PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG 5 (LIMA) LANTAI DEKRANASDA DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROPINSI JAWA TENGAH

Jl. Pahlawan No. 04 Semarang

Disusun sebagai Syarat Ujian Tahap Akhir Program Diploma III Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang

Disusun oleh : Nama Nim : Karjono : 5150303020

Program Studi : D3 Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2006 LEMBAR PENGESAHAN

Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : :

Pembimbing,

Penguji,

K. Satrijo Utomo, S.T., M.T. NIP. 132238497

Untoro Nugroho, S.T., M.T. NIP. 132158473

Ketua Jurusan,

Ketua Program Studi,

Drs. Lashari, M.T. NIP. 131471402

Drs. Tugino, M.T. NIP. 131763887

Mengetahui: Dekan Fakultas Teknik

Prof. Dr. Soesanto NIP. 130875753

KATA PENGANTAR

Penyusunan Tugas Akhir ini dimaksudkan untuk memenuhi persyaratan menyelesaikan pendidikan jenjang Diploma III Teknik Sipil Universitas Negeri Semarang. Selama proses penyusunan ini, penulis menyadari banyak sekali hambatan yang dihadapi, akan tetapi berkat bantuan dan bimbingan dari semua pihak yang berkompeten, akhirnya Tugas Akhir ini dapat diselesaikan dengan baik. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Bapak Prof. Dr. Soesanto Sebagai Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 2. Bapak Drs. Lashari, M.T. Sebagai Ketua Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang; 3. Bapak Karuniadi Satrijo Utomo, S.T., M.T. Selaku pembimbing selama penyusunan Proyek Akhir ini; 4. Bapak dan ibu yang telah memberikan dorongan serta bimbingan sehingga laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan; dan 5. Rekan – rekan yang turut membantu dalam penyelesaian laporan ini. Penyusun menyadari bahwa laporan Tugas Akhir ini masih jauh dari kesempurnaan dan banyak kekurangannya. Hal ini disebabkan pengetahuan dan

pengalaman kami yang belum mencukupi serta terbatasnya waktu, sehingga tidak semua hal yang dapat penyusun laporkan dengan baik. Oleh kerena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik kearah perbaikan agar laporan Proyek Akhir ini menjadi sempurna. Akhir kata semoga laporan Tugas Akhir ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.

Semarang,

Agustus 2006

Penulis

MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

™ Kehidupan mengalami empat tahap yaitu hidup, tumbuh, berkembang, mati (Jhon)

™ Kemalasan adalah kebiasaan beristirahat sebelum orang benarbenar merasa lelah (Jules Benard)

™ Kesempatan hanya datang sekali dalam kehidupan, jangan siasiakan itu (Jhon FK)

PERSEMBAHAN

Kupersembahkan kepada : ¾ Ayah dan Ibuku yang selalu mendo’akan aku ¾ Adikku yang ngasih semangat buat aku ¾ Keluargaku yang mendorong aku untuk selalu maju ¾ Sahabat-sahabatku yang senantiasa membantu aku dalam suka dan duka ¾ Teman-teman D3_vil ‘03

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………. i LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………….. ii MOTTO DAN PERSEMBAHAN……………………………………………... iii KATA PENGANTAR…………………………………………………………. iv DAFTAR ISI……………………………………………………………….…... vi DAFTAR TABEL………………………………………………………………. x DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………... xi DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………… xii BAB I PENDAHULUAN 1.1 Nama Proyek………………………………………………………….. 1 1.2 Latar Belakang………………………………………………………… 1 1.3 Lokasi Proyek…………………………………………………………. 2 1.4 Maksud dan Tujuan Proyek …………………………………………... 3 1.5 Ruang Lingkup Penulisan……………………………………………... 3 1.6 Metodologi…………………………………………………………….. 4 1.7 Sistematika Penulisan………………………………………………….. 5 BAB II PERENCANAAN 2.1 Uraian Umum…………………………………………………………. 7 2.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan…………………………………. 7 2.3 Dasar – dasar Perencanaan……………………………………………. 11 2.4 Metode Perhitungan……………………………………………………14 2.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana…………………………………….. 15 2.6 Dasar Perhitungan…………………………………………………….. 16 BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap……………………….……………………. 17 3.1.1 Perhitungan struktur rangka atap…………………………… 17 3.1.2 Perhitungan Struktur Plat……………………………………... 44 3.2 Perencanaan Tangga………………………………………………….. 56 3.2.1 Data Teknis Tangga..…………………………………………. 58

3.2.2 Pembebanan dan Penulangan Pangga..……………….……… 59 3.2.3 Pembebanan dan Penulangan Bordes…………………………. 69 3.3 Perhitungan Struktur Akibat Gaya Gempa……………………..…….. 84 3.3.1 Berat Bangunan Total (Wt)…………………….…….……….. 85 3.3.2 Waktu Getar Bangunan (T)………………………….…….….. 89 3.3.3 Koefisien Gempa Dasar…………………………….….…...… 89 3.3.4 Faktor Keamanan I dan Faktor Jenis Struktur K........................ 89 3.3.5 Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa ke Sepanjang Tinggi Gedung........................................................................... 89 3.3.6 Distribusi Gaya Geser Horisontal Total Akibat Gempa Kesepanjang Tinggi Gedung..…..……………………………. 90 3.4 Perencanaan Balok………………………………………..…………... 91 3.4.1 Balok Sloof …………………………………………………… 91 3.4.2 Balok Lantai ………………………………………………….. 95 3.4.3 Balok Ringbalk……………………………………………….. 98 3.5 Perencanaan Kolom ............................................................................ 102 3.5.1 Penulangan Kolom Lantai 1..................................................... 102 3.5.2 Penulangan Kolom Lantai 2..................................................... 106 3.5.3 Penulangan Kolom Lantai 3..................................................... 110 3.5.4 Penulangan Kolom Lantai 4..................................................... 115 3.5.5 Penulangan Kolom Lantai 5..................................................... 120 3.6 Perhitungan Pondasi..............................................................................125 3.6.1 Uraian Umum........................................................................... 125 3.6.2 Analisis Daya Dukung............................................................. 125 3.6.3 Perhitungan Pondasi................................................................. 126 BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.1 Syarat-syarat Umum............................................................................. 129 4.2 Syarat-syarat Administrasi................................................................... 151 4.3 Syarat-syarat Teknis Umum................................................................ 165 4.4 Syarat-syarat Teknis Pelaksanaan Pekerjaan....................................... 167

..........1 Pekerjaan Struktur dan Atap......2 Saran…………………………………………………………………… 358 DAFTAR PUSTAKA .....................1........4 Time Schedule……………..........................2 Rencana Anggaran Biaya. 354 5.................................……................... 296 5.......3 Justifikasi Rencana Anggaran Biaya.................……......................1.......................... 356 BAB VI PENUTUP 6.............……... 342 5............................. 296 5............1 Perhitungan Volume Pekerjaan...... 307 5.....................1 Kesimpulan……………………………………………………………....BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.................................. 357 6......2 Pekerjaan Finishing Arsitektur................

Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Gambar 2. Penulangan Kolom Lantai 4 Gambar 14. Penulangan Ringbalk Gambar 10. Rangka Kuda-Kuda Gambar 3. Penulangan Kolom Lantai 1 Gambar 11. Penulangan Kolom Lantai 5 Gambar 15. Denah Balok Lantai Gambar 4. Penulangan Balok Sloof Gambar 8.DAFTAR GAMBAR Gambar 1. 4. Skema Tangga Type K Gambar 5. Denah Tangga Gambar 6. dan 5 Gambar 9. Detail Pondasi . Penulangan Kolom Lantai 3 Gambar 13. Potongan Tangga Gambar 7. 3. Penulangan Balok Lantai 2. Penulangan Kolom Lantai 2 Gambar 12.

Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 Tabel 15. Gaya-gaya pada Kuda-kuda Tabel 5. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Tabel 7. Pekerjaan Persiapan Tabel 9. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 Tabel 12.DAFTAR TABEL Tabel 1. Syarat-syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI 1987) Tabel 4. Time Schedule . Dimensi Balok Tabel 2. Dimensi Kolom Tabel 3. Justifikasi Rencana Anggaran Biaya Tabel 17. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang Tabel 8. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 Tabel 11. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 Tabel 13. Pekerjaan Struktur dan Atap Tabel 10. Pekerjaan Sarana dan Fasilitas Tabel 16. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 4 Tabel 14. Asumsi Dimensi Balok Tabel 6.

T. 132238497 Drs. M. 131 471 402 . Satrijo Utomo. M. NIP.. S.LEMBAR PENGESAHAN Proyek Tugas Akhir dengan Judul Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah ini telah disetujui dan disahkan pada : Hari Tanggal : : Pembimbing Ketua Program Studi K. M. Tugino. Lashari.T.T. 131763887 Mengetahui: Ketua Jurusan Teknik Sipil Drs.T. NIP. NIP.

Laporan Hasil Penyelidikan Tanah 9. Output Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 4. Input Portal (SAP 2000) 6. Gambar Bestek . Uji Tarik dan Bengkok Baja 8. Gambar Grafik Portal (SAP 2000) 5. Output Portal (SAP 2000) 7. Input Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 3.DAFTAR LAMPIRAN 1. Gambar Grafik Kuda-Kuda Baja (SAP 2000) 2.

BAB I PENDAHULUAN 1. 2 . Pembangunan gedung ini nantinya akan di gunakan untuk kegiatan yang membutuhkan ruang luas. 1.2 Latar belakang Proyek Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini dilatarbelakangi oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Pemerintah Daerah Semarang merasa karena masih banyaknya kekurangan sarana dan prasarana bila dibandingkan dengan kepentingan Disperindag yang membutuhkan tempat atau sarana gedung dengan kapasitas yang memadai. Meningkatkan sarana dan prasarana di Disperindag.1 Nama Proyek Nama proyek ini adalah Perencanaan Struktur Gedung 5 (Lima) Lantai Dekranasda Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. Pembangunan Gedung Dekranasda mempunyai maksud dan tujuan antara lain : 1 . Pemilihan Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda sebagai Tugas Akhir dikarenakan struktur gedung yang memiliki 5 (lima) lantai dan sebagai pertimbangan lain belum adanya Tugas Akhir dari teman satu angkatan dengan struktur yang berlantai banyak. 1 . Meningkatkan kenyamanan dan efektifitas kegiatan di Disperindag.4 Semarang.

Pahlawan D Keterangan : A. Ramayana Dept. Pahlawan No. Biro Pusat Statistik (BPS) C. Store Gambar 1.3 Lokasi Proyek Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini terletak di Jl.4 Semarang. Denah Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah .2 1. Lapangan Pancasila B. Error! U Plaza Simpang Lima E A C B Jl. Bundaran Air Mancur E. DISPERINDAG (Lokasi Proyek) D.

Perencanaan atap. 5. Penerapan materi perkuliahan yang telah diperoleh diaplikasikan dengan merencanakan suatu bangunan gedung bertingkat banyak. Rencana anggaran biaya . 7. Rencana kerja dan syarat . 4. Dengan merencanakan suatu bangunan bertingkat ini diharapkan mahasiswa dapat memperoleh ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dan mampu merencanakan suatu struktur yang cukup kompleks. Perencanaan tangga. Penulis hanya menentukan pada permasalahan dari sudut pandang ilmu teknik sipil yaitu pada bidang perencanaan struktur meliputi: 1.3 1.syarat (RKS). 3. Perencanaan pondasi. dan 8. Perencanaan balok. 2. minimal tiga lantai. 1. 6.4 Maksud dan Tujuan Proyek Tujuan dari Proyek Akhir ini adalah untuk menerapkan materi perkuliahan yang telah diperoleh ke dalam bentuk penerapan secara utuh.5 Ruang Lingkup Penulisan Dalam Penyusunan Proyek Akhir ini. Perencanaan kolom. Perencanaan plat lantai.

4 1.6 Metodologi Data yang akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan Proyek Akhir ini dapat di kelompokkan dalam dua jenis yaitu: 1. Yang termasuk dalam klasifikasi data sekunder ini antara lain: a.73 m o Lantai 3 : + 09.77 m 2. Pahlawan No. Lokasi Proyek b. Elevasi bangunan o Lantai 1 : + 00.46 m o Lantai 4 : + 14. Grafik – grafik penunjang c. Tabel – tabel penunjang : Jl.4 Semaramg : Tanah datar : .19 m o Lantai 5 : + 28. Topografi c.00 m o Lantai 2 : + 04. Literatur panjang b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data pendukung yang dipakai dalam proses pembuatan dan penyusunan laporan Proyek Akhir. Data Primer Data Primer adalah data yang didapat melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan terdari dari: a.

lokasi proyek. dan sistematika penulisan. maksud dan tujuan.5 Adapun metode pengumpulan data yang dilakukan adalah : 1) Observasi Observasi dilakukan untuk mengumpulkan data primer melalui peninjauan dan pengamatan langsung di lapangan sejak melaksanakan Kerja Praktek. 1. pembahasan masalah. 2) Studi pustaka Studi pustaka dilakukan untuk pengumpulan data sekunder dan landasan teori dengan mengambil data literatur yang relevan maupun standar yang diperlukan dalam perencanaan bangunan.7 Sistematika Penulisan Proyek Akhir ini garis besarnya disusun dalam 6 (enam) bab yang terdiri dari : BAB I : PENDAHULUAN Berisi nama proyek. latar belakang. Pengumpulan dilakukan melalui perpustakaan atau pun instansi – instansi pemerintah yang terkait. . yang telah dilaksanakan pada proyek yang sama pada tanggal 1 September sampai dengan 1 November 2005.

tulangan plat. perencanaan atap. dan syarat teknis. terdiri dari syarat umum. BAB VI : PENUTUP Berisi daftar pustaka dan lampiran. syarat administrasi. tulangan balok. dasar – dasar perencanaan. dan klasifikasi pembebanan rencana. kriteria. tulangan kolom. rekapitulasi akhir rencana anggaran biaya serta time schedule dalam kurva S. tulangan tangga. dan pondasi BAB IV : RENCANA KERJA DAN SYARAT – SYARAT Berisi tentang rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). dasar perhitungan. dan azas – azas perencanaan. BAB III : PERHITUNGAN STRUKTUR Berisi perhitungan pembebanan. metode perencanaan. BAB V : RENCANA ANGGARAN BIAYA Berisi perhitungan volume pekerjaan. anggaran biaya.6 BAB II : PERENCANAAN Berisi uraian. .

Study literatur dimaksudkan untuk dapat memperoleh hasil perencanaan yang optimal dan aktual. pembebanan struktur atas dan struktur bawah serta dasardasar perhitungan.BAB II PERENCANAAN 2.syarat fungsional maupun strukturnya. disamping untuk mengetahui dasar-dasar teorinya. sehingga akan menghasilkan beban besar dan berdampak pada balok. perencanaan sering kali diharuskan menggunakan suatu pola akibat syarat. Pada jenis gedung tertentu. misal pada situasi yang mengharuskan bentang ruang yang besar serta harus bebas kolom.2 Kriteria dan Azaz–azaz Perencanaan 7 . Dalam bab ini akan dibahas konsep pemilihan sistem struktur dan konsep perencanaan struktur bangunannya. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menentukan. seperti denah. 2.1 Uraian Umum Pada tahap perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini perlu dilakukan study literatur untuk menghubungkan satuan fungsional gedung dengan sistem struktur yang akan digunakan.

Persyaratan ekonomis ini bisa dicapai dengan adanya penyusunan time schedule yang tepat. pemilihan bahan-bahan bangunan yang digunakan dan pengaturan serta pengerahan tenaga kerja yang profesional. Dengan pengaturan biaya dan waktu pekerjaan secara tepat . sehingga konstruksi bangunan tersebut sesuai yang diharapkan. Adapun kriteria-kriteria perencanaan tersebut adalah : 1. Harus memenuhi persyaratan ekonomis Dalam setiap pembangunan. persyaratan ekonomis juga harus diperhitungkan agar tidak ada aktivitas-aktivitas yang mengakibatkan membengkaknya biaya pembangunan sehingga akan menimbulkan kerugian bagi pihak kontraktor. Harus memenuhi persyaratan teknis Dalam setiap pembangunan harus memperhatikan persyaratan teknis yaitu bangunan yang didirikan harus kuat untuk menerima beban yang dipikulnya baik itu beban sendiri gedung maupun beban yang berasal dari luar seperti beban hidup.8 Perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini diharuskan memenuhi beberapa kriteria perencanaan. dan tidak terjadi kesimpang. 2.siuran dalam bentuk fisiknya. Bila persyaratan teknis tersebut tidak diperhitungkan maka akan membahayakan orang yang berada di dalam bangunan dan juga bisa merusak bangunan itu sendiri.peraturan yang berlaku dan harus memenuhi persyaratan teknis yang ada. Jadi dalam perencanaan harus berpedoman pada peraturan. beban angin dan beban gempa.

4. Harus memenuhi persyaratan aspek lingkungan Setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan karena hal ini sangat berpengaruh dalam kelancaran dan kelangsungan bangunan baik dalam jangka pendek (waktu selama proses pembangunan) maupun jangka panjang (pasca pembangunan). Diharapkan dengan terpenuhinya aspek lingkungan ini dapat ditekan seminimal mungkin dampak negatif dan kerugian bagi lingkungan dengan berdirinya Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. Jadi dalam sebuah perencanaan bangunan harus diperhatikan pula segi artistik bangunan tersebut. Harus memenuhi persyaratan aspek fungsional Hal ini berkaitan dengan penggunaan ruang. 3. Persyaratan aspek lingkungan ini dilakukan dengan mengadakan analisis terhadap dampak lingkungan di sekitar bangunan tersebut berdiri. 5. Namun persyaratan estetika ini harus dikoordinasikan dengan persyaratan teknis yang ada untuk menghasilkan bangunan yang kuat. Harus memenuhi persyaratan estetika Agar bangunan terkesan menarik dan indah maka bangunan harus direncanakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah estetika.9 diharapkan bisa menghasilkan bangunan yang berkualitas tanpa menimbulkan pemborosan. Biasanya hal tersebut akan mempengaruhi penggunaan bentang elemen struktur yang digunakan. indah dan menarik. .

10 6. Harus memenuhi aspek ketersediaan bahan di pasaran Untuk memudahkan dalam mendapatkan bahan-bahan yang dibutuhkan maka harus diperhatikan pula tentang aspek ketersediaan bahan di pasaran. Selain itu juga diperlukan pengawasan pada saat . Dengan kata lain sedapat mungkin bahan-bahan yang direncanakan akan dipakai dalam proyek tersebut ada dan lazim di pasaran sehingga mudah didapat. a. Mutu bahan-bahan pekerjaan yang digunakan dalam pembangunan sudah dikendalikan oleh pabrik pembuatnya. pengujian tanah di lapangan menggunakan alat sondir dan boring serta uji tekan beton. Dalam hal ini erat kaitannya dengan pemenuhan persyaratan ekonomis. Kegiatan pengendalian mutu tersebut dimulai dari pengawasan pengukuran lahan. Biaya pelaksanaan harus dapat ditekan sekecil mungkin tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas pekerjaan. Selain kriteria-kriteria perencanaan juga harus diperhatikan juga adanya azas-azas perencanaan yaitu antara lain: 1. Pengendalian mutu Pengendalian mutu dimaksudkan agar pekerjaan yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam RKS. Pengendalian biaya Pengendalian biaya dalam suatu pekerjaan konstruksi dimaksudkan untuk mencegah adanya pengeluaran yang berlebihan sehingga sesuai dengan perhitungan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.

antara lain: . 2. b. Pengendalian tenaga kerja Pengendalian tenaga kerja sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pekerjaan yang baik sesuai jadwal. Dari pengawasan tersebut dapat diketahui kemajuan dan keterlambatan pekerjaan yang diakibatkan kurangnya tenaga kerja maupun menurunnya efisiensi kerja yang berlebihan.3 Dasar – dasar Perencanaan Dalam perhitungan perencanaan bangunan ini digunakan standar yang berlaku di Indonesia. Untuk itu dalam perencanaan pekerjaan harus dilakukan penjadwalan pekerjaan dengan teliti agar tidak terjadi keterlambatan waktu penyelesaian proyek. Pengendalian dilakukan oleh Pengawas (mandor) secara terus menerus maupun berkala. 2. apakah telah sesuai dengan yang diharapkan atau belum.11 bangunan tersebut sudah mulai digunakan. Jumlah tenaga kerja juga harus dikendalikan untuk menghindari terjadinya penumpukan pekerjaan yang menyebabkan tidak efisiensinya pekerjaan tersebut serta dapat menyebabkan terjadinya pemborosan materil dan biaya. Pengendalian waktu Pengendalian waktu pelaksanaan pekerjaan dalam suatu proyek bertujuan agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan time schedule yang telah ditetapkan.

12 1. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini tebal plat lantai adalah 12 cm. Balok Perencanaan balok didasarkan pada persyaratan SK SNI T-15-1991-03 yaitu: a. 2.syarat tumpuan yang dipertimbangkan adalah: 1) Tumpuan jepit penuh 2) Tumpuan jepit sebagian b. Plat Lantai Perencanaan plat didasarkan pada peraturan SK SNI T-15-1991-03 dan Pedoman Beton 1989. Syarat . Adapun balok dan sloof yang digunakan pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini adalah sebagai berikut : . tinggi balok menurut SK SNI T-15-1991-03 merupakan fungsi dari bentang dan mutu baja yang dipergunakan. Untuk merencanakan plat beton bertulang yang perlu dipertimbangkan tidak hanya pembebanan namun juga ukuran dan syarat– syarat tumpuan. Ukuran balok Dalam pra desain.

Dimensi balok No 1 2 3 4 5 6 7 Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Balok anak lantai Balok atap (R) Balok Sloof Dimensi balok (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 20 x 40 20 x 70 25 x 70 3. Kolom Menurut SK SNI T-15-1991-03 untuk merencanakan kolom yang diberi beban lentur dan beban aksial ditetapkan koefisien reduksi bahan (φ) = 0.13 Tabel 1. Dimensi kolom No 1 2 Kolom Kolom type K1 Kolom type K2 Dimensi kolom (cm) 80 x 80 80 x 80 . kolom yang digunakan berukuran : Tabel 2.65. Pada proyek pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini.

Perhitungan ini digunakan untuk memudahkan menghitung tulangan.14 3 4 5 Kolom type K3 Kolom type K4 Kolom type K5 50 x 50 70 x 70 60 x 60 4. Pondasi Pondasi yang dipergunakan pada konstruksi ini adalah pondasi plat lajur dan pondasi tiang pancang. terlebih dahulu harus menghitung beban-beban yang bekerja pada eleman struktur antara lain: 1. Plat dianggap sebagai membran dan semua beban yang ada pada plat dianggap sebagai beban merata. . Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perhitungan mekanika ini adalah : 1. perhitungan mekanika struktur menggunakan program Struktur Analysis Program (SAP) 2000. Balok hanya menumpu beban dinding yang ada di atasnya dan beban hidup balok dianggap nol. karena telah ditumpu oleh plat. 2.4 Metode Perhitungan Dalam perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jateng ini. 2. Sebelum melakukan perhitungan mekanika. Beban Gempa Statik Beban gempa yang hanya memperhitungkan beban dari gedung itu sendiri.

Besarnya muatan–muatan tersebut adalah sebagai berikut : 1.5 Klasifikasi Pembebanan Rencana Pembebanan rencana diperhitungkan berdasarkan Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. Pembebanan diperhitungkan sesuai dengan fungsi ruangan yang direncanakan pada gambar rencana. Tembok batu bata (1/2) batu 4. Berat plafon dan penggantung (gpf) 3. Beban Mati Beban yang diambil dari elemen struktur beserta beban yang ada di atasnya. Beban hidup untuk gedung fasilitas umum : 250 kg/m 2 6. 2. 3.15 2. 4. per cm tebal : 21 kg/m2 . Beban Gempa Dinamik Beban gempa yang memperhitungkan beban yang ada di sekitar gedung. Beban hidup untuk tangga : 2400 kg/m 3 : 18 kg/m 2 : 250 kg/m 2 : 300 kg/m 2 5. Beban Hidup Diambil dari Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung (PPIUG) 1987 untuk bangunan gedung. Adukan dari semen. Massa jenis beton bertulang 2.

Q (quake) = beban gempa atau momen dan gaya-gaya yang berhubungan dengan beban gempa. 2. Kombinasi pembebanan digunakan dengan beberapa alternatif.6 Q 3. yaitu: 1.05 (DL + LL + Q) Combo (comb) = beban total untuk menahan beban yang telah dikalikan dengan faktor beban atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengannya. Comb 2 = 1. per cm tebal : Kombinasi beban gempa diperhitungkan untuk zone 4 yang berlaku di Kota Semarang. Pedoman Beton 1989. Comb 1 = 1 DL + 0. DL (dead load) = beban mati atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban mati. Penutup lantai.2 DL + 1. .6 Dasar Perhitungan Dalam perhitungan perencanaan pembangunan Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini digunakan standar perhitungan yang didasarkan pada ketentuan yang berlaku di Indonesia antara lain: 1. 2.16 24 kg/m2 7. SK SNI T-15-1991-03.5 LL 2. Comb 3 = 1. LL (live load) = beban hidup atau momen dan gaya dalam yang berhubungan dengan beban hidup. Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung.

5. . Data perhitungan SAP. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung 1987. Pedoman Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung 1987. 4.17 3.

Penutup atap direncanakan memakai bahan genteng dipasang di atas gording baja profil C (kanal). Antara keduanya terdapat perbedaan temperatur yang cukup ekstrim yang menimbulkan harus adanya kemampuan bagi atap untuk mampu menahan tekanan yang timbul pada kedua musim.1.BAB III PERHITUNGAN STRUKTUR 3.1 Perencanaan Stuktur Atap Letak geografis Negara Indonesia mengakibatkan terjadinya dua musim yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Bentang kuda. 3.354 m : 45° : genteng (50 kg/m²) : baut (BJ 37) : BJH 37 : 1600 kg/cm² : Kelas kuat II : 40 kg/m² . Struktur rangka atap direncanakan memakai rangka baja profil dobel siku.1 Perhitungan Struktur Rangka Atap 1.kuda (L) Jarak antar balok atap arah horizontal ( l ) Kemiringan atap ( α ) Penutup atap Sambungan konstruksi Mutu baja profil siku Tegangan dasar baja (σd) Jenis kayu (reng dan usuk) Bengkirai Koefisien angin pantai 1 : 20 m : 3.

sin 45° (Ju)² = 1/8 .707 . Jarak reng = gt . 0. qr . cos 45° . h2 ⎝3⎠ ⎛1⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝9⎠ Wy = 1/6 . qr . (h)2 ⎛2⎞ = 1/6 . Dimensi Reng = 12. b .5)² = 0. Perencanaan Reng a. Momen yang terjadi Mx = 1/8 . (Ju)² = 1/8 .25 b. (0.5)² = 0. 0. 0. Pembebanan Reng Berat genting (gt) Jarak reng (Jr) Jarak usuk (Ju) Beban pada reng (qr) Berat genting .2762 kg m c. h ⎝3⎠ Wx = 1/6 . ⎜ ⎟ h .5 . Jr = 50 .2762 kg m My = 1/8 .25 m = 0.5 . 12. 12.18 ƒ Tegangan lentur kayu ( σlt ) : 100 kg/cm² 2. (0.5 kg/m² = 50 kg/m² = 0.5 m ⎛2⎞ Dimensi reng dimisalkan b = ⎜ ⎟ .707. b2 . h .

19 ⎛2 ⎞ = 1/6 .1587 = 3 6.87 100 h3 h3 h h b = = 6. Kontrol Lendutan fijin = 1 . 3 cm 3 b b = = 2 cm Jadi dipakai reng dengan dimensi 2/3 cm d. Ju 200 . h ⎝3 ⎠ 2 ⎛ 2 ⎞ = ⎜ ⎟ h3 cm3 ⎝ 27 ⎠ σltr 100 kg/cm2 = Mx My + Wx Wy = 27.87 h3 615.83 cm dipakai kayu ukuran 3 cm.62 h3 100 kg/cm2 = 615.1587 = 1. ⎜ h ⎟ .62 + 27. maka : = 2 h 3 2 .

0159) 2 + (0.5. 3 12 = = 2 cm4 fx = 5.25 cm (f ijin) e.0159 cm fy = 5.Ju 4 384.2 = 0. cos 45°.E.(50) 4 384.5. h 12 1 .0159) 2 Ok! = = 0.107.5 = = 0. (3)3 12 = = 4. 2 .20 = 1 . cos α .25 cm Ix = 1 .4.12.sin 45°. (2)3 .5 cm4 Iy = 1 .0159 cm f maks = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0. b3 .022 cm ≤ 0.Ix 5.12. 50 200 = 0.(50) 4 384. Kontrol Tegangan . sin α . (h)3 12 1 .E.107.Ju 4 384.Iy = 5.qr.qr. b .

Pembebanan Usuk Berat genting (gt) Jarak gording (Jgd) Jarak usuk (Ju) Beban pada usuk (qu) = 50 kg/m3 = 1. cos 45º .62 + 1 / 6.677 kg/m qy = qu .665)2 .5 = 25 kg/m Mx1 = 1/8 . reng dan usuk = ggt . 25 . sin 45 = 17.5 m Beban genting.2. qu . cos 45 = 17. Perencanaan Usuk a.3. (1. cos 45 = 25 .62 27.(2) 2 1 / 6. (Jgd)2 = 1/8 . 0.21 σ ytb = Mx My + Wx Wy 27. sin 45 = 25 . cos α . Ju qu qx = qu . reng kayu dengan dimensi 2/3 cm aman dipakai 3.(3)3 = = 23.016 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 (σltr) Jadi.677 kg/m b.665 m = 0. Momen yang terjadi = 50 .

100 . qu .433 kg m My2 = 1/4 .665)2 = 6.125 kgm My1 = 1/8 . P .711 kg Mx2 = 1/4 . P .665 = 29.22 = 6.sin 45 = 70. 1. cos 45 = 70. (1. cos 45º . Jgd = 1/4 .665 .125 kgm c. sin α . 100 .7111 kg Py = 100 . cos 45 = 100 . 25 . sin α . 1. sin 45 = 100 . sin 45º . Jgd = 1/4 . (Jgd)2 = 1/8 . Karena Berat Pekerja Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Px = 100 . cos α . sin 45º .

m Kombinasi pembebanan pada usuk Mx = Mx1 + Mx2 = 6. Ju = 0.4 = 0.1733 kg.5. 0.5 = 0.4 . b .558 Kg m e.5 kN/m W tekan = angin tekan .665)2 = 0.125 + 29.02 . 0. α) – 0. 45) – 0.125 + 29. h2 .23 = 29. Dimensi Usuk ⎛2 ⎞ Dimensi usuk dimisalkan b = ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ Wx = 1/6 . (Jgd)2 = 1/8 .5 .1 kN/m Momen yang timbul akibat beban angin Mx = 1/8 . Wx .02 .433 kg m d.433 = 35. (1. 0. Karena Beban Angin Koefisien Angin pantai (w) = 0.433 = 35.4 = (0.4 kN/m2 Angin Tekan = (0.558 Kg m My = My1 + My2 = 6. w .

28 cm diambil h = 9.5 = 800. 10 cm 3 b = .28 cm = 10 cm Untuk h = 10 cm.2 + h3 h3 100 = 100 100.8 + 3 (1 / 9)h (2 / 27 )h3 3555. b2 ⎛2 ⎞ = 1/6 . ⎜ h ⎟ ⎝3 ⎠ = 2 3 h cm3 27 Mx My + Wx Wy 2 σ ltr = 100 = 3555. h . h2 ⎝3 ⎠ = Wy 1 3 h cm3 9 = 1/6 . h3 h3 h h = = 80005.24 ⎛2 ⎞ = 1/6 .8 3555.055 = 3 800.8 3555. h .055 = 9.8 + ⎛1⎞ 3 ⎛ 2 ⎞ 3 ⎜ ⎟h ⎜ ⎟h ⎝9⎠ ⎝ 27 ⎠ 32002. maka: b = 2 h 3 2 . ⎜ h ⎟ .2 32002.

(h)3 12 1 . cos α . 107.832 cm OK! . . .. cos α .5) 4 1 + .Jg 4 px. 6 . h .832 cm Ix = 1 .Ix 384 48 5 17. 10 .072) 2 = 0. (b)3 12 1 . E.(166. (10)3 12 = = 500 cm4 Iy = 1 .500 f max = = ( fx) 2 + ( fy ) 2 (0.25 b = 6. b . 166.Jg 3 5 + . Jgd 200 1 . cos 45°.711.667 cm = 6 cm Jadi dipakai Usuk dengan dimensi 6 / 10 cm f.025) 2 + (0. Kontrol Lendutan Fijin = 1 . (6)3 12 = = 180 cm4 fx = 1 qx.(166.07 cm ≤ 0.Ix E. cos 45°.5) 3 10 7.677.500 384 48 = 70.5 200 = = 0.

821 kg/cm = 94. 1. jgd = 5.135 . Berat pada gording (qg) = 3.354)2 .0123 kg/m q = 132.354 m = 1.50 = 27 kg/m = ggt .665 = 9. cos α .25 kg/m q = 120. Perencanaan Gording a. (3. (l)2 = 1/8 . q .665 m = 1. usuk kayu dengan dimensi 6/10 cm aman dipakai 4. 1. 1.873 kg/m Berat Penggantung Berat atap genting = gp . jgd = 0. = 94. 132.93 .93 kg/m = 18 kg/m Berat sendiri pada gording = ggd .558 + 1/ 6 1 / 6.135 kg/m Momen Akibat Beban Mati (DL) Mx = 1/8 .50 .50 m = 5. Pembebanan Jarak antar balok (l) Jarak gording (Jgd) Jarak plapon (Jp) Berat sendiri gording ditafsir (ggd) Berat sendiri plapon (gp) b. Kontrol Tegangan σytb = Mx My + 2 1 / 6bh 1 / 6hb 2 = 35.821 kg/cm2 ≤ 100 kg/cm2 ( = σltr) OK! Jadi.558 35.665 = 83. cos 45º .123 kg/m Berat Branching 10% = 12.26 g. jp = 18 .

4 = (0. 3. 40 .354)2 = 32. cos α . 100 . (l)2 = 1/8 . 100 . 3.354 = 29.m My = 1/8 . α) – 0.132.846 kgm c.135 . Karena Beban Angin (Whisap.645 kg m d.3 kg/m2 . 1. Wtekan) Koefisien Angin pegunungan (w) = 40 kg/m2 Koefisien angin tekan = (0. cos 45º . P .291 kg m My = 1/4 . sin 45º . l = 1/4 .02 .5 W tekan = angin tekan .354 = 59. sin α .385 kg. P . l = 1/4 . Jgd = 0.02 . q .27 = 131.5 . sin 45º . (3. 45) – 0. sin α . w .665 = 33.4 = 0. Karena Berat Pekerja (LL) Beban Pekerja (P) = 100 kg = 1 kN Mx = 1/4 .

4 .981 kgm Mx2 = 1. (l)2 = 1/8 . DL + 1. l2 = 1/8 .0.2909) = 252. 40 = . 59. DL = 1. (-26.3542 = 37. w = -0.4 .4 . Jgd . LL = (1.28 Koefisien angin hisap = .46 kg.m My = 0 Momen akibat angin hisap M = 1/8 Whisap . 131.6 .665.DL = 1.354)2 = 46.4 .3859 = 183. 3.6 .8465 = 45. DL + 1. 131.2 . Wtekan .385) + (1. LL . (3.m Kombinasi pembebanan pada gording Mx1 = 1.6 .4 W hisap = -0.m My1 = 1.2 .940 kg.64) . 33.4 .4 . 1.825 kg.2 . 32.64 kg/m Momen yang timbul akibat beban angin Momen akibat angin tekan Mx = 1/8 .3.26.5285 kgm My2 = 1.

8 .5 .846) + (0.8 .21 wx 2160 kg/cm2 = wx = 27. W = (1.46) = 217.275 kgm My4 = 1.340 kgm e. Berat sendiri genteng (ggt) Jarak gording (Jgd) 0. LL + 0.8 .385) + (0.291) + (0. 32.385) + (0. LL + 0. DL + 0. 29.29 = (1.5 .9 σ ijin 0.85 + (4.2 .2 . 37.8 .4 wx wx = 0. LL .5 .6 .9 2400 = Mx My + .291) + (0.2 . DL + 0. DL + 0.8 . W = (1. 59.2 .6454) = 86.5 .5 .2 .2 . 131. 131. 32. Pendimensian Gording Direncanakan memakai profil C tipis.8465) + (1.8 . 37.8684.46) = 130. 29.77 cm3 . W = (1.88 m = 25252.5 .84) wx 59992.2 .0.0) = 54. diambil moment arah x yang terbesar. 59.645) + (0.238 kgm Mx4 = 1.50 kN/m = 1.8484 kgm Mx3 = 1.

qx .59 .8 cm4 ix iy = 5.536 . 1. sin450 = 91.2 Dari tabel Section Properties (hal 50) diperoleh data: ωx ωy = 44. Analisa Pembebanan Beban Mati o Berat sendiri gording (ggt) o Berat plafon = 7.2 cm3 = 332 cm4 = 53. (3.536 kg/m qx = q total .30 Direncanakan memakai profil baja C 150 x 65 x 20 x 3.51 kg/m f.59 kg/m qy = q total . cos 450 = 91.79 kgm .37 cm1 Ix Iy berat = 7.50 = 27 kg/m = 83. cos 450 = 129.89 cm1 = 2.776 kg/m q total = 129. Jgd = 50 . Jp =18 .536 .51 kg/m = gp . 91.3 cm3 = 12. (I)2 = 1/8 . 1.25 kg/m q = 117.76 kg/m o Berat sendiri genting = ggt . sin 450 = 129.354)2 = 128.59 kg/m Mx = 1/8 .665 o Berat Branching 10 % = 11.

Syarat–syarat Lendutan Maksimum Berdasarkan (PBBI’87) No 1 2 3 Kondisi Pembebana Beban mati + Bebab hidup Beban hidup δ atap δ maks L / 250 L / 100 25 mm 1) Beban Mati + Beban Hidup fx = Px.2909 = 188.( I )3 5 qx.2 44.EIx . ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 ⎛ 3.( I ) 3 . + 384 EIx 48.19 kg.79 + 59.09 + 12.m ¾ Momen Kombinasi (dimensi gording beban angin diabaikan) Mx = 128.59 .354 ⎞ = 1/8 .3 = 931.409 kg/cm2 < σd = 1600 kg/cm2 (OK!) Kontrol Lendutan Tabel 3. ⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ 2 = 32.0809 kgm My = 32.8354 kgm ¾ Kontrol Tegangan σ ytb = Mx My + < σd Wx Wy = 6183.31 My ⎛ (I ) ⎞ = 1/8 .645 = 61. 91.54 18808. qy .19 + 29.

EIx 70.32 + 70.354 ⎞ 3.433.32 = 0.354/250 = 1.10 6.711.(3.538 3 = 0.93.32 = 5.354) 3 48.1.354) 3 48.000061 = 0.000301 m = 0.000146 m = 0.0.0301 cm ⎛l⎞ Py.(3.( I / 2) ⎝2⎠ fy = + 384.1.EIy 48.354) 4 384.93.10 6.10 6 .0334 cm < 1.711(3.10 6.711.00797 cm fy = Py.0000852 + 0.354 4 70.0146) 2 = 0.2.qy.0334 cm < L/250 = 3.⎜ ⎟ 5.3416 cm (OK!) 2) Beban Hidup fx = Px.3.0000797 m = 0.0301) 2 + (0.2.538 384.(l / 2)3 48.0146 cm f = = fx 2 + fy 2 (0.1.1.3.3416 cm = 0.2.EIy .32 = = 0.4337( ) ⎝ 2 ⎠ 2 = + 48.2.0000797 = 0.1.l 3 48.10 6 .EIy 3 ⎛ 3.⎜ ⎟ 4 5.2.0.3.000221 + 0.

