PENGUKURAN SIKAP DAN NILAI PELANGGAN

Dr. Suliyanto, SE, MM

ISTILAH-ISTILAH
Personality (Kepribadian)  Disposition (Watak)/Character (Karakter)  Temprament (Tempramen)  Traits (Sifat)  Habit (Kebiasaan)  Attitude (Sikap)

DEFINISI SIKAP

Ekspresi dari seseorang yang menunjukkan apakah seseorang menginginkan atau tidak menginginkan suatu obyek.  Contoh: Thp Merek, Thp Jasa, Thp Perusahaan, Thp Pengecer, dll.

CIRI-CIRI SIKAP
Bersifat khas.  Konsisten dan berjangka waktu yang lama.  Tetapi, dapat berubah.

Bagaimana mengukur sikap ?
Sikap tidak dapat diukur secara langsung.  Sikap diukur dengan cara mendengar apa yang dikatakan orang, atau dengan melihat apa yang dilakukan orang.

TEORI KEPRIBADIAN Teori Psycoanalitic.  Teori Sosial Neo-Psycoanalitic.  Teori Trait dan Faktor.  .

   ID adalah prinsip kesenangan. Superego selalu berusaha menekan dorongan-dorongan Id. . yaitu ID. kemampuan merasa dan berbuat secara normal. membunuh dan sebagainya. akibatnya akan selalu terjadi saling tekan antara dorongan Id dan dorongan Superego. Ego dan Superego. yang bertujuan memuaskan semua dorongan primitif. Superego berisi dorongan untuk berbuat kebajikan. sehingga tidak ada satupun yang sangat dominan.TEORI PSYCOANALYTIC  Jiwa manusia dibagi kedalam tiga sistem.  Seseorang dimana dorongan Id-Nya dan dorongn Superegonya berada dalam kondisi berimbang. maka orang tersebut memiliki kemampuan berfikir. dorongan untuk mengikuti norma-norma masyarakat. dorongan hawa nafsu seksual. Kedua sistem yang saling tekan itu dijaga keseimbangannyaoleh ego.

ILUSTRASI TEORI PSYCOANALYTIC ID EGO SUPER EGO .

PENERAPAN PSYCOANALYTIC TEORI .

.

Teori Sosial-Neo Psycoanalitic  Karen Horney’s CAD Theory Menggunakan konteks hubungan orang tua dan anaknya. keinginan untuk menolak aturan. mandiri dan kebebasan dari segala kewajiban. . dibutuhkan.  Detached Personality – orang yang senantiasa mencari kebebasan. bersaing dengan yang lain.  Aggressive Personality – orang yang memiliki keinginan untuk melawan. Seseorang dapat dikelompokan menjadi:  Compliant Personality – orang yang memiliki keinginan untuk dicintai. dan dihargai oleh orang lain.

Teori Trait dan Faktor Konsep Trait didasari oleh tiga asumsi.yaitu:  Individu memiliki kecenderungan prilaku yang stabil.  .

Menjalin hubungan dengan sesama dan juga dominan dalam lingkungannya. Tertarik dengan banyak hal. tantangan dan mudah bosan.  Mudah termotivasi oleh perubahan. Energik.  Dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial. . Memiliki emosi yang positif. variasi dalam hidup.  Dapat lebih cepat berteman daripada seseorang yang memiliki tingkat extraversion yang rendah.Extraversion (E)          Memiliki antusiasme yang tinggi. Ambisius Workaholic juga ramah terhadap orang lain. Senang bergaul. Memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul.

 Forgiving. dan penyayang.  Memiliki kepribadian yang selalu mengalah.  Menghindari konflik dan memiliki kecenderungan untuk mengikuti orang lain.  Suka membantu.Agreeableness (A)  Agreebleness dapat disebut juga social adaptibility atau likability yang mengindikasikan seseorang yang ramah. .  Sedangkan orang-orang dengan tingkat agreeableness yang rendah cenderung untuk lebih agresif dan kurang kooperatif.

Selain memiliki kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomitmen. depresi. mereka juga memiliki tingkat self esteem yang rendah. rasa marah. Individu yang memiliki nilai atau skor yang tinggi di neuroticism adalah kepribadian yang mudah mengalami kecemasan. Seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang rendah cenderung akan lebih gembira dan puas terhadap hidup dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat neuroticism yang tinggi. . Secara emosional mereka labil.Neuroticism (N)      Neuroticism menggambarkan seseorang yang memiliki masalah dengan emosi yang negatif seperti rasa khawatir dan rasa tidak aman. dan memiliki kecenderungan emotionally reactive.

Openness (O)  Openness mempunyai ciri mudah bertoleransi. dan keamanan bersama.  Seseorang dengan tingkat openness yang tinggi digambarkan sebagai seseorang yang memiliki nilai imajinasi. memiliki rasa ingin tahu. konservatif dan tidak menyukai adanya perubahan. Pencapaian kreatifitas lebih banyak pada orang yang memiliki tingkat openness yang tinggi dan tingkat agreeableness yang rendah.  Pemikiran dan impulsivitas. dan a world of beauty. atau terbuka terhadap pengalaman lebih mudah untuk mendapatkan solusi untuk suatu masalah. Openness dapat membangun pertumbuhan pribadi. kemudian skor openess yang rendah juga menggambarkan pribadi yang mempunyai pemikiran yang sempit. Sedangkan seseorang yang memiliki tingkat openness yang rendah memiliki nilai kebersihan.  Kapasitas untuk menyerap informasi. kepatuhan. . broadmindedness.  Menjadi sangat fokus dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan. Seseorang yang kreatif.

impulse control. Tingkat conscien. terorganisir. dan memprioritaskan tugas. terencana. Orang-orang tersebut biasanya digambarkan oleh teman-teman mereka sebagai seseorang yang well-organize.. tidak terarah serta mudah teralih perhatiannya.   . Di sisi negatifnya trait kepribadian ini menjadi sangat perfeksionis.Conscientiousness (C)  Conscientiousness dapat disebut juga dependability. membosankan. Seseorang yang conscientious memiliki nilai kebersihan dan ambisi. kompulsif. Tingkat conscientiousness yang rendah menunjukan sikap ceroboh. workaholic. dan will to achieve. mengikuti peraturan dan norma.. yang menggambarkan perbedaan keteraturan dan self discipline seseorang. berpikir sebelum bertindak. menunda kepuasan. tepat waktu. Conscientiousness mendeskripsikan kontrol terhadap lingkungan sosial. dan ambisius.

1. 3. Attitude toward the ad model. Multiatribute attitude Model. 2. Tricomponent attitude Model.MODEL-MODEL SIKAP STRUKTURAL Model-model sikap digunakan untuk menjelaskan komposisi pembentuk sikap agar dapat menjelaskan atau memprediksi tingkah laku dengan baik. Trying to consume model. 4. .

SKALA EVALUASI UNTUK MENILAI SIKAP Dibandingkan dengan perusahaan penerbangan lain. penerbangan dengan Delta air line. Bagus Positif Menarik Senang □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ Jelek Negatif Tdk Menarik Tdk Senang .

Rilex Bosan Kesepian Tertekan □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ □ Sama Sekali Tidak Sama Sekali Tidak Sama Sekali Tidak Sama Sekali Tidak .SKALA EVALUASI UNTUK MENGUKUR PERASAAN DAN EMOSI Bagimana perasaan anda setelah melakukan penerbangan dengan Delta air line.

________ Saya tidak akan menggunakan . ________ Saya pasti akan menggunakan ________ Saya mungkin akan menggunakan ________ Saya Ragu-ragu apakah saya akan menggunakan atau tidak.SKALA EVALUASI UNTUK MENGUKUR MAKSUD MEMBELI Jika saudara akan melakukan perjalanan ke luar negeri apakah anda akan menggunajan Delta Air Line?.

Attitude Toward Object 2. Theory of reason Action .Multiatribute Attitude Model. Attitude Toward Behaviour 3. dapat dikelompokan menjadi: 1. Multiatribute Attitude Model.

Attitude Toward Object Merupakan sikap seseorang terhadap sebuah obyek. yang dikenali melalui atribut-atribut yang melekat pada obyek.  Mengapa seseorang senang atau tidak senang terhadap obyek tertentu?  .

Calculating attitude from Fishbein’s model     A = overall attitude to the object bi = strength of belief that object is related to attribute i ei = evaluation or intensity of feeling towards attribute i n = number of salient beliefs A   biei i 1 n .

instrument Evaluasi:  Bagaimana pertimbangan anda terhadap DESAIN dalam membeli sepeda motor ? Sgt Tidak Penting □ □ □ □ □ □ Sangat Penting Believe:  Bagaimana penilaian anda terhadap DESAIN sepeda motor Honda ? Sgt Tidak Baik □ □ □ □ □ □ Sangat Baik .

CONTOH PERHITUNGAN SIKAP TERHADAP OBYEK ATRIBUT EVALU ASI KAWASAKI e -b -be KEPERCAYAAN YAMAHA -b -be HONDA -b -be SUZUKI -b -be Desain +3 --2 --6 -+1 -+3 -+1 -+3 -+2 -+6 Keawetan Harga Irit +3 +1 +2 -2 +3 +1 -6 +3 +2 +1 +3 +1 +3 +3 +2 +2 -2 +2 +6 -2 +4 +1 +2 -2 +3 +2 -2 Harga Jual Kembali JUMLAH +2 -2 -2 -9 +2 +4 +15 +3 +6 +17 -1 -2 +7 .

 Mengapa seseorang berperilaku positif atau negatif terhadap obyek tertentu?  .Attitude Toward Behavior Penilaian unggul terhadap suatu obyek belum tentu berguna.

Contoh:  Bagaimana sikap berperilaku saudara merek sepeda motor ? .

3. Ab   biei i 1 n .Calculating Behaviour from Fishbein’s model 1. Menghitung bobot W1 dan W2. Menghitung sikap (Ab) Menghitung Subjective Norm (SN). 2. dengan memperhatikan bobot W1 dan W2. 4. Menghitung Behavoiur (B) atau sama dengan behavoir intention (BI) yang merupakan perkalian antara Ab dengan SN.

Menghitung Sikap ATRIBUT EVALUASI KAWASAKI e -b -be KEPERCAYAAN YAMAHA -b -be HONDA -b -be SUSUKI -b -be Desain +3 --2 --6 -+1 -+3 -+2 -+6 -+2 -+6 Keawetan Harga Irit +3 +1 +2 -2 +3 +1 -6 +3 +2 +1 +3 +1 +3 +3 +2 +1 +3 +3 +3 +3 +6 +1 +2 -2 +3 +2 -2 Harga Jual Kembali JUMLAH +2 -2 -2 -11 +2 +4 +15 +3 +6 +24 -1 -2 +7 .Langkah 1.

Langkah 2. Instrument: Keluarga saya menyatakan sebaiknya saya membeli sepeda motor XXX ? Membeli □ □□□□□□ +3 +2 +1 0 -1 -2 Tdk Membeli -3 Teman saya menyatakan sebaiknya saya membeli sepeda motor XXX ? Membeli □ □□□□□□ +3 +2 +1 0 -1 -2 Tdk Membeli -3 . Menghitung Subjective Norm (SN).

Langkah 3. Instrument: Seberapa kali saudara berkeinginan untuk menuruti pendapat keluarga ? Tdk Pernah □ □□□ +2 3 Selalu 0 +1 Seberapa kali saudara berkeinginan untuk menuruti pendapat teman ? Tdk Pernah □ □□□ +2 3 Selalu 0 +1 . Menghitung Motivation to Comply (mi).

MEREK -REFERENSI MOTIV. Menghitung Subjective Norm (SN).Langkah 2. TO CMPLI KELUARGA -TEMAN -NORMA SUBJECTIVE KELUARGA TEMAN KAWASAKI YAMAHA HONDA SUZUKI -3 3 -2 1 -2 2 -1 2 3 3 3 3 1 1 1 1 -1 9 1 7 .

berapa persen pertimbangan sendiri dan berapa persen perimbangan orang lain ? _______% sendiri _______% orang lain . w1 bobot terhadap sikap w2 bobot terhadap norma subyektif Instrument: Dalam memutuskan pembelian.Langkah 4. Menghitung Bobot w1 dan w2.

60 10.00 12. MEREK Sikap Skor Sikap Bobot (w1) Norma Subyektive Skor Nirma Subyektive Bobot (w2) NORMA SUBJECTIVE KAWASAKI YAMAHA HONDA SUZUKI -9 +15 +17 7 60% 60% 60% 60% -1 9 1 7 -40% -5.60 7.00 40% 40% 40% .Langkah 2. Menghitung Subjective Norm (SN).

Model Teori Tindakan Alasan Kepercayaan Bahwa Tingkah Laku Akan Membawa Hasil Tertentu Sikap dalam Bertingkah Laku Evaluasi Dari Hasil Perhatian Tingkah Laku Kepercayaan Bahwa Referensi yang Harus/tidak Harus di Tunjukan Norma-Norma Subyektif Motivasi Untuk Mengikuti Referensi Tertentu .

NILAI PELANGGAN  Customer value adalah nilai-nilai yang diterima oleh pelanggan yang dilihat dari semua aspek nilai-nilai organisasi yang melekat dalam produk dan atau jasa yang diberikan kepada pelanggan .

 Product value.  Image value. pelanggan memperoleh jasa yang berkualitas sesuai dengan yang diharapkan. citra organisasi yang menjadi bahan pertimbangan dalam menilai kualitas pelayanan. pelanggan memperoleh produk yang berkualitas sesuai yang diharapkan.  Service value. pelanggan memperoleh layanan yang prima. .  Personnel value.

.

2. 7. 3. Menentukan atribut produk Menghitung bobot setiap atribut Menghitung persepsi kualitas Menghitung preferensi Menghitung harga yang layak Menghitung Perceived Value Menentukan harga maksimal yang layak bagi produk. 6. 4.Analisis Nilai Pelanggan 1. . 5.

Menentukan atribut produk Kemasan  Rasa  Warna  Aroma  Kesegaran  Kebersihan  Daya Tahan  Penampilan  .

MENENTUKAN BOBOT .

PERSEPSI KUALITAS ROTI A .

PERSEPSI KUALITAS ROTI B .

PERSEPSI KUALITAS ROTI C .

PERSEPSI KUALITAS ketiga Roti .

Persepsi Kualitas Ketiga Roti Skala 100 .

433  Harga Roti C = 39.33 x 43.40.359 C =31.86/33.463=Rp.43.45.355  Harga Roti B = 48.33 x 43.497 B =33.25/33.33 x 43.463 Harga Yang layak: A =34.463=Rp.854  .600 Rata-Rata Harga = 43.MENGHITUNG HARGA YANG LAYAK Harga Roti A = 42.463=Rp.89/33.

854-39600 = 1254 .43.45.497-42.NILAI PELANGGAN CV A=Rp.359-48.40.433 = .5074 CV C=Rp.355 = 3142 CV B=Rp.

. Hanya disusun dalam pola yang berbeda.REASON ACTION THEORY  Teori ini pada dasarnya relatif sama dengan dengan teori tricomponent Attitude Model.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful