2 Desain Tujuan Pembelajaran Hasib

TUGAS MAKALAH PERBAIKAN MATA KULIAH DESAIN DAN INTRUKSIONAL

DESAIN TUJUAN PEMBELAJARAN
DOSEN PENGAMPUH : PROF. DR. MUKHTAR, M.Pd

DISUSUN OLEH : NAMA NIM PRODI KONSENTRASI : : : : HASIB KARIMUDDIN. SY P.p.211.1.1383 PENDIDIKAK ISLAM TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM

PROGRAM PASCA SARJANA TEKNOLOGI PENDIDIKAN ISLAM IAIN STS JAMBI TAHUN 2011/2012

1

DAFTAR PUSTAKA
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1 BAB II PEMBAHASAN A. Desain Tujuan Pembelajaran ................................................. B. Komponen Utama Desain Pembelajaran .............................. C. Komponen-Komponen Pembelajaran .................................. D. Model-model Desain Pembelajaran ...................................... E. Bahan pengajaran ........................................................................... F. Tehnik merumuskan tujuan pengajaran ...................................... 9 11 12 14 22 23

G. Kegunaan Tujuan Pengajaran ....................................................... 25 H. Tingkatan-tingkatan Tujuan pendidikan atau Pembelajaran ...... 26 BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN ................................................................................. B. SARAN-SARAN .............................................................................. DAFTAR PUSTAKA 29 33

2

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dengan munculnya era globalisasi di penghujung milenium kedua ini, telah membawa wawasan dan kesadaran masyarakat, dengan muncul sejumlah harapan sakaligus kecemasan. Harapan-harapan ini karena ada perbaikan kualitas hidup dan kehidupan di satu sisi sebagai akibat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta informasi dan teknologi (INFOTEK), dan di sisi lain muncul juga kecemasankecemasan, Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan yang terlalu cepat menyebabkan kondisi masyarakat sulit beradaptasi di dalamnya. Lembaga Pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan setiap komponen masyarakat, baik komponen masyarakat sekolah yang terdiri dari peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, maupun masyarakat dalam arti luas yaitu orang tua atau masyarakat lain pengguna pendidikan atau simpatisan yang menaruh perhatian besar terhadap kuantitas dan kualitas output sekolah, yang pada akhirnya menggunakan jasa pendidikan yang di hasilkan oleh lembaga pendidikan yang berkualitas tersebut, dalam hal ini sekolah harus dikelola dan diberdayakan agar mampu mewujudkan predikat sebagai “Lembaga Pendidikan yang berkualitas” yang mampu memproses peserta didik yang pada akhirnya akan menghasilkan produk (output) secara optimal. Pendidikan merupakan masalah penting dalam kehidupan manusia, karena dengan adanya pendidikan berarti akan melahirkan manusia yang kreatif dan mempunyai ide-ide yang cemerlang dalam mengisi masa depan yang lebih maju. Potensi yang ada pada diri manusia akan berkembang menjadi pribadi yang baik, apabila dia manfaat kan dengan sebaik mungkin kearah yang positif. Manusia memperoleh sebagaian besar dari kemampuannya melalui belajar. Belajar adalah

3

suatu peristiwa yang terjadi didalam kondisi-kondisi tertentu yang dapat diamati. atau merencanakan suatu pola atau signal dan lambang yang dapat digunakan untuk menyediakan kondisi untuk belajar. 1 Kunandar. Dalam hal ini peranan desain pesan dalam kegiatan belajar mengajar sangat penting. Peningkatan mutu pendidikan terus digalakkan baik ditingkat pusat maupun daerah. (c) Menerangkan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran. (d) Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku. dan sikap. diubah dan dikontrol.Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). persaingan pada kemampuan SDM dan persaingan terjadi pada lembaga pendidikan. (h) Merencanakan kegiatan penggunaan sumber belajar secara efektif Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang. serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi maka diadakan pengembangan di bidang pendidikan. strategi kognitif. Kemampuan manusia yang dikembangkan melalui belajar yaitu: pertama. Jakarta:Rajawali Pers 4 . informasi verbal. ketrampilan intelektual. kondisi pendidikan.2009. (b) Mengenalkan dan menyajikan sumber belajar. (e) Mencari sendiri bahan dari berbagai sumber. Pendidik dituntut untuk menyediakan kondisi belajar untuk peserta didik untuk mencapai kemampuan-kemampuan tertentu yang harus dipelajari oleh subyek didik.1 Kurikulum terus berubah karena potensi siswa. persaingan global. (f) Memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar. Seiring dengan perkembangan kebutuhan masyarakat baik lokal maupun global. (g) Menilai keefektifan penggunaan sumber belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya. ketrampilan motorik. karena desain pesan pembelajaran menunjuk pada proses memanipulasi. yang sekarang kita kenal dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Oleh karena itu guru dituntut harus mampu: (a) Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

desain pembelajaran secara historis dan tradisional berakar pada psikologi 2 Suparman. Desain pembelajaran sebagai proses. pelaksanaan. perumusan tujuan pembelajaran. dan merancang "perlakuan" berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi. desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. merupakan pengembangan sistematis tentang spesifikasi pembelajaran dengan menggunakan teori pembelajaran dan teori belajar untuk menjamin mutu pembelajaran. desain pembelajaran merupakan pengembangan sistem pembelajaran dan sistem pelaksanaannya termasuk sarana serta prosedur untuk meningkatkan mutu belajar. dipandu oleh guru. desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan.misalnya sebagai disiplin. sebagai ilmu. Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. Sebagai disiplin. Desain pembelajaran merupakan proses keseluruhan tentang kebutuhan dan tujuan belajar serta sistem penyampaiannya. Jakarta: Universitas Terbuka 5 .Sebagai sistem. serta pelaksanaan kegiatan pembelajarannya. Atwi.2 Sebagai ilmu. 2009. Hasil dari pembelajaran ini dapat diamati secara langsung dan dapat diukur secara ilmiah atau benar-benar tersembunyi dan hanya berupa asumsi. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik. uji coba dan penilaian bahan. sebagai sistem. Idealnya proses ini berdasar pada informasi dari teori belajar yang sudah teruji secara pedagogis dan dapat terjadi hanya pada siswa. penilaian. Termasuk di dalamnya adalah pengembangan bahan dan kegiatan pembelajaran. atau dalam latar berbasis komunitas. dan sebagai proses. serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas. Desain Intruksional. Sebagai suatu disiplin.

tujuannya adalah terbinanya warga negara yang cakap. 3. keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Walaupun desain grafis (dari perspektif kognitif) dapat memainkan peran penting dalam desain pembelajaran. 2. Pada tingkat sasaran atau tujuan yang universal.kognitif dan perilaku. Tujuan itu bertahap dan berjenjang. misalnya dengan istilah desain grafis. dan mengamalkan sila-sila dari Pancasila yaitu : 1. Persatuan Indonesia. sampai pada tujuan yang bersifat universal. Persepsi guru atau persepsi anak didik mengenai sasaran akhir kegiatan belajar mengajar akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap sasaran antara serta sasaran kegiatan. 2) hubungan antar manusia. tujuan kurikuler. manusia yang diidamkan tersebut harus memiliki kualifikasi: 1) pengembangan bakat secara optimal. dan 4) tanggung jawab selaku warga negara. Namun istilah ini sering dihubungkan dengan istilah yang berbeda dalam bidang lain. Ketuhanan Yang Maha Esa. memahami. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijak sanaan dalam permasyawaratan dan perwakilan 5. Konsekwensinya akan mempengaruhi juga kebijakan tentang 6 . Pandangan hidup para guru maupun siswa turut mewarnai berkenaan dengan gambaran karakteristik sasaran manusia idaman. tujuan pembelajaran umum. 4. Tujuan pembelajaran harus diterjemahkan kedalam ciri-ciri perilaku kepribadian yang didambakan. mulai dari yang sangat operasional dan konkret yakni tujuan pembelajaran khusus. Sedangkan tujuan pendidikan Indonesia sejalan dengan dasar negara dan pandangan hidup kita. Kemanusiaan yang adil dan beradab. tujuan nasional. 3) efisiensi ekonomi. namun keduanya adalah konsep yang terpisah Setiap kegiatan belajar mengajar mempunyai sasaran atau tujuan. menghayati.

Lingkungan tempat tinggal. Perkembangan jasmani dan keshatan 4. Kebiasaan belajar dan bekerja. Kecenderungan emosi dan karakternya 5. metode dan pendekatan. Pembelajaran merupakan suatu sistem intruksional mengacu kepada opengertian sebagai perangkat komponen yang saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan. 8. dan evaluasi kemajuan belajar. pelaksanaan. 2. tetapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan. Sikap dan minat belajar 6. bahan ajar. pembimbing. Berbagai persoalan yang biasa dihadapi guru antara lain adalah: 1) tujuan-tujuan apa yang ingin dicapai. Hubungan sosial disekolah dan dirumah 9. serta penilaian terhadap kegiatan belajar mengajar. Latar belakang keluarga 10. Prestasi sejak permulaan sekolah 3. 4) prosedur apa yang akan ditempuh untuk melakukan evaluasi. 2) materi pelajaran apa yang perlu diberikan 3) metode alat mana yang harus dipakai. Selaku suatu sistem belajar mengajar meliputi sejumlah komponen antara lain tujuan pelajaran. perantara sekolah dengan masyarakat. guru. Cita-cita 7. siswa yang menerima pelayanan belajar. Untuk itu wajar bila guru memahami dengan segenap aspek pribadi anak didik sepeti: Kecerdasan dan bakat khusus. pengorganisasian. Secara khusus dalam proses belajar mengajar guru berperan sebagai pengajar. dan 7 . hobi dan penggunaan waktu senggang. administrator dan lain-lain. Karena itu guru tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode. situasi. Agar tujuan itu dapat tercapai semua komponen yang ada harus diorganisasikan dengan baik sehingga sesama komponen itu terjadi kerjasama.perencanaan. bahan dan evaluasi saja.

SNP adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. 2005. PP no. Model – model pembelajaran bagaimana yang dapat mendukung BAB II 3.h. dan 8. Standar Nasional Pendidikan. Usaha untuk memahami anak didik ini bisa dilakukan melalui evaluasi selain itu guru mempunyai keharusan melaporkan perkembangan hasil belajar para siswa kepada kepala sekolah.11. Standar pendidik dan tenaga kependidikan 5. serta instansi yang terkait. 19 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP). yang meliputi: 1. Dewasa ini setiap satuan pendidikan secara bertahap harus melaksanakan pengelolaan penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah no. Standar proses 3. 10 8 . Standar pengelolaan 7. Standar isi 2. Apa pengertian dari desain pembelajaran ? Bagaimana tujuan dari pembelajaran yang diharapkan ? pembelajaran pembelajaran yang efektif ? 3. Standar penilaian pendidikan. Standar kompetensi lulusan 4. Standar pembiayaan. 2.3 Dari latar belakang diatas dapat kita ambil suatu rumusan masalah diantaranya yaitu : 1. Sifat-sifat khusus dan kesulitan belajar anak didik. Jakarta: Depdiknas. Standar sarana dan prasarana 6. 19 ini memberikan arahan tentang delapan standar nasional pendidikan. orang tua.

com/2007/06/21/konsep-dan-prinsip-desain-oleh-afwan Untuk supaya tidak salah memahami suatu makalah ini maka penulis memberikan penjelasan 9 . suatu proses atau sistem dalam detail yang memadai untuk memungkinkan realisasi fisiknya. Desain dapat didefinisikan berbagai proses aplikasi berbagai teknik dan prinsip bagi tujuan pendefinisian suatu perangkat.4 Desain pembelajaran adalah praktik penyusunan media teknologi komunikasi dan isi untuk membantu agar dapat terjadi transfer pengetahuan secara efektif antara guru dan peserta didik. yang menggunakan pola efektif dan efisien.wordpress. Proses ini berisi penentuan status awal dari pemahaman peserta didik. Namun istilah 4 http://rpl07. karena seorang guru yang penuh dengan banyaknya tuntutan dan kebutuhan yang dihadapi oleh pada saat ini guru dituntut harus bisa dalam segala bidang sebagai bentuk untuk menfasilitasi bakat anak yang sangat banyak berkembang. dan merancang "perlakuan" berbasis-media untuk membantu terjadinya transisi.langkah pertama dalam fase pengembangan bagi setiap produk atau sistem yang direkayasa. Karena system pendidikan pada zaman modern pada saat sekarang ini. Tujuan desainer adalah untuk menghasilkan suatu model atau representasi dari entitas yang kemudian akan dibangun. Sebagai suatu disiplin. perumusan tujuan pembelajaran. 1. desain pembelajaran secara historis dan tradisional berakar pada psikologi kognitif dan perilaku. Desain adalah kerangka. Desain Tujuan Pembelajaran Pada desain pembelajaran semua itu bagian suatu komponen pengajaran yang telah dirancang sebelum melakukan atau melaksanakan system pembelajaran yang berhasil.PEMBAHASAN A. secara terinci. bentuk atau rancangan.

3. sopan santun. Blogspot. yang menekankan pada penyediaan sumber belajar (Dimyati & Mudjiono dalam Sagala.ini sering dihubungkan dengan istilah yang berbeda dalam bidang lain. Dalam buku lain dijelaskan tujuan adalah sesuatu yang hendak dicapai oleh suatu lembaga pendidikan seperti SD. serta dapat meningkatkan kemampuan mengkonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran. Walaupun desain grafis (dari perspektif kognitif) dapat memainkan peran penting dalam desain pembelajaran. cara. Tujuan adalah sasaran yang ingin dicapai setelah mengajar suatu pokok atau subpokok bahasan yang sudah ditencanakan. 10 . PUSAT. 2005) Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UUSPN No. 6 Jadi desain pembelajaran adalah rangcangan atau kerangka terhadap sesuatu 5 Zuhairi. misalnya dengan istilah desain grafis. Pembelajaran sebagai proses belajar yang dibangun oleh guru untuk mengembangkan kreativitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa.dan universitas yang harus sesuai dengan tujuan pendidikan Nasional. untuk membuat siswa belajar secara aktif. ataupun akhlak. menjadikan orang atau mahluk hidup belajar. 5 Jadi tujuan yang penulis maksud sesuatu yang hendak dicapai setelah mengajar suatu pokok bahasan atau sub bahasan yang telah direncanakan oleh seorang pendidik ataupun guru formal atau non formal sehingga sehingga terjadinya perubahan pada anak didik atau siswa dalam hal intelegensi maupun moral. html 6 Dadang Supriatna.4. Pembelajaran adalah kegiatan guru secara terprogram dalam desain instruksional.com/2008/02/ http://analisis-instruksional. 2.20 Tahun 2003 dalam Sagala. Stain. 2005).SM. Pembelajaran adalah proses.. namun keduanya adalah konsep yang terpisah. Konsep Dasar Desain Pembelajaran.h.

Yang diturunkan oleh masyarakat mencakup konsep luas seperti “membentuk manusia pancasila” “manusia pembangun” “manusia berkepribadian” “menetapkan nilai”. karakteristik mereka.id/tag/contoh-makalah-desain-pembelajaran-berdasarkompetensi#ixzz1qXPKBa5J 11 . Strategi Pembelajaran. B. karena ilmu sain selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangannya.tp. siswa dan bidang studi. Tujuan pendidikan yang ada kaitanya dengan bidang studi dapat dinyatakan lebih spesifik. dapat dilakukan secara makro dalam kurun satu tahun atau mikro dalam kurun satu 7 http://blog. merupakan proses menganalisis topik atau materi yang akan dipelajari. Karena sain dan pendidikan tidak dapat dipisahkan ilmu-ilmu sain haruslah dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencapai data yang valid.ac. Semua program pendidikan atau pengajaran didasarkan kepada tujuan umum pengajaran.yang akan dicapai setelah mengajar dalam pokok bahasan atau subbahasan sehingga proses belajar mengajar atau system pembelajaran terarah dan terprogram sesuai dengan yang diinginkan. ketrampilan secara memecahkan berbeda. Dan tiap siswa mempunyai harapan yang (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi. Manusia bertanggung jawab dan sebagainya. Analisis Pembelajaran. tujuan pendidikan menurut siswanya mencakup “kesiapan waktu jabatan. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) Adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar. Komponen Utama Desain Pembelajaran Komponen utama dari desain pembelajaran adalah: Pembelajar masalah. Tujuan umum ini di turunkan menjadi tiga sumber yaitu: masyarakat. misalnya dalam sains. penggunaan senggang membangun dan sebagainya. kemampuan awal dan pra syarat7. sadar akan keindahan.

(Jakarta: PT. Dalam mendesain tujuan pembelajaran harus memperhatikan komponen-komponen yang mempengaruhi proses pembelajaran sehingga seorang guru atau pendidik dapat mencapainya apa yang diharapkan. Penilaian Belajar. Maka pendidik belum bisa melakukan desain tujuan pembelajaran yang bisa menggapai seluruh siswa yang di ajarnya.kegiatan belajar mengajar. Bahan Ajar. C. Yang menjadi masalah sekarang. 111 12 . walaupun siswa sudah melakukan pembelajaran tetapi tujuan pembelajaran belum tercapai. tentang pengukuran kemampuan atau kompetensi ang sudah dikuasai atau belum. adalah format materi yang akan diberikan kepada Pembelajar. Perencanaan Pengajaran BerdasarkanPendekatan Sistem. yang dapat diamati dan menunjukan bahwa siswa tersebut telah melakukan kegiatan belajar.. apakah tingkah laku yang dipertunjukan sesuai dengan tingkah laku yang diharapkan atau sesuai dengan norma-norma agama dan norma lainnya. Komponen-Komponen Pembelajaran Konsep tujuan pengajaran atau pembelajaran yang dikemukakan oleh Mager menitik beratkan pada tingkah laku siswa atau perbuatan (performace) sebagai suatu jenis output yang terdapat dari siswa. Dan apabila siswa belum mampu mempertunjukan tingkah laku yang diharapkan seperti yang sesuai dengan aturan-aturan yang tertera dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits ataupun dengan apa yang menjadi tujuan pembelajaran maka. hlm. 2005) cetakan keempat. Dalam pendesainan tujuan pembelajaran hendaknya seorang guru atau pendidik memperhatikan komponen sebagi berikut : 8 Oemar Hamelik.8 Artinya jika siswa tidak dapat mempertunjukan tingkahlaku tertentu sebelum maka berarti belajar siswa dan telah kemudian menempuh dapat proses mempertunjukannya pembelajaran. Bumi Aksara.

9 2. 3.Alat dan sumber yang seharusnya yang digunakan oleh siswa dalam mempersiapkan untuk menempuh tes.M.tantangan yang disediakan untuk siswa misalnya mengerjakan tes dalam jangka waktu yang terbatas. tingkah laku terminal harus dirumuskan dengan menggunakan kata kerja(action verb) misalnya memilih. Desain Instruksional (Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka. Tujuan-tujuan pengajaran yang lengkap seharusnya memuat kondisi-kondisi dimana perilaku akan diuji. Istilah tersebut digunakan untuk menanyakan siswa yang mana atau siswa sekolah apa. Ketiga. Tingkah laku terminal Tingkah terminal adalah komponen tujuan pengajaran yang menentukan tingkah laku siswa setelah pengajaran. h. yang menunjukkan suatu tindakan yang dapat diamati dan dicatat. seharusnya perlu disiapkan oleh seorang guru sebab sering terjadi siswa memprotes bahwa ulangan atau tes yang diberikan tidak sesuai dengan materi pelajaran yang telah diberikan. populasi sasaran. 2004). 16 13 . dengan tulisan ataupun dengan rekaman. Misalnya. catatan. serta sasaran didik dari kegiatan instruksional. dan sebagainya. Kedua . mengukur. Dengan menggunakan kata kerja tindakan. serta sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang telah mereka miliki sehingga dapat mengikuti pelajaran tersebut. Seperti buku sumber. Jenis kondisi ada tiga jenis yang umumnya mempengaruhi prilaku pada suatu tes.cara menyajikan informasi atau pelajaran. sedang berlangsung maupun awal proses siswa pembelajaran Mengidentifikasi perilaku dimaksudkan untuk mengetahui siapa kelompok sasaran. Ukuran-ukuran perilaku Komponen ukuran merupakan suatu pernyataan tentang ukuran yang 9.1. Pertama. Kondisi-kondisi seperti yang seperti itu. Atwi Suparman. kita dapat menkomunikasikan apa yang kita harapkan dapat dilakukan oleh siswa pada saat pembelajarang telah selesai. Kondisi-kondisi tes.

seperti desain sistem suatu pelatihan. model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam model berorientasi kelas. atau modul. kurikulum sekolah. selain itu juga. ataupun kita juga dapat 14 . model berorientasi sistem. Satu lagi adalah model beroreintasi sistem yaitu model desain pembelajaran untuk menghasilkan suatu sistem pembelajaran yang cakupannya luas. beberapa keuntungan itu antara lain adalah kita dapat memilih dan menerapkan salah satu model desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik yang kita hadapi di lapangan.digunakan untuk membuat pertimbangan mengenai perilaku siswa. Misalnya siswa dapat memecahkan suatu masalah dalam tempo sepuluh menit ataupun beberapa menit sesuai dengan waktu atau ukuran yang telah ditentukan oleh seorang guru. kita dapat mengembangkan dan membuat model turunan dari model-model yang telah ada. multimedia pembelajaran. Contohnya adalah model ASSURE. Model-model Desain Pembelajaran Dalam desain pembelajaran dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli. Model berorientasi produk adalah model desain pembelajaran untuk menghasilkann suatu produk. Contoh modelnya adalah model hannafin and peck. model berorientasi produk. Suatu ukuran (standar) menentukan tingkat minimal perilaku yang dapat diterima sebagi bukti bahwa siswa telah mencapai tujuan. Adanya variasi model yang ada ini sebenarnya juga dapat menguntungkan kita. Contoh dari model prosedural adalah model Dick and Carrey sementara contoh model melingkar adalah model Kemp. dll. misalnya video pembelajaran. D. model prosedural dan model melingkar. contohnya adalah model ADDIE. biasanya media pembelajaran. Secara umum. Selain itu ada pula yang biasa kita sebut sebagai model prosedural dan model melingkar. Model berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap dua jam pelajaran atau lebih.

Beberapa contoh dari model-model diatas akan diuraikan secara lebih jelas berikut ini: 1. 7. 9. 5. 8. Paradigma Baru Pembelajaran. dan tidak terputus antara langkah yang satu dengan yang lainya.Martinis Yamin. Kesepuluh langkah pada model Dick and Carey menunjukan hubungan yang sangat jelas. system yang terdapat pada Dick and Carey 10.hal 169 15 . Model ini termasuk ke dalam model prosedural. Langkah– langkah Desain Pembelajaran menurut Dick and Carey adalah : 1. 2. Melaksanakan analisi pembelajaran Mengidentifikasi tingkah laku masukan dan karakteristik siswa Merumuskan tujuan performansi Mengembangkan butir–butir tes acuan patokan Mengembangkan strategi pembelajaran Mengembangkan dan memilih materi pembelajaran Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif Merevisi bahan pembelajaran Mendesain dan melaksanakan evaluasi sumatif. Dengan kata lain.10 Model Dick and Carey terdiri dari 10 langkah. Model Dick and Carrey Salah satu model desain pembelajaran adalah model Dick and Carey (1985). Mengidentifikasikan tujuan umum pembelajaran. 3.meneliti dan mengembangkan desain yang telah ada untuk dicobakan dan diperbaiki. Setiap langkah sangat jelas maksud dan tujuannya sehingga bagi perancang pemula sangat cocok sebagai dasar untuk mempelajari model desain yang lain. 10. Jakarta 2011. 4. Gaung Persada. 6.

Menetapkan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan syarat dampaknya dapat dijadikan tolak ukur perilaku pelajar. perlengkapan. Model Kemp Model Kemp termasuk ke dalam contoh model melingkar jika ditunjukkan dalam sebuah diagram. Mengkoordinasi dukungan pelayanan atau sarana penunjang yang meliputi personalia. Memilih aktivitas pembelajaran dan sumber pembelajaran yang menyenangkan atau menentukan strategi belajar-mengajar. yaitu: Menentukan tujuan dan daftar topik . dan jadwal untuk 16 . namun isinya padat dan jelas dari satu urutan ke urutan berikutnya. khususnya dalam mata pelajaran tertentu di mana tujuan pembelajaran pada kurikulum agar dapat melahirkan suatu rancangan pembangunan.menetapkan tujuan umum untuk pembelajaran tiap topiknya. Pengembangan pra penilaian/ penilaian awal untuk menentukan latar belakang pelajar dan pemberian level pengetahuan terhadap suatu topik. jadi siswa siswa akan mudah menyelesaikan tujuan yang diharapkan. fasilitas-fasilitas. menerangkan langkah–langkah yang perlu dilakukan dalam melakukan perencanaan desain pembelajaran. 2. Penggunaan model Dick and Carey dalam pengembangan suatu mata pelajaran dimaksudkan agar : Pada awal proses pembelajaran anak didik atau siswa dapat mengetahui di mampu melakukan hal–hal yang berkaitan dengan materi pada akhir pembelajaran. Menentukan isi materi pelajaran yang dapat mendukung tiap tujuan. Menganalisis karakteristik pelajar. Secara singkat. untuk siapa pembelajaran tersebut didesain. Langkah ini sangat sesuai dengan kurikulum perguruan tinggi maupun sekolah menengah dan sekolah dasar. menurut model ini terdapat beberapa langkah dalam penyusunan sebuah bahan ajar.sangat ringkas. adanya pertautan antara tiap komponen khususnya strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran yang dikehendaki. Langkah awal pada model Dick and Carey adalah mengidentifikasi tujuan pembelajaran.

11 3. 2005 menyatakan sukar untuk menganalisis semua cirri pelajar yang ada. 3. 4. Gaung Persada. Menurut Heinich et al (2005) model ini terdiri atas enam langkah kegiatan yaitu: 1.berdasarkan cirri-ciri umum. and Material Utilize Media and materials Require Learner Participation Evaluate and Revise 1. Mengevaluasi pembelajaran siswa dengan syarat mereka menyelesaikan pembelajaran serta melihat kesalahankesalahan dan peninjauan kembali beberapa fase dari perencanaan yang membutuhkan perbaikan yang terus menerus. Model ASSURE Model ASSURE merupakan suatu model yang merupakan sebuah formulasi untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau disebut juga model berorientasi kelas. evaluasi yang dilakukan berupa evaluasi formatif dan evaluasi sumatif. 6. keterampilan awal khusus dan gaya belajar Tujuan 11 Martinis Yamin. Analisis Pelajar Menurut Heinich et al (2005) jika sebuah media pembelajaran akan digunakan secara baik dan disesuaikan dengan cirri-ciri pelajar.melaksanakan rencana pembelajaran. Jakarta 2011. isi dari pelajaran yang akan dibuatkan medianya. Media. Lebih lanjut Heinich. hal-296 Menyatakan 17 . 5. namun ada tiga hal penting dapat dilakuan untuk mengenal pelajar sesuai . 2. media dan bahan pelajaran itu sendiri. Paradigma Baru Pembelajaran. Analyze Learners States Objectives Select Methods.

Penilaian yang dimaksud melibatkan beberaoa aspek diantaranya menilai pencapaian pelajar. dan langkah terakhir adalah memilih dan atau mendesain media yang telah ditentukan. 6. Menyatakan tujuan Menyatakan tujuan pembeljaran baik adalah tahapan ketika menentukan tujuan berdasarkan buku atau kurikulum. bahan dan media yaitu menentukan metode yang sesuai dengan tugas pembelajaran. Penggunaan Media dan bahan Menurut Heinich et al (2005) terdapat lima langkah bagi penggunaan media yang baik yaitu. Model ADDIE 18 . pelajar dan pengalaman pembelajaran 5. 4. (2005) menyatakan ada tiga hal penting dalam pemilihan metode. sedikan persekitaran. Penilaian dan Revisi Sebuah media pembelajaran yang telah siap perlu dinilai untuk menguji keberkesanan dan impak pembelajaran. 4.2. Menyatakantujuan harus difokuskan kepada pengetahuan. dan sikap yang baru untuk dipelajari 3. preview bahan. kualitas media. media dan bahan Heinich et al. dilanjutkan dengan memilih media yang sesuai untuk melaksanakan media yang dipilih. penggunaan guru dan penggunaan pelajar. simulasi. pembelajaran yang dihasilkan. memilih metode dan media. pelajar perlu dilibatkan dalam aktivitas pembelajaran seperti memecahkan masalah. Tujuanpembelajaran akan menginformasikan apakah yang sudah dipelajari anak dari pengajaran yang dijalankan. Pemilihan Metode. Partisipasi Pelajar di dalam kelas Sebelum pelajar dinilai secara formal. kuis atau presentasi. sediakan bahan. kemahiran.

Langkah 2: Desain Tahap ini dikenal juga dengan istilah membuat rancangan (blueprint). yaitu melakukan needs assessment (analisis kebutuhan).Evaluate). Analysis (analisa) Design (disain / perancangan) Development (pengembangan) Implementation (implementasi/eksekusi) Evaluation (evaluasi/ umpan balik) Tahap 1 : analisis merupakan suatu proses mendefinisikan apa yang akan dipelajari oleh peserta belajar. Ibarat bangunan. Satu langkah penting dalam tahap lain yang akan mendukung proses pembelajaran semuanya harus pengembangan adalah uji coba sebelum diimplementasikan. Retrived December 20 2006.edu/workshops/handouts/pdf_handouts/addie.Ada satu model desain pembelajaran yang lebih sifatnya lebih generik yaitu model ADDIE (Analysis-Design-Develop-Implement. 3: Pengembangan. ADDIE muncul pada tahun 1990-an yang dikembangkan oleh Reiser dan Mollenda. Tahap uji 12 ADDIE Instructional Design Model. Model ini menggunakan 5 tahap pengembangan yakni : 1. mengidentifikasi masalah (kebutuhan). 3.pdf 19 . from http://itsinfo. 4. maka sebelum dibangun gambar rancang bangun (blue-print) diatas kertas harus ada terlebih dahulu .tamu. output yang akan kita hasilkan adalah berupa karakteristik atau profile calon peserta belajar. identifikasi kesenjangan. dan melakukan analisis tugas (task analysis).Salah satu fungsinya ADIDE yaitu menjadi pedoman dalam membangun perangkat dan infrastruktur program pelatihan yang efektif. disiapkan dalam Langkah Pengembangan adalah dengan lingkungan belajar tahap ini. identifikasi kebutuhan dan analisis tugas yang rinci didasarkan atas kebutuhan. 5. Oleh karena itu. 2. dinamis dan mendukung kinerja pelatihan itu sendiri 12.

mungkin perlu uji coba dari produk yang kita kembangkan atau mungkin perlu evaluasi kelompok kecil dan lainlain. Langkah 5: Evaluasi Evaluasi adalah proses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dibangun berhasil. karena hasilnya digunakan untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang sedang kita kembangka Langkah 4: Implementasi. Lebih tepatnya evaluasi formatif. Model Hanafin and Peck Model Hannafin dan Peck ialah model desain pengajaran yang terdiri daripada tiga fase yaitu fase Analisis keperluan. penilaian dan pengulangan perlu dijalankan dalam setiap fase. Pada tahap pengembangan. Misal. Misal. Fase ini diperlukan untuk mengidentifikasi 20 . yaitu evaluasi. fase desain. Jika penataan lingkungan harus tertentu. sesuai dengan harapan awal atau tidak. Dalam model ini. maka lingkungan atau seting tertentu tersebut juga harus ditata. jika memerlukan software tertentu maka software tersebut harus sudah diinstal.coba ini memang merupakan bagian dari salah satu langkah ADDIE. Barulah diimplementasikan sesuai skenario atau desain awal. karena tujuannya untuk kebutuhan revisi. pada tahap ini semua yang telah dikembangkan diinstal atau diset sedemikian rupa sesuai dengan peran atau fungsinya agar bisa diimplementasikan. Fase pertama dari model Hannafin dan Peck adalah analisis kebutuhan. Model ini adalah model desain pembelajaran berorientasi produk. Sebenarnya tahap evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahap di atas. 5. Artinya. Gambar di bawah ini menunjukkan tiga fase utama dalam model Hannafin dan Peck (1988). pada tahap rancangan. mungkin kita memerlukan salah satu bentuk evaluasi formatif misalnya review ahli untuk memberikan input terhadap rancangan yang sedang kita buat. dan fase pengembangan dan implementasi (Hannafin & Peck 1988). Evaluasi yang terjadi pada setiap empat tahap diatas itu dinamakan evaluasi formatif. Implementasi adalah langkah nyata untuk menerapkan sistem pembelajaran yang sedang kita buat.

kebutuhankebutuhan dalam mengembangkan suatu media pembelajaran termasuklah di dalamnya tujuan dan objektif media pembelajaran yang dibuat. Untuk menilai kelancaran media yang dihasilkan seperti kesinambungan link. pengetahuan dan kemahiran yang diperlukan oleh kelompok sasaran. M. pengujian. & Peck. Model 13 Hannafin. Hasil dari proses penilaian dan pengujian ini akan digunakan dalam proses pengubahsuaian untuk mencapai kualitas media yang dikehendaki. and evaluation of instructional software. Fasa yang kedua dari model Hannafin dan Peck adalah fase desain. Setelah semua keperluan diidentifikasi Hannafin dan Peck (1988) menekankan untuk menjalankan penilaian terhadap hasil itu sebelum meneruskan pembangunan ke fase desain. Di dalam fase ini informasi dari fase analisis dipindahkan ke dalam bentuk dokumen yang akan menjadi tujuan pembuatan media pembelajaran. peralatan dan keperluan media pembelajaran. development. penilaian dan pengujian dilaksanakan pada fase ini. Dokumen story board akan dijadikan landasan bagi pembuatan diagram alir yang dapat membantu proses pembuatan media pembelajaran. K.J. serta penilaian formatif dan penilaian sumatif. Seperti halnya pada fase pertama. New York: Mc Millan Publishing Company 21 .L. penilaian perlu dijalankan dalam fase ini sebelum dilanjutkan ke fase pengembangan dan implementasi. Hannafin dan Peck (1988) menyatakan fase desain bertujuan untuk mengidentifikasikan dan mendokumenkan kaedah yang paling baik untuk mencapai tujuan pembuatan mdia tersebut 13. Hannafin dan Peck (1988) fase pengembangan mengatakan aktivitas yang dilakukan pada fase ini ialah penghasilan diagram alur. Fase ketiga dari model Hannafin dan Peck adalah dan implementasi. The design. Salah satu dokumen yang dihasilkan dalam fase ini ialah dokumen story board yang mengikut urutan aktivitas pengajaran berdasarkan keperluan pelajaran dan objektif media pembelajaran seperti yang diperoleh dalam fase analisis keperluan. 1988.

Pendekatan cultural 2. Standar Nasional Pendidikan. Pendekatan multi dimensional 3. Bahan pengajaran Bahan pengajaran adalah bagian integral dalam kurikulum sebagiman yang telah ditentukan dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran. Bahwa isi kurikulum senantiasa mengacu usaha pencapaian ketujuan-tujuan kurikulum dan tujuan-tujuan instruksional bidang studi bahan pengajaran itu adalah sebagai rincian pada poko-pokok bahasan dan subpokok bahasan dalam GBPP. Itu sebabnya dapat dikatakan bahan pengaajaaran pada hakikatnya isi kurikulum itu sendiri. 22 . Lebih lanjut Hannafin dan Peck (1988) menyebutkan dua jenis penilaian yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Dalam pendekatan pertimbangkan: 1. Jakarta: Depdiknas. Pendekatan menererial 4. Penilaian formatif ialah penilaian yang dilakukan sepanjang proses pengembangan media sedangkan penilaian sumatif dilakukan setelah media telah selesai dikembangkan. 14 Berbagai pendekatan hubungan ini kebutuhan ada empat pendidikan kurikulum kategori tak dapat dipisahkan yang dapat dari kita pengembangan secara menyeluruh. E.Hannafin dan Peck (1988) menekankan proses penilaian dan pengulangan harus mengikutsertakan proses-proses pengujian dan penilaian media pembelajaran yang melibatkan ketiga fase secara berkesinambungan. Pendekatan professional 14 2005.

Pendekatan politik dikenal sebagai pendekatan demokrasi yang beroreentasi pada pembentukan kecerdasan dan perluasan kesempatan belajar. sebagai berikut: Pertama. pendidikan. Diasumsikan bahwa manusia-manusia yang berkecerdasan tinggi akan memungkinkan baginya untuk berpartisipasi pembangunan. Isi kurikulum disusun berdasarkan system nilai yang berorientasi pada pembentukan warga Negara yang “baik” 2. pengembangan isi kurikulum berdasarkan pada ‘keharusan-keharusan’.Keempat ini sangat mempengaruhi tujuan pembelajaran yang telah terprograam dalam Gari-Gari Besar Tujuan Pembelajaran dan kurikulum yang ada dari beberapa pendekatan ini dapat dirincikan sebagai berikut: 1. Sejalan dengan konsep 23 . teknologi. dalam Karena masyarakat.politik. isi kurikulum dikembangkan berdasarkan psikologi belajar tertentu. Pendekatan cultural Dala struktur kultur ( budaya) Nasional terdapat dimensi-dimensi keluarga. system nilai. rekreasi dan lain sebagainya. yang yang dilaksanakan mencakupkebijaksanaan dalam pembangunan dan pendidikan.isi kurikulum dikembangkan berdasarkan konsep pendidikan misalnya konsep pendidikan “siap pakai” artinya para para lulusan dipersiapkan agar mampu bekerja atau menempati lapangan kerja dalam masyarakat. Kedua.isi politik kurikulum berdasarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan oleh pemerintah. isi misalnya dalam proses dan kurikulum dikembangkan diorganisasikan sedemikian rupa untuk mencapai sasaran manusia atau warga Negara demokratis. ekonomi. Ketiga. Dengan kata lain. isi kurikulum yang tidak mengarah pada pembentukan kepribadian berdasarkan nilai-nilai social dan personalyang menjadi cirri khas kemanusiaan. Pendekatan multidimensional Sesuai dengan pendekatan multidimensional.

Tanpa keduanya. Pendidik dan siswa merupakan komponen yang dominan yang berperan dalam pencapaian tujuan pembelajaran.sehingga mempunyai ciri khas seorang pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak didik.sebagai contoh memiliki pengetahuan dasar-dasar kenegaraan dan pemerintah sesuai dengan UUD 1945. walaupun ada yang lain juga mempengaruhinya tidak akan mungkin tujuan pengajaran tercapai kalau tanpa keduannya. 2. memiliki keterampilan memecahkan masalah sederhana dengan sistematis. Pendekatan menejerial 4.pendidikan maka psikologi behavioristik yang menekankan pada pembentukan tingjah laku atau dengan konsep belajar tuntas. langkag-langkah ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Merumuskan tujuan umum Tujuan umum yang dulu disebut tujuan instruksional umum adalah hasil-hasil pengajaran yang mengandung nilai tertentu bagi siswa. Banyaknya komponen pembelajaran yang seharusnya mendukung dan bekerjasama dalam pencapaian tujuan pembelajaran.memiliki sikap demokratis dan rasa tenggang rasa. 3. Pendekatan professiona F. Merumuskan tujuan umum. sesungguhnya dia mengharapkan dalam situasi bagaimanpun pendidik 24 . 1. 3. Mata pelajaran dapat dibagi-bagi menjadi bagian-bagian kecil pokok bahasan. Bagian tersebut dapat dirumuskan suatu tujuan pengajaran tertentu . Tehnik merumuskan tujuan pengajaran Dalam mencapai tujuan tidak semudang membalikkan tangan kita perlu adanya kerja keras. Pendidik dalam merumuskan tujuan pengajaran bersumber dari mata pelajaran. Merumuskan suatu situasi. Merumuskan tujuan belajar mengajar. Merumuskan suatu tes. Merumuskan suatu situasi acuan Seorang pendidik dalam merencanakan pelajaran.

Perencanaan Pengajaran BerdasarkanPendekatan Sistem. Tujuan-tujuan yang telah dirumuskan memberikan arah. untuk menentukan situasi acuan tersebut. Bumi Aksara. guru perlu mempertanyakan pada dirinya sendiri atau menanyakan kepada siswa sesuai dengan harapan atau aspirasi siswa dalam kelas itu sehingga proses pembelajaran berjalan sesuai dengan yang kita harapkan dan tercapai tujuan pembelajaran. G. b. 2005) cetakan keempat. Tes berisikan kondisi-kondisi tingkah laku yang harus dipertunjukkan dan ukuran-ukuran keberhasilan tingkah laku. acuan. (Jakarta: PT. Untuk membimbing siswa belajar. Perumusan tujuan pengajaran mengandung kegunaan tertentu dalam rangka memecahkan permasalahan dalam pengajaran. dan pedoman bagi siswa 15 Oemar Hamelik. Untuk Pengajaran atau keadaan siswa artinya pengajaran dinilai berhasil apabila siswa telah mencapai tujuan pengajaran yang telah ditentukan .dapat menyampaikan kepada anak didiknya. hlm. ketercapaian tujuan tujuan pengajaran oleh siswa menjadi indicator keberhasilan system pengajaran yang dirancang sebelumnya. Kegunaan Tujuan Pengajaran Seorang guru dalam melakukan proses pembelajaran mempunyai keinginan dan tidak sama satu dengan yang lain terahadap siswa yang diajarnya. secara khusus. Itu berarti dia mampu melakukan atau melaksanakan dalam situasi yang diharapkan. Jadi situasi acuan itu berada diluar pengajaran itu senndiri. 15 Penyusunan tes dalam rangka untuk mengecek apakah pengajaran relevan jika siswa mampu mentranferkan hal-hal yang telah dipelajarinya dalam situasi lain sebagai bukti bahwa dia telah mencapai tujuan pengajaran.130 25 . Merumuskan suatu tes situasi acuan Tes adalah suatu mekanisme untuk menghubungkan tujuan pendidik dengan situasi acuan. tujuan pengajaran bertujuan sebagai berikut: a..

2. maka seorang guru dapat melakukan komunikasi dengan rekan sekerjanya tentang apa yang hendak dicapai dalam tujuan pmbelajaran. Berdasarkan tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan. Tingkatan tujuan tersebut adalah sebagai berikut. 16 H. Tujuan pendidikan Nasional Tujuan lembaga pendidikan Tujuan kurikuler Tujuan mata pelajaran Tujuan belajar mengajar 16 Oemar Hamelik.dalam kegiatan-kegiatan belajar. c. Perencanaan Pengajaran BerdasarkanPendekatan Sistem. 2005) cetakan keempat. (Jakarta: PT. 114 26 . d. Merupakan dasar dalam memilih dan menetapkan materi pelajaran. 5. Sebagai kriteria untuk merancang pelajaran. Tingkatan-tingkatan Tujuan pendidikan atau Pembelajaran Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat kita bagi menjadi lima tingkatan atau jenjang sesuai dengan ruang lingkup dan sasaran yang hendak dicapai oleh tujuan itu. memilih alat sunmber. Bumi Aksara. baik ruang lingkupnya. hlm. 3. Dengan demikian guru dapat merancang tindakan-tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengarahkan siswa mencapai tujuan pengajaran. Menjadi media untuk berkomunikasikan dengan rekan-rekan guru lainnya.. menentukan kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan. serta untuk merancang prosedur penilaian. 4. 1.

Walaupun tujuan yang jelaskan diatas sangatlah umum tetapi itu semua menjadi acuan bagi pendidik yang pada dasarnya suatau daerah tidaklah sama dalam mengembangkan tujuan penganjaran dan kerena mempunyai hak otonomi daerah masingmasing. Dalam hubungan ini. Dan satu-satunya untuk menyatukan semua keinginan dalam mengemabangkan semuannya. Maka adanyan tujuan pendidikan Nasional sebagai salah satu sarana pemersatu diantara 27 .Tujuan-tujuan tersebut akan diuraikan satu persatu dibawah ini 1. Tujuan ini kemudian dijadikan landasan dalam landasan dalam menentukan tujuan sekolah dan tujuan kurikulum sekolah. 2. Tujuan lembaga pendidikan Setiap lembaga pendidikan. sejak dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi. Supaya anak. Dengan kata lain tujuan pendidikan nasional menjadi pedoman dari seluruh kegiatan dan lembaga pendidikan di Negara kita.anak tamatan SD mengenal kewajiban tujuan pengajaran. Tujuan ini merupakan tujuan jangka panjang dan sangat luas dan menjadi pedoman dari semua kegiatan atau semua usaha pendidikan di Negara kita. tujuan pendidikan formal dan non formal. penulis mengambil contoh tujuan sekolah dasar dalam pencapaian tujuan pendidikan nasional yang umumnya sekolah dasar hendaknya mencapai tujuan atau target sebagai berikut. dan tujuan itu berbeda-beda dengan yang lainya berdasarkan pada jenis lembaga yang disediakan untuk siapa ada didalam proses pengajaran. Tujuan pendidikan Nasional Tujuan pendidikan Nasional adalah tujuan pendidikan umum dari system pendidikan nasional. sehingga tujuan pengajaran tidak melenceng apa yang diharapkan oleh pendidikan Nasional. masing-masing mempunyai tujuan yang hendak dicapai.

Supaya anak-anak tamatan SD memiliki salah satu keterampilan atau kecakapan khusus yang merupakan bekal hidupnya dalam masyarakat dan dengan demikian dapat berdiri sendiri. Sehingga keinginan bangsa dalam mewujudkan WAJIB BELAJAR 9 TAHUN. Perasaan keindahan siswa. Pancasila perbuatan selaras dengan pengetahuan. 4. Artinya siswa yang patuh terhdap peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Keterampilan 5. Tujuan mata pelajaran 6. 2. 3. Tujuan belajar mengajar 28 . Tujuan kurikuler Kurikulum Setiap pendidikan di Indonesia harus mencerminkan mukhadimah UUD’45 demikian kurikulum harus menjadi pelaksana UUD’45 dibidang pendidikan. 1. Karena itu untuk memperjelas tujuan kurikulum. Kecerdasan siswa. misalnya: kurikulum sekolah dasar maka dapat diperhatikan hasil pendidikan atau taraf perkembangan yang diharapkan dalam kurikulum SD sebagai berikut: Sikap siswa. Supaya anak-anak tamatan SD memiliki dasar ilmu pengetahuan yang kukuh dan keprigelan (cepat tanggap dengan keadaan yang ada) dan penggunaan dalam melanjutkan pendidikan kesekolah menengah. Perkembangan jasmani atau kesehatan. Sikap siswa dalam kehidupan seharihari sesuai dengan mukhadimah UUD’45 ( isi mukadimah UUD) Pengetahuan dan pengertian siswa terhadap bahan pelajaran sebagai warga Negara. 3.dan haknya sebagai manusia pancasila sesuai dengan UUD 45 .

Tujuan belajar mengajar sebagai contoh mata pelajaran pendidika kewarganegaraan sebagai berikut: Menanamkan. telah membawa wawasan dan kesadaran masyarakat. memupuk. Lembaga Pendidikan yang berkualitas merupakan dambaan setiap komponen masyarakat. pendidik dan tenaga kependidikan. Kesimpulan Dengan munculnya era globalisasi di penghujung milenium kedua ini. maupun masyarakat dalam arti luas yaitu orang tua atau masyarakat lain pengguna pendidikan 29 .dan mengembangkan rasa beragama dengan bukti berbakti kepada Tuhan Yang Maha Esa Memupuk dan mengembangkan rasa kekeluargaan dalam hidup sebagai anggota masyarakat Memupuk dan mengembangkan rasa bangga dan cinta terhadap bangsa dan tanah air Memupuk dan mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi warga Negara yang demokratis Menanamkan.memupuk. Harapan-harapan ini karena ada perbaikan kualitas hidup dan kehidupan di satu sisi sebagai akibat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) serta informasi dan teknologi (INFOTEK). dengan muncul sejumlah harapan sakaligus kecemasan. baik komponen masyarakat sekolah yang terdiri dari peserta didik. dan mengembangkan sifat dan sikap kewiraan. BAB III PENUTUP A.

desain pembelajaran merupakan ilmu untuk menciptakan spesifikasi pengembangan. Sebagai disiplin. (g) Menilai keefektifan penggunaan sumber belajar sebagai bagian dari bahan pembelajarannya. (b) Mengenalkan dan menyajikan sumber belajar. sebagai sistem. misalnya sebagai disiplin. kondisi pendidikan. persaingan global. Pendidikan merupakan masalah penting dalam kehidupan manusia.atau simpatisan yang menaruh perhatian besar terhadap kuantitas dan kualitas output sekolah. Desain pembelajaran dapat dimaknai dari berbagai sudut pandang. (h) Merencanakan kegiatan penggunaan sumber belajar secara efektif. Sebagai ilmu. sebagai ilmu. persaingan pada kemampuan SDM dan persaingan terjadi pada lembaga pendidikan. desain pembelajaran membahas berbagai penelitian dan teori tentang strategi serta proses pengembengan pembelajaran dan pelaksanaannya. serta pengelolaan situasi yang memberikan fasilitas pelayanan pembelajaran dalam skala makro dan mikro untuk berbagai mata pelajaran pada berbagai tingkatan kompleksitas 30 . (d) Menyusun tugas-tugas penggunaan sumber belajar dalam bentuk tingkah laku. pelaksanaan. Potensi yang ada pada diri manusia akan berkembang menjadi pribadi yang baik. dan sebagai proses. (f) Memilih bahan sesuai dengan prinsip dan teori belajar. karena dengan adanya pendidikan berarti akan melahirkan manusia yang kreatif dan mempunyai ide-ide yang cemerlang dalam mengisi masa depan yang lebih maju. penilaian. (c) Menerangkan peranan berbagai sumber belajar dalam pembelajaran. (e) Mencari sendiri bahan dari berbagai sumber. Oleh karena itu guru dituntut harus mampu: (a) Menggunakan sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Kurikulum terus berubah karena potensi siswa. “Lembaga Pendidikan yang berkualitas” yang mampu memproses peserta didik yang pada akhirnya akan menghasilkan produk (output) secara optimal. apabila dia manfaat kan dengan sebaik mungkin kearah yang positif.

Ukuran-ukuran perilaku Komponen ukuran merupakan suatu pernyataan tentang ukuran yang digunakan untuk membuat pertimbangan mengenai perilaku siswa. Jenis kondisi ada tiga jenis yang umumnya mempengaruhi prilaku pada suatu tes. Kondisi-kondisi seperti yang seperti itu. 3.Komponen utama dari desain pembelajaran adalah: Pembelajar (pihak yang menjadi fokus) yang perlu diketahui meliputi. model prosedural dan model melingkar. yang dapat diamati dan menunjukan bahwa siswa tersebut telah melakukan kegiatan belajar Dalam pendesainan tujuan pembelajaran hendaknya seorang guru atau pendidik memperhatikan komponen sebagi berikut : 1. kemampuan awal dan pra syarat. Dalam desain pembelajaran dikenal beberapa model yang dikemukakan oleh para ahli. Kondisi-kondisi tes. model desain pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam model berorientasi kelas. Konsep tujuan pengajaran atau pembelajaran yang dikemukakan oleh Mager menitik beratkan pada tingkah laku siswa atau perbuatan (performace) sebagai suatu jenis output yang terdapat dari siswa. Secara umum. Model berorientasi kelas biasanya ditujukan untuk mendesain pembelajaran level mikro (kelas) yang hanya dilakukan setiap 31 . karakteristik mereka. Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus) Adalah penjabaran kompetensi yang akan dikuasai oleh pembelajar. model berorientasi produk. model berorientasi sistem. Tingkah laku terminal Tingkah terminal adalah komponen tujuan pengajaran yang menentukan tingkah laku siswa setelah pengajaran 2. seharusnya perlu disiapkan oleh seorang guru sebab sering terjadi siswa memprotes bahwa ulangan atau tes yang diberikan tidak sesuai dengan materi pelajaran yang telah diberikan.

isi kurikulum dikembangkan berdasarkan psikologi belajar tertentu. yang mencakupkebijaksanaan dalam pembangunan dan pendidikan.dua jam pelajaran atau lebih. Kedua. sebagai berikut: Pertama. Sejalan dengan konsep pendidikan maka psikologi behavioristik yang menekankan pada pembentukan tingjah laku atau dengan konsep belajar tuntas. Sesuai pada pembentukan warga Negara yang “baik” isi Pendekatan multidimensional dengan pendekatan multidimensional. Isi kurikulum disusun berdasarkan system nilai yang berorientasi 2. Pendekatan cultural Dala struktur kultur ( budaya) Nasional terdapat dimensi-dimensi keluarga. Pendekatan politik dikenal sebagai pendekatan demokrasi yang beroreentasi pada pembentukan kecerdasan dan perluasan kesempatan belajar. pengembangan kurikulum berdasarkan pada ‘keharusan-keharusan’. system nilai. Dengan kata lain. ekonomi. pendidikan.politik. Ketiga.isi kurikulum berdasarkan kebijaksanaan-kebijaksanaan politik yang dilaksanakan oleh pemerintah. Diasumsikan bahwa manusia-manusia yang berkecerdasan tinggi akan memungkinkan baginya untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Karena isi kurikulum dikembangkan dan diorganisasikan sedemikian rupa untuk mencapai sasaran manusia atau warga Negara demokratis. rekreasi dan lain sebagainya. isi kurikulum yang tidak mengarah pada pembentukan kepribadian berdasarkan nilai-nilai social dan personalyang menjadi cirri khas kemanusiaan. Gari-Gari Besar Tujuan Pembelajaran dan kurikulum yang ada dari beberapa pendekatan ini dapat dirincikan sebagai berikut: 1. 32 . misalnya dalam proses pembangunan.isi kurikulum dikembangkan berdasarkan konsep pendidikan misalnya konsep pendidikan “siap pakai” artinya para para lulusan dipersiapkan agar mampu bekerja atau menempati lapangan kerja dalam masyarakat. teknologi.

3. baik dari tata bahasa penulisan maupun isinya. langkag-langkah ini dapat dijelaskan sebagai berikut. 2. Saran – saran Dari makalah yang saya buat ini saya menyadari tentulah tidak dikatakan benar atau sempurna. Merumuskan tujuan umum. Merumuskan suatu situasi. Langkag-langkah ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Merumuskan tujuan umum Tujuan umum yang dulu disebut tujuan instruksional umum adalah hasil-hasil pengajaran yang mengandung nilai tertentu bagi siswa. 5. 4. Seorang guru dalam melakukan proses pembelajaran mempunyai keinginan dan tidak sama satu dengan yang lain terahadap siswa yang diajarnya. 3. Perumusan tujuan pengajaran mengandung kegunaan tertentu dalam rangka memecahkan permasalahan. 33 . Merumuskan suatu tes. 2. Pendekatan menejerial 4. memiliki keterampilan memecahkan masalah sederhana dengan sistematis. 3. 1.memiliki sikap demokratis dan rasa tenggang rasa. Mungkin sangat jauh dari kata benar atau sempurna. Pendekatan professiona Merumuskan tujuan belajar mengajar. Tingkatan tujuan tersebut adalah sebagai berikut. Tujuan pendidikan Nasional Tujuan lembaga pendidikan Tujuan kurikuler Tujuan mata pelajaran Tujuan belajar mengajar B. Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat kita bagi menjadi lima tingkatan atau jenjang sesuai dengan ruang lingkup dan sasaran yang hendak dicapai oleh tujuan itu. 1.sebagai contoh memiliki pengetahuan dasar-dasar kenegaraan dan pemerintah sesuai dengan UUD 1945.

html Hamelik.Maka dari itu saya mengharapkan sumbangsih dari teman-teman yang akan menjadi seorang guru profesional dibidang ilmu masing-masing untuk memberi saran dan perbaikan terhadap makalah yang saya buat ini. Atwi. Standar Nasional Pendidikan. Bumi Aksara. Desain Intruksional.Jakarta: PT. Perencanaan Pengajaran BerdasarkanPendekatan Sistem. cetakan keempa http://instructionaltheorycourse. Stain.com/2008/02/ http:// analisis-instruksional. 2005. DAFTAR PUSTAKA Suparman. Dadang Supriatna. Sehinggga nantinya makalah ini bisa dijadikan sedikit acuan dalam pembuatan desain pembelajaran disekolah kita masing-masing. 2009. PUSAT PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENDIDIK DAN TENAGA 34 . Konsep Dasar Desain Pembelajaran. Blogspot.com/2009/02/1-introduction 2005.blogspot. Jakarta: Universitas Terbuka Zuhairi. Jakarta: Depdiknas. Oemar.

2005. Jakarta 2011. The design.KEPENDIDIKAN TAMAN KANAK KANAK DAN PENDIDIKAN LUAR BIASA 2009 Sagala Syaiful. M. from http://itsinfo. Jakarta:Rajawali Pers ADDIE Instructional Design Model.Belajar dan Pembelajaran.Bandung : Alfabeta Hannafin. & Peck. Gaung Persada. and evaluation of instructional software. (2006) Implementasi E-Learning Dalam Pengembangan Pembelajaran di Perguruan Tinggi (Proceeding).edu/workshops/handouts/pdf_handouts/addie. New York: Mc Millan Publishing Company Hasbullah.J. Paradigma Baru Pembelajaran.Jakarta: Rineka Cipta Kunandar. 1988.2009.dkk. SNPTE 2006. K. Yogyakarta Martinis Yamin. Retrived December 20 2006. UNY.L.pdf 35 . Konsep dan Makna Pembelajaran.tamu.2009.` Dimyati.Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). development.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful