SKENARIO 6

HIPOSPADIA
Seorang Pasien laki-laki, 3 bulan dibawa kedua orang tuanya, datng ke RS untuk memeriksakan anaknya karena letak lubang kencing pada alat kelamin anaknya tidak normal.

1

1. IDENTIFIKASI ISTILAH

2

IDENTIFIKASI MASALAH 3 .2.

ANALISA MASALAH 4 .3.

4. STRUKTURISASI 5 .

Torsio testis 6 . Hipospadia 2. Peyroni . Parafimosis 5. Testis Maldesensus 2.Kelainan Testis : 1. Fimosis 4. Epispadia 3.5. LEARNING OBJECTIVE .Kelainan Penis : 1.

Namun pada orang dewasa akan menghalangi hubungan seksual. dapat timbul meatus. menyebabkan kesulitan dalam mengatur urin. Uretra terbebtuk dari penyatuan lipatan uretra sepanjang permukaan ventral penis. Atau enzim yang berperan dalam sintesis hormone androgen tidak mencukupi pun akan berdampak sama. ETIOLOGI Penyebabnya sebenarnya sangat multifaktor dan sampai sekarang belum diketahui penyebab 1.KELAINAN PENIS 1. dan sering terjadi kriptorkidisme. Prepusium tidak ada pada sisi ventral dan menyerupai topi yang menutupi sisi dorsal glans. Tidak ada masalah fisik yang barhubungan dengan hipospadia pada bayi baru lahir atau pada anak-anak remaja.: hormone Hormone yang dimaksud di sini adalah hormone androgen yang mengatur organogenesis kelamin (pria).Gangguan pasti dan dari ketidakseimbangan hipospadia. Hipospadia terjadi bila penyatuan di garis tengah lipatan tidak lengkap sehingga meatus uretra terbuka pada sisi ventral penis. Sehingga walaupun hormone androgen sendiri telah terbentuk cukup akan tetapi apabila reseptornya tidak ada tetap saja tidak akan memberikan suatu efek yang semestinya. pada sisi ventral menyebabakan kurvatura (lengkungan) ventral dari penis. 7 . Pita jaringan fibrosa yang dikenal sebagai chordae. infertilitas dapat terjadi pada hipospadia penoskrotal atau perineal. Atau bias juga karena reseptor hormone androgennya sendiri di dalam tubuh yang kurang atau tidak ada. Glandula uretra terbentuk dari kanalisasi funikulus ectoderm yang tumbuh melalui gland untuk menyatu dengan lipatan uretra yang menyatu. HIPOSPADIA Hipospadia terjadi pada 1 dalam 300 kelahiran anak laki-laki dan merupakan anomalI penis yang paling sering. Perkembangan uretra in utero dimulai sekitar usia 8 minggu dan selesai dalam 15 minggu.

Pembedahan harus dilakukan sebelum usia saat belajar untuk menahan berkemih. Prepusium dipakai untuk proses rekuntruksi.2. yaitu: 1. Hipospadia anterior. penoskrotal.Lingkungan Biasanya faktor lingkungan yang menjadi penyebab adalah polutan dan zat yang bersifat teratogenik yang dapat mengakibatkan mutasi KLASIFIKASI Ada beberapa derajat kelainan letak ini seperti pada glandular (letak meatus yang salah pada glans). Penis dapat tumbuh dengan normal 8 . Penis (disepanjang batang penis). dan penis proksimal 3. browne (1936) membagi hipospadia dalam tiga bagian besar. Hal ini biasanya terjadi karena mutasi pada gen yang mengode sintesis androgen tersebut sehingga ekspresi dari gen tersebut tidak terjadi. terdiri dari tipe glanular. korona (pada sulkus korona). dan diatasi dengan melepaskan jaringan fibrosa untuk memperbaiki fungsi dan penampilan penis.Genetika Terjadi karena gagalnya sintesis androgen. oleh karena itu bayi dengan hipospadia tidak boleh disirkumsisi. dan perineal TINDAKAN Penanganan hipospadia dengan chordee adalah dengan pelepasan chordee dan restrukturisasi lubang meatus melalui pembedahan. kosmetik penis sehingga fungsi miksi dan fungsi seksual normal (ereksi lurus dan pancaran ejakulasi kuat) 2. penoskrotal (pada pertemuan ventral penis dan skotum). subkoronal. Hipospadia medius terdiri atas: midshaft. dan perineal (pada perineum). Tujuan fungsional operasi hipospadia adalah. Berdasarkan letak muara stelah dilakukan koreksi chordee. terxdiri dari. Hipospadia posterior. yaitu biasanya sekitar usia 2 tahun. Chordee dapat juga terjadi tanpa hipospadia. 1. 3. dan penis distal 2. skotal.

misalnya pada skrotum dapat berupa undescensus testis. Selain itu jika hipospadia ini tidak dioperasi. Intinya tipe hipospadia yang letak lubang air seninya lebih kearah proksimal (jauh dari tempat semestinya) biasanya diikuti dengan penis yang bengkok dan kelainan lain di skrotum atau sisa kulit yang sulit di”tarik” pada saat dilakukan operasi pembuatan uretra (saluran kencing).Tindakan operasi harus dilakukan sebelum anak memasuki usia sekolah. mikrophallus dan torsi penile. Pada penis berupa propenil skrotum. terutama untuk hipospadia tipe distal. Tipe hipospadia proksimal seringkali di ikuti dengan kelainankelainan yang berat seperti korda yang berat. Dokter akan menentukan tehnik operasi yang terbaik. Selain penis tidak dapat tegak dan lurus (pada hipospadia penis bengkok akibat adanya chordae). memobilisasi kulit dan preputium untuk menutup bagian ventral / bawah penis. maka one stage urethroplasty nyaris tidak dapat dilakukan. malrotasi renal. lubang keluar sperma terletak dibagian bawah. tipe distal ini yang meatusnya letak anterior atau yang middle. Operasi Hipospadia dua tahap. Sehingga banyak dokter lebih memilih untuk melakukan 2 tahap.. disgenesis testis dan hidrokele. sedang kelainan ginjal dan ureter berupa fused kidney. monorchidism. Operasi hipospadia satu tahap (ONE STAGE URETHROPLASTY) adalah tehnik operasi sederhana yang sering dapat digunakan. Untuk tipe hipospadia proksimal yang disertai dengan kelainan yang jauh lebih berat. Diharapkan anak tidak malu dengan keadaannya setelah tahu bahwa anak laki lain kalau BAK berdiri sedangkan anak pengidap hipospadia harus jongkok seperti anak perempuan (karena lubang keluar kencingnya berada di sebelahi bagi bawah penis). Meskipun sering hasilnya kurang begitu bagus untuk kelainan yang berat. Hipospadia sering disertai kelainan bawaan yang lain. maka setelah dewasa dia akan sulit untuk melakukan penetrasi / coitus. Tahap selanjutnya (tahap kedua) dilakukan uretroplasti (pembuatan saluran kencing / uretra) sesudah 6 bulan. Satu tahap maupun dua tahap dapat dilakukan sesuai dengan kelainan yang dialami oleh pasien. Sambil dilihat di gambar. tahap pertama dilakukan untuk meluruskan penis supaya posisi meatus (lubang tempat keluar kencing) nantinya letaknya lebih proksimal (lebih mendekati letak yang normal). 9 . duplex dan refluk ureter. globuler glans yang bengkok kearah ventral (bawah) dengan dorsal skin hood dan propenil bifid scrotum (saya agak kesulitan mencari istilah awam untuk istilah medis diatas). Kelainan yang seperti ini biasanya harus dilakukan 2 tahap.

2. 5. yang dapat mengakibatkan infeksi saluran kencing berulang atau pembentukan batu saat pubertas. perawatan paska operasi adalah tindakan yang amat sangat penting. merupakan komplikasi yang tersering dan ini digunakan sebagai parameter untuk menilai keberhasilan operasi. pada proksimal anastomosis yang kemungkinan disebabkan oleh angulasi dari anastomosis. Biasanya pada lubang kencing baru (post uretroplasty) masih dilindungi dengan kateter sampai luka betul-betul menyembuh dan dapat dialiri oleh air kencing. terjadi pada pembentukan neouretra yang terlalu lebar. Tahapan penyembuhan biasanya kateter diatas di non fungsikan terlebih dulu sampai seorang dokter yakin betul bahwa hasil uretroplasty nya dapat berfungsi dengan baik. Setelah menjalani operasi. selain komplikasi fistula uretrokutaneus perlu diteliti kosmetik dan ‘stream’ (pancaran kencing) untuk melihat adanya stenosis. Residual chordee/rekuren chordee. Pada prosedur operasi satu tahap saat ini angka kejadian yang dapat diterima adalah 5-10% . 6. yang biasanya dicegah dengan balut tekan selama 2 sampai 3 hari paska operasi. Rambut dalam uretra. 10 .Secara umum tekniknya terbagi menjadi operasi satu tahap dan multi tahap. Operasi perbaikan komplikasi fistula dilakukan 6 bulan paska operasi yang pertama. Baru setelah itu kateter dilepas. 3. Komplikasi paska operasi yang terjadi : 1. Untuk menilai hasil operasi hipospadia yang baik. akibat dari rilis korde yang tidak sempurna. Ditanyakan juga apakah ada riwayat terkena asma. Sebelum anak di operasi. atau adanya stenosis meatal yang mengakibatkan dilatasi yang lanjut. dimana tidak melakukan ereksi artifisial saat operasi atau pembentukan skar yang berlebihan di ventral penis walaupun sangat jarang. juga terbentuknya hematom/ kumpulan darah dibawah kulit. 4. Striktur. maka ronsen toraks (paru jantung) juga dikerjakan. Di bagian supra pubik (bawah perut) dipasang juga kateter yang langsung menuju kandung kemih untuk mengalirkan air kencing. Edema/pembengkakan yang terjadi akibat reaksi jaringan besarnya dapat bervariasi. selain prosedur-prosedur yang biasa dilakukan sebelum operasi. Orang tua harus dengan seksama memperhatikan instruksi dari dokter bedah yang mengoperasi. Divertikulum. dokter akan memeriksa dulu kondisi si anak. striktur dan divertikel. Fitula uretrokutan. Untuk operasi anak-anak.

EPISPADIA Epispadia adalah suatu anomaly congenital yaitu uretra terletak pada permukaan dorsal penis. Meatus uretra meluas. 11 . dan perluasan alur dorsal dari meatus terletak di bawah glans. sehingga bayi dengan epispadia juga tidak boleh disirkumsisi. dan penopubis (pada pertemuan antara penis dan pubis).batuk pilek. Penis pipih dan kecil dan mungkin akan melengkung ke dorsal akibat adanya chordee. Prepusium menggantung dari sisi ventral penis. tetapi juga disertai anomaly saluran kemih. penis (antara simfisis fubis dan sulkus koronarius). Glandular (pada glans bagian dorsal). Keadaan ini biasanya tidak terjadi sendirian. TBC. Kalau si anak dinilai masih kurang sehat tentu saja keadaan umum nya harus diperbaiki dahulu. epispadia diklasifikasikan berdasarkan lertak meatus kemih disepanjang batang penis. dan memperluas uretra ke glans. Perbaikan dengan pembedahan dilakukan untuk memperbaiki inkontinensia. Inkontinensia timbul pada epispadia penopubis (95%) dan penis (75%) karena perkembangan yang salah dari spingter urinarius. membuang chordee. Prepusium digunakan dalam proses rekontruksi. PENYULIT Penyulit yang dapat terjadi setelah operasi hipospadia adalah: Fistula uretrokutan Stensis meatus uretra Stiktura uretra Korde ya ng belum sepenuhnya terkoreksi Dan timbulnya divertikel uretra 2. Insidens epispadia yang lengkap sekitar 1 dalm 120.000 laki-laki.

maka cairan smegma. dapat terjadi pada penis yang belum disunat (disirkumsisi) atau telah disirkumsisi namun hasil sirkumsisinya kurang baik. lapis bagian dalam preputium melekat pada glans penis. namun seiring bertambahnya usia serta diproduksinya hormon dan faktor pertumbuhan. Sewaktu akan kencing. Kadangkala perlekatan cukup luas sehingga hanya bagian lubang untuk berkemih (meatus urethra externus) yang terbuka. terjadi proses keratinisasi lapisan epitel dan deskuamasi antara glans penis dan lapis bagian dalam preputium sehingga akhirnya kulit preputium terpisah dari glans penis. anak menjadi rewel dan yang terlihat adalah kulit kulup terbelit dan menggelembung. namun kejadiannya tersering pada masa bayi dan remaja. bahkan sampai masa remaja. Sebaliknya. Sebenarnya yang berbahaya bukanlah fimosis itu sendiri. FIMOSIS Fimosis adalah keadaan di mana kulit penis (preputium) melekat pada bagian kepala penis (glans) dan mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran air seni. Fimosis dan parafimosis dapat terjadi pada laki-laki semua usia. Biasanya yang diserang adalah bagian ujung penis. yang biasanya mengumpul di antara kulit kulup dan kepala penis akan tertimbun di tempat itu. sehingga disebut infeksi ujung penis atau balanitis. yaitu cairan putih kental. Pada fimosis. Infeksi ini memang dapat menjalar ke ginjal dan menimbulkan kerusakan pada ginjal. melainkan kemungkinan timbulnya infeksi pada saluran air seni (ureter) kiri dan kanan. kemudian ke ginjal. Fimosis kongenital (fimosis fisiologis) timbul sejak lahir sebenarnya merupakan kondisi normal pada anak-anak. sehingga mudah sekali terjadi infeksi.3. Fimosis dan parafimosis yang didiagnosis secara klinis ini. Suatu penelitian mendapatkan bahwa hanya 4% bayi yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis pada saat lahir. Parafimosis merupakan kondisi dimana kulit preputium setelah ditarik ke belakang batang penis tidak dapat dikembalikan ke posisi semula ke depan batang penis sehingga penis menjadi terjepit. namun mencapai 90% pada saat usia 3 tahun dan hanya 12 . Apabila preputium melekat pada glans penis. sehingga bayi dan anak jadi kesulitan dan kesakitan saat kencing. Kulit preputium selalu melekat erat pada glans penis dan tidak dapat ditarik ke belakang pada saat lahir.

selama 4-6 minggu. Hanya diperlukan penjelasan dan pengertian mengenai fimosis kongenital yang memang normal dan lazim terjadi pada masa kanak-kanak serta menjaga kebersihan alat kelamin dengan secara rutin membersihkannya tanpa penarikan kulit preputium secara berlebihan ke belakang batang penis dan mengembalikan kembali kulit preputium ke depan batang penis setiap selesai membersihkan. atau penarikan berlebihan kulit preputium (forceful retraction) pada fimosis kongenital yang akan menyebabkan pembentukkan jaringan ikat (fibrosis) dekat bagian kulit preputium yang membuka. fimosis yang sebenarnya. true phimosis) timbul kemudian setelah lahir. Fimosis didapat (fimosis patologik. jika fimosis menyebabkan hambatan aliran air seni. Fimosis kongenital seyogianya dibiarkan saja.Penggunaan krim steroid topikal yang dioleskan pada kulit preputium 1 atau 2 kali sehari. Fimosis kongenital seringkali menimbulkan fenomena ballooning. penelitian lain mendapatkan hanya 20% dari 200 anak laki-laki berusia 5-13 tahun yang seluruh kulit preputiumnya dapat ditarik ke belakang penis. buang air kecil berdarah (hematuria). Upaya untuk membersihkan alat kelamin dengan menarik kulit preputium secara berlebihan ke belakang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan luka. atau nyeri preputium. fimosis bukan merupakan kasus gawat darurat. juga 13 . fimosis didapat. dan tanpa adanya fimosis patologik. Indikasi medis utama dilakukannya tindakan sirkumsisi pada anak-anak adalah fimosis patologik. Fenomena ini akan hilang dengan sendirinya. Hal ini berkaitan dengan kebersihan (higiene) alat kelamin yang buruk. yakni kulit preputium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran air seni tidak diimbangi besarnya lubang di ujung preputium. Walaupun demikian. Walaupun demikian.1% laki-laki berusia 17 tahun yang masih mengalami fimosis kongenital. tidak selalu menunjukkan adanya hambatan (obstruksi) air seni. Seiring dengan berjalannya waktu. bahkan parafimosis. perlekatan antara lapis bagian dalam kulit preputium dan glans penis akan lepas dengan sendirinya. diperlukan tindakan sirkumsisi (membuang sebagian atau seluruh bagian kulit preputium) atau teknik bedah plastik lainnya seperti preputioplasty (memperlebar bukaan kulit preputium tanpa memotongnya). peradangan kronik glans penis dan kulit preputium (balanoposthitis kronik). kecuali bila terdapat alasan agama dan/atau sosial untuk disirkumsisi. Selama tidak terdapat hambatan aliran air seni.

glans penis terbuka seluruhnya. selanjutnya diperlukan tindakan sirkumsisi secara berencana oleh karena kondisi parafimosis tersebut dapat berulang atau kambuh kembali. Jarang diperlukan tindakan sirkumsisi darurat untuk mengatasi parafimosis. dapat menyebabkan parafimosis. setelah memastikan bahwa tidak ada benda asing seperti karet atau benang yang menyebabkan penis terjepit. Upaya untuk menarik kulit preputium ke belakang batang penis. akan terjadi fenomena “balloning” yaitu preputium mengembang saat berkemih karena desakan pancaran urine tidak diimbangi besarnya lubang di ujung preputium. preputium dapat ditarik ke belakang. dokter akan berupaya mengembalikan kulit preputium ke posisinya secara manual dengan tangan atau melalui prosedur invasif dengan bantuan obat bius (anestesi) dan penenang (sedasi). 4.efektif dalam tatalaksana fimosis. Jepitan sebaiknya segera dibebaskan agar tidak terjadi kerusakan yang bersifat permanen. Pada kondisi ini. Kondisi ini berbahaya karena risiko pembendungan aliran darah dan menyebabkan edema penis. Pada kondisi ini. Namun jika fimosis telah membaik. Oleh karena itu. bahkan kematian jaringan penis dapat terjadi akibat hambatan aliran darah pembuluh nadi yang menuju glans penis. tetapi justru preputium tidak bisa kembali ke depan dan menjepit penis. terutama yang berlebihan namun gagal untuk mengembalikannya lagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat memasang selang untuk berkemih (kateter). Kulit preptium yang tidak bisa kembali ke depan batang penis akan menjepit penis sehingga menimbulkan bendungan aliran darah dan pembengkakan (edema) glans penis dan preputium. PARAFIMOSIS Berlainan dengan fimosis. 14 . Bisa juga terjadi lubang di ujung preputium sempit sehingga tidak bisa ditarik mundur dan glans penis sama sekali tidak bisa dilihat. Walaupun demikian. kulit preputium harus ditarik dan dikembalikan lagi ke posisi semula pada saat mandi dan setelah berkemih untuk mencegah kekambuhan fimosis. kebersihan alat kelamin tetap dijaga. Kadang hanya tersisa lubang kecil di ujung preputium. parafimosis merupakan kasus gawat darurat. setelah parafimosis diatasi secara darurat.

5. Setelah peradangan mereda. teraba jaringan keras(fibrus) tunggal ataupun berupa plak multiple pada tunika albugenia. Hasil anamnesis pada pasien penyakit peyroni menyebutkan bahwa sebelumnya mereka mengalami trauma pada penis yang berulang pada saat senggama. sedangkan pada saat tidak ereksi nyeri menghilang. ETIOLOGI Penyebab yang pasti dari penyakit ini belum diketahui. Pada saat pemeriksaan. tetapi secara histofatologi plak itu mirip dengan vaskulitis pada kontrantur dupuytren yang disebabkan oleh reaksi imunologi. rasa nyeri berkemih membaik. lebih baik dilakukan sirkumsisi agar peradangan dan kesulitan berkemih tidak terulang lagi.Kadang terjadi peradangan pada preputium sampai tidak bisa berkemih. Akibat nyeri dan angulasi ini kemampuan penetrasi ke vagina menjadi berkurang. PEYRONI Penyakit peyroni adalah didapatkannya plaque atau indurasi pada tunika albugenia corpus cavernosum penis sehingga menyebabkan terjadinya angulasi (pembengkokan) batang penis pada saat ereksi. 15 . Dokter bisa melakukan tindakan dilatasi (melebarkan lubang preputium) agar proses berkemih lancar. [ada kasus yang berat dapat teraba kalsifikasi sehingga dapat terlihat pada pemeriksaan foto polos penis. GAMBARAN KLINIS Pasien mengeluh nyeri dan terjadi angulasi atau penis bengkok pada saat ereksi.

Indikasi operasi adalah pada penyakit peyroni adalah deformitas penis yang mengganggu senggma atau disfungsi ereksi akibat peyroni. 16 . mulai dari eksisi plak kemudian tandur kulit atau cara Nesbitt. Saat operasi ditentukan jika penyakit telah stabil atau matang. Dapat dicoba dengan pemberian tamoxifen 20 mg dua kali sehari selama 6 minggu. Nyeri yang brkepanjangan dapat diberikan vitamin E 200mg tiga kali sehari. dam selanjutnya defek yang terjadi dijahit dengan benang tidak diserap. Tanpa terapi 50 % penyakit ini dapat mengalami remisi sponta setelah observasi selama 1 tahun. Untuk mencegah aktifitas fibroblas dapat dicegah dengan pemberian colchicine atau verapamil. Pasca operasi sering terjadi pemendekan dari penis. antara lain: sudah tidak ada nyeri saat ereksi Kurvatura atau deformitas penis saat ereksi sudah menetap atau stabil. Biasanya keadaan itu dicapai setelah 12 sampai 18 bulan sejak awal timbulnya penyakit. Jika menunjukkan respon yang baik pengobatan ditreuskan sampai 6 bulan. Banyak teknik operasi yang dikerjakan hingga kini. Pemberian potasium aminobenzoat tidak menyenangkan karena banyak menimbulkan efek samping. Operasi. Nesbitt melakukan eksisi oval pada konveksitas tunika albugenia.TERAPI Konservatif.

keadaan ini disebut sebagai testis ektopik. testis tersesat (keluar) dari jalur yang normal. TESTIS MALDESENSUS Pada masa janin testis berada di rongga abdomen dan beberapa saat sebelum bayi dilahirkan. testis yang letaknya abnormal jarang dapat mengalami desendus testis secara spontan. proses desensus testikulorum tidak berjalan dengan baik sehingga testis tidak berada di dalam kantong skrotum (maldesensus). ETIOLOGI Testis maldesensus dapat terjadi karena adanya kelainan pada: 1. ANGKA KEJADIAN Angka kejadian kriptorkismus pada bayi perematur kurang lebih 30% yaitu 10 kali lebih banyak daripada bayi cukup bulan (3%). keadaan ini disebut kriptorkismus. dorongan dari tekanan intraabdominal Oleh karena suatu hal. testis mengalami desensus testikulorum atau turun kedalam kantung skrotum. adanya tarikan dari gubernakulum testis daan refleks dari otot kremaster 2. antara lain : 1. Dengan bertambahnya usia. suprapubik. di luar kanalis inguinalis yaitu diantara aponeoresis obligus ekternus dan jaringan subkutan. atau pada proses desensus. atau di regio femoral.KELAINAN TESTIS 1. Dalam hal ini mungki testis tidak mampu mencapai skrotum tapi masih berada pada jalurnya yang normal. Diduga ada beberapa faktor yang mempengaruhi turunnya testis kedalam skrotum. sehingga pada usia 1 tahun. testis mengalami desendus secara spontan . Gubernakulum testis 17 . Perbedaan pertumbuhan gubernakulum dengan pertumbuhan badan 3. Testik ektopik mungkin berada di perineal. Testis yang belum turun ke kantung skrotum dan masih berda di jalurnya mungkin terletak di kanalis inguinalis atau di rongga abdomen yaitu terletak di antara fossa renalis dan anulus inguinalis ekternus.

Pada palpasi. hal ini mengakibatkan kerusakan sel-sel epitel germinal testis. Pada saat melakukan palpasi untuk mencari keberadaan testis. mengalami torsio. Kadang-kadang merasa adan benjolan di perut bagian bawah yang disebabkan testis maldensensus mengalami trauma. Pada usia 2 tahun. atau berubah menjadi tumor testis. Kelainan intrinsik testis 3. sebanyak 1/5 bagian dari sel-sel germinla testis telah mengalami kerusakan. sehingga testis abdominal selalu mendapat suhu yang lebih tinggi daripada testis normal. jari tangan pemeriksa harus dalam keadaan hangat. maka potensi seksual tidak mengalami gangguan. dan lebih mudah mengalami degenerasi maligna. antara lain : 18 . GAMBARAN KLINIS Pasien biasanya dibawa berobat ke dokter karena orang tuanya tidak menjumpai testis dikantung skrotum. harus dibedakan dengan anorkismus bilateral (tidak mempunyai testis).2. testis testis tidak teraba di kantung skrotum melainkan berada di inguinal atau di tempat lain. Karena sel-sel leydig sebagai penghasil hormon androgen tidak ikut rusak. sedangkan pasien dewasa mengeluh karena infertilitas yaitu belum mempunyai anak setelah kawin beberapa tahun. Inspeksi pada regio skrotum terlihat hipopplasia kulit skrotum karena tidak pernah ditempati oleh testis. sedangkan pada usia 3 tahun hanya 1/3 sel-sel germinal yang masih normal. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan hormonal. Kerusakan ini makin lama makin progresif dan akhirnya testis menjadi mengecil. Jika kedua buah testis tidak diketetahui tempatnya. Akibat lain yang ditimbulkan dari letak testis yang tidak berada di skotum adalah mudah terpelintir (torsio). mudah terkena trauma. Defisiensi hormon gonadotropin yang memacu proses desendus testis PATOFISIOLOGI DAN FATOGNESIS Suhu di dalam rongga abdomen ± 1ºC lebih tinggi dari pada suhu di dalam skrotum.

Hal ini bisa terjadi secara spontan secara kongenital memang tidak terbentuk testis atau testis yang mengalami atrofi akibat torsio in utero atau torsio pada neonatus. Hal ini disebut sebagai testis rettraktil atau kriptorkismus fisiologi dan kelainan ini tidak perlu diobati. apalagi testis yang letaknya i ntra abdominal dan pada pasien yang gemuk. Pemakaian ultrasonografi untuk mencari letak testis sering kali tidak banyak manfaatnya sehingga jarang dikerjakan. dan tentunya laparoskopi ini lebih dianjurkan daripada melakukan ekplorasi melali pembedahan terbuka DIAGNOSIS BANDING Seringkali dijumpai testis yang biasanya berada di kantung skrotum tiba-tiba berada didaerah inguinal dan pada keadaan lain kembali ke tempat semula. testis tidak dapat turun sendiri setelah usia 1 tahun sedangkan setelah 2 tahun terjadi kerusakan testis yang cukup bermakna. Pemeriksaan flebografi selektif adalah usaha untuk mencari keberadaan testis secara tidak langsung. Untuk itu diperlukan bantuan beberapa saran penunjang. maka saat yang tepat untuk melakukan terapi adalah pada usia 1 tahun. baik secara medikomentosa maupun pembedahan. Jika tidak didapatkan pleksus pampiniformis kemungkinan testis memang tidak pernah ada Melalui laparoskopi dicari kberadaan testis mulai dari fossa reanalis hingga anulus internis. yaitu dengan mencari keberadaan pleksus pampiniformis. Selain itu maldesensus testis perlu dibedakan dengan anorkismus yaitu testis memang tidak ada. TINDAKAN Pada prinsipnya testis yang tidak berada di skrotum harus harus diturunkan ke tempatnya. Dengan asumsi bahwa jika dibiarkan.- Hormon testosteron Uji dengan pemberian hormon hCG (human chorionic gonadotropin) Keberadaan testis sering kali sulit ditentukan. di antaranya adalah flebografi selektif atau diagnostik laparoskopi. atau setelah melakukan fisik. Keadaan ini terjadi karena reflek otot kremaster ynag terlalu kuat akibat cuaca dingin. 19 .

testis dan epididimis dikelilingi oleh tunika vaginalis yang terdiri darti 2 lapis. sedangkan pada kelainan uniteral hasilnya masih belum memuaskan. Mencegah kemungkinan terjadinya torsio testis 4. 20 . Obat yang sering dipergunakan adalah hormon hCG yang disemprotkan intranasal. ANATOMI Testis normal dibungkus oleh tunika albugenia. 2. TORSIO TESTIS Torsio testis adalah terpelintirnys funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. OPERASI Tujuan operasi pada kriptorkismus adalah: 1. Di samping itu tidak jarang janin yang masih berada di dalam uterus atau bayi baru lahir menderita torsio testis yang tidak terdiagnosis sehingga mengakibatkan kehilangan testis baik unilateral ataupun bilateraral. dan paling banyak dideruta oleh anak pada masa pubertas (12-20 tahun).MEDIKAMENTOSA Pemberian hormonal pada kriptorkismus banyak memberikan hasil terutam pada kelainan bilateral. Mempertahankan fertilitas 2. Secara psikologis mencegah terjadinya rasa rendah diri karena tidak mempunyai testis Operasi yang dikerjakan adalah orkidopeksi yaitu meletakkan testis ke dalam skrotum dengan melakukan fiksasi pada kantung sub dartos. yaitu viseralis yang langsung menempul ke testis dan di sebelah luarnya adalah lapisan parietalis yang menempel ke muskuluis dartos pada dinding skrotum. Keadaan ini diderita oleh 1 diantara 4000 pria yang berumurt kurang dari 25 tahun. Mencegah timbulnya degenerasi maligna 3. Pada permukaan anterior dan lateral. Melakukan koreksi hernia 5.

ketakutan. Beberapa keadaan yang dapat menyebabkan pergerakan yang berlebihan itu. dan iskemia. dan tunika vaginalis mudah sekali bergerak dan memungkinkan untuk terpelintir pada sumbu funikulus spermatikus. Tunika vaginalis yang seharusnya mengelilingi sebagian dari testis pada permukaan anterior dan lateral testis. epididimis. batuk. Nyeri dapat menjalar ke daerah inguinal atau perut sebelah bawah sehingga jika tidak diwaspadai 21 . pada kelainan ini tunika mengelilingi seluruh permukaan testis sehingga mencegah insersi epididimis ke dinding skrotum. Terpeluntirnya funikulus spermatikus menyebabkan obstruksi aliran darah testis sehingga testis mengalami hipoksia. celana yang terlalu ketat.Pada masa janin dan neonates lapisan parietal yang menempel pada muskulus dartos masih belum banyak jaringan penyanggahnya sehingga testis. Adanya kelainan sistem penyanggah testis menyebabkan testis dapat mengalami torsio jika bergerak secara berlebihan.defekasi atau trauma yang mengenai skrotum. Terpelintirnya testis pada keadaan ini disebut torsio testis exstravaginal. Terjadinya torsio testis pada masa remaja banyak dikaitkan dengan kelainan sistem penyanggah testis. Kelainan ini dikenal sebagai anomaly bell clapper. PATOGENESIS Secara fisiologis otot kremaster berfungsi menggerakan testis mendekati dan menjauhi rongga abdomen guna mempertahankan suhu ideal untuk testis. Keadaan ini menyebabkan testis dan epididimis dengan mudahnya bergerak di kantung tunika vaginalis dan menggantung pada funikulus spermatikus. Keadaan ini akan memudahkan testis mengalami torsio intravaginal.edema testis. Keadaan itu dikenal sebagai akut skrotum. Pada akhirnya testis akan mengalami nekrosis. latihan yang berlebihan. GAMBARAN KLINIS Pasien mengeluh nyeri hebat didaerah skrotum. antara lain adalah perubahan suhu yang mendadak (seperti pada saat berenang). yang sifatnya mendadak dan diikuti pembengkakan pada testis.

Pemeriksaan sidimen urine tidak menunjukan adanya leukosit dalam urine dan pemeriksaan darah tidak menunjukan tanda inflamasi. Nyeri skrotum akut biasanya disertai dengan kenaikan suhu tubuh. ada riwayat coitus suspectus (dengan melakukan senggama dengan bukan isterinya) atau pernah menjalani kateterisasi uretra sebelumnya. terjadi peningkatan aliran darah ke testis. Pada bayi gejalanya tidak khas yakni gelisah.sering dikacaukan dengan apendisitis akut. keluarnya nanah dari uretra. pada epididimis akut kadang nyeri akan berkurang sedangkan pada torsio testis nyeri tetap ada. Epididimitis akut. Pada pemeriksaan fisis. yang biasanya didahului dengan anamnesis didapatkan benjolan yang dapat keluar dan masuk kedalam skrotum. Hidrokel terinfeksi. Penyakit ini secara klinis sulit dibedakan dengan torsio testis. Hernia skrotalis inkarserata. kecuali pada torsio testis yang sudah lama dan telah mengalami keradangan steril. rewel atau tidak mau menyusui. Pada torsio testis tidak didapatkan adanya aliran darah ke testis sedangkan pada keradangan akut testis. DIAGNOSA BANDING 1. dapat diraba adanya lilitan atau penebalan funikulus spermatikus. dengan anemesis sebelumnya sudah ada benjolan di dalam skrotum 4. Benjolan tidak dirasakan nyeri kecuali terjadi perdarahan dalam testis 22 . testis membengkak. Tumor testis. Jika dilakukan elevasi (pengangkatan) testis. 2. Pemeriksaan penunjang yang berguna untuk membedakan torsio testis dengan keadaan akut skrotum yang lain adalah dengan memakai: stetoskop Doppler. letaknya lebih tinggi dan lebih horizontal daripada testis sisi kontralateral.dan sintigrafi testis yang kesemuanya bertujuan menilai adanya aliran darah ketestis. ultrasonografi Doppler. Keadaan ini biasanya tidak disertai dengan demam. 3. Pasien epididimis akut biasanya berumur lebih dari 20 tahun dan pada pemeriksaan sedimen urine didapatkan adanya leukosituria atau bakteriuria. Kadang-kadang pada torsio testis yang baru saja terjadi.

TERAPI Detorsi Manual. kelainan jantung. Edema skrotum yang dapat disebabkan oleh hipoproteinemia. adanya pembuntuan saluran limfe inguinal. kelainan-kelainan yang tidak diketahui sebabnya. Testis yang telah mengalami nekrosis jika tetap di biarkan di salam skrotum akan merangsang terbentuknya antibodi antisperma sehingga mengurangi kemampuan fertilitas di kemudian hari.filariasis. sedangkan pada testis yang sudah mengalami nekrosis dilakukan pengangkatan testi (orkidektomi) dan kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontra lateral. 23 . yaitu dengan jalan memutar testis ke aarah berlawanan dengan arah torsio. Dotorsi manual adalah mengembalikan posisi testis ke asalnya. Hilangnya nyeri setelah detorsi menandakan bahwa detorsi telah berhasil. kemudian jika tidak terjadi perubahan.5. Jika testis masih hidup. OPERASI Tindakan operasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan posisi testis pada arah yang benar (reposisi) dan setelah itu dilakukan penilaian apakah testis yang mengalami torsio masih viabel (hidup) atau sudah mengalami nekrosis. Karena arah torsio biasanya ke medial maka dianjurkan untuk memutar testis ke arah lateral dahulu. Jika detorsi telah behasil operasi harus tetap dilaksanakan. Orkidopeksi dilakukan dengan mempergunakan benang yang tidak diserap pada tiga tempat untuk mencegah agar testis tidak terpelintir kembali. dicoba detorsi ke arah medial. dilakukan orkidopeksi (fiksasi testis) pada tunuka dartos kemudian disusul orkidopeksi pada testis kontra lateral.

sehingga bayi dan anak jadi kesulitan dan kesakitan saat kencing. 24 . 5. Torsio testis adalah terpelintirnys funikulus spermatikus yang berakibat terjadinya gangguan aliran darah pada testis. Epispadia adalah suatu anomaly congenital yaitu uretra terletak pada permukaan dorsal penis. Keadaan ini diderita oleh 1 diantara 4000 pria yang berumurt kurang dari 25 tahun. Upaya untuk menarik kulit preputium ke belakang batang penis. Penyakit peyroni adalah didapatkannya plaque atau indurasi pada tunika albugenia corpus cavernosum penis sehingga menyebabkan terjadinya angulasi (pembengkokan) batang penis pada saat ereksi. 2. dan paling banyak dideruta oleh anak pada masa pubertas (12-20 tahun). keadaan ini disebut sebagai testis ektopik. Fimosis adalah keadaan di mana kulit penis (preputium) melekat pada bagian kepala penis (glans) dan mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran air seni. Testis tidak mampu mencapai skrotum tapi masih berada pada jalurnya yang normal. 4. 3. Prepusium tidak ada pada sisi ventral dan menyerupai topi yang menutupi sisi dorsal glans. Hipospadia terjadi bila penyatuan di garis tengah lipatan tidak lengkap sehingga meatus uretra terbuka pada sisi ventral penis. 6. Berlainan dengan fimosis. 7. terutama yang berlebihan namun gagal untuk mengembalikannya lagi ke depan manakala sedang membersihkan glans penis atau saat memasang selang untuk berkemih (kateter). keadaan ini disebut kriptorkismus.KESIMPULAN 1. testis tersesat (keluar) dari jalur yang normal. atau pada proses desensus. parafimosis merupakan kasus gawat darurat. dapat menyebabkan parafimosis.

Dasar-dasar Urologi. Sagung Seto. Jakarta: CV.com/Artikel>Pria dan kesehatan reproduksi . Cetakan 4. 2008 4. Purnomo. Wilson. Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses Penyakit. dkk. Farmakologi dan Terapi. 2. Lorraine M. Amir Syarif. Edisi 6.DAFTAR PUSTAKA 1. http://medicastore. 3. Volume 2. Jakarta: Departemen Farmakologi dan Terapeutik FKUI.html 25 . Basuki B. 2007. Jakarta: EGC. 2006.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful