SKENARIO 6

HIPOSPADIA
Seorang Pasien laki-laki, 3 bulan dibawa kedua orang tuanya, datng ke RS untuk memeriksakan anaknya karena letak lubang kencing pada alat kelamin anaknya tidak normal.

1

1. IDENTIFIKASI ISTILAH

2

2. IDENTIFIKASI MASALAH 3 .

3. ANALISA MASALAH 4 .

STRUKTURISASI 5 .4.

Hipospadia 2. Torsio testis 6 . Testis Maldesensus 2.5. LEARNING OBJECTIVE . Peyroni .Kelainan Testis : 1. Epispadia 3.Kelainan Penis : 1. Fimosis 4. Parafimosis 5.

Tidak ada masalah fisik yang barhubungan dengan hipospadia pada bayi baru lahir atau pada anak-anak remaja. Perkembangan uretra in utero dimulai sekitar usia 8 minggu dan selesai dalam 15 minggu. Glandula uretra terbentuk dari kanalisasi funikulus ectoderm yang tumbuh melalui gland untuk menyatu dengan lipatan uretra yang menyatu. Sehingga walaupun hormone androgen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu efek yang semestinya.KELAINAN PENIS 1. Atau enzim yang berperan dalam sintesis hormone androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. Namun pada orang dewasa akan menghalangi hubungan seksual. ETIOLOGI Penyebabnya sebenarnya sangat multifaktor dan sampai sekarang belum diketahui penyebab 1. dan sering terjadi kriptorkidisme. Uretra terbebtuk dari penyatuan lipatan uretra sepanjang permukaan ventral penis. Pita jaringan fibrosa yang dikenal sebagai chordae. dapat timbul meatus. HIPOSPADIA Hipospadia terjadi pada 1 dalam 300 kelahiran anak laki-laki dan merupakan anomalI penis yang paling sering.Gangguan pasti dan dari ketidakseimbangan hipospadia. Hipospadia terjadi bila penyatuan di garis tengah lipatan tidak lengkap sehingga meatus uretra terbuka pada sisi ventral penis. infertilitas dapat terjadi pada hipospadia penoskrotal atau perineal. menyebabkan kesulitan dalam mengatur urin. Atau bias juga karena reseptor hormone androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. pada sisi ventral menyebabakan kurvatura (lengkungan) ventral dari penis.: hormone Hormone yang dimaksud di sini adalah hormone androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria). 7 . Prepusium tidak ada pada sisi ventral dan menyerupai topi yang menutupi sisi dorsal glans.

Prepusium dipakai untuk proses rekuntruksi.Lingkungan Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi KLASIFIKASI Ada beberapa derajat kelainan letak ini seperti pada glandular (letak meatus yang salah pada glans). Berdasarkan letak muara stelah dilakukan koreksi chordee. terxdiri dari. dan diatasi dengan melepaskan jaringan fibrosa untuk memperbaiki fungsi dan penampilan penis. browne (1936) membagi hipospadia dalam tiga bagian besar. Hipospadia medius terdiri atas: midshaft. skotal. 3. kosmetik penis sehingga fungsi miksi dan fungsi seksual normal (ereksi lurus dan pancaran ejakulasi kuat) 2.Genetika Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. yaitu: 1. Hipospadia anterior. Pembedahan harus dilakukan sebelum usia saat belajar untuk menahan berkemih. Penis dapat tumbuh dengan normal 8 . penoskrotal (pada pertemuan ventral penis dan skotum). terdiri dari tipe glanular. 1. dan penis distal 2. Tujuan fungsional operasi hipospadia adalah. penoskrotal. Hipospadia posterior. oleh karena itu bayi dengan hipospadia tidak boleh disirkumsisi. Chordee dapat juga terjadi tanpa hipospadia. dan penis proksimal 3. subkoronal. dan perineal (pada perineum).2. dan perineal TINDAKAN Penanganan hipospadia dengan chordee adalah dengan pelepasan chordee dan restrukturisasi lubang meatus melalui pembedahan. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi. Penis (disepanjang batang penis). yaitu biasanya sekitar usia 2 tahun. korona (pada sulkus korona).

