PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

™ Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

™ Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

™ Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : ¾ Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku ¾ Adikku yang ngasih semangat buat aku ¾ Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju ¾ Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka ¾ Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

.......... 357 6. 296 5..1.......................…….......……........1 Kesimpulan……………………………………………………………........2 Pekerjaan Finishing Arsitektur.........BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.1........................................... 356 BAB VI PENUTUP 6................................. 296 5..................................4 Time Schedule……………................................................ 342 5... 354 5.......... 307 5..3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya..............1 Perhitungan Volume Pekerjaan............................2 Rencana Anggaran Biaya...........1 Pekerjaan Struktur dan Atap.......................…….................2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA .....

DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Skema Tangga Type K Gambar 5. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. 4. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. 3. Penulangan Balok Lantai 2. Denah Tangga Gambar 6. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Detail Pondasi . Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Penulangan Ringbalk Gambar 10. Denah Balok Lantai Gambar 4. dan 5 Gambar 9. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Potongan Tangga Gambar 7.

Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Dimensi Kolom Tabel 3. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17.DAFTAR TABEL Tabel 1. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Dimensi Balok Tabel 2. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Time Schedule . Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Pekerjaan Persiapan Tabel 9.

NIP.T. 131 471 402 . Tugino. Lashari.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. Satrijo Utomo.T. NIP. M. M. S.T.T. 132238497 Drs. NIP.. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. M.

Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Gambar Bestek . Output Portal (SAP 2000) 7. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2.DAFTAR LAMPIRAN 1. Input Portal (SAP 2000) 6. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3.

Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag. 1 . Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 .1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No.BAB I PENDAHULUAN 1.4 Semarang. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. 2 . 1.2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai.

Bundaran Air Mancur E. Pahlawan D Keterangan : A. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D.4 Semarang. Lapangan Pancasila B. Store Gambar 1.2 1. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Pahlawan No. Ramayana Dept. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah .

7. Perencanaan tangga.3 1. Perencanaan balok. dan 8. 4. Rencana anggaran biaya . Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. Perencanaan kolom. 5.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. 3. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. 6.syarat (RKS). Rencana kerja dan syarat . minimal tiga lantai. Perencanaan atap. Perencanaan pondasi. 2. 1. Perencanaan plat lantai. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1.

Topografi c. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.46 m o Lantai 4 : + 14.73 m o Lantai 3 : + 09. Pahlawan No. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00.00 m o Lantai 2 : + 04. Tabel – tabel penunjang : Jl. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a. Literatur panjang b.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1.77 m 2.4 Semaramg : Tanah datar : .4 1. Lokasi Proyek b.19 m o Lantai 5 : + 28. Grafik – grafik penunjang c. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a.

pembahasan masalah.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. latar belakang. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. lokasi proyek.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. dan sistematika penulisan. maksud dan tujuan. 1. .

dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. terdiri dari syarat umum. dan azas – azas perencanaan. dan syarat teknis. dan klasifikasi pembebanan rencana. kriteria. dasar perhitungan. anggaran biaya.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. tulangan balok. tulangan kolom. . BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. tulangan tangga. metode perencanaan. dasar – dasar perencanaan. tulangan plat. syarat administrasi. perencanaan atap. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran.

BAB II PERENCANAAN 2. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. Pada jenis gedung tertentu. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan.syarat fungsional maupun strukturnya. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. seperti denah. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom.

8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. 2. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup. dan tidak terjadi kesimpang.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat . Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri.siuran dalam bentuk fisiknya. beban angin dan beban gempa.

Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. indah dan menarik. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. 5. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. 3. . Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). 4.

Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat .10 6. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. a. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS.

antara lain: . b. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. 2.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. 2. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek.

Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. Syarat . Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : . tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. Ukuran balok Dalam pra desain.12 1. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm.syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. 2. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan.

Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.65. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2.13 Tabel 1. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3.

Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. 2. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. karena telah ditumpu oleh plat. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata. 2. . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1.

Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. 4. Tembok batu bata (1/2) batu 4.15 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5. 3. 2. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. Massa jenis beton bertulang 2. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. per cm tebal : 21 kg/m2 . Adukan dari semen.

Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. yaitu: 1. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. Comb 1 = 1 DL + 0. Penutup lantai. 2.6 Q 3. SK SNI T-15-1991-03. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Pedoman Beton 1989. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang.5 LL 2. . Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa.2 DL + 1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Comb 3 = 1. Comb 2 = 1.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. 2.16 24 kg/m2 7.

Data perhitungan SAP. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. 4. .17 3. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 5.

Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal). 3.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim. Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku. Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Bentang kuda.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² .1.

0.25 m = 0. cos 45° . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 .707. ⎜ ⎟ h .18 ƒ Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm² 2. Perencanaan Reng a.5 m ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ .707 . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .5)² = 0. (Ju)² = 1/8 . qr .25 b. sin 45° (Ju)² = 1/8 . 0. Jarak reng = gt . qr . (0. h ⎝3⎠ Wx = 1/6 .2762 kg m c. Dimensi Reng = 12. (0.5)² = 0.5 .2762 kg m My = 1/8 . 12. Jr = 50 . Momen yang terjadi Mx = 1/8 . h . 12. h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 .5 .5 kg/m² = 50 kg/m² = 0. b . b2 . 0.

62 h3 100 kg/cm2 = 615.87 100 h3 h3 h h b = = 6.62 + 27. Ju 200 .1587 = 3 6.19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .1587 = 1. maka : = 2 h 3 2 . ⎜ h ⎟ . h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27. Kontrol Lendutan fijin = 1 .83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d.87 h3 615.

qr.4.E.12.qr.sin 45°.5. sin α . Kontrol Tegangan .5 cm4 Iy = 1 .0159) 2 Ok! = = 0.(50) 4 384. 2 .25 cm (f ijin) e. b3 .022 cm ≤ 0. (3)3 12 = = 4.5.E.Ix 5. (h)3 12 1 . (2)3 . 3 12 = = 2 cm4 fx = 5. cos 45°.Ju 4 384.(50) 4 384.0159 cm fy = 5.5 = = 0.0159) 2 + (0.Iy = 5.12.Ju 4 384.25 cm Ix = 1 .0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.107. 50 200 = 0. cos α .20 = 1 . b .107.2 = 0. h 12 1 .

Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1. qu .677 kg/m qy = qu .665)2 . cos 45º .62 27. reng dan usuk = ggt . sin 45 = 17. cos 45 = 25 .2.5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 .21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. Ju qu qx = qu . cos α . (Jgd)2 = 1/8 . Momen yang terjadi = 50 .(2) 2 1 / 6. 0.3. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3. Perencanaan Usuk a.677 kg/m b. 25 .62 + 1 / 6.5 m Beban genting. sin 45 = 25 . cos 45 = 17.(3)3 = = 23.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.665 m = 0. (1.

Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 . Jgd = 1/4 . cos 45º .711 kg Mx2 = 1/4 . 100 . sin 45º . cos 45 = 70.665 = 29. cos α . sin 45 = 100 . qu . 25 .125 kgm My1 = 1/8 .665 . P . sin α .665)2 = 6.sin 45 = 70.125 kgm c. sin α .433 kg m My2 = 1/4 . Jgd = 1/4 . 1. P .22 = 6. 100 . (Jgd)2 = 1/8 . (1. sin 45º .7111 kg Py = 100 . cos 45 = 100 . 1.

5 kN/m W tekan = angin tekan .1733 kg.433 = 35.02 .433 = 35. 45) – 0.125 + 29.5. w .558 Kg m e.665)2 = 0. Wx . (Jgd)2 = 1/8 . b . Ju = 0.433 kg m d. α) – 0.4 = (0. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.4 kN/m2 Angin Tekan = (0.125 + 29.5 .1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 .4 = 0.23 = 29.4 . 0. (1.02 . 0.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6. 0. h2 .5 = 0. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .558 Kg m My = My1 + My2 = 6.

8 3555.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.055 = 9. ⎜ h ⎟ .5 = 800.2 32002. h3 h3 h h = = 80005.055 = 3 800. h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 .8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555.24 ⎛2 ⎞ = 1/6 . maka: b = 2 h 3 2 . b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .2 + h3 h3 100 = 100 100.28 cm diambil h = 9. h . 10 cm 3 b = . ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. h .8 3555.

. (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 .Jg 3 5 + .667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f.Jg 4 px. h .832 cm Ix = 1 .711. 166. cos 45°.25 b = 6.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0. .500 384 48 = 70. (h)3 12 1 .677. cos 45°.025) 2 + (0. cos α . (b)3 12 1 .(166. cos α .Ix E.Ix 384 48 5 17. b . 6 .(166.5) 3 10 7.. E. Jgd 200 1 .07 cm ≤ 0.072) 2 = 0. 10 . Kontrol Lendutan Fijin = 1 .5) 4 1 + . (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.832 cm OK! .5 200 = = 0. 107.

25 kg/m q = 120. jp = 18 .50 . jgd = 5.354)2 .135 .50 m = 5.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .0123 kg/m q = 132. cos 45º . cos α .665 = 83. jgd = 0.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 .558 35. 1. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.665 = 9.26 g. = 94.123 kg/m Berat Branching 10% = 12. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b.93 . (l)2 = 1/8 .558 + 1/ 6 1 / 6. 1. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4.821 kg/cm = 94.354 m = 1. 132.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi. q . Perencanaan Gording a.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp . Berat pada gording (qg) = 3.50 = 27 kg/m = ggt . (3.665 m = 1. 1.

291 kg m My = 1/4 .4 = (0. 3.02 . cos α . 40 . q .846 kgm c. P .m My = 1/8 .5 W tekan = angin tekan . Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0. cos 45º . 45) – 0. 3.3 kg/m2 .645 kg m d. (l)2 = 1/8 .132. sin α . w .354 = 59. (3. α) – 0. sin 45º . Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .135 . sin 45º . l = 1/4 .5 . Jgd = 0.354 = 29. sin α . 100 .385 kg.354)2 = 32. 100 . 1. Karena Beban Angin (Whisap. l = 1/4 .665 = 33.27 = 131.4 = 0.02 . P .

2909) = 252.2 . Wtekan .4 .4 W hisap = -0. DL + 1.3859 = 183. DL + 1.8465 = 45. LL = (1.385) + (1.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.3542 = 37. 40 = .m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .4 .DL = 1.354)2 = 46.2 .3.2 . 32.4 . Jgd . (-26.4 .6 . 131.26.0.825 kg.6 .28 Koefisien angin hisap = .981 kgm Mx2 = 1.6 .64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .64) .665. 3.4 . (l)2 = 1/8 . (3.940 kg. l2 = 1/8 . 59. 1.46 kg. LL . 33.4 . w = -0.5285 kgm My2 = 1.m My1 = 1. 131. DL = 1.

2 .5 . LL .5 .8 .8 .846) + (0.46) = 130.50 kN/m = 1.6454) = 86. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.77 cm3 .275 kgm My4 = 1.5 . LL + 0.645) + (0. diambil moment arah x yang terbesar. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.2 . 59.5 .291) + (0.5 .84) wx 59992.340 kgm e.4 wx wx = 0.8484 kgm Mx3 = 1.46) = 217. 131.2 . 131.385) + (0. 29.291) + (0.8465) + (1. DL + 0. 29.88 m = 25252. W = (1.8 .2 . DL + 0.2 . LL + 0.85 + (4.9 σ ijin 0.5 . 37. 59.2 . 32. 32.8684.0.29 = (1. 37.8 .8 .8 .6 . DL + 0.0) = 54. W = (1.21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.2 .9 2400 = Mx My + .385) + (0.238 kgm Mx4 = 1. W = (1.

8 cm4 ix iy = 5.354)2 = 128.536 . qx .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt .536 kg/m qx = q total . cos 450 = 129.3 cm3 = 12.51 kg/m = gp . sin 450 = 129.59 . 1.665 o Berat Branching 10 % = 11.2 cm3 = 332 cm4 = 53.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.776 kg/m q total = 129.536 . 91.37 cm1 Ix Iy berat = 7.51 kg/m f. (3.59 kg/m qy = q total . Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.89 cm1 = 2. cos 450 = 91.50 = 27 kg/m = 83. sin450 = 91.25 kg/m q = 117. (I)2 = 1/8 .59 kg/m Mx = 1/8 . Jp =18 .79 kgm . Jgd = 50 . 1.30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.

2909 = 188. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .645 = 61.19 kg.EIx . Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.79 + 59.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.54 18808.( I )3 5 qx.( I ) 3 .8354 kgm ¾ Kontrol Tegangan σ ytb = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.59 .0809 kgm My = 32. + 384 EIx 48.3 = 931.m ¾ Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.19 + 29. 91.09 + 12.354 ⎞ = 1/8 .2 44. qy .

538 3 = 0.(l / 2)3 48.1.0146) 2 = 0.3.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.10 6 .32 = 0.3.1.000221 + 0.000061 = 0.3.0000797 m = 0.(3.l 3 48.0.32 = = 0.3416 cm = 0.0334 cm < 1.0334 cm < L/250 = 3.711.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.93.EIy .( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.000146 m = 0.1.354) 3 48.(3.10 6.93.354 ⎞ 3.711.0000852 + 0.10 6 .354/250 = 1.354) 3 48.EIy 48.538 384.10 6.32 + 70.qy.10 6.0.EIy 3 ⎛ 3.1.2.00797 cm fy = Py.000301 m = 0.2.32 = 5.⎜ ⎟ 4 5.0301 cm ⎛l⎞ Py.⎜ ⎟ 5.354) 4 384.2.354 4 70.711(3.2.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.EIx 70.0301) 2 + (0.433.1.0000797 = 0.2.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati ƒ

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = 279,2205 kg

ƒ

Berat sendiri gording

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

ƒ

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450) ƒ Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

ƒ Koefisien angin hisap ƒ Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

ƒ Angin pada tumpuan (1/2 Wt) ƒ Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

¾ Kontrol terhadap kekakuan batang

1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4

A profil

= 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08

e d

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

42 cm .5 δ = 12 mm lk = 1.85 = 2.3 cm2 ix = 2. Batang bawah P = 2874.18 cm2 imin = lk 240 = 182. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.07 1200 = = 2.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.395 cm2 Abruto = Anet 0.41 3.3 240 = 0.177 m σ tarik = 75% .

847 = 1. 12 + 2.2 345.3 + 12.5 .42 cm λ = lk i min 182.679 cm = 1.41 1.89 .3 .26 = 2. δ + e = 0. A ) = 2 ( 72.12.3 cm4 = 2.82 2.82 cm4 i y = Iyprofil A.3 2.749 cm dipakai min = 2.5 .3 cm4 = 72. 2.593 − 0.3 = = 3.42 cm = 72.42 = = 8.862 ) = 345.86 e d ¾ Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) Iyr = 2 ( I y + a2 .26 = 0.42 iy lx I y = 2.

Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y .12.Lx .07 kN/m2 = 24 kN/m3 .ω x Aprofil 2874.2 diperoleh: ƒ Mutu beton (fc) ƒ Mutu baja (fy) ƒ Beban lantai tribun (qLL) ƒ Beban tangga (qt) ƒ Selimut beton (p) ƒ Berat satuan spesi/ adukan ƒ Berat keramik ƒ Berat satuan eternit ƒ Berat satuan penggantung ƒ Berat satuan beton bertulang = 22.21 kN/m2 = 0.3 = = 116.2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.1.43 ¾ Kontrol tegangan σ = p.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.Ly .Lx1 .24 kN/m2 = 0.02 m = 0.11 kN/m2 = 0.07 2.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.

Mty .Mtx .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .44 .Mly .Mlx .

Tabel 5.5400. Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .1203 12 = 1. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.8003 12 = 1 .200.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = . Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan. yaitu.6 < 2.45 Gambar 3.

⎨α − 0.538 = 132.6 − 0.8 + ⎟.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.8 + ⎟.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.1.8 + ⎟.37 = 7104 48.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.33 = 147.12⎜ ⎜1 + β ⎟ ⎟⎬ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.46 = 1.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.69 mm.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.37 ⎨1.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.1.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.β .8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.8 + ⎟.Ly ⎜ 0.

0.65 .076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 . q DL + 1.6 .15 = 3.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .( 1991).2 . 4.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.6 .Berat sendiri plat .23 + 1.24 kN/m2 = 0.18 kN/m2 = 4.2 . diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.21 kN/m2 = 0.23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi. q LL = 1. Kusuma. G. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang.Berat keramik .8 Cx- = 70. 5 = 13.6 kN/m2 = 0.Berat spesi .

001 . Dy = 10 mm .6 . 0. 0. qu . 13. Lx2 = 18. 0.819 kNm 2.85 .076 .6 Cy- = 54.206 kNm Mly = Cy+ .076 .25 kNm Mty = Cy. dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm ƒ Arah y.Tinggi Efektif ƒ Arah x. Lx2 = 54.85 = Cx+ . Lx2 = 70.P (selimut beton) .8 .076 . qu . 0.65.. dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .(6)2 = 8. 13. (6)2 = 25. qu . 13. Penulangan plat lantai .001 .001 .001 . 0.Asumsi tul.001 .48 Cy+ Mlx = 18. Lx2 = 40.. (6)2 = 19.001 . 0. Utama = 20 mm ƒ Arah x .756 kNm Mtx = Cx. 0. 0.076. qu .(6)2 = 33. 13.001 .001 . Dx = 10 mm ƒ Arah y.

8. maka diambil ρ perlu = 0.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .206.b.dx 19.0058 < ρ perlu = 0.0120 Dari tabel A.5 MPa dan fy = 240 MPa.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka di dapat : ρmin = 0..66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.1000. nilai ρmin = 0.0363 Maka.0120 < ρ mak = 0.(95) = = 2.8 MPa.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .106 2 0.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.0058 ρmaks = 0.

428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 . π . b . d2 4 1 .5. n = 78.5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) . 1000 .5 = = 14.52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71. 3.14.50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 . 15 = 1177. dx = 0. 102 4 = = 78. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78.0120 .

d2 4 1 .106 2 0.0363 Maka.14.302 MPa.0224 < ρ mak = = = 78.dx 33.0224 .5 mm2 As tx = ρperlu .1000. 1000 . dx = 0.8.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4. 102 4 0.257.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . b .0224 Dari tabel A. 3.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka diambil ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa. π . 95 = 2128 mm2 .b.0058 < ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0. maka di dapat : ρmin = 0.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.(95) = = 4. nilai ρmin = 0.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .

maka di dapat : .5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.dy 8.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ ..52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.756.0066 Dari tabel A.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.(85) = = 1.106 2 0. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8. maka diambil ρ perlu = 0.8.1000. n = 78.414 MPa.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.5.b.5 MPa dan fy = 240 MPa.

5 = = 7.0066 < ρ mak = 0. 3. π .0066 . 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78. 1000 . 102 4 = = 78.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. dy = 0.14.0363 Maka.53 ρmin = 0.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) . b .5. nilai ρmin = 0. n = 78.5 mm2 As Iy = ρperlu . d2 4 1 .0058 ρmaks = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .0058 < ρ perlu = 0.

3.8.819. 1000 .0215 Dari tabel A.0215 . d2 4 1 .(85) = 4. b .46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4.5 MPa dan fy = 240 MPa.17 MPa.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .dy 25. dy = 0.maka di dapat ρmin = 0. 85 = 1831 mm2 . nilai ρmin = 0.b.14.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .106 = 2 0.1000. π . maka diambil ρ perlu = 0.5 mm2 As ty = ρperlu .6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22..0058 < ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0.0215 < ρ mak = 0. 102 4 = 78.0363 Maka.

n = 78.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.5 = = 23.7 cm 163. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.5.32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.7 cm .55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78.

9 cm 197. antrede) = 30 cm .7 cm Gambar 5.5 cm 215.Jumlah anak tangga = Tl optrede .Mutu baja (fy) .0 cm .7 cm Gambar 4.56 215.9 cm 197.1 Data teknis tangga .Tinggi pijakan (o.Mutu beton (fc) . optrede) = 18 cm .Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.Lebar pijakan (a.5 cm 236. Skema Tangga Type K 236. Denah Tangga 3.5 MPa = 240 MPa = 473.2.

2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.Berat sendiri beton .0 18 = 25.9 cm .Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .2. tg = 30.57 = 473.Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .7 cm a = 215.21 kN/m3 .Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.96 0 .98 buah .Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.Berat sendiri keramik .Tebal keramik maks (hk) .Lebar bordes .24 kN/m3 = 0.

74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.02 m . 2. L (0.4 + ) 27 700 1 240 .886 kN/m2 . berat sendiri keramik = 0.96 0 9 = 11 cm + ( = 9. 0.74 (0.Berat sendiri plat = ht .Berat spesi (2 cm) = hs .0024 kN/m2 = 2.58 Gambar 6. Pembebanan Tangga a.12 m .88 kN/m2 = hk .21 kN/m3 . 24 kN/m3 .01 m . berat sendiri beton = 0.24 kN/m3 q DL = 0. 0. berat sendiri spesi = 0.4 + ) 27 700 = = 7.9) 2 + (163.0042 kN/m2 = 2.72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a. Beban mati (q DL) .7) 2 = 274 cm = 2.Berat keramik (1cm) = 0. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.

Dx Arah y. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1.2 .4 . 3 kN/m2 = 8.59 b. 2. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y. Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x.886 kN/m2 + 1. Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c.264 kN/m2 b.2 .6 . q DL + 1.6 . Beban berfaktor (qu) qu = 1. q LL = 1.

.55 .637)2 = .001 .001 . 8. Lx2 = + 42 .3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .5944 kNm = ..264 . 0. 0. Lx2 = .Cx.2179 kNm = . Lx2 = .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .001 . 0.001 .1594400 Nmm Mty = .637)2 = . qu .63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ .637)2 = + 0.264 . 0.264 . qu .001 . (1. didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ .Cy. 8. 0. (1. qu . 0. 8.264 .1.001 . 0.1.001 .(1. 0.637)2 = + 0.72 .72 = .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). Lx2 = + 18 .55 . (1. qu .001 . 8.

8.b.2255 MPa dari tabel A. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. 3. D2 4 = 1 .2 113 = . π .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0. 94 = 545.0058 < ρ mak = 0.14 . b .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 .dx 2 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0363 (ok! As tx = ρperlu . 1000 .61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .2255 maka diambil ρ perlu = 0.0058 = ρ perlu = 0. dx = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.1000.(94 ) 1594400 2 = = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 .0058 = 0.

62 = 4.b.1315 MPa dari tabel A.1000.dx 2 0. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: . 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ . n = 113 mm2 .82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .8.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.(94 ) 930100 2 = = 0.

maka diambil ρ perlu = 0.0058 .0058 ρmaks = 0.0058 = ρ perlu = 0. π .0058 Maka nilai ρ min = 0. 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 . 1000 . b .0058 < ρ mak = 0.10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0363 dari tabel A . D2 4 = 1 .63 ρmin = 0.1315 . (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4. dx = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.14 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .0363 (ok!) As lx = ρperlu . 3.

b. b . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .2264 . n = 113 mm2 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.1000. dy = 0.0323 (ok!) As ty = ρperlu .dy 2 0.64 As = ΔD12 .0058 = ρ perlu = 0. 82 = 475.2264 MPa dari tabel A. maka diambil ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0.0058 ρmaks = 0.0058 . 1000 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 Maka nilai ρ min = 0.(82 ) 1217900 = 2 = 0.8.6 mm2 .

20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .65 ΔD12 = 1 . 3. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. n = 113 .14 .6 113 = = 4. (n) = Asty ΔD12 475.6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . D2 4 = 1 . π .

6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.0203 (ok!) As ly = ρperlu .20 dipakai 5 batang .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. b .0058 .14 .074 MPa dari tabel A. dy = 0. 1000 .074 .0058 = ρ perlu = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.1000. D2 4 = 1 . (n) = Asly ΔD12 475.dy 2 0.6 113 = = 4.0058 ρmaks = 0.25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.(82 ) 3986100 = 2 = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0.b.8.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ . π .6 mm2 ΔD12 = 1 . 3. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. 84 = 707.

6 mm2 (ok!) 3.2 .67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1. n = 113 .7 cm = 163.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.2.

Berat keramik (1cm) = 0. Beban hidup (qLL) .72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. 0. berat sendiri keramik = 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9. 24 kN/m3 .88 kN/m2 = hk .68 fy ⎞ ⎛ ⎟.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.24 kN/m3 = 0.2 = 55.1.8 + ⎟. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.8 + ⎟.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.Berat spesi (2 cm) = hs . maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.01 m . Beban mati pada bordes (qDL) .25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0. 0.02 m . berat sendiri beton = 0.21 kN/m3 .12 m .0042 kN/m2 = 2.8 + ⎟.Berat sendiri plat = ht .89 kN/m2 b. menurut perhitungan diatas.Lx ⎜ 0. berat sendiri spesi = 0.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.0024 kN/m2 qDL = 2.

dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. qDL + 1.63 = .6. Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.2. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= . 3kN/m2 = 8. 2. Dx Arah y.263 kN/m b.69 qLL = 3 kN/m2 c. Beban berfaktor (qu) qu = 1.89 kN/m2 + 1. qLL = 1. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G .2.6.(1991).54 Momen rancangan .

2548 kNm = . 0..7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ . 0. 0.Cx.001 .1464000Nmm Mty = .1.001 . 0. 8. (1.263 .54 .5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = . 8.(94 ) 1464000 2 = = 0.263 . 8. (1.207 MPa . qu .677)2 = + 0. Lx2 = + 22 . qu . 0.1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .4640 kNm = .b. Lx2 = .001 .001 . qu .70 Mlx = + Cx+ .263 .8.001 . Lx2 = + 34 .dx 2 0.677)2 = .001 .263 .001 .677)2 = + 00. (1. 0.63 . 0. Lx2 = .(1. qu .Cy.677)2 = .1.001 . 8.. 0.1000.

14 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 . 3.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. D2 4 = 1 .0058 .2 133 = = 4.0203 (ok!) As tx = ρperlu . (n) = Astx ΔD12 545. π . dx = 0.465’ nilai K = 0.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 . maka diambil ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0. b .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. 1000 .0058 = ρ perlu = . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.207 .2 mm2 ΔD12 = 1 .71 dari tabel A. 94 = 545.

(94 ) 791000 2 K = = = 0. 94 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.119 MPa dari tabel A.b.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .8. b .0132 (ok!) As lx = ρperlu .1260 .0058 ρmaks = 0.0058 = ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 1000 .0058 .0058 Maka nilai ρ min = 0. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545. dx = 0.0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. n = 133 mm2 .0058 < ρ mak = 0.dx 2 0.1000.

82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .73 = 545.14 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .2 mm2 ΔD12 = 1 . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul. n = 113 mm2 . (n) = Aslx ΔD12 545. π . 3. D2 4 1 .2 113 = = 4.

8. maka diambil ρ perlu = 0. dy = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.233 . (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul. 82 = 475.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. π .6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 < ρ mak = 0.0058 = ρ perlu = 0. 3. b .0363 (ok!) As ly = ρperlu .(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. 1000 .14 .dy 2 0. (n) = Asly ΔD12 .1000.0058 ρmaks = 0.b.233 Mpa dari tabel A. D2 4 = 1 .0058 .74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ .

75 = 475.dy 2 0.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .b.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .8.095 MPa dari tabel A.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 133 = 4. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.1000. 5 = 133 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.(82 ) 511200 K = = 2 = 0.

095 . maka diambil ρ perlu = 0.0363 (ok!) As ty = ρperlu . 1000 . dy = 0.6 133 = = 4. π .14 . D2 4 1 . (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul. 82 = 475. n . 3.0058 < ρ mak = 0.0058 = ρ perlu = 0.76 ρmin = 0.20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 .0058 ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 . (n) = Asty ΔD12 475. b .

lb .5 . Estimasi beban 1.21 kN/m3 = 0.Berat tangga = ht .Berat sendiri balok = h .74 m .12 m .12 m .89 kN/m .609 kN/m q DL = 43.977 m .948 kN/m .6 mm2 (ok!) c.Berat dinding = 1. Beban mati pada bordes (qDL) . 24 kN/m3 = 7. lt . 2. berat sendiri beton = 0. 0. 17 kN/m2 = 33. 1. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.2 .4 kN/m .977 m . Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22.Berat bordes = hb . 0.5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a. 24 kN/m3 = 2.049 kN/m . b . berat sendiri beton = 0.77 =133 . berat sendiri beton = 0.

1/24 . Beban berfaktor (qu) qu = 1.136 kNm Momen lapangan = 1/11 .1/24 .10.6. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.1192 = . qDL + 1.6.(464 ) 10136000 2 = = 0. 54. 2.8.136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .200. 543.78 2.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .b. I2 = 1/11 .177 kN/m . 3) kN/m = 54.177 kN/m .1192 = 22.2. 2. I2 = .948) kN/m + (1.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.d 2 0. qu . qLL = (1. 54.29 MPa .2. qu .

d = 0. D2 4 1 . (n) = Astx ΔD16 410.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. maka diambil ρ perlu = 0.176 mm2 ΔD16 = 1 .00442 < ρ mak = 0. π . 3.96 = = 2. 464 = 410.0251 (ok!) As tx = ρperlu .79 dari tabel A.176 200. 200 .5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.00442 . b .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. (16)2 4 = = 200.00442 Maka nilai ρ min = 0.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .29 .96 mm2 Jumlah tul.14 .00442 ρmaks = 0.00442 = ρ perlu = 0.

96 mm2 . n = 200.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.176 mm2 .5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.(464 ) 22114000 2 = = 0.00442 < ρ mak = 0. 200 .00442 ρmaks = 0.b.8 mm2 jadi As > Astx = 1004. d = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0. maka diambil ρ perlu = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.64 .8 mm2 > 410.8.00442 .d 2 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.0251 (ok!) As lx = ρperlu . b .64 MPa dari tabel A.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .00442 = ρ perlu = 0.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .200. 464 = 410. 5 = 1004.

81 ΔD16 = 1 . 5 = 1004.96 mm2 Jumlah tul. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2. (n) = Astx As1 410.176 200. π .176 mm2 (ok!) 3.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.14 .8 mm2 jadi As > Aslx = 1004.8 mm2 > 410.2) . n = 200.96 mm2 . (16)2 4 = 200. 3. D2 4 = 1 .

1 Berat Bangunan Total (Wt) a. Beban Lantai 5 1.0.82 Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0.12) . 0.7 .4 – 0. Beban Mati Berat plat = 24 . 20). 24).7 .12 . 20 .12) . 2400 = (4 . 24) + (3 . 0. 2400 = 17740.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg .12 m = 50 kg/m2 = 28.8 kg Kolom (60x60) = 24 . 0. 3.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0. 20)} .2.3. 9. 2400 Dinding Plafond = {(2.(0.2 .85 . (11+7) = 204249.(0.77 m gempa menggunakan Pedoman Perhitungan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung.2 .0. (0. 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 . 0. 250 = 24 . 0.6 . 24) + (2.12) . 9. 0. 20)} . 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 .6 .20 .85 .

0. 24.20 . 24).4 kg b.6 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530. 0. 20 . Beban Mati Berat plat = 24 .(0. 21. 20 . 0.12 .8 .5 WLL = 0.5 . 0.(0. 21. 20). 4.73 . 3 = 98081. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 20)} .2. 3 = 24 . 20 .4 – 0. 2400 = (4 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 4.8 .83 Spasi Keramik = 24 .3 .12) .4 kg 2. 20 . 0.8 kg Kolom (60x60) = 24 .(0.3 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530.73 . 0.0.28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg .4 kg + 12000 kg = 814530. 24) + (2. 24) + (3 . 250 = 24 .6 . 20)} . Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . (11+7) = 24 .12) .12) . Beban Lantai 4 1. 24 . 2400 = 17740. 0. 20 .

2 .08 kg c.4 – 0. 9. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.2 . 24) + (3 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 0. 20 . 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 20)} . 4. 24 . 24. 24.8 .0. 21.85 .7 .3 . 2 = 23040 kg WDL = 517962. 2400 = (4 . (11+7) = 24 . 250 = 24 . 20 .5 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 0. 0.84 Keramik = 24 .(0.20 .7 .12) . 24).0. 20 . (0.(0. 20 .5 WLL = 0. 20).73 .08 kg 2. 0. 0.32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 20 . 0.7 . Beban Lantai 3 1.8 kg Kolom (70x70) = 24 . Beban Mati Berat plat = 24 .2.12) . 2400 =17740. 24) + (2. 3 =133499. 20)} .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380.12) .12 .08 kg + 120000 kg = 637962.

(0.72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247.5 WLL = 0. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 20)} . 0. 20 .12) .8 kg Kolom (80x80) = 24 . 24.12) . 0.0.3 . 20 . Beban Mati Berat plat = 24 .8 . 9.20 .8 .5 .2. 2400 =17740. 2 .0. 0. 20 . 24). 0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .12 .85 2.(0.32 kg d.3 . 21. 20)} . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 250 = 24 . 24) + (2. 3 =174366.8 . (11+7) = 24 . 24 .32 kg + 120000 kg = 673380.85 . 0. 20). 2400 = (4 .12) .85 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 24) + (3 .8 . 0.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 9.4 – 0.52 kg 2. 20 . Beban Lantai 2 dan 1 1.(0.

05 3.3.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.32 + 714247.7 detik 3.3. Untuk Tx = Ty =0.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.52 kg +120000 kg = 714247.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .3.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.5 .52 = 3554367.2 = WDL + WLL = 594247.77)3/4 = 0.77 m = 0.5 WLL = 0.4 + 637962.06 (28.20 . .52 + 714247.08 + 673380.86 Koefisien reduksi = 0.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia. 500 = 120000 kg W1. 24. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.84 kg 3.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.

1.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .05 .hi Vx ∑ wi.3.77 = 1.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.0 .hi Vy ∑ wi.5 dan K=1. 3. I . Arah x (lihat tabel) H 28.hi wi.38 ton = 799.K . y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .198 < 3 = 24 A Fix = b.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.Wt = 0. Arah y H 28.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.5 .6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.77 = 1.6.74 ton 3. 1. 3554.

81 3378.38 714.29 98.4.4 Perencanaan Balok 3.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.y 81.69 673.94 44.29 26.46 4.09 9044.42 6756.53 637.y (ton) 327.73 Wi (ton) 814.47 132. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.x 65.19 9.88 Tabel 6.77 18.46 19.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.03 12065.83 49.6 Fix.07 24. hi (ton/m) 23434.88 1/3 Fi. utama Diameter tul.92 14.25 Wi .55 32.71 12.40 57323.5 Mpa .35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.25 714.12 33.75 176.77 9.

658.θ 356008900 0.0134 .8. b.022 As = ρ .105 MPa ρ min = 0.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.0040 ρ perlu = 0.0040 [ 0.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .250. 250 .022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.0134 [ 0.5 2 = = 4.b.5 = 2205.0134 ρ maks = 0.3 N Vu = 184107. d = 0. 658.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.

1/24 .98 N .3 0.Sx2y = 0.01 Nmm Vc = 1/6 . fc . d = 1/6 . fc . b .6 . 250 .01 Nmm Tu ≤ υ .90 A= P θ .806 mm2 Ast = As + A = 2205.5 . 22.19) 2 = 76. 22.5 = 156176. fc .5 .1/24 .4 N Sx2y = (250-40)2 .350 = = 91.65. 29106000 = 3451547. fy 19279. 658.5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107. Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547. (700-40) = 29106000 mm2 υ .78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.806 = 2297.1/24 .975 + 91.

5 .5 = 520827. fc 150688. 22. 250 . b . 658. d .150 350.5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm .5 = = 98.6 = 150668.68 N ≤ 520827. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.98 0. b .91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.13 N Vs ≤ 2/3 .13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.5 / 4 = 1634.68.4.63 mm .S fy.d 150668.2 Balok lantai 2.3.68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .658. d .4 − 156176. fc = 2/3 .4.

0191 ρ maks = 0.92 - Selimut beton (p) Diameter tul.300.0191 [ 0. utama Diameter tul.θ = 849107800 0.b.5 MPa ρ min = 0.735. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .5 2 = 6. b .5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.8.022 As = ρ . d .0040 ρ perlu = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.0040 [ 0.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.

fy 278790. fc . 22.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . b . (800-80) = 34848000 mm2 υ . 1/24 .45 = 5439.5 .93 = 0.5 = 4214.86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . fc .6 . 1/24 .45 Nmm Vc = 1/6 . 735.45 mm2 = Ast = As + A = 4214.415 + 1225. 34848000 = 4132464.350 = 1225. 300 .4 0. 22.5 . fc .45 Nmm Tu ≤ υ .0191 . Sx2y = 0. d = 1/6 . 735.5 = 174439. Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.1/24 . 300 .65.14 N .

5 / 4 = 183. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 = 697756.5 .56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735. fc 463355.86.d 463355.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 22.6 = 4633355. fc = 2/3 .735.99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 .94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439. b . d .150 350.14 0. b . 300735.875 mm .S fy. d .56 N Vs ≤ 2/3 .5 = = 269.86 N ≤ 697756.

9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.5 mm Penulangan pada momen .5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.4.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul. utama Diameter tul. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.3 N Vu = 128928.95 3.

3 0.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm . 638.03 MPa ρ min = 0.65.638.86 mm2 Ast = As + A = 2183.θ 328143700 0.86 = 5220.96 K= Mu d 2 .200. d = 0.0040 [ 0.67 + 3036.b.0040 ρ perlu = 0.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .0171 ρ maks = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0. fy 690887. b.350 = = 3036.0171 [ 0. 200 .0171 .022 As = ρ .5 2 = = 5.8.5 = 2183.

d ∑ x2 y 200.014.5 . 1/24 .56 Nmm Ct = b. 1/24 .0.5.5 8928000 = = 0.d fc 1 + (2. fc .638.36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928.6 = 165369. 638.97 Vu = 128928.6 . (700-80) = 8928000 mm2 υ . 22.36 0. 6547700 2 ) 128928. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.56 Nmm Tu ≤ υ . Tu 2 ) Vu = 1 / 6.9 N Sx2y = (200-80)2 . 22. fc = 2/3 .5 22.014 Vc = 1 / 6.638. 1/24 .9 − 49512.5.5 . d . b .b. Sx2y = 0.200. fc .5 . 200 .14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 1 + (2.9 = 49512. 8928000 = 1058730.Ct.

99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.5 = = 110. fc 165369.5.5 / 4 = 159. d .150 350. b .14 N ≤ 403822.14. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.3 N = 328431.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .S fy.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.62 mm .d 165369.638.5 Perencanaan Kolom 3.98 = 403822.85 N Vs ≤ 2/3 .

99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.d 600 + fy 600 725.48 .85.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0. b .5 mm e = Mu P 1125725 2621461. 5959044 = 3893378. Cb = 0.43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . Pnb = 0. 0.21 = 389. 458. 22.65 .85 . 0. fc = 389. 800 .6 N .5 600 + 350 = = 458.65 .3 = = 429.85 .21 mm ab = β .

09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.25) 3 .05 = 7154.d ) + Csb ( .21 − 50 0.d ) 2 2 2 2 800 800 389.003 50 = = 0.003 d 458.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .0244 ≥ vy = 0.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.100 P ≤ Prb 2621461.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( . 777.03 N = As’ Tsb fy 271967.000167 = cb − d ' 0.3 N ≤ 3893378.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.30 350 = = 777.

5 = 458846. 800 .5 .3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . fc = 2/3 .4 Nmm Tu ≤ υ . fc .48 0. fc = 1/6 .101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431. (800-100) =343000000 mm2 υ . d .5 . 343000000 = 40674796. 22.4 Nmm Vc = 1/6 . 1/24 . fc . 800 . b . 725.48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. b . 1/24 .6 = 88539. 725.5 .5 = 1835385.6 . fc . 22. d . 22. d .02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .95 N Vs ≤ 2/3 .b . 1/24 .3 − 458846. Sx2y = 0. Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769.

102 88539.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.5 / 4 = 181. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.02.5 = 53.s fy.02 N ≤ 1835385.5.d = 88539.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.725.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.150 350.375 mm .

fc = 389. 458.0.50 .12 .2 = = 306.21 mm ab = β .85 .103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .85 . b .85 . 0.5 mm e = Mu P 629904200 2053252.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . Cb = 0. 800 .48 .21 = 389.78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 .d 600 + fy 600 725.5 600 + 350 = = 458.5 = 5959044 N .25 / 2 = 725. 22.

65 .48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.65 .6 N P ≤ Prb 2053252.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .003 d 458.2 N ≤ 3893378.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.000167 = cb − d ' 0. 5959044 = 3893378.0244 ≥ vy = 0 .21 − 50 0.8 N = As’ Tsb fy .d ) 2 2 2 2 800 800 389.d ) + Csb ( .104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .Tsb = 5959044 N Prb = 0.003 50 = = 0. Pnb = 0.

6 .25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4.43 mm2 As = 2 As’ = 2 . Sx2 = 0. 1/24 . fc . = 458846.8 350 = 241.4 Nmm Tu ≤ υ . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769.5 = 1/6 . ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ . 1/24 . fc 22.4 Nmm Vc = 1/6 .105 = 847498.5 . 800 .48 N . 241. d .5 . 343000000 = 40674796.43 = 4842. 725. fc . 22. 1/24 . b .

dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.65 mm2 Dipakai D12 .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. b .375 mm . fc = 2/3 .106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846. 22. 725.d = 33264. d .81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 = 1835385.150 350.s fy.95 N Vs ≤ 2/3 .5 .81. d .150 .81 N ≤ 1835385.48 0.5 = 19.6 = 33264. b . 800 .725. fc 33264.5 / 4 = 181.

5.d 600 + fy 600 625.5 600 + 350 = = 395.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .05 mm .2 N = 227849.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.107 3.2 = = 382.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.

395.79 .039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . 0.108 ab = β . 0.83 control keluluhan baja vy vs = 0.039 = 2922043.83 N P ≤ Prb 1438837.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .000167 = cb − d ' 0.05 = 355.000167 . Pnb = 0. b .85 . Cb = 0.85 .85 .039 N Prb = 0. 4495452.021 ≥ vy = 0.65 .5 = 4495452.003 d 395. 22.2 N ≤ 2922043.05 − 50 0.Tsb = 4495452.003 50 = = 0. fc = 355. 700 .65 .

98 350 = = 1192. 1/24 .039 ( = 818644293. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489. 22. 216000000 = 25614449.98 N = Tsb fy 417432. Sx2y = 0.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .5 .4 Nmm = ( 700 –100 )2 .66 mm2 As = 2 As’ = 2 .d ) 2 2 2 2 700 335. fc .66 = 2385.05 Nmm .6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3. 1192. 1/24 .d ) + Csb ( .5 mm.25) 2 = 262.6 .

Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449. b . 1/24 . = 1184603.5 32998.82 0.5 .27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625. 625. fc = 2/3 . d .s fy.5 .625. fc .6 = 32998.18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 625.5 = 1/6 . fc 22. b .05 Nmm Vc = 1/6 . = 346150. 700 .5 = . 700 .110 Tu ≤ υ .27 N Vs ≤ 2/3 .82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489. b .5 / 4 = 156.4 − 346150.18 N ≤ 1184603.150 350.d 323988. d .18. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. fc 22. d .375 mm.

25 / 2 = 525.5.5 mm e = Mu P .9 N = 333098.12 .50 .4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.111 = 22.7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .

0.65 .28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 . Pnb = 0.9 N ≤ 2104191. 3237218. b .85 .112 = 736391000 1118951.5 600 + 350 = = 331.11 .88 N P ≤ Prb 1118951. 0. 22.28 N Prb = 0.d 600 + fy 600 525.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .65 .85 .89 = 282. fc = 282. 331.88 N control keluluhan baja .89 mm ab = β .85 . Cb = 0.28 = 2104191.Tsb = 3237218.5 = 3237218. 600 .9 = 658.

86 = 2537.5 mm.25) 2 = 212.000167 = cb − d ' 0.003 50 = = 0.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .d ) 2 2 2 2 600 282.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .28 ( = 514539659.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.003 d 282.5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.0139 ≥ 0.11 − 50 0.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.68 350 = = 126.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm . 126.68 N = Tsb fy 444102.d ) + Csb ( .113 vy vs = 0.

6 .53 Nmm Tu ≤ υ .600.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .5 22.5.5 125000000 = = 0.d ∑ x2 y 600.0. 1/24 .05 0. Sx2y = 0.5.6 = 316403. 333098.525.7 − 238761.45 N ≥ 0 .525. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. fc .54 1.114 Vu = 333098.0025 249266. fc . Vu = 1 / 6. 1/24 . 1256000000 =14823176. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .b.d fc 1 + (2.Ct Tu 2 ) . 1/24 .0025 Vc = 1 / 6.53 Nmm Ct = b.5 1 + (2. 22.044 16062300 2 ) .5 .7 = = 238761.

14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.5.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.04 mm2 Dipkai D 12-150 mm . b .5 . d . 600 . d .525.5 / 4 = 131.14 N Vs ≤ 2/3 .1 N = 242316.13 mm. 22.115 Perlu tulangan geser 2/3 .45.5 = = 258.s fy. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 = 997066. b .d 316403. 525. fc 316403. fc = 2/3 . 3.150 350.6 N = 78669000 Nmm .45 N ≤ 997066.

5 mm e = Mu P 703405000 801470.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 . b .d 600 + fy 600 525. 22. 600 . 0.89 mm ab = β .89 = 282. Cb = 0. 0. fc = 282.5 .85 .11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525.5 600 + 350 = = 331.11 .85 . 331.85 .1 = = 877.

28 N Prb = 0.88 N P ≤ Prb 801470.Tsb = 3237218.1 N ≤ 2104191.11 − 50 0.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .d ) 2 2 2 2 600 282.117 = 3237218.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.000167 = cb − d ' 0.65 .88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.28 ( = 514539659.003 50 = = 0.d ) + Csb ( . 3237218.28 = 2104191. Pnb = 0.0139 ≥ 0.65 .003 d 282.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .68 N = Tsb fy .5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.

118 = 377730.5 .525.d ∑ x2 y 600.0025 . (600 –100 ) =125000000 mm2 υ .23 = 2158.46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3.6 Nmm = ( 600 –100 )2 .5 mm.6 . 22. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316.23mm2 Ast = 2 . 1256000000 =14823176.25) 2 = 212. As’ = 2 .53 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 .5 125000000 = = 0. 1/24 . Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176. fc . 1/24 . 1079.68 350 = 1079. Sx2y = 0 . fc .53 Nmm Ct = b.

93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316. 242316.d fc 1 + (2. b .0025 249265.5 1 + (2.5 22.5.5 . b .14 N Vs ≤ 2/3 .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.5.525. d . 600 .5 / 4 = 131.119 Vc = 1 / 6.6 = 293566.2 − 110294.Ct Tu 2 ) . fc = 2/3 .93 0.0.6 = = 110294. 525.26 78699000 2 ) . dipakai 150 mm Penulangan geser .07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .54 2. d . 22.07 N ≤ 997066.b.600.13 mm. Vu = 1 / 6.5 = 997066. fc 293566.

120 Av = Vs.6 Perhitungan Pondasi 3. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.d = 293566.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.525.150 350.42 mm2 Dipakai D12-150 3.s fy. serta .6. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.5 = 239.07.

Untuk itu. 3.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir.45 m 3.6. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.6. Selanjutnya. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom .

413 m : 1.25 m x 4.81 1354.25 x 24 = 915.624 KN = 541.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.82 6652.875 KN q = 1457.28 3563.731 1.45 0.95 0.48 0.96 5114.5 1 4 5 6 8 1230.39 0.61 7341.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.5 0.85 4412.99 3728.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.731 / 3190.5 1.25 x 3.108 1397.41 2864.670 524.25 x 1.595 3190.15 11042.169 kN .25 m x 1.41 1393.25 m :3 :3 : 0.158 m2 : 1.670 = Mu / P =1397.51 4648.25 x 4.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.499 + 190.92 6917.829 1400.87 17008.94 1.36 0.6704 kN = 1397.14 x 0.670 = 4648.169 2202.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.

B qc. = 0.1. 8 = 347.29 0.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .413 140.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.0. Q. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.158 + 10 5 = 32.328.n = 1- 0.426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .B qc. A + SF 2 SF1 Tf .29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) . n = 1.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. tg .n = Arc tg d/s = Arc .3 90 = 1. 32.123 = 0.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .5 α = 1- θ 90 .684 .45 1.( 3.

744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.1.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.5 + + 8 9 9 = 864.1.169 kN < 6917. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.7308.7308.5 1397.124 q1 = p Mu.x Mu. Detail Pondasi .95 kN Beban yang terjadi 4648.744 = 6917.6704 1397.

61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . 18 tahun 2000.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. 3. PenggantiKepres No.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1. 42 tahun 2002.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. dan Kepres R. 80 Tahun 2003. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Pengganti kepres R. dan Kepres R. 4. 14571.I No. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. 2. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D.I No.17 tahun 2000.I No.

Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini. 2 tahun 1999 dan No.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. Peraturan. Renovasi. 9. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. No.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. Ik. IK. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah.130 S − 42 / A / S − 2262 / D.02. 5. 6. 7. Pasal I. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. . 8. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. 02. Pasal I. Peraturan Mendagri No.

2. ARSI GRANADA.131 2. Pasal I. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 4.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No.04 PERENCANA / ARSITEK 1. 6. . 3. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan). 3.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Jalan Pahlawan No. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . 5.04 Semarang. CV.

3. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. . Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 7.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 6.132 Pasal I. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. 5. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 4. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. 2.

07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. Hari Tanggal : : . Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2. 2. Pasal I. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. 3. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. 3. 2. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. 4.133 Pasal I. 3. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. 2.

4. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan. 4.WIB. Jam :……………. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.6. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. 08 PELELANGAN 1.-. 3.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1... 2.134 3.. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp. Pasal I.000. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :……………………….2005.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh. pada :……………………. Jam :………………….WIB.2005. .

Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. 5. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. ukuran sesuai contoh.135 2. Pasal I. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. 4. 2. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. 3. Pasal I.

Surat penawaran. b. surat Pernyataan. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Surat Penawaran Lampiran : a. RAB b. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. Analisa d.. 6000. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja. 2. 6. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. Harga Upah dan Bahan . Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. daftar RAB.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. 4. 5. Harga satuan c. 6000.. 3.136 2. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. Penawaran berisi : 1. Foto copy akte pendirian berbadan hukum.

(dua ratus juta rupiah). . Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. Tatakala / Time Schedule b. Daftar Personil c. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran. 200. 1. Pasal I.000. Dokumen Adminnistrasi a. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . Data pengalaman perusahaan e. Dokumen Teknis a. Metode pelaksanaan 4. Pakta Integritas 7.. Data peralatan d.000. 3.137 e.

tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. 10. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan.138 2. 9. 8. 13 CALON PEMENANG 1. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. Surat penawaran. 5. 6. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. 3. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I.. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. 4. 7. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang.6000.

Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. b. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. hal mana harus dicatat dalam berita acara. 3. administrasi dan harga. .139 a. 4. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. Aspek teknis. c. 2. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. Pasal I. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas.

16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. . 3. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). 2. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. Pengguna Anggaran b. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. 2. jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. 4. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia.140 Pasal I. 5.

2. Pasal I. 3. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. 6. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk.141 3. . maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. 4.

19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. 3. RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas.142 Pasal I. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. . Bilamana akan dimulai di lapangan. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1. Pasal I. 2. 4. 2.

Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. 4. 5. 3. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. 4. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. Lapangan/lahan yang tersedia. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. . gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). Kesemuanya atas biaya perencana. Pasal I. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. 2.143 3. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya.

satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. Pasal I. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. gudang dan lain-lain. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. 2.. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. 4. 3. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan.144 6. Di dalam pelaksanaan. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. 5. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. . alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan.

Bilamana terjadi kecelakaan. 2. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. . Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. 3. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. 5. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. 2. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 3. 4.145 Pasal I. Pasal I.

maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. hujan lebat. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. kejadian . Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. 6. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. 3. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. angin topan. pemberontakan. perang dan lain-lain. 2. 5.146 4. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. Pasal I. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. gempa bumi.

Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. 4. ternasuk tenaga dari team Teknis. . Jamsostek. Pasal I. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. Apabila terjadi force majeure. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. 01. Pasal I. Pasal I. bukan menjadi tanggungan Pemborong. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I.

d. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. c. 6. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. 4. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya.148 2. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. 3. 5. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. Bila terdapat perbedaan : a. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. b. Antara gambar dan ketentuan RKS. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. e.

. 7. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. mengopy dengan cara apapun. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. 8. 9.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. 10. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran.

. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan.150 Pasal I. 7. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. BQ tidak mengikat. 6. 9. 5. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. 8. 3. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. tetapi nomor 4a. 28 LAIN-LAIN 1. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. maka perubahannya tidak nomor 5. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. 4. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 4b dan seterusnya.

2. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. 3. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. Pasal II. 2. 24 Februari 1988.. 01 JAMINAN LELANG 1. Sebesar Rp. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan.200.(dua ratus juta rupiuah). tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. . sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan.151 4.000. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. yang mendapatkan pekerjaan. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.000. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1.

04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. Pasal II.152 3. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. . 2. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. Pasal II. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. 3. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini.

. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp.atas biaya pemborong. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. Pasal II.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. Suart undangan b. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. Bestek dan RKS . 2. 05 PEMBAYARAN 1. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. 6000. 3. Pasal II. 2. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas.153 2. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong.

6. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Time Schedule m. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. Surat Penawaran h. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Surat kesanggupan bermeterai Rp. Daftar RAB i. Berita Acara Evaluasi f. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e. SPK (Gunning) g.154 c.000.6000. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. q.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Berita Acara Aanwijzing d. n. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l.- .

2. x. pekerjaan harus sudah dimulai. v. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. . Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. y. u. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t.155 r. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. Foto copy jaminan pelaksanaan. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. z. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. w. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s.

Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%.156 3. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. 3. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. 4. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. 2. . Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. Apabila akan memulai pekerjaan. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. hari besar dan hari raya. Pasal II. c. b. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu.

6000. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. . Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. 2. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp.157 4. 5.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik.- Pasal II.

Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. b. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. 2. gangguan keamanan. Data yang lengkap. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. b. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. d.158 Pasal II. 3. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. pemogokan. c. Adanya force majeure (bencana alam.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. . Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang.

f.159 e. Pasal II. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. 2.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). . maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. 3.

2. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. Sebelum pekerjaan dimulai. maka akan diselesaikan secara musyawarah. Pasal II. 2.160 Pasal II. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. pada penyerahan . Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya. 3. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak.13 DOKUMENTASI 1. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. 4. (pembidikan dari titik tetap).

Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. 4. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. sebanyak 8 exemplar 9. Pasal II. As built drawing 10. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. 3.161 pertama. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. 2. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1.

sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan.162 Pasal II. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . Pada pengabutan pekerjaan tersebut. 2. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. 3. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Pasal II. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. CONTOH SURAT PENAWARAN : . 2.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR.

tanggal…… bulan…. : ………………. …………………. Dengan ini menyatakan : 1.. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. 2. dengan mengambil tempat di…….. Jl. pada tanggal ……. di Berkedudukan : ………………. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. .yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ……………….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. 3. : ……………….tahun….

Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. Lokasi c. 6000.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. 7. Denagn harga borongan d. Hormat Kami. 5. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. . menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. 2004 Materai Rp.164 4.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. CV/ PT. Pekerjaan b. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. Sanggup dan bersedia melaksanakan.01.

Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Instalasi non Standart a. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan.165 PENJELASAN UMUM 1. Tarikan Feder Genset c. Sarana dan Fasilitas . pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. 2. pengolahan pengangkutan semua bahan. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Instalasi Telepon d. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Instalasi Komputer e. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Sound system Gedung f. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. Instalasi dan Panel b. pengerahan tenaga kerja.

Penyambungan air bersih. Pekerjaan prasarana 1. Saluran g. Pembuatan rumah pompa 3. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Pasal III. 3. Pavingisasi f. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e.166 a. Landscaping h. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. Perapian Delatsi c. 2. serta stop kontak daya pada semua ruang. 4. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel.5 d. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. Pembenahan Space Frame Lt. 5. Penataan sekat ruangan b.02 TEMPAT KEGIATAN .

selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. 2. .167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. 3. 5. Los Kerja dan Gudang. 4.00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). Sebagai ukuran dasar + 0. 4. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain.04 Semarang.01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass).

sloof. sesuai dengan gambar rencana. Pengeringan dan pengontrolan drainase. Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing.02 PEKERJAAN TANAH 1. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. Pemadatan. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. b. . Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. e. (untuk penimbunan dengan tanah urug). Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. c. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. Penggalian dan penimbunan. d. f. Pasal IV. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya.168 6.

2. Penggalian dan Pembersihan 1. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. 3. 4. . b. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. 2. dan dibersihkan dari lapangan. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan.169 g. 5. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. Menyediakan material-material yang baik. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor.

Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. Seluruh pohon-pohon. 3. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. . semak-semak. keluar lapangan. 7. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. rumput-rumput. 2. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan.170 6. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. c. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas.178 d. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. . Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. 4. b. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. c. dilakukan lapis demi lapis. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. Kwalitas Beton a. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. e. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). 3.

ƒ Mempunyai penampang yang sama rata.179 d. seperti ASTM. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. dan peraturan lainnya yang relavan. 5. ƒ Disesuaikan dengan gambar-gambar. mengelupas. minyak. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. 3. dsb). Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : ƒ Pada SKSNI T-15-1991-03. luka. ACI. b. 2. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. karat dan tidak cacat (retak-retak. Besi Beton (steel reinforcement) 1. . lapisan lemak. ƒ Bebas dari kotoran-kotoran.

Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. 7. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Beton 1. 8. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. c. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi.180 4. Umum ƒ Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. 6. 5.

ƒ Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. ƒ Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T. baik nama perusahaan.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas.alatnya. alamat maupun kemampuan alat. ƒ Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. ƒ Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair. ƒ Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar.15-1991-03. . 2. ƒ Penggunaan alat.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. Pengecoran Beton ƒ Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut.

melalui acuan dan lain-lain harus 3. ƒ Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. ƒ Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. pengeringan oleh angin. ƒ Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. ƒ Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan.182 ƒ Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. . Curing Dan Pendirian Atas Beton ƒ Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari.

Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. 7. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. . Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. dengan petunjuk. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22. ƒ Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas. 8. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan.stek dinding dan stek kolom praktis ƒ ƒ Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. Selesai pekerjaan sloof. 6. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas.183 ƒ Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut.

.184 ƒ Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. b. Bahan – Bahan yang digunakan a. Pasal IV. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. 3. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. 2. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini.05. memenuhi S. Lingkup Pekerjaan a. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. Semen 1.

Dimensi maksimal 2. Pasir beton (aggregate halus). Batas. b. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan. 2. 3. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): dipasaran tidak ƒ Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan. 4.5 cm . 5. ƒ Khusus untuk pekerjaan beton. . cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). terdiri atas: 1. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03.185 2.

juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no. maka disamping adanya certificate . Besi Beton Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. 4. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test.186 ƒ Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. d. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik.2 untuk beton biasa. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). berat (cukup ruwet) c. Penyimpanan semen : .

2. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. 3. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. Bekisting yang Digunakan . Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. 4. c. 5. Penyimpanan besi beton 1. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . d. terlindung pengaruh cuaca. minyak atau zat asing lainya.187 1.

h. e. b. d. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. c. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. g. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. balok atau kolom beton yang bersangkutan. . Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). f.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding.188 a. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. Pada bagian terendah .

pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Selama pelaksanaan harus dibuat benda.189 i. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. . b. kwalitas beton dengan fc = 22.5 MPa. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. 7. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. 6. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi. Bila akibat pembongkaran cetakan. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. Sedang beton praktis dengan fc = 17. Kualitas Beton a.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. c. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.5 MPa.

Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan.maximal 12.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. 5. minimum 7. 2.190 d. .5 cm .5 cm. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru).5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. 3. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. 4. e. f. dan diukur penurunannya (slumpnya). Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). Setelah atasnya diratakan. g. Setiap lapis ditusuk. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya.

sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. 8. Penggantian Besi . l. j. k. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen.191 h. Jika dianggap perlu. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. i. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. 9. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03.komponen beton. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28.

Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. c. b. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan.192 a. 3. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. 2. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. .

Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. 3. .4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. d.5 mm - 10. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar.193 2. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. Toleransi Besi Diameter.4 mm + 0. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0. Perawatan Beton a.

06. b. . Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. plat beton atap. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. Tanggung Jawab Pemborong a. c. plat beto kanopi. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar.194 c. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. talang seng. Pasal IV. talang beton.gambar kontruksi yang diberikan. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan.

Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. e. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. 3. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. Syarat Pelaksanan a. Water proofing system coating 3x b. plat beton atap. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. f. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. c. b. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. lantai janitor. d.195 2. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.kotoran. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – .

b. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. . Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. 4. 6. 5. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan.

bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur.25 t/cm2 tidak berkarat. . Allowable tensil stress 2. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. c.197 Pasal IV . Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b.90 t/cm2. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya. Bahan.Bahan a. 3. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui.07. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1.

Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. b. 6. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. 5. tidak dicat. c. harus dibuat satu. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. 4. Pekarjaan Las a. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan.

8. Setelah didirikan.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. 7. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat.

Penutup Atap a. bubungan nok. Bahan-bahan 1. pekerjaan talang. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. Bahan kerangka kayu : gording.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. 2. Menyediakan bahan. pekerjaan kerangka baja untuk gording. b. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. atap.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. sedang reng ¾. b. LISTPLANG DAN TALANG 1. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. listplang. 2. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. Pasal IV. pekerjan listrik dan penangkal petir. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. 08. papan nok menggunakan kayu jati masing. pekerjaan listplang beton. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. Lingkup Pekerjaan 1. .

harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya.201 2.catan. c. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. b. Pemasangan Listplang 1. 2. Bahan penutup Listplang 1. . Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. 2. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Penutup Listplang Dengan Kayu a. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol.

Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap.202 3. 3. Lingkup pekerjaan 1. saringansaringan saluran cucuran kebawah. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. Bahan–bahan 1. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. 2. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. 3. Pekerjaan Talang a. b. . 4. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar.

sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. c. b. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. PEKERJAAN PASANGAN 1. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. a. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. harus betulbetul kedap air. Pasal IV. 09. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. 2. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. Pasangan batu kali untuk pondasi. Jenis Adukan Yang Digunakan a. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. .203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah.

b. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. .204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. 3. kuat tidak mudah pecah. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. 4. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. permukaan halus tidak berlubang–lubang. serta digunakan dalam pemasangan keramik. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. b. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. dan bata merah. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. c. Digunakan untuk dinding–dinding toilet.

Bahan campuran (air. c. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. sudut–sudutnya tidak tumpul. Bahan Untuk Adukan. . semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. 6. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. Mempunyai sifat kondisi rendah. 4. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. 2. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Ukuran seragam dengan standard nominal. 5. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. 3.205 b. Plesteran dan Acian. Batu bata harus baru.

6. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. Syarat Pemasangan a. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m.206 5. bata merah. 2. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. Pemasang batu kali untuk pondasi 1. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. kerikil. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. split ). Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan.

harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. tidak melengkung/ bergelombang. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. . c. Kolom Beton/Tulangan Praktis. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan.207 menggunakan potongan. datar. e. rata. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. b. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. f. d. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah.

Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. b. khususnya untuk seleksi kwalitas.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Pekerjaan alat perabot . c. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. tekstur.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. Pekerjaan lantai keramik 2. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. warna. Pasal IV. d. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. Lingkup Pekerjaan a.

40/40 dengan ketebalan 7 mm. tidak bagian yang gompal. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. Pekerjaan Lantai Keramik a. ruang dapur. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. . c. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. b. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. retak atau pecah. d. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik.

k. tanah telah dipadatkan. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. . Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. g. telah dahulu dipasang pasir uruk. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. retak dan hasil gelombang. f. tidak membentuk garis lurus. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. j. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). hingga betul–betul bersih. i. Apabila hasil pemasang tidak rapi. h. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. minimal setebal 10 cm. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh.210 e.

Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. 2.211 l. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. 3. Lantai Rabat Beton a. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. Bahan yang digunakan . Persyaratan Pelaksanaan 1. b. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. c.

Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat.II. b. Pasir pasangan muntilan. c. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. Pasal . khususnya untuk menentukan warna. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan.212 1. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. IV. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. Alam Daya Sakti/setara. 2. Lingkup Pekerjaan a. d. . PEKERJAAN DINDING 1.

PVBB1970 dan PUBI 1982. Syarat–syarat pelaksanaan . setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. Pekerjaan Dinding Keramik a. 2. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. 4. 3.19.213 2. Persyaratan Bahan 1. maupun cacat . Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. b. harus baru. warna. peraturan keramik Indonesia NI. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. tektur dan bahan tidak boleh rusak. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM.

Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. adukan baik menggunakan supersemen. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. 4. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. sesuai petunjuk pabrik pembuat. gumpal atau cacat lainya. keramik langsung dapat diletakkan. 3. 2. 5. Sebelum keramik dipasang. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. 6. warna.5 cm atau bahan perekat khusus. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai.214 1. . dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. garis–garis siar harus benar–benar lurus. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. 7.

Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. Pekerjaan langit-langit meliputi: . Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. IV. 9.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS.215 8. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Pasal. b. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. 10. Lingkup Pekerjaan a. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus.

f. rangka plapon digunakan BMS/setara. c. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. d. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya.216 ™ Pekerjaan langit – langit askutik ™ Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. b. Sebelum pelaksanaan. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. 2. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. gridnya harus lurus dan datar. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. e. .

Pasl. Plapon akustik dengan ornament khusus a.217 g. sesuai gambar.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. IV. b. harus sesuai dengan gambar. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. b. 3. Lingkup Pekerjaan a. Plafond khusus dipasang dengn type. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Bahan-bahan ™ Janitor : TOTO type SK 22a . pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan.

. 3. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. Pada saat pemasangan. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. 2. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. 4.218 ™ Floor ddrain ™ Wastapel ™ Kran ™ Cermin ™ Kloset jongkok ™ Urinior ™ Doset duduk c. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja.

bentuk ukuran. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. 2.219 d. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. . digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan.

ukuran sesuai dengan rencana gambar. dikancing dengan pasir uruk ƒ Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. • Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. terbuat dari : . Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4.220 • Persyaratan pelaksaan: ƒ ƒ ƒ Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk.

tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman.sop) dengan bentuk sesuai gambar. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.15 -199103 ™ Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”. .221 ™ Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. ™ Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.

Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel.222 Pasal. b. d. IV. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. Pemborong utama bertanggung jawab.14. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. . c. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas.

2. berdasarkan alkyd resins. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. kolom. d. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut.223 e. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. c. b. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. .

3. 3. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. 4. . 5. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. 4. lembab atau berdebu. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. Sebelum bagian-bagian yang retak. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. Persiapan umum : a. pemborong harus secepatnya.224 2. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui.

Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Pelaksanaan. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. a. Persiapan : . Bersihkan permukaan dari debu.225 b. 7. b. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. 6. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Pengecatan Kayu : a. baik bagian luar maupun dalam. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin.

Pelaksanaan. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 8. c. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. b. b. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. kotoran dan sebagainya. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Bersihkan permukaan dari debu.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Keahlian a. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti.

e. . Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). 9. serta mendapat persetujuan pengawas. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. Setelah pengerjaan pengecatan selesai.227 d. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. b. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing.

Pintu kayu dan pintu kaca. 1. 1. 2. Meliputi pekerjaan. Bahan –bahan . peralatan termasuk alat.15 PEKERJAAN KOSEN. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca.228 Pasal IV. b. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. bahan – bahan yang diperlukan. PINTU. 2. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. JENDELA DLL. Lingkup Pekerjaan a.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal.

b. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. 1.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1.00 mm . jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. 3. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1.

multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. • Neoprene : Jenis extrusion. tidak menyerap air. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. Contoh . penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. 3. tahan terhaap matahari. kepadatan 65-96 kg/m3.

Untuk mendapat ukuran yang tepat. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. 4. b. tempers. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. . 5. alloy. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. besaran–besaran ketebalan. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. Pekerjaan Persiapan 6. Pekerjaan pelaksanaan a. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. kekuatan. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. Gambar pelaksanaan a. finish. b. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran.231 Kecuali ditentukan lain.

7. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. e. g. Hubungan dengan Material lain. sambungan sudut atau silang. Untuk mendapat hasil yang baik. d. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. h. Perlindungan bahan . Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Semua detail pertemuan harus halus. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. i.232 c. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. 8. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. f. sehingga tidak ada kebocoran suara.

Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. beban angina. • Material tes(tes terhadap bahan. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . . jika hasil pengetesan gagal. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. tes korosi. 9. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. anodized. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. c. Pengetesan a. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. b. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. tes terhadap kebocoran udara. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air.

Menyedian alat –alat logam. b. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun.234 10. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. Garansi (Jaminan) a. Lingkup pekerjaan 1. 3. terhitung sejak selesainya masa perawatan. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. 2. Bahan – bahan 1. memahat. menyetel. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. skrup – skrup. Bahan kayu jati kwalitas politur . b. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. membuat lidah –lidah .

3. bahan–bahan. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 2. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. Pengikat berupa paku mur. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. . c.235 2. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. baut.VI. Diats kosen pintu dan jendel.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). untuk yang lebih besar dari 1. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. Pelaksanaan 1. 4. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. Lingkup pekerjaan 1. untuk yang lebih kecil dari 1. finish melamine. 3.

untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. . Persyaratan Bahan 1. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk.236 2. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. b. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu.

cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. 3. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . . 4.lain. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk.237 2. 5. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. Contoh – contoh 1. 2. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. nama barang. kekutan ayun dan lain . d. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas.

warna stansdr. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. Persyaratan pelaksanaan 1.238 3. f. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. 3. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. Untuk pintu toilet. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. e. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . Pemasangan lockcase. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. 4. 2. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. flap enfsel memikul maximal 20 kg.

Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. Persyaratan bahan 1. • Penutup dauble teakwood. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . apabila hal tersebut tidak tercapai. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. dengan ketebalan sesuai gambar. 5. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board.239 pengawas. • Pengikat berupa mur. b. baut. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. 2.

alloy. besaran. 4. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. tempers. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. hitungan bila diperlukan. 5. Contoh Kecuali ditentukan lain. . trush detaidetail. ketebalan.H. kekuatan. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan.

Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . • Setelah terpasang. 6. . b. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. kaca harus plat. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. c. Pekerjaan kaca a.

Membesihkan dan memperbaiki: 1.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. d. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. 2. kaca harus dibersihkan. yang retak–retak . 7. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm.

sedang bentuk. . penanaman rumput. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c.IV. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis.243 8. PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. Railling tangga a. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . b. Yang harus dikerjakan a. rapi. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. penanman dan penataan taman hias dan peneduh. perbaikan tanah. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . 16.

b. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. c. Pekerjaan Pendahuluan a. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Rumput gajah dan rumput jepang 2. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. 3. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin.244 b. Pekerjaan Tanah a. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. . Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. Pembutan relief dinding 2. Pelaksananya peliputi 1.

Pekerjaan penanaman a. h. Pohon 1. bersih dan tidak mengandung rayap. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. g. Galian untuk penanaman pohon. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. . Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. e. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan.245 b. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. 4. c. f. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. d. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput.

Penyiraman air . Pekerjan pemupukan a. 5. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). perlindungan terhadap panas dan air. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. b. Setelah tertanam. 2. 6. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. baru ditimbun tanah baru.246 2. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. Perumputan 1.

b. Penyiangan dan pemotongan a. Pembersihan dan perlindungan : . pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. Penyiraman rumput. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). Zammia Goldkas d. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak.247 a. Pohon kayu putih c.5 bulan. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. 7. apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. Lidah Mertua e. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). b. Macam Pohon (sesai gambar) 8.

tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya.248 a. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). rontokan–rontokan daun kering. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). bila perlu pengecatan kembali. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. lokasi selalu bersih setiap hari.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . c.Terhadap bahaya tersebut (mulat). Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. Selama berlangsungnya penanaman. 4. b.

01. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir. ¾ TDR dari jateng ¾ SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well ¾ TDR dari Jateng ¾ Ijin kerja dari PAM Jateng ¾ Ijin kerja pembuatan sumur bor b. KETENTUAN UMUM 1. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini .249 Pasal V. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku.

yaitu : ¾ NFC.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. BS. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. Peraturan dan syarat-syarat umum. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. VDE. . VDE/DIN. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. JIS. 59/PD/1980. WEMA. AVE. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No.

251

¾ Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit.
Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

¾ Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta
Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

atau sederajat 5. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. imlex atau esderajat d. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : ™ Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. Persyaratan Pemasangan a. clipsal. ™ Lampu pijar Philips atau sederajat ™ Lampu langit-langit buat armature. legrand.7 mm dan dicat dengan cat baker. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat.258 c. Ballas elektronik merk Philips. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. aman dan mudah diperbaiki . arto light. LOMM atau sederajat. Panel ™ Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. warna putih merk LOMM atau sederajat.

lurus dan kuat. • Pemasangan kabel harus rapi.5 x diameter kabel. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. . • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. terpasang pada bagian bangunan. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. • Sebelum penarikan kabel dimulai.259 ™ Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. Kabel dalam bamgunan. Kabel ™ Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran.

• • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. dipasang 130 cm diatas lantai. • Kapasitas kontak 10 CMP. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. • Saklar harus model tanam. Lampu-lampu . c. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow).

Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. Commissioning dan testing.261 ™ Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. 6. ™ Setelah jaringan dibebani. ™ Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. 7. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. ™ Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. commission dan perbaikan. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . balancing. ™ Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. ™ Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan.

Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 . Pasal V. ™ Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). ¾ 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan ¾ 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN ¾ 2 (dua) set : berita acara hasil testing. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. Pemasangan : a. b.262 ¾ 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Rod Electrode.

Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. Pasal V. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. ™ Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. 2. c. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1.5 m. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. ™ Rod Electrode dipasang pada satu tempat. jarak ke pondasi bangunan 1. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah.263 cm. bahan-bahan utama.

. urinoir. Urinor.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. yaitu terdiri dari : a. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. zink. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Pipa air hujan : ™ Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. c. Skat Urinor dll ™ Kaca cermin b. Alat-alat Sanitair : ™ Closet jongkok ™ Meja cuci tangan (washtafel) ™ Floor Drain ™ Floor Clean out (tipe lantai) ™ Janitor. Selokan air hujan.

V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b.265 2. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. Persyaratan bahan dan peralatan a. Sistem Air Bersih ™ Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.5 HP .

Pompa dilengkapi dengan water level control : .450 rpm D 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi ƒ ƒ ƒ Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi ƒ ƒ Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.5 KW 15 meter 12 m3/h 1.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.

™ Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air ™ Pempompaan air bersih pipa ƒ Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. ƒ Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. ™ Sistim air kotor dan air bekas. screw type. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . flange and ex KITAZAWA.267 ƒ ƒ 4 buah lower level. untuk tangki atas. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. screw end. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. ƒ Valve.

dengan sambungan lem. ™ Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. c. ƒ Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. ƒ Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik.268 ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Persyaratan Pemasangan ™ Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. . Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend.

™ Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. sehingga pipa tiada melentur. Pengujian ™ Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. memenuhi persyaratan sbb: . ™ Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan.269 ™ Semua pemasangan harus rapi dan baik. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. ™ Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. d. ™ Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. ™ Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. ™ Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan.

2 ppm. f. Disinpeksi ™ Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. Dosis chlorine ialah 50 ppm. Pembersihan .270 ƒ ƒ Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 ™ Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. ™ Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas. ™ Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. e. ™ Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. ™ Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik.

™ Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. . ™ 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. ™ 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. g.271 ™ Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : ™ 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas.

Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Persyaratan a. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. b. General Area ™ Type General Purpose Dry Chemical ™ Agent Multi Purpose Dry Chemical ™ Shell Material Iron Steel .272 Pasal V. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. 05. 3. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. 2. Co2 atau sejenisnya.

syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. Syarat-syarat umum a. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical.0 kg ™ Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. b. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. Apabila timbul persoalan.273 ™ Capacity 4 kg ™ Cargerd Weight Approx 8. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. . 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini.

pipa-pipa dll. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan.274 c. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. . e. dari jawatan keselamatan kerja. c. Pada waktu pelaksanaan. saluran-saluran (ducts). Peraturan-peraturan. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. d. ijin-ijin dan standar-standar a. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. 2. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. b.

b. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. 3. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. . Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. c.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan.275 f. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Petunjuk Khusus a. pipa. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem.

d. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. servising dan maintenance. e. e. Starting. lantai 2 b.276 d. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. Lingkup Pekerjaan a. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. . testing. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. c.

b. switch.277 5. 7. Bahan. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. starter. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. Pemborong harus berkoordinasi. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . zekring. . Pekerjaan Pipa. Pekerjaan. Pekerjaan Listrik a. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. transformator. 6. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri.

hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. ii. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. . Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. iv. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. c. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. d.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. b. persyaratan PLN. Peralatan v. Syarat-syarat iii. switch. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini.

Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. .279 vi. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. f. Semua panel. 4. viii. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. 3. Pemyambungan kabel x. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. 2. indikator. e. vii. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. ix. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. switch. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1.

dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Kipas Angin / Exhaust Fan a. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. merk yang digunkan nasianal.280 g. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. rating CFM dengan toleransi 10%. KDK atau setara. 9. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. . b. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1.5 m.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. c.

Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. d. e. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. g. Penjelasan sistem • Listrik . semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. Mutu alat-alat dan bahan a. e. c. f.281 d.

Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. difuser. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. griller. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. . c. 2. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. Pengukuran dan pengujian temperatur. 2.282 1.2 deg C ( 90 deg F ). Syarat a. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. motor dan system pengaturan listrik yang ada. b. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. f. d. • Tenperatur 1.

a. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. 07 . Pengujian A. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Pipa 1.283 Pasal V. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1.

.80 db) . volume control di by pass dan full power loud speker. c. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. d. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. b. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. krap dan sejenisnya. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat.

f. . b. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. B. 1 (satu ) set input source. c. e. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. 1 buah table stand microphone. 1 ( satu ) set amplification system. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. terdiri dari • 1 buah system amplifer . terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. 1 buah hand held micropune. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat.

Dalam konstruksi slide-in panel 2.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. 50 Hz 6. S/N : 55 dB atau lebih 8. Cacat harmonis : 0. C.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. Karakteristik frekuensi 7. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. Dalam konstruksi slide-in panel. rack dan accessories. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. Pre-amplifier untuk background music. monitor. 1 buah set swiching. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Catu Tenaga : 220 volt.

c.08. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan.287 D. Pasal V. untuk memasang peralatan dan perkabelan. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. testing dan penyetelan. URAIAN TELEPON 1. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. melakukan pengukuran. . Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. b. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo.

Semua kabel. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. a.288 2. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. 5. 2. 6. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. 4. harus ditarik didalam pipa. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Instalasi 1. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. b. T Doos harus ditutup. . 3. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. Penyambungan pipa harus dilem. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi.

Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. 13. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. 11. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. 16. Kotak Pembagi 8.289 7. c. Untuk instalasi Inbouw. 10.5 mm). 9. 12. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. . kabel 14. d.

Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. Pengujian oleh PERUMTEL. 23.6 mm atau lebih. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. 20. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. 3. g. sampai diperoleh surat lulus pengujian. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). f. Kawat tembaga dengan ukuran 0.290 17. Pengukuran 21. 22. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. Pipa dan konduit: 19. 24. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. . 18. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Sebelum pemasangan dimulai. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. e.

Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Music On Hold b. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line).291 4. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Begitu peasawat diangkat. . 6. c.

pesawat telepon cabang . Telkom (PIT) ¾ 64 saluran extension ¾ 1 operator’s console ¾ Lightning arrestor pada 8 saluran PT. Telkom . Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) ¾ Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : ¾ 8 saluran PT. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. STLO . 5. Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. e. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. Apabila nomor group yang dipuitar.292 d. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik.

Telkom Indonesia. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. . Telkom Indonesia. ¾ Printer dan serial card 2. 4. 5. trainning operator. 6. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. ¾ Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. Pengadaan dan pemasangan terminal box . Pengadaan semua dokumen teknis.293 ¾ Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. pengetesan sistem. 3.

Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. i.294 Pasal V. g. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. h. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. c. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. Undang-undang No. d. 09.V. Peraturan Umum yang digunakan : a. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. k.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. DAN SYARAT-SYARAT YANG . b. f. e. 14571. A. j. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981.

4. . 10. 2. Pasal V. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan.295 l. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. 5. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. 3. m. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia.

Juli 2006 .296 Semarang.

28 m2 = 0.09 m . Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. 123.82 m2 b.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A.28 m = 10. Urugan Kembali Volume = 209. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2.97 m3 B. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.28 m2 = 0. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1. Pekerjaan Tanah 1.27 m3 296 .25 m = 0. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a.1.28 m2 = 30.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.25 m . 123.09 m = 0.44 m3 = 425.

Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0.45 m Jumlah pancang Volume f.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . 0. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0.8 m x 0.25 m .7 m = 33. 100 buah = 3000 m e.73 m = 0.25 . 0.60 m3 d. Beton poer Volume h. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4.8 m = 133.7 = 192 m . Tiang pancang Diameter pancang = 0.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m . Mobilisasi pancang Volume g. 0.297 c.

0. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0.7 m . 0. 0. 16 buah .25 m x 0.48 m3 i. 0.12 m = 52. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211. Beton lisplank Volume m.12 m = 436 m2 .64 m3 .7 m = 0. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.8 m .32 m3 k.7 m = 37.26 m3 = 4.7 m = 211.32 m3 l.2 m .298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.2 m .8 m = 56. Tangga beton Volume = 13.4 m =14.04 m3 j. 0 . 0.4 m = 179 m . 0.73 m . 0.25 m .

45 m2 = 4.6 m .34 m3 .92 m3 = 42.72 m = 0.45 m2 = 0.12 m = 15 m2 = 0.89 m3 ¾ Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.67 m .12 m . 0.6 m = 15.12 m .7 m = 1. Beton pit lift ¾ Beton pondasi dan beton plat Volume ¾ Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.67 m = 0.72 m .299 n.2 m = 24 .2 m x 0.7 m = 13.80 m3 ¾ Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13. 0. 0.2 m .6 m = 42.36 m3 ¾ Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0. 0.6 m x 0. 15 m2 = 1. 24.

0. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.25 m = 0.27 m3 p. Pondasi batu belah Volume =12.25 m = 3.36 m2 = 0.75 m3 ¾ Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35. 0.36 m2 = 0.36 m2 . Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.42 m3 .5 m2 = 0.20 m3 ¾ Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume = 0.9 m = 35.45 m = 12 m = 96 m o.300 ¾ Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0. 0.125 m = 3.125 m = 0.84 m3 q.36 m2 .5 m2 .25 m = 0.9 m = 3.

25 m .7 = 211.50 m3 b. 0.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.7 m = 37.73 m = 0.5 x 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.7 m = 0. 0.73 m . 2.34 m3 +1. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211. 0. 16 buah = 48.12 m . 2 buah = 1.8 x 0.8 = 16 buah = 4.7 m . 0.12 m = 2 buah = 0. 0.5 = 2.5 m .301 2.66 m3 = 49.8 m .8 m .66 m3 Volume total = 48.25 x 0.5 m .04 m3 .

0.4 = 171 m . Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.73 m = 0. = 13.302 c.26 m3 = 1. Beton lisplank lantai 3 Volume f.7 m . 0.12 m = 50. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.73 m .40 m3 e.08 m3 .68 m3 d.7 = 16 buah = 4.4 m = 13.2 x 0. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. 0.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1. Tangga beton Volume 3.7 m . 0.12 m = 420 m2 .2 m . 16 buah = 37. 0.7 x 0.

7 m . Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211. 0. 0.5 = 24 m = 2 buah = 0. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.40 m3 5.04 m3 3. Beton tangga Volume = 13.7 m = 0.4 m = 13. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37.5 m . 0. 0.5 m .7 m = 37. 0.4 = 171 m .08 m3 +12 m3 = 49.5 x 0.12 m = 420 m2 . 24 m .7 = 211.2 x 0.26 m3 .303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.2 m . Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.68 m3 4.25 x 0.12 m = 50. 0.25 m .50 m3 2.

73 m = 0.50 m3 2. Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.04 m3 3.6 = 16 buah = 4.68 m3 4.25 m . 0.12 m = 50. 0.2 m . Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.26 m3 .7 m .73 m .7 = 211.40 m3 5.2 x 0. 0. 16 buah = 49.7 m = 0.6 x 0.7 m = 37.304 4. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.25 x 0. 0. 0. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. Beton tangga Volume =13. 0.4 m = 13.4 = 171 m .6 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.12 m = 420 m2 . 0.6 m .

Beton talang Volume 6.2 m .76 m3 = 2. 0.46 m3 = 9.6 m .20 m3 . 0. Beton balok talang Volume 5.7 = 110 m . Water profing talang Volume = 115. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1. Beton lisplank Volume 4.6 = 16 buah = 8.56 m3 7.6 x 0.40 m 3. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8. 16 buah = 49. 0. Beton konsol Volume = 5.6 m .305 5.50 m3 2.21 m3 = 5.7 m = 15.6 m = 0.2 x 0.6 m . 0. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0.

306 C. 7. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2.51 kg/m = 601. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.77 m . 12.51 kg/ m = 4519. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4. Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1.2 kg/m = 1499.84 m .2 kg/m = 18297. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.84 m = 7.8 kg 3.16 kg 2. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m .5/30 cm = 76 m 5.77 m = 12.

1.160 m = 2.307 7.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4. Galian tanah struktur pondasi Volume 2.2 m3 .00 m3 3. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.2 m2 8. Urugan kembali Volume = 55.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5. Lisplang kayu jati 2.9 m3 = 143. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.5/30 cm = 31. Pekerjaan pondasi batu belah 1.

70 m2 = 620 m2 = 70. Aanstamping Volume 5.308 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.21 m3 . Pasangan bata 1:5 Volume 3.36 m3 6. Plesteran 1:3 Volume 4. sloof dan kolom Volume = 4. Urug pasir Volume = 10.56 m3 = 19.5 m2 = 37. Plesteran 1:5 Volume 5. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194.2 m3 = 4. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b. Sponengan sudut Volume 7.23 m3 8. Plesteran beton Volume 6. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Beton praktis.

309 c.4 m = 256. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4.86 m = 91. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah .40 m = 50. Kunci tanam Jumlah Volume 5. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.40 m Volume = 2 buah 6. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.86 m = 50. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7.4 m 2. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.

6 x 1.72 m2 = 6.70 = 2 unit = 2 unit 14. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11.310 8. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m . Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10.72 m2 9. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.

311 d.1 m . Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 . 700 m2 = 70 m3 2. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. 700 m2 = 49 m3 3.07 m .

Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Cat tembok luar Luas Volume 2.312 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.7 m2 = 488. Cat plafond Luas Volume h. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pekerjaan Instalasi 1. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488. Pekerjaan Pengecetan 1. Lantai keramik granito Luas Volume f.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 .

Plesteran 1:3 Volume 4. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5.071.83 m2 = 216. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Plesteran 1:5 Volume = 1. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2.313 3. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Pasangan bata 1:5 Volume 3.5 m2 = 64.31 m3 = 12.99 m3 .

= 4.92 m2 . Plesteran beton Volume 6. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.92 m2 = 18.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Plint lantai Volume = 170. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.3 m 2.314 5.6 m 3.90 m1 8.5” = 33.3 m = 274. sloof dan kolom Volume b. Sponengan sudut Volume 7. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.00 m1 = 246.00 m1 = 770.6 m = 33. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Beton praktis.

= gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173.6 x 1.56 m2 6.56 m2 = 173. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.70 = 2 unit = 2 unit 7. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 . Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c. Pekerjaan Plafond 1.315 5.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e.75 m2 = 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3.75 m2 5. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6. Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Closet duduk Jumlah Volume 2.316 2.

Pekerjaan Pengecetan 1. Urinoir Jumlah Volume 7.317 3. Kran air Jumlah Volume 4. Cat tembok luar Luas Volume = 527. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8.49 m2 = 527.49 m2 =3m =3m . Kaca cermin Jumlah Volume 6. Wastafel Jumlah Volume 5. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.

Pipa galvanis I.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV. Cat plafond Luas Volume g.318 2.24 m2 = 791. Cat tembok dalam Luas Volume 3. = 423 m2 = 423 m2 = 791. Perelatan sambungan Volume = 1 unit . Pipa galvanis 1.

Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. PVC jenis AW V.319 3. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI.

Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6. Plesteran 1:3 Volume = 111. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.83 m2 = 62. Pasangan bata 1:3 Volume 2.8 m3 = 6.320 3. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Panel penerangan Jumlah Volume 3. Pasangan bata 1:5 Volume 3.71 m3 . Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.

60 m = 208.321 4. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208.6 m 3. = 2.046.67 m2 8.5 m2 = 1. Plint lantai Volume = 164. Plesteran beton Volume 6.60 m 2.6 m = 33.18 m2 = 12.5 m1 = 640 m1 = 224. Plesteran 1:5 Volume 5. Beton praktis.18 m2 . Sponengan sudut Volume 7. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.5” = 33. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. sloof dan kolom Volume b.

Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10.322 4. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Espangnolet Jumlah Volume 9. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah .

6 x 1.40 m2 13. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .323 11. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 14. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.40 m2 = 168.

35 m2 5. Closet duduk Jumlah Volume 2. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.35 m2 = 1. Pekerjaan Sanitasi 1. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.324 2. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6.

Kaca cermin Jumlah Volume 6. Kran air Jumlah Volume 4.325 3.46 m2 = 508. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume = 508. Pekerjaan Pengecetan 1.46 m2 =1m =1m . Wastafel Jumlah Volume 5. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Urinoir Jumlah Volume 7.

326 2.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. Cat plafond Luas Volume g. Perelatan sambungan Volume = 1ls . Pipa galvanis VIII. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI. Pipa galvanis 1. = 423 m2 = 423 m2 = 762.71 m2 = 762. Cat tembok dalam Luas Volume 3.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1.

Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah .327 3. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. PVC jenis AW I. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan sambungan Volume 5. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 6” Panjang Volume III.

93 m3 = 6. Pasangan bata 1:5 Volume = 58. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.71 m3 . Pasangan bata 1:3 Volume 2. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6.328 2. Stop kontak Jumlah Volume 4. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. panel penerangan Jumlah Volume 4. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a.

Plesteran 1:3 Volume 4.86 m2 .5” = 35 m = 35 m 3.43 m3 b.50 m = 214. Sponengan sudut Volume 7.0 m1 = 204. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.329 3. Plint lantai Volume = 160. Beton praktis. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.50 m 2.86 m2 = 13. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214.09 m2 = 982. Plesteran 1:5 Volume 5.16 m2 = 111. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13. sloof dan kolom Volume = 2.0 m1 = 579.8 m2 8. Plesteran beton Volume 6.

Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah .60 m2 = 49. Espangnolet Jumlah Volume 9. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.330 4.

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d.90 m2 = 153. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153.90 m2 13. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.70 = 2 unit = 2 unit 14. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 .6 x 1.331 12.

Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Kran air Jumlah Volume 4. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Saringan air Jumlah Volume 3. Pekerjaan Sanitasi 1.332 3. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.

Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok luar Luas Volume 2. Urinoir Jumlah Volume 7. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.25 m2 = 711.333 5. Cat tembok dalam Luas Volume 3.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m .

Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis I. PVC jenis AW XII. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.5” Panjang Volume II. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2.334 g. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III.

Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.335 4. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Peralatan sambungan Volume 5.

Pasangan bata 1:3 Volume 10. Plesteran 1:3 Volume 12. Plesteran beton Volume 14.6 m3 = 3. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Plesteran 1:5 Volume 13.336 6.6 m2 = 993. Panel penerangan Jumlah Volume 5.0 m1 = 576 m1 = 167.0 m2 = 59.6 m3 16. Beton praktis. sloof dan kolom Volume = 2.15 m3 .4 m2 = 60. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9. Plint lantai Volume = 75. Pasangan bata 1:5 Volume 11. Sponengan sudut Volume 15. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a.

Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191.42 m2 = 47. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7.337 b. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah . Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.30 m2 6. Daun pintu double texwood Luas Volume 3.20 m = 191.30 m2 = 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6.20 m 2.

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Pekerjaan Sanitasi 1.338 8. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Ornamen atap Panjang Volume c.

Pekerjaan Pengecetan 1.60 m2 = 696.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g. Kaca cermin Jumlah Volume f. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Kran air Jumlah Volume 4. Cat tembok luar Luas Volume 2.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Wastafel Jumlah Volume 5.60 m2 = 464.339 2. Pipa galvanis 1. Cat tembok dalam Luas Volume = 696.40 m2 = 464. Pipa galvanis I. Saringan air Jumlah Volume 3.

Pipa PVC 4” Panjang Volume II. PVC jenis AW I. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot .340 II. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III.

Lampu pijar Jumlah Volume 3. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.341 h. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Stop kontak Jumlah Volume 4.

penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. 357 . dan keuangan yang diperlukan.1 Kesimpulan 1. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). peralatan. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. material. 6. 2. Meskipun demikian. dengan upaya tersebut. 3. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga.

2. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. 4.2 Saran 1. 3. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan.358 6. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal. . Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut.

1961. K. DPU.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. DPU. 1991. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Suryolelono. Gunawan. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. 1994. 1988. 1984. Materi Kuliah Strukur Beton. Bandung: Yayasan LPMB. 1987. Yogyakarta: Nafiri. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. DPU. DPU. Tabel Profil Konstruksi Baja. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. Yogyakarta: Kanisus.B. DPU. Teknik Fondasi Bagian II . DPU. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. 1989. Rudy. 2003. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. 1987. Pedoman Beton. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. Henry. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Bandung: Yayasan Penerbit PU. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. .