.000 + 120.HBt = 399. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan. 292.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.000 − (399.000 59 .37) = Rp. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.84) – 174 – 100 (1.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.000 + 100 (0. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .t = jumlah jam operasi tiap tahun.000 + 120. Gambar 7.

000a (0. Contoh 7.08) + 4. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.250. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 Rp 2. 8%.000 Rp 1. 8%. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000 3.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.600. Setelah melakukan penelitian yang mendalam. 20) + 35.250.000a + 6.000 Rp 5. 60 .000 Rp 1.08) + 6.000 = 2. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000 - Baja 29.000 TC (kayu) = 35. 20) + 29.000.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.01) (0.99) (A/P.440a + 8.500.968) (A/P.000 = 3.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000 = 2.000 Rp Rp 5. Dalam contoh sebelumnya. 20) + 8. 8%.000a (0.558.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.000 Rp 3.000 a (A/P.400.934.000.032) ( 0.000a (0.000a (0.000 = 29.000. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif. steel (baja) dan frame (kayu).500.250.000.500.000a + 4.

adalah membangun dengan konstruksi baja.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis.000.000 15.000. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.Biaya kayu baja 25. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 . A.000. yang ekonomis adalah konstruksi beton. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya.000 beton 20. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.

20) + 500 (539. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. 6%. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. biaya investasi akan bertambah juga. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.940 62 . biaya instalasi Rp 160. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station.6) A (A/P.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i .B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. dan pemeliharaan diabaikan.001 1435 ohm.6) A (0.0011435 258. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . pajak insurance.000 + (600 – 500) (539.40)(12)( A)(555) 539. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. umur teknis ditaksir 20 tahun.06) = 20.890 A + 13.

890 – 258.510 4 5 6 97.490 =0 A 258.720 129.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.940 A 258. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.610 86.890 A + = 20.280 64.120 185.490 + 13.750 43. 090 Biaya Investasi 129.090 162.140 182.52 inci2 20.400 TC 185.160 170.490 = 3.370 3 76.390 139.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.500 118.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin). Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.760 162.680 51.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.

000 tiap hari.350. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.000. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.030. 130. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.680.000 6. dibandingkan menyewa? 64 . Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000 3. Soal – soal 1.000. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan.000 tiap tahun secara kontrak.000 6.000.000 3.850.30. 7.240. dan biaya pemeliharaan Rp.000. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. 3.710.000 tiap hari. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.960. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .000 1. 5.000 8.610.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.220.000 2.000 4. 4.960.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. 50. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu.000 860.000 5.000 3. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis. tiga atau empat evaporator. maka berapa hari tiap tahun. dua.560.190.

Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. Ekonomi Teknik. Jika suku bunga 10 % tiap tahun.300. Pujawan. dan mesin gas ekonomis. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. Harga mesin ga s olin Rp.000. biaya pengoperasian Rp.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp.000.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. diesel atau gas hidrokarbon. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. Penerbit Guna Widya. N. 150. 4. 3. 0. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. 300. Daftar Pustaka: Barish. biaya pemeliharaan R p . 2. Haryono.500. dan memerlukan biaya Rp.000.aya buruh Rp. mesin diesel ekonomis. Bi. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. 240. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun.N. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. Surabaya 65 .800. 3.Inc. untuk buldozer yang ia beli. New York. 3. Ekonomi Teknik.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . 1990. Harga mes in diesel Rp.000 tiap tahun. Edisi Pertama. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp.. sehingga dapat diabaikan. 150. dan memerlukan biaya Rp 2.N. biay a pemelihaan Rp.000 tiap tahun.000 tiap tahun.000 tiap tahun. Surabaya. 200. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.000. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 2004. 1995.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.000. 2. 315.000. Mc Graw Hill Book Co.2.

terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Yang pertama. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. 2. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut.sederhana sebagai beriku t : 66 . sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. yaitu: 1. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. sehingga berkaitan dengan p a j ak.

Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama.000. 67 Sum of Years digits . 2. Dengan menggunakan mesin tersebut. Untuk menghitung depresiasi.000.000 tiap komponen. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.000 tiap tahun. upah kar yawan. 2. ada 3 komponen utama yang digunakan.000 untuk menunjang proses produksinya. pemeliharaan. dan depreciation accounting (SOYD).000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. 8. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.000 = Rp.000. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp.000 sebagai penghapusan modal.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. 2. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.5. 5. dan nilai akhir (S). Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.000. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp.500.000. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . umur teknis (n) . 7. 5. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000 tiap tahun. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . 15. 4. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum.500. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .500 2. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. 2.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

000.711. 8.000 SOYD 4.000 1. n) (F/A.015.000. i. i.400 6.. i..901.793.580 2.403. 10. n) + i (P-S) (A/F.670 8.000 6.596.600 1.000. n) (F/A. i%. t-1) ………………………….000 Declining balance 2.060 3.692.490 999.000. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.7.000. i.000 6% sinking fund Straight line 8.015.000 71 .t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10.000.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F. 10. n) (F/P.917. Nilai buku asset Rp.000 4.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.390 1. i . t) ……………………….000. BVt = P-(P-F) (A/F. i%.1. 8.8.940 1.

000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.000 n 8 72 . b.000 = = 4. e. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.Contoh : 8. Sebelum pajak NPW = 0 = . Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. g. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). b. d. 8.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.36. f.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. h. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. 36.3 %. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.000 (P/A. Penyelesainnya : a. i.000. i %. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.000 + 8.000.900.500. Dt = P − S 36. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.900.000. c. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.

000.000 + 8.900.000 6.900. D8 = 1. D5 = 4.000.000.000. D4 = 5.000 6. D3 = 6.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 6.000 2112.500.000 + 8.000.000 6.000 4.000 + 8.900. D7 = 2.000 4.000 + 8.000 (P/A.36.000.500.000 4.000.000 6.000.738 .000 8(8 + 1) c).738 .000.000 4.000 2112.000 4.000 + 8.900.400.000 2112.000 4.000 NPW = 0 = . Dt = (P-S) D1 = 36.000 4.000 4.738 .000.000 4.778.000 + 8.738 .400.400.400.000 2112.900. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.738 .500. i %.000 6.900.000.000 + 8.000.000 2112.000 6.000 + 6.000.500.400. D6 = 3.400.400.000.500.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 2112.000.000 + 8.500.000. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10. 73 .000 D2 = 7.000 4.000 4.000.000 4.900.000.000 4.738 .2 %.400.500.900.000 2112.738 .738 .500.000 4.000 6.000 4.000 2112.000.000 4.

382.792.000 6.000 4.000 4.900.000.900.588.000.900.900.000 + 8.000 1.2 % 74 .000 7.000.000 + 8.000 7.000 1. i %.000 3.000.000.508.000.000 (P/A.900.000 7.000 8.000 2.900.000.000 2.000 2.000.000 (P/G.000 8. i %.000.900.000.068.000 1.000 36.000 8.548.000 5.000 8.872.000 2.468.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 6.468.000 7.000 912.000 8.000 5.900.000 6.000 3.000 5.832.000 6.000 - - 900.028.900.312.900.000 3. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 8.900. 8) – 480.900.000 7.900.000.000 NPW = 0 = .000 (B) (C = A + B) (D = -0.48 C) (E = A + D) - 8.36.000 1.000 3.000 8.988.900.000 5.392.000 - - 432.108.

842.000 5.032.000 -100.000 8.052.000 3.900. yaitu : Dt = (11.000) = 9.900.000 6.1.000.000 48.000 - B C D E .848.000 8.000.000.500 BV3 = 36.062.36.000 NPW = 0 = .000 5.000 (1-0.000.2.500 3.000 BV4 = 36.000) (P/F.995.25)3 = 15.000 5.25 BV3 = 3.000 2.36.900.905.000 (1.2.900.625. 8. BV0 = 36.000.052.000 + 5.000 .000.900.837.900.25)4 = 11.000 8.995.25) = 27. i %.995.000.000 d3 = 0.000 2. untuk t = 5.905. i %.905.000 6.451. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.900.000 8. 7.750.000 2150.390.390.000 6.052.000 5.750.797.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.995.000.25 (36.055.000 (1-0.000 2.000) = 6.000.000 7.000 .d). 8) + CFt – 5.250.000 6. 6.000 .000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000.000 .000 7.000.000 8.000 8.500 − 0) = 2.848.000 (1-0.1.000. D2 = dr BV1 = 0.848.449.103.948.900.000.000.2.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000.0.000 8.848.848.995.000 5.905.000 .25 (27.868.000 8.000 (P/A. dr = 2 = 0.995.25)2 = 20.2.2. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 6.000 2.000 6.000 8.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36. D1 = dr BV0 = 0.25 BV2 = 50.000 .500 D4 = 0.000 .000 .797.000 9.187.1 % 75 .500 5.052.

900.000 7.000 8.000 .000.36.000) = 3.000 8.000.000 + 8.028.628.798.000 (P/G.000.000.900.588.000 8.000 4.600.000 1.32.900.000 8.988.000 (P/A.000 900.000 2.000 7.000 8.4.720.000 .000 ITC = 10 % (36.352.000 5.900.900.900.000 5.000 8.000 8.900.000 7. Tahun 0 1 2 3 A .900.000 2.392.000.6 %.000 8.4.000 8.000 8.900.628.36.000.000 E 32.827.508.000 NPW = 0 = .000 8.000 4.000 3.000.900.000 1.900.900.272.900.000 6.468.548.000. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.900.468.000 5. n) – 480.000 B C D 17.280.900.000 912.000 0 0 0 8.18. f).000 7. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.000 3.000 2.000 3.000 2.000 E .000 3.e).068.000 76 .4.000.000 1.272.000.000 1.900.272.000 6.000 8.000 .000 8.000 6.000 4.000 4.000.000 6.900.600.832.628.000 432.000 5. i %.108. i %.000.000 8.000.900.312.000 B C D 3.000 8.000 4.000 7.900.

4.900.000 8.900.000.000 4.643.900.650.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 .32.000 8.000 .1.340.000) = 7.900.000 8.650.000 8.000 Kelima = 0.000 .000 Kedua = 0.000 -7.628.000 8.000) = 7. Tahun 0 1 2 A .000 B C D 3.340.272.500.000 980.816.560.000 1.628.900.000 .000 .900.900.7 % h).272.340.000 .000 .000 8.000 .000 -7.400.000 8.4.000 7.900.700.000 0 0 0 0 0 8.628.900.200.4.000 E .000 .000 4.000 Ketiga = 0.000 Keempat = 0.560.628.470.000 4.900.4.220.000 -5.000.000 8.000 .900.4.000 B C D 3.000 8.900.650.900.600.628.36.628.000 NPW = 0 = .000 1.084.000) = 17.000 8.000 8.000 77 .000 0 0 0 3.560.000 4.628.000 + 4.000 .15 (36.272.000 1.000 8.000.900.272.600.000.900.000 8.000 8.272.21 (36.900.643.000 8.000.400.900.000) = 7.000.272.000 .3 %.000 8. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.000 1.22 (36.272. g).000 8.000 8.900.280.920.000 4.000 1.272.000 8.48 (-36.000 8.272.400.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.4 5 6 7 8 8.000 4.000 Besar pajak investasi = .000 (P/A.200.900.4.643.0.18.000 8.430.4.000 8.000 4.000 -7.000 -7.628.000 -7.000 8.700.000 8.680.920.000.000) = 7.000) = 5.000 8.36. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .272.084.400.000 -7.000 8.000 8.628.720.900.000 4.32.816.21 (36.900.000 .4.000.000 .21 (36.900.000 .272. i %.000 E .900.

140.000.200.000 -7.900.272.640.000 Tahun kelima = 8 % (36.36.000 .000.775.000 .000) = 2.020.000 4.000.900.900.4.1. 78 .628.000 4.000 1.000 -2.700.000 .200.000 8.000.200.900.700. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .4.000 1.000 8.000.000 Tahun kedua = 32 % (36.000 0 0 0 1.000 0 0 0 1. apendik) adalah 20 % (36.628.700.000 -7.000 Tahun keempat = 16 % (36.32.900.000 .900.000 4.000 8.000 8.000 .000 Tahun ketiga = 24 % (36.000 .000 8.272.000 260.000 -11.4.628.900.000 -7.272.000 .000.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000 10.000.000 8.900.000 4.000 8.000 .900.000 E .158.880.000 8.890. Contoh 8.000 8. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.000 .900.000 8.2.084.000) = 8.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.000 8.084. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.000.6 %.200.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.393.4.000 3.900.258.628.5. 180.000 8.000) = 7.507.760.000) = 7.3 4 5 6 7 8 8.010.125.900.272.000 6.640.816.816.000..900.628.000 8.628.000 .900.000 .000 8.000 .4.000 7.000.000 8. i).000) = 5.272.000 4.000 8.000 1.600.000.520.000 6.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.520.2.000.000 8.880.9 %.900.816.000 8.000 8.816.084.000 4.000 .000 .900.000.084.900.700.000 8.000) = 11.000 .000 8.8.900.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.900.760.900.272.000 -7.200.200.000 8.000 8.400. 36.000 .000 B C D 3. 30.4.620.

9 %.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000.000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8. sebelum pajak pendapatan.000 (P/A. Penyelesaian : a).000.920.000 -15.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp. NPW = 0 = .000.000.48 (30.000. 10) + 30.000. 79 .000 − 30. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000 25. i %.000.000.000. i %. 8.000 21.000.000 – 0) = 14.000.000K.000 − 0) ) t = 180.000 10 A -180.000 + 36.000.000. i %.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. i %.000 .080.000.000 30.000.000. 30.000 .000 − 0 = 45.000 − 30. c).10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000 (P/F.000 (P/F.000.000 P−S ) t = 180.000.000 + 25.000 30.180. 10) + 30. c). Dt = 180.000 (P/A. sehingga tak ada pajak pendapatan.000 .000 B C D E -180.400.000.000 = 15. NPW = 0 = .000.000 36. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).920.000.000 4 P−S (180.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000.2 % b).180.000 180. b). setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000.000 -10. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.

10 = 30. i %.750. i %.000 18. 8.000 .000.000.15.400.000 − 30.000 0 36.000 4. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000.000 .000 18.000 .180.000.000.000 B C D E .Tahun 0 1 – 10 5 .000.180.000.000.000 -45.000 K - Nilai akhir = Rp.000.5 %.000 30.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .920.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.560.320.000 10. Contoh 8.000 (P/F.22.000 B C D E -180.000 (P/A.180.10 10 A -180.000.000 (P/A.180.080 .000 .000) . 4) + 18.000.000.000.000 + 40.000.48 (22.000 + 25.000 .6% d).250.560 . i %.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.000.000 -14.000 . 6) (P/F.920.000.000 21. i %.000 .10. i %.000 .000 8.000 36.600.600.000 (P/F.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000 = . Dt = 180.000.000 10 (180.000 NPW = 0 = .560.000 15.000 NPW = 0 = .000 = 15.000. i %.750. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 – 30.320.000 36.000 -17.000 25.000 − 30.000. 4) + 15.22.000.000.000 10 BV = 180.000) = 10.320.000 (P/A.000.560.9. 10) + 18.000 36.000.000 .000 40.

000 .300.000 (P/A.000 14.000 B 250.000 117.900 .000 65.000 40.000 C 350. 20) i = 6.000 (P/A. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000.100.200.800.000 -16.000 B -250.000.000 101.600.500.000 45.000 52.000 17.000 .000 51.800.000.600. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .400.000 24.000.800. Berdasarkan data di atas.000 24.200.000.Biaya peralatan investasi A 200.000 . 32.000 D -500.000 -21.500 .000 50.000 27.700.000 .000 + 17.400 .7.800 .200.000 32. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 34.400.000 . i %.000 60.600.100 .000.000 -20.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.000 .000 65.400. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.400.000 20.5 % 81 .000 22.000 51. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 C -350.800 .0.000.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol. i %. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 20. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 -17.200.200 .25.000 D 500. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000.000.300 .000 33.000 -10.000 + 22.000 NPW (A) = 0 = .700 .500.000 .100.000 -10.400.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.500 .200 .

000 NPW (D – C) = 0 – 150.Safety (keselamatan) .C dan D seperti sebelumnya.200.000 11.000. 20). C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.5 % NPW (D) = 0 = -500.700. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000 + 34.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.200.000.300.000 (P/A. i %. Diperoleh i= 3.000 (P/A. i %.000. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000 + 10. sehingga dipilih alternatif C.600.000.000.000 + 45. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.000 34. i %. Soal-soal: 82 .000 C-B -100.000 C -350. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.300.Pemasaran (marketing) . misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.dan sebagainya. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. 20) i = 6.700.100.000.000 10.000.000 45. i %.300.000 22.NPW (C) = 0 = -350.9 % < 6 %.900. Jadi tinggal membandingkan alternatif B . 20) i = 7.000.000 34.000 D -500.000 + 11. .000.000 NPW (C – B) = 0 = . karena itu dipilih alternatif C.000 C-D -150.000. 20).900.000 (P/A.000 (P/A.

(metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal).000. 2. Dengan menggunakan metode “average book”.000. Rp.000. b. Rp.000. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000.000. 3. Metode depresiasi double declining balance. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Harga notebook tersebut Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya. 3. Metode depresiasi SOYD. 9.4. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. memberikan pendekatan yang cukup baik. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku).000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. Metode depresiasi sinking fund 6 %. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000 pada tahun pertama.000 pada tahun kedua naik Rp.25. d. jika digunakan : a.000. d.000 pada tahun pertama. c. 20.1. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Pada tahun 2003.000. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.000. Metode depresiasi straight line. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. c.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. 78.000. hitung rate of return tiap peralatan. Untuk tujuan pepajakan.000 pada tahun-tahun berikutnya. 12. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Dengan 83 . 3.300. 16. 17. a.50. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.000. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. b. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp.000 untuk selama 2 tahun.

menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. John Wiley and Sons. Singapore. Singapore. Fabriky. Gant. Principles of Engineering Economy. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut.. Mc Graw Hill Book Co. W. Leavenworth. Daftar Pustaka: Blank.Inc. Thuesen. WJ.. Engineering Economy. 1990.G. 1982. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 1981. and Richard S. Ekonomi Teknik. Surabaya. 1985. Seventh Edition. Grant Ireson. 84 .. Second Edition. Leland and Anthony T. H. Eugene L. Engineering Economy.. Prentice Hall of India Private Limited. Haryono. Thuesen. New Delhi. and GJ. Fifth Edition.

Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U.S.000. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 .000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. 10.87 %. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya.A. Contoh 9.

000 500.400 116.200 170.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000.000 500.000 500.300 121.000.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 500.000 500.500.000 500. 7.000 349.000 399.300 125.000 272. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000.000 104.000 500.000 425.000 500.000 371.000 Laju inflasi (CPI) 92.100 147.000 288.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 238.000 478. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.700 161.200 109.000 500.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 500. 500. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 500.500 97.000 = Rp. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 10. pada kolom 4.000 pada tahun 1995. 86 .000 383.500 195.000 500.000 500. 399.000 256.000 468.000 492. Setelah 116.900 94.000 314.900 ) Rp.500 181.000 500.000 446.300 133.500.338.200 100.

000. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.333. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.tahun kedua diberi indeks 105.35.40. 133.85% c. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp. 40. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%.Contoh 9. Rp. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. yaitu obligasi yang berharga Rp. i%. Contoh 9. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.000 x 5 x 100/150 = Rp.000 (P/A .000. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. i% .000 – 1.500. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.000. 87 . Pertanyaan: a.000.500.35. NPW = 0 = .000.000. 1.333. 70. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000.000000.330 (P/F . 10) + 133.330 b. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp.000 tiap Ha. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.35. Pertanyaan : a. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.000.

n) 150 n = 1 1 + 0.000 -81. e.000 5.000 d.500.000 + 4. n) n =1 10 88 .000.500.000 5.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 + 3.600 + 4.000 5.500. c. i %.000 6.500.500.648.000 + 4.980.000 -1. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.000 -1.807.500.000 -1.000 + 2.600. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .000 + 46.000 (P/F.000 + 4.166.000 -1.000 + 70. Hitung rate of return dari a).666.000 -1.862.000 + 133.000.666. 10) x b. 100 10 5.362.000 + 5.000 -1.35. c. Berdasarkan tabel c). tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut. i %.590.000.333.000 5.000 5.500.480.000 + 5.000 + 4.370. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.090.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35. d.500.000.000 -1.500.000.433.500.333.000 6.b.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 -1. i%.869. Penyelesaian : a.000 6.000 + 4.369.833.000 +∑ ( P / F .500.148.733.330 - Obligasi 35.000 -1.000 -1. NPW = 0 = .

32. 300. 27. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. Komisi penjualan sebesar Rp. 74 %. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.8 %) d.000 tiap tahun.300.e.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.300.700. 89 . Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.000.1%) b. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang.000.000. 110. Berdasarkan data diatas : a.000. Selama 10 tahun tersebut.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. b.000.9%) c. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. 1.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.000. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7.000 pada tahun kedua. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. dan bertambah Rp. a. 200. Rp.000. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12.000 pada tahun-tahun berikutnya. Soal-soal : 1. 2.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 320. 5.000. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.000. 20. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.000 pada tahun pertama.000. 100. 26.3 %) c. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.74 %. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.

12)10 = Rp. 25.000. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.000. Selain pajak pendapatan (income taxes). 3.000. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000.000 (1. 3.110. Jika tanah tersebut dibeli.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. 3. 346. ada pajak kekayaan sebesar Rp. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.000.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. 90 . Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak. 110. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp.000.100. a.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. 3.000 (1.461. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. b.110.000) dikenai pajak sebesar 49%. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.110. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000 tiap tahun. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.000.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.000.

N.N. Surabaya. Ekonomi Teknik.Daftar Pustaka: Barish. 2004. New York. Penerbit Guna Widya. 1990. Surabaya 91 . Edisi Pertama. Ekonomi Teknik. N. Mc Graw Hill Book Co. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Haryono.Inc. Pujawan.. 1995.

baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Untuk suatu variabel random x : a. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu.

Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.5) = 0. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) (0.b.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. (B1 M2). B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang.5) = 0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) (0.5) (0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.25 93 .5) + (0.5) = 0.5) (0. (M1 B2). B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. bila Y kontinyu Contoh 10. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2.

100. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.50) + 22 (0. Contoh 10. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. 100 (0.5) + 12 (0. 94 .25) + 1 (0.-.Rp.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.1.. 40 (0.50) + 2 (0.25) = Rp.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.25 0. expected annual equivalents.25) – 1 = 0.2 : Dari contoh 10.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp.50) + Rp. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.25) + Rp. 80. 80(0.50 0. 40.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai..-. 15.5 Contoh 10.

04 1/50 = 0. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000) + (0. 150.000. 15) + 0.000. 0 Rp.000.000 Rp.000 dan seterusnya.000 Rp.000.02) (300.000) = Rp. 300.000. 100.02 Rp.04 (200. 550.000 Rp.000. 150. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000 Rp.000.000.000) + (0.000.000.000.000.16 3/50 = 0.000.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50. 100. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis. 100.000.24 8/50 = 0. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.48 12/50 = 0. 450.682.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000 Rp. 400.000.000) + 0. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul. 210.06)(15. 0 Rp.16(100.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000. 12 %. 53.06 2/50 = 0.000 Rp. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul. 200.000 (A/P. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000 Rp.000 Rp.000 Rp.000 95 .000. 330.

02 (150.000 (A/P. Dalam dunia bisnis.000) = 68. 15) + 0.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210.02 (200. 46.480.000 (A/P. c.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini.04 (100.000.000 (A/P.000) + 0.04 (100. 55.751. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya. b. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450. 12%.000) + 0. 80. 12%.000. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik.000. 15) + 0. Contoh 10.000.02 (100.000. 12%. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.000) + 0. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000. sedang atau jelek. 15) = Rp. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.04 (150.828. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).000.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.000) = Rp.000) = Rp.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.069. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000. yang dapat 96 .000 (A/P.000. 15) + 0.000. 12%.000.

000 + 15.5) 145.000.000.000.000.000 10.000 – 41.000.000.000.000 – 12.000.000.000 Rp.15 Tidak ada perluasan Rp.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000.000 140.000 108. 145.000 (P/F.5) 10.000. 12. 140.000.000 110. 10.000 Rp.5) = = = = = = 128.000. 10.000 – 41.028. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis. 115.25 0.15) Baik (0.000.000.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000 15. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000 120.000 Rp. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.20%.000.000.000 97 .15) Baik (0.000.20%.000 + 15.000.000 Rp.000 + 15.000 190. 100.000.000.000. 190.15) 115.000 – 12.000 .60) Buruk (0.000 Rp. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000.000 Perluasan Kecil Rp.20%.000 (P/F.24. 15.000.000.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 Rp.000 – 41.028.000 155.000.000.25) Perluasan besar Sedang (0.000 3.972.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000 (P/F.60 0.000.000 – 12.000.60) Buruk (0.000 100.000.000 Perluasn besar Rp.000. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp. 120.60) Buruk (0.000 dengan nilai akhir Rp 15.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.000.000 pada akhir tahun ke–5.

000) + 0.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0. 2.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi. 90.15 (24.15 (10.028. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.101.000.028. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000.n.000 (υ(θ21)) 110.000) + 0.000) + 0.000(υ(θ22)) 110.000.000. = probabilitas dari Sj.972.25 (115.000.60 (108. Formulasi matriks contoh 10.000) + 0.000.000) = Rp.000.000.000) = Rp.000.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.028.250.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000(υ(θ23)) -24.250.000.028.25 (128.60 (100.000 (υ(θ11)) 128.000) + 0.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .972.60 (110.000.25 (115. contoh 10.000) = Rp. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj. ………….000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000(υ(θ12)) 108.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.1 98 . ……n.000(υ(θ13)) 3. 2. 97. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.15 (3.000) + 0. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas. I = 1.000. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).

972.000 ( 0. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.000 ( 0.000 ( 0.000. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. 200.000 = 128. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.250. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000. 150. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek.000 ( 0.000K tiap tahun.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.60 ) + 3. 150. 150.000 Soal-soal: 1.000 ( 0. 100.000.15 ) = 101.7.000K.000 ( 0.60 ) + 10.15 ) = 97.028. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000 = 155.000 ( 0.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik. 2.25 )+ 100. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.15 ) = 90.250.000 ( 0. 99 . Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. 350.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.25 )+108.000K tiap tahun. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.000.60 ) + 24. pajak pendapatan 50%. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.028. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.028.000.000 ( 0.25 )+110.000K.

600.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.000 8.000 80. P(S3) = 0. Berdasarkan data diatas.000. N.000 3.000. New York.Inc.500.000 15. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.000 10.N. Pujawan. Edisi Pertama.3. Andaikan juga P(S1) = 0.200.000 12. P(S2) = 0. tanpa dikenai pajak.200. Ekonomi Teknik. Penerbit Guna Widya. Daftar Pustaka: Barish.600.000 S1 18. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 22.N.. 1995.000.000.000 2000.2000.000 25.000.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 Modal Kerja 10. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya 100 .2.5.000.000. 2004. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.000 S3 14.000.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.000 30.

meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . Ongkos penggunaan modal (capital) a. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Misal: biaya bahan baku. mengukur. b. Misal: biaya tanah. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. a.

Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.

hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. 103 .jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut.

dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Titik yang dinyatakan variabel output. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. banyaknya penjualan dan sebagainya. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. lama operasi. dan sebagainya. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . misal: volume produksi. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. Jumlah semua pendapatan. ongkos tenaga kerja langsung. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. misalnya ongkos bahan baku.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->