PEMBELAJARAN AKTIF, INOVATIF, KREATIF, EFEKTIF DAN MENYENANGKAN (PAIKEM

)

Oleh:

Muhammad Amri Yahya 5301411068 Pendidikan Teknik Elektro

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2011

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Kegiatan pembelajaran di sekolah adalah kegiatan pendidikan pada umumnya, yang menjadikan siswa menuju keadaan yang lebih baik. Pendidikan dalam hal ini sekolah tidak dapat lepas dari peran guru sebagai fasilitator dalam penyampaian materi. Profesionalisme seorang guru sangatlah dibutuhkan guna terciptanya suasana proses belajar mengajar yang efisien dan efektif dalam pengembangan siswa yang memiliki kemampuan beragam. Pembelajaran pada dasarnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilakau kearah yang lebih baik. Pemecahan masalah merupakan fokus dalam pembelajaran yang artinya sebelum siswa belajar harus melalui sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan sehari hari yang masalahnya bersifat tertutup dan terbuka.Oleh karena itu pada proses pembelajaran guru perlu meningkatkan kemampuan menjadi guru professional dan kreatif dalam mengembangkan kemampuan mengajar sehingga siswa dapat maksimal walaupun dalam kenyataannya guru-guru di Indonesia sebagian besar masih mempertahankan metodemetode pembelajaran lama. Kemampuan guru sebagai salah satu usaha meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dimana guru merupakan elemen di sekolah yang secara langsung dan aktif bersinggungan dengan siswa, kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan mengajar dengan menerapkan model pembelajarn yan tepat, efisien dan efektif. Menurut UNESCO: “learning to know, learning to do, learning to be, and learning to live together” siswa bukan hanya duduk diam dan

mendengarkan. Siswa harus diberdayakan agar siswa mau serta mampu berbuat untuk memperkaya pengelaman belajar (learning to do ). Interaksi siswa dengan lingkungannya menuntut mereka untuk memahami pengetahuan yang berkaitan dengan dunia sekitarnya (learning to know). Interaksi tersebut diharapkan siswa dapat membangun jati diri (learning to be). Kesempatan berinteraksi dengan berbagai individu atau kelompok yang bervariasi akan membentuk kepribadian untuk memahami kebersamaan, bersikap toleransi terhadap teman (learning to live together). Untuk mencapai tujuan yang diatas dibutuhkan metode pengajaran yang sesuai, salah satunya adalah PAIKEM. PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Selanjutnya, PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan pelbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian, para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. B. Tujuan Dengan strategi pembelajaran ini, diharapkan adanya peralihan dari: 1. Peralihan dari belajar perorangan (individual learning) ke belajar bersama (cooperative learning); 2. Peralihan dari belajar dengan cara menghafal (rote learning) ke belajar untuk memahami (learning for understanding); 3. Peralihan dari teori pemindahan pengetahuan (knowledgetransmitted) ke bentuk interaktif, keterampilan proses dan pemecahan masalah; 4. Peralihan paradigma dari guru mengajar ke siswa belajar; 5. Beralihnya bentuk evaluasi tradisional ke bentuk authentic assessment seperti portofolio, proyek, laporan siswa, atau penampilan siswa

Apakah PAIKEM itu? 2. Apa sajakah yang harus diperhatikan dalam implementasi pendekatan PAIKEM? 3. Permasalahan Dari metode PAIKEM timbulah berbagai permasalahan antara lain adalah: 1. Apakah metode PAIKEM sangat efektif dan cocok dengan sistem pendidikan di Indonesia? .C.

4) metode role-play. PAIKEM juga memungkinkan siwa melakukan kegiatan yang beragam untuk mengembangkan sikap. efektif. Peralihan yang mendasari PAIKEM PAIKEM dikembangkan berdasarkan beberapa perubahan/peralihan: a. pemahaman. Selanjutnya. Selain itu. Pengertian PAIKEM PAIKEM merupakan singkatan dari Pembelajaran Aktif. Di antara metode-metode mengajar yang amat mungkin digunakan untuk mengimple. 2) metode diskusi. KONSEP DASAR PAIKEM 1. Inovatif. Dengan demikian. Peralihan dari belajar perorangan (individual learning) ke belajar bersama (cooperative learning). dan Menyenangkan. kreatif. . dan keterampilannya sendiri dalam arti tidak semata-mata “disuapi” guru. dan menyenangkan. dan 5) metode simulasi. PAIKEM dapat didefinisikan sebagai: pendekatan mengajar (approach to teaching) yang digunakan bersama metode tertentu dan pelbagai media pengajaran yang disertai penataan lingkungan sedemikian rupa agar proses pembelajaran menjadi aktif.mentasikan PAIKEM. ialah: 1) metode ceramah plus. Peralihan dari belajar dengan cara menghafal (rote learning) ke belajar untuk memahami (learning for understanding).BAB II PENBAHASAN A. inovatif. Efektif. 2. Kreatif. para siswa merasa tertarik dan mudah menyerap pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan. b. 3) metode demonstrasi.

2004) Dasar peralihan tersebut di atas sesuai dengan PP No. menyenangkan. Belajar yang menyenangkan (joyfull learning). . dan memotivasi peserta didik untuk berpar. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. e. Peralihan dari teori pemindahan pengetahuan (knowledgetransmitted) ke bentuk interaktif. ayat (1) yang berbunyi: “ Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif. menantang. inspiratif. Peralihan paradigma dari guru mengajar ke siswa belajar. serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa. atau penampilan siswa (Shadiq dalam Setiawan. Fokus pembelajaran pada siswa bukan pada guru.tisipasi aktif. Karakteristik PAIKEM a. kreatifitas dan kemandirian sesuai dengan bakat. bukan penceramah. Siswa belajar secara aktif. b. Pasal 19. 3. keterampilan proses dan pemecahan masalah. Berpusat pada siswa (student-centered). tidak hanya mengutip dari guru. Siswa mengontrol proses belajar dan menghasilkan karyanya sendiri.c. Beralihnya bentuk evaluasi tradisional ke bentuk authentic assessment seperti portofolio. d. laporan siswa. proyek. • • • • Guru sebagai fasilitator. minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.

d. Hanya guru yang aktif (monologis). Sementara itu. Arti penting PAIKEM Mengapa pendekatan PAIKEM perlu diterapkan? Sekurangkurangnya ada dua alasan perlunya pendekatan PAIKEM diterapkan di sekolah/madrasah kita. 4. a. yakni: a. Penyampaian melalui ceramah tanpa modifikasi. sehingga pembelajaran menjemukan. b. c. Guru menentukan secara mutlak materi yang ia ajarkan dan cara siswa mendapatkan informasi mengenai materi yang mereka pelajari. f. tidak menyenangkan. Belajar secara berkesinambungan (continuous learning). PAIKEM lebih memungkinkan perserta didik dan guru sama-sama aktif terlibat dalam pembelajaran. sementara para siswanya pasif. PAIKEM lebih memungkinkan guru dan siswa berbuat kreatif bersama. pembelajaran saat ini masih lebih cenderung berpusat pada guru. Sementara . e. Belajar secara tuntas (mastery learning). Belajar sesuai dengan ke-kini-an dan ke-disini-an (contextual learning). Belajar yang berorientasi pada tercapainya kemampuan tertentu (competency-based learning). Pengajaran bersifat tradisional dan siswa pasif. tidak menarik. b.c. Selama ini kita lebih banyak mengenal pendekatan pembelajaran konvensional. Guru mengupayakan segala cara secara kreatif untuk melibatkan semua siswa dalam proses pembelajaran. bahkan kadang-kadang menakutkan siswa.

misalnya. sehingga hasil pembelajaran dapat meningkat.itu. Memahami sifat yang dimiliki siswa Pada dasarnya anak memiliki imajinasi dan sifat ingin tahu. sehingga dalam pembelajaran peserta didik selalu menjadi subjek aktif sedangkan guru menjadi fasilitator dan pembimbing belajar mereka. Memahami perkembangan kecerdasan siswa . peserta didik juga didorong agar kreatif dalam berinteraksi dengan sesama teman. merupakan pembelajaran yang baik untuk mengembangkan potensi siswa. 2. materi pelajaran dan segala alat bantu belajar. Falsafah pragmatisme yang berorientasi pada tercapainya tujuan secara mudah dan langsung juga menjadi landasan PAIKEM. guru. PAIKEM dilandasi oleh falsafah konstruktivisme yang menekankan agar peserta didik mampu mengintegrasikan gagasan baru dengan gagasan atau pengetahuan awal yang telah dimilikinya. Suasana pembelajaran yang diiringi dengan pujian guru terhadap hasil karya siswa. yang disertai pertanyaan guru yang menantang dan dorongan agar siswa melakukan percobaan. guru perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut: 1. B. kegiatan pembelajaran perlu dijadikan lahan yang kita olah agar menjadi tempat yang subur bagi perkembangan kedua potensi anugerah Tuhan itu. HAL-HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM IMPLEMENTASI PENDEKATAN PAIKEM Dalam melaksanakan PAIKEM. sehingga mereka mampu membangun makna bagi fenomena yang berbeda. Keduanya merupakan modal dasar bagi berkembangnya sikap/pikiran kritis dan kreatif. Oleh karenanya. Semua anak terlahir dengan membawa dua potensi ini.

ilmu matematika dan ilmu-ilmu abstrak lainnya dengan luas dan mendalam. Sebagai bukti bahwa seorang remaja pelajar telah memiliki kedewasaan berpikir. dengan kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak. Selanjutnya. siswa mengalami tahap Concrete-operational dan Formal-operational. Kemampuan satuan langkah berpikir ini berfaedah bagi anak untuk mengkoordinasikan pemikiran dan idenya dengan peristiwa tertentu ke dalam sistem pemikirannya sendiri.operasional / 11 tahun ke atas). 2) kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak. yakni: Sensory-motor (Sensori-motor/0-2 tahun) Preoperational (Pra-operasional / 2-7 tahun) Concrete-operational (Konkretoperasional / 7-11tahun) Formal-operational (Formal. dapat dicontohkan ketika ia menggunakan pikiran hipotesisnya sewaktu mendengar pernyataan seorang kawannya. Selanjutnya. Selama kurun waktu pendidikan dasar dan menengah. perkembangan kecerdasan akal/perkembangan kognitif manusia berlangsung dalam empat tahap. seorang remaja akan mampu berpikir hipotetis. Dalam periode konkret-operasional yang berlangsung hingga usia menjelang remaja.Menurut Jean Piaget dalam Syah (2008: 29-33). seperti: . yakni: 1) kapasitas menggunakan hipotesis. yakni berpikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang ia respons. misalnya ilmu tauhid. anak memeroleh tambahan kemampuan yang disebut system of operations (satuan langkah berpikir). dalam perkembangan kognitif tahap Formaloperational seorang remaja telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara serentak maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif. Dengan kapasitas menggunakan hipotesis (anggapan dasar). remaja tersebut akan mampu mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak.

"Kemarin seorang penggali peninggalan purbakala menemukan kerangka manusia berkepala domba dan berkaki empat yang telah berusia sejuta tahun". siswa akan menyelesaikan tugas dengan baik apabila mereka duduk berkelompok. Dalam melakukan tugas atau membahas sesuatu. siswa perlu juga menyelesaikan tugas secara perorangan agar bakat individunya berkembang. anak sejak kecil secara alami bermain berpasangan atau berkelompok dalam bermain. siswa dapat bekerja berpasangan atau dalam kelompok. Dengan mengenal kemampuan siswa. 2008: 33). setelah berpikir sejenak dengan serta-merta berkomentar: "Omong kosong!" Ungkapan "omong kosong" ini merupakan hasil berpikir hipotetis remaja pelajar tersebut. . Semua siswa dalam kelas tidak selalu mengerjakan kegiatan yang sama. Mengenal siswa secara perorangan Para siswa berasal dari lingkungan keluarga yang bervariasi dan memiliki kemampuan yang berbeda. Namun demikian. Dalam PAIKEM perbedaan individual perlu diperhatikan dan harus tecermin dalam kegiatan pembelajaran. melainkan berbeda sesuai dengan kecepatan belajarnya. karena mustahil ada manusia berkepala domba dan berkaki empat betapapun tuanya umur kerangka yang ditemukan penggali benda purbakala itu (Syah. Duduk seperti ini memudahkan mereka untuk berinteraksi dan bertukar pikiran. apabila ia mendapat kesulitan kita dapat membantunya sehingga belajar siswa tersebut menjadi optimal. Apa yang salah dalam pernyataan ini? Remaja pelajar tadi. 3. Berdasarkan pengalaman. Siswa yang memiliki kemampuan lebih dapat dimanfaatkan untuk membantu temannya yang lemah dengan cara ”tutor sebaya”. Perilaku ini dapat dimanfaatkan dalam pengorganisasian belajar. Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar Sebagai makhluk sosial. 4.

Oleh karena itu.5. karangan. peta. Hasil pekerjaan siswa sebaiknya dipajangkan untuk memenuhi ruang kelas. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Kritis untuk menganalisis masalah dan kreatif untuk melahirkan alternatif pemecahan masalah. kreatif. dan sebagainya. ”Di mana?”. dan kemampuan memecahkan masalah Pada dasarnya belajar yang baik adalah memecahkan masalah karena dalam belajar sesungguhnya kita menghadapkan siswa pada masalah. Ruang kelas yang penuh dengan pajangan hasil pekerjaan siswa. puisi. pasangan. 7. model. Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar . Materi yang dipajangkan dapat berupa hasil kerja perorangan. 6. Selain itu. dan ditata dengan baik.. Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik Ruang kelas yang menarik merupakan hal yang sangat disarankan dalam PAIKEM. benda asli. Berpikir kritis dan kreatif berasal dari rasa ingin tahu dan imajinasi yang keduanya ada pada diri anak sejak lahir. Hal ini memerlukan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Pajangan dapat berupa gambar. atau kelompok.. ”Bagaimana kalau. diagram.” dan “Apa yang terjadi jika…” lebih baik daripada pertanyaan dengan kata-kata yang hanya berbunyi “Apa?”. hasil pekerjaan yang dipajangkan diharapkan memotivasi siswa untuk bekerja lebih baik dan menimbulkan inspirasi bagi siswa lain. tugas guru adalah mengembangkannya. antara lain dengan sering memberikan tugas atau mengajukan pertanyaan terbuka dan memungkinkan siswa berpikir mencari alasan dan membuat analisis yang kritis. Pertanyaan dengan kata-kata ”Mengapa?”. dapat membantu guru dalam kegiatan pembelajaran karena dapat dijadikan rujukan ketika membahas sebuah masalah.

sosial. merumuskan pertanyaan. mengklasifikasi. Pemanfaatan lingkungan dapat mengembangkan sejumlah keterampilan seperti mengamati (dengan seluruh indera). dan budaya) merupakan sumber yang sarat dengan bahan belajar siswa. cara memberikan umpan balik pun harus secara santun. apalagi jika bangku diatur berkelompok dan para siswa duduk berhadapan. Guru harus konsisten memeriksa hasil pekerjaan siswa dan memberikan komentar dan catatan. Umpan balik hendaknya lebih banyak mengungkapkan kekuatan daripada kelemahan siswa.Lingkungan (fisik. karena aktif secara mental (mentally active) lebih berarti daripada aktif secara fisik (phisically active). 8. Lingkungan dapat berperan sebagai media belajar dan objek kajian (sumber belajar). Catatan guru berkaitan dengan pekerjaan siswa lebih bermakna bagi pengembangan diri siswa daripada hanya sekedar angka. Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar Mutu hasil belajar akan meningkat apabila terjadi interaksi dalam belajar. mempertanyakan gagasan orang . Sering bertanya. mencatat. berhipotesis. Selain itu. Penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar sering membuat siswa merasa senang dalam belajar. Situasi yang mencerminkan aktifitas fisik seperti ini bukan ciri berlangsungnya PAIKEM yang sebenarnya. membuat tulisan. dan membuat gambar / diagram. Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental Banyak guru yang cepat merasa puas saat menyaksikan para siswa sibuk bekerja dan bergerak. Pemberian umpan balik (feedback) dari guru kepada siswa merupakan salah satu bentuk interaksi antara guru dan siswa. Hal ini dimaksudkan agar siswa lebih percaya diri dalam menghadapi tugas-tugas belajar selanjutnya. Bahan dari lingkungan dapat dibawa ke ruang kelas untuk menghemat biaya dan waktu. Belajar dengan menggunakan lingkungan tidak selalu harus di luar kelas. 9.

PENJABARAN PAIKEM 1. adanya siang dan malam. dan melakukan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman langsung.lain. 1994:12). Siswa mengamati adanya lakilaki dan perempuan. Semua ini merupakan sunnatullah. emosional. bahkan moral dan spiritual. baik yang muncul dari temannya maupun dari guru itu sendiri. dan takut dimarahi jika salah. C. Siswa mengamati bintang-bintang berkelip di malam hari dengan jarak yang sangat jauh dari bumi. Siswa mengamati matahari bersinar di siang hari dan berjalan pada porosnya. manusia akan dapat mendorong dirinya untuk melakukan penelitian . terbit di ufuk timur dan terbenam di ufuk barat. sehingga belajar merupakan proses aktif siswa dalam membangun pengetahuannya sendiri. Guru harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga siswa aktif bertanya. membangun gagasan. artinya terbiasa berbuat segala hal dengan menggunakan segala daya. Pembelajaran yang aktif berarti pembelajaran yang memerlukan keaktifan semua siswa dan guru secara fisik. siswa didorong untuk bertanggung jawab terhaap proses belajarnya sendiri. seperti: takut ditertawakan. Berkembangnya rasa takut sangat bertentangan dengan prinsip PAIKEM. Pembelajaran Aktif Secara harfiah active artinya: ”in the habit of doing things. Dengan demikian. Oleh karena itu. Dengan adanya sunnatullah. bulan bersinar di malam hari dan beredar pada porosnya. siswa dapat melakukan pengamatan tentang fenomena alam. guru hendaknya menghilangkan penyebab rasa takut tersebut. Dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tentang sunnatullah atas alam semesta misalnya. dan adanya panas dan dingin. takut disepelekan. dan mengungkapkan gagasan merupakan tanda-tanda aktif secara mental. mental. energetic” (Hornby. Syarat berkembangnya aktif mental adalah tumbuhnya perasaan tidak takut.

memberi pengaruh lebih kuat dan relatif lebih langgeng dibandingkan dengan dorongan hadiah atau dorongan keharusan dari orangtua dan guru. Dalam perspektif psikologi kognitif. berpikir. sebuah proses belajar perlu memberikan wewenang kepada siswa untuk berpikir kritis secara bertanggung jawab. Motivasi (Motivation) Proses belajar hendaknya lebih mengembangkan motivasi intrinsic siswa. b. c. umpamanya. dan strategi pembelajaran hendaknya bermanfaat bagi siswa (meaningful). motivasi yang lebih signifikan bagi siswa adalah motivasi intrinsik (bukan ekstrinsik) karena lebih murni dan langgeng serta tidak bergantung pada dorongan atau pengaruh orang lain. Motivasi belajar . metode. Menurut Taslimuharrom (2008) sebuah proses belajar dikatakan aktif (active learning) apabila mengandung: a. Sehingga secara fisik semua indera aktif terlibat. dan menyimpulkan bahwa semua benda dan fenomena itu terjadi karena kehendak Allah SWT. Motivasi intrinsik adalah hal dan keadaan yang berasal dari dalam diri siswa sendiri yang dapat mendorongnya melakukan tindakan belajar. dan bersifat/memiliki keterkaitan dengan kepentingan pribadi (personal). sedangkan guru lebih banyak mendengar dan menghormati ide-ide siswa.terhadap benda-benda ciptaan Allah. sesuai dengan kebutuhan siswa (relevant). materi. Tanggung jawab (Responsibility) Dalam hal ini. Dorongan mencapai prestasi dan memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk masa depan. menganalisis. serta memberikan pilihan dan peluang kepada siswa untuk mengambil keputusan sendiri. Keterlekatan pada tugas (commitment) Dalam hal ini.

Alhasil. perangkat dan sebagainya) dipandang baru atau bersifat inovatif apabila metode dan sebagainya itu berbeda atau belum dilaksanakan oleh seorang guru meskipun semua itu bukan barang baru bagi guru lain. Sehingga. . dan  mendiskusikan gagasan orang lain dan gagasannya sendiri. Di sisi lain. dan microsoft power point merupakan salah satu alternatif. siswa aktif antara lain dalam hal:  bertanya / meminta penjelasan. Pembelajaran Inovatif McLeod (1989:520) mengartikan inovasi sebagai: “something newly introduced such as method or device”. Penggunaan bahan pelajaran. 2.  mengajukan pertanyaan yang menantang. Berdasarkan takrif ini. Ia tidak hanya menyuapi murid. Pembelajaran inovatif dapat menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan apabila dilakukan dengan cara meng.  mengemukakan gagasan.integrasikan media/alat bantu terutama yang berbasis teknologi baru/maju ke dalam proses pembelajaran tersebut. di antaranya membangun rasa pecaya diri siswa. software multimedia. dan  mendiskusikan gagasan siswa. menemukan dan memecahkan masalahnya sendiri. bahan.siswa akan meningkat apabila ditunjang oleh pendekatan yang lebih berpusat pada siswa (student centered learning). di satu sisi guru aktif:  memberikan umpan balik. segala aspek (metode. terjadi proses renovasi mental. juga tidak seperti orang yang menuangkan air ke dalam ember. Guru mendorong siswa untuk aktif mencari.

tentang daily life dan tentang hospitality. tidak perlu memakai materi asli yang cenderung sekuler. Laila selalu membantu ibunya di dapur). Penggunaan wacana-wacana khas ini tidak berarti harus mengabaikan wacana-wacana umum yang lazim misalnya tentang interpersonal interaction. puasa. Sebagian siswa ada yang berkemampuan dalam menyerap ilmu dan keterampilan dengan menggunakan daya visual (penglihatan) dan auditory (pendengaran). Namun.Pelajaran bahasa Inggris di sekolah dan madrasah misalnya. Dalam hal ini. sedang sebagian lainnya menyerap ilmu dan keterampilan secara kinestetik (rangsangan/gerakan otot dan raga). penggunaan . wacana-wacana umum itu disajikan secara inovatif dalam arti menggunakan metode dan bahan serta kosa kata yang berbeda dan dapat dipandang Islami. zakat/sedekah. Kalimat seperti ini tidak hanya Islami. Cobalah Anda pikirkan. apa signifikansi kedua kalimat tadi? Tidak ada. dan sebagainya. dan pergi haji. Ketika menjelaskan struktur kalimat the simple present tense yang menceritakan kegiatan sehari-hari/kebiasaan misalnya. Membangun sebuah pembelajaran inovatif bisa dilakukan dengan cara-cara yang di antaranya menampung setiap karakteristik siswa dan mengukur kemampuan/daya serap setiap siswa. tetapi juga bersifat inovatif dan lebih bermanfaat daripada kalimat yang bunyinya sekedar “Birds fly in the sky” (Burung-burung terbang di angkasa) apalagi kalimat yang berbunyi “John goes to the beach with Jane every Sunday” (Setiap hari Ahad John pergi ke pantai bersama Jane). Bahasa Inggris untuk MTs bisa dikembangkan sendiri. misalnya dengan menggunakan wacanawacana ke-Islam-an tentang salat. seorang guru bahasa Inggris bisa menggunakan contoh kalimat: “I do the Jumah prayer in the grand mosque every Friday” (Setiap hari Jumat saya salat Jumat di masjid agung) atau “Laila always helps her mother in the kitchen after praying the maghrib” (Setelah salat magrib. karena semua orang sudah tahu setiap burung kalau terbang pasti di angkasa. dan kebiasaan John ke pantai berduaan dengan Jane itu tidak Islami bahkan tidak Indonesiani.

 memodifikasi pendekatan pembelajaran konvensional menjadi pendekatan inovatif yang sesuai dengan keadaan siswa. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. sekolah dan lingkungan.  berupaya mencari bahan/materi sendiri dari sumber-sumber yang relevan. menggunakan perangkat tekonologi maju dalam proses belajar. Di sisi lain.  melibatkan perangkat teknologi pembelajaran.ngun proses pembelajaran inovatif. di satu sisi guru bertindak inovatif dalam hal:  menggunakan bahan/materi baru yang bermanfaat dan bermartabat.alat/perlengkapan (tools) dan metode yang relevan dan alat bantu langsung dalam proses pembelajaran merupakan kebutuhan dalam memba. Alhasil. Selain itu. siswa pun bertindak inovatif dalam arti:  merngikuti pembelajaran inoavtif dengan aturan yang berlaku. . Examples non-examples. dalam menerapkan pembelajaran yang inovatif diperlukan adanya beraneka ragam strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang studi.  menerapkan pelbagai pendekatan pembelajaran dengan gaya baru. Adapun ragam strategi pembelajaran yang dapat diterapkan dalam pembelajaran inovatif (Sukestyarno : 2007) meliputi: a.

Numbered heads together. 3) Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya/mengetahui jawabannya. setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok. lalu mencatat hasilnya. 5) Tanggapan dari teman yang lain ditampung. 4) Kelompok yang terdiri atas 2-3 siswa melakukan diskusi dan analisis mengenai bagian yang merupakan contoh dan bukan contoh. 2) Guru memberi tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. 5) Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. 6) Guru mengomentari dan memberi penjelasan mengenai materi sesuai dengan sesuai tujuan yang ingin dicapai.2) Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui power point. 7) Simpulan. . 4) Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka. b. 3) Guru memberikan petunjuk dan peluang kepada siswa untuk memperhatikan / menganalisis gambar . kemudian guru menunjuk nomor yang lain.

2) Penugasan diberikan kepada setiap siswa berdasarkan nomor terhadap tugas yang berangkai misalnya: siswa No. Cooperative script.  Simpulan dibuat oleh siswa bersama guru. Sementara itu.6) Simpulan. 2) Guru membagikan wacana/materi dan siswa membaca dan membuat ringkasannya. para siswa pendengar: 1) menyimak/mengoreksi/ menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap. semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar dan sebaliknya.  Penutup d.  Bertukar peran. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru membagi siswa ke dalam sejumlah pasangan. Kepala bernomor struktur. 3) Guru dan siswa menetapkan siswa yang pertama berperan sebagai pembicara dan siswa-siswa lain yang berperan sebagai pendengar. 4) Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin. c.1 bertugas . dengan memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Siswa dibagi ke dalam sejumlah kelompok. dan setiap siswa anggota kelompok mendapat nomor. 2) membantu mengingat / menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.

5) Memberi evaluasi. dll). Pada saat menjawab kuis para siswa tidak diperbolehkan saling membantu. 4) Melaporkan hasil dan tanggapan dari kelompok yang lain. Siswa disuruh keluar dari kelompoknya dan bergabung bersama beberapa siswa yang bernomor sama dari kelompok lain. Student teams-achievement divisions (STAD). guru bisa menyuruh kerja sama antar-kelompok. siswa No. 3) Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. 4) Guru memberikan kuis/pertanyaan kepada seluruh siswa. dan siswa No. suku. 3) Jika perlu. jenis kelamin. 5) Simpulan. e.mencatat soal. 3 melaporkan hasil pekerjaan dan seterusnya. 2) Guru menyajikan pelajaran. Anggota yang sudah paham dapat menjelaskan kepada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu paham. 6) Simpulan. Dalam kesempatan ini siswa dengan tugas yang sama bisa saling membantu atau mencocokkan hasil kerja sama mereka. dengan langkahlangkah sebagai berikut: 1) Membentuk kelompok yang anggotanya terdiri atas 4-5 orang secara heterogen (campuran menurut prestasi. . 2 mengerjakan soal.

Jigsaw (Model Tim Ahli). 8) Penutup. dll. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. .bungan dengan masalah tersebut (menetapkan topik. tugas. 5) Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian mengajar teman satu tim mereka tentang subbab yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Problem-based instructions (PBI). jadual. 4) Anggota dari tim yang berbeda yang telah mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk mendiskusikan subbab mereka. Memotivasi siswa untuk terlibat dalam aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.f. dengan langkah-langkah sebagai berikut: 1) Siswa dikelompokkan ke dalam tim-tim yang terdiri atas 4 siswa. 6) Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi. 7) Guru memberi evaluasi. 2) Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhu.). g. 2) Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang berbeda 3) Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang ditugaskan.

Menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam proses pembelajaran Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.lah. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. . pengumpulan data. pemecahan masalah. 5) Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan. komputer. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon. 4) Guru membantu siswa dalam merencanakan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.3) Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai. internet. e-mail. dsb. eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masa. yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. hipotesis. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya “cyber teaching” atau pengajaran maya.

penalaran. Revolusi pertama ditandai dengan ditemukannya teknologi pencetakan buku.Penggunaan komputer dalam pendidikan dapat menggabungkan unsur inovasi. proses belajar untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi semakin cepat dan hemat waktu dan prosesnya pun akan semakin individual sesuai dengan kebutuhan setiap siswa tetapi sekaligus massal. CAI dapat . maka dengan mudah siswa dapat memfokuskan pengambilan keputusan. Apabila media teknologi ini tersedia. Revolusi kedua ditandai dengan munculnya konsep perpustakaan dan teknologi komputer yang dikembangkan pada awal tahun 1950-an yang telah memberikan manfaat luar biasa bagi kehidupan manusia (Heinich. memberikan latihan dan mengukur kemajuan belajar siswa. dalam Supriadi. (Supriadi. dan problem solving. refleksi. dilakukan usaha-usaha untuk menerapkan hasil-hasil inovasi teknologi tersebut dalam pendidikan umumnya dan kegiatan pembelajaran khususnya yang dikenal dengan pembelajaran dengan bantuan komputer (Computer-Assited Learning / Instruction. 2002:4) Beberapa ahli berpendapat bahwa dalam dunia pendidikan teknologi komputer dianggap sebagai revolusi ketiga. kreativitas dan hiburan. Hal ini akan mendorong daya pikir kritis siswa dan berkeasi dengan bebas. disingkat CAL/CAI) dimana belajar siswa tidak lagi hanya mengandalkan tatap muka dengan guru. 1996) Kemajuan teknologi komputer membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. tatkala inovasi dalam perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) mulai tumbuh. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. meskipun siapapun mengakui bahwa bahwa peran guru dalam pendidikan tak tergantikan oleh komputer. menjadikan peserta didik memiliki rasa senang. tidak jenuh menerima pelajaran dan memudahkan tenaga pendidik dalam mempersiapkan materi pembelajaran. 2002 : 1) Alternatif CAI diimplementasikan dengan penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran. (Centron.

c. Ditinjau dari tujuan psikomotor. juga dapat menumbuhkan inspirasi dan meningkatkan minat. juga untuk memperkuat proses belajar dan memperbaiki ingatan. 2001:10) : a. prinsip. pembelajaran sikap/afektif pun dapat dilakukan mengunakan media komputer. b. Bila program didesain secara tepat dengan memberikan potongan clip suara atau video yang isinya menggugah perasaan. melalui pembelajaran yang dikemas dalam bentuk games dan simulasi sangat bagus digunakan untuk menciptakan kondisi dunia kerja.kan konsep-konsep aturan.sebagai tutor yang menggantikan guru di dalam kelas. Bentuk CAI bermacam-macam bergantung pada kecakapan pendesain dan pengembang pembelajaran. proses. dan tujuan afektif. Hal ini memerlukan kebebasan kreativitas dari para siswa. . Ditinjau dari tujuan kognitif. Komputer juga dapat menjelaskan konsep tersebut dengan dengan sederhana dengan penggabungan visual dan audio yang dianimasikan. Adanya hubungan interaktif yang menyebabkan terwujudnya hubungan antara rangsangan dengan respons. komputer dapat mengajar. simulasi perang dalam medan yang paling berat dan sebagainya. Di antaranya ada yang berbentuk permainan (games) untuk mengajarkan konsep-konsep abstrak yang dikonkretkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan. karena komputer memiliki banyak keistimewaan diantaranya (Dubin dan Clements dalam Munir. Selain itu banyak keuntungan yang diperoleh. Umpan balik. Beberapa contoh program antara lain. langkah-langkah. Komputer memberi fasilitas bagi pengguna untuk mengulang bila diperlukan. Sehingga cocok untuk kegiatan pembelajaran mandiri. Komputer membantu siswa memeroleh umpan balik (feed back) terhadap pelajaran secara leluasa dan dapat memacu motivasi siswa. Terjadinya pengulangan. dan kalkulasi yang kompleks. simulasi pendaratan pesawat.

2) Model Sequential Apabila perangkat komputer yang tersedia di sekolah cukup banyak. yakni: model selektif. Menurut Nuruddin (Suhada. Berikut uraian rinci mengenal model-model tersebut. selain itu dapat melalui situs-situs (web page) mata pelajaran. (dalam hal ini multimedia). 1) Model Selektif Apabila perangkat komputer yang tersedia di sekolah sangat minim. mengoperasikan sendiri. dan model laboratorium. terdapat beberapa model pembelajaran yang dapat digunakan dengan menggunakan e-learning. maka hal tersebut dapat diatur untuk setiap dua atau tiga siswa dapat mengakses komputernya masing-masing bahan ajar matematika yang telah diinstal pada server. bahan ajar langsung diakses dan ditampilkan dari CD interaktif. Jika ada lebih dari satu komputer. Dengan menggunakan komputer dan LCD. model sequential. guru secara demonstratif menyampaikan materi ajar yang telah dibuat dalam bentuk CD interaktif. . namun belum memungkinkan seluruh siswa menggunakan komputer yang ada.komputer multimedia atau perangkat elektronik (e-learning). dapat dilaksanakan dengan menggunakan beberapa model sesuai dengan kemampuan sekolah dalam penyediaan sarana perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). siswa diberi peluang untuk mendapatkan pengalaman “hand on”. referensi lain seperti buku atau bahan lain yang mendukung proses pembelajaran.2003). model selektif menjadi alternatif bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran.

yaitu e-learning (multimedia). 3) Model Laboratorium Model pembelajaran laboratorium adalah model pembelajaran e-learning yang paling ideal dimana setiap siswa dapat menggunakan perangkat komputer untuk mengakses materi ajar. Sistem pembelajaran ini dibangun dengan kemungkinan selalu dapat diperbaharui serta disesuaikan dengan kondisi sekolah. buku. Kurikulum memang merupakan dokumen dan rencana baku. namun tetap perlu dikritisi dan dikembangkan secara kreatif. diskusi kelompok. c.Dalam model ini para siswa secara bergantian mendapat kesempatan menggunakan komputer untuk mengeksplorasi informasi yang dilakukan secara berurutan. Pembelajaran dilakukan secara berurutan (sequensial). 3. Pembelajaran Kreatif Kreatif (creative) berarti menggunakan hasil ciptaan / kreasi baru atau yang berbeda dengan sebelumnya. selanjutnya ahli media membuatnya dalam bentuk CD pembelajaran interaktif. kemudian diakses oleh guru dan siswa. Pengembangan pembelajaran berbasis teknologi multimedia dapat digambarkan sebagai berikut: a. tatap muka di kelas. Dengan demikian. b. Pembelajaran yang kreatif mengandung makna tidak sekedar melaksanakan dan menerapkan kurikulum. Guru membuat bahan ajar berkolaborasi dengan ahli media. diskusi kelas. ada kreativitas pengembangan kompetensi dan kreativitas . Materi ajar tersebut selanjutnya di up-load pada server. Dalam materi tersebut tercantum referensi yang dapat ditelusuri secara online.

Di sisi lain. Di samping itu. . Pembelajaran Efektif Pembelajaran dapat dikatakan efektif (effective / berhasil guna) jika mencapai sasaran atau minimal mencapai kompetensi dasar yang telah ditetapkan. 4. karena:  menguasai materi yang diajarkan. maka pada setiap akhir pembelajaran perlu dilakukan evaluasi. siswa pun kreatif dalam hal:  merancang / membuat sesuatu. perenungan yang dilakukan oleh guru dan siswa. tetapi semacam refleksi. Hal ini sejalan dengan kebijakan penilian berbasis kelas atau penilaian authentic yang lebih menekan. Alhasil. di satu sisi guru bertindak kreatif dalam arti:  mengembangkan kegiatan pembelajaran yang beragam. (Warta MBS UNICEF : 2006) Alhasil.  menulis/mengarang. yang juga penting adalah banyaknya pengalaman dan hal baru yang “didapat“ siswa.  membuat alat bantu belajar yang berguna meskipun sederhana.dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas termasuk pemanfaatan lingkungan sebagai sumber bahan dan sarana untuk belajar. di satu sisi guru menjadi pengajar yang efektif. Evaluasi yang dimaksud di sini bukan sekedar tes untuk siswa. Untuk mengetahui keefektifan sebuah proses pembelajaran. Pembelajaran kreatif juga dimaksudkan agar guru menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi berbagai tingkat kemampuan siswa dan tipe serta gaya belajar siswa. Guru pun diharapkan memeroleh “pengalaman baru” sebagai hasil interaksi dua arah dengan siswanya.kan pada penilaian proses selain penilaian hasil belajar. serta didukung oleh data catatan guru.

 memahami tujuan pembelajaran.  menghargai siswa dan memotivasi siswa. yaitu dorongan keingintahuan yang disertai upaya mencari tahu sesuatu. siswa menjadi pembelajar yang efektif dalam arti:  menguasai pengetahuan dan keterampilan atau kompetensi yang diperlukan. Selain itu pembelajaran perlu memberikan tantangan kepada siswa untuk berpikir. Perasaan yang mengasyikkan mengandung unsur inner motivation. penuh dengan percaya diri dan mandiri untuk mengembangkan potensi diri secara optimal.  melaksanakan penilian yang tepat dan benar.  mengajarkan cara mempelajari sesuatu. mencoba dan belajar lebih lanjut.  mendapat pengalaman baru yang berharga. Pembelajaran yang menyenangkan adalah pembela.  mengajarkan keterampilan pemecahan masalah. Pembelajaran Menyenangkan Pembelajaran yang menyenangkan (joyful) perlu dipahami secara luas. Siswa merasa nyaman. Dengan demikian. aman dan asyik. Di sisi lain. 5.  menggunakan metode yang bervariasi.jaran yang dapat dinikmati siswa. diharapkan kelak siswa menjadi manusia yang .  mengembangkan pengetahuan pribadi dengan banyak membaca. mengajar dan mengarahkan dengan memberi contoh. banyak bernyanyi atau tepuk tangan yang meriah. bukan hanya berarti selalu diselingi dengan lelucon.

ialah:  adanya lingkungan yang rileks. dan ketika ada humor. aman. dorongan semangat.  terjaminnya ketersediaan materi pelajaran dan metode yang relevan.  terlibatnya semua indera dan aktivitas otak kiri dan kanan. takut dianggap sepele oleh guru atau teman. dalam pembelajaran yang menyenangkan guru tidak membuat siswa: • • • takut salah dan dihukum.berkarakter penuh percaya diri.  adanya situasi belajar yang menantang (challenging) bagi peserta didik untuk berpikir jauh ke depan dan mengeksplorasi materi yang sedang dipelajari. waktu istirahat. menyenangkan. Alhasil. takut ditertawakan teman-teman.  adanya situasi belajar emosional yang positif ketika para siswa belajar bersama. Adapun ciri-ciri pokok pembelajaran yang menyenangkan. Di sisi lain. menjadi dirinya sendiri dan mempunyai kemampuan yang kompetitif (berdaya saing). . tidak membuat tegang (stress). dan tidak membuat siswa ragu melakukan sesuatu meskipun keliru untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. dan dukungan yang enthusiast. menarik. pembelajaran yang menyenangkan dapat membuat siswa: • berani bertanya.

.• • • berani mencoba/berbuat. berani mengemukakan pendapat/gagasan. berani mempertanyakan gagasan orang lain.

kreatif. kreatif. efektif. B. dan menyenangkan. Metode ini mampu melibatkan siswa secara langsung dengan berbagai pengenalan terhadap lingkungan. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pembahasan di atas maka dapat penulis simpulkan bahwa pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif.BAB III PENUTUP A. dan kemampuan memecahkan masalah  Mengembangkan ruang kelas sebagai lingkungan belajar yang menarik  Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar . inovatif. kreatif. inovatif. efektif. dan menyenangkan) salah satu metode pembelajaran berbasis lingkungan. Dengan demikian selama dalam proses pembelajaran akan mengajak siswa lebih aktif. SARAN Dari model PAIKEM dapat disarankan bahwa seorang guru diharapkan mampu untuk:  Memahami sifat yang dimiliki siswa  Memahami perkembangan kecerdasan siswa  Mengenal siswa secara perorangan  Memanfaatkan perilaku siswa dalam pengorganisasian belajar  Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.

 Memberikan umpan balik yang baik untuk meningkatkan kegiatan belajar  Membedakan antara aktif fisik dan aktif mental .

2002. Pembelajaran Biologi dengan Menggunakan Media Interaktif CD GCSE Biologi Kelas 2 SMU Negeri 1 Bandung sebagai Computer Based Learning dalam Rangka Antisipasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). D. Belmont CA. Standar Nasional Pendidikan. Heinich. Slavin. JICA-IMSTEP.. Munir. A. Jakarta: Depdiknas.bang Matematika SMA Jenjang Dasar. 2003. Proceedings The 6th National Seminar on Science and Mathematics Education. USA: Thomson Higher Education. Cheltenham U. Internet Masuk Sekolah : Pemberdayaan Guru dan Siswa dalam Era Sekolah Berbasis E-Learning Makalah disajikan dalam . Boston:Allyin and Bacon. Petty. Cooperative Learning Theory. Teaching Today: A Practical Guide. Cognitive Psychology. 2005. Paket Pelatihan Awal untuk Sekolah dan Masyarakat. Instructional Media and Technology for Learning. Setiawan.E. Suhada.: Nelson Thomes Ltd. 2001. _________. Geoff. dan Menyenangkan (PAKEM). Makalah disampaikan pada Diklat Instruktur Pengem. The rule of IT/ICT in Supporting the Implementation of Competency-Based Curriculum. 2005.K. Depdiknas.an Anak. Aplikasi Teknologi Multimedia dalam Proses Belajar Mengajar. 1997. 1995. Classroom Instruction and Management. 2002. 2004. 3 (21). Efektif. dkk. 2006. Program Manajemen Berbasis Sekolah. Strategi Pembelajaran Matematika yang Aktif. Mimbar Pendidikan. B. Sternberg. Supriadi. R. Practice. Di PPPG Mate. R.DAFTAR PUSTAKA Arends. Jakarta: Grasindo. Kreatif. 4th editon. 3rd edition. 2004. Menciptakan Masyarakat Peduli Pendidik. Inc. Research and Second Edition. Ja.matika Yogyakarta pada tanggal 6 – 19 Agustus 2004.S.karta: Ditjen Dikdasmen–Depdiknas. New York: McGraw Hill. Lie. 1996. New Jersey: Prentice Hall. Robert J. Cooperative Learning : Mempraktikkan Cooperative Learning di Ruang-ruang Kelas.

2008. 2006. Jakarta: PT Rajawali Pers. Cetakan ke-14 (Edisi revisi).” Diselenggarakan oleh Telkom Learning / Sinapsis Indonesia. 2008. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Taslimuharrom. 2008. Syah. Muhibbin. Artikel Pendidikan [On-line] . ____________.seminar “Implementasi E-Learning untuk Sekolah Menengah. Oktober 2002 . Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Metodologi PAKEM. Cetakan ke-2. Islamic English: A Competency-based Reading Comprehension. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Psikologi Belajar. Cetakan ke-8. Bandung: PT Telkom. ____________.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.