PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

™ Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

™ Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

™ Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : ¾ Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku ¾ Adikku yang ngasih semangat buat aku ¾ Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju ¾ Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka ¾ Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

...... 342 5........2 Rencana Anggaran Biaya.............BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.................................…….................................................1...........1. 356 BAB VI PENUTUP 6....................... 354 5.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur..............……... 296 5...............4 Time Schedule…………….……............ 307 5...... 296 5.....................................................1 Pekerjaan Struktur dan Atap.... 357 6.........1 Perhitungan Volume Pekerjaan.....................1 Kesimpulan……………………………………………………………........................3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya....................2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA .............

Potongan Tangga Gambar 7. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Denah Balok Lantai Gambar 4. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. 3. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Penulangan Ringbalk Gambar 10. Penulangan Balok Lantai 2. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. 4. dan 5 Gambar 9. Denah Tangga Gambar 6.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Detail Pondasi . Skema Tangga Type K Gambar 5.

Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Dimensi Balok Tabel 2. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Dimensi Kolom Tabel 3. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Time Schedule .DAFTAR TABEL Tabel 1. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11.

T. 132238497 Drs. 131 471 402 . Lashari. S.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. Satrijo Utomo. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs. Tugino. M. M..T. NIP. NIP.T.T. M. NIP.

Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2. Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3. Input Portal (SAP 2000) 6. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4.DAFTAR LAMPIRAN 1. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Gambar Bestek . Output Portal (SAP 2000) 7. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5.

BAB I PENDAHULUAN 1. 2 . Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. 1. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag.1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No.4 Semarang. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 .2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai. Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. 1 .

Ramayana Dept. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Store Gambar 1. Pahlawan D Keterangan : A. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah .2 1.4 Semarang. Pahlawan No. Lapangan Pancasila B.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl. Bundaran Air Mancur E.

1. Perencanaan kolom. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. Perencanaan plat lantai. 2. 5. 6. Perencanaan atap. Perencanaan pondasi. Perencanaan tangga. dan 8. 4. Rencana anggaran biaya .4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. Perencanaan balok. Rencana kerja dan syarat .3 1. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. 7.syarat (RKS). 3. minimal tiga lantai. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks.

4 Semaramg : Tanah datar : . Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a. Tabel – tabel penunjang : Jl.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Grafik – grafik penunjang c. Topografi c.77 m 2.00 m o Lantai 2 : + 04. Literatur panjang b.73 m o Lantai 3 : + 09.19 m o Lantai 5 : + 28.46 m o Lantai 4 : + 14.4 1. Lokasi Proyek b. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a. Pahlawan No. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.

maksud dan tujuan. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. 1.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. latar belakang. . dan sistematika penulisan. pembahasan masalah. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. lokasi proyek.

terdiri dari syarat umum. . kriteria. syarat administrasi. anggaran biaya. dan syarat teknis. dasar perhitungan. dasar – dasar perencanaan. metode perencanaan. perencanaan atap. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. tulangan tangga. tulangan plat.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. tulangan balok. tulangan kolom. dan azas – azas perencanaan. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. dan klasifikasi pembebanan rencana. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan.

disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat.BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. Pada jenis gedung tertentu.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . seperti denah. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan. 2. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok.syarat fungsional maupun strukturnya. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom.

Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. dan tidak terjadi kesimpang. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. 2. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada.siuran dalam bentuk fisiknya.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. beban angin dan beban gempa. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat .

3.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. 4. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). . Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. 5. indah dan menarik. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.

Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . a. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton.10 6.

apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. b.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. 2. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala. 2. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. antara lain: .

tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a.12 1. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : . 2. Syarat . Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989.syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Ukuran balok Dalam pra desain. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan.

kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2.65. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0.13 Tabel 1. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3.

Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. karena telah ditumpu oleh plat. 2. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. . Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. 2.

Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Adukan dari semen. 2.15 2. per cm tebal : 21 kg/m2 . 4. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. 3. Massa jenis beton bertulang 2. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Tembok batu bata (1/2) batu 4. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987.

Comb 1 = 1 DL + 0. SK SNI T-15-1991-03.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang. yaitu: 1. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.16 24 kg/m2 7. Penutup lantai. Comb 3 = 1. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa. Comb 2 = 1. Pedoman Beton 1989. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. 2.5 LL 2.6 Q 3. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya.2 DL + 1. . 2.

Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 4. Data perhitungan SAP. 5.17 3. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. .

1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3. Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal). Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Bentang kuda. 3.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.1. Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² .

12. b2 .25 m = 0.5 . Jr = 50 . 0. qr . Dimensi Reng = 12. h ⎝3⎠ Wx = 1/6 .5 .5)² = 0. h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 . qr . cos 45° .18 ƒ Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm² 2.2762 kg m c. (0. 12. sin 45° (Ju)² = 1/8 . Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .25 b.707 .5 m ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ . b . ⎜ ⎟ h .5)² = 0.5 kg/m² = 50 kg/m² = 0. Momen yang terjadi Mx = 1/8 . (Ju)² = 1/8 .2762 kg m My = 1/8 . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 . (0. Jarak reng = gt . h . 0. 0.707. Perencanaan Reng a.

62 h3 100 kg/cm2 = 615.1587 = 1.62 + 27. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d. h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27. Ju 200 . Kontrol Lendutan fijin = 1 .87 100 h3 h3 h h b = = 6.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.1587 = 3 6.19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .87 h3 615. ⎜ h ⎟ . maka : = 2 h 3 2 .

0159 cm fy = 5.0159) 2 + (0.Ju 4 384.25 cm Ix = 1 .12.5.5 cm4 Iy = 1 .107. 50 200 = 0.qr.25 cm (f ijin) e. b .(50) 4 384.Iy = 5.Ju 4 384.(50) 4 384.12.0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0. (2)3 . (h)3 12 1 .Ix 5.107.5. 2 .20 = 1 . 3 12 = = 2 cm4 fx = 5. h 12 1 . Kontrol Tegangan . (3)3 12 = = 4.qr. sin α .2 = 0.5 = = 0.022 cm ≤ 0.4. b3 .E. cos 45°.sin 45°.E. cos α .0159) 2 Ok! = = 0.

cos α . (Jgd)2 = 1/8 . reng dan usuk = ggt .5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 .677 kg/m b. Perencanaan Usuk a. 25 .665 m = 0.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.(2) 2 1 / 6. Momen yang terjadi = 50 . 0.5 m Beban genting.62 27.665)2 . cos 45º . qu .(3)3 = = 23. sin 45 = 17. cos 45 = 17. reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3. sin 45 = 25 . Ju qu qx = qu .677 kg/m qy = qu .21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27.62 + 1 / 6.2. Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1. (1. cos 45 = 25 .3.

P . cos α . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 .711 kg Mx2 = 1/4 . sin 45 = 100 .665 = 29.sin 45 = 70.433 kg m My2 = 1/4 . 1.665)2 = 6. sin 45º . (1. (Jgd)2 = 1/8 . 25 . 100 . sin α . 100 .7111 kg Py = 100 . Jgd = 1/4 . Jgd = 1/4 . cos 45 = 70.665 .125 kgm My1 = 1/8 . cos 45º . cos 45 = 100 . P . 1. qu .22 = 6. sin 45º .125 kgm c. sin α .

h2 .4 . (Jgd)2 = 1/8 . 45) – 0. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.5 . 0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6.5.665)2 = 0. Wx .4 = (0. 0.02 .02 .433 = 35. α) – 0. (1. Ju = 0.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 . w .23 = 29.125 + 29. b .433 kg m d.433 = 35.125 + 29.1733 kg. 0.m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6.5 kN/m W tekan = angin tekan .558 Kg m e.5 = 0. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 .4 = 0.4 kN/m2 Angin Tekan = (0.

28 cm diambil h = 9.2 + h3 h3 100 = 100 100. ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.055 = 3 800. 10 cm 3 b = .8 3555.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. h .24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .8 3555. maka: b = 2 h 3 2 .5 = 800. h3 h3 h h = = 80005.8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555. h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 . h .2 32002. ⎜ h ⎟ .055 = 9. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .

677. (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.25 b = 6.(166.(166.832 cm OK! .Ix E.Ix 384 48 5 17. (h)3 12 1 .5) 4 1 + .025) 2 + (0.5 200 = = 0. b . 6 .711. 107. cos 45°.Jg 3 5 + .667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f. . h . (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 . 10 . Jgd 200 1 .500 384 48 = 70. (b)3 12 1 .832 cm Ix = 1 . 166. cos α . cos α .5) 3 10 7. . E.072) 2 = 0.500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.Jg 4 px.. Kontrol Lendutan Fijin = 1 . cos 45°.07 cm ≤ 0.

50 = 27 kg/m = ggt . = 94.354)2 . jgd = 0.821 kg/cm = 94. q . jp = 18 .50 . (3.26 g.665 m = 1.93 . 132. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b. Perencanaan Gording a.558 + 1/ 6 1 / 6. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4.123 kg/m Berat Branching 10% = 12.0123 kg/m q = 132.50 m = 5.354 m = 1.93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp .135 . (l)2 = 1/8 . jgd = 5.558 35.665 = 9.665 = 83.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi. Berat pada gording (qg) = 3. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.25 kg/m q = 120. cos α . 1. 1.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 . 1. cos 45º .

1. sin α .291 kg m My = 1/4 .385 kg.m My = 1/8 . Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0. cos 45º .354 = 29. l = 1/4 .132.3 kg/m2 . Jgd = 0.02 .354 = 59. P . sin 45º .5 . sin 45º . P . (l)2 = 1/8 .665 = 33. w . Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .135 . 45) – 0. cos α . α) – 0. 100 .354)2 = 32. sin α .02 . Karena Beban Angin (Whisap. q . 3. l = 1/4 .645 kg m d.4 = 0. 100 .27 = 131.4 = (0. 3. 40 .846 kgm c. (3.5 W tekan = angin tekan .

(3. l2 = 1/8 .4 .8465 = 45.665. 3. DL + 1. 32.385) + (1.981 kgm Mx2 = 1.DL = 1.64) .4 W hisap = -0.3. Jgd .354)2 = 46.6 .6 . w = -0.2 .0.4 .64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .46 kg. LL . 40 = .6 .26.940 kg.825 kg. 131. (l)2 = 1/8 .5285 kgm My2 = 1.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .4 . DL + 1.2909) = 252. DL = 1.2 . 33.4 .28 Koefisien angin hisap = .3542 = 37. 59.3859 = 183.4 .m My1 = 1.4 . Wtekan . 131.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1. 1. LL = (1. (-26.2 .

8465) + (1. 32. DL + 0.46) = 217. LL + 0.275 kgm My4 = 1. 131.385) + (0.29 = (1. 29.5 . DL + 0. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.6 .46) = 130.85 + (4.8 . 131. LL . diambil moment arah x yang terbesar. 32.2 .2 .8684.9 2400 = Mx My + .50 kN/m = 1.5 .0) = 54.84) wx 59992.291) + (0.2 . LL + 0.8 .5 .8484 kgm Mx3 = 1. 59. DL + 0. 59.6454) = 86.2 .8 .2 . 29. W = (1.846) + (0.9 σ ijin 0. W = (1.5 .645) + (0.4 wx wx = 0.77 cm3 .21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.5 .291) + (0.8 .340 kgm e.385) + (0.0. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0.238 kgm Mx4 = 1.2 .2 . W = (1.8 .8 .88 m = 25252. 37.5 . 37.

sin 450 = 129.536 kg/m qx = q total . (I)2 = 1/8 . 91.50 = 27 kg/m = 83. cos 450 = 129.59 kg/m qy = q total .59 .2 cm3 = 332 cm4 = 53.89 cm1 = 2.30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.665 o Berat Branching 10 % = 11.25 kg/m q = 117. Jgd = 50 .8 cm4 ix iy = 5.76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt .354)2 = 128. 1.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44. cos 450 = 91. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.59 kg/m Mx = 1/8 .3 cm3 = 12. qx .776 kg/m q total = 129. Jp =18 . 1.536 .536 .51 kg/m f.37 cm1 Ix Iy berat = 7. sin450 = 91.51 kg/m = gp .79 kgm . (3.

79 + 59.645 = 61.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.54 18808.19 + 29.8354 kgm ¾ Kontrol Tegangan σ ytb = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.19 kg.EIx .0809 kgm My = 32.354 ⎞ = 1/8 .59 . + 384 EIx 48. Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.( I ) 3 . 91.m ¾ Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.2 44.3 = 931.( I )3 5 qx. qy . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.2909 = 188.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .09 + 12. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.

(l / 2)3 48.354/250 = 1.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.00797 cm fy = Py.1.⎜ ⎟ 5.EIy .(3.3.0334 cm < 1.0301) 2 + (0.0.(3.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.538 3 = 0.354) 3 48.2.EIx 70.93.10 6.0301 cm ⎛l⎞ Py.3416 cm = 0.0000852 + 0.000146 m = 0.000301 m = 0.l 3 48.711(3.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.⎜ ⎟ 4 5.2.711.433.10 6 .32 = 5.10 6 .1.354) 3 48.1.EIy 48.32 = = 0.354 4 70.000221 + 0.0000797 m = 0.32 = 0.2.0146) 2 = 0.0.711.93.354 ⎞ 3.354) 4 384.10 6.0334 cm < L/250 = 3.2.3.10 6.2.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.000061 = 0.0000797 = 0.3.32 + 70.538 384.EIy 3 ⎛ 3.qy.1.1.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati ƒ

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = 279,2205 kg

ƒ

Berat sendiri gording

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

ƒ

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450) ƒ Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

ƒ Koefisien angin hisap ƒ Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

ƒ Angin pada tumpuan (1/2 Wt) ƒ Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

¾ Kontrol terhadap kekakuan batang

1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4

A profil

= 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08

e d

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

42 cm .3 cm2 ix = 2.18 cm2 imin = lk 240 = 182.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.177 m σ tarik = 75% .41 3.07 1200 = = 2.3 240 = 0.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287. Batang bawah P = 2874.85 = 2.395 cm2 Abruto = Anet 0.5 δ = 12 mm lk = 1.

89 .26 = 2.2 345.3 = = 3.42 iy lx I y = 2.862 ) = 345.593 − 0.3 + 12.41 1. 2. δ + e = 0.3 2.86 e d ¾ Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) Iyr = 2 ( I y + a2 .679 cm = 1.847 = 1.42 cm λ = lk i min 182.5 .3 cm4 = 72.3 cm4 = 2.82 cm4 i y = Iyprofil A.42 = = 8.3 .749 cm dipakai min = 2.42 cm = 72.12.82 2.5 .26 = 0. A ) = 2 ( 72. 12 + 2.

21 kN/m2 = 0.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y .07 2.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.02 m = 0.Lx1 .43 ¾ Kontrol tegangan σ = p.Ly .2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.24 kN/m2 = 0.3 = = 116.Lx .ω x Aprofil 2874.12.1.2 diperoleh: ƒ Mutu beton (fc) ƒ Mutu baja (fy) ƒ Beban lantai tribun (qLL) ƒ Beban tangga (qt) ƒ Selimut beton (p) ƒ Berat satuan spesi/ adukan ƒ Berat keramik ƒ Berat satuan eternit ƒ Berat satuan penggantung ƒ Berat satuan beton bertulang = 22.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.11 kN/m2 = 0.07 kN/m2 = 24 kN/m3 .

β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mty .44 .Mtx .Mly .Mlx .

Tabel 5.1203 12 = 1.45 Gambar 3. Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .6 < 2. yaitu. Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.5400.8003 12 = 1 .200. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = .

46 = 1.8 + ⎟.1.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.12⎜ ⎜1 + β ⎟ ⎟⎬ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.37 ⎨1.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.⎨α − 0.69 mm.8 + ⎟.Ly ⎜ 0.β .8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.1.37 = 7104 48.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.538 = 132.8 + ⎟.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.33 = 147.6 − 0.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.

6 kN/m2 = 0. G.( 1991).2 .47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .18 kN/m2 = 4.6 . q DL + 1.Berat spesi .Berat keramik .Berat sendiri plat .Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.2 . 5 = 13. 4.24 kN/m2 = 0. q LL = 1.23 + 1. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang. Kusuma.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 .21 kN/m2 = 0.8 Cx- = 70. 0.6 .65 .15 = 3.23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.

001 .6 Cy- = 54.206 kNm Mly = Cy+ .. Utama = 20 mm ƒ Arah x .(6)2 = 33. 0.001 . 13. 0. 13. 0. 13. Penulangan plat lantai . qu . Lx2 = 54.25 kNm Mty = Cy.076 . 0. qu . 0.076 .P (selimut beton) .076.6 .8 .001 . qu . (6)2 = 25. 0.85 .65. Lx2 = 70. qu . Lx2 = 40.819 kNm 2.001 .076 . Dx = 10 mm ƒ Arah y. Dy = 10 mm . dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .001 . Lx2 = 18.Asumsi tul.001 .001 . (6)2 = 19. 0. 13.48 Cy+ Mlx = 18.(6)2 = 8.85 = Cx+ . 0.. dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm ƒ Arah y.756 kNm Mtx = Cx.Tinggi Efektif ƒ Arah x.001 .

8 MPa.(95) = = 2.0363 Maka.0058 ρmaks = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .206. maka diambil ρ perlu = 0. nilai ρmin = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.8.dx 19.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19..0120 < ρ mak = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ . maka di dapat : ρmin = 0.b.0058 < ρ perlu = 0.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.0120 Dari tabel A.1000.106 2 0.

428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 .5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) . d2 4 1 . π .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71.5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 . 102 4 = = 78. n = 78.5 = = 14. b . 1000 . 3. 15 = 1177. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78.0120 .14. dx = 0.5.

6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.8.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33. b .257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .dx 33. nilai ρmin = 0. π . dx = 0.0363 Maka.257.0224 .106 2 0. 1000 . maka diambil ρ perlu = 0. 95 = 2128 mm2 .302 MPa.0058 ρmaks = 0. d2 4 1 . maka di dapat : ρmin = 0. 3.5 mm2 As tx = ρperlu .(95) = = 4. 102 4 0.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.b.0224 Dari tabel A.0058 < ρ perlu = 0.1000.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .14.5 MPa dan fy = 240 MPa.0224 < ρ mak = = = 78.

28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.(85) = = 1.5 MPa dan fy = 240 MPa.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .0066 Dari tabel A.1000.414 MPa. maka di dapat : .756..5.106 2 0. maka diambil ρ perlu = 0.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.dy 8.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10. n = 78.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.8.b.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.

146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142.0066 < ρ mak = 0.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. nilai ρmin = 0. 102 4 = = 78.14. 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78. π . 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) .53 ρmin = 0. n = 78.0058 < ρ perlu = 0.5 mm2 As Iy = ρperlu .5.5 = = 7. dy = 0. 1000 .0363 Maka. b .0058 ρmaks = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .0066 . 3. d2 4 1 .

14.0058 < ρ perlu = 0. nilai ρmin = 0.(85) = 4.dy 25.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .106 = 2 0.819.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.b.1000.5 MPa dan fy = 240 MPa.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .17 MPa.maka di dapat ρmin = 0. 1000 .5 mm2 As ty = ρperlu . 85 = 1831 mm2 . maka diambil ρ perlu = 0.0215 . π . d2 4 1 . dy = 0.0058 ρmaks = 0.0363 Maka.0215 < ρ mak = 0.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.8.. 102 4 = 78.46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4. 3. b .0215 Dari tabel A.

Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163. n = 78.7 cm .55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78.32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.5.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.5 = = 23.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.7 cm 163.

Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22. Denah Tangga 3. antrede) = 30 cm .Lebar pijakan (a.5 cm 236.5 MPa = 240 MPa = 473.Mutu beton (fc) .Jumlah anak tangga = Tl optrede .1 Data teknis tangga .56 215.9 cm 197. optrede) = 18 cm . Skema Tangga Type K 236.9 cm 197.0 cm .Mutu baja (fy) .2.Tinggi pijakan (o.5 cm 215.7 cm Gambar 5.7 cm Gambar 4.

2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.Berat sendiri keramik .Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .0 18 = 25.21 kN/m3 .98 buah .Berat sendiri beton . tg = 30.Tebal keramik maks (hk) .Lebar bordes .2.24 kN/m3 = 0.57 = 473.Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.9 cm .96 0 .7 cm a = 215.Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .

4 + ) 27 700 1 240 .01 m .0024 kN/m2 = 2. L (0. 0.74 (0.21 kN/m3 . berat sendiri beton = 0. berat sendiri keramik = 0.74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .88 kN/m2 = hk .4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30. Beban mati (q DL) . Pembebanan Tangga a.Berat sendiri plat = ht .9) 2 + (163.Berat spesi (2 cm) = hs .7) 2 = 274 cm = 2. 0.72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a. 24 kN/m3 . berat sendiri spesi = 0.886 kN/m2 .24 kN/m3 q DL = 0. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.12 m .0042 kN/m2 = 2.96 0 9 = 11 cm + ( = 9.02 m . 2.58 Gambar 6.4 + ) 27 700 = = 7.Berat keramik (1cm) = 0.

Beban berfaktor (qu) qu = 1.6 . q LL = 1.2 .264 kN/m2 b.4 . Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c. Dx Arah y.59 b. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. q DL + 1. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y. Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x.6 . 2. 3 kN/m2 = 8.886 kN/m2 + 1.2 .

0. (1.001 .001 . 0.001 .637)2 = .001 . 0. Lx2 = + 42 . (1.264 .. didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ . 8.1. qu . 0.637)2 = + 0.60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). qu .1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .001 . 0.55 . qu .72 = . 8. qu .55 .637)2 = . Lx2 = .001 .1..264 .(1. 0.264 . Lx2 = .264 . Lx2 = + 18 . 8.3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = . (1.72 .637)2 = + 0.2179 kNm = . 0.1594400 Nmm Mty = .Cx.001 .5944 kNm = .Cy. 8.001 .63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ . 0.

6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 Maka nilai ρ min = 0. D2 4 = 1 .0058 = ρ perlu = 0. 94 = 545.dx 2 0.0058 < ρ mak = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 .2 113 = .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 . b . 3.2255 maka diambil ρ perlu = 0. π .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.0363 (ok! As tx = ρperlu .8.0058 = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545.(94 ) 1594400 2 = = 0.61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .2255 MPa dari tabel A.1000. 1000 . dx = 0.b.14 .

8.dx 2 0. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .1000. n = 113 mm2 .b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .(94 ) 930100 2 = = 0.62 = 4.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .1315 MPa dari tabel A.

14 . maka diambil ρ perlu = 0. (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4. 1000 .0058 Maka nilai ρ min = 0. dx = 0. 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 .1315 .0363 (ok!) As lx = ρperlu .0058 = ρ perlu = 0.0058 . π . 3. D2 4 = 1 .10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0363 dari tabel A . b . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.63 ρmin = 0.0058 ρmaks = 0.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .0058 < ρ mak = 0.

0058 ρmaks = 0. dy = 0.b.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. n = 113 mm2 . 1000 .8.6 mm2 .2264 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. b .64 As = ΔD12 .0058 Maka nilai ρ min = 0.1000. maka diambil ρ perlu = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .(82 ) 1217900 = 2 = 0.dy 2 0.0058 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.2264 MPa dari tabel A.0058 < ρ mak = 0.0323 (ok!) As ty = ρperlu .0058 = ρ perlu = 0. 82 = 475.

65 ΔD12 = 1 . 3.6 113 = = 4.6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 . (n) = Asty ΔD12 475. n = 113 .14 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. D2 4 = 1 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. π .

0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. b .0058 < ρ mak = 0.074 MPa dari tabel A. 1000 .0203 (ok!) As ly = ρperlu . (n) = Asly ΔD12 475.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .8. 84 = 707.b.20 dipakai 5 batang .(82 ) 3986100 = 2 = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0058 .1000.25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.dy 2 0.0058 ρmaks = 0.6 113 = = 4. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.074 .14 . D2 4 = 1 . π .6 mm2 ΔD12 = 1 . dy = 0.0058 = ρ perlu = 0. 3.0058 Maka nilai ρ min = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.

7 cm = 163.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.6 mm2 (ok!) 3.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.2 . n = 113 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.2.67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .

8 + ⎟.21 kN/m3 .1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.1.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.0042 kN/m2 = 2. 0. Beban hidup (qLL) . berat sendiri beton = 0.8 + ⎟. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.0024 kN/m2 qDL = 2.88 kN/m2 = hk .01 m .12 m .72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.02 m .2 = 55. berat sendiri keramik = 0.68 fy ⎞ ⎛ ⎟.Berat keramik (1cm) = 0.Berat spesi (2 cm) = hs . berat sendiri spesi = 0. menurut perhitungan diatas.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.Berat sendiri plat = ht .89 kN/m2 b.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. 0. Beban mati pada bordes (qDL) . 24 kN/m3 .Lx ⎜ 0. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.24 kN/m3 = 0.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.

Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. qLL = 1. 3kN/m2 = 8.69 qLL = 3 kN/m2 c.(1991).2.6.263 kN/m b.2. Beban berfaktor (qu) qu = 1. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= . Dx Arah y.54 Momen rancangan .89 kN/m2 + 1. qDL + 1. 2. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.6. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G .63 = .

263 .8.001 .dx 2 0.677)2 = .001 . 0. (1.1.54 .263 . (1.(1. 0. (1.263 ..63 .Cy. qu .4640 kNm = .1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ . qu .677)2 = + 0.7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .001 .263 .001 . 0.207 MPa .Cx. 0.2548 kNm = . 8.001 .70 Mlx = + Cx+ .5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .001 .677)2 = + 00. Lx2 = . Lx2 = .b.. 0.1. qu .677)2 = . 0.(94 ) 1464000 2 = = 0.001 .1000. Lx2 = + 34 . 8. 0.1464000Nmm Mty = . 8. qu . 0. 8. Lx2 = + 22 .001 .

2 mm2 ΔD12 = 1 .0058 = ρ perlu = .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 .71 dari tabel A.207 . (n) = Astx ΔD12 545.0058 Maka nilai ρ min = 0. π . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. D2 4 = 1 .0203 (ok!) As tx = ρperlu .465’ nilai K = 0.0058 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0. 94 = 545.2 133 = = 4. maka diambil ρ perlu = 0.14 . dx = 0.0058 ρmaks = 0. 1000 . 3.0058 < ρ mak = 0. b .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 .

0058 Maka nilai ρ min = 0.119 MPa dari tabel A. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.(94 ) 791000 2 K = = = 0. maka diambil ρ perlu = 0. 1000 .dx 2 0.72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 < ρ mak = 0.b. 94 . dx = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. n = 133 mm2 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .0058 . b .1260 .8.1000.0058 = ρ perlu = 0.0132 (ok!) As lx = ρperlu .0058 ρmaks = 0.

D2 4 1 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .2 113 = = 4. 3.14 . n = 113 mm2 . (n) = Aslx ΔD12 545.2 mm2 ΔD12 = 1 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .73 = 545. π . (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul.

0058 .0058 < ρ mak = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ . π .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.233 .0058 ρmaks = 0. b . 1000 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.8.dy 2 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 = ρ perlu = 0.14 . 3.1000. (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.0363 (ok!) As ly = ρperlu . 82 = 475.b.233 Mpa dari tabel A. D2 4 = 1 .(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. (n) = Asly ΔD12 . dy = 0. maka diambil ρ perlu = 0.

8.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.6 133 = 4.75 = 475.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .(82 ) 511200 K = = 2 = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .095 MPa dari tabel A.1000.dy 2 0. 5 = 133 .b.

dy = 0.20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 133 = = 4. 1000 .0058 . maka diambil ρ perlu = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 . (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul.0058 = ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. n .14 . D2 4 1 . 3. 82 = 475.095 . b .0363 (ok!) As ty = ρperlu .0058 < ρ mak = 0. (n) = Asty ΔD12 475. π .76 ρmin = 0.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.

89 kN/m . berat sendiri beton = 0.4 kN/m . berat sendiri beton = 0.948 kN/m .5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a. berat sendiri beton = 0. Estimasi beban 1. 24 kN/m3 = 2.6 mm2 (ok!) c. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. 24 kN/m3 = 7.Berat bordes = hb . 2.049 kN/m .609 kN/m q DL = 43.977 m . lb . 17 kN/m2 = 33. 1.Berat sendiri balok = h . Beban mati pada bordes (qDL) . lt .Berat dinding = 1.74 m .77 =133 .12 m .Berat tangga = ht . b .977 m .5 . 0.21 kN/m3 = 0.2 .12 m . 0. Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22.

2.8. qu .177 kN/m .177 kN/m . 2. qDL + 1.b. 2.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3. 543. 54.1192 = 22. qu . 54. 3) kN/m = 54.(464 ) 10136000 2 = = 0. qLL = (1. Beban berfaktor (qu) qu = 1.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .200. I2 = 1/11 .10.6.948) kN/m + (1.177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = .29 MPa . I2 = .1/24 .6.1/24 .136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ .1192 = .78 2.d 2 0.136 kNm Momen lapangan = 1/11 .2.

464 = 410. (16)2 4 = = 200.176 mm2 ΔD16 = 1 .00442 = ρ perlu = 0.176 200. d = 0.96 mm2 Jumlah tul. D2 4 1 .0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. (n) = Astx ΔD16 410. 200 . maka diambil ρ perlu = 0.00442 ρmaks = 0.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .96 = = 2.00442 Maka nilai ρ min = 0. 3.5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.79 dari tabel A.14 . π .29 .00442 < ρ mak = 0.00442 .0251 (ok!) As tx = ρperlu . b .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.

(464 ) 22114000 2 = = 0. 200 . 464 = 410. b .176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.8.200.0251 (ok!) As lx = ρperlu .8 mm2 jadi As > Astx = 1004. 5 = 1004.96 mm2 .00442 Maka nilai ρ min = 0.00442 < ρ mak = 0.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 . n = 200.176 mm2 .b.00442 = ρ perlu = 0.64 . maka diambil ρ perlu = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.64 MPa dari tabel A. d = 0.00442 .d 2 0.00442 ρmaks = 0.8 mm2 > 410.

(n) = Astx As1 410.81 ΔD16 = 1 . 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2. D2 4 = 1 .96 mm2 .96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16. 3. n = 200.8 mm2 > 410. π .176 200.8 mm2 jadi As > Aslx = 1004.2) . 5 = 1004.176 mm2 (ok!) 3. (16)2 4 = 200.14 .96 mm2 Jumlah tul.

85 . Beban Lantai 5 1.12) .6 . (0. 20). 0. 24) + (2. 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 . 20)} . 2400 Dinding Plafond = {(2.1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 2400 = (4 .12) .0.3. 0.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 .6 .85 . 24).(0.7 .2 .8 kg Kolom (60x60) = 24 .(0. 3. (11+7) = 204249.82 Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0.0.7 . 24) + (3 . 0.20 .2. 2400 = 17740. 0.2 .12 . Beban Mati Berat plat = 24 . 20)} .4 – 0.12) .12 m = 50 kg/m2 = 28.77 m gempa menggunakan Pedoman Perhitungan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0. 250 = 24 . 9. 0. 0. 9. 20 .

(0.0. 24 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg .3 . 21. 4. 24) + (3 . 20). 3 = 24 . 20 . 24).4 kg + 12000 kg = 814530. 20 .12) . Beban Mati Berat plat = 24 . 0.4 – 0. 4.73 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 0.(0. 20 .5 WLL = 0. 24. 20)} .73 .4 kg b. 20)} . 3 = 98081. 0. (11+7) = 24 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530. Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 250 = 24 . Beban Lantai 4 1.6 . 20 .4 kg 2.8 kg Kolom (60x60) = 24 . 24) + (2. 2400 = (4 . 20 .20 .12) .5 .3 .6 .12 .8 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530. 0.(0. 0. 2400 = 17740.8 .2. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .12) . 21.83 Spasi Keramik = 24 .0. 0.

24).8 kg Kolom (70x70) = 24 . 20). 2400 =17740. 9.7 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 2400 = (4 . 24. Beban Lantai 3 1.32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 24 .(0.8 . 21.5 WLL = 0. 0.73 . 4. 24) + (2. 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962.12) .12) .0. 0. 20)} . 0. 2 . 20 . 0.08 kg 2. 3 =133499. (11+7) = 24 . 2 = 23040 kg WDL = 517962. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.84 Keramik = 24 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380.12) . 20 .3 .7 .12 . (0.20 .2 .85 . 0. 20 .4 – 0.5 .2.7 . 250 = 24 .08 kg + 120000 kg = 637962. 0.08 kg c.0.(0. 24) + (3 . Beban Mati Berat plat = 24 . 20 . 20)} . 24. 20 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .

0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 2400 =17740. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380. 20 .0. 0. 24. 24) + (3 .12 . 9. 24) + (2.3 . (11+7) = 24 .12) .5 . 24 . Beban Lantai 2 dan 1 1. 0.85 2.8 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .8 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.3 .20 .85 .32 kg d. 20 . 3 =174366. 20)} . 0.12) .0. 2400 = (4 .12) .4 – 0.5 WLL = 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .(0. (0. 21. 20 . 24). Beban Mati Berat plat = 24 .(0. 20)} .8 . 0.72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.52 kg 2.8 kg Kolom (80x80) = 24 . 20 . 9.8 .2. 2 . 0. 20).85 . 250 = 24 .32 kg + 120000 kg = 673380.

3.06 (28.2 = WDL + WLL = 594247.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28. Untuk Tx = Ty =0.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.32 + 714247. 500 = 120000 kg W1.20 .52 = 3554367.77 m = 0.5 WLL = 0.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia. 24.3. .52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.52 + 714247.7 detik 3.5 .52 kg +120000 kg = 714247.4 + 637962.08 + 673380.86 Koefisien reduksi = 0. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.77)3/4 = 0.84 kg 3.3.05 3.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .

87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.198 < 3 = 24 A Fix = b.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.74 ton 3.Wt = 0.K . 3.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C . I . y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .5 .38 ton = 799.77 = 1.6.hi wi. Arah x (lihat tabel) H 28.77 = 1.3.05 .hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.hi Vx ∑ wi. 1.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh. Arah y H 28.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.0 . 1.hi Vy ∑ wi. 3554.5 dan K=1.

41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.77 9.77 18.83 49.81 3378.07 24.46 4.6 Fix.69 673.42 6756.38 714. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.4.55 32.46 19.88 Tabel 6.09 9044.73 Wi (ton) 814.92 14. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.y 81.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.03 12065. utama Diameter tul.y (ton) 327.71 12.53 637.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.75 176.29 98.4 Perencanaan Balok 3.47 132.40 57323.25 714.25 Wi .19 9.5 Mpa . hi (ton/m) 23434.88 1/3 Fi.29 26.94 44.12 33.x 65.

658.105 MPa ρ min = 0.0134 [ 0.5 = 2205.0134 .5 2 = = 4.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.0040 ρ perlu = 0.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.3 N Vu = 184107.θ 356008900 0.022 As = ρ .8.5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .b.0134 ρ maks = 0.250. 250 . d = 0. 658.0040 [ 0.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0. b.

Sx2y = 0. Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.1/24 . (700-40) = 29106000 mm2 υ .1/24 .5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107.4 N Sx2y = (250-40)2 .90 A= P θ .806 = 2297. fc . 250 .5 .19) 2 = 76.01 Nmm Vc = 1/6 .350 = = 91.78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.98 N . 1/24 . 658. fc .975 + 91.65. b .5 . fy 19279. fc .6 .5 = 156176.806 mm2 Ast = As + A = 2205.01 Nmm Tu ≤ υ . d = 1/6 . 22.3 0. 29106000 = 3451547. 22.

63 mm . 22.658.68. 250 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm . d .05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.2 Balok lantai 2.98 0.68 N ≤ 520827.13 N Vs ≤ 2/3 .4.5 = = 98. b .4.5 .d 150668. fc = 2/3 .150 350. fc 150688.S fy.68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .3.6 = 150668. 658.5 = 520827. b . d .5 / 4 = 1634.4 − 156176.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.

5 2 = 6.022 As = ρ . d . utama Diameter tul.92 - Selimut beton (p) Diameter tul.0040 ρ perlu = 0.300.θ = 849107800 0.8.735.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 . b .5 MPa ρ min = 0.0040 [ 0.b.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.0191 [ 0.0191 ρ maks = 0.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.

fy 278790. Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.5 = 4214. (800-80) = 34848000 mm2 υ . 300 .5 . fc . 1/24 .1/24 . 735.93 = 0.45 mm2 = Ast = As + A = 4214.350 = 1225.5 .45 Nmm Tu ≤ υ . 735.6 .415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ . 22. fc . 22. 34848000 = 4132464. fc .65.0191 . 1/24 .45 = 5439.86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . 300 . Sx2y = 0. d = 1/6 .14 N .45 Nmm Vc = 1/6 .5 = 174439.415 + 1225. b .4 0.

d .735. b .94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .S fy.5 / 4 = 183.14 0.150 350. b .5 = = 269. 22.86 N ≤ 697756. 300735.5 . fc 463355. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.875 mm .d 463355.99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 . fc = 2/3 .56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735.5 = 697756.86. d .6 = 4633355.56 N Vs ≤ 2/3 .

utama Diameter tul.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.95 3.5 mm Penulangan pada momen .3 N Vu = 128928.4.5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.

200 .b.03 MPa ρ min = 0.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .86 = 5220.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .3 0.200. 638.θ 328143700 0.0171 .0171 ρ maks = 0. fy 690887.96 K= Mu d 2 .0040 ρ perlu = 0.022 As = ρ .5 2 = = 5.0040 [ 0.5 = 2183.86 mm2 Ast = As + A = 2183.8.0171 [ 0. d = 0. b.350 = = 3036.67 + 3036.638.65.

6 = 165369. fc . (700-80) = 8928000 mm2 υ .56 Nmm Ct = b.5 22.Ct. 638.36 0. Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.014.5.200.6 .b.9 = 49512. 1/24 . 22.638. fc = 2/3 .97 Vu = 128928.5 8928000 = = 0.014 Vc = 1 / 6. 200 .d ∑ x2 y 200. 6547700 2 ) 128928. 22.5 . d . Sx2y = 0.5 .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928.638.d fc 1 + (2.9 N Sx2y = (200-80)2 . 8928000 = 1058730. b . 1/24 .9 − 49512.5. 1/24 .5 1 + (2. Tu 2 ) Vu = 1 / 6.5 . fc .14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .0.56 Nmm Tu ≤ υ .

dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.85 N Vs ≤ 2/3 .99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.5 Perencanaan Kolom 3. b .5.638.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.14.150 350.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461. fc 165369.S fy.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .98 = 403822. d .3 N = 328431.d 165369.14 N ≤ 403822.5 / 4 = 159.5 = = 110.62 mm .

d 600 + fy 600 725.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 0. 0.99 • d = 800-50-12-25/2 = 725. b .43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .5 600 + 350 = = 458. 22. Cb = 0. 5959044 = 3893378. 458. fc = 389.85 .6 N .85 .65 . 800 .65 .85.48 .21 = 389.5 mm e = Mu P 1125725 2621461.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0. Pnb = 0.21 mm ab = β .3 = = 429.

48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.3 N ≤ 3893378. 777.05 = 7154.0244 ≥ vy = 0.03 N = As’ Tsb fy 271967.21 − 50 0.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .003 d 458.d ) + Csb ( .000167 = cb − d ' 0.25) 3 .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .30 350 = = 777.003 50 = = 0.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.d ) 2 2 2 2 800 800 389.100 P ≤ Prb 2621461.

fc . (800-100) =343000000 mm2 υ . 800 .b .5 . 725. fc . 343000000 = 40674796. 1/24 .4 Nmm Tu ≤ υ .6 . d .4 Nmm Vc = 1/6 . 22.48 0. fc . 22.101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431.02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 .3 − 458846. 22. fc = 1/6 . 800 . d .6 = 88539. 1/24 .3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. fc = 2/3 .95 N Vs ≤ 2/3 . d . b .5 = 1835385.48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. b . Sx2y = 0.5 . 1/24 . 725.5 = 458846.

725.5.02 N ≤ 1835385.102 88539.02.150 350. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 / 4 = 181.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.375 mm .s fy.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.d = 88539.5 = 53.302 mm2 Dipakai D 12-150 3.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .

fc = 389.50 . Cb = 0.85 . 0. 458. b .2 = = 306. 800 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .5 600 + 350 = = 458.78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 .85 .21 = 389.5 mm e = Mu P 629904200 2053252.25 / 2 = 725.21 mm ab = β .48 .12 .0.5 = 5959044 N .85 .d 600 + fy 600 725.103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 . 22.

0244 ≥ vy = 0 .104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . 5959044 = 3893378.21 − 50 0.65 . Pnb = 0.003 d 458.2 N ≤ 3893378.48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .65 .6 N P ≤ Prb 2053252.8 N = As’ Tsb fy .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.d ) + Csb ( .003 50 = = 0.000167 = cb − d ' 0.Tsb = 5959044 N Prb = 0.d ) 2 2 2 2 800 800 389.

725.25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 .4 Nmm Vc = 1/6 . 1/24 . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769.43 mm2 As = 2 As’ = 2 .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ . 22. b . d .4 Nmm Tu ≤ υ . 343000000 = 40674796.5 .48 N . fc 22. = 458846.5 = 1/6 .8 350 = 241. fc .43 = 4842. 241. fc . Sx2 = 0. 1/24 . 800 .105 = 847498.5 . 1/24 .6 .

fc = 2/3 . 725.48 0.81. 22.375 mm .5 = 19.5 .5 = 1835385. b . fc 33264. 800 .81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .81 N ≤ 1835385. b .d = 33264. d . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.150 .725.s fy.106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846.150 350.6 = 33264.65 mm2 Dipakai D12 .95 N Vs ≤ 2/3 .95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. d .5 / 4 = 181.

107 3.d 600 + fy 600 625.2 N = 227849.2 = = 382.05 mm .5 mm e = Mu P 568184500 1483837.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.5 600 + 350 = = 395.5.

Tsb = 4495452. Pnb = 0. 22. fc = 355.85 .2 N ≤ 2922043.85 .65 .5 = 4495452.79 . 4495452.85 .65 .039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .05 − 50 0.108 ab = β . 700 . 395.83 N P ≤ Prb 1438837.039 N Prb = 0.000167 = cb − d ' 0. b . Cb = 0.021 ≥ vy = 0.039 = 2922043.05 = 355. 0.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .003 d 395. 0.83 control keluluhan baja vy vs = 0.000167 .003 50 = = 0.

25) 2 = 262.5 mm.98 350 = = 1192.66 = 2385.4 Nmm = ( 700 –100 )2 .6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.6 .6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.5 . 216000000 = 25614449. 1/24 .05 Nmm . 1/24 .109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( . fc .98 N = Tsb fy 417432.039 ( = 818644293. Sx2y = 0.d ) + Csb ( . 22.d ) 2 2 2 2 700 335. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.66 mm2 As = 2 As’ = 2 .33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3. 1192.

5 . b . Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.5 32998.82 0. 700 . 625.18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .625. d . = 1184603.6 = 32998. 1/24 . d . d .27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625.375 mm.27 N Vs ≤ 2/3 . fc .s fy. fc 22.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489.110 Tu ≤ υ .5 / 4 = 156.05 Nmm Vc = 1/6 .18.4 − 346150. = 346150.5 = 1/6 .5 . 700 .5 = . b . b .150 350.18 N ≤ 1184603. 625. fc = 2/3 . fc 22. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.d 323988.

4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.50 .7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .12 .609 mm2 Dipakai D 12-150 3.25 / 2 = 525.111 = 22.5.5 mm e = Mu P .9 N = 333098.

Tsb = 3237218.65 .5 600 + 350 = = 331. fc = 282.112 = 736391000 1118951.28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . Cb = 0.9 = 658. 22.d 600 + fy 600 525.28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .89 mm ab = β .28 N Prb = 0. 0.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .11 .88 N P ≤ Prb 1118951.85 .28 = 2104191.89 = 282.9 N ≤ 2104191.85 .5 = 3237218. 3237218.85 . Pnb = 0.88 N control keluluhan baja . 331. 0. 600 . b .65 .

68 350 = = 126.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .d ) 2 2 2 2 600 282.003 50 = = 0.28 ( = 514539659.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.5 mm.0139 ≥ 0.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.25) 2 = 212.000167 = cb − d ' 0.86 = 2537.11 − 50 0.d ) + Csb ( .68 N = Tsb fy 444102.113 vy vs = 0.003 d 282.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102. 126.

0.5.45 N ≥ 0 .114 Vu = 333098.6 = 316403. Vu = 1 / 6. 1/24 .53 Nmm Tu ≤ υ .d fc 1 + (2.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098.5 1 + (2. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .5 .05 0. fc .525. 1/24 .5.6 .53 Nmm Ct = b.0025 Vc = 1 / 6.54 1. 1/24 . fc .044 16062300 2 ) .7 = = 238761. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.0025 249266.600.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .Ct Tu 2 ) .b.5 22. 333098. 1256000000 =14823176.d ∑ x2 y 600. 22.5 125000000 = = 0. Sx2y = 0.525.7 − 238761.

13 mm. 3. 525.5 = 997066. b .525. fc = 2/3 . fc 316403.14 N Vs ≤ 2/3 .5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470. b .5.04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .150 350. d .1 N = 242316. 22.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.s fy.5 / 4 = 131. 600 .5 . d .45. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.115 Perlu tulangan geser 2/3 .6 N = 78669000 Nmm .d 316403.5 = = 258.45 N ≤ 997066.

5 .85 . Cb = 0. 0.89 mm ab = β . fc = 282.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .89 = 282. 0.d 600 + fy 600 525.85 . 22.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .85 .5 mm e = Mu P 703405000 801470. 331.5 600 + 350 = = 331. b .1 = = 877.11 . 600 .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525.

d ) 2 2 2 2 600 282.000167 = cb − d ' 0.28 = 2104191.88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.88 N P ≤ Prb 801470.1 N ≤ 2104191.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.d ) + Csb ( .68 N = Tsb fy .000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .117 = 3237218.Tsb = 3237218.003 50 = = 0.28 ( = 514539659. Pnb = 0.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.65 .5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.003 d 282. 3237218.28 N Prb = 0.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .65 .11 − 50 0.0139 ≥ 0.

1256000000 =14823176. As’ = 2 .6 . 1/24 . fc .0025 . Sx2y = 0 .6 Nmm = ( 600 –100 )2 . fc .68 350 = 1079.5 125000000 = = 0.23mm2 Ast = 2 .525. 1/24 .d ∑ x2 y 600.53 Nmm Ct = b.46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3.23 = 2158. 1/24 .5 mm.53 Nmm Tu ≤ υ . 22.5 . Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316.25) 2 = 212.118 = 377730. 1079. (600 –100 ) =125000000 mm2 υ .

07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .0025 249265. 600 .54 2.5 = 997066.26 78699000 2 ) .5 22.5 . 242316.600. Vu = 1 / 6. d .5 1 + (2.119 Vc = 1 / 6. d .5 / 4 = 131.14 N Vs ≤ 2/3 . fc 293566. dipakai 150 mm Penulangan geser .93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.0. fc = 2/3 .93 0.d fc 1 + (2. b .5. 525.13 mm.6 = = 110294. b .2 − 110294.Ct Tu 2 ) . 22.b.5.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.525.6 = 293566.07 N ≤ 997066.

6. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.s fy.120 Av = Vs.07.d = 293566.150 350.525.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda. serta .5 = 239.6 Perhitungan Pondasi 3. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.42 mm2 Dipakai D12-150 3.

Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0.6.6. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . Selanjutnya.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir.45 m 3. 3. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah. Untuk itu.

85 4412.95 0.670 = 4648.99 3728.45 0.25 x 24 = 915.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.81 1354.108 1397.169 kN .6704 kN = 1397.5 1.15 11042.28 3563.82 6652.829 1400.595 3190.25 x 1.875 KN q = 1457.499 + 190.48 0.670 524.36 0.87 17008.41 2864.61 7341.25 m x 1.624 KN = 541.670 = Mu / P =1397.25 m x 4.25 m :3 :3 : 0.25 x 4.413 m : 1.14 x 0.5 0.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.158 m2 : 1.25 x 3.169 2202.92 6917.96 5114.5 1 4 5 6 8 1230.731 / 3190.731 1.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.94 1.51 4648.41 1393.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.39 0.

B qc. = 0.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .n = 1- 0. A + SF 2 SF1 Tf . 32.( 3.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .3 90 = 1. n = 1.1.684 . tg .0.45 1.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.123 = 0. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200. 8 = 347.413 140.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .158 + 10 5 = 32.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .5 α = 1- θ 90 .426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .B qc.29 0. Q.328.n = Arc tg d/s = Arc .

1.5 + + 8 9 9 = 864.7308.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.744 = 6917.6704 1397.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.95 kN Beban yang terjadi 4648.x Mu.1.124 q1 = p Mu.169 kN < 6917.7308. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.5 1397. Detail Pondasi .

42 tahun 2002. 80 Tahun 2003. Pengganti kepres R.I No.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. PenggantiKepres No. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I.1. 3. 14571. dan Kepres R.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. 18 tahun 2000. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000.I No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan .I No. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. dan Kepres R. 4. 2.17 tahun 2000.

Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. IK. Peraturan Mendagri No. 9. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah.02. 6. Ik. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. Pasal I.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. 5. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini. 8.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. Renovasi. 2 tahun 1999 dan No.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. . Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. Peraturan.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. 02. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. No.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. Pasal I. 7.

4.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 5. ARSI GRANADA. 6. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur.131 2. Pasal I. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. 3. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. CV. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. 2.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.04 PERENCANA / ARSITEK 1. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan). Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . 3.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. Jalan Pahlawan No. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan. .04 Semarang.

Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. 6. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 2. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku.132 Pasal I. 7. 3. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 5.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. 4. .

Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. 3. Pasal I.133 Pasal I. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. 3. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. 2. 4.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. Hari Tanggal : : . 2. 3. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. 2. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2.

Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I. Jam :………………….-.... .09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan.WIB. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan. 4. 3. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. Pasal I.134 3.6. pada :……………………. 2.000.WIB.2005. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh.2005. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca. Jam :……………. 08 PELELANGAN 1. 4. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :……………………….

Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. 3. Pasal I. ukuran sesuai contoh. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. 2. Pasal I. 4.135 2. 5.

Surat Penawaran Lampiran : a. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. 4.136 2. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. Harga Upah dan Bahan . 6000.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Surat penawaran. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. 6000.. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja. b. Analisa d. daftar RAB. 6. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. Harga satuan c. Penawaran berisi : 1. RAB b. surat Pernyataan. 3. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup.. 2. 5.

. 3. Tatakala / Time Schedule b. Daftar Personil c.000. Metode pelaksanaan 4.137 e. Data peralatan d. 200. Pasal I. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. . bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . Dokumen Teknis a. 1. Pakta Integritas 7.000. Dokumen Adminnistrasi a.(dua ratus juta rupiah). Data pengalaman perusahaan e. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b.

6. 9. 10. 5. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar.6000. 3. 8. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. 13 CALON PEMENANG 1. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Surat penawaran. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf.138 2.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. 7. 4.. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan.

Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan.139 a. Pasal I. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. 4. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. 2. administrasi dan harga. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. b. hal mana harus dicatat dalam berita acara. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. c. 3. . Aspek teknis. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali.

jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 5. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia.140 Pasal I. Pengguna Anggaran b. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. 2. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. 2. 3. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). . 4. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1.

Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. 3. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. 6. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan.141 3. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. Pasal I. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. 4. . 2. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar.

Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. . RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. 2. 2. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. 4. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). Bilamana akan dimulai di lapangan. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. Pasal I. 3. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi.142 Pasal I. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1.

Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. 4.143 3. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. 4. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. Kesemuanya atas biaya perencana. 3. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. Lapangan/lahan yang tersedia. . 2. 5. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. Pasal I.

4. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan.144 6. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. 2. .. 5. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. Pasal I. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. 3. Di dalam pelaksanaan. gudang dan lain-lain.

Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas.145 Pasal I. Bilamana terjadi kecelakaan. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. 5. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. 2. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. 2. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. . 3. Pasal I. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. 4. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. 3.

kejadian . pemberontakan. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan.146 4. perang dan lain-lain. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. Pasal I. hujan lebat. gempa bumi. 5. 2. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. angin topan. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. 6. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. 3.

Pasal I. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. Pasal I.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. ternasuk tenaga dari team Teknis. Pasal I. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. 01. Apabila terjadi force majeure. bukan menjadi tanggungan Pemborong. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. 4. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. Jamsostek. .

c. 6. 4. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Antara gambar dan ketentuan RKS. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Bila terdapat perbedaan : a. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan .148 2. 3. e. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. d. b. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. 5. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS.

Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. 8. 7. . maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. mengopy dengan cara apapun. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. 9. 10. sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. Kontraktor wajib membuat gambar kerja.

6. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. 28 LAIN-LAIN 1. BQ tidak mengikat. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. 5. 9. 8. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. 4. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. . maka perubahannya tidak nomor 5.150 Pasal I. 4b dan seterusnya. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. 7. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. 3. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. tetapi nomor 4a.

Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. . Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan.000.000. 3. 2. 2. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1.151 4. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan.. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. 24 Februari 1988.200.(dua ratus juta rupiuah). 01 JAMINAN LELANG 1. yang mendapatkan pekerjaan. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. Pasal II. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. Sebesar Rp. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.

Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. . Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang.152 3. 2. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. Pasal II. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. 3. Pasal II.

atas biaya pemborong. 6000. Pasal II.153 2. 3. Bestek dan RKS .. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. 05 PEMBAYARAN 1. Suart undangan b.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. Pasal II. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. 2. 2.

Time Schedule m.6000.6. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Berita Acara Evaluasi f.154 c. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. q. SPK (Gunning) g. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp.- . Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l. Surat kesanggupan bermeterai Rp.000. Daftar RAB i. Berita Acara Aanwijzing d.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. Surat Penawaran h. n. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e.

Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. Foto copy jaminan pelaksanaan. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. z. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. . Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku.155 r. x. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. v. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. w. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. pekerjaan harus sudah dimulai.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. 2. y. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. u.

Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. 4. 3. Apabila akan memulai pekerjaan. . b. 2. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. Pasal II. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. c. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. hari besar dan hari raya.156 3.

Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan.- Pasal II. . 5. 2. 6000. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1.157 4. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.

d. gangguan keamanan.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. 3. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. . b. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. Adanya force majeure (bencana alam. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. c.158 Pasal II. b. pemogokan. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. 2. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. Data yang lengkap. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang.

Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. . Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. 2. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas.159 e. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. Pasal II. pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. f. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. 3.

(pembidikan dari titik tetap).160 Pasal II. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. Sebelum pekerjaan dimulai. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. 2. maka akan diselesaikan secara musyawarah. Pasal II. 3. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. 2. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. pada penyerahan . pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya. 4. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1.13 DOKUMENTASI 1. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak.

Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. 2. 3. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8. sebanyak 8 exemplar 9. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . 4. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6.161 pertama. As built drawing 10. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. Pasal II.

pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Pasal II.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. 2. 2. CONTOH SURAT PENAWARAN : . sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. Pada pengabutan pekerjaan tersebut. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. 3. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut.162 Pasal II.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1.

Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. . pada tanggal …….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. : ………………. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing.tahun….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. Dengan ini menyatakan : 1. 3. 2. : ………………. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. di Berkedudukan : ……………….. …………………. dengan mengambil tempat di……. Jl..tanggal…… bulan….

6000. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. Lokasi c.01.164 4. CV/ PT. 2004 Materai Rp. Sanggup dan bersedia melaksanakan. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. . Hormat Kami. 5. Denagn harga borongan d.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Pekerjaan b. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6. 7. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak.

Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Instalasi non Standart a. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. Instalasi dan Panel b. pengolahan pengangkutan semua bahan. Sound system Gedung f. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Sarana dan Fasilitas . Instalasi Komputer e. Instalasi Telepon d. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Tarikan Feder Genset c. 2. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya.165 PENJELASAN UMUM 1. pengerahan tenaga kerja.

5 d. Pembuatan rumah pompa 3. Saluran g. Penataan sekat ruangan b. Perapian Delatsi c. serta stop kontak daya pada semua ruang.166 a.02 TEMPAT KEGIATAN . Penyambungan air bersih. Pekerjaan prasarana 1. Landscaping h. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Pasal III. 2. 3. Pembenahan Space Frame Lt. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. 5. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e. Pavingisasi f. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. 4. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll.

3. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Los Kerja dan Gudang.04 Semarang. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing.167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. 2. . Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. 4. Sebagai ukuran dasar + 0.01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. 4. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. 5. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass).00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data).

sesuai dengan gambar rencana. Pemadatan. Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. d. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. Penggalian dan penimbunan. .02 PEKERJAAN TANAH 1. c. (untuk penimbunan dengan tanah urug). Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. Pasal IV.168 6. e. Pengeringan dan pengontrolan drainase. f. sloof. b. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya.

2. Menyediakan material-material yang baik. 5. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. Penggalian dan Pembersihan 1. 4. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum.169 g. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. dan dibersihkan dari lapangan. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. . 3. b. 2. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi.

rumput-rumput. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. . Seluruh pohon-pohon. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan.170 6. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. 7. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. 2. c. semak-semak. 3. keluar lapangan.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. dilakukan lapis demi lapis. Kwalitas Beton a. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. b. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa).5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. . Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. e. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. c. 4.178 d. 3. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm.

Besi Beton (steel reinforcement) 1. dsb). Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. ƒ Disesuaikan dengan gambar-gambar. 3. dan peraturan lainnya yang relavan. 5. ƒ Bebas dari kotoran-kotoran. minyak. 2. mengelupas. ƒ Mempunyai penampang yang sama rata. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a.179 d. . Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : ƒ Pada SKSNI T-15-1991-03. b. lapisan lemak. karat dan tidak cacat (retak-retak. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. luka. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. seperti ASTM. ACI.

5.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. 6.180 4. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. 8. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. 7. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. c. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Umum ƒ Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. Beton 1.

15-1991-03. Pengecoran Beton ƒ Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. ƒ Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. ƒ Penggunaan alat. 2. ƒ Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair. ƒ Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). baik nama perusahaan. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. alamat maupun kemampuan alat. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan.alatnya. .181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. ƒ Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. ƒ Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T.

. melalui acuan dan lain-lain harus 3. ƒ Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. ƒ Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. pengeringan oleh angin. ƒ Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. ƒ Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. Curing Dan Pendirian Atas Beton ƒ Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari.182 ƒ Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas.

Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. dengan petunjuk. 7. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini. 6. . 8. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22.183 ƒ Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan.stek dinding dan stek kolom praktis ƒ ƒ Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. ƒ Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . Selesai pekerjaan sloof.

Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. memenuhi S.184 ƒ Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. Lingkup Pekerjaan a. 2. Pasal IV. b. Bahan – Bahan yang digunakan a. 3.05. . Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. Semen 1.

ƒ Khusus untuk pekerjaan beton. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). Batas.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan.185 2. terdiri atas: 1. 5. 4. b.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03. . 3. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan.5 cm . Pasir beton (aggregate halus). Dimensi maksimal 2. diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. 2. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): dipasaran tidak ƒ Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan.

Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Besi Beton Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. 4. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test.2 untuk beton biasa. d. maka disamping adanya certificate .186 ƒ Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. Penyimpanan semen : . juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. berat (cukup ruwet) c. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las).

Penyimpanan besi beton 1. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. 3. terlindung pengaruh cuaca. d. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. 5. c. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah.187 1. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. 2. 4. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. Bekisting yang Digunakan . Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. minyak atau zat asing lainya.

pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding.188 a. h. Pada bagian terendah . Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. balok atau kolom beton yang bersangkutan. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. e. c. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. d. g. Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. b. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. . f. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage).

Kualitas Beton a. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi.189 i.5 MPa. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. b. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. 6. kwalitas beton dengan fc = 22.5 MPa. c. Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. .benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. 7. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. Bila akibat pembongkaran cetakan. Sedang beton praktis dengan fc = 17. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. Selama pelaksanaan harus dibuat benda.

Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan. f.5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya.5 cm. e. 2. 5. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton).190 d.5 cm . Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. 3. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. . Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. Setiap lapis ditusuk.maximal 12. Setelah atasnya diratakan. 4. minimum 7. dan diukur penurunannya (slumpnya). g. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan .

Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. k. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. Penggantian Besi . 9. Jika dianggap perlu.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. i. l. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. j. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28.komponen beton.191 h. harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. 8. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan.

Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. 2. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. c. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. b. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. 3. . Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar.192 a. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan.

d. .ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0.5 mm - 10.193 2. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.4 mm + 0. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. Toleransi Besi Diameter. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. 3. Perawatan Beton a.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0.

Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. Tanggung Jawab Pemborong a. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. b. .gambar kontruksi yang diberikan. c.194 c. talang seng. Pasal IV. plat beton atap. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. talang beton. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. plat beto kanopi. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. 06. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11.

Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. f. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. Syarat Pelaksanan a. e. d. Water proofing system coating 3x b. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. 3.kotoran. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . c. b. plat beton atap. lantai janitor.195 2. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing.

b. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. 6. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. 5. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. 4. . Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm.

Allowable tensil stress 2. 3. Bahan.90 t/cm2. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3.07. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b.25 t/cm2 tidak berkarat. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1. c.Bahan a. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik.197 Pasal IV . Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui. .

Pekarjaan Las a. 5. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. c. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. 4. tidak dicat. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. 6. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . harus dibuat satu. b.

Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm. 7. 8. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti .199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. Setelah didirikan.

Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. Bahan-bahan 1. .masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. pekerjaan kerangka baja untuk gording. LISTPLANG DAN TALANG 1. Penutup Atap a. pekerjaan talang. pekerjaan listplang beton. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. sedang reng ¾. b. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. Menyediakan bahan. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. pekerjan listrik dan penangkal petir. Pasal IV. bubungan nok. listplang. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. 2. 2. Bahan kerangka kayu : gording. Lingkup Pekerjaan 1. b. atap.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. papan nok menggunakan kayu jati masing. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. 08.

b. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Pemasangan Listplang 1. 2. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. c. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. Penutup Listplang Dengan Kayu a. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya.catan. Bahan penutup Listplang 1.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. 2. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya.201 2. . sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar.

3. b. saringansaringan saluran cucuran kebawah. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. 4.202 3. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. 3. Pekerjaan Talang a. Lingkup pekerjaan 1. Bahan–bahan 1. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. . 2. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan.

harus betulbetul kedap air. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. PEKERJAAN PASANGAN 1. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. 09. Jenis Adukan Yang Digunakan a. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. b. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. c. 2. . Pasal IV. Pasangan batu kali untuk pondasi. a. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps.

Digunakan untuk dinding–dinding toilet. permukaan halus tidak berlubang–lubang. b. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. dan bata merah. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. serta digunakan dalam pemasangan keramik. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. . Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. Jenis Plesteran Yang Digunakan a.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. 4. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. kuat tidak mudah pecah. 3. c. b. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet.

2. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. c. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. Bahan Untuk Adukan. Batu bata harus baru. . Plesteran dan Acian. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. 4.205 b. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. 6. Bahan campuran (air. 5. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Ukuran seragam dengan standard nominal. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. Mempunyai sifat kondisi rendah. sudut–sudutnya tidak tumpul. 3.

Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. kerikil. Syarat Pemasangan a. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. Pemasang batu kali untuk pondasi 1. 6. 2.206 5. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. split ). bata merah. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm.

Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. c. Kolom Beton/Tulangan Praktis. datar. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. . pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. b. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. d. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. rata.207 menggunakan potongan. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. tidak melengkung/ bergelombang. f. e.

Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Pekerjaan lantai keramik 2. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. tekstur. warna. khususnya untuk seleksi kwalitas. Pekerjaan alat perabot . Lingkup Pekerjaan a. Pasal IV. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. d. c. b. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun.

Pekerjaan Lantai Keramik a. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet.40/40 dengan ketebalan 7 mm. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. d. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. tidak bagian yang gompal. b. . c. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. ruang dapur.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. retak atau pecah. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja.

210 e. telah dahulu dipasang pasir uruk. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. tidak membentuk garis lurus. g. k. . bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. i. hingga betul–betul bersih. j. f. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). Apabila hasil pemasang tidak rapi. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. minimal setebal 10 cm. h. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. retak dan hasil gelombang. tanah telah dipadatkan.

Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. c. 2. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas.211 l. Persyaratan Pelaksanaan 1. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. b. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. 3. Lantai Rabat Beton a. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. Bahan yang digunakan . 3.

Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. Pasir pasangan muntilan. Alam Daya Sakti/setara. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan.II. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. PEKERJAAN DINDING 1. b. khususnya untuk menentukan warna. . Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun.212 1. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. Pasal . IV. c. d. 2. Lingkup Pekerjaan a.

harus baru. warna. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. PVBB1970 dan PUBI 1982. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. 2. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. 3.19. Persyaratan Bahan 1.213 2. Syarat–syarat pelaksanaan . Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. peraturan keramik Indonesia NI. Pekerjaan Dinding Keramik a. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. tektur dan bahan tidak boleh rusak. 4. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. b. maupun cacat . setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan.

dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. . sesuai petunjuk pabrik pembuat. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. 6. 5. gumpal atau cacat lainya. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. warna. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. garis–garis siar harus benar–benar lurus. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. 7. adukan baik menggunakan supersemen.5 cm atau bahan perekat khusus. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak.214 1. 2. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. 3. keramik langsung dapat diletakkan. 4. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. Sebelum keramik dipasang.

12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. Lingkup Pekerjaan a. Pasal. IV. b. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit.215 8. Pekerjaan langit-langit meliputi: . Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. 10. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus. 9.

f. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. c.216 ™ Pekerjaan langit – langit askutik ™ Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. . pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. d. e. Sebelum pelaksanaan. 2. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. rangka plapon digunakan BMS/setara. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. gridnya harus lurus dan datar. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. b.

Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Plafond khusus dipasang dengn type. Bahan-bahan ™ Janitor : TOTO type SK 22a . b. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. IV. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. b.217 g. sesuai gambar. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. Lingkup Pekerjaan a. harus sesuai dengan gambar. 3. Plapon akustik dengan ornament khusus a. Pasl. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1.

Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. Pada saat pemasangan.218 ™ Floor ddrain ™ Wastapel ™ Kran ™ Cermin ™ Kloset jongkok ™ Urinior ™ Doset duduk c. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. 4. 2. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran. . 3. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. Pemasangan : TOTO : TOTO type L511.

penempatan harus sesuai dengan rencana gambar. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama.219 d. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. . Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. bentuk ukuran. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. 2.

• Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. ukuran sesuai dengan rencana gambar.220 • Persyaratan pelaksaan: ƒ ƒ ƒ Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. dikancing dengan pasir uruk ƒ Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. terbuat dari : . Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk.

sop) dengan bentuk sesuai gambar.221 ™ Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”. ™ Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.15 -199103 ™ Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman. . dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.

Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. b. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. . Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. Pemborong utama bertanggung jawab. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. c. IV. d. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan.14.222 Pasal. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas.

berdasarkan alkyd resins. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. c. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi.223 e. kolom. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. 2. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. b. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. d. . Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut.

4. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. 3. 4. lembab atau berdebu. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. Persiapan umum : a. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat.224 2. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. pemborong harus secepatnya. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. Sebelum bagian-bagian yang retak. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. . 3. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. 5. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan.

Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. 6. b. a. Persiapan : . baik bagian luar maupun dalam. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Pelaksanaan. Bersihkan permukaan dari debu. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan.225 b. Pengecatan Kayu : a. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran. 7. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam.

Keahlian a. kotoran dan sebagainya. b. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Bersihkan permukaan dari debu. Pelaksanaan. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. b. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. 8. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. c.

e. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. b. serta mendapat persetujuan pengawas.227 d. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. . Setelah pengerjaan pengecatan selesai. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. 9. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final).

peralatan termasuk alat. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. 2. JENDELA DLL.15 PEKERJAAN KOSEN. Pintu kayu dan pintu kaca. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. 1. PINTU. Meliputi pekerjaan. bahan – bahan yang diperlukan. Lingkup Pekerjaan a. b.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. 1. 2. Bahan –bahan .228 Pasal IV.

b. 3.00 mm . 1.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1.

3. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. tahan terhaap matahari. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. • Neoprene : Jenis extrusion. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. kepadatan 65-96 kg/m3. Contoh . tidak menyerap air. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada.

detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan. Pekerjaan Persiapan 6. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. kekuatan. 5. b. b. Untuk mendapat ukuran yang tepat. finish. Pekerjaan pelaksanaan a.231 Kecuali ditentukan lain. tempers. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. alloy. . Gambar pelaksanaan a. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. besaran–besaran ketebalan. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. 4.

e. 8. f. sehingga tidak ada kebocoran suara. g. Hubungan dengan Material lain. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. i. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. h. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. Untuk mendapat hasil yang baik. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. sambungan sudut atau silang. 7. Semua detail pertemuan harus halus. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. Perlindungan bahan . maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen.232 c. d. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium.

b. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. anodized. • Material tes(tes terhadap bahan. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. tes korosi. . tes terhadap kebocoran udara. beban angina. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. 9. Pengetesan a. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. jika hasil pengetesan gagal. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. c. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan .

sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. Menyedian alat –alat logam. membuat lidah –lidah . air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. skrup – skrup. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. b. Lingkup pekerjaan 1. 2. Garansi (Jaminan) a. Bahan – bahan 1. 3. menyetel. terhitung sejak selesainya masa perawatan. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. b. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. memahat. Bahan kayu jati kwalitas politur . paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat.234 10.

4.VI. Lingkup pekerjaan 1.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei).00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. Pengikat berupa paku mur. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. 2. untuk yang lebih besar dari 1. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. Pelaksanaan 1. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. .235 2. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. untuk yang lebih kecil dari 1. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. baut. c. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. 3. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. Diats kosen pintu dan jendel. 3. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). finish melamine. bahan–bahan.

Persyaratan Bahan 1.236 2. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. . Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. b. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya.

3. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. 2. 4. d.237 2. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. .lain. Contoh – contoh 1. kekutan ayun dan lain . Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . nama barang. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. 5. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik.

warna stansdr. flap enfsel memikul maximal 20 kg. Pemasangan lockcase. f. 2. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. e. Persyaratan pelaksanaan 1.238 3. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. 3. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. Untuk pintu toilet. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. 4. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh .

pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya.239 pengawas. Persyaratan bahan 1. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. b. baut. 5. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. 2. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. apabila hal tersebut tidak tercapai. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . dengan ketebalan sesuai gambar. • Penutup dauble teakwood. • Pengikat berupa mur.

tempers. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. . kekuatan. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. besaran. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. Contoh Kecuali ditentukan lain. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. trush detaidetail. alloy. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. ketebalan. 5. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L .H. hitungan bila diperlukan. 4. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2.

dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. • Setelah terpasang.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. c. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. Pekerjaan kaca a. b. kaca harus plat.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. . 6. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm.

Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. 2. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. 7.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. Membesihkan dan memperbaiki: 1. d. kaca harus dibersihkan. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . yang retak–retak .

sedang bentuk.243 8. rapi. penanman dan penataan taman hias dan peneduh. perbaikan tanah. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. penanaman rumput. . Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. 16. b. Railling tangga a.IV. Yang harus dikerjakan a.

Pekerjaan Pendahuluan a. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. Pembutan relief dinding 2.244 b. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. c. Rumput gajah dan rumput jepang 2. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). b. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. 3. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. . Pelaksananya peliputi 1. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Pekerjaan Tanah a. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur.

f. h. Galian untuk penanaman pohon. c. Pekerjaan penanaman a. Pohon 1. .245 b. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. d. e. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. bersih dan tidak mengandung rayap. g. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . 4. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang.

baru ditimbun tanah baru. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. b. Penyiraman air . kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. Perumputan 1. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. 6. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. Pekerjan pemupukan a. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. perlindungan terhadap panas dan air. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. Setelah tertanam. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. 5. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para).246 2. 2.

Pohon kayu putih c. Penyiangan dan pemotongan a. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. Macam Pohon (sesai gambar) 8. Zammia Goldkas d. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. b. Lidah Mertua e. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). Pembersihan dan perlindungan : . Penyiraman rumput.5 bulan. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). 7. b.247 a.

b. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. bila perlu pengecatan kembali. 4.Terhadap bahaya tersebut (mulat). tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan. rontokan–rontokan daun kering. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. lokasi selalu bersih setiap hari.248 a. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus).5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . c. Selama berlangsungnya penanaman. tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya.

Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku.01. KETENTUAN UMUM 1.249 Pasal V. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini . ¾ TDR dari jateng ¾ SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well ¾ TDR dari Jateng ¾ Ijin kerja dari PAM Jateng ¾ Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir.

VDE/DIN. WEMA. BS. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. yaitu : ¾ NFC. 59/PD/1980. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. JIS.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. Peraturan dan syarat-syarat umum. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. . AVE. VDE. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No.

251

¾ Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit.
Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

¾ Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta
Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

™ Lampu pijar Philips atau sederajat ™ Lampu langit-langit buat armature. imlex atau esderajat d. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. aman dan mudah diperbaiki .7 mm dan dicat dengan cat baker. atau sederajat 5.258 c. Persyaratan Pemasangan a. legrand. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : ™ Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. warna putih merk LOMM atau sederajat. clipsal. Panel ™ Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. arto light. LOMM atau sederajat. Ballas elektronik merk Philips. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker.

Kabel dalam bamgunan. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. • Pemasangan kabel harus rapi. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. terpasang pada bagian bangunan.5 x diameter kabel. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. . • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. • Sebelum penarikan kabel dimulai.259 ™ Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. Kabel ™ Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. lurus dan kuat.

bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. dipasang 130 cm diatas lantai. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. • Saklar harus model tanam. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. • Kapasitas kontak 10 CMP.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. Lampu-lampu . c.

7. Commissioning dan testing. balancing. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. 6. ™ Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. ™ Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. ™ Setelah jaringan dibebani. ™ Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. commission dan perbaikan.261 ™ Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. ™ Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : .

Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 .262 ¾ 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. Rod Electrode. ¾ 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan ¾ 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN ¾ 2 (dua) set : berita acara hasil testing. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Pasal V. ™ Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). b. Pemasangan : a.

04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum.263 cm. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. Pasal V. 2. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. ™ Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm.5 m. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter. bahan-bahan utama. jarak ke pondasi bangunan 1. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). c. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. ™ Rod Electrode dipasang pada satu tempat.

Selokan air hujan. yaitu terdiri dari : a. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. Alat-alat Sanitair : ™ Closet jongkok ™ Meja cuci tangan (washtafel) ™ Floor Drain ™ Floor Clean out (tipe lantai) ™ Janitor.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. c. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan. Urinor. Pipa air hujan : ™ Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. . zink. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. Skat Urinor dll ™ Kaca cermin b. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. urinoir.

265 2.5 HP . Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Persyaratan bahan dan peralatan a. Sistem Air Bersih ™ Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.

Pompa dilengkapi dengan water level control : .450 rpm D 1.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi ƒ ƒ ƒ Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi ƒ ƒ Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.5 KW 15 meter 12 m3/h 1.

untuk tangki atas. ƒ Valve. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. flange and ex KITAZAWA. ™ Sistim air kotor dan air bekas. ™ Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air ™ Pempompaan air bersih pipa ƒ Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. screw type.267 ƒ ƒ 4 buah lower level. screw end. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. ƒ Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi.

. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend.268 ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. ƒ Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. ƒ Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. c. Persyaratan Pemasangan ™ Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. ™ Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. dengan sambungan lem. ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa.

269 ™ Semua pemasangan harus rapi dan baik. ™ Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. memenuhi persyaratan sbb: . sehingga pipa tiada melentur. ™ Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. d. ™ Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. ™ Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. Pengujian ™ Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. ™ Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. ™ Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama.

e.2 ppm. ™ Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. f. ™ Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0.270 ƒ ƒ Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 ™ Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. Dosis chlorine ialah 50 ppm. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan. Pembersihan . ™ Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. Disinpeksi ™ Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik. ™ Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas.

™ 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. g. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. ™ Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya.271 ™ Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : ™ 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. . ™ 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan.

dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. General Area ™ Type General Purpose Dry Chemical ™ Agent Multi Purpose Dry Chemical ™ Shell Material Iron Steel . Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. 2. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Persyaratan a. 3. b. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Co2 atau sejenisnya. 05.272 Pasal V. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs).

Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. . 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. b. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. Apabila timbul persoalan.0 kg ™ Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan. Syarat-syarat umum a. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum.273 ™ Capacity 4 kg ™ Cargerd Weight Approx 8.

b. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. ijin-ijin dan standar-standar a. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. . 2. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.274 c. Pada waktu pelaksanaan. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. dari jawatan keselamatan kerja. saluran-saluran (ducts). pipa-pipa dll. c. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. e. d. Peraturan-peraturan. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan.

Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. pipa. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. Petunjuk Khusus a. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. 3. c.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. . b. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan.275 f.

e. e. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. lantai 2 b. Starting. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. d.276 d. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Lingkup Pekerjaan a. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. testing. servising dan maintenance. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. . c.

Pekerjaan Listrik a. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. Pekerjaan Pipa. zekring. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. Pemborong harus berkoordinasi. Pekerjaan. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. 6. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. 7. starter. b. Bahan. switch.277 5. . transformator.

iv. b. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. . Peralatan v. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. Syarat-syarat iii. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. c. ii. persyaratan PLN. d. switch. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja.

f. switch. 4. . Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. e. ix.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. vii. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. 3. viii. Pemyambungan kabel x. Semua panel. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. indikator. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya.279 vi. 2.

Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. c.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. Kipas Angin / Exhaust Fan a. . dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. merk yang digunkan nasianal. b.280 g. rating CFM dengan toleransi 10%. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC.5 m. KDK atau setara. 9. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”.

Mutu alat-alat dan bahan a. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. d. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. e. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. g. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. f. Penjelasan sistem • Listrik .281 d. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. e. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. c.

2. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. difuser.2 deg C ( 90 deg F ). Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. f. • Tenperatur 1. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan.282 1. . Pengukuran dan pengujian temperatur. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. griller. c. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. 2. motor dan system pengaturan listrik yang ada. b. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. Syarat a. d.

Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1.283 Pasal V. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. a. Pengujian A. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Pipa 1. 07 .

Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. volume control di by pass dan full power loud speker. krap dan sejenisnya. c. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. d. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. . Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. b. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat.80 db) .

Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. f. . Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. 1 (satu ) set input source. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. c. e.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. 1 ( satu ) set amplification system. b. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. 1 buah table stand microphone. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. terdiri dari • 1 buah system amplifer . 1 buah hand held micropune. B.

5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Pre-amplifier untuk background music. Dalam konstruksi slide-in panel 2. Dalam konstruksi slide-in panel. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. 1 buah set swiching. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. monitor. Karakteristik frekuensi 7. Cacat harmonis : 0. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . Catu Tenaga : 220 volt. rack dan accessories. C. 50 Hz 6. S/N : 55 dB atau lebih 8.

Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya. b. .08. testing dan penyetelan. untuk memasang peralatan dan perkabelan. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. Pasal V. URAIAN TELEPON 1. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. melakukan pengukuran. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. c.287 D.

yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. 2. T Doos harus ditutup. b. harus ditarik didalam pipa. Penyambungan pipa harus dilem. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung.288 2. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Semua kabel. . Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. 6. 4. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal. a. 5. 3. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. Instalasi 1. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel.

Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. 13. 10. Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. 16. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. Untuk instalasi Inbouw. 9. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0.289 7. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. kabel 14. c. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. 11. Kotak Pembagi 8. . 12. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. d.5 mm).

g. Sebelum pemasangan dimulai. . sampai diperoleh surat lulus pengujian. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. e. 20. f. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). 24. 3. Pengujian oleh PERUMTEL. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. 23. 18.290 17. Kawat tembaga dengan ukuran 0.6 mm atau lebih. 22. Pipa dan konduit: 19. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. Pengukuran 21. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL.

maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. Begitu peasawat diangkat. 6. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Music On Hold b. . Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. c.291 4. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5.

Apabila nomor group yang dipuitar. pesawat telepon cabang . rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. Telkom (PIT) ¾ 64 saluran extension ¾ 1 operator’s console ¾ Lightning arrestor pada 8 saluran PT. e. Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) ¾ Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : ¾ 8 saluran PT. Telkom . Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. 5. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. STLO .292 d. Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat.

293 ¾ Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. trainning operator. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. Telkom Indonesia. Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. 3. ¾ Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. . Telkom Indonesia. pengetesan sistem. 6. 4. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. 5. ¾ Printer dan serial card 2. Pengadaan dan pemasangan terminal box . Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Pengadaan semua dokumen teknis.

Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. i. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku. g. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. 14571. e. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. f. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. d.294 Pasal V. b. 09.V. A. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. c. DAN SYARAT-SYARAT YANG . Peraturan Umum yang digunakan : a.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. h. j. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. k. Undang-undang No.

Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. 2. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. 5.295 l. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. 3. 10. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Pasal V. m. 4. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. .

296 Semarang. Juli 2006 .

82 m2 b.44 m3 = 425.09 m .09 m = 0. Urugan Kembali Volume = 209.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A.28 m = 10. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.28 m2 = 0.1. 123.97 m3 B.25 m = 0. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5. Pekerjaan Tanah 1.25 m .27 m3 296 .28 m2 = 0. 123. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.28 m2 = 30. Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.

0. Tiang pancang Diameter pancang = 0.297 c.25 . Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4. Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0.60 m3 d. 100 buah = 3000 m e.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . Beton poer Volume h.73 m = 0. Mobilisasi pancang Volume g.8 m = 133. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0. 0.7 = 192 m .7 m = 33.25 m .45 m Jumlah pancang Volume f.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m . 0.8 m x 0.

beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0. 0 . 0.25 m . 0.48 m3 i.8 m .12 m = 436 m2 .7 m = 0.4 m =14.32 m3 l. 0.12 m = 52. 0.2 m .73 m .298 Jumlah Volume = 16 buah = 4. Tangga beton Volume = 13.7 m = 211.7 m = 37.32 m3 k.04 m3 j.7 m . 0.8 m = 56. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0. 0.4 m = 179 m .25 m x 0.26 m3 = 4. 0.2 m . Beton lisplank Volume m.64 m3 . 16 buah .

72 m .67 m . 0. 24. 0.6 m = 15.12 m = 15 m2 = 0.299 n.12 m .92 m3 = 42. Beton pit lift ¾ Beton pondasi dan beton plat Volume ¾ Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.72 m = 0.45 m2 = 0.6 m = 42.6 m x 0.7 m = 13.6 m .2 m = 24 .89 m3 ¾ Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.36 m3 ¾ Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.45 m2 = 4. 0.67 m = 0.80 m3 ¾ Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.2 m x 0.34 m3 .7 m = 1. 15 m2 = 1.12 m . 0.2 m .

Pondasi batu belah Volume =12. 0.75 m3 ¾ Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.84 m3 q.36 m2 .36 m2 = 0.9 m = 35.45 m = 12 m = 96 m o. 0.9 m = 3.42 m3 .25 m = 0.300 ¾ Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0.125 m = 3.20 m3 ¾ Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume = 0.25 m = 0.5 m2 = 0.36 m2 = 0.36 m2 . Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.27 m3 p. 0.5 m2 .25 m = 3.125 m = 0.

Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211.5 m . 2 buah = 1.7 = 211.25 m .12 m = 2 buah = 0. 16 buah = 48.25 x 0. 2.12 m .8 = 16 buah = 4. 0.8 m .301 2.04 m3 .50 m3 b.73 m = 0. 0.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.34 m3 +1. 0.8 x 0.5 = 2. 0.73 m .5 x 0. 0.66 m3 Volume total = 48.7 m = 37.5 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.7 m .7 m = 0.66 m3 = 49.8 m .

Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 0.2 m .7 x 0.68 m3 d. 0.12 m = 420 m2 .7 = 16 buah = 4. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.7 m .73 m = 0. Tangga beton Volume 3. = 13. 0. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.4 m = 13.302 c.26 m3 = 1. 16 buah = 37.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1. 0.12 m = 50.08 m3 .73 m .40 m3 e. Beton lisplank lantai 3 Volume f. 0.4 = 171 m .2 x 0.7 m .

Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37. Beton tangga Volume = 13. 0.7 = 211.50 m3 2. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. 0.5 = 24 m = 2 buah = 0.04 m3 3.4 = 171 m .5 m . 0.12 m = 50.5 m . 0.5 x 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 24 m .7 m = 0.4 m = 13.7 m .68 m3 4.2 m .12 m = 420 m2 .25 m .08 m3 +12 m3 = 49.26 m3 . 0.7 m = 37.2 x 0.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0. 0.40 m3 5.25 x 0.

7 m = 0. Beton tangga Volume =13.73 m .25 x 0.50 m3 2.2 x 0. 0.12 m = 50. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 16 buah = 49.04 m3 3.304 4. 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.6 m . Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.7 m = 37.6 x 0.2 m .40 m3 5. 0. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.12 m = 420 m2 .73 m = 0.7 = 211.6 = 16 buah = 4.68 m3 4. 0. 0.6 m . Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.7 m .26 m3 .25 m .4 m = 13. 0. 0.4 = 171 m .

2 m . Water profing talang Volume = 115.6 m .7 = 110 m .7 m = 15.76 m3 = 2.305 5. 0.6 m . 16 buah = 49.56 m3 7. Beton konsol Volume = 5. 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1. Beton talang Volume 6. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0. Beton balok talang Volume 5. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8.6 x 0.6 m = 0. Beton lisplank Volume 4. 0.46 m3 = 9.20 m3 .21 m3 = 5.40 m 3.2 x 0.50 m3 2.6 m .6 = 16 buah = 8. 0.

Gording double canal Panjang Berat Volume = 601.77 m = 12.51 kg/m = 601.2 kg/m = 18297. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.5/30 cm = 76 m 5.84 m = 7. 12.2 kg/m = 1499. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4.306 C.84 m . Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.8 kg 3.77 m . Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2.51 kg/ m = 4519.16 kg 2. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m . Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1. 7.

160 m = 2. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57. Urugan kembali Volume = 55.2 m2 8.1.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.5/30 cm = 31. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.2 m3 . Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9.9 m3 = 143.307 7.00 m3 3.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1. Pekerjaan pondasi batu belah 1. Galian tanah struktur pondasi Volume 2. Lisplang kayu jati 2.

sloof dan kolom Volume = 4. Plesteran beton Volume 6.56 m3 = 19. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194.23 m3 8.2 m3 = 4. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.36 m3 6.70 m2 = 620 m2 = 70.21 m3 . Pasangan bata 1:3 Volume 2. Urug pasir Volume = 10. Beton praktis. Sponengan sudut Volume 7. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Plesteran 1:5 Volume 5.308 4. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b.5 m2 = 37. Aanstamping Volume 5. Plesteran 1:3 Volume 4.

Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah .4 m 2. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3.40 m = 50. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.4 m = 256. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4.309 c.86 m = 91.40 m Volume = 2 buah 6. Kunci tanam Jumlah Volume 5.86 m = 50. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.

70 = 2 unit = 2 unit 14. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0.72 m2 9. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10.310 8.72 m2 = 6. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .6 x 1. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.

311 d. 700 m2 = 70 m3 2. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4. 700 m2 = 49 m3 3.07 m . Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 . Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e.1 m . Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.

Lantai keramik granito Luas Volume f. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Cat tembok luar Luas Volume 2. Pekerjaan Pengecetan 1. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488. Cat tembok dalam Luas Volume 3.7 m2 = 488.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 .312 5. Cat plafond Luas Volume h. Pekerjaan Instalasi 1.

Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Plesteran 1:3 Volume 4.31 m3 = 12. Pasangan bata 1:3 Volume 2.071. Plesteran 1:5 Volume = 1.5 m2 = 64. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Saklar tunggal Jumlah Volume 4.99 m3 .313 3. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5.83 m2 = 216.

Plint lantai Volume = 170. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.6 m 3.314 5. Sponengan sudut Volume 7.00 m1 = 770.5” = 33.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. sloof dan kolom Volume b. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18. = 4.3 m 2. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.3 m = 274.00 m1 = 246. Plesteran beton Volume 6. Beton praktis.90 m1 8.92 m2 .92 m2 = 18. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274.6 m = 33.

56 m2 6. Pekerjaan Plafond 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.56 m2 = 173.6 x 1.70 = 2 unit = 2 unit 7. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 . Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.315 5. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.

Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Closet duduk Jumlah Volume 2.75 m2 5. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Bordes dinding keram Luas Volume = 1.75 m2 = 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Pekerjaan Sanitasi 1.316 2.

49 m2 = 527. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.317 3. Cat tembok luar Luas Volume = 527. Urinoir Jumlah Volume 7. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Kran air Jumlah Volume 4.49 m2 =3m =3m . Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Pekerjaan Pengecetan 1. Wastafel Jumlah Volume 5.

= 423 m2 = 423 m2 = 791. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2. Perelatan sambungan Volume = 1 unit . Pipa galvanis 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. Cat plafond Luas Volume g.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV.24 m2 = 791. Pipa galvanis I.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II.318 2.

319 3. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Peralatan bantu Volume h. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. PVC jenis AW V. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI.

= 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Plesteran 1:3 Volume = 111. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Pasangan bata 1:5 Volume 3.320 3. Panel penerangan Jumlah Volume 3. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Stop kontak Jumlah Volume 4.8 m3 = 6.71 m3 .83 m2 = 62. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6.

Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. Plesteran beton Volume 6. Beton praktis.18 m2 .60 m 2. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.046. sloof dan kolom Volume b. Sponengan sudut Volume 7. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208.67 m2 8.60 m = 208.5 m1 = 640 m1 = 224.18 m2 = 12.5 m2 = 1. = 2.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Plesteran 1:5 Volume 5. Plint lantai Volume = 164.6 m = 33.5” = 33.6 m 3.321 4.

Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.322 4. Espangnolet Jumlah Volume 9. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah .

Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 .40 m2 13.6 x 1. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168.323 11. Pekerjaan Plafond 1. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c.70 = 2 unit = 2 unit 14. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.40 m2 = 168. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.

Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Closet duduk Jumlah Volume 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Pekerjaan Sanitasi 1. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1.324 2.35 m2 = 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.35 m2 5.

46 m2 =1m =1m . Wastafel Jumlah Volume 5. Kran air Jumlah Volume 4. Urinoir Jumlah Volume 7. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Cat tembok luar Luas Volume = 508.325 3. Pekerjaan Pengecetan 1.46 m2 = 508. Kaca cermin Jumlah Volume 6.

Cat tembok dalam Luas Volume 3. = 423 m2 = 423 m2 = 762.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. Pipa galvanis 1. Perelatan sambungan Volume = 1ls . Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. Cat plafond Luas Volume g.71 m2 = 762. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI.326 2.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Pipa galvanis VIII.

Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Peralatan sambungan Volume 5.327 3. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan bantu Volume h. PVC jenis AW I.

Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6.93 m3 = 6. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. panel penerangan Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Pasangan bata 1:5 Volume = 58.71 m3 . Lampu pijar Jumlah Volume 3. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a.328 2. Stop kontak Jumlah Volume 4.

Pekerjaan Pasangan Kosen 1.8 m2 8.0 m1 = 204.86 m2 = 13.50 m = 214. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran 1:3 Volume 4.43 m3 b. Plesteran beton Volume 6. Beton praktis. sloof dan kolom Volume = 2. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214.0 m1 = 579.09 m2 = 982.5” = 35 m = 35 m 3.16 m2 = 111.50 m 2.329 3. Plesteran 1:5 Volume 5. Plint lantai Volume = 160.86 m2 .

Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.60 m2 = 49.330 4. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Espangnolet Jumlah Volume 9. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7.

331 12.90 m2 13.70 = 2 unit = 2 unit 14. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2.6 x 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 .90 m2 = 153. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Kran air Jumlah Volume 4.332 3. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Closet duduk Jumlah Volume 2. Saringan air Jumlah Volume 3.

Cat tembok dalam Luas Volume 3.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m . Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8.25 m2 = 711. Pekerjaan Pengecetan 1.333 5. Cat tembok luar Luas Volume 2. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Urinoir Jumlah Volume 7.

Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV.334 g. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. PVC jenis AW XII. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls .5” Panjang Volume II. Pipa galvanis I. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2.

Peralatan sambungan Volume 5. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.335 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.

Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9.336 6.6 m3 = 3. Pasangan bata 1:3 Volume 10. Plesteran 1:5 Volume 13.15 m3 . Plesteran beton Volume 14.6 m3 16. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Plint lantai Volume = 75. Beton praktis. Plesteran 1:3 Volume 12.0 m2 = 59. Sponengan sudut Volume 15. Pasangan bata 1:5 Volume 11. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a.0 m1 = 576 m1 = 167. Panel penerangan Jumlah Volume 5. sloof dan kolom Volume = 2.6 m2 = 993.4 m2 = 60.

20 m 2.20 m = 191. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7.337 b.30 m2 6.30 m2 = 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.42 m2 = 47.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5. Daun pintu double texwood Luas Volume 3. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah . Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Pintu km/wc Jumlah Volume 4. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191.

Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Ornamen atap Panjang Volume c. Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.338 8. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3.

Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Kaca cermin Jumlah Volume f.60 m2 = 464.40 m2 = 464. Wastafel Jumlah Volume 5.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Kran air Jumlah Volume 4.339 2.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g. Cat tembok luar Luas Volume 2. Pipa galvanis I. Pipa galvanis 1.60 m2 = 696. Pekerjaan Pengecetan 1. Saringan air Jumlah Volume 3.

Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2. PVC jenis AW I. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa PVC 4” Panjang Volume II.340 II. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot . Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Perelatan sambungan Volume 3.

Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.341 h. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu pijar Jumlah Volume 3.

dengan upaya tersebut. peralatan. 3. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. dan keuangan yang diperlukan. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek.1 Kesimpulan 1. 6. 357 . Meskipun demikian. 2.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). material. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan.

2. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. . baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. 4. 3.358 6.2 Saran 1. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Yogyakarta: Kanisus. 1989. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. 2003. Materi Kuliah Strukur Beton. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. Yogyakarta: Nafiri. 1987. Bandung: Yayasan LPMB. Tabel Profil Konstruksi Baja. DPU. Gunawan. 1987. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. K. 1994. DPU. 1988. DPU. 1961. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. . DPU. Teknik Fondasi Bagian II . Henry.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. 1984. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. DPU. Bandung: Yayasan Penerbit PU. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. Pedoman Beton. Suryolelono. Rudy. 1991. DPU.B. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful