BAB 1 PENDHULUAN

1.1.Latar Belakang Bantuan Sosial dan Hibah Pemkab Kukar yang dialokasikan tiap tahun anggaran bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat secara mandiri dan bermartabat. Tapi dalam kenyataanya, pengalokasian dana bansos dan hibah Kukar selama ini banyak kurang tepat sasaran. Akibat organisasi, kelompok band semakin menjamur ketika musim penganggaran dana bansos. Anggota DPRD Kukar Praptomo menyebut, pengelolaan dana bantuan sosial dan hibah Pemkab Kukar selama ini sangatlah buruk. Mengingat pengelokasian dana untuk hibah maupun bansos tidak selektif dan tidak didasarkan kreteris yang jelas dengan memperhatikan keadilan, transparan dan memprioritaskan kepentingan masyarakat luas."Banyak alokasi bansos maupun hibah yang penerimanya tidak mempunyai alamat jelas ataupun ada pihak yang menerima bansos ganda. Hal ini memperlihatkan bahwa pengelolaan dana bansos dan hibah sangatlah buruk," beber Praptomo. Seperti di ketahui, dana bantuan sosial pada APBD 2010 mengalami peningkatan yang sangat signifikan, dari nilai Rp90 miliar menjadi Rp110 miliar. Kenaikan tersebut juga ternyata tak mampu menekan angka kemiskinan di Kukar yang mencapai jumlah 32 ribu jiwa. Sementara dana hibah yang nilai pengalokasiannya lebih Rp50 juta, pada APBD 2010 ini mencapai angka Rp200 miliar, baik untuk hibah dana yayasan, dana untuk KPUD Kukar, KONI, maupun hibah untuk pengurus cabang olahraga Kukar.

1

Rumusan Masalah.2. namun bisa ditebak jika usulan anggaran melalui Kesmas atau Bappeda. Sedangkan dalam pasal 34 ayat (1) disebutkan bahwa: “Fakir miskin dan anakanak yang terlantar dipelihara oleh Negara”. Nilai lolos nya anggaran bansos cukup variasi. Padahal disektor pertanian dalam arti luas mampu menyerap sekitar 60 persen tenaga kerja di Kukar." beber Praptomo.Disisi lain. anggaran yang disetujui lebih rendah dibanding usulan dari DPRD Kuka 1. yang di kenal dengan APBD terbesar . Berdasarkan amanat konstitusional UUD 1945 tersebut maka pembangunan di bidang lainnya ditujukan untuk mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan yang berkeadilan sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara Hal ini sangat ironis dengan kenyataa yang terjadi di Pemerintah Kabupten Kutai Kartanegara. tak mencapai angka 12 persen. yang pertama adalah usulan bisa melalui Bagian Kesmas Setkab Kukar. dilaksanakan sebagaimana tercermin dari tujuan nasional yang termaktub dalam pembukaan UndangUndang Dasar 1945 dan dalam pasal 27 ayat (2) UUD 1945 yang berbunyi: “Tiap tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”.namun kenyataannya dengan berapa 2 ."Alokasi pembangunan disektor pertanian lebih rendah ketimbang anggaran untuk Bansos Kukar yang tidak jelas keperuntukannya dan manfaatnya. Dari penelurusan yang dilakukan penulis. ternyata usulan permohonan bantuan sosial melalui tiga pintu pilihan. alokasi untuk dana pembangunan pertanian dalam arti luas masih terbilang sangat minim. Bappeda serta melalui DPRD Kukar yang biasa disebut dengan aspirasi rakyat. Pembangunan di bidang kesejahteraan sosial.

serta makalah ini merupakan tuntutan tugas dari dosen pembimbing mata kuliah Hukum Administrasi Negara. Di karenakan minimnya literature yang ada pada penulis sehingga makaah ini jauh dari sempurna .untuk itu masukan dari berbagai pihak sangat di harapkan diskusi bersama. sebagai bahan 3 . Berkaiatan permasalahan diatas penulis mencoba menganalisa kasus bansos di Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di kaitan dengan Hukum Administrasi Negara.3.Tujuan Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui penyalahgunaan dana bantuan social yang berada di kabupaten Kutai Kartanegara. dan bukan rahasia UMUM bahwa penirima BANSOS kebanyakan hanyalah fiktif belaka. 1.decade pemerintah Kutai Kartanegara belum mampu mengurangi jumlah kemiskinan.hanya terjadai malah terungkapap nya kasus penyalahgunaan dana Bantuan Sosial ( BANSOS ) hal ini semakin bertambahnya jumlah pejabatyang di tangkap KPK.

Hukum Administrasi Negara termasuk dalam hukum Publik (Hukum Negara).BAB II PEMBAHASAN 2.) 5.Landasan Teori 1. Hukum administrasi negara adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur bagaimana negara sebagai penguasa menjalankan usaha-usaha untuk memenuhi tugasnya.) 3. (Kusumadi Poedjosewojo. 2. 4 .) 4. (Van Apeldoorn. (E. akan kemungkinan para pejabat melakukan tugas mereka yang khusus. Hukum administrasi negara adalah hukum yang menguji hubungan hukum istinewa yang diadakan. yaitu hubungan antara warga negara dan pemerintahnya yang menjadi sebab hingga negara itu berfungsi. Abdoel Djamali). Utrecht.1. (R. Hukum administrasi negara adalah peraturan hukum yang mengatur administrasi. Hukum administrasi negara adalah keseluruhan aturan yang harus diperhatikan oleh para pengusaha yang diserahi tugas pemerintahan dalam menjalankan tugasnya. yaitu hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan alat-alat perlengkapan atau hubungan antara negara dengan perseorangan (warga negara). Hukum administrasi negara adalah hukum yang mengatur tentang hubunganhubungan hukum antara jabatan-jabatan dalam negara dengan warga masyarakat .

1. Sebagai salah satu fungsi pemerintah. 5 . Meski demikian ada akan dikemukakan secara terpisah mengenai istilah administrasi Negara dan istilah pemerintah/pemerintahan berdasarkan kamus dan yang berkembang dikalangan para sarjana. Hukum Tata usaha Pemerintahan. yakni seperti HAN. tata usaha Negara. HAN Indonesia. sedangkan bastuur diterjemahkan secara seragam dengan pemerintahan. Sebenarnya kedua kata ini dalam penggungaanya memiliki makna sama. Perbedaan penerjemahan tersebut mengakibatkan perbedaan penamaan terhadap hukum ini. Hukum Tata Usaha Negara. Administrasi merujuk pada pengertian yang ketiga. sebagaimana yang dianut Hadjon. dengan alasan bahwa pada kata administrasi itu sudah mengandung konotasi Negara/ pemerintahan. Sebagai aparatur dan aparat dari pada pemerintah. tanpa atribut Negara. a. dan ada yang menerjemahkan dengan administrasi saja. 2. Sebagai proses pemerintah yang memerlukan kerja sama tertentu. yaitu. karena pemerintah itu sendiri merupakan terjemahan dari kata administrasi. tata usaha pemerintahan. Hukum Tata Pemerintahan. yakni kegiatan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan Prajudi Atmosudirdjo mengemukakan bahwa administrasi Negara mempunyai tiga arti. tata pemerintahan. 3.Di negeri Belanda ada dua istilah mengenai hukum ini yaitu bestuurrecht dan administratief recht. Administrase ini ada yang menerjemahkan dengan tata usah. Hukum Tata Usaha Negara Indonesia.terhadap dua istilah ini para sarjana Indonesia berbeda pendapat dalam menerjemahkannya. dan Hukum administrasi. dengan kata dasar „administratie‟ dan „bastuur‟.

Pemerintah dalam arti luas itu mencangkup semua alat kelengkapan Negara. yang pada pokoknya terdiri dari cabang-cabang kekuasaan eksekutif. sedangkan dalam pengertian sempit pemerintah adalah cabang kekuasaan eksekutif. “Bahsan Mustafa mengartikan administrasi Negara sebagai gabungan jabatan-jabatan yang dibentuk dan disusun secara bertingkat dan diserahi tugas melakukan sebagian dari pekerjaan pemerintah dalam arti luas.Menurut Bintoro Tjokroamidjojo administrasi Negara adalah manajemen dan organisasi dari manusia-manusia dan peralatannya guna mencapai tujuan-tujuan pemerintah. administrasi Negara adalah aktivitas-aktivitas Negara dalam melaksanakan kekuasaan-kekuasaan politiknya. dan yudisial atau alat-alat kelengkapan Negara lain yang bertindak untuk dan atas nama Negara. aktivitas-aktivitas badan-badan eksekutif dan kehakiman atau khususnya aktivitas-aktivitas badan eksekutif saja dalam melaksanakan pemerintahan. Pemerintah/Pemerintahan Pemerintah sebagai alat kelengkapan Negara dapat diartikan secara luas dan dalam arti sempit. dalam arti sempit. Sudah jelas dari beberapa pendapat tersebut dapatlah diketahui bahwa adminisrtasi Negara adalah “Keseluruhan aparatur pemerintah yang melakukan berbagai aktivitas atau tugas-tugas Negara selain tugas pembuatan undangundang dan pengadilan” b. Menurut Dimock & Dimock. Siagian mengartikan administrasi Negara sebagai “keseluruhan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh aparatur pemerintah dari satu Negara dalam usaha mencapai tujuan Negara”. EUtrecht menyebutkan bahwa administrasi Negara adalah gabungan jabatan-jabatan. aparat (alat) administrasi yang dibawah pimpinan pemerintah melakukan sebagian dari pekerjaan pemerintah.”Sondang P. yang tidak diserahkan kepada badan-badan pembuat undangundang dan badan-badan kehakiman.legislatif. 6 .

penugasan. termasuk didalamnya fungsi. sedangkan dalam arti luas mencangkup semua badan yang menyelenggarakan semua kekuasaan didalam Negara baik eksekutuf maupun legislatif dan yudikatif. Meskipun secara umum dianut definisi negatif tentang pemerintahan. fungsi pemerintah itu dapat ditentukan dengan menempatkannya dalam hubungan dengan fungsi perundang-undangan dan peradilan. yaitu seabagai fungsi dan sebagai organisasi. kewajiban masing-masing departemen pemerintahan. Pemerintah sebagai organisasi adalah: bila kita mempelajari ketentuan-ketentuan susunan organisasi. Dalam kepustakaan disebutkan bahwa istilah pemerintahan disebutkan memiliki dua pengertian. Sebagai fungsi kita meneliti ketentuan-ketentuan yang mengatur apa dan cara tindakan aparatur pemerintahan sesuai dengan kewenangan masing-masing. pemerintah sebagai organ adalah kumpulan organ-organ dan organisasi pemerintahan yang dibebani dengan pelaksanaan tugas pemerintahan. Kalaupun hukum administrasi Negara berkenaan dengan kekuasaan eksekutif. pada kenyataannya pemerintah juga melakukan tindakan hukum dalam bidang legislasi. b. pengertian eksekutif ini tidak sama dengan apa dengan apa yang dimaksudkan dengan konsep trias politika (yang menempatkan kekuasaan eksekutif hanya melaksanakan undang-undang).Pemerintah dalam arti sempit adalah organ/alat perlengkapan Negara yang diserahi tugas pemerintahan atau melaksanakan undang-undang. instansi serta dinas-dinas pemerintahan. a Pemerintah sebagai fungsi adalah: melaksanakan tugas-tugas pemerintahan.Pemerintah dapat dirumuskan secara negatif sebagai segala macam kegiatan perundang-undangn dan peradilan. misalnya dalam pembuatan undang- 7 . badan-badan. kewenangan. yaitu sebagai suatu aktivitas diluar perundangan dan peradilan.

yang menyebabkan pertumbuhan bidang hukum administrasi Negara tertentu berjalan secara sektoral. Kedua. Sementara 8 .undang organik dan pembuatan berbagai peraturan pelaksanaan lainnya. yaitu HAN heteronom dan HAN otonom. Karena faktor-faktor inilah.TAP MPR. (HAN tidak dapat dikodefikasi. Prajudi Atmosudirdjo membagi HAN dalam dua bagian. dan juga bertindak dalam bidang penyelesaian perselisihan. hukum administrasi Negara berkembang sejalan dengan perkembangan tugas-tugas pemerintahan dan kemasyarakatan. HAN heteronom yang bersumber pada UUD. Dan juga ada yang menyebutkan bahwa HAN itu ada HAN umum dan ada HAN khusus. Di samping itu kesukaran menentukan ruang lingkup hukum administrasi Negara ini disebabkan pula oleh beberapa faktor. dan UU adalah hukum yang mengatur seluk beluk organisasi dan fungsi administrasi Negara . Ketiga. Pertama. HAN otonom adalah hukum oprasional yang diciptakan pemerintah dan administrasi Negara. seperti dalam hukum perdata dan hukum pidana yang dapat dikumpulkan menjadi satu kitab undang-undang). Oleh karena itu tidak mudah untuk menentukan ruang lingkup hukum administrasi Negara. misalnya dalam penyelesaian hukum melalui upaya administrasi dan dalam hal penegakan hukum administrasi atau pada penerapan sanki-sanki administrasi yang semuanya itu menjadi objek kajian hukum administrasi Negara. HAN berkaitan dengan tindakan pemerintahan yang tidak semuanya dapat ditentukan secara tertulis dalam peraturan perundang-undangan seiring dengan perkembangan kemasyarakatan yang memerlukan pelayanan pemerintah dan masingmasing masyarakat disuatu daerah atau Negara berbeda tuntutan dan kebutuhan. keputusan-keputusan dan instrument yuridis bidang administrasi lainnya tidak hanya terletak pada satu tangan atau lembaga. dalam arti tidak terikat pada bidang-bidang tertentu. pembuatan peraturan-peraturan. HAN umum berkenaan dengan peraturan-peraturan umum mengenai tindakan hukum dan hubungan hukum administrasi atau peraturan-peraturan dan prinsip-prinsip yang berlaku untuk semua bidang hukum administrasi.

munculnya pembedaan antara hukum administrasi umum dan hukum administrasi khusus merupakan suatu yang tidak dapat dihindari dan suatu yang alamiah. peraturan bidang pendidikan. peraturan tentang kesehatan. dan sebagainya. Dengan deamikian. Adanya perbedaan bidang hukum Administrasi khusus merupakan suatu hal yang logis dan wajar mengingat masing-masing Negara dihadapkan pada perbedaan sosio kultural. yang lazim disebut asas-asas pemerintahan yang layak. Sehubungan dengan adanya hukum administrasi tertulis. Disamping itu khusus bagi Negara kesatuan dengan sistem desentralisasi. kebijakan pemerintah. peraturan tentang pertanahan. politik. yang harus diatur melalui hukum administrasi. Berdasarkan keterangan tersebut. yang tertuang dalam berbagai peraturan perundang-undangan. sistem pemerintahan. dan sebagainya. HAN khusus adalah peraturan-peraturan yang berkaitan dengan bidang-bidang tertentu seperti peraturan tata ruang.itu. Dalam konteks ini tampak bahwa hukum administrasi itu tumbuh dan berkembang secara Dinamis. peraturan tentang perpajakan. yaitu peraturan-peraturan yang berkenaan dengan administrasi daearah atau pemerintah daerah. tampak bahwa bidang hukum administrasi itu sangat luas sehingga tidak dapat ditentukan secara tegas ruang lingkupnya. Munculnya hukum administrasi ini semakin penting artinya seiring dengan lahirnya berbagai bidang tugas-tugas pemerintahan yang baru dan sejalan dengan perkembangan dan penemuan-penemuan baru berbagai bidang kehidupan ditengah masyarakat. 9 . peraturan pertambangan. Keberadaan dan sasaran dari hukum administrasi Negara adalah sekumpulan peraturan hukum yang mengatur tentang tugas dan kewenangan pemerintahan dalam berbagai dimensinya sehingga tercipta penyelenggaraan pemerintahan dan kemasyarakatan yang baik dalam suatu Negara hukum. peraturan tentang kepegawaian. keberadaan hukum administrasi Negara dalam suatu Negara hukum merupakan condition sine quanon. dan hukum administrasi tidak tertulis. Artinya. terdapat pula hukum administrasi daerah.

dan memuat ketentuan mengenai hubungan hukum dengan subjek hukum lain). sedangkan hukum yang mengatur pemerintahan (dalam arti administrasi Negara) masuk kedalam kelompok hukum administrasi Negara.Prins. satupun tidak ada yang sama. mengatur prosedur pembentukan keputusan yang mengikat pemerintahan. 10 . yang telah diambil sebagai dasar pikiran ialah bahwa tata Negara mengenai hal pokok. sadar maupun tidak. Guna mengakhiri perbedaan pendapat mengenai perbedaan antara hukum tata Negara dan denagan hukum administrasi Negara cukuplah disebutkan pendapat dari Bagir Manan. mendefinisikan hukum administrasi Negara sebagai (keseluruhan norma yang berasal dari hukum tata negrara yang mengatur hubungan hukum di antara aparat Negara.2. bila diteliti. lantaran saksi ahli yakni A Situmorang dari BPK-RI yang dihadirkan tidak datang. batas antara hukum administrasi Negara debgan hukum tata Negara sebagaimana telah dijelaskan beberapa pengarang. Analis Kasus Bansos di Kabupaten Kutai Kartanegara Sidang kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) Pemkab Kukar 2005 dengan senilai Rp18.Menurut WF.5 miliar yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tenggarong. Rabu (2/3) kemarin pagi dengan terdakwa mantan Anggota DPRD Khairudin dan Basran Yunus mantan Asisten IV Setkab Kukar terpaksa harus ditunda. Akan tetapi. yang kemudian pendapat ditinggalkan karena perkembangan sejarah menempatkan hukum daministrasi Negara sebagai bidang kajian hukum sendiri. di dalam membuat batas tersebut. 2. Setelah menyebutkan bahwa hukum tata Negara dan hukum administrasi Negara merupakan satu kesatuan dan hukum administrasi Negara dianggap sebagai bagian atau tambahan dari hukum tata Negara. yang mengatakan bahwa secara keilmuan hukum yang mengatur tingkah laku Negara (alat perlengkapan Negara) dimasukan kedalam kelompok hukum tata Negara.

yang nilainya mencapai Rp375 juta per anggota dewan. Selain itu juga banyaknya saksi juga membuat proses sidang lama. Seperti diketahui sebelumnya.5 miliar. Dimana KPK telah memasukan mantan Wakil Bupati Kukar Samsuri Aspar dan mantan Ketua Fraksi Golkar Setia Budi.yang jadi permasalahan kenapa hal ini harus terjadi. Boyke.? bansos yang tidak tepat 11 . Khairuddin yang saat ini menjadi staf khusus Bupati didakwa didakwa melakukan pidana korupsi bersama Setia Budi tahun 2005-2006 melalui penyuluran dana bansos sebesar Rp 18. Basran Yunus . Contoh kasus di atas hanyalah salah satu contoh kasus penyimpangan dana bantuan social ( BANSOS ) yang terjadi di kabupaten kutai kartanegara dan apabila kita kaji lebih jauh lagi masih banyak kasus penyimpangan penggunaan sasaran.” ungkap Jaka Penuntut Umum (JPU) dalam kasus tersebut. kemudian prosesnya digelar di Pengadilan Negeri Tenggarong. "Sidang akan digelar kembali pada tanggal 16 Maret 2011 mendatang dan mudah-mudahan saksi ahli nantinya bisa datang.Munculnya kasus dugaan korupsi dana bansos itu sendiri merupakan pengembangan KPK. dan Edi Mulawarman terbilan cukup panjang. Para anggota dewan mengaku dengan jujur aliran dana bansos fiktif tersebut. bahwa proses persidangan kasus dugaan korupsi Bansos Kukar yang menyeret Khairudin. dalam sidang kasus tersebut telah menghadirkan saksi yakni para mantan anggota DPRD yang menerima dana aliran bansos Kukar.Penundaan ini sebenarnya sudah ketiga kalinya. Sofyan Latoriri pada wartawan kemarin. mengingat kasus tersebut sebelumnya ditangani KPK. Diakui oleh Sofyan. Rabu (2/3) kemarin saksi A Situmorang tidak hadir lantaran sedang menjadi saksi ahli di Lampung.

adapun azas hukum administrasi 12 .apalagi negara indonesia adalah negara hukum. azaz hukum administrasi Negara.toh kenyataan yang terjadi adalah ketika warga memerlukan bantuan dana tersebut di iringi dengan sistim birokrasi yang rumit dan berbelitbelit.betul membutuhkan bantuan dana malah jarang mendapatkanya.terangan mau meloloskan berkas permohonan dengan bagi hasil.maka tak heran apabila setiap tahun penerima bansos banyak yang hanya fikitif belaka dan orang-orangnya itu-itu saja.  Azas Dikresi dari Emessen :yaitu kebebasan dari seorang pejabat untuk mengambil keputusan berdasarkan pendapatnya sendiri yang tidak bertentangan dengan legalitas .dengan demikian seetiap pejabat administrasi Negara tidak boleh menolak untuk mengambil keputusan bila ada seorang warga yang mengajukan permohonan. Keyika warga yang betul.sehingga akan muncul oaring kaya baru ( OKB )di kutai kartanegara dengan menggunakan dana BANSOS.beda hanya dengan yang mengajukan dana BANSOS mempunyai koneksi oknum yang mempunyai wewenang akan sangat mudah untuk memperoleh dana bantuan tersebut.Pertanyaan tersebut dapat di kaitkan dengan hukum aministrasi Negara maka sangat bertentangan dengan Negara adalah:  Azas Yuridiksi : bahwa setiap tindakan pejabat administrasi Negara tidak boleh melanggar hukum ( harus sesuai dengan rasa keadilan dan kepatutan ) tidak tertulis  Azas Legalitas : bahwa setiap tindakan administrasi Negara harus ada dasar hukumnya ( ada peraturan dasar yang melandasinya ).maka azas legalitas adalah hal yang paling utama dalam setiap tindakan pemerintah. Hal ini sangat ironis dengan keadaan yang terjadio di pemerintah kabupaten kutai kartanegara. mlahan keanyakan para oknum birokrat dengan terang.

akibat yang ditimbulkan: 1.3. terutama di daerah 12. Wewenang yg besar tidak diikuti evaluasi laporan kinerja 9. Belum efektifnya pengawasan masyarakat lembaga legislatif. Hilangnya rasa malu ber KKN (Korupsi. Sanksi yg lemah dan penerapan hukum yang tidak konsisten dari institusi penegak hukum. Pengaruh lingkungan social 15. Kesempatan yang terbuka 10. Kehidupan yg konsumtif. Penyebab terjadinya penyimpangan dana Bansos di Kabupaten Kutai kartanegra 1. Kolusi. Lemahnya pengawasan eksternal 11. 13. Penghasilan yang rendah dibandingkan dgn kebutuhan hidup yg layak 16.2. dan sungkan utk saling mengingatkan 17. Merusak mental aparat/masyarakat (budaya instan) 13 . moral dan sosial yang rendah 2. pokok dan fungsi (TUPOKSI) pekerjaan 6. Rendahnya kepedulian terhadap kehidupan masyarakat 18. Tanggungjawab profesi. Aturan tidak jelas. boros dan serakah (untuk memperkaya diri) 5. Rendahnya disiplin/kepatuhan terhadap Undang-undang dan Peraturan 4. Sikap permisif/serba membolehkan dalam masyarakat. Nepotisme) 8. Budaya memberi upeti/tips 14. institusi pemeriksa/pengawas yang tidak bersih/independen 3. Kurangnya keteladanan dari atasan/pimpinan 7. Lemahnya penghayatan Pancasila dan pengalaman agama. Lemahnya pengawasan berjenjang (internal) dalam pelaksanaan tugas.

pengembangan. Memperbaiki manajemen kepegawaian (penerimaan. Meningkatkan efektifitas pelaksanaan sistem Pengendalian Manajemen. transparansi. pelaporan dan evaluasi pertanggungjawaban kinerja serta KUALITAS PELAYANAN MASYARAKAT 5. Menyempurnakan sistem ketatalaksanaan meliputi:m perumusan kebijakan (agar tidak terjadi penyalahgunaan kebijakan). Meningkatkan komitmen. Mengembangkan budaya kerja/tertib/malu melakukan KKN 7. Kualitas prestasi kerja/kinerja aparat rendah 6. pelaksanaan. jaminan hari tua) 6.2. upaya memberantas penyalahgunaa bansos 1. Hasil pembangunan tidak dinikmati sebagian besar masyarakat. Peraturan/prosedur tidak dapat ditegakkan 8. Kekuasaan dan kewenangan berkuasa melalui UANG. perencanaan penganggaran. Menurunkan/menghilangkan kepercayaan. penempatan. Menata kembali organisasi. memperjelas. 14 . mempertegas visi. konsisten dengan sanksi berat kepada pelaku korupsi 3. tugas dan fungsi yg diemban oleh setiap instansi 4. akuntabilitas dan pelayanan prima. Penegakan hukum yg tegas dan konsisten dengan sanksi berat kepada pelaku korupsi (hukuman mati) 2. kesejahteraan. investasi rendah. misi. Ekonomi biaya tinggi. citra dan martabat 3. Pengawasan fungsional/berjenjang dan memperberdayakan pengawasan masyarakat 9. laporan kerja/usaha rendah 4. sebaliknya lebih banyak utk penguasa yg akhirnya akan menimbulkan kesenjangan social 5. Meningkatkan transparansi. Meningkatkan evaluasi laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) 8. Output tidak optimal/tidak dapat dimanfaatkan tepat waktu/tepat guna/tepat standar 7.

Kurang dukungan teknologi informasi. konsisten dan tegas 3. Kepemimpinan yg kurang komitmen.hambatan pemberantasan kasus bansos 1. Lemahnya koordinasi 2. 4. Kurang pedulinya masyarakat kutai kartanegara terhadap kebjakan pemerintah kabupaten kutai kartanegra 15 .

Sebagian masyarakat penerima bansos mengeluh. selalu harus menggunakan uang pelicin alias pungli. Kesimpulan Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara selalu saja ditemukan tarik ulur antara kekuasaan. pengurusan bansos Kukar juga terindikasi tak beres. serta merefungsionalisasi kedudukan hukum administrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. khususnya asas-asas umum penyelenggaraan pemerintahan yang layak. kiranya di era reformasi inilah seharusnya mulai ditumbuhkan dan dikembangkan pemikiran-pemikiran tentang perlunya merekonseptualisasikan dan mereposisi. baik di pusat maupun daerah sehingga secara perlahan dan pasti diharapkan akan mengubah tatanan.Pasalnya. dan orientasi kehidupan penyelenggaraan pemerintah.Bansos kukar penuh dengan birokrasi dan terkesan dalam pencairan danyanya sengaja dibuat berbeli–belit.“Hal ini tak jarang 16 . namun juga dapat melanggar perinsip-prinsip hukum administrasi dan asas-asas umum pemerintahan yang layak. padahal keserakahan akan kekuasaan tersebut tidak saja melanggar prinsip-prinsip negara hukum. tampaknya perlu pembenahan serius. Kalimantan Timur (Kaltim). Dari optik hukum administrasi. tak sedikit penerima bansos merasa kesal dan mengerutu. Penyaluran dan penggunaan Bantuan Sosial (Bansos) yang hibah di Kabupaten Kutai Karta Negara (Kukar).BAB III PENUTUP 3.1. instrumentasi.” ujarnya Bukan hanya itu. demokrasi. hukum. dan hak-hak asasi manusia.Terbukti dengan banyaknya keluhan dari penerima bansos tersebut. dan demokrasi yang bersumber pada keserakahan terhadap kekuasaan. Mulai tahap awal pengurusan bansos hingga tahap akhir.

jumlah ini menurun Rp 63 miliar( kaltim post. 17 .7 miliar. mencapai Rp 44.membuat penerima bansos seperti rakyat kecil menggerutu. belanja bansos muncul lagi.sehingga GERBANG RAJA bukan hanya slogan semata.2. karena ulah dan tingkah sebagian oknum yang tak bertanggung jawab 3. Dibanding bansos 2010.id ) Semoga kedepan para birokrat di pemerintahan kabupaten kutai Negara lebih mengedepankan azas hukum administrasi Negara. Saran Gembar-gebor bantuan sosial (bansos) akan dihentikan di 2011 tak terbukti. Nilainya lumayan besar.guna terwujudnya pemerataan pembangunan untuk masyarakat kutai karta Negara. Sebab di Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Kukar 2011.serta masyarakat lebih berperan aktif dalam mengawasi jalannya pemerintah beserta penggunaan aset daerah.co.

id Ridwan HR Hukum Administrasi Negara Rajawali Pers Jawapos group online. Kaltim post .co.onlone.DAFTAR PUSTAKA Bachsan Mustafa Sistem Hukum Administrasi Negara Indonesia Kaltim post@yahoo. Citra Aditya 18 .