PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

™ Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

™ Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

™ Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : ¾ Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku ¾ Adikku yang ngasih semangat buat aku ¾ Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju ¾ Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka ¾ Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

.............................4 Time Schedule…………….....................................1......1 Perhitungan Volume Pekerjaan....................1...... 357 6................... 356 BAB VI PENUTUP 6......................... 307 5...............................3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya..................... 354 5.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5..…….......2 Pekerjaan Finishing Arsitektur...................................................…….............. 296 5..............1 Kesimpulan…………………………………………………………….......2 Rencana Anggaran Biaya....2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ...........1 Pekerjaan Struktur dan Atap..... 342 5.......……........ 296 5...............

Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Skema Tangga Type K Gambar 5. Denah Tangga Gambar 6. dan 5 Gambar 9. 4. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. Detail Pondasi . Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Penulangan Ringbalk Gambar 10. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. 3. Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Denah Balok Lantai Gambar 4. Penulangan Balok Lantai 2.

Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14.DAFTAR TABEL Tabel 1. Dimensi Kolom Tabel 3. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Dimensi Balok Tabel 2. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Time Schedule . Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11.

131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. NIP. 131 471 402 . 132238497 Drs. M. M..T. NIP. Lashari.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. Satrijo Utomo.T. M.T.T. NIP. S. Tugino.

Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2. Gambar Bestek . Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Output Portal (SAP 2000) 7.DAFTAR LAMPIRAN 1. Input Portal (SAP 2000) 6.

2 .2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai. 1. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 . Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag. 1 .1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag.4 Semarang.BAB I PENDAHULUAN 1. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak.

Store Gambar 1. Lapangan Pancasila B. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Pahlawan D Keterangan : A. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah .2 1.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Ramayana Dept.4 Semarang. Pahlawan No. Bundaran Air Mancur E.

5. dan 8.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. 2. 4. 1. 3. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. Perencanaan balok. Perencanaan tangga. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. 7. Perencanaan pondasi. minimal tiga lantai.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini.3 1. 6. Perencanaan kolom.syarat (RKS). Rencana anggaran biaya . Perencanaan plat lantai. Perencanaan atap. Rencana kerja dan syarat . Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks.

Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00. Literatur panjang b. Pahlawan No. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a. Topografi c.19 m o Lantai 5 : + 28. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.00 m o Lantai 2 : + 04.77 m 2.46 m o Lantai 4 : + 14. Tabel – tabel penunjang : Jl.4 1.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Grafik – grafik penunjang c.4 Semaramg : Tanah datar : .73 m o Lantai 3 : + 09. Lokasi Proyek b.

pembahasan masalah. lokasi proyek. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. dan sistematika penulisan. maksud dan tujuan. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. . latar belakang.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. 1.

tulangan tangga. dasar perhitungan. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. syarat administrasi. tulangan balok. dan azas – azas perencanaan. . tulangan plat. dasar – dasar perencanaan. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. terdiri dari syarat umum. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. tulangan kolom. anggaran biaya. perencanaan atap. dan syarat teknis. kriteria. metode perencanaan. dan klasifikasi pembebanan rencana.

sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. Pada jenis gedung tertentu. seperti denah. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 .BAB II PERENCANAAN 2. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom.syarat fungsional maupun strukturnya.

sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan.siuran dalam bentuk fisiknya. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup. 2. dan tidak terjadi kesimpang. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat .8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. beban angin dan beban gempa.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada.

5.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. 4. . Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. 3. indah dan menarik. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.

Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan.10 6. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. a. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1.

b. 2. antara lain: . Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. 2. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal.

Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan.12 1. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. 2. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Syarat .syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : . Ukuran balok Dalam pra desain. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm.

13 Tabel 1. kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2.65. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 .

14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. karena telah ditumpu oleh plat. . 2.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. 2. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata.

2. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5.15 2. Massa jenis beton bertulang 2. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Tembok batu bata (1/2) batu 4. per cm tebal : 21 kg/m2 . Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Adukan dari semen. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 3. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. 4. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung.

Pedoman Beton 1989. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang. 2.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. 2. SK SNI T-15-1991-03.2 DL + 1.6 Q 3. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1.16 24 kg/m2 7.5 LL 2. Comb 2 = 1. Penutup lantai. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa. Comb 3 = 1. . Comb 1 = 1 DL + 0. yaitu: 1.

Data perhitungan SAP. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. .17 3. 4. 5.

Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3. Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² .BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3. Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Bentang kuda. Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal).1. 3.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.

707 .5 . 12.18 ƒ Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm² 2. 0. qr . Dimensi Reng = 12.5 . (0. b2 .2762 kg m c. sin 45° (Ju)² = 1/8 . Perencanaan Reng a.707. (Ju)² = 1/8 .5)² = 0. 0. (0. h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 . Jarak reng = gt .5 kg/m² = 50 kg/m² = 0.5 m ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ .25 b. cos 45° . 12.5)² = 0. b . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting . Momen yang terjadi Mx = 1/8 . Jr = 50 . qr .2762 kg m My = 1/8 . h . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 .25 m = 0. 0. ⎜ ⎟ h .

Ju 200 .62 h3 100 kg/cm2 = 615. ⎜ h ⎟ . 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d.62 + 27. Kontrol Lendutan fijin = 1 .87 h3 615. maka : = 2 h 3 2 .19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .1587 = 3 6.1587 = 1.87 100 h3 h3 h h b = = 6. h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.

qr. (3)3 12 = = 4.qr.5. 50 200 = 0. (2)3 . b . 2 .0159 cm fy = 5. cos 45°.107.Ju 4 384.12.022 cm ≤ 0.Iy = 5.2 = 0.12. b3 .5 = = 0.4. (h)3 12 1 . Kontrol Tegangan .25 cm Ix = 1 .E.0159) 2 + (0.sin 45°.Ju 4 384.5. cos α . h 12 1 . 3 12 = = 2 cm4 fx = 5.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.Ix 5.107.25 cm (f ijin) e.20 = 1 .(50) 4 384.E.5 cm4 Iy = 1 .0159) 2 Ok! = = 0. sin α .(50) 4 384.

(2) 2 1 / 6. 0.665)2 . sin 45 = 17.5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 .(3)3 = = 23. qu .3. cos 45º . reng dan usuk = ggt .677 kg/m qy = qu . Ju qu qx = qu . (1.62 + 1 / 6.2. Perencanaan Usuk a.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.5 m Beban genting. cos 45 = 25 . cos α .62 27. sin 45 = 25 . cos 45 = 17. 25 . (Jgd)2 = 1/8 . Momen yang terjadi = 50 .677 kg/m b.665 m = 0. Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1.

100 .711 kg Mx2 = 1/4 . cos 45 = 70. 1. cos 45º . 100 . P . qu .22 = 6. sin α . P . sin 45 = 100 .7111 kg Py = 100 . (1. 25 . cos α . 1.433 kg m My2 = 1/4 . (Jgd)2 = 1/8 . sin 45º . cos 45 = 100 . sin α . Jgd = 1/4 .665)2 = 6. sin 45º .665 = 29.125 kgm c.125 kgm My1 = 1/8 . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 .sin 45 = 70.665 . Jgd = 1/4 .

Ju = 0. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 . 0.4 = (0.5 = 0.558 Kg m e.23 = 29.4 = 0. h2 .433 kg m d. w . 45) – 0.665)2 = 0.4 kN/m2 Angin Tekan = (0. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.5 kN/m W tekan = angin tekan . α) – 0. Wx . (Jgd)2 = 1/8 .02 .1733 kg.125 + 29. (1. b . 0. 0.02 .1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 .m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6.5 .433 = 35.4 .125 + 29.433 = 35.558 Kg m My = My1 + My2 = 6.5.

⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. ⎜ h ⎟ . 10 cm 3 b = . maka: b = 2 h 3 2 . h3 h3 h h = = 80005.28 cm diambil h = 9. h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 .2 32002.2 + h3 h3 100 = 100 100. h .28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555.8 3555.8 3555.5 = 800.24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .055 = 3 800.055 = 9. h . b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .

h .(166. cos α .500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.Ix 384 48 5 17.5 200 = = 0.Jg 3 5 + .832 cm OK! . 6 . . . Kontrol Lendutan Fijin = 1 .25 b = 6..832 cm Ix = 1 .667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f. 107. 10 . (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.(166. cos 45°.072) 2 = 0. cos 45°.500 384 48 = 70. Jgd 200 1 . cos α .677. (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 .Ix E.Jg 4 px. 166. b .5) 4 1 + .5) 3 10 7.07 cm ≤ 0.025) 2 + (0. (h)3 12 1 .711. (b)3 12 1 . E.

665 = 9.50 . jgd = 5.558 + 1/ 6 1 / 6. jp = 18 . cos 45º .665 = 83.354)2 . q .50 = 27 kg/m = ggt . Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35. Perencanaan Gording a. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b.123 kg/m Berat Branching 10% = 12.558 35.26 g.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 . 1.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi.93 .665 m = 1. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp . Berat pada gording (qg) = 3. = 94. jgd = 0.354 m = 1.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .25 kg/m q = 120. 132.135 .50 m = 5. 1. cos α . (3. (l)2 = 1/8 . 1.821 kg/cm = 94.0123 kg/m q = 132.

Jgd = 0. 3. P . Karena Beban Angin (Whisap.3 kg/m2 .385 kg. Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .m My = 1/8 . l = 1/4 . 1.132. (l)2 = 1/8 .5 W tekan = angin tekan .5 .02 . sin 45º .27 = 131. sin 45º . 40 .291 kg m My = 1/4 . l = 1/4 .354 = 29. cos 45º .135 .02 . Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0. 100 . 45) – 0.354)2 = 32. sin α . 3. cos α .4 = (0. α) – 0. w .4 = 0.846 kgm c.665 = 33.354 = 59. (3. P . sin α .645 kg m d. q . 100 .

8465 = 45.940 kg. 3. (3. 40 = .5285 kgm My2 = 1.4 . 59.981 kgm Mx2 = 1. (l)2 = 1/8 . DL = 1.6 . 32.3859 = 183. LL . 1. LL = (1.46 kg.3.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.4 .2 .4 . (-26.28 Koefisien angin hisap = . DL + 1. 33.4 .4 .3542 = 37.2 . l2 = 1/8 .4 .385) + (1. 131.0. Jgd . Wtekan .354)2 = 46.64) .m My1 = 1.665.26.6 .6 .DL = 1.2 .64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 . 131. DL + 1.2909) = 252.825 kg. w = -0.4 W hisap = -0.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .

2 . DL + 0.2 .84) wx 59992.8484 kgm Mx3 = 1.21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.645) + (0. DL + 0.2 .4 wx wx = 0.385) + (0.46) = 130.238 kgm Mx4 = 1.8 . 59. LL . W = (1. DL + 0. 32. W = (1.385) + (0.5 . Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.50 kN/m = 1.9 2400 = Mx My + . diambil moment arah x yang terbesar.5 . LL + 0.9 σ ijin 0. 131.8 .5 .5 .2 .0.8 .8684.275 kgm My4 = 1.0) = 54.2 .2 . 29. 37. 29. LL + 0.291) + (0.88 m = 25252.8465) + (1.5 . 32. 59.6 . 37.846) + (0.2 . W = (1. 131.8 .8 .85 + (4.46) = 217.291) + (0.29 = (1. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.5 .340 kgm e.6454) = 86.77 cm3 .8 .

(3. 1.536 kg/m qx = q total .776 kg/m q total = 129.8 cm4 ix iy = 5.79 kgm .37 cm1 Ix Iy berat = 7.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.59 kg/m Mx = 1/8 .665 o Berat Branching 10 % = 11.536 .50 = 27 kg/m = 83.89 cm1 = 2. 91.51 kg/m f. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.536 .59 . sin 450 = 129. (I)2 = 1/8 .51 kg/m = gp .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt . 1. qx .2 cm3 = 332 cm4 = 53.30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.25 kg/m q = 117. Jp =18 . Jgd = 50 .3 cm3 = 12. cos 450 = 129. cos 450 = 91.59 kg/m qy = q total .354)2 = 128. sin450 = 91.

