PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

™ Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

™ Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

™ Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : ¾ Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku ¾ Adikku yang ngasih semangat buat aku ¾ Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju ¾ Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka ¾ Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

....BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.........1 Kesimpulan…………………………………………………………….....3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya. 356 BAB VI PENUTUP 6................…….... 296 5..1...4 Time Schedule……………...... 354 5..........................................................1 Perhitungan Volume Pekerjaan. 307 5.........……............................ 342 5.......2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ................1.........……..................................2 Pekerjaan Finishing Arsitektur.............2 Rencana Anggaran Biaya...............1 Pekerjaan Struktur dan Atap.............................................. 357 6........................................... 296 5...........

Skema Tangga Type K Gambar 5. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Balok Lantai 2. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Denah Balok Lantai Gambar 4.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Penulangan Ringbalk Gambar 10. Denah Tangga Gambar 6. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. dan 5 Gambar 9. 3. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Detail Pondasi . 4. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2.

Dimensi Kolom Tabel 3. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16.DAFTAR TABEL Tabel 1. Dimensi Balok Tabel 2. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Time Schedule . Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7.

NIP. S.T.. Satrijo Utomo. NIP. 132238497 Drs.T. 131 471 402 . Lashari. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. Tugino. M. NIP.T.T. M. M.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K.

Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Output Portal (SAP 2000) 7. Gambar Bestek .DAFTAR LAMPIRAN 1. Input Portal (SAP 2000) 6. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8.

1 . 2 . Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 .4 Semarang.1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 1.BAB I PENDAHULUAN 1. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag.2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag.

2 1. Store Gambar 1. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Bundaran Air Mancur E. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Pahlawan No.4 Semarang. Pahlawan D Keterangan : A. Lapangan Pancasila B.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Ramayana Dept. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah .

5. Perencanaan atap. Perencanaan pondasi. Perencanaan balok. 1. Rencana kerja dan syarat . 3. 2.3 1. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. Perencanaan plat lantai. minimal tiga lantai. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. 6.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. 7. dan 8. Perencanaan kolom. 4. Rencana anggaran biaya . Perencanaan tangga.syarat (RKS). Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks.

73 m o Lantai 3 : + 09. Literatur panjang b. Lokasi Proyek b.19 m o Lantai 5 : + 28.46 m o Lantai 4 : + 14. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Tabel – tabel penunjang : Jl. Grafik – grafik penunjang c.4 1.77 m 2.00 m o Lantai 2 : + 04. Topografi c. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.4 Semaramg : Tanah datar : . Pahlawan No. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a.

dan sistematika penulisan. . pembahasan masalah. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. 1. maksud dan tujuan. lokasi proyek. latar belakang. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005.

metode perencanaan. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. kriteria. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). anggaran biaya.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. syarat administrasi. tulangan tangga. . dan azas – azas perencanaan. dasar perhitungan. terdiri dari syarat umum. tulangan balok. perencanaan atap. dan klasifikasi pembebanan rencana. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. tulangan plat. dasar – dasar perencanaan. tulangan kolom. dan syarat teknis.

Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. seperti denah. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. 2.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. Pada jenis gedung tertentu.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual.syarat fungsional maupun strukturnya. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan.BAB II PERENCANAAN 2.

siuran dalam bentuk fisiknya. dan tidak terjadi kesimpang. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. 2. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. beban angin dan beban gempa. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat .

4. . Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. 5. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. indah dan menarik. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. 3. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.

Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. a. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis.10 6. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS.

Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan. 2. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. antara lain: . Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. 2.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala. b. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya.

syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : . Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm. Ukuran balok Dalam pra desain. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989.12 1. 2. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Syarat . Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan.

13 Tabel 1. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0. kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2.65. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3.

Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. 2. karena telah ditumpu oleh plat. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. . Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. 2.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000.

Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. Adukan dari semen. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 4. per cm tebal : 21 kg/m2 . Tembok batu bata (1/2) batu 4. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Massa jenis beton bertulang 2. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3.15 2. 2. 3.

Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung. Comb 3 = 1. Pedoman Beton 1989. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. Penutup lantai. .6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa.2 DL + 1.6 Q 3.5 LL 2. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. Comb 2 = 1. 2. SK SNI T-15-1991-03. yaitu: 1. Comb 1 = 1 DL + 0. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. 2.16 24 kg/m2 7.

17 3. . Data perhitungan SAP. 5. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 4. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987.

Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal). 3.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² .BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3.1.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1. Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Bentang kuda. Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.

h . h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 .5)² = 0. cos 45° . b2 . qr . qr . 0. 12. b .5 kg/m² = 50 kg/m² = 0. Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .707.2762 kg m My = 1/8 . (Ju)² = 1/8 .5 m ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ . 0.25 m = 0. Jr = 50 . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 .5 .707 . 0. 12. Jarak reng = gt .2762 kg m c.5)² = 0. Dimensi Reng = 12. (0.18 ƒ Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm² 2.25 b. h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . ⎜ ⎟ h . Momen yang terjadi Mx = 1/8 . sin 45° (Ju)² = 1/8 . Perencanaan Reng a. (0.5 .

Kontrol Lendutan fijin = 1 .1587 = 1.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.62 + 27. h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d. maka : = 2 h 3 2 . ⎜ h ⎟ .19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .62 h3 100 kg/cm2 = 615.87 100 h3 h3 h h b = = 6.87 h3 615. Ju 200 .1587 = 3 6.

cos 45°. (2)3 . 3 12 = = 2 cm4 fx = 5.5 = = 0.20 = 1 .Ju 4 384. h 12 1 .Iy = 5. b .(50) 4 384.2 = 0.qr.E.5.107.sin 45°.0159) 2 Ok! = = 0.5 cm4 Iy = 1 . Kontrol Tegangan .E. b3 .(50) 4 384.12.5.107. 50 200 = 0.Ju 4 384.022 cm ≤ 0.0159) 2 + (0.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.12.Ix 5.qr.25 cm Ix = 1 . (h)3 12 1 .25 cm (f ijin) e.0159 cm fy = 5. 2 . sin α . (3)3 12 = = 4. cos α .4.

Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1. sin 45 = 25 .5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 .(3)3 = = 23. Momen yang terjadi = 50 .665 m = 0. sin 45 = 17. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.665)2 . (1.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.5 m Beban genting.677 kg/m qy = qu . cos α .2. cos 45 = 17. 0.62 + 1 / 6. cos 45 = 25 . (Jgd)2 = 1/8 . cos 45º .677 kg/m b.(2) 2 1 / 6. 25 .62 27.3. qu . reng dan usuk = ggt . Perencanaan Usuk a.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. Ju qu qx = qu .

665 . sin α . Jgd = 1/4 . 1. Jgd = 1/4 . 100 .22 = 6. cos α .7111 kg Py = 100 . cos 45 = 100 . P .433 kg m My2 = 1/4 .665)2 = 6. (Jgd)2 = 1/8 .sin 45 = 70.665 = 29. sin 45º . qu .711 kg Mx2 = 1/4 . 1. P .125 kgm c. sin α . 25 . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 . cos 45 = 70. sin 45 = 100 . (1. 100 . sin 45º . cos 45º .125 kgm My1 = 1/8 .

0. (Jgd)2 = 1/8 .5 .433 kg m d.23 = 29. b .125 + 29.4 .433 = 35. h2 . 45) – 0.02 . α) – 0.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 . Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .665)2 = 0. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.5 = 0. 0.125 + 29.4 = (0. 0. w . Wx .5.4 kN/m2 Angin Tekan = (0.02 .4 = 0.5 kN/m W tekan = angin tekan .558 Kg m My = My1 + My2 = 6. Ju = 0. (1.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6.1733 kg.558 Kg m e.433 = 35.

⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555. 10 cm 3 b = . h . ⎜ h ⎟ . h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 .055 = 9.2 32002. maka: b = 2 h 3 2 .24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555.8 3555.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. h3 h3 h h = = 80005.5 = 800.8 3555.055 = 3 800. h .28 cm diambil h = 9.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.2 + h3 h3 100 = 100 100. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .

. h . 166.07 cm ≤ 0.(166. cos 45°. (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 .(166.025) 2 + (0. (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.677.5) 4 1 + . Jgd 200 1 . 6 . . 10 .. cos α . (b)3 12 1 . E.25 b = 6.Ix 384 48 5 17.667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f. b .072) 2 = 0.711.500 384 48 = 70.832 cm OK! .832 cm Ix = 1 . Kontrol Lendutan Fijin = 1 . cos 45°.Ix E.5) 3 10 7.5 200 = = 0. cos α . (h)3 12 1 .Jg 3 5 + . 107.Jg 4 px.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.

25 kg/m q = 120.558 35. Berat pada gording (qg) = 3.50 = 27 kg/m = ggt .50 . usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. = 94. cos 45º . 1. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp .354 m = 1. (l)2 = 1/8 .50 m = 5. q .354)2 . (3.26 g. 1. cos α .93 .665 = 83.135 . jp = 18 .821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi. 1.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .0123 kg/m q = 132. jgd = 5. 132.558 + 1/ 6 1 / 6.665 = 9.123 kg/m Berat Branching 10% = 12.665 m = 1. Perencanaan Gording a.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 .821 kg/cm = 94. jgd = 0. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.

5 .132. sin α .02 .291 kg m My = 1/4 . (3.27 = 131.m My = 1/8 .354)2 = 32. 3.5 W tekan = angin tekan .665 = 33. sin α . 3. P . 40 .354 = 59. 100 .4 = (0.354 = 29. 1.4 = 0. α) – 0.135 .846 kgm c. w . 45) – 0.385 kg. cos α . q .645 kg m d. Jgd = 0. Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0. P . cos 45º . (l)2 = 1/8 . l = 1/4 . Karena Beban Angin (Whisap. sin 45º . sin 45º . l = 1/4 . 100 . Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .02 .3 kg/m2 .

665.4 W hisap = -0.6 . 32.5285 kgm My2 = 1. Jgd . 131. Wtekan .2 .2909) = 252.2 . w = -0.6 .2 . 40 = . 131. DL + 1. LL = (1.m My1 = 1.64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .4 .940 kg.825 kg. 33.4 .64) . 1.354)2 = 46. (l)2 = 1/8 . LL . DL = 1.0.3.6 .28 Koefisien angin hisap = .DL = 1.26.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .8465 = 45.4 . 59.4 .4 . 3.3859 = 183. (-26. l2 = 1/8 . DL + 1.981 kgm Mx2 = 1.4 . (3.3542 = 37.385) + (1.46 kg.

8 .46) = 217.2 .5 . 131.8 .8 . 29. 32.5 .8 .5 .846) + (0. DL + 0.2 . DL + 0.5 . Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis. 59. W = (1.2 . Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.291) + (0.5 .88 m = 25252. 59.9 2400 = Mx My + .2 . 32.21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.8465) + (1.0) = 54.2 .2 . W = (1.385) + (0.5 .77 cm3 .46) = 130. 29.85 + (4.29 = (1. LL .340 kgm e.8484 kgm Mx3 = 1. W = (1.2 .6454) = 86.645) + (0. diambil moment arah x yang terbesar.238 kgm Mx4 = 1.9 σ ijin 0.8 . 37.84) wx 59992.6 .4 wx wx = 0. LL + 0.385) + (0.291) + (0.8 . 37. LL + 0.50 kN/m = 1. 131.8684. DL + 0.0.275 kgm My4 = 1.

1.536 .59 kg/m Mx = 1/8 .76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt .2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.3 cm3 = 12. cos 450 = 129.2 cm3 = 332 cm4 = 53. 1.354)2 = 128.536 kg/m qx = q total .59 kg/m qy = q total . (3.665 o Berat Branching 10 % = 11.79 kgm . Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7. (I)2 = 1/8 . 91.37 cm1 Ix Iy berat = 7.776 kg/m q total = 129.30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3. Jp =18 . sin450 = 91.536 .59 . qx . sin 450 = 129.8 cm4 ix iy = 5.89 cm1 = 2.51 kg/m = gp .50 = 27 kg/m = 83. Jgd = 50 .51 kg/m f. cos 450 = 91.25 kg/m q = 117.