Selain itu jika hipospadia ini tidak dioperasi. Kelainan yang seperti ini biasanya harus dilakukan 2 tahap. Pada penis berupa propenil skrotum. Intinya tipe hipospadia yang letak lubang air seninya lebih kearah proksimal (jauh dari tempat semestinya) biasanya diikuti dengan penis yang bengkok dan kelainan lain di skrotum atau sisa kulit yang sulit di”tarik” pada saat dilakukan operasi pembuatan uretra (saluran kencing). Sehingga banyak dokter lebih memilih untuk melakukan 2 tahap. Hipospadia sering disertai kelainan bawaan yang lain. sedang kelainan ginjal dan ureter berupa fused kidney.. Satu tahap maupun dua tahap dapat dilakukan sesuai dengan kelainan yang dialami oleh pasien. duplex dan refluk ureter. lubang keluar sperma terletak dibagian bawah. mikrophallus dan torsi penile. Operasi hipospadia satu tahap (ONE STAGE URETHROPLASTY) adalah tehnik operasi sederhana yang sering dapat digunakan. Sambil dilihat di gambar. Dokter akan menentukan tehnik operasi yang terbaik. malrotasi renal. memobilisasi kulit dan preputium untuk menutup bagian ventral / bawah penis. Tipe hipospadia proksimal seringkali di ikuti dengan kelainankelainan yang berat seperti korda yang berat. terutama untuk hipospadia tipe distal. 9 . Diharapkan anak tidak malu dengan keadaannya setelah tahu bahwa anak laki lain kalau BAK berdiri sedangkan anak pengidap hipospadia harus jongkok seperti anak perempuan (karena lubang keluar kencingnya berada di sebelahi bagi bawah penis). maka setelah dewasa dia akan sulit untuk melakukan penetrasi / coitus. misalnya pada skrotum dapat berupa undescensus testis. Operasi Hipospadia dua tahap.Tindakan operasi harus dilakukan sebelum anak memasuki usia sekolah. monorchidism. maka one stage urethroplasty nyaris tidak dapat dilakukan. tahap pertama dilakukan untuk meluruskan penis supaya posisi meatus (lubang tempat keluar kencing) nantinya letaknya lebih proksimal (lebih mendekati letak yang normal). Selain penis tidak dapat tegak dan lurus (pada hipospadia penis bengkok akibat adanya chordae). globuler glans yang bengkok kearah ventral (bawah) dengan dorsal skin hood dan propenil bifid scrotum (saya agak kesulitan mencari istilah awam untuk istilah medis diatas). Untuk tipe hipospadia proksimal yang disertai dengan kelainan yang jauh lebih berat. tipe distal ini yang meatusnya letak anterior atau yang middle. Tahap selanjutnya (tahap kedua) dilakukan uretroplasti (pembuatan saluran kencing / uretra) sesudah 6 bulan. Meskipun sering hasilnya kurang begitu bagus untuk kelainan yang berat. disgenesis testis dan hidrokele.

yang dapat mengakibatkan infeksi saluran kencing berulang atau pembentukan batu saat pubertas. Fitula uretrokutan. dimana tidak melakukan ereksi artifisial saat operasi atau pembentukan skar yang berlebihan di ventral penis walaupun sangat jarang. Untuk operasi anak-anak. 10 . Pada prosedur operasi satu tahap saat ini angka kejadian yang dapat diterima adalah 5-10% . Di bagian supra pubik (bawah perut) dipasang juga kateter yang langsung menuju kandung kemih untuk mengalirkan air kencing. perawatan paska operasi adalah tindakan yang amat sangat penting. Setelah menjalani operasi. merupakan komplikasi yang tersering dan ini digunakan sebagai parameter untuk menilai keberhasilan operasi. atau adanya stenosis meatal yang mengakibatkan dilatasi yang lanjut. selain komplikasi fistula uretrokutaneus perlu diteliti kosmetik dan ‘stream’ (pancaran kencing) untuk melihat adanya stenosis. Sebelum anak di operasi. akibat dari rilis korde yang tidak sempurna. Orang tua harus dengan seksama memperhatikan instruksi dari dokter bedah yang mengoperasi. 2. juga terbentuknya hematom/ kumpulan darah dibawah kulit. Divertikulum. 3. Striktur. Biasanya pada lubang kencing baru (post uretroplasty) masih dilindungi dengan kateter sampai luka betul-betul menyembuh dan dapat dialiri oleh air kencing. 6. selain prosedur-prosedur yang biasa dilakukan sebelum operasi. Edema/pembengkakan yang terjadi akibat reaksi jaringan besarnya dapat bervariasi. dokter akan memeriksa dulu kondisi si anak. Tahapan penyembuhan biasanya kateter diatas di non fungsikan terlebih dulu sampai seorang dokter yakin betul bahwa hasil uretroplasty nya dapat berfungsi dengan baik. striktur dan divertikel. yang biasanya dicegah dengan balut tekan selama 2 sampai 3 hari paska operasi. Ditanyakan juga apakah ada riwayat terkena asma. Untuk menilai hasil operasi hipospadia yang baik.Secara umum tekniknya terbagi menjadi operasi satu tahap dan multi tahap. 5. maka ronsen toraks (paru jantung) juga dikerjakan. terjadi pada pembentukan neouretra yang terlalu lebar. Komplikasi paska operasi yang terjadi : 1. Baru setelah itu kateter dilepas. Residual chordee/rekuren chordee. 4. Operasi perbaikan komplikasi fistula dilakukan 6 bulan paska operasi yang pertama. pada proksimal anastomosis yang kemungkinan disebabkan oleh angulasi dari anastomosis. Rambut dalam uretra.

Prepusium menggantung dari sisi ventral penis. Keadaan ini biasanya tidak terjadi sendirian. Prepusium digunakan dalam proses rekontruksi. 11 . dan memperluas uretra ke glans. membuang chordee.batuk pilek. penis (antara simfisis fubis dan sulkus koronarius).000 laki-laki. Glandular (pada glans bagian dorsal).EPISPADIA Epispadia adalah suatu anomaly congenital yaitu uretra terletak pada permukaan dorsal penis. Kalau si anak dinilai masih kurang sehat tentu saja keadaan umum nya harus diperbaiki dahulu. epispadia diklasifikasikan berdasarkan lertak meatus kemih disepanjang batang penis. dan perluasan alur dorsal dari meatus terletak di bawah glans. Insidens epispadia yang lengkap sekitar 1 dalm 120. sehingga bayi dengan epispadia juga tidak boleh disirkumsisi. Meatus uretra meluas. tetapi juga disertai anomaly saluran kemih. TBC. Inkontinensia timbul pada epispadia penopubis (95%) dan penis (75%) karena perkembangan yang salah dari spingter urinarius. Perbaikan dengan pembedahan dilakukan untuk memperbaiki inkontinensia. dan penopubis (pada pertemuan antara penis dan pubis). Penis pipih dan kecil dan mungkin akan melengkung ke dorsal akibat adanya chordee. PENYULIT Penyulit yang dapat terjadi setelah operasi hipospadia adalah: Fistula uretrokutan Stensis meatus uretra Stiktura uretra Korde ya ng belum sepenuhnya terkoreksi Dan timbulnya divertikel uretra 2.

lapis bagian dalam preputium melekat pada glans penis. yang biasanya mengumpul di antara kulit kulup dan kepala penis akan tertimbun di tempat itu. Parafimosis merupakan kondisi dimana kulit preputium setelah ditarik ke belakang batang penis tidak dapat dikembalikan ke posisi semula ke depan batang penis sehingga penis menjadi terjepit. Suatu penelitian mendapatkan bahwa hanya 4% bayi yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis pada saat lahir. sehingga mudah sekali terjadi infeksi. bahkan sampai masa remaja. Apabila preputium melekat pada glans penis. maka cairan smegma. kemudian ke ginjal. Fimosis dan parafimosis yang didiagnosis secara klinis ini. Fimosis dan parafimosis dapat terjadi pada laki-laki semua usia.3. terjadi proses keratinisasi lapisan epitel dan deskuamasi antara glans penis dan lapis bagian dalam preputium sehingga akhirnya kulit preputium terpisah dari glans penis. Sebaliknya. Kulit preputium selalu melekat erat pada glans penis dan tidak dapat ditarik ke belakang pada saat lahir. Kadangkala perlekatan cukup luas sehingga hanya bagian lubang untuk berkemih (meatus urethra externus) yang terbuka. sehingga bayi dan anak jadi kesulitan dan kesakitan saat kencing. Biasanya yang diserang adalah bagian ujung penis. yaitu cairan putih kental. namun seiring bertambahnya usia serta diproduksinya hormon dan faktor pertumbuhan. FIMOSIS Fimosis adalah keadaan di mana kulit penis (preputium) melekat pada bagian kepala penis (glans) dan mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran air seni. namun kejadiannya tersering pada masa bayi dan remaja. anak menjadi rewel dan yang terlihat adalah kulit kulup terbelit dan menggelembung. Sewaktu akan kencing. melainkan kemungkinan timbulnya infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan. Infeksi ini memang dapat menjalar ke ginjal dan menimbulkan kerusakan pada ginjal. sehingga disebut infeksi ujung penis atau balanitis. namun mencapai 90% pada saat usia 3 tahun dan hanya 12 . Pada fimosis. Sebenarnya yang berbahaya bukanlah fimosis itu sendiri. dapat terjadi pada penis yang belum disunat (disirkumsisi) atau telah disirkumsisi namun hasil sirkumsisinya kurang baik. Fimosis kongenital (fimosis fisiologis) timbul sejak lahir sebenarnya merupakan kondisi normal pada anak-anak.

Selama tidak terdapat hambatan aliran air seni. penelitian lain mendapatkan hanya 20% dari 200 anak laki-laki berusia 5-13 tahun yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis. true phimosis) timbul kemudian setelah lahir. buang air kecil berdarah (hematuria). Walaupun demikian. Walaupun demikian. fimosis didapat. Fenomena ini akan hilang dengan sendirinya. diperlukan tindakan sirkumsisi (membuang sebagian atau seluruh bagian kulit preputium) atau teknik bedah plastik lainnya seperti preputioplasty (memperlebar bukaan kulit preputium tanpa memotongnya). fimosis yang sebenarnya. Hanya diperlukan penjelasan dan pengertian mengenai fimosis kongenital yang memang normal dan lazim terjadi pada masa kanak-kanak serta menjaga kebersihan alat kelamin dengan secara rutin membersihkannya tanpa penarikan kulit preputium secara berlebihan ke belakang batang penis dan mengembalikan kembali kulit preputium ke depan batang penis setiap selesai membersihkan. dan tanpa adanya fimosis patologik. Fimosis kongenital seyogianya dibiarkan saja.1% laki-laki berusia 17 tahun yang masih mengalami fimosis kongenital. atau nyeri preputium. peradangan kronik glans penis dan kulit preputium (balanoposthitis kronik). selama 4-6 minggu. kecuali bila terdapat alasan agama dan/atau sosial untuk disirkumsisi. fimosis bukan merupakan kasus gawat darurat. Indikasi medis utama dilakukannya tindakan sirkumsisi pada anak-anak adalah fimosis patologik.Penggunaan krim steroid topikal yang dioleskan pada kulit preputium 1 atau 2 kali sehari. Hal ini berkaitan dengan kebersihan (higiene) alat kelamin yang buruk. perlekatan antara lapis bagian dalam kulit preputium dan glans penis akan lepas dengan sendirinya. yakni kulit preputium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran air seni tidak diimbangi besarnya lubang di ujung preputium. tidak selalu menunjukkan adanya hambatan (obstruksi) air seni. Fimosis kongenital seringkali menimbulkan fenomena ballooning. atau penarikan berlebihan kulit preputium (forceful retraction) pada fimosis kongenital yang akan menyebabkan pembentukkan jaringan ikat (fibrosis) dekat bagian kulit preputium yang membuka. jika fimosis menyebabkan hambatan aliran air seni. Fimosis didapat (fimosis patologik. Upaya untuk membersihkan alat kelamin dengan menarik kulit preputium secara berlebihan ke belakang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka. bahkan parafimosis. Seiring dengan berjalannya waktu. juga 13 .

preputium dapat ditarik ke belakang. Walaupun demikian. Kondisi ini berbahaya karena risiko pembendungan aliran darah dan menyebabkan edema penis. Pada kondisi ini. setelah memastikan bahwa tidak ada benda asing seperti karet atau benang yang menyebabkan penis terjepit. Jarang diperlukan tindakan sirkumsisi darurat untuk mengatasi parafimosis. Namun jika fimosis telah membaik. 4. kebersihan alat kelamin tetap dijaga. dapat menyebabkan parafimosis. Upaya untuk menarik kulit preputium ke belakang batang penis. 14 . Kadang hanya tersisa lubang kecil di ujung preputium. tetapi justru preputium tidak bisa kembali ke depan dan menjepit penis. bahkan kematian jaringan penis dapat terjadi akibat hambatan aliran darah pembuluh nadi yang menuju glans penis.efektif dalam tatalaksana fimosis. glans penis terbuka seluruhnya. PARAFIMOSIS Berlainan dengan fimosis. Pada kondisi ini. terutama yang berlebihan namun gagal untuk mengembalikannya lagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat memasang selang untuk berkemih (kateter). setelah parafimosis diatasi secara darurat. selanjutnya diperlukan tindakan sirkumsisi secara berencana oleh karena kondisi parafimosis tersebut dapat berulang atau kambuh kembali. Kulit preptium yang tidak bisa kembali ke depan batang penis akan menjepit penis sehingga menimbulkan bendungan aliran darah dan pembengkakan (edema) glans penis dan preputium. Oleh karena itu. akan terjadi fenomena “balloning” yaitu preputium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran urine tidak diimbangi besarnya lubang di ujung preputium. dokter akan berupaya mengembalikan kulit preputium ke posisinya secara manual dengan tangan atau melalui prosedur invasif dengan bantuan obat bius (anestesi) dan penenang (sedasi). Bisa juga terjadi lubang di ujung preputium sempit sehingga tidak bisa ditarik mundur dan glans penis sama sekali tidak bisa dilihat. kulit preputium harus ditarik dan dikembalikan lagi ke posisi semula pada saat mandi dan setelah berkemih untuk mencegah kekambuhan fimosis. parafimosis merupakan kasus gawat darurat. Jepitan sebaiknya segera dibebaskan agar tidak terjadi kerusakan yang bersifat permanen.

PEYRONI Penyakit peyroni adalah didapatkannya plaque atau indurasi pada tunika albugenia corpus cavernosum penis sehingga menyebabkan terjadinya angulasi (pembengkokan) batang penis pada saat ereksi. Dokter bisa melakukan tindakan dilatasi (melebarkan lubang preputium) agar proses berkemih lancar. sedangkan pada saat tidak ereksi nyeri menghilang. [ada kasus yang berat dapat teraba kalsifikasi sehingga dapat terlihat pada pemeriksaan foto polos penis. 15 . rasa nyeri berkemih membaik. lebih baik dilakukan sirkumsisi agar peradangan dan kesulitan berkemih tidak terulang lagi. Pada saat pemeriksaan. Hasil anamnesis pada pasien penyakit peyroni menyebutkan bahwa sebelumnya mereka mengalami trauma pada penis yang berulang pada saat senggama. tetapi secara histofatologi plak itu mirip dengan vaskulitis pada kontrantur dupuytren yang disebabkan oleh reaksi imunologi. GAMBARAN KLINIS Pasien mengeluh nyeri dan terjadi angulasi atau penis bengkok pada saat ereksi.Kadang terjadi peradangan pada preputium sampai tidak bisa berkemih. Akibat nyeri dan angulasi ini kemampuan penetrasi ke vagina menjadi berkurang. 5. teraba jaringan keras(fibrus) tunggal ataupun berupa plak multiple pada tunika albugenia. Setelah peradangan mereda. ETIOLOGI Penyebab yang pasti dari penyakit ini belum diketahui.

Nyeri yang brkepanjangan dapat diberikan vitamin E 200mg tiga kali sehari. Dapat dicoba dengan pemberian tamoxifen 20 mg dua kali sehari selama 6 minggu. Indikasi operasi adalah pada penyakit peyroni adalah deformitas penis yang mengganggu senggma atau disfungsi ereksi akibat peyroni. dam selanjutnya defek yang terjadi dijahit dengan benang tidak diserap.TERAPI Konservatif. mulai dari eksisi plak kemudian tandur kulit atau cara Nesbitt. Nesbitt melakukan eksisi oval pada konveksitas tunika albugenia. Jika menunjukkan respon yang baik pengobatan ditreuskan sampai 6 bulan. Operasi. Untuk mencegah aktifitas fibroblas dapat dicegah dengan pemberian colchicine atau verapamil. Pasca operasi sering terjadi pemendekan dari penis. antara lain: sudah tidak ada nyeri saat ereksi Kurvatura atau deformitas penis saat ereksi sudah menetap atau stabil. Saat operasi ditentukan jika penyakit telah stabil atau matang. 16 . Pemberian potasium aminobenzoat tidak menyenangkan karena banyak menimbulkan efek samping. Banyak teknik operasi yang dikerjakan hingga kini. Biasanya keadaan itu dicapai setelah 12 sampai 18 bulan sejak awal timbulnya penyakit. Tanpa terapi 50 % penyakit ini dapat mengalami remisi sponta setelah observasi selama 1 tahun.

dorongan dari tekanan intraabdominal Oleh karena suatu hal. suprapubik. TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi dilahirkan. ANGKA KEJADIAN Angka kejadian kriptorkismus pada bayi perematur kurang lebih 30% yaitu 10 kali lebih banyak daripada bayi cukup bulan (3%). Diduga ada beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya testis kedalam skrotum. antara lain : 1. testis mengalami desendus secara spontan . sehingga pada usia 1 tahun. atau di regio femoral. proses desensus testikulorum tidak berjalan dengan baik sehingga testis tidak berada di dalam kantong skrotum (maldesensus). Testis yang belum turun ke kantung skrotum dan masih berda di jalurnya mungkin terletak di kanalis inguinalis atau di rongga abdomen yaitu terletak di antara fossa renalis dan anulus inguinalis ekternus. testis mengalami desensus testikulorum atau turun kedalam kantung skrotum.KELAINAN TESTIS 1. adanya tarikan dari gubernakulum testis daan refleks dari otot kremaster 2. Dalam hal ini mungki testis tidak mampu mencapai skrotum tapi masih berada pada jalurnya yang normal. Gubernakulum testis 17 . Testik ektopik mungkin berada di perineal. keadaan ini disebut sebagai testis ektopik. Perbedaan pertumbuhan gubernakulum dengan pertumbuhan badan 3. keadaan ini disebut kriptorkismus. di luar kanalis inguinalis yaitu diantara aponeoresis obligus ekternus dan jaringan subkutan. testis tersesat (keluar) dari jalur yang normal. atau pada proses desensus. Dengan bertambahnya usia. testis yang letaknya abnormal jarang dapat mengalami desendus testis secara spontan. ETIOLOGI Testis maldesensus dapat terjadi karena adanya kelainan pada: 1.

dan lebih mudah mengalami degenerasi maligna. Kelainan intrinsik testis 3. Pada palpasi. Defisiensi hormon gonadotropin yang memacu proses desendus testis PATOFISIOLOGI DAN FATOGNESIS Suhu di dalam rongga abdomen ± 1ºC lebih tinggi dari pada suhu di dalam skrotum. GAMBARAN KLINIS Pasien biasanya dibawa berobat ke dokter karena orang tuanya tidak menjumpai testis dikantung skrotum. jari tangan pemeriksa harus dalam keadaan hangat. sedangkan pasien dewasa mengeluh karena infertilitas yaitu belum mempunyai anak setelah kawin beberapa tahun. harus dibedakan dengan anorkismus bilateral (tidak mempunyai testis). hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. Kadang-kadang merasa adan benjolan di perut bagian bawah yang disebabkan testis maldensensus mengalami trauma. antara lain : 18 . sehingga testis abdominal selalu mendapat suhu yang lebih tinggi daripada testis normal. atau berubah menjadi tumor testis. Inspeksi pada regio skrotum terlihat hipopplasia kulit skrotum karena tidak pernah ditempati oleh testis. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan hormonal. sebanyak 1/5 bagian dari sel-sel germinla testis telah mengalami kerusakan. testis testis tidak teraba di kantung skrotum melainkan berada di inguinal atau di tempat lain. Karena sel-sel leydig sebagai penghasil hormon androgen tidak ikut rusak. mengalami torsio. Jika kedua buah testis tidak diketetahui tempatnya.2. mudah terkena trauma. sedangkan pada usia 3 tahun hanya 1/3 sel-sel germinal yang masih normal. Pada saat melakukan palpasi untuk mencari keberadaan testis. maka potensi seksual tidak mengalami gangguan. Kerusakan ini makin lama makin progresif dan akhirnya testis menjadi mengecil. Akibat lain yang ditimbulkan dari letak testis yang tidak berada di skotum adalah mudah terpelintir (torsio). Pada usia 2 tahun.

19 . Untuk itu diperlukan bantuan beberapa saran penunjang. Hal ini bisa terjadi secara spontan secara kongenital memang tidak terbentuk testis atau testis yang mengalami atrofi akibat torsio in utero atau torsio pada neonatus. Hal ini disebut sebagai testis rettraktil atau kriptorkismus fisiologi dan kelainan ini tidak perlu diobati. di antaranya adalah flebografi selektif atau diagnostik laparoskopi. dan tentunya laparoskopi ini lebih dianjurkan daripada melakukan ekplorasi melali pembedahan terbuka DIAGNOSIS BANDING Seringkali dijumpai testis yang biasanya berada di kantung skrotum tiba-tiba berada didaerah inguinal dan pada keadaan lain kembali ke tempat semula. Jika tidak didapatkan pleksus pampiniformis kemungkinan testis memang tidak pernah ada Melalui laparoskopi dicari kberadaan testis mulai dari fossa reanalis hingga anulus internis. maka saat yang tepat untuk melakukan terapi adalah pada usia 1 tahun. atau setelah melakukan fisik. yaitu dengan mencari keberadaan pleksus pampiniformis. Selain itu maldesensus testis perlu dibedakan dengan anorkismus yaitu testis memang tidak ada. apalagi testis yang letaknya i ntra abdominal dan pada pasien yang gemuk. testis tidak dapat turun sendiri setelah usia 1 tahun sedangkan setelah 2 tahun terjadi kerusakan testis yang cukup bermakna. Keadaan ini terjadi karena reflek otot kremaster ynag terlalu kuat akibat cuaca dingin. Pemakaian ultrasonografi untuk mencari letak testis sering kali tidak banyak manfaatnya sehingga jarang dikerjakan. TINDAKAN Pada prinsipnya testis yang tidak berada di skrotum harus harus diturunkan ke tempatnya.- Hormon testosteron Uji dengan pemberian hormon hCG (human chorionic gonadotropin) Keberadaan testis sering kali sulit ditentukan. Pemeriksaan flebografi selektif adalah usaha untuk mencari keberadaan testis secara tidak langsung. Dengan asumsi bahwa jika dibiarkan. baik secara medikomentosa maupun pembedahan.

OPERASI Tujuan operasi pada kriptorkismus adalah: 1. ANATOMI Testis normal dibungkus oleh tunika albugenia. 2. TORSIO TESTIS Torsio testis adalah terpelintirnys funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Mencegah kemungkinan terjadinya torsio testis 4. 20 . dan paling banyak dideruta oleh anak pada masa pubertas (12-20 tahun). testis dan epididimis dikelilingi oleh tunika vaginalis yang terdiri darti 2 lapis. sedangkan pada kelainan uniteral hasilnya masih belum memuaskan.MEDIKAMENTOSA Pemberian hormonal pada kriptorkismus banyak memberikan hasil terutam pada kelainan bilateral. Secara psikologis mencegah terjadinya rasa rendah diri karena tidak mempunyai testis Operasi yang dikerjakan adalah orkidopeksi yaitu meletakkan testis ke dalam skrotum dengan melakukan fiksasi pada kantung sub dartos. Pada permukaan anterior dan lateral. Mempertahankan fertilitas 2. Keadaan ini diderita oleh 1 diantara 4000 pria yang berumurt kurang dari 25 tahun. Di samping itu tidak jarang janin yang masih berada di dalam uterus atau bayi baru lahir menderita torsio testis yang tidak terdiagnosis sehingga mengakibatkan kehilangan testis baik unilateral ataupun bilateraral. Obat yang sering dipergunakan adalah hormon hCG yang disemprotkan intranasal. Mencegah timbulnya degenerasi maligna 3. yaitu viseralis yang langsung menempul ke testis dan di sebelah luarnya adalah lapisan parietalis yang menempel ke muskuluis dartos pada dinding skrotum. Melakukan koreksi hernia 5.

ketakutan. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan pergerakan yang berlebihan itu. latihan yang berlebihan.edema testis. epididimis. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis pada permukaan anterior dan lateral testis.defekasi atau trauma yang mengenai skrotum. yang sifatnya mendadak dan diikuti pembengkakan pada testis. Nyeri dapat menjalar ke daerah inguinal atau perut sebelah bawah sehingga jika tidak diwaspadai 21 . Terpeluntirnya funikulus spermatikus menyebabkan obstruksi aliran darah testis sehingga testis mengalami hipoksia. Pada akhirnya testis akan mengalami nekrosis. PATOGENESIS Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. dan iskemia. batuk. Kelainan ini dikenal sebagai anomaly bell clapper. Terpelintirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testis exstravaginal. Adanya kelainan sistem penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan. Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. antara lain adalah perubahan suhu yang mendadak (seperti pada saat berenang). Keadaan ini akan memudahkan testis mengalami torsio intravaginal. GAMBARAN KLINIS Pasien mengeluh nyeri hebat didaerah skrotum. dan tunika vaginalis mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpelintir pada sumbu funikulus spermatikus. pada kelainan ini tunika mengelilingi seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum. Keadaan itu dikenal sebagai akut skrotum.Pada masa janin dan neonates lapisan parietal yang menempel pada muskulus dartos masih belum banyak jaringan penyanggahnya sehingga testis. celana yang terlalu ketat. Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan sistem penyanggah testis.

sering dikacaukan dengan apendisitis akut. rewel atau tidak mau menyusui. testis membengkak. kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril. 3. 2. Pemeriksaan sidimen urine tidak menunjukan adanya leukosit dalam urine dan pemeriksaan darah tidak menunjukan tanda inflamasi. DIAGNOSA BANDING 1. Pasien epididimis akut biasanya berumur lebih dari 20 tahun dan pada pemeriksaan sedimen urine didapatkan adanya leukosituria atau bakteriuria. Pada pemeriksaan fisis. ultrasonografi Doppler. Jika dilakukan elevasi (pengangkatan) testis. Pada torsio testis tidak didapatkan adanya aliran darah ke testis sedangkan pada keradangan akut testis. keluarnya nanah dari uretra. terjadi peningkatan aliran darah ke testis. Keadaan ini biasanya tidak disertai dengan demam. Hernia skrotalis inkarserata. Benjolan tidak dirasakan nyeri kecuali terjadi perdarahan dalam testis 22 . yang biasanya didahului dengan anamnesis didapatkan benjolan yang dapat keluar dan masuk kedalam skrotum. Kadang-kadang pada torsio testis yang baru saja terjadi. Pemeriksaan penunjang yang berguna untuk membedakan torsio testis dengan keadaan akut skrotum yang lain adalah dengan memakai: stetoskop Doppler. Epididimitis akut. Nyeri skrotum akut biasanya disertai dengan kenaikan suhu tubuh. Pada bayi gejalanya tidak khas yakni gelisah. Tumor testis. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. pada epididimis akut kadang nyeri akan berkurang sedangkan pada torsio testis nyeri tetap ada. Penyakit ini secara klinis sulit dibedakan dengan torsio testis.dan sintigrafi testis yang kesemuanya bertujuan menilai adanya aliran darah ketestis. Hidrokel terinfeksi. dengan anemesis sebelumnya sudah ada benjolan di dalam skrotum 4. ada riwayat coitus suspectus (dengan melakukan senggama dengan bukan isterinya) atau pernah menjalani kateterisasi uretra sebelumnya. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal daripada testis sisi kontralateral.

23 . OPERASI Tindakan operasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan posisi testis pada arah yang benar (reposisi) dan setelah itu dilakukan penilaian apakah testis yang mengalami torsio masih viabel (hidup) atau sudah mengalami nekrosis. dicoba detorsi ke arah medial.filariasis. kemudian jika tidak terjadi perubahan. Hilangnya nyeri setelah detorsi menandakan bahwa detorsi telah berhasil. Jika testis masih hidup. yaitu dengan jalan memutar testis ke aarah berlawanan dengan arah torsio. TERAPI Detorsi Manual. Edema skrotum yang dapat disebabkan oleh hipoproteinemia. Dotorsi manual adalah mengembalikan posisi testis ke asalnya.5. sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis dilakukan pengangkatan testi (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontra lateral. Orkidopeksi dilakukan dengan mempergunakan benang yang tidak diserap pada tiga tempat untuk mencegah agar testis tidak terpelintir kembali. Jika detorsi telah behasil operasi harus tetap dilaksanakan. dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunuka dartos kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontra lateral. kelainan-kelainan yang tidak diketahui sebabnya. kelainan jantung. Karena arah torsio biasanya ke medial maka dianjurkan untuk memutar testis ke arah lateral dahulu. adanya pembuntuan saluran limfe inguinal. Testis yang telah mengalami nekrosis jika tetap di biarkan di salam skrotum akan merangsang terbentuknya antibodi antisperma sehingga mengurangi kemampuan fertilitas di kemudian hari.

dapat menyebabkan parafimosis. Hipospadia terjadi bila penyatuan di garis tengah lipatan tidak lengkap sehingga meatus uretra terbuka pada sisi ventral penis. Torsio testis adalah terpelintirnys funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Penyakit peyroni adalah didapatkannya plaque atau indurasi pada tunika albugenia corpus cavernosum penis sehingga menyebabkan terjadinya angulasi (pembengkokan) batang penis pada saat ereksi. testis tersesat (keluar) dari jalur yang normal. 24 . keadaan ini disebut kriptorkismus. Keadaan ini diderita oleh 1 diantara 4000 pria yang berumurt kurang dari 25 tahun. 7. 3. 2.KESIMPULAN 1. Testis tidak mampu mencapai skrotum tapi masih berada pada jalurnya yang normal. Fimosis adalah keadaan di mana kulit penis (preputium) melekat pada bagian kepala penis (glans) dan mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran air seni. Epispadia adalah suatu anomaly congenital yaitu uretra terletak pada permukaan dorsal penis. Upaya untuk menarik kulit preputium ke belakang batang penis. 6. terutama yang berlebihan namun gagal untuk mengembalikannya lagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat memasang selang untuk berkemih (kateter). 5. sehingga bayi dan anak jadi kesulitan dan kesakitan saat kencing. Prepusium tidak ada pada sisi ventral dan menyerupai topi yang menutupi sisi dorsal glans. 4. dan paling banyak dideruta oleh anak pada masa pubertas (12-20 tahun). parafimosis merupakan kasus gawat darurat. atau pada proses desensus. Berlainan dengan fimosis. keadaan ini disebut sebagai testis ektopik.

Volume 2. Jakarta: EGC. Jakarta: CV. Farmakologi dan Terapi. Dasar-dasar Urologi. 2007. Sagung Seto. 2006. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI. Lorraine M. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. http://medicastore. dkk.DAFTAR PUSTAKA 1.html 25 . Edisi 6. 3. 2. Basuki B.com/Artikel>Pria dan kesehatan reproduksi . Cetakan 4. Amir Syarif. Wilson. 2008 4. Purnomo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful