P. 1
Sublimasi

Sublimasi

|Views: 113|Likes:
Published by randy17farm
pengertian sublimasi
perubahan wujud zat padat, cair dan gas
metode pemisahan senyawa
pengertian sublimasi
perubahan wujud zat padat, cair dan gas
metode pemisahan senyawa

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: randy17farm on Apr 17, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2013

pdf

text

original

Alex Farm

Apabila adadua zat atau lebih di dalam campuran yang tidak mengalami reaksi kimia, maka hasil komponen campuran tersebut memiliki sifat-sifat yang tetap. Campuran yang mamiliki sifat-sifat yang tetap ini dapat dipisahakan dengan cara fisika, yaitu pemisahan berdasarkan sifat-sifat yang tampak, antara lain berdasarkan titi didihnya, densitas dan daya serapnya. Setiap unusur atau senyawa yang merupakan komponen penyusun campuran dalamkeadaan temperature dan keadaan yang sama mempunyai sifatsifat dasar yang identik dengan zat murni. Teknik-teknik pemisahan campuran banyak macamnya, antara lain destilasi, ekstraksi, filtrasi, sublimasi, dan sentrifugasi (Tim Penyusun Pemisahan Kimia , 2010). Sublimasi adalah perubahan wujud zat dari padat ke gas atau dari gas ke padat. Bila partikel penyusun suatu zat padat diberikan kenaikan suhu, maka partikel tersebut akan menyublim menjadi gas. Sebaliknya, bila suhu gas tersebut diturunkan, maka gas akan segera berubah wujudnya menjadi padat.Cara yang dapat kita lakukan adalah memisahkan partikel yang mudah menyublim tersebut menjadi gas. Gas yang dihasilkan ditampung, lalu didinginkan kembali. Syarat pemisahan campuran dengan menggunkan sublimasi adalah partikel yang bercampur harus memiliki perbedaan titik didih yang besar, sehingga kita dapat menghasilkan uap dengan tingkat kemurnian yang tinggi(Dennifa,2010). Sublimasi adalah proses perubahan zat dari fasa padat menjadi uap , dan uap dikondensasi langsung menjadi padat tanpa melalui fasa cair. Pada proses sublimasi, senyawa padat apabila dipanaskan akan menyublim, langsung terjadi perubahan dari padat menjadi uap tanpa melalui fasa cair terlebih dahulu (Basset,1994). Cara kerja sublimasi adalah zat yang akan disublimasi dimasukkan dalam cawan/gelas piala untuk keperluar sublimasi, ditutup dengan gelas arloji , corong/labu berisi air sebagai pendingin , kemudia di panaskan dengan api kecil pelan-pelan. Zat padat akan menyublim berubah menjadi uap, sedangkan zat penyampur tetap padat. Uap yang terbentuk karena adanya proses pendinginan berubah lagi menjadi padat yang menempel pada dinding alat pendingin. Bila sudah tidak ada lagi zat yang menyublim , dihentikan proses pemanasan dan di biarkan dingin supaya uap yang terbentuk menyublim semua kemudian zat yang terbentuk dikumpulkan diperiksa kemurniannya. Bila kurang murni diulang proses subliasi sampai didapatkan zat yang murni (sudja,1990). Filtrasi adalah pembersihan partikel padat dari suatu fluida dengan melewatkannya pada medium penyaringan, atau septum, yang di atasnya padatan akan terendapkan (Anonim1, 2007). Filter dapat dikelompokkan menjadi dua golongan : filter klarifikasi (clarifying filter) dan filter ampas (cake filter) (McCabe, dkk.1999). Pengujian secara sederhana terhadap filterability suatu cairan berguna untuk mengetahui apakah filtrasi sesuai atau tidak, serta menentukan jenis pre-treatment dan filter media yang diperlukan. Cara normal seperti analisis fisika dan kimia (suspended solids content, turbidity/kekeruhan, warna dan lain-lain), bisa juga digunakan untuk menentukan

J. Dennifa.Filtrasi. menghasilkan filtrat yang jernih dengan sedikit sumbatan pada filter media.Jakarta: Erlangga. Filterability yang baik = nilai F yang rendah (Tim Dosen Teknik Kimia. dapat dihitung berdasarkan rumus : Di mana : F=Hc/vc0t H = head loss (tekanan terukur) C = konsentrasi rata-rata filtrate C0 = konsentrasi inlet suspension v = kecepatan rata-rata (volumetrc flow rate per unit area) t = waktu operasi penyaringan Hasil penyaringan yang baik : pembilang rendah (head loss (clogging) dan konsentrasi filtrat rendah) sebaliknya penyebut harus tinggi (kecepatan aliran (approach velocity) dan konsentrasi inlet tinggi dalam waktu pengoperasian yang lama). 1999. Banjarbaru:Program Studi Teknik Kimia Unlam. 6. dkk. Hadyana Pudjaatmaka dan L. L. Edisi keempat. 2010. Basset. 4. http: //dennifa. yang menunjukkan penambahan pressure drop atau head loss.com/ sains/ kimia/ pemisahancampuran/ sublimasi/ .che. 1994. 2007.. ac.http://www. Penyumbatan tersebut biasanya dinyatakan sebagai loss of permeability. 5.Alex Farm filterability suatu suspensi. Terjemahan A. W.shvoong. Mc Cabe. Suatu suspensi dianggap akan mudah disaring jika dapat melewati porous media dengan cepat.com/exact-sciences/chemistry/2170077-sublimasi-danfiltrasi/ #ixzz2HunvxqVR . wordpress. 3. Anonim.2010. 2007. DAFTAR PUSTAKA 1. 2. Tim Dosen Teknik Kimia. Penuntun Praktikum Operasi Teknik Kimia 1. Buku Ajar Vogel:Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Filterability number (F). Jakarta. Jilid 2. Setiono.Jember:Universitas Jember.id.Penuntun Praktikum Pemisahan Kimia. Penerbit Buku Kedokteran EGC.Diakses tanggal 30 oktober 2007 Sumber:http://id. dkk.Operasi Teknik Kimia. 2007).itb. Sublimasi.diaksespada tanggal 3 Oktober 2010. Tim Penyusun Pemisahan Kimia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->