79 + 59.8354 kgm ¾ Kontrol Tegangan σ ytb = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .0809 kgm My = 32.645 = 61.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3. 91.2 44.m ¾ Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.09 + 12.354 ⎞ = 1/8 .19 + 29.59 . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.19 kg. qy .3 = 931.EIx . Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.54 18808.( I )3 5 qx.2909 = 188. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32. + 384 EIx 48.( I ) 3 .

93.1.711.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.0000797 = 0.⎜ ⎟ 4 5.32 = = 0.0334 cm < L/250 = 3.0301) 2 + (0.0301 cm ⎛l⎞ Py.354 4 70.1.2.10 6.3.2.000301 m = 0.qy.10 6.000221 + 0.354) 3 48.3.433.(3.0334 cm < 1.EIx 70.EIy .⎜ ⎟ 5.10 6 .354 ⎞ 3.(3.711.538 3 = 0.32 + 70.32 = 0.93.000146 m = 0.32 = 5.354) 4 384.3416 cm = 0.354/250 = 1.1.2.2.000061 = 0.711(3.2.3.538 384.0.00797 cm fy = Py.l 3 48.1.0000852 + 0.10 6 .10 6.0146) 2 = 0.(l / 2)3 48.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.1.354) 3 48.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.EIy 48.0.EIy 3 ⎛ 3.0000797 m = 0.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati ƒ

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = 279,2205 kg

ƒ

Berat sendiri gording

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

ƒ

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450) ƒ Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

ƒ Koefisien angin hisap ƒ Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

ƒ Angin pada tumpuan (1/2 Wt) ƒ Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

¾ Kontrol terhadap kekakuan batang

1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4

A profil

= 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08

e d

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

3 cm2 ix = 2.85 = 2.3 240 = 0.41 3.07 1200 = = 2. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.18 cm2 imin = lk 240 = 182.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.395 cm2 Abruto = Anet 0.42 cm .177 m σ tarik = 75% .5 δ = 12 mm lk = 1. Batang bawah P = 2874.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.

593 − 0.42 = = 8. 2.679 cm = 1.82 2.26 = 2. A ) = 2 ( 72.847 = 1.5 .862 ) = 345. 12 + 2.3 cm4 = 72.86 e d ¾ Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) Iyr = 2 ( I y + a2 .749 cm dipakai min = 2.3 2.2 345.42 cm λ = lk i min 182.26 = 0.42 iy lx I y = 2.3 .12.41 1. δ + e = 0.3 cm4 = 2.89 .3 + 12.3 = = 3.42 cm = 72.82 cm4 i y = Iyprofil A.5 .

24 kN/m2 = 0.12.21 kN/m2 = 0.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.02 m = 0.Lx1 .07 kN/m2 = 24 kN/m3 .1.43 ¾ Kontrol tegangan σ = p.07 2.Ly .ω x Aprofil 2874.2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.11 kN/m2 = 0.Lx .3 = = 116.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y .2 diperoleh: ƒ Mutu beton (fc) ƒ Mutu baja (fy) ƒ Beban lantai tribun (qLL) ƒ Beban tangga (qt) ƒ Selimut beton (p) ƒ Berat satuan spesi/ adukan ƒ Berat keramik ƒ Berat satuan eternit ƒ Berat satuan penggantung ƒ Berat satuan beton bertulang = 22.

44 .Mly .Mtx .Mlx .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mty .

1203 12 = 1. yaitu. Tabel 5.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = . Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.6 < 2.45 Gambar 3. Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .5400.200. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.8003 12 = 1 .

8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.46 = 1.8 + ⎟.Ly ⎜ 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.⎨α − 0.12⎜ ⎜1 + β ⎟ ⎟⎬ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.1.69 mm.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.8 + ⎟.8 + ⎟.8 + ⎟.538 = 132.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.β .Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.6 − 0. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.37 ⎨1.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.37 = 7104 48.1.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.8 + ⎟.33 = 147.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.

4.18 kN/m2 = 4.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .2 .Berat keramik .6 . diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.Berat sendiri plat .23 + 1.( 1991).23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi. q LL = 1. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang.6 .6 kN/m2 = 0.Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1. Kusuma.Berat spesi .65 .8 Cx- = 70.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 . G. q DL + 1.2 .21 kN/m2 = 0. 5 = 13. 0.15 = 3.24 kN/m2 = 0.

13. 13. Utama = 20 mm ƒ Arah x .001 .25 kNm Mty = Cy. 0. 0.. 13.076 . qu . Penulangan plat lantai .P (selimut beton) . Lx2 = 18.8 .206 kNm Mly = Cy+ .85 .(6)2 = 33..001 .076 . (6)2 = 25.001 .819 kNm 2.001 .076. qu . Dy = 10 mm .Asumsi tul. Lx2 = 70. dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm ƒ Arah y.076 .6 . 0. (6)2 = 19.001 .001 . qu . 0.(6)2 = 8.85 = Cx+ . 0. 0. dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .001 .6 Cy- = 54.Tinggi Efektif ƒ Arah x.48 Cy+ Mlx = 18.65. 0. qu .756 kNm Mtx = Cx. Lx2 = 54.001 . 13. Lx2 = 40. 0. Dx = 10 mm ƒ Arah y.

6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22..b.0058 ρmaks = 0.8 MPa.1000. maka diambil ρ perlu = 0.206.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .0363 Maka.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.0120 < ρ mak = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.0058 < ρ perlu = 0.8. nilai ρmin = 0.0120 Dari tabel A.106 2 0.(95) = = 2.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24. maka di dapat : ρmin = 0.dx 19.

428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 . n = 78. 3.0120 .50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 .5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) .14. 1000 . 15 = 1177. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78. 102 4 = = 78. dx = 0. d2 4 1 .5.5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71. π .5 = = 14. b .

maka di dapat : ρmin = 0. π . d2 4 1 .5 MPa dan fy = 240 MPa. maka diambil ρ perlu = 0. 1000 . 95 = 2128 mm2 .0224 . 102 4 0.(95) = = 4.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .0224 < ρ mak = = = 78.b.0363 Maka.5 mm2 As tx = ρperlu .14.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.8.dx 33.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4. 3.0058 < ρ perlu = 0.257.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ . dx = 0.0224 Dari tabel A.0058 ρmaks = 0.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33. b .106 2 0. nilai ρmin = 0.1000.302 MPa.

106 2 0.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .dy 8.(85) = = 1..5.414 MPa.1000. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.5 MPa dan fy = 240 MPa.b.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka di dapat : .756.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10. n = 78. maka diambil ρ perlu = 0.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.8.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.0066 Dari tabel A.

25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) . n = 78.0058 ρmaks = 0.5 = = 7.0058 < ρ perlu = 0. b .146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142. 1000 . π . nilai ρmin = 0. 3.14.5. d2 4 1 . 102 4 = = 78.53 ρmin = 0. dy = 0.0066 .0066 < ρ mak = 0. 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78.0363 Maka.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .5 mm2 As Iy = ρperlu .

106 = 2 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 . 1000 .dy 25. d2 4 1 . π .b.0363 Maka.5 mm2 As ty = ρperlu . maka diambil ρ perlu = 0.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.5 MPa dan fy = 240 MPa.0058 < ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0. nilai ρmin = 0. b .0215 < ρ mak = 0..maka di dapat ρmin = 0. 102 4 = 78. 3.8.14.46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4. dy = 0.(85) = 4.17 MPa. 85 = 1831 mm2 .1000.819.0215 .0215 Dari tabel A.

Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163. n = 78.7 cm 163.5. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.5 = = 23.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.7 cm .32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.

56 215. antrede) = 30 cm . Skema Tangga Type K 236.Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.Jumlah anak tangga = Tl optrede .Tinggi pijakan (o.5 MPa = 240 MPa = 473.0 cm . Denah Tangga 3. optrede) = 18 cm .7 cm Gambar 5.5 cm 236.Lebar pijakan (a.Mutu beton (fc) .1 Data teknis tangga .2.9 cm 197.5 cm 215.7 cm Gambar 4.9 cm 197.Mutu baja (fy) .

Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.21 kN/m3 .Berat sendiri keramik .Tebal keramik maks (hk) .96 0 .2.98 buah .Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .9 cm .Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.7 cm a = 215.57 = 473.24 kN/m3 = 0. tg = 30.Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.Berat sendiri beton .Lebar bordes .Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.0 18 = 25.

Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.24 kN/m3 q DL = 0.01 m .Berat spesi (2 cm) = hs .4 + ) 27 700 = = 7.21 kN/m3 .0024 kN/m2 = 2.0042 kN/m2 = 2.7) 2 = 274 cm = 2. 0.886 kN/m2 . berat sendiri beton = 0.96 0 9 = 11 cm + ( = 9. 2. Pembebanan Tangga a. berat sendiri keramik = 0.74 (0. berat sendiri spesi = 0.Berat keramik (1cm) = 0.88 kN/m2 = hk .72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a. L (0. 24 kN/m3 .4 + ) 27 700 1 240 .Berat sendiri plat = ht .4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy . 0.9) 2 + (163. Beban mati (q DL) .12 m .02 m .58 Gambar 6.

Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y. Dx Arah y. 3 kN/m2 = 8. q DL + 1.886 kN/m2 + 1.4 .59 b. 2. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. q LL = 1. Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x. Beban berfaktor (qu) qu = 1.2 .2 .264 kN/m2 b.6 .6 . Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.

(1.63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ . (1. Lx2 = . Lx2 = .637)2 = . qu . Lx2 = + 18 .001 . 0.Cy.264 .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .2179 kNm = .264 .72 = .264 . 8. 8.264 .1594400 Nmm Mty = .1. qu .5944 kNm = . (1.1. 0.637)2 = .001 . didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ . 8. Lx2 = + 42 . 0. 0.3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = . qu .637)2 = + 0.001 . 0.001 .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991).Cx. 0.001 .001 .55 .72 ..001 . qu .001 . 8.(1.637)2 = + 0. 0..55 . 0.

dx = 0.2255 maka diambil ρ perlu = 0. 1000 .(94 ) 1594400 2 = = 0.2 113 = .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. π .0058 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0. D2 4 = 1 .14 . 94 = 545. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545. 3.b.0363 (ok! As tx = ρperlu .2 mm2 ΔD12 = 1 .1000.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 = ρ perlu = 0.dx 2 0. b .0058 < ρ mak = 0.2255 MPa dari tabel A.8.0058 = 0.

1000.(94 ) 930100 2 = = 0. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .62 = 4.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . n = 113 mm2 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.8.1315 MPa dari tabel A.b.dx 2 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .

0058 = ρ perlu = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 .0058 ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. b .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .63 ρmin = 0.0363 dari tabel A . maka diambil ρ perlu = 0. (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4. D2 4 = 1 . dx = 0.14 .0058 < ρ mak = 0.0363 (ok!) As lx = ρperlu . 1000 .0058 . 3. π .1315 .10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.

b .6 mm2 .1000. 1000 .0058 < ρ mak = 0. dy = 0. maka diambil ρ perlu = 0.b.2264 MPa dari tabel A. 82 = 475.0058 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .8.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.dy 2 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.2264 .0058 ρmaks = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. n = 113 mm2 .0058 = ρ perlu = 0.0323 (ok!) As ty = ρperlu .64 As = ΔD12 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.(82 ) 1217900 = 2 = 0.

6 113 = = 4. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . n = 113 .14 .65 ΔD12 = 1 . π .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. (n) = Asty ΔD12 475. D2 4 = 1 . 3.

0058 < ρ mak = 0.0058 .14 .1000. D2 4 = 1 . (n) = Asly ΔD12 475.20 dipakai 5 batang .dy 2 0.b. 84 = 707. 3.0203 (ok!) As ly = ρperlu . π . maka diambil ρ perlu = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.074 MPa dari tabel A.(82 ) 3986100 = 2 = 0. dy = 0.0058 ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.8.0058 = ρ perlu = 0. 1000 . b .6 mm2 ΔD12 = 1 .074 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.6 113 = = 4.

67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.2 . n = 113 .7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.2.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.7 cm = 163.6 mm2 (ok!) 3.

0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.01 m .0042 kN/m2 = 2. Beban hidup (qLL) .8 + ⎟.89 kN/m2 b.Berat keramik (1cm) = 0.88 kN/m2 = hk .72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.2 = 55. 24 kN/m3 .68 fy ⎞ ⎛ ⎟. berat sendiri beton = 0. menurut perhitungan diatas.21 kN/m3 .8 + ⎟. berat sendiri spesi = 0.24 kN/m3 = 0.8 + ⎟. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.02 m .12 m . berat sendiri keramik = 0.Berat sendiri plat = ht .Berat spesi (2 cm) = hs .0024 kN/m2 qDL = 2.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.1. 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.Lx ⎜ 0. Beban mati pada bordes (qDL) .

Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.(1991). 2. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= . dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.89 kN/m2 + 1.6.54 Momen rancangan .263 kN/m b. Beban berfaktor (qu) qu = 1. 3kN/m2 = 8. qDL + 1.2.2. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G .69 qLL = 3 kN/m2 c.63 = . qLL = 1.6. Dx Arah y.

.7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .(94 ) 1464000 2 = = 0. 0. 0.263 . qu .1464000Nmm Mty = . qu .677)2 = + 0.677)2 = + 00. 0. Lx2 = .Cy. 8.70 Mlx = + Cx+ .1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ .001 . 0. qu .677)2 = . Lx2 = + 22 .63 .2548 kNm = .677)2 = .Cx. 0.1.4640 kNm = .dx 2 0.b.1000.001 . 8.(1.001 .5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .263 . (1. Lx2 = + 34 .. 0.263 . Lx2 = .1.001 .001 .001 . (1.207 MPa .8.001 . 8.263 . qu . (1. 0. 0.001 .54 . 8.

0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .0058 = ρ perlu = . 1000 .207 . dx = 0.465’ nilai K = 0.71 dari tabel A.0058 < ρ mak = 0. 94 = 545.0058 Maka nilai ρ min = 0. (n) = Astx ΔD12 545.14 .2 mm2 ΔD12 = 1 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0203 (ok!) As tx = ρperlu . maka diambil ρ perlu = 0. b .0058 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.0058 ρmaks = 0. D2 4 = 1 .2 133 = = 4.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 . π . 3.

8.119 MPa dari tabel A.0058 < ρ mak = 0. maka diambil ρ perlu = 0. 1000 .(94 ) 791000 2 K = = = 0. 94 .b. n = 133 mm2 .0058 Maka nilai ρ min = 0.0058 = ρ perlu = 0. dx = 0.0058 .1000.0058 ρmaks = 0. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.0132 (ok!) As lx = ρperlu .1260 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.dx 2 0.72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . b .0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.

82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . D2 4 1 . 3. π . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y . n = 113 mm2 . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul. (n) = Aslx ΔD12 545.14 .73 = 545.2 mm2 ΔD12 = 1 .2 113 = = 4.

3.8.74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ . (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.0058 ρmaks = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.233 Mpa dari tabel A.0058 Maka nilai ρ min = 0. π .0058 = ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0.(82 ) 1254800 K = = 2 = 0. (n) = Asly ΔD12 . 82 = 475. dy = 0.0363 (ok!) As ly = ρperlu .b.0058 . b .1000.dy 2 0. 1000 .14 . D2 4 = 1 .6 mm2 ΔD12 = 1 .233 . maka diambil ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.

5 = 133 .6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .(82 ) 511200 K = = 2 = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.b.75 = 475.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.dy 2 0.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .8.6 133 = 4.1000.095 MPa dari tabel A.

(12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul. 1000 . maka diambil ρ perlu = 0.0058 . dy = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. π .095 . D2 4 1 .0363 (ok!) As ty = ρperlu .0058 Maka nilai ρ min = 0. 82 = 475. b .20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 133 = = 4.76 ρmin = 0.0058 ρmaks = 0.0058 < ρ mak = 0.0058 = ρ perlu = 0. (n) = Asty ΔD12 475.6 mm2 ΔD12 = 1 . n .14 . 3.

6 mm2 (ok!) c.12 m . Beban mati pada bordes (qDL) .89 kN/m .Berat sendiri balok = h . 1.77 =133 .977 m .Berat tangga = ht . 2. 17 kN/m2 = 33. b .2 . 0.049 kN/m .5 . 0.74 m .977 m . lt . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.4 kN/m .21 kN/m3 = 0.12 m . Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22. 24 kN/m3 = 7.Berat bordes = hb . berat sendiri beton = 0. lb . berat sendiri beton = 0.609 kN/m q DL = 43. Estimasi beban 1.Berat dinding = 1. berat sendiri beton = 0. 24 kN/m3 = 2.948 kN/m .5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a.

Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3. qDL + 1.948) kN/m + (1. 2.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .(464 ) 10136000 2 = = 0.6.29 MPa .1192 = 22. I2 = 1/11 .10.1/24 .Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.2.177 kN/m .2. 54.136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ . Beban berfaktor (qu) qu = 1.1/24 . 543.177 kN/m . I2 = .1192 = .d 2 0.8. 2. 54. qu . qu .6.136 kNm Momen lapangan = 1/11 . qLL = (1. 3) kN/m = 54.200.177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .b.78 2.

d = 0. 3.176 200.176 mm2 ΔD16 = 1 .00442 . (n) = Astx ΔD16 410.96 = = 2.96 mm2 Jumlah tul.00442 < ρ mak = 0. (16)2 4 = = 200. 464 = 410.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .00442 = ρ perlu = 0. D2 4 1 . maka diambil ρ perlu = 0.0251 (ok!) As tx = ρperlu .5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.14 .00442 Maka nilai ρ min = 0.79 dari tabel A. b .0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. 200 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. π .29 .00442 ρmaks = 0.

200.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.00442 = ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0. d = 0. n = 200. 464 = 410.b. 200 .64 .176 mm2 . 5 = 1004.8 mm2 > 410.96 mm2 .8.8 mm2 jadi As > Astx = 1004.(464 ) 22114000 2 = = 0.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .00442 Maka nilai ρ min = 0. b .0251 (ok!) As lx = ρperlu .00442 ρmaks = 0.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .00442 < ρ mak = 0.00442 .0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.d 2 0.64 MPa dari tabel A.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.

(n) = Astx As1 410.96 mm2 Jumlah tul.81 ΔD16 = 1 .96 mm2 .8 mm2 jadi As > Aslx = 1004. 5 = 1004. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.176 mm2 (ok!) 3.8 mm2 > 410.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16. n = 200.176 200.14 . (16)2 4 = 200.2) . D2 4 = 1 . π . 3.

(11+7) = 204249.3.4 – 0.0.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.(0. 20 .7 . 0. Beban Lantai 5 1.12 . 24) + (2. 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 .82 Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0.2 . 0.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . 0. 2400 = (4 . 9. 3.(0. 24). 0. 250 = 24 . (0.85 .1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 .2 . 0.8 kg Kolom (60x60) = 24 .0. Beban Mati Berat plat = 24 . 20).6 .2.12) .12) . 24) + (3 . 2400 = 17740.85 . 20)} . 2400 Dinding Plafond = {(2.12 m = 50 kg/m2 = 28.77 m gempa menggunakan Pedoman Perhitungan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 9.7 .12) . 0.20 . 20)} .6 .

6 .5 . 2400 = 17740.(0.73 . 20)} . 3 = 24 . Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.8 kg Kolom (60x60) = 24 .20 . 20)} . 4. 250 = 24 . 0. 0.12 . Beban Lantai 4 1.4 kg b.5 WLL = 0.(0.2.12) .73 .8 .3 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 24).12) . 2400 = (4 .4 kg 2. (11+7) = 24 .12) .(0. 21.6 . 20). 20 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 24 . 0. 20 . 21. Beban Mati Berat plat = 24 .4 kg + 12000 kg = 814530.28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg . 20 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530.0. 0. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 0. 20 . 3 = 98081. 24. 0.4 – 0. 24) + (3 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530. 20 .3 . 4.83 Spasi Keramik = 24 .8 . 24) + (2.0.

0.5 WLL = 0. 24 .08 kg c. 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 24) + (3 .2. 0.3 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 4.7 . 21.(0. 3 =133499. 2400 = (4 . 20 . 24) + (2. 24.0.(0.7 .12) . 0.8 kg Kolom (70x70) = 24 . 2 = 23040 kg WDL = 517962. (11+7) = 24 . 0. 9.85 . Beban Mati Berat plat = 24 .8 . 2400 =17740. 0. 2 . 0. 0.08 kg + 120000 kg = 637962.32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .73 . 20 . 20 . 24.2 . (0. 24). 20 .12) .5 .4 – 0. 20 . 250 = 24 .12) .7 .12 . 20). Beban Lantai 3 1. 20)} . 20)} .08 kg 2. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .84 Keramik = 24 .20 .

0. 0. 24.32 kg + 120000 kg = 673380. 0. (0. 2400 =17740. 2400 = (4 .52 kg 2. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 21.2. 24) + (2. 3 =174366. 20).32 kg d. 9.85 .5 WLL = 0. 250 = 24 .5 .72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 20)} . 20)} . 0. 20 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.12) .8 .8 . 0. 0. 9.12) . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 20 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . Beban Lantai 2 dan 1 1. 24).85 2. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380.8 kg Kolom (80x80) = 24 .3 .85 . (11+7) = 24 .(0.12) . 20 .20 . 0.8 .0.4 – 0. 24 . Beban Mati Berat plat = 24 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 2 . 20 .12 . 24) + (3 .(0.8 .3 .

24.4 + 637962.5 WLL = 0. Untuk Tx = Ty =0.5 .7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.20 .77 m = 0.7 detik 3.52 kg +120000 kg = 714247.86 Koefisien reduksi = 0.2 = WDL + WLL = 594247.3.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.32 + 714247.3. .3.52 = 3554367. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.84 kg 3.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.52 + 714247. 500 = 120000 kg W1.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .05 3.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.77)3/4 = 0.06 (28.08 + 673380.

1.5 .0 .Wt = 0.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.198 < 3 = 24 A Fix = b.hi Vy ∑ wi.38 ton = 799. 1. I .5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .77 = 1.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.74 ton 3. Arah y H 28. y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y . 3.hi Vx ∑ wi.05 .hi wi.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.77 = 1. Arah x (lihat tabel) H 28.K .3. 3554.6.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.5 dan K=1.

25 Wi .46 4.55 32.83 49.6 Fix.88 1/3 Fi. hi (ton/m) 23434. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.09 9044.19 9.71 12. utama Diameter tul.40 57323.29 98.07 24.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.88 Tabel 6.4 Perencanaan Balok 3.y (ton) 327.y 81.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.92 14.29 26.46 19.77 9.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.03 12065.75 176.53 637.81 3378.94 44.4.38 714.69 673.5 Mpa .25 714.73 Wi (ton) 814.42 6756.x 65.77 18.12 33.47 132.

0040 [ 0.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .022 As = ρ .θ 356008900 0. b.3 N Vu = 184107.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279. 250 .0040 ρ perlu = 0.b.5 = 2205.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .8.105 MPa ρ min = 0.250.658.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.0134 . 658.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658. d = 0.5 2 = = 4.0134 ρ maks = 0.0134 [ 0.

98 N . fc .6 .78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.90 A= P θ .5 .Sx2y = 0.806 mm2 Ast = As + A = 2205. fc . fy 19279.65. 1/24 .1/24 .19) 2 = 76.975 + 91. 22. Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547. fc .5 = 156176.806 = 2297.4 N Sx2y = (250-40)2 . 22.350 = = 91. d = 1/6 .5 .01 Nmm Vc = 1/6 . b .5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107.1/24 . 250 . (700-40) = 29106000 mm2 υ . 658.01 Nmm Tu ≤ υ . 29106000 = 3451547.3 0.

d .68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .4.98 0. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.S fy. 658.63 mm . b .6 = 150668.5 / 4 = 1634.2 Balok lantai 2.150 350.68.5 .91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.13 N Vs ≤ 2/3 .658.68 N ≤ 520827.3.5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm .5 = 520827. 250 .4. fc = 2/3 .05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3. fc 150688.4 − 156176.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.5 = = 98. d .d 150668. b . 22.

735.8. utama Diameter tul.5 MPa ρ min = 0.92 - Selimut beton (p) Diameter tul.0191 [ 0.0040 [ 0.0040 ρ perlu = 0.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .300.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.5 2 = 6.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.022 As = ρ . b . sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22. d .0191 ρ maks = 0.θ = 849107800 0.b.

fc . 1/24 . 22. 22. fc .93 = 0. d = 1/6 .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . fc . 34848000 = 4132464. 300 .14 N . Sx2y = 0. Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.0191 .45 Nmm Tu ≤ υ .415 + 1225.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . 735.5 . 735.5 .6 . 300 .45 mm2 = Ast = As + A = 4214. 1/24 . b .65.4 0. fy 278790.45 = 5439.5 = 4214.350 = 1225.1/24 .5 = 174439.45 Nmm Vc = 1/6 . (800-80) = 34848000 mm2 υ .

5 = = 269.14 0.S fy.5 / 4 = 183.875 mm .6 = 4633355. fc 463355.5 . b .86 N ≤ 697756.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 = 697756.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439. 22. b . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.150 350.99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 .86.56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.d 463355. d . d . 300735.56 N Vs ≤ 2/3 .735. fc = 2/3 .

5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.5 mm Penulangan pada momen .4.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul. utama Diameter tul. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.95 3.3 N Vu = 128928.

0171 ρ maks = 0.5 = 2183.350 = = 3036.96 K= Mu d 2 .0040 ρ perlu = 0.022 As = ρ . fy 690887.65.200.86 mm2 Ast = As + A = 2183.0171 . d = 0. 200 .67 + 3036.0040 [ 0.86 = 5220. 638.θ 328143700 0. b.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.5 2 = = 5.8.3 0.03 MPa ρ min = 0.0171 [ 0.b.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .638.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .

1/24 .9 − 49512.56 Nmm Ct = b.5 . 200 .6 . Sx2y = 0. fc = 2/3 .9 N Sx2y = (200-80)2 .5 22.56 Nmm Tu ≤ υ . 8928000 = 1058730. b .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928.014. 22.14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 1/24 .5 1 + (2.200.5 .97 Vu = 128928.638.5 8928000 = = 0. Tu 2 ) Vu = 1 / 6. 22. 638.5. fc .Ct. 6547700 2 ) 128928.d ∑ x2 y 200.5 . 1/24 .014 Vc = 1 / 6.9 = 49512.5. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.b. d .0.36 0.d fc 1 + (2.6 = 165369.638. (700-80) = 8928000 mm2 υ . fc .

85 N Vs ≤ 2/3 .98 = 403822.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .638.14 N ≤ 403822.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461. fc 165369. b .62 mm .5 = = 110.5. d .14.150 350.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.5 Perencanaan Kolom 3.d 165369.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.3 N = 328431. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.S fy.5 / 4 = 159.

85.21 = 389. Cb = 0. Pnb = 0. 22.65 .43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .21 mm ab = β .85 . 800 . b .d 600 + fy 600 725.85 . 458. 0.65 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .48 .6 N .3 = = 429. fc = 389.99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.5 600 + 350 = = 458.5 mm e = Mu P 1125725 2621461. 0. 5959044 = 3893378.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.

100 P ≤ Prb 2621461.0244 ≥ vy = 0.03 N = As’ Tsb fy 271967.003 50 = = 0.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.25) 3 .3 N ≤ 3893378.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.21 − 50 0.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .05 mm2 As = 2 As’ = 2 .000167 = cb − d ' 0.003 d 458. 777.d ) 2 2 2 2 800 800 389.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.30 350 = = 777.05 = 7154.d ) + Csb ( .

5 . 1/24 .3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . 800 .3 − 458846.101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431. 22. 1/24 .02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 343000000 = 40674796. fc = 1/6 .6 = 88539.5 = 458846. 1/24 . b . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. fc .b .48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. Sx2y = 0. d . d .5 = 1835385. b . fc .95 N Vs ≤ 2/3 .5 . 22.5 .48 0. 800 . 22. d .4 Nmm Vc = 1/6 . fc .6 . fc = 2/3 . 725. (800-100) =343000000 mm2 υ . 725.4 Nmm Tu ≤ υ .

5 = 53.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .02.d = 88539.102 88539.5 / 4 = 181.150 350.5.725. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.s fy.375 mm .302 mm2 Dipakai D 12-150 3.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.02 N ≤ 1835385.

800 . fc = 389.85 . Cb = 0.0.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .12 .48 . 458.5 = 5959044 N .21 = 389. b .5 mm e = Mu P 629904200 2053252.85 .50 . 22.103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 . 0.21 mm ab = β .85 .2 = = 306.d 600 + fy 600 725.25 / 2 = 725.5 600 + 350 = = 458.

000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.6 N P ≤ Prb 2053252.48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.21 − 50 0.003 50 = = 0. Pnb = 0.0244 ≥ vy = 0 .8 N = As’ Tsb fy . 5959044 = 3893378.d ) + Csb ( .2 N ≤ 3893378.Tsb = 5959044 N Prb = 0.65 .003 d 458.000167 = cb − d ' 0.104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .d ) 2 2 2 2 800 800 389.65 .

22. 1/24 .4 Nmm Tu ≤ υ . fc . = 458846. 800 . 725.5 . Sx2 = 0.25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 . 1/24 . fc 22.43 = 4842.43 mm2 As = 2 As’ = 2 . ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ .48 N .105 = 847498. fc .4 Nmm Vc = 1/6 . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769. 1/24 .5 . 241.8 350 = 241.85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. b .5 = 1/6 .6 . 343000000 = 40674796. d .

65 mm2 Dipakai D12 .5 . 22. d .48 0.106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846. 800 .6 = 33264. fc = 2/3 . d .s fy. b .5 = 1835385.375 mm .725. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.d = 33264. 725.150 .5 = 19.95 N Vs ≤ 2/3 .81.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. fc 33264.150 350.81 N ≤ 1835385. b .5 / 4 = 181.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .

2 N = 227849.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.2 = = 382.5.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .107 3.3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.5 600 + 350 = = 395.05 mm .d 600 + fy 600 625.

039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .65 . 4495452.000167 = cb − d ' 0.85 .Tsb = 4495452.021 ≥ vy = 0.83 N P ≤ Prb 1438837.05 = 355.2 N ≤ 2922043.05 − 50 0.108 ab = β . 0.000167 . 700 . 395.003 50 = = 0.65 . 22.85 . Pnb = 0.83 control keluluhan baja vy vs = 0. fc = 355.5 = 4495452.85 . 0.039 N Prb = 0.039 = 2922043.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .79 . Cb = 0. b .003 d 395.

1192.6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.039 ( = 818644293. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489. 22. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .66 mm2 As = 2 As’ = 2 .33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3. 216000000 = 25614449.5 mm.d ) 2 2 2 2 700 335.4 Nmm = ( 700 –100 )2 . 1/24 . Sx2y = 0. 1/24 .5 . fc .25) 2 = 262.98 350 = = 1192.6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.66 = 2385.d ) + Csb ( .05 Nmm .6 .98 N = Tsb fy 417432.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.

= 346150.6 = 32998. b .5 .18.5 .4 − 346150.18 N ≤ 1184603. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.d 323988.05 Nmm Vc = 1/6 .5 = 1/6 .5 = .625. b . 625.110 Tu ≤ υ . 700 .5 32998.375 mm. 1/24 .5 / 4 = 156. fc 22.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489. 700 . d .18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . = 1184603.s fy. fc = 2/3 . d .150 350. fc 22.27 N Vs ≤ 2/3 . d . fc . b . Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625.82 0. 625.

50 .111 = 22.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.5 mm e = Mu P .4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.5.7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .9 N = 333098.12 .25 / 2 = 525.

b .85 . 600 .9 N ≤ 2104191.89 mm ab = β . 0.112 = 736391000 1118951.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .d 600 + fy 600 525. Pnb = 0.88 N control keluluhan baja .65 .5 600 + 350 = = 331.28 = 2104191. 0.28 N Prb = 0. fc = 282.11 . 3237218.88 N P ≤ Prb 1118951.5 = 3237218.Tsb = 3237218.28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .9 = 658.85 . 22.89 = 282. 331. Cb = 0.28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .85 .65 .

5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .11 − 50 0.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.003 50 = = 0.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.5 mm.86 = 2537.0139 ≥ 0.68 350 = = 126.68 N = Tsb fy 444102.d ) 2 2 2 2 600 282.28 ( = 514539659.5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .113 vy vs = 0.000167 = cb − d ' 0.d ) + Csb ( . 126.003 d 282. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .25) 2 = 212.

1/24 . Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176. 1/24 .7 − 238761.5 125000000 = = 0.d fc 1 + (2.5 . 22. 1256000000 =14823176.54 1. Vu = 1 / 6.525.05 0.53 Nmm Ct = b.0025 Vc = 1 / 6. 333098. Sx2y = 0.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098.6 .b. fc .0.525.6 = 316403. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ . fc .5.45 N ≥ 0 .114 Vu = 333098.5 1 + (2.5 22.d ∑ x2 y 600. 1/24 .600.53 Nmm Tu ≤ υ .7 = = 238761.Ct Tu 2 ) .044 16062300 2 ) .5.0025 249266.

5 / 4 = 131. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5. d .115 Perlu tulangan geser 2/3 .6 N = 78669000 Nmm .13 mm. 22.5 = 997066.525. b . d .s fy. fc 316403.5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.d 316403.150 350. 600 . 525.45 N ≤ 997066.5 .45. b .14 N Vs ≤ 2/3 .5 = = 258. 3. fc = 2/3 .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .1 N = 242316.

600 .89 = 282.85 . b . Cb = 0. fc = 282.d 600 + fy 600 525.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .5 mm e = Mu P 703405000 801470.5 600 + 350 = = 331.85 .64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .5 .89 mm ab = β .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525. 0.11 . 331. 0. 22.85 .1 = = 877.

1 N ≤ 2104191.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .003 50 = = 0.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .117 = 3237218. 3237218.88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.28 ( = 514539659.88 N P ≤ Prb 801470.65 .65 .Tsb = 3237218.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.68 N = Tsb fy .11 − 50 0.d ) 2 2 2 2 600 282.003 d 282.d ) + Csb ( .28 = 2104191.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.0139 ≥ 0.000167 = cb − d ' 0.28 N Prb = 0. Pnb = 0.

d ∑ x2 y 600. 1/24 .23 = 2158. 1/24 .46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3.118 = 377730.525.25) 2 = 212.23mm2 Ast = 2 . fc . (600 –100 ) =125000000 mm2 υ . 1256000000 =14823176. fc .6 . 22.6 Nmm = ( 600 –100 )2 .5 . 1079. As’ = 2 .0025 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316. 1/24 .5 125000000 = = 0.53 Nmm Tu ≤ υ . Sx2y = 0 . Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.53 Nmm Ct = b.68 350 = 1079.5 mm.

b . 22. Vu = 1 / 6. 600 .14 N Vs ≤ 2/3 .0025 249265. 525.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.6 = = 110294. d .d fc 1 + (2.5.600.54 2. b .525.5 / 4 = 131.6 = 293566.07 N ≤ 997066.b.5.5 1 + (2.93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.5 = 997066.13 mm. fc = 2/3 .93 0. fc 293566.119 Vc = 1 / 6. dipakai 150 mm Penulangan geser . d .5 . 242316.07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 22.0.26 78699000 2 ) .2 − 110294.Ct Tu 2 ) .

120 Av = Vs. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.150 350. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.s fy.d = 293566.6 Perhitungan Pondasi 3.6. serta .525.07.5 = 239.42 mm2 Dipakai D12-150 3.

Selanjutnya. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.6. 3.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0.45 m 3. Untuk itu.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7.6.

670 = Mu / P =1397.731 1.87 17008.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.5 1.108 1397.25 x 4.25 m x 4.158 m2 : 1.25 x 24 = 915.61 7341.82 6652.670 524.6704 kN = 1397.92 6917.5 0.875 KN q = 1457.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.15 11042.25 m :3 :3 : 0.45 0.25 x 3.413 m : 1.595 3190.85 4412.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.499 + 190.41 1393.41 2864.624 KN = 541.36 0.670 = 4648.829 1400.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.39 0.95 0.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.731 / 3190.169 2202.5 1 4 5 6 8 1230.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.48 0.14 x 0.99 3728.94 1.28 3563.51 4648.81 1354.25 x 1.25 m x 1.96 5114.169 kN .

43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .413 140.426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .n = 1- 0. A + SF 2 SF1 Tf .( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.n = Arc tg d/s = Arc .3 90 = 1. n = 1.5 α = 1- θ 90 . A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .29 0.( 3.158 + 10 5 = 32.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.B qc. = 0.123 = 0. 32.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) . Q.B qc.0.684 .1.328. 8 = 347. tg .45 1.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .

7308.5 + + 8 9 9 = 864.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864. Detail Pondasi .7308. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.744 = 6917.95 kN Beban yang terjadi 4648.5 1397.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.169 kN < 6917.1.x Mu.124 q1 = p Mu.6704 1397.1.

SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I. 42 tahun 2002.I No.1. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No.I No. 4. Pengganti kepres R. 3. PenggantiKepres No.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. 14571. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000.17 tahun 2000.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 80 Tahun 2003. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1.I No. dan Kepres R. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. 18 tahun 2000. dan Kepres R. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. 2.

IK.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. . 5.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. Peraturan. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. 7. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. Renovasi. 9. Pasal I. 6. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. Pasal I.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. 8. No. Ik. 02. Restorasi) Bangunan Gedung Negara.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah.02. 2 tahun 1999 dan No. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. Peraturan Mendagri No.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003.

Jalan Pahlawan No.04 Semarang.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 4. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. ARSI GRANADA. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. 5. 3.04 PERENCANA / ARSITEK 1. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . 6. CV.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 2. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan.131 2. . Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. Pasal I. 3. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan).

18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. . Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 6. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran.132 Pasal I. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. 2. 3. 5. 4. 7. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan.

Pasal I. 2. 3. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. 2. 2. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. 3. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. 4. Hari Tanggal : : .133 Pasal I. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. 3. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan.

Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh. 08 PELELANGAN 1.WIB. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1.2005. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :……………………….. pada :…………………….000. .6.2005. Jam :…………………. 4. Pasal I. 3. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan..WIB.-. 4. 2.. Jam :…………….134 3. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan.

ukuran sesuai contoh. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1.135 2. 3. Pasal I. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. Pasal I. 5. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. 4. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. 2. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup.

2. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja.. 4.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Harga Upah dan Bahan .. RAB b. surat Pernyataan. 6. 3. 6000. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. daftar RAB. Surat Penawaran Lampiran : a. 6000. b.136 2. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. Penawaran berisi : 1.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. Harga satuan c. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. 5. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup. Analisa d. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. Surat penawaran.

Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. 3.(dua ratus juta rupiah). Pasal I. Data pengalaman perusahaan e. . Pakta Integritas 7.000. Dokumen Teknis a. 200. 1.000.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. Daftar Personil c. Metode pelaksanaan 4.. Tatakala / Time Schedule b.137 e. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. Dokumen Adminnistrasi a. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran. Data peralatan d.

tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I.138 2. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. 9. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. 8. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. Surat penawaran. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. 3. 5. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. 13 CALON PEMENANG 1. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . 6. 4. 7. 10. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar.6000..

hal mana harus dicatat dalam berita acara. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. b. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. . 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. 4. 2. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. c. administrasi dan harga.139 a. Aspek teknis. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Pasal I. 3.

Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). Pengguna Anggaran b. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. 2. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 3. 5. 2. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. .140 Pasal I. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. 4.

atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. 3. Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. . Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan. 6. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. 2.141 3. 4. Pasal I. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan.

2. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. 3. Bilamana akan dimulai di lapangan. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1. . Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. 2. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. 4.142 Pasal I. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. Pasal I.

Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. 2. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. . Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS.143 3. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). Kesemuanya atas biaya perencana. Pasal I. 5. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. Lapangan/lahan yang tersedia. 3. 4. 4.

Pasal I. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. 3. 2. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. . alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. Di dalam pelaksanaan. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. 4. gudang dan lain-lain. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan.144 6. 5..

. Pasal I. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. 3. 5. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik.145 Pasal I. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. 3. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Bilamana terjadi kecelakaan. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. 4. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. 2. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. 2. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan.

kejadian . Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. gempa bumi. 2. hujan lebat. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. 3. Pasal I.146 4. pemberontakan. 5. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. 6. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. angin topan. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. perang dan lain-lain. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan.

4. Pasal I. Pasal I. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. 01. Apabila terjadi force majeure. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. Pasal I. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. bukan menjadi tanggungan Pemborong.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. . Jamsostek. ternasuk tenaga dari team Teknis.

RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. 3. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. 5. 4. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . 6. b. d. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Bila terdapat perbedaan : a. Antara gambar dan ketentuan RKS. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. e. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. c.148 2.

Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. .149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. mengopy dengan cara apapun. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. 7. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. 8. 10. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. 9.

150 Pasal I. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. 4. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. 4b dan seterusnya. BQ tidak mengikat. 6. 28 LAIN-LAIN 1. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. . Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. maka perubahannya tidak nomor 5. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. 3. 9. tetapi nomor 4a. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. 7. 5. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. 8.

Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan.151 4. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan. yang mendapatkan pekerjaan. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. Pasal II. 3. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. . 01 JAMINAN LELANG 1.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. 2..200. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. 24 Februari 1988. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.000. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. Sebesar Rp. 2. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan.(dua ratus juta rupiuah).000.

Pasal II. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. 2.152 3. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. Pasal II. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. . Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. 3. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut.

2. 3.atas biaya pemborong.153 2. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a.. 05 PEMBAYARAN 1. 2. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Pasal II. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. Bestek dan RKS .06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. Suart undangan b. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. 6000. Pasal II. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album.

Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l.6000. Surat Penawaran h. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan.000. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p.6. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. Berita Acara Evaluasi f. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku.154 c. Daftar RAB i. Berita Acara Aanwijzing d. n. SPK (Gunning) g. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. Time Schedule m. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Surat kesanggupan bermeterai Rp. q.- . Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e.

dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. pekerjaan harus sudah dimulai. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. x. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. u.155 r. . Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. Foto copy jaminan pelaksanaan. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. 2. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. v. w. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. z. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. y. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t.

Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Apabila akan memulai pekerjaan.156 3. c. 3. b. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. hari besar dan hari raya. Pasal II. 4. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. 2. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. .

Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir.157 4. . Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. 5. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 2.- Pasal II. 6000.

Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. Data yang lengkap. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. c. b. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. 2. gangguan keamanan. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara.158 Pasal II. . perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang. b. pemogokan.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. d. 3. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Adanya force majeure (bencana alam.

3. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). 2.159 e. . Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. Pasal II. f.

4. 2. Pasal II. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna.160 Pasal II. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. pada penyerahan . (pembidikan dari titik tetap).13 DOKUMENTASI 1. maka akan diselesaikan secara musyawarah. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. 3. Sebelum pekerjaan dimulai. 2. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya.

Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Pasal II. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. As built drawing 10. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. 2. sebanyak 8 exemplar 9. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. 3. 4. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7.161 pertama.

Pada pengabutan pekerjaan tersebut. 2. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . 2. CONTOH SURAT PENAWARAN : . Pasal II.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. 3.162 Pasal II.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1.

yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. . Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. di Berkedudukan : ……………….. : ……………….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada …………………….tanggal…… bulan…. : ………………. Dengan ini menyatakan : 1. Jl.. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. 2. pada tanggal …….tahun…. 3. dengan mengambil tempat di……. …………………. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari….

Denagn harga borongan d. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. Sanggup dan bersedia melaksanakan. Lokasi c. Hormat Kami. CV/ PT. Pekerjaan b. . Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. 6000.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak.01. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. 5.164 4. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. 2004 Materai Rp. 7.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4.

Instalasi dan Panel b. 2. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Instalasi Telepon d. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Sound system Gedung f. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. Sarana dan Fasilitas . Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya.165 PENJELASAN UMUM 1. Instalasi Komputer e. Instalasi non Standart a. Tarikan Feder Genset c. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. pengolahan pengangkutan semua bahan. pengerahan tenaga kerja.

166 a. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Pembuatan rumah pompa 3. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll.5 d. Penyambungan air bersih. Pekerjaan prasarana 1. 4. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. 5. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang.02 TEMPAT KEGIATAN . Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e. Pembenahan Space Frame Lt. Pavingisasi f. serta stop kontak daya pada semua ruang. Perapian Delatsi c. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. Penataan sekat ruangan b. 3. Landscaping h. Pasal III. Saluran g. 2.

4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. .00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data). Los Kerja dan Gudang. 4.167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. 5. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass). Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. 2. 4.04 Semarang. 3.01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. Sebagai ukuran dasar + 0. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama.

02 PEKERJAAN TANAH 1. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. Pemadatan.168 6. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. . Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. c. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. Penggalian dan penimbunan. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. d. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. f. e. (untuk penimbunan dengan tanah urug). b. sesuai dengan gambar rencana. sloof. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. Pengeringan dan pengontrolan drainase. Pasal IV.

dan dibersihkan dari lapangan. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. 4. 5. 3. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. 2. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. b. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. . Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan.169 g. Penggalian dan Pembersihan 1. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. 2. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. Menyediakan material-material yang baik.

dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. 7. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. 3. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. 2. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. . Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. Seluruh pohon-pohon. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar.170 6. keluar lapangan. rumput-rumput. c. semak-semak.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Kwalitas Beton a. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. c. 3. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat.178 d. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. dilakukan lapis demi lapis. b. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. . 4. e.

. ƒ Bebas dari kotoran-kotoran. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. mengelupas. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : ƒ Pada SKSNI T-15-1991-03. karat dan tidak cacat (retak-retak. seperti ASTM. ACI. 3. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan.179 d. dsb). minyak. ƒ Disesuaikan dengan gambar-gambar. dan peraturan lainnya yang relavan. luka. ƒ Mempunyai penampang yang sama rata. 2. b. 5. lapisan lemak. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. Besi Beton (steel reinforcement) 1.

Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. Beton 1.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . 6. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. c. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. 7. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi.180 4. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. 8. 5. Umum ƒ Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas.

2. ƒ Penggunaan alat.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. ƒ Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T. ƒ Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks.alatnya. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. ƒ Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras.15-1991-03. alamat maupun kemampuan alat. . Pengecoran Beton ƒ Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. baik nama perusahaan. ƒ Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d).alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. ƒ Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair.

hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. . ƒ Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. ƒ Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. ƒ Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran.182 ƒ Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. ƒ Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. Curing Dan Pendirian Atas Beton ƒ Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. pengeringan oleh angin. melalui acuan dan lain-lain harus 3.

7.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas. 6. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. dengan petunjuk. Selesai pekerjaan sloof. ƒ Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini. 8. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom.183 ƒ Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut.stek dinding dan stek kolom praktis ƒ ƒ Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. . curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22.

.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. 2.184 ƒ Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. Lingkup Pekerjaan a. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur.05. Bahan – Bahan yang digunakan a. 3. Pasal IV. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. memenuhi S. Semen 1. b.

Batas. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. ƒ Khusus untuk pekerjaan beton. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). Pasir beton (aggregate halus).kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan. 5. b. . Dimensi maksimal 2. 4. 3. 2. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): dipasaran tidak ƒ Harus mempunyai susunan gradasi yang baik.185 2. terdiri atas: 1. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03.5 cm .batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan.

pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. Penyimpanan semen : . untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. Besi Beton Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). 4. d.186 ƒ Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b.2 untuk beton biasa. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test. maka disamping adanya certificate . Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. berat (cukup ruwet) c.

terlindung pengaruh cuaca. minyak atau zat asing lainya.187 1. 2. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. Penyimpanan besi beton 1. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. d. 4. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. 3. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. Bekisting yang Digunakan . c. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . 5. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras.

Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. h.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. d. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. . Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. g. b. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). Pada bagian terendah .188 a. c. balok atau kolom beton yang bersangkutan. f. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. e.

kwalitas beton dengan fc = 22.5 MPa. . Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. Kualitas Beton a. 7. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. Bila akibat pembongkaran cetakan. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. c. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Sedang beton praktis dengan fc = 17.189 i. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. 6. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi.5 MPa. b. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong.

190 d.5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. 3. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . dan diukur penurunannya (slumpnya). g. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. 2. e. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. .5 cm. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. minimum 7. 5. 4. f. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton.maximal 12. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). Setelah atasnya diratakan. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya.5 cm . Setiap lapis ditusuk.

selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. i. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. Jika dianggap perlu. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03.komponen beton. k. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai.191 h. Penggantian Besi . l. j. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. 9. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. 8.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong.

Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. b. 2. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. .192 a. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. 3. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. c.

4 mm + 0. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. d. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. . Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar.5 mm - 10. Perawatan Beton a. Toleransi Besi Diameter. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. 3. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0.193 2.

leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. . LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. talang seng. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. plat beto kanopi. Pasal IV.gambar kontruksi yang diberikan. 06. talang beton. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11.194 c. b. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. plat beton atap. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. Tanggung Jawab Pemborong a. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. c. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.

Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. 3. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. lantai janitor. d. Syarat Pelaksanan a. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut.kotoran. plat beton atap. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. Water proofing system coating 3x b. c. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. b. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. f. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . e.195 2.

Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. 5. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. 6. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. 4.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. . Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. b.

c. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. 3. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. . Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya. Allowable tensil stress 2. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b.197 Pasal IV . Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3.90 t/cm2. Bahan.Bahan a. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2.07.25 t/cm2 tidak berkarat. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja.

Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. 6. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. c. Pekarjaan Las a. 4.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. b. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. harus dibuat satu. tidak dicat. 5. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan.

bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. 7. Setelah didirikan. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . 8.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari.

PEKERJAAN PENUTUP ATAP. pekerjan listrik dan penangkal petir. papan nok menggunakan kayu jati masing. LISTPLANG DAN TALANG 1. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. listplang. Bahan-bahan 1. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. pekerjaan listplang beton. pekerjaan talang. Bahan kerangka kayu : gording. . Pasal IV. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. Lingkup Pekerjaan 1. b. sedang reng ¾. atap. Penutup Atap a. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. Menyediakan bahan. b. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. bubungan nok. 08. pekerjaan kerangka baja untuk gording. 2. 2.

b. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Penutup Listplang Dengan Kayu a. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3.201 2. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. c.catan.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. 2. . harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. Pemasangan Listplang 1. 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Bahan penutup Listplang 1.

Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap.202 3. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. b. 3. Pekerjaan Talang a. 3. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. Bahan–bahan 1. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. . kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. 2. 4. saringansaringan saluran cucuran kebawah. Lingkup pekerjaan 1. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga.

harus betulbetul kedap air.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. . Pasal IV. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. b. c. Pasangan batu kali untuk pondasi. PEKERJAAN PASANGAN 1. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. 09. 2. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Jenis Adukan Yang Digunakan a. a.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik.

Digunakan untuk dinding–dinding toilet. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. dan bata merah. b. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. permukaan halus tidak berlubang–lubang. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. kuat tidak mudah pecah. serta digunakan dalam pemasangan keramik. 4. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. b. . seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. c. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. 3.

Batu bata harus baru. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. Mempunyai sifat kondisi rendah. 4. . 6. 3. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. 5. Bahan campuran (air. 2. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. Plesteran dan Acian.205 b. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. c. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Bahan Untuk Adukan. Ukuran seragam dengan standard nominal. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. sudut–sudutnya tidak tumpul.

o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk.206 5. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. Pemasang batu kali untuk pondasi 1. bata merah. 6. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. split ). 2. kerikil. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. Syarat Pemasangan a. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana.

harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. f. tidak melengkung/ bergelombang. . potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. c. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. b. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. Kolom Beton/Tulangan Praktis. d. datar. rata. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka.207 menggunakan potongan. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. e.

khususnya untuk seleksi kwalitas. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. warna. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. b.10 PEKERJAAN LANTAI 1. tekstur. Pekerjaan lantai keramik 2. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan alat perabot . d. c. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. Pasal IV. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan.

tidak bagian yang gompal. b. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. retak atau pecah.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. . ruang dapur. Pekerjaan Lantai Keramik a. d. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet.40/40 dengan ketebalan 7 mm. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. c.

Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. tidak membentuk garis lurus. telah dahulu dipasang pasir uruk. Apabila hasil pemasang tidak rapi. hingga betul–betul bersih. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. k. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. retak dan hasil gelombang. i. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. g. f. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. .210 e. tanah telah dipadatkan. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). h. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. minimal setebal 10 cm. j.

Persyaratan Pelaksanaan 1. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. c. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. b. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. Lantai Rabat Beton a. Bahan yang digunakan .211 l. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. 3. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. 2.

d. PEKERJAAN DINDING 1. 2. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. IV. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. Pasir pasangan muntilan. . Alam Daya Sakti/setara. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. c. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. Pasal .II. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. Lingkup Pekerjaan a.212 1. b. khususnya untuk menentukan warna.

PVBB1970 dan PUBI 1982. Syarat–syarat pelaksanaan . 3. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. harus baru. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. 4. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Pekerjaan Dinding Keramik a. peraturan keramik Indonesia NI. maupun cacat . setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. warna. Persyaratan Bahan 1. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. b.213 2. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. 2. tektur dan bahan tidak boleh rusak.19.

Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik.5 cm atau bahan perekat khusus. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. sesuai petunjuk pabrik pembuat. warna. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. 6. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. keramik langsung dapat diletakkan. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. . garis–garis siar harus benar–benar lurus. Sebelum keramik dipasang. 7. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. 4. 5. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. 3.214 1. gumpal atau cacat lainya. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. 2. adukan baik menggunakan supersemen.

Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. Lingkup Pekerjaan a. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. b.215 8. Pasal. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. IV. 9. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. Pekerjaan langit-langit meliputi: . 10. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS.

. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. b. d. 2. f. Sebelum pelaksanaan. e. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. c. rangka plapon digunakan BMS/setara. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. gridnya harus lurus dan datar.216 ™ Pekerjaan langit – langit askutik ™ Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain.

Lingkup Pekerjaan a. 3.217 g. Pasl. IV. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Bahan-bahan ™ Janitor : TOTO type SK 22a . Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Plapon akustik dengan ornament khusus a. Plafond khusus dipasang dengn type. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. sesuai gambar. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. b.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. harus sesuai dengan gambar. b. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan.

dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. . Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. Pada saat pemasangan. 3. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. 4. 2. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511.218 ™ Floor ddrain ™ Wastapel ™ Kran ™ Cermin ™ Kloset jongkok ™ Urinior ™ Doset duduk c.

2. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. . Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3.219 d. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. bentuk ukuran.

dikancing dengan pasir uruk ƒ Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup.220 • Persyaratan pelaksaan: ƒ ƒ ƒ Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. terbuat dari : . ukuran sesuai dengan rencana gambar. • Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4.

5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.sop) dengan bentuk sesuai gambar. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”. .221 ™ Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman.15 -199103 ™ Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water. ™ Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.

222 Pasal. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. Pemborong utama bertanggung jawab. d.14. c. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. b. PEKERJAAN PENGECATAN 1. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. . IV.

c. . Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. 2. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi.223 e. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. d. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. berdasarkan alkyd resins. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. kolom. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. b.

4.224 2. Sebelum bagian-bagian yang retak. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. Persiapan umum : a. 4. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. . tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. 3. pemborong harus secepatnya. 3. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. lembab atau berdebu. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. 5. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah.

a. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. 6. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. Pelaksanaan. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. baik bagian luar maupun dalam. b. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat.225 b. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Bersihkan permukaan dari debu. 7. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. Persiapan : . Pengecatan Kayu : a. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih.

Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . kotoran dan sebagainya. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. 8. Keahlian a. c. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Pelaksanaan. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. b. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Bersihkan permukaan dari debu. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . b. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin.

Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai.227 d. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Setelah pengerjaan pengecatan selesai. b. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. . Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. 9. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. serta mendapat persetujuan pengawas. e.

b. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. bahan – bahan yang diperlukan. 1. PINTU. 2. 1. JENDELA DLL.228 Pasal IV. 2. peralatan termasuk alat. Pintu kayu dan pintu kaca.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. Bahan –bahan . Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. Lingkup Pekerjaan a.15 PEKERJAAN KOSEN. Meliputi pekerjaan.

b. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1. 3. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). 1. Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1.00 mm .229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu.

• • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. tahan terhaap matahari. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. 3. • Neoprene : Jenis extrusion. kepadatan 65-96 kg/m3. tidak menyerap air. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. Contoh . oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2.

dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. tempers. alloy. Untuk mendapat ukuran yang tepat. Pekerjaan Persiapan 6. Gambar pelaksanaan a. finish.231 Kecuali ditentukan lain. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. b. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. besaran–besaran ketebalan. b. 5. . Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. 4. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. Pekerjaan pelaksanaan a. kekuatan.

Semua detail pertemuan harus halus. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. d. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. i. e.232 c. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. sambungan sudut atau silang. h. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. f. 8. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. 7. g. sehingga tidak ada kebocoran suara. Untuk mendapat hasil yang baik. Hubungan dengan Material lain. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Perlindungan bahan . Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang.

. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. tes korosi. b. tes terhadap kebocoran udara. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. anodized. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. beban angina.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. • Material tes(tes terhadap bahan. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. Pengetesan a. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. 9. jika hasil pengetesan gagal. c.

Bahan – bahan 1. skrup – skrup. menyetel. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. b. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. b. memahat. Garansi (Jaminan) a. 3. membuat lidah –lidah . Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. terhitung sejak selesainya masa perawatan. 2.234 10. Menyedian alat –alat logam. Bahan kayu jati kwalitas politur . Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. Lingkup pekerjaan 1.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak.

skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. finish melamine. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). .00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). 3. 2. c. Lingkup pekerjaan 1. 4. Pelaksanaan 1. bahan–bahan. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. untuk yang lebih besar dari 1.235 2. Pengikat berupa paku mur. baut. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. untuk yang lebih kecil dari 1. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan.VI. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 3. Diats kosen pintu dan jendel.

Persyaratan Bahan 1. . daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. b. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan.236 2.

lain. 5. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas.237 2. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. d. 4. . Contoh – contoh 1. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. nama barang. 3. 2. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . kekutan ayun dan lain . nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel.

tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci.238 3. e. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. 3. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . warna stansdr. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. f. Pemasangan lockcase. 4. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. Untuk pintu toilet. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. Persyaratan pelaksanaan 1. flap enfsel memikul maximal 20 kg. 2. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu.

Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. • Pengikat berupa mur. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. dengan ketebalan sesuai gambar. 5. 2. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. apabila hal tersebut tidak tercapai. • Penutup dauble teakwood. baut.239 pengawas. Persyaratan bahan 1. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. b. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm .

Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. besaran.H. ketebalan. alloy. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. 5. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. 4. kekuatan. trush detaidetail. Contoh Kecuali ditentukan lain. . Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. hitungan bila diperlukan. tempers.

sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. Pekerjaan kaca a. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. b.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. • Setelah terpasang. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. . Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. 6. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. c. kaca harus plat.

Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . yang retak–retak . 2. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. Membesihkan dan memperbaiki: 1. 7. d. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. kaca harus dibersihkan.

243 8. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding.IV. sedang bentuk. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. . PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. perbaikan tanah. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . penanaman rumput. rapi. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. 16. Railling tangga a. b. penanman dan penataan taman hias dan peneduh. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. Yang harus dikerjakan a.

3. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. c. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Rumput gajah dan rumput jepang 2. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. b. . Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. Pekerjaan Pendahuluan a. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). Pelaksananya peliputi 1. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. Pembutan relief dinding 2. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. Pekerjaan Tanah a.244 b. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu.

g. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. c. 4. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. Pekerjaan penanaman a. Galian untuk penanaman pohon. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya.245 b. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. Pohon 1. bersih dan tidak mengandung rayap. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . d. . diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. h. f. e.

pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. 6. perlindungan terhadap panas dan air. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. 5. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). 2. Pekerjan pemupukan a. baru ditimbun tanah baru. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Penyiraman air . Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap.246 2. b. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. Setelah tertanam. Perumputan 1. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c.

sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). b. Macam Pohon (sesai gambar) 8. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). Penyiraman rumput. Penyiangan dan pemotongan a. Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3.247 a. Pohon kayu putih c. Zammia Goldkas d. Pembersihan dan perlindungan : . Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. Lidah Mertua e. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). 7.5 bulan. b.

tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). rontokan–rontokan daun kering.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . b.248 a. 4.Terhadap bahaya tersebut (mulat). bila perlu pengecatan kembali. Selama berlangsungnya penanaman. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. c. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). lokasi selalu bersih setiap hari.

¾ TDR dari jateng ¾ SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well ¾ TDR dari Jateng ¾ Ijin kerja dari PAM Jateng ¾ Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a.249 Pasal V. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini .01. KETENTUAN UMUM 1. Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku.

024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. WEMA. VDE. yaitu : ¾ NFC. Peraturan dan syarat-syarat umum. AVE. 59/PD/1980. VDE/DIN. .250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. JIS. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. BS.

251

¾ Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit.
Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

¾ Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta
Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. Panel ™ Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. legrand. Ballas elektronik merk Philips. aman dan mudah diperbaiki . atau sederajat 5. Persyaratan Pemasangan a. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. warna putih merk LOMM atau sederajat. imlex atau esderajat d. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : ™ Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. ™ Lampu pijar Philips atau sederajat ™ Lampu langit-langit buat armature.258 c. arto light. LOMM atau sederajat.7 mm dan dicat dengan cat baker. clipsal.

5 x diameter kabel.259 ™ Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. • Sebelum penarikan kabel dimulai. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. Kabel dalam bamgunan. • Pemasangan kabel harus rapi. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. . Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. lurus dan kuat. Kabel ™ Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. terpasang pada bagian bangunan. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b.

khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. Lampu-lampu .260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. • Kapasitas kontak 10 CMP. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. dipasang 130 cm diatas lantai. • Saklar harus model tanam. c. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow).

™ Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : .261 ™ Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. ™ Setelah jaringan dibebani. commission dan perbaikan. balancing. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. 6. Commissioning dan testing. ™ Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. 7. ™ Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. ™ Harus dipasang dengan ketinggian yang sama.

™ Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 . ¾ 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan ¾ 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN ¾ 2 (dua) set : berita acara hasil testing. Pasal V. b. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan.262 ¾ 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. Rod Electrode. Pemasangan : a.

04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. bahan-bahan utama. c. 2. Pasal V. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan.263 cm. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. jarak ke pondasi bangunan 1.5 m. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. ™ Rod Electrode dipasang pada satu tempat. ™ Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2.

Urinor. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. urinoir. Sistem Air Kotor dan Air Bekas.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. yaitu terdiri dari : a. Alat-alat Sanitair : ™ Closet jongkok ™ Meja cuci tangan (washtafel) ™ Floor Drain ™ Floor Clean out (tipe lantai) ™ Janitor. Pipa air hujan : ™ Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. c. Selokan air hujan. Skat Urinor dll ™ Kaca cermin b. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. zink. .

V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Sistem Air Bersih ™ Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5. Persyaratan bahan dan peralatan a.5 HP .265 2. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511.

266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.450 rpm D 1.5 KW 15 meter 12 m3/h 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi ƒ ƒ ƒ Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi ƒ ƒ Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.

screw end. flange and ex KITAZAWA. ƒ Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. ƒ Valve.267 ƒ ƒ 4 buah lower level. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi. ™ Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air ™ Pempompaan air bersih pipa ƒ Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . ™ Sistim air kotor dan air bekas. screw type. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. untuk tangki atas.

268 ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. c. ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. Persyaratan Pemasangan ™ Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. ƒ Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. ƒ Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. ™ Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. . dengan sambungan lem.

™ Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. memenuhi persyaratan sbb: . ™ Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. ™ Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. ™ Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. d. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put.269 ™ Semua pemasangan harus rapi dan baik. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. ™ Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. ™ Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. sehingga pipa tiada melentur. Pengujian ™ Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik.

e. Pembersihan . Dosis chlorine ialah 50 ppm. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. ™ Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. f. ™ Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. ™ Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing.2 ppm. ™ Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas. Disinpeksi ™ Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik.270 ƒ ƒ Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 ™ Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai.

™ 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. g. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. ™ Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. .271 ™ Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : ™ 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. ™ 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap.

272 Pasal V. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. 3. Persyaratan a. General Area ™ Type General Purpose Dry Chemical ™ Agent Multi Purpose Dry Chemical ™ Shell Material Iron Steel . Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. b. Co2 atau sejenisnya. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. 2. 05.

.273 ™ Capacity 4 kg ™ Cargerd Weight Approx 8. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. Apabila timbul persoalan.0 kg ™ Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. Syarat-syarat umum a. b.

Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. d. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. Pada waktu pelaksanaan. Peraturan-peraturan. pipa-pipa dll. b. e. ijin-ijin dan standar-standar a. dari jawatan keselamatan kerja.274 c. saluran-saluran (ducts). c. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. 2. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. .

Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. b. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. 3. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. . Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Petunjuk Khusus a. pipa. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct.275 f. c. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini.

. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. d. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Starting.276 d. lantai 2 b. e. servising dan maintenance. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. e. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. Lingkup Pekerjaan a. testing. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. c.

Pekerjaan Pipa Pengembunan a. Pekerjaan Pipa. Pemborong harus berkoordinasi. Pekerjaan Listrik a. Bahan. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada.277 5. starter. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. zekring. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . transformator. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. Pekerjaan. switch. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. b. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. . 6. 7.

Peralatan v. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. switch. b. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. . trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. persyaratan PLN. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. c. d. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. ii.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. Syarat-syarat iii. iv.

Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. viii. Semua panel. . Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. 3.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. indikator. switch. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. ix. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. 2. f. vii.279 vi. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. e. Pemyambungan kabel x. 4.

c. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. KDK atau setara. rating CFM dengan toleransi 10%. Kipas Angin / Exhaust Fan a. merk yang digunkan nasianal.5 m. 9.280 g. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. b.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. . Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans.

Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. e. Mutu alat-alat dan bahan a. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. d. f. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. Penjelasan sistem • Listrik . Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. g.281 d. c. e. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf.

2. 2. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. griller. c. motor dan system pengaturan listrik yang ada. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. b. difuser. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. udara luar dan sistem pengukuran yang ada.2 deg C ( 90 deg F ). f. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. d. • Tenperatur 1. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. Pengukuran dan pengujian temperatur.282 1. Syarat a. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. .

07 . Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Pipa 1. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2.283 Pasal V. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. a. Pengujian A. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas .

volume control di by pass dan full power loud speker. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. d.80 db) . krap dan sejenisnya. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. c. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. .284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. b. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b.

tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. . f. 1 buah hand held micropune. e. 1 (satu ) set input source. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. 1 ( satu ) set amplification system. 1 buah table stand microphone. terdiri dari • 1 buah system amplifer . c.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. B. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. b. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat.

286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. Karakteristik frekuensi 7. 1 buah set swiching. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Dalam konstruksi slide-in panel. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . C. Catu Tenaga : 220 volt. monitor. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. S/N : 55 dB atau lebih 8.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. 50 Hz 6. Pre-amplifier untuk background music. Dalam konstruksi slide-in panel 2. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. rack dan accessories. Cacat harmonis : 0.

sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. Pasal V. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. testing dan penyetelan. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. c. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama.287 D. melakukan pengukuran. b. . URAIAN TELEPON 1. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya.08. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. untuk memasang peralatan dan perkabelan.

5. 2. a. 3. T Doos harus ditutup.288 2. Penyambungan pipa harus dilem. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Instalasi 1. harus ditarik didalam pipa. 6. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. Semua kabel. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. b. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. . Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. 4.

Screen dari lembar aluminium atau timah putih. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. . Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring.289 7. 12. c. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. 10. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci.5 mm). 13. kabel 14. Untuk instalasi Inbouw. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. 11. 9. Kotak Pembagi 8. 16. d.

20. . Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. f. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Pengujian oleh PERUMTEL. 23. 24. 3. 22. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. Pengukuran 21. Sebelum pemasangan dimulai. 18. Pipa dan konduit: 19. Kawat tembaga dengan ukuran 0. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. e. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. g.290 17.6 mm atau lebih. sampai diperoleh surat lulus pengujian.

Hot Line Ada 2 Hot Line : 5.291 4. maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. . Music On Hold b. 6. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. c. Begitu peasawat diangkat.

RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) ¾ Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : ¾ 8 saluran PT. 5. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. STLO . Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. Telkom .292 d. Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. Telkom (PIT) ¾ 64 saluran extension ¾ 1 operator’s console ¾ Lightning arrestor pada 8 saluran PT. pesawat telepon cabang . Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. Apabila nomor group yang dipuitar. e. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik.

training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. 4. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. 6. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. Telkom Indonesia. ¾ Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. trainning operator. Pengadaan dan pemasangan terminal box . pengetesan sistem.293 ¾ Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. . Telkom Indonesia. 3. Pengadaan semua dokumen teknis. 5. ¾ Printer dan serial card 2.

h. b. j. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. c. A.V. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. Peraturan Umum yang digunakan : a. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. k. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. 09. 14571. i. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. d. e. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. f. Undang-undang No. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku.294 Pasal V. DAN SYARAT-SYARAT YANG . g.

Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. m. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. 4. 2. 3. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Pasal V. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. 10. . 5. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan.295 l. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan.

296 Semarang. Juli 2006 .

1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2. Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.1.25 m .09 m = 0.27 m3 296 .1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A.97 m3 B.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5. Urugan Kembali Volume = 209. Pekerjaan Tanah 1. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.28 m2 = 0.09 m .82 m2 b.44 m3 = 425.25 m = 0. 123. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.28 m2 = 30. 123.28 m = 10.28 m2 = 0.

Mobilisasi pancang Volume g.7 = 192 m . Tiang pancang Diameter pancang = 0.7 m = 33.8 m x 0.25 . 0. 0.8 m = 133. 0.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m . Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0.25 m . Beton poer Volume h. 100 buah = 3000 m e.60 m3 d.45 m Jumlah pancang Volume f.297 c.73 m = 0.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m .

0. 16 buah .12 m = 52. 0.7 m = 211.2 m .2 m .7 m = 37. 0.64 m3 . 0 . 0.32 m3 l. 0.25 m .4 m =14.26 m3 = 4.25 m x 0.32 m3 k.8 m . Tangga beton Volume = 13.4 m = 179 m . 0.12 m = 436 m2 .04 m3 j.298 Jumlah Volume = 16 buah = 4. Beton lisplank Volume m.73 m . Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211.7 m = 0.8 m = 56. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0.7 m . 0. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0.48 m3 i.

0.12 m .80 m3 ¾ Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.34 m3 .67 m = 0.2 m x 0. 0.6 m x 0.7 m = 13.12 m = 15 m2 = 0.6 m .89 m3 ¾ Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.92 m3 = 42. 15 m2 = 1. 0.45 m2 = 0.2 m = 24 .45 m2 = 4.72 m = 0.6 m = 15.6 m = 42.36 m3 ¾ Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.72 m .2 m .7 m = 1. Beton pit lift ¾ Beton pondasi dan beton plat Volume ¾ Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0. 0.12 m .67 m .299 n. 24.

5 m2 = 0.9 m = 3.36 m2 .45 m = 12 m = 96 m o.42 m3 . Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.84 m3 q.9 m = 35. Pondasi batu belah Volume =12.125 m = 0.27 m3 p.25 m = 0.75 m3 ¾ Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35. 0.36 m2 = 0.36 m2 = 0. 0.25 m = 3.5 m2 . Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3. 0.20 m3 ¾ Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume = 0.300 ¾ Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0.36 m2 .125 m = 3.25 m = 0.

34 m3 +1. 2 buah = 1.7 m .5 = 2. 0.5 m . 0.04 m3 . 2.73 m = 0.25 m . 0.7 m = 0.25 x 0.7 = 211. 0.50 m3 b. 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.66 m3 = 49.8 m . Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.12 m .301 2.8 = 16 buah = 4.66 m3 Volume total = 48.12 m = 2 buah = 0. 16 buah = 48.73 m . Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211.5 m .7 m = 37.5 x 0.8 m .8 x 0.

0. 0. 0. 0.40 m3 e. 0.4 = 171 m . Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.73 m = 0.4 m = 13. Tangga beton Volume 3.08 m3 .73 m .7 x 0.68 m3 d. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.26 m3 = 1. Beton lisplank lantai 3 Volume f.2 m .7 m .12 m = 420 m2 . Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.302 c. = 13.2 x 0. 16 buah = 37.7 = 16 buah = 4.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1.12 m = 50.7 m .

24 m .68 m3 4.12 m = 50.5 = 24 m = 2 buah = 0. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37. 0.08 m3 +12 m3 = 49. Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211.7 m = 0.7 m . Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. 0.12 m = 420 m2 . 0.26 m3 . 0.5 x 0.5 m .7 m = 37.5 m .04 m3 3.25 m .50 m3 2. 0.2 x 0.4 m = 13.40 m3 5. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 0.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.4 = 171 m . Beton tangga Volume = 13.25 x 0.7 = 211.2 m .

0.6 x 0. 0.304 4.40 m3 5. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.25 m .73 m . Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 0.7 m . Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. 0.73 m = 0. Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.12 m = 420 m2 .68 m3 4. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 0.6 m .7 m = 37.7 = 211. 0.2 x 0.25 x 0. 16 buah = 49.6 = 16 buah = 4.2 m .4 m = 13.26 m3 .12 m = 50.7 m = 0.6 m . Beton tangga Volume =13.50 m3 2. 0.4 = 171 m .04 m3 3.

21 m3 = 5. Beton konsol Volume = 5.2 m .46 m3 = 9. 0.50 m3 2. Beton talang Volume 6.305 5.76 m3 = 2.6 m .6 x 0.40 m 3. Water profing talang Volume = 115. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0. 0.6 m .20 m3 . 16 buah = 49. 0.6 m .7 m = 15. 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.6 m = 0. Beton balok talang Volume 5.56 m3 7. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8.7 = 110 m .2 x 0.6 = 16 buah = 8. Beton lisplank Volume 4.

51 kg/ m = 4519. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601.77 m = 12.77 m .2 kg/m = 1499.5/30 cm = 76 m 5.8 kg 3.16 kg 2.51 kg/m = 601.2 kg/m = 18297. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2. 12.306 C. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m .84 m . Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1. 7.84 m = 7. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.

Lisplang kayu jati 2. Urugan kembali Volume = 55.2 m2 8.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4.1. Pekerjaan pondasi batu belah 1. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57.9 m3 = 143.307 7. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9. Galian tanah struktur pondasi Volume 2. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.00 m3 3.160 m = 2.2 m3 .5/30 cm = 31.

Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.2 m3 = 4.21 m3 . Plesteran 1:3 Volume 4. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Pasangan bata 1:3 Volume 2.5 m2 = 37. sloof dan kolom Volume = 4. Aanstamping Volume 5. Urug pasir Volume = 10. Plesteran beton Volume 6.36 m3 6.56 m3 = 19.23 m3 8. Plesteran 1:5 Volume 5. Beton praktis. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194.308 4.70 m2 = 620 m2 = 70. Sponengan sudut Volume 7.

86 m = 50. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7.86 m = 91.40 m Volume = 2 buah 6. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.40 m = 50.4 m 2. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah . Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.309 c. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4.4 m = 256. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kunci tanam Jumlah Volume 5.

72 m2 = 6. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m . Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12.310 8. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0.6 x 1.72 m2 9. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10.70 = 2 unit = 2 unit 14. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13.

Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4. 700 m2 = 70 m3 2.311 d. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 .1 m . Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.07 m . Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. 700 m2 = 49 m3 3.

Cat plafond Luas Volume h. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Lantai keramik granito Luas Volume f.7 m2 = 488. Pekerjaan Pengecetan 1.312 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Instalasi 1. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 . Cat tembok luar Luas Volume 2.

5 m2 = 64.071.83 m2 = 216. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5.99 m3 . Pasangan bata 1:3 Volume 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a.31 m3 = 12. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2. Plesteran 1:3 Volume 4. Plesteran 1:5 Volume = 1.313 3. Pasangan bata 1:5 Volume 3.

3 m 2.90 m1 8. Plint lantai Volume = 170. Daun pintu double texwood Luas Volume 4. = 4.92 m2 . Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.00 m1 = 246.00 m1 = 770.6 m = 33.92 m2 = 18. sloof dan kolom Volume b. Beton praktis.314 5. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran beton Volume 6.6 m 3.3 m = 274.5” = 33.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.

Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.56 m2 = 173. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 .6 x 1.315 5.70 = 2 unit = 2 unit 7. Pekerjaan Plafond 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.56 m2 6. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173.

Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6.75 m2 5. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Bordes dinding keram Luas Volume = 1.75 m2 = 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.316 2.

Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7.317 3. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume = 527.49 m2 =3m =3m .49 m2 = 527. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Kran air Jumlah Volume 4. Wastafel Jumlah Volume 5. Pekerjaan Pengecetan 1.

24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. Perelatan sambungan Volume = 1 unit .318 2. Cat plafond Luas Volume g. Pipa galvanis I. Pipa galvanis 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. = 423 m2 = 423 m2 = 791.24 m2 = 791.

Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah .319 3. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Peralatan sambungan Volume 5. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. PVC jenis AW V. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII.

= 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6. Stop kontak Jumlah Volume 4.71 m3 . Pasangan bata 1:3 Volume 2.320 3.8 m3 = 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.83 m2 = 62. Panel penerangan Jumlah Volume 3. Plesteran 1:3 Volume = 111. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.

43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Sponengan sudut Volume 7. sloof dan kolom Volume b. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208.6 m 3.5” = 33.046. Plesteran 1:5 Volume 5. Plint lantai Volume = 164.60 m = 208.60 m 2.18 m2 . Plesteran beton Volume 6.18 m2 = 12. Beton praktis. = 2.67 m2 8.321 4. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.5 m1 = 640 m1 = 224.5 m2 = 1.6 m = 33.

Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7.322 4. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Espangnolet Jumlah Volume 9. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10.

Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.6 x 1.40 m2 = 168.40 m2 13. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 . Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 14.323 11. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.

Bordes dinding keramik Luas Volume = 1.35 m2 5.324 2. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Pekerjaan Sanitasi 1. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 .35 m2 = 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.

Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7. Cat tembok luar Luas Volume = 508.46 m2 = 508. Pekerjaan Pengecetan 1.325 3. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Kran air Jumlah Volume 4. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Wastafel Jumlah Volume 5.46 m2 =1m =1m .

Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI. Cat plafond Luas Volume g.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX.71 m2 = 762. Pipa galvanis VIII. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. = 423 m2 = 423 m2 = 762. Perelatan sambungan Volume = 1ls . Pipa galvanis 1.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3.326 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X.

Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah .327 3. Peralatan bantu Volume h. PVC jenis AW I. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4.

Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6.93 m3 = 6. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.71 m3 . = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. panel penerangan Jumlah Volume 4. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Stop kontak Jumlah Volume 4.328 2. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Pasangan bata 1:5 Volume = 58.

50 m = 214. Plesteran beton Volume 6. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214.09 m2 = 982.0 m1 = 204. Beton praktis.329 3.86 m2 = 13.8 m2 8.86 m2 .50 m 2.0 m1 = 579.43 m3 b. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.16 m2 = 111. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13. Plesteran 1:3 Volume 4. Plesteran 1:5 Volume 5. Plint lantai Volume = 160. Sponengan sudut Volume 7. sloof dan kolom Volume = 2. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.5” = 35 m = 35 m 3.

Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Espangnolet Jumlah Volume 9. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11.330 4.60 m2 = 49. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah .

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.90 m2 = 153.90 m2 13. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153.70 = 2 unit = 2 unit 14.331 12.6 x 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 .

Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Pekerjaan Sanitasi 1. Saringan air Jumlah Volume 3. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5.332 3. Kran air Jumlah Volume 4. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 .

333 5. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Pekerjaan Pengecetan 1.25 m2 = 711. Urinoir Jumlah Volume 7. Cat tembok luar Luas Volume 2. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Cat tembok dalam Luas Volume 3.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m .

Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2.5” Panjang Volume II. PVC jenis AW XII. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis I. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Perelatan sambungan Volume 3.334 g.

Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Peralatan sambungan Volume 5. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.335 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.

6 m3 16. Panel penerangan Jumlah Volume 5. Beton praktis.6 m3 = 3. Plesteran 1:3 Volume 12. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a. sloof dan kolom Volume = 2. Sponengan sudut Volume 15.0 m1 = 576 m1 = 167. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9. Pasangan bata 1:3 Volume 10.6 m2 = 993.4 m2 = 60. Plesteran beton Volume 14. Plesteran 1:5 Volume 13. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.0 m2 = 59. Plint lantai Volume = 75.15 m3 .336 6. Pasangan bata 1:5 Volume 11.

20 m 2.30 m2 = 6. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7.42 m2 = 47.30 m2 6. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.20 m = 191.337 b. Daun pintu double texwood Luas Volume 3. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah .

Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.338 8. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Ornamen atap Panjang Volume c. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Pekerjaan Sanitasi 1. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.

339 2. Wastafel Jumlah Volume 5.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m .60 m2 = 464. Saringan air Jumlah Volume 3. Pekerjaan Pengecetan 1. Pipa galvanis I. Cat tembok dalam Luas Volume = 696.40 m2 = 464. Kaca cermin Jumlah Volume f. Kran air Jumlah Volume 4.60 m2 = 696. Cat tembok luar Luas Volume 2. Pipa galvanis 1. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.

Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. PVC jenis AW I. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot .340 II. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Perelatan sambungan Volume 3.

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.341 h. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.

1 Kesimpulan 1. 6. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. 2. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. Meskipun demikian. 357 . material. dan keuangan yang diperlukan. peralatan. dengan upaya tersebut. 3. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS).

baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. 2.358 6. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. 3. 4.2 Saran 1. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal. . Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan.

Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. DPU. 1994. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. Tabel Profil Konstruksi Baja. 2003. Teknik Fondasi Bagian II . K. . Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. DPU. 1984. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. Rudy. 1961. 1987. Yogyakarta: Kanisus. Bandung: Yayasan LPMB. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Gunawan. 1991. Suryolelono.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. Materi Kuliah Strukur Beton. Bandung: Yayasan Penerbit PU. DPU. 1988. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Yogyakarta: Nafiri. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan.B. 1989. Henry. DPU. DPU. Pedoman Beton. DPU. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. 1987.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful