BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).000.. Contoh 1. 61. suku bunga tiap tahun r. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. 30. 6 bulan. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal. 4 . jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .015)3 – 1 = 0.015)1 – 1 = 0.000.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. 15.: i = (1 + 0.000.: i = (1 + 0.061 atau Rp. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.- Di samping kedua suku bunga tersebut. 46. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan. 9 bulan dan 1 tahun.000.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.015 atau Rp.015)2 – 1 = 0.046 atau Rp. Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan.000. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu.000.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.: i = (1 + 0.03 atau Rp. 1.015)4 – 1 = 0.

1.964.000.000 605.000.10 (500.500 pada tiga tahun mendatang.000 + 0. Contoh 1. nilai Rp. 2.000 + 1.. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.000 + 800 + 800 + 800 B .500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.309.309.09) = 1.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.000 500.10 (550.100 + 1. 5. 500.000 + 0.100 5 . 5. 500.000 sekarang berbeda dengan Rp. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.Rp..100 + 1. uang Rp.000 550.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.000) = 665. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.Rp.000.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp. 2.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. 665.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .800. 1.000.964.000 e 3 (0.000) = 605.000 tiga tahun mendatang.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.10 (605.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.000 + 0.000. Contoh 1.000) = 550.Contoh 1.

. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). Penerbit Guna Widya. 1990. Edisi Pertama. N. 0. Haryono. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Soal-soal : 1. 12 % tiap kuartal c).N.Inc. Ekonomi Teknik. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. 12 % tiap bulan 2.N. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Pujawan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 1995. Surabaya 6 . Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun.1 % tiap hari b). Surabaya. 2004.1 %/hari secara kontinyu. Ekonomi Teknik.Investasi B lebih besar dari A. 12 % tiap enam bulan b). New York. Daftar Pustaka: Barish. 0. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. Mc Graw Hill Book Co. 3.

... 1.. F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. Pembayaran Tunggal.... n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P . yang nilai-nilainya telah ditabelkan.BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P...... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun.. 7 .1 (F/P .. i% ... Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. i% ... n)...2.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P..

n = F (P/F.791. Pembayaran Seri Merata 1.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.000.791.000 (0.000.1. 10 %.Secara Grafis : P = 1.000.791. i = 0.000.000(1.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.i %.10)3 = 1.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. uang Rp.000. 6 %.000.000 (F/P. 1.000. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .331. 1.n disebut faktor jumlah sekarang.i %.. Contoh 2. 1.5584) = Rp.1 : P ekuivalen dengan F.Contoh 2. 3) = 1.000. 1. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.000 (1 + 0.n) ………………………2.3310) = Rp.000.000.2 (P/F.000 F = 1.000. 2.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1. F = Rp..1) Dari rumus 2. 10) = 1.000.000.- B.000 . 1.331.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000. 1.000. P = F (1 +i).331.000 0 1 2 3 n Gambar 2.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp. n) = (1 + i). Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.10 F = 1.P = F (P/F. 1.

n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.n) ………………………2.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.i %.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + …………. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.3 F(A/F. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).i %..

3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.000. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut.Contoh 2.240.i %. n = 40. i = 1½ % A = F(A/F.000. 2.000 tiap 3 bulan.. 10. n) ………………………………2. Pemyelesaian : F = Rp.000. i %. 10 . i %.000 .000. 6.000.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan.dengan uang muka Rp.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.000. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P..200. 184.40) = 184.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.1 dan 2. n) = 10. 1. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2.000 (A/F. 1 ½ .. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan. 10.4 (A/P.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.

06. 563.960.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.200 P = A (P/A. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.000 = 4. i %.11 . Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). agar tiap tahun dapat diambil Rp.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.3.000 (F/A.000 (0. 5) = Rp. Penyelesaian : i = 0. n = 7 . Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.2. 48 ) = 4.960. i %. i %. 130. i = 1 % / bulan A = P (A/P. i %. n) i F = A (F/A. n) ……………………………………….6 i (i + 1) (P/A.2.Penyelesaian: P = 6. 6 %. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.450 3.5 (F/A.dengan suku bunga 6% / tahun . 179. i %.000. 100. A = Rp. n) = 100.4.200 (5. 6 %. i %.. 7) = 179.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000.200..700. Dari rumus 1.240.000 – 1.960.000 F = A(F/A.000 N = 48 bulan. 130.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.- 4.000. n) = 4.000 (A/P.582) = Rp. Penyelesaian : A = Rp.0263) = Rp. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. 100. n) ……………………. i %.000. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. i %.179. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. 1.200.

000.. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.-. + (1+i)2 + (1+i) .. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.-..umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.000.. 1.500. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 . Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .200. 1.900. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak. asuransi.-....000.. pada tahun kedua Rp.tiap tahun. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.1.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.000.000. 200. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. gaji karyawan.C. demikian seterusnya naik Rp. pada tahun ketiga Rp. 6.4.000.000.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….700.

155.657. i %. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang.000 (19. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.untuk selama 7 tahun.. dan naik tiap tahun Rp.000 (P/G.200.000. (2). i %. 6 %. i %. n) (P/G. i %.000 (P/A.000 (6. i %.200.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. i %. 8) = 155.000 190.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. 1. n) (A/G. n) = (A/G.-.- 13 .(1). Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun.000.657. 35. n) (P/A.210) + 35. 8) + 35.842) = Rp.000 225. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.000 0 1 2 3 8 P = 155. 6 %. Contoh 2. 1. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. Penyelesaian: P 400.000 155.

1.4810) = 572.200. 5 %.1.000. 5 %.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.200. 5 %.706.000.200.1.200.500. 5) (P/A.000 .000 pada tahun ke 5.700 P3 = F3 (P/F. n3 = 15. 1.200. 2.000 (0.000. 20) = 1.200.200. dan 4 tahun kemudian Rp. F2 = 1.000 1.300 ( perbedaan kecil timbul. 1.000 pada tahun ke 15 dan Rp. 2. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.200.000 (0.000 (0. 2.000 1. n2 = 10.462) P = Rp.000 0 5 10 15 20 n1 = 5. Contoh 2. 5 %.05 P1 = F1 (P/F.000.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. 1.000 F3 = 1.000 1.000 pada tahun ke 10. i = 0.3769) = 452. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.200. agar dapat disediakan Rp. sebab adanya pembulatan).400 Cara langsung.000 (0. 2 tahun kemudian Rp.000 (0.7835) = 940.706. 15) = 1. 10) = 1.200.200 P4 = F4 (P/F. Rp. F1 = 1. Rp.200.200.200 P2 = F2 (P/F. n4 = 20. F4 = 1.000.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. 5) = 1. 5%. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.000.200.200.000.Contoh 2. 20) = 1. 5 %.18097) (12.200.200.200. 14 .6139) = 736.

15) = = 0.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.14862 − 0. i %.11 + 0.681.11) = 0.12 − 0.000 A = ( A / P.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.- Contoh 2.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.000.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.5869) = 8.1589) + 1.000 A = P(A/P.000. 6) = 2. A = 7. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).000. 11 %.000. 8 %.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.000. Contoh 2.10 : Suatu investasi Rp. P = 50.1 %.000 (2.000 P3 = 1. 10) + P2 (P/F. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.000..000. 15) = 0. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.000. profitability index (PI). 12 %. 8 %.14682 i = 0. n3 = 6.000. 15) = 0.000.1400 − 0. i %.P1 = 2.000 (1. 100.dengan suku bunga 7%/tahun. 7.13907 (0. 8 %. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000 P2 = 1. 50.111 0.000. 8) + P3 (P/F.500.8509) + 1. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . 15) Î 7.000.500.1400 50.000.000.13907 Jadi i kira-kira 11.681.13907 i = 12 % Î (A/P.000 (1. n2 = 8. 8.

538.612. 10) = 1.000 (A/F. 60) = 4.000.538) = 7. 85.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.009.000 .000 (A/P.000 (0.Rp. 3 ½ %. 40) = 85.009. 3 ½ %. n) = 100.000.538.000. i %. 255.612. 5 ½.000. 1. 8) = 7. 100.000 (7.388.538.yang sama. 8) = 7.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp.03392) = 255. mulai 1 Januari 2006.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.000 (P/A. jika suku bunga 11% / tahun. 14.000. 16 . P = 100.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P.690 Jadi harus didepositokan Rp.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.000.000 selama 5 tahun.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.000 Contoh 2. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).200 = Rp. 5 1/2 .000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A. 5 ½ .

000 pada tahun ke 15.000 5.000.000.75.01) = 7. 15) = 4.000 17 . Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut. 100. 8%. 5.000.000.000.965.000.000 Grafik beli sewa : 75.260. 7%. Jika dibeli.000.000 + 5.000 5.000.000.000 Rp. 14) + 100.000 i = 7% + 4. harganya Rp. Jika disewa ongkosnya Rp. 80.000 Rp.000.000 (P/F.Contoh 2.000.000 − 0 (0.000 (P/A.000 (P/A. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000. 100.000 (P/A.75.000.000. 14) + 100. i %. 14) + 100.965.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun. 8%.000.000.000.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 (P/F.000. 15)= -2.75.000.69% 4. 7 %.000. i %.000. 80.000 Sewa Rp. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp. 5.000 tiap awal tahun.000.-.260.000 + 5.000 + 5. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.965.000 (P/F.000 5. 5.000 100.000 + 2.000 i = 8 % : .000 5.

650 i = 12% ______ 595.000.000 + 95.000 − 250.67% 545.000 Rp.7%. i %.000 ( A / F . 50.000.000 Rp.15) + 5.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5. 595.397) = −13.000 Rp.400 i = 7% + 545.000 ( A / P.000.000 P1 P11 = 250.400 + 263.000 100.5) − 50.15) = −263.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000 (6.000 + 95.400 − 0 (0.862) = −9. i %.75.000 ( A / F .000 Rp.000.791) − 50.8%. 100.000 − 250.000 − 250.000 200.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 ( P / G .7%.000 100.15)) + 5.000 + 95.15) = 545.000 ( A / P.400 i = 8% : −75.000 (3.000 (6.000 50.000 250.600 18 . 15) + 5.000 (A/F. i %. 0 = .605) − 50.000 150.000 ( P /.000.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp. 150.000 250.000 Rp.000 + 200.000 Grafiknya : 595. Contoh 2.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 (3.000 150. 200.000.000.01) = 7.000 (A/P. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75. 250.7%.000.000.000 50.

000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.650 Contoh 2.000 (3.781.000. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi. 5.000 520.304) + 40.600 + 9. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.15%.000 ( F /. 91.000 20. G = 40.000 (20.15%.000.000 10 2 3 4 1 F = 20.000.Jadi i = 10% + 2% 9.650 − 0 = 10. Penyelesaian : P = 20.10) + ( F / A.000.3)(20. 20. 3. b. 600.000 ( A / G.000. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.- 0 Soal-soal : 1.15%. 40.000.000 400.10)( F / A.000 440.304) = 91.781.000 untuk selama 20 tahun.000 (4.000.000 F 480.0456) + 400.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000.000.10) = 20. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama. Modal awal Rp. Modal awal Rp.000. A = 400. 500.10) + 40. 19 .000 untuk selama 8 tahun. Menurut staf ahli investor tersebut.83% 13.

c.c). Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.000.i majemuk = 109475. c).000 dalam 1 minggu. 770.6 %) 2.000 Jawaban : a).000.000. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan.i nominal = 1300%. i = 6. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.200 . b) Rp. d) Rp. akan ekuivalen dengan barapa sekarang. 50. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. Hitung : a).143. 1.31 %. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.000.000. 50. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a).000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang.000.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). b). jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun.480 . d). Uang sejumlah Rp.000. 20 . Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. 3. b). 15. 50.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.Rp. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. 8.500.000 dan menghasilkan penghematan Rp. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.000 pada 12 tahun mendatang.100.i = 25 %.000 . pinjaman sebesar Rp. Jawaban : a). 250.88 %. Jawaban : a) Rp.44 %. 10. 6.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). 4. Investasi sebesar Rp. c).000 4. 1. suku bunga bank tersebut b).i = 10.i = 15.000 dan harus dikembalikan Rp. a). c). 40. c). (besar angsuran sama). uang sejumlah Rp. 753. b).

Edisi Pertama. 1995. b) Rp. New Jersey. Pujawan. New York. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Daftar Pustaka: Au. Surabaya 21 . Second Edition. Mc Graw Hill Book Co. Jawaban : a) Rp.. Prentice Hall International Inc.480. Penerbit Guna Widya.460 . 34.N. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. 9.b). 1992.Au. Ekonomi Teknik. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. 2004.Inc.N. Barish. N. Tung and Thomas P.

Dalam situasi tertentu. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. Dalam ekonomi teknik. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik.000 K untuk perawatan mesin-mesin.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Berdasarkan kategori diatas. 2. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. 3. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . 10. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap.

000.8%.149.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.000 600. pajak.3. n) dimana S = nilai akhir.131. i %.000 Rp. i %..000 Rp.2505) − 600 K (0.000. Contoh 3. tentukan alternatif mana yang dipilih.8%. listrik. i %.1168) − 1. i %. 10.15) − 1000 K ( A / F . 1.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F . 500.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.8%.000 K (0.200 23 .649. Rp.8%.200 200. 1.000 K ( A / P.000 Rp.000.000 + = Rp. 200. dan sebagainya.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.5) = 5000 K (0. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.000 + = Rp. 5.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp. n) − S ( A / F .15) = 10.700 CR = 10.000 K (0.5) − 600 K ( A / F .700 500. n) + Fi ………………………….000 Alternatif B Rp.331. 1.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.

000 600.649.000 600.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.649.000 5.000 5.000.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5. 24 .000. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.000.649.700 0 1 2 3 4 5 1.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.

Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000.000 + 300.000 + 600.000 + 400.000 .000.200.000 .000 .500.000/tahun . dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000/tahun .000 -500.5. Eugene L Bab 20).000.000/tahun + 4.20. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 . Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000 + 600. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000 + 300.000/tahun + 300.000 . Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000.000 -500.5.200. 8.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000 + 8.000.5.500.200.700.000 + 600.000 + 1.000/tahun + 300.000 akan menghasilkan Rp.000 . Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000 +300.200.700.000/tahun .200. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.000 -10.000 . dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000 . 5.000/tahun .12.400.000.000/tahun .200.000.700.000 -500.500.000/tahun + 300. 25 . yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.000.000.000 .

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

9) + 1. 18) + 8. 12) (A/P.980. 18) + 1.000 (A/P.400.000 (A/P.400.400.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.800.000 29 . 16 %.700.000 (P/F.700.700.000 8.044.000 (P/F.700.980. 16 %.400. 16 %. 4. 18) + 8. 3.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10. 16 %. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.800.700.000 Matematika 1.000 (A/P. 16 %.000 8.400.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8. 16 %.000 1.000 = Rp.700.000 = Rp. 6) + 1.000 1. 6) (A/P.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 1.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.400.000 = Rp. 3.400.700. 16 %.700.400.000 1. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.

65.000. 4.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi.000.800. Dua proposal diusulkan. 650. 9. 100. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.700.000 Rp. 175.000.800 . Harga unit X Rp. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2.00 . 65. 4.000 Rp. 30.800. 2.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp. 665.000 1. 18) + 1.000. Harga unit Y Rp.000.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000.000.000.000 dan nilai akhir Rp. 30 .700.000. 9)) (A/P.000. 16. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 3.000 1.000. tahun kedua sebesar Rp.000.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.000 = Rp. 240.EUAC (Z): 10.000.000.000.000. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 Soal-soal: 1.000 Rp. 200.000 (P/F. Dengan i = 20 % setelah pajak. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.000. 16 %.000 Rp. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000. 9. tahun kedua Rp.50.000.000 Proposal I.000 + 10.030. 16 %.000 Rp. 12.700.044 . 125. 7. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.800. 15. 250.000.000 Proposal II Rp. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 Rp.000 dan nilai akhir Rp.000 10.000 tiap tahun.

New Delhi. Eugene L. Fabriky. Daftar Pustaka: Blank. Principles of Engineering Economy.. Mc Graw Hill Book Co. 1981. i = 9%. WJ. 1982. 31 . Singapore. Leavenworth.G.Proposal II. W. Grant Ireson. and GJ. 1985. Leland and Anthony T. Thuesen. Singapore. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula.. Gant. Engineering Economy. Engineering Economy. Thuesen. John Wiley and Sons. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Second Edition.Inc. Fifth Edition... and Richard S. Prentice Hall of India Private Limited. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. H. Seventh Edition.

diperoleh: 32 . dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram).BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Seperti halnya dalam Bab 3. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. Untuk hal demikian. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan.

100.8 %. 500.000.1: Harga mesin X adalah Rp. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 + 10. 20. 8) + 500.000.000. 10. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth.000.000. 8 %.000.5. Jika i = 8%.521.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.000.000. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000 500.000.000. 4) + 10.000. 26.000 (P/F.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit . Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.000 10. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000 33 .4.1 i Contoh 4.000 (P/A.000. Harga mesin Y adalah Rp.000 10. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp. 100.. 8 %.000 dan bertambah Rp.000 (P/F. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol. 12) = Rp.

22.09 Ada perbedaan sedikit.000. 40)) + 4.000. Contoh 4. 253. 26.000 = PW = = Rp.2: Lihat kembali contoh 3. 6%.478.000 = PW = 0.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.875. 6 %.000 (P/A.961.000. Δ PW = = = 42.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.2.000 – 253.648.000 100.22. 6%. 6%.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .000 (P/F.000.000 (P/G.000. diperoleh Capitalized Cost 26.000.648.000 5. dikarenakan pembulatan. Penyelesaian : PW (A) = 135.000.000 = Rp. Penyelesaiannya : = Rp. 6%.648.000 Dari contoh 3. 60) = 203.000 PW (B) = 80.000 + 15.09 EUAC (II) = Rp. 6%. 40) + 3.784.157.333 0. 12) – 5. 12) = Rp. maka Capitalized Cost 22.000. 60) = 205. 8 %.000 0.084.000 (P/G.157.000. 20) + (P/F.000 = 42. 6%. 21.000.09 0.000 + 100.000 (1+(P/F.000. 20) + (P/F.000. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.3: Lihat kembali contoh 3.2. jadi dipilih alternatif I.Untuk mesin Y : 20.784.000.000.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.784.927. 296. 8 %.000 .864. 60) + 80. Contoh 4.933.000 (P/F.084. 26.000 (P/A.09 Capitalized Cost = 296.000 (1+(P/F. 30)) + 20.000 + 3.000 3. 6%.

harganya Rp 90. l2.000. 20) + 6. PW (2 mesin manual) = Rp 334.(6.3.000 tiap tahun.000 (PA. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000.6.000.000.000. 20) + Rp 3.000.000.500.000. 8%. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000.pa j a k 8 % . Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.20). Untuk mesin otomatis.647. 36.000) (P/F.000 tiap tahun. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000.2.000 tiap tahun.000.850. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.500 .850. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp. 8% 20) = Rp. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual. 8%. umur teknis 10 tahun.000 (A/F.000 (P/F.000.000. Rp. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp. Gaji karyawan ditaksir Rp.000.30.000) (P/A. Harga sebuah mesin manual Rp.000.000. 8%.000.000. 8% 20) = Rp 167.000 + 1.876.000 + 30. nilai akhir Rp 2.000.1.000.15) + 2.000.000 dan biaya pemeliharaan Rp.500.8%.000 (A/F.000.000 + 12.500.500 .438.8%.500.000. Jika mesin oto matis dipilih.000.000.000. 5) (8% 15) – 5.000 + 27.000. 10) + ( 3. 329.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . 8%. 5) (P/A.3.Contoh 4. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.000.000 + 2.500. PW (1 mesin otomatis) = 90.000 + 13.000.000 (P/F. 8%.000 / tah un.000 (P/A.

1982. Singapore. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. apakah asrama seharga Rp 90. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Surabaya. Fifth Edition. Leavenworth. 1985. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%.500.. H.000. Thuesen. 1981. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. WJ.000. Seventh Edition. and GJ.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. 36 . Second Edition. Prentice Hall of India Private Limited.. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10..000. Principles of Engineering Economy.000.000.000. Eugene L. Ekonomi Teknik.G.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Mc Graw Hill Book Co. and Richard S. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. 1990. Grant Ireson.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Daftar Pustaka: Blank. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.Soa1 – soal : 1. Haryono. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi)..000.800.000.65. New Delhi.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2.000. Singapore.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. Fabriky. John Wiley and Sons.Inc. Engineering Economy. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh.000. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Thuesen.000 pada tahun-tahun berikutnya. Leland and Anthony T. W.000.16.000. Gant. Engineering Economy.

Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Internal Rate of Return (IRR). Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. 37 . Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. maka investasi tersebut dapat dilakukan. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya .BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui.

5) – 50.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 + Rp 250.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 150.83% 13.000 + Rp 200. 1%.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.397) = 13.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 50.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.650 38 .000 (P/A.605) – 50.000 (3.000 (3.000 – 250.600 + 9. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 – 250.000 + Rp 150.000 100.682) = -9.791) – 5.000 + Rp 100.Contoh 5.000 (P/G.000 200. 1%.650 − 0 = 10.00 – 250.000 + Rp 50.000 (6.000 250.000 (6.

9.800.300.9.000 2.200.000 B–A .000.000 (A/P.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.000 . asuransi. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.000.000.200.9.200.000.9.000 . 400.000.800. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.200.15.800.9.000 6.9.200.400.000 6.400.000 2.000 6. Rp.000 + 2. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 2.000.000 6.200. 9.000 2.000 6. Jika suku bunga i = 9% (MARR).1.000 2.000 .9. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.800.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.800. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .400.000 tiap tahun.400. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.000 .200.9.9.000 2. 15.000 2.000 .000 6.000 tiap tahun.800.000 6.Contoh 5. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.200.800.000 (P/A.400.000 .000 6.000.800.000 .800. dan Rp. 1. Karena i = 13.000 NPW = 0 = -15.000 6.800.000 .400.000. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.200.000 Alternatif B .200. tentukan alternatif mana yang dipilih.000. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp. 300.800.15. i%. i%.400. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000 6.400. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000 2.100.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000 2. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.400.000.3%.400.200.300.9. 3.000 .000 2.800. 10) + 2.

Contoh 5. bahwa EUAC (B) < EUAC (A). hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.7% B : -2. 800.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 .EUAC (A) EUAC (B) = Rp. i% .000 Rp.000 Rp.100.800.300.000.000 (A/P.000 Rp.800. 1.000 Jika i (MARR) adalah 5%.000 = 15.000.100.000 + 300.737.000 = Rp.000 (P/A. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.000 Rp.7% 40 .000 + 400. i%. 3) = 0. Karena 6.000 + 1.100. i% .1%.000.000 (P/A. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6.000 + 800.800.000 NPW = 0 = .800. 800. 9.000. 10) + 3.000 + 1. 2. 800.000 300. diperoleh i = 8.3) = 0. 1.200. 2. 8.Rp.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.100.000 + 300.100. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.Rp. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .000 300.000 .000 Rp.000 300. 1. diperoleh i = 9.000 Rp. 9%.000 (P/A.000 + 300.

i%.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.000 Rp 50.000.000.000 (P/F. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000. 25).000.000 (P/A.250. Contoh 5.000.000. 12%.000.000.000 tiap tahun.000.000. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24. yaitu proyek X dan Y. 50. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000.000.000 + 32.000.100.000 tiap tahun.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.000.000 + 32.000.000. 25) = 3.000 (P /A. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih. 25) + 50..000.500.000 Rp 40. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000 25 tahun Rp 325.000. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000.000.000 Rp 32.000 Rp 100.000 (P/I'.085.250. 13% 25)+50. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.4 : Misal ada 2 proyek.000 Untuk i = 13 : .250.000 Rp 24.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000 Rp 23. 25) + 50.000. 12%.000.000. = 13.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250. 13%.000.000.000.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000 (P/F.000 Rp 50. i%.000+32.000 Rp 88. Untuk proyek X : 0 = .000.916.000 41 . 25) Untuk i = 12% : .000.000 (P/A.000. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000.

1 .000.Diperoleh i = 12 % + 3.000.916.000 Rp 9. K a r e n a i t u dipilih proyek X. 25) + 50. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.000 − 1 1% = 12.23 % 3. i%.000 + 13.4%.000. 2 5 0 . i%.000.000.000.325. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.085.000 20 tahun Rp 10.000. 42 .000 + 36.500. Contoh 5. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000 Karena 12.000 (P/F.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).000 Rp 6.000 (P/A. 0 0 0 tiap tahun.000 40 tahun Rp 20. Untuk proyek Y : 0 = .000 Rp 120. yaitu 3. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ).000 pada alternatif II. 70.000.916.23 % > 11 %.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p . 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.

000 7.000/tahun - Alternatif II . 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2. yaitu a.000 NPW (II – I) = . i%.000.750.000. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.120.000 (P/F.000. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000 1.000 + 1.750. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.750.000 .000 + 10.000 + 40.000 9.000/tahun II – I .000 (P/F.750.000.250.000 7.000.000. d.t i a p a l t e r n a t i f .7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.000 (P/A.70.50. 40) + 40. 20) + 10.000. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya. Hitung rate of return t i a p . 43 .000 + 20.750.000 .000.000.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).000.000 + 10.000. i%.000 21 – 39 40 9.50. c.250.000 + 1.000 9.000.000 1. i%.000 - 7. b.70.7. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.000.000 + 1.000 + 10.000.250.000 9.250.

900 C Rp. i%.000 Rp. 27.3% C : 0 = – 200. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . diperoleh hasil sebagai berikut.3% B : 0 = – 100. 400. i = 12.000 + 27. 500. tentukan alternatf mana yang harus dipilih. i = 8.200 Keuntungan/tahun Rp.000 + 46. 125. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. 46. 5).000 + 100.200 Keuntungan/tahun Rp.000 + 125. Jika i% (MARR) 6%.200 D Rp.200 (P/A. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %. i = 5% D : 0 = – 500. 100. Untuk A : 0 = – 400.e.000 Rp.700 44 . 5). Penyelesaian. 5).000 B Rp.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. 5).000 B Rp.700 (P/A. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. 100.000 Rp. 100. i%.000 Rp.000 Rp. 125. Contoh 5. i%.200 (P/A.700 C Rp. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh.900 (P/A. 400. 200. 27.efisien). i%. 400. 500.

D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. 45 . Selanjutnya membandingkan A dengan D.9 % . 300.300 NPW ( D-A ) = 0 = .100.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). 100.000 Keuntungan/tahun Rp. i%.300 (P/A. i%.200 (P/A.200 NPW (A – B) = 0 = . 9 % > 6 % maka .pilih alternatif D. 21.300. 5).000 + 73. 73. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif. K a r e n a 6 . Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp.000 Keuntungan/tahun Rp.000 + 21.

000.000 Rp 11. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000.000. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 Rp 14.000. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000 Rp 9.000 Rp 16. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000 40 tahun Rp 2.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000 Rp 11.000 Rp 16.000 4 tahun Rp 1.000.000.000 5 tahun 5.000 A Rp 40. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000. 2.000.000.400.000 Rp 11.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000 Rp 10.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000 Alternatif II Rp 80.000.850.000 Rp 1.000.000.000. Berdasarkan perhitungan tersebut.000 Rp 16.000.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000 1.Soal-soal : 1. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.

Thuesen. H. WJ. Grant Ireson. Eugene L. Fabriky. W. Second Edition. 1981. and GJ. maka tentukan mesin y ang dipilih. Engineering Economy. 47 . J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%.Inc. Seventh Edition. New Delhi.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k .. Thuesen. Gant. Daftar Pustaka: Blank.G. Prentice Hall of India Private Limited.. Mc Graw Hill Book Co. 1985.. Engineering Economy. and Richard S. 1982.. Singapore. Principles of Engineering Economy. Singapore. Leland and Anthony T. Leavenworth. Fifth Edition. John Wiley and Sons.

mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas.Tetapi 48 . Contoh lain. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. sedangkan sebaliknya tidak. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. rumah sakit dan obat-obatan. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta.

dokter. tetapi disini dihitung incremental B/C.700( P / A.000 49 . dokter.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.06 = C PWcos t 400. Untuk 3 alternatif atau lebih. yaitu diperlukan analisis incremental .000 27. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.97 46. : Lihat kembali contoh 5. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. 6. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100.17 = 0.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. Contoh 6.1.5) 200.6%. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.5) = = 1. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.6%.6%.200( P / A.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.900( P / A.000 B : B/C C : B/C = = = 1.5) 100. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.

900 D Rp. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .000 = 1.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. 400. 100.300( P / A. 0 2 100.000 Rp. Selanjutnya.5) = 1.200 Incremental D–A Rp.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. 500.05 Untuk alternatif C karena.000 72.02 100.000 Rp. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return.5) 200. 100. 125.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .700 A Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan. 100.200( P / A. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.D : B/C = 125. 400. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.000 Rp.6%.5) = 1. 27. 21.900 D Rp. 100.000 Rp.6%. 125.000 Rp. 50 .300( P / A.000 Rp. 500.6%.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.

Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R). Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.900.kecilnya banjir yang timbul).000. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit). Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. Seperti halnya dalan contoh 6.300.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.000 tiap tahun.000 tiap tahun.000. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. 0 0 0 . K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.000.000. 0 0 0 . k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r .Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.55.000.1. sebab data yang tersedia dalam tahunan.Contoh 6.000. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).2. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .10.000. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.000. 51 . dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.

biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000. Misalnya.000. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 = 219.000.000 (A/P. nilai akhir. biaya pengoperasian dan pemeliharaan. Contoh 6.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &.50 + 35. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000.000 + 10.000. Cost disini mungkin biaya riset.08 157.000.T P ) C (S .000 (A/P.000 C(D & R– S) = 5300. 50) + 40. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000.000 = 0.000) = 12.000.000 = 1.000.TP ) B/C = = 480.000 .000 (A/P.000 .000.R.000.000 B/C = 12.000 .50) + 35.000. B (S .000 Karena B/C – 0. pengendalian polusi dan sebagainya.000 2900. pengembangan.000 = 2900.000. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000.105.000.71 219. 6%.000 375.000) – (28.000. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang. 6%.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. 6%.000 = 375.000.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000. dalam pengembangan sistem senjata.000 – 55.000 = 157.

000.000.000. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%. Dengan menggunakan MARR 9%.200.000 15.200. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000.15) = 256. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000. 5) + (P/F.000 (P/A.000 15.000 + 9.9%.000.000 25.000.000 12.000. 15) = 264. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000.000 75% C 190. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%). 99%.000.000. 9%. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.000. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis. 15 ) = 272.200. 9%.000 PW (B) PW (G) = 160.000 + 25.000 ( P/A .000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.000 Dari hasil perhitungan di atas.tersebut.000 9.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000.000 = 190. tentukan penawaran mana yang harus dipilih. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000 160.732.000.000 9. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000 12.000. 25.000 75.000.000+ 12.000. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000.9% 10) 15.000 190. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.723.000.161.000 (P/A. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000% B 160.000 (P/F.

Dari perhitungan. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya.429. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih.dengan nilai sejumlah uang tertentu. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Soal – soal : 1. Demikian sebaliknya. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. tetapi dalam beberapa hal berlainan. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi.B) = 15 % Dari hasil tersebut.38. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 .429 efisiensi (C .03. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. PW (C B) = 7. (rubber yard sticks).000. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis .3 tersebut.000. 60% dengan 72 % dan sebagainya. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. Misalnya dalam contoh 6.2 . tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. Dalam contoh 6. . Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. Jika life-cycle cost dua alternatif sama.20 % maka penawaran C yang dipilih.08 dan 1. maka masalahnya sederhana. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan.

000 dan naik Rp 12.000 tiap tahun.000. Dari soal 1. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000 dan Rp 660.600. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000 tiap tahun. Berikan kesimpulan hasil tersebut. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000 dan naik Rp 5.000.000.000. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.000. 50. 4.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. 3. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000.000. Untuk lokasi M.000.000. 3.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000. Biaya awal untuk P adalah Rp. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.300. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180. 2. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000. D & R akan mengurangi daerah pertanian.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000.000 tiap tahun.880.000 dan untuk lokasi N.000. diperlukan biaya awal Rp. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.400.000 dan bertambah Rp 20.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.000.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R).000 dan Rp 90.000. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Gunakan MARR 8 %. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000.000.

Daftar Pustaka: Barish.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8.000. Penerbit Guna Widya. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Mc Graw Hill Book Co.N. Edisi Pertama. R. 1995. 2004.N.. New York.Inc. D . N. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P . Pujawan.000. Surabaya 56 . Ekonomi Teknik.

57 . biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. cost point). Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. biaya minimal. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Karena itu f1 (x) = f2(x).

dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. 550.000.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 . Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif.Contoh 7. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). Gunakan i (MARR)10 % tahun. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 . 120.000) (A/P. 4) = Rp.400.400. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550.000 – 200. 174. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.000 (A/P.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.4) + 200.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.000 (0.000. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.10) = 399. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840. 10%.10%.

000 59 .1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. 292.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. Maka TCB = CRB + Ht.000 − (399.000 + 120.TCB = CRA + MA + CAt – CRB .t = jumlah jam operasi tiap tahun. Gambar 7. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .HBt = 399. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.37) = Rp.000 + 120. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.84) – 174 – 100 (1.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.000 + 100 (0.

01) (0. 8%. 8%.000a + 6.934.08) + 4.000 a (A/P. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.250. 20) + 8.000 3.500.000 Rp 2.000a (0. 60 .500.000.440a + 8. Dalam contoh sebelumnya.99) (A/P.000 Rp 1. 20) + 29. steel (baja) dan frame (kayu).000 = 3.250. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.000 Rp 5.000 - Baja 29.968) (A/P.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000.000 TC (kayu) = 35. 20) + 35.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.000.558.600.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.08) + 6.000 = 29. 8%.000a + 4.000 = 2.500.000a (0.000. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.000a (0.000 Rp Rp 5.000 = 2.250. Contoh 7.000 Rp 1.000a (0.032) ( 0.400.000 Rp 3.

Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.000 15. adalah membangun dengan konstruksi baja. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .000. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu.Biaya kayu baja 25. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yang ekonomis adalah konstruksi beton.000 beton 20. A.000.000.

000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. pajak insurance.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .06) = 20.6) A (A/P.0011435 258. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. 6%. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. biaya instalasi Rp 160. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 .000 + (600 – 500) (539. dan pemeliharaan diabaikan. 20) + 500 (539. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.6) A (0. biaya investasi akan bertambah juga.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.001 1435 ohm.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm.890 A + 13.40)(12)( A)(555) 539. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station.940 62 . umur teknis ditaksir 20 tahun. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.

940 A 258. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .400 TC 185.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.090 162. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.890 – 258.280 64.390 139.890 A + = 20.52 inci2 20.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.610 86.680 51.750 43. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya. 090 Biaya Investasi 129.120 185.370 3 76.490 = 3.500 118.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).720 129.490 + 13.760 162.160 170.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.490 =0 A 258.510 4 5 6 97.140 182.

Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000 860.30. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya.850.000. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 1. 5.710.000 3.000. dua.220.680.240. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali.000 2. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu.000 8.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.560. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.000 6. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.610.000 3.000 5.000 3. dibandingkan menyewa? 64 .030. 4. maka berapa hari tiap tahun. tiga atau empat evaporator.000 4.190.960. dan biaya pemeliharaan Rp. 50.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.000.350.000 tiap hari. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.000 tiap tahun secara kontrak.000.000 tiap hari. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.000. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.000 6. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan. 130. 3. Soal – soal 1.960. 7.

500. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. dan memerlukan biaya Rp 2.Inc. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. New York. 3. Ekonomi Teknik. Harga mes in diesel Rp. sehingga dapat diabaikan. Penerbit Guna Widya. Haryono.800. biaya pengoperasian Rp.000 tiap tahun. 150.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. biaya pemeliharaan R p . Jika suku bunga 10 % tiap tahun.. 0. Edisi Pertama. 2004. Pujawan. Surabaya 65 . Ekonomi Teknik. N.000 tiap tahun. Daftar Pustaka: Barish. 150. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. mesin diesel ekonomis. 3.000.000. 2.000. 315.300.000.000 tiap tahun.000 tiap tahun. diesel atau gas hidrokarbon. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. biay a pemelihaan Rp. 300. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. untuk buldozer yang ia beli.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.2. 3. 240.000. 1990. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. dan mesin gas ekonomis. Harga mesin ga s olin Rp. 4. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. 1995. 2.000. Bi. 200. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama.aya buruh Rp. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.N. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya.N.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. dan memerlukan biaya Rp.

yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. yaitu: 1. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. sehingga berkaitan dengan p a j ak. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. 2. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin.sederhana sebagai beriku t : 66 . karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Yang pertama.

2. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. 4. pemeliharaan. 5. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. 15. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Untuk menghitung depresiasi.000 tiap tahun. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp.000 = Rp. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting . Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. dan nilai akhir (S).000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. Ka1au dihitung penghapusan modalnya.000 sebagai penghapusan modal. Dengan menggunakan mesin tersebut. dan depreciation accounting (SOYD).500 2. 8. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting .000 untuk menunjang proses produksinya. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. 7. 2.000 tiap tahun. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .000. umur teknis (n) . 5.500. 2. 2.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru.500.000.000 tiap komponen.000. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. 67 Sum of Years digits . Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.000.5. upah kar yawan. ada 3 komponen utama yang digunakan.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

793. 10.490 999.000.000.000 6% sinking fund Straight line 8.580 2. i .000 Declining balance 2.711.000. t-1) ………………………….000 4. n) (F/P. 8.000 1.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.600 1.8.901. Nilai buku asset Rp.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10. t) ……………………….000..1.000.940 1.. n) (F/A. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.670 8. i. i%.000 6.015.403. i%. BVt = P-(P-F) (A/F. i.400 6.015. 8. 10. i.060 3.917.000.000.000 SOYD 4.390 1. n) + i (P-S) (A/F.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.692.7. i.000 71 .596. n) (F/A.

000 (P/A. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. g.000.000 + 8.500. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). 36.900.3 %. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.000. Sebelum pajak NPW = 0 = .900. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). f. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. i %.000 = = 4. c. e. Dt = P − S 36. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. d. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. b. h. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.Contoh : 8. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.36. Penyelesainnya : a. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. 8.000 n 8 72 .5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. b. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000. i.

000 2112.000.738 .000 4. D8 = 1.738 .000 4.000 + 8.500.500.400.000 6.000 + 8.000 6. D4 = 5.000 2112.000.000.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0. D7 = 2.400.000.400.000 2112.000 4.2 %.900.000 6.000 4. 73 .000.000 4.900.000 2112.500.400.000 + 8. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000.000 NPW = 0 = .400.000 4.738 .000 6.000 6.000.000 D2 = 7.000. i %.000.500.738 .900.000 4.000 4.738 .900.000.000.000. Dt = (P-S) D1 = 36.400.000.000 4.400.738 .000.738 .000 + 8.000.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 2112.900.500.500.000 4.000 4.000 + 8.900.000 4.000 6. D3 = 6.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000.738 .000 + 8.000 + 6.000 4.778.000 4.900.36.000 2112.000 2112.000 2112.000 6.000.900.000 8(8 + 1) c).000 6.000. D5 = 4.500.500. D6 = 3. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000 (P/A.000 + 8.000 4.000.400.000 4.000 + 8.

000 5.000 6.000 1.000 912.900.000.832. 8) – 480.468.2 % 74 .312.792.900.900.000.000 - - 432.000 8.900.000 4.508. i %.988.028.000 8.900.000.000.900.000.068.000 7.000 1.000.588.548.000 8.872.000 3.000 8.000 - - 900.900.000 3.000 3.000 3.000 2.000 8.000.000 8.000 2.000.000.000 7.000 (B) (C = A + B) (D = -0.000 (P/G.000 NPW = 0 = .Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 6.000 + 8.000 5.000.000 1.900.000 36.382.000 2.468.000 5.900.000 5.000 + 8.48 C) (E = A + D) - 8.000 (P/A.900.36.000 7.900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 7.000.392.000 4.000 6.900.000 7.108.000 1.000 6.900.000 2.000 8.900. i %.

25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.000 -100. 7.948.000.000 8.451.500 D4 = 0.000 5.103.995.000. 6.000.2.25)3 = 15.25 BV2 = 50.000 .000.000 8.900. 8) + CFt – 5.000 .000.390. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.0.000 5.995.900.1.000 (1-0.062.000 (P/A.900.000.000.000) = 6.000 2150.750.000 48.000 2.000 7.868.000 6.000 3.000.905.848.052. dr = 2 = 0.25 (36.797.000 .25) = 27.000 .995.25)4 = 11.2.000 6.25)2 = 20.2.905.500 3.905. D2 = dr BV1 = 0.000 8.000 5.000 8.000 (1-0.36.625.500 5.000.000 d3 = 0.848.000) (P/F.000 5.900.000 2.000 2.000.000 NPW = 0 = .055.000 8.500 BV3 = 36.837.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.052.848.2.000.000 8.750.000 - B C D E .000.d).1 % 75 .842.000 (1.000 + 5.900.2. yaitu : Dt = (11.500 − 0) = 2.848.000 .900.000.000 . 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.052. i %.000 8.000 6.000 6.032. BV0 = 36. 8.000 6. i %.000) = 9.25 (27.000 5.052.449.000 2.000 9.995.000.187. untuk t = 5.000 8. D1 = dr BV0 = 0.848.000 .000 (1-0.995.000 .390.797.900.995.905.000 BV4 = 36.250.000.900.25 BV3 = 3.1.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000 7.000 8.36.000 6.

900.900.000 432.000 6.36.000 8.000 8.272.000 (P/A.468.6 %.000.4.000 E 32. i %.900.000 8.000 5.988.000.108.900.000.392.900.600.000 8.900. n) – 480.000 3.000 8.000) = 3.028.000 7.000 5.000 ITC = 10 % (36.000 8.628.000.000 6.600.000 4.000 8.900.000 8.352.000 8.000 B C D 3.548.000 NPW = 0 = .000 2.000 8.000.000 7.4.000 4.32.000 1.000 912.000.18. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 4.4.468.900.000 .827.000 8. f).000 (P/G.900.36.000 900.628.000 8.000 6. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000.000.000.000 76 .000.900.280.000 2.000 8.900. Tahun 0 1 2 3 A . i %.000 8.900.000 .000 7.900.508.000 6.628.900.272.000 + 8.000 5.000 0 0 0 8.000 2.832.720.000 7.068.000 .000.000 3.000 1.000 7.588.000.000 E .000 3.000 1.000 1.000 B C D 17.000.312.000 2.900.e).000 4.900.900.900.000 3.900.000 8.798.000 4.000 5.272.900.

000 8.000 0 0 0 3.000 .560.000. Tahun 0 1 2 A .272.000 -5.400.000 8.000) = 7.900.000.000 -7.628.000 1.272.000 8.000 -7.272.000 8.7 % h).21 (36.000 8.700.272.000.000 E .4.560.000 Ketiga = 0.400.643.920.340.000) = 7.900.900.000 Kedua = 0.628.000 4.000 .680.560.280.000 1.500.000 .000 .900.000 .000 -7.628.900.000 NPW = 0 = .000 8.22 (36.920.000 8.000 8.900.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.000 8.21 (36.900.084.000 B C D 3.000 .200.000 1.643.000 4.340.15 (36.000.000 Besar pajak investasi = .000 8.650.220.650.000 8.4.36.000 4.900.628.4.000. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .720.000 8.000 B C D 3.900.000 77 .000 Keempat = 0.000 .000 .0.000.000 -7.000 8.628.272.000 8.900.400.900.000 8.084.000 8.816.32.650.000) = 7.600.000 E .900.900.000 .900.000.000) = 5.000 1.32.000 Kelima = 0.000 (P/A.4.18.900.900.4.430.000 7.3 %.470.000 8.4.272.628.000 8.816.000 .643.000 .000 8.000.000 8.272.36.4.000 8.900.272.900.000 8.000 4.272.272. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.000 8.900.000) = 17.000 0 0 0 0 0 8.000 4.000 .000 4.900.4.200.000 .272.48 (-36.000 + 4.000 4. i %.000 1.628.000 .000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.900.628.000 .000 8.4 5 6 7 8 8.900.000 4.900.600.000 980.000) = 7.340.000 8. g).1.400.000 -7.000 8.21 (36.000 8.700.628.000 -7.

000 -7.000 8.2.628.000 8.000.084.200.9 %.775.000 .000 .000 8.900.000 8.900.272.000 .. i).880.628.000 8.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ………. 78 . Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .900.000 .000 8.000 10.000 .000 1.620.900.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.084.816.000) = 8.32.000.272.020.628.272.125.900.000 8.760.000 8.000 8.000 Tahun ketiga = 24 % (36.084.640.000 4.200. apendik) adalah 20 % (36.000.000 .000 .272.272.4.000 8.900.000 260.000 -11.700.900.000 1.000.200.084.900.900.000 Tahun kelima = 8 % (36.000 Tahun keempat = 16 % (36.890. Contoh 8.000 8.900.900.000) = 7.628.000 8.000 8.000 7.000 -7.000) = 2.900.600.6 %.000 3.000 4.816.000 -2.000 8. 180.000) = 11.507.880.000 .700.000 6.000 .000.520.010.000 .520.000 8.900.000 E .4.628.200.700.760.000 8.200. 30.900.000 .000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.628.140.900.640.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.000 4.000 Tahun kedua = 32 % (36.1.5.000 8.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.200.000 0 0 0 1.000.000 .4.272.000 4.4.2. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.000 -7.000 . 36.000 8.900.8.000.000 0 0 0 1.000. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 .000 8.000 8.816.36.000 8.700.000 8.3 4 5 6 7 8 8.258.000 8.000 B C D 3.000.400.000 8.000.4.816.4.000 -7.000 1.900.000.000 4.900.900.000 .000.000.158.000) = 5.000 6.393.000 4.900.000) = 7.000 .

000 .000.400. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000 -15.000.000 (P/A.000.000 (P/F.000 + 36. 8. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).920. 79 . i %.000.000.000 (P/A.000 30.000 − 0 = 45.000.000.000 − 0) ) t = 180. sehingga tak ada pajak pendapatan. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180. NPW = 0 = .000 – 0) = 14.000 30.000. 10) + 30. i %.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0.000 − 30. Dt = 180.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000 36.000 -10. 30.180. NPW = 0 = .000K.000.000 10 A -180.000 = 15.000. Penyelesaian : a).080.180.000 21. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000.000.000 P−S ) t = 180. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).000.000 180.000.000 .000 (P/F.000. i %.000 . c). sebelum pajak pendapatan. i %.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30. b).000.000. c). setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.920.000 − 30.000.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 4 P−S (180.9 %.000.48 (30.000.000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8. 10) + 30.000.2 % b).000 25.000.000 B C D E -180.000 + 25.000.

000 8.000.000) .000 -14.320. i %. i %.000 – 30.000.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4.000 .400.000 NPW = 0 = .000) = 10.000 .000 -45.000 (P/A.000.000 (P/F. Contoh 8.600. 10) + 18.000 = 15.000 .320.000 Tahun 0 1 – 10 10 A . i %.000 18.22.080 .560 .000 36.10 10 A -180.10 = 30.000.000 15.320.000 .920. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 10 (180.000 + 25.000 -17. i %.000 36.000 NPW = 0 = .000 10.000 0 36.180.15.000 B C D E -180.000.000.000.000.000 − 30.000.000 = .000 (P/F. 4) + 15. i %.600.000 − 30.000 36.000 21. 4) + 18.000.000.000 (P/A.48 (22.000.000 B C D E .000.000 .000 .10.000 .000 + 40.750.750.6% d).920.180.560.Tahun 0 1 – 10 5 .9.000 18.180.000.000. 6) (P/F. i %.000 40.5 %.22.250.000. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000.000 .000 30.560.180.000.000 K - Nilai akhir = Rp.000. 8. Dt = 180.000.000.000 25.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.560.000 .000 (P/A.000 4.000 10 BV = 180.000.000.

600.000.800 . Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .500 . 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000.800. untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 C 350.000 .000 B -250.300 .000 22.000 52.000.000 D -500.000.000 -10.200 .000.000 .000.0.000 32.200.500.400. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 45.000 C -350.000 101.300.000 33.000 65.200.000 -10.000 51.000 .000 + 17.400. i %.000 -17.7.000.000 .700 .200 .400.800.000 40.800 .500 .000 -21.200.000 + 22.000 14.000 B 250.000 D 500.000 17.5 % 81 .000 -20.400.000 (P/A.900 .000 (P/A.000. 20) i = 6. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 NPW (A) = 0 = .000 65.500.000 51.000 27.000 .000 117.000 24. i %.400. 32.000 -16.25.600.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.Biaya peralatan investasi A 200.000 20.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol. Berdasarkan data di atas.400 .000 60.100.000 20.800. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.700. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.600.000.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.000 50.000 .000 24.000 .100.100 .000 34.200.

misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.dan sebagainya.000.000 11.100. i %.000.000.000 (P/A.700.000 (P/A.000. .000 (P/A.700. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .000 NPW (C – B) = 0 = . i %.000 + 34.000 + 10.000 + 45.200. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.000 (P/A.000 34.000 45.300. 20) i = 7.000 C-D -150. i %. 20). B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000 C -350.900.600. sehingga dipilih alternatif C.C dan D seperti sebelumnya.200. 20) i = 6.000 34.000.000 10. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak. Soal-soal: 82 .000 22. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.000.300.900. karena itu dipilih alternatif C.NPW (C) = 0 = -350. i %.000.000.300. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.9 % < 6 %. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000 C-B -100.000. Diperoleh i= 3. 20).000.Safety (keselamatan) .5 % NPW (D) = 0 = -500.Pemasaran (marketing) .000 D -500.000 + 11.000 NPW (D – C) = 0 – 150.

Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Dengan 83 . Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. c. a. jika digunakan : a.000 pada tahun kedua naik Rp. 78.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. memberikan pendekatan yang cukup baik. Pada tahun 2003. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Rp. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.000.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.000.1. hitung rate of return tiap peralatan.000. 17.000 pada tahun-tahun berikutnya. b. 3. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 16.000. d.000.000 pada tahun-tahun berikutnya. Metode depresiasi straight line.300.000.000.000. d. 9. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. 12. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. Metode depresiasi sinking fund 6 %.000. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. 3.50. Harga notebook tersebut Rp.000 untuk selama 2 tahun.000 pada tahun pertama. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.25. 20. Rp. 3.000.000. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. Untuk tujuan pepajakan. Dengan menggunakan metode “average book”. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). c. Metode depresiasi SOYD. Metode depresiasi double declining balance.000 pada tahun pertama. b. 2.4.000. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.

. 84 . Ekonomi Teknik. H. Engineering Economy.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. Singapore.Inc.. New Delhi. Principles of Engineering Economy. Seventh Edition. Thuesen. 1985. Thuesen. Singapore. Fifth Edition. Grant Ireson. 1981. 1982. Leavenworth. W.. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Second Edition. Gant. and Richard S. Prentice Hall of India Private Limited. Eugene L. Mc Graw Hill Book Co. Leland and Anthony T. Fabriky.G.. 1990. WJ. John Wiley and Sons. Engineering Economy. and GJ. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Surabaya. Daftar Pustaka: Blank. Haryono.

Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Contoh 9.A.000. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010.87 %. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. 10. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun.S. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).

000 425.000 500.000 238.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 500.700 161.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.200 100.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 500.300 133.000.000.000 500. Setelah 116.500 195.400 116.300 121. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 pada tahun 1995.000.900 ) Rp.000 288.000 Laju inflasi (CPI) 92.200 170.000 10. 500.300 125.000 500.000 256.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 = Rp.000 500.000 500.200 109.000 349. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 478.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.500.100 147.000 314.000 383.000 446. 7.000 500.000 500. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 500.000 468.500 181. 399.000 104.000 500.000 371.000 500. 86 . yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 272. pada kolom 4.000 492.000 500.900 94. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.338.000 399.500.000 500.500 97.

000 tiap Ha.000. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100.tahun kedua diberi indeks 105. Besar pajak tiap tahun adalah Rp.Contoh 9.35.333. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.000. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya. Pertanyaan : a. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).35.333. Rp.40.85% c.000 – 1. 133.000. 10) + 133. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a. 1.500.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. 70. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. i% .000 x 5 x 100/150 = Rp. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.000000.000.000.500. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.35. i%. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. 40. Pertanyaan: a. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. Contoh 9.000.330 b.000. 87 .000.330 (P/F .000 (P/A . Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. yaitu obligasi yang berharga Rp. NPW = 0 = .

807.666.648. d.333. Hitung rate of return dari a).000.862.000 -1. Penyelesaian : a.000 -1.433.148.500.000 6.500.000. c.600 + 4.000 + 46.000 -1. Berdasarkan tabel c).000 5.000 + 70.000.35.b.500.000 + 4.000 + 2.000 5. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 5. n) n =1 10 88 .500. i %. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.000 + 5.666.600.362.369.480.333.000 -81.000 5.000 + 4.500.500.000 + 5. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut. 100 10 5.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.166.000 -1.833.500. NPW = 0 = .000 + 4.000 -1.090.000 + 4.000 -1. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .000 -1.000 -1.733. n) 150 n = 1 1 + 0.500.000 6.000 d.000 -1.000. i %.000.980.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.000 + 3.330 - Obligasi 35.000 + 4.869.500. 10) x b.370.000 6.500. c.000 + 133.500.000 -1.000 (P/F. i%.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.000 +∑ ( P / F .000 5.590. e.

e. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7.000. 320.000 pada tahun kedua.300.000. 5.000. 2.000 pada tahun-tahun berikutnya. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.74 %. 26.3 %) c.000. b. 74 %. Selama 10 tahun tersebut.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.8 %) d. 100. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.000.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.000 tiap tahun.9%) c. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. 32.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp.000. Komisi penjualan sebesar Rp. Berdasarkan data diatas : a. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.300. 27. 200. 1.000.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 89 . Rp. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.000.000.000. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. dan bertambah Rp.1%) b. 110.700. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. a.000 pada tahun pertama. 300. Soal-soal : 1. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.000.000. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. 20.

000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. 25. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power). b.000.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. ada pajak kekayaan sebesar Rp. a.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.000. Jika tanah tersebut dibeli.000.000.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.110. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. 3. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp. 346.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000 tiap tahun.110.000.000.000 (1. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.100. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. 3.000) dikenai pajak sebesar 49%.12)10 = Rp. 90 .12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. Selain pajak pendapatan (income taxes). 3. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp.000 (1. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.461. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. 110. 3.110. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.

Penerbit Guna Widya.N. N.Daftar Pustaka: Barish.Inc. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 2004. 1990. New York. Ekonomi Teknik. Mc Graw Hill Book Co.. Edisi Pertama. Ekonomi Teknik. 1995. Pujawan. Surabaya 91 .N. Haryono.

karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Untuk suatu variabel random x : a. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu.

5) (0. (B1 M2). M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) (0. bila Y kontinyu Contoh 10. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2.b.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) (0. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.5) (0.5) + (0.5) = 0.5) = 0. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.5) = 0. (M1 B2).50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.25 93 . Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.

40.25) + 1 (0.50) + 2 (0.50 0.50) + Rp. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. Contoh 10. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya. 80.25) = Rp. expected annual equivalents. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. 100.Rp. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.25) + Rp.-. 40 (0.50) + 22 (0.25 0.5 Contoh 10. 15. 94 .5) + 12 (0.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0. 80(0.2 : Dari contoh 10... Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai.-.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.25) – 1 = 0.1. 100 (0.

000 95 .06 2/50 = 0.04 (200.000 Rp.000 Rp. 400.24 8/50 = 0.16 3/50 = 0. 12 %. 53. 100. 150.16(100.000.000 Rp.000.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul. 0 Rp.000) + (0. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama. 0 Rp.000 Rp.000 dan seterusnya. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.06)(15.000.48 12/50 = 0.000. 550.02 Rp.000. 150.000 Rp.000.000. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul. 100. 210. 200.000) + (0. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000.000 Rp.000.682. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000.000) = Rp. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 100. 450.000 Rp.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000 (A/P.000.000.000 Rp.000.02) (300.000. 15) + 0. 330.000 Rp.000) + 0.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0. 300.04 1/50 = 0.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000.000.

Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. 12%. 15) + 0.000. 12%.828. 12%. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000.000) + 0. 55.04 (150. 12%.000) + 0.000 (A/P. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000.480.000) = 68.069. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.000.04 (100.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. Dalam dunia bisnis.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.000.000 (A/P. 46.000) = Rp. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).02 (200.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.02 (150.000. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.04 (100. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.751. 15) + 0. 15) = Rp.000) + 0. 80.000. c. sedang atau jelek. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450. Contoh 10. 15) + 0.000 (A/P. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya.000.000) = Rp.000.000. yang dapat 96 .000.000 (A/P. b.02 (100.

000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000. 140.000 Rp.000 15.000.15) Baik (0.000.25 0. 10.000 pada akhir tahun ke–5.000 Rp.000 108.000 120.000.5) 145.20%.000.000.000 10. 115.000 Rp.000.000.60) Buruk (0.000.000 – 41.000 (P/F. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000. 12. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.24. 15.60 0.15 Tidak ada perluasan Rp.000 dengan nilai akhir Rp 15.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 97 .000 – 12.000 Rp.000 + 15.000 (P/F.15) 115.000 100.000 155.000.000 Perluasn besar Rp.000.000.000. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000.000.000 110.000 + 15.000 190.5) 10.000.972.000. 120.000 140. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000.000.5) = = = = = = 128.000 .000 – 41.000 – 41. 190.000.000.15) Baik (0.20%.60) Buruk (0.000.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000.000.000 – 12.000.000.60) Buruk (0. 145.000 (P/F. 100.000.028.000.000 – 12.000.25) Perluasan besar Sedang (0.000 Rp.000 Perluasan Kecil Rp.25) Perluasan kecil Sedang (0.000 + 15.000.25) Tak ada perluasan Sedang (0. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.20%.028.000. 10.000 Rp.000.000 3.

000(υ(θ22)) 110. 90.972.15 (3. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000 (υ(θ21)) 110.000.15 (24.000(υ(θ23)) -24.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000 (υ(θ11)) 128.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . 2.60 (100.250.000.000.000) + 0.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.000. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.25 (115.1 98 .000) + 0.000.000.000) + 0.028.101.60 (110.000.250. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000(υ(θ12)) 108.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.972.25 (115.000) + 0. Formulasi matriks contoh 10.000) + 0.000) = Rp.000.n.000.000) = Rp.000.000.25 (128. I = 1. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000. 2.000. 97. = probabilitas dari Sj.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.028.028.15 (10.60 (108.000) + 0. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).000(υ(θ13)) 3. ……n.000) = Rp.028. contoh 10. ………….

umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan.60 ) + 3.000K tiap tahun.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.000 ( 0. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.000 ( 0.000 ( 0.000 Soal-soal: 1. 2. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.25 )+108. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.25 )+ 100. 150. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.972. pajak pendapatan 50%.000 = 128.000.000 ( 0.15 ) = 90. 100. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.000 ( 0.000 ( 0.000 ( 0.000 ( 0. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.000. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut. 150.028.000K. Andaikan digunakan depresiasi straight line. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.028. 150. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.000 = 155. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.250.15 ) = 97.000K. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.7. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.000.000K tiap tahun.000 ( 0.60 ) + 24.000. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.15 ) = 101. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.250. 350.25 )+110. 99 . 200.000. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.028.60 ) + 10.

000.000.000 22.N.000.000.5. P(S3) = 0. Surabaya 100 .000.. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10. P(S2) = 0.000 S1 18.600.000 25.000 3.3.500.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.600. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.2000. buatlah matrik keputusannya setelah pajak. Pujawan. tanpa dikenai pajak.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. New York.000 Modal Kerja 10. Andaikan juga P(S1) = 0.2. 2004.000. Mc Graw Hill Book Co.200.000 12.Inc.000 10. Ekonomi Teknik.000 80. Penerbit Guna Widya.N.000 S3 14.000 30. 1995.000 2000.200. Daftar Pustaka: Barish. Edisi Pertama.000. N.000 15. Berdasarkan data diatas.000.000 8.

biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. mengukur. b. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. a. Misal: biaya bahan baku. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Ongkos penggunaan modal (capital) a.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Misal: biaya tanah. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 .

jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .

hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. 103 . Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya.

ongkos tenaga kerja langsung. banyaknya penjualan dan sebagainya. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Titik yang dinyatakan variabel output. misal: volume produksi. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. lama operasi. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. Jumlah semua pendapatan. misalnya ongkos bahan baku.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. dan sebagainya.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful