BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.015)1 – 1 = 0. 1. 30. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m . 9 bulan dan 1 tahun.000.: i = (1 + 0.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.061 atau Rp.- Di samping kedua suku bunga tersebut. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.046 atau Rp.015)4 – 1 = 0. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.015)3 – 1 = 0.015)2 – 1 = 0.000.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).000. 15.03 atau Rp. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. 46.000. 6 bulan.015 atau Rp.000. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 61.: i = (1 + 0. Contoh 1. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. 4 .000. suku bunga tiap tahun r..: i = (1 + 0.

6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A . uang Rp.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.309. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.000) = 665.000 + 0. 1.000 + 0.000) = 605. 500.. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.000 + 800 + 800 + 800 B .09) = 1.500 pada tiga tahun mendatang. 500.000. 2. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.5 Ekuivalensi Dari pangalaman. 2.000 tiga tahun mendatang.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000 e 3 (0.000 + 1.000.000.000 550.000) = 550. 1.10 (605.000.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. 5.Rp. 5.100 + 1. 665.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.Contoh 1.000 605.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.10 (500.100 5 .964.964.000 sekarang berbeda dengan Rp.000 500. nilai Rp.800.100 + 1. Contoh 1..10 (550.000 + 0.000.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.309.Rp.5 : Dengan suku bunga 10% / thn. Contoh 1.

Ekonomi Teknik. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a).1 %/hari secara kontinyu. Soal-soal : 1. Haryono. 12 % tiap enam bulan b). 0.Investasi B lebih besar dari A. Ekonomi Teknik. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan.. Surabaya 6 . 0. 3. 12 % tiap kuartal c). 1995.1 % tiap hari b). 12 % tiap bulan 2.N. 2004. N. Edisi Pertama. Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. Penerbit Guna Widya. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.Inc. Mc Graw Hill Book Co. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. 1990. tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Pujawan. Daftar Pustaka: Barish. New York. Surabaya.N.

.. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung.. maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun.... n).2.. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. i% .. i% .. Pembayaran Tunggal....1 (F/P ...BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P. 1.... 7 . F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A..... Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P. yang nilai-nilainya telah ditabelkan. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P ...

Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp. 2.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. 1.10)3 = 1.000 0 1 2 3 n Gambar 2. Contoh 2.791.i %.000. 10 %.000(1.000 F = 1.1 : P ekuivalen dengan F.791.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.i %.- B..2 (P/F. 1.n = F (P/F.791. 1. n) = (1 + i).000.n) ………………………2. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.331.000.000 (0.000.000.1: Dengan bunga 10 % pertahun.000. 1.Secara Grafis : P = 1.000 (1 + 0.000. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000.5584) = Rp.331. 6 %.n disebut faktor jumlah sekarang.3310) = Rp. uang Rp.Contoh 2.000.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp. P = F (1 +i).000.000.000.1.10 F = 1. 1.1) Dari rumus 2.P = F (P/F. Pembayaran Seri Merata 1. 3) = 1. F = Rp.000 .. 1.000.331.000 (F/P.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10. 1.000. i = 0. 10) = 1.

diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.3 F(A/F.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + …………. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).n) ………………………2.i %.i %..

000 (A/F. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. 2. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. n) = 10.000.dengan uang muka Rp. 10.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. 1.. 10 ..i %. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. Pemyelesaian : F = Rp.000.40) = 184.000.000. 1 ½ . n) ………………………………2.000 .200.4 (A/P. i = 1½ % A = F(A/F.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan.000. 184. 10. n = 40.. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. i %. 6.240.1 dan 2.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.Contoh 2. i %.000 tiap 3 bulan.000.

000 N = 48 bulan.960. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2.4. i %. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A.200 (5. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.dengan suku bunga 6% / tahun .960. 100. i %. n = 7 . 563.- 4.000 (F/A. 130.06. i %. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. Penyelesaian : A = Rp.000 F = A(F/A.5 (F/A. n) i F = A (F/A.960. Dari rumus 1.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. agar tiap tahun dapat diambil Rp. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata).000. n) ……………………. 48 ) = 4.000 (0.3.200 P = A (P/A.2. i %.000 – 1.000.6 i (i + 1) (P/A.000 = 4. n) ………………………………………. 5) = Rp. i = 1 % / bulan A = P (A/P.582) = Rp. 100. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.700. i %. 6 %.11 .000 (A/P. i %.450 3.200.Penyelesaian: P = 6.. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. n) = 100.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp. 7) = 179. Penyelesaian : i = 0.000. i %. 1.. i %. 6 %.240. n) = 4. 179. 130.200.0263) = Rp.2.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp.179. A = Rp.

pada tahun ketiga Rp.C..200. + (1+i)2 + (1+i) .000. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak.. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.-. demikian seterusnya naik Rp.000. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut.1.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.-.000..000. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. 1.4. asuransi.000. 200.(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….900. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + .. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. 6.. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .tiap tahun. pada tahun kedua Rp. 1...-. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.700.000.000. gaji karyawan.500..

000. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. 1. (2). 8) = 155. 1.-. i %.657.untuk selama 7 tahun.000 155. 8) + 35.155. n) (A/G. n) = (A/G..200.000 (P/G. Penyelesaian: P 400. 35. Contoh 2. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. n) (P/G. 6 %. i %.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. dan naik tiap tahun Rp.(1).000 0 1 2 3 8 P = 155.000 (19. i %. n) (P/A. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G.000.000 (6. i %.000 225.000 (P/A.000 190.842) = Rp.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp.657. i %.210) + 35.- 13 . 6 %.200.

5) = 1.000 (0. 20) = 1. 5 %.200. Contoh 2.1.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp.6139) = 736. 5) (P/A. 1. 5 %.200 P4 = F4 (P/F. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.7835) = 940. F1 = 1. Rp.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.000 . n4 = 20.1. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.200. agar dapat disediakan Rp.000.706.200.05 P1 = F1 (P/F.200.200. 1. 1.000 (0. n2 = 10.3769) = 452. 2.200.18097) (12.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%. i = 0.000 (0.000 1. 5%. 14 . F2 = 1. sebab adanya pembulatan).200.000.200.000 (0.200.4810) = 572.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1.Contoh 2.000 F3 = 1.000. 1.462) P = Rp. 2 tahun kemudian Rp.200. 5 %. 2.706. dan 4 tahun kemudian Rp. 2. 5 %.000.000.000 pada tahun ke 15 dan Rp.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.200. n3 = 15.000 1. 15) = 1.400 Cara langsung.300 ( perbedaan kecil timbul.500. 5 %.000 (0. 10) = 1. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %. 20) = 1.200.000 1.700 P3 = F3 (P/F.000. F4 = 1.200.200. Rp.200.200.000 pada tahun ke 5.200 P2 = F2 (P/F.000 pada tahun ke 10.000.200.

500. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).13907 Jadi i kira-kira 11. 6) = 2. 11 %. 7.000 A = P(A/P. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.P1 = 2. n2 = 8.000.000. 8 %.000.11 + 0.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).1 %.500.10 : Suatu investasi Rp. i %. 10) + P2 (P/F.000.13907 i = 12 % Î (A/P. P = 50.111 0.- Contoh 2. 12 %. 15) = 0.dengan suku bunga 7%/tahun. 50. profitability index (PI).15) = = 0.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.000 (2.000.5869) = 8. 100..000 (1.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.000 A = ( A / P.11) = 0. i %. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . Contoh 2.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000.000.000.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.000.000 (1. 15) = 0.1589) + 1.681.000.000. 8.14682 i = 0.13907 (0. A = 7.12 − 0. 8 %. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15.8509) + 1.1400 50.000 P2 = 1. 15) Î 7. 8 %.000.681.000.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.1400 − 0.14862 − 0.000 P3 = 1. 8) + P3 (P/F.000. n3 = 6.

612. n) = 100.yang sama. 85.538.000 selama 5 tahun.009. mulai 1 Januari 2006. 16 . 14.538.000 .538. jika suku bunga 11% / tahun.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.000.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000 (A/F. 255.000. P = 100.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar). 40) = 85.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4. i %. 8) = 7.612.000 Contoh 2.538) = 7.200 = Rp.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. 10) = 1.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.000.000 (0. 3 ½ %.000.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.000.388.000 (7. 1. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.690 Jadi harus didepositokan Rp. 5 ½. 5 1/2 . 8) = 7. 3 ½ %.000. 5 ½ .000 (P/A. 100.03392) = 255.009.000 (A/P. 60) = 4.Rp.

000 (P/A.-.Contoh 2.965.75. 15) = 4.000. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp. 14) + 100. Jika disewa ongkosnya Rp. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut. 80.000 + 5. 80.000.000 Rp.260.000. i %.000. 14) + 100. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : . Jika dibeli. 5. harganya Rp.000 5. 8%.000 100. 14) + 100. 100.000 5.000 (P/A.000.000.000.000.000 Grafik beli sewa : 75.000 (P/F.000 − 0 (0.75.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000.000 (P/F.000.000. 8%. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000.260.01) = 7.000 Sewa Rp.000 (P/A.000 5.000 Rp.69% 4. 100. 5.000.965.000 + 5.000 (P/F.000.965.000 i = 8 % : . i %.000.000. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .75.000 pada tahun ke 15.000.000 5.000 + 5.000 i = 7% + 4.000.000.000. 7 %.000.000 17 .000. 7%.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.000 tiap awal tahun. 5.000 + 2. 15)= -2.000.

000.400 + 263.000.791) − 50.000 Rp.000 Rp.8%.862) = −9.000 (A/P.000 (6. i %.000 ( P / G .000 150.000.000 P1 P11 = 250.000.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 + 95.000 ( A / P.000 100.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.605) − 50.15) = −263.000 Rp.000 (A/F.600 18 . i %.000 100.000 + 95.67% 545.000 250.000 (3.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000.5) − 50.7%.15) = 545.000 50.000.000 Grafiknya : 595. 595.7%.15) + 5.000 ( A / F .400 − 0 (0.000 ( P /.400 i = 8% : −75.15)) + 5.01) = 7.000 − 250.000 + 95. i %.000 − 250.000 ( A / P.000.000 200.000 (3. 15) + 5.000 + 200.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.397) = −13.000 50.000 − 250. Contoh 2. 250.400 i = 7% + 545.000 250.000.75.650 i = 12% ______ 595. 200.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 (6. 150. 100. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.7%.000 ( A / F .000 Rp.000 150.000 Rp. 50.000. 0 = .

Jadi i = 10% + 2% 9.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.000 F 480. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi.0456) + 400.000 ( F /.15%.650 − 0 = 10. 19 .000.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.000 ( A / G.83% 13. G = 40.10)( F / A. 91. A = 400.15%.000 pada tahun-tahun berikutnya.304) + 40. Menurut staf ahli investor tersebut. Penyelesaian : P = 20.781. Modal awal Rp. 40.000 440.000 10 2 3 4 1 F = 20.000 (4.3)(20.000.15%.304) = 91. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan.10) + 40.781.- 0 Soal-soal : 1. Modal awal Rp.000. 20.000 untuk selama 8 tahun.000 520.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp. 600.000.000 20.000 untuk selama 20 tahun.000.000 (3.000.000.600 + 9.10) + ( F / A.000. 3. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000 (20.000. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.10) = 20. b. 5. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. 500.650 Contoh 2.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000.000.000 400.

000. 8.000 4.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.i = 25 %.88 %. 15. b). c).000 dalam 1 minggu. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun.000. 50.000. c). akan ekuivalen dengan barapa sekarang.31 %.000 Jawaban : a).000 .000 dan harus dikembalikan Rp.44 %.000 dan menghasilkan penghematan Rp. Investasi sebesar Rp.000 pada 12 tahun mendatang. 1.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). a). Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun.200 .Rp. 4.000. 50. 6. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp. 250. b) Rp. i = 6.i = 10. Uang sejumlah Rp.000. b). Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. 50. Jawaban : a) Rp.i nominal = 1300%.000.480 . 40. 753.500. 10. pinjaman sebesar Rp. 20 . suku bunga bank tersebut b).100. 3. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.i = 15.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun). uang sejumlah Rp.143. b).i majemuk = 109475. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. Hitung : a). suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. Modal awal untuk suatu peralatan Rp.c). c). Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. c).000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). Jawaban : a).000. 1. 770.c. (besar angsuran sama).6 %) 2. d) Rp. d).

34.. Prentice Hall International Inc. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun.480. 9. Edisi Pertama.N. 1995. 1992. 2004. Ekonomi Teknik. Daftar Pustaka: Au. N. New York. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.460 . Tung and Thomas P. Pujawan.b). b) Rp. New Jersey.Inc. Penerbit Guna Widya. Jawaban : a) Rp. Barish.N. Second Edition. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. Mc Graw Hill Book Co.Au. Surabaya 21 . Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual.

Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 . Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Dalam ekonomi teknik.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap.000 K untuk perawatan mesin-mesin. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. 10. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Berdasarkan kategori diatas. 2. 3. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Dalam situasi tertentu. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih.

1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. 1. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P. 1.000 K ( A / P.131.149.2505) − 600 K (0. n) dimana S = nilai akhir.8%.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .000.700 500.1168) − 1. 500. 10. 1.000 + = Rp.700 CR = 10.. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.000.8%. 5. Contoh 3.15) − 1000 K ( A / F .649.200 23 .8%.000 Rp.000.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi. listrik.3.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.000 + = Rp.331. i %.000 Rp.5) − 600 K ( A / F . pajak. n) + Fi ………………………….15) = 10.000 Alternatif B Rp. i %.5) = 5000 K (0. n) − S ( A / F . 200.200 200. i %. i %.000 Rp. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P.8%.000 K (0. dan sebagainya.000 600.000 K (0. Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih.

700 0 1 2 3 4 5 1.000 5.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.649.649.000 600.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.000 600.000.649. 24 .000.000 5. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.000.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1.

700.000 + 300.12. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.000/tahun .200. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas). Eugene L Bab 20).5.000.200.000/tahun . Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000.000.000 -10. 25 .000 .200.000.000/tahun + 300.000 . Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun. 5.000 + 300.000 + 1. 8.000/tahun + 300.Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000/tahun + 4. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.200.000.200. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000 + 600.500.400.000/tahun + 300. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000 akan menghasilkan Rp.000.000 -500.000/tahun . maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 .20.200.000 .000/tahun .000.000 -500.700.700.000 .000 -500.000 + 600.000 + 8.000 .5.500.000/tahun .5.000 .000 .000 +300.000.500. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua.000 + 400.000 + 600.000.000 . Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

000 (A/P. 6) + 1. 18) + 1.400. 4. 16 %. 16 %.000 1. 16 %. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.400.000 = Rp.000 = Rp.044.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 1. 12) (A/P.000 Matematika 1.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.400.700.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.700.700.800.700.000 (A/P. 16 %. 18) + 8.000 8.000 29 . 3.000 (A/P. 16 %. 9) + 1.000 (P/F.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.700. 18) + 8.700.980. 3. 6) (A/P.400.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.000 1.000 (P/F.000 1.400.400.700.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.800.980. 16 %.400.700. 16 %.000 = Rp.400.000 8.

000. tahun kedua sebesar Rp. 650. 2. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.000.00 .000. 4. 7. 16.000. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000. 16 %. 9.030.000 Rp.000 Proposal I. 18) + 1. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000 dan nilai akhir Rp.EUAC (Z): 10.000 Proposal II Rp.000.000.000 (P/F. 16 %.000 + 10.000 10.000.000.700.000 tiap tahun.700.50. 9)) (A/P.044 .000. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000 1. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000. 4. 125.000 = Rp. Harga unit X Rp.000. 250. 30 .000 Rp.000 dan nilai akhir Rp. 30. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2.000.000.000 Rp. 3.000 Soal-soal: 1.700.000 1. Dua proposal diusulkan. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. 9. 200. 100. 65.000.800.000.000 Rp. 665.800. Dengan i = 20 % setelah pajak.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. 65. 240.000 Rp. 175. 12.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp. tahun kedua Rp. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp.800.800 .000 Rp.000.000.000. Harga unit Y Rp. 15.000.000.

Fifth Edition. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi.. H. and Richard S. and GJ.. Eugene L. Mc Graw Hill Book Co. 31 . Principles of Engineering Economy. Daftar Pustaka: Blank. Gant. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. 1982. New Delhi. W. Thuesen. Grant Ireson. Fabriky. i = 9%. Leland and Anthony T. Engineering Economy. Second Edition. 1985. WJ. Prentice Hall of India Private Limited. Seventh Edition.G. John Wiley and Sons. Engineering Economy.Inc.. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. Leavenworth.Proposal II. Singapore. Singapore. Thuesen.. 1981.

Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. Seperti halnya dalam Bab 3. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. diperoleh: 32 .BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). Untuk hal demikian. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama.

8) + 500.8 %. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp.present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. 10.. 100.000. 12) = Rp.000.000. 100.000.5.000 (P/F.000. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.000 + 10.000 dan bertambah Rp. 8 %.000.000 10.000 (P/F. 8 %.000.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .000 (P/A. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000. 4) + 10. Jika i = 8%.000.1 i Contoh 4.000. Harga mesin Y adalah Rp. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.1: Harga mesin X adalah Rp.000 33 .000 10. 500.000 500. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000. 20. 26.521. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000.4.000 pada tahun-tahun berikutnya.000.

maka Capitalized Cost 22. Contoh 4.000 = Rp.864.000 (P/A.784. 253. 12) – 5.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi.000 3.000 Dari contoh 3.000 = PW = = Rp. Penyelesaian : PW (A) = 135.09 Ada perbedaan sedikit. 21.000 + 100.961.875.000 + 3.927.000 + 15. 26.000.000 5. 296.478. 8 %. 6%.000.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000 (P/F. Penyelesaiannya : = Rp.2: Lihat kembali contoh 3. 60) + 80.784.3: Lihat kembali contoh 3.000.084.000.000 = 42.000 (P/F. 6%. diperoleh Capitalized Cost 26. 60) = 203.000 100.784. jadi dipilih alternatif I. 20) + (P/F. 20) + (P/F.000 0.000 (1+(P/F.000.000 (P/G.000. Δ PW = = = 42.09 EUAC (II) = Rp. 12) = Rp. 6%. 6 %.000 (1+(P/F.000 – 253.000.000 .000 = PW = 0. 26. dikarenakan pembulatan. 22. Contoh 4.000.157.09 Capitalized Cost = 296.000.000.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. 40) + 3.22.09 0.Untuk mesin Y : 20. 60) = 205.2.084. 6%. 30)) + 20. 6%. 6%.000 (P/G.000.000. 6%. 8 %.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.2.000.000 PW (B) = 80.648. 40)) + 4.000.648.157.000 (P/A.333 0.933.648.

000.000) (P/F.000. 329.000.850.8%. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah. PW (1 mesin otomatis) = 90.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .500.000. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.500.000. Jika mesin oto matis dipilih.500.6. 8%.000 + 2.000.20).000. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000. 8% 20) = Rp 167.000 tiap tahun. 8%.000 / tah un. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya. 8%.000.Contoh 4.500 .000.2.3.000.850. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000 (A/F.000 tiap tahun. l2.000.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.8%.000 + 12. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.500. 8%. Untuk mesin otomatis.000.000.(6.30.000.500 .000 + 1. Rp.876. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.000.pa j a k 8 % .000 (P/F.1. harganya Rp 90. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.000.438. 5) (P/A.000 tiap tahun.000.15) + 2. 5) (8% 15) – 5. 20) + 6.3. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.000) (P/A. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.000.000.500. Gaji karyawan ditaksir Rp. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp. 20) + Rp 3.000 (PA. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000.000. 10) + ( 3. nilai akhir Rp 2.000.000.000.000 + 27.000 (A/F.000 dan biaya pemeliharaan Rp.000 (P/A. 8% 20) = Rp. 8%. Harga sebuah mesin manual Rp.000.647. 36.000 (P/F.000.000. umur teknis 10 tahun.000 + 13.000 + 30.

Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. H. Thuesen.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Daftar Pustaka: Blank.000. 1985. 36 . Leland and Anthony T.000. Engineering Economy. Haryono.000. Ekonomi Teknik. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). 1981. Singapore. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . Grant Ireson. John Wiley and Sons..000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2. Gant.000.Inc. Seventh Edition. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. and Richard S. Second Edition.000. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp.000. 1990. and GJ.500..000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.000 pada tahun-tahun berikutnya. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90.000 pada tahun-tahun berikutnya. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Engineering Economy. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%.000.800.000. WJ.G. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l .65. Principles of Engineering Economy. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350.000.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. W.000. Mc Graw Hill Book Co. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. Singapore.16.000. Prentice Hall of India Private Limited. Thuesen. Surabaya. New Delhi. Leavenworth.Soa1 – soal : 1. 1982..000. Eugene L. Fifth Edition. apakah asrama seharga Rp 90.000. Fabriky..

Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR).2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI).BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. 37 . Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi.PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Internal Rate of Return (IRR). maka investasi tersebut dapat dilakukan. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).

650 38 .000 + Rp 150.000 100.000 200. 1%. 5) – 50.000 (3.000 – 250.000 + Rp 200.83% 13.650 − 0 = 10.000 250.Contoh 5.000 + Rp 100.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.00 – 250.000 + Rp 50.000 (P/G.000 + Rp 250.397) = 13.000 150.682) = -9.000 (3.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 (6.000 (P/A.791) – 5.000 – 250.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 (6.605) – 50. 1%.600 + 9.000 50.

15.000 .800. 300.9.100. Rp.800.000.400.9.000 .000 (A/P.800.000 .000. Karena i = 13.300.000.000 NPW = 0 = -15. Jika suku bunga i = 9% (MARR). Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.200.000 2.000 2.000.400. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.800. 10) + 2.000 2.000 2.9.9.800. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.800.000 6.800. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.200.000.200.000 2.000 (P/A.000 6.15.200.000 .800.400.300.000 tiap tahun. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur. 400.000 6. 3.000.800. 9.000 .000 .000 .3%.200.000 6. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .9.000 2.000 6.9.000 tiap tahun.000 6. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.000 6.000 6. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 6.1.000 Alternatif B . asuransi.000 2.800. i%.000 2.200.000 .2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.200. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.000 6.200.200.000 + 2. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.15.000 2.400.000.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.400.800.9.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp. dan Rp.000.000.800.000.Contoh 5.400.9.000 B–A .000 .200.400. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .400.000 2.400.9.9. 1.400.200. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih. i%.

000 + 300.000 Jika i (MARR) adalah 5%. i% . Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2. 3) = 0.7% B : -2.100. 10) + 3.000 = 15.000.000 NPW = 0 = . i% .000 = Rp. 1. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6. 2.000 + 300.800. 2.000 + 800.3) = 0.000 Rp. 800. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.000 Rp. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .000 Rp.000 + 1.000 + 1.800.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.000 Rp.100.000 (A/P.100.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B. 9. 9%. bahwa EUAC (B) < EUAC (A). 800.100. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 (P/A.000 Rp.000 + 400.Rp.737. 8.000.7% 40 .000 .000 + 300.000 300. i%.Rp. 1.000 (P/A. 1. 800. Contoh 5.000 300.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 .000 Rp.100.000 300.000 (P/A. diperoleh i = 8. diperoleh i = 9.000.200.800.000.300. Karena 6.1%.800.

000+32. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24.000. Contoh 5.000 Rp 50. 25) + 50.000 Rp 32.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000.000.000 Rp 23.000.000.000.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000.000 Rp 50. 25).000 25 tahun Rp 325.000.500.000. Untuk proyek X : 0 = .000. 13% 25)+50. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000 + 32.000 Rp 88.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.000. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88. i%. i%. = 13.000 41 .000.000.000. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000 (P/A. 25) Untuk i = 12% : .000. tentukan alternatif mana yang dipilih. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000 (P/F.100. yaitu proyek X dan Y.. 25) + 50.000.000 (P/I'.000.000 Rp 40. 12%. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000 tiap tahun.250.000.000 (P /A.250.000.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.000.916.000.000.4 : Misal ada 2 proyek.250.000.000.085. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak. 13%. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000 Untuk i = 13 : .000 (P/F.000 tiap tahun. 50.000 Rp 24.000.000.000. 25) = 3. 12%. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32.000 (P/A.000 + 32.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000 Rp 100.

Untuk proyek Y : 0 = .000 Rp 9.000 pada alternatif II. 70.000. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 40 tahun Rp 20. i%.23 % 3.085. 2 5 0 .Diperoleh i = 12 % + 3.4%. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ).000 + 36.000. 1 .000 Karena 12.000.000.000 20 tahun Rp 10.325.000 Rp 6.000.000 (P/A.000. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.500. 25) + 50.000 (P/F. yaitu 3.916.000. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%.000 + 13.000 − 1 1% = 12. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.23 % > 11 %. 0 0 0 tiap tahun. i%. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).916. Contoh 5. maka proyek X dapat diterima ( acceptable). Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp.000 Rp 120. 42 .000.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .

Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .000.50. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000.000 9. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya. i%.000/tahun II – I .000 9.70. c.000.000.750.000 1. b.000 (P/F.250.000 + 1.000.000 (P/A. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000.000.000 1.000 7.000/tahun - Alternatif II .000. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi. yaitu a. 43 .000 - 7.250.000.000.000 + 10.70.750.000.750.000 + 10.7.120.000 . 20) + 10.000 7.000 (P/F.000 9.000.000 + 1.000.750.750.000 + 1.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif. Hitung rate of return t i a p .000 NPW (II – I) = .50. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.000 + 40. i%. 40) + 40. i%.000.000.250.000 21 – 39 40 9.000.250.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama).t i a p a l t e r n a t i f .000 . d. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000 + 10.000 + 20.

5). i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %. 5).700 (P/A. i = 5% D : 0 = – 500. 125.000 Rp. 100. Untuk A : 0 = – 400. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 100. 125. 27.700 44 . 200. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. tentukan alternatf mana yang harus dipilih.000 Rp. 5).200 Keuntungan/tahun Rp. i%. i%. i = 12.000 + 100.000 B Rp. i = 8.000 + 46.200 (P/A. 400. diperoleh hasil sebagai berikut.e. 400. 27.000 Rp.900 C Rp.000 + 27.3% C : 0 = – 200. 500.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. Contoh 5.efisien). Jika i% (MARR) 6%. 5).000 Rp.3% B : 0 = – 100.000 Rp.900 (P/A. i%.200 D Rp.000 B Rp. 500.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol.200 Keuntungan/tahun Rp.000 + 125.700 C Rp. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.200 (P/A. Penyelesaian. 400. i%. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. 46. 100.

100. 73. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.000 Keuntungan/tahun Rp.300. i%. 300.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). Selanjutnya membandingkan A dengan D.300 NPW ( D-A ) = 0 = .200 NPW (A – B) = 0 = . 100. 45 . K a r e n a 6 .000 + 21. 21.200 (P/A. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).9 % . 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. i%.000 + 73.pilih alternatif D.300 (P/A. 9 % > 6 % maka . Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.000 Keuntungan/tahun Rp. 5).

Berdasarkan perhitungan tersebut.Soal-soal : 1. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000 Rp 16. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000.000.400.000. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.850.000.000 Rp 16. 2.000.000.000.000.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 Alternatif II Rp 80.000 4 tahun Rp 1.000. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000 Rp 1. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000.000.000 Rp 10.000 Rp 11.000 5 tahun 5.000 Rp 11.000 40 tahun Rp 2.000.000 1.000 Rp 14.000.000 A Rp 40.000 Rp 16.000.000 Rp 9.000 Rp 11.

1981. 47 . Leland and Anthony T. Principles of Engineering Economy. WJ. Engineering Economy. Second Edition. John Wiley and Sons. 1982.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . New Delhi. Eugene L. Prentice Hall of India Private Limited. Thuesen. Gant.Inc. and Richard S.G. Fabriky. Singapore. Leavenworth. Engineering Economy.. Mc Graw Hill Book Co. W. Grant Ireson. and GJ. H... Seventh Edition. Fifth Edition. Daftar Pustaka: Blank. Singapore. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. maka tentukan mesin y ang dipilih.. Thuesen. 1985.

sedangkan sebaliknya tidak.Tetapi 48 . mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. rumah sakit dan obat-obatan. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. Contoh lain. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat.

rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit.000 27. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah. tetapi disini dihitung incremental B/C. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. yaitu diperlukan analisis incremental . Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. Contoh 6. 6.97 46.17 = 0. dokter.700( P / A. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.06 = C PWcos t 400.6%.900( P / A. Untuk 3 alternatif atau lebih.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.000 49 .1.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i.000 B : B/C C : B/C = = = 1. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel.5) 100. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.5) 200. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.6%. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel. dokter. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. : Lihat kembali contoh 5. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.5) = = 1.200( P / A.6%.

5) 200.900 D Rp. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. 400.000 = 1. 21.700 A Rp.000 Rp. 0 2 100. 125.300( P / A. 100. 50 . susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil.D : B/C = 125.000 Rp.000 Rp.02 100. 100.6%.000 Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.900 D Rp.05 Untuk alternatif C karena.000 72.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100.5) = 1.000 Rp.5) = 1. 100.300( P / A. B Biaya awal Benefit/tahun Rp.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. 500.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D .6%. 125.200 Incremental D–A Rp.000 Rp. 500. Selanjutnya. 100.6%.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24. 400. 27.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .200( P / A.

Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000.300. 0 0 0 .000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika.55.000. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 tiap tahun. 51 .Contoh 6. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).000.1. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r .000. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.kecilnya banjir yang timbul).900. 0 0 0 . Seperti halnya dalan contoh 6.000 tiap tahun.2. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan.000.10. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP). B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000. sebab data yang tersedia dalam tahunan. Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.000. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.000.000. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.

000.000. 50) + 40.08 157.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000 = 157. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.000. 6%.000.000.000.000. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000 = 1.000. 6%.71 219.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.000.000.000 = 0.000.000 C(D & R– S) = 5300.000 (A/P. 6%. nilai akhir. pengembangan. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost. pengendalian polusi dan sebagainya.000) = 12.000) – (28.000 (A/P.T P ) C (S .000 + 10. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis. Contoh 6.000 = 375.000.R. B (S . Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000 = 2900.50 + 35. Cost disini mungkin biaya riset.000 B/C = 12.000 Karena B/C – 0.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &. dalam pengembangan sistem senjata.000 .Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 (A/P.000.50) + 35.000.000 = 219.000 .000. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000 375. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.TP ) B/C = = 480. Misalnya.000 – 55.000 2900.000 .000.105.

000 + 9.000. 15) = 264. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.9% 10) 15. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000.000.000. 99%.000.000% B 160.000 160.000.000 25.000 + 25. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis.732.000 (P/A.723. Dengan menggunakan MARR 9%.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125. tetapi life cycle costnya lebih kecil. 9%.200.000 ( P/A . 25.15) = 256.000 15.000.000. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 190.000 15.000 12.000.000 75% C 190.200.000 = 190. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.000. 9%.000 9.000. 15 ) = 272.000 PW (B) PW (G) = 160. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000.000 (P/A.000 Dari hasil perhitungan di atas. 5) + (P/F.000.000+ 12.000 12.000.000 9. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 (P/F.tersebut.200. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.9%.000.000 75. Penyelesaian : Untuk memudahkan.000.161.000. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000.

000.08 dan 1. . Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. Demikian sebaliknya.20 % maka penawaran C yang dipilih. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. PW (C B) = 7.dengan nilai sejumlah uang tertentu.2 . disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . Jika life-cycle cost dua alternatif sama. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. tetapi dalam beberapa hal berlainan. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya. (rubber yard sticks).38.429 efisiensi (C . seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan. Dalam contoh 6. 60% dengan 72 % dan sebagainya. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih.000.B) = 15 % Dari hasil tersebut.429. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. Dari perhitungan. Soal – soal : 1. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. maka masalahnya sederhana.03. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. Misalnya dalam contoh 6. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0.3 tersebut. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan.

diperlukan biaya awal Rp. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.000 dan naik Rp 12.000.000. 4.000 dan untuk lokasi N. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.000.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya.000.000. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP.000.000. 3. Untuk lokasi M. Gunakan MARR 8 %. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000 dan Rp 90.000.000.000.000. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180. Biaya awal untuk P adalah Rp.000.000 dan bertambah Rp 20. 3.400.000.300.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20. Dari soal 1. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000 dan naik Rp 5. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R).000.000.000 tiap tahun. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000.000.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45.880. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000. Berikan kesimpulan hasil tersebut. D & R akan mengurangi daerah pertanian. 2. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .600.000.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000 tiap tahun. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000 dan Rp 660.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000 tiap tahun. 50.

N. 2004. 1995. R.000. Ekonomi Teknik.000. D . Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Penerbit Guna Widya. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya 56 .. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.N. N.Inc.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. Daftar Pustaka: Barish. Pujawan. Edisi Pertama. New York. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .

biaya minimal. cost point). Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. 57 .BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. Karena itu f1 (x) = f2(x). Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama.

biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air.000 (0. 10%. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .400.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840. 4) = Rp.000.Contoh 7. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.400.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. Gunakan i (MARR)10 % tahun.000 (A/P. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. 120. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.000) (A/P. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.10) = 399. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .10%.000 – 200. 550. 174.000.4) + 200.

000 + 120. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. 292.000 − (399.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi. Maka TCB = CRB + Ht.37) = Rp.000 59 .TCB = CRA + MA + CAt – CRB . 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.000 + 100 (0. Gambar 7. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000 + 120.t = jumlah jam operasi tiap tahun.HBt = 399.84) – 174 – 100 (1. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA . Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.

000 = 3. 20) + 35.000a (0.000 a (A/P.934.400.000.000.000.000 TC (kayu) = 35.968) (A/P.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih.000a (0. 8%.000 Rp 3.000 - Baja 29.500.000a (0.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35. Contoh 7.600. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.000. 20) + 29.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.032) ( 0.000 = 2.000 Rp 1. 20) + 8.08) + 4.01) (0. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000 3.000 Rp 5.250. 8%.558.500. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000a + 4.000 = 2.99) (A/P.250. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).250. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif.000 = 29.000 Rp 1.000a + 6.000 Rp 2. steel (baja) dan frame (kayu). 60 .440a + 8.500.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000a (0. Dalam contoh sebelumnya.000 Rp Rp 5. 8%. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.08) + 6.

000.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. A.000. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.Biaya kayu baja 25. yang ekonomis adalah konstruksi beton. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.000 beton 20.000 15. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.000. adalah membangun dengan konstruksi baja. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya.

pajak insurance. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.001 1435 ohm.06) = 20. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. biaya investasi akan bertambah juga. umur teknis ditaksir 20 tahun. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor .6) A (0. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal. dan pemeliharaan diabaikan. 6%.000 + (600 – 500) (539.940 62 . 20) + 500 (539.6) A (A/P.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki.40)(12)( A)(555) 539.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 . Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.890 A + 13. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0.0011435 258. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. biaya instalasi Rp 160.

490 = 3.280 64.940 A 258.760 162.090 162.500 118.52 inci2 20.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).720 129.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.490 =0 A 258.370 3 76.400 TC 185.890 A + = 20.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .160 170.390 139.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal. 090 Biaya Investasi 129.890 – 258.750 43.610 86. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.510 4 5 6 97.490 + 13.140 182.120 185.680 51.

000 6.000.30. Soal – soal 1. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000 6.000 4. 50. dibandingkan menyewa? 64 . karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.680. Jika suku bunga tiap tahun 12 %.000 2. dan biaya pemeliharaan Rp.000 8.000.000 3.000 tiap hari.710. dua.000. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 tiap hari.350.000 3.000 tiap tahun secara kontrak. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. 4. 130.000 1.030.000 3.000.000 860.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan. 5. tiga atau empat evaporator.000 5.610.240.190. 3. 7.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.000.850. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. Biaya pengoperasian ditaksir Rp. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k .560.960.960.220. maka berapa hari tiap tahun. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.

Inc. 240. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 300.000.800. Ekonomi Teknik. 2. dan mesin gas ekonomis. 150.000. 0.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. biaya pengoperasian Rp. dan memerlukan biaya Rp 2.000 tiap tahun. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .000. Edisi Pertama. N.000 tiap tahun. mesin diesel ekonomis. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. 315. 3.N. 150.N. Harga mesin ga s olin Rp. Mc Graw Hill Book Co. 4. 3. 2004. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. Haryono. sehingga dapat diabaikan.000. 1990. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis.300. New York. Surabaya 65 . biaya pemeliharaan R p . Ekonomi Teknik.000 tiap tahun. Surabaya. Pujawan. Daftar Pustaka: Barish.2. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama.500. dan memerlukan biaya Rp.000.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Harga mes in diesel Rp. untuk buldozer yang ia beli. 3. diesel atau gas hidrokarbon.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar..000 tiap tahun. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.000. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. 2.aya buruh Rp. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1. 200. Bi. biay a pemelihaan Rp. 1995. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. Penerbit Guna Widya.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3.

Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. 2. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). yaitu: 1. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh .BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. sehingga berkaitan dengan p a j ak. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan.sederhana sebagai beriku t : 66 . Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). Yang pertama. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ).

000 sebagai penghapusan modal.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. ada 3 komponen utama yang digunakan.000.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp.500.500. 5. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis.000. 8. pemeliharaan. upah kar yawan. Dengan menggunakan mesin tersebut.500 2.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp.000. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp. 2. 4.5. umur teknis (n) .000. 2. 7. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.000 tiap tahun. Untuk menghitung depresiasi.000 untuk menunjang proses produksinya.000 = Rp. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. dan nilai akhir (S). 2. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting .000. 5. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. 2.000 tiap komponen. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp. dan depreciation accounting (SOYD).000. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting . Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .000 tiap tahun. 67 Sum of Years digits . 15.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

n) (F/A.000. n) + i (P-S) (A/F.000 1 2 3 4 5 Gambar 8. i.000 4.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.7.000. 8.901.403.692. n) (F/A.015.000. 10. 10.1.000 SOYD 4. Nilai buku asset Rp..000.670 8. i .000 6.000 1.400 6. t-1) …………………………. n) (F/P.940 1.917..711.596. i. i.600 1.000.000 6% sinking fund Straight line 8.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10.580 2.793.8.060 3.015. BVt = P-(P-F) (A/F. i%. 8.000.000 71 . i. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.000 Declining balance 2.390 1.000. i%. t) ……………………….490 999.

000 (P/A. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.000.900. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Sebelum pajak NPW = 0 = . Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000 = = 4. b. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation. Sebelum pajak pendapatan (before income tax). f. c.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp.36. h. e. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak.3 %.000 n 8 72 .5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.000. g.000 + 8. 8. Dt = P − S 36. 36. b. d. Penyelesainnya : a. i %. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.900. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). i.500. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.000.Contoh : 8.

000 D2 = 7.000.400. D6 = 3.000 + 8.000.000 4.000.500.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.738 .000 + 8. D3 = 6.000 4.000 2112. i %.000 6.400.000 6.000.000 8(8 + 1) c).500.000 4.000 2112.36.000 2112.000 2112.900.000 6.000 + 8.000 6.500.000 + 8. 73 .900.400.738 . D4 = 5.400.000.738 .000.000 4.000 + 8.500.000 NPW = 0 = .000 2112.900.000 6.000 6.000.000 2112.000.000 4. D5 = 4.738 .738 .738 .400.000 4.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0. D8 = 1.900.000.000 6.000 + 8.900.000 2112.000 4.000 4.500.000 4.400.500.000.000.000.778. D7 = 2.400.000.900.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 4.400.000 6.000 4. Dt = (P-S) D1 = 36.000. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000 + 8.000 (P/A.2 %.000 2112.900.000 + 8.000.000 4.000 4. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000.000 + 6.000 4.000.000 4.500.000 4.500.000.738 .000.900.738 .

000 1.000.900.900. i %.000 4.900.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000.000.000 7.000 3.000 (P/G.000 8.000 - - 432.000 7.900.832.000 5.000.392.000 - - 900.000.000 912.468.000 6.000.000 8.000 (P/A.000 8.000 3.000 36.468.000 3.000 6.000 8.792.000 7.382.000 7. 8) – 480.508.548.000 4.900.48 C) (E = A + D) - 8.900.000 6.000 2.900.000 (B) (C = A + B) (D = -0.988. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.900.900.000.068.000.000 8.900.000 NPW = 0 = .000 3.108.028.2 % 74 .000.872.000 2.000 1.900.312.000 8.000 1.900.000 2.000 5.000 + 8.000 5.900.000 1.000 5.000 7.000 2.000.588.000 6.000.000 + 8.000 8.36. i %.900.

000 6.750. 8) + CFt – 5.995.2.1.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000 2.000 8.000 5. dr = 2 = 0.000 6. 8.000 48.948. i %.062.000 6.d).995.905.000 7. 6.25 BV2 = 50.000 .000 2. untuk t = 5.000 (P/A.187.25 (36.000 5.000 (1-0.848. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.25 (27.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.000.000 -100.900.000 6.000 8.000.000 8.995.500 BV3 = 36.000 (1-0.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36. D1 = dr BV0 = 0. BV0 = 36.000.000.000 . 7.000 3.625.000 5.000 .500 5.000 2150.500 D4 = 0.000 NPW = 0 = .500 − 0) = 2.000 - B C D E .500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.000) = 9.900.390.900.390.000 .905.000 .25) = 27.000 (1-0.052.000.449.000.000.25)4 = 11.000 8.868.995.052.905.000 d3 = 0.000.000 2.2.25 BV3 = 3.797.797.000 5.000 BV4 = 36. yaitu : Dt = (11.000.848.995.000 .000 8.900.900.000) (P/F.837.000 5.000 6.000 8.000 (1.0.848.25)2 = 20.36.842.000.2.000 9.1.052.2.000 .848.052.000 .000.995.000 8.1 % 75 .000 6.750.103.905.000 7. D2 = dr BV1 = 0.000) = 6.848.000 + 5.500 3.900.36.055.032.000 8.000.000 2. i %.451.900.000.000.000. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.2.000 8.25)3 = 15.250.900.

000 6.000 900. i %.832.000 6.720.000 7.4.000 1.000 912.36.900.000 7.900.000 3.000 5.000 4.000 7.000 8.000 4.900.000. Tahun 0 1 2 3 A . 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.000 8.000 2.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .000 2.600.000.000.32.900.900.548.000 8.628.900.000 7.000 5.000 8.312.000.900.628.000 4.000.900.000 5.000 2.e).000 1.900.000 76 .900.000.000 1.900.900.000 6.827.000 0 0 0 8.000 3.000.000 (P/G.000) = 3.000 1.900.508.000.4.000 .900.108.000 7.000 8.900.272.000 4.000 .36.000 5.000 + 8.000.900.352. i %.900.628.900.392.000 4.000 8.000 8.028.000 8.798.000 ITC = 10 % (36.600.000 3.000 6.272.000.4.000 B C D 17.900.000 3.000 8.900.900.468.468.6 %.000 2.000 432.18.000.588. f).000 .000 NPW = 0 = .000.000 B C D 3.000 8. n) – 480.000 8.280.272.000 8.000 E 32.988.000 (P/A.000.000 E .000 8.068.

000 -7.272.21 (36.000 8.900.000 8.900.816.000.4.000 E .272.920.900.000 Keempat = 0.272.643.000 8.000 8.4 5 6 7 8 8.21 (36.000 .900.000.272.000 8.000 8.400.000 Kedua = 0.643.628.900.000 .643.000) = 7.272.900.000 .628.36.4.000 8.900.280.000 1.628.000 8.000 .000 .000 .220.000 8.200.700.628.1.000 Kelima = 0.000.340.000 -7.32.650. i %.000 8.000 4.0.000) = 7.000 -5.900.900.920.900.000 4.4.400.900. Tahun 0 1 2 A .650.560.18.4.430.000 -7.000 8.000 .000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.900.000 .000.000.000 4.000 B C D 3.900.272.560.000 Ketiga = 0.816.900.650.000 E .000 0 0 0 0 0 8.000 77 .000 B C D 3.3 %.000 8.560.36.7 % h).000 8.4.000 7.000) = 7.900.48 (-36.900.000 8.4.340.000 8.000 (P/A.15 (36.272.000 8.4.600.000 8.000 -7.000.200.32.272.084.000 4.000 .4.000 8.000 8.900.272. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.000 .680.628.000 4.000 .000 8.000 1.000 8.272. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .470.600.000) = 5.628.084.400.000 .000 + 4.900.720.900.000 8.000 1.000 0 0 0 3.22 (36.900.900.500.000.000 4.000 8.000 8.340.000 -7.000.700.628.000 . g).628.900.000 980.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.000 .400.000) = 7.272.000 8.628.000 4.000 Besar pajak investasi = .000 8.000) = 17.21 (36.900.000 1.000 4.000 1.000 -7.000 NPW = 0 = .000 .

628.700.200.000.628.900.760.000 4.000 8.000 .000 8.000 .4.640.000) = 8.000 -11.816. i).272.000 8.000 10.900.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.600.900.000 8.900.084.000 8.000 8.200.000 4.000 8.900.6 %.000 .000 .010.000 8.816.760.000.000.520.000.000.000.900.000.000 B C D 3.200. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000.628.775. 78 .000 0 0 0 1. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.000) = 7.4.125.000 1.4.000 8. Contoh 8.900.000 4.000 -7.000 E .000 .32.900.900.3 4 5 6 7 8 8.140.200.000 .640.4.000 8.000 8.000 260.084.200.000 8.900.900.000 .000 .1.000.900.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.000 8.900.000 -7.000 Tahun kedua = 32 % (36.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .816.700.507.000 4.900.000.000 8.000) = 2.000 1.816.000) = 11. apendik) adalah 20 % (36.000 8.000 8.000 Tahun keempat = 16 % (36.000 8.5.890.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.000 3.000 . 30.000 Tahun kelima = 8 % (36.258.400.000 6.000 0 0 0 1.000 .700.000 8.000 .000 .272.520.000.200.272.900.4.000 .4.000 -2.000 8.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000 8.000 -7.000 8.272.000 .880.000.084.158.393..8.000 -7.000 4.000 Tahun ketiga = 24 % (36.272.2.084.9 %.000 7.700. 36.000.620.628.900.000 6.000) = 5.272.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp. 180.628.900.900.880.000 1.000 8.36.900.020.628.900.000 .000 .2.000 4.000) = 7.000 8.

000 B C D E -180.000 = 15.000 30.000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000.000.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp. NPW = 0 = . b).000. Dt = 180.000 21. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000.000 . 8.000. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).000.000.000 25. sebelum pajak pendapatan.000 + 36.000K. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.180.000 (P/F.400.000.000.000.000.000 − 30. i %.000.000 (P/A.000 -10.9 %.000 – 0) = 14. 10) + 30.000.2 % b).000 P−S ) t = 180. c). NPW = 0 = .000. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.080.000 180.000 − 0) ) t = 180.000 10 A -180. 79 .000.000 (P/F.000.920. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d).180.48 (30.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.000.000 .000 30.000. 30.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000 36.000 4 P−S (180.000.000 − 0 = 45.000. sehingga tak ada pajak pendapatan.000.000 − 30. i %.000 + 25.000 .000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0.920.000.000 (P/A. i %. i %.000 -15. Penyelesaian : a). c).Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp. 10) + 30.000.

i %.000 = .22.000.000 K - Nilai akhir = Rp.000 .000 18.9.5 %.000 30.000 .000 -17.000 15.000 (P/F.000 – 30.560.000.000 10 (180.000 .180.000.000) = 10.000 − 30.000 8.000 25.000. i %.000 -14.180.000 40.000 (P/A.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8.560.000 NPW = 0 = .Tahun 0 1 – 10 5 .000. Dt = 180.000 10. 4) + 15.000.000 36.000 -45.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000 21.000.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4. i %. i %.250.000.320.080 . 4) + 18.15.000.48 (22.22.000 B C D E . 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000.000 (P/A.000.000 B C D E -180.000 18.000 .400.000 − 30.000 36.920.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000.750.180.000 0 36.000.000.10 = 30.000 36.000 10 BV = 180. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000.320.000 (P/A.000 = 15.000) .180. 10) + 18.560.10.000 .000 + 40.000.000. 6) (P/F.000 .000 .000 (P/F.320.6% d).750. i %.10 10 A -180. i %.560 . 8.000.000.000.000.000.920.000 NPW = 0 = .600.000 4.600.000 .000 .000. Contoh 8.000 + 25.

000 -10.000 C 350.400.000 50.000 .000 .400. i %.000 32.000 -10.300 .600.400.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.500 .300.100.5 % 81 .000 B -250.400. 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.000 -16.800.900 .000 -21.000.000.600.Biaya peralatan investasi A 200.000 .000 14.000 .200.200.000 60.000 45.000 D -500. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .200.000 27.400 . i %.000 101.000 51.000 20.000 117.500 . untuk pemilihan alternatif berganda ini.000 B 250.000 .000 22.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.000 24.000 .000 -17. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.400.800.000 .200.25.700.000 65.500.700 .100.000.000 40.000 (P/A.500.000.000 -20.000 20.000 NPW (A) = 0 = .000 51.800.000 D 500.100 . Berdasarkan data di atas.200 .7.000.000.200 . alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 + 22. 20) i = 6. 32.000 (P/A.000 C -350.000.800 .600.000 52.800 .000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.000 17.000 33.000 24.000.0. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 65. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 34.000.000 + 17. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.

300.000 10.000. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %. 20).300. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.900. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.000 C -350.000 + 11.600. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.Pemasaran (marketing) . C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.000. i %.NPW (C) = 0 = -350.000 + 34.900.700.C dan D seperti sebelumnya.700.000 (P/A.000. i %.000 + 10. sehingga dipilih alternatif C.Safety (keselamatan) .000 C-B -100.5 % NPW (D) = 0 = -500.000 C-D -150.200.000 34.000.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.000 NPW (D – C) = 0 – 150.300. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .5 % Dari hasil perhitungan tersebut.000.000.000 (P/A.000.9 % < 6 %. 20) i = 7.000 45. 20) i = 6.200.dan sebagainya.000 D -500.000 22. Diperoleh i= 3.100.000 (P/A. Soal-soal: 82 .000 NPW (C – B) = 0 = .000.000. 20). Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000 (P/A.000 11.000 + 45.000. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi. i %.000 34. i %. . karena itu dipilih alternatif C.

Dengan menggunakan metode “average book”. jika digunakan : a.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp. 12. c. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). b. 3. 9.000.000 untuk selama 2 tahun. Metode depresiasi straight line. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. Dengan menggunakan metode “Original Book”.000 pada tahun pertama. Metode depresiasi sinking fund 6 %.000 pada tahun-tahun berikutnya. memberikan pendekatan yang cukup baik.000. hitung rate of return tiap peralatan. Harga notebook tersebut Rp.000. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp.000.000 pada tahun pertama.25.000. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Metode depresiasi SOYD.000.50. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.4. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000. 78. 2. b. 3. d. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3.000. 3. Pada tahun 2003. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp.1. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. Metode depresiasi double declining balance.000. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. Rp.000 pada tahun kedua naik Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya.300. 20.000. 16. c. Dengan 83 . Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. Untuk tujuan pepajakan. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. d. a. 17. Rp.000. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku).

. and GJ. Eugene L. Leland and Anthony T. Fifth Edition. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ekonomi Teknik.. 1982. 1990. and Richard S. Gant. WJ.. Principles of Engineering Economy. Grant Ireson. Daftar Pustaka: Blank. Second Edition.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.G. Thuesen.Inc. H. Singapore. Fabriky. Leavenworth.. 1981. Engineering Economy. Singapore. Prentice Hall of India Private Limited. Engineering Economy. W. Haryono. Seventh Edition. Mc Graw Hill Book Co. John Wiley and Sons. New Delhi. Thuesen. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Surabaya. 1985. 84 .

Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U.000. Contoh 9.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power).1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. 10.S.87 %.A. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga.

000 500. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 500.300 121.000 371.000 492.000 500.000 = Rp.500. 86 .000 500.500 195. 399. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 pada tahun 1995.000 399.000 500.338.000 500.300 133.100 147.000 500.000 500.000 500.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 104.200 100.000 500.000.000 Laju inflasi (CPI) 92.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 272.000.000 468. 7.000 314. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 425.000 10.900 94.700 161.000 500.000 383.000 500.500 97. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000.500. pada kolom 4.000 238.200 170.000 256.200 109.500 181. Setelah 116.900 ) Rp.000 288.300 125.000 478.000 500.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.000 446.000 500. 500.400 116.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 349.

yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. 87 .3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.000 x 5 x 100/150 = Rp. Pertanyaan : a. i%. NPW = 0 = .330 (P/F .000. Besar pajak tiap tahun adalah Rp. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya.40. 1.000. i% .2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp.000. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.35. 40.333. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.000. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000 (P/A .tahun kedua diberi indeks 105. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.330 b. Contoh 9.000 tiap Ha.000000. 10) dengan interpolasi diperoleh 11.85% c.500.500. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.333. 70.35. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. yaitu obligasi yang berharga Rp.Contoh 9. 10) + 133.000 – 1.35. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.000. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%. Pertanyaan: a. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp.000. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient.000. 133.000. Rp.

Berdasarkan tabel c).148.000 d.362. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .000 -1.433.590.000 5.000 + 2.000 + 4.500.000 -1.000 + 70. 100 10 5.500.000 +∑ ( P / F .000 -1.000 -1.000 + 133.000 + 46.370.000 5. NPW = 0 = .000 (P/F.648.b.000 5.500.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6.666.000 -1. 10) x b. c. d.369. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.000 + 4.090.000.000 5.166.000 + 4. i %.000 -81.000 -1.833.500.600 + 4.000. Penyelesaian : a. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.000 + 4.000 + 3.600.500.000. n) n =1 10 88 .500. e.980.666. i %. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.869.000 + 5.500.000 5. i%.000 + 4.733.000 -1.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14. n) 150 n = 1 1 + 0.333.500.480. c.807.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.862.500.000 6.000 6.000 + 5.000.500.35.000 6.333.000 -1.500.000 -1. Hitung rate of return dari a).000.330 - Obligasi 35.000 -1.

Soal-soal : 1. 20.000. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000 pada tahun-tahun berikutnya. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10.3 %) c. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan.000. 27.000.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. 89 . 300. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp.000. 110. 100. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.000. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %. 32.1%) b. 320.700.000. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20.000 tiap tahun. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.8 %) d.e.000 pada tahun kedua. a. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 5. Berdasarkan data diatas : a.9%) c.300. 1. Rp. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Komisi penjualan sebesar Rp.000 pada tahun pertama.000.300. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.000. 200.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. dan bertambah Rp.000.74 %. 26. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7.000. Selama 10 tahun tersebut. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. 2. b.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7.000.000. 74 %.

3. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan. ada pajak kekayaan sebesar Rp. Jika tanah tersebut dibeli.000.000. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.000 tiap tahun.110. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. 3.461.000) dikenai pajak sebesar 49%.12)10 = Rp.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.110. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000.000.110. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.000. 3.000.000. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp. Selain pajak pendapatan (income taxes). 3. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas). Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.000.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. a.100.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. 346.000 (1. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. b. 110. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp. 25. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.000) dengan pembelian mula-mula (Rp.000. 90 .000 (1. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).

2004. 1990. Pujawan. Edisi Pertama. Surabaya 91 . Haryono.Inc. Surabaya. 1995. New York.Daftar Pustaka: Barish.N..N. Mc Graw Hill Book Co. Penerbit Guna Widya. Ekonomi Teknik. Ekonomi Teknik. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. N.

karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. Untuk suatu variabel random x : a. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x).

B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. (B1 M2). Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.5) (0.5) (0. (M1 B2).25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0.5) = 0.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. bila Y kontinyu Contoh 10.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.5) = 0. bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2).b.5) (0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) = 0.25 93 .5) + (0.5) (0. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.

atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.5 Contoh 10.Rp.50 0.2 : Dari contoh 10. 40 (0. 100.25) + 1 (0.-.25) = Rp.50) + 22 (0.50) + 2 (0.25) + Rp.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.5) + 12 (0. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp.25 0. 80(0.50) + Rp.-.. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp. expected annual equivalents. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp. 40.1.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0.. 15. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0.25) – 1 = 0.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai. 80. 94 . Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. Contoh 10. 100 (0.

Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.48 12/50 = 0. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000. 0 Rp.000. 100.000 Rp. 150.000 (A/P. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.000.000 Rp. 400.06)(15.000.000.000.16(100.06 2/50 = 0.16 3/50 = 0. 550.04 (200. 100.24 8/50 = 0.000. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000.000 Rp. 15) + 0.02) (300. 12 %.000. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000.000 Rp. 210.02 Rp. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000) = Rp.000 Rp. 100.000.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.682. 300.000 dan seterusnya. 450.000) + (0.000.000.04 1/50 = 0. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000 Rp.000 Rp.000) + (0. 150.000.000.000. 0 Rp.000 Rp.000 Rp. 200.000) + 0. 53.000. 330.000 95 .

12%. 15) = Rp.480. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. 80.000 (A/P.000. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000.000) = Rp.000.000.000 (A/P. 12%.000.000) + 0. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.02 (150.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya.000.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.02 (200. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.069.000) + 0.04 (100. c.000. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.000) + 0.000. 15) + 0.000 (A/P.000) = 68.000 (A/P.751. 12%. Dalam dunia bisnis. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. yang dapat 96 . 15) + 0.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki. 46.000. b. Contoh 10. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya. Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.828. sedang atau jelek.02 (100.04 (150.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.000) = Rp. 55. 12%.04 (100. 15) + 0.

190.000.000.15) 115.000.000 + 15.000.000 120. 120.000 100.000.5) = = = = = = 128.20%.60) Buruk (0.15) Baik (0.25) Perluasan besar Sedang (0.000. 115.000.000 – 12.000.60) Buruk (0. 10.24.20%. 100.000 Perluasan Kecil Rp.000.000 97 .000 140.000.000.000 (P/F.000. 10.000 dengan nilai akhir Rp 15.000 155. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 15. 145. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000.15) Baik (0.000. 15.000. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000 (P/F.dicapai dengan 2 kemungkinan.000 + 15.60 0.000 – 12.000.000 – 41.000 108.000 + 15.000.000 190.000 – 41.972. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000.000.000.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000.5) 145.15 Tidak ada perluasan Rp.25 0.000.5) 10.000 Rp. 12.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.028.000.000.000 Perluasn besar Rp.000 Rp.000 .000 Rp.028.000.25) Perluasan kecil Sedang (0.000 pada akhir tahun ke–5.000.000.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.000 10. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.000.000.000 Rp.000.000 Rp.000 – 41.000 110.000 – 12.60) Buruk (0.000 3.000.000 Rp.000. 140.000 (P/F.000.20%.

25 (115.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10. contoh 10.000) + 0. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115. 2. 97.15 (24. …………. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.000.000(υ(θ12)) 108.000.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000) = Rp.000. = probabilitas dari Sj. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.60 (110. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000.000.000) + 0.25 (128.000) + 0.15 (3. 2.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.60 (108.25 (115.028.972.000.000. Formulasi matriks contoh 10.15 (10.n.000) + 0.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.250.000. I = 1.000.028.000.000.000(υ(θ13)) 3.000 (υ(θ11)) 128.972.000) + 0.028. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).028.000) = Rp.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.1 98 .250.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . 90.000 (υ(θ21)) 110. ……n.000(υ(θ23)) -24.000(υ(θ22)) 110.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000) = Rp.000.000) + 0.000.60 (100.101.

000 ( 0. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut. 2. 150.000 ( 0.25 )+110. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.15 ) = 101. 100.000 ( 0.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.60 ) + 10.000 = 155. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. 350. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.000. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000 ( 0. 200. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.15 ) = 90. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. 150.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.000 ( 0. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0.60 ) + 24. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.000 ( 0.000. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.250.000K tiap tahun.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0.60 ) + 3.25 )+ 100.000.028.000.7.000 ( 0.000 ( 0.000K.000K.028.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.25 )+108.000 Soal-soal: 1.250.028. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.15 ) = 97. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp.972.000K tiap tahun. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. pajak pendapatan 50%. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.000 = 128.000. 99 .000 ( 0. 150.

000 12.000 2000.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16. 1995.N.000. Berdasarkan data diatas.000 25.2000.N.000 10. Edisi Pertama.500.000 80.000 30.000.000 S3 14.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40. Ekonomi Teknik.000 8.2.000. Mc Graw Hill Book Co. New York.000.000.000.000 3. Penerbit Guna Widya.3.600. Pujawan. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.000.200. 2004. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000. N.5.200. tanpa dikenai pajak.000 15. Andaikan juga P(S1) = 0.Inc.600.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 22.000 Modal Kerja 10. P(S3) = 0. P(S2) = 0. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.000 S1 18. Daftar Pustaka: Barish.. Surabaya 100 .

Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. mengukur. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Misal: biaya bahan baku. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . a.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Misal: biaya tanah. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. b. Ongkos penggunaan modal (capital) a. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya.

Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 . jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.

biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. 103 . Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya.

Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. dan sebagainya. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. ongkos tenaga kerja langsung. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Jumlah semua pendapatan.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. lama operasi. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . banyaknya penjualan dan sebagainya. misal: volume produksi. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. misalnya ongkos bahan baku. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Titik yang dinyatakan variabel output.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful