Bahan Ajar Elektronika

BAB I TEORI RANGKAIAN LISTRIK DASAR
I.1. MUATAN ELEKTRON Suatu materi tersusun dari berbagai jenis molekul. Suatu molekul tersusun dari atom-atom. Atom tersusun dari elektron (bermuatan negatif), proton (bermuatan positif) dan neutron (tidak bermuatan). Muatan sebuah proton sebesar 1,6 x 10-19 coulomb dan muatan sebuah elektron sebesar 1,6 x 10-19 coulomb. Interaksi antara muatan positif dan muatan negatif mengikuti Hukum Coulomb, seperti yang ditunjukkan olah Gambar 1.1.

Gambar 1.1. Hukum Coulomb pada partikel bermuatan.

Model atom yang paling sederhana ditunjukkan oleh Gambar 1.1, dimana sebuah atom terdiri dari inti atom dan elektron yang bergerak mengelilingi inti pada orbit-orbit tertentu sesuai dengan tingkat level energinya. Elektron bisa berpindah ke level energi lebih rendah dengan melepaskan sejumlah energi. Begitu sebaliknya, elektron bisa berpindah ke level energi lebih tinggi dengan menyerap sejumlah energi.

Gambar 1.2. Model atom yang paling sederhana.

Elektron yang menempati level terluar dinamakan elektron valensi. Jika elektron valensi menyerap sejumlah energi, elektron tersebut akan lepas dari ikatan atom dan menjadi elektron bebas. Pada beberapa material, elektron bebas ini bisa berpindah dari satu ataom ke atom yang lain sehingga Faridah, ST. MSc. – Jurusan Teknik Fisika UGM 1

Gambar 1. DAN RESISTOR Tegangan Tegangan adalah jumlah energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan satu unit muatan positif dari titik yang lebih negative (potensial lebih rendah) menuju titik yang lebih positif (potensial lebih tinggi). misalnya berupa beda potensial dari sebuah baterei. ST.3. TEGANGAN. Satu joule adalah usaha yang dibutuhkan untuk menggerakkan satu coulomb muatan Faridah. dalam hal ini tembaga (Copper). ARUS.Bahan Ajar Elektronika terjadi apa yang dinamakan arus listrik. Secara ekuivalen. Jika kedua ujung sepotong kawat tembaga diberi gaya dari luar.2. Aliran elektron pada kawat tembaga jika dikenai beda potensial pada kedua ujungnya. maka elektron akan bergerak dari kutup negatif ke kutup positif. – Jurusan Teknik Fisika UGM 2 . Gambar 1. I. Elektron yang telah lepas dari ikatan atom (digambarkan dalam lingkaran kecil) berada bebas diantara atom-atom. Tegangan biasa disebut beda potensial atau gaya elektromotif (electromotive force. Susunan atom pada konduktor.3 menunjukkan atom-atom pada konduktor. tegangan juga bisa didefinisikan sebagai energi yang dilepaskan ketika satu unit muatan bergerak ‘jatuh’ dari potensial tinggi ke potensial lebih rendah. MSc. Gambar 1. yang tersusun rapi dalam baris dan kolom.4. yang biasanya disebut lattice. sehingga timbul yang dinamakan arus listrik. Besaran ini diukur dalam satuan volt (V). Material tersebut dinamakan material konduktor. EMF).

(1. R. hambatan atau resistor ( secara sederhana I sebanding dengan V). P. Secara konvensional. dioda ( I yang mengalir satu arah) dan lain sebagainya. V. merupakan perkalian dari besar tegangan. – Jurusan Teknik Fisika UGM 3 .2) Kawat konduktor yang digunakan berbeda. dan arus listrik. Daya listrik dinyatakan dalan satuan watt (W) di mana 1 watt = 1 joule/s. Tegangan dan arus dapat diamati pada suatu rangkaian listrik seperti pada Gambar 1. Tegangan dan arus listrik pada sebuah rangkaian listrik. Besaran ini diukur dalam satuan ampere (A). Arus sebesar satu ampere sama dengan aliran dari satu coulomb muatan per second.Bahan Ajar Elektronika melintasi beda potensial sebesar satu volt. meskipun. Besarnya daya listrik yang digunakan rangkaian tersebut. dalam rangkaian. Pernyataan tersebut pertama kali ditemukan oleh Gregor Ohm sehingga dikenal dengan hukum Ohm. (1. Besar arus yang melewati sebuah kawat konduktor sebanding dengan besar tegangan atau beda potensial yang dikenakan pada kedua ujung konduktor tersebut. kapasitor (I sebanding dengan laju perubahan V). Hal ini biasanyan dituangkan dalam bentuk grafik karakteristik I – V. akan menghasilkan nilai konstanta yang berbeda. dengan. MSc. Sebagai contoh.1) Gambar 1. Resistansi dan Resistor Mengamati hubungan dari tegangan dan arus listrik pada sebuah komponen dalam sebuah rangkaian listrik merupakan jantung dari elektronika. Faridah. Besarnya konstanta tersebut selanjutnya disebut dengan resistansi atau besar hambatan.5. (Coulomb merupakan satuan untuk besaran muatan listrik dengan 1 coulomb mendekati besar muatan 6 x 1018 elektron). ST.5. besar arus dalam suatu rangkaian listrik dinyatakan oleh besar aliran dari titik lebih positif ke titik yang lebih negatif. pada kenyataannya elektron mengalir dengan arah yang berlawanan. di mana. Arus Arus adalah laju dari aliran muatan listrik yang melewati satu titik. I.

Dalam prakteknya.5) Gambar 1. karbon film. MSc.8.6. Beberapa rangkaian membutuhkan hambatan yang lebih besar daripada hambatan pada kawat konduktor. resistor bisa tersusun seri dan tersusun pararel. (a) (b) Gambar 1. kawat konduktor yang kita gunakan dalam sebuah rangkaian listrik dipilih setipis mungkin sehingga tegangan drop yang disebabkan oleh hambatan kawat bisa diabaikan. logam tipis. Resistor yang tersusun seri ditunjukkan oleh Gambar 1. Resistor yang tersusun pararel ditunjukkan oleh Gambar 1.7.3) Resistansi atau besar hambatan dinyatakan dalam satuan ohm (Ω).Bahan Ajar Elektronika (1. Resistor tersusun seri.7.4) Gambar 1. atau kawat konduktor dengan konduktivitas yang rendah. Besar nilai resistansi effektif nya adalah. – Jurusan Teknik Fisika UGM 4 . (1. ST. Dalam rangkaian listrik. Resistor (a) dan simbol (b) yang digunakan pada gambar rangkaian listrik. (1. Besar nilai resistansi effektif nya adalah. I. Untuk kasus tersebut digunakan sebuah resistor atau hambatan (Gambar 1.6). Resistor tersusun seri.8. Resistor dibuat dari bahan konduktor seperti karbon.3 SUMBER TEGANGAN Faridah.

Nilai efektif adalah nilai dari sumber tegangan ac yang menghasilkan efek pemanasan yang sama dengan nilai dc ekuivalennya.10a).10. (1.10b). 3. atau nilai puncak (peak value). Vpp. Nilai efektif disebut juga nilai rms (root mean square) . f. (1. 4. 2.7) 5. Gambar 1. atau nilai maksimum.6) Untuk gelombang sinus. ST. dengan besar tegangan bernilai konstan terhadap waktu (Gambar 1. Satuan frekuensi adalah Hertz. – Jurusan Teknik Fisika UGM 5 . Simbol sumber tegangan dc dan tegangan ac. adalah selisih antara nilai maksimum dan nilai minimum dalam satu siklus. Vp. MSc. adalah nilai rata-rata yang diukur dalam setengah siklus. Sumber tegangan dibedakan menjadi sumber tegangan dc. Vrms.Bahan Ajar Elektronika Sumber tegangan pada rangkaian listrik disimbolkan seperti Gambar 1. Amplitudo.9. dirumuskan sebagai. Frekuensi. Nilai puncak ke puncak (peak to peak value) . dengan besar tegangan bernilai bervariasi terhadap waktu (contoh pada Gambar 1. adalah nilai terbesar yang dicapai dalam setengah siklus. Vave. dan sumber tegangan ac atau bolak-balik. Nilai rata-rata (average value) . (a) (b) Gambar 1. Faridah. Sumber tegangan ac digambarkan dalam nilai-nilai ac seperti : 1.9. adalah banyaknya siklus per detik. Besar sumber tegangan dc (a) dan tegangan ac sinusoidal (b) terhadap waktu.

10) Agar mendekati sumber tegangan ideal. Rangkaian dengan sebuah sumber tegangan dc nyata dan sebuah hambatan beban.12.9) Sumber tegangan ideal hanya ada secara teori. (1. ST. Kenyataannya. Pada rangkaian Gambar 1.Bahan Ajar Elektronika Untuk gelombang sinus. – Jurusan Teknik Fisika UGM 6 . (1. Rangkaian dengan sebuah sumber tegangan dc ideal dan sebuah hambatan beban. Sebuah sumber tegangan selalu mempunyai hambatan dalam.12. Gambar 1. seperti ditunjukkan oleh Gambar 1. maka hambatan sumber didesain sekecil mungkin sehingga tegangan drop pada hambatan beban mendekati nilai tegangan pada sumber. Hambatan sumber bisa diabaikan jika besarnya (1. tinjau Gambar 1. Secara ideal maka tegangan drop pada hambatan beban akan sama dengan tegangan pada sumber. tidak ada sumber tegangan yang ideal. karena ketika hambatan beban mendekati nol.11) Faridah. Sebagai contoh. (1.12 dapat ditulis. Gambar 1.11 yang menunjukkan sebuah rangkaian yang terdiri dari sebuah sumber tegangan dc ideal dan sebuah hambatan beban. maka akan menghasilkan arus sebesar tak terhingga.8) Sumber tegangan dikatakan sebagai sumber tegangan ideal jika sumber tegangan dua terminal yang mampu menghasilkan tegangan drop tetap melalui kedua terminalnya ( atau pada sebuah hambatan beban). MSc.11.

– Jurusan Teknik Fisika UGM 7 . RTH.13. TEOREMA THEVENIN Theorema Thevenin merupakan salah satu theorema untuk menyederhanakan sebuah rangkaian listrik sehingga akan lebih mudah dianalisis.5. Gambaran tentang hukum Kirchoff Tegangan.4. MSc.14. Atau dengan kata lain bisa dikatakan bahwa jumlah arus pada titik percabangan sama dengan nol. Hukum Kirchoff Tegangan Jumlah tegangan drop (yaitu hasil perkalian dari arus dan resistansi) pada sebuah loop tertutup sama dengan nol. Theorema Thevenin menyatakan bahwa rangkaian listrik dua terminal yang terdiri dari resistor dan sumber tegangan akan ekuivaleh dengan sebuah rangkaian sebuah resistor. Faridah. ST. VTH. I.Bahan Ajar Elektronika I. Gambar 1. Gambaran tentang hukum Kirchoff Arus. HUKUM KIRCHOFF Hukum Kirchoff Arus Jumlah arus listrik yang masuk pada titik percabangan sama dengan jumlah arus istrik yang keluar dari titik percabanagn. Gambar 1. yang seri dengan sebuah sumber tegangan.

– Jurusan Teknik Fisika UGM 8 . sebesar.14) (1. Rangkaian ini banyak digunakan secara luas pada berbagai aplikasi.15) (1.16. Arus yang melewati rangkaian oleh tegangan masukan. RANGKAIAN PEMBAGI TEGANGAN Gambar 1.Bahan Ajar Elektronika Gambar 1.16) I. Vin.17 menunjukkan sebuah rangkaian pembagi tegangan. Faridah. Penyederhanaan rangkaian listrik dalam Theorema Thevenin.6.16 didapatkan. MSc.15. ST. Rangkaian listrik dua terminal.17. Rangkaian Pembagi Tegangan. Dari Gambar 1. Gambar 1. (1. VTH = Vopen circuit Gambar 1.

Vout.11 sehingga akan mendekati kasus sumber tegangan ideal. Diinginkan tegangan drop pada beban sama dengan 5V. Rangkaian pembagi tegangan juga sering digunakan untuk mendapatkan tegangan keluaran dengan nilai yang lebih rendah dibandingkan tegangan masukan sesuai dengan yang dibutuhkan suatu rangkaian.16 di mana tegangan keluaran sesuai dengan besar resistansi R2 dari suatu resistor variabel atau potensiometer.17. tetapi sumber yang tersedia sama dengan 12 V.Bahan Ajar Elektronika (1. R2. Misalnya seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1.16.17) Tegangan keluaran.19) Rangkaian pembagi tegangan sering digunakan dalam rangkaian untuk membangkitkan tegangan keluaran tertentu baik yang bernilai tetap maupun tegangan yang berubah-rubah. – Jurusan Teknik Fisika UGM 9 . I. KAPASITOR Faridah. 1. Rangkaian pembagi tegangan pada sebuah hambatan beban. Sebagai contoh. yaitu sebesar. (1.18). Gambar 1. tinjau Gambar 1.7. Sehingga perlu diperhatikan Pers. Maka digunakan rangkaian pembagi tegangan yang membagi tegangan pada beban yang lain. 1. Rangkaian volume control : tegangan keluaran sesuai masukan resistor variable atau potensiometer.16. sama dengan tegangan drop pada hambatan. Dengan memasang R1 dan R2 dengan perbandingan R1 : R2 = 7 : 5 agar mendapatkan tegangan drop pada beban sama dengan 5V (Pers. Tetapi perlu diingat bahwa semakin besar R1 dan R2 maka semakin besar tegangan drop padanya. Gambar 1. ST. MSc.

Gambar 1. Kapasitor plat sejajar dengan sebuah sumber tegangan dc.Bahan Ajar Elektronika Kapasitor adalah komponen elektronika yang digunakan untuk menyimpan energi listrik. Gambar 1. Kapasitor sederhana terdiri dari dua plat yang disusun sejajar dan saling berhadapan.18. Medan listrik statis muncul dari muatan listrik.20) sebesar (1. (1. V. Dengan konfigurasi seperti itu. Jika muatan positif sejumlah +Q coulumb pada plat yang satu dan muatan negatif –Q coulumb pada plat yang lain.19 menunjukkan sebuah kapasitor plat sejajar yang dihubungan pada dua terminal yang berlawanan dari sebuah baterei dari sumber tegangan V volt. Jadi. maka properti dari pasangan plat sejajar yang menyatakan jumlah muatan sesuai dengan besar tegangan. Gambar 1. ST. maka medan listrik akan timbul pada daerah di antara 2 plat (Gambar 1.20) Faridah. – Jurusan Teknik Fisika UGM 10 . adanya medan menandakan adanya muatan positif dan muatan negatif pada jumlah yang sama pada kedua plat.19) dengan d adalah jarak kedua plat.19. MSc. Kapasitor plat sejajar. yang besarnya. yang diberikan disebut kapasitansi. dimana garis-garis medan listrik berawal dan berakhir pada muatan-muatan listrik.

(1. Gambar 1. maka arus listrik yang melalui kapasitor sebesar . Perubahan tegangan pada kapasitor akibat adanya arus listrik. Jika arus listrik adalah laju dari aliran muatan listrik yang melewati satu titik. Medan listrik statis pada kapasitor plat sejajar. jika ada 1 A arus mengalir selama 1 detik mengalir pada rangkaian.20.21.22. MSc. Simbol dari kapasitor dalam rangkaian ditunjukkan oleh Gambar 1. Faridah.21) Gambar 1. Dapat dilihat bahwa komponen kapasitor tidak sesederhana resistor. – Jurusan Teknik Fisika UGM 11 . Begitu juga sebaliknya. Simbol kapasitor dalam rangkaian listrik.Bahan Ajar Elektronika Gambar 1. ST. maka akan menyebabkan perubahan tegangan pada kapasitor sebesar 1 volt. Kapasitansi diukur dalan satuan farad (F).21. Jika tegangan yang melewati kapasitor berubah sebesar 1 volt per detik maka akan menimbulkan arus sebesar 1 A.

23) (1. (1.23. – Jurusan Teknik Fisika UGM 12 . Rangkaian RC Rangkaian RC (Gambar 1. Maka besar muatan total.25) (1. MSc.24. Gambar 1.24 menunjukkan tiga buah kapasitor yang terhubung seri. (1. Tiga buah kapasitor yang terhubung seri.27) Gambar 1. Maka besar muatan total.23 menunjukkan tiga buah kapasitor yang terhubung pararel.24) Gambar 1. ST. Tiga buah kapasitor yang terhubung pararel. Faridah.25) merupakan rangkaian dengan kapasitor yang paling sederhana.Bahan Ajar Elektronika Kapasitor terhubung pararel dan seri Gambar 1.26) (1.

26. Gambar 1.24. Tiga buah kapasitor yang terhubung seri.27. Semakin besar RC maka semakin lambat proses pengurasan. Pada saklar ditutup.25. ST.30) Faridah. Dengan hukum Kirchoff tegangan didapatkan (1. Grafik tegangan pada kapasitor terhadap waktu dari rangkaian Gambar 1.Bahan Ajar Elektronika Gambar 1. Gambar 1. Hasil perkalian RC merupakan konstanta waktu dari rangkaian.24. Persamaan rangkaian menjadi. (1. – Jurusan Teknik Fisika UGM 13 .27 menunjukkan sebuah rangkaian yang sedikit berbeda dengan rangkaian pada Gambar 1. Gambar 1. MSc.26 yang merupakan sebuah grafik pengurasan tegangan pada kapasitor (capacitor discharging).28) (1.29) Grafik tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu ditunjukkan oleh Gambar 1.

properti tersebut dinamakan mutual-inductance. I. Faridah. Gambar 1.8. Gambar 1. properti tersebut dinamakan self-inductance. Induktansi adalah salah satu properti dalam rangkaian listrik di mana sebuh beda potensial (electromotiforce / emf) diinduksi dalam rangkaian dengan memberikan perubahan fluks yang dihasilkan oleh perubahan arus listrik.28.Bahan Ajar Elektronika (1. Induktansi diukur dalam satuan henry (H). – Jurusan Teknik Fisika UGM 14 .31) Untuk pada saat maka. INDUKTOR Induktor merupakan komponen elektronika yang bekerja dengan prinsip dasar induktansi. Suatu rangkaian mempunyai induktansi sebesar 1 henry jika emf satu volt dinduksi dalam rangkaian tersebut oleh perubahan arus dengan laju sebesar 1 ampere per detik.29.28 yang merupakan sebuah grafik pengisian tegangan kapasitor (capacitor charging). Jika emf diinduksi oleh fluks karena perubahan arus pada rangkaian itu sendiri. M.32) Grafik tegangan pada kapasitor sebagai fungsi waktu ditunjukkan oleh Gambar 1. Dan jika emf diinduksi oleh fluks karena perubahan arus pada rangkaian disebelahnya. (1. MSc. L. ST. Tegangan keluaran pada kapasitor (bawah) jika diberi masukan berupa tegangan kotak.

Meskipun Faridah.30.9. I. IMPEDANSI DAN REAKTAN Rangkaian dengan kapasitor dan induktor lebih komplek daripada hanya dengan hambatan atau resistor karena tersebut akan mempunyai prilaku yang tergantung pada frekuensinya. Tanda minus pada kedua persamaan di atas menunjukkan arahnya (seperti diberikan oleh hukum Lenz). Bentuk dasar induktor secara sederhana berupa kumparan kawat (Gambar 1.31. Gambar 1.31. (1. MSc. Emf yang diinduksi dalam sebuah kumparan dengan induktansi L adalah (1.33) dengan adalah perubahan fluks (dalam webers) yang terjadi pada rentang waktu (dalam detik).Bahan Ajar Elektronika Emf yang diinduksi dalam sebuah kumparan dengan N lilitan adalah. Simbol induktor dalam rangkaian listrik. ST. Dua contoh induktor. – Jurusan Teknik Fisika UGM 15 .34) dengan adalah perubahan arus (dalam ampere) yang terjadi pada rentang waktu (dalam detik).30) dengan simbol dalam rangkaian ditunjukkan oleh Gambar 1. Gambar 1.

dimungkinkan untuk menerapkan hukum Ohm dengan mengganti istilah ‘resistansi’ dengan ‘impedansi’. – Jurusan Teknik Fisika UGM 16 . (1.35) Impedansi dari resistor. adalah (1. kapasitor dan induktor merupakan komponen linier. Keluaran dari rangkaian linier yang diberi masukan berupa gelombang sinus dengan frekuensi . Hukum Ohm dengan impedansi. yang berarti bahwa amplitudo dari gelombang keluarannya. MSc.38) dengan kecepatan sudut . . . ST. kapasitor. Faridah.f.Bahan Ajar Elektronika demikian. . Z. secara umum dapat ditulis. apapun bentuk gelombangnya.36) (1. sebanding dengan amplitudo gelombang masukannya.37) (1. dan induktor. akan menghasilkan keluaran dengan frekuensi yang sama (sebagian besar dengan perubahan amplitudo atau fasenya) Pada rangkaian yang tersusun dari komponen linier.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful