P. 1
PENILAIAN HASIL BELAJAR

PENILAIAN HASIL BELAJAR

|Views: 28|Likes:

More info:

Published by: Gudang Skripsi, KTI Dan Makalah on Apr 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/19/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang
  • B. Tujuan
  • C. Ruang lingkup
  • D. Sasaran Pengguna
  • KONSEP DASAR PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI
  • A. Pengerti an Penilaian
  • B. Prinsip Penilaian
  • C. Keguna an Penilaian
  • D. Fungsi Penilaian
  • E. Jenis- Jenis Penilaian
  • 3. Pengolahan Data Penilaian Sikap
  • C. Penilaia n Tertulis 1. Pengertian
  • 2. Teknik Penilaian
  • 3. Pengolahan Data Penilaian Tertulis
  • D. Penilaia n Projek (Project Work) 1. Pengertian
  • 2. Teknik Penilaian Projek
  • 3. Pengolahan Data Penilaian Projek
  • Status Skor Predikat
  • E. Penilaia n Portofolio 1. Pengertian
  • 2. Teknik Penilaian Portofolio
  • 3. Pengolahan Data Penilaian Portofolio
  • F. Penilaia
  • a.Verifikasi internal
  • b.Verifikasi eksternal
  • 3. Pengolahan Data Penilaian Diri
  • BAB III PELAKSANAAN PENILAIAN
  • A. Penetap an Indikator Pencapaian Kompetensi
  • B. Pemeta an Penilaian Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan Indikator
  • C. Penetap an Teknik Penilaian
  • D. Contoh Alat dan Penskoran dalam Penilaian
  • Contoh: Lembar Penilaian Unjuk Kerja
  • Contoh: Lembar Penilaian Sikap
  • BAB IV PELAPORAN HASIL PENILAIAN
  • A. Interpret asi Hasil Penilaian
  • B. Pemanf aatan Hasil Penilaian 1.Bagi peserta didik yang memerlukan remedial
  • 2.Bagi peserta didik yang memerlukan pengayaan
  • 3.Bagi Guru
  • 4.Bagi Kepala Sekolah
  • C. Pelapor an Hasil Penilaian 1.Laporan Sebagai Akuntabilitas Publik
  • 2.Bentuk Laporan
  • 4.Jenis Administrasi dan Pelaporan a.Leger
  • b.Buku Laporan (Rapor)
  • c.Transkrip
  • d.Paspor Keterampilan (Skill Passport)
  • e.Ijazah
  • f.Sertifikat Kompetensi
  • 5.Penentuan Kenaikan Kelas
  • BAB I
  • A. PENYU SUNAN KISI-KISI 1. Pengertian Kisi-kisi
  • 2. Kegunaan/Fungsi dan Persyaratan Kisi-kisi
  • 3. Komponen Kisi-kisi
  • 2.Kisi-Kisi Soal Praktik
  • No SK / KD Indikator Indikator Soal
  • BAB II PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA
  • A. Pengerti an, Keunggulan, dan Keterbatasan
  • B. Kaidah Penulisan Soal
  • 1. Materi Soal
  • 2. Konstruksi Soal
  • 3. Penggunaan Bahasa Pada Butir Soal
  • BAB III PENULISAN SOAL BENTUK URAIAN
  • A. Pengerti
  • an
  • B. Perband ingan Antara Soal Bentuk Uraian Objektif dan Non-Objektif
  • C. Kaidah- kaidah Penulisan Soal Bentuk Uraian
  • D. Penyus unan Petunjuk Teknis Penskoran (Skoring)
  • E. Pembob otan Soal dan Nilai Butir Soal
  • NPS = ∑ NBS
  • BAB IV PENULISAN SOAL PRAKTIK
  • B. Kaidah Penyusunan Soal Praktik
  • C. Contoh Format Soal Praktik
  • Contoh Tabel Penilaian Sikap
  • Contoh Format TRANSKRIP AKHIR TAHUN PENDIDIKAN
  • NOMATA PELAJARANJML
  • JAMKKM NILAI ANGKA HURUF
  • NORMATIF
  • ADAPTIF
  • PRODUKTIF
  • Contoh Perumusan Kalimat Soal Sesuai Tingkat Kesulitan
  • Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis
  • Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Implementasi Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan membawa implikasi terhadap sistem penilaian, termasuk model dan teknik penilaian proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian hasil belajar dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan dan pemerintah. Penilaian hasil belajar pada Sekolah Menengah Kejuruan, selain dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah juga oleh masyarakat (Du/Di). Penilaian oleh pendidik dan satuan pendidikan merupakan penilaian internal ( internal assessment) dalam rangka penjaminan mutu, sedangkan penilaian oleh pemerintah dan masyarakat (Du/Di) merupakan penilaian eksternal (external assessment) sebagai pengendali mutu. Kurikulum berbasis kompetensi menuntut model dan teknik penilaian yang dilakukan secara internal dan eksternal sehingga dapat diketahui perkembangan dan ketercapaian berbagai kompetensi peserta didik. Oleh karena itu, dibutuhkan petunjuk teknis penilaian yang diperuntukkan bagi pelaksanaan penilaian proses dan hasil belajar peserta didik Sekolah Menengah Kejuruan B. Tujuan Penyusunan petunjuk teknis bertujuan sebagai berikut. 1. Memberikan penjelasan mengenai orientasi baru penilaian hasil belajar yang berbasis kompetensi. dalam

2. Memberikan wawasan secara umum tentang konsep penilaian internal dan eksternal. 3. Memberikan rambu-rambu proses penilaian hasil belajar. 4. Memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip pengolahan dan pelaporan hasil penilaian.

1

5. Memberikan penjelasan tentang pengembangan butir soal yang didalamnya mencakup pengembangan kisi-kisi dan pengembangan soal, baik soal teori maupun praktik. C. Ruang lingkup Ruang lingkup petunjuk teknis penilaian ini meliputi konsep dasar penilaian, teknik penilaian, langkah-langkah pelaksanaan penilaian, pengelolaan hasil penilaian, serta pemanfaatan dan pelaporan hasil penilaian, dilengkapi dengan bagaimana cara mengembangkan butir soal. 1. Konsep dasar penilaian menjelaskan tentang maksud penilaian, manfaat penilaian, fungsi penilaian, dan ramburambu penilaian. 2. Teknik penilaian menjelaskan berbagai cara dan alat penilaian serta pengelolaan hasil penilaian yang memberikan arahan dalam menganalisis, menginterpretasi, dan menentukan nilai pada setiap proses dan hasil pembelajaran. 3. Langkah-langkah pelaksanaan penilaian memberikan arahan penetapan indikator, pemetaan kompetensi dan teknik penilaian yang sesuai serta contoh penilaiannya. 4. Pemanfaatan hasil penilaian dan pelaporan hasil penilaian mencakup pemanfaatan hasil, bentuk laporan hasil penilaian, dan penentuan kenaikan kelas 5. Pengembangan butir soal yang didalamnya mencakup : Kisikisi Soal, Penulisan Soal Pilihan Ganda, Penulisan Soal Uraian, dan Penulisan Soal Pilihan Praktik. D. Sasaran Pengguna Petunjuk Teknis Penilaian ini diperuntukkan bagi pihak-pihak berikut: 1. Para guru di sekolah sebagai petunjuk teknis dalam menyusun serta melaksanakan program penilaian peserta didik. 2. Pembina/Penanggung jawab langsung sekolah (pengawas dan kepala sekolah) bagaimana merancang dan melibatkan program supervisi pendidikan di sekolah.

2

3. Para penentu kebijakan di daerah sebagai bahan pertimbangan membuat kebijakan penilaian pendidikan bagi sekolah kejuruan.

KONSEP DASAR PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI A. an Penilaian Penilaian adalah proses sistematis meliputi pengumpulan informasi (angka atau deskripsi verbal), analisis, dan interpretasi untuk mengambil keputusan. Sedangkan penilaian pendidikan adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil belajar peserta didik. Untuk itu, diperlukan data sebagai informasi yang diandalkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam hal ini, keputusan berhubungan dengan sudah atau belum berhasilnya peserta didik dalam mencapai suatu kompetensi. Jadi, penilaian merupakan salah satu pilar dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berbasis kompetensi. Penilaian merupakan suatu proses yang dilakukan melalui langkahlangkah perencanaan, penyusunan alat penilaian, pengumpulan informasi melalui sejumlah bukti yang menunjukkan pencapaian hasil belajar peserta didik, pengolahan, dan penggunaan informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian dilaksanakan melalui berbagai bentuk antara lain: penilaian unjuk kerja ( performance), penilaian sikap, penilaian tertulis (paper and pencil test), penilaian proyek, penilaian melalui kumpulan hasil kerja/karya peserta didik (portfolio), dan penilaian diri. Penilaian hasil belajar baik formal maupun informal diadakan dalam suasana yang menyenangkan, sehingga memungkinkan peserta didik menunjukkan apa yang dipahami dan mampu dikerjakannya. Hasil belajar seorang peserta didik tidak dianjurkan untuk dibandingkan dengan peserta didik lainnya, tetapi dengan hasil yang dimiliki peserta didik tersebut sebelumnya. Dengan demikian Pengerti

3

4 .peserta didik tidak merasa dihakimi oleh guru tetapi dibantu untuk mencapai apa yang diharapkan.

3. Ulangan harian dapat dilakukan bila sudah menyelesaikan satu atau beberapa indikator atau satu kompetensi dasar (KD). 1. ulangan tengah semester. dan pengamatan tingkah laku. Menggunakan cara dan alat penilaian yang bervariasi. 7. dalam bentuk: ulangan harian. Penilaian kompetensi pada uji kompetensi melibatkan pihak sekolah dan Institusi Pasangan/Asosiasi Profesi. Mengembangkan dan menyediakan sistem pencatatan yang bervariasi dalam pengamatan kegiatan belajar peserta didik. dan ulangan kenaikan kelas. dan perbaikan hasil. 5 . ulangan tengah semester dilakukan bila telah menyelesaikan beberapa KD atau satu stándar kompetensi (SK). ulangan akhir semester. dengan penekanan pada semester genap. produk portofolio. sedangkan ulangan kenaikan kelas dilakukan pada akhir semester genap dengan menilai semua SK semester ganjil dan genap. Idealnya. unjuk kerja. yakni lembaga yang tidak dapat diintervensi oleh unsur atau lembaga lain. 8. Penilaian Prinsip Dalam melaksanakan penilaian mempertimbangkan prinsip-prinsip sebagai berikut. Melakukan berbagai strategi penilaian di dalam program pembelajaran untuk menyediakan berbagai jenis informasi tentang hasil belajar peserta didik. Penilaian dapat dilakukan dengan cara tertulis. lembaga yang menyelenggarakan uji kompetensi ini independen.B. 4. lisan. Memandang penilaian dan kegiatan pembelajaran secara terpadu. 5. dan pihak lain terutama DU/DI. Mempertimbangkan berbagai kebutuhan khusus peserta didik. 6. proyek. 2. kemajuan. Melakukan penilaian secara berkesinambungan untuk memantau proses. Mengembangkan strategi yang mendorong dan memperkuat penilaian sebagai cermin diri. ulangan akhir semester dilakukan setelah menyelesaikan semua KD atau SK semester bersangkutan.

peserta didik telah Mengevaluasi hasil belajar peserta didik dalam rangka membantu memahami dirinya. 6 . 2. dan sumber belajar yang digunakan. an Penilaian Kegunaan penilaian antara lain sebagai berikut: 1. Menggambarkan sejauhmana menguasai suatu kompetensi. Keguna 3. Fungsi D. C. baik untuk perencanaan program belajar.Agar penilaian objektif. pendekatan. Untuk umpan balik bagi pendidik/guru dalam memperbaiki metode. 4. 5. (2) membuat keputusan yang adil tentang penguasaan kompetensi peserta didik dengan mempertimbangkan hasil kerja (karya). 2. Memberikan informasi kepada orang tua dan komite sekolah tentang efektivitas pendidikan. membuat keputusan tentang langkah berikutnya. Penilaian Penilaian memiliki fungsi untuk: 1. pendidik harus berupaya secara optimal untuk (1) memanfaatkan berbagai bukti hasil kerja peserta didik dari sejumlah penilaian. kegiatan. Memantau kemajuan dan mendiagnosis kesulitan belajar yang dialami peserta didik sehingga dapat dilakukan pengayaan dan remedial. Memberikan umpan balik bagi peserta didik agar mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya dalam proses pencapaian kompetensi. Memberi umpan balik bagi pengambil kebijakan (Dinas Pendidikan Daerah) dalam meningkatkan kualitas penilaian yang digunakan.

5. 3. (sebagai bimbingan). 7 . 19 Tahun 2005 tetang Standar Nasional Pendidikan dan Permendiknas No. maupun untuk penjurusan Menemukan kesulitan belajar. 4. Jenis- E. Jenis Penilaian Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.pengembangan kepribadian. dan sebagai alat diagnosis yang membantu pendidik/guru menentukan apakah seseorang perlu mengikuti remedial atau pengayaan. Menemukan kelemahan dan kekurangan proses pembelajaran yang sedang berlangsung guna perbaikan proses pembelajaran berikutnya. 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan. jenis penilaian dan bentuk pengadministrasiannya diuraikan seperti tabel berikut. Pengendali bagi pendidik/guru dan sekolah tentang kemajuan perkembangan peserta didik. kemungkinan prestasi yang bisa dikembangkan peserta didik.

Objektivitas Penilaian harus dilaksanakan secara objektif. ulangan. bukan hanya pada penguasaan materi (pengetahuan). Mendidik Penilaian dilakukan untuk memperbaiki proses pembelajaran bagi pendidik/guru dan meningkatkan kualitas belajar bagi peserta didik. 3. 4. perkembangan 4. Kriteria Penilaian Validitas Validitas berarti menilai apa yang seharusnya dinilai dengan menggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi. terencana. Ujian. dalam pelajaran bahasa Indonesia. dan/atau bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik materi yang dinilai. Bentuk penilaian valid jika menggunakan tes lisan. dan menerapkan kriteria yang jelas dalam pemberian skor. 2. Penilaian yang reliable (ajeg) memungkinkan perbandingan yang reliable dan menjamin konsistensi. Berfokus pada kompetensi Dalam pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang berbasis kompetensi. b. 6. olahraga. berkesinambungan. 5. Untuk menjamin penilaian yang reliabel petunjuk pelaksanaan proyek dan penskorannya harus jelas. Penilaian Hasil Belajar Kelompok Mata Pelajaran adalah sebagai berikut: 1. 1. dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. dan kesehatan dilakukan melalui: a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai psikomotorik dan afeksi peserta didik. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia serta kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian dilakukan melalui: a. b. Jika menggunakan tes tertulis penilaian tidak valid. 3. pendidik/guru ingin menilai kompetensi berbicara. penilaian harus terfokus pada pencapaian kompetensi (rangkaian kemampuan). Misal. Misal. Pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan kepribadian peserta didik. Reliabilitas Reliabilitas berkaitan dengan konsistensi (keajegan) hasil penilaian. dan Ulangan dan/atau penugasan untuk mengukur aspek kognitif peserta didik. Menyeluruh/Komprehensif Penilaian harus menyeluruh dengan menggunakan beragam cara dan alat untuk menilai beragam kompetensi atau kemampuan peserta didik. 8 . penugasan. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika dilakukan melalui pengamatan terhadap perubahan perilaku dan sikap untuk menilai perkembangan afeksi dan ekspresi psikomotorik peserta didik. penilaian harus adil. penilaian akan reliabel jika hasil yang diperoleh itu cenderung sama bila proyek itu dilakukan lagi dengan kondisi yang relatif sama. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi diukur melalui ulangan. guru menilai dengan proyek. 2. Untuk itu.F. sehingga tergambar profil kemampuan peserta didik.

karena apa yang dinilai lebih mencerminkan kemampuan peserta didik yang sebenarnya. Penilaian kompetensi dilakukan melalui pengukuran indikator-indikator pada setiap kompetensi dasar. penilaian proyek. bercerita. Dalam penilaian hasil belajar dapat digunakan berbagai teknik penilaian diantaranya adalah: penilaian unjuk kerja. bernyanyi. kemampuan-kemampuan khusus yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas. `Pengolahan Data Penilaian Unjuk Kerja Data penilaian unjuk kerja adalah skor yang diperoleh dari pengamatan terhadap unjuk kerja peserta didik dari suatu kompetensi. Sikap dapat dibentuk untuk terjadinya perilaku atau tindakan yang diinginkan. Secara umum. sehingga semua dapat diamati. Cara penilaian ini dianggap lebih otentik daripada tes tertulis. baik yang berhubungan dengan proses belajar maupun hasil belajar. presentasi.TEKNIK PENILAIAN Berbagai teknik penilaian dapat dilakukan untuk mengumpulkan informasi kemajuan belajar peserta didik. e. seperti: praktik di bengkel/laboratorium. 3. kelengkapan dan ketepatan aspek yang akan dinilai dalam kinerja tersebut. diskusi. 1. untuk menilai kemampuan berbicara peserta didik perlu dilakukan pengamatan atau observasi berbicara yang beragam. Pengertian Penilaian sikap merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati sikap peserta didik dalam berperilaku di lingkungan tempat belajar. Penilaian Unjuk Kerja d. gambaran kemampuan peserta didik akan lebih utuh. berpidato. penggunaan portofolio. seperti: diskusi dalam kelompok kecil. b. dan membaca puisi/deklamasi. Sikap bermula dari perasaan (suka atau tidak suka) yang terkait dengan kecenderungan bertindak seseorang dalam merespon sesuatu/objek. penilaian tertulis. 1. objek sikap yang perlu dinilai dalam proses pembelajaran berbagai mata pelajaran adalah sebagai berikut: 9 Penilaian Sikap . praktik sholat. Misalnya. Nilai yang dicapai oleh peserta didik dalam suatu unjuk kerja adalah tingkat ketercapaian indikator pada setiap KD. memainkan alat musik. sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai. praktik olah raga. Nilai unjuk kerja suatu kompetensi ditetapkan berdasarkan skor KD terendah. bermain peran. penilaian sikap. 2. B. berupa daftar ceklist. kemampuan yang akan dinilai diurutkan berdasarkan urutan yang akan diamati. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. c. Penilaian unjuk kerja perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: a. kemampuan yang akan dinilai tidak terlalu banyak (hanya yang esensial). langkah-langkah kerja yang diharapkan untuk dilakukan peserta didik dalam menunjukkan kinerja dari suatu kompetensi. Teknik Penilaian Unjuk Kerja Pengamatan unjuk kerja perlu dilakukan dalam berbagai konteks untuk menetapkan tingkat pencapaian kemampuan tertentu. A. Skor diperoleh dari format penilaian unjuk kerja. Dengan demikian. Pengertian Penilaian unjuk kerja merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan suatu pekerjaan/tugas. dan penilaian diri. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian penguasaan kompetensi yang menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu. dan melakukan wawancara.

Teknik Penilaian Sikap e. akan lebih mudah diberi motivasi. nyaman. d. Dengan sikap`positif dalam diri peserta didik. b. Dalam kasus yang lain. akan cenderung mengabaikan hal-hal yang diajarkan. dan lain-lain yang secara umum digunakan pada unjuk kerja. bertanggung jawab. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap guru. Dengan demikian. yang dilandasi oleh nilai-nilai positif terhadap kasus lingkungan tertentu (kegiatan pelestarian/kasus perusakan lingkungan hidup). Penggunaan skala penilaian (rating scale) memungkinkan penilai memberi skor/nilai terhadap sikap/perilaku tertentu secara lebih cermat. Sikap-sikap lain yang dimuat dalam tujuan pendidikan Misalnya: mandiri. Misalnya: kasus atau masalah lingkungan hidup. Peserta didik juga perlu memiliki sikap yang tepat. 10 . peserta didik memiliki sikap negatif terhadap kegiatan ekspor kayu glondongan ke luar negeri. kreatif. Proses pembelajaran yang menarik. akan tumbuh dan berkembang minat belajar. Sikap berkaitan dengan nilai-nilai atau norma-norma tertentu berhubungan dengan suatu materi pelajaran. peserta didik memiliki sikap positif terhadap program perlindungan satwa liar. Penilaian sikap dapat dilakukan dengan melakukan observasi perilaku peserta didik. dan akan lebih mudah menyerap materi pelajaran yang diajarkan. demokratis. metodologi. dan menyenangkan dapat menumbuhkan motivasi belajar peserta didik. strategi. Sikap terhadap materi pelajaran.a. dan teknik pembelajaran yang digunakan. 2. Peserta didik yang tidak memiliki sikap positif terhadap guru. sehingga dapat mencapai hasil belajar yang maksimal. Peserta didik juga perlu memiliki sikap positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung. Proses pembelajaran di sini mencakup suasana pembelajaran. c. Sikap terhadap guru/pengajar. Peserta didik perlu memiliki sikap positif terhadap materi pelajaran. Sikap terhadap proses pembelajaran. peserta didik yang memiliki sikap negatif terhadap guru akan sukar menyerap materi pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. berkaitan dengan materi Biologi atau Kimia. Misalnya.

11 . Kejadian yang ditulis mencakup sikap positif maupun negatif peserta didik. Hari/tanggal Nama peserta didik Kejadian Tanda tangan peserta didik Catatan dalam lembaran buku tersebut untuk menilai perilaku peserta didik.Berikut contoh penggunaan penilaian skala: No Standar Pencapaian Strategi Penilaian Deskripsi Skor 1 Mampu tampil secara wajar Observasi dalam kegiatan di depan aktivitas siswa massa dalam berdiskusi. Jenis/Aspek Sikap Sikap percaya diri Contoh: Isi Buku Catatan Harian No. Berikut contoh format buku catatan harian. 5  selalu kegiatan massa 4  sering di sekolah/ber3  kadang masyarakat -kadang 2  jarang 1  sangat jarang Observasi perilaku di sekolah dapat dilakukan dengan menggunakan buku harian catatan khusus tentang kejadian-kejadian yang berkaitan dengan peserta didik selama di sekolah.

3. Pesrta didik dapat mengisi skor diri sendiri terlebih dahulu. 12 . kemudian diserahkan kepada guru/mentor untuk diisi dan diolah nilai NAt Contoh deskripsi aspek sikap sebagaimana halaman berikut. atau sesuai ketetapan tertentu. 2.00. 4. 10. (n) 1.Contoh: Format Penilaian Sikap Skor Perolehan Believe (B) Evaluation (E) (Preferensi oleh Peserta didik ybs.) (Oleh Guru/ mentor) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 No. Smax = Skor maksimum. Bn dan En : skor B dan E pada aspek sikap ke n. 100. 5 6 … nmax Aspek Sikap /ranah Non-instruksional/ (Attitude) Kedisiplinan Kejujuran Kerja sama Mengakses dan mengorganisasi informasi Tanggung jawab Memecahkan masalah Kemandirian Ketekunan ∑ (Bn + En ) (5 + 5) x nmax Nilai Attitude (NAt) = Keterangan: X Smax     nmax = banyaknya aspek sikap (dalam contoh diatas nmax = 8).

DESKRIPSI PENETAPAN SKOR SIKAP (ATTITUDE) No 1 Komponen Disiplin Deskripsi Skor Perolehan 5 Mentaati semua peraturan kerja secara konsisten tanpa instruksi dan pengawasan guru Selalu jujur 4 Mentaati semua peraturan kerja secara konsisten dengan sedikit pengawasan dari guru Jujur selama diawasi23 Bisa bekerjasama dengan group tertentu tanpa pengawasan guru Dapat mengakses informai tapi kurang memanfaatkannya Bertanggungjawab tetapi hanya sebagian saja Dapat memecahkan masalah dengan baik atas bimbingan Dapat belajar sendiri dengan pengawasan guru Tekun selama dibimbing 3 Mentaati semua peraturan kerja dengan pengawasan guru Kadang-kadang jujur Dapat bekerjasama dalam group kerja selama diawasi guru Kadang-kadang mencari informasi baru 2 Peraturan kerja kadangkadang dilanggar meskipun diawasi 1 Peraturan kerja sering dilanggar meskipun diawasi 2 3 4 Kejujuran Kerja sama Dapat bekerjasama dengan semua pihak (sesama teman maupun guru. pegawai) Mengakses dan Dapat mengskses dan meng-organisasi memanfaatkan informasi terbaru informasi Tanggung jawab Dapat bertanggung jawab dalam segala kewajiban Memecahkan masalah Kemandirian Ketekunan Dapat memecahkan masalah dengan baik tanpa bimbingan Dapat belajar sendiri tanpa pengawasan guru Tekun tanpa harus dibimbing Kadang-kadang tidak jujur Sering tidak jujur walaupun diawasi Hanya dapat bekerjasama Tidak dapat dengan guru bekerjasama walaupun dalam grup kerja Dapat memanfaatkan Kurang mampu informasi baru tetapi mengakses informasi terlambat baru Kurang bertanggungjawab pada kewajibannya Semua masalah diselesaikan selalu dengan bantuan penuh Kurang mampu bekerja mandiri Kurang tekun walau dibimbing 5 6 Kadang kadang bertanggung.Bertanggungjawab selama jawab jika diawasi menguntungkan dan diawasi Dapat memecahkan sebagian Dapat memecahkan besar masalah tanpa sebagian masalah walau bimbingan tanpa bimbingan Kadang kadang dapat belajar Kadang kadang mandiri mandiri jika daiawasi Kadang kadang tekun Kadang kadang kurang tekun walau dibimbing 7 8 13 .

Nilai sikap mengikuti pembelajaran diperoleh dari data buku catatan harian peserta didik. menjodohkan. n Tertulis 1. dua pilihan (”benar”/”salah”. Penilaian sikap ( attitude) idealnya dilakukan oleh dua penilai atau lebih. bahasa: rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang menimbulkan penafsiran ganda.3. Pengertian Penilaia Penilaian tertulis merupakan penilaian yang dilakukan menggunakan perangkat penilaian berupa soal dan jawaban dalam bentuk tulisan (pen and paper test). ”ya”/”tidak”). yaitu: sikap minat mengikuti pembelajaran dan sikap ( attitude) di lingkungan pembelajaran (sekolah. konstruksi: rumusan soal atau pertanyaan harus jelas dan tegas. Pengolahan Data Penilaian Sikap Penilaian sikap memiliki dua makna. materi: kesesuaian soal dengan standar kompetensi. dan DU/DI). masyarakat. Skor hasil penilaian selanjutnya dimasukkan dalam fishbean analysis. isian singkat atau melengkapi. jawaban singkat atau pendek. subjektif berupa uraian Dalam mengembangkan instrumen butir/soal perlu memenuhi persyaratan sebagai berikut : a. objektif meliputi: pilihan ganda. C. yaitu: a. 14 . 2. Teknik Penilaian Ada dua bentuk soal penilaian tertulis. dan indikator pencapaian pada kurikulum. kompetensi dasar. b. c. 1) 2) 3) 4) 5) b.

Teknik Penilaian Projek Komponen/kegiatan yang perlu dinilai: penyusunan disain atau proposal. Keaslian produk Produk yang dihasilkan peserta didik harus merupakan hasil karyanya. pengorganisasian. Dalam penilaian projek setidaknya ada 3 (tiga) hal yang perlu dipertimbangkan yaitu: a. b.3. yaitu berdasarkan kesan keseluruhan dari produk. D. penyajian hasil/produk. pengumpulan data. Pengertian Penilaia Penilaian proyek (project work) merupakan kegiatan penilaian terhadap suatu tugas yang harus diselesaikan dalam periode/waktu tertentu. mengelola waktu. Teknik ini dimaksudkan untuk menilai kemampuan peserta didik secara menyeluruh ( comprehensive) dalam pengorganisasian dan pelaksanaan suatu kompetensi. biasanya dilakukan pada tahap appraisal. pelaksanaan tugas. dan penyajian produk (barang dan jasa). produk (barang/jasa). unjuk kerja. Pengolahan Data Penilaian Tertulis Data penilaian tertulis adalah skor yang diperoleh peserta didik dari hasil tes tertulis pada setiap KD dan ulangan komprehensif. 15 . n Projek (Project Work) 1. Relevansi Kesesuaian antara standar kompetensi yang dipelajari dengan jenis pekerjaan di masyarakat (Du/Di). pengolahan. Tugas tersebut berupa kegiatan sejak dari perencanaan. dan penulisan laporan. Kemampuan melaksanakan projek Kemampuan peserta didik dalam memilih topik / mencari informasi. 2. dan laporan tertulis. melaksanakan tugas/projek. 1) Cara holistik. Penilaian produk biasanya menggunakan cara holistik atau analitik. c.

6. dan attitude.00 . pelaksanaan. produk.10 7.8. Pengolahan Data Penilaian Projek Data penilaian projek (project work) meliputi skor perolehan dari penilaian perencanaan.90 7. b.2) Cara analitik. tempat pelaksanaan proyek.10 16 . Skor 7. merumuskan tujuan. jadwal. Dalam menilai setiap tahap.7. Ada uraian tentang pelaksanaan pekerjaan. Data/informasi tercatat dengan rapi. penafsiran data sesuai dengan tujuan pelaksanaan pekerjaan.90 9.00 . b.10 Predikat kurang baik sangat baik istimewa Berikut ini contoh deskripsi dan penskoran untuk empat tahapan pengerjaan projek. menggunakan bahasa yang komunikatif. a.10 Pengumpulan data/informasi Pengolahan data/Pelaksanaan pekerjaan Penyajian data/ laporan 7.00 . 3. biasanya dilakukan terhadap semua kriteria yang terdapat pada semua tahap proses pengembangan. Ketepatan menggunakan alat/bahan a. kulminasi.00 .10 7. Ada pengklasifikasian data. jelas dan lengkap. menuliskan alat dan bahan. yaitu berdasarkan aspek-aspek produk. bahan/alat. Merumuskan topik. waktu. langkah-langkah kerja.00 . menguraikan cara kerja (langkah-langkah kegiatan) Penulisan laporan sistematis. guru dapat menggunakan 4 (empat) rentang skor.00 . tujuan.90 8. daftar pertanyaan atau format yang digunakan sesuai dengan tujuan.00 . Tahap Perencanaan/ persiapan Deskripsi Memuat: topik.00 . Status tidak kompeten kompeten Skor 0. perkiraan data yang akan diperoleh.

Evidence tersebut dapat berupa karya peserta didik (hasil pekerjaan) dari proses pembelajaran yang dianggap terbaik. untuk menilai kompetensi peserta didik. tidak setiap kumpulan karya seorang peserta didik disebut portofolio. atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam kurikulum. sikapnya terhadap mata pelajaran yang bersangkutan. kemampuannya mengungkapkan gagasan-gagasannya. portofolio menyajikan wawasan tentang banyak segi perkembangan siswa dalam belajarnya: cara berpikirnya. n Portofolio 1. Jadi.Penyajian data lengkap. bukan apa yang tidak dapat dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Penilaia 17 . Pengertian Penilaian portofolio merupakan kegiatan penilaian yang dilakukan dengan menggunakan bukti-bukti hasil belajar (evidence) yang relevan dengan kompetensi keahlian yang dipelajari. Sebagai instrumen penilaian. E. portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif. yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa. Portofolio adalah kumpulan hasil karya seorang peserta didik. dan sebagainya. sebagai hasil pelaksanaan tugas kinerja. Bagi guru. Portofolio digunakan sebagai instrumen penilaian atau salah satu komponen dari instrumen penilaian. memuat kesimpulan dan saran. sebagai bagian dari usaha mencapai tujuan belajar. Total Skor Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap semakin tinggi skor yang diperoleh. atau menilai hasil belajar peserta didik. atau bentuk informasi lain yang terkait dengan kompetensi keahlian tertentu. pemahamannya atas pelajaran yang bersangkutan. yang ditentukan oleh guru atau oleh peserta didik bersama guru.

yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa. f. pemahaman. dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan. j. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya. Hasil proyek. misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah. i. Portofolio peserta didik untuk penilaian merupakan kumpulan produk siswa. dan komputer. e. h. penyelidikan. misalnya: a. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan. alat rekam audio. atau peningkatan belajar siswa. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antarmata-pelajaran. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video. Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah. d.Portofolio penilaian bukan sekedar kumpulan hasil kerja siswa. b. Penyelesaian soal-soal terbuka. yang tidak ditugas-kan oleh guru (atas c. dan capaian siswa dalam mata pelajaran tertentu. yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis. Portofolio juga merupakan kumpulan informasi yang perlu diketahui oleh guru sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah perbaikan pembelajaran. Laporan kerja kelompok. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa. k. melainkan kumpulan hasil siswa dari kerja yang sengaja diperbuat siswa untuk menunjukkan bukti tentang kompetensi. atau praktik siswa. g. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan. 18 . dalam mata pelajaran yang bersangkutan.

f. 2. 19 . atau usaha peningkatan diri.pilihan siswa sendiri. d. Jelaskan kepada peserta didik maksud penggunaan portofolio. Lakukan perbaikan terhadap portofolio yang belum sesuai dengan kriteria. tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan). c. Tentukan kriteria penilaian sampel-sampel portofolio. g. b. Jelaskan sampel-sampel portofolio yang dapat digunakan. e. Peserta didik diharuskan mengumpulkan dan mengarsipkan portofolio. m. dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan. Teknik Penilaian Portofolio Penilaian portofolio dapat dilaksanakan dengan langkahlangkah sebagai berikut: a. Lakukan penilaian diri peserta didik. l. Cantumkan tanggal pembuatan pada setiap evidence. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan.

........ N o Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar Menggambar macammacam pondasi Membuat analisa perencanaan bangunan gedung Dan seterusnya Kriteria Kualitas / Kesesuaian Kerapihan Kelas : X/1 Periode 30/7 10/8 dst..Contoh: Penilaian Portofolio Kompetensi Keahlian : Teknik Gambar Bangunan Mata Pelajaran/SK : Menggambar Teknik Bangunan Gedung Alokasi Waktu : 1 (Satu) Semester Nama Siswa : ... 3..00 atau 0 ......... Skor untuk setiap kriteria menggunakan skala penilaian 0....0.100.....00 ... semakin tinggi skor yang diberikan... Keaslian Waktu Pembuatan Keterangan 1... Catatan: Setiap karya peserta didik sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file (tempat) untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya....... 2.... 1/9 30/9 dst...... Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan/kelebihan bukti belajar ( evidence) yang dinilai. 20 ... Semakin baik hasil penugasan/karya peserta didik....

Berikut tabel yang memuat contoh deskripsi dan penskoran Tahap Perencanaan/ persiapan Deskripsi Memuat: topik. Ada uraian tentang pelaksanaan pekerjaan. Skor 1 merupakan skor terendah dan skor 4 adalah skor tertinggi untuk setiap tahap.00 . menuliskan alat dan bahan. Penyajian data lengkap. b.3. dan pengolahan data. waktu.00 . memuat kesimpulan dan saran. bahan/alat.00 . merumuskan tujuan. pengumpulan data. penafsiran data sesuai dengan tujuan pelaksanaan pekerjaan. pendidik dapat menggunakan skor yang terentang dari 1 sampai 4. Pengolahan Data Penilaian Portofolio Data penilaian proyek meliputi skor yang diperoleh dari tahaptahap: perencanaan/persiapan.00 . Skor 7. tempat pelaksanaan proyek. menggunakan bahasa yang komunikatif. jadwal. jelas dan lengkap. a.10 7. Data/informasi tercatat dengan rapi.10 7. pelaksanaan pekerjaan dan penyajian data/laporan. perkiraan data yang akan diperoleh. daftar pertanyaan atau format yang digunakan sesuai dengan tujuan. b. Merumuskan topik. Dalam menilai setiap tahap.10 Pengumpulan data/informasi Pengolahan data/Pelaksanaan pekerjaan Penyajian data/ laporan 7. Ketepatan menggunakan alat/bahan a. Ada pengklasifikasian data. Jadi total skor terendah untuk keseluruhan tahap adalah 4 dan total skor tertinggi adalah 16.10 21 . Total Skor Semakin lengkap dan sesuai informasi pada setiap tahap semakin tinggi skor yang diperoleh. langkah-langkah kerja. menguraikan cara kerja (langkah-langkah kegiatan) Penulisan laporan sistematis. tujuan.

misalnya peserta didik diminta untuk menilai kecakapan dalam berpidato. b. dengan kriteria yang telah ditetapkan. c. b. melalui hasil kerjanya. dapat berupa petunjuk teknis penskoran. misalnya peseta didik melakukan penilaian sikap terhadap penerapan penggunaan alat keselamatan kerja di bengkel. afektif.F. Guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak. Menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai. Penilaian ranah psikomotorik. penilaian diri oleh peserta didik perlu dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut: a. Penilaian ranah kognitif. c. proses. Pengertian Penilaia Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status. e. dan psikomotor. untuk mendorong peserta didik supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif. misalnya: peserta didik diminta untuk menilai penguasaan pengetahuan. d. Penilaian ranah afektif. Oleh karena itu. a. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur ranah kognitif. n Diri 1. daftar tanda cek. atau skala penilaian. 22 . dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya dalam mata pelajaran tertentu. Menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan. Merumuskan format penilaian. 2. Meminta peserta didik untuk melakukan penilaian diri. Teknik Penilaian Penilaian diri dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas dan objektif.

f. 23 . Menyampaikan umpan balik kepada peserta didik berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak.

pengetahuan. Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar Melakukan pemboran untuk peledakan dengan arah : vertikal. dan sikap seseorang. interpretasi hasil tes tidak mutlak dan abadi karena peserta didik terus berkembang sesuai dengan pengalaman belajar yang dialaminya.Contoh: Penilaian Diri Kompetensi Keahlian : Geologi Pertambangan Mata Pelajaran/SK : Melaksanakan Kegiatan Pemboran dan Peledakan Alokasi Waktu : 1 Semester Nama Siswa : _________________ Kelas : XI/2 No 1. Hanya bertujuan untuk perbaikan proses pembelajaran. miring. Lagi pula. 3. dan horisontal Mengidentifikasi perlengkapan dan peralatan peledakan yang diterapkan yang sesuai dengan metode peledakannya dan seterusnya Tanggapan 1 0 Verifikasi Guru ya tidak 2. keterampilan. 24 . Perlu dicatat bahwa tidak ada satu pun alat penilaian yang dapat mengumpulkan informasi hasil dan kemajuan belajar peserta didik secara lengkap. Penilaian tunggal tidak cukup untuk memberikan gambaran/informasi tentang kemampuan. karena tidak berpengaruh terhadap nilai akhir. Keterangan: 1 = Paham 0 = Tidak Catatan: Guru menyarankan kepada peserta didik untuk menyatakan secara jujur sesuai kemampuan yang dimilikinya.

Verifikasi eksternal Verifikasi eksternal sebagai proses pengendalian mutu (Quality Control) dapat dilakukan oleh penilai (assessor) yang diakui lembaga sertifikasi profesi. sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. dan wakil kepala sekolah. yang dilakukan oleh peserta didik sendiri. dan 4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti belajar berupa portfolio. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria unjuk kerja yang harus dikuasai peserta didik. 4) Menguji peserta didik secara sampling melalui bukti fisik portfolio. 2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru. dilakukan proses verifikasi oleh pemeriksa (verifier). dan 7) Mengajukan hasil verifikasi kepada external verifier. 2) Memantau pelaksanaan penilaian yang dilakukan oleh guru.Untuk menjamin obyektivitas hasil penilaian. 3. a. atau penguasaan kompetensi tertentu. 3) Memverifikasi hasil penilaian guru. 5) Menyusun umpan balik. kecakapan. b. ketua kompetensi keahlian. DU/DI atau asosiasi profesi. 6) Mengkonfirmasikan hasil verifikasi penilaian kepada guru. Hasil penilaian ini 25 . baik pemeriksa internal maupun eksternal. dengan ketentuan sebagai berikut: 1) Memahami tujuan pembelajaran/kriteria kinerja yang harus dikuasai peserta didik. bisa terdiri atas guru kejuruan. 3) Memverifikasi hasil penilaian. Verifikasi internal Verifikasi internal sebagai proses penjaminan mutu ( Quality Assurance) dilakukan oleh unsur sekolah. Pengolahan Data Penilaian Diri Data penilaian diri adalah data yang diperoleh dari hasil penilaian tentang kemampuan.

Setelah peserta didik terlatih dalam melakukan penilaian diri akan sangat membantu meringankan beban tugas guru. Alasan lain karena kemungkinan peserta didik sangat subjektif adanya terdorong oleh keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik. guru perlu menelaah hasil penilaian diri peserta didik. dan sangat terbuka sehingga kemungkinan banyak melakukan kesalahan. Oleh karena itu. objektif. Pada tahap awal. dengan menunjukkan catatan tentang kelemahan-kelemahan yang telah mereka lakukan. 26 . karena peserta didik belum terbiasa. terlatih. dan dilakukan penilaian ulang. dan jujur. peserta didik menjadi terlatih dalam melakukan penilaian diri secara baik. Dua atau tiga kali guru melakukan langkah koreksi dan telaah. Hasil penilaian diri yang dilakukan peserta didik juga dapat diterima/dipercaya serta dapat dipahami. Guru perlu mengambil sampel antara 5% sampai dengan 10% untuk ditelaah. dan dapat digunakan sebagai hasil penilaian guru.tidak digunakan sebagai alat untuk menilai siswa tetapi hanya untuk mengetahui perkembangan/kemajuan belajar siswa. hasil penilaian diri yang dilakukan oleh peserta didik tidak dapat langsung diterima dan digunakan. dikoreksi. diinterpretasikan. guru dapat mengembalikan seluruh hasil pekerjaan kepada peserta didik untuk dikoreksi kembali. Apabila hasil koreksi ulang yang dilakukan oleh guru menunjukkan peserta didik banyak melakukan kesalahan.

27 .

Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional. spesifik dan terukur. mempraktikkan. membedakan. mendemonstrasikan. Berikut contoh penetapan indikator mata pelajaran Pengolahan Hasil Pertanian.BAB III PELAKSANAAN PENILAIAN A. an Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda untuk menentukan ketercapaian suatu kompetensi dasar. menyimpulkan. dan mendeskripsikan. seperti: mengidentifikasi. menceritakan kembali. menghitung. Standar Kompetensi Membuat telur asin Kompetensi Dasar Memilih telur Indikator  Telur dipilih kesegarannya menurut candle system dengan tingkat ketelitian 100%  Telur dipilih berdasarkan keutuhannya tingkat ketelitian 100%  Kesegaran telur dijelaskan pengaruhnya terhadap kualitas telur asin  Keutuhan telur dijelaskan pengaruhnya terhadap proses osmose P Ranah S V K V Penetap V V V V 28 .

. Kompetensi Dasar dan Indikator Pemetaan standar kompetensi dilakukan untuk memudahkan guru dalam menentukan teknik penilaian.B. V V V V 29 . Pemeta an Penilaian Standar Kompetensi. Contoh: Pemetaan Teknik Penilaian mata pelajaran Pengolahan Hasil Pertanian No 1 SK Membuat telur asin KD Memilih telur  Indikator Telu r dipilih kesegarannya menurut candle system dengan tingkat ketelitian 100%  Telu r dipilih berdasarkan keutuhannya tingkat ketelitian 100%  Kes egaran telur dijelaskan pengaruhnya terhadap kualitas telur asin  Keut uhan telur dijelaskan pengaruhnya terhadap proses osmose Teknik Penilaian Tes Perfm Proy ….

maka teknik penilaiannya adalah unjuk kerja (performance). contoh: 1. 2. Apabila tuntutan indikator melakukan sesuatu. maka teknik penilaiannya adalah tertulis. A Kompetensi Dasar Memilih telor: Indikator Ya Telor dipilih berdasarkan kesegarannya menurut candle system dengan tingkat ketelitian 100% Telor dipilih berdasarkan keutuhannya dengan tingkat ketelitian 100% Tidak 30 . D. an Teknik Penilaian Penetap Dalam memilih teknik penilaian hendaknya mempertimbangkan ciri indikator. Contoh-contoh penilaian tersebut dapat diadopsi atau dimodifikasi sesuai kebutuhan. Alat dan Penskoran dalam Penilaian Contoh Berikut adalah contoh-contoh alat dan cara penskoran dalam penilaian berbagai mata pelajaran. Apabila tuntutan indikator berkaitan dengan pemahaman konsep. Contoh: Lembar Penilaian Unjuk Kerja Standar Kompetensi Nama peserta NIS Tanggal : : : : Membuat telur asin Anang Sartono 00706 8 Juni 2008 Pencapaian No.C.

B Membuat adonan Komposisi garam dan bahan pembungkus 1:3 Dst. Dst. C 31 .

00 = {(9 + 9 + 9 + 9 + 9 + 8 + 10 + 9)/80} x 9.00 = (72/80) x 9. 4.Contoh: Lembar Penilaian Sikap Nama peserta NIS Tanggal : : : Anang Sartono 070810170 8 Juni 2007 Skor Perolehan Believe (B) Evaluation (E) (Preferensi oleh (Oleh Guru/ Peserta didik ybs. 5 6 7 8 Aspek Sikap /ranah Noninstruksional/ (Attitude) Kedisiplinan Kejujuran Kerja sama Mengakses dan mengorganisasi informasi Tanggung jawab Memecahkan masalah Kemandirian Ketekunan ∑ (Bn + En ) (5 + 5) x nmax Nilai Attitude (NAt) = x Smax . (n) 1. Smax = 9.10 32 .00 = 8. 3. 2.00 NAt = (5+4) + (5+4) + (5+4) + (5+4) + (5+4) + (5+3) + (5+5) + (5+4) (5 + 5) x 8 x 9.) mentor) 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ No.

Merakit Motherboard c. Merakit Processor d.Contoh: Lembar Penilaian Produk (Barang/Jasa) Standar Kompetensi Nama peserta NIS Tanggal No 1 : Merakit PC : Anang Sartono : 070810166 : 8 Juni 2008 Kriteria / Indikator 7 Penilaian Ya 8 9 Aspek Yang Dinilai Keselamatan kerja Pemakaian peralatan merakit komputer Tidak Mengindahkan penggunaan gelang anti static atau dengan memegang casing terlebih dahulu sebelum melakukan perakitan PC Sesuai SOP yaitu menyiapkan kebutuhan lubang dan pemasangan Power Supply Memasang motherboard di casing dan pemasangan kabel Memasang Processor di Motherboard sesuai SOP Memasang RAM di slot yang sesuai SIMM dan DIMM Memasang peripheral di slot expantion ISA. Merakit peripheral lain (VGA. dan lain sebagainya 33 . NIC. PCI atau VGA 2 Urutan Perakitan a. Merakit RAM e. Merakit Casing b.

Batas minimal kompeten diberi nilai 7.00 (istimewa) = lebih cepat dari ketentuan mencapai indikator dan melebihi kualitas standar minimal yang ditetapkan. 8. b.00 (baik) = dengan tepat waktu dapat mencapai indikator sesuai kualitas standar minimal yang ditetapkan. Kolom penilaian : diberi tanda √ sesuai dengan pencapaian kriteria/indikator yang dipersyaratkan. Penilaian Ya 8 9 Tidak 4 Waktu Waktu yang digunakan untuk perakitan 5 Kerapian Rapi Keterangan: a. Gradasi nilai dideskripsikan sebagai berikut: 7. c. Nilai produk/jasa (Npj) diambil dari nilai terendah diantara nilai pencapaian setiap indikator keberhasilan 34 . merapikan kembali peralatan dan bahan yang sudah tidak digunakan.00. 9.No 3 Aspek Yang Dinilai Hasil Perakitan PC Berhasil baik dan beroperasi Kriteria / Indikator 7 PC ada beep dan tampilan konfigurasi hardware di monitor (POST) dan Hard Disk siap digunakan Waktu perakitan dan pengujian sesuai dengan konfigurasi dan spesifikasi PC Pengkabelan pada PC tertata.00 (amat baik) = lebih cepat dari ketentuan dapat mencapai indikator sesuai kualitas standar minimal yang ditetapkan.

Penilaian ini akan menunjukkan peringkat suatu sekolah dibandingkan dengan sekolah lain (benchmarking). dengan rasional acuan: tingkat kemampuan akademis peserta didik. Penilaian dilakukan pada waktu pembelajaran atau setelah pembelajaran berlangsung. (2) pengayaan bagi peserta didik yang sudah mencapai kriteria ketuntasan (KKM) lebih cepat dari waktu yang disediakan. antara lain melalui keberhasilan sekolah dalam ujian nasional. dalam arti meningkatkan kriteria pencapaian indikator.00 bila memenuhi persyaratan minimal. Interpret 35 . dan ketersediaan daya dukung guru serta sarana dan prasarana.100%. Kriteria ideal pencapaian masing-masing indikator adalah lebih dari 70%. Kualitas sekolah akan dinilai oleh pihak luar/masyarakat secara berkala. (3) perbaikan program dan proses pembelajaran. Dengan pemeringkatan ini diharapkan sekolah terpacu untuk meningkatkan kualitasnya.BAB IV PELAPORAN HASIL PENILAIAN Penilaian menghasilkan informasi tentang pencapaian kompetensi peserta didik yang dapat digunakan sebagai: (1) perbaikan ( remedial) bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan. (4) pelaporan. asi Hasil Penilaian Penilaian dilakukan untuk menentukan apakah peserta didik telah berhasil menguasai suatu kompetensi mengacu ke indikator yang telah dikembangkan. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap indikator dalam suatu Kompetensi Dasar (KD) diberikan skor 0% . tetapi sekolah dapat menetapkan kriteria atau tingkat pencapaian indikator (misalnya: mulai dari 50%). A. Sebuah indikator dapat dijaring dengan beberapa soal/tugas. dan (5) penentuan kenaikan kelas. kompleksitas indikator. Kriteria ketuntasan untuk masing-masing Kompetensi Dasar (KD) adalah terpenuhinya indikator yang dipersyaratkan dunia kerja yaitu kompeten atau belum kompeten dan diberi lambang/skor 7.

Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang telah tuntas ≥ 50%. Apabila perolehan nilai peserta didik pada suatu indikator ≥ KKM.Berikut ini beberapa contoh ilustrasi Interpretasi hasil penilaian 1. apabila nilai indikator dari suatu KD < KKM. 3. artinya telah menuntaskan indikator tersebut. peserta didik dapat mempelajari KD berikutnya dengan mengikuti remedial untuk indikator yang belum tuntas. Dengan demikian. Sebaliknya. 2. peserta didik diinterpretasikan telah menguasai SK dan mata pelajaran. artinya peserta didik telah menguasai KD terkait. Apabila semua indikator telah tuntas. artinya peserta didik belum menuntaskan indikator. 36 . Apabila jumlah indikator dari suatu KD yang belum tuntas > 50%. peserta didik belum dapat mempelajari KD berikutnya (artinya harus mengulang KD tersebut).

Mengartikan larutan dan pelarut KKM 70% 70% 60% Perolehan Nilai 70 69 69 Ketuntasan Tuntas Belum tuntas Tuntas    2. Jadi nilai hasil belajar No.  Dengan demikian nilai KD = 70 + 77 2 = 73.2 bervariasi.00.2 : 61 + 80 + 90 3 = 77 atau 7.1 adalah 70 atau 7. Menunjukkan bukti tentang sifat benda gas Menunjukkan benda padat yang dapat dilarutkan pada benda cair. Mendeskripsikan sifat-sifat benda padat.70 .Contoh: Penghitungan nilai KD dan ketuntasan belajar suatu mata pelajaran. cair. Mengidentifikasi benda cair yang dapat melarutkan benda padat.5 37 . jadi nilai hasil belajar No.1 cenderung 70. dan gas Indikator Mendeskripsikan benda padat berdasarkan sifatnya. Kompetensi Dasar Menyimpulkan bahwa tiap wujud benda memiliki sifatnya masing-masing dan dapat mengalami perubahan Hasil Belajar 1. Mendemonstrasikan bahwa beberapa benda dapat melarutkan benda lainnya  60% 70% 60% 61 80 90 Tuntas Tuntas Tuntas   Nilai indikator pada hasil belajar No. dihitung nilai rata-rata indikator. Menunjukkan bukti tentang sifat benda cair. Nilai indikator pada hasil belajar No.

2.2 belum tuntas.Pada hasil belajar No. indikator No. Jadi peserta didik perlu mengikuti remedial untuk indikator No. 38 .1.

Remedial diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. bantuan sesuai dengan gaya belajar peserta didik pada waktu yang tepat sehingga kesulitan dan kegagalan tidak menumpuk. Waktu remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru. atau mengerjakan tugas mengumpulkan data. Bagi peserta didik yang memerlukan remedial Pemanf Guru harus percaya bahwa setiap peserta didik dalam kelasnya mampu mencapai kriteria ketuntasan setiap kompetensi.B. kemudian dilakukan penilaian dengan cara: menjawab pertanyaan. bila peserta didik mendapat bantuan yang tepat. Kegiatan dapat berupa tatap muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri. dapat dilaksanakan pada atau di luar jam efektif. guru kelas. agar dapat mengembangkan potensi secara optimal. Dengan demikian peserta didik tidak patah semangatnya (frustasi) dalam mencapai kompetensi yang harus dikuasainya. Bagi peserta didik yang memerlukan pengayaan Pengayaan dilakukan bagi peserta didik yang memiliki penguasaan lebih cepat dibandingkan peserta didik lainnya. aatan Hasil Penilaian 1. 2. Misalnya. Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran. Hasil penilaian kegiatan pengayaan dapat menambah penguasaan/nilai peserta didik pada matapelajaran bersangkutan. atau peserta didik yang mencapai ketuntasan belajar ketika sebagian besar peserta didik yang lain belum. latihan tambahan atau tugas individual yang bertujuan untuk memperkaya kompetensi yang telah dicapainya. atau oleh guru lain yang memiliki kemampuan memberikan bantuan dan mengetahui kekurangan peserta didik. Peserta didik yang berprestasi baik perlu mendapat pengayaan. Pengayaan dapat dilaksanakan setiap saat baik pada atau di luar jam efektif. Bagi peserta didik yang secara konsisten selalu 46 . membuat rangkuman pelajaran. Remedial hanya diberikan untuk indikator yang belum tuntas. Salah satu kegiatan pengayaan yaitu memberikan materi tambahan.

program yang telah dirancang. atau guru harus mengulang pelajaran dengan mengubah strategi pembelajaran. dan kinerja sekolah. guru dapat mengambil keputusan terbaik dan cepat untuk memberikan bantuan optimal kepada kelas dalam mencapai kompetensi yang telah ditargetkan dalam kurikulum. dan memperbaiki program pembelajarannya. transparansi. Unsur penting dalam manajemen berbasis sekolah adalah partisipasi masyarakat. tetapi juga di bidang akademik. kinerja guru. dan instansi terkait lainnya. an Hasil Penilaian 1. direvisi. Bagi Kepala Sekolah Hasil penilaian dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk menilai tingkat keberhasilan peserta didik. Atas dasar itu. 4. serta sebagai bahan kajian dalam pengambilan keputusan dalam rangka pembinaan sekolah yang dipimpinnya. dan bahan yang telah disiapkan perlu dievaluasi. Bagi Guru Guru dapat memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan program dan kegiatan pembelajaran. dan akuntabilitas publik. karena bila dilakukan pada akhir semester bisa saja berarti perbaikan itu akan sangat terlambat.mencapai kompetensi lebih cepat. Laporan kemajuan hasil belajar peserta 47 Pelapor . komite sekolah. C. di mana peranserta masyarakat di bidang pendidikan tidak hanya terbatas pada dukungan dana saja. Misalnya. masyarakat. strategi pembelajaran yang telah disiapkan. Laporan Sebagai Akuntabilitas Publik Kurikulum berbasis kompetensi dirancang dan dilaksanakan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah. dapat diberikan program akselerasi. laporan kemajuan hasil belajar peserta didik dibuat sebagai pertanggungjawaban lembaga sekolah kepada orang tua/wali peserta didik. 3. Perbaikan program tidak perlu menunggu sampai akhir semester. Oleh karena itu. atau mungkin diganti apabila ternyata tidak efektif membantu peserta didik dalam mencapai penguasaan kompetensi.

dan secepatnya diketahui bilamana anaknya bermasalah dalam belajar. apakah anaknya perlu dibantu dalam bidang aritmetika. orang tua. sedangkan di pihak anak. statistika. Hal ini perlu dilakukan agar orang tua dapat menindaklanjuti. orangtua/wali dapat menentukan jenis bantuan apa yang diperlukan anaknya. dan masyarakat yang bermanfaat baik bagi kemajuan belajar peserta didik maupun pengembangan sekolah. Data kuantitatif disajikan dalam angka (skor). geometri. Bentuk Laporan Laporan kemajuan belajar peserta didik dapat disajikan dalam data kuantitatif dan kualitatif. Memberikan informasi yang jelas. Agar peran serta masyarakat semakin meningkat. sehingga “profil” atau tingkat kemajuan belajar peserta didik mudah terbaca dan dapat dipahami oleh orang tua atau pihak yang berkepentingan (stakeholder). . yang bersangkutan dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya serta aspek mana yang perlu ditingkatkan. Baik peserta didik maupun orang tua yang kurang memahami makna angka tersebut dapat berkonsultasi dengan guru dan melihat buku nilai. Dari laporan tersebut. komprehensif. c. dan akurat. 48 a.didik merupakan sarana komunikasi dan sarana kerja sama antara sekolah. Pelaporan hasil belajar hendaknya: Merinci hasil belajar peserta didik berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. misalnya seorang peserta didik mendapat nilai 6 (enam) pada mata pelajaran matematika. aljabar. Berdasarkan laporan tersebut. atau hal lain. bentuk laporan harus disajikan dalam bentuk yang lebih komunikatif (memuat catatan guru/deskripsi). b. Menjamin informasi yang akurat dan tepat waktu bagi orang tua. 2. dikaitkan dengan penilaian yang bermanfaat bagi pengembangan peserta didik. orangtua dapat mengidentifikasi kompetensi apa saja yang belum dikuasai anaknya.

yang memberi gambaran secara rinci tentang kemampuan prestasi akademik maupun catatan pribadi dalam kurun waktu satu tahun (Lampiran 3. Berisi informasi tentang tingkat pencapaian hasil belajar. 4. Menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Leger ini dimaksudkan: 1) Untuk merekam perkembangan kemajuan belajar peserta didik satu kelas yang berisi: a) Identitas peserta didik. Sejauh mana anak berpartisipasi dalam kegiatan di sekolah? c. Leger Leger merupakan buku yang berisi informasi pencapaian hasil belajar peserta didik dalam satu kelas. Isi Laporan Pada umumnya orang tua menginginkan jawaban akurat atas pertanyaan berikut: a. Jenis Administrasi dan Pelaporan a. e. c. Menitikberatkan kekuatan dan apa yang telah dicapai anak. b) Uraian mata pelajaran yang dipelajari. Kemampuan/kompetensi apa yang sudah dan belum dikuasai dengan baik? d. Bagaimana keadaan anak waktu belajar di sekolah secara akademik. Memberikan perhatian pada pengembangan dan pembelajaran anak. Apa yang harus orang tua lakukan untuk membantu dan mengembangkan anak lebih lanjut? Untuk menjawab pertanyaan tersebut. sosial dan emosional? b. Berkaitan erat dengan hasil belajar yang harus dicapai dalam kurikulum. d.3. b. fisik. 49 . informasi yang diberikan kepada orang tua hendaknya: a. Contoh Format Leger).

Buku Laporan (Rapor) Rapor adalah buku laporan hasil belajar peserta didik yang secara administratif dilaporkan setiap satu semester. serta tata cara pengisiannya dapat dilihat pada Buku Petunjuk teknis Penyusunan Laporan Hasil Belajar Peserta Didik SMK (Rapor SMK). Transkrip Transkrip merupakan kumpulan laporan pencapaian hasil belajar pada akhir pendidikan. untuk semua mata pelajaran yang ditempuhnya dengan tuntas. c. memberikan gambaran secara rinci dan menyeluruh kompetensi dan prestasi peserta didik selama proses pendidikan. 2) identitas peserta didik. 50 . (Lampiran 4. Transkrip dimaksudkan untuk memberi penjelasan secara rinci prestasi peserta didik pada akhir pendidikan (Lampiran 5. 2) Memberi informasi tentang keadaan hasil belajar peserta didik dalam satu kelas. Untuk mengatasi hal tersebut sekolah dapat menerbitkan rapor sementara. 4) uraian waktu pencapaian setiap mata pelajaran 5) kualifikasi dalam bentuk kompeten dan belum kompeten. Bagi mata pelajaran yang belum mencapai ketuntasan tidak dimasukan ke dalam rapor. 6) keterangan tentang hal-hal yang berkaitan dengan proses pencapaian prestasi. Transkrip berisi komponen-komponen antara lain: 1) identitas sekolah. Format dan isi laporan disesuaikan dengan karakteristik kompetensi keahlian. Contoh Format Transkrip).c) Kelulusan dan tanggal perbaikan dari setiap mata pelajaran yang dinyatakan belum lulus. 3) uraian mata pelajaran yang dipelajari peserta didik. Penjelasan dan contoh format rapor. b. Contoh Format Rapor).

identitas sekolah. baik bagi pekerja maupun pengusaha/unsur manajemen dalam merencanakan peningkatan keterampilan maupun penambahan keterampilan baru secara sistematis dan diakui. 3) Piranti. 6) keterangan lain yang diperlukan. 2) Bahan pertimbangan bagi pemakai tenaga kerja (DU/DI) dalam memilih calon pekerja atau mempromosikan karyawan yang terbukti mempunyai kemampuan sesuai dengan yang dibutuhkan. e. Ijazah Ijazah adalah surat pengakuan bahwa pemiliknya telah menyelesaikan atau menamatkan belajar sekaligus lulus jenjang pendidikan tertentu. Dengan demikian paspor keterampilan ini dapat digunakan sebagai: 1) Bukti atau pengakuan atas kemampuan yang dikuasai oleh pemiliknya. Skill passport minimal berisi komponen-komponen antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) identitas pemegang/peserta didik. Contoh Format Skill Passport). d. daftar standar kompetensi dan kompetensi dasar. nama program keahlian. pencapaian dan legalitas. penjelasan tentang Skill Passport. Skill passport dimaksudkan untuk menginformasikan kompetensi yang telah dikuasai. dan menginformasikan kepada dunia kerja (DU/DI) atau pihak lain yang terkait tentang riwayat pencapaian kompetensi yang dimiliki oleh pemegangnya (Lampiran 6. Paspor Keterampilan (Skill Passport) Paspor keterampilan atau skill passport adalah dokumen rekaman pengakuan atas kompetensi yang telah dikuasai oleh pemiliknya. dalam hal ini Sekolah 51 .7) pengesahan oleh kepala sekolah dan distempel.

Legalitas oleh pejabat lembaga/perusahaan yang mengeluarkan sertifikat. walaupun dengan kecepatan dan gaya belajar yang berbeda satu dengan lainnya. 5. Sertifikat Kompetensi Sertifikat kompetensi merupakan bukti fisik lulus uji kompetensi yang dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi/asosiasi-profesi/DU/DI atau lembaga pendidikan yang terakreditasi. daftar kompetensi yang dikuasai. Penentuan Kenaikan Kelas Bila kegiatan penilaian dilakukan secara berkesinambungan. tanggal.Menengah Kejuruan. bulan. Judul kompetensi dan kualifikasinya. identitas lembaga yang mengeluarkan. dan tahun penerbitan. diharapkan tidak ada peserta didik yang tidak mencapai kompetensi yang ditargetkan. sehingga tindakan perbaikan dan pengayaan diberikan sedini mungkin dan tepat waktu. legalisasi oleh pejabat lembaga yang mengeluarkan. Kalau setiap peserta didik bisa dibantu secara optimal 52 . Identitas pemegang sertifikat. bidang/program studi (keahlian). Waktu pencapaian. identitas pemegang. Sertifikat minimal berisi komponen-komponen antara lain: 1) 2) 3) 4) 5) Identitas lembaga yang mengeluarkan sertifikat. Ijazah setidak-tidaknya mengandung: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) f. jenjang dan jenis pendidikan yang ditempuh. Ijazah diberikan pada akhir jenjang pendidikan (tingkat III atau tingkat IV) kepada setiap peserta didik yang telah menyelesaikan semua program dan lulus ujian yang diselenggarakan. Sertifikat kompetensi memberikan legalitas (kewenangan) bagi pemiliknya untuk melaksanakan tugas-tugas sesuai dengan kompetensi yang dikuasainya.

atau mental sehingga tidak mungkin bisa berhasil mencapai kompetensi yang ditargetkan. maka hasil penilaian bisa menjadi dasar peserta didik tersebut tinggal kelas. HB. KD. Automatic promotion. dan SK pada lebih dari 3 (tiga) mata pelajaran sampai batas akhir tahun ajaran. emosi. tidak perlu ada peserta didik yang tidak naik kelas ( automatic promotion). 53 . SK. maka peserta didik tersebut harus mengulang di kelas yang sama. KD. dan indikator yang telah tuntas pada tahun ajaran sebelumnya apabila nilai mata pelajaran yang telah tuntas tersebut lebih rendah dari tahun ajaran sebelumnya. adalah bila semua indikator. KD. KD. Jumlah mata pelajaran yang belum tuntas di kelas berikutnya (XI dan XII) maksimal 20% dari jumlah mata pelajaran di tahun berjalan (3 mata pelajaran) Jika peserta didik masih belum menuntaskan indikator. Namun apabila karena alasan yang kuat. Sekolah mempertimbangkan mata pelajaran. HB. HB. dan SK suatu mata pelajaran telah terpenuhi ketuntasannya. hasil belajar (HB). maka peserta didik dinyatakan telah layak naik ke kelas berikutnya. maka peserta didik dapat dianggap telah layak naik ke kelas berikutnya. misalnya: karena gangguan kesehatan fisik. Jika peserta didik belum menuntaskan indikator.sesuai dengan keperluannya mencapai kompetensi tertentu. dan SK maksimum pada 3 (tiga) mata pelajaran sampai batas akhir tahun ajaran.

54 .

55 .

56 .

Kegunaan/Fungsi dan Persyaratan Kisi-kisi Kisi-kisi soal berfungsi sebagai petunjuk teknis dalam penulisan butir soal dan perakitan soal. Dengan demikian dapat diperoleh berbagai macam kisi-kisi. Dengan adanya petunjuk teknis ini. komponen-komponennya rinci. mewakili isi kurikulum (SK/KD) yang akan diujikan. PENYU 57 . b. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan evaluasi. Misalnya. c. maka pengembang soal yang berbedapun akan dapat menghasilkan perangkat soal yang relatif sama.BAB I PENGEMBANGAN KISI-KISI SOAL A.Jika tersedia sebuah kisi-kisi yang baik. butir-soal dapat dikembangkan sesuai dengan indikator dan bentuk soal yang ditetapkan pada kisi-kisi. Pengertian Kisi-kisi Kisi-kisi adalah suatu format atau matriks berisi informasi yang dapat dijadikan petunjuk teknis dalam menulis soal atau merakit soal menjadi alat tes/evaluasi. tanpa adanya indikator dalam kisi-kisi tidak dapat diketahui arah dan tujuan setiap butir soal. penyusun soal akan dapat menghasilkan butir-soal yang sesuai dengan tujuan penilaian dan perakit soal dapat menyusun perangkat soal dengan mudah. SUNAN KISI-KISI 1. kisi-kisi yang dimaksudkan untuk mendiagnosis kesukaran belajar berbeda dengan kisi-kisi soal yang dimaksudkan untuk mengukur pencapaian kompetensi (prestasi hasil belajar) peserta didik. yaitu : a. Kisi-kisi soal/tes prestasi belajar harus memenuhi beberapa persyaratan. jelas dan mudah dipahami. 2. baik dari tingkat kedalaman maupun cakupan materi yang diukur (ditanyakan). Penyusunan kisi-kisi merupakan langkah penting yang harus dilakukan sebelum penulisan soal.

58 . Kontinuitas. Kelompok identitas dicantumkan di bagian atas matriks.3. Relevansi. Urgensitas. sedangkan matriks/format dicantumkan dalam bariskolom yang sesuai. antara lain : Jenis /jenjang sekolah Kompetensi Keahlian Mata Pelajaran/SK Alokasi waktu Jumlah soal Bentuk soal Kelompok matriks/format isi. antara lain: Standar Kompetensi (SK) Kompetensi Dasar (KD) Indikator / Kinerja Indikator Soal Nomor urut soal Komponen SK/KD perlu dipilih mengacu hasil analisis dengan memperhatikan kriteria sebagai berikut : a. Keterpakaian. Selain kriteria pemilihan di atas perlu pula diperhatikan bahwa penguasaan materi SK/KD terpilih harus dapat diukur dengan menggunakan bentuk soal yang sudah ditetapkan. Komponen Kisi-kisi Komponen terdiri atas dua kelompok. merupakan SK/KD lanjutan yang merupakan pendalaman dari satu atau lebih SK/KD yang sudah dipelajari sebelumnya. d. SK/KD terpilih harus merupakan pokok (core) yang diperlukan untuk menguasai kompetensi keahlian. b. 1) 2) 3) 4) 5) 6) b. a. c. yaitu: identitas dan matriks/format. yaitu SK/KD yang mutlak harus dikuasai oleh siswa/peserta didik. 1) 2) 3) 4) 5) Kelompok identitas. SK/KD memiliki nilai terapan tinggi dalam pekerjaan didunia usaha/industri atau kehidupan sehari-hari.

1. Kisi-Kisi Soal Teori Satuan Pendidikan Kompetensi Keahlian Alokasi Waktu Jumlah Soal No 1 KISI-KISI SOAL : : : : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Standar Kompetensi (SK) 2 Kompetensi Dasar (KD) 3 Indikator 4 Indikator Soal 5 Bentuk Soal 6 Nomor Soal 7 Keterangan pengisian kolom/format kisi-kisi Kolom 1 : Diisi nomor urut Kolom 2 : Diisi SK yang representatif (inti/aplikatif dan pengetahuan kejuruan) terhadap Kompetensi Keahlian. Kolom 3 : Diisi KD dari SK yang ada di kolom dua.B. Kolom 5 : Diisi indikator soal dari indikator pengetahuan di kolom 4. Setiap indikator pengetahuan dapat di tuliskan lebih dari satu indikator soal Kolom 6 : Diisi bentuk soal/tes Kolom 7 : Diisi nomor sebaran soal 59 . Kolom 4 : Diisi indikator aspek pengetahuan dari KD di kolom 3.

   Indikator soal sebagai pertanda atau indikasi pencapaian kompetensi Indikator soal menggunakan kata kerja operasional yang dapat diukur Indikator soal mengacu pada kriteria kinerja sesuai SK/KD Kriteria indikator soal yang baik adalah :     Memuat ciri-ciri SK/KD yang hendak diukur Memuat satu kata kerja operasional yang dapat diukur. memuat perilaku peserta didik dan materi yang akan diukur sesuai dengan Indikator. (khusus butir soal bentuk uraian dapat lebih dari satu) Berkaitan erat dengan kriteria kinerja Dapat dibuatkan butir soal sesuai dengan bentuk yang ditetapkan dalam kisi-kisi. Kisi-Kisi Soal Praktik Kisi-kisi soal praktik disiapkan sebagai dasar untuk menetapkan indikator performansi dan menjadi acuan dalam merumuskan soal/penugasan dan petunjuk teknis penilaian unjuk kerja.Indikator soal : adalah suatu rumusan yang menggunakan kata kerja operasional. No 1 2. SK / KD 2 Indikator 3 Indikator Soal 4 1         60 .

Indikator menggambarkan standar yang dipersyaratkan oleh KD. 61 . Kolom 4 : Diisi indikator soal yang akan dikembangkan oleh guru.Keterangan Pengisian Kolom : Kolom 1 : Diisi nomor urut SK/KD Kolom 2 : Diisi SK/KD sesuai dengan silabus Kolom 3 : Dituliskan Indikator Performansi dari KD yang ada di kolom 2. dengan mengacu standar yang berlaku di DU/DI.

62 .

Kunci jawaban ialah jawaban yang benar atau paling benar. penulisan soal pilihan ganda harus didasarkan pada spesifikasi soal yang terdapat dalam kisi-kisi soal. cepat. Seperti halnya bentuk soal yang lain. Soal pilihan ganda dapat ditingkatkan kualitasnya apabila penulisannya. juga mengikuti kaidah-kaidah penulisan soal yang baik. Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh ( distractor). disamping berlandaskan kisi-kisi. antara lain: memerlukan waktu yang relatif lama untuk menyusun butir-butir soal yang berkualitas. Kaidah Pengerti 63 . Secara umum. an. dan terdapat peluang untuk menebak jawaban. sulit membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi. Bentuk ini sangat tepat untuk ujian yang pesertanya sangat banyak sedangkan hasilnya harus segera diumumkan. Kaidah penulisan soal meliputi isi materi soal yang ditanyakan. dan penggunaan bahasa. dan Keterbatasan Soal bentuk pilihan ganda adalah suatu soal yang jawabannya harus dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disediakan. setiap soal pilihan ganda terdiri dari pokok soal (stem) dan pilihan jawaban (option). atau dapat mencakup ruang lingkup mater uji/kriteria kinerja yang luas dalam suatu tingkat atau jenjang pendidikan. Keunggulan soal bentuk pilihan ganda adalah dapat di-skor dengan mudah.BAB II PENULISAN SOAL PILIHAN GANDA A. B. namun memungkinkan seseorang memilihnya apabila tidak menguasai materinya. Soal bentuk pilihan ganda memiliki beberapa keterbatasan. serta objektif. Pengecoh merupakan jawaban yang tidak benar. Penulisan Soal Kaidah-kaidah penulisan soal merupakan petunjuk atau petunjuk teknis yang harus diikuti agar butir soal yang dihasilkan memiliki kualitas baik. konstruksi rumusan soal. Keunggulan.

Semua pilihan jawaban harus berasal dari materi yang sama. A. Soal harus sesuai dengan indikator. mikroskop B. pupil B. Materi Soal a. kelopak b. Contoh soal kurang baik: Alat optik yang dapat membantu melihat sesuatu yang jauh menjadi lebih jelas adalah …. iris E. kornea D. lensa Soal yang sesuai dengan indikator: Bagian mata yang mengatur banyaknya cahaya yang masuk adalah …. proyektor E. Indikator: Siswa dapat menerapkan konsep sifat-sifat cahaya yang dihubungkan dengan fungsi bagian-bagian mata pada manusia. A. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai dengan tuntutan indikator. teleskop D. retina C. kamera C. penulisannya harus setara.1. semua pilihan jawaban harus logis/masuk akal dan berfungsi (diperkirakan peserta uji yang tidak menguji materi dengan benar akan terkecoh) 64 . Pengecoh berfungsi/Pilihan jawaban homogen dan logis.

Konstruksi Soal Pokok soal dirumuskan secara singkat. tidak menimbulkan pengertian atau penafsiran yang berbeda dan hanya mengandung satu persoalan untuk setiap butir soal. 65 . Artinya. Jika terdapat beberapa jawaban yang benar. dan tegas. sikat arang C. Apabila tanpa harus melihat dahulu pilihan jawaban. Contoh soal kurang baik: Bagian motor DC yang terdapat pada rotor adalah …. Hanya satu kunci jawaban yang benar. c. jelas. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar. Cicago D. lilitan jangkar Penjelasan: memiliki lebih dari satu pilihan jawaban yang benar. peserta didik sudah dapat mengerti pertanyaan/maksud pokok soal. Washington B. A. sedangkan pilihan lainnya adalah nama kota. satu soal hanya mempunyai satu kunci jawaban. Los Angeles C. 2. New York E. Kennedy Penjelasan: pilihan E adalah nama orang. A. John F. maka kunci jawaban adalah jawaban yang paling tepat. Komutator B.Contoh soal kurang baik: Ibu kota Amerika Serikat adalah …. lilitan medan E. sepatu kutub D. Bahwa SK/KD/Indikator yang hendak diukur/ditanyakan harus jelas. maka dapat disimpulkan pokok soal tersebut sudah jelas. a.

Melakukan penyambungan dengan pohon mangga harum-manis sebagai pokok. A. Melakukan perkawinan silang dari kedua pohon tersebut. C. Mencangkok pohon mangga harumanis dan memberi pupuk sebanyak mungkin. Penjelasan: kalimat pertama pada pokok soal dihilangkan karena sama saja isinya dengan kalimat kedua.Contoh soal kurang baik: Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 sebagai dasar untuk membentuk perusahaan tertentu. Bentuk perusahaan yang sesuai dengan pasal 33 ayat 1 UUD 1945 adalah …. D. E. Contoh soal kurang baik: Pak Amir ingin mengembangkan usaha perkebunan mangga. Apabila terdapat rumusan atau pernyataan sebetulnya tidak diperlukan. Bagaimanakah cara pak Amir untuk memperoleh pohon mangga baru dengan menggabungkan sifat-sifat yang baik dari pohon mangga golek dan harum-manis? A. maka rumusan pernyataan tersebut dihilangkan saja. yaitu kalimat pertama. E. D. B. Perseroan Terbatas Firma BUMN Koperasi Yayasan b. B. Melakukan penyambungan dengan pohon mangga golek sebagai pokok Penjelasan: Pokok soal di atas mengandung pernyataan yang tidak diperlukan. Menempelkan bakal tunas dari pohon mangga harumanis ke batang pohon mangga. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja. Hal ini membingungkan peserta didik dan menyita waktu untuk membaca dan memahami maksud soal yang atau 66 . C. oleh karena itu dia harus menanam bibit mangga yang baik.

D. d. Contoh soal kurang baik: Reproduksi yang dapat dilakukan oleh umbi batang tidak dijumpai pada tumbuhan berikut. C.. Pada pokok soal jangan terdapat kata/kelompok kata atau ungkapan yang dapat memberikan petunjuk ke arah kunci jawaban.c.. A. B. D. E. Pada pokok soal jangan terdapat dua kata atau lebih yang mengandung arti negatif. singkong kentang cemara bamboo semangka 67 . C. Pokok soal tidak memberi petunjuk ke arah kunci jawaban. kecuali. Pokok soal tidak mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda. Contoh soal kurang baik: Jenis unit koperasi apakah yang tepat dijadikan sebagai tempat pemasaran manisan dan selai Pak Yahya? A. Koperasi Unit Desa Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Konsumsi Koperasi Produksi Koperasi Serba Usaha Penjelasan: kata unit pada pokok soal akan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar. Hal ini untuk mencegah terjadinya kesalahan penafsiran siswa terhadap arti pernyataan yang dimaksud. E. B.

B. Hal ini perlu dihindari karena ada kecenderungan peserta didik untuk memilih jawaban terpanjang sebagai kunci. dibentuknya Dewan Nasional yang terdiri dari wakil-wakil semua partai yang ada. maka secara materi pilihan jawaban berkurang satu. Pilihan jawaban tidak mengandung pernyataan. A. misalnya menjadi: “legenda gunung Tangkuban Perahu”. Contoh soal kurang baik.. C. Dengan adanya pilihan jawaban seperti ini. E. D. E. A. pembubaran Partai Komunis Indonesia. karena seringkali jawaban yang lebih panjang itu lebih lengkap dan merupakan kunci jawaban. kembali kepada Undang-undang Dasar 1945. Panjang rumusan pilihan jawaban relatif sama. B. D. karena pernyataan itu bukan merupakan materi yang ditanyakan. pembetukan MPRS. f. Penjelasan: Pada contoh soal tersebut pilihan jawaban E paling panjang. pembentukan Dewan Perwakilan rakyat. Contoh soal kurang baik Salah satu isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959 adalah . Penjelasan: pilihan E diperbaiki. dan sejenisnya”. atau “Semua pilihan jawaban di atas benar. Di antara bentuk-bentuk budaya daerah di bawah ini yang termasuk folklore lisan adalah …. upacara mandi Balimau di Pekan Baru. Semua pilihan jawaban di atas salah. 68 . C.e. perayaan Sekaten bulan Maulud. adat mapalus dari Sulawesi. rumah gadang Minangkabau. Kaidah ini diperlukan karena adanya kecenderungan siswa untuk memilih jawaban yang paling panjang.. “Semua pilihan jawaban di atas salah”.

Apabila soal tersebut tetap bisa dijawab tanpa melihat gambar. Gambar dan sejenisnya yang menyertai suatu butir soal harus jelas. Contoh soal kurang baik: Pelanggaran HAM Timor Timur terjadi pada tahun …. atau sebaliknya. siswa dapat menentukanperbandingan kelajuan linier dua gir sepeda yang mempunyai jari-jari berbeda. C. Pilihan jawaban yang berbentuk angka harus disusun berurutan nilainya. atau tabel tersebut tidak berfungsi. Penyusunan secara urut tersebut dimaksudkan untuk memudahkan siswa melihat pilihan jawaban (ascending atau descending). h.g. E. A. grafik. atau kronologis. B. 69 . dari nilai paling kecil berurutan sampai nilai yang paling besar. 1999 1996 1998 1997 2008 Penjelasan: Seharusnya disusun berurutan kronologi saja. grafik. dari tahun paling duluan berurutan sampai tahun yang paling akhir. Demikian juga pilihan jawaban yang menunjukkan waktu disusun secara kronologis. tabel atau sejenisnya yang terdapat pada soal. berarti gambar. tabel. terbaca. grafik. dan sejenisnya jelas dan berfungsi. dan dapat dimengerti oleh siswa. Contoh soal baik: Indikator: Disajikan gambar sepeda. atau sebaliknya. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut. Gambar. D. diagram.

Idris Sardi 70 .. Contoh soal kurang baik: 10.. Pelopor angkatan 45 dalam bidang puisi adalah …. B. D. W.S. Rendra C.. i. maka perbandingan laju linier gir depan dan laju linier gir belakang adalah .Sebuah sepeda terlihat seperti pada gambar di bawah! Perbandingan jari-jari gir depan dan jari-jari gir belakang 2 : 1. 1:1 1:2 1:4 2:1 4:1 bergantung pada jawaban soal Butir soal tidak sebelumnya. Chairil Anwar* D. A. Jika sepeda dikayuh. Ketergantungan pada soal sebelumnya menyebabkan siswa yang tidak dapat menjawab benar soal sebelumnya tidak akan dapat menjawab benar soal berikutnya. Ayip Rosidi E. Idrus B. E. C.. A.

Senja di Pelabuhan Kecil* C.000. A.00.00 C. Mereka pengin beli bola voli seharga Rp 30. Karya dari pengarang pada jawaban soal nomor 10 adalah A. Menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.00. Sisa duit Amran dan Anton adalah …. Balada Tercinta D. Contoh soal kurang baik: Amran punya duit Rp 20. Tirani B.00 Penjelasan: Bahasa yang digunakan pada rumusan pokok soal tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Panjang kolam adalah 3 m lebih panjang daripada lebarnya dan memiliki 71 Penggunaan . Penggunaan bahasa dalam setiap butir soal sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan tingkat penguasaan bahasa bagi peserta uji/siswa sehingga mudah dimengerti.000. Rp 20. Rp 5.00 dan Anton Rp 15. tidak bergantung pada jawaban soal nomor 10.00 B. Rp 15. Contoh soal baik: Sebuah taman berbentuk persegi panjang. Bahasa Pada Butir Soal a.00 E.00 D. Mengunakan bahasa yang komunikatif.000.000.000. di dalamnya terdapat kolam. Surat dari Ibu E. Rp 10. Rp 1.000.000.000. b. 3. Pelangi Perbaikannya: soal nomor 35 disusun secara independen.35.

E. Kata momok dalam kalimat itu berarti . Penggunaan bahasa yang tidak berlaku secara nasional akan mengakibatkan kesalahan/perbedaan penafsiran.. 72 . A...” kata ibu guru. juga diilustrasikan dalam bentuk gambar c. maka ukuran panjang taman tersebut adalah.. 10 m 12 m 13 m 14 m 17 m 2 kolam 2 Penjelasan: Soal yang komunikatif selain pokok soal diuraikan dengan jelas. D. B. kata "momok" diganti dengan kata lainnya. Oleh karena itu. C.luas 130 m2. D. A. Contoh soal kurang baik: "Aturan lalulintas itu harus ditaati bukan dijadikan momok. Jika di sekeliling kolam ditanami bunga dengan lebar 2 m.. E. pemberat setan beban lawan kelamin Penjelasan: kata "momok" memiliki makna yang berbeda di suku Sunda dan Jawa. C. Pilihan jawaban tidak mengulang kata/kelompok kata yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian. B.. Pada prinsipnya perilaku apa yang hendak diukur berdasarkan materi yang bersangkutan. d. Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat (bias budaya). Penggunaan kata/kelompok kata tersebut harus pada pokok soal.

melakukan perintah dan larangan dengan ikhlas E. 73 . melakukan semua perintah dan menjauhi larangan-Nya B.Contoh soal kurang baik: Takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa harus ditunjukkan dengan … A. sehinga menyita lebih banyak waktu. melakukan perintah dan larangan karena malu sama teman Penjelasan: kata melakukan ditulis secara berulang sampai 5 kali. Hal ini menyebabkan peserta didik harus membaca kata tersebut berulang kali. melakukan semua perintah dengan rasa terpaksa C. melakukan perintah-Nya karena takut dimarahi D.

74 .

Soal bentuk uraian objektif adalah soal atau pertanyaan yang menuntut jawaban dengan pengertian/konsep tertentu. disamping mengukur kemampuan peserta didik/siswa dalam hal menyajikan jawaban terurai secara bebas. dengan cara mengemukakan atau mengekspresikan gagasan tersebut dalam bentuk uraian tertulis. Soal bentuk uraian objektif. diuraikan secara jelas hal-hal/komponen yang diskor 75 Pengerti . an Soal bentuk uraian adalah soal yang jawabannya menuntut peserta didik/siswa untuk mengingat dan mengorganisasikan gagasangagasan atau hal-hal yang telah dipelajari.BAB III PENULISAN SOAL BENTUK URAIAN A. Berdasarkan cara pemberian skor. Perband ingan Antara Soal Bentuk Uraian Objektif dan Non-Objektif Perbedaan antara soal bentuk uraian objektif dan non-objektif terletak pada kepastian penskorannya. Soal bentuk uraian non-objektif adalah suatu soal yang menuntut jawaban dengan pengertian/konsep menurut pendapat masingmasing peserta didik/siswa. sehingga penskorannya dapat dilakukan secara objektif. juga menyangkut pengukuran kemampuan peserta didik/siswa dalam hal menguraikan atau memadukan gagasan-gagasan. atau menyelesaikan hitungan-hitungan terhadap materi atau konsep tertentu yang terkait dengan atau merupakan pengembangan dari soal uji kompetensi/praktek secara tertulis. sehingga penskorannya mengandung unsur subjektifitas. Soal bentuk uraian yang dimaksudkan pada sekolah menengah kejuruan (ujian kompetensi kejuruan) ini. B. soal bentuk uraian dapat diklasifikasikan atas soal uraian objektif dan uraian non-objektif. kunci jawaban dan petunjuk teknis skor lebih pasti.

dan berapa besarnya skor untuk setiap komponen. Sedangkan soal bentuk uraian non-objektif kurang pasti . Pengaruh unsur subjektifitas dalam penskoran dapat dikurangi dengan cara membuat rentang skor untuk setiap kriteria. Artinya, diperlukan petunjuk teknis yang rinci dan jelas yang dapat digunakan oleh penilai yang berbeda, menskor jawaban masing-masing peserta didik, sehingga hasil penskorannya relatif sama. Skor soal bentuk uraian non-objektif dinyatakan dalam bentuk rentangan, karena hal-hal atau komponen yang diskor hanya diuraikan secara garis besar dan berupa kriteria tertentu. C. kaidah Penulisan Soal Bentuk Uraian Dalam menulis soal bentuk uraian, penulis soal harus mempunyai gambaran tentang ruang lingkup materi yang ditanyakan dan lingkup jawaban yang diharapkan, kedalaman dan panjang jawaban, atau rincian jawaban yang mungkin diberikan oleh peserta didik/siswa. Dengan kata lain, ruang lingkup ini merupakan kriteria luas atau sempitnya masalah yang ditanyakan. Hal ini harus tegas dan jelas tergambar dalam rumusan soalnya. Dengan adanya batasan ruang lingkup tersebut, kemungkinan terjadinya ketidakjelasan soal dapat dihindari. Ruang lingkup tersebut juga akan membantu mempermudah pembuatan kriteria/petunjuk teknis skor. Secara rinci, beberapa kaidah yang perlu diperhatikan dalam penulisan soal bentuk uraian adalah sebagai berikut: 1. a) Materi Soal sesuai dengan indikator soal/kriteria kinerja. Artinya soal harus menanyakan perilaku dan materi yang hendak diukur sesuai tuntutan indikator soal. b) Batasan pertanyaan dan jawaban yang diharapkan (ruang lingkup) harus jelas. c) Isi materi sesuai dengan tujuan pengukuran d) Isi materi yang ditanyakan sudah sesuai dengan SK/SD (jenjang, jenis sekolah, tingkat / kelas). 76 Kaidah-

2. a)

Konstruksi Rumusan kalimat soal atau pertanyaan menggunakan kata tanya atau perintah yang menuntut jawaban terurai, seperti: mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, hubungkan, tafsirkan, buktikan, atau hitunglah. b) Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal tersebut. c) Buatlah petunjuk teknis skoring segera setelah soal selesai ditulis/disusun. d) Hal-hal lain yang menyertai soal seperti tabel, gambar, grafik, peta, atau yang sejenisnya, harus disajikan secara jelas dan terbaca sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.

3. a)

Bahasa Rumusan kalimat soal harus komunikatif, menggunakan bahasa sederhana dan istilah/kata yang sudah dikenal peserta didik. Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Rumusan soal tidak menggunakan kata/kalimat yang dapat menimbulkan penafsiran ganda atau salah pengertian. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat/tabu. Rumusan soal tidak mengandung kata yang dapat menyinggung perasaan peserta didik. Penyus

b) c)

d) e)

D. unan Petunjuk Teknis Penskoran (Skoring)

Petunjuk teknis penskoran merupakan petunjuk teknis atau petunjuk yang menjelaskan tentang:

77

1.

batasan atau kata-kata kunci untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal bentuk uraian objektif. kriteria-kriteria jawaban yang digunakan untuk melakukan penskoran terhadap soal-soal uraian non-objektif.

2.

78

Skor 1 1 1 900. Contoh petunjuk teknis skoring serta cara melakukan penskoran untuk kedua jenis soal uraian. 2. dan tinggi = 75 cm. adalah sebagai berikut :  Soal Uraian Objektif Indikator soal : Isi bangun ruang (balok) dihitung dan diubah satuannya. lebar = 80 cm. 3. Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring Langkah 1. Berapa literkah isi bak mandi tersebut? (Tuliskan langkah-langkahnya). Kunci Jawaban Isi balok = Panjang x lebar x tinggi = 150 cm x 80 cm x 75 cm = 900. 4. Butir Soal : 1. Sebuah bak mandi berbentuk balok ukuran: panjang = 150 cm.Petunjuk teknis pemberian skor untuk setiap butir soal uraian harus disusun segera setelah perumusan butir soal tersebut.000 cm3 Isi Bak mandi dalam liter: = 5.000 liter 1000 1 = 900 liter Skor maksimum 1 5 79 .

2.

Pada suatu tebing yang mempunyai lereng 15O tersingkap lapisan batubara dengan kemiringan 45O searah lereng. Jarak antara lapisan bagian atas dan bawah dari lapisan batu bara 96 meter. Buatlah : Sketsa penampang singkapan batubara tersebut dengan skala 1 : 1.000 dan hitung ketebalan lapisan batubara!

Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring Langkah Kunci Jawaban Skor

α
1.

C

A
Skala : 1 : 1.000

1

B
2. Menghitung besarnya α = Kemiringan lapisan – kemiringan lereng = 45O – 15O = 30O Menggunakan rumus Sin α = 3. AB = tebal lapisan AC = 96 meter. α = 30O Perhitungan : 4. Sin 30O = 1

AB AC

1

Tebal ⇒ tebal = 96 m . ½ = 48 meter. 96 m Skor maksimum

1 4

80

 Soal Uraian Non-objektif
Butir Soal : 3. Mengapa kita perlu berbangga sebagai bangsa Indonesia ? Jelaskan alasan Anda ! Jawaban boleh bermacam-macam, namun pada jawabannya dapat dikelompokkan sebagai berikut: Kunci Jawaban dan Pedoman Skoring Kriteria Jawaban Kebanggaan yang berkaitan dengan kekayaan alam Indonesia. Kebanggaan yang berkaitan dengan keindahan tanah air Indonesia (pemandangan alamnya, geografisnya, dan sebagainya). Kebanggaan yang berkaitan dengan keanekaragaman budaya, suku, adat istiadat tetapi dapat bersatu. Kebanggaan yang berkaitan tamahan masyarakat Indonesia. dengan keramahRentang Skor 0 -2 pokok

0-2

0-2

0-2 8

Jumkah skor maksimum

81

4.

Sebutkan 4 (empat) macam batuan intrusi dan jelaskan ciri-ciri ke 4 (empat) macam batuan tersebut.

Kriteria Jawaban dan Pedoman Skoring Kriteria Jawaban Empat macam batuan intrusi dari batuan berikut: a. Granit. e. Grano Diorit h. Dunit. b. Diorit. f. Tonalit. i. Peridotit c. Gabro. g. Syenit. k. Piroksenit d. Monzonit. l. Horblende Ciri-ciri sebagai berikut : a. Granit :Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas dan Kuarsa. Mineral karakteristik : Muskovit, Biotit, Hornblende b. Diorit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na. Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende, Piroksen. c. Gabro : Mineral utama : Plagioklas kaya Ca. Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende, Piroksen. d. Monzonit : Mineral utama : Ortoklas, Plagioklas. Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende, Piroksen e. Granodiorit : Mineral utama : Ortoklas lebih sedikit daripada Plagioklas. Mineral karakteristik : Biotit, Hornblende, Piroksen f. Tonalit : Mineral utama : Plagioklas kaya Na. dan seterusnya .... Jumlah skor maksimum Rentang Skor

1.

0-2

2.

0-6

8

82

mempunyai skor maksimum masing-masing. baik uraian objektif maupun non-objektif. serta tingkat kesukaran soal tersebut. Skor maksimum suatu butir soal uraian tidak ada hubungannya dengan bobot soal itu sendiri. otan Soal dan Nilai Butir Soal Pembob Pembobotan soal adalah pemberian bobot kepada suatu soal dengan cara membandingkannya dengan soal lain dalam sebuah perangkat uji (tes) yang sama. esensialitas dan tingkat kedalaman materi yang ditanyakan. dengan demikian pembobotan soal uraian hanya dapat dilakukan dalam suatu unit perangkat uji (tes). seperti luas lingkup materi soal. Apabila suatu soal uraian berdiri sendiri maka tidak dapat dihitung atau ditetapkan bobotnya. Sebagaimana telah dijelaskan bahwa tiap butir soal uraian. maka dapat dihitung total nilai butir soal sebagai nilai perolehan siswa (NPS) untuk serangkaian soal dalam tes itu. dengan menggunakan rumus: NPS = ∑ NBS Catatan: NPS = Nilai Perolehan Siswa/peserta didik 83 .E. Perhitungan nilai butir soal (NBS) adalah : NBS = a ×c b Catatan: a = skor yang diperoleh siswa untuk butir soal b = skor maksimum soal c = bobot soal Setelah diperoleh nilai pada setiap butir soal (N BS). Bobot setiap soal uraian yang ada dalam suatu perangkat tes ditentukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan materi uji dan karakteristik soal itu sendiri.

Soal 1.Contoh : NPS dengan skala 100 Skor Maksimum (b) 5 4 8 8 NPS Nilai Butir Soal (NBS) 12.00 2. 2. 4.00 40. 3. 84 . Skor Perolehan (a) 3 4 2 6 Bobot Soal (c) 20 40 10 30 Dalam penghitungan nilai satu butir soal (NBS) dan skor perolehan siswa (NPS) untuk suatu perangkat tes.50 22.50 77.00 NPS No. tidak terdapat perbedaan antara soal uraian objektif dengan soal uraian non-objektif.

85 .

86 .

Misalnya. hendaknya sesuai dengan petunjuk berikut: 1. Pelaksanaan ujian praktik dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Penyusunan Soal Praktik Penyusunan soal praktik. diperintahkan. Hendaknya mempertimbangkan dan ditetapkan kondisi unjuk kerja. .BAB IV PENULISAN SOAL PRAKTIK A. penampang. an Soal praktik adalah bentuk soal yang menuntut jawaban peserta didik dalam bentuk perilaku. Peserta didik melaksanakan kegiatan sesuai dengan apa yang ditugaskan. Hasil penugasan hendaknya dapat berupa produk (benda jadi atau jasa) yang laku jual/memenuhi pasar. baik tampak. penugasan projek: Pembuatan daun pintu sesuai dengan gambar kerja yang telah disediakan atau Pembuatan daun pintu dengan rancangan oleh peserta uji (data teknis/kriteria produk telah ditentukan). atau perbuatan. 5. Rumusan soal hendaknya meliputi aspek-aspek keselamatan kerja. 87 Kaidah Pengerti 6. Untuk melihat bagaimana proses/cara membuat daun pintu sesuai dengan gambar kerja. Gambar kerja harus jelas. B. dan ditanyakan. Kompetensi yang diujikan dapat merupakan SK tunggal atau terdiri beberapa SK (komprehensif). soal harus memberi instruksi kepada peserta didik mempraktikkan atau mendemonstrasikan cara membuat pintu sesuai dengan konstruksi dan ukuran yang ada pada gambar kerja. namun harus memenuhi standar minimal. 3. maupun ukurannya dan dibuat sesuai dengan aturan gambar teknik. tindakan. tetapi penilaiannya tetap secara individu. alat/komponen/bahan yang akan digunakan dan tugas yang harus dilakukan oleh peserta didik/siswa. 4. Penugasan praktik maupun pedoman penilainnya dikembangkan dengan mengacu pada kisi-kisi soal. 2.

2.Elektro-pneumatik. 7.PC Pentium IV .Kabel Data . Bila menemui kesulitan dalam pelaksanaan ujian praktik konsultasikan kepada pembimbing. 5.Multimeter Digital . 2. Simpan peralatan dan komponen pada tempat yang aman. yang terdiri dari 2 halaman.Bahasa yang digunakan harus singkat dan jelas serta mengacu kepada aturan yang baku. Contoh Format Soal Praktik Judul Tugas : Pengaturan Posisi Silinder Menggunakan PLC I. 3. Laporkan hasil setiap tahapan penyelesaian pekerjaan kepada penguji/penilai.Tool kit . Gunakan pakaian kerja lengkap selama ujian praktik. II. C. Buatlah laporan hasil pelaksanaan ujian praktik. yaitu: . 4. kan. Keselamatan Kerja 1. 3.Power Supply .Trainer Pneumatik . Siapkan alat dan bahan yang diperlukan sesuai soal ujian praktik. Periksa rancangan yang Anda buat sebelum di ON- 88 .Trainer PLC . Periksalah dengan teliti dokumen soal ujian praktik. Petunjuk 1.

Soal/Tugas Suatu diagram langkah silinder seperti pada gambar di bawah. Lengkapilah dengan tombol START.III. sesuai diagram langkah. implementasikan dengan program PLC! Realisasikan dan 89 . 2. dan Bahan No. 24 Vdc/1A Digital ( standar ) Standar Standar Festo P2-1 RJ 45 1 set 1 unit 1 buah 1 buah 1 unit 1 unit 1 unit 1 buah IV. 1. 6. 1. Alat Tes /Alat Tangan Toolkit Komputer Power Supply Multimeter Trainer PLC Trainer Pneumatik Komponen Elektro-pneumatik Bahan Kabel data Standar Pentium IV 5Vdc.  EMERGENCY STOP ditekan semua silinder kembali ke posisi awal secara serentak. STOP dan EMERGENCY STOP dengan ketentuan. 4.  Kecepatan maju silinder A dapat diatur. Daftar Peralatan.  START ditekan mesin berjalan terus menerus sampai tombol STOP ditekan. 1 Nama Alat/Komponen/Bahan 2 Spesifikasi 3 Jumlah 4 Keterangan 5 1. 5. 1. Komponen. 3. 2.

4. 3. 2.Kerjakan tugas-tugas dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Buatlah rancangan gambar rangkaian sesuai dengan gambar kerja! Tentukan komponen-komponen lakukan pemasangan! yang diperlukan dan Lakukan uji coba rangkaian dan analisis rangkaian! Lakukan pengukuran dan pengumpulan data! Gambar sketsa dan wiring diagram pengontrolan elektro-pneumatik dengan PLC 90 .

Persiapan peralatan / komponen 1. Mengoperasikan system pengontrolan pada sistem instrumentasi 2. Persiapan perlengkapan kerja Skor Komponen : Proses (Sistematika dan Cara Kerja) 2. 1.Pencapaian Kompetensi No 1 Komponen/Subkomponen Penilaian 2 Tidak 3 Ya 7.1. micro controller.3.0-8. Menerapkan konsep pengontrolan pada sistem instrumentasi Dan seterusnya .1..2. Menguasai programable logic control ( PLC ) pada sistem kontrol mekanik II 2.. Menguasai perencanaan teknik pengontrolan kontrol mekanik 2. Skor Komponen : 91 .1. dan PLC pada sistem kontrol mekanik 2.0-10 6 I Persiapan Kerja 1.1.9 4 8.9 5 9.0-7.2.2. Menguasai konsep dasar microprossesor.

III IV V Hasil Kerja 3. Menentukan komponen yang diperlukan 3. Melakukan pengukuran dan ujicoba Skor Komponen : Sikap Kerja 4. Penggunaan alat tangan dan alat ukur 4. Melakukan uji coba rangkaian 3.1.2. Waktu penyelesaian praktik Skor Komponen : 92 . Membuat rancangan gambar rangkaian 3.2.1.3.4. Keselamatan kerja Skor Komponen : Waktu 5.1.

apabila ada penilaian motorik. maka proses pembelajaran harus membahas tentang pengetahuan. dimaksudkan untuk menyamakan persepsi terhadap proses penilaian hasil belajar peserta didik dan pelaporan hasil belajar. Penilaian harus dijadikan sebagai acuan dalam membuat rancangan belajar dan proses pembelajaran. maka proses pembelajaran harus ada kegiatan praktik. sebuah rancangan penilaian dapat memberikan informasi apa yang harus dicapai dan mengarahkan bagaimana seharusnya peserta didik belajar agar kompeten. 91 . merupakan peran yang merefleksikan standar kelulusan dari suatu standar kompetensi. Bagi peserta didik. kami sangat mengharapkan partisipasi Anda untuk memberikan saran dan masukannya. Petunjuk teknis pelaksanaan penilaian hasil belajar peserta didik dan pelaporan hasil hasil belajar ini.PENUTUP Penilaian hasil belajar peserta didik sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. akan mampu memberikan arahan kepada guru bagaimana proses belajar mengajar yang efektif harus dilakukan. Demi kesempurnaan bahan ini. dan apabila ada penilaian sikap. maka dalam pembelajaran harus ada proses pembentukan sikap. Sebuah rancangan penilaian yang baik. Apabila dalam penilaian yang dirancang berdasarkan indikator dari sebuah KD mengandung aspek/ranah pengetahuan. karena pada hakikatnya pembelajaran itu merupakan upaya untuk memenuhi permintaan penilaian.

92 .

bermasyarakat di sekolah 93 .Lampiran 1 Contoh Tabel Penilaian Sikap No 1 Jenis/Aspek Sikap Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa Standar Pencapaian Strategi Penilaian Deskripsi Skor Melaksanakan kegiatan  Observ keagaman sesuai agama asi aktivitas yang dipeluknya keagamaan siswa 5  Rutin. tidak melaksanakan 40 % 2  Rutin. tidak melaksanakan 20 % 3  Rutin. tidak melaksanakan 80 % Berlaku hormat pada Observasi masyarakat di ingkungannya aktivitas siswa dalam bermasya5  Selalu rakat di sekolah 4  sering 3  kadang-kadang 2  jarang 1  sangat jarang Observ asi aktivitas siswa dalam melaksanakan tugas  Verifika si rekaman penyerahan tugas-tugas siswa. tidak ada yang tertinggal  Verifika si jurnal kegiatan 4  Rutin. tidak melaksanakan 60 % 1  Rutin.  2 Berakhlak mulia 3 Mandiri 4 Melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas siswa tanpa harus di suruh/ditunggui  Selalu  sering  kadangkadang  jarang  sangat jarang Menjadi warga Mampu menghargai negara yang pendapat orang lain demokratis  Selalu  sering  kadangkadang  jarang 5 4 3 2 1 5 4 3 2 Observasi aktivitas siswa dalam berdiskusi.

kegiatan massa di sekolah/bermasyarakat Observasi ketaatan siswa dalam mengikuti peraturan tata tertib sekolah Verifikasi presensi siswa 94 .No Jenis/Aspek Sikap  jarang Standar Pencapaian sangat Strategi Penilaian 1 No 5 Jenis/Aspek Sikap Bertanggung jawab 6 Sikap percaya diri 7 Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 8 Kedisiplinan masuk sekolah Standar Pencapaian Deskripsi Skor Tidak menyontek dalam ulangan Menyelesaikan tugas sesuai dan tepat waktu 5  Selalu 4  sering 3  kadangkadang 2  jarang 1  sangat jarang Mampu tampil secara wajar dalam kegiatan dengan massa 5  Selalu 4  sering 3  kadangkadang 2  jarang 1  sangat jarang Melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas tanpa harus di suruh/ditunggui 5  Selalu 4  sering 3  kadangkadang 2  jarang 1  sangat jarang Kehadiran di sekolah/ presensi siswa Strategi Penilaian Observasi aktivitas siswa dalam ulangan Observasi aktivitas siswa dalam berdiskusi.

No Jenis/Aspek Sikap   10 %  Standar Pencapaian Selalu Absensi Absensi 10 % s.d 20 % Absensi lebih dari 20 % Strategi Penilaian 5 4 3 2 1   95 .d 15 % Absensi 15 % s.

tidak mengotori lingkungan 5  Selalu 4  Sering 3  Kadangkadang 2  jarang 1  Jarang sekali Menggunakan alat keselamatan kerja dalam kegiatan pembelajaran praktik 5  Selalu 4  sering 3  kadangkadang 2  jarang 1  sangat jarang Menghargai hak orang lain.No 9 Jenis/Aspek Sikap Menjaga kebersihan lingkungan 10 Menjaga kesehatan dan keamanan diri. bersikap tegas dalam kebenaran 5  Selalu 4  Sering 3  Kadangkadang 2  jarang 1  Jarang sekali Perduli terhadap masyarakat sekolah 5  Selalu 4  Sering Strategi Penilaian Observasi perilaku siswa dalam kehidupan di sekolah Observasi terhadap kebiasaan siswa menggunakan keselamatan kerja dalam kegiatan praktik. memenuhi kewajiban. 11 Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 12 Berempati terhadap orang lain Standar Pencapaian Deskripsi Skor Membuang sampah pada tempatnya. Observasi perilaku siswa dalam kehidupan bermasyarakat (penegakan aturan) Observasi perilaku siswa dalam keperdulian terhadap sesama 96 .

No Jenis/Aspek Sikap Standar Pencapaian  Kadangkadang  jarang  Jarang sekali Strategi Penilaian 3 2 1 97 .

kumparan putar. frekuensi • .Lampiran 2 Contoh Kisi-kisi dan Pengembangan Soal Mata pelajaran : DASAR DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA Kelas/Semester : X/1 NO 1 STANDAR KOMPETENSI Menguasai dasardasar kelistrikan dan elektronika KOMPETENSI DASAR Menggunakan alat ukur listrik dan elektronika INDIKATOR • Peralatan ukur listrik diidentifikasi dan diklasifikasi sesuai dengan karakteristik kerjanya TEKNIK PENILAIAN Tes tertulis (pilihan ganda) CONTOH SOAL Watt meter. • . e. c. Induksi. tegangan c. elektro dinamis.. b. Macam-macam alat ukur listrik dijelaskan kakateristiknya sesuai dengan fungsi utamanya 98 . besi Putar. Sesuai karakteristiknya watt meter berfungsi untuk mengukur … listrik a. Ampere meter. energi d. a. d. arus b. dan Volt meter ac/dc karakteristik kerjanya berdasarkan …. magnit Jarum. daya e.

Lampiran 3 Contoh Format L E G E R Bidang Studi Keahlian Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian NAMA PESERTA DIDIK : : : NORMATIF BAHASA INDONESIA ADAPTIF PRODUKTIF DATA PRIBADI Absensi Catatan BAHASA INGGRIS PEND. JAS & OR Dan seterusnya SENI BUDAYA TAHUN KERAPIHAN KERAJINAN KELAKUAN NIS No AGAMA SAKIT 1 2 3 4 5 Kelulusan 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 26 27 ALPA 28 PKn I Perbaikan Tgl Kelulusan II Perbaikan Tgl IJIN IPA 99 .

JAS & OR Dan seterusnya SENI BUDAYA KERAPIHAN KERAJINAN KELAKUAN AGAMA SAKIT 1 2 3 4 5 Kelulusan 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 24 25 26 27 ALPA 28 PKn III Perbaikan Tgl Kelulusan IV Perbaikan Tgl Kelulusan Perbaikan Tgl Lampiran 4 100 IJIN IPA .BAHASA INDONESIA BAHASA INGGRIS PEND.

......... atletik serta nilai kerjasama.. semangat dan percaya diri Cukup memahami keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa di wilayah Nusantara Mampu mengidentifikasi fungsi dan latar belakang musik dengan sangat Pendidikan Agama Islam Pendidikan Kewarganegaraan 75 75 75 75 76 75 Tujuh puluh lima Tujuh puluh enam Tujuh puluh Baik Baik Baik 3 Bahasa Indonesia Pendidikan Jasmani... Kompetensi Keahlian : Kelas/Semester : Nilai Hasil Belajar Angka Huruf Predikat ........... Nomor Induk : .............. Program Studi Keahlian: ............................................... dengan baik Mampu memahami dan mengamalkan Pancasila dengan baik Cukup mampu dalam menyimpulkan dan menyimak informasi dan cukup baik dalam memahami perintah kerja tertulis Cukup mampu mempraktikkan permainan olahraga beregu ................... No I 1 2 Mata Pelajaran Normatif KKM Deskripsi Kemajuan Belajar Mampu memahami dan mengamalkan tentang sifat adil.. ridla............................................... ..... 4 Olahraga dan Kesehatan 5 Seni Rupa 6 Seni Musik 70 72 Tujuh puluh dua Cukup 70 70 73 90 Tujuh puluh tiga Sembilan puluh Cukup Amat Baik 101 ...................... dan amal shaleh............................... ..... .... menghargai.. kejujuran...................................Nama Peserta didik Bidang Studi Keahlian Tahun Pelajaran : : : Contoh Format R A P O R .................

Catatan: Lihat contoh Buku dan Petunjuk Pengisian Laporan Hasil Belajar (Rapor) 102 . peran. .. dan perkembangan tari. hasil pengalaman yang didapatkan melalui pertunjukan musik dengan sangat baik Cukup mampu mengidentifikasi jenis.No Mata Pelajaran KKM Angka Huruf Nilai Hasil Belajar Predikat Deskripsi Kemajuan Belajar baik Mampu menunjukkan nilai-nilai ... 72 72 75 75 Tujuh puluh lima Tujuh puluh lima Baik Baik Mampu memahami percakapan terbatas dengan penutur asli dan surat-surat bisnis sederhana Mampu menerapkan konsep kesalahan pengukuran... keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni tari di wilayah Nusantara 7 Seni Tari II Adaptif 70 74 Tujuh puluh empat Cukup 1 Bahasa Inggris 2 Matematika . dan menerapkan konsep operasi hasil pengukuran Dan seterusnya ..

___________ Kepala SMK ___________ ____________________ MATA PELAJARAN NORMATIF JML JAM KKM NILAI HURUF ANGKA 103 .Lampiran 5 Contoh Format TRANSKRIP AKHIR TAHUN PENDIDIKAN Nama : ___________________________ NIS : ___________________________ Tempat/tgl lahir : ___________________________ Bidang/Program Studi Keahlian : ___________________________ Kompetensi Keahlian : ___________________________ NO 1 2 3 4 ADAPTIF 1 2 3 4 dst PRODUKTIF 1 2 3 dst IPK (Indeks Prestasi Komulatif) _______ .

Lampiran 6 Contoh Format PASPOR KETERAMPILAN (SKILL PASSPORT) NO STANDAR KOMPETENSI/ KOMPETENSI DASAR INDIKATOR NILAI PENCAPAIAN KOMPETENSI BELUM TGL. 104 . KOMPETEN KOMPETEN NAMA GURU/ QA/QC CAP INSTANSI TGL.

.... Kelas/Semester : ……………….Lampiran 7 Contoh KARTU HASIL STUDI (KHS) TAHUN PELAJARAN ………........ Lahir : . Studi Keahlian : ......................... Prog............ Nilai Kelulusan No......... Kompetensi Keahlian : ……………….............................. Tempat/Tgl. Nomor Induk : ......... Bidang Studi Keahlian : ........... Mata Pelajaran/Standar Kompetensi Program Normatif Kode Standar Kompetensi/ Kompetensi Dasar KKM Angka Predikat 1 2 3 Program Adaptif 1 2 3 Program Produktif 1 2 3 105 .../………… Nama Peserta didik: ....

..Kelompokkan hal berikut berdasarkan .... Meringkas . Berpendapat (inferring) . dan . .. 5.. . 3... Hubungan sebab-akibat ...Lampiran 8 Contoh Perumusan Kalimat Soal Sesuai Tingkat Kesulitan Mengukur Kemampuan Berpikir Kritis 1.Apa reaksi A terhadap . Memberi alasan (justifying) . 7..... 8.. dengan menggunakan pedoman .Bandingkan dua cara berikut tentang .... .. .Lengkapilah cerita .Apakah hal berikut memiliki .. tentang apa yang akan terjadi bila ..Tulislah sebuah pernyataan yang dapat menjelaskan peristiwa berikut .. ..Manakah pilihan berikut yang Anda pilih... 4... mengapa? .. ..Apa akibat . 2.. Menciptakan .....Ringkaslah dengan tepat isi ...Tuliskan ....Jelaskan persamaan dan perbedaan antara ..Tuliskan pernyataan penting yang termasuk ....Jelaskan mengapa Anda setuju/tidak setuju dengan pernyataan tentang ..Apa penyebab utama .... Menerapkan ... ......Berdasarkan .. .. 106 .Susunlah beberapa kesimpulan yang berasal dari data . Mengelompokkan . 9..Tuliskan beberapa cara sesuai dengan ide Anda tentang . 6.. apa yang akan terjadi bila .Selesaikan hal berikut dengan menggunakan kaidah . Membandingkan . Menyimpulkan ..

Sintesis .. tuliskanlah pandangan Anda tentang .Manakah benih yang baik dari pernyataan pada tulisan paragraf .Apakah kelebihan dan kelemahan .. 5.. 12.. 11. .. Memilih masalah sendiri Contoh indikator soal: 107 . Mengidentifikasi masalah Contoh indikator soal: Disajikan deskripsi suatu situasi/masalah..Tuliskan sebuah laporan .. 3... Analisis . Merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan yang berisi sebuah masalah... Mengukur Keterampilan Pemecahan Masalah 1.. . Mengidentifikasi masalah yang tidak sesuai Contoh indikator soal: Disajikan beberapa informasi yang relevan dan tidak relevan terhadap masalah. 2.10.. siswa dapat menjelaskan maknanya yang berhubungan dengan masalah itu dengan kata-katanya sendiri. siswa dapat mengidentifikasi masalah yang nyata atau masalah apa yang harus dipecahkan....Berdasarkan kriteria .Tuliskan satu rencana untuk pembuktian . Memahami kata dalam konteks Contoh indikator soal: Disajikan beberapa masalah yang konteks kata atau kelompok katanya digarisbawahi.. . Evaluasi ... 4. siswa dapat merumuskan masalah dalam bentuk pertanyaan..Daftarlah dan beri alasan singkat tentang ciri utama benih yang baik .. siswa dapat mengidentifikasi semua informasi yang tidak relevan.

Mendeskripsikan berbagai strategi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Memberi alasan strategi yang digunakan Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih strategi untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat memilih satu solusi yang paling tepat dan memberikan alasannya. diagram. 6. siswa dapat memecahkan masalah ke dalam dua cara atau lebih. 12. Memberi alasan solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dengan dua atau lebih kemungkinan solusinya. siswa dapat memberikan solusinya berdasarkan pertimbangan asumsi untuk saat ini dan yang akan datang. 9. kemudian menunjukkan solusinya ke dalam gambar. 10. 11. atau grafik. Mengidentifikasi asumsi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat memberikan alasan satu masalah yang dipilih sendiri. Mendeskripsikan masalah Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat menjelaskan mengapa masalah ini sulit dipecahkan atau melengkapi informasi penting yang dihilangkan. 7. siswa dapat memilih satu strategi yang tepat untuk menyelesaikan masalah itu dan memberikan alasannya. siswa dapat menggambarkan sebuah diagram atau gambar yang menunjukkan situasi masalah. Memecahkan masalah berdasarkan data dan masalah Contoh indikator soal: 108 . 8.Disajikan beberapa masalah. dan menjelaskan cara penyelesaiannya. Memberi alasan masalah yang sulit Contoh indikator soal: Disajikan sebuah masalah yang sukar dipecahkan atau informasi pentingnya dihilangkan.

grafik atau tabel dan sebuah pernyataan masalah. siswa dapat: (1) Mendeskripsikan masalah lain (analog dengan masalah ini) yang dapat diselesaikan dengan menggunakan strategi itu. 17. Mengevaluasi strategi sistematikanya Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah. Menggunakan analogi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan strategi penyelesaian nya. beberapa strategi pemecahan masalahnya. 109 . (4) memberi alasan mengapa strategi itu paling tepat dibandingkan dengan strategi lainnya. dan outcomenya. (2) Memberikan alasannya. output. 15. proses. Membuat strategi lain Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan satu strategi untuk menyelesaikan masalanya. dan prosedurnya. siswa dapat memecahkan masalah dan menjelaskan prosedur yang dipergunakan untuk menyelesaikan masalah. siswa dapat: (1) menjelaskan dengan menerapkan strategi itu. Menyelesaiakan secara terencana Contoh indikator soal: Disajikan sebuah situasi masalah yang kompleks. (2) mengevaluasinya. siswa dapat menyelesaikan masalah itu dengan menggunakan strategi lain. siswa dapat menyelesaikan masalah secara terencana mulai dari input. 16. 13.Disajikan sebuah cerita. (3) menentukan strategi mana yang tepat. Mengevaluasi kualitas solusi Contoh indikator soal: Disajikan sebuah pernyataan masalah dan beberapa strategi untuk menyelesaikan masalah. 14. siswa dapat mengevaluasi strategi pemecahannya berdasarkan prosedur yang disajikan. kartun.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->