33

⎛ 3,354 ⎞ 70,711.⎜ ⎟ ⎝ 2 ⎠ = 48.2,1.10 6 .0,538

3

= 0,000061 m = 0,0061 cm f = = fx 2 + fy 2

(0,00797) 2 + (0,0061) 2

= 0,01001 cm < I/500 = 335,4/500 = 0,6708 cm = 0,01001 cm < 0,6708 cm (OK!) 3) P = 100 kg = 1 kN f = = fx 2 + fy 2 0,00797 2 + 0,00612

= 0,01001 cm < 2,5 cm (OK!) Jadi Gording Profil Canal 150 x 65 x 20 x 3,2 memenuhi syarat
5. Perhitungan pembebanan struktur rangka a. Beban Mati ƒ

Berat penutup atap (genting) = ggt . l . Jgd = 50 . 3,354 . 1,665 = 279,2205 kg

ƒ

Berat sendiri gording

= ggd . l = 11 . 3,354 m = 249,2202 kg

ƒ

Berat sendiri plafond

= gp . l . Jp = 18 . 3,354 . 1,5

34

= Beban hidup P Berat Branching 10 % Ptot Titik buhul (P) diambil ½P

90.558 kg kg

= 100

= 718,9807 kg = 71,807 kg = 790,8787 kg = 790,8787 kN = 791 kN = 395,5 kN

b. Beban Angin (bangunan di pantai, P = 40 kg dan α = 450) ƒ Koefisien angin tekan

= (0,02 . α) – 0,4 = (0,02 . 45) – 0,4 = 0,5

ƒ Koefisien angin hisap ƒ Beban angin tekan (Wt)

= - 0,4 = 0,2 . 40 . 3,354 . 1,665 = 111,6882 kg diambil = 112 kg = 56 kg = - 0,4 . 40 . 3,354 . 1,665 = - 89,3501 kg diambil = 90 kg = 45 kg

ƒ Angin pada tumpuan (1/2 Wt) ƒ Beban angin hisap (Wh)

Angin pada tumpuan (1/2Wh)

6. Perhitungan kuda – kuda

35

Gambar 2. Rangka kuda - kuda Tabel 4 . Panjang (m) A1= A16 = 2,578 A2= A15 = 1,665 A3= A14 = 1,665 A4 = A13 = 1,665 A5 = A12 = 1,655 A6 = A11 = 1,665 A7 = A10 = 1,655 A8 = A9 = 1,665 B1 = B12 = 1,777 B2 = B11 =1,777 Gaya - gaya pada Kuda - Kuda Gaya ( kgm) 572,76 189,28 378,34 484,42 495,75 477,58 219,23 31,86 2662,73 2874,07 Panjang (m) V1 = V16 = 1,82 V2 = V15 = 3 V3 = V14 = 3 V4 = V13 = 3 V5 = V12 = 3 V6= V11 = 3 V7= V10 = 3 V8= V9 = 3 D1 = D14 = 2,121 D2 = D13 = 2,121 Gaya (kgm) 37,43 129,38 33,10 777,69 1640,27 2551,46 3506,24 4225,91 70,00 241,09

36

B3 = B10 = 1,777 B4 = B9 = 1,777 B5 = B8 = 1,777 B6 = B7 = 1,777

2583,42 1804,12 512,63 193,97

D3 = D12 = 2,121 D4 = D11 = 2,121 D5 = D10 = 2,121 D6 = D9 = 2,121 D7 = D8 = 2,121

10,10 122,11 191,00 264,43 340,46

¾ Kontrol terhadap kekakuan batang

1. Batang diagonal P σ = 340,46 kg = 0,3406 ton = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1,5 δ lk = 12 mm = 2,121 m

imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,3405 . ( 2,121 )2 = 2,29 cm Untuk satu profil imin = 1,148 cm Dicoba baja double siku 50 x 50 x 5 A = 4.80 cm2 ix iy lx = 1.51 cm = 1.51 cm = 11 cm4

37

I

y

= 11 cm4

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 11 = 22 cm4

A profil

= 2.A = 2 . 4,8 = 9,6 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil 22 9,6

=

= 1,514 cm λx =

Lx ix
212,2 1,514

=

= 140,15 < 240 oke λg = π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14 = 111
λs

=

λx λg

38

=

140,158 111

= 1,2
ωx

= 2,381 . (λs)2 = 2,381 . (1,2)2 = 3,42

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil 340,46.3,42 9,6

=

= 121,595 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 2. Batang atas P
σ

= 57276 kg = 1600 kg/cm2

σl = 2400 kg/cm2

Angka keamanan (n) = 1,5
δ

= 12 mm

lk = 2,578 m imin = n . p . ( lk )2 = 1,5 . 0,573 . ( 2,578 )2 = 5,71 cm Untuk satu profil imin = 2,855 cm

39

Dicoba baja double siku 90 x 90 x 9 A = 15,5 cm2 ix = 2,785 cm

iy = 2,785 cm lx
I y

= 116 cm4 = 116 cm4 = 2,54 = 2.e+δ = 2 . 2,54 + 12 = 17,08

e d

¾ Pemeriksaan tekuk arah (x – x )

Ix profil

= 2 . Ix = 2 . 116 = 232 cm4

A profil

= 2. A = 2 . 15,5 = 31 cm4

i

x

=

I X profil Aprofil
232 31

=

= 2,74 cm
λx

=

lx ix

40

=

257,8 2,74

= 94,08 < 240 oke
λg

= π

E 0,7.σl
2,110 6 0,74.2400

= 3,14
= 111

λs

=

λx λg
94,08 111

=

= 0,847

ωx

=

1,41 1,593 − λ s 1,41 1,593 − 0,847

=

= 1,89

¾ Kontrol tegangan

σ

=

p.ω x Aprofil
572,76.1,89 31

=

= 34,919 kg/cm2 < 1600 kg/cm2

395 cm2 Abruto = Anet 0.42 cm .18 cm2 imin = lk 240 = 182.5 δ = 12 mm lk = 1.07 1200 = = 2.759 cm Dicoba baja double siku 80 x 80 x 8 A = 12. 1600 = 1200 kg/cm2 Anet = p σtarik 287.07 kg = 1600 kg/cm2 σ σl = 2400 kg/cm2 Angka keamanan (n) = 1.3 cm2 ix = 2.41 3. Batang bawah P = 2874.177 m σ tarik = 75% .85 = 2.3 240 = 0.

3 + 12.42 cm = 72.86 e d ¾ Pemeriksaan tekuk arah (y– y ) Iyr = 2 ( I y + a2 .862 ) = 345.2 345. 12 + 2.3 = = 3.82 cm4 i y = Iyprofil A. δ + e = 0. 2.749 cm dipakai min = 2.42 cm λ = lk i min 182.3 .89 .26 = 0.3 2.3 cm4 = 2.42 iy lx I y = 2.42 = = 8.41 1.82 2.593 − 0.679 cm = 1.5 .12. A ) = 2 ( 72.5 .847 = 1.3 cm4 = 72.26 = 2.

02 m = 0.Lx1 .07 2.2 diperoleh: ƒ Mutu beton (fc) ƒ Mutu baja (fy) ƒ Beban lantai tribun (qLL) ƒ Beban tangga (qt) ƒ Selimut beton (p) ƒ Berat satuan spesi/ adukan ƒ Berat keramik ƒ Berat satuan eternit ƒ Berat satuan penggantung ƒ Berat satuan beton bertulang = 22.07 kN/m2 = 24 kN/m3 .21 kN/m2 = 0.43 ¾ Kontrol tegangan σ = p.1.24 kN/m2 = 0.Ly1 : panjang plat arah x : panjang plat arah y : panjang plat efektif arah x : panjang plat efektif arah y .Lx .11 kN/m2 = 0.2 Perhitungan Struktur Plat Data teknis : Dari PMI bab II pasal 2.Ly .ω x Aprofil 2874.83 kg/cm2 < 1600 kg/cm2 3.5 MPa = 240 MPa = 5 kN/m2 = 3 kN/m2 = 20 mm = 0.3 = = 116.12.

β : momen lapangan arah x : momen tumpuan arah x : momen lapangan arah y : momen tumpuan arah y : perbandingan antara Ly dan Lx Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Ba Bi Bi 400 Ba Bi Ba Ba Bi Ba Ba Bi Ba Bi Bi Ba Ba Bi Bi Bi Ba Ba Ba Bi Ba Ba Ba Ba Bi 500 Bi Bi Ba Bi Ba Bi 500 Ba Bi Bi Ba Bi Ba Bi 600 Bi 800 Keterangan: Bi : Balok Induk Ba : Balok Anak Bi 800 Bi 800 .Mly .44 .Mlx .Mtx .Mty .

Perencanaan Plat Lantai Ly = 8 m Lx = 6 m Ly1 = 8000 – 300 – 300 = 7400 mm Lx1 = 6000 – 300 – 300 = 5400 mm 1 . yaitu.45 Gambar 3.200.0 α β = Ly1 Lx1 7474000 5400 = .8003 12 = 1 . Denah Balok Lantai Dimensi balok lantai tribun yang dipakai sesuai dengan data yang diperoleh di lapangan.5400. Tabel 5.6 < 2.1203 12 = 1. Asumsi Dimensi Balok Balok Balok lantai 1 Balok lantai 2 Balok lantai 3 Balok lantai 4 Dimensi (cm) 30 x 80 30 x 80 30 x 80 30 x 80 1.

β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.33 = 147.37 ⎠⎭ ⎩ = 7104 53.12⎜1 + ⎟⎬ ⎝ 1.12⎜ ⎜1 + β ⎟ ⎟⎬ ⎝ ⎠⎭ ⎩ 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.1.46 = 1.37 = 7104 48.Ly 1500 ⎠ ⎝ h max = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + ⎟.8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 .538 = 132.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.8 + ⎟.7400 1500 ⎠ ⎝ = ⎧ 1 ⎞⎫ ⎛ 36 + 5.Ly ⎜ 0.69 mm.8 + ⎟. atau fy ⎞ ⎛ ⎟.Ly 1500 ⎠ ⎝ h min = ⎧ ⎛ 1 ⎞⎫ 36 + 5.37 ⎨1.⎨α − 0.37 Untuk memenuhi persyaratan terhadap lendutan yang terjadi maka plat dua arah harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.β .7400 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.6 − 0.73 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.1.

23 + 1. q LL = 1.47 = 7104 36 = 197 mm Dipakai h min =15 cm Pembebanan • Beban Mati (qDL) .Berat spesi .21 kN/m2 = 0. G.6 . 5 = 13.18 kN/m2 = 4.2 . q DL + 1.( 1991).Berat plafond + penggantung q DL • • Beban Hidup (q LL) Beban Berfaktor (qu) qu = 1.Berat keramik .24 kN/m2 = 0.23 kN/m2 Momen Rancangan Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi.6 .65 .8 Cx- = 70. Kusuma.6 kN/m2 = 0. dari tabel A – 14 dalam buku Dasar – dasar Perencanaan Beton Bertulang.Berat sendiri plat .15 = 3.076 kN/m2 = 5 kN/m2 = 24 . 4.2 . diperoleh faktor pengali momen sebagai berikut : Cx+ = 40. 0.

(6)2 = 33. Lx2 = 54. 13.076. Penulangan plat lantai .Asumsi tul.001 . Dy = 10 mm .076 .076 . dx = h – p – Dx/2 = 120 – 20 – 10/2 = 95 mm ƒ Arah y. 0. (6)2 = 25.756 kNm Mtx = Cx. 0. 0.819 kNm 2.6 . 0.(6)2 = 8. qu .001 .8 .6 Cy- = 54.P (selimut beton) .001 . Lx2 = 40.48 Cy+ Mlx = 18. Dx = 10 mm ƒ Arah y. 0. (6)2 = 19.65. Lx2 = 70. qu . Utama = 20 mm ƒ Arah x .001 .206 kNm Mly = Cy+ . dy = h – p – Dy – Dy/2 = 120 – 20 – 10 – 10/2 = 85 mm .Tinggi Efektif ƒ Arah x.85 = Cx+ ..001 .001 . 0. 0..076 . qu . qu .25 kNm Mty = Cy.001 . 13. 13. Lx2 = 18. 13. 0.85 .001 .

0058 < ρ perlu = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Diasumsi digunakan tulangan berdiameter 10 mm (D10) .dx 19.0363 Maka.1000.(95) = = 2.2065 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .49 Dy h Dx dy dx Menghitung penulangan plat lantai tribun Digunakan lebar per meter panjang (b) = 1m = 1000 mm • Tulangan Lapangan Arah X Mlx = 19.b.8..8 MPa. nilai ρmin = 0.0120 < ρ mak = 0. maka di dapat : ρmin = 0.66 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 24.0120 Dari tabel A.106 2 0.0058 ρmaks = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa. maka diambil ρ perlu = 0.206.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.

d2 4 1 .0120 . b .14.5 mm2 > 1140 mm2 (Ok!) .5 mm2 Untuk luas tampang (As Ix) = ρperlu . π . 15 = 1177. 3.50 Luas tulangan ( Δ D10) = 1 .5 = = 14.5.52 dipakai = 15 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 15 − 1 = = 71. dx = 0. 95 = 1140 mm2 Jumlah tulangan (n) = Aslx ΔD10 1140 78. 102 4 = = 78.428 mm dipakai Jadi dipakai D10-70 = 70 mm As = Δ D10 . 1000 . n = 78.

5 MPa dan fy = 240 MPa.0058 ρmaks = 0.257 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .0224 < ρ mak = = = 78.1000. 1000 .5 mm2 As tx = ρperlu .302 MPa.51 • Tulangan Tumpuan Arah X Mtx = 33. maka diambil ρ perlu = 0. dx = 0.(95) = = 4. nilai ρmin = 0.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 . 102 4 0. 95 = 2128 mm2 .0224 .601 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K= 4.14. π .257.dx 33.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.b. b .8.106 2 0. 3.0058 < ρ perlu = 0.0224 Dari tabel A. d2 4 1 .0363 Maka. maka di dapat : ρmin = 0.

52 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD10 2128 78.414 MPa.037mm dipakai 40 mm Jadi dipakai D10-40 As = Δ D10.0066 Dari tabel A. maka di dapat : .(85) = = 1.756 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mly θ ..dy 8. n = 78.b.5 = = 28 batang Spasi antar tulangan = 1000 n −1 1000 28 − 1 = = 37. 28 = 2198 mm2 > 2128 mm2 (Ok!) • Tulangan lapangan arah Y Mly = 8.106 2 0.52 Mpa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 1.8. maka diambil ρ perlu = 0.5.1000.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.5 MPa dan fy = 240 MPa.756.

b . π .0058 ρmaks = 0.0363 Maka. 85 = 561 mm2 Jumlah tulangan (n) = Asly ΔD10 561 78.14.53 ρmin = 0. 3. nilai ρmin = 0.25 mm dipakai 150 mm Jadi dipakai D10-150 As = Δ D10. d2 4 1 .146 dipakai 8 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 8 −1 = = 142.0066 < ρ mak = 0. 8 = 628 mm2 > 561 mm2 (Ok!) .0066 .5 = = 7.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = 1 .5. 102 4 = = 78. dy = 0. n = 78.0058 < ρ perlu = 0.5 mm2 As Iy = ρperlu . 1000 .

106 = 2 0.8. dy = 0.819 kNm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0058 < ρ perlu = 0.(85) = 4. 1000 . π .0363 Maka.0363 Chek luas penampang tulangan Dengan Δ D10 = = 1 . b . d2 4 1 .819. maka diambil ρ perlu = 0.46 MPa Dari tabel A-10 ( Struktur Beton Bertulang hal 464-465) ditentukan untuk nilai K = 4. 3.b.6 ( Struktur Beton Bertulang hal 460) ditentukan untuk fc = 22.0215 .54 • Tulangan tumpuan arah Y Mty = 25. 102 4 = 78.maka di dapat ρmin = 0.. 85 = 1831 mm2 .14. nilai ρmin = 0.0058 ρmaks = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa.0215 Dari tabel A.5 mm2 As ty = ρperlu .1000.dy 25.0215 < ρ mak = 0.17 MPa.

32 dipakai 24 batang Tebal spasi = 1000 n −1 1000 24 − 1 = = 43.5 = = 23.55 Jumlah tulangan (n) = Asty ΔD10 1831 78. Sketsa tangga tersebut sebagai berikut: 163. n = 78.5.47 mm dipakai 50 mm Jadi dipakai D10-50 As = Δ D10.7 cm 163.7 cm . 24 =1884 mm2 > 1831 mm2 (Ok! ) 3.2 Perencanaan Tangga Bentuk tangga yang dipakai adalah tangga dengan tipe K dengan bordes yang terletak tepat di tengah-tengahnya.

Mutu beton (fc) .5 cm 215.0 cm .Selisih/ elevasi lantai (Tl) = 22.56 215.1 Data teknis tangga .7 cm Gambar 4. optrede) = 18 cm . antrede) = 30 cm . Denah Tangga 3.5 cm 236.Tinggi pijakan (o.9 cm 197.7 cm Gambar 5.9 cm 197.2. Skema Tangga Type K 236.Lebar pijakan (a.5 MPa = 240 MPa = 473.Jumlah anak tangga = Tl optrede .Mutu baja (fy) .

7 cm a = 215.Tebal selimut beton (p) Direncanakan = 2 cm .Berat sendiri keramik .2 Pembebanan dan penulangan tangga Panjang tangga sisi miring (L) L b = 163.24 kN/m3 = 0.Tebal spesi (hs) = 1 cm = 2 cm 18 30 Berdasarkan Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung 1983 (PPIUG ‘83) diperoleh: .Tebal keramik maks (hk) .Berat sendiri beton .9 cm .Lebar bordes .2.96 0 .Berat sendiri spesi = 2400 kg/m3 = 24 kN/m3 = 0.0 18 = 25.Kemiringan tangga ( α ) = 200 cm = arc.Beban hidup untuk tangga = 3 kN/m2 3.21 kN/m3 .57 = 473.98 buah . tg = 30.

Potongan Tangga L = = a2 + b2 (215.886 kN/m2 .9) 2 + (163. berat sendiri spesi = 0. Beban mati (q DL) .02 m . berat sendiri keramik = 0.0042 kN/m2 = 2.0024 kN/m2 = 2.7) 2 = 274 cm = 2. 0.24 kN/m3 q DL = 0.12 m . Pembebanan Tangga a. 24 kN/m3 . 2.21 kN/m3 .01 m .74 m Tebal plat min menurut SKSNI T-15-1991-03 hmin = 1 fy .72 cm dipakai 12 cm Dipakai tebal plat tangga (ht) 120 mm a.Berat spesi (2 cm) = hs .88 kN/m2 = hk .4 cm dipakai 8 cm hmaks = hmin + ( o ) cosα t 18 ) cos 30.96 0 9 = 11 cm + ( = 9.Berat sendiri plat = ht .4 + ) 27 700 = = 7. 0.74 (0.Berat keramik (1cm) = 0.58 Gambar 6.4 + ) 27 700 1 240 . L (0. berat sendiri beton = 0.

Penulangan Plat Asumsi tulangan utama Arah x.2 . q LL = 1. q DL + 1.4 .59 b. Beban berfaktor (qu) qu = 1.886 kN/m2 + 1. 3 kN/m2 = 8.6 . Beban hidup (q LL) Beban hidup untuk tangga (q LL) = 3 kN/m2 c. dy = ht – p – Dx – Dy/2 = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Lx = 1637 mm Ly = 2159 mm 12 2 12 2 β = Ly Lx 2159 1637 = = 1. dx = ht – p – Dx/2 = 120 – 20 – = 94 mm Arah y. Dx Arah y.2 .6 . 2.264 kN/m2 b. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.

1594400 Nmm Mty = . (1. 0.637)2 = + 0. qu .60 Berdasarkan karakteristik plat di atas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G (1991). 0. 0.264 . Lx2 = . 0. (1.2179 kNm = ..001 . 8.637)2 = + 0.55 .001 .001 .264 . 8. 8. Lx2 = + 18 . didapat faktor pengali momen: Cx+ = + 42 Cy+ = + 18 Momen Rancangan Mlx = + Cx+ .264 . Lx2 = . 0. qu . 8.(1.72 .001 . (1.3986 kNm = + 398600 Nmm Mtx = .001 .1.1217900 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm CxCy= .5944 kNm = .55 .001 . 0.63010 kNm = + 930100 Nmm Mly = + Cy+ .72 = .. qu .637)2 = .001 .264 . Lx2 = + 42 . 0.637)2 = .Cy.Cx. 0.1.001 . qu .

61 dx = 94 mm Mtx = 1594400 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mtx θ .1000.0058 = ρ perlu = 0.2 mm2 ΔD12 = 1 . π . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tulangan (n) = Astx ΔD12 545.dx 2 0.2255 maka diambil ρ perlu = 0.2255 MPa dari tabel A. 3.0058 Maka nilai ρ min = 0.14 .2 113 = .0058 .b. b . D2 4 = 1 . dx = 0. 94 = 545.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin ρmaks = 0.0058 = 0.8.0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.0363 (ok! As tx = ρperlu .(94 ) 1594400 2 = = 0. 1000 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.0058 < ρ mak = 0.

n = 113 mm2 .dx 2 0. 5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: . 5 = 565 mm2 jadi As > Astx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dx = 94 mm Mlx = 930100 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mlx θ .1000.62 = 4.b.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.(94 ) 930100 2 = = 0.82 dipaki 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Cek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .1315 MPa dari tabel A.8.

0058 ρmaks = 0. maka diambil ρ perlu = 0.0058 < ρ mak = 0.0363 dari tabel A . 3.14 .0058 = ρ perlu = 0. (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. 1000 . 94 = 545 mm2 ΔD12 = 1 . D2 4 = 1 .10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.0363 (ok!) As lx = ρperlu .0058 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) .1315 .63 ρmin = 0. π . b .0058 Maka nilai ρ min = 0. dx = 0. (n) = Aslx ΔD12 545 133 = = 4.

8. 1000 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.2264 . dy = 0.1000.64 As = ΔD12 .0058 = ρ perlu = 0. 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm dy = 82 mm Mty = 1217900 Nmm Koefisien ketahanan (K) = Mty θ .0058 Maka nilai ρ min = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. b .b.0058 < ρ mak = 0.0058 ρmaks = 0. maka diambil ρ perlu = 0.(82 ) 1217900 = 2 = 0.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.6 mm2 .0323 (ok!) As ty = ρperlu .0058 .2264 MPa dari tabel A. 82 = 475.dy 2 0. n = 113 mm2 .

6 113 = = 4. n = 113 .65 ΔD12 = 1 .6 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Dy = 82 mm Mly = 3986100 Nmm . D2 4 = 1 .14 . π . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. (n) = Asty ΔD12 475. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. 3.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .

(12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul.20 dipakai 5 batang .8.66 Koefisien ketahanan (K) = Mly θ .0203 (ok!) As ly = ρperlu .0058 ρmaks = 0.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 2.0058 .1000. (n) = Asly ΔD12 475. 3.0058 = ρ perlu = 0. maka diambil ρ perlu = 0.6 113 = = 4.0058 < ρ mak = 0.14 .6 mm2 ΔD12 = 1 .(82 ) 3986100 = 2 = 0.074 .dy 2 0.b. b .0058 Maka nilai ρ min = 0. π . D2 4 = 1 . dy = 0. 1000 .25 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin= 0.074 MPa dari tabel A. 84 = 707.0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0.

67 Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan (As) As = ΔD12 .6 mm2 (ok!) 3.7 cm = 163. n = 113 . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.2 .7 cm = 1997 – 300 mm = 1677 mm Ly1 = 1537 – 300 mm = 1337 mm β = Lx Ly 1677 1337 = = 1.3 Pembebanan dan penulangan bordes Lx Ly Lx1 = 199.2.

02 m .21 kN/m3 .1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 + 9.89 kN/m2 b.β 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0. 0.68 fy ⎞ ⎛ ⎟. berat sendiri beton = 0.Berat sendiri plat = ht . Beban mati pada bordes (qDL) . menurut perhitungan diatas. maka dipakai tebal plat (hb) 120 mm a.Lx ⎜ 0. berat sendiri spesi = 0.88 kN/m2 = hk .Berat keramik (1cm) = 0.Berat spesi (2 cm) = hs .8 + ⎟.2 = 55. Beban hidup (qLL) . 0.0042 kN/m2 = 2.01 m .0024 kN/m2 qDL = 2. 24 kN/m3 .8 + ⎟. berat sendiri keramik = 0.24 kN/m3 = 0.1677 1500 ⎠ ⎝ = 36 = 44.8 + ⎟.1. Pembebanan bordes Tebal plat bordes (hb) = 120 mm a.Lx 1500 ⎠ ⎝ h maks = 36 240 ⎞ ⎛ ⎜ 0.72 mm Digunakan persyaratan h min plat 2 arah harus > 120 mm.12 m .25 mm fy ⎞ ⎛ ⎜ 0.8 + 1500 ⎠ ⎝ h min = 36 + 9.

qDL + 1.2. Dx Arah y. Beban berfaktor (qu) qu = 1.2.(1991).6. qLL = 1. 3kN/m2 = 8.69 qLL = 3 kN/m2 c. dy = hb – p – Dx – = 120 – 20 – 12 – = 82 mm Dy 2 12 2 Berdasarkan karakteristik plat diatas dan menggunakan teknik interpolasi dari tabel A-14 dalam buku ‘Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang’ Gideon Kusuma G .263 kN/m b.89 kN/m2 + 1. dx = hb – p – Dx 2 12 2 = 120 – 20 – = 94 mm - Arah y. didapat faktor pengali momen: Cx+ Cy+ = + 34 = + 22 CxCy= .6. 2. Dy = 12 mm = 12 mm Tinggi efektif Arah x.54 Momen rancangan . Penulangan Bordes Asumsi tulangan utama Arah x.63 = .

0.(94 ) 1464000 2 = = 0.263 .5112 kNm = + 511200 Nmm Mtx = .001 .677)2 = + 0.1254800 Nmm Penulangan Tumpuan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000mm Mtx = 1464000 Nmm dx = 94 mm K = Mtx θ . qu .001 .001 .001 .1. 8.63 .263 . qu .677)2 = . 0. Lx2 = .(1. 8.001 .1000. Lx2 = + 34 . 0.001 . (1.dx 2 0.4640 kNm = . qu .b.677)2 = + 00. 8.7901 kNm = + 790100 Nmm Mly = + Cy+ .263 .677)2 = . 0. 8.263 . (1. 0.207 MPa .8. 0.54 . 0.70 Mlx = + Cx+ .Cx. qu . Lx2 = + 22 .001 .. (1.2548 kNm = .1464000Nmm Mty = .Cy..001 .1. Lx2 = . 0.

0058 Maka nilai ρ min = 0. dx = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.71 dari tabel A.207 .0323 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464 . π . (12)2 4 = 113 mm2 Jumlah tul. b . 1000 .0058 ρmaks = 0.82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 .0203 (ok!) As tx = ρperlu .0058 . maka diambil ρ perlu = 0. 3.0058 = ρ perlu = .465’ nilai K = 0. D2 4 = 1 .0058 < ρ mak = 0.2 133 = = 4. (n) = Astx ΔD12 545.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.2 mm2 ΔD12 = 1 .14 . 94 = 545.

0058 < ρ mak = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0.8.1260 . 94 .5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.1000.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.72 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .b.0132 (ok!) As lx = ρperlu . b . 1000 . 5 = 565 mm2 Jadi As > Astx = 565 mm2 > 545.0132 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0. dx = 0.dx 2 0.0058 = ρ perlu = 0.(94 ) 791000 2 K = = = 0.119 MPa dari tabel A. maka diambil ρ perlu = 0.0058 .0058 ρmaks = 0.2 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah X Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mlx dx = 791000 Nmm = 94 mm Mlx θ . n = 133 mm2 .

2 113 = = 4. (12)2 4 = = 113 mm2 Jumlah tul. D2 4 1 .2 mm2 ΔD12 = 1 . (n) = Aslx ΔD12 545.14 .82 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . π . 3.73 = 545. n = 113 mm2 . 5 = 565 mm2 jadi As > Aslx = 565 mm2 > 545 mm2 (ok!) Penulangan Lapangan Arah Y .

0363 (ok!) As ly = ρperlu .1000.14 .233 . D2 4 = 1 .0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.6 mm2 ΔD12 = 1 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. (12)2 4 = 133 mm2 Jumlah tul.0058 .0058 Maka nilai ρ min = 0. 1000 . π . maka diambil ρ perlu = 0.5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: ρmin = 0.0058 < ρ mak = 0. dy = 0.(82 ) 1254800 K = = 2 = 0. (n) = Asly ΔD12 . b .74 Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mly = 1254800 Nmm dy = 82 mm Mly θ . 82 = 475.0058 ρmaks = 0. 3.b.dy 2 0.8.0058 = ρ perlu = 0.233 Mpa dari tabel A.

5 MPa dan fy = 240 MPa diperoleh: .8.1000. 5 = 133 .095 MPa dari tabel A.20 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D12 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.75 = 475.6 mm2 (ok!) Penulangan Tumpuan Arah Y Dengan lebar b = 1m = 1000 mm Mty = 511200 Nmm dy = 82 mm Mty θ . 5 = 565 mm2 jadi As > Asly = 565 mm2 > 475.b.6 133 = 4.(82 ) 511200 K = = 2 = 0.dy 2 0.

0363 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai K = 0.095 .0058 ρmaks = 0. (n) = Asty ΔD12 475. (12)2 4 = = 133 mm2 Jumlah tul.6 133 = = 4. maka diambil ρ perlu = 0. dy = 0. π . 82 = 475.0363 (ok!) As ty = ρperlu .0058 = ρ perlu = 0. D2 4 1 .20 dipkai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD12 . 3.6 mm2 ΔD12 = 1 .14 . n . b .0058 < ρ mak = 0.0058 Maka nilai ρ min = 0. 1000 .0058 .76 ρmin = 0.

609 kN/m q DL = 43.5 . 24 kN/m3 = 7. Estimasi beban 1.049 kN/m . lb .977 m .12 m .977 m . Beban mati pada bordes (qDL) . lt .89 kN/m .5 MPa fy = 350 Mpa Tulangan Pokok = 16 mm Tulangan Sengkang = 8 mm Selimut beton (p) = 2 cm a. berat sendiri beton = 0.Berat bordes = hb .Berat sendiri balok = h . 0.4 kN/m .6 mm2 (ok!) c. 24 kN/m3 = 2.2 .21 kN/m3 = 0. Penulangan balok bordes Dimensi balok 500/200 fc = 22. 5 = 565 mm2 jadi As > Asty = 565 mm2 > 475. 1. berat sendiri beton = 0.77 =133 . berat sendiri beton = 0. 2.12 m . 0.74 m . b .Berat tangga = ht .948 kN/m .Berat dinding = 1. 17 kN/m2 = 33.

1192 = 22.Φ sengkang – ½ Φ tulangan pokok = 500 – 20 – 8 – 16/2 = 464 mm = 3 kN/m2 Tulangan tumpuan Mtx = 10.29 MPa .177 kN/m . 54. Beban berfaktor (qu) qu = 1. 543. qu .d 2 0. Beban hidup (qLL) Beban hidup untuk tangga (qLL) 3.200. qLL = (1.1/24 .177 kN/m Penulangan Momen Momen tumpuan = . 2. qu .177 kN/m .136 kNm = 10136000 Nmm K= Mtx θ . 54.(464 ) 10136000 2 = = 0.6.948) kN/m + (1.2.6. 3) kN/m = 54. 2.2. I2 = 1/11 . qDL + 1.1/24 .1192 = .136 kNm Momen lapangan = 1/11 .78 2.10.8.114 kNm Perhitungan tulangan D efektif = h – p . I2 = .b.

00442 ρmaks = 0.0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k = 0. b .00442 .96 = = 2.6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22. D2 4 1 . π .29 .176 mm2 ΔD16 = 1 .00442 < ρ mak = 0.176 200.04 dipakai 5 batang Spasi (s) = 1000 n −1 1000 5 −1 = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 .79 dari tabel A.14 . maka diambil ρ perlu = 0.00442 Maka nilai ρ min = 0.5 MPa dan fy = 350 MPa diperoleh: ρmin = 0. 200 .96 mm2 Jumlah tul. (n) = Astx ΔD16 410. (16)2 4 = = 200.00442 = ρ perlu = 0. 3. 464 = 410. d = 0.0251 (ok!) As tx = ρperlu .

d 2 0. 464 = 410.176 mm2 (ok!) Tulangan lapangan Mlx = 22.00442 ρmaks = 0.00442 < ρ mak = 0.5 Mpa dan fy = 350 Mpa diperoleh: ρmin = 0.96 mm2 .0251 (ok!) As lx = ρperlu .00442 = ρ perlu = 0.64 .6 dalam buku ’ Struktur Beton Bertulang hal 460’ ditentukan untuk fc = 22.176 mm2 . n = 200. 200 . 5 = 1004. maka diambil ρ perlu = 0.8 mm2 jadi As > Astx = 1004.64 MPa dari tabel A.b.(464 ) 22114000 2 = = 0.80 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16 .114 kNm = 22114000 Nmm K= Mlx θ .8 mm2 > 410.8.00442 .200. d = 0. b .0251 dari tabel A-10 dalam buku ‘Struktur Beton Bertulang hal 464-465’ nilai k =0.00442 Maka nilai ρ min = 0.

(16)2 4 = 200. 3 Perhitungan struktur akibat gaya gempa (Berdasarkan PMI bab II pasal 2.2) .96 mm2 .176 200.8 mm2 > 410. D2 4 = 1 .8 mm2 jadi As > Aslx = 1004. n = 200.14 . 3. π .96 mm2 Jumlah tul.81 ΔD16 = 1 . 5 = 1004. (n) = Astx As1 410.96 5 batang 1000 n −1 1000 5 −1 = = tebal spasi (s) = = = 250 mm dipakai 200 mm Jadi dipakai D16 – 200 Chek luas penampang tulangan As = ΔD16.176 mm2 (ok!) 3.

2.8 kg Kolom (60x60) = 24 . 20).77 m gempa menggunakan Pedoman Perhitungan Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung.4 – 0.85 . 24) + (2.2 .0. 20)} . Beban Lantai 5 1.6 kg = 216700 kg = 8640 kg = 33408 kg = 22272 kg = 138240 kg .85 . 2400 Berat balok anak (20x40) ={(3 .(0. 2400 = 17740.12) . 9.2 .12 m = 50 kg/m2 = 28.7 .(0. 0.3. (11+7) = 204249.12) .7 .1 Berat Bangunan Total (Wt) a. 0. 0. 0. 24).6 . 20)} . 20 . 2400 Berat balok induk (20x70) = (5 .5 (untuk beban hidup) = 21 kg/m2 = 24 kg/m2 Berat satuan eternit dan penggantung (ge) = 18 kg/m2 Berat satuan beton bertulang (gb) Tebal plat (hl) Berat sendiri genteng (ggt) Tinggi bangunan (H) struktur akibat gaya = 2400 kg/m3 = 0. 0. (0. 2400 = (4 . 9. 250 = 24 . 3.12) .82 Data teknis ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Beban lantai tribun (qLL) Koefisien reduksi Berat satuan spesi/ adukan (s) Berat keramik (gk) = 500 kg/m2 = 0. Beban Mati Berat plat = 24 . 24) + (3 .20 .12 . 2400 Dinding Plafond = {(2.0. 0.6 .

(0.6 . (11+7) = 24 .4 kg b. 0.73 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 . 0. 0.12) . 3 = 24 .0.4 – 0.5 .8 .73 .2. 20 .20 . 2400 = (4 .4 kg 2.83 Spasi Keramik = 24 . Beban Lantai 4 1. 20 . 500 = 120000 kg W5 = WDLL + WLL = 694530.4 kg + 12000 kg = 814530. 21. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .(0. 21. 24) + (2. 0.5 WLL = 0.12) .0. 4. 0. 24 . 20). 20 . 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.3 .8 .8 kg Kolom (60x60) = 24 . 250 = 24 . Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.(0.28 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg . 20 .6 . 24) + (3 . 2 WDL = 30240 kg = 23040 kg = 694530. 3 = 98081. 20)} . 2400 = 17740. 4. 24.12 . 20)} . 0. 20 .3 . 24).12) . Beban Mati Berat plat = 24 .

0.73 . 2400 = (4 .84 Keramik = 24 . 250 = 24 . 20 . 21. 24 .08 kg + 120000 kg = 637962. 24). 20)} . 24. 0. 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2.(0. 0. 0.12) .4 – 0.0. 24) + (3 . 500 = 120000 kg W4 = WDL + WLL = 517962. 20 .2. 24) + (2.5 WLL = 0.8 . 24.0. 2 = 23040 kg WDL = 517962. 0. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 . 20 .7 . 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .85 .3 . Beban Lantai 3 1.08 kg 2.12 .12) .7 .7 . 2400 =17740. 20). 20)} . 20 .52 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL =553380. (0. 0.5 . 3 =133499.12) . Beban Mati Berat plat = 24 .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.08 kg c. 20 .(0.20 . 9.8 kg Kolom (70x70) = 24 . 4. 2 .32 kg = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 .2 . (11+7) = 24 .

3 . Beban Lantai 2 dan 1 1. 24) + (3 .12) .Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 Koefisien reduksi = 0.52 kg 2. 2400 Berat balok induk (30x80) = (5 .(0.(0.0. 20)} . 24 . 2400 =17740. 20 .12) .32 kg + 120000 kg = 673380. 24) + (2. 20 . 20)} . 20 . 2 . 20). 2400 Dinding Plafond Spasi = {(2. Beban Mati Berat plat = 24 . 0.85 . 0. 20 .8 . 0.4 – 0. 0. 24.3 .12) .5 WLL = 0.85 2. 2400 Berat balok anak (20x40) = {(3 .85 .8 . 9. 0. (0.20 .72 kg = 104060 kg = 8640 kg = 30240 kg = 23040 kg WDL = 594247. 24). 9.Beban Hidup qL lantai tribun = 500 kg/m2 = 58752 kg = 39168 kg = 138240 kg Keramik = 24 . 500 = 120000 kg W3 = WDL + WLL = 553380. 3 =174366. 2400 = (4 .8 .8 kg Kolom (80x80) = 24 . 21.12 .5 .2. 0. 250 = 24 .0.32 kg d. (11+7) = 24 .8 .

Untuk Tx = Ty =0.2 Waktu Getar Bangunan (T) Rumus empiris untuk portal beton Tx = Ty = 0.05 3.3.84 kg 3.08 + 673380.77 m = 0.32 + 714247.52 = 3554367.86 Koefisien reduksi = 0. di jawa tengah masuk dalam wilayah 4.06 (28. .4 + 637962.3 Koefisien Gempa Dasar Menurut pembagian gempa Indonesia.7 detik dan jenis tanah lunak diperoleh C = 0.77)3/4 = 0.20 . 500 = 120000 kg W1.52 kg +120000 kg = 714247.5 WLL = 0.2 = WDL + WLL = 594247. 24.5 .52 + 714247.7 detik 3.4 Faktor keamanan I dan factor jenis struktur K .52 kg Beban total (Wt) Wt = W5 + W 4 + W3 + W2 + W1 = 814530.3.06 H 3/4 H = Ketinggian sampai puncak dari bangunan utama struktur gedung diukur dari tingkat penjepitan lateral (dalam satuan meter) H Tx = Ty = 28.3.

77 = 1.5 .5 Gaya geser horisontal total akibat gempa ke sepanjang tinggi gedung Vx = Vy = C .hi Vx ∑ wi. Arah x (lihat tabel) H 28. 3.74 ton 3.Wt = 0. 1.hi wi.798 < 3 = 24 A Fiy= wi.0 untuk bangunan yang menggunakan struktur rangka beton bertulang dan daktilitas penuh. 3554.05 .77 = 1. y = Gaya geser horisontal total akibat gempa untuk arah x atau arah y A = Panjang sisi bangunan dalam arah x dan y .38 ton = 799.87 Dari buku tata cara perencanaan pembebanan untuk rumah dan gedung diperoleh I=1.6.6 Distribusi gaya geser horisontal total akibat gempa kesepanjang tinggi gedung a.3.K .198 < 3 = 24 A Fix = b.5 dan K=1. 1.hi Keterangan : Fi hi = Gaya geser horisontal akibat gempa lantai ke-i = Tinggi lantai ke-I terhadap lantai dasar Vx.hi Vy ∑ wi. I .0 . Arah y H 28.

41 Untuk tiap portal 1/5 Fi.y 81.38 714.29 26.42 6756.40 57323.55 32.x 65.46 4.29 98.25 714.1 Balok sloof 700/250 (frame 147) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.94 44.09 9044.71 12.07 24.81 3378.75 176.69 673.47 132.y (ton) 327.73 Wi (ton) 814.88 1/3 Fi.35 Tingkat 5 4 3 2 1 Σ 3.12 33. hi (ton/m) 23434.92 14. Distribusi Gaya Geser Total Akibat Gempa Hi (m) 28.5 Mpa .25 Wi .77 9.88 Tabel 6.77 18.4 Perencanaan Balok 3. utama Diameter tul.83 49.46 19.53 637.19 9.4.03 12065.6 Fix. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 250 mm : 20 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.

5 mm Penulangan pada momen K= Mu d 2 .0040 [ 0. 658.022 As = ρ . d = 0.5 = 2205.658.0134 .b.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.3 N Vu = 184107. b.105 MPa ρ min = 0.θ 356008900 0.0134 ρ maks = 0.0040 ρ perlu = 0.8.0134 [ 0. 250 .250.89 Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 147 (frame 147) P = 19279.5 2 = = 4.975 mm2 Akibat gaya tekan aksial .4 N Tu = 151500 Nmm Mu = 356008900 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 20 -12 -19/2 = 658.

250 .4 N Sx2y = (250-40)2 .65. fc .5 .98 N .01 Nmm Vc = 1/6 .Sx2y = 0. fc .90 A= P θ .5 mm dipakai 80 mm Penulangan geser Tu Vu = 151500 Nmm = 184107. fc .975 + 91. 22.5 . (700-40) = 29106000 mm2 υ .3 0. 1/24 . Sx2y 151500 Nmm ≤ 3451547. d = 1/6 . 29106000 = 3451547.350 = = 91. 658.806 = 2297. b .806 mm2 Ast = As + A = 2205.1/24 .6 .1/24 .78 mm2 Dipakai 10 D 19 kontrol spasi = 250 − 40 − (3.19) 2 = 76.01 Nmm Tu ≤ υ . 22. fy 19279.5 = 156176.

2 Balok lantai 2.6 = 150668.5 / 4 = 1634.13 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 658.5 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs. d .13 N Vs ≤ 2/3 . d .68.91 Vs = Vu θ − Vc = 184107. fc = 2/3 .S fy.63 mm .4. 250 . fc 150688.68 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .5 = = 98.3.150 350.05 mm2 Jadi dipakai D10 –150 3.4.d 150668.5 = 520827.68 N ≤ 520827. b .658. 658. 22. b .5 800/300 (frame 550) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) : 800 mm : 300 mm .98 0.4 − 156176.

5 Mpa Gaya rencana yang dipakai gaya maksimum pada batang 550 (frame 550) P = 278290. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 40 mm : 25 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.0040 ρ perlu = 0.0040 [ 0.022 ρ min [ ρ perlu [ρ maks 0.735.b. d .5 mm Penuangan pada momen K= Mu d 2 .300.022 As = ρ . b .0191 ρ maks = 0.5 MPa ρ min = 0.92 - Selimut beton (p) Diameter tul. utama Diameter tul.4 N Vu = 382677 N Tu = 198000 Nmm Mu = 849107800 Nmm Penulangan longitudinal d = 800 – 40 -12 -25/2 = 735.8.θ = 849107800 0.0191 [ 0.5 2 = 6.

(800-80) = 34848000 mm2 υ . fc . Sx2y = 0. 22.350 = 1225.5 = 174439.415 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .5 . 735.45 = 5439. 1/24 . b .45 mm2 = Ast = As + A = 4214. 1/24 .14 N .5 . d = 1/6 . 22. fy 278790.45 Nmm Tu ≤ υ . 300 . fc . 34848000 = 4132464.4 0. 735.93 = 0.415 + 1225.5 = 4214.45 Nmm Vc = 1/6 . 300 .0191 .86 mm2 Dipakai 11 D 25 Penulangan geser Tu Vu = 198000 Nmm = 382677 N Sx2y = (300-80)2 . fc . Sx2y 198000 Nmm ≤ 4132464.6 .65.1/24 .

5 = = 269.5 = 697756. 22. d . 300735.56 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 735. fc = 2/3 .5 .56 N Vs ≤ 2/3 .99 mm2 Jadi dipakai D 12 –150 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.86 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .86 N ≤ 697756. b . b .6 = 4633355.94 Vs = Vu θ − Vc = 382677 − 174439.875 mm .d 463355. fc 463355. d .14 0.150 350.5 / 4 = 183.S fy.86.735.

5 mm Penulangan pada momen .5 MPa Gaya rencana dipakai gaya maksimum pada batang 742 (frame 742) P = 690887. utama Diameter tul.95 3.4. sengkang Mutu baja (fy) Mutu beton (fc) : 700 mm : 200 mm : 40 mm : 19 mm : 12 mm : 350 MPa : 22.3 N Vu = 128928.3 Balok Ringbalk 700/200 (frame 742) Data-data balok Tinggi balok (h) Lebar balok (b) Selimut beton (p) Diameter tul.9 N Tu = 6547700 Nmm Mu = 328143700 Nmm Penulangan longitudinal d = 700 – 40 -12 -19/2 = 638.

200.0171 [ 0. b.86 = 5220.638.86 mm2 Ast = As + A = 2183.b.022 As = ρ .0171 .0040 ρ perlu = 0.022 ρ min [ ρ perlu [ ρ maks 0.0040 [ 0.67 mm2 Akibat gaya tekan aksial A= P θ .67 + 3036.96 K= Mu d 2 . d = 0. fy 690887.3 0.8. 200 .0171 ρ maks = 0.53 mm2 Dipakai 8 D 19 Penulangan geser Tu = 6547700 Nmm .5 2 = = 5.03 MPa ρ min = 0. 638.65.θ 328143700 0.350 = = 3036.5 = 2183.

6 = 165369.638.014. 1/24 .56 Nmm Tu ≤ υ .b. 6547700 2 ) 128928.5.5 1 + (2.6 .56 Nmm Ct = b. b .5 .5 .0. fc = 2/3 .5 22. 200 .Ct.5.5 .014 Vc = 1 / 6.97 Vu = 128928.200. 1/24 . fc . Tu 2 ) Vu = 1 / 6.5 8928000 = = 0.14 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . fc . Sx2y = 0. 22.36 N Vs = Vu θ − Vc = 128928. 22. 8928000 = 1058730.9 N Sx2y = (200-80)2 .d fc 1 + (2. (700-80) = 8928000 mm2 υ . 638. d . Sx2y 6547700 Nmm ≥ 1058730.36 0.9 = 49512. 1/24 .638.9 − 49512.d ∑ x2 y 200.

d .5 / 4 = 159.62 mm .3 N = 328431.5 = = 110.638.S fy. fc 165369.98 = 403822.14 N ≤ 403822.150 350.1 Kolom lantai 1 Kolom 80x 80 (frame 2 ) P Vu Tu Mu • • • • • = 2621461.d 165369.85 N Vs ≤ 2/3 .14. b .99 mm2 Jadi dipakai D 8 –150 3.5.5 Perencanaan Kolom 3.3 N = 1212800 Nmm = 1125725 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy .85 N Dimensi sudah memenuhi syarat Smaks = d/4 = 638. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.

6 N . 22. b . 458. 5959044 = 3893378.48 . Pnb = 0. Cb = 0.d 600 + fy 600 725.5 mm e = Mu P 1125725 2621461. fc = 389. 800 .3 = = 429.5 600 + 350 = = 458.65 .43 mm > ½ b = 400 mm Cb = 600 .21 mm ab = β . 0.85 .85.5 = 5959044 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb – Tsb = 5959044 N Prb = 0.99 • d = 800-50-12-25/2 = 725.65 .85 .48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .21 = 389. 0.

000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .3 N ≤ 3893378.000167 = cb − d ' 0.d ) + Csb ( .05 = 7154.05 mm2 As = 2 As’ = 2 .21 − 50 0.03 N = As’ Tsb fy 271967.100 P ≤ Prb 2621461.30 350 = = 777.0244 ≥ vy = 0.48 − 50) − ) + 2 Tsb ( 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 1125725900 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 271967.003 d 458.6 N control keluluhan baja vy vs = 0. 777.003 50 = = 0.09 mm2 Dipakai tulngan 16 D25 Spasi = 800 − 100 − (4.25) 3 .d ) 2 2 2 2 800 800 389.

Sx2y = 0. 725. (800-100) =343000000 mm2 υ . 1/24 . 800 .48 N Vs = Vu θ − Vc = 328431. d . d .4 Nmm Vc = 1/6 . 22.3 Nmm = 1212800 Nmm = (800-100)2 . 725.5 .6 .b .4 Nmm Tu ≤ υ .95 N Vs ≤ 2/3 . 1/24 .5 = 1835385. fc = 1/6 .02 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .3 − 458846. 22. 343000000 = 40674796. 22. fc = 2/3 . Sx2y 1212800 Nmm ≤ 40674769. b . fc . fc . b .101 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 328431.5 .6 = 88539. 800 . fc .5 = 458846.5 .48 0. d . 1/24 .

5 / 4 = 181.725.2 Kolom lantai 2 Kolom 80x 80 (frame 3 ) P Vu Tu = 2053252.5 = 53.95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725.375 mm .150 350.102 88539.s fy.2 N = 255349 N = 3390700 Nmm .02.302 mm2 Dipakai D 12-150 3. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5.02 N ≤ 1835385.d = 88539.

5 600 + 350 = = 458.50 .25 / 2 = 725.48 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .0. 22.48 . 800 . Cb = 0.21 = 389.85 . b . 458.2 = = 306.12 .103 Mu • • • • • • = 629904200 Nmm Ukuran kolom = (800 x 800 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang = 50 mm = 12 mm = 350 MPa fy d = 800 .5 = 5959044 N .5 mm e = Mu P 629904200 2053252. 0. fc = 389.85 .21 mm ab = β .85 .78 mm < ½ b = 400 mm Cb = 600 .d 600 + fy 600 725.

65 . Pnb = 0.48 ) + 2 Tsb ( − 50) − 2 2 2 = 5959044 ( = 1223153371 + 700 Tsb 629904200 = 1223153371 + 700 Tsb Tsb = 847498.0244 ≥ vy = 0 .000167 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Ts b ( .65 .21 − 50 0.d ) + Csb ( .Tsb = 5959044 N Prb = 0.8 N = As’ Tsb fy .6 N control keluluhan baja vy vs = 0.6 N P ≤ Prb 2053252.2 N ≤ 3893378.d ) 2 2 2 2 800 800 389.003 d 458. 5959044 = 3893378.104 Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .003 50 = = 0.000167 = cb − d ' 0.

25) 3 = 150 mm Penulangan geser Tu Vu = 3390700 Nmm = 255349 Nmm SX2y = (800 – 100 )2 . Sx2y 3390700 Nmm ≤ 40674769.5 = 1/6 . d .4 Nmm Tu ≤ υ . 725.4 Nmm Vc = 1/6 . 1/24 .43 = 4842. 800 .105 = 847498. 1/24 .85 mm2 Dipakai tulangan 16 D 25 Spasi = 800 − 100 − (4.43 mm2 As = 2 As’ = 2 . fc 22. 343000000 = 40674796. b .8 350 = 241. 241. 1/24 .5 .48 N . fc . = 458846. ( 800 – 100 ) = 343000000 mm2 υ .6 . Sx2 = 0.5 . 22. fc .

95 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d/4 = 725. b .95 N Vs ≤ 2/3 . d . b .725. d .81 N ≤ 1835385.s fy.5 / 4 = 181.5 = 19.5 .106 Vs = Vu θ − Vc = 255349 − 458846.81 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .6 = 33264.81.65 mm2 Dipakai D12 . 22.5 = 1835385. 725. fc = 2/3 . fc 33264. 800 .150 350.d = 33264.48 0.375 mm .150 . dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.

107 3.2 N = 227849.2 = = 382.5 mm e = Mu P 568184500 1483837.05 mm .3 Kolom lantai 3 Kolom 70x 70 (frame 4 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1483837.4 N = 10660000 Nmm = 568184500 Nmm Ukuran kolom = (700 x 700 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 700 – 50 – 12 – 25 / 2 = 625.d 600 + fy 600 625.5 600 + 350 = = 395.92 mm < ½ b = 350 mm Cb = 600 .5.

b . 22.85 .108 ab = β .000167 .65 .2 N ≤ 2922043.039 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .79 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab .05 = 355.039 N Prb = 0. fc = 355.79 . 4495452.Tsb = 4495452. 0.039 = 2922043.85 .000167 = cb − d ' 0.003 50 = = 0.83 control keluluhan baja vy vs = 0.5 = 4495452.003 d 395. 395.85 . 0.05 − 50 0.65 . 700 .83 N P ≤ Prb 1438837.021 ≥ vy = 0. Pnb = 0. Cb = 0.

fc .039 ( = 818644293.6 N + 600 Tsb 568184500 = 818644293. 216000000 = 25614449.66 mm2 As = 2 As’ = 2 .98 N = Tsb fy 417432.05 Nmm .6 + 600 Tsb Tsb As’ = 417432.66 = 2385.5 mm.d ) 2 2 2 2 700 335.98 350 = = 1192. 22. 1/24 .33 mm2 Dipakai tulangan 12 D25 Spasi = 700 − 100 − (3. 1/24 .5 .79 700 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 4495452. ( 700 –100 ) = 216000000 mm2 υ . Sx2y = 0. 1192.6 . dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 10660000 Nmm = 227489.4 Nmm = ( 700 –100 )2 .25) 2 = 262.109 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .d ) + Csb ( .

fc .5 = .5 32998.18.82 N Vs = Vu θ − Vc = 227489. fc = 2/3 . 700 .5 . 625.82 0.5 = 1/6 .150 350.6 = 32998. 1/24 . fc 22.18 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 . 700 . Sx2y 10660000 Nmm ≤ 256140449. b .18 N ≤ 1184603. = 1184603. d .05 Nmm Vc = 1/6 . fc 22.s fy. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.5 / 4 = 156.d 323988.110 Tu ≤ υ .27 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 625. = 346150. d . d . 625.27 N Vs ≤ 2/3 .5 . b .4 − 346150.625.375 mm. b .

9 N = 333098.12 .7 N = 16062300 Nmm = 736591000 Nmm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang Fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 .5.111 = 22.609 mm2 Dipakai D 12-150 3.25 / 2 = 525.4 Kolom lantai 4 Kolom 60x 60 (frame 19 ) P Vu Tu Mu • • • • • • = 1118951.5 mm e = Mu P .50 .

9 = 658. 22.65 . fc = 282.88 N P ≤ Prb 1118951.112 = 736391000 1118951. 0. 0.88 N control keluluhan baja .28 mm >1/2 b = 300mm Cb = 600 . b .85 .11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . Cb = 0.28 N Prb = 0. 331.89 = 282.Tsb = 3237218.65 . 600 .11 .85 .5 600 + 350 = = 331.d 600 + fy 600 525. Pnb = 0.5 = 3237218.89 mm ab = β .28 N Tsb = Csb Karena kolom simetri Pnb = Ccb + Csb .85 .28 = 2104191. 3237218.9 N ≤ 2104191.

d ) 2 2 2 2 600 282.000167 = cb − d ' 0.86 mm2 Ast = 2 As’ = 2 .68 N = Tsb fy 444102.68 350 = = 126.00016 Mnb = Ccb ( h ab h h ) + Tsb ( .003 50 = = 0.0139 ≥ 0.5 + 500 Tsb 736591000 = 514539659.5 mm. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu = 16062300 Nmm . 126.003 d 282.d ) + Csb ( .113 vy vs = 0.25) 2 = 212.72 mm2 Dipakai tulangan 8 D 25 Spasi = 600 − 100 − (3.11 600 − ) + 2 Tsb ( − 50) 2 2 2 = 3237218.28 ( = 514539659.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 444102.11 − 50 0.86 = 2537.

5 1 + (2.5. 1/24 .600.114 Vu = 333098. Vu = 1 / 6.5 22.0. 1256000000 =14823176.d ∑ x2 y 600.044 16062300 2 ) .b.5 125000000 = = 0.525.7 − 238761. fc .0025 Vc = 1 / 6.Ct Tu 2 ) . 333098. Sx2y 16062300 Nmm ≥ 14823176.53 Nmm Tu ≤ υ .05 0.7 = = 238761.5. ( 600 – 100 ) = 125000000 mm2 υ .45 N ≥ 0 . Sx2y = 0.d fc 1 + (2.5 .54 1.53 Nmm Ct = b.05 N Vs = Vu θ − Vc = 333098. 22. 1/24 . fc .525.6 = 316403.6 . 1/24 .0025 249266.7 Nmm SX2y = ( 600 – 100 )2 .

fc = 2/3 . fc 316403.5. b .5 = 997066. dipakai 150 mm Penulangan geser Av = Vs.525.45 N ≤ 997066.s fy. 22.5 . 525. 600 .14 N Vs ≤ 2/3 .5 / 4 = 131.6 N = 78669000 Nmm .115 Perlu tulangan geser 2/3 . 3.04 mm2 Dipkai D 12-150 mm .5 Kolom lantai 5 Kolom 60x 60 (frame 20 ) P Vu Tu = 801470. d .45.13 mm.1 N = 242316.14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525.5 = = 258.150 350. d . b .d 316403.

11 . 0.5 600 + 350 = = 331. b .1 = = 877.d 600 + fy 600 525.11 mm Dengan mengabaikan displacement concrete Ccb = ab . 600 . Cb = 0.89 = 282.64 ≥ ½ b = 300 mm Cb = 600 .85 . 0.85 .5 mm e = Mu P 703405000 801470.116 Mu • • • • • • = 703405000 Nm Ukuran kolom = (600 x 600 ) mm Diameter tulangan pokok = 25 mm Selimut beton (p) Diameter sengkang fy = 50 mm = 12 mm = 350 MPa d = 600 – 50 – 12 – 25 / 2 = 525. fc = 282. 331.5 .85 .89 mm ab = β . 22.

88 N Kontrol Keluluhan baja vy vs = 0.000167 = cb − d ' 0.Tsb = 3237218.68 N = Tsb fy .28 ( = 514539659.000167 Mnb = Ccb( h ab h h ) + Tsb ( .28 N Prb = 0.1 N ≤ 2104191. 3237218.11 600 ) + 2 Tsb ( − − 50) 2 2 2 = 3237218.28 N Tsb = Csb Karena Tsb dan Csb simetri Pnb = Ccb + Csb .88 N P ≤ Prb 801470. Pnb = 0.5 + 500 Tsb 703405000 = 514539659.65 .28 = 2104191.65 .d ) + Csb ( .0139 ≥ 0.11 − 50 0.003 50 = = 0.003 d 282.117 = 3237218.5 + 500 Tsb Tsb As’ = 377730.d ) 2 2 2 2 600 282.

5 125000000 = = 0.25) 2 = 212.0025 . 22. 1/24 .46 mm2 Dipakai tulangan 8 D25 Spasi = 600 − 100 − (3.53 Nmm Ct = b. (600 –100 ) =125000000 mm2 υ .5 .23 = 2158. fc .53 Nmm Tu ≤ υ . 1079. Sx2y = 0 . fc .68 350 = 1079. dipakai 150 mm Penulangan geser Tu Vu SX2y = 78669000 Nmm =242316.5 mm.23mm2 Ast = 2 . 1/24 .525. Sx2y 78669000 Nmm ≥ 14823176.6 Nmm = ( 600 –100 )2 .6 . 1256000000 =14823176.118 = 377730.d ∑ x2 y 600. 1/24 . As’ = 2 .

22.5. dipakai 150 mm Penulangan geser .14 N Dimensi memenuhi syarat Smaks = d / 4 = 525. Vu = 1 / 6.0.2 − 110294.13 mm. fc = 2/3 .26 78699000 2 ) . d . b . b .07 N ≥ 0 Perlu tulangan geser 2/3 .600.119 Vc = 1 / 6.6 = = 110294.54 2.b. 600 .6 = 293566.525.93 N Vs = Vu θ − Vc = 242316. 525.93 0. d .14 N Vs ≤ 2/3 . fc 293566.07 N ≤ 997066.5.0025 249265.5 22. 242316.d fc 1 + (2.5 / 4 = 131.5 1 + (2.5 = 997066.5 .Ct Tu 2 ) .

6 Perhitungan Pondasi 3. serta .150 350.120 Av = Vs.6. maka dilaksanakan penyelidikan tanah pada lokasi tersebut.d = 293566.5 = 239.07.s fy. Penyelidikan tanah yang dilakukan meliputi pekerjaan sondir dan pekerjaan boring.42 mm2 Dipakai D12-150 3.525.1 Uraian Umum Sebelum dimulai pembangunan Gedung Dekranasda.

Dari hasil pengujian tanah tersebut disarankan untuk menggunakan pondasi pancang sesuai panjang beban yang bekerja dan tidak melebihi daya dukung izin (Qa) dari data sondir.121 pengambilan contoh tanah (sampling) untuk diselidiki mengenai sifat-sifat fisik dan sifat-sifat mekanikmya di laboratorium.3 Perhitungan Pondasi Tabel 7.45 m 3. Gedung Dekranasda ini direncanakan dengan pondasi tiang pancang. Selanjutnya.6. besaran sifat-sifat tanah dan harga-harga mechanichal properties tanah hasil pengujian di laboratorium dapat dilihat pada laporan hasil penyelidikan tanah. Perhitungan Pondasi Tiang Pancang N0 Type Pondasi P (kN) Mu (kNm) Jarak Pancang (m) Jumlah Pancang Beban yang terjadi (kN) Beban yang dapat pikul Eksentrisitas kolom . 3. Untuk itu.6.1 Analisis Daya Dukung Data tanah hasil sondir: • • • • • • • Kedalaman tanah (Df) Konus (qc) Total friksen (Tf) Sf1 Sf2 Berat sendiri beton (gb) Diameter panjang (d) : 30 m : 140 kg/m2 : 200 kg/m2 : 5 : 10 : 24 kN/m2 : 0.

731 / 3190.738 kNm Ukuran Jumlah Pancang arah y (m) Jumlah pancang arah x (n) Luas tiang pancang (A) Keliling tiang pancang (B) Jarak antar tiang pancang (s) : 4.158 m2 : 1.87 17008.6704 kN = 1397.81 1354.36 0.595 3190.731 1.413 m : 1.875 KN q = 1457.25 x 4.92 6917.829 1400.169 2202.15 11042.41 2864.99 3728.499 KN Beban yang terjadi Eksentrisitas kolom = 1457.169 kN .43 Contoh perhitungan pondasi type 8 ( P 8 ) P Mu • • • • • • = 3190.96 5114.122 1 2 3 4 5 P1 P4 P5 P6 P8 1152.25 x 1.499 + 190.39 0.61 7341.670 = 4648.5 0.45 0.670 524.51 4648.25 x 24 = 915.25 x 3.5 1.14 x 0.85 4412.41 1393.25 m :3 :3 : 0.25 m x 1.624 KN = 541.28 3563.94 1.82 6652.5 1 4 5 6 8 1230.95 0.48 0.50 m Rencana pemancangan dan pendimensian tiang pancang Pembebanan Tiang pancang Berat sendiri pancang = 0.452 x 24 x 8 x 30 Berat poer = 4.670 = Mu / P =1397.108 1397.25 m x 4.

( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. 32.123 = 0.29 (3 − 1)3 + (3 − 1)3 ) .5 α = 1- θ 90 .684 .( 3.0.684 kN Daya dukung ijin Qijin = α .328 Daya dukung tiang pancang Daya dukung untuk satu tiang pancang Q = Tf . tg .426 kN Beban yang dipikul satu tiang pancang .413 140. n = 1.29 0.328.43 m Efisiensi kelompok tiang pancang α θ θ = 1- θ 90 .45 1.3 90 = 1.158 + 10 5 = 32. Q.n = 1- 0.( (m − 1)n + (n − 1)m ) m. A + SF 2 SF1 Tf . 8 = 347.B qc. = 0.1.n = Arc tg d/s = Arc . A + SF 2 SF1 Q = Q = 200.B qc.

7308.95 kN Beban yang terjadi 4648.6704 1397.744 kN Daya dukung untuk 8 tiang pancang adalah = 8 x 864.x Mu.1.124 q1 = p Mu.7308.1. y + + n ∑ x2 ∑ y2 = 3190.5 1397. Detail Pondasi .169 kN < 6917.95 kN 83 150 150 83 150 150 83 83 Gambar 15.744 = 6917.5 + + 8 9 9 = 864.

Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan . 14571. maka sah dan mengikat adalah syarat-syarat umum (disimngkat SU) untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan Indonesia (AV) yang disyahkan dengan surat keputusan Pemerintah No. 18 tahun 2000. Sepanjang tidak ada ketentuan lain untuk melaksanakan pekerjaan borongan bangunan di Indonesi. 61 Tahun 2004 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah. 42 tahun 2002.I No.9 tanggal : 28 Mei 1941 dan tambahan Lembaran Negara No. Pengganti kepres R.VI / 011999 SE − 07 / A / 21 / 0199 Tanggal 11 Januari 1999. Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. PenggantiKepres No. 3. SYARAT – SYARAT UMUM Pasal I.BAB IV RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT 4.I No.I No. Surat Edaran Bersama (SEB) Bappenas dan Departeman Keuangan Nomor : 181 / D. dan Kepres R. 4. 2.17 tahun 2000.1. dan Kepres R. Tentang harga satuan tertinggi Pembangunan Bangunan Gedung Negara Tahun Anggaran 1999/2000. 80 Tahun 2003. 01 PERATURAN UMUM Tatkala dalam penyelenggaraan bangunan ini dilaksanaakan berdasarkan peraturan-peraturan sebagai berikut : 1.

3 tahun 1995 tentang Petunjuk Pelaksanaan Proyek APBDN Propinsi Jawa Tengah. 18 tahun 2000 Tentang pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/jasa Instansi Pemerintah. . 7. Peraturan Pemerintah Daerah setempat yang berhubungan dengan pekerjaan.2 / 05 / Nomor : Tanggal 3 Mei.130 S − 42 / A / S − 2262 / D. Renovasi. 8. 9. Restorasi) Bangunan Gedung Negara. 2 tahun 1999 dan No. 6.05-Mn/135 tanggal 19 februari 2003. Surat Keputusan Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 0295/KPTS/CK/1997 tanggal 1 April 1997. IK. Suara Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah RI No. tentang Pedoman Operasional Pelaksanaan Penyelenggaraan Pembangunan. Peraturan.peraturan lain yang berhubungan dengan Pembangunan ini. Tentang Petugas Teknis Pelaksanaan Keppres RI No.03 PENGELOLAAN KEGIATAN PEKERJAAN Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan terdiri atas : 1. Pasal I. 02. Pemeliharaan dan Perawatan (Rehabilitas.02. Peraturan Mendagri No.05-Mn/134 tanggal 19 Februari 2003. No. Ik. Pengelolaan Pekerjaan dari Unsur Pemegang Mata Anggaran. 5. Pasal I.02 PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN Pemberi Tugas Pekerjaan adalah : Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah sebagai Pengguna Anggaran.

04 PERENCANA / ARSITEK 1. . ARSI GRANADA. 4.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku.04 Semarang. Pasal I. 5. Perencana tidak dibenarkan merubah ketentuan. Perencana berkewajiban pula mengadakan pengawasan berkala dalam bidang arsitektur dan struktur. Pengelolaan Teknis Kegiatan Pekerjaan (BPP) adalah personil yang ditunjuk oleh Dinas Kimtaru Propinsi Jawa Tengah. Biro Perencana teknis Pembangunan yang telah terdaftar dalam Daftar Rekaman Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Tengah dalam hal ini adalah . 3.131 2. Konsultan Perencana diwajibkan membuat buku Pedoman perawatan Gedung Kegiatan ini ( disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan). Bilamana Perencana menjumpai kejanggalan. Perencana terikat UU Jasa Konstruksi No.ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapt ijin secara tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 2. Pengelolaan Kegiatan Pekerjaan (PKP) yang terdiri dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. 3. 6. CV. Jalan Pahlawan No.kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpang dari bestek/RKS supaya memberitahukan secara tertulis kepada Penguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.

Konsultan Pengawas Teknis Pembangunan yang terdaftar dalam Daftar Rekanan Mampu (DRM) yang telah disusun oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah. Pengawasan lapangan tidak dibenarkan merubah ketentuan-ketentuan pelaksanaan pekerjaan sebelum mendapat ijin tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. supaya segera memberitahukan secara tertulis kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Bilamana Pengawas lapangan menjumpai kejanggalan-kejanggalan dalam pelaksanaan atau menyimpan dari bestek. Tugas Konsultan Pengawas adalah mengawasi Pekerjaan sesuai gambar Bestek/RKS dan perubahan.perubahan dalam berita acara Aanwijzing selama pelaksanaan sampai dengan serah terima pekerjaan ke I dan masa pemeliharaan sampai serah terima pekerjaan ke II. Konsultan Pengawas diwajibkan menyusun rekaman pengawasan selama pelaksanaan berlangsung 0% sampai dengan serah terima pekerjaan ke II dan disampaikan kepada Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. 3. . 2.18 tahun 2001 dan PP yang berlaku. 6. Pengawas terikat UU Jasa Konstruksi No. 7. 4. 5. dalam hal ini akan ditentukan kemudian oleh Pengguna Anggaran.132 Pasal I.05 PENGAWASAN LAPANGAN 1. Kelalaian akibat Pengawas menjadi resiko konsultan Pengawas.

Pemberian penjelasan (Aanwijzing) akan diadakan pada : 1. Hari Tanggal Waktu Tempat : : : : Ruang Rapat Kantor Disperindag Propinsi Jateng 2.07 PEMBERIAN PENJELASAN (AANWIJZING) 1. Perusahaan yang berstatus Badan Hukum yang usaha pokoknya adalah melaksanakan pekerjaan pemborong bangunan yang memenuhin syarat-syarat bonafiditas dan kwalitas menurut Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi yang ditunjuk oleh Kepala Dinas ( Pengguna Anggaran ) untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan gedung tersebut setelah memenangkan lelang ini. 06 CALON PEMBORONG / KONTRAKTOR 1. 3. Hari Tanggal : : . 3. 3.133 Pasal I. Pasal I. 2. Berita acara pemberian penjelasan (Aanwijzing) dapat diambil pada : 1. Bagi mereka yang tidak mengikuti/menghadiri Aanwijzing tidak tetap diperbolehkan mengikuti pelelangan. 2. 2. Rekanan yang diundang oleh Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi. 4. Pengundangan Kontraktor / Rekanan harus dengan memperhatikan peraturan yang berlaku.

4. Pasal I. Pelelangan akan dilaksanakan sesuai keputusan Presiden No. 08 PELELANGAN 1.WIB. pada :……………………..-.2005. Pembukaan surat-surat penawaran akan dilakukan oleh Panitia lelang dihadapan Rekanan.134 3. Sampul surat penawaran berukuran A4 sesuai dokumen ± 25 x 40 cm berwarna putih dan tidak tembus baca.09 SAMPUL SURAT PENAWARAN 1.16 tahun 1994 serta perubahan saat pelelangan.6. Jam :…………………. Waktu Tempat : : Kantor Disperindag Propinsi Jawa Tengah Pasal I.WIB. 4. Pemasukan surat penawaran paling lambat pada :……………………….2005.dari Direksi Rekanan dan bertanggung jawab penuh. . 2.000. Wakil Rekanan yang mengikuti/ menghadiri pelelangan harus membawa syrat kuasa bermeterai Rp. Jam :…………….. 3..

135 2. Sampul surat penawaran dibuat sendiri oleh pemborong. 10 SAMPUL SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Sampul surat penawaran yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana : 1. Pasal I. Sampul penawaran di sebelah kiri atas dan di sebelah kanan bawah supaya ditulis (periksa contoh surat penawaran). dan diberi lak 5 (lima) tempat dan tidak boleh diberi kode cap cincin atau cap perusahaan dan kode lain. 11 PERSYARATAN PENAWARAN 1. ketentuan-ketentuan RKS serta berita acara aanwijzing . Sampul surat penawaran terdapat nama atau terdapat hasil penawarannya atau terdapat juga tanda-tanda lain di luar syarat-syarat yang telah ditentukan. Alamat sampul seperti tertulis digambar dibawah bisa ditempel huruf besar langsung pada kertas sampulnya. 5. Sampul surat penawaran yang sudah terisi surat penawaran lengkap dengan lampiran-lampirannya supaya ditutup. 4. Pasal I. Penawaran yang diminta adalah penawaran sama sekali lengkap menurut gambar. 3. 2. ukuran sesuai contoh. Sampul surat penawaran dibuat menyimpang dari atau tidak sesuai dengan syarat – syarat.

Surat penawaran. 6000. Daftar harga satuan Bahan dan Upah kerja. Surat penawaran termasuk lampiran-lampiran supaya dimasukkan ke dalam satu amplop sampul surat penawaran yang tertutup. daftar RAB. Surat kuasa dari Direktur Pemborong yang bersangkutan bermaterai Rp.. 4. 5. Analisa d. Harga Upah dan Bahan .dan materai supaya diberi tanggal terkena tanda tangan dan cap perusahaan. Daftar Analisa Pekerjaan dan daftar harga Satuan Pekerjaan halaman supaya dibuat di atas kertas kop nama perusahaan (pemborong) dan harus ditanda tangani oleh Direktur Rekanan yang bersangkuatan dan di bawah tanda tangan supaya disebutkan nama terang dan cap perusahaan. Harga satuan c. 6. 6000. Surat Penawaran Lampiran : a. 2. b. surat Pernyataan. Penawaran berisi : 1.diberi tanggal dan cap perusahaan terkena pada meterai tersebut. Surat penawaran supaya dibuat rangkap 3 (tiga) lengkap dengan lampiranlampirannya dan surat penawaran yang asli diberi materai Rp. 3. RAB b. Bilamana surat penawaran tidak ditandatangani oleh Direktur Pemborong sendiri harus dilampiri : a. Foto copy akte pendirian berbadan hukum.136 2..

Pasal I. Metode pelaksanaan 4. Data peralatan d. 1. Dokumen Teknis a. tidak dapat mengundurkan diri dan terikat untuk melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan tersebut. Tatakala / Time Schedule b. 3. Jaminan Penawaran yang berbentuk copy (asli diserahkan ) dari Bank Pemerintah atau lembaga Keuangan yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan sebesar Rp.12 SURAT PENAWARAN YANG TIDAK SAH Surat yang tidak sah dan dinyatakan gugur bilamana . Dokumen Adminnistrasi a. Data pengalaman perusahaan e. Melampirkan Daftar isian Pasca Prakualifikasi b. 200.000. Daftar Personil c. Surat penawaran yang tidak dimasukkan dalam sampul tertutup.. Pakta Integritas 7.137 e.000. .(dua ratus juta rupiah). bilamana pekerjaan diberikan kepadanya menurut penawaran yang diajukan. Bagi Pemborong yang sudah memasukkan surat penawaran.

13 CALON PEMENANG 1. 4. Surat penawaran yang tidak lengkap lampiran-lampirannya.6000. surat pernyataan dan daftar RAB tidak dibuat di atas kertas kop Rekanan yang bersangkutan. 8. Tidak jelas besarnya jumlah penawaran baik yang tertulis dengan angka maupun huruf. Surat penawaran asli tidak bermeterai Rp. Penawaran yang disampaikan dilihat batas waktu yang ditentukan Pasal I. 9. Terdapat salah satu lampiran yang tidak ditanda tangani oleh penawar dan tidak diberi cap dari Rekanan.. 10.138 2. Harga penawaran yang tertulis dengan angka tidak sesuai dengan yang tertulis dengan huruf. Surat penawaran dari Rekanan yang tidak diundang. maka panitia menetapkan 3 (tiga) peserta yang telah memasukkan penawaran yang paling menguntungkan Negara dalam arti : . Surat penawaran.tidak diberi tanggal dan tidak terkena tanda tangan penawar/tidak ada cap perusahaan. Apabila harga dalam penawaran telah dianggap wajar dan dalam batas ketentuan mengenai harga satuan (harga standard) yang telah ditetapkan serta telah sesuai dengan ketentuan yang ada. 3. 6. Surat penawaran tidak ditanda tangani si penawar. 7. 5.

Penawaran tersebut adalah yang terendah diantara penawaran yang memenuhi syarat seperti tersebut diatas. 4. Panitia membuat laporan kepada pejabat yang berwenang mengambil keputusan mengenai penetapan calon pemenang laporan tersebut disertai usulan serta penjelasan tambahan dan keterangan lain yang dianggap perlu sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan. Jika dua peserta atau lebih mengajukan harga mempunyai kemampuan dan kecakapan yang terbesar. c. administrasi dan harga. Aspek teknis. 14 PENETAPAN PEMENANG Berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Panitia. Penawaran harga yang ditawarkan secara teknis dapat dipertanggungjawabkan. pejabat yang berwenang menerapkan pemenang pelelangan dan cadangan pelelangan diantara calon yang ditentukan oleh Panitia dan Keputusan Panitia tidak dapat diganggu gugat. 2. Jika bahan-bahan untuk menentukan pilihan tersebut tidak ada maka penilaiannya dilakukan dengan penilaian kembali. b. Pasal I. hal mana harus dicatat dalam berita acara. .139 a. Perhitungan harga yang ditawarkan dapat dipertanggungjawabkan. 3.

2.140 Pasal I. 5. Pengguna Anggaran b. Penetapan pemenang lelang diputuskan oleh pejabat yang berwenang. Sanggahan tertulis ditujukan kepada : a. 4. 16 PELELANGAN ULANG Lelang dibatalkan bilamana : 1. Pengumuman pemenang dilakukan oleh panitia setelah ada penetapan pemenang pelelangan yang berwenang. Kepada rekanan yang berkebaratan atas penetapan pemenang pelelangan diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis kepada atasan yang bersangkutan selambat-lambatnya dalam waktu 4 hari kerja setelah diterimanya pengumuman penetapan pemenang. Sanggahan hanya dapat diajukan terhadap pelaksanaan prosedur pelelangan. Diantara rekanan yang diundang dan mengikuti Aanwijzing dan mengajukan penawaran yang sah kurang dari 3 (tiga). . 2. Penawaran melampaui anggaran yang tersedia. 15 PENGUMUMAN PEMENANG 1. 3. jawaban terhadap sanggahan diberikan secara tertulis selambat-lambatnya 4 hari kerja setelah diterimanya sanggahan tersebut. Panitia Pengadaan Jasa Konstruksi Pasal I.

maka panitia pelangan atas permintaan kepala kantor satuan kerja. .141 3. Dalam pelelangan dinyatakan gagal atau pemenangnya yang ditunjuk mengundurkan diri atau urutan pemenang kedua tidak bersedia ditunjuk. Berhubungan dengan pelbagai hal tidak mungkin mengadakan penetapan. 3. atau pemimpin kegiatan akan mengadakan pelelangan ulang. 6. SPK akan diberikan kepada rekanan yang telah ditunjuk dalam waktu paling lambat 10 hari kerja setelah pemberitahuan pengumuman penetapan pemenang pelelangan. wajar dan menguntungkan Negara serta dapat dipertanggungjawabkan. 17 PEMBERIAN ATAU PELULUSAN PEKERJAAN 1. Harga-harga yang ditawarkan dianggap tidak wajar. Sanggahan dari rekanan ternyata benar 5. 2. Pasal I. 4. Pengguna Anggaran akan memberikan pekerjaan kepada rekanan yang penawarannya pantas. Rekanan diperkenankan mulai bekerja setelah diterbitkannya SPK sekaligus memberikan jaminan pelaksanaan.

19 SYARAT – SYARAT PELAKSANAAN Pekerjaan harus dikerjakan menurut : 1. . RKS dan gambar-gambar kerja/gambar detail secara menyeluruh untuk kegiatan ini. Pemborong supaya menempatkan seorang kepala pelaksana yang ahli (S1 Sipil) dan diberi kuasa oleh Direktur Pemborong untuk bertindak atas namanya. 2. RKS dengan segala perubahan–perubahan dalam Aanwijzing (Berita Acara Aanwijzing). 2. Kepada Pelaksana yang diberi kuasa penuh harus selalu ditempat pekerjaan agar pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang telah ditugaskan oleh direksi. 3. Pasal I. 4. pihak Pemborong supaya memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas.142 Pasal I. Bilamana akan dimulai di lapangan. Kepala Pelaksana supaya yang berpengalaman dalam pekerjaan gedung bertingkat dan pembantu-pembantunya minimal memahami bestek dan mengerti gambar. 18 PELAKSANA PEMBORONG 1.

143 3. 3. Lapangan/lahan yang tersedia. Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan diadakan perubahan-perubaha. maka pemborong tidak berhak minta ongkos kerugian kecuali bilaman pihak pemborong dapat membuktikan bahwa dengan adanya perubahan-perubahan tersebut pemborong menderita kerugian. 2. Pemborong berkewajiban mencocokkan ukuran satu sama lain dan apabila ada perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS segera dilaporkan kepada Pemberi Tugas/Manajemen Konstruksi lapangan. 5. gambar perubahan tersebut harus disetujui oleh Pemberi Tugas (tertuang dalam berita acara perubahan pekerjaan). 4. Kesemuanya atas biaya perencana. . Bilamana dalam pelaksanaan pekerjaan terdapat perubahan-perubahan. 20 PENETAPAN UKURAN DAN PERUBAHAN-PERUBAHAN 1. maka perencana harus membuat gambar perubaha (refisi) dengan tanda garis berwarna di atas gambar aslinya. 4. Petunjuk-petunjuk lisan maupun tertulis dari Pengguna Anggaran/Pengelola Kegiatan. Pasal I. Pemborong harus bertanggung jawab atas tepatnya pekerjaan menurut ukuranukuran yang tercantum dalam gambar dan bestek. Bilamana ternyata terdapat selisih atau perbedaan ukuran dalam gambar dan RKS. maka petunjuk pemberi tugas yang dijadikan pedoman.

gudang dan lain-lain. . Segala resiko dan kemungkinan kebakaran yang menimbulkan kerugian dalam pelaksanaan pekerjaan dan bahan-bahan materi juga gudang dan lain-lain sepenuhnya.144 6. 21 PENJAGAAN DAN PENERANGAN 1. 4. kecuali seizin dan sepengetahuan pemberi tugas. 5. Pemborong harus mengurus penjagaan di luar jam kerja (siang dan malam) dalam kompleks pekerjaan termasuk bangunan yang sedang dikerjakan. 3. Pemborong harus menjaga jangan sampai terjadi kebakaran sabotase di tempat pekerjaan. Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya atas bahan dan alat-alat lainnya yang disimpan dalam gudang dan halaman pekerjaan. satu sama hal lain tersebut atas kehendak Direksi. Pasal I. Pemborong tidak boleh menyimpang dari ketentuan RKS dan ukuran-ukuran gambar. apabila terjadi kebakaran dan pencurian. Di dalam pelaksanaan. alat-alat kebakaran atau alat-alat bantu lain untuk keperluan yang sama harus selalu berada di tempat pekerjaan. Untuk kepentingan keamanan dan penjagaan perlu diadakan penerangan/lampu pada tempat tertentu.. maka harus segera mendatangkan gantinya untuk kelancaran pekerjaan. 2.

Bilamana terjadi kecelakaan. Pasal I. Pemborong harus memenuhi atau mentaati peraturan-peraturan tentang perawatan korban dan keluarganya. 2. Semua bahan-bahan bangunan untuk pekerjaan ini sebelum dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pengguna Anggaran/pengawas terlebih dahulu dan harus berkwalitas baik. juga selalu memberikan bantuan pertolongan kepada pihak ketiga dan menyediakan air minum yang memenuhi syarat kesehatan. 22 KESEJAHTERAAN DAN KESEHATAN KERJA 1. 2. 3. 23 PENGGUNAAN BAHAN-BAHAN BANGUNAN 1. Pemborong diwajibkan mentaati undang-undang keselamatan kerja. 3. Harus diperhatikan syarat-syarat dan mutu barang dan jasa yang bersangkutan. Pemborong harus menyediakan obat-obatan yang tersusun menurut syaratsyarat palang merah. Pemborong selain memberikan pertolongan kepada pekerjanya. Pemborong harus segera mengambil tindakan penyelamatan dan segera memberitahukan kepada pemberi tugas. 5.145 Pasal I. 4. Bahan-bahan bangunan yang dipakai diutamakan hasil produksi dalam negeri kwalitas baik. .

hujan lebat. pemimpin kegiatan/ pengelola kegiatan berhak meminta kepada pemborong untuk memeriksakan bahan– bahan bangunan tersebut pada laboratorium bahan-bahan bangunan. 24 KENAIKAN HARGA DAN FORCE MAJEURE 1. 3. Semua kenaikan harga yang bersifat biasa tidak dapat mengajukan klaim. Bilamana Pemimpin kegiatan/ Pengelola kegiatan sangsi akan mutu bahan/ kwalitas bahan bangunan yang akan digunakan. kejadian . 2. perang dan lain-lain.146 4. pemberontakan. 5. 6. Pasal I. angin topan. Semua kerugian akibat force majeure berupa bencana alam antara lain. Semua kenaikan harga akibat kebijaksanaan pemerintah Republik Indonesia dibidang moneter yang bersifat nasional dapat mengajukan klaim sesuai dengan keputusan pemerintah dan pedoman resmi dari pemerintah Republik Indonesia. Semua bahan-bahan bangunan yang telah dinyatakan oleh pengendali kegiatan tidak dapat dipakai (afkir) harus segera disingkirkan jauh-jauh dari tempat pekerjaan dalam tempo 24 jam dan hal ini menjadi tanggung jawab rekanan. maka pemimpin kegiatan/pengawas berhak untuk memerintah membongkar dan harus mengganti dengan bahan-bahan yang memenuhi syarat-syarat atas resiko/tanggung jawab pemborong. Bilamana pemborong melanjutkan pekerjaan dengan bahan-bahan bangunan yang telah diafkir. gempa bumi.

26 PENYELESAIAN PERSELISIHAN Perselisihan akan diselesaikan menurut aturan/ketentuan yang lazim berlaku. Jamsostek. bukan menjadi tanggungan Pemborong. pihak rekanan harus memberitahukan kepada pemimpin kegiatan/pengelola kegiatan secara tertulis paling lambat 24 jam demikian pula bila force majeure. Pasal I. 27 URAIAN MENGENAI RKS DAN GAMBAR 1.147 tersebut dapat dibenarkan oleh pemerintah. ternasuk tenaga dari team Teknis. 01. Apabila terjadi force majeure. Pasal I. Pasal I. Konsulatan Perencana dan Konsultan Pengawas yang namanya tercamtum dalam Struktur Organisasi ini. . 4. 25 ASURANSI Pemborong harus mengasuransikan semua tenaga kerja yang bekerja di kegiatan ini ke PT. sedangkan tata caranya diatur kemudian dalam kontrak. Disamping peraturan-peraturan umumyang disebut dalam pasal I.

Gambar beserta detail dan tambahan atau perubahan yang tercantum dalam Berita Acara Aanwijzing didahulukan atas Surat Penawaran. c. RKS didahulukan atas gambar serta perubahan sebagaimana Berita Acara Aanwijzing. b. 5. Antara gambar dan ketentuan RKS. Surat/Surat Penawaran maka Pemberi Tugas dapat memutuskan pekerjaan dengan volume pekerjaan harga pekerjaan/kwalitas bahan material yang tinggi. Dalam hal ini Kontraktor diijinkan membetulkan kesalahan gambar dan melaksanakannya setelah ada persetujuan tertulis dari Penawas dengan persetujuan Pemberi Tugas.148 2. Gambar-ganbar yang ikut disertakan akan juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari RKS ini. Bila terdapat perbedaan : a. 3. d. Jika pekerjaan tidak terdapat dalam RKS. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) beserta gambar-gambarnya berlaku sebagai dasar pedoman/ketentuan untuk melaksanakan pekerjaan ini. Berita Acara Aanwijzing didahukan atas RKS dan Gambar. tetapi terdapat dalam gambar maka yang terakhir ini berlaku penuh demikian pula sebaliknya. Kontraktor wajib untuk mengadakan perhitungan kembali atas segala ukuranukuran dimensi konstruksi apabila ukuran-ukuran yang ditentukan dalam spesifikasi/gambar meragukan kontraktor. Kontraktor diwajibkan menaati keputusan . Perbedaan antara gambar dan RKS maupun perubahan yang ditentukan pada waktu pelaksanaan berlangsung. Surat perjanjian Pemborong didahulukan atas RKS. e. 6. 4.

sebelum memulai sesuatu pekerjaan yang khusus dan harus dimintakan persetujuan Konsultan Pengawas.149 Konsultan Pengawas yang diberikan secara tertulis di mana dijelaskan juga kemungkinan adanya pekerjaan tambah/kurang. 7. Kontraktor wajib membuat gambar kerja. 10. . maka kontraktor untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan di lapangan sama sekali tidak diperkenankan memperbanyak gambar dengan cara apapun: seperti menyalin kembali gambar pada kalkir atau kertas lainnya. maka Pemberi Tugas dapat menetapkan yang lebih besar volume/harga kwalitas/ukuran. Seluruh akibat terhadap pelanggaran yang tersebut di atas. mengopy dengan cara apapun. Apabila ada perbedaan gambar dalam yang satu dengan yang lain. Untuk menghindari kesalahan dalam memedomani gambar-gambar pelaksanaan. Jika Pelaksana Kontraktor memerlukan copy gambar maka copy tersebut hanya dapat dikeluarkan melalui Konsultan. 8. Dalam hal kontraktor meragukan ketentuan-ketentuan yang tercamtum dalam dokuman pelaksanaan. akan menjadi tanggung jawab Kontraktor sepenuhnya. maka kontraktor wajib berkonsultasi dengan konsultan Perencana atau Pengawas. 9.

Apakah ada saat pengajuan penawaran ada ketidak benaran data / informasi sejak dimulainya proses pelelangan ini. maka perubahannya tidak nomor 5. Bilamana jenis pekerjaan yang telah tercantum di dalam contoh daftar RAB ternyata terdapat kekurangannya tersebut dapat ditambahkan menurut posposnya dengan cara menambah huruf alphabet pada nomor terakhir dari pos yang bersangkutan. Hal-hal yang belum tercantum dalam RKS ini akan dijelaskan di dalam Aanwijzing 2. BQ tidak mengikat. 28 LAIN-LAIN 1. Ketentuan atau ketetapan lain di dalam pelaksanaan proses pelelangan ini merupakan hak dan wewenang Panitia Lelang/ Pimpinan Kegiatan. Sarat penawaran / RAB supaya dibuat seperti contoh terlampir. 3. Bentuk dan jenis sanksi akan ditentukan oleh Penitia Lelang / Pimpinan Kegiatan. 9. . misalnya pos persiapan nomor terakhir 4.150 Pasal I. 7. 6. tetapi nomor 4a. 5. 4. sedang pengurusan dan pembiayaannya kepada Pemborong dan dilaksanakan segera setelah dilakukan penandatanganan. 8. 4b dan seterusnya. Segala kerusakan yang timbul akibat pelaksanaan menjadi tanggung jawab Kontraktor. maka Panitia/ Pimpinan Kegiatan akan menjatuhkan sanksi. Surat permohonan IMB (jika diperlukan) dari Pemberi Tugas.

Bagi rekanan yang tidak mendapatkan pekerjaan. yang mendapatkan pekerjaan. Pasal II. Kepada Kepala Disperindag Propinsi Jawa Tengah. 24 Februari 1988. 2.200. Jaminan Penawaran (tender garansi) berupa surat jaminan Bank milik pemerintah atau Bank Umum lain yang ditetapkan oleh Menteri Keuangan.151 4. dan telah memberikan jaminan pelaksanaan.2 SYARAT-SYARAT ADMINISTRASI Pasal II. 3.(dua ratus juta rupiuah).000.. Bagi Pemborong yang mendapat pekerjaan. Sebesar Rp. 01 JAMINAN LELANG 1. Nomor : 205 / KMK / 013 / 1988 sebesar 1 – 3 % dari harga penawarn. Jaminan Pelaksanaan ditetapkan sebesar 5 % (lima persen) dari nilai kontrak.000. sedang jangka waktu garansi selama 2 (dua) bulan ditujukan khusus untuk kegiatan yang bersangkutan. . tender Garansi diberikan diberikan kembali pada saat jaminan pelaksanaan diterima oleh Pengguna Anggaran/ pemberi tugas. tender garansi dapat diambil setelah dikeluarkannya SPMK. 02 JAMINAN PELAKSANAAN 1. 2. tender garansi dapat diambil setelah adanya Penetapan Pemenang. Jaminan Pelaksanaan diterima oleh pemberi tugas pada saat penandatanganan surat perjanjian Pemborongan.

Rekanan tetap bertanggungjawab atas penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya. Pemborong diwajibkan melaksanakan pekerjaan menurut Rencana Kerja tersebut. Pemborong harus membuat Rencana Kerja Pelaksanaan kerja berupa Time Schedule dan kurva S yang disetujui oleh Pemberi Tugas atau Pengawas Lapangan selambat-lambatnya satu minggu setelah SPK diterbitkan. . Jaminan Pelaksanaan dapat dikembalikan bilamana pekerjaan sudah diserahkan pertama kalinya dan diterima dengan baik oleh Pengguna Anggaran. Pasal II. Konsultan Pengawas tiap minggu diwajibkan membuat dan mengirimkan laporan kepada Pemberi Tugas mengenai prestasi pekerjaan yang dilegalisir oleh yang berwenang. Pasal II. 03 RENCANA KERJA (TIME SCHEDULE) 1. 2. 3. diserahkan untuk menyelesaikan proyek ini.04 LAPORAN HARIAN DAN MINGGUAN 1. serta daftar nama pelaksanan dan struktur organisasi pelaksanaan yang ditandatangani Direktur.152 3.

Surat perjanjian pemborong (kontrak) dibuat rangakap 12 (dua belas) atas biaya pemborong. Penilaian prestasi kerja atas dasar pekerjaan yang sudah dikerjakan. Pembayaran akan dilaksanakan dan atau akan diatur kemudian dalam kontrak. 2. 05 PEMBAYARAN 1.atas biaya pemborong. 6000.153 2. sedangkan lampiran dan seluruh kontrak disiapkan oleh Pemborong antara lain : a. tidak termasuk adanya bahan-bahan pekerjaan dan tidak atas dasar besarnya pengeluaran uang oleh Pemborong.. Pasal II. 3. Pasal II. Konsep kontrak dibuat oleh Pemberi Tugas.06 SURAT PERJANJIAN PEMBORONGAN (KONTRAK) 1. 2. Tiap pengajuan pembayaran angsuran harus disertai berita acara pemeriksaan pekerjaan dan dilampiri dafatr hasil opname pekerjaan foto-foto dokumentasi dalam album. Surat perjanjian pemborongan (kontrak) seluruhnya dibubuhi materai Rp. Bestek dan RKS . Suart undangan b.

Daftar Harga Satuan Bahan dan Upah Kerja j. q. Foto copy neraca perusahaan terakhir bermeterai Rp.- . Berita Acara Aanwijzing d. Surat Penawaran h. 6) Untuk mengadakan voonfinanciering. Daftar RAB i. Time Schedule m. n.6000.6. Surat kesanggupan bermeterai Rp.154 c. Foto copy akte pendirian Perusahaan Dan Perubahannya o.1) Untuk mengadakan jaminan pelaksanaan 2) Untuk bekerjasama dengan pengusaha golongan ekonomi lemah setempat 3) Surat kesanggupan tunduk pada pereturan yang berlaku dan Perda 4) Untuk mengasuransikan tenaga kerja ke PT. Jamsostek 5) Untuk memperbaiki segala kerusakan akibat pelaksanaan selama berlangsungnya pekerjaan. Berita Acara Pembukuan Surat Penawaran e.000. Daftar Analisa Satuan Pekerjaan k. Berita Acara Evaluasi f. Foto copy NPWP dan PKP nyang masih berlaku p. SPK (Gunning) g. Daftar Harga Satuan Pekerjaan l. Foto copy SIUJK dari Kanwil Departemen PU yang masih berlaku.

Bilamana ketentuan seperti diatas tidak dipenuhi. Foto copy tender garansi dari Bank Pemerintah atau Bank lain yang telah disetujui oleh Menteri Keuangan RI. Semua lampiran lampiran masuk dalam kontrak Pasal II. w. Selambat-lambatnya dalam waktu satu minggu terhitung dari SMPK (Gunning) dikeluarkan dari Pemberi Tugas.07 PERMULAAN PEKERJAAN 1. Foto copy jaminan pelaksanaan. Foto copy anggota Gapensi/ AKI yang masih berlaku. dan masih berlaku dua bulan dari tanggal lelang s. y. x. Tender garansi asli diserahkan kepada Pemegang Kas kegiatan pada saat pelelangan t. 2. pekerjaan harus sudah dimulai. Foto copy referensi Bank Pemerinatah khusus untuk tender kegiatan ini. maka jaminan pelaksanaan dinyatakan hilang dan menjadi milik Pemerintah. dan 14 (empat belas) ganda gambar pokok. . Daftar nama pelaksana yang akan ditunjuk dalan pelaksanaan ini. u. v. Daftar peralatan yang digunakan dalam kegiatan ini. Gambar pelaksanaan terdiri dari 6 (enam) ganda gambar komplit. z. Daftar nama personalia yang ditetapkan dalam kegiatan ini.155 r.

08 PENYERAHAN PEKERJAAN 1. hari besar dan hari raya. 3.156 3. Pasal II. Dalam memudahkan suatu penelitian sewaktu diadakan suatu pemeriksaan teknis dalam penyerahan ke 1 (pertama) maka surat permohonan pemeriksaan teknis yang diajukan kepada Direksi supaya dilampiri : a. . 4. Satu (1) album berisi foto berwarna yang menyatakan prestasi kerja 100%. Daftar kemajuan pekerjaan 100% ditanda tangani pengawas lapangan dan diketahui oleh Pemborong. Jangka waktu pelaksanaan pekerjaan selama 170 (seratus tujuh puluh) hari kalender termasuk hari minggu. 2. Apabila akan memulai pekerjaan. c. b. keadaan bangunan serta halaman harus dalam keadaan rapi dan bersih. Pemborong wajib melakukan pemotretan dari 0 % sampai 100 % dan dicetak menurut petunjuk dari Konsultan Pengawas. pada penyerahan pertama untuk pekerjaan ini. Khusus untuk ukuran foto yang 10 R supaya diambil yang baik. Pemborong wajib memberitahukan secara tertulis kepada Pemberi Tugas. Pekerjaan dapat diserahkan pertama kalinya bilamana pekerjaan sudah selesai 100 % dan dapat diterima denagn baik oleh Pemberi Tugas dengan disertai Berita Acara dan dilampiri daftar kemajuan pekerjaan.

maka pemborong harus segara memperbaiki dan menyempurnakannya kembali setelah pihak pemborong diperingatkan atau diberitahukan yang pertama kalinya secara tertulis oleh Pengghuna Anggaran dan Pengendali Kegiatan.- Pasal II. 5.09 MASA PEMELIHARAAN (ONDERHOUD TERMIJN) 1.157 4. Dalam penyerahan pekerjaan pertama kalinya bilamana terdapat pekerjaan instalasi listrik. Surat permohonan pemeriksaan teknis dikirim kepada Pemimpin Kegiatan harus sudah dikirimkan selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir. 2. Bilamana dalam masa pemeliharaan (Onderhoud terjmin) terjadi kerusakan akibat kurang sempurnanya dalam pelaksanaan atau kurang baiknya mutu bahan-bahan yang digunakan. Jangka waktu pemeliharaan adalah 6 bulan (180) hari kalender terhitung sejak penyerahan pertama. . 6000. maka pihak pemborong harus menunjukkan kepada proyek surat pernyataan bahwa instalasi listrik tersebut telah terdaftar di PLN dengan meterai Rp.

Surat Permohonan Perpanjangan Waktu Penyerahan tanpa data yang lengkap tidak akan dipertimbangkan. 2. Permintaan Perpanjangan Waktu Penyerahan pekerjaan yang mana dapat diterima oleh Pemberi Tugas bilamana : a.10 PERPANJANGAN WAKTU PENYERAHAN 1. gangguan keamanan. Adanya pekerjaan tambahan atau pengurangan (meer of minderwerk) yang tidak dapat dielakkan lagi setelah atau sebelum kontrak ditandatangani oleh kedua belah pihak yang dinyatakan dalam Berita Acara. d. perang) kejadian mana ditangguhkan oleh yang berwenang.158 Pasal II. Adanya Surat Perintah tertulis oleh Pemberi Tugas tentang pekerjaan tambahan. b. . Data yang lengkap. Surat permohonan waktu penyerahan pertama yang diajukan kepada pemberi tugas harus sudah diterima selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum batas waktu penyerahan pertama kalinya berakhir dan surat tersebut supaya dilampiri : a. pemogokan. Adanya perintah tertulis dari Pengguna Anggaran dan Pengendali Kegiatan. Time Schedule baru yang sudah disesuaikan dengan sisa pekerjaan. pekerjaan untuk sementara waktu dihentikan. b. 3. c. Adanya force majeure (bencana alam.

Bilamana terjadi perintah untuk mengerjakan pekerjaan tambahan dan tidak disebutkan jangka waktu pelaksanaannya. Adanya gangguan curah hujan yang terus menerus di tempat pekerjaan secara langsung mengganggu pekerjaan yang dilaporkan oleh Konsultan Pengawas. Bilamana batas waktu penyerahan pekerjaan pertama kalinya dilampaui/tidak dipenuhi. dengan denda maksimal 5 % dari nilai kontrak. 2. f. maka pemborong dikenakan denda/diwajibkan membayar denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap hari. Menyimpang dari Pasal 49A V terhadap segala kelainan mengenai peraturan atau tugas yang tercantum dalam ketetapan ini. Uang denda harus dilunaskan padawaktu pembayaran angsuran (termijn) penyerahan kesatu (I). Pekerjaan tidak dapat dimulai tepat pada waktu yang telah ditentukan karena lahan yang akan dipakai untuk bangunan masih ada masalah.11 SANKSI / DENDA (PASAL 49 AV) 1. maka sepanjang bestek ini tidak ada ketetapan denda lainnya.159 e. maka jangka waktu pelaksanaan tidak akan diperpanjang. Pasal II. 3. . pemborong dapat dikenakan denda sebesar 1 0/00 (satu permil) tiap terjadi kelainan dengan tidak diperlukan suatu pengecualian.

4. Sebelum pekerjaan tambahan dikerjakan. Pasal II. 3. Setiap permintaan pembayaran termijn (angsuran) dan penyerahan pertama harus diadakan pemotretan yang menunjukkan prestasi pekerjaan (minimum dari 5 jurusan) masing-masing menurut pengajuan termijn dengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 3 set berwarna. 2. Untuk memperhitungkan pekerjaan tambah – kurang harga satuan yang telah dimasukkan dalam daftar penawaran/kontrak. pemborong supaya mengajukan kepada Pemberi Tugas agar diperhitungkan pembayarannya.13 DOKUMENTASI 1. 2.160 Pasal II.12 PEKERJAAN TAMBAHAN DAN PENGURANGAN 1. (pembidikan dari titik tetap). Bilamana harga satuan belum tercantum dalam surat penawaran yang diajukan. pemborong dapat mengajukan pembayaran tambahan. pada penyerahan . Sebelum pekerjaan dimulai. maka akan diselesaikan secara musyawarah. Harga pekerjaan tambahan yang diperintahkan secara tertulis oleh Pemberi Tugas/Pimpinan Kegiatan/Pengelola Kegiatan. keadaan lapangan atau tempat pekerjaan masih 0 % supaya diadakan pemotretan di tempat yang dianggap penting menurut pertimbangan Direksidengan ukuran 9 x 14 cm sebanyak 4 set berwarna.

Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:200 sebanyak 8 exemplar. pemborong harus mendak dan foto 10 R sejumlah 5 buah dan sudah dipigur. 3. Kartu/ legger sebanyak 8 exemplar 7. Akte/ Keterangan tanah sebanyak sebanyak 8 exemplar 6. 2. sebanyak 8 exemplar 9. Foto copy ijin bangunan sebanyak 8 exemplar 5. Foto pemasangan instalasi listrik sebanyak 8 exemplar 8.161 pertama. Pasal II. As built drawing 10. Surat pernyataan dari instalatur bahwa pemasangan sudah 100 % selesai. 4.14 PENDAFTARAN GEDUNG PEMERINTAH Konsultan pengawas diwajibkan untuk membantu pengelolaan kegiatan menyelesaikan pendaftaran gedung-gedung Negara untuk mendapatkan himpunan daftar nama dari Direktorat Tata Bangunan di Jakarta : 1. Gambar situasi sesuai dengan pelaksanaan skala 1:500 sebanyak 8 exemplar. Daftar perhitungan luas bangunan luar dan dalam. Foto copy kontrak dan berita acara penyerahan ke 1 dan 2 .

162 Pasal II. 3. pemborong hanya dapat dibayar untuk pekerjaan yang telah selesai dan telah diperiksa serta disetujui oleh Pemberi Tugas sedangkan harga bahan bangunan yang berad di tempat menjadi resiko pemborong sendiri. Pada pengabutan pekerjaan tersebut. Mengurus IMB dengan biaya dari pemborong / Kontraktor . CONTOH SURAT PENAWARAN 1. Tanggung jawab Kontraktor : Rekanan/Kontraktor bertanggung jawab atas bangunan tersebut selama sepuluh tahun sesuai dengan pasal 1609 KUHP Perdata. 2.16 TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR. Pasal II. 2. Pemberi Tugas berhak membatalkan atau mencabut pekerjaan dari tangan pemborong apabila ternyata pihak pemborong telah menyerahkan pekerjaan seluruhnya atau sebagian kepada pemborong lain semata-mata hanya mencari keuntungan saja dari pekerjaan tersebut. Penyerahan bagian-bagian seluruh pekerjaan kepada pemborong lain (onder eanemer) tanpa izin tertulis dari pihak Pemberi Tugas tidak diizinkan. CONTOH SURAT PENAWARAN : .15 PENCABUTAN PEKERJAAN 1. sedang proyek membantu dengan pengurusan kelengkapan dokumen yang diperlukan.

Mengindahkan syarat-syarat dan keterangan-keterangan di dalam dokumen lelang dan perubahan-perubahan atau tambahan-tambahan yang tercantum dalam berita acara aanwijzing. …………………. Akan tunduk pada pedoman penunjukan langsung untuk pelaksanaan pekerjaan bangunan-bangunan negara.. 2. 3. dengan mengambil tempat di……. SEMARANG Untuk mengikuti penunjukan langsung terbatas yang di adakan pada hari….163 KERTAS KOP NAMA PERUSAHAAN Nomor : Lamp : Perihal : Surat Penawaran Pekerjaan Kepada ……………………. Jl.tanggal…… bulan…. Dengan ini menyatakan : 1. . : ………………. di Berkedudukan : ……………….tahun….. : ……………….yang bertanda tangan bawah ini: Nama Jabatan Alamat : ………………. Memperhitungkan pekerjaan pengurangan atau penambahan yang mungkin ada atas dasar bestek. pada tanggal …….

menandatangani bahan-bahan bangunan dan peralatan yang diperlukan untuk : a. Sanggup dan bersedia melaksanakan. Hormat Kami. Lokasi c. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai kontrak. Denagn harga borongan d. Jangka waktu pemeliharaan : selama : kalender Semarang. CV/ PT. 2004 Materai Rp. Penawaran tersebut mengikat sampai pekerjaan selesai sesuai dengan kontrak. .01. 5. Pekerjaan b.Cap perusahaan Nama Terang Direktur 4.164 4. 6000. Jangka waktu pelaksanaan : : : Rp : ( (terbilang) ) hari kalender ( ) hari e. Telah menyerahkan surat jaminan penawaran berupa surat jaminan Bank sebesar Rp ………… 6.3 SYARAT-SYARAT TEKNIS UMUM Pasal III. 7.

Instalasi Telepon d. Tarikan Feder Genset c. pengolahan pengangkutan semua bahan. Instalasi non Standart a. Sarana dan Fasilitas . Sound system Gedung f. Juga disini dimaksudkan pekerjaan-pekerjaan atau bagian-bagian pekerjaan yang walaupun tidak disebutkan di dalam bestek tetapi masih berada di dalam lingkungan pekerjaan haruskah dilaksanakan sesuai petunjuk Pengguna Anggaran. Pembangunan yang dilaksanakan ialah : Pembangunan Gedung 5 (lima) Lantai (Dekranasda) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Tengah a. Yang pada umumnya langsung atau tidak langsung termasuk di dalam usaha penyelesaian dengan baik dan menyerahkan pekerjaan dengan sempurna dan lengkap. Pemberian pekerjaan meliputi : Mendatangkan. Instalasi Komputer e. pengerahan tenaga kerja.165 PENJELASAN UMUM 1. pengadaan semua alat-alat bantu dan sebagainya. Alat Pemadam dan pipa splinker (2 gedung) 3. Pembangunan Gedung Dekranasda Lima Lantai 2. Instalasi dan Panel b. Pekerjaan yang dilaksanakan terdiri dari : 1. 2.

Pembuatan rumah pompa 3. Penyambungan air bersih.166 a. Pasal III. Pekerjaan prasarana 1. Penataan sekat ruangan b.5 d. 4. Instalasi air bersih dan air kotor termasuk instalasi air bersih untuk halaman. 3. Pekerjaan halaman meliputi : saluran air hujan dll. titik stop kontak dan lampu-lampunya juga dan sub panel. 5. Pekerjaan instalasi listrik yang terdiri dari pekerjaan titik lampu. Perapian Delatsi c. Landscaping h. Pavingisasi f.02 TEMPAT KEGIATAN . Pembuatan Pos Jaga (2 buah) e. Saluran g. 2. Pekerjaan penangkal petir sampai disetujui oleh instansi yang berwenang. serta stop kontak daya pada semua ruang. Pembenahan Space Frame Lt.

167 Pekerjaan ini dilaksanakan di Jalan Pahlawan No. sebanyak 2 buah di ujungujung bangunan yang tempatnya akan ditentukan kemudian oleh pengawas lapangan dan harus dijaga serta dipelihara selama waktu pelaksanaan hingga pekerjaan selesai seluruhnya untuk penyerahan pekerjaan yang pertama. Los Kerja dan Gudang. 3.00 (peil lantai dasar/lantai 1 (satu) atau dari peil (data).01 PEKERJAAN PERSIAPAN KONTRAKTOR 1. Tanda tetap dibuat dari beton 20 x 20 x 150 cm. Kontraktor harus membersihkan lapangan dari segala hal yang bisa menggangu pelaksanaan pekerjaan. serta mengadakan pengukuran untuk membuat tanda tetap sebagai dasar ukuran ketinggian lantai dan bagian-bagian bangunan yang lain. 2. Kontraktor harus membuat bangunan darurat untuk keperluan sendiri sehubungan dengan pekerjaan pelaksanaan pekerjaan ini berupa kantor administrasi Lapangan. . Untuk dasar ukuran sumbu-sumbu bangunan harus dibuat papan dasar pelaksanaan (Bouwplank) yang harus dibuat dari bahan kayu meranti tebal minimum 3 cm dengan permukaan atasnya diserut sipat dasar (Waterpass). Sebagai ukuran dasar + 0. 4. selanjutnya lokasi/tempat kegiatan akan ditunjukkan pada waktu aanwijzing. 4.4 SYARAT-SYARAT TEKNIS PELAKSANAAN PEKERJAAN Pasal IV. 5.04 Semarang.

Pengeringan dan pengontrolan drainase. sesuai dengan gambar rencana. dengan dibuktikan tes standard Proctor di laboratorim. . sloof. Penggalian dan penimbunan. Pemindahan materil-material yang tak berguna dan puing-puing. Pasal IV.168 6. e. d. Pemborong harus menyediakan alat-alat ukur sepanjang masa pelaksanaan berikut ahli ukur yang berpengalaman dan setiap kali apabila dianggap perlu siap untuk mengadakan pengukuran ulang. Lingkup Pekerjaan Termasuk di dalam kegiatan ini adalah pekerjaan galian pondasi. c. Melindungi benda–benda berharga yang berada di lapangan dan bendabenda berfaedah lainnya. Pengadaan material bahan pengisi dan mengangkutnya ke dalam lapangan serta menimbunnya di daerah lapangan dengan pemadatan yang cukup seperti dicantumkan dalam syarat-syaratnya. b. Pemadatan. Pembongkaran dan memindahkan semua hal yang mungkin merintangi jalannya pekerjaan. (untuk penimbunan dengan tanah urug).02 PEKERJAAN TANAH 1. f. Persyaratan pekerjaan tersebut minimal seperti yang akan dijelaskan sebagai berikut : a.

b.169 g. Penggalian dan Pembersihan 1. Syarat-Syarat Pelaksanaan a. pemborong harus mencegahnya agar pekerjaan tetap lancar. 4. haruslah sedemikian rupa sehingga menjamin barang-barang berharga yang mungkin berada di lapangan terhindar dari kerusakan. dan dibersihkan dari lapangan. di dalam atau di luar lapangan pekerjaan semuanya harus dipikul oleh kontraktor. Apabila selama pelaksanaan penggalian terjadi kelongsoran tebing. 2. Reparasi kerusakan pada benda-benda milik kepentingan umum. . Seluruh rintangan yang ada dalam lapangan yang akan merintangi pekerjaan harus disingkirkan. Pemeriksaan Lapangan Pemborong harus mengadakan pemeriksaan dan pengecekan langsung ke lapangan guna menentukan dengan pasti kondisi lapangan. Menyediakan material-material yang baik. Pelaksanaan penggalian pondasi plat lajur baru bisa dimulai setelah asas ditetapkan secara cermat dan disetujui oleh Pengawas Lapangan. Perlindungan harus diberikan kepada hal-hal seperti itu. 2. bahan-bahan yang kelak akan dijumpainya dan keadaan lapangan sekarang yang nanti mungkin akan mempengaruhi jalannya pekerjaan. 3. kecuali hal-hal yang mungkin akan ditentukan kemudian untuk dibiarkan tetap. 5. Pelaksanaan pekerjaan penggalian jalur pondasi.

7. keluar lapangan. harus menurut petunjukpetunjuk Pengawas Lapangan. Perlindungan Terhadap Benda-benda Berfaedah 1. Bila pekerjaan pelayanan umum terganggu sebagai akibat pekerjaan Pemborong harus segera mengganti kerugian-kerugian yang terjadi dapat berupa perbaikan dari barang yang rusak akibat pekerjaan Pemborong. Kecuali ditunjukkan untuk dipindahkan. Pemindahan semua material-material akibat penggalian dan semua benda-benda yang merintangi pekerjaan. Pemborong harus bertanggung jawab untuk mengambil setiap langkah apapun untuk menjamin bahwa pekerjaan yang sedang berlangsung tersebut tidak terganggu. c. atau dengan cara lain yang dapat diketahui oleh Pemborong dan ternyata diperlukan perlindungan atau pemindahan. 3. semak-semak. 2. Seluruh pohon-pohon.170 6. Bila sesuai alat/pelayanan dinas yang sedang bekerja ditemui di lapngan dan hal tersebut tak dijumpai pada gambar. rumput-rumput. seluruh barang-barang berharga yang mungkin ditemui di lapangan harus dilindungi dari kerusakan. dan bila sampai menderita kerusakan harus direparasi/diganti oleh pemborong dengan tanggungan biayanya sendiri. . dan seluruh tumbuh-tumbuhan yang semacam itu harus dipindahkan seluruhnya dari daerah yang akan ditimbun.

171

4. Sarana (Utilitas) yang sudah tak bekerja lagi yang mungkin ditemukan di bawah tanah dan terletak di dalam lapangan pekerjaan harus dipindahkan keluar lapangan ketempat yang disetujui oleh Pengawas Lapangan atau tanggungan Pemborong. d. Pemeriksaan Permukaan Tanah dan Air Tanah 1. Daerah sekitar bangunan-bangunan yang lebih rendah dari lapisan sekelilingnya harus dilindungi dari kemungkinan terjadinya bahaya erosi. Untuk itu Pemborong harus mempersiapkan saluran

pembuangan yang cukup menghindari terjadinya bahaya erosi tersebut. 2. Pemborong diminta untuk mengawasi hal-hal seperti di bawah ini : a. Tidak diperkirakan air tergenang di dalam/sekitar lapangan pekerjaan kontrak ini. b. Melindungi semua penggalian bebas dari seepage, overflow dan genangan air. c. Lapisan Tanah Teratas (TopSoil) Dalam daerah lapangan pekerjaan, topsoil (lapisan tanah paling atas) harus dikupas sampai kedalaman minimum 20 cm dan digunakan sebagai bahan pengisi untuk daerah yang lain seperti yang akan ditentukan oleh Pengawas lapangan. Setelah topsoil dikupas, daerah tersebut harus dipadatkan sampai setebal 15 cm sebelum pengisian bahan pengisi dilakukan. e. Bahan Pengisi

172

1. Bahan pengisi harus cukup baik, yaitu bahan yang telah disetujui oleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah lapangan atau bahan yang telah disetujuioleh Pengawas Lapangan yang diambil dari daerah diluar Lapangan Pekerjaan dan merupakan bahan yang kaya akan tanah berbatu kerikil. 2. Bahan tersebut harus bebas dari akar-akar bahan-bahan organis, barang-barang bekas/sampah. f. Syarat-syarat Penimbunan dan Bachfill 1. Seluruh penimbunan harus di bawah pengawasan Pengawas Lapangan, dan material bahan pengisi yang dipakai harus mendapat persetujuan dari Pengawas lapangan terlebih dahulu. Pengawas Lapangan juga akan mempersiapkan test-test yang diperlukan yang meliputi test kepadatan yang terdiri atas lap. 1-2 minimal 3 titik, lap. 3-4 minimal 5 titik, lap. 5-6 minimal 7 titik, biaya Pemborong. Jika ternyata tidak memenuhi syarat, maka pemadatan ulang akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan. Pemborong tidak diperkenankan melakukan penimbunan tanpa kehadiran dari Pengawas Lapangan. 2. Pemborong harus menempatkan bahan penimbun di atas lapisan tanah yang akan ditimbun lapis demi lapis dengan tebal max. 20 cm, dibasahi seperti yang diharuskan, kemudian digilas atau dipadatkan sampai tercapai kepadatan yang diijinkan. Untuk pemadatan sirtu di bawah pondasi dengan stamper, sedangakan untuk pemadatan halaman parkir dengan mesin wals 4 s/d 6 ton.

173

3. Penggilasan atau pemadatan seluruh daerah lapangan harus dapat mencapai 95 % dari derajat kepadatan maximum Mod. Proctor. Bila ada material pengisi yang tidak memuaskan sebagai bahan pemadatan, maka bahan tersebut harus diganti dengan pasir. 4. Kontraktor diharuskan menggunakan peralatan pemadatan dengan mesin untuk seluruh pemadatan, atau menggunaka stamper. Pemadatan tangan atau dengan menggunakan timbres, sama sekali tidak diperkenankan. 5. Pemadatan harus dilaksanakan lapis demi lapis dan setiap “lapis jadi” tidak lebih tebal dari 20 cm dibasahi dan dipadatkan merata sampai mencapai kepadatan yang disyaratkan. 6. Pembersihan Seluruh sisa penggalian yang tidak terpakai buat penimbunan dan penimbunan kembali, juga seluruh sisa-sisa puing-puing, runtuhanruntuhan, sampah-sampah harus disingkirkan dari lapnagan pekerjaan. Seluruh biaya untuk ini adalah tanggung jawab Pemborong.

Pasal IV.03. PEKERJAAN PONDASI DANGKAL
1. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah pekerjaan pondasi meliputi : pekerjaan pondasi batu kali untuk dinding dll.

174

b. Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai dengan RKS dan gambar-gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Pedoman Pelaksanaan a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan pondasi kontraktor harus mengadakan pengukuran-pengukuran untuk as-as pondasi seperti pada gambar konstruksi dan harus dimintakan persetujuan Pengawas Lapangan b. Kontraktor wajib melaporkan kepada Pengawas Lapangan bila ada perbedaan gambar-gambar dari konstruksi dengan gambar-gambar arsitektur atau bila ada hal-hal yang kurang jelas. 3. Penggalian a. Penggalian tanah dasar pondasi dilakukan sampai kedalaman dasar lapis pasir b. Jika pada kedalaman tersebut ternyata masih diketemukan lapisan tanah jelek, maka perlu konsultasi dengan Perencana untuk mendapatkan pengarahan lebih lanjut. c. Lebar penggalian dibagian bawah minimal leber pondasi ditambah 2x 10 cm. d. Lebar penggalian disebelah atas disesuaikan dengan keadaan tanah. e. Tanah dasar pondasi harus dipadatkan dengan stemper atau vibro roller hingga mencapai kepadatan 99 % dari standard proctor f. Jika penggalian mengalami kedalaman yang ditentukan sedangkan lapis tanah yang baik sudah dicapai pada peil yang ditentukan, maka galian

175

yang terlalu dalam harus ditimbun dengan pasir pasang dan dipadatkan hingga mencapai kepadatan 95 %. 4. Pengurugan Kembali a. Semua bekas-bekas sumur harus diurug dengan pasir pasang. b. Lapisan sirtu dibawah harus dipadatkan dengan vibro roller/stemper sehingga mencapai kepadatan minimal 90 %. c. Pengurukan kembali dengan tanah : 1. Tanah yang akan digunakan untkm pengurugan harus mendapat persetujuan dari pengawas. 2. Semua bahan-bahan organis, sisa-sisa bongkaran bekisting, puing, semua sampah harus disingkirkan. 3. Bongkaran-bongkaran tanah harus dipecahkan dengan komponenkomponen yang kecil terlebih dahulu. 4. Pemadatan harus dilakukan lapis demi lapis (masimal 20 cm) dengan vibro/stemper dengan memperhatikan kadar air tanah sehingga memperoleh kepadatan minimal 90 %. 5. Pelaksanaan Pondasi a. Pelaksanaan podasi lobang harus dalam kondisi kering b. Ketentuan mengenai struktur dan kualitas beton lihat pasal pekerjaan beton. c. Stek kolom, stek kolom penguat, sparing-sparing yang diperlukan harus terpasang secara bersamaan dengan pekerjaan pondasi.

176

d. Ketentuan mengenai batu kali, lihat ketentuan pasangan batu kali, denga catatan : 1. Tidak boleh ada rongga dalam pasangan tersebut. 2. Batu kali disusun satu per satu dengan penyangga mortar. e. pelaksanaan pondasi juga harus memperhatikan gambar arsitek dan M. E, jika ada kelainan / ketidakcocokan harus dikonsultasikan dengan Perencana. 6. Pondasi Pasangan Batu Kali a. Kegiatan pasangan pekerjaan batu kali dilaksanakan pada pekerjan struktur dinding bata dalam bangunan, bak-bak bunga dll sesuai gambar rencana b. Bahan-bahan yang digunakan : 1. Batu kali dan pasir, harus keras dan kekar serta bermutu kwartsa yang disetujui Pengawas Lapangan /perencana dan owner. 2. Semen, sesuai ketentuan Portland Cement Indonesia : NI 8 – 1972. 3. Air yang dipakai harus bersih yang dapat diminum/tawar. c. Syarat pelaksanaan : 1. Bentuk pasangan batu kali harus sesuai dengan gambar rencana. 2. Adukan mempunyai komposisi minimal 1 Pc : 5 Ps dengan aduk yang sama.

Pasal IV.04. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH

177

1. Lingkup Pekerjaan : a. Termasuk dalam pekerjaan ini adalah pondasi Pancang. b. Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan, peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan pekerjaan beton sesuai denga RKS dan gambar pelaksanaan yang telah disediakan untuk proyek ini. 2. Galian Tanah Pondasi/Poer a. Galian tanah untuk pondasi dan galian-galian lainnya harus dilaksanakan menurut ukuran dalam, lebar dan sesuai dengan peil-peil yang tercantum didalam gambar. Semua tugas-tugas pondasi bangunan lama, akar pohonpohon yuang terdapat dibagian pondasi yang akan dilaksanakan harus dibongkar dan dibuang. Bekas-bekas pipa saluran yang tidak dipakai harus disumbat. b. Apabila ternyata terdapat pipa air, gas, pipa-pipa pembuangan, kabel-kabel listrik, telepon dll yang masih digunakan maka secepatnya

memberitahukan kepada Pengawas atau Perencana/Instansi yang berwenag untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk seperlunya. c. Kontraktor bertanggaung jawab penuh atas segala kerusakan-kerusakan sebagai akibat dari pekerjaan galian tersebut. Apabila ternyata penggalian melebihi kedalaman yang telah ditentukan maka kontrakor harus mengisi/ mengurangi daerah tersebut dengan bahan-bahan yang sesuai dengan syarat-syarat pengisian bahan pondasi yang sesuai dengan spesifikasi pondasi.

Kwalitas Beton a. Bahan yang digunakan adalah beton dengan fc = 22. Dibawah lantai kerja diberi lapisan pasir yang dipadatkan setebal tidak kukrang 20 cm atau sesuai gambar. baik mengenai kedalaman/lapisan tanahnya maupun jenis tanah bakas galian tersebut. sambil disiram air secukupnya dan ditumbuk sampai padat. Kontraktor harus menjaga agar lubang-lubang galian pondasi tersebut bebas dari longsoran-longsoran tanah dikiri dan kanannya (bila perlu dilindungi dengan bahan-bahan penahan tanah) dan bebas dari genangan air (bila perlu dipompa). e.178 d. lapisan dasar dari beton (plain concrete 1:3:5) supaya dibuat sebagai lantai kerja dengan tebal tidak kurang dari 5 cm.5 MPa untuk plat lajur menurut SKSNI T-15-1991-03 dan sebagai tulangan adalah besi dengan fy = 240 MPa untu besi diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk besi diameter 16 mm keatas. dilakukan lapis demi lapis. 3. sehingga pekerjaan pondasi dapat dilakukan dengan baik. Pelaksanaan pengisian kembaki hanya boleh dilakukkan setelah diadakan pemeriksaan dan mendapat persetujuan Pengawas. b. Beton yang digunakan harus ditest mutunya dari benda uji dengan persyaratan sesuai dengan SKSNI T-15-1991-03. 4. Pengisian kembali dengan tanah bekas galian. . Besi beton yang digunakan harus ditest sesuai ketentuan. Lantai Kerja Penggalian tanah sampai lapisan sebagai dasar untuk perletakan merata. c.

b. . 2. minyak. Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat : ƒ Pada SKSNI T-15-1991-03. 3. Besi beton yang digunakan adalah dengan fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dengan tegangan leleh minimum 2400 Kg/cm2 dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm dengan tegangan leleh minimum 3500 Kg/cm2.179 d. Hal-hal lainnya yang tidak disebutkan harus memenuhi persyaratan yang berlaku. Umum Peraturan yang digunakan adalah tata cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung dan untuk hal-hal yang belum terjangkau dapat digunakan peraturan-peraturan. luka. karat dan tidak cacat (retak-retak. Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuanketenutuan dari Direksi. 5. lapisan lemak. mengelupas. dsb). Besi Beton (steel reinforcement) 1. ACI. ƒ Disesuaikan dengan gambar-gambar. dan peraturan lainnya yang relavan. Pekerjaan Pondasi Plat Lajur a. seperti ASTM. ƒ Bebas dari kotoran-kotoran. ƒ Mempunyai penampang yang sama rata.

8. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bilamana dipandang perlu oleh Direksi. Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar dan mendapat persetujun Direksi. Hubungan antar besi beton satu dengan lainnya harus menggunakan kawat besi beton diikat teguh.5 MPa menurut SKSNI T-15-1991-03 dengan deviasi standar sebesar 40 kg/cm2 beton harus merupakan bahan kuat dan tahan . c. 7. 5. Umum ƒ Kekuatan beton untuk pondasi plat dan sloof adalah dengan fc = 22. 6.180 4. Kontrakor diharuskan mengadakan pengujian mutu besi beton yang akan dipakai sesuai dengan petunjuk-petunjuk dari Direksi. Beton 1. dengan panjangnya tidak kurang dari 100 cm. Setelah menerima intruksi tertulis dari Direksi dalam waktu 2 x 24 jam. Besi beton yang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitas. tidak sesuai dengan spesifikasi harus segera dari site. Semua biaya-biaya percobaan tersebut sepenuhnya menjadi tangung jawab Kontraktor. Batang percobaan diambil dibawah kesaksian Direksi berjumlah minimal 3 batang untuk tiap-tiap jenis percobaan yang diameternya sama. Besi beton harus berasal dari satu sumber (manufacture) dan tidak dibenarkan untuk mencampur adukan bermacam-macam sumber besi beton tersebut untuk pekerjaan konstruksi. tidak menggeser selama pengecoran beton dan bebas dari tanah.

alatnya. Selama pengecoran dan pengeringan beton air tanah yang ada harus terus menerus dipompa unuk mencegah rusaknya adukan beton akibat dari laut. ƒ Penggunaan alat.181 terhadap bahan-bahan berbahaya (seperti asam dan garam) karena terletak di dalam tanah. baik nama perusahaan. 2. . ƒ Pemakain beton ready mix harus mendapat persetujuan dari Direks. Pengecoran Beton ƒ Adukan beton harus secepatnya dibawa ketempat pengecoran dengan menggunakan cara (metode) yang sepraktis mungkin. sehingga tidak mungkin adanya pengendapan agregat dan tercampurnya kotoran – kotoran atau bahan lain dari luar. ƒ Pengecoran harus dilakukan dalam keadaan lokasi tidak berair.15-1991-03. ƒ Semua alat–alat pengangkut yang digunakan pada setiap waktu harus di bersihkan dari sisa dari adukan yang mengeras. alamat maupun kemampuan alat. ƒ Adukan (adonan) beton harus memenuhi syarat–syarat PBI-1971 dan SKSNI T.alat pengakut mesin harus mendapat persetujuan dari pengawas. ƒ Panjang stek untuk penyambungan kolom untuk penyambungan batang–batang tulangan minimal 50 kali diameter tulangan (50 d). sebelum alat–alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan.

Kontraktor harus menyedikan vibratorvibrator untuk menjamin efisiensinya tanpa adanya penundaan. melalui acuan dan lain-lain harus 3. hujan atau aliran air dan kerusakan secara mekanis atau pengeringan sebelum waktunya.182 ƒ Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan tertulis pengawas. pengeringan oleh angin. Curing Dan Pendirian Atas Beton ƒ Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari. ƒ Permadatan beton secara berlebih–lebihan sehingga menyebabkan kebocoran–kebocoran dihindarkan. ƒ Beton dipadatkan dengan suatu vibrator selama pengocoran berlangsung dan dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak acuan maupun posisi tulangan. ƒ Pengecoran harus dilakukan kontinyu tanpa berhenti untuk keseluruhan dari seluruh 1 (satu tiang) dan diberi tanda maupun tanggal pengecoran. ƒ Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dan tidak dibenarkan menuangakn adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian yang akan menyebabkan pengendapan agregat. .

6.petunjuk daripengawas dan kerjasama dengan kontraktor / sub kontraktor lainya. 7. tanah harus ditimbun dan dipadatkan sampai peil yang diperlukan. Selesai pekerjaan sloof. 8. Pondasi Mesin–Mesin Pekerjaan ini diselenggarakan oleh kontraktor sipil. . Pekerjaan Sloof Pekerjaan beton bertulang untuk sloof harus menggukan beton dengan mutu fc = 22.183 ƒ Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama 10 hari dengan menyemprotkan air atau menggenangi dengan air pada permukaan beton tersebut. curing dan perlindungan atas beton harus diperlihatkan.stek dinding dan stek kolom praktis ƒ ƒ Besi stek kolom harus memenuhi syarat spesifikasi. Kontraktor harus bertanggung jawab retaknya beton kerena kelaleain ini. Semua harus mendapat persetujuan perencana /pengawas. ƒ Terutama pada pengecoran beton pada cuca panas .5 MPa dan besi beton fy = 240 MPa untuk diameter < 12 mm dan fy = 350 MPa untuk diameter 16 mm keatas. Besi –besi harus ditempatkan seperti pada gambar detail. Besi beton harus terpasang sesuai gambar rencana dan turut dicor pada waktu sloof dicor sampai batas permukaan tanah. Pekerjaan Stek kolom Pekerjaan stek kolom. dengan petunjuk.

Pekerjaan ini meliputi penyidiaan bahan.400 menurut standard cement Portland yang digariskan oleh Asosiasi cement Indonesia. 3. 2. Pedoman Pelaksanaan Pelaksanan pekerjaan ini harus meliputi: semua ketentuan dalam SKSNI T-15-1991-03 terutama yang menyangkut pekerjaan beton struktur.184 ƒ Besi stek harus dijaga letaknya dan harus tetep lurus setelah selesai pekejaan sloof. Termasuk dalam lingkup pekerjasan ini adalah : Semua pekerjaan beton struktur yang ada masing–masing jenis pekerjaan yang tercantum dalam pasal-pasal buku RKS ini. memenuhi S. peralatan dan tenaga kerja serta pelaksanaan beton sesuai RKS dan gambar–gambar pelaksanaan yang telah sediakan untuk proyek ini. Semen 1. Semen yang digunakan untuk proyek ini adalah Portland cement II menurut NI 8 atau type I menurut ASTM. Pasal IV. b. Lingkup Pekerjaan a. PEKERJAAN BETON STRUKTUR ATAS 1. Bahan – Bahan yang digunakan a.05. .

Pasir beton (aggregate halus). 2. b. Batas. 4. Merk yang dipilih tidak dapat ditukar – tukar dalam pelaksanaan tanpa peresetujuan pengawas lapangan.kadar Lumpur tidak boleh melebihi 40% berat pasir beton. Persetujuan PC hanya akan diberiakan apabila diperoleh merk yang telah dipilih dan telah digunakan. Merk emen yang telah diusulkan sebagai merk semen yang telah digunakan harus disertai jaminan dari pemborang yang telah dilengkapi dengan data teknis yang membuktikan bahwa mutu semen pengganti setaraf mutu semen yang digantikannya. Aggregates Aggregates yang digunakan harus sesuai dengan syarat – syatat dalam SKSNI T-15-1991-03. 5. Koral atau crushed stone (aggregate kasar): dipasaran tidak ƒ Harus mempunyai susunan gradasi yang baik. cukup syarat kekerasanya dan padat (tidak porous). diluar lapis pembesian yang berat batas maksimum tersebut 3 cm dengan gradasi baik.5 cm . 3. Dimensi maksimal 2. ƒ Khusus untuk pekerjaan beton. .batas pengecoran yang memakai semen berlainan merk harus disetujui pengawas lapangan.185 2. dan tidak lebih seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian kontruksi yang bersangkutan. terdiri atas: 1.

d. maka disamping adanya certificate . juga harus dimintakan certifikate dari labolaturium pada saat pendatanganan secara priode minimal 2 contoh percoban tarik untuk setiap 20 ton besi. Pengiriman dan penyimpanan pada umunya harus sesuai dengan jadwal pelaksanan b. 4. pemotongan dengan gunting atau besi cutter atau gergaji besi. Penggunanan harus sesuai dengan petunjuk teknis pabrik.2 untuk beton biasa.186 ƒ Pada bagian dimana pembesianaan cukup digunakan spit pecah/giling mesin. Untuk pemotongan tulangan tidak boleh mempergunakan alat pemanas (las). Untuk mendapatkan jaminan kwalitas besi yang diminta. Tata Cara Pengiriman dan Penyimpanan Bahan a. juga bukti penggunaan selama 5 tahun di Indonesia. Besi Beton Besi beton yang digunakan ialah besi beton ulir mutu fy = 350 MPa exkratau steel/setara. untuk diameter lebih besar atau sama dengan 16 mm dan fy = 240 MPa untuk diameter lebih kecil dari 13 mm. Namun sebelumnya kontraktor diwajibkan mengajukan analysis kimia serta test. berat (cukup ruwet) c. Penyimpanan semen : .untuk setiap jenis diameter dari pabrik. Admixture Pemakaian bahan tambahan untuk perbaiakan mutu beton dari merk sementara super plstet SR (kedap air) dan plstet no.

bagian tersebut harus dapat ditekan hancur oleh tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah yang mulai menheras ini tidak lebih dari 5% berat semen. Aggragates harus ditempatkan dalam bak–bak yang terpisah arid an yang lain jenis/gradasinya dan dciatas lantai beton ringan untuk menghindari tercampurnyaq dengan tanah. Semen harus dalam keadaan belum mulai mengeras bilaq ada bagian yang mulai mengeras. Berat semen harus sama dengan yang tercantum dalam sak. minyak atau zat asing lainya. berventilasi yang cukup dan lantai harus bebas dari tanah. 2. 5. Semen harus disimpan dalam gudang yang kering . terlindung pengaruh cuaca. Pada bagian semen yang mengeras tersebut harus dicampurkan semen dalam yang sama dengan syarat bahwa kwaliatas beton yang diminta perencana. Bekisting yang Digunakan .187 1. 4. c. Semen harus didatangakan dan disimpan dalam kantong/sak yang utuh. Beton harus disimpan bebas dari Lumpur. Besi beton disimpan dengan menggunakan bantalan–bantalan kayu sehingga terbebas dari tanah (minimal 20 cm) 2. 3. Penyimpanan besi beton 1. d.

balok atau kolom beton yang bersangkutan. b. Pada bagian terendah . Pemilihan susun yang tepat dari penyangga–penyangga atau silangsilangan bekisting menjadi tanggung jawab pemborong. d. harus ada bagian yang mudah dibuka untuk inspeksi dan pembersihan. Brekistig harus dibuat dari papan kayu kalimatan dengan rangka kayu yang kuat dan tidak mudah berubah bentuk dan jika perlu menggunakan baja. Air pembasahan tersebut harus diusahakan agar mengalir sedemikian rupa agar tidak menggenangi sisi bawah dari bekisting. e. Susuanan bekisting dengan penunjang–penunjang harus teratur hingga pengawasan mudah dilakukan. h. juga harus cukup rapat untuk menghindarkan keluarnya adukan (mortal leakage). Penyusunan bekisting sedemikian rupa sehingga pada waktu pembongkarannya tidak akan merusak dinding. . g. Semua bekisting harus diberi penguat datar dan silang sehingga kemungkinanya bergeraknya bekising Selama dalam pelaksananan dapat dihindarkan. c. Bekisting harus dibuat sedemikian rupa tidak ada perubahan yang nyata dan dapat menampung bahan–bahan sementara sesuai dengan jalanya kecepatan pem betonan.pada setiap pasta pengecoran dari bekisting kolom atau dinding.188 a. Kayu bekisting harus bersih dan dibasahi air terlebih dahulu sebelum pengecoran. f.

maka tidak boleh dibongkar selama keadaan tersebut berlangsung. Kualitas Beton a. dan perhatian kontraktor mengenai pembongkaran cetaka ditunjukan ke SKSNI T -15 -1991-03 dalam psal yang bersangkutan.benda uji menurut ketentuan yang telah disebutkan dalam SKSNI T-15-1991-03.5 MPa. b. tapi dengan danya persetujuan tidak berati kontraktor terlepas dari tanggung jawabnya.5 MPa. Kecuali ditentukan lain dalam gambar.189 i. Pembokaran bekisting: Cetakan tidak boleh dibongkar sebelum beton mencapai kekuatan kusus untuk memikul 2 x beban sendiri. . Pembongkaran harus memberi tahu petugas/arsitek bila mana ia akan bermasuk membongkar cetakan pada bagian–bagian konstruksi yang utama persetujuannya. Bila akibat pembongkaran cetakan. kwalitas beton dengan fc = 22. pada bagian kontruksi akan bekerja beban yang lebih tinggi dari pada beban rencana. 6. Sedang beton praktis dengan fc = 17. Pemasangan Pipa-Pipa Pemasangan pipa dalam beton tidak boleh merugikan kekuatan konstruksi. Selama pelaksanaan harus dibuat benda. Perlu ditentukan bahwa tanggung jawab atas keamanan kontruksi seluruhnya terletak pada pemborong. c. 7. Pemborong memberikan jaminan atas kemampuanya untuk memenuhi kwalitas beton ini memperhatikan data pelaksanan dilain tempat atau dengan mengadakan trialmik.

3.190 d. Pengambilan benda –benda uji harus dengan priode antara yang disesuaikan dengan kecepatan pembentukan . Setelah atasnya diratakan. 5. Setiap lapis ditusuk.5 cm . Selama pelaksanan harus ada pengujian slump. Cetakan diisi sapai kurang lebih 1/3 nya kali dengan besi berdiameter 16 mm panjang 30 cm dengan ujungnya yang bulat(seperti peluru). segera cetakan diangkat perlahan –lahan. Cara pengujian slump sebagai berikut: 1. laporan tersebut harus disahkan oleh pengawas lapangan laporan tersebut harus dilengkapi dengan harga karakteristiknya.maximal 12.tusuk 25 kali dan setiqap tusukan harus masuk dalam satu lapis yang dibawahnya. Pengujian kubus tau slinder percobaan harus dilakuakan dilaboraturium ang disetujui oleh pengawas lapangan. Cetakan slump dibasahi dan ditempatkan diatas kayu yang rata atau plat beton. g. dan diukur penurunannya (slumpnya).5 cm. . Kontraktor harus membuat lapoaran tertulis atas data-data kwalitas beton yang dibuat. e. Pada masa permulaan pemborong harus membuat minimal 1 benda uji per 1.5 m3 beton sehingga dengan kecepatan dapat diperoleh 20 benda uji yang pertama. 2. Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. f. Beton diambil tepat sebelum dituangkankedalam cetakan (beton). 4. minimum 7.

harus sesuai dengan SKSNI T-15-199-03. k.cara yang telah ditentukandalam SKSNI T-15-1991-03 dengan biaya ditanggung pemborong. 8. sepanjang tidak ditentukan dalam gambar. Pemadatan beton harus menggunakan vibrator. jika hasil kuat tekan benda uji tidak mem berikan kekutan yang diminta. maka pemborong harus mengadakan pecobaan slinder umur 7 hari dari dengan ketentuan–ketentuan dengan hasil yang tidak kurang 65% kekuatan yang diminta pada hari 28. Pengadukan dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah seluruh komponen masuk dalam mixer. Jika dianggap perlu.191 h. selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam uara terbuka. Perawatan kubus atau slinder percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi tidak tergenang air. j. Penyampaian beton adukan dari mixer ketempat pengecoran harus dilakuakn dengan cara myang tidak mengakibatkan terjadinya separasi komponen. Siar–Siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting Pembongkaran bekisting dan penempatan siar–siar pelaksanaan. l. Letak siar–siar tersebut harus disetujui oleh pengawas lapangan. i.komponen beton. Penggantian Besi . 9. maka harus dilakuakn pengujian beton ditempat dengan cara. Siar –siar tersebut harus dibasahi terlebih dahulu dengan air semen tepat sebelum pengecoran lanjutan dimulai.

Jika pemborong tidak berasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang ditetapkan dalam gambar. 3. Jika diusulkan perubahan dari jalanya pembesian maka perubahan tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari perencana. secepatnya hal ini diberitahukan kepada pengawas lapangan untuk sekedar informasi. Pemborong dapat menambah extra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang tertera dalam gambar. Pemborong harus menghusahakan supaya besi yang dipasang benar sesuai dengan apa yang tertera dalam gambar. maka dapat dilakukan penukaran diameter besi dengan diameter terdekat dengan syarat: 1. Mengajukan usul dalam rangka kejadian tersebut diatas adalah merupakan jugas kewajiban bagi pemborong. Harus ada persetujuan dari pengawas lapangan. b. kekurang atau penyempurnaan pembesian yang ada maka: 1. c. Dalam hal ini berdasarkan pengalaman pemborong atau pandapatnya mengalami kekeliruan. 2.192 a. Jika hal tersebut diatas akan dimintakan pemborong sebagai kerja tambahan. maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis dari perencana dan disetujui pemberi tugas. .

Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat tersebut atau didaerah overlepping yang dapat menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar. Perawatan Beton a. Beton harus dilindumgi dari pengaruh panas.4 mm mm(tapi tidak termasuk *16 mm) 16 mm sampai 28 mm 29 mm dan 32 mm + 5% + 4% + 0.4 mm + 0. sehingga tidak terjadi penguapan cepat b.5 mm - 10. 3. . d.ukuran sisi Variasi dalam berat Toleransi diameter (atau jarak antara dua yang diperbolehkan permukaan berlawanan) Dibawah 10 mm 10 mm sampai + 7% 16 + 5% yang + 0. Persiapan perlindungan atas kemungkinan adanya hujan harus diperhatikan. Toleransi Besi Diameter.193 2. Jumlah luas besi tersebut tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar.

Adanya atau kehadiran pengawas lapangan selaku wakil Bouwher atau perencana yang sejauh melihat/mengawasi/mengatur atau memberi nasehat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas. plat beton atap. serta tempat – tempat lain yang diperkirakan akan selalu berhubungn dengan air dan tanah. Pemborong bertanggung jawab penuh atas kwuwalitas kontruksi sessuai dengan ketentuan–ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar. b. talang beton. c. Tanggung Jawab Pemborong a. leufel –leufel yang menjorok keluar bangunan. . plat beto kanopi.gambar kontruksi yang diberikan. LAPISAN KEDAP AIR / WATER PROOFI NG 1. Beton harus dibasahi terus menerus selama minimal 10 hri sesudah pengecoran 11.194 c. Pasal IV. Bagian–Bagian yang Perlu Diberi Lapisan Kedap Air Lapisan kedap harus dipasang pada tempat – tempat: Lantai ruang toilet dan janitor. talang seng. maka ketentuan tambahan tersebut menjadi tanggung jawab pengawas lapangan. 06. ketentuan tambahan ini harus dibuat secara tertulis. Jika pengawas lapangan memberi ketentuan–ketentuan tambahan yang menyimpang dari ketentuan yang telah digariskan diatas atau yang telah terera dalam gambar.

e. Bahan water proofing yang digukan harus mempunyai jaminan/garasi tertulis dari pabrik selama minimal 5 tahun. tonjolan– tonjolan harus dirapikan dengan gerinda terlebih dahulu. Pekerjaan yang disebut dalam pint 2 tesebut harus disetujui dahulu oleh pengawas lapangan/konsultan perencana sebelum pemasangamn lapisan kedap air dilaksanakan. Bidang permukaan beton yang akan diberi water proofing seharusnya kering dan bersih dari kotoran. d.195 2. lubang–lubang dan celah–celah harus ditambal dengan aduakan atau acian terlebih dahulu. sehingga setinggi mnimal 20 em dari permukana bidang tersebut. c. Kalau terdapat pipa–pipa konduit atau benda–benda lain yang menembus lapisan kedap air atau jika drain keluar dari water proofing. b. Lapisan kedap air harus dipasang pula pada bidang–bidang vertika yang mengelilingi lantai toilet. Bahan kedap Air Yang Digunakan a. Water proofing system coating 3x b. 3.kotoran. Syarat Pelaksanan a. maka pada keliling benda–benda yang sudah terpasang mutu harus diberi flashing. Bahan kedap air harus dikerjakan oleh tenaga kerja yang berpengalaman dan cara pemasangan harus sesuai dengan petunjuk yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya. f. Hasil akir dari pekerjaan lapisan kedap air harus merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang rata /tidak bergelombang serta tadak berlobang – . plat beton atap. lantai janitor.

6. Apabila ada pekerjaan finising yang rusak akibat perbaikan water proofing tersebut. 5. Pemborong harus mengadakan pengujian terhadap pekerjaan–pekerjaan waterproofing yang telah dilaksanakan. maka kerusakan perbaiakan finising tersebut harus segera diperbaiki. Pengujian dilaksanakan dengan cara pengisian air keatas bidang akan diuji tersebut hingga mencapai ketinggian 5 cm. . Pengujian Terhadap pekerjan Water proofing a. kemudian dilihat hasilnya selama 3 x 24 jam. Perbaikan harus dilaksanakan sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu pekerjaan finising lainya. Syarat Pemeliharaan Pemborong harus menjaga pekerjaan water proofing yang sudah selesai dilaksanaakan sehingga terhindar dari kejadian-kejadian yang bisa menimbulkan kerusakan.196 lubang atau bercelah–celah pada sambunganya ataupun keretakan– keretakan lainya yang mungkin bisa menimbulkan kebocoran. Perbaikan Pekerjaan Setiap permukaan water proofing yang rusak harus diperbaiaki dengan cara– cara yang dianjaurkan oleh pabrik. b. 4.

c. Ruang Lingkup Pekerjan meliputi penyedian semua tenaga kerja.197 Pasal IV . dan dilindungi terhadap karat baik sebelum maupun sesudah terpasang. Elektroda –elektroda harus standart internasional dengan yield stress 3.90 t/cm2. bahan instalasi kontruksi dan perlengkapan untuk pembutan (dengan mesin) pembangunan dan pengecetan semua pekerjaan baja srukutur. Biaya yang dipakai harus dari baja yang sesuai dengan standard internasional yang telah disetujui. Bagian–bagian baja kontruksi dan plat-plat harus dari baja lunak dan sesuai dengan daftar untuk kontruksi baja 1969. Bahan. PEKERJAAN BAJA STRUKUTR (KAP BAJA DAN ATAP) 1. Tegang putus baja minimum 3700 kg/cm2 (yield strees 2400 kg/cm2) untuk setiap perubahan pemakaian baja untuk kontruksi bangunananya harus harus dengan persetujuan konsultan /ahli b. 3. . termasuk pemasangan alat–alat (fixing) dari benda 2.07. Allowable tensil stress 2. Segala hasil pekerjaan mutunya sebanding dengan standard hasil pekerjaaan ahli/ tukang yang baik. Keahlian / Pertukangan Semua pekerjaan yang diterima untuk melakukan pekerjaan haurs ahli (tukang –tukang) yang berpengalaman dan mengerti benar–benar pekerjaanya.Bahan a.25 t/cm2 tidak berkarat.

Pekarjaan Las a. Pekerjan las sebanyak mungkin didalam bengkel Pekerjaan las dilapang harus cukup baik dan tidak boleh dilakukan sewaktu dalam keadaan basah atau hujan. tidak dicat. 4. 5.198 Hanya digunakan baut dari satu produk dengan tanda kode yang jelas terdapat alam baut. Las perapat / pengedap : Dalam setiap pondasi dimana 2 (dua) bagian (dari satu benda berekatan. Pembersihan Sebelum mengecat semua pekerjan harus disikat dengan sikat kawat secara baik-baik dimana segala kulit oksid besi (berasal dari pabrik) dan tanda tangan pengeratan. b. perapat/pengendap guna mencegah masuknya lengas) terlepas apakah itu diberikan detailnya atau tidak. c. 6. Minyak gemuk dan debu halus di permukaan harus segera dihilangkan sebelum pengecatan. Pengecatan Pekerjaan Baja Struktur . Permukaan yang harus dikelilingi/diselubungi dengan beton harus dibiarkan. Perbaikan las : Bila las–lasan apapun membutuhkan perbaikan maka hal ini harus dilakukan sebagianama diperintahkan oleh pengawas lapangan tanpa diberi biaya tambahan. harus dibuat satu.

Harus diberi waktu yang cukup lama antara dua lapisan cat agar bisa menjadi kering terlebih dahulu dan pada waktu tunggu ini tidak boleh kurang dari dua hari. bersihkan semua tempat-tempat yang rusak dan tempat las-lasan dan meni. Gambar Pabrik ( Shoop Drawing) Apa yang diberikan adalah gambar kerja ( working drawing). Pakailah satu lapisan cat yang telah disetujui semua cat harus dari satu pabrik dan harus dipakai persis menurut anjuran dari pabrik pembuatnya. 7. Kalau diameter lubang lebih besar dari diameter baut + 1 ½ maka harus dilas ring yang tepat pada lubang yang kebesaran tersebut ( dilas penuh) baru dipasang bautnya. Notasi dan Toleransi semua yang dinyatakan dalam gambar untuk baut M adalah diameter baut. Pakailah meni dari took untuk lapisan pertama. Gambar Pabrik ( Shop Drawing) yang terperinci harus dibuat oleh Kontraktor secara teliti . Kedua lapisan cat harus menutupi semu permukaan baja. 8.199 Tidak boleh pengecatan atas permukaan apapun yang tidak bersih atau tidak kering sama sekali atau dalam keadaan cuaca menurut pendapat Konsultan mungkin menimbulkan kerusakan pada cat. Setelah didirikan. Baja yang berada pada jarak 5 cm dari satu tempat las-lasan atau yang harus diselubungi dengan beton tidak boleh dicat. dengan diameter lubang baut adalah diameter baut + 1 mm.

2. Pekerjaan meliputi pembuatan penutup atap listplang dan talang. gording dan lain-lain pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan lain. atap. sedang reng ¾. Pasal IV. tenaga kerja dan peralatan untuk pekerjaan ini. pekerjan listrik dan penangkal petir. Bahan-bahan 1. bubungan nok. Bahan kerangka kayu : gording. Pekerjaan yang berhubungan denagan pekerjaan ini : pekerjaan kontruksi. b. pekerjaan talang. Pekerjaan meliputi pemasangan penutup atap.masing denagan ukuran sesuai gambar diawetkan dengan cat meni. papan nok menggunakan kayu jati masing. Lingkup Pekerjaan dan Ketentuan Umum a. listplang. Penutup Atap a. 08. usuk 5/7 menggunakan kayu bengkirai. pekerjaan kerangka baja untuk gording. PEKERJAAN PENUTUP ATAP. Menyediakan bahan.200 dengan memperhatikan working drawing yang diberikan dan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan/Perencana lebih dahulu sebelum dilaksanakan. seperti dalam persyaratan ini atau dalam syarat-syarat dan spesifikasi khusus. Lingkup Pekerjaan 1. b. LISTPLANG DAN TALANG 1. . 2. pekerjaan listplang beton.

Pemasangan Listplang 1. b. Bubungan atap dari bahan yang sama satu produksi bubungan atap/ pertemuan-pertemuan lainnya. Penutup Listplang Dengan Kayu a. Harus menggunakan mutu bahan yang baik dan teliti cara pelaksanaan biar tidak keropos. Bentuk harus teratur menurut fungsi penempatannya dipasang pada kedudukannya harus memakai baut / paku berwarna khusus yang dikeluarkan pabrik pembuatnya agar sesuai dengan warna gentingnya 3.catan. Bahan penutup Listplang 1.konsol beton yang sesuai di dalam jumlah yang cukup untuk menyangga berat. Permukaan terdiri dari permukaan halus dan bagian lainnya kasar serta tidak boleh retak-retak atau cacat bawaan lainnya. Bidang permukaan listplang harus nampak lurus dan rata. sisi permukaan yang halus diletakkan di bagian luar. Dipasang tegak ( vertical ) pada rangka penyangga listplang dengan konsol. Penutup menggunakan genting keramik sekualitas Abadi Jatiwangi sesuai gambar kualitas terbaik dengan warna coklat 3. c. 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan meliputi pemasangan penutup lisplang dari kayu jati kualitas cat yang dilapis dengan cat . harus khusus dari produksi yang sama dengan atapnya begitupun warnanya. 2. .201 2.

alat dan bahan untuk pekerjaan ini 2. Pertemuan antara dua sudut harus siku tidak boleh terdapat celah dan retak dengan bahan grounting. Pekerjan meliputi pemasangan saluran talang mendatar. Bahan untuk saluran talang mendatar dengan kontruksi beton bertulang tebal 18 cm tidak boleh keropos. pekerjaan listplang dan pekerjaan langitlangit. saringansaringan saluran cucuran kebawah. kerangka dan penggantung talang berikut pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan.202 3. Bahan untuk saluran talang digunakan plat beton dan seng BJLS 18 yang dilapisi water proofing ukuran sesuai gambar. Bahan–bahan 1. 2. . 3. Lingkup pekerjaan 1. Pekerjaan Talang a. 3. Pekerjaan yang berhubungan dengan ini : Pekerjan kontruksi atap. Meliputi penyelidikan secara lengkap tenaga. b. 4. Bahan untuk saluran talang tegak digukan pipa PVC 4” jenis AW exwapin atau setara.

sedang pasangan bata merah dan bagian lain seperti yang ada dalam gambar pelaksana. 2.203 Adapun cara pelak sanaan harus hati–hati. Jenis Pasangan dan Penggunaanya. Pemasangan talang Semua pekerjaan dari plat beton yang water proofing harus dibuat dan dipasang menurut standard yang paling baik. Pinggiran dan gulungan harus lurus dan tidak ada lekukan. b. a. Jenis Adukan Yang Digunakan a. c. Pasangan batu kali untuk pondasi. tidak ada lubang yang tercecer atau berlimpah. dinding–dinding luar bangunan dan bagian lain seperti ditunjukan dalam gambar. 09. Pasal IV. Pasangan bata merah untuk sebagian besar dinding yang ada dalam bangunan ini seperti yang ada dalam gambar pelaksana. PEKERJAAN PASANGAN 1. Adukan bisa dengan campuran 1 pc:5 ps.pasangan bata merah trastram untuk dinding toilet. harus betulbetul kedap air. .

b. permukaan halus tidak berlubang–lubang. kuat tidak mudah pecah. b.204 Digunakan seluruh pasanagan pondasi batu kali. Digunakan untuk pasangan bata merah mulai dari ujung atas balok pondasi sloof sampai 20 cm diatas lantai dasar. dan seluruh dinding lantai dasar sampai setinggi plus 40 cm dari permukaan tanah. Digunakan untuk permukaan–permukaan dinding bata merah. Batu Kali Batu kali yang digunakan harus dari jenis yang keras. seluruh permukaan dinding dibagian luar bangunan. serta digunakan dalam pemasangan keramik. dan bata merah. Plesteran bisa digunakan dengan campuran 1 pc: 5 ps. Jenis Plesteran Yang Digunakan a. 4. Adukan khusus dengan campuran 1 pc:2 ps. Digunakan untuk dinding–dinding toilet. Digunakan untuk permukaan dinding ruang–ruang toilet. Adukan trastram dengan campuran 1 pc:3 ps. Plsteran trastram dengan campuran 1pc: 3 ps. . seluruh dinding–dinding luar bangunan dan bagian–bagian seperti ditunjukan dalam gambar rencana. c. 3. Kwalitas Bahan yang Digunakan a.

205 b. Bahan Untuk Adukan. Bahan campuran (air. semen dan pasir) yang digunkan untuk adukan harus memenuhi ketentuan seperti untuk bahan campuran beton dalam buku RKS ini ataupun dalam SKSNI T-15-1991-03. Plesteran dan Acian. 2. dan terbuat dari campuran tanah liat yang dibakar dan mencapai kematangan sesuai standard dan disetujui pengawas. Mempunyai sifat kondisi rendah. sudut–sudutnya tidak tumpul. Ukuran seragam dengan standard nominal. Seluruh permukan datar/rata tidak melengkung. 5. Bilamana terdapat bahan yang tidak sesuai standard tersebut diatas maka Direksi dapat mentukan jenis–jenis yang ada dipasaran local dengan syarat–syarat yang ditentukan. sifat isolasi suara dan penetrasi air yang rendah. 6. Bata Merah Batu bata yang digunakan harus memenuhi syarat–syarat sebagai berikut: 1. Mutu setarap produksi/local dengan persetujuan Direksi. . c. 3. 4. tanpa cacat/lubang atau mengandung kotoran. yaitu pasir muntilan/sekwalitas. Batu bata harus baru.

o Tidak diperbolehkan memakai potongan bata merah untuk bagian– bagian dinding kecuali untuk bagian dinding yang terpaksa harus . kerikil. Pasangan Bata Merah o Dinding harus dipasang/didirikan dengan ketebalan dan ketinggian sesuai gambar rencana. ukuran dan ketinggian yang diminta sesuai gambar rencana. Contoh–Contoh Bahan Sebelum memulai pekerjaan pasangan. bata merah. 6. Pemasang batu kali untuk pondasi 1.206 5. Bahan yang digunakan untuk pekerjaan ini harus mendapat persetujuan dari pengawas lapangan / perencana. o Masing-masing bata merah dipasang dengan nat/jarak 1cm. o Pemasangan dinding tidak boleh diteruskan disatu bagian setinggi lebih dari 1 m. Pondasi batu kali harus dimulai dan didirikan menurut bentuk. Syarat Pemasangan a. pemborong terlebih dahulu harus menyerahkan contoh–contoh bahan yang akan digunakan (Batu kali. 2. diberi dasar adukan pengikat dengan baik. split ).

tidak melengkung/ bergelombang. harus diberi angkur yang dibuat dari besi beton dengan bentuk. rata. Perawatan Dinding pasangan blok beton ringan dan pasangan batu kali harus dibasahi terus menerus selama paling sedikait 7 hari setelah didirikan. ukuran dan diameter sesuai dengan kebutuhan. . Permukaan beton yang berhubungan dengan dinding bata harus dikasarkan dengan alat yang sesuai agar adukan dinding dapat melekat. pada waktu hujan lebat harus diberi pelindung dengan penutup bagian atasnya dengan sesuatu yang memadai. Kolom Beton/Tulangan Praktis. c. Permukaan dinding yang dihasilkan oleh plesteran dan acian harus benar– benar vertical.207 menggunakan potongan. f. potongan yang diperbolehkan untuk maksud tersebut tidak boleh lebih kecil dari ½ bata merah. b. d. Angkur–angkut dan pengikat Setiap hubungan antar dinding bata merah dengan permukaan beton. datar. e. Perlindungan Bagian dinding atau pasangan batu kali yang sudah terpasang dan terkena udara terbuka.

warna. d. khususnya untuk seleksi kwalitas. Pekerjaan lantai yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: 1. tekstur. bahan lain untuk mendapat persetujuan dari Direksi lapangan. Pasal IV. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan peratan dan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian lantai sesuai dengan gambar kerjaan RKS. Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari produsen/sub kontraktor kepada pemilik proyek untuk masing–masing penggunaan bahan lantai dengan jangka waktu minimal 5 (lima) tahun. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan alat perabot . b. c. Pemborong harus memberikan contoh–contoh bahan lain yang akan dipasang.208 Untuk dinding dengan luas minimal 10 m2 diharuskan pelaksanaan dengan perkuatan kolom beton prakits dengan tulang pokok 40/8 dan begel 0/6– 15cm.10 PEKERJAAN LANTAI 1. Pekerjaan lantai keramik 2.

Keramik yang akan dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik.209 Masing–masing pekerjaan lantai tersebut diatas urainya adalah sebagai berikut: 2. . Data-data Teknis Bangunan o Bahan : Keramik Tile setap ROMAN o Ukuran : 20/20. Pekerjaan Lantai Keramik a.40/40 dengan ketebalan 7 mm. Pekerjaan pemasangan lantai bisa dimulai dan dilaksanakan apabila pemborong telah membawa contoh-contoh keramik yang telah disetujui. retak atau pecah. ruang dapur. toleransi ukuran < 1% dan penyerapan air tidak lebih dari 1%. o Jenis o Warna : Keramik Single Firing HEAVY DUTY : Harus sesuai dengan petunjuk Direksi lapangan atau pemilik proyek. bentuk dan ukuran masing–masing unit yang sama. c. b. tidak bagian yang gompal. Pekerjaan lantai keramik dilaksanakan untuk ruang toilet. d. dan ruang–ruang kerja dan mengikuti gambar kerja.

Perlu dihindari pemotongan Graito Tile dan keramik yang < ½ x lebar/panjang ukuran standard. Keramik yang sudah terpasang harus dibersihkan dari segala macam noda pada permukaan keramik. retak dan hasil gelombang. Pemotongan keramik harus dilakukan dengan menggunakan mesin potong. Adukan pasangan/pengikat dengan adukan campuran 1pc:3ps muntilan dan ditambah bahan perekat dengan sekwalitas semerk Corafix. telah dahulu dipasang pasir uruk. g. minimal setebal 10 cm. Bahan keramik yang belum dipasang harus direndam dalam air bersih (tidak mengandung asam alkali) sampi jenuh. f. pemborong harus mengganti/mengulangi pekerjaan dengan biaya ditanggung sendiri oleh pemborong. Apabila hasil pemasang tidak rapi.210 e. tidak membentuk garis lurus. . Sebelum pemasangan keramik untuk toilet (lantai dasar). bekas potongan harus digerinda dan diamplas sampai rata dan halus. selanjutnya membuat lantai kerja minimal tebalnya 5 cm campuran 1:3:5. i. hingga betul–betul bersih. tanah telah dipadatkan. k. j. h. Bahan pengisi adalah Graut semen berwarna yang sesuai dengan warna Granito Tile dan keramik yang digunakan.

Nat belum boleh dikolot terlebih dahulu sebelum mendapat ijin tertulis dari pengawas. Keramik yang sudah terpasang harus dihindarkan dari sentuhan/beban selama 3x24 jam dan dilindungi dari kemungkinan cacat dari pekerjaan lain. 2. Lantai Rabat Beton a. Pemasangan dengan pola–pola tertentu sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. 3. Pekerjaan urukan pasir harus betul–betul padat dengan direndam air hingga jenuh. b.211 l. Pada jalan masuk ramp dan halaman pakir dipasang ubin paving. ukuran dan cara pelaksanaan pelaksanaan sesuai dengan gambar dan petunjuk pengawas. Bahan yang digunakan . Persyaratan Pelaksanaan 1. c. Sebagai dasar digunakan pasir urug dengan minimal tebal 10 cm atau sesuai dengan rencana gambar/petunjuk–petunjuk pengawas lapangan. 3. Pemasangan ubin paving baru boleh dilakukan setelah dapat persetujuan dari pengawas. sedangkan jalan pakir digunakan tegel paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm dengan bentuk.

Pemborong harus menyediakan jaminan tertulis dari prosedur Sub Pemborong kepada Pemilik Proyek untuk setiap penggunaan bahan dinding dengan jangka waktu jaminan minimum 5 tahun. c.II. Lingkup Pekerjaan a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan. d.212 1. b. Pekerjaan dinding bagian dalam bangunan (interior) meliputi pekerjaan dinding dilapis keramik dan dinding cat. peralatan semua pekerjaan yang berhubungan dengan pekerjaan penyelesaian dinding sesuai gambar kerja dan RKS. Alam Daya Sakti/setara. Ubin paving segi 4 atau Holland tebal 8 cm. IV. PEKERJAAN DINDING 1. Pekerjaan dinding bagian luar bangunan (eksterior) meliputi pekerjaan dinding plesteran cat. tekstur yang akan ditentukan kemudian oleh Pengawas Tugas. khususnya untuk menentukan warna. Pemborong memberikan contoh – contoh bahan pelapis dinding yang akan dipasang. . Pasal . Pasir pasangan muntilan. 2.

2. b. kwaliatas terbaik dan dari jenisnya dan harus disetujui Direksi Lapangan. maupun cacat . PVBB1970 dan PUBI 1982. Material lain yang tidak terdapat daftar tersebut tetapi dibutuhkan untuk penyelesaian/penggantian pekerjaan dalam bagian ini. 3. harus baru. peraturan keramik Indonesia NI. setalah diseleksi mengenai kwalitas bahan.213 2.19. tektur dan bahan tidak boleh rusak. Pemilihaan warna ditentukan kemudian oleh pemilik proyek atau Direksi lapangan. warna. Syarat–syarat pelaksanaan . Persyaratan Bahan 1. Bahan keramik yang digunakan untuk pelapis dinding pada ruang toilet lantai dasar adalah bahan keramik produksi setarap ROMAN atau setara dengan ukuran 20x20 cm Janis single firing heavy duty. Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus sesuai dengan peraturan ASTM. Pekerjaan Dinding Keramik a. Bahan yang digunakan harus dapat persetujuan dapat dari direksi lapangan. 4.

Ketinggian peil atas pada keramik disesuaikan dengan gambar.5 cm atau bahan perekat khusus. Sebelum keramik dipasang. sesuai petunjuk pabrik pembuat. 3. motif tiap keramik harus sama tidak boleh retak. Pemotongan keremik harus menggunakan alat potong khusus untuk itu. air arah horizontal pada dinding yang berbeda ketinggian peil lantainya harus merupakan garis lurus. 6. dengan memperhatikan sehingga mendapatkan ketebalan dinding seperti tertera dalam gambar. 5. Awal pemasangan keramik pada dinding dan kemana sisa ukuran harus ditentukan. 2. adukan baik menggunakan supersemen. 7. keramik terlebih dahulu harus direndam air sampai jenuh. Pada permukaan dinding beton/bata merah yang ada. gumpal atau cacat lainya. garis–garis siar harus benar–benar lurus. dengan mengunakan perekat spesi 1pc: 3ps. warna. harus dibicarakan terlebih dahulu dengan perancang/ Direksi lapangan sebelum pekerjaan pemasangan dimulai.214 1. . 4. keramik langsung dapat diletakkan. jumlah pemakaian adalah 10%dari berat semen yang dipakai dengan tebal adukan tidak lebih dari 1. Bidang dinding keramik harus benar–benar rata. Keramik yang dipasang adalah yang sudah diseleksi dengan baik.

Nad – nad pada pemasangan keramik harus diisi dengan bahan supergrout. Pekerjaan langit-langit meliputi: . Pasal. Yang termasuk pekrjaan langit–langit ini adalah penyedian bahan. 9. Lingkup Pekerjaan a. yang tertera sesuai menurut gambar kerja dan RKS. IV.12 PEKERJAAN LANGIT – LANGIT 1. b. tenaga kerja dan peratan yang berhubungan dengan pelaksanan pekerjaan pemasangan langit–langit. Siar–siar keramik harus diisi dengan bahan pengisi siar sehingga membentuk setengah lingkaran seperti yang disebutkan dalam persyaratan bahan dan warna yang akan ditentukan kemudian. Pembersihan permukaan ubin dari sisa–sisa adukan semen hanya boleh dilakuakan dengan mnggunakan cairan pembersih untuk keramik seperti “Gol Getter” butan johson wax atau setara.215 8. Keramik harus disusun menurt garis–garis lurus dengan siar sebesar 35 mm setiap perpotongan siar harus membentuk dua garis lurus. 10.

Sebelum pelaksanaan. c. f. e. rangka plapon digunakan BMS/setara. Untuk menjaga mutu/kwaliatas. Pekerjaan bongkar pasang plafond akustik untuk pemasangan instalansi splinker dan ducting. harus disesuaiakandengan pekerjaan elektrinikal lainya. 2. gridnya harus lurus dan datar. pemborong wajib membuat dan menyerahkan gambar pelaksanaan (shop drawing) kepada Direksi lapangan untuk mendapatkan persetujuan. Pemasanagan langit–langit harus dikerjakan oleh tenaga yang benar– benar ahli untuk pemasangan lanit–langit akustik. gairs horizontal dan vertiakal harus tegak lurus sesuai dengan desain. . pemasangan langit–langit sebaikya dilaksanakan oleh tenaga ahli/sub kontrakotr yang ditunjuk resmi oleh pabrik dan harus dibuktikan dengan surat dari pabrik. d. Untuk lubang–lubang penempatan titik splinkler dan diffuser. b. Pekerjaan Langit – langit Akustik a.216 ™ Pekerjaan langit – langit askutik ™ Pekerjaan plafond dengan ornamen khusus. Pemasangan kembali harus benar-benar lurus dan datar hingga saat pemasangan panel akustik tidak bergelombamg.

harus sesuai dengan gambar. b. Persyaratn pemasangan masing – masing type plafond khusus tersebut. b.13 PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITAIR 1. baik bentuk ukuran dan cara pelaksanaan.217 g. Apabila hasil pemasangan langit–langit terjadi lendutan–lendutan atau kekurangan–kekurangan lain. Lingkup Pekerjaan a. IV. Hasil akir pemasangan plafond harus betul–betul baik dimana cara pelaksanaanya sesuai dengn rencana gambar danpetunjuk arsitek/ pemimpin proyek secara khusus. persatan bahan untuk pemasangan semua fixture pada ruang dapur dan toilet. Plafond khusus dipasang dengn type. sesuai gambar. Yang termsuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga. Bahan-bahan ™ Janitor : TOTO type SK 22a . 3. biaya perbaikan ditanggung oleh pemborong. pemborong harus memperbaiki dan mengganti bila minta pembongkaran oleh direksi lapangan. Plapon akustik dengan ornament khusus a. Pasl.

218 ™ Floor ddrain ™ Wastapel ™ Kran ™ Cermin ™ Kloset jongkok ™ Urinior ™ Doset duduk c. . Pemasangan : TOTO : TOTO type L511. Pemasangan dilakukan sebelum pekerjaan finising plesteran tiles dilaksanakan. 2. 4. dengan perkuatan besi angkur dan mur baut yang sesuai. Semua perlengkapan sanitasi air dipasang dalam keadaan kokoh pada tempatnya yang sesuai gambar. Pada saat pemasangan. 3. Untuk pemasangan perlengkapan sanitasi air harus mengikuti metode pelaksanaaan yang ditentukan oleh pabrik pembuatnya dan gambar kerja.V3 : TB 19 CSV 3 : Tebal 5 mm ex ASAHI + Frame : CE 6 : Type U 57 M : Type C 438 / S 550 E 1. dan dalam keadaan terpasang harus benarbenar besih dari goresan–goresan dan kotoran–kotoran.

bentuk ukuran. • Penggunaan bak air mandi diluar ketentuaan – ketentuaan dalam bab ini akan diatur /dijelaskan kemudian. digunakan pasangan batu merah 1pc: 2 ps lapis ubin keramik 20/20 setarap super itali. Pekerjaan Zink–Put/Septictack • Pekrjaan pembuatan harus dengan bentuk ukuran dan cara pelaksanaan sesuai dengan rewncana gambar. • Persyaratan pemasangan Untuk pemasangan batu merah harus sesuai dengan persyaratan seperti uraan terdahulu juga pemasngan ubin keramik harus dengan persyaratan yang sama. Sekat Urinoir • Untuk keperluan menyekat pasangan urinoir dipakai produksi TOTO A 100 • Satu dan lain atas persetujuan pengwas lapangan 3. 2. Pekerjaan Pasangan antara lain : 1. penempatan harus sesuai dengan rencana gambar.219 d. . Bak air mandi • Untuk pekerjaan pemasangan bak air mandi keseluruhan yang ditentukan dari pemasangan.

• Ground perletakanya sesuai dengan lay out pada gambar. dikancing dengan pasir uruk ƒ Sebagai pekerjaan utama : • • Buis beton 0/140 cm Tutup. Pekerjaan Water Reservoir : • Water reservoir terdiri dari ground reservoir kapasitas sesuai dengan gambar. dari beton bertulang 1 pc:2 ps:3 pk (bentuk. terbuat dari : . ukuran sesuai dengan rencana gambar.220 • Persyaratan pelaksaan: ƒ ƒ ƒ Galian tanah sampai mencapai peil rencana Ururkan pasir uruk setebal 20 cm Lantai kerja lapangan batu kosong setebal 20 cm. syarat-syarat pelaksanaan sesuai SKNI T – 15 – 1991 -03 • Dinding dari pasangan bata merah sesuai gambar 4.

tangga dari stainless stel dengan penutup dan gewmbok untuk pengaman. • Ground reservoir dilengkapi dengan pipa supply 0/ ¾” pipa ditribusi dari ground kepomp ¾”.15 -199103 ™ Pada pertemun dinding beton dengan bentuk sesuai gambar penyekat karet (water.221 ™ Alas dinding dan penutupnya dari beton bertulang dengan campuran 1pc: 1. dan juga disediakan lubang hawa • Untuk pengadaan air bersih dari ground reservoir ke bangunan digunakan 2 (dua) buah pompa dimana salah satu pompa berpungsi sebagai cadangan bila sebuah rusak. ™ Persyaratan beton bertulang harus sesuai SKNI T. .sop) dengan bentuk sesuai gambar.5 ps: 2kr sisi dalam dilapisi porselin 20x20 exRoman.

c. . Semua cat harus dipergunakan dan betul-betul sesuai dengan instruksi pabriknya. IV. Tidak boleh mencampur bahanbahan pengering atau bahan-bahan lain ke dalam cat jika tidak disarankan oleh pabrik cat yang bersangkutan. Cat yang akan digunakan berada dalam kaleng-kaleng yang masih disegel. tidak pecah atau bocor dan mendapat persetujuan Pengawas. d. bahwa warna dan bahan cat adalah tidak palsu dan sesuai dengan persetujuan Pengawas/Pengawas. Juga dempul plamour dan cat dasarnya harus dikeluarkan dari pabrik yang sama untuk masing-masing pemakaian. Bahan Ketentuan-ketentuan Umum : a. b. Bila perlu diencerkan dengan bahan pengencer dengan bahan dan proporsi sesuai dengan rekomendasi pabrik yang bersangkutan. Sebelum dipakai haurs diaduk sampai semua yang mengendap larut. Semua cat yang digunakan sekualitas MOWILEX. PEKERJAAN PENGECATAN 1. Semua bahan cat harus diperoleh dari leveransir tang telah disetujui Perencana melalui Pengawas Lapangan. Pemborong utama bertanggung jawab.14.222 Pasal.

. Bahan dan ketentuan-ketentuan khusus : a. d. Cat pekerjaan baja/besi : Lapisan cat dasar harus yang mengandung axid merah. berdasarkan alkyd resins. Cat dinding tembok : Cat untuk dinding luar dipakai cat jenis Weater Shild dan dalam. 2.223 e. langit-langit dan sebagainya harus memakai cat emulsi. Lapisn penyelesaian (finish) harus yang syntetic resins. Pekerjaan pengecatan tidak boleh dimulai : 1. Semua pekerjaan pengecatan harus dilakukan oleh Painting Cotractor dan harus ada surat rekomendasi dari pabrik pembuat / Mowilex perwakilan Jawa Tengah. Sebelum dinding atau bagian yang akan dicat selesai dipariksa dan disetujui oleh Pengawas. c. kolom. b. Cat pekerjaan kayu : Harus mengandung bahan sintetis (syntetic resins) cat type gloss/mengkilat. dengan cat dasarnya yang tahan alkali seperti yang telah ditentukan. yang khusus untuk disesuaikan pada pekerjaan tersebut.

Sebelum meneruskan pekerjaan pengecatan dan plituran dan lain-lain harus dicuci dan dijaga agar tidak ada debu beterbangan. pemborong harus secepatnya. Sebelumnya didahului membuat percobaan pada dinding atau bagianbagian yang akan dicat. pecah atau kotoran-kotoran dibersihkan. Apabila dinding atau bagian yang akan dicat ternyata masih basah. owner dan pemborong harus mengadakan contoh warna-warna yang disetujui. mengajukan daftar dari semua bahan-bahan yang akan dipakai untuk pekerjaan pengecatan dan dekorasi kepada Pemberi Tugas. 3. .224 2. 4. 4. tapi tidak kuramg dari 1 (satu) bulan sebelum memulai pekerjaan pengecatan. lembab atau berdebu. Persiapan umum : a. 5. Pemilihan Warna : Semua warna harus dipilih arsitek Perencana. Sebelum bagian-bagian yang retak. Daftar Bahan-bahan : Setelah kontark ditanda tangani. 3.

jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam. Bersihkan permukaan dari debu. Persiapan : . Pengecatan Kayu : a. b. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. Semua permukaan yang akan dicat harus dipersiapkan sesuai dengan cara yang telah disetujui dan diuraikan dalam bab-bab yang relevan. Persiapan : Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. a. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini harus disediakan banyak lap-lap bersih. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. 6. Pelaksanaan. 7. Pengecatan tembok : Terutama dikerjakan pada plesteran.225 b. Perbaiki retak-retak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. baik bagian luar maupun dalam. Semua pengecatan tembok harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat.

Keahlian a. 8. b. b. kotoran dan percikan plesteran dan sebagainya. Pemborong utama bertanggung jawab atas hsil pengecetan yang baik dan harus mengatur waktu sedemikian urpa sengga terapat urutan –urutan yang tepat mulai dari pengerjaan dasar sampai pengecetan akir . Pekerjaan pengeceten hnya boleh dilaksanakan oleh orang – orang yang sudah ahli dan berpengalaman. Biarkan permukaan mongering sebaik mungkin. Bila pengkristalan/pengapuran masih terjadi. c. Perbaiki retakretak serta kerusakan lainnya dan biarkan mongering. ulangi lagi cara diatas sampai proses pengkristalan/pengapuran tersebut berhenti. Pelaksanaan.226 Biarkan kayu mongering sebaik mungkin bersihkan permukaan dari debu. kotoran dan sebagainya. Bersihkan permukaan dari debu. Semua pengecatan kayu harus sesuai dengan cara dan prosedur dari pabrik pembuat. Seoarang mandor yang benar – benar cakap harus mengawasi ditempat tersebut selama pelak sanaan . jika terdapat pengkristalan/pengapuran bersihkan bersihkan dengan lap kering kemudian dengan lap basah dan biarkan selama 48 jam.

serta mendapat persetujuan pengawas. Pada waktu penyerahan pekerjaan kedua kalinya (final). Setelah pengerjaan pengecatan selesai.227 d. Bahan yang harus disediakan untuk masa pemeliharaan a. . e. Cat tembok 5 liter cat untuk kayu 2 kg cat untuk kolom 1 kg atau sesuai persetujuan / pengaturan dalam aanwijzing. pemborong harus menyimpan sejumpah cat yang terpilih untuk persediaan bila ada perbaikan – perbaikan yang dikehendaki selama masa pemeliharan. Jumlah yang dikehendaki untuk tiap –tiap warna yang dipakai. pemborong harus menyerahkan kepada pemberi utgas cat – cat untuk finising menurut jumlah – jumlah sesuai daftar berikut ini. Semua pekerjaan pengecetan haurs mengikuti petunjuk dari pengawas dan pabrikan pembuat cat tersebut. b. 9. Pekerjaan pengecetan dianjurkan untuk dikerjakan oleh tenaga –tenaga dar mana cat tersebut diproduksi atau kepaiting khusus.

Bahan –bahan . PINTU. bahan – bahan yang diperlukan. peralatan termasuk alat. 1. 1. Pintu kayu dan pintu kaca. JENDELA DLL.228 Pasal IV. Kosen pintu dan jendela aluminium dan jendela kaca. 2.15 PEKERJAAN KOSEN. 2. Pekerjaan kosen pintu dan jendela Alumunium Semua pekerjaan haurs dikerjaan menurut intrusik pabrikan / produsen atau stanadr – standr anatara lain • • • The Alumunium Association (AA) Architectural Alumunium Manufactures Association (AAMA) American Socity for Testing Materials (ASTM) a. b. Meliputi pekerjaan.alat Bantu dan pengakutan yang diperlukan untuk pelaksanakan pekerjaan ini sehingga dapat dicapai hasil pekerjaan yang maksimal. Lingkup Pekerjaan a. Termasuk pekerjaan ini adalah penyedian tenaga kerja.

Seluruh pekerjaan alumunium pada bagian dalam ruang (interior) menggunkan natural bahan.229 Kosen dan plat alumunium untuk kosen pintu. Produk dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695 -82 dan SII jendela 0549 -82) 2. 1. Profil haurs memiliki syarat –syraat teknis • • Beban angin Ketehanan bocor dari air : : 120 kg/m2 mampu kebocoran tekanan 15 kg/m2 menahan pada • Ketehanan kebocoran terhadap udara : max 12 m3 /ham m pada kg/m2 tekanan 15 • Ketebalan profil : 1. jendela dan plat alumunium akan digunakan produk ALEXINDO atau setaraf. Seluruh pekerjaan alumunium sebagai berikut : 1. Alloy 6063 T5/ Billet yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan serap / sisa). b.00 mm . 3.

kepadatan 65-96 kg/m3. tidak menyerap air. tahan terhaap matahari. 3. Contoh . • • Sealant Anker : : Silicon Sealant Bagian yang berhubungan dengan alumunium dilapisi galvanis 25 micron. oksidasi engan kekerasan 60-80 dorometer. Bagian lain dilapis zinc chromate • Shim : Plastik. multi polymer dengan kekuatan 565 kg/cm2 • • • Kunci –Kunci Kaca : : Lihat pekerjaan kinci penggantung) (Lihat pekerjaan kaca) Dan lain–lain sesuai yang disyaratkan untuk pekerjaan alumunium. • Neoprene : Jenis extrusion. penampang 25% lebih besar dari celah yang ada. Kelengkapan alumunium • Joint Backer : Polyutrane foam.230 • Ketebalan warna : 5 micron 2.

pemborong alumunium harus datang lapangan dan melakukan pengukuran. dengan ketebalan sesuai dengan desain arsitek dan gambar kerja yang disetujui perancang. Untuk mendapat ukuran yang tepat. Semua pekerjaan yang akan dirakit proses anodizing seperti “rock” atau “gripper” pada permuaan alumunium harus diganti atas biaya pemborong. Pekerjaan pembuatan / penyetelan dan pemasangan kosen alumunium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong alumunium yang ahli dalam bidangnya dan disetujui oleh Direki lapangan. . Pekerjaan pelaksanaan a. b. Gambar pelaksanaan a. tempers. kekuatan. b. alloy. 4. finish. besaran–besaran ketebalan. Pekerjaan Persiapan 6. 5. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dari 30x30 cm2. Gambar pelaksnaan menunjukan ukuran. detail–detail pertemuan dan hubunganya dengan kontruksi secara keseluruhan.231 Kecuali ditentukan lain.

Pemasangan rangka alumunium dan kaca harus memperhatikan faktor –faktor akustik ruang. e. Apabila alumunium berhubungan dengan besi. demikian juga pengkondisian profil–profil dari bahan stainless tseel. Antar tembok kolom/beton dan kusen alumunium harus diisi dengan “sealant” yang elastis.232 c. Sambungan–sambungan vertical maupun horizontal. maka besi harus dilapisi dengan zinc chromate + bitumen. i. Kaca tidak boleh bergeter dan diberi tanda setelah terpasang. 7. Perlindungan bahan . sehingga tidak ada kebocoran suara. Untuk mendapat hasil yang baik. rata dan bersih dari goresan serta cat yang mempengruhi permukaan alimunium. d. g. Semua detail pertemuan harus halus. h. sambungan sudut atau silang. pembuatan/penyetelan kosen alumunium harus dilakukan diprabrik secara maksimal dan di lapangan tinggal pasang. Hubungan dengan Material lain. Pemasangan kaca pada kosen alumunium harus diisi dengan “sealant” dan karet gasket. f. 8.

anodized. Pemborong wajib melakukan pengetesan terhadap hasil yang baik. Pengetesan a. 9. kekedapan suara dan lain – lain) harus dilaksanakan dilaboraturium yang disetujui oleh pengawas lapangan. . tes korosi. Pengetesan terdiri dari sebagai berikut: • Performance test (tes terhadap kebocoran air. c. Hasil test harus diserahkan secara lengkap kepada pengawas lapangan. jika hasil pengetesan gagal. berat dan lain–lain) dilaksakan dalam negeri yang disetujui pengawas lapangan . oleh karena pemborong wajib memberikan perhatian mengenai cara pengangkutan. beban angina. tes terhadap kebocoran udara. • Material tes(tes terhadap bahan. penyimpanan dan lain –lain dengan cara terbaik. Biaya tes dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong.233 Perlindung terhaap alumunium seluruhnya menjadi tanggung jawab pemborong. b. pemborong wajib melakukan perbaikan dan pengetesan ulang hingga mencapai stand yang disyaratkan.

sedang garansi pemasangan sebagai perlindungan kemungkinana terjadi kebocoran udara. membuat lidah –lidah . b. Lingkup pekerjaan 1. menyetel. paku – paku dan lain – lain untuk keperluan pelaksanaan. Bahan – bahan 1. Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama 5 tahun dan garansi pemasangan selama 10 tahun. perawsatan akibat proses anozing yang tidak sempurna dan lain – lain. memahat. air akibat dari aplikasi yaqng tidak sempurna. Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadi cacat. terhitung sejak selesainya masa perawatan. 2.234 10. 3. Menyedian alat –alat logam. b.sponi dan lain – lain pekerjaan yang diperlikan untuk menyambung kayu dengan baik. Pekerjaan daun pintu dan panil kayu a. Garansi (Jaminan) a. Bahan kayu jati kwalitas politur . Meliputi semua pekerjaan seperi memasak. skrup – skrup.

untuk yang lebih kecil dari 1. Harus dilakukan pengukuran ditempat pemasangan. 3. Pengikat berupa paku mur. baut. perlengkapan daun pintu (daun jendela seperti kunci. Pelaksanaan 1.00 meter harus dipasang bata rollag dengan adukan 1 pc:3 Ps. . bahan–bahan. bila terdapat kelainan–kelainan agar segera dilaporkan kepada Direkisi lapangan untuk mendapat persetujuan perubahan-perubahanya. Diats kosen pintu dan jendel. 4. Pemborong harus membuat gambar rencana pembuatan untuk dimintakn persetujuanya lebih dahulu dari Direksi lapangan. Lingkup pekerjaan 1. engsel dan alatalat Bantu linya untuk melaksanaan pekerjaan hingga tercapai hasil pekerrjaan yang baik dan sempurna). Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja. 2. 3.235 2.VI. untuk yang lebih besar dari 1. finish melamine. Pintu panil jalusi kayu jati dengan rangka tepi kayu jati. c.00 meter harus dipasang balok beton bertulang (latei). skrup yang harus digalvanisir sesuai dengan NI-5 Bab. Alat Perlengkapan Pintu dan Jendela a.

Bahan – bahan Semua pintu menggunakan peralatan kunci merek setara keneri jaya. daun pintu alumunium dan daun jendela alumunium serta yang ditunjukan/disyaratkan dalam detail gambar. Semua “ harware” yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi teknis bila terjadi perubahan atau penggantian “harwarte” akibat dari pemilihan merk. Persyaratan Bahan 1. . b. Pemasangan alat penggantung dan kunci dilakukan meliputi seluruh pemasangan daun pintu kayu. pemborong wajib melaporkan kejadian tersebut kepaa pengawas untuk pendapat persetujuan.236 2. untuk komponen sebagai berikut: • • • • • • Lockcase Cylinder Handle Back plate Engsel Handle pengunci dan daun jendela kaca setara interlock c.

lain.237 2. cara pemasangan atau detail – detail khusus yang belum tercakup lengkap dalam gambar Dokumen kontrak sesuai dengan standr spesifikasi pabrik. kekutan ayun dan lain . d. nama barang. Contoh – contoh 1. Daftar tersebut harus memuat hal–hal sebagai berikut: referensi. Tanda pengenal anak kunci harus dipasang dengan pintunya. Didalam shop drawing harus jalas dicantumkan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk. nama produsen dan katalok dari yang diusulkan berikut data mengenai kekutan engsel. Pemborong wajib membuat shop drawing berdasarkan gambar dukomen kontrak yang telah disetujui dengan keadaan dilapangan . 4. untuk itu harus dilakuakn pengujian secara kasar atau halus. Shop drawing sebelum dilaksanakan harus disetujui terdahulu oleh konsultan pengawas. Setelah pekerjaan diberikan pemborong harus menyerahkan daftar alat penggantung dan kunci dalam tiga rangkap untuk meminta persetujuan Direksi lapangan daftar perlengkpan pintu terlampir. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik. 2. 5. 3. .

engsel tewngah dipasang ditengah –tengah diantara kedua engsel tersebut. Pekerjaan engsel Untuk pintu panil padaumumnya menggunakan engsel pintu merk local. handle dan backplate sertadoor doser harus rapi. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari plat alumunium berukuran 3x6 cm dengan tebal 1 mm. tanda pengenal ini dihubungkan dengan cicin nikel kesetiap anak kunci. jumlah engsel yang dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu. 3. dipasang sekurang – kurangnya 4 buah untuk setiap daun dengan menggunakan skrup kembang dengan warna yang sama dengan warna engsel. Engsel atas dipasang + 28 cm (as) dari permukaan pintu. Engsel tengah dipasang diantara kedua engsel tersebut. 4. engsel atas dan bawah dipasang +28 cm dari permukaan pintu. Persyaratan pelaksanaan 1. Pemasangan lockcase.238 3. Penarik pintu dipasang 105 cm (as) dari permukaan lntai. Untuk pintu toilet. lurus dan sesuai dengan letek possisi yang telah ditentukan oleh . warna stansdr. Engsel bawah dipasang +35 cm (as) dari permukaan bawah pintu. flap enfsel memikul maximal 20 kg. 2. e. f.

• Pengikat berupa mur. Ukuran • Kosen dengan ukuran profil : 50x100 mm . dengan ketebalan sesuai gambar. baut.239 pengawas. Pekerjaan partisi dengan rangka metel BMS a. skrup dan lain – lain harus gal vanisir sesuai dengan NI -5. apabila hal tersebut tidak tercapai. Lingkup pekerjaan Meliputi pengadaan dan pemasangan menyeluruh dinding pemisah didalam bangunan dengan rangka metal BMS termasuk peralatanya dan perubahan letek partisi sesuai yang tertera dalam gambar. Bahan rangka Produksi dalam negeri yang baik (sesuai SII extrusi 0695-82 dan SII jendela 0649-82) • Rangka utama metel BMS 70 mm ex jaya board. pemborong wajib pemperbaiki tanp tambahan biaya. 2. • Penutup dauble teakwood. b. 5. Persyaratan bahan 1.

Semua pekerjaan yang akan dirakit dan dipasang harus sesuai dengan desain arsitek dan gambar. T atau yang sesuai dengan petunjuk pengawas lapangan. Contoh Kecuali ditentukan lain. . 4. trush detaidetail. hitungan bila diperlukan.240 • • Beban angina untuk partisi Tebal profil minimal :100kg/m2 :2 mm 3. ketebalan. Gambar pelaksanaan Kontraktor wajib membuat gambar pelaksanaan yang menunjukan ukuran. tempers. 5. • Rangka atas partisi yang berhubungan dengan langit–langit harus diperkuat dengan sesi L . pertemuan dan hubunganya konrtuksi secara keseluruhan. besaran.H. kekuatan. alloy. maka semua contoh harus disertakan dan contoh extrusion tidak kurang dad 30x30 cm2. Hindari kemungkinan toleransi sambungan– sambungan pada rangka. Pelaksanaan • Pemborong harus mengadakan pengukuran seteliti mungkin ditempat pemasangan.

Pemasangan kaca pada kosen alumunium: Pemasangan kaca harus betul–betul dijamin kerapianya/kekakuanya. rata dan jernih dan tidak bintik–bintik/ noda lainnya. c. dinding parisi harus cukup kaku dalam dua arah. Penggunaan Seluruh penggunan kaca exterior kecuali yang ada ketentuan lain menggunkan jenis panasap lbue 5 mm ex Asahi Mas/setarap. Pekerjaan kaca a.sedang kaca jendela dalam menggunkan kaca bening 5mm. . Khusus pada pintu utama digunaakan kaca tempered blue tebal 15 mm. Bahan Kaca harus dari pabrikan yang disetujui yang tebalnya seperti disebutkan dalam gambar. • Setelah terpasang. b.241 • Penggunaan las hanya dibenarkan setelah mendapat persetujuan pengawas lapangan. dengan pemasangan sesuai dengan kebutuhan atau rencana gambar. kaca harus plat. 6. sedang kca lainya dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm .

Setelah selesai dipasang dan akan diserahkan yang ke 1. 2. Bahan panel penutup partisi • • • • Double teakwood masing–masing pada sisi luar dan dalam tebal 9 mmm. yang retak–retak . d. kaca harus dibersihkan. 7. Finishing Fire rating : woodstaind : 1 jam Sound rating : 10-44 dB/KC-689 . Semua kaca yang sudah selesai dipasang harus diberi tanda silang dengan kertas ditempel dengan lem hal tersebut dimaksudkan untuk mernghindari benturan akibat salah masuk. Membesihkan dan memperbaiki: 1. goresan–goresan harus diganti dengan yang baru.242 Untuk menghindari kaca pecah akibat panas (memuai) pemasanganya harus menggunakan steel karet sesuai prosedur pemasangan kosen / kaca dari pabrik.

sedang bentuk. 16. Railling tangga a. Bahan yang digunakan • • Besi Tempa Kayu Bengkirai Pasal . PEKERJAAAN PENGHIJAUAN / LANDSCAPING 1. Dikerjakan untuk seluruh railing tangga dan vide sesuai dengn rencana gambar.IV. b. Persyaratan pelaksanaan harus betul–betul kuat. perbaikan tanah. penanman dan penataan taman hias dan peneduh. penanaman rumput. Yang harus dikerjakan adalah pembautan reliep dinding. ukuran dan cara pelaksanaaanya sesuai dengan spesifikasi teknis. dan penyiraman dan perawatan sampai tanaman tersebut tumbuh sehat sesuai dengan komposisi dan ungkapan yang diurakan design . . Seluruh permukaan railing yang terlihat difinish dengan pelitur sampai baik c. rapi.243 8. Yang harus dikerjakan a.

3. tanah / lokasi yang akan dibentuk harus dicangkul / digemburkan terlebih dahulu sebelum ditutup dengan tanah permukaan yang subur.244 b. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. . Pembutan relief dinding 2. Penanaman tanaman hias sesuai dengan rencana gambar 4. Mencabut dan menyingkirkan rumput atau perdu liar yang tidak diinginkan dan dicabut sampai akarnya (tidak boleh dipotong). Menyiapkan bak-bak/tong untuk menampung air yang akan dipergunakan menyiram sebanyak mungkin. Pekerjaan Tanah a. Penanaman pohon sesuai dengan rencana gambar 3. Rumput gajah dan rumput jepang 2. Pekerjaan Pendahuluan a. c. Setelah dibersihkan dari kotoran maupun perdu. diangkut dan dikeluarkan dari lokasi. agar tanaman maupun lahan selalu lembab. Membersihkan areal perencanaan dari semua kotoran sisa-sisa bongkaran (brangkal) sisa-sisa material bangunan. b. Pelaksananya peliputi 1.

245 b. Tanah penimbun permukaan harus tanah subur dan tidak boleh mengandung pupuk butan . Pohon 1. 4. . f. d. Pembentukan tanah permukaan harus cukup padat penimbunananya. Penanaman penghijaun yang termasuk katagori pohon harus terlebih dahulu mempersiapkan lobangnya. Pekerjaan penanaman a. bersih dan tidak mengandung rayap. e. dianginkan minimal dua hari baru dilakukan penanaman. c. Tanah yang digunakan untuk penimbunan harus mendapat persetujuan pengawas lapangan. g. h. diutamakan dari galian pondasi atau semacamnya (tanah dalam) dan tidak mengandumg biji rumput. Pemadatan tanah harus dilakukan secara berlapis–lapis (30x10 cm) serta disiram dahulu sebelum dilakukan pelapisan berikutnya. penimbunan harus sekali tanah baru yangb sudah dicampur dengan pupuk kandang. Tanah yang digunakan untuk penimbunan tidak diperkenankan mengambil dari kebun atau sawah. Penimbunan tanah yang akan ditanami rumput baru minimal tebalnya adalah 30 cm padat dan diairi. Galian untuk penanaman pohon.

Perumputan 1. Tempat penyiraman pupuk harus dibuatkan atap. penggunaannya harus hati–hati (untuk pohon ditanamkan disekelilingya. Penanaman untuk semua jenis rumput harus digebal. Kondisi pupuk sebaiknya cukup kering. kelembapanya bisa diperoleh dengan menyiram air (pupuk kandang basah tidak digunakan arena disamping polusi dan derajat asamnya terlalu tinggi) b. terutama untuk area menempatanya harus sedemikaian rupa sehingga tidak terpengaruh kelembapan tanah (dibuatkan para-para). perlindungan terhadap panas dan air. Pekerjan pemupukan a. baru ditimbun tanah baru. rapat dan dipadatkan dan disiram air terus menerus. Setelah tertanam. prosesnya harus dicampur tanah timbunan. Pupuk buatan hanya boleh digunakan setelah proses penanaman selesai dan berumur 1–2 minggu. untuk rumput hias dicampur dengan air untuk disiramkan) c. pohon harus disangga dengan bambu agar tidak roboh dan disiram dengan air terus menerus. Tanahn yang akan ditanami rumput baru harus dikupas maximal 5-7 cm. b. 2. 5. Penyiraman air . 6. Untuk pemupukan yang digunakan ialah pupuk kandang.246 2.

247 a. b. Penyiraman menggunkan air bersih (air sungai boleh asal bersih). apabila hal tersebut tidak memungkinkan bisa menggunakan karet penyiram (gembor). Untuk penyiraman air dianjurkan menggunakan selang karet yang kucup panjang. Penyiangan dan pemotongan a. Pembersihan dan perlindungan : . ground cover dan schruba dilakukan dua hari sehari (pagi dan sore). Rumput jepang Rumput baru boleh dipotong (pembentukan ) setelah berumur 3. sedangkan pohon pada siang hari dengan debet yang cukup banyak. Pohon kayu putih c. tiak perkenankan menggunakan ember biasa (kecuali untuk penyiraman pohon). Lidah Mertua e. 7.5 bulan. Penyiraman rumput. Macam Pohon (sesai gambar) 8. b. pemangkasannya boleh dengan gunting babat maupun mesin potong ketinggian minimal yang ditinggikan +3– 4 cm untuk lamuran. Zammia Goldkas d.

Terhadap bahaya tersebut (mulat). 4. Pelaksana harus melindungi tanaman dari gangguan ternak. lokasi selalu bersih setiap hari.5 PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL . b. c. pelaksana berkewajiban menjaga kebersihan lingkungan. manusia maupun serangga yang tidak diharapkan (ulat dan sebagainya). baik jalan maupun dinding–dinding bangunan dan sebagainya. Selama berlangsungnya penanaman. Pengotoran terhadap subjek–subjek tersebut menjadi tanggung jawab pelaksana untuk membersihkan.248 a. tanaman harus disemprot dengan pestisida dengan kadar yang disetujui pengawas serta apabila ada satu tanaman yang diperkirakan parah penyakitnya harus segera dicabut dan disingkirkan agar tidak menjalar ketanaman lain. bila perlu pengecatan kembali. tanah yang berceceran dan lain–lain sebagainya. Pelaksana setiap hari berkewajiban untuk membersihkan lingkungan dari sampah sisa–sisa penanaman (keranjang–keranjang pembungkus). rontokan–rontokan daun kering.

KETENTUAN UMUM 1. Ketentuan Pemborong Pemborong atau sub pemborong untuk pekerjaan instalasi Mekanikal dan elektrikal harus memenuhi syarat-syarat dan ketentuan sebagai berikut : a. antara lain : • Instalasi listrik dan penangkal petir.01.249 Pasal V. ¾ TDR dari jateng ¾ SIKA / SPI dari PULN Jateng • Instalasi Air / Plumbing / Deep Well ¾ TDR dari Jateng ¾ Ijin kerja dari PAM Jateng ¾ Ijin kerja pembuatan sumur bor b. Pemborong atau Sub Pemborong harus melaksanakan pekerjaan instalasi mekanikal dan elektrikal berdasarkan dan sesuai dengan : • Ketentuan umum ini . Harus mempunyai izin-izin kerja yang masih berlaku.

dasar peraturan dan persyaratan untuk pemasangan instalasi adalah : a. 024PRT/1978) • Pedoman pengawasan instalasi listrik. JIS. . • Peraturan yang dikeluarkan oleh Departemen atau Lembaga Pemerintah yang berwenang dan telah diakui penggunaannya. 59/PD/1980. BS. Untuk instalai listrik : • • • Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia 1987 (PUIL 1987) Peraturan Instalasi Listrik (Menteri PU dan T No.250 • • • • Uraian dan ketentuan teknis Gambar-gambar bestek Ketentuan administrasi Perintah Konsultan Pengawas di lapangan baik tertulis maupun lisan 2. WEMA. Peraturan dan syarat-syarat umum. VDE/DIN. VDE. yaitu : ¾ NFC. AVE. diantaranya dari Departemen Pekerjaan umum. 023-PRT-1978) Syarat-syarat penyambungan listrik (Menteri PU & T No. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.

251

¾ Standard penerangan buatan di dalam gedung-gedung 1978, Dit.
Jen. Cipta Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan.

¾ Penerangan alami siang hari dari bangunan 1981, Dit. Jen. Cipta
Karya, Direktorat Penyelidikan Masalah Bangunan. b. Untuk Instalasi Plumbing dan Deep well :

• •

Pedoman Plumbing Indonesia 1979 (PPI 1979) Peraturan Pokok Teknik Penyehatan Mengenai Air Minum dan Air Buangan : Rancangan 1968. (Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Teknik Penyehatan).


c.

Ketentuan dari PAM setempat.

Untuk Instalasi Penangkal Petir :

• •

PUIL 1987 Pedoman Instalsi Penyalur Petir Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 28/DP/1978.

Pedoman 699.887.2.

Perencanaan

penangkal

petir

SKB-1.5.53.1987/UDC

d. Untuk Instalasi Telepon :

Peraturan Instalasi SLTO/STLTD dan Peraturan Sentral Telepon Langganan, Perum Telekomunikasi.

252

• •

Pedoman pemasangan saluran rumah gedung bertingkat Perumtel. Spesifikasi Sentral Telepon Langganan Otomat/tidk Otomat Litbangel Perum. Telekomunikasi.

Petunjuk yang diberikan oleh pabrik pemuat.

3. Pelaksanaan Pekerjaan dan Bahan. Ketentuan tentang pelaksanaan pekerjaan dan bahan : a. Lingkup Pekerjaan.

• •

Pemasangan peralatan dan instalasi mekanikal dan elektrikal. Pengurusan izin-izin sampai memperoleh izin/sertifikat yang

diperlukan kepada Badan/jawatan yang berwenang untuk instalasi dan Jawatan Keselamatan Kerja.

Melakukan pemeriksaan/testing atas instalasi dan peralatan yang terpasang.

Melatih petugas-petugas yang ditunjuk oleh pemberi tugas hingga mengenai betul seluruh instalasi.

• •

Penyambungan PLN. PAM, telepon penyambungan dan pemasangan (jasa pengurusan).

253

b. Penjelasan Umum Pekerjaan :

Semua ketentuan mengenai pemasangan instalasi yang berlaku umum dimana tidak ditentukan lain, adalah tetap mengikat pemborong dianggap mengetahui ketentuan-ketentuan ini.

Jika didalam melaksanakan ternyata salah satu bagian instalasi yang sukar/tidak dapat dilaksanakan, maka hal tersebut harus segera dibicarakan dengan konsultan pengawas.

Untuk menentukan prosentase dari pekerjaan yang telah dilaksanakan, pemborong diwajibkan membuat laporan tertulis harian dan mingguan dari apa yang telah dipasang dan dimintakan pengesahan kepada konsultan pengawas.

c. Syarat Mengenai Bahan :

• •

Semua Bahan disediakan oleh pihak pemborong. Bahan/material yang akan dipasang terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan diserahkan contoh untuk mendapatkan persetujuan konsultan pengawas.

Apabila peralatan tersebut menurut pendapat konsutan pengawas tidak memenuhi syarat, maka pihak pemborong harus segera menyingkirkan bahan-bahan tersebut dan menggantikannya dengan yang baik.

254

d. Syarat Keselamatan Kerja Dalam pelaksanaan harus diperhatikan adanya alat-alat keselamatan kerja yang memenuhi syarat-syarat/peraturan perburuhan, disamping syaratsyarat indikator yang dapat mengukur/menunjukkan adanya tegangan / arus listrik. e. Serah Terima Pekerjaan.

Pekerjaan dapat dianggap selesai dan diterima apabila dalam penyerahan tersebut telah dilakukan test dan telah dinyatakan baik oleh Konsultan Pengawas.

Pada waktu serah terima pekerjaan pemborong harus menghadiri dan memberikan penjelasan-penjelasan sehingga memungkinkan

penerimaan oleh pihak pemberi tugas. f. Gambar Revisi Pemborong diwajibkan untuk membuat gambar-gambar revisi instalasi yang dipasang/as built drawing untuk :

• •

Arsip pemberi tugas (3 set) Keperluan pengurusan izin-izin, sebanyak yang diperlukan.

255

Pasal V.02. PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI LISTRIK 1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan Instalasi Listrik adalah pengadaan dan pemasangan termasuk testing dan commissioning peralatan dan bahan, bahan-bahan utama, bahan-bahan pembantu dan lainnya, sehingga diperoleh instalasi listrik yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama siap untuk dipergunakan dan baik instalasi tenaga maupun instalasi penerangan. Pengadaan dan pemasangan yang terdiri dari :

• • • • •

Sub Panel Panel-panel cabang sesuai single line diagram Kabel Pengawatan dan peralatan dari sub panel ke pemakaian Lampu-lampu (lightning fixtures, exit lightning dan emergency lightning)

Pentanahan

b. Testing dan Commisioning.

256

2. Ellektrode Konduktor Pengetanahan.
Pipa Galvanized 2” dengan bar copper electrode ukuran 50 mm2 dan dimasukkan dalam pipa Galvanized dan dibaut pada elektroda seperti pada gambar. Kedalaman elektroda tidak kurang dari 6 m dan tanahan pengetanahan max. 1 ohm. Kontrol box dengan ukuran 50 x 50 cm dengan tutup beton, pengetanahn untuk pengaman harus terpisah dengan pengetanahan netral trafo, generator maupun penangkal petir.

3. Persyaratan teknis system ditribusi listrik tegangan rendah.
Panel distribusi utama tegangan rendah ini terdiri atas panel distribusi utama tegangan rendah (LVMDP) dan panel-panel cabang sesuai gambar one line diagram.

4. Persyaratan Bahan. a. Panel Listrik •
Panel dibuat dari besi plat dengan tebal minimal 1,6 mm untuk sub panel, dan 2 mm untuk papan pembagi utama.

Panel harus mempunyai pintu dan dilengkapi dengan kunci tanam jenis master key.

257

Panel harus dicat dengan 2 kali cat dasar dan 3 kali cat akhir dengan jenis cat duco, warna cat akhir akan ditentukan setempat.

• •

Panel-panel buatan pabrik pembuat panel Indonesia. Komponen-komponen panel seperti MCCB, MCB Zekering NH Fuse Disconnecting switch, Pilot Lamp & Circuit Braker, harus buatan Merlin Gerin atau sederajat.

b. Kabel
Jenis kabel yang dipergunakan adalah sebagai berikut : System MDP MDP sub Panel Kabel untuk kotak-kontak khusus Kabel penerangan dan kotak-kontak biasa Kabel lampu luar bangunan Jenis kabel NYFGBY NYY NYY NYM NYY

Kabel produksi dalam negeri yang sudah mendapat sertifikat dari LNK/SPLN.

Penarikan kabel NYM dalam pipa PVC ex ega type AW. Diatas kabel DUCT.

Lampu-lampu (lighting fixtures) Merk dan jenis yang dipergunakan adalah sebagai berikut : ™ Lampu TL • • • Lampu tabung merek Philips type cool daylight atau sederajat. Panel ™ Konstruksi penempatan peralatan dan kabel harus rapi kuat terpasang. Body lampu dibuat dengan plat baja dengan ketebalan minimum 0. LOMM atau sederajat. arto light.7 mm dan dicat dengan cat baker. Saklar dan kotak kontak : Merk yang digunakan adalah berker. • Lampu holder (FITTING lampu) buatan Philips atau sederajat. Persyaratan Pemasangan a. warna putih merk LOMM atau sederajat. Ballas elektronik merk Philips. imlex atau esderajat d. ™ Lampu pijar Philips atau sederajat ™ Lampu langit-langit buat armature.258 c. aman dan mudah diperbaiki . legrand. clipsal. atau sederajat 5.

• Semua penarikan kabel harus menggunakan system roll untuk memudahkan pekerjaan dan kabel tidak rusak karena tekukan dan puntiran. Semua penyambungan ke terminal bus bar di panel harus menggunakan kabel schoen dengan system pres dan patri.5 x diameter kabel. • Konduit kabel mempunyai diameter minimum 2. lurus dan kuat. Kabel ™ Kabel utama • Pemasangan kabel memenuhi persyaratan dari pabrik kabel dan persyaratan umum yang berlaku. Kabel dalam bamgunan. • Pemasangan kabel harus rapi. • Sebelum penarikan kabel dimulai. diukur setelah tidak hujan minimum selama 2 hari b. • Setiap kabel distribusi yang berada dalam bangunan tidak boleh ada sambungan. pemborong harus menunjukkan kepada direksi pekerjaan alat roll tersebut serta alat-alat lainnya. terpasang pada bagian bangunan. .259 ™ Tiap-tiap harus ditanahkan dengan tahanan pertanahan maksimal 5 ohm.

• Saklar harus model tanam. Semua imnstalasi dalam titik ruangan harus merupakan pemasangan tanah (inbow). khusus untuk pada lantai dasar tinggi stop kontak 60 cm dari lantai. dipasang 130 cm diatas lantai. c. kapasitas 6 AMP dan 10 AMP. bersifat uenis nobi dengan lebar 2 x jumlah lebar kabel. • Tiap-tiap penyambungan kabel harus berada dalam terminal box metal exLICO dan lilitan penyambungan kabel tersebut ditutup dengan las dop 3 m. • Kapasitas kontak 10 CMP. dan untuk kotak kontak khusus 16 AMP. Lampu-lampu .260 • Kabel-kabel yang turun ke kotak kontak dan saklar harus menggunakan conduit PVC/setara. • Jalur kabel diatas langit-langit yang lebih dari 2 jalur harus berada diatas rak kabel yang dibuat dari besi siku. • Kotak kontak harus dipasang 30 cm dari lantai. • • Tiap grup penerangan diperkenakan maksimum 12 titik nyala.

261 ™ Lampu-lampu harus terpasang kuat pada bangunan tetapi harus mudah dibuka. ™ Harus dipasang dengan ketinggian yang sama. 6. ™ Harus dipasang dengan lurus sejajar dengan bagian bangunan pada arah vertical maupun horizontal. ™ Kabel-kabel distribusi sebelum disambung ke peralatan harus diukur tahanan isolasinya. pemborong diwajibkan untuk menyerahkan dokumentasi-dokumetasi sebagai berikut : . 7. beban terhadap masing-masing fase semua bahan-bahan peralatan dan tenaga yang diperlukan selama testing. Dokumentasi Instalasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. Commissioning dan testing. balancing. diatas kerusakan yang timbul sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemborong. commission dan perbaikan. ™ Setelah jaringan dibebani. maka jaringan instalasi harus ditest terhadap grup-grup yang telah dipasang apakah telah sesuai dengan gambar. ™ Setelah semua instalasi selesai dipasang aliran listrik telah dimasukkan.

Rod Electrode. Pemasangan : a. ™ Rod Electrode dibuat dari pipa galvanis minimum diameter 1 ¼” dengan ujungnya disambung dengan pipa tembaga diameter 1 ¼” sepanjang 60 cm (atau disambung dengan tembaga massif 1 ¼” sepanjang 60 cm). Penangkal petir digunakan system sangkar Faraday dengan 14 splitz dan 2 arde pentanahan. 03 INSTALASI PENANGKAL PETIR 1. Ujung pipa tembaga dipotong miring sepanjang 10 .262 ¾ 3(tiga) set : gambar-gambar instalasi terpasang yang telah diperiksa oleh direksi pekerjaan. Pasal V. dilaksanakan sesuai gambar dan sampai mendapat persetujuan dari instansi terkait (Depnaker). b. ¾ 2 (dua) set : buku instruksi pemakaian dan pemeliharaan pemakaian peralatn-peralatan ¾ 2 (dua) set : keterangan hasil baik pemeriksaan instalasi listrik dari PLN ¾ 2 (dua) set : berita acara hasil testing.

2. bahan-bahan utama. bila dipakai tembaga massif bagian ujung diruncingkan sepanjang 10 cm. Pengukuran tahanan system : Pengukuran tahanan system dilakukan pada sambungan dalam bak control dengan megger tanah. Tahanan maksimum 1 (satu) Ohm R system 12 (satu) Ohm. ™ Earthing conductor pada Rod Electrode dipakai BC 50 mm2. bahan-bahan pembantu dan lain-lain sehingga diperoleh . Pemborong telah menyerahkan dokumen-dokumen sesuai dengan yang dicantumkan pada Ketentuan Umum. Pasal V. Rod Electrode ditanamkan ke tanah sampai ujung pipa tembaga mencapai air tanah +4 meter.263 cm. jarak ke pondasi bangunan 1. dalam keadaan sambungan terpasang (dua kali pengukuran ).5 m. c. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan plumbing adalah pengadaan dan pemasangan peralatan-peralatan. 04 PEKERJAAN TEKNIS INSTALASI PLUMBING 1. ™ Rod Electrode dipasang pada satu tempat.

Selokan air hujan. Pipa air hujan : ™ Pempompaaan dari atap gedung sampai selokan air hujan. c. Urinor. (bak cuci piring) dan floor drain sampai ke septicktank dan rembesan.264 instalasi plumbing yang lengkap dan baik serta diuji dengan seksama & siap untuk dipergunakan. System pembuangan pipa penguras dan over flow dari menara Air ke selokan terdekat. zink. Alat-alat Sanitair : ™ Closet jongkok ™ Meja cuci tangan (washtafel) ™ Floor Drain ™ Floor Clean out (tipe lantai) ™ Janitor. Sistem Air Kotor dan Air Bekas. . Skat Urinor dll ™ Kaca cermin b. Pipa ventilasi dari semua titik ventilasi ke udara luar d. urinoir. Pemipaan air kotor/air bekas dari semua closet. yaitu terdiri dari : a.

5 HP . Sistem Air Bersih ™ Pompa Penyalur (transfer Pump) • • Merk Type GAE atau setara SM 441 – 5. V3 Cermin Urinior 57 M Wash Bak Floor drain TOTO Kraan Kraan halaman Clean Out plug Janitor SK 22 A b. Persyaratan bahan dan peralatan a.265 2. Alat-alat Sanitair : Merk: TOTO atau setara ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ ƒ Closet jongkok CE 6 Washtafel L 511.

5 KW 15 meter 12 m3/h 1.5 “ 380 volt/660 volt/50 Hz 1 (satu) set Pada pipa isap dilengkapi ƒ ƒ ƒ Strainer 1 buah Foot Valve 1 buah Stop Valve 1 buah Pada pipa tekan dilengkapi ƒ ƒ Stop Valve 1 buah Check valve 1 buah Diameter kedua pipa isap dihubungkan melalui satu buah stop valve.266 • • • • • • • Daya Motor Head Kapasitas Kecepatan Pipa Tenaga Listrik Banyaknya 1.450 rpm D 1. Pompa dilengkapi dengan water level control : .

™ Sistim air kotor dan air bekas. untuk tangki atas. screw type. ƒ Fitting T6 Untuk fitting pipa galvanized digunakan galvanized malleable iron 1560spi. flange and ex KITAZAWA. ƒ Valve. 2 untuk tangki atas dan 2 untuk tangki bawah 2 buah upper level. Pempopaan air kotor/air bekas dan vent disini dipergunakan bahanbahan sebagai berikut : . sekualitas ex BAKRIE & BROTHERS.267 ƒ ƒ 4 buah lower level. screw end. ™ Booster – pump 350 watt = 1 buah Sebagai penguat tekanan air ™ Pempompaan air bersih pipa ƒ Pipa air bersih dipergunakan galvanized steel pipe BS 1387 das medium. Untuk valve sampai dengan diameter 2 ½ “ dipergunakan bronze 150 spi. untuk valve 3 keatas dipergunakan sekualitas cast iron 150 spi.

™ Talang air hujan dan saringan Pipa talang disini digunakan bahan sebagai berikut : ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekualitas Wavin Klas AW atau yang setara ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC klas AW Wavin atau setara Saringan talang dapat dipessan dengan bahan besi cor atau dibuat dengan menggunakan pipa galvanized sesuai gambar. ƒ Semua junction harus menggunakan 45 TY dan 45 bend kecuali untuk vent. ƒ Jenis lem yang dipergunakan harus sesuai dengan spesifikasi pabrik. c. Persyaratan Pemasangan ™ Semua pipa harus dipasang lurus dan sejajar dengan dinding/bagian dari bangunan pada arah horizontal maupun vertical. ƒ Untuk fitting pipa dipergunakan PVC injection moulding sesuai dengan merk pipa. Belokan pada saluran utama harus menggunakan long radius bend. .268 ƒ Untuk pipa dipergunakan pipa PVC sekwalitas Wavin Klas AW. dengan sambungan lem.

memenuhi persyaratan sbb: . ™ Pipa besi yang ditanam dalam tanah harus dilapis aspalt dan kain gonni. ™ Pipa air bersih dan pipa air kotor tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama. ™ Pipa PVC dalam tanah harus bebas dari benda-benda keras/diatas pasir sehingga kemiringan dapat rata. ™ Semua pipa yang menembus konstruksi bangunan. sehingga pipa tiada melentur.269 ™ Semua pemasangan harus rapi dan baik. ™ Pemborong harus menyediakan pipa sleve untuk pipa-pipa yang menembus bangunan. ™ Semua pipa harus digantung/ditumpu dengan menggunakan penggantung dan penumpu yang kuat dari metal sesuai dengan ukuran pipanya. Kemiringan pipa air kotor air bekas adalah ±2 % ke arah zink put. Pengujian ™ Setelah semua pemipaan selesai dipasang maka perlu diadakan pengujian kebocoran pipa atas seluruh instalasi sehingga system dapat berfungsi dengan baik. Pemborong harus minta persetujuan Konsultan Pengawas. d.

270 ƒ ƒ Instalasi air bersih 8 kg/cm2 24 jam 2 jam 5 % air 5 % air Instalsi pipa sanitair 2 kg/cm2 ™ Setelah pengujian terhadap kebocoran selesai. ™ Disinpeksi dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine kepada system pipa dengan metode yang disetujui pemilik. ™ Senua pengujian harus dilaporkan tertulis dan ditanda tangani Konsultan Pengawas. ™ Semua kerusakan yang timbul akibat proses pengetesan dibebankan kepada Pemborong Plumbing. Pembersihan . e. Dosis chlorine ialah 50 ppm. f. ™ Setelah 16 jam system tersebut harus dibilas dengan air bersih sehingga kadar chlorine menjadi tidak lebih 0. maka diadakan pengujian terhadap system dengan cara menjalankan system sekaligus selam 4 x 8 jam terus menerus tanpa mengalami kerusakan.2 ppm. Disinpeksi ™ Pemborong harus melaksanakan pembilasan dan disinpeksi dari seluruh instalsi air bersih sebelum diserahkan kepada pemilik.

. Unutk ini Pemborong harus berkonsultasi dengan Pemilik.271 ™ Semua bagian yang tampak kelihatan dari luar harus dibersihkan dari kotoran-kotoran. ™ 2 (dua) set Buku instruksi pemakaian dan pemiliharaan untuk peralatan-peralatan. Dokumentasi Sebelum dilakukan serah terima pekerjaan oleh pemborong kepada pemberi tugas. pemborong harus menyerahkan dokumentasi-doikumentasi berikut : ™ 4 (empat) set Gambar-gambar instalasi terpasang (As Built Drawing) yang telah diperiksa oleh Konsultan Pengawas. Bagian yang dilapis chlorine harus digosok sehingga bersih dan mengkilap. ™ Semua pipa tampak exposed dan tidak dilapis chlorium harus dicat dengan warna berlianan agar mudah dikenali satu dengan yang lainnya. g. ™ 2 (dua) set Berita acara hasil testing pipa-pipa air.

dimana bahan pemadam kebakaran terdiri dari BCF. Titik Splinker harus ada tiap jarak 5 m’ dan alat pemadam portable harus ditempatkan pada tempat yng mudah terlihat dan berjarak maksimum 20 m dari setiap tempat. 2. Persyaratan a. Pemadam kimia CO2 dengan ukuran minimal 2 kg atau alat pemadam lainnya yang sederajat pada setiap lias lantai 200 m2 dengan ketentuan minimal 2 buah untuk setiap lantai. b. Pada umumnya berlantai lima yang luas lantainya lebih dari 200 m2 harus ada Pipa Splinkler dan alat pemadam. Sistem Fire Extinguiser Yang dimaksud dengan Sistem Fire Extinguiser adaalah system pemadam kebakaran dengan mengguankan tipe portable atau beroda. General Area ™ Type General Purpose Dry Chemical ™ Agent Multi Purpose Dry Chemical ™ Shell Material Iron Steel . 3. 05. INSTALASI SISTEM FIRE EXTINGUISHER 1. Jenis Peralatan yang dipakai (Merk Chubbs). Co2 atau sejenisnya.272 Pasal V.

Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada agar dapat mengetahui hal-hal yang mengganggu mempengaruhi pekerjaan mechanical. Syarat-syarat umum a.0 kg ™ Tes pressure 250 kg/cm2 Pasal V. b. Klausal-klausal dari syarat-syarat umum hanya dianggap tidak berlaku apabila segala dalam spesifikasi ini. berarti menuntut perhatian khusus dari klausal-klausal tersbut dan berarti menghjilangkan klausal-klausal lainnya dari syarat-syarat umum. kontraktor wajib mengajukan saran penyelesaian paling lambat seminggu sebelum bagian pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan.273 ™ Capacity 4 kg ™ Cargerd Weight Approx 8. . 06 PEKERJAAN AIR CONDITIONING DAN EXHAUST FAN 1. syarat umum merupakan bagian dari persyaratan dari kontrak ini apabila ada beberapa klausal-klausal dala spesifikasi ini. Apabila timbul persoalan.

Kontraktor ini harus memeriksa dengan teliti ruang-ruang dan peralatanperalatan. e. c. pipa-pipa dll. Pada waktu pelaksanaan. ijin-ijin dan standar-standar a. bahwa cara pelaksanaan pengerjaan dilaukan dengan cara wajar dan terbaik. saluran-saluran (ducts). 2.274 c. Kontraktor ini harus menyediakan alat-alat pengatur dan alat pengaman tambahan yang diwajibkan oleh ketentuan-ketentuan yang berlaku di Indonesia. Peraturan-peraturan. Hingga dapat dipasang pada tempat-tempat dan ruangan-ruangan yang telah disediakan. Instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku serta tidak bertentangan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Kontraktor ini harus menyatakan secara tertulius bahwa bahan dan peralatan yang diserahkan adalah berkualitas baik. kontraktor harus menyerahkan gambar-gambar kerja (shop drawing) terlebih dahulu untuk mendapatkan persetujuan dari konsultan. Kontraktor harus memintakan ijin-ijin yang memungkinkan diperlukan untuk menjalankan instalasi yang dinyatakan dalam persyaratan ini tanggungan sendiri. . d. dan gambar-gambar tersebut harus diserahkan minimal dua minggu sebelum dilaksanakan. dari jawatan keselamatan kerja. b.

atau sistem distribusi lainnya yang diterangkan bagian yang cukup kompleks atau yang dibutuhkam koordinasi yang ketat dengan bagian-bagian pakerjaan lainnya dari penyelesaiannya proyek ini. Semua pekerjaan yang dinyatakan dalam persyaratan ini harus dilaksnakan sesuai dengan syarat-syarat pelaksanaan atau peraturan-peraturan dari badan pem. . Kontraktor harus membuat dan menyerahkan gambar-gambar kerja yang mendetail untuk bagian-bagian dri sistem duct. Petunjuk Khusus a. pipa. Dan kontraktor ini harus meny\erahkan ijin-ijin atau keteranganketerangan resmi tentang instalasi kepada konsultan. b.275 f. 3. c. Kontraktor ini harus memberikan pernyataan bahwa gambar-gambar kerja yang diserahkan tidak akan menimbulkan konflik pelaksanaan dengan kondisi lapangan/pekerjaan kontraktor-kontraktor lainnya. Tanpa pernyataan ini gambar-gambartidak akan memperoleh persetujuan dari konsultan/wakil konsultan. pemeriksaan engujian dan lain-lain. Apabila ada hal-hal yang meragukan tentang ini keputusan terakhir ada pada konsultan/wakil konsultan. dan kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan penggantian yang perlu selama jangka waktu 1 tahun.erintah yang berwenang kontraktor ini harus menanggung biaya-biaya uintuk memperoleh ijin. Kontraktor ini harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas bahwa seluruh instalasi air conditioning dan distribusi udara ini akan bekerja dengan memuaskan.

lantai 2 b. harus dilaksanakan serapi mungkin sesuai kebutuhan dalam gambar sehingga out-door Unit AC tersebut merupakan elelmen bangunan 4. c. Yang dimaksud adalah pengadaan dan pemasangan AC split wall lantai 1. . Kontraktor ini harus menyerahkan kepada pemberi tugas gambar-gambar instalasi sesungguhnya yang terpasang pada bangunan (as built drawing) memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. d. Pemborong yang melaksanakan pekerjaan ini. Penyerahan dan pemasangan lengkap alat-alat kontrol ysng dibutuhkan oleh sistem tata udara yang didinginkan sistem air. Gambar-gambar teersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir. servising dan maintenance. e. Lingkup Pekerjaan a. Pemasangan out-door unit AC dan pemasangan pipanya. Melengkapi pekerjaan dan accesoriess tambahan yang diperlukan oleh seuruh sistem sehingga dapat berjalan dengan baik bila belum disebutkan dalam spesifikasi ini. Starting. e. diutamakan yang telah berpengalaman di bidang ini dan memiliki dan memiliki TDR bidang elektrical tata udara. testing.276 d.

Pemborong harus berkoordinasi. Sebagai pipa pengembunan (drain) dipergunakan pipa PVC (Poly Vinyl Choida) kelas AW bilamana tidak dinyatakan lain tersendiri.277 5. alat-0alat ukur serta peralatan-peralatan lainya yang dipergunakan sebagai sumber daya bagi mesin-mesin AC. Pekerjaan Pekerjaan listrik yang dimaksud ialah instalasi : i. Pekerjaan Listrik a. Pekerjaan Pipa Pengembunan a. Pemborong harus memasang pipa pengembunan (drain) dari mesin mesin air conditioning sampai ketempat pengembunan yang terdekat dalam saluran yang teresembunyi atau tidak dan tidak mengganggu . zekring. transformator. Bahan. Pekerjaan Pipa. switch. Pekerjaan. b. 6. memberikan data-data ukuran dan gambar-gambar yang diperlukan kepada pihak lain. starter. 7. Pipa Air Dingin Pemborong harus menyediakan dan memasang sesuai dengan spesifikasi dan gambar senua pemipaan yang ada. Panel kontrol daya mesin-mesin AC yang meliputi wiring. .

Pemborong harus berkoordinasi dengan pabrik-pabrik lain agar sejauh mungkin dipergunakan peralatan yang seragam dari merk yang sama untuk seluruh proyek. Kabel-kabel yang di sambungh harus color coded atau diberi nama.278 Pemborong menyediakan dan memesang peralatan-peralatan dari panel kontrol ini sampai ke mesin-mesinya. Panel AHU di sdetiap lantai yang meliputi wiring starter. switch. . d. c. b. trnsformator dan skring yang di perlukan untuk pamel ini. Peralatan v. Syarat-syarat iii. Bahan Semua bahan yng dipergunakan harus berkualitas yang terbaik. buatan Jerman atau USA atau yang sejenis kecuali dinyatakan lain sserta secara tersendiri. Semua pekerjaan listrik yang ada harus di laksanakan sesuai dengan peraturan-peraturan PUIL 1977. peraturan-peraturan pemerintah setempat dan jawatan keselamatan kerja. ii. Pihak lain yang menyediakan peralatan untuk penyambungan daya listrik sampai ke panel ini. iv. hendaknya di masing-masing unit terdapat sistem pengaman yang terpisah. Selain dari pada itu harus pula memenuhi persyaratan standar negara dan pabrik pembuatnya. persyaratan PLN.

Semua panel. . indikator. Kabel-kabel yang disambung harus color coded atau diberi nama. Semua alat-alat ukur yng terpasang harus dari daerah kerja yang sesui dengan ketelitian 2%. Penyambungan kabel tembaga harus mempergunakan penyambung tembaga yang sesuai dan dilapisi timah putih. ix. Pemyambungan kabel x. Untuk setiap phase pada panel hendaknya diberi lampu indikator atau alat ukur lainya. e. Semua penyambungan kabel harus dilakukan sesuai dengan poersyaratan : 1. Semua panel harus diberi lapisan cat anti karat. Zekering cadangan Untuk setiap panel yang menggunakan pengaman zekering harus disediakan sebanyak yang ada dan di simpan pada tempat khusus dan diberi tanda pengenal. 2. vii. Penyambungan kabel berisolasi PVC harus diisolasi PVC.279 vi. viii. f. 3. switch.alat-alat ukur yang ada harus diberi nama papan nama yang sejenis dan tidak mudah rusak. 4. Penyambungan kabel berisolasi karet harus diisolasi karet.

Peralatan Semua kipas angin (fan) harus diberi peralatan damper otomatis yang akan membuka bila ran bekerja dan menutup bila fan berhenti.280 g. rating CFM dengan toleransi 10%. Ducting yang digunakan sesuai aturan yang berlaku untuk pekerjaan AC. merk yang digunkan nasianal. 9. b. dan diuji oleh pabriknya dan sesuai dengan gambar dan spesifikasinya.5 m. Tarikan kabel dengan tarikan vertikal sepaya di klem pada dinding secara rapi dengan jarak klem 1. Bahan Senua kipas angain dan exhauust fan yang dipasangh telah dibalans. Tarikan kabel Tarikan kabel yang berada diatas plafond harus terletak di dalam suatu cable duct sesuai dengan gambar dan spesifikasinya.emasang kipas angin dan exhaust fan sesuai dengan ganbar dan spesifikasi. KDK atau setara. . Kipas Angin / Exhaust Fan a. Semua kipas angin (fan) bila berhubungan langsung dengan udara luar harus diberi pelindung “brid screen” dari rangka alumunium atau “galvanized iron ½” mesh”. c. Pekerjaan Penborong harus menyediakan dan m.

c. Untuk penilaian mutu pada tahap permulaan. Alat – alat dan bahan – bahan instalasi yang diajukan harus dalam keadaan 100 % baru. Alat – alat harus tahan untuk dapat dipakai dalam cuca tropis.281 d. Alat – alat dan bahan yang diajukan bermutum tinggi. d. f. e. Penjelasan sistem • Listrik . dimana bagian alat yang sama fungsinya harus dapat saling ditukar – tukar tanpa mrnimbulkan kesulitan teknis b. Merk yang boleh ditawarkan adalah philips atau setaraf. Terutama harus dipertitungkan adanya pengaruh negatif dari kelembapan yang tinggi dan harus dicegah timbulnya jamur. e. semua lat yang diajukan harus disertai dengn data teknis (brosur) agar jelas merk dan typenya. g. Mutu alat-alat dan bahan a. Seluruh peralatan yang membangun sytem tata suara ini harus memenuhi sandard industri indonesia. Saat serah terima harus dilampirkan surat garansi 1 (satu) tahun dari agen tunggal di indonesia .

b. Perbandingan dengan harga yang direncanakan atau data dari pabriknya. Pengukuran dan pengujian kuat aras dan tegangan RPM setiap phase unit – unit kompresor. 2. d. c. udara luar dan sistem pengukuran yang ada. Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn setelah system “balan” sesuai atau mendekati persyaratan teknis yang direncanakan. Syarat a. tekanan dan aliran yang masuk dan keluar setiap alat. f. Pengukuran dan pengujian temperatur dan kelembapan pada setiap ruang. difuser.282 1. Semua pengujian dilakuakan setelah system berjalan dengan baik secara kontinue selama 9 jam. fresh air intake “ exhaust” “on” dan “aff koil pendingin. • Tenperatur 1. . Pengukuran dan pengujian harus dilakuakn pada saat suhu luar 32. Semua perelatan pengujian dan pengukuran harus dikalibrasi sebelum dan sesudah digunakan. griller. motor dan system pengaturan listrik yang ada. 2.2 deg C ( 90 deg F ). Pengukuran dan pengujian temperatur.

Music program tidak hanya diperkuat tetapi harus mempunyai derajad pengertian yang tinggi dan bebas . Pengujian A. Pipa 1. Pengujian terhadap pada semua sambungan pipa. Lingkup pekerjaan Pengadaan dan instalasi Back Ground Music lengkap dengan peralatan dan pengabelanya antara lain: 2.283 Pasal V. Direksi / Konsultan serta pihak pihak yang lain yang diperlukan kehadiranya. Pekerjaan Pemborong harus melaksanakan semua pengujian ( run test) dan “balancing” peralatan instalasi system air conditioning dengan disaksikan oleh pengawas yang berkepentingan . URAIAN DAN KETENTUAN TEKNNIS PEKERJAAN INSTALASI SOUND SYSTEM 1. Semua kejadian tersebut dicacat dan dibuat berita acara. Jenis pekerjaan Jenis pengerjaan pengujian balancing dan adjusting instalasi ini secara garis besarnya mencakup persoalan-persoalan sebagai berikut : a. 07 . a.

Berita yang disampakan harus mempunyai derajad pengertian ( intelligibility ) yang tinggi dengan kekerasan + 80 db diatas sinyal derau ( s/n rasio + /. Untuk mengalokasikan karyawan yang diperlukan pada saat mana tidak ada ditempat. Hal ini diperlukan pengontrolan secara otomatis agar pada setiap dilaksanakan paging. volume control di by pass dan full power loud speker.80 db) . b. Untuk menyampakan jalanya sidang paripurna keseluruh gedung. Pemanggilan adalah sarana komunitasi satu arah : b. d.284 dari gangguan listrik tegangan tinggi dan sinyal pemancar – pemaqncar yang baik dalam gedung itu sendiri maupun diluar gedung seperti orari. krap dan sejenisnya. Tingkat kekerasan suara dari celling speker harus dapat diatur untuk dapat menyusuaikan dengan keadaan ruang antara lain level suara dengan volume control yang memiliki peredaran 3 db/ step. . Untuk menyampaikan informasi baik untuk perorangan maupun untuk selurauh karyawan. System pemanggilan System pemanggilan damaksudkan untuk melengkapi system komunitasi yang telah ada pada kantor tersebut. c.

e. terdiri dari: • • • 1 buah cassete deck double players. 1 buah hand held micropune. tetepi juga untuk pemanggialn atau penyampaian berita darurat. Emergency call Kebutuhan system tat a suara untuk satu gedung khususnya gedung bertingkat tidak terbatas untuk keperluan back ground music dan paging.285 Untuk tidak menggangu kemmpuan system paging dan tidak menggangu suasana kerja seluruh lantai maka system harus direncanakan agar dapat paging perlantai dan atau seluruh lantai. f. 1 ( satu ) set amplification system. b. Adapun berita yang disampaikan keseluruh gedung antara lain pengerahan karyawan dan atau tenaga lainya dalam keadaan evakuasi darurat. B. . c. 1 (satu ) set input source. Amplifer Rack ( untuk back ground music ) Amplifer rack antara lainberisi bagian – bagian atau rungsi – rungsi tersebut: a. 1 buah table stand microphone. terdiri dari • 1 buah system amplifer . Instruksi – instruksi lainya dapat disampakan keseluruh gedung.

1 dB dari 100 Hz – 15 kHz . C. Pre-amplifier untuk background music. Karakteristik frekuensi 7. S/N : 55 dB atau lebih 8. Amplifer Power amplifier untuk background music : 1. Dalam konstruksi slide-in panel 2.286 • • 1 buah power amplifer 240 watt. monitor. rack dan accessories. Daya out-put (musik) = 200 watt 4. Dalam konstruksi slide-in panel. Tegangan out-put (saluran) = 100 watt 5. 1 buah set swiching.5 % atau kurang pada out-put nominal 200 W. Tegangan input dapat diatur dari luar dengan obeng 3. Catu Tenaga : 220 volt. Cacat harmonis : 0. 50 Hz 6.

Channel Combiner Karena cassette deck hanya diperoleh dalm model stereo. c. Pasal V. . Untuk dan atas nama Pemberi Tugas menyelesaikan prosedur pengujian Instalasi dengan PERUMTEL serta penyambungan ke jaringan DAN KETENTUAN TEKNIS PEKERJAAN INSTALASI PERUMTEL. URAIAN TELEPON 1. melakukan pengukuran. sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan memuaskan. b. testing dan penyetelan. Lingkup Pekerjaan Yang termasuk didalam lingkup pekerjaan ini adalah a.08. Pengadaan / pemasangan instalasi / telepon termasuk pemasangan perelatan utama / instalasi pengabelan utama.287 D. sedangkan yang akan dipasang adalah sitem mono. maka perlu diadakan rangkaian khusus untuk mennggabungkan channel kiri dan kanan. untuk memasang peralatan dan perkabelan. Menyediakan tenaga-tenaga yang cukup ahli dalam bidangnya.

Uraian dan Persyaratan untuk perkabelan di dalam gedung. Pada prinsipnya seluruh instalasi dilakukan secara inbouw. 3. yang menghubungkan pesawat telepon ke kotak pembagi. Instalasi 1. Didalam satu pipa hanya boleh ditarik sebanyak-banyaknya tiga kabel. a. 4. 2. Penarikan kabel ke out let sama dengan kabel untuk pesawat telepon sesuai dengan syarat-ayarat instalasi. Penyambungan pipa harus dilem. . 5. Penyambungan pipa harus dengan soch atau T Doos.288 2. Instalasi pada dasarnya dilakukan menurut ketemtuan yang dikeluarkan oleh PERUMTEL. Semua kabel. 6. Umum Instalasi didalam gedung pada dasarnya terbuat dalam dua bagian : Kabel pokok. harus ditarik didalam pipa. baik kabel pokok maupun seluruh penaggal. b. T Doos harus ditutup. yang menhubungkan kotak pembagi ke tempat MDF Saluran penaggal.

Terminal untuk kabel masuk dan kabel keluar harus terpisah sedangkan penyambungannya dilakukan dengan jumpeiring. c. Kotak harus dicat disesuaikan dengan warna dinding. dan kabel yang dari terminal box sampai ke out let telepon tidak boleh ada sambungan. Isolasi dan selubung luar dari PVC 15. Tiap pasang harus dipuntir (twisted) dan mempunyai kode warna yang jelas untuk membedakan dari pasangan yang lain. Kabel pokok dari terminal box pada setip lantai yang menuju ke MDF. Dilemgkapi dengan terminal (sekrup solder) yang sesuai dengan ukuran kabel. d. Contoh barang harus dimintakan persetujuan dahulu dari Direksi Pekerjaan. 13. 12. 16. Untuk instalasi Inbouw. kabel 14.5 mm). 11. Kotak harus dapat ditutup dengan rapat dan diberi kunci. Kotak dibuat dari plat besi (tebal minnimum 0. Screen dari lembar aluminium atau timah putih. 9. Kotak Pembagi 8.289 7. 10. .

Ukuran pipa disesuaikan dengan ukuran kabel yang akan ditarik.6 mm atau lebih. . 18. 24.290 17. f. maka pengukuran dilakukan sampai ke ujung yang terjauh. Unutk seluruh instalasi dipakai pipa PVC Ega / setara. Pengujian oleh PERUMTEL. Dalam pair tersebut tidak sampai rozet. Merk ISDN PABX yang direkomendasikan untuk ditawarkan adalah Panasonic dengan persyaratan sesuai type yang dipergunakan atau setara ASIA/JEPANG (yang memiliki pelayanan puma jual di Indonesia). contoh barang harus diserahkan kepada direksi pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan. 23. 22. Pemborong diwajibkan untuk melakukan pengukuran tahanan isolasi dan tahanan loop untuk semua pair yang telah dipsang. Kawat tembaga dengan ukuran 0. Pengukuran 21. Semua dokumen yang diperlukan untuk pengujian tersebut harus dipersiapkan oleh Pemborong. 3. e. Sebelum pemasangan dimulai. sampai diperoleh surat lulus pengujian. g. Pipa dan konduit: 19. 20. Pemborong diwajibkan untuk mengurus dan membiayai pengujian instalasi oleh PERUNTEL.

. Tetapi bila diangkat beberapa lama tidak memutar nomor. Hot Line Ada 2 Hot Line : 5. pesawat berfungsi sebagai pesawat biasa bila kita langsung memutar nomer yang diinginkan.291 4. Dengan delay Pesawat cabang bisa berfungsi sebagai hot line dan pesawat cabang biasa. Segera (tanpa delay) Hubungan hanya bisa dilakukan dengan tujuan yangt sudah ditentukan lebih dahulu. Begitu peasawat diangkat. Call forwarding Apabila ada panggilan kepada satu pesawat cabang dan tidak diangkat atau sibuk. maka secara otomatis pesawat akan terhubung ke tujuan yang telah diprogram (hot line). Music On Hold b. maka setelah selang waktu tertentu panggilan tersebut segera dipindah kepada extension lain yang telah ditentukan. Fasilitas Pesawat Cabang (Analog / digital) a. 6. c.

STLO . Apabila nomor group yang dipuitar. rectifier / penyearahan battery dan main distribution frame harus mempunyai spesifikasi teknik. Panggilan kepada Executive dapat dijtuhkan ke sekretaris. RUANG LINGKUP PEKERJAAN 1. Telkom (PIT) ¾ 64 saluran extension ¾ 1 operator’s console ¾ Lightning arrestor pada 8 saluran PT. pesawat telepon cabang . Pengadaan dan pemasangan satu unit STLO (ISDN PABX) ¾ Type : PANASONIC KX TDN 1232 dengan kapasitas : ¾ 8 saluran PT. umumnya yang termasuk dalam satu departemen/ bagian dapat digabung dalam satu group untuk hunting. pesawat yang bebas pada group tersebut akan ringing baik secara siklis atau urutan yang lengkap. Telkom . Nomor individu setiap pesawat cabang berfungsi seperti biasa. Executive / Secretary Kombinasi Executive / Secretary dapat diprogram sehingga dapat saling berhubungan dengan memutar nomor yang telah disingkat. 5. Group Hunting Sejumlah pesawat cabang. e.292 d.

pengetesan sistem.293 ¾ Rectifier / penyearahan 220 V AC/48 V DC dengan kapasitas 1x12 ampere dan accu 48 V/100 AH. Mengurus semua perijinan ke instalasi-instalasi terkait yang berwenang penuh dalam pemberian ijin pemasangan sistem tersebut PT. 6. 3. Pengadaan semua dokumen teknis. Pengadaan dan pemasangan STLO sampai dengan MDF. Pengadaan dan pemasangan terminal box . . Pengadaan dan pemaasangan pesawat telepon Standard dan Executiive. kabel sampai dengan pesawat cabangnya beserta biaya pengujian instalasi oleh PT. ¾ Printer dan serial card 2. ¾ Main Distribution Frame (MDF) kapasitas 2x100 pairs. 4. training pemakai dan maintenance training sehingga sistem tersebut dapat berfungsi dan terpelihara secara sempurna. Telkom Indonesia. 5. Telkom Indonesia. trainning operator.

PERATURAN-PERATURAN DIGUNAKAN 1. Peraturan Umum yang digunakan : a. g. Undang-undang No. b. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) NI-2 / 1971. Peraturan Muatan Indonesia NI-18 / 1970 dan Peraturan Pembebanan Indonesia tahun 1981. DAN SYARAT-SYARAT YANG .294 Pasal V. Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan NI-3 / 1970. Peraturan Umum Instalasi Listrik (PUIL) MI-6 1979. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia NI-5 / 1961. f. j. 09. e. 9 dan tambahan Lembaran Negara No. h. A. c. Peraturan Plumbing Indonesia tahun 1979. d. i. 14571. Peraturan Bangunan Nasional yang berlaku.V.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja. Peraturan Semen Portland Indonesia NI-18 / 1970. (Algemene Voor Waarden de Uit Voering by Aaneming Van Openbare Werken in Indonesia) tanggal 28 Mei tahun 1941 No. Peraturan Cat Indonesia NI-4 1961. k.

PEKERJAAN LAIN-LAIN 1. . Hal-hal yang belum tercantum dalm uraian-uraian dalam pasal-pasal RKS ini akan dijelaskan dalam Aanwijzing. Semua bahan dan alat-alat perlengkapan yang akan diperoleh atau dipasang pada bangunan ini sebelum dipergunakan harus diperiksa dan diluluskan oleh Direksi. Apabila ada hal yang tidak tercamtum dalam gambar maupun RKS tetapi itu mutlak dibutuhkan. maka biaya pemeriksaaan ditanggung oleh Pemborong. 4. Peraturan Instalasi Penghantar Petir NI-12 / 1964. 3. maka hal tersebut harus dikerjakan/dilaksanakan. gambar petunjuk dan gambar detail maka segera dilaporkan untuk diputuskan dengan tetap mengindahkan kepentingan bangunan itu sendiri.295 l. 2. 5. Pasal V. Dan lain-lain peraturan-peraturan yang berlaku dan dipersyaratkan berdasarkan normalisasi di Indonesia. m. Apabila diperlukan pemeriksaan bahan. Jika ada perbedaan antara gambar dan RKS. 10.

Juli 2006 .296 Semarang.

Sirtu padat bawah pondasi / sloof Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123. Pekerjaan Stuktur Lantai 1 a. Urugan Kembali Volume = 209. 1 PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN 5.44 m3 = 425.BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA 5.28 m2 = 30. Galian Tanah Struktur Pondasi Volume 2.09 m .97 m3 B.28 m = 10.82 m2 b.1.28 m2 = 0. 123. Pekerjaan Tanah 1.27 m3 296 .28 m2 = 0.09 m = 0.1 Pekerjaan Stuktur dan Atap A. 123. Pekerjaan Beton Bertulang 1:2:3 1.25 m .25 m = 0. Lantai kerja 1:3:5 Luas keseluruhan Ketebalan Volume = 123.

25 .73 m = 0.45 m Jumlah pancang Volume f.60 m3 d.1 m3 = 1 ls = 100 buah = 3000 m . 0. Mobilisasi pancang Volume g. Biaya pemancang Panjang pancang = 30 m Diameter pancang = 0. 0. Tiang pancang Diameter pancang = 0.25 m .45 m Panjang pancang Jumlah pancang Volume = 30 m =100 buah = 30 m .7 m = 33. Beton kolom Panjang kolom Ukuran kolom = 4.8 m = 133.8 m x 0.7 = 192 m .297 c. 0. 100 buah = 3000 m e. Beton sloof stuktur Panjang Ukuran Volume = 192 m = 0. Beton poer Volume h.

0 .4 m =14. 0. 0.32 m3 l. 0.73 m .48 m3 i.4 m = 179 m .7 m = 37.26 m3 = 4.7 m = 211. beton balok anak lntai 2 Panjang Ukuran Volume = 179 m = 0. Beton balok induk lantai 2 Panjang Ukuran Volume = 211.298 Jumlah Volume = 16 buah = 4.25 m x 0. Beton lisplank Volume m.8 m .2 m . 0.04 m3 j. 0.2 m .64 m3 . Tangga beton Volume = 13.12 m = 436 m2 . 0. Beton plat lantai 2 Luas Ketebalan Volume = 436 m2 = 0.12 m = 52.25 m . 16 buah .32 m3 k.8 m = 56. 0.7 m .7 m = 0.

0.2 m = 24 .7 m = 1. 0.45 m2 = 4.67 m = 0.89 m3 ¾ Beton kolom Panjang Ukuran Volume = 42.2 m x 0. 15 m2 = 1.12 m . 0.6 m .6 m x 0.7 m = 13.6 m = 42. Beton pit lift ¾ Beton pondasi dan beton plat Volume ¾ Beton dinding Tinggi Luas Volume = 0.36 m3 ¾ Plat lantai ruang mesin Ketebalan Luas Volume = 0.67 m .45 m2 = 0.72 m = 0. 24. 0.34 m3 .12 m .92 m3 = 42.80 m3 ¾ Beton ring balk Panjang Ukuran Volume = 13.12 m = 15 m2 = 0.2 m .6 m = 15.72 m .299 n.

125 m = 0.84 m3 q.75 m3 ¾ Sirtu padat bawah pondasi pit lift Panjang Ketebalan Volume = 35.9 m = 35.36 m2 = 0.27 m3 p. 0.9 m = 3.300 ¾ Lantai kerja bawah pondasi pit lift Luas Ketebalan Volume = 3 m2 = 0.45 m = 12 m = 96 m o.5 m2 = 0. Anstamping bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3.36 m2 .36 m2 .25 m = 0.125 m = 3.42 m3 . 0.36 m2 = 0.25 m = 0.5 m2 .20 m3 ¾ Tiang pancang pit lift Diameter Panjang Volume = 0. Pasir urug bawah tangga Luas Ketebalan Volume = 3. 0. Pondasi batu belah Volume =12.25 m = 3.

2 buah = 1.7 m = 0.8 x 0.04 m3 .25 m .7 m .66 m3 Volume total = 48.5 = 2.73 m .7 = 211. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. 0.301 2. 0. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 2 a.34 m3 +1.73 m = 0. Beton balok induk lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 211.8 m . 0.25 x 0.5 m .5 m .34 m3 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0.7 m = 37. 16 buah = 48.50 m3 b.12 m .5 x 0. 0.8 = 16 buah = 4. 0. 2.66 m3 = 49.12 m = 2 buah = 0.8 m .

12 m = 420 m2 .28 m3 Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 3 1.7 = 16 buah = 4.73 m . 0.08 m3 . 16 buah = 37. Tangga beton Volume 3.4 m = 13. = 13.4 = 171 m .68 m3 d.2 m .7 m .73 m = 0.12 m = 50.7 x 0.40 m3 e. Beton kolom struktur Type 1 Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. Beton lisplank lantai 3 Volume f. 0. 0. Beton plat lantai 3 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.2 x 0.7 m . 0.26 m3 = 1. Beton anak lantai 3 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0. 0.302 c.

Beton tangga Volume = 13.7 m .2 m .7 m = 0.5 = 24 m = 2 buah = 0.4 = 171 m . 0. 0.04 m3 3. 0.68 m3 4.50 m3 2.2 x 0.5 m .5 m .4 m = 13. 0. 24 m .26 m3 . Beton balok induk lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 211. 0. Beton plat lantai 4 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.08 m3 +12 m3 = 49.12 m = 420 m2 .12 m = 50.40 m3 5. Beton balok anak lantai 4 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.7 = 211.303 Type 2 Ukuran Panjang Jumlah Volume = 0. 0.7 m = 37.25 m .5 x 0. 2 buah = 12 m3 Volume total = 37.25 x 0.

6 m . 0. Beton tangga Volume =13. 0.25 m .2 m . 16 buah = 49.6 x 0.7 = 211. 0.7 m .2 x 0.04 m3 3.4 m = 13. Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 4 1.26 m3 .304 4. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 4. Beton balok induk lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 211.4 = 171 m .6 = 16 buah = 4.6 m . Beton plat lantai 5 Luas Ketabalan Volume = 420 m2 = 0.12 m = 50. Beton balok anak lantai 5 Panjang Ukuran Volume = 171 m = 0.12 m = 420 m2 .25 x 0.73 m . 0. 0.7 m = 37.73 m = 0.40 m3 5. 0. 0.50 m3 2.7 m = 0.68 m3 4.

21 m3 = 5. 0.6 m . 0.7 m = 15. 0.76 m3 = 2.46 m3 = 9. 16 buah = 49.6 = 16 buah = 8.7 = 110 m . Pekerjaan Beton Bertulang Lantai 5 1.6 m . Beton talang Volume 6.2 m .2 x 0. Beton kolom struktur Panjang Ukuran Jumlah Volume = 8.20 m3 .40 m 3. Water profing talang Volume = 115.6 m .6 m = 0. Beton konsol Volume = 5. Beton lisplank Volume 4.50 m3 2.56 m3 7.305 5. Beton balok talang Volume 5. 0. Beton balok ring Panjang Ukuran Volume = 110 m = 0.6 x 0.

77 m = 12. Atap genteng kramik glazur Volume = 1102 m2 6.2 kg/m = 1499. Kuda – kuda baja Panjang Berat Volume = 499.51 kg/ m = 4519.51 kg/m = 601.77 m . Pekerjaan Rangka Atap Dan Atap 1. Gording double canal Panjang Berat Volume = 601.84 m .306 C. 12.2 kg/m = 18297.84 m = 7. Usuk dan reng kayu bengkirai Ukuran usuk Ukuran reng Volume = 8/10 cm = 2/3 cm = 1102 m2 4. 7.5/30 cm = 76 m 5.16 kg 2. Papan reuter kayu bengkirai Panjang Ukuran Volume = 76 m = 2.8 kg 3. Bubungan genteng kramik glazur Panjang Volume = 76 =76m .

Corong talang Panjang Ukuran Jenis Volume 10. Urugan kembali Volume = 55. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 1 a. Lapis seng bawah atap genteng Volume 9. Lisplang kayu jati 2.2 m2 8. Galian tanah struktur pondasi Volume 2. Saringan talang Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 50 m = 3” = PVC = 50 m = 1102 m2 5.9 m3 = 143.5/30 Panjang Ukuran Volume = 4.307 7. Pekerjaan pondasi batu belah 1.160 m = 2.1.00 m3 3.2 Pekerjaan Finishing Arsitektur 1.5/30 cm = 31. Pondasi batu belah 1:5 Volume = 57.2 m3 .

5 m2 = 37. Beton praktis. Plesteran 1:5 Volume 5.308 4. Urug pasir Volume = 10. Pasangan bata 1:3 Volume 2.2 m3 = 4.70 m2 = 620 m2 = 70. sloof dan kolom Volume = 4. Sponengan sudut Volume 7.36 m3 6.21 m3 . Urugan tanah dari luar Volume = 256 m3 b.56 m3 = 19. Aanstamping Volume 5. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Plesteran 1:3 Volume 4.23 m3 8. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Plint lantai Volume = 112 m1 = 650 m1 = 194. Plesteran beton Volume 6.

86 m = 91.4 m 2.309 c. Engsel pintu whitco Jumlah = 24 buah Volume = 24 buahg 7. Raam jendela alumunium Panjang Volume 3. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 256.86 m = 50. Grandel Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah .40 m Volume = 2 buah 6. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 4. Kunci tanam Jumlah Volume 5. Pekerjaan Pasangan Kosen 1.40 m = 50.4 m = 256. Espongnolet Jumlah = 2 buah = 2 buah = 2 buah = 5 mm = 91.

6 x 1. Pintu shaft dan kusen Ukuran Jumlah Volume = 0.72 m2 9.70 = 2 unit = 2 unit 14. Kunci pintu utama danpitcher Jumlah Volume 11. Railing tangga kayu jati ornamen lantai 1 ke lantai 2 Panjang Volume = 26 m = 26 m .310 8. Portal pintu stainless steel Volume = 1 unit 10. Engsel floor hinge Jumlah Voume = 4 unit = 4 unit = 2 unit = 2 unit 12. Pintu frameless steel Ketebalan Luas Volume = 12 mm = 6.72 m2 = 6. Handle 2 buah pintu utama Jumlah Volume = 4 set = 4 set 13.

700 m2 = 49 m3 3. 700 m2 = 70 m3 2.07 m .311 d. Urug pasir bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 10 cm = 700 m2 = 0. Lantai kerja bawah lantai keramik Ketebalan Luas Volume = 7 cm = 700 m2 = 0. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 . Lantai keramik 40/40 Ukuran Luas Volume = 40 x 40 cm = 616 m2 = 616 m2 4.1 m . Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 436 m2 = 436 m2 e.

Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pekerjaan Sanitasi Septictank Volume g.7 m2 = 488. Cat plafond Luas Volume h. Pekerjaan Instalasi 1. Pekerjaan Pengecetan 1. Cat tembok luar Luas Volume 2.312 5.7 m2 = 326 m2 = 326 m2 = 1 unit = 84 m2 = 84 m2 . Lantai keramik granito Luas Volume f. Stop kontak Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 35 buah = 35 buah = 436 m2 = 436m2 = 488. Cat tembok dalam Luas Volume 3.

31 m3 = 12.071. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 39 titik = 39 titik 2. Saklar tunggal Jumlah Volume 4.313 3.5 m2 = 64.83 m2 = 216. Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 2 a. Plesteran 1:3 Volume 4.99 m3 . Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 6. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 2 buah = 2 buah 5. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Plesteran 1:5 Volume = 1. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1.

sloof dan kolom Volume b. Plesteran beton Volume 6.00 m1 = 246.90 m1 8.00 m1 = 770. Sponengan sudut Volume 7.3 m = 274. Pintu km/wc Jumlah Volume = 11 unit = 11 unit = 18.6 m 3.21 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1. = 4.3 m 2. Daun pintu double texwood Luas Volume 4.6 m = 33. Beton praktis. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.92 m2 = 18. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 274. Plint lantai Volume = 170.314 5.5” = 33.92 m2 .

Railing pipa pagar finfsh cat Panjang Volume c.56 m2 6. Pekerjaan Plafond 1. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 41 m2 = 41 m2 . Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 173. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 16 m = 16 m Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.315 5.56 m2 = 173. Plafond gypsum Jenis Luas Volume d. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume = 26 m = 26 m 8.6 x 1.70 = 2 unit = 2 unit 7.

Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 382 m2 = 382 m2 6. Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 44 m2 = 44 m2 3. Bordes dinding keram Luas Volume = 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e.316 2. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Saringan air Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 7 buah = 7 buah = 41 m2 = 41 m2 .75 m2 5. Closet duduk Jumlah Volume 2.75 m2 = 1.

Cat tembok luar Luas Volume = 527. Urinoir Jumlah Volume 7.317 3.49 m2 =3m =3m .49 m2 = 527. Wastafel Jumlah Volume 5. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Pekerjaan Pengecetan 1. Kran air Jumlah Volume 4. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 4 buah = 8 buah = 8 buah = 15 buah = 15 buah 8. Meja beton wastafel Jumlah Volume f.

Cat plafond Luas Volume g.24 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 40 m = 40 m IV. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 40 m = 40 m 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m III.24 m2 = 791. Perelatan sambungan Volume = 1 unit .5” Panjang Volume = 10 m = 10 m II. = 423 m2 = 423 m2 = 791. Pipa galvanis 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Pipa galvanis I.318 2.

Peralatan sambungan Volume 5. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa PVC 4” Panjang Volume VI. Lampu pijar Jumlah Volume = 14 buah = 14 buah = 41 buah = 41 buah . Pipa PVC 2” Panjang Volume = 75 m = 75 m = 30 m = 30 m = 30 m = 30 m 4. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.319 3. Peralatan bantu Volume h. PVC jenis AW V. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Pipa PVC 6” Panjang Volume VII.

320 3. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Pasangan bata 1:3 Volume 2. Plesteran 1:3 Volume = 111.71 m3 . Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar ganda Jumlah Volume = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah 6.83 m2 = 62. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pasangan bata 1:5 Volume 3. Panel penerangan Jumlah Volume 3.8 m3 = 6. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. = 1 buah = 1 buah = 65 titik = 65 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 3 a.

60 m 2.5” = 33.046. = 2. Plesteran beton Volume 6.6 m 3. Plint lantai Volume = 164. Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.67 m2 8.5 m1 = 640 m1 = 224. Plesteran 1:5 Volume 5.18 m2 = 12.6 m = 33. Beton praktis.43 m3 Pekerjaan Pasangan Kosen 1.18 m2 .5 m2 = 1. Daun pintu double texwood Luas Volume = 12. Sponengan sudut Volume 7.321 4.60 m = 208. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 208. sloof dan kolom Volume b.

Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 50 m2 = 50 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 45 buah = 45 buah = 3 unit = 3 unit = 6 buah = 6 buah 10. Engsel jendela whitco Jumlah Volume = 16 buah = 16 buah . Espangnolet Jumlah Volume 9.322 4. Pintu km/wc Jumlah Volume 5. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.

Plafond gypsum Jenis Luas Volume d.40 m2 = 168.6 x 1. Grandel Jumlah \ Volume = 8 buah = 8 buah 12. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0. Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 . = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.40 m2 13.323 11. Pekerjaan Plafond 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 168.70 = 2 unit = 2 unit 14.

35 m2 = 1.35 m2 5. Saringan air Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 3 buah = 3 buah = 32 m2 = 32 m2 . Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4.324 2. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 6. Closet duduk Jumlah Volume 2. Pekerjaan Sanitasi 1. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Bordes dinding keramik Luas Volume = 1.

Cat tembok luar Luas Volume = 508. Urinoir Jumlah Volume 7.46 m2 = 508. Pekerjaan Pengecetan 1.325 3. Seket urinoir Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 6 buah = 6 buah 8. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Kran air Jumlah Volume 4. Kaca cermin Jumlah Volume 6.46 m2 =1m =1m . Wastafel Jumlah Volume 5.

71 m2 Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 15 m = 15 m 2.71 m2 = 762.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m IX. Pipa galvanis 1. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Cat plafond Luas Volume g. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume = 20 m = 20 m XI.326 2. Pipa galvanis 1” Panjang Volume = 10 m = 10 m X. = 423 m2 = 423 m2 = 762. Pipa galvanis VIII. Perelatan sambungan Volume = 1ls .

Peralatan sambungan Volume 5. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m 4.327 3. = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot Pekerjaan Instalasi Penerangan 1. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume = 33 buah = 33 buah . Pipa PVC 6” Panjang Volume III. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. PVC jenis AW I. Peralatan bantu Volume h. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6.

Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Lampu pijar Jumlah Volume 3.93 m3 = 6.71 m3 . Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pasangan bata 1:3 Volume 2.328 2. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 1. Saklar ganda Jumlah Volume = 4 buah = 4 buah = 14 buah = 14 buah = 7 buah = 7 buah = 12 buah = 12 buah 6. = 1 buah = 1 buah = 52 titik = 52 titik Pekerjaan Finshing Arsitektur Lantai 4 a. Stop kontak Jumlah Volume 4. panel penerangan Jumlah Volume 4. Pasangan bata 1:5 Volume = 58.

16 m2 = 111.0 m1 = 204. Daun pintu double texwood Luas Volume = 13. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Plesteran 1:3 Volume 4. Plesteran 1:5 Volume 5. Plint lantai Volume = 160.0 m1 = 579.43 m3 b. Beton praktis. Sponengan sudut Volume 7.50 m = 214.86 m2 = 13. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 214.50 m 2. sloof dan kolom Volume = 2.8 m2 8.86 m2 . Raam jendela alumunium Ketebalan Panjang Volume = 2.329 3.09 m2 = 982. Plesteran beton Volume 6.5” = 35 m = 35 m 3.

Kunci tanam Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 5 mm = 49. Espangnolet Jumlah Volume 9.330 4. Engsel pintu steel Jumlah Volume = 54 buah = 54 buah = 6 unit = 6 unit = 6 buah = 6 buah 10. Kaca bening Ketebalan Luas Volume 6.60 m2 = 49. Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 8.60 m2 = 6 unit = 6 unit 7. Grandel Jumlah Volume = 8 buah = 8 buah = 16 buah = 16 buah . Engsel jendela whitco Jumlah Volume 11. Pintu km/wc Jumlah Volume 5.

Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 432 m2 = 432 m2 = 26 m = 26 m d.70 = 2 unit = 2 unit 14.90 m2 = 153.6 x 1. Partisi double texwood Ketebalan Luas Volume = 6 mm = 153. Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 32 m2 = 32 m2 2. Pintu shart dan kosen Ketebalan Jumlah Volume = 0.331 12.90 m2 13. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 . Railing tangga kayu jati ornamen Panjang Volume c. Pekerjaan Pasangan Lantai Dan Dinding 1.

Kran air Jumlah Volume 4. Saringan air Jumlah Volume 3. Lantai keramik tangga 30/30 Ukuran Luas Volume = 30 x 30 cm = 72 m2 = 72 m2 4. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Closet duduk Jumlah Volume 2.332 3. Wastafel Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 10 buah = 10 buah = 7 buah = 7 buah = 4 buah = 4 buah = 32 m2 = 32 m2 . Pekerjaan Sanitasi 1. Lantai keramik 40/40 Luas Volume = 362 m2 = 362 m2 5.

Urinoir Jumlah Volume 7.25 m2 = 711. Cat plafond Luas Volume = 420 m2 = 420 m2 = 711. Cat tembok dalam Luas Volume 3. Kaca cermin Jumlah Volume 6. Pekerjaan Pengecetan 1.25 m2 = 475 m2 = 475 m2 =3m =3m .333 5. Meja beton wastafel Jumlah Volume f. Cat tembok luar Luas Volume 2. Seket urinoir Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah = 3 buah 8.

Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa PVC 4” Panjang Volume XIII. Pipa PVC 2” Panjang Volume = 20 m = 20 m =5m =5m = 15 m = 15 m = 1ls .334 g. Pipa galvanis 1. Perelatan sambungan Volume 3. Pekerjaan Instalasi Plambing 1. Pipa galvanis I. PVC jenis AW XII. Pipa PVC 6” Panjang Volume XIV. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 25 m = 25 m = 20 m = 20 m = 10 m = 10 m = 10 m = 10 m 2.5” Panjang Volume II.

Lampu pijar Jumlah Volume = 12 buah = 12 buah = 27 buah = 27 buah 3. Stop kontak Jumlah Volume 4. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Peralatan sambungan Volume 5. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot h.335 4. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Saklar ganda Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah = 10 buah . Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.

Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7. Pasangan bata 1:3 Volume 10.4 m2 = 60. Plesteran 1:5 Volume 13. Pasangan bata 1:5 Volume 11.6 m3 = 3. Plesteran 1:3 Volume 12. Panel penerangan Jumlah Volume 5.0 m1 = 576 m1 = 167.6 m3 16. Beton praktis. Plesteran beton Volume 14. Plint lantai Volume = 75.15 m3 . = 1 buah = 1 buah = 49 titik = 49 titik Pekerjaan Finishing Arsitektur Lantai 5 a.336 6. Pekerjaan pasangan batu bata dan plesteran 9.6 m2 = 993. sloof dan kolom Volume = 2. Sponengan sudut Volume 15.0 m2 = 59.

Kaca bening Ketebalan Luas Volume 5.20 m 2. Espangnolet Jumlah Volume = 1 unit = 1 unit = 3 buah = 3 buah . Kunci tanam pada lavatory Jumlah Volume 7.30 m2 = 6.20 m = 191.42 m2 = 47. Pintu km/wc Jumlah Volume 4.337 b.30 m2 6.42 m2 = 3 unit = 3 unit = 6. Kunci tanam Jumlah Volume = 3 buah = 3 buah = 5 mm = 47. Daun pintu double texwood Luas Volume 3. Pekerjaan Pasangan Kosen 1. Kosen alumunium Ketebalan Panjang Volume = 6” = 191.

Lantai keramik 20/20 Luas Volume = 16 m2 = 16 m2 2. Water profing ruang lavatory Luas Volume e. Closet duduk Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 16 m2 = 16 m2 . Engsel pintu steel Jumlah Volume 9. Lantai keramik 20/25 Luas Volume = 34 m2 = 34 m2 3. Pekerjaan Plafond Plafond gypsum Jenis Luas Volume = gypsum acustik = 416 m2 = 416 m2 = 1 buah = 1 buah = 21 buah = 21 buah d. Pekerjaan Sanitasi 1.338 8. Ornamen atap Panjang Volume c. Pekerjaan Pasangan Lantai dan Dinding 1.

Pipa galvanis 1. Kaca cermin Jumlah Volume f. Wastafel Jumlah Volume 5.40 m2 = 464. Cat tembok luar Luas Volume 2.339 2. Pekerjaan Pengecetan 1. Kran air Jumlah Volume 4.60 m2 = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 1 buah = 2 buah = 2 buah = 3 buah = 3 buah g. Cat tembok dalam Luas Volume = 696. Saringan air Jumlah Volume 3. Pipa galvanis I.60 m2 = 464. Pekerjaan Instalasi Plambing 1.5” Panjang Volume = 10 m = 10 m .60 m2 = 696.

Peralatan sambungan Volume 5. PVC jenis AW I. Gate valve Ukuran Jumlah Volume 6. Pipa galvanis ¾” Panjang Volume IV. Pipa galvanis 1” Panjang Volume III. Pipa PVC 4” Panjang Volume II. Perelatan sambungan Volume 3. Pipa PVC 2” Panjang Volume =5m =5m =5m =5m = 1ls 4. Pipa galvanis ½” Panjang Volume = 10 m = 10 m = 15 m = 15 m = 10 m = 10 m 2.340 II. Peralatan bantu Volume = 1 ls = 1” = 1 buah = 1 buah = 1 bot .

Lampu pijar Jumlah Volume 3. Saklar tunggal Jumlah Volume 5. Lampu TL x 2 18 W Jumlah Volume 2. Stop kontak Jumlah Volume 4. Panel penerangan Jumlah Volume = 1 buah = 1 buah = 22 titik = 22 titik . Saklar ganda Jumlah Volume = 6 buah = 6 buah = 2 buah = 2 buah = 4 buah = 4 buah = 3 buah = 3 buah = 15 buah = 15 buah 6. Pekerjaan Instalasi Penerangan 1.341 h. Instalasi titik lampu dan stop kontak Jumlah Volume 7.

hambatan – hambatan di atas dapat diatasi. material. Gambar kerja merupakan pedoman yang sangat menetukan dalam hal pelaksanaan dan perhitungan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaaan disamping rencana kerja dan syarat – syarat (RKS). Dalam perencanaan suatu stuktur bangunan diperlukan ketelitian dan kecermatan yang tinggi sehingga perhitungan yang dihasilkan benar – benar akurat dan sesuai dengan yang diharapkan. 2. Hal tersebut karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman penulis dalam hal perencanaan dan pelaksanaan suatu proyek. dan keuangan yang diperlukan. penulis mencoba mengatasi dengan teori yang telah diterima di bangku kuliah dan berbagai literatur tentang pelaksanaan suatu proyek. 6.BAB VI PENUTUP Dalam penyusunan Proyek Akhir Perencanaan Struktur Gedung Dekranasda Disperindag Propinsi Jawa Tengah ini banyak sekali dijumpai hambatan. 357 . Dengan rencana kerja yang baik akan membantu pelaksanaan dan penghematan dalam hal penggunaan sumber tenaga.1 Kesimpulan 1. 3. Meskipun demikian. peralatan. dengan upaya tersebut.

. Dalam pelaksanaan pembangunan proyek harus dilakukan pengawasan sebaik mungkin untuk menghindari kesalahan yang dapat berakibat fatal.358 6. Untuk memperlancar kegiatan proyek agar selesai tepat pada waktunya diperlukan kerjasama yang baik antara pihak – pihak yang terkait dalam pembangunan proyek tersebut. 2. Pelaksanaan poyek harus disesuaikan dengan rencana kerja dan syarat – syarat yang telah ditentukan agar dapat menghasilkan stuktur bangunan yang sesuai dengan yang diharapkan maupun persyaratan. baik pada keamanan saat pelaksanaan maupun tingkat kenyamanan selama bangunan yang telah berdiri digunakan.2 Saran 1. 4. 3. Pelaksanaan pembangunan proyek harus diusahakan cepat dan tepat dalam segala pelaksanaanya sesuai dengan time schedule yang telah dibuat dengan tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunan.

1991. K. Jurusan Teknik Sipil FT UNNES Semarang. Pedoman Beton. Yogyakarta: Kanisus. Tabel Profil Konstruksi Baja. 1994. DPU. Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia. Pedoman Perencanaan Kayu Indonesia 1961. Teknik Fondasi Bagian II . Bandung: Yayasan Penerbit PU. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. Yogyakarta: Nafiri. DPU. Suryolelono. DPU. Bandung: Yayasan Normalisasi Indonesia. Henry. DPU. 1961. 1987. 1984. DPU. 1989. 2003. Gunawan. Bandung: Yayasan LPMB.359 DAFTAR PUSTAKA Apriyatno. Pedoman Perencanaan Bangunan Baja Untuk Gedung. 1987.B. Materi Kuliah Strukur Beton. Pedoman Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung. SK SNI T-15-1991-03 “Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung”. . Rudy. 1988. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit PU. DPU. Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful