BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.000. suku bunga tiap tahun r.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp. 9 bulan dan 1 tahun. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik.: i = (1 + 0.000. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0.- Di samping kedua suku bunga tersebut.015 atau Rp..015)1 – 1 = 0. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .000. Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.000.000.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0.000.03 atau Rp. 61. 1.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan.046 atau Rp. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.015)2 – 1 = 0. 6 bulan.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.: i = (1 + 0.061 atau Rp. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest).015)4 – 1 = 0. 4 . 46.: i = (1 + 0.015)3 – 1 = 0. 30. Contoh 1. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 15.

Contoh 1..000) = 665.000.000.309.000 + 0.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.309.100 5 . 2.000.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.Rp.964.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000 tiga tahun mendatang. 5. nilai Rp.di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A . 500.000 sekarang berbeda dengan Rp.000 605.10 (550. 5.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.09) = 1.964.000) = 605.000 500.800.100 + 1.000. 1.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp. 2. uang Rp.000 e 3 (0.Rp. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.000. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih. 665.10 (500.000 + 1.10 (605. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.Contoh 1. Contoh 1. 1.100 + 1.000 + 800 + 800 + 800 B . 500..000) = 550.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang.000 + 0.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.000 + 0.000 550.500 pada tiga tahun mendatang.

tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Surabaya 6 . Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Mc Graw Hill Book Co. Penerbit Guna Widya. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a).1 %/hari secara kontinyu. 1995. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 2004. New York. 12 % tiap enam bulan b). Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Ekonomi Teknik.1 % tiap hari b). sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A. 12 % tiap bulan 2. Pujawan.N. Soal-soal : 1.Inc. 12 % tiap kuartal c). Edisi Pertama. Ekonomi Teknik. 0. N. 0. Surabaya.N.. Daftar Pustaka: Barish. Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. Haryono. 3. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a).Investasi B lebih besar dari A. 1990.

..BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P. yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P .... 7 .... i% .. 1. maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun...... Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P. yang nilai-nilainya telah ditabelkan.....2. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun. Pembayaran Tunggal. n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung... F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A... i% . n)..1 (F/P ..

000.000 (0.2 (P/F. 1.Contoh 2.000.1. 1.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.000. n) = (1 + i). 1.000(1.Secara Grafis : P = 1.i %.- B. 6 %.000.5584) = Rp.000. P = F (1 +i).000 0 1 2 3 n Gambar 2.1) Dari rumus 2. uang Rp.000. 1.000. 1.1: Dengan bunga 10 % pertahun. Pembayaran Seri Merata 1. 10 %.000.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.331. 2.000 (F/P.000.i %.n disebut faktor jumlah sekarang. 1.000 .791.791. Contoh 2.000. 3) = 1.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.n) ………………………2. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 . agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995.000.000.000.000. 10) = 1. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp.000. 1.10 F = 1.1 : P ekuivalen dengan F.000 (1 + 0.n = F (P/F..10)3 = 1.000 F = 1.791.331.3310) = Rp. F = Rp. i = 0..331.P = F (P/F.

3 F(A/F.n) ………………………2.i %.i %.. + (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + ………….2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.

000. i %.000 tiap 3 bulan.000 (A/F. i %. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut.. n = 40. 10.000.40) = 184.. 1. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.dengan uang muka Rp.4 (A/P.200..000.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. 10 .000. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2. 6. 2.suku bunga tiap tahun adalah 6 %.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i n = P (1 + i) = P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. 184.000 .240.i %.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp. Pemyelesaian : F = Rp. n) ………………………………2. 10.1 dan 2. 1 ½ .000. i = 1½ % A = F(A/F.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan.Contoh 2.000. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. n) = 10.

200 (5..450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.960. n = 7 . Penyelesaian : A = Rp. i %.000.000 N = 48 bulan.000. 1. i %. 563.960. n) = 4. i %.200. agar tiap tahun dapat diambil Rp.000 = 4.4.700.200 P = A (P/A.000 (A/P.240.960.dengan suku bunga 6% / tahun .000.000 F = A(F/A. 6 %.0263) = Rp. i %. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A..selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.200. 6 %.582) = Rp.06.5 (F/A.000 – 1. 5) = Rp. i %.2. 48 ) = 4.000 (F/A. n) ………………………………………. 100. 7) = 179. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). n) = 100. i %.- 4.11 .2. Penyelesaian : i = 0.6 i (i + 1) (P/A. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2. Dari rumus 1. 130. 179.450 3. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. 100.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2.179. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2. i %.000 (0. 130. A = Rp. i = 1 % / bulan A = P (A/P.Penyelesaian: P = 6.3. i %. n) ……………………. n) i F = A (F/A.

asuransi..000.. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + ….000. 6. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 . + (1+i)2 + (1+i) .. 200.000.-. pada tahun kedua Rp..500.200.900..000. gaji karyawan..-. demikian seterusnya naik Rp.tiap tahun. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp.Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + ..000. 1. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol.000. 1. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.1.-.000. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut..700.C. pada tahun ketiga Rp.4.

210) + 35.untuk selama 7 tahun. i %. n) (P/G.842) = Rp.000 (P/A.657.000 0 1 2 3 8 P = 155. n) (A/G. i %. 6 %.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp. 1.000 190. 8) = 155. n) = (A/G.-. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun.000 (6.- 13 .155. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. Contoh 2.000. i %..(1).000 (19.200. n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. 6 %. Penyelesaian: P 400. n) (P/A. i %. i %. 35. 1. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %.000 225. (2).000. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G.657.200.000 155. dan naik tiap tahun Rp. 8) + 35.000 (P/G.

1.200. sebab adanya pembulatan).000 pada tahun ke 15 dan Rp.000 1. 2. 2.7835) = 940. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F. i = 0. 14 . 1.000 (0.000 F3 = 1.200 P2 = F2 (P/F. 2.000 (0. 20) = 1. F2 = 1. 5 %. Contoh 2.200.200. F1 = 1.000.500. 15) = 1.4810) = 572.200.000 pada tahun ke 5.1. n4 = 20.18097) (12. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.000.000 . 20) = 1.706.000. 5 %. 2 tahun kemudian Rp.200 P4 = F4 (P/F.200. 1.000 (0. n3 = 15.000 1. n2 = 10.200.000.200.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.200.400 Cara langsung.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1. 1.Contoh 2.200. F4 = 1.000 1.200.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. 10) = 1. 5 %.000 (0.3769) = 452.200.000.200.462) P = Rp. 5) (P/A.000 (0. dan 4 tahun kemudian Rp. Rp.000.200.200.706. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %.05 P1 = F1 (P/F. 5%. 5) = 1.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp. Rp.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%.200. 5 %.200.000. agar dapat disediakan Rp. 1.300 ( perbedaan kecil timbul.6139) = 736.000 pada tahun ke 10. 5 %.200.700 P3 = F3 (P/F.

1400 − 0.000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.681.000 P2 = 1.000.12 − 0.000. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).000. 12 %. 50. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 . n3 = 6. 10) + P2 (P/F.500.13907 i = 12 % Î (A/P.000.681. 8.111 0.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % Î (A/P.dengan suku bunga 7%/tahun.13907 Jadi i kira-kira 11.000. 15) = 0. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000.000.000 (1.14862 − 0.000 (2.10 : Suatu investasi Rp.000.000.000. 11 %. P = 50.15) = = 0. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F. 8 %.5869) = 8.000.11) = 0.000.14682 i = 0.500.000 P3 = 1.P1 = 2.000. 8 %.000.1 %. i %.000 A = P(A/P. A = 7. 8) + P3 (P/F.1589) + 1.1400 50. n2 = 8.000 A = ( A / P. 7.8509) + 1.11 + 0. 15) Î 7. profitability index (PI). 15) = 0. Contoh 2. 6) = 2. i %.000 tiap tahun untuk selama 15 tahun. 8 %.- Contoh 2.. 100.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.13907 (0.000 (1.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp.

mulai 1 Januari 2006. 5 1/2 . 85. 14.690 Jadi harus didepositokan Rp.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A.000 selama 5 tahun. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.000 (0.000.200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar). 5 ½ . 1.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.yang sama.612.538.000. 3 ½ %.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.200 = Rp.612. 40) = 85.000 (A/F.000 . jika suku bunga 11% / tahun. 10) = 1.538.388. 100.000 (P/A. 255.538.009.000. i %. 5 ½.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.Rp. 16 .000 (A/P.000. 3 ½ %.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. n) = 100. P = 100.03392) = 255.000 (7.538) = 7. 8) = 7.009. 8) = 7.000.000 Contoh 2.000. 60) = 4.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.

000 (P/F.000 Rp.75.000 + 5.000. 5. 15)= -2.000 5.000.000 (P/A.000.000 + 5.000.965.000.000 pada tahun ke 15. 8%. Jika disewa ongkosnya Rp.000.000. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000.000.260.000 5. 80.000.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.01) = 7.000 17 .000.69% 4. 7%.000 Grafik beli sewa : 75.75.75.000.000.000.000.Contoh 2. 5.000. 15) = 4.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun. i %.000 − 0 (0.000 5. 8%.000.000 tiap awal tahun.965. harganya Rp.-. 80. 100. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000 Sewa Rp. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.965.260. 7 %. 14) + 100.000. i %.000.000.000 (P/F.000 (P/A. 5.000 5. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000 100.000.000 i = 8 % : . Jika dibeli.000 (P/A.000.000 + 2.000 Rp.000 (P/F. 100.000 i = 7% + 4. 14) + 100.000.000 + 5. 14) + 100.

000.400 i = 7% + 545.000 250.7%.67% 545.400 + 263.400 − 0 (0.7%. 0 = .862) = −9. i %.000 (6.000.000 (3. 100. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000 Rp.000 Rp.000 150. 50.000 Rp.000.15) = −263.000 50.000.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000.000 (3.000 (A/P.7%.400 i = 8% : −75.000 Rp.600 18 .000. 595.650 i = 12% ______ 595.000 ( A / P. 200.000 Rp.15) + 5.791) − 50.397) = −13.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5. Contoh 2. 150.5) − 50.000.000 ( A / P.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000 200.15) = 545.000 ( A / F .5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000 Grafiknya : 595.8%.000 + 200.000 150.000 + 95.000 100.75.000 (A/F.000 250.000 ( P / G .000 + 95.000 50.000 P1 P11 = 250.000 (6.000 100. i %. i %.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 ( A / F .000 − 250. 15) + 5. 250.000 ( P /.000.000 + 95.000 − 250.605) − 50.000.15)) + 5.000 − 250.01) = 7.

0456) + 400. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan. 5.000 F 480.650 Contoh 2.000 (4.600 + 9. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a.83% 13.10) + ( F / A.10)( F / A. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000 ( F /.000 untuk selama 20 tahun. Modal awal Rp.10) = 20.000. 3.- 0 Soal-soal : 1.000.000. A = 400.000 440.000 ( A / G. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak. 40.Jadi i = 10% + 2% 9.000.781.000 400.650 − 0 = 10. 91. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi. Modal awal Rp.000.304) + 40.000.781.000 (3.000.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp. Penyelesaian : P = 20. 20. Menurut staf ahli investor tersebut.000 (20.10) + 40.15%.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 20. 500.000 520.304) = 91.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.000 10 2 3 4 1 F = 20. b. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp.000. G = 40.3)(20. 600.000.000.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.15%.000 untuk selama 8 tahun. 19 .000.15%.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.

753. Hitung : a). Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp.000 dan harus dikembalikan Rp. d). 8. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun.200 .31 %. 770.c). hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). Jawaban : a) Rp.i nominal = 1300%.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. Uang sejumlah Rp.i = 15.88 %. 4.Rp. b) Rp. i = 6.000. (besar angsuran sama).000 dan menghasilkan penghematan Rp. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.500.000.000.6 %) 2.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun).480 . akan ekuivalen dengan barapa sekarang. 6. c).143. 15. b). suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. pinjaman sebesar Rp.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n Î ∞ ). 40. c). 3.000.000. c).000 Jawaban : a). Investasi sebesar Rp.i = 25 %.000 dalam 1 minggu. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp. 50. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. d) Rp. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun. 250.000 . Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun. c). 1. a). 50. Jawaban : a).000.c.000 4. 10. Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. 20 . Modal awal untuk suatu peralatan Rp.100. uang sejumlah Rp.44 %. b).000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp.000. b). 50. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun.000 pada 12 tahun mendatang. 1.i majemuk = 109475. suku bunga bank tersebut b).i = 10.

460 . 2004. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun. Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. Daftar Pustaka: Au. 34. 1992. Mc Graw Hill Book Co. Second Edition. New Jersey..Au. Jawaban : a) Rp. Pujawan.480. Prentice Hall International Inc. b) Rp. 1995.b). Ekonomi Teknik. Barish. Surabaya 21 .Inc. Penerbit Guna Widya.N. N. Edisi Pertama. 9. Tung and Thomas P.N. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. New York. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual.

Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. 2. 3. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. 10. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 .BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). Dalam ekonomi teknik. Berdasarkan kategori diatas. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap.000 K untuk perawatan mesin-mesin. Dalam situasi tertentu. pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen.

1. Rp. pajak.000 K ( A / P. tentukan alternatif mana yang dipilih. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P. 500. n) dimana S = nilai akhir.000 Rp.5) − 600 K ( A / F . n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. i %.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.700 CR = 10.000 + = Rp.000. 5.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1.131.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F .200 23 .000 Rp.8%.3. 10.000 Alternatif B Rp. 1.8%.000 600..000 K (0.1168) − 1.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.000.000.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.700 500. dan sebagainya.15) = 10.15) − 1000 K ( A / F .8%. i %.5) = 5000 K (0. 200. n) + Fi …………………………. Contoh 3.2505) − 600 K (0. 1.000 Rp.331.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi. listrik.649.149.200 200.000 + = Rp. n) − S ( A / F . i %.8%.000 K (0. i %.

000.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1.000.649.700 0 1 2 3 4 5 1.000. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B. 24 .000 600.000 5.000 5.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas.649.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.649.000 600.

Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.000 .700.000 + 600. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10.500.000.700.000 -500.000 .000 + 600.000 . Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana. 25 . Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.400.000 .000.000 .Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant. 8.000/tahun . Eugene L Bab 20).000 + 600.700. 5.5.000 + 1.000/tahun .200.000 .000 -10.000/tahun + 300.000.000 .000/tahun .000 + 300.200.000 + 8.000. Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.000/tahun .000 + 300.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun.000 -500.200.000/tahun .000 + 400.500. maka sebagai periode adalah 260 tahun.000 +300.500.000. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 .200.000.200.000 akan menghasilkan Rp.12.5.000 -500.000. dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000/tahun + 300. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun.000 .000.000/tahun + 4. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.000/tahun + 300.20.200.5.000.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n Î ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

700.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit. 16 %.700.700.000 Matematika 1.400. 18) + 8. 18) + 1. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8.000 (A/P. 3.400.700.400.000 = Rp. 16 %.700. 3.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8.000 (A/P. 6) (A/P.400.000 8.980. 12) (A/P. 16 %. 16 %.000 1.800.000 (A/P. 4.700.000 1.700.000 = Rp.400.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10.000 (P/F. 16 %. 16 %.000 29 .800.400.000 8.000 1.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.400.000 = Rp.400. 6) + 1. 18) + 8. 16 %. Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.980. 9) + 1.700.000 (P/F.000 1.044.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.

665. 65. 30.800 . 12. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000 + 10. Harga unit X Rp.000.000.EUAC (Z): 10.030. 100.000 Proposal I.000 Rp.000 1.000 Soal-soal: 1. tahun kedua sebesar Rp. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y. 175.800. 125.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000.000. 65.000. 30 .000. 9)) (A/P.000. 650.800.000 dan nilai akhir Rp.000 10.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10. 9.000 1. 250. 4. 18) + 1.800.000.000.00 .000. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.000 Rp. 4.000 dan nilai akhir Rp.000. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp. 16 %.000.000 = Rp.000 Rp. 15.000. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp. 3.700. Dua proposal diusulkan. Dengan i = 20 % setelah pajak. 16 %. tahun kedua Rp. 9.000.000 Proposal II Rp. 240.044 .000.000 tiap tahun.000. 2.000 Rp. 200.000.000.000.700. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi.000. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. 16.000. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000 (P/F.000. Harga unit Y Rp. 7.50.000 Rp.000 Rp.700. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp.

1981. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Leavenworth. Leland and Anthony T. Engineering Economy.Proposal II. Mc Graw Hill Book Co. i = 9%. Prentice Hall of India Private Limited. John Wiley and Sons. 1985. Seventh Edition. Thuesen. Eugene L. 31 . bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Fabriky. and GJ. Engineering Economy. and Richard S. Singapore. Principles of Engineering Economy. Singapore. Gant. 1982. WJ. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula.. Thuesen. W.G... H.Inc. Grant Ireson. New Delhi. Fifth Edition.. Second Edition. Daftar Pustaka: Blank.

Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. Untuk hal demikian. Seperti halnya dalam Bab 3. diperoleh: 32 . harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram). (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama).

500.000. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10. 8) + 500.000. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .000 pada tahun-tahun berikutnya. 100.1: Harga mesin X adalah Rp.8 %.000 + 10.000.000. 10.000. CAPITALIZED COST Jika n Î ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….4.000 (P/A.000.000 10. 8 %..000.1 i Contoh 4. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol. 26. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).present worth cost atau maksimalkan Net Present worth.000.000 500. 8 %.000 33 .000.000.000.000 dan bertambah Rp. 100.000 10.000 (P/F.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10.000 (P/F.5.000.000. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp. 12) = Rp. 20. 4) + 10.521. Harga mesin Y adalah Rp. Jika i = 8%. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp.

000.000 + 100.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20.000 (1+(P/F.000 = PW = = Rp. 6%. 12) – 5. Contoh 4.000. 6%. 6%.22.000 (P/F.000.000. 21.000 PW (B) = 80. 26.000. 60) = 205.000.000. 60) = 203.000. Contoh 4.000 Dari contoh 3.000 = PW = 0.09 0. 6%.000.000 0.000 (P/A.000 (1+(P/F.784. 8 %.784.000 – 253.000 5. 6 %. 20) + (P/F.333 0.784.000 (P/A.000.000 = Rp.000 + 15. 60) + 80. 40)) + 4.000 = 42.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 .000 3. 12) = Rp. Penyelesaian : PW (A) = 135.09 Capitalized Cost = 296.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.933.648.2.478. 253.648.961. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi. 6%.000 (P/G. 40) + 3.3: Lihat kembali contoh 3.000 .000.875. diperoleh Capitalized Cost 26. maka Capitalized Cost 22. Δ PW = = = 42.084.000.084. 8 %. 6%.09 Ada perbedaan sedikit.2: Lihat kembali contoh 3.927.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.157.000 (P/F. 20) + (P/F.000 100. dikarenakan pembulatan. 6%.2.000. 30)) + 20. 26.157.000 (P/G.648. jadi dipilih alternatif I. Penyelesaiannya : = Rp. 296.000.Untuk mesin Y : 20. 22.864.09 EUAC (II) = Rp.000 + 3.

1. 20) + Rp 3.30.500.pa j a k 8 % .Contoh 4.000 (P/A. l2. harganya Rp 90.000 + 2.000. 8% 20) = Rp 167.000.000.000. 8%. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000.2.000.000 + 27.500. 10) + ( 3.8%.000. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.000.000.000) (P/F. umur teknis 10 tahun.000. Untuk mesin otomatis. Harga sebuah mesin manual Rp.000.000. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.000 tiap tahun.500.000.000 dan biaya pemeliharaan Rp.000 (P/F.000 (P/F.000. 36. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.8%.000.850.000 (A/F.876.000.000 (PA.000) (P/A.000.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000. Rp.3.500.000.000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.000 + 1. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.(6.000. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5. 5) (8% 15) – 5.20). Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp. 8%.500.000. 20) + 6. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.000 / tah un. 8%.500 . Gaji karyawan ditaksir Rp.000.15) + 2.000.438. nilai akhir Rp 2. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.500 . 8%. Jika mesin oto matis dipilih.000 + 13.000 (A/F. 329. 8%.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 .3.000. PW (1 mesin otomatis) = 90.000 tiap tahun. 8% 20) = Rp.000 tiap tahun.647.000 + 30.6. 5) (P/A.000.000 + 12. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000.000.850.

Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. Principles of Engineering Economy.800. apakah asrama seharga Rp 90. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58.000. Engineering Economy.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen. 36 .Inc. Ekonomi Teknik.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350.000. Fabriky.. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . 1985..000. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90. Engineering Economy. H.Soa1 – soal : 1. Singapore.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2.000.000. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%. Surabaya. Mc Graw Hill Book Co.G.000. Gant. Second Edition.. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol.. Singapore.16. Sistem B memerlukan biaya awal Rp72. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Daftar Pustaka: Blank.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Prentice Hall of India Private Limited.000 pada tahun-tahun berikutnya. Grant Ireson. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. Leland and Anthony T. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Thuesen. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. and Richard S. Haryono.000.000. and GJ.000.000. WJ.000 pada tahun-tahun berikutnya. 1990.000. Fifth Edition. 1981.000.65. John Wiley and Sons.500.000. Thuesen. Eugene L. 1982.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. New Delhi. W. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Leavenworth. Seventh Edition.

untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI).BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL ( RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. Internal Rate of Return (IRR).PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ).2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi. maka investasi tersebut dapat dilakukan. 37 . Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya . Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart.

000 100.000 + Rp 200.000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 (P/A.00 – 250.791) – 5.000 (6.000 50.605) – 50.682) = -9.650 − 0 = 10.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.600 + 9.000 (3. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.000 (6.000 150.000 250.000 + Rp 100.83% 13.397) = 13.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595. 1%.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.000 (3.000 200.Contoh 5. 1%.000 – 250.000 + Rp 50.000 – 250.000 (P/G.000 + Rp 150. 5) – 50.000 + Rp 250.650 38 .

400.000 tiap tahun.800.000.200.400.800.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.200.000. Rp.400.200.000 .000 .000 tiap tahun. tentukan alternatif mana yang dipilih.200. i%.000 6. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.200. 9.000 .200.000 6.000 6.200. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp.000 .800.400.000 B–A .9.000 + 2.9.300.000 6.000.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000 2.000 2.000.000 6. Jika suku bunga i = 9% (MARR).9.1.9.000 6. 10) + 2.400.400.300.800.800.000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.200. 15.000 NPW = 0 = -15.000.000 2.9.000 2.200.400.9. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .000. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .800.000 (A/P.15.800.000 .000.9.Contoh 5.000 2.3%. asuransi.000.400.100. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A.400. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.800.200. Karena i = 13.000 6. i%.000 2. 400.800.000 .000 Alternatif B . dan Rp. Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur.000.000 . biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000 6.000 2.000 2.000 6.000 .9. 300.000 2. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 6.9.000 2.000 .9.800.000.800.15.000 (P/A.800.400. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.200. 3. 1. Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.

3) = 0.000. 800.100. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6. diperoleh i = 8.000 Rp.000 (A/P.000 + 400.000 (P/A.000 Rp. 1.800. i% .Rp.800. 2.000 (P/A.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.100.000 + 300.000 + 300.300. 10) + 3.000 = 15. 1. i%.Rp.800.000 300. tentukan alternatif mana yang harus dipilih.100. 9%. 2. 800.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 .7% 40 .000.000 + 1.000 . 8. Karena 6.000 + 1.000 + 800.000 NPW = 0 = . 1.000 + 300.000. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2. 9.000.000 (P/A.100.000 Jika i (MARR) adalah 5%.1%. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).000 = Rp.000 Rp.800. 800. i% .000 300. 3) = 0.000 Rp. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.100.7% B : -2.737.000 300. diperoleh i = 9.200. Contoh 5.000 Rp.000 Rp.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.

000.000.000.000.000 Rp 23.250. pajak pendapatan ditaksir Rp 23.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek.000.000.000 Rp 50.000.4 : Misal ada 2 proyek.000. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325. 25) + 50.000 (P/A.000.500.250.085.000 Untuk i = 13 : .000 (P/F.000.000.000.000.000 Rp 32. Contoh 5. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24. 13% 25)+50.000. i%.000.000.000 Rp 24.916.000.000.000 (P/A.000.000 (P/F.000 25 tahun Rp 325. 12%. yaitu proyek X dan Y.000.000+32.000 41 .000. Untuk proyek X : 0 = .000.000.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000 Rp 100.000. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp.000 tiap tahun.000. i%. 25) + 50. 25). 25) Untuk i = 12% : . Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250.000 tiap tahun.000 Rp 40.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32. 50. 12%.000.000 Rp 88.000.000.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000.000 + 32.100.250. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000 Rp 50. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000 (P/I'.000 + 32. tentukan alternatif mana yang dipilih. = 13. 13%.000 (P /A. 25) = 3.000.

23 % 3.916. 1 .5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan).000.000.085. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%.000 Rp 6. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000.000.000 Rp 9.000.000 − 1 1% = 12.000 + 36.23 % > 11 %.000 + 13. 42 .916.000 20 tahun Rp 10. yaitu 3. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp. 70.000 (P/F. Contoh 5.000.000.000 (P/A. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.500. maka proyek X dapat diterima ( acceptable).000 40 tahun Rp 20.000. 2 5 0 . 0 0 0 tiap tahun.000 Karena 12. i%. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%. 25) + 50. i%. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return -nya.000 pada alternatif II.Diperoleh i = 12 % + 3. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis ( not acceptable ).325. Untuk proyek Y : 0 = .4%.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000 Rp 120.000.

120.000.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama). b.000. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi. i%. d.000 7.000. 40) + 40.000. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.750.70.000/tahun - Alternatif II . Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.250.000 1.000.000 9. 20) + 10. 43 .000/tahun II – I .000 9.000 NPW (II – I) = .000 1.750.7.000 9.000 . i%. c.750. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I . yaitu a.000.250.000 (P/A.000.000 + 10.000 + 1.000.250.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return -nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.000 + 20.000.000 .000. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000 7.000 + 1.000.000 + 40.t i a p a l t e r n a t i f .50. Hitung rate of return t i a p .750.000.750.000 21 – 39 40 9.50.000 - 7.000 + 10.000 (P/F.000 + 10.000. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.250.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c.000 + 1.000.000.70.000 (P/F. i%.

000 B Rp.700 44 . 200.000 + 46. i%.700 (P/A. Jika i% (MARR) 6%. 125.000 Rp. 5). i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.000 Rp. 27. diperoleh hasil sebagai berikut. i%.efisien). 400.3% C : 0 = – 200.000 B Rp. maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . 400. Penyelesaian.900 C Rp. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.000 + 27.000 Rp.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. 5).e. 46. i = 8.700 C Rp.000 Rp.000 Rp. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. i = 12. tentukan alternatf mana yang harus dipilih. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp.200 (P/A. 100.200 Keuntungan/tahun Rp. Contoh 5. 100.200 Keuntungan/tahun Rp.200 (P/A. 27.000 + 100. 100. 5). 5).3% B : 0 = – 100.900 (P/A.200 D Rp. Untuk A : 0 = – 400. 500. i%. 500.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp. i%. 400.000 + 125. i = 5% D : 0 = – 500. 125.

73.000 Keuntungan/tahun Rp. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D). 21. i%. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.pilih alternatif D. 5). Selanjutnya membandingkan A dengan D. 100.100. 300. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%.000 + 73.200 (P/A.300 (P/A.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. i%.300. diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental).200 NPW (A – B) = 0 = .000 Keuntungan/tahun Rp.000 + 21. sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp.9 % . Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis. 45 . 9 % > 6 % maka .300 NPW ( D-A ) = 0 = . K a r e n a 6 . D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6.

Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.000.000.000 Rp 16.000. 2.000 Rp 1.400.000.000 5 tahun 5.000 Alternatif II Rp 80.000 Rp 11.000.000 Rp 11.000. Berdasarkan perhitungan tersebut. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000.000 1.000.000.000 Rp 16.Soal-soal : 1.000 Rp 11. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000.000 A Rp 40. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.000.000.000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000 4 tahun Rp 1.000 Rp 10.000 Rp 9.000 Rp 14.000.000 40 tahun Rp 2.000.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 . Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.850.000.000.000. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000 Rp 16.

Fabriky. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. Second Edition. 1982. and GJ. Gant. New Delhi. and Richard S.. Singapore. Grant Ireson. Leavenworth. Eugene L. maka tentukan mesin y ang dipilih.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Prentice Hall of India Private Limited. Engineering Economy. WJ.. Thuesen.. Thuesen. Seventh Edition. Daftar Pustaka: Blank. Mc Graw Hill Book Co. Engineering Economy. 1985. Fifth Edition. 47 . W.. H. John Wiley and Sons.G. Singapore.Inc. Principles of Engineering Economy. Leland and Anthony T. 1981.

Tetapi 48 . untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya ( cost ) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat ( benefit ) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. Contoh lain. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable. rumah sakit dan obat-obatan. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. sedangkan sebaliknya tidak. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang.

Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya.200( P / A.5) 200. 6. B PWbenefit EUAB ………………………………………………. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. dokter.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return. tetapi disini dihitung incremental B/C.000 49 . dokter. Contoh 6. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus.000 27. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. yaitu diperlukan analisis incremental . : Lihat kembali contoh 5. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel.6%. Untuk 3 alternatif atau lebih.700( P / A.5) = = 1.97 46.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i.900( P / A.000 B : B/C C : B/C = = = 1.17 = 0. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return.5) 100.1.6%.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif.06 = C PWcos t 400. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.6%. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat.

5) = 1.5) = 1.000 Rp.6%. 400.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.300( P / A.000 Rp.000 Rp.900 D Rp.5) 200.000 Rp. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil. 500. 21.300( P / A.000 Rp.02 100.700 A Rp. 100. A Biaya awal Benefit/tahun Rp.900 D Rp. 27.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 100.D : B/C = 125. 0 2 100.200 Incremental D–A Rp.000 = 1. 100.6%. 125.200( P / A. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. 50 .000 72. 125. Selanjutnya.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B . B Biaya awal Benefit/tahun Rp.05 Untuk alternatif C karena. 400.300 I n cr e me n t a l B / C = 24.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . 500.000 Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.6%. 100.

Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.000. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp. Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value ).000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 .Contoh 6.55. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).10.000.900. Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).2. 0 0 0 . Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000. 51 . sebab data yang tersedia dalam tahunan.000 tiap tahun.1.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp.000.000. 0 0 0 . Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000.000 tiap tahun.300. Seperti halnya dalan contoh 6.000. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r .kecilnya banjir yang timbul).000.

B (S .000.000.000) – (28.000. Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000 B/C = 12. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.000.50 + 35.000.000.000.000 Karena B/C – 0.000 = 0. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000 . 6%.000 .000.R.000 .3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.08 157.71 219.000 (A/P. Contoh 6.000 = 375.000.105.T P ) C (S . Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.000 = 1.000.000.000.000. 50) + 40.000 + 10.000) = 12.000. nilai akhir. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105.000 375.000 2900. 6%. 6%.000 (A/P.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000. pengembangan. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang. Cost disini mungkin biaya riset.000 = 219.000 (A/P. dalam pengembangan sistem senjata.000 = 157.TP ) B/C = = 480.50) + 35. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu. Misalnya.000 = 2900.000.000 C(D & R– S) = 5300.000. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem. pengendalian polusi dan sebagainya.000 – 55.

000.000. Dengan menggunakan MARR 9%.200. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).723. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000.000.000 (P/A.000 15.000.9% 10) 15.000.000 75.000 (P/A.000. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000.000 Dari hasil perhitungan di atas. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125.732. Penyelesaian : Untuk memudahkan. 25. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000 (P/F.000.200. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000.000 = 190.000 12.000. 9%.000 25.000.000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000. 15 ) = 272.000 15.9%. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000. 15) = 264. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp. 99%. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.000.000. 5) + (P/F.000 160.000 ( P/A .tersebut.000 9.000 12.000 9.000 + 9.15) = 256.000.000 + 25. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun.000+ 12.000 190.000.200.000 75% C 190.161. 9%.000 PW (B) PW (G) = 160.000% B 160.

y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil.000. maka masalahnya sederhana. Soal – soal : 1.000.dengan nilai sejumlah uang tertentu. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. Dalam contoh 6. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Misalnya dalam contoh 6. Dari perhitungan. sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. Demikian sebaliknya.20 % maka penawaran C yang dipilih.2 .429. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis . Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. 60% dengan 72 % dan sebagainya. tetapi dalam beberapa hal berlainan.B) = 15 % Dari hasil tersebut. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas.429 efisiensi (C . tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 .08 dan 1. . Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian.3 tersebut. Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7. PW (C B) = 7. (rubber yard sticks).38. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya.03. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan.

000 dan bertambah Rp 20. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000 dan Rp 660. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun. 3. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Dari soal 1.000. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000. Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180. Untuk lokasi M.000. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP.000. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000.000 dan untuk lokasi N. D & R akan mengurangi daerah pertanian.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut.000.000. 2. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp. 3.300.000. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000.880.000.000. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 .000.000. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000 tiap tahun.000 tiap tahun.000.400.000 dan naik Rp 12.000. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000 tiap tahun. 4. Gunakan MARR 8 %.000. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000 dan naik Rp 5.000.000.000.000.000 dan Rp 90. 50. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30.000. Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas. Biaya awal untuk P adalah Rp.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000.600. diperlukan biaya awal Rp.000. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.

000. 1995. 2004.. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .000.N. Pujawan. Mc Graw Hill Book Co. N. Surabaya 56 .N. Penerbit Guna Widya. D . Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. New York. Daftar Pustaka: Barish. R. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol. Ekonomi Teknik. Edisi Pertama.Inc.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8.

57 . biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. cost point). Karena itu f1 (x) = f2(x). Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. biaya minimal. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum. kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama.

Contoh 7. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif. 550.000) (A/P.000 (0.000 – 200. 4) = Rp.400. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1. 174. Gunakan i (MARR)10 % tahun.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat.000 (A/P.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel).10%.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp.10) = 399.000.000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.000. 120.4) + 200.400. 10%. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .

TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000 + 120.84) – 174 – 100 (1. 292.000 + 100 (0.37) = Rp.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi.000 − (399. 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7. Maka TCB = CRB + Ht.HBt = 399. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. Gambar 7.000 + 120. Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA .000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun.t = jumlah jam operasi tiap tahun.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.TCB = CRA + MA + CAt – CRB .000 59 .

000 Rp 5.000.99) (A/P.000 Rp Rp 5.558.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.000 - Baja 29.440a + 8.000 Rp 3.000 3. 8%.968) (A/P. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.000a (0.000 TC (kayu) = 35. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif.250. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.000.500.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun. 60 .08) + 6.000a (0. steel (baja) dan frame (kayu).000a (0. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24.000a (0. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya.000 = 29. 8%.000 a (A/P.500. 20) + 8.000 = 3.000 Rp 1.500.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000 Rp 2.000.000.400.934.250.600. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton). Contoh 7.Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. 8%.250.000a + 4. Dalam contoh sebelumnya.08) + 4.01) (0.000 = 2. 20) + 35.032) ( 0. 20) + 29.000 = 2.000 Rp 1.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.000a + 6.

adalah membangun dengan konstruksi baja. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. A. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya.000.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis.000.Biaya kayu baja 25. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji. yang ekonomis adalah konstruksi beton. Misal biaya total ( Total Cost ) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya. Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.000. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi.000 beton 20. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .000 15.

Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0.001 1435 ohm. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.6) A (0.06) = 20.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1. 20) + 500 (539.940 62 .890 A + 13. maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya.40)(12)( A)(555) 539. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 .000 + (600 – 500) (539. umur teknis ditaksir 20 tahun.6) A (A/P. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam.0011435 258. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. biaya instalasi Rp 160. dan pemeliharaan diabaikan.B dTC =A– 2 =0ÆX= dX X B A Contoh 7. 6%. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . pajak insurance. nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. biaya investasi akan bertambah juga.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik.

Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.120 185.090 162. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55.500 118.52 inci2 20.400 TC 185.280 64.490 + 13. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .510 4 5 6 97.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).490 = 3.720 129.760 162.140 182.940 A 258.890 A + = 20.370 3 76.750 43.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.160 170.390 139.610 86.890 – 258.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal. 090 Biaya Investasi 129.490 =0 A 258.680 51.

000 8.350. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . Jika suku bunga tiap tahun 12 %. Biaya pengoperasian ditaksir Rp. maka berapa hari tiap tahun.000 4. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.240. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000 860. 130. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp.000. 50.960.000 tiap hari.000 3.960.000 1.710.000. 7.000.190. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.000 3. 4.610. Soal – soal 1. dua.000 6. 5.000 6.000 5.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. 3.000 tiap hari.000 3. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp.000 2.030.000.000 tiap tahun secara kontrak. tiga atau empat evaporator. dibandingkan menyewa? 64 .850.220.560.000. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan.30.680. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. dan biaya pemeliharaan Rp. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal.

800. 0.000 tiap tahun. Jika suku bunga 10 % tiap tahun. 3.aya buruh Rp.2. Pujawan. 1995. dan mesin gas ekonomis. untuk buldozer yang ia beli. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit. Bi. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. Ekonomi Teknik. biaya pengoperasian Rp.. Mc Graw Hill Book Co. 2.600 tiap jam operasi untuk gaselin.000.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp.000 tiap tahun. diesel atau gas hidrokarbon. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3.N. N. Surabaya. Harga mesin ga s olin Rp. Haryono. 2004. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. 4. Harga mes in diesel Rp. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. Edisi Pertama.000. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar. 150. 2. 150. mesin diesel ekonomis. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n . Institut Teknologi Sepuluh Nopember.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1.000.000. 200. sehingga dapat diabaikan. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.000 tiap tahun. 315. dan memerlukan biaya Rp.000. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. biaya pemeliharaan R p .300.000. 3. Daftar Pustaka: Barish. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. Ekonomi Teknik. 300. Penerbit Guna Widya. 1990.Inc. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. biay a pemelihaan Rp.500. 240. Surabaya 65 . 3.000 tiap tahun. dan memerlukan biaya Rp 2.N.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. New York.

Yang pertama. yaitu: 1. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang ( physical degradation ). bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi.sederhana sebagai beriku t : 66 . 2. Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang. sehingga berkaitan dengan p a j ak. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi ( after tax and inflation analysis ). diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation ). Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah.

000.000. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) .000 untuk menunjang proses produksinya. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. 67 Sum of Years digits .5. dan depreciation accounting (SOYD). Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. 2.000 tiap komponen. ada 3 komponen utama yang digunakan. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis .500. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. 5. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. 2. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp.000 tiap tahun. 15. dan nilai akhir (S). upah kar yawan. 7.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.000. 5.500 2. 2. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting .000. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru.000 = Rp. umur teknis (n) . pemeliharaan. Untuk menghitung depresiasi.000. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting .000. Ka1au dihitung penghapusan modalnya. 2. Dengan menggunakan mesin tersebut. 8.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan. 4.500. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp.000 sebagai penghapusan modal. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000 tiap tahun.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

000 71 .000.692. 8.400 6.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10..390 1.7. i%. i .000. t-1) ………………………….000 6. t) ………………………. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F.000 1.793.000 Declining balance 2.711.820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F. Nilai buku asset Rp.000.580 2.940 1.000. n) + i (P-S) (A/F. i%.600 1.901.596.917.000 6% sinking fund Straight line 8.000. n) (F/A.1..000 4. BVt = P-(P-F) (A/F.060 3. i. i.000.403. n) (F/A.015.8. 8.670 8.015.490 999. 10. i. i.000 SOYD 4.000. n) (F/P. 10.

Dt = P − S 36.000. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. f.36. Penyelesainnya : a.000 n 8 72 . d.000 + 8. i %.000 = = 4.500. i. b. c. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. 8.000 (P/A. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.Contoh : 8. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. 36. b. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD. e. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation.000.3 %. Sebelum pajak pendapatan (before income tax).000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. Sebelum pajak NPW = 0 = . h.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8.900. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). g.5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.000.900. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.

738 .000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.400.000.000 4.500.500.000.000.000 6.000.738 .000 + 8.000.000 4.000 4.738 .000 D2 = 7.900.000 NPW = 0 = .000 6.000 + 8.738 .900.000 6.000 6.000.000 + 8.000.000 4.000.000 + 8.000 + 8. D3 = 6. D8 = 1. i %.400.400.000.900.400.738 . Dt = (P-S) D1 = 36.900.400.900. D7 = 2.000 6.500.000 6.000 8(8 + 1) c).48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.900.000 2112.738 .000 2112.000.000 + 8. D6 = 3.000 4.000 4. 73 .000 2112.000 4.400. D4 = 5.000 2112.738 .000.000 4.2 %.400.36.000 4.000 4.500.000 6. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.000 + 6.000 + 8.000 2112.500.500.000 + 8.000 6.000.900.000 4.000.000 4. D5 = 4.000 (P/A.000 4.000 4.000.500.400.900.000.778.000 2112.738 .500.000.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.000 2112. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000.000 2112.000.000.000 4.000 4.

i %.000 3.900.900.000 8.900.000 8.000 1.000 8.000.000 5.48 C) (E = A + D) - 8.000 36.000 5.36.000.468.900.000 + 8.000 2.000 6.548.000 (P/A.000 5.028.000 7.000 7.000 8.832.000 6.900.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36. i %.588.900.000.000.000 2.000 8.000 3.900.000 (P/G.000 7.000 1.000 (B) (C = A + B) (D = -0.792.000 6.068.900.000 8.000 1.000 1.000.000.000.000 - - 432.000 3.000 912.000 NPW = 0 = .000.000 6.900.900.988.382.392.900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.312.000. 8) – 480.000 3.000 8.000.900.000 2.000 4.872.900.108.2 % 74 .000 - - 900.000 2.468.000.000 7.000 5.900.000 + 8.508.000 4.000 7.

500 − 0) = 2.000) = 6.900.000 .000 7.000 2.25)3 = 15.900.000 8.848.905.000 8.000 6.d).25 (27.2. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000.900.848.905.000 . 8.25 (36.451.500 5.000.000 8.900.000 5.905.000 5.750.837.1.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000 9. 8) + CFt – 5.449.500 BV3 = 36.390.625.2.052.000 .000 2.797.900. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.000.900. untuk t = 5. D2 = dr BV1 = 0. yaitu : Dt = (11.2.25)2 = 20.000 (1-0.032. BV0 = 36. i %.000.848.948.868. 7.052.000 + 5.995.000 2150.000 (1-0.25 BV3 = 3.000 8.000 .000 2.000 6.000.187.000 8.2.0.900.25) = 27.000.848.000.000.000 -100.000 .995.000 6.000 .000 6.000 8. i %.000) (P/F.000 BV4 = 36.000 3. 6.905.25)4 = 11.000.000 - B C D E .000.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.995.1 % 75 .062.000 NPW = 0 = .500 D4 = 0.995.000.390.36.995.000.000 .000) = 9.848.797.000 5.2.750.000 8.500 3.000 d3 = 0.995.000 8.000 5.052.000 6.900.000.000 8.000 7.000 2.36.842.000.000 (P/A.103.000 .000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.000 5.055. D1 = dr BV0 = 0. dr = 2 = 0.1.25 BV2 = 50.000 (1.250.000.000 (1-0.000 48.000 6.052.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.

028.600.508.900.000 8.000.000.900.000 912.000 8.108.000 4.628.000 4.000.988.000 4. n) – 480.000.000 2.832.000 B C D 3.000 8.000 7.068.e).000.000 0 0 0 8.000 1.900. i %.6 %.000 8.900.000 3.000 76 .000 4.000 (P/A.000.000 3.798.000 8.900.36.000 8.000 5.000 8.000.900.352.000 ITC = 10 % (36.18.900.000 432.32. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14. f).468.900.600.4.000) = 3.900.000 2.628.000 B C D 17.000.000 7.000 6.000 8.000 E 32.272.000 6.000 5.000 8.900.000 + 8.900.588.000 8.000 6.392. Tahun 0 1 2 3 A .000.000 7.000 900.000 4.900.000 1.000 1.900.000 8.900.000 NPW = 0 = .000 2.000 5.720.900.000 (P/G.000 6.000.827.000 .000 7.272.000 8.000 E .548.000 1.000 3.000.900.000 .468.000.000 8.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .312.000 2.000.272.000 7. i %.36.900.4.628.280.900.4.000 8.000 3.000 .000 8.000 5.900.900.

900.000 .280.7 % h).21 (36.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.400.15 (36.628.000 -7.600.340.816.000.200.628. g).22 (36.000 8.272.000 Besar pajak investasi = .400.000 .000 8.680.500.700.000.000 .000 1.000 .000 8.000 8.000 8.000) = 7.000 4.900.21 (36.560.900.000 -7.000 1.560.4.000 -5.900.900.628.000.36.000 8.000 .643.000 4.272.000 8.272.000 -7.000 8.000 E .000.000.340.643.220.4 5 6 7 8 8.900.000 980.000 .4.000 .272.600.000 4.000 B C D 3.340.000) = 5.900.4.000 B C D 3.000 8.643.48 (-36.000.000 .4.000 Kelima = 0.272.900.900.816.000 -7.4.4.000 8.000 0 0 0 0 0 8.000 (P/A.400.628.000 8.900.272.000 Ketiga = 0.000.000 Kedua = 0.430.900.000 -7.900.000 8.000.000 4.000 .000 7.084.000 NPW = 0 = .36.000) = 7.272.900.000 8.272.000 8. i %.000 .628.000 8.000 .000 1.000 8.900.000 + 4.700.000 8.628.900.628.084.000 . Tahun 0 1 2 A .000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.920.650.900.000 4.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .21 (36.000 8.720.200.000 .650.000 8.000 8.18.000) = 7.000 8.272. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.650.000 Keempat = 0.000 E .560.000 4.000 .000 .000 77 .000 8.0.000 1.000 0 0 0 3.272.3 %.000 -7.000 8.628.900.900.000) = 17.900.000 4.000 8.470.000 1.900.272.32.1.920.900.4.4.900.000 8.900.400.000 8.000) = 7.32.000 4.628.

084.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….000 .000 8.000 8.200.000 8. Contoh 8.628.8.900.000 4.628.084.816.000 8.020.200.000) = 2.000 0 0 0 1.000.000 .600.000.900.000 4.1.200.36.700.700.000 B C D 3.272.000 Tahun keempat = 16 % (36.000 8.000 6.900.880.760.900..816.000 8.200.000.900.125.000 8.000 8.760.900.640.272. apendik) adalah 20 % (36.507.000 -7.000 8.000 8.000 3.000 .520.000 .900.000 8.4.000 4.900.000 8.000.000) = 11.272.200.900.000 8.272.000.000 -7.700.000.000.010.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.000 Tahun kedua = 32 % (36.000 4.000) = 8.628.000 8. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp. 78 .000 -2.890.000 .140.700.880.000 Tahun kelima = 8 % (36.3 4 5 6 7 8 8.000 -7.000 .900.000 260.000) = 7.000 -11.000 1.000.000 8.000 .000 E .32.000 8.158. i).000. 180.900.000 .393.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.4.816.200.000 8.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000.000 8.640.000 .272.000) = 7.900.000 8.4.000 8.000 8.084.000 .000 8.272.9 %.900.000 .5. 30.000 0 0 0 1.4.000 .000 8.000) = 5.084.900.000 1.628.258.4.900.000.000 10.6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.400.000 .000 4.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .775.000 . 36.900. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 1.000 -7.520.2.4.900.000 7.000.900.620.000 .000 6.628.628.816.000 .900.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.000.000 8.6 %.000 4.2.

hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).000.000.000 -10.48 (30.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut. NPW = 0 = .000 4 P−S (180.000.000 (P/F. i %.000 + 25.000 (P/A.080.180.920. i %.180.000 .000. b).000. 10) + 30. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.920. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.9 %.000 (P/F.000.000.000 30. i %.000 21.400.000 .000.000 B C D E -180.000. sehingga tak ada pajak pendapatan. 30.000.000. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000 25. 10) + 30.000 − 30.000 = 15.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.2 % b). c).000. NPW = 0 = . c). setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d). 8.000. 79 .000.000.000 – 0) = 14.000.000.000 10 A -180.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000. Penyelesaian : a).000.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000 + 36.000 P−S ) t = 180.000 36.000 − 0) ) t = 180.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. i %.000 -15.000 30.000.000.000 − 30.000 180.000.000K. sebelum pajak pendapatan.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000 . Dt = 180.000 − 0 = 45.000 (P/A.

000 .5 %.000 + 40. 8.10 = 30.000.000 = 15.000.320.000 21.000) = 10.920. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.000 (P/F.22.000.000.000 30.6% d).000.000.000.000.000.600.180.000 .48 (22.000 NPW = 0 = .000 40.180.560 .000 NPW = 0 = .920. 4) + 18.750.560. i %.000 .000 .320. 6) (P/F.000.000 .000 15.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000.000 K - Nilai akhir = Rp.000 36.000 .000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.000.22.000 18.000 – 30. Contoh 8.000 .9.10.000 0 36.000 -45.000.000 25.750. i %.180.000 (P/F.000 − 30.000 -17.000 (P/A.000 .000 -14.000 10.560. i %.560.000 B C D E -180.000.000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8. i %.000 10 (180.000 36.000 (P/A.250.000 18. Dt = 180. 4) + 15.000 − 30.000.000 B C D E .000) .000.000.180.000 4.10 10 A -180. i %.Tahun 0 1 – 10 5 .400.000.000.000.600.000 (P/A.000 36.000.000 10 BV = 180.000 = .000. 10) + 18.000 + 25.7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .320.000 8.15.000 .080 .000. i %.

800.000 24.600. 20) i = 6.000.000 -17.000 (P/A.000 40.400 . alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 + 17. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.200.400. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000. i %.200. Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 22.000 (P/A.000.800.000 .000 D 500.000 .800.300 .000 34.000 -10.000 27.000 C 350.000 60.000 .200.000. i %.400.000 .000 .0.000 .000 24.000.000 117.500.000 51.900 . untuk pemilihan alternatif berganda ini.300.000 65.000 NPW (A) = 0 = .500. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .25.000 C -350.Biaya peralatan investasi A 200.700.000 D -500.100.000 17.000.700 .000 -20.000 B 250.7.100 .000 B -250.000 52.000 51.000 -10.000 45.800 . 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250. Berdasarkan data di atas.500 .800 .000 .000 101.600.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol. 32.200.000 20.000 -16. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 50.000 33.100.000.000.400.500 .000 20.000 65.600.000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.5 % 81 .400.200 .000 -21.000 32.000.400.200 .000 14.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.000 + 22.

000 D -500.000 NPW (D – C) = 0 – 150.700. 20) i = 6.000 34. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .000 NPW (C – B) = 0 = .Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.300.000 + 45.C dan D seperti sebelumnya. Diperoleh i= 3.000 + 11.000. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.900. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.9 % < 6 %. i %.300.600.000 (P/A.000.000.5 % NPW (D) = 0 = -500. i %. 20).000.000 (P/A.000.000 11. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.000 45.100.000 + 34.000.Pemasaran (marketing) .000 C-B -100. .000 C -350. 20).Safety (keselamatan) .000 (P/A.5 % Dari hasil perhitungan tersebut.300. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: . Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %.900.000.000 10. Soal-soal: 82 . i %.000 C-D -150.000 22.200.NPW (C) = 0 = -350.dan sebagainya.000. karena itu dipilih alternatif C.000 + 10. sehingga dipilih alternatif C. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.200.000 34.700.000. 20) i = 7. i %.000. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250.000 (P/A.

Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut. Metode depresiasi straight line. Rp. d. 12. 78.000. jika digunakan : a.4. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). Dengan menggunakan metode “average book”. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). 3. Metode depresiasi double declining balance. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12. Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. Dengan 83 .000. memberikan pendekatan yang cukup baik. 17.25.000. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. Metode depresiasi sinking fund 6 %. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.000. 2.000 pada tahun pertama. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp. hitung rate of return tiap peralatan.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp.50.000.1. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.300. Harga notebook tersebut Rp. 20.000.000 untuk selama 2 tahun.000. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp. Untuk tujuan pepajakan. a. d. Metode depresiasi SOYD.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. 16. 9. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. b.000 pada tahun kedua naik Rp.000.000.000 pada tahun pertama. Dengan menggunakan metode “Original Book”. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya. 3. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”. Rp. Pada tahun 2003. 3.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol. c. b. c.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Eugene L. John Wiley and Sons. Leavenworth. Mc Graw Hill Book Co.. 84 . and Richard S. 1990. Haryono.G.menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. New Delhi. Ekonomi Teknik. 1985.. Principles of Engineering Economy. Prentice Hall of India Private Limited. Engineering Economy. 1981.. Gant. Surabaya.Inc. Singapore. Thuesen. Thuesen. Seventh Edition. Fabriky. Second Edition. and GJ. W. WJ. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut. Engineering Economy. Grant Ireson.. Daftar Pustaka: Blank. Leland and Anthony T. 1982. H. Singapore. Fifth Edition.

A.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan. Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 .000. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). 10.87 %.S. hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. Contoh 9. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9.

000 500.500.000 478.000 399. 7.500.000 500.300 125.500 195.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.000 500.100 147.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 pada tahun 1995.000.900 94.000 500.000 468.200 109.000 492.400 116. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.000 500.000.000 500.000 500.000 383.000 256.900 ) Rp.300 121.000 500.000 500. Setelah 116.700 161.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10.200 170.000 Laju inflasi (CPI) 92.500 181. pada kolom 4.000 10.300 133.300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 425.000 349.000 314. 399.000 = Rp.338.000 272.000 288. 86 .000.000 446. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.000 500.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000 500.500 97.000 500.200 100. 500. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 104.000 238. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 500.000 500.000 371.

000 – 1. Pertanyaan: a.000. Besar pajak tiap tahun adalah Rp. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power).333.000 x 5 x 100/150 = Rp. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian.500.000 (P/A .000. i%. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100.330 (P/F . Rp.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya.40.Contoh 9.000. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.330 b.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.tahun kedua diberi indeks 105.35. i% . NPW = 0 = . 10) + 133. 1.000. yaitu obligasi yang berharga Rp. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.000. 133.85% c. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. 87 . 10) dengan interpolasi diperoleh 11. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b.000 tiap Ha. Contoh 9.333. 40.35.500.35.000000. 70. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.000. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. Pertanyaan : a.000.000.

5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 + 2.869.000.000 -1.000 5. n) 150 n = 1 1 + 0.000.433.500.000 + 5.000 6.000 + 4.000 + 70.480.000 + 46.862.000 5.666.833.000 5.35. c.000 -1.500.000 -1. d.000 -1.148.000 + 5.090.000 -1.648.000 6.980.500. 100 10 5.000 + 4. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut. Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 -1. n) n =1 10 88 .500.362. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .330 - Obligasi 35.666.000 +∑ ( P / F .500. c.000 + 4.000.000 -1.000 d.333.333.807. Berdasarkan tabel c).500. i%.500.000 + 4. Hitung rate of return dari a). Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya. i %.733.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35. Penyelesaian : a.000 -1.000 -81.500.000.500.660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6. 10) x b.000 (P/F.370.600. e.000 -1. i %.500.166.500.600 + 4. NPW = 0 = .369.000 5.000 + 3.000 5.000.000 + 133.590.000 -1.b.000 + 4.000 6.

Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7. Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7.000. Soal-soal : 1. Komisi penjualan sebesar Rp. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10. 5.000.000. 200. 300.8 %) d.000.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7.300. Rp. 1.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. Selama 10 tahun tersebut.000 pada tahun-tahun berikutnya. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. 32.000 tiap tahun.000 pada tahun kedua.e. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %.000.000.3 %) c. 320.000. dan bertambah Rp. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan. 74 %. 110. 2. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. 89 . Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. Berdasarkan data diatas : a.000 pada tahun pertama.000.1%) b.000.300. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.000. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12. 26. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. b. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp.9%) c. 27. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol. 100. a.74 %.700.000.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp. 20.

maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.110.000.000.000.000.000 (1. 3. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.461. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak. 346. a.000) dikenai pajak sebesar 49%.100. b. 25.000.000 tiap tahun. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%.000. Jika tanah tersebut dibeli. 110. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp.000 (1. Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.110.12)10 = Rp.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. Selain pajak pendapatan (income taxes). 3.110. 3. ada pajak kekayaan sebesar Rp. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. 3. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power). hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas). 90 . Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.

Surabaya. 1990. Penerbit Guna Widya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.N. Pujawan. 2004.. New York.Inc. Ekonomi Teknik. Ekonomi Teknik. Surabaya 91 . 1995. N. Haryono. Edisi Pertama.N.Daftar Pustaka: Barish. Mc Graw Hill Book Co. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.

Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance). Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan. Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Untuk suatu variabel random x : a. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 .

50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0. (B1 M2). Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.b. bila Y kontinyu Contoh 10. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) (0.5) (0.5) + (0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul.5) = 0.25 93 .5) = 0.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang.5) (0.5) = 0. (M1 B2). bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar.5) (0.

-.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. 94 . Contoh 10.25) – 1 = 0. 15. 100 (0. 40. jika muka 1 yang timbul maka menang Rp. expected annual equivalents.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0.Rp. andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp.50 0.25) + 1 (0.50) + 22 (0.5) + 12 (0. 100.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth.25) + Rp. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = .50) + Rp..25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0.1. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun..25) = Rp. 40 (0.50) + 2 (0. 80(0. 80.5 Contoh 10.25 0.2 : Dari contoh 10.-.

0 Rp.000. 100. 12 %. 100. 150.48 12/50 = 0. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100. 100.000.000 Rp.000) + 0.06 2/50 = 0.000) = Rp.000. 210.000 95 .000. 300. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.02) (300.000. 15) + 0.000 Rp.24 8/50 = 0.000. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul.06)(15.000 Rp.000.000.000. 400. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.682. 53.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0.000 Rp.000.000) + (0.000 Rp.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 450.000 Rp.000 (A/P.04 (200.000. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.000) + (0.000.04 1/50 = 0.000.000 dan seterusnya. 330.000.000. 0 Rp.000. 200.000 Rp.000 Rp. 550.02 Rp.000 Rp. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.16 3/50 = 0. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama. 150.000.16(100.

Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.04 (150.000. sedang atau jelek. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.000. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya. 46.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. b. 12%. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi. 15) + 0. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach).000 (A/P. Dalam dunia bisnis. 55.000) = 68.000. yang dapat 96 .000. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000) + 0.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.02 (100.000) + 0. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.02 (150.000) = Rp. 15) + 0. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550.000) + 0.04 (100.000.000. 80.000) = Rp.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330.000. 15) + 0.828.480.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450.000.04 (100.069. 12%. 12%. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.000. 12%. c.000.000.000 (A/P.02 (200.000 (A/P.751.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. 15) = Rp. Contoh 10.000 (A/P.

000 + 15.000 Rp. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.20%.5) = = = = = = 128.000 97 .000 dengan nilai akhir Rp 15.000 – 41. 145.000.000 Rp.000.5) 145. 10.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.000.15) 115. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.000 (P/F.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000.000 155.000 Rp. 120.000.25) Perluasan kecil Sedang (0.15) Baik (0.5) 10.000.000.000.028.000.60) Buruk (0.000 + 15.972.000. 140.000 – 41.25) Perluasan besar Sedang (0.000. 115.000.000.60) Buruk (0.15) Baik (0.60 0.000 (P/F.000.000 Perluasan Kecil Rp. 100.000.000 + 15.25 0.000 pada akhir tahun ke–5. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis. 12.24.000.000 (P/F.000.000 3.000 10.000.000 140.000 100.000 Rp.000. 190.000 Perluasn besar Rp. 15. Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.028.000. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.20%.000.000 Rp.000.20%. 10.000 190.000.000 – 41.000 – 12.000.60) Buruk (0.000 120.000.000.000 Rp.000 108.000.000.000 .000 110.000 – 12.000 15.000.000.000.15 Tidak ada perluasan Rp.000 – 12.dicapai dengan 2 kemungkinan.000.000.

972.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000. I = 1.250.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.028.000(υ(θ23)) -24.000.000. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off. 2.25 (128.1 98 .000. 90.101.15 (10. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000.972.028. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115.000.000.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain .028.15 (3.000) + 0. 2.000.000) + 0.000) + 0.000) + 0. 97.15 (24.000(υ(θ12)) 108.60 (110. Formulasi matriks contoh 10.000 (υ(θ11)) 128. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.000) = Rp.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.60 (100.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.25 (115.000) + 0. contoh 10.4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.25 (115.000(υ(θ22)) 110.000) + 0.000.000) = Rp. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000. ……n.n.000.028. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive). ………….000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.250.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100.000.60 (108.000) = Rp.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0. = probabilitas dari Sj.000 (υ(θ21)) 110.000(υ(θ13)) 3.000.

150. 99 .000K tiap tahun.972.028. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.000 ( 0.000 = 128. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.60 ) + 24.000. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. 150.000 ( 0. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.250.000.000.7.000 = 155.000K tiap tahun.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik. Andaikan digunakan depresiasi straight line.000 Soal-soal: 1. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak.60 ) + 3. 100.000K.000 ( 0.000.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0. 200.000 ( 0.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000 ( 0.000 ( 0. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.15 ) = 90. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp.25 )+110. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. 150. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul.25 )+108.000 ( 0.60 ) + 10. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp. pajak pendapatan 50%. 350. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi.15 ) = 97. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp. 2.000 ( 0. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000.25 )+ 100. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.15 ) = 101.000 ( 0.028. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya.028.000K.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.250.

Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.600..000 12. Penerbit Guna Widya. N.500.000 30.000 25.000.000 2000.000. Daftar Pustaka: Barish.000 Modal Kerja 10.000 80. Edisi Pertama. P(S3) = 0.000.000 8. Mc Graw Hill Book Co.000.600. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.000 S1 18.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.000 22. New York.N.2000.5.3.200.000 S3 14. Berdasarkan data diatas.000. P(S2) = 0. Pujawan.000 10.2.000 15.N. 2004.200.000 3.Inc. Surabaya 100 . buatlah matrik keputusannya setelah pajak.000. Andaikan juga P(S1) = 0.000. Ekonomi Teknik.000. tanpa dikenai pajak. 1995. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16.

Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. mengukur. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Misal: biaya tanah. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. b. Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Ongkos penggunaan modal (capital) a. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. a. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Misal: biaya bahan baku.

dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .

biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya. Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang. 103 . Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya.

ongkos tenaga kerja langsung. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. dan sebagainya. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. misal: volume produksi. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. banyaknya penjualan dan sebagainya. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Jumlah semua pendapatan. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. lama operasi. misalnya ongkos bahan baku. Titik yang dinyatakan variabel output.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .