P. 1
Asal Usul Berdirinya Bani Umayyah

Asal Usul Berdirinya Bani Umayyah

|Views: 1,475|Likes:
Published by Nia Itayorhie
bani umayah
bani umayah

More info:

Published by: Nia Itayorhie on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/10/2014

pdf

text

original

A.

Asal Usul Berdirinya Bani Umayyah Nama bani Umayayh berasal dari nama Umayyah bin Abdi Syam bin Abdi Manaf. Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyyah bin Abdi Syam pada tahun 41 H – 132 H atau 661 M – 750 M. Kedudukan bani Umayyah sangat mantap di Syam. Hal ini kerana, Umayyah yang dahulunya pernah kalah dalam pertarungan dengan Bani Hashim telah melarikan diri ke Sham dan menetap di sana selama 10 tahun. Pada zaman khalifah Uthman bin Affan, Yazid bin Abi Sufyan menjadi gabenor di Sham kemudian diikuti oleh adiknya, Muawiyyah ibn Abi Sufyan menjadi gabenor selama 20 tahun sebelum menjadi khalifah pertama Bani Umayyah yang berpusat di situ. Selain di Syam, Bani Umayyah juga berpengaruh di Makkah kerana merupakan golongan bangsawan dan dihormati masyarakat. Di zaman Jahiliyyah, Abd Sham, Umayyah, Harb dan seterusnya Abi Sufyan diberi kepercayaan memimpin ketenteraan di Makkah secara turun temurun. Selain itu, mereka juga terkenal dalam bidang perdagangan. Abu Sufyan dan keluarganya turut sama memerangi kabilah Hawazin dan kabilah Thaqif dalam peperangan Hunayn. Abu Sufyan juga telah buta sebelah matanya apabila menyertai beberapa peperangan bersama Rasululah (saw). Muawiyyah ibn Abi Sufyan Sakhr merupakan pengasas dinasti Bani Umayyah. Bapanya Abu Sufyan ibn Harb merupakan salah seorang pemimpin Quraysh yang terkemuka di kota Makkah terutama sebelum beliau memeluk Islam. Abu Sufyan juga ketua kaum musyrikin Makkah yang menjadi punca berlakunya perang Badar dan menjadi ketua kaum Quraysh Makkah dalam perang Uhud. Sebelum Muawiyyah mengambil alih jawatan Khalifah daripada Hassan Ibn Ali, telah berlaku konflik antara Muawiyyah dan Saidina Ali sehingga

berlakunya Perang Siffin di tebing sungai Furat pada 13 Safar 37H. Konflik ini adalah rentetan daripada peristiwa pembunuhan Uthman dan Saidina Ali gagal menyelesaikan masalah tersebut sesuai dengan kehendak Muawiyyah. Saidina Ali juga mempunyai alasan tertentu yang menyebabkan baginda tidak dapat bertindak balas terhadap pembunuhan tersebut.

Sehingga mereka selalu berpotensi menjadi pemimpin masyarakat Makkah. Di dalam peersaingannya Umayah selalu pada pihak yang unggul. Pada saat itu ketika seluruh penduduk Makkah merasa ketakutan. Bani Umayah adalah salah satu kabilah suku Quraisy. Tetapi kedua kabilah ini selalu besaing untuk berebut pengaruh dan kehormatan dari masyarakat kota Makkah. dan juga keturunan yang banyak. Usaha ini akhirnya berhasil setelah Hasan bin Ali mengundurkan diri dari jabatannya sebagai khalifah . maka ia akan selamat. tetapi ia tidak pernah mengatasnamakan diri sebagai Bani Umayah. kabilah ini selalu berhadapan dengan dawah Nabi Muhammad saw. Latar Belakang Berdirinya Bani Umayyah Berdirinya bani Umayyah dilator belakangi oelh peristiwa “Amul Jamaah” yang artinya tahun persatuan atau rekonsiliasi dimana terjadinya proses kekuasaan dari Hasan bin Ali kepada Muawiyyah bin Abu Sufyan yang terjadi pada tahun 41 H. Meraka sama-sama keturunan Abdi Manaf. Sebenarnya Bani Umayah masih ada hubungan darah dengan Bani Hasyim. Abu Sufyan ini baru memeluk Islam dan tunduk kepada Nabi Muhammad saat Fathu Makkah. Begitu juga Mu‟awiyah bin Abi Sufyan diangkat oleh Umar bin Khattab sebagai gubenur Siriya adalah kerena kecakapannya. Meskipun Utsman bin Affan adalah dari keluarga Bani Umayah. meskiun ia tunduk kepada kepemimpinan Nabi Muhammad saw. karena didukung oleh kemampuan memimpin dan kekayaan yang cukup. Meskipun begitu Nabi Muhammad sw tetap memerankan Abu Sufyan sebagai pemimpin Makkah. Kabilah ini sangat besar dan memegang peranan penting dalam kekuasaan politik dan ekonomi bangsa Arab. mereka menyusun kekuatan dan merebut kekhalifahan umat Islam. Nabi Muhammad berkata. dimana Nabi Muhammad saw berada di dalamnya. Ambisi Bani Umayah untuk memimpin kembali muncul ketika mereka sudah mempunyai kekuatan besar. bahwa barang siapa yang memasuki rumah Abu Sufyan. Dengan berbagai upaya. yang saat itu dipimpin oleh Abu Sufyan bin Harb bin Umayah. Pada masa puncak kepemimpinannya.B. Mereka yang paling gigih menolak dan menghalangi da‟wah Nabi Muhammad saw. Artinya bahwa keberadaan Abu sufyan adalah tetap pemimpin Makkah.

Ia kemudian mengirim surat kepada Gubernur Madinah.dan menyerahkannya kepada Mu‟awiyah bin Abi Sufyan. kecuali Husein ibn Ali dan Abdullah ibn Zubair. Ia meninggal pada tahun 64 H/683 M dalam usia 38 tahun dan masa pemerintahannya ialah tiga tahun dan enam bulan. Yazid. terjadi masa krisis dan ketidakpastian. sejumlah tokoh di Madinah tidak mau menyatakan setia kepadanya. . iaitu timbulnya perselisihan antar suku diantara orang-orang Arab sendiri. 2. C. Dia seorang yang berwatak lembut. untuk menggantikan dirinya. Muawiyah bin Abi Sufyan (661-681 M) Muawiyah ibn Abi Sufyan adalah pendiri Daulah Bani Umayyah dan menjabat sebagai Khalifah pertama. semua orang terpaksa tunduk. 3. Ketika Yazid naik tahta. ia melanjutkan perluasan wilayah kekuasaan Islam yang terhenti pada masa Khalifah Ustman dan Ali. Dalam pemerintahannya. Yazid bin Muawiyah (681-683 M) Lahir pada tahun 22 H/643 M. Ia memindahkan ibu kota dari Madinah al Munawarah ke kota Damaskus dalam wilayah Suriah. Pada masa pemerintahannya. membangun administrasi pemerintahan dan juga menetapkan aturan kiriman pos. Ia memerintah hanya selama enam bulan. Pada tahun 679 M. Khalifah-khalifah yang Berperan dalam Berdirinya Bani Umayyah 1. yang dikenal dengan istilah Amul Jamaah. Muawiyah mencalonkan anaknya. Dengan cara ini. Disamping itu ia juga mengatur tentara dengan cara baru dengan meniru aturan yang ditetapkan oleh tentara di Bizantium. Muawiyah bin Yazid (683-684 M) Muawiyah ibn Yazid menjabat sebagai Khalifah pada tahun 683-684 M dalam usia 23 tahun. memintanya untuk memaksa penduduk mengambil sumpah setia kepadanya. Yazid menjabat sebagai Khalifah dalam usia 34 tahun pada tahun 681 M. Muawiyah meninggal Dunia dalam usia 80 tahun dan dimakamkan di Damaskus di pemakaman Bab Al-Shagier.

Ummu Khalid. ia berhasil memperoleh dukungan dari sebagian orang Syiria dengan cara menyuap dan memberikan berbagai hak kepada masing-masing kepala suku. Umat Islam merasa hidup bahagia. Ia tidak memiliki . kerajaan Umayyah mencapai kekuasaan dan kemulian. Ia terpandang sebagai Khalifah yang perkasa dan negarawan yang cakap dan berhasil memulihkan kembali kesatuan Dunia Islam dari para pemberontak. 7. sehingga dapat menguasai kota Kordova. Dibawah kekuasaan Abdul Malik. Abdul Malik bin Marwan (685-705 M) Abdul Malik ibn Marwan dilantik sebagai Khalifah setelah kematian ayahnya. Selama masa pemerinthannya tidak meninggalkan jejak yang penting bagi perkembangan sejarah Islam. Marwan bin Al-Hakam (684-685 M) Sebelum menjabat sebagai penasihat Khalifah Ustman bin Affan. Ia wafat dalam usia 63 tahun dan masa pemerintahannya selama 9 bulan 18 hari. pada tahun 685 M. di bawah pemerintahan Walid bin Abdul Malik 6. 8 bulan. kemakmuran dan ketertiban. iaitu pada tahun 711 M. 5.4. Granada dan Toledo. Al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M) Masa pemerintahan Walid ibn Malik adalah masa ketentraman. Perluasan wilayah kekuasaan Islam juga sampai ke Andalusia (Sepanyol) dibawah pimpinan panglima Thariq bin Ziad. Pada masa pemerintahannya tercatat suatu peristiwa besar. benua Eropa. Perjuangan panglima Thariq bin Ziad mencapai kemenangan. Khalifah Walid ibn Malik meninggalkan nama yang sangat harum dalam sejarah Daulah Bani Umayyah dan merupakan puncak kebesaran Daulah tersebut. Masa pemerintahannya berlangsung selama 2 tahun. Selain melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam. Walid juga melakukan pembangunan besar-besaran selama masa pemerintahannya untuk kemakmuran rakyatnya. iaitu perluasan wilayah kekuasaan dari Afrika Utara menuju wilayah Barat daya. Sulaiman bin Abdul Malik (715-717 M) Sulaiman Ibn Abdul Malik menjadi Khalifah pada usia 42 tahun. sehingga pada masa pemerintahan selanjutnya. Untuk mengukuhkan jabatan Khalifah yang dipegangnya maka Marwan sengaja mengawini janda Khalifah Yazid.

Pada masa pemerintahannya muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. 10. Umar bin Abdul Aziz (717-720 M) Umar ibn Abdul Aziz menjabat sebagai Khalifah pada usia 37 tahun . pada zamannya berubah menjadi kacau. Ia meninggal pada tahun 720 M dalam usia 39 tahun. masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Yazid. Dua tahun sesudah penaklukan pulau Sisily pada tahun 743 M. 8. Masa . Menjelang saat terakhir pemerintahannya barulah ia memanggil Gubernur wilayah Hijaz. Ia selalu berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya. Dia wafat pada usia 40 tahun. Hisyam bin Abdul Malik (724-743 M) Hisyam ibn Abdul Malik menjabat sebagai Khalifah pada usia yang ke 35 tahun. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam ketentraman dan kedamaian. Yazid bin Abdul Malik (720-724 M) Yazid ibn Abdul Malik adalah seorang penguasa yang sangat cenderung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan kehidupan rakyat. yang kemudian diangkat menjadi penasehatnya dengan memegang jabatan wazir besar. Masa pemerintahannya berlangsung selama 4 tahun. Pemerintahan Umar meninggalkan semua kemegahan Dunia yang selalu ditunjukkan oleh orang Bani Umayyah. 1 bulan. Ia terkenal negarawan yang cakap dan ahli strategi militer. Bani Abbas. Ia ingin mengembalikan corak pemerintahan seperti pada zaman khulafaur rasyidin. Pemerintahan Yazid yang singkat itu hanya mempercepat proses kehancuran Bani Umayyah. Dalam perkembangan selanjutnya. Pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam kebudayaan dan kesusastraan Arab serta lalu lintas dagang mengalami kemajuan. Ia terkenal adil dan sederhana. dimakamkan di Deir Simon. Pada waktu pemerintahan inilah propaganda bagi keturunan Bani Abas mulai dilancarkan secara aktif. iaitu Umar bin Abdul Aziz.kepribadian yang kuat hingga mudah dipengaruhi penasehat-penasehat disekitar dirinya. 9. Dengan latar belakang dan kepentingan etnik politis. ia wafat dalam usia 55 tahun. kekuatan baru ini mampu menggulingkan Dinasti Umayyah dan menggantikannya dengan Dinasti baru.

tetapi dia tidak mampu mengahadapi gerakan Bani Abbasiyah yang telah kuat pendukungnya. Walid bin Yazid (743-744 M) Daulah Abbasiyah mengalami kemunduran dimasa pemerintahan Walid ibn Yazid. Kerana itu. kebijakan yang paling utama yang dilakukan oleh -Walid ibn Yazid ialah melipatkan jumlah bantuan sosial bagi pemeliharaan orang-orang buta dan orang-orang lanjut usia yang tidak mempunyai famili untuk merawatnya. Dia sempat meloloskan diri dari penangkapan besar-besaran di Damaskus yang dilakukan oleh keponakannya. Dan ia mati terbunuh. 9 bulan. Kalangan keluarga sendiri benci padanya. Ia berkelakuan buruk dan suka melanggar norma agama. Sepeninggal Hisyam. Yazid bin Walid (Yazid III) (744 M) Pemerintahan Yazid ibn Walid tidak mendapat dukungan dari rakyat. Dia wafat dalam usia 40 tahun. Hal ini makin mempercepat runtuhnya Daulah Bani Ummayyah. Meskipun demikian.pemerintahannya berlangsung selama 19 tahun. . Masa pemerintahannya berlangsung selama 1 tahun. Masa pemerintahannya berlangsung selama 16 bulan. kerana perbuatannya yang suka mengurangi anggaran belanja negara.Marwan bin Muhammad (745-750 M) Beliau seorang ahli negara yang bijaksana dan seorang pahlawan. Masa pemerintahannya penuh dengan kemelut dan pemberontakan.000 orang dari Arnenia menuju Syiria.Ibrahim bin Malik (744 M) Diangkatnya Ibrahim menjadi Khalifah tidak memperoleh suara bulat didalam lingkungan keluarga Bani Umayyah dan rakyatnya. 2 bulan. Ia menetapkan anggaran khusus untuk pembiayaan tersebut dan menyediakan perawat untuk masing-masing orang. Ia menggerakkan pasukan besar berkekuatan 80. 11. 14. Dia memerintah selama 3 bulan dan wafat pada tahun 132 H. Ia dengan suka rela mengundurkan dirinya dari jabatan khilafah dan mengangkat baiat terhadap Marwan ibn Muhammad. Dia wafat dalam usia 46 tahun. Beberapa pemberontak dapat ditumpas. Khalifah-Khalifah yang tampil bukan hanya lemah tetapi juga bermoral buruk. keadaan negara semakin kacau dengan munculnya beberapa pemberontak. 12. 13.

Beliau adalah pendiri ilmu aljabar. Islam pernah berjaya di bumi Eropa (Andalusia) dan membangun peradaban yang gemilang. terutama di bidang politik yakni dengan dikalahkannya kerjaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya sampai kemajuan di bidang science dan teknologi. Kebangkitan yang meliputi hampir semua element peradaban. Ketika itu bisa dikatakan.yakni ajaran yang telah digariskan oleh Rasulullah dan para sahabatnya. Selama delapan abad.Banyak prestasi yang mereka peroleh bahkan pegaruhnya membawa Eropa dan kemudian dunia kepada kemajuan yang lebih kompleks. /874-936M. dan sebagai tindak lanjutnya dipegang oleh Bani Abbasiyah. Beliau termasuk pendiri Madzhab Empat dan Mujtahid Mutlaq. Al Khawarizmi (780-850M.Marwan terbunuh pada tanggal 27 Dzulhijjah 132 H\5 Agustus 750 M. Namun peradaban yang di bangun dengan susah payah dan kerja keras kaum Muslimin itu. 3. D. Andalusia juga dikatakan mampu menyaingi Baghdad yang ada di timur. Beliau adalah pelopor berdirinya aliran Ahlus Sunnah Waljama‟ah (ASWAJA) . harus ditinggalkan dan dilepas begitu saja karena kelemahan-kelemahan yang terjadi di kalangan kaum Muslimin sendiri dan karena keberhasilan Bangsa Barat atau Eropa bangkit dari keterbelakangan.dan sistem algorithme adalah diambil dari Al Khawarizmi yang telah merombak matematika barat.maka akhirnya ia keluar dan kembali kepada ajaran islam yang murni. 2. /767-820M.) Nama lengkapnya Abu Hasan‟Ali bin Ismail al Asy‟ari. Islam telah menjadi guru bagi orang Eropa. Banyak orang Eropa mendalami studi di Universitas-Universitas Islam disana. Tokoh-tokoh Ilmuan Muslim pada Masa Bani Umayyah 1. . Beliau paham betul tentang ajaran Mu‟tazilah yang sangat mengandalkan akal pikiran. E. Perkembangan Kebudayaan atau Peradaban Islam pada masa Bani Umayyah Dalam masa lebih dari tujuh abad kekuasaan pada periode Islam klasik. lahir di Ghuzah. Andalusia mencapai puncak keemasannya. Dengan demikian tamatlah kedaulatan Bani Umayyah.) Nama lengkapnya Muhammad bin Idris bin Syafi‟i Al-Muthollibi.) Al Khawarizmi lahir di Bagdad. Imam Asy‟ari (260-324H.lahir di Basyrah. Imam Syafi‟I (150-204H.

Abu Bakar Asam d. Perkembangan di Bidang Hadits Pada abad ke-2 dalam pembukuan hadits yaitu pembukuan yang berdiri sendiri terlepas dari sistematika fiqih dan tidak dimasukkan ke dalam aqwal AlShahahah dan fatawa Al-Tabi‟in.Ibn Majah d. Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Hadist : a.Ibn Jaru al-Asady .Imam Bukhori b. Sanad adalah orang yang mendengar atau menerima hadis dari Rasulullah SAW.4. Rawi adalah orang yang meriwayatkan hadis-hadis Rasulullah SAW. Matan adalah isi atau kalimat dari sabda atau hadis Rasulullah SAW. Pada masa Bani Abbasiyyah ini ditandai degan munculnya kelompok Mu‟tazilah yang tidak terikat oleh Al-Hadis maupun perkataan sahabat atau aqwal al-Sahahah Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Sejarah : a. Al Battani (877-919M.Imam Muslim c. F.) Beliau menulis “dengan ilmu bintang-bintang”. Ia lahir di kota Bukhara pada tahun 194 H. Ibrah Perkembangannya Kebudayaan Islam pada Masa Bani Umayyah 1. lalu menceritakannya kembali kepada orang lain.manusia mendapatkan bukti tentang keEsaan Tuhan dan sampai kepada pengertian tentang kebijaksanaan karyanya.At-Tirmizi 2.Baihaqi e. Perkembangan di Bidang Tafsir Metode ke-2 disebut tafsir Dirayah Tafsir bir al-Ra‟yi atau bi al-Aqli yaitu menafsirkan al-Qur‟an dengan menggunakan akal lebih banyak daripada hadis.Tokoh yang terkenal di bidang ini adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Mughiroh bin Mardizah alBukhori.Ibn Athiyah al-Andalusy c.Ibn Jarir ath Tabary b.

menyusun kitab Al-Musnad. Zun Nun Al –Misri lahir di Akhmim pada tahun 155-245 H / 772-860 M. Adapun para Imam Mahzab fiqih empat yang dikenal hingga kini. Imam Hanbali (164-241 H / 780-855 M) 4. Tokoh terkenal adalah Rabi‟ah A-Adawiyah (w. Imam Abu Hanifah (80 – 150 H / 699 – 767 M) b.Zuhud adalah kehidupanyang telah terbebas dri mentari duniawi. Fuqaha dibagi menjadi dua golongan yaitu : 1.3. b. 190 H).Muhabbah adalah rasa cinta yang sangat mendalam kepada Allah SWT. a. Tokoh yang masuk kategori ini adalah Sufyan As-Sauri (97-161 H/716-778 M).Ahl al-hadis yaitu golongan yang menyadarkan kepada hadis dalam mengambil hukum (istinbath al-hukm) 2. Tokoh pertama kali adalah Abu Yazid al-Bustami (w. Tokohnya adalah Abu Yazid al-Bustami .Ittihad dan hulul adalah fase dimana seorang sufi telah merasakan dirinya bersatu dengan Tuhan. d. penyusun kitab alIlm dan al-Fiqh al-Akbar fi al-Tauhid (Ibnu Hanbal) 780-855 M. e. Penyusun kitab al-Musnad al-Imam al-„itdham atau fiqih Al-Akbar (Imam Malik) 97-179 H. Imam Malik (93 – 179 H / 716 0 795) c. Perkembangan di Bidang Fikih Para Fuqaha yaitu ahli fiqih yang mampu menyusun kitab-kitab fiqih. Tahapan atau maqam yang mesti dilalui oleh para sufi adalah : a.Ma‟rifat adalah pengalaman ketuhanan. 185 H/801 M) c. Perkembangan di Bidang Tasawuf Berusaha mendekatkan diri pada Tuhan melalui jalan atau tahapan-tahapan yang disebut maqam. Imam Syafi‟i d.Ahl-al-Ra‟yi adalah golongan yang menggunakan akal di dalam mengambil hukum (istinbath al-hukm). Abu Hasyim (w.874 M). Penyusun kitab Al-Muwatha‟ (Imam Syafi‟i) 150-204 H. Tokoh dalam bidang ini adalah Imam Abu Hanifah.Fana dan baqa adalah suatu keadaan dimana seorang sufi belum dapat menyatukan dirinya dengan Tuhan sebelum menghancurkan dirinya. Pada ucapan Zun Nun Al-Misri dan Junaid Al-Baghdadi.

.Al-Ghozali G. membayar jizyah atau perang) terlebih dahulu kepada penduduknya. Isterinya meriwayatkan bahwa setiap kali beliau pulang ke rumah malam hari. Namun begitu dilantik menjadi khalifah segala harta bendanya diserahkan kepada baitul mal. Pernah terjadi di zamannya seorang lelaki membawa harta yang begitu besar jumlahnya kemudian ingin membagikan kepada yang memerlukan. Dengan berkat kepemimpinannya juga zamannya merupakan zaman keemasan umat Islam dalam pemerintahan Bani Umaiyah. beliau akan duduk di tempat sembahyang menangis dan berdoa hingga tertidur. Tentara-tentara beliau pun patuh dan masyarakat Samarkand yang menyaksikan hal itu begitu terkesan dengan keadilan Islam hingga mereka beramai-ramai mengucapkan 2 kalimah syahadat.Shabuddin Sahrawardi b. Meneladani Kesederhanaan dan Kesalehan Umar bin Abdul Azis Beliau sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya sehingga mereka merasa tercukupi segala keperluannya. Apabila beliau terjaga beliau menangis dan berdoa lagi dan begitulah seterusnya hingga subuh Pernah terjadi di zamannya Panglima Qutaibah bin Muslim ditugaskan memimpin misi membuka kota Samarkand yang masih Nasrani pada waktu itu.Al-Qusyairi c. Khalifah mengakui perkara itu lantas mengarahkan agar tentaranya keluar dari Samarkand tanpa syarat. namun tidak ada seorang pun yang datang untuk mengambil harta itu karena mereka telah tercukupi keperluannya. Qutaibah telah melaksanakan tugasnya dengan langsung menyerang Samarkand tanpa memberi tiga pilihan (masuk Islam. Pendeta-pendeta Samarkand tidak puas hati lalu mengutus surat melaporkan hal itu kepada khalifah Umar dan menuntut Qutaibah beserta tentaranya keluar dari Samarkand. karena mereka menaklukkannya tanpa mengikuti syariat. beliau begitu serius menjalankan amanah Allah hingga tidak ada waktu lagi untuk hal-hal lain. Sebelum menjadi khalifah Saiyidina Umar bin Abdul Aziz adalah orang yang hidup mewah dari harta yang halal.Tokoh – tokoh Ilmuan dalam bidang Tasawuf : a.

Disusun oleh: Dinun Istiadah Dedi Rohendi Windi Kelas : VII C MADRASAH TSANAWIYAH (MTs) AL-MA’ARIF CILAGENI KADUNGORA GARUT 2012 .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->