09 + 12.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.354 ⎞ = 1/8 .19 kg. 91.19 + 29.m ¾ Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.2909 = 188. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.( I )3 5 qx.2 44.645 = 61.0809 kgm My = 32.54 18808. + 384 EIx 48.79 + 59.59 . Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3. qy .( I ) 3 .8354 kgm ¾ Kontrol Tegangan σ ytb = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.3 = 931.EIx .

0.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.1.2.0146) 2 = 0.0.0301 cm ⎛l⎞ Py.538 3 = 0.32 + 70.EIy .3.0334 cm < L/250 = 3.000146 m = 0.3.EIy 3 ⎛ 3.433.000301 m = 0.(3.0334 cm < 1.3.32 = 0.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.1.000061 = 0.354/250 = 1.93.10 6.0000797 = 0.538 384.10 6.711.354) 3 48.1.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.711.1.2.354) 4 384.000221 + 0.EIy 48.qy.l 3 48.354 4 70.354 ⎞ 3.2.⎜ ⎟ 4 5.2.(3.0000797 m = 0.32 = 5.EIx 70.10 6 .354) 3 48.32 = = 0.10 6 .0000852 + 0.3416 cm = 0.00797 cm fy = Py.0301) 2 + (0.10 6.1.(l / 2)3 48.93.⎜ ⎟ 5.711(3.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.2.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati ƒ

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = 279,2205 kg

ƒ

Berat sendiri gording

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

ƒ

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450) ƒ Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

ƒ Koefisien angin hisap ƒ Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

ƒ Angin pada tumpuan (1/2 Wt) ƒ Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

¾ Kontrol terhadap kekakuan batang

1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4

A profil

= 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08

e d

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

395 cm2 Abruto = Anet 0.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.3 240 = 0. Batang bawah P = 2874.07 1200 = = 2.41 3.42 cm .5 δ = 12 mm lk = 1.85 = 2.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.3 cm2 ix = 2.177 m σ tarik = 75% .18 cm2 imin = lk 240 = 182. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.

593 − 0.42 = = 8.86 e d ¾ Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) Iyr = 2 ( I y + a2 . 12 + 2.82 2. A ) = 2 ( 72.89 .3 2.3 .42 cm = 72.42 iy lx I y = 2.12. δ + e = 0.26 = 2.3 cm4 = 2.3 = = 3.847 = 1.679 cm = 1.2 345.5 .26 = 0.82 cm4 i y = Iyprofil A.41 1.3 cm4 = 72.749 cm dipakai min = 2. 2.42 cm λ = lk i min 182.3 + 12.862 ) = 345.5 .

Lx .24 kN/m2 = 0.11 kN/m2 = 0.2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.21 kN/m2 = 0.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.ω x Aprofil 2874.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.07 2.02 m = 0.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y .3 = = 116.12.Ly .07 kN/m2 = 24 kN/m3 .1.2 diperoleh: ƒ Mutu beton (fc) ƒ Mutu baja (fy) ƒ Beban lantai tribun (qLL) ƒ Beban tangga (qt) ƒ Selimut beton (p) ƒ Berat satuan spesi/ adukan ƒ Berat keramik ƒ Berat satuan eternit ƒ Berat satuan penggantung ƒ Berat satuan beton bertulang = 22.43 ¾ Kontrol tegangan σ = p.Lx1 .

44 .Mtx .Mly .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mty .Mlx .

45 Gambar 3.1203 12 = 1. Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.6 < 2.5400. yaitu.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = . Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .200. Tabel 5. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.8003 12 = 1 .

β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.37 = 7104 48.8 + ⎟.37 ⎨1.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.Ly ⎜ 0.12⎜ ⎜1 + β ⎟ ⎟⎬ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.33 = 147. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.1.⎨α − 0.8 + ⎟.6 − 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.8 + ⎟.69 mm.β .73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.8 + ⎟.538 = 132.46 = 1.1.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.

6 .6 .23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.Berat spesi .Berat keramik .15 = 3.18 kN/m2 = 4. 0.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.21 kN/m2 = 0. q LL = 1. Kusuma. 5 = 13.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .8 Cx- = 70.2 .65 . 4.24 kN/m2 = 0. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang. G. q DL + 1.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .Berat sendiri plat .23 + 1.( 1991).2 .6 kN/m2 = 0.

6 . Dx = 10 mm ƒ Arah y. Lx2 = 40. 13.756 kNm Mtx = Cx.(6)2 = 8.076.001 . qu .6 Cy- = 54.001 . Penulangan plat lantai .25 kNm Mty = Cy.Asumsi tul.Tinggi Efektif ƒ Arah x.48 Cy+ Mlx = 18. Dy = 10 mm .076 ..001 . qu . dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm ƒ Arah y.001 . Lx2 = 54.819 kNm 2. qu .P (selimut beton) .65. 0. dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .001 . 13.. (6)2 = 25.001 .85 . Lx2 = 18. 0. 0.001 . 0. 13.206 kNm Mly = Cy+ . Utama = 20 mm ƒ Arah x . 0.076 . 0.85 = Cx+ . Lx2 = 70. 0. (6)2 = 19.(6)2 = 33. 13.8 .076 . 0. qu .001 .

66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.5 MPa dan fy = 240 MPa.b.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .0058 < ρ perlu = 0.0120 < ρ mak = 0.0120 Dari tabel A.8 MPa. maka diambil ρ perlu = 0. nilai ρmin = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.106 2 0.(95) = = 2.1000.dx 19.0363 Maka.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19. maka di dapat : ρmin = 0.206.0058 ρmaks = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) ..8.

b . n = 78.5. d2 4 1 .428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 .50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 . 102 4 = = 78. π .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71. 15 = 1177.5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) . dx = 0.5 = = 14.14. 3. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78. 1000 .0120 .5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .

302 MPa.0363 Maka. dx = 0.dx 33.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .1000.14.106 2 0. π .0224 . maka di dapat : ρmin = 0. 1000 . 102 4 0. b .6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.0058 ρmaks = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.0224 Dari tabel A. 3.257.5 mm2 As tx = ρperlu .8.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . nilai ρmin = 0.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4. 95 = 2128 mm2 .0224 < ρ mak = = = 78.0058 < ρ perlu = 0.b.(95) = = 4. d2 4 1 . maka diambil ρ perlu = 0.

maka di dapat : . maka diambil ρ perlu = 0.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .5 MPa dan fy = 240 MPa.b.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.1000.dy 8.106 2 0.8.756..(85) = = 1. n = 78.414 MPa.0066 Dari tabel A.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.5. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.

14. 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78. π .25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) . 1000 .5 mm2 As Iy = ρperlu .53 ρmin = 0.146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142. d2 4 1 . b . dy = 0. 102 4 = = 78. n = 78. 3. nilai ρmin = 0.5 = = 7.0066 < ρ mak = 0.0058 < ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0.0363 Maka.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .5.0066 .

14. 85 = 1831 mm2 .maka di dapat ρmin = 0.b.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .8. 102 4 = 78.5 MPa dan fy = 240 MPa. π .0215 Dari tabel A.819. b .46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4.106 = 2 0. maka diambil ρ perlu = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.dy 25.(85) = 4. 3. d2 4 1 . dy = 0.17 MPa.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0058 ρmaks = 0. 1000 .0215 < ρ mak = 0.0363 Maka.0215 .0058 < ρ perlu = 0.5 mm2 As ty = ρperlu . nilai ρmin = 0.1000.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25..

32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.5 = = 23.7 cm .7 cm 163.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163. n = 78.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.5.

0 cm .56 215.5 cm 236. Denah Tangga 3.7 cm Gambar 5.Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.2.9 cm 197.9 cm 197.Tinggi pijakan (o. Skema Tangga Type K 236. optrede) = 18 cm .Mutu beton (fc) .5 cm 215.7 cm Gambar 4. antrede) = 30 cm .Lebar pijakan (a.5 MPa = 240 MPa = 473.1 Data teknis tangga .Jumlah anak tangga = Tl optrede .Mutu baja (fy) .

24 kN/m3 = 0.21 kN/m3 .57 = 473.98 buah .Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.9 cm .Berat sendiri keramik .Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm . tg = 30.96 0 .2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .Tebal keramik maks (hk) .Lebar bordes .Berat sendiri beton .Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.7 cm a = 215.2.0 18 = 25.

Berat sendiri plat = ht .4 + ) 27 700 = = 7.9) 2 + (163. 0. berat sendiri keramik = 0.74 (0.02 m .24 kN/m3 q DL = 0. 0. berat sendiri beton = 0.74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy . L (0. 24 kN/m3 .0042 kN/m2 = 2. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.12 m .4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.01 m .886 kN/m2 .0024 kN/m2 = 2.88 kN/m2 = hk .7) 2 = 274 cm = 2.4 + ) 27 700 1 240 .21 kN/m3 .Berat keramik (1cm) = 0. Beban mati (q DL) .72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a. Pembebanan Tangga a.58 Gambar 6. 2.Berat spesi (2 cm) = hs .96 0 9 = 11 cm + ( = 9. berat sendiri spesi = 0.

4 . Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x. q LL = 1.264 kN/m2 b. 3 kN/m2 = 8.2 .6 . dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c. 2. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. Beban berfaktor (qu) qu = 1. q DL + 1.59 b.2 . dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y.6 . Dx Arah y.886 kN/m2 + 1.

637)2 = ..2179 kNm = .001 .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). 0. Lx2 = .1. 0.264 . 8.5944 kNm = . 0.001 . 8.3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .001 . (1.001 . 0.(1. qu . didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ . 8.001 .001 .264 .637)2 = .1594400 Nmm Mty = . qu .72 = ..637)2 = + 0.264 .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= . Lx2 = + 42 . (1. qu .Cy.001 . 8.001 .63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ . 0. 0.55 .1. 0.55 . qu .Cx.637)2 = + 0.72 .264 . Lx2 = + 18 . Lx2 = . 0. (1.

0058 = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 .0058 Maka nilai ρ min = 0. 3.2 113 = .0363 (ok! As tx = ρperlu .2255 MPa dari tabel A.14 .0058 = ρ perlu = 0.dx 2 0.(94 ) 1594400 2 = = 0.1000.0058 < ρ mak = 0.0058 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. dx = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 1000 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.b. D2 4 = 1 .8.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.2255 maka diambil ρ perlu = 0. b . π . 94 = 545.61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .

6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. n = 113 mm2 . 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .1315 MPa dari tabel A.8.1000.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .(94 ) 930100 2 = = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .62 = 4.dx 2 0.b.

0363 dari tabel A .1315 .0058 .0058 ρmaks = 0.63 ρmin = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0363 (ok!) As lx = ρperlu . 1000 .14 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. b . π .0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 < ρ mak = 0. D2 4 = 1 . dx = 0. 3. 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 .0058 = ρ perlu = 0. (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .

5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 .0058 ρmaks = 0.64 As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ . maka diambil ρ perlu = 0. 1000 .0058 < ρ mak = 0.0323 (ok!) As ty = ρperlu .dy 2 0.0058 = ρ perlu = 0.2264 .6 mm2 .1000.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.b. n = 113 mm2 . dy = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.(82 ) 1217900 = 2 = 0. b .2264 MPa dari tabel A.8. 82 = 475.

3. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.6 113 = = 4. n = 113 .14 . D2 4 = 1 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . π .65 ΔD12 = 1 . (n) = Asty ΔD12 475.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .

20 dipakai 5 batang . (n) = Asly ΔD12 475.0058 ρmaks = 0.8.0058 .dy 2 0. dy = 0.074 . π .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.14 .0203 (ok!) As ly = ρperlu .b.074 MPa dari tabel A.0058 < ρ mak = 0. 84 = 707.25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.(82 ) 3986100 = 2 = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.6 113 = = 4. maka diambil ρ perlu = 0.1000. D2 4 = 1 . 1000 . b .0058 = ρ perlu = 0. 3. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 Maka nilai ρ min = 0.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .

5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.2 .2.67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .6 mm2 (ok!) 3.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1. n = 113 .3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.7 cm = 163.

8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9. berat sendiri beton = 0.12 m .88 kN/m2 = hk . berat sendiri spesi = 0. 24 kN/m3 .8 + ⎟.Lx ⎜ 0. 0.Berat keramik (1cm) = 0.8 + ⎟.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0. berat sendiri keramik = 0.1.02 m .68 fy ⎞ ⎛ ⎟. Beban mati pada bordes (qDL) .Berat spesi (2 cm) = hs .2 = 55.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. Beban hidup (qLL) .1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44. menurut perhitungan diatas. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.Berat sendiri plat = ht . 0.8 + ⎟.89 kN/m2 b.21 kN/m3 . Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.01 m .0024 kN/m2 qDL = 2.0042 kN/m2 = 2.24 kN/m3 = 0.

Beban berfaktor (qu) qu = 1.89 kN/m2 + 1. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.(1991).2. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G .6. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. Dx Arah y. 2. Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.263 kN/m b. qDL + 1.6. qLL = 1. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= .2.54 Momen rancangan . 3kN/m2 = 8.63 = .69 qLL = 3 kN/m2 c.

8. 0.54 . (1.677)2 = + 00.001 . Lx2 = . 0.70 Mlx = + Cx+ . (1.7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .8.677)2 = + 0.5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .263 . Lx2 = + 34 .1.001 .b.1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .1. Lx2 = + 22 . qu .4640 kNm = . qu .dx 2 0..263 .(1.207 MPa .001 .63 . 0. 0. 0. 0. (1. 0.001 .Cx.1000. Lx2 = . 0. 8. qu .Cy.001 .677)2 = ..1464000Nmm Mty = . 8.001 .(94 ) 1464000 2 = = 0. qu .2548 kNm = .677)2 = .263 .001 . 8.001 .263 .

6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 3.71 dari tabel A. D2 4 = 1 .465’ nilai K = 0.0058 .2 mm2 ΔD12 = 1 . (n) = Astx ΔD12 545. b . maka diambil ρ perlu = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.207 . 94 = 545.14 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .0058 < ρ mak = 0.0058 ρmaks = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0203 (ok!) As tx = ρperlu .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 . 1000 . dx = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.2 133 = = 4.0058 = ρ perlu = . π .

0058 = ρ perlu = 0.(94 ) 791000 2 K = = = 0.0058 < ρ mak = 0. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 Maka nilai ρ min = 0.8. 1000 .dx 2 0. maka diambil ρ perlu = 0.72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0058 ρmaks = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.119 MPa dari tabel A.0132 (ok!) As lx = ρperlu .0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. dx = 0. 94 .1000. n = 133 mm2 . b .0058 .1260 .

82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .73 = 545. 3.14 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .2 113 = = 4. π . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul.2 mm2 ΔD12 = 1 . (n) = Aslx ΔD12 545. n = 113 mm2 . D2 4 1 .

0058 < ρ mak = 0. 3.0058 Maka nilai ρ min = 0.233 . b .dy 2 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. D2 4 = 1 . 1000 . 82 = 475. (n) = Asly ΔD12 .8.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.14 .0058 . maka diambil ρ perlu = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.b.6 mm2 ΔD12 = 1 .0363 (ok!) As ly = ρperlu .74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ . (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.0058 = ρ perlu = 0.1000. π .0058 ρmaks = 0.233 Mpa dari tabel A. dy = 0.

dy 2 0.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.(82 ) 511200 K = = 2 = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.095 MPa dari tabel A.1000.8.75 = 475.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: . 5 = 133 .b.6 133 = 4.

(12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul. b . 1000 .0058 Maka nilai ρ min = 0. (n) = Asty ΔD12 475. π .76 ρmin = 0.0058 ρmaks = 0.20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0058 .0058 = ρ perlu = 0. 82 = 475. maka diambil ρ perlu = 0.14 .0058 < ρ mak = 0.6 133 = = 4. 3. n .095 . D2 4 1 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .0363 (ok!) As ty = ρperlu . dy = 0.

5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a. berat sendiri beton = 0. 2. lt . 24 kN/m3 = 7.977 m .948 kN/m .5 .6 mm2 (ok!) c. Estimasi beban 1. berat sendiri beton = 0.Berat dinding = 1. 1.21 kN/m3 = 0. 17 kN/m2 = 33.049 kN/m .12 m . b .977 m . berat sendiri beton = 0.609 kN/m q DL = 43.Berat sendiri balok = h .4 kN/m .77 =133 .Berat bordes = hb .2 .74 m . Beban mati pada bordes (qDL) .12 m . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.Berat tangga = ht . 0. 24 kN/m3 = 2. lb . 0.89 kN/m . Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22.

136 kNm Momen lapangan = 1/11 . Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.d 2 0. I2 = 1/11 .b.948) kN/m + (1.10.136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .177 kN/m .8. qDL + 1. 3) kN/m = 54.6. qu .114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .1/24 .1192 = .177 kN/m .200.1/24 . 54. I2 = .2. 2.1192 = 22.2. 543. qu .177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = . 54. Beban berfaktor (qu) qu = 1.(464 ) 10136000 2 = = 0. 2.29 MPa .78 2. qLL = (1.6.

π .00442 ρmaks = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0. (16)2 4 = = 200.29 .14 .00442 = ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.96 mm2 Jumlah tul.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 . d = 0. 3. 464 = 410.5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.176 mm2 ΔD16 = 1 .00442 . 200 .79 dari tabel A.176 200.00442 < ρ mak = 0. D2 4 1 .96 = = 2.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0251 (ok!) As tx = ρperlu .0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. b . (n) = Astx ΔD16 410.

maka diambil ρ perlu = 0. n = 200.00442 < ρ mak = 0.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.00442 .00442 = ρ perlu = 0.8 mm2 jadi As > Astx = 1004.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0. b .(464 ) 22114000 2 = = 0.8.96 mm2 .176 mm2 . 464 = 410.64 MPa dari tabel A.00442 Maka nilai ρ min = 0.8 mm2 > 410.200.5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 . d = 0.b.d 2 0.64 . 5 = 1004.00442 ρmaks = 0.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ . 200 .0251 (ok!) As lx = ρperlu .

(16)2 4 = 200. 3.14 . 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.8 mm2 > 410.81 ΔD16 = 1 .96 mm2 Jumlah tul. D2 4 = 1 .96 mm2 . π .2) . 5 = 1004.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.176 mm2 (ok!) 3.8 mm2 jadi As > Aslx = 1004. (n) = Astx As1 410. n = 200.176 200.

2 . 20).85 .2 . 2400 = 17740. Beban Mati Berat plat = 24 . 24) + (3 .4 – 0.12) . 0.82 Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0.7 .0. 0.3. 20)} . 0.12) . 2400 = (4 .1 Berat Bangunan Total (Wt) a.8 kg Kolom (60x60) = 24 .85 . 9.20 . 3. 0.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.(0. 20 .6 .7 .12 . (0.0. 2400 Dinding Plafond = {(2. 24) + (2.6 .(0.12 m = 50 kg/m2 = 28. 9. 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 . 250 = 24 .77 m gempa menggunakan Pedoman Perhitungan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 0. 0. Beban Lantai 5 1. 24). (11+7) = 204249.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 . 20)} .2.12) .

4 – 0. 20)} .12) .8 kg Kolom (60x60) = 24 .6 . 20 . Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 0.8 . 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .83 Spasi Keramik = 24 .8 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530.12 . 0. 20 .3 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530.(0.5 WLL = 0.20 . 2400 = 17740. 2400 = (4 . 20). 24) + (2.3 .73 . 3 = 24 .12) .5 . 0.12) . 24 .(0.4 kg b. 21. 20 .0. Beban Mati Berat plat = 24 . Beban Lantai 4 1. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.(0. 20 . 24. 250 = 24 . 20)} .0.28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg . 24).2.6 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .4 kg + 12000 kg = 814530. 0. 0. 4. 21. 3 = 98081. (11+7) = 24 .73 . 4. 20 . 24) + (3 .4 kg 2.

24.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 24) + (2.12 .8 kg Kolom (70x70) = 24 .08 kg c. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.08 kg + 120000 kg = 637962.7 .0. Beban Lantai 3 1. 0. 20 . 9.85 . 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962.7 .12) . 0. 2400 = (4 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 20)} .5 WLL = 0.3 . (0.2 .32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 24 .0.(0.12) .5 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380.12) . 0. 0. 0. 250 = 24 . 2 = 23040 kg WDL = 517962. 2400 =17740. 20 .4 – 0. 20 .08 kg 2.20 .84 Keramik = 24 . (11+7) = 24 . 20 . Beban Mati Berat plat = 24 . 0.2.7 . 24). 3 =133499. 4.(0. 24) + (3 .73 . 24. 2 .8 . 21. 20)} . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 20 . 20).

2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 9.5 . 24) + (2.32 kg d.8 . 2400 = (4 . 2 . 2400 =17740.85 .0. (11+7) = 24 .72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247.12) .3 .5 WLL = 0. 0. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380. 0.12) .0. 20 .12 .52 kg 2. 0. 20 .(0. 250 = 24 .85 2.2.(0.3 . 20 . 24. Beban Lantai 2 dan 1 1.32 kg + 120000 kg = 673380. Beban Mati Berat plat = 24 . 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .20 .8 . 21.8 kg Kolom (80x80) = 24 . 20)} . 0. 24 .12) . 9. 0.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.8 .4 – 0. 3 =174366. (0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .85 .8 . 24) + (3 . 20). 24). 20)} . 20 .

.3.2 = WDL + WLL = 594247.84 kg 3.5 WLL = 0.5 . 24.77 m = 0.77)3/4 = 0.52 kg +120000 kg = 714247.3. Untuk Tx = Ty =0.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.52 = 3554367.86 Koefisien reduksi = 0. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .08 + 673380.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.4 + 637962.06 (28.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia. 500 = 120000 kg W1.20 .3.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.7 detik 3.32 + 714247.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.05 3.52 + 714247.

6.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.Wt = 0.hi Vx ∑ wi.hi wi.05 .87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.198 < 3 = 24 A Fix = b.38 ton = 799.K .5 dan K=1.77 = 1.74 ton 3. y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.3.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .0 .hi Vy ∑ wi. Arah y H 28.77 = 1. 3.5 . Arah x (lihat tabel) H 28. 1.798 < 3 = 24 A Fiy= wi. 3554. 1. I .

6 Fix.88 1/3 Fi. hi (ton/m) 23434.71 12.4.03 12065.25 Wi . utama Diameter tul.69 673.46 4.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.y (ton) 327.53 637.12 33.77 9.y 81.25 714.19 9.38 714. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.88 Tabel 6.09 9044.42 6756. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.83 49.77 18.55 32.5 Mpa .29 26.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.40 57323.92 14.81 3378.73 Wi (ton) 814.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.94 44.07 24.x 65.46 19.47 132.4 Perencanaan Balok 3.29 98.75 176.

0134 .θ 356008900 0. 658.658.8.b.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.3 N Vu = 184107. d = 0.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .5 = 2205.250.0134 [ 0.0134 ρ maks = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.0040 ρ perlu = 0.022 As = ρ .105 MPa ρ min = 0.5 2 = = 4. b. 250 .0040 [ 0.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .

658.975 + 91.90 A= P θ .5 .350 = = 91.4 N Sx2y = (250-40)2 .01 Nmm Vc = 1/6 . fc .1/24 .6 .5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107. fc .806 mm2 Ast = As + A = 2205. fy 19279.3 0.Sx2y = 0. 22. 1/24 . d = 1/6 .65.1/24 . 29106000 = 3451547.78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3. (700-40) = 29106000 mm2 υ . 22. b .19) 2 = 76.5 = 156176.98 N . Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.806 = 2297.5 . 250 . fc .01 Nmm Tu ≤ υ .

13 N Vs ≤ 2/3 . fc 150688.d 150668.4 − 156176.68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .98 0. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. b .6 = 150668.5 / 4 = 1634.S fy.68 N ≤ 520827. fc = 2/3 . b . d .150 350. 658. 22.91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.68. 250 .3.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.5 = 520827.2 Balok lantai 2.4.4.63 mm .5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm . d .5 = = 98.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.5 .658.

b.0040 [ 0.0191 [ 0.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.5 MPa ρ min = 0.022 As = ρ . b . sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .92 - Selimut beton (p) Diameter tul. d .5 2 = 6.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.0040 ρ perlu = 0.0191 ρ maks = 0.735.300. utama Diameter tul.8.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.θ = 849107800 0.

5 = 4214.45 Nmm Vc = 1/6 .415 + 1225.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . d = 1/6 .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . 1/24 . (800-80) = 34848000 mm2 υ . fc .1/24 . 735. 300 . 22.93 = 0.6 . 22.5 .350 = 1225.4 0. fc . fy 278790.0191 .65. 735.5 . 34848000 = 4132464.14 N . fc . 300 .45 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 . Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.45 mm2 = Ast = As + A = 4214. b .45 = 5439. Sx2y = 0.5 = 174439.

86 N ≤ 697756. 22.86.14 0.5 = = 269. b .56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.735. b . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 300735.5 .56 N Vs ≤ 2/3 .5 = 697756.5 / 4 = 183. d . d .875 mm .99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 . fc 463355.d 463355.S fy.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439. fc = 2/3 .150 350.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .6 = 4633355.

9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.3 N Vu = 128928. utama Diameter tul.5 mm Penulangan pada momen .5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.95 3. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.4.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.

5 = 2183.0171 ρ maks = 0. b.96 K= Mu d 2 .53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm . d = 0.0171 .86 = 5220.3 0. 638.θ 328143700 0.86 mm2 Ast = As + A = 2183.0040 [ 0.200.8. fy 690887.0040 ρ perlu = 0.638.022 As = ρ .65.0171 [ 0.67 + 3036.03 MPa ρ min = 0. 200 .b.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.350 = = 3036.5 2 = = 5.

014 Vc = 1 / 6.5 . d .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928. 22. 638. 200 .5 8928000 = = 0. fc .97 Vu = 128928.9 − 49512.638. Sx2y = 0.638. 1/24 . (700-80) = 8928000 mm2 υ . 22.5 22. fc .0.9 = 49512.56 Nmm Ct = b.5. 6547700 2 ) 128928. 8928000 = 1058730. 1/24 .9 N Sx2y = (200-80)2 .5.014.5 .200.b. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730. Tu 2 ) Vu = 1 / 6.d ∑ x2 y 200.d fc 1 + (2.6 = 165369.6 .14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .56 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 .5 1 + (2.5 . fc = 2/3 . b .Ct.36 0.

d .5 = = 110.d 165369.5. b .3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .150 350.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.5 / 4 = 159.5 Perencanaan Kolom 3.98 = 403822.S fy. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.14 N ≤ 403822. fc 165369.85 N Vs ≤ 2/3 .3 N = 328431.14.62 mm .85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.638.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.

5959044 = 3893378.85. 800 . 458. b .21 mm ab = β .6 N .5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.85 .99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.65 . Cb = 0.65 .5 600 + 350 = = 458.48 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 22. 0.43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .85 . 0.21 = 389.5 mm e = Mu P 1125725 2621461.3 = = 429. fc = 389.d 600 + fy 600 725. Pnb = 0.

777.d ) + Csb ( .000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .0244 ≥ vy = 0.25) 3 .48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .03 N = As’ Tsb fy 271967.100 P ≤ Prb 2621461.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.05 = 7154.21 − 50 0.3 N ≤ 3893378.000167 = cb − d ' 0.003 50 = = 0.d ) 2 2 2 2 800 800 389.30 350 = = 777.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.003 d 458.

02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 1/24 .4 Nmm Tu ≤ υ . 725. (800-100) =343000000 mm2 υ .48 0. fc . b . 343000000 = 40674796.5 = 458846. Sx2y = 0. 1/24 .95 N Vs ≤ 2/3 .5 .6 = 88539. d . fc . 725. d . 22.3 − 458846. 800 .3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . 1/24 . 22.6 .4 Nmm Vc = 1/6 .48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. d . fc . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769.5 = 1835385. 800 .b .5 . b . 22. fc = 1/6 .101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431. fc = 2/3 .5 .

2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.102 88539.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.5 = 53.02.02 N ≤ 1835385.150 350.d = 88539. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.375 mm .302 mm2 Dipakai D 12-150 3.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .s fy.5 / 4 = 181.5.725.

85 .85 .0.48 .5 600 + 350 = = 458. 22. 458.5 = 5959044 N .25 / 2 = 725.12 .d 600 + fy 600 725. 800 . Cb = 0. fc = 389.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .21 mm ab = β . b .78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 .50 .85 . 0.5 mm e = Mu P 629904200 2053252.21 = 389.2 = = 306.

48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.8 N = As’ Tsb fy .d ) + Csb ( . Pnb = 0.65 . 5959044 = 3893378.6 N P ≤ Prb 2053252.003 50 = = 0.003 d 458.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .000167 = cb − d ' 0.21 − 50 0.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.2 N ≤ 3893378.d ) 2 2 2 2 800 800 389.104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .Tsb = 5959044 N Prb = 0.65 .0244 ≥ vy = 0 .

fc . = 458846. d .43 mm2 As = 2 As’ = 2 . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769.5 .105 = 847498. 800 . fc 22.4 Nmm Tu ≤ υ . 241. 343000000 = 40674796. 725. Sx2 = 0.48 N . b . 22.25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 . 1/24 .8 350 = 241.43 = 4842.4 Nmm Vc = 1/6 .6 . 1/24 . fc . 1/24 .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4.5 . ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ .5 = 1/6 .

d = 33264.150 350.725.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 725. d . d .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.6 = 33264.81 N ≤ 1835385.95 N Vs ≤ 2/3 . 800 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. 22.81.65 mm2 Dipakai D12 .5 / 4 = 181. fc = 2/3 .48 0.106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846. b .5 = 19.5 .150 . fc 33264.s fy.5 = 1835385.375 mm . b .

05 mm .107 3.5 600 + 350 = = 395.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .d 600 + fy 600 625.2 = = 382.2 N = 227849.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.5.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.

85 . b .000167 = cb − d ' 0. Cb = 0.85 . 22.05 − 50 0.65 . 395.039 = 2922043. Pnb = 0. fc = 355.Tsb = 4495452. 0.83 N P ≤ Prb 1438837. 4495452.039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .000167 .003 d 395.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .021 ≥ vy = 0.05 = 355.5 = 4495452.039 N Prb = 0.65 .83 control keluluhan baja vy vs = 0. 700 .85 .2 N ≤ 2922043.108 ab = β . 0.79 .003 50 = = 0.

1/24 .d ) 2 2 2 2 700 335.98 350 = = 1192. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ . Sx2y = 0. 1192.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.66 = 2385. 22.98 N = Tsb fy 417432.5 .6 . fc . 216000000 = 25614449.6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.5 mm. 1/24 .6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.66 mm2 As = 2 As’ = 2 .4 Nmm = ( 700 –100 )2 .33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3.039 ( = 818644293.05 Nmm . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .25) 2 = 262.d ) + Csb ( .

700 .5 .5 = 1/6 .6 = 32998.18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 625. b . fc = 2/3 .27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625. d . fc 22.82 0. d .5 = . Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.4 − 346150.05 Nmm Vc = 1/6 . = 346150.5 / 4 = 156.150 350. b .18 N ≤ 1184603. 625. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. fc .625.s fy. = 1184603. 1/24 . d .5 .375 mm. 700 .5 32998.110 Tu ≤ υ . b .d 323988.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489.27 N Vs ≤ 2/3 . fc 22.18.

5.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.5 mm e = Mu P .12 .4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.9 N = 333098.50 .7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .25 / 2 = 525.111 = 22.

28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .88 N control keluluhan baja .85 . 331.85 .28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . Pnb = 0.65 .5 = 3237218.Tsb = 3237218.88 N P ≤ Prb 1118951. 0.89 = 282. 600 .d 600 + fy 600 525.5 600 + 350 = = 331.28 N Prb = 0.11 .65 . Cb = 0.112 = 736391000 1118951.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .28 = 2104191.9 = 658. 3237218. fc = 282. b . 0.85 .9 N ≤ 2104191. 22.89 mm ab = β .

00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .113 vy vs = 0.68 N = Tsb fy 444102.d ) + Csb ( .5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.5 mm.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.86 = 2537.d ) 2 2 2 2 600 282. 126.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .28 ( = 514539659.11 − 50 0.0139 ≥ 0.68 350 = = 126. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.003 d 282.25) 2 = 212.003 50 = = 0.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.000167 = cb − d ' 0.

0025 Vc = 1 / 6.5. 1/24 .5 1 + (2.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .6 .525.d fc 1 + (2.5. 22.600.05 0.114 Vu = 333098.5 .53 Nmm Ct = b.5 125000000 = = 0. 1/24 .525.7 = = 238761.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. 1256000000 =14823176. 333098. Vu = 1 / 6. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176. Sx2y = 0.d ∑ x2 y 600.b.6 = 316403.044 16062300 2 ) .0.53 Nmm Tu ≤ υ .5 22. 1/24 . fc .54 1.7 − 238761.45 N ≥ 0 . ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .0025 249266. fc .Ct Tu 2 ) .

5 = 997066.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.5. fc = 2/3 . fc 316403.6 N = 78669000 Nmm . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.45 N ≤ 997066. d .150 350.5 = = 258.s fy.14 N Vs ≤ 2/3 .04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .13 mm.525.d 316403.115 Perlu tulangan geser 2/3 . d .1 N = 242316.45.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525. 3. 525. b .5 / 4 = 131.5 . 600 . b . 22.

11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 600 .d 600 + fy 600 525. fc = 282. b .5 600 + 350 = = 331.11 .85 . 0.85 .5 mm e = Mu P 703405000 801470.5 . 22.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .1 = = 877.89 = 282. Cb = 0.89 mm ab = β . 331. 0.85 .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525.

117 = 3237218.003 d 282.65 .1 N ≤ 2104191.28 = 2104191.88 N P ≤ Prb 801470.d ) 2 2 2 2 600 282.68 N = Tsb fy .000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .003 50 = = 0.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.11 − 50 0.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.d ) + Csb ( .28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .0139 ≥ 0.65 .28 N Prb = 0.28 ( = 514539659. 3237218.000167 = cb − d ' 0. Pnb = 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.Tsb = 3237218.

1/24 . 1/24 .118 = 377730. As’ = 2 .23mm2 Ast = 2 . Sx2y = 0 . 1079.5 125000000 = = 0. 1256000000 =14823176.53 Nmm Tu ≤ υ . Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.5 .68 350 = 1079.25) 2 = 212. 22.6 Nmm = ( 600 –100 )2 .525. (600 –100 ) =125000000 mm2 υ . fc .d ∑ x2 y 600.5 mm.0025 .6 .53 Nmm Ct = b. 1/24 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316.46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3.23 = 2158. fc .

07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 = 997066.0025 249265.b. fc = 2/3 .93 0. b . 242316.13 mm.07 N ≤ 997066. b .119 Vc = 1 / 6.5 .54 2.2 − 110294.Ct Tu 2 ) .0. d . fc 293566.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525. 600 .93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.5 22.d fc 1 + (2.525. Vu = 1 / 6.5 1 + (2.26 78699000 2 ) . d .6 = = 110294.5.600.5 / 4 = 131. 22.14 N Vs ≤ 2/3 .6 = 293566.5. 525. dipakai 150 mm Penulangan geser .

150 350. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.s fy.d = 293566.07.42 mm2 Dipakai D12-150 3.120 Av = Vs.525.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.5 = 239.6. serta .6 Perhitungan Pondasi 3. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.

121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. Untuk itu. Selanjutnya. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah.45 m 3.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0. 3.6. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom .6.

25 x 4.731 / 3190.99 3728.670 = 4648.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.875 KN q = 1457.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.85 4412.5 1 4 5 6 8 1230.25 x 24 = 915.25 x 3.169 2202.94 1.5 0.61 7341.87 17008.670 = Mu / P =1397.41 2864.39 0.829 1400.6704 kN = 1397.95 0.624 KN = 541.15 11042.25 m :3 :3 : 0.92 6917.41 1393.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.169 kN .158 m2 : 1.96 5114.670 524.5 1.82 6652.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.45 0.25 m x 4.28 3563.413 m : 1.25 m x 1.108 1397.14 x 0.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.51 4648.81 1354.25 x 1.36 0.595 3190.731 1.499 + 190.48 0.

0. Q. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .29 0.( 3.5 α = 1- θ 90 . 32.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. A + SF 2 SF1 Tf .684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .45 1.426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .123 = 0. tg .n = 1- 0. 8 = 347.684 .( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.328.3 90 = 1. n = 1.158 + 10 5 = 32.1.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .B qc.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .B qc. = 0.n = Arc tg d/s = Arc .413 140.

744 = 6917.1. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.6704 1397.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.95 kN Beban yang terjadi 4648.x Mu.5 + + 8 9 9 = 864. Detail Pondasi .7308.5 1397.124 q1 = p Mu.169 kN < 6917.1.7308.

9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. PenggantiKepres No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. 42 tahun 2002. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.I No. 18 tahun 2000. 80 Tahun 2003. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan .BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 2. 4.I No. 3.1.17 tahun 2000. dan Kepres R. 14571. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. Pengganti kepres R. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1.I No. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. dan Kepres R.

02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. 02.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. 5.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. IK. Pasal I. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. .05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. No.02. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. 8.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini. Peraturan Mendagri No. Pasal I. 9. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. 2 tahun 1999 dan No. 6. Peraturan. Renovasi. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. 7. Ik.

Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. 5. ARSI GRANADA.131 2. Pasal I.04 Semarang. 3. .18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah.04 PERENCANA / ARSITEK 1. 2. 3. 4. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan).ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan. 6. Jalan Pahlawan No. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. CV. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah .

Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. 4. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah.132 Pasal I. .18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 2. 6. 7. 5. 3. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.

Hari Tanggal : : . Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. 2. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. 3. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.133 Pasal I. 2. 3. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. 4. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. 2. Pasal I. 3. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan.

09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1. 08 PELELANGAN 1. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan.6.134 3.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan.-. Jam :……………. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.2005.WIB. 4. 3..2005. Jam :…………………. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :……………………….. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.WIB. Pasal I. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp.000.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh.. pada :……………………. 4. 2. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. .

135 2. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. 2. 3. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. Pasal I. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. ukuran sesuai contoh. Pasal I. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. 5. 4. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1.

3. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja. Analisa d.136 2. 4. 6. Harga Upah dan Bahan . daftar RAB.. Surat penawaran. 6000. Surat Penawaran Lampiran : a. 5. b. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup. 6000. Penawaran berisi : 1. surat Pernyataan. 2.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. Harga satuan c. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. RAB b.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan.. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan.

Dokumen Teknis a. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. Dokumen Adminnistrasi a.137 e. Data pengalaman perusahaan e. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup.000.. 200. Data peralatan d. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. Tatakala / Time Schedule b. Pakta Integritas 7. 3.000. . tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. 1.(dua ratus juta rupiah). Daftar Personil c. Pasal I. Metode pelaksanaan 4. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana .

Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. Surat penawaran. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. 10. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. 8. 13 CALON PEMENANG 1. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp.6000.. 7. 6. 4. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. 3. 9. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. 5. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf.138 2.

Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali.139 a. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. hal mana harus dicatat dalam berita acara. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. administrasi dan harga. 2. Aspek teknis. b. 3. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. 4. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pasal I. c. . Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat.

140 Pasal I. Pengguna Anggaran b. jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). 2. . Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. 2. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. 5. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. 3. 4. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang.

Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. 4. . Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5.141 3. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. Pasal I. 6. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. 2. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. 3.

Pasal I. 2. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. 3. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). . 2. Bilamana akan dimulai di lapangan. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini.142 Pasal I. 4.

maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. Kesemuanya atas biaya perencana. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. 3. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. 4. 5. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan.143 3. 4. . Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. Pasal I. 2. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. Lapangan/lahan yang tersedia.

Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. Pasal I. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. 4. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. gudang dan lain-lain. .. 3.144 6. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. 5. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. Di dalam pelaksanaan. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. 2.

Pasal I. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. Bilamana terjadi kecelakaan. . Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. 3. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. 2. 5. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. 2. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik.145 Pasal I. 4. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. 3. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja.

Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. 3. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. perang dan lain-lain. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. 2. kejadian .146 4. gempa bumi. hujan lebat. angin topan. 5. pemberontakan. 6. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. Pasal I. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim.

. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. Pasal I. 4. bukan menjadi tanggungan Pemborong. Pasal I. 01. Jamsostek. ternasuk tenaga dari team Teknis. Pasal I. Apabila terjadi force majeure.

3. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . e. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. 4. 5. c. Antara gambar dan ketentuan RKS.148 2. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. 6. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. d. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. Bila terdapat perbedaan : a. b. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini.

Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. 10. 7. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. 9. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. mengopy dengan cara apapun. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. 8. . Kontraktor wajib membuat gambar kerja. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas.

28 LAIN-LAIN 1. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. 4. 5.150 Pasal I. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. BQ tidak mengikat. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. 6. maka perubahannya tidak nomor 5. 9. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. . 7. 3. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. 8. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. 4b dan seterusnya. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. tetapi nomor 4a.

2. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. Pasal II. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. 24 Februari 1988. Sebesar Rp. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. 01 JAMINAN LELANG 1. 2. .000. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1.000.. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.151 4. yang mendapatkan pekerjaan.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK.(dua ratus juta rupiuah). 3.200. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan.

Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. Pasal II. . diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. Pasal II. 3. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. 2.152 3.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1.

atas biaya pemborong. Suart undangan b. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. 2. 3. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Pasal II.153 2. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. 6000. 05 PEMBAYARAN 1. Bestek dan RKS . Pasal II.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. 2..

000.6000. Daftar RAB i. SPK (Gunning) g. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e.154 c. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k.6. Berita Acara Evaluasi f. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. n.- . Surat kesanggupan bermeterai Rp. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku. Surat Penawaran h. Berita Acara Aanwijzing d. Time Schedule m. q.

z. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. y. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. Foto copy jaminan pelaksanaan. w. u. pekerjaan harus sudah dimulai. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. .155 r. v. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. x. 2. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s.

4. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. Pasal II. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. b. 3. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. Apabila akan memulai pekerjaan. 2. hari besar dan hari raya. c.156 3. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. .

Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama.- Pasal II. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. . Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp.157 4. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 5. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. 6000. 2.

Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. Data yang lengkap. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. gangguan keamanan.158 Pasal II. Adanya force majeure (bencana alam. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. c. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. b. b. . pemogokan. d. 2. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. 3. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan.

. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). f. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. 3. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari.159 e. Pasal II. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. 2. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini.

2. 3. 2. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1.160 Pasal II. (pembidikan dari titik tetap). Pasal II. pada penyerahan . Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak.13 DOKUMENTASI 1. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. maka akan diselesaikan secara musyawarah. 4. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. Sebelum pekerjaan dimulai. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan.

14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. As built drawing 10. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. 3. 4. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar.161 pertama. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. Pasal II. 2. sebanyak 8 exemplar 9.

162 Pasal II. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. 3. 2. Pasal II. Pada pengabutan pekerjaan tersebut. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. CONTOH SURAT PENAWARAN : . pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. 2. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan.

pada tanggal ……. di Berkedudukan : ………………. …………………. : ………………. . Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek..163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. Dengan ini menyatakan : 1.tanggal…… bulan…. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. dengan mengambil tempat di……. : ………………. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. Jl. 2.yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. 3.. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara.tahun….

Sanggup dan bersedia melaksanakan.164 4.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. 2004 Materai Rp. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. 7. . Hormat Kami.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6.01. Pekerjaan b. 6000. 5. Lokasi c. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. CV/ PT. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Denagn harga borongan d.

pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Instalasi Telepon d. pengolahan pengangkutan semua bahan. Instalasi dan Panel b. 2. Instalasi Komputer e. Instalasi non Standart a. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. pengerahan tenaga kerja. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. Sarana dan Fasilitas .165 PENJELASAN UMUM 1. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Sound system Gedung f. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Tarikan Feder Genset c. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap.

serta stop kontak daya pada semua ruang. 2.02 TEMPAT KEGIATAN . Landscaping h. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. Pembuatan rumah pompa 3. Pasal III. Pembenahan Space Frame Lt. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. Saluran g. 5.166 a. Pekerjaan prasarana 1. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Penataan sekat ruangan b. 3. Penyambungan air bersih. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. Perapian Delatsi c.5 d. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. 4. Pavingisasi f.

4. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass).00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). 3. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain.01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. 2.167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. Los Kerja dan Gudang. 5. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. 4. Sebagai ukuran dasar + 0. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan.04 Semarang. .

Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. f. (untuk penimbunan dengan tanah urug). sloof. sesuai dengan gambar rencana. Pemadatan. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. Pengeringan dan pengontrolan drainase. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. c. d. Penggalian dan penimbunan. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim.168 6. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. b. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. Pasal IV.02 PEKERJAAN TANAH 1. . e.

Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. dan dibersihkan dari lapangan. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. b. 3. 5. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. 2. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. Penggalian dan Pembersihan 1. Menyediakan material-material yang baik. 2. . Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing.169 g. 4. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan.

Seluruh pohon-pohon. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. c. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. 7. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. keluar lapangan.170 6. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. semak-semak. 2. . Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. 3. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. rumput-rumput. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. dilakukan lapis demi lapis. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. 4. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. b. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. Kwalitas Beton a. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. . 3. c.178 d. e. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas.

seperti ASTM. dan peraturan lainnya yang relavan. 2. ƒ Mempunyai penampang yang sama rata.179 d. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : ƒ Pada SKSNI T-15-1991-03. . ACI. b. 5. 3. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. dsb). ƒ Bebas dari kotoran-kotoran. luka. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. ƒ Disesuaikan dengan gambar-gambar. minyak. Besi Beton (steel reinforcement) 1. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. lapisan lemak. karat dan tidak cacat (retak-retak. mengelupas. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan.

Beton 1. c. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. 5. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama.180 4. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. Umum ƒ Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. 7. 8. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. 6.

ƒ Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. ƒ Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d).alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. ƒ Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. Pengecoran Beton ƒ Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. ƒ Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair. . ƒ Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T.alatnya.15-1991-03. ƒ Penggunaan alat. alamat maupun kemampuan alat. 2. baik nama perusahaan.

Curing Dan Pendirian Atas Beton ƒ Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari.182 ƒ Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. ƒ Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. ƒ Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. pengeringan oleh angin. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. . hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. ƒ Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. ƒ Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. melalui acuan dan lain-lain harus 3.

Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. 8. Selesai pekerjaan sloof. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom. ƒ Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . 7. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail.183 ƒ Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. 6. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini. . Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah.stek dinding dan stek kolom praktis ƒ ƒ Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. dengan petunjuk. Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil.

Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur. Lingkup Pekerjaan a. memenuhi S. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. Pasal IV.05. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. Bahan – Bahan yang digunakan a. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. . b. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM.184 ƒ Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Semen 1. 2. 3.

Dimensi maksimal 2. terdiri atas: 1. 5. 4. Batas. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan.185 2. . Pasir beton (aggregate halus). Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya.5 cm . 2. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. 3. b. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. ƒ Khusus untuk pekerjaan beton. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): dipasaran tidak ƒ Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan.

Penyimpanan semen : . pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. 4.2 untuk beton biasa. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. berat (cukup ruwet) c. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test. Besi Beton Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. d. maka disamping adanya certificate . Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no.untuk setiap jenis diameter dari pabrik.186 ƒ Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm.

187 1. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. minyak atau zat asing lainya. 5. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. Bekisting yang Digunakan . Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. d. terlindung pengaruh cuaca. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . 3. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. 2. Penyimpanan besi beton 1. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. 4. c.

Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan.188 a. f. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. c. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. . Pada bagian terendah . g.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. balok atau kolom beton yang bersangkutan. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. d. h. e. b. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong.

b. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik.5 MPa. Sedang beton praktis dengan fc = 17. 6. 7. Bila akibat pembongkaran cetakan.5 MPa. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. Kualitas Beton a. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.189 i. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. . c. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. kwalitas beton dengan fc = 22. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi.

segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat.5 cm . 2. f. e. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1.5 cm. 4. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton).tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. minimum 7. 3. Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan .190 d. Setelah atasnya diratakan. g. 5. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. dan diukur penurunannya (slumpnya). Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton.maximal 12. .5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. Setiap lapis ditusuk.

Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. l. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara.komponen beton.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. 8. Jika dianggap perlu. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. k. Penggantian Besi . Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. j. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. i. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator.191 h. 9.

maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. 2. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong.192 a. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. 3. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. . c. b. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi.

4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. Perawatan Beton a.5 mm - 10.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. 3. Toleransi Besi Diameter. . Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. d. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.193 2.4 mm + 0.

maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. c. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar.gambar kontruksi yang diberikan. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. plat beton atap. .194 c. plat beto kanopi. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. Tanggung Jawab Pemborong a. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. talang seng. talang beton. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. Pasal IV. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. b. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. 06. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor.

3. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. d. Syarat Pelaksanan a.kotoran. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. Water proofing system coating 3x b. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. lantai janitor. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. b. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. e. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – .195 2. plat beton atap. c. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. f.

Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. 4. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. . 6. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. b. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. 5. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki.

c. . Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1.Bahan a. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. Allowable tensil stress 2.90 t/cm2. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. Bahan. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3.25 t/cm2 tidak berkarat. 3. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik.07.197 Pasal IV . Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja.

Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. c. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. Pekarjaan Las a. b. harus dibuat satu.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. tidak dicat. 6. 5. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. 4. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan.

Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. 8. Setelah didirikan. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. 7. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing).

200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. . b. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. b. Bahan-bahan 1. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. papan nok menggunakan kayu jati masing. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. 2. 2. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. pekerjaan talang. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. Pasal IV. pekerjaan kerangka baja untuk gording. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. atap. sedang reng ¾. LISTPLANG DAN TALANG 1. Lingkup Pekerjaan 1. listplang. Bahan kerangka kayu : gording. Penutup Atap a. pekerjaan listplang beton. Menyediakan bahan. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. pekerjan listrik dan penangkal petir. bubungan nok. 08.

Penutup Listplang Dengan Kayu a. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. . Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. 2. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3.catan. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. b. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Bahan penutup Listplang 1. Pemasangan Listplang 1. c. 2.201 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat .

saringansaringan saluran cucuran kebawah. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. Pekerjaan Talang a. Lingkup pekerjaan 1. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. 3. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. b. Bahan–bahan 1. 3.202 3. 4. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. 2. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. .

Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. 2. b. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. c. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Jenis Adukan Yang Digunakan a. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. PEKERJAAN PASANGAN 1. 09. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. a. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. harus betulbetul kedap air. . Pasal IV. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. Pasangan batu kali untuk pondasi. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana.

dan bata merah. c.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. kuat tidak mudah pecah. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. b. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. permukaan halus tidak berlubang–lubang. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. . 4. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. 3. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. b. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. serta digunakan dalam pemasangan keramik. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. Digunakan untuk dinding–dinding toilet.

semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. Ukuran seragam dengan standard nominal.205 b. Bahan campuran (air. 4. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. 3. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. Batu bata harus baru. . Plesteran dan Acian. Mempunyai sifat kondisi rendah. 2. sudut–sudutnya tidak tumpul. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. 6. c. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. 5. Bahan Untuk Adukan.

Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. Pemasang batu kali untuk pondasi 1. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. bata merah. kerikil. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. 6. 2. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . Syarat Pemasangan a.206 5. split ).

rata. c. d. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. . Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. e. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. tidak melengkung/ bergelombang. Kolom Beton/Tulangan Praktis. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. datar. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. b. f.207 menggunakan potongan.

khususnya untuk seleksi kwalitas. c. Pekerjaan lantai keramik 2. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. d. Pasal IV. b. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. Lingkup Pekerjaan a. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. Pekerjaan alat perabot . Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. warna. tekstur.

Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. Pekerjaan Lantai Keramik a. tidak bagian yang gompal. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. retak atau pecah. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. c. b.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. ruang dapur. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet.40/40 dengan ketebalan 7 mm. . Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. d. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama.

telah dahulu dipasang pasir uruk.210 e. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. tidak membentuk garis lurus. . g. hingga betul–betul bersih. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). retak dan hasil gelombang. j. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. minimal setebal 10 cm. f. tanah telah dipadatkan. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. h. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. Apabila hasil pemasang tidak rapi. i. k.

211 l. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. 2. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. Persyaratan Pelaksanaan 1. 3. Lantai Rabat Beton a. Bahan yang digunakan . Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. c. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. b.

c. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. 2. b. PEKERJAAN DINDING 1. Pasir pasangan muntilan. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Alam Daya Sakti/setara. IV. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS.212 1. khususnya untuk menentukan warna.II. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. Pasal . Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. d. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. . Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. Lingkup Pekerjaan a.

setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. Persyaratan Bahan 1. Syarat–syarat pelaksanaan . 4. maupun cacat . Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. PVBB1970 dan PUBI 1982.213 2. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. b. harus baru. Pekerjaan Dinding Keramik a. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. 2. 3. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. tektur dan bahan tidak boleh rusak. warna. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. peraturan keramik Indonesia NI.19.

7. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. 6. 4. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. 2. 3. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. garis–garis siar harus benar–benar lurus. sesuai petunjuk pabrik pembuat. gumpal atau cacat lainya. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. 5. keramik langsung dapat diletakkan. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. warna. .214 1. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak.5 cm atau bahan perekat khusus. Sebelum keramik dipasang. adukan baik menggunakan supersemen.

Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. 9. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. 10. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus. b.215 8.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. Pasal. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. Pekerjaan langit-langit meliputi: . Lingkup Pekerjaan a. IV. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout.

gridnya harus lurus dan datar. 2. b. Sebelum pelaksanaan. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. f. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. rangka plapon digunakan BMS/setara.216 ™ Pekerjaan langit – langit askutik ™ Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. e. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. c. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. . d. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser.

persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan.217 g. IV. Plafond khusus dipasang dengn type. harus sesuai dengan gambar. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. 3. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. Bahan-bahan ™ Janitor : TOTO type SK 22a .13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. b. Lingkup Pekerjaan a. sesuai gambar. b. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. Plapon akustik dengan ornament khusus a. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Pasl.

4. . Pada saat pemasangan. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. 2. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. 3.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1.218 ™ Floor ddrain ™ Wastapel ™ Kran ™ Cermin ™ Kloset jongkok ™ Urinior ™ Doset duduk c.

Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. . Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. 2.219 d. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. bentuk ukuran. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar.

dikancing dengan pasir uruk ƒ Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup.220 • Persyaratan pelaksaan: ƒ ƒ ƒ Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. • Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. ukuran sesuai dengan rencana gambar. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. terbuat dari : . syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk.

sop) dengan bentuk sesuai gambar. ™ Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman. . dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman.15 -199103 ™ Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.221 ™ Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1.

Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. IV. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan.14. Pemborong utama bertanggung jawab. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. b. PEKERJAAN PENGECATAN 1. . Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. c. d.222 Pasal. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel.

c. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. d. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. 2.223 e. b. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. berdasarkan alkyd resins. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. . kolom. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1.

4. Sebelum bagian-bagian yang retak. pemborong harus secepatnya. . 3. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. 3. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. lembab atau berdebu. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan.224 2. 4. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. Persiapan umum : a. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. 5.

Pengecatan Kayu : a. Bersihkan permukaan dari debu. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. a. baik bagian luar maupun dalam. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. b. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih.225 b. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. 6. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Pelaksanaan. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 7. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Persiapan : . jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam.

Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 8. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. c. Pelaksanaan. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . Bersihkan permukaan dari debu. Keahlian a. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. b. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. kotoran dan sebagainya. b. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti.

Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. .227 d. b. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. serta mendapat persetujuan pengawas. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. e. Setelah pengerjaan pengecatan selesai. 9.

Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. Bahan –bahan . PINTU. 1.15 PEKERJAAN KOSEN. 2. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. 1.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. Meliputi pekerjaan. Lingkup Pekerjaan a. Pintu kayu dan pintu kaca. bahan – bahan yang diperlukan. b. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja.228 Pasal IV. 2. JENDELA DLL. peralatan termasuk alat.

1. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan.00 mm . Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. b. 3. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf.

penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. tidak menyerap air.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. tahan terhaap matahari. 3. Contoh . • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. • Neoprene : Jenis extrusion. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. kepadatan 65-96 kg/m3.

5. b. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2.231 Kecuali ditentukan lain. Pekerjaan pelaksanaan a. besaran–besaran ketebalan. . Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. 4. finish. b. alloy. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. Untuk mendapat ukuran yang tepat. kekuatan. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. tempers. Gambar pelaksanaan a. Pekerjaan Persiapan 6.

f. 8. Perlindungan bahan . Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. i. g. d. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. Untuk mendapat hasil yang baik. sehingga tidak ada kebocoran suara. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. sambungan sudut atau silang.232 c. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. Semua detail pertemuan harus halus. 7. e. h. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Hubungan dengan Material lain. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket.

kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. tes terhadap kebocoran udara. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. 9. tes korosi. anodized. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. c. Pengetesan a. • Material tes(tes terhadap bahan. . Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. b.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. jika hasil pengetesan gagal. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . beban angina.

sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. menyetel. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. membuat lidah –lidah . Lingkup pekerjaan 1. terhitung sejak selesainya masa perawatan. memahat. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. b. Menyedian alat –alat logam. Garansi (Jaminan) a. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain.234 10.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. 3. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. 2. skrup – skrup. Bahan – bahan 1. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. Bahan kayu jati kwalitas politur . Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. b.

finish melamine. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. c. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. 4. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. Diats kosen pintu dan jendel.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. . 2. baut. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Lingkup pekerjaan 1. Pengikat berupa paku mur. 3.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). Pelaksanaan 1. untuk yang lebih besar dari 1. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. bahan–bahan.VI. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. 3. untuk yang lebih kecil dari 1.235 2.

b. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan.236 2. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Persyaratan Bahan 1. .

. 4.237 2. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. d. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. 3. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. kekutan ayun dan lain . Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . nama barang.lain. 5. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. 2. Contoh – contoh 1.

tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. 2. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. e. Untuk pintu toilet. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local.238 3. f. Persyaratan pelaksanaan 1. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. 4. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. 3. flap enfsel memikul maximal 20 kg. warna stansdr. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. Pemasangan lockcase.

Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . apabila hal tersebut tidak tercapai. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. dengan ketebalan sesuai gambar. 5. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. • Penutup dauble teakwood. baut. 2. Persyaratan bahan 1. • Pengikat berupa mur.239 pengawas. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. b.

trush detaidetail. .H.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. 4. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. hitungan bila diperlukan. tempers. besaran. kekuatan. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar. ketebalan. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. Contoh Kecuali ditentukan lain. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. alloy. 5. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2.

rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. . b. kaca harus plat. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. Pekerjaan kaca a. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. 6.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . • Setelah terpasang. c.

Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. Membesihkan dan memperbaiki: 1. 2. kaca harus dibersihkan. 7. Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. yang retak–retak . d. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 .

penanman dan penataan taman hias dan peneduh. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. b. PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. Railling tangga a. perbaikan tanah.IV. penanaman rumput. 16. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . . Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . rapi. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. sedang bentuk. Yang harus dikerjakan a. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis.243 8.

Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. b. Pekerjaan Pendahuluan a. Pembutan relief dinding 2. Rumput gajah dan rumput jepang 2. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Pelaksananya peliputi 1. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. 3. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. c. .244 b. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. Pekerjaan Tanah a.

Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. Pekerjaan penanaman a. e. c. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. Galian untuk penanaman pohon. h. f. d. g. . penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan .245 b. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. 4. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. bersih dan tidak mengandung rayap. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. Pohon 1.

baru ditimbun tanah baru. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. Pekerjan pemupukan a. Penyiraman air . terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). Perumputan 1. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap.246 2. 6. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. b. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. 5. 2. perlindungan terhadap panas dan air. Setelah tertanam. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus.

Macam Pohon (sesai gambar) 8. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak.247 a. Zammia Goldkas d. Lidah Mertua e. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). Pembersihan dan perlindungan : . Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). b.5 bulan. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). b. 7. Pohon kayu putih c. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. Penyiangan dan pemotongan a. Penyiraman rumput.

bila perlu pengecatan kembali.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. rontokan–rontokan daun kering.248 a. 4. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). Selama berlangsungnya penanaman.Terhadap bahaya tersebut (mulat). tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. b. c. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. lokasi selalu bersih setiap hari. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan.

Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. ¾ TDR dari jateng ¾ SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well ¾ TDR dari Jateng ¾ Ijin kerja dari PAM Jateng ¾ Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini .249 Pasal V.01. KETENTUAN UMUM 1. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir.

023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. Peraturan dan syarat-syarat umum. . Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. 59/PD/1980. VDE/DIN. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. WEMA. VDE. yaitu : ¾ NFC. JIS. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. AVE. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. BS.

251

¾ Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit.
Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

¾ Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta
Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

Ballas elektronik merk Philips. warna putih merk LOMM atau sederajat. Persyaratan Pemasangan a. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : ™ Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. clipsal.7 mm dan dicat dengan cat baker. Panel ™ Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. legrand. arto light.258 c. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. LOMM atau sederajat. ™ Lampu pijar Philips atau sederajat ™ Lampu langit-langit buat armature. aman dan mudah diperbaiki . Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. imlex atau esderajat d. atau sederajat 5.

• Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. .5 x diameter kabel.259 ™ Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. Kabel ™ Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. • Sebelum penarikan kabel dimulai. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. lurus dan kuat. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. Kabel dalam bamgunan. terpasang pada bagian bangunan. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. • Pemasangan kabel harus rapi.

Lampu-lampu . • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. • Kapasitas kontak 10 CMP.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. c. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. dipasang 130 cm diatas lantai. • Saklar harus model tanam. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai.

balancing. ™ Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. 7. ™ Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. ™ Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal.261 ™ Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. 6. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . commission dan perbaikan. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. Commissioning dan testing. ™ Setelah jaringan dibebani. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. ™ Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan.

¾ 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan ¾ 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN ¾ 2 (dua) set : berita acara hasil testing. Pasal V. Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. b. ™ Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Rod Electrode. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 . Pemasangan : a.262 ¾ 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan.

c. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. ™ Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2.5 m. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. Pasal V. ™ Rod Electrode dipasang pada satu tempat. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. jarak ke pondasi bangunan 1.263 cm. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. 2. bahan-bahan utama.

System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. yaitu terdiri dari : a. Skat Urinor dll ™ Kaca cermin b. zink. Pipa air hujan : ™ Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. urinoir. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. Urinor. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. Selokan air hujan. Alat-alat Sanitair : ™ Closet jongkok ™ Meja cuci tangan (washtafel) ™ Floor Drain ™ Floor Clean out (tipe lantai) ™ Janitor. . (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. c. Sistem Air Kotor dan Air Bekas.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan.

Persyaratan bahan dan peralatan a. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b.265 2. Sistem Air Bersih ™ Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511.5 HP .

5 KW 15 meter 12 m3/h 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi ƒ ƒ ƒ Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi ƒ ƒ Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.450 rpm D 1.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.

screw end. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. flange and ex KITAZAWA. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. ƒ Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . ƒ Valve. untuk tangki atas. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi.267 ƒ ƒ 4 buah lower level. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. screw type. ™ Sistim air kotor dan air bekas. ™ Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air ™ Pempompaan air bersih pipa ƒ Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium.

. Persyaratan Pemasangan ™ Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. dengan sambungan lem. c.268 ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. ƒ Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. ™ Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. ƒ Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent.

269 ™ Semua pemasangan harus rapi dan baik. ™ Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. ™ Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. d. memenuhi persyaratan sbb: . ™ Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. sehingga pipa tiada melentur. ™ Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. ™ Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. Pengujian ™ Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. ™ Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya.

2 ppm. ™ Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas. Disinpeksi ™ Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik.270 ƒ ƒ Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 ™ Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. ™ Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. ™ Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. f. e. Pembersihan . Dosis chlorine ialah 50 ppm. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. ™ Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing.

Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. ™ Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap.271 ™ Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. g. . ™ 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. ™ 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : ™ 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas.

Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda.272 Pasal V. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. General Area ™ Type General Purpose Dry Chemical ™ Agent Multi Purpose Dry Chemical ™ Shell Material Iron Steel . b. 3. 2. Persyaratan a. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. Co2 atau sejenisnya. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. 05. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam.

Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan.0 kg ™ Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. b. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. Apabila timbul persoalan. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini.273 ™ Capacity 4 kg ™ Cargerd Weight Approx 8. . berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. Syarat-syarat umum a. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical.

d. 2. c. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. b. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. e. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. Peraturan-peraturan. Pada waktu pelaksanaan. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. . pipa-pipa dll. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. dari jawatan keselamatan kerja. ijin-ijin dan standar-standar a. saluran-saluran (ducts). Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri.274 c.

275 f. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. Petunjuk Khusus a. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. pemeriksaan engujian dan lain-lain. c. pipa. b. . Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. 3. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin.

Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. e. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir.276 d. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. servising dan maintenance. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. d. . lantai 2 b. e. c. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. testing. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. Starting. Lingkup Pekerjaan a.

7. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. 6.277 5. Bahan. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. Pemborong harus berkoordinasi. b. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. starter. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. zekring. Pekerjaan. Pekerjaan Pipa. switch. . Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. Pekerjaan Listrik a. transformator.

278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. switch. . Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. Peralatan v. b. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. d. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. ii. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. persyaratan PLN. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. c. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. iv. Syarat-syarat iii.

f. 4. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. ix. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. Pemyambungan kabel x. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. e. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. 2. 3. . indikator. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. switch. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. vii.279 vi. viii. Semua panel.

Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. b.280 g. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. KDK atau setara. merk yang digunkan nasianal. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC.5 m. 9. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. rating CFM dengan toleransi 10%. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. .emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Kipas Angin / Exhaust Fan a. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. c. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m.

f. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. c. g. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b.281 d. e. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. e. Penjelasan sistem • Listrik . d. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. Mutu alat-alat dan bahan a. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya.

Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. . 2. difuser.2 deg C ( 90 deg F ). Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. 2. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. griller. motor dan system pengaturan listrik yang ada. c. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. • Tenperatur 1. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. b. Syarat a. d. Pengukuran dan pengujian temperatur. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. f.282 1. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya.

Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya.283 Pasal V. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. 07 . Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Pipa 1. Pengujian A. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. a. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a.

80 db) . Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. volume control di by pass dan full power loud speker. krap dan sejenisnya. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. c. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. b.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. . d.

1 (satu ) set input source. f. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. b. B. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. terdiri dari • 1 buah system amplifer . e. c. 1 buah hand held micropune.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. 1 buah table stand microphone. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. . 1 ( satu ) set amplification system.

1 buah set swiching.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. Dalam konstruksi slide-in panel. 50 Hz 6. C. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. Karakteristik frekuensi 7. S/N : 55 dB atau lebih 8. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. rack dan accessories. Dalam konstruksi slide-in panel 2. Catu Tenaga : 220 volt. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . Cacat harmonis : 0. Pre-amplifier untuk background music. monitor.

sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. URAIAN TELEPON 1. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. b. . Pasal V.287 D. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. untuk memasang peralatan dan perkabelan. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama.08. melakukan pengukuran. testing dan penyetelan. c. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a.

Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. Penyambungan pipa harus dilem. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. 3. T Doos harus ditutup. Instalasi 1. 4. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. harus ditarik didalam pipa. 5.288 2. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. . Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. a. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. b. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Semua kabel. 6. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. 2.

Kotak Pembagi 8. . Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15.5 mm). c. 16. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain.289 7. 12. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. 11. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. 9. 10. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. d. Untuk instalasi Inbouw. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. kabel 14. 13. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan.

290 17. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). 24. 23. 3. g. . maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. e. sampai diperoleh surat lulus pengujian. Pengujian oleh PERUMTEL. Pipa dan konduit: 19. 22. Pengukuran 21. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Kawat tembaga dengan ukuran 0. Sebelum pemasangan dimulai. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. f. 18. 20.6 mm atau lebih. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang.

maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. Music On Hold b. c.291 4. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. Begitu peasawat diangkat. . maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. 6.

Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) ¾ Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : ¾ 8 saluran PT. Apabila nomor group yang dipuitar. e. Telkom .292 d. STLO . Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. Telkom (PIT) ¾ 64 saluran extension ¾ 1 operator’s console ¾ Lightning arrestor pada 8 saluran PT. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. pesawat telepon cabang . 5. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris.

293 ¾ Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. pengetesan sistem. 6. Pengadaan semua dokumen teknis. 5. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. ¾ Printer dan serial card 2. 3. trainning operator. 4. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Pengadaan dan pemasangan terminal box . Telkom Indonesia. Telkom Indonesia. . ¾ Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive.

k. f. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. h. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. DAN SYARAT-SYARAT YANG . b. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. i. 09. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. j. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No.V. g. d. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. Peraturan Umum yang digunakan : a. 14571. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. c. Undang-undang No. e.294 Pasal V. A.

gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. 3. 5. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. Pasal V. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. 4. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. m. .295 l. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. 2. 10. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan.

296 Semarang. Juli 2006 .

Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2. Urugan Kembali Volume = 209.28 m = 10.25 m = 0. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a.28 m2 = 0.28 m2 = 0. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A.27 m3 296 .BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.1. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. 123. Pekerjaan Tanah 1.28 m2 = 30.82 m2 b.25 m . Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.44 m3 = 425. Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. 123.09 m .09 m = 0.97 m3 B.

Tiang pancang Diameter pancang = 0.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m . Mobilisasi pancang Volume g.25 . 0. Beton poer Volume h. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0. Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. 0.297 c. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4.73 m = 0.7 m = 33. 100 buah = 3000 m e.45 m Jumlah pancang Volume f.25 m .1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m .8 m = 133.60 m3 d.7 = 192 m . 0.8 m x 0.

0. 0. 0.8 m = 56.12 m = 52.73 m .2 m . 0.7 m = 0. 16 buah .26 m3 = 4.32 m3 l.298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.64 m3 . Tangga beton Volume = 13.7 m = 37. 0 .12 m = 436 m2 . 0.25 m . 0.8 m .2 m .4 m = 179 m .4 m =14. 0.04 m3 j. Beton lisplank Volume m. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211.7 m = 211.32 m3 k.25 m x 0. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.48 m3 i.7 m .

6 m = 15.12 m .6 m x 0. 24. 0.12 m = 15 m2 = 0.7 m = 1.12 m . 0.45 m2 = 0. 0.89 m3 ¾ Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42. 0.2 m = 24 .45 m2 = 4.67 m = 0. 15 m2 = 1.6 m = 42.92 m3 = 42.6 m .34 m3 .80 m3 ¾ Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.67 m .299 n.2 m x 0.72 m = 0.7 m = 13.2 m .72 m .36 m3 ¾ Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0. Beton pit lift ¾ Beton pondasi dan beton plat Volume ¾ Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.

36 m2 = 0.25 m = 0.5 m2 = 0.36 m2 .25 m = 0.300 ¾ Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0.36 m2 .42 m3 .20 m3 ¾ Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume = 0.45 m = 12 m = 96 m o. 0. 0. 0.125 m = 3.9 m = 35.36 m2 = 0. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.5 m2 . Pondasi batu belah Volume =12.84 m3 q. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.125 m = 0.75 m3 ¾ Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.25 m = 3.9 m = 3.27 m3 p.

12 m = 2 buah = 0.8 = 16 buah = 4.7 m = 37.04 m3 .8 m .66 m3 Volume total = 48.5 m . 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.5 m .5 = 2.25 x 0.12 m .8 m .5 x 0.25 m . 2 buah = 1.7 = 211.8 x 0.34 m3 +1.73 m . 0.301 2.50 m3 b. 2. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211.7 m = 0.73 m = 0. 0. 0.66 m3 = 49. 0. 16 buah = 48. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.7 m .34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.

Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. 0.4 m = 13.08 m3 .7 m . 0.73 m . 0. 0. Beton lisplank lantai 3 Volume f.7 m . 16 buah = 37.7 = 16 buah = 4.302 c.12 m = 420 m2 .12 m = 50. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1. 0.68 m3 d. = 13.73 m = 0.2 m .7 x 0.40 m3 e.26 m3 = 1. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.4 = 171 m . Tangga beton Volume 3.2 x 0.

2 buah = 12 m3 Volume total = 37.12 m = 50. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.68 m3 4. 0. Beton tangga Volume = 13. 0.2 x 0.08 m3 +12 m3 = 49.2 m . 0. 0.5 m .7 m = 37.5 m . Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211.50 m3 2. 0.5 = 24 m = 2 buah = 0. 24 m .26 m3 .7 m = 0.7 m .40 m3 5.7 = 211.04 m3 3.4 m = 13.5 x 0. 0.12 m = 420 m2 .25 x 0.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.4 = 171 m .25 m .

Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.73 m . 0. 0.50 m3 2.7 m = 37.73 m = 0.25 x 0.12 m = 420 m2 .4 m = 13. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.2 m . 0.2 x 0. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.6 = 16 buah = 4. 0.12 m = 50. Beton tangga Volume =13.6 m .25 m . 0.04 m3 3.7 m .6 x 0. 16 buah = 49.26 m3 .6 m .7 = 211.7 m = 0.40 m3 5. 0. 0.4 = 171 m .304 4.68 m3 4.

0.6 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1. Beton lisplank Volume 4.2 m .56 m3 7.20 m3 . Beton talang Volume 6.6 m = 0.7 = 110 m . Beton konsol Volume = 5. 0.76 m3 = 2.6 x 0.46 m3 = 9. 16 buah = 49.21 m3 = 5.7 m = 15.305 5. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8.6 m .40 m 3.50 m3 2.6 m .6 = 16 buah = 8. 0. 0. Beton balok talang Volume 5. Water profing talang Volume = 115.2 x 0. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0.

2 kg/m = 18297.2 kg/m = 1499.5/30 cm = 76 m 5.84 m . Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m .51 kg/m = 601. 7.16 kg 2. 12.77 m = 12. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601.8 kg 3. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4.84 m = 7. Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.77 m .306 C.51 kg/ m = 4519. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.

307 7.9 m3 = 143. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5.1. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57.5/30 cm = 31.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.00 m3 3. Galian tanah struktur pondasi Volume 2. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10. Pekerjaan pondasi batu belah 1. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9.2 m2 8. Lisplang kayu jati 2. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.160 m = 2. Urugan kembali Volume = 55.2 m3 .5/30 Panjang Ukuran Volume = 4.

Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b.21 m3 .308 4. Plesteran 1:5 Volume 5. Urug pasir Volume = 10. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.56 m3 = 19. Plesteran beton Volume 6.2 m3 = 4. Sponengan sudut Volume 7. sloof dan kolom Volume = 4.70 m2 = 620 m2 = 70.5 m2 = 37.36 m3 6. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Aanstamping Volume 5. Beton praktis. Plesteran 1:3 Volume 4.23 m3 8. Pasangan bata 1:5 Volume 3.

4 m = 256.86 m = 50.86 m = 91. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.40 m Volume = 2 buah 6. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah .309 c. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4.40 m = 50. Kunci tanam Jumlah Volume 5. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.4 m 2. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.

Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11.310 8. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .72 m2 9. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10.72 m2 = 6. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13.70 = 2 unit = 2 unit 14.6 x 1.

700 m2 = 70 m3 2. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. 700 m2 = 49 m3 3. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 .07 m . Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4.1 m .311 d.

Lantai keramik granito Luas Volume f. Cat tembok luar Luas Volume 2. Pekerjaan Instalasi 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 . Cat plafond Luas Volume h. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g.7 m2 = 488. Pekerjaan Pengecetan 1.312 5. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488.

Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Pasangan bata 1:3 Volume 2.5 m2 = 64.31 m3 = 12. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6.313 3. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:5 Volume 3.99 m3 .83 m2 = 216. Plesteran 1:3 Volume 4.071. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Plesteran 1:5 Volume = 1. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2.

Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.92 m2 = 18. Plesteran beton Volume 6.3 m = 274.6 m = 33.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Sponengan sudut Volume 7. = 4. Beton praktis. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.5” = 33.00 m1 = 770. sloof dan kolom Volume b.314 5.90 m1 8. Plint lantai Volume = 170.6 m 3.00 m1 = 246.3 m 2. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.92 m2 .

6 x 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.70 = 2 unit = 2 unit 7. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 . Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.56 m2 6.56 m2 = 173. Pekerjaan Plafond 1.315 5. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c.

75 m2 5.75 m2 = 1. Pekerjaan Sanitasi 1. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Bordes dinding keram Luas Volume = 1.316 2. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Closet duduk Jumlah Volume 2.

49 m2 = 527.49 m2 =3m =3m . Kaca cermin Jumlah Volume 6. Pekerjaan Pengecetan 1. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Wastafel Jumlah Volume 5.317 3. Cat tembok luar Luas Volume = 527. Urinoir Jumlah Volume 7. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Kran air Jumlah Volume 4.

Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. = 423 m2 = 423 m2 = 791. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2. Pipa galvanis I. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis 1. Perelatan sambungan Volume = 1 unit .24 m2 = 791. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Cat plafond Luas Volume g.318 2.

Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. PVC jenis AW V. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.319 3. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6.

71 m3 . Plesteran 1:3 Volume = 111. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.8 m3 = 6. Panel penerangan Jumlah Volume 3. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6.320 3. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.83 m2 = 62. Stop kontak Jumlah Volume 4. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a.

5” = 33. Plesteran 1:5 Volume 5. Plint lantai Volume = 164.67 m2 8.18 m2 = 12.321 4.18 m2 . = 2.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.046. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. Sponengan sudut Volume 7.6 m 3. Beton praktis.5 m1 = 640 m1 = 224. Plesteran beton Volume 6.6 m = 33. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.5 m2 = 1. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208. sloof dan kolom Volume b.60 m = 208.60 m 2.

Espangnolet Jumlah Volume 9. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.322 4. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7.

Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .40 m2 13.6 x 1. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12.40 m2 = 168. Pekerjaan Plafond 1.323 11. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.70 = 2 unit = 2 unit 14. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168.

Pekerjaan Sanitasi 1. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.35 m2 5.35 m2 = 1. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.324 2.

Pekerjaan Pengecetan 1. Kran air Jumlah Volume 4. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume = 508. Wastafel Jumlah Volume 5.46 m2 =1m =1m . Kaca cermin Jumlah Volume 6. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Urinoir Jumlah Volume 7.46 m2 = 508.325 3.

= 423 m2 = 423 m2 = 762. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI.326 2.71 m2 = 762.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Cat plafond Luas Volume g. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. Pipa galvanis VIII. Cat tembok dalam Luas Volume 3.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. Perelatan sambungan Volume = 1ls .

327 3. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Peralatan sambungan Volume 5. PVC jenis AW I. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6.

Stop kontak Jumlah Volume 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.93 m3 = 6. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Lampu pijar Jumlah Volume 3.71 m3 . Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6.328 2. Pasangan bata 1:5 Volume = 58. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. panel penerangan Jumlah Volume 4.

5” = 35 m = 35 m 3.50 m = 214. Plint lantai Volume = 160.09 m2 = 982. Plesteran 1:5 Volume 5. Beton praktis. Sponengan sudut Volume 7.0 m1 = 579.86 m2 = 13.43 m3 b. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214. Plesteran 1:3 Volume 4.8 m2 8.329 3.50 m 2.0 m1 = 204. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. sloof dan kolom Volume = 2. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13.16 m2 = 111. Plesteran beton Volume 6.86 m2 .

Pintu km/wc Jumlah Volume 5.330 4.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.60 m2 = 49. Espangnolet Jumlah Volume 9.

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.331 12. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 .90 m2 13.70 = 2 unit = 2 unit 14. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.6 x 1.90 m2 = 153.

Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Pekerjaan Sanitasi 1. Kran air Jumlah Volume 4. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.332 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Closet duduk Jumlah Volume 2. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Saringan air Jumlah Volume 3.

Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8.25 m2 = 711. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Cat tembok luar Luas Volume 2. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m .333 5. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok dalam Luas Volume 3.

Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV.334 g. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis I. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. PVC jenis AW XII. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa galvanis 1.5” Panjang Volume II. Perelatan sambungan Volume 3.

Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Peralatan sambungan Volume 5. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3.335 4. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.

Panel penerangan Jumlah Volume 5. Pasangan bata 1:5 Volume 11. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Plesteran 1:5 Volume 13.6 m3 = 3. Plint lantai Volume = 75. Sponengan sudut Volume 15. Plesteran beton Volume 14. Plesteran 1:3 Volume 12.0 m2 = 59.4 m2 = 60. sloof dan kolom Volume = 2.0 m1 = 576 m1 = 167.6 m3 16. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a. Beton praktis. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9.15 m3 .336 6.6 m2 = 993. Pasangan bata 1:3 Volume 10.

Daun pintu double texwood Luas Volume 3.42 m2 = 47. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5.20 m 2.337 b.30 m2 = 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah .20 m = 191.30 m2 6.

Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Pekerjaan Sanitasi 1. Ornamen atap Panjang Volume c. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3.338 8. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 .

Cat tembok luar Luas Volume 2. Wastafel Jumlah Volume 5. Kaca cermin Jumlah Volume f.40 m2 = 464.60 m2 = 464.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g.60 m2 = 696. Saringan air Jumlah Volume 3.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Pipa galvanis I. Kran air Jumlah Volume 4. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis 1. Pekerjaan Pengecetan 1.339 2.

Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. PVC jenis AW I. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Peralatan sambungan Volume 5.340 II. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot . Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2.

Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6.341 h. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu pijar Jumlah Volume 3.

Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. Meskipun demikian. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. peralatan. 3. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. dan keuangan yang diperlukan. 2.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan.1 Kesimpulan 1. dengan upaya tersebut. material. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. 6. 357 . penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek.

358 6. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. 2. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. 4.2 Saran 1. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. 3. .

DPU. 2003. 1994. Henry. Bandung: Yayasan Penerbit PU. DPU. Suryolelono. DPU. 1987. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Gunawan. Tabel Profil Konstruksi Baja. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. K. Materi Kuliah Strukur Beton.B. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. . DPU. Bandung: Yayasan LPMB. Pedoman Beton. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. 1984. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. 1987. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. 1991. 1988. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. 1961. DPU. 1989. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. Yogyakarta: Nafiri. Yogyakarta: Kanisus. DPU. Teknik Fondasi Bagian II . Rudy.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful