P. 1
ta struktur292981C4d01

ta struktur292981C4d01

|Views: 69|Likes:
Published by Vera JuLiana WiDuri
salah satu bahan referensi untuk Ta struktur teknik sipi
salah satu bahan referensi untuk Ta struktur teknik sipi

More info:

Categories:Topics, Art & Design
Published by: Vera JuLiana WiDuri on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

™ Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

™ Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

™ Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : ¾ Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku ¾ Adikku yang ngasih semangat buat aku ¾ Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju ¾ Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka ¾ Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

........................…….............……..................2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA ..... 342 5.......1........2 Rencana Anggaran Biaya......................................……..................................BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5........................... 357 6..... 296 5....4 Time Schedule…………….....1 Pekerjaan Struktur dan Atap........ 307 5.......................... 296 5.............2 Pekerjaan Finishing Arsitektur.........................3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya..........1.....1 Perhitungan Volume Pekerjaan................................ 354 5.............1 Kesimpulan…………………………………………………………….. 356 BAB VI PENUTUP 6..................

3. dan 5 Gambar 9. Penulangan Balok Lantai 2. 4. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Detail Pondasi . Penulangan Balok Sloof Gambar 8. Skema Tangga Type K Gambar 5. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Potongan Tangga Gambar 7. Denah Tangga Gambar 6. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Denah Balok Lantai Gambar 4. Penulangan Ringbalk Gambar 10.

Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Dimensi Balok Tabel 2. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15.DAFTAR TABEL Tabel 1. Dimensi Kolom Tabel 3. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Time Schedule . Asumsi Dimensi Balok Tabel 6.

LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. 131 471 402 . Satrijo Utomo.T. S. NIP. Tugino.T.T. Lashari. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs.. M.T. NIP. NIP. M. M. 132238497 Drs.

Output Portal (SAP 2000) 7. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Gambar Bestek . Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2. Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3.DAFTAR LAMPIRAN 1. Input Portal (SAP 2000) 6.

4 Semarang. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag. Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag. Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas.BAB I PENDAHULUAN 1. 1 . Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. 2 .2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 . 1.1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No.

Lapangan Pancasila B. Ramayana Dept. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah . Pahlawan D Keterangan : A. Biro Pusat Statistik (BPS) C.4 Semarang. Bundaran Air Mancur E. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Pahlawan No.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl.2 1. Store Gambar 1.

Perencanaan kolom. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. 2.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh. 7. Perencanaan tangga. 1. minimal tiga lantai. 5. dan 8. Rencana kerja dan syarat . Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1. Perencanaan pondasi. Perencanaan balok.3 1. 6.syarat (RKS). Perencanaan plat lantai. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. Perencanaan atap. Rencana anggaran biaya . 4. 3.

19 m o Lantai 5 : + 28. Lokasi Proyek b. Pahlawan No.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir.4 1. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00. Topografi c.77 m 2.4 Semaramg : Tanah datar : . Literatur panjang b.46 m o Lantai 4 : + 14.73 m o Lantai 3 : + 09. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a.00 m o Lantai 2 : + 04. Tabel – tabel penunjang : Jl. Grafik – grafik penunjang c.

2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan. dan sistematika penulisan. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. . maksud dan tujuan.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005. latar belakang. 1. pembahasan masalah. lokasi proyek.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek.

anggaran biaya. tulangan plat. . rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. tulangan kolom.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. dan syarat teknis. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. dan klasifikasi pembebanan rencana. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. terdiri dari syarat umum. tulangan tangga. dasar – dasar perencanaan. kriteria. dan azas – azas perencanaan. metode perencanaan. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. syarat administrasi. dasar perhitungan. tulangan balok. perencanaan atap.

Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . seperti denah. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan. Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya.BAB II PERENCANAAN 2. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat.syarat fungsional maupun strukturnya. 2. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. Pada jenis gedung tertentu. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom.

Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat . Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup. dan tidak terjadi kesimpang. sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. 2. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri. Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada.siuran dalam bentuk fisiknya. beban angin dan beban gempa. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan.

Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. 4. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). indah dan menarik. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. 5. 3. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika. . Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.

Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran.10 6. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . a.

Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum. 2. 2. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan. b. antara lain: . Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal.

Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan.12 1. Ukuran balok Dalam pra desain. Syarat . 2. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan.syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm. Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : .

Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0.13 Tabel 1. Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.65.

terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. 2. . Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. Sebelum melakukan perhitungan mekanika.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. karena telah ditumpu oleh plat. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata. Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. 2. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000.

Massa jenis beton bertulang 2. 2. 4.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. per cm tebal : 21 kg/m2 . 3. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Adukan dari semen. Tembok batu bata (1/2) batu 4.15 2. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3.

05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. SK SNI T-15-1991-03. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.6 Q 3.16 24 kg/m2 7. . Comb 3 = 1. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif. 2.2 DL + 1.6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. 2. Penutup lantai. Comb 1 = 1 DL + 0. yaitu: 1. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang.5 LL 2. Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. Pedoman Beton 1989. Comb 2 = 1.

Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Data perhitungan SAP. 4. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. .17 3. 5.

Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal). Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.1.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3. Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim. 3. Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Bentang kuda.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² .1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3.

2762 kg m c. qr .2762 kg m My = 1/8 . (0. 0.5 m ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ .5 . Dimensi Reng = 12. h .707 . qr . ⎜ ⎟ h . b2 . Jr = 50 . cos 45° .5 kg/m² = 50 kg/m² = 0.18 ƒ Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm² 2.5)² = 0. 0. (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 . Momen yang terjadi Mx = 1/8 .25 b.707. 12.25 m = 0. 0. Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting . Perencanaan Reng a. b . sin 45° (Ju)² = 1/8 . h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . 12.5 .5)² = 0. (Ju)² = 1/8 . (0. h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 . Jarak reng = gt .

62 h3 100 kg/cm2 = 615.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.87 100 h3 h3 h h b = = 6.1587 = 1.62 + 27. maka : = 2 h 3 2 .87 h3 615.1587 = 3 6. 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d.19 ⎛2 ⎞ = 1/6 . h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27. ⎜ h ⎟ . Kontrol Lendutan fijin = 1 . Ju 200 .

5.25 cm Ix = 1 .0159) 2 + (0.25 cm (f ijin) e. h 12 1 . 2 .20 = 1 . b3 .0159 cm fy = 5.107.E.4. (2)3 .2 = 0. b .(50) 4 384.12. cos 45°.Ju 4 384. (h)3 12 1 .12.022 cm ≤ 0.qr. 3 12 = = 2 cm4 fx = 5. 50 200 = 0. Kontrol Tegangan .Ju 4 384.5.(50) 4 384.107. (3)3 12 = = 4.5 = = 0.Ix 5.E. sin α .sin 45°. cos α .0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.qr.0159) 2 Ok! = = 0.Iy = 5.5 cm4 Iy = 1 .

sin 45 = 17.2. Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1.(3)3 = = 23.5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 .677 kg/m qy = qu . cos 45 = 25 . sin 45 = 25 . cos 45º .3. cos α . cos 45 = 17. Momen yang terjadi = 50 . reng dan usuk = ggt . (1.(2) 2 1 / 6.5 m Beban genting.677 kg/m b. qu . reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3. 25 . Ju qu qx = qu .665 m = 0.62 27. 0.62 + 1 / 6.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.665)2 . Perencanaan Usuk a. (Jgd)2 = 1/8 .

(1. (Jgd)2 = 1/8 .711 kg Mx2 = 1/4 . qu . sin α . sin 45º . P .665 . 25 .7111 kg Py = 100 . cos α .665 = 29.sin 45 = 70. 1.433 kg m My2 = 1/4 .125 kgm c. sin 45 = 100 . sin 45º . P . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 .22 = 6. cos 45 = 70.665)2 = 6.125 kgm My1 = 1/8 . 100 . 100 . cos 45º . cos 45 = 100 . Jgd = 1/4 . Jgd = 1/4 . 1. sin α .

m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6.433 = 35.23 = 29.125 + 29.5 . h2 . w .02 .433 kg m d.4 kN/m2 Angin Tekan = (0. 0. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 . Wx .4 = (0. Ju = 0.558 Kg m e. α) – 0.5 = 0.4 = 0. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 . (Jgd)2 = 1/8 .433 = 35.5 kN/m W tekan = angin tekan . 0.5. (1. 45) – 0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6. 0.4 .125 + 29.665)2 = 0. b .02 .1733 kg.

h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 . 10 cm 3 b = .8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555.8 3555.2 + h3 h3 100 = 100 100.28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.055 = 3 800.5 = 800. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 .24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .055 = 9.2 32002.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. h .28 cm diambil h = 9. ⎜ h ⎟ . h3 h3 h h = = 80005. h . maka: b = 2 h 3 2 .8 3555. ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555.

Ix 384 48 5 17. Kontrol Lendutan Fijin = 1 .677.667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f. . cos α .. 166.Jg 4 px.711. .500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.(166.5 200 = = 0. h .025) 2 + (0. cos 45°. (b)3 12 1 . (h)3 12 1 . b .832 cm Ix = 1 .500 384 48 = 70. 6 . 10 . cos α . Jgd 200 1 .5) 4 1 + .25 b = 6.072) 2 = 0.07 cm ≤ 0. E. cos 45°. (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.5) 3 10 7.832 cm OK! . (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 . 107.(166.Jg 3 5 + .Ix E.

(3.665 = 9. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35. jgd = 0. 1. cos α .135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 . (l)2 = 1/8 . jp = 18 .821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi.354 m = 1.665 = 83.0123 kg/m q = 132.50 = 27 kg/m = ggt . 1.558 35. jgd = 5. Berat pada gording (qg) = 3.821 kg/cm = 94.665 m = 1.26 g. 1.135 .558 + 1/ 6 1 / 6. = 94.50 .93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd . usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. 132.123 kg/m Berat Branching 10% = 12. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b. cos 45º .50 m = 5.93 .25 kg/m q = 120.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp . q .354)2 . Perencanaan Gording a.

w . cos α .354 = 59.5 .4 = (0. sin α .354)2 = 32. sin 45º .m My = 1/8 . sin 45º . Karena Beban Angin (Whisap. 1.27 = 131.135 .385 kg. cos 45º . sin α . 45) – 0.02 . (3.4 = 0.291 kg m My = 1/4 . Jgd = 0.132. 3.02 . α) – 0. 100 . 40 . l = 1/4 . P .645 kg m d. 100 . (l)2 = 1/8 .3 kg/m2 .5 W tekan = angin tekan . l = 1/4 .846 kgm c. Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0.665 = 33. Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .354 = 29. 3. P . q .

6 .28 Koefisien angin hisap = .385) + (1.354)2 = 46.64) .4 .6 . DL + 1. 131.4 .m My1 = 1. (-26.3.6 .m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap .2 . 59. 40 = .3859 = 183. LL . DL + 1.8465 = 45.DL = 1.46 kg. (l)2 = 1/8 .2 .940 kg. Jgd . Wtekan . 32. l2 = 1/8 . w = -0. (3.4 . 131. 33.981 kgm Mx2 = 1. 3.2909) = 252. LL = (1.4 .825 kg.4 .665.26.4 W hisap = -0.0.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.5285 kgm My2 = 1. DL = 1.3542 = 37. 1.64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .4 .2 .

59.2 .5 . 59.340 kgm e.275 kgm My4 = 1.9 2400 = Mx My + . LL + 0.5 .0) = 54.2 .4 wx wx = 0.50 kN/m = 1.88 m = 25252. 131.291) + (0. DL + 0.46) = 130.8 .21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27.291) + (0. 29. DL + 0.2 .0.8 .6454) = 86. 37. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.8484 kgm Mx3 = 1.84) wx 59992.8465) + (1.85 + (4. diambil moment arah x yang terbesar.77 cm3 .8 .8 .645) + (0. LL .6 . 32. LL + 0. 131. DL + 0.8684.9 σ ijin 0.46) = 217.385) + (0.385) + (0.2 .5 .8 .2 .238 kgm Mx4 = 1. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0. 37.2 .5 . W = (1. W = (1.8 .29 = (1.5 .846) + (0.2 . W = (1.5 . 29. 32.

qx . cos 450 = 129.37 cm1 Ix Iy berat = 7.2 cm3 = 332 cm4 = 53.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44.50 = 27 kg/m = 83. 91. Jp =18 .59 kg/m Mx = 1/8 .536 . (3.665 o Berat Branching 10 % = 11.51 kg/m f.51 kg/m = gp . (I)2 = 1/8 .25 kg/m q = 117. sin 450 = 129. 1.89 cm1 = 2. 1.776 kg/m q total = 129. sin450 = 91.59 .354)2 = 128.59 kg/m qy = q total .79 kgm . cos 450 = 91.76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt .3 cm3 = 12.8 cm4 ix iy = 5. Jgd = 50 . Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.536 .30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.536 kg/m qx = q total .

3 = 931. Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .EIx .19 kg.2 44.09 + 12.m ¾ Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.8354 kgm ¾ Kontrol Tegangan σ ytb = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.2909 = 188. qy . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32. 91.645 = 61.0809 kgm My = 32.( I ) 3 .54 18808. + 384 EIx 48. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.354 ⎞ = 1/8 .79 + 59.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3.( I )3 5 qx.19 + 29.59 .

711.354) 3 48.32 = 5.3.0301) 2 + (0.000221 + 0.0.538 384.2.000301 m = 0.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.2.10 6 .0301 cm ⎛l⎞ Py.354/250 = 1.2.EIx 70.000146 m = 0.000061 = 0.3.93.354 4 70.0334 cm < L/250 = 3.10 6.3.2.354) 4 384.1.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.EIy .3416 cm = 0.0000797 m = 0.32 = 0.(l / 2)3 48.00797 cm fy = Py.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.32 = = 0.1.l 3 48.538 3 = 0.0000852 + 0.10 6.⎜ ⎟ 5.711(3.0146) 2 = 0.1.10 6.2.(3.⎜ ⎟ 4 5.EIy 48.0000797 = 0.0.354 ⎞ 3.EIy 3 ⎛ 3.354) 3 48.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.10 6 .1.0334 cm < 1.32 + 70.qy.711.1.433.93.(3.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati ƒ

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = 279,2205 kg

ƒ

Berat sendiri gording

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

ƒ

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450) ƒ Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

ƒ Koefisien angin hisap ƒ Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

ƒ Angin pada tumpuan (1/2 Wt) ƒ Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

¾ Kontrol terhadap kekakuan batang

1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4

A profil

= 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08

e d

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

41 3.18 cm2 imin = lk 240 = 182. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.3 cm2 ix = 2.07 1200 = = 2.395 cm2 Abruto = Anet 0.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12.5 δ = 12 mm lk = 1.42 cm .85 = 2. Batang bawah P = 2874.177 m σ tarik = 75% .3 240 = 0.

12 + 2.2 345. A ) = 2 ( 72.3 = = 3.41 1. 2.89 .5 .82 cm4 i y = Iyprofil A.3 2.42 cm = 72.3 cm4 = 2.3 cm4 = 72.862 ) = 345.82 2.42 = = 8.847 = 1.26 = 0.679 cm = 1.12.42 cm λ = lk i min 182.42 iy lx I y = 2.86 e d ¾ Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) Iyr = 2 ( I y + a2 .5 .3 + 12.26 = 2.593 − 0.749 cm dipakai min = 2.3 . δ + e = 0.

Lx .2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.1.ω x Aprofil 2874.3 = = 116.Lx1 .5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.2 diperoleh: ƒ Mutu beton (fc) ƒ Mutu baja (fy) ƒ Beban lantai tribun (qLL) ƒ Beban tangga (qt) ƒ Selimut beton (p) ƒ Berat satuan spesi/ adukan ƒ Berat keramik ƒ Berat satuan eternit ƒ Berat satuan penggantung ƒ Berat satuan beton bertulang = 22.43 ¾ Kontrol tegangan σ = p.07 2.Ly .12.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.11 kN/m2 = 0.21 kN/m2 = 0.07 kN/m2 = 24 kN/m3 .24 kN/m2 = 0.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y .02 m = 0.

Mly .Mtx .Mty .β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mlx .44 .

Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.45 Gambar 3.5400.1203 12 = 1.6 < 2. Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan. Tabel 5. yaitu.8003 12 = 1 .0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = . Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 .200.

Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.69 mm.8 + ⎟.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.1.538 = 132.46 = 1.37 = 7104 48.β .Ly ⎜ 0.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.8 + ⎟.8 + ⎟.1.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.6 − 0.33 = 147.37 ⎨1.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.12⎜ ⎜1 + β ⎟ ⎟⎬ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.⎨α − 0.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.

18 kN/m2 = 4.23 + 1.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 . q DL + 1.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) . 0.2 .Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.6 kN/m2 = 0. q LL = 1. diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40.8 Cx- = 70. 5 = 13.2 .24 kN/m2 = 0. Kusuma.Berat sendiri plat .65 .21 kN/m2 = 0. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang. G.15 = 3.Berat spesi .Berat keramik .23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi.( 1991).6 . 4.6 .

0.. qu .001 . dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm ƒ Arah y. 0. qu .Tinggi Efektif ƒ Arah x.85 .001 . 0.001 .001 . 0.P (selimut beton) . 13.25 kNm Mty = Cy. 13.076.076 . dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .819 kNm 2.001 .65. 0.756 kNm Mtx = Cx. 13.8 . 0.85 = Cx+ . 13.001 .(6)2 = 8. Lx2 = 54. qu . Lx2 = 18. Dx = 10 mm ƒ Arah y.6 Cy- = 54.Asumsi tul. 0. (6)2 = 19.. Utama = 20 mm ƒ Arah x .48 Cy+ Mlx = 18.001 . Lx2 = 70. Penulangan plat lantai . (6)2 = 25.076 . Dy = 10 mm . Lx2 = 40.206 kNm Mly = Cy+ .076 . qu .(6)2 = 33. 0.001 .6 .

maka diambil ρ perlu = 0.8.1000.b. maka di dapat : ρmin = 0. nilai ρmin = 0.0363 Maka.0058 < ρ perlu = 0.0058 ρmaks = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.106 2 0.0120 Dari tabel A.206.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.0120 < ρ mak = 0.8 MPa.5 MPa dan fy = 240 MPa.dx 19.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .(95) = = 2..

5 = = 14. 3. n = 78.428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 .5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) . π . b . d2 4 1 .5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu .52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71. 15 = 1177. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78.0120 . dx = 0.14.50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 . 102 4 = = 78. 1000 .5.

106 2 0. b .dx 33.0224 Dari tabel A.601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.302 MPa.0058 < ρ perlu = 0.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .(95) = = 4. d2 4 1 . nilai ρmin = 0. 1000 .b. maka di dapat : ρmin = 0.257.14. 3.5 MPa dan fy = 240 MPa.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.8.0058 ρmaks = 0.5 mm2 As tx = ρperlu .0224 < ρ mak = = = 78. dx = 0.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33. 102 4 0. π .1000. maka diambil ρ perlu = 0.0363 Maka.0224 . 95 = 2128 mm2 .

8.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37.dy 8. maka diambil ρ perlu = 0.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22..106 2 0.1000. maka di dapat : .5.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.5 MPa dan fy = 240 MPa.52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.0066 Dari tabel A.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.414 MPa.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .(85) = = 1.756. n = 78.b.

85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78.53 ρmin = 0.0058 ρmaks = 0.14. 102 4 = = 78. 3. d2 4 1 .0058 < ρ perlu = 0.5. b .25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. nilai ρmin = 0. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) .5 = = 7.0066 . π .0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . n = 78.0363 Maka.0066 < ρ mak = 0. dy = 0.5 mm2 As Iy = ρperlu . 1000 .146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142.

dy 25.0215 < ρ mak = 0. π .5 mm2 As ty = ρperlu . 85 = 1831 mm2 .46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4.819. 1000 . d2 4 1 .0215 .0363 Maka.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22. maka diambil ρ perlu = 0. 3. 102 4 = 78.maka di dapat ρmin = 0..8. nilai ρmin = 0.0058 < ρ perlu = 0.17 MPa.54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .14.b.(85) = 4.0058 ρmaks = 0. b . dy = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.1000.106 = 2 0.0215 Dari tabel A.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 .

5 = = 23.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10. n = 78. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163.7 cm .55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78. 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.5.7 cm 163.32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.

5 cm 236.2.Jumlah anak tangga = Tl optrede .5 cm 215.9 cm 197. optrede) = 18 cm .0 cm .Mutu baja (fy) .Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.1 Data teknis tangga .Lebar pijakan (a. Skema Tangga Type K 236.7 cm Gambar 4.9 cm 197.56 215. Denah Tangga 3.5 MPa = 240 MPa = 473.Tinggi pijakan (o. antrede) = 30 cm .7 cm Gambar 5.Mutu beton (fc) .

0 18 = 25.Lebar bordes .Tebal keramik maks (hk) .2.21 kN/m3 .Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.57 = 473.7 cm a = 215.Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.98 buah .96 0 .Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.Berat sendiri keramik .Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .9 cm . tg = 30.Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.24 kN/m3 = 0.Berat sendiri beton .

21 kN/m3 . berat sendiri spesi = 0.4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.4 + ) 27 700 = = 7. 0.Berat sendiri plat = ht . Pembebanan Tangga a.74 (0.Berat keramik (1cm) = 0. Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.0024 kN/m2 = 2.72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a.88 kN/m2 = hk .02 m .01 m .74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .4 + ) 27 700 1 240 .96 0 9 = 11 cm + ( = 9. 24 kN/m3 .7) 2 = 274 cm = 2.24 kN/m3 q DL = 0.9) 2 + (163. Beban mati (q DL) . L (0. berat sendiri beton = 0.Berat spesi (2 cm) = hs . berat sendiri keramik = 0.12 m .886 kN/m2 . 2. 0.0042 kN/m2 = 2.58 Gambar 6.

2. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1.264 kN/m2 b. q LL = 1.59 b. Beban berfaktor (qu) qu = 1. Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x. Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c. q DL + 1.4 . dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y.6 .2 .6 .886 kN/m2 + 1.2 . Dx Arah y. 3 kN/m2 = 8.

8.60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). (1.637)2 = .637)2 = + 0.5944 kNm = .Cy. Lx2 = + 18 . (1. 0. (1.1.3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .001 ..55 .001 . 0.264 .1594400 Nmm Mty = . 0.2179 kNm = .72 = .637)2 = . Lx2 = + 42 . Lx2 = . qu .001 . 8.Cx.001 . 0..1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .637)2 = + 0.264 . Lx2 = . 8.72 .63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ .001 .55 .264 .1. 0.264 .001 .001 .(1. qu . qu . 0. qu .001 . 8. 0. 0. didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ .

3. π .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. 1000 .2255 MPa dari tabel A.14 .2255 maka diambil ρ perlu = 0.0058 = ρ perlu = 0. 94 = 545.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 = 0.b. dx = 0.8.61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .(94 ) 1594400 2 = = 0.0058 < ρ mak = 0.dx 2 0.1000. D2 4 = 1 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545.0363 (ok! As tx = ρperlu .2 mm2 ΔD12 = 1 . b .2 113 = .0058 .

62 = 4.(94 ) 930100 2 = = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.1315 MPa dari tabel A.1000. n = 113 mm2 .82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .b.dx 2 0. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .8. 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .

(n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4.14 . b .0363 (ok!) As lx = ρperlu .1315 .0058 . 1000 .0363 dari tabel A . D2 4 = 1 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .0058 Maka nilai ρ min = 0. π . dx = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0058 = ρ perlu = 0.10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0058 < ρ mak = 0.0058 ρmaks = 0. 3.63 ρmin = 0. 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 .

b .64 As = ΔD12 .0058 ρmaks = 0.2264 MPa dari tabel A.0058 .0323 (ok!) As ty = ρperlu .dy 2 0. maka diambil ρ perlu = 0. 82 = 475.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.6 mm2 . dy = 0. 1000 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ . n = 113 mm2 .0058 < ρ mak = 0.1000.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.b.8.0058 Maka nilai ρ min = 0.2264 .0058 = ρ perlu = 0.(82 ) 1217900 = 2 = 0.

14 .20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475.6 113 = = 4. 3. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. n = 113 . D2 4 = 1 . π .65 ΔD12 = 1 . (n) = Asty ΔD12 475.

π .8. (n) = Asly ΔD12 475. 84 = 707.0058 < ρ mak = 0.dy 2 0.1000. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.14 .0058 Maka nilai ρ min = 0. 1000 .0058 .6 113 = = 4. dy = 0.(82 ) 3986100 = 2 = 0.20 dipakai 5 batang . b .074 .0203 (ok!) As ly = ρperlu .6 mm2 ΔD12 = 1 .b.0058 ρmaks = 0.0058 = ρ perlu = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2. D2 4 = 1 .25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0. maka diambil ρ perlu = 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.074 MPa dari tabel A.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ . 3.

67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .2. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.2 .7 cm = 163.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1. n = 113 .6 mm2 (ok!) 3.

berat sendiri keramik = 0. Beban mati pada bordes (qDL) .β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. berat sendiri beton = 0. 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.68 fy ⎞ ⎛ ⎟. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.24 kN/m3 = 0.8 + ⎟.Berat sendiri plat = ht .12 m . Beban hidup (qLL) .Berat spesi (2 cm) = hs . 24 kN/m3 .0042 kN/m2 = 2. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.21 kN/m3 .88 kN/m2 = hk .8 + ⎟.02 m . berat sendiri spesi = 0.01 m .8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9. 0.Lx ⎜ 0.Berat keramik (1cm) = 0.2 = 55.89 kN/m2 b.1.25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.0024 kN/m2 qDL = 2. menurut perhitungan diatas.

2. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= .89 kN/m2 + 1. 3kN/m2 = 8.69 qLL = 3 kN/m2 c.6.63 = .(1991). Dx Arah y. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x. Beban berfaktor (qu) qu = 1. qDL + 1.54 Momen rancangan . dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G . qLL = 1.2.6. 2. Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.263 kN/m b.

001 . qu .dx 2 0.207 MPa .263 .1464000Nmm Mty = .001 . (1.1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ . 0. 0. Lx2 = + 34 . Lx2 = + 22 .001 .2548 kNm = . 8.. qu . (1.001 . 0.b.7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .001 .1. 8.677)2 = + 00.4640 kNm = .5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .677)2 = .Cx.1000. 0. 0.677)2 = + 0.Cy. qu .001 .54 . 0.263 . 0. 8.. Lx2 = . 8.677)2 = .63 .8.(94 ) 1464000 2 = = 0.1.70 Mlx = + Cx+ .(1. (1. qu .001 . 0. Lx2 = .263 .263 .001 .

(n) = Astx ΔD12 545.2 mm2 ΔD12 = 1 . dx = 0.0058 < ρ mak = 0.2 133 = = 4.0058 Maka nilai ρ min = 0. π . 94 = 545.207 . D2 4 = 1 . b .0058 .0203 (ok!) As tx = ρperlu .71 dari tabel A.14 . 3.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 = ρ perlu = .0058 ρmaks = 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 . maka diambil ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.465’ nilai K = 0. 1000 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.

0058 < ρ mak = 0.(94 ) 791000 2 K = = = 0.0058 ρmaks = 0.0132 (ok!) As lx = ρperlu .1000. maka diambil ρ perlu = 0. b .2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ .0058 .119 MPa dari tabel A. n = 133 mm2 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.dx 2 0. dx = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. 94 .72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . 1000 .b.0058 Maka nilai ρ min = 0.1260 .0058 = ρ perlu = 0.8. 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.

π . (n) = Aslx ΔD12 545. (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . 3.73 = 545.14 .2 113 = = 4. D2 4 1 . n = 113 mm2 .2 mm2 ΔD12 = 1 .

(n) = Asly ΔD12 .(82 ) 1254800 K = = 2 = 0.233 . (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.14 .1000.dy 2 0.0058 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. b .6 mm2 ΔD12 = 1 .0058 ρmaks = 0. π .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. 82 = 475.0058 < ρ mak = 0.233 Mpa dari tabel A. dy = 0.8. 3. 1000 .74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ . D2 4 = 1 .0058 = ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0363 (ok!) As ly = ρperlu .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.b.0058 Maka nilai ρ min = 0.

6 133 = 4.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .095 MPa dari tabel A.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .75 = 475.1000. 5 = 133 .b.(82 ) 511200 K = = 2 = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.dy 2 0.8.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ .

6 133 = = 4.0058 Maka nilai ρ min = 0.0363 (ok!) As ty = ρperlu . (n) = Asty ΔD12 475.0058 < ρ mak = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 . π . dy = 0.76 ρmin = 0.0058 = ρ perlu = 0. 82 = 475. maka diambil ρ perlu = 0. 1000 .0058 . (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul. b . n . 3. D2 4 1 .095 .20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0058 ρmaks = 0.14 .

Beban mati pada bordes (qDL) . 0.89 kN/m .12 m .74 m . 0. berat sendiri beton = 0.4 kN/m .5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a.Berat tangga = ht .21 kN/m3 = 0. Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22. lt . 17 kN/m2 = 33. berat sendiri beton = 0. lb .6 mm2 (ok!) c.977 m . berat sendiri beton = 0.5 . 2.609 kN/m q DL = 43.948 kN/m .12 m . Estimasi beban 1.2 .049 kN/m .977 m . 1. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. 24 kN/m3 = 2. 24 kN/m3 = 7.Berat sendiri balok = h . b .77 =133 .Berat bordes = hb .Berat dinding = 1.

Beban berfaktor (qu) qu = 1. qDL + 1.10.(464 ) 10136000 2 = = 0. 543. 54.136 kNm Momen lapangan = 1/11 . Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.b.d 2 0.78 2. I2 = 1/11 .Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.177 kN/m .114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p .1192 = .29 MPa . I2 = .177 kN/m . 2.8.1192 = 22.1/24 .948) kN/m + (1.136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ . qu . qu .2. 2.2.177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = . qLL = (1. 54.200.1/24 . 3) kN/m = 54.6.6.

14 .96 mm2 Jumlah tul. D2 4 1 . (16)2 4 = = 200.96 = = 2.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.176 mm2 ΔD16 = 1 . (n) = Astx ΔD16 410. maka diambil ρ perlu = 0. π .00442 < ρ mak = 0. d = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0251 (ok!) As tx = ρperlu . b . 3.176 200.00442 = ρ perlu = 0.79 dari tabel A.00442 ρmaks = 0.00442 . 464 = 410.29 . 200 .

00442 ρmaks = 0.8 mm2 > 410.64 .176 mm2 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. maka diambil ρ perlu = 0.(464 ) 22114000 2 = = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.00442 < ρ mak = 0.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.200.00442 = ρ perlu = 0.0251 (ok!) As lx = ρperlu . 200 .80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 . b .00442 .5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.96 mm2 .64 MPa dari tabel A. 464 = 410.8 mm2 jadi As > Astx = 1004.8.d 2 0. d = 0.b. n = 200.00442 Maka nilai ρ min = 0. 5 = 1004.114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .

3.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16. n = 200.2) . (n) = Astx As1 410. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.96 mm2 Jumlah tul.14 .96 mm2 .81 ΔD16 = 1 .176 mm2 (ok!) 3. π . D2 4 = 1 .8 mm2 > 410. 5 = 1004.8 mm2 jadi As > Aslx = 1004.176 200. (16)2 4 = 200.

(0. 250 = 24 .4 – 0. 2400 = (4 . 0. 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 . 20)} . 2400 Dinding Plafond = {(2. 0.2 .7 .6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg . 0.0.3. (11+7) = 204249.(0.6 .2 .82 Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0. 0.12 m = 50 kg/m2 = 28. 9.(0.12 .12) . Beban Mati Berat plat = 24 . 20).1 Berat Bangunan Total (Wt) a. Beban Lantai 5 1.5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0.12) .6 . 0. 3. 24). 24) + (2. 20)} . 2400 = 17740. 9.85 .2.85 .8 kg Kolom (60x60) = 24 . 20 .12) . 24) + (3 .0.77 m gempa menggunakan Pedoman Perhitungan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung. 0.20 .7 . 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 .

250 = 24 .4 kg + 12000 kg = 814530. Beban Mati Berat plat = 24 .12) .2.3 .(0. 20). (11+7) = 24 .5 WLL = 0. 21.12) .12 .3 .0.6 .20 .8 kg Kolom (60x60) = 24 .4 kg b.0. 2400 = 17740.8 . 20 .8 . 3 = 98081.5 . Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.83 Spasi Keramik = 24 .(0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .73 . 21.28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg .(0. 2400 = (4 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530. 24. 20 . 0. 20)} . 20 . 24). 20 . 24) + (2.12) . 4. 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530. 0.4 kg 2. 20 .73 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 0. 0. 20)} . 24) + (3 . 4. 24 . 3 = 24 .6 .4 – 0. 0. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . Beban Lantai 4 1. 0.

24.85 . 250 = 24 . (11+7) = 24 .8 kg Kolom (70x70) = 24 . 20 . 0.12 .0. 20 . 20).3 . 9. 20)} . 21.12) . 3 =133499. 24) + (3 .(0.08 kg + 120000 kg = 637962. 0.12) . 20 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.7 . 20 .7 .4 – 0. 24 .8 .20 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380. 20 .84 Keramik = 24 . Beban Lantai 3 1.08 kg c.08 kg 2.7 .5 . 0. 24). Beban Mati Berat plat = 24 . 20)} .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.2. 4. (0. 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 0.0. 2 .(0. 2400 =17740. 2 = 23040 kg WDL = 517962. 0.73 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .12) . 24.5 WLL = 0. 2400 = (4 .2 . 24) + (2. 0.

85 . 24. 24).12) .12) . 0.8 .0. 20)} . 21.4 – 0.32 kg + 120000 kg = 673380.85 2. (0.(0. 20 .(0. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. 0. 2 . 20). Beban Mati Berat plat = 24 .12 . 250 = 24 . 9.8 .85 . 0.8 .20 . 3 =174366.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .32 kg d. 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380. 20 . 0. (11+7) = 24 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.8 .0.8 kg Kolom (80x80) = 24 . 24 .5 .2.72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 20 . 24) + (2. 9. 2400 =17740.3 .3 . 24) + (3 . 20 . 0. Beban Lantai 2 dan 1 1.52 kg 2. 20)} . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .12) . 0. 2400 = (4 .5 WLL = 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .

3.86 Koefisien reduksi = 0.5 . 500 = 120000 kg W1.52 + 714247.7 detik 3. Untuk Tx = Ty =0.20 .7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0. 24.84 kg 3.52 kg +120000 kg = 714247.5 WLL = 0.77 m = 0.3.4 + 637962.32 + 714247.77)3/4 = 0.05 3.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K . . di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.3.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.2 = WDL + WLL = 594247.52 = 3554367.52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.08 + 673380.06 (28.

hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx. 3554.6.5 .6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C . Arah x (lihat tabel) H 28.77 = 1.77 = 1.74 ton 3. I .38 ton = 799.3.hi Vy ∑ wi.5 dan K=1.198 < 3 = 24 A Fix = b.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh.K . 1.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.05 . 1.Wt = 0.hi wi. 3.0 . Arah y H 28. y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .hi Vx ∑ wi.

29 98.46 19.73 Wi (ton) 814.y (ton) 327.25 714.42 6756.75 176.71 12.94 44.83 49.25 Wi . utama Diameter tul.53 637.92 14.12 33.38 714.88 Tabel 6. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.5 Mpa .47 132.19 9.x 65.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.88 1/3 Fi.41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.55 32.69 673.40 57323.4 Perencanaan Balok 3.77 18.y 81.07 24.46 4.81 3378.03 12065. hi (ton/m) 23434.09 9044.77 9.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.4. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.6 Fix.29 26.

5 2 = = 4.105 MPa ρ min = 0.0040 ρ perlu = 0. b.0134 .5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .3 N Vu = 184107.4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658. 250 .0134 ρ maks = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.0040 [ 0.8.250.b.0134 [ 0.5 = 2205.θ 356008900 0. 658. d = 0.658.022 As = ρ .89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .

5 .1/24 .19) 2 = 76.975 + 91.90 A= P θ .65.6 . 29106000 = 3451547.3 0.1/24 . Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547.5 . 1/24 . fy 19279. 658.5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107.01 Nmm Vc = 1/6 .78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3. fc . 22. b . fc . 250 .98 N .806 mm2 Ast = As + A = 2205.01 Nmm Tu ≤ υ . (700-40) = 29106000 mm2 υ .Sx2y = 0.350 = = 91.5 = 156176. fc .4 N Sx2y = (250-40)2 . 22.806 = 2297. d = 1/6 .

150 350. d .6 = 150668.5 = 520827. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.d 150668.98 0.S fy. b .4 − 156176. fc 150688. b .13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.91 Vs = Vu θ − Vc = 184107.63 mm .68 N ≤ 520827.5 .4. fc = 2/3 .3.68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 250 .5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm . d .2 Balok lantai 2.5 / 4 = 1634.658. 658.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3. 22.5 = = 98.13 N Vs ≤ 2/3 .4.68.

5 2 = 6.92 - Selimut beton (p) Diameter tul.5 MPa ρ min = 0.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.θ = 849107800 0. utama Diameter tul.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0. d .300. b .0040 ρ perlu = 0.b.022 As = ρ .0191 ρ maks = 0.5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .8.735.0191 [ 0.5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.0040 [ 0.

45 Nmm Vc = 1/6 .5 = 174439.45 = 5439.6 . 300 .5 .4 0. Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464. 22. d = 1/6 .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . fy 278790. Sx2y = 0. b . fc .1/24 . 34848000 = 4132464. 22. 1/24 .65. 300 . 1/24 .415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .350 = 1225. 735.93 = 0. fc . fc .45 mm2 = Ast = As + A = 4214.14 N .45 Nmm Tu ≤ υ . 735.5 = 4214.415 + 1225.5 . (800-80) = 34848000 mm2 υ .0191 .

56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735. fc = 2/3 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.56 N Vs ≤ 2/3 .86. fc 463355. b . d .14 0.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439.5 . 22.6 = 4633355.150 350.5 = = 269. b .5 = 697756. d .d 463355. 300735.S fy.86 N ≤ 697756.99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 .735.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 / 4 = 183.875 mm .

9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.4.5 mm Penulangan pada momen . sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.3 N Vu = 128928. utama Diameter tul.95 3.5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887.

d = 0.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm . fy 690887.022 As = ρ .200.b.638.86 mm2 Ast = As + A = 2183.0171 [ 0.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .86 = 5220.0040 ρ perlu = 0. 200 .8.5 = 2183.350 = = 3036.67 + 3036.0040 [ 0.65.0171 . b.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.96 K= Mu d 2 .0171 ρ maks = 0.5 2 = = 5.θ 328143700 0. 638.03 MPa ρ min = 0.3 0.

b .56 Nmm Ct = b. Sx2y = 0.5. 22. 638.5 .36 0.200.9 N Sx2y = (200-80)2 .9 = 49512.0. d .014.6 . Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.638.5 22.5 8928000 = = 0.5 1 + (2. fc = 2/3 .5.d fc 1 + (2. 22.638. 1/24 .5 . (700-80) = 8928000 mm2 υ . 200 . Tu 2 ) Vu = 1 / 6. fc .d ∑ x2 y 200.97 Vu = 128928.6 = 165369.b.9 − 49512.5 .14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928. fc . 1/24 . 1/24 . 8928000 = 1058730. 6547700 2 ) 128928.Ct.56 Nmm Tu ≤ υ .014 Vc = 1 / 6.

S fy. d .d 165369.5 / 4 = 159.62 mm .150 350.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.638.85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638.14. fc 165369.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .98 = 403822.5 = = 110. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.3 N = 328431.5 Perencanaan Kolom 3.99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.14 N ≤ 403822.85 N Vs ≤ 2/3 . b .5.

Pnb = 0. fc = 389.3 = = 429. 800 .5 mm e = Mu P 1125725 2621461. 5959044 = 3893378. 22.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .85.21 mm ab = β .d 600 + fy 600 725.65 .5 600 + 350 = = 458.85 .48 .85 .65 .21 = 389. 458. 0. Cb = 0. 0.99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.6 N . b .43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .

d ) 2 2 2 2 800 800 389.003 d 458.03 N = As’ Tsb fy 271967.25) 3 . 777.6 N control keluluhan baja vy vs = 0.d ) + Csb ( .05 mm2 As = 2 As’ = 2 .09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.21 − 50 0.0244 ≥ vy = 0.30 350 = = 777.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.05 = 7154.000167 = cb − d ' 0.3 N ≤ 3893378.100 P ≤ Prb 2621461.003 50 = = 0.

d . (800-100) =343000000 mm2 υ .3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 .4 Nmm Vc = 1/6 .48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. b . fc .b .5 .101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431. 800 . 343000000 = 40674796.6 . 22.48 0. fc . 800 . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. fc = 1/6 .02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 .95 N Vs ≤ 2/3 . d .5 = 458846. fc = 2/3 . 1/24 .4 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 . d . 1/24 . 725. Sx2y = 0. 22. fc . b .5 = 1835385. 22.3 − 458846.5 . 725.6 = 88539.

5.5 / 4 = 181. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.375 mm .302 mm2 Dipakai D 12-150 3.02.d = 88539.102 88539.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .02 N ≤ 1835385.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.725.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.150 350.s fy.5 = 53.

85 . Cb = 0. 22.25 / 2 = 725.50 . 0. fc = 389. 800 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 . b .5 600 + 350 = = 458.21 mm ab = β . 458.5 mm e = Mu P 629904200 2053252.d 600 + fy 600 725.12 .85 .5 = 5959044 N .85 .48 .21 = 389.2 = = 306.0.

d ) 2 2 2 2 800 800 389.d ) + Csb ( .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .0244 ≥ vy = 0 .21 − 50 0.000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .003 50 = = 0. Pnb = 0.000167 = cb − d ' 0.6 N P ≤ Prb 2053252.2 N ≤ 3893378. 5959044 = 3893378.65 .65 .48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.8 N = As’ Tsb fy .Tsb = 5959044 N Prb = 0.003 d 458.

25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 .48 N . fc 22. fc .43 mm2 As = 2 As’ = 2 . 343000000 = 40674796. Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769. fc . b .8 350 = 241. ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ .105 = 847498. Sx2 = 0. d . 725.5 .43 = 4842. 241. = 458846. 800 .4 Nmm Vc = 1/6 . 1/24 .6 .5 = 1/6 . 22. 1/24 .5 .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4. 1/24 .4 Nmm Tu ≤ υ .

725. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. d .6 = 33264.5 = 1835385.d = 33264. 22. fc = 2/3 .5 = 19.725.81 N ≤ 1835385. 800 .150 .48 0.375 mm . d .5 / 4 = 181.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . fc 33264.5 .65 mm2 Dipakai D12 .81.s fy. b .106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846. b .95 N Vs ≤ 2/3 .150 350.

3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.05 mm .5 600 + 350 = = 395.107 3.2 = = 382.d 600 + fy 600 625.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .5.2 N = 227849.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.

395.83 control keluluhan baja vy vs = 0.85 .003 d 395.Tsb = 4495452. fc = 355.003 50 = = 0.039 N Prb = 0.79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .83 N P ≤ Prb 1438837. 0.000167 .108 ab = β .021 ≥ vy = 0.039 = 2922043. Cb = 0. 0. Pnb = 0.5 = 4495452.79 .65 . 700 .05 = 355.05 − 50 0.000167 = cb − d ' 0.65 .039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . 4495452.85 . 22.85 .2 N ≤ 2922043. b .

6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293.33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3.6 . 1/24 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452.66 = 2385.d ) + Csb ( . Sx2y = 0. 1192.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( . ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ .25) 2 = 262.5 . 216000000 = 25614449.98 N = Tsb fy 417432.98 350 = = 1192.66 mm2 As = 2 As’ = 2 . 1/24 .039 ( = 818644293. fc .d ) 2 2 2 2 700 335.6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.4 Nmm = ( 700 –100 )2 .05 Nmm .5 mm. 22.

b .5 / 4 = 156.82 0.s fy.6 = 32998.27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625. fc 22.5 32998.110 Tu ≤ υ . 1/24 .5 = 1/6 .375 mm. d .4 − 346150.5 .18.150 350.18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 .625. b .27 N Vs ≤ 2/3 .05 Nmm Vc = 1/6 . = 346150.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489.18 N ≤ 1184603. d . 625. 700 . 625.d 323988. fc .5 = . b . fc = 2/3 . fc 22. 700 . d . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. = 1184603. Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449.

50 .7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .9 N = 333098.25 / 2 = 525.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.5 mm e = Mu P .4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.111 = 22.12 .5.

28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb . b .112 = 736391000 1118951.89 = 282.88 N P ≤ Prb 1118951.88 N control keluluhan baja .85 . fc = 282. 0.9 N ≤ 2104191.89 mm ab = β .28 N Prb = 0.9 = 658.65 . 0.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .28 = 2104191. 331. 3237218.85 .85 .Tsb = 3237218.d 600 + fy 600 525.5 = 3237218. Cb = 0. 600 .65 . 22.11 .5 600 + 350 = = 331. Pnb = 0.28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 .

00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .86 = 2537.003 d 282. 126. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm .86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .d ) + Csb ( .28 ( = 514539659.25) 2 = 212.5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.d ) 2 2 2 2 600 282.68 N = Tsb fy 444102.68 350 = = 126.003 50 = = 0.000167 = cb − d ' 0.5 mm.113 vy vs = 0.0139 ≥ 0.11 − 50 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.

7 − 238761.0025 Vc = 1 / 6.53 Nmm Tu ≤ υ . 1/24 .d ∑ x2 y 600.6 .53 Nmm Ct = b.600. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ . fc . Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.5 1 + (2.5.114 Vu = 333098.0025 249266.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .6 = 316403.Ct Tu 2 ) . 1/24 .45 N ≥ 0 .b. Vu = 1 / 6. 22.525.05 0.5. Sx2y = 0. fc .54 1.044 16062300 2 ) .0.7 = = 238761.525.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. 1256000000 =14823176.5 .d fc 1 + (2.5 22. 333098. 1/24 .5 125000000 = = 0.

b . 22.5 . b . d . d .s fy. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. fc 316403. 525.115 Perlu tulangan geser 2/3 .04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470.13 mm.5.525.5 = = 258.6 N = 78669000 Nmm .14 N Vs ≤ 2/3 .45. 3.45 N ≤ 997066. 600 .5 / 4 = 131.d 316403.150 350.5 = 997066. fc = 2/3 .1 N = 242316.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.

22.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .85 .1 = = 877. 0.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .89 = 282.5 mm e = Mu P 703405000 801470. 331.85 . Cb = 0.5 600 + 350 = = 331. fc = 282.5 .116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525. b . 600 . 0.11 .89 mm ab = β .85 .d 600 + fy 600 525.

1 N ≤ 2104191.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.117 = 3237218.28 ( = 514539659.65 .Tsb = 3237218.003 d 282.d ) + Csb ( .68 N = Tsb fy . 3237218.d ) 2 2 2 2 600 282. Pnb = 0.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.65 .000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .88 N P ≤ Prb 801470.28 = 2104191.003 50 = = 0.11 − 50 0.88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.28 N Prb = 0.000167 = cb − d ' 0.0139 ≥ 0.

1/24 . 1/24 .23mm2 Ast = 2 .6 Nmm = ( 600 –100 )2 .d ∑ x2 y 600.5 125000000 = = 0.23 = 2158. Sx2y = 0 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316. 1079. As’ = 2 . fc . Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.525. 1/24 .0025 .25) 2 = 212.53 Nmm Tu ≤ υ .46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3. fc .5 mm.118 = 377730. (600 –100 ) =125000000 mm2 υ . 22. 1256000000 =14823176.5 .68 350 = 1079.6 .53 Nmm Ct = b.

5 1 + (2. fc = 2/3 . 525.13 mm.93 0.5 22.Ct Tu 2 ) . 600 .07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .54 2.6 = 293566. dipakai 150 mm Penulangan geser . Vu = 1 / 6. d . b .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.5.d fc 1 + (2.525.119 Vc = 1 / 6.b.5 = 997066.07 N ≤ 997066.93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316.5 .600. 22.6 = = 110294.0025 249265.0.2 − 110294. d .26 78699000 2 ) . fc 293566.5.14 N Vs ≤ 2/3 .5 / 4 = 131. 242316. b .

07.s fy.5 = 239.6 Perhitungan Pondasi 3.6.d = 293566.525. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring. serta . maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.120 Av = Vs.42 mm2 Dipakai D12-150 3.150 350.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.

1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0. 3.6. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7.6.45 m 3. Untuk itu. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom .121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium. Selanjutnya. Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah.

81 1354.670 = Mu / P =1397.41 2864.48 0.14 x 0.45 0.92 6917.595 3190.43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.85 4412.731 1.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.95 0.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.731 / 3190.36 0.108 1397.61 7341.39 0.25 m :3 :3 : 0.15 11042.670 524.875 KN q = 1457.51 4648.25 x 1.25 m x 1.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.82 6652.499 + 190.169 2202.25 x 24 = 915.624 KN = 541.25 x 4.670 = 4648.25 x 3.99 3728.5 0.87 17008.28 3563.169 kN .829 1400.41 1393.6704 kN = 1397.413 m : 1.94 1.96 5114.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.25 m x 4.5 1 4 5 6 8 1230.5 1.158 m2 : 1.

n = 1- 0.n = Arc tg d/s = Arc .1.( 3.B qc.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. = 0.29 0.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .0.123 = 0.158 + 10 5 = 32. A + SF 2 SF1 Tf .3 90 = 1. tg .45 1. Q.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m.328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf .684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .413 140. A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.5 α = 1- θ 90 . n = 1. 8 = 347. 32.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .328.B qc.684 .

95 kN Beban yang terjadi 4648.x Mu.1.744 = 6917.169 kN < 6917.7308.5 + + 8 9 9 = 864.7308. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.124 q1 = p Mu.1.5 1397.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15. Detail Pondasi .6704 1397.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.

PenggantiKepres No.1. 4. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1. 3.I No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. 42 tahun 2002. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah.I No. dan Kepres R. 80 Tahun 2003. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. 2. Pengganti kepres R. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4. 14571. 18 tahun 2000. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I.I No. dan Kepres R.17 tahun 2000.

05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. 9.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No. No. Renovasi.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei. 6.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. . Ik. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. 7.02.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. 8. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. 2 tahun 1999 dan No. Peraturan Mendagri No. IK. 02. Peraturan. Pasal I. 3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. 5.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. Pasal I.

131 2. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. CV.04 Semarang. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No. 5. 4. Pasal I. Jalan Pahlawan No. 6.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . 3. Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan). Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah.04 PERENCANA / ARSITEK 1.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 2. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 3. ARSI GRANADA. . Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah.

7.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. 5. 6. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 3.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku.132 Pasal I. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. . Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. 2. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas. 4. Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah.

Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan.133 Pasal I. Hari Tanggal : : . 2.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2. 2. 4. 3. 3. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku. 3. Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. Pasal I. 2. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi.

Pasal I..WIB.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1. Jam :……………. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan. pada :……………………. 08 PELELANGAN 1. 4. Jam :………………….-. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.WIB..2005.134 3. 2. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :……………………….16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan. 4.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh.2005. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp.000. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No.6. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I. . 3..

Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. 3. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat. ukuran sesuai contoh. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Pasal I. 2. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1.135 2. 5. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. Pasal I. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. 4. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran).

. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. Foto copy akte pendirian berbadan hukum. RAB b. 6000. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup. 4.dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. 2. Surat Penawaran Lampiran : a. 5. Penawaran berisi : 1. Surat penawaran. 3. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Analisa d.136 2. b. Harga satuan c. surat Pernyataan. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja.. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. Harga Upah dan Bahan . 6. daftar RAB. 6000.

Data pengalaman perusahaan e. Pasal I. Dokumen Adminnistrasi a. Tatakala / Time Schedule b.000.. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran. 1.137 e.000. Daftar Personil c. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. . Dokumen Teknis a. 200. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup.(dua ratus juta rupiah). Metode pelaksanaan 4. 3. Pakta Integritas 7. Data peralatan d.

8.138 2.6000. 10. 3. 13 CALON PEMENANG 1. 4. 5. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. Surat penawaran. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . 7. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. 6. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan.. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. 9.

4. Aspek teknis. 2. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. hal mana harus dicatat dalam berita acara. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. Pasal I. Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. . 3. c. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. administrasi dan harga. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. b.139 a. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali.

Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I. 5. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1.140 Pasal I. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. . 2. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. 3. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. 4. 2. Pengguna Anggaran b. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga).

Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5.141 3. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. 4. . 6. Pasal I. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. 3. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. 2. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan.

RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. 2. 19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. Pasal I. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. 3. 2. . pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. 4. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1.142 Pasal I. Bilamana akan dimulai di lapangan.

Pasal I. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. 4. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. 2. . maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman. 3.143 3. 5. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. Lapangan/lahan yang tersedia. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. Kesemuanya atas biaya perencana. 4. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek.

Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar.144 6. 3. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. 4. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. . satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. 2. gudang dan lain-lain. Di dalam pelaksanaan. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. 5. Pasal I.. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1.

Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. 5. 3. Bilamana terjadi kecelakaan. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. 3. Pasal I. 4. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. . 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik.145 Pasal I. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. 2. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. 2.

6.146 4. kejadian . Pasal I. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. perang dan lain-lain. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. 3. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. 2. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. 5. gempa bumi. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. angin topan. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. hujan lebat. pemberontakan.

01. Apabila terjadi force majeure. 26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. 4. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. ternasuk tenaga dari team Teknis. Pasal I. Jamsostek. Pasal I. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I. .147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. Pasal I. bukan menjadi tanggungan Pemborong.

Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung.148 2. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. c. 5. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. Antara gambar dan ketentuan RKS. b. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. Bila terdapat perbedaan : a. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. e. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas. 6. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . d. 4. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. 3.

mengopy dengan cara apapun. maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. 7. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. 10. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. 8. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. 9.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. . sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan.

5. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. BQ tidak mengikat. 9.150 Pasal I. . Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. 8. Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. misalnya pos persiapan nomor terakhir 4. 6. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. 7. 4. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas. 4b dan seterusnya. 28 LAIN-LAIN 1. 3. tetapi nomor 4a. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. maka perubahannya tidak nomor 5. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi.

. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak. .151 4.000. Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan.(dua ratus juta rupiuah). tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. 01 JAMINAN LELANG 1. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan. 3.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. 24 Februari 1988. 2.000. tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. Pasal II. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. 2. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan. yang mendapatkan pekerjaan. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan.200. Sebesar Rp.

Pasal II. Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. Pasal II. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. 3. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. .152 3. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur. Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini. 2.

153 2.atas biaya pemborong. 3. Pasal II. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. 2. 05 PEMBAYARAN 1. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. Pasal II. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album.. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas. Suart undangan b. 6000. Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. 2. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong. Bestek dan RKS .

154 c.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT.6. Berita Acara Aanwijzing d. Surat Penawaran h. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. q. Berita Acara Evaluasi f. Time Schedule m.- . n. SPK (Gunning) g. Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j.000. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o. Daftar RAB i. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku.6000. Surat kesanggupan bermeterai Rp.

Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. z. 2. w. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. y. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas. v. . Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. x. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini. u. pekerjaan harus sudah dimulai. Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah.155 r. Foto copy jaminan pelaksanaan.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1.

Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. b. 2. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. Pasal II. 08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong.156 3. . 4. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. 3. c. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan. Apabila akan memulai pekerjaan. hari besar dan hari raya.

157 4. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. 5. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. . maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1. maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 6000.- Pasal II. 2.

b. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. 2. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. gangguan keamanan. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. b. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang.158 Pasal II. Data yang lengkap. Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. d. . Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a. Adanya force majeure (bencana alam. c. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. 3. pemogokan.

pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian. 2. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak.159 e. Pasal II. 3.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. f. Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya. . maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang.

Sebelum pekerjaan dimulai. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan. pada penyerahan . pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya. 2.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. Pasal II. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. 3. 4.13 DOKUMENTASI 1. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. (pembidikan dari titik tetap).160 Pasal II. 2. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. maka akan diselesaikan secara musyawarah.

Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 . Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. As built drawing 10. 4. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. sebanyak 8 exemplar 9. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. 2. Pasal II. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. 3. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8.161 pertama.

Pada pengabutan pekerjaan tersebut. CONTOH SURAT PENAWARAN 1. 2. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. Pasal II.162 Pasal II. 2. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri.15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. 3. CONTOH SURAT PENAWARAN : .

Jl. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari…. : ………………. pada tanggal …….. Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. Dengan ini menyatakan : 1. 2. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek.yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. : ……………….tanggal…… bulan….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. .tahun….. 3. …………………. dengan mengambil tempat di……. di Berkedudukan : ……………….

Denagn harga borongan d. . Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. 6000. 7.01. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. CV/ PT. 5. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6.164 4. menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. 2004 Materai Rp. Sanggup dan bersedia melaksanakan. Hormat Kami. Pekerjaan b.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4. Lokasi c.

pengolahan pengangkutan semua bahan. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. Instalasi dan Panel b. pengerahan tenaga kerja. Instalasi Komputer e. 2. Sarana dan Fasilitas . Instalasi non Standart a. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Sound system Gedung f.165 PENJELASAN UMUM 1. Instalasi Telepon d. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Tarikan Feder Genset c. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a.

serta stop kontak daya pada semua ruang. Pembuatan rumah pompa 3. Pembenahan Space Frame Lt. Pavingisasi f. Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e. Penataan sekat ruangan b. 3.166 a.5 d. Landscaping h.02 TEMPAT KEGIATAN . titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. Pekerjaan prasarana 1. Perapian Delatsi c. Saluran g. 2. Penyambungan air bersih. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. 4. Pasal III. 5. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang.

00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data).04 Semarang. 4.167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass). Los Kerja dan Gudang.01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. 4. . 2. 3. 5. Sebagai ukuran dasar + 0.

168 6. b. sesuai dengan gambar rencana. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. Penggalian dan penimbunan. (untuk penimbunan dengan tanah urug). Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. Pengeringan dan pengontrolan drainase. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. d. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a. Pasal IV. Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim.02 PEKERJAAN TANAH 1. sloof. Pemadatan. c. f. e. .

di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. . 5. 4. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. 3. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi. 2.169 g. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. Menyediakan material-material yang baik. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. 2. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. Penggalian dan Pembersihan 1. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. dan dibersihkan dari lapangan. b.

3. semak-semak. c. . Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. rumput-rumput. 7. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. keluar lapangan. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun.170 6. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. Seluruh pohon-pohon. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. 2.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. dilakukan lapis demi lapis. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. e. c. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. 4. Kwalitas Beton a. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. 3.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. b.178 d. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm. . sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat.

. minyak. ƒ Mempunyai penampang yang sama rata. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2. dan peraturan lainnya yang relavan.179 d. 3. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. karat dan tidak cacat (retak-retak. ƒ Bebas dari kotoran-kotoran. ACI. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : ƒ Pada SKSNI T-15-1991-03. Besi Beton (steel reinforcement) 1. mengelupas. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. lapisan lemak. luka. 2. dsb). seperti ASTM. ƒ Disesuaikan dengan gambar-gambar. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. b. 5.

7. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. c. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah.180 4. 5. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. Umum ƒ Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . 8. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. 6. Beton 1. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site.

ƒ Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). baik nama perusahaan. alamat maupun kemampuan alat. ƒ Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. ƒ Penggunaan alat. ƒ Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. 2. sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. ƒ Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T. ƒ Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair.alatnya. .alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. Pengecoran Beton ƒ Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin.15-1991-03.

182 ƒ Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. ƒ Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. ƒ Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. melalui acuan dan lain-lain harus 3. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya. . Curing Dan Pendirian Atas Beton ƒ Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. pengeringan oleh angin. Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. ƒ Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. ƒ Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat.

7. ƒ Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas . Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil.stek dinding dan stek kolom praktis ƒ ƒ Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan.5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Selesai pekerjaan sloof.183 ƒ Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22. dengan petunjuk. 8.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. . Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. 6. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail.

Semen 1.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. memenuhi S. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. . Bahan – Bahan yang digunakan a. Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan. 3.184 ƒ Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. 2. Pasal IV.05. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur. b.

Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan. ƒ Khusus untuk pekerjaan beton. Pasir beton (aggregate halus). Koral atau crushed stone (aggregate kasar): dipasaran tidak ƒ Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. 5.185 2.5 cm . Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. Dimensi maksimal 2. 4.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. 2. Batas. b. . diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik. terdiri atas: 1. 3.batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan.

Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik. pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. berat (cukup ruwet) c.2 untuk beton biasa. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test. maka disamping adanya certificate . Besi Beton Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). Penyimpanan semen : . d.untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. 4.186 ƒ Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin.

Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. Penyimpanan besi beton 1. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. 4. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. Bekisting yang Digunakan . 3.187 1. 2. d. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . minyak atau zat asing lainya. c. terlindung pengaruh cuaca. 5. bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur.

Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. . b. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan. balok atau kolom beton yang bersangkutan. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. d. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding. Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan.188 a. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. f. c. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). g. e. h. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. Pada bagian terendah . Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding.

dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan. 6.189 i. 7. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. Bila akibat pembongkaran cetakan. maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. c. Sedang beton praktis dengan fc = 17. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik. Selama pelaksanaan harus dibuat benda.5 MPa. kwalitas beton dengan fc = 22. . Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. b. Kecuali ditentukan lain dalam gambar. Kualitas Beton a.5 MPa. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri.

5 cm.5 cm . Setelah atasnya diratakan. dan diukur penurunannya (slumpnya). laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya. Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1.maximal 12.5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Setiap lapis ditusuk. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan. 5. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. . minimum 7. e. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). 2. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . 3. 4.190 d. f. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. g.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya.

harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai.191 h.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. j. i. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. 9.komponen beton. k. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. Penggantian Besi . l. 8. Jika dianggap perlu. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan.

secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. 3. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana.192 a. . Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. b. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. c. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. 2. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1.

Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.4 mm + 0.5 mm - 10. . Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. 3. Perawatan Beton a.193 2. Toleransi Besi Diameter. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar. d.

c. talang seng. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan.gambar kontruksi yang diberikan. . Tanggung Jawab Pemborong a. 06. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar. plat beton atap. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11. b. Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. Pasal IV. plat beto kanopi. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah.194 c. talang beton. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1.

Syarat Pelaksanan a. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. Water proofing system coating 3x b. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. lantai janitor.kotoran. c. plat beton atap. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. 3. d. e.195 2. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . f. b.

b. 4. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. . 5.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. 6. Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a.

bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3. Allowable tensil stress 2. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik. . Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1.197 Pasal IV . termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui.07.90 t/cm2.Bahan a. 3. Bahan. c. dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya.25 t/cm2 tidak berkarat.

198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan. 6. Pekarjaan Las a. Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . c. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. b. tidak dicat. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. 5. harus dibuat satu. 4. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan.

Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. 8.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . Setelah didirikan. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. 7. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm.

Menyediakan bahan. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. listplang. bubungan nok. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. pekerjan listrik dan penangkal petir. 2. pekerjaan kerangka baja untuk gording. . Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. papan nok menggunakan kayu jati masing. b. atap.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. pekerjaan listplang beton. Penutup Atap a. Lingkup Pekerjaan 1. 08. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. b. LISTPLANG DAN TALANG 1. pekerjaan talang.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. sedang reng ¾. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. 2. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. Bahan-bahan 1. Pasal IV. Bahan kerangka kayu : gording. PEKERJAAN PENUTUP ATAP.

Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Bahan penutup Listplang 1. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3. harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya. Penutup Listplang Dengan Kayu a. . 2. 2. Pemasangan Listplang 1. b. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata.catan. c.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol.201 2.

Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. . 3. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan. 4. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. 3. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara. 2. Bahan–bahan 1. saringansaringan saluran cucuran kebawah. alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2.202 3. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. b. Pekerjaan Talang a. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. Lingkup pekerjaan 1. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit.

dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. 09. Jenis Adukan Yang Digunakan a. harus betulbetul kedap air. sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. . Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. a. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. Pasal IV. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. c. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. Pasangan batu kali untuk pondasi.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps. PEKERJAAN PASANGAN 1. 2. b. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan.

4. kuat tidak mudah pecah. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. serta digunakan dalam pemasangan keramik. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. dan bata merah. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. . Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. b. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. c. seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. Kwalitas Bahan yang Digunakan a. permukaan halus tidak berlubang–lubang. 3. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. b.

3. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. c. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. . 2. Mempunyai sifat kondisi rendah. Bahan Untuk Adukan. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. Batu bata harus baru. sudut–sudutnya tidak tumpul. 4. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. 6. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. Bahan campuran (air. 5. Ukuran seragam dengan standard nominal. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Plesteran dan Acian. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03.205 b.

Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. kerikil. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. 2. o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm.206 5. split ). ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. Syarat Pemasangan a. 6. Pemasang batu kali untuk pondasi 1. bata merah.

Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical. f. Kolom Beton/Tulangan Praktis. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. c. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. e. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. datar. b. tidak melengkung/ bergelombang. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. . Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan.207 menggunakan potongan. rata. d.

208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm. Pasal IV. Pekerjaan alat perabot . b. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang. d. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. warna. tekstur.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. khususnya untuk seleksi kwalitas. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan lantai keramik 2. c.

dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja. Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. c. tidak bagian yang gompal.40/40 dengan ketebalan 7 mm. retak atau pecah. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet. ruang dapur.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. Pekerjaan Lantai Keramik a. . b. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. d.

telah dahulu dipasang pasir uruk. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. . Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan. retak dan hasil gelombang. minimal setebal 10 cm. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. f. tidak membentuk garis lurus. k. h. Apabila hasil pemasang tidak rapi. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. i. g.210 e. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. tanah telah dipadatkan. hingga betul–betul bersih. j. Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5.

ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk. Lantai Rabat Beton a. 3. Persyaratan Pelaksanaan 1. b. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. 2. Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. Bahan yang digunakan . Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas.211 l. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. c.

212 1. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. b. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. 2. Pasir pasangan muntilan. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. Pasal . Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. PEKERJAAN DINDING 1.II. c. IV. khususnya untuk menentukan warna. Alam Daya Sakti/setara. . Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. d.

19. maupun cacat . Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. 2. warna. peraturan keramik Indonesia NI. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. Syarat–syarat pelaksanaan . b. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan. Pekerjaan Dinding Keramik a. Persyaratan Bahan 1. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. PVBB1970 dan PUBI 1982. 4.213 2. harus baru. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. 3. tektur dan bahan tidak boleh rusak. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan.

Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik. 7. 2. Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. . dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. warna.5 cm atau bahan perekat khusus. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. 4. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai. keramik langsung dapat diletakkan. adukan baik menggunakan supersemen. 3. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. 5. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. Sebelum keramik dipasang. 6.214 1. sesuai petunjuk pabrik pembuat. garis–garis siar harus benar–benar lurus. gumpal atau cacat lainya.

Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. 9. 10. Pekerjaan langit-langit meliputi: . Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus.215 8. Pasal. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara. Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Lingkup Pekerjaan a. IV. b. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian.

b. d. c.216 ™ Pekerjaan langit – langit askutik ™ Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. Pekerjaan Langit – langit Akustik a. Sebelum pelaksanaan. pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. 2. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. f. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. e. rangka plapon digunakan BMS/setara. . gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg. gridnya harus lurus dan datar. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting.

Plapon akustik dengan ornament khusus a. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan. IV. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Pasl. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain.217 g.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. b. Lingkup Pekerjaan a. Plafond khusus dipasang dengn type. sesuai gambar. b. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. 3. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. Bahan-bahan ™ Janitor : TOTO type SK 22a . harus sesuai dengan gambar.

Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. 3. 2. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. . Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja. Pada saat pemasangan. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran.218 ™ Floor ddrain ™ Wastapel ™ Kran ™ Cermin ™ Kloset jongkok ™ Urinior ™ Doset duduk c. 4. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1.

digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar.219 d. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan. 2. . • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. bentuk ukuran.

syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. ukuran sesuai dengan rencana gambar. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk.220 • Persyaratan pelaksaan: ƒ ƒ ƒ Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. dikancing dengan pasir uruk ƒ Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. terbuat dari : . • Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar.

• Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”.tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman.15 -199103 ™ Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak.221 ™ Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. .5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.sop) dengan bentuk sesuai gambar. ™ Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T.

Pemborong utama bertanggung jawab. b. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. . Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. d. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. c.14.222 Pasal. Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. PEKERJAAN PENGECATAN 1. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. IV. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a.

Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. berdasarkan alkyd resins. kolom. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. c. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat.223 e. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. 2. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. b. . d. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas.

4. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. 5. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. 3. lembab atau berdebu. Sebelum bagian-bagian yang retak. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. 4. 3. Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. . pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. pemborong harus secepatnya.224 2. Persiapan umum : a. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani.

Pelaksanaan. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. a. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. 7. 6. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. baik bagian luar maupun dalam. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. Pengecatan Kayu : a. Persiapan : . b. Bersihkan permukaan dari debu. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran.225 b.

Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. kotoran dan sebagainya. c.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Keahlian a. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. b. Pelaksanaan. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . b. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. 8. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . Bersihkan permukaan dari debu. Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman.

Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. Setelah pengerjaan pengecatan selesai. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus. b. serta mendapat persetujuan pengawas. 9. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final).227 d. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. . e.

alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca.15 PEKERJAAN KOSEN.228 Pasal IV. peralatan termasuk alat. Bahan –bahan . JENDELA DLL. 1. b. 2. Meliputi pekerjaan. Lingkup Pekerjaan a. PINTU. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. 1. 2. Pintu kayu dan pintu kaca. bahan – bahan yang diperlukan.

Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. 3.00 mm . 1.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. b. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf.

Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. tidak menyerap air. Contoh . Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. 3. kepadatan 65-96 kg/m3.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. tahan terhaap matahari. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. • Neoprene : Jenis extrusion.

Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. alloy. finish. 5. . Pekerjaan pelaksanaan a. Gambar pelaksanaan a. tempers. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. 4. besaran–besaran ketebalan. b.231 Kecuali ditentukan lain. kekuatan. b. Untuk mendapat ukuran yang tepat. Pekerjaan Persiapan 6. pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan.

232 c. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. f. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. i. Perlindungan bahan . rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. 8. Hubungan dengan Material lain. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. d. Semua detail pertemuan harus halus. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. g. e. sehingga tidak ada kebocoran suara. Untuk mendapat hasil yang baik. sambungan sudut atau silang. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. 7. h.

Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong. c. tes korosi. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. anodized. jika hasil pengetesan gagal. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. tes terhadap kebocoran udara. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . Pengetesan a. • Material tes(tes terhadap bahan. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. 9. oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. beban angina. b. . pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik.

b. Bahan kayu jati kwalitas politur . terhitung sejak selesainya masa perawatan. skrup – skrup. Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. 3. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. Garansi (Jaminan) a. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. 2. Bahan – bahan 1. menyetel. Menyedian alat –alat logam. Lingkup pekerjaan 1. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. memahat. b. membuat lidah –lidah .234 10. sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara.

bahan–bahan. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. baut. 3. .235 2. Pelaksanaan 1. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. c. 3. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. 4.VI. Diats kosen pintu dan jendel. Pengikat berupa paku mur. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a. untuk yang lebih kecil dari 1. untuk yang lebih besar dari 1. 2. finish melamine. Lingkup pekerjaan 1. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna).00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei).

daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. b.236 2. . untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c. Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. Persyaratan Bahan 1.

4. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. Contoh – contoh 1. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan .237 2.lain. kekutan ayun dan lain . 3. . Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. 2. 5. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. nama barang. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. d. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik.

Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. f. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. flap enfsel memikul maximal 20 kg. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Pemasangan lockcase. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. 2. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. 4. 3. warna stansdr.238 3. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. e. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . Untuk pintu toilet. Persyaratan pelaksanaan 1. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu.

dengan ketebalan sesuai gambar. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm .239 pengawas. apabila hal tersebut tidak tercapai. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. Persyaratan bahan 1. • Penutup dauble teakwood. • Pengikat berupa mur. baut. 5. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. 2. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. b.

Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan. trush detaidetail. ketebalan. 4. kekuatan. 5. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L .240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3.H. pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. alloy. hitungan bila diperlukan. besaran. Contoh Kecuali ditentukan lain. . Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. tempers. Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar.

• Setelah terpasang. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. . 6. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. kaca harus plat. Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. b. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm . Pekerjaan kaca a. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. c.

kaca harus dibersihkan. 7. Membesihkan dan memperbaiki: 1. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . d. 2. Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. yang retak–retak .

PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. . Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar. rapi.243 8. Railling tangga a. penanaman rumput. sedang bentuk. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. penanman dan penataan taman hias dan peneduh. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. Yang harus dikerjakan a. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat.IV. 16. perbaikan tanah. b.

Pelaksananya peliputi 1. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). 3. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin.244 b. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Pekerjaan Tanah a. Pekerjaan Pendahuluan a. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. b. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. . Rumput gajah dan rumput jepang 2. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur. Pembutan relief dinding 2. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. c.

245 b. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. Pekerjaan penanaman a. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. d. c. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. bersih dan tidak mengandung rayap. Galian untuk penanaman pohon. Pohon 1. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. 4. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. f. g. h. e. . Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya.

Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. prosesnya harus dicampur tanah timbunan.246 2. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. Setelah tertanam. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang. b. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. Penyiraman air . Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. 5. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. Pekerjan pemupukan a. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). baru ditimbun tanah baru. 6. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. Perumputan 1. perlindungan terhadap panas dan air. 2.

Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. Zammia Goldkas d. Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. b. Pembersihan dan perlindungan : . ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). Penyiraman rumput. Macam Pohon (sesai gambar) 8. Lidah Mertua e. Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. 7.247 a. Pohon kayu putih c. Penyiangan dan pemotongan a. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). b.5 bulan.

248 a. tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan.Terhadap bahaya tersebut (mulat). rontokan–rontokan daun kering. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. lokasi selalu bersih setiap hari. baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. Selama berlangsungnya penanaman. c. tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. bila perlu pengecatan kembali. b. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya).5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . 4. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus).

Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a.01. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir. ¾ TDR dari jateng ¾ SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well ¾ TDR dari Jateng ¾ Ijin kerja dari PAM Jateng ¾ Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini . Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku.249 Pasal V. KETENTUAN UMUM 1.

59/PD/1980. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. Peraturan dan syarat-syarat umum. . JIS. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No. VDE. VDE/DIN. • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. WEMA.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. yaitu : ¾ NFC. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. AVE. dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. BS. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No.

251

¾ Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit.
Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

¾ Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta
Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

™ Lampu pijar Philips atau sederajat ™ Lampu langit-langit buat armature. Panel ™ Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang.258 c. warna putih merk LOMM atau sederajat. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. imlex atau esderajat d. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. LOMM atau sederajat. atau sederajat 5. aman dan mudah diperbaiki . Ballas elektronik merk Philips. Persyaratan Pemasangan a.7 mm dan dicat dengan cat baker. arto light. clipsal. legrand. Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : ™ Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat.

• Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. Kabel ™ Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. Kabel dalam bamgunan.5 x diameter kabel. • Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. • Sebelum penarikan kabel dimulai. . lurus dan kuat. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan.259 ™ Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm. • Pemasangan kabel harus rapi. terpasang pada bagian bangunan. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri.

• Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. • Kapasitas kontak 10 CMP.260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. • Saklar harus model tanam. dipasang 130 cm diatas lantai. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala. c. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). Lampu-lampu . dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP.

™ Setelah jaringan dibebani. commission dan perbaikan. ™ Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. 6. Commissioning dan testing. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. ™ Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . 7.261 ™ Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. ™ Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. balancing. ™ Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan.

b. Rod Electrode. Pemasangan : a.262 ¾ 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). Pasal V. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 . Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. ™ Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). ¾ 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan ¾ 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN ¾ 2 (dua) set : berita acara hasil testing.

bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. Pasal V. ™ Rod Electrode dipasang pada satu tempat. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah.5 m. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter.263 cm. c. 2. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ). ™ Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. jarak ke pondasi bangunan 1. Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. bahan-bahan utama. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1.

Skat Urinor dll ™ Kaca cermin b. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. Urinor. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. Pipa air hujan : ™ Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. . Selokan air hujan. c. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. yaitu terdiri dari : a. Alat-alat Sanitair : ™ Closet jongkok ™ Meja cuci tangan (washtafel) ™ Floor Drain ™ Floor Clean out (tipe lantai) ™ Janitor. zink. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. urinoir.

Sistem Air Bersih ™ Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5.5 HP . Persyaratan bahan dan peralatan a. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b.265 2.

5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi ƒ ƒ ƒ Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi ƒ ƒ Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve. Pompa dilengkapi dengan water level control : .5 KW 15 meter 12 m3/h 1.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.450 rpm D 1.

Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. flange and ex KITAZAWA. ƒ Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi.267 ƒ ƒ 4 buah lower level. ™ Sistim air kotor dan air bekas. screw type. screw end. ƒ Valve. untuk tangki atas. sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS. ™ Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air ™ Pempompaan air bersih pipa ƒ Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium.

ƒ Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent.268 ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. c. . Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. dengan sambungan lem. ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. ™ Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. ƒ Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. Persyaratan Pemasangan ™ Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical.

Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. ™ Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. memenuhi persyaratan sbb: . ™ Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. sehingga pipa tiada melentur. Pengujian ™ Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. ™ Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. ™ Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. ™ Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. ™ Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. d.269 ™ Semua pemasangan harus rapi dan baik.

e. Dosis chlorine ialah 50 ppm. Disinpeksi ™ Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik. ™ Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0.270 ƒ ƒ Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 ™ Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. Pembersihan . ™ Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. f.2 ppm. ™ Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. ™ Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan.

™ 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. ™ 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik. . pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : ™ 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. ™ Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya.271 ™ Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. g.

Persyaratan a. Co2 atau sejenisnya. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. 3. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. 2. b. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). 05.272 Pasal V. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. General Area ™ Type General Purpose Dry Chemical ™ Agent Multi Purpose Dry Chemical ™ Shell Material Iron Steel .

Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. Apabila timbul persoalan. b. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan.0 kg ™ Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V.273 ™ Capacity 4 kg ™ Cargerd Weight Approx 8. Syarat-syarat umum a. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. .

dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. ijin-ijin dan standar-standar a. b. d. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. . saluran-saluran (ducts). Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. dari jawatan keselamatan kerja. c. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. Pada waktu pelaksanaan. Peraturan-peraturan. pipa-pipa dll. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. e.274 c. 2. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan.

Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. pipa.275 f. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan. Petunjuk Khusus a. c. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. . pemeriksaan engujian dan lain-lain. 3. atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. b. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun.

testing. Starting. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. e. Lingkup Pekerjaan a. Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. d. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. lantai 2 b. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. c. servising dan maintenance. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. e.276 d. . Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini.

Pekerjaan Pipa Pengembunan a. switch. Pekerjaan Listrik a. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri. transformator. zekring. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. 7. Pekerjaan. Pemborong harus berkoordinasi. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . 6.277 5. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. b. starter. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. Bahan. Pekerjaan Pipa. .

b. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. Syarat-syarat iii. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. d. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. c. iv. ii. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. .278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. persyaratan PLN. switch. Peralatan v.

viii. Semua panel. . 2. 3.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. switch.279 vi. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet. f. vii. 4. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Pemyambungan kabel x. ix. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC. e. indikator. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama.

b. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. KDK atau setara. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. Kipas Angin / Exhaust Fan a. .5 m. rating CFM dengan toleransi 10%. merk yang digunkan nasianal. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya. 9. c.280 g.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti.

Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. e.281 d. Mutu alat-alat dan bahan a. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia . semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. g. dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Penjelasan sistem • Listrik . Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. c. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. f. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. e. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. d. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan.

tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. griller. difuser. c. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. Syarat a. d.2 deg C ( 90 deg F ). • Tenperatur 1. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. motor dan system pengaturan listrik yang ada. b. f. 2. .282 1. 2. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. Pengukuran dan pengujian temperatur.

Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. 07 . Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa.283 Pasal V. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2. a. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Pipa 1. URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Pengujian A.

System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. b. d. .284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung.80 db) . volume control di by pass dan full power loud speker. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. krap dan sejenisnya. c.

f. 1 buah table stand microphone. Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung. 1 buah hand held micropune. b. B. 1 ( satu ) set amplification system. c. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging. 1 (satu ) set input source. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. terdiri dari • 1 buah system amplifer . e. .

Dalam konstruksi slide-in panel.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Karakteristik frekuensi 7. Dalam konstruksi slide-in panel 2. 1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . 50 Hz 6. monitor. Catu Tenaga : 220 volt. 1 buah set swiching. rack dan accessories. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. Pre-amplifier untuk background music. C.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. S/N : 55 dB atau lebih 8. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. Cacat harmonis : 0.

testing dan penyetelan. melakukan pengukuran. c. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a. Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. URAIAN TELEPON 1. Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. untuk memasang peralatan dan perkabelan. . Pasal V.287 D.08. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama. b. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya.

baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Instalasi 1. Penyambungan pipa harus dilem. T Doos harus ditutup.288 2. 5. 2. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. 3. b. Semua kabel. harus ditarik didalam pipa. 4. Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. a. 6. . Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal.

12. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. Kotak Pembagi 8. 10. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. kabel 14. Untuk instalasi Inbouw. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. 16. 13. 11.5 mm). Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. 9. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan.289 7. . d. c. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain.

Sebelum pemasangan dimulai. contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. Kawat tembaga dengan ukuran 0. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. sampai diperoleh surat lulus pengujian. 20. Pengujian oleh PERUMTEL.6 mm atau lebih. 24. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL. 18. 22. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. e. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). Pipa dan konduit: 19. Pengukuran 21. g. Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik. 3.290 17. . 23. f. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong.

Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. 6. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5.291 4. maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. . maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). Music On Hold b. Begitu peasawat diangkat. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. c. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk.

Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. Telkom (PIT) ¾ 64 saluran extension ¾ 1 operator’s console ¾ Lightning arrestor pada 8 saluran PT. Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) ¾ Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : ¾ 8 saluran PT. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. pesawat telepon cabang . Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. 5.292 d. STLO . Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. e. Apabila nomor group yang dipuitar. Telkom . pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1.

Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. ¾ Printer dan serial card 2. 4. 5.293 ¾ Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. trainning operator. ¾ Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. Telkom Indonesia. 6. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. Pengadaan dan pemasangan terminal box . . Pengadaan semua dokumen teknis. pengetesan sistem. 3. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. Telkom Indonesia.

DAN SYARAT-SYARAT YANG . Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971.294 Pasal V. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. c.V. k. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. Peraturan Umum yang digunakan : a. j. 14571. Undang-undang No. h.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. i. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. e. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. 09. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. A. b. f. d. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. g. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku.

Pasal V. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. 2.295 l. m. Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. 4. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri. 5. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. 3. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. 10. . Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong.

296 Semarang. Juli 2006 .

82 m2 b.1. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2.28 m2 = 0.09 m = 0.28 m2 = 0. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5.44 m3 = 425. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. Pekerjaan Tanah 1. Urugan Kembali Volume = 209. 123.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.97 m3 B. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.27 m3 296 .28 m2 = 30.25 m . Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.25 m = 0.09 m .28 m = 10. 123.

297 c. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4.60 m3 d.45 m Jumlah pancang Volume f.45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m . 0.8 m x 0. Tiang pancang Diameter pancang = 0. Beton poer Volume h. 0.25 . 100 buah = 3000 m e.8 m = 133.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. Mobilisasi pancang Volume g.73 m = 0.7 m = 33.7 = 192 m .25 m . 0. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0.

4 m =14.7 m .12 m = 436 m2 . 0 . Beton lisplank Volume m. Tangga beton Volume = 13.8 m = 56.04 m3 j. 0.32 m3 l.26 m3 = 4. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0. 0.12 m = 52.7 m = 0.73 m .25 m .64 m3 . 0. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211. 0.7 m = 211.48 m3 i. 0. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0. 0.7 m = 37.2 m .298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.25 m x 0.2 m .8 m . 16 buah . 0.32 m3 k.4 m = 179 m .

45 m2 = 0.6 m .7 m = 13.6 m = 15.67 m = 0.45 m2 = 4.12 m .2 m = 24 .67 m .72 m . 0. 15 m2 = 1. 0.80 m3 ¾ Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.7 m = 1.12 m .299 n.34 m3 . Beton pit lift ¾ Beton pondasi dan beton plat Volume ¾ Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.6 m = 42.2 m x 0.92 m3 = 42. 0.36 m3 ¾ Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.89 m3 ¾ Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.72 m = 0. 0.6 m x 0. 24.12 m = 15 m2 = 0.2 m .

45 m = 12 m = 96 m o.42 m3 .84 m3 q. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.75 m3 ¾ Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.36 m2 .27 m3 p.36 m2 = 0. 0. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3. Pondasi batu belah Volume =12.36 m2 .5 m2 = 0.25 m = 3.25 m = 0.9 m = 3.125 m = 0.36 m2 = 0. 0.9 m = 35.300 ¾ Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0.125 m = 3.20 m3 ¾ Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume = 0.5 m2 .25 m = 0. 0.

73 m = 0.8 = 16 buah = 4.301 2. 0.8 m .5 x 0.12 m = 2 buah = 0.7 m .12 m .73 m .25 m . 0. 2 buah = 1. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211. 16 buah = 48.66 m3 Volume total = 48. 2.34 m3 +1.04 m3 .8 m .25 x 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.7 m = 37.8 x 0.7 m = 0. 0.7 = 211.5 = 2.5 m .50 m3 b. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.66 m3 = 49. 0. 0.5 m .

Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.12 m = 420 m2 .68 m3 d.7 = 16 buah = 4.73 m .7 m . 0. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. 0.40 m3 e.08 m3 . 0. 0.12 m = 50.26 m3 = 1.73 m = 0. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.302 c.28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1.4 = 171 m .7 x 0. = 13.7 m .2 x 0. Beton lisplank lantai 3 Volume f.2 m . 16 buah = 37. 0. Tangga beton Volume 3.4 m = 13.

0.5 = 24 m = 2 buah = 0.08 m3 +12 m3 = 49.2 m .12 m = 50.26 m3 .25 x 0. 24 m .04 m3 3. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.2 x 0. 0. 0.68 m3 4. 0.25 m . 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0. Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211.50 m3 2.5 x 0.7 = 211. Beton tangga Volume = 13.4 = 171 m .303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.40 m3 5.7 m . 0.4 m = 13.12 m = 420 m2 .7 m = 0.7 m = 37.5 m .5 m .

12 m = 50. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.304 4. 0. 0.50 m3 2.6 = 16 buah = 4.73 m = 0. Beton tangga Volume =13.6 x 0.12 m = 420 m2 . 0.7 m = 37.04 m3 3. Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.25 m .2 x 0. 0. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4.40 m3 5. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.4 = 171 m .7 = 211. 0.73 m . 16 buah = 49. 0.2 m . Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.6 m .6 m .68 m3 4. 0.7 m .26 m3 .4 m = 13.7 m = 0.25 x 0.

Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8. Water profing talang Volume = 115.2 x 0.21 m3 = 5.50 m3 2.6 m = 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1. Beton konsol Volume = 5. Beton balok talang Volume 5. Beton lisplank Volume 4. 0.7 m = 15.6 = 16 buah = 8.56 m3 7. 0. 0.6 m . 16 buah = 49. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0. Beton talang Volume 6.7 = 110 m .305 5.6 m .40 m 3.6 x 0.6 m .20 m3 .46 m3 = 9.2 m .76 m3 = 2. 0.

Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m .84 m = 7. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4.5/30 cm = 76 m 5.77 m .84 m .16 kg 2.2 kg/m = 1499.2 kg/m = 18297.51 kg/ m = 4519.8 kg 3. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.77 m = 12. Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1. 12.51 kg/m = 601. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2.306 C. 7.

2 m3 . Lisplang kayu jati 2.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1. Urugan kembali Volume = 55. Galian tanah struktur pondasi Volume 2. Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10.00 m3 3.9 m3 = 143. Pekerjaan pondasi batu belah 1.5/30 cm = 31. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4.2 m2 8.160 m = 2. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9.1. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a.307 7.

Urug pasir Volume = 10.56 m3 = 19. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b. Plesteran beton Volume 6.308 4. Sponengan sudut Volume 7. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Beton praktis.2 m3 = 4.36 m3 6. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194. Plesteran 1:5 Volume 5.21 m3 .23 m3 8.70 m2 = 620 m2 = 70.5 m2 = 37. Aanstamping Volume 5. sloof dan kolom Volume = 4. Plesteran 1:3 Volume 4.

Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7.40 m = 50. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.86 m = 50. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3.4 m = 256.4 m 2.86 m = 91. Kunci tanam Jumlah Volume 5. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah . Pekerjaan Pasangan Kosen 1.40 m Volume = 2 buah 6.309 c. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.

Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m . Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12.310 8.70 = 2 unit = 2 unit 14. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0.72 m2 = 6.72 m2 9.6 x 1. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.

07 m . Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e.1 m . Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. 700 m2 = 70 m3 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 .311 d. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. 700 m2 = 49 m3 3.

Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Instalasi 1. Lantai keramik granito Luas Volume f. Cat tembok luar Luas Volume 2. Cat plafond Luas Volume h. Pekerjaan Pengecetan 1.312 5.7 m2 = 488. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 .

31 m3 = 12.5 m2 = 64.313 3.83 m2 = 216. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6.99 m3 . Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Plesteran 1:3 Volume 4. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2.071. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Saklar tunggal Jumlah Volume 4. Plesteran 1:5 Volume = 1. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5.

Daun pintu double texwood Luas Volume 4. Plesteran beton Volume 6.3 m = 274.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Beton praktis. = 4.92 m2 = 18.5” = 33.00 m1 = 246.90 m1 8.92 m2 . Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274.00 m1 = 770. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.3 m 2. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.6 m 3.314 5. sloof dan kolom Volume b. Plint lantai Volume = 170.6 m = 33. Sponengan sudut Volume 7.

= gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 . Pekerjaan Plafond 1.70 = 2 unit = 2 unit 7.56 m2 6.6 x 1. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.315 5. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.56 m2 = 173.

Pekerjaan Sanitasi 1.75 m2 = 1. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6.75 m2 5. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 . Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3.316 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Closet duduk Jumlah Volume 2.

49 m2 =3m =3m . Kaca cermin Jumlah Volume 6. Pekerjaan Pengecetan 1. Urinoir Jumlah Volume 7.317 3. Wastafel Jumlah Volume 5. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Kran air Jumlah Volume 4. Cat tembok luar Luas Volume = 527.49 m2 = 527. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.

5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1.318 2. Perelatan sambungan Volume = 1 unit . Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2.24 m2 = 791. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV. Pipa galvanis I. Cat plafond Luas Volume g. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III. = 423 m2 = 423 m2 = 791.

Pipa PVC 6” Panjang Volume VII. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. Peralatan bantu Volume h. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. PVC jenis AW V.319 3. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Peralatan sambungan Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2.

Pasangan bata 1:3 Volume 2. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.8 m3 = 6. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Panel penerangan Jumlah Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6.71 m3 . Stop kontak Jumlah Volume 4.83 m2 = 62.320 3. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a. Plesteran 1:3 Volume = 111. Saklar tunggal Jumlah Volume 5.

18 m2 .6 m 3.60 m 2.18 m2 = 12. Plint lantai Volume = 164. = 2.321 4.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.6 m = 33. Plesteran beton Volume 6. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208.60 m = 208. Beton praktis.5 m1 = 640 m1 = 224.67 m2 8.5 m2 = 1. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.046. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran 1:5 Volume 5. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. sloof dan kolom Volume b.5” = 33.

Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Espangnolet Jumlah Volume 9. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6.322 4. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10.

Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 . Pekerjaan Plafond 1.6 x 1.323 11. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168.70 = 2 unit = 2 unit 14.40 m2 13. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.40 m2 = 168.

Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6.324 2.35 m2 5. Closet duduk Jumlah Volume 2. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3.35 m2 = 1.

Urinoir Jumlah Volume 7.46 m2 =1m =1m . Kran air Jumlah Volume 4. Pekerjaan Pengecetan 1. Wastafel Jumlah Volume 5. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8.46 m2 = 508. Cat tembok luar Luas Volume = 508. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.325 3. Kaca cermin Jumlah Volume 6.

326 2.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2. Perelatan sambungan Volume = 1ls . Pipa galvanis VIII. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. Cat plafond Luas Volume g.71 m2 = 762.71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. = 423 m2 = 423 m2 = 762. Pipa galvanis 1. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI.

327 3. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4. Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Pipa PVC 6” Panjang Volume III. PVC jenis AW I. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Peralatan bantu Volume h.

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.71 m3 .328 2.93 m3 = 6. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Pasangan bata 1:5 Volume = 58. Lampu pijar Jumlah Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. Stop kontak Jumlah Volume 4. Pasangan bata 1:3 Volume 2. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. panel penerangan Jumlah Volume 4.

Beton praktis. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2. Plint lantai Volume = 160.86 m2 = 13.16 m2 = 111. Plesteran 1:5 Volume 5.5” = 35 m = 35 m 3.50 m = 214. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13.329 3.43 m3 b.0 m1 = 204.86 m2 .8 m2 8. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Sponengan sudut Volume 7. Plesteran 1:3 Volume 4. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214.09 m2 = 982. sloof dan kolom Volume = 2. Plesteran beton Volume 6.0 m1 = 579.50 m 2.

Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10.330 4. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11.60 m2 = 49. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8. Espangnolet Jumlah Volume 9.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6.

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d.331 12. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.70 = 2 unit = 2 unit 14.90 m2 13.90 m2 = 153.6 x 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 . Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c.

Water profing ruang lavatory Luas Volume e.332 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5. Pekerjaan Sanitasi 1. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Kran air Jumlah Volume 4. Closet duduk Jumlah Volume 2. Saringan air Jumlah Volume 3.

25 m2 = 711. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Urinoir Jumlah Volume 7.333 5. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m . Cat tembok luar Luas Volume 2. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711.

334 g. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls . Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III.5” Panjang Volume II. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2. Pipa galvanis I. PVC jenis AW XII. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis 1. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII.

Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h. Peralatan sambungan Volume 5. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Saklar tunggal Jumlah Volume 5.335 4. Stop kontak Jumlah Volume 4.

Plesteran beton Volume 14. Panel penerangan Jumlah Volume 5.336 6. Sponengan sudut Volume 15. = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a. sloof dan kolom Volume = 2.6 m2 = 993. Plesteran 1:5 Volume 13. Beton praktis.0 m1 = 576 m1 = 167.6 m3 = 3. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Plesteran 1:3 Volume 12.0 m2 = 59. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9. Pasangan bata 1:3 Volume 10.6 m3 16.4 m2 = 60. Pasangan bata 1:5 Volume 11. Plint lantai Volume = 75.15 m3 .

Daun pintu double texwood Luas Volume 3. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.20 m 2. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.30 m2 = 6.30 m2 6.337 b. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47.42 m2 = 47.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah .20 m = 191.

Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2.338 8. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Ornamen atap Panjang Volume c. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d.

Saringan air Jumlah Volume 3.60 m2 = 696. Kaca cermin Jumlah Volume f.40 m2 = 464. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.339 2. Kran air Jumlah Volume 4.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m . Pipa galvanis 1.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g. Cat tembok luar Luas Volume 2. Wastafel Jumlah Volume 5.60 m2 = 464. Pipa galvanis I. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Pekerjaan Pengecetan 1.

Peralatan sambungan Volume 5. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot . Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. PVC jenis AW I.340 II. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2.

Stop kontak Jumlah Volume 4. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Lampu pijar Jumlah Volume 3. Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.341 h.

3. Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. 2. 357 . Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS).BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. dengan upaya tersebut. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. 6. material. Meskipun demikian. peralatan. hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga.1 Kesimpulan 1. dan keuangan yang diperlukan.

Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan.358 6. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. . 3.2 Saran 1. 4. 2. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.

Suryolelono. K.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. DPU. Yogyakarta: Kanisus. 1989. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia.B. DPU. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. DPU. 1994. 1984. Gunawan. Bandung: Yayasan LPMB. Rudy. Pedoman Beton. DPU. . 1991. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan. Teknik Fondasi Bagian II . DPU. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. Materi Kuliah Strukur Beton. 1987. 1988. Yogyakarta: Nafiri. 1961. Tabel Profil Konstruksi Baja. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. 2003. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. Henry. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. Bandung: Yayasan Penerbit PU. 1987. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. DPU